ISTILAH-ISTILAH DALAM ILMU HADITS 1. Hadits, atsar dan khabar a.

Hadits = Asal arti hadits ialah omongan, perkataan, ucapan dan sebangsanya. Hadits menurut bahasa berarti ‫ الجديد‬yaitu sesuatu yang baru, hadis juga ُ ْ ِ َ َْ bararti ‫ الخبر‬yaitu berita. ْ ََ َْ Menurut ahli hadits, pengertian hadits ialah segala perkataan Nabi, perbuatan dan hal ihwalnya. Sementara para ulama ushul memberikan pengertian hadits adalah “Segala perkataan Nabi SAW, perbuatan dan taqrirnya yang barkaitan dengan hokum syara’ dan ketetapannya. b. Atsar = Sedang atsar ialah perkataan sahabat sebagaimana hadits perkataan Nabi Saw Jumhur ulama mengatakan bahwa atsar sama dengan khabar yaitu sesuatu yang didasarkan kepada Nabi Muhammad, sahabat dan tabi’in c. Khabar = khabar menurut bahasa adalah semua berita yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain. Sebagai ulama mengatakan bahwa khabar adalah sesuatu yang dating selain dari Nabi Muhammad. 2. Sanad, Matan dan Rowi a. Sanad = Kata sanad menurut bahasa adalah sandaran atau sesuatu yang dijadikan sandaran, menurut istilah sanad adalah “Silsilah orang-orang (yang meriwayatkan hadis) yang menyampaikannya kepada matan hadits. b. Matan Matan menurut bahasa berarti mairtafa’a min al-ardi (tanah yang meninggi), sedangkan menurut istilah adalah :

“Suatu kalimat tempat berakhirnya sanad” dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa matan adalah lafadz hadis yang diucapkan oleh Nabi Saw atau isi hadits. c. Rawi Rawi yakni yang meriwayatkan hadits Untuk lebih jelasnya tentang perbedaan antara sanad, rawi dan ikatan, perhatikan contoh hadis di bawah ini:

ْ ُ ْ َ َْ ٍ َ ِ ْ َُ ََّ َ ‫حدثنا محمدبن معمر بن ربعي القيسى، حدثنا أبو هشام المححححزو‬ ِ ْ َ ْ ّ ِ َِ ِ ْ َ َ ْ َ ُ ْ ُ ّ َ ُ ََّ َ ‫مي عبد الواحد وه حو اب حن زيححاد ح حدثنا عثمححان ب حن حكي حم ح حدثنا‬ ََّ َ ٍ ْ ِ َ ُ ْ ُ َ ْ ُ ََّ َ ٍ َِ ُ ْ َ ُ َ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ َ َ َ َّ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ َ َ َ ْ ُ ْ َ ِ ِ َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ ّ َ ُ ‫محمد ابن المنكدر عن عمران عن عثمححان ب حن عفححان قححال: قححال‬ َ ْ ُ ُ ْ َ َ ُ ْ َ ْ ّ َ َ ْ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ُ ‫رسول ال صلى ال عليه وسلم: من توضحأ ف حأ حس حن الونضحوء‬ َّ ِ ُ ْ ُ َ ‫خرجت خطاياه من جسده حتى تخرج من تح حت أظفححاره: )رواه‬ ِ ِ َ ْ َ ِ ْ َ ْ ِ َ ُ ْ َ َّ ِ ِ َ َ ْ ِ ُ َ َ َ ْ َ َ َ (‫مسلم‬
Penjelasan Dari nama Muhammad bin Ma’mur sampai dengan Usman bin Affan r.a adalah sanad dari hadis tersebut. Mulai kata man tawadda’ sampai dengan kata tahta azfarih adalah matannya, sedangkan Imam Muslim yang dicatat di ujung hadits adalah perawinya.

3. Hadis Mutawatir dan Ahad a. Hadits Mutawatir Mutawatir menurut bahasa berarti mutatabi’ yakni sesuatu yang datang berikut dengan kita/ yang beriring-iringan antara satu dnegan yagn lainnya, tanpa ada jaraknya. Menurut istilah mutawatir adalah hadis yang diriwayatkan oleh sejumlah belajar orang yang menurut adalah mustahil mereka bersepakat terlebih dahulu untuk berdusta. Pada intinya hadis

mutawatir yaitu hadist yang diriwayatkan oleh banyak orang di setiap generasi sejak generasi sahabat hingga generasi akhir. b. Hadist ahad

Kata ahad menurut bahasa berarti satu, sedangkan menurut istilah ahad adalah ishobar yang jumlah perawinya tidak sebanyak jumlah perawi hadist mutawatir. Ada juga ulama yang mendefinisikan hadist ahad secara singkat yakni hadist ahad secara singkat yakni hadist yang tidak memenuhi syarat-syarat mutawatir. 4. Hadis shahih hasan dan dhoi’if a. Hadis shohih Shohih menurut bahasa berarti ‫( ضد السقيم‬lawan sakit) yang berarti shah, benar, ِ ِّْ ّ ِ sempurna, sehat, ibnu al-shaleh mengartikan hadist shohih yaitu hadis yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh orang-orang yagn berwafaq adil, dan dhabil, dari orang yang berwatak seperti itu juga sampai puncaknya, hadist mana tidak yadz dan tidak pula mengandung cacat. Gambaran mengenai pengertian hadist shohih menjadi lebih jelas setelah imam syafi’I memberikan ketentuan, bahwa riwayat suatu hadist dapat dijadikan hujjah apabila 1. 2. Diriwayatkan oleh para perawi yang dapat dipercaya amalan Rangkaina riwayatnya bersambung sampai kepada pagi Muhammad agamanya. atau dapat juga tidak sampai ke pada pagi. Syarat-syarat hadis shohih 1. Sanadnya bersambung 2. para perawinya bersifat adil 3. para perawinya dhabil 4. Matannya tidak syadz

5. Matannya tidak berillat b. Hadis Hasan Hadis hasan menurut bahasa berarti ‫ ما تشتهيه النفسى وتميل الي حه‬yaitu ِ ْ َِ ُ ْ ِ َ َ ُ ْ ّ ِ ْ ِ َ ْ َ َ sesuatu yang disenangi dan dicondongi oleh nafsu. Sebenarnya hadis hasan itu sama dengan hadis shahih. Bedanya, kalau di dalam hadis shahih semua periwayat harus sempurna kedhabitannya. Maka dalam hadis hasan ada perawi yang kedhabitannya, kecermatan atau hafalannya kurang sempurna. Menurut para ulama, hadis hasan dapat naik derajatnya menjadi shahih karena ada hadis lain yang isinya sama diriwayatkan yagn kualitasnya tidak lebih rendah. Para ulama ahli hadis membagi hadis hasan menjadi dua bagian, yaitu hasan lidzatih dan hasan li ghairih yang dimaksud dengan hadis hasan lidzatih ialah hadis yang telah memenuhi persyaratan hadis hasan. Adapun yang dimaksud dengan hadis hasan li ghoirih ialah hadis hasan yang tidak memenuhi persyaratan hadis hasan sec ara sempurna, atau pada dasarnya hadis tersebut adalah hadis dhaif, tetapi karena ada sanad atau matan lain yang menguatkannya maka ke dudukan hadis dhaif tersebut naik derajatnya menjadi hasan li ghairih. Ibn Ash-shalah, sebagaimana dikutip oleh Al-Qosimi menyebutkan bahwa hadis hasan li hairih ialah hadis yang sandaran dan sanadnya terdapat seorang yang mashur, bukan pelupa yang banyak kesalahannya, tidak terlihat adanya sebab-sebab yang menjadikannya fasiq dan matan hadisnya diketahui baik berdasarkan periwayatannya hadis lain yang semakna. Pengertian menurut Ibnu Ash-Shalah ini memperkuat uraian bahwa pada dasarnya hadis hasan li ghairih adalah hadis dhaif, yang memiliki syahid dan muttabi’ sehingga kualitasnya menjadi naik menjadi hadis hasan, akan tetapi, hadis yang sangat lemah seperti hadis maudu’ dan mankar dan matruk sekali pun ada syahid dan muttabi’ kedudukannya tetap sebagai hadis dhaif dan tidak dapat berubah menjadi hadis hasan. c. Hadis dhaif

Dari definisi di atas dapat diketahui dengan jelas bahwa jika satu syarat saja (dari persyaratan hadis shahih adalah hadis hasan) hilang. a. Hadis munqathi’ Yaitu hadis yang sanadnya terdapat salah seorang yang digugurkan (tidak disebutkan namanya) baik diujung maupun dipangkal. Secara istilah diantara para ulama terdapat perbedaan rumusan dalam mendefinsikan hadis dhaif ini. Hadis mudallas Yaitu hadis yang di dalamnya ada sesuatu yang disembunyikan. b. Hadis mursal Yaitu hadis yang gugur sanadnya setelah tabi’in 2.Kata dhaif menruut bahasa berarti lemah. Lebih-lebih jika yang hilang itu sampai dua adalah tiga syarat maka hadis seperti ini dapat dinyatakan sebagai hadis dhaif yang sangat lemah. berarti hadis itu dinyatakan sebagai hadis dhaif. Hadis Mu’dal Yaitu hadis yang gugur dua orang sanadnya atau lebih secara berturutturut. Hadis dha’if yang disebabkan oleh cacat periwayatnya atau hal lain . 4. 2. beberapa definisi diantaranya adalah: 1. Menurut Nur ad-Din’ atr mendefinisikan hadis dhaif sebagai hadis yang hilang salah satu syaratnya dari syarat-syarat hadis maqbul (hadis yang shahih atau hadis yang hasan). 3. Dhaif dari segi persambungan sanadnya 1. An-Nawawi mendefinsikannya dengan ِ َ َ ْ ُ ْ ُ ُ َ َ ِ َ ّ ُ ْ ُ ُ ِ ِْ ْ َ ْ ُ ْ َ َ ‫مالم يو جد فيه شروط الصحة ول شروط الحسن‬ “Hadis yang di dalamn ya tidak terdapat syarat-syarat hadis sahih dan syarat-syarat hadis hasan”. sebagai lawan dari kasla kuat. akan tetapi pad adasarnya isi dan maksudnya sama.

5. Hadis syadz Yaitu hadis yang diriwayatkan oleh orang terpercaya.1. Nabi Muhammad Saw bersabda ‫نضر ال امرأ سمع منا حديثا كما سمعه‬ ََ َ “Allah memuji orang yang mendengar hadis dari saya kemudian menyampaikannya seperti apa yang saya dengar. perbuatan dan taqrir. Hadis matruk Yaitu hadis yang diriwayatkan oleh seseorang yang tertuduh dusta terhadap hadis yang diriwayatkannya atau nampak kefasikannya. tetapi bertentangan dengan hadis yang diriwayatkan oleh. orang yang lebih terpercaya lagi. 4. . baik berupa perkataan. Hadis maqlub Yaitu hadis yang lafalnya tertukar pada salah seorang dari sanadnya adalah nama seorang yang sanadnya. Hadis mu’allal Yaitu hadits yang diriwayatkan tanpa memakai sanad 3. seharusnya Kemudian disebut mendahulukan atau penyebutannya belakangan membelakangkan penyebutan yagn seharusn ya di dahulukan adalah dengan sesuatu pada tempat yang lain. 2. baik pada perbuatan adalah pada perkataannya atau orang yang banyak lupa atau ragu. Kesimpulan Ilmu hadis merupakna ilmu pengetahuan yagn mengkaji atau membahas tentang segala yang disandarkan kepada nabi SAW. Hadis munkar Yaitu hadis yang diriwayatkan oleh orang lemah yang menyalahi riwayat orang yang lebih terpercaya dari padanya.

‫هو ما اتصل سنده بنكل العدل الضابط ضبطا كامل عن مثله وخل ممن الشذوذ و العلة‬ hadis yang muttasil (bersambung) sanadnya. terpelihara hafalannya bila meriwayatkan hadis secara lafad. dfiriwayatkan oleh perowi yang adil dan dhobit. mampu meriwayatkan hadis secara lafad. 2) Para perowinya harus terdiri dari orang-orang yang dikenal siqat. bunyi hadis yang Dia riwayatkan sama dengan hadis yang diriwayatkan orang lain dan terlepas dari tadlis (penyembuyian cacat). Defisi hadis shahih secara konkrit baru muncul setelah Imam Syafi’i memberikan penjelasan tentang riwayat yang dapat dijadikan hujah. rangkaian riwayatnya bersambung sampai kepada Nabi SAW. yaitu: pertama. tidak syadz dan tidak ber’ilat”. dalam arti adil dan dhobith. diriwayatkan oleh orang adil dan dhobith(kuat daya ingatan) sempurna dari sesamanya. atau dapat juga tidak sampai kepada Nabi. dikenal sebagai orang yang jujur mermahami hadis yang diriwayatkan dengan baik. dan cacat (‘ilat). selamat dari kejanggalan (syadz).PEMBAHASAN I.1 Definisi Hadits Shahih kata Shahih ((‫ الصحيخ‬dalam bahasa diartikan orang sehat antonim dari kata assaqim ( (‫ =السقيم‬orang yang sakit jadi yang dimaksud hadits shahih adalah hadits yang sehat dan benar tidak terdapat penyakit dan cacat. dan . 3) Hadisnya terhindar dari ‘ilat (cacat) dan syadz (janggal). kedua. Imam Al-Suyuti mendifinisikan hadis shahih dengan “hadis yang bersambung sanadnya. mengetahui perubahan arti hadis bila terjadi perubahan lafadnya. Hadits Shahih I. Imam Bukhori dan Imam Muslim membuat kriteria hadis shahih sebagai berikut: 1) Rangkaian perawi dalam sanad itu harus bersambung mulai dari perowi pertama sampai perowi terakhir. apabila diriwayatkan oleh para perowi yang dapat dipercaya pengamalan agamanya.

dari sejak awal hingga akhir sanadnya. khusus mengenai perawi hadis pada tingkat sahabat. 3.Maliki.anna. akhbarani. bukan fasiq dan tidak pula jelek prilakunya.4) Para perowi yang terdekat dalam sanad harus sejaman. sebagaimana yang disebutkan dalam kitab-kitab jarh wa atta’dil. Perowinya Bersifat Dhobith . 2. 1. ‘an. dan Hambali. Dalam menilai keadilan seorang periwayat cukup dilakuakan dengan salah satu teknik berikut: 1. c. biasanya ulama’ hadis menempuh tata kerja sebagai berikut. dan periwayatannya pun ditolak. Pandangan berbeda datang dari golongan muktazilah yang menilai bahwa sahabat yang terlibat dalam pembunuhan ‘Ali dianggap fasiq. Untuk mengetahui dan bersambungnya dan tidaknya suatu sanad. dapat dipahami bahwa syarat-syarat hadis shahih dapat dirumuskan sebagai berikut: a. atau kasta-kata lainnya. Asy-Syafi’i. jumhur ulama sepakat bahwa seluruh sahabat adalah adil. bersetatus Mukallaf (baligh). I. akhbarana. b. sdeperti imam empat Hanafi. keterangan seseorang atau beberapa ulama ahli ta’dil bahwa seorang itu bersifat adil. Perawinya Bersifat Adil Maksudnya adalah tiap-tiap perowi itu seorang Muslim. Sanadnya Bersambung Maksudnya adalah tiap-tiap perowi dari perowi lainnya benar-benar mengambil secara langsung dari orang yang ditanyanya.2 Syarat-Syarat Hadis Shahih Berdasarkan definisi hadis shahih diatas. Meneliti kata-kata yang berhubungan antara para periwayat dengan periwayat yang terdekat dalam sanad. Mempelajari hidup masing-masing periwayat. haddasani. ketenaran seseorang bahwa ia bersifast adil. Mencatat semua periwayat yang diteliti. yakni apakah kata-kata yang terpakai berupa haddasani. 2.

sedang. suatu hadis tidak dinyastakan sebagai mengandung syudzudz. pada shahih li-dzatih. suatu hadis dinyatakan syudzudz. ‘Illat hadis dapat terjadi pada sanad mapun pada matan atau pada keduanya secara bersama-sama. Dhobith dalam dada ialah terpelihara periwayatan dalam ingatan. dhobith dalam kitab ialah terpeliharanya kebenaran suatu periwayatan melalui tulisan. bila hadisd yang diriwayatkan oleh seorang periwayat yang tsiqah tersebut bertentengan dengan hadis yang dirirwayatkan oleh banyak periwayat yang juga bersifat tsiqah. e. seperti menyebutkan muttasil terhadap hadis yang munqati’ atau mursal. ingatan perowinya kurang sempurna. kesaksian para ulama 2. Artinya.Hadis Shahih li dzati . sejak ia maneriama hadis sampai meriwayatkannya kepada orang lain. dapat diketahui melalui: 1. dalam arti bertentangan atau menyalesihi orang yang terpercaya dan lainnya. Pembagian Hadis Shahih Para ahli hadis membagi hadis shahih kepada dua bagian. ‘illat yang paling banyak terjadi adalah pada sanad. yaitu shahih li-dzati dan shahih li-ghoirih. Tidak Ber’ilat Maksudnya ialah hadis itu tidak ada cacatnya. baik berupa kuat ingatan dalam dada maupun dalam kitab (tulisan). bila hadis itu hanya diriwayatkan oleh seorang periwayat yang tsiqah. Adapun sifat-sifat kedhobitan perowi. d.3. dalam arti adanya sebab yang menutup tersembunyi yang dapat menciderai pada ke-shahih-an hadis. I. Namun demikian. a. berdasarkan kesesuaian riwayatannya dengan riwayat dari orang lain yang telah dikenal kedhobithannya. sedang pada hadis shahih li-ghoirih. ingatan perowinya sempurna. Tidak Syadz Maksudnya ialah hadis itu benar-benar tidak syadz.Maksudnya masing-masing perowinya sempurna daya ingatannya. sementara dhahirnya selamat dari cacat. Menurut al-Syafi’i. nmenurut para ulama. sedang periwayat yang tsiqah lainnya tidak meriwayatkan hadis itu. perbedaan antara keduanya terletak pada segi hafalan atau ingatan perowinya.

hadis ahad tidak dapat dijadikan hujjah untuk menetapkan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan aqidah. yaitu rangkaian sanad hadis yang yang tingkatannya dibawash tingkat pertama diatas. Bukan berarti sama sekali dusta. Hadis shahih li-ghoirih. Sebagian besar ulama menetapkan dengan dalil-dalil qat’i.bukan dia itu terputus tetapi shahih dalam hakikat masalahnya. adalah hadis hasan li-dzatihi apabila diriwayatkan melamui jalan yang lain oleh perowi yang sama kualitasnya atau yang lebih kuat dari padanya. . ad’af al-asanid. mengingat bolehnya berlaku bagi orang yang banyak salah.5 Tingkatan Hadis Shahih Perlu diketahui bahwa martabat hadis shahih itu tergantung tinggi dan rendahnya kepada ke-dhabit-an dan keadilan para perowinya. tidak dalam hal-hal yang berhubungan dengan aqidah. seperti periwayatan Suhail bin Abu Shalih dari ayahnya dari Abu Hurairah. Ketiga. seperti periwayatan sanad dari Imam Malik bin Anas dari Nafi’ mawla (mawla = budak yang telah dimerdekakan) dari Ibnu Umar. Kedua.4 Kehujahan Hadis Shahih Hadis yang telah memenuhi persyaratan hadis shahih wajib diamalkan sebagai hujah atau dalil syara’ sesuai ijma’ para uluma hadis dan sebagian ulama ushul dan fikih. I. b. oleh karena itu. Kesepakatan ini terjadi dalam soal-soal yang berkaitan dengan penetapan halal atau haramnya sesuatu.Maksudnya ialah syarat-syarat lima tersebut benar-benar telah terbukti adanya. yaitu rangkaian sanad hadis yang tingkatannya lebih rendah dari tingkatan kedua. Seperti periwayatan sanad dari Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Anas. ashah al-asanid yaitu rangkaian sanad yang paling tinggi derajatnya. yaitu al-Quran dan hadis mutawatir. Hadis Shahih Li Ghoirihi Maksudnya ialah hadis tersebut tidak terbukti adanya lima syarat hadis shahih tersebut baik keseluruhan atau sebagian. ahsan al-asanid. karena bolehnya salah dan khilaf bagi orang kepercayaan. para muhadisin membagi tingkatan sanad menjadi tiga yaitu: Pertama. I. Berdasarkan martabat seperti ini.

Hasan juga dapat juga berarti sesuatu sesuatu yang disenangi dan dicondongi oleh nafsu.250 H). 3. 6. II. 2. 4. 354 H). Shahih Muslim (w. HADIS HASAN II. 5. Shahih Ibn As-Sakan. Shahih Ibnu Khuzaimah (w. d) Hadis yang diriwayatkan orang lain memenuhi persyaratan AL-Bukhari dan Muslim. 7. seperti Ibnu Khuzaimah. dan lain-lain. 405). Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori saja.Dari segi persyaratan shahih yang terpenuhi dapat dibagi menjadi tujuh tingkatan. 311 H). hasan berarti al-jamal. Sedangkan para ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan hadis hasan karena melihat bahwa ia meupakan pertengahan antara hadis shahih dan hadis dha’if.1 Pengertian Hadis Hasan Secara bahasa. Mustadrok Al-hakim (w. Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim saja. 261 H). dan juga karena sebagian ulama mendefinisikan sebagai salah satu bagiannya. Hadis yang diriwayatkan orang lain memenuhi persyaratan Muslim saja. e) f) Hadis yang diriwayatkan orang lain memenuhi persyaratan Al-Bukhari saja. yaitu indah. Shahih Ibnu Hiban (w. Shahih Al-Bukhari (w. Ibnu Hibban. Kitab-kitab hadis yang menghimpun hadis shahih secara berurutan sebagai berikut: 1. Sebagian dari definisinya yaitu: . Shahih Al-Abani. g) Hadis yang dinilai shahih menurut ilama hadis selain Al-Bukhari dan Muslim dan tidak mengikuti persyratan keduanya. yang secara berurutan sebagai berikut: a) b) c) Hadis yang disepakati oleh bukhari dan muslim (muttafaq ‘alaih).

3 Kehujahan Hadis Hasan Hadis hasan sebagai mana halnya hadis shahih. yaitu hadis shahih lebih sempurna ke-dhabitannya dibandingkan dengan hadis hasan. definisi al. Paraulama hadis. definisi Ibnu Hajar: beliau berkata. bersanbung sanadnya.1. adalah hadis ahad yang diriwayatkan oleh yang adil. dan tidak syadz (janggal) maka dia adalah hadis shahih li-dzatihi. maka dia menurut kami adalah hadis hasan. dan diriwatkan dari selain jalan sepereti demikian. dan kepadanya tempat berputar kebanyakan hadis. adalah hadis yang dapat diterima dan dipergunakan sebagai dalil atau hujjah dalam menetapkan suatu hukum atau dalam beramal. Hasan Li-Dzatih Hadis hasan li-dzatih adalah hadis yang telah memenuhi persyaratan hadis hasan yang telah ditentukan. definisi Tirmidzi: yaitu semua hadis yang diriwayatkan. serta tidak ada syadz (kejangalan). Perbedaannya hanya terletak pada sisi ke-dhabit-annya. 3. akan tetapi karena adanya sanad atau matan lain yang menguatkannya (syahid atau muttabi’). ke-dhabit-an perawi hadis hasan lebih unggul. dan yang diterima kebanyakan ulama. dimana dalam sanadnya tidak ada yang dituduh berdusta. dengan kata lain. Kriteria hadis hasan sama dengan kriteria hadis shahih. . ulama ushul fiqih. Hasan Li-Ghairih Hadis hasan yang tidak memenuhi persyaratan secara sempurna. lalu jika ringan ke-dhabit-annya maka dia adalah hadis hasan li dszatihi. Tetapi jika dibandingkan dengan kedhabit-an perawi hadis dha’if tentu belum seimbang. tidak cacat. a. hadis tersebut pada dasarnya adalah hadis dha’if.Chatabi: adalah hadis yang diketahui tempat keluarnya. meskipun derajatnya dibawah hadis shahih. yaitu hasan li-dzatih dan hasan li-ghairih. hadis hasasn pun terbagi menjadi dua macam. dan yang dipakai oleh umumnya fukoha’ 2. pengertian hadis hasan li-dzatih sebagaimana telah diuraikan sebelumnya.2 Macam-Macam Hadis Hasan Sebagaimana hadis shahih yang terbagi menjadi dua macam. dan fuqaha sepakat tentang kehujjahan hadis hasan. b. II. sempurna ke-dhabit-annya. II. dan telah mashur rawi-rawi sanadnya. maka kedudukan hadis dha’if tersebut naik derajatnya menjadi hadis hasan li-ghairih.

dan hadits dhaif karena adanya cacat pada rawi atau matan. Ada beberapa nama bagi hadits dhaif yang disebabkan karena gugurnya rawi.III. “ Antara kita dan kaum munafik munafik (ada batas).1 Definisi Hadist Dhaif Pengertian hadits dhaif Secara bahasa. III. Adapun para ulama memberikan batasan bagi hadits dhaif sebagai berikut : “ Hadits dhaif ialah hadits yang tidak memuat / menghimpun sifat-sifat hadits shahih. dari Abdurrahman. Para ulama memberikan batasan bahwa hadits mursal adalah hadits yang gugur rawinya di akhir sanad. HADIST DHAIF III. sebagai rawi yang seharusnya menerima langsung dari Rasulullah. berarti hadits yang terlepas. (penentuan awal dan akhir sanad adalah dengan melihat dari rawi yang terdekat dengan imam yang membukukan hadits. yaitu menghadiri jama’ah isya dan subuh. dan selanjutnya dari Sa’id bin Mustayyab. mereka tidak sanggup menghadirinya”. Yang dimaksud dengan rawi di akhir sanad ialah rawi pada tingkatan sahabat yang merupakan orang pertama yang meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW. Hadits dhaif karena gugurnya rawi Yang dimaksud dengan gugurnya rawi adalah tidak adanya satu atau beberapa rawi. dari Harmalah.2 Macam-macam hadits dhaif Hadist dhaif dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. maupun pada pertengahan atau akhirnya. sampai kepada rawi yang terdekat dengan Rasulullah). dan tidak pula menghimpun sifat-sifat hadits hasan”. a. Dugaan kuat mereka hadits tersebut tidak berasal dari Rasulullah SAW. hadits dhaif berarti hadits yang lemah. Para ulama memiliki dugaan kecil bahwa hadits tersebut berasal dari Rasulullah SAW. Siapa sahabat Nabi yang meriwayatkan . antara lain yaitu : 1) Hadits Mursal Hadits mursal menurut bahasa. hadits mursal adalah hadits yang dalam sanadnya tidak menyebutkan sahabat Nabi. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Malik. yang seharusnya ada dalam suatu sanad. baik pada permulaan sanad. seperti Bukhari. yaitu : hadits dhaif karena gugurnya rawi dalam sanadnya. Contoh hadits mursal : Artinya : Rasulullah bersabda. Jadi.

dan Ahmad bin Hanbal. secara beriringan dalam sanadnya. 2) Hadits Munqathi’ Hadits munqathi’ menurut etimologi ialah hadits yang terputus. ampunilah dosaku dan bukakanlah bagiku segala pintu rahmatMu”. Ya Allah. Menurut Ibnu Majah. 3) Hadits Mu’dhal Menurut bahasa. dari Abdullah bin Hasan. Kebanyakan Ulama memandang hadits mursal ini sebagai hadits dhaif. pada hadits munqathi’ bukanlah rawi di tingkat sahabat yang gugur. Bila dua rawi yang gugur. tetapi minimal gugur seorang tabi’in. bahwa Rasulullah SAW bersabda : Artinya : Budak itu harus diberi makanan dan pakaian dengan baik. atau lebih. dari Ismail bin Ibrahim. contoh hadits munqathi’ : Artinya : Rasulullah SAW. .hadits itu kepada Sa’id bin Mustayyab. dapat menerima hadits mursal menjadi hujjah asalkan para rawi bersifat adil. karena itu tidak bisa diterima sebagai hujjah atau landasan dalam beramal. Namun. dan salah satu dari dua rawi yang gugur itu adalah tabi’in. dari Laits. dan sejahtera atas Rasulullah. dalam kitabnya “AlMuwatha” yang berbunyi : Imam Malik berkata : Telah sampai kepadaku. maka kedua rawi tersebut tidak beriringan. bila masuk ke dalam mesjid. Contohnya adalah hadits Imam Malik mengenai hak hamba. Para ulama memberi batasan bahwa hadits munqathi’ adalah hadits yang gugur satu atau dua orang rawi tanpa beriringan menjelang akhir sanadnya. karena Fathimah Az-Zahra (putri Rasul) tidak berjumpa dengan Fathimah binti Al-Husain. Hadits di atas diriwayatkan oleh Ibnu Majah. maka rawi menjelang akhir sanad adalah tabi’in. Batasan yang diberikan para ulama bahwa hadits mu’dhal adalah hadits yang gugur dua orang rawinya. dari Abu Hurairah. tidaklah disebutkan dalam sanad hadits di atas. dari Fatimah binti AlHusain. hadits mu’dhal adalah hadits yang sulit dipahami. Bila rawi di akhir sanad adalah sahabat Nabi. Jadi. sebagian kecil ulama termasuk Abu Hanifah. membaca “dengan nama Allah. dari Abu Bakar bin Ali Syaibah. Jadi ada rawi yang gugur (tidak disebutkan) pada tingkatan tabi’in. Malik bin Anas. hadits di atas adalah hadits munqathi’. dan selanjutnya dari Fathimah Az-Zahra.

Seperti pendusta. 4) Hadits mu’allaq Menurut bahasa. 1341 hadits tersebut tetap dipandang shahih. Para ulama memberikan batasan bahwa hadis maudhu’ ialah hadits yang bukan berasal .Di dalam kitab Imam Malik tersebut. misalkan terdapat sisipan di tengah-tengah lafadz hadits atau diputarbalikkan sehingga memberi pengertian yang berbeda dari maksud lafadz yang sebenarnya. atau lalai dalam mengusahakan hafalannya. dan Abu Salamah dari Abu Huraira. Dengan demikian. dari Rasulullah. Imam Malik meriwayatkan hadits yang sama : Dari Muhammad bin Ajlan . Bukhari telah menggugurkan satu rawi di awal sanad tersebut. dari Abu Hurairah. Ini dapat menghilangkan sifat dhabith pada perawi. dan berbuat bid’ah yang masing-masing dapat menghilangkan sifat adil pada rawi. dan menyalahi rawi-rawi yang dipercaya. b. Adapun cacat pada matan. yang termasuk dalam kategori hadits mu’allaq tingkatannya adalah dhaif. hadits mu’allaq berarti hadits yang tergantung. Contoh-contoh hadits dhaif karena cacat pada matan atau rawi : 1) Hadits Maudhu’ Menurut bahasa. Kedua rawi yang gugur itu dapat diketahui melalui riwayat Imam Malik di luar kitab Al-Muwatha. Contoh : Bukhari berkata : Kata Malik. Dan sebagian besar dari hadits mu’allaqnya itu disebutkan seluruh rawinya secara lengkap pada tempat lain dalam kiab itu juga. kecuali 1341 buah hadits muallaq yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari. tidak dikenal. hafalan yang buruk. hadits ini memiliki pengertian hadits palsu atau dibuat-buat. Hadits dhaif karena cacat pada matan atau rawi Banyak macam cacat yang dapat menimpa rawi ataupun matan. karena Bukhari bukanlah seorang mudallis ( yang menyembunyikan cacat hadits ). bahwa Rasulullah SAW bersabda : Artinya : Janganlah kamu melebihkan sebagian nabi dengan sebagian yang lain. dari Zuhri. Berdasarkan riwayat Bukhari. Batasan para ulama tentang hadits ini ialah hadits yang gugur satu rawi atau lebih di awal sanad atau bisa juga bila semua rawinya digugurkan ( tidak disebutkan ). tidak memaparkan dua orang rawi yang beriringan antara dia dengan Abu Hurairah. banyak waham. Dua rawi yang gugur adalah Muhammad bin Ajlan dan ayahnya. ia sebenarnya tidak pernah bertemu dengan Malik. Sering keliru. fasiq. Pada umumnya. dari ayahnya.

dari kakeknya. misalnya. b) adapun hadits lainnya : “anak zina itu tidak masuk surga tujuh turunan”. ” Pemikul dosa itu tidaklah memikul dosa yang lain”. Akan tetapi disandarkan kepada dirinya. yakni kaum yahudi dan nashrani. Masih banyak hadits-hadits lainnya yang sengaja dibuat oleh pihak kufar. orang-orang munafik. Hadits maudhu’ merupakan seburuk-buruk hadits dhaif. tujuh kali dan shalat di maqam Ibrahim dua rakaat” Makna hadits tersebut tidak masuk akal. seperti Maisarah bin Abdi Rabbin AlFarisi. ( Al-An’am : 164 ) c) “Siapa yang memperoleh anak dan dinamakannya Muhammad. ia katakana bahwa hadits itu diterima dari ayahnya. atau banyak wahamnya. . Abdul Karim. mazhabnya. Peringatan Rasulullah SAW terhadap orang yang berdusta dengan hadits dhaif serta menjadikan Rasul SAW sebagai sandarannya. Para ulama memberikan batasan bahwa hadits matruk adalah hadits yang diriwayatkan oleh orang-orang yang pernah dituduh berdusta ( baik berkenaan dengan hadits ataupun mengenai urusan lain ). berdasarkan pengakuan dari mereka yang memalsukan. dan Muawiyah”. aku halalkan barang yang haram dan aku haramkan barang yang halal”. lalai.dari Rasulullah SAW. Golongan-golongan pembuat hadits palsu yakni musuh-musuh Islam dan tersebar pada abad-abad permulaan sejarah umat Islam. Demikianlah sedikit uraian mengenai hadits maudhu’. Sedikit sejarah. menurut bahasa berarti hadits yang ditinggalkan / dibuang. atau kebangsaannya . atau sangat fanatic terhadap golongan politiknya. atau pernah melakukan maksiat. dan selanjutnya dari Rasulullah SAW. sebelum dihukum pancung ia telah memalsukan hadits dan mengatakan : “aku telah membuat 3000 hadits. maka hendaklah ia menduduki tempat duduknya dalam neraka”. Jibril. 2) Hadits matruk atau hadits mathruh Hadits ini. “Barangsiapa yang sengaja berdusta terhadap diriku. Berikut dipaparkan beberapa contoh hadits maudhu’: a) Hadits yang dikarang oleh Abdur Rahman bin Zaid bin Aslam. “orang yang dapat dipercaya itu hanya tiga. Hadits tersebut bertentangan dengan Al-Qur’an. yaitu: aku ( Muhammad ). zindiq. berbunyi : “Sesungguhnya bahtera Nuh bertawaf mengelilingi ka’bah. seorang zindiq. maka ia dan anaknya itu masuk surga”. ia mengaku telah membuat beberapa hadits tentang keutamaan AlQur’an dan 70 buah hadits tentang keutamaan Ali bin Abi Thalib.

hadits tersebut ditinggalkan / dibuang. secara bahasa berarti hadits yang diingkari atau tidak dikenal. namun setelah diteliti dengan seksama. seperti : Muhammad bin ‘Imran. dan illat yang menjatuhkan itu bisa terdapat pada sanad. membayarkan zakat. dan selanjutnya dari Ibnu umar. selama mereka belum berpisah”. Matan hadits ini sebenarnya shahih. Batasan yang diberikan para ‘ulama bahwa hadits munkar ialah hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang lemah dan menyalahi perawi yang kuat. tentu Allah dita’ati dengan sungguh-sungguh”. sanadnya memiliki illat. 5) Hadits mudraj Hadist ini memiliki pengertian hadits yang dimasuki sisipan. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ya’qub bin Sufyan bin ‘Ashim dengan sanad yang terdiri dari serentetan rawi-rawi. ataupun keduanya. Para ulama memberi batasan bahwa hadits ini adalah hadits yang mengandung sebab-sebab tersembunyi . Diantara nama-nama dalam sanad tersebut. ‘Isa bin Ziyad. “penjual dan pembeli boleh berkhiyar. ( H. matan.R Riwayat Abu Hatim )” Hadits di atas memiliki rawi-rawi yang lemah dan matannya pun berlainan dengan matan-matan hadits yang lebih kuat. hadits mu’allal berarti hadits yang terkena illat . mengerjakan haji. Oleh karena itu. 3) Hadits Munkar Hadist munkar. 4) Hadits Mu’allal Menurut bahasa. dan Umar bin Khaththab. Hadits di atas diriwayatkan oleh Ya’la bin Ubaid dengan bersanad pada Sufyan AtsTsauri. Contoh : Rasulullah bersabda. dari ‘Amru bin Dinar. Yang seharusnya dari Abdullah bin Dinar menjadi ‘Amru bin Dinar. sekiranya tidak ada wanita. dan menghormati tamu. Contoh : . contoh : Artinya: “Barangsiapa yang mendirikan shalat.Contoh hadits matruk : “Rasulullah Saw bersabda. niscaya masuk surga. ternyata Abdur Rahim dan ayahnya pernah tertuduh berdusta. ‘Abdur Rahim bin Zaid dan ayahnya. yang sebenarnya bukan bagian dari hadits itu. Said bin mutstayyab.

Lawan dari hadits ini adalah hadits mahfuzh. Contoh : Rasulullah SAW bersabda : Apabila aku menyuruh kamu mengerjakan sesuatu. III. apabila aku melarang kamu dari sesuatu. maka jauhilah ia sesuai kesanggupan kamu. dengan tempat tinggal di taman surga”. namun matan hadits tersebut ternyata ganjil. berarti hadits yang diputarbalikkan. pada matan. 7) Hadits Syadz Secara bahasa. Batasan yang diberikan para ulama. maka jauhilah ia.3 Kehujahan Hadits dhaif . 6) Hadits Maqlub Menurut bahasa. Keganjilan itu bisa pada sanad. tapi hadits itu berlainan dengan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah rawi yang juga dipercaya.Rasulullah bersabda : “Saya adalah za’im ( dan za’im itu adah penanggung jawab ) bagi orang yang beriman kepadaku. Haditsnya mengandung keganjilan dibandingkan dengan hadits-hadits lain yang kuat. dan berhijrah. Contoh : “Rasulullah bersabda : “Hari arafah dan hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan dan minum. dan merupakan salah satu contoh hadits syadz pada matannya. maka kerjakanlah dia.” Hadits di atas diriwayatkan oleh Musa bin Ali bin Rabah dengan sanad yang terdiri dari serentetan rawi-rawi yang dipercaya. semestinya hadits tersebut berbunyi : Rasulullah SAW bersabda : “Apa yang aku larag kamu darinya. Para ulama menerangkan bahwa terjadi pemutarbalikkan pada matannya atau pada nama rawi dalam sanadnya atau penukaran suatu sanad untuk matan yang lain. Keganjilan hadits di atas terletak pada adanya ungkapan tersebut. dan apa yang aku suruh kamu mengerjakannya. karena tidak termasuk sabda Rasulullah SAW. maka kerjakanlah ia sesuai dengan kesanggupan kamu”. (Riwayat Ath-Tabrani) Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. jika dibandingkan dengan hadits-hadits lain yang diriwayatkan oleh rawirawi yang juga dipercaya. ataupun keduanya. hadits syadz adalah hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang dipercaya. Pada hadits-hadits lain tidak dijumpai ungkapan . Kalimat akhir dari hadits tersebut adalah sisipan ( dengan tempat tinggal di taman surga ). hadits ini berarti hadits ayng ganjil.

1) Kalangan Yang Menolak Mentah-mentah Hadits Dhaif Namun harus kita akui bahwa di sebagian kalangan. kita ini bukan apa-apanya dalam konstalasi para ulama hadits. dengan beberapa syarat: 1. Level Kedhaifannya Tidak Parah Ternyata yang namanya hadits dhaif itu sangat banyak jenisnya dan banyak jenjangnya. kisah-kisah. 1. maka para ulama hadits kelas berat semacam Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-Asqalani menyebutkan bahwa hadits dhaif boleh digunakan. Setidaknya kami mencatat ada tiga kelompok besar dengan pandangan dan hujjah mereka masing-masing. tetapi dia harus berada di bawah nash yang sudah shahih. Bahkan hadits lainnya itu harus shahih. masih ada di antara hadits dhaif yang bisa dijadikan hujjah. asalkan bukan dalam perkara aqidah dan syariah (hukum halal haram). ketika kita mengamalkan hadits dhaif itu. harus didampingi dengan hadits lainnya. Ketika Mengamalkannya. Maka menurut para ulama. Baik masalah keutamaan (fadhilah). Maka tidak boleh hadits dha’if jadi pokok. Dari yang paling parah sampai yang mendekati shahih atau hasan. Semuanya adalah orang-orang besar dalam bidang ilmu hadits serta para spesialis. boleh digunakan untuk perkara fadahilul a’mal (keutamaan amal). mereka itu bukan orang sembarangan. Berada di bawah Nash Lain yang Shahih Maksudnya hadits yang dhaif itu kalau mau dijadikan sebagai dasar dalam fadhailul a’mal. Tidak Boleh Meyakini Ke-Tsabit-annya Maksudnya. kita tidak boleh meyakini 100% bahwa ini merupakan sabda Rasululah SAW atau perbuatan beliau. Hadits yang level kedhaifannya tidak terlalu parah. Sebab dibandingkan dengan mereka. Dan menariknya. Bagi mereka hadits dhaif itu sama sekali tidak akan dipakai untuk apa pun juga. ada juga pihak-pihak yang ngotot tetap tidak mau terima kalau hadits dhaif itu masih bisa ditolelir.Khusus hadits dhaif. Maka posisi kita bukan untuk menyalahkan atau menghina salah satu kelompok itu. Apalagi . sikap ulama terhadap hadits dhaif itu sangat beragam. nasehat atau peringatan. 1. Tetapi yang kita lakukan adalah bahwa kita masih menduga atas kepastian datangnya informasi ini dari Rasulullah SAW. • Sikap Ulama Terhadap Hadits Dhaif : Sebenarnya kalau kita mau jujur dan objektif.

Selain itu juga ada nama Al-Imam Abu Daud. atau tertuduh sebagai pendusta. Ibnu Hazm dan lainnya. Sedangkan hadits dha’if yang perawinya sampai ke tingkat pendusta. Bagi mereka. Syarat-syarat yang mereka ajukan untuk menerima hadits dhaif antara lain. Mereka adalah kebanyakan ulama.kalau sampai masalah hukum dan aqidah. Di zaman sekarang ini. . Ibnul Mahdi. Pendeknya. Bukan dalam masalah aqidah dan sifat Allah. melainkan hanya sekedar berhati-hati. adalah: • Hadits dhaif itu tidak terlalu parah kedhaifanya. Mereka adalah kalangan yang boleh dibilang mau menerima secara bulat setiap hadits dhaif. kisah-kisah. tidak ada tempat buat hadits dhaif di hati mereka. atau parah kerancuan hafalannya tetap tidak bisa diterima. para imam mazhab yang empat serta para ulama salaf dan khalaf. • Ketika mengamalkannya jangan disertai keyakinan atas tsubut-nya hadits itu. Al-Imam Muslim. Mazhab ini banyak dianut saat ini antara lain di Saudi Arabia. sedhai’fdha’if-nya suatu hadits. pendiri mazhab Hanbali. juga bukan masalah hukum. sebagaimana diwakili oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dan juga Al-Imam An-Nawawi rahimahumalah. kami ketatkan. Al-Imam As-Suyuthi mengatakan bawa mereka berkata. atau anjuran amal tambahan. ternyata ada juga kalangan ulama yang tetap menerima semua hadits dhaif. Ibnul Mubarok dan yang lainnya. Di antara mereka terdapat nama Al-Imam Al-Bukhari. 2) Kalangan Yang Menerima Semua Hadits Dhaif Jangan salah. tetap saja lebih tinggi derajatnya dari akal manusia dan logika. Di antara para ulama yang sering disebut-sebut termasuk dalam kelompok ini antara lain Al-Imam Ahmad bin Hanbal. Tapi bila meriwayatkan masalah fadhilah dan sejenisnya. ‘Bila kami meriwayatkan hadits masalah halal dan haram. ada tokoh seperti Al-Albani dan para pengikutnya. Abu Bakar Al-Arabi. asal bukan hadits palsu (maudhu’). kami longgarkan.” 3) Kalangan Menengah Mereka adalah kalangan yang masih mau menerima sebagian dari hadits yang terbilang dhaif dengan syarat-syarat tertentu. • Hadits itu punya asal yang menaungi di bawahnya • Hadits itu hanya seputar masalah nasehat. Yahya bin Mu’in.

” (QS. Melalui ‘aqliyyah islâmiyyah seorang . Karena sesungguhnya Allah SWT. berfirman : “(Dan) kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka. Dengan ‘aqliyyah islâmiyyah seseorang dapat mengeluarkan keputusan hukum tentang benda. maupun matannya. Sebab beda maqam dan beda posisi. jelas bukan pendapat kami. dapat kita petik kesimpulan bahwa kajian ke-islaman itu sangatlah luas. maka itulah yang perlu kita luruskan bersama. Setiap Muslim diperintahkan untuk memiliki kepribadian Islam (syakhshiyah islâmiyah). Menunjukkan betapa maha kuasanya Allah dalam memberikan kepahaman terhadap hamba-hambanya. Dia dapat mengetahui mana yang halal dan mana yang haram serta mana yang terpuji dan mana yang tercela berdasarkan syariah Islam. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran.(TQS Al-‘Ashr [103] : 1-3) Terbaginya hadits dhaif dalam dua bagian.”(QS Yunus 36). Kami ini bukan berada dalam posisi untuk mengkritisi salah satunya. Kepribadian Islam itu mencakup cara berpikir islami (’aqliyyah islâmiyyah) dan pola sikap islami (nafsiyyah islâmiyah). baik dari segi rawinya ( orang yang meriwayatkan ). َ ُ َْ َ َ ِ ّ َ َ ْ َ ّ ِ ََ ِ ِ ْ َ ََ ٌ ِ َ ّ َ ‫وال غالب على أمره ولـكن أكثر الناس ل يعلمون‬ “Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya. Yûsuf [12]: 21) Meskipun ada sebagian kaum muslimin mengingkari Qur’an dan Hadits ( terlebih hadits dhaif ). “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. sanad.Semua keterangan di atas. karena gugurnya rawi dan atau karena cacat pada rawi atau matan semakin memudahkan kita untuk mengetahui sebabsebab mengapa hadits-hadits menjadi dhaif. BAB III KESIMPULAN Pada materi hadits dhaif ini. dan peristiwa sesuai dengan hukum-hukum syariah. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehatmenasehati supaya mentaati kebenaran dan nesehat-menasehati supaya menetapi kebenaran”. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. Semua itu adalah pendapat para ulama pakar ilmu hadits. perbuatan.

macam-macam hadits dhaif. Dengan mengetahui Ilmu Hadits ( di sini lebih dikhususkan hadits dhaif ). tetapi apa yang diomongkan berbeda dengan apa yang dilakukan. Selain itu. Namun. Banyak ilmu saja tidak cukup. termotivasi untuk terus mencari dan mengamalkannya karena pembahasan dalam makalah ini hanyalah berisi sebagian kecilnya saja. Tidak hanyas sebatas sampai di situ. mampu menyatakan ungkapan yang kuat dan tepat.Muslim juga akan memiliki kesadaran dan pemikiran yang matang. ‘aqliyyah islâmiyyah saja tidak cukup. Sangat penting membahas seputar hadits dhaif. . serta mampu menganalisis berbagai peristiwa dengan benar. Karena itu. pandai berdebat tentang dalil. kepribadian Islam tidak cukup dengan ‘aqliyyah islâmiyyah melainkan harus dipadukan dengan nafsiyyah . tentu akan membuat aqliyah kita menjadi semakin terpacu untuk berpikir dan menggali pengetahuan secara lebih mendalam serta dilandasi nafsiyah ( sikap ) keimanan dan ketakwaan yang mantap. Tidak jarang. karena di sini kita akan mengetahui bagaimana proses periwayatan hadits yang berasal dari Rasulullah atau bukan berasal dari beliau. jika memang terdapat hadits yang terbukti lemah ( dhaif ) ini sekiranya bermakna positif bagi kita dan dapat memotivasi dalam pengamalan hidup sehari-hari. orang pintar bicara. hadits dhaif I. serta kehujjahannya menurut pendapat para ulama. Pendahuluan Pada makalah ini akan dibahas mengenai sebab-sebab kedhaifan hadits. kita diharapkan dapat mengetahui sejarah orang-orang yang meriwayatkan hadits berdasarkan kekuatan hafalan mereka.

hadits munqathi’. Pembahasan 1. hadits dhaif berarti hadits yang lemah. Para ulama memberikan batasan bahwa hadits mursal adalah . Ada beberapa nama bagi hadits dhaif yang disebabkan karena gugurnya rawi. dan hadits muallaq. Dugaan kuat mereka hadits tersebut tidak berasal dari Rasulullah SAW. baik pada permulaan sanad. Adapun para ulama memberikan batasan bagi hadits dhaif sebagai berikut : “ Hadits dhaif ialah hadits yang tidak memuat / menghimpun sifat-sifat hadits shahih. Hadits dhaif karena gugurnya rawi Yang dimaksud dengan gugurnya rawi adalah tidak adanya satu atau beberapa rawi. antara lain yaitu : hadits mursal. dan hadits dhaif karena adanya cacat pada rawi atau matan. 1) Hadits Mursal Hadits mursal menurut bahasa. hadits mu’dhal. Macam-macam hadits dhaif Hadist dhaif dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. berarti hadits yang terlepas. 2. maupun pada pertengahan atau akhirnya. yaitu : hadits dhaif karena gugurnya rawi dalam sanadnya. a.II. Pengertian hadits dhaif Secara bahasa. dan tidak pula menghimpun sifatsifat hadits hasan”. Para ulama memiliki dugaan kecil bahwa hadits tersebut berasal dari Rasulullah SAW. yang seharusnya ada dalam suatu sanad.

dapat menerima hadits mursal menjadi hujjah asalkan para rawi bersifat adil. Para ulama memberi batasan bahwa hadits munqathi’ adalah hadits yang gugur satu atau dua orang rawi tanpa beriringan menjelang akhir sanadnya. dari Harmalah. Bila rawi di akhir sanad adalah sahabat Nabi. (penentuan awal dan akhir sanad adalah dengan melihat dari rawi yang terdekat dengan imam yang membukukan hadits.hadits yang gugur rawinya di akhir sanad. dan Ahmad bin Hanbal. yaitu menghadiri jama’ah isya dan subuh. karena itu tidak bisa diterima sebagai hujjah atau landasan dalam beramal. mereka tidak sanggup menghadirinya”. maka rawi menjelang akhir . “ Antara kita dan kaum munafik munafik (ada batas). dan selanjutnya dari Sa’id bin Mustayyab. Namun. 2) Hadits Munqathi’ Hadits munqathi’ menurut etimologi ialah hadits yang terputus. seperti Bukhari. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Malik. dari Abdurrahman. Kebanyakan Ulama memandang hadits mursal ini sebagai hadits dhaif. Jadi. tidaklah disebutkan dalam sanad hadits di atas. sampai kepada rawi yang terdekat dengan Rasulullah). Contoh hadits mursal : Artinya : Rasulullah bersabda. hadits mursal adalah hadits yang dalam sanadnya tidak menyebutkan sahabat Nabi. sebagai rawi yang seharusnya menerima langsung dari Rasulullah. Yang dimaksud dengan rawi di akhir sanad ialah rawi pada tingkatan sahabat yang merupakan orang pertama yang meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW. Siapa sahabat Nabi yang meriwayatkan hadits itu kepada Sa’id bin Mustayyab. sebagian kecil ulama termasuk Abu Hanifah. Malik bin Anas.

sanad adalah tabi’in. Jadi, pada hadits munqathi’ bukanlah rawi di tingkat sahabat yang gugur, tetapi minimal gugur seorang tabi’in. Bila dua rawi yang gugur, maka kedua rawi tersebut tidak beriringan, dan salah satu dari dua rawi yang gugur itu adalah tabi’in. contoh hadits munqathi’ :

Artinya : Rasulullah SAW. bila masuk ke dalam mesjid, membaca “dengan nama Allah, dan sejahtera atas Rasulullah; Ya Allah, ampunilah dosaku dan bukakanlah bagiku segala pintu rahmatMu”. Hadits di atas diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dari Abu Bakar bin Ali Syaibah, dari Ismail bin Ibrahim, dari Laits, dari Abdullah bin Hasan, dari Fatimah binti Al-Husain, dan selanjutnya dari Fathimah Az-Zahra. Menurut Ibnu Majah, hadits di atas adalah hadits munqathi’, karena Fathimah AzZahra (putri Rasul) tidak berjumpa dengan Fathimah binti Al-Husain. Jadi ada rawi yang gugur (tidak disebutkan) pada tingkatan tabi’in.

3) Hadits Mu’dhal Menurut bahasa, hadits mu’dhal adalah hadits yang sulit dipahami. Batasan yang diberikan para ulama bahwa hadits

mu’dhal adalah hadits yang gugur dua orang rawinya, atau lebih, secara beriringan dalam sanadnya. Contohnya adalah hadits Imam Malik mengenai hak hamba, dalam kitabnya “Al-Muwatha” yang berbunyi : Imam Malik berkata : Telah sampai kepadaku, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda : Artinya : Budak itu harus diberi makanan dan pakaian dengan baik. Di dalam kitab Imam Malik tersebut, tidak memaparkan dua orang rawi yang beriringan antara dia dengan Abu Hurairah. Kedua rawi yang gugur itu dapat diketahui melalui riwayat Imam Malik di luar kitab Al-Muwatha. Imam Malik meriwayatkan hadits yang sama : Dari Muhammad bin Ajlan , dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah. Dua rawi yang gugur adalah Muhammad bin Ajlan dan ayahnya. 4) Hadits mu’allaq Menurut bahasa, hadits mu’allaq berarti hadits yang tergantung. Batasan para ulama tentang hadits ini ialah hadits yang gugur satu rawi atau lebih di awal sanad atau bisa juga bila semua rawinya digugurkan ( tidak disebutkan ). Contoh : Bukhari berkata : Kata Malik, dari Zuhri, dan Abu Salamah dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda : Artinya : Janganlah kamu melebihkan sebagian nabi dengan sebagian yang lain. Berdasarkan riwayat Bukhari, ia sebenarnya tidak pernah bertemu dengan Malik. Dengan demikian, Bukhari telah menggugurkan satu rawi di awal sanad tersebut. Pada umumnya, yang termasuk dalam kategori hadits mu’allaq tingkatannya adalah dhaif, kecuali 1341 buah hadits muallaq yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari. 1341 hadits tersebut tetap dipandang shahih, karena Bukhari bukanlah

seorang mudallis ( yang menyembunyikan cacat hadits ). Dan sebagian besar dari hadits mu’allaqnya itu disebutkan seluruh rawinya secara lengkap pada tempat lain dalam kiab itu juga. b. Hadits dhaif karena cacat pada matan atau rawi Banyak macam cacat yang dapat menimpa rawi ataupun matan. Seperti pendusta, fasiq, tidak dikenal, dan berbuat bid’ah yang masing-masing dapat menghilangkan sifat adil pada rawi. Sering keliru, banyak waham, hafalan yang buruk, atau lalai dalam mengusahakan hafalannya, dan menyalahi rawi-rawi yang dipercaya. Ini dapat menghilangkan sifat dhabith pada perawi. Adapun cacat pada matan, misalkan terdapat sisipan di tengah-tengah lafadz hadits atau diputarbalikkan sehingga memberi pengertian yang berbeda dari maksud lafadz yang sebenarnya. Contoh-contoh hadits dhaif karena cacat pada matan atau rawi : 1) Hadits Maudhu’ Menurut bahasa, hadits ini memiliki pengertian hadits palsu atau dibuat-buat. Para ulama memberikan batasan bahwa hadis maudhu’ ialah hadits yang bukan berasal dari Rasulullah SAW. Akan tetapi disandarkan kepada dirinya. Golongan-golongan pembuat hadits palsu yakni musuhmusuh Islam dan tersebar pada abad-abad permulaan sejarah umat Islam, yakni kaum yahudi dan nashrani, orang-orang munafik, zindiq, atau sangat fanatic terhadap golongan politiknya, mazhabnya, atau kebangsaannya . Hadits maudhu’ merupakan seburuk-buruk hadits dhaif. Peringatan Rasulullah SAW terhadap orang yang berdusta dengan hadits dhaif serta menjadikan Rasul SAW sebagai sandarannya.

“Barangsiapa yang sengaja berdusta terhadap diriku, maka hendaklah ia menduduki tempat duduknya dalam neraka”. Berikut dipaparkan beberapa contoh hadits maudhu’:

a) Hadits yang dikarang oleh Abdur Rahman bin Zaid bin Aslam; ia katakana bahwa hadits itu diterima dari ayahnya, dari kakeknya, dan selanjutnya dari Rasulullah SAW. berbunyi : “Sesungguhnya bahtera Nuh bertawaf mengelilingi ka’bah, tujuh kali dan shalat di maqam Ibrahim dua rakaat” Makna hadits tersebut tidak masuk akal. b) adapun hadits lainnya : “anak zina itu tidak masuk surga tujuh turunan”. Hadits tersebut bertentangan dengan Al-Qur’an. “Pemikul dosa itu tidaklah memikul dosa yang lain”. ( AlAn’am : 164 )

“Siapa yang memperoleh anak dan dinamakannya Muhammad, maka ia dan anaknya itu masuk surga”.

“orang yang dapat dipercaya itu hanya tiga, yaitu: aku ( Muhammad ), Jibril, dan Muawiyah”. Demikianlah sedikit uraian mengenai hadits maudhu’. Masih banyak hadits-hadits lainnya yang sengaja dibuat oleh pihak kufar. Sedikit sejarah, berdasarkan pengakuan dari mereka yang memalsukan, seperti Maisarah bin Abdi Rabbin AlFarisi, misalnya, ia mengaku telah membuat beberapa hadits tentang keutamaan Al-Qur’an dan 70 buah hadits tentang keutamaan Ali bin Abi Thalib. Abdul Karim, seorang zindiq, sebelum dihukum pancung ia telah memalsukan hadits dan mengatakan : “aku telah membuat 3000 hadits; aku halalkan

ternyata Abdur Rahim dan ayahnya pernah tertuduh berdusta. Para ulama memberi batasan bahwa hadits ini adalah hadits yang mengandung sebab-sebab tersembunyi . 2) Hadits matruk atau hadits mathruh Hadits ini. Oleh karena itu. ( H. Said bin mutstayyab. ‘Abdur Rahim bin Zaid dan ayahnya. menurut bahasa berarti hadits yang ditinggalkan / dibuang. atau banyak wahamnya. lalai. hadits tersebut ditinggalkan / dibuang. ‘Isa bin Ziyad. seperti : Muhammad bin ‘Imran. dan Umar bin Khaththab. dan menghormati tamu. hadits mu’allal berarti hadits yang terkena illat . Batasan yang diberikan para ‘ulama bahwa hadits munkar ialah hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang lemah dan menyalahi perawi yang kuat. sekiranya tidak ada wanita.barang yang haram dan aku haramkan barang yang halal”. Diantara nama-nama dalam sanad tersebut. dan illat . secara bahasa berarti hadits yang diingkari atau tidak dikenal. Para ulama memberikan batasan bahwa hadits matruk adalah hadits yang diriwayatkan oleh orang-orang yang pernah dituduh berdusta ( baik berkenaan dengan hadits ataupun mengenai urusan lain ). atau pernah melakukan maksiat. contoh : “Barangsiapa yang mendirikan shalat. niscaya masuk surga. membayarkan zakat. 3) Hadits Munkar Hadist munkar. 4) Hadits Mu’allal Menurut bahasa. mengerjakan haji. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ya’qub bin Sufyan bin ‘Ashim dengan sanad yang terdiri dari serentetan rawi-rawi.R Riwayat Abu Hatim )” Hadits di atas memiliki rawi-rawi yang lemah dan matannya pun berlainan dengan matan-matan hadits yang lebih kuat. tentu Allah dita’ati dengan sungguh-sungguh”. Contoh hadits matruk : “Rasulullah Saw bersabda.

dari ‘Amru bin Dinar.yang menjatuhkan itu bisa terdapat pada sanad. semestinya hadits tersebut berbunyi : Rasulullah SAW bersabda : “Apa yang aku larag kamu . selama mereka belum berpisah”. apabila aku melarang kamu dari sesuatu. berarti hadits yang diputarbalikkan. dan selanjutnya dari Ibnu umar. 6) Hadits Maqlub Menurut bahasa. yang sebenarnya bukan bagian dari hadits itu. Hadits di atas diriwayatkan oleh Ya’la bin Ubaid dengan bersanad pada Sufyan Ats-Tsauri. Kalimat akhir dari hadits tersebut adalah sisipan ( dengan tempat tinggal di taman surga ). sanadnya memiliki illat. dan berhijrah. 5) Hadits mudraj Hadist ini memiliki pengertian hadits yang dimasuki sisipan. matan. Contoh : Rasulullah bersabda. ataupun keduanya. (Riwayat Ath-Tabrani) Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Matan hadits ini sebenarnya shahih. “penjual dan pembeli boleh berkhiyar. karena tidak termasuk sabda Rasulullah SAW. Contoh : Rasulullah bersabda : “Saya adalah za’im ( dan za’im itu adah penanggung jawab ) bagi orang yang beriman kepadaku. Contoh : Rasulullah SAW bersabda : Apabila aku menyuruh kamu mengerjakan sesuatu. namun setelah diteliti dengan seksama. dengan tempat tinggal di taman surga”. Yang seharusnya dari Abdullah bin Dinar menjadi ‘Amru bin Dinar. maka jauhilah ia sesuai kesanggupan kamu. Para ulama menerangkan bahwa terjadi pemutarbalikkan pada matannya atau pada nama rawi dalam sanadnya atau penukaran suatu sanad untuk matan yang lain. maka kerjakanlah dia.

masih ada di antara hadits dhaif yang bisa dijadikan hujjah. Dari yang paling parah sampai yang mendekati shahih atau hasan.” Hadits di atas diriwayatkan oleh Musa bin Ali bin Rabah dengan sanad yang terdiri dari serentetan rawi-rawi yang dipercaya. asalkan bukan dalam perkara aqidah dan syariah (hukum halal haram). dan apa yang aku suruh kamu mengerjakannya. jika dibandingkan dengan hadits-hadits lain yang diriwayatkan oleh rawi-rawi yang juga dipercaya.darinya. ataupun keduanya. Level Kedhaifannya Tidak Parah Ternyata yang namanya hadits dhaif itu sangat banyak jenisnya dan banyak jenjangnya. Contoh : “Rasulullah bersabda : “Hari arafah dan hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan dan minum. maka para ulama hadits kelas berat semacam Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-Asqalani menyebutkan bahwa hadits dhaif boleh digunakan. Hadits yang level kedhaifannya tidak terlalu parah. maka kerjakanlah ia sesuai dengan kesanggupan kamu”. 7) Hadits Syadz Secara bahasa. 3. pada matan. Lawan dari hadits ini adalah hadits mahfuzh. Keganjilan itu bisa pada sanad. Maka menurut para ulama. Batasan yang diberikan para ulama. Kehujjahan hadits dhaif Khusus hadits dhaif. dan merupakan salah satu contoh hadits syadz pada matannya. Keganjilan hadits di atas terletak pada adanya ungkapan tersebut. maka jauhilah ia. Pada hadits-hadits lain tidak dijumpai ungkapan . namun matan hadits tersebut ternyata ganjil. boleh digunakan untuk . tapi hadits itu berlainan dengan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah rawi yang juga dipercaya. hadits syadz adalah hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang dipercaya. hadits ini berarti hadits ayng ganjil. dengan beberapa syarat: a. Haditsnya mengandung keganjilan dibandingkan dengan hadits-hadits lain yang kuat.

Maka tidak boleh hadits dha’if jadi pokok. ketika kita mengamalkan hadits dhaif itu. c. Tidak Boleh Meyakini Ke-Tsabitannya Maksudnya. kisah-kisah. Bagi mereka hadits dhaif itu sama sekali tidak akan dipakai untuk apa pun juga. ada juga pihak-pihak yang ngotot tetap tidak mau terima kalau hadits dhaif itu masih bisa ditolelir. Berada di bawah Nash Lain yang Shahih Maksudnya hadits yang dhaif itu kalau mau dijadikan sebagai dasar dalam fadhailul a'mal. ada tokoh seperti Al-Albani dan para pengikutnya. Sebab dibandingkan dengan mereka. Yahya bin Mu'in. tidak ada tempat buat hadits dhaif di hati mereka. AlImam Muslim. ternyata ada juga kalangan ulama yang tetap . Abu Bakar Al-Arabi. 2) Kalangan Yang Menerima Semua Hadits Dhaif Jangan salah. Di antara mereka terdapat nama Al-Imam Al-Bukhari. Ketika Mengamalkannya. Maka posisi kita bukan untuk menyalahkan atau menghina salah satu kelompok itu. nasehat atau peringatan. Ibnu Hazm dan lainnya. Semuanya adalah orang-orang besar dalam bidang ilmu hadits serta para spesialis. mereka itu bukan orang sembarangan. Tetapi yang kita lakukan adalah bahwa kita masih menduga atas kepastian datangnya informasi ini dari Rasulullah SAW. Pendeknya. Baik masalah keutamaan (fadhilah).Sikap Ulama Terhadap Hadits Dhaif : Sebenarnya kalau kita mau jujur dan objektif. sikap ulama terhadap hadits dhaif itu sangat beragam. 1) Kalangan Yang Menolak Mentah-mentah Hadits Dhaif Namun harus kita akui bahwa di sebagian kalangan. Dan menariknya. Di zaman sekarang ini. Apalagi kalau sampai masalah hukum dan aqidah. tetapi dia harus berada di bawah nash yang sudah shahih. b. .perkara fadahilul a'mal (keutamaan amal). kita tidak boleh meyakini 100% bahwa ini merupakan sabda Rasululah SAW atau perbuatan beliau. kita ini bukan apa-apanya dalam konstalasi para ulama hadits. Setidaknya kami mencatat ada tiga kelompok besar dengan pandangan dan hujjah mereka masing-masing. Bahkan hadits lainnya itu harus shahih. harus didampingi dengan hadits lainnya.

adalah: • Hadits dhaif itu tidak terlalu parah kedhaifanya. atau parah kerancuan hafalannya tetap tidak bisa diterima. 'Bila kami meriwayatkan hadits masalah halal dan haram. sebagaimana diwakili oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dan juga Al-Imam An-Nawawi rahimahumalah. kami ketatkan. • Hadits itu punya asal yang menaungi di bawahnya • Hadits itu hanya seputar masalah nasehat. atau anjuran amal tambahan. kisah-kisah. sedhai'f-dha'if-nya suatu hadits. Mazhab ini banyak dianut saat ini antara lain di Saudi Arabia. Selain itu juga ada nama AlImam Abu Daud. asal bukan hadits palsu (maudhu'). Kami ini bukan berada dalam posisi untuk mengkritisi salah satunya." 3) Kalangan Menengah Mereka adalah kalangan yang masih mau menerima sebagian dari hadits yang terbilang dhaif dengan syarat-syarat tertentu.menerima semua hadits dhaif. Mereka adalah kalangan yang boleh dibilang mau menerima secara bulat setiap hadits dhaif. Sebab beda maqam dan beda posisi. Mereka adalah kebanyakan ulama. • Ketika mengamalkannya jangan disertai keyakinan atas tsubut-nya hadits itu. Bukan dalam masalah aqidah dan sifat Allah. . jelas bukan pendapat kami. para imam mazhab yang empat serta para ulama salaf dan khalaf. Syarat-syarat yang mereka ajukan untuk menerima hadits dhaif antara lain. Di antara para ulama yang sering disebut-sebut termasuk dalam kelompok ini antara lain Al-Imam Ahmad bin Hanbal. Bagi mereka. tetap saja lebih tinggi derajatnya dari akal manusia dan logika. Tapi bila meriwayatkan masalah fadhilah dan sejenisnya. Ibnul Mubarok dan yang lainnya. Sedangkan hadits dha'if yang perawinya sampai ke tingkat pendusta. Al-Imam As-Suyuthi mengatakan bawa mereka berkata. kami longgarkan. juga bukan masalah hukum. Semua keterangan di atas. Ibnul Mahdi. Semua itu adalah pendapat para ulama pakar ilmu hadits. pendiri mazhab Hanbali. atau tertuduh sebagai pendusta. melainkan hanya sekedar berhati-hati.

Yûsuf [12]: 21) Meskipun ada sebagian kaum muslimin mengingkari Qur’an dan Hadits ( terlebih hadits dhaif ).guhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Menunjukkan betapa maha kuasanya Allah dalam memberikan kepahaman terhadap hamba-hambanya. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. dapat kita petik kesimpulan bahwa kajian ke-islaman itu sangatlah luas."(QS Yunus 36). Sesung. maka itulah yang perlu kita luruskan bersama. Penutup 1. “Demi masa.” (QS. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. َ ُ َْ َ َ ِ ّ َ َ َ ّ ‫َ ّ َ ِ ٌ ََ َ ْ ِ ِ ََ ك‬ ‫وال غالب على أمره ولـ ِن أكْثر الناس ل يعلمون‬ “Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nesehat-menasehati supaya menetapi .IV. Kesimpulan Pada materi hadits dhaif ini. Karena sesungguhnya Allah SWT. berfirman : "(Dan) kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka.

serta mampu menganalisis berbagai peristiwa dengan benar. baik dari segi rawinya ( orang yang meriwayatkan ). tentu akan membuat aqliyah kita menjadi semakin terpacu untuk berpikir dan menggali pengetahuan secara lebih mendalam serta dilandasi nafsiyah ( sikap ) keimanan dan ketakwaan yang mantap. Karena itu. tetapi apa yang diomongkan berbeda dengan apa yang dilakukan. sanad. ‘aqliyyah islâmiyyah saja tidak cukup. Setiap Muslim diperintahkan untuk memiliki kepribadian Islam (syakhshiyah islâmiyah). Namun. Pengertian Hadist Pengertian Hadist secara literal berarti perkataan atau percakapan. Melalui ‘aqliyyah islâmiyyah seorang Muslim juga akan memiliki kesadaran dan pemikiran yang matang. karena gugurnya rawi dan atau karena cacat pada rawi atau matan semakin memudahkan kita untuk mengetahui sebab-sebab mengapa hadits-hadits menjadi dhaif. termotivasi untuk terus mencari dan mengamalkannya karena pembahasan dalam makalah ini hanyalah berisi sebagian kecilnya saja. Dengan mengetahui Ilmu Hadits ( di sini lebih dikhususkan hadits dhaif ). dan peristiwa sesuai dengan hukum-hukum syariah. Tidak jarang. perbuatan. Dalam terminologi Islam perkataan dimaksud adalah perkataan dari Nabi Muhammad SAW. Namun sering kali kata ini mengalami perluasan makna sehingga . kepribadian Islam tidak cukup dengan ‘aqliyyah islâmiyyah melainkan harus dipadukan dengan nafsiyyah . Kepribadian Islam itu mencakup cara berpikir islami (’aqliyyah islâmiyyah) dan pola sikap islami (nafsiyyah islâmiyah).kebenaran”.(TQS Al-‘Ashr [103] : 1-3) Terbaginya hadits dhaif dalam dua bagian. mampu menyatakan ungkapan yang kuat dan tepat. maupun matannya. Banyak ilmu saja tidak cukup. pandai berdebat tentang dalil. orang pintar bicara. Dengan ‘aqliyyah islâmiyyah seseorang dapat mengeluarkan keputusan hukum tentang benda. Dia dapat mengetahui mana yang halal dan mana yang haram serta mana yang terpuji dan mana yang tercela berdasarkan syariah Islam.

mauquf (terhenti) dan maqtu' : Hadits Marfu' adalah hadits yang sanadnya berujung langsung pada Nabi Muhammad SAW (contoh:hadits sebelumnya).. Ibnu Abbas dan Ibnu AlZubair mengatakan: "Kakek adalah (diperlakukan seperti) ayah". jika sedang bersama rasulullah" maka derajat hadits tersebut tidak lagi mauquf melainkan setara dengan marfu'. Hadits Maqtu' adalah hadits yang sanadnya berujung pada para Tabi'in (penerus). Dari contoh sebelumnya maka matan hadits bersangkutan ialah: "Tidak beriman diantara kamu sekalian hingga kamu mencintai saudaramu seperti kamu mencintai dirimu sendiri" Berdasarkan ujung sanad. Hadits sebagai sumber hukum dalam agama Islam memiliki kedudukan kedua pada tingkatan sumber hukum dibawah Al Qur'an. Contoh: Al Bukhari dalam kitab Al-Fara'id (hukum waris) menyampaikan bahwa Abu Bakar."... hal ini dijelaskan lebih jauh pada klasifikasi hadits.. contoh: Musaddad mengabari bahwa Yahyaa sebagaimana diberitakan oleh Shu'bah. hadits dibagi menjadi 3 golongan yakni marfu' (terangkat). Namun jika ekspresi yang digunakan sahabat seperti "Kami diperintahkan.". "Kami terbiasa. Contoh hadits ini adalah: Imam Muslim meriwayatkan dalam pembukaan sahihnya bahwa Ibnu Sirin mengatakan: "Pengetahuan ini (hadits) adalah agama. "Kami dilarang untuk.. Jika diambil dari contoh sebelumnya maka sanad hadits bersangkutan adalah Al-Bukhari > Musaddad > Yahyaa > Shu’bah > Qataadah > Anas > Nabi Muhammad SAW Sebuah hadits dapat memiliki beberapa sanad dengan jumlah penutur/perawi bervariasi dalam lapisan sanadnya. ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama. Secara struktur hadits terdiri atas dua komponen utama yakni sanad/isnad (rantai penutur) dan matan (redaksi). Signifikansi jumlah sanad dan penutur dalam tiap thaqabah sanad akan menentukan derajat hadits tersebut. Sanad terdiri atas seluruh penutur mulai dari orang yang mencatat hadits tersebut dalam bukunya (kitab hadits) hingga mencapai Rasulullah. Matan ialah redaksi dari hadits. Hadits Mauquf adalah hadits yang sanadnya terhenti pada para sahabat nabi tanpa ada tanda-tanda baik secara perkataan maupun perbuatan yang menunjukkan derajat marfu'. maka berhati-hatilah kamu darimana kamu mengambil agamamu". perbuatan.disinonimkan dengan sunnah sehingga berarti segala perkataan (sabda). . lapisan dalam sanad disebut dengan thaqabah. dari Qatadah dari Anas dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda:"Tidak beriman diantara kamu sekalian hingga kamu mencintai saudaramu seperti kamu mencintai dirimu sendiri" (Hadits riwayat Bukhari) Sanad ialah rantai penutur/perawi (periwayat) hadits.

Hadits Mu'allaq bila sanad terputus pada penutur 4 hingga penutur 1 (Contoh: "Seorang pencatat hadits mengatakan. Ilustrasi sanad : Pencatat Hadits > penutur 4> penutur 3 > penutur 2 (tabi'in) > penutur 1(Para sahabat) > Rasulullah SAW Hadits Musnad. Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah sanad minimum hadits mutawatir (sebagian menetapkan 20 dan 40 orang pada tiap lapisan sanad). Yakni urutan penutur memungkinkan terjadinya transfer hadits berdasarkan waktu dan kondisi. Mu'dal dan Mursal. Jadi hadits mutawatir memiliki beberapa sanad dan jumlah penutur pada tiap lapisan (thaqabah) berimbang. Namun klasifikasi ini tetap sangat penting mengingat klasifikasi ini membedakan ucapan dan tindakan Rasulullah SAW dari ucapan para sahabat maupun tabi'in dimana hal ini sangat membantu dalam area perdebatan dalam fikih (Suhaib Hasan. Science of Hadits). adalah hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad dan tidak terdapat kemungkinan bahwa mereka semua sepakat untuk berdusta bersama akan hal itu. Berdasarkan jumlah penutur adalah jumlah penutur dalam tiap tingkatan dari sanad." tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah). Bila sanad putus pada salah satu penutur yakni penutur 4 atau 3 Hadits Mu'dal bila sanad terputus pada dua generasi penutur berturut-turut.. sebuah hadits tergolong musnad apabila urutan sanad yang dimiliki hadits tersebut tidak terpotong pada bagian tertentu. Munqati'. Hadits mutawatir sendiri dapat dibedakan antara dua jenis yakni mutawatir lafzhy (redaksional sama pada tiap riwayat) dan ma'nawy (pada redaksional terdapat perbedaan namun makna sama pada tiap riwayat). telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan.Keaslian hadits yang terbagi atas golongan ini sangat bergantung pada beberapa faktor lain seperti keadaan rantai sanad maupun penuturnya. . atau ketersediaan beberapa jalur berbeda yang menjadi sanad hadits tersebut. Keutuhan rantai sanad maksudnya ialah setiap penutur pada tiap tingkatan dimungkinkan secara waktu dan kondisi untuk mendengar dari penutur diatasnya. hadits terbagi menjadi beberapa golongan yakni Musnad.. Hadits mutawatir.. Bila penutur 1 tidak dijumpai atau dengan kata lain seorang tabi'in menisbatkan langsung kepada Rasulullah SAW (contoh: seorang tabi'in (penutur2) mengatakan "Rasulullah berkata" tanpa ia menjelaskan adanya sahabat yang menuturkan kepadanya). Berdasarkan klasifikasi ini hadits dibagi atas hadits Mutawatir dan hadits Ahad. Mu'allaq. Berdasarkan keutuhan rantai/lapisan sanad. Hadits Munqati'. Hadits Mursal.

dan kuat ingatannya. Hadits ahad kemudian dibedakan atas tiga jenis antara lain : Gharib. Hadits Mungkar. memiliki sifat istiqomah. berakhlak baik. Adapun beberapa jenis hadits lainnya yang tidak disebutkan dari klasifikasi di atas antara lain: Hadits Matruk. yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yang lemah yang bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang terpercaya/jujur. Matannya tidak mengandung kejanggalan/bertentangan(syadz) serta tidak ada sebab tersembunyi atau tidak nyata yg mencacatkan hadits. serta matannya tidak syadz serta cacat. bila hanya terdapat satu jalur sanad (pada salah satu lapisan terdapat hanya satu penutur. yang berarti hadits yang ditinggalkan yaitu Hadits yang hanya dirwayatkan oleh seorang perawi saja dan perawi itu dituduh berdusta. artinya hadits yang dinilai sakit atau cacat yaitu hadits yang didalamnya terdapat cacat yang tersembunyi. Aziz. da'if dan maudu' Hadits Shahih. Tingkatan hadits pada klasifikasi ini terbagi menjadi 4 tingkat yakni shahih. bila hadits dicurigai palsu atau buatan karena dalam sanadnya dijumpai penutur yang memiliki kemungkinan berdusta.Background Hadits ahad. Mashur. ialah hadits yang sanadnya tidak bersambung (dapat berupa mursal. tidak fasik. bila terdapat lebih dari dua jalur sanad (tiga atau lebih penutur pada salah satu lapisan) namun tidak mencapai derajat mutawatir. meski pada lapisan lain terdapat banyak penutur). bila hadits yg tersebut sanadnya bersambung. bila terdapat dua jalur sanad (dua penutur pada salah satu lapisan). Menurut Ibnu Hajar Al Atsqalani . Hadits Maudu'. Hadits Dhaif (lemah). Hadits Hasan. mu’allaq. Hadits Mu'allal. diriwayatkan oleh rawi yg adil namun tidak sempurna ingatannya. yakni tingkatan tertinggi penerimaan pada suatu hadits. Berdasarkan tingkat keaslian hadits adalah klasifikasi yang paling penting dan merupakan kesimpulan terhadap tingkat penerimaan atau penolakan terhadap hadits tersebut. Diriwayatkan oleh penutur/perawi yg adil. munqati’ atau mu’dal)dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil atau tidak kuat ingatannya. mudallas. hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang namun tidak mencapai tingkatan mutawatir. mengandung kejanggalan atau cacat. terjaga muruah (kehormatan)nya. Hadits shahih memenuhi persyaratan sebagai berikut: Sanadnya bersambung. hasan.

disusun oleh Ibnu Majah (209-273).bahwa hadis Mu'allal ialah hadits yang nampaknya baik tetapi setelah diselidiki ternyata ada cacatnya. disusun oleh At-Turmudzi (209-279 H) Sunan an-Nasa'i. Hadits Mudraj. Hadits yang jarang yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi orang yang terpercaya yang bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan dari perawi-perawi yang lain. artinya hadits yang kacau yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi dari beberapa sanad dengan matan (isi) kacau atau tidaksama dan kontradiksi dengan yang dikompromikan. Jadi Hadits Mudallas ini ialah hadits yang ditutup-tutupi kelemahan sanadnya Periwayat Hadits Periwayat Hadits yang diterima oleh Muslim Sunni Aturan-aturan Hadits dari Sunni mendapatkan bentuk terakhirnya kurang lebih 3 abad setelah meninggalnya Nabi Muhammad. . Hadits Maqlub. Hadits Munqalib. yaitu hadits yang mengalami penambahan isi oleh perawinya. ada pula yang memasukkan Musnad dari Ahmad bin Hanbal sebagai bagian dari aturan tersebut. Hadits Syadz. disusun oleh an-Nasa'i (215-303 H) Sunan Ibnu Majah. Hadits Mudallas. yakni hadits yang terbalik yaitu hadits yang diriwayatkan ileh perawi yang dalamnya tertukar dengan mendahulukan yang belakang atau sebaliknya baik berupa sanad (silsilah) maupun matan (isi). Ada beberapa perdebatan yang terjadi apakah anggota ke-6 dari aturan ini seharusnya Ibnu Majah atau Muwatta' dari Imam Malik. Yaitu Hadits yang diriwayatkan oleh melalui sanad yang memberikan kesan seolaholah tidak ada cacatnya. Aturan-aturan ini. disebut juga hadits yang disembunyikan cacatnya. yaitu hadits yang terbalik sebagian lafalnya hingga pengertiannya berubah. Shahih Bukhari dan Shahih Muslim biasanya dianggap yang paling dipercaya dari koleksi ini. Hadits ini biasa juga disebut Hadits Ma'lul (yang dicacati) dan disebut Hadits Mu'tal (Hadits sakit atau cacat). disusun oleh Muslim (204-262 H) Sunan Abu Daud. disusun oleh Bukhari (194-256 H) Shahih Muslim. Selain itu. Hadits Mudlthorib. disusun oleh Abu Dawud (202-275 H) Sunan at-Turmudzi. baik dalam sanad atau pada gurunya. Ilmuwan hadits yang kemudian memperdebatkan keotentikan beberapa hadits tetapi otoritas dari buku-buku tersebut meningkat dengan pesat. termasuk: Shahih Bukhari. ada yang menyatakan dengan Koleksi Enam Hadits utama ada pula dengan Koleksi Tujuh Hadits Utama. padahal sebenarnya ada.

terdapat beberapa istilah yang dijumpai pada ilmu hadits antara lain: Muttafaq 'Alaih (disepakati atasnya) yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sumber sahabat yang sama. Imam Muslim dan Ibnu Majah. Klasifikasi Hadits berdasarkan pada Kuat Lemahnya Berita Berdasarkan pada kuat lemahnya hadits tersebut dapat dibagi menjadi 2 (dua). Syi'ah tidak menggunakan hadits yang berasal atau diriwayatkan oleh mereka yang menurut kaum syi'ah diklaim memusuhi Ali. Hadits yang diterima terbagi menjadi dua. Ada beberapa sekte dalam Syi'ah. Imam Bukhari. yang melawan Ali pada Perang Jamal. Imam Bukhari. Imam Muslim. yaitu hadits yang shahih dan hasan. istri Muhammad saw. Sedangkan yang tertolak disebut juga dengan dhaif. Imam Turmudzi. Imam Bukhari dan Imam Muslim. Imam Abu Daud. Hadits Yang Diterima (Maqbul) . atau oleh pemeluk Islam awal yang memihak Ali bin Abi Thalib. Al Arba'ah maksudnya empat perawi yaitu mereka yang tersebut di atas selain Ahmad. dikenal dengan Hadits Bukhari dan Muslim. As Sittah maksudnya enam perawi yakni mereka yang tersebut diatas selain Ahmad bin Hambal. tetapi sebagian besar menggunakan: Usul al-Kafi Al-Istibsaar Al-Tahzeeb Mun La Yah DuruHu al-Faqeeh Kitab-kitab Hadits Beberapa kitab hadits yang masyhur/populer antara lain: Riyadhus Shalihin Shahih Bukhari Shahih Muslim Beberapa istilah dalam ilmu hadits Berdasarkan siapa yang meriwayatkan. As Sab'ah berarti tujuh perawi yaitu: Imam Ahmad. seperti Aisyah. Al Khamsah maksudnya lima perawi yaitu mereka yang tersebut diatas selain Imam Bukhari dan Imam Muslim. Imam Nasa'i dan Imam Ibnu Majah. yaitu hadits maqbul (diterima) dan mardud (tertolak).Periwayat Hadits yang diterima oleh Muslim Syi'ah Muslim Syi'ah hanya mempercayai hadits yang diriwayatkan oleh keturunan Muhammad saw. melalui Fatimah az-Zahra. 1. Ats tsalatsah maksudnya tiga perawi yaitu mereka yang tersebut di atas selain Ahmad.

Hadits Hasan 1. artinya seorang rawi selalu memelihara ketaatan dan menjauhi perbuatan maksiat. 1. Dalam kitab Muqaddimah At-Thariqah Al-Muhammadiyah disebutkan bahwa definisi hadits shahih itu adalah: Hadits yang lafadznya selamat dari keburukan susunan dan maknanya selamat dari menyalahi ayat Quran. 1. Definisi: Menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Nukhbatul Fikar. tiap-tiap rawi dapat saling bertemu dan menerima langsung dari yang memberi hadits. artinya ingatan seorang rawi harus lebih banyak daripada lupanya dan kebenarannya harus lebih banyak daripada kesalahannya. 1. 2. 2. Sedangkansecara istilah. 1.Hadits yang diterima dibagi menjadi 2 (dua): 1. artinya tidak ada pertentangan antara suatu hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang maqbul dengan hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang lebih rajin daripadanya. Syarat-Syarat Hadits Shahih: Untuk bisa dikatakan sebagai hadits shahih. menjauhi dosa-dosa kecil. yang dimaksud dengan hadits shahih adalah adalah: Hadits yang dinukil (diriwayatkan) oleh rawi yang adil. sempurna ingatan. 1. Hasan adalah sifat yang bermakna indah.1. sanadnya bersambung-sambung. menguasai apa yang diriwayatkan.2. tidak ber’illat dan tidak janggal. memahami maksudnya dan maknanya Sanadnya tiada putus (bersambung-sambung) artinya sanad yang selamat dari keguguran atau dengan kata lain. maka sebuah hadits haruslah memenuhi kriteria berikut ini: • • • • • Rawinya bersifat adil. para ulama mempunyai pendapat tersendiri seperti yang disebutkan berikut ini: . Definisi Secara bahasa. dan tidak mengikuti pendapat salah satu mazhab yang bertentangan dengan dasar syara’ Sempurna ingatan (dhabith). Hadits Shahih 1. Hadits itu tidak ber’illat (penyakit yang samar-samar yang dapat menodai keshahihan suatu hadits) Tidak janggal. tidak melakukan perkara mubah yang dapat menggugurkan iman. 1.

Yang dimaksud dengan makhraj adalah dikenal tempat di mana dia meriwayatkan hadits itu. Di antara contoh hadits ini adalah: ‫لول أن أشق على أمتي لمرتهم بالسواك عند كل صلة‬ Seandainya aku tidak memberatkan umatku. yang musnad jalan datangnya sampai kepada nabi SAW dan yang tidak cacat dan tidak punya keganjilan. Klasifikasi Hadits Hasan Hasan Lidzatih Yaitu hadits hasan yang telah memenuhi syarat-syaratnya. yang muttashil (bersambung-sambung sanadnya). terkenal makhrajnya dan dikenal para perawinya. Jumhur ulama: Hadits yang dinukilkan oleh seorang yang adil (tapi) tidak begitu kuat ingatannya.2. tiada terdapat kejanggalan pada matannya dan hadits itu diriwayatkan tidak dari satu jurusan (mempunyai banyak jalan) yang sepadan maknanya. Al-Khattabi menyebutkan tentang pengertian hadits hasan: Hadits yang orang-orangnya dikenal. Seperti Qatadah buat penduduk Bashrah.Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Nukhbatul Fikar menuliskan tentang definisi hadits Hasan: Hadits yang dinukilkan oleh orang yang adil.2. Atau hadits yang bersambung-sambung sanadnya dengan orang yang adil yang kurang kuat hafalannya dan tidak terdapat padanya sydzudz dan illat. At-Tirmizy dalam Al-Ilal menyebutkan tentang pengertian hadits hasan: Hadits yang selamat dari syuadzudz dan dari orang yang tertuduh dusta dan diriwayatkan seperti itu dalam banyak jalan. 1. Abu Ishaq as-Suba'i dalam kalangan ulama Kufah dan Atha' bagi penduduk kalangan Makkah. bersambung-sambung sanadnya dan tidak terdapat ‘illat serta kejanggalan matannya. Maka bisa disimpulkan bahwa hadits hasan adalah hadits yang pada sanadnya tiada terdapat orang yang tertuduh dusta. maka pasti aku perintahkan untuk menggosok gigi setiap waktu shalat . yang kurang kuat ingatannya.

bukan pelupa yang banyak salahnya. maka derajatnya naik sedikit menjadi hasan li ghairihi. atau dengan ada beberapa sanad lain. Karena kekurangan yang terdapat pada sanad pertama." Maka nabi SAW pun membolehkannya. *** 2. Hadits Hasan Naik Derajat Menjadi Shahih Bila sebuah hadits hasan li dzatihi diriwayatkan lagi dari jalan yang lain yang kuat keadaannya. sekarang kita bicara tentang kelompok yang kedua.Hadits Hasan lighairih Yaitu hadits hasan yang sanadnya tidak sepi dari seorang mastur (tak nyata keahliannya). hadits hasan li ghairihi ini asalnya adalah hadits dhaif (lemah). Ringkasnya. Andaikata tidak ada 'Adhid. Sebenarnya hadits palsu bukan termasuk hadits. tidak tampak adanya sebab yang menjadikan fasik dan matan haditsnya adalah baik berdasarkan periwayatan yang semisal dan semakna dari sesuatu segi yang lain. hanya sebagian orang yang bodoh dan awam . Di antara contoh hadits ini adalah hadits tentang Nabi SAW membolehkan wanita menerima mahar berupa sepasang sandal: ‫" أرضيت من نفسك ومالك بنعلين؟ قالت: نعم، فأجاز‬Apakah kamu rela menyerahkan diri dan hartamu dengan hanya sepasang sandal ini?" Perempuan itu menjawab. maka posisi hadits ini menjadi hasan li ghairihi. "Ya. naiklah dia dari derajat hasan li dzatihi kepada derajat shahih. maka kedudukannya dhaif. Kedudukan Hadits Hasan adalah berdasarkan tinggi rendahnya ketsiqahan dan keadilan para rawinya. As-Suyuti mengatakan bahwa 'Ashim ini dhaif lantaran lemah hafalannya. Hadits yang tertolak adalah hadits yang dhaif dan juga hadits palsu. Hadits ini asalnya dhaif (lemah). Hadits Mardud (Tertolak) Setelah kita bicara hadits maqbul yang di dalamnya adahadits shahih dan hasan. Namun karena ada jalur lain yang lebih kuat. yaitu hadits yang tertolak. karena diriwayatkan oleh Turmuzy dari 'Ashim bin Ubaidillah dari Abdullah bin Amr. namun karena ada ada mu'adhdhid. yang paling tinggi kedudukannya ialah yang bersanad ahsanu’l-asanid. Hadits Shahih dan Hadits Hasan ini diterima oleh para ulama untuk menetapkan hukum (Hadits Makbul). yaitu kurang kuat hafalan perawinya telah hilang dengan ada sanad yang lain yang lebih kuat.

Penyebab Tertolak Ada beberapa alasan yang menyebabkan tertolaknya Hadits Dhaif.2.1 Adanya Kekurangan pada Perawinya Baik tentang keadilan maupun hafalannya. Karena Sanadnya Tidak Bersambung • • • • Kalau yang digugurkan sanad pertama disebut hadits mu’allaq Kalau yang digugurkan sanad terakhir (sahabat) disebut hadits mursal Kalau yang digugurkan itu dua orang rawi atau lebih berturut-turut disebut hadits mu’dlal Jika tidak berturut-turut disebut hadits munqathi’ 2. hanya saja karena satu sebab tertentu. 2. Hadits Dhaif yang disebabkan suatu sifat pada matan ialah hadits Mauquf dan Maqthu’ Oleh karenanya para ulama melarang menyampaikan hadits dhaif tanpa menjelaskan sanadnya. Adapun kalau dengan sanadnya. yaitu banyak salah lengah dalam menghafal Banyak waham (prasangka) disebut hadits mu’allal Menyalahi riwayat orang kepercayaan Tidak diketahui identitasnya (hadits Mubham) Penganut Bid’ah (hadits mardud) Tidak baik hafalannya (hadits syadz dan mukhtalith) 2. Sedangkan hadits dhaif memang benar sebuah hadits. hadis dhaif menjadi tertolak untuk dijadikan landasan aqidah dan syariah. mereka tidak mengingkarinya . 2. misalnya karena: • • • • • • • • Dusta (hadits maudlu) Tertuduh dusta (hadits matruk) Fasik. yaitu: 2.1 Definisi: Hadits Dhaif yaitu hadits yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat hadits Shahih atau hadits Hasan.2.2. Karena Matan (Isi Teks) Yang Bermasalah Selain karena dua hal di atas. 3. kedhaifan suatu hadits bisa juga terjadi karena kelemahan pada matan. 2. Hadits Dhaif merupakan hadits Mardud yaitu hadits yang tidak diterima oleh para ulama hadits untuk dijadikan dasar hukum.yang memasukkannya ke dalam hadits.2.

Tidak boleh siapapun dengan tujuan apapun menyandarkan suatu hal kepada Rasulullah SAW. hukum thalaq dan lain-lain. yang sering diistilahkan dengan fadhailul a'mal. Kitab shahih karya mereka masing-masing adalah kitab tershahih kedua dan ketiga di permukaan muka bumi setelah Al-Quran Al-Kariem. Hukum Mengamalkan Hadits Dhaif Segenap ulama sepakat bahwa hadits yang lemah sanadnya (dhaif) untuk masalah aqidah dan hukum halal dan haram adalah terlarang. maka orang itu salah seorang pendusta. Tetapi mereka berselisih faham tentang mempergunakan hadits dha'if untuk menerangkan keutamaan amal. tetap harus didasari dengan hadits yang kuat. yaitu untuk targhib atau memberi semangat menggembirakan pelakunya atau tarhib (menakutkan pelanggarnya). (HR Bukhari Muslim) Sedangkan Al-Imam An-Nawawi rahimahulah di dalam kitab Al-Adzkar mengatakan bahwa para ulama hadits dan para fuqaha membolehkan kita mempergunakan hadits yang dhaif untuk memberikan targhib atau tarhib dalam beramal. Banyak yang menyangka bahwa maksud pernyataan Imam An-Nawawi itu membolehkan kita memakai hadits dhaif untuk menetapkan suatu amal yang hukumnya sunnah. Demikian juga dengan hukum jual beli. sementara derajat periwayatannya lemah. melainkan kita boleh menggunakan hadits dha'if untuk menggambarkan bahwa suatu amal itu berpahala besar. Padahal yang benar adalah masalah keutamaan suatu amal ibadah. selama hadits itu belum sampai kepada derajat maudhu' (palsu). Sedangkan setiap amal sunnah. hukum akad nikah. Namun pernyataan beliau ini seringkali dipahami secara salah kaprah.3. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim menetapkan bahwa bila hadits dha'if tidak bisa digunakan meski hanya untuk masalah keutamaan amal.2. Senjata utama mereka yang paling sering dinampakkan adalah hadits dari Rasulullah SAW: Siapa yang menceritakan sesuatu hal dari padaku padahal dia tahu bahwa hadits itu bukan haditsku. Imam Al-Bukhari dan Muslim memang menjadi maskot masalah keshahihan suatu riwayat hadits. Demikian juga para pengikut Daud Azh-Zhahiri serta Abu Bakar Ibnul Arabi Al-Maliki. Ketegasan sikap kalangan ini berangkat dari karakter dan peran mereka sebagai orang-orang yang berkonsentrasi pada keshahihan suatu hadits. . Jadi kita tetap tidak boleh menetapkan sebuah ibadah yang bersifat sunnah hanya dengan menggunakan hadits yang dhaif.

3. atau tertuduh sebagai pendusta atau yang terlalu sering keliru. ‫اذا كان سبب الطعن فى الروى هو الكذ ب على رسول ال فحد يثه يسمى الموضع‬ . tidak boleh diyakini bahwa semangat itu datangnya dari nabi SAW. 2009 pukul 12:50 pm · Disimpan dalam Ilmu Hadits Oleh: Dede KS. antara lain: 1. Ketika seseorang mengamalkan sebuah amalan yang disemangati dengan hadits lemah. dilihat dari sudut apakah hadits itu bisa diterima ataukah hadits itu tertolak. Sedangkan ‫ موضع‬merupakan derivasi dari kata – ‫وضع‬ ‫ يضع – وضعا‬yang secara bahasa berarti menyimpan. Dr. mengada-ngada atau membuat-buat. Sedangkan sebuah amal yang tidak punya dasar sama sekali tidak boleh dilakkan hanya berdasarkan hadits yang lemah. Perawi yang telah dicap sebagai pendusta. selain itu hadits pun berarti ‫ . الخبر‬berita. Demikian sekelumit informasi singkat tentang pembagian hadits. Wallahu a'lam bishshawab. Sebab derajat haditsnya sudah sangat parah kelemahannya. diperbincangkan. Pengertian Hadits Maudhu ‫ الحديث‬secara bahasa berarti ‫ . maka ada beberapa syarat yang juga harus terpenuhi. Haliman A. Mahmud Thahan didalam kitabnya mengatakan. Adapun pengertian hadits maudhu’ (hadits palsu) secara istilah ialah: ‫ما نسب الى رسول ال صلى ال عليه و السلم إختلفا و كذبا مما لم يقله أويقره‬ ّ Apa-apa yang disandarkan kepada Rasulullah secara dibuat-buat dan dusta. Yaitu sesuatu yang diberitakan.الجديد‬yaitu sesuatu yang baru. 2. padahal beliau tidak mengatakan dan memperbuatnya. Agar kita terhindar dari menyandarkan suatu hal kepada Rasulullah SAW sementara beliau tidak pernah menyatakan hal itu. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Derajat kelemahan hadits itu tidak terlalu parah. kalau pun sebuah hadits itu boleh digunakan untuk memberi semangat dalam beramal. Lc Januari 25. Mustafa Azmi. dan dipindahkan dari seseorang kepada orang yang lain.Lagi pula. Perbuatan amal itu masih termasuk di bawah suatu dasar yang umum. maka haditsnya tidak bisa dipakai. Ahmad Sarwat.

Dan data menunjukan sepanjang masa Rasulullah Saw.Apabila sebab keadaan cacatnya rowi dia berdusta terhadap Rasulullah. Jibril datang memberikan buah Safarjalah dari surga. tidak tercantum didalam kitab-kitab standar yang berkaitan dengan Asbabul Wurud. Kaum Syafi’i mengatakan “saya tidak melihat suatu kaum yang lebih berani berdusta selain kaum Rafidhah”. Disamping mereka membuat hadits-hadits palsu untuk memuji golongan mereka sendiri. beliau beralasan dengan sebuah hadits yang matannya ‫. Mereka membuat hadits-hadits palsu tentang keutamaan Ali bin Abi Thalib dan Ahlul Bait. telah terjadi pemalsuan hadits. bahkan mereka pun menciptakan hadits tentang keutamaan Fatimah. Untuk merusak dan mengeruhkan agama Islam . mereka pun membuat hadits-hadits untuk menyerang golongan yang lain. Misalkan mereka membuat hadits untuk menjelek-jelekan Muawiyah sebagai berikut: ‫ااذا رايتم معاوية على منبرى فاقتله‬ “Apabila kamu melihat Muawiyah berada diatas mimbarku. bahwa hadits telah mengalami pemalsuan sejak jaman khalifah Ali bin Abi Thalib. Diantara pendapat-pendapat yang ada sebagai berikut: a. Kemudian sayyidah Khodijah menghubungkan buah tersebut dengan Fatimah. Sebelum terjadi pertentangan antara Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah bin Abu Sufyan. bahwa hadits palsu terjadi sejak jaman Rasulullah Saw. Golongan Syiah yang paling banyak menciptakan hadits palsu ialah Syiah Rafidhah. beliau lalu mencium Fatimah” Kepalsuan hadits ini sangat jelas sekali. Menurut Ahmad Amin. Karena itu apabila Rasulullah rindu akan bau-bauan surga. Mempertahankan ideologi partai (golongan)nya sendiri dan menyerang golongan yang lain.Mudatsir didalam bukunya Ilmu Hadits. b. Akan tetapi pendapat ini kurang disetujui oleh H. Menurut jumhur muhadditsin. selain itu pemalsuan hadits dijaman Rasulullah Saw. kemudian Khawarij. dengan alasan Ahmad Amin tidak mempunyai alasan secara histories. Motif-motif yang mendorong pembuatan hadits maudhu’ Ada banyak hal yang mendorong seseorang untuk membuat hadits palsu (maudhu’). sebab Khodijah telah meninggal sebelum peristiwa Isra. tidak pernah ada seorang sahabatpun yang sengaja berbuat dusta kepadanya. maka bunuhlah dia” a. من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار‬ ّ ّ ّ ّ Menurutnya hadits tersebut menggambarkan kemungkinan pada zaman Rasulullah Saw. Misalkan hadits yang mereka buat sebagai berikut: ‫لما اسرى النبي اتاه جبريل بسفرجلة من الجنة قاكلها فعلقت السيدة خديجة بقاطمة فكان اذاشتاق الى رائحة‬ ‫الجنة شم فاطمة‬ “Ketika Nabi diisra’kan. Pertentangan politik kekhilafahan yang timbul sejak akhir kekhalifahan Usman bin Affan dan awal kekhalifahan Ali bin Abi Thalib bisa dikatakan sebagai sebab munculnya golongan-golongan yang saling menyerang dengan pembuatan hadits-hadits palsu. Misal munculnya Syiah. yaitu diantaranya: a. Sejarah Perkembangan Hadits Palsu Para ahli berbeda pendapat dalam menentukan kapan mulai terjadinya pemalsuan hadits. ( Taysiru Musthalahu Alhadits:89) Dan pengertiannya secara istilah beliau mengatakan ‫هو الكذب المختلق المنصوع المنسوب الى رسول ال صلى ال عليه والسلم‬ Hadits yang dibuat oleh seorang pendusta yang dibangsakan kepada Rasulullah ( Taysiru Musthalahu Alhadits:89) B. C. maka haditsnya dinamakan maudhu’. hadits masih bisa dikatakan selamat dari pemalsuan.

yang paling menggetarkan umatku daripada iblis” a. Dan apabila reda maka Dia menurunkan wahyu dalam bahasa Parsi” Kemudian golongan yang tersinggung membalas dengan membuat hadits yang palsu pula. masa tuanya berjuta-juta tahun dan Allah menempatkan mereka disuatu istana yang terbuat dari mutiara putih. Mereka merasa sakit hati melihat orang-orang berbondong-bondong masuk Islam. akhlaq. Mereka yang menganggap tidak syah shalat dengan mengangkat tangan dikala shalat. membuat hadits palsu: ‫من رفع يديه في الصلة قل صلة له‬ “Barangsiapa yang mengangkat kedua tangannya dalam shalat maka tidaklah sah shalatnya” Dan masih banyak lagi motiv-motiv seseorang membuat hadits palsu. diantaranya dengan motiv untuk mencari muka dihadapan penguasa. Mereka yang ta’asub (fanatik) kepada bangsa dan bahasa parsi menciptakan hadits maudhu sebagai berikut: ‫ان ال اذا غضب انزل الوحي بالعربية واذا رضى انزل الوحي بالفارسية‬ “Sesungguhnya Allah apabila marah. Membuat kisah-kisah dan nasihat-nasihat untuk menarik minat para pendengarnya. Yang demikian itu tetap berjalan selama tujuh puluh ribu tahun tanpa bergeser sedikitpun” a. kedaerahan. misalkan kisah-kisah yang menggembirakan tentang surga: “Didalam surga itu terdapat bidadari-bidadari yang berbau harum semerbak. kesukuan. dengan berkendaraan unta kelabu. Fanatik kebangsaan. . Dan diantara contoh haditshadits palsu yang bermotiv karena kultus terhadap imam diantaranya: ‫سيكون رجل في امتي يقال ابو حنيفة النعمان هو نوراامتي‬ “Nanti akan lahir seorang laki-laki pada umatku bernama Abu Hanifah an-Nu’man. Diantara hadits palsu yang mereka ciptakan ialah: “Tuhan kami turun dari langit pada sore hari di Arafah.Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Zindiq. pengobatan dan hokum tentang halal dan haram. Dengan maksud untuk merusak dan mengeruhkan agama Islam mereka membuat beribu-ribu hadits palsu dalam bidang aqidah. Mempertahankan madzhab dalam masalah khilafiyah fiqhiyah dan kalamiyah. Pada istana itu terdapat tujuh puluh ribu papiliun yang setiap papiliun terdapat tujuh puluh ribu kubah. kebahasaan. Kisah dan nasihat itu mereka nisbatkan kepada nabi. dan kultus terhadap Imam mereka. a. maka Dia menurunkan wahyu dalam bahasa Arab. “Sesungguhnya Allah itu apabila marah menurunkan wahyu dalam bahasa Parsi dan apabila reda maka menurunkan wahyu dalam bahasa Arab. sebagai pelita umatku” Ada juga golongan Syafi’iyah yang sempit pandangannya dan melibatkan diri untuk membuat hadits palsu untuk melawan pengikut-pengikut Abu Hanifah: “Akan lahir seorang laki-laki pada umatku yang bernama Muhamad bin Idris. dank arena memang kejahilan seseorang didalam ilmu agama. mereka membenci melihat kepesatan tersiarnya agama Islam dan kejayaan pemerintahannya. sambil berjabatan tangan dengan orang-orang yang berkendaraan dan memeluk orang-orang yang berjalan”.

2. Hadits ini mereka (para pembuat hadits palsu) katakan bersumber dari nabi. serentak ia menjawab: “Tidak seorangpun yang meriwayatkan hadits kepadaku. Misalnya seorang rowi mengaku menerima hadits dari seorang guru. Ciri-Ciri Hadits Maudhu a. b. Akan tetapi serentak kami melihat manusia-manusia sama benci terhadap Al-Qur’an. Hadits maudhu memang yang paling banyak tidak memiliki sanad. Dari segi makananya. 3.D. atau perkataan orang alim mutaqaddimin. Sumber-Sumber Yang Diriwayatkan Para pembuat hadits maudhu. Suka Be the first to like this post. hadits mutawatir. seperti pengakuan salah seorang guru tasawuf ketika ditanya oleh Ibnu Ismail tentang keutamaan ayat-ayat Al-Qur’an. ijma dan akal sehat. Hukum Periwayatan Hadis Maudhu’ 24 Apr . dapat ditinjau da ri segi makna dan segi lafadznya. Dalam hal Sanad Pengakuan dari sipembuat sendiri. padahal ini merupakan perkataan Malik bin Dinar. Atau menerima dari seorang guru yang sudah meninggal dunia sebelum ia dilahirkan. Dalam hal matan Ciri-ciri yang terdapat pada matan hadits palsu atau hadits maudhu. maka makna hadits itu bertentangan dengan Al-Qur’an. Dan kadang-kadang menukil perkataan sesorang yang dianggap alim pada waktu itu. dalam menjalankan aksinya kadang-kadang mengambil dari pikirannya sendiri. padahal ia tidak pernah bertemu dengan guru tersebut. Adapun dari segi lafadznya yaitu susunan kalimatnya tidak baik dan tidak fasih. Misalnya Hadits maudhu yang dinukil dari perkataan seorang alim mutaqaddimin: “Cinta keduniaan ialah modal kesalahan”. Qorinah-qorinah yang memperkuat adanya pengakuan membuat hadits palsu (maudhu). Permalink Pengertian. E. kami ciptakan hadits ini (tentang keutamaan ayat-ayat Al-Qur’an) agar mereka menaruh perhatian untuk mencintai Al-Qur’an. 1.

tidak ternoda kedustaan. Sebab salah seorang perawinya (periwayat) diketahui berdusta. Oleh karena itu. Namun. Hadits-hadits palsu munculnya bersamaan dengan munculnya berbagai kelompok itu.Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku. usaha mereka ini tidak membuahkan hasil karena keberadaan jumlah penghafal Ql-Qur’an dan para ulama dari kalangan sahabat dan murid-muridnya masih sangat banyak. dilihat dari dua hal. yaitu dari matan atau lafadz (isi) haditsnya dan sanad atau jalur orang yang meriwayatkannya. Hadits maudhu’ dikaegorikan hadits mardud (tertolak). ia mengklaim ucapan seseorang sebagai hadits lalu menyebar luaskannya. Muslim) Selama umat Islam di bawah kepemimpinan khulafa’ al arba’ah (4 khalifah pertama). sebagian dari mereka berupaya menakwilkan Al-Qur’an dan menafsirkan sebagian hadits dengan arti yang menyimpang. . sehingga muncul sekumpulan hadits palsu. Munculnya hadits palsu diperkirakan mulai tahun 41 H. Pada masa tabi’in (murid para sahabat) pemalsuan hadits lebih sedikit dibandingkan dengan pada masa tabiut tabi’in (murid tabi’in) karena masih banyak sahabat dan tabi’in yang mengamalkan sunnah. Akan tetapi kondisi tersebut berubah tatkala umat Islam terpecah menjadi beberapa golongan. karena hadits tersebut cacat dari segi jalur periwayatannya. Demikian seterusnya. Di dalam ilmu hadits. maka ia akan masuk neraka. Setelah khalifah Ali wafat. mereka berupaya mengubah dan memasukkan tambahan ke dalam hadits dan melakukan pemalsuan atas nama Rasulullah SAW. Oleh karena itu. Fanatisme golongan. Mereka dapat membedakan mana hadits yang shahih dan mana yang palsu. karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku. dan sebaliknya kelompok tersebut juga membuat hadits palsu untuk membela diri. Para pemalsumembuat hadits untuk menyerang kelompok lainnya. kelompok Syi’ah menuntut hak mereka untuk menduduki kursi khalifah.” (HR. Selanjutnya muncullah kelompok-kelompok lain berbasis agama. bisa diterima atau tidaknya sebuah hadits. hadits Nabi SAW senantiasa tetap bersih. Setiap kelompok menopang argumentasinya dengan Al-Qur’an dan Hadits. Sebab Munculnya Hadits Maudhu’ Ada beberapa faktor yang mendorong pemalsuan hadits: • Pertama. Banyak Muncul Di Irak Hadits maudhu’ atau hadits palsu adalah hadits dengan tingkat kelemahan paling rendah.

secara khusus mengandalkan etnis Arab. Ghiyats bin Ibrahim berdusta untuk khalifah Al-Mahdi dalam hadits. “Wahai Rasulullah. “Pertama kali kedustaan dalam hadits tentang keutamaan (fadhilah). atau kuda.Ada pula yang menjilat para penguasa dengan membuat hadits yang dapat memuaskan mereka. yang berupaya mewujudkan persamaan hak. Maka muncullah kelompok Mawalli (kaum muslimin non Arab).” Kemudian Ghiyats menambahkan.Dalam kitab Syarh Nahj al-Balaghah. mereka memalsukan hadits yang berbeda mengenai Ali. Namun mereka tidak mampu untuk membalas dendam dengan pedang karena kekuasaan Islam telah sedemikian kokoh. ketika ia melihat Al-Mahdi bermain-main dengan burung dara. Ketika Al-Bakriyah (pendukung Abu Bakar) melihat apa yang dilakukan Syi’ah. ALLAH mewahyukan dengan bahasa Persia. Pemalsuan itu didorong rasa permusuhan terhadap lawan. tidak dari bumi dan tidak pula dari langit. benar-benar terjadi pada masa masa Abbasiyah. dan jika ALLAH mewahyukan sesuatu yang menggembirakan. hadits pasu juga dibuat tentang kelebihan negara atau imam tertentu. Sejak pertama. Misalnya hadits. Dia menciptakan seekor kuda kemudian menjalankan kuda itu maka berkeringatlah kuda. sebagian mereka bersikap fanatis terhadap kebangsaan Arab dan bahasa Arab. “atau sayap”. merekapun memalsukan hadits tentang Abu Bakar sebagai tandingan hadits yang dibuat oleh Syi’a • Kedua. panah. Hal ini.” • Ketiga. dinasti Umayyah. Setelah kehadiran Islam.”Selain hadits palsu yang berbicara tentang bahasa. “Dari air yang berlalu (tidak diam). Pada masa-masa akhir khulafaur rasyidin. mereka berupaya menandingi kebanggaan etnis Arab. Hal itu mereka lakukan untuk menodai Islam. Sebagai contoh: diriwayatkan bahwa ada yang bertanya. • Keempat. “Sesungguhnya pembicaraan orang-orang yang berada di sekitar ‘Arsy adalah dengan bahasa Persia. dan jika Dia mewahyukan ancaman maka dengan bahasa Arab. Para pendongeng ini membuat membuat hadits palsu dengan tujuan untuk mendapatkan uang. Usaha untuk mendiskreditkan Islam. Inilah yang mendorong mereka memalksukan hadits-hadits. kekuasaan Kisra dan Kaisar roboh. Al-Mahdi . Kemudian Dia menciptakan diri-Nya dari keringat kuda itu. tendensi duniawi berupa popularitas dan usaha menjilat penguasa. negara dan imam. Mereka memanfaatkan gerakan pemberontakan dengan cara bergabung ke dalamnya. Ibnu Abi Hadid berkata. etnis dan kabilah. diskriminasi etnis dan fanatisme kabilah. Selain itu. Maka mereka berusaha menjauhkan kaum muslimin dari aqidahnya dengan menciptakan kebathilan dan berdusta atas nama Rasulullah SAW. muncul kelompok-kelompok pendongeng dan penasihat yang jumlahnya terus bertambah. Contohnya adalah. “Tidak ada perlombaan kecuali untuk unta. terbuat dari apakah Tuhan kita? Rasulullah SAW menjawab. Pada masa pemerintahannya. dilakukan oleh Syi’ah.

• Kelima. karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku. karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku. Definisi Hadits Maudhu’ Secara etimologi : maudhu berasal dari kata ‫ وضع‬yang mempunyai beberapa makna diantaranya 1. Muslim) Meski beberapa hadits sering kita dengar. 3 Diada-adakan oleh perawinya. 2009 Oleh: Abu Fudhail. bukan untuk menodai Beliau. “Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku. Nur Ihsan M. ‫ ( الحط‬merendahkan ) 2.000 dirham. jika tidak disertai keterangan bahwa hadits tersebut maudhu’. ‫ ( السقاط‬menjatuhkan ) 3. ‫ ( اللصاق‬menyandarkan / menempelkan ) Makna bahasa ini terdapat pula dalam hadits maudhu karena 1 Rendah dalam kedudukannya. meriwayatkan hadits palsu adalah haram. Juni 08. Diposkan oleh Markaz As-Sunnah di Senin. pemahaman yang keliru dari madzhab al-karramiyah. . Madzhab sesat ini mengklaim bolehnya memalsukan hadits dalam rangka targhib wa tarhib (menganjurkan manusia berbuat baik dan menakut-nakuti manusia agar tidak bermaksiat). kita harus memastikan terlebih dahulu keshahihannya sebelum menjadikannya dalil atau mengamalkannya. maka ia akan masuk neraka. Lc 1. Bahkan menurut kesepakatan ulama.” (HR. “Kami berdusta untuk kebaikan Beliau.kemudian menyuruh orang iuntuk menyembelih burung merpati tersebut dan memberikan kepada Ghiyats sebanyak uang 10. 2 Jatuh ( tidak bisa diambil dasar hukum ). Mereka berdalil dengan hadits “Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku.” Dengan ditambahi lafadz. Berdasarkan hadits. “dengan sengaja untuk menyesatkan manusia.” Mereka beralasan. maka ia akan masuk neraka.Idris. 4 Disandarkan pada Muhammad shallallohu alaihi wa sallam sedang beliau tidak mengatakannya. ‫ ( الختل ق‬mengada-ngadakan ) 4.” Haram Meriwayatkannya Hadits palsu adalah hadits yang sama sekali tidak bisa dijadikan dalil.

3.Sedang dalam istilah ilmu hadits: hadits maudhu adalah hadits yang diada-adakan dan dipalsukan atas nama Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam secara sengaja atau kesalahan sebagian ulama mengkhususkan hadits maudhu. Maka ulama tidak membolehkan hadits dhaif termasuk palsu kecuali kalau disertai oleh pemberitaan bahwa ia dhaif agar dijauhi hadits tersebut dan waspada terhadap rawi yang dhaif atau pemalsu tersebut 4. Jika ancaman ini bagi yang menduga dusta bagaimana kalau ia yakin bahwasanya ia dusta. Pembagian hadits Maudhu Hadits mudhu ada 3 macam: 1. bersabda Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam ِ ّ ْ ِ ُ َ َ ْ َ ْ ّ َ َ َ ْ َ ً ّ َ َ ُ ّ ََ َ َ ‫َ ْ ك‬ ‫من َذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار‬ Barangsiapa berdusta atas saya dengan sengaja maka tempatnya di neraka ( Riwayat Bukhari. Hukum Meriwayatkan hadits maudhu Al-Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam bersabda: َ ِ ِ َ ْ ُ َ َ َ ُ َ ٌ ِ َ ُ َّ َ ُ ٍ ِ َ ِ َّ َ ّ َ ْ َ ‫من حدث عني بحديث يرى أنه كذب فهو أحد الكاذبين‬ Barangsiapa yang menceritakan dari saya satu perkataan yang disangka dusta maka dia adalah salah satu pendusta.Muslim) Hadits ini diriwayatkan oleh 98 shahabat termasuk 10 orang yang dikabarkan masuk surga. Perkataan itu berasal dari pemalsu yang disandarkan pada Rasulullah r 2. Perkataan itu dari ahli hikmah atau orang zuhud atau israiliyyat dan pemalsu . Hadits maudhu adalah hadits yang paling rendah kedudukannya. 2. pada dusta yang disengaja saja. Hukum Berdusta Atas Nama Nabi Ulama sepakat bahwa sengaja berdusta atas nama Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam adalah salah satu dosa besar yang diancam pelakunya dengan neraka karena adanya akibat buruk.

memalsukan hadits mengenai Abu Bakar. dan Mu’awiyah radhiyallohu anhum jami’an. Dr Abdul Shomad ( Dosen Al-Hadits di Universitas Islam Madinah) 6. dan yang keluar yang memberontak pada Ali radhiyallohu anhu. Jenis ketiga ini masuk hadits maudhu apabila perawi mengetahuinya tapi membiarkannya 5. Cuma dia keliru. Dr Umar Fallatah ( salah seorang pengajar di Masjid Nabawi). Sebab-Sebab Munculnya Pemalsuan Hadits a. fitnah Ali dan Muawiyah radhiyallohu anhum jami’andan munculnya firqah setelah itu. Ahmad Amin dalam bukunya Fajrul Islam bahwa pemalsuan hadits terjadi pada zaman Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam . mereka membuat hadits palsu tentang keutamaan Ali radhiyallohu anhu. dan yang pertama kali mempeloporinya adalah Syiah. kubu Ali radhiyallohu anhu.Utsman. Pada zaman mereka tidak terjadi pemalsuan hadits. Ada 2 metode yang dipakai Syiah dalam memalsukan hadits A. pendapatnya ini hanya dibangun atas persangkaan saja dan tidak berdasar sama sekali b. setelah itulah muncul orangorang yang ta’asub (fanatik) pada golongan tertentu. kemudian kubu Mu’awiyah radhiyallohu anhu berbuat demikian pula. Polemik politik Dari sebab pembunuhan Utsman radhiyallohu anhu kemudian fitnah Ali radhiyallohu anhu dan Mu’awiyah radhiyallohu anhu terpecahlah kaum muslimin mennjadi tiga . Perkataan yang tidak diinginkan rawi pemalsuannya .yang menjadikannya hadits. Munculnya pemalsuan hadits bermula dari terjadinya fitnah pembunuhan Utsman. Berkisar tahun 35 H – 60 H inilah kesimpulan dari perkataan para peneliti hadits di zaman ini diantara nya Dr Mustafa Siba’i.Sejarah Munculnya Pemalsuan Hadits Ada beberapa waktu yang disebutkan peneliti dalam masalah ini: a. Umar. Memalsukan hadits yang mendukung pendapat mereka seperti keutamaan Ali radhiyallohu anhu. Kubu Mu’awiyah radhiyallohu anhu. wasiat imamah (pengganti Rasulullah shallallohu alaihi wasallam dan mut’ah Contoh Imam Ibnu Hibban dalam kitabnya Al-Majruhin meriwayatkan dengan sanadnya Kholid bin Ubaid Al Ataki dari Anas radhiyallohu anhu dari Salman . 3.

. Mazhab b. Zindik (munafik) Karena penaklukan dari tentara kaum muslimin maka masuklah beberapa orang yang menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keIslaman 7. b. Dalam sanad hadits ini ada dua orang rawi pendusta Ubbad bin Ya’kub dan AlHakam bin Sohir. Fanatisme kepada: 1. Negeri 3. Bahasa 4. Tukang cerita c Ar-Targiib wa Tarhib ( Anjuran berbuat baik dan larangan berbuat mungkar ) dari orang sholeh yang bodoh.radhiyallohu anhu dari Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam bahwasanya beliau berkata kepada Ali radhiyallohu anhu ‫هذا وصيي وموضع سري وخير من أترك بعدي‬ Inilah wasiatku tempat rahasiaku dan orang yang terbaik yang aku tinggalkan setelahku. Ibnu Hibban berkata tentang Kholid bin Ubaid dia meriwatkan dari Anas bin Malik radhiyallohu anhu nuskhoh ( kumpulan hadits yang palsu) orang yang tidak mengenal hadits pun tahu kalau dia palsu (Majruhin 1: 279) B Memalsukan hadits tentang keburukan musuhnya contoh: Imam Ibnu Adi meriwayatkan dengan sanadnya dari Ubbad bin Ya’kub Al-Hakam bin Sohir dari ‘Asim dari Dzar dari Abdullah radhiyallohu anhu dari Rasulullah shallallohu alaihi wasallam berkata ‫إذا رأيتم معاوية على منبري فاقتلوه‬ Apabila kamu melihat Mua’wiyah di atas mimbarku maka bunuhlah ia. Pada khalifah dan pemimpin 2. Sebab Tersebarnya Hadits Palsu a .

Memasukkan beberapa lafaz pada hadits shohih 3. Pencurian hadits 9. Peran Ulama dalam Memberantas Pemalsuan Hadits 1. Memastikan keshahihan riwayat dengan beberapa cara 1. apakah hadits ini dikenal maka diambil dan jika tidak maka tidak diambil.Contoh : Ibnu Mahdi bertanya kepada Maisaroh bin Abdi Rabbih pemalsu hadits tentang fadhilah Al-Qur’an. dia berkata saya memalsukannya untuk mengajak manusia membaca Al-Qur’an d Tujuan dunia dan harta. mereka berkata ْ ُ ُ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ ِ َ ِ ْ ِ ْ َ َِ ُ َ ْ ُ َ ْ ُ ُ ِ َ ُ َ ْ ُ َ ِ ّ ّ ِ ْ َ َِ ُ َ ْ ُ َ ْ ُ َ َ ِ َ َ ّ َ ‫سموا لنا رجالكم فينظر إلى أهل السنة فيؤخذ حديثهم وينظر إلى أهل البدع فل يؤخذ حديثهم‬ Sebutkan orang-orangmu (yang kamu ambil hadits darinya) kalau ia dari AhlusSunnah dia ambillah dan kalau ia ahli bid’ah ditinggalkannya 2. Metode Pemalsu Hadits dalam Menyebarkannya a Memasukannya kedalam buku atau kumpulan hadits b. . seperti untuk melariskan dagangannya sehingga membuta hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan barang yang dijualnya 8.membuat buku dalam hadits/kumpulan hadits c.Bepergian mencari hadits Imam Abu ‘Aliyah berkata kami telah mendengar dari shahabat Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam di Basrah tetapi kami tidak puas sampai mendengar langsung dari mulut sahabat di Madinah maka kami safar ke sana ( Al-Khatib.Bertanya dan memeriksa isnad ( para perawi hadits ) Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Muhammad ibnu Sirin seorang tabi’in (wafat 110 H) dia berkata Ahli hadits pada awal tidak bertanya tentang isnad maka takkala pada fitnah. Metode Pemalsu dalam Memalsukan Hadits 1. Membuat hadits yang tidak punya asal 2.Berkeliling daerah menyebarkannya 10. Al Jami’ 2:224) 3. Penelitian dan penyeleksian dalam riwayat hadits.

Adanya dalil yang menujukkan pengakuan yang menunjukkan sang pemalsu contoh seperti ditanya tentang waktu dan tempat bertemu syekh tapi mustahil keduanya bertemu. Hammad bin Zaid berkata: zindik munafik memalsukan kurang lebih 12. c. Ilmu jarh wa ‘tadil 3. secara asal terutama ahli iraq (kuffah dan basrah) . Al Maudhu’at oleh Imam Ibnul Jauzi (wafat 597 H) 2. Al La’ali al Mashnu’ah fil Ahadits al Maudua’ah oleh Imam as-Suyuti (wafat 911 H) 3. 4.Tanda pemalsuan pada isnad hadits 1. Pengakuan sang pemalsu.000 hadits.b. Khusus hadits-hadits palsu disusunlah a.Kumpulan rawi pemalsu hadits b. Yahya bin Abi katsir dan Abu Ishak. 2. 2. Imam Al-Khotib meriwayatkan dengan sanadnya dari Ismail bin ‘Ayyash berkata saya pernah berada di Iraq kemudian saya didatangi ahli hadits di kota itu dan berkata ada orang yang mengatakan bertemu dengan Kholid bin Ma’dan maka saya mendatangi dan bertanya kapan anda mendengar dari Khalid katanya tahun 113 H . Mengumpulkan hadits palsu dan membongkar kepribadian pemalsu hadits 1. namun dari ahli Iraq banyak pula ahli hadits diantaranya Qatadah. Silsilah Al-Ahadits Al-Dhoifah wal Maudhu’ah oleh Syekh Muhammad Nasiruddin Al Albany Rahimahumullah (wafat pada tahun 1420 H) 12. Ilmu ruwah/ biografi setiap rawi 2.Kumpulam hadits-hadits palsu dan kadangkala digabung dengan hadits dhaif lainnya Diantara buku tersebut 1. a. Kaidah Umum untuk Mengetahui Hadits Palsu. Pemisahan hadits shohih dan selainnya. Berkata Ibnu Mahdi saya memanggil Isa bin Maimun pemalsu hadits karena riwayatnya dari Al-Qosim maka ia mengatakan saya tidak akan mengulang 11. Menentukan daerah penyebaran hadits dhaif dan meninggalkan meriwayatkan hadits dari mereka ini . Hasil Peran Ulama dalam Memberantas Pemalsuan Hadits 1.

Bertentangan dengan nash al-qur’an sunnah dan ijma yang jelas Ibnu Jauzi dalam al-Maudu’at yang menyebutkan hadits ِ ِ َ َ ُ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ ُ َ َ َ َ ْ ‫َ َ ْ ُل‬ ‫ل يدخ ُ الجنة ولد الزنا ول والده ول ولد ولده‬ Tidak masuk surga anak zina. 3.Diketahui dari keadaan sang perowi Seperti meriwayatkan tentang bid’ahnya b.saya berkata engkau mengaku mendengar dari Khalid setelah 7 tahun kematiannya. bapaknya dan cucunya Apakah dosanya sebagai anak sehingga menghalangi ia masuk surga bukankah Allah I berfirman ‫ول تكسب كل نفس إل عليها ول تزر وازر ٌ وزر أخرى‬ َ ْ ُ َ ْ ِ ‫َ َ َ ْ ِ ُ ُ ّ َ ْ ٍ ِ ّ َ َ ْ َ َ َ َ ِ ُ َ ِ َة‬ “Tidaklah seorang berbuat dosa kecuali keburukannya kembali kepada dirinyasendiri dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain (AlAn’am 164 ) 1. Bertentangan dengan akal sehat yang tidak mengandung penafsiran yang lain atau kenyataan yang ada 1. Keganjilan lafaz dan bahasanya seperti hadits ‫من أكل من الطين واغتسل به فقد أكل لحم أبيه آدم واغتسل بدمه‬ Barangsiapa makan tanah dan mandi dengannya maka ia telah memakan daging bapaknya Adam dan mandi dengan darahnya” ( Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adi dalam al Kamil 5:1837 ini hadits yang batil) 13 . Kholid wafat tahun 106 H( al Khotib. Pengaruh dan Dampak Buruk Tersebarnya Hadits Palsu Hadits-hadits palsu yang banyak beredar di tengah masyarakat kita memberi dampak dan sangat buruk pada masyarakat Islam diantaranya: 1 Munculnya keyakinan-keyakinan yang sesat 2 Munculnya ibadah-ibadah yang bid’ah .Tanda pemalsuan pada matan 1. al-Jami’ 1.123).

2011 Write Comment Ulumul Hadist BAB I PENDAHULUAN Seluruh aspek kehidupan Nabi Muhammad SAW dari perkataan. Hanya Tulisan Yank Ada • • • • About Me RSS Hadist Maudhu’ Juli 31st. Hadis baru ditulis dan dibukukan pada masa kekhalifahan Umar bin ‘Abd al-Aziz yaitu abad . Walaupun hadis mempunyai kedudukan yang begitu besar. Sebagaimana sabda Nabi: ‫من كذب علي متعمدا فليتبؤ مقعده من النار‬ Hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari ini mutawatir yang diriwayatkan oleh lebih dari 60 sahabat bahkan ada yang mengatakan lebih dari 200 sahabat. perbuatan dan ketetapan beliau merupakan model acuan umat Islam tanpa batasan waktu dan tempat yang harus dipedomani.[1] Dari ancaman Rasul ini ada yang memperkirakan bahwa hadis palsu sudah pernah dibuat orang pada masa Rasulullah SAW. Karena alasan ini pula para sahabat berupaya untuk menyebarkan al-sunnah bahkan semasa Nabi Muhammad SAW masih hidup dan memang diperintahkan untuk berbuat demikian.3 Matinya sunnah. Dalam perkembangan Islam selanjutnya dijadikan sebagai pokok sumber Islam kedua yang dinamakan al-sunnah. Meskipun demikian bukan berarti bahwa pintu terbuka lebar bagi siapa saja untuk meriwayatkan hadis sekalipun meyakini tidak berbua kesalahan. Banyak sahabat yang enggan menyampaikan hadis bila sangsi terhadap periwayatannya. Istilah ini mengacu kepada sabda beliau yang menyatakan “aku tinggalkan kepadamu dua perkara yang tidak akan sesat selama berpegang pada keduanya yaitu kitab Allah dan sunnahku”. namun hadis tidak seperti al-Qur’an yang resmi ditulis pada zaman nabi Muhammad SAW.[2] Selain itu statemen Rasul yang bernada keras ini mungkin juga memberikan sebuah isyarat bahwa akan terjadi upaya-upaya pemalsuan terhadap sunnah dengan mengatasnamakan Rasulullah SAW dan ternyata hal ini membawa dampak yang sangat luar biasa.

kedua Hijriyah melalui perintahnya kepada gubernur Abu Bakar Muhammad bin Amr bin Hazm. Namun. Inilah kemudian yang dinamakan hadis maudhu’ atau hadis palsu. Semata-mata kebohongan (dusta) yang dilakukan terhadap Nabi Muhammad SAW 2. Sejarah Munculnya Hadis Maudhu’ Terdapat perbedaan pendapat mengenai kapan munculnya hadis maudhu’ ini. Pengertian Hadis Maudhu’ Menurut sebagian ulama hadis. BAB II PEMBAHASAN A. Aktivitas yang dilakukan dengan sengaja serta mempunyai dampak yang luas dalam membentuk kebohongan-kebohongan ke dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW[5] Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan hadis palsu atau maudhu’ adalah hadis yang bukan bersumber dari Nabi Muhammad SAW akan tetapi merupakan perkataan atau perbuatan dari seseorang atau pihak tertentu yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan tujuan tertentu. ada juga sebagian yang mengatakan bhawa pemalsuan hadis ini muncul pasca peristiwa tahkim dimana untuk menguatkan atau menyokong kelompok atau golongan masing-masing maka dibuatlah hadis – hadis palsu. Sebagian mengatakan pemalsuan hadis ini sudah ada sejak masa Nabi Muhammad SAW masih hidup berdasarkan hadis yang beliau sampaikan yang diriwayatkan oleh al-Bukhari. hadis maudhu’ / hadis palsu adalah hadis yang dibuat-buat oleh seseorang (pendusta) yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW secara paksa dan dusta baik sengaja maupun tidak disengaja. Menurutnya dari kata al-wadh dalam pembicaraan hadis Nabi Muhammad SAW mengandung dua pengerrtian yaitu: 1.[3] Jeda waktu yang begitu lama antara sepeninggal Nabi Muhammad SAW dengan masa penulisan dan pembukuan hadis membuka peluang bagi tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab untuk membuat dan mengatakan sesuatu yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW.[4] Dr. Nawir Yuslem dalam buku Ulm al-Hadits mengemukakan pandangan yang berbeda dalam memberikan definisi hadis palsu. B. .

antara lain: 1. Pertentangan ini semakin tajam dan berlarut-larut sehingga masing-masing berupaya untuk saling mengalahkan juga berupaya untuk mempengaruhi dan menarik simpati orang yang tidak berada dalam perpecahan. Dengan demikian menurut mereka jelaslah bahwa tidak mungkin terjadi pemalsuan hadis pada masa Rasulullah SAW. pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib telah terjadi perpecahan umat Islam menjadi golongan-golongan. Demikian juga pada masa kekhalifahan Abu Bakar. Hal ini dapat dibuktikan dengan kegigihan. Pertentangan politik Menurut kebanyakan ulama hadis pemalsuan hadis terjadi pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib.Sejumlah fakta sejarah menyebutkan bahwa latar belakang munculnya hadis palsu tidak hanya dilakukan oleh umat Islam sendiri tetapi juga dilakukan oleh orangorang non Islam. Hal ini disebabkan karena beliau khawatir salah dalam meriwayatkan hadis demikian juga Umar dan Utsman. Pertentangan kedua belah pihak ini juga mengakibatkan perpecahan dalam golongan Ali yaitu kelompok pendukung Ali yang disebut Syiah dan kelompok yang keluar dari golongan Ali yang dinamakan Khawarij. Mereka adalah orangorang yang hatinya tidak senang dengan penyebaran Islam yang begitu pesat dan . Peristiwa tahkim mengakibatkan munculnya dua golongan besar yaitu golongan Ali dan pendukung Mu’awiyah. Usaha Kaum Zindik Kaum Zindik adalah termasuk kelompok yang sangat membenci Islam. Misalnya. baik Islam sebagai agama maupun Islam sebagai dasar pemerintahan. Pertentangan politik yang terjadi di kalangan umat Islam tersebut berimplikasi kepada lahirnya sekte-sekte keagamaan dan melahirkan perbedaan paham di bidang teologi dan diantara pendukung masing-masing aliran membuat hadis palsu untuk memperkuat dan membela aliran yang mereka anut.[6] Berbeda dengan masa ketiga khalifah tersebut. 2. hadis-hadis yang ada sejak masa Rasulullah SAW sampai sebelum terjadinya pertentangan antara Ali bin Abi Thalib dengan Mu’awiyah bin abi Sufyan masih terhindar dari pemalsuan. kehatihatian dan kewaspadaan mereka terhadap hadis. kehati-hatian Abu Bakar dalam meriwayatkan hadis dimana beliau pernah membakar catatan hadis miliknya yang berisi sekitar lima ratus hadis sebagaimana yang dituturkan oleh ‘Aisyah putri beliau. Menurut mereka. Dari sinilah mulai berkembang hadis palsu dimana materi pertama yang diangkat adalah tentang keunggulan seseorang dan kelompoknya. keduanya mengikuti kehati-hatian Abu Bakar dalam menerima periwayatan hadis. Tidak mengherankan kenapa materi pertama adalah mengenai keunggulan masing-masing kelompoknya karena hal ini dipengaruhi oleh perebutan kekuasaan sehingga diperlukan hadis yang berisi pembelaan terhadap kelompoknya. Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan. Ada beberapa motif pemalsuan hadis.

dinasti Umayyah secara khusus mengandalkan etnis Arab sehingga memandang kaum muslimin non-Arab tidak sesuai dengan jiwa Islam. bangsa. bahasa penghuni neraka adalah bahasa Bukhara dan bahasa surga adalah bahasa Arab”. “Arsy itu dibawa oleh binatang-binatang yang berbisa dengan tanduk-tanduknya bimasakti yang ada di langit berasal dari keringat mereka. Diantara hadis palsu yang mereka buat adalah: ‫إن نفرا من اليهود أتوا الرسول صلى ال عليه وسلم فقالوا من يحمل العرش؟ فقال،تحمله الهوام يقرونها‬ ‫والمجرة التى فى السماء من عرقهم، فقالوا نشهد أنك رسول ال صلى ال عليه وسلم‬ “ Sekelompok orang Yahudi dating kepada Rasulullah SAW kemudian bertanya. dan lain-lain. Bangsa. 3.[8] Dari hadis tersebut di atas tidak mungkin dibuat oleh orang Islam dan orang yang berakal.kejayaan pemerintahannya. Mereka berkata. Mereka yang non Arab merasakan adanya diskriminasi tersebut. Oleh karena itu. Pangkal pemalsuan hadis-hadis tentang kelebihan sebagian suku bangsa Arab adalah karena dibangkitkannya rasa fanatisme kabilah yang muncul dalam dinasti Umayyah setelah meninggalnya Yazid bin Mu’awiyah. Negara dan Pimpinan Kemunculan hadis palsu ternyata didorong pula oleh sikap ego dan fanatic buta serta ingin menonjolkan seseorang. Dalam menjalankan pemerintahannya. kesesaatan dan tipu muslihat. Fanatik Terhadap Suku. kelompok. bahasa setan adalah bahasa Khauzi. Diantara hadis palsu tersebut adalah: ‫أبغض الكلم إلى ال الفارسية وكلم الشياطين الخوزية وكلم أهل النار البخارية وكلم أهل الجنة العربية‬ “Bahasa yang paling dibenci oleh Allah adalah bahasa Persia. sangat menghormati hak asasi manusia serta sigap dalam melenyapkan konsepsi yang salah. mereka juga membuat tandingannya dengan membuat hadis palsu juga yang isinya menjelaskan kelebihan-kelebihan mereka. Mereka merasa sakit hati melihat orang-orang berbondong-bondong masuk agama Islam karena Islam menjamin kemerdekaan berfikir. “kami bersaksi bahwa engkau Rasulullah’”. [7]Kelompok ini menyadari bahwa tidak mungkin melampiaskan kebencian melalui pemalsuan al-Qur’an. “siapakah yang membawa Arsy?” Beliau menjawab. Diantaranya adalah: . Dengan demikian kaum Zindik ini sangat membahayakan Islam daripada yang lainnya. maka cara yang paling jitu adalah melalui pemalsuan hadis dengan maksud menghancurkan umat Islam.

sebab “kesalehan” mereka telah mengelabui masyarakat yang pada umumnya membenarkan mereka.‫إن كلم الذين حول العرش بالفارسية وإن ال إذا أوحى أمرا فيه لين أوحاه بالفارسية وإذا أمرا فيه شدة أوحاه‬ ‫بالعربية‬ “Sesungguhnya pembicaraan orang-orang yang berada di sekitar Arsy adalah dengan bahasa Persia dan sesungguhnya jika Allah mewahyukan sesuatu yang lunak (menggembirakan) maka Allah mewahyukannya dengan bahasa Persia dan jika Dia mewahyukan sesuatu yang keras (ancaman) maka Dia mewahyyukannya dengan bahasa Arab”[9] 4. Ghiyas kemudian meriwayatkan hadis yang telah mehsyur yakni: ‫ل سبق إل فى نصل أوخف أو حافر‬ “Tidak ada perlombaan kecuali dalam (permainan) panah. Melihat hal ini. Membangkitkan Gairah Beribadah Banyak diantara para ulama yang membuat hadis palsu dengan perkiraan usahanya itu benar untuk mendekatkan diri kepada Allah. apapun alasannya hadis tersebut tetap palsu dan merupakan tindakan tercela dan menyesatkan karena tidak sesuai dan bertentangan dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu. karena merasa prihatin terhadap perpecahan umat dank arena umat telah disibukkan oleh urusan dunia dan meninggalkan akhirat sehingga mereka mengeluarkan hadis tentang tarhib (ancaman terhadap perbuatan buruk) dan targhib (motivasi untuk berbuat baik). Ghiyas bin Ibrahim merupakan tokoh yang paling banyak disebutkan dalam kitab hadis sebagai pemalsu hadis tentang “perlombaan”. dapat dikatakan bahwa kemunculankemunculan hadis-hadis palsu ada yang negative dan ada yang positif.[11] Dari beberapa motif tersebut di atas. telah terjadi pada masa Dinasti Abbasiyah dan belum terjadi sebelum ini. sepatu dan kuda” Ghiyas kemudian menambahkan kata ‫او جناح‬ yang berarti sayap dengan maksud mendapat simpati dari al-Mahdi karena pada waktu itu khalifah al-Mahdi sedang memainkan burung dara. Menurut Ajaj al-Khatib. terlepas dari itu. hal ini sangat disesalkan. Namun. Menjilat Penguasa Pemalsuan hadis dalam rangka menjilat penguasa dan untuk menyenangkan hati mereka. Ketika ia menghadap khalifah al-Mahdi. Mengenal Hadis Palsu . C.[10] 5. ia melihat al-Mahdi sedang bermain-main dengan burung merpati.

“sekiranya Allah tidak menimpakan sakit atas diri saya seperti yang kamu lihat. Atas dasar pengakuan pembuat hadis palsu seperti pengakuan Abdul Karim al-Auja’. Buruknya redaksi hadis. hadis mutawatir atau ijma. padahal Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang sangat fasih dalam berbahasa.[15] . Dalam hal ini orang yang memahami bahasa secara mendalam mengetahui bahwa sesuatu kata bukan berasal dari Nabi Muhammad SAW b. Matannya bertentangan dengan al-Qur’an. Namun sekarang saya bersaksi bahwa saya telah memalsukan hadis anu. 1. saya tidak akan mengaku. hadis anu…”. Rusaknya makna (arti) hadis. c. Tanda-tanda hadis palsu pada sanad a. Meriwayatkan hadis sendirian dan dikenal sebagai pembohong sedangkan hadis tersebut tidak diriwayatkan oleh perawi lain yang tsiqah.Untuk mengenal hadis palsu. santun dan enak dirasakan. Adanya qarinah (dalil) yang menunjukkan kebohongan seperti pengakuan ia pernah meriwayatkan dari seorang syekh tapi ternyata belum pernah bertemu secara langsung atau pernah menerima hadis di suatu daerah tetapi ia sendiri belum pernah melakukan rihlah (perjalanan) ke daerah tersebut atau pernah menerima hadis dari seorang syekh tapi diketahui syeikh tersebut telah meninggal ketika ia masih kecil. seperti hadis yang menyatakan bahwa umur dunia 7000 tahun dan akan berakhir pada 1000 tahun yang ketujuh.[14] d. “inilah wasiatku dan saudaraku dan khalifah setelah aku” kemudian sahabat yang lain sepakat. para ulama hadis telah membuat beberapa pedoman sebagai rujukan untuk mendeteksi hadis palsu yaitu dengan melihat kepada sanad dan matannya.[12] 2. Hadis yang terlalu melebih-lebihkan salah satu sahabat seperti hadis yang menyatakan bahwa nabi Muhammad SAW memegang tangan Ali bin Abi Thalib di suatu majelis diantara para sahabat yang lain kemudian beliau bersabda. b. Ketika sakit Abu Jazi berkata. Hadis ini bertentangan dengan al-Qur’an surah al-A’raf ayat 187 yang menyebutkan bahwa umur dunia hanya diketahui Allah. Tanda hadis palsu pada matan a. Abu Ishmah Nuh bin Maryam dan Abu Jazi. misalnya hadis yang secara empiris tidak bias dibenarkan seperti ‫النظر الى الوجه الجميل عبادة‬ “Melihat wajah yang cantik adalah ibadah”[13] c.

“kami mendengar riwayat hadis dari para sahabat Rasulullah di Bashrah. al-Maudhu’ al-Kubra karya Abu al-Fari Abd al-Rahman al-Jauzi. disamping telah dibukukannya hadis. “sebutkan sanad-sanad hadis kepada kami” mereka menerima hadis ahlu as-sunnah dan menolak hadis-hadis ahlu al-bid’ah”.D. kajian dan penelusuran terhadap hadis-hadis palsu yang tidak terhitung jumlahnya. Upaya Para Ulama Dalam Mengantsipasi Hadis Palsu Orang yang bersikap objektif akan menaruh hormat dan sangat berterima kasih atas jerih payah para ulama dalam melakukan penelitian. Dengan menggunakan berbagai kaidah ilmu hadis tersebut. karena tidak puas kemudian kami pergi ke Madinah untuk mendengar langsung hadis itu dari mereka”. mengakibatkan ruang gerak para pembuat hadis palsu yang sangat sempit. Meneliti system penyandaran hadis Mengenai penyandaran hadis ini. Abu al-Aliyah berkata. Menyusun Kaidah-Kaidah Hadis Dengan berbagai kaidah dan ilmu hadis. Al-Baits ‘ala Khalas min Hawadits al-Qishas karya al-Hafidh Zain al-Din Abd Rahman al-Iraqi. Setelah terjadi pemberontakan terhadap Utsman bin Affan. mereka tidak akan mengambil dari orang-orang yang dikenal suka berbohong dalam kehidupan umum.[17] 3. Oleh karena itu. mereka berkata. Berikut dikemukakan beberapa upaya mereka dalam mengantisipasi hadis-hadis palsu yang telah menodai agama dengan sangat kritis. 4. Selain hadis-hadis yang berkembang di masyarakat dan termaktub dalam kitab-kitab dapat diteliti dan diketahui kualitasnya. Memilih Perawi Yang Terpercaya Para ilmuwan hadis menanyakan hadis-hadis yang dipandang kabur atau tidak jelas asal-usulnya kepada para sahabat dan tabi’in dan orang-orang yang menekuni bidang ini. Studi Kritik Rawi Upaya ini lebih dikonsentrasikan kepada karakter perawi dengan lebih menekankan pada sifat kejujuran dan kebohongan. dan lainnya.[18] Dengan pencurahan segala daya upaya dan telaah kritis yang telah dilakukan oleh para ulama hadis tersebut telah membukakan mata umat Islam di era kini untuk . [16] 2. Muhammad ibnu Sirrin berkata: “para sahabat dan tabi’in tidak menanyakan isnad hadis. yaitu: 1. para ulama hadis telah berhasil menghimpun berbagai hadis palsu yang telah beredar dan berkembang di tengah-tengah masyarakat dan menghimpunnya dalam kitab-kitab khusus antara lain.

menyenangkan penguasa. membangkitkan gairah ibadah. dengan kata lain bukan hadis Rasulullah SAW. karena tidak menutup kemungkinan adanya pihak-pihak yang tidak senang Islam maju dan berkembang. akan tetapi suatu perkataan atau perbuatan seseorang atau pihak-pihak tertentu dengan suatu alasan kemudian dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Munculnya hadis palsu inidilatarbelakangi oleh pertentangan politik. kembali menyerang islam lewat hadis-hadis palsu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. usaha orang non Islam untuk menghancurkan Islam dari dalam. Para ulama hadis telah berupaya mengantisipasi kemunculan hadis-hadis palsu dengan membuat berbagai kaidah yang ketat sebagai pedoman untuk mendeteksi hadis palsu Hanya Tulisan Yank Ada • • • • About Me RSS Hadist Maudhu’ Juli 31st.lebih mencermati penggunaan hadis palsu dalam berbagai aktifitas keagamaan. 3. 2. 2011 Write Comment Ulumul Hadist BAB I PENDAHULUAN Seluruh aspek kehidupan Nabi Muhammad SAW dari perkataan. BAB III PENUTUP Kesimpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. perbuatan dan ketetapan beliau merupakan model acuan umat Islam tanpa batasan waktu dan . dan fanatisme. Hadis palsu adalah hadis yang bukan bersumber dari Rasulullah SAW.

Sebagaimana sabda Nabi: ‫من كذب علي متعمدا فليتبؤ مقعده من النار‬ Hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari ini mutawatir yang diriwayatkan oleh lebih dari 60 sahabat bahkan ada yang mengatakan lebih dari 200 sahabat.[4] Dr. Pengertian Hadis Maudhu’ Menurut sebagian ulama hadis.[3] Jeda waktu yang begitu lama antara sepeninggal Nabi Muhammad SAW dengan masa penulisan dan pembukuan hadis membuka peluang bagi tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab untuk membuat dan mengatakan sesuatu yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Karena alasan ini pula para sahabat berupaya untuk menyebarkan al-sunnah bahkan semasa Nabi Muhammad SAW masih hidup dan memang diperintahkan untuk berbuat demikian. Menurutnya dari kata al-wadh .[1] Dari ancaman Rasul ini ada yang memperkirakan bahwa hadis palsu sudah pernah dibuat orang pada masa Rasulullah SAW. namun hadis tidak seperti al-Qur’an yang resmi ditulis pada zaman nabi Muhammad SAW. Istilah ini mengacu kepada sabda beliau yang menyatakan “aku tinggalkan kepadamu dua perkara yang tidak akan sesat selama berpegang pada keduanya yaitu kitab Allah dan sunnahku”.tempat yang harus dipedomani. Hadis baru ditulis dan dibukukan pada masa kekhalifahan Umar bin ‘Abd al-Aziz yaitu abad kedua Hijriyah melalui perintahnya kepada gubernur Abu Bakar Muhammad bin Amr bin Hazm. hadis maudhu’ / hadis palsu adalah hadis yang dibuat-buat oleh seseorang (pendusta) yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW secara paksa dan dusta baik sengaja maupun tidak disengaja. Inilah kemudian yang dinamakan hadis maudhu’ atau hadis palsu. Dalam perkembangan Islam selanjutnya dijadikan sebagai pokok sumber Islam kedua yang dinamakan al-sunnah.[2] Selain itu statemen Rasul yang bernada keras ini mungkin juga memberikan sebuah isyarat bahwa akan terjadi upaya-upaya pemalsuan terhadap sunnah dengan mengatasnamakan Rasulullah SAW dan ternyata hal ini membawa dampak yang sangat luar biasa. Nawir Yuslem dalam buku Ulm al-Hadits mengemukakan pandangan yang berbeda dalam memberikan definisi hadis palsu. Walaupun hadis mempunyai kedudukan yang begitu besar. Banyak sahabat yang enggan menyampaikan hadis bila sangsi terhadap periwayatannya. BAB II PEMBAHASAN A. Meskipun demikian bukan berarti bahwa pintu terbuka lebar bagi siapa saja untuk meriwayatkan hadis sekalipun meyakini tidak berbua kesalahan.

Ada beberapa motif pemalsuan hadis. ada juga sebagian yang mengatakan bhawa pemalsuan hadis ini muncul pasca peristiwa tahkim dimana untuk menguatkan atau menyokong kelompok atau golongan masing-masing maka dibuatlah hadis – hadis palsu. Hal ini dapat dibuktikan dengan kegigihan. Hal ini disebabkan karena beliau khawatir salah dalam meriwayatkan hadis demikian juga Umar dan Utsman.dalam pembicaraan hadis Nabi Muhammad SAW mengandung dua pengerrtian yaitu: 1.[6] . B. Semata-mata kebohongan (dusta) yang dilakukan terhadap Nabi Muhammad SAW 2. Dengan demikian menurut mereka jelaslah bahwa tidak mungkin terjadi pemalsuan hadis pada masa Rasulullah SAW. keduanya mengikuti kehati-hatian Abu Bakar dalam menerima periwayatan hadis. Demikian juga pada masa kekhalifahan Abu Bakar. Sebagian mengatakan pemalsuan hadis ini sudah ada sejak masa Nabi Muhammad SAW masih hidup berdasarkan hadis yang beliau sampaikan yang diriwayatkan oleh al-Bukhari. Pertentangan politik Menurut kebanyakan ulama hadis pemalsuan hadis terjadi pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. antara lain: 1. kehati-hatian Abu Bakar dalam meriwayatkan hadis dimana beliau pernah membakar catatan hadis miliknya yang berisi sekitar lima ratus hadis sebagaimana yang dituturkan oleh ‘Aisyah putri beliau. Aktivitas yang dilakukan dengan sengaja serta mempunyai dampak yang luas dalam membentuk kebohongan-kebohongan ke dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW[5] Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan hadis palsu atau maudhu’ adalah hadis yang bukan bersumber dari Nabi Muhammad SAW akan tetapi merupakan perkataan atau perbuatan dari seseorang atau pihak tertentu yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan tujuan tertentu. Namun. hadis-hadis yang ada sejak masa Rasulullah SAW sampai sebelum terjadinya pertentangan antara Ali bin Abi Thalib dengan Mu’awiyah bin abi Sufyan masih terhindar dari pemalsuan. Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan. Misalnya. kehatihatian dan kewaspadaan mereka terhadap hadis. Sejarah Munculnya Hadis Maudhu’ Terdapat perbedaan pendapat mengenai kapan munculnya hadis maudhu’ ini. Sejumlah fakta sejarah menyebutkan bahwa latar belakang munculnya hadis palsu tidak hanya dilakukan oleh umat Islam sendiri tetapi juga dilakukan oleh orangorang non Islam. Menurut mereka.

Pertentangan ini semakin tajam dan berlarut-larut sehingga masing-masing berupaya untuk saling mengalahkan juga berupaya untuk mempengaruhi dan menarik simpati orang yang tidak berada dalam perpecahan. Usaha Kaum Zindik Kaum Zindik adalah termasuk kelompok yang sangat membenci Islam. [7]Kelompok ini menyadari bahwa tidak mungkin melampiaskan kebencian melalui pemalsuan al-Qur’an. kesesaatan dan tipu muslihat. sangat menghormati hak asasi manusia serta sigap dalam melenyapkan konsepsi yang salah. “kami bersaksi bahwa engkau Rasulullah’”. Dari sinilah mulai berkembang hadis palsu dimana materi pertama yang diangkat adalah tentang keunggulan seseorang dan kelompoknya. Peristiwa tahkim mengakibatkan munculnya dua golongan besar yaitu golongan Ali dan pendukung Mu’awiyah.Berbeda dengan masa ketiga khalifah tersebut. Diantara hadis palsu yang mereka buat adalah: ‫إن نفرا من اليهود أتوا الرسول صلى ال عليه وسلم فقالوا من يحمل العرش؟ فقال،تحمله الهوام يقرونها‬ ‫والمجرة التى فى السماء من عرقهم، فقالوا نشهد أنك رسول ال صلى ال عليه وسلم‬ “ Sekelompok orang Yahudi dating kepada Rasulullah SAW kemudian bertanya. Tidak mengherankan kenapa materi pertama adalah mengenai keunggulan masing-masing kelompoknya karena hal ini dipengaruhi oleh perebutan kekuasaan sehingga diperlukan hadis yang berisi pembelaan terhadap kelompoknya. baik Islam sebagai agama maupun Islam sebagai dasar pemerintahan. Pertentangan kedua belah pihak ini juga mengakibatkan perpecahan dalam golongan Ali yaitu kelompok pendukung Ali yang disebut Syiah dan kelompok yang keluar dari golongan Ali yang dinamakan Khawarij. Pertentangan politik yang terjadi di kalangan umat Islam tersebut berimplikasi kepada lahirnya sekte-sekte keagamaan dan melahirkan perbedaan paham di bidang teologi dan diantara pendukung masing-masing aliran membuat hadis palsu untuk memperkuat dan membela aliran yang mereka anut. “siapakah yang membawa Arsy?” Beliau menjawab. pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib telah terjadi perpecahan umat Islam menjadi golongan-golongan.[8] . 2. Mereka merasa sakit hati melihat orang-orang berbondong-bondong masuk agama Islam karena Islam menjamin kemerdekaan berfikir. maka cara yang paling jitu adalah melalui pemalsuan hadis dengan maksud menghancurkan umat Islam. Mereka adalah orangorang yang hatinya tidak senang dengan penyebaran Islam yang begitu pesat dan kejayaan pemerintahannya. “Arsy itu dibawa oleh binatang-binatang yang berbisa dengan tanduk-tanduknya bimasakti yang ada di langit berasal dari keringat mereka. Mereka berkata.

Bangsa. ia melihat al-Mahdi sedang bermain-main dengan burung merpati. Diantara hadis palsu tersebut adalah: ‫أبغض الكلم إلى ال الفارسية وكلم الشياطين الخوزية وكلم أهل النار البخارية وكلم أهل الجنة العربية‬ “Bahasa yang paling dibenci oleh Allah adalah bahasa Persia. Menjilat Penguasa Pemalsuan hadis dalam rangka menjilat penguasa dan untuk menyenangkan hati mereka. Ghiyas kemudian meriwayatkan hadis yang telah mehsyur yakni: ‫ل سبق إل فى نصل أوخف أو حافر‬ . Fanatik Terhadap Suku.Dari hadis tersebut di atas tidak mungkin dibuat oleh orang Islam dan orang yang berakal. Dalam menjalankan pemerintahannya. Melihat hal ini. Oleh karena itu. dan lain-lain. bangsa. bahasa setan adalah bahasa Khauzi. 3. telah terjadi pada masa Dinasti Abbasiyah dan belum terjadi sebelum ini. Mereka yang non Arab merasakan adanya diskriminasi tersebut. Negara dan Pimpinan Kemunculan hadis palsu ternyata didorong pula oleh sikap ego dan fanatic buta serta ingin menonjolkan seseorang. bahasa penghuni neraka adalah bahasa Bukhara dan bahasa surga adalah bahasa Arab”. dinasti Umayyah secara khusus mengandalkan etnis Arab sehingga memandang kaum muslimin non-Arab tidak sesuai dengan jiwa Islam. Ghiyas bin Ibrahim merupakan tokoh yang paling banyak disebutkan dalam kitab hadis sebagai pemalsu hadis tentang “perlombaan”. Pangkal pemalsuan hadis-hadis tentang kelebihan sebagian suku bangsa Arab adalah karena dibangkitkannya rasa fanatisme kabilah yang muncul dalam dinasti Umayyah setelah meninggalnya Yazid bin Mu’awiyah. Diantaranya adalah: ‫إن كلم الذين حول العرش بالفارسية وإن ال إذا أوحى أمرا فيه لين أوحاه بالفارسية وإذا أمرا فيه شدة أوحاه‬ ‫بالعربية‬ “Sesungguhnya pembicaraan orang-orang yang berada di sekitar Arsy adalah dengan bahasa Persia dan sesungguhnya jika Allah mewahyukan sesuatu yang lunak (menggembirakan) maka Allah mewahyukannya dengan bahasa Persia dan jika Dia mewahyukan sesuatu yang keras (ancaman) maka Dia mewahyyukannya dengan bahasa Arab”[9] 4. mereka juga membuat tandingannya dengan membuat hadis palsu juga yang isinya menjelaskan kelebihan-kelebihan mereka. Dengan demikian kaum Zindik ini sangat membahayakan Islam daripada yang lainnya. Ketika ia menghadap khalifah al-Mahdi. kelompok.

Ketika sakit Abu Jazi berkata. terlepas dari itu. Tanda-tanda hadis palsu pada sanad a. Menurut Ajaj al-Khatib. hadis anu…”. para ulama hadis telah membuat beberapa pedoman sebagai rujukan untuk mendeteksi hadis palsu yaitu dengan melihat kepada sanad dan matannya. Membangkitkan Gairah Beribadah Banyak diantara para ulama yang membuat hadis palsu dengan perkiraan usahanya itu benar untuk mendekatkan diri kepada Allah. hal ini sangat disesalkan. apapun alasannya hadis tersebut tetap palsu dan merupakan tindakan tercela dan menyesatkan karena tidak sesuai dan bertentangan dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu. b. . Adanya qarinah (dalil) yang menunjukkan kebohongan seperti pengakuan ia pernah meriwayatkan dari seorang syekh tapi ternyata belum pernah bertemu secara langsung atau pernah menerima hadis di suatu daerah tetapi ia sendiri belum pernah melakukan rihlah (perjalanan) ke daerah tersebut atau pernah menerima hadis dari seorang syekh tapi diketahui syeikh tersebut telah meninggal ketika ia masih kecil. Atas dasar pengakuan pembuat hadis palsu seperti pengakuan Abdul Karim al-Auja’. dapat dikatakan bahwa kemunculankemunculan hadis-hadis palsu ada yang negative dan ada yang positif.[10] 5. sepatu dan kuda” Ghiyas kemudian menambahkan kata ‫او جناح‬ yang berarti sayap dengan maksud mendapat simpati dari al-Mahdi karena pada waktu itu khalifah al-Mahdi sedang memainkan burung dara. 1. “sekiranya Allah tidak menimpakan sakit atas diri saya seperti yang kamu lihat.[11] Dari beberapa motif tersebut di atas.“Tidak ada perlombaan kecuali dalam (permainan) panah. sebab “kesalehan” mereka telah mengelabui masyarakat yang pada umumnya membenarkan mereka. Namun. karena merasa prihatin terhadap perpecahan umat dank arena umat telah disibukkan oleh urusan dunia dan meninggalkan akhirat sehingga mereka mengeluarkan hadis tentang tarhib (ancaman terhadap perbuatan buruk) dan targhib (motivasi untuk berbuat baik). Mengenal Hadis Palsu Untuk mengenal hadis palsu. saya tidak akan mengaku. C. Namun sekarang saya bersaksi bahwa saya telah memalsukan hadis anu. Abu Ishmah Nuh bin Maryam dan Abu Jazi.

Rusaknya makna (arti) hadis. Meriwayatkan hadis sendirian dan dikenal sebagai pembohong sedangkan hadis tersebut tidak diriwayatkan oleh perawi lain yang tsiqah. Tanda hadis palsu pada matan a. seperti hadis yang menyatakan bahwa umur dunia 7000 tahun dan akan berakhir pada 1000 tahun yang ketujuh. kajian dan penelusuran terhadap hadis-hadis palsu yang tidak terhitung jumlahnya. Buruknya redaksi hadis. mereka berkata. padahal Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang sangat fasih dalam berbahasa. Berikut dikemukakan beberapa upaya mereka dalam mengantisipasi hadis-hadis palsu yang telah menodai agama dengan sangat kritis. Hadis yang terlalu melebih-lebihkan salah satu sahabat seperti hadis yang menyatakan bahwa nabi Muhammad SAW memegang tangan Ali bin Abi Thalib di suatu majelis diantara para sahabat yang lain kemudian beliau bersabda.[14] d.c. “sebutkan sanad-sanad hadis kepada kami” mereka menerima hadis ahlu as-sunnah dan menolak hadis-hadis ahlu al-bid’ah”. Matannya bertentangan dengan al-Qur’an. santun dan enak dirasakan. Upaya Para Ulama Dalam Mengantsipasi Hadis Palsu Orang yang bersikap objektif akan menaruh hormat dan sangat berterima kasih atas jerih payah para ulama dalam melakukan penelitian. misalnya hadis yang secara empiris tidak bias dibenarkan seperti ‫النظر الى الوجه الجميل عبادة‬ “Melihat wajah yang cantik adalah ibadah”[13] c. hadis mutawatir atau ijma. yaitu: 1.[12] 2. Muhammad ibnu Sirrin berkata: “para sahabat dan tabi’in tidak menanyakan isnad hadis. [16] 2. Hadis ini bertentangan dengan al-Qur’an surah al-A’raf ayat 187 yang menyebutkan bahwa umur dunia hanya diketahui Allah. Memilih Perawi Yang Terpercaya . Meneliti system penyandaran hadis Mengenai penyandaran hadis ini. “inilah wasiatku dan saudaraku dan khalifah setelah aku” kemudian sahabat yang lain sepakat.[15] D. Dalam hal ini orang yang memahami bahasa secara mendalam mengetahui bahwa sesuatu kata bukan berasal dari Nabi Muhammad SAW b. Setelah terjadi pemberontakan terhadap Utsman bin Affan.

Al-Baits ‘ala Khalas min Hawadits al-Qishas karya al-Hafidh Zain al-Din Abd Rahman al-Iraqi. Menyusun Kaidah-Kaidah Hadis Dengan berbagai kaidah dan ilmu hadis. dengan kata lain bukan hadis Rasulullah SAW. akan tetapi suatu perkataan atau perbuatan seseorang atau pihak-pihak tertentu dengan suatu alasan kemudian dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW. karena tidak menutup kemungkinan adanya pihak-pihak yang tidak senang Islam maju dan berkembang. disamping telah dibukukannya hadis.[17] 3.[18] Dengan pencurahan segala daya upaya dan telaah kritis yang telah dilakukan oleh para ulama hadis tersebut telah membukakan mata umat Islam di era kini untuk lebih mencermati penggunaan hadis palsu dalam berbagai aktifitas keagamaan. Oleh karena itu.Para ilmuwan hadis menanyakan hadis-hadis yang dipandang kabur atau tidak jelas asal-usulnya kepada para sahabat dan tabi’in dan orang-orang yang menekuni bidang ini. Abu al-Aliyah berkata. BAB III PENUTUP Kesimpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. mengakibatkan ruang gerak para pembuat hadis palsu yang sangat sempit. . Hadis palsu adalah hadis yang bukan bersumber dari Rasulullah SAW. “kami mendengar riwayat hadis dari para sahabat Rasulullah di Bashrah. Selain hadis-hadis yang berkembang di masyarakat dan termaktub dalam kitab-kitab dapat diteliti dan diketahui kualitasnya. kembali menyerang islam lewat hadis-hadis palsu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. karena tidak puas kemudian kami pergi ke Madinah untuk mendengar langsung hadis itu dari mereka”. 4. dan lainnya. al-Maudhu’ al-Kubra karya Abu al-Fari Abd al-Rahman al-Jauzi. Dengan menggunakan berbagai kaidah ilmu hadis tersebut. mereka tidak akan mengambil dari orang-orang yang dikenal suka berbohong dalam kehidupan umum. para ulama hadis telah berhasil menghimpun berbagai hadis palsu yang telah beredar dan berkembang di tengah-tengah masyarakat dan menghimpunnya dalam kitab-kitab khusus antara lain. Studi Kritik Rawi Upaya ini lebih dikonsentrasikan kepada karakter perawi dengan lebih menekankan pada sifat kejujuran dan kebohongan.

dan fanatisme. Lc Disusun oleh : IMAM WAHYUDI PONDOK HAJJAH NURIYAH SHABRAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2009 A. dilihat dari dua hal. Hadist semacam ini dinamakan dikenal juga dengan sebutan hadits palsu. Hadits maudhu’ yang dibuat untuk mempertahankan idiologi partainya atau golongan sendiri dan menyerang partai lawannya. ia mengklaim ucapan seseorang sebagai hadits lalu menyebar luaskannya. karena hadits tersebut cacat dari segi jalur periwayatannya. Hadits maudhu’ dikategorikan hadits mardud (tertolak). CONTOH HADITS MAUDHU’ 1. tidak akan dimasukkan di neraka”. Munculnya hadis palsu inidilatarbelakangi oleh pertentangan politik. menyenangkan penguasa. Di dalam ilmu hadits. 3. 3. membangkitkan gairah ibadah. Hadits maudhu’ atau hadits palsu adalah hadits dengan tingkat kelemahan paling rendah. yaitu hadist yang dibuat oleh seseorang pendusta dan disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw. )وضع‬ artinya menurunkan atau meletakkan atau meyimpan. kata maudhu’ merupakan isim maf’ul dari kata wada’a (‫. Hadits maudhu’ yang dinukil dari perkataan orang-orang Mutaqaaddimin. Ahmad dan semisalnya) ini. akan tetapi keselamatan dari neraka itu karena keilmuan dan keislaman 2. Dan secara istilah : ulama hadist.2. Hadits maudhu’ yang bertentangan dengan sunnah mutawatir ialah Hadits yang memuji orang-orang yang memakai nama Muhammad atau Ahmad. PENGERTIAN HADITS MAUDHU’ Menurut bahasa. baik secara sengaja maupun tidak. bisa diterima atau tidaknya sebuah hadits. Sebab salah seorang perawinya (periwayat) diketahui berdusta. mereka membuat hadits yang . usaha orang non Islam untuk menghancurkan Islam dari dalam. yaitu: “Cinta keduniaan ialah modal kesalahan”. Di samping itu juga. yaitu: “Bahwa setiap orang dinamakan dengan nama-nama (Muhammad. yaitu dari matan atau lafadz (isi) haditsnya dan sanad atau jalur orang yang meriwayatkannya. B. yaitu golongannya syi’ah membuat hadits maudhu’ yang memuji diri sendiri. Hadits tersebut adalah bertentangan dengan sunnah-sunnah Rasulullah SAW yang menerangkan bahwa neraka itiu tidak dapat ditembus dengan nama-nama tersebut. Para ulama hadis telah berupaya mengantisipasi kemunculan hadis-hadis palsu dengan membuat berbagai kaidah yang ketat sebagai pedoman untuk mendeteksi hadis palsu HADITS MAUDHU' MAKALAH HADITS MAUDHU’ Makalah ini dibuat Demi Memenuhi Tugas dalam Mata Kuliah Musthalahul Hadits Dosen Pengampu : Nurcholis.

“Di surga tidak terdapat satu pohon. “Bahwa setiap orang dinamakan dengan nama-nama (Muhammad. dan setiap lisan mempunyai 70. Hadits maudhu’ yang dibuat untuk merusak dan mengeruhkan Agama Islam. “Para sahabatku laksana bintang-bintang. ‘Wahai Tuhan-ku. “ Aku telah melihat Tuhanku dengan tanpa Hijab antaraku dan Dia. “Barangsiapa mengucapkan tahlil (la ilaha ilallah) maka Allah menciptakan dari kalimat itu seekor burung yang mempunyai 70.isinya untuk menjelek-jelekkan lawannya. 20. “Ketika Adam melakukan kesalahan. “Sesuap makanan diperut lapar adalah lebih baik daripada membangun seribu masjid jami’”. sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Zindiq. Siapa pun dari mereka yang engkau teladani. muhammadur Rasulullah. 14.000 bahasa yag dapat meminta ampun kepadanya”. dan sekarang datang pada ribuan yang ke-7”.000 tahun. Umar dan Utsman r. selain pohon yang daunnya ditulis dengan kalimat: la ilaha ilahu. maka dia telah bersikap kasar kepadaku. “Tuhan kami turun dari langit pada sore hari. Semua orang yang mengamalkan ilmunya tenggelam. 4. Abu Bakar As Shiddiq. 7. Semua ulama binasa kecuali mereka yang mengamalkan (ilmunya). Hadits maudhu yang bertentangan dengan Al Quran: “ Anak zina itu. Dan orang-orang yang ikhlas itu berada dalam bahaya yang besar. “Semua manusia (dalam keadaan) mati kecuali para ulama.” 17. 15. seperti Mu’awiyah: “ Apabila kamu melihat Mu’awiyah berada di atas mimbarku bunuhlah”. ia berkata. hal itu kami rubah( sedemikian rupa) menjadi suatu hadits”.” 10. “Hadiah Allah kepada seorang mukmin adalah adanya pengemis yang menunggu pemberian di depan pintunya”. sampai tujuh keturunan”. 5. aku memohon kepadaMu dengan hak Muhammad agar Engkau mengampuni padaku”. telitilah dari siapa kamu mengambil pelajaran Agama! Kami sendiri bila menghendaki sesuatu hal. Misalnya hadits maudhu yang membenarkan ke-khilaf-an Abu Bakar. “Cinta tanah air adalah sebagian daripada iman. “Bahwa hadits-hadits adalah suatu agama.” 11. Karena itu . bahwa yang pertama kali diciptakan oleh Allah adalah cahaya Nabimu.” 8. Umar Al Faruq dan Utsman Dzun-nurain”. Hadits maudhu’ yang menjelaskan tentang umur dunia: ”Umur dunia itu 7.a. 19. 18. Pengikut golongan lain yang merasa golongannya dihina. 16.000 lisan. segera membalas membuat hadits maudhu’ untuk mengadakan revance atau setidak-tidaknya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat padanya. niscaya engkau akan mendapat petunjuk. Ahmad dan semisalnya) ini.” 9. 12. “Wahai Jabir. 6. tidak dapat masuk surga. kecuali mereka yang ikhlas. Oleh karena itu. “Barangsiapa yang menunaikan haji kemudian tidak berziarah kepadaku. sambil berjabatan tangan dengan orang-orang yang bekendaraan dan memeluk orang-oreng yang pada berjalan”. di Arafah dengan berkendaraan unta kelabu. “Telah dipastikan atau difitrahkan bahwa hati menyukai siapa saja yang berbuat baik kepadanya dan membenci siapa yang berbuat buruk kepadanya”.” 13. tidak akan dimasukkan di neraka.

000 tahun tidak bergeser”.kulihat segala sesuatu. Berdasarkan hadits. meriwayatkan hadits palsu adalah haram. . masa tuanya berjuta-juta tahun dan Allah menempatkan mereka di suatu istana yang terbuat dari mutiara putih. Khumaidi. menurunkan wahyu dengan bahasa Arab”. “Di dalam surga itu terdapat bidadari-bidadari yang berbau harum semerbak. “Rasulullah bersabda : Nanti bakal lahir seorang laki-laki dalam ummatku ini orang yang bernama abu Hanifah An Nu’man sebagai pelita ummatku”. 27. maka tidak sah salatnya”. 30. Ar-Rasikh. “Barang siapa yang mengangkat kedua tangannya di dalam shalat. Jakarta Barat: CV. Yang demikian itu tetap berjalan dampai 70. Artha Rivera. Kamus Istilah-Istilah Hadits. barang siapa yang mengatakan demikian.000 paviliun yang setiap paviliun mempunyai 70. sungguh kafir terhadap Allah yang Maha Besar dan tertalaklah istrinya sejak itu”. 26. “Berapa banyak wanita yang cantik jelita.000 kibah. HUKUM HADITS MAUDHU’ Hadits maudhu’ atau palsu merupakan hadits yang sama sekali tidak bisa dijadikan dalil dan juga hadist ini merupakan hadist yang paling jelek di antara sekian banyak yang hadist yang dhaif.” 24. D. karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku.” (HR.1997. “Sungguh Allah itu apabila marah. pada istana itu terdapat 70. “Rasulullah bersabda : Nanti bakal lahir seorang laki-laki dalam ummatku ini orang yang bernama Muhammad bin Idris. Silsilah Hadits Dhaif dan Maudhu. Abdul. yang paling mengentarkan ummatku daripada iblis. Nashiruddin. 21. “Sesungguhnya Allah SWT tidak mengizinkan untuk melagukan Al quran”. Ilmu Hadits. namun mahar yang diterimanya tidak lebih dari segenggam gandum atau yang sepertinya dari buah kurma”. Muslim). Jakarta: Darul Falah. adalah makhluk. 25. di bumi dan di antara keduanya. Jakarta : Gema Isani. Mudasir. Oleh karena itu. Mannan. “Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku. kecuali Allah dan Al quran. hingga kulihat sebuah mahkota yang terhias dari mutiara”. 23. C. 28. “Rasulullah SAW melakukan shalat pada bulan ramadhan tidak berjamaah sebanyak dua puluh rakaat dan witir”. Ilmu Hadits Untuk Pemula. maka berati ia telah menjauhi aku”. 29. Muhammad. 2003. maka ia akan masuk neraka. menurunkan wahyu dengan bahasa Persi dan bila rela. 22. Irham. 2008. Nanti bakal datang kaum-kaum dari ummatku yang mengatakan bahwa Al quran itu adalah makhluk baru. 2008. “Setiap yang ada di langit. REFERENSI Al Albany. Bahkan menurut kesepakatan ulama. jika tidak disertai keterangan bahwa hadits tersebut maudhu’. “Barang siapa mencium bunga mawar merah dan tidak ber-shalawat kepadaku. Drs. Bandung : Pustaka Setia.

Ihktisar Musthalahul Hadits. Dan membawa As Sunah bukan pada maksudnya. sebagaimana anggapan para orientalis. dan maudhu’(palsu). Dalam dalam kesempatan ini. Hal ini tidak pernah terjadi pada masa Rasulullah dan tidak pernah dilakukan seorang shahabatpun.wordpress. hukum. Apabila diantara mereka berselesih mereka berijtihad. haramnya meriwayatkan hadits maudhu’ dari orang yang mengetahui kepalsuannya dalam bentuk apapun. Kita sebagai seorang muslim tidak meyakini bahwa semua hadits adalah shahih. ciri-ciri maupun yang lainnya. insya Allah saya akan menjelaskan seputar hadits maudhu’. Awal Munculnya Hadits Maudhu’ Perpecahan kaum Muslimin menjadi beberapa kelompok setelah fitnah( masa setelah terbunuhnya Utsman bin Affan). Jadi memang ada hadits yang shahih. yang berarti menurunkannya. Rahman. 1985. Bila mereka mentakwilkan hadits mereka menisbatkan kepada Nabi Apalagi tentang keutamaan para Imam mereka. Pengertian Menurut Bahasa Hadits Maudhu’ Merupakan isim maf’ul (objek) dari kata wadha’a Asy-Syaia.com/2008/01/05/contoh-hadits-maudhu-hadis-palsu/ http://www. Derajat Hadits Maudhu’ dan Hukum Meriwayatkannya Hadits maudhu’ merupakan hadits yang paling rendah dan paling buruk Sehingga para ulama’ sepakat. agar kita faham pembahasan yang berkaitan dengan hadits maudhu’. karena memang menurunkan derajatnya. fatchur. Bandung : PT Alma ‘arif PENDAHULUAN Hadits merupakan sumber kedua setelah Al Qur’an dalam islam. .com/2008/06/hadits-maudhu.blogspot. Sebagian kelompok mentakwilkan Al Qur’an bukan pada makna sebenarnnya. Dan kelompok yang pertama melakukan hal itu adalah Syi’ah. Namun juga tidak benar bila menganggap bahwa semua hadits itu palsu. Menurut Istilah Adalah kedustaan yang dibuat dan direka-reka yang disandarkan atas nama Rasulullah dan ia termasuk periwayatan yang paling jelek. baik pengertian. kecuali disertai dengan penjelasan akan kemaudhu’anya. hasan. Drs.http://ainuamri. dengan mengedepankan mencari kebenaran. dha’if. menjadikan setiap kelompok mencari dukungan dari Al Qur’an dan As Sunah. Dinamakan seperti itu.Al-Firqotunnajiyyah.html.

Adanya inidikasi perawi yang menunjukkan akan kepalsuannya. maka dia termasuk para pendusta. Adanya indikasi pada isi hadits. 3. sunah yang mutawatir dan ijma’. 4. yang digelari Nuh Al Jami’. tentang tanggal kelahirannya. 5. ketahuilah sesungguhnya itu adalah maudhu’. 2. ternyata perawi dilahirkan sesudah kematian syaikh. maka ia tidak (maudhu’). atau menafikan dalil-dali Al Qur’an yang qath’I. Misal perawi Rafidhah.” (HR. Cara Yang Ditempuh Pembuat Hadits Maudhu’ 1. haditsnya tentang keutamaan ahli bait. Ketika ditanya perawi tersebut. berlawanan dengan ketetapan agama atau susunan lafadz lemah dan kacau.” Hamad bin Salamah berkata:”Menceritakan kepada syaikh mereka(Rafidhah). bertentangan dengan indra. dan hadits itu tidak diketahui kecuali dari syaikh tersebut. dengan berkata:”Bila kami berkumpul-kumpul. atau yang membatalkan masalah ushul(akidah). Muslim). bahwasanya ia telah memalsukan hadits atas Ibnu Abbas tentang keutamaan-keutamaan Al Qur’an surat per surat. apabila kamu melihat hadits yang menjelaskan akal. Bagaimana Mengetahui Hadits Maudhu’ 1. 2. Seperti pengakuan Abi ‘Ishmat Nuh bin Abi Maryam. menyelisihi naql (dalil).” Ibnu Al Jauzi berkata:”Perkataan yang paling tepat berkenan dengan hadits maudhu’ adalah. As Suyuthi berkata:”Dari indikasi perawi (maudhu’) adalah dia seorang Rafidhah dan haditsnya tentang keutamaan ahli bait. Mengambil perkataan ahli bijak atau selain mereka kemudian meletakkan sanadnya. kemudian meletakkan sanadnya dan meriwayatkannya. Menurut Abu Bakar bin Ath Thayib:”Sesungguhnya bagian dari petunjuk maudhu’ adalah tidak masuk akal yang tidak bisa ditakwil disertai dengan tidak berdasar pada panca indra. Membuat perkataan yang berasal dari dirinya.” Misalnya apa yang diriwayatkan Abdurahman bin Zaid bin Aslam dari bapaknya dari kakeknya secara . Pengakuan dari orang yang memalsukan hadits.Nabi bersabda: “Barangsiapa yang menceritakan hadits dari sedang dia mengetahui bahwa itu dusta. kemudian ada sesuatu yang kami anggap baik maka kami jadikan sebagai hadits. Pernyataan yang diposisikan sama dengan pengakuan. Dan seperti pengakuan Maisarah bin Abdi Rabbihi Al Farisi bahwa dia telah memalsukan hadits tentang keutamaan Ali sebanyak tujuh puluh hadits. serta kemustahilan hadits tersebut bersumber dari Rasulullah. Seperti seseorang menyampaikan hadits dari seorang syaikh. Adapun jika bertentangannya memungkinkan untuk dijamak. bertentangan dengan akal sehat. Atau pada saat syaikh meninggal dia masih kecil dan tidak mendapatkan periwayatan.

” Ia menambahkan kata sayap (junah). dari Ibnu Mahdi. 1. kezindikan atau sekedar hobi semata.marfu’. Motivasi-motivasi yang Mendorong Melakukan Pemalsuan Hadits Banyak niat seseorang memalsukan hadits baik timbul dari motif politik. Ibnu Hibban telah meriwayatkan dari kitabnya Ad Dhu’afa’. pacuan. Setelah berpaling. 1.” Bahwa kapal Nabi Nuh thawaf mengelilingi ka’bah tujuh kali dan shalat dua rakaat di maqam Ibrahim. Mendekatkan diri kepada penguasa demi menuruti hawa nafsu. Sebagian orang yang imannya lemah berupaya mendekati sebagian penguasa dengan membuat hadits yang menisbatkan kepada penguasa agar mendapat perhatian. dia bertanya kepada Maisarah bin Abdi Rabbihi:”Dari mana engkau mendatangkan hadits-hadits seperti. Mereka ini termasuk kelompok pembuat hadits maudhu’ yang paling buruk. atau hadits yang berisi ancaman terhadap perbuatan munkar. berkata:”Janganlah engkau bicara dengan mereka. Masing-masing aliran membuat hadits-hadits palsu untuk memperkuat golongannya. menggali atau sayap. lalu Al Mahdi memberinya sepuluh dirham. “Barangsiapa membaca ini maka ia akan memperoleh itu? Ia menjawab:”Aku sengaja membuatnya untuk memberi dorongan kepada manusia. Diantara mereka adalah Maisarah bin Abdi Rabbihi. yang dilakukan untuk menyenangkan Al Mahdi. jangan meriwayatkan (hadits) dari mereka sesungguhnya mereka berdusta. Ini merupakan asal dari kedustaan atas nama Rasulullah. Imam Malik ditanya tentang Rafidhah. Berikut adalah motivasi-motivasi mereka: 1. Sang Amir .Seperti kisah Giyats bin Ibrahim An Nakh’I Al Kufi dengan Amir Mukminin Al Mahdi. 1. kebodohan. Dalam rangka Taqarrub kepada Allah. Maka ia menambahkan perkataan dalam hadits yang disandarkan kepada Nabi. Mereka yang membuat haditshadits maudhu’ ini biasanya menisbatkannya kepada golongan ahli zuhud dan orang-orang shalih. bahwa beliau bersabda: “Tidak ada perlombaan kecuali bermain pedang. termasuk madzhab yang terpecah menjadi aliran politik setelah munculnya fitnah(masa setelah terbunuhnya Utsman bin Affan) dan maraknya aliran-aliran politik seperti Khawarij dan Syi’ah. Membela suatu madzhab. dengan meletakkan hadits-hadits targhib(yang mendorong) manusia untuk berbuat kebaikan. karena manusia menerima hadits-hadits maudhu’ mereka disebabkan kepercayaan terhadap mereka. ketika masuk ke (ruangan Amirul Mukminin) dan menjumpai Al Mahdi tengah bermain-main dengan burung merpati.

Ketika akan dipenggal lehernya Ibnu Adi berkata:”Aku telah memalsukan hadits diantara kalian sebanyak empat ribu hadits. 1. 1.” Maka seorang Arab yang jahil membaliknya. Mereka menambahnambahkan ceritanya agar masyarakat mau mendengar dongengannya. aku mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram. Diantara mereka adalah Abu Sa’id Al Madani. orang-orang dungu itu telah membuat hadits maudhu’ sebanyak empat ribu. Ahmad bin Shalih Al Mishri berkata:”(Hukuman bagi) orang zindiq adalah dipenggal lehernya. dia adalah penerang umatku.berkata:”Aku bersaksi bahwa tengkukmu adalah tengkuk pendusta atas nama Rasulullah. yaitu. yaitu dengan membuat hadits yang gharib(asing) yang tidak dijumpai pada seorangpun dari syaikh-syaikh hadits. Mereka membolak balik sanad hadits supaya orang yang mendengarnya terperangah. Dalam rangka mencari penghidupan dan memperoleh rizki. yang berbunyi:”Akan ada dari umatku seorang laki-laki yang disebut Abu Hanifah Al Nu’man. dan apabila ridha menurunkan wahyu dengan bahasa Persi (Al Farisiyah). Seperti yang dilakukan sebagian tukang dongeng yang mencari penghidupan melalui berbagai cerita kepada masyarakat. 1. ” Sesungguhnya Allah apabila murka menurunkan wahyu dengan menggunakan bahasa Persi (AlFarisiyah). maka berhati-hatilah. Fanatisme terhadap Imam atau Negri. membuat hadits yang berbunyi:” Akan ada dari umatku seorang laki-laki . perkataan ini. dan tidak ada Nabi sesudahku kecuali yang Allah kehendaki. 1. Dalam rangka meraih popularitas. Kemudian Al Mahdi memerintah untuk menyembelih burung merpati itu. Diantara mereka adalah Muhammad bin Sa’id Asy Syami yang dihukum mati dan disalib karena kezindikannya. dan apabila ridha menurunkan wahyu dengan bahasa Arab. Mengikuti hawa nafsu dan ahli ra’yu yang tidak mempunyai dalil dari kitab dan sunah kemudian membuat hadits maudhu’ untuk membenarkan hawa nafsu dan pendapatnya. Zindiq yang ingin merusak manusia dan agamanya. Hamad bin Zaid berkata: “Orang-orang zindiq membuat hadits dusta yang disandarkan kepada Rasulullah sebanyak empat belas ribu hadits. Ia meriwayatkan hadits dari Humaid dari Anas secara Marfu : Aku adalah Nabi terakhir. 1. Dan orang yang tidak senang dengan Imam Asy Syafi’I. memalsu hadits. lalu mereka memberi upah. Asy Syu’ubiyun memalsu hadits yang berbunyi:”Sesungguhnya Allah apabila murka menurunkan wahyu dengan menggunakan bahasa Arab. Diantara mereka adalah Ibnu Abu Dihyah dan Hammad bin An Nashibi. Dan orang yang ta’ashub(fanatik) terhadap Abu Hanifah.

merajut al-wala hingga menjadi bangunan yang kokoh saling menguatkan. Adapun adalah perintah yang juga berarti kabar(berita). karya As Suyuthi. ancaman. Al Madhu’at. bersama-sama kita meningkatkan iman dan ilmiah ummat berpatok pada pemahaman salafush shalih. dia lebih bahaya atas umatku dari pada iblis. Tanzihu Ay Syri’ah Al Marfu’ah ‘an Al Ahadits Asy Syani’ah Al Maudhu’ah karya Ibnu ‘Iraqi Al Kittani. Kitab-kitab Referensi Hadits Palsu Para ulama telah merupaya mengumpulkan hadits-hadits palsu supaya kaum muslimin selamat dari makar pembuatnya. ringkasan kedua kitab diatas. Ancaman Bagi yang Membuat Hadits Maudhu’. Akhir Kata Dengan memohon pertolongan Allah. berpendapat bahwa kafir bagi orang yang memalsukan hadits Rasulullah dan dengan sengaja dan mengetahui (hukum berkenaan) dengan yang ia ada-adakan.yang disebut Muhammad bin Idris. Al La’ali Al Mashnu’ah fi Al Ahadits Al Maudhu’ah. Namun dalam riwayat Ibnu Hibban terdapat kata ini. sebagaimana Nabi bersabda: “Barangsiapa berdusta atas namaku secara sengaja. maka hendaknya ia bersiapsiap menempati tempatnya dineraka. 1. Seruan untuk hijrah kepada Allah dengan memurnikan tauhid dan mencampakkan kesyirikan serta hijrah kepada Rasul-Nya dengan mengikuti sunnahnya. 1. bersama seluruh golongan dan pergerakan yang haq. . ringkasan kitab diatas.” Hadits ini diriwayatkan secara mutawatir. di antara kitab-kitab tersebut yaitu: 1. yaitu diriwayatkan 70 orang shahabat. dan inilah seruan kami: 1. Syaikh Muhammad Abu Al Juwaini. penghinaan atau do’a atas 10 pelakunya. Yaitu semoga Allah menyiapkan untuknya (nereka). menggalang ukhuwah bersama seluruh thalibul ilmi dan du’at penyeru kepada ummat. Orang yang berdusta atas nama Rasulullah ancamannya sangat keras. Dalam riwayat Al Bukhari tidak terdapat atau dengan sengaja. karangan Ibnu Al Jauzi.

1. Saran dan Kritik Semua saran. . Seruan untuk berwala kepada iman dan muslimin serta baro’ dari syirik dan musyrikin. koreksi dan kritik atau kontribusi harap dikirimkan langsung ke Kotak Komentar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful