P. 1
Visi Dan Misi Departemen Kesehatan Indonesia

Visi Dan Misi Departemen Kesehatan Indonesia

|Views: 145|Likes:

More info:

Published by: Cyntya Sari Sovianti on Apr 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2012

pdf

text

original

TUGAS IKM

 Nama  NIM : Chandra WijayaS : 030.06.049

Visi dan Misi Departemen Kesehatan Indonesia:
Visi Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan Berkeadilan

Misi 1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan

masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani. 2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata bermutu dan berkeadilan 3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan 4. Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik

Tugas IKM
By: Chandra WS (030.06.049)

1

Pada bagian bawah tumpeng terdapat prinsip Gizi Seimbang lain. telur. Selain itu. dan jenis aktivitas. ikan. Artinya. Luasnya potongan TGS menunjukkan porsi makanan yang harus dikonsumsi setiap orang per hari. tempe. TGS terdiri atas beberapa potongan tumpeng: satu potongan besar. Dalam sehari. dua potongan sedang. Karena prinsip gizi seimbang didasarkan pada kebutuhan zat gizi yang berbeda menurut kelompok umur. Golongan ini dianjurkan dikonsumsi 3-8 porsi. TGS yang terdiri atas potongan-potongan itu dialasi oleh air putih. dan di puncak terdapat potongan terkecil. yaitu pola hidup aktif dengan berolahraga. Kemudian di atasnya lagi terdapat golongan sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral. Daftar Bahan Penukar. di lapisan ketiga dari bawah ada golongan protein. aktivitas fisik dan memantau berat badan ideal. kebersihan.06. dan oncom. dan garam. air putih merupakan bagian terbesar dan zat gizi esensial bagi kehidupan untuk hidup sehat dan aktif. Selanjutnya. Ukuran potongan sayur dalam PGS sengaja dibuat lebih besar dari buah yang terletak di sebelahnya. menjaga kebersihan dan pantau berat badan. seperti daging. dan daftar Indeks Massa Tubuh (IMT). di atasnya terdapat potongan besar yang merupakan golongan makanan pokok (sumber karbohidrat). buku ini dilengkapi juga dengan contoh anjuran pembagian makanan dan set hidangan per hari untuk setiap golongan umur.049) 2 . maka satu macam TGS Tugas IKM By: Chandra WS (030. Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan untuk berbagai golongan umur untuk beberapa zat gizi. mentega. keju. gula. Setelah itu. susu dan produk susu (yogurt.TUMPENG GIZI Tumpeng Gizi Seimbang (TGS) meragakan 4 prinsip Gizi Seimbang (GS): aneka ragam makanan sesuai kebutuhan. Terakhir dan menempati puncak TGS makanan dalam potongan yang sangat kecil adalah minyak. status kesehatan. kebutuhan air putih untuk tubuh minimal 2 liter (8 gelas). Keduanya dalam potongan yang berbeda luasnya untuk menekankan pentingnya peran dan porsi setiap golongan. sedangkan di potongan kiri ada kacang-kacangan serta hasil olahan seperti tahu. Dengan begitu. jumlah sayur yang harus dilahap setiap hari sedikit lebih besar (3-5 porsi) daripada buah (2-3 porsi). dan lain-lain) di potongan kanan. dua potongan kecil. yang dianjurkan dikonsumsi seperlunya.

049) 3 . dewasa. Buku ini akan menguraikan pengertian dan empat prinsip dari Gizi Seimbang yang disesuaikan dengan kebutuhan berbagai kelompok tersebut. remaja. Diperlukan beberapa macam TGS untuk ibu hamil dan menyusui. dan usia lanjut. Tugas IKM By: Chandra WS (030.06.tidak cukup. bayi dan balita.

Langkah-langkah Membuat Pertanyaan Penelitian Memahami Permasalahan Setempat •Mengenalpasti masalah berdasarkan data setempat dan penelitian yang pernah dilakukan di area tersebut Mengenalpasti ide dan teknologi baru •Aplikasi teknologi terbaru sering mendatangkan permasalahan baru yang bisa dikaji Imaginasi •Observasi yang cermat terhadap populasi setempat dan berfikiran kreatif Karakteristik Pertanyaan Penelitian yang baik FEASIBLE •Bilangan subjek mencukupi •Pengetahuan dan persiapan peneliti •Terjangkau dari segi waktu dan finansial •Skop penelitian yang bisa dikendalikan INTERESTING •Topik yang menarik menurut peneliti NOVEL •Mengkonfirmasihasil penelitian yang sebelumnya •Memperbaiki hasil penelitian yang sebelumnya •Menemukan hasil penelitian yang baru ETHICAL •Tidak mendatangkan risiko yang berbahaya terhadap subjek. RELEVANT •Untuk pengetahuan saintifik •Untuk klinis dan polisi kesehatan •Bermanfaat untuk penelitian yang akan datang Tugas IKM By: Chandra WS (030.049) 4 .06.Bagian I Bab 2: Memahami Pertanyaan Penelitian Research questions ( Masalah) : Ketidakpastian mengenai sesuatu dalam suatu populasi yang akan diselesaikan atau dijernihkan oleh peneliti dengan membuat pengukuran-pengukuran dalam subjek penelitiannya.

Study sample : Bagian dari populasi target yangduerncanakan akan diteliti Kriteria seleksi Kriteria Inklusi = menggambarkan karateristik populasi target yg relevan dengan penelitian 1. Karateristik demografik .06.rentang usia yang akan diteliti Tugas IKM By: Chandra WS (030.Mengembangkan Research Questions & Study Plan Problems & Solution Primary & Secondary Questions Mengenalpasti masalah yang dihadapi dalam pemilihan research questions Menggunakan >1 research question 1 penelitian --> beberapa hasil Cari jalan penyelesaian Konsultasi dengan mentor Bab III: Pemilihan Subjek Penelitian: Spesifikasi. Sampling. dan Rekrutmen Populasi : Sejumlah subjek yang memiliki karakteristik yang spesisifik Sampel : Bagian dari populasi yang akan diteliti Populasi target : Populasi sasaran akhir penerapan hasil penelitian. Berpotensi untuk tidak dapat di follow up selama penelitian dijalankan 5 .049) Kriteria eksklusi = Kondisi yang ada pada subjek yang dapat mengganggu kualitas data penelitian 1.

aktif secara fisikal.cth : pasien dengan kondisi kesehatan yang sudah terminal. Karakteristik geografik . Cluster Sample •Mengambil sample secara random dari sekelompok individu yang sudah terbagi secara tersendiri •4. keterbatasan berbahasa . Cara Pemilihan Sample Convenience Samples •1. Risiko tinggi terhadap efek samping 4.cth : tidak memahami bahasa Indonesia yang baik 3. Simple Random Sample •Hitung jumlah subjek dalam populasi terjangkau --> subjek dipilih secara random •2.049) 6 . Tidak etis digunakan dalam penelitian .disorientasi.kondisi kesehatan . menderita DM 3.nyatakan lokasi yang akan diteliti .06. Systematic Sample • = simple random sample.cth : mahu pindah 2.cth : dewasa usia 30-40 thn 2.cth : sehat.. Karateristik klinis . Tugas IKM By: Chandra WS (030.Kapan diteliti? Periode waktu . Tidak mampu memberikan data yang baik . Karakteristik temporal . tapi subjek dipilih secara acak berdasarkan nomor urutan. Convenience Samples •Mudah tapi lemah. semua diambil sbg sample penelitian Probability Samples •1. Stratified Random Sample •Membagi populasi target kepada beberapa kelompok berdasarkan karateristik tertentu •3. Consecutive sample •memenuhi syarat sample. tidak dapat memenuhi kriteria populasi terjangkau •2.cth : dari Januari 2011 hingga Juni 2011 .cth : Kecamatan pasar minggu 4.

06.049) 7 .Tujuan Seleksi Sample Mencari sample yang dapat mewakili populasi target Mencari jumlah subjek yang cukup yang dibutuhkan dalam penelitian. Tugas IKM By: Chandra WS (030.

untuk mencari kelengkapan isi penelitian yang kurang sebelum memulai penelitian  Dichotomize Variabel Bila mean dan standar deviasi dari continous dan categorical variable meragukan atau tidak yakin. Penggunaan kelompok studi dan kelompok kontrol yang tidak sama besar Gunakan Continous variabel Melakukan pengukuran yang variabilitasnya kurang Strategi Memperkecil Besar Sampel dan Memaksimalkan Power Melakukan macthing Individual Memilih efek yang lebih sering terjadi Bagaimana melakukan perkiraan besar Sampel saat informasi tidak cukup.  Educated Guess Jika cara diatas gagal. Contohnya tekanan darah.  Pilot Study Melakukan analysis sekunder. melalui berbagai literature yang relevan. terkadang menggunakan jurnal kedokteran yang tedapat di MEDLINE.049) 8 .  Extensive Search Strategi pertama ini yaitu melakukan pencarian tentang topic. bisa dalam mmHg (continous) atau menentukan ada tidaknya hipertensi (dichotomous).06. Tugas IKM By: Chandra WS (030.Bab VI: Perkiraan Ukuran dan Kekuatan Sampel: Seluk-beluknya Continous variable biasanya besar sampel lebih kecil dari dichotomous variables. peneliti harus memperkirakan isi penelitian yang kurang.

pilihan edukasi bias menjadi pencetus yang bermanfaat. Tugas IKM By: Chandra WS (030. pikirkan untuk melakukan penyelidikan awal atau menganalisa data sekunder atau mempertimbangkan dikotomi variable pada mediannya. persamaan.049) 9 . 2. penyelidik bisa melakukan revisi kembali untuk menentukan efek yang dapat di deteksi atau kekuatan. analisis survival. sampel cluster. Tentukan jumlah target sasaran dan keuntungan dari hasil studi 4.06. Tentukan tujuan dan hipotesa alternatif. dan studi yang berkaitan. Apabila salah satu ini masih tidak cocok. Apabila didapatkan terdapat kekurangan pada penentuan ukuran sampel.Apabila menentukan ukuran sampel untuk studi analisis. penggunaan cara mengukur yang multiple. Strategi untuk meminimalisir pemakaian sampel adalah seperti menggunakan variable yang berkelanjutan. Menentukan jumlah subjek dengan hasil dikotomi atau standard deviasi pada hasil yang berlanjutan 2. Tentukan akurasi studi Apabila ukuran sampel masih dalam pertimbangan. Tentukan ketepatan yang dikehendaki menggunakan interval yang tepat 3. berdasarkan jenis prediksi dan hasil yang akan didapatkan. langkah yang harus diambil adalah 1. dimana tidak ada hipotesa. Tentukan jumlah yang sesuai untuk α dan β untuk menghindari terjadinya kesalahan tipe I dan tipe II Pertimbangan lain yang perlu dalam pejumlahan ukuran sampel untuk studi analisis termasuk memperkirakan kesalahan yang bisa terjadi dan strategi untuk dibandingkan dengan variable yang berkategori. pengukuran yang tepat. Pilih jenis statistik yang bisa digunakan untuk menganalisa data. adalah untuk 1. Langkah untuk menentukan ukuran sampel untuk studi deskriptif. 3. ukuran kelompok studi yang beragam dan hasil yang beragam. penyelidik bias merevisi kembali bahan yang berkaitan dengan bidang penelitian. Tentukan jumlah yang spesifik.

049) 10 . dapat pula mempelajari etiologic suatu penyakit yang terutama untuk penyakit yang mempunyai onset lama dan lama sakit yang panjang. Sebaliknya jenis penyakit yang mempunyai masa sakit yang pendek tidak tepat dikaji dengan cross sectional. yaitu studi crosssectional dan studi kasus control 1. Tugas IKM By: Chandra WS (030. Resiko relative adalah perbandingan antara prevalens penyakit (efek) pada kelompok dengan resiko dengan prevalens efek pada kelompok tanpa resiko.Bab VIII : Rancangan Penelitian Secara Observasional Peneliti hanya melakukan pengamatan terhadap subjek penelitian dan menganalisis hasil pengamatan tanpa intervensi.06. Langkah-langkah studi cross sectional Merumuskan pertanyaan dan hipotesis Mengidentifiksai variable penelitian Menetapkan subjek penelitian Menganalisis data Melaksanakan pengukuran Menetapkan populasi penelitian dan perhatikan besarnya Analisis dapat berupa suatu uji hipotesis ataupun analisis untuk memperoleh resiko relative.STUDI CROSS SECTIONAL/ STUDI PREVALENSI merupakan suatu bentuk studi observasional (non-eksperimental) yang menentukan hubungan antar factor resiko dan penyakit . Penelitian secara observasional umumnya dibagi menjadi dua jenis.

STUDI KASUS KONTROL Penelitian dimulai dengan identifikasi pasien dengan efek atau penyakit tertentu (yang disebut sebagai kasus) dan kelompok tanpa efek (disebut control) kemudian secara retrospektif ditelusur factor resiko yang dapat menerangkan mengapa kasus terkena efek. Melakukan pengukuran variable efek dan factor resiko Tugas IKM By: Chandra WS (030.049) 11 . hasil cepat diperoleh dapat menggunakan berbagai populasi dapat digunakan untuk meneliti dengan banyak variable sekaligus jarang terancam loss to follow up      kekurangan sulit menentukan sebab akibat tidak dapat digunakan untuk subjek dengan masa sakit yang pendek jumlah subjek yang dibutuhkan cukup banyak tidak menggambarkan perjalanan penyakit.kelebihan       Desain mudah murah. efek Menentukan populasi terjangkau dan sampel (kasus. sedangkan control tidak. Langkah-langkah pada penelitian kasus control : Merumuskan pertanyaan penelitian dan hipotesis yang sesuai Mendiskripsikan variable penelitian : factor resiko. insidens atau prognosis tidak bisa untuk kasus jarang 2.06. control) dan cara untuk pemilihan subjek penelitian Menganalisis data (O dds = p/ (1-p)) : peluang terjaadi efek dibagi dengan peluang tidak terjadi efek  membandingkan rasio odds pada kelompok kasus dengan odds pada kelompok kontrol.

hanya berkaitan dengan satu penyakit atau efek.06.049) 12 . Tugas IKM By: Chandra WS (030.RO = 1 : pajanan bukan merupakan factor resiko RO > 1 : pajanan benar factor resiko RO < 1 : variable merupakan factor protektif kelebihan  studi kasus control dapat atau kadang bahkan merupakan satu-satunya cara untuk meneliti kasus yang jarang atau yang masa latennya panjang     Hasil dapat diperoleh dengan cepat Biaya yang diperlukan relative murah Memerlukan subjek penelitian yang lebih sedikit Dapat digunakan untuk mengidentifikasi pelbagai factor resiko sekaligus dalam satu penelitian     kekurangan Validasi mengenai informasi kadang sukar diperoleh Oleh karena kasus maupun control dipilih oleh peneliti maka sukar untuk menyakinkan bahwa kedua kelompok tersebut benar sebanding dalam pelbagai factor eksternal dan sumber bias yang lainnya Tidak dapat memberikan insidens rates Tidak dapat dipakai untuk menentukan lebih dari 1 variable dependen.

Tugas IKM By: Chandra WS (030.049) 13 . serta jawabannya lebih mudah untuk ditabulasi dan dianalisa. Informasi yang didapat mungkin lebih. Gabungan pertanyaan tertutup dan terbuka adalah cara yang lebih baik dalam membuat pertanyaan untuk penelitian.  Merancang Pertanyaan dan Instrumen yang Baik Pertanyaan Terbuka dan Pertanyaan Tertutup Pertanyaan terbuka akan sangat berguna bilamana penting untuk mendengar apa yang responden katakan dalam kata-kata mereka sendiri.Bab XV: Merancang Kuesioner dan Instrumen Pengumpulan Data Sebagian besar data dalam penelitian klinis dikumpulkan menggunakan kuesioner atau wawancara. validitas hasil tergantung pada kualitas instrumen ini. dan memerlukan penilaian subjektif. Kelemahan: Umumnya memerlukan metode kualitatif atau sistem khusus (seperti mengkode kamus untuk gejala dan kondisi kesehatan) untuk mengkode dan menganalisis tanggapantanggapan. Bagi banyak penelitian. Pilihan jawaban mungkin tidak lengkap. Keuntungan: Responden bebas menjawab tanpa adanya batasan dari peneliti. Kelemahan: Mereka mengarahkan responden dan tidak mengijinkan untuk mengekspresikan jawabannya yang lebih akurat.06. tetapi tanggapan menjadi kurang lengkap. yang memerlukan waktu lebih dari pada memasukkan data dari respon pertanyaan tertutup. Cocok untuk digunakan dalam berbagai skala yang dirancang untuk menghasilkan skor tunggal. Pilihan jawaban juga dapat mempermudah responden untuk memahami maksud dari pertanyaan. Keuntungan: Lebih cepat dan mudah dijawab. Pertanyaan-pertanyaan tertutup lebih umum dan membentuk dasar dari sebagian besar pengukuran yang terstandarisasi.

atau gejala yang terjadi pada episodik atau yang bervariasi dari hari ke hari dan untuk waktu atau durasi suatu peristiwa atau suatu peristiwa penting yang mudah dilupakan. spesifik.06. Wording Tujuannya untuk membangun sebuah pertanyaan sederhana. Memformat Instrumen harus mudah dibaca. Pengaturan Kerangka Waktu Untuk mengukur ini. dan pertanyaan wawancara harus nyaman untuk dibaca keras-keras. dengan instruksi dan panah yang mengarahkan responden atau pewawancara. luas dan rapi. Hindari kata-kata “bermuatan” dan stereotip yang menunjukkan bahwa ada jawaban yang paling diinginkan. Format harus sesuai dengan metode untuk entri data elektronik. Mengumpulkan data mengenai hal-hal yang sensitif dan pribadi membutuhkan kemampuan yang lebih.VAS (Visual Analog Scale) / Skala analog visual adalah pilihan lain untuk mencatat jawaban terhadap pertanyaan tertutup dengan menggunakan garis atau gambar. Tujuannya adalah untuk bertanya tentang segmen terakhir dari waktu terpendek yang secara akurat mewakili karakteristik selama periode yang menarik untuk pertanyaan penelitian. perilaku. Penting untuk memberikan responden kesempatan untuk mengakui perilaku tertentu tanpa mendorong mereka untuk membesar-besarkannya. harus terlebih dahulu memutuskan aspek perilaku apa yang terpenting untuk dipelajari: rata-rata atau ekstrim. bebas dari ambiguitas. jelas.049) 14 . sesuai dan mendorong respon yang akurat dan jujur tanpa memalukan atau menyinggung responden. Tapi Tugas IKM By: Chandra WS (030. netral. yang paling mewakili jawabannya. Responden diminta untuk menandai satu titik. sepanjang garis/ rentang dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Menggunakan buku harian dapat menjadi cara yang lebih akurat untuk melacak peristiwa.

dan kualitas health-related domain kehidupan. Tugas dapat berkisar dari penciptaan pertanyaan baru mengenai variabel kecil dalam sebuah studi untuk Tugas IKM By: Chandra WS (030. Hindari Jebakan Peneliti harus memeriksa pertanyaan potensial dari sudut pandang calon peserta/ responder potensial. dan pilihan jawaban yang tidak sesuai pertanyaan.80 atau lebih sangat baik. mencari istilah yang ambigu dan perangkap umum seperti pertanyaan mengenai dua atau lebih hal dalam waktu yang sama (double-barreled question). asumsi tersembunyi.mengkonsumsi lebih banyak waktu dan menyebabkan lebih banyak data hilang dari pada pertanyaan retrospektif umum. Skala Likert yang umum digunakan untuk mengukur sikap. Jika ada ukuran yang cukup dapat ditemukan dari sebuah konsep yang penting untuk penelitian. Konsistensi internal dari skala dapat diuji statistik dengan menggunakan langkah-langkah seperti Cronbach's alpha (1) yang menilai konsistensi keseluruhan skala. Skor tersebut diasumsikan bahwa pertanyaan-pertanyaan mengukur karakteristik tunggal dan bahwa tanggapan secara internal konsisten. maka perlu untuk membuat pertanyaan baru atau mengembangkan skala baru. perilaku.049) 15 .70 biasanya dapat diterima. pertanyaan dapat dikombinasikan menjadi multi-item skala untuk menghasilkan skor total. dihitung dari korelasi antara skor pada item-item individual. Skala ini menyediakan responden dengan daftar pernyataan atau pertanyaan dan meminta mereka untuk memilih respon yang paling mewakili pangkat atau derajat jawaban mereka. Nilai dari ukuran ini lebih dari 0. Nilai yang lebih rendah untuk konsistensi internal yang menunjukkan bahwa beberapa item individu dapat mengukur karakteristik yang berbeda. dan 0. Setiap respon yang diberikan sejumlah titik. Menciptakan Kuesioner dan Skala Baru Kadang-kadang seorang penyelidik perlu untuk mengukur karakteristik yang tidak ada standar atau pendekatan kuesioner wawancara.06. Skala dan Skor Untuk Mengukur Variabel Abstrak Untuk mengukur variabel abstrak seperti sikap atau status kesehatan.

dapat dirubah atau ditambahkan beberapa bahan. 2. maka tidak dapat dibandingkan dengan studi tersebut. 5. lamanya wawancara. Menggunakan studi yang lain baik. kuesioner dan pemeriksaan dapat membuat reponden malas dan menyebabkan penurunan akurasi dalam memberikan respon. Buat draft Draft sebaiknya berisi pertanyaan tentang topik ____________ 4. dan fokuskan pada variabel mayor. dapat dicari kuesioner dari penelitian yang sudah dipublikasikan dengan topik yang sama. Data yang tidak cocok tidak perlu dipakai. Apabila ada data yang dihapus dari yang digunakan. Ada beberapa sumber untuk instrumen. Valid Pengaturan Instrumen Kuesioner dan Wawancara Tugas IKM By: Chandra WS (030.049) 16 . 6. Buat list variabel Peneliti harus menulis detail informasi yang akan dikumpulkan dan konsep yang akan diperiksa. hemat waktu dan dapat dibandingkan dengan studi yang lain. Kumpulkan instrumen yang lama dan baru Baut satu folder untuk 1 variabel yang harus diteliti.06.mengembangkan dan menguji skala multi-item baru untuk mengukur hasil utama untuk sebuah studi besar atau garis penyelidikan. Langkah . 3. Revisi Draft harus dibaca secara teliti. Pretes 7. Buat rangkuman Setiap penelitian anyak data yang dianalisis.langkah dalam pembuatan instrumen dalama penelitian 1. Yang terpenting yaitu membuat kata dan kalimat dapat dimengerti oleh reponden dan agar tidak terdapat kesalahpahaman.

lewat email atau website.Terdapat 2 cara dasar untuk mengumpulkan data yang berhubungan dengan perilaku. Kuesioner lebih efficient biasa untuk pertanyaan yang simple. Dan dapat disebarluasdkan secara cepat. pengetahuan. dan dapat segera dimasukan dalam database.06. Dan biasa untuk partisipan yang tidak dapat membaca atau tidak mengerti dengan pertanyaan pada kuesioner. lebih murah dan tidak banyak menghabiskan waktu. Lebih banyak menghabisakan uang dan waktu. pertanyaan dikirim melalui email dan dapat langsung dijawab oleh partisipan. Cara ini sangat berguna dalam ketepatan dalam waktu ( awal suatu penyakit) dan durasi yang biasa nya mudah terlupakan. kebiasaan. Wawancara CATI dapat mengurangi kelemahan dari wawancara dengan tetap mempertahankan keuntungan dari wawancara. Teknik wawancara dimana pertanyaan terdapat pada layar computer dan partisipan menjawab pertanyan tersebut dengan menngunakan telepon.049) 17 . Sedangkan wawancara biasa untuk pertanyaan yang panjang dan jawaban yang komplit. Kuesioner melalui email sangat banyak keuntungan nya. Tugas IKM By: Chandra WS (030. dan riwayat pribadi. Buku harian dapat digunakan untuk mengetahui kejadian atau kebiasaan yang terjadi secara episodic. Metode dalam pengaturan kuesioner Ada banyak cara yang dapat digunakan seperti.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->