SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA SAAT ORDE LAMA

Orde Lama ditandai dengan masa kepemimpinan Ir. Soekarno, yang berlangsung sejak tahun 1945 hingga 1966. Istilah “Orde Lama” merupakan istilah yang diciptakan oleh pemerintah Orde Baru. Soekarno sendiri tidak begitu menyukai istilah ini. Ia lebih suka menyebut masa kepemimpinannya dengan istilah “Orde Revolusi”. Pada masa Soekarno ini, sistem pemerintahan yang dilaksanakan di Indonesia dapat dibagi menjadi empat sistem pemerintahan yang selalu berdasar pada undangundang yang sedang berlaku, yaitu; (1) sistem pemerintahan awal kemerdekaan menurut UUD 1945, (2) sistem pemerintahan menurut konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS), (3) sistem pemerintahan menurut UUD Sementara 1950, dan (4) sistem pemerintahan pada masa demokrasi terpimpin (kembali berlakunya UUD 1945).

A. SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA AWAL KEMERDEKAAN MENURUT UUD 1945 (1945-1949)

Setelah tercapainya kemerdekaan Indonesia secara de facto pada tanggal 17 Agustus 1945, Ir. Soekarno yang menjadi ketua PPKI dipercaya menjadi Presiden Republik Indonesia. Kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945, Undang-Undang Dasar 1945 pun disahkan. Dalam tahun yang sama pula, dibentuk lah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang bertujuan untuk membantu tugas Presiden hingga terbentuknya Majelis Permusyawaratan Rakyat. Hasil yang dicapai oleh badan ini yaitu: 1) terbentuknya dua belas departemen kenegaraan dalam pemerintahan yang baru,

2) pembagian wilayah pemerintahan Republik Indonesia menjadi delapan provinsi yang masing-masing terdiri dari beberapa keresidenan.

Sistem pemerintahan pada awal kemerdekaan ini menganut sistem presidensil dengan bertumpu pada UUD 1945. Namun, adanya kebebasan dan kemerdekaan berdemokrasi di dalam KNIP justru mendorong pemerintah RI kepada sistem parlementer untuk menghindari kekuasaan Presiden yang terpusat. Oleh karena itu, pada 14 November 1945 terbentuk susunan kabinet berdasarkan sistem parlementer. Pembentukan kabinet ini tentu menyimpang dari UUD 1945. Selain itu, juga terdapat penyimpangan lain terhadap tugas KNIP yang mengalami perubahan dari pembantu presiden menjadi badan yang diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan GBHN yang menjadi wewenang MPR. Pada 3 Nopember 1945 muncul Maklumat X atau Maklumat Wakil Presiden Mohammad Hatta yang berisi anjuran tentang pembentukan partai-partai politik. Maklumat tersebut menyebutkan, pemilihan umum (pemilu) untuk memilih anggota DPR dan MPR akan diselenggarakan bulan Januari 1946. Namun, pemilu ini baru dapat terlaksana pada tahun 1955. Alasan tidak terlaksananya pemilu pada tahun 1946, antara lain: 1) belum siapnya pemerintah baru, termasuk dalam penyusunan perangkat UU Pemilu; 2) belum stabilnya kondisi keamanan negara akibat konflik internal antarkekuatan politik yang ada pada waktu itu, apalagi pada saat yang sama gangguan dari luar juga masih mengancam. Dengan kata lain para pemimpin lebih disibukkan oleh urusan konsolidasi.

B. SISTEM PEMERINTAHAN MENURUT KONSTITUSI RIS (1949-1950)

Pada masa berlakunya konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS), sistem pemerintahan yang dilaksanakan di Indonesia adalah sistem pemerintahan parlementer tidak murni (semu), yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 1) Presiden tidak dapat diganggu gugat. 2) Menteri-menteri bertanggung jawab atas seluruh kebijakan pemerintah baik secara bersama-sama untuk seluruhnya maupun masing-masing untuk bagiannya sendiri-sendiri.

Menurut Konstitusi RIS Pasal 122 disebutkan bahwa DPR tidak dapat memaksa Kabinet atau masing-masing menteri untuk meletakkan jabatannya. Dengan demikian, sistem pertanggungjawaban yang ada merupakan pertanggungjawaban yang semu karena tanpa dikenai sanksi apapun. Alat-alat perlengkapan pemerintah negara RIS meliputi presiden, menteri-menteri (kabinet), senat, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Mahkamah Agung (MA), dan Dewan Pengawas Keuangan. Presiden dalam kedudukannya tidak dapat diganggu gugat. Kekuasaan eksekutif dipegang oleh menteri-menteri yang tergabung dalam sebuah parlemen yang dipimpin oleh seorang perdana menteri. Menteri-menteri ini bertanggung jawab kepada parlemen. Parlemen terdiri atas dua bagian, yaitu senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kekuasaan legislatif atau pembuat peraturan perundang-undangan dipegang oleh pemerintah dalam hal ini presiden bersama-sama dengan senat dan DPR. Kekuasaan yudikatif berada ditangan Mahkamah Agung (MA).

C. SISTEM PEMERINTAHAN MENURUT UUDS 1950 (1950-1959)

Sistem pemerintahan pada masa berlakunya UUDS 1950; atau dikenal pula dengan masa demokrasi liberal; masih merupakan kelanjutan dari sistem pemerintahan menurut Konstitusi RIS, sehingga sistem pemerintahan yang dijalankan pun merupakan sistem pemerintahan yang bersifat parlementer semu. Hanya saja dalam UUDS 1950 telah menghilangkan pasal-pasal yang bersifat federalis. Di dalam Pasal 83 UUDS 1950 dinyatakan sebagai berikut. 1) Presiden dan wakil presiden tidak dapat diganggu gugat. 2) Menteri-menteri bertanggung jawab atas seluruh kebijakan pemerintah, baik bersama-sama untuk seluruhnya maupun masing-masing untuk bagiannya sendirisendiri. Hal ini mengandung konsekuensi sebagai berikut. a. Jika kebijakan ditolak, maka dewan menteri atau menteri yang bersangkutan harus jatuh atau mengundurkan diri. b. Jika dalam perselisihan dewan menteri atau pemerintah merasa bahwa DPR tidak lagi mencerminkan kemauan rakyat, maka dapat meminta kepada kepala negara untuk membubarkan DPR dan dalam waktu sesingkat-singkatnya mengadakan pemilihan anggota DPR yang baru. Namun, hal ini hanya boleh terjadi satu kali saja dan jika setelah terbentuknya DPR baru masih terjadi perselisihan dengan dewan menteri maka dewan menteri lah yang harus mengundurkan diri. c. Kekuasaan perundang-undangan dilakukan oleh pemerintah bersama-sama dengan DPR.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem pemerintahan Indonesia pada masa berlakunya UUDS 1950 memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 1) Presiden memiliki kedudukan sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. 2) Perdana menteri diangkat oleh presiden, seharusnya oleh parlemen.

dan tahap kedua yang dilaksanakan pada 15 Desember untuk memilih Konstituante. tepatnya pada masa kabinet Ali Sastroamidjojo I. Konstituante tidak berhasil menetapkan UUD baru sehingga negara benar-benar dalam keadaan darurat.3) Pembentukan kabinet dilakukan oleh presiden dengan menunjuk seseorang atau beberapa pembentuk kabinet. Permesta. Sistem pemerintahan pada masa berlakunya UUDS 1950 didukung oleh alat-alat kelengkapan negara seperti presiden. yang anggotanya ditunjuk oleh presiden. Konstituante ini akan bertugas untuk menyusun undang-undang dasar yang bersifat tetap menggantikan UUD 1945. DI/TII yang ingin melepaskan diri dari NKRI. Sistem demokrasi liberal ini tidak menunjukkan adanya hasil seperti yang diinginkan rakyat. MA. lembaga DPR. . Kekuasaan legislatif dipegang oleh DPR sementara yang terdiri atas gabungan DPRS. wakil presiden. telah berhasil menyelenggarakan pemilihan umum pertama kali. Terjadi pemerontakan-pemberontakan seperti PRRI. 5) Kekuasaan perdana menteri sebagai ketua dewan menteri masih mendapat campur tangan dari presiden. dan Dewan Pengawas Keuangan. 4) Pengangkatan dan pemberhentian menteri-menteri dilakukan oleh presiden. menteri-menteri. 7 tahun 1953 yang diselesaikan oleh kabinet Wilopo. yang mana pemilu tahap pertama yang dilaksanakan pada 29 September untuk memilih anggota DPR. Pemilu dilaksanakan dalam dua tahap. Pemerintahan pada masa ini. yakni pada tahun 1955. Payung hukum pemilihan umum 1955 ini adalah UU No. Kedudukan presiden tidak dapat diganggu gugat artinya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban terhadap kegiatan pemerintahan. BPKNIP. Kemudian untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang menandai ketidakberhasilan demokrasi liberal di Indonesia.

Rakyat maupun wakil rakyat tidak memiliki peranan yang penting dalam demokrasi terpimpin. Presiden Soekarno secara sepihak dengan senjata Dekrit 5 Juli 1959 membentuk DPR-Gotong Royong (DPR-GR) dan MPR Sementara (MPRS) yang semua anggotanya diangkat presiden. maka demokrasi liberal berganti menjadi demokrasi terpimpin. Kekuasaan negara bukan lagi mengacu pada democracy by law tetapi democracy by decree. dalam arti tanpa pemilihan memeang tidak bertentangan dengan UUD 1945 karena UUD 1945 tidak memuat klausul tentang tata cara memilih anggota DPR dan MPR. apabila tidak terjadi mufakat dalam sidang legislatif. Sistem pemerintahan pada masa ini kembali lagi menjadi sistem pemerintahan presidensil dengan UUD 1945 sebagai konstitusinya. PKI. Begitu pula angkatan darat pun membutuhkan Soekarno untuk legitimasi keterlibatannya di dunia politik. setelah sebelumnya dewan legislatif itu menolak RAPBN yang diajukan pemerintah. Ketiga kekuatan tersebut saling merangkul satu sama lain. konsekuensi pengangkatan . Dekrit ini merupakan keputusan presiden untuk membubarkan Konstituante dan pernyataan kembali ke UUD 1945. yang mengawali otoriterianisme kekuasaan di Indonesia . Pengangkatan keanggotaan MPR dan DPR. PKI membutuhkan Soekarno untuk mengahadapi angkatan darat yang menyainginya dan meminta perlindungan pada Soekarno. Tetapi. Situasi politik pada masa ini diwarnai tiga kekuatan politik utama yaitu Soekarno. SISTEM PEMERINTAHAN PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN (1959-1966) Dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. sehingga nasib partai politik ditentukan oleh presiden.D. Dalam demokrasi terpimpin. Presiden memiliki kekuasaan mutlak dan dijadikannya alat untuk melenyapkan kekuasaan-kekuasaan yang menghalanginya. dan angkatan darat. maka permasalahan itu diserahkan kepada Presiden sebagai pemimpin besar revolusi untuk dapat diputuskan dalam hal anggota DPR tidak mencapai mufakat. Otoriterianisme pemerintahan Soekarno semakin jelas ketika pada tanggal 4 Juni 1960 ia membubarkan DPR hasil Pemilu 1955. Pada masa ini juga tak ada kebebasan mengeluarkan pendapat.

serta krisis sosial pasca kudeta G30 S/PKI tersebut. pemerintah orde lama jatuh setelah terjadinya G30 S/PKI pada tahun 1965 dengan diikuti meluasnya krisis politik dan ekonomi. MPR adalah pemegang kekuasaan tertinggi. . masa demokrasi terpimpin ini tidak pernah sekalipun melaksanakan pemilu. Akhirnya. sedangkan DPR neben atau sejajar dengan presiden. Padahal menurut UUD 1945. hingga dikeluarkannya (Surat Perintah Sebelas Maret) Super Semar. Sampai akhirnya Presiden Soekarno diberhentikan oleh MPRS melalui Sidang Istimewa bulan Maret 1967 (Ketetapan XXXIV/MPRS/1967).itu adalah terkooptasi-nya kedua lembaga tersebut di bawah presiden.

2) Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India. disebabkan antara lain berikut. yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Pada waktu itu. MASA PASCA KEMERDEKAAN (1945-1950) Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk. 2) Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI. 1) Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946.SISTEM EKONOMI INDONESIA SAAT ORDE LAMA A. 1) Inflasi yang sangat tinggi. disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga. pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru. yaitu mata uang De Javasche Bank. dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia. Kas negara kosong. dan mata uang pendudukan Jepang. Berdasarkan teori moneter. Pada bulan Oktober 1946. antara lain berikut. dilakukan pada bulan Juli 1946. Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi. untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI. mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP. Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan. . mata uang pemerintah Hindia Belanda.

untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun. yaitu pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950. 4) Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer. MASA DEMOKRASI LIBERAL (1950-1957) Masa ini disebut masa liberal. 5) Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948 yang mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif. B. karena dalam politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal. yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan. pada masa ini sistem ekonomi Indonesia berdasar pada prinsip demokrasi liberal yang mana kekuasaan ada di tangan sejumlah partai politik dan sering terjadi konflik yang menyebabkan kehancuran perekonomian nasional. 1) Gunting Syarifuddin. . 6) Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka. Padahal pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi. antara lain. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi. Sistem ekonomi ini berlanjut hingga tahun 1957. masalah sandang. Pada intinya. serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan. Dengan swasembada pangan. terutama pengusaha Cina.3) Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak. diharapkan perekonomian akan membaik.

dan ekonomi (Mazhab Sosialisme). kebijakan-kebijakan ekonomi yang . politik. Dengan sistem ini. diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial. karena sifat pengusaha pribumi yang cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha non-pribumi. maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). yaitu upaya menunbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi serta memberikan kredit pada perusahaanperusahaan pribumi agar nantinya dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional.2) Program Benteng (Kabinet Natsir). Program ini tidak berjalan dengan baik. Pengusaha non-pribumi diwajibkan memberikan latihanlatihan pada pengusaha pribumi. MASA DEMOKRASI TERPIMPIN (1959-1967) Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959. yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi. 4) Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr. Namun usaha ini gagal. C. 5) Pembatalan sepihak atas hasil-hasil KMB. Akan tetapi. termasuk pembubaran Uni IndonesiaBelanda.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi. Iskak Cokrohadisuryo. karena pengusaha pribumi kurang berpengalaman. Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaanperusahaan tersebut. sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah. 3) Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no. dan pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional.

2) Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. ini juga salah satu konsekuensi dari pilihan menggunakan sistem demokrasi terpimpin yang bisa diartikan bahwa Indonesia berkiblat ke Timur (sosialis) baik dalam politik. 1) Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut :Uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50. dan semua simpanan di bank yang melebihi 25. Sekali lagi. Kelebihan sistem ekonomi yang bersifat sosialis-liberal ini antara lain: (1) adanya kepercayaan dari bangsa Indonesia akan kekuatan yang dimilikinya. . Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi. dan (2) adanya kemandirian ekonomi. antara lain sebagai berikut. 3) Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1. dan juga sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara Barat. (2) berhentinya dana asing. Di segi lain. Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%. uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100. Pada masa ini banyak proyek-proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah. Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia.diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia. Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama. ekonomi. Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu diperparah karena pemerintah tidak menghemat pengeluaran-pengeluarannya. maupun bidang-bidang lain. sistem ekonomi ini juga memiliki kekurangan sebagai berikut: (1) kurang diminatinya Indonesia sebagai tempat investasi asing.000 dibekukan.

XXXIII/MPRS/1967. keormasan. terdiri dari organisasi profesi seperti organisasi buruh. Selain itu juga berupaya menyusun kembali kekuatan bangsa untuk menumbuhkan stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan bangsa. dan kekaryaan dengan cara pengelompokan partai-partai politik dan golongan karya. . atau sebagai koreksi terhadap penyelewengan-penyelewengan pada masa lampau. yang bertujuan untuk menumbuhkan hak-hak demokrasi dan mencerminkan kekuatan-kekuatan yang ada di dalam masyarakat. orde baru merupakan tatanan seluruh kehidupan rakyat. Partai Muslimin Indonesia. Tahap selanjutnya adalah penyederhanaan kehidupan kepartaian. hingga akhirnya lahirlah tiga kelompok di DPR. dan Perti. Anggota DPR terdiri dari wakil-wakil partai politik dan golongan karya. dan negara yang diletakkan pada kemurnian pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945. IPKI. Dengan adanya ketetapan MPRS No. Partai Katolik. Parkindo.SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA SAAT ORDE BARU Orde baru ditandai dengan masa kepemimpinan Soeharto di Indonesia. yaitu: 1) Kelompok Demokrasi Pembangunan. Proses penataan kembali kehidupan politik ini dimulai pada awal tahun 1968 dengan penyegaran DPR-GR. yang dikukuhkan dalam Sidang Istimewa MPRS. Pada tanggal 20 Februari 1967. 3) Kelompok Golongan Karya. 2) Kelompok Persatuan Pembangunan. organisasi tani dan nelayan. Pada hakikatnya. bangsa. organisasi seniman. terdiri dari NU. Usaha ini dimulai tahun 1970 dengan mengadakan serangkaian konsultasi dengan pimpinan partai-partai politik. terdiri dari PNI. dan lain-lain. Presiden Soekarno menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Soeharto. organisasi pemuda. PSII. situasi konflik yang merupakan sumber instabilitas politik telah berakhir secara konstitusional. serta Murba.

yaitu berhak mengajukan rancangan undang-undang. maka disebut lah bahwa sistem pemerintahan pada masa ini adalah sistem presidensial yang tidak murni (semu) atau sistem campuran. Presiden ini wajib melaksanakan amanat dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan undang-undang lain yang telah ditentukan. Sistem pemerintahan pada orde baru adalah sistem pemerintahan presidensial. namun dalam pelaksanaannya mengindikasikan adanya bentuk parlementer. Normalisasi hubungan Indonesia-Malaysia berhasil dicapai dengan ditandatanganinya Jakarta Accord pada tanggal 11 Agustus 1966. yakni tiap lima tahun sekali. harus mempertanggungjawabkan kegiatan pemerintahannya kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). untuk mempererat dan memperluas hubungan kerjasama regional bangsa-bangsa Asia Tenggara. Presiden juga memegang sebagian kekuasaan legislasi. 3) Presiden dibantu oleh menteri negara yang diangkat dan diberhentikan oleh presiden sendiri. Di samping itu. Presiden secara berkala. 1) Presiden memegang kekuasaan pemerintahan. pada tanggal 8 Agustus 1967 Deklarasi Bangkok berhasil ditandatangani dan lahirlah ASEAN (Association of Southeast Asian Nations). Kekuasaan eksekutif pada masa ini dipegang oleh pemerintah dalam arti sempit yaitu presiden beserta kabinet atau menteri-menterinya. 2) Presiden memegang kekuasaan membentuk undang-undang dengan persetujuan DPR.Selanjutnya pemerintah Orde Baru memurnikan kembali politik luar negeri yang bebas aktif. guna mengembalikan kepercayaan dunia internasional serta menumbuhkan saling pengertian yang sangat bermanfaat bagi pembangunan. Kemudian pemerintah memutuskan untuk kembali menjadi anggota PBB sejak tanggal 28 September 1966. namun harus . 4) Menteri tidak bertanggung jawab kepada DPR. 5) Presiden dipilih dan diangkat oleh MPR. Ciri-ciri pelaksanaan sistem pemerintahan pada masa orde baru antara lain sebagai berikut.

mendapat persetujuan dari DPR. 1) Memilih dan mengangkat presiden dan wakil presiden. 1992. . dan Mahkamah Agung. Presiden tidak dipilih secara langsung oleh rakyat. 1982. MPR sebagai lembaga tertinggi negara dianggap sebagai penjelmaan dari seluruh rakyat. Pada masa ini terjadi pemilahan dalam sistem kelembagaan atau badan-badan negara yakni adanya lembaga tertinggi yang dipegang oleh MPR dan lembaga tinggi negara yang dipegang oleh DPR. Kedudukan MPR telah menempatkan presiden sebagai mandataris MPR. Kekuasaan Presiden Soeharto pada Orde Baru begitu kuat. Presiden memegang jabatannya selama lima tahun dan sesudah itu dapat dipilih kembali. DPA. BPK. bahkan MPR dalam UUD 1945 diberikan wewenang untuk melaksanakan kedaulatan rakyat. Hal ini juga telah menyebabkan lembaga negara yang berisi wakil-wakil rakyat tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena selalu dibayang-bayangi nama besar Presiden Soeharto. adapun wewenang MPR antara lain sebagai berikut. dan 1997. namun ternyata dalam praktiknya MPR juga dapat dikuasai oleh presiden. 2) Menetapkan undang-undang dasar. Hal ini karena Soeharto telah mempunyai ikatan politik yang kuat dengan MPR dan DPR sehingga setiap kali diadakan pemilihan presiden. 3) Mengubah undang-undang dasar. Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai lembaga tertinggi negara secara konstitusional memiliki kekuasaan yang besar. 1977. selalu dimenangkan oleh Soeharto. namun dipilih oleh anggota MPR dengan suara rakyat. bahkan telah mampu mengusai tata pemerintahan dan kenegaraan Indonesia. 1987. yang tercatat terjadi sebanyak enam kali. yaitu pada 1971. presiden. Selain itu. presiden juga berwenang menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) setiap satu tahun sekali. Sistem pemilihan presiden inilah yang telah mengantarkan Soeharto menduduki kursi kepresidenan selama kurun waktu 32 tahun. Jika RAPBN ini tidak mendapat persetujuan dari DPR maka RAPBN itu tidak boleh diajukan lagi dan RAPBN yang berlaku adalah RAPBN tahun lalu.

dan pengendalian militer. Jika ada rakyat yang berani maka dapat dipastikan ia akan berhadapan dengan hukum yang telah dikuasai oleh pemerintah.sehingga semua penyelenggaraan pemerintahan baik yang dilakukan oleh presiden maupun lembaga negara yang lainnya harus dipertanggungjawabkan kepada MPR. Dalam melaksanakan kedaulatan rakyat. 2) Kekuasaan untuk memeriksa keuangan negara dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sistem pengawasan dalam pelaksanaan pemerintahan dijalankan dari atas ke bawah (absolut). sehingga hal ini membuat lembaga-lembaga negara tidak berdaya mengontrol dan melakukan pengawasan kepada presiden. Rakyat tidak diberi kebebasan untuk melontarkan kritik kepada pemerintah. 3) Kekuasaan untuk memberikan nasihat dan pertimbangan kepada presiden jika diperlukan diserahkan kepada Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Segala kegiatan pemerintahan yang berlangsung di daerah harus mendapat persetujuan oleh pemerintah pusat. 4) Kekuasaan untuk melaksanakan fungsi peradilan diserahkan kepada Mahkamah Agung beserta lembaga peradilan di bawahnya. . Presiden memegang peranan yang menentukan dalam banyak hal seperti dalam penyelenggaraan pemerintahan. antara lain sebagai berikut. Kekuasaan presiden mengarah pada bentuk absolutism karena dapat menguasai secara tidak langsung kekuasaan lembaga tertinggi (MPR) dan lembaga-lembaga tinggi lainnya. stabilitas politik. ekonomi. 1) Kekuasaan untuk membentuk undang-undang diserahkan kepada DPR. MPR melakukan beberapa distribusi kekuasaan kepada lembaga tinggi negara lainnya. Pemerintah pusat seringkali tidak mengetahui keadaan daerah yang sesungguhnya sehingga masyarakat daerah cenderung dilupakan. 5) Kekuasaan untuk melaksanakan pemerintahan sehari-hari diserahkan kepada presiden dan wakil presiden yang dibantu oleh para menteri. Hal ini menyebabkan hubungan antara pusat dan daerah menjadi tersentralisasi pada pemerintah pusat.

dan sosial secara proporsional dan optimal.Secara keseluruhan sistem pemerintahan Orde Baru dapat dikatakan sebagai sistem pemerintahan yang tidak transparan atau tertutup. . politik. Hal ini mengakibatkan krisis secara struktur dan sistematik sehingga tidak mendukung berkembangnya fungsi berbagai lembaga kenegaraan. Kekuasaan eksekutif dan legislative telah tertutup dan berada di bawah kendali presiden.

3) Stabilitas Nasional yang sehat dan dinamis. . Setelah melihat pengalaman masa lalu. Pembangunan Jangka Pendek dirancang melalui Pembangunan Lima Tahun (Pelita). Misalnya dalam penentuan UMR dan perluasan kesempatan kerja. Pemerintah mengupayakan Pembangunan Nasional yang mana direalisasikan melalui Pembangunan Jangka Pendek dan Pembangunan Jangka Panjang. Pelaksanaan Repelita telah dimulai sejak tahun 1969. Ini adalah awal era Keynes di Indonesia. dan Indonesia mulai terbuka dengan dunia internasional. Pembangunan Nasional yang selalu dikumandangkan tidak terlepas dari Trilogi Pembangunan. maka dipilihlah sistem ekonomi campuran dalam kerangka sistem ekonomi demokrasi pancasila. pasar tidak dibiarkan menentukan sendiri. karena pada awal 1966 tingkat inflasi kurang lebih 650 % per tahun. Kebijakan-kebijakan pemerintah mulai berkiblat pada teori-teori Keynesian. penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Pengendalian inflasi mutlak dibutuhkan. 2) Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.SISTEM EKONOMI INDONESIA SAAT ORDE BARU Sistem ekonomi pada masa Orde Baru lebih ke kapitalistik. yang bunyinya adalah sebagai berikut. Program pemerintah berorientasi pada usaha pengendalian inflasi. dalam kondisi-kondisi dan masalah-masalah tertentu. dimana dalam sistem ekonomi liberal ternyata pengusaha pribumi kalah bersaing dengan pengusaha nonpribumi dan sistem etatisme tidak memperbaiki keadaan. Jadi. GBHN (Garis Besar Haluan Negara) dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) yang berisi program-program konkret yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun. 1) Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang menuju pada terciptanya keadilan social bagi seluruh rakyat. Ini merupakan praktek dari salahsatu teori Keynes tentang campur tangan pemerintah dalam perekonomian secara terbatas.

sejak Pelita III pemerintah Orde Baru menetapkan Delapan Jalur Pemerataan. 1) Munculnya Ketetapan MPRS No. yaitu: 1) Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat. Oleh karena itu. 7) Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air. pada tahun 1984 Indonesia berhasil swasembada beras. khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita. 3) Adanya program Rehabilitasi dengan berusaha memulihkan kemampuan berproduksi sehingga dapat menciptakan produk nasional yang lebih berkualitas. khususnya pangan. 5) Pemerataan kesempatan berusaha. Pada masa ini ada beberapa kebijakan di bidang ekonomi. sandang. 3) Pemerataan pembagian pendapatan. Hasilnya. XXIII/MPRS/1966 tentang pembaruan kebijakan ekonomi. 2) Adanya program Stabilisasi untuk membendung laju inflasi sesuai Tap MPRS No. khususnya sandang. 2) Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan. Kebijakan ekonomi pemerintah dialihkan pada pengendalian yang ketat terhadap gerak harga barang. 4) Pemerataan kesempatan kerja. XLI/MPRS/1968. dan pembangunan. dan perumahan. keuangan. pangan. perbaikan indikator kesejahteraan rakyat seperti angka partisipasi pendidikan dan penurunan angka kematian bayi. dan industrialisasi yang meningkat . dan kurs valuta asing. antara lain sebagai berikut. 8) Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.Selain itu dikumandangkan juga bahwa pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi sebagai akibat pelaksanaan pembangunan tidak akan bermakna apabila tidak diiringi oleh pemerataan pembangunan. 6) Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan. penurunan angka kemiskinan.

nilai tukar rupiah melemah dengan cepat. terutama ekonomi. Sehingga meskipun berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi. perbedaan ekonomi antar daerah. dan sosial yang adil. Harga-harga meningkat secara drastis. tapi secara fundamental Pembangunan Nasional sangat rapuh. serta penumpukan utang luar negeri. kolusi dan nepotisme. dan menimbulkan berbagai kekacauan di segala bidang. Akibatnya. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik. Pemerintah juga berhasil menggalakkan preventive checks untuk menekan jumlah kelahiran lewat KB dan pengaturan usia minimum orang yang akan menikah. Indonesia merasakan dampak yang paling buruk.pesat. Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya pada 21 Mei 1998. pembangunan menimbulkan konglomerasi dan bisnis yang sarat korupsi. Dibawah tekanan besar dari dalam maupun luar negeri. Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi indonesia melemah dan semakin besarnya ketidakpuasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh berbagai organisasi mahasiswa diberbagai wilayah di Indonesia. Namun dampak negatifnya adalah kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber-sumber daya alam. ketika terjadi krisis yang merupakan imbas dari ekonomi global. antar golongan pekerjaan dan antar kelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam. Disamping itu. . Pemerintahan Soeharto juga semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu kerusuhan sehari setelahnya. ekonomi.

pemilu yang baru atau dipercepat segera dilaksanakan. termasuk dunia internasional karena pemerintahan dan lembaga-lembaga lain yang merupakan produk Pemilu 1997 sudah dianggap tidak dipercaya. M. Jabatan Presiden Soeharto pun digantikan oleh Wakil Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie. Golkar.SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA MASA TRANSISI Sistem pemerintahan transisi terjadi setelah lengsernya Soeharto dari tampuk kekuasaan pada 21 Mei 1998 yang mana merupakan suatu masa peralihan agar terciptanya sistem presidensil yang demokratis. ia membentuk kabinet baru yang dinamakan Kabinet Reformasi Pembangunan. RUU tentang Pemilu. Oleh karena itu. Kabinet itu terdiri atas 16 menteri yang meliputi perwakilan dari militer (ABRI). Sebelum mengadakan pemilu yang dipercepat. Atas desakan publik. yang disebut Tim 7. Selanjutnya pada tanggal 25 Mei 1998 diselenggarakan Sidang Kabinet Reformasi Pembangunan pertama yang berhasil membentuk komite untuk merancang undang-undang politik. dan DPRD. Pemilu pada 7 Juni 1999 itu dilaksanakan terhitung 13 bulan sejak Habibie menjabat sebagai presiden menggantikan Soeharto. dan RUU tentang Susunan dan Kedudukan MPR. Dr. sehingga hasil-hasil Pemilu 1997 segera diganti. Setelah RUU disetujui DPR dan disahkan menjadi UU pada tanggal 1 Pebruari 1999. Presiden Habibie pun membentuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang anggota-anggotanya adalah wakil dari partai politik dan wakil dari . DPR. dan PDI. yang diketuai oleh Prof. Alasan diadakannya pemilu pada saat itu adalah untuk memperoleh kepercayaan dari publik. PPP. pemerintah mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Partai Politik. menyetujui pembatasan masa jabatan presiden terpilih maksimal dua periode (satu periode lamanya 5 tahun) dan merencanakan pemilu untuk merealisasikan agenda reformasi. Ryaas Rasyid. Ketiga draft UU ini disiapkan oleh sebuah tim Depdagri. pada tanggal 22 Mei 1998.

yang mana diikuti oleh 48 partai politik yang hasilnya kemudian terpilih lah K.H. rahasia. Habibie menjabat sebagai Presiden RI. Namun rakyat memilih jajak pendapat dan oleh pemerintah Habibie hal ini dikabulkan. jujur. Selain itu. Akhirnya. Jajak pendapat dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 1999 dibawah pengawasan PBB dan hasilnya 79% suara menyetujui Timor Timur lepas dari Indonesia dan menjadi negara merdeka. ia mundur dari bursa calon presiden. mengadakan pemilu yang bebas. Rakyat Timor Timur menginginkan negara merdeka yang terpisah dari Republik Indonesia.J. . Kemudian pada tanggal 7 Juni 1999. membebaskan tahanan politik. Pada saat B.J. asalkan tetap berpedoman pada aturan yang ada yaitu UU No. Habibie memberikan opsi kepada rakyat Timor Timur bahwa Timor Timur mendapat otonomi yang seluas-luasnya. bebas. Kebebasan menyampaikan pendapat juga diberikan pada masanya.9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Abdurrahman Wahid sebagai presiden dan Megawati Soekarnoputri sebagai wakil presiden. Habibie juga berusaha menciptakan politik yang transparan. Habibie pada bulan Oktober 1999. dan mencabut larangan berdirinya Serikat Buruh Independen. adil. Oleh karena itu Presiden B. Terlepasnya Timor Timur dari wilayah RI menjadi faktor utama penolakan MPR atas pidato pertanggungjawaban B.pemerintah. Pemerintahan Habibie inilah yang akan membawa Indonesia untuk melakukan reformasi secara menyeluruh serta menata sistem ketatanegaraan yang lebih demokratis dengan mengadakan perubahan (amandemen) UUD 1945 pada tanggal 19 Oktober 1999 agar lebih sesuai dengan tuntutan zaman. terjadi perubahan besar menyangkut perkembangan politik di Timor Timur. diadakan pemilu yang berasaskan langsung.J. umum. rahasia. jujur dan adil.

maka harus diadakan perbaikkan agar Indonesia dapat keluar dari krisis tersebut.650. b) Merekapitulasi perbankan Indonesia dan melikuidasi beberapa bank yang dianggap bermasalah dan merugikan keuangan negara..hingga Rp 15. Sejak masa itu keadaan rupiah menjadi tidak stabil.J. Namun.500 per dolar AS nilai yang tidak akan pernah dicapai lagi di era . Beberapa hal yang dilakukan Presiden B. pada saat itu dari Rp 2. terutama setelah pertanggungjawabannya ditolak MPR. sehingga kalangan masyarakat lebih suka menyebutnya sebagai masa transisi karena KKN semakin menjadi. Pada masa ini. Namun pada akhir pemerintahannya.  Krisis rupiah akhirnya menjadi semakin parah dan menjadi krisi ekonomi yang kemudian memuncuilkan krisis politik terbesar sepanjang sejarah Indonesia.-.000.per dolar AS.SISTEM EKONOMI INDONESIA MASA TRANSISI Sistem ekonomi pada masa ini cenderung bersifat kapitalistik.menjadi Rp 2.500.. banyak kerusuhan.  Pada awal pemerintahan yang dipimpin oleh habibie disebut pemerintahan reformasi.J. Keadaan sistem ekonomi Indonesia pada masa pemerintahan transisi memiliki karakteristik sebagai berikut:  Kegoncangan terhadap rupiah terjadi pada pertengahan 1997. a) Merekonstruksi perekonomian Indonesia. sebab Indonesia dilanda krisis ekonomi sejak tahun 1997 yang melanda semua sektor. B. ternyata pemerintahan baru ini tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Habibie berusaha keras untuk mengadakan perbaikan ekonomi. Presiden Habibie berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dolar masih berkisar antara Rp 10. Habibie dalam bidang ekonomi adalah berikut. c) Menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar.000.. nilai tukar rupiah meroket naik pada level Rp 6.

. ia juga memulai menerapkan independensi Bank Indonesia agar lebih fokus mengurusi perekonomian. Pada masa pemerintahannya.pemerintahan selanjutnya. Selain itu. ia juga berhasil mengesahkan UU Monopoli atau UU Persaingan Sehat.

antara lain sebagai berikut. Pada masa reformasi ini. Beberapa perubahan dalam lembaga kepresidenan. 2000.kolusi dan nepotisme (KKN). b. pembatasan masa jabatan presiden dengan jelas. 2001. masa Presiden Habibie dapat dikatakan sebagai masa reformasi. menghapus kewenangan khusus presiden untuk membentuk kepres dan inpres. antara lain: a. 1) Sistem pemerintahan negara menggunakan sistem presidensial murni. Adanya amandemen terhadap UUD 1945 yang telah dilakukan selama empat tahap (pada tahun 1999. Pada awalnya. dan 2002) telah berhasil mengubah sistem pemerintahan Indonesia secara fundamental. Akhirnya. rakyat dapat memilih dan menentukan sendiri calon presiden dan wakil presiden yang dianggap mampu dan layak untuk menjalankan fungsi pemerintahan dan yang paling penting mampu menyalurkan aspirasinya. dan tidak ada perubahan-perubahan yang nyata karena masih adanya korupsi. kekuasaan presiden tidak sebesar kekuasaannya pada masa Orde Baru. namun setelah setahun berlalu masyarakat mulai melihat bahwa sebenarnya pemerintahan baru ini tidak berbeda dengan pemerintahan sebelumnya. Hal ini terbukti dengan adanya pelaksanaan pemilu untuk memilih presiden dan wakil presiden secara langsung. Hal ini bertujuan agar presiden tidak bertindak absolut. banyak kalangan masyarakat lebih suka menyebut masa pemerintahan Habibie sebagai “pemerintahan transisi” dari pada pemerintahan reformasi. . yakni selama lima tahun dan sesudahnya hanya dapat dipilih kembali hanya untuk satu kali dalam masa jabatan yang sama.SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA MASA REFORMASI Masa reformasi ditandai dengan masa setelah jatuhnya pemerintahan Presiden Soeharto. Artinya.

menyusun kode etik kepresidenan. kedudukan eksekutif (presiden) dan lembaga negara yang lain sejajar atau sama-sama kuat. membatasi penggunaan hak prerogatif presiden. 3) Di bidang politik. Keanggotaan DPR dan DPD dipilih secara langsung oleh rakyat melalui pemilu. Selain itu. d. presiden dibantu oleh satu orang wakil presiden dan beberapa menteri yang tergabung dalam kabinet. Menteri-menteri ini diangkat dan diberhentikan oleh presiden. presiden juga berhak untuk menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan undang-undang sebagaimana mestinya. maka pada masa reformasi kedudukan semua lembaga-lembaga negara termasuk presiden adalah sejajar dan sebagai mitra kerja. Masa jabatan menteri juga sama dengan masa jabatan presiden. sehingga menteri tidak bertanggung jawab kepada MPR/DPR melainkan bertanggung jawab secara langsung kepada presiden. 2) Parlemen terdiri atas dua kamar dipilih oleh rakyat secara langsung melalui pemilu. Presiden memegang kekuasaan legislasi bersama-sama dengan DPR yakni dalam hal mengajukan RUU. Jika pada Orde Baru kedudukan MPR lebih kuat daripada presiden (meski dalam praktiknya terbalik). . sehingga sidang MPR hanya merupakan sekedar joins session antara DPR dan DPD. semua lembaga negara dapat melaksanakan tugas kepemerintahannya dengan optimal tanpa dibayang-bayangi kekuatan dan tekanan dari lembaga negara yang lain.c. Mereka dapat saling menjatuhkan. Keanggotaan MPR terdiri atas anggota DPR dan DPD. sehingga dapat melaksanakan sistem check and balance dalam pelaksanaan sistem pemerintahan. Lembaga-lembaga negara banyak mengalami perombakan pada masa reformasi. Hal ini menghapuskan adanya perbedaan tingkatan antarlembaga negara. Kedudukan MPR tidak lagi sebagai lembaga tertinggi negara tetapi sejajar dengan lembaga-lembaga lainnya. Dengan demikian. Dalam menyelenggarakan pemerintahan.

presiden dan wakil presiden akan mempunyai tanggung jawab yang lebih besar kepada rakyat pemilih. Mahkamah Konstitusi ini berwenang untuk memutus suatu perkara yang berhubungan dengan dugaan pelanggaran undangundang yang telah dilakukan oleh presiden dan wakil presiden. Kondisi politik secara umum stabil.H.4) Presiden dan wakil presiden tidak bertanggung jawab lagi kepada MPR. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). namun masih terjadi pertentangan antarpartai. para menteri sering sekali . Pembentukan kabinet ini tidak terlepas dari rasa kekecewaan sebab dihapuskannya Departemen Penerangan dan Departemen Sosial.H. Pada masa reformasi ini terdapat dua masa pemerintahan. dan (2) masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung oleh rakyat melalui pemilu membawa konsekuensi logis bagi presiden dan wakil presiden untuk bertanggung jawab kepada rakyat pemilu. Abdurrahman Wahid.H. ABDURRAHMAN WAHID Pada masa pemerintahan K. 5) Adanya lembaga peradilan konstitusi. Mahkamah Konstitusi merupakan salah satu lembaga negara yang terbentuk setelah adanya amandemen UUD 1945. yaitu: (1) masa pemerintahan Presiden K. MASA PEMERINTAHAN PRESIDEN K. bahkan pertentangan intern partai. A. melainkan kepada rakyat pemilih. dibentuklah Kabinet Persatuan nasional yang dilantik pada tanggal 28 Oktober 1999. yakni Mahkamah Konstitusi yang berwenang impeachment kepada presiden jika dianggap telah melakukan pelanggaran yang berat terhadap UUD 1945. Dengan demikian. Didalam tubuh kabinet sendiri sering terjadi kemelut. Presiden dan wakil presiden tidak perlu lagi bertanggung jawab kepada MPR seperti yang dilakukannya saat Orde Baru.

misalnya Hamzah Haz. salah satunya adalah masalah pemulihan ekonomi nasional dan penegakkan hukum. No. B. DPR mengusulkan agar mempercepat Sidang Istimewa MPR sebab Gus Dur melanggar Tap. Dalam Sidang Istimewa MPR tanggal 23 Juli 2001. Puncaknya ialah dikeluarkannya Memorandum I untuk Presiden Gus Dur pada tanggal 1 Februari 2001yang disusul dengan Memorandum II pada tanggal 30 April 2001. Chaeruddin untuk memangku sementara jabatan Kapolri tanpa persetujuan DPR RI telah memicu konflik antara eksekutif dan legislatif. terpilih Megawati Soekarnoputri sebagai presiden berdasarkan Tap. Presiden Gus Dur selanjutnya menanggapi dengan mengeluarkan Maklumat Presiden yang isinya membekukan lembaga MPR dan DPR. Hal ini kemudian memicu kekecewaan. wiranto. Pada masa pemerintahannya. tetapi kebanyakkan tidak dipublikasikan. Ia membentuk Kabinet Gotong Royong. Skandal Bruneigate dan pengangkatan Wakil Kapolri Komjen. Pemerintahan Megawati ternyata menunjukkan kinerja yang cukup baik. Kemudian timbul pula kebijakan lain yang kontroversial. Situasi politik pada masa Megawati cukup dinamis dan tidak terjadi gejolak yang berarti karena partai-partai politik yang dipimpin oleh Amien Rais . Kwik Klan Gie. III/MPR/2001 dan pada pagi harinya Hamzah Haz terpilih sebagai wakil presiden. banyak masalah yang harus diselesaikan. MASA PEMERINTAHAN PRESIDEN MEGAWATI SOEKARNOPUTRI Megawati Soekarnoputri dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia pada tanggal 23 Juli 2001 sebagai Presiden ke-5. No. misalnya. Pol. menyetujui nama Papua sebagai ganti Irian Jaya dan munculnya kasus Bruneigate yang menurunkan kredibilitasnya. Pada masa pemerintahan Gus Dur. dan Cacuk Sudaryanto. Jusuf Kalla. Sarwono Kusumaatmaja. walaupun dibuktikan dalam pengadilan tidak terbukti. VII/MPR/2000 karena menetapkan Komjen Chaeruddin sebagai pemangku sementara jabatan Kapolri. MPR berhasil menyelenggarakan amandemen kedua UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 2000. Laksamana Sukardi.diganti dan diminta mengundurkan diri. MPR menolak Dekrit Gus Dur.

serta pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung. Amien Rais dan Siswono dari PAN. yaitu memilih anggota legislatif dan memilih presiden secara langsung. Pada putaran pertama tanggal 5 Juli 2004 dimenangkan oleh pasangan Susilo Bambang Yudhoyono -Jusuf kalla dan MegawatiHasyim Muzadi. Pada pemilu putaran kedua tanggal 20 September 2004 dimenangkan oleh pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan DPR/MPR. Susilo Bambang Yudhoyono dilantik menjadi presiden pada tanggal 20 Oktober 2004. Hal ini berarti pemerintahan Megawati benar-benar akan menerapkan tatanan politik baru dengan mengembangkan sistem kepartaian baru. Ada beberapa calon presiden. sistem pemilihan umum baru. Pemilu 2004 berlangsung aman dan damai. Pada masa pemerintahan Megawati. Pemilu legislatif dilaksanakan pada tanggal 5 April 2004 yang diikuti oleh 24 partai politik selanjutnya diselenggarakan pemilu untuk memilih presiden secara langsung.bersepakat untuk tidak menjatuhkan Presiden Megawati sampai habis masa jabatannya tahun 2004. 23 Tahun 2003 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. yaitu Megawati dan Hasim Muzadi dari PDIP. Pada masa pemerintahan Presiden Megawati pembangunan tatanan politik baru dimulai dengan perubahan dibidang perundang-undangan. . dan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla dari partai Demokrat. 2) UU No. 3) UU No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum. Sesuai tuntutan gerakan reformasi. dilaksanakanlah amandemen UUD 1945 yaitu amandemen ketiga disahkan pada tanggal 9 November 2001 dan amandemen yang keempat disahkan pada tanggal 10 Agustus 2004. Wiranto dan Salahudin Wahid dari Golkar. Hal itu tercermin dengan dikeluarkannya undang-undang yang baru. Hamzah Haz dan Agum Gumelar dari PPP. yaitu: 1) UU No.

” (GBHN 1993). walaupun dengan perumusan yang agak beragam. telah dimuat di berbagai ketetapan perundang-undangan. Sistem free fight liberalism yang menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain yang dalam sejarahnya di Indonesia telah menimbulkan dan mempertahankan kelemahan structural ekonomi nasional dan posisi Indonesia dalam perekonomian dunia.SISTEM EKONOMI INDONESIA MASA REFORMASI Sistem ekonomi Indonesia. yaitu “Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan. sistem ekonomi dirumuskan sebagai berikut: “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan” (ayat 1). Ketiga ayat ini dimuat baik di UUD45 sebelum di amandemen maupun di UUD45 setelah diamandemen. khususnya Pasal 33. b. Sistem etatisme dalam arti bahwa negara berserta aparatus ekonomi negara bersifat dominan. Persaingan tidak sehat serta pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam berbagai bentuk monopoli dan monopsoni yang merugikan masyarakat dan cita-cita keadilan sosial. Namun pada UUD 1945. Dalam Undang Undang Dasar 1945. berkelanjutan. “Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara “(ayat 2). Suatu perumusan lain mengatakan bahwa : “ Dalam Demokrasi Ekonomi yang berdasarkan Pancasila harus dihindarkan hal-hal sebagai berikut: a. serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional”. berwawasan lingkungan. mendesak dan mematikan potensi serta daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara. “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat” (ayat 3). kemandirian. efisiensi berkeadilan. Dari ketiga ayat ini sebenarnya telah tersirat jenis sistem ekonomi yang dianut Indonesia. c. . ditambah ayat (4) yang secara eksplisit merumuskan sistem ekonomi Indonesia. setelah diamandemen.

. berbagai gagasan sistem ekonomi Indonesia telah diutarakan oleh berbagai pakar ekonomi Indonesia. diantaranya pertumbuhan PDB yang mulai positif. “The Socio-Economic Basis of the Indonesian State”.  Hubungan pemerintah dibawah pimpinan Abdurrahman wahid dengan IMF juga kurang baik.pada dasarnya merupaka ekonomi yang dijalankan oleh dunia usaha swasta walaupun perlu diatur oleh negara. 1959). Seorang pakar senior lain mengatakan bahwa “…lima ciri pokok dari sistem ekonomi Pancasia adalah pengembangan koperasi.penggunaan insentif sosial dan moral…komitmen pada upaya pemerataan…kebijakan ekonomi nasionalis…dan keseimbangan antara perencanaan terpusat dan pelaksanaan secara terdesentralisasi…” (Mubyarto. bahkan merosot hingga 300 poin. 23 Tahun 1999 mengenai bank Indonesia. ABDURRAHMAN WAHID Keadaan sistem perekonomian Indonesia pada masa ini memiliki karakteristik sebagai berikut:  Dibandingkan dengan tahun sebelumnya. A.H..” (Widjojo Nitisastro. Makin rumitnya lagi masalah ekonomi ditandai dengan pergerakkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung negatif. kondisi perekonomian Indonesia mulai mengarah pada perbaikan. penerapan otonomi daerah (kebebasan daerah untuk meminjam uang dari luar negeri) dan revisi APBN 2001 yang terus tertunda. MASA PEMERINTAHAN PRESIDEN K.. yang dikarenakan masalah seperti amandemen UU No. 1981).Selain di UUD 1945 dan GBHN 1993 itu. laju inflasi dan tingkat suku bunga yang rendah. Misalnya pakar ekonomi senior Indonesia mengatakan bahwa sistem ekonomi Indonesia “….  Politik dan sosial yang tidak stabil semakin parah yang membuat para investor asing menjadi enggan untuk menanamkan modal di Indonesia.. sehingga kondisi moneter dalam negeri sudah mulai stabil.

B.3 miliar pada tahun 2001 dan pada tahun 2002 menjadi US$ 42. karena BUMN yang diprivatisasi dijual ke perusahaan asing.dikarenakan lebih banyaknya kegiatan penjualan dari pada pembelian dalam perdagangan saham di dalam negeri. Hasil penjualan itu berhasil menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4. MASA PEMERINTAHAN PRESIDEN MEGAWATI SOEKARNOPUTRI Keadaan sistem ekonomi Indonesia pada masa pemerintahan Megawati Kabinet Gotong Royong mempunyai karakteristik sebagai berikut :  Rendahnya pertumbuhan ekonomi yang dikarenakan masih kurang berkembangnya investasi terutama disebabkan oleh masih tidak stabilnya kondisi sosial politik salam negeri.56 miliar. 1) Meminta penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5.8 miliar pada pertemuan Paris Club ke-3. .1%. Privatisasi adalah menjual perusahaan negara di dalam periode krisis dengan tujuan melindungi perusahaan negara dari intervensi kekuatan-kekuatan politik dan mengurangi beban negara. Namun kebijakan ini menuai banyak kontroversi.1 miliar menjadi US$ 56. sejak tahun 2000 nilai ekspor non-migas Indonesia terus merosot dari US$ 62. Ada beberapa kebijakan yang diambil oleh presiden Megawati untuk mengatasi permasalahan-permasalahan ekonomi antara lain. 2) Kebijakan privatisasi BUMN.  Dalam hal ekspor.

Kedudukan presiden cukup kuat. . Fungsi legislasi dalam pemerintahan dilakukan DPR. MPR mempunyai tugas melantik presiden dan/atau wakil presiden. Boediono yang merupakan bentuk pemerintahan yang ke tujuh pada masa (20092014). hak angket. hak menyatakan pendapat. sistem pemerintahan Indonesia adalah sistem presidensial murni. serta juga presiden/wakil presiden pengganti apabila presiden/wakil presiden berhenti sebelum masa jabatannya habis. menyampaikan usul. Kabinet Indonesia Bersatu jilid I ini dibentuk pada tanggal 21 Oktober 2004 dan berakhir pada tahun 2009 menggantikan kabinet gotong royong sebelumnya yang dipimpin megawati dan Hamzah Haz pada 5 Desember 2005. Pada masa Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I mapun II. terutama presiden dan wakil presiden pemenang pemilu. Kabinet Indonesia Bersatu jilid I yaitu merupakan bentuk pemerintahan yang ke enam yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla pada masa (2004 – 2009) dan presiden yang pertama kalinya dipilih melalui sistem pemilihan umum langsung di Indonesia sedangkan kabinet Indonesia bersatu jilid II dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan wakil Presidennya Dr.SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA MASA KABINET INDONESIA BERSATU JILID I DAN II Kabinet Indonesia Bersatu merupakan kabinet pemerintahan Indonesia yang dibagi menjadi Kabinet Indonesia Bersatu jilid I dan II . hak mengajukan pertanyaan. Dalam melaksanakan fungsinya. karena selain sebagai kepala negara juga sebagai kepala pemerintahan yang tidak dapat dijatuhkan oleh DPR atau MPR begitu saja. Badan legislatif dipegang oleh MPR yang terdiri atas DPR dan DPD yang semua dipilih melalui pemilu. DPR mempunyai hak interpelasi. juga fungsi anggaran dan pengawasan. dan hak imunitas.

DPD yang juga dipilih melalui pemilu mempunyai hak dan tugas yang berhubungan dengan kepentingan daerah. 2) SBY dalam menghadapi sebuah krisis. agaman. maka tidak akan menguntungkan dan menyelesaikan persoalan. 5) Demokrasi semakin jelas. karena memicu kegoncangan yang menyebabkan ketidakpastian politik dan demokrasi. dan Mahkamah Konstitusi. membahas dan mengawasi pelaksanaan UU Otonomi Daerah. Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh Mahkamah Agung. dan sebagainya. 2) Konflik NAD dan Poso bisa diselesaikan. A. Badan yudikatif sebagai badan pemegang kekuasaan kehakiman mempunyai kekuasaan merdeka menyelenggarakan pengadilan guna menegakkan hukum dan keadilan. dan peradilan yang berada di bawahnya baik peradilan umum. menguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang dan wewenang lain yang ditetapkan UU. kepemimpinan SBY cukup bagus. militer. KABINET INDONESIA BERSATU JILID I  Kelebihan Kabinet Ini 1) Stabilitas politik dan keamanan positif. Jika terus seperti itu. 3) Dibandingkan dengan kepemimpinan orde baru. dibutuhkan perubahan gaya kepemimpinan. .  Kekurangan Kabinet Ini 1) Gaya kepemimpinan SBY yang cenderung memelas sangat tidak menguntungkan. tata usaha negara. 4) Pemberantasan korupsi makin baik. Mahkamah Agung berwenang mengadili tingkat kasasi. misalnya mengajukan rancangan.

5). 4) Kasus Bank Century. baik untuk melindungi dirinya ataupun untuk menyerang lawan politiknya. Pada 100 hari pemerintahan dihasilkan kesepakatan mengenai : 1) pengadaan tanah.3) Dalam kasus dua pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah merupakan contoh konkrit bahwa Presiden tidak menunjukkan sikap tegas saat bersikap terhadap hasil akhir rekomendasi yang diberikan tim. 4). Seharusnya. 2) Infrastruktur seperti perbaikan infrastruktur transportasi khususnya di pelabuhan besar dan peningkatan kapasitas. 3). yang terjadi adalah politik mengikuti hukum. KABINET INDONESIA BERSATU JILID II  Kelebihan Kabinet Ini 1) Digalakkannya pemberantasan korupsi melalui lembaga KPK.000 mw tahap II. tapi kenyataannya justru hukum yang mengikuti politik. 2) Pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II SBY-Boediono meneruskan agenda neoliberalisme di Indonesia. . Namun dalam sistem politik (demokrasi) liberal. 5) Perbaikan skema kerjasama pendanaan pemerintah dan swasta dan Pengadaan lembaga pembiayaan infrastruktur. B. alih fungsi hutan dan tata ruang.  Kekurangan Kabinet Ini 1) Rezim dan elit politik lebih tertarik pada isu-isu korupsi. sesungguhnya rezim dan elit politik tidak terlepas dari praktik korupsi. Masalah ketenagakerjaan. Jaminan ketersediaan energi oleh pemerintah dengan menerbitkan perpres tentang proyek percepatan pembangunan proyek pembangkit listrik 10. Keringanan pajak bagi pengadaan energi.

Dengan adanya sistem ini buruh akan dibatasi hak-haknya dan riskan terkena PHK sepihak.2) Persoalan kelas buruh sampai sekarang ini adalan penerapan sistem kerja kontrak dan outsourcing atau Labour Market Flekxebilty sehingga berpengaruh pada kesejahteraan buruh. Rezim borjusi dengan agenda kapitalisasi pendidikan sejatinya telah menciptakan tragedi kemanusian. yaitu merampas hak rakyat untuk mendapatkan pendidikan yang sudah dijamin dalam pembukaan UUD 1945 dan UUD 1945 pasal 31. .

Moral bangsa kita sudah tidak ada lagi baik bagi rakyat yang berada di posisi atas. 2) Pertumbuhan ekonomi masyarakat tidak terlalu buruk. KABINET INDONESIA BERSATU JILID I Pada Indonesia Bersatu jilid 1 yaitu pada tahun 2004 sampai 2009 utang di negara kita meroket drastis dari 1275 triliun menjadi 1667 triliun pemerintahan SBY “sangat berhasil” dalam tugas utang mengutang. 2) Kebijakan ekonomi SBY-JK selama empat tahun dinilai justru menambah indeks kesengsaraan rakyat. listrik dan air yang mahal. harus membayar minyak/BBM. Dengan sistem kebijakan pemerintah SBY saat ini. menegah ataupun yang bawah.3 %. Indeks Kemiskinan pada awal Kepimpinan SBY JK tahun 2004 berkisar 16. Sedangkan Indeks Kemiskinan pada tahun 2008 berkisar 20.  Kekurangan Kabinet Ini 1) Pertumbuhan ekonomi mikro yang buruk. rakyat yang tidak ikut melakukan kesalahan dan tidak pernah menikmati utang. . rakyat Indonesia dipaksa menanggung beban utang para bankir yang sudah kaya lewat beragam penyunatan subsidi seperti pendidikan (BHP) dan kesehatan. Pada saat yang sama. agar negara bisa membayar utang-utang negara di tambah subsidi pendidikan dan minyak di cabut dengan alasan yang tidak jelas.5 %.  Kelebihan Kabinet Ini 1) Pertumbuhan ekonomi makro positif.SISTEM EKONOMI INDONESIA MASA KABINET INDONESIA BERSATU JILID I DAN II A.

3) Kebijakan ekonomi yang dihasilkan tim ekonomi SBY-JK belum pro rakyat kecil. Namun. Banyak sekali masalah-masalah penting di jaman pemerintah jilid I dan II yang hilang begitu saja tanpa tahu akhir inti dan akar kemana permasalahan itu berawal. B. 5) Dalam Kepemimpinan SBY – JK. kita sebagai masyarakat hanya mengharapkan pemerintah dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara yang akan berpengaruh pula pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat Indonesia yang saat ini masih tidak ada perkembangannya. tetapi rakyat di paksa membeli BBM dengan harga mahal dan LPG yang notabene yang sebagiannya di ekspor. SBY-Boediono telah memperparah kondisi kemiskinan dengan menghancurkan tenaga-tenaga produktif rakyat. justru JK lebih dominan dalam menyelesaikan setiap permasalahan ekonomi. Ini dilihat oleh LPG yang di jual murah ke negara asing. sulit rasanya menstabilkan ekonomi seperti pada zaman pemerintahan pembangunan pada masa Presiden Soeharto dulu. 6) Harga harga sembako semakin naik. Bukan kesejahteraan yang didapatkan rakyat melainkan kesengsaraan dan kemiskinan karena dikuasai . bukan dengan (Bantuan Langsung Tunai) BLT yang terasa hanya nikmat kecil yang sesaat yang memperparah perekonomian negara dan membudayakan sifat malas dikalangan masyarakat. Hal itu dapat dilihat dari setiap regulasi dan kinerja buruk di berbagai bidang kehidupan rakyat. seperti sistem kapitalisme sebagai alternatif rezim SBY-Boediono untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat telah terlihat jelas menuai kegagalan. KABINET INDONESIA BERSATU JILID II Kondisi perekonomian Indonesia sekarang pada pemerintahan SBY-Boediono. Selama berkuasa dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. 4) Harusnya mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat terpenuhinya kebutuhan mendasar bagi masyarakat ekonomi lemah.

Diterbitkannya Masterplan merupakan penjualan terbuka yang sistematis atas aset-aset vital.pemilik modal. Selanjutnya liberalisasi pertanian semakin menggurita dengan pilihan model Food Estate yang akan mempermudah pihak pemodal dalam berinvestasi. . termasuk adanya wacana kenaikan TDL. itu hanyalah rekayasa ekonomi politik semata untuk mendapatkan legitimasi dari mayoritas rakyat. Secara garis besar. Modus penyelamatan krisis kapitalisme yakni memperluas daerah ekspansi dengan taktik pasar bebas atau globalisasi. sistem ekonomi kerakyatan yang cenderung kearah liberal sekarang masih kurang baik. karena hal ini tentu berimbas kepada kenaikan harga sembako dan lain sebagainya. Pada masa ini dikeluarkannya kebijakan menaikkan tarif Daya Listrik (TDL) dengan alasan ekonomis mengalami kerugian padahal itu sama sekali tidak benar. Naiknya harga BBM pada 1 April mendatang semakin memberatkan masyarakat.

50pm) http://vinachrislady. Perekonomian Indonesia: Tantangan dan Harapan Bagi Kebangkitan Ekonomi Indonesia. Budiardjo. Miriam.html (diakses pada 15 Maret pukul 17.blogspot.wordpress. 2002. Jakarta: Erlangga.com/2010/11/pemerintahan-bj-habibie. 2008. Kerangka Analisis Sistem Politik Indonesia. 2008. Surakarta: Widya Duta Grafika.blogspot.17 WITA) http://apaapaapa. WEBSITE http://gpsmember.DAFTAR PUSTAKA BUKU Basri.com/2009/02/masa-reformasi. Pendidikan Kewarganegaraan SMA Kelas XII.12 WITA) http://candygloria. Banjarbaru: Scripta Cendikia.com (diakses pada 14 Maret 2012 pukul 04. Budi.com/2011/02/18/sejarah-sistem-perekonomianindonesia/ (diakses pada 15 Maret pukul 15. Faiasal.html (diakses pada 15 Maret 2012 pukul 14. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.blogspot.blogspot.com (diakses pada 15 Maret 2012 pukul 02. Supriyanto.45am) .29 WITA) http://hitamandbiru. Dasar-dasar Ilmu Politik. Suryadi.

com (diakses pada 15 Maret 2012 pukul 03.http://sidikaurora.10am) http://www.wordpress.bappenas.go.25am) .id/get-file-server/node/2629/ (diakses pada 15 Maret 2012 pukul 11.

SISTEM EKONOMI INDONESIA SISTEM PEMERINTAHAN DAN EKONOMI INDONESIA SEJAK ORDE LAMA HINGGA SEKARANG KELOMPOK I TIA ANNA WIDATI (D1A110085) SISKA ANGGRIANI (D1A110088) YESHINIA AYU ANGGRAINI (D1A111212) IRWIN RIYADI (D1A111079) BUDI SAPUTRA (D1A111072) PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN 2012 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful