NAMA NMP

:AAN SUGIANTO :D1A009015

PENGARUH TEKNOLOGI TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL
Latar belakang Masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan. Perubahanyang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, tetapi dapat juga menuju kearah kemunduran. Terkadang perubahan- perubahan yang terjadi berlangsung dengan cepat, sehingga membingungkan dan menimbulkan ”kejutan budaya” bagi masyarakat. Perubahan itu dapat terjadi di berbagai aspek kehidupan, seperti peralatan dan perlengkapan hidup, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, serta religi/keyakinan. Di dalam buku Sosiologi Pembangunan karangan Prof. Dr. Ny. Pudjiwati Sajogyo, ditelaah ciri-ciri masyarakat yang menjadi modern, artinya mempelajari proses perubahan penting yang terjadi dalam struktur sosial negara-negara yang menjadi modern. Dikutip beberapa ciri masyarakat modern yang dikemukakan Prof. Selo Soemardjan, antara lain: tingkat pendidikan formal adalah tinggi dan merata; 2.kepercayaan yang kuat pada manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana untuk kesejahteraan masyarakat Masyarakat tergolong-golong menurut bermacam-macam profesi serta keahlian yang dapat dipelajari dan ditingkatkan dalam lembaga pendidikan, keterampilan dan kejuruan. Sedangkan ciri manusia modern yang menjadi penentu modernisasi, menurut Soerjono Soekanto, antara lain: manusia modern adalah orang yang bersikap terbuka terhadap pengalamanpengalaman baru dan penemuan-penemuan baru; siap menerima perubahan-perubahan; percaya kepada keampuhan ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Modernisasi tidak hanya milik masyarakat yang bermukim di daerah perkotaan saja, sekarang ini sentuhan – sentuhan modernisasi telah menjalar ke

 

  

Begitupun dengan masyarakat pertanian. benih. Terjadinya pemberontakan atau revolusi sehingga mampu menyulut terjadinya perubahan. dan input lainnya seperti pupuk dan pestisida. lain halnya dengan sekarang ketergantungan akan hal. hal ini dimungkinkan dengan adanya sarana dan prasarana dibidang telekomunikasi yang amat memudahkan kehidupan manusia.hal yang berhubungan dengan teknologi seakan menjadi bagian hidup mereka. Sebab Ekstern Merupakan sebab yang berasal dari dalam masyarakat sendiri.perubahan besar. Dalam sebuah masyarakat. Berkurangnya penduduk juga akan menyebabkan perubahan sosial budaya. antara lain: Adanya pengaruh bencana alam Terjadi peperangan Adanya pengaruh kebudayaan lain .       berbagai pelosok daerah. untuk membeli bibit saja mereka rela dating jauh – jauh dari tempat tinggal ke toko – toko atau pusat penjualan sarana produksi (input) pertanian seperti bibit. 1. Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat. Pertambahan penduduk akan menyebabkan perubahan pada tempat tinggal. Contoh perubahan penduduk adalah program transmigrasi dan urbanisasi. yang umumnya identik dengan daerah pedesaan tidak luput dari euphoria akan modernisasi. Hal ini mengindikasikan masyarakat pertanian telah sepenuhnya dapat menerima sentuhan teknologi dalam kehidupan mereka. Sebuah perubahan bisa terjadi karena sebab dari dalam (intern) atau sebab dari luar (ekstern). masyarakat pertanian yang dulunya dianggap terbelakang dalam penyerapan dan penguasaan akan teknologi dalam berbagai bentuk kini mau tidak mau sangat membuthkan sentuhan teknologi dalam aktivitas pertanian. 2. antara lain: Dinamika penduduk. perubahan sosial dan budaya bisa terjadi karena sebab dari masyarakat sendiri atau yang berasal dari luar masyarakat. baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama(invention) Munculnya berbagai bentuk pertentangan(conflict) dalam masyarakat. Jika dulunya masyarakat pertanian cenderung ‘kolot’ akan hal – hal yang bersifat inovatif. Sebagai contoh. Sebab intern Merupakan sebab yang berasal dari dalam masyarakat sendiri. yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk. Tempat tinggal yang semula terpusat pada lingkungan kerabat akan berubah atau terpancar karena faktor pekerjaan.

d. Harus ada tujuan gerakan yang jelas dan dapat ditunjukkan kepada rakyat. keteganganketegangan tersebut sulit dihindari bahkan semakin berkembang dan tidak dapat dikendalikan.1. Kemampuan pemimpin dalam menampung. Seringkali perubahan revolusi diawali oleh munculnya konflik atau ketegangan dalam masyarakat. serta menegaskan rasa tidak puas masyarakat dan keinginan-keinginan yang diharapkan untuk dijadikan program dan arah gerakan revolusi. Adanya pemimpin/kelompok yang mampu memimpin masyarakat tersebut. 3. yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan . e. Contoh perubahan evolusi adalah perubahan pada struktur masyarakat. b. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar Perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Jika dilihat dari segi cepat atau lambatnya perubahan. Contoh perubahan besar adalah dampak ledakan penduduk dan dampak industrialisasi bagi pola kehidupan masyarakat. a. Contoh perubahan kecil adalah perubahan mode rambut atau perubahanmodepakaian. c. Suatu masyarakat pada masa tertentu bentuknya sangat sederhana. 2. maka perubahan dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Evolusi Evolusi adalah perubahan secara lambat yang terjadi karena usaha-usaha masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kondisikondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. namun karena masyarakat mengalami perkembangan. Pihak-pihak tersebut dinamakan agent of change. Perubahan yang Direncanakan dan Tidak Direncanakan Perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan merupakan perubahan yang telah diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak melakukan perubahan di masyarakat. antara lain: Ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan. Perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang membawa pengaruh langsung atau pengaruh berarti bagi masyarakat. 4. yaitu perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Revolusi. Harus bisa memanfaatkan momentum untuk melaksanakan revolusi. merumuskan. maka bentuk yang sederhana tersebut akan berubah menjadi kompleks. Terjadinya proses revolusi memerlukan persyaratan tertentu.

lebih enak dan lebih mudah. • Ekonomis. • Teknis. secara teknis efektif dan efisien. memanfaatkan keterampilan yang sudah ada. persyaratan: teknis. ekomomi dan sosial budaya. serta relatif aman dan mudah menyesuaikan terhadap perubahan. keuntungan kembali kepada produsen. Perubahan yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahan yang terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan. • Sosial budaya. penggunaan secara maksimal bahan baku lokal. Aspek-aspek teknolgi Teknologi adalah pengetahuan yang digunakan untuk membuat barang. jenis usaha kooperatif yang mendorong timbul industri lokal. Teknologi yang dikembangkan dari beragam teknologi satu diantaranya adalah Teknologi Tepat Guna (TTG) yaitu suatu teknologi yang memenuhi.menyediakan jasa serta meningkatkan cara dalam menangani sumber daya yang penting dan terbatas. lebih baik. mudah perawatan dan operasi. menekan pergeseran tenaga kerja. menjamin mutu (kualitas) dan jumlah (kuantitas) produksi. menjamin perluasan lapangan kerja.masyarakat untuk memimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan yang bertujuan untuk mengubah suatu sistem sosial. menghidari konflik sosial budaya dan meningkatkan pendapatan yang merata . Pengertian lain tentang teknologi adalah upaya manusia untuk membuat kehidupan lebih sejahtera. yaitu efektif menggunakan modal. yaitu memperhatikan dan menjaga tata kelestarian lingkungan hidup.

banyaknya golongan profesi di masyarakat. serta kesiapan menerima perubahan-perubahan. sehingga kurang terjangkau informasi teknologi . Pengertian masyarakat di daerah tertinggal dan terbatas adalah masyarakat di wilayah/provinsi yang kurang memanfaatkan teknologi tepat guna untuk memajukan daerahnya.Contoh penerapan teknologi yang menyebabkan perubahan social pada masyarakat Pembangunan yang telah dilakukan di setiap desa-desa yang ada di wilayah Indonesia. kepercayaan yang kurang kuat pada teknologi sebagai sarana untuk kesejahteraan masyarakat. Penerapan teknologi tepat guna dalam pertanian dan perubahan sosial masyarakat petani telah menciptakan cara dan sikap masyarakat petani dalam melakukan proses produksi pertanian. khusus pemanfaatan teknologi baru. dalam meningkatkan kesejahteraannya. utamanya pada masyarakat petani saat ini. hal ini berbanding berbalik. menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sangat lamban untuk disebut sebagai masyarakat modern. penerapan teknologi tepat guna dalam pertanian membawa cita-cita yang sebelumnya tak dapat dicapai ke dalam alam kemungkinan dan dapat mengubah kekuasaan relatif atau memudahkan menyadari nilai-nilai berbeda. yaitu tingkat pendidikan formal yang kurang merata. Bentuk lain dari hasil analisa mengenai cara dan sikap masyarakat petani ini adalah bahwa teknologi meningkatkan alternatif kita. Bentuk penerapan teknologi tepat guna dalam pertanian dan perubahan sosial masyarakat petani merupakan implementasi dari pembangunan yang dilakukan di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. yakni penerapan teknologi tepat guna dalam pertanian semakin menambah kesempatan kerja. Bila memperhatikan ciri-ciri masyarakat Indonesia. Secara tegas dikatakan bahwa teknologi tepat guna dalam pertanian yang diperkenalkan dipedesaan Jawa lebih banyak mengandalkan masukan modern dan membatasi tenaga kerja. serta menjadikan masyarakat petani untuk dapat selalu mengkondisikan alam. laut maupun udara. utamanya bagi kaum buruh tani. khususnya masyarakat di daerah tertinggal dan daerah terbatas. Hanya saja pada masa selanjutnya. sehingga selalu mengalami krisis pangan dan sulit serta mahalnya layanan transportasi darat. Penerapan teknologi tepat guna dalam pertanian saat ini telah mampu membentuk alternatif-alternatif baru bagi masyarakat petani dalam melakukan proses produksi pertanian.