P. 1
BAB II Organisasi Saraf

BAB II Organisasi Saraf

|Views: 521|Likes:
Published by DynoDian

More info:

Published by: DynoDian on Apr 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2013

pdf

text

original

BAB II PEMBAHASAN

2.1.Organisasi system saraf pada Avertebrata Organisasi system saraf Avertebrata meliputi neuron yaitu terdiri dari dendrite yang dilanjutkan ke reseptor dan akson membentuk sinaps dengan beberapa jenis sel efektor yang kemudian menjadi tanggap terhadap perubahan lingkungan dan mampu melaksanakan fungsi kehidupan. Jenis susunan organisasi saraf yaitu jala saraf dan tali saraf. Jala Saraf ialah susunan organisasi saraf yang menyerupai jala. Jala saraf dapat ditemukan pada hewan karang dan uburubur. Tali saraf adalah susunan organisasi system saraf berupa traktus atau kumpulan serabut saraf. Tali saraf pada umumnya terbentang disepanjang tubuh (Villee, 1999). Secara umum, sistem saraf pada hewan Invertebrata adalah sistem saraf difus hewan Invertebrata.

2.1.1 Protozoa dan Porifera Protoza misalnya amoeba tidak mempunyai susunan saraf tetapi mempunyai kepekaan terhadap rangsang dari luar dan mampu menanggapi rangsang

tersebut...misalnya rangsangan yang berupa cahaya dan sentuhan. Jika rangsanganya kuat, protozoa menjauh, sebaliknya jika rangsang itu lemah akan mendekat. Misalnya kelas Rhizopoda, pada Amoeba belum mempunyai alat khusus untuk menerima rangsang. Alatnya disebut taksisyang dibagi menjadi beberapa macam taksis. Yaitu termotaksis positif dan negaif, fototaksis positif dan negatif, tigmotaksis positif dan negatif, kemotaksis positif dan negatif galvanotaksis, geotaksis, dan rheotaksis (aliran air). Sementara pada hewan dari kelas Ciliata¸ yaitu Paramecium. Hewan dengan sejumlah besar silia yang menutupi seluruh permukaan tubuhnya. Silia dapat digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya bergerak dan memperoleh makanan. Jika ingin bergerak ke arah tertentu, Ciliata (Paramecium) harus mengatur dan mengoordinasikan gerakan silianya secara tepat sehingga tujuannya tercapai. Koordinasi gerakan silia juga

diperlukan

pada

Ciliata

menangkap

partikel

makanan

dari

lingkungan

dan

memasukkannya ke dalam mulut. Dengan demikian, jelas Ciliata harus memiliki kemampuan mengoordinasikan semua aktivitas tubuhnya. Gerakan seluruh silia tersebut diatur oleh sebuah silia yang bekerja sebagai pemacu ataupacemaker. Apabila silia pemacu bergetar lebih cepat, silia lain akan menyesuaikan kecepatan getarannya dengan getaran silia pemacu tersebut. Demikian pula, jika pemacu bergetar ke arah tertentu maka silia lainnya juga akan bergetar ke arah yang sesuai. Pada Ciliata, berbagai peristiwa seperti tumbukan antar hewan dan adanya rintangan yang dihadapi diyakini dapat menyebabkan pembukaan pori membran untuk ion kalsium, yang selanjutnya mendepolarisasikan membran yang menyebabkan getaran silia berbalik arah. Akibatnya, Ciliata akan bergerak ke arah berlawanan dengan arah tujuan semula. Untuk kelas Flagelata, misalnya Euglena viridispada bagian anterior dekat akhir kerongkongan terdapat stigma (titik mata merah)yang tersusun atas protoplasma yang banyak mengandung granulla haematocrhrom. Diduga stigma berfungsi sebagai mata yang primitif. Pendapat ini didasarkan adanya lensa berupa butir-butir para amilum pada bagian anterior. Hewan kecil ini dapat mendeteksi kekuatan dan arah cahaya. Ia lebih suka lokasi dengan cahaya moderat dan menjauh dari kegelapan dan cahaya terang. Euglena viridis mungkin menggunakan reseptor ini untuk menjaga diri dalam cahaya yang mereka gunakan untuk fotosintesis. Euglena viridis menggunakan fotosintesis untuk energi meskipun mereka bisa makan makanan padat (seperti binatang), jika mereka disimpan di kegelapan. Sedangkan pada filum porifera belum terdapat sistem saraf.

2.1.2 Coelenterata a) Kelas Hydrozoa Pada Lapisan Epidermis Sel-sel saraf terletak di bagian bawah dari jajaran sel-sel

epitheliomuskular, dan sejajar dengan lapisan mesoglea. Sel saraf ini merupakan derivat epidermis dan diduga merupakan perkembangan dari sel interstitial yang

Di samping itu susunan saraf jaringan utama ini juga menjulur masuk ke dalam bagian tangan mulut. Susunan saraf jaringan utama ini meliputi sel-sel saraf dipolar dan serabut-serabut saraf. b) Kelas Scyphozoa Susunan saraf ubur-ubur lebih kompleks bila dibandingkan dengan susunan saraf Hydra. dan rhopalia. Sehingga sedikit banyak setiap sel saraf bekerja secara mandiri. tetapi jumlahnya tidak sebanyak sel-sel saraf yang ditemukan di lapisan epidermis Obelia Pada koloni hydroid hanya ditemukan sistem susunan saaraf. tentakel. Susunan saraf demikian ini disebut bersistem difusi. delapan ganglia rhopalial. Susunan saraf masih primitif. Jaringan Saraf Utama Terletak di bagian permukaan sub-umbrella (permukaan tubuh sebelah bawah). jaringan saraf difus. Setiap sel saraf terdiri atas badan sel dan cabang-cabang yang merupakan prosesus (tonjolan) yang disebut neurit. 1. Keistimewaan dari sel-sel saraf Hydraatau Coelenterata pada umumnya adalah masih tetap tersebar sehingga membentuk suatu sistem difus dalam arti tidak adanya susunan atau sistem sentral Pada Lapisan Gastrodermis Seperti halnya lapisan epidermis. Dalam arti belum ditemukan sistem koordinasi. Adapun susunan saraf utama ini berfungsi untuk mengkoordinir aktifitas otot selama ubur-ubur melakukan pergerakan. Adapun susunan saraf ubur-ubur terdiri atas : jaringan saraf utama. Susunan saraf ini berkolerasi dengan sistem muskular yang berada di bagian sisi itu. . maka di dalam lapisan gastrodermis ini juga ditemukan sel-sel saraf.kemudian masuk ke dalam lapisan mesoglea. manubrium. terjadi dari sel-sel saraf yang kedudukannya tersebar tanpa memiliki pusat.

Pleksus tersebut makin intensif terutama di bagian tentakel. Susunan sarafnya bersistem difus dan belum tampak adanya susunan saraf pusat. Ganglion Rhopalial Ganglion Rhopalial ada 8 buah. Kedelapan buah ganglion tersebut masing-masing terletak dekat dengan bagian basal dari alat indera marginal yang disebut tentakulokist ataurhopali. . Susunan saraf ini meliputi badan-badan sel saraf yang kecil-kecil. c) Kelas Anthozoa Susunan saraf pada anemon laut sangat sederhana. dan pada dasarnya serupa dengan susunan saraf pada Coelenterata lainnya. misalnya urusan penangkapan mangsa. Susunan saraf difus juga berhubungan dengan ganglion rhopalial. Sistem saraf tersebut terdiri atas pleksus epidermal dan pleksus gastrodermal. Susunan ini merupakan contoh sistem saraf yang paling sederhana. 3. Ganglion rhopalial merupakan kumpulan dari neuron. baik sisi sekunder maupun sisi sub-umbrella maupun sisi eks-umbrella. diskus oral maupun stomodeum. Selain itu di seputar pinggiran badan payung yaitu jelasnya di seputar saluran marginal ditemukan susunan saraf cincin yang halus. pengempisan badan payung dan lain-lain. Pada ubur-ubur juga dapat di temukan yang namanya jala saraf. Susunan Saraf Difus Susunan saraf difus berada di kedua belah sisi. Jala saraf ialah susunan yang menyerupai jala. Susunan saraf yang terdapat pada bagian atas ubur-ubur berfungsi untuk mengoordinasikan gerakan. Adapun fungsi susunan saraf ini terutama berhubungan dengan respon lokal. yang masingmasing tersusun atas serabut saraf dan ganglion yang besar. sedangkan jala saraf yang terdapat pada tentakel berfungsi sebagai reseptor sensoris.2.

Proses Stimulus – Respon adalah sebagai berikut : Stimulus → sel sensoris → sel saraf → ganglion terdekat respon → sel saraf → efektor 2. sedangkan pleksus sub-maskular terletak di dalam mesenkim di dalam lapisan otot dari kulit tubuh. Disamping itu ada dua tali saraf ventral yang memanjang sepanjang tubuh dan berakhir ke ujung posterior. dan lateral menuju ke aurikel. Adanya komisura-komisura transversal menyebabkan sistem saraf berbentuk tangga tali.3 Plathyhelminthes Otak terletak pada bagian kepala. Statokis merupakan alat keseimbangan tubuh. . Pada Dugesia organ-organ sensori terdiri atas kemoreseptor. Kedua pleksus itu bergabung dengan tali-tali saraf.Pada kelas Colenterata sudah memiliki sistem saraf difus dengan ganglion yang tersebar di seluruh bagian tubuh. Pleksus sub-epidermal terletak tepat di bawah lapisan epidermis. Otak tersusun oleh ganglion-ganglion otak yang terdiri atas dua lobus.1. Otak berfungsi sebagai pusat koordinasi bagi impuls-impuls saraf. berupa lubang-lubang dan lekuk-lekuk bersilia. Dari otak muncul serabut-serabut ke arah anterior menuju ke kepala. dan pada masing-masing saraf muncul serabut saraf ke arah tepi tubuh. Organ terletak di bagian dasar aurikel. Celah aurikular itu bersilia dan dilengkapi dengan serabut saraf yang merupakan indra kemereseptor untuk bau dan pengecap. Kemereseptor terdapat pada kepala. dan sel-sel itu mempunyai silia tetapi tidak mempunyai rhabdit. atau aurikuler dan mata. Di dalam otak terdapat statokis. Masing-masing tali saraf ventral itu terletak pada kira-kira sepertiga bagian dari topi tubuh. Kemoreseptor itu memungkinkan hewan dapat mendeteksi makanan yang ada di sekelilingnya. Sebagai tambahan untuk sistem saraf pusat terdapat sebuah pleksus sub-epidermal atau jaringan saraf dan pleksus sub-maskular. Kedua tali saraf ventral dihubungkan satu dengan yang lain oleh komisura-komisura transversal. Sel-sel itu disarafi oleh satu serabut saraf sensori. Pada lubang-lubang atau lekuk-lekuk bersilia itu epidermisnya mempunyai sel-sel yang tenggelam.

Ke arah posterior muncul 3 pasang syaraf longitudinal. yaitu : tali syaraf dorsal. Pada ganglion-ganglion itu muncul serabut-serabut saraf kecil ke arah anterior. dan ventral. Ke arah posterior terdapat tiga pasang saraf longitudinal yang muncul dari ganglion-ganglion tersebut. lateral.s long → efektor.1. Tali syaraf lateral berkembang sangat baik dan memanjang sampai ujung posterior. Pada kedua ganglion muncul serabut saraf ke arah anterior yaitu ke arah sucker dan rostelum. dan saraf ini memanjang di sepanjang strobila. kecuali alat yang berbentuk bulbus yang berfungsi sebagai tangoreseptor atau alat peraba yang tersebar di seluruh permukaan integumen.Pada cacing hati terdapat satu sistem saraf yang mengelilingi esofagus.s trans → t. Pada tali syaraf juga muncul serabut-serabut syaraf ke arah lateral. 2. Taenia solium memiliki dua ganglion kecil yang terletak pada bagian skoleks. Cincin saraf sirkumfaringeal itu berhubungan dengan banyak ganglion.s trans → t. dan beberapa serabut syaraf itu membentuk pleksus. Kedua ganglion itu dihubungkan oleh komisura-komisura yang terdiri atas serabut saraf yang halus. pada tiap sisi dari cincin saraf sirkumfaringeal terdapat sebuah ganglion lateral yang terbagi menjadi enam ganglion. Tali syaraf itu dihubungkan satu sama lain oleh banyak komisura transversal. Karena sifatnya yang parasit cacing hati tidak mempunyai organ sensori.s long → Ganglion anterior → respon → t. Proses fisiologis sistem saraf pada filum plathyhelminthes yaitu yaitu dari proses stimulus sampai dengan respon: Stimulus → sel sensoris → t. 2 pasang saraf longitudinal yang lateral berkembang dengan baik. Cincin saraf itu tersusun oeh serabut-serabut saraf dan sel-sel saraf difus. . ada ganglion dorsal yang tidak berpasangan dan ganglion subdorsal yang berpasangan . Pada sistem saraf tersebut terdapat dua pasang ganglion serebral ke arah dorsolateral dan satu pasang ganglion ventral yang terletak di bawah esofagus. Sel-sel saraf biasanya berbentuk bipolar.4 Nemathyhelminthes Sistem saraf meliputi sebuah cincin sirkumfaringeal yang mengelilingi faring.

dan sisanya terletak pada tali dorsal dan tali ventral. satu terletak pada mid-dorsal. Sedangkan saraf ventral dan lateral dihubungkan oleh komisura ventrolateral. Sistem saraf: Proses Stimulus – Respon: stimulus → sel sensoris → t. Antara keenam serabut saraf tesebut. 2. Saraf-saraf ini merupakan satu pasang saraf dorsal lateral dan dan satu pasang saraf ventrolateral . yang 2 terletak pada bibir dorsal dan masing-masing satu pada bibir ventrolateral. ke bagian anterior dan posterior serta tali-tali saraf transversal mempunyai 4 papila labial. Ke-empat saraf posterior lainnya berukuran kecil.s long → cincin saraf → respon → t. Dari cincin sirkumfaringeal keluar enam saraf kecil ke arah anterior. Amphid ini merupakan saraf yang berasal dari ganglion lateral yang berfungsi sebagai organ pembau. masingmasing mempunyai sebuah ganglion yang tersusun dan tersusun secara radial menuju ke organ-organ sensorik yang terdapat pada ujung anterior . Dekat dengan anus terdapat sebuah ganglion anal yang mengirim saraf ke ekor. dari cincin sirkumfaringeal juga keluar enam serabut saraf posterior yang membentang sampai ke ujung posterior.s trans → s long → efektor. Masing-masing ganglion mempunyai sel-sel saraf yang jumlahnya tetap. saraf-saraf tersebut terletak didekat saluran ekskresi. Saraf mid-ventral merupakan saraf utama yang berhubungan dengan ganglion-ganglion pada bagian anterior. Saraf midventral ini disebut dengan tali saraf. Tiap bibir ventrolateral mempunyai sebuah amphid yang terletak didekat papila lateral. Pada Ascaris lumbricoides Sistem saraf terdiri atas cincin saraf yang dihubungkan dengan 6 buah tali saraf (nerve cord) longitudinal. Saraf-saraf dorsal dan ventral dihubungkan oleh sejumlah komisura tranversal.1.s trans → t. Tiap papila labial merupakan organ indra yang ganda. satu pada mid-ventral.Pada sisi bawah dari cincin saraf terdapat satu pasang ganglion ventral yang berukuran besar.5 Annelida .

Ganglion cerebrale. Terdapat mata sederhana 4 buah. ganglion cerebral berfungsi menggabungkan informasi sensori. Mata sederhana itu terdiri dari kornea. dan ganglia lain berfungsi mengontrol fungsi tubuh .Sistem saraf pada Annelida terletak dsebelah dorsal pharynx didalam segmen yang ketiga dan terdiri atas: a. b.6 Molusca Sistem saraf pusat Mollusca secara khas terdiri atas sebuah cincin saraf. Selain itu memiliki ganglion kaki yang berperan mengontrol kaki. Ganglion supraesofageal itu dihubungkan dengan ganglion subesofageal oleh dua bua saraf sirkum esofageal. lensa. dan retina sehungga analog dengan mata pada vertebrata. 2. yang tersusun atas 2 kelompok sel-sel saraf dengan comissura. Dari ganglion subesofageal itu mengalir ke belakang sebatang saraf ventral. Berkas saraf ventralis dengan cabang-cabangnya Pada hewan polychaeta terdapat ganglion serebral atau ganglion supraesofageal dapat juga disebut sebagai otak yang terletak disebelah dorsal kepala. Dalam setiap metamer atau segmen batang saraf ventral itu membuat tonjolan sebagai segmen ganglion. Palpus dan tentakel pada hewan ini merupakan indera yang menerima saraf dari ganglin supraesofageal. Batang saraf ventral bercabang-cabang lateral.1.

Tali saraf saling berhubungan oleh karena adanya saraf penghubung. sedangkan pada beberapa spesies Mollusca. Untuk kelas Pelecypoda. ke ganglion olfaktori dan ke mulut. berpasangan dan terletak di dorsal esofagus. Esthete merupakan reseptor taktil dan visual yang sederhana. sistem sarafnya terdiri atas 3 pasang ganglion yaitu ganglion serebral di sisi esofagus. Sistem saraf dari kelas Polyplacophora. ganglion parietal dan ganglion viseral. Masing-masing pasangan ganglion tersebut dihubungkan oleh saraf penghubung. Selain itu juga berhubungan dengan sepasang tali saraf menuju ke kaki. sel saraf dikatakan berada pada keadaan polar. tidak memiliki ganglion atau perkembangannya sangat sederhana. ke ganglion okuler. Dari ganglion ini keluar saraf yang menuju ke ganglion bukal. Ganglion supraesofageal atau ganglio serebral. yaitu . mata berkembang dengan baik bahkan dilengkapi dengan lensa. Telah disebutkan bahwa sel saraf ialah sel yang berfungsi untuk menjalarkan rangsang. Sistem saraf dari beberapa spesies Molluscajuga menghasilkan hormon yang mengatur beberapa fungsi seperti pelatakkan telur dan pertumbuhan. Pada kadar istirahat. Pada tempat ini terdapat 4 pasang ganglion yang letaknya berdekatan yaitu ganglion pedal. Sementara sistem saraf untuk kelas Gastropodasebagian besar jaringan saraf pusat di belakang masa bukal dan membentuk cincin di sekitar esofagus. ganglion pedal di kaki dan ganglion viseral terletak di bawah otot aduktor posterior. Organ tersebut berperan dalam mendetekasi adanya predator. Pada cangkang juga terdapat sejumlah penonjolan kecil yang masing-masing penonjolan tersebut membawa sebuah organ sensori yaitu esthete. Saraf-saraf ganglion tersebut menuju ke masa jerohan dan bagian bawah lainnya. ke mata.esofangeal dan dua pasang tali saraf longitudinal.lainnya. Saraf penghubung yang disebut komisura adalah penghubung ganglion supraesofageal dengan ganglion yang terletak di bawah esofagus. ganglion pleural. Memiliki 5 pasang ganglion dan 4 pembesaran ganglion. Untuk kelas Monoplacophora sistem sarafnya terdiri atas sepasang ganglia cerebral dan cincin saraf sirkum oral yang berhubungan dengan sepasang tali saraf menuju ke organ viseral yang terletak di dalam lipatan mantel. contohnya Chiton terdiri atas cincin sirkum. satu pasang tali saraf tersebut menginversi pada kaki dan sepasang lainnya menginversi mantel.

Potensial membran dapat diukur dengan menggunakan voltmeter. Dari tabel tersebut kita dapat menemukan perbedaan jumlah ion yang terdistribusi dikedua sisi membran akson sel saraf raksasa pada cumi-cumi. tergantung pada jenis selnya (berkisar antara -100 sampai -30 mV). membran sel saraf bersifat impermeabel terhadap ion natrium (Na+) dan permeabel terhadap ion kalium (K+). Dalam keadaan semacam itu. Apabila potensial membran hanya ditentukan oleh perbedaan jumlah muatan positif dan negatif antara bagian luar dan dalam sel. Hal tersebut ternyata mampu memperkecil jumlah molekul . perhatikan data distribusi ion pada tabel 1. Keadaan polar ini ditandai dengan adanya muatan yang negatif disisi dalam membran dan lebih positif disisi luar membran. kenyataan menunjukkan bahwa beda potensial antara kedua sisi membran tidak terlalu besar (hanya 30 sampai 100 mV). serta memperlihatkan adanya perbedaan potensial antara bagian luar dan dalam membran. Besarnya potensial istirahat bervariasi. Akan lebih jelas. Dalam keadaan istirahat. membran akson bersifat impermeabel terhadap ion natrium sehingga sejumlah besar ion natrium akan tetap berada di luar sel. Besarnya potensial membran yang diukur saat sel saat keadaan istirahat dinamakan potensial istirahat.keadaan sedang tidak menjalankan rangsang. Ion K+ tersebut berikatan dengan molekul organik yang memiliki berat molekul besar dan bermuatan negatif. perbedaan potensial antara sisi luar dan dalam sel tersebut seharusnya sangat besar. Namun. Tanda minus (-) didepan angka 30 dan 100 menunjukan bahwa keadaan disisi dalam membran lebih negatif dari pada disisi luar membran. Perbedaan potensial tersebut disebabkan oleh adanya distribusi ion natrium dan kalium yang tidak seimbang diantara kedua sisi membran sel saraf. yang jumlahnya didalam sel lebih banyak dari pada di luar sel. Ion natrium yang terdapat di luar sel lebih banyak jumlahnya dari pada yang terdapat di dalam sel. Muatan yang lebih negatif paada sisi sebelah dalam membran ditentukan oleh adanya sejumlah besar molekul organik bermuatan negatif (anion organik) dalam sitoplasma sel. Hal ini ternyata menjadi faktor penentu bagi adanya muatan yang lebih positif disisi luar membran. Mengapa demikian? Perbedaan potensial yang seharusnya besar tersebut ternyata diperkecil oleh adanya ion kalium.

Pada saat diberi rangsang. melainkan meloncat dari nodus/simpul Ranvier satu ke simpul berikutnya. implus menyebar dengan sangat cepat karena bukan dengan cara merambat. Pada akson yang bermielin. Penjalan implus sebenarnya merupakan peristwa penjalaran potensial aksi disepanjang akson. Perubahan tersebut berkaitan dengan adanya perubahan permeabilitas membran yang menyebabkan membran menjadi permeabel terhadap Na+sangat kurang permeabel terhadap K+. potensial aksi ialah potensial membran yang diukur pada saat sel terdepolarisasi. Peristiwa itu akan menunnjukkan adanya penjalaran implus. Dalam keadaan demikian. sejumlah besar ion Na+ akan berdifusi ke dalam sel. yang tidak dilapisi selubung myelin. Jadi. Dalam keadaan demikian membran sel saraf dikatakan mengalami depolarisasi. membran sel saraf akan berubah menjadi permeabel terhadap natrium sehingga sejumlah . Apabila rangsang dengan kekuatan tertentu diberikan kepada membran sel saraf. arus lokal yang timbul pada membran yang terdepolarisasi akan merangsang membran yang disebelahnay yang masih dalam keadaaan istirahat. Perubahan potensial yang diukur pada saat membran terdepolarisasi menunjukkan besarnya nilai potensial aksi. membran akan mengalami perubahan elekto kimia dan perubahan fisiologis.bermuatan negatif yang bebas didalam sel sehingga beda potensial antara bagian luar dan bagian dalam membran dapat diperkecil. Depolarisasi yang timbul hanya pada bagian yang dirangsang dinamakan depolarisasi lokal. dapat diketahui bahwa sisi luar membran sel saraf bermuatan lebih positif dan sisi dalam membran bermuatan lebih negatif. sehingga bagian membran tersebut akan ikut terdepolarisasi. Penjalaran implus pada sebuah sel seperti diuraikan diatas terjadi secara konduksi (merambat) dan berlangsung lambat. Pada bagian tersebut terbentuk arus lokal. Apabila dirangsang yang dibeikan cukup kuat. Maka dari itu. sedangkan ion K+ akan lebih banyak ditahan di dalamnya. Hal ini akan mengubah potensial membran sehingga keadaan pada sisi dalam membran menjadi lebih positif dan sisi luar membran menjadi lebih negative. Gejala perubahan elektrokimia khas yang terjadi pada membran yang dirangsang dinamakan implus. Hal ini terjadi karena bagian akson yang bermielin tidak dapat ditembus ion sehingga ion hanya keluar dan masuk aksoplasma pada bagian simpul ranvier.

Periode ini biasa berlangsung pada awal repolarisasi. Hal ini akan mengingatkan jumlah muatan positif pada sisi dalam sel dan mengurangi jumlah muatan positif di luar sel. Pada saat yang sama membran sel saraf menjadi kurang permeabel terhadap ion kalium. Untuk jangka waktu tertentu pada awal depolarisasi. membran sel saraf tidak peka terhadap rangsang karena sedang dalam masa/periode reefrakter. apapun jenis rangsangannya dan berapa pun kekuatan rangsang yang diberikan. Periode reefrakter ialah periode waktu tertentu saat sel saraf tidak menanggapi rangsang yang diberikan untuk kedua kalinya. Periode reefrakter absolut ialah jangka waktu tertentu saat sel saraf benar-benar tidak dapat menanggapi rangsang yang diberikan untuk kedua kalinya. Setelah periode tersebut.sehingga ion kalium lebih banyak tertahan dalam sel saraf. Proses tersebut dinamakan periode penyembuhan atau repolarisasi. Oleh karena itu depolarisasi merupakan tahap yang sangat penting bagi sel saraf dan sel eksitabel yang lain (sel otot dan kelenjar). Keadaan tersebut berlangsung antara 1-5 milidetik. sel saraf kemungkinan sudah dapat kembali menanggapi rangsang. Ada dua macam periode reefrakter yaitu reefrakter absolut dan reefakter relatif. Periode penyembuhan akan lebih sempurna bila mana membran sel saraf telah benar-benar kembali impermeabel terhdap ion natrium dan pompa Na+ telah bekerja maksimal untuk mengeluarkan ion natrium dari dalam sel. . membran sel saraf kembali impermeabel terhadap ion natrium dan menjadi permeabel kembali terhadap ion kalium. membran sel menjadi permeabel kembali terhadap ion kalium. sel saraf harus sudah kembali ke dalam keadaan polar.besar ion natrium berdifusi secara pasif ke dalam sel. Jangka waktu pada akhir repolarisasi ini dinamakan periode reefrakter relatif. Untuk dapat menanggapi rangsang. dan ion kalium pun segera mengalir keluar sel sesuai dengan gradien konsentrasinya. Pada akhir repolarisasi. Keluarnya ion kalium dari dalam sel akan mengurangi jumlah muatan positif pada sisi dalam membran. asalkan rangsang yang diberikan lebih kuat dari pada rangsang sebelumnya atau jenis rangsangannya berbeda. Peristiwa tersebut merupakan awal dari proses pemulihan sel saraf menuju keadaan istirahat. Setelah itu.

Belalang mempunyai sebuah otak dorsal atau juga disebut ganglion serebral. Cabang-cabang saraf keluar dari sistem saraf sentral. dengan dua buah penghubung sirkumesofageal dan sebuah rantai ganglion-ganglion di sebelah ventral. statocyst (alat keseimbangan). Ganglia segmental pada hewan ini merupakan pusat refleks lokal. dan tritoserebrum. deuteroserebrum. dan membentuk sebuah massa saraf yang ditembus oleh esofagus dan mengeluarkan banyak cabang. dan mata majemuk (facet) yang bertangkai (Jasin 1984). . Sistem saraf pada arthropoda mempunyai struktur bilateral seperti pada cacing tanah. Otak dorsal disatukan dengan korda ventral oleh dua penghubung sikumesofageal. Perasa sentuhan dan perasa kimia (pembau dan peraba) pada hewan ini sangat kuat. dan organ-organnya terdapat pada alat-alat tambahan anterior.merasa.7 Anthropoda Susunan saraf Arthropoda adalah tangga tali. Ganglion ventral pertama besar berhubungan dengan beberapa persatuan ganglion.2. Laba-laba mempunyai ganglion-ganglion ventral bersatu dengan ganglion dorsal. dan membau sesuatu. Ganglion dorsal itu sering disebut otak. Perkembangan yang kompleks pada otak arthropoda sangat berbeda dari spesies ke spesies. tapi pada dasarnya mempunyai tiga bagian yaitu protoserebrum. Saraf bercabang dari otak dan korda ventral. Pada arthropoda otak merupakan stasiun relay sensorik dan mempunyai pengaruh untuk mengontrol ganglia segmental yang lebih rendah seperti pada toraks dan abdomen. dan Mollusca primitif. Pada udang terdapat otak disebuah dorsal. Dalam korda ventral terdapat 3 buah ganglion toraksis dan 5 buah ganglion abdominalis.1. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera yaitu antena (alat peraba). Alat perasa yang pokok berupa 8 buah mata sederhana. Antena dan palpus mungkin mengandung alat-alat (akhir saraf) untuk meraba.

Pada bintang laut terdapat cincin saraf dalam cakram. Sel-sel saraf berhubungan (innervasi) dengan kaki pembuluh. Terdapat sel saraf motorik. dan telah ada refleks. Pada tiap penjuluran tubuhnya terdapat saraf radial pada sisi ventral. Masing-masing saraf radial berakhir sebagai bantalan . Saraf Radial Cincin saraf mengeluarkan 5 saraf radial.2. Meskipun sistem saraf Echinodermata masih diffus seperti pada Coelenterata tapi sudah mempunyai struktur tertentu dan fungsinya sudah lebih maju. dan lain-lain. Cincin ini mensuplai serabut saraf ke membran peristomial dan esofagus. Saraf ini bercabang-cabang halus banyak sekali. Cincin Saraf Cincin saraf berbentuk segi lima (pentagonal) dan circum-oral. masing-masing menuju sepanjang lengan di dasar alur ambulakral. sel saraf sensorik. tetapi susunan saraf didalamnya masih diffus seperti jala belum ada pengelompokan dalam ganglion. yakni terdapat di sekitar mulut di dalam membran peristomial. 2.8 Echinodermata Sistem saraf pada Echinodermata masih merupakan sistem saraf primitif. Tiap saraf radial berakhir sebagai sebuah mata pada tiap penjuluran tubuh. dan pada masing-masing radius mengeluarkan satu saraf radial. duri. Sistem saraf oral mempunyai bagian-bagian : 1. Meskipun sel-sel saraf tersusun dalam bentuk cincin saraf sekeliling rongga mulut dan mempunyai cabang ke tiap lengan.1.

Saraf radial terdiri atas fibrillae tersusun dalam lapisan-lapisan dan diselingi dengan sel-sel ganglion multipolar dan bipolar. Perbedaanya terletak pada tingkat kesempurnaanya (Villee. dan berpisah pada sisi sebelah dalamnya dari sinus hyponeural. Ada 10 pasang saraf kranial. Saraf otonom terdiri dari otot polos dan otot jantung diluar control kesadaran. Sistem Saraf Pisces Ikan merupakan vertebrata yang paling rendah derajatnya dibandingkan vertebrata yang lain.sensori pada sisi aboral dari tentakel terminal.2. sedangkan saraf somatis terdiri dari otot skelet dibawah control kesadaran. hanya oleh satu dermis tipis dan epithelium ceolomic. Pada dasarnya sistem saraf vertebrata mirip dengan manusia. 2. Sistem Saraf Amfibi . Selain itu ikan dituntut memiliki keseimbangan yang bagus oleh karena itu ikan memiliki perkembangan otak kecil yang lebih baik sebab otak kecil atau serebellum merupakan bagian pengontrol keseimbangan dan pusat pergerakan. 1. Saraf pusat terdiri dari otak dan medulla spinalis sedangkan saraf tepi terdiri dari divisi motorik dan divisi sensorik. Organisasi system saraf pada Vertebrata Organisasi Sistem Saraf Vertebrata terdiri atas susunan saraf pusat dan saraf tepi. 2. Ikan merupakan hewan yang memerlukan kemampuan bergerak yang memadai untu menghindar dari musuh dan menangkap mangsa. karena sama-sama mempunyai sistem saraf pusat. Korda saraf tertutup dengan lengkung-lengkung neural sehingga mengakibatkan saraf spinal berpasangan pada tiap segmen tubuh. hemisfer serebral. dan diensefalon kecil. Penampang melintang dari lengan tampak bahwa saraf radial adalah suatu massa tebal berbentuk V berlanjut pada sisi sebelah luarnya dengan epidermis. Ikan mempunyai otak yang pendek. Divisi motorik terdiri dari saraf otonom dan saraf somatic. Lobus olfaktorius. sedang lobus optikus dan serebellum besar. 1999). Pada saraf otonom terdapat divisi simpatik dan divisi parasimpatik.

Lineal body ditemukan pada semua amfibi.Sistem saraf pada amfibi pada dasarnya sama seperti ikan. . Selain itu. Telencefalon secara alami merupakan bagian penciuman.2005). dan hipofisis(http://eri08tirtayasa. hemisfer serebral.com). Kuncup perasa pada kebanyakan reptil hanya sebatas didaerah faringeal disebut organ jacobson. Di bawah hemisfer serebral terdapat traktus optikus dan syaraf optikus. tetapi anura memiliki parietal body atau ujung organ pineal. Akar dorsal dan ventral dari saraf spinalbergabung melalui foramen intervertebra(Sukiya. 3. 2005). Terdapat 12 pasang syaraf kranial. Organ jacobson juga berfungsi untuk termoregulator. Organ jacobson ini mencapai perkembangan sempurna pada ular dan kadal(sukiya. Hal ini semua berkaitan dengan kemampuan gerakan dari kebanyakan reptil.blogspot. Karena amfibi bergerak lamban. yang terletak diantara lintasan nasal. dimana sel-sel saraf (lapisan abu-abu) terkonsentrasi didalam tektum. dan organ pembau. sehingga memperluas hemisfer cerebral. maka cerebellum sangat kecil kecuali pada Caecilia. Hanya ada 10 syaraf kranial. Otak tengah pada reptil merupakan pusat dari segala aktivitas. tetapi srebrum pada reptil terdapat perubahan. Pusat kegiatan otak berada pada bagian dorsal otak tengah. infundibulum. serebellum. dan medulla oblongata yang melanjut ke korda saraf. Sistem Saraf Reptil Reptil memiliki otak dengan dua lobus olfaktorius yang panjang. serebellum pada reptil reltif lebih besar daripada amfibi. Pasangan-pasangan syaraf spinal menuju ke somit-somit (ruas primer)tubuh. 2 lobus optikus.

refleks fisiologi seperti detak jantung. walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. keseimbangan. Pada bagian korteks serebrum yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Sumsum sambung juga mempengaruhi jembatan.com).  Sistem Saraf Pusat Sistem saraf pusat meliputi otak dan sumsum tulang belakang. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan. Otak besar (serebrum) Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata. b. yaitu: a. Otak tengah (mesensefalon) Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. volume dan kecepatan respirasi. Otak (ensefalon) Otak mempunyai lima bagian utama. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik. Jembatan varol (pons varoli) Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan. Sumsum sambung (medulla oblongata) Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak. gerak alat . e. tekanan darah.Sistem saraf pada reptil terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi(http://eri08tirtayasa. Otak kecil (serebelum) Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar. dan juga merupakan pusat pendengaran. dan posisi tubuh. juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang. c. 1. d.blogspot.

dan sekresi keringat. Kumpulan serabut saraf membentuk saraf (urat saraf). 2. dan saraf sumsum tulang belakang. yaitu saraf-saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang. Nervus vagus membentuk bagian saraf otonom. gerak saluran pencernaan. Sumsum tulang belakang (medulla spinalis) Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. dan sekresi kelenjar pencernaan. kecuali nervus vagus yang melewati leher ke bawah sampai daerah toraks dan rongga perut.pencernaan. Selain itu. Sistem Saraf Sadar Sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak (saraf kranial).  Sistem Saraf Tepi Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar (sistem saraf otonom). Pada bagian putih terdapat serabut saraf asosiasi. Sistem saraf sadar mengontrol aktivitas yang kerjanya diatur oleh otak. sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang lain. sedangkan saraf otonom mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur otak antara lain denyut jantung. Saraf otak ada 12 pasang yang terdiri dari: 1) Tiga pasang saraf sensori 2) Lima pasang saraf motor 3) Empat pasang saraf gabungan sensori dan motor Saraf otak dikhususkan untuk daerah kepala dan leher. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor. Oleh karena daerah jangkauannya sangat luas maka . 1. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak. Urat saraf yang membawa impuls ke otak merupakan saluran asenden dan yang membawa impuls yang berupa perintah dari otak merupakan saluran desenden.

dengan indera vomeronasal memanfaatkan organ Jacobson. Sistem saraf otonom dapat dibagi atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik. hewan ini agaknya tak begitu baik melihat di kegelapan malam. Saraf Otonom Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Komodo mampu membedakan warna namun tidak seberapa mampu membedakan obyek yang tak bergerak. beberapa di antaranya diperkuat dengan tulang. hanya ada sedikit ujung-ujung saraf perasa di bagian belakang tenggorokan. namun karena retinanya hanya memiliki sel kerucut. 2. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion. Biawak ini mampu melihat hingga sejauh 300 m. komodo dapat mendeteksi keberadaan daging bangkai sejauh 4—9. Dengan bantuan angin dan kebiasaannya menelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri ketika berjalan. Sisik-sisik di . Saraf simpatik mempunyai ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang sehingga mempunyai urat pra ganglion pendek. suatu kemampuan yang dapat membantu navigasi pada saat gelap. Komodo merupakan salah satu reptil yang tak memiliki indera pendengaran. Hewan ini tidak memiliki indra perasa di lidahnya.nervus vagus disebut saraf pengembara dan sekaligus merupakan saraf otak yang paling penting. memiliki sensor yang terhubung dengan saraf yang memfasilitasi rangsang sentuhan. Sisik-sisik komodo.5 kilometer. Lubang hidung komodo bukan merupakan alat penciuman yang baik karena mereka tidak memiliki sekat rongga badan. Komodo menggunakan lidahnya untuk mendeteksi rasa dan mencium stimuli. meski memiliki lubang telinga. sedangkan saraf parasimpatik mempunyai urat pra ganglion yang panjang karena ganglion menempel pada organ yang dibantu. Fungsi sistem saraf simpatik dan parasimpatik selalu berlawanan (antagonis). seperti reptil lainnya. Perbedaan struktur antara saraf simpatik dan parasimpatik terletak pada posisi ganglion.

Pada mamalia seluruh bagian otaknya berkembang dengan baik dan sempurna. Telinga tengah dengan saluran-saluran semi sirkulat terus ke koklea. 3. suara yang meningkat dan teriakan ternyata tidak mengakibatkan agitasi (gangguan) pada komodo liar. Syaraf optik memasuki sklera mata di tempat yanag disebut bingkai skleral. dan melanjut kedalam humor vitreus.lubang telinga nampak dari luar. Sistem Saraf Mamalia Mamalia merupakan vertebarta yang memiliki derajat tertinggi dan hal ini terbukti dari perkembangan otaknya dapat jelas terlihat dimana otak kecil dan otak besarnya berkambang dengan baik. Komodo pernah dianggap tuli ketika penelitian mendapatkan bahwa bisikan. Penglihatan terhadap warna sangat tajam dan cepat berakomodasi pada berbagai jarak. Di . Mata besar dengan pekten yaitu sebuah membran bervaskulasi dan berpikmen yang melekat pada mangkuk optik. Dari telinga tengah ada saluran eustachius menuju ke faring dan bermuara pada langit-langitt bagian belakang. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom (Soewolo. Lobus olfaktorius kecil. bibir. 4. Pada ventro-kaudal serebrum terletak serebellum dan ventral lobus optikus. Joan Proctor melatih biawak untuk keluar makan dengan suaranya. Hal ini terbantah kemudian ketika karyawan Kebun Binatang London ZSL. Sistem Saraf Aves Bentuk otak dan bagian-bagiannya tipikal pada burung. Mata dengan kelenjar air mata. dengan meatus auditoris eksternal terus kemembran tympani (gendang telinga). Hidung sebagai organ pembau dimulai dengan dua lubang hidung yang berupa celah pada dorsal paruh. Permukaan otak besar dan otak kecilnya berlipat-lipat. bahkan juga ketika ia tidak terlihat oleh si biawak. Pendengaran burung dara sangat baik. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Indra pencium pada burung kurang baik. sehingga dapat menampung lebih banyak neuron. serebrum besar sekali. 2000).sekitar telinga. Organisasi sistem saraf mammalia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. dagu dan tapak kaki memiliki tiga sensor rangsangan atau lebih.

sebaliknya bila ada sinyal dari saraf parasimpatis.antara vertebrata. Terdiri dari dua bagian utama. dan memobilisasi sumber-sumber energi dalam tubuh untuk menghadapi situasi yang menakutkan atau tidak menyenangkan. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom. adalah bagian dari SST yang berfungsi mengatur kondisi internal manusia. maka detak jantung akan menurun. yang membawa sinyal dari SSP menuju efektor. Saraf eferen. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf otonom. Terdiri dari dua macam saraf. mamalia memiliki perkembangan otak yang paling baik. yaitu: a. b. mata. Sistem saraf otonom ini juga terdiri dari saraf aferen dan eferen. dan sebagainya ke SSP. seperti kulit. Berikut oarganisasi susunan sistem saraf: 1. Saraf parasimpatis. tetapi ada 12 saraf perkecuaIian. telinga. yaitu 12 pasang saraf cranial yang berpusat di otak. Sebagian besar saraf pada SSP berpusat pada tulang belakang. Sistem saraf somatis. yang menstimulasi. contohnya: detakjantung akan meningkat apabila mendapat sinyal dari saraf simpatis. yaitu: Saraf aferen. Sistem saraf pusat (SSP) Sistem saraf pusat terletak di bagian tengkorak dan tulang belakang. Terdiri dari dua bagian utama. Keseimbangan kondisi internal manusia berlangsung karena input dari saraf eferen dan aferen pada sistem saraf otonom. yang menyimpan energi dalam tubuh dan bereaksi dalam menghadapi situasi yang menyenangkan. Sistem saraf tepi (SST) Sistem saraf tepi terletak di luar bagian tengkorak dan tulang belakang. Sistem saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. mengorganisasi. yaitu: otak dan sumsum tulang belakang. yang membawa input sensoris dari reseptor di seluruh bagian tubuh. contohnya Manusia (Homo sapiens). 2. . Saraf eferen dalam sistem saraf otonom terdiri dari saraf simpatis. yang mengatur interaksi tubuh dengan lingkungan luar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->