PENGARUH METODE DISKUSI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK BRAINSTORMING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMP PEMBANGUNAN 2 LEMPUING JAYA

PROPOSAL Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memenuhi Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.l.) Oleh M. KHABIB MUSTOFA NIM/ NIMKO: 2009.01.125 Program Studi Pendidikan Agama Islam SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-QUR'AN AL-ITTIFAQIAH INDRALAYA OGAN ILIR SUMATERA SELATAN KOPERTAIS WILAYAH VII SUMBAGSEL 2011 PROPOSAL PENELITIAN A. Latar Belakang Pengajaran merupakan aktivitas (proses) yang sistematis dan sestemik yang terdiri atas banyak komponen. Masing-masing komponen tidak bersifat parsial (terpisah) atau berjalan sendiri-sendiri, tetapi berjalan secara teratur, saling tergantung, komplementer, dan berkesinambungan. Untuk itu diperlukan pengolahan yang baik. Pengelolaan pengajaran yang baik harus dikembangkan berdasarkan pada prinsip-prinsip pengajaran. Guru harus mempertimbangkan segi dan strategi pengajaran, yang seharusnya dirancang secara sistematis, bersifat konseptual tetapi praktis, realistik dan fleksibel, baik yang menyangkut masalah interaksi pengajaran, pengelolaan kelas, pendayagunaan sumber belajar (pengajaran), maupun penilaian pengajaran. Pengajaran memang bukan konsep atau praktik yang sederhana tetapi bersifat kompleks,yang menjadi tugas dan tanggung jawab guru. Pengajaran itu berkaitan erat dengan pengembangan potensi manusia (peserta didik), perubahan dan pembinaan dimensi kepribadiaan peserta didik. Oleh karena itu melaksanakan pengajaran tidak mudah seperti menyuapi makanan bayi. Dengan kata lain, tugas pengajaran, (mengajar) adalah berat, kompleks, perlu keseriusan, tidak asal jadi atau coba - coba. Mengingat tugas dari tanggung jawab guru dalam pengajaran yang sedemikian berat, banyak para ahli pakar serta orang - orang yang berkecimpung didalam dunia pendidikan melakukan penelitian serta memberikan konstribusi pemikiran dalam bentuk tulisan guna membantu para guru dan calon guru yang hendak meningkatkan tugas profesionalitas kepengajaranya. Untuk pencapaian sebuah hasil belajar yang maksiamal salah satunya diperlukan sebuah metode pengajaran yang baik dan juga disenangi oleh siswa, sehingga mereka merasa tertarik, semangat dalam belajar dan pada akhimya akan mencapai nilai yang kits harapkan..

Hasil belajar yang dimaksud adalah hasil tes setelah mengikuti pembelajaran dengan metode diskusi dengan teknik brainstorming. yang mengakibatkan siswa lebih bersifat pasif atau hanya mendengarkan penjelasan guru. tanya jawab dan lain-lain. Siswa yang diteliti adalah siswa kelas IX SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya Semester genap tahun ajaran 2010/ 2011. Metode diskusi dengan menggunakan teknik brainstorming suatu penerapan metode mengajar didalam kelas dimana siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berfikir secara kreatif dengan menjawab. 2001:73). Oleh karena itu. dalam proses pembelajaran dilembaga. menunjukan bahwa hasil belajar siswa pada pelajaran matematika masih relatif rendah dan kurangnya minat siswa dalam belajar. 4. hal ini memicu kebosanan siswa dalam belajar. 3. Menurut pendapat Ahmadi Abu dan Joko Prasetya (2005: 57) diskusi selalu diarahkan pada pemecahan masalah yang menimbulkan berbagai macam pendapat dan akhimya diambil suatu kesimpulan yang dapat diterima oleh anggota kelompoknya. memberikan pendapat. Rumusan Masalah. Teknik Brainstorming dilakukan dengan cara melontarkan suatu masalah kekelas oleh guru. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana hasil belajar siswa setelah diterapkan metode diskusi dengan menggunakan teknik . 2. ide atau komentar terhadap permasalahan yang dilontarkan guru dikelas. C. maka peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa melalui penerapan metode diskusi dengan teknik pembelajaran brainstorming. Dari penjelasan diatas.lembaga pendidikan telah melaksanakan berbagai metode pembelajaran yaitu ceramah. walaupun pada dasarnya siswa tersebut sudah cukup mengerti dengan apa yang disampaikan guru mereka. peneliti mencoba untuk melakukan eksperimen pada proses pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi melalui teknik brainstorming dimana hal ini diharapkan dapat mengetahui aktifitas dan meningkatkan hasil belajar siswa. Penerapan pelaksanaan. maka penulis membatasi penelitian ini pada: 1. Penerapan metode diskusi melalui teknik brainstorming berarti siswa menjawab suatu masalah dan menyatakan komentar mereka dengan menerima masukkan pendapat dari rekan mereka melalui diskusi kelompok sehingga dengan berbagai macam pendapat tersebut siswa mampu menyelesaikan masalah secara bersama dan mampu membuat kesimpulan yang tepat serta dapat mengkomunikasikan pendapat tersebut dengan baik. Guru hanya meminta siswa untuk mencari penyelesaian suatu masalah dan tidak pernah mengajak siswa untuk menyelesaikannya dengan diskusi. 5. B. dalam hal ini penerapan pelaksanaan pembelajaran matematika dengan teknik brainstorming. Namun dalam penyampaiannya guru mata pelajaran sering kali menggunakan metode pembelajaran yang kurang bervariasi sehingga terlihat monoton. Pembatasan Masalah Agar masalah dalam penelitian ini tidak terlalu meluas dan menyimpang dari sasaran yang diharapkan. Hal ini berdasarkan Informasi dari salah satu guru bidang studi matematika. Kondisi pendidikan saat ini. kemudian siswa menjawab atau menyatakan pendapat dan komentar sehingga masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru (Roestiyah.Diskusi adalah salah satu metode pengajaran yang melibatkan siswa secara aktif dan dengan kemampuan yang berbeda-beda mereka dapat berbagi dengan sesama mereka dalam penyelesaian masalah yang diberikan. 2. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pokok bahasan bangun ruang sisi datar. sehingga peneliti tertarik untuk memilih judul penelitian yaitu "PENGARUH METODE DISKUSI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK BRAINSTORMING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMP PEMBANGUNAN 2 LEMPUING JAYA”. Bagaimana aktivitas siswa selama diterapkan metode diskusi menggunakan teknik brainstorming pada pelajaran matematika di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya.

E. Pembelajaran. ciri ini menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia dan sitem pembelajaran adalah agar siswa belajar. Metode Pembelajaran a. perlengkapan. Ada tiga ciri khas yang tergantung dalam sistem pembelajaran yaitu: a. Untuk mengetahui aktivitas siswa saat diterapkan metode diskusi dengan teknik brainstorming pada pelajaran matematika di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diambil dari penelitian ini adalah1. Metode adalah cara atau siasat yang digunakan dalam pengajaran. dan masing-masing memberikan sumbangannya kepada sistem pembelajaran. dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam pencapaian tujuan pembelajaran ( Djamarah. Tiap unsur bersifat esensial. Tinjauan Pustaka. 1) Ciri-Ciri Pembelajaran. Bagi siswa. Untuk mengetahui hasil belajar siswa tentang penerapan metode diskusi dengan teknik brainstorming pada pelajaran matematika di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya. Sistem pembelajaran mempunyai tujuan yang hendak dicapai. fasilitas. Bagi guru. b. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. 1. Didalam proses pengajaran matematika metode memiliki peranan yang sangat penting dalam . Rencana Rencana adalah penataan ketenagaan. yang menekankan pada penyediaan sumber balajar. Adakah pengaruh yang signifikan antara metode diskusi dengan teknik brainstorming terhadap hasil belajar belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran matematika di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya. sebagai ajang latihan. 6. material. b. saling ketergantungan ( Independence ). material dan priosedur yang merupakan unsur-unsur sitem pembelajaran dalam suatu rencana khusus. Antara unsur-unsur sistem pembelajaran yang serasi dalam keseluruhan. Pembelajaran adalah suatu kombinasi ynag tersusun meliputi unsur-unsure manusiawi. 2006 : 57 ) Menurut Dimyati dan Mujiono ( 2002 : 297 ) pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam sain instruksional. D.unsur yang berkaitan dengan proses pembelajaran itu sendiri. sebagia cara untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan kerja sama antara sesama siswa dan dapat menambah motivasi belajar matematika siswa. 2. Pengertian Metode. 2. 3. 2006:53 ). Sebegai strltegi metode ikut memperlancar kearah pencapaian tujuan pembelajaran ( Djamarah dan Aswan Zain. untuk belajar secara aktif. Tujuan. pengembangan ilmu pengetahuan dan menanbah wawasan untuk mendalami sebagai pendidik dan pengajar.brainstorming pada pelajaran matematika di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya. 2. Jadi dari beberapa pendapat diatas dapat peneliti simpulkan bahwa pembelajaran adalah upaya pembelajaran siswa dengan mengkombinasikan unsur. Bagi para peneliti yang akan mengembangkan ilmu pengetahuan dibidang pendidikan dan hal-hal yang berkaitan dengannya. 4. sebagai masukan atau informasi dalam merencanakan dan melaksanakan proses pengajaran sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan hasil belajar siswa dalam pelajaran matematika. Tujuan Penelitian Sesuai dengan perumusan masalah diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah: a. c. Bagi peneliti sendiri.

10. Metode demonstrasi dan eksperimen. 4. dimana metode tersebut lebih cocok dan tepat digunakan dalam pelajaran ilmu sosial. Metode diskusi adalah suatu kegiatan kelompok dalam memecahkan masalah untuk mengambil kesimpulan. d. menolak atau rnenyarnpaikan segala pendapat atau usul-usul itu kepada seluruh peserta diskusi. bimbingan dan pengarahan. Yang berarti bahwa pemimpin diskusi harus bertindak sebagai juru pengaman yang menerima. b. Metode proyek ( unit ). Keterampilan dan sikap yang dipilih pengajar itu hares relevan dengan tujuan belajar yang disesuaikan dengan struktur kognitif yang dimiliki peserta didik. Metode ker a kelompok. demokratis. Tugas Guru dalam metode diskusi. Pemimpin Sebagai Dinding Penangkis. mengajar matematika merupakan kegiatan pengajar agar peserta didiknya belajar untuk mendapatkan matematika. harus merangsang adanya pemunculan suara. berfikir sistematis. Metode sosiodrama dan bermain peran. harus menarik perhatian sesuai dengan taraf umur. Diskusi selalu diarahkan pads pernecahan masalah yang menimbulkan berbagai mAcarn pendapat dan akhirnya diambil suatu kesimpulan yang dapat diterima oleh anggota kelompoknya. saran atau usul harus melewati pemimpin diskusi. c. pengambilan kesimpulan. Metode Diskusi. 8. Metode tanya jawab. 2. atau pernecahan. Dapat mcnaikan prestasi kepribadian individu seperti toleransi. Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang formal dengan berbagai pengalaman atau informasi. Sebab anak-anak mengarahkan pilkirannya kepada masalah yang sedang didiskusikan. harus membutuhkan pertimbangan. b. Syarat-syarat pertanyaan diskusi sebagai berikut: a. 7.pencapaian tujuan pembelajaran. c. keterampilan dan sikap matematika itu. Metode karyawisata. Karena. 2002:94 ). e. 3. Yang berarti bahwa semua pendapat. jangan hanya satu jawaban. 1. 5. Metode mengajar beregu. perbandingan dari kenyataan. (Ahmadi Abu dan Joko Prasetya. 2005 : 57). Menurut Ahmadi Abu dan Joko Prasetya untuk melaksanakan diskusi guru harus memberikan pertolongan berupa. Suasana kelas akan hidup. Metode ceramah. misalnya metode sosiodrama dan bermain peran dan metode karyawisata. Sebagai pengatur lalu lintas. 6. Namur dalam pelaksanaannya tidak metode diatas dapat digunakan dalam proses pengajaran matematika. Segi Positif dari Metode Diskusi: 1. 9. pertanyaan atau problem sebagai perangsang. 3. harus mengandung nilai-nilai diskusi. Metode diskusi. harus mengandung kemungkinan jawaban lebih dari satu. 2. 1. Macam-Macam Metode Menurut (Ahmadi Abu dan Joko Prasetya. sabar dan sebagainya. Kesimpulan-kesimpulan diskusi mudah dipahmi anak karena anak didik mengikuti proses berfikir . Ini dimaksudkan agar interaksi antara pengajar dan peserta didik. Interaks? akan terjadi bila menggunakan Cara yang_ cocok yang disebut metode mengajar matematika. 2005:57). masalah ( Usman Uzer. Metode mengajar beraneka ragam diantaranya: 1. 2. a. 2. Partisipasi anak dalam metode ini lebih baik. kritis. Metode pemberian tugas ( resitasi ). yaitu kemampuan.

Merangsang siswa untuk selalu siap berpendapat yang berhubungan dengan masalah yang diberikan oleh guru. a. komentar atau bertanya. Guru hanya menampung pendapat tidak pernah merumuskan kesimpulan. Masalah bisa berkembang kearah yang tidak diharapkan. 2. Tujuan teknik ini adalah untuk menguras habis apa yang dipikirkan pars siswa dalam menanggapi masalah yang dilontarkan oleh guru kekelas tersebut. Siswa yang kurang aktif perlu dipancing dengan pertanyaa dari guru agar turut berpartisipasi aktif. 7. 2. sehingga mereka menangapi. atau mengemukakan masalah baru. kmudian siswa menjawab atau menyatakan pendapat. guru melakukan apersepsi atau penilaian kemampuan awal siswa. e. guru membantu siswa untuk membentuk kelompok. atau komentar sehingga mungkin masalah tersebut berkembang menjadi masalah barn. dan guru tidak boleh mengomentari bahwa pendapat siswa tersebut benar/salah. Sedangkan tugas murid adalah menanggapi masalah dengan mengemukakan pendapat. b. . Dalam pelaksanaan metode ini tugas guru adalah memberikan masalah yang mampu merangsang pikiran siswa. 4. Segi Negatif Metode Diskusi: 1. karena waktu yang dipergunakan untuk diskusi cukup panjang.kelompok diskusi. 3. 5. Anak-anak belajar memetuhi peraturan-peraturan dan tata tertib dalam suatu musyawarah sebagi latihan pads musyawarah yang sebenarnya. tidak perlu komentar atau evaluasi.sebelum sampai kepada kesimpulan. 6. Kemungkinan anak-anak yang tidak ikut aktif. sehingga bagi anak-anak ini. sehingga semua siswa didalam kelas mendapat giliran. memilih ketua sekretaris. 2. No. Suasana demokrasi dan disiplin dapat ditumbuhkan. dan berani mengemukakan pendapatnya. 4. 2. Ialah dengan melontarkan suatu masalah kekelas oleh guru. Tidak menjamin pemecahan masalah. 4.cara pemecahanya.memberikan dorongan sepenuhnya agar setiap anggota kelompok dapat berpartisipasi aktif. d. Anak-anak aktif berfikir untuk menyatakan pendapat. 5. Pendahuluan 1. dan susana. guru hanya Pnenaynptmg semua pemyataan pendapat siswa. Teknik Brainstorming Brainstorming adalah suatu teknik atau cara mengajar yang dilaksanakan oleh guru didalam kelas. Sulit menduga hasil yang akan dicapai. b. mereka belajar dan melatih merumuskan pendapat dengan bahasa dan kalimat yang baik. Siswa tidak pernah tabu apakah pendapatnya itu betel atau salah. Guru kurang memberi waktu yang cukup kepada siswa untuk berfikir dengan baik. Langkah – Langkah Metode Diskusi dengan Teknik Brainstorming. menciptakan kondisi awal 2. guru memantau siswa. Langkah-Langkah Kegiatan pembelajaran 1. Anak kurang selalu ketinggalan. Siswa berdiskusi membahas masalah yang telah disampaikan guru sebelumnya. menjaga ketertiban. Permasalahan yang perlu diatasi dalam brainstorming adalah: 1. mengatur tempat duduk. Pengembangan • 1. jugs tidak perlu disimpulkan. Kadang-kadang pembicaraan selalu dimonopoli oleh anak yang pandai saja. diskusi merupakan kesempatan untuk melepaskan diri dari tanngung jawab. 3. Keunggulan dari brainstorming adalah: 1. guru mengemukakan masalah yang akan didiskusikan dan memberikan pengarahan seperlunya mengenai cara. Melatih siswa untuk berfikir secara tepat dan logis. 3. Anak merasa bebas dan gembira. 2. Ter adi tersaingan yang hebat. 6. 2.

4. 3. guru dan kelompok membuat kesimpulan. Menurut Sudjana bahwa tujuan pendidikan yang ingin dicapai dapat dikatagorikan menjadi tiga bidang yaitu kognitif ( penguasaan intelektual ). dan dapat memecahkan permasalahan-permasalahan dalam kehidupan seharihari ( Yamin. Aktivitas Mendengar. 2. setiap kelompok melaporkan atau memaparkan hasil diskusi. Mendengarkan penyajian bahan.' bertanya. sebagi hasil pengalamannya sendiri dalam lingkunagn". Hasil Belajar. guru meminta setiap kelompok memberikan ulasan dan mempertimbangkan gagasan / pendapat kelompok yang lain. Penerapan 1. 2005:95 ). Aktivitas Lisan. efektif maupun psikomotorok. 2007:84 ) membagi aktivitas belajar dalam delapan kelompok. demonstrasi. Menyatakan. sedangkan lingkunagn non formal yaitu dapat berupa lembaga -lembaga diluar sekolah. dan pola. melihat• gambar-gambar. misalnya lembaga kursus. dan mengamati orang lain beker a atau bermain. mengeluarkan pendapat. serta bidang psikomotorik ( kernampuan atau ketrampilan bertindak/berprilalku. Hasil Belajar dan Aktivitas Belajar. Aktivitas Menulis. 5.mengadakan wawancara diskusi. 3. Dierich ( dalam Yamin. 2007: 77 ). Proses belajar dapat dilakukan secara formal. Aktivitas Menggambar.3. Aktivitas Visual. Lingkungan formal adalah sekolah dan lingkungan informal adalah keluarga. Penutup 1. ketiga komponen tersebut tidak dapat berdiri sendiri. Slameto (2003:20) menyatakan "belajar adalah suatu proses yang dilakukan seseorang untijk memperoleh suatu perubahan timgkah laku yamg bare secara keseluruhan. dan non formal. Dari berbagai pendapat diatas. Menulis cerita. setiap kelompok mencatat hasil pemaparan kelompok lain. b. bidang efektif ( berhubungan dengan sikap dan nilai ). Membaca. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dapat merangsang dan mengembangkan bakat yang dimilikinya. menger akan tes. pameran. informal. dan mengisi angket. Sardinian (2003: 2) menyimpulkan "belajar dapat diartikan Sebagai usaha penguasaan materi ilmu pengetahuaan yang merupakan sebagian kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya. mendengarkan radio. 2. memeriksa karangan. Aktivitas dalam pembelajran merupakan salah satu unsur paling penting dalam menentukan efektif atau tidaknya suatu pembelajaran. Aktivitas Belajar. diagram pen. dapat peneliti simpulkan bahwa hasil belajar merupakan nilai yang diperoleh oleh seseorang melalui proses pembelajaran dan setelah proses pembelajaran baik dari bidang kognitif. mengamati eksperimen. berfikir kritis. 4. membuat rangkuman. Aktivitas adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang. siswa menetukan gagasan yang paling tepat untuk memecahkan masalah tersebut. menulis laporan. memberi saran. 2. dengan bantuan guru. a. chart. tetapi merupakan suatu kesatuan yang secara jelas dapat dikatakan bahwa hasil belajar adalah tujuan pengajaran yang dirumuskan dalam kernampuan atau tingkah laku yang diharapkan dukiasai/dimliki siswa setelah melaksanakan program pengajaran. 3. . mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok. Menurut Sudjana (1995:95). Tanpa aktivitas proses belajar mengajar tidak mungkin berlangsung dengan baik ( Sardinian. Menggambar membuat grafik. 4. masing-masing adalah: 1. untuk memberikan penguatan-penguatan yang memberikan latihan.

Populasi adalah keseluruhan objek peneliti ( Arikunto. (Suharsimi Arikunto. Populasi dan Sample. Aktivitas Motorik. Variable Penelitian Variabel penelitian adalah objek penelitian. a. gembira. Berdasarkan observasi awal. Hipotesis nol (Ho) adalah “hipotesis yang menyatakan tidak ada perbedaan antara dua variabel. sampai terbukti melalui data yang terkumpul”. Minat. variabel bebas atau independent variabel (X). variabel (Y)”. Variabel akibat disebut variabel tidak bebas. 8. melihat alat-alat. “Variabel yang dipengaruhi : disebut penyebab. Aktivitas Mental. Metodologi Penelitian 1. 2006 : 118) Adapun variabel penelitian ini adalah: X : Aktivitas siswa selama diterapkan metode diskusi dengan tehnik brainstorming pada pokok bahasan pemfaktoran suku aljabar. 2006:70) Hipotesis secara garis besar terbagi menjadi dua. tidak ada pengaruh variabel X terhadap variabel Y”. 7.6. yaitu hipotesis nol dan hipotesis alternatif. Populasi. hipotesis yang dapat penulis kemukakan adalah sebagai berikut : Ho : Menyatakan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara metode pembelajaran diskusi teknik Brainstorming dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya Ha : Menyatakan bahwa adanya hubungan antara metode pembelajaran diskusi teknik Brainstorming dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya H. bersemangat. dan dapat juga menggambarkan prestasi hasil belajar siswa. 2006: 110). Aktivitas yang diamati dalam metode ini adalah aktivitas visual. (Suharsimi Arikunto. Aktivitas Emosional. Dari aktivitas belajar diatas penilaian menerapkan metode diskusi dengan menggunakan teknik brainstorming tidak hanya dititik beratkan pada aspek kognitif saja akan tetapi psikomotor dan afektif. menulis. tenang dan lain-lain. melihat hubungan-hubungan. lisan. populasi dalam penelitian ini adalah . Variabel dalam penelitian dapat di bedakan menjadi dua jenis yaitu : 1. melaksanakan pameran. Melakukan percobaan. 2002: 108 ). atau apa saja yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto. berani. 2. Memecahkan masalah. Hipotesis Hipotesis adalah “Sebagian suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan peneliti. Y : Hasil belajar siswa setelah diterapkan metode diskusi dengan tehnik brainstorming pada pokok bahasan pemfaktoran suku aljabar. Adapun hipotesis alternatif (Ha) adalah “hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh antara variabel X1 dan Y1 atau adanya perbedaan antara dua kelompok”. balk dalam pokok masalah maupun menger akan togas. karena aktivitas ini sangat menonjol dan membuat siswa lebih aktif Berta mudah diamati dalam penerapan metode ini. G. menganalisis faktor-faktor. F. dan membuat keputusan. Hipotesis akan diterima jika hasil penelitian membenarkan pernyataan tersebut dan menolak jika pernyataan tersebut bertentangan.

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti. Sampel Sampel merupakan Sebagian dari yang diteliti. Karna Populasi dari penelitian penulis kurang dari 100. Tehnik Pengumpulan Data Data yang dibutuhkan sebagaimana tersebut diatas akan dikumpulkan melalui metode sabagai berikut : 1. Tes Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur ketrampilan. Angket atau kuesioner “ Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. yaitu di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya yang terletak di Ds. sebagaimana di sebutkan oleh “Suharsimi Arikunto“ bahwa jika populasinya kurang dari 100 lebih baik dijadikan sampel semua. kesimpulan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto.semua siswa dalam satu kelas yaitu kelas IX SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya yang berjumlah 30 orang. 2002: 127). Data ini dapat berupa daftar nilai. Observasi merupakan proses yang kompleks. b. b. intelegensi. Metode tes dalam metode ini adalah metode yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai materi pelajaran matematika pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar. maka penulis mengambil semua sampel untuk di jadikan objek penelitian. Jenis dan sumber data a. Mukti sari. Grafik nilai dan lain-lain. Teknik Analisis Data Dalam menganalisis data penulis menggunakan teknik analisis data dan analisis kuantitatif. 3. Sumber data Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari dua sumber yaitu : 1. Dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 30 Orang. serta kendala-kendala yang dihadapi siswa dalam mata pelajaran matematika dalam menumbuhkan keaktifan dan kekreatifan belajar siswa pada mata pelajaran matematika di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya. Kabupaten Ogan Komering Ilir. c. Kecamatan Lempuing Jaya. 2. atau hal-hal lain yang ia ketahui “ Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang kompetensi siswa. 2008: 52 ). Sumber data Primer yaitu data yang diperoleh dari siswa yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. penyimpangan penyimpangan prilaku siswa di kelas pada saat proses belajar mengajar. 2. Sumber data sekunder yaitu sumber data yang diperolah dari dokumen Administrasi Kelas. Observasi. maka data yang diperlukan adalah data kuantitatif dalam bentuk metode analisa deskriptif kuantitatif yaitu data berupa angka-angka. pengetahuan. d. yang tersusun dari proses biologis dan psikologis ( usman husaini. 1. Jenis data Penelitian ini akan mengolah data dengan metode statistik. Observasi dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data tingkat keaktifan siswa dalam kelompok selama diterapkannya metode diskusi dengan tehnik brainstorming. Untuk memperoleh data yang lengkap dan obyektif maka penyusun skripsi ini melakukan cara sebagai berikut : penelitian lapangan (field research) yaitu penyusun langsung ke objek penelitian. Berikut ini beberapa cara yang dilakukan dalam analisis kuantitatif yaitu: . karena penyusun mempunyai tujuan untuk membuat deskripsi atau gambaran secara sistematis mengenai permasalahan dalam penelitian ini. Data ini diperlukan untuk mengetahui keaktifan dan kekreatifan siswa pada saat mengikuti pelajaran Matematika dengan menggunakan metode diskusi teknik brainstorming di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya.

Skoring yaitu “mengumpulkan jawaban dari responden.0 interprestasi dengan melihat angka signifikan “apabila suatu koreasi memiliki nilai probabilitas < 0. Dalam menganalisis data penulis menggunakan alat Bantu komputer yaitu SPSS for windows 17. . Tabulasi yaitu memasukkan data hasil penelitian kedalam tabel. c. Rumus yang digunakan : r= (Suharsimi Arikunto. serta memberikan skor terhadap jawaban”. Signifikan > 0. berarti tidak ada pengaruh yang positif dan signifikasi antara penerapan metode diskusi dengan teknik brainstorming terhadap belajar siswa kelas IX di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya. b) Uji R Uji R2 digunakan untuk mengetahui tinggi derajat hubungan antara variabel bebas secara bersama terhadap variabel terikat. Editing yaitu “mengoreksi data bila terdapat kesalahan”. 2006: 295) Data yang terkumpul akan diolah dengan menggunakan analisa data dengan rumus Korelasi Product Moment . 2006 :162 ) Keterangan : r yx : Koefisiensi korelasi antara x dan y N : Number Of Case X : Skor variabel independe (variable bebas) Y : Skor variabel dependen (variable akibat) a) Uji t Penguji terhadap hipotesis yang diajukan dilakukan dengan menggunakan Uji t. (Suharsimi Arikunto. Dalam penelitian ini Uji t digunakan mengetahui seberapa besar pengaruh antara variabel bebas yaitu penerapan metode diskusi dengan teknik brainstorming terhadap hasil belajar mata pelajaran matematika siswa kelas IX SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya (Y).a. Signifikansi < 0. Adapun untuk mencari koefisiensi determinasi (R ) Yang secara umum adalah dengan mengkuadratkan koefisiensi regresi. penulis menggunakan alat Bantu computer progam SPSS for windows 17.05 maka hubungan korelasi tersebut adalah signifikan” . 2006:230) Keterangan : r : Koefisiensi korelasi n : Jumlah sampel Jika t > maka hipotesis diterima. Uji t merupakan Uji secara individu terhadap koefisiensi regresi masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. . Rumus yang digunakan adalah: t=r (Sugiyono.05. b.05. Dalam menganalisis data secara kuantitatif. Untuk itu penulis menggunakan rumus berikut : a) Analisis Korelasi Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode diskusi dengan tehnik brainstorming terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IX SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya. berarti ada pengaruh yang positif dan signifikan antara penerapan metode diskusi dengan teknik brainstorming terhadap belajar siswa kelas IX di SMP Pembangunan 2 Lempuing Jaya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful