INTOKSIKASI INSEKTISIDA Definisi intoksikasi atau keracunan adalah masuknya zat atau senyawa kimia dalam tubuh manusia

yang menimbulkan efek merugikan pada yang menggunakannya. Istilah peptisida pada umumnya dipakai untuk semua bahan yang dipakai manusia untuk membasmi hama yang merugikan manusia. Termasuk peptisida ini adalah insektisida. Ada 2 macam insektisuda yang paling benyak digunakan dalam pertanian : 1. Insektisida hidrokarbon khorin ( IHK=Chlorinated Hydrocarbon ) 2. Isektida fosfat organic ( IFO =Organo Phosphatase insectisida ) Paling sering digunakan adalah IFO yang pemakaiannya terus menerus meningkat. Sifat dari IFO adalah insektisida poten yang paling banyak digunakan dalam pertanian dengan toksisitas yang tinggi. Salah satu derivatnya adalah Tabun dan Sarin. Bahan ini dapat menembusi kulit yang normal (intact) juga dapaat diserap diparu dan saluran makanan,namun tidak berakumulasi dalam jaringan tubuh seperti golongan IHK. Macam-macam IFO adalah malathion ( Tolly ) Paraathion,diazinon,Basudin,Paraoxon dan lain-lain. IFO ada 2 macam adalah IFO Murni dan golongan carbamate.Salah satu contoh gol.carbamate adalah baygon. Patogenesis IFO bekerja dengan cara menghabat ( inaktivasi ) enzim asetikolinesterase tubuh ( KhE).Dalam keadaan normal enzim KhE bekerja untuk menghidrolisis arakhnoid( AKH ) dengan jalan mengikat Akh –KhE yang bersifat inaktif.Bila konsentrasi racun lebih tinggi dengan ikatan IFO- KhE lebih banyak terjadi. Akibatnya akan terjadi penumpukan Akh ditempat-tempat tertentu, sehingga timbul gejala gejal;a ransangan Akh yang berlebihan ,yang akan menimbulkan efek muscarinik, nikotinik dan SSP ( menimbulkan stimulasi kemudian depresi SSP ) Pada keracunan IFO ,ikatan Ikatan IFO – KhE bersifat menetap (ireversibel ) ,sedangkan keracunan carbamate ikatan ini bersifat sementara (reversible ). Secara farmakologis efek Akh dapat dibagi 3 golongan : 1. Muskarini,terutama pada saluran pencernaan,kelenjar ludah dan keringat,pupil,bronkus dan jantung. 2. Nikotinik,terutama pada otot-otot skeletal,bola mata,lidah,kelopak mata dan otot pernafasan. 3. SSP, menimbulkan nyeri kepala,perubahan emosi,kejang-kejang(Konvulsi ) sampai koma. Gejala Klinik Yang paling menonjol adalah kelainan visus,hiperaktifitas kelenjar ludah,keringat dan ggn saluran pencernaan,serta kesukaran bernafas. Keracunan ringan : Anoreksia, nyeri kepala, rasa lemah,rasa takut, tremor pada lidah,kelopak mata,pupil miosis.

Keracunan sedang : nausea, muntah-muntah, kejang atau kram perut, hipersaliva, hiperhidrosis,fasikulasi otot dan bradikardi. Keracunan berat : diare, pupil pin poin, reaksi cahaya negatif ,sesak nafas, sianosis, edema paru .inkontenesia urine dan feces, kovulsi,koma, blokade jantung akhirnya meningal. Pemeriksaan Penunjang Laboratorik Pengukuran kadar KhE dengan sel darah merah dan plasma, penting untuk memastikan diagnosis keracunan IFO akut maupun kronik (Menurun sekian % dari harga normal ). Kercunan akut : Ringan : 40 - 70 % Sedang : 20 - 40 % Berat : <> Keracunan kronik bila kadar KhE menurun sampai 25 - 50 % setiap individu yang berhubungan dengan insektisida ini harus segara disingkirkan dan baru diizinkan bekerja kemballi kadar KhE telah meningkat > 75 % N Patologi Anatomi ( PA ) Pada keracunan acut,hasil pemeriksaan patologi biasanya tidak khas.sering hanya ditemukan edema paru,dilatsi kapiler,hiperemi paru,otak dan organ-oragan lainnya. Penatalaksanaan Resusitasi Setelah jalan nafas dibebaskan dan dibersihkan,periksa pernafasan dan nadi.Infus dextrose 5 % kec. 15- 20 tts/menit .,nafas buatan,oksigen,hisap lendir dalam saluran pernafasan,hindari obat-obatan depresan saluran nafas,kalu perlu respirator pada kegagalan nafas berat.Hindari pernafasan buatan dari mulut kemulut, sebab racun organo fhosfat akan meracuni lewat mlut penolong.Pernafasan buatan hanya dilakukan dengan meniup face mask atau menggunakan alat bag – valve – mask. Eliminasi Emesis, merangsang penderita supaya muntah pada penderita yang sadar atau dengan pemeberian sirup ipecac 15 - 30 ml. Dapat diulang setelah 20 menit bila tidak berhasil. Katarsis,( intestinal lavage ), dengan pemberian laksan bila diduga racun telah sampai diusus halus dan besar. Kumbah lambung atau gastric lavage, pada penderita yang kesadarannya menurun,atau pada penderita yang tidak kooperatif.Hasil paling efektif bila kumbah lambung dikerjakan dalam 4 jam setelah keracunan. Keramas rambut dan memandikan seluruh tubuh dengan sabun. Emesis,katarsis dan kumbah lambung sebaiknya hanya dilakukan bila keracunan terjadi kurang dari 4 – 6 jam . pada koma derajat sedang hingga berat tindakan kumbah lambung sebaiknya dukerjakan dengan bantuan pemasangan pipa endotrakeal berbalon,untuk mencegah aspirasi pnemonia.

Anti dotum Atropin sulfat ( SA ) bekerja dengan menghambat efek akumulasi Akh pada tempat penumpukan. a. Mula-mula diberikan bolus IV 1 - 2,5 mg b. Dilanjutkan dengan 0,5 – 1 mg setiap 5 - 10 - 15 menitsamapi timbulk gejalagejala atropinisasi ( muka merah,mulut kering,takikardi,midriasis,febris dan psikosis). c. Kemudian interval diperpanjang setiap 15 – 30 - 60 menit selanjutnya setiap 2 – 4 –6 – 8 dan 12 jam. d. Pemberian SA dihentikan minimal setelaj 2 x 24 jam. Penghentian yang mendadak dapat menimbulkan rebound effect berupa edema paru dan kegagalan pernafasan akut yang sering fatal. (duniakedokteran edittor) KERACUNAN INSEKTISIDA Seiring dengan semakin meningkatnya penggunaan insektisida dalam usaha intensifikasi pertanian maka kejadian keracunan insektisida juga semakin banyak dijumpai. Pembahasan disini akan dibatasi lebih banyak pada keracunan organofosfat yang lebih banyak dipakai dan dijumpai.Racun serangga organofosfat sering dicampur dengan bahan pelarut minyak tanah sehingga pada keracunan organofosfat harus pula diperhatikan tanda-tanda dan penatalaksanaan keracunan minyak tanah selain organofosfatnya sendiri.

ORGANOFOSFAT Organofosfat menyenabkan fosforilasi dari ester acetylcholine esterase ( sebagai choline esterase inhibitor ) yang bersifat irreversibel sehingga enzim ini menjadi inaktif dengan akibat terjadi penumpukan acetylcholine. Efek klinik yang terjadi adalah terjadi stimulasi yang berlebihan oleh acetylcholine. Gejala klinis : 1. SLUDGE : salivasi, lakrimasi, urinasi, diare, gejala GI tract dan emesis 2. Miosis

3. Bronchokonstriksi dengan sekresi berlebihan, anak tampak sesak dan banyak mengeluarkan lendir dan mulut berbusa dan bau organofosfat yang tertelan ( bawang putih/garlic ) 4. Bradikardia sampai AV block

5. Lain-lain : hiperglikemia,fasikulasi,kejang,penurunan kesadaran sampai koma. 6. Depressi pusat pernafasan dan sistem kardiovaskular

Penatalaksanaan : 1. Lepaskan baju dan apa saja yang dipakai, dicuci dengan sabun dan siram dengan air yang mengalir bahkan meskipun keracunan sudah terjadi sampai 6 jam. 2. Lakukan kumbah lambung,pemberian norit dan cathartic

3. Atropinisasi Atropin berfungsi untuk menghentikan efek acetylcholine pada reseptor muscarinik, tapi tidak bisa menghentikan efek nikotinik. Pada usia < 12 th pemberian atropin diberikan dengan dosis 0,05 mg/kg BB IV pelan-2 dilanjutkan dengan 0,02 -0,05mg/kg BB setiap 5 - 20 menit sampai atropinisasi sudah adekwat atau dihentikan bila : · · · Kulit sudah hangat, kering dan kemerahan Pupil dilatasi Mukosa mulut kering

· Heart rate meningkat Pada anak usia > 12 tahun diberikan 1 - 2 mg IV dan disesuaikan dengan respon penderita. Pengobatan maintenance dilanjutkan sesuai keadaan klinis penderita,atropin diteruskan selama 24 jam kemudian diturunkan secara bertahap. Meskipun atropin sudah diberikan masih bisa terjadi gagal nafas karena atropin tidak mempunyai pengaruh terhadap efek nikotinik ( kelumpuhan otot ) organofosfat. 4. Pralidoxim Bekerja sebagai reaktivator dari cholin esterase pada neuromuscular junction dan tidak mempengaruhi fungsi CNS karena tidak dapat melewati blood brain barrier. Diberikan sesudah atropinisasi dan harus dalam < 36 jam paparan. Dosis pada anak < 12 tahun 25 - 50 mg/kgBB IV,diulangi sesudah 1 - 2 jam,kemudian diberikan setiap 6 - 12 jam bila gejala masih ada. 5. Tidak boleh diberi morphine ( depressi pernafasan ),

methylxanthine ( menurunkan ambang kejang ), loop diuretic. 6. Pemberian oksigen kalau ada distres nafas,kalau perlu dengan pernafasan buatan. 7. · · Pengobatan supportif : Hipoglikemia : glukosa 0,5 - 1g /kg BB IV. Kejang : diazepam 0,2 - 0,3 mg/kgBB IV.

Keracunan carbamate ( Baygon ) Seperti organofosfat tetapi efek hambatan cholin esterase bersivat reversibel dan tidak mempunyai efek sentral karena tidak dapat menembus blood brain barrier. Gejala klinis sama dengan keracunan organofosfat tetapi lebih ringan dan waktunya lebih singkat. Penatalaksanaannya juga sama seperti pada keracunan organofosfat Keracunan pada anak Anak bukanlah orang dewasa dalam bentuk kecil, terdapat perbedaan - perbedaan baik fisik, fisiologis maupun psikologis dengan orang dewasa. Fungsi organ-organ tubuh belum matang, demikian pula dengan fungsi pertahanan tubuh yang belum sempurna. Pada anak terdapat faktor-faktor yang mempermudah terjadinya keracunan, yaitu : Perkembangan kepribadian anak usia 0 - 5 tahun masih dalam fase oral sehingga ada kecenderungan untuk memasukkan segala yang dipegang kedalam mulutnya. Anak-anak masih belum mengetahui apa yang berbahaya bagi dirinya (termasuk disini anak dengan retardasi mental) Anak-anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Anak-anak pada usia ini mempunyai sifat negativistik yaitu selalu menentang perintah atau melanggar larangan. Penyebab keracunan Pada dasarnya semua bahan dapat menyebabkan keracunan tergantung seberapa banyak bahan tersebut masuk kedalam tubuh. Bahan-bahan yang dapat menyebabkan keracunaan adalah : Makanan Bahan-bahan kimia Obat-obatan

produk-produk yang mengandung .07 mg/kg BB secara subkutan. Circulation: Pasang infus bila keadaan penderita gawat dan perbaiki perfusi jaringan.12 tahun 15 ml > 12 tahun 30 ml Pemberian sirup ipecac diikuti dengan pemberian 200 ml air putih.12 bulan 10 ml 1. Kontraindikasi rangsang muntah : Keracunan hidrokarbon.5 menit.Bahan-bahan keperluan rumah tangga ( Household poison ) Penatalaksanaan keracunan I. III. bila sudah lebih dari 1 jam tidak perlu dilakukan rangsang muntah kecuali bila bahan beracun tersebut mempunyai efek yang menghambat motilitas ( memperpanjang pengosongan ) lambung. kecuali bila hidrokarbon tersebut mengandung bahanbahan yang berbahaya seperti camphor. Rangsang muntah dapat dilakukan secara mekanis dengan merangsang palatum mole atau dinding belakang faring. Apomorphine Sangat efektif dengan tingkat keberhasilan hampir 100%. Tindakan emergensi Airway : Bebaskan jalan nafas. A. Eliminasi racun.atau dapat dilakukan dengan pemberian obatobatan : Sirup Ipecac Dapat diberikan pada anak diatas 6 bulan. Bila mungkin lakukan identifikasi penyebab keracunan. tapi hendaknya usaha mencari penyebab keracunan ini tidak sampai menunda usaha-usaha penyelamatan penderita yang harus segera dilakukan. Bila sesudah 20 menit tidak terjadi muntah pada anak diatas 1 tahun pemberian ipecac dapat diulangi. Pada anak usia 6 . Identifikasi penyebab keracunan. Racun yang ditelan 1. Rangsang muntah Akan sangat bermanfaat bila dilakukan dalam 1 jam pertama sesudah menelan bahan beracun. Dapat diberikan dengan dosis 0. Breathing : Berikan pernafasan buatan bila penderita tidak bernafas spontan atau pernapasan tidak adekuat. kalau perlu lakukan intubasi. II.dapat menyebabkan muntah dalam 2 .

theophylline. 3. ileus paralitik atau trauma abdomen. carbamazepine. pemberian norit harus menunggu paling tidak 30 .halogenat atau aromatik.36 Fr. Kumbah lambung Kumbah lambung akan berguna bila dilakukan dalam 1-2 jam sesudah menelan bahan beracun. chlorpheniramine.morphine. cocaine. kecuali bila menelan bahan yang dapat menghambat pengosongan lambung. quinine. Lain-lain : amphetamine. diberikan per oral atau melalui pipa nasogastrik. Penderita diletakkan dalam posisi trendelenburg dan miring kekiri.penderita dengan resiko aspirasi jalan nafas harus dilindungi dengan cara pemasangan pipa endotracheal.propoxyphene. Anticonvulsants/ sedative : barbiturat. Pemberian Norit ( activated charcoal ) Jangan diberikan bersama obat muntah. logam berat dan pestisida. chlordiazepoxide. Jangan diberikan bila ada gagal ginjal. lithium. Catharsis Efektivitasnya masih dipertanyakan. pencucian lambung dilakukan dengan cairan garam fisiologis ( normal saline/ PZ ) atau ½ normal saline 100 ml atau kurang berulang-ulang sampai bersih. cyanida. seperti strichnin ) Penderita kejang Penderita dengan gangguan kesadaran 2. Keracunan bahan korossif Keracunan bahan-2 perangsang CNS ( CNS stimulant .60 menit sesudah emesis. Kumbah lambung seperti pada rangsang muntah tidak boleh dilakukan pada : Keracunan bahan korosif Keracunan hidrokarbon Kejang Pada penderita dengan gangguan kesadaran atau penderita. salisilat.diare yang berat ( severe diarrhea ). sodium valproate. diazepam phenytoin. Dosis 1 gram/kg BB dan bisa diulang tiap 2 . antiinflamasi non steroid.4 jam bila diperlukan. cyclic anti – depressants Norit tidak efektif pada keracunan Fe. digitalis. kemudian di masukkan pipa orogastrik dengan ukuran 24 . Indikasi pemberian norit untuk keracunan : Obat2 analgesik/ antiinflammasi : acetamenophen. . 4. asam basa kuat dan alkohol.

Pengobatan simtomatik ( kejang. Hemoperfusi masih merupakan kontroversi dan jarang digunakan.5. Bermanfaat hanya pada bahan beracun yang bisa melewati filter dialisis ( dialysa ble toxin ) seperti phenobarbital. methanol. salisilat. kelainan elektrolit dsb. Dialysis dilakukan bila : Asidosis berat Gagal ginjal Ada gejala gangguan visus Tidak ada respon terhadap tindakan pengobatan. Pemberian cairan dan elektrolit B. Pengobatan Supportif A. Berikan antidotum bila ada C. Racun pada kulit dan mata Lepaskan semua yang dipakai kemudian bersihkan dengan sabun dan siram dengan air yang mengalir selama 15 menit. Pemasangan torniquet diproksimal dari suntikan 3. D. Perhatikan nutrisi penderita C.0 ml/kg/jam. B.) . Tujuan adalah untuk mendapatkan produksi urine 5. Pemberan antidotum kalau mungkin V. Dialysis Hanya dilakukan bila usaha-usaha lain sudah tidak membawa hasil. Harus dilakukan monitor dari elektrolit serum pada pemberian diuresis paksa. hipoglikemia. Berikan oksigen. Racun yang disuntikkan atau sengatan 1. IV.hati-hati jangan sampai terjadi overload cairan. Immobilisasi 2. Jangan diberi antidotum. Diuretika paksa ( Forced diuretic ) Diberikan pada keracunan salisilat dan phenobarbital ( alkalinisasi urine ). 7. Racun yang dihisap melalui saluran nafas Keluarkan penderita dari ruang yang mengandung gas racun. ethylene glycol dan lithium. theophylline. Kalau perlu lakukan pernafasan buatan. Kontraindikasi : edema otak dan gagal ginjal 6.

fenothiazin Hiperthermia : Anticholinergik. thalium. beta-blocker.Tanda – tanda khusus pada keracunan tertentu BAU: Aceton : Methanol. nitrat. clonidin. anticholinergik Berkeringat : Amfetamin. ethchlorvynol Tachikardia : Anticholinergik. cocain.organofosfat. beta-blocker NADI: Bradikardia : Digitalis. amfetamin. benzocain SUHU TUBUH : Hipothermia : Sedatif hipnotik. theofilin Arithmia : Anticholinergik. fenothiazin. carbonmonoksida. cokain. amfetamin. theofilin TEKANAN DARAH : Hipertensi : Simpatomimetik. methanol Minyak : Minyak tanah atau destilat minyak KULIT: Kemerahan : Co. sedatif hipnotik. clonidin. narkotika. gigitan ular Sianosis : Nitrit. carbonmonoksida Ikterus : Acetaminofen. fenacetin. beta – locker SELAPUT LENDIR : Kering : Anticholinergik Salivasi : Organofosfat. fosfor. amfetamin Hipotensi : Sedatif hipnotik. besi. fenothiazin. organofosfat Alkohol : Ethanol. asam borax. LSD. jamur Purpura : Aspirin. cyanida. fenothiazin. carbontetrachlorida. simpatomimetik. aspirin. cocain. cyanida. organofosfat. barbiturat Kering : Anticholinergik Bulla : Barbiturat. alkohol. warfarin. fosfor. organofosfat. paraquat . salisilat. ethanol. carbamat Lesi mulut : Bahan korosif. isopropyl alcohol. acetyl salicylic acid Coal gas : Carbon monoksida Buah per : Chloralhidrat Bawang putih : Arsen. carbonmonoksida.

fenothiazin.atropi optik : Methanol Fasikulasi : Organofosfat Nistagmus : Difenilhidantoin. sedative hipnotik. ethanol Hipertoni : Anticholinergik. carbon monoksida. salisilat. ethanol.PENCERNAAN : Muntah. Irritasi pulmonal : batuk. lithium. simpatomimetik. organofosfat Kelemahan. fenothiazin. barbiturat. salisilat. diazepam.tachipneu. anti depressi trisiklik.cyanosis. carbonmonoksida Kussmaull : Methanol. carbonmonoksida. . gas irritan RESPIRASI : Depressi : Alkohol. narkotika. glutethimid. fenothiazin. fenothiazin. minyak cat ( tinner ) dan minyak untuk korek api. isoniazid.diare. amfetamin. methanol. Miosis : Narkotika ( kecuali demerol dan lomotil ).jamur. strichnyn Mioklonus. jamur. Narkotika. SARAF PUSAT: Kejang : Amfetamin. barbiturat. 1. camfer. propoxyphene.Lakrimasi : Kaustik. organofosfat (stadium lanjut). organofosfat. narkotika.retraksi. logam berat SAL. Midriasis : Anticholinergik. anticholinergik. haloperidol Delirium/psikosis :Anticholinergik.batuk darah dan udema paru. Gejala klinik : terutama terjadi sebagai akibat dari irritasi pulmonal dan depressi susunan saraf pusat. heroin. ethyliene glycol. alkohol. marijuana. logam berat. Buta. cocain. simpatomimetik. barbiturat. carbamazepim. carbamat. metaqualon Koma : Alkohol.sesak.bensin. organofosfat Nyeri perut Beberapa keracunan khusus yang sering dijumpai : KERACUNAN HIDROKARBON Kelompok hidrokarbon yang sering menyebabkan keracunan adalah minyak tanah. cocain. tembaga. : Besi. salisilat OEDEMA PARU : Salisilat. logam berat. cocain. flourida. lSD.paralise : Organofosfat. organofosfat. fenothiazin. antihistamin. sedatif hipnotik Tachipnea : Salisilat. simpatomimetik SUS. fosfat.rigiditas : Anticholinergik.

3. nyeri perut dan diare. Pembahasan disini akan dibatasi lebih banyak pada keracunan organofosfat yang lebih banyak dipakai dan dijumpai. Depressi CNS : Terjadi penurunan kesadaran mulai dari patis sampai koma.sangat sesak atau udema paru. hanya diberikan pada keadaan-keadaan yang sangat berat. Kortikosteroid Pemberian kortikosteroid juga masih merupakan kontroversi.Pada pemeriksaan foto thorak bisa didapatkan adanya infiltrat di kedua lapangan paru. effusi pleura atau udema paru. 2. Pemberian oksigen kalau ada tanda-tanda distres nafas atau kalau berat bisa dilakukan intubasi dan pemberian nafas buatan dengan ventilator. 2. Antibiotika hanya diberikan bila keadaan penderita memang sangat berat. Antibiotika Pemberian antibiotika masih merupakan kontroversi pada keracunan hidrokarbon.kadang-kadang disertai kejang. Rangsangan muntah pada keracunan hidrokarbon masih merupakan kontroversi karena bahaya terjadinya aspirasi pneumonia. 5. karena itu rangsang muntah tidak dianjurkan pada keracunan hidrokarbon. KERACUNAN INSEKTISIDA Seiring dengan semakin meningkatnya penggunaan insektisida dalam usaha intensifikasi pertanian maka kejadian keracunan insektisida juga semakin banyak dijumpai.Racun serangga organofosfat sering dicampur dengan bahan pelarut minyak tanah sehingga pada keracunan organofosfat harus pula diperhatikan tanda-tanda dan penatalaksanaan keracunan minyak tanah selain organofosfatnya sendiri. Berikan norit 1 gram/kg BB 3. Gejala-gejala GI Tract : Mual. membutuh kan bantuan pernafasan dengan alat atau anak-anak dengan immunocompromized. muntah. . Penatalaksanaan : 1.kecuali bila yang ditelan cukup banyak > 1 ml/kg BB atau bila hidrokarbon yang ditelan tercampur atau merupakan bahan pelarut dari bahan beracun yang berbahaya seperti pada pestisida maka rangsangan muntah atau kumbah lambung harus segera dilakukan dengan perlindungan jalan nafas. 4.

diare. Pengobatan maintenance dilanjutkan sesuai keadaan klinis penderita. Atropinisasi Atropin berfungsi untuk menghentikan efek acetylcholine pada reseptor muscarinik.penurunan kesadaran sampai koma. Bradikardia sampai AV block 5. urinasi. Diberikan sesudah atropinisasi dan harus dalam < 36 jam paparan. SLUDGE : salivasi. Lepaskan baju dan apa saja yang dipakai. Meskipun atropin sudah diberikan masih bisa terjadi gagal nafas karena atropin tidak mempunyai pengaruh terhadap efek nikotinik ( kelumpuhan otot ) organofosfat. kering dan kemerahan Pupil dilatasi Mukosa mulut kering Heart rate meningkat Pada anak usia > 12 tahun diberikan 1 .atropin diteruskan selama 24 jam kemudian diturunkan secara bertahap.50 mg/kgBB IV. Bronchokonstriksi dengan sekresi berlebihan. Lain-lain : hiperglikemia. dicuci dengan sabun dan siram dengan air yang mengalir bahkan meskipun keracunan sudah terjadi sampai 6 jam.05mg/kg BB setiap 5 . Depressi pusat pernafasan dan sistem kardiovaskular Penatalaksanaan : 1.2 mg IV dan disesuaikan dengan respon penderita. 6. Dosis pada anak < 12 tahun 25 . Lakukan kumbah lambung. tapi tidak bisa menghentikan efek nikotinik.kejang. lakrimasi.ORGANOFOSFAT Organofosfat menyenabkan fosforilasi dari ester acetylcholine esterase ( sebagai choline esterase inhibitor ) yang bersifat irreversibel sehingga enzim ini menjadi inaktif dengan akibat terjadi penumpukan acetylcholine. anak tampak sesak dan banyak mengeluarkan lendir dan mulut berbusa dan bau organofosfat yang tertelan ( bawang putih/garlic ) 4.pemberian norit dan cathartic 3.20 menit sampai atropinisasi sudah adekwat atau dihentikan bila : Kulit sudah hangat.fasikulasi. diulangi sesudah 1 – 2 . Efek klinik yang terjadi adalah terjadi stimulasi yang berlebihan oleh acetylcholine. Miosis 3. gejala GI tract dan emesis 2. 4. Pada usia < 12 th pemberian atropin diberikan dengan dosis 0. Gejala klinis : 1.05 mg/kg BB IV pelan – pelan dilanjutkan dengan 0. Pralidoxim Bekerja sebagai reaktivator dari cholin esterase pada neuromuscular junction dan tidak mempengaruhi fungsi CNS karena tidak dapat melewati blood brain barrier.02 -0. 2.

Pemberian oksigen kalau ada distres nafas. Warna kulit merah bata ( pada orang kulit putih ) dan sianosis Penatalaksanaan : . berkeringat. Makanan tersebut memang mengandung zat-zat kimia yang berbahaya ( singkong. Tidak boleh diberi morphine ( depressi pernafasan ).1g /kg BB IV. Tergantung pada kandungan HCN. lemah dan sesak 3.kemudian diberikan setiap 6 .jam. Kejang : diazepam 0. perut terasa panas. loop diuretic. Makanan tercemar oleh zat beracun baik disengaja ( pengawet. KERACUNAN MAKANAN Keracunan makanan dapat terjadi karena : 1. Gejala klinis sama dengan keracunan organofosfat tetapi lebih ringan dan waktunya lebih singkat. Gejala klinis : 1. 7. kalau banyak dapat menyebabkan kematian dengan cepat 2. staphylococcus dsb.kalau perlu dengan pernafasan buatan. zat warna.12 jam bila gejala masih ada. Pengobatan supportif : Hipoglikemia : glukosa 0.5 .2 . 5.3 mg/kgBB IV. Penderita merasa mual. lemas. Pernafasan cepat dengan bau khas ( bitter almond ) 4. pusing. Penatalaksanaannya juga sama seperti pada keracunan organofosfat. penyedap ) ataupun tidak disengaja (salmonella.0.) KERACUNAN KETELA POHON Dapat terjadi karena ketela pohon yang mengandung cyanogenic unamarine (mengandung HCN).) 2. jamur dsb. KERACUNAN CARBAMATE ( BAYGON ) Seperti organofosfat tetapi efek hambatan cholin esterase bersivat reversibel dan tidak mempunyai efek sentral karena tidak dapat menembus blood brain barrier. 6. Kejang. Timbul zat beracun dalam makanan tersebut karena proses pengolahan dan penyimpanan 3. Mulut berbusa bercampur darah 6. methylxanthine ( menurunkan ambang kejang ).mata menonjol dan midriasis 5.

Mata kabur. Dysphagia.midriasis dan kelumpuhan otot-otot mata 2. dysarthria 4.perbaiki sirkulasi dan beri oksigen. kumbah lambung. Hematuria. Kelumpuhan ( general paralyse ) Penatalaksanaan : 1.50 ml IV pelan-pelan 4. Dapat terjadi gagal ginjal akut Penatalaksanaan : 1.kencing sedikit-sedikit dan terasa sakit 2. Kumbah lambung 3.35 mg/kg BB/ hari dibagi dalam 3 dosis. Sodium thiosulfat 10 % 0. Kelumpuhan saraf-saraf otak yang bersifat simetrik 3. Sakit pinggang. Guanidine hidrochloride 15 . Tindakan emergensi ( ABC ) 2.nyeri perut.5 meq /kgBB. Antitoksin terhadap botulisme 10 . Tidak ada antidotum spesifik BOTULISME Disebabkan oleh kuman Clostridium botulinum yang sering terdapat dalam makanan kaleng yang rusak atau tercemar kuman tersebut.12 jam sesudah makan jengkol. Pemberian antidotum 4. Alkalinisasi : Nabic 3 . ureter dan urethrae. Gejala klinik : 1.oliguria sampai anuria dan kencing bau jengkol 3. Eliminasi racun 3. . bila penderita masih bias minum dapat diberi Nabic per oral 4 x 500 mg 5. pemberian norit ) 3. Gejala klinik : 1. Eliminasi racun ( rangsang muntah.5 ml/kg/BB/kali IV pelan-pelan 5. 2. Keluhan terjadi 5 .refleks cahaya menurun atau negatif. Bebaskan jalan nafas.muntah.1. Pemberian cairan 6. Rangsang muntah 2. Sodium nitrit 3 x 10 ml IV pelan-pelan KERACUNAN JENGKOL Pada keracunan jengkol terjadi penumpukan kristal asam jengkolat di tubuli. Beri norit 4. berguna untuk melawan efek blokade neuromuskular.

muntah nyeri perut. Udema paru 9. 2.hipernatremia. disorientasi. Dosis toksis salisilat : 150 . 3. delirium.SALISILAT Merupakan keracunan obat-obatan yang paling sering dijumpai pada anak. 3. Faktor VIII menurun. ketosis. Faktor-faktor yang mempermudah terjadinya keracunan salisilat adalah : 1. panas dan berkeringat 4. Gangguan koagulasi Gangguan aggregasi thrombosit. hipoglikemia atau hiperglikemia. Sus saraf pusat Pernafasan cepat dan dalam. Obat-obatan salisilat bisa didapatkan dengan mudah dan harga yang murah. 2.bisa menyebabkan gagal ginjal akut 7. dehidrasi dan perdarahan saluran pencernaan. Stimulasi CNS 3. Kemasan salisilat yang dibuat dengan bentuk yang menarik dengan rasa yang disukai anak-anak ditambah dengan gencarnya usaha promosi melalui media massa. BMR meningkat Tachipnea. Gangguan pembekuan darah 6. Mempengaruhi metabolisme karbohidrat 4.tinnitus. Hiperthertmia Gejala klinik : 1.hipokalsemia atauhipokalemia . Penggunaan obatt-obatan yang mengandung salisilat secara berlebihan oleh orang tua yang tidak mengetahui bahaya salisilat.200 mg/kgBB Dosis fatal salisilat : 250 . Sal.pencernaan Mual. Kapiler lebih fragil 6. Thrombositopenia. tachikardia. kejang sampai koma. Gangguan metabolisme karbohidrat Ekskresi asam organik dalam jumlahbesar. Irritasi G I Tract 2. Meningkatkan kecepatan metabolisme 5.400 mg/kgBB Salisilat dapat menyebabkan : 1. Kelainan asam basa dan elektrolit 8. 5. Gangguan elektrolit Hiponatremia. Kelainan ginjal.

8. Pemeriksaan darah lengkap. II.bahaya. Penatalaksanaan : 1.0 . BUNkreatinin serum. . elektrolit serum (termasuk kalsium) dan LFT.5 Terapi supportif Hipoglikemia : Glukosa 40 -50 % 1 .gula darah. Rangsang muntah dilanjutkan dengan kumbah lambung dan pemberian norit. bagaimana terjadinya.Pemeriksaan laboratorium : 1.2 . Kontraindikasi forced diuresis : udema otak dan udema paru. Tes Ferrichloride : tambahkan ferri chloride 10% pada urine. Tetani : Gluconas Calcicus 10% 0. UPAYA-UPAYA PENCEGAHAN I. Pengetahuan sederhana bagaimana memberikan pertolongan pertama bila terjadi keracunan.5 ml/kgBB IV.akibat yang terjadi serta bagaimana mencegahnya Bahan-bahan yang potensial dapat menyebabkan keracunan yang terdapat didalam atau sekitar rumah yang seringkali tidak diketahui oleh orang tua.6 ml/kgBB dengan pemberian cairan maintenance 100 ml/jam. Pemberian cairan : tujuannya adalah untuk mendapatkan diuresis 3 .3 mg/kgBB IV.urinalysis.0. Kejang : Diazepam 0.analisa gas darah. Produsen bahan-bahan beracun Para produsen bahan-bahan yang potensial dapat menyebabkan keracunan agar membuat label dan keterangan serta peringatan yang jelas mengenai isi. 3. X foto thorax kalau ada kecurigaan udema paru. Tes positif bila urine kemudian berwarna ungu 2. 2.2 ml/kgBB IV.akibat. Hiperpireksia : Kompres dingin Dialisis dilakukan hanya pada kasus-kasus berat yang tidak berhasil dengan tindakan-tindakan diatas. Alkalinisasi : pH urine optimal yang diingikan adalah 8. Memberikan informasi secara intensif kepada orang tua atau orang yang bertanggung jawab dalam perawatan anak dan kepada masyarakat mengenai : Keracunan pada anak. gejala klinis yang timbul dan tindakan yang harus segera dilakukan bila ada tandatanda keracunan.

semir cair.2 %) . obat pemutih. Obat-obatan dan bahan beracun harus mempunyai label yang jelas. •Variasi terjadi –baik genetik –di dapat karena induksi enzim. maupun toleransi. • •Terjadi secara lokal dan sistemik •Rute paparan –Ingesti / peroral (74 %) –kulit (8. Menjauhkan semua bahan-bahan yang potensial beracun dari jangkauan anakanak : Menyimpan obat-obatan serta bahan berbahaya ditempat khusus yang terkunci dan tidak bisa dijangkau anak-anak. Bahan-bahan beracun dan obat-obatan jangan diletakkan dalam satu tempat dengan makanan. Bila tidak berlabel atau bila sudah tidak diperlukan lagi sebaiknya dibuang. inhibisi. jangan diletakkan disembarang tempat yang mudah dijangkau anak-anak. atau substansi lainnya yang berhubungan dengan dosis. detergent. •Variasi respon individual terhadap dosis obat.III. Selalu harus dilihat kembali label obat-obatan sebelum diminum. dsb. Bahan-bahan rumah tangga seperti minyak tanah. cairan pembersih kaca. 75% dari keracunan bahan-bahan rumah tangga terjadi karena kelalaian mengembalikan bahan-bahan beracun atau obat-obatan ketempat semula •Keracunan kejadian efek samping obat zat kimia. Jangan meletakkan larutan-larutan berbahaya dalam gelas minum.

jumlah masing – masing obat/bahan kimia –Gejala – gejalanya –Waktu dan jenis pertolongan yang telah di didapat –Riwayat medis dan psikiatris dari penderita Keadaan diagnosa keracunan: –Penyakit yang tidak dapat di jelaskan pada seseorang yang sebelumnya sehat –Adanya riwayat gangguan psikiatri : •perubahan kesehatan •status ekonomi dan hubungan sosial. Bila anamnesa tidak ditemukan riwayat paparan racun. –Orang yang tiba – tiba sakit segera setelah kembali dari luar negri atau terlibat kriminal harus curiga dengan body packing or body stuffing ( menyimpan obat terlarang dalam tubuh ).9 % ) –injeksi parenteral ( 0. •Paparan tersering : –bahan pembersih –Analgetik –tumbuh – tumbuhan –obat batuk pilek –gigitan atau bisa binatang. –Kelainan yang terjadi ketika sedang bekerja dengan bahan kimia atau sedang mendapat pengobatan. .–inhalasi ( 6.3 % ).7 % ) –mata ( 6 % ) –gigitan dan sengatan ( 3. •Diagnosis Anamnesa : –Waktu terjadinya –Cara masuk –Lama dan lokasi kejadian –Nama .

–Gambaran radio opaque pada foto abdomen garam calsium. tremor. gejala dan tanda – tanda keracunan akut timbul dalam hitungan jam setelah paparan – mencapai puncak dalam beberapa jam – menghilang dalam beberapa jam berikutnya sampai beberapa hari. •Pemeriksaan Fisik Perhatikan –Tanda – tanda vital –Sistem kardiopulmonal –Status neurologi –Pneumonia aspirasi pada pasien koma. logam berat. kejang. muka kemerahan atau pucat. • . iritabel. hydrocarbon chlorinasi. tanda vital sudah meningkat sedang sampai berat . takikardia. tanda vital normal. cloralhidrat. paket obat terlarang. midriasis dan hiperrefleksi.dapat mengikuti perintah. Klasifikasi berdasarkan tingkat stimulasi fisiologis : •Grade 1 : –cemas.karakter klinis yang menunjang kearah keracunan Keracunan khas terjadi – secara cepat. diaphoresis. •Grade 2 : –agitasi bingung atau halusinasi.

•Laboratorium •Metabolik asidosis meningkatnya anion gap . dan salisilat. –Paralisis. tonus otot. kejang. reflek batang otak masih intak. reflek batang otak menurun. litium. Anion gap yang rendah secara abnormal terjadi karena tingginya kadar bromida. flasid reflek batang otak dan respirasi tidak ada. •Grade 2 : –merespon terhadap nyeri tetapi tidak ada suara. etilen glikol. kolaps kardiovaskular. . iodine. magnesium. atau nitrat dalam darah. tidak ada aktivitas motorik spontan. •Grade 4 : –koma . Depresi fisiologis : •Grade 1 : –sadar.karakteristik keracunan metanol. respirasi dan suhu menurun. tanda vital meningkat sedang sampai berat. letargi /delirium atau tidur tetapi terbangun oleh rangsangan suara atau taktil – mampu mengikuti perintah dapat juga bingung. kalsium.•Grade 3 : –delirium bicara tidak karuan. gerakan motorik yang tidak terkontrol. dapat berkata tetapi tidak jelas. •Grade 3 : –tidak merespon pada nyeri. tanda vital menurun. aktifitas motorik spontan.

obat hipoglikemia oral. calcium channel blocker. atau salisilat. atau fluorida. besi. teofilin. B agonis. •Elektokardiogram Gambaran : •Bradicardia dan Aterioventricular Block : α -adrenergic agonist. cholinergic (carbamate dan insektisida organofosfat). B agonis. •Hiperkalemia terjadi pada keracunan B blocker. tricyclic antidepressant . •Hipoglikemia berhubungan dengan keracunan B blocker. kinin dan salisilat. etanol.•Ketosis menunjukan keracunan aseton. diuretic. •Hiperglikemia terjadi pada keracunan aseton. beta blocker. magnesium. lithium. •Hipokalemia dapat di sebabkan Keracunan barium. anti arythmia. isopropil alkohol. teofilin atau toluene. cardiac glycosides. glikosida jantung. calcium channel blockers. insulin.

•Pemanjangan QRS complex atau QTc interval : Hiperkalemia. keadaan pasien coma. logam berat. methemoglobine. obat yang memiliki efek potensiasi catecholamin endogen (chloralhydate. anticonvulsan. gangguan cardiovaskuler. darah. acetone. kejang . paraqua. aliphatic dan halogenated hidrocarbon) • • Sampel urin. obat pengaktivasi membran. obat-obat yang menyebabkan hiperkalemia. simpatomimetik. cairan lambung atau bahan kimia •Pemeriksaan penunjang berguna pasien dengan kondisi berat . •Respon terhadap antidotum berguna dalam diagnosa : •Pemberian dextrose pada hipoglikemia •Pemberian naloxone pada overdosis narkotika •Pemberian flumazenil pada intoksikasi benzodiazepine • Penatalaksanaan umum •Prinsip umum •Perawatan suportif •Penatalaksanaan problem respirasi •Terapi kardiovaskular •Terapi susunan saraf pusat •Pencegahan absorbsi lebih lanjut •Percepatan eliminasi racun . alcohol (termasuk ethylene glycol). antiarrhytmia. salisilat dan teofilin. tidak jelas jenis racunnya . asidosis metabolik/respiratorik dan gangguan irama jantung (non sinus) •Analisa kuantitatif bermanfaat bahan-bahan seperti acetaminofen.barbiturat. acarboxymethemoglobin. lithium.digoxin.

–Prioritas pertama resusitasi dan stabilisasi.ray. nalokson. monitoring jantung. –Dekontaminasi •dapat dilakukan dengan pemberian karbon aktif berulang Fase resolusi. koma maupun kejang •dapat di berikan glukosa IV. dan X. EKG. – •Perawatan suportif : –Pertahankan jalan nafas –Oksigenasi/ventilasi –Pengobatan aritmia . maupun EKG membaik. Fase toksik. –pemeriksaan toksikologi darah dan urin –serta pemeriksaan kuantitatif bila ada indikasi. –semua pasien yang simtomatis di pasang IV line –penentuan saturasi oksigen –monitoring jantung dan observasi –Pemeriksaan laboratorium dasar. –penderita dengan perubahan status mental. –sebelum onset keracunan –dekontaminasi segera berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik –pemasangan IV line. laboratoris. khusus pada penderita keracunan per oral berat dan anamnesa tidak jelas.•Pemberian antidotum •Pencegahan paparan ulang • Prinsip umum : Fase pretoksik. –perawatan suportif dan monitoring terus di lakukan –abnormalitas klinis. –waktu antara onset keracunan sampai terjadinya efek puncak – penatalaksanaan berdasarkan penemuan klinis dan laboratoris. dan thiamine.

. depresi nafas konduksi jantung. kemunduran klinis progresif. observasi UGD •Indikasi perawatan ICU : keracunan berat ( koma. antidotum . • •Pencegahan Absorbsi Racun –Dekontaminasi Gastrointestinal •Karbon aktif : dosis 1 gr/kg bb dengan 8ml pelarut. • KI : keracunan bahan korosif. mual.–Dukungan hemodinamika –Pengobatan kejang –Koreksi abnormalitas suhu –Koreksi gangguan metabolic –Cegah terjadinya komplikasi sekunder •Penderita keracunan ringan sampai sedang •Dapat di kelola pada pelayanan kesehatan umum. sodium sulfat. •Lavase lambung : memberikan dan mengaspirasi bergantian. kadang muntah. • ES : kram perut. dan kejang ). percepatan eliminasi racun. cairan 5 ml/kgbb melalui tube orogastrik • –Garam katartik •Disodium fosfat. Dosis 1-2 g/Kg BB. memerlukan monitoring ketat. penyakit dasar yang signifikan. magnesium sitrat dan sulfat.

benzodiazepin. . beta blocker. saline. Baygon •Menyebabkan akumulasi asetilkolin pada sinaps muskarinik dan nikotinik serta SSP •karena enzim asetilkoliesterase dihambat secara ireversibel. antikoagulan. glikosida jantung. agen anti kolinergik. CCB. CO. upaya yang di lakukan membatasi terhadap jangkauan terhadap racun/ obat/ bahan/ minuman.Parathion. tiap 2-4 jam • Diuresis paksa dan perubahan pH urin • Pengeluaran racun secara ekstra karporeal – • Pemberiaan antidotum kasus keracunan yang memerlukan pemberiaan antidot tertentu : asetaminofen. agen kolinergik. sianida. atau cairan jernih lainnya yang dapat diminum merupakan terapi inisial untuk eksposur topikal –Untuk irigasi mata dipilih salin.5-1 g/kgbb. – • Pencegahaan paparan ulang Mentaati instruksi penggunaan obat dan dan bahan kimia yang aman • anak-anak dan penderita overdosis. –Dekontaminasi pada tempat-tempat lain •Bilasan segera dan berulang-ulang dengan air. –Untuk dekontaminasi kulit paling baik dilakukan triple wash (air-sabun-air) –Paparan racun melalui inhalasi harus diobati dengan udara segar atau oksigen • •Contoh Keracunan •Insektisida (Organofosfat) dan Karbamat •Malathion.–Percepatan eliminasi racun • Karbon aktif dosis multipel • 0.

•Efek pada SSP : ansietas. berkeringat. •Pada kasus berat : bradikardi. •Pada kasus berat : paralysis dan gagal nafas. lakrimasi. •Efek toksik (dalam ½ – 2 jam setelah intoksikasi) –Efek muskarinik : •mual. takikardi. block konduksi jantung. muntah. Muscarinic effects : (1) within minutes (2) SLUDGE : S = Salivation L = Lacrimation U = Urination D = Diarrhea G = GI cramps E = Emesis • Nicotinic effects: (1) appear after muscarinic effects (2) moderate to severe intoxication (3) MTWHtF : . hipotensi. fasikulasi. lemah badan. kejang. meningkatnya sekresi bronkus. konfusi. salivasi. frekuensi (urine). dan koma. kram perut. tremor. hipertensi. dispnea. miosis. wheezing. pandangan kabur. inkontinensia urine et alvi. batuk. lemah badan. restlessness.•Organofosfat lebih toksis dibanding karbamat. dan edema paru –Efek nikotinik : •twitching.

muscle cramps T = Tachycardia W = Weakness Ht = Hypertension F = Fasciculations •CNS effects: non specific (1) confusion (2) agitation (3) lethargy (4) seizure (5) coma •Causes of death: (1) Muscarinic effects: a. •Pemberian karbon aktif .Excessive pulmonary secretions b.M = Mydriasis .Bronchoconstriction c.Respiratory muscle paralysis (3) CNS effects: a.Pulmonary edema (2) Nicotinic effects: a.Respiratory center depression Teraii : •Pakaian yang terkena ditanggalkan dan kulit dicuci dengan sabun & air.

Seorang individu yang mengalami tentamen suicide biasanya mengalami beberapa tahap sebelum dia melakukan percobaan bunuh diri secara nyata.v. Sadock.v. Selanjutnya klien akan mengalami bargaining dengan pikiran dan logikanya. kekakuan otot. Pertama kali biasanya klien memiliki mindset untuk bunuh diri kemudian biasanya akan disampaikan kepada orang-orang terdekat. dari yang tahap ringan hingga ke tahap yang paling berat yaitu Tentamen suicide atau percobaan bunuh diri. Kaplan & Berjamin J. spasme laring. dan kelemahan. tahap akhir dari proses ini biasaya klien menunjukan tindakan percobaan bunuh diri secara nyata. 1998). •Efek nikotinik : •diberikan : pralidoxim (2-PAM) •mereaktivasi enzim kolinesterase •Digunakan pada keracunan organofosfat saja •Dosis : 1-2 gr i. terdapat berbagai macam jenis perilaku maladaptive yang mungkin dialami oleh individu.dalam 5-30 menit tergantung dari beratnya intoksikasi •dapat diulang dengan interval 30 menit bila respon tidak lengkap • Injeksi cepat dat menyebabkan : takikardi. LATAR BELAKANG Setiap kehidupan yang dialami manusia selalu mengalami fluktuasi dalam berbagai hal. Berbagai stressor baik fisik. • Dosis dapat diulang/diberikan via infus kontinu bila terjadi toksisitas rekuren. Individu yang mengalami ketidakmampuan dalam menghadapi stressor disebut individu yang berperilaku maladaptive. Ancaman tersebut biasanya dianggap angin lalu. Keperawatan kegawatdaruratan dalam kasus tentamen suicide berfokus pada penanganan klien setelah terjadinya upaya nyata dari klien yang melakukan .5 – 2 mg i.•Pemberian oksigen dan bantuan nafas •Terapi kejang •Efek muskarinik : •diberikan atropin (antagonis reseptor muskarinik) (Atropinisasi) •0. Bunuh diri merupakan kematian yang diperbuat oleh sang pelaku sendiri secara sengaja (Haroid I. tiap 5-15 menit sampai sekresi bronkus mengering. Menurut ahli. •Terapi kejang dengan benzodiazepin secara agresif 1. faktor support system individu sangat memegang peranan vital dalam menghadapi stressor tersebut. dan ini adalah sebuah kesalahan besar. psikologis maupun social mampu mempengaruhi bagaimana persepsi seorang individu dalam menyikapi kehidupan. Selain faktor pola koping. Hanya individu dengan pola koping yang baik yang mampu mengendalikan stressor-stressor tersebut sehingga seorang individu dapat terhindar dari merilaku maladaptive.

2. Bagaimana patofisiologi kasus bunuh diri ? 3. bunuh diri ini dapat dilakukan pula oleh tangan orang . yang sering menyertai gangguan depresif à sering terjadi pada remaja ( Harold Kaplan. Kaplan & Berjamin J. DEFINISI Bunuh diri merupakan kematian yang diperbuat oleh sang pelaku sendiri secara sengaja (Haroid I. Apakah yang menjadi faktor penyebab bunuh diri ? 3.5. Sadock. RUMUSAN MASALAH 3.6.percobaan bunuh diri sehingga tidak berfokus pada aspek psikologi dan psikiatri dari klien dengan tentamen suicide.4. perbuatan menghentikan hidup sendiri. ( Wikipedia : 2011 ) Setiap aktivitas yang jika tidak dicegah dapat mengarah pada kematian ( Gail w.2007) Pikiran untuk menghilangkan nyawa sendiri (Ann Isaacs.1. Apakah tipe bunuh diri ? 3. Menjelaskan tipe bunuh diri 2. 2004) Ide. Keperawatan Jiwa & Psikiatri. Namun. Menjelaskan tentang pengertian bunuh diri 2. Apakah pengertian dari bunuh diri ? 3.4. 1998).Stuart. Bagaimana pathway percobaan bunuh diri ? BAB II LAPORAN PENDAHULUAN TENTAMEN SUICIDE 1. yang dilakukan oleh individu itu sendiri. Sinopsis Psikiatri. Bunuh diri adlah tindakan agresif yang merusak diri sendiri dan dapat mengakhiri kehidupan (Budi Anna kelihat. 1998). Menjelaskan konsep asuhan keperawatan pada klien dengan kasus percobaan bunuh diri 3. Menjelaskan patofisiologi kasus bunuh diri 2. Bunuh diri adalah perbuatan menghentikan hidup sendiri yang dilakukan oleh individu itu sendiri atau atas permintaannya. Sundeen. dan Sandra J.3. TUJUAN PENULISAN Tujuan penulisan tugas keperawatan kegawatdaruratan ini adalah : 2.1.Keperawatan Jiwa. isyarat dan usaha bunuh diri.3.2.1997) Bunuh diri adalah. 2. Memberikan gambaran pathway pada klien dengan kasus percobaan bunuh diri. Menjelaskan faktor penyebab bunuh diri 2.5. 1991). Perlaku destruktif diri yaitu setiap aktifitas yang jika tidak dicegah dapat mengarah kepada kematian (Gail Wiscara Stuart.2.

mengeluh. yang tidak luwes dan kurang mampu menyesuaikan diri. sehingga anak yang dibesarkan di dalamnya merasakan kebingungan dalam menghadapi kehidupan sehari-hari. Robert Firestone dalam buku Suicide and the Inner Voice menulis bahwa mereka yang mempunyai kecenderungan kuat untuk bunuh diri. ada celah kecil yang disebut sinapsis yang diseberangi oleh neurotransmiter yang membawa informasi secara kimiawi. Namun. 2. menghabisi hidup atau membuat diri menjadi mati oleh sebab tangan kita atau tangan suruhan. Dimana. Memang gen memainkan peranan dalam menentukan temperamen seseorang. dan yang berkepribadian kekanak-kanakan. Singkat kata. ―kecenderungan genetik untuk bunuh diri sama sekali tidak menyiratkan bahwa bunuh diri tidak terelakan‖. miliaran neuron berkomunikasi secara elektrokimiawi. Bunuh diri adalah tindakan menghilangkan nyawa sendiri dengan menggunakan segala macam cara. Faktor kepribadian Salah satu faktor yang turut menentukan apakah seseorang itu punya potensi untuk melakukan tindakan bunuh diri adalah faktor kepribadian. Akan tetapi. banyak yang lingkungan terkecilnya tidak memberi rasa aman. yang terus-menerus meminta. yang berharap orang lain membuat keputusan dan melaksanakannya untuknya (Doman Lum). terdapat lebih banyak insiden bunuh diri ketimbang dalam garis keluarga lainya. mengurangi minat seseorang pada keberadaanya serta meningkatkan resiko depresi dan bunuh diri.‖.1. maka ini sama dengan ia telah menghabisi nyawanya sendiri. Misal : bila si korban meminta seseorang untuk membunuhnya. Kondisi kimiawi otak pun dapat menjadi faktor yang mendasar. lingkungan keluarganya menolak dan tidak hangat. kata Jamison. Kadar sebuah neurotransmiter. adalah perbuatan-perbuatan yang termasuk dengan bunuh diri. . dan penelitian menyingkapkan bahwa dalam beberapa garis keluarga. 2. Dalam otak. ―Kadar serotonin yang rendah… dapat melenyapkan kebahagiaan hidup.2. yang akhirnya menganggap dirinya selalu akan menerima penolakan. ETIOLOGI Penyebab perilaku bunuh diri dapat dikategorikan sebagai berikut : 2. Buku Inside the Brain menjelaskan.lain. Faktor genetic Ada yang berpikir bahwa bawaan genetik seseorang dapat menjadi faktor yang tersembunyi dalam banyak tindakan bunuh diri. serotonin. faktor genetik tidak bisa dijadikan alasan yang mengharuskan seseorang untuk melakukan tindakan bunuh diri. Mereka adalah orang yang memerlukan kepastian mengenai harga dirinya. Para ahli mengenai soal bunuh diri telah menggolongkan orang yang cenderung untuk bunuh diri sebagai orang yang tidak puas dan belum mandiri. Menghilangkan nyawa. dan mengatur. Di ujung-ujung cabang serat syaraf. mungkin terlibat dalam kerentanan biologis seseorang terhadap bunuh diri.

Psikologis seseorang sangat menentukan dalam persepsi akan bunuh diri sebagai jalan akhir/keluar. putus cinta. huru-hara yang menyebabkan trauma psikologis. tetapi di antara yang mengalami depresi.000 orang. 2. mereka tidak harus menghadapi kepahitan akan masalah ekonomi. seorang psikolog. angka bunuh diri mencapai 8.Pengaruh dari latar belakang kehidupan di masa lampau ini disebut faktor predisposesi (faktor bawaan).3 per 100. Penelitian di Eropa dan Amerika Serikat memperlihatkan bahwa lebih dari 90 persen bunuh diri yang dilakukan berkaitan dengan gangguan-gangguan demikian. Ekonomi sangat berpengaruh dalam pemikiran dan kelakuan seseorang. 2. kemiskinan. Menurut riset. Bahkan. dapatlah kita katakan bahwa akar masalah dari perilaku bunuh diri sebenarnya bukanlah seperti masalah-masalah yang telah disebutkan di atas (ekonomi. para peneliti asal Swedia mendapati bahwa di antara pria-pria yang tidak didiagnosis menderita gangguan apapun yang sejenis itu.3. dan konflik berat yang memaksa masyarakat mengungsi. karena sistem mental sudah tidak bisa bekerja dengan baik. Sebab masalah-masalah tersebut hanyalah faktor pencetus/pemicu (faktor precipitasi). Akumulasi persoalan fase sebelumnya akan terpicu oleh suatu peristiwa tertentu. tanpa ada faktor predisposisi sama sekali. para pakar mengatakan bahwa faktor-faktor . Mereka berangggapan bahwa dengan mengakhiri hidup. ada seorang ibu yang membakar dirinya beserta ananknya karena tidak memiliki uang untuk makan. penderitaan. dan sebagainya). kehilangan pekerjaan. sebagian besar alasan seseorang ingin mengakhiri hidupnya/ bunuh diri adalah karena masalah keuangan/ekonomi. Tidak mungkin ada tindakan bunuh diri yang muncul tiba-tiba. Faktor ekonomi Masalah ekonomi merupakan masalah utama yang bisa menjadi faktor seseorang melakukan tindakan bunuh diri. Gangguan mental dan kecanduan Gangguan mental merupakan penyakit jiwa yang bisa membuat seseorang melakukan tindakan bunuh diri. angkanya melonjak menjadi 650 per 100. Faktor psikologis Faktor psikologis yang mendorong bunuh diri adalah kurangnya dukungan sosial dari masyarakat sekitar. Penyebab utamanya adalah faktor predisposisi. seperti depresi. scizoprenia dan penyalahgunaan alkohol atau narkoba. Berdasarkan contoh tersebut. Menurut Widyarto Adi Ps. Dengan memahami konteks yang demikian.4. Mereka tidak memikirkan akan apa yang terjadi jika menyakiti dan mengakhiri hidup mereka.5. seseorang akan jadi melakukan tindakan bunuh diri kalau faktor kedua. Contohnya. Selain itu ada juga gangguan yang bersifat mencandu.000 orang! Dan. gangguan bipolar. para pelaku ini biasanya lebih memikirkan menghindari permasalahan duniawi dan mengakhir hidup. Dan psikologis seseorang tersebut juga sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor tertentu juga. 2. pemicu (trigger)-nya. memungkinkan.

. Isektida fosfat organic ( IFO =Organo Phosphatase insectisida ) Yang paling sering digunakan adalah IFO yang pemakaiannya terus menerus meningkat. memutus nadi pergelangan tangan. 3. Bunuh diri Bunuh diri mungkin terjadi setelah tanda peringatan terlewatkan atau diabaikan. tindakan yang paling umum dilakukan klien dalam upaya bunuh diri adalah dengan sengaja mengonsumsi zat aditif atau bahan beracun. 3. Orang tersebut mungkin menunjukkan secara verbal bahwa ia tidak akan berada di sekitar kita lebih lama lagi atau mungkin juga mengkomunikasikan secara nonverbal melalui pemberian hadiah. JENIS TENTAMEN SUICIDE Jenis tentamen suicide antara lain : 3. Namun.1. Sifat dari IFO adalah insektisida poten yang paling banyak digunakan dalam pertanian dengan toksisitas yang tinggi.3. itu bukan berarti bunuh diri tidak bisa dielakan. Pesan-pesan ini harus dipertimbangkan dalam konteks peristiwa kehidupan terakhir. Salah satu derivatnya adalah Tabun dan Sarin. merevisi wasiatnya dan sebagainya. Orang yang melakukan upaya bunuh diri dan yang tidak benar-benar ingin mati mungkin akan mati jika tanda-tanda tersebut tidak diketahui tepat pada waktunya. Intoksikasi atau keracunan adalah masuknya zat atau senyawa kimia ke dalam tubuh seorang manusia yang menimbulkan efek yang bersifat merugikan pada yang menggunakannya. Upaya bunuuh diri Semua tindakan yang diarahkan pada diri yang dilakukan oleh individu yang dapat mengarah kematian jika tidak dicegah. dan lain sebagainya. 3. penenggelaman. Pada intoksifikasi zat beracun. Kurangnya respon positif dapat ditafsirkan sebagai dukungan untuk melakukan tindakan bunuh diri.yang mengarah ke bunuh diri ternyata serupa dengan yang di negeri-negeri timur. sekalipun ada kombinasi antara depresi dan peristiwa -peristiwa pemicu.Termasuk peptisida ini adalah insektisida.2. Istilah peptisida pada umumnya dipakai untuk semua bahan yang dipakai manusia untuk membasmi hama yang merugikan manusia. Insektisida hidrokarbon khorin ( IHK=Chlorinated Hydrocarbon ) 2. Ancaman Bunuh Diri Peringatan verbal atau nonverbal bahwa orang tersebut mempertimbangkan untuk bunuh diri.namun tidak berakumulasi dalam jaringan tubuh seperti golonganIHK. Ancaman menunjukkan ambivalensi seseorang tentang kematian. 4. PATOFISIOLOGI Patofisiologi dari tentamen sucicide tergantung dari tipe percobaan bunuh diri yang dilakukan pasien. Bahan ini dapat menembusi kulit yang normal (intact) juga dapaat diserap diparu dan saluran makanan. Ada 2 macam insektisuda yang paling benyak digunakan dalam bidang pertanian pada pembasmian hama : 1.

rasa lemah. Yang paling menonjol adalah kelainan visus.koma. SSP.kelopak mata. Muskarini.perubahan emosi. nyeri kepala. kovulsi. reaksi cahaya negatif . hipersaliva. Akibatnya akan terjadi penumpukan Akh ditempat-tempat tertentu.bronkus dan jantung. Manifestasi kliniknya terbagi dua yaitu hipoksia jaringan dan mekanisme kompensasi tubuh.keringat dan ggn saluran pencernaan. Jika PO2 jaringan dibawah level kritis.serta kesukaran bernafas.poin. muntah-muntah.carbamate adalah baygon.Dalam keadaan normal enzim KhE bekerja untuk menghidrolisis arakhnoid( AKH ) dengan jalan mengikat Akh –KhE yang bersifat inaktif. Kerusakan akibat asfiksia disebabkan oleh gagalnya sel menerima atau menggunakan oksigen. Gambaran Klinik.Bila konsentrasi racun lebih tinggi dengan ikatan IFO. Nikotinik. Kegagalan ini diawali dengan hipoksemia.Paraoxon dan lain-lain.kelopak mata dan otot pernafasan. blokade jantung akhirnya meningal.rasa takut. metabolisme aerob berhenti dan metabolisme anaerob berlangsung dengan pembentukan asam laktat. IFO ada 2 macam adalah IFO Murni dan golongan carbamate.ikatan Ikatan IFO – KhE bersifat menetap (ireversibel ) .Basudin.pupil. Gejala ringan meliputi : Anoreksia.KhE lebih banyak terjadi. Hipoksemia adalah penurunan kadar oksigen dalam darah. Keracunan berat : diare. edema paru . Yang paling membutuhkan oksigen adalah sistem saraf pusat dan jantung.diazinon.lidah.yang akan menimbulkan efek muscarinik. IFO bekerja dengan cara menghabat ( inaktivasi ) enzim asetikolinesterase tubuh ( KhE). 2. Pada klien dengan gantung diri akan mengalami kekurangan oksigen hebat sehingga dapat terjadi kematian.inkontenesia urine dan feces. sianosis. 3.Macam-macam IFO adalah malathion ( Tolly ) Paraathion.Secara farmakologis efek Akh dapat dibagi 3 golongan: 1.hiperaktifitas kelenjar ludah.sesak nafas. sehingga timbul gejala gejal.a ransangan Akh yang berlebihan . tremor pada lidah.bola mata.Salah satu contoh gol.kelenjar ludah dan keringat.7 Tanda dan gejala hipoksemia dibagi menjadi 2 kategori yaitu akibat ketidakseimbangan fungsi pusat vital dan dan akibat aktivasi mekanisme . menimbulkan nyeri kepala. Keracunan sedang : nausea.terutama pada saluran pencernaan. Tingkat kecepatan rusaknya jaringan tubuh bervariasi. pupil pi.fasikulasi otot dan bradikardi. kejang atau kram perut. Terhentinya aliran darah ke korteks serebri akan menyebabkan kehilangan kesadaran dalam 10-20 detik.6.terutama pada otot-otot skeletal.kejang-kejang(Konvulsi ) sampai koma.sedangkan keracunan carbamate ikatan ini bersifat sementara (reversible ). nikotinik dan SSP ( menimbulkan stimulasi kemudian depresi SSP ) Pada keracunan IFO .pupil miosis. hiperhidrosis.

delirium. Misalnya pada keracunan HCN. diaphoresis dan peningkatan ringan dari tekanan darah. ether. hal ini dapat disebabkan oleh faktor-faktor berikut: a. Metabolit: sisa-sisa metabolisme tidak bisa dibuang. Sedangkan barbiturate dan hypnotic hanya sebagian system cytochrome enzim yang terganggu. Kelompok tersebut adalah: 1. berada dalam tambang atau pada tempat yang tinggi dimana kadar oksigen berkurang. misalnya pada uremia dan keracunan CO2 . Histotoksik-hipoksia (dahulu histotoxic tissue anoxia) Pada keadaan ini sel-sel tidak dapat mempergunakan oksigen dengan baik. seperti yang terjadi pada pemberian obat-obat anesthesia yang larut dalam lemak (chloroform. maka jarang menimbulkan kematian sel kecuali pada overdosis. perdarahan retina dan kerusakan otak permanent. Hipotensi dan bradikardi biasanya merupakan stadium preterminal pada orang dengan hipoksemia. Hipoksemia ringan menyebabkan sedikit manifestasi yaitu gangguan ringan dari status mental dan ketajaman penglihatan. cytochrome enzim hancur sehingga sel-sel mati. Pada keracunan HCN. Bisa karena volume darah yang kurang 4. euphoria.6 Hipoksemia akut yang sangat berat bisa menyebabkan konvulsi. Dalam kenyataan seahri-hari merupakan gabungan dari 4 kelompok.kompensasi. b. kadang-kadang hiperventilasi.4 1. mengindikasikan kegagalan mekanisme kompensasi. Stagnan-hipoksia (dahulu stagnant circulatory anoxia) Terjadi karena gangguan sirkulasi darah (embolism) 3. 7 Hipoksia dapat diberi batasan sebagai suatu keadaan dimana sel gagal untuk dapat melangsungkan metabolisme secara efisien.6 Hipoksemia yang lebih berat bisa menyebabkan perubahan kepribadian. bisa sampai stupor dan koma.6 Kehilangan oksigen bisa bersifat parsial (hipoksia) atau total (anoksia). Extra celluler: system enzim oksigen terganggu. Intra celluler: terjadi karena penurunan permeabilitas sel membrane. Dahulu untuk keadaan ini disebut anoksia yang setelah dipelajari ternyata pemakaian istilah anoksia itu sendiri tidak tepat. kulit menjadi dingin (oleh karena vasokonstriksi perifer). 2. Hal ini karena saturasi Hb masih sekitar 90% ketika PO2 hanya 60 mmHg. Pengerahan mekanisme kompensasi simpatis menyebabkan takikardi. Anemik-hipoksia (dahulu anemic anoxia) Darah tidak mampu mengangkut oksigen yang cukup. agitasi. inkoordinasi otot. dll) c. barbiturate dan obat-obat hypnotic. misalnya pada orang-orang yang menghisap gas inert. Hipoksik-hipoksia (dahulu anoksik-anoksia) Keadaan dimana oksigen tidak dapat masuk aliran darah atau tidak cukup bisa mencapai aliran darah .

nadi menjadi cepat. Stadium kedua. pengeluaran kencing dan tinja. Stadium ketiga. 2. kesadaran menurun. Terdapat empat fase dalam asfiksia. Pada fase ini. pernapasan menjadi lemah dan lama kelamaan berhenti. 3. Kadar CO2 yang meningkat menyebabkan pernapasan menjadi cepat dan dalam (frekuensi pernapasan meningkat). Pada fase ini terjadi penurunan kadar oksigen dalam sel darah merah dan penimbunan CO2 dalam plasma akan merangsang pusat pernapasan di medulla oblongata. dan meninggal dunia. kesadaran menurun. Misalnya pada hipoglikemia. maka waktu kematian akan lebih lama dan tanda-tanda asfiksia akan lebih jelas dan lengkap. nadi cepat. tekanan darah juga menurun. dan tinja. Korban laki-laki dapat mengeluarkan mani dan korban wanita mengeluarkan darah dari . yaitu: 10 1. tekanan darah meningkat. Substrat: bahan-bahan yang diperlukan untuk metabolisme kurang.dan akibat dari relaksasi sfingter dapat terjadi pengeluaran cairan sperma. 3. Gerakan tubuh terhenti. Gejala yang terjadi adalah pernapasan menjadi sukar. Fase Apneu. tekanan darah meninggi. muntah. dan timbul kejang. Pupil mengalami dilatasi. terjadi depresi pusat pernapasan yang lebih hebat. Terjadi paralisis pusat pernapasan yang lengkap. Pernapasan melemah dan dapat berhenti. pingsan. Hal ini membuat amplitude dan frekuensi pernapasan meningkat. Fase Akhir. Masa dari saat asfiksia timbul sampai terjadinya kematian sangat bervariasi. terjadi kongesti di vena dan kapiler sehingga terjadi perdarahan berbintik-bintik (petechie). Umumnya berkisar antara 4-5 menit. 4. Stadium pertama. Stadium asfiksia adalah 1. Gejala yang terjadi pada stadium ini adalah pernapasan dirasakan berat. 2. dan mulai tampak tanda-tanda sianosis terutama muka dan tangan. urine. Efek ini berkaitan dengan paralisis pusat yang lebih tinggi dalam otak akobat kekurangan O2. muka dan tangan menjadi agak biru. yang mula-mula kejang berupa kejang klonik tetapi kemudian menjadi kejang tonik dan akhirnya timbul spasme opistotonik. Fase Konvulsi. Akibat kadar CO2 yang naik maka akan timbul rangsangan terhadap susunan saraf pusat sehingga terjadi konvulsi (kejang). Bila penghalangan O2 tidak 100 %. Jantung masih berdenyut beberapa saat setelah pernapasan berhenti. denyut jantung menurun.d. Pernapasan berhenti setelah kontraksi otomatis otot pernapasan kecil pada leher. Hal ini tergantung dari tingkat penghalangan O2. Fase Dispneu. Fase 1 dan 2 berlangsung ±3-4 menit.

Keadaan ini didapati pada : a. sistem kardiovaskular. 2. tapi yang dapat diketahui adanya perubahan elektrolit dimana kalium meninggalkan sel dan diganti natrium mengakibatkan terjadinya retensi air dan gangguan metabolisme. Akan tetapi bila orangnya meninggal cepat. Dari pandangan patologi. Tubuh manusia berespon terhadap perdarahan akut dengan cara mengaktifkan 4 sistem major fisiologi tubuh: sistem hematologi. Di sini sel – sel otak yang mati akan digantikan oleh jaringan glial. Gangguan gerakan pernafasan karena terhimpit atau berdesakan ( traumatic asphyxia ) d. Pada klien dengan kasus bunuh diri dengan cara memotong urat nadi yang dilakukan di pergelangan tangan biasanya akan mengalami syok hipovolemia. Primer ( akibat langsung dari asfiksia ) Kekurangan oksigen ditemukan di seluruh tubuh. hati. karena terhalang oleh jaringan parut yang terdiri dari sel glia. Akson yang rusak akan mengalami pertumbuhan (sprouting) pada kedua ujung yang terputus oleh jaringan parut tersebut. paru – paru. misalnya pada keracunan. Penutupan mulut dan hidung ( pembekapan ) b. Karena oksigen dalam darah berkurang terus dan tidak cukup untuk kerja jantung maka terjadi gagal jantung dan kematian berlangsung dengan cepat. Bila orang yang mengalami kekurangan anoksia dapat hidup beberapa hari sebelum meninggal perubahan tersebut sangat khas pada sel – sel serebrum. Apa yang terjadi pada sel yang kekurangan O2 belum dapat diketahui.system hematologi berespon kepada perdarahan hebat yag terjadi secara akut dengan mengaktifkan cascade pembekuan darah dan mengkonstriksikan pembuluh darah (dengan melepaskan thromboxane A2 lokal) . penjeratan. Sekunder ( berhubungan dengan penyebab dan usaha kompensasi dari tubuh ) Jantung berusaha mengkompensasi keadaan tekanan oksigen yang rendah dengan mempertinggi outputnya. Obstruksi jalan nafas seperti pada mati gantung. Akan tetapi hal ini tidak mengakibatkan tersambungnya kembali akson yang terputus. pencekikan dan korpus alienum dalam saluran nafas atau pada tenggelam karena cairan menghalangi udara masuk ke paru – paru c. maka perubahannya tidak spesifik dan dapat dikaburkan dengan gambaran postmortem autolisis. serebelum dan ganglia basalis. sistem renal dan sistem neuroendokrin. Sel – sel otak sangat sensitif terhadap kekurangan O2.vagina. tidak tergantung pada tipe dari asfiksia. Pada organ tubuh yang lain yakni jantung. akibatnya tekanan arteri dan vena meninggi. ginjal dan yang lainnya perubahan akibat kekurangan O2 langsung atau primer tidak jelas. kematian akibat asfiksia dapat dibagi dalam dua golongan : 1.Penghentian primer dari pernafasan akibat kegagalan pada pusat pernafasan.

Adrenal bertanggung jawab pada reabsorpsi sodium secra aktif dan konservasi air. arkus aorta. dan GI. Patofisiology dari hipovolemik syok lebih banyak lagi dari pada yang telah disebutkan . 5. blokade jantung akhirnya meninggal. pupil pi. System kardiovaskular juga merespon dengan mendistribusikan darah ke otak. Mekanisme yang telah dipaparkan cukup efektif untuk menjaga perfusi pada organ vital akibat kehilangan darah yang banyak. Dari pelepasan rennin kemudian dip roses kemudian terjadi pembentukan angiotensi II yang memiliki 2 efek utama yaitu memvasokontriksikan pembuluh darah dan menstimulasi sekresi aldosterone pada kortex adrenal. KOMPLIKASI Komplikasi yang mungkin muncul pada klien dengan tentamen suicide sangat tergantung pada jenis dan cara yang dilakukan klien untuk bunuh diri. Pembuluh darah yang rusak akan mendedahkan lapisan kolagennya. koma. referensi pada bibliography bias menjadi acuan. ADH dilepaskan dari hipothalmus posterior yang merespon pada penurunan tekanan darah dan penurunan pada konsentrasi sodium.inkontenesia urine dan feces. untuk mengexplore lebih dalam mengenai patofisiology.poin. System urogenital (ginjal) merespon dengan stimulasi yang meningkatkan pelepasan rennin dari apparatus justaglomerular. sesak nafas. dan ginjal dan membawa darah dari kulit. sianosis. meninggikan kontraktilitas myocard. Kurang lebih 24 jam diperlukan untuk pembentukan sumbatan fibrin yang sempurna dan formasi matur. Pada klien dengan percobaan bunuh diri dengan cara meminum zat kimia atau intoksikasi zat komplikasi yang mungkin muncul adalah diare.dan membentuk sumbatan immatur pada sumber perdarahan. Respon ini timbul akibat peninggian pelepasan norepinefrin dan penurunan tonus vagus (yang diregulasikan oleh baroreseptor yang terdapat pada arkus karotid. edema paru . ADH secara langsung meningkatkan reabsorsi air dan garam (NaCl) pada tubulus distal. serta jika gagal akan meningkatkan kemungkingan klien untuk mengulangi perbuatan tentamen suicide. kardiak perfusi biasanya gagal dan terjadi kegagalan multiple organ. reaksi cahaya negatif . atrium kiri dan pembuluh darah paru. Tanpa adanya resusitasi cairan dan darah serta koreksi pada penyebab hemoragik syok. jantung. namun resiko paling besar dari klien dengan tentamen suicide adalah berhasilnya klien dalam melakukan tindakan bunuh diri. kovulsi. Sistem kardiovaskular awalnya berespon kepada syok hipovolemik dengan meningkatkan denyut jantung. Ductus colletivus dan the loop of Henle. Pada klien dengan tentamen suicide yang menyebabkan asfiksia akan . System neuroendokrin merespon hemoragik syok dengan meningkatkan sekresi ADH. dan mengkonstriksikan pembuluh darah jantung. yang secara subsekuen akan menyebabkan deposisi fibrin dan stabilisasi dari subatan yang dibentuk. otot.

6. pengkajian merupakan dasar utama dan hal yang paling penting dilakukan oleh perawat. nilai kemampuan klien untuk bernafas secara normal. PENGKAJIAN Dalam memberikan asuhan keperawatan. Apakah klien dapat berbicara dan bernafas dengan mudah.2. Pada klien dengan kasus percobaan bunuh diri secara penenggelaman. Hasil pengkajian yang dilakukan perawat terkumpul dalam bentuk data. Adapun metode atau cara pengumpulan data yang dilakukan dalam pengkajian:  Wawancara  Pemeriksaan fisik  Observasi atau pengamatan  Catatan atau status pasien  Kolaborasi dengan tim kesehatan lain Pengkajian Primer meliputi 1. pemeriksaan EKG dan CT scan bila perlu bia dilakukan jika dicurigai adanya perubahan jantung dan perdarahan cerebral. Pada klien dengan perdarahan akan mengalami syok hipovolemik yang jika tidak dilakukan resusitasi cairan dan darah serta koreksi pada penyebab hemoragik syok. 1. mungkin akan ditemukan adanya timbunan cairan di paru-paru yang ditandai dengan muntah dan sesak nafas hebat. BAB III ASUHAN KEPERAWATAN KEGAWATDARURATAN PADA KLIEN DENGAN TENTAMEN SUICIDE 1.1. Pemeriksaan darah lengkap dengan elektrolit akan menunjukan seberapa berat syok yang dialami klien. PEMERIKSAAN PENUNJANG Koreksi penunjang dari kejadian tentamen suicide akan menentukan terapi resisitasi dan terapi lanjutan yang akan dilakukan pada klien dengan tentamen suicide. kardiak perfusi biasanya gagal dan terjadi kegagalan multiple organ. Breathing . baik pada saat penderita pertama kali masuk Rumah Sakit (untuk mengetahui riwayat penyakit dan perjalanan penyakit yang dialami pasien) maupun selama penderita dalam masa perawatan (untuk mengetahui perkembangan pasien dan kebutuhannya serta mengidentifikasi masalah yang dihadapinya). Airway Menilai apakah jalan nafas pasien bebas.menyebabkan syok yang diakibatkan karena penurunan perfusi di jaringan terutama jaringan otak.

Penurunan oksigen yang tajam ( 10 liter/menit ) harus dilakukan suatu tindakan ventilasi.3. klien dengan syok hipovolemik biasanya akan menunjukan beberapa gejala antara lain. Meskipun demikian. Tindakan Bunuh diri merupakan interaksi yang kompleks dari faktor biologik. Analisa gas darah dan pulse oxymeter dapat membantu untuk mengetahui kualitas ventilasi dari penderita. 1. Kegagalan oksigenasi harus dinilai dengan dilakukan observasi dan auskultasi pada leher dan dada melalui distensi vena. Circulation Nilai sirkulasi dan peredaran darah. pergelangan tangan dan dibagian-bagian tubuh yang lain Bunuh diri merupakan masalah yang kompleks karena tidak diakibatkan oleh penyebab atau alasan tunggal. Disability Menilai kesadaran dengan cepat dan akurat. Hanya respon terhadap nyeri atau sama sekali tidak sadar. misalnya di leher. Urin out put menurun kurang dari 20cc/jam.5. . ventilasi dan perfusi. 1. beberapa klien dengan tentamen suicide akan mengalami trauma pada lokasi tubuh percobaan bunuh diri tersebut.4. lebih lanjut kaji output dan intake klien Penurunan kardiak out put dan tekanan darah. adapun cara yang cukup jelas dan cepat adalah : A : Awakening V : Respon Bicara P : Respon Nyerin U : Tidak Ada Nyeri Penurunan kesadaran dapat disebabkan penrunan oksigenasi atau penurunan perfusi ke otak atau disebabkan trauma langsung pada otak. sosial. psikologik. Tidak di anjurkan menggunakan GCS. Kulit terasa dingin. Takikardi.Kaji pernafasan klien. genetik. budaya dan lingkungan. Aritmia 1. sedangkan yang lain dalam kondisi yang sama bahkan lebih buruk tetapi tidak melakukannya. Sulit untuk menjelaskan mengenai penyebab mengapa orang memutuskan untuk melakukan bunuh diri. Gangguan fungsi mental. Tanda hipoksia dan hiperkapnia bisa terjadi pada penderita dengan kegagalan ventilasi seperti pada klien dengan kasus percobaan bunuh diri yang dapat mengakibatkan asfiksia. tindakan bunuh diri atau percobaan bunuh diri pada umumnya dapat dicegah. Exposure Lepaskan pakaian yang dikenakan dan penutup tubuh agar dapat diketahui kelaianan atau cidera yang berhubungan dengan keseimbangan cairan atau trauma yang mungkin dialami oleh klien dengan tentamen suicide. kaji kemampuan venus return klien. berupa pola nafas. ritme. Penurunan kesadaran menuntut dilakukannya reevaluasi terhadap keadaan oksigenasi. kaji pengisian kapiler. kedalaman. dan nilai berapa frekuensi pernafasan klien per menitnya.

Dalam hal ini individu dipandang sebagai bagian di masyarakat dari sudut integrasi atau disintegrasi yang akan membentuk dasar dari sistem kekuatan. anomik dan fatalistik. Emile Durkheim (1858-1917) seorang sosiolog modern. membagi bunuh diri menjadi empat kategori sosial yaitu bunuh diri egoistik. contohnya adalah tentara Jepang dalam peperangan dan pelaku bom bunuh diri. Pada abad ke dua puluh. keyakinan dan moral dari budaya tersebut. Bunuh diri fatalistik terjadi pada individu yang hidup di masyarakat yang terlalu ketat peraturannya. dan pasangan yang mempunyai anak merupakan proteksi yang kuat dibandingkan yang tidak memiliki anak. Karl Menninger (1893-1990) seorang psikiater Amerika mengatakan bahwa bunuh diri sebagai pembunuhan terbalik karena kemarahan terhadap orang lain diarahkan kepada dirinya. Bunuh diri merupakan interaksi yang kompleks dari faktor-faktor genetik. dan sosiokultural. Bunuh diri altruistik terjadi pada orang-orang yang mempunyai integritas berlebihan terhadap kelompoknya. nilainilai. psikologik. PENYEBAB BUNUH DIRI Sampai saat ini belum didapatkan penyebab yang pasti dari bunuh diri. bunuh diri dianggap disebabkan oleh disintegrasi sistem . organobiologik. altruistik. Perkembangan terakhir dari ilmu bunuh diri telah memberikan pandangan baru berdasarkan interaksi dari faktor biologis (biokimia dan neuroendokrin). psikologis (perasaan dan keadaan emosional) dan sosial dari seseorang. Pandangan ini memberikan pengertian yang lebih baik tentang bunuh diri dan penatalaksanaannya yang bersifat lebih komprehensif. Faktor-faktor itu dapat saling menguatkan atau melemahkan terjadinya tindakan bunuh diri pada seorang individu.Apa itu Bunuh Diri? Sigmund Freud (1856-1939) seorang psikoanalisis mengatakan bahwa bunuh diri merupakan agresi yang membalik kepada dirinya terhadap suatu obyek cinta. Masyarakat di pedesaan lebih mempunyai integritas sosial daripada di perkotaan. Misalnya orang yang hidup sendiri lebih rentan untuk bunuh diri daripada yang hidup di tengah keluarga. Bunuh diri anomik terjadi pada orang-orang yang tinggal di masyarakat yang tidak mempunyai aturan dan norma dalam kehidupan sosialnya. Bunuh diri egoistik terjadi pada orang yang kurang kuat integrasinya dalam suatu kelompok sosial.

dan putus asa. Beberapa faktor yang mempengaruhi bunuh diri adalah:  Kurang tahan terhadap frustrasi  Cepat marah (hostilitas tinggi)      Sering mengalami konflik interpersonal dengan anggota keluarga atau teman Mengalami masalah kesehatan jiwa (depresi. HIV/AIDS) Faktor lingkungan lainnya Beberapa orang akan bereaksi secara impulsif. kehilangan pekerjaan. Sering mengeluh adanya rasa bosan. Individu merupakan makluk yang unik. gagal panen. krisis moneter. Mendengar suara-suara gaib dari Tuhan untuk bergabung menuju surga. Menunjukkan penurunan minat dalam hobi. tak bertenaga. maka angka bunuh diri di tempat tersebut jadi tinggi (misalnya di Jepang). Dengan mengetahui seseorang yang akan berusaha atau kemungkinan berpikir tentang bunuh diri. Mempunyai riwayat usaha bunuh diri sebelumnya. Mengikuti kegiatan sekte keagamaan tertentu. skizofrenia. Kehilangan sumber pendapatan secara mendadak karena migrasi. maka angka bunuh diri di tempat itu relatif rendah. Di daerah dengan masyarakat yang mencela perbuatan bunuh diri. sedangkan di tempat yang menganggap perbuatan bunuh diri sebagai suatu hal yang berani. dan tidak tahu harus berbuat apa. tak berdaya. seks dan kegiatan lain yang sebelumnya dia senangi. maka kita dapat membantu melakukan pencegahan agar mereka tidak bunuh diri          FAKTOR RISIKO BUNUH DIRI PADA INDIVIDU Kehilangan status pekerjaan dan mata pencaharian. malu. Merasa bersalah. lemah. Ide dan keinginan bunuh diri semakin lama semakin besar yang mengakibatkan individu menjadi tak berdaya. sementara yang lainnya melalui proses yang bertahap. tak berharga. . bencana alam. Kehilangan keyakinan diri dan harga diri. Perilaku individu untuk bunuh diri ditentukan oleh kelemahan atau kekuatan jiwa individu tersebut dan situasi kehidupan yang mereka alami. gangguan afektif) Penyalahgunaan alkohol atau NAPZA lainnya Menderita penyakit kronis atau sakit terminal (misalnya penyakit kanker.sosial. putus asa dan akhirnya sampai pada suatu keadaan merusak diri.

Terdapat gejala umum yang ditemukan pada orang yang cenderung bunuh diri:              Merasa sedih Sering menangis Kecemasan dan gelisah Perubahan mood (senang berlebihan sampai sedih berlebihan) Perokok dan peminum alkohol berat Gangguan tidur yang menetap atau berulang Mudah tersinggung. Tinggal sendirian di rumah dan menderita penyakit terminal tanpa adanya dukungan keluarga ataupun dukungan ekonomi. Mempunyai konflik yang berkepanjangan dengan diri sendiri. Sebagian besar individu yang mengalami gangguan jiwa seperti depresi. Mendapat tekanan/bujukan dari organisasi/ kelompoknya. tindak kekerasan. bingung Menurunnya minat dalam kegiatan sehari-hari Sulit mengambil keputusan Perilaku menyakiti diri Mengalami kesulitan hubungan dengan pasangan hidup atau anggota keluarga lain Menjadi ‖sangat fanatik terhadap agama‖ atau jadi ‖atheis‖ Membagikan uang atau barangnya dengan cara yang khusus . Individu dengan risiko tinggi ini umumnya menunjukkan perilaku tertentu.        Mengalami kehilangan anggota keluarga akibat kematian. Menjadi korban kekerasan rumah tangga atau bentuk lainnya khususnya pada perempuan. Baru saja keluar dari RS khususnya mereka dengan gangguan jiwa (depresi. berpisah. menunjukkan berbagai gejala yang spesifik yang dapat diidentifikasi terhadap penyakitnya. Perilaku tersebut adalah kurangnya minat dalam kehidupan dan adanya kebimbangan terhadap hidup atau mati (bersifat ambivalen). putus hubungan. Mendapat tekanan dari keluarga untuk mencari nafkah atau mencapai prestasi tinggi di sekolah. dan cacat). atau anggota keluarga. gangguan afektif. HIV/AIDS. Pengangguran dan tidak mampu mencari pekerjaan khususnya pada orang muda. penyalahgunaan alkohol/NAPZA lainnya. TBC. skizofrenia. skizofrenia) atau penyakit terminal lainnya (seperti kanker.

Mereka berpikir secara kaku. Mereka terus memikirkan bunuh diri saja dan tidak dapat menemukan jalan ke luar lain dari masalahnya. Sebagaimana juga impuls lain. Dengan mengatasi keadaan krisisnya serta mengulur waktu. Ambivalensi Keinginan untuk tetap hidup dan keinginan untuk mati berkecamuk pada pelaku bunuh diri. Mereka bunuh diri untuk mengakhiri apa pun yang sedang terjadi. jalan pintas bunuh diri menjadi solusi terakhir bagi mereka. pikiran. Banyak pelaku bunuh diri sesungguhnya tidak ingin mati. Terdapat dorongan untuk lari dari pedihnya kehidupan. sekaligus terdapat pula keinginan untuk bertahan hidup. maka petugas kesehatan dapat menolong mengurangi keinginan bunuh diri. ―Buat apa saya hidup?‖ bisa menjadi petunjuk yang memperlihatkan keinginan yang kuat untuk terbebas dari kerasnya realitas kehidupan. tapi hanya ingin mengakhiri problemnya. atau. maka risiko bunuh diri akan berkurang. Penyebab Bunuh Diri Banyak orang memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri sebenarnya tidak sungguh-sungguh ingin mati. Intervensi anda akan dapat menyelamatkan kehidupannya atau mencegah bunuh diri KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN 1. Impulsivitas Bunuh diri juga merupakan tindakan impulsif. Bila diberikan dukungan dan keinginan untuk hidup ditingkatkan. impuls bunuh diri juga bersifat sementara dan berlangsung hanya beberapa menit atau beberapa jam. perasaan dan perilakunya terbatas. . Kata-kata seperti ―Saya sudah tidak tahan lagi!‖. Biasanya dicetuskan oleh peristiwa sehari-hari yang negatif. Beberapa surat pesan terakhir dari orang yang bunun diri sering mengandung kata-kata bahwa mereka sebenarnya tidak ingin mati. segeralah dibantu.Jika mengetahui individu dengan gejala tersebut di atas. 2. Rigiditas Pada saat melakukan tindakan bunuh diri. 3. Dan jika mereka sudah dalam taraf yang tidak mampu mengatasinya. hanya saja mereka tidak merasa bahagia dengan kehidupannya.

Marokko dan Suriname Hindustan yang punya kecenderungan bunuh diri. sedangkan. Orang Korea cenderung membentuk identitas mereka sesuai pandangan orang lain terhadap dirinya. orang Suriname Hindustan disebabkan oleh masalah dengan orang tua. . Disini penyusun menggolongkan dalam kategori sebab. Yang mengkhawatirkan. banyaknya kasus bunuh diri di kalangan selebritas menimbulkan kecenderungan serupa di kalangan penggemar mereka. Di Belanda kasus bunuh diri banyak disebabkan oleh kesepian dan depresi. juga melihat ada perbedaan budaya. Dalam hubungan sebab akibat ini akan menghasilkan suatu alasan atau sebab tindakan yang disebut motif. ibunya menasehati anak gadis dan suaminya untuk melakukan bunuh diri demi menjaga kehormatan keluarga. obat terlarang. Gangguan kejiwaan / tidak waras (gila). dan pernikahan paksa. Ketika seorang selebritas bunuh diri. misalnya meminta paman atau bibi menjadi pelantara. Organization for Economic Cooperation and Development mencatat. segala sesuatu itu memiliki hubungan sebab akibat (ini adalah sistematika). misalkan :      Dilanda keputusasaan dan depresi Cobaan hidup dan tekanan lingkungan. Saat rahasia ini keluar. Dalam ilmu sosiologi. alkohol. ada tiga penyebab bunuh diri dalam masyarakat. Seorang gadis Suriname berusia 15 tahun yang sudah dilecehkan secara seksual oleh ayahnya. mereka juga memiliki konsep Han — yaitu bersikap diam dan berusaha tabah walau dalam keadaan marah.‖ Menurut Van Bergen pikiran bunuh diri ‗nampak‘ dalam budaya Hindustan.  altruistic suicide (bunuh diri untuk memperjuangkan orang lain). Motif bunuh diri ada banyak macamnya. penggemar mereka akan mengikuti aksi sang idola. yaitu  egoistic suicide (bunuh diri karena urusan pribadi). Selain itu.Pada dasarnya. 21 dari 100 ribu orang Korea melakukan bunuh diri — melewati batas normal yaitu 11. dan  anomic suicide (bunuh diri karena masyarakat dalam kondisi kebingungan). Jika Anda memberi nasehat yang lain. Himpitan Ekonomi atau Kemiskinan (Harta / Iman / Ilmu) Penderitaan karena penyakit yang berkepanjangan. Wanita Turki.

Berikut ini beberapa alasan utama yang memicu seseorang sampai melakukan bunuh diri  Masalah sekolah Beberapa remaja bahkan sering bunuh diri karena masalah nilai di sekolah yang buruk. membuat mereka tidak berani menghadapi masa depan dan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. beberapa kasus bunuh diri juga dipicu karena problem dalam perkawinan. Terutama bila mereka sedang menghadapi situasi yang buruk. tingkat bunuh diri dikabarkan mengalami peningkatan cukup signifikan.Sejak kematian aktris Lee Eun-Ju pada 2005. Hampir setengah penduduk Korea tidak memiliki agama. Karena selebritas tidak lagi mampu menunjukkan citra baik dan tenang. sehingga ketika mereka mengalami depresi. mereka cenderung frustrasi. faktor agama rupanya juga memegang peran. Pekerjaan sebagai selebritas yang sangat lekat dengan urusan pencitraan (alias tergantung pada popularitas) membuat konsep Han jadi amat berat dilaksanakan. Atau kaum lansia yang sudah tak sanggup lagi menanggung penderitaan akibat penyakit    . stres karena ujian. peristiwaperistiwa tertentu dalam kehidupan pada umumnya memicu bunuh diri. penghargaan terhadap nilai kehidupan pun rendah. ataupun karena dipecat dari pekerjaan. Pemicu Bunuh Diri Meskipun alasan orang yang melakukan bunuh diri berbeda-beda. kebanyakan kasus bunuh diri karena problem finansial maupun masalah pekerjaan. menyerah. dan mengambil pilihan drastis — salah satunya adalah bunuh diri. Penyakit Bagi beberapa orang yang menderita penyakit yang tak kunjung sembuh. Budaya Korea yang cenderung tertutup juga membuat para selebritas itu malu jika ketahuan publik saat pergi ke konseling atau sedang mengalami depresi. Problem pekerjaan dan finansial Bagi orang dewasa. Kepercayaan akan konsep reinkarnasi juga membuat orang Korea terdorong untuk mengakhiri hidup mereka dan menjalani kehidupan baru yang mungkin lebih baik dari sekarang. atau khawatir dengan masa depannya. Masalah keluarga Beberapa remaja dalam keluarga yang berantakan. Selain itu. Faktor lain yang juga berpengaruh dalam tingginya tingkat bunuh diri di kalangan selebritas Korea adalah kurangnya program konseling. juga akhirnya mengambil tindakan untuk bunuh diri. Usaha yang bangkrut. Selain itu. lebih rentan bunuh diri.

Anggota keluarga yang salah seorang di garis keturunannya pernah bunuh diri. rem bisa menipis. Namun tekanan dan problem seperti rem pada kendaraan. terdapat juga faktor-faktor lainnya yang membuat seseorang mengambil tindakan bunuh diri. hal ini bisa mengikis kesanggupan sistem mental seseorang untuk menahan dorongan bunuh diri. Kadar serotonin yang rendah khususnya di dalam otak. Bawaan genetik Beberapa orang mewarisi gen dengan emosi yang lemah dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa dalam beberapa garis keluarga terjadi banyak kasus bunuh diri. Itu sebabnya banyak orang berhasil menanggulangi depresi dan tidak sampai bunuh diri. mengurangi minat seseorang pada keberadaannya.fisik. Berikut ini beberapa faktor tersebut:    Gangguan mental Beberapa gangguan mental seperti gangguan bipolar dan skizofrenia menyebabkan seseorang memiliki dorongan yang lebih kuat untuk bunuh diri. Kondisi otak Otak kita memang unik. lebih berisiko melakukan bunuh diri. dan berisiko menjadi depresi dan bunuh diri. dapat membuat mood seseorang menjadi buruk. Faktor Resiko Bunuh Diri Banyak keputusan untuk bunuh diri bisa jadi bergantung pada cara menyikapi berbagai peristiwa. Banyak orang dapat menanggung depresi yang berat sekalipun selama mereka yakin bahwa keadaan akan membaik. memilih bunuh diri. tidak akan menyikapi peristiwa apa pun sebagai sesuatu yang begitu menghancurkan. Demikian juga mental seseorang. Memang tidak semua orang memilih untuk bunuh diri. membuat tidak bahagia. tanpa perlu bunuh diri. serta keputusasaan yang menumpuk. Jika pikiran tetap dijaga positif dan sehat. Kemampuan mental untuk berpikir positif secara perlahan melemah dan memperkuat keinginan bunuh diri. Susunan kimiawi otak bisa membuat seseorang lebih kuat dalam menghadapi problem. Selain itu.  Tanda-Tanda Bunuh Diri . jika tekanan terus menerus dan bertubi-tubi. Kecanduan Beberapa kasus bunuh diri dilakukan oleh mereka yang memiliki kebiasaan menggunakan narkoba dan alkohol. Bahkan sebagian besar orang mampu menghadapi problem yang bahkan jauh lebih berat. Jika ditekan terus menerus.

Ini juga merupakan salah satu tanda awal terjadinya bunuh diri. ini bisa menjadi pertanda ke arah bunuh diri. atau ―Mereka akan lebih baik tanpa saya‖. perlu ditanggapi dengan serius. seseorang yang ingin bunuh diri akan mulai membuat surat warisan dan membagi barang-barang berharganya. Perilaku dan sikap yang berubah Sikap mulai menarik diri dan menutup diri serta terasing secara sosial setelah mendapat masalah. Jangan sampai mereka yang sedang depresi dan putus asa berada dalam situasi kesepian. keinginan itu bisa diobati dan disembuhkan. Bahkan meski ungkapan tersebut hanya secara sambil lalu. Kata-kata seperti ―Saya sudah tidak tahan lagi‖. perlu menjadi perhatian serius. atau bahkan mengungkapkan ingin bunuh diri. Namun tidak semua orang yang mengalami keputusasaan dan depresi berujung pada bunuh diri. Jika Anda sedang menghadapi masalah yang berat. Beberapa ungkapan seperti menyatakan diri tidak berguna. Ini merupakan salah satu tanda awal saja.Meskipun ada banyak alasan bunuh diri. dan mulai memperlihatkan tanda-tanda seperti yang diuraikan di atas. Namun dengan penanganan yang tepat. Membuat wasiat Meski warisan harus direncanakan sejak awal. juga patut diperhatikan lebih serius. Perasaan kehilangan Seseorang yang secara tiba-tiba kehilangan sesuatu. tapi jika dalam situasi tertentu yang tidak lazim. Percobaan bunuh diri Ini merupakan tanda yang cukup serius jika seseorang pernah satu atau beberapa kali mencoba bunuh diri namun tidak berani. merupakan contoh pernyataan yang umum diungkapkan oleh mereka yang akhirnya bunuh diri.     Pencegahan Bunuh Diri Keinginan untuk bunuh diri seperti sebuah penyakit. langkah-langkah berikut ini telah terbukti sebagai obat yang ampuh untuk mengatasi keinginan bunuh diri: . entah orang yang disayangi ataupun kehilangan pekerjaan. ―Mereka tidak perlu mengkhawatirkan saya‖. Beberapa kasus yang lebih ringan. seperti sikap yang bermain-main dengan maut dan tidak takut mati. Ini bisa jadi ungkapan hatinya yang terdalam yang harus segera mendapat respon. namun tanda seseorang ingin bunuh diri bisa terlihat dalam satu atau lebih sikap berikut ini:   Putus asa dan depresi Jika seseorang terlihat putus asa dan depresi. Bicara tentang ingin mati atau bunuh diri Jangan tertawakan atau sepelekan ketika seseorang mengatakan menyatakan ingin mati.

Segeralah cari teman yang bisa menjadi tempat mencurahkan perasaan. Misalnya tali.  Atasi masalah gangguan mental dan kecanduan Jika memiliki masalah sehubungan dengan gangguan mental maupun kecanduan. pisau. Keluarga Anda. hal ini akan membuat hancur Anda dan orang lain juga. Banyak kasus bunuh diri. cutter atau bahkan senjata api. Coba secara halus menyebutkan bahwa Anda melihat beberapa perubahan sikap dan perilakunya sehingga dapat menggerakkan dia untuk membuka diri dan mencurahkan perasaannya kepada Anda. karena timbulnya perasaan kesepian. Jadi pendengar yang baik Cobalah jadi pendengar yang baik. Mereka tahu cara terbaik untuk mengatasi dan merehabilitasi. Jika ia bunuh diri. segeralah memanggil bantuan medis untuk menangani masalahnya. Pelaku bunuh diri biasanya melihat banyak alat yang tersedia di sekitarnya membuatnya memantapkan tekad untuk bunuh diri. Dalam banyak kasus. Anda bisa segera menggunakan bantuan medis seperti psikiater atau rumah sakit jiwa yang tahu cara terbaik menanganinya. segeralah hubungi ahlinya seperti psikiater. Membantu Orang yang Ingin Bunuh Diri Apa yang harus Anda lakukan. dan katakan bahwa ia sangat berarti untuk Anda maupun orang lain. Atasi perasaan kesepian dan segeralah bicarakan masalahnya Orang yang cenderung ingin bunuh diri. segeralah berbicara dengan orang terdekat Anda. Dan tidak ada seorangpun yang bisa diajak bicara.     Jauhkan benda berbahaya Jauhkan darinya benda berbahaya apapun yang bisa menjadi alat untuk bunuh diri. Cobalah mendekatinya dan sadarilah bahwa kepedihan atau keputusasaan yang sedang ia rasakan benar-benar nyata. menganggap problemnya terlalu besar dan tidak dapat diatasi. seperti orang tua ataupun pasangan hidup adalah orang yang paling dekat yang bisa memahami. Misalnya sudah terjadi gangguan mental yang serius. orang yang ingin bunuh diri biasanya menarik diri dan tertutup. Prevensi . Berempati Coba dalami perasaannya.  Minta bantuan medis Untuk kasus yang sudah cukup ekstrem. Jangan takut akan hal itu. jika seseorang sering mengatakan tidak tahan lagi dengan kehidupannya atau bahkan orang tersebut sudah mulai menyatakan secara langsung maupun tersirat bahwa mereka sudah tidak ingin hidup lagi? Beberapa langkah berikut telah berhasil mengatasi keinginan bunuh diri pada banyak orang.

dan Menanamkan pendidikan moral dan agama yang sebaik-baiknya. Sekolah Sekolah mencegah melalui berbagi program monitoring terhadap keadaan siswa. Tapi lebih dari itu. . Beberapa tindakan itu di antaranya:    Mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak Membangun hubungan yang positif di dalam rumah dimana rumah diciptakan sebagai tempat untuk saling berbagi di antara anggota keluarga. Membangun kecerdasan emosional anak. terlihat mengalami depresi dan semacamnya. Pihak Keluarga Berbagai upaya pencegahan bunuh diri bisa dilakukan oleh pihak keluarga. melakukan bimbingan dan konseling. Lingkungan Lingkungan jelas merupakan determinan penting dalam upaya prevensi. yang mengindikasikan adanya kemungkinan bunuh diri. Menciptakan kegiatan yang positif di dalam lingkungan untuk para remaja. Fakta tentang Bunuh Diri  Di Amerika. cowok yang bunuh diri jumlahnya empat kali lipat dari cewek. dan sebagainya. Misalnya berkonsultasi dengan pihak keluarga. minimal untuk mengurangi kemungkinannya. lingkungan sosial. dan sekolah. Beberapa hal yang semestinya disediakan lingkungan untuk mencegah terjadinya bunuh diri:    Adanya tekanan sosial terhadap pelaku kekerasan dalam rumah tangga. Tidak memberitakan secara berlebihan tentang kejadian bunuh diri agar tidak menjadi model bagi remaja.Berbagai tindakan bisa dilakukan dalam upaya mencegah terjadinya bunuh diri. Upaya pencegahan itu dimaksudkan untuk meningkatkan faktor proteksi. Tindakan pencegahan itu bisa dilakukan baik oleh pihak keluarga. Bila siswa mengalami penurunan prestasi. Hal yang tidak kurang pentingnya dalam upaya mencegah adalah menciptakan sekolah yang menyenangkan dan menggembirakan. pihak sekolah perlu melakukan tindakan yang cepat dan segera untuk mencegah. Bahkan 78 persen kasus bunuh diri yang terjadi di negara Paman Sam dilakukan oleh cowok. pendidikan yang meningkatkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual harus diperkuat.

Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Cara bunuh diri yang paling banyak digunakan adalah dengan menembak diri sendiri (cowok). dan hutan Aokigahara di Jepang. menusukkan besi panas ke tenggorokan. Tingkat bunuh diri di negara maju jauh lebih tinggi dibanding negara miskin dan negara berkembang. Sedangkan data bunuh diri dari seluruh dunia membuktikan bahwa cara ―favorit‖ untuk bunuh diri adalah gantung diri. Biasanya dengan cara menyilet tangannya sendiri. cewek justru lebih sering melakukan percobaan bunuh diri dibanding cowok. atau janda/duda.    Berdasarkan penelitian yang sama di Amerika. bercerai. diantaranya dengan menelan laba-laba beracun.      Bunuh diri menurut agama Pandangan Islam Ayat Al-Qur‘an tentang larangan bunuh diri ―Hai orang-orang yang beriman. orang-orang lebih ―kreatif‖ mencari cara untuk bunuh diri. dan paling jarang terjadi hari Sabtu. sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur‘an). Golden Gate Bridge di San Fransisco. Beachy Head di Inggris. yaitu 100 orang perhari.‖ (QS. menyuntikkan selai kacang ke urat nadi. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. Jaman dulu. adalah tempat yang paling sering jadi lokasi bunuh diri. Al-Kahfi . dikenakan denda sebesar 100 juta Yen. Jepang adalah negara dengan tingkat bunuh diri terbanyak. dan minum racun (cewek). setiap keluarga yang anggotanya mati bunuh diri. Orang Jepang bahkan menjuluki hutan Aokigahara sebagai Hutan Bunuh Diri. dan menjatuhkan diri ke atas tumpukan botol bir. Untuk menghentikan fenomena ini. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Bunuh diri paling banyak dilakukan hari Senin. Orang yang udah menikah lebih jarang melakukan bunuh diri dibanding orang-orang yang singel.‖ (An-Nisa’ : 29) ―Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling. 6) Hadits-Hadits tentang larangan bunuh diri .

sabdanya : ―Siapa yang bersumpah menurut cara suatu agama selain Islam.. Lalu dia bunuh diri... bahkan akan mengurangi hartanya.) Kemudian Hasan . maka dia akan menjatuhkan dirinya pula nanti (berulang-ulang) ke neraka.. orang itu tidak sabar menahan sakit karena lukanya itu. ditusuknya bisulnya itu dengan anak panah. Hadits 90. sehingga dia terluka. untuk selama-lamanya. maka senjata itu akan ditusuk-tusukannya sendiri dengan tangannya ke perutnya di neraka untuk selamalamanya. orang itu pun ikut berperang dengan gagah berani.‖ ―Mengutuk orang Mu‘min sama halnya dengan membunuhnya. ―Orang ini penghuni neraka. ada seorang laki-laki keluar bisul. Ketika mereka sedang dalam keadaan demikian.. Peristiwa itu dilaporkan orang pula kepada Nabi saw. bahwa tidak akan dapat masuk surga melainkan orang muslim (orang yang tunduk patuh)..‖ ―Mengadakan tuduhan bohong atau sumpah palsu untuk menambah kekayaannya dengan menguasai harta orang lain.. dan siapa yang bunuh diri dengan racun. (Shahih Muslim) Dari Tsabit bin Dhahhak ra.Hadits 86. ternyata dia berperang dengan gagah berani dan sekarang dia tewas. Nabi saw. katanya ―Orang yang tadi anda katakan penghuni neraka. (Shahih Muslim) Dari Abu Hurairah ra.‖ Ketika kami berperang. Apabila malam telah tiba. (Shahih Muslim) Dari Syaiban ra. katanya dia mendengar Hasan ra. tiba-tiba diterima berita bahwa dia belum mati. Lalu Tuhanmu berfirman : Aku haramkan baginya surga. bersabda : ―Siapa yang bunuh diri dengan senjata tajam. katanya Nabi saw. (Shahih Muslim) Dari Tsabit bin Dhahhak ra. dan siapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung. ―Siapa yang bunuh diri dengan suatu cara.. katanya Rasulullah saw. tetapi luka parah. sabdanya : ―Tidak wajib bagi seseorang melaksanakan nazar apabila dia tidak sanggup melaksanakannya. dari Nabi saw. Rasulullah saw.‖(Karena dia sengaja bunuh diri. (Shahih Muslim) Dari Abu Hurairah ra. baik sumpahnya itu dusta maupun sengaja.‖ Hadits 87. Ketika ia tidak dapat lagi menahan sakit. Allah akan menyiksanya di neraka jahanam dengan cara itu pula. Maka dilaporkan orang hal itu kepada Rasulullah saw. : ―Kemudian beliau memerintahkan Bilal supaya menyiarkan kepada orang banyak. bercerita : ―Masa dulu. maka dia akan meminumnya pula sedikit demi sedikit nanti di neraka..‖ Hampir saja sebahagian kaum muslimin menjadi ragu-ragu. bersabda. berkata kepada seorang laki-laki yang mengaku Islam.‖ Hadits 88. dalam perang Hunain. menyebabkan darah banyak keluar sehingga ia meninggal.‖ Hadits 89. maka orang itu akan mengalami sumpahnya sendiri. ―Dia ke neraka. maka Allah tidak akan menambah baginya.‖ Jawab Nabi saw. katanya : ―Kami ikut perang bersama-sama Rasulullah saw. untuk selama-lamanya.

―Demi Allah! Jundab menyampaikan hadits itu kepadaku dari Rasulullah saw.‖ .menunjuk ke masjid sambil berkata. di dalam masjid ini..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful