P. 1
Pengaruh Metode Diskusi Dengan Menggunakan Teknik Brainstorming Terhadap Hasil Belajar Siswa Di Smp Pembangunan 2 Lempuing Jaya

Pengaruh Metode Diskusi Dengan Menggunakan Teknik Brainstorming Terhadap Hasil Belajar Siswa Di Smp Pembangunan 2 Lempuing Jaya

|Views: 799|Likes:
Published by Ary Ackbar Izhar

More info:

Published by: Ary Ackbar Izhar on Apr 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/02/2013

pdf

text

original

PENGARUH METODE DISKUSI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK BRAINSTORMING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMP PEMBANGUNAN 2 LEMPUING JAYA

PROPOSAL Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memenuhi Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.l.) Oleh M. KHABIB MUSTOFA NIM/ NIMKO: 2009.01.125 Program Studi Pendidikan Agama Islam SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-QUR'AN AL-ITTIFAQIAH INDRALAYA OGAN ILIR SUMATERA SELATAN KOPERTAIS WILAYAH VII SUMBAGSEL 2011 PROPOSAL PENELITIAN A. Latar Belakang Pengajaran merupakan aktivitas (proses) yang sistematis dan sestemik yang terdiri atas banyak komponen. Masing-masing komponen tidak bersifat parsial (terpisah) atau berjalan sendiri-sendiri, tetapi berjalan secara teratur, saling tergantung, komplementer, dan berkesinambungan. Untuk itu diperlukan pengolahan yang baik. Pengelolaan pengajaran yang baik harus dikembangkan berdasarkan pada prinsip-prinsip pengajaran. Guru harus mempertimbangkan segi dan strategi pengajaran, yang seharusnya dirancang secara sistematis, bersifat konseptual tetapi praktis, realistik dan fleksibel, baik yang menyangkut masalah interaksi pengajaran, pengelolaan kelas, pendayagunaan sumber belajar (pengajaran), maupun penilaian pengajaran. Pengajaran memang bukan konsep atau praktik yang sederhana tetapi bersifat kompleks,yang menjadi tugas dan tanggung jawab guru. Pengajaran itu berkaitan erat dengan pengembangan potensi manusia (peserta didik), perubahan dan pembinaan dimensi kepribadiaan peserta didik. Oleh karena itu melaksanakan pengajaran tidak mudah seperti menyuapi makanan bayi. Dengan kata lain, tugas pengajaran, (mengajar) adalah berat, kompleks, perlu keseriusan, tidak asal jadi atau coba - coba. Mengingat tugas dari tanggung jawab guru dalam pengajaran yang sedemikian berat, banyak para ahli pakar serta orang - orang yang berkecimpung didalam dunia pendidikan melakukan penelitian serta memberikan konstribusi pemikiran dalam bentuk tulisan guna membantu para guru dan calon guru yang hendak meningkatkan tugas profesionalitas kepengajaranya. Untuk pencapaian sebuah hasil belajar yang maksiamal salah satunya diperlukan sebuah metode pengajaran yang baik dan juga disenangi oleh siswa, sehingga mereka merasa tertarik, semangat dalam belajar dan pada akhimya akan mencapai nilai yang kits harapkan..

kemudian siswa menjawab atau menyatakan pendapat dan komentar sehingga masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru (Roestiyah. Menurut pendapat Ahmadi Abu dan Joko Prasetya (2005: 57) diskusi selalu diarahkan pada pemecahan masalah yang menimbulkan berbagai macam pendapat dan akhimya diambil suatu kesimpulan yang dapat diterima oleh anggota kelompoknya. maka penulis membatasi penelitian ini pada: 1. Bagaimana aktivitas siswa selama diterapkan metode diskusi menggunakan teknik brainstorming pada pelajaran matematika di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya. ide atau komentar terhadap permasalahan yang dilontarkan guru dikelas. Siswa yang diteliti adalah siswa kelas IX SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya Semester genap tahun ajaran 2010/ 2011. Rumusan Masalah. dalam hal ini penerapan pelaksanaan pembelajaran matematika dengan teknik brainstorming. 2001:73). Penerapan metode diskusi melalui teknik brainstorming berarti siswa menjawab suatu masalah dan menyatakan komentar mereka dengan menerima masukkan pendapat dari rekan mereka melalui diskusi kelompok sehingga dengan berbagai macam pendapat tersebut siswa mampu menyelesaikan masalah secara bersama dan mampu membuat kesimpulan yang tepat serta dapat mengkomunikasikan pendapat tersebut dengan baik. Bagaimana hasil belajar siswa setelah diterapkan metode diskusi dengan menggunakan teknik .lembaga pendidikan telah melaksanakan berbagai metode pembelajaran yaitu ceramah. 5. menunjukan bahwa hasil belajar siswa pada pelajaran matematika masih relatif rendah dan kurangnya minat siswa dalam belajar. maka peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa melalui penerapan metode diskusi dengan teknik pembelajaran brainstorming. Pembatasan Masalah Agar masalah dalam penelitian ini tidak terlalu meluas dan menyimpang dari sasaran yang diharapkan. Namun dalam penyampaiannya guru mata pelajaran sering kali menggunakan metode pembelajaran yang kurang bervariasi sehingga terlihat monoton. Guru hanya meminta siswa untuk mencari penyelesaian suatu masalah dan tidak pernah mengajak siswa untuk menyelesaikannya dengan diskusi. 2. Metode diskusi dengan menggunakan teknik brainstorming suatu penerapan metode mengajar didalam kelas dimana siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berfikir secara kreatif dengan menjawab. 2. walaupun pada dasarnya siswa tersebut sudah cukup mengerti dengan apa yang disampaikan guru mereka. B.Diskusi adalah salah satu metode pengajaran yang melibatkan siswa secara aktif dan dengan kemampuan yang berbeda-beda mereka dapat berbagi dengan sesama mereka dalam penyelesaian masalah yang diberikan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pokok bahasan bangun ruang sisi datar. Hal ini berdasarkan Informasi dari salah satu guru bidang studi matematika. peneliti mencoba untuk melakukan eksperimen pada proses pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi melalui teknik brainstorming dimana hal ini diharapkan dapat mengetahui aktifitas dan meningkatkan hasil belajar siswa. dalam proses pembelajaran dilembaga. 3. sehingga peneliti tertarik untuk memilih judul penelitian yaitu "PENGARUH METODE DISKUSI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK BRAINSTORMING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMP PEMBANGUNAN 2 LEMPUING JAYA”. memberikan pendapat. Hasil belajar yang dimaksud adalah hasil tes setelah mengikuti pembelajaran dengan metode diskusi dengan teknik brainstorming. Teknik Brainstorming dilakukan dengan cara melontarkan suatu masalah kekelas oleh guru. 4. tanya jawab dan lain-lain. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. hal ini memicu kebosanan siswa dalam belajar. yang mengakibatkan siswa lebih bersifat pasif atau hanya mendengarkan penjelasan guru. C. Oleh karena itu. Penerapan pelaksanaan. Kondisi pendidikan saat ini. Dari penjelasan diatas.

Didalam proses pengajaran matematika metode memiliki peranan yang sangat penting dalam . Jadi dari beberapa pendapat diatas dapat peneliti simpulkan bahwa pembelajaran adalah upaya pembelajaran siswa dengan mengkombinasikan unsur. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diambil dari penelitian ini adalah1. Tiap unsur bersifat esensial. Metode Pembelajaran a. Metode adalah cara atau siasat yang digunakan dalam pengajaran. saling ketergantungan ( Independence ). Antara unsur-unsur sistem pembelajaran yang serasi dalam keseluruhan. Sistem pembelajaran mempunyai tujuan yang hendak dicapai. Pengertian Metode. Sebegai strltegi metode ikut memperlancar kearah pencapaian tujuan pembelajaran ( Djamarah dan Aswan Zain. fasilitas. 2006:53 ). Pembelajaran adalah suatu kombinasi ynag tersusun meliputi unsur-unsure manusiawi.brainstorming pada pelajaran matematika di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya. Tinjauan Pustaka. Bagi para peneliti yang akan mengembangkan ilmu pengetahuan dibidang pendidikan dan hal-hal yang berkaitan dengannya. material dan priosedur yang merupakan unsur-unsur sitem pembelajaran dalam suatu rencana khusus. dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam pencapaian tujuan pembelajaran ( Djamarah. Tujuan. sebagai ajang latihan. 4. Untuk mengetahui aktivitas siswa saat diterapkan metode diskusi dengan teknik brainstorming pada pelajaran matematika di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya. ciri ini menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia dan sitem pembelajaran adalah agar siswa belajar. 2. material. untuk belajar secara aktif. D. 6. sebagai masukan atau informasi dalam merencanakan dan melaksanakan proses pengajaran sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan hasil belajar siswa dalam pelajaran matematika. pengembangan ilmu pengetahuan dan menanbah wawasan untuk mendalami sebagai pendidik dan pengajar. Tujuan Penelitian Sesuai dengan perumusan masalah diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah: a. b. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. perlengkapan.unsur yang berkaitan dengan proses pembelajaran itu sendiri. c. 2006 : 57 ) Menurut Dimyati dan Mujiono ( 2002 : 297 ) pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam sain instruksional. sebagia cara untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan kerja sama antara sesama siswa dan dapat menambah motivasi belajar matematika siswa. 1. Rencana Rencana adalah penataan ketenagaan. dan masing-masing memberikan sumbangannya kepada sistem pembelajaran. b. Adakah pengaruh yang signifikan antara metode diskusi dengan teknik brainstorming terhadap hasil belajar belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran matematika di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya. 3. 2. 2. Untuk mengetahui hasil belajar siswa tentang penerapan metode diskusi dengan teknik brainstorming pada pelajaran matematika di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya. Pembelajaran. 1) Ciri-Ciri Pembelajaran. Bagi siswa. Ada tiga ciri khas yang tergantung dalam sistem pembelajaran yaitu: a. Bagi guru. E. yang menekankan pada penyediaan sumber balajar. Bagi peneliti sendiri.

Yang berarti bahwa semua pendapat. Metode mengajar beregu. pertanyaan atau problem sebagai perangsang. b. harus mengandung kemungkinan jawaban lebih dari satu. 2005 : 57). c. mengajar matematika merupakan kegiatan pengajar agar peserta didiknya belajar untuk mendapatkan matematika. Ini dimaksudkan agar interaksi antara pengajar dan peserta didik. Metode sosiodrama dan bermain peran. kritis. Metode demonstrasi dan eksperimen. 2. Macam-Macam Metode Menurut (Ahmadi Abu dan Joko Prasetya. Interaks? akan terjadi bila menggunakan Cara yang_ cocok yang disebut metode mengajar matematika. berfikir sistematis. Metode proyek ( unit ). Pemimpin Sebagai Dinding Penangkis. Diskusi selalu diarahkan pads pernecahan masalah yang menimbulkan berbagai mAcarn pendapat dan akhirnya diambil suatu kesimpulan yang dapat diterima oleh anggota kelompoknya. Karena. Metode ker a kelompok. Tugas Guru dalam metode diskusi. Metode Diskusi. 3. 9. yaitu kemampuan. saran atau usul harus melewati pemimpin diskusi. 4. 7. Segi Positif dari Metode Diskusi: 1. 2. 3. demokratis. c. (Ahmadi Abu dan Joko Prasetya. Metode diskusi adalah suatu kegiatan kelompok dalam memecahkan masalah untuk mengambil kesimpulan. harus membutuhkan pertimbangan. d. Syarat-syarat pertanyaan diskusi sebagai berikut: a. keterampilan dan sikap matematika itu. Suasana kelas akan hidup. 2.pencapaian tujuan pembelajaran. Kesimpulan-kesimpulan diskusi mudah dipahmi anak karena anak didik mengikuti proses berfikir . Metode karyawisata. Dapat mcnaikan prestasi kepribadian individu seperti toleransi. harus menarik perhatian sesuai dengan taraf umur. 5. 6. dimana metode tersebut lebih cocok dan tepat digunakan dalam pelajaran ilmu sosial. pengambilan kesimpulan. misalnya metode sosiodrama dan bermain peran dan metode karyawisata. jangan hanya satu jawaban. Keterampilan dan sikap yang dipilih pengajar itu hares relevan dengan tujuan belajar yang disesuaikan dengan struktur kognitif yang dimiliki peserta didik. menolak atau rnenyarnpaikan segala pendapat atau usul-usul itu kepada seluruh peserta diskusi. a. Partisipasi anak dalam metode ini lebih baik. 2. 1. 10. harus merangsang adanya pemunculan suara. 1. Metode pemberian tugas ( resitasi ). Metode diskusi. harus mengandung nilai-nilai diskusi. Metode mengajar beraneka ragam diantaranya: 1. bimbingan dan pengarahan. sabar dan sebagainya. e. Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang formal dengan berbagai pengalaman atau informasi. Yang berarti bahwa pemimpin diskusi harus bertindak sebagai juru pengaman yang menerima. Sebab anak-anak mengarahkan pilkirannya kepada masalah yang sedang didiskusikan. atau pernecahan. masalah ( Usman Uzer. Metode tanya jawab. Metode ceramah. 2002:94 ). Namur dalam pelaksanaannya tidak metode diatas dapat digunakan dalam proses pengajaran matematika. Sebagai pengatur lalu lintas. Menurut Ahmadi Abu dan Joko Prasetya untuk melaksanakan diskusi guru harus memberikan pertolongan berupa. b. 2005:57). 8. perbandingan dari kenyataan.

Permasalahan yang perlu diatasi dalam brainstorming adalah: 1. 5. atau mengemukakan masalah baru. Sulit menduga hasil yang akan dicapai.kelompok diskusi. a. Guru hanya menampung pendapat tidak pernah merumuskan kesimpulan. Teknik Brainstorming Brainstorming adalah suatu teknik atau cara mengajar yang dilaksanakan oleh guru didalam kelas. dan susana. 2. Tujuan teknik ini adalah untuk menguras habis apa yang dipikirkan pars siswa dalam menanggapi masalah yang dilontarkan oleh guru kekelas tersebut. tidak perlu komentar atau evaluasi. Suasana demokrasi dan disiplin dapat ditumbuhkan. Guru kurang memberi waktu yang cukup kepada siswa untuk berfikir dengan baik. guru memantau siswa. Anak-anak belajar memetuhi peraturan-peraturan dan tata tertib dalam suatu musyawarah sebagi latihan pads musyawarah yang sebenarnya. menciptakan kondisi awal 2. Langkah – Langkah Metode Diskusi dengan Teknik Brainstorming. 4. dan guru tidak boleh mengomentari bahwa pendapat siswa tersebut benar/salah.sebelum sampai kepada kesimpulan. 3.cara pemecahanya. guru melakukan apersepsi atau penilaian kemampuan awal siswa. memilih ketua sekretaris. Merangsang siswa untuk selalu siap berpendapat yang berhubungan dengan masalah yang diberikan oleh guru. sehingga mereka menangapi. Keunggulan dari brainstorming adalah: 1. sehingga semua siswa didalam kelas mendapat giliran. Segi Negatif Metode Diskusi: 1. diskusi merupakan kesempatan untuk melepaskan diri dari tanngung jawab. guru membantu siswa untuk membentuk kelompok. 3. b. mengatur tempat duduk. atau komentar sehingga mungkin masalah tersebut berkembang menjadi masalah barn. Sedangkan tugas murid adalah menanggapi masalah dengan mengemukakan pendapat. kmudian siswa menjawab atau menyatakan pendapat. d. Pengembangan • 1. 4. guru mengemukakan masalah yang akan didiskusikan dan memberikan pengarahan seperlunya mengenai cara. Kadang-kadang pembicaraan selalu dimonopoli oleh anak yang pandai saja. 6. 7. mereka belajar dan melatih merumuskan pendapat dengan bahasa dan kalimat yang baik. Masalah bisa berkembang kearah yang tidak diharapkan. Siswa berdiskusi membahas masalah yang telah disampaikan guru sebelumnya. 2.memberikan dorongan sepenuhnya agar setiap anggota kelompok dapat berpartisipasi aktif. Tidak menjamin pemecahan masalah. Ter adi tersaingan yang hebat. 6. Siswa yang kurang aktif perlu dipancing dengan pertanyaa dari guru agar turut berpartisipasi aktif. Anak merasa bebas dan gembira. Pendahuluan 1. b. sehingga bagi anak-anak ini. Anak-anak aktif berfikir untuk menyatakan pendapat. 2. 2. Siswa tidak pernah tabu apakah pendapatnya itu betel atau salah. Melatih siswa untuk berfikir secara tepat dan logis. Dalam pelaksanaan metode ini tugas guru adalah memberikan masalah yang mampu merangsang pikiran siswa. dan berani mengemukakan pendapatnya. . menjaga ketertiban. 4. guru hanya Pnenaynptmg semua pemyataan pendapat siswa. jugs tidak perlu disimpulkan. Anak kurang selalu ketinggalan. 5. komentar atau bertanya. e. Ialah dengan melontarkan suatu masalah kekelas oleh guru. 2. 3. karena waktu yang dipergunakan untuk diskusi cukup panjang. Kemungkinan anak-anak yang tidak ikut aktif. Langkah-Langkah Kegiatan pembelajaran 1. 2. No.

Slameto (2003:20) menyatakan "belajar adalah suatu proses yang dilakukan seseorang untijk memperoleh suatu perubahan timgkah laku yamg bare secara keseluruhan. Aktivitas Belajar. efektif maupun psikomotorok. 2005:95 ). dan pola. Membaca. Aktivitas Menggambar. b. dengan bantuan guru. 2007: 77 ). memeriksa karangan. 4. Aktivitas Mendengar. Penutup 1. Aktivitas Menulis. ketiga komponen tersebut tidak dapat berdiri sendiri. setiap kelompok mencatat hasil pemaparan kelompok lain. Menurut Sudjana bahwa tujuan pendidikan yang ingin dicapai dapat dikatagorikan menjadi tiga bidang yaitu kognitif ( penguasaan intelektual ). mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok. Menyatakan. memberi saran. 2. Aktivitas Lisan. Hasil Belajar dan Aktivitas Belajar. dan non formal. diagram pen. Menggambar membuat grafik. Menulis cerita. menger akan tes. Dierich ( dalam Yamin.' bertanya. mengamati eksperimen. mendengarkan radio. dan mengisi angket. Aktivitas dalam pembelajran merupakan salah satu unsur paling penting dalam menentukan efektif atau tidaknya suatu pembelajaran. Aktivitas adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang. Hasil Belajar. menulis laporan. masing-masing adalah: 1. mengeluarkan pendapat. pameran. guru meminta setiap kelompok memberikan ulasan dan mempertimbangkan gagasan / pendapat kelompok yang lain. bidang efektif ( berhubungan dengan sikap dan nilai ). 3.3. 5. chart. sedangkan lingkunagn non formal yaitu dapat berupa lembaga -lembaga diluar sekolah. sebagi hasil pengalamannya sendiri dalam lingkunagn". . Mendengarkan penyajian bahan. 4. 2. dapat peneliti simpulkan bahwa hasil belajar merupakan nilai yang diperoleh oleh seseorang melalui proses pembelajaran dan setelah proses pembelajaran baik dari bidang kognitif. guru dan kelompok membuat kesimpulan. melihat• gambar-gambar.mengadakan wawancara diskusi. demonstrasi. 2. membuat rangkuman. serta bidang psikomotorik ( kernampuan atau ketrampilan bertindak/berprilalku. Lingkungan formal adalah sekolah dan lingkungan informal adalah keluarga. Menurut Sudjana (1995:95). Dari berbagai pendapat diatas. a. 2007:84 ) membagi aktivitas belajar dalam delapan kelompok. Penerapan 1. dan dapat memecahkan permasalahan-permasalahan dalam kehidupan seharihari ( Yamin. 4. Aktivitas Visual. tetapi merupakan suatu kesatuan yang secara jelas dapat dikatakan bahwa hasil belajar adalah tujuan pengajaran yang dirumuskan dalam kernampuan atau tingkah laku yang diharapkan dukiasai/dimliki siswa setelah melaksanakan program pengajaran. setiap kelompok melaporkan atau memaparkan hasil diskusi. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dapat merangsang dan mengembangkan bakat yang dimilikinya. untuk memberikan penguatan-penguatan yang memberikan latihan. 3. berfikir kritis. misalnya lembaga kursus. siswa menetukan gagasan yang paling tepat untuk memecahkan masalah tersebut. Proses belajar dapat dilakukan secara formal. dan mengamati orang lain beker a atau bermain. 3. Sardinian (2003: 2) menyimpulkan "belajar dapat diartikan Sebagai usaha penguasaan materi ilmu pengetahuaan yang merupakan sebagian kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya. Tanpa aktivitas proses belajar mengajar tidak mungkin berlangsung dengan baik ( Sardinian. informal.

Variabel akibat disebut variabel tidak bebas. Aktivitas yang diamati dalam metode ini adalah aktivitas visual. “Variabel yang dipengaruhi : disebut penyebab. melihat hubungan-hubungan. Hipotesis akan diterima jika hasil penelitian membenarkan pernyataan tersebut dan menolak jika pernyataan tersebut bertentangan. tenang dan lain-lain. gembira. (Suharsimi Arikunto. lisan. dan dapat juga menggambarkan prestasi hasil belajar siswa. bersemangat. F. Populasi dan Sample. G. berani. Metodologi Penelitian 1. 7. 2006 : 118) Adapun variabel penelitian ini adalah: X : Aktivitas siswa selama diterapkan metode diskusi dengan tehnik brainstorming pada pokok bahasan pemfaktoran suku aljabar. menganalisis faktor-faktor. dan membuat keputusan. Hipotesis Hipotesis adalah “Sebagian suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan peneliti. hipotesis yang dapat penulis kemukakan adalah sebagai berikut : Ho : Menyatakan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara metode pembelajaran diskusi teknik Brainstorming dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya Ha : Menyatakan bahwa adanya hubungan antara metode pembelajaran diskusi teknik Brainstorming dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya H. Minat. 2. 2002: 108 ). Populasi. tidak ada pengaruh variabel X terhadap variabel Y”. Hipotesis nol (Ho) adalah “hipotesis yang menyatakan tidak ada perbedaan antara dua variabel. variabel bebas atau independent variabel (X). Variable Penelitian Variabel penelitian adalah objek penelitian. balk dalam pokok masalah maupun menger akan togas. variabel (Y)”.6. 8. menulis. Adapun hipotesis alternatif (Ha) adalah “hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh antara variabel X1 dan Y1 atau adanya perbedaan antara dua kelompok”. (Suharsimi Arikunto. melihat alat-alat. sampai terbukti melalui data yang terkumpul”. Berdasarkan observasi awal. Aktivitas Emosional. a. Y : Hasil belajar siswa setelah diterapkan metode diskusi dengan tehnik brainstorming pada pokok bahasan pemfaktoran suku aljabar. Aktivitas Mental. populasi dalam penelitian ini adalah . 2006: 110). atau apa saja yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto. Variabel dalam penelitian dapat di bedakan menjadi dua jenis yaitu : 1. yaitu hipotesis nol dan hipotesis alternatif. Melakukan percobaan. Memecahkan masalah. Dari aktivitas belajar diatas penilaian menerapkan metode diskusi dengan menggunakan teknik brainstorming tidak hanya dititik beratkan pada aspek kognitif saja akan tetapi psikomotor dan afektif. 2006:70) Hipotesis secara garis besar terbagi menjadi dua. Aktivitas Motorik. melaksanakan pameran. karena aktivitas ini sangat menonjol dan membuat siswa lebih aktif Berta mudah diamati dalam penerapan metode ini. Populasi adalah keseluruhan objek peneliti ( Arikunto.

kesimpulan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto. d. serta kendala-kendala yang dihadapi siswa dalam mata pelajaran matematika dalam menumbuhkan keaktifan dan kekreatifan belajar siswa pada mata pelajaran matematika di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya. Dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 30 Orang. pengetahuan. b. Tehnik Pengumpulan Data Data yang dibutuhkan sebagaimana tersebut diatas akan dikumpulkan melalui metode sabagai berikut : 1. Kecamatan Lempuing Jaya. Sampel Sampel merupakan Sebagian dari yang diteliti. 3. penyimpangan penyimpangan prilaku siswa di kelas pada saat proses belajar mengajar. atau hal-hal lain yang ia ketahui “ Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang kompetensi siswa. Observasi merupakan proses yang kompleks. Teknik Analisis Data Dalam menganalisis data penulis menggunakan teknik analisis data dan analisis kuantitatif. yang tersusun dari proses biologis dan psikologis ( usman husaini. Observasi. c. Grafik nilai dan lain-lain. Observasi dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data tingkat keaktifan siswa dalam kelompok selama diterapkannya metode diskusi dengan tehnik brainstorming. 2. 1. Karna Populasi dari penelitian penulis kurang dari 100. 2002: 127). Tes Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur ketrampilan. Berikut ini beberapa cara yang dilakukan dalam analisis kuantitatif yaitu: . Metode tes dalam metode ini adalah metode yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai materi pelajaran matematika pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar. Sumber data Primer yaitu data yang diperoleh dari siswa yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Jenis dan sumber data a. sebagaimana di sebutkan oleh “Suharsimi Arikunto“ bahwa jika populasinya kurang dari 100 lebih baik dijadikan sampel semua. Kabupaten Ogan Komering Ilir. maka penulis mengambil semua sampel untuk di jadikan objek penelitian. yaitu di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya yang terletak di Ds. Sumber data Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari dua sumber yaitu : 1. b. Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti. karena penyusun mempunyai tujuan untuk membuat deskripsi atau gambaran secara sistematis mengenai permasalahan dalam penelitian ini. Mukti sari. Data ini diperlukan untuk mengetahui keaktifan dan kekreatifan siswa pada saat mengikuti pelajaran Matematika dengan menggunakan metode diskusi teknik brainstorming di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya. 2. 2008: 52 ).semua siswa dalam satu kelas yaitu kelas IX SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya yang berjumlah 30 orang. Data ini dapat berupa daftar nilai. Angket atau kuesioner “ Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. Sumber data sekunder yaitu sumber data yang diperolah dari dokumen Administrasi Kelas. maka data yang diperlukan adalah data kuantitatif dalam bentuk metode analisa deskriptif kuantitatif yaitu data berupa angka-angka. Untuk memperoleh data yang lengkap dan obyektif maka penyusun skripsi ini melakukan cara sebagai berikut : penelitian lapangan (field research) yaitu penyusun langsung ke objek penelitian. intelegensi. Jenis data Penelitian ini akan mengolah data dengan metode statistik.

Dalam menganalisis data secara kuantitatif. Tabulasi yaitu memasukkan data hasil penelitian kedalam tabel. Uji t merupakan Uji secara individu terhadap koefisiensi regresi masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. . Signifikan > 0. 2006 :162 ) Keterangan : r yx : Koefisiensi korelasi antara x dan y N : Number Of Case X : Skor variabel independe (variable bebas) Y : Skor variabel dependen (variable akibat) a) Uji t Penguji terhadap hipotesis yang diajukan dilakukan dengan menggunakan Uji t. Editing yaitu “mengoreksi data bila terdapat kesalahan”. b) Uji R Uji R2 digunakan untuk mengetahui tinggi derajat hubungan antara variabel bebas secara bersama terhadap variabel terikat. Untuk itu penulis menggunakan rumus berikut : a) Analisis Korelasi Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode diskusi dengan tehnik brainstorming terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IX SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya. (Suharsimi Arikunto.05 maka hubungan korelasi tersebut adalah signifikan” . c.0 interprestasi dengan melihat angka signifikan “apabila suatu koreasi memiliki nilai probabilitas < 0.a. Adapun untuk mencari koefisiensi determinasi (R ) Yang secara umum adalah dengan mengkuadratkan koefisiensi regresi. Dalam penelitian ini Uji t digunakan mengetahui seberapa besar pengaruh antara variabel bebas yaitu penerapan metode diskusi dengan teknik brainstorming terhadap hasil belajar mata pelajaran matematika siswa kelas IX SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya (Y). Skoring yaitu “mengumpulkan jawaban dari responden. berarti ada pengaruh yang positif dan signifikan antara penerapan metode diskusi dengan teknik brainstorming terhadap belajar siswa kelas IX di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya. berarti tidak ada pengaruh yang positif dan signifikasi antara penerapan metode diskusi dengan teknik brainstorming terhadap belajar siswa kelas IX di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya. Signifikansi < 0. 2006: 295) Data yang terkumpul akan diolah dengan menggunakan analisa data dengan rumus Korelasi Product Moment .05. Rumus yang digunakan adalah: t=r (Sugiyono. . Rumus yang digunakan : r= (Suharsimi Arikunto. serta memberikan skor terhadap jawaban”. penulis menggunakan alat Bantu computer progam SPSS for windows 17. b.05. 2006:230) Keterangan : r : Koefisiensi korelasi n : Jumlah sampel Jika t > maka hipotesis diterima. Dalam menganalisis data penulis menggunakan alat Bantu komputer yaitu SPSS for windows 17.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->