KERANGKA ACUAN KERJA STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN PASAR KLEWER KOTA SURAKARTA TAHUN ANGGARAN 2012

I
I.1

PENDAHULUAN
Latar Belakang Kegitan sosial dan kegiatan ekonomi mencirikan perkembangan suatu kota di samping

aktivitas lain yang ada. Salah satu indikasi dari dinamika perkembangan kota dapat dilihat dari kondisi perekonomian kota tersebut. Umumnya, perkembangan kota juga diimbangi dengan penyediaan sarana dan prasarana. Kondisi tersebut menjadikan bahwa sarana dan prasarana menjadi salah satu indikasi dalam perkembangan kota. Menurut Jayadinata (1999) pembangunan tidak dapat berjalan dengan lancar apa bila tidak diimbangi dengan penyediaan prasarana. Dinamika perekonomian suatu kota ditentukan oleh seberapa jauh efisiensi penggunaan ruang atau pola ruang untuk aktivitas perekonomian tersebut. Perkembangan perekonomian kota ini secara spesifik akan ditentukan oleh dinamika sistem perdagangan yang ada dikota tersebut serta kawasan sekitarnya. Salah satu sarana perdagangan adalah pasar, baik pasar tradisonal maupun pasar modern. Keberadaan sarana perdagangan ini berfungsi sebagai (http://www.pu.go.id): a. Salah satu sub sistem dari sistem pelayanan prasarana dan sarana kota b. Salah satu tempat kerja dan sumber pendapatan masyarakat c. Salah satu pusat retail dalam sistem perdagangan kota/daerah d. Salah satu sumber pendapatan asli daerah Aktivitas yang terjadi pada suatu pasar tradisional dan pusat perdagangan secara umum, merupakan salah satu parameter yang dapat digunakan untuk mengukur pertumbuhan dan dinamika ekonomi suatu kota. Intensitas dan ragam kegiatan yang terjadi di suatu pasar mencirikan bagaimana aktivitas perekonomian disuatu kota berjalan. Tingginya aktivitas yang terjadi di pasar menjadi salahsatu indicator dinamisnya perputaran roda perekonomian. Di Kota Surakarta sektor perdagangan dan jasa menjadi sektor andalan. Pada tahun 2010 sektor perdagangan, hotel, dan restoran menyumbang 25,72 persen dari Pendapatan Domestik regional Bruto Kota Surakarta. Kegiatan perdagangan besar dan ritel merupakan salah satu pendukung sektor perdagangan yang menjadi penyumbang PAD terbesar. Sedangakan pada tahun 2011 pasar tradisonal sebagai salah satu bentuk kegiata n ritel memberikan sumbangan

1

Pasalnya.3 milyar (Tempo. Dimulai dari bentuk tersebut kemudian berkembang menjadi pasar sandang besar yang dikenal dengan nama Pasar Klewer. dan perpanjangan surat hak penempatan. Selain itu 2 . Beberapa perusahaan ritel nasional membuka gerainya dalam format mal dan trade center pada lokasi-lokasi strategis di Kota Surakarta. 2007). 24 Januari 2006). Selain pasar tradisional. Sebagai pasar tradisional kontribusi Pasar Klewer untuk PAD Solo cukup besar. Pasar Klewer berada dalam lingkungan budaya keraton. Sehingga keberadaan Pasar Klewer secara tidak langsung dapat menunjang kegiatan pariwisata. Pasar Sandang di Kampung Slompretan berkembang sejak tahun 1947 dan sejak tahun 1950 lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Pasar Klewer hingga saat ini. mencari hiburan dan pusat pemerintahan (Simpson dalam Latif. Fenomena ini terjadi pada perkembangan Pasar Klewer. Keberadaan industri batik yang banyak terdapat di Kota Surakarta menunjang perkembangan Pasar Klewer sebagai pusat penjualan sandang terutama produk batik. Pada tahun 1971 Pasar Klewer diresmikan oleh Presiden Soeharto sebagai pusat grosir sandang terbesar di Jawa Tengah. Mulai tahun 1968 mulai dibangun pasar yang representatif dengan arsitektur sesuai dengan gaya Solo. Dengan demikian secara langsung. Terjadinya peningkatan intensitas aktivitas tidak diimbangi dengan penyediaan fasilitas. mengingat perputaran uang yang terjadi di pasar ini berkisar 7 miliar rupiah per hari (Kompas. Pasar Klewer merupakan pusat perdagangan sandang terbesar di Jawa Tengah. susunannya menjadi tidak beraturan yang dalam bahasa Jawa diistilahkan dengan "Kleweran".yang bertindak sebagai pasar dan temapat beribadah. Hal ini dikarenakan adanya kebiasaan wisatawan yang berbelanja cinderamata setelah mengunjungi Keraton Surakarta. suatu kota selalu terdapat lokasi yang menjadi pusat pelayanan pada luasan tertentu. lokasi pasar tersebut berada dalam satu kompleks dengan pusat pemerintahan. 3 November 2011). kemudian pindah ke Pasar Slompretan yang terletak di Kampung Slompretan. Kondisi bangunan tampak kurang terawat dan terdapat sedikit kerusakan di beberapa sudut. Pasar-pasar tradisional yang ada umumnya telah memiliki lokasi yang strategis dengan aksesibilitas yang terjangkau. Pada perkembangannya. penjualan kios. Sumber setoran dari pasar tradisonal antara lain berasal dari retribusi para pedagang. Masjid Agung dan Keraton Kasunanan. Sejarah Pasar Klewer bermula dari ramainya tempat yang dikunjungi orang yang menjual barang dagangan berupa kain dengan cara diletakkan di bahu. kegiatan ritel modern juga tumbuh subur di Kota Surakarta.yang cukup besar yaitu 20. Pasar Klewer pada awalnya terletak di sebelah Timur Pasar Legi Solo. Karena barang dagangannya diletakkan di bahu. Keberadaan Wisata keraton didukung oleh pasar tersebut. Saat ini kondisi Pasar Klewer mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Menghadapai sejumlah pedagang yang tidak tertampung. Meskipun kapasitas Pasar Klewer tidak mampu mewadahi aktivitas perdagangan. Terjaminnya kesinambungan pembangunan. dimana konsep yang diterapkan sudah mempertimbangkan: kearifan local. kemampuan keuangan. Menghadapi fenomena tersebut. c. namun pangsa pasar (demand) yang ada masih menjanjikan bahkan mengalami peningkatan. 764 pedagang kaki lima dan 138 pedagang renteng. Proyek yang akan dibangun dapat memberikan dampak yang baik terhadap lingkungan sekitarnya.220 pedagang yang menempati kios. baik secara langsung maupun tidak langsung. Terlaksananya proyek pasar yang memenuhi persyaratan teknis dengan periode pelayanan yang sesuai dengan umur teknis bangunan dan kapasitas pelayanan yang sesuai dengan rencana. Bahkan seringkali terjadi kemacetan lalu lintas disekitar pasar akibat luapan aktivitas para pedagang. dan kemampuan sumber daya manusia yang tersedia. Berdasarkan ketentuan. I. pinggir Jl dr Rajiman maupun bekerjasama dengan Pusat Grosir Solo (PGS) dan Beteng Trade Centre (BTC) (http:// Solopos. 3 . diperlukan adanya studi kelayakan terlebih dahulu. Alun-alun Kidul.2 Maksud dan Tujuan Maksud penyusunan studi kelayakan pengembangan Pasar Klewer Kota Surakarta ini adalah untuk mengetahui apakah pasar tersebut layak untuk di kembangkan atau tidak. pembangunan suatu proyek atau fasilitas masyarakat dalam hal ini pasar tradisional. Dinas Pengelolaan Pasar memberikan lokasi alternative untuk pasar darurat Klewer diantaranya kawasan Benteng Vastenburg. 2012). Sedangkan tujuan dari pelaksanaan studi kelayakan pengembangan Pasar klewer kota Surakarta ini adalah sebagai berikut: a.com. Pedagang renteng merupakan sebutan bagi para pedagang yang berjualan di depan kios-kios. di Pasar Klewer terdapat 2. kemampuan kelembagaan pengelola. 12 Februari. Pemerintah Daerah Surakarta berusaha membangun dan merevitalisasi prasarana dan sarana perdagangan di Pasar Klewer. Berdasarkan data Dinas Pengelolaan Pasar Surakarta. Hasil studi kelayakan ini lah yang nantinya akan menjadi bahan pertimbangan utama untuk menentukan apakah pasar tersebut layak untuk direvitalisasi dan dikembangkan.keberadaan pedagang kaki lima yang tidak tertata dan kondisi parkir yang tidak teratur menambah kesan semrawut pada Pasar Klewer. b.

Proyek yang akan dibangun dapat meningkatkan kondisi dan atau derajat kehidupan masyarakat termasuk pengurangan masyarakat miskin. LOKASI STUDI Gambar 2.2 METODE PENGUMPULAN DATA 4 . II. II METODOLOGI STUDI II. Gambar berikut ini menunjukkan lokasi Pasar Klewer.d.1 LOKASI DAN WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN Lokasi studi kelayakan ini berada pada kompleks Pasar Klewer yang terletak di jalan dr Rajiman Kota Surakarta. mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing global dan perbaikan pelaynan publik.1 Lokasi Pasar Klewer Sedangkan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah selama empat bulan efektif dan dimulai setelah diterbitkannya surat perintah mulai kerja dari pejabat pembuat komitmen.

2. penyebaran dan interaksi dengan lingkungan sekitar. maupun analisis yang dilakukan. agar tercapai maksud dan tujuannya sesuai yang dijabarkan dalam kerangka acuan kerja. Deskriptif Menganalisis keadaan fisik wilayah perencanaan dan daerah sekitarnya serta kondisi non fisik melalui suatu uraian dan penjelasan baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif dalam bentuk tulisan maupun penganalisaan. batas batas administrasi dan batas geografi wilayah perencanaan. disesuaikan dengan aspek yang akan dibahas dan tingkat keperluannya. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dengan menggunakan metoda studi pustaka dan pengumpulan data pada instansi terkait. Normatif Metode pendekatan yang didasarkan pada norma-norma atau kaidah yang ada untuk menilai kondisi sekarang untuk menentukan pengembangan di masa mendatang 4. Adapun metode pendekatan yang dilakukan adalah : 1. Metode Pendekatan Metode pendekatan yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan Pasar Klewer Kota Surakarta. 2. melalui perkembangan tata ruang. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung melalui survey dan pengukuran lapangan. sesuai dengan kelengkapan data dan pentingnya setiap permasalahan. Pendekatan Terpadu 5 . Metode Pengumpulan Data Dalam menyusun dokumen ini. Keruangan / Spasial Menganalisa gejala-gejala yang bersifat meruang. dilakukan beberapa metode pengumpulan data yaitu metode pengumpulan data primer dan data sekunder. pengukuran di lapangan. B. Studi dimulai dengan menentukan batas proyek. Sedangkan data sekunder merupakan data yang dikumpulkan melalui studi literatur yang diperoleh dari instasi maupun institusi terkait. disamping itu pendekatan dalam perencanaan ini dimaksudkan untuk memudahkan penilaian baik secara kualitatif maupun kuantitatif.A. Metode yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan studi antara lain: 1. Metode yang digunakan untuk memperoleh data primer dilakukan dengan wawancara. Metodologi prakiraan dampak yang terjadi menggunakan metodo matriks aliran dampak atau check list. 3.

Suatu pendekatan permasalahan akan selalu berkait dengan suatu permasalahan yang lain. Trafic Condition 1) Alat transportasi umum dan rut eke sentra permukiman dan komersil 2) Volume traffic 3) Prediksi traffic masa depan 2. tempat sampah. los. security. listrik. infrastruktur diluar dan didalam pasar (jalan. Kondisi Lingkungan (Perumahan dan Pasar) 1) Review rencana detail kecamatan 2) Kondisi bangunan. dll. gudang. Survey Lapangan diperlukan untuk mendapatkan data primer dengan melakukan pengamatan dan pencatatan langsung dilapangan dan mengadakan interview (wawancara) atau melakukan masukan informasi melalui questionary kegiatan pasar. BAPPEDA dan beberapa instansi terkait untuk mengetahui kebijakan-kebijakan terkait penyelenggaraan pasar tradisional. parker. 3. Data-data primer yang diperlukan untuk studi kelayakan Pasar Klewer Kota Surakarta minimal meliputi: 1. Dinas Pengelola Pasar. Kondisi Pasar 1) Jumlah toko. oleh karananya diperlukan pula adanya pendekatan terpadu yang mengkaitkan beberapa faktor yang saling mempengaruhi. kios. Pejabat pemerintah terkait (Walikota. II. mushola. pemilik kios. Para pedagang pasar. 2. telpon. keamanan kebakaran) dilihat kapasitas supply dan kontinuitasnya 4) Kondisi fasilitas penunjang lain seperti toilet.3 KEBUTUHAN DAN SUMBER DATA Kebutuhan data pada pelaksanaan Studi Kelayakan Pasar Klewer Kota Surakarta berupa data primer dan sekunder yang dapat diperoleh dari beberapa sumber berikut: 1. drainage) 3) Kondisi utilities (air. Pendekatan ini untuk menghindari adanya kesenjangan dalam operasional pelaksanaannya. dan forum pedagang di Pasar Klewer. Konsumen serta pihak-pihak terkait lainnya. 3. lapak serta okupansinya 6 . untuk mengetahui respons dan feedback terhadap wacana pengembangan Pasar Klewer.

GRDP Kota Surakarta 1) Jumlah dan growth 2) Dominan sector 3) Per kapita 2. penjaja pasar dan lain sebagainya dan growth 2) Data level konsumsi masyarakat per household dan growth 3) Peran pusat wilayah dalam konstelasi ekonomi intra/inter provinsi 4. Berikut ini merupakan beberapadata yang diperlukan.4 TEKNIK PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 7 . Kebijakan Pasar (dari Dinas Pasar) 1) Jumlah pasar di Kabupaten Boyolali.2) Jumlah tenant/user yang menempati/memiliki 3) Jumlah tenant/user yang sewa atau beli tangan kedua 4) Jumlah omset/turnover per bulan dan growth 5) Harga tarif sewa/beli resmi 6) Harga tariff sewa/beli tangan kedua 7) Biaya total pendapatan 8) Biaya operasi maintenance per bulan Sedangkan data sekunder diperoleh melalui bahan publikasi yang diterbitkan oleh instansi terkait dan berhubungan langsung dengan studi yang dilakukan. dan infrastruktur pasar yang sekarang II. kondisi fasilitas. Ekonomi Kabupaten 1) Data jumlah usaha business skala UKM/atau pemilik kios. 1. lapak dibeberapa pasar 4) Jumlah fasilitas. toko. Populasi Kabupaten dan Kecamatan 1) Jumlah/growth dan dependency ratio 2) Struktur employment 3) Per kapita 3. los. jumlah user di tiap pasar dalam klasifikasi unit usaha 2) Pendapatan total per pasar dan biaya/subsidi/operasi cost masing-masing pasar 3) Tarif/sewa atau beli : kios.

pengusaha/pedagang maupun masyarakat dengan metode random sampling. Aspek Kelayakan Teknis. Adapun jenis laporan yang harus diserahkan konsultan adalah: 1. 2. Aspek Kelayakan Lingkungan diterapkan secara deskriptif untuk mengetahui dan mengukur kemanfaatan dan kerugian yang diprediksi akan muncul dengan adanya upaya pengembangan Pasar Klewer. Permasalahan yang dihadapi 8 . melalui perhitungan Net Present Value (NPV). dan Internal Rate of Return (IRR). dengan teknik analisis trend terhadap variable terpilih. Apek Kelayakan Finansial. melalui teknik analisis deskriptif terhadap variable-variabel yang telah ditentikan 3.Studi ini dibagi dalam dua tahap pengumpulan data. Tahap pertama difokuskan kepada aktivitas desk research yang meliputi telaah pustaka dan pencarian data sekunder. 5.1 PELAPORAN Dokumen Studi Kelayakan Pengembangan Pasar Klewer beserta Ringkasan Eksekutif dibuat rangkap 10 (Sepuluh) eksemplar dan diserahkan ke penggunaan jasa sesuai dengan surat kontrak yang ditandatangani. Adapun teknik pengolahan data didasarkan kepada aspek-aspek analisis kelayakan yang antara lain meliputi : 1. Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan ini harus disampaikan dan dipresentasikan oleh penyedia jasa selambat – lambatnya 25 hari kalender terhitung setelah SPK di tandatangani. Aspek Sosial diterapkan secara deskriptif untuk mengetahui persepsi para pedagang dan konsumen terhadap rencana pengembangan Pasar Klewer. Analisis ini memberikan arahan tentang volume permintaan dan penawaran barang dagangan pada masa sekarang dan masa yang akan dating. III PELAPORAN DAN PENYUSUNAN DOKUMEN III. Tahap kedua akan memfokuskan pada pencirian data primer melalui wawancara mendalam (indepth interview) dengan nara sumber terpilih baik dari kalangan pejabat pemerintahan. Aspek Kelayakan Pasar. 4. Laporan pendahuluan ini disajikan sejumlah 10 (Sepuluh) eksemplar kedalam format A4 dan minimal memuat substansi berikut ini: a. Benefit Cost Ratio (BCR). Gambaran penjelasan secara garis besat kondisi lokasi proyek b.

c. metode dan jadwal pelaksanaan pekerjaan 2. 1. Kompilasi data-data yang telah diperoleh b. Laporan Antara Laporan ini harus disampaikan oleh penyedia jasa selambat-lambatnya 50 hari kalender setelah pelaksanaan paparan laporan pendahuluan. Pelaksanaan pekerjaan konsultan dinyatakan berakhir apabila pekerjaan Penyusunan Dokumen pada pekerjaan Studi Kelayakan Pengembangan Pasar Klewer dinyatakan selesai secara keseluruhan. Analisa kebutuhan fasilitas 3. Konsultan berkewajiban dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pelaksanaan pekerjaan. Konsultan berkewajiban melaksanakan pekerjaan tersebut diatas berdasarkan ketentuan teknis yang telah di tetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja. III. Dokumen laporan akhir diserahkan kepada pihak pengguna jasa sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar dalam format A4. diperlukan waktu selama 210 hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya kontrak kerja antara pengguna jasa dan penyedia jasa.c. III. Tenaga Ahli Tim konsultan terdiri dari tenaga – tenaga ahli dengan spesifikasi sebagai berikut: 9 . berdasarkan ketentuan perjanjian kerjasama yang telah ditetapkan b. Metode analisa d.3 ORGANISASI TENAGA AHLI Pekerjaan ini akan dilaksanakan Penyedia Jasa Konsultan yang mempunyai keahlian di bidang studi kelayakan khususnya dengan kewajiban dan tanggung jawab sebagai berikut: a. Laporan Akhir Penyusunan laporan akhir selambat-lambatnya diselesaikan selambat-lambatnya 65 hari kalender terhitung setelah pelaksanaan paparan laporan antara.2 WAKTU PELAKSANAAN Untuk dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam kerangka acuan ini. Hasil analisa data c. Dokumen laporan antara ini dicetak sebanyak 10 (Sepuluh) eksempar dan minimal memuat substansi berikut ini: a. Rencana kerja.

dengan syarat minimal pendidikan S1 Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 3 tahun 3) Ahli Lingkungan. syarat pendidikan minimal SMU/D3 dengan pengalaman 3 tahun 3) Operator Komputer. dengan syarat minimal pendidikan S1 Teknik Lingkungan dan diutamakan memiliki pengalaman dalam penyusunan Dokumen AMDAL selama 3 tahun. Asisten Tenaga Ahli Untuk mendukung kelancaran pengambilan data dan pengolahannya. pengalaman 3 tahun III. b.a. 4) Ahli Sosial Kemasyarakatan dengan syarat minimal pendidikan S1 Sosial Kemasyarakatan dan sejenisnya serta pengalaman minimal 3 tahun. Tenaga Pendukung 1) Surveyor. dengan syarat pendidikan minimal SMU/D3. syarat pensdidikan minimal SMU. syarat pendidikan minimal SMU/D3 dengan pengalaman 3 tahun 4) Staf Administrasi. dengan syarat minimal pendidikan S2 Planologi dengan pengalaman minimal 5 tahun 2) Ahli Sipil. Team Leader dan Tenaga Ahli Berikut ini merupakan susunan team leader dan tenaga ahli dalam penyusunan Studi Kelayakan Pengembangan Pasar Klewer: 1) Team Leader Merupakan Ahli Planologi. dengan syarat minimal pendidikan S1 Teknik Arsitektur dengan pengalaman minimal 3 tahun. diperlukan asisten tenaga ahli dengan syarat minimal sebagai berikut: 1) Asisten Ahli Lingkungan sebanyak 2 orang dengan syarat minimal pendidikan S1 teknik Lingkungan serta berpengalaman minimal 2 tahun 2) Asisten Ahli Planologi sebanyak 1 orang dengan syarat minimal pendidikan S1 teknik Planologi dengan pengalaman minimal 2 tahun c.4 PEMBIAYAAN 10 . 5) Ahli Ekonomi dengan syarat minimal pendidikan S1 Ekonomi serta pengalaman minimal 3 tahun 6) Ahli Arsitektur. pengalaman minimal 3 tahun 2) Drafter.

00 ( Tiga ratus lima puluh juta rupiah)(termasuk PPN IV PENUTUP Demikian Kerangkan Acuan Kerja (KAK) penyusunan dokumen Studi Kelayakan Pengembangan Pasar Klewer Kota Surakarta ini dibuat sebagai bahan acuan pelaksanaan kegiatan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen lelang dari kegiatan ini. 11 .000.Pelaksanaan pekerjaan penyusunan dokumen Studi Kelayakan Pengembangan Pasar Klewer Kota Surakarta dibiayai melalui APBD Kota Surakarta Tahun Anggaran 2012 adalah sebesar 10%) Rp 350.000.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful