PB III.HILANGNYA KH DAN FAKTOR PENYEBABNYA • Sub Pokok Bahasan1. : Mekanisme hilangnya KH • Sub Pokok Bahasan 2.

: Penyebab utama kepunahanMekanisme Hilangnya KH • 1. Hilangnya Habitat • 2. Spesies Pendatang • 3. Eksploitasi Tanaman dan Hewan. • 4. Pencemaran • 5. Perubahan Iklim Global • 6.Pertanian dan Kehutanan (industri). Penyebab Utama Kepunahan KH 1. Peningkatan Populasi Manusia 2. Konsumsi SDA yg tidak Berkelanjutan 3. Penyempitan Spektrum Produk Pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dll 4. Kebijakan Ekonomi yg Gagal, dlm memberikan penghargaan pada lingkungan dan SDA. 5. Ketidakadilan dalam kepemilikan, pengelolaan dan Penyaluran SDA. 6. Kurangnya Pengetahuan dan Penerapannya. 7. Sistem Hukum dan Kelembagaan yg mendukung Eksploitasi. POKOK BAHASAN IV. STRATEGI PELESTARIAN KEANEKARAGAMAN HAYATI/KH. V. KAWASAN YANG DILINDUNGI VI. KONSERVASI SDAH DI KAWASAN LINDUNG VII. MENINGKATKAN KAPASITAS MANUSIA GUNA MELESTARIKAN KHTUGAS DISKUSI • TOPIK TOPIK : • 1. Keanekaragaman SDA Hayati Indonesia • 2. Mekanisme Hilangnya KH • 3. Faktor faktor Penyebab Berkurangnya KH • 4. Kawasan lindung. • 5. Upaya Bikons Di Kawasan Lindung. • 6. Hubungan Mayarakat dengan Kawasan Lindung. •Pokok Bahasan IV : Strategi Pelestarian Keanekaragaman Hayati (K H). Sub Pokok Bahasan 1: Membangun Masyarakat Yang Berkelanjutan , (Konteks Bagi Pelestarian K H). Aspek utama dari strategi konservs KH di lapangan adl pelestarian KH In Situ di kawasan dgn keanekaragaman yg tinggi. Beberapa prinsip yang dapat dipakai : 1. Menghargai dan memelihara komunitas kehidupan 2. Memperbaiki mutu kehidupan manusia

• Strategi Pelestarian Dunia menunjukkan betapa pentingnya PSDA yang terpulihkan bagi pembangunan yang berkelanjutan. •o Melestarikan keanekaragaman plasma nutfah bagi program budi daya. nasional dan global. Tindakan tindakan untuk pelestarian K H harus direncanakan dan diimplementasikan pada suatu skala yang ditetapkan berdasarkan kriteria ekologi dan sosial 9. untuk memperbaiki sifat tanaman dan hewan budidaya serta pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi. Keanekaragaman budaya sangat erat kaitannya dengan K H.3.Memberikan kerangka nasional untuk mengintegrasikan pembangunan dan pelestarian 9. 10. Pelestarian K H hanya dapat dipertahankan jika kesadaran dan perhatian masyarakat dan pengambil kebijakan cukup besar 8.Sub Pokok Bahasan 2 : Sepuluh Prinsip Pelestarian K H. Sebagai bagian dari upaya yang lebih besar untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. 6. Prioritas prioritas untuk pelestarian K H. Pokok Pokok Pikiran strategi (Anonim. . 5. 1986) : •O Menjaga proses penting serta sistem penompang kehidupan. Melestarikan daya kehidupan dan keanekaragaman 4. yang dapat dicapai melalui cara (MacKinnon. berbeda beda bila dilihat dari sudut pandang lokal. nasional maupun global 3. •o Menjamin kesinambungan spesies dan ekosistem guna mendukung kehidupan dan industri. Memampukan masyarakat untuk memelihara lingkungan mereka sendiri 8. 1. merupakan unsur hakiki dalam Pelestarian K H.Sub Pokok Bahasan 3 : Pokok Pokok Pikiran Strategi. Pelestarian K H adalah investasi yang menghasilkan keuntungan penting baik secara lokal. 1995) : 1. Pendanaan yang makin meningkat terhadap pelestarian K H tidak akan dengan sendirinya memperlambat hilangnya K H. pelestarian K H menuntut perubahan mendasar dalam pola dan praktek pembangunan ekonomi di seluruh dunia. Mempertahankan batas daya dukung bumi5.Mengubah sikap dan tindakan pribadi 7. penghargaan terhadap hak hak asasi manusia dan semakin meningkatnya pendidikan dan informasi dalam mayarakat. Mengkatalisasikan tindakan melalui kerjasama international untuk pelestarian K H. Biaya dan keuntungan pelestarian K H harus dibagi secara adil pada semua pihak 4.Menempa aliansi global.Meminimalkan penipisan SDA yang tak dapt diperbaharui 6. 7. Setiap bentuk kehidupan adalah unik dan memerlukan penghargaan dari manusia 2. Meningkatnya partisipasi mayarakat.

Menciptakan kondisi insentif untuk pelestarian KH lokal. •o Memasukkan pelestarian K H ke dalam manajemen sumberdaya hayati. Memperkuat kemampuan untuk melestarikan spesies. Memperluas kemampuan manusia untuk melestarikan K H.2.7. •o Membetulkan ketidakseimbangan dalam pengendalian lahan dan sumberdaya •o Memperluas dan mendorong pemanfaatan secara berkelanjutan produk dan jasa dari hutan guna keperluan daerah setempat •o Menjamin bahwa mereka yang memiliki pengetahuan lokal mengenai sumberdaya genetik memperoleh manfaat secara tepat apabila pengetahuan tersebut digunakan. •o Menciptakan kondisi institusional untuk pelestarian dan pengembangan bioregional. . Melestarikan spesies.3. • 4. populasi dan keanekaragaman genetik . Mengelola K H di seluruh lingkungan hidup manusia. . •5. 6. • 8. mendidik publik dan membantu pembangunan berkelanjutan. Menciptakan suatu lingkungan kebijakan international yang mendukung pelestarian KH: •o Mengintegrasikan pelestarian KH ke dalam kebijakan ekonomi internasional •o Memeperkuat kerangka hukum internasional bagi pelestarian untuk melengkapi konvensi tentang KH •o Membuat proses bantuan pembangunan menjadi suatu kekuatan untuk pelestarian KH •o Meningkatkan pendanaan. Memperkuat daerah yang dilindungi. •o Mendukung tindakan pelestarian K H dalam sektor swasta. •o Menjamin keberlanjutan daerah yang dilindungi dan kontribusinya terhadap pelestarian K H. Memperkuat fasilitas pelestarian diluar lokasi untuk melestarikan K H. populasi dan keanekaragaman genetik dalam habitat alami. •o Mengidentifikasi prioritas nasional dan international • untuk memperkuat daerah yang dilindungi dan meningkatkan peran mereka dalam pelestarian K H. Menetapkan kerangka kebijakan nasional untuk pelestarian K H : o Memperbaharui kebijakan umum yang ada sekarang yang banyak mengundang pemborosan dan penyalahgunaan KH o Menerapkan kebijakan baru dan metode akuntansi yang meningkatkan pelestarian dan pemanfaatan KH secara seimbang o Mengurangi permintaan akan SDAH.

Pengakuan bahwa konservasi in situ dan preservasi ex situ K H merupakan alat penting dalam tiap strategi pelestarian K H. Pengambil manfaat komersial K H membantu secara finansial peletarian di negara negara yang memberikan perlindungannya. Perjanjian pemerintah untuk menjamin bahwa tiap penggunaan K H adalah berkelanjutan dan seimbang. Pembentukan sebuah mekanisme finansial yang akan menyediakan baik bantuan teknis maupun finansial kepada negara berkembang. dan bahwa mereka yang memiliki pengetahuan tradisional tentang sumber daya genetik dan para petani yang telah berkontribusi dan memelihara keanekaragaman tanaman dan ternak berhak mendapat kompensasi untuk penggunaan pengetahuan mereka. 1995 ): 1. •o Mengembangkan kemampuan manusia untuk melestarikan KH. 7.Sub Pokok Bahasan 5 : STRATEGI KONSERVASI ALAM INDONESIA • Konservasi ialah suatu upaya pengelolaan SDA yang menjamin : (Ananto.•o Meningkatkan kesadaran dan penghargaan nilai nilai dan kepentingan K H. •o Membantu lembaga menanamkan informasi yang diperlukan untuk melestarikan K H dan memobilisasi keuntungannya. 10.Sub Pokok Bahasan 4: Unsur Penting Konvensi KH • Adapun unsur unsur konvensi K H tersebut adalah (Anonim. 2. 5. 3. Pengakuan bahwa peletarian K H merupakan keprihatinan umum semua umat manusia dan bahwa negara mempunyai kedaulatan untuk menggunakan sumber daya hayatinya. Pembentukan struktur administratif yang memberikan kontrol seimbang bagi negara maju dan negara berkembang yang merupakan negara anggota konvensi. •o Meningkatkan penelitian dasar dan terapan tentang pelestarian K H. 9.6 .4.1987) •1. Perjanjian pemerintah untuk mensurvei SDA kehidupan baik yang terdomestikasi maupun yang liar. 8 . Pengakuan bahwa akses ke K H tergantung dari persetujuan yang diberitahukan sebelumnya oleh negara yang bersangkutan. Pembentukan sistem monitoring dan peringatan dini untuk memperingatkan masyarakat dan pemerintah akan ancaman potensial terhadap K H. Pengawetan SDA dan Keanekaragaman plasma nutfah . Mekanisme untuk memastikan akses bagi negara berkembang ke teknologi bagi pelestarian dan penggunaan K H.Perlindungan proses proses ekologis dan sistem penyangga kehidupan •2.

latihan dan bimbingan kepada pelaksana kegiatan konservasi • 8. Non hayati dan Buatan. identifikasi dan evaluasi potensi dan kondisi SDA • 2.Pengaruh jenis dan kepadatan tanaman terhadap % hujan yang sampai ketanah (Baver.5 78. • SDA yang dikonservasi : – SDA hayati. Konservasi Secara Vegetatif.78.7 57 44. Penanaman dalam strip (Strip Cropping). Jumlah Tnm / M2 •0 36 64 100 144 • Jagung 100% 62. Pengembangan sarana konservasi • 9. Pembangunan.69 60.Tujuan Konservasi • Terjaminnya kebutuhan dasar materiil.2 65. Potensi SDA • 2. Alih teknologi dari negara negara yang lebih maju dalam kegiatan konservasi. Perlindungan dan pengamanan SDA yang langka dan terancam punah • 4.1956) • Jenis tnm.Pemanfaatan secara lestari SDA dan Lingk.4 78. Kemajuan Teknologi • 5.Latar Belakang Konservasi • 1.4 78. Penanaman dengan tanaman penutup tanah (Permanent Plant Cover). Penelitian dan pengembangan teknologi konservasi SDA • 7. Kegiatan kegiatan Pokok Konservasi • 1. 2. spiritual dan budaya masyarakat yang selalu meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya dari SDA secara lestari dan berkesinambungan. Memanfaatkan SDA secara lestari • 6.3 • Oat 100% . Pertambahan Penduduk • 3. Inventarisasi . Konservasi secara Mekanis. Melakukan pendidikan.9 64. Perkembangan Ekonomi • 4. Memperkecil aliran permukaan. Cara yang dapat dilakukan a l : . Penanaman Berganda (Multiple Cropping ) 4. Tujuan : 1. Merupakan pengelolaan tanaman guna menekan laju erosi dan aliran permukaan : 1. Penghutanan kembali (Reboisasi). 3. tata guna tanah dan hutan • 3.5 • Kedelai 100% 88.9B. Menampung dan menyalurkan aliran permukaan pada bangunan tertentu.KONSERVASI TANAH DAN AIR SEBAGAI SDA • A. 2.•3. Rehabilitasi SDA yang rusak• 5. Pengaturan penggunaan tata ruang lingkungan alam.

: PENANGGULANGAN SAMPAH 1. B. Dep. Pembuatan Saluran Pembuangan Air. • 1. diolah hingga menghasilkan residu 10-20 %.Penangung kawab pelaksanaan konservasi SDA.(Jakarta) Sebelum ke TPA dibawa ke ITF (Intermediate Treatment Facilities). identifikasi dari potensi SDA.KONSERVASI DAN BUDIDAYA • Budidaya : Lobster Air Tawar. Contoh: • Masalah : Rusaknya habitat ( sawah dan hutan) .KONSERVASI DAN BUDIDAYA. Koi. • Lokasi : Di sekitar TT. Perindustrian • 6. Perlindungan / pengamanan SDA yg terancam punah D. 3. Rekontruksi TPA. Dep. Menyulap sampah menjadi listrik. • 9. Lou Han. Cara / strategi untuk melindungi / memperbaiki / mengelola KH di tempat tsb. 3. beton pembatas jalan. (Medan) Sampah dimasukan mesin pengolah sampah untuk dijadikan genteng. baru ke TPA. Kompos / Composting. Agar terhindar dari kepunahan. Kehutanan • 4. LIPI. Saran . Pertanian • 5. 4. LON.1. DISKUSI • Masalah : Berkurangnya / Rusaknya / Hilangnya KH. Menurut APPKMI (Asosiasi Produsen Pupuk Kecil Menengah Indonesia) Dari 7. Cupang dll BonsaiPOKOK BAHASAN V: KAWASAN YANG DILINDUNGI • Konsep pelestarian yang modern adalah pemeliharaan dan . Kaktus. tegel. • Saran ttg. Pengaturan tata ruang / lingkungan C. Listrik yg dihasilkan dari waste energy sedikitnya 36 MW. P U • 7. 2. Dep . Anggrek Ikan Arwana. Kantor Menteri Negara dan LH • 2. • Lokasi : Sekitar TPA • Kegiatan : A. dari sampah 1000 ton hari. Inventarisasi. Badan Koordinasi dan Pemetaan Nasional • . Pengaturan Sistem Pengolahan Tanah 2. (Bandung). Dep. Pembuatan Bendungan Pengendali (check dam). Departemen Pertambangan dan Energi • 3. Dep. Aglonema.500 M3 sampah menjadi 30 % kompos. Pendidikan • 8. Pembuatan Teras. LBN.

sejarah purbakala. 2. . • 6.pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana. •Sub Pokok Bahasan 1 : Tujuan dan Manfaat Kawasan Lindung Manfaat: • 1. Menyediakan kesempatan bagi keberlangsungan penelitian dan pemantauan spesies. mata air panas. • 2. (MacKinnon. oLandskap atau ciri geofisik yang bernilai estetik.memelihara stabilitas lingkungan wilayah sekitar. Melestarikan sumber daya plasma nutfah. menyediakan kesempatan bagi terlaksananya pembangunan dipedesaan. iklim ). oFasilitas untuk rekreasi alam (danau. memelihara kapasitas produksi ekosistem. Menghasilkan protein nabati dan hewani (olah raga buru dan memancing). ekosistem alami serta kaitannya dengan pembangunan. Tujuan Pengelolaan 1. •Sub Pokok Bahasan 2: Kategori Kawasan Yang Dilindungi. sehingga mengurangi intensitas banjir dan kekeringan. Mempertahankan ekosistem dalam kondisi alaminya. bernilai tinggi. – Ciri ciri yang menjadi dasar untuk melindungi Suatu kawasan : oKarakteristik atau keunikan ekosistemnya. Mempertahankan keanekaragaman ekologis dan pengaturan L. sehingga menjamin tersedianya air serta produksi tumbuhan dan hewan secara terus menerus. 6. terancam punah. langka. atau pengetahuan ( glasier. menyediakan lokasi bagi pengembangan rekreasi . •o Kedua adalah kebutuhan untuk melakukan tindakan perlindungan untuk menjamin agar sumber daya tidak habis. penelitian dan pemantauan L. oSpesies khusus.) oFungsi perlindungan hidrologi ( tanah. 4. • 5. pegunungan). sedimentasi dan melindungi investasi di kawasan hilir. menyediakan kesempatan bagi terselenggaranya pendidikan pelestariann untuk masyarakat dan pengambil keputusan. • 3. keindahan alam dan tempat terbuka. Melindungi obyek warisan budaya. 7. air terjun. Menyediakan pendidikan. Menyediakan pelayanan rekreasi alam 9. pantai. – Konsep ini pada hakekatnya adalah gabungan dari dua prinsip kuno yang telah ada. Melestarikan kondisi kawasan tangkapan air. Mengendalikan erosi. 5. 1986) •o Pertama ialah kebutuhan untuk merencanakan pengelolan sumber daya yang didasarkan pada inventarisasi yang akurat. air. 8. 3. • 4. melindungi tanah dari erosi serta mengurangi mikro iklim ekstrim. oKeanekaragaman spesies.

4. • 8. Monumen Alam / Landmark Alam. situs purbakala )Delapan Kategori Kawasan Lindung dan Dua Kategori Tambahan • 1.oTempat peninggalan budaya ( kuil. DISKUSI •Topik : – Peran penduduk setempat terhadap keberhasilan pengelolaan Kawasan Yang Dilindungi. o Implikasi teori biogeografi pulau. • 5. o Pertimbangan kepariwisataan. Tanaman pakan ternak budi daya. Spesies yang berpotensi untuk obat obatan. Cagar Sumberdaya. 2. • 10. 8.POKOK BAHASAN VI : KONSERVASI SDAH DI . @ Keuntungan maupun kerugian yang diperoleh penduduk dengan adanya Kawasan Lindung. 9. tujuan. 1. 3. manfaat. Taman Nasional. pengendali hama).Sub Pokok Bahasan 3 : Dasar Dasar Pemilihan Kawasan Yang Dilindungi o Penilaian cakupan biogeografi global. (buah buahan liar.5. o Aspek geografi. Kawasan Pengelolaan Manfaat Ganda / Kawasan dikelola. o Pertimbangan praktis. Spesies yang berguna sebagai model penelitian. • 7. Taman Warisan Dunia. • 4. • 3. 7. daging satwa buruan). Cagar Budaya / Kawasan Biotis Alam. Spesies yang mempunyai toleransi khusus terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim. • 6. • Cagar bagi spesies migranspesies spesies yang mempunyai nilai ataupun berpotensi tinggi dimasa depan. Spesies yang berfungsi penting untuk kehidupan spesies lainnya ( lebah. 6. • Dasar. spesies yang mampu memperbaiki kesuburan. o Pertimbangan pelestarian plasma nutfah dan spesies. struktur dan stabilitas tanah. Spesies yang dipanen dari alam sebagai makanan. kelelawar. Suaka Margasatwa. @ Identifikasi dari kawasan lindung. Cagar Biosfir. • 2. • 9. Spesies tumbuhan/ hewan liar yang berkerabat dekat dengan tanaman pangan / ternak yang telah dibudidayakan. Bentangan Alam dan Bentangan Laut Dilindungi. o Pertimbangan politik. Cagar Alam / Ilmiah : melindungi alam dan proses proses alamiah. Spesies yang nilainya sebagai makanan atau produk lainnya semakin tinggi karena bertambah langka ( rumput laut ).

yang dapat menunjang usaha pelestarian KH. nilai penting.Sub Pokok Bahasan 3 : Meningkatkan Riset Dasar dan Terapan tentang KH • Cara yang dapat dilakukan adalah : o Mengkaji dengan sistematis prioritas riset KH Nasional o Meningkatkan riset IPA terapan tentang KH o Meningkatkan riset sosial yang menghubungkan proses sosial dan biologis o Riset budaya dan agama. kesenian rakyat. Pengelolaan bank plasma 4 Pengelolaan satwa langka dan terancam punah 5. media cetak dan elektronik). : o Inventarisasi : tumbuhan . o Melalui pendidikan informal : (lewat penyuluhan pertanian maupun penyuluhan kesehatan masyarakat bagi mayarakat pedesaan) Sub Pokok Bahasan 2 : Penyebarluasan Informasi.MERENCANAKAN PROGRAM PENELITIAN DI KAWASAN LINDUNG • Beberapa masalah yang dapat dijadikan topik penelitian a. Pengendalian spesies eksotis 9.KAWASAN LINDUNG • Upaya konservasi SDAH di kawasan lindung : 1. . Memelihara keanekaragaman genetika 3. Rehabilitasi satwa kurungan 8.Pengarahan kegiatan penelitian untuk tujuan pengelolaan. Pengelolaan populasi yang jumlahnya melampaui batas 7. Menjaga keseimbangan ekosistem 2. o Menginformasikan tentang distribusi spesies spesies dan pemanfaatannya ( potensi ekonomi ) serta ancaman kepunahannya. • Guna membantu menyebarluaskan informasi bagi masyarakat dapat dilakukan dengan : o Membentuk lembaga lembaga yang menyediakan informasi o Melakukan infentarisasi KH o Membentuk jaringan jaringan informasi lokal. nasional maupun global.POKOK BAHASAN VII . o Melalui pendidikan formal : (mulai dari tingkat sekolah dasar) . MENINGKATKAN KAPASITAS MANUSIA GUNA MELESTARIKAN KH • Sub Pokok Bahasan 1 : Meningkatkan apresiasi dan kesadaran akan arti keanekaragaman hayati • Guna meningkatkan apresiasi dan kesadaran akan arti KH dapat dilakukan dengan cara : o Membangun kesadaran masyarakat : (hiburan. hewan. sumberdaya alam o Kuantifikasi : Jumlah. Pemanfaatan hasil tumbuhan / hewan 10.l. penyebaran. Perlindungan cagar pulau 6. iklan layanan masyarakat .

1993. Yogyakarta 4. 1987.PUSTAKA. persaingan. Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. UGM Press. 8. 7. Konservasi Sumberdaya Tanah dan Air. tempat berlindung. Ananto Kusumo. Riset dalam ekologi kependudukan 9. UGM. spesies eksotis. 5. Bogor. Riset sitematik tumbuhan / hewan. MacKinnon. saling ketergantungan dll o Kebutuhan spesies : habitat. 3.CONTOH TOPIK TOPIK RISET KEANEKARAGAMAN HAYATI 1. . Peran KH dalam proses proses ekologis 3. o Pemantauan lingkungan. 6.. Dampak perubahan iklim. Gramedia Pustaka Utama. Hardjasoemantri Koesnadi. John dan Kathy. Jakarta. 1991. 2. Penegelolaan Kawasan Yang Dilindungi di Daerah Tropis. Potensi dan Strategi Keanekaragaman Hayati. makanan dan air. 5. o Dinamika perubahan : spesies langka. Anonim. Spesies spesies eksotis . 1988. o Prakiraan manipulasi terhadap ekosistem o Dampak pariwisata. Dampak perubahan lingkungan terhadap evolusi spesies 4. terancam punah. spesies. Gajah Mada University Press. 1. Pengelolaan Sumberdaya Alam. 1995. Anonim. Kalam Mulia Jakarta. IPB. Dampak penggunaan tanah dan air 2. Inventarisasi keanekaragaman genetik. 2005. Global Biodiversity.o Hubungan ekologi : Rantai makanan. Soerianegara Ishemat. 7. Jogyakarta. Strategi Keanekaragaman Hayati Global. Riset biologis spesies langka dan terancam punah. habitat dan ekosistem 6. jaring makanan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful