TUGAS PENGANTAR TEKNIK MATERIAL

TERMOKIMIA

DISUSUN OLEH: RIFQI AULIA TANJUNG TUTUT UMMUL HABIBAH (2711100011) (2711100048)

DOSEN PEMBIMBING: HARIYATI PURWANINGSIH, S.Si.,M.Si

JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2012

TERMOKIMIA
KONSEP DASAR Termokimia adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara energi panas dan energi kimia. Sedangkan energi kimia didefinisikan sebagai energi yang dikandung setiap unsur atau senyawa. Energi kimia yang terkandung dalam suatu zat adalah semacam energi potensial zat tersebut. Energi potensial kimia yang terkandung dalam suatu zat disebut panas dalam atauentalpi dan dinyatakan dengan simbol H. Selisih antara entalpi reaktan dan entalpi hasil padasuatu reaksi disebut perubahan entalpi reaksi. Perubahan entalpi reaksi diberi simbol ΔH. Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor atau panas suatu zat yang menyertai suatu reaksi atau proses kimia dan fisika disebut termokimia. Secara operasional termokimia berkaitan dengan pengukuran dan pernafsiran perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan, dan pembentukan larutan. Termokimia merupakan pengetahuan dasar yang perlu diberikan atau yang dapat diperoleh dari reaksi-reaksi kimia, tetapi juga perlu sebagai pengetahuan dasar untuk pengkajian teori ikatan kimia dan struktur kimia. Fokus bahasan dalam termokimia adalah tentang jumlah kalor yang dapat dihasilkan oleh sejumlah tertentu pereaksi serta cara pengukuran kalor reaksi. Termokimia merupakan penerapan hukum pertama termodinamika terhadap peristiwa kimia yang membahas tentang kalor yang menyertai reaksi kimia.

TERMOKIMIA I Termodinamika kimia dapat didefenisikan sebagai cabang kimia yang menangani hubungan kalor, kerja dan bentuk lain energi, dengan kesetimbangan dalam reaksi kimia dan dalam perubahan keadaan. Termokimia erat kaitannya dengan termodinamika, karena termokimia menangani pengukuran dan penafsiran perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan dan pembentukan larutan. Thermodinamika merupakan ilmu tentang energi, yang secara spesifik membahas tentang hubungan antara energi panas dengan kerja. Seperti telah diketahui bahwa energi di dalam alam dapat terwujud dalam berbagai bentuk, selain energi panas dan kerja, yaitu energi kimia, energi listrik, energi nuklir, energi gelombang elektromagnit, energi akibat gaya magnit, dan lain-lain. Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain, baik secara alami maupun hasil rekayasa tehnologi. Selain itu energi di alam semesta bersifat kekal, tidak dapat dibangkitkan atau dihilangkan, yang terjadi adalah perubahan energi dari satu bentuk menjadi

atau energi alam semesta adalah konstan.‖ Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Prinsip ini disebut sebagai prinsip konservasi atau kekekalan energi Suatu sistem thermodinamika adalah suatu masa atau daerah yang dipilih untuk dijadikan obyek analisis. Perumusan di atas tidak meninjau kemungkinan sistem yg bergerak nisbi terhadap lingkungan Mekanika ∆Ek = W (tenaga kinetik benda = usaha yg dilakukan thp sistem) ∆Ek = -W Termodinamika.bentuk lain tanpa ada pengurangan atau penambahan. Batas antara sistem dengan lingkungannya disebut batas sistem (boundary). Sehingga hukum pertama dapat ditulis : ∆U + ∆Ek = Q – Wt .U1 = 0 . Sehingga panas netto yg masuk ke dalam sistem seluruhnya dipakai untuk melakukan usaha Hukum pertama termodinamika dapat dirumuskan sbg ∆U = Q – W ∆U Q W perubahan tenaga dakhil sistem panas yang masuk/keluar dari sistem Usaha yang dilakukan thp sistem Tenaga dakhil adalah jumlah tenaga kinetik dan tenaga potensial molekul-molekulnya (pada gas sempurna molekulnya tidak tarik-menarik). Daerah sekitar sistem tersebut disebut sebagai lingkungan. dan dapat tetap atau dapat berubah posisi atau bergerak. Penerapan hukum termodinamika pertama dalam bidang kimia merupakan bahan kajian dari termokimia. Dalam aplikasinya batas sistem merupakan bagian dari sistem maupu lingkungannya. tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain.” hukum termodinamika 1 Perubahan kalor pada tekanan konstan: H = E + PV W= PV E = energi dalam Pada proses siklis (keadaan akhir identik dengan kedaan awal) U1 =U2 U2 . Pada proses siklis dimungkinkan adanya panas yang keluar sistem. tenaga kinetik maupun tenaga dakhil dapat berubah yg disebabkan oleh arus panas ataupun usaha. W-nya (-) Pada suatu proses. karena U adalah fungsi keadaan dan dalam keadaan sama nilai U juga sama.

panas. Namun bila pada pada suatu reaksi temperatur dari campuran turun dan energi potensial dari zat-zat yang ikut dalam reaksi naik. Ada beberapa macam jenis perubahan pada suatu sistem. Menurut mekanika besar usaha oleh gaya konservatif. Pada reaksi endoterm. dapat berubah-ubah.P)akhir – (E. misalnya gaya gravitasi Wk = -∆Ep. maka disebut sebagai reaksi eksoterm. Ada juga sistim tertutup. Bila temperatur dari campuran reaksi naik dan energi potensial dari zat-zat kimia yang bersangkutan turun. ditandai dengan ∆t (t menunjukkan temperatur). perubahan adiabatis merupakan suatu keadaan dimana sistim diisolasi dari lingkungan sehingga tidak ada panas yang dapat mengalir. Kemudian. berarti EPakhir lebih rendah dari EPmula-mula.Wt Usaha total (usaha sistem sendiri. sebab itu lebih tepat bila istilahnya disebut panas reaksi.P) adalah positif.P) = (E. Salah satunya adalah sistim terbuka. ada pula perubahan yang terjadi pada temperature tetap. energi potensial dari hasil reaksi lebih rendah dari energi potensial pereaksi. yaitu ketika massa. Kebanyakan. dimana tidak ada perubahan massa. yang dinamakan perubahan isotermik. Pada perubahan suhu. reaksi kimia tidaklah tertutup dari dunia luar. Dalam perubahan eksotermik. dan kerja. terjadi kebalikannya sehingga harga ∆(E. ∆t = takhir – tmula-mula Demikian juga. dihitung dengan cara mengurangi temperatur akhir dengan temperatur mula-mula. Usaha tersebut karena gaya konservatif maupun nonkonservatif Wt = Wk + Wnk Dengan rumus hukum pertama termodinamika berubah. ∆(E. pada termodinamika menjadi Wk = ∆Ep ∆U + ∆Ek + ∆EP = Q – Wnk KALOR REAKSI Perubahan energi dalam reaksi kimia selalu dapat dibuat sebagai panas.P) mempunyai harga negatif. perubahan energi potensial.P)mula-mula Dari definisi ini didapat suatu kesepakatan dalam tanda aljabar untuk perubahan eksoterm dan endoterm. juga gaya-gaya yg lain. Sementara. reaksi pembentukannya didefinisikan sebagai reaksi yang membentuk senyawa tunggal dari unsur-unsur penyusunnya (contoh: C + ½O2 + 2H2 → . maka disebut sebagai reaksi endoterm. Sehingga harga ∆(E. tetapi hanya panas dan kerja saja. Pada suatu reaksi.

Kalorimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang diberikan atau diambil dalam suatu proses tertentu. Sementara panas pembentukannya didasarkan pada 1 mol senyawa terbentuk.V ) H = E + ( P. disebut juga perubahan entalpi. V ) H = qp Untuk reaksi kimia : H = Hp – Hr Hp = entalpi produk . seperti contoh reaksi   4HCl(g) → 2H2(g) + 2Cl2(g) ∆H°298 = (4)(92307) 2H2(g) + O2(g) → 2H2O(g) ∆H°298 = (2)(-241818) HOT = H0298 + T 298 Sementara. Sebuah termometer sederhana terdiri dari bejana terisolasi. panas reaksi pada temperatur tidak standar   Cp dT Dapat disimpulkan bahwa kalor reaksi (∆H) adalah kalor yang diserap (diperlukan) atau dilepaskan (dihasilkan) dalam reaksi. Panas pembentukan standar yaitu 298. .Misalnya entalpi untuk air dapat ditulis H H20 (l) dan untuk es ditulis H H20 (s). Panas standar adalah pada 25°C. H = E + ( P. V ) H = (q + w ) + ( P. V ) + ( P. alat pengaduk. dan termometer. Pada beberapa reaksi kimia jumlah kalor reaksi dapat diukur melallui suatu percobaan di dalam laboratorium. ENTALPI Entalpi (H) adalah jumlah total dari semua bentuk energi.CH3OH). Untuk menyatakan kalor reaksi pada tekanan tetap (qp ) digunakan besaran yang disebutEntalpi ( H ). V ) H = qp – ( P. Pengukuran kalor reaksi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut kalorimeter. Entalpi (H) suatu zat ditentukan oleh jumlah energi dan semua bentuk energi yang dimiliki zat yang jumlahnya tidak dapat diukur dan akan tetap konstan selama tidak ada energi yang masuk atau keluar dari zat.15 K (∆H°f298).

dan tekanan. energi kimia diubah menjadi energi listrik. Entalpi akan tetap konstan selama tidak ada energi yang masuk atau keluar dari zat. Energi kinetik ditimbulkan karena atom – atom dan molekul-molekul dalam zat bergerak secara acak. diubah menjadi energi panas dan energi mekanik untuk menggerakkan motor. entalpi air lebih besar dari pada entalpi es. karena entalpi hasil perubahan. Misalnya pada perubahan es menjadi air. Misalnya entalpi untuk air dapat ditulis H H20 (l) dan untuk es ditulis H H20 (s). Sebagian energi kimia yang dikandung bensin. Harga entalpi zat sebenarnya tidak dapat ditentukan atau diukur. menggerakkan piston sehingga menggerakkan roda motor. Entalpi (H) suatu zat ditentukan oleh jumlah energi dan semua bentuk energi yang dimiliki zat yang jumlahnya tidak dapat diukur. Misalnya pada perubahan es menjadi air. Misalnya pada .Hr = entalpi reaktan Reaksi pada tekanan tetap Reaksi pada volume tetap : qp = H ( perubahan entalpi ) : qv = E ( perubahan energi dalam ) Perubahan kalor atau entalpi yang terjadi selama proses penerimaan atau pelepasan kalor dinyatakan dengan ” perubahan entalpi (ΔH) ” . ΔH adalah positif. Tetapi ΔH dapat ditentukan dengan cara mengukur jumlah kalor yang diserap sistem. maka dapat ditulis sebagai berikut: Δ H = H H20 (l) -H H20 (s) Apabila kita amati reaksi pembakaran bensin di dalam mesin motor. Pada saat sel aki bekerja. Besarnya perubahan entalpi adalah sama besar dengan selisih antara entalpi hasil reaksi dan jumlah entalpi pereaksi. Pada perubahan es menjadi air. yaitu 89 kalori/gram. ketika bensin terbakar. Energi potensial berkaitan dengan wujud zat. energi panas yang dipakai untuk membakar bensin dan reaksi pembakaran bensin menghasilkan gas. Pada perubahan kimia selalu terjadi perubahan entalpi. Perubahan kalor atau entalpi yang terjadi selama proses penerimaan atau pelepasan kalor dinyatakan dengan ” perubahan entalpi(ΔH) ” . Setiap sistem atau zat mempunyai energi yang tersimpan didalamnya. Harga entalpi zat sebenarnya tidak dapat ditentukan atau diukur. Demikian juga pada mekanisme kerja sel aki. Tetapi ΔH dapat ditentukan dengan cara mengukur jumlah kalor yang diserap sistem. volume. . Jumlah total dari semua bentuk energi itu disebut entalpi (H) .

jumlah kalor yang dibebaskan pada pembentukan senyawa dari unsur-unsurnya sama dengan jumlah kalor yang diperlukan pada penguraian senyawa tersebut menjadi unsur-unsurnya. simbol f berasal dari kata formation yang berarti pembentukan. II. Pada perubahan kimia selalu terjadi perubahan entalpi.perubahan es menjadi air. ΔH adalah positif. yaitu : H2.Ag. II. Entalpi Pembentukan Standar (ΔH◦f) Entalpi pembentukan standar suatu senyawa menyatakan jumlah kalor yang diperlukan atau dibebaskan untuk proses pembentukan 1 mol senyawa dari unsurunsurnya yang stabil pada keadaan standar (STP).2. kalor pembakaran.C.N2.Ca. Besarnya perubahan entalpi adalah sama besar dengan selisih antara entalpi hasil reaksi dam jumlah entalpi pereaksi. entalpi sesudah reaksi menjadi lebih kecil.5.Cl2.3. misalnya kalor pembentukan.kalor penguraian. Pada reaksi endoterm. Termokimia merupakan bagian dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan entalpi yang menyertai suatu reaksi. sehingga ΔH positif.5. Menurut Hukum Laplace. karena entalpi hasil perubahan. entalpi penguraian merupakan kebalikan dari entalpi pembentukan senyawa yang sama. Entalpi Penguraian Standar (ΔH◦d) Entalpi penguraian standar suatu senyawa menyatakan jumlah kalor yang diperlukan atau dibebaskan untuk proses penguraian 1 mol senyawa dari unsureunsurnya yang stabil pada keadaan standar (STP). Entalpi penguraian standar diberi simbol (ΔH◦d) simbol d berasal dari kata decomposition yang berarti penguraian.O2. entalpi sesudah reaksi menjadi lebih besar. Entalpi Pembakaran Standar (ΔH◦c) Entalpi pembakaran standar suatu senyawa menyatakan jumlah kalor yang diperlukan atau dibebaskan untuk proses pembakaran 1 mol senyawa dari unsur- . Jadi. Entalpi pembentukan standar diberi simbol (ΔH◦f). Perubahan entalpi pada suatu reaksi disebut kalor reaksi. entalpi air lebih besar dari pada entalpi es. sehingga ΔH negatif. kalor pelarutan dan sebagainya. yaitu 89 kalori/gram. Sedangkan pada reaksi eksoterm. Kalor reaksi untuk reaksireaksi yang khas disebut dengan nama yang khas pula.5. II.1.Na. Dengan demikian jumlah kalornya sama tetapi tandanya berlawanan karena reaksinya berlawanan arah. Contoh unsur-unsur yang stabil pada keadaan standar.S.Br2. dan Hg. Pada perubahan es menjadi air.

II.5.5. maka dinotasikan dengan Hsub. Pembakaran selalu membebaskan kalor sehingga nilai entalpipembakaran selallu negatif (eksoterm) II.6. Satuannya = kJ / mol. Entalpi Peleburan Standar Adalah entalpi yang terjadi pada pencairan / peleburan 1 mol zat dalam fase padat menjadi zat dalam fase cair pada keadaan standar. Entalpi Netralisasi Standar Adalah entalpi yang terjadi pada penetralan 1 mol asam oleh basa atau 1 mol basa oleh asam pada keadaan standar. maka dinotasikan dengan Hvap. Entalpi penguraian standar diberi simbol (ΔH◦c) simbol d berasal dari kata combustion yang berarti pembakaran. Satuannya = kJ / mol II. II. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar. Satuannya = kJ / mol. Entalpi penguraian standar diberi simbol (ΔH◦s) simbol s berasal dari kata solvation yang berarti pelarutan.5.5. Satuannya = kJ / mol. II. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar. Entalpi Penguapan Standar Adalah entalpi yang terjadi pada penguapan 1 mol zat dalam fase cair menjadi fase gas pada keadaan standar. II.6. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar. Kalorimeter . Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar.unsurnya yang stabil pada keadaan standar (STP).5. Entalpi Sublimasi Standar Adalah entalpi yang terjadi pada sublimasi 1 mol zat dalam fase padat menjadi zat dalam fase gas pada keadaan standar. Entalpi Pelarutan Standar (ΔH◦s) Entalpi pelarutan standar menyatakan jumlah kalor yang diperlukan atau dibebaskan untuk melarutkan 1 mol zat pada keadaan standar (STP).4.5. maka dinotasikan dengan Hn.8.7. maka dinotasikan dengan Hfus.

Perubahan entalpi adalah perubahan kalor yang diukur pada tekanan konstan. Menurut azas Black : Kalor yang dilepas = kalor yang diterima Rumus yang digunakan adalah : q = m x c x T qkalorimeter = C x T dengan : q = jumlah kalor ( J ) m = massa zat ( g ) T = perubahan suhu ( oC atau K ) c = kalor jenis ( J / g. Jika dua buah zat atau lebih dicampur menjadi satu maka zat yang suhunya tinggi akan melepaskan kalor sedangkan zat yang suhunya rendah akan menerima kalor.oC ) atau ( J / g. K ) C = kapasitas kalor ( J / oC ) atau ( J / K ) Oleh karena tidak ada kalor yang terbuang ke lingkungan. Kalorimeter bom . untuk menentukan perubahan entalpi dilakukan dengan cara yang sama dengan penentuan perubahan kalor yang dilakukan pada tekanan konstan. Kalorimeter adalah suatu sistem terisolasi ( tidak ada perpindahan materi maupun energi dengan lingkungan di luar kalorimeter ). Perubahan kalor pada suatu reaksi dapat diukur melalui pengukuran perubahan suhu yang terjadi pada reaksi tersebut.Kalorimetri yaitu cara penentuan kalor reaksi dengan menggunakan kalorimeter. tetapi tandanya berbeda.(qlarutan + qkalorimeter ) Beberapa jenis kalorimeter : 1. qreaksi = . maka kalor reaksi = kalor yang diserap / dibebaskan oleh larutan dan kalorimeter. sampai tercapai kesetimbangan termal. Kalorimeter terbagi menjadi dua. Pengukuran perubahan kalor dapat dilakukan dengan alat yang disebut kalorimeter. yaitu kalorimeter bom dan kalorimeter sederhana.

oC ) atau ( J / g. bahanmakanan. akan menghasilkan kalor dan diserap oleh air dan bom.(qair + qbom ) Jumlah kalor yang diserap oleh air dapat dihitung dengan rumus : qair = m x c x T dengan : m = massa air dalam kalorimeter ( g ) c = kalor jenis air dalam kalorimeter (J / g. Sejumlah sampel ditempatkan pada tabung beroksigen yang tercelup dalam medium penyerap kalor (kalorimeter). Kalorimeter ini terdiri dari sebuah bom (tempat berlangsungnya reaksi pembakaran. K ) T = perubahan suhu ( oC atau K ) Jumlah kalor yang diserap oleh bom dapat dihitung dengan rumus : qbom = Cbom x T dengan : Cbom = kapasitas kalor bom ( J / oC ) atau ( J / K ) T = perubahan suhu ( oC atau K ) . Oleh karena tidak ada kalor yang terbuang ke lingkungan. bahan bakar atau khusus digunakan untuk menentukan kalor dari reaksi-reaksi pembakaran. maka : qreaksi = . terbuat dari bahan stainless steel dan diisi dengan gas oksigen pada tekanan tinggi ) dan sejumlah air yang dibatasi dengan wadah yang kedap panas. Reaksi pembakaran yang terjadi di dalam bom. dan sampel akan terbakar oleh api listrik dari kawat logam terpasang dalam tabung.Kalorimeter bom adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor (nilai kalori) yang dibebaskan pada pembakaran sempurna (dalam O2 berlebih) suatu senyawa.

tempat untuk memasukkan sebuah termometer ke dalam tabung kaca. Penyungkup ini disumbat dengan sebuah sumbat karet yang yang berlubang di bagian tengah. Kalorimeter Sederhana Pengukuran kalor reaksi. selain kalor reaksi pembakaran dapat dilakukan dengan menggunakan kalorimeter pada tekanan tetap yaitu dengan kalorimeter sederhana yang dibuat dari gelas stirofoam.P. juga terdapat sebuah pipa spiral dari tembaga. Di atas cawan itu tergantung sebuah kawat nikelin yang berhubungan dengan kabel listrik di bawah keping asbes. . Keping itu berbentuk bujur sangkar yang sisinya kurang lebih 9. Kalorimeter ini biasanya dipakai untuk mengukur kalor reaksi yang reaksinya berlangsung dalam fase larutan ( misalnya reaksi netralisasi asam – basa / netralisasi.Reaksi yang berlangsung pada kalorimeter bom berlangsung pada volume tetap (V = nol). Pada tutup ebonit itu masih terdapat lagi sebuah lubang.protein. 2. Bagian dasarnya melengkung ke atas membentuk sebuah penyungkup. Bagian atas tabung kaca ini ditutup dengan lempeng ebonit yang bundar. Kawat nikelin itulah yang akan menyalakan makanan dalam cawan bila berpijar oleh arus listrik. pelarutan dan pengendapan ). Di bawah keping asbes itu terdapat kabel listrik yang akan dihubungkan dengansumber listrik bila digunakan. Di atas keping asbes itu terdapat sebuah cawan aluminium. diabaikan. perubahan kalor yang terjadi di dalam sistem = perubahan energi dalamnya. Alat ini terdiri dari sebuah tabung kaca yang tingginya kurang lebih 19 cm dan garis menengahnya kurang lebih 7. yang tangkainya menembus tutup ebonit. V ( jika V = nol maka w = nol ) maka E = qv Kalorimeter makanan adalah alat untuk menentukan nilai kalor zat makanan karbohidrat. Ujung bawah pipa spiral itu menembus lubang sumbat karet pada penyungkup dan ujung atasnya menembus tutup ebonit bagian tengah. Tabung kaca itu diletakkan di atas sebuah kepingasbes dan ditahan oleh 3 buah keping. Dekat cawan terdapat pipa logam untuk mengalirkan oksigen. E = q + w dimana w = . Pada kalorimeter ini. kalor reaksi = jumlah kalor yang diserap / dilepaskan larutan sedangkan kalor yang diserap oleh gelas dan lingkungan. Oleh karena itu. atau lemak.5 cm.5 cm. Di dalam tabung kaca itu terdapat sebuah pengaduk.

qreaksi qkalorimeter dengan : = . Dalam menentukan entalpi berlaku persamaan Qreaksi = . Pada dasarnya. K ) T = perubahan suhu ( oC atau K ) Pada kalorimeter ini. Kalorimeter larutan adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat pada reaksi kimia dalam sistem larutan. kalor yang dibebaskan/diserap menyebabkan perubahan suhu pada kalorimeter. maka dapat diabaikan sehingga perubahan kalor dapat dianggap hanya berakibat pada kenaikan suhu larutan dalam kalorimeter. Kini kalorimeter larutan dengan ketelitian cukup tinggi dapat diperoleh dipasaran. H = qp Contoh kalorimeter sederhana adalah kalorimeter larutan.qlarutan qlarutan = m x c x T dengan : m = massa larutan dalam kalorimeter ( g ) c = kalor jenis larutan dalam kalorimeter (J / g. qreaksi = .(qlarutan + qkalorimeter ) = Ckalorimeter x T Ckalorimeter = kapasitas kalor kalorimeter ( J / oC ) atau ( J / K ) T = perubahan suhu ( oC atau K ) Jika harga kapasitas kalor kalorimeter sangat kecil. Berdasarkan perubahan suhu per kuantitas pereaksi kemudian dihitung kalor reaksi dari reaksi sistem larutan tersebut. reaksi berlangsung pada tekanan tetap (P = nol ) sehingga perubahan kalor yang terjadi dalam sistem = perubahan entalpinya.oC ) atau ( J / g.(Qlarutan + Q kalorimeter ) .

persamaan reaksi yang mengikutsertakan perubahan entalpinya disebutpersamaan termokimia.∆T + c. bila dilakukan pengukuran perubahan .7.Hr > 0 Reaksi eksoterm . sistem membebaskan energi. perubahan entalpinya bertanda negatif.∆T) Jika kapasitas kalori dalam kalorimeter diabaikan. maka Qreaksi = . Oleh karena itu . Akibatnya.Hr < 0 II.(m.Q reaksi = . sehingga entalpi sistem akan berkurang. Hukum Hess Pengukuran perubahan entalpi suatu reaksi kadangkala tidak dapat ditentukan langsung dengan kalorimeter.(m. misalnya penentuan perubahan entalpi pembentukan standar ( Hf o )CO. sistem menyerap energi. merupakan selisih antara entalpi produk dengan entalpi pereaksi (Hp -Hr) bertanda positif.c. Sehingga p dapat dinyatakan sebagai berikut: ΔH = Hp. Reaksi pembakaran karbon tidak mungkin hanya menghasilkan gas CO saja tanpa disertai terbentuknya gas CO2. artinya entalpi produk lebih kecil daripada entalpi pereaksi. perubahan entalpi. Oleh karena itu. Artinya entalpi produk (Hp) lebih besar daripada entalpi pereaksi (Hr).∆T) Keterangan : m = massa zat (kg) c = kalor jenis (J/kg⁰C) ∆t = perubahan suhu (Celcius) Sementara itu. Jadi. Sehingga perubahan entalpi untuk reaksi endoterm dapat dinyatakan: ΔH = Hp.c. H2 (g) + 1/2 O2 (g) ——> H2O (l) ΔH = -286 kJ Pada reaksi endoterm. entalpi sistem akan bertambah.

maka tanda perubahan entalpi harus dibalik pula (yaitu menjadi -ΔH). rumus yang dapat dipakai yaitu ΔHreaksi = ΔH1 + ΔH2 +….” Pernyataan ini disebut Hukum Hess. perubahan entalpinya juga harus dikali (dibagi). yang terukur tidak hanya reaksi pembentukan gas CO saja tetapi juga perubahan entalpi dari reaksi pembentukan gas CO2. Berdasarkan Hukum Hess. Jika persamaan itu dibalik.entalpi dari reaksi tersebut. Dengan kata lain. Persamaan-persamaan reaksi tersebut diatur sedemikian rupa sehingga penjumlahan semua persamaan akan menghasilkan reaksi yang kita inginkan. Perubahan entalpi ( H ) suatu reaksi dihitung berdasarkan selisih entalpi pembentukan ( Hf o ) antara produk dan reaktan. penentuan H dapat dilakukan melalui 3 cara yaitu : 1). perubahan entalpi dari suatureaksi kimia adalah sama. Henry Hess melakukan serangkaian percobaan dan menyimpulkan bahwa perubahan entalpi suatu reaksi merupakan fungsi keadaan. Perubahan entalpi ( H ) suatu reaksi dihitung berdasarkan data energi ikatan. Jika suatu persamaan reaksi dikalikan (atau dibagi) dengan suatu angka. Untuk mengatasi hal tersebut. Artinya : ― perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal ( zat-zat pereaksi ) dan keadaan akhir ( zat-zat hasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung pada jalannya reaksi. Perubahan entalpi ( H ) suatu reaksi dihitung melalui penjumlahan dari perubahan entalpi beberapa reaksi yang berhubungan. walaupun langkah-langkah yang digunakan untuk memperolehproduk berbeda. . 2). bukan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapainya. Menurut hukum Hess. 3). Caranya adalah dengan melakukan operasi aritmatika pada beberapapersamaan reaksi yang perubahan entalpinya diketahui. hanya keadaan awal dan akhir yang berpengaruh terhadap perubahan entalpi. karena entalpi adalah fungsi keadaan. Hal ini menyebabkan perubahan entalpi suatu reaksi dapat dihitung sekalipun tidak dapat diukur secara langsung.

Penentuan ΔH Reaksi Hukum Hess menyatakan bahwa perubahan entalpi tidak tergantung pada berapa banyak tahapan reaksi.Σ(ΔSforeaktan) ΔS = Σ(ΔSoproduk) . untuk suatu reaksi keseluruhan tertentu. nilai ΔH juga dapat diketahui dengan pengurangan entalpi pembentukan produk-produk dikurangi entalpi pembentukan reaktan. II.Σ(ΔSoreaktan).Σ(ΔGforeaktan) ΔG = Σ(ΔGoproduk) . sehingga perhitungan dengan hukum Hess digunakan sebagai salah satu cara menentukannya. dapat diramalkan perubahan entalpi reaksi apapun. Untuk perubahan entropi:   ΔSo = Σ(ΔSfoproduk) .1.8. tak peduli apakah reaksi itu dilaksanakan secara langsung ataukah secara tak langsung dan lewat tahap-tahap yang berlainan. dengan rumus ΔH=-ΔHcP+ΔHcR Konsep dari hukum Hess juga dapat diperluas untuk menghitung perubahan fungsi keadaan lainnya. tetapi tergantung pada keadaan awal dan akhir.8. dengan rumus ΔH=ΔHfP-ΔH fR Perubahan entalpi suatu reaksi juga dapat diramalkan dari perubahan entalpi pembakaranreaktan dan produk. dengan menggunakan hukum Hess.Selain itu. Kegunaan Dengan mengetahui ΔHf (perubahan entalpi pembentukan) dari reaktan dan produknya. Kedua aplikasi ini amat berguna karena besaran-besaran tersebut sulit atau tidak bisa diukur secara langsung. II. perubahan entalpi selalu sama. seperti entropi dan energi bebas. Penentuan ∆H Reaksi berdasarkan Eksperimen (Kalorimeter) . Untuk perubahan energi bebas:   ΔGo = Σ(ΔGfoproduk) .Σ(ΔGoreaktan). Dengan kata lain.

Penentuan kalor reaksi secara kalorimetris merupakan penentuan yang didasarkan atau diukur dari perubahan suhu larutan dan kalorimeter dengan prinsip perpindahan kalor. tetapi tandanya berbeda : qreaksi = -(qlarutan + qkalorimeter) Kalorimeter yang sering digunakan adalah kalorimeter bom. sedangkan kalor yang diserap oleh gelas dan lingkungan diabaikan.larutan q. Jadi kalor reaksi sama dengan kalor yang diserap atau dilepaskan larutan. biasanya terbuat dari berlangsungnya reaksi pembakaran. sedangkan kalor yang diserap atau dilepaskan larutan.8. Untuk mengubah zat A menjadi zat B (produk) diperlukan kalor reaksi sebesar ∆H. Dengan demikian. Qreaksi = -Qlarutan II. kita dapat menentukan jumlah kalor yang diserap oleh air serta perangkat kalorimeter berdasarkan rumus: q. semua kalor yang dibebaskan oleh reaksi yang terjadi dalam kalorimeter. yaitu jumlah kalor yang diberikan sama dengan jumlah kalor yang diserap. biasanya terbuat dari bahan stainless steel) dan sejumlah air yang dibatasi dengan wadah kedap panas.2. . Penentuan ∆H Reaksi dengan Hukum Hess Hukum Hess : ‖ Kalor reaksi yang dilepas atau diserap hanya bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir‖.kalorimeter = = m C c ∆T ∆T q m c C ∆T = = massa kalor = = = air jenis kapasitas kenaikan air (larutan) jumlah di di dalam dalam dari larutan kalor kalorimeter kalorimeter kalorimeter (kalorimeter) (larutan) kalor suhu Oleh karena tidak ada kalor yang terbuang ke lingkungan. Kalorimeter bom terdiri dari sebuah bom (wadah tempatberlangsungnya reaksi pembakaran. Kalorimeter adalah suatu sistem terisolasi (tidak ada pertukaran materi maupun energi dengan lingkungan di luar kalorimeter). maka kalor reaksi sama dengan kalor yang diserap oleh larutan dan kalorimeter.

3.. O2(g) .45........0 .8.5 . : : kJ kJ kJ ∆Hreaksi Contoh Diketahui Ca(s) C(s) Ca(s) Hitunglah perubahan entalpi reaksi : CaO(s) + CO2(g) → CaCO3(s) ! Penyelesaian CaO(s) ..5 1207.Atau cara lain yaitu mengubah zat A menjadi zat B dengan kalor reaksi ∆H1......... Penentuan ∆H Reaksi Standar Berdasarkan ( Data Perubahan ∆Hof Entalpi ) Pembentukan Cara lain perhitungan entalpi reaksi yaitu berdasarkan entalpi pembentukan standar( ∆Hof ) zat-zat yang ada pada reaksi tersebut..→ CaCO3(s).5 393.... ∆Hreaksi = ∑∆Hof produk .1207... zat B diubah menjadi zat C dengan kalor reaksi ∆H2 dan zat C diubah menjadi zat D dengan kalor reaksi ∆H3 = .1 kJ _________________________________________ CaO(s) + CO2(g) ....................5 CO2(g)...178... ∆H = ......5 393..........9 .....1 harga ∆H2 perubahan + entalpi ∆H3 adalah .....∆H = = + + 635..→ → Ca(s) C(s) + + ½ O2(g) ...........∆H : kJ kJ Ca(s) + C(s) + ½ O2(g) → CaCO3(s)......96........1 kJ _ II.. ∆H1 Sehingga + Soal data + + + ½ O2(g) C(s) + ½ entalpi O2(g) → O2(g) → reaksi CaO(s) CO2(g) → ∆H CaCO3(g) sebagai ∆H = ∆H = = berikut 635....... ∆H = .∑∆Hof reaktan TABEL ENTALPI PEMBENTUKAN BEBERAPA ZAT Zat DHof ( kJ/mol ) H2(g) O2(g) C(s) 0 0 0 C2H4(g) CCl4(g) NH3(g) Zat DHof ( kJ/mol ) + 52...............

285. Pemutusan ikatan pada pereaksi .296.5 kJ/mol b.2 .8 .241. ∆Hof O2) = = = ( 2 .393.4.8.2 Kj II. – -285. ∆Hof CO2 + 2.∆Hof H2O ) – ( 1.5 -787 + 2. Mol ∆H = Jadi Mr pembakaran C2H4 C2H4 2 mol = = C2H4 (2x12) 56/28 = 2 mol + = x ( (4x1) 2 -1306.8 .8 . 0 ) 52.H2O(g) H2O(l) CO2(g) CO(g) .5 -110. 52.6 1306.2 pada pembakaran 56 gram gas C2H4 dibebaskan kalor sebesar 2612.1 = 28 mol kJ/mol ) kJ -2612. Penentuan ∆H Reaksi Dari Energi Ikatan Reaksi kimia antarmolekul dapat dianggap berlangsung dalam 2 tahap yaitu : I. tabel ∆H entalpi reaksi Soal pembentukan pembakaran diatas.92.5 + + 3. C2H4(g) ∆H reaksi + = Reaksi 3 ∆Hof pembakaran O2(g)→2CO2(g) hasil reaksi – 571.5 NO2(g) SO2(g) HCl(g) NO(g) + 33.3 Contoh Dari a.1 + ∆Hof C2H4 2H2O(l) pereaksi - = ( 2. ∆HofC2H4 + 3. -393. tentukan C2H4 : : ! b.3 + 90. Tentukan jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 56 g gas C2H4 a.8 ) ( 1. .

∆H reaksi = ∑ Energi ikatan pereaksi yang putus .∑ Energi ikatan produk yang terbentuk = ∑ Eruas kiri . ∆H reaksi total adalah ∆H tahap-I + ∆H tahap-II.Pembentukan ∆H ∆H tahap-I tahap-II = = ∑ -∑ ikatan Energi Energi ikatan ikatan pada pada pada pereaksi produk (yang produk putus) Sesuai dengan hukum Hess.II. (yang terbentuk).∑ Eruas kanan TABEL ENERGI IKATAN Ikatan E (kJ/mol) H-H H-C H-N C-C C≡C C-O C=O C-Cl O-H 436 415 390 345 837 350 741 330 450 O=O C≡N F-F Cl-Cl H-Cl C=C I-I N=N C-F Ikatan E (kJ/mol) 498 891 160 243 432 611 150 418 485 Penyelesaian H l H l H ∆H reaksi = ∑Epemutusan -∑Epembentukan – C – O-H +1 ½ O=O → O=C=O : +2H-O-H .

460)+(1. panas sublimasi dan lain-lain dapat diikutsertakan.415)+(1. Walaupun energi ikatan adalah untuk molekul dalam fase gas. Berdasarkan jenis dan letak atom terhadap atom-atom lain dalam molekulnya. dikenal 3 jenis energi ikatan yaitu : a.EC-O)+ (1 ½ EO=O)} – {(2.EO-H)} = {(3. nj dan ni adalah jumlah mol ikatan yang pecah atau terbentuk dalam hal reaktan dan produk. Energi disosiasi ikatan (B. . Adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan semua ikatan 1 mol molekul menjadi atom-atom bebas dalam keadaan gas.460)} = 2802-3322 = -520 kJ/mol II. maka atom-atom yang terlibat dalam reaksi harus berwujud gas. Energi Ikatan Energi ikatan didefinisikan sebagai panas reaksi yang dihubungkan dengan pemecahan ikatan kimia dari molekul gas menjadi bagian-bagian gas.= { (3. oleh karena itu harga yang diperoleh dari persamaan adalah harga rata-rata atau harga kira-kira. Dalam hal yang sama. data panas reaksi dapat juga digunakan untuk menghitung energi disosiasi ikatan dari setiap ikatan tertentu. tetapi harga kira-kira panas reaksi dapat dihitung dari fase terkondensasi dapat dikoreksi jika panas penguapan.9.EO-H) +(1.350)+1 ½. Energi Atomisasi.Ec-H)+( 1.E) dapat digunakan untuk menghitung panas reaksi yang dihubungkan dengan ΔH0= . Satu hal yang harus diingat bahwa lingkungan sekeliling atom sangat mempengaruhi energy ikatan dari ikatan tertentu. asal saja data lain dalam persamaan diketahui.498)} –{(2.EC=O) +(4.∑ ni BEi + ∑ njBEj dimana BE adalah energi ikatan per mol ikatan.741)+(4. Suatu reaksi yang H–nya ditentukan dengan menggunakan energi ikatan. Terkadang disebut juga entalpi ikatan.

Energi ikatan suatu molekul yang berwujud gas dapat ditentukan dari data entalpi pembentukan standar (Hf ) dan energi ikat unsurunsurnya. II. b. Adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan salah 1 ikatan yang terdapat pada suatu molekul atau senyawa dalam keadaan gas. Prosesnya melalui 2 tahap yaitu : o Penguraian senyawa menjadi unsur-unsurnya. Energi Disosiasi Ikatan. Pembentukan ikatan pada produk reaksi. Jika suatu benda menerima / melepaskan kalor maka suhu benda itu akan naik/turun atau wujud benda berubah. Jenis-Jenis Kalor Setiap sistem atau zat mempunyai energi yang tersimpan didalamnya. Entalpinya . Reaksi kimia pada dasarnya terdiri dari 2 proses : o o Pemutusan ikatan pada pereaksi.10.1. = memerlukan energi. Sedangkan kalor adalah bentuk energi yang berpindah dari suhu tinggi ke suhu rendah. Adalah energi rerata yang diperlukan untuk memutuskan ikatan atom-atom pada suatu senyawa ( notasinya = D ). Jumlah total dari semua bentuk energi itu disebut entalpi (H).10. Energi potensial berkaitan dengan wujud zat. Kalor Pembentukan Standar Adalah nama lain dari entalpi yang terjadi pada pembentukan 1 mol senyawa dariunsur-unsurnya pada suhu dan tekanan standar ( 25 oC. Energi Ikatan Rata-Rata. o Pengubahan unsur menjadi atom gas. volume. = membebaskan energi Pada proses pemutusan ikatan Pada proses pembentukan ikatan II. Energi kinetik ditimbulkan karena atom– atom dan molekul-molekul dalam zat bergerak secara acak. 1 atm ). c.Energi atomisasi = jumlah seluruh ikatan atom-atom dalam 1 mol senyawa. dan tekanan.

maka nilainya pun akan berlawanan tanda. Bentuk standar dari suatu unsur adalah bentuk yang paling stabil dari unsur itu pada keadaan standar ( 298 K. Satuannya = kJ / mol. Kalor Pembakaran Standar Adalah nama lain dari entalpi yang terjadi pada pembakaran 1 mol suatu zat secara sempurna pada keadaan standar. II. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar.10. Kalor Penguapan Standar Adalah nama lain dari entalpi yang terjadi pada penguapan 1 mol zat dalam fase cair menjadi fase gas pada keadaan standar.10. Satuannya adalah kJ / mol. II. o Dibentuk dari unsur-unsurnya dalam bentuk standar. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar. maka dinotasikan dengan Hc.5. ― jumlah kalor yang dilepaskan pada pembentukan senyawa dari unsur-unsur penyusunnya = jumlah kalor yang diperlukan pada penguraian senyawa tersebut menjadi unsur-unsur penyusunnya. II.10.3.2.6. Satuannya = kJ / mol. Perubahan entalpi penguraian standar merupakan kebalikan dari perubahan entalpi pembentukan standar. ― Pernyataan ini disebut Hukum Laplace. Satuannya = kJ / mol. maka dinotasikan dengan Hvap. 1 atm ). Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar. maka dinotasikan dengan Hn. II. Jika perubahan entalpi pembentukan tidak diukur pada keadaan standar maka dinotasikan dengan Hf. maka dinotasikan dengan Hd. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar. Kalor Penguraian Standar Adalah nama lain dari entalpi yang terjadi pada penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-unsur penyusunnya pada keadaan standar. jumlah zat yang dihasilkan adalah 1 mol.4. Menurut Marquis de Laplace. Satuannya = kJ / mol. Kalor Peleburan Standar . II.10. Catatan : o Hf unsur bebas = nol o Dalam entalpi pembentukan.bisa dilepaskanmaupun diserap. Kalor Netralisasi Standar Adalah nama lain dari entalpi yang terjadi pada penetralan 1 mol asam oleh basa atau 1 mol basa oleh asam pada keadaan standar.10.

7. Kalor Pelarutan Standar Adalah nama lain dari entalpi yang terjadi ketika 1 mol zat melarut dalam suatu pelarut ( umumnya air ) pada keadaan standar. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar. Kalor Sublimasi Standar Adalah entalpi yang terjadi pada sublimasi 1 mol zat dalam fase padat menjadi zat dalam fase gas pada keadaan standar. Satuannya = kJ / mol.Adalah nama lain dari entalpi yang terjadi pada pencairan / peleburan 1 mol zat dalam fase padat menjadi zat dalam fase cair pada keadaan standar. II. maka dinotasikan dengan Hfus.10. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar. maka dinotasikan dengan Hsol.10. maka dinotasikan dengan Hsub. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar. Satuannya = kJ / mol. . Satuannya = kJ / mol. II.8.