ISTILAH-ISTILAH DALAM ILMU HADITS 1. Hadits, atsar dan khabar a.

Hadits = Asal arti hadits ialah omongan, perkataan, ucapan dan sebangsanya. Hadits menurut bahasa berarti ‫ الجديد‬yaitu sesuatu yang baru, hadis juga ُ ْ ِ َ َْ bararti ‫ الخبر‬yaitu berita. ْ ََ َْ Menurut ahli hadits, pengertian hadits ialah segala perkataan Nabi, perbuatan dan hal ihwalnya. Sementara para ulama ushul memberikan pengertian hadits adalah “Segala perkataan Nabi SAW, perbuatan dan taqrirnya yang barkaitan dengan hokum syara’ dan ketetapannya. b. Atsar = Sedang atsar ialah perkataan sahabat sebagaimana hadits perkataan Nabi Saw Jumhur ulama mengatakan bahwa atsar sama dengan khabar yaitu sesuatu yang didasarkan kepada Nabi Muhammad, sahabat dan tabi’in c. Khabar = khabar menurut bahasa adalah semua berita yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain. Sebagai ulama mengatakan bahwa khabar adalah sesuatu yang dating selain dari Nabi Muhammad. 2. Sanad, Matan dan Rowi a. Sanad = Kata sanad menurut bahasa adalah sandaran atau sesuatu yang dijadikan sandaran, menurut istilah sanad adalah “Silsilah orang-orang (yang meriwayatkan hadis) yang menyampaikannya kepada matan hadits. b. Matan Matan menurut bahasa berarti mairtafa’a min al-ardi (tanah yang meninggi), sedangkan menurut istilah adalah :

“Suatu kalimat tempat berakhirnya sanad” dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa matan adalah lafadz hadis yang diucapkan oleh Nabi Saw atau isi hadits. c. Rawi Rawi yakni yang meriwayatkan hadits Untuk lebih jelasnya tentang perbedaan antara sanad, rawi dan ikatan, perhatikan contoh hadis di bawah ini:

ْ ُ ْ َ َْ ٍ َ ِ ْ َُ ََّ َ ‫حدثنا محمدبن معمر بن ربعي القيسى، حدثنا أبو هشام المححححزو‬ ِ ْ َ ْ ّ ِ َِ ِ ْ َ َ ْ َ ُ ْ ُ ّ َ ُ ََّ َ ‫مي عبد الواحد وه حو اب حن زيححاد ح حدثنا عثمححان ب حن حكي حم ح حدثنا‬ ََّ َ ٍ ْ ِ َ ُ ْ ُ َ ْ ُ ََّ َ ٍ َِ ُ ْ َ ُ َ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ َ َ َ َّ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ َ َ َ ْ ُ ْ َ ِ ِ َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ ّ َ ُ ‫محمد ابن المنكدر عن عمران عن عثمححان ب حن عفححان قححال: قححال‬ َ ْ ُ ُ ْ َ َ ُ ْ َ ْ ّ َ َ ْ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ُ ‫رسول ال صلى ال عليه وسلم: من توضحأ ف حأ حس حن الونضحوء‬ َّ ِ ُ ْ ُ َ ‫خرجت خطاياه من جسده حتى تخرج من تح حت أظفححاره: )رواه‬ ِ ِ َ ْ َ ِ ْ َ ْ ِ َ ُ ْ َ َّ ِ ِ َ َ ْ ِ ُ َ َ َ ْ َ َ َ (‫مسلم‬
Penjelasan Dari nama Muhammad bin Ma’mur sampai dengan Usman bin Affan r.a adalah sanad dari hadis tersebut. Mulai kata man tawadda’ sampai dengan kata tahta azfarih adalah matannya, sedangkan Imam Muslim yang dicatat di ujung hadits adalah perawinya.

3. Hadis Mutawatir dan Ahad a. Hadits Mutawatir Mutawatir menurut bahasa berarti mutatabi’ yakni sesuatu yang datang berikut dengan kita/ yang beriring-iringan antara satu dnegan yagn lainnya, tanpa ada jaraknya. Menurut istilah mutawatir adalah hadis yang diriwayatkan oleh sejumlah belajar orang yang menurut adalah mustahil mereka bersepakat terlebih dahulu untuk berdusta. Pada intinya hadis

mutawatir yaitu hadist yang diriwayatkan oleh banyak orang di setiap generasi sejak generasi sahabat hingga generasi akhir. b. Hadist ahad

Kata ahad menurut bahasa berarti satu, sedangkan menurut istilah ahad adalah ishobar yang jumlah perawinya tidak sebanyak jumlah perawi hadist mutawatir. Ada juga ulama yang mendefinisikan hadist ahad secara singkat yakni hadist ahad secara singkat yakni hadist yang tidak memenuhi syarat-syarat mutawatir. 4. Hadis shahih hasan dan dhoi’if a. Hadis shohih Shohih menurut bahasa berarti ‫( ضد السقيم‬lawan sakit) yang berarti shah, benar, ِ ِّْ ّ ِ sempurna, sehat, ibnu al-shaleh mengartikan hadist shohih yaitu hadis yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh orang-orang yagn berwafaq adil, dan dhabil, dari orang yang berwatak seperti itu juga sampai puncaknya, hadist mana tidak yadz dan tidak pula mengandung cacat. Gambaran mengenai pengertian hadist shohih menjadi lebih jelas setelah imam syafi’I memberikan ketentuan, bahwa riwayat suatu hadist dapat dijadikan hujjah apabila 1. 2. Diriwayatkan oleh para perawi yang dapat dipercaya amalan Rangkaina riwayatnya bersambung sampai kepada pagi Muhammad agamanya. atau dapat juga tidak sampai ke pada pagi. Syarat-syarat hadis shohih 1. Sanadnya bersambung 2. para perawinya bersifat adil 3. para perawinya dhabil 4. Matannya tidak syadz

5. Matannya tidak berillat b. Hadis Hasan Hadis hasan menurut bahasa berarti ‫ ما تشتهيه النفسى وتميل الي حه‬yaitu ِ ْ َِ ُ ْ ِ َ َ ُ ْ ّ ِ ْ ِ َ ْ َ َ sesuatu yang disenangi dan dicondongi oleh nafsu. Sebenarnya hadis hasan itu sama dengan hadis shahih. Bedanya, kalau di dalam hadis shahih semua periwayat harus sempurna kedhabitannya. Maka dalam hadis hasan ada perawi yang kedhabitannya, kecermatan atau hafalannya kurang sempurna. Menurut para ulama, hadis hasan dapat naik derajatnya menjadi shahih karena ada hadis lain yang isinya sama diriwayatkan yagn kualitasnya tidak lebih rendah. Para ulama ahli hadis membagi hadis hasan menjadi dua bagian, yaitu hasan lidzatih dan hasan li ghairih yang dimaksud dengan hadis hasan lidzatih ialah hadis yang telah memenuhi persyaratan hadis hasan. Adapun yang dimaksud dengan hadis hasan li ghoirih ialah hadis hasan yang tidak memenuhi persyaratan hadis hasan sec ara sempurna, atau pada dasarnya hadis tersebut adalah hadis dhaif, tetapi karena ada sanad atau matan lain yang menguatkannya maka ke dudukan hadis dhaif tersebut naik derajatnya menjadi hasan li ghairih. Ibn Ash-shalah, sebagaimana dikutip oleh Al-Qosimi menyebutkan bahwa hadis hasan li hairih ialah hadis yang sandaran dan sanadnya terdapat seorang yang mashur, bukan pelupa yang banyak kesalahannya, tidak terlihat adanya sebab-sebab yang menjadikannya fasiq dan matan hadisnya diketahui baik berdasarkan periwayatannya hadis lain yang semakna. Pengertian menurut Ibnu Ash-Shalah ini memperkuat uraian bahwa pada dasarnya hadis hasan li ghairih adalah hadis dhaif, yang memiliki syahid dan muttabi’ sehingga kualitasnya menjadi naik menjadi hadis hasan, akan tetapi, hadis yang sangat lemah seperti hadis maudu’ dan mankar dan matruk sekali pun ada syahid dan muttabi’ kedudukannya tetap sebagai hadis dhaif dan tidak dapat berubah menjadi hadis hasan. c. Hadis dhaif

Menurut Nur ad-Din’ atr mendefinisikan hadis dhaif sebagai hadis yang hilang salah satu syaratnya dari syarat-syarat hadis maqbul (hadis yang shahih atau hadis yang hasan). Hadis dha’if yang disebabkan oleh cacat periwayatnya atau hal lain . Dari definisi di atas dapat diketahui dengan jelas bahwa jika satu syarat saja (dari persyaratan hadis shahih adalah hadis hasan) hilang. b. 3. Hadis mudallas Yaitu hadis yang di dalamnya ada sesuatu yang disembunyikan. Lebih-lebih jika yang hilang itu sampai dua adalah tiga syarat maka hadis seperti ini dapat dinyatakan sebagai hadis dhaif yang sangat lemah. 4. Hadis Mu’dal Yaitu hadis yang gugur dua orang sanadnya atau lebih secara berturutturut. sebagai lawan dari kasla kuat. berarti hadis itu dinyatakan sebagai hadis dhaif. Hadis munqathi’ Yaitu hadis yang sanadnya terdapat salah seorang yang digugurkan (tidak disebutkan namanya) baik diujung maupun dipangkal. a. Dhaif dari segi persambungan sanadnya 1. An-Nawawi mendefinsikannya dengan ِ َ َ ْ ُ ْ ُ ُ َ َ ِ َ ّ ُ ْ ُ ُ ِ ِْ ْ َ ْ ُ ْ َ َ ‫مالم يو جد فيه شروط الصحة ول شروط الحسن‬ “Hadis yang di dalamn ya tidak terdapat syarat-syarat hadis sahih dan syarat-syarat hadis hasan”. Secara istilah diantara para ulama terdapat perbedaan rumusan dalam mendefinsikan hadis dhaif ini.Kata dhaif menruut bahasa berarti lemah. Hadis mursal Yaitu hadis yang gugur sanadnya setelah tabi’in 2. 2. beberapa definisi diantaranya adalah: 1. akan tetapi pad adasarnya isi dan maksudnya sama.

Hadis matruk Yaitu hadis yang diriwayatkan oleh seseorang yang tertuduh dusta terhadap hadis yang diriwayatkannya atau nampak kefasikannya. Nabi Muhammad Saw bersabda ‫نضر ال امرأ سمع منا حديثا كما سمعه‬ ََ َ “Allah memuji orang yang mendengar hadis dari saya kemudian menyampaikannya seperti apa yang saya dengar. 4. tetapi bertentangan dengan hadis yang diriwayatkan oleh. seharusnya Kemudian disebut mendahulukan atau penyebutannya belakangan membelakangkan penyebutan yagn seharusn ya di dahulukan adalah dengan sesuatu pada tempat yang lain. Hadis syadz Yaitu hadis yang diriwayatkan oleh orang terpercaya. 2. Hadis munkar Yaitu hadis yang diriwayatkan oleh orang lemah yang menyalahi riwayat orang yang lebih terpercaya dari padanya. baik berupa perkataan. Hadis mu’allal Yaitu hadits yang diriwayatkan tanpa memakai sanad 3. Kesimpulan Ilmu hadis merupakna ilmu pengetahuan yagn mengkaji atau membahas tentang segala yang disandarkan kepada nabi SAW. orang yang lebih terpercaya lagi.1. Hadis maqlub Yaitu hadis yang lafalnya tertukar pada salah seorang dari sanadnya adalah nama seorang yang sanadnya. . perbuatan dan taqrir. 5. baik pada perbuatan adalah pada perkataannya atau orang yang banyak lupa atau ragu.

3) Hadisnya terhindar dari ‘ilat (cacat) dan syadz (janggal). dan cacat (‘ilat). tidak syadz dan tidak ber’ilat”. kedua. diriwayatkan oleh orang adil dan dhobith(kuat daya ingatan) sempurna dari sesamanya. Imam Al-Suyuti mendifinisikan hadis shahih dengan “hadis yang bersambung sanadnya. Imam Bukhori dan Imam Muslim membuat kriteria hadis shahih sebagai berikut: 1) Rangkaian perawi dalam sanad itu harus bersambung mulai dari perowi pertama sampai perowi terakhir. Hadits Shahih I. ‫هو ما اتصل سنده بنكل العدل الضابط ضبطا كامل عن مثله وخل ممن الشذوذ و العلة‬ hadis yang muttasil (bersambung) sanadnya. Defisi hadis shahih secara konkrit baru muncul setelah Imam Syafi’i memberikan penjelasan tentang riwayat yang dapat dijadikan hujah. dan . atau dapat juga tidak sampai kepada Nabi. dfiriwayatkan oleh perowi yang adil dan dhobit. terpelihara hafalannya bila meriwayatkan hadis secara lafad.1 Definisi Hadits Shahih kata Shahih ((‫ الصحيخ‬dalam bahasa diartikan orang sehat antonim dari kata assaqim ( (‫ =السقيم‬orang yang sakit jadi yang dimaksud hadits shahih adalah hadits yang sehat dan benar tidak terdapat penyakit dan cacat. mengetahui perubahan arti hadis bila terjadi perubahan lafadnya. dalam arti adil dan dhobith. dikenal sebagai orang yang jujur mermahami hadis yang diriwayatkan dengan baik. mampu meriwayatkan hadis secara lafad. bunyi hadis yang Dia riwayatkan sama dengan hadis yang diriwayatkan orang lain dan terlepas dari tadlis (penyembuyian cacat).PEMBAHASAN I. selamat dari kejanggalan (syadz). apabila diriwayatkan oleh para perowi yang dapat dipercaya pengamalan agamanya. 2) Para perowinya harus terdiri dari orang-orang yang dikenal siqat. rangkaian riwayatnya bersambung sampai kepada Nabi SAW. yaitu: pertama.

Untuk mengetahui dan bersambungnya dan tidaknya suatu sanad. 3. yakni apakah kata-kata yang terpakai berupa haddasani. Perawinya Bersifat Adil Maksudnya adalah tiap-tiap perowi itu seorang Muslim. Sanadnya Bersambung Maksudnya adalah tiap-tiap perowi dari perowi lainnya benar-benar mengambil secara langsung dari orang yang ditanyanya.anna. akhbarana. Mencatat semua periwayat yang diteliti. dari sejak awal hingga akhir sanadnya. Pandangan berbeda datang dari golongan muktazilah yang menilai bahwa sahabat yang terlibat dalam pembunuhan ‘Ali dianggap fasiq. c. Mempelajari hidup masing-masing periwayat. ‘an. ketenaran seseorang bahwa ia bersifast adil. atau kasta-kata lainnya. dan Hambali. biasanya ulama’ hadis menempuh tata kerja sebagai berikut. dan periwayatannya pun ditolak. keterangan seseorang atau beberapa ulama ahli ta’dil bahwa seorang itu bersifat adil. sebagaimana yang disebutkan dalam kitab-kitab jarh wa atta’dil. bersetatus Mukallaf (baligh). Perowinya Bersifat Dhobith . haddasani. 1. Dalam menilai keadilan seorang periwayat cukup dilakuakan dengan salah satu teknik berikut: 1. Asy-Syafi’i. akhbarani. 2. b. I.Maliki. bukan fasiq dan tidak pula jelek prilakunya. dapat dipahami bahwa syarat-syarat hadis shahih dapat dirumuskan sebagai berikut: a.2 Syarat-Syarat Hadis Shahih Berdasarkan definisi hadis shahih diatas. Meneliti kata-kata yang berhubungan antara para periwayat dengan periwayat yang terdekat dalam sanad. 2. sdeperti imam empat Hanafi. khusus mengenai perawi hadis pada tingkat sahabat.4) Para perowi yang terdekat dalam sanad harus sejaman. jumhur ulama sepakat bahwa seluruh sahabat adalah adil.

sedang periwayat yang tsiqah lainnya tidak meriwayatkan hadis itu. ingatan perowinya sempurna. perbedaan antara keduanya terletak pada segi hafalan atau ingatan perowinya. ‘Illat hadis dapat terjadi pada sanad mapun pada matan atau pada keduanya secara bersama-sama. nmenurut para ulama. a. e. sedang. ingatan perowinya kurang sempurna. I. sedang pada hadis shahih li-ghoirih. berdasarkan kesesuaian riwayatannya dengan riwayat dari orang lain yang telah dikenal kedhobithannya. bila hadis itu hanya diriwayatkan oleh seorang periwayat yang tsiqah. Dhobith dalam dada ialah terpelihara periwayatan dalam ingatan. Tidak Syadz Maksudnya ialah hadis itu benar-benar tidak syadz.3. Artinya. suatu hadis dinyatakan syudzudz. d. Adapun sifat-sifat kedhobitan perowi. bila hadisd yang diriwayatkan oleh seorang periwayat yang tsiqah tersebut bertentengan dengan hadis yang dirirwayatkan oleh banyak periwayat yang juga bersifat tsiqah. dalam arti bertentangan atau menyalesihi orang yang terpercaya dan lainnya. yaitu shahih li-dzati dan shahih li-ghoirih. dalam arti adanya sebab yang menutup tersembunyi yang dapat menciderai pada ke-shahih-an hadis. baik berupa kuat ingatan dalam dada maupun dalam kitab (tulisan). pada shahih li-dzatih. seperti menyebutkan muttasil terhadap hadis yang munqati’ atau mursal. kesaksian para ulama 2. dhobith dalam kitab ialah terpeliharanya kebenaran suatu periwayatan melalui tulisan.Maksudnya masing-masing perowinya sempurna daya ingatannya. sejak ia maneriama hadis sampai meriwayatkannya kepada orang lain. Tidak Ber’ilat Maksudnya ialah hadis itu tidak ada cacatnya. Namun demikian. suatu hadis tidak dinyastakan sebagai mengandung syudzudz. Menurut al-Syafi’i.Hadis Shahih li dzati . ‘illat yang paling banyak terjadi adalah pada sanad. sementara dhahirnya selamat dari cacat. dapat diketahui melalui: 1. Pembagian Hadis Shahih Para ahli hadis membagi hadis shahih kepada dua bagian.

yaitu al-Quran dan hadis mutawatir. Ketiga. karena bolehnya salah dan khilaf bagi orang kepercayaan. Seperti periwayatan sanad dari Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Anas.4 Kehujahan Hadis Shahih Hadis yang telah memenuhi persyaratan hadis shahih wajib diamalkan sebagai hujah atau dalil syara’ sesuai ijma’ para uluma hadis dan sebagian ulama ushul dan fikih. mengingat bolehnya berlaku bagi orang yang banyak salah. .5 Tingkatan Hadis Shahih Perlu diketahui bahwa martabat hadis shahih itu tergantung tinggi dan rendahnya kepada ke-dhabit-an dan keadilan para perowinya. ad’af al-asanid. Bukan berarti sama sekali dusta. seperti periwayatan sanad dari Imam Malik bin Anas dari Nafi’ mawla (mawla = budak yang telah dimerdekakan) dari Ibnu Umar.Maksudnya ialah syarat-syarat lima tersebut benar-benar telah terbukti adanya. Hadis shahih li-ghoirih. ashah al-asanid yaitu rangkaian sanad yang paling tinggi derajatnya. para muhadisin membagi tingkatan sanad menjadi tiga yaitu: Pertama. b. ahsan al-asanid. adalah hadis hasan li-dzatihi apabila diriwayatkan melamui jalan yang lain oleh perowi yang sama kualitasnya atau yang lebih kuat dari padanya. yaitu rangkaian sanad hadis yang tingkatannya lebih rendah dari tingkatan kedua. yaitu rangkaian sanad hadis yang yang tingkatannya dibawash tingkat pertama diatas. seperti periwayatan Suhail bin Abu Shalih dari ayahnya dari Abu Hurairah. I. Kesepakatan ini terjadi dalam soal-soal yang berkaitan dengan penetapan halal atau haramnya sesuatu. hadis ahad tidak dapat dijadikan hujjah untuk menetapkan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan aqidah.bukan dia itu terputus tetapi shahih dalam hakikat masalahnya. I. Berdasarkan martabat seperti ini. Kedua. tidak dalam hal-hal yang berhubungan dengan aqidah. oleh karena itu. Hadis Shahih Li Ghoirihi Maksudnya ialah hadis tersebut tidak terbukti adanya lima syarat hadis shahih tersebut baik keseluruhan atau sebagian. Sebagian besar ulama menetapkan dengan dalil-dalil qat’i.

Mustadrok Al-hakim (w. Shahih Ibnu Khuzaimah (w. Shahih Al-Bukhari (w. 261 H). yaitu indah. yang secara berurutan sebagai berikut: a) b) c) Hadis yang disepakati oleh bukhari dan muslim (muttafaq ‘alaih). Shahih Muslim (w. dan lain-lain. 311 H). Sedangkan para ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan hadis hasan karena melihat bahwa ia meupakan pertengahan antara hadis shahih dan hadis dha’if. Hasan juga dapat juga berarti sesuatu sesuatu yang disenangi dan dicondongi oleh nafsu. Shahih Al-Abani. 405). seperti Ibnu Khuzaimah. 6. HADIS HASAN II. 354 H).Dari segi persyaratan shahih yang terpenuhi dapat dibagi menjadi tujuh tingkatan. 4.1 Pengertian Hadis Hasan Secara bahasa. Sebagian dari definisinya yaitu: . Ibnu Hibban. 2. d) Hadis yang diriwayatkan orang lain memenuhi persyaratan AL-Bukhari dan Muslim. Shahih Ibnu Hiban (w. dan juga karena sebagian ulama mendefinisikan sebagai salah satu bagiannya. Hadis yang diriwayatkan orang lain memenuhi persyaratan Muslim saja. 7.250 H). hasan berarti al-jamal. Shahih Ibn As-Sakan. 3. II. Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim saja. Kitab-kitab hadis yang menghimpun hadis shahih secara berurutan sebagai berikut: 1. g) Hadis yang dinilai shahih menurut ilama hadis selain Al-Bukhari dan Muslim dan tidak mengikuti persyratan keduanya. 5. e) f) Hadis yang diriwayatkan orang lain memenuhi persyaratan Al-Bukhari saja. Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori saja.

yaitu hadis shahih lebih sempurna ke-dhabitannya dibandingkan dengan hadis hasan. 3. akan tetapi karena adanya sanad atau matan lain yang menguatkannya (syahid atau muttabi’). Tetapi jika dibandingkan dengan kedhabit-an perawi hadis dha’if tentu belum seimbang.Chatabi: adalah hadis yang diketahui tempat keluarnya. maka dia menurut kami adalah hadis hasan. hadis hasasn pun terbagi menjadi dua macam. bersanbung sanadnya. Hasan Li-Dzatih Hadis hasan li-dzatih adalah hadis yang telah memenuhi persyaratan hadis hasan yang telah ditentukan. dan yang diterima kebanyakan ulama. II. definisi Ibnu Hajar: beliau berkata.3 Kehujahan Hadis Hasan Hadis hasan sebagai mana halnya hadis shahih. dan yang dipakai oleh umumnya fukoha’ 2. yaitu hasan li-dzatih dan hasan li-ghairih. meskipun derajatnya dibawah hadis shahih. hadis tersebut pada dasarnya adalah hadis dha’if. Kriteria hadis hasan sama dengan kriteria hadis shahih. ke-dhabit-an perawi hadis hasan lebih unggul. dimana dalam sanadnya tidak ada yang dituduh berdusta. definisi al. a. Perbedaannya hanya terletak pada sisi ke-dhabit-annya. tidak cacat. Hasan Li-Ghairih Hadis hasan yang tidak memenuhi persyaratan secara sempurna. Paraulama hadis. definisi Tirmidzi: yaitu semua hadis yang diriwayatkan. b.2 Macam-Macam Hadis Hasan Sebagaimana hadis shahih yang terbagi menjadi dua macam. dan kepadanya tempat berputar kebanyakan hadis. dan diriwatkan dari selain jalan sepereti demikian. dan tidak syadz (janggal) maka dia adalah hadis shahih li-dzatihi. serta tidak ada syadz (kejangalan). ulama ushul fiqih. sempurna ke-dhabit-annya. . II. dengan kata lain. lalu jika ringan ke-dhabit-annya maka dia adalah hadis hasan li dszatihi. adalah hadis yang dapat diterima dan dipergunakan sebagai dalil atau hujjah dalam menetapkan suatu hukum atau dalam beramal.1. dan telah mashur rawi-rawi sanadnya. adalah hadis ahad yang diriwayatkan oleh yang adil. pengertian hadis hasan li-dzatih sebagaimana telah diuraikan sebelumnya. dan fuqaha sepakat tentang kehujjahan hadis hasan. maka kedudukan hadis dha’if tersebut naik derajatnya menjadi hadis hasan li-ghairih.

hadits dhaif berarti hadits yang lemah. dari Harmalah. III. Para ulama memberikan batasan bahwa hadits mursal adalah hadits yang gugur rawinya di akhir sanad. dan hadits dhaif karena adanya cacat pada rawi atau matan.1 Definisi Hadist Dhaif Pengertian hadits dhaif Secara bahasa. maupun pada pertengahan atau akhirnya. dan selanjutnya dari Sa’id bin Mustayyab. Contoh hadits mursal : Artinya : Rasulullah bersabda. Hadits dhaif karena gugurnya rawi Yang dimaksud dengan gugurnya rawi adalah tidak adanya satu atau beberapa rawi. (penentuan awal dan akhir sanad adalah dengan melihat dari rawi yang terdekat dengan imam yang membukukan hadits. yaitu menghadiri jama’ah isya dan subuh. Yang dimaksud dengan rawi di akhir sanad ialah rawi pada tingkatan sahabat yang merupakan orang pertama yang meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW. seperti Bukhari. Adapun para ulama memberikan batasan bagi hadits dhaif sebagai berikut : “ Hadits dhaif ialah hadits yang tidak memuat / menghimpun sifat-sifat hadits shahih.III. hadits mursal adalah hadits yang dalam sanadnya tidak menyebutkan sahabat Nabi. a. yaitu : hadits dhaif karena gugurnya rawi dalam sanadnya. baik pada permulaan sanad. Dugaan kuat mereka hadits tersebut tidak berasal dari Rasulullah SAW. Siapa sahabat Nabi yang meriwayatkan . sampai kepada rawi yang terdekat dengan Rasulullah).2 Macam-macam hadits dhaif Hadist dhaif dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. Para ulama memiliki dugaan kecil bahwa hadits tersebut berasal dari Rasulullah SAW. HADIST DHAIF III. yang seharusnya ada dalam suatu sanad. sebagai rawi yang seharusnya menerima langsung dari Rasulullah. dari Abdurrahman. Ada beberapa nama bagi hadits dhaif yang disebabkan karena gugurnya rawi. Jadi. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Malik. antara lain yaitu : 1) Hadits Mursal Hadits mursal menurut bahasa. “ Antara kita dan kaum munafik munafik (ada batas). berarti hadits yang terlepas. mereka tidak sanggup menghadirinya”. dan tidak pula menghimpun sifat-sifat hadits hasan”.

tidaklah disebutkan dalam sanad hadits di atas. bahwa Rasulullah SAW bersabda : Artinya : Budak itu harus diberi makanan dan pakaian dengan baik. membaca “dengan nama Allah. Jadi. Menurut Ibnu Majah. ampunilah dosaku dan bukakanlah bagiku segala pintu rahmatMu”. 3) Hadits Mu’dhal Menurut bahasa. dari Abu Hurairah. karena itu tidak bisa diterima sebagai hujjah atau landasan dalam beramal. Bila rawi di akhir sanad adalah sahabat Nabi. Malik bin Anas. dari Abdullah bin Hasan. 2) Hadits Munqathi’ Hadits munqathi’ menurut etimologi ialah hadits yang terputus. bila masuk ke dalam mesjid. dan salah satu dari dua rawi yang gugur itu adalah tabi’in. atau lebih. contoh hadits munqathi’ : Artinya : Rasulullah SAW. dan sejahtera atas Rasulullah. dan Ahmad bin Hanbal. . Batasan yang diberikan para ulama bahwa hadits mu’dhal adalah hadits yang gugur dua orang rawinya. dalam kitabnya “AlMuwatha” yang berbunyi : Imam Malik berkata : Telah sampai kepadaku. dan selanjutnya dari Fathimah Az-Zahra. Namun.hadits itu kepada Sa’id bin Mustayyab. Bila dua rawi yang gugur. Jadi ada rawi yang gugur (tidak disebutkan) pada tingkatan tabi’in. secara beriringan dalam sanadnya. Kebanyakan Ulama memandang hadits mursal ini sebagai hadits dhaif. Ya Allah. hadits di atas adalah hadits munqathi’. dapat menerima hadits mursal menjadi hujjah asalkan para rawi bersifat adil. dari Ismail bin Ibrahim. dari Fatimah binti AlHusain. hadits mu’dhal adalah hadits yang sulit dipahami. pada hadits munqathi’ bukanlah rawi di tingkat sahabat yang gugur. Hadits di atas diriwayatkan oleh Ibnu Majah. maka kedua rawi tersebut tidak beriringan. tetapi minimal gugur seorang tabi’in. karena Fathimah Az-Zahra (putri Rasul) tidak berjumpa dengan Fathimah binti Al-Husain. maka rawi menjelang akhir sanad adalah tabi’in. sebagian kecil ulama termasuk Abu Hanifah. dari Abu Bakar bin Ali Syaibah. dari Laits. Contohnya adalah hadits Imam Malik mengenai hak hamba. Para ulama memberi batasan bahwa hadits munqathi’ adalah hadits yang gugur satu atau dua orang rawi tanpa beriringan menjelang akhir sanadnya.

dari Rasulullah. dan Abu Salamah dari Abu Huraira.Di dalam kitab Imam Malik tersebut. 4) Hadits mu’allaq Menurut bahasa. fasiq. Dan sebagian besar dari hadits mu’allaqnya itu disebutkan seluruh rawinya secara lengkap pada tempat lain dalam kiab itu juga. dari Zuhri. hadits mu’allaq berarti hadits yang tergantung. atau lalai dalam mengusahakan hafalannya. Adapun cacat pada matan. Contoh : Bukhari berkata : Kata Malik. Dua rawi yang gugur adalah Muhammad bin Ajlan dan ayahnya. dari ayahnya. Berdasarkan riwayat Bukhari. dan berbuat bid’ah yang masing-masing dapat menghilangkan sifat adil pada rawi. dari Abu Hurairah. dan menyalahi rawi-rawi yang dipercaya. yang termasuk dalam kategori hadits mu’allaq tingkatannya adalah dhaif. hafalan yang buruk. Bukhari telah menggugurkan satu rawi di awal sanad tersebut. Ini dapat menghilangkan sifat dhabith pada perawi. Para ulama memberikan batasan bahwa hadis maudhu’ ialah hadits yang bukan berasal . Kedua rawi yang gugur itu dapat diketahui melalui riwayat Imam Malik di luar kitab Al-Muwatha. tidak memaparkan dua orang rawi yang beriringan antara dia dengan Abu Hurairah. Seperti pendusta. bahwa Rasulullah SAW bersabda : Artinya : Janganlah kamu melebihkan sebagian nabi dengan sebagian yang lain. Sering keliru. Imam Malik meriwayatkan hadits yang sama : Dari Muhammad bin Ajlan . hadits ini memiliki pengertian hadits palsu atau dibuat-buat. ia sebenarnya tidak pernah bertemu dengan Malik. banyak waham. Contoh-contoh hadits dhaif karena cacat pada matan atau rawi : 1) Hadits Maudhu’ Menurut bahasa. 1341 hadits tersebut tetap dipandang shahih. Dengan demikian. Hadits dhaif karena cacat pada matan atau rawi Banyak macam cacat yang dapat menimpa rawi ataupun matan. Batasan para ulama tentang hadits ini ialah hadits yang gugur satu rawi atau lebih di awal sanad atau bisa juga bila semua rawinya digugurkan ( tidak disebutkan ). kecuali 1341 buah hadits muallaq yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari. karena Bukhari bukanlah seorang mudallis ( yang menyembunyikan cacat hadits ). misalkan terdapat sisipan di tengah-tengah lafadz hadits atau diputarbalikkan sehingga memberi pengertian yang berbeda dari maksud lafadz yang sebenarnya. tidak dikenal. b. Pada umumnya.

( Al-An’am : 164 ) c) “Siapa yang memperoleh anak dan dinamakannya Muhammad. Sedikit sejarah. sebelum dihukum pancung ia telah memalsukan hadits dan mengatakan : “aku telah membuat 3000 hadits. yakni kaum yahudi dan nashrani. berbunyi : “Sesungguhnya bahtera Nuh bertawaf mengelilingi ka’bah. atau sangat fanatic terhadap golongan politiknya. Hadits maudhu’ merupakan seburuk-buruk hadits dhaif. Masih banyak hadits-hadits lainnya yang sengaja dibuat oleh pihak kufar. Akan tetapi disandarkan kepada dirinya. seorang zindiq. Berikut dipaparkan beberapa contoh hadits maudhu’: a) Hadits yang dikarang oleh Abdur Rahman bin Zaid bin Aslam. dan Muawiyah”. “Barangsiapa yang sengaja berdusta terhadap diriku. orang-orang munafik. lalai. b) adapun hadits lainnya : “anak zina itu tidak masuk surga tujuh turunan”. Demikianlah sedikit uraian mengenai hadits maudhu’. 2) Hadits matruk atau hadits mathruh Hadits ini. ia mengaku telah membuat beberapa hadits tentang keutamaan AlQur’an dan 70 buah hadits tentang keutamaan Ali bin Abi Thalib. Para ulama memberikan batasan bahwa hadits matruk adalah hadits yang diriwayatkan oleh orang-orang yang pernah dituduh berdusta ( baik berkenaan dengan hadits ataupun mengenai urusan lain ). atau pernah melakukan maksiat. Jibril. berdasarkan pengakuan dari mereka yang memalsukan. Hadits tersebut bertentangan dengan Al-Qur’an. “orang yang dapat dipercaya itu hanya tiga. yaitu: aku ( Muhammad ). maka hendaklah ia menduduki tempat duduknya dalam neraka”. seperti Maisarah bin Abdi Rabbin AlFarisi. tujuh kali dan shalat di maqam Ibrahim dua rakaat” Makna hadits tersebut tidak masuk akal. . aku halalkan barang yang haram dan aku haramkan barang yang halal”. dari kakeknya. misalnya. atau banyak wahamnya. dan selanjutnya dari Rasulullah SAW. zindiq. Peringatan Rasulullah SAW terhadap orang yang berdusta dengan hadits dhaif serta menjadikan Rasul SAW sebagai sandarannya. mazhabnya. menurut bahasa berarti hadits yang ditinggalkan / dibuang. atau kebangsaannya . ” Pemikul dosa itu tidaklah memikul dosa yang lain”. Golongan-golongan pembuat hadits palsu yakni musuh-musuh Islam dan tersebar pada abad-abad permulaan sejarah umat Islam.dari Rasulullah SAW. maka ia dan anaknya itu masuk surga”. Abdul Karim. ia katakana bahwa hadits itu diterima dari ayahnya.

Matan hadits ini sebenarnya shahih. ternyata Abdur Rahim dan ayahnya pernah tertuduh berdusta. dan Umar bin Khaththab. Yang seharusnya dari Abdullah bin Dinar menjadi ‘Amru bin Dinar. matan. dan selanjutnya dari Ibnu umar. sanadnya memiliki illat. mengerjakan haji. Oleh karena itu. Para ulama memberi batasan bahwa hadits ini adalah hadits yang mengandung sebab-sebab tersembunyi . hadits tersebut ditinggalkan / dibuang. 4) Hadits Mu’allal Menurut bahasa. niscaya masuk surga. secara bahasa berarti hadits yang diingkari atau tidak dikenal. “penjual dan pembeli boleh berkhiyar. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ya’qub bin Sufyan bin ‘Ashim dengan sanad yang terdiri dari serentetan rawi-rawi. membayarkan zakat. dari ‘Amru bin Dinar. ‘Isa bin Ziyad. Batasan yang diberikan para ‘ulama bahwa hadits munkar ialah hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang lemah dan menyalahi perawi yang kuat. ataupun keduanya. Hadits di atas diriwayatkan oleh Ya’la bin Ubaid dengan bersanad pada Sufyan AtsTsauri. ( H. yang sebenarnya bukan bagian dari hadits itu. Diantara nama-nama dalam sanad tersebut. namun setelah diteliti dengan seksama. 5) Hadits mudraj Hadist ini memiliki pengertian hadits yang dimasuki sisipan. dan illat yang menjatuhkan itu bisa terdapat pada sanad. Contoh : Rasulullah bersabda. sekiranya tidak ada wanita.Contoh hadits matruk : “Rasulullah Saw bersabda. Contoh : . dan menghormati tamu.R Riwayat Abu Hatim )” Hadits di atas memiliki rawi-rawi yang lemah dan matannya pun berlainan dengan matan-matan hadits yang lebih kuat. seperti : Muhammad bin ‘Imran. selama mereka belum berpisah”. tentu Allah dita’ati dengan sungguh-sungguh”. contoh : Artinya: “Barangsiapa yang mendirikan shalat. hadits mu’allal berarti hadits yang terkena illat . 3) Hadits Munkar Hadist munkar. ‘Abdur Rahim bin Zaid dan ayahnya. Said bin mutstayyab.

7) Hadits Syadz Secara bahasa. apabila aku melarang kamu dari sesuatu. Para ulama menerangkan bahwa terjadi pemutarbalikkan pada matannya atau pada nama rawi dalam sanadnya atau penukaran suatu sanad untuk matan yang lain. namun matan hadits tersebut ternyata ganjil. pada matan.3 Kehujahan Hadits dhaif . dan apa yang aku suruh kamu mengerjakannya. dengan tempat tinggal di taman surga”. (Riwayat Ath-Tabrani) Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Keganjilan itu bisa pada sanad. hadits ini berarti hadits ayng ganjil. Keganjilan hadits di atas terletak pada adanya ungkapan tersebut. dan merupakan salah satu contoh hadits syadz pada matannya. berarti hadits yang diputarbalikkan. jika dibandingkan dengan hadits-hadits lain yang diriwayatkan oleh rawirawi yang juga dipercaya. III. Batasan yang diberikan para ulama. Contoh : “Rasulullah bersabda : “Hari arafah dan hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan dan minum. dan berhijrah.” Hadits di atas diriwayatkan oleh Musa bin Ali bin Rabah dengan sanad yang terdiri dari serentetan rawi-rawi yang dipercaya. Lawan dari hadits ini adalah hadits mahfuzh. karena tidak termasuk sabda Rasulullah SAW. maka kerjakanlah ia sesuai dengan kesanggupan kamu”. Haditsnya mengandung keganjilan dibandingkan dengan hadits-hadits lain yang kuat. 6) Hadits Maqlub Menurut bahasa. semestinya hadits tersebut berbunyi : Rasulullah SAW bersabda : “Apa yang aku larag kamu darinya. maka kerjakanlah dia. hadits syadz adalah hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang dipercaya. Contoh : Rasulullah SAW bersabda : Apabila aku menyuruh kamu mengerjakan sesuatu. maka jauhilah ia sesuai kesanggupan kamu. tapi hadits itu berlainan dengan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah rawi yang juga dipercaya.Rasulullah bersabda : “Saya adalah za’im ( dan za’im itu adah penanggung jawab ) bagi orang yang beriman kepadaku. ataupun keduanya. maka jauhilah ia. Pada hadits-hadits lain tidak dijumpai ungkapan . Kalimat akhir dari hadits tersebut adalah sisipan ( dengan tempat tinggal di taman surga ).

kita ini bukan apa-apanya dalam konstalasi para ulama hadits. 1) Kalangan Yang Menolak Mentah-mentah Hadits Dhaif Namun harus kita akui bahwa di sebagian kalangan. Baik masalah keutamaan (fadhilah). kisah-kisah. mereka itu bukan orang sembarangan. Bagi mereka hadits dhaif itu sama sekali tidak akan dipakai untuk apa pun juga. tetapi dia harus berada di bawah nash yang sudah shahih. Dan menariknya. Tetapi yang kita lakukan adalah bahwa kita masih menduga atas kepastian datangnya informasi ini dari Rasulullah SAW. 1. kita tidak boleh meyakini 100% bahwa ini merupakan sabda Rasululah SAW atau perbuatan beliau. boleh digunakan untuk perkara fadahilul a’mal (keutamaan amal). Maka menurut para ulama. asalkan bukan dalam perkara aqidah dan syariah (hukum halal haram). • Sikap Ulama Terhadap Hadits Dhaif : Sebenarnya kalau kita mau jujur dan objektif. Sebab dibandingkan dengan mereka. Berada di bawah Nash Lain yang Shahih Maksudnya hadits yang dhaif itu kalau mau dijadikan sebagai dasar dalam fadhailul a’mal. 1. ketika kita mengamalkan hadits dhaif itu. Setidaknya kami mencatat ada tiga kelompok besar dengan pandangan dan hujjah mereka masing-masing. Maka posisi kita bukan untuk menyalahkan atau menghina salah satu kelompok itu. Ketika Mengamalkannya. Hadits yang level kedhaifannya tidak terlalu parah. Semuanya adalah orang-orang besar dalam bidang ilmu hadits serta para spesialis. sikap ulama terhadap hadits dhaif itu sangat beragam. masih ada di antara hadits dhaif yang bisa dijadikan hujjah. nasehat atau peringatan. ada juga pihak-pihak yang ngotot tetap tidak mau terima kalau hadits dhaif itu masih bisa ditolelir. Apalagi . Dari yang paling parah sampai yang mendekati shahih atau hasan. Level Kedhaifannya Tidak Parah Ternyata yang namanya hadits dhaif itu sangat banyak jenisnya dan banyak jenjangnya. harus didampingi dengan hadits lainnya. dengan beberapa syarat: 1. Tidak Boleh Meyakini Ke-Tsabit-annya Maksudnya. maka para ulama hadits kelas berat semacam Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-Asqalani menyebutkan bahwa hadits dhaif boleh digunakan. Maka tidak boleh hadits dha’if jadi pokok.Khusus hadits dhaif. Bahkan hadits lainnya itu harus shahih.

atau anjuran amal tambahan. melainkan hanya sekedar berhati-hati. kami longgarkan. kisah-kisah. atau tertuduh sebagai pendusta. Di zaman sekarang ini. Al-Imam As-Suyuthi mengatakan bawa mereka berkata. pendiri mazhab Hanbali. Bagi mereka. asal bukan hadits palsu (maudhu’). juga bukan masalah hukum. Ibnul Mahdi. Tapi bila meriwayatkan masalah fadhilah dan sejenisnya. sedhai’fdha’if-nya suatu hadits.” 3) Kalangan Menengah Mereka adalah kalangan yang masih mau menerima sebagian dari hadits yang terbilang dhaif dengan syarat-syarat tertentu. • Hadits itu punya asal yang menaungi di bawahnya • Hadits itu hanya seputar masalah nasehat. tetap saja lebih tinggi derajatnya dari akal manusia dan logika. Ibnu Hazm dan lainnya. Selain itu juga ada nama Al-Imam Abu Daud. Mereka adalah kalangan yang boleh dibilang mau menerima secara bulat setiap hadits dhaif. 2) Kalangan Yang Menerima Semua Hadits Dhaif Jangan salah. kami ketatkan. Ibnul Mubarok dan yang lainnya. Syarat-syarat yang mereka ajukan untuk menerima hadits dhaif antara lain. Mereka adalah kebanyakan ulama. tidak ada tempat buat hadits dhaif di hati mereka. sebagaimana diwakili oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dan juga Al-Imam An-Nawawi rahimahumalah. • Ketika mengamalkannya jangan disertai keyakinan atas tsubut-nya hadits itu. atau parah kerancuan hafalannya tetap tidak bisa diterima. Bukan dalam masalah aqidah dan sifat Allah. Di antara para ulama yang sering disebut-sebut termasuk dalam kelompok ini antara lain Al-Imam Ahmad bin Hanbal. Mazhab ini banyak dianut saat ini antara lain di Saudi Arabia. ada tokoh seperti Al-Albani dan para pengikutnya. Di antara mereka terdapat nama Al-Imam Al-Bukhari. Pendeknya. para imam mazhab yang empat serta para ulama salaf dan khalaf. Al-Imam Muslim. adalah: • Hadits dhaif itu tidak terlalu parah kedhaifanya. Abu Bakar Al-Arabi. . Sedangkan hadits dha’if yang perawinya sampai ke tingkat pendusta. Yahya bin Mu’in. ternyata ada juga kalangan ulama yang tetap menerima semua hadits dhaif. ‘Bila kami meriwayatkan hadits masalah halal dan haram.kalau sampai masalah hukum dan aqidah.

(TQS Al-‘Ashr [103] : 1-3) Terbaginya hadits dhaif dalam dua bagian. Kami ini bukan berada dalam posisi untuk mengkritisi salah satunya. baik dari segi rawinya ( orang yang meriwayatkan ). maka itulah yang perlu kita luruskan bersama. Dengan ‘aqliyyah islâmiyyah seseorang dapat mengeluarkan keputusan hukum tentang benda. jelas bukan pendapat kami. Melalui ‘aqliyyah islâmiyyah seorang . “Demi masa. Setiap Muslim diperintahkan untuk memiliki kepribadian Islam (syakhshiyah islâmiyah). tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. Sebab beda maqam dan beda posisi. BAB III KESIMPULAN Pada materi hadits dhaif ini. Yûsuf [12]: 21) Meskipun ada sebagian kaum muslimin mengingkari Qur’an dan Hadits ( terlebih hadits dhaif ). berfirman : “(Dan) kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka. sanad.”(QS Yunus 36). Karena sesungguhnya Allah SWT. Semua itu adalah pendapat para ulama pakar ilmu hadits. perbuatan. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehatmenasehati supaya mentaati kebenaran dan nesehat-menasehati supaya menetapi kebenaran”.” (QS. dapat kita petik kesimpulan bahwa kajian ke-islaman itu sangatlah luas. karena gugurnya rawi dan atau karena cacat pada rawi atau matan semakin memudahkan kita untuk mengetahui sebabsebab mengapa hadits-hadits menjadi dhaif. Kepribadian Islam itu mencakup cara berpikir islami (’aqliyyah islâmiyyah) dan pola sikap islami (nafsiyyah islâmiyah). َ ُ َْ َ َ ِ ّ َ َ ْ َ ّ ِ ََ ِ ِ ْ َ ََ ٌ ِ َ ّ َ ‫وال غالب على أمره ولـكن أكثر الناس ل يعلمون‬ “Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya. Menunjukkan betapa maha kuasanya Allah dalam memberikan kepahaman terhadap hamba-hambanya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Dia dapat mengetahui mana yang halal dan mana yang haram serta mana yang terpuji dan mana yang tercela berdasarkan syariah Islam. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. dan peristiwa sesuai dengan hukum-hukum syariah. maupun matannya.Semua keterangan di atas.

serta mampu menganalisis berbagai peristiwa dengan benar. karena di sini kita akan mengetahui bagaimana proses periwayatan hadits yang berasal dari Rasulullah atau bukan berasal dari beliau. . Selain itu. Tidak hanyas sebatas sampai di situ. kita diharapkan dapat mengetahui sejarah orang-orang yang meriwayatkan hadits berdasarkan kekuatan hafalan mereka. pandai berdebat tentang dalil. tetapi apa yang diomongkan berbeda dengan apa yang dilakukan. jika memang terdapat hadits yang terbukti lemah ( dhaif ) ini sekiranya bermakna positif bagi kita dan dapat memotivasi dalam pengamalan hidup sehari-hari.Muslim juga akan memiliki kesadaran dan pemikiran yang matang. macam-macam hadits dhaif. ‘aqliyyah islâmiyyah saja tidak cukup. mampu menyatakan ungkapan yang kuat dan tepat. hadits dhaif I. orang pintar bicara. termotivasi untuk terus mencari dan mengamalkannya karena pembahasan dalam makalah ini hanyalah berisi sebagian kecilnya saja. serta kehujjahannya menurut pendapat para ulama. Pendahuluan Pada makalah ini akan dibahas mengenai sebab-sebab kedhaifan hadits. tentu akan membuat aqliyah kita menjadi semakin terpacu untuk berpikir dan menggali pengetahuan secara lebih mendalam serta dilandasi nafsiyah ( sikap ) keimanan dan ketakwaan yang mantap. Dengan mengetahui Ilmu Hadits ( di sini lebih dikhususkan hadits dhaif ). Sangat penting membahas seputar hadits dhaif. Tidak jarang. kepribadian Islam tidak cukup dengan ‘aqliyyah islâmiyyah melainkan harus dipadukan dengan nafsiyyah . Karena itu. Namun. Banyak ilmu saja tidak cukup.

Macam-macam hadits dhaif Hadist dhaif dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. baik pada permulaan sanad. Ada beberapa nama bagi hadits dhaif yang disebabkan karena gugurnya rawi. Pembahasan 1. a. berarti hadits yang terlepas. hadits dhaif berarti hadits yang lemah. hadits munqathi’. Hadits dhaif karena gugurnya rawi Yang dimaksud dengan gugurnya rawi adalah tidak adanya satu atau beberapa rawi. Para ulama memberikan batasan bahwa hadits mursal adalah . yaitu : hadits dhaif karena gugurnya rawi dalam sanadnya. dan tidak pula menghimpun sifatsifat hadits hasan”. antara lain yaitu : hadits mursal.II. 2. Adapun para ulama memberikan batasan bagi hadits dhaif sebagai berikut : “ Hadits dhaif ialah hadits yang tidak memuat / menghimpun sifat-sifat hadits shahih. 1) Hadits Mursal Hadits mursal menurut bahasa. Pengertian hadits dhaif Secara bahasa. Dugaan kuat mereka hadits tersebut tidak berasal dari Rasulullah SAW. maupun pada pertengahan atau akhirnya. dan hadits dhaif karena adanya cacat pada rawi atau matan. Para ulama memiliki dugaan kecil bahwa hadits tersebut berasal dari Rasulullah SAW. hadits mu’dhal. dan hadits muallaq. yang seharusnya ada dalam suatu sanad.

sebagian kecil ulama termasuk Abu Hanifah. 2) Hadits Munqathi’ Hadits munqathi’ menurut etimologi ialah hadits yang terputus. sebagai rawi yang seharusnya menerima langsung dari Rasulullah. dan selanjutnya dari Sa’id bin Mustayyab. Yang dimaksud dengan rawi di akhir sanad ialah rawi pada tingkatan sahabat yang merupakan orang pertama yang meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW. tidaklah disebutkan dalam sanad hadits di atas. dari Harmalah. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Malik. yaitu menghadiri jama’ah isya dan subuh. hadits mursal adalah hadits yang dalam sanadnya tidak menyebutkan sahabat Nabi. Siapa sahabat Nabi yang meriwayatkan hadits itu kepada Sa’id bin Mustayyab. seperti Bukhari. karena itu tidak bisa diterima sebagai hujjah atau landasan dalam beramal. mereka tidak sanggup menghadirinya”. dari Abdurrahman. Kebanyakan Ulama memandang hadits mursal ini sebagai hadits dhaif. Bila rawi di akhir sanad adalah sahabat Nabi. maka rawi menjelang akhir . dan Ahmad bin Hanbal. Jadi.hadits yang gugur rawinya di akhir sanad. Contoh hadits mursal : Artinya : Rasulullah bersabda. sampai kepada rawi yang terdekat dengan Rasulullah). dapat menerima hadits mursal menjadi hujjah asalkan para rawi bersifat adil. Malik bin Anas. Para ulama memberi batasan bahwa hadits munqathi’ adalah hadits yang gugur satu atau dua orang rawi tanpa beriringan menjelang akhir sanadnya. (penentuan awal dan akhir sanad adalah dengan melihat dari rawi yang terdekat dengan imam yang membukukan hadits. “ Antara kita dan kaum munafik munafik (ada batas). Namun.

sanad adalah tabi’in. Jadi, pada hadits munqathi’ bukanlah rawi di tingkat sahabat yang gugur, tetapi minimal gugur seorang tabi’in. Bila dua rawi yang gugur, maka kedua rawi tersebut tidak beriringan, dan salah satu dari dua rawi yang gugur itu adalah tabi’in. contoh hadits munqathi’ :

Artinya : Rasulullah SAW. bila masuk ke dalam mesjid, membaca “dengan nama Allah, dan sejahtera atas Rasulullah; Ya Allah, ampunilah dosaku dan bukakanlah bagiku segala pintu rahmatMu”. Hadits di atas diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dari Abu Bakar bin Ali Syaibah, dari Ismail bin Ibrahim, dari Laits, dari Abdullah bin Hasan, dari Fatimah binti Al-Husain, dan selanjutnya dari Fathimah Az-Zahra. Menurut Ibnu Majah, hadits di atas adalah hadits munqathi’, karena Fathimah AzZahra (putri Rasul) tidak berjumpa dengan Fathimah binti Al-Husain. Jadi ada rawi yang gugur (tidak disebutkan) pada tingkatan tabi’in.

3) Hadits Mu’dhal Menurut bahasa, hadits mu’dhal adalah hadits yang sulit dipahami. Batasan yang diberikan para ulama bahwa hadits

mu’dhal adalah hadits yang gugur dua orang rawinya, atau lebih, secara beriringan dalam sanadnya. Contohnya adalah hadits Imam Malik mengenai hak hamba, dalam kitabnya “Al-Muwatha” yang berbunyi : Imam Malik berkata : Telah sampai kepadaku, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda : Artinya : Budak itu harus diberi makanan dan pakaian dengan baik. Di dalam kitab Imam Malik tersebut, tidak memaparkan dua orang rawi yang beriringan antara dia dengan Abu Hurairah. Kedua rawi yang gugur itu dapat diketahui melalui riwayat Imam Malik di luar kitab Al-Muwatha. Imam Malik meriwayatkan hadits yang sama : Dari Muhammad bin Ajlan , dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah. Dua rawi yang gugur adalah Muhammad bin Ajlan dan ayahnya. 4) Hadits mu’allaq Menurut bahasa, hadits mu’allaq berarti hadits yang tergantung. Batasan para ulama tentang hadits ini ialah hadits yang gugur satu rawi atau lebih di awal sanad atau bisa juga bila semua rawinya digugurkan ( tidak disebutkan ). Contoh : Bukhari berkata : Kata Malik, dari Zuhri, dan Abu Salamah dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda : Artinya : Janganlah kamu melebihkan sebagian nabi dengan sebagian yang lain. Berdasarkan riwayat Bukhari, ia sebenarnya tidak pernah bertemu dengan Malik. Dengan demikian, Bukhari telah menggugurkan satu rawi di awal sanad tersebut. Pada umumnya, yang termasuk dalam kategori hadits mu’allaq tingkatannya adalah dhaif, kecuali 1341 buah hadits muallaq yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari. 1341 hadits tersebut tetap dipandang shahih, karena Bukhari bukanlah

seorang mudallis ( yang menyembunyikan cacat hadits ). Dan sebagian besar dari hadits mu’allaqnya itu disebutkan seluruh rawinya secara lengkap pada tempat lain dalam kiab itu juga. b. Hadits dhaif karena cacat pada matan atau rawi Banyak macam cacat yang dapat menimpa rawi ataupun matan. Seperti pendusta, fasiq, tidak dikenal, dan berbuat bid’ah yang masing-masing dapat menghilangkan sifat adil pada rawi. Sering keliru, banyak waham, hafalan yang buruk, atau lalai dalam mengusahakan hafalannya, dan menyalahi rawi-rawi yang dipercaya. Ini dapat menghilangkan sifat dhabith pada perawi. Adapun cacat pada matan, misalkan terdapat sisipan di tengah-tengah lafadz hadits atau diputarbalikkan sehingga memberi pengertian yang berbeda dari maksud lafadz yang sebenarnya. Contoh-contoh hadits dhaif karena cacat pada matan atau rawi : 1) Hadits Maudhu’ Menurut bahasa, hadits ini memiliki pengertian hadits palsu atau dibuat-buat. Para ulama memberikan batasan bahwa hadis maudhu’ ialah hadits yang bukan berasal dari Rasulullah SAW. Akan tetapi disandarkan kepada dirinya. Golongan-golongan pembuat hadits palsu yakni musuhmusuh Islam dan tersebar pada abad-abad permulaan sejarah umat Islam, yakni kaum yahudi dan nashrani, orang-orang munafik, zindiq, atau sangat fanatic terhadap golongan politiknya, mazhabnya, atau kebangsaannya . Hadits maudhu’ merupakan seburuk-buruk hadits dhaif. Peringatan Rasulullah SAW terhadap orang yang berdusta dengan hadits dhaif serta menjadikan Rasul SAW sebagai sandarannya.

“Barangsiapa yang sengaja berdusta terhadap diriku, maka hendaklah ia menduduki tempat duduknya dalam neraka”. Berikut dipaparkan beberapa contoh hadits maudhu’:

a) Hadits yang dikarang oleh Abdur Rahman bin Zaid bin Aslam; ia katakana bahwa hadits itu diterima dari ayahnya, dari kakeknya, dan selanjutnya dari Rasulullah SAW. berbunyi : “Sesungguhnya bahtera Nuh bertawaf mengelilingi ka’bah, tujuh kali dan shalat di maqam Ibrahim dua rakaat” Makna hadits tersebut tidak masuk akal. b) adapun hadits lainnya : “anak zina itu tidak masuk surga tujuh turunan”. Hadits tersebut bertentangan dengan Al-Qur’an. “Pemikul dosa itu tidaklah memikul dosa yang lain”. ( AlAn’am : 164 )

“Siapa yang memperoleh anak dan dinamakannya Muhammad, maka ia dan anaknya itu masuk surga”.

“orang yang dapat dipercaya itu hanya tiga, yaitu: aku ( Muhammad ), Jibril, dan Muawiyah”. Demikianlah sedikit uraian mengenai hadits maudhu’. Masih banyak hadits-hadits lainnya yang sengaja dibuat oleh pihak kufar. Sedikit sejarah, berdasarkan pengakuan dari mereka yang memalsukan, seperti Maisarah bin Abdi Rabbin AlFarisi, misalnya, ia mengaku telah membuat beberapa hadits tentang keutamaan Al-Qur’an dan 70 buah hadits tentang keutamaan Ali bin Abi Thalib. Abdul Karim, seorang zindiq, sebelum dihukum pancung ia telah memalsukan hadits dan mengatakan : “aku telah membuat 3000 hadits; aku halalkan

Said bin mutstayyab.R Riwayat Abu Hatim )” Hadits di atas memiliki rawi-rawi yang lemah dan matannya pun berlainan dengan matan-matan hadits yang lebih kuat. atau banyak wahamnya. ( H. ternyata Abdur Rahim dan ayahnya pernah tertuduh berdusta.barang yang haram dan aku haramkan barang yang halal”. niscaya masuk surga. seperti : Muhammad bin ‘Imran. contoh : “Barangsiapa yang mendirikan shalat. hadits tersebut ditinggalkan / dibuang. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ya’qub bin Sufyan bin ‘Ashim dengan sanad yang terdiri dari serentetan rawi-rawi. sekiranya tidak ada wanita. 3) Hadits Munkar Hadist munkar. tentu Allah dita’ati dengan sungguh-sungguh”. dan illat . Batasan yang diberikan para ‘ulama bahwa hadits munkar ialah hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang lemah dan menyalahi perawi yang kuat. secara bahasa berarti hadits yang diingkari atau tidak dikenal. ‘Abdur Rahim bin Zaid dan ayahnya. hadits mu’allal berarti hadits yang terkena illat . menurut bahasa berarti hadits yang ditinggalkan / dibuang. 4) Hadits Mu’allal Menurut bahasa. Para ulama memberikan batasan bahwa hadits matruk adalah hadits yang diriwayatkan oleh orang-orang yang pernah dituduh berdusta ( baik berkenaan dengan hadits ataupun mengenai urusan lain ). dan Umar bin Khaththab. Oleh karena itu. lalai. membayarkan zakat. Contoh hadits matruk : “Rasulullah Saw bersabda. mengerjakan haji. atau pernah melakukan maksiat. 2) Hadits matruk atau hadits mathruh Hadits ini. Para ulama memberi batasan bahwa hadits ini adalah hadits yang mengandung sebab-sebab tersembunyi . Diantara nama-nama dalam sanad tersebut. dan menghormati tamu. ‘Isa bin Ziyad.

6) Hadits Maqlub Menurut bahasa. Hadits di atas diriwayatkan oleh Ya’la bin Ubaid dengan bersanad pada Sufyan Ats-Tsauri. Matan hadits ini sebenarnya shahih. Contoh : Rasulullah bersabda : “Saya adalah za’im ( dan za’im itu adah penanggung jawab ) bagi orang yang beriman kepadaku. matan. sanadnya memiliki illat. dan selanjutnya dari Ibnu umar. dari ‘Amru bin Dinar. Yang seharusnya dari Abdullah bin Dinar menjadi ‘Amru bin Dinar. dengan tempat tinggal di taman surga”. berarti hadits yang diputarbalikkan.yang menjatuhkan itu bisa terdapat pada sanad. Kalimat akhir dari hadits tersebut adalah sisipan ( dengan tempat tinggal di taman surga ). 5) Hadits mudraj Hadist ini memiliki pengertian hadits yang dimasuki sisipan. Para ulama menerangkan bahwa terjadi pemutarbalikkan pada matannya atau pada nama rawi dalam sanadnya atau penukaran suatu sanad untuk matan yang lain. selama mereka belum berpisah”. Contoh : Rasulullah bersabda. maka kerjakanlah dia. (Riwayat Ath-Tabrani) Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. maka jauhilah ia sesuai kesanggupan kamu. semestinya hadits tersebut berbunyi : Rasulullah SAW bersabda : “Apa yang aku larag kamu . namun setelah diteliti dengan seksama. “penjual dan pembeli boleh berkhiyar. dan berhijrah. karena tidak termasuk sabda Rasulullah SAW. Contoh : Rasulullah SAW bersabda : Apabila aku menyuruh kamu mengerjakan sesuatu. apabila aku melarang kamu dari sesuatu. ataupun keduanya. yang sebenarnya bukan bagian dari hadits itu.

dan apa yang aku suruh kamu mengerjakannya. pada matan. Maka menurut para ulama. Level Kedhaifannya Tidak Parah Ternyata yang namanya hadits dhaif itu sangat banyak jenisnya dan banyak jenjangnya. maka kerjakanlah ia sesuai dengan kesanggupan kamu”. Keganjilan hadits di atas terletak pada adanya ungkapan tersebut. 7) Hadits Syadz Secara bahasa. Lawan dari hadits ini adalah hadits mahfuzh.darinya. Pada hadits-hadits lain tidak dijumpai ungkapan . hadits ini berarti hadits ayng ganjil. boleh digunakan untuk . dengan beberapa syarat: a. dan merupakan salah satu contoh hadits syadz pada matannya. ataupun keduanya. namun matan hadits tersebut ternyata ganjil. tapi hadits itu berlainan dengan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah rawi yang juga dipercaya. Kehujjahan hadits dhaif Khusus hadits dhaif. hadits syadz adalah hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang dipercaya. masih ada di antara hadits dhaif yang bisa dijadikan hujjah. Batasan yang diberikan para ulama. Dari yang paling parah sampai yang mendekati shahih atau hasan. 3. Contoh : “Rasulullah bersabda : “Hari arafah dan hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan dan minum. Haditsnya mengandung keganjilan dibandingkan dengan hadits-hadits lain yang kuat. asalkan bukan dalam perkara aqidah dan syariah (hukum halal haram). maka para ulama hadits kelas berat semacam Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-Asqalani menyebutkan bahwa hadits dhaif boleh digunakan. Keganjilan itu bisa pada sanad. Hadits yang level kedhaifannya tidak terlalu parah. maka jauhilah ia.” Hadits di atas diriwayatkan oleh Musa bin Ali bin Rabah dengan sanad yang terdiri dari serentetan rawi-rawi yang dipercaya. jika dibandingkan dengan hadits-hadits lain yang diriwayatkan oleh rawi-rawi yang juga dipercaya.

harus didampingi dengan hadits lainnya. tidak ada tempat buat hadits dhaif di hati mereka. Yahya bin Mu'in. Sebab dibandingkan dengan mereka. Ketika Mengamalkannya. nasehat atau peringatan. tetapi dia harus berada di bawah nash yang sudah shahih. Baik masalah keutamaan (fadhilah). Di antara mereka terdapat nama Al-Imam Al-Bukhari. kisah-kisah. ada juga pihak-pihak yang ngotot tetap tidak mau terima kalau hadits dhaif itu masih bisa ditolelir. Setidaknya kami mencatat ada tiga kelompok besar dengan pandangan dan hujjah mereka masing-masing. Bahkan hadits lainnya itu harus shahih. Dan menariknya. Maka posisi kita bukan untuk menyalahkan atau menghina salah satu kelompok itu. kita ini bukan apa-apanya dalam konstalasi para ulama hadits. 2) Kalangan Yang Menerima Semua Hadits Dhaif Jangan salah.perkara fadahilul a'mal (keutamaan amal). Pendeknya. ada tokoh seperti Al-Albani dan para pengikutnya. Maka tidak boleh hadits dha’if jadi pokok. Abu Bakar Al-Arabi. sikap ulama terhadap hadits dhaif itu sangat beragam. Tetapi yang kita lakukan adalah bahwa kita masih menduga atas kepastian datangnya informasi ini dari Rasulullah SAW. Di zaman sekarang ini. Apalagi kalau sampai masalah hukum dan aqidah. 1) Kalangan Yang Menolak Mentah-mentah Hadits Dhaif Namun harus kita akui bahwa di sebagian kalangan. c. kita tidak boleh meyakini 100% bahwa ini merupakan sabda Rasululah SAW atau perbuatan beliau. Semuanya adalah orang-orang besar dalam bidang ilmu hadits serta para spesialis. Berada di bawah Nash Lain yang Shahih Maksudnya hadits yang dhaif itu kalau mau dijadikan sebagai dasar dalam fadhailul a'mal. AlImam Muslim. b.Sikap Ulama Terhadap Hadits Dhaif : Sebenarnya kalau kita mau jujur dan objektif. Tidak Boleh Meyakini Ke-Tsabitannya Maksudnya. Ibnu Hazm dan lainnya. . ternyata ada juga kalangan ulama yang tetap . ketika kita mengamalkan hadits dhaif itu. Bagi mereka hadits dhaif itu sama sekali tidak akan dipakai untuk apa pun juga. mereka itu bukan orang sembarangan.

Sedangkan hadits dha'if yang perawinya sampai ke tingkat pendusta. Semua itu adalah pendapat para ulama pakar ilmu hadits. 'Bila kami meriwayatkan hadits masalah halal dan haram. kami longgarkan. . Sebab beda maqam dan beda posisi. Syarat-syarat yang mereka ajukan untuk menerima hadits dhaif antara lain. • Hadits itu punya asal yang menaungi di bawahnya • Hadits itu hanya seputar masalah nasehat. jelas bukan pendapat kami. tetap saja lebih tinggi derajatnya dari akal manusia dan logika. atau tertuduh sebagai pendusta. Ibnul Mubarok dan yang lainnya. Kami ini bukan berada dalam posisi untuk mengkritisi salah satunya. Di antara para ulama yang sering disebut-sebut termasuk dalam kelompok ini antara lain Al-Imam Ahmad bin Hanbal. para imam mazhab yang empat serta para ulama salaf dan khalaf. Bukan dalam masalah aqidah dan sifat Allah. kisah-kisah. Selain itu juga ada nama AlImam Abu Daud. juga bukan masalah hukum. Mazhab ini banyak dianut saat ini antara lain di Saudi Arabia. Tapi bila meriwayatkan masalah fadhilah dan sejenisnya. Ibnul Mahdi. Mereka adalah kebanyakan ulama. asal bukan hadits palsu (maudhu'). Mereka adalah kalangan yang boleh dibilang mau menerima secara bulat setiap hadits dhaif. • Ketika mengamalkannya jangan disertai keyakinan atas tsubut-nya hadits itu." 3) Kalangan Menengah Mereka adalah kalangan yang masih mau menerima sebagian dari hadits yang terbilang dhaif dengan syarat-syarat tertentu. melainkan hanya sekedar berhati-hati. Bagi mereka.menerima semua hadits dhaif. pendiri mazhab Hanbali. kami ketatkan. adalah: • Hadits dhaif itu tidak terlalu parah kedhaifanya. sedhai'f-dha'if-nya suatu hadits. sebagaimana diwakili oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dan juga Al-Imam An-Nawawi rahimahumalah. Al-Imam As-Suyuthi mengatakan bawa mereka berkata. Semua keterangan di atas. atau parah kerancuan hafalannya tetap tidak bisa diterima. atau anjuran amal tambahan.

Sesung. Penutup 1. “Demi masa. Menunjukkan betapa maha kuasanya Allah dalam memberikan kepahaman terhadap hamba-hambanya.guhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Karena sesungguhnya Allah SWT. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nesehat-menasehati supaya menetapi . Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. dapat kita petik kesimpulan bahwa kajian ke-islaman itu sangatlah luas. maka itulah yang perlu kita luruskan bersama.IV."(QS Yunus 36). َ ُ َْ َ َ ِ ّ َ َ َ ّ ‫َ ّ َ ِ ٌ ََ َ ْ ِ ِ ََ ك‬ ‫وال غالب على أمره ولـ ِن أكْثر الناس ل يعلمون‬ “Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya. berfirman : "(Dan) kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka.” (QS. Kesimpulan Pada materi hadits dhaif ini. Yûsuf [12]: 21) Meskipun ada sebagian kaum muslimin mengingkari Qur’an dan Hadits ( terlebih hadits dhaif ).

perbuatan. pandai berdebat tentang dalil. baik dari segi rawinya ( orang yang meriwayatkan ). Setiap Muslim diperintahkan untuk memiliki kepribadian Islam (syakhshiyah islâmiyah).(TQS Al-‘Ashr [103] : 1-3) Terbaginya hadits dhaif dalam dua bagian. Tidak jarang. dan peristiwa sesuai dengan hukum-hukum syariah. Karena itu. Dengan mengetahui Ilmu Hadits ( di sini lebih dikhususkan hadits dhaif ). serta mampu menganalisis berbagai peristiwa dengan benar. orang pintar bicara. tentu akan membuat aqliyah kita menjadi semakin terpacu untuk berpikir dan menggali pengetahuan secara lebih mendalam serta dilandasi nafsiyah ( sikap ) keimanan dan ketakwaan yang mantap. Dengan ‘aqliyyah islâmiyyah seseorang dapat mengeluarkan keputusan hukum tentang benda. Banyak ilmu saja tidak cukup. Namun sering kali kata ini mengalami perluasan makna sehingga . Kepribadian Islam itu mencakup cara berpikir islami (’aqliyyah islâmiyyah) dan pola sikap islami (nafsiyyah islâmiyah). sanad. Dia dapat mengetahui mana yang halal dan mana yang haram serta mana yang terpuji dan mana yang tercela berdasarkan syariah Islam. maupun matannya. ‘aqliyyah islâmiyyah saja tidak cukup. tetapi apa yang diomongkan berbeda dengan apa yang dilakukan. Pengertian Hadist Pengertian Hadist secara literal berarti perkataan atau percakapan. kepribadian Islam tidak cukup dengan ‘aqliyyah islâmiyyah melainkan harus dipadukan dengan nafsiyyah . Melalui ‘aqliyyah islâmiyyah seorang Muslim juga akan memiliki kesadaran dan pemikiran yang matang. karena gugurnya rawi dan atau karena cacat pada rawi atau matan semakin memudahkan kita untuk mengetahui sebab-sebab mengapa hadits-hadits menjadi dhaif. mampu menyatakan ungkapan yang kuat dan tepat. Dalam terminologi Islam perkataan dimaksud adalah perkataan dari Nabi Muhammad SAW. termotivasi untuk terus mencari dan mengamalkannya karena pembahasan dalam makalah ini hanyalah berisi sebagian kecilnya saja. Namun.kebenaran”.

Signifikansi jumlah sanad dan penutur dalam tiap thaqabah sanad akan menentukan derajat hadits tersebut.. lapisan dalam sanad disebut dengan thaqabah. Hadits sebagai sumber hukum dalam agama Islam memiliki kedudukan kedua pada tingkatan sumber hukum dibawah Al Qur'an. dari Qatadah dari Anas dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda:"Tidak beriman diantara kamu sekalian hingga kamu mencintai saudaramu seperti kamu mencintai dirimu sendiri" (Hadits riwayat Bukhari) Sanad ialah rantai penutur/perawi (periwayat) hadits. ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama. mauquf (terhenti) dan maqtu' : Hadits Marfu' adalah hadits yang sanadnya berujung langsung pada Nabi Muhammad SAW (contoh:hadits sebelumnya). Secara struktur hadits terdiri atas dua komponen utama yakni sanad/isnad (rantai penutur) dan matan (redaksi). hadits dibagi menjadi 3 golongan yakni marfu' (terangkat). Hadits Mauquf adalah hadits yang sanadnya terhenti pada para sahabat nabi tanpa ada tanda-tanda baik secara perkataan maupun perbuatan yang menunjukkan derajat marfu'.. .". "Kami terbiasa. perbuatan.. Dari contoh sebelumnya maka matan hadits bersangkutan ialah: "Tidak beriman diantara kamu sekalian hingga kamu mencintai saudaramu seperti kamu mencintai dirimu sendiri" Berdasarkan ujung sanad. Hadits Maqtu' adalah hadits yang sanadnya berujung pada para Tabi'in (penerus). jika sedang bersama rasulullah" maka derajat hadits tersebut tidak lagi mauquf melainkan setara dengan marfu'. "Kami dilarang untuk. Namun jika ekspresi yang digunakan sahabat seperti "Kami diperintahkan. Matan ialah redaksi dari hadits. maka berhati-hatilah kamu darimana kamu mengambil agamamu". Sanad terdiri atas seluruh penutur mulai dari orang yang mencatat hadits tersebut dalam bukunya (kitab hadits) hingga mencapai Rasulullah. Contoh: Al Bukhari dalam kitab Al-Fara'id (hukum waris) menyampaikan bahwa Abu Bakar. hal ini dijelaskan lebih jauh pada klasifikasi hadits. contoh: Musaddad mengabari bahwa Yahyaa sebagaimana diberitakan oleh Shu'bah..disinonimkan dengan sunnah sehingga berarti segala perkataan (sabda). Jika diambil dari contoh sebelumnya maka sanad hadits bersangkutan adalah Al-Bukhari > Musaddad > Yahyaa > Shu’bah > Qataadah > Anas > Nabi Muhammad SAW Sebuah hadits dapat memiliki beberapa sanad dengan jumlah penutur/perawi bervariasi dalam lapisan sanadnya..". Ibnu Abbas dan Ibnu AlZubair mengatakan: "Kakek adalah (diperlakukan seperti) ayah". Contoh hadits ini adalah: Imam Muslim meriwayatkan dalam pembukaan sahihnya bahwa Ibnu Sirin mengatakan: "Pengetahuan ini (hadits) adalah agama.

Hadits mutawatir.. Berdasarkan jumlah penutur adalah jumlah penutur dalam tiap tingkatan dari sanad. Hadits Mursal.Keaslian hadits yang terbagi atas golongan ini sangat bergantung pada beberapa faktor lain seperti keadaan rantai sanad maupun penuturnya. Bila sanad putus pada salah satu penutur yakni penutur 4 atau 3 Hadits Mu'dal bila sanad terputus pada dua generasi penutur berturut-turut. Bila penutur 1 tidak dijumpai atau dengan kata lain seorang tabi'in menisbatkan langsung kepada Rasulullah SAW (contoh: seorang tabi'in (penutur2) mengatakan "Rasulullah berkata" tanpa ia menjelaskan adanya sahabat yang menuturkan kepadanya). Ilustrasi sanad : Pencatat Hadits > penutur 4> penutur 3 > penutur 2 (tabi'in) > penutur 1(Para sahabat) > Rasulullah SAW Hadits Musnad. Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah sanad minimum hadits mutawatir (sebagian menetapkan 20 dan 40 orang pada tiap lapisan sanad). telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan. Hadits Munqati'. Hadits Mu'allaq bila sanad terputus pada penutur 4 hingga penutur 1 (Contoh: "Seorang pencatat hadits mengatakan. Yakni urutan penutur memungkinkan terjadinya transfer hadits berdasarkan waktu dan kondisi. Hadits mutawatir sendiri dapat dibedakan antara dua jenis yakni mutawatir lafzhy (redaksional sama pada tiap riwayat) dan ma'nawy (pada redaksional terdapat perbedaan namun makna sama pada tiap riwayat). Keutuhan rantai sanad maksudnya ialah setiap penutur pada tiap tingkatan dimungkinkan secara waktu dan kondisi untuk mendengar dari penutur diatasnya. Namun klasifikasi ini tetap sangat penting mengingat klasifikasi ini membedakan ucapan dan tindakan Rasulullah SAW dari ucapan para sahabat maupun tabi'in dimana hal ini sangat membantu dalam area perdebatan dalam fikih (Suhaib Hasan.. Berdasarkan keutuhan rantai/lapisan sanad. Munqati'. adalah hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad dan tidak terdapat kemungkinan bahwa mereka semua sepakat untuk berdusta bersama akan hal itu. Jadi hadits mutawatir memiliki beberapa sanad dan jumlah penutur pada tiap lapisan (thaqabah) berimbang. Mu'dal dan Mursal. sebuah hadits tergolong musnad apabila urutan sanad yang dimiliki hadits tersebut tidak terpotong pada bagian tertentu. Mu'allaq.. Science of Hadits). atau ketersediaan beberapa jalur berbeda yang menjadi sanad hadits tersebut. Berdasarkan klasifikasi ini hadits dibagi atas hadits Mutawatir dan hadits Ahad." tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah). hadits terbagi menjadi beberapa golongan yakni Musnad. .

da'if dan maudu' Hadits Shahih. mudallas. meski pada lapisan lain terdapat banyak penutur). bila hadits dicurigai palsu atau buatan karena dalam sanadnya dijumpai penutur yang memiliki kemungkinan berdusta. Adapun beberapa jenis hadits lainnya yang tidak disebutkan dari klasifikasi di atas antara lain: Hadits Matruk. serta matannya tidak syadz serta cacat. ialah hadits yang sanadnya tidak bersambung (dapat berupa mursal. hasan. Hadits Mu'allal. Matannya tidak mengandung kejanggalan/bertentangan(syadz) serta tidak ada sebab tersembunyi atau tidak nyata yg mencacatkan hadits. Hadits ahad kemudian dibedakan atas tiga jenis antara lain : Gharib. berakhlak baik. bila terdapat lebih dari dua jalur sanad (tiga atau lebih penutur pada salah satu lapisan) namun tidak mencapai derajat mutawatir. Aziz. tidak fasik. yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yang lemah yang bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang terpercaya/jujur. Diriwayatkan oleh penutur/perawi yg adil. diriwayatkan oleh rawi yg adil namun tidak sempurna ingatannya. bila hanya terdapat satu jalur sanad (pada salah satu lapisan terdapat hanya satu penutur. terjaga muruah (kehormatan)nya. yang berarti hadits yang ditinggalkan yaitu Hadits yang hanya dirwayatkan oleh seorang perawi saja dan perawi itu dituduh berdusta. Hadits shahih memenuhi persyaratan sebagai berikut: Sanadnya bersambung. Hadits Maudu'. artinya hadits yang dinilai sakit atau cacat yaitu hadits yang didalamnya terdapat cacat yang tersembunyi. hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang namun tidak mencapai tingkatan mutawatir. bila terdapat dua jalur sanad (dua penutur pada salah satu lapisan). Berdasarkan tingkat keaslian hadits adalah klasifikasi yang paling penting dan merupakan kesimpulan terhadap tingkat penerimaan atau penolakan terhadap hadits tersebut. Hadits Hasan. memiliki sifat istiqomah. mu’allaq. Hadits Mungkar. Menurut Ibnu Hajar Al Atsqalani . yakni tingkatan tertinggi penerimaan pada suatu hadits. munqati’ atau mu’dal)dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil atau tidak kuat ingatannya. bila hadits yg tersebut sanadnya bersambung. Tingkatan hadits pada klasifikasi ini terbagi menjadi 4 tingkat yakni shahih. dan kuat ingatannya. mengandung kejanggalan atau cacat.Background Hadits ahad. Hadits Dhaif (lemah). Mashur.

disusun oleh an-Nasa'i (215-303 H) Sunan Ibnu Majah. Hadits Mudlthorib. disusun oleh Abu Dawud (202-275 H) Sunan at-Turmudzi. Ada beberapa perdebatan yang terjadi apakah anggota ke-6 dari aturan ini seharusnya Ibnu Majah atau Muwatta' dari Imam Malik. Hadits yang jarang yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi orang yang terpercaya yang bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan dari perawi-perawi yang lain. Selain itu. baik dalam sanad atau pada gurunya. termasuk: Shahih Bukhari. Hadits Maqlub.bahwa hadis Mu'allal ialah hadits yang nampaknya baik tetapi setelah diselidiki ternyata ada cacatnya. Hadits Mudraj. disusun oleh Ibnu Majah (209-273). disusun oleh Muslim (204-262 H) Sunan Abu Daud. disusun oleh At-Turmudzi (209-279 H) Sunan an-Nasa'i. Jadi Hadits Mudallas ini ialah hadits yang ditutup-tutupi kelemahan sanadnya Periwayat Hadits Periwayat Hadits yang diterima oleh Muslim Sunni Aturan-aturan Hadits dari Sunni mendapatkan bentuk terakhirnya kurang lebih 3 abad setelah meninggalnya Nabi Muhammad. Yaitu Hadits yang diriwayatkan oleh melalui sanad yang memberikan kesan seolaholah tidak ada cacatnya. Hadits ini biasa juga disebut Hadits Ma'lul (yang dicacati) dan disebut Hadits Mu'tal (Hadits sakit atau cacat). ada pula yang memasukkan Musnad dari Ahmad bin Hanbal sebagai bagian dari aturan tersebut. Aturan-aturan ini. yaitu hadits yang terbalik sebagian lafalnya hingga pengertiannya berubah. Hadits Mudallas. yakni hadits yang terbalik yaitu hadits yang diriwayatkan ileh perawi yang dalamnya tertukar dengan mendahulukan yang belakang atau sebaliknya baik berupa sanad (silsilah) maupun matan (isi). yaitu hadits yang mengalami penambahan isi oleh perawinya. Hadits Syadz. Shahih Bukhari dan Shahih Muslim biasanya dianggap yang paling dipercaya dari koleksi ini. padahal sebenarnya ada. ada yang menyatakan dengan Koleksi Enam Hadits utama ada pula dengan Koleksi Tujuh Hadits Utama. disusun oleh Bukhari (194-256 H) Shahih Muslim. . disebut juga hadits yang disembunyikan cacatnya. Ilmuwan hadits yang kemudian memperdebatkan keotentikan beberapa hadits tetapi otoritas dari buku-buku tersebut meningkat dengan pesat. Hadits Munqalib. artinya hadits yang kacau yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi dari beberapa sanad dengan matan (isi) kacau atau tidaksama dan kontradiksi dengan yang dikompromikan.

Ada beberapa sekte dalam Syi'ah. Imam Nasa'i dan Imam Ibnu Majah. atau oleh pemeluk Islam awal yang memihak Ali bin Abi Thalib. Imam Abu Daud. Imam Muslim dan Ibnu Majah. melalui Fatimah az-Zahra. yaitu hadits yang shahih dan hasan. Imam Bukhari. terdapat beberapa istilah yang dijumpai pada ilmu hadits antara lain: Muttafaq 'Alaih (disepakati atasnya) yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sumber sahabat yang sama. 1. Imam Bukhari. Syi'ah tidak menggunakan hadits yang berasal atau diriwayatkan oleh mereka yang menurut kaum syi'ah diklaim memusuhi Ali.Periwayat Hadits yang diterima oleh Muslim Syi'ah Muslim Syi'ah hanya mempercayai hadits yang diriwayatkan oleh keturunan Muhammad saw. istri Muhammad saw. Al Khamsah maksudnya lima perawi yaitu mereka yang tersebut diatas selain Imam Bukhari dan Imam Muslim. yang melawan Ali pada Perang Jamal. yaitu hadits maqbul (diterima) dan mardud (tertolak). tetapi sebagian besar menggunakan: Usul al-Kafi Al-Istibsaar Al-Tahzeeb Mun La Yah DuruHu al-Faqeeh Kitab-kitab Hadits Beberapa kitab hadits yang masyhur/populer antara lain: Riyadhus Shalihin Shahih Bukhari Shahih Muslim Beberapa istilah dalam ilmu hadits Berdasarkan siapa yang meriwayatkan. As Sab'ah berarti tujuh perawi yaitu: Imam Ahmad. Klasifikasi Hadits berdasarkan pada Kuat Lemahnya Berita Berdasarkan pada kuat lemahnya hadits tersebut dapat dibagi menjadi 2 (dua). Ats tsalatsah maksudnya tiga perawi yaitu mereka yang tersebut di atas selain Ahmad. seperti Aisyah. Imam Turmudzi. Hadits Yang Diterima (Maqbul) . Imam Bukhari dan Imam Muslim. dikenal dengan Hadits Bukhari dan Muslim. Hadits yang diterima terbagi menjadi dua. Imam Muslim. As Sittah maksudnya enam perawi yakni mereka yang tersebut diatas selain Ahmad bin Hambal. Sedangkan yang tertolak disebut juga dengan dhaif. Al Arba'ah maksudnya empat perawi yaitu mereka yang tersebut di atas selain Ahmad.

menguasai apa yang diriwayatkan. Dalam kitab Muqaddimah At-Thariqah Al-Muhammadiyah disebutkan bahwa definisi hadits shahih itu adalah: Hadits yang lafadznya selamat dari keburukan susunan dan maknanya selamat dari menyalahi ayat Quran. Hadits Hasan 1. Syarat-Syarat Hadits Shahih: Untuk bisa dikatakan sebagai hadits shahih. memahami maksudnya dan maknanya Sanadnya tiada putus (bersambung-sambung) artinya sanad yang selamat dari keguguran atau dengan kata lain. menjauhi dosa-dosa kecil. para ulama mempunyai pendapat tersendiri seperti yang disebutkan berikut ini: . sanadnya bersambung-sambung. tidak melakukan perkara mubah yang dapat menggugurkan iman. Definisi: Menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Nukhbatul Fikar. Sedangkansecara istilah. yang dimaksud dengan hadits shahih adalah adalah: Hadits yang dinukil (diriwayatkan) oleh rawi yang adil. 1. Hadits Shahih 1. dan tidak mengikuti pendapat salah satu mazhab yang bertentangan dengan dasar syara’ Sempurna ingatan (dhabith). maka sebuah hadits haruslah memenuhi kriteria berikut ini: • • • • • Rawinya bersifat adil. 2.Hadits yang diterima dibagi menjadi 2 (dua): 1. Definisi Secara bahasa. Hasan adalah sifat yang bermakna indah. 1.1. sempurna ingatan. 2. tidak ber’illat dan tidak janggal. tiap-tiap rawi dapat saling bertemu dan menerima langsung dari yang memberi hadits. 1. 1. artinya tidak ada pertentangan antara suatu hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang maqbul dengan hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang lebih rajin daripadanya. 1. 1.2. artinya seorang rawi selalu memelihara ketaatan dan menjauhi perbuatan maksiat. artinya ingatan seorang rawi harus lebih banyak daripada lupanya dan kebenarannya harus lebih banyak daripada kesalahannya. Hadits itu tidak ber’illat (penyakit yang samar-samar yang dapat menodai keshahihan suatu hadits) Tidak janggal.

Yang dimaksud dengan makhraj adalah dikenal tempat di mana dia meriwayatkan hadits itu. bersambung-sambung sanadnya dan tidak terdapat ‘illat serta kejanggalan matannya. Jumhur ulama: Hadits yang dinukilkan oleh seorang yang adil (tapi) tidak begitu kuat ingatannya.2. Al-Khattabi menyebutkan tentang pengertian hadits hasan: Hadits yang orang-orangnya dikenal.Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Nukhbatul Fikar menuliskan tentang definisi hadits Hasan: Hadits yang dinukilkan oleh orang yang adil. maka pasti aku perintahkan untuk menggosok gigi setiap waktu shalat . Di antara contoh hadits ini adalah: ‫لول أن أشق على أمتي لمرتهم بالسواك عند كل صلة‬ Seandainya aku tidak memberatkan umatku. yang musnad jalan datangnya sampai kepada nabi SAW dan yang tidak cacat dan tidak punya keganjilan. Klasifikasi Hadits Hasan Hasan Lidzatih Yaitu hadits hasan yang telah memenuhi syarat-syaratnya. Abu Ishaq as-Suba'i dalam kalangan ulama Kufah dan Atha' bagi penduduk kalangan Makkah. Maka bisa disimpulkan bahwa hadits hasan adalah hadits yang pada sanadnya tiada terdapat orang yang tertuduh dusta. 1. At-Tirmizy dalam Al-Ilal menyebutkan tentang pengertian hadits hasan: Hadits yang selamat dari syuadzudz dan dari orang yang tertuduh dusta dan diriwayatkan seperti itu dalam banyak jalan. yang muttashil (bersambung-sambung sanadnya). yang kurang kuat ingatannya. tiada terdapat kejanggalan pada matannya dan hadits itu diriwayatkan tidak dari satu jurusan (mempunyai banyak jalan) yang sepadan maknanya.2. Atau hadits yang bersambung-sambung sanadnya dengan orang yang adil yang kurang kuat hafalannya dan tidak terdapat padanya sydzudz dan illat. terkenal makhrajnya dan dikenal para perawinya. Seperti Qatadah buat penduduk Bashrah.

maka derajatnya naik sedikit menjadi hasan li ghairihi." Maka nabi SAW pun membolehkannya. Hadits Hasan Naik Derajat Menjadi Shahih Bila sebuah hadits hasan li dzatihi diriwayatkan lagi dari jalan yang lain yang kuat keadaannya. namun karena ada ada mu'adhdhid. Namun karena ada jalur lain yang lebih kuat. hadits hasan li ghairihi ini asalnya adalah hadits dhaif (lemah). Ringkasnya. tidak tampak adanya sebab yang menjadikan fasik dan matan haditsnya adalah baik berdasarkan periwayatan yang semisal dan semakna dari sesuatu segi yang lain. Hadits ini asalnya dhaif (lemah). Sebenarnya hadits palsu bukan termasuk hadits. maka posisi hadits ini menjadi hasan li ghairihi. Kedudukan Hadits Hasan adalah berdasarkan tinggi rendahnya ketsiqahan dan keadilan para rawinya. As-Suyuti mengatakan bahwa 'Ashim ini dhaif lantaran lemah hafalannya. Hadits Mardud (Tertolak) Setelah kita bicara hadits maqbul yang di dalamnya adahadits shahih dan hasan. atau dengan ada beberapa sanad lain. karena diriwayatkan oleh Turmuzy dari 'Ashim bin Ubaidillah dari Abdullah bin Amr. Karena kekurangan yang terdapat pada sanad pertama. yaitu hadits yang tertolak.Hadits Hasan lighairih Yaitu hadits hasan yang sanadnya tidak sepi dari seorang mastur (tak nyata keahliannya). Hadits Shahih dan Hadits Hasan ini diterima oleh para ulama untuk menetapkan hukum (Hadits Makbul). *** 2. "Ya. maka kedudukannya dhaif. Di antara contoh hadits ini adalah hadits tentang Nabi SAW membolehkan wanita menerima mahar berupa sepasang sandal: ‫" أرضيت من نفسك ومالك بنعلين؟ قالت: نعم، فأجاز‬Apakah kamu rela menyerahkan diri dan hartamu dengan hanya sepasang sandal ini?" Perempuan itu menjawab. sekarang kita bicara tentang kelompok yang kedua. yang paling tinggi kedudukannya ialah yang bersanad ahsanu’l-asanid. bukan pelupa yang banyak salahnya. hanya sebagian orang yang bodoh dan awam . Hadits yang tertolak adalah hadits yang dhaif dan juga hadits palsu. yaitu kurang kuat hafalan perawinya telah hilang dengan ada sanad yang lain yang lebih kuat. naiklah dia dari derajat hasan li dzatihi kepada derajat shahih. Andaikata tidak ada 'Adhid.

hanya saja karena satu sebab tertentu. mereka tidak mengingkarinya .2. Penyebab Tertolak Ada beberapa alasan yang menyebabkan tertolaknya Hadits Dhaif. yaitu banyak salah lengah dalam menghafal Banyak waham (prasangka) disebut hadits mu’allal Menyalahi riwayat orang kepercayaan Tidak diketahui identitasnya (hadits Mubham) Penganut Bid’ah (hadits mardud) Tidak baik hafalannya (hadits syadz dan mukhtalith) 2. Karena Sanadnya Tidak Bersambung • • • • Kalau yang digugurkan sanad pertama disebut hadits mu’allaq Kalau yang digugurkan sanad terakhir (sahabat) disebut hadits mursal Kalau yang digugurkan itu dua orang rawi atau lebih berturut-turut disebut hadits mu’dlal Jika tidak berturut-turut disebut hadits munqathi’ 2.2.2. Hadits Dhaif yang disebabkan suatu sifat pada matan ialah hadits Mauquf dan Maqthu’ Oleh karenanya para ulama melarang menyampaikan hadits dhaif tanpa menjelaskan sanadnya. 2.1 Definisi: Hadits Dhaif yaitu hadits yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat hadits Shahih atau hadits Hasan. Sedangkan hadits dhaif memang benar sebuah hadits.yang memasukkannya ke dalam hadits.1 Adanya Kekurangan pada Perawinya Baik tentang keadilan maupun hafalannya. yaitu: 2. Hadits Dhaif merupakan hadits Mardud yaitu hadits yang tidak diterima oleh para ulama hadits untuk dijadikan dasar hukum. kedhaifan suatu hadits bisa juga terjadi karena kelemahan pada matan. Adapun kalau dengan sanadnya. 2. 3.2. 2. Karena Matan (Isi Teks) Yang Bermasalah Selain karena dua hal di atas. hadis dhaif menjadi tertolak untuk dijadikan landasan aqidah dan syariah. misalnya karena: • • • • • • • • Dusta (hadits maudlu) Tertuduh dusta (hadits matruk) Fasik.

Sedangkan setiap amal sunnah.2. Tidak boleh siapapun dengan tujuan apapun menyandarkan suatu hal kepada Rasulullah SAW. yaitu untuk targhib atau memberi semangat menggembirakan pelakunya atau tarhib (menakutkan pelanggarnya). Namun pernyataan beliau ini seringkali dipahami secara salah kaprah. melainkan kita boleh menggunakan hadits dha'if untuk menggambarkan bahwa suatu amal itu berpahala besar. selama hadits itu belum sampai kepada derajat maudhu' (palsu). Kitab shahih karya mereka masing-masing adalah kitab tershahih kedua dan ketiga di permukaan muka bumi setelah Al-Quran Al-Kariem. Jadi kita tetap tidak boleh menetapkan sebuah ibadah yang bersifat sunnah hanya dengan menggunakan hadits yang dhaif. Banyak yang menyangka bahwa maksud pernyataan Imam An-Nawawi itu membolehkan kita memakai hadits dhaif untuk menetapkan suatu amal yang hukumnya sunnah. tetap harus didasari dengan hadits yang kuat. . Demikian juga dengan hukum jual beli. Padahal yang benar adalah masalah keutamaan suatu amal ibadah. yang sering diistilahkan dengan fadhailul a'mal. Ketegasan sikap kalangan ini berangkat dari karakter dan peran mereka sebagai orang-orang yang berkonsentrasi pada keshahihan suatu hadits. sementara derajat periwayatannya lemah. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim menetapkan bahwa bila hadits dha'if tidak bisa digunakan meski hanya untuk masalah keutamaan amal. Imam Al-Bukhari dan Muslim memang menjadi maskot masalah keshahihan suatu riwayat hadits. (HR Bukhari Muslim) Sedangkan Al-Imam An-Nawawi rahimahulah di dalam kitab Al-Adzkar mengatakan bahwa para ulama hadits dan para fuqaha membolehkan kita mempergunakan hadits yang dhaif untuk memberikan targhib atau tarhib dalam beramal. hukum akad nikah.3. Senjata utama mereka yang paling sering dinampakkan adalah hadits dari Rasulullah SAW: Siapa yang menceritakan sesuatu hal dari padaku padahal dia tahu bahwa hadits itu bukan haditsku. Hukum Mengamalkan Hadits Dhaif Segenap ulama sepakat bahwa hadits yang lemah sanadnya (dhaif) untuk masalah aqidah dan hukum halal dan haram adalah terlarang. Tetapi mereka berselisih faham tentang mempergunakan hadits dha'if untuk menerangkan keutamaan amal. hukum thalaq dan lain-lain. Demikian juga para pengikut Daud Azh-Zhahiri serta Abu Bakar Ibnul Arabi Al-Maliki. maka orang itu salah seorang pendusta.

maka haditsnya tidak bisa dipakai. Demikian sekelumit informasi singkat tentang pembagian hadits. Sedangkan sebuah amal yang tidak punya dasar sama sekali tidak boleh dilakkan hanya berdasarkan hadits yang lemah. Adapun pengertian hadits maudhu’ (hadits palsu) secara istilah ialah: ‫ما نسب الى رسول ال صلى ال عليه و السلم إختلفا و كذبا مما لم يقله أويقره‬ ّ Apa-apa yang disandarkan kepada Rasulullah secara dibuat-buat dan dusta. padahal beliau tidak mengatakan dan memperbuatnya. tidak boleh diyakini bahwa semangat itu datangnya dari nabi SAW. selain itu hadits pun berarti ‫ . Haliman A. Agar kita terhindar dari menyandarkan suatu hal kepada Rasulullah SAW sementara beliau tidak pernah menyatakan hal itu. Ahmad Sarwat. 3. maka ada beberapa syarat yang juga harus terpenuhi. antara lain: 1. diperbincangkan. ‫اذا كان سبب الطعن فى الروى هو الكذ ب على رسول ال فحد يثه يسمى الموضع‬ . Perawi yang telah dicap sebagai pendusta. Sebab derajat haditsnya sudah sangat parah kelemahannya. Mahmud Thahan didalam kitabnya mengatakan.الجديد‬yaitu sesuatu yang baru. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sedangkan ‫ موضع‬merupakan derivasi dari kata – ‫وضع‬ ‫ يضع – وضعا‬yang secara bahasa berarti menyimpan. Yaitu sesuatu yang diberitakan. Derajat kelemahan hadits itu tidak terlalu parah. kalau pun sebuah hadits itu boleh digunakan untuk memberi semangat dalam beramal. mengada-ngada atau membuat-buat. Pengertian Hadits Maudhu ‫ الحديث‬secara bahasa berarti ‫ . atau tertuduh sebagai pendusta atau yang terlalu sering keliru. الخبر‬berita. 2009 pukul 12:50 pm · Disimpan dalam Ilmu Hadits Oleh: Dede KS. Lc Januari 25.Lagi pula. dan dipindahkan dari seseorang kepada orang yang lain. Dr. Wallahu a'lam bishshawab. dilihat dari sudut apakah hadits itu bisa diterima ataukah hadits itu tertolak. Perbuatan amal itu masih termasuk di bawah suatu dasar yang umum. 2. Ketika seseorang mengamalkan sebuah amalan yang disemangati dengan hadits lemah. Mustafa Azmi.

sebab Khodijah telah meninggal sebelum peristiwa Isra. Disamping mereka membuat hadits-hadits palsu untuk memuji golongan mereka sendiri. Dan data menunjukan sepanjang masa Rasulullah Saw. Kaum Syafi’i mengatakan “saya tidak melihat suatu kaum yang lebih berani berdusta selain kaum Rafidhah”. Pertentangan politik kekhilafahan yang timbul sejak akhir kekhalifahan Usman bin Affan dan awal kekhalifahan Ali bin Abi Thalib bisa dikatakan sebagai sebab munculnya golongan-golongan yang saling menyerang dengan pembuatan hadits-hadits palsu. selain itu pemalsuan hadits dijaman Rasulullah Saw. Karena itu apabila Rasulullah rindu akan bau-bauan surga. dengan alasan Ahmad Amin tidak mempunyai alasan secara histories. mereka pun membuat hadits-hadits untuk menyerang golongan yang lain. Kemudian sayyidah Khodijah menghubungkan buah tersebut dengan Fatimah. hadits masih bisa dikatakan selamat dari pemalsuan. Untuk merusak dan mengeruhkan agama Islam . Diantara pendapat-pendapat yang ada sebagai berikut: a. beliau beralasan dengan sebuah hadits yang matannya ‫. Golongan Syiah yang paling banyak menciptakan hadits palsu ialah Syiah Rafidhah. Menurut Ahmad Amin.Apabila sebab keadaan cacatnya rowi dia berdusta terhadap Rasulullah. tidak tercantum didalam kitab-kitab standar yang berkaitan dengan Asbabul Wurud. maka bunuhlah dia” a. Sebelum terjadi pertentangan antara Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah bin Abu Sufyan. Motif-motif yang mendorong pembuatan hadits maudhu’ Ada banyak hal yang mendorong seseorang untuk membuat hadits palsu (maudhu’). telah terjadi pemalsuan hadits. ( Taysiru Musthalahu Alhadits:89) Dan pengertiannya secara istilah beliau mengatakan ‫هو الكذب المختلق المنصوع المنسوب الى رسول ال صلى ال عليه والسلم‬ Hadits yang dibuat oleh seorang pendusta yang dibangsakan kepada Rasulullah ( Taysiru Musthalahu Alhadits:89) B. Misalkan mereka membuat hadits untuk menjelek-jelekan Muawiyah sebagai berikut: ‫ااذا رايتم معاوية على منبرى فاقتله‬ “Apabila kamu melihat Muawiyah berada diatas mimbarku. Jibril datang memberikan buah Safarjalah dari surga. Mereka membuat hadits-hadits palsu tentang keutamaan Ali bin Abi Thalib dan Ahlul Bait. yaitu diantaranya: a. bahwa hadits telah mengalami pemalsuan sejak jaman khalifah Ali bin Abi Thalib. beliau lalu mencium Fatimah” Kepalsuan hadits ini sangat jelas sekali.Mudatsir didalam bukunya Ilmu Hadits. Akan tetapi pendapat ini kurang disetujui oleh H. bahkan mereka pun menciptakan hadits tentang keutamaan Fatimah. kemudian Khawarij. Mempertahankan ideologi partai (golongan)nya sendiri dan menyerang golongan yang lain. maka haditsnya dinamakan maudhu’. Menurut jumhur muhadditsin. bahwa hadits palsu terjadi sejak jaman Rasulullah Saw. C. tidak pernah ada seorang sahabatpun yang sengaja berbuat dusta kepadanya. Sejarah Perkembangan Hadits Palsu Para ahli berbeda pendapat dalam menentukan kapan mulai terjadinya pemalsuan hadits. Misalkan hadits yang mereka buat sebagai berikut: ‫لما اسرى النبي اتاه جبريل بسفرجلة من الجنة قاكلها فعلقت السيدة خديجة بقاطمة فكان اذاشتاق الى رائحة‬ ‫الجنة شم فاطمة‬ “Ketika Nabi diisra’kan. b. من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار‬ ّ ّ ّ ّ Menurutnya hadits tersebut menggambarkan kemungkinan pada zaman Rasulullah Saw. Misal munculnya Syiah.

Dengan maksud untuk merusak dan mengeruhkan agama Islam mereka membuat beribu-ribu hadits palsu dalam bidang aqidah. maka Dia menurunkan wahyu dalam bahasa Arab. yang paling menggetarkan umatku daripada iblis” a.Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Zindiq. Yang demikian itu tetap berjalan selama tujuh puluh ribu tahun tanpa bergeser sedikitpun” a. akhlaq. membuat hadits palsu: ‫من رفع يديه في الصلة قل صلة له‬ “Barangsiapa yang mengangkat kedua tangannya dalam shalat maka tidaklah sah shalatnya” Dan masih banyak lagi motiv-motiv seseorang membuat hadits palsu. Fanatik kebangsaan. Dan apabila reda maka Dia menurunkan wahyu dalam bahasa Parsi” Kemudian golongan yang tersinggung membalas dengan membuat hadits yang palsu pula. mereka membenci melihat kepesatan tersiarnya agama Islam dan kejayaan pemerintahannya. Kisah dan nasihat itu mereka nisbatkan kepada nabi. “Sesungguhnya Allah itu apabila marah menurunkan wahyu dalam bahasa Parsi dan apabila reda maka menurunkan wahyu dalam bahasa Arab. Pada istana itu terdapat tujuh puluh ribu papiliun yang setiap papiliun terdapat tujuh puluh ribu kubah. sebagai pelita umatku” Ada juga golongan Syafi’iyah yang sempit pandangannya dan melibatkan diri untuk membuat hadits palsu untuk melawan pengikut-pengikut Abu Hanifah: “Akan lahir seorang laki-laki pada umatku yang bernama Muhamad bin Idris. dan kultus terhadap Imam mereka. Mereka yang menganggap tidak syah shalat dengan mengangkat tangan dikala shalat. diantaranya dengan motiv untuk mencari muka dihadapan penguasa. Membuat kisah-kisah dan nasihat-nasihat untuk menarik minat para pendengarnya. dengan berkendaraan unta kelabu. kedaerahan. Mempertahankan madzhab dalam masalah khilafiyah fiqhiyah dan kalamiyah. sambil berjabatan tangan dengan orang-orang yang berkendaraan dan memeluk orang-orang yang berjalan”. Dan diantara contoh haditshadits palsu yang bermotiv karena kultus terhadap imam diantaranya: ‫سيكون رجل في امتي يقال ابو حنيفة النعمان هو نوراامتي‬ “Nanti akan lahir seorang laki-laki pada umatku bernama Abu Hanifah an-Nu’man. Mereka yang ta’asub (fanatik) kepada bangsa dan bahasa parsi menciptakan hadits maudhu sebagai berikut: ‫ان ال اذا غضب انزل الوحي بالعربية واذا رضى انزل الوحي بالفارسية‬ “Sesungguhnya Allah apabila marah. Mereka merasa sakit hati melihat orang-orang berbondong-bondong masuk Islam. pengobatan dan hokum tentang halal dan haram. dank arena memang kejahilan seseorang didalam ilmu agama. . a. misalkan kisah-kisah yang menggembirakan tentang surga: “Didalam surga itu terdapat bidadari-bidadari yang berbau harum semerbak. kesukuan. kebahasaan. Diantara hadits palsu yang mereka ciptakan ialah: “Tuhan kami turun dari langit pada sore hari di Arafah. masa tuanya berjuta-juta tahun dan Allah menempatkan mereka disuatu istana yang terbuat dari mutiara putih.

padahal ia tidak pernah bertemu dengan guru tersebut. Hukum Periwayatan Hadis Maudhu’ 24 Apr . serentak ia menjawab: “Tidak seorangpun yang meriwayatkan hadits kepadaku.D. Dari segi makananya. Qorinah-qorinah yang memperkuat adanya pengakuan membuat hadits palsu (maudhu). kami ciptakan hadits ini (tentang keutamaan ayat-ayat Al-Qur’an) agar mereka menaruh perhatian untuk mencintai Al-Qur’an. Ciri-Ciri Hadits Maudhu a. Dalam hal Sanad Pengakuan dari sipembuat sendiri. dapat ditinjau da ri segi makna dan segi lafadznya. E. Dan kadang-kadang menukil perkataan sesorang yang dianggap alim pada waktu itu. Misalnya Hadits maudhu yang dinukil dari perkataan seorang alim mutaqaddimin: “Cinta keduniaan ialah modal kesalahan”. hadits mutawatir. Permalink Pengertian. Hadits maudhu memang yang paling banyak tidak memiliki sanad. Misalnya seorang rowi mengaku menerima hadits dari seorang guru. Akan tetapi serentak kami melihat manusia-manusia sama benci terhadap Al-Qur’an. padahal ini merupakan perkataan Malik bin Dinar. maka makna hadits itu bertentangan dengan Al-Qur’an. Suka Be the first to like this post. Adapun dari segi lafadznya yaitu susunan kalimatnya tidak baik dan tidak fasih. 3. seperti pengakuan salah seorang guru tasawuf ketika ditanya oleh Ibnu Ismail tentang keutamaan ayat-ayat Al-Qur’an. Sumber-Sumber Yang Diriwayatkan Para pembuat hadits maudhu. 2. 1. Dalam hal matan Ciri-ciri yang terdapat pada matan hadits palsu atau hadits maudhu. Hadits ini mereka (para pembuat hadits palsu) katakan bersumber dari nabi. Atau menerima dari seorang guru yang sudah meninggal dunia sebelum ia dilahirkan. ijma dan akal sehat. b. atau perkataan orang alim mutaqaddimin. dalam menjalankan aksinya kadang-kadang mengambil dari pikirannya sendiri.

tidak ternoda kedustaan. Sebab Munculnya Hadits Maudhu’ Ada beberapa faktor yang mendorong pemalsuan hadits: • Pertama. Setiap kelompok menopang argumentasinya dengan Al-Qur’an dan Hadits. Fanatisme golongan. dan sebaliknya kelompok tersebut juga membuat hadits palsu untuk membela diri. Hadits maudhu’ dikaegorikan hadits mardud (tertolak). sebagian dari mereka berupaya menakwilkan Al-Qur’an dan menafsirkan sebagian hadits dengan arti yang menyimpang. Selanjutnya muncullah kelompok-kelompok lain berbasis agama. bisa diterima atau tidaknya sebuah hadits. . Mereka dapat membedakan mana hadits yang shahih dan mana yang palsu. Banyak Muncul Di Irak Hadits maudhu’ atau hadits palsu adalah hadits dengan tingkat kelemahan paling rendah. karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku. karena hadits tersebut cacat dari segi jalur periwayatannya. maka ia akan masuk neraka.Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku. Akan tetapi kondisi tersebut berubah tatkala umat Islam terpecah menjadi beberapa golongan. mereka berupaya mengubah dan memasukkan tambahan ke dalam hadits dan melakukan pemalsuan atas nama Rasulullah SAW. Oleh karena itu. Para pemalsumembuat hadits untuk menyerang kelompok lainnya. Munculnya hadits palsu diperkirakan mulai tahun 41 H. Hadits-hadits palsu munculnya bersamaan dengan munculnya berbagai kelompok itu. usaha mereka ini tidak membuahkan hasil karena keberadaan jumlah penghafal Ql-Qur’an dan para ulama dari kalangan sahabat dan murid-muridnya masih sangat banyak. Sebab salah seorang perawinya (periwayat) diketahui berdusta. kelompok Syi’ah menuntut hak mereka untuk menduduki kursi khalifah. Pada masa tabi’in (murid para sahabat) pemalsuan hadits lebih sedikit dibandingkan dengan pada masa tabiut tabi’in (murid tabi’in) karena masih banyak sahabat dan tabi’in yang mengamalkan sunnah. Oleh karena itu.” (HR. yaitu dari matan atau lafadz (isi) haditsnya dan sanad atau jalur orang yang meriwayatkannya. Demikian seterusnya. Namun. Setelah khalifah Ali wafat. dilihat dari dua hal. ia mengklaim ucapan seseorang sebagai hadits lalu menyebar luaskannya. Muslim) Selama umat Islam di bawah kepemimpinan khulafa’ al arba’ah (4 khalifah pertama). Di dalam ilmu hadits. sehingga muncul sekumpulan hadits palsu. hadits Nabi SAW senantiasa tetap bersih.

diskriminasi etnis dan fanatisme kabilah. etnis dan kabilah. Inilah yang mendorong mereka memalksukan hadits-hadits. dinasti Umayyah. “atau sayap”. Maka mereka berusaha menjauhkan kaum muslimin dari aqidahnya dengan menciptakan kebathilan dan berdusta atas nama Rasulullah SAW. ketika ia melihat Al-Mahdi bermain-main dengan burung dara. “Sesungguhnya pembicaraan orang-orang yang berada di sekitar ‘Arsy adalah dengan bahasa Persia. Ghiyats bin Ibrahim berdusta untuk khalifah Al-Mahdi dalam hadits. secara khusus mengandalkan etnis Arab. terbuat dari apakah Tuhan kita? Rasulullah SAW menjawab. negara dan imam. Hal ini.”Selain hadits palsu yang berbicara tentang bahasa. dilakukan oleh Syi’ah. Usaha untuk mendiskreditkan Islam. Misalnya hadits. Al-Mahdi . hadits pasu juga dibuat tentang kelebihan negara atau imam tertentu. atau kuda. sebagian mereka bersikap fanatis terhadap kebangsaan Arab dan bahasa Arab. Pada masa-masa akhir khulafaur rasyidin. merekapun memalsukan hadits tentang Abu Bakar sebagai tandingan hadits yang dibuat oleh Syi’a • Kedua. Namun mereka tidak mampu untuk membalas dendam dengan pedang karena kekuasaan Islam telah sedemikian kokoh. Contohnya adalah. mereka memalsukan hadits yang berbeda mengenai Ali. Kemudian Dia menciptakan diri-Nya dari keringat kuda itu. Para pendongeng ini membuat membuat hadits palsu dengan tujuan untuk mendapatkan uang. muncul kelompok-kelompok pendongeng dan penasihat yang jumlahnya terus bertambah. benar-benar terjadi pada masa masa Abbasiyah. panah. Hal itu mereka lakukan untuk menodai Islam. “Dari air yang berlalu (tidak diam). Sebagai contoh: diriwayatkan bahwa ada yang bertanya. tendensi duniawi berupa popularitas dan usaha menjilat penguasa. Dia menciptakan seekor kuda kemudian menjalankan kuda itu maka berkeringatlah kuda. dan jika ALLAH mewahyukan sesuatu yang menggembirakan. dan jika Dia mewahyukan ancaman maka dengan bahasa Arab. yang berupaya mewujudkan persamaan hak. Setelah kehadiran Islam.” Kemudian Ghiyats menambahkan. Ibnu Abi Hadid berkata. ALLAH mewahyukan dengan bahasa Persia. “Tidak ada perlombaan kecuali untuk unta. • Keempat.” • Ketiga.Dalam kitab Syarh Nahj al-Balaghah. Mereka memanfaatkan gerakan pemberontakan dengan cara bergabung ke dalamnya. kekuasaan Kisra dan Kaisar roboh. mereka berupaya menandingi kebanggaan etnis Arab. Selain itu. Pada masa pemerintahannya. “Wahai Rasulullah. Maka muncullah kelompok Mawalli (kaum muslimin non Arab). Pemalsuan itu didorong rasa permusuhan terhadap lawan. Sejak pertama. Ketika Al-Bakriyah (pendukung Abu Bakar) melihat apa yang dilakukan Syi’ah. “Pertama kali kedustaan dalam hadits tentang keutamaan (fadhilah).Ada pula yang menjilat para penguasa dengan membuat hadits yang dapat memuaskan mereka. tidak dari bumi dan tidak pula dari langit.

2 Jatuh ( tidak bisa diambil dasar hukum ). 4 Disandarkan pada Muhammad shallallohu alaihi wa sallam sedang beliau tidak mengatakannya. 3 Diada-adakan oleh perawinya. meriwayatkan hadits palsu adalah haram. jika tidak disertai keterangan bahwa hadits tersebut maudhu’. ‫ ( اللصاق‬menyandarkan / menempelkan ) Makna bahasa ini terdapat pula dalam hadits maudhu karena 1 Rendah dalam kedudukannya. karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku. Madzhab sesat ini mengklaim bolehnya memalsukan hadits dalam rangka targhib wa tarhib (menganjurkan manusia berbuat baik dan menakut-nakuti manusia agar tidak bermaksiat). “Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku. kita harus memastikan terlebih dahulu keshahihannya sebelum menjadikannya dalil atau mengamalkannya. ‫ ( السقاط‬menjatuhkan ) 3. bukan untuk menodai Beliau. Muslim) Meski beberapa hadits sering kita dengar. karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku. 2009 Oleh: Abu Fudhail.kemudian menyuruh orang iuntuk menyembelih burung merpati tersebut dan memberikan kepada Ghiyats sebanyak uang 10. Nur Ihsan M. Diposkan oleh Markaz As-Sunnah di Senin. Juni 08. ‫ ( الختل ق‬mengada-ngadakan ) 4. “dengan sengaja untuk menyesatkan manusia. maka ia akan masuk neraka. maka ia akan masuk neraka. • Kelima. Bahkan menurut kesepakatan ulama. Mereka berdalil dengan hadits “Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku.” Mereka beralasan.” (HR. Berdasarkan hadits. pemahaman yang keliru dari madzhab al-karramiyah. Definisi Hadits Maudhu’ Secara etimologi : maudhu berasal dari kata ‫ وضع‬yang mempunyai beberapa makna diantaranya 1.” Haram Meriwayatkannya Hadits palsu adalah hadits yang sama sekali tidak bisa dijadikan dalil.Idris.” Dengan ditambahi lafadz. Lc 1.000 dirham. . “Kami berdusta untuk kebaikan Beliau. ‫ ( الحط‬merendahkan ) 2.

Hukum Berdusta Atas Nama Nabi Ulama sepakat bahwa sengaja berdusta atas nama Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam adalah salah satu dosa besar yang diancam pelakunya dengan neraka karena adanya akibat buruk. Hadits maudhu adalah hadits yang paling rendah kedudukannya.Muslim) Hadits ini diriwayatkan oleh 98 shahabat termasuk 10 orang yang dikabarkan masuk surga. Perkataan itu dari ahli hikmah atau orang zuhud atau israiliyyat dan pemalsu . Maka ulama tidak membolehkan hadits dhaif termasuk palsu kecuali kalau disertai oleh pemberitaan bahwa ia dhaif agar dijauhi hadits tersebut dan waspada terhadap rawi yang dhaif atau pemalsu tersebut 4.Sedang dalam istilah ilmu hadits: hadits maudhu adalah hadits yang diada-adakan dan dipalsukan atas nama Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam secara sengaja atau kesalahan sebagian ulama mengkhususkan hadits maudhu. Jika ancaman ini bagi yang menduga dusta bagaimana kalau ia yakin bahwasanya ia dusta. Hukum Meriwayatkan hadits maudhu Al-Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam bersabda: َ ِ ِ َ ْ ُ َ َ َ ُ َ ٌ ِ َ ُ َّ َ ُ ٍ ِ َ ِ َّ َ ّ َ ْ َ ‫من حدث عني بحديث يرى أنه كذب فهو أحد الكاذبين‬ Barangsiapa yang menceritakan dari saya satu perkataan yang disangka dusta maka dia adalah salah satu pendusta. Pembagian hadits Maudhu Hadits mudhu ada 3 macam: 1. 2. bersabda Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam ِ ّ ْ ِ ُ َ َ ْ َ ْ ّ َ َ َ ْ َ ً ّ َ َ ُ ّ ََ َ َ ‫َ ْ ك‬ ‫من َذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار‬ Barangsiapa berdusta atas saya dengan sengaja maka tempatnya di neraka ( Riwayat Bukhari. Perkataan itu berasal dari pemalsu yang disandarkan pada Rasulullah r 2. pada dusta yang disengaja saja. 3.

Sebab-Sebab Munculnya Pemalsuan Hadits a. wasiat imamah (pengganti Rasulullah shallallohu alaihi wasallam dan mut’ah Contoh Imam Ibnu Hibban dalam kitabnya Al-Majruhin meriwayatkan dengan sanadnya Kholid bin Ubaid Al Ataki dari Anas radhiyallohu anhu dari Salman . dan yang keluar yang memberontak pada Ali radhiyallohu anhu. Dr Umar Fallatah ( salah seorang pengajar di Masjid Nabawi). Kubu Mu’awiyah radhiyallohu anhu. kubu Ali radhiyallohu anhu. mereka membuat hadits palsu tentang keutamaan Ali radhiyallohu anhu. Polemik politik Dari sebab pembunuhan Utsman radhiyallohu anhu kemudian fitnah Ali radhiyallohu anhu dan Mu’awiyah radhiyallohu anhu terpecahlah kaum muslimin mennjadi tiga .Sejarah Munculnya Pemalsuan Hadits Ada beberapa waktu yang disebutkan peneliti dalam masalah ini: a. Jenis ketiga ini masuk hadits maudhu apabila perawi mengetahuinya tapi membiarkannya 5. Dr Abdul Shomad ( Dosen Al-Hadits di Universitas Islam Madinah) 6. dan Mu’awiyah radhiyallohu anhum jami’an. Umar. Munculnya pemalsuan hadits bermula dari terjadinya fitnah pembunuhan Utsman. Ahmad Amin dalam bukunya Fajrul Islam bahwa pemalsuan hadits terjadi pada zaman Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam . setelah itulah muncul orangorang yang ta’asub (fanatik) pada golongan tertentu. Cuma dia keliru. fitnah Ali dan Muawiyah radhiyallohu anhum jami’andan munculnya firqah setelah itu. Pada zaman mereka tidak terjadi pemalsuan hadits. memalsukan hadits mengenai Abu Bakar. kemudian kubu Mu’awiyah radhiyallohu anhu berbuat demikian pula. 3.yang menjadikannya hadits. Memalsukan hadits yang mendukung pendapat mereka seperti keutamaan Ali radhiyallohu anhu. Ada 2 metode yang dipakai Syiah dalam memalsukan hadits A. Perkataan yang tidak diinginkan rawi pemalsuannya . pendapatnya ini hanya dibangun atas persangkaan saja dan tidak berdasar sama sekali b. dan yang pertama kali mempeloporinya adalah Syiah. Berkisar tahun 35 H – 60 H inilah kesimpulan dari perkataan para peneliti hadits di zaman ini diantara nya Dr Mustafa Siba’i.Utsman.

Dalam sanad hadits ini ada dua orang rawi pendusta Ubbad bin Ya’kub dan AlHakam bin Sohir. Ibnu Hibban berkata tentang Kholid bin Ubaid dia meriwatkan dari Anas bin Malik radhiyallohu anhu nuskhoh ( kumpulan hadits yang palsu) orang yang tidak mengenal hadits pun tahu kalau dia palsu (Majruhin 1: 279) B Memalsukan hadits tentang keburukan musuhnya contoh: Imam Ibnu Adi meriwayatkan dengan sanadnya dari Ubbad bin Ya’kub Al-Hakam bin Sohir dari ‘Asim dari Dzar dari Abdullah radhiyallohu anhu dari Rasulullah shallallohu alaihi wasallam berkata ‫إذا رأيتم معاوية على منبري فاقتلوه‬ Apabila kamu melihat Mua’wiyah di atas mimbarku maka bunuhlah ia.radhiyallohu anhu dari Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam bahwasanya beliau berkata kepada Ali radhiyallohu anhu ‫هذا وصيي وموضع سري وخير من أترك بعدي‬ Inilah wasiatku tempat rahasiaku dan orang yang terbaik yang aku tinggalkan setelahku. b. Zindik (munafik) Karena penaklukan dari tentara kaum muslimin maka masuklah beberapa orang yang menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keIslaman 7. Mazhab b. . Tukang cerita c Ar-Targiib wa Tarhib ( Anjuran berbuat baik dan larangan berbuat mungkar ) dari orang sholeh yang bodoh. Bahasa 4. Negeri 3. Fanatisme kepada: 1. Sebab Tersebarnya Hadits Palsu a . Pada khalifah dan pemimpin 2.

Peran Ulama dalam Memberantas Pemalsuan Hadits 1. Memastikan keshahihan riwayat dengan beberapa cara 1.membuat buku dalam hadits/kumpulan hadits c. Pencurian hadits 9. mereka berkata ْ ُ ُ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ ِ َ ِ ْ ِ ْ َ َِ ُ َ ْ ُ َ ْ ُ ُ ِ َ ُ َ ْ ُ َ ِ ّ ّ ِ ْ َ َِ ُ َ ْ ُ َ ْ ُ َ َ ِ َ َ ّ َ ‫سموا لنا رجالكم فينظر إلى أهل السنة فيؤخذ حديثهم وينظر إلى أهل البدع فل يؤخذ حديثهم‬ Sebutkan orang-orangmu (yang kamu ambil hadits darinya) kalau ia dari AhlusSunnah dia ambillah dan kalau ia ahli bid’ah ditinggalkannya 2.Bepergian mencari hadits Imam Abu ‘Aliyah berkata kami telah mendengar dari shahabat Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam di Basrah tetapi kami tidak puas sampai mendengar langsung dari mulut sahabat di Madinah maka kami safar ke sana ( Al-Khatib. apakah hadits ini dikenal maka diambil dan jika tidak maka tidak diambil. seperti untuk melariskan dagangannya sehingga membuta hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan barang yang dijualnya 8. . Al Jami’ 2:224) 3. Metode Pemalsu Hadits dalam Menyebarkannya a Memasukannya kedalam buku atau kumpulan hadits b. Metode Pemalsu dalam Memalsukan Hadits 1. Penelitian dan penyeleksian dalam riwayat hadits.Bertanya dan memeriksa isnad ( para perawi hadits ) Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Muhammad ibnu Sirin seorang tabi’in (wafat 110 H) dia berkata Ahli hadits pada awal tidak bertanya tentang isnad maka takkala pada fitnah.Berkeliling daerah menyebarkannya 10. Membuat hadits yang tidak punya asal 2.Contoh : Ibnu Mahdi bertanya kepada Maisaroh bin Abdi Rabbih pemalsu hadits tentang fadhilah Al-Qur’an. Memasukkan beberapa lafaz pada hadits shohih 3. dia berkata saya memalsukannya untuk mengajak manusia membaca Al-Qur’an d Tujuan dunia dan harta.

Hammad bin Zaid berkata: zindik munafik memalsukan kurang lebih 12. Ilmu ruwah/ biografi setiap rawi 2. a. Ilmu jarh wa ‘tadil 3.Kumpulam hadits-hadits palsu dan kadangkala digabung dengan hadits dhaif lainnya Diantara buku tersebut 1. Kaidah Umum untuk Mengetahui Hadits Palsu. Adanya dalil yang menujukkan pengakuan yang menunjukkan sang pemalsu contoh seperti ditanya tentang waktu dan tempat bertemu syekh tapi mustahil keduanya bertemu. Pemisahan hadits shohih dan selainnya.b. 2. Hasil Peran Ulama dalam Memberantas Pemalsuan Hadits 1. Mengumpulkan hadits palsu dan membongkar kepribadian pemalsu hadits 1.000 hadits. Berkata Ibnu Mahdi saya memanggil Isa bin Maimun pemalsu hadits karena riwayatnya dari Al-Qosim maka ia mengatakan saya tidak akan mengulang 11. namun dari ahli Iraq banyak pula ahli hadits diantaranya Qatadah.Kumpulan rawi pemalsu hadits b. Al Maudhu’at oleh Imam Ibnul Jauzi (wafat 597 H) 2. secara asal terutama ahli iraq (kuffah dan basrah) . Al La’ali al Mashnu’ah fil Ahadits al Maudua’ah oleh Imam as-Suyuti (wafat 911 H) 3. 2. Khusus hadits-hadits palsu disusunlah a. Imam Al-Khotib meriwayatkan dengan sanadnya dari Ismail bin ‘Ayyash berkata saya pernah berada di Iraq kemudian saya didatangi ahli hadits di kota itu dan berkata ada orang yang mengatakan bertemu dengan Kholid bin Ma’dan maka saya mendatangi dan bertanya kapan anda mendengar dari Khalid katanya tahun 113 H . c. Pengakuan sang pemalsu. Silsilah Al-Ahadits Al-Dhoifah wal Maudhu’ah oleh Syekh Muhammad Nasiruddin Al Albany Rahimahumullah (wafat pada tahun 1420 H) 12.Tanda pemalsuan pada isnad hadits 1. Yahya bin Abi katsir dan Abu Ishak. 4. Menentukan daerah penyebaran hadits dhaif dan meninggalkan meriwayatkan hadits dari mereka ini .

saya berkata engkau mengaku mendengar dari Khalid setelah 7 tahun kematiannya. 3. Kholid wafat tahun 106 H( al Khotib.Tanda pemalsuan pada matan 1.Diketahui dari keadaan sang perowi Seperti meriwayatkan tentang bid’ahnya b. Bertentangan dengan akal sehat yang tidak mengandung penafsiran yang lain atau kenyataan yang ada 1.123). Pengaruh dan Dampak Buruk Tersebarnya Hadits Palsu Hadits-hadits palsu yang banyak beredar di tengah masyarakat kita memberi dampak dan sangat buruk pada masyarakat Islam diantaranya: 1 Munculnya keyakinan-keyakinan yang sesat 2 Munculnya ibadah-ibadah yang bid’ah . bapaknya dan cucunya Apakah dosanya sebagai anak sehingga menghalangi ia masuk surga bukankah Allah I berfirman ‫ول تكسب كل نفس إل عليها ول تزر وازر ٌ وزر أخرى‬ َ ْ ُ َ ْ ِ ‫َ َ َ ْ ِ ُ ُ ّ َ ْ ٍ ِ ّ َ َ ْ َ َ َ َ ِ ُ َ ِ َة‬ “Tidaklah seorang berbuat dosa kecuali keburukannya kembali kepada dirinyasendiri dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain (AlAn’am 164 ) 1. Bertentangan dengan nash al-qur’an sunnah dan ijma yang jelas Ibnu Jauzi dalam al-Maudu’at yang menyebutkan hadits ِ ِ َ َ ُ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ ُ َ َ َ َ ْ ‫َ َ ْ ُل‬ ‫ل يدخ ُ الجنة ولد الزنا ول والده ول ولد ولده‬ Tidak masuk surga anak zina. Keganjilan lafaz dan bahasanya seperti hadits ‫من أكل من الطين واغتسل به فقد أكل لحم أبيه آدم واغتسل بدمه‬ Barangsiapa makan tanah dan mandi dengannya maka ia telah memakan daging bapaknya Adam dan mandi dengan darahnya” ( Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adi dalam al Kamil 5:1837 ini hadits yang batil) 13 . al-Jami’ 1.

perbuatan dan ketetapan beliau merupakan model acuan umat Islam tanpa batasan waktu dan tempat yang harus dipedomani. Hanya Tulisan Yank Ada • • • • About Me RSS Hadist Maudhu’ Juli 31st. Sebagaimana sabda Nabi: ‫من كذب علي متعمدا فليتبؤ مقعده من النار‬ Hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari ini mutawatir yang diriwayatkan oleh lebih dari 60 sahabat bahkan ada yang mengatakan lebih dari 200 sahabat. Dalam perkembangan Islam selanjutnya dijadikan sebagai pokok sumber Islam kedua yang dinamakan al-sunnah.[1] Dari ancaman Rasul ini ada yang memperkirakan bahwa hadis palsu sudah pernah dibuat orang pada masa Rasulullah SAW.3 Matinya sunnah. Banyak sahabat yang enggan menyampaikan hadis bila sangsi terhadap periwayatannya. Meskipun demikian bukan berarti bahwa pintu terbuka lebar bagi siapa saja untuk meriwayatkan hadis sekalipun meyakini tidak berbua kesalahan. Walaupun hadis mempunyai kedudukan yang begitu besar. Hadis baru ditulis dan dibukukan pada masa kekhalifahan Umar bin ‘Abd al-Aziz yaitu abad . Karena alasan ini pula para sahabat berupaya untuk menyebarkan al-sunnah bahkan semasa Nabi Muhammad SAW masih hidup dan memang diperintahkan untuk berbuat demikian. Istilah ini mengacu kepada sabda beliau yang menyatakan “aku tinggalkan kepadamu dua perkara yang tidak akan sesat selama berpegang pada keduanya yaitu kitab Allah dan sunnahku”.[2] Selain itu statemen Rasul yang bernada keras ini mungkin juga memberikan sebuah isyarat bahwa akan terjadi upaya-upaya pemalsuan terhadap sunnah dengan mengatasnamakan Rasulullah SAW dan ternyata hal ini membawa dampak yang sangat luar biasa. namun hadis tidak seperti al-Qur’an yang resmi ditulis pada zaman nabi Muhammad SAW. 2011 Write Comment Ulumul Hadist BAB I PENDAHULUAN Seluruh aspek kehidupan Nabi Muhammad SAW dari perkataan.

[4] Dr. Pengertian Hadis Maudhu’ Menurut sebagian ulama hadis. Sejarah Munculnya Hadis Maudhu’ Terdapat perbedaan pendapat mengenai kapan munculnya hadis maudhu’ ini.[3] Jeda waktu yang begitu lama antara sepeninggal Nabi Muhammad SAW dengan masa penulisan dan pembukuan hadis membuka peluang bagi tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab untuk membuat dan mengatakan sesuatu yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Nawir Yuslem dalam buku Ulm al-Hadits mengemukakan pandangan yang berbeda dalam memberikan definisi hadis palsu. Semata-mata kebohongan (dusta) yang dilakukan terhadap Nabi Muhammad SAW 2.kedua Hijriyah melalui perintahnya kepada gubernur Abu Bakar Muhammad bin Amr bin Hazm. Sebagian mengatakan pemalsuan hadis ini sudah ada sejak masa Nabi Muhammad SAW masih hidup berdasarkan hadis yang beliau sampaikan yang diriwayatkan oleh al-Bukhari. BAB II PEMBAHASAN A. hadis maudhu’ / hadis palsu adalah hadis yang dibuat-buat oleh seseorang (pendusta) yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW secara paksa dan dusta baik sengaja maupun tidak disengaja. ada juga sebagian yang mengatakan bhawa pemalsuan hadis ini muncul pasca peristiwa tahkim dimana untuk menguatkan atau menyokong kelompok atau golongan masing-masing maka dibuatlah hadis – hadis palsu. B. Menurutnya dari kata al-wadh dalam pembicaraan hadis Nabi Muhammad SAW mengandung dua pengerrtian yaitu: 1. . Namun. Inilah kemudian yang dinamakan hadis maudhu’ atau hadis palsu. Aktivitas yang dilakukan dengan sengaja serta mempunyai dampak yang luas dalam membentuk kebohongan-kebohongan ke dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW[5] Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan hadis palsu atau maudhu’ adalah hadis yang bukan bersumber dari Nabi Muhammad SAW akan tetapi merupakan perkataan atau perbuatan dari seseorang atau pihak tertentu yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan tujuan tertentu.

baik Islam sebagai agama maupun Islam sebagai dasar pemerintahan. keduanya mengikuti kehati-hatian Abu Bakar dalam menerima periwayatan hadis. pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib telah terjadi perpecahan umat Islam menjadi golongan-golongan. Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan. hadis-hadis yang ada sejak masa Rasulullah SAW sampai sebelum terjadinya pertentangan antara Ali bin Abi Thalib dengan Mu’awiyah bin abi Sufyan masih terhindar dari pemalsuan. kehatihatian dan kewaspadaan mereka terhadap hadis. Pertentangan ini semakin tajam dan berlarut-larut sehingga masing-masing berupaya untuk saling mengalahkan juga berupaya untuk mempengaruhi dan menarik simpati orang yang tidak berada dalam perpecahan. Demikian juga pada masa kekhalifahan Abu Bakar. Pertentangan kedua belah pihak ini juga mengakibatkan perpecahan dalam golongan Ali yaitu kelompok pendukung Ali yang disebut Syiah dan kelompok yang keluar dari golongan Ali yang dinamakan Khawarij. Ada beberapa motif pemalsuan hadis. Pertentangan politik Menurut kebanyakan ulama hadis pemalsuan hadis terjadi pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Pertentangan politik yang terjadi di kalangan umat Islam tersebut berimplikasi kepada lahirnya sekte-sekte keagamaan dan melahirkan perbedaan paham di bidang teologi dan diantara pendukung masing-masing aliran membuat hadis palsu untuk memperkuat dan membela aliran yang mereka anut. Usaha Kaum Zindik Kaum Zindik adalah termasuk kelompok yang sangat membenci Islam. Peristiwa tahkim mengakibatkan munculnya dua golongan besar yaitu golongan Ali dan pendukung Mu’awiyah. Hal ini disebabkan karena beliau khawatir salah dalam meriwayatkan hadis demikian juga Umar dan Utsman. 2. Mereka adalah orangorang yang hatinya tidak senang dengan penyebaran Islam yang begitu pesat dan . Dengan demikian menurut mereka jelaslah bahwa tidak mungkin terjadi pemalsuan hadis pada masa Rasulullah SAW.[6] Berbeda dengan masa ketiga khalifah tersebut.Sejumlah fakta sejarah menyebutkan bahwa latar belakang munculnya hadis palsu tidak hanya dilakukan oleh umat Islam sendiri tetapi juga dilakukan oleh orangorang non Islam. kehati-hatian Abu Bakar dalam meriwayatkan hadis dimana beliau pernah membakar catatan hadis miliknya yang berisi sekitar lima ratus hadis sebagaimana yang dituturkan oleh ‘Aisyah putri beliau. antara lain: 1. Misalnya. Dari sinilah mulai berkembang hadis palsu dimana materi pertama yang diangkat adalah tentang keunggulan seseorang dan kelompoknya. Tidak mengherankan kenapa materi pertama adalah mengenai keunggulan masing-masing kelompoknya karena hal ini dipengaruhi oleh perebutan kekuasaan sehingga diperlukan hadis yang berisi pembelaan terhadap kelompoknya. Hal ini dapat dibuktikan dengan kegigihan. Menurut mereka.

Dengan demikian kaum Zindik ini sangat membahayakan Islam daripada yang lainnya. dan lain-lain. Dalam menjalankan pemerintahannya.[8] Dari hadis tersebut di atas tidak mungkin dibuat oleh orang Islam dan orang yang berakal. Mereka berkata. Diantara hadis palsu tersebut adalah: ‫أبغض الكلم إلى ال الفارسية وكلم الشياطين الخوزية وكلم أهل النار البخارية وكلم أهل الجنة العربية‬ “Bahasa yang paling dibenci oleh Allah adalah bahasa Persia. “kami bersaksi bahwa engkau Rasulullah’”. “siapakah yang membawa Arsy?” Beliau menjawab. dinasti Umayyah secara khusus mengandalkan etnis Arab sehingga memandang kaum muslimin non-Arab tidak sesuai dengan jiwa Islam. “Arsy itu dibawa oleh binatang-binatang yang berbisa dengan tanduk-tanduknya bimasakti yang ada di langit berasal dari keringat mereka. Negara dan Pimpinan Kemunculan hadis palsu ternyata didorong pula oleh sikap ego dan fanatic buta serta ingin menonjolkan seseorang. Oleh karena itu. mereka juga membuat tandingannya dengan membuat hadis palsu juga yang isinya menjelaskan kelebihan-kelebihan mereka. 3. Fanatik Terhadap Suku. kesesaatan dan tipu muslihat. Diantaranya adalah: . Mereka merasa sakit hati melihat orang-orang berbondong-bondong masuk agama Islam karena Islam menjamin kemerdekaan berfikir. Bangsa. Diantara hadis palsu yang mereka buat adalah: ‫إن نفرا من اليهود أتوا الرسول صلى ال عليه وسلم فقالوا من يحمل العرش؟ فقال،تحمله الهوام يقرونها‬ ‫والمجرة التى فى السماء من عرقهم، فقالوا نشهد أنك رسول ال صلى ال عليه وسلم‬ “ Sekelompok orang Yahudi dating kepada Rasulullah SAW kemudian bertanya. bahasa setan adalah bahasa Khauzi. maka cara yang paling jitu adalah melalui pemalsuan hadis dengan maksud menghancurkan umat Islam. [7]Kelompok ini menyadari bahwa tidak mungkin melampiaskan kebencian melalui pemalsuan al-Qur’an. bangsa. Pangkal pemalsuan hadis-hadis tentang kelebihan sebagian suku bangsa Arab adalah karena dibangkitkannya rasa fanatisme kabilah yang muncul dalam dinasti Umayyah setelah meninggalnya Yazid bin Mu’awiyah. sangat menghormati hak asasi manusia serta sigap dalam melenyapkan konsepsi yang salah.kejayaan pemerintahannya. bahasa penghuni neraka adalah bahasa Bukhara dan bahasa surga adalah bahasa Arab”. Mereka yang non Arab merasakan adanya diskriminasi tersebut. kelompok.

apapun alasannya hadis tersebut tetap palsu dan merupakan tindakan tercela dan menyesatkan karena tidak sesuai dan bertentangan dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu.‫إن كلم الذين حول العرش بالفارسية وإن ال إذا أوحى أمرا فيه لين أوحاه بالفارسية وإذا أمرا فيه شدة أوحاه‬ ‫بالعربية‬ “Sesungguhnya pembicaraan orang-orang yang berada di sekitar Arsy adalah dengan bahasa Persia dan sesungguhnya jika Allah mewahyukan sesuatu yang lunak (menggembirakan) maka Allah mewahyukannya dengan bahasa Persia dan jika Dia mewahyukan sesuatu yang keras (ancaman) maka Dia mewahyyukannya dengan bahasa Arab”[9] 4. Menurut Ajaj al-Khatib. sepatu dan kuda” Ghiyas kemudian menambahkan kata ‫او جناح‬ yang berarti sayap dengan maksud mendapat simpati dari al-Mahdi karena pada waktu itu khalifah al-Mahdi sedang memainkan burung dara. Mengenal Hadis Palsu .[11] Dari beberapa motif tersebut di atas. Melihat hal ini. dapat dikatakan bahwa kemunculankemunculan hadis-hadis palsu ada yang negative dan ada yang positif. Ghiyas kemudian meriwayatkan hadis yang telah mehsyur yakni: ‫ل سبق إل فى نصل أوخف أو حافر‬ “Tidak ada perlombaan kecuali dalam (permainan) panah. Menjilat Penguasa Pemalsuan hadis dalam rangka menjilat penguasa dan untuk menyenangkan hati mereka. C. Ghiyas bin Ibrahim merupakan tokoh yang paling banyak disebutkan dalam kitab hadis sebagai pemalsu hadis tentang “perlombaan”. Ketika ia menghadap khalifah al-Mahdi. terlepas dari itu. Membangkitkan Gairah Beribadah Banyak diantara para ulama yang membuat hadis palsu dengan perkiraan usahanya itu benar untuk mendekatkan diri kepada Allah. karena merasa prihatin terhadap perpecahan umat dank arena umat telah disibukkan oleh urusan dunia dan meninggalkan akhirat sehingga mereka mengeluarkan hadis tentang tarhib (ancaman terhadap perbuatan buruk) dan targhib (motivasi untuk berbuat baik). hal ini sangat disesalkan. sebab “kesalehan” mereka telah mengelabui masyarakat yang pada umumnya membenarkan mereka. ia melihat al-Mahdi sedang bermain-main dengan burung merpati. telah terjadi pada masa Dinasti Abbasiyah dan belum terjadi sebelum ini.[10] 5. Namun.

seperti hadis yang menyatakan bahwa umur dunia 7000 tahun dan akan berakhir pada 1000 tahun yang ketujuh. Matannya bertentangan dengan al-Qur’an. Hadis yang terlalu melebih-lebihkan salah satu sahabat seperti hadis yang menyatakan bahwa nabi Muhammad SAW memegang tangan Ali bin Abi Thalib di suatu majelis diantara para sahabat yang lain kemudian beliau bersabda. misalnya hadis yang secara empiris tidak bias dibenarkan seperti ‫النظر الى الوجه الجميل عبادة‬ “Melihat wajah yang cantik adalah ibadah”[13] c. Atas dasar pengakuan pembuat hadis palsu seperti pengakuan Abdul Karim al-Auja’. para ulama hadis telah membuat beberapa pedoman sebagai rujukan untuk mendeteksi hadis palsu yaitu dengan melihat kepada sanad dan matannya.[15] . saya tidak akan mengaku.[12] 2. hadis mutawatir atau ijma. “inilah wasiatku dan saudaraku dan khalifah setelah aku” kemudian sahabat yang lain sepakat. Adanya qarinah (dalil) yang menunjukkan kebohongan seperti pengakuan ia pernah meriwayatkan dari seorang syekh tapi ternyata belum pernah bertemu secara langsung atau pernah menerima hadis di suatu daerah tetapi ia sendiri belum pernah melakukan rihlah (perjalanan) ke daerah tersebut atau pernah menerima hadis dari seorang syekh tapi diketahui syeikh tersebut telah meninggal ketika ia masih kecil. Dalam hal ini orang yang memahami bahasa secara mendalam mengetahui bahwa sesuatu kata bukan berasal dari Nabi Muhammad SAW b.[14] d. padahal Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang sangat fasih dalam berbahasa. c. Rusaknya makna (arti) hadis. Namun sekarang saya bersaksi bahwa saya telah memalsukan hadis anu. hadis anu…”. 1. Tanda hadis palsu pada matan a. Hadis ini bertentangan dengan al-Qur’an surah al-A’raf ayat 187 yang menyebutkan bahwa umur dunia hanya diketahui Allah. Buruknya redaksi hadis. “sekiranya Allah tidak menimpakan sakit atas diri saya seperti yang kamu lihat. Abu Ishmah Nuh bin Maryam dan Abu Jazi. santun dan enak dirasakan. Ketika sakit Abu Jazi berkata.Untuk mengenal hadis palsu. Tanda-tanda hadis palsu pada sanad a. Meriwayatkan hadis sendirian dan dikenal sebagai pembohong sedangkan hadis tersebut tidak diriwayatkan oleh perawi lain yang tsiqah. b.

[17] 3. Setelah terjadi pemberontakan terhadap Utsman bin Affan. al-Maudhu’ al-Kubra karya Abu al-Fari Abd al-Rahman al-Jauzi. Menyusun Kaidah-Kaidah Hadis Dengan berbagai kaidah dan ilmu hadis. Abu al-Aliyah berkata. Berikut dikemukakan beberapa upaya mereka dalam mengantisipasi hadis-hadis palsu yang telah menodai agama dengan sangat kritis. “kami mendengar riwayat hadis dari para sahabat Rasulullah di Bashrah. karena tidak puas kemudian kami pergi ke Madinah untuk mendengar langsung hadis itu dari mereka”. Memilih Perawi Yang Terpercaya Para ilmuwan hadis menanyakan hadis-hadis yang dipandang kabur atau tidak jelas asal-usulnya kepada para sahabat dan tabi’in dan orang-orang yang menekuni bidang ini. yaitu: 1.D. Muhammad ibnu Sirrin berkata: “para sahabat dan tabi’in tidak menanyakan isnad hadis. Meneliti system penyandaran hadis Mengenai penyandaran hadis ini. kajian dan penelusuran terhadap hadis-hadis palsu yang tidak terhitung jumlahnya. Selain hadis-hadis yang berkembang di masyarakat dan termaktub dalam kitab-kitab dapat diteliti dan diketahui kualitasnya. Dengan menggunakan berbagai kaidah ilmu hadis tersebut. Oleh karena itu. Studi Kritik Rawi Upaya ini lebih dikonsentrasikan kepada karakter perawi dengan lebih menekankan pada sifat kejujuran dan kebohongan. 4. mereka tidak akan mengambil dari orang-orang yang dikenal suka berbohong dalam kehidupan umum. disamping telah dibukukannya hadis. “sebutkan sanad-sanad hadis kepada kami” mereka menerima hadis ahlu as-sunnah dan menolak hadis-hadis ahlu al-bid’ah”. dan lainnya.[18] Dengan pencurahan segala daya upaya dan telaah kritis yang telah dilakukan oleh para ulama hadis tersebut telah membukakan mata umat Islam di era kini untuk . mereka berkata. mengakibatkan ruang gerak para pembuat hadis palsu yang sangat sempit. [16] 2. Al-Baits ‘ala Khalas min Hawadits al-Qishas karya al-Hafidh Zain al-Din Abd Rahman al-Iraqi. para ulama hadis telah berhasil menghimpun berbagai hadis palsu yang telah beredar dan berkembang di tengah-tengah masyarakat dan menghimpunnya dalam kitab-kitab khusus antara lain. Upaya Para Ulama Dalam Mengantsipasi Hadis Palsu Orang yang bersikap objektif akan menaruh hormat dan sangat berterima kasih atas jerih payah para ulama dalam melakukan penelitian.

usaha orang non Islam untuk menghancurkan Islam dari dalam. menyenangkan penguasa. membangkitkan gairah ibadah. perbuatan dan ketetapan beliau merupakan model acuan umat Islam tanpa batasan waktu dan . 2. kembali menyerang islam lewat hadis-hadis palsu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. karena tidak menutup kemungkinan adanya pihak-pihak yang tidak senang Islam maju dan berkembang. dengan kata lain bukan hadis Rasulullah SAW. Munculnya hadis palsu inidilatarbelakangi oleh pertentangan politik. akan tetapi suatu perkataan atau perbuatan seseorang atau pihak-pihak tertentu dengan suatu alasan kemudian dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW.lebih mencermati penggunaan hadis palsu dalam berbagai aktifitas keagamaan. Para ulama hadis telah berupaya mengantisipasi kemunculan hadis-hadis palsu dengan membuat berbagai kaidah yang ketat sebagai pedoman untuk mendeteksi hadis palsu Hanya Tulisan Yank Ada • • • • About Me RSS Hadist Maudhu’ Juli 31st. 3. Hadis palsu adalah hadis yang bukan bersumber dari Rasulullah SAW. dan fanatisme. BAB III PENUTUP Kesimpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. 2011 Write Comment Ulumul Hadist BAB I PENDAHULUAN Seluruh aspek kehidupan Nabi Muhammad SAW dari perkataan.

[1] Dari ancaman Rasul ini ada yang memperkirakan bahwa hadis palsu sudah pernah dibuat orang pada masa Rasulullah SAW. Nawir Yuslem dalam buku Ulm al-Hadits mengemukakan pandangan yang berbeda dalam memberikan definisi hadis palsu.[2] Selain itu statemen Rasul yang bernada keras ini mungkin juga memberikan sebuah isyarat bahwa akan terjadi upaya-upaya pemalsuan terhadap sunnah dengan mengatasnamakan Rasulullah SAW dan ternyata hal ini membawa dampak yang sangat luar biasa. Walaupun hadis mempunyai kedudukan yang begitu besar. Inilah kemudian yang dinamakan hadis maudhu’ atau hadis palsu. Dalam perkembangan Islam selanjutnya dijadikan sebagai pokok sumber Islam kedua yang dinamakan al-sunnah. Istilah ini mengacu kepada sabda beliau yang menyatakan “aku tinggalkan kepadamu dua perkara yang tidak akan sesat selama berpegang pada keduanya yaitu kitab Allah dan sunnahku”. Karena alasan ini pula para sahabat berupaya untuk menyebarkan al-sunnah bahkan semasa Nabi Muhammad SAW masih hidup dan memang diperintahkan untuk berbuat demikian. Hadis baru ditulis dan dibukukan pada masa kekhalifahan Umar bin ‘Abd al-Aziz yaitu abad kedua Hijriyah melalui perintahnya kepada gubernur Abu Bakar Muhammad bin Amr bin Hazm.[3] Jeda waktu yang begitu lama antara sepeninggal Nabi Muhammad SAW dengan masa penulisan dan pembukuan hadis membuka peluang bagi tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab untuk membuat dan mengatakan sesuatu yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Banyak sahabat yang enggan menyampaikan hadis bila sangsi terhadap periwayatannya. Pengertian Hadis Maudhu’ Menurut sebagian ulama hadis. Menurutnya dari kata al-wadh . hadis maudhu’ / hadis palsu adalah hadis yang dibuat-buat oleh seseorang (pendusta) yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW secara paksa dan dusta baik sengaja maupun tidak disengaja. Meskipun demikian bukan berarti bahwa pintu terbuka lebar bagi siapa saja untuk meriwayatkan hadis sekalipun meyakini tidak berbua kesalahan.tempat yang harus dipedomani.[4] Dr. BAB II PEMBAHASAN A. namun hadis tidak seperti al-Qur’an yang resmi ditulis pada zaman nabi Muhammad SAW. Sebagaimana sabda Nabi: ‫من كذب علي متعمدا فليتبؤ مقعده من النار‬ Hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari ini mutawatir yang diriwayatkan oleh lebih dari 60 sahabat bahkan ada yang mengatakan lebih dari 200 sahabat.

Aktivitas yang dilakukan dengan sengaja serta mempunyai dampak yang luas dalam membentuk kebohongan-kebohongan ke dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW[5] Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan hadis palsu atau maudhu’ adalah hadis yang bukan bersumber dari Nabi Muhammad SAW akan tetapi merupakan perkataan atau perbuatan dari seseorang atau pihak tertentu yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan tujuan tertentu. kehati-hatian Abu Bakar dalam meriwayatkan hadis dimana beliau pernah membakar catatan hadis miliknya yang berisi sekitar lima ratus hadis sebagaimana yang dituturkan oleh ‘Aisyah putri beliau. Semata-mata kebohongan (dusta) yang dilakukan terhadap Nabi Muhammad SAW 2. antara lain: 1.[6] . Hal ini disebabkan karena beliau khawatir salah dalam meriwayatkan hadis demikian juga Umar dan Utsman. kehatihatian dan kewaspadaan mereka terhadap hadis. Dengan demikian menurut mereka jelaslah bahwa tidak mungkin terjadi pemalsuan hadis pada masa Rasulullah SAW. Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan.dalam pembicaraan hadis Nabi Muhammad SAW mengandung dua pengerrtian yaitu: 1. Misalnya. ada juga sebagian yang mengatakan bhawa pemalsuan hadis ini muncul pasca peristiwa tahkim dimana untuk menguatkan atau menyokong kelompok atau golongan masing-masing maka dibuatlah hadis – hadis palsu. Menurut mereka. Namun. Ada beberapa motif pemalsuan hadis. B. Sebagian mengatakan pemalsuan hadis ini sudah ada sejak masa Nabi Muhammad SAW masih hidup berdasarkan hadis yang beliau sampaikan yang diriwayatkan oleh al-Bukhari. keduanya mengikuti kehati-hatian Abu Bakar dalam menerima periwayatan hadis. Hal ini dapat dibuktikan dengan kegigihan. Sejumlah fakta sejarah menyebutkan bahwa latar belakang munculnya hadis palsu tidak hanya dilakukan oleh umat Islam sendiri tetapi juga dilakukan oleh orangorang non Islam. Sejarah Munculnya Hadis Maudhu’ Terdapat perbedaan pendapat mengenai kapan munculnya hadis maudhu’ ini. Pertentangan politik Menurut kebanyakan ulama hadis pemalsuan hadis terjadi pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. hadis-hadis yang ada sejak masa Rasulullah SAW sampai sebelum terjadinya pertentangan antara Ali bin Abi Thalib dengan Mu’awiyah bin abi Sufyan masih terhindar dari pemalsuan. Demikian juga pada masa kekhalifahan Abu Bakar.

pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib telah terjadi perpecahan umat Islam menjadi golongan-golongan. Diantara hadis palsu yang mereka buat adalah: ‫إن نفرا من اليهود أتوا الرسول صلى ال عليه وسلم فقالوا من يحمل العرش؟ فقال،تحمله الهوام يقرونها‬ ‫والمجرة التى فى السماء من عرقهم، فقالوا نشهد أنك رسول ال صلى ال عليه وسلم‬ “ Sekelompok orang Yahudi dating kepada Rasulullah SAW kemudian bertanya. Mereka merasa sakit hati melihat orang-orang berbondong-bondong masuk agama Islam karena Islam menjamin kemerdekaan berfikir. [7]Kelompok ini menyadari bahwa tidak mungkin melampiaskan kebencian melalui pemalsuan al-Qur’an.[8] . Dari sinilah mulai berkembang hadis palsu dimana materi pertama yang diangkat adalah tentang keunggulan seseorang dan kelompoknya.Berbeda dengan masa ketiga khalifah tersebut. Pertentangan kedua belah pihak ini juga mengakibatkan perpecahan dalam golongan Ali yaitu kelompok pendukung Ali yang disebut Syiah dan kelompok yang keluar dari golongan Ali yang dinamakan Khawarij. Pertentangan politik yang terjadi di kalangan umat Islam tersebut berimplikasi kepada lahirnya sekte-sekte keagamaan dan melahirkan perbedaan paham di bidang teologi dan diantara pendukung masing-masing aliran membuat hadis palsu untuk memperkuat dan membela aliran yang mereka anut. kesesaatan dan tipu muslihat. “kami bersaksi bahwa engkau Rasulullah’”. Tidak mengherankan kenapa materi pertama adalah mengenai keunggulan masing-masing kelompoknya karena hal ini dipengaruhi oleh perebutan kekuasaan sehingga diperlukan hadis yang berisi pembelaan terhadap kelompoknya. maka cara yang paling jitu adalah melalui pemalsuan hadis dengan maksud menghancurkan umat Islam. Mereka berkata. “siapakah yang membawa Arsy?” Beliau menjawab. sangat menghormati hak asasi manusia serta sigap dalam melenyapkan konsepsi yang salah. 2. Usaha Kaum Zindik Kaum Zindik adalah termasuk kelompok yang sangat membenci Islam. “Arsy itu dibawa oleh binatang-binatang yang berbisa dengan tanduk-tanduknya bimasakti yang ada di langit berasal dari keringat mereka. Pertentangan ini semakin tajam dan berlarut-larut sehingga masing-masing berupaya untuk saling mengalahkan juga berupaya untuk mempengaruhi dan menarik simpati orang yang tidak berada dalam perpecahan. Mereka adalah orangorang yang hatinya tidak senang dengan penyebaran Islam yang begitu pesat dan kejayaan pemerintahannya. baik Islam sebagai agama maupun Islam sebagai dasar pemerintahan. Peristiwa tahkim mengakibatkan munculnya dua golongan besar yaitu golongan Ali dan pendukung Mu’awiyah.

bahasa penghuni neraka adalah bahasa Bukhara dan bahasa surga adalah bahasa Arab”. Pangkal pemalsuan hadis-hadis tentang kelebihan sebagian suku bangsa Arab adalah karena dibangkitkannya rasa fanatisme kabilah yang muncul dalam dinasti Umayyah setelah meninggalnya Yazid bin Mu’awiyah. dinasti Umayyah secara khusus mengandalkan etnis Arab sehingga memandang kaum muslimin non-Arab tidak sesuai dengan jiwa Islam. mereka juga membuat tandingannya dengan membuat hadis palsu juga yang isinya menjelaskan kelebihan-kelebihan mereka. 3. bahasa setan adalah bahasa Khauzi. Ketika ia menghadap khalifah al-Mahdi. Diantaranya adalah: ‫إن كلم الذين حول العرش بالفارسية وإن ال إذا أوحى أمرا فيه لين أوحاه بالفارسية وإذا أمرا فيه شدة أوحاه‬ ‫بالعربية‬ “Sesungguhnya pembicaraan orang-orang yang berada di sekitar Arsy adalah dengan bahasa Persia dan sesungguhnya jika Allah mewahyukan sesuatu yang lunak (menggembirakan) maka Allah mewahyukannya dengan bahasa Persia dan jika Dia mewahyukan sesuatu yang keras (ancaman) maka Dia mewahyyukannya dengan bahasa Arab”[9] 4. Negara dan Pimpinan Kemunculan hadis palsu ternyata didorong pula oleh sikap ego dan fanatic buta serta ingin menonjolkan seseorang. ia melihat al-Mahdi sedang bermain-main dengan burung merpati. telah terjadi pada masa Dinasti Abbasiyah dan belum terjadi sebelum ini. Fanatik Terhadap Suku. Menjilat Penguasa Pemalsuan hadis dalam rangka menjilat penguasa dan untuk menyenangkan hati mereka. Dalam menjalankan pemerintahannya. Ghiyas kemudian meriwayatkan hadis yang telah mehsyur yakni: ‫ل سبق إل فى نصل أوخف أو حافر‬ . Dengan demikian kaum Zindik ini sangat membahayakan Islam daripada yang lainnya. kelompok. Ghiyas bin Ibrahim merupakan tokoh yang paling banyak disebutkan dalam kitab hadis sebagai pemalsu hadis tentang “perlombaan”. bangsa. dan lain-lain. Mereka yang non Arab merasakan adanya diskriminasi tersebut.Dari hadis tersebut di atas tidak mungkin dibuat oleh orang Islam dan orang yang berakal. Melihat hal ini. Diantara hadis palsu tersebut adalah: ‫أبغض الكلم إلى ال الفارسية وكلم الشياطين الخوزية وكلم أهل النار البخارية وكلم أهل الجنة العربية‬ “Bahasa yang paling dibenci oleh Allah adalah bahasa Persia. Bangsa. Oleh karena itu.

[10] 5. apapun alasannya hadis tersebut tetap palsu dan merupakan tindakan tercela dan menyesatkan karena tidak sesuai dan bertentangan dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu. dapat dikatakan bahwa kemunculankemunculan hadis-hadis palsu ada yang negative dan ada yang positif. hal ini sangat disesalkan. Menurut Ajaj al-Khatib. sebab “kesalehan” mereka telah mengelabui masyarakat yang pada umumnya membenarkan mereka. . “sekiranya Allah tidak menimpakan sakit atas diri saya seperti yang kamu lihat. terlepas dari itu.[11] Dari beberapa motif tersebut di atas. Abu Ishmah Nuh bin Maryam dan Abu Jazi. Ketika sakit Abu Jazi berkata. Namun sekarang saya bersaksi bahwa saya telah memalsukan hadis anu. Adanya qarinah (dalil) yang menunjukkan kebohongan seperti pengakuan ia pernah meriwayatkan dari seorang syekh tapi ternyata belum pernah bertemu secara langsung atau pernah menerima hadis di suatu daerah tetapi ia sendiri belum pernah melakukan rihlah (perjalanan) ke daerah tersebut atau pernah menerima hadis dari seorang syekh tapi diketahui syeikh tersebut telah meninggal ketika ia masih kecil. sepatu dan kuda” Ghiyas kemudian menambahkan kata ‫او جناح‬ yang berarti sayap dengan maksud mendapat simpati dari al-Mahdi karena pada waktu itu khalifah al-Mahdi sedang memainkan burung dara. Mengenal Hadis Palsu Untuk mengenal hadis palsu. C. Namun. para ulama hadis telah membuat beberapa pedoman sebagai rujukan untuk mendeteksi hadis palsu yaitu dengan melihat kepada sanad dan matannya. Atas dasar pengakuan pembuat hadis palsu seperti pengakuan Abdul Karim al-Auja’.“Tidak ada perlombaan kecuali dalam (permainan) panah. saya tidak akan mengaku. b. Membangkitkan Gairah Beribadah Banyak diantara para ulama yang membuat hadis palsu dengan perkiraan usahanya itu benar untuk mendekatkan diri kepada Allah. hadis anu…”. 1. karena merasa prihatin terhadap perpecahan umat dank arena umat telah disibukkan oleh urusan dunia dan meninggalkan akhirat sehingga mereka mengeluarkan hadis tentang tarhib (ancaman terhadap perbuatan buruk) dan targhib (motivasi untuk berbuat baik). Tanda-tanda hadis palsu pada sanad a.

[14] d. [16] 2. hadis mutawatir atau ijma. “inilah wasiatku dan saudaraku dan khalifah setelah aku” kemudian sahabat yang lain sepakat. Rusaknya makna (arti) hadis. Hadis yang terlalu melebih-lebihkan salah satu sahabat seperti hadis yang menyatakan bahwa nabi Muhammad SAW memegang tangan Ali bin Abi Thalib di suatu majelis diantara para sahabat yang lain kemudian beliau bersabda. Buruknya redaksi hadis.[15] D. Upaya Para Ulama Dalam Mengantsipasi Hadis Palsu Orang yang bersikap objektif akan menaruh hormat dan sangat berterima kasih atas jerih payah para ulama dalam melakukan penelitian. Hadis ini bertentangan dengan al-Qur’an surah al-A’raf ayat 187 yang menyebutkan bahwa umur dunia hanya diketahui Allah. Matannya bertentangan dengan al-Qur’an. Muhammad ibnu Sirrin berkata: “para sahabat dan tabi’in tidak menanyakan isnad hadis. Meriwayatkan hadis sendirian dan dikenal sebagai pembohong sedangkan hadis tersebut tidak diriwayatkan oleh perawi lain yang tsiqah. Memilih Perawi Yang Terpercaya . santun dan enak dirasakan. Meneliti system penyandaran hadis Mengenai penyandaran hadis ini. yaitu: 1. kajian dan penelusuran terhadap hadis-hadis palsu yang tidak terhitung jumlahnya. Setelah terjadi pemberontakan terhadap Utsman bin Affan. padahal Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang sangat fasih dalam berbahasa. “sebutkan sanad-sanad hadis kepada kami” mereka menerima hadis ahlu as-sunnah dan menolak hadis-hadis ahlu al-bid’ah”.c.[12] 2. Berikut dikemukakan beberapa upaya mereka dalam mengantisipasi hadis-hadis palsu yang telah menodai agama dengan sangat kritis. Dalam hal ini orang yang memahami bahasa secara mendalam mengetahui bahwa sesuatu kata bukan berasal dari Nabi Muhammad SAW b. mereka berkata. misalnya hadis yang secara empiris tidak bias dibenarkan seperti ‫النظر الى الوجه الجميل عبادة‬ “Melihat wajah yang cantik adalah ibadah”[13] c. Tanda hadis palsu pada matan a. seperti hadis yang menyatakan bahwa umur dunia 7000 tahun dan akan berakhir pada 1000 tahun yang ketujuh.

Selain hadis-hadis yang berkembang di masyarakat dan termaktub dalam kitab-kitab dapat diteliti dan diketahui kualitasnya.[17] 3. disamping telah dibukukannya hadis. Studi Kritik Rawi Upaya ini lebih dikonsentrasikan kepada karakter perawi dengan lebih menekankan pada sifat kejujuran dan kebohongan. Abu al-Aliyah berkata.Para ilmuwan hadis menanyakan hadis-hadis yang dipandang kabur atau tidak jelas asal-usulnya kepada para sahabat dan tabi’in dan orang-orang yang menekuni bidang ini. karena tidak menutup kemungkinan adanya pihak-pihak yang tidak senang Islam maju dan berkembang. al-Maudhu’ al-Kubra karya Abu al-Fari Abd al-Rahman al-Jauzi. BAB III PENUTUP Kesimpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. para ulama hadis telah berhasil menghimpun berbagai hadis palsu yang telah beredar dan berkembang di tengah-tengah masyarakat dan menghimpunnya dalam kitab-kitab khusus antara lain. 4. dan lainnya. mengakibatkan ruang gerak para pembuat hadis palsu yang sangat sempit. Dengan menggunakan berbagai kaidah ilmu hadis tersebut.[18] Dengan pencurahan segala daya upaya dan telaah kritis yang telah dilakukan oleh para ulama hadis tersebut telah membukakan mata umat Islam di era kini untuk lebih mencermati penggunaan hadis palsu dalam berbagai aktifitas keagamaan. Al-Baits ‘ala Khalas min Hawadits al-Qishas karya al-Hafidh Zain al-Din Abd Rahman al-Iraqi. dengan kata lain bukan hadis Rasulullah SAW. kembali menyerang islam lewat hadis-hadis palsu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. . Oleh karena itu. “kami mendengar riwayat hadis dari para sahabat Rasulullah di Bashrah. Menyusun Kaidah-Kaidah Hadis Dengan berbagai kaidah dan ilmu hadis. karena tidak puas kemudian kami pergi ke Madinah untuk mendengar langsung hadis itu dari mereka”. mereka tidak akan mengambil dari orang-orang yang dikenal suka berbohong dalam kehidupan umum. akan tetapi suatu perkataan atau perbuatan seseorang atau pihak-pihak tertentu dengan suatu alasan kemudian dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Hadis palsu adalah hadis yang bukan bersumber dari Rasulullah SAW.

Hadits maudhu’ yang bertentangan dengan sunnah mutawatir ialah Hadits yang memuji orang-orang yang memakai nama Muhammad atau Ahmad. bisa diterima atau tidaknya sebuah hadits. Sebab salah seorang perawinya (periwayat) diketahui berdusta. yaitu dari matan atau lafadz (isi) haditsnya dan sanad atau jalur orang yang meriwayatkannya. yaitu hadist yang dibuat oleh seseorang pendusta dan disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw. Lc Disusun oleh : IMAM WAHYUDI PONDOK HAJJAH NURIYAH SHABRAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2009 A. 3. yaitu: “Cinta keduniaan ialah modal kesalahan”. Hadits maudhu’ atau hadits palsu adalah hadits dengan tingkat kelemahan paling rendah. CONTOH HADITS MAUDHU’ 1. tidak akan dimasukkan di neraka”. akan tetapi keselamatan dari neraka itu karena keilmuan dan keislaman 2. Di dalam ilmu hadits.2. Hadits maudhu’ yang dibuat untuk mempertahankan idiologi partainya atau golongan sendiri dan menyerang partai lawannya. dan fanatisme. Dan secara istilah : ulama hadist. Hadits tersebut adalah bertentangan dengan sunnah-sunnah Rasulullah SAW yang menerangkan bahwa neraka itiu tidak dapat ditembus dengan nama-nama tersebut. Di samping itu juga. Ahmad dan semisalnya) ini. usaha orang non Islam untuk menghancurkan Islam dari dalam. PENGERTIAN HADITS MAUDHU’ Menurut bahasa. karena hadits tersebut cacat dari segi jalur periwayatannya. Hadist semacam ini dinamakan dikenal juga dengan sebutan hadits palsu. B. kata maudhu’ merupakan isim maf’ul dari kata wada’a (‫. yaitu golongannya syi’ah membuat hadits maudhu’ yang memuji diri sendiri. baik secara sengaja maupun tidak. Munculnya hadis palsu inidilatarbelakangi oleh pertentangan politik. mereka membuat hadits yang . membangkitkan gairah ibadah. yaitu: “Bahwa setiap orang dinamakan dengan nama-nama (Muhammad. 3. dilihat dari dua hal. ia mengklaim ucapan seseorang sebagai hadits lalu menyebar luaskannya. Hadits maudhu’ dikategorikan hadits mardud (tertolak). menyenangkan penguasa. Hadits maudhu’ yang dinukil dari perkataan orang-orang Mutaqaaddimin. Para ulama hadis telah berupaya mengantisipasi kemunculan hadis-hadis palsu dengan membuat berbagai kaidah yang ketat sebagai pedoman untuk mendeteksi hadis palsu HADITS MAUDHU' MAKALAH HADITS MAUDHU’ Makalah ini dibuat Demi Memenuhi Tugas dalam Mata Kuliah Musthalahul Hadits Dosen Pengampu : Nurcholis. )وضع‬ artinya menurunkan atau meletakkan atau meyimpan.

tidak dapat masuk surga. dan sekarang datang pada ribuan yang ke-7”. segera membalas membuat hadits maudhu’ untuk mengadakan revance atau setidak-tidaknya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat padanya. “Cinta tanah air adalah sebagian daripada iman. Misalnya hadits maudhu yang membenarkan ke-khilaf-an Abu Bakar. “Ketika Adam melakukan kesalahan. Dan orang-orang yang ikhlas itu berada dalam bahaya yang besar. tidak akan dimasukkan di neraka.000 lisan.000 bahasa yag dapat meminta ampun kepadanya”. Umar dan Utsman r. 18. Umar Al Faruq dan Utsman Dzun-nurain”. dan setiap lisan mempunyai 70. ‘Wahai Tuhan-ku. Pengikut golongan lain yang merasa golongannya dihina. maka dia telah bersikap kasar kepadaku. 16. ia berkata. sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Zindiq. “Wahai Jabir.a. “Barangsiapa yang menunaikan haji kemudian tidak berziarah kepadaku. 15. sambil berjabatan tangan dengan orang-orang yang bekendaraan dan memeluk orang-oreng yang pada berjalan”. aku memohon kepadaMu dengan hak Muhammad agar Engkau mengampuni padaku”. Hadits maudhu’ yang menjelaskan tentang umur dunia: ”Umur dunia itu 7. “Di surga tidak terdapat satu pohon.” 11. “Sesuap makanan diperut lapar adalah lebih baik daripada membangun seribu masjid jami’”. selain pohon yang daunnya ditulis dengan kalimat: la ilaha ilahu. “ Aku telah melihat Tuhanku dengan tanpa Hijab antaraku dan Dia.isinya untuk menjelek-jelekkan lawannya. 12. “Hadiah Allah kepada seorang mukmin adalah adanya pengemis yang menunggu pemberian di depan pintunya”. 14. “Para sahabatku laksana bintang-bintang.” 10. 7. 19. Semua orang yang mengamalkan ilmunya tenggelam. “Telah dipastikan atau difitrahkan bahwa hati menyukai siapa saja yang berbuat baik kepadanya dan membenci siapa yang berbuat buruk kepadanya”. Semua ulama binasa kecuali mereka yang mengamalkan (ilmunya). Oleh karena itu. hal itu kami rubah( sedemikian rupa) menjadi suatu hadits”.” 9. Abu Bakar As Shiddiq. 5. “Semua manusia (dalam keadaan) mati kecuali para ulama. 6. Karena itu . “Bahwa hadits-hadits adalah suatu agama.000 tahun. “Bahwa setiap orang dinamakan dengan nama-nama (Muhammad. “Barangsiapa mengucapkan tahlil (la ilaha ilallah) maka Allah menciptakan dari kalimat itu seekor burung yang mempunyai 70.” 13. telitilah dari siapa kamu mengambil pelajaran Agama! Kami sendiri bila menghendaki sesuatu hal. Ahmad dan semisalnya) ini. kecuali mereka yang ikhlas. 20. di Arafah dengan berkendaraan unta kelabu.” 8. bahwa yang pertama kali diciptakan oleh Allah adalah cahaya Nabimu. “Tuhan kami turun dari langit pada sore hari. seperti Mu’awiyah: “ Apabila kamu melihat Mu’awiyah berada di atas mimbarku bunuhlah”. Hadits maudhu yang bertentangan dengan Al Quran: “ Anak zina itu. Hadits maudhu’ yang dibuat untuk merusak dan mengeruhkan Agama Islam. 4. sampai tujuh keturunan”.” 17. niscaya engkau akan mendapat petunjuk. muhammadur Rasulullah. Siapa pun dari mereka yang engkau teladani.

Muslim). Yang demikian itu tetap berjalan dampai 70.000 tahun tidak bergeser”. 23. namun mahar yang diterimanya tidak lebih dari segenggam gandum atau yang sepertinya dari buah kurma”. D. maka berati ia telah menjauhi aku”. 2008. “Rasulullah bersabda : Nanti bakal lahir seorang laki-laki dalam ummatku ini orang yang bernama Muhammad bin Idris. maka ia akan masuk neraka. karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku. Oleh karena itu. Jakarta Barat: CV. adalah makhluk. “Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku. “Sesungguhnya Allah SWT tidak mengizinkan untuk melagukan Al quran”. kecuali Allah dan Al quran. “Berapa banyak wanita yang cantik jelita. Irham. menurunkan wahyu dengan bahasa Persi dan bila rela. Nashiruddin. 2008. 21. Drs. sungguh kafir terhadap Allah yang Maha Besar dan tertalaklah istrinya sejak itu”.kulihat segala sesuatu. 30. “Barang siapa mencium bunga mawar merah dan tidak ber-shalawat kepadaku. “Sungguh Allah itu apabila marah. masa tuanya berjuta-juta tahun dan Allah menempatkan mereka di suatu istana yang terbuat dari mutiara putih. Kamus Istilah-Istilah Hadits. 28. Mannan. “Barang siapa yang mengangkat kedua tangannya di dalam shalat. “Setiap yang ada di langit. 2003. Bahkan menurut kesepakatan ulama. 25. maka tidak sah salatnya”. Bandung : Pustaka Setia. Ar-Rasikh. Berdasarkan hadits. Khumaidi. 26. Silsilah Hadits Dhaif dan Maudhu. pada istana itu terdapat 70. Ilmu Hadits. menurunkan wahyu dengan bahasa Arab”. jika tidak disertai keterangan bahwa hadits tersebut maudhu’. di bumi dan di antara keduanya. Nanti bakal datang kaum-kaum dari ummatku yang mengatakan bahwa Al quran itu adalah makhluk baru. Jakarta: Darul Falah.000 kibah. Mudasir. C. Artha Rivera. hingga kulihat sebuah mahkota yang terhias dari mutiara”. Jakarta : Gema Isani.000 paviliun yang setiap paviliun mempunyai 70. meriwayatkan hadits palsu adalah haram. Abdul. HUKUM HADITS MAUDHU’ Hadits maudhu’ atau palsu merupakan hadits yang sama sekali tidak bisa dijadikan dalil dan juga hadist ini merupakan hadist yang paling jelek di antara sekian banyak yang hadist yang dhaif. 29. barang siapa yang mengatakan demikian. yang paling mengentarkan ummatku daripada iblis.1997.” 24. “Di dalam surga itu terdapat bidadari-bidadari yang berbau harum semerbak. “Rasulullah bersabda : Nanti bakal lahir seorang laki-laki dalam ummatku ini orang yang bernama abu Hanifah An Nu’man sebagai pelita ummatku”. Ilmu Hadits Untuk Pemula. REFERENSI Al Albany. 22. . Muhammad. “Rasulullah SAW melakukan shalat pada bulan ramadhan tidak berjamaah sebanyak dua puluh rakaat dan witir”.” (HR. 27.

Pengertian Menurut Bahasa Hadits Maudhu’ Merupakan isim maf’ul (objek) dari kata wadha’a Asy-Syaia. Dalam dalam kesempatan ini.com/2008/06/hadits-maudhu. Menurut Istilah Adalah kedustaan yang dibuat dan direka-reka yang disandarkan atas nama Rasulullah dan ia termasuk periwayatan yang paling jelek. yang berarti menurunkannya. karena memang menurunkan derajatnya. .html. 1985. insya Allah saya akan menjelaskan seputar hadits maudhu’. kecuali disertai dengan penjelasan akan kemaudhu’anya.wordpress. Rahman. Bandung : PT Alma ‘arif PENDAHULUAN Hadits merupakan sumber kedua setelah Al Qur’an dalam islam. fatchur. Kita sebagai seorang muslim tidak meyakini bahwa semua hadits adalah shahih. hasan. Dan kelompok yang pertama melakukan hal itu adalah Syi’ah. Namun juga tidak benar bila menganggap bahwa semua hadits itu palsu. Awal Munculnya Hadits Maudhu’ Perpecahan kaum Muslimin menjadi beberapa kelompok setelah fitnah( masa setelah terbunuhnya Utsman bin Affan). haramnya meriwayatkan hadits maudhu’ dari orang yang mengetahui kepalsuannya dalam bentuk apapun. hukum. Dan membawa As Sunah bukan pada maksudnya. dha’if. dan maudhu’(palsu). ciri-ciri maupun yang lainnya. Sebagian kelompok mentakwilkan Al Qur’an bukan pada makna sebenarnnya. Ihktisar Musthalahul Hadits.Al-Firqotunnajiyyah. dengan mengedepankan mencari kebenaran. Bila mereka mentakwilkan hadits mereka menisbatkan kepada Nabi Apalagi tentang keutamaan para Imam mereka.blogspot. Hal ini tidak pernah terjadi pada masa Rasulullah dan tidak pernah dilakukan seorang shahabatpun. menjadikan setiap kelompok mencari dukungan dari Al Qur’an dan As Sunah.com/2008/01/05/contoh-hadits-maudhu-hadis-palsu/ http://www. Dinamakan seperti itu.http://ainuamri. Jadi memang ada hadits yang shahih. Derajat Hadits Maudhu’ dan Hukum Meriwayatkannya Hadits maudhu’ merupakan hadits yang paling rendah dan paling buruk Sehingga para ulama’ sepakat. baik pengertian. Apabila diantara mereka berselesih mereka berijtihad. sebagaimana anggapan para orientalis. Drs. agar kita faham pembahasan yang berkaitan dengan hadits maudhu’.

Menurut Abu Bakar bin Ath Thayib:”Sesungguhnya bagian dari petunjuk maudhu’ adalah tidak masuk akal yang tidak bisa ditakwil disertai dengan tidak berdasar pada panca indra. 4. bertentangan dengan indra.” Hamad bin Salamah berkata:”Menceritakan kepada syaikh mereka(Rafidhah). atau menafikan dalil-dali Al Qur’an yang qath’I. 2. kemudian meletakkan sanadnya dan meriwayatkannya.” (HR. Cara Yang Ditempuh Pembuat Hadits Maudhu’ 1. yang digelari Nuh Al Jami’. Seperti pengakuan Abi ‘Ishmat Nuh bin Abi Maryam. apabila kamu melihat hadits yang menjelaskan akal. Atau pada saat syaikh meninggal dia masih kecil dan tidak mendapatkan periwayatan. Seperti seseorang menyampaikan hadits dari seorang syaikh. maka dia termasuk para pendusta. Misal perawi Rafidhah.Nabi bersabda: “Barangsiapa yang menceritakan hadits dari sedang dia mengetahui bahwa itu dusta. 3. Adapun jika bertentangannya memungkinkan untuk dijamak. bahwasanya ia telah memalsukan hadits atas Ibnu Abbas tentang keutamaan-keutamaan Al Qur’an surat per surat. haditsnya tentang keutamaan ahli bait. Adanya inidikasi perawi yang menunjukkan akan kepalsuannya.” Misalnya apa yang diriwayatkan Abdurahman bin Zaid bin Aslam dari bapaknya dari kakeknya secara . Muslim). ketahuilah sesungguhnya itu adalah maudhu’. Mengambil perkataan ahli bijak atau selain mereka kemudian meletakkan sanadnya. Adanya indikasi pada isi hadits. atau yang membatalkan masalah ushul(akidah). Membuat perkataan yang berasal dari dirinya. Bagaimana Mengetahui Hadits Maudhu’ 1. maka ia tidak (maudhu’). 5. bertentangan dengan akal sehat. dan hadits itu tidak diketahui kecuali dari syaikh tersebut. kemudian ada sesuatu yang kami anggap baik maka kami jadikan sebagai hadits. serta kemustahilan hadits tersebut bersumber dari Rasulullah. Pernyataan yang diposisikan sama dengan pengakuan.” Ibnu Al Jauzi berkata:”Perkataan yang paling tepat berkenan dengan hadits maudhu’ adalah. sunah yang mutawatir dan ijma’. berlawanan dengan ketetapan agama atau susunan lafadz lemah dan kacau. Dan seperti pengakuan Maisarah bin Abdi Rabbihi Al Farisi bahwa dia telah memalsukan hadits tentang keutamaan Ali sebanyak tujuh puluh hadits. Ketika ditanya perawi tersebut. Pengakuan dari orang yang memalsukan hadits. menyelisihi naql (dalil). tentang tanggal kelahirannya. 2. ternyata perawi dilahirkan sesudah kematian syaikh. As Suyuthi berkata:”Dari indikasi perawi (maudhu’) adalah dia seorang Rafidhah dan haditsnya tentang keutamaan ahli bait. dengan berkata:”Bila kami berkumpul-kumpul.

marfu’. Sebagian orang yang imannya lemah berupaya mendekati sebagian penguasa dengan membuat hadits yang menisbatkan kepada penguasa agar mendapat perhatian. 1. Mereka yang membuat haditshadits maudhu’ ini biasanya menisbatkannya kepada golongan ahli zuhud dan orang-orang shalih. atau hadits yang berisi ancaman terhadap perbuatan munkar.” Ia menambahkan kata sayap (junah). Mereka ini termasuk kelompok pembuat hadits maudhu’ yang paling buruk. kezindikan atau sekedar hobi semata. yang dilakukan untuk menyenangkan Al Mahdi. Membela suatu madzhab. Dalam rangka Taqarrub kepada Allah. “Barangsiapa membaca ini maka ia akan memperoleh itu? Ia menjawab:”Aku sengaja membuatnya untuk memberi dorongan kepada manusia. Masing-masing aliran membuat hadits-hadits palsu untuk memperkuat golongannya. berkata:”Janganlah engkau bicara dengan mereka. bahwa beliau bersabda: “Tidak ada perlombaan kecuali bermain pedang. 1. pacuan. dengan meletakkan hadits-hadits targhib(yang mendorong) manusia untuk berbuat kebaikan. lalu Al Mahdi memberinya sepuluh dirham. jangan meriwayatkan (hadits) dari mereka sesungguhnya mereka berdusta. Motivasi-motivasi yang Mendorong Melakukan Pemalsuan Hadits Banyak niat seseorang memalsukan hadits baik timbul dari motif politik.Seperti kisah Giyats bin Ibrahim An Nakh’I Al Kufi dengan Amir Mukminin Al Mahdi. kebodohan. Setelah berpaling. dia bertanya kepada Maisarah bin Abdi Rabbihi:”Dari mana engkau mendatangkan hadits-hadits seperti. termasuk madzhab yang terpecah menjadi aliran politik setelah munculnya fitnah(masa setelah terbunuhnya Utsman bin Affan) dan maraknya aliran-aliran politik seperti Khawarij dan Syi’ah. Mendekatkan diri kepada penguasa demi menuruti hawa nafsu. Diantara mereka adalah Maisarah bin Abdi Rabbihi. Ibnu Hibban telah meriwayatkan dari kitabnya Ad Dhu’afa’. Sang Amir . dari Ibnu Mahdi. karena manusia menerima hadits-hadits maudhu’ mereka disebabkan kepercayaan terhadap mereka. Imam Malik ditanya tentang Rafidhah. Berikut adalah motivasi-motivasi mereka: 1. Ini merupakan asal dari kedustaan atas nama Rasulullah. Maka ia menambahkan perkataan dalam hadits yang disandarkan kepada Nabi. menggali atau sayap.” Bahwa kapal Nabi Nuh thawaf mengelilingi ka’bah tujuh kali dan shalat dua rakaat di maqam Ibrahim. 1. ketika masuk ke (ruangan Amirul Mukminin) dan menjumpai Al Mahdi tengah bermain-main dengan burung merpati.

dan apabila ridha menurunkan wahyu dengan bahasa Persi (Al Farisiyah). memalsu hadits. Mereka membolak balik sanad hadits supaya orang yang mendengarnya terperangah.” Maka seorang Arab yang jahil membaliknya. Dalam rangka meraih popularitas. Fanatisme terhadap Imam atau Negri. Ketika akan dipenggal lehernya Ibnu Adi berkata:”Aku telah memalsukan hadits diantara kalian sebanyak empat ribu hadits. dia adalah penerang umatku. orang-orang dungu itu telah membuat hadits maudhu’ sebanyak empat ribu. Dan orang yang ta’ashub(fanatik) terhadap Abu Hanifah. yaitu. Dalam rangka mencari penghidupan dan memperoleh rizki. Diantara mereka adalah Ibnu Abu Dihyah dan Hammad bin An Nashibi. Asy Syu’ubiyun memalsu hadits yang berbunyi:”Sesungguhnya Allah apabila murka menurunkan wahyu dengan menggunakan bahasa Arab. Zindiq yang ingin merusak manusia dan agamanya. Ahmad bin Shalih Al Mishri berkata:”(Hukuman bagi) orang zindiq adalah dipenggal lehernya. membuat hadits yang berbunyi:” Akan ada dari umatku seorang laki-laki . Mereka menambahnambahkan ceritanya agar masyarakat mau mendengar dongengannya. yang berbunyi:”Akan ada dari umatku seorang laki-laki yang disebut Abu Hanifah Al Nu’man. 1. dan apabila ridha menurunkan wahyu dengan bahasa Arab. maka berhati-hatilah. Hamad bin Zaid berkata: “Orang-orang zindiq membuat hadits dusta yang disandarkan kepada Rasulullah sebanyak empat belas ribu hadits.berkata:”Aku bersaksi bahwa tengkukmu adalah tengkuk pendusta atas nama Rasulullah. Diantara mereka adalah Muhammad bin Sa’id Asy Syami yang dihukum mati dan disalib karena kezindikannya. yaitu dengan membuat hadits yang gharib(asing) yang tidak dijumpai pada seorangpun dari syaikh-syaikh hadits. dan tidak ada Nabi sesudahku kecuali yang Allah kehendaki. Diantara mereka adalah Abu Sa’id Al Madani. 1. Mengikuti hawa nafsu dan ahli ra’yu yang tidak mempunyai dalil dari kitab dan sunah kemudian membuat hadits maudhu’ untuk membenarkan hawa nafsu dan pendapatnya. lalu mereka memberi upah. Dan orang yang tidak senang dengan Imam Asy Syafi’I. Kemudian Al Mahdi memerintah untuk menyembelih burung merpati itu. Seperti yang dilakukan sebagian tukang dongeng yang mencari penghidupan melalui berbagai cerita kepada masyarakat. 1. 1. 1. Ia meriwayatkan hadits dari Humaid dari Anas secara Marfu : Aku adalah Nabi terakhir. aku mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram. ” Sesungguhnya Allah apabila murka menurunkan wahyu dengan menggunakan bahasa Persi (AlFarisiyah). perkataan ini.

dan inilah seruan kami: 1. Al Madhu’at. Ancaman Bagi yang Membuat Hadits Maudhu’. Al La’ali Al Mashnu’ah fi Al Ahadits Al Maudhu’ah. berpendapat bahwa kafir bagi orang yang memalsukan hadits Rasulullah dan dengan sengaja dan mengetahui (hukum berkenaan) dengan yang ia ada-adakan. karangan Ibnu Al Jauzi. Kitab-kitab Referensi Hadits Palsu Para ulama telah merupaya mengumpulkan hadits-hadits palsu supaya kaum muslimin selamat dari makar pembuatnya. sebagaimana Nabi bersabda: “Barangsiapa berdusta atas namaku secara sengaja. Tanzihu Ay Syri’ah Al Marfu’ah ‘an Al Ahadits Asy Syani’ah Al Maudhu’ah karya Ibnu ‘Iraqi Al Kittani. penghinaan atau do’a atas 10 pelakunya. menggalang ukhuwah bersama seluruh thalibul ilmi dan du’at penyeru kepada ummat. bersama seluruh golongan dan pergerakan yang haq. 1. dia lebih bahaya atas umatku dari pada iblis. ringkasan kedua kitab diatas. ancaman. bersama-sama kita meningkatkan iman dan ilmiah ummat berpatok pada pemahaman salafush shalih. ringkasan kitab diatas. 1. Adapun adalah perintah yang juga berarti kabar(berita). Syaikh Muhammad Abu Al Juwaini.” Hadits ini diriwayatkan secara mutawatir. maka hendaknya ia bersiapsiap menempati tempatnya dineraka.yang disebut Muhammad bin Idris. Namun dalam riwayat Ibnu Hibban terdapat kata ini. yaitu diriwayatkan 70 orang shahabat. merajut al-wala hingga menjadi bangunan yang kokoh saling menguatkan. Seruan untuk hijrah kepada Allah dengan memurnikan tauhid dan mencampakkan kesyirikan serta hijrah kepada Rasul-Nya dengan mengikuti sunnahnya. di antara kitab-kitab tersebut yaitu: 1. Yaitu semoga Allah menyiapkan untuknya (nereka). Dalam riwayat Al Bukhari tidak terdapat atau dengan sengaja. Orang yang berdusta atas nama Rasulullah ancamannya sangat keras. Akhir Kata Dengan memohon pertolongan Allah. . karya As Suyuthi.

Saran dan Kritik Semua saran. .1. koreksi dan kritik atau kontribusi harap dikirimkan langsung ke Kotak Komentar. Seruan untuk berwala kepada iman dan muslimin serta baro’ dari syirik dan musyrikin.