ISTILAH-ISTILAH DALAM ILMU HADITS 1. Hadits, atsar dan khabar a.

Hadits = Asal arti hadits ialah omongan, perkataan, ucapan dan sebangsanya. Hadits menurut bahasa berarti ‫ الجديد‬yaitu sesuatu yang baru, hadis juga ُ ْ ِ َ َْ bararti ‫ الخبر‬yaitu berita. ْ ََ َْ Menurut ahli hadits, pengertian hadits ialah segala perkataan Nabi, perbuatan dan hal ihwalnya. Sementara para ulama ushul memberikan pengertian hadits adalah “Segala perkataan Nabi SAW, perbuatan dan taqrirnya yang barkaitan dengan hokum syara’ dan ketetapannya. b. Atsar = Sedang atsar ialah perkataan sahabat sebagaimana hadits perkataan Nabi Saw Jumhur ulama mengatakan bahwa atsar sama dengan khabar yaitu sesuatu yang didasarkan kepada Nabi Muhammad, sahabat dan tabi’in c. Khabar = khabar menurut bahasa adalah semua berita yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain. Sebagai ulama mengatakan bahwa khabar adalah sesuatu yang dating selain dari Nabi Muhammad. 2. Sanad, Matan dan Rowi a. Sanad = Kata sanad menurut bahasa adalah sandaran atau sesuatu yang dijadikan sandaran, menurut istilah sanad adalah “Silsilah orang-orang (yang meriwayatkan hadis) yang menyampaikannya kepada matan hadits. b. Matan Matan menurut bahasa berarti mairtafa’a min al-ardi (tanah yang meninggi), sedangkan menurut istilah adalah :

“Suatu kalimat tempat berakhirnya sanad” dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa matan adalah lafadz hadis yang diucapkan oleh Nabi Saw atau isi hadits. c. Rawi Rawi yakni yang meriwayatkan hadits Untuk lebih jelasnya tentang perbedaan antara sanad, rawi dan ikatan, perhatikan contoh hadis di bawah ini:

ْ ُ ْ َ َْ ٍ َ ِ ْ َُ ََّ َ ‫حدثنا محمدبن معمر بن ربعي القيسى، حدثنا أبو هشام المححححزو‬ ِ ْ َ ْ ّ ِ َِ ِ ْ َ َ ْ َ ُ ْ ُ ّ َ ُ ََّ َ ‫مي عبد الواحد وه حو اب حن زيححاد ح حدثنا عثمححان ب حن حكي حم ح حدثنا‬ ََّ َ ٍ ْ ِ َ ُ ْ ُ َ ْ ُ ََّ َ ٍ َِ ُ ْ َ ُ َ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ َ َ َ َّ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ َ َ َ ْ ُ ْ َ ِ ِ َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ ّ َ ُ ‫محمد ابن المنكدر عن عمران عن عثمححان ب حن عفححان قححال: قححال‬ َ ْ ُ ُ ْ َ َ ُ ْ َ ْ ّ َ َ ْ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ُ ‫رسول ال صلى ال عليه وسلم: من توضحأ ف حأ حس حن الونضحوء‬ َّ ِ ُ ْ ُ َ ‫خرجت خطاياه من جسده حتى تخرج من تح حت أظفححاره: )رواه‬ ِ ِ َ ْ َ ِ ْ َ ْ ِ َ ُ ْ َ َّ ِ ِ َ َ ْ ِ ُ َ َ َ ْ َ َ َ (‫مسلم‬
Penjelasan Dari nama Muhammad bin Ma’mur sampai dengan Usman bin Affan r.a adalah sanad dari hadis tersebut. Mulai kata man tawadda’ sampai dengan kata tahta azfarih adalah matannya, sedangkan Imam Muslim yang dicatat di ujung hadits adalah perawinya.

3. Hadis Mutawatir dan Ahad a. Hadits Mutawatir Mutawatir menurut bahasa berarti mutatabi’ yakni sesuatu yang datang berikut dengan kita/ yang beriring-iringan antara satu dnegan yagn lainnya, tanpa ada jaraknya. Menurut istilah mutawatir adalah hadis yang diriwayatkan oleh sejumlah belajar orang yang menurut adalah mustahil mereka bersepakat terlebih dahulu untuk berdusta. Pada intinya hadis

mutawatir yaitu hadist yang diriwayatkan oleh banyak orang di setiap generasi sejak generasi sahabat hingga generasi akhir. b. Hadist ahad

Kata ahad menurut bahasa berarti satu, sedangkan menurut istilah ahad adalah ishobar yang jumlah perawinya tidak sebanyak jumlah perawi hadist mutawatir. Ada juga ulama yang mendefinisikan hadist ahad secara singkat yakni hadist ahad secara singkat yakni hadist yang tidak memenuhi syarat-syarat mutawatir. 4. Hadis shahih hasan dan dhoi’if a. Hadis shohih Shohih menurut bahasa berarti ‫( ضد السقيم‬lawan sakit) yang berarti shah, benar, ِ ِّْ ّ ِ sempurna, sehat, ibnu al-shaleh mengartikan hadist shohih yaitu hadis yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh orang-orang yagn berwafaq adil, dan dhabil, dari orang yang berwatak seperti itu juga sampai puncaknya, hadist mana tidak yadz dan tidak pula mengandung cacat. Gambaran mengenai pengertian hadist shohih menjadi lebih jelas setelah imam syafi’I memberikan ketentuan, bahwa riwayat suatu hadist dapat dijadikan hujjah apabila 1. 2. Diriwayatkan oleh para perawi yang dapat dipercaya amalan Rangkaina riwayatnya bersambung sampai kepada pagi Muhammad agamanya. atau dapat juga tidak sampai ke pada pagi. Syarat-syarat hadis shohih 1. Sanadnya bersambung 2. para perawinya bersifat adil 3. para perawinya dhabil 4. Matannya tidak syadz

5. Matannya tidak berillat b. Hadis Hasan Hadis hasan menurut bahasa berarti ‫ ما تشتهيه النفسى وتميل الي حه‬yaitu ِ ْ َِ ُ ْ ِ َ َ ُ ْ ّ ِ ْ ِ َ ْ َ َ sesuatu yang disenangi dan dicondongi oleh nafsu. Sebenarnya hadis hasan itu sama dengan hadis shahih. Bedanya, kalau di dalam hadis shahih semua periwayat harus sempurna kedhabitannya. Maka dalam hadis hasan ada perawi yang kedhabitannya, kecermatan atau hafalannya kurang sempurna. Menurut para ulama, hadis hasan dapat naik derajatnya menjadi shahih karena ada hadis lain yang isinya sama diriwayatkan yagn kualitasnya tidak lebih rendah. Para ulama ahli hadis membagi hadis hasan menjadi dua bagian, yaitu hasan lidzatih dan hasan li ghairih yang dimaksud dengan hadis hasan lidzatih ialah hadis yang telah memenuhi persyaratan hadis hasan. Adapun yang dimaksud dengan hadis hasan li ghoirih ialah hadis hasan yang tidak memenuhi persyaratan hadis hasan sec ara sempurna, atau pada dasarnya hadis tersebut adalah hadis dhaif, tetapi karena ada sanad atau matan lain yang menguatkannya maka ke dudukan hadis dhaif tersebut naik derajatnya menjadi hasan li ghairih. Ibn Ash-shalah, sebagaimana dikutip oleh Al-Qosimi menyebutkan bahwa hadis hasan li hairih ialah hadis yang sandaran dan sanadnya terdapat seorang yang mashur, bukan pelupa yang banyak kesalahannya, tidak terlihat adanya sebab-sebab yang menjadikannya fasiq dan matan hadisnya diketahui baik berdasarkan periwayatannya hadis lain yang semakna. Pengertian menurut Ibnu Ash-Shalah ini memperkuat uraian bahwa pada dasarnya hadis hasan li ghairih adalah hadis dhaif, yang memiliki syahid dan muttabi’ sehingga kualitasnya menjadi naik menjadi hadis hasan, akan tetapi, hadis yang sangat lemah seperti hadis maudu’ dan mankar dan matruk sekali pun ada syahid dan muttabi’ kedudukannya tetap sebagai hadis dhaif dan tidak dapat berubah menjadi hadis hasan. c. Hadis dhaif

4. Lebih-lebih jika yang hilang itu sampai dua adalah tiga syarat maka hadis seperti ini dapat dinyatakan sebagai hadis dhaif yang sangat lemah. Dhaif dari segi persambungan sanadnya 1. berarti hadis itu dinyatakan sebagai hadis dhaif. sebagai lawan dari kasla kuat. Hadis dha’if yang disebabkan oleh cacat periwayatnya atau hal lain . Hadis munqathi’ Yaitu hadis yang sanadnya terdapat salah seorang yang digugurkan (tidak disebutkan namanya) baik diujung maupun dipangkal. Secara istilah diantara para ulama terdapat perbedaan rumusan dalam mendefinsikan hadis dhaif ini. Dari definisi di atas dapat diketahui dengan jelas bahwa jika satu syarat saja (dari persyaratan hadis shahih adalah hadis hasan) hilang. An-Nawawi mendefinsikannya dengan ِ َ َ ْ ُ ْ ُ ُ َ َ ِ َ ّ ُ ْ ُ ُ ِ ِْ ْ َ ْ ُ ْ َ َ ‫مالم يو جد فيه شروط الصحة ول شروط الحسن‬ “Hadis yang di dalamn ya tidak terdapat syarat-syarat hadis sahih dan syarat-syarat hadis hasan”.Kata dhaif menruut bahasa berarti lemah. akan tetapi pad adasarnya isi dan maksudnya sama. 2. 3. Menurut Nur ad-Din’ atr mendefinisikan hadis dhaif sebagai hadis yang hilang salah satu syaratnya dari syarat-syarat hadis maqbul (hadis yang shahih atau hadis yang hasan). Hadis Mu’dal Yaitu hadis yang gugur dua orang sanadnya atau lebih secara berturutturut. beberapa definisi diantaranya adalah: 1. b. a. Hadis mursal Yaitu hadis yang gugur sanadnya setelah tabi’in 2. Hadis mudallas Yaitu hadis yang di dalamnya ada sesuatu yang disembunyikan.

orang yang lebih terpercaya lagi.1. Hadis matruk Yaitu hadis yang diriwayatkan oleh seseorang yang tertuduh dusta terhadap hadis yang diriwayatkannya atau nampak kefasikannya. Hadis syadz Yaitu hadis yang diriwayatkan oleh orang terpercaya. baik pada perbuatan adalah pada perkataannya atau orang yang banyak lupa atau ragu. 4. 2. perbuatan dan taqrir. Hadis munkar Yaitu hadis yang diriwayatkan oleh orang lemah yang menyalahi riwayat orang yang lebih terpercaya dari padanya. tetapi bertentangan dengan hadis yang diriwayatkan oleh. Nabi Muhammad Saw bersabda ‫نضر ال امرأ سمع منا حديثا كما سمعه‬ ََ َ “Allah memuji orang yang mendengar hadis dari saya kemudian menyampaikannya seperti apa yang saya dengar. . Hadis mu’allal Yaitu hadits yang diriwayatkan tanpa memakai sanad 3. Hadis maqlub Yaitu hadis yang lafalnya tertukar pada salah seorang dari sanadnya adalah nama seorang yang sanadnya. Kesimpulan Ilmu hadis merupakna ilmu pengetahuan yagn mengkaji atau membahas tentang segala yang disandarkan kepada nabi SAW. seharusnya Kemudian disebut mendahulukan atau penyebutannya belakangan membelakangkan penyebutan yagn seharusn ya di dahulukan adalah dengan sesuatu pada tempat yang lain. baik berupa perkataan. 5.

dalam arti adil dan dhobith. Defisi hadis shahih secara konkrit baru muncul setelah Imam Syafi’i memberikan penjelasan tentang riwayat yang dapat dijadikan hujah. 2) Para perowinya harus terdiri dari orang-orang yang dikenal siqat. 3) Hadisnya terhindar dari ‘ilat (cacat) dan syadz (janggal). terpelihara hafalannya bila meriwayatkan hadis secara lafad. dikenal sebagai orang yang jujur mermahami hadis yang diriwayatkan dengan baik. Hadits Shahih I. diriwayatkan oleh orang adil dan dhobith(kuat daya ingatan) sempurna dari sesamanya. bunyi hadis yang Dia riwayatkan sama dengan hadis yang diriwayatkan orang lain dan terlepas dari tadlis (penyembuyian cacat). atau dapat juga tidak sampai kepada Nabi. selamat dari kejanggalan (syadz).PEMBAHASAN I. dan cacat (‘ilat). tidak syadz dan tidak ber’ilat”. dan . yaitu: pertama. dfiriwayatkan oleh perowi yang adil dan dhobit.1 Definisi Hadits Shahih kata Shahih ((‫ الصحيخ‬dalam bahasa diartikan orang sehat antonim dari kata assaqim ( (‫ =السقيم‬orang yang sakit jadi yang dimaksud hadits shahih adalah hadits yang sehat dan benar tidak terdapat penyakit dan cacat. rangkaian riwayatnya bersambung sampai kepada Nabi SAW. mengetahui perubahan arti hadis bila terjadi perubahan lafadnya. ‫هو ما اتصل سنده بنكل العدل الضابط ضبطا كامل عن مثله وخل ممن الشذوذ و العلة‬ hadis yang muttasil (bersambung) sanadnya. kedua. Imam Bukhori dan Imam Muslim membuat kriteria hadis shahih sebagai berikut: 1) Rangkaian perawi dalam sanad itu harus bersambung mulai dari perowi pertama sampai perowi terakhir. Imam Al-Suyuti mendifinisikan hadis shahih dengan “hadis yang bersambung sanadnya. mampu meriwayatkan hadis secara lafad. apabila diriwayatkan oleh para perowi yang dapat dipercaya pengamalan agamanya.

dan periwayatannya pun ditolak. Perowinya Bersifat Dhobith . haddasani. dari sejak awal hingga akhir sanadnya. Mempelajari hidup masing-masing periwayat. 3. akhbarana. I. sdeperti imam empat Hanafi. c. 2. Dalam menilai keadilan seorang periwayat cukup dilakuakan dengan salah satu teknik berikut: 1. dan Hambali. Mencatat semua periwayat yang diteliti. bersetatus Mukallaf (baligh). ‘an. bukan fasiq dan tidak pula jelek prilakunya. keterangan seseorang atau beberapa ulama ahli ta’dil bahwa seorang itu bersifat adil. khusus mengenai perawi hadis pada tingkat sahabat.4) Para perowi yang terdekat dalam sanad harus sejaman.2 Syarat-Syarat Hadis Shahih Berdasarkan definisi hadis shahih diatas. Asy-Syafi’i. Meneliti kata-kata yang berhubungan antara para periwayat dengan periwayat yang terdekat dalam sanad. Pandangan berbeda datang dari golongan muktazilah yang menilai bahwa sahabat yang terlibat dalam pembunuhan ‘Ali dianggap fasiq. ketenaran seseorang bahwa ia bersifast adil. biasanya ulama’ hadis menempuh tata kerja sebagai berikut. dapat dipahami bahwa syarat-syarat hadis shahih dapat dirumuskan sebagai berikut: a. sebagaimana yang disebutkan dalam kitab-kitab jarh wa atta’dil. b. akhbarani. jumhur ulama sepakat bahwa seluruh sahabat adalah adil. yakni apakah kata-kata yang terpakai berupa haddasani. atau kasta-kata lainnya.anna.Maliki. 1. 2. Sanadnya Bersambung Maksudnya adalah tiap-tiap perowi dari perowi lainnya benar-benar mengambil secara langsung dari orang yang ditanyanya. Untuk mengetahui dan bersambungnya dan tidaknya suatu sanad. Perawinya Bersifat Adil Maksudnya adalah tiap-tiap perowi itu seorang Muslim.

Tidak Ber’ilat Maksudnya ialah hadis itu tidak ada cacatnya. d. sementara dhahirnya selamat dari cacat. berdasarkan kesesuaian riwayatannya dengan riwayat dari orang lain yang telah dikenal kedhobithannya. Pembagian Hadis Shahih Para ahli hadis membagi hadis shahih kepada dua bagian. suatu hadis dinyatakan syudzudz.Hadis Shahih li dzati . nmenurut para ulama. sedang. Menurut al-Syafi’i. perbedaan antara keduanya terletak pada segi hafalan atau ingatan perowinya. ‘Illat hadis dapat terjadi pada sanad mapun pada matan atau pada keduanya secara bersama-sama. sejak ia maneriama hadis sampai meriwayatkannya kepada orang lain. suatu hadis tidak dinyastakan sebagai mengandung syudzudz. e. I. dhobith dalam kitab ialah terpeliharanya kebenaran suatu periwayatan melalui tulisan.Maksudnya masing-masing perowinya sempurna daya ingatannya. kesaksian para ulama 2. Namun demikian. bila hadis itu hanya diriwayatkan oleh seorang periwayat yang tsiqah. bila hadisd yang diriwayatkan oleh seorang periwayat yang tsiqah tersebut bertentengan dengan hadis yang dirirwayatkan oleh banyak periwayat yang juga bersifat tsiqah. Tidak Syadz Maksudnya ialah hadis itu benar-benar tidak syadz. ingatan perowinya kurang sempurna. ingatan perowinya sempurna. ‘illat yang paling banyak terjadi adalah pada sanad. Adapun sifat-sifat kedhobitan perowi. baik berupa kuat ingatan dalam dada maupun dalam kitab (tulisan). yaitu shahih li-dzati dan shahih li-ghoirih. a. pada shahih li-dzatih. Dhobith dalam dada ialah terpelihara periwayatan dalam ingatan. seperti menyebutkan muttasil terhadap hadis yang munqati’ atau mursal.3. dapat diketahui melalui: 1. sedang pada hadis shahih li-ghoirih. sedang periwayat yang tsiqah lainnya tidak meriwayatkan hadis itu. Artinya. dalam arti adanya sebab yang menutup tersembunyi yang dapat menciderai pada ke-shahih-an hadis. dalam arti bertentangan atau menyalesihi orang yang terpercaya dan lainnya.

I. yaitu rangkaian sanad hadis yang yang tingkatannya dibawash tingkat pertama diatas. Berdasarkan martabat seperti ini. Kedua. I.Maksudnya ialah syarat-syarat lima tersebut benar-benar telah terbukti adanya. yaitu rangkaian sanad hadis yang tingkatannya lebih rendah dari tingkatan kedua.5 Tingkatan Hadis Shahih Perlu diketahui bahwa martabat hadis shahih itu tergantung tinggi dan rendahnya kepada ke-dhabit-an dan keadilan para perowinya. Seperti periwayatan sanad dari Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Anas. Sebagian besar ulama menetapkan dengan dalil-dalil qat’i. yaitu al-Quran dan hadis mutawatir. hadis ahad tidak dapat dijadikan hujjah untuk menetapkan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan aqidah. seperti periwayatan Suhail bin Abu Shalih dari ayahnya dari Abu Hurairah. seperti periwayatan sanad dari Imam Malik bin Anas dari Nafi’ mawla (mawla = budak yang telah dimerdekakan) dari Ibnu Umar. ad’af al-asanid. Ketiga. Hadis Shahih Li Ghoirihi Maksudnya ialah hadis tersebut tidak terbukti adanya lima syarat hadis shahih tersebut baik keseluruhan atau sebagian. . adalah hadis hasan li-dzatihi apabila diriwayatkan melamui jalan yang lain oleh perowi yang sama kualitasnya atau yang lebih kuat dari padanya. oleh karena itu. Hadis shahih li-ghoirih. ashah al-asanid yaitu rangkaian sanad yang paling tinggi derajatnya. Bukan berarti sama sekali dusta. ahsan al-asanid. karena bolehnya salah dan khilaf bagi orang kepercayaan. b. tidak dalam hal-hal yang berhubungan dengan aqidah.bukan dia itu terputus tetapi shahih dalam hakikat masalahnya. para muhadisin membagi tingkatan sanad menjadi tiga yaitu: Pertama. Kesepakatan ini terjadi dalam soal-soal yang berkaitan dengan penetapan halal atau haramnya sesuatu. mengingat bolehnya berlaku bagi orang yang banyak salah.4 Kehujahan Hadis Shahih Hadis yang telah memenuhi persyaratan hadis shahih wajib diamalkan sebagai hujah atau dalil syara’ sesuai ijma’ para uluma hadis dan sebagian ulama ushul dan fikih.

1 Pengertian Hadis Hasan Secara bahasa. 7. 4. d) Hadis yang diriwayatkan orang lain memenuhi persyaratan AL-Bukhari dan Muslim. Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori saja. yang secara berurutan sebagai berikut: a) b) c) Hadis yang disepakati oleh bukhari dan muslim (muttafaq ‘alaih). Shahih Ibnu Hiban (w. Mustadrok Al-hakim (w. 2. Sedangkan para ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan hadis hasan karena melihat bahwa ia meupakan pertengahan antara hadis shahih dan hadis dha’if. yaitu indah. hasan berarti al-jamal. e) f) Hadis yang diriwayatkan orang lain memenuhi persyaratan Al-Bukhari saja. 5. 6. Shahih Al-Bukhari (w. II. Shahih Muslim (w. 311 H). Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim saja. 261 H). Shahih Ibn As-Sakan. Sebagian dari definisinya yaitu: . 405). Shahih Al-Abani. HADIS HASAN II. seperti Ibnu Khuzaimah.250 H). g) Hadis yang dinilai shahih menurut ilama hadis selain Al-Bukhari dan Muslim dan tidak mengikuti persyratan keduanya. Shahih Ibnu Khuzaimah (w. dan juga karena sebagian ulama mendefinisikan sebagai salah satu bagiannya. 354 H). Kitab-kitab hadis yang menghimpun hadis shahih secara berurutan sebagai berikut: 1. Hasan juga dapat juga berarti sesuatu sesuatu yang disenangi dan dicondongi oleh nafsu. Hadis yang diriwayatkan orang lain memenuhi persyaratan Muslim saja.Dari segi persyaratan shahih yang terpenuhi dapat dibagi menjadi tujuh tingkatan. Ibnu Hibban. 3. dan lain-lain.

Hasan Li-Ghairih Hadis hasan yang tidak memenuhi persyaratan secara sempurna. dan yang dipakai oleh umumnya fukoha’ 2. 3. ulama ushul fiqih. tidak cacat. serta tidak ada syadz (kejangalan). adalah hadis yang dapat diterima dan dipergunakan sebagai dalil atau hujjah dalam menetapkan suatu hukum atau dalam beramal. definisi al.1. sempurna ke-dhabit-annya. definisi Ibnu Hajar: beliau berkata.2 Macam-Macam Hadis Hasan Sebagaimana hadis shahih yang terbagi menjadi dua macam.Chatabi: adalah hadis yang diketahui tempat keluarnya. . pengertian hadis hasan li-dzatih sebagaimana telah diuraikan sebelumnya. akan tetapi karena adanya sanad atau matan lain yang menguatkannya (syahid atau muttabi’). dengan kata lain. II. definisi Tirmidzi: yaitu semua hadis yang diriwayatkan. yaitu hadis shahih lebih sempurna ke-dhabitannya dibandingkan dengan hadis hasan. hadis tersebut pada dasarnya adalah hadis dha’if. dan telah mashur rawi-rawi sanadnya. hadis hasasn pun terbagi menjadi dua macam. yaitu hasan li-dzatih dan hasan li-ghairih. dan tidak syadz (janggal) maka dia adalah hadis shahih li-dzatihi. bersanbung sanadnya. lalu jika ringan ke-dhabit-annya maka dia adalah hadis hasan li dszatihi. a. Paraulama hadis. dan fuqaha sepakat tentang kehujjahan hadis hasan. b. meskipun derajatnya dibawah hadis shahih. Tetapi jika dibandingkan dengan kedhabit-an perawi hadis dha’if tentu belum seimbang. dan kepadanya tempat berputar kebanyakan hadis. dan diriwatkan dari selain jalan sepereti demikian. Hasan Li-Dzatih Hadis hasan li-dzatih adalah hadis yang telah memenuhi persyaratan hadis hasan yang telah ditentukan. Kriteria hadis hasan sama dengan kriteria hadis shahih. Perbedaannya hanya terletak pada sisi ke-dhabit-annya. II. adalah hadis ahad yang diriwayatkan oleh yang adil. dimana dalam sanadnya tidak ada yang dituduh berdusta. ke-dhabit-an perawi hadis hasan lebih unggul. maka kedudukan hadis dha’if tersebut naik derajatnya menjadi hadis hasan li-ghairih. dan yang diterima kebanyakan ulama. maka dia menurut kami adalah hadis hasan.3 Kehujahan Hadis Hasan Hadis hasan sebagai mana halnya hadis shahih.

hadits dhaif berarti hadits yang lemah. Contoh hadits mursal : Artinya : Rasulullah bersabda. dari Abdurrahman. sampai kepada rawi yang terdekat dengan Rasulullah). yaitu menghadiri jama’ah isya dan subuh. antara lain yaitu : 1) Hadits Mursal Hadits mursal menurut bahasa. dan tidak pula menghimpun sifat-sifat hadits hasan”. “ Antara kita dan kaum munafik munafik (ada batas). baik pada permulaan sanad. sebagai rawi yang seharusnya menerima langsung dari Rasulullah. Jadi. Ada beberapa nama bagi hadits dhaif yang disebabkan karena gugurnya rawi. dan selanjutnya dari Sa’id bin Mustayyab. Hadits dhaif karena gugurnya rawi Yang dimaksud dengan gugurnya rawi adalah tidak adanya satu atau beberapa rawi. (penentuan awal dan akhir sanad adalah dengan melihat dari rawi yang terdekat dengan imam yang membukukan hadits. HADIST DHAIF III. yaitu : hadits dhaif karena gugurnya rawi dalam sanadnya. dari Harmalah.III.2 Macam-macam hadits dhaif Hadist dhaif dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. Para ulama memiliki dugaan kecil bahwa hadits tersebut berasal dari Rasulullah SAW. yang seharusnya ada dalam suatu sanad. dan hadits dhaif karena adanya cacat pada rawi atau matan. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Malik. a. Para ulama memberikan batasan bahwa hadits mursal adalah hadits yang gugur rawinya di akhir sanad. Dugaan kuat mereka hadits tersebut tidak berasal dari Rasulullah SAW. berarti hadits yang terlepas. Adapun para ulama memberikan batasan bagi hadits dhaif sebagai berikut : “ Hadits dhaif ialah hadits yang tidak memuat / menghimpun sifat-sifat hadits shahih. III. mereka tidak sanggup menghadirinya”. maupun pada pertengahan atau akhirnya.1 Definisi Hadist Dhaif Pengertian hadits dhaif Secara bahasa. hadits mursal adalah hadits yang dalam sanadnya tidak menyebutkan sahabat Nabi. seperti Bukhari. Yang dimaksud dengan rawi di akhir sanad ialah rawi pada tingkatan sahabat yang merupakan orang pertama yang meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW. Siapa sahabat Nabi yang meriwayatkan .

maka kedua rawi tersebut tidak beriringan. dan salah satu dari dua rawi yang gugur itu adalah tabi’in. dapat menerima hadits mursal menjadi hujjah asalkan para rawi bersifat adil. Jadi. . hadits mu’dhal adalah hadits yang sulit dipahami. Malik bin Anas. Menurut Ibnu Majah. secara beriringan dalam sanadnya. Namun. dari Abu Bakar bin Ali Syaibah. Bila dua rawi yang gugur. Bila rawi di akhir sanad adalah sahabat Nabi. pada hadits munqathi’ bukanlah rawi di tingkat sahabat yang gugur. dalam kitabnya “AlMuwatha” yang berbunyi : Imam Malik berkata : Telah sampai kepadaku. bahwa Rasulullah SAW bersabda : Artinya : Budak itu harus diberi makanan dan pakaian dengan baik. hadits di atas adalah hadits munqathi’. dan selanjutnya dari Fathimah Az-Zahra. karena Fathimah Az-Zahra (putri Rasul) tidak berjumpa dengan Fathimah binti Al-Husain. tetapi minimal gugur seorang tabi’in. maka rawi menjelang akhir sanad adalah tabi’in. dari Abu Hurairah. Batasan yang diberikan para ulama bahwa hadits mu’dhal adalah hadits yang gugur dua orang rawinya. Kebanyakan Ulama memandang hadits mursal ini sebagai hadits dhaif. karena itu tidak bisa diterima sebagai hujjah atau landasan dalam beramal. sebagian kecil ulama termasuk Abu Hanifah. 2) Hadits Munqathi’ Hadits munqathi’ menurut etimologi ialah hadits yang terputus. dari Abdullah bin Hasan.hadits itu kepada Sa’id bin Mustayyab. Jadi ada rawi yang gugur (tidak disebutkan) pada tingkatan tabi’in. bila masuk ke dalam mesjid. ampunilah dosaku dan bukakanlah bagiku segala pintu rahmatMu”. Para ulama memberi batasan bahwa hadits munqathi’ adalah hadits yang gugur satu atau dua orang rawi tanpa beriringan menjelang akhir sanadnya. membaca “dengan nama Allah. dan sejahtera atas Rasulullah. dari Laits. Ya Allah. Contohnya adalah hadits Imam Malik mengenai hak hamba. contoh hadits munqathi’ : Artinya : Rasulullah SAW. dari Fatimah binti AlHusain. Hadits di atas diriwayatkan oleh Ibnu Majah. dari Ismail bin Ibrahim. tidaklah disebutkan dalam sanad hadits di atas. dan Ahmad bin Hanbal. 3) Hadits Mu’dhal Menurut bahasa. atau lebih.

karena Bukhari bukanlah seorang mudallis ( yang menyembunyikan cacat hadits ). Adapun cacat pada matan. 1341 hadits tersebut tetap dipandang shahih. atau lalai dalam mengusahakan hafalannya.Di dalam kitab Imam Malik tersebut. Bukhari telah menggugurkan satu rawi di awal sanad tersebut. tidak memaparkan dua orang rawi yang beriringan antara dia dengan Abu Hurairah. dan menyalahi rawi-rawi yang dipercaya. Hadits dhaif karena cacat pada matan atau rawi Banyak macam cacat yang dapat menimpa rawi ataupun matan. kecuali 1341 buah hadits muallaq yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari. Dengan demikian. banyak waham. b. hadits ini memiliki pengertian hadits palsu atau dibuat-buat. dari ayahnya. Kedua rawi yang gugur itu dapat diketahui melalui riwayat Imam Malik di luar kitab Al-Muwatha. Para ulama memberikan batasan bahwa hadis maudhu’ ialah hadits yang bukan berasal . Contoh : Bukhari berkata : Kata Malik. Sering keliru. Seperti pendusta. Ini dapat menghilangkan sifat dhabith pada perawi. tidak dikenal. 4) Hadits mu’allaq Menurut bahasa. misalkan terdapat sisipan di tengah-tengah lafadz hadits atau diputarbalikkan sehingga memberi pengertian yang berbeda dari maksud lafadz yang sebenarnya. yang termasuk dalam kategori hadits mu’allaq tingkatannya adalah dhaif. Berdasarkan riwayat Bukhari. Contoh-contoh hadits dhaif karena cacat pada matan atau rawi : 1) Hadits Maudhu’ Menurut bahasa. Dan sebagian besar dari hadits mu’allaqnya itu disebutkan seluruh rawinya secara lengkap pada tempat lain dalam kiab itu juga. hafalan yang buruk. ia sebenarnya tidak pernah bertemu dengan Malik. dan berbuat bid’ah yang masing-masing dapat menghilangkan sifat adil pada rawi. hadits mu’allaq berarti hadits yang tergantung. dari Abu Hurairah. fasiq. Pada umumnya. bahwa Rasulullah SAW bersabda : Artinya : Janganlah kamu melebihkan sebagian nabi dengan sebagian yang lain. dan Abu Salamah dari Abu Huraira. Imam Malik meriwayatkan hadits yang sama : Dari Muhammad bin Ajlan . Dua rawi yang gugur adalah Muhammad bin Ajlan dan ayahnya. Batasan para ulama tentang hadits ini ialah hadits yang gugur satu rawi atau lebih di awal sanad atau bisa juga bila semua rawinya digugurkan ( tidak disebutkan ). dari Rasulullah. dari Zuhri.

atau pernah melakukan maksiat. lalai. “orang yang dapat dipercaya itu hanya tiga. maka ia dan anaknya itu masuk surga”. aku halalkan barang yang haram dan aku haramkan barang yang halal”. misalnya. yaitu: aku ( Muhammad ). atau banyak wahamnya. Demikianlah sedikit uraian mengenai hadits maudhu’. 2) Hadits matruk atau hadits mathruh Hadits ini. berbunyi : “Sesungguhnya bahtera Nuh bertawaf mengelilingi ka’bah. dari kakeknya. Berikut dipaparkan beberapa contoh hadits maudhu’: a) Hadits yang dikarang oleh Abdur Rahman bin Zaid bin Aslam. dan selanjutnya dari Rasulullah SAW. Akan tetapi disandarkan kepada dirinya. mazhabnya. Sedikit sejarah. yakni kaum yahudi dan nashrani. dan Muawiyah”. Para ulama memberikan batasan bahwa hadits matruk adalah hadits yang diriwayatkan oleh orang-orang yang pernah dituduh berdusta ( baik berkenaan dengan hadits ataupun mengenai urusan lain ). menurut bahasa berarti hadits yang ditinggalkan / dibuang. berdasarkan pengakuan dari mereka yang memalsukan. Hadits tersebut bertentangan dengan Al-Qur’an. . Jibril. “Barangsiapa yang sengaja berdusta terhadap diriku. sebelum dihukum pancung ia telah memalsukan hadits dan mengatakan : “aku telah membuat 3000 hadits. Hadits maudhu’ merupakan seburuk-buruk hadits dhaif. zindiq. seorang zindiq.dari Rasulullah SAW. Abdul Karim. Peringatan Rasulullah SAW terhadap orang yang berdusta dengan hadits dhaif serta menjadikan Rasul SAW sebagai sandarannya. tujuh kali dan shalat di maqam Ibrahim dua rakaat” Makna hadits tersebut tidak masuk akal. ia katakana bahwa hadits itu diterima dari ayahnya. seperti Maisarah bin Abdi Rabbin AlFarisi. atau kebangsaannya . ( Al-An’am : 164 ) c) “Siapa yang memperoleh anak dan dinamakannya Muhammad. maka hendaklah ia menduduki tempat duduknya dalam neraka”. Masih banyak hadits-hadits lainnya yang sengaja dibuat oleh pihak kufar. b) adapun hadits lainnya : “anak zina itu tidak masuk surga tujuh turunan”. ia mengaku telah membuat beberapa hadits tentang keutamaan AlQur’an dan 70 buah hadits tentang keutamaan Ali bin Abi Thalib. atau sangat fanatic terhadap golongan politiknya. orang-orang munafik. ” Pemikul dosa itu tidaklah memikul dosa yang lain”. Golongan-golongan pembuat hadits palsu yakni musuh-musuh Islam dan tersebar pada abad-abad permulaan sejarah umat Islam.

niscaya masuk surga. seperti : Muhammad bin ‘Imran. Yang seharusnya dari Abdullah bin Dinar menjadi ‘Amru bin Dinar. contoh : Artinya: “Barangsiapa yang mendirikan shalat. Batasan yang diberikan para ‘ulama bahwa hadits munkar ialah hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang lemah dan menyalahi perawi yang kuat. tentu Allah dita’ati dengan sungguh-sungguh”. 3) Hadits Munkar Hadist munkar. sekiranya tidak ada wanita. Matan hadits ini sebenarnya shahih. Contoh : Rasulullah bersabda. 5) Hadits mudraj Hadist ini memiliki pengertian hadits yang dimasuki sisipan. ‘Isa bin Ziyad. ataupun keduanya.R Riwayat Abu Hatim )” Hadits di atas memiliki rawi-rawi yang lemah dan matannya pun berlainan dengan matan-matan hadits yang lebih kuat. hadits tersebut ditinggalkan / dibuang. ternyata Abdur Rahim dan ayahnya pernah tertuduh berdusta. selama mereka belum berpisah”. hadits mu’allal berarti hadits yang terkena illat . “penjual dan pembeli boleh berkhiyar. secara bahasa berarti hadits yang diingkari atau tidak dikenal. dan selanjutnya dari Ibnu umar. matan.Contoh hadits matruk : “Rasulullah Saw bersabda. namun setelah diteliti dengan seksama. ‘Abdur Rahim bin Zaid dan ayahnya. dan illat yang menjatuhkan itu bisa terdapat pada sanad. 4) Hadits Mu’allal Menurut bahasa. dari ‘Amru bin Dinar. membayarkan zakat. Said bin mutstayyab. dan Umar bin Khaththab. Oleh karena itu. Contoh : . Diantara nama-nama dalam sanad tersebut. yang sebenarnya bukan bagian dari hadits itu. sanadnya memiliki illat. mengerjakan haji. dan menghormati tamu. Para ulama memberi batasan bahwa hadits ini adalah hadits yang mengandung sebab-sebab tersembunyi . ( H. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ya’qub bin Sufyan bin ‘Ashim dengan sanad yang terdiri dari serentetan rawi-rawi. Hadits di atas diriwayatkan oleh Ya’la bin Ubaid dengan bersanad pada Sufyan AtsTsauri.

Contoh : Rasulullah SAW bersabda : Apabila aku menyuruh kamu mengerjakan sesuatu. Haditsnya mengandung keganjilan dibandingkan dengan hadits-hadits lain yang kuat. Para ulama menerangkan bahwa terjadi pemutarbalikkan pada matannya atau pada nama rawi dalam sanadnya atau penukaran suatu sanad untuk matan yang lain. hadits ini berarti hadits ayng ganjil. Lawan dari hadits ini adalah hadits mahfuzh. semestinya hadits tersebut berbunyi : Rasulullah SAW bersabda : “Apa yang aku larag kamu darinya. maka jauhilah ia. dan berhijrah. apabila aku melarang kamu dari sesuatu. dan apa yang aku suruh kamu mengerjakannya. maka kerjakanlah dia. hadits syadz adalah hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang dipercaya.3 Kehujahan Hadits dhaif . karena tidak termasuk sabda Rasulullah SAW. pada matan. Batasan yang diberikan para ulama. 7) Hadits Syadz Secara bahasa. 6) Hadits Maqlub Menurut bahasa. III.” Hadits di atas diriwayatkan oleh Musa bin Ali bin Rabah dengan sanad yang terdiri dari serentetan rawi-rawi yang dipercaya. tapi hadits itu berlainan dengan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah rawi yang juga dipercaya. maka kerjakanlah ia sesuai dengan kesanggupan kamu”. namun matan hadits tersebut ternyata ganjil. Contoh : “Rasulullah bersabda : “Hari arafah dan hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan dan minum. (Riwayat Ath-Tabrani) Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. maka jauhilah ia sesuai kesanggupan kamu. dan merupakan salah satu contoh hadits syadz pada matannya. Keganjilan hadits di atas terletak pada adanya ungkapan tersebut.Rasulullah bersabda : “Saya adalah za’im ( dan za’im itu adah penanggung jawab ) bagi orang yang beriman kepadaku. Kalimat akhir dari hadits tersebut adalah sisipan ( dengan tempat tinggal di taman surga ). Keganjilan itu bisa pada sanad. ataupun keduanya. dengan tempat tinggal di taman surga”. jika dibandingkan dengan hadits-hadits lain yang diriwayatkan oleh rawirawi yang juga dipercaya. berarti hadits yang diputarbalikkan. Pada hadits-hadits lain tidak dijumpai ungkapan .

nasehat atau peringatan. Maka posisi kita bukan untuk menyalahkan atau menghina salah satu kelompok itu. Apalagi . Setidaknya kami mencatat ada tiga kelompok besar dengan pandangan dan hujjah mereka masing-masing. Baik masalah keutamaan (fadhilah). dengan beberapa syarat: 1. Level Kedhaifannya Tidak Parah Ternyata yang namanya hadits dhaif itu sangat banyak jenisnya dan banyak jenjangnya.Khusus hadits dhaif. Ketika Mengamalkannya. 1. boleh digunakan untuk perkara fadahilul a’mal (keutamaan amal). Semuanya adalah orang-orang besar dalam bidang ilmu hadits serta para spesialis. Hadits yang level kedhaifannya tidak terlalu parah. mereka itu bukan orang sembarangan. kita tidak boleh meyakini 100% bahwa ini merupakan sabda Rasululah SAW atau perbuatan beliau. • Sikap Ulama Terhadap Hadits Dhaif : Sebenarnya kalau kita mau jujur dan objektif. kita ini bukan apa-apanya dalam konstalasi para ulama hadits. Maka menurut para ulama. asalkan bukan dalam perkara aqidah dan syariah (hukum halal haram). Maka tidak boleh hadits dha’if jadi pokok. maka para ulama hadits kelas berat semacam Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-Asqalani menyebutkan bahwa hadits dhaif boleh digunakan. harus didampingi dengan hadits lainnya. Bahkan hadits lainnya itu harus shahih. Tidak Boleh Meyakini Ke-Tsabit-annya Maksudnya. ketika kita mengamalkan hadits dhaif itu. Dan menariknya. Dari yang paling parah sampai yang mendekati shahih atau hasan. Tetapi yang kita lakukan adalah bahwa kita masih menduga atas kepastian datangnya informasi ini dari Rasulullah SAW. sikap ulama terhadap hadits dhaif itu sangat beragam. tetapi dia harus berada di bawah nash yang sudah shahih. masih ada di antara hadits dhaif yang bisa dijadikan hujjah. 1) Kalangan Yang Menolak Mentah-mentah Hadits Dhaif Namun harus kita akui bahwa di sebagian kalangan. Bagi mereka hadits dhaif itu sama sekali tidak akan dipakai untuk apa pun juga. ada juga pihak-pihak yang ngotot tetap tidak mau terima kalau hadits dhaif itu masih bisa ditolelir. 1. Berada di bawah Nash Lain yang Shahih Maksudnya hadits yang dhaif itu kalau mau dijadikan sebagai dasar dalam fadhailul a’mal. Sebab dibandingkan dengan mereka. kisah-kisah.

melainkan hanya sekedar berhati-hati. Selain itu juga ada nama Al-Imam Abu Daud. Di zaman sekarang ini. Syarat-syarat yang mereka ajukan untuk menerima hadits dhaif antara lain. Yahya bin Mu’in. kami ketatkan. Pendeknya. kisah-kisah. . ternyata ada juga kalangan ulama yang tetap menerima semua hadits dhaif.” 3) Kalangan Menengah Mereka adalah kalangan yang masih mau menerima sebagian dari hadits yang terbilang dhaif dengan syarat-syarat tertentu. Al-Imam Muslim. Di antara mereka terdapat nama Al-Imam Al-Bukhari. sedhai’fdha’if-nya suatu hadits.kalau sampai masalah hukum dan aqidah. Abu Bakar Al-Arabi. Bagi mereka. ada tokoh seperti Al-Albani dan para pengikutnya. para imam mazhab yang empat serta para ulama salaf dan khalaf. tidak ada tempat buat hadits dhaif di hati mereka. juga bukan masalah hukum. • Hadits itu punya asal yang menaungi di bawahnya • Hadits itu hanya seputar masalah nasehat. Ibnul Mubarok dan yang lainnya. Al-Imam As-Suyuthi mengatakan bawa mereka berkata. Ibnul Mahdi. Sedangkan hadits dha’if yang perawinya sampai ke tingkat pendusta. Mazhab ini banyak dianut saat ini antara lain di Saudi Arabia. ‘Bila kami meriwayatkan hadits masalah halal dan haram. • Ketika mengamalkannya jangan disertai keyakinan atas tsubut-nya hadits itu. kami longgarkan. pendiri mazhab Hanbali. adalah: • Hadits dhaif itu tidak terlalu parah kedhaifanya. tetap saja lebih tinggi derajatnya dari akal manusia dan logika. Tapi bila meriwayatkan masalah fadhilah dan sejenisnya. Ibnu Hazm dan lainnya. atau anjuran amal tambahan. Mereka adalah kebanyakan ulama. Mereka adalah kalangan yang boleh dibilang mau menerima secara bulat setiap hadits dhaif. 2) Kalangan Yang Menerima Semua Hadits Dhaif Jangan salah. sebagaimana diwakili oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dan juga Al-Imam An-Nawawi rahimahumalah. atau tertuduh sebagai pendusta. Di antara para ulama yang sering disebut-sebut termasuk dalam kelompok ini antara lain Al-Imam Ahmad bin Hanbal. asal bukan hadits palsu (maudhu’). atau parah kerancuan hafalannya tetap tidak bisa diterima. Bukan dalam masalah aqidah dan sifat Allah.

maupun matannya. baik dari segi rawinya ( orang yang meriwayatkan ). Yûsuf [12]: 21) Meskipun ada sebagian kaum muslimin mengingkari Qur’an dan Hadits ( terlebih hadits dhaif ). Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehatmenasehati supaya mentaati kebenaran dan nesehat-menasehati supaya menetapi kebenaran”. jelas bukan pendapat kami. َ ُ َْ َ َ ِ ّ َ َ ْ َ ّ ِ ََ ِ ِ ْ َ ََ ٌ ِ َ ّ َ ‫وال غالب على أمره ولـكن أكثر الناس ل يعلمون‬ “Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya. Dengan ‘aqliyyah islâmiyyah seseorang dapat mengeluarkan keputusan hukum tentang benda.” (QS. karena gugurnya rawi dan atau karena cacat pada rawi atau matan semakin memudahkan kita untuk mengetahui sebabsebab mengapa hadits-hadits menjadi dhaif. Karena sesungguhnya Allah SWT. Kami ini bukan berada dalam posisi untuk mengkritisi salah satunya.(TQS Al-‘Ashr [103] : 1-3) Terbaginya hadits dhaif dalam dua bagian. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. dapat kita petik kesimpulan bahwa kajian ke-islaman itu sangatlah luas. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Melalui ‘aqliyyah islâmiyyah seorang . tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. maka itulah yang perlu kita luruskan bersama. Semua itu adalah pendapat para ulama pakar ilmu hadits. BAB III KESIMPULAN Pada materi hadits dhaif ini. perbuatan. “Demi masa.Semua keterangan di atas. Menunjukkan betapa maha kuasanya Allah dalam memberikan kepahaman terhadap hamba-hambanya.”(QS Yunus 36). sanad. Kepribadian Islam itu mencakup cara berpikir islami (’aqliyyah islâmiyyah) dan pola sikap islami (nafsiyyah islâmiyah). dan peristiwa sesuai dengan hukum-hukum syariah. Sebab beda maqam dan beda posisi. Setiap Muslim diperintahkan untuk memiliki kepribadian Islam (syakhshiyah islâmiyah). Dia dapat mengetahui mana yang halal dan mana yang haram serta mana yang terpuji dan mana yang tercela berdasarkan syariah Islam. berfirman : “(Dan) kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka.

Karena itu. Namun. kepribadian Islam tidak cukup dengan ‘aqliyyah islâmiyyah melainkan harus dipadukan dengan nafsiyyah . Tidak hanyas sebatas sampai di situ. Dengan mengetahui Ilmu Hadits ( di sini lebih dikhususkan hadits dhaif ). tentu akan membuat aqliyah kita menjadi semakin terpacu untuk berpikir dan menggali pengetahuan secara lebih mendalam serta dilandasi nafsiyah ( sikap ) keimanan dan ketakwaan yang mantap.Muslim juga akan memiliki kesadaran dan pemikiran yang matang. . Banyak ilmu saja tidak cukup. jika memang terdapat hadits yang terbukti lemah ( dhaif ) ini sekiranya bermakna positif bagi kita dan dapat memotivasi dalam pengamalan hidup sehari-hari. pandai berdebat tentang dalil. serta mampu menganalisis berbagai peristiwa dengan benar. termotivasi untuk terus mencari dan mengamalkannya karena pembahasan dalam makalah ini hanyalah berisi sebagian kecilnya saja. mampu menyatakan ungkapan yang kuat dan tepat. orang pintar bicara. ‘aqliyyah islâmiyyah saja tidak cukup. Sangat penting membahas seputar hadits dhaif. serta kehujjahannya menurut pendapat para ulama. kita diharapkan dapat mengetahui sejarah orang-orang yang meriwayatkan hadits berdasarkan kekuatan hafalan mereka. karena di sini kita akan mengetahui bagaimana proses periwayatan hadits yang berasal dari Rasulullah atau bukan berasal dari beliau. macam-macam hadits dhaif. Selain itu. hadits dhaif I. tetapi apa yang diomongkan berbeda dengan apa yang dilakukan. Tidak jarang. Pendahuluan Pada makalah ini akan dibahas mengenai sebab-sebab kedhaifan hadits.

a. hadits mu’dhal. dan tidak pula menghimpun sifatsifat hadits hasan”. Pengertian hadits dhaif Secara bahasa. hadits munqathi’. antara lain yaitu : hadits mursal. maupun pada pertengahan atau akhirnya. dan hadits dhaif karena adanya cacat pada rawi atau matan. berarti hadits yang terlepas. Adapun para ulama memberikan batasan bagi hadits dhaif sebagai berikut : “ Hadits dhaif ialah hadits yang tidak memuat / menghimpun sifat-sifat hadits shahih. Macam-macam hadits dhaif Hadist dhaif dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. dan hadits muallaq. Para ulama memiliki dugaan kecil bahwa hadits tersebut berasal dari Rasulullah SAW. Dugaan kuat mereka hadits tersebut tidak berasal dari Rasulullah SAW. baik pada permulaan sanad. yaitu : hadits dhaif karena gugurnya rawi dalam sanadnya. yang seharusnya ada dalam suatu sanad. 1) Hadits Mursal Hadits mursal menurut bahasa. hadits dhaif berarti hadits yang lemah. Pembahasan 1. Hadits dhaif karena gugurnya rawi Yang dimaksud dengan gugurnya rawi adalah tidak adanya satu atau beberapa rawi. Para ulama memberikan batasan bahwa hadits mursal adalah . 2.II. Ada beberapa nama bagi hadits dhaif yang disebabkan karena gugurnya rawi.

sebagai rawi yang seharusnya menerima langsung dari Rasulullah. hadits mursal adalah hadits yang dalam sanadnya tidak menyebutkan sahabat Nabi. “ Antara kita dan kaum munafik munafik (ada batas). Bila rawi di akhir sanad adalah sahabat Nabi. Malik bin Anas. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Malik. Namun. dari Harmalah. 2) Hadits Munqathi’ Hadits munqathi’ menurut etimologi ialah hadits yang terputus. sebagian kecil ulama termasuk Abu Hanifah. Kebanyakan Ulama memandang hadits mursal ini sebagai hadits dhaif. dari Abdurrahman. seperti Bukhari. tidaklah disebutkan dalam sanad hadits di atas. yaitu menghadiri jama’ah isya dan subuh. (penentuan awal dan akhir sanad adalah dengan melihat dari rawi yang terdekat dengan imam yang membukukan hadits. Para ulama memberi batasan bahwa hadits munqathi’ adalah hadits yang gugur satu atau dua orang rawi tanpa beriringan menjelang akhir sanadnya.hadits yang gugur rawinya di akhir sanad. Yang dimaksud dengan rawi di akhir sanad ialah rawi pada tingkatan sahabat yang merupakan orang pertama yang meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW. sampai kepada rawi yang terdekat dengan Rasulullah). Siapa sahabat Nabi yang meriwayatkan hadits itu kepada Sa’id bin Mustayyab. dapat menerima hadits mursal menjadi hujjah asalkan para rawi bersifat adil. Jadi. maka rawi menjelang akhir . Contoh hadits mursal : Artinya : Rasulullah bersabda. mereka tidak sanggup menghadirinya”. karena itu tidak bisa diterima sebagai hujjah atau landasan dalam beramal. dan selanjutnya dari Sa’id bin Mustayyab. dan Ahmad bin Hanbal.

sanad adalah tabi’in. Jadi, pada hadits munqathi’ bukanlah rawi di tingkat sahabat yang gugur, tetapi minimal gugur seorang tabi’in. Bila dua rawi yang gugur, maka kedua rawi tersebut tidak beriringan, dan salah satu dari dua rawi yang gugur itu adalah tabi’in. contoh hadits munqathi’ :

Artinya : Rasulullah SAW. bila masuk ke dalam mesjid, membaca “dengan nama Allah, dan sejahtera atas Rasulullah; Ya Allah, ampunilah dosaku dan bukakanlah bagiku segala pintu rahmatMu”. Hadits di atas diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dari Abu Bakar bin Ali Syaibah, dari Ismail bin Ibrahim, dari Laits, dari Abdullah bin Hasan, dari Fatimah binti Al-Husain, dan selanjutnya dari Fathimah Az-Zahra. Menurut Ibnu Majah, hadits di atas adalah hadits munqathi’, karena Fathimah AzZahra (putri Rasul) tidak berjumpa dengan Fathimah binti Al-Husain. Jadi ada rawi yang gugur (tidak disebutkan) pada tingkatan tabi’in.

3) Hadits Mu’dhal Menurut bahasa, hadits mu’dhal adalah hadits yang sulit dipahami. Batasan yang diberikan para ulama bahwa hadits

mu’dhal adalah hadits yang gugur dua orang rawinya, atau lebih, secara beriringan dalam sanadnya. Contohnya adalah hadits Imam Malik mengenai hak hamba, dalam kitabnya “Al-Muwatha” yang berbunyi : Imam Malik berkata : Telah sampai kepadaku, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda : Artinya : Budak itu harus diberi makanan dan pakaian dengan baik. Di dalam kitab Imam Malik tersebut, tidak memaparkan dua orang rawi yang beriringan antara dia dengan Abu Hurairah. Kedua rawi yang gugur itu dapat diketahui melalui riwayat Imam Malik di luar kitab Al-Muwatha. Imam Malik meriwayatkan hadits yang sama : Dari Muhammad bin Ajlan , dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah. Dua rawi yang gugur adalah Muhammad bin Ajlan dan ayahnya. 4) Hadits mu’allaq Menurut bahasa, hadits mu’allaq berarti hadits yang tergantung. Batasan para ulama tentang hadits ini ialah hadits yang gugur satu rawi atau lebih di awal sanad atau bisa juga bila semua rawinya digugurkan ( tidak disebutkan ). Contoh : Bukhari berkata : Kata Malik, dari Zuhri, dan Abu Salamah dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda : Artinya : Janganlah kamu melebihkan sebagian nabi dengan sebagian yang lain. Berdasarkan riwayat Bukhari, ia sebenarnya tidak pernah bertemu dengan Malik. Dengan demikian, Bukhari telah menggugurkan satu rawi di awal sanad tersebut. Pada umumnya, yang termasuk dalam kategori hadits mu’allaq tingkatannya adalah dhaif, kecuali 1341 buah hadits muallaq yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari. 1341 hadits tersebut tetap dipandang shahih, karena Bukhari bukanlah

seorang mudallis ( yang menyembunyikan cacat hadits ). Dan sebagian besar dari hadits mu’allaqnya itu disebutkan seluruh rawinya secara lengkap pada tempat lain dalam kiab itu juga. b. Hadits dhaif karena cacat pada matan atau rawi Banyak macam cacat yang dapat menimpa rawi ataupun matan. Seperti pendusta, fasiq, tidak dikenal, dan berbuat bid’ah yang masing-masing dapat menghilangkan sifat adil pada rawi. Sering keliru, banyak waham, hafalan yang buruk, atau lalai dalam mengusahakan hafalannya, dan menyalahi rawi-rawi yang dipercaya. Ini dapat menghilangkan sifat dhabith pada perawi. Adapun cacat pada matan, misalkan terdapat sisipan di tengah-tengah lafadz hadits atau diputarbalikkan sehingga memberi pengertian yang berbeda dari maksud lafadz yang sebenarnya. Contoh-contoh hadits dhaif karena cacat pada matan atau rawi : 1) Hadits Maudhu’ Menurut bahasa, hadits ini memiliki pengertian hadits palsu atau dibuat-buat. Para ulama memberikan batasan bahwa hadis maudhu’ ialah hadits yang bukan berasal dari Rasulullah SAW. Akan tetapi disandarkan kepada dirinya. Golongan-golongan pembuat hadits palsu yakni musuhmusuh Islam dan tersebar pada abad-abad permulaan sejarah umat Islam, yakni kaum yahudi dan nashrani, orang-orang munafik, zindiq, atau sangat fanatic terhadap golongan politiknya, mazhabnya, atau kebangsaannya . Hadits maudhu’ merupakan seburuk-buruk hadits dhaif. Peringatan Rasulullah SAW terhadap orang yang berdusta dengan hadits dhaif serta menjadikan Rasul SAW sebagai sandarannya.

“Barangsiapa yang sengaja berdusta terhadap diriku, maka hendaklah ia menduduki tempat duduknya dalam neraka”. Berikut dipaparkan beberapa contoh hadits maudhu’:

a) Hadits yang dikarang oleh Abdur Rahman bin Zaid bin Aslam; ia katakana bahwa hadits itu diterima dari ayahnya, dari kakeknya, dan selanjutnya dari Rasulullah SAW. berbunyi : “Sesungguhnya bahtera Nuh bertawaf mengelilingi ka’bah, tujuh kali dan shalat di maqam Ibrahim dua rakaat” Makna hadits tersebut tidak masuk akal. b) adapun hadits lainnya : “anak zina itu tidak masuk surga tujuh turunan”. Hadits tersebut bertentangan dengan Al-Qur’an. “Pemikul dosa itu tidaklah memikul dosa yang lain”. ( AlAn’am : 164 )

“Siapa yang memperoleh anak dan dinamakannya Muhammad, maka ia dan anaknya itu masuk surga”.

“orang yang dapat dipercaya itu hanya tiga, yaitu: aku ( Muhammad ), Jibril, dan Muawiyah”. Demikianlah sedikit uraian mengenai hadits maudhu’. Masih banyak hadits-hadits lainnya yang sengaja dibuat oleh pihak kufar. Sedikit sejarah, berdasarkan pengakuan dari mereka yang memalsukan, seperti Maisarah bin Abdi Rabbin AlFarisi, misalnya, ia mengaku telah membuat beberapa hadits tentang keutamaan Al-Qur’an dan 70 buah hadits tentang keutamaan Ali bin Abi Thalib. Abdul Karim, seorang zindiq, sebelum dihukum pancung ia telah memalsukan hadits dan mengatakan : “aku telah membuat 3000 hadits; aku halalkan

dan illat . hadits mu’allal berarti hadits yang terkena illat . tentu Allah dita’ati dengan sungguh-sungguh”. dan Umar bin Khaththab. atau pernah melakukan maksiat. niscaya masuk surga. contoh : “Barangsiapa yang mendirikan shalat.R Riwayat Abu Hatim )” Hadits di atas memiliki rawi-rawi yang lemah dan matannya pun berlainan dengan matan-matan hadits yang lebih kuat. menurut bahasa berarti hadits yang ditinggalkan / dibuang. Para ulama memberikan batasan bahwa hadits matruk adalah hadits yang diriwayatkan oleh orang-orang yang pernah dituduh berdusta ( baik berkenaan dengan hadits ataupun mengenai urusan lain ). mengerjakan haji. ‘Isa bin Ziyad. ( H. sekiranya tidak ada wanita. 3) Hadits Munkar Hadist munkar. seperti : Muhammad bin ‘Imran. Contoh hadits matruk : “Rasulullah Saw bersabda. 2) Hadits matruk atau hadits mathruh Hadits ini. dan menghormati tamu. lalai. hadits tersebut ditinggalkan / dibuang. Para ulama memberi batasan bahwa hadits ini adalah hadits yang mengandung sebab-sebab tersembunyi . ‘Abdur Rahim bin Zaid dan ayahnya. ternyata Abdur Rahim dan ayahnya pernah tertuduh berdusta. Batasan yang diberikan para ‘ulama bahwa hadits munkar ialah hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang lemah dan menyalahi perawi yang kuat. secara bahasa berarti hadits yang diingkari atau tidak dikenal. atau banyak wahamnya.barang yang haram dan aku haramkan barang yang halal”. membayarkan zakat. Oleh karena itu. Diantara nama-nama dalam sanad tersebut. 4) Hadits Mu’allal Menurut bahasa. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ya’qub bin Sufyan bin ‘Ashim dengan sanad yang terdiri dari serentetan rawi-rawi. Said bin mutstayyab.

ataupun keduanya. berarti hadits yang diputarbalikkan. selama mereka belum berpisah”. Kalimat akhir dari hadits tersebut adalah sisipan ( dengan tempat tinggal di taman surga ). Yang seharusnya dari Abdullah bin Dinar menjadi ‘Amru bin Dinar. yang sebenarnya bukan bagian dari hadits itu. Contoh : Rasulullah bersabda. Contoh : Rasulullah bersabda : “Saya adalah za’im ( dan za’im itu adah penanggung jawab ) bagi orang yang beriman kepadaku. semestinya hadits tersebut berbunyi : Rasulullah SAW bersabda : “Apa yang aku larag kamu . maka jauhilah ia sesuai kesanggupan kamu. namun setelah diteliti dengan seksama. Contoh : Rasulullah SAW bersabda : Apabila aku menyuruh kamu mengerjakan sesuatu. 6) Hadits Maqlub Menurut bahasa. maka kerjakanlah dia. 5) Hadits mudraj Hadist ini memiliki pengertian hadits yang dimasuki sisipan. “penjual dan pembeli boleh berkhiyar. sanadnya memiliki illat. Matan hadits ini sebenarnya shahih. dan selanjutnya dari Ibnu umar.yang menjatuhkan itu bisa terdapat pada sanad. dan berhijrah. apabila aku melarang kamu dari sesuatu. matan. Hadits di atas diriwayatkan oleh Ya’la bin Ubaid dengan bersanad pada Sufyan Ats-Tsauri. (Riwayat Ath-Tabrani) Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Para ulama menerangkan bahwa terjadi pemutarbalikkan pada matannya atau pada nama rawi dalam sanadnya atau penukaran suatu sanad untuk matan yang lain. dengan tempat tinggal di taman surga”. dari ‘Amru bin Dinar. karena tidak termasuk sabda Rasulullah SAW.

Kehujjahan hadits dhaif Khusus hadits dhaif. dengan beberapa syarat: a. 7) Hadits Syadz Secara bahasa. Lawan dari hadits ini adalah hadits mahfuzh.darinya. dan merupakan salah satu contoh hadits syadz pada matannya. Batasan yang diberikan para ulama. Maka menurut para ulama. Dari yang paling parah sampai yang mendekati shahih atau hasan. namun matan hadits tersebut ternyata ganjil. maka jauhilah ia. Pada hadits-hadits lain tidak dijumpai ungkapan . Keganjilan itu bisa pada sanad. Keganjilan hadits di atas terletak pada adanya ungkapan tersebut. hadits syadz adalah hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang dipercaya. asalkan bukan dalam perkara aqidah dan syariah (hukum halal haram). masih ada di antara hadits dhaif yang bisa dijadikan hujjah. dan apa yang aku suruh kamu mengerjakannya. Contoh : “Rasulullah bersabda : “Hari arafah dan hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan dan minum. Level Kedhaifannya Tidak Parah Ternyata yang namanya hadits dhaif itu sangat banyak jenisnya dan banyak jenjangnya. hadits ini berarti hadits ayng ganjil. maka para ulama hadits kelas berat semacam Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-Asqalani menyebutkan bahwa hadits dhaif boleh digunakan. pada matan. boleh digunakan untuk .” Hadits di atas diriwayatkan oleh Musa bin Ali bin Rabah dengan sanad yang terdiri dari serentetan rawi-rawi yang dipercaya. 3. maka kerjakanlah ia sesuai dengan kesanggupan kamu”. ataupun keduanya. Haditsnya mengandung keganjilan dibandingkan dengan hadits-hadits lain yang kuat. jika dibandingkan dengan hadits-hadits lain yang diriwayatkan oleh rawi-rawi yang juga dipercaya. tapi hadits itu berlainan dengan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah rawi yang juga dipercaya. Hadits yang level kedhaifannya tidak terlalu parah.

Sikap Ulama Terhadap Hadits Dhaif : Sebenarnya kalau kita mau jujur dan objektif. . ada juga pihak-pihak yang ngotot tetap tidak mau terima kalau hadits dhaif itu masih bisa ditolelir. Pendeknya. Bagi mereka hadits dhaif itu sama sekali tidak akan dipakai untuk apa pun juga. Di zaman sekarang ini. Maka tidak boleh hadits dha’if jadi pokok. ternyata ada juga kalangan ulama yang tetap . kita ini bukan apa-apanya dalam konstalasi para ulama hadits. tidak ada tempat buat hadits dhaif di hati mereka. kisah-kisah. sikap ulama terhadap hadits dhaif itu sangat beragam. Semuanya adalah orang-orang besar dalam bidang ilmu hadits serta para spesialis. Ketika Mengamalkannya. harus didampingi dengan hadits lainnya. Yahya bin Mu'in. Di antara mereka terdapat nama Al-Imam Al-Bukhari. Berada di bawah Nash Lain yang Shahih Maksudnya hadits yang dhaif itu kalau mau dijadikan sebagai dasar dalam fadhailul a'mal. c. Abu Bakar Al-Arabi. kita tidak boleh meyakini 100% bahwa ini merupakan sabda Rasululah SAW atau perbuatan beliau. tetapi dia harus berada di bawah nash yang sudah shahih. ada tokoh seperti Al-Albani dan para pengikutnya. b. Baik masalah keutamaan (fadhilah). Sebab dibandingkan dengan mereka. 2) Kalangan Yang Menerima Semua Hadits Dhaif Jangan salah. mereka itu bukan orang sembarangan. Apalagi kalau sampai masalah hukum dan aqidah. Dan menariknya. Ibnu Hazm dan lainnya. Bahkan hadits lainnya itu harus shahih. 1) Kalangan Yang Menolak Mentah-mentah Hadits Dhaif Namun harus kita akui bahwa di sebagian kalangan. ketika kita mengamalkan hadits dhaif itu. Tetapi yang kita lakukan adalah bahwa kita masih menduga atas kepastian datangnya informasi ini dari Rasulullah SAW.perkara fadahilul a'mal (keutamaan amal). Tidak Boleh Meyakini Ke-Tsabitannya Maksudnya. Maka posisi kita bukan untuk menyalahkan atau menghina salah satu kelompok itu. nasehat atau peringatan. Setidaknya kami mencatat ada tiga kelompok besar dengan pandangan dan hujjah mereka masing-masing. AlImam Muslim.

Syarat-syarat yang mereka ajukan untuk menerima hadits dhaif antara lain. Ibnul Mubarok dan yang lainnya. Mereka adalah kalangan yang boleh dibilang mau menerima secara bulat setiap hadits dhaif. Selain itu juga ada nama AlImam Abu Daud. 'Bila kami meriwayatkan hadits masalah halal dan haram. Mereka adalah kebanyakan ulama. atau parah kerancuan hafalannya tetap tidak bisa diterima. kami longgarkan. atau anjuran amal tambahan. Mazhab ini banyak dianut saat ini antara lain di Saudi Arabia. Sebab beda maqam dan beda posisi. Semua itu adalah pendapat para ulama pakar ilmu hadits. Ibnul Mahdi. sedhai'f-dha'if-nya suatu hadits. Tapi bila meriwayatkan masalah fadhilah dan sejenisnya. • Hadits itu punya asal yang menaungi di bawahnya • Hadits itu hanya seputar masalah nasehat. kisah-kisah. adalah: • Hadits dhaif itu tidak terlalu parah kedhaifanya. Kami ini bukan berada dalam posisi untuk mengkritisi salah satunya. Bagi mereka.menerima semua hadits dhaif. pendiri mazhab Hanbali. melainkan hanya sekedar berhati-hati. Bukan dalam masalah aqidah dan sifat Allah. jelas bukan pendapat kami. Semua keterangan di atas. sebagaimana diwakili oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dan juga Al-Imam An-Nawawi rahimahumalah. ." 3) Kalangan Menengah Mereka adalah kalangan yang masih mau menerima sebagian dari hadits yang terbilang dhaif dengan syarat-syarat tertentu. asal bukan hadits palsu (maudhu'). atau tertuduh sebagai pendusta. Sedangkan hadits dha'if yang perawinya sampai ke tingkat pendusta. tetap saja lebih tinggi derajatnya dari akal manusia dan logika. para imam mazhab yang empat serta para ulama salaf dan khalaf. kami ketatkan. juga bukan masalah hukum. • Ketika mengamalkannya jangan disertai keyakinan atas tsubut-nya hadits itu. Di antara para ulama yang sering disebut-sebut termasuk dalam kelompok ini antara lain Al-Imam Ahmad bin Hanbal. Al-Imam As-Suyuthi mengatakan bawa mereka berkata.

maka itulah yang perlu kita luruskan bersama. َ ُ َْ َ َ ِ ّ َ َ َ ّ ‫َ ّ َ ِ ٌ ََ َ ْ ِ ِ ََ ك‬ ‫وال غالب على أمره ولـ ِن أكْثر الناس ل يعلمون‬ “Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya.” (QS. Yûsuf [12]: 21) Meskipun ada sebagian kaum muslimin mengingkari Qur’an dan Hadits ( terlebih hadits dhaif )."(QS Yunus 36). “Demi masa. Menunjukkan betapa maha kuasanya Allah dalam memberikan kepahaman terhadap hamba-hambanya. Penutup 1. berfirman : "(Dan) kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka. Sesung. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nesehat-menasehati supaya menetapi .IV.guhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. Kesimpulan Pada materi hadits dhaif ini. Karena sesungguhnya Allah SWT. dapat kita petik kesimpulan bahwa kajian ke-islaman itu sangatlah luas.

Melalui ‘aqliyyah islâmiyyah seorang Muslim juga akan memiliki kesadaran dan pemikiran yang matang. Karena itu. perbuatan. tetapi apa yang diomongkan berbeda dengan apa yang dilakukan. Setiap Muslim diperintahkan untuk memiliki kepribadian Islam (syakhshiyah islâmiyah). Dalam terminologi Islam perkataan dimaksud adalah perkataan dari Nabi Muhammad SAW. orang pintar bicara. Dengan mengetahui Ilmu Hadits ( di sini lebih dikhususkan hadits dhaif ). kepribadian Islam tidak cukup dengan ‘aqliyyah islâmiyyah melainkan harus dipadukan dengan nafsiyyah .(TQS Al-‘Ashr [103] : 1-3) Terbaginya hadits dhaif dalam dua bagian. termotivasi untuk terus mencari dan mengamalkannya karena pembahasan dalam makalah ini hanyalah berisi sebagian kecilnya saja. Pengertian Hadist Pengertian Hadist secara literal berarti perkataan atau percakapan. Namun sering kali kata ini mengalami perluasan makna sehingga . ‘aqliyyah islâmiyyah saja tidak cukup. dan peristiwa sesuai dengan hukum-hukum syariah. mampu menyatakan ungkapan yang kuat dan tepat. pandai berdebat tentang dalil.kebenaran”. Banyak ilmu saja tidak cukup. Dia dapat mengetahui mana yang halal dan mana yang haram serta mana yang terpuji dan mana yang tercela berdasarkan syariah Islam. Kepribadian Islam itu mencakup cara berpikir islami (’aqliyyah islâmiyyah) dan pola sikap islami (nafsiyyah islâmiyah). Namun. tentu akan membuat aqliyah kita menjadi semakin terpacu untuk berpikir dan menggali pengetahuan secara lebih mendalam serta dilandasi nafsiyah ( sikap ) keimanan dan ketakwaan yang mantap. maupun matannya. Tidak jarang. sanad. karena gugurnya rawi dan atau karena cacat pada rawi atau matan semakin memudahkan kita untuk mengetahui sebab-sebab mengapa hadits-hadits menjadi dhaif. baik dari segi rawinya ( orang yang meriwayatkan ). serta mampu menganalisis berbagai peristiwa dengan benar. Dengan ‘aqliyyah islâmiyyah seseorang dapat mengeluarkan keputusan hukum tentang benda.

Ibnu Abbas dan Ibnu AlZubair mengatakan: "Kakek adalah (diperlakukan seperti) ayah". Contoh hadits ini adalah: Imam Muslim meriwayatkan dalam pembukaan sahihnya bahwa Ibnu Sirin mengatakan: "Pengetahuan ini (hadits) adalah agama. dari Qatadah dari Anas dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda:"Tidak beriman diantara kamu sekalian hingga kamu mencintai saudaramu seperti kamu mencintai dirimu sendiri" (Hadits riwayat Bukhari) Sanad ialah rantai penutur/perawi (periwayat) hadits..". Contoh: Al Bukhari dalam kitab Al-Fara'id (hukum waris) menyampaikan bahwa Abu Bakar. Secara struktur hadits terdiri atas dua komponen utama yakni sanad/isnad (rantai penutur) dan matan (redaksi). ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama. Signifikansi jumlah sanad dan penutur dalam tiap thaqabah sanad akan menentukan derajat hadits tersebut. maka berhati-hatilah kamu darimana kamu mengambil agamamu". hal ini dijelaskan lebih jauh pada klasifikasi hadits. mauquf (terhenti) dan maqtu' : Hadits Marfu' adalah hadits yang sanadnya berujung langsung pada Nabi Muhammad SAW (contoh:hadits sebelumnya). . perbuatan. Namun jika ekspresi yang digunakan sahabat seperti "Kami diperintahkan.. Dari contoh sebelumnya maka matan hadits bersangkutan ialah: "Tidak beriman diantara kamu sekalian hingga kamu mencintai saudaramu seperti kamu mencintai dirimu sendiri" Berdasarkan ujung sanad... Hadits Mauquf adalah hadits yang sanadnya terhenti pada para sahabat nabi tanpa ada tanda-tanda baik secara perkataan maupun perbuatan yang menunjukkan derajat marfu'. Jika diambil dari contoh sebelumnya maka sanad hadits bersangkutan adalah Al-Bukhari > Musaddad > Yahyaa > Shu’bah > Qataadah > Anas > Nabi Muhammad SAW Sebuah hadits dapat memiliki beberapa sanad dengan jumlah penutur/perawi bervariasi dalam lapisan sanadnya. "Kami terbiasa. contoh: Musaddad mengabari bahwa Yahyaa sebagaimana diberitakan oleh Shu'bah.". Hadits Maqtu' adalah hadits yang sanadnya berujung pada para Tabi'in (penerus). Sanad terdiri atas seluruh penutur mulai dari orang yang mencatat hadits tersebut dalam bukunya (kitab hadits) hingga mencapai Rasulullah. Matan ialah redaksi dari hadits. lapisan dalam sanad disebut dengan thaqabah. hadits dibagi menjadi 3 golongan yakni marfu' (terangkat). "Kami dilarang untuk. Hadits sebagai sumber hukum dalam agama Islam memiliki kedudukan kedua pada tingkatan sumber hukum dibawah Al Qur'an. jika sedang bersama rasulullah" maka derajat hadits tersebut tidak lagi mauquf melainkan setara dengan marfu'..disinonimkan dengan sunnah sehingga berarti segala perkataan (sabda).

Science of Hadits). Hadits Munqati'.Keaslian hadits yang terbagi atas golongan ini sangat bergantung pada beberapa faktor lain seperti keadaan rantai sanad maupun penuturnya. Berdasarkan jumlah penutur adalah jumlah penutur dalam tiap tingkatan dari sanad. Bila penutur 1 tidak dijumpai atau dengan kata lain seorang tabi'in menisbatkan langsung kepada Rasulullah SAW (contoh: seorang tabi'in (penutur2) mengatakan "Rasulullah berkata" tanpa ia menjelaskan adanya sahabat yang menuturkan kepadanya). sebuah hadits tergolong musnad apabila urutan sanad yang dimiliki hadits tersebut tidak terpotong pada bagian tertentu." tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah). Ilustrasi sanad : Pencatat Hadits > penutur 4> penutur 3 > penutur 2 (tabi'in) > penutur 1(Para sahabat) > Rasulullah SAW Hadits Musnad... . Hadits mutawatir. Namun klasifikasi ini tetap sangat penting mengingat klasifikasi ini membedakan ucapan dan tindakan Rasulullah SAW dari ucapan para sahabat maupun tabi'in dimana hal ini sangat membantu dalam area perdebatan dalam fikih (Suhaib Hasan. Mu'allaq. telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan. hadits terbagi menjadi beberapa golongan yakni Musnad. Berdasarkan keutuhan rantai/lapisan sanad. Berdasarkan klasifikasi ini hadits dibagi atas hadits Mutawatir dan hadits Ahad. Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah sanad minimum hadits mutawatir (sebagian menetapkan 20 dan 40 orang pada tiap lapisan sanad). Yakni urutan penutur memungkinkan terjadinya transfer hadits berdasarkan waktu dan kondisi. Hadits Mursal. Bila sanad putus pada salah satu penutur yakni penutur 4 atau 3 Hadits Mu'dal bila sanad terputus pada dua generasi penutur berturut-turut. Mu'dal dan Mursal. Hadits Mu'allaq bila sanad terputus pada penutur 4 hingga penutur 1 (Contoh: "Seorang pencatat hadits mengatakan. Hadits mutawatir sendiri dapat dibedakan antara dua jenis yakni mutawatir lafzhy (redaksional sama pada tiap riwayat) dan ma'nawy (pada redaksional terdapat perbedaan namun makna sama pada tiap riwayat). Jadi hadits mutawatir memiliki beberapa sanad dan jumlah penutur pada tiap lapisan (thaqabah) berimbang.. atau ketersediaan beberapa jalur berbeda yang menjadi sanad hadits tersebut. Munqati'. Keutuhan rantai sanad maksudnya ialah setiap penutur pada tiap tingkatan dimungkinkan secara waktu dan kondisi untuk mendengar dari penutur diatasnya. adalah hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad dan tidak terdapat kemungkinan bahwa mereka semua sepakat untuk berdusta bersama akan hal itu.

Hadits Dhaif (lemah). Tingkatan hadits pada klasifikasi ini terbagi menjadi 4 tingkat yakni shahih. mu’allaq. hasan. meski pada lapisan lain terdapat banyak penutur). yakni tingkatan tertinggi penerimaan pada suatu hadits. bila terdapat lebih dari dua jalur sanad (tiga atau lebih penutur pada salah satu lapisan) namun tidak mencapai derajat mutawatir. Hadits Hasan. Aziz. memiliki sifat istiqomah. Menurut Ibnu Hajar Al Atsqalani . ialah hadits yang sanadnya tidak bersambung (dapat berupa mursal. yang berarti hadits yang ditinggalkan yaitu Hadits yang hanya dirwayatkan oleh seorang perawi saja dan perawi itu dituduh berdusta. berakhlak baik. Berdasarkan tingkat keaslian hadits adalah klasifikasi yang paling penting dan merupakan kesimpulan terhadap tingkat penerimaan atau penolakan terhadap hadits tersebut. da'if dan maudu' Hadits Shahih. dan kuat ingatannya. tidak fasik. Matannya tidak mengandung kejanggalan/bertentangan(syadz) serta tidak ada sebab tersembunyi atau tidak nyata yg mencacatkan hadits. terjaga muruah (kehormatan)nya. diriwayatkan oleh rawi yg adil namun tidak sempurna ingatannya.Background Hadits ahad. mengandung kejanggalan atau cacat. Mashur. Hadits shahih memenuhi persyaratan sebagai berikut: Sanadnya bersambung. mudallas. yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yang lemah yang bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang terpercaya/jujur. hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang namun tidak mencapai tingkatan mutawatir. Diriwayatkan oleh penutur/perawi yg adil. bila hadits yg tersebut sanadnya bersambung. bila terdapat dua jalur sanad (dua penutur pada salah satu lapisan). munqati’ atau mu’dal)dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil atau tidak kuat ingatannya. Hadits Mu'allal. Hadits Maudu'. Hadits Mungkar. artinya hadits yang dinilai sakit atau cacat yaitu hadits yang didalamnya terdapat cacat yang tersembunyi. serta matannya tidak syadz serta cacat. Adapun beberapa jenis hadits lainnya yang tidak disebutkan dari klasifikasi di atas antara lain: Hadits Matruk. bila hanya terdapat satu jalur sanad (pada salah satu lapisan terdapat hanya satu penutur. Hadits ahad kemudian dibedakan atas tiga jenis antara lain : Gharib. bila hadits dicurigai palsu atau buatan karena dalam sanadnya dijumpai penutur yang memiliki kemungkinan berdusta.

ada pula yang memasukkan Musnad dari Ahmad bin Hanbal sebagai bagian dari aturan tersebut. ada yang menyatakan dengan Koleksi Enam Hadits utama ada pula dengan Koleksi Tujuh Hadits Utama.bahwa hadis Mu'allal ialah hadits yang nampaknya baik tetapi setelah diselidiki ternyata ada cacatnya. Hadits Mudallas. Selain itu. disusun oleh Ibnu Majah (209-273). Ada beberapa perdebatan yang terjadi apakah anggota ke-6 dari aturan ini seharusnya Ibnu Majah atau Muwatta' dari Imam Malik. Aturan-aturan ini. Hadits yang jarang yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi orang yang terpercaya yang bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan dari perawi-perawi yang lain. disusun oleh an-Nasa'i (215-303 H) Sunan Ibnu Majah. yaitu hadits yang terbalik sebagian lafalnya hingga pengertiannya berubah. Yaitu Hadits yang diriwayatkan oleh melalui sanad yang memberikan kesan seolaholah tidak ada cacatnya. disusun oleh Bukhari (194-256 H) Shahih Muslim. Hadits Syadz. disusun oleh Muslim (204-262 H) Sunan Abu Daud. Shahih Bukhari dan Shahih Muslim biasanya dianggap yang paling dipercaya dari koleksi ini. Hadits Mudlthorib. padahal sebenarnya ada. Hadits Mudraj. disusun oleh At-Turmudzi (209-279 H) Sunan an-Nasa'i. Hadits Munqalib. termasuk: Shahih Bukhari. disusun oleh Abu Dawud (202-275 H) Sunan at-Turmudzi. Hadits Maqlub. . Hadits ini biasa juga disebut Hadits Ma'lul (yang dicacati) dan disebut Hadits Mu'tal (Hadits sakit atau cacat). disebut juga hadits yang disembunyikan cacatnya. Jadi Hadits Mudallas ini ialah hadits yang ditutup-tutupi kelemahan sanadnya Periwayat Hadits Periwayat Hadits yang diterima oleh Muslim Sunni Aturan-aturan Hadits dari Sunni mendapatkan bentuk terakhirnya kurang lebih 3 abad setelah meninggalnya Nabi Muhammad. artinya hadits yang kacau yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi dari beberapa sanad dengan matan (isi) kacau atau tidaksama dan kontradiksi dengan yang dikompromikan. yakni hadits yang terbalik yaitu hadits yang diriwayatkan ileh perawi yang dalamnya tertukar dengan mendahulukan yang belakang atau sebaliknya baik berupa sanad (silsilah) maupun matan (isi). Ilmuwan hadits yang kemudian memperdebatkan keotentikan beberapa hadits tetapi otoritas dari buku-buku tersebut meningkat dengan pesat. baik dalam sanad atau pada gurunya. yaitu hadits yang mengalami penambahan isi oleh perawinya.

Al Arba'ah maksudnya empat perawi yaitu mereka yang tersebut di atas selain Ahmad. Hadits yang diterima terbagi menjadi dua. yaitu hadits yang shahih dan hasan. yang melawan Ali pada Perang Jamal. terdapat beberapa istilah yang dijumpai pada ilmu hadits antara lain: Muttafaq 'Alaih (disepakati atasnya) yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sumber sahabat yang sama. Ada beberapa sekte dalam Syi'ah. istri Muhammad saw. Klasifikasi Hadits berdasarkan pada Kuat Lemahnya Berita Berdasarkan pada kuat lemahnya hadits tersebut dapat dibagi menjadi 2 (dua). melalui Fatimah az-Zahra. Ats tsalatsah maksudnya tiga perawi yaitu mereka yang tersebut di atas selain Ahmad. Hadits Yang Diterima (Maqbul) . Imam Abu Daud. Imam Muslim. Imam Nasa'i dan Imam Ibnu Majah. As Sittah maksudnya enam perawi yakni mereka yang tersebut diatas selain Ahmad bin Hambal. Imam Muslim dan Ibnu Majah. Syi'ah tidak menggunakan hadits yang berasal atau diriwayatkan oleh mereka yang menurut kaum syi'ah diklaim memusuhi Ali. tetapi sebagian besar menggunakan: Usul al-Kafi Al-Istibsaar Al-Tahzeeb Mun La Yah DuruHu al-Faqeeh Kitab-kitab Hadits Beberapa kitab hadits yang masyhur/populer antara lain: Riyadhus Shalihin Shahih Bukhari Shahih Muslim Beberapa istilah dalam ilmu hadits Berdasarkan siapa yang meriwayatkan. 1.Periwayat Hadits yang diterima oleh Muslim Syi'ah Muslim Syi'ah hanya mempercayai hadits yang diriwayatkan oleh keturunan Muhammad saw. atau oleh pemeluk Islam awal yang memihak Ali bin Abi Thalib. Al Khamsah maksudnya lima perawi yaitu mereka yang tersebut diatas selain Imam Bukhari dan Imam Muslim. Imam Bukhari. Sedangkan yang tertolak disebut juga dengan dhaif. yaitu hadits maqbul (diterima) dan mardud (tertolak). dikenal dengan Hadits Bukhari dan Muslim. Imam Bukhari dan Imam Muslim. Imam Turmudzi. As Sab'ah berarti tujuh perawi yaitu: Imam Ahmad. seperti Aisyah. Imam Bukhari.

1. para ulama mempunyai pendapat tersendiri seperti yang disebutkan berikut ini: . Definisi: Menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Nukhbatul Fikar. Hasan adalah sifat yang bermakna indah. memahami maksudnya dan maknanya Sanadnya tiada putus (bersambung-sambung) artinya sanad yang selamat dari keguguran atau dengan kata lain. sempurna ingatan. dan tidak mengikuti pendapat salah satu mazhab yang bertentangan dengan dasar syara’ Sempurna ingatan (dhabith). Syarat-Syarat Hadits Shahih: Untuk bisa dikatakan sebagai hadits shahih. Hadits Shahih 1. 1.2. menguasai apa yang diriwayatkan.1. 1. Sedangkansecara istilah. 1. menjauhi dosa-dosa kecil. 1. Definisi Secara bahasa. artinya ingatan seorang rawi harus lebih banyak daripada lupanya dan kebenarannya harus lebih banyak daripada kesalahannya. yang dimaksud dengan hadits shahih adalah adalah: Hadits yang dinukil (diriwayatkan) oleh rawi yang adil. 1. artinya seorang rawi selalu memelihara ketaatan dan menjauhi perbuatan maksiat. Hadits itu tidak ber’illat (penyakit yang samar-samar yang dapat menodai keshahihan suatu hadits) Tidak janggal. sanadnya bersambung-sambung.Hadits yang diterima dibagi menjadi 2 (dua): 1. artinya tidak ada pertentangan antara suatu hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang maqbul dengan hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang lebih rajin daripadanya. tiap-tiap rawi dapat saling bertemu dan menerima langsung dari yang memberi hadits. Hadits Hasan 1. maka sebuah hadits haruslah memenuhi kriteria berikut ini: • • • • • Rawinya bersifat adil. tidak ber’illat dan tidak janggal. 2. Dalam kitab Muqaddimah At-Thariqah Al-Muhammadiyah disebutkan bahwa definisi hadits shahih itu adalah: Hadits yang lafadznya selamat dari keburukan susunan dan maknanya selamat dari menyalahi ayat Quran. tidak melakukan perkara mubah yang dapat menggugurkan iman. 2.

tiada terdapat kejanggalan pada matannya dan hadits itu diriwayatkan tidak dari satu jurusan (mempunyai banyak jalan) yang sepadan maknanya. Atau hadits yang bersambung-sambung sanadnya dengan orang yang adil yang kurang kuat hafalannya dan tidak terdapat padanya sydzudz dan illat.2. terkenal makhrajnya dan dikenal para perawinya. bersambung-sambung sanadnya dan tidak terdapat ‘illat serta kejanggalan matannya. Klasifikasi Hadits Hasan Hasan Lidzatih Yaitu hadits hasan yang telah memenuhi syarat-syaratnya. maka pasti aku perintahkan untuk menggosok gigi setiap waktu shalat . yang musnad jalan datangnya sampai kepada nabi SAW dan yang tidak cacat dan tidak punya keganjilan.Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Nukhbatul Fikar menuliskan tentang definisi hadits Hasan: Hadits yang dinukilkan oleh orang yang adil. Al-Khattabi menyebutkan tentang pengertian hadits hasan: Hadits yang orang-orangnya dikenal. Abu Ishaq as-Suba'i dalam kalangan ulama Kufah dan Atha' bagi penduduk kalangan Makkah. Jumhur ulama: Hadits yang dinukilkan oleh seorang yang adil (tapi) tidak begitu kuat ingatannya. Maka bisa disimpulkan bahwa hadits hasan adalah hadits yang pada sanadnya tiada terdapat orang yang tertuduh dusta. yang kurang kuat ingatannya. Di antara contoh hadits ini adalah: ‫لول أن أشق على أمتي لمرتهم بالسواك عند كل صلة‬ Seandainya aku tidak memberatkan umatku. At-Tirmizy dalam Al-Ilal menyebutkan tentang pengertian hadits hasan: Hadits yang selamat dari syuadzudz dan dari orang yang tertuduh dusta dan diriwayatkan seperti itu dalam banyak jalan. 1. Yang dimaksud dengan makhraj adalah dikenal tempat di mana dia meriwayatkan hadits itu. Seperti Qatadah buat penduduk Bashrah. yang muttashil (bersambung-sambung sanadnya).2.

tidak tampak adanya sebab yang menjadikan fasik dan matan haditsnya adalah baik berdasarkan periwayatan yang semisal dan semakna dari sesuatu segi yang lain. maka posisi hadits ini menjadi hasan li ghairihi. Hadits Mardud (Tertolak) Setelah kita bicara hadits maqbul yang di dalamnya adahadits shahih dan hasan. Kedudukan Hadits Hasan adalah berdasarkan tinggi rendahnya ketsiqahan dan keadilan para rawinya. Hadits yang tertolak adalah hadits yang dhaif dan juga hadits palsu. Di antara contoh hadits ini adalah hadits tentang Nabi SAW membolehkan wanita menerima mahar berupa sepasang sandal: ‫" أرضيت من نفسك ومالك بنعلين؟ قالت: نعم، فأجاز‬Apakah kamu rela menyerahkan diri dan hartamu dengan hanya sepasang sandal ini?" Perempuan itu menjawab. karena diriwayatkan oleh Turmuzy dari 'Ashim bin Ubaidillah dari Abdullah bin Amr. hanya sebagian orang yang bodoh dan awam . "Ya. Andaikata tidak ada 'Adhid. bukan pelupa yang banyak salahnya. Karena kekurangan yang terdapat pada sanad pertama. Sebenarnya hadits palsu bukan termasuk hadits. namun karena ada ada mu'adhdhid. Namun karena ada jalur lain yang lebih kuat. naiklah dia dari derajat hasan li dzatihi kepada derajat shahih. yang paling tinggi kedudukannya ialah yang bersanad ahsanu’l-asanid. maka derajatnya naik sedikit menjadi hasan li ghairihi. Ringkasnya. yaitu kurang kuat hafalan perawinya telah hilang dengan ada sanad yang lain yang lebih kuat. Hadits Shahih dan Hadits Hasan ini diterima oleh para ulama untuk menetapkan hukum (Hadits Makbul). Hadits ini asalnya dhaif (lemah).Hadits Hasan lighairih Yaitu hadits hasan yang sanadnya tidak sepi dari seorang mastur (tak nyata keahliannya)." Maka nabi SAW pun membolehkannya. yaitu hadits yang tertolak. Hadits Hasan Naik Derajat Menjadi Shahih Bila sebuah hadits hasan li dzatihi diriwayatkan lagi dari jalan yang lain yang kuat keadaannya. As-Suyuti mengatakan bahwa 'Ashim ini dhaif lantaran lemah hafalannya. atau dengan ada beberapa sanad lain. *** 2. hadits hasan li ghairihi ini asalnya adalah hadits dhaif (lemah). sekarang kita bicara tentang kelompok yang kedua. maka kedudukannya dhaif.

3. 2. Penyebab Tertolak Ada beberapa alasan yang menyebabkan tertolaknya Hadits Dhaif. Karena Matan (Isi Teks) Yang Bermasalah Selain karena dua hal di atas.1 Definisi: Hadits Dhaif yaitu hadits yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat hadits Shahih atau hadits Hasan. mereka tidak mengingkarinya . hadis dhaif menjadi tertolak untuk dijadikan landasan aqidah dan syariah. Hadits Dhaif yang disebabkan suatu sifat pada matan ialah hadits Mauquf dan Maqthu’ Oleh karenanya para ulama melarang menyampaikan hadits dhaif tanpa menjelaskan sanadnya. Adapun kalau dengan sanadnya. yaitu banyak salah lengah dalam menghafal Banyak waham (prasangka) disebut hadits mu’allal Menyalahi riwayat orang kepercayaan Tidak diketahui identitasnya (hadits Mubham) Penganut Bid’ah (hadits mardud) Tidak baik hafalannya (hadits syadz dan mukhtalith) 2. 2. Sedangkan hadits dhaif memang benar sebuah hadits.2. misalnya karena: • • • • • • • • Dusta (hadits maudlu) Tertuduh dusta (hadits matruk) Fasik. kedhaifan suatu hadits bisa juga terjadi karena kelemahan pada matan.1 Adanya Kekurangan pada Perawinya Baik tentang keadilan maupun hafalannya.yang memasukkannya ke dalam hadits.2. Hadits Dhaif merupakan hadits Mardud yaitu hadits yang tidak diterima oleh para ulama hadits untuk dijadikan dasar hukum. hanya saja karena satu sebab tertentu.2.2. yaitu: 2. Karena Sanadnya Tidak Bersambung • • • • Kalau yang digugurkan sanad pertama disebut hadits mu’allaq Kalau yang digugurkan sanad terakhir (sahabat) disebut hadits mursal Kalau yang digugurkan itu dua orang rawi atau lebih berturut-turut disebut hadits mu’dlal Jika tidak berturut-turut disebut hadits munqathi’ 2. 2.

. tetap harus didasari dengan hadits yang kuat.2. Imam Al-Bukhari dan Muslim memang menjadi maskot masalah keshahihan suatu riwayat hadits. hukum akad nikah. sementara derajat periwayatannya lemah.3. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim menetapkan bahwa bila hadits dha'if tidak bisa digunakan meski hanya untuk masalah keutamaan amal. selama hadits itu belum sampai kepada derajat maudhu' (palsu). yaitu untuk targhib atau memberi semangat menggembirakan pelakunya atau tarhib (menakutkan pelanggarnya). Namun pernyataan beliau ini seringkali dipahami secara salah kaprah. Kitab shahih karya mereka masing-masing adalah kitab tershahih kedua dan ketiga di permukaan muka bumi setelah Al-Quran Al-Kariem. melainkan kita boleh menggunakan hadits dha'if untuk menggambarkan bahwa suatu amal itu berpahala besar. yang sering diistilahkan dengan fadhailul a'mal. Sedangkan setiap amal sunnah. maka orang itu salah seorang pendusta. (HR Bukhari Muslim) Sedangkan Al-Imam An-Nawawi rahimahulah di dalam kitab Al-Adzkar mengatakan bahwa para ulama hadits dan para fuqaha membolehkan kita mempergunakan hadits yang dhaif untuk memberikan targhib atau tarhib dalam beramal. Jadi kita tetap tidak boleh menetapkan sebuah ibadah yang bersifat sunnah hanya dengan menggunakan hadits yang dhaif. Senjata utama mereka yang paling sering dinampakkan adalah hadits dari Rasulullah SAW: Siapa yang menceritakan sesuatu hal dari padaku padahal dia tahu bahwa hadits itu bukan haditsku. Tidak boleh siapapun dengan tujuan apapun menyandarkan suatu hal kepada Rasulullah SAW. Ketegasan sikap kalangan ini berangkat dari karakter dan peran mereka sebagai orang-orang yang berkonsentrasi pada keshahihan suatu hadits. hukum thalaq dan lain-lain. Demikian juga para pengikut Daud Azh-Zhahiri serta Abu Bakar Ibnul Arabi Al-Maliki. Banyak yang menyangka bahwa maksud pernyataan Imam An-Nawawi itu membolehkan kita memakai hadits dhaif untuk menetapkan suatu amal yang hukumnya sunnah. Demikian juga dengan hukum jual beli. Tetapi mereka berselisih faham tentang mempergunakan hadits dha'if untuk menerangkan keutamaan amal. Hukum Mengamalkan Hadits Dhaif Segenap ulama sepakat bahwa hadits yang lemah sanadnya (dhaif) untuk masalah aqidah dan hukum halal dan haram adalah terlarang. Padahal yang benar adalah masalah keutamaan suatu amal ibadah.

Sedangkan ‫ موضع‬merupakan derivasi dari kata – ‫وضع‬ ‫ يضع – وضعا‬yang secara bahasa berarti menyimpan. maka haditsnya tidak bisa dipakai. Mahmud Thahan didalam kitabnya mengatakan. Sedangkan sebuah amal yang tidak punya dasar sama sekali tidak boleh dilakkan hanya berdasarkan hadits yang lemah. dan dipindahkan dari seseorang kepada orang yang lain. 2009 pukul 12:50 pm · Disimpan dalam Ilmu Hadits Oleh: Dede KS. Sebab derajat haditsnya sudah sangat parah kelemahannya. tidak boleh diyakini bahwa semangat itu datangnya dari nabi SAW. diperbincangkan. Pengertian Hadits Maudhu ‫ الحديث‬secara bahasa berarti ‫ . padahal beliau tidak mengatakan dan memperbuatnya. Dr. atau tertuduh sebagai pendusta atau yang terlalu sering keliru. dilihat dari sudut apakah hadits itu bisa diterima ataukah hadits itu tertolak. Perbuatan amal itu masih termasuk di bawah suatu dasar yang umum. Derajat kelemahan hadits itu tidak terlalu parah.الجديد‬yaitu sesuatu yang baru. Haliman A. Ahmad Sarwat. Yaitu sesuatu yang diberitakan. mengada-ngada atau membuat-buat. ‫اذا كان سبب الطعن فى الروى هو الكذ ب على رسول ال فحد يثه يسمى الموضع‬ . Ketika seseorang mengamalkan sebuah amalan yang disemangati dengan hadits lemah. Perawi yang telah dicap sebagai pendusta. Wallahu a'lam bishshawab. selain itu hadits pun berarti ‫ .Lagi pula. الخبر‬berita. maka ada beberapa syarat yang juga harus terpenuhi. Adapun pengertian hadits maudhu’ (hadits palsu) secara istilah ialah: ‫ما نسب الى رسول ال صلى ال عليه و السلم إختلفا و كذبا مما لم يقله أويقره‬ ّ Apa-apa yang disandarkan kepada Rasulullah secara dibuat-buat dan dusta. 2. antara lain: 1. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 3. Mustafa Azmi. Agar kita terhindar dari menyandarkan suatu hal kepada Rasulullah SAW sementara beliau tidak pernah menyatakan hal itu. Lc Januari 25. Demikian sekelumit informasi singkat tentang pembagian hadits. kalau pun sebuah hadits itu boleh digunakan untuk memberi semangat dalam beramal.

Apabila sebab keadaan cacatnya rowi dia berdusta terhadap Rasulullah. maka bunuhlah dia” a. Motif-motif yang mendorong pembuatan hadits maudhu’ Ada banyak hal yang mendorong seseorang untuk membuat hadits palsu (maudhu’). dengan alasan Ahmad Amin tidak mempunyai alasan secara histories. Menurut jumhur muhadditsin. maka haditsnya dinamakan maudhu’. Sejarah Perkembangan Hadits Palsu Para ahli berbeda pendapat dalam menentukan kapan mulai terjadinya pemalsuan hadits. Kaum Syafi’i mengatakan “saya tidak melihat suatu kaum yang lebih berani berdusta selain kaum Rafidhah”. bahkan mereka pun menciptakan hadits tentang keutamaan Fatimah. telah terjadi pemalsuan hadits. Mempertahankan ideologi partai (golongan)nya sendiri dan menyerang golongan yang lain. Karena itu apabila Rasulullah rindu akan bau-bauan surga. tidak tercantum didalam kitab-kitab standar yang berkaitan dengan Asbabul Wurud. Kemudian sayyidah Khodijah menghubungkan buah tersebut dengan Fatimah. Misal munculnya Syiah. b. kemudian Khawarij. tidak pernah ada seorang sahabatpun yang sengaja berbuat dusta kepadanya. hadits masih bisa dikatakan selamat dari pemalsuan. Akan tetapi pendapat ini kurang disetujui oleh H. Misalkan mereka membuat hadits untuk menjelek-jelekan Muawiyah sebagai berikut: ‫ااذا رايتم معاوية على منبرى فاقتله‬ “Apabila kamu melihat Muawiyah berada diatas mimbarku.Mudatsir didalam bukunya Ilmu Hadits. C. من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار‬ ّ ّ ّ ّ Menurutnya hadits tersebut menggambarkan kemungkinan pada zaman Rasulullah Saw. mereka pun membuat hadits-hadits untuk menyerang golongan yang lain. Dan data menunjukan sepanjang masa Rasulullah Saw. bahwa hadits palsu terjadi sejak jaman Rasulullah Saw. yaitu diantaranya: a. Misalkan hadits yang mereka buat sebagai berikut: ‫لما اسرى النبي اتاه جبريل بسفرجلة من الجنة قاكلها فعلقت السيدة خديجة بقاطمة فكان اذاشتاق الى رائحة‬ ‫الجنة شم فاطمة‬ “Ketika Nabi diisra’kan. Sebelum terjadi pertentangan antara Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah bin Abu Sufyan. Pertentangan politik kekhilafahan yang timbul sejak akhir kekhalifahan Usman bin Affan dan awal kekhalifahan Ali bin Abi Thalib bisa dikatakan sebagai sebab munculnya golongan-golongan yang saling menyerang dengan pembuatan hadits-hadits palsu. Disamping mereka membuat hadits-hadits palsu untuk memuji golongan mereka sendiri. sebab Khodijah telah meninggal sebelum peristiwa Isra. Golongan Syiah yang paling banyak menciptakan hadits palsu ialah Syiah Rafidhah. bahwa hadits telah mengalami pemalsuan sejak jaman khalifah Ali bin Abi Thalib. beliau beralasan dengan sebuah hadits yang matannya ‫. Jibril datang memberikan buah Safarjalah dari surga. selain itu pemalsuan hadits dijaman Rasulullah Saw. Mereka membuat hadits-hadits palsu tentang keutamaan Ali bin Abi Thalib dan Ahlul Bait. beliau lalu mencium Fatimah” Kepalsuan hadits ini sangat jelas sekali. Menurut Ahmad Amin. Diantara pendapat-pendapat yang ada sebagai berikut: a. ( Taysiru Musthalahu Alhadits:89) Dan pengertiannya secara istilah beliau mengatakan ‫هو الكذب المختلق المنصوع المنسوب الى رسول ال صلى ال عليه والسلم‬ Hadits yang dibuat oleh seorang pendusta yang dibangsakan kepada Rasulullah ( Taysiru Musthalahu Alhadits:89) B. Untuk merusak dan mengeruhkan agama Islam .

kebahasaan. membuat hadits palsu: ‫من رفع يديه في الصلة قل صلة له‬ “Barangsiapa yang mengangkat kedua tangannya dalam shalat maka tidaklah sah shalatnya” Dan masih banyak lagi motiv-motiv seseorang membuat hadits palsu. a. Mereka yang ta’asub (fanatik) kepada bangsa dan bahasa parsi menciptakan hadits maudhu sebagai berikut: ‫ان ال اذا غضب انزل الوحي بالعربية واذا رضى انزل الوحي بالفارسية‬ “Sesungguhnya Allah apabila marah. kedaerahan. Mempertahankan madzhab dalam masalah khilafiyah fiqhiyah dan kalamiyah. misalkan kisah-kisah yang menggembirakan tentang surga: “Didalam surga itu terdapat bidadari-bidadari yang berbau harum semerbak. . maka Dia menurunkan wahyu dalam bahasa Arab. akhlaq. Dan diantara contoh haditshadits palsu yang bermotiv karena kultus terhadap imam diantaranya: ‫سيكون رجل في امتي يقال ابو حنيفة النعمان هو نوراامتي‬ “Nanti akan lahir seorang laki-laki pada umatku bernama Abu Hanifah an-Nu’man. Mereka yang menganggap tidak syah shalat dengan mengangkat tangan dikala shalat. Fanatik kebangsaan. kesukuan. dan kultus terhadap Imam mereka. sebagai pelita umatku” Ada juga golongan Syafi’iyah yang sempit pandangannya dan melibatkan diri untuk membuat hadits palsu untuk melawan pengikut-pengikut Abu Hanifah: “Akan lahir seorang laki-laki pada umatku yang bernama Muhamad bin Idris. Kisah dan nasihat itu mereka nisbatkan kepada nabi. diantaranya dengan motiv untuk mencari muka dihadapan penguasa. pengobatan dan hokum tentang halal dan haram. Membuat kisah-kisah dan nasihat-nasihat untuk menarik minat para pendengarnya. sambil berjabatan tangan dengan orang-orang yang berkendaraan dan memeluk orang-orang yang berjalan”. Yang demikian itu tetap berjalan selama tujuh puluh ribu tahun tanpa bergeser sedikitpun” a. Dengan maksud untuk merusak dan mengeruhkan agama Islam mereka membuat beribu-ribu hadits palsu dalam bidang aqidah. “Sesungguhnya Allah itu apabila marah menurunkan wahyu dalam bahasa Parsi dan apabila reda maka menurunkan wahyu dalam bahasa Arab. masa tuanya berjuta-juta tahun dan Allah menempatkan mereka disuatu istana yang terbuat dari mutiara putih.Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Zindiq. Dan apabila reda maka Dia menurunkan wahyu dalam bahasa Parsi” Kemudian golongan yang tersinggung membalas dengan membuat hadits yang palsu pula. Pada istana itu terdapat tujuh puluh ribu papiliun yang setiap papiliun terdapat tujuh puluh ribu kubah. dengan berkendaraan unta kelabu. mereka membenci melihat kepesatan tersiarnya agama Islam dan kejayaan pemerintahannya. Mereka merasa sakit hati melihat orang-orang berbondong-bondong masuk Islam. Diantara hadits palsu yang mereka ciptakan ialah: “Tuhan kami turun dari langit pada sore hari di Arafah. yang paling menggetarkan umatku daripada iblis” a. dank arena memang kejahilan seseorang didalam ilmu agama.

Atau menerima dari seorang guru yang sudah meninggal dunia sebelum ia dilahirkan. Akan tetapi serentak kami melihat manusia-manusia sama benci terhadap Al-Qur’an. Hadits maudhu memang yang paling banyak tidak memiliki sanad. Hadits ini mereka (para pembuat hadits palsu) katakan bersumber dari nabi. dalam menjalankan aksinya kadang-kadang mengambil dari pikirannya sendiri. Qorinah-qorinah yang memperkuat adanya pengakuan membuat hadits palsu (maudhu). Suka Be the first to like this post. padahal ini merupakan perkataan Malik bin Dinar. b. Adapun dari segi lafadznya yaitu susunan kalimatnya tidak baik dan tidak fasih. Dan kadang-kadang menukil perkataan sesorang yang dianggap alim pada waktu itu. Hukum Periwayatan Hadis Maudhu’ 24 Apr . ijma dan akal sehat. maka makna hadits itu bertentangan dengan Al-Qur’an. 1. Misalnya seorang rowi mengaku menerima hadits dari seorang guru. Dalam hal matan Ciri-ciri yang terdapat pada matan hadits palsu atau hadits maudhu. kami ciptakan hadits ini (tentang keutamaan ayat-ayat Al-Qur’an) agar mereka menaruh perhatian untuk mencintai Al-Qur’an. Sumber-Sumber Yang Diriwayatkan Para pembuat hadits maudhu. serentak ia menjawab: “Tidak seorangpun yang meriwayatkan hadits kepadaku. 3. seperti pengakuan salah seorang guru tasawuf ketika ditanya oleh Ibnu Ismail tentang keutamaan ayat-ayat Al-Qur’an. Misalnya Hadits maudhu yang dinukil dari perkataan seorang alim mutaqaddimin: “Cinta keduniaan ialah modal kesalahan”. E.D. Dalam hal Sanad Pengakuan dari sipembuat sendiri. Ciri-Ciri Hadits Maudhu a. atau perkataan orang alim mutaqaddimin. Dari segi makananya. hadits mutawatir. padahal ia tidak pernah bertemu dengan guru tersebut. 2. dapat ditinjau da ri segi makna dan segi lafadznya. Permalink Pengertian.

Para pemalsumembuat hadits untuk menyerang kelompok lainnya.” (HR. maka ia akan masuk neraka. sehingga muncul sekumpulan hadits palsu. yaitu dari matan atau lafadz (isi) haditsnya dan sanad atau jalur orang yang meriwayatkannya. Hadits-hadits palsu munculnya bersamaan dengan munculnya berbagai kelompok itu. Pada masa tabi’in (murid para sahabat) pemalsuan hadits lebih sedikit dibandingkan dengan pada masa tabiut tabi’in (murid tabi’in) karena masih banyak sahabat dan tabi’in yang mengamalkan sunnah. Selanjutnya muncullah kelompok-kelompok lain berbasis agama. Namun. Demikian seterusnya. dan sebaliknya kelompok tersebut juga membuat hadits palsu untuk membela diri. mereka berupaya mengubah dan memasukkan tambahan ke dalam hadits dan melakukan pemalsuan atas nama Rasulullah SAW. Oleh karena itu. Akan tetapi kondisi tersebut berubah tatkala umat Islam terpecah menjadi beberapa golongan. Oleh karena itu. dilihat dari dua hal. . Munculnya hadits palsu diperkirakan mulai tahun 41 H. karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku.Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku. Setelah khalifah Ali wafat. bisa diterima atau tidaknya sebuah hadits. Hadits maudhu’ dikaegorikan hadits mardud (tertolak). Sebab salah seorang perawinya (periwayat) diketahui berdusta. Banyak Muncul Di Irak Hadits maudhu’ atau hadits palsu adalah hadits dengan tingkat kelemahan paling rendah. sebagian dari mereka berupaya menakwilkan Al-Qur’an dan menafsirkan sebagian hadits dengan arti yang menyimpang. usaha mereka ini tidak membuahkan hasil karena keberadaan jumlah penghafal Ql-Qur’an dan para ulama dari kalangan sahabat dan murid-muridnya masih sangat banyak. Sebab Munculnya Hadits Maudhu’ Ada beberapa faktor yang mendorong pemalsuan hadits: • Pertama. Mereka dapat membedakan mana hadits yang shahih dan mana yang palsu. ia mengklaim ucapan seseorang sebagai hadits lalu menyebar luaskannya. karena hadits tersebut cacat dari segi jalur periwayatannya. kelompok Syi’ah menuntut hak mereka untuk menduduki kursi khalifah. Di dalam ilmu hadits. Fanatisme golongan. Setiap kelompok menopang argumentasinya dengan Al-Qur’an dan Hadits. Muslim) Selama umat Islam di bawah kepemimpinan khulafa’ al arba’ah (4 khalifah pertama). hadits Nabi SAW senantiasa tetap bersih. tidak ternoda kedustaan.

dilakukan oleh Syi’ah. Al-Mahdi . ALLAH mewahyukan dengan bahasa Persia. “Dari air yang berlalu (tidak diam). Pada masa pemerintahannya. Hal ini. etnis dan kabilah. Sebagai contoh: diriwayatkan bahwa ada yang bertanya.”Selain hadits palsu yang berbicara tentang bahasa. Pada masa-masa akhir khulafaur rasyidin. mereka memalsukan hadits yang berbeda mengenai Ali. Pemalsuan itu didorong rasa permusuhan terhadap lawan. Ibnu Abi Hadid berkata.Dalam kitab Syarh Nahj al-Balaghah. yang berupaya mewujudkan persamaan hak. ketika ia melihat Al-Mahdi bermain-main dengan burung dara. mereka berupaya menandingi kebanggaan etnis Arab. kekuasaan Kisra dan Kaisar roboh. “Wahai Rasulullah. sebagian mereka bersikap fanatis terhadap kebangsaan Arab dan bahasa Arab. dan jika ALLAH mewahyukan sesuatu yang menggembirakan. “atau sayap”. Setelah kehadiran Islam. panah. negara dan imam. merekapun memalsukan hadits tentang Abu Bakar sebagai tandingan hadits yang dibuat oleh Syi’a • Kedua. Namun mereka tidak mampu untuk membalas dendam dengan pedang karena kekuasaan Islam telah sedemikian kokoh. • Keempat. atau kuda. Misalnya hadits. “Tidak ada perlombaan kecuali untuk unta. secara khusus mengandalkan etnis Arab. “Pertama kali kedustaan dalam hadits tentang keutamaan (fadhilah). Maka muncullah kelompok Mawalli (kaum muslimin non Arab). Hal itu mereka lakukan untuk menodai Islam. dinasti Umayyah. dan jika Dia mewahyukan ancaman maka dengan bahasa Arab. Ghiyats bin Ibrahim berdusta untuk khalifah Al-Mahdi dalam hadits. Sejak pertama. Contohnya adalah. tidak dari bumi dan tidak pula dari langit. diskriminasi etnis dan fanatisme kabilah. Inilah yang mendorong mereka memalksukan hadits-hadits.Ada pula yang menjilat para penguasa dengan membuat hadits yang dapat memuaskan mereka. Selain itu. Usaha untuk mendiskreditkan Islam. Kemudian Dia menciptakan diri-Nya dari keringat kuda itu. Dia menciptakan seekor kuda kemudian menjalankan kuda itu maka berkeringatlah kuda. hadits pasu juga dibuat tentang kelebihan negara atau imam tertentu. muncul kelompok-kelompok pendongeng dan penasihat yang jumlahnya terus bertambah. tendensi duniawi berupa popularitas dan usaha menjilat penguasa. Ketika Al-Bakriyah (pendukung Abu Bakar) melihat apa yang dilakukan Syi’ah. terbuat dari apakah Tuhan kita? Rasulullah SAW menjawab. “Sesungguhnya pembicaraan orang-orang yang berada di sekitar ‘Arsy adalah dengan bahasa Persia.” • Ketiga. benar-benar terjadi pada masa masa Abbasiyah. Mereka memanfaatkan gerakan pemberontakan dengan cara bergabung ke dalamnya.” Kemudian Ghiyats menambahkan. Maka mereka berusaha menjauhkan kaum muslimin dari aqidahnya dengan menciptakan kebathilan dan berdusta atas nama Rasulullah SAW. Para pendongeng ini membuat membuat hadits palsu dengan tujuan untuk mendapatkan uang.

Diposkan oleh Markaz As-Sunnah di Senin. Muslim) Meski beberapa hadits sering kita dengar. ‫ ( الحط‬merendahkan ) 2. . “Kami berdusta untuk kebaikan Beliau. ‫ ( الختل ق‬mengada-ngadakan ) 4.kemudian menyuruh orang iuntuk menyembelih burung merpati tersebut dan memberikan kepada Ghiyats sebanyak uang 10.” Haram Meriwayatkannya Hadits palsu adalah hadits yang sama sekali tidak bisa dijadikan dalil. meriwayatkan hadits palsu adalah haram. pemahaman yang keliru dari madzhab al-karramiyah.” Mereka beralasan. Nur Ihsan M.Idris. Definisi Hadits Maudhu’ Secara etimologi : maudhu berasal dari kata ‫ وضع‬yang mempunyai beberapa makna diantaranya 1. 3 Diada-adakan oleh perawinya.” Dengan ditambahi lafadz. maka ia akan masuk neraka.000 dirham. ‫ ( اللصاق‬menyandarkan / menempelkan ) Makna bahasa ini terdapat pula dalam hadits maudhu karena 1 Rendah dalam kedudukannya. Mereka berdalil dengan hadits “Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku. 2 Jatuh ( tidak bisa diambil dasar hukum ). “Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku. maka ia akan masuk neraka. Bahkan menurut kesepakatan ulama. bukan untuk menodai Beliau. jika tidak disertai keterangan bahwa hadits tersebut maudhu’. karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku.” (HR. • Kelima. 2009 Oleh: Abu Fudhail. kita harus memastikan terlebih dahulu keshahihannya sebelum menjadikannya dalil atau mengamalkannya. Madzhab sesat ini mengklaim bolehnya memalsukan hadits dalam rangka targhib wa tarhib (menganjurkan manusia berbuat baik dan menakut-nakuti manusia agar tidak bermaksiat). “dengan sengaja untuk menyesatkan manusia. ‫ ( السقاط‬menjatuhkan ) 3. karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku. Juni 08. Lc 1. Berdasarkan hadits. 4 Disandarkan pada Muhammad shallallohu alaihi wa sallam sedang beliau tidak mengatakannya.

Hukum Meriwayatkan hadits maudhu Al-Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam bersabda: َ ِ ِ َ ْ ُ َ َ َ ُ َ ٌ ِ َ ُ َّ َ ُ ٍ ِ َ ِ َّ َ ّ َ ْ َ ‫من حدث عني بحديث يرى أنه كذب فهو أحد الكاذبين‬ Barangsiapa yang menceritakan dari saya satu perkataan yang disangka dusta maka dia adalah salah satu pendusta. Maka ulama tidak membolehkan hadits dhaif termasuk palsu kecuali kalau disertai oleh pemberitaan bahwa ia dhaif agar dijauhi hadits tersebut dan waspada terhadap rawi yang dhaif atau pemalsu tersebut 4. Hadits maudhu adalah hadits yang paling rendah kedudukannya. 3.Muslim) Hadits ini diriwayatkan oleh 98 shahabat termasuk 10 orang yang dikabarkan masuk surga. Perkataan itu berasal dari pemalsu yang disandarkan pada Rasulullah r 2.Sedang dalam istilah ilmu hadits: hadits maudhu adalah hadits yang diada-adakan dan dipalsukan atas nama Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam secara sengaja atau kesalahan sebagian ulama mengkhususkan hadits maudhu. Pembagian hadits Maudhu Hadits mudhu ada 3 macam: 1. pada dusta yang disengaja saja. Hukum Berdusta Atas Nama Nabi Ulama sepakat bahwa sengaja berdusta atas nama Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam adalah salah satu dosa besar yang diancam pelakunya dengan neraka karena adanya akibat buruk. Jika ancaman ini bagi yang menduga dusta bagaimana kalau ia yakin bahwasanya ia dusta. Perkataan itu dari ahli hikmah atau orang zuhud atau israiliyyat dan pemalsu . bersabda Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam ِ ّ ْ ِ ُ َ َ ْ َ ْ ّ َ َ َ ْ َ ً ّ َ َ ُ ّ ََ َ َ ‫َ ْ ك‬ ‫من َذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار‬ Barangsiapa berdusta atas saya dengan sengaja maka tempatnya di neraka ( Riwayat Bukhari. 2.

Berkisar tahun 35 H – 60 H inilah kesimpulan dari perkataan para peneliti hadits di zaman ini diantara nya Dr Mustafa Siba’i. fitnah Ali dan Muawiyah radhiyallohu anhum jami’andan munculnya firqah setelah itu. Perkataan yang tidak diinginkan rawi pemalsuannya .Sejarah Munculnya Pemalsuan Hadits Ada beberapa waktu yang disebutkan peneliti dalam masalah ini: a. dan yang keluar yang memberontak pada Ali radhiyallohu anhu.yang menjadikannya hadits. 3. kemudian kubu Mu’awiyah radhiyallohu anhu berbuat demikian pula. pendapatnya ini hanya dibangun atas persangkaan saja dan tidak berdasar sama sekali b. Kubu Mu’awiyah radhiyallohu anhu. setelah itulah muncul orangorang yang ta’asub (fanatik) pada golongan tertentu. Jenis ketiga ini masuk hadits maudhu apabila perawi mengetahuinya tapi membiarkannya 5. Umar. Memalsukan hadits yang mendukung pendapat mereka seperti keutamaan Ali radhiyallohu anhu. wasiat imamah (pengganti Rasulullah shallallohu alaihi wasallam dan mut’ah Contoh Imam Ibnu Hibban dalam kitabnya Al-Majruhin meriwayatkan dengan sanadnya Kholid bin Ubaid Al Ataki dari Anas radhiyallohu anhu dari Salman . Polemik politik Dari sebab pembunuhan Utsman radhiyallohu anhu kemudian fitnah Ali radhiyallohu anhu dan Mu’awiyah radhiyallohu anhu terpecahlah kaum muslimin mennjadi tiga .Utsman. Sebab-Sebab Munculnya Pemalsuan Hadits a. memalsukan hadits mengenai Abu Bakar. Ahmad Amin dalam bukunya Fajrul Islam bahwa pemalsuan hadits terjadi pada zaman Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam . Pada zaman mereka tidak terjadi pemalsuan hadits. dan yang pertama kali mempeloporinya adalah Syiah. Dr Abdul Shomad ( Dosen Al-Hadits di Universitas Islam Madinah) 6. kubu Ali radhiyallohu anhu. Cuma dia keliru. Munculnya pemalsuan hadits bermula dari terjadinya fitnah pembunuhan Utsman. Ada 2 metode yang dipakai Syiah dalam memalsukan hadits A. dan Mu’awiyah radhiyallohu anhum jami’an. mereka membuat hadits palsu tentang keutamaan Ali radhiyallohu anhu. Dr Umar Fallatah ( salah seorang pengajar di Masjid Nabawi).

Negeri 3. Dalam sanad hadits ini ada dua orang rawi pendusta Ubbad bin Ya’kub dan AlHakam bin Sohir. Zindik (munafik) Karena penaklukan dari tentara kaum muslimin maka masuklah beberapa orang yang menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keIslaman 7. . Tukang cerita c Ar-Targiib wa Tarhib ( Anjuran berbuat baik dan larangan berbuat mungkar ) dari orang sholeh yang bodoh. Fanatisme kepada: 1. Bahasa 4. Mazhab b. b. Pada khalifah dan pemimpin 2. Sebab Tersebarnya Hadits Palsu a . Ibnu Hibban berkata tentang Kholid bin Ubaid dia meriwatkan dari Anas bin Malik radhiyallohu anhu nuskhoh ( kumpulan hadits yang palsu) orang yang tidak mengenal hadits pun tahu kalau dia palsu (Majruhin 1: 279) B Memalsukan hadits tentang keburukan musuhnya contoh: Imam Ibnu Adi meriwayatkan dengan sanadnya dari Ubbad bin Ya’kub Al-Hakam bin Sohir dari ‘Asim dari Dzar dari Abdullah radhiyallohu anhu dari Rasulullah shallallohu alaihi wasallam berkata ‫إذا رأيتم معاوية على منبري فاقتلوه‬ Apabila kamu melihat Mua’wiyah di atas mimbarku maka bunuhlah ia.radhiyallohu anhu dari Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam bahwasanya beliau berkata kepada Ali radhiyallohu anhu ‫هذا وصيي وموضع سري وخير من أترك بعدي‬ Inilah wasiatku tempat rahasiaku dan orang yang terbaik yang aku tinggalkan setelahku.

. Pencurian hadits 9. Metode Pemalsu dalam Memalsukan Hadits 1. Peran Ulama dalam Memberantas Pemalsuan Hadits 1.Bepergian mencari hadits Imam Abu ‘Aliyah berkata kami telah mendengar dari shahabat Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam di Basrah tetapi kami tidak puas sampai mendengar langsung dari mulut sahabat di Madinah maka kami safar ke sana ( Al-Khatib. seperti untuk melariskan dagangannya sehingga membuta hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan barang yang dijualnya 8. apakah hadits ini dikenal maka diambil dan jika tidak maka tidak diambil. Memasukkan beberapa lafaz pada hadits shohih 3.membuat buku dalam hadits/kumpulan hadits c. mereka berkata ْ ُ ُ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ ِ َ ِ ْ ِ ْ َ َِ ُ َ ْ ُ َ ْ ُ ُ ِ َ ُ َ ْ ُ َ ِ ّ ّ ِ ْ َ َِ ُ َ ْ ُ َ ْ ُ َ َ ِ َ َ ّ َ ‫سموا لنا رجالكم فينظر إلى أهل السنة فيؤخذ حديثهم وينظر إلى أهل البدع فل يؤخذ حديثهم‬ Sebutkan orang-orangmu (yang kamu ambil hadits darinya) kalau ia dari AhlusSunnah dia ambillah dan kalau ia ahli bid’ah ditinggalkannya 2. Metode Pemalsu Hadits dalam Menyebarkannya a Memasukannya kedalam buku atau kumpulan hadits b. Membuat hadits yang tidak punya asal 2. dia berkata saya memalsukannya untuk mengajak manusia membaca Al-Qur’an d Tujuan dunia dan harta.Berkeliling daerah menyebarkannya 10.Bertanya dan memeriksa isnad ( para perawi hadits ) Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Muhammad ibnu Sirin seorang tabi’in (wafat 110 H) dia berkata Ahli hadits pada awal tidak bertanya tentang isnad maka takkala pada fitnah. Penelitian dan penyeleksian dalam riwayat hadits. Al Jami’ 2:224) 3.Contoh : Ibnu Mahdi bertanya kepada Maisaroh bin Abdi Rabbih pemalsu hadits tentang fadhilah Al-Qur’an. Memastikan keshahihan riwayat dengan beberapa cara 1.

2.b. Pengakuan sang pemalsu. a. Yahya bin Abi katsir dan Abu Ishak.Kumpulam hadits-hadits palsu dan kadangkala digabung dengan hadits dhaif lainnya Diantara buku tersebut 1.Kumpulan rawi pemalsu hadits b. c. Adanya dalil yang menujukkan pengakuan yang menunjukkan sang pemalsu contoh seperti ditanya tentang waktu dan tempat bertemu syekh tapi mustahil keduanya bertemu. Hammad bin Zaid berkata: zindik munafik memalsukan kurang lebih 12. Al La’ali al Mashnu’ah fil Ahadits al Maudua’ah oleh Imam as-Suyuti (wafat 911 H) 3. Mengumpulkan hadits palsu dan membongkar kepribadian pemalsu hadits 1. namun dari ahli Iraq banyak pula ahli hadits diantaranya Qatadah. 4. Imam Al-Khotib meriwayatkan dengan sanadnya dari Ismail bin ‘Ayyash berkata saya pernah berada di Iraq kemudian saya didatangi ahli hadits di kota itu dan berkata ada orang yang mengatakan bertemu dengan Kholid bin Ma’dan maka saya mendatangi dan bertanya kapan anda mendengar dari Khalid katanya tahun 113 H . Berkata Ibnu Mahdi saya memanggil Isa bin Maimun pemalsu hadits karena riwayatnya dari Al-Qosim maka ia mengatakan saya tidak akan mengulang 11. Menentukan daerah penyebaran hadits dhaif dan meninggalkan meriwayatkan hadits dari mereka ini . Khusus hadits-hadits palsu disusunlah a. Silsilah Al-Ahadits Al-Dhoifah wal Maudhu’ah oleh Syekh Muhammad Nasiruddin Al Albany Rahimahumullah (wafat pada tahun 1420 H) 12. secara asal terutama ahli iraq (kuffah dan basrah) .000 hadits.Tanda pemalsuan pada isnad hadits 1. 2. Ilmu jarh wa ‘tadil 3. Hasil Peran Ulama dalam Memberantas Pemalsuan Hadits 1. Kaidah Umum untuk Mengetahui Hadits Palsu. Al Maudhu’at oleh Imam Ibnul Jauzi (wafat 597 H) 2. Pemisahan hadits shohih dan selainnya. Ilmu ruwah/ biografi setiap rawi 2.

Keganjilan lafaz dan bahasanya seperti hadits ‫من أكل من الطين واغتسل به فقد أكل لحم أبيه آدم واغتسل بدمه‬ Barangsiapa makan tanah dan mandi dengannya maka ia telah memakan daging bapaknya Adam dan mandi dengan darahnya” ( Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adi dalam al Kamil 5:1837 ini hadits yang batil) 13 . Bertentangan dengan akal sehat yang tidak mengandung penafsiran yang lain atau kenyataan yang ada 1. 3.Diketahui dari keadaan sang perowi Seperti meriwayatkan tentang bid’ahnya b. Pengaruh dan Dampak Buruk Tersebarnya Hadits Palsu Hadits-hadits palsu yang banyak beredar di tengah masyarakat kita memberi dampak dan sangat buruk pada masyarakat Islam diantaranya: 1 Munculnya keyakinan-keyakinan yang sesat 2 Munculnya ibadah-ibadah yang bid’ah . bapaknya dan cucunya Apakah dosanya sebagai anak sehingga menghalangi ia masuk surga bukankah Allah I berfirman ‫ول تكسب كل نفس إل عليها ول تزر وازر ٌ وزر أخرى‬ َ ْ ُ َ ْ ِ ‫َ َ َ ْ ِ ُ ُ ّ َ ْ ٍ ِ ّ َ َ ْ َ َ َ َ ِ ُ َ ِ َة‬ “Tidaklah seorang berbuat dosa kecuali keburukannya kembali kepada dirinyasendiri dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain (AlAn’am 164 ) 1. Kholid wafat tahun 106 H( al Khotib. Bertentangan dengan nash al-qur’an sunnah dan ijma yang jelas Ibnu Jauzi dalam al-Maudu’at yang menyebutkan hadits ِ ِ َ َ ُ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ ُ َ َ َ َ ْ ‫َ َ ْ ُل‬ ‫ل يدخ ُ الجنة ولد الزنا ول والده ول ولد ولده‬ Tidak masuk surga anak zina.saya berkata engkau mengaku mendengar dari Khalid setelah 7 tahun kematiannya.123).Tanda pemalsuan pada matan 1. al-Jami’ 1.

namun hadis tidak seperti al-Qur’an yang resmi ditulis pada zaman nabi Muhammad SAW.[1] Dari ancaman Rasul ini ada yang memperkirakan bahwa hadis palsu sudah pernah dibuat orang pada masa Rasulullah SAW. Hanya Tulisan Yank Ada • • • • About Me RSS Hadist Maudhu’ Juli 31st. Dalam perkembangan Islam selanjutnya dijadikan sebagai pokok sumber Islam kedua yang dinamakan al-sunnah. Banyak sahabat yang enggan menyampaikan hadis bila sangsi terhadap periwayatannya. Sebagaimana sabda Nabi: ‫من كذب علي متعمدا فليتبؤ مقعده من النار‬ Hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari ini mutawatir yang diriwayatkan oleh lebih dari 60 sahabat bahkan ada yang mengatakan lebih dari 200 sahabat. Karena alasan ini pula para sahabat berupaya untuk menyebarkan al-sunnah bahkan semasa Nabi Muhammad SAW masih hidup dan memang diperintahkan untuk berbuat demikian.3 Matinya sunnah. Meskipun demikian bukan berarti bahwa pintu terbuka lebar bagi siapa saja untuk meriwayatkan hadis sekalipun meyakini tidak berbua kesalahan. 2011 Write Comment Ulumul Hadist BAB I PENDAHULUAN Seluruh aspek kehidupan Nabi Muhammad SAW dari perkataan. Hadis baru ditulis dan dibukukan pada masa kekhalifahan Umar bin ‘Abd al-Aziz yaitu abad . Walaupun hadis mempunyai kedudukan yang begitu besar. Istilah ini mengacu kepada sabda beliau yang menyatakan “aku tinggalkan kepadamu dua perkara yang tidak akan sesat selama berpegang pada keduanya yaitu kitab Allah dan sunnahku”.[2] Selain itu statemen Rasul yang bernada keras ini mungkin juga memberikan sebuah isyarat bahwa akan terjadi upaya-upaya pemalsuan terhadap sunnah dengan mengatasnamakan Rasulullah SAW dan ternyata hal ini membawa dampak yang sangat luar biasa. perbuatan dan ketetapan beliau merupakan model acuan umat Islam tanpa batasan waktu dan tempat yang harus dipedomani.

Menurutnya dari kata al-wadh dalam pembicaraan hadis Nabi Muhammad SAW mengandung dua pengerrtian yaitu: 1. Sejarah Munculnya Hadis Maudhu’ Terdapat perbedaan pendapat mengenai kapan munculnya hadis maudhu’ ini. B. Nawir Yuslem dalam buku Ulm al-Hadits mengemukakan pandangan yang berbeda dalam memberikan definisi hadis palsu. Aktivitas yang dilakukan dengan sengaja serta mempunyai dampak yang luas dalam membentuk kebohongan-kebohongan ke dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW[5] Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan hadis palsu atau maudhu’ adalah hadis yang bukan bersumber dari Nabi Muhammad SAW akan tetapi merupakan perkataan atau perbuatan dari seseorang atau pihak tertentu yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan tujuan tertentu. Namun. Pengertian Hadis Maudhu’ Menurut sebagian ulama hadis.[3] Jeda waktu yang begitu lama antara sepeninggal Nabi Muhammad SAW dengan masa penulisan dan pembukuan hadis membuka peluang bagi tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab untuk membuat dan mengatakan sesuatu yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW.kedua Hijriyah melalui perintahnya kepada gubernur Abu Bakar Muhammad bin Amr bin Hazm. ada juga sebagian yang mengatakan bhawa pemalsuan hadis ini muncul pasca peristiwa tahkim dimana untuk menguatkan atau menyokong kelompok atau golongan masing-masing maka dibuatlah hadis – hadis palsu. Semata-mata kebohongan (dusta) yang dilakukan terhadap Nabi Muhammad SAW 2.[4] Dr. hadis maudhu’ / hadis palsu adalah hadis yang dibuat-buat oleh seseorang (pendusta) yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW secara paksa dan dusta baik sengaja maupun tidak disengaja. Inilah kemudian yang dinamakan hadis maudhu’ atau hadis palsu. BAB II PEMBAHASAN A. . Sebagian mengatakan pemalsuan hadis ini sudah ada sejak masa Nabi Muhammad SAW masih hidup berdasarkan hadis yang beliau sampaikan yang diriwayatkan oleh al-Bukhari.

Pertentangan ini semakin tajam dan berlarut-larut sehingga masing-masing berupaya untuk saling mengalahkan juga berupaya untuk mempengaruhi dan menarik simpati orang yang tidak berada dalam perpecahan. Misalnya. Ada beberapa motif pemalsuan hadis. kehatihatian dan kewaspadaan mereka terhadap hadis. Pertentangan kedua belah pihak ini juga mengakibatkan perpecahan dalam golongan Ali yaitu kelompok pendukung Ali yang disebut Syiah dan kelompok yang keluar dari golongan Ali yang dinamakan Khawarij.Sejumlah fakta sejarah menyebutkan bahwa latar belakang munculnya hadis palsu tidak hanya dilakukan oleh umat Islam sendiri tetapi juga dilakukan oleh orangorang non Islam. Tidak mengherankan kenapa materi pertama adalah mengenai keunggulan masing-masing kelompoknya karena hal ini dipengaruhi oleh perebutan kekuasaan sehingga diperlukan hadis yang berisi pembelaan terhadap kelompoknya. Dengan demikian menurut mereka jelaslah bahwa tidak mungkin terjadi pemalsuan hadis pada masa Rasulullah SAW. Menurut mereka. antara lain: 1. kehati-hatian Abu Bakar dalam meriwayatkan hadis dimana beliau pernah membakar catatan hadis miliknya yang berisi sekitar lima ratus hadis sebagaimana yang dituturkan oleh ‘Aisyah putri beliau. Demikian juga pada masa kekhalifahan Abu Bakar. Pertentangan politik yang terjadi di kalangan umat Islam tersebut berimplikasi kepada lahirnya sekte-sekte keagamaan dan melahirkan perbedaan paham di bidang teologi dan diantara pendukung masing-masing aliran membuat hadis palsu untuk memperkuat dan membela aliran yang mereka anut. Pertentangan politik Menurut kebanyakan ulama hadis pemalsuan hadis terjadi pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Peristiwa tahkim mengakibatkan munculnya dua golongan besar yaitu golongan Ali dan pendukung Mu’awiyah. pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib telah terjadi perpecahan umat Islam menjadi golongan-golongan. baik Islam sebagai agama maupun Islam sebagai dasar pemerintahan. Hal ini disebabkan karena beliau khawatir salah dalam meriwayatkan hadis demikian juga Umar dan Utsman.[6] Berbeda dengan masa ketiga khalifah tersebut. Mereka adalah orangorang yang hatinya tidak senang dengan penyebaran Islam yang begitu pesat dan . Dari sinilah mulai berkembang hadis palsu dimana materi pertama yang diangkat adalah tentang keunggulan seseorang dan kelompoknya. hadis-hadis yang ada sejak masa Rasulullah SAW sampai sebelum terjadinya pertentangan antara Ali bin Abi Thalib dengan Mu’awiyah bin abi Sufyan masih terhindar dari pemalsuan. keduanya mengikuti kehati-hatian Abu Bakar dalam menerima periwayatan hadis. 2. Usaha Kaum Zindik Kaum Zindik adalah termasuk kelompok yang sangat membenci Islam. Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan. Hal ini dapat dibuktikan dengan kegigihan.

sangat menghormati hak asasi manusia serta sigap dalam melenyapkan konsepsi yang salah. maka cara yang paling jitu adalah melalui pemalsuan hadis dengan maksud menghancurkan umat Islam. kelompok. [7]Kelompok ini menyadari bahwa tidak mungkin melampiaskan kebencian melalui pemalsuan al-Qur’an. Dengan demikian kaum Zindik ini sangat membahayakan Islam daripada yang lainnya. bahasa penghuni neraka adalah bahasa Bukhara dan bahasa surga adalah bahasa Arab”. bahasa setan adalah bahasa Khauzi. kesesaatan dan tipu muslihat. Pangkal pemalsuan hadis-hadis tentang kelebihan sebagian suku bangsa Arab adalah karena dibangkitkannya rasa fanatisme kabilah yang muncul dalam dinasti Umayyah setelah meninggalnya Yazid bin Mu’awiyah. 3. Diantaranya adalah: .[8] Dari hadis tersebut di atas tidak mungkin dibuat oleh orang Islam dan orang yang berakal. Oleh karena itu. bangsa. Diantara hadis palsu yang mereka buat adalah: ‫إن نفرا من اليهود أتوا الرسول صلى ال عليه وسلم فقالوا من يحمل العرش؟ فقال،تحمله الهوام يقرونها‬ ‫والمجرة التى فى السماء من عرقهم، فقالوا نشهد أنك رسول ال صلى ال عليه وسلم‬ “ Sekelompok orang Yahudi dating kepada Rasulullah SAW kemudian bertanya. Fanatik Terhadap Suku. Mereka yang non Arab merasakan adanya diskriminasi tersebut. Mereka merasa sakit hati melihat orang-orang berbondong-bondong masuk agama Islam karena Islam menjamin kemerdekaan berfikir.kejayaan pemerintahannya. dinasti Umayyah secara khusus mengandalkan etnis Arab sehingga memandang kaum muslimin non-Arab tidak sesuai dengan jiwa Islam. Bangsa. Negara dan Pimpinan Kemunculan hadis palsu ternyata didorong pula oleh sikap ego dan fanatic buta serta ingin menonjolkan seseorang. Diantara hadis palsu tersebut adalah: ‫أبغض الكلم إلى ال الفارسية وكلم الشياطين الخوزية وكلم أهل النار البخارية وكلم أهل الجنة العربية‬ “Bahasa yang paling dibenci oleh Allah adalah bahasa Persia. Mereka berkata. Dalam menjalankan pemerintahannya. “kami bersaksi bahwa engkau Rasulullah’”. mereka juga membuat tandingannya dengan membuat hadis palsu juga yang isinya menjelaskan kelebihan-kelebihan mereka. “Arsy itu dibawa oleh binatang-binatang yang berbisa dengan tanduk-tanduknya bimasakti yang ada di langit berasal dari keringat mereka. “siapakah yang membawa Arsy?” Beliau menjawab. dan lain-lain.

apapun alasannya hadis tersebut tetap palsu dan merupakan tindakan tercela dan menyesatkan karena tidak sesuai dan bertentangan dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu. sepatu dan kuda” Ghiyas kemudian menambahkan kata ‫او جناح‬ yang berarti sayap dengan maksud mendapat simpati dari al-Mahdi karena pada waktu itu khalifah al-Mahdi sedang memainkan burung dara. Namun. Ghiyas kemudian meriwayatkan hadis yang telah mehsyur yakni: ‫ل سبق إل فى نصل أوخف أو حافر‬ “Tidak ada perlombaan kecuali dalam (permainan) panah. hal ini sangat disesalkan.[10] 5.[11] Dari beberapa motif tersebut di atas. Ghiyas bin Ibrahim merupakan tokoh yang paling banyak disebutkan dalam kitab hadis sebagai pemalsu hadis tentang “perlombaan”. terlepas dari itu. Melihat hal ini.‫إن كلم الذين حول العرش بالفارسية وإن ال إذا أوحى أمرا فيه لين أوحاه بالفارسية وإذا أمرا فيه شدة أوحاه‬ ‫بالعربية‬ “Sesungguhnya pembicaraan orang-orang yang berada di sekitar Arsy adalah dengan bahasa Persia dan sesungguhnya jika Allah mewahyukan sesuatu yang lunak (menggembirakan) maka Allah mewahyukannya dengan bahasa Persia dan jika Dia mewahyukan sesuatu yang keras (ancaman) maka Dia mewahyyukannya dengan bahasa Arab”[9] 4. Ketika ia menghadap khalifah al-Mahdi. Mengenal Hadis Palsu . Menjilat Penguasa Pemalsuan hadis dalam rangka menjilat penguasa dan untuk menyenangkan hati mereka. dapat dikatakan bahwa kemunculankemunculan hadis-hadis palsu ada yang negative dan ada yang positif. Menurut Ajaj al-Khatib. Membangkitkan Gairah Beribadah Banyak diantara para ulama yang membuat hadis palsu dengan perkiraan usahanya itu benar untuk mendekatkan diri kepada Allah. telah terjadi pada masa Dinasti Abbasiyah dan belum terjadi sebelum ini. sebab “kesalehan” mereka telah mengelabui masyarakat yang pada umumnya membenarkan mereka. C. ia melihat al-Mahdi sedang bermain-main dengan burung merpati. karena merasa prihatin terhadap perpecahan umat dank arena umat telah disibukkan oleh urusan dunia dan meninggalkan akhirat sehingga mereka mengeluarkan hadis tentang tarhib (ancaman terhadap perbuatan buruk) dan targhib (motivasi untuk berbuat baik).

Rusaknya makna (arti) hadis. c. Atas dasar pengakuan pembuat hadis palsu seperti pengakuan Abdul Karim al-Auja’.[12] 2. Adanya qarinah (dalil) yang menunjukkan kebohongan seperti pengakuan ia pernah meriwayatkan dari seorang syekh tapi ternyata belum pernah bertemu secara langsung atau pernah menerima hadis di suatu daerah tetapi ia sendiri belum pernah melakukan rihlah (perjalanan) ke daerah tersebut atau pernah menerima hadis dari seorang syekh tapi diketahui syeikh tersebut telah meninggal ketika ia masih kecil. Tanda-tanda hadis palsu pada sanad a. Tanda hadis palsu pada matan a. 1. saya tidak akan mengaku. hadis anu…”. Dalam hal ini orang yang memahami bahasa secara mendalam mengetahui bahwa sesuatu kata bukan berasal dari Nabi Muhammad SAW b. Buruknya redaksi hadis. Hadis yang terlalu melebih-lebihkan salah satu sahabat seperti hadis yang menyatakan bahwa nabi Muhammad SAW memegang tangan Ali bin Abi Thalib di suatu majelis diantara para sahabat yang lain kemudian beliau bersabda. Matannya bertentangan dengan al-Qur’an. santun dan enak dirasakan. b. Hadis ini bertentangan dengan al-Qur’an surah al-A’raf ayat 187 yang menyebutkan bahwa umur dunia hanya diketahui Allah.Untuk mengenal hadis palsu. “sekiranya Allah tidak menimpakan sakit atas diri saya seperti yang kamu lihat. padahal Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang sangat fasih dalam berbahasa. para ulama hadis telah membuat beberapa pedoman sebagai rujukan untuk mendeteksi hadis palsu yaitu dengan melihat kepada sanad dan matannya. Ketika sakit Abu Jazi berkata. misalnya hadis yang secara empiris tidak bias dibenarkan seperti ‫النظر الى الوجه الجميل عبادة‬ “Melihat wajah yang cantik adalah ibadah”[13] c. “inilah wasiatku dan saudaraku dan khalifah setelah aku” kemudian sahabat yang lain sepakat.[14] d.[15] . Abu Ishmah Nuh bin Maryam dan Abu Jazi. hadis mutawatir atau ijma. seperti hadis yang menyatakan bahwa umur dunia 7000 tahun dan akan berakhir pada 1000 tahun yang ketujuh. Namun sekarang saya bersaksi bahwa saya telah memalsukan hadis anu. Meriwayatkan hadis sendirian dan dikenal sebagai pembohong sedangkan hadis tersebut tidak diriwayatkan oleh perawi lain yang tsiqah.

“sebutkan sanad-sanad hadis kepada kami” mereka menerima hadis ahlu as-sunnah dan menolak hadis-hadis ahlu al-bid’ah”. [16] 2. karena tidak puas kemudian kami pergi ke Madinah untuk mendengar langsung hadis itu dari mereka”. mereka tidak akan mengambil dari orang-orang yang dikenal suka berbohong dalam kehidupan umum. mereka berkata. Menyusun Kaidah-Kaidah Hadis Dengan berbagai kaidah dan ilmu hadis. Studi Kritik Rawi Upaya ini lebih dikonsentrasikan kepada karakter perawi dengan lebih menekankan pada sifat kejujuran dan kebohongan. para ulama hadis telah berhasil menghimpun berbagai hadis palsu yang telah beredar dan berkembang di tengah-tengah masyarakat dan menghimpunnya dalam kitab-kitab khusus antara lain. Abu al-Aliyah berkata. Memilih Perawi Yang Terpercaya Para ilmuwan hadis menanyakan hadis-hadis yang dipandang kabur atau tidak jelas asal-usulnya kepada para sahabat dan tabi’in dan orang-orang yang menekuni bidang ini. Al-Baits ‘ala Khalas min Hawadits al-Qishas karya al-Hafidh Zain al-Din Abd Rahman al-Iraqi. dan lainnya. kajian dan penelusuran terhadap hadis-hadis palsu yang tidak terhitung jumlahnya.[17] 3. Upaya Para Ulama Dalam Mengantsipasi Hadis Palsu Orang yang bersikap objektif akan menaruh hormat dan sangat berterima kasih atas jerih payah para ulama dalam melakukan penelitian. 4. mengakibatkan ruang gerak para pembuat hadis palsu yang sangat sempit.[18] Dengan pencurahan segala daya upaya dan telaah kritis yang telah dilakukan oleh para ulama hadis tersebut telah membukakan mata umat Islam di era kini untuk . Berikut dikemukakan beberapa upaya mereka dalam mengantisipasi hadis-hadis palsu yang telah menodai agama dengan sangat kritis. Muhammad ibnu Sirrin berkata: “para sahabat dan tabi’in tidak menanyakan isnad hadis. disamping telah dibukukannya hadis. al-Maudhu’ al-Kubra karya Abu al-Fari Abd al-Rahman al-Jauzi. Setelah terjadi pemberontakan terhadap Utsman bin Affan.D. “kami mendengar riwayat hadis dari para sahabat Rasulullah di Bashrah. Dengan menggunakan berbagai kaidah ilmu hadis tersebut. yaitu: 1. Selain hadis-hadis yang berkembang di masyarakat dan termaktub dalam kitab-kitab dapat diteliti dan diketahui kualitasnya. Meneliti system penyandaran hadis Mengenai penyandaran hadis ini. Oleh karena itu.

Para ulama hadis telah berupaya mengantisipasi kemunculan hadis-hadis palsu dengan membuat berbagai kaidah yang ketat sebagai pedoman untuk mendeteksi hadis palsu Hanya Tulisan Yank Ada • • • • About Me RSS Hadist Maudhu’ Juli 31st. BAB III PENUTUP Kesimpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. perbuatan dan ketetapan beliau merupakan model acuan umat Islam tanpa batasan waktu dan . akan tetapi suatu perkataan atau perbuatan seseorang atau pihak-pihak tertentu dengan suatu alasan kemudian dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW. dan fanatisme. 3. 2.lebih mencermati penggunaan hadis palsu dalam berbagai aktifitas keagamaan. Munculnya hadis palsu inidilatarbelakangi oleh pertentangan politik. kembali menyerang islam lewat hadis-hadis palsu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. dengan kata lain bukan hadis Rasulullah SAW. karena tidak menutup kemungkinan adanya pihak-pihak yang tidak senang Islam maju dan berkembang. 2011 Write Comment Ulumul Hadist BAB I PENDAHULUAN Seluruh aspek kehidupan Nabi Muhammad SAW dari perkataan. usaha orang non Islam untuk menghancurkan Islam dari dalam. menyenangkan penguasa. Hadis palsu adalah hadis yang bukan bersumber dari Rasulullah SAW. membangkitkan gairah ibadah.

Inilah kemudian yang dinamakan hadis maudhu’ atau hadis palsu. Pengertian Hadis Maudhu’ Menurut sebagian ulama hadis. Sebagaimana sabda Nabi: ‫من كذب علي متعمدا فليتبؤ مقعده من النار‬ Hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari ini mutawatir yang diriwayatkan oleh lebih dari 60 sahabat bahkan ada yang mengatakan lebih dari 200 sahabat. namun hadis tidak seperti al-Qur’an yang resmi ditulis pada zaman nabi Muhammad SAW.[3] Jeda waktu yang begitu lama antara sepeninggal Nabi Muhammad SAW dengan masa penulisan dan pembukuan hadis membuka peluang bagi tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab untuk membuat dan mengatakan sesuatu yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Banyak sahabat yang enggan menyampaikan hadis bila sangsi terhadap periwayatannya.[2] Selain itu statemen Rasul yang bernada keras ini mungkin juga memberikan sebuah isyarat bahwa akan terjadi upaya-upaya pemalsuan terhadap sunnah dengan mengatasnamakan Rasulullah SAW dan ternyata hal ini membawa dampak yang sangat luar biasa. Nawir Yuslem dalam buku Ulm al-Hadits mengemukakan pandangan yang berbeda dalam memberikan definisi hadis palsu.[4] Dr. Hadis baru ditulis dan dibukukan pada masa kekhalifahan Umar bin ‘Abd al-Aziz yaitu abad kedua Hijriyah melalui perintahnya kepada gubernur Abu Bakar Muhammad bin Amr bin Hazm. Menurutnya dari kata al-wadh . Dalam perkembangan Islam selanjutnya dijadikan sebagai pokok sumber Islam kedua yang dinamakan al-sunnah. Istilah ini mengacu kepada sabda beliau yang menyatakan “aku tinggalkan kepadamu dua perkara yang tidak akan sesat selama berpegang pada keduanya yaitu kitab Allah dan sunnahku”. Walaupun hadis mempunyai kedudukan yang begitu besar.[1] Dari ancaman Rasul ini ada yang memperkirakan bahwa hadis palsu sudah pernah dibuat orang pada masa Rasulullah SAW. Karena alasan ini pula para sahabat berupaya untuk menyebarkan al-sunnah bahkan semasa Nabi Muhammad SAW masih hidup dan memang diperintahkan untuk berbuat demikian.tempat yang harus dipedomani. BAB II PEMBAHASAN A. hadis maudhu’ / hadis palsu adalah hadis yang dibuat-buat oleh seseorang (pendusta) yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW secara paksa dan dusta baik sengaja maupun tidak disengaja. Meskipun demikian bukan berarti bahwa pintu terbuka lebar bagi siapa saja untuk meriwayatkan hadis sekalipun meyakini tidak berbua kesalahan.

Sebagian mengatakan pemalsuan hadis ini sudah ada sejak masa Nabi Muhammad SAW masih hidup berdasarkan hadis yang beliau sampaikan yang diriwayatkan oleh al-Bukhari. Hal ini disebabkan karena beliau khawatir salah dalam meriwayatkan hadis demikian juga Umar dan Utsman. Dengan demikian menurut mereka jelaslah bahwa tidak mungkin terjadi pemalsuan hadis pada masa Rasulullah SAW. Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan. Sejarah Munculnya Hadis Maudhu’ Terdapat perbedaan pendapat mengenai kapan munculnya hadis maudhu’ ini. Hal ini dapat dibuktikan dengan kegigihan. Namun. Misalnya. Menurut mereka. keduanya mengikuti kehati-hatian Abu Bakar dalam menerima periwayatan hadis. kehati-hatian Abu Bakar dalam meriwayatkan hadis dimana beliau pernah membakar catatan hadis miliknya yang berisi sekitar lima ratus hadis sebagaimana yang dituturkan oleh ‘Aisyah putri beliau. Aktivitas yang dilakukan dengan sengaja serta mempunyai dampak yang luas dalam membentuk kebohongan-kebohongan ke dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW[5] Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan hadis palsu atau maudhu’ adalah hadis yang bukan bersumber dari Nabi Muhammad SAW akan tetapi merupakan perkataan atau perbuatan dari seseorang atau pihak tertentu yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan tujuan tertentu. B.[6] . Semata-mata kebohongan (dusta) yang dilakukan terhadap Nabi Muhammad SAW 2. kehatihatian dan kewaspadaan mereka terhadap hadis.dalam pembicaraan hadis Nabi Muhammad SAW mengandung dua pengerrtian yaitu: 1. ada juga sebagian yang mengatakan bhawa pemalsuan hadis ini muncul pasca peristiwa tahkim dimana untuk menguatkan atau menyokong kelompok atau golongan masing-masing maka dibuatlah hadis – hadis palsu. Pertentangan politik Menurut kebanyakan ulama hadis pemalsuan hadis terjadi pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Demikian juga pada masa kekhalifahan Abu Bakar. Ada beberapa motif pemalsuan hadis. antara lain: 1. Sejumlah fakta sejarah menyebutkan bahwa latar belakang munculnya hadis palsu tidak hanya dilakukan oleh umat Islam sendiri tetapi juga dilakukan oleh orangorang non Islam. hadis-hadis yang ada sejak masa Rasulullah SAW sampai sebelum terjadinya pertentangan antara Ali bin Abi Thalib dengan Mu’awiyah bin abi Sufyan masih terhindar dari pemalsuan.

maka cara yang paling jitu adalah melalui pemalsuan hadis dengan maksud menghancurkan umat Islam. “siapakah yang membawa Arsy?” Beliau menjawab. Dari sinilah mulai berkembang hadis palsu dimana materi pertama yang diangkat adalah tentang keunggulan seseorang dan kelompoknya. kesesaatan dan tipu muslihat. [7]Kelompok ini menyadari bahwa tidak mungkin melampiaskan kebencian melalui pemalsuan al-Qur’an. “Arsy itu dibawa oleh binatang-binatang yang berbisa dengan tanduk-tanduknya bimasakti yang ada di langit berasal dari keringat mereka. Pertentangan ini semakin tajam dan berlarut-larut sehingga masing-masing berupaya untuk saling mengalahkan juga berupaya untuk mempengaruhi dan menarik simpati orang yang tidak berada dalam perpecahan. sangat menghormati hak asasi manusia serta sigap dalam melenyapkan konsepsi yang salah.Berbeda dengan masa ketiga khalifah tersebut. Pertentangan kedua belah pihak ini juga mengakibatkan perpecahan dalam golongan Ali yaitu kelompok pendukung Ali yang disebut Syiah dan kelompok yang keluar dari golongan Ali yang dinamakan Khawarij. Mereka merasa sakit hati melihat orang-orang berbondong-bondong masuk agama Islam karena Islam menjamin kemerdekaan berfikir. “kami bersaksi bahwa engkau Rasulullah’”. Mereka berkata. 2. Tidak mengherankan kenapa materi pertama adalah mengenai keunggulan masing-masing kelompoknya karena hal ini dipengaruhi oleh perebutan kekuasaan sehingga diperlukan hadis yang berisi pembelaan terhadap kelompoknya. Mereka adalah orangorang yang hatinya tidak senang dengan penyebaran Islam yang begitu pesat dan kejayaan pemerintahannya. Pertentangan politik yang terjadi di kalangan umat Islam tersebut berimplikasi kepada lahirnya sekte-sekte keagamaan dan melahirkan perbedaan paham di bidang teologi dan diantara pendukung masing-masing aliran membuat hadis palsu untuk memperkuat dan membela aliran yang mereka anut. Peristiwa tahkim mengakibatkan munculnya dua golongan besar yaitu golongan Ali dan pendukung Mu’awiyah. Usaha Kaum Zindik Kaum Zindik adalah termasuk kelompok yang sangat membenci Islam. baik Islam sebagai agama maupun Islam sebagai dasar pemerintahan. Diantara hadis palsu yang mereka buat adalah: ‫إن نفرا من اليهود أتوا الرسول صلى ال عليه وسلم فقالوا من يحمل العرش؟ فقال،تحمله الهوام يقرونها‬ ‫والمجرة التى فى السماء من عرقهم، فقالوا نشهد أنك رسول ال صلى ال عليه وسلم‬ “ Sekelompok orang Yahudi dating kepada Rasulullah SAW kemudian bertanya. pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib telah terjadi perpecahan umat Islam menjadi golongan-golongan.[8] .

bangsa. Pangkal pemalsuan hadis-hadis tentang kelebihan sebagian suku bangsa Arab adalah karena dibangkitkannya rasa fanatisme kabilah yang muncul dalam dinasti Umayyah setelah meninggalnya Yazid bin Mu’awiyah. bahasa penghuni neraka adalah bahasa Bukhara dan bahasa surga adalah bahasa Arab”. Oleh karena itu. Ghiyas kemudian meriwayatkan hadis yang telah mehsyur yakni: ‫ل سبق إل فى نصل أوخف أو حافر‬ . dinasti Umayyah secara khusus mengandalkan etnis Arab sehingga memandang kaum muslimin non-Arab tidak sesuai dengan jiwa Islam. 3. kelompok.Dari hadis tersebut di atas tidak mungkin dibuat oleh orang Islam dan orang yang berakal. bahasa setan adalah bahasa Khauzi. dan lain-lain. Dalam menjalankan pemerintahannya. Diantaranya adalah: ‫إن كلم الذين حول العرش بالفارسية وإن ال إذا أوحى أمرا فيه لين أوحاه بالفارسية وإذا أمرا فيه شدة أوحاه‬ ‫بالعربية‬ “Sesungguhnya pembicaraan orang-orang yang berada di sekitar Arsy adalah dengan bahasa Persia dan sesungguhnya jika Allah mewahyukan sesuatu yang lunak (menggembirakan) maka Allah mewahyukannya dengan bahasa Persia dan jika Dia mewahyukan sesuatu yang keras (ancaman) maka Dia mewahyyukannya dengan bahasa Arab”[9] 4. Mereka yang non Arab merasakan adanya diskriminasi tersebut. Diantara hadis palsu tersebut adalah: ‫أبغض الكلم إلى ال الفارسية وكلم الشياطين الخوزية وكلم أهل النار البخارية وكلم أهل الجنة العربية‬ “Bahasa yang paling dibenci oleh Allah adalah bahasa Persia. Ghiyas bin Ibrahim merupakan tokoh yang paling banyak disebutkan dalam kitab hadis sebagai pemalsu hadis tentang “perlombaan”. ia melihat al-Mahdi sedang bermain-main dengan burung merpati. Dengan demikian kaum Zindik ini sangat membahayakan Islam daripada yang lainnya. Menjilat Penguasa Pemalsuan hadis dalam rangka menjilat penguasa dan untuk menyenangkan hati mereka. Melihat hal ini. Fanatik Terhadap Suku. telah terjadi pada masa Dinasti Abbasiyah dan belum terjadi sebelum ini. Negara dan Pimpinan Kemunculan hadis palsu ternyata didorong pula oleh sikap ego dan fanatic buta serta ingin menonjolkan seseorang. mereka juga membuat tandingannya dengan membuat hadis palsu juga yang isinya menjelaskan kelebihan-kelebihan mereka. Bangsa. Ketika ia menghadap khalifah al-Mahdi.

Ketika sakit Abu Jazi berkata. karena merasa prihatin terhadap perpecahan umat dank arena umat telah disibukkan oleh urusan dunia dan meninggalkan akhirat sehingga mereka mengeluarkan hadis tentang tarhib (ancaman terhadap perbuatan buruk) dan targhib (motivasi untuk berbuat baik). saya tidak akan mengaku. “sekiranya Allah tidak menimpakan sakit atas diri saya seperti yang kamu lihat. apapun alasannya hadis tersebut tetap palsu dan merupakan tindakan tercela dan menyesatkan karena tidak sesuai dan bertentangan dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu. Namun. C. para ulama hadis telah membuat beberapa pedoman sebagai rujukan untuk mendeteksi hadis palsu yaitu dengan melihat kepada sanad dan matannya. Tanda-tanda hadis palsu pada sanad a. Namun sekarang saya bersaksi bahwa saya telah memalsukan hadis anu.[11] Dari beberapa motif tersebut di atas. 1. Atas dasar pengakuan pembuat hadis palsu seperti pengakuan Abdul Karim al-Auja’. sepatu dan kuda” Ghiyas kemudian menambahkan kata ‫او جناح‬ yang berarti sayap dengan maksud mendapat simpati dari al-Mahdi karena pada waktu itu khalifah al-Mahdi sedang memainkan burung dara.[10] 5. Adanya qarinah (dalil) yang menunjukkan kebohongan seperti pengakuan ia pernah meriwayatkan dari seorang syekh tapi ternyata belum pernah bertemu secara langsung atau pernah menerima hadis di suatu daerah tetapi ia sendiri belum pernah melakukan rihlah (perjalanan) ke daerah tersebut atau pernah menerima hadis dari seorang syekh tapi diketahui syeikh tersebut telah meninggal ketika ia masih kecil. Abu Ishmah Nuh bin Maryam dan Abu Jazi. dapat dikatakan bahwa kemunculankemunculan hadis-hadis palsu ada yang negative dan ada yang positif. b. sebab “kesalehan” mereka telah mengelabui masyarakat yang pada umumnya membenarkan mereka. Menurut Ajaj al-Khatib. . hal ini sangat disesalkan. terlepas dari itu. Mengenal Hadis Palsu Untuk mengenal hadis palsu. Membangkitkan Gairah Beribadah Banyak diantara para ulama yang membuat hadis palsu dengan perkiraan usahanya itu benar untuk mendekatkan diri kepada Allah. hadis anu…”.“Tidak ada perlombaan kecuali dalam (permainan) panah.

misalnya hadis yang secara empiris tidak bias dibenarkan seperti ‫النظر الى الوجه الجميل عبادة‬ “Melihat wajah yang cantik adalah ibadah”[13] c. Buruknya redaksi hadis. Setelah terjadi pemberontakan terhadap Utsman bin Affan. yaitu: 1. Meriwayatkan hadis sendirian dan dikenal sebagai pembohong sedangkan hadis tersebut tidak diriwayatkan oleh perawi lain yang tsiqah.[15] D.c.[14] d. Hadis yang terlalu melebih-lebihkan salah satu sahabat seperti hadis yang menyatakan bahwa nabi Muhammad SAW memegang tangan Ali bin Abi Thalib di suatu majelis diantara para sahabat yang lain kemudian beliau bersabda. Memilih Perawi Yang Terpercaya . Upaya Para Ulama Dalam Mengantsipasi Hadis Palsu Orang yang bersikap objektif akan menaruh hormat dan sangat berterima kasih atas jerih payah para ulama dalam melakukan penelitian. “sebutkan sanad-sanad hadis kepada kami” mereka menerima hadis ahlu as-sunnah dan menolak hadis-hadis ahlu al-bid’ah”. seperti hadis yang menyatakan bahwa umur dunia 7000 tahun dan akan berakhir pada 1000 tahun yang ketujuh. Berikut dikemukakan beberapa upaya mereka dalam mengantisipasi hadis-hadis palsu yang telah menodai agama dengan sangat kritis. Tanda hadis palsu pada matan a. Rusaknya makna (arti) hadis. padahal Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang sangat fasih dalam berbahasa. santun dan enak dirasakan. Matannya bertentangan dengan al-Qur’an.[12] 2. “inilah wasiatku dan saudaraku dan khalifah setelah aku” kemudian sahabat yang lain sepakat. Meneliti system penyandaran hadis Mengenai penyandaran hadis ini. [16] 2. hadis mutawatir atau ijma. Dalam hal ini orang yang memahami bahasa secara mendalam mengetahui bahwa sesuatu kata bukan berasal dari Nabi Muhammad SAW b. kajian dan penelusuran terhadap hadis-hadis palsu yang tidak terhitung jumlahnya. Hadis ini bertentangan dengan al-Qur’an surah al-A’raf ayat 187 yang menyebutkan bahwa umur dunia hanya diketahui Allah. mereka berkata. Muhammad ibnu Sirrin berkata: “para sahabat dan tabi’in tidak menanyakan isnad hadis.

para ulama hadis telah berhasil menghimpun berbagai hadis palsu yang telah beredar dan berkembang di tengah-tengah masyarakat dan menghimpunnya dalam kitab-kitab khusus antara lain. kembali menyerang islam lewat hadis-hadis palsu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. dengan kata lain bukan hadis Rasulullah SAW. Oleh karena itu. karena tidak puas kemudian kami pergi ke Madinah untuk mendengar langsung hadis itu dari mereka”. mereka tidak akan mengambil dari orang-orang yang dikenal suka berbohong dalam kehidupan umum.[18] Dengan pencurahan segala daya upaya dan telaah kritis yang telah dilakukan oleh para ulama hadis tersebut telah membukakan mata umat Islam di era kini untuk lebih mencermati penggunaan hadis palsu dalam berbagai aktifitas keagamaan. karena tidak menutup kemungkinan adanya pihak-pihak yang tidak senang Islam maju dan berkembang. Dengan menggunakan berbagai kaidah ilmu hadis tersebut.Para ilmuwan hadis menanyakan hadis-hadis yang dipandang kabur atau tidak jelas asal-usulnya kepada para sahabat dan tabi’in dan orang-orang yang menekuni bidang ini. BAB III PENUTUP Kesimpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Abu al-Aliyah berkata. 4.[17] 3. Al-Baits ‘ala Khalas min Hawadits al-Qishas karya al-Hafidh Zain al-Din Abd Rahman al-Iraqi. akan tetapi suatu perkataan atau perbuatan seseorang atau pihak-pihak tertentu dengan suatu alasan kemudian dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW. mengakibatkan ruang gerak para pembuat hadis palsu yang sangat sempit. dan lainnya. . “kami mendengar riwayat hadis dari para sahabat Rasulullah di Bashrah. al-Maudhu’ al-Kubra karya Abu al-Fari Abd al-Rahman al-Jauzi. disamping telah dibukukannya hadis. Menyusun Kaidah-Kaidah Hadis Dengan berbagai kaidah dan ilmu hadis. Studi Kritik Rawi Upaya ini lebih dikonsentrasikan kepada karakter perawi dengan lebih menekankan pada sifat kejujuran dan kebohongan. Hadis palsu adalah hadis yang bukan bersumber dari Rasulullah SAW. Selain hadis-hadis yang berkembang di masyarakat dan termaktub dalam kitab-kitab dapat diteliti dan diketahui kualitasnya.

Hadits maudhu’ dikategorikan hadits mardud (tertolak). menyenangkan penguasa. yaitu golongannya syi’ah membuat hadits maudhu’ yang memuji diri sendiri. )وضع‬ artinya menurunkan atau meletakkan atau meyimpan. Para ulama hadis telah berupaya mengantisipasi kemunculan hadis-hadis palsu dengan membuat berbagai kaidah yang ketat sebagai pedoman untuk mendeteksi hadis palsu HADITS MAUDHU' MAKALAH HADITS MAUDHU’ Makalah ini dibuat Demi Memenuhi Tugas dalam Mata Kuliah Musthalahul Hadits Dosen Pengampu : Nurcholis. yaitu: “Bahwa setiap orang dinamakan dengan nama-nama (Muhammad. B. dilihat dari dua hal. yaitu: “Cinta keduniaan ialah modal kesalahan”. usaha orang non Islam untuk menghancurkan Islam dari dalam. Hadits maudhu’ yang dibuat untuk mempertahankan idiologi partainya atau golongan sendiri dan menyerang partai lawannya.2. Di dalam ilmu hadits. yaitu dari matan atau lafadz (isi) haditsnya dan sanad atau jalur orang yang meriwayatkannya. ia mengklaim ucapan seseorang sebagai hadits lalu menyebar luaskannya. yaitu hadist yang dibuat oleh seseorang pendusta dan disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw. Ahmad dan semisalnya) ini. CONTOH HADITS MAUDHU’ 1. baik secara sengaja maupun tidak. mereka membuat hadits yang . Munculnya hadis palsu inidilatarbelakangi oleh pertentangan politik. Dan secara istilah : ulama hadist. akan tetapi keselamatan dari neraka itu karena keilmuan dan keislaman 2. bisa diterima atau tidaknya sebuah hadits. PENGERTIAN HADITS MAUDHU’ Menurut bahasa. Hadits maudhu’ yang dinukil dari perkataan orang-orang Mutaqaaddimin. karena hadits tersebut cacat dari segi jalur periwayatannya. Hadits maudhu’ yang bertentangan dengan sunnah mutawatir ialah Hadits yang memuji orang-orang yang memakai nama Muhammad atau Ahmad. 3. 3. dan fanatisme. kata maudhu’ merupakan isim maf’ul dari kata wada’a (‫. Hadits tersebut adalah bertentangan dengan sunnah-sunnah Rasulullah SAW yang menerangkan bahwa neraka itiu tidak dapat ditembus dengan nama-nama tersebut. Sebab salah seorang perawinya (periwayat) diketahui berdusta. tidak akan dimasukkan di neraka”. membangkitkan gairah ibadah. Hadist semacam ini dinamakan dikenal juga dengan sebutan hadits palsu. Hadits maudhu’ atau hadits palsu adalah hadits dengan tingkat kelemahan paling rendah. Lc Disusun oleh : IMAM WAHYUDI PONDOK HAJJAH NURIYAH SHABRAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2009 A. Di samping itu juga.

000 bahasa yag dapat meminta ampun kepadanya”. sampai tujuh keturunan”. Karena itu . Abu Bakar As Shiddiq. Pengikut golongan lain yang merasa golongannya dihina. 20. “Barangsiapa mengucapkan tahlil (la ilaha ilallah) maka Allah menciptakan dari kalimat itu seekor burung yang mempunyai 70. “Ketika Adam melakukan kesalahan. Siapa pun dari mereka yang engkau teladani. “Telah dipastikan atau difitrahkan bahwa hati menyukai siapa saja yang berbuat baik kepadanya dan membenci siapa yang berbuat buruk kepadanya”. 5. tidak dapat masuk surga. “Semua manusia (dalam keadaan) mati kecuali para ulama. 18. 12. 7. bahwa yang pertama kali diciptakan oleh Allah adalah cahaya Nabimu. 16. Oleh karena itu. niscaya engkau akan mendapat petunjuk. di Arafah dengan berkendaraan unta kelabu. Dan orang-orang yang ikhlas itu berada dalam bahaya yang besar. “Wahai Jabir. dan sekarang datang pada ribuan yang ke-7”. “Barangsiapa yang menunaikan haji kemudian tidak berziarah kepadaku. selain pohon yang daunnya ditulis dengan kalimat: la ilaha ilahu. 19. “Hadiah Allah kepada seorang mukmin adalah adanya pengemis yang menunggu pemberian di depan pintunya”. Semua orang yang mengamalkan ilmunya tenggelam. 4. Hadits maudhu yang bertentangan dengan Al Quran: “ Anak zina itu. Semua ulama binasa kecuali mereka yang mengamalkan (ilmunya).a. Ahmad dan semisalnya) ini. “Tuhan kami turun dari langit pada sore hari. telitilah dari siapa kamu mengambil pelajaran Agama! Kami sendiri bila menghendaki sesuatu hal. sambil berjabatan tangan dengan orang-orang yang bekendaraan dan memeluk orang-oreng yang pada berjalan”. “Bahwa hadits-hadits adalah suatu agama.” 13. Umar dan Utsman r. dan setiap lisan mempunyai 70. Umar Al Faruq dan Utsman Dzun-nurain”. “Cinta tanah air adalah sebagian daripada iman. ‘Wahai Tuhan-ku. “Sesuap makanan diperut lapar adalah lebih baik daripada membangun seribu masjid jami’”.” 17. 6. “Para sahabatku laksana bintang-bintang. kecuali mereka yang ikhlas. hal itu kami rubah( sedemikian rupa) menjadi suatu hadits”.000 lisan.isinya untuk menjelek-jelekkan lawannya. tidak akan dimasukkan di neraka. 14.” 9. Misalnya hadits maudhu yang membenarkan ke-khilaf-an Abu Bakar. “Di surga tidak terdapat satu pohon. Hadits maudhu’ yang menjelaskan tentang umur dunia: ”Umur dunia itu 7. muhammadur Rasulullah. “Bahwa setiap orang dinamakan dengan nama-nama (Muhammad. ia berkata.000 tahun. seperti Mu’awiyah: “ Apabila kamu melihat Mu’awiyah berada di atas mimbarku bunuhlah”. “ Aku telah melihat Tuhanku dengan tanpa Hijab antaraku dan Dia. segera membalas membuat hadits maudhu’ untuk mengadakan revance atau setidak-tidaknya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat padanya.” 10. maka dia telah bersikap kasar kepadaku. Hadits maudhu’ yang dibuat untuk merusak dan mengeruhkan Agama Islam.” 11. aku memohon kepadaMu dengan hak Muhammad agar Engkau mengampuni padaku”. sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Zindiq.” 8. 15.

“Sungguh Allah itu apabila marah. “Rasulullah bersabda : Nanti bakal lahir seorang laki-laki dalam ummatku ini orang yang bernama Muhammad bin Idris. 2008. Jakarta : Gema Isani. Muhammad. pada istana itu terdapat 70. “Di dalam surga itu terdapat bidadari-bidadari yang berbau harum semerbak.000 tahun tidak bergeser”. Jakarta: Darul Falah.000 paviliun yang setiap paviliun mempunyai 70. jika tidak disertai keterangan bahwa hadits tersebut maudhu’. adalah makhluk. 22. Oleh karena itu. Nashiruddin. C.000 kibah. Muslim). di bumi dan di antara keduanya. 29. Silsilah Hadits Dhaif dan Maudhu. menurunkan wahyu dengan bahasa Arab”. Bahkan menurut kesepakatan ulama. karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku. Ar-Rasikh. Berdasarkan hadits. Ilmu Hadits Untuk Pemula. Ilmu Hadits. 26. 30. barang siapa yang mengatakan demikian.kulihat segala sesuatu. 25. meriwayatkan hadits palsu adalah haram. Drs. “Berapa banyak wanita yang cantik jelita. 27. yang paling mengentarkan ummatku daripada iblis. 23.” (HR. Artha Rivera. menurunkan wahyu dengan bahasa Persi dan bila rela. .” 24. “Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku. “Setiap yang ada di langit. Mannan. REFERENSI Al Albany.1997. maka tidak sah salatnya”. maka ia akan masuk neraka. 2008. D. Irham. kecuali Allah dan Al quran. HUKUM HADITS MAUDHU’ Hadits maudhu’ atau palsu merupakan hadits yang sama sekali tidak bisa dijadikan dalil dan juga hadist ini merupakan hadist yang paling jelek di antara sekian banyak yang hadist yang dhaif. masa tuanya berjuta-juta tahun dan Allah menempatkan mereka di suatu istana yang terbuat dari mutiara putih. Jakarta Barat: CV. Yang demikian itu tetap berjalan dampai 70. namun mahar yang diterimanya tidak lebih dari segenggam gandum atau yang sepertinya dari buah kurma”. Mudasir. “Sesungguhnya Allah SWT tidak mengizinkan untuk melagukan Al quran”. maka berati ia telah menjauhi aku”. sungguh kafir terhadap Allah yang Maha Besar dan tertalaklah istrinya sejak itu”. “Rasulullah bersabda : Nanti bakal lahir seorang laki-laki dalam ummatku ini orang yang bernama abu Hanifah An Nu’man sebagai pelita ummatku”. 2003. Khumaidi. Kamus Istilah-Istilah Hadits. 21. 28. “Barang siapa yang mengangkat kedua tangannya di dalam shalat. “Barang siapa mencium bunga mawar merah dan tidak ber-shalawat kepadaku. hingga kulihat sebuah mahkota yang terhias dari mutiara”. Bandung : Pustaka Setia. Abdul. Nanti bakal datang kaum-kaum dari ummatku yang mengatakan bahwa Al quran itu adalah makhluk baru. “Rasulullah SAW melakukan shalat pada bulan ramadhan tidak berjamaah sebanyak dua puluh rakaat dan witir”.

yang berarti menurunkannya. Drs. Dinamakan seperti itu. 1985. Derajat Hadits Maudhu’ dan Hukum Meriwayatkannya Hadits maudhu’ merupakan hadits yang paling rendah dan paling buruk Sehingga para ulama’ sepakat. insya Allah saya akan menjelaskan seputar hadits maudhu’.http://ainuamri. Dan membawa As Sunah bukan pada maksudnya. Jadi memang ada hadits yang shahih. Rahman. Dan kelompok yang pertama melakukan hal itu adalah Syi’ah. hukum. karena memang menurunkan derajatnya. dan maudhu’(palsu). sebagaimana anggapan para orientalis. dengan mengedepankan mencari kebenaran.com/2008/06/hadits-maudhu. fatchur. Apabila diantara mereka berselesih mereka berijtihad.Al-Firqotunnajiyyah. Namun juga tidak benar bila menganggap bahwa semua hadits itu palsu. hasan. Pengertian Menurut Bahasa Hadits Maudhu’ Merupakan isim maf’ul (objek) dari kata wadha’a Asy-Syaia. Hal ini tidak pernah terjadi pada masa Rasulullah dan tidak pernah dilakukan seorang shahabatpun.com/2008/01/05/contoh-hadits-maudhu-hadis-palsu/ http://www. menjadikan setiap kelompok mencari dukungan dari Al Qur’an dan As Sunah. Awal Munculnya Hadits Maudhu’ Perpecahan kaum Muslimin menjadi beberapa kelompok setelah fitnah( masa setelah terbunuhnya Utsman bin Affan). ciri-ciri maupun yang lainnya. Kita sebagai seorang muslim tidak meyakini bahwa semua hadits adalah shahih. baik pengertian. . agar kita faham pembahasan yang berkaitan dengan hadits maudhu’. Bila mereka mentakwilkan hadits mereka menisbatkan kepada Nabi Apalagi tentang keutamaan para Imam mereka. Ihktisar Musthalahul Hadits. Sebagian kelompok mentakwilkan Al Qur’an bukan pada makna sebenarnnya. dha’if.wordpress. Menurut Istilah Adalah kedustaan yang dibuat dan direka-reka yang disandarkan atas nama Rasulullah dan ia termasuk periwayatan yang paling jelek. haramnya meriwayatkan hadits maudhu’ dari orang yang mengetahui kepalsuannya dalam bentuk apapun. kecuali disertai dengan penjelasan akan kemaudhu’anya.blogspot. Dalam dalam kesempatan ini. Bandung : PT Alma ‘arif PENDAHULUAN Hadits merupakan sumber kedua setelah Al Qur’an dalam islam.html.

Muslim). haditsnya tentang keutamaan ahli bait. berlawanan dengan ketetapan agama atau susunan lafadz lemah dan kacau. Adanya indikasi pada isi hadits. kemudian ada sesuatu yang kami anggap baik maka kami jadikan sebagai hadits. As Suyuthi berkata:”Dari indikasi perawi (maudhu’) adalah dia seorang Rafidhah dan haditsnya tentang keutamaan ahli bait. atau menafikan dalil-dali Al Qur’an yang qath’I. bertentangan dengan indra. 2. yang digelari Nuh Al Jami’. tentang tanggal kelahirannya. Menurut Abu Bakar bin Ath Thayib:”Sesungguhnya bagian dari petunjuk maudhu’ adalah tidak masuk akal yang tidak bisa ditakwil disertai dengan tidak berdasar pada panca indra. dan hadits itu tidak diketahui kecuali dari syaikh tersebut. Membuat perkataan yang berasal dari dirinya. Seperti pengakuan Abi ‘Ishmat Nuh bin Abi Maryam. Mengambil perkataan ahli bijak atau selain mereka kemudian meletakkan sanadnya. serta kemustahilan hadits tersebut bersumber dari Rasulullah.” Ibnu Al Jauzi berkata:”Perkataan yang paling tepat berkenan dengan hadits maudhu’ adalah. 3. 5. menyelisihi naql (dalil). dengan berkata:”Bila kami berkumpul-kumpul. maka dia termasuk para pendusta. bahwasanya ia telah memalsukan hadits atas Ibnu Abbas tentang keutamaan-keutamaan Al Qur’an surat per surat. 2. atau yang membatalkan masalah ushul(akidah). Ketika ditanya perawi tersebut. Adapun jika bertentangannya memungkinkan untuk dijamak. Pernyataan yang diposisikan sama dengan pengakuan. Cara Yang Ditempuh Pembuat Hadits Maudhu’ 1. bertentangan dengan akal sehat. Adanya inidikasi perawi yang menunjukkan akan kepalsuannya. Dan seperti pengakuan Maisarah bin Abdi Rabbihi Al Farisi bahwa dia telah memalsukan hadits tentang keutamaan Ali sebanyak tujuh puluh hadits. 4.Nabi bersabda: “Barangsiapa yang menceritakan hadits dari sedang dia mengetahui bahwa itu dusta. Misal perawi Rafidhah. ketahuilah sesungguhnya itu adalah maudhu’.” (HR. Pengakuan dari orang yang memalsukan hadits. ternyata perawi dilahirkan sesudah kematian syaikh. Bagaimana Mengetahui Hadits Maudhu’ 1. maka ia tidak (maudhu’).” Hamad bin Salamah berkata:”Menceritakan kepada syaikh mereka(Rafidhah). kemudian meletakkan sanadnya dan meriwayatkannya. apabila kamu melihat hadits yang menjelaskan akal.” Misalnya apa yang diriwayatkan Abdurahman bin Zaid bin Aslam dari bapaknya dari kakeknya secara . Seperti seseorang menyampaikan hadits dari seorang syaikh. Atau pada saat syaikh meninggal dia masih kecil dan tidak mendapatkan periwayatan. sunah yang mutawatir dan ijma’.

1. dia bertanya kepada Maisarah bin Abdi Rabbihi:”Dari mana engkau mendatangkan hadits-hadits seperti. yang dilakukan untuk menyenangkan Al Mahdi.marfu’. berkata:”Janganlah engkau bicara dengan mereka. Masing-masing aliran membuat hadits-hadits palsu untuk memperkuat golongannya. Mendekatkan diri kepada penguasa demi menuruti hawa nafsu. kezindikan atau sekedar hobi semata. bahwa beliau bersabda: “Tidak ada perlombaan kecuali bermain pedang. Membela suatu madzhab. Maka ia menambahkan perkataan dalam hadits yang disandarkan kepada Nabi. Dalam rangka Taqarrub kepada Allah. “Barangsiapa membaca ini maka ia akan memperoleh itu? Ia menjawab:”Aku sengaja membuatnya untuk memberi dorongan kepada manusia. Imam Malik ditanya tentang Rafidhah. Diantara mereka adalah Maisarah bin Abdi Rabbihi. ketika masuk ke (ruangan Amirul Mukminin) dan menjumpai Al Mahdi tengah bermain-main dengan burung merpati. lalu Al Mahdi memberinya sepuluh dirham. Sang Amir . pacuan.” Ia menambahkan kata sayap (junah). menggali atau sayap.Seperti kisah Giyats bin Ibrahim An Nakh’I Al Kufi dengan Amir Mukminin Al Mahdi. karena manusia menerima hadits-hadits maudhu’ mereka disebabkan kepercayaan terhadap mereka. dengan meletakkan hadits-hadits targhib(yang mendorong) manusia untuk berbuat kebaikan. 1. atau hadits yang berisi ancaman terhadap perbuatan munkar. Motivasi-motivasi yang Mendorong Melakukan Pemalsuan Hadits Banyak niat seseorang memalsukan hadits baik timbul dari motif politik. Mereka ini termasuk kelompok pembuat hadits maudhu’ yang paling buruk. Berikut adalah motivasi-motivasi mereka: 1. Ibnu Hibban telah meriwayatkan dari kitabnya Ad Dhu’afa’. dari Ibnu Mahdi. termasuk madzhab yang terpecah menjadi aliran politik setelah munculnya fitnah(masa setelah terbunuhnya Utsman bin Affan) dan maraknya aliran-aliran politik seperti Khawarij dan Syi’ah. Setelah berpaling. jangan meriwayatkan (hadits) dari mereka sesungguhnya mereka berdusta. 1. Mereka yang membuat haditshadits maudhu’ ini biasanya menisbatkannya kepada golongan ahli zuhud dan orang-orang shalih. Sebagian orang yang imannya lemah berupaya mendekati sebagian penguasa dengan membuat hadits yang menisbatkan kepada penguasa agar mendapat perhatian. kebodohan. Ini merupakan asal dari kedustaan atas nama Rasulullah.” Bahwa kapal Nabi Nuh thawaf mengelilingi ka’bah tujuh kali dan shalat dua rakaat di maqam Ibrahim.

Diantara mereka adalah Ibnu Abu Dihyah dan Hammad bin An Nashibi. Mengikuti hawa nafsu dan ahli ra’yu yang tidak mempunyai dalil dari kitab dan sunah kemudian membuat hadits maudhu’ untuk membenarkan hawa nafsu dan pendapatnya. orang-orang dungu itu telah membuat hadits maudhu’ sebanyak empat ribu. Dalam rangka meraih popularitas. 1. membuat hadits yang berbunyi:” Akan ada dari umatku seorang laki-laki . dan apabila ridha menurunkan wahyu dengan bahasa Persi (Al Farisiyah). 1. Kemudian Al Mahdi memerintah untuk menyembelih burung merpati itu. lalu mereka memberi upah. memalsu hadits. dia adalah penerang umatku. yaitu. Dan orang yang tidak senang dengan Imam Asy Syafi’I. Mereka membolak balik sanad hadits supaya orang yang mendengarnya terperangah. 1. Asy Syu’ubiyun memalsu hadits yang berbunyi:”Sesungguhnya Allah apabila murka menurunkan wahyu dengan menggunakan bahasa Arab. yaitu dengan membuat hadits yang gharib(asing) yang tidak dijumpai pada seorangpun dari syaikh-syaikh hadits. 1. Ia meriwayatkan hadits dari Humaid dari Anas secara Marfu : Aku adalah Nabi terakhir. Hamad bin Zaid berkata: “Orang-orang zindiq membuat hadits dusta yang disandarkan kepada Rasulullah sebanyak empat belas ribu hadits. Ahmad bin Shalih Al Mishri berkata:”(Hukuman bagi) orang zindiq adalah dipenggal lehernya. ” Sesungguhnya Allah apabila murka menurunkan wahyu dengan menggunakan bahasa Persi (AlFarisiyah). Dan orang yang ta’ashub(fanatik) terhadap Abu Hanifah.” Maka seorang Arab yang jahil membaliknya. 1. dan tidak ada Nabi sesudahku kecuali yang Allah kehendaki. Dalam rangka mencari penghidupan dan memperoleh rizki. perkataan ini. Fanatisme terhadap Imam atau Negri. Zindiq yang ingin merusak manusia dan agamanya. dan apabila ridha menurunkan wahyu dengan bahasa Arab. Diantara mereka adalah Muhammad bin Sa’id Asy Syami yang dihukum mati dan disalib karena kezindikannya. yang berbunyi:”Akan ada dari umatku seorang laki-laki yang disebut Abu Hanifah Al Nu’man. Diantara mereka adalah Abu Sa’id Al Madani. aku mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram. Seperti yang dilakukan sebagian tukang dongeng yang mencari penghidupan melalui berbagai cerita kepada masyarakat. maka berhati-hatilah. Ketika akan dipenggal lehernya Ibnu Adi berkata:”Aku telah memalsukan hadits diantara kalian sebanyak empat ribu hadits.berkata:”Aku bersaksi bahwa tengkukmu adalah tengkuk pendusta atas nama Rasulullah. Mereka menambahnambahkan ceritanya agar masyarakat mau mendengar dongengannya.

bersama-sama kita meningkatkan iman dan ilmiah ummat berpatok pada pemahaman salafush shalih. . bersama seluruh golongan dan pergerakan yang haq. di antara kitab-kitab tersebut yaitu: 1. 1. Akhir Kata Dengan memohon pertolongan Allah. Syaikh Muhammad Abu Al Juwaini. dia lebih bahaya atas umatku dari pada iblis. merajut al-wala hingga menjadi bangunan yang kokoh saling menguatkan. Al Madhu’at. yaitu diriwayatkan 70 orang shahabat. sebagaimana Nabi bersabda: “Barangsiapa berdusta atas namaku secara sengaja. Tanzihu Ay Syri’ah Al Marfu’ah ‘an Al Ahadits Asy Syani’ah Al Maudhu’ah karya Ibnu ‘Iraqi Al Kittani. Seruan untuk hijrah kepada Allah dengan memurnikan tauhid dan mencampakkan kesyirikan serta hijrah kepada Rasul-Nya dengan mengikuti sunnahnya. penghinaan atau do’a atas 10 pelakunya. ancaman. Yaitu semoga Allah menyiapkan untuknya (nereka). Orang yang berdusta atas nama Rasulullah ancamannya sangat keras. menggalang ukhuwah bersama seluruh thalibul ilmi dan du’at penyeru kepada ummat. Al La’ali Al Mashnu’ah fi Al Ahadits Al Maudhu’ah. Adapun adalah perintah yang juga berarti kabar(berita).” Hadits ini diriwayatkan secara mutawatir. Ancaman Bagi yang Membuat Hadits Maudhu’. dan inilah seruan kami: 1. karya As Suyuthi. Dalam riwayat Al Bukhari tidak terdapat atau dengan sengaja. ringkasan kedua kitab diatas. ringkasan kitab diatas. Kitab-kitab Referensi Hadits Palsu Para ulama telah merupaya mengumpulkan hadits-hadits palsu supaya kaum muslimin selamat dari makar pembuatnya. karangan Ibnu Al Jauzi.yang disebut Muhammad bin Idris. Namun dalam riwayat Ibnu Hibban terdapat kata ini. 1. berpendapat bahwa kafir bagi orang yang memalsukan hadits Rasulullah dan dengan sengaja dan mengetahui (hukum berkenaan) dengan yang ia ada-adakan. maka hendaknya ia bersiapsiap menempati tempatnya dineraka.

koreksi dan kritik atau kontribusi harap dikirimkan langsung ke Kotak Komentar. . Saran dan Kritik Semua saran. Seruan untuk berwala kepada iman dan muslimin serta baro’ dari syirik dan musyrikin.1.