P. 1
Proposal Penelitian Informed Consent

Proposal Penelitian Informed Consent

|Views: 423|Likes:
Published by Kang Arga

More info:

Published by: Kang Arga on Apr 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2014

pdf

text

original

TINJAUAN YURIDIS PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIK DI RUANG BEDAH RSUD WALED CIREBON

PROPOSAL PENELITIAN

Oleh : IBNU SUJONO

NPM :

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNGJATI CIREBON 2012

1

Hal ini terjadi karena kebutuhan yang mendesak akan adanya perlindungan untuk pasien maupun dokternya. 2 . Salah satu tujuan dari hukum atau peraturan atau deklarasi atau kode etik kesehatan atau apapun namanya. baik di dunia Barat yang memeloporinya maupun Indonesia. yaitu yang memberi pelayanan (medical providers) dan yang menerima pelayanan (medical receivers) mempunyai hak dan kewajiban yang harus dihormati. Pada awal abad ke-20 telah tumbuh bidang hukum yang bersifat khusus (lex spesialis). salah satunya hukum kesehatan. kini mulai dimasuki unsur hukum. Latar Belakang Akhir-akhir ini banyak dibicarakan di media massa masalah dunia kedokteran yang dihubungkan dengan hukum. seakan-akan sulit tersentuh oleh orang awam. yang berakar dari pelaksanaan hak asasi manusia memperoleh kesehatan (the Right to health care). Bidang kedokteran yang dahulu dianggap profesi mulia. adalah untuk melindungi kepentingan pasien di samping mengembangkan kualitas profesi dokter atau tenaga kesehatan. Seiring dengan pergeseran pola hubungan hukum antara dokter dan pasien dari hubungan paternalistik menjadi hubungan horizontal kontraktual.BAB I PENDAHULUAN A. Masing-masing pihak. Keserasian antara kepentingan pasien dan kepentingan tenaga kesehatan. Gejala ini tampak menjalar ke mana-mana. Oleh karena itu perlindungan hukum terhadap kepentingan-kepentingan itu harus diutamakan. merupakan salah satu penunjang keberhasilan pembangunan sistem kesehatan.

kebutuhan manusia untuk mendapatkan kesehatan juga semakin meningkat. Kepercayaan kepada dokter secara pribadi berubah menjadi kepercayaan terhadap keampuhan ilmu kedokteran dan teknologi. perlu diungkap hak dan kewajiban pasien. bukan hanya sebagai obyek penyembuhan tetapi berperan sebagai subyek. Persetujuan ini didasarkan mengenai informasi tentang penyakit. atau Klinik dapat ditafsirkan sebagai usaha mengajukan penawaran kepada dokter untuk diminta pertolongan dalam mengatasi keluhan yang dideritanya. Dengan semakin berkembangnya masyarakat hubungan tersebut secara perlahan-lahan mengalami perubahan. Pada saat seorang pasien menyatakan kehendaknya untuk menceritakan riwayat penyakitnya kepada dokter dan dokter menyatakan kehendaknya untuk mendengar keluhan pasien. maka telah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak. Kedatangan pasien ke tempat praktek dokter. Pengetahuan tentang hak dan kewajiban pasien diharapkan akan meningkatkan kualitas sikap dan tindakan yang cermat dan hatihati dari tenaga kedokteran. Perubahan hubungan inilah yang menjadikan setiap upaya penyembuhan yang dilakukan oleh dokter terhadap pasiennya memerlukan persetujuan dari si pasien itu sendiri. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan. Agar dapat menanggulangi masalah secara proporsional dan mencegah apa yang dinamakan malpraktek di bidang kedokteran. Begitu pula sebaliknya. dokter juga akan melakukan pelayanan medis berupa rangkaian tindakan yang meliputi diagnosa 3 .maka kedudukan pasien menjadi sederajat dengan dokter. Rumah Sakit. alternatif serta upaya penyembuhan dan akibat yang mungkin terjadi dari upaya penyembuhan tersebut.

maka hubungan itu akan diatur oleh kaidah-kaidah hukum. Terdapat persamaan kontrak antara hubungan dokter dengan pasien dengan hubungan kontrak yang terjadi dalam pengaturan hukum perdata. Hubungan dokter dengan pasien merupakan hubungan terapeutik. Dalam melakukan terapi antara dokter terhadap pasien secara langsung terjadi ikatan kontrak. Sebagai hubungan medik. Dengan adanya perjanjian ini dimaksudkan mendapatkan hasil dari tujuan tertentu yang diharapkan pasien. misalnya pada perjanjian jual beli. menunda persetujuan dan bahkan membatalkan persetujuan. Pasien ingin diobati dan dokter setuju untuk mengobati.dan tindakan medik. maka dokter wajib memberikan informasi mengenai baik buruknya tindakan tersebut bagi pasien. Status legal dari seorang dokter dalam menjalankan profesinya 4 . yang dalam hukum dikatakan suatu perjanjian melakukan jasa-jasa tertentu. Hubungan hukum ini selanjutnya disebut transaksi. yang dalam hukum perdata disebut perjanjian. juga berbentuk ikatan atau hubungan hukum. yakni bahwa hubungan kontrak antara kedua belah pihak dilakukan dengan legal untuk memutuskan suatu sikap yang telah disetujui bersama. maka hubungan ini akan diatur oleh kaidah-kaidah medik. Pasien berhak untuk menolak pemeriksaan. Untuk perjanjian kontrak yang valid harus ada pengertian dan kerjasama dari pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian tersebut. Apabila pasien menolak untuk dilakukan tindakan medis. Sebagai hubungan hukum. Hubungan antara dokter dengan pasien pada umumnya merupakan hubungan kontrak. Hubungan pasien dokter dan rumah sakit selain berbentuk sebagai ikatan atau hubungan medik.

Dengan demikian maka sifat hubungannya mempunyai dua unsur : 1 1 Adanya suatu persetujuan (consensual. Harus ada persetujuan (agreement. Jika ditinjau dari segi hukum medik.blogspot. b. maka harus dipenuhi persyaratan: a. Karena antara dokter dan pasien bersifat hubungan kontrak. 1 http://tbm 110. dan tidak diluar profesinya. agreement). dari pihak yang berkontrak. Harus ada suatu objek yang merupakan substansi dari kontrak: objek atau substansi kontrak dari hubungan dokter-pasien adalah pemberian pelayanan pengobatan yang dikehendaki pasien dan diberikan kepadanya oleh sang dokter.dengan praktek merupakan masalah yang sangat kompleks. atas dasar saling menyetujui dari pihak dokter dan pasien tentang pemberian pelayanan pengobatan. Persetujuan itu berwujud dalam pertemuan dari penawaran dan penerimaan pemberian pelayanan tersebut yang merupakan penyebab terjadinya suatu kontrak. Suatu kontrak adalah pertemuan pikiran (meeting of minds) dari dua orang mengenai suatu hal (sollis).html 5 . maka hubungan antara dokter dan pasien dapat dimasukkan dalam golongan kontrak. karena hubungan kontrak tersebut berdasarkan saling percaya mempercayai satu sama lain. Pihak pertama mengikatkan diri untuk memberikan pelayanan sedangkan yang kedua menerima pemberian pelayanan. consensus). 2 Adanya suatu kepercayaan (fiduciary relationship). legal. Objek dari kontrak harus dapat dipastikan.com/2008/08/m-l-p-r-k-tek.

alternatif tindakan lain dan risikonya. prognosis dan prakiraan pembiayaan terhadap tindakan yang dilakukan.c. karena sebagai Rumah Sakit Pemerintah kelas B yang menjadi rujukan dari semua klinik dan puskesmas di Cirebon bagian timur. Harus ada suatu sebab (causa) atau pertimbangan (consideration). Dokter yang menanganinya mempunyai kewajiban untuk memberitahukan diagnosis dan tatacara tindakan medis. risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. Persetujuan tindakan medis ini menimbulkan adanya hak dan kewajiban yang timbul baik terhadap dokter yang menangani maupun terhadap si 6 . sehingga tidak hanya melindungi pasien dari kesewenangan dokter. Rumah Sakit Umum Daerah Waled Kabupaten Cirebon merupakan rumah sakit Pemerintah yang terbesar dan terlengkap di Cirebon bagian timur. Perjanjian tersebut tidak menjamin kesembuhan pasien atau memberikan keuntungan untuk pasien. tetapi juga melindungi dokter dari kesewenangan pasien yang melanggar batas-batas hukum dan perundang-undangan (malpraktek). tetapi sang dokter akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan yang terbaik sesuai dengan kemampuanya untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien. Sebab atau pertimbangan itu adalah faktor yang menggerakkan dokter untuk memberikan pelayanan pengobatan kepada pasiennya. Semua pasien yang akan menjalani upaya tindakan medis diwajibkan telah memberikan persetujuan tindakan medis. Dengan adanya perjanjian ini diharapkan para pihak yaitu dokter maupun pasien memahami hak dan kewajibannya masing-masing. baik yang dilakukan oleh pasien sendiri ataupun oleh anggota keluarga yang bersangkutan. tujuan tindakan medis yang dilakukan.

Di bagian ini seringkali dilakukan tindakan medis terhadap pasien yang membutuhkannya.pasien itu sendiri. Ruang Perawatan Bedah merupakan salah satu unit pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit dr. yang meliputi berbagai macam kasus. yang membutuhkan Informed consent sebelumnya. Apakah pelaksanaan persetujuan tindakan medis yang ada di RSUD Waled kabupaten Cirebon secara yuridis sudah memenuhi ketentuan yang berlaku? 3. Kariadi. yaitu : 1. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas. Bagaimanakah peranan persetujauan tindakan medik dalam memberikan perindungan hukum yang seimbaing bagi dokter dan pasien di RSUD Waled Kabupaten Cirebon? 7 . Apakah formulir persetujuan tindakan medis yang ada di RSUD Waled kabupaten Cirebon secara yuridis sudah memenuhi ketentuan yang berlaku? 2. maka ada beberapa permasalahan yang perlu mendapat pengkajian. Adanya formulir Informed consent yang telah tersedia di Ruang Perawatan Bedah dan pelaksanaannya menjadi alasan utama bagi penulis untuk meneliti tesis dengan judul : “TINJAUAN YURIDIS PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIS DI RUANG BEDAH RSUD WALED KABUPATEN CIREBON “ B.

Untuk mengetahui peranan persetujuan tindakan medis dalam memberikan perlindungan hukum yang seimbang bagi dokter dan pasien. maka 8 . kebutuhan manusia untuk mendapatkan kesehatan juga semakin meningkat. D. E. Pada saat seorang pasien menyatakan kehendaknya untuk menceritakan riwayat penyakitnya kepada dokter dan dokter menyatakan kehendaknya untuk mendengar keluhan pasien. Untuk mengetahui pelaksanaan persetujuan tindakan medis yang ada di RSUD Waled kabupaten Cirebon. Untuk mengetahui dan meninjau secara yuridis bentuk formulir persetujuan tindakan medis yang ada di RSUD Waled kabupaten Cirebon. Manfaat Penelitian 1 Secara teoritis diharapkan dapat memberi masukan bagi dokter dan pasien mengenai formulir persetujuan tindakan medis yang memenuhi syarat secara yuridis. Tujuan Penelitian 1. Kerangka Teoretik Seiring perkembangan ilmu pengetahuan. 2 Secara praktis diharapkan dapat memberikan masukan bagi dokter dan pasien mengenai pelaksanaan persetujuan tindakan medis yang memenuhi syarat secara yuridis serta penyelesaian yang diberikan apabila terjadi perbedaan pendapat antara pasien dengan dokter mengenai tindakan medis yang akan dilakukan terhadap pasien.C. 2. 3.

Dengan adanya perjanjian ini dimaksudkan mendapatkan hasil dari tujuan tertentu yang diharapkan pasien. 9 . Begitu pula sebaliknya. Pihak pertama mengikatkan diri untuk memberikan pelayanan sedangkan yang kedua menerima pemberian pelayanan. Sebagai hubungan medik. Sebagai hubungan hukum. maka hubungan antara dokter dan pasien dapat dimasukkan dalam golongan kontrak. Jika ditinjau dari segi hukum medik. Kedatangan pasien ke tempat praktek dokter. Hubungan dokter dengan pasien merupakan hubungan terapeutik. Hubungan antara dokter dengan pasien pada umumnya merupakan hubungan kontrak. juga berbentuk ikatan atau hubungan hukum. Hubungan hukum ini selanjutnya disebut transaksi.telah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak. yang dalam hukum perdata disebut perjanjian. Rumah Sakit. Suatu kontrak adalah pertemuan pikiran (meeting of minds) dari dua orang mengenai suatu hal (sollis). atau Klinik dapat ditafsirkan sebagai usaha mengajukan penawaran kepada dokter untuk diminta pertolongan dalam mengatasi keluhan yang dideritanya. dokter juga akan melakukan pelayanan medis berupa rangkaian tindakan yang meliputi diagnosa dan tindakan medik. yang dalam hukum dikatakan suatu perjanjian melakukan jasa-jasa tertentu. Status legal dari seorang dokter dalam menjalankan profesinya dengan praktek merupakan masalah yang sangat kompleks. Hubungan pasien dokter dan rumah sakit selain berbentuk sebagai ikatan atau hubungan medik. maka hubungan itu akan diatur oleh kaidah-kaidah hukum. Terdapat persamaan kontrak antara hubungan dokter dengan pasien dengan hubungan kontrak yang terjadi dalam pengaturan hukum perdata. maka hubungan ini akan diatur oleh kaidah-kaidah medik.

melainkan ia harus mengerahkan segala kemampuannya bagi pasien dengan penuh perhatian sesuai standar profesi medis. dimana prestasi yang diberikan dokter tidak diukur dengan apa yang telah dihasilkannya. Dokter harus berusaha dengan segala daya agar usahanya dapat menyembuhkan penyakit pasien. yakni bahwa hubungan kontrak antara kedua belah pihak dilakukan dengan legal untuk memutuskan suatu sikap yang telah disetujui bersama. maka dokter wajib memberikan informasi mengenai baik buruknya tindakan tersebut bagi pasien. Hal ini berbeda dengan kewajiban yang didasarkan karena hasil / resultaat pada perikatan hasil (resultaatverbintenis). Dalam hubungan antara dokter dengan pasien. Selanjutnya dari hubungan hukum yang terjadi ini timbullah hak dan kewajiban bagi pasien dan dokter. Apabila pasien menolak untuk dilakukan tindakan medis. timbul perikatan usaha (inspanningsverbintenis) dimana sang dokter berjanji memberikan "prestasi" berupa usaha penyembuhan yang sebaik-baiknya dan pasien selain melakukan pembayaran. 10 . Untuk perjanjian kontrak yang valid harus ada pengertian dan kerjasama dari pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian tersebut.misalnya pada perjanjian jual beli. Pasien ingin diobati dan dokter setuju untuk mengobati. Pasien berhak untuk menolak pemeriksaan.tersebut berdasarkan saling percaya mempercayai satu sama lain. menunda persetujuan dan bahkan membatalkan persetujuan. Dalam melakukan terapi antara dokter terhadap pasien secara langsung terjadi ikatan kontrak. Disebut perikatan usaha karena didasarkan atas kewajiban untuk berusaha. ia juga wajib memberikan informasi secara benar atau mematuhi nasihat dokter sebagai "kontra-prestasi".

Pasien juga berhak untuk meminta pendapat dokter lain (second opinion). sebaiknya surat tersebut dibaca sendiri atau dibacakan oleh yang hadir terlebih dahulu. Pasien seharusnya diberikan waktu yang cukup untuk menandatangani persetujuan dimaksud. Pembuktian tentang adanya kontrak terapeutik dapat dilakukan pasien dengan mengajukan arsip rekam medis atau dengan persetujuan tindakan medis (informed consent) yang diberikan oleh pasien. 11 . pasien juga berhak untuk menolak tindakan medis yang dianjurkan.Informed Consent adalah suatu persetujuan mengenai akan dilakukannya tindakan kedokteran oleh dokter terhadap pasiennya. dan dokter yang merawatnya. Sebelum ditandatangani. Penandatanganan formulir Informed Consent secara tertulis hanya merupakan pengukuhan atas apa yang telah disepakati sebelumnya. Pada hakikatnya Informed Consent adalah suatu proses komunikasi antara dokter dan pasien tentang kesepakatan tindakan medis yang akan dilakukan dokter terhadap pasien. Formulir Informed Consent ini juga merupakan suatu tanda bukti yang akan disimpan di dalam arsip rekam medis pasien yang bisa dijadikan sebagai alat bukti bahwa telah terjadi kontrak terapeutik antara dokter dengan pasien. Persetujuan ini bisa dalam bentuk lisan maupun tertulis. Karena itu. Bentuk persetujuan tindakan medis pada umumnya telah disusun sedemikian rupa sehingga pihak dokter dan Rumah Sakit tinggal mengisi kolom yang disediakan untuk itu setelah menjelaskan kepada pasien dan keluarga pasien. Tujuan penjelasan yang lengkap adalah agar pasien menentukan sendiri keputusannya sesuai dengan pilihan dia sendiri (informed decision).

12 . Permenkes nomor 290/Menkes/Per/IV/2008 tentang Persetujuan Tindakan Medis.Penelitian ini dilakukan guna mengetahui dan meninjau secara yuridis bentuk formulir persetujuan tindakan medis yang ada di RSUD Waled kabupaten Cirebon serta mengetahui pelaksanaan persetujuan tindakan medis yang ada di RSUD Waled kabupaten Cirebon serta penyelesaian yang diberikan jika terjadi perbedaan pendapat antara pasien dengan dokter mengenai tindakan medis yang akan dilakukan terhadap pasien. Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Undang-Undang nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit. serta Kode Etik Rumah Sakit Indonesia (KODERSI). sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 dan Pasal 1321 KUHPerdata. Kata ”baru” disini bukan hanya berarti sesuatu yang tadinya tidak ada sama sekali. Undang-Undang nomor 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran. F. Tinjauan yang mendasar difokuskan pada standar yuridis yang mengatur mengenai syarat-syarat perjanjian serta ketentuanketentuan mengenai Informed Consent. Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan Bab V tentang Standar Profesi dan Perlindungan Hukum. Metode Penelitian Penelitian adalah setiap usaha untuk mencari pengetahuan ( ilmiah ) baru menurut prosedur yang sistematis dan terkontrol melalui data empiris (pengalaman ) yang artinya dapat beberapa kali diuji dengan hasil yang sama. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1419/Menkes/Per/X/2005 tentang Penyelenggaraan Praktik Kedokteran. yang dari tidak ada kemudian menjadi ada. tetapi juga berarti perbaikan dan perkembangan dari suatu pengetahuan atau ilmu pengetahuan.

Adapun tujuan dari penelitian adalah sebagai berikut : 2 1 Mendapatkan pengetahuan tentang suatu gejala. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. 2 Memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam tentang suatu gejala. sehingga dapat merumuskan hipotesa. Jakarta. sehingga dapat merumuskan masalah. 1986. hal 43 13 . sedangkan suatu metode merupakan cara kerja atau tata kerja untuk dapat memahami obyek yang menjadi sasaran ilmu pengetahuan yang bersangkutan. perilaku pribadi ataupun perilaku kelompok. untuk kemudian mengusahakan pemecahan atas masalah yang timbul dalam segala hal yang bersangkutan. Suatu sistem pada hakekatnya merupakan susunan dari hubungan-hubungan yang ada suatu kenyataan. kecuali itu maka juga diadakan pemeriksaan yang mendalam terhadap fakta-fakta hukum tersebut. Pengantar Penelitian Hukum. UI Press.Penelitian hukum dimaksudkan sebagai kegiatan ilmiah yang didasarkan metode sistematika dan pemikiran tertentu yang bertujuan untuk mempelajari satu atau lebih gejala-gejala hukum tertentu dengan jalan menganalisisnya. 3 Untuk menggambarkan secara lengkap karakteristik atau ciri-ciri dari suatu keadaan. yaitu cara atau prosedur yang digunakan untuk memecahkan masalah penelitian dengan meneliti data sekunder terlebih dahulu. untuk kemudian 2 Soerjono Soekanto. maka didalam suatu penelitian diperlukan adanya suatu sistem atau metode. Metode Pendekatan Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris. 1.

14 . Penelitian ini didukung dengan penelitian kepustakaan. sistematis dan menyeluruh mengenai segala sesuatu yang diteliti. Spesifikasi Penelitian Berdasarkan pada permasalahan yang diambil. adalah dokter dan pasien di Ruang Perawatan Bedah RSUD Waled kabupaten Cirebon selaku pihak yang terkait dalam pelaksanaan persetujuan tindakan medis ini. karena penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara rinci. Sedangkan faktor empirisnya. yaitu meneliti data-data sekunder. adalah seperangkat aturan-aturan hukum perjanjian pada umumnya dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan hukum kesehatan atau kedokteran.dilanjutkan dengan mengadakan penelitian primer di lapangan. menghubungkan dan memberi makna terhadap data yang berkaitan dengan persetujuan informed consent di Ruang Perawatan Bedah RSUD Waled kabupaten Cirebon. Faktor yuridisnya. maka spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. yang notabene merupakan cabang dari ilmu hukum dan sangat berkaitan erat dengan penelitian ini. Sedangkan analitis. Bersifat deskriptif. 2. berarti mengelompokkan. Metode ini berusaha menggambarkan peraturan yang berlaku yang kemudian dikaitkan dengan teori-teori hukum dan praktek pelaksanaan hukum positif yang menyangkut pelaksanaan perjanjian antara dokter dengan pasien di Ruang Perawatan Bedah RSUD Waled kabupaten Cirebon. Analisis dari data yang diperoleh diharapkan dapat memberikan jawaban dari permasalahan dalam tesis ini.

2. Populasi dapat berupa himpunan orang. 4. 4. Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah dokter yang bertugas di Ruang Perawatan Bedah RSUD Waled kabupaten Cirebon serta pasien yang ditanganinya. maka penulis menganggap perlu adanya sampel dalam penelitian ini. Populasi dan tehnik sampling a) Populasi Populasi adalah keseluruhan atau himpunan obyek yang mempunyai kualitas atau karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian menarik kesimpulan. Keuntungan dan kemudahan yang diperoleh dalam memperoleh data. Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Ruang Perawatan Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Waled Kabupaten Cirebon. kasus-kasus. Dalam penelitian ini digunakan teknik 15 . Biaya yang diperlukan dalam pengumpulan data atau penelitian.3. antara lain : 1. Ada beberapa hal yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam memutuskan apakah perlu mempergunakan sampel atau tidak. semakin besar jumlah populasi semakin perlu ada sampel. benda. Besar populasi. kejadian. 3. b) Teknik Sampling Sampel adalah bagian dari populasi yang dianggap mewakili populasinya. Jumlah tenaga pengumpul data yang tersedia. waktu atau tempat dengan ciri atau sifat yang sama.

Syarat-syarat yang diperhatikan dalam pengambilan sampel adalah sebagai berikut : a.random sampling karena anggota sampel dapat dipilih secara acak dari populasi yang telah ditentukan. c. hasil-hasil penelitian yang berwujud laporan. sifat-sifat atau karakteristik tertentu yang merupakan ciri-ciri utama dari populasi. Pasien di Bangsal sebanyak 10 orang. Subyek yang diambil sebagai sampel harus benar-benar merupakan subyek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat dalam populasi. yaitu meliputi dokumendokumen resmi. Jenis sampel yang dipakai adalah purposive sampling yaitu penarikan sampel yang dilakukan dengan cara mengambil subyek yang didasarkan pada tujuan tertentu. Harus berdasarkan ciri-ciri. Responden yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah : a. b. Data primer diperoleh langsung dari sumber pertama di lapangan melalui penelitian. buku-buku. Penyakit Dalam RSUD Waled kabupaten Cirebon 5. b. buku harian dan seterusnya yang 16 . Jenis Dan Sumber Data Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penentuan karakteristik populasi dilakukan dengan teliti dalam studi pendahuluan. Dokter Spesialis yang bekerja di ruang bedah RSUD Waled kabupaten Cirebon sebanyak 7 orang.

4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan Penjelasannya.bisa diperoleh dari lokasi penelitian. 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah sakit. yang memberi penjelasan mengenai bahan-bahan hukum primer. Bahan hukum primer. Sedangkan data sekunder dalam penelitian hukum terdiri dari : a. serta bukubuku hukum kesehatan atau kedokteran. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 Tentang Tenaga Kesehatan Kode Kedokteran Indonesia (KODEKI). antara lain : 1 2 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 6 7 8 b. 5 Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 290/Men. Bahan hukum sekunder. 17 . makalah dan lain-lain yang berkaitan dengan persetujuan tindakan medis. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. berupa bahan-bahan hukum yang mengikat berupa Undang-Undang dan peraturan pelaksana yang lainnya yaitu peraturan dalam hukum perjanjian dan peraturan di bidang kedokteran yang berkaitan dengan persetujuan tindakan medis.Kes/Per/IV/2008 tentang Persetujuan Tindakan Medis. Kode Etik Rumah Sakit Indonesia (KODERSI). majalah. seperti buku-buku hukum perjanjian dan perikatan.

2 Meneliti pelaksanaan informed consent di Ruang Perawatan Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Waled Kabupaten Cirebon. Alfabeta. 162. 7. kemudian menganalisanya berdasarkan perundangan yang berlaku di Indonesia apakah sudah sesuai atau belum. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data akan dilakukan dengan cara pemberian angket / kuesioner kepada kepada responden. hal. maka dilakukan pengolahan data dengan cara mengelompokkan data-data yang 3 Sugiyono. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk menjawabnya. 3 Meneliti Perananan informed consent dalam perlindungan hukum yang seimbang di Ruang perawatan Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Waled Kabupaten Cirebon. Bandung. 18 . Pelaksanaan penelitian tersebut sebagai berikut : 1 Meneliti formulir informed consent yang ada di Ruang Perawatan Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Waled Kabupaten Cirebon. 3 Peneliti pada waktu yang telah dijadwalkan akan meneliti beberapa hal yang telah ditentukan. Pengolahan Dan Analisis Data a) Pengolahan Data Setelah semua data dikumpulkan dengan teknik pemberian angket / kuesioner. 2006.6. Metode Penelitian Administrasi.

19 . Analisis data kualitatif adalah suatu cara penelitian yang menghasilkan data deskriptif analisis.diperoleh dari kuesioner yang telah diisi oleh responden menurut batas ruang lingkup masalahnya sehingga mempermudah analisis data yang akan disajikan sebagai hasil penelitian. Dari hasil tersebut kemudian ditarik kesimpulan yang merupakan jawaban atas permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini. Setelah analisis data selesai. yaitu dengan menuturkan dan menggambarkan apa adanya sesuai permasalahn yang diteliti. b) Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif. yaitu dengan menjelaskan dan menginterpretasikan secara logis dan sistematis data-data yang diperoleh dari hasil penelitian. maka hasilnya akan disajikan secara deskriptif. yaitu dari data yang diperoleh kemudian disusun secara sistematis dan dianalisis secara kualitatif untuk mencapai kejelasan dari masalah yang dibahas. Logis dan sistematis menunjukkan cara berpikir deduktif-induktif dan mengikuti tata tertib dalam penulisan laporan-laporan penelitian ilmiah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->