Pengertian Menstruasi Menstruasi adalah perdarahan periodik pada uterus yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi (Bobak

, 2004) Menstruasi adalah perdarahan vagina secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus. Fungsi menstruasi normal merupakan hasil interaksi antara hipotalamus, hipofisis, dan ovarium dengan perubahan-perubahan terkait pada jaringan sasaran pada saluran reproduksi normal, ovarium memainkan peranan penting dalam proses ini, karena tampaknya bertanggung jawab dalam pengaturan perubahan-perubahan siklik maupun lama siklus menstruasi (Greenspan, 1998). Siklus Menstruasi 1) Gambaran klinis menstruasi Sebagian besar wanita pertengahan usia reproduktif, perdarahan menstruasi terjadi setiap 25-35 hari dengan median panjang siklus adalah 28 hari. Wanita dengan siklus ovulatorik, selang waktu antara awal menstruasi hingga ovulasi – fase folikular – bervariasi lamanya. Siklus yang diamati terjadi pada wanita yang mengalami ovulasi. Selang waktu antara awal perdarahan menstruasi – fase luteal – relatif konstan dengan rata-rata 14 ± 2 hari pada kebanyakan wanita (Grenspan, 1998). Lama keluarnya darah menstruasi juga bervariasi; pada umumnya lamanya 4 sampai 6 hari, tetapi antara 2 sampai 8 hari masih dapat dianggap normal. Pengeluaran darah menstruasi terdiri dari fragmen-fragmen kelupasan endrometrium yang bercampur dengan darah yang banyaknya tidak tentu. Biasanya darahnya cair, tetapi apabila kecepatan aliran darahnya terlalu besar, bekuan dengan berbagai ukuran sangat mungkin ditemukan. Ketidakbekuan darah menstruasi yang biasa ini disebabkan oleh suatu sistem fibrinolitik lokal yang aktif di dalam endometrium. Rata-rata banyaknya darah yang hilang pada wanita normal selama satu periode menstruasi telah ditentukan oleh beberapa kelompok peneliti, yaitu 25-60 ml. Konsentrasi Hb normal 14 gr per dl dan kandungan besi Hb 3,4 mg per g, volume darah ini mengandung 12-29 mg besi dan menggambarkan kehilangan darah yang sama dengan 0,4 sampai 1,0 mg besi untuk setiap hari siklus tersebut atau 150 sampai 400 mg per tahun (Cunningham, 1995). 2) Aspek hormonal selama siklus menstruasi Mamalia, khususnya manusia, siklus reproduksinya melibatkan berbagai organ, yaitu uterus, ovarium, vagina, dan mammae yang berlangsung dalam waktu tertentu atau adanya sinkronisasi, maka hal ini dimungkinkan adanya pengaturan, koordinasi yang disebut hormon. Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin, yang langsung dialirkan dalam peredaran darah dan mempengaruhi organ tertentu yang disebut organ target. Hormon-hormon yang berhubungan dengan siklus menstruasi ialah ;

Fase ini merupakan bentuk transisi dan dapat dikenali dari epitel permukaan yang berbentuk torak yang tinggi. Fase ini berlangsung dari hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus menstruasi. o Fase proliferasi akhir. . Fase-fase tersebut adalah : a) Fase menstruasi atau deskuamasi Fase ini.5 mm. o Fase proliferasi madya. Fase proliferasi dibagi menjadi 3 tahap. Fase-fase ini merupakan hasil kerjasama yang sangat terkoordinasi antara hipofisis anterior. Fase ini berlangsung selama 3-4 hari. yaitu : o Fase proliferasi dini. 3) Fase-fase dalam siklus menstruasi Setiap satu siklus menstruasi terdapat 4 fase perubahan yang terjadi dalam uterus. c) Fase intermenstum atau fase proliferasi Setelah luka sembuh. dan uterus. dan estrogen. ovarium.a) Hormon-hormon yang dihasilkan gonadotropin hipofisis : o Luteinizing Hormon (LH) o Folikel Stimulating Hormon (FSH) o Prolaktin Releasing Hormon (PRH) b) Steroid ovarium Ovarium menghasilkan progestrin. androgen. kadar plasma dari hormonhormon ini tidak dapat langsung mencerminkan aktivitas steroidogenik dari ovarium. Kondisi ini mulai sejak fase menstruasi terjadi dan berlangsung selama ± 4 hari. endometrium terlepas dari dinding uterus dengan disertai pendarahan dan lapisan yang masih utuh hanya stratum basale. Banyak dari steroid yang dihasilkan ini juga disekresi oleh kelenjar adrenal atau dapat dibentuk di jaringan perifer melalui pengubahan prekursor-prekursor steroid lain. terjadi penyembuhan luka akibat lepasnya endometrium. konsekuensinya. Fase ini dapat dikenali dari permukaan yang tidak rata dan dijumpai banyaknya mitosis. terjadi pada hari ke-8 sampai hari ke-10. berlangsung antara hari ke-11 sampai hari ke-14. akan terjadi penebalan pada endometrium ± 3. b) Fase pasca menstruasi atau fase regenerasi Fase ini. Fase ini dapat dikenali dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel. terjadi pada hari ke-4 sampai hari ke-7.

Estradiol yang dikeluarkan terutama dari folikel yang besar yang tidak mengalami atresia. Akhir masa ini. Awal fase luteal. terutama yang ada di seputar pembuluh-pembuluh arterial. pada fase ini endometrium lebih tipis dari fase sebelumnya karena kehilangan cairan. Keadaan ini memudahkan terjadinya nidasi (Hanafiah. 1994). folikel yang berkembang ini menghasilkan estradiol dalam jumlah yang banyak. 1997). pada fase ini kelenjar dalam endometrium berkembang dan menjadi lebih berkelok-kelok dan sekresi mulai mengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan lemak. Bagian dalam sel endometrium terdapat glikogen dan kapur yang diperlukan sebagai bahan makanan untuk telur yang dibuahi. seiring dengan pematangan korpus luteum. sedangkan gonadotropin mulai turun kembali. maka pada saat ini folikel akan mulai pecah dan satu hari kemudian akan timbul ovulasi. Kadar tersebut melebihi nilai ambang rangsang untuk pengeluaran gonadotropin pra-ovulasi. dibawah pengaruh sinergis kedua gonadotropin. Kadar maksimal LH berkisar antara 8 dan 35 ng/ml atau setara dengan 30-40 mUI/ml. stroma endometrium berubah kearah sel-sel. juga tampak pada fase luteal dengan konsentrasi yang lebih tinggi daripada selama permulaan atau pertengahan fase folikuler. yaitu : o Fase sekresi dini. desidua. Saat yang sama pula. Peningkatan progesteron tersebut tidak selalu memberi arti. pada hari bermulanya diambil sebagai hari pertama dari siklus yang baru. o Fase sekresi lanjut. Akan terjadi lagi peningkatan dari FSH sampai mencapai kadar 5 ng/ml (atau setara dengan 10 mUI/ml).d) Fase pramenstruasi atau fase sekresi Fase ini berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. Bersamaan dengan ini dimulailah pembentukan dan pematangan korpus luteum yang disertai dengan meningkatnya kadar progesteron. Terjadinya puncak LH dan FSH pada hari ke-14. kadar estradiol akan kembali menurun. Fase ini endometrium kira-kira tetap tebalnya. 4) Mekanisme siklus menstruasi Selama haid. Produksi estradiol dan progesteron maksimal dijumpai antara hari ke-20 dan 23 (Jacoeb. Fase sekresi dibagi dalam 2 tahap. Peningkatan serum yang terus-menerus pada akhir fase folikuler akan menekan FSH dari hipofisis. Dua hari sebelum ovulasi. bahwa ovulasi telah terjadi dengan baik. dan FSH antara 4-10 ng/ ml atau setara dengan 15-45 mUI/ml. karena pada beberapa wanita yang tidak terjadi ovulasi tetap dijumpai suhu basal badan dan endometrium sesuai dengan fase luteal. . Akibatnya FSH dan LH dalam serum akan meningkat dan mencapai puncaknya satu hari sebelum ovulasi. kadar estradiol mencapai 150-400 pg/ml. tetapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang berkelok-kelok dan mengeluarkan getah yang makin lama makin nyata. Sekresi progesteron terus menerus meningkat dan mencapai kadar antara 6 dan 20 ng/ml.

berwarna putih atau kekuningan dan berbau. berair. baik yang ingin hamil atau menghindari kehamilan. Akibatnya. Parasit Trichomonas Vaginalis Ditularkan lewat hubungan seks. Biasanya. dan berbau amis. . Keputihan bersifat PATOLOGIS (penyakit keputihan) adalah gejala keluarnya lendir secara berlebihan. Ini sering pula menjangkiti wanita hamil. Bentuknya seperti luka melepuh. Menghitung masa subur atau menghitung ovulasi sangatlah penting maknanya bagi wanita. terdapat di sekeliling liang vagina. 3. Masa subur atau ovulasi adalah suatu masa dalam siklus menstruasi wanita dimana sel teluryang matang siap untuk dibuahi. Jika pengeluaran cairan ini tidak menimbulkan rasa gatal atau tidak berbau busukKeputihan. Cairan keputihan sangat kental. mungkin hal ini bukan merupakan masalah. berbuih. PENGERTIAN TENTANG KEPUTIHAN Keputihan yang biasa terjadi pada wanita ada 2 macam yaitu: 1. mulut vagina menjadi kemerahan dan meradang. 4. Keputihan karena parasit tidak menyebabkan gatal. atau bibir kloset. gatal. dan terasa panas. Bayi yang baru lahir juga bisa tertular keputihan akibat Candida karena saat persalinan tanpa sengaja menelan cairan ibunya yang menderita penyakit tersebut. Gejala keputihan akibat virus juga bisa menjadi faktor pemicu kanker rahim. HIV/AIDS. Keputihan seperti ini wajar terjadi pada wanita. 2. terutama selama masa kehamilan. berbau agak keras. berwarna kuning atau kehijauan dengan bau anyir.A. Sedang virus herpes ditularkan lewat hubungan badan. kental. dan rendahnya daya tahan tubuh menjadi pemicu. Sering kali seorang wanita. PENYEBAB KEPUTIHAN PATOLOGIS 1. berbuih. tapi liang vagina nyeri bila ditekan. mengalami keputihan yang disertai rasa gatal di dalam vagina. Jadi keputihan selain mengganggu kenyamanan aktivitas juga mengurangi keharmonisan hubungan suami isteri B. seperti condyloma. Beberapa jenis bakteri lain juga memicu munculnya penyakit kelamin seperti sifilis dan gonorrhoea. Warna cairan keabuan. Condyloma ditandai tumbuhnya kutil-kutil yang sangat banyak disertai cairan berbau. perlengkapan mandi. keputihan saat hamil pemakaian pil KB. jarang terjadi rasa nyeri tetapi beberapa wanita merasakan nyeri pada saat berhubungan intim dan daerah yang terinfeksi menjadi bengkak. disertai rasa gatal pada kemaluan. 2. penyakit kencing manis. pada saat terangsang seksual atau mengalami stres emosional. Jamur Candidas atau Monilia Warnanya putih susu. mengeluarkan cairan gatal. Bakteri Gardnella Infeksi ini menyebabkan rasa gatal dan mengganggu. Virus Keputihan akibat infeksi virus juga sering ditimbulkan penyakit kelamin. herpes. kehamilan. Keputihan bersifat FISIOLOGIS adalah keputihan yang terjadi menjelang dan sesudah menstruasi.

Panjangnya siklus menstruasi (metode kalender). 4. Mengoptimalkan waktu untuk hubungan seksual guna mendapatkan kehamilan. Hormon yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah hormonseks perempuan yaitu estrogen dan progesteron. Adapula ahli yang berpendapat antara 22-35 hari. Manfaat Masa Subur Masa subur dapat digunakan untuk merencanakan kehamilan maupun menghindari kehamilan (KBalamiah). Beberapa manfaat mengetahui masa subur antara lain: 1. Menentukan Masa Subur Menghitung masa subur dapat diketahui dengan cara melihat dari perubahan periodemenstruasi. sekitar hari ke 14 sampai ke 16 dihitung dari hari pertama menstruasi. 4.Hormon-hormon ini menyebabkan perubahan fisiologis pada tubuh perempuan. Sedangkan dr. 3. 3. 5. Membantu mengidentifikasi masalah infertilitas. 2. Perubahan sekresi lendir leher rahim (servik). Pendapat dari dr. Menilai waktu terjadinya ovulasi. Perubahantersebut dapat dilihat melalui beberapa indikator klinis seperti: 1. Perubahan pada servik. Memprediksikan hari-hari subur yang maksimum. Sehingga sel telur keluar pada pertengahan siklus. Ogino berpendapat bahwa ovulasi tidak selalu terjadi tepat 14 hari sebelum menstruasi. Perubahan suhu basal tubuh. .Apabila wanita tersebut melakukan hubungan seksual pada masa subur atau ovulasimaka kemungkinan terjadi kehamilan. Perubahan Periode Menstruasi Cara menghitung masa subur atau menghitung ovulasi melalui periode menstruasi dikatakan efektif apabila siklus menstruasinya normal yaitu 21-35 hari. Knaus bahwa ovulasi terjadi tepat 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Indikator minor kesuburan seperti nyeri perut dan perubahan payudara. 2. perubahan pada lendir servik maupun perubahan pada suhu basal tubuh. tetapi dapat terjadi antara 12 atau 16 hari sebelummenstruasi berikutnya.

Perubahan Lendir Servik Menghitung masa subur atau menghitung ovulasimelalui perubahan lendir servik dapat diamati dengan merasakan perubahan rasa pada vulvasepanjang hari dan melihat langsung lendir pada waktu tertentu kemudian dicatat paa malam harinya. masa subur berlangsung antara hari ke-11 sampai hari ke-17 (7 hari) dari siklus haidwanita normal. spermisida atau infeksi vagina. Bila haid tidak teratur Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. pertengahan siklusnya hari ke-14 (28:2).Bila haid teratur (28 hari) Siklus normal 28 hari. Pendapat lain mengatakan hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1 dan masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke. Lendir servik pada masa subur seperti daun pakis. Suhu basal tubuh adalah suhu terendah yang dicapai . Langkah 1 : 25 – 18 = 7 Langkah 2 : 30 – 11 = 19 Jadi masa suburnya adalah mulai hari ke-7 sampai hari ke-19. Perubahan lendir servik dapat dikaburkan dengan adanya cairan sperma. Pemeriksaan lendir servik menggunakan jari tangan atau tisu di luar vagina dan perhatikanperubahan perasaan keringbasah. yaitu hari ke-17 (14+3). Jadi. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Tanggal 9 Maret ini dihitung sebagai hari ke-1. Rumus : Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18 Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11 Contoh: Seorang wanita mendapat haid dengan siklus terpendek 25 hari dan siklus terpanjang 30 hari (mulai hari pertama haid sampai haid berikutnya). Jadi masa subur yaitu sejak tanggal 20 Maret hingga tanggal 24 Maret. yaitu hari ke-11 (14-3) dan 3 hari setelah hari ke. Berarti masa suburnya 3 hari sebelum hari ke-14. Perubahan Suhu Basal Tubuh Menghitung masa subur atau menghitung ovulasi dapat pula dilakukan dengan mengukurperubahan suhu basal tubuh. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Maka hari ke-12 jatuh pada tanggal 20 Maret dan hari ke 16 jatuh pada tanggal 24 Maret.14. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur. Contoh: Seorang wanita mendapat haid mulai tanggal 9 Maret.16 dalam siklus haid.

Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi rambut pubis. orificium urethrae externum. tidak mempunyai folikel rambut. Mons pubis / mons veneris Lapisan lemak di bagian anterior symphisis os pubis. terdiri dari mons pubis. Ligamentum rotundum uteri berakhir pada batas atas labia mayora. pigmen dan sebagainya. Homolog embriologik dengan skrotum pada pria. Labia minora Lipatan jaringan tipis di balik labia mayora. labia mayora. clitoris. vestibulum. otot polos dan ujung serabut saraf.oleh tubuhselama istirahat atau dalam keadaan istirahat (tidur). hymen. pertumbuhan fetus. Terdiri alat / organ eksternal dan internal. GENITALIA EKSTERNA Vulva Tampak dari luar (mulai dari mons pubis sampai tepi perineum). atau melalui dubur dan ditempatkan pada lokasi serta waktu yang sama selama 5 menit.2-0. Selain itu terdapat organ/sistem ekstragonad/ekstragenital yang juga dipengaruhi oleh siklus reproduksi : payudara. kelahiran. banyak mengandung pleksus vena. Termometer basal ini dapat digunakan secara oral. Perubahan atau peningkatan suhu basal tubuh pada masa subur terjadi karena hormonprogesteron. transportasi blastocyst. fertilisasi ovum. Labia mayora Lapisan lemak lanjutan mons pubis ke arah bawah dan belakang. dan corpus clitoridis yang tertanam di dalam dinding anterior vagina. sebagian besar terletak dalam rongga panggul. Clitoris Terdiri dari caput/glans clitoridis yang terletak di bagian superior vulva. Fungsi sistem reproduksi wanita dikendalikan / dipengaruhi oleh hormon-hormon gondaotropin / steroid dari poros hormonal thalamus – hipothalamus – hipofisis – adrenal – ovarium.5 derajat Celcius. Pengukuran suhu basal dilakukan pada pagi hari segera setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas lainnya. labia minora. kelenjarkelenjar pada dinding vagina. dimulai 1-2 hari setelah ovulasi. per vagina. . Eksternal (sampai vagina) : fungsi kopulasi Internal : fungsi ovulasi. kulit daerah tertentu. implantasi. Suhu basal tubuh diukur dengan alat yang berupa termometer basal. Di bagian bawah perineum. Peningkatan suhu basal tubuh pada masa subur berkisar 0. Banyak terdapat pembuluh darah. labia mayora menyatu (pada commisura posterior).

m. . Perineal body adalah raphe median m.constrictor urethra). m. berubah mengikuti siklus haid. oval. Hymen normal terdapat lubang kecil untuk aliran darah menstruasi. hymen dapat robek dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan (misalnya berbentuk fimbriae). Hymen yang abnormal. Bagian atas vagina terbentuk dari duktus Mulleri. antara anus dan vagina. Terdapat juga reseptor androgen pada clitoris. utuh tanpa robekan. Fungsi vagina : untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid. septum atau fimbriae. Terdapat 6 lubang/orificium. Titik Grayenbergh (G-spot). posterior dan lateralis di sekitar cervix uteri. dibagi dalam 4 kuadran : fornix anterior.levator ani. Vagina Rongga muskulomembranosa berbentuk tabung mulai dari tepi cervix uteri di bagian kranial dorsal sampai ke vulva di bagian kaudal ventral. Vagina memiliki dinding ventral dan dinding dorsal yang elastis. Akibat coitus atau trauma lain. untuk jalan lahir dan untuk kopulasi (persetubuhan). Pada gadis (virgo) tertutup lapisan tipis bermukosa yaitu selaput dara / hymen.perinealis transversus profunda. ductus glandulae Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene kanan-kiri. misalnya primer tidak berlubang (hymen imperforata) menutup total lubang vagina. sangat sensitif. introitus vaginae. dapat berbentuk bulan sabit. batas bawah fourchet. Dilapisi epitel skuamosa berlapis. fornix posterior. Berasal dari sinus urogenital.Homolog embriologik dengan penis pada pria. yaitu orificium urethrae externum. Batas dalam secara klinis yaitu fornices anterior. bulat.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m. Corrunculae myrtiformis adalah sisa2 selaput dara yang robek yang tampak pada wanita pernah melahirkan / para. bawah dari sinus urogenitalis. cribiformis. merupakan titik daerah sensorik di sekitar 1/3 anterior dinding vagina.levator ani. dapat menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia interna. Bentuk himen postpartum disebut parous. Vestibulum Daerah dengan batas atas clitoris. Batas otot-otot diafragma pelvis (m. Daerah di sekitar cervix disebut fornix. Antara fourchet dan vagina terdapat fossa navicularis. dan fornix lateral kanan dan kiri. Perineum Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. batas lateral labia minora. Banyak pembuluh darah dan ujung serabut saraf. sangat sensitif terhadap stimulasi orgasmus vaginal. Introitus / orificium vagina Terletak di bagian bawah vestibulum.

Terdiri dari corpus. Selama kehamilan berfungsi sebagai tempat implatansi. Corpus uteri Terdiri dari : paling luar lapisan serosa/peritoneum yang melekat pada ligamentum latum uteri di intraabdomen. retensi dan nutrisi konseptus. setelah pernah/riwayat melahirkan (primipara/ multigravida) berbentuk garis melintang. Terdiri dari 3 komponen utama: otot polos. ligamentum cardinale. arah cavum). dilapisi peritoneum (serosa). jalinan jaringan ikat (kolagen dan glikosamin) dan elastin. Ligamenta penyangga uterus Ligamentum latum uteri. cornu. Ketebalan mukosa dan viskositas lendir serviks dipengaruhi siklus haid.Perineum meregang pada persalinan. Posisi corpus intraabdomen mendatar dengan fleksi ke anterior. arah vagina) dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks. Bagian luar di dalam rongga vagina yaitu portio cervicis uteri (dinding) dengan lubang ostium uteri externum (luar. ligamentum infundibulopelvicum. serta arteri ovarica cabang aorta abdominalis. Pada saat persalinan dengan adanya kontraksi dinding uterus dan pembukaan serviks uterus. Serviks uteri Bagian terbawah uterus. anyaman dan sirkular). Posisi serviks mengarah ke kaudal-posterior. ligamentum ovarii. fundus uteri berada di atas vesica urinaria. dan ostium uteri internum (dalam. isthmus dan serviks uteri. Proporsi ukuran corpus terhadap isthmus dan serviks uterus bervariasi selama pertumbuhan dan perkembangan wanita (gambar). ligamentum sacrouterina propium. Vaskularisasi uterus Terutama dari arteri uterina cabang arteri hypogastrica/illiaca interna. fundus. ligamentum rotundum uteri. serta dalam lapisan endometrium yang melapisi dinding cavum uteri. Kelenjar mukosa serviks menghasilkan lendir getah serviks yang mengandung glikoprotein kaya karbohidrat (musin) dan larutan berbagai garam. kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur. menebal dan runtuh sesuai siklus haid akibat pengaruh hormon-hormon ovarium. setinggi spina ischiadica. ligamentum vesicouterina. isi konsepsi dikeluarkan. GENITALIA INTERNA Uterus Suatu organ muskular berbentuk seperti buah pir. . peptida dan air. Sebelum melahirkan (nullipara/primigravida) lubang ostium externum bulat kecil. terdiri dari pars vaginalis (berbatasan / menembus dinding dalam vagina) dan pars supravaginalis. ligamentum rectouterina. tengah lapisan muskular/miometrium berupa otot polos tiga lapis (dari luar ke dalam arah serabut otot longitudinal.

sepasang kiri-kanan. ovulasi (pengeluaran ovum). berfungsi sebagai jalan transportasi ovum dari ovarium sampai cavum uteri. terdapat sfingter uterotuba pengendali transfer gamet. melekat dengan permukaan ovarium. Vaskularisasi dari cabang aorta abdominalis inferior terhadap arteri renalis. Sepasang tuba kiri-kanan. Fimbriae “menangkap” ovum yang dilepaskan pada saat ovulasi. Terdiri dari korteks dan medula. terletak di dalam rongga peritoneum. serta pars infundibulum dengan fimbria. dengan karakteristik silia dan ketebalan dinding yang berbeda-beda pada setiap bagiannya (gambar). dan membawanya ke dalam tuba. progesteron oleh korpus luteum pascaovulasi). Pars isthmica (proksimal/isthmus) Merupakan bagian dengan lumen tersempit. vesika urinaria. silakan baca sendiri. Dinding tuba terdiri tiga lapisan : serosa. sintesis dan sekresi hormon-hormon steroid (estrogen oleh teka interna folikel. Ovarium terfiksasi oleh ligamentum ovarii proprium. sebagai jaringan ikat dan jalan pembuluh darah dan saraf. Terdiri dari pars interstitialis. Berhubungan dengan pars infundibulum tuba Falopii melalui perlekatan fimbriae. Ovarium berfungsi dalam pembentukan dan pematangan folikel menjadi ovum (dari sel epitel germinal primordial di lapisan terluar epital ovarium di korteks). dan pada hamil ektopik (patologik) sering juga terjadi implantasi di dinding tuba bagian ini. pars ampularis. Mesosalping Jaringan ikat penyangga tuba (seperti halnya mesenterium pada usus). Ovarium Organ endokrin berbentuk oval. Pars infundibulum (distal) Dilengkapi dengan fimbriae serta ostium tubae abdominale pada ujungnya. ureter. Fimbriae berfungsi “menangkap” ovum yang keluar saat ovulasi dari permukaan ovarium. Dilapisi mesovarium.Salping / Tuba Falopii Embriologik uterus dan tuba berasal dari ductus Mulleri. panjang 8-14 cm. muskular (longitudinal dan sirkular) serta mukosa dengan epitel bersilia. CATATAN : Letak / hubungan anatomik antara organ2 reproduksi (uterus. dsb) dengan organ2 sekitarnya di dalam rongga panggul (rektum. uretra. pars isthmica. peritoneum dsb). adneksa. ligamentum infundibulopelvicum dan jaringan ikat mesovarium. ORGAN REPRODUKSI / ORGAN SEKSUAL EKSTRAGONADAL . Pars ampularis (medial/ampula) Tempat yang sering terjadi fertilisasi adalah daerah ampula / infundibulum. vaskularisasi dan persarafannya.

tiap lobus terdiri dari 10-100 alveoli. Tampaknya melatonin menghambat produksi GnRH dari hipotalamus. Pheromone ditemukan juga di dalam urine. keringat dan liur. Menghasilkan juga hormonhormon penghambat : PIF (Prolactin Inhibiting Factor).Payudara Seluruh susunan kelenjar payudara berada di bawah kulit di daerah pektoral. Pituitari / hipofisis Terletak di dalam sella turcica tulang sphenoid. dipercaya sebagai “tempat roh”. PRF (Prolactin Releasing Factor). Hipotalamus Kumpulan nukleus pada daerah di dasar otak. plasma. Fungsi utama payudara adalah laktasi. Terletak di tengah antara 2 hemisfer otak. kelenjar keringat aksila dan kelenjar liur). GHRH (Growth Hormone Releasing Hormone). berlobus-lobus (20-40 lobus). misalnya kulit di daerah bokong dan lipat paha dalam. Hormon melatonin : mengatur sirkuit foto-neuro-endokrin reproduksi. Menghasilkan hormon-hormon gonadotropin yang bekerja pada kelenjar reproduksi. Terdiri dari massa payudara yang sebagian besar mengandung jaringan lemak. air susu dialirkan melalui duktus yang bermuara di daerah papila / puting. TRH (Thyrotropin Releasing Hormone). kulit memiliki sensitifitas yang lebih tinggi dan responsif secara seksual. yaitu . Diduga mekanisme ini yang menentukan pemicu / onset mulainya fase pubertas. di atas hipofisis. Protein di kulit mengandung pheromone (sejenis metabolit steroid dari keratinosit epidermal kulit) yang berfungsi sebagai „parfum‟ daya tarik seksual (androstenol dan androstenon dibuat di kulit. dipengaruhi hormon prolaktin dan oksitosin pascapersalinan. POROS HORMONAL SISTEM REPRODUKSI Badan pineal Suatu kelenjar kecil. termasuk sebagai sexually responsive organ. sehingga menghambat juga sekresi gonadotropin dari hipofisis dan memicu aktifasi pertumbuhan dan sekresi hormon dari gonad. Menghasilkan hormon-hormon pelepas : GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone). Dari lobus-lobus. Menurut kepercayaan kuno. merupakan suatu penonjolan dari bagian posterior ventrikel III di garis tengah. Kulit daerah payudara sensitif terhadap rangsang. di bawah talamus. CRH (Corticotropin Releasing Hormone) . panjang sekitar 6-8 mm. yang di bawah pengaruh hormon prolaktin memproduksi air susu. Kulit Di berbagai area tertentu tubuh. Memiliki hubungan dengan hipotalamus melalui suatu batang penghubung yang pendek berisi serabut-serabut saraf. di depan serebelum pada daerah posterodorsal diensefalon. Tiap inti merupakan satu berkas badan saraf yang berlanjut ke hipofisis sebgai hipofisis posterior (neurohipofisis).

with disintegration of stroma / glands structures and stromal hemorrhage. Pelepasannya periodik / pulsatif. pertumbuhan. endometrium dipertahankan sebagai tempat konsepsi. tube-like pattern of glands. sebagai respons terhadap GnRH. hipofisis menghasilkan juga hormon-hormon metabolisme. jaringan endometrium berproliferasi. waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 3 jam). showing small. D. and active secretions by the endometrial glands. cari / baca sendiri yaaa…) Ovarium Berfungsi gametogenesis / oogenesis. Fisiologi endometrium juga dipengaruhi oleh siklus hormon-hormon ovarium.perangsang pertumbuhan dan pematangan folikel (FSH – Follicle Stimulating Hormone) dan hormon lutein (LH – luteinizing hormone). Selama siklus haid. Sekresinya dihambat oleh enzim inhibin dari sel-sel granulosa ovarium. . Berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita (pada pria : memicu pematangan sperma di testis). Selain itu juga berfungsi steroidogenesis. sering tidak ditemukan dalam darah. Early secretory (postovulatory) endometrium. A. Normal proliferative (postmenstrual) endometrium. (gambar) Histological appearance of endometrial tissues during the menstrual cycle. dan lain-lain. melalui mekanisme feedback negatif. Endometrium Lapisan dalam dinding kavum uteri. with predecidual stromal changes. menebal dan mengadakan sekresi. Selain hormon-hormon gonadotropin. HORMON-HORMON REPRODUKSI GnRH (Gonadotrophin Releasing Hormone) Diproduksi di hipotalamus. alignment of nuclei. FSH (Follicle Stimulating Hormone) Diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior. dalam pematangan dan pengeluaran sel telur (ovum). kemudian jika tidak ada pembuahan / implantasi. Menstrual endometrium. endometrium rontok kembali dan keluar berupa darah / jaringan haid. kemudian dilepaskan. menghasilkan estrogen (dari teka interna folikel) dan progesteron (dari korpus luteum). Jika ada pembuahan / implantasi. (detail2. with prominent subnuclear vacuoles. Late secretory (premenstrual) endometrium. B. C. berfungsi sebagai bakal tempat implantasi hasil konsepsi. atas kendali dari hormon-hormon gonadotropin. berfungsi menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ).

tes Pack. Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara. Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium. Pelepasannya juga periodik / pulsatif. . kemudian turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml).000 mU/ml). dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti. sebagian diproduksi di kelenjar adrenal. diproduksi juga sebagian di testis. Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina. waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 1 jam). Kerja sangat cepat dan singkat. Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus. LH berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Pada tulang. Pada wanita pascamenopause. estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan / regenerasi tulang. (Pada pria : LH memicu sintesis testosteron di sel-sel Leydig testis). diproduksi juga oleh plasenta. kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase siklus. dsb).LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone) Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Selama fase luteal siklus. HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta). Progesteron Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium. Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita. Deteksi HCG pada darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini. Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100. Bersama FSH. Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormonhormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. untuk pencegahan tulang keropos / osteoporosis. dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi hormon androgen. Juga mengatur distribusi lemak tubuh. LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron. Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan pengentalan lendir serviks.000 mU/ml). Selama kehamilan. Estrogen Estrogen (alami) diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di ovarium secara primer. yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang optimal jika terjadi implantasi. kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10. dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta. Mungkin juga memiliki fungsi imunologik. Pada pria.

Di ovarium. gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa amenorhea. Pada kehamilan. prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental Lactogen). Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa laktasi / pascapersalinan. sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi gangguan pematangan follikel. Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH hipotalamus. prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum.LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin Diproduksi di hipofisis anterior. . memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful