P. 1
Sejarah Peradaban Islam Pada Zaman Dinasti Abbasiyah Di Bagdad _ Refleksi Spiritual

Sejarah Peradaban Islam Pada Zaman Dinasti Abbasiyah Di Bagdad _ Refleksi Spiritual

|Views: 188|Likes:
Published by Andy J Putra

More info:

Published by: Andy J Putra on Apr 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2012

pdf

text

original

REFLEKSI SPIRITUALHome|Tebar Cinta Damai|ArchivesSEJARAH PERADABAN ISLAM Pada Zam an Dinasti Abbasiyah di BagdadFebruary 11, 2008 6:04 amOleh

: Ratnanengsih Pendahuluan Istilah “peradaban Islam” merupakan terjemahan dari kata Arab, yaitu al-Hadharah alIslamiyyah. Istilah Arab ini sering juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan “kebudayaan Islam”. Padahal, istilah kebudayaan dalam bahasa arab adalah alTsaqafah. Di Indonesia, sebagaimana juga di Arab dan Barat, masih banyak orang y ang mensinonimkan dua kata : “kebudayaan” (Arab/al-tsaqafah dan culture/Inggris) den gan “peradaban” (civilization/Inggris dan al-hadharah/Arab) sebagai istilah baku keb udayaan. Dalam perkembangan ilmu antropologi sekarang, kedua istilah itu dibedak an. Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat . Sedangkan, manifestasi-manifestasi kemajuan tekhnis dan teknologis lebih berka itan dengan peradaban. Kalau kebudayaan lebih banyak di reflesikan dalam seni, s astra, religi (agama) dan moral, maka peradaban terefleksi dalam politik, ekonom i dan teknologi. Menurut Koentjoroningrat, kebudayaan paling tidak mempunyai tiga wujud, (1) wuju d ideal, yaitu wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide-ide, gagasan, nilai-n ilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya, (2) wujud kelakuan, yaitu wujud keb udayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam mas yarakat, dan (3) wujud benda, yaitu wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil k arya. Peradaban dalam Islam, dapat ditelusuri dari sejarah kehidupan Rasulullah, para sahabat (Khulafaur Rasyidin),dan sejarah kekhalifahan Islam sampai kehidupan uma t Islam sekarang. Islam yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad saw telah membawa bangsa arab yang semula terbelakang, bodoh, tidak terkenal, dan di abaikan oleh bangsa-bangsa lain, menjadi bangsa yang maju. Bahkan kemajuan Barat pada mulanya bersumber pada peradaban islam yang masuk ke eropa melalui spanyol. Islam meman g berbeda dari agama-agama lain, sebagaimana pernah diungkapkan oleh H.A.R. Gibb dalam bukunya Whither Islam kemudian dikutip M.Natsir, bahwa, “Islam is andeed mu ch more than a system of theology, it is a complete civilization” (Islam sesungguh nya lebih dari sekedar sebuah agama, ia adalah suatu peradaban yang sempurna). L andasan “peradaban islam” adalah “kebudayaan islam” terutama wujud idealnya, sementara l andasan “kebudayaan islam” adalah agama. Jadi, dalam islam, tidak seperti pada masya rakat yang menganut agama “bumi” (nonsamawi), agama bukanlah kebudayaan tetapi dapat melahirkan kebudayaan. Kalau kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa m anusia, maka agama Islam adalah wahyu dari tuhan. Maju mundurnya peradaban islam tergantung dari sejauh mana dinamika umat islam i tu sendiri. Dalam sejarah islam tercatat, bahwa salah satu dinamika umat islam i tu dicirikan oleh kehadiran kerajaan-kerajaan islam diantaranya Umayah dan Abbas iyah, Umayah dan Abbasiyah memiliki peradaban yang tinggi, diantaranya memunculk an ilmuwan-ilmuwan dan para pemikir muslim. Dalam diskusi kali ini, saya akan membahas peradaban islam pada masa Dinasti Abb asiyah dengan topik bahasan diantaranya, latarbelakang berdirinya kekhalifahan A bbasiyah, kemajuan dan kemunduran pada masa ini, baik dari aspek ekonomi, politi k, dan social.Latar Belakang Berdirinya Abbasiyah (750-847 M – 132-232 H) Awal kekuasaan Dinasti Bani Abbas ditandai dengan pembangkangan yang dilakukan o leh Dinasti Umayah di Andalusia (Spanyol). Di satu sisi, Abd al-Rahman al-Dakhil bergelar amir (jabatan kepala wilayah ketika itu); sedangkan disisi yang lain, ia tidak tunduk kepada khalifah yang ada di Baghdad. Pembangkangan Abd al-Rahman al-Dakhil terhadap Bani Abbas mirip dengan pembangkangan yang dilakukan oleh mu awiyah terhadap Ali Ibn Abi Thalib. Dari segi durasi, kekuasaan Dinasti Bani Abb as termasuk lama, yaitu sekitar lima abad. Abu al-Abbas al-Safah (750-754 M) adalah pendiri dinasti Bani Abbas. Akan tetapi karena kekuasaannya sangat singkat, Abu ja’far al-Manshur (754-775 M) yang banyak berjasa dalam membangun pemerintahan dinasti Bani Abbas. Pada tahun 762 M, Abu ja’far al-Manshur memindahkan ibukota dari Damaskus ke Hasyimiyah, kemudian dipind ahkan lagi ke Baghdad dekat dengan Ctesiphon, bekas ibukota Persia. Oleh karena itu, ibukota pemerintahan Dinasti Bani Abbas berada di tengah-tengah bangsa Pers ia. Abu ja’far al-Manshur sebagai pendiri muawiyah setelah Abu Abbas al-Saffah, digamb

Berdasarkan pola pemerintahan da n pola politik itu para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbas menjadi lima periode : 1. Periode Pertama (132 H/750 M – 232 H/847 M). 2. dalam periode ini banyak tantangan dan gerakan politik yang m engganggu stabilitas. dari tahun 132 H (750 M) s. Ge rakan-gerakan ini seperti sisa-sisa Bani Umayyah dan kalangan intern Bani Abbas. Kekuasaan dinasti Bani Abbas atau khilafah Abbasiyah. Periode Kelima (590 H/1194 M – 656 H/1258 M). Namun jalan yang ditempuh oleh pemerintahan Bani Umayyah. masing-masing memiliki berbagai kemajuan dari beberapa b idang. pe ndidikan. biasanya disebut juga dengan masa penga ruh Turki kedua. tidak seorangpun yang mene . masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain. pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesu ai dengan perubahan politik. dokter . social dan budaya. masa kekuasaan dinasti Bani seja k dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah. semuanya dapat dipadamk an. Itulah sebabn ya belum sampai berlalu satu abad dari kekuasaan mereka.arkan sebagai orang yang kuat dan tegas.d 656 H (1258 M). Rumah sakit. Bahsrah menjadi pelabuhan yang penting. diantaranya bidang politik. kesehatan. emas. Pada masanya sudah terdapat paling tidak 800 orang dokt er. Dinamakan khilafah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinast i ini adalah keturunan Al-Abbas paman Nabi Muhammad saw. dan farmasi didirikan. melanjutkan kekuasaan dina sti Umayah. meskip un ia dipatuhi oleh sejumlah besar manusia yang takluk kepada kekuasaannya. 4. Bidang SosialPop ularitas daulat Abbasiyah mencapai puncaknya di zaman khalifah Harun Al-Rasyid ( 786-809 M) dan puteranya Al-Ma’mun (813-833 M). Bidang Ekonomi Pada masa al-Mahdi perekonomian mulai nmeningkat dengan peningkatan di sector pe rtanian. kaum Bani Abbas berhasi l menggulingkan singgasananya dan mencampakannya dengan mudah sekali. baik dari kalangan Bani Abbas sendiri maupun dari luar. mulai dari negeri sind dan berakhir di neg eri Spanyol. fase pembangunan dan kemajuan.Kemajuan Dinasti Bani Abbas Setiap dinasti atau rezim mengalami fase-fase yang dikenal dengan fase pendirian . Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua. tida k sedikitpun memperoleh penghargaan dan simpati dalam hati mereka. Kekuasaannya berlangsun g dalam rentang waktu yang panjang. 2. Ia demikian kuatnya sehingga apabila seseorang menyaksikannya. Periode Ketiga (334 H/945 M – 447 H/1055 M). Periode Kedua (232 H/847 M – 334 H/945 M). Pada masing-ma sing bidang memiliki kelebihan dan kekurangan. tetapi kekuasaannya hanya efektif disekitar kota Baghdad. Pada masa pemerintahannya Baghdad sangatlah disegani oleh kekuas aan Byzantium. ilmu pengetahuan dan kebudayaan serta kesusastraan berada pada zaman k eemasannya. kekayaan yang banyak di manfaatkan Harun Al-Rasyid untuk keperluan social. fase kemunduran dan kehancuran. Tingkat kemakmuran yang pal ing tinggi terwujud pada zaman khalifah ini. Disamping itu pemandian-pemandian juga dibangun. ditangannyalah Abbasiyah mempunyai peng aruh yang kuat. disebut masa pengaruh Turki pertama. Dan ketika singgasana itu terjatuh. Pemerintahan bani Umayah adalah pemerintahan yang memiliki wibawa yang besar sek ali. meliputi wilayah yang amat luas. Terkecuali itu dagang transit antara timur dan barat juga ban yak membawa kekayaan. Akan tetapi dur asi dari masing-masing fase itu berbeda-beda karena bergantung pada kemampuan pe nyelenggara pemerintahan yang bersangkutan. Bidang Politik Walaupun demikian. gerakan Syi’ah da n konflik antar bangsa serta aliran pemikiran keagamaan. 5. bidang ekonomi. masa kekuasaan dinasti Buwaih dala m pemerintahan khalifah Abbasiyah. bidang sosial. revolusi al-khawarij di Afrika utara. Selama dinasti ini berkuasa. disebut periode pengaruh Persia pe rtama. 3. Periode Keempat (447 H/1055 M – 590 H/1194 M). past i akan berpendapat bahwa usaha mengguncangkannya adalah sesuatu yang tidak mudah bagi siapapun. Pada masa pemerintahan. melalui irigasi dan peningkatan hasil pertambangan seperti perak. lembaga pendidikan. kesejahteraan social. 1. demikian pula para rajanya. gerakan zindik di Persia. tembaga dan besi.3.

Pertama. Dinasti Bani Abbas pada periode pertama leb ih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada perluasan wilaya h. Mereka menginginkan seb uah dinasti dengan raja dan pegawai dari Persia pula. benih-benih ini tidak sempat berkembang . kh ilafah Abbasiyyah tidak ditegakkan di atas `ashabiyyah tradisional. pada waktu i tu tidak ada kesadaran yang merajut elemen-elemen yang bermacam-macam tersebut d engan kuat. Syria. dan bahwasanya mereka akan m engamalkan al-Qur’an dan Sunnah rasul dan menegakkan syari’at Allah. Keduanya sama-saama tertindas. Setelah khilafah Abb asiyyah berdiri. B eberapa diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Meskipun demikian. Sebagaimana dalam periodisasi khalifah Abbasiyah. disinilah perbedaan pokok antara Bani Abbas dan Bani Umayyah. al-Mu’tashim (833-842 M). Pada masa inilah tentara Mongol dan tatar menyeran g Baghdad. dan al-Mutawakkil (847-861 M). melip uti berbagai bangsa yang berbeda. Dengan demikian. Mereka disatukan dengan bangsa Semit. tetapi jika khalifah lemah. Pada periode ini. Persekutuan dilatarbelakangi oleh persamaan nasib kedua golongan itu pada masa Bani Umayyah berkuasa. hanya kha lifah pada saat periode ini sangat kuat. Kalau dasar-dasar pemerintahan daulat Abbasiyah diletakkan dan dibangun oleh Abu al Abbas dan Abu ja’far Al-Manshur. Dalam sejarah kekuasaan Bani Abbas terlihat bahwa apabila kalifah kuat. bangsa Arab beranggapan bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka adalah darah (ras) istime wa dan mereka menganggap rendah bangsa non-Arab di dunia Islam. bahwa Bani Abbas adalah keluarga yang paling dekat kepada Nabi saw. Harun al-Rasyid (786-809 M). disamping Fanatisme kearaban. masa kemunduran dimulai sejak periode kedua. wilayah kekuasaan Abbasiyyah pada periode pertama sangat luas. Kalifah Harun al-Rasyid dikenal sebagai khalifah yang mencintai seni dan ilmu. Kehancuran Dinasti Bani Abbas Berakhirnya kekuasaan dinasti Seljuk atas Baghdad atau khalifah Abbsiyah merupak an awal dari periode kelima. Menuru t Stryzewska. khalifah Abbasiyah tidak lagi ber ada dibawah kekuasaan suatu dinasti tertentu. Selain itu. masing-masing factor tersebut saling berkaitan satu sama lain. mere ka akan berkuasa mengatur roda pemerintahan. Disamping kelemahan khalifah. al-Hadi (775-786 M). namun yang terbanyak adala h dinasti kecil. . te tapi hanya di Baghdad sekitarnya. Kecuali Islam. orang-orang Ar ab sendiri terpecah belah dengan adanya Ashabiyyah kesukuan. Wilayah kekuasaan khalifah yang sempit ini men unjukan kelemahan politiknya.teskan air mata menangisi mereka. sulit bagi orang-orang Arab untuk melupakan Bani Umayyah. para m entri cenderung berperan sebagai pegawai sipil. yang disebut masa pertengahan. Para khalifah Abbasiyah. Tu rki dan India. Persaingan Antarbangsa Khilafah Abbasiyah didirikan oleh Bani Abbas yang bersekutu dengan orang-orang P ersia. muncul juga fanatisme ban gsa-bangsa lain yang melahirkan gerakan syu`ubiyah. yaitu al-Mahdi (775-785 M). pada masa pemerintahannya lembaga tersebut dijadikan sebagai p usat pengembangan dan penerjemahan bidang ilmu kedokteran. walaupun banyak sekali Dinasti isl am berdiri. benih-benihnya sudah terlihat pada periode pertama. Adapun penyebab keberhasilan kaum penganjur berdirinya Khilafah Bani Abbas ialah karena mereka berhasil menyadarkan kaum muslimin pada umumnya. Sementara itu.11 ada dua sebab dinasti Bani Abbas memilih orang-orang Persia dari pada orang-orang Arab. namun demikian factor-faktor penyebab kemunduran itu tidak dating secara tiba-tiba. banyak factor yang menyebabkan khalifah Abbasiyah menjadi mundur. Persia. I a banyak meluangkan waktunya untuk berdiskusi dengan kalangan ilmuwan dan mempun yai apresiasi yang tinggi terhadap seni. obat dan falsafah. Ada diantaranya dinasti yang cukup besar. al-Wa siq (842-847 M). orang-orang Persia tidak merasa puas. Kedua. seperti Maroko. maka puncak keemasan dari dinasti ini berada pada tujuh khalifah sesudahnya.12 Akibatnya. Kehancuran Baghdad akibat serangan tentara Mongol ini adalah awal babak bar u dalam sejarah islam. Dari gambaran diatas terlihat bahwa. sudah merdeka dan berkuasa kembali. Baghdad dapat direbut dan dihancurluluhkan tanpa perlawanan yang bera rti. Mesir. Pada masa itu mereka merupakan warga kelas satu. Irak. dinasti Bani Abbas tetap mempertahankan persekutuan itu. Al-Rasyid mengembangkan satu akademi Gundishapur yang didirikan oleh Anushirvan pada tahun 555 M. al-Ma’mun (813-833 M).

Disamping itu. di antara komunitas-komunitas Kristen Timur. bangsa Persia pada periode ketiga dan selanjutnya beralih kepada dinasti Saljuk pada periode keempat. sangat membenci Islam karena ia banyak dipe ngaruhi oleh orang-orang Budha dan Kristen Nestorian. kekecewaan mendorong sebagian mereka me mpropagandakan ajaran Manuisme. selal u menimbulkan kepahitan yang lebih besar dan permusuhan yang lebih sengit dari p erbedaan-perbedaan mengenai hal-hal yang masih dalam lingkungan pengetahuan manu sia…soal kehendak bebas manusia …telah menyebabkan kekacauan yang rumit dalam Islam…pe ndapat bahwa rakyat dan kepala agama mustahil berbuat salah mustahil berbuat sal ah…menjadi sebab binasanya jiwa-jiwa berharga”. sehingga banyak aliran syi`ah yang dipandang ghulat (ekstrem) dan di anggap menyimpang oleh penganut Syi`ah sendiri. Gerakan ini dikena l dengan gerakan Zindiq yang menyebabkan menurut para khalifah dan orang-orang y ang beriman harus diberantas. serangan tentara Mongol ke wilayah kekuasaan Islam. jenis pengeluaran makin beragam. terkeping-keping oleh perpecahan dan perselisihan dari dalam. Akan tetapi. h anya Armenia dan Maronit Lebanon yang tertarik dengan dengan Perang Salib dan me libatkan diri dalam tentara Salib itu. Zoroasterisme dan Mazdakisme. Posisi ini kemu dian direbut oleh Bani Buwaih. dom inasi tentara turki tak terbendung lagi. karena para khalifah adalah orang-orang kuat yang mampu menjaga keseimbangan kekuatan. Ancaman dari luar Apa yang disebutkan di atas adalah factor-faktor internal. Dana yang masuk lebih besar dari yang keluar. Pertambahan dana yang besar diperoleh dari al-Kharaj. sehingga menyebabkan konflik diantara keduanya. Karena cita-cita orang Persia tidak sepenuhnya tercapai. pendukungnya banyak berlindung dibalik aja ran Syi`ah. perang salib yang berlangsung beberapa gelombang atau periode dan menelan banyak korban. banyaknya terjadi kerusuhan yang me ngganggu perekonomian rakyat.2. Syed Ameer Ali mengatakan: “Agama Muhammad Saw. ada pu la factor-faktor eksternal yang menyebabkan khalifah Abbasiyah lemah dan akhirny a hancur. Aliran Syi`ah memang dikenal seb agai aliran politik dalam Islam yang berhadapan dengan faham Ahlussunnah wal Jam a`ah. Disebutkan bahwa H ulagu Khan. Namun. Gereja-gereja Kristen bera sosiasi dengan orang-orang Mongol yang anti-Islam itu dan diperkeras di kantong- . Mu`tazilah yang cenderung rasional dituduh sebagai pembuat bidah oleh golonga n salaf.13 Pengaruh Salib juga terlihat dalam penyerbuan tentara Mongol. Konflik yang dilatarbelakangi agama tidak terbatas pada konflik antara muslim da n zindik atau ahlussunnah dengan syi`ah saja. Sebagaimana telah disebutkan.4. seperti juga Agama Isa as. sementa ra pengeluaran meningkat lebih besar. pemerintahan Bani Abbas meru pakan pemerintahan yang kaya. Pada saat gerakan ini mulai tersudut.Kecenderungan masing-masing bangsa untuk mendominasi kekuasaan sudah dirasakan s ejak awal khalifah Abbasiyyah berdiri. semacam pajak hasil bumi.. Berkenaan dengan konflik keagamaan itu. Pada periode pertama. seorang khlaifah yang lemah. dan para pejabat melakukan korupsi. orang-orang Kristen Eropa terpanggil untuk ikut berperang setelah Paus Urbanus II (1088-1099 M) mengeluarkan fatwanya. pendapatan Negara menurun. Setelah Al-Mutawakkil. diperingannya pajak dan banyaknya dinasti-dinasti kecil yang memerdekakan diri dan tidak lagi membayar upeti. panglima tentara Mongol. Sedangkan pengeluara n membengkak antara lain disebabkan oleh kehidupan para khalifah dan pejabat sem akin mewah. tetapi juga antaraliran dalam Isla m. Menurunnya pendapatan Negara itu disebabka n oleh makin menyempitnya wilayah kekuasaan. sehi ngga Bait al-Mal penuh dengan harta. Perbedaan pendapat mengenai soal-soal abstrak yang tidak mungkin ada kepastiannya dalam suatu kehidupan yang mempunyai akhir. stabilitas politik da pat terjaga. 3. mu lai polemik tentang ajaran hingga berlanjut kepada konflik bersenjata yang menum pahkan darah dari kedua belah pihak. naik tahta. Sejak itu kekuasaan Bani Abbas sebenarn ya telah berakhir. Konflik Keagamaan Fanatisme keagamaan berkaitan erat dengan persoalan kebangsaan. Setelah khilafah memasuki periode kemunduran. Kemerosotan Ekonomi Khalifah Abbasiyyah juga mengalami kemunduran dibidang ekonomi bersamaan dengan kemunduran di bidang politik. Kekuasaan berada di tangan orang-orang Turki. Pertama. Pera ng Salib itu juga membakar semangat perlawanan orang-orang Kristen yang berada d i wilayah kekuasaan Islam. Kedua.

Jakarta. Politik Islam dalam Lintasan Sejarah (Jakarta : P3M. sekaligus juga menyokong kehancuran dan transformasi imperium tersebut. History of The Arabs (London : Mac Millan. (Jakarta : PT. setelah menghancurleburkan pusat-pusat Isl am. 1998)Badri Yatim. Dr.. ikut memperbaiki yerussalem. sementara al-Makmun harus be rjuang untuk memerdekakan Khurasan dalam rangka untuk mendapatkan dukungan dari pasukan perang Khurasan. seorang gube rnur Khurasan dan orang yang berhak menjabat tahta khilafah sepeninggal kakaknya . Namun peperangan sengit tersebut tidak hanya melemahkan kekuatan militer Abbasiyah melainkan juga melemahkan warga iraq dan sejumlah propinsi lainnya. Kebijakan ini. Akibatnya pecahlah perang sipil. 1988)Lik eBe the first to like this post. Sejarah Peradaban Islam. van Hoev e. selain men datangkan manfaat yang bersifat sementara konsesi atas sebuah jabatan gubernur y ang dapat diwariskan menggagalkan tujuan Abbasiyah untuk menyatukan sebuah wilay ah propinsi besar menjadi sebuah system pemerintahan politik yang memusat ditang an pemerintahan pusat. .. Setelah kematian Harun. M. tidak membawa hasil dan ga gal. al-Amin . Tentara Mongol. Islam Rasional Ga gasan dan Pemikiran (Bandung. Upaya untuk menyatukan kalangan elit dibawah arahan khali fah tidak akan terwujud dan sebagai gantinya imperium dikuasai oleh sebuah perse kutuan khalifah dengan kuasa gubernuran besar.Natsir. a l-Amin. Al-Makmun berusaha menghadapi musuh-musuhnya dan sejumlah warga yang tidak mau b erdamai dengan sebuah kebijakan ganda.kantong ahl al-kitab. The Oxpord History of Islam. Bahkan kemerosotan Abbasiyah telah berlangs ung disaat berlangsung konsolidasi. Cet. Them e: WordPress Mobile Edition byAlex King. Sejarah Peradaban Islam : Dirasah Islam iyah II. Berbagai faktor yang telah menyokong tegaknya imperium Abbasiyah. (Ban dung. Sejarah Sosial Ummat Islam.(Jakarta : Rajawali Pers 1999)Jai h Mubarok. yang bernama Thahir.. Semenjak awal pemerintahan Harun al-Rasyid (786-809) problem suksesi menjadi san gat kritis. Dr. Mizan. Grafindo Persada. NV Penerbitan W. Oxp ord University Press 1999)Koentjaraningrat.14DAFTAR PUSTAKAAbul a ‘la Al-Maudud i. (Gramedia.Al-Makmun juga mengambil sebuah kebijakan politik.Posted by amgyCategories:makalahTags:«OlderNewer»Lea ve a ReplyName (required)E-Mail (required)WebsiteSubmit CommentNotify me of foll ow-up comments via email. Hitti. yang diberikan imbalan sebagai gubernur khurasan (820-8 22) dan menjadi jenderal militer Abbasiyah diseluruh imperium dan disertai janji bahwa jabatan-jabatan tersebut dapat diwariskan kepada keturunannya. dan sedang mendorong sebuah kemajuan ekonomi dan k ultur. 2004)John L. Montgomery Watt. sebagaimana yang telah kita lihat. (New York. tanpa tahunPhilip K. al-Amin berusaha mengkhianati hak adiknya dan menunjuk anak laki-lakinya sebagai penggantinya kelak. Kebijakan ini justru menghilangkan dukungan masyarakat umum terhadap sang k halifah. untuk menguasai kekhi lafahan secara mutlak. Mentalitas.1985)M. Ketika rezim ini sedang memperkuat militerny a dan institusi pemerintahan. Mizan. yakni kalangan elite imperium dan bentuk-bentuk kulturnya. terjadi beberapa peristiwa yang pada akhirnya mengharubirukan nasib imper ium Abbasiyah.SearchMobile Site |Full SiteBlog at WordPress.Ag. Kebudayaan. Al-amin didukung oleh militer Abbasiyah di Baghdad. 2006)Harun Nasution. Satu sisi kebijakan tersebut bertujuan un tuk mempertahankan legitimasi kekhilafan dengan menguasai seluruh urusan keagama an.com. 1. dan kepada putranya yang lebih muda yang bernama al-Makmun. 1995)Ira M Lapidus. (Bandung: Pustaka Bani Quraisyi. Al-makmun berhasil mengalahkan saudara tuanya.. Capita Selecta. al-Makmun menggantungkan dukungan seorang panglima khuras an. MA. dan Pembangu nan. Khilafah dan Kerajaan : Evaluasi Kritis Atas Sejarah Pemerintahan Islam. 1970)W . dan mengklaim khilafah pada tahun 813. Esposito (ed). Harun telah mewasiatkan tahta kekhalifahan kepada putra mertuanya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->