BRYOPHYTA ( TUMBUHAN LUMUT

)
Lumut merupakan tumbuhan kecil, meskipun beberapa jenis adalah banyak lebih besar. Mereka biasanya tumbuh berdekatan bersama-sama di dalam keset / dasar, perdu atau di tempat rindang. Mereka tidak mempunyai bunga atau biji, dan daun-daun yang sederhananya menutupi batang liat yang tipis. Pada lumut tertentu menghasilkan capsule spora yang nampak seperti paruh yang dilahirkan pada tangkai tipis. Ada kira-kira 10,000 jenis lumut digolongkan pada Bryophyta. Divisi Bryophyta dahulu mencakup tidak hanya lumut, tetapi juga liverworts dan hornworts. Sekarang ini lain, dua kelompok Bryophyta adalah ditempatkan dalam divisi tersendiri.Tumbuhan Bryophyta merupakan tumbuhan yang paling primitive yang tidak memiliki akar sesungguhnya, batang, atau tangkai. Mereka sejak lima ratus juta tahun.Bryophyta merupakan tumbuhan kecil, herbaceous yang tumbuh tertutup, selalu berkumpul menjadi alas bebatuan, tanah, ataupun menjadi epifit pada batang dan cabang tanaman. Bryophyta terbagi dalam 3 golongan yaitu: 1. Lumut Hati (Hepaticophyta)

Lumut hati tubuhnya berbentuk lembaran, menempel di atas permukaan tanah, pohon atau tebing. Terdapat rizoid berfungsi untuk menempel dan menyerap zat-zat makanan. Tidak memiliki batang dan daun. Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk gemma (kuncup), secara generatif dengan membentuk gamet jantan dan betina. Contohnya: Ricciocarpus, Marchantia dan lunularia.

Mekanisme merakahnya kapsul tidak menentu dan tidak teratur. gametofitnya membentuk anteredium dan arkegonium yg berbntk spt payung. sporofit perumbuhannnya terbatas krn tdk mempunyai jaringan meristematik 4. tubuhnya masih berupa talus dan mempunyai rhizoid 2. Ciri-ciri 1. sporogonium sederhana tersusun atas bagian kaki dan kapsul atau kaki tangkai dan kapsul. yang merupakan struktur seperti mangkok dipermukaan gametofit. . Alat kelamin terletak pada bagian dorsal talus pada /pada jenis terletak pada bagian terminal. Contoh lumut hati adalah Marchantia polymorpha dan porella. dan scr vegetatif dgn fragmentasi. dan kuncup eram 5. Siklus hidup lumut ini mirip dengan lumut daun. Lumut ini juga dapat melakukan reproduksi dengan cara aseksual dengan sel yang disebut gemma. Daun bila ada tampak rusak dan tersusun pada tiga deret pada batang sumbu. berkembang biak scr generatif dgn oogami. Lumut hati bertalus 2).Tubuhnya terbagi menjadi dua lobus sehingga tampak seperti lobus pada hati. Didalam spongaria terdapat sel yang berbentuk gulungan disebut alatera. tunas. 3. Elatera akan terlepas saat kapsul terbuka sehingga membantu memencarkan spora. Lumut hati berdaun Menyerupai talus (dorsiventral). habitatnya ditempat lembab Susunan Tubuh Berdasarkan bentuk talusnya lumut dapat dibagi menjadi 2 kelompok yaitu: 1). bagian atas dorsal berbeda dengan bagian bawah ventral.

Zigot membelah membentuk embrio (bentuk bola). minyak itu terdapat dalam bentuk yang spesifik kumpulan tetes-tetes minyak aksiri dalam bentuk demikian. terdapat badan seperti piala dengan tepi yang bergigi. Generasi sporofit dari telur yang sudah dibuahi (zigot). ex: Maechantia. Kemudian puncup-puncup eram atau tunas yang disebut gema mudah terlepas oleh air hujan Protonema lumut hati umumnya hanya berkembang menjadi suatu bulu yang pendek. Sebagian besr lumut hati mempunyai sel-sel yang mengandung minyak. Arkegonium tumbuh pada alur-alur diantara cuping-cuping dengan leher menekuk ke bawah. Perkembangbiakan Secara aseksual. umumnya berjumlah 9. Akibat mengeringnya kapsul elater menggulung. menjadi kering dan mengadakan gerakan sentakan yang melempar spora ke udara 2. Dasar bunga betina agak melebar dan membentuk paying. Kapsul berisi sel induk spora yang berkelompok (elater) yaitu benang-benang memanjang dengan dinding bagian dalam terpilin. Anteridium merekah mengeluarkan sperma menuju ke arkegonium. Kapsul lalu mongering dan terbuka memancarkan spora. lepasnya spora dari kapsul dibantu dengan adanya elater yang sifatnya higroskopik. Lumut Daun . menggunakan spora dan tunas. Minyak tadi tidak pernah ditemukan pada tumbuhan lain. tangkainya yang memanjang arkegonium yang melebar jadi pecah dan kapsul jadi terdorong ke bawah.Seperti pita bercabang menggarpu dan menyerupai rusuk ditengah mempunyai rizoid. secara seksual. Setelah miosis terbentuklah tetraspora. Bagian terbesar dari janin membentuk kapsulyang dipisahkan dari bagian kaki zona yang terdiri dari sel-sel yang disebut tangkai. dengan cuping berbentuk jari. yang disebut piala eram atau keranjang eram kepala atau mangkok. Pada rusuk tengah. Anteridium terpancang pada permukaaan atas. bentuknya seperti cakram. bagian pangkal dari embrio membentuk kaki masuk kejaringan reseptakel.

kira-kira 9. Lumut daun banyak terdapat ditempat – tempat yang lembab. batang dan daun. Susunan Tubuh . Pada kelompok lumut lain. pada batang dan cabang-cabang pohon. terdiri 95% dari seluruh spesies lumut. di atas batu-batu cadas.Lumut daun juga disebut lumut sejati. di rawa-rawa tetapi jarang di air. yang terpisah dari lainnya dan tergabung di dasar dimana mereka mengikat untuk membuka capsule. mempunyai struktur seperti akar yang disebut rizoid dan struktur seperti daun. Sporofit pada umumnya lebih kecil . atau lainnya membuka tanpa operculum atau gigibrysis longissima. Spagnum squarosum. Bentuk tubuhnya berupa tumbuhan kecil dengan bagian seperti akar (rizoid). pogonatum cirratum. Kuncup akan membentuk lumut baru. AeroLumut daun dapat tumbuh di atas tanah-tanah gundul yang periodic mengalami masa kekeringan.500 spesies. capsule adalah nematodontous dengan operculum terikat. furaria. Contoh: Spagnum fibriatum. Reproduksi vegetatif dengan membentuk kuncup pada cabang-cabang batang. berumur pendek dan hidup tergantung pada gametofit. Siklus hidup lumut mengalami pergantian antara generasi haploid dengan diploid. Bryopsida merupakan class lumut terbesar. Selanjutnya lumut-lumut itu dapat kita jumpai di antara rumput-rumput. Gigi ini mengemuka saat penutup operculum jatuh. bahkan di atas pasir yang bergerak pun dapat tumbuh. Contoh lumut ini antara lain: polytricum juniperinum. dan lumut gambut sphagnum.Kelompok ini terkenal dengan memilikinya spore capsules dengan gigi yaitu Arthrodontous.

Kebanyakan ahli bryologi membagi Bryopsida menjadi 3 anak kelas yaitu Sphagnidae. Gametofit dari lumut daun umumnya dibedakan dalam 2 tingkatan yaitu protonema yang terdiri dari benang bercabang-cabang. Perkembang Biakan Alat-alat kelamin terkumpul pada ujung batang atau pada ujung cabangcabangnya. 4.Lumut daun pada substrat dengan menggunakan rizoid yang multiseluler yang dapat bercabang-cabang. jika dalam kelompok itu terdapat kumpulan arkegonium dan anteridium terpisah tempatnya. Sporogonium dari lumut daun terdiri atas bagian kaki. Bryopsida adalah kelas yang terbesar di antara anggota Bryophyta lainnya dan paling tinggi tingkat perkembangannya karena baik gametofit maupun sporofitnya sudah mempunyai bagian-bagian yang lebih kompleks. Sumbu (batang) pada lumut daun biasanya menunjukkan deferensiasi menjadi epidermis. Daun-daun itu kadang-kadang mempunyai bentuk dan susunan yang khusus dan seperti pada jungermaniales juga dinamakan Periantum. Mempunyai daun yang berusuk dan tersusun dalam 3-8 deret pada sumbunya. Alat-alat kelamin itu dikatakan bersifat banci atau berumah satu. 3. dan gametafora yang berbatang dan berdaun. Bryopsida 1. dan tutup atau operkulum. dan dikelilingi oleh daun yang letaknya paling atas. seta dan kapsul. kotak spora atau teka. dan . 2. Andreaeidae. Diantara alat-alat kelamin dalam kelompok itu biasanya terdapat sejumlah rambutrambut yang terdiri dari banyak sel dan dapat mengeluarkan suatu cairan. Seperti pada tubuh buah fungi rambut-rambut steril itu dinamakan Parafisis. dan silinder pusat. Selanjutnya bagian kapsul mempunyai bagian-bagian yang dinamakan apofise. korteks.

Sporofit didukung oleh perpanjangan ujung batang yang namanya pseudopodium. yaitu apabila spora-spora sudah masak peristoma bergerak membuka ke arah luar hingga spora dapat keluar. tetapi berbeda dalam hal cara membukanya kapsul spora yaitu dengan membentuk 4 katup. 3. Peristoma adalah gigi-gigi atau rambut-rambut yang mengelilingi stoma pada kapsul spora-spora yang dapat mengadakan gerakan higroskopis. bentuk kapsul. 10. Dalam klasifikasi lumut daun. 9. Anggota Bryidae yang tergolong Stegocarpi mempunyai peristoma pada kapsul sporanya. gametafora pada ujungnya membentuk cabang-cabang sebagai roset yang menyerupai jambul dan tidak mempunyai rizoid. Protonema sekunder ialah protonema yang tidak berasal dari perkecambahan spora. 6. Perbedaan dari ketiga anak kelas tersebut terutama terletak pada struktur anatomi sporogoniumnya. Melalui tunas-tunas yang timbul dari prononema sekunder dapat terbentuk individu yang lebih banyak. bentuk operkulum maupun kaliptra dapat dijadikan dasar penggolongan yang penting. 5. 7. Anak kelas Sphagnidae mempunyai ciri-ciri antara lain: protonema berbentuk daun kecil yang terdiri dari satu lapis sel. Lumut Tanduk . 8.Bryidae. jumlah gigi peristom. biasanya berupa benang-benang hijau seperti ganggang. Andreaeidae mempunyai persamaan dengan Sphagnidae dalam hal sporofitnya yang didukung oleh pseudopodium. didasarkan atas sifat dari peristomanya Bryidae dibedakan menjadi 2 golongan yaitu Nematodonteae dan Arthrodonteae.

gametangium dan sporangiumnya multiseluler. Mempunyai gametofit lumut hati. Sel lumut tanduk hanya mempunyai satu kloroplas. atau sepanjang selokan. hingga tumbuhan lumut disebut sebagai tumbuhan amfibi. Daun tumbuhan lumut dapat berfotosintesis. Meskipun tumbuhan lumut hidup di darat tetapi untuk terjadinya pembuahan masih tetap memerlukan air.Contoh lumut tanduk adalah anthoceros laevis. danau. organ penyerap haranya adalah rizoid (harafiah: “serupa akar”). Mereka dapat dibedakan dari yang serupa liverworts ( Marchantiophyta . Tumbuhan lumut merupakan sekumpulan tumbuhan kecil yang termasuk dalam divisio Bryophyta (dari bahasa Yunani bryum.Bentuk tubuhnya seperti lumut hati yaitu berupa talus. Alih-alih akar. Kelompok tumbuhan ini juga belum memiliki pembuluh sejati. Reproduksi seperti lumut hati. Secara ilmu tumbuhan. Contohnya Anthocerros sp. lumut termasuk Bryophyta. tetapi sporofitnya berupa kapsul memanjang. atau tumbuhan non vaskuler. perbedaannya adalah terletak pada sporofit lumut ini mempunyai kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit. Tumbuhan lumut termasuk golongan tumbuhan tingkat rendah yang filogenetiknya lebih tinggi dari pada golongan algae karena dalam susunan tubuhnya sudah ada penyesuaian diri terhadap lingkungan hidup di darat. Hidup di tepi sungai. dan dalam perkembangan sporofitnya sudah membentuk embrio. masing – masing mempunyai kloroplas tunggal yang berukuran besar. “lumut”). lebih besar dari kebanyakan tumbuhan lumut.Tumbuhan ini sudah menunjukkan diferensiasi tegas antara organ penyerap hara dan organ fotosintetik namun belum memiliki akar dan daun sejati.

Kotak Spora : Kaliptra (tudung) dan Kolumela (jaringan dalam kotak spora yang tidak ikut membentuk spora). Jika pada hutan banyak pohon dijumpai epifit maka hutan demikian disebut hutan lumut. Alat kelamin betina disebut Arkegonium yang menghasilkan Ovum Jika kedua gametangia terdapat dalam satu individu disebut berumah satu (Monoesius). Akar dan batang pada lumut tidak mempunyai pembuluh angkut (xilem dan floem). Spora lumut bersifat haploid.atau Hepaticae) dengan multi-cellular mereka rhizoids. Pada tumbuhan lumut terdapat Gametangia (alat-alat kelamin) yaitu: Alat kelamin jantan disebut Anteridium yang menghasilkan Spermatozoid. Sporophytes (diploid) berumur pendek dan dependent pada atas gametophyte. Lain perbedaan bukanlah universal untuk semua lumut dan semua liverworts. Sebagai tambahan terhadap kekurangan suatu sistem vaskuler. Ciri-ciri lumut: Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof. Ini adalah berlawanan dengan pola aturan yang diperlihatkan oleh kebanyakan “tumbuhan tingkat tinggi”. karena adanya rangsangan zat kimia berupa lendir yang dihasilkna oleh sel telur.Apofisis (ujung seta yang melebar) .Seta (tangkai) . Jika terpisah pada dua individu disebut berumah dua (Dioesius). lumut mempunyai gametophyte-dominant siklus hidup. dengan bagian bagian Vaginula (kaki) . ketiadaan daun-daun yang terbagi-bagi atau berlekuk. yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifit. yaitu. Di dalam tumbuhan vaskuler. sedang diploid generasi adalah tumbuhan berbunga yang umum dikenal. sebagai contoh. . Gerakan spermatozoid ke arah ovum berupakan Gerak Kemotaksis. yang membedakan “batang” dan “daun-daun”. dan ketidakhadiran daun-daun diatur dalam tiga golongan. haploid generasi diwakili oleh pollen dan ovule. sel haploid untuk kebanyakan siklus hidupnya. Sporogonium adalah badan penghasil spora. semua menunjuk tumbuhan lumut. Lumut tumbuh di berbagai tempat.

Klasifikasi Klasifikasi lumut hati Regnum : Plantae Division : Hepaticophyta Class : Hepaticosida Ordo : Hepaticoccales Family : Hepaticoceae Genus : Hepaticopsida Species : Hepaticiopsida sp Klasifikasi lumut Daun Regnum : Plantae Division : Bryophyta Class : Bryopsida Ordo : Bryopceales Family : Bryopceae Genus : Bryopsida Species : Bryopsida sp Siklus Hidup .

yang bertunas untuk memproduksi sebuah protonema. jantan dan betina terlahir pada gametofit tanaman.Lumut bisa menjadi dioicous atau monoicous. Dari keterangan dari tangkai atau cabang develop organ sex lumut. mengawali produksi sporofit diploid. Pada lumut dioicous. Ini merupakan tingkatan sementara dalam hidup lumut. Tanpa air. Ciri Siklus Hidup Lumut (Polytricum commune) Lumut hidup diawali dari sebuah spora haploid. sperma dari antheridia berjalan ke archegonia dan terjadi fertilisasi. Capsule dan operculum terlapisi oleh calyptra yang merupakan sisa archegonial venter. Archegonia memiliki leher disebut venters dimana sperma jantan turun. Setelah fertilisasi. Periode siklus hidup lumut secara lengkap. Mulut capsule biasanya dikelilingi oleh . tetapi hal ini hanya pada sporofit. Sedang lumut (dan Bryophyta lain) hanya memiliki satu set kromosom (haploid. kedua organ sex. beebrapa kromosom hidup dalam sebuah salinan sel yang unik). mereka terlahir pada tanaman yang sama. Withing the capsule. sel-sel pereproduksi spora mengalami meiosis untuk membentuk spora haploid. disebut seta. Badan sporofit terdiri dari gagang panjang. dan capsule disebut operculum. mereka memiliki dua flagella yang membantu sebagai daya pendorong. yang menumpuk filamen atau thalloid (flat dan thallus like). Pada monoicous (juga disebut autoicous) lumut. Organ betina disebut archegonia (archegonium) dan terlindungi oleh kumpulan tangkai yang termodifikasi yang disebut perichaetum (plural. merusak kromosom. dimana siklus dapat berjalan lagi. Pada pengairan. Dari protonema tumbuh gametophore yang dideferensiasi menjadi tangkai dan akar/ leaves (mikrofil). Organ jantan disebut antheridia (singular antheredium) dan tertutup oleh modifikasi tangkai disebut perigonium (plural. fertilisasi tidak dapat terjadi. perichaeta). Sperma lumut adalah biflagellate. perigonia). Calyptra biasanya mengecil / berkurang ketika capsule matang. Ini membutuhkan kira-kira seperempat sampai setengah tahun untuk sporofit untuk matang. beberapa kromosom hidup dengan sebuah pasangan yang mengandung informasi genetik yang sama). sporofit mandul didorong keluar dari archegonial venter.Kebanyakan dari tanaman memiliki dua bagian kromosom di sel-selnya (diploid.

Tubuh tumbuhan lumut berupa tallus seperti lembaran-lembaran daun (hepaticae). tetapi padanya belum terdapat akar yang sesungguhnya. melainkan hanya rizoid-rizoid yang berbentuk benang-benang atau kadang-kadang memang telah menyerupai akar. pada ujung akar dan mungkin juga mempunyai fungsi yang sama sebagai pelindung. Arkespora membentuk sel induk spora. dan dari satu sel induk spora dengan pembelahan reduksi terjadilah 4 . maka bekas dinding arkegonium itu juga dinamakan kaliptra.Pada beberapa lumut.Bagian bawah embrio dinamakan kakinya. yang bisa merusak dan membentuk kembali tanaman tanpa perlu melalui fertilisasi. Embrio itu lalu tumbuh merupakan suatu badan yang bulat atau jorong dengan tangkai pendek atau panjang dan seperti telah telah disebut di atas disebut sporogonium. maka zigot tidak memerlukan waktu istirahat dulu tetapi terus berkembang menjdi embrio yang diploid.set gigi disebut peristome. Pada protoneme ini terdapat kuncup-kuncup yang tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan lumutnya. Di dalam bagian yang bulat itu dibentuk spora. atau telah mempunyai habitus seperti pohon kecil dengan batang dan daun-daunnya (pada musci). maka sporogonium tidak dapat menembusnya dan bekas dinding arkegonium ikut terangkat dan merupakan tudung capsule spora. berkecambah menjadi suatu protalium yang pada lumut dinamakan protonema. Pada tumbuhan inilah dibentuk gametangium. Ini disebut dengan reproduksi asexual. Jaringan dalam capsule spora dinamakan arkespora. Kaki masuk ke jaringan lumut yang lebih dalam dan berfungsi sebagai alat penghisap (haustorium). Protonema pada lumut ada yang menjadi besar. Ini mungkin tidak terjadi pada beberapa lumut. adapula yang tetap kecil. Perkembangan Perkembangan lumut secara singkat berlangsung sebagai berikut : spora yang kecil dan haploid.Setelah sel telur dibuahi oleh spermatozoid yang bentuknya seperti spiral atau alat pembuka gabus tutup botol dengan dua bulu cambuk itu. Capsule spora juga dianggap sinonim dengan sporogonium karena leher arkegonium amat sempit. struktur vegetatif hijau disebut gemmae yang diproduksi pada tangkai atau cabang. Mengingat bentuknya seperti tudung akar. oleh sebab itu bagian tersebut juga disebut capsule spora.

Sporogonium berisi spora haploid yang dibentuk melalui meiosis. Dengan demikian. Sporofit akan membentuk kapsula yang disebut sporogonium pada bagian ujung. Berkas-berkas ini tumbuh meluas dan pada tahap tertentu akan menumbuhkan gametofit baru. Seringkali pada pembentukan spora itu ditentukan pula jenis kelaminnya. Pergiliran Keturunan Tumbuhan Lumut Tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan dalam daur hidupnya. akan utmbuh lumut yang berumah satu atau berumah dua. Kedua organ penghasil sel kelamin ini terletak di bagian puncak dari tumbuhan. Sporofit ini diploid (x = 2n) dan berusia pendek (3-6 bulan untuk mencapai tahap kemasakan). Anteridium yang masak akan melepas sel-sel sperma. Penggunaan lumut tetap utuh terutama di florist trade dan untuk dekorasi rumah. Apa yang dikenal orang sebagai tumbuhan lumut merupakan tahap gametofit (tumbuhan penghasil gamet) yang haploid (x = n).Ovum yang terbuahi akan tumbuh menjadi sporofit yang tidak mandiri karena hidupnya disokong oleh gametofit. . Dari spora itu. Spora itu membulat sebelum terpisah-pidah dan terlepas dari capsule spora. Sporogonium masak akan melepaskan spora. Sel-sel sperma berenang (pembuahan terjadi apabila kondisi lingkungan basah) menuju arkegonium untuk membuahi ovum. bergantung pada macam sporanya. Manfaat Bryophyta Ada suatu market substansiil yang mengumpulkan lumut dari yang liar. Spora tumbuh menjadi suatu berkas-berkas yang disebut protonema.spora yang berkelompok merupakan tetrade.Sel-sel kelamin jantan (sel sperma) dihasilkan dari anteridium dan sel-sel kelamin betina (sel telur atau ovum) terletak di dalam arkegonium. terdapat tumbuhan lumut jantan dan betina karena satu tumbuhan tidak dapat menghasilkan dua sel kelamin sekaligus.

Bryophyta tidak mempunyai tisu vaskular .Sphagnum. sebagai aditip lahan perkebunan. yang mana ditambang untuk penggunaan sebagai bahan bakar. Praktek tanah Pada Perang dunia II. Fontinalis antipyretica biasa digunakan untuk memadamkan api seperti ditemukan di sejumlah substansiil di sungai yang slow-moving dan lumut menahan volume air yang besar membantu memadamkan nyala api tersebut. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan kecil yang termasuk division Bryophyta. Beberapa awal orang-orang menggunakannya sebagai diaper dalam kaitan dengan absorbency. Sphagnum digunakan sebagai PPPK yang dipakaian pada luka prajurit. Peat mosses sebagai bahan bakar lumut telah digunakan untuk membuat roti selama kelaparan. biasanya jenis cristatum dan subnitens.oleh sebab itu Bryophyta hanya terdapat di tempat yang lembap. dan jelai bertunas dikeringkan pada pemroduksian Scotch Whisky.Lumut jenis Sphagnum juga komponen utama bahan bakar. dipanen selagi masih bertumbuh dan dikeringkan digunakan di kamar anak anak dan hortikultura sebagai medium pertumbuhan. oleh itu struktur jasadnya tumbuh rendah daripada tanah untuk mengatasi masalah pengangkutan air. . lumut digunakan pada Dekorasi Natal Penyesuaian Bryophyta Dan Masalah Hidup Di Darat Bryophyta tidak sesuai sepenuhnya terhadap kehidupan di daratan. Zigot dan embrio dilindungi daripada pengeringan dengan terus menetap di dalam arkegonium. Di Finlandia. Bryophyta bergantung kepada air untuk hidup. Di Mexico.Di United Kingdom. Genussi gametofit lebih terubahsuai untuk hidup di habitat daratan kerana sporofit bergantung kepada Genussi gametofit untuk mendapatkan bekalan makanan dan perlindungan. Sperma harus berenang dalam kelembapan luaran untuk sampai ke telur. lumut ini adalah sangat menyerap dan mempunyai kekayaan antibacterial. Kesimpulannya: 1.

Mempunyai sel-sel plastida yang mengandung klorofil a dan b. Perkembang biakan lumut hati ada dua yaitu secara aseksual menggunakan spora dan tunas. lumut hati bertalus dan lumut hati berdaun 9. sebagai epifit umumnya menempel pada daun-daun pepohonan dalam rimba di daerah tropika. 6. 10. . Susunan tubuh lumut hati berdasarkan bentuk talusnya. 5. Pada lumut daun. Pada bentuk primitif tumbuhan lumut helaian berupa thalus (Marchantia. tempat hidupnya tumbuh di tempat agak terbuka.\ 12. 3. dan anteridium terpancang pada permukaan atas. 4.2. Susunan tubuh sebenarnya merupakan gametofit. Cara hidup lumut hati. Tempat hidup lumut hati pada tempat-tempat yang basah untuk struktur tubuh higmorf dan pada tempat-tempat yang kering untuk struktur tubuh yang xemorf (alat penyimpanan air) 7. Perkembangbiakan lumut daun ada dua yaitu berumah satu jika dalam kelompok itu terdapat arkegonium maupun anteridium dan berumah dua jika kumpulan arkegonium dan anteridium terpisah. Susunan tubuh lumut daun melekat pada substrat dengan menggunakan rizoid yang multiseluler bercabang-cabang. dan sel-selnya telah mempunyai dinding yang terdiri dari selulosa. secara seksual contoh Marchantia. lumut hati dibagi menjadi dua kelompok yaitu. 8. Anthoceros). bentuknya seperti cakram. Kebanyakan hidup di darat. 11. Ada dua macam perkembang biakan yaitu: reproduksi vegetatif dan reproduksi generatif. Riccia.

14. dan ditepi jalan yang basah atau lembab. sel-selnya hanya mempunyai suatu kloroplas dengan satu pirunoid besar. Dijumpai ditepi-tepi sungai atau danau dan seringkali disepanjang selokan. biasanya melekat pada tanah dengan perantaraperantara rizoid-rizoid susunan talus masih sederhana. .13. Tubuh utama berupa gametofit yang mempunyai talus berbentuk cakram dengan tepi bertoreh. Secara seksual. 15. dengan membentuk anteridium dan arkhegonium.

BRYOPHYTA ( TUMBUHAN LUMUT ) Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mandiri pada mata kuliah Konsep Dasar IPA 1 Disusun Oleh : Risa Sri Yuli Astuti 208204250 FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2009 .