Rumusan Masalah: Bagaimana pengaruh belief terhadap pembentukan perilaku? Sistematika: 1.

Teori-teori mengenai proses terbentuknya perilaku. 2. Teori-teori mengenai apa saja faktor yang mempengaruhi terbentuknya perilaku. 3. Apa itu belief? 4. Bagaimana munculnya belief? 5. Apa kedudukan belief dalam pembentukan perilaku? 6. Apa beda belief dengan value dan norma? 7. Bagaimana proses belief bisa mempengaruhi terbentuknya perilaku? 8. Apa contoh belief mempengaruhi perilaku? 9. Beda belief dengan psikologi agama? 10. Kesimpulan Pembahasan: 1. Teori-teori mengenai proses terbentuknya perilaku. 2. Teori-teori mengenai apa saja faktor yang mempengaruhi terbentuknya perilaku. 3. Apa itu belief? Belief, atau kepercayaan, merupakan salah satu komponen sikap. Komponen sikap selainnya, diantaranya: 1. Kognitif (kepercayaan/keyakinan {belief}, ide, konsep, pengetahuan terhadap objek). 2. Afektif (kehidupan emosional). 3. Konatif (kecenderungan orang untuk bertindak). Belief seringkali dihubungkan dengan agama, kepercayaan agama, sesuatu yang berhubungan dengan yang ghaib, atau makhluk halus, dan selainnya. Misalnya saja agama islam, agama hindhu, agama budha, islam kejawen, semuanya menjadi bahasan yang sering ketika memasuki pembahasan masalah belief (kepercayaan). 4. Bagaimana munculnya belief? Belief dalam komponen sikap yang sudah dijelaskan sebelumnya, merupakan jenis kognitif (pemahaman), sehingga ketika ingin mengetahui proses munculnya belief, sama halnya dengan munculnya pemahaman seseorang. Yakni secara umum, adanya sosialisasi nilai, adanya stimulus yang mempengaruhi pandangan. Ketika stimulus ini semakin sering diterima oleh seseorang, maka lama-kelamaan akan terinternalisasi, atau juga ketika hanya satu kali stimulus namun merupakan suatu hal yang sangat sesuai dengan individu tersebut, maka akan langsung di-iya-kan dan akhirnya dipercayai/diyakini untuk menjadi belief. 5. Apa kedudukan belief dalam pembentukan perilaku? Belief merupakan salah satu variabel yang berpengaruh pada terbentuknya perilaku, baik perilaku individu maupun masyarakat. Variabel pembentuk perilaku selainnya yakni value dan norma. Untuk lebih jelasnya, dalam pembahasan lain, perlu dibedakan antara belief, norma, dan value. Belief adalah kepercayaan yang dianut oleh seseorang, dengan adanya kepercayaan itu, maka berpengaruh pada perilaku yang dilakukan oleh seseorang tersebut. Mengingat bahwa sesuatu yang diimani, pastinya akan menuntut sebuah

Jika belief mengatakan A. Misalnya saja akan digunjingkan. tidak nyaman. Dengan kepercayaan ini. Dengan keyakinan yang berbeda ini. Semua perilaku yang dijalankan akan diusahakan sesuai dengan belief tersebut. Bagaimana proses belief bisa mempengaruhi terbentuknya perilaku? Perilaku terbentuk pastinya ada inputan-inputan sebagai pertimbanganpertimbangan dalam mengolah stimulus. Bentuk penghormatan mereka yakni dengan menunduk ketika lewat di depan orang yang lebih tua. merupakan bukti bahwa ada kepercayaan atau keyakinan yang berbeda. dan akan menerima sanksi sosial. Jika bentuk penghormatan ini tidka dilakukan. Kongkritnya misalnya saja perilaku ibadah. Misalnya saja semua orang muda di lingkungan pedesaan harus menghormati orang yang lebih tua. maka akan menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi individu tersebut. maka perilaku harus sesuai dengan kepercayaan tersebut. Norma ini dibuat oleh masyarakat yang mengatur masalah antara manusia dengan sesamanya. Ketika mempercayai sesuatu. namun perilaku ibadahnya berbeda karena mempunyai kepercayaan yang berbeda. maka individu atau masyarakat tersebut akan merasa takut. menggunakan bahasa jawa krama inggil. Apa beda belief dengan value dan norma? Norma adalah aturan-aturan yang ada di masyarakat. Mengatur tata cara berperilaku dalam masyarakat yang hubungannya dengan manusia selainnya. Orang NU yang menganggap pentingnya memanjatkan doa setelah shalat. 7. Sama-sama agama islam. sudah terjelaskan di penjelasan sebelumnya yakni merupakan kepercayaan. Belief merupakan sebuah inputan untuk menjadi pertimbangan dalam menghasilkan suatu perilaku. Untuk contoh kasusnya bisa dilihat pada pembahasan setelahnya. 6. maka akan mendapatkan sanksi berupa sanksi sosial. khawatir akan terjadi suatu kesalahan. maka anak muda tersebut dianggap telah melanggar norma. akan dimarahi. berbeda dengan orang Muhammadiyah yang mempunyai kepercayaan bahwa kegiatan tersebut tidak . maka akan berpengaruh pada perilaku kesehariannya. 8. jika tidak sesuai. akan memunculkan perilaku yang diusahakan selalu sesuai. Apa contoh belief mempengaruhi perilaku? Munculnya berbagai jenis aliran agama. entah hukuman yang ada di masyarakat tersebut ataupun hanya sebatas pengucilan dalam pergaulan. Aturan diciptakan atau pun merupakan peninggalan keturunan sebelumnya. diceritakan ke penduduk selainnya bahwa ia adalah anak yang tidak sopan.perilaku. maka memunculkan perilaku dzikiran setiap selesai shalat. akan sangat berpengaruh pada terbentuknya perilaku. Jika tidak. melalui suatu proses dalam mengolah stimulus tersebut. Sehingga. Jika melanggar norma yang telah disepakati. Value adalah Misalnya saja Sedangkan belief sendiri. Perilaku muncul. menyapa. belief yang dimiliki oleh seseorang. maka perilaku yang akan terbentuk juga akan sesuai dengan A. keyakinan terhadap sesuatu baik yang rasional maupun irasional.

tapi untuk Allah. Orang NU yang selalu melakukannya dan orang Muhammadiyah yang tidak melakukannya. Sehingga adanya perilaku selametan. maka perlu diselameti. c. Memang tetap ada kenduri. namun bukan untuk roh. ada kenduri nelung dino (3 hari). Memuja benda-benda pusaka seperti keris. Membuat sesaji setiap ada gawe. nyatus (100 hari). b. semua yang akan terjadi sudah ditentukan oleh gusti Allah. nenek moyang. Dengan kepercayaan ini. bersih desa. Perilaku selamatan atau kenduri ini muncul karena adanya kepercayaan (belief) bahwa roh keluarga yang telah meninggal masih sering pulang dan mengadakan kontak. Islam dan Budaya Jawa Islamisasi budaya jawa  islam kejawen. e. Ketika pandangan antara Tuhan dan manusia berbeda. Kepercayaan orang jawa. Islam kejawen mempunyai kepercayaan bahwa ada kekuatan lain dimana saja yang bisa mempengaruhi kesuksesan dan bisa juga menyebabkan kegagalan bahkan kematian. gamelan. kapanpun bisa menyambangi di rumah keluarganya. 9. hanya membahas perilaku-perilaku yang didasarkan pada pandangan hubungan antara Tuhan dan manusia. semua kalimat yang diucapkan adalah pemujaan terhadap keagungan Allah. Islam kejawen mempunyai kepercayaan bahwa semua yang ada. sebagian dimakan bersama. mereka tidak percaya bahwa makhluk gaib bisa mendatangkan kesuksesan dan kegagalan. atau Sing Mbahu Rekso”. maka akan menghasilkan perilaku yang berbeda pula. Kepercayaan (belief) mempengaruhi ibadah ritual  perilaku ibadah ritual  diulang-ulang menjadi budaya ibadah ritual masing-masing. mitung dino (7 hari). . Roh ini dianggap sebagai yang menunggu desa. Diharapkan dengan selametan ini. mendak pindho (2 tahun).penting. maka tidak perlu dilakukan. dan pemujaan terhadap roh. sebagian sebagai sesajen. matang puluh (40 hari). Misalnya saja. bahwa arwah orang tua. akan memberikan perlindungan masyarakat desa. menyerahkan diri pada takdir. Apa beda belief dengan psikologi agama? Psikologi agama. a. Maka ketika meninggal. atau ada juga yang menetap di makam (pesareyan). melainkan untuk memanjatkan doa pada Allah sang khalik dan membagi sedekah pada warga di sekitar rumahnya dengan memberikan berkat (nasi dan jajan yang dibungkus). dan nyewu (3 tahun). mendhak sepisan (1 tahun). Perbandingannya dengan islam yang bukan kejawen. dengan membersihkan lingkungan desa terutama makam dan diakhiri dengan selametan atau kenduri. sehingga umat manusia hanya boleh bersikap nerimo. Agar hubungan tetap lancar. Doa pun bukan untuk mayit. yang berkuasa hanyalah Allah. islam kejawen juga percaya adanya roh penunggu desa yang sering disebut “Dhanyang. kakek moyang yang telah meninggal dunia masih tetap hidup dan berkeliaran di sekitar tempat tinggalnya. d. maka orang islam yang bukan kejawen tidak melakukan ritual sesaji. Sing Ngemong. Selametan adalah acara makan bersama yang makanannya sudah diberi doa. Sehingga dari kepercayaan ini muncul perilaku bersih desa. Selain percaya adanya roh keluarga. Begitupun masalah doa qunut. Arwah dianggap masih ada kontak dengan keturunanya. Kepercayaan (belief) mempengaruhi perilaku kehidupan sehari-hari. Karena dipikir masih tidak mungkin untuk menghilangkan budaya tersebut.

berbeda dengan agama yang mempunyai pandangan bahwa Tuhan hanya menciptakan saja tanpa ikut mengatur berjalannya kehidupan. tapi juga ikut mengatur berjalannya. Namun. Sehingga menciptakan perilaku umat islam yang mengadakan ibadah ritual penyembahan pada tuhan lewat shalat dan ibadah-ibadah selainnya. tidak hanya keyakinan dan kepercayaan terhadap agama. ini bukanlah hubungan antara Tuhan dan manusia saja. . melainkan juga dengan yang selainnya. Maka pandangan ini akan menciptakan perilaku umat agama tersebut terserah pada dirinya masing-masing. mengenai makhluk halus.agama islam memandang bahwa Tuhan tidak hanya menciptakan manusia. Namun ruang lingkupnya lebih luas. melainkan juga kepercayaan atau keyakinan pada selainnya. toh Tuhan tidak ikut campur tangan. memang kepercayaan atau keyakinan agama juga masuk sebagai pembahasannya. Namun. dalam belief sebagai faktor pembentuk perilaku. Misalnya saja pada contoh di atas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful