makalah

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Seandainya kita mau meng-inventarisasi problem-problem di berbagai bidang yang harus diselesaikan oleh bangsa kita, maka mungkin beberapa puluh halaman tidak akan cukup untuk memuatnya. Seiring dengan perubahan politik menuju demokrasi terpimpin, maka ekonomipun mengikuti ekonomi terpimpin. Sehingga ekonomi terpimpin merupakan bagian dari demokrasi terpimpin. Dimana semua aktivitas ekonomi disentralisasikan di pusat pemerintahan sementara daerah merupakan kepanjangan dari pusat. Kalau diteliti benar-benar, dan dengan menyimak latarbelakang sejarah sebelum dan sesudah lahirnya Orde Baru, maka nyatalah bahwa friksi, konflik atau kontradiksi, yang dewasa ini muncul dalam berbagai bentuk dan di beraneka-ragam bidang, adalah tetap merupakan pertentangan antara kekuatan prorakyat melawan kekuatan anti-rakyat. 1.2 Ruang Lingkup Adapun ruang lingkup yang digunakan adalah di ambil dari beberapa buku dan sebagiannya juga di ambil dari internet, banyak sekali penjelasan dan cerita-cerita tentang permasalahan dan perkembangan perpolitikan yang terjadi di Indonesia. 1.3 Tujuan Penulisan Tujuan kami dari penulisan dan penyusunan makalah ini antara lainnya adalah : -

Dengan makalah ini kita bisa belajar tentang Perkembangan Perpolitikan ditingkat Nasional terhadap Pembangunan Nasional Bisa mengetahui perkembangan perpolitikan dari orde lama, orde baru, dan sampai ke orde reformasi. Bisa menganalisis dan menilai perkembangan perpolitikan kita dari masa dulu sampai sekarang.
Ada terdapat masalah-masalah yang kami rangkum di makalah ini dengan beberapa penjelasan yang mudah di mengerti.

1

Bab II Isi

2.1 Era Orde Lama Pada Masa orde lama yang dipimpin oleh Presiden Soekarno mengalami perkembangan politik yang berdampak kepada pembangunan sistem pemerintahan nasional. 2.1.A Kondisi Politik Dalam Negeri pada Masa Orde Lama Demokrasi Terpimpin yang menggantikan sistem Demokrasi Liberal, berlaku tahun 1959-1965. Pada masa Demokrasi Terpimpin kekuasaan presiden sangat besar sehingga cenderung ke arah otoriter. Akibatnya sering terjadi penyimpangan terhadap UUD 1945. Berikut ini beberapa penyimpangan terhadap Pancasila dan UUD 1945 yang terjadi semasa Demokrasi Terpimpin. a) Pembentukan MPRS melalui Penetapan Presiden No. 2/1959. b) Anggota MPRS ditunjuk dan diangkat oleh presiden. c) Presiden membubarkan DPR hasil pemilu tahun 1955. d) GBHN yang bersumber pada pidato Presiden tanggal 17 Agustus 1959 yang berjudul “Penemuan Kembali Revolusi Kita” ditetapkan oleh DPA bukan oleh MPRS. e) Pengangkatan presiden seumur hidup. Menurut Bung Hatta, Demokrasi Terpimpin sebagai sebuah konsepsi mempunyai tujuan baik, tetapi cara-cara dan langkah-langkah yang hendak diambil untuk melaksanakannya terlihat menjauhkan dari tujuan baik tersebut. Hal ini terbukti dengan beberapa tindakan Presiden Soekarno, di antaranya membubarkan DPR hasil Pemilu. Dalam periode Demokrasi Terpimpin, Partai Komunis Indonesia (PKI) berusaha menempatkan dirinya sebagai golongan yang Pancasilais. Kekuatan politik pada Demokrasi Terpimpin terpusat di tangan Presiden Soekarno dengan TNI-AD dan PKI di sampingnya. Ajaran Nasakom (Nasionalis-Agama-Komunis) ciptaan Presiden

2

Soekarno sangat menguntungkan PKI. Ajaran Nasakom menempatkan PKI sebagai unsur yang sah dalam konstelasi politik Indonesia. Dengan demikian kedudukan PKI semakin kuat PKI semakin meningkatkan kegiatannya dengan berbagai isu yang memberi citra sebagai partai yang paling manipolis dan pendukung Bung Karno yang paling setia. Selama masa Demokrasi Terpimpin, PKI terus melaksanakan programprogramnya secara revolusioner. Bahkan mampu menguasai konstelasi politik. Puncak kegiatan PKI adalah melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang sah pada tanggal 30 September 1965. 2.1.B KEBIJAKAN POLITIK SOEKARNO-HATTA YANG KONTROVERSIAL (1956-1965) Pasca mundurnyaBung Hatta pada tanggal, 1 Desember 1956 Presiden Soekarno makin tak terkendali dalam melaksanakan keinginannya membawa masyarakat Indonesia kearah kemakmuran yang di cita-citakannya. Soekarno semakin tak terkontrol karena lembaga-lembaga yang dibuat untuk mengkritik dan mengimbangi kekuatan Soekarno satu persatu mulai di bekukan. Dalam bidang politik pemerintahan Soekarno pasca pengunduran diri Moh. Hatta juga menimbulkan dampak yang tidak sedikit yang ditimbulkan oleh ketidakpuasan daerah-daerah akibat pemerintahan otoriter yang diterapkan oleh Soekarno. Adanya pemrberontakan-pemberontakan didaerah merupakan puncak dari kebencian yang diakibatkan pemerintahan yang otoriter sebagai contoh munculnya gerakan dipimpin oleh Zulkifli Lubis, ataupun pemberontakan–pemberontakan yang dilakukan oleh PRRI-PERMESTA. Pemberontakan yang dilakukan oleh Zulkifli Lubis dan kawan-kawan mantan petinggi Masyumi pada saat itu dilakukan karena Bung Hatta sebagai icon perwakilan luar Jawa ikut disingkirkan oleh Soekarno. Dengan didukung oleh Syafrudin Prawiranegara mantan Menkeu dan Sumitro Joyohadikusumo, Natsir, dll. pemberontakan yang dilakukan oleh mereka menjadi perhatian yang seriusoleh pemerintah. Atas nasehat Hatta AH Nasution diutus untuk meredakan pemberontakan ini tanpa ada pertumpahan darah. Sampai pemberontakan ini reda berimbas kepada

3

(penemuan kembali revolusi kita). Keputusan kontroversial mewarnai kehidupan politik Indonesia pada waktu itu. Partai Komunis Indonesia (PKI) yang menjadi kekuatan Under dog bermain dengan taktik yang begitu licik sampai-sampai Masyumi sebagai lawan politiknya yang paling ekstrim terkena imbasnya. 4 . ekonomi terpimpin. Pembredelan terhadap Surat-surat kabar memberikan reaksi yang keras terhadap Soekarno. sebaliknya Soekarno melaksanakan politik membabi buta dengan membredel seluruh majalah/koran yang tidak sejalan dengan cita-citanya. Soekarno tak bergeming sedikitpun menghadapi lawan-lawannya yang hampir setiap hari mengkritiknya. terutama Bung-Hatta yang selalu mengkritik beliau (Soekarno) melalui Surat-surat kabar atau majalah ikut di bredel. karena tidak tercapai kata sepakat Soekarno sebagai Presiden mengeluarkan Dekrit untuk memberlakukan Undang-Undang Dasar 1945 dan menyatakan bahwa Undang-Undang Dasar sementara tidak berlaku lagi. kemarahan Bung Hatta bisa diredam dengan banyak mengirim Surat ke Soekarno. Militer menjadi sasaran berikutnya dengan berbagai cara PKI mencoba menjerumuskan kekuatan militer. Pada sidang Konstituante muncul perdebatan sengit mengenai penggunaan syariat Islam dan kaum Nasionalis. Dengan kedudukannya yang sudah kuat Soekarno mencetuskan ide untuk meneruskan gagasan Demokrasi Terpimpin yang diberi nama Manipol Usdek yang diartikan sebagai manifestasi politik yang mengandung unsur UUD’45. Pada tangal 17 Agustus 1959 Soekarno mengeluarkan manifesto politiknya yang berjudul A Rediscovery of our Revolution. sosialisme indonesia. Pertikaian antara partai-partai politik mewarnai kehidupan politik pada waktu itu. dan kepribadian Indonesia.partai Masyumi karena banyak pemimpinnya yang banyakterlibat sampai akhirnya partai ini dibekukan oleh pemerintah Soekarno. demokrssi terpimpin. Pasca Dekrit Presiden dengan salah satu isinya membubarkan dewan Konstituante pemerintah juga melarang dan membatasi kegiatan-kegiatan politik di Jakarta.

Saya memberikan kebebasan kepada pers untuk menulis apa saja yang mereka maui asal tidak merusakkan keselamatan negara. Bahkan tidak segan segan pula ketika ada suatu surat kabar Ibukota yang memuat tulisannya Bung Hatta. hal yang akan menjatuhkan kehormatan dan kepercayaan terhadapnya? Tindakan demikian itu tidak dibenarkan bukan karena jendral itu orang yang sombong. “Saya akan membiarkannya dalam batas tertentu. menimbulkan keragu-raguan dan ketidak percayaan. saya mencabut izin penerbitan selama tiga minggu.Kebijakan politik pada masa pemerintahan Soekarno berlaku juga pada Kehidupan Pers Indonesia.... apakah Tuan di saat itu akan mengizinkan kebebasan pers?” Dia [seorang wartawan asing] menanyaiku. seperti yang diuraikan dalam biografinya : Revolusi memerlukan kepemimpinan.. tentara manakah yang mengizinkan seorang prajurit menelanjangi jendralnya di muka umum. aku tidak mengizinkan kemerdekaan pers. tentang kritik terhadap pemerintah mengenai ketidak setujuannya terhadap politik “mercusuar” yang hanya menyengsarakan rakyat secara 5 . “Apabila di satu hari sisa-sisa terakhir dari pekerjaan revolusi sudah selesai. Saya berpendapat sekarang bahwa saya tidak akan mengizinkan kemerdekaan yang bebas. saya melarang penerbitan surat kabar yang bersalah selama seminggu. secara nyata Presiden Soekarno memberikan orasi politiknya untuk mengontrol pers. yang memberikan kebebasan kepada pers untuk membunuh kepala negaranya dengan ditonton oleh seluruh dunia.”Dan kalau melewati batas?” “Saya jewer telinganya. melainkan sikap prajurit seperti itu dapat menghambat keutuhan psikologis dari seluruh tentara.. Oleh karena kami masih dalam taraf revolusi ekonomi. saya menutup pintunya sampai batas waktu yang tidak tertentu”. Dan tindakan terakhir. Kalau ini terjadi lagi. Ini berarti. Kadang-kadang dua minggu. Disuatu negeri baru yang masih bayi seperti negara kami hal yang demikian dapat menghancurleburkan kami.

C Bidang Politik a) Politik Luar Negeri Indonesia Pertentangan antara Soekarno dan Hatta yang terus-menerus sampai dengan mundurnya Hatta dari pemerintahan.nyata tidak ada faedahnya dan hanya “sekedar” mengharumkan nama Indonesia ikut di bredel. Dalam bidang politik pada masa pemerintahan Soekarno menorehkan catatan sejarah yang menakjubkan yaitu dengan diutarakannya sebuah konsepsi yang menurut dirinya dapat mengubah Indonesia menjadi lebih baik. 2. Berbeda sekali dengan apa yang dilakukan pada masa masih ada Hatta Pemerintah Indonesia melaksanakan politik luar negeri dengan bebas aktif. Kebijakan politik masa demokrasi terpimpin ditandai dengan dikeluarkannya Pen-Pres No. 6 . ia melaksanakan politik Mercusuar. 7/1960 yang berisi tentang pembubaran Partai politik Masyumi dan PSI serta pembatasan jumlah partai politik menjadi sepuluh saja kebijakan ini mendapat tentangan yang keras dari Bung Hatta karena sangat berrtentangan dengan ide Demokrasi yang membatasasi hak hak warga negara dalam beraspirasi. Pada masa Demokrasi Terpimpin Soekarno mengeluarkan Kebijakan yang sangat penting yaitu berkaitan dengan Konsepsinya mengenai penggabungan beberapa partai politik untuk duduk dalam suatu kabinet. dalam pelaksanaannya konsepsi ini mendapat tentangan dari PSI dan Masyumi tetapi tetap dijalankan oleh Soekarno. membawa pengaruh dalam kebijakan mengenai politik Luar Negeri.1. Lebih lanjut Sjamsudin mengemukakan bahwa setelah konsepsinya Soekarno bersikeras untuk merebut Irian Barat dan Malaysia sebagai bagian dari kampanyenya melawan kolonialisme dan imperialisme. Soekarno semenjak di tinggal oleh Bung Hatta terus melaksanakan kebijakan politik yang tiada kontrol.

Dalam tanggapan punya mengenai dan dibentuknya negara Federasi Malaya. 7 . Soekarno kemudian melaksanakan politik Mercusuar dengan mendirikan bangunan-bangunan monomental seperti Tugu Monas. seperti Cina dan Rusia. sikap Soekarno yang sangat anti-Imperialis dan anti Liberalis ia terapkan dalam pemerintahan. Bung Hattayang diyakini oleh banyak orang sebagai Perwakilan Golongan Luar Jawa dan Soekarno yang dianggap sebagai perwakilan Jawa mempunyai pendukung sendiri-sendiri.Pemerintahan Soekarno mengambil kebijakan tersebut bukannya tanpa dasar. Kerjasama yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan Cina sering juga disebut sebagai poros Jakarta-Peking kedekatankedekatan dengan Negara-negara komunis Indonesia ingin membuktikan kepada dunia (Barat) bahwa Indonesia tidak bergantung padanya. Pasca keluarnya Indonesia dari PBB Indonesia di kucilkan dari Negara-negara lainnya (Pergaulan Dunia) terutama dengan politik barat. Kebijakan pun diambil yaitu ketika secara resmi Malaysia terpilih sebagai anggota DK PBB dan Indonesia memutuskan keluar dari PBB. Indonesia dibawah pemerintahan Soekarno mengambil kebijakan Luar Negerinya dengan lebih mendekati negara-negara komunis. ia memutuskan untuk mengumumkan kebijakan trikoranya. Di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Soekarno mengecam dimasukannya Malaysia sebagai anggota Dewan Keamanan PBB. ia terus menentang pembentukan Negara Boneka bentukanInggris. Indonesia akan keluar dari Organisasi PBB. b) Pemberontakan Di Daerah Pasca mundurnya Bung Hatta dari pemerintahan terjadi pergolakan di daerahdaerah yang menuntut untuk dikembalikannya Bung Hatta kedalam pemerintahan. Perpecahan yang terjadi antara Bung Karno dengan Bung Hatta membawa dampak yang tidak sedikit. bahkan Soekarno mengecam jika Malaysia terpilih sebagai anggota DK PBB. Stadion Sebra Senayan dan kemudian melaksanakan GANEFO (Pekan Olah Raga Negara-negara komunis). Soekarno mengajukan protes keras pada dunia.

Hatta sebelum mengundurkan diri dari pemerintahan pernah mengeluarkanpernyataan bahwa sebaiknya militer tidak masuk dalam kancah politik (Dwi Fungsi). Penguasaan orang-orang Tionghoa terhadap sendi-sendi perekonomian nasional membuat Soekarno berfikir untuk mengandeng dan merangkul Etnis Tionghoa agar bekerjasama dan memunculkan pengusaha-pengusaha pribumi agar tidak tergantung pada Tionghoa lagi. 2. tetapi kalangan militer yang sudah terlanjur masuk kejalur politik enggan melepaskan jabatan-jabatan yang di pegangnya.1. Pada masa pemerintahan Soekarno-Hatta konflik Intern dalam tubuh militer dapat diredam tetapi pasca mundurnya Hatta dari pemerintahan konflik Internal yang terjadi dalam tubuh militer kembali memuncak. Kebijakan ekonomi Ali-Baba timbul akibat adanya ketakutan yang dialami oleh presiden Soekarno. Dibidang ekonomi pengaruh pertentangan antara Soekarno-Hatta bisa dilihat dengan munculnya kebijakan-kebijakan pemerintah dimana kebijakan tersebut lebih menggambarkan kediktatoran Soekarno daripada konsep ekonomi yang dicita-citakan oleh Hatta. Perseteruan antara kelompok Ahmad Yani dengan Nasution terus berlanjut karena masing-masing mempunyai kedudukan yang sama kuat. H Nasution merangkap jabatan sebagai Menham dan Keamanan kemudian Soekarno mengambil kebijakan dengan mengangkat A. yang pada masa itu kehidupan ekonomiIndonesia hampir seluruhnya dikuasai oleh orang Tionghoa. perihal pengangkatan KSAD dan Pangab. Sebenarnya sistem ekonomi ini lebih menguntungkan buat etnis tionghoa. Perseteruan ini dipicu oleh adanya kebijakan Presiden Soekarno sebagai panglima tertinggi. dimana sistem ini lebih dikenal sebagai sistem ekonomi Ali (Pribumi) & Baba (Tionghoa). akan tetapi karena banyaknya kasus korupsi yang terjadi pada saat itu dan bergantigantinya kabinet membuat sistem ini kemudian dihentikan pada tahun 1954. Yani sebagai KSAD dengan maksud agar tidak terjadi perselisihan di tubuh militer.c) Militer Pertentangan Soekarno-Hatta juga menimbulkan dampak dalam tubuh militer. Kebijakan-kebijakan tersebut 8 . Sebagai contoh adalah ketika A.D Bidang Ekonomi Kebijakan di bidang Ekonomi pada masa Soekarno yaitu diterapkannya Sistem benteng.

penderitaan rakyat ini membuat Bung Hatta prihatin. Harga beras yang mula-mulahanya Rp. Kebijakan ekonomi yang lain dilakukan Soekarno pada tahun 1958 yaitu dengan menasionalisasikan firma-firma Belanda menjadi perusahaan nasional. Akibat dari adanya kebijakan nasionalisasi firma-firma ini membawa dampak perhitungan yang tidak seimbang bagi pemerintah dibidang ekonomi. Kepanikan yang dirasakan rezim Soekarno menghadapi kerusakan perekonomian Indonesia di selubunginya dengan petualangan baru yang disiapkan yaitu 9 . 60 hingga Rp. tetapi semua berada dibawah control asing sebagai implementasi dari adanya utang yang menumpuk. dimana kebijakan ekonomi yang diambil seharusnya dapat memecahkan masalah ekonomi yang terpuruk akibat krisis. 450 telah melompat naik menjadi Rp.adalah kebijakan ekonomi Ali-baba karena rasionalisasi Belanda menjadi perusahaan nasional. walaupun kebijakan ini banyak ditentang oleh beberapa lawan politiknya terutama kalangan pengusaha swasta luar negeri tetapi tetap dijalankan oleh pemerintahan Soekarno. menjadi tambah kacau. 70. Sejak tahun 1960-1963 kemerosotan ekonomi Indonesia terus berlangsung dan bertambah parah akibat berbagai petualangan rezim Soekarno. Kabinet Burhanuddin Harahap yang bertugas masa itu mencoba memperbaiki dan mengatasi krisis ekonomi untuk menaikan gaji pegawai negeri dan militer. Ekonomi Indonesia yang morat-marit akibat dari persetujuan KMB yang mengharuskan Indonesia membayar pampasan perang Belanda ditambah dengan keras kepalanya ahliahli ekonomi Indonesia dalam membangun arah ekonomi masa depan Indonesia menjadi penyebab krisis yang berlangsung waktu itu. Pederitaan rakyat semakin hebat pada Tahun 1963 beban hidup rakyat Indonesia terasa amat menekan sekali. tetapi belum selesai bertugas kabinet ini harus menyerahkan mandatnya kepada Soekarno. Berganti-gantinya Kabinet rupanya menimbulkan kepanikan tersendiri. sehingga permasalahan ekonomi tidak akan pernah selesai karena pemerintah dibawah Soekarno tidak pernah serius melaksanakan programnya.

Badan yang dibentuk ini diberi nama dengan Komando Tertinggi Berdikari (Kotari) yang bertugas melaksanakan pembangunan ekonomi atas dasar berdiri di kaki sendiri (berdikari). sandangpangan. 2. yang bersih dari sisa-sisa Imperialisme dan Feodalisme. perumahan serta kehidupan kultural dan spiritual yang layak. Dikatakan untuk memenuhi hasrat rakyat Indonesia melaksanakan prinsip “berdiri diatas kaki sendiri”.penolakan gagasan pembentukan Malaysia sebagai satu usahaNegara Kapitalis mengepung Indonesia. Lebih aneh lagi adalah keterlibatan militer oleh Nasution untuk memberikan dukungan penuh kepada Soekarno untuk konfrontasi dengan Malaysia. Kebijakan dekon ini tidak juga berhasil mengatasi kemorat-maritan ekonomi yang terus menggila. Dimana tiap orang dijamin mendapat pekerjaan. Ekonomi sosialis Indonesia. pada tahun 1965 pemerintahan Soekarno mengeluarkan kebijakan dengan membentuk sebuah badan yang bertugas menghentikan krisis ekonomi yang mengamuk dengan hebatnya. Dalam badan- 10 . Program ini didukung dengan sepenuhnya oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) karena bagaimanapun juga PKI sebagai partai komunis menentang pembentukan negara yang pernah pro terhadap komunis. Dalam mengatasi krisis ini pemerintah menggunakan berbagai caradiantaranya adalah menggagas adanya Deklarasi Ekonomi (Dekon) pada tahun1963. ekonomi tanpa penghisapan manusia oleh manusia. maka di dikeluarkanlah Penpres pada tanggal 24 April mengenai penempatan semua perusahaan asing di Indonesia yang tidak bersifat domestik di bawah penguasaan pemerintah Republik Indonesia. Diciptakan susunan ekonomi yang bersifat nasional dan demokratis. Dekon ini mempunyai program dengan bekerja membuat berbagai kebijakan diantaranya adalah : 1. Sebuah tindakan lain di bidang ekonomi diambil pula oleh rezim Soekarno. maka Soekarno telah membentuk pula sebuah badan lain bernama Dewan Pangan Nasional. Belum puas dengan membentuk berbagai badan menangani kemelut perekonomian ini.

10 tahun 1959 merupakan bentuk diskriminasi terhadap Etnis Tionghoa. melengkapi penderitaan Soekarno dari jabatan Presiden.E Bidang Sosial Budaya Kebijakan pemerintahan masa Soekarno di bidang Sosial Budaya adalah kebijakan yang diberlakukan terhadap Etnis tionghoa. kebijakan ini ada yang bersifat diskriminasi dan juga ada yang bersifat menghormati kaum tionghoa.Berawal dari Pemberontakan PKI pada tanggal 30 September 1965 soekarno mengawali kariernya sebagai presiden dengan memberikan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) kepada Soeharto dilanjutkan dengan kudeta terselubung yang dilakukan oleh Soeharto. dan seakan pura –pura tidak tahu.badan tertinggi ini senantiasa Soekarno menjabat ketuanya. Kebijakan ini tentu saja mendapat tentangan dari berbagai pihak tak terkecuali pemerintah RRC yang selama ini banyak mendukung pemerintah Soekarno. Hal ini menimbulkan keresahan dipihak Tionghoa dan banyak terjadi pergolakan khususnya di daerah Jawa barat. Isi dari manifesto kebudayaan tersebut mengungkapkan bahwa kebudayaan adalah perjuangan untuk menyempurnakan kondisi hidup manusia dan tetap berpegang pada Pancasila sebagai 11 . bahwa mereka sendiri sedang berkolaborasi dengan setan-setan kota itu sendiri. tetapi pekerjaan badan-badan hanya di atas kertas belaka. Mengutip yang dikatakan oleh etnis tionghoa Setiono mengungkapkan bahwa “lebih baik mati dari pada hidup dilarang berdagang”. Bahkan banyak surat-surat kabar di RRC yang melancarkan aksi anti-Indonesia. Dengan di mulainya teror PKI ini semakin mendekatkan diri dengan kehancuran Soekarno dalam memimpin negeri ini. Kata-kata seperti ini hampir seluruhnya didengungkan oleh sebagian besar etnis Tionghoa yang hidup di daerah-daerah. Mereka melancarkan aksi-aksi terhadap yang mereka namakan setan desa dan setan kota. Teror PKI semakin meningkat baik dikota-kota besar. Pada tanggal 17 Agustus 1963 dicetuskan manifesto kebudayaan oleh kelompok yang tetap mendukung demokrasi dan martabat manusia. 2. dimana etnis Tionghoa dilarang berdagang didaerah pedesaan. Dikeluarkannya PP no.1. dibentuk oleh Presidium atau staf pelaksana. maupun didaerah pedalaman.

Terjadinya sejumlah pemberontakan di dalam negeri yang semakin bertambah gawat bahkan menjurus menuju gerakan sparatisme. Orang komunis menganut paham bahwa dalam kebudayaan “politik adalah panglima”. Manifes ini juga mendapat tentangan dari senimanseniman yang tergabung dalam Lekra (Wadah Seni Bentukan PKI) termasuk diantaranya adalah Pramudya Ananta Toer.1. Konflik antar partai politik yang mengganggu stabilitas nasional 12 . • • • Situasi politik yang kacau dan semakin buruk. hingga dengan tak jemu-jemunya mereka mengutuk seniman-seniman bukan komunis sebagai kontrarevolusioner. • Kegagalan konstituante dalam menetapkan undang-undang dasar sehingga membawa Indonesia ke jurang kehancuran sebab Indonesia tidak mempunyai pijakan hukum yang mantap.Falsafah kebudayaan mereka. dan aksiaksi mereka telah berkembang jadi aksi teror terhadap para budayawan yang bukan komunis. Kegiatan tokohtokoh Lekra ini telah ikut memanaskan suhu politik. Begitu kejinya cara orang-orang komunis ini menghantam mereka yang menolak konsep “politik adalah panglima”.F DEKRIT PRESIDEN MASA ORDE LAMA Pelaksanaan demokrasi terpimpin dimulai dengan berlakunya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. yang harus menyatukan cita-cita perjuangan Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan kreativitas seni mereka. 2. Latar Belakang dikeluarkan dekrit Presiden : • Undang-undang Dasar yang menjadi pelaksanaan pemerintahan negara belum berhasil dibuat sedangkan Undang-undang Dasar Sementara (UUDS 1950) dengan sistem pemerintahan demokrasi liberal dianggap tidak sesuai dengan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia. anti-manipol. antek imperialis. dan sebagainya. Pramudya dan kawan-kawannya dalam lekra mencoba menjual konsepsi seni realisme sosial. dan segala kreativitas seniman hendak ditundukkan kebawah kaki politik.

Masing-masing partai politik selalu berusaha untuk menghalalkan segala cara agar tujuan partainya tercapai. Memberikan pedoman yang jelas. 75/1959 sebuah dekrit yang selanjutnya dikenal dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Isi Dekrit Presiden adalah sebagai berikut. Tujuan dikeluarkan dekrit adalah untuk menyelesaikan masalah negara yang semakin tidak menentu dan untuk menyelamatkan negara. a. c. Dampak positif diberlakukannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. • • Menyelamatkan negara dari perpecahan dan krisis politik berkepanjangan. 13 . DPR pada tanggal 22 Juli 1945 secara aklamasi menyatakan kesediaannya untuk melakanakan UUD 1945. Demi menyelamatkan negara maka presiden melakukan tindakan mengeluarkan keputusan Presiden RI No. yaitu UUD 1945 bagi kelangsungan negara.• • Banyaknya partai dalam parlemen yang saling berbeda pendapat sementara sulit sekali untuk mempertemukannya. Pembentukan MPRS dan DPAS Reaksi dengan adanya Dekrit Presiden: • • • • Rakyat menyambut baik sebab mereka telah mendambakan adanya stabilitas politik yang telah goyah selama masa Liberal. Pembubaran konstituante Tidak berlakunya UUDS 1950 dan berlakunya kembali UUD 1945. Mahkamah Agung membenarkan dan mendukung pelaksanaan Dekrit Presiden. KSAD meminta kepada seluruh anggota TNI-AD untuk melaksanakan pengamanan Dekrit Presiden. adalah sebagai berikut. b.

adalah sebagai berikut: 1. maupun persoalan-persoalan besar umat manusia dalam pergaulan masyarakat bangsa-bangsa di dunia ini.2 Era Orde Baru 2. Dengan berpedoman pada pandangan hidup itu pula suatu bangsa akan membangun dirinya.• Merintis pembentukan lembaga tertinggi negara. militer terutama Angkatan Darat menjadi kekuatan politik yang disegani. baik persoalan-persoalan di dalam masyarakatnya sendiri. Dalam pergaulan hidup itu terkandung konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa. terkandung pikiran-pikiran yang terdalam dan 14 . Ternyata UUD 1945 tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen. Memberi peluang bagi militer untuk terjun dalam bidang politik.A Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia Setiapa bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan pandangan hidup (filsafata hidup). 2. MPR. 3. Dengan pandangan hidup yang jelas sesuatu bangsa akan memiliki pegangan dan pedoman bagaimana ia memecahkan masalah-masalah polotik. Memberi kekeuasaan yang besar pada presiden. Hal itu terlihat pada masa Demokrasi terpimpin dan berlanjut sampai Orde Baru.dan lembaga tinggi negara. ekonomi.2. 2. Hal itu semakin terlihat pada masa Orde Baru dan tetap terasa sampai sekarang. Dampak negatif diberlakukannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. sosial dan budaya yang timbul dalam gerak masyarakat yang makin maju. Tanpa memiliki pandangan hidup maka suatu bangsa akan merasa terombang-ambing dalam menghadapi persoalan-persoalan besar yang pasti akan timbul. Sejak Dekrit. yaitu MPRS dan lembaga tinggi negara berupa DPAS yang selama masa Demokrasi Parlemen tertertunda pembentukannya. UUD 45 yang harusnya menjadi dasar hukum konstitusional penyelenggaraan pemerintahan pelaksanaannya hanya menjadi slogan-slogan kosong belaka. Dengan pandangan hidup inilah sesuatu bangsa akan memandang persoalanpersoalan yang dihadapinya dan menentukan arah serta cara bagaimana memecahkan persoalan-persoalan tadi.

Seperti yang ditujukan dalam ketetapan MPR No. Disamping itu maka bagi kita Pancasila sekaligus menjadi tujuan hidup bangsa Indonesia. maka ia diterima sebagai dasar negara yang mengatur hidup ketatanegaraan. Pada akhirnyta pandangan hidup sesuatu bangsa adalah kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki suatu bangsa itu sendiri.B Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia Pancasila yang dikukuhkan dalam sidang I dari BPPK. Ialah suatu kebudayaan yang mengajarkan bahwa hidup manusia ini akan mencapai kebahagiaan jika kita dapat baik dalam hidup manusia sebagai manusia dengan alam dalam hubungan manusia dengan Tuhannya. 2. II/MPR/1979. Pancasila bagi kita merupakan pandangan hidup. Pancasila itu tetap tercantum didalamnya. maupun dalam mengejar kemajuan lahiriyah dan kebahagiaan rohaniah. Hal ini tampak dalam sejarah bahwa meskipun dituangkan dalam rumusan yang agak berbeda. namun dalam 3 buah UUD yang pernah kita miliki yaitu dalam pembukaan UUD 1945.gagasan sesuatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. dalam Mukadimah UUD Sementara Republik Indonesia 1950. Oleh karena itu. dikehendaki oleh bangsa Indonesia karena sebenarnya ia telah tertanam dalam kalbunya rakyat. yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya. maka Pancasila itu adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia. merupakan bukti sejarah sebagai dasar kerohanian negar.2. di kandung maksud untuk dijadikan dasar bagi negara Indonesia merdeka. Pancasila yang lalu dikukuhkan dalam kehidupan konstitusional itu. Pancasila yang selalu menjadi pegangan bersama saat-saat terjadi krisis nasional dan ancaman terhadap eksistensi bangsa kita. Karena Pancasila sudah merupakan pandangan hidup yang berakar dalam kepribadian bangsa. ia juga merupakan dasar yang mamapu mempersatukan seluruh rakyat Indonesia. kesadaran dan citacita moral yang meliputi kejiwaan dan watak yang sudah beurat/berakar di dalam kebudayaan bangsa Indonesia. Adapun dasar itu haruslah berupa 15 . pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar negara kita.

traktaat. XX/MPRS/1966 ditegaskan.C Pancasila Sebagai Jiwa Dan Kepribadian Bangsa Indonesia Menurut Dewan Perancang Nasional. jurisprudensi. Undang-undang. Apabila kita memperhatikan tiap sila dari Pancasila. 16 . ilmu pengetahuan hukum). Pancasila tercantum secara resmi dalam Pembukaan UUD RI. Sidang BPPK telah menerima secara bulat Pancasila itu sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Isi dan tujuan dari peraturan perundang-undangan Republik Indonesia tidak boleh menyimpang dari jiwa Pancasila. Bahkan dalam Ketetapan MPRS No. Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia adalah pencerminan dari garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia sepanjang masa. Peraturan Pemerintah. sosial dan budaya. hakim. Peraturan Pemerintah sebagai pengganti Undang-undang. Di atas dasar itulah akan didirikan gedung Republik Indonesia sebagai perwujudan kemerdekaan politik yang menuju kepada kemerdekaan ekonomi. yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya. bahwa Pancasila itu adalah sumber dari segala sumber huum (sumber huum formal. 2. maka akan tampak dengan jelas bahwa tiap sila Pancasila itu adalah pencerminan dari bangsa kita.2. Undang-Undang Dasar yang menjadi sumber ketatanegaraan harus mengandung unsur-unsur pokok yang kuat yang menjadi landasan hidup bagi seluruh bangsa dan negara. maka semua peraturan perundang-undangan Republik Indonesia (Ketetapan MPR. yang dimaksudkan dengan kepribadian Indonesia ialah : Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia. agar peraturan dasar itu tahan uji sepanjang masa. kebiasaan. Oleh karena Pancasila tercantum dalam UUD 1945 dan bahkan menjiwai seluruh isi peraturan dasar tersebut yang berfungsi sebagai dasar negara sebagaimana jelas tercantum dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945 tersebut. Keputusan Presiden dan peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya) yang dikeluarkan oleh negara dan pemerintah Republik Indonesia haruslah pula sejiwa dan sejalan dengan Pancasila (dijiwai oleh dasar negara Pancasila). undang-undang.suatu filsafat yang menyimpulkan kehidupan dan cita-cita bangsa dan negara Indonesa yang merdeka.

c. bukan sekedar karena ia ditemukan kembali dari kandungan kepribadian dan cita-cita bangsa Indonesia yang terpendam sejak berabad-abad yang lalu. b. akan tetapi kelima sila yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan itulah yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. serta merupakan ciri khas yang dapat membedakan bangsa Indonesia dari bangsa yang lain. yang juga dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini. e. yang merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di negara kita.Dalam hubungan itu. tenteram. Tujuan yang akan dicapai oleh bangsa Indonesia. berdaulat. Terdapat kemungkinan bahwa tiap-tiap sila secara terlepas dari yang lain bersifat universal. Pancasila agar keragaman bangsa dapat dijabarkan sesuai dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. perlu pula dikemukakan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa bukan lagi uniformitas melainkan suatu bentuk dari suatu yang eka dalam kebhinekaan. Pluralitas juga harus dapat diwujudkan dalam suatu struktur kekuasaan yang memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengelola kekuasaan agar dapat diperoleh elit politik yang lebih lejitimet. Republik Indonesia. tertib dan damai. bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman. d. Perjanjian luhur rakyat Indonesia yang disetujui oleh wakil-wakil rakyat Indonesia menjelang dan sesudah Proklamasi Kemerdekaan yang kita junjung tinggi. akuntabel serta peka terhadap aspirasi masyarakat 17 . Dasar negara kita. Jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia. melainkan karena Pancasila itu telah mampu membuktikan kebenarannya setelah diuji oleh sejarah perjuangan bangsa. Pandangan hidup bangsa Indonesia yang dapat mempersatukan kita serta memberi petunjuk dalam masyarakat kita yang beraneka ragam sifatnya. bersahabat. tertib dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka.Demikianlah. maka Pancasila yang kita gali dari bumi Indonsia sendiri merupakan : a. karena Pancasila memberikan corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan tak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia. yakni suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila di dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang merdeka.

Namun kali ini penulis akan menggunakan defenisi dari Giovanni Sartori. terpisah dari keseluruhan sila-sila lainnya. I/MPR/1993. Memahami atau memberi arti setiap sila-sila secara terpisah dari sila-sila lainnya akan mendatangkan pengertian yang keliru tentang Pancasila. karena masing-masing sila dari Pancasila itu tidak dapat dipahami dan diberi arti secara sendiri-sendiri. I/MPR/1988 No.Seperti yang telah ditunjukkan oleh Ketetapan MPR No. Ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966 berhubungan dengan Ketetapan No. Indeks Peraturan & Perundangan 18 . Makax kemapanan demokrasi dalam sebuah Negara secara sederhana dapat kita nilai dari partai politik dalam Negara tersebut dalam kaian ilmu politik ada banyak ahli yang mendefenisikan partai politik.2. Pancasila itu merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh dari kelima silanya. XI/MPR/1978. Dikatakan sebagai kesatuan yang bulat dan utuh. Dari sekian syarat itu yang selalu menjadi pembicaraan menarik adalah partai politik dan pemilu. 2. Dari defenisi yang telah dikemukakan sebelumnnya dapat kita ketahui bersama bahwa partai politik sebagai kelompok politik maka partai poltik akan menjalankan agenda-agenda politik dalam pemilihan umum dan bersaing dengan kelompok politik lainnya dalam pemilihan umum. Sebagai salah satu institusi politik dalam sistem demokrasi banyak yang mengatakan bahwa partai poltik adalah tulang punggung dari demokrasi itu sendiri. Dalam defeisinya Satrori mengemukakan bahwa partai politik adalah kelompok politik yang di identifikasi dengan lambang yang di gunakan dalam pemilu dan mampu menempatkan kandidatnya dalam pemilihan umum untuk memperebutkan jabatan publik. Pancasila tetap menjadi dasar Negara Indonesia hingga sekarang.D PARTAI POLITIK DI INDONESIA ERA ORDE BARU Kata partai politik mungkin sudah sangat akrab di telinga kita mengingat sebagai konsekuensi dari sebuah Negara demokrasi maka menjadi keharusan bagi Negara Indonesia untuk memilki institusi-institusi / lembaga-lembaga politik yang secara prosedural menjadi syarat pemerintahan yang demokratis.

33 Thn 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Undang-undang No. 12 tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR. 22 Thn 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum Undang-undang No. 32 Thn 2004 tentang Pemerintahan Daerah Undang-undang No. 3 tahun 2005 Tentang Perubahan Atas Undangundang No. DPD dan DPRD Undang-undang No.E GOLKAR PADA MASA ORDE BARU Partai Golongan Karya (GOLKAR) sebelumnya bernama Golongan Karya (Golkar) dan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar). 51 tahun 2001 tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik 2. DPR. Ini terjadi karena adanya kesamaan visi diantara masing-masing anggota. 1 tahun 2006 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang No. 8 Thn 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undangundang • • • • • • • • Undang-undang No.2. 23 Thn 2003 tentang Pemilihan Umum Presiden Dan Wakil Presiden Undang-undang No. Organisasiorganisasi yang terhimpun ke dalam Sekber GOLKAR ini kemudian dikelompokkan 19 . tepatnya 1964 oleh Angkatan Darat untuk menandingi pengaruh Partai Komunis Indonesia dalam kehidupan politik. 105 tentang Partai Politik Peserta Pemilu Peraturan Pemerintah No. DPD dan DPRD Undang-undang No. adalah sebuah partai politik di Indonesia. 10 Thn 2006 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No.• • Undang-undang No. 12 Thn 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR. DPD dan DPRD Menjadi Undang-undang • Undang-undang No. Pada awal pertumbuhannya. 31 Thn 2002 tentang Partai Politik Keputusan KPU No. Sekber GOLKAR beranggotakan 61 organisasi fungsional yang kemudian berkembang menjadi 291 organisasi fungsional. 22 Thn 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR. Partai GOLKAR bermula dengan berdirinya Sekber GOLKAR di masa-masa akhir pemerintahan Presiden Soekarno.

3 Era Reformasi 2.kekuasaan golkar ini membuat para penguasa di dalamnya bebas melakukan apapun karena memang Soeharto sangat berkuasa di eranya. yaitu: • • • • • • • Koperasi Serbaguna Gotong Royong (KOSGORO) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Organisasi Profesi Ormas Pertahanan Keamanan (HANKAM) Gerakan Karya Rakyat Indonesia (GAKARI) Gerakan Pembangunan Di era Orde baru Partai GOLKAR merupakan suatu kekuatan politik yang sangat kuat dan berkuasa dan merupakan suatu kendaraan politik yang sangat gemuk.3.hampir tidak ada dinamika politik di pemerintahan tetapi dinamika terjadi di tubuh GOLKAR dan partai ini selalu keluar sebagai pemenang pemilu hal ini juga karena adanya peran soeharto sebagai ketua dewan Pembina yang mengeluarkan kebijakan kebijakan yang menguntungkan GOLKAR seperti peraturan Monoloyalitas yang mewajibkan semua pegawai negeri sipil (PNS) untuk menyalurkan aspirasi politiknya kepada GOLKAR hal ini membuat partai ini menjadi partai pemenang dan berkuasa tentunya partai GOLKAR menjadi sangat dominant di pemerintahan baik di MPR dan DPR juga menteri – menteri cabinet yang merupakan orang orang pilihan Soeharto.berdasarkan kekaryaannya ke dalam 7 (tujuh) Kelompok Induk Organisasi (KINO).A Kebijakan Politik BJ Habibie Terhadap Pembangunan di Era Reformasi 20 . 2.

Dan saat itulah kebijakan yang diambilnya menjadi harapan baru bagi bangsa ini diantara kebijakan sebagai berikut : 1.Kebijakan yang di ambil seorang bisa di bilang sebagai Bapak bangsa . 21 .29/1999 mengenai Pengesahan Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination 1965.Di saat itu juga BJ Habibie diangkat sebagai Presiden RI menggantikan Soeharto sebagai Presiden ke 3 RI. Pemerintahan Habibie pula yang memberi pelajaran penting bahwa kebijakan luar negeri. sebaliknya. Pembentukan Komnas Perempuan. Inhuman or Degrading Treatment or Punishment dan UU no. Pembangunan yang saat itu berkembang dengan pesatnya akhirnya terhenti dengan begitu saja.5/1998 mengenai Pengesahan Convention against Torture and other Cruel. Namun pada akhirnya beliau adalah manusia biasa yang bisa berbuat khilaf . yang bisa berbuat salah dan dosa. Beliau membuat keputusan di dalam setiap kebijakan politiknya serta membuat sejarah di dalam perjalanan bangsa Indonesia. Kebijakan Politik Sebagai Presiden dilakukannya sejak pernyataan pengunduran diri Presiden Ke 2 Soeharto sebagai Presiden RI setelah Berkuasa hampir 32 Tahun lamanya dan menjadi akhir masa Orde Baru dan munculnya era reformasi. seorang Presiden Republik Indonesia ke 3 dan juga sebagai Wakil Presiden . Mendorong ratifikasi empat konvensi internasional dalam masalah hak-hak pekerja. Membuat UU no. juga dapat memberi dampak negatif bagi kelangsungan pemerintahan transisi. 2. Sehingga. Kebijakan Politik BJ Habibie di masa reformasi tidaklah mudah apalagi sampai membangun kembali Indonesia yang saat itu tengah terpuruk akibat krisis ekonomi tahun 1997. Era yang disuarakan oleh para mahasiswa di Negeri ini pada tahun 1998. dan membangun legitimasi yang lebih besar dari masyarakat internasional untuk mengkompensasi minimnya legitimasi dari kalangan domestic dengan demikian dukungan internasional yang diperoleh melalui serangkaian kebijakan untuk memberi image positif kepada dunia internasional memberi kontribusi positif bagi keberlangsungan pemerintahan Habibie saat periode transisi menuju demokrasi dimulai. Presiden RI dengan masa jabatan Terpendek di dalam sejarah Pejabat Negara Indonesia .

Namun dari semua itu Kebijakan Politik terhadap pembangunan salah satunya di bidang ekonomi yaitu ia berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dollar masih berkisar antara Rp 10. Mengatasi masalah dwifungsi ABRI Jendral TNI Wiranto mengatakan bahwa ABRI akan mengadakan reposisi secara bertahap sesuai dengan tuntutan masyarakat. Selain itu. aparatur penegak hukum yang bersih dan berwibawa. Membentuk Kabinet ReformasiPembangunan. nilai tukar rupiah meroket naik pada level Rp 6500 per dolar AS nilai yang tidak akan pernah dicapai lagi di era pemerintahan selanjutnya. 6. Refomasi Dalam bidang hukum Target reformasinya yaitu subtansi hukum. Mengadakan reformasi dalam bidang politik Habibie berusaha menciptakan politik yang transparan. secara bertahap akan mundur dari area politik dan akan memusatkan perhatian pada pertahanan negara. dengan jumlah menteri 16 orang yang merupakan perwakilan dari Golkar. Namun di masa jabatan yang singkat itu BJ Habibie berhasil menancapkan tonggak baru . 4.000 – Rp 15. perubahan UU Partai Politik dan yang paling 22 . terutama setelah pertanggungjawabannya ditolak MPR. mengadakan pemilu yang bebas. landasan kokoh bagi Bangsa Indonesia. Anggota yang masih menduduki jabatan birokrasi diperintahkan untuk memilih kembali kesatuan ABRI atau pensiun dari militer untuk berkarier di sipil. membebaskantahananpolitik.Kebebasan menyampaikan pendapat.3. Kebebasan menyampaikan pendapat diberikan asal tetap berpedoman pada aturan yang ada yaitu UU No. PPP.000. hukum hanya berlaku pada rakyat kecil saja dan penguasa kebal hukum sehingga sulit bagi masyarakat kecil untuk mendapatkan keadilan bila berhubungan dengan penguasa. yaitu dilahirkan UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat. dan instansi peradilan yang independen. 5. jujur. rahasia. Dibentuk tanggal 22 Mei 1998.dan mencabut larangan berdirinya SerikatBuruh Independen. adil.9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Pada masa orde baru. dan PDI. Namun pada akhir pemerintahannya. ia juga memulai menerapkan independensi Bank Indonesia agar lebih fokus mengurusi perekonomian.

penting adalah UU otonomi daerah. 1997. 2. pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) juga dimasukkan sebagai bagian dari rezim pemilu. namun bias di katakan provinsi – provinsi di pulau jawa bisa membuktikan bahwa mereka juga bisa maju dan berkembang di dalam pembangunan daerahnya itu sendiri. Di tengah masyarakat. istilah "pemilu" lebih sering merujuk kepada pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Setelah amandemen keempat UUD 1945 pada 2002.3. Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada Pemilu 2004. Pemilu 1955 23 . 2004. Pada 2007. 1999.C Pemilihan umum anggota lembaga legislatif Sepanjang sejarah Indonesia. 1982. tanpa adanya UU otonomi daerah bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib sama seperti Uni Soviet dan Yugoslavia. pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres). 1977. 1992. yaitu DPR. 1987. dan DPRD Kabupaten/Kota. Hasilnya diskriminasi yang selama ini di alami daerah – daerah di luar pulau jawa tidak lagi di alami walaupun masih tetap terjadi sampai saat ini . telah diselenggarakan 10 kali pemilu anggota lembaga legislatif yaitu pada tahun 1955. berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007. yang semula dilakukan oleh MPR. dan 2009. 2. disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat sehingga pilpres pun dimasukkan ke dalam rezim pemilu.3.B Pemilihan umum di Indonesia Pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan. 1971. DPRD Provinsi. Melalui penerapan UU otonomi daerah inilah gejolak disintergrasi yang diwarisi sejak era Orde Baru berhasil diredam dan akhirnya dituntaskan di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Lima besar dalam Pemilu ini adalah Partai Nasional Indonesia. Partai Nasional Indonesia. dan 1997. dan Partai Syarikat Islam Indonesia. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 1955. tepatnya pada tanggal 5 Juli 1971. dan Partai Syarikat Islam Indonesia. dan dipersiapkan di bawah pemerintahan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo. 1992. Masyumi. Lima besar dalam Pemilu ini adalah Golongan Karya. Sesuai peraturan Fusi Partai Politik tahun 1975. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 29 September 1955. Pemilu-Pemilu tersebut hanya diikuti dua partai politik dan satu Golongan Karya.Pemilu pertama dilangsungkan pada tahun 1955 dan bertujuan untuk memilih anggota-anggota DPR dan Konstituante. Pemilu-Pemilu ini diselenggarakan dibawah pemerintahan Presiden Soeharto. 24 . Nahdlatul Ulama. Pemilu 1955 ini dibagi menjadi dua tahap. Pemilu-Pemilu tersebut kesemuanya dimenangkan oleh Golongan Karya. Partai Komunis Indonesia. Pemilu ini adalah Pemilu pertama setelah orde baru. Namun. menjadi hanya dua partai politik (yaitu Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrasi Indonesia) dan satu Golongan Karya. Pemilu-Pemilu berikutnya dilangsungkan pada tahun 1977. 1987. Ali Sastroamidjojo mengundurkan diri dan pada saat pemungutan suara. yaitu: • Tahap pertama adalah Pemilu untuk memilih anggota DPR. melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar. diadakanlah fusi (penggabungan) partai-partai politik. Sesuai tujuannya. kepala pemerintahan telah dipegang oleh Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Pada tahun 1975. Parmusi. • Tahap kedua adalah Pemilu untuk memilih anggota Konstituante. 1982. dan diikuti oleh 10 partai politik. Pemilu-Pemilu ini seringkali disebut dengan "Pemilu Orde Baru". Nahdlatul Ulama. Pemilu ini seringkali disebut dengan Pemilu 1955. dan diikuti oleh 29 partai politik dan individu. Pemilu 1971 Pemilu berikutnya diselenggarakan pada tahun 1971.

rakyat juga dapat memilih anggota DPD. Walaupun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meraih suara terbanyak (dengan perolehan suara sekitar 35 persen). Partai Golkar. yaitu Abdurrahman Wahid (Pada saat itu. Partai Kebangkitan Bangsa. dan Partai Amanat Nasional. sementara pemilihan presiden dan wakilnya dilakukan oleh anggota MPR. suatu lembaga perwakilan baru yang ditujukan untuk mewakili kepentingan daerah. yaitu Pemilu 1999 dilangsungkan pada tahun 1999 (tepatnya pada tanggal 7 Juni 1999) di bawah pemerintahan Presiden BJ Habibie dan diikuti oleh 48 partai politik. Megawati hanya menjadi calon presiden). 2. yang diangkat menjadi presiden bukanlah calon dari partai itu. melainkan dari Partai Kebangkitan Bangsa. Hal ini dimungkinkan untuk terjadi karena Pemilu 1999 hanya bertujuan untuk memilih anggota MPR.3. Partai Persatuan Pembangunan. karena tidak ada pasangan calon yang berhasil mendapatkan suara lebih dari 50%. Pilpres ini dilangsungkan dalam dua putaran. dan DPRD Kabupaten/Kota. yaitu Megawati Soekarnoputri. Pemilu 2004 Pemilu 2004 merupakan pemilu pertama di mana para peserta dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden pilihan mereka. Pemenang Pilpres 2004 adalah Susilo Bambang Yudhoyono. dan DPRD.Pemilu 1999 Pemilu berikutnya. DPR. Pemilu 2004 Pada Pemilu 2004.D Pemilihan umum presiden dan wakil presiden Pemilu 2009 Pemilihan umum presiden dan wakil presiden (pilpres) pertama kali diadakan dalam Pemilu 2004. sekaligus Pemilu pertama setelah runtuhnya orde baru. Lima besar Pemilu 1999 adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. DPRD Provinsi. selain memilih anggota DPR. Putaran kedua 25 .

Partai Persatuan Pembangunan pimpinan Hamzah Haz 12%. terutama di Aceh. Partai Kebangkitan Bangsa pimpinan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) 10%. MPR melantik Abdurrahman Wahid sebagai presiden dan Megawati sebagai wakil presiden untuk masa bakti 5 tahun. Pada Oktober 1999. Pilkada pertama di Indonesia adalah Pilkada Kabupaten Kutai Kartanegara pada 1 Juni 2005.3.3. Maluku. 2. pemerintahannya juga menghadapi konflik antar etnis dan antar agama.digunakan untuk memilih presiden yang diwarnai persaingan antara Yudhoyono dan Megawati yang akhirnya dimenangi oleh pasangan Yudhoyono-Jusuf Kalla. PDI Perjuangan pimpinan putri Soekarno. Golkar (partai Soeharto . dan DPRD diadakan pada 7 Juni 1999. HABIBIE SAMPAI SEKARANG Pemerintahan Wahid Pemilu untuk MPR.80%.F PEMERINTAHAN SETELAH BJ. Kabinet Persatuan Nasional pada awal November 1999 dan melakukan reshuffle kabinetnya pada Agustus 2000. Pemerintahan Presiden Wahid meneruskan proses demokratisasi dan perkembangan ekonomi di bawah situasi yang menantang. dan Papua. Di samping ketidakpastian ekonomi yang terus berlanjut. Pergantian kekuasaan berlangsung mulus dan merupakan sejarah bagi Indonesia yang belum pernah mengalami pergantian kekuasaan tanpa huru-hara. DPR. Megawati Sukarnoputri keluar menjadi pemenang pada pemilu parlemen dengan mendapatkan 34% dari seluruh suara. Di Timor Barat. Satu-satunya cacat pada pergantian kekuasaan ini adalah tidak hadirnya Megawati pada upacara pelantikan Yudhoyono sebagai presiden. Wahid membentuk kabinet pertamanya. 2. masalah yang ditimbulkan rakyat Timor Timur yang tidak mempunyai tempat tinggal dan kekacauan yang dilakukan para militan Timor Timur pro-Indonesia mengakibatkan masalah26 . Pemilu 2009 Pilpres 2009 diselenggarakan pada 8 Juli 2009.E Pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah Pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) menjadi bagian dari rezim pemilu sejak 2007. Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono berhasil menjadi pemenang dalam satu putaran langsung dengan memperoleh suara 60. mengalahkan pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan Muhammad Jusuf Kalla-Wiranto.sebelumnya selalu menjadi pemenang pemilu-pemilu sebelumnya) memperoleh 22%.

dia mengedarkan keputusan presiden yang memberikan kekuasaan negara sehari-hari kepada wakil presiden Megawati. seperti gempa bumi besar di Aceh dan Nias pada Desember 2004 yang meluluh lantakkan sebagian dari Aceh serta gempa bumi lain pada awal 2005 yang mengguncang Sumatra. Bab III Penutup 3. Pada 29 Januari 2001. menyebabkan perdebatan politik yang meluap-luap. pemilu satu hari terbesar di dunia diadakan dan Susilo Bambang Yudhoyono tampil sebagai presiden baru Indonesia. MPR yang semakin memberikan tekanan menantang kebijakan-kebijakan Presiden Wahid.1 Kesimpulan 27 . Pemerintahan Megawati Pada Sidang Umum MPR pertama pada Agustus 2000.masalah kemanusiaan dan sosial yang besar. Di bawah tekanan dari MPR untuk memperbaiki manajemen dan koordinasi di dalam pemerintahannya. sebuah kesepakatan bersejarah berhasil dicapai antara pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan selama 30 tahun di wilayah Aceh. Pemerintahan Yudhoyono Pada 2004. Megawati mengambil alih jabatan presiden tak lama kemudian. ribuan demonstran menyerbu MPR dan meminta Presiden agar mengundurkan diri dengan alasan keterlibatannya dalam skandal korupsi. Pada 17 Juli 2005. Presiden Wahid memberikan laporan pertanggung jawabannya.Kabinet pada masa pemerintahan Megawati disebut dengan kabinet gotong royong. Pemerintah baru ini pada awal masa kerjanya telah menerima berbagai cobaan dan tantangan besar.

yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya. baik persoalan-persoalan di dalam masyarakatnya sendiri. Tanpa memiliki pandangan hidup maka suatu bangsa akan merasa terombang-ambing dalam menghadapi persoalan-persoalan besar yang pasti akan timbul. terkandung pikiran-pikiran yang terdalam dan gagasan sesuatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. Dalam pergaulan hidup itu terkandung konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa. maupun persoalan-persoalan besar umat manusia dalam pergaulan masyarakat bangsa-bangsa di dunia ini. Dengan berpedoman pada pandangan hidup itu pula suatu bangsa akan membangun dirinya. Mengawasi dan menilai pelaksanaan pembangunan.2 Saran 28 . Menyiapkan serta menilai hasil kerja mandataris untuk MPRS. Dengan pandangan hidup yang jelas sesuatu bangsa akan memiliki pegangan dan pedoman bagaimana ia memecahkan masalah-masalah polotik. sosial dan budaya yang timbul dalam gerak masyarakat yang makin maju. Pada akhirnyta pandangan hidup sesuatu bangsa adalah kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki suatu bangsa itu sendiri. Dengan pandangan hidup inilah sesuatu bangsa akan memandang persoalanpersoalan yang dihadapinya dan menentukan arah serta cara bagaimana memecahkan persoalan-persoalan tadi. baik nasional maupun daerah. Mengenai masalah pembangunan terutama mengenai perencanaan dan pembangunan proyek besar dalam bidang industri dan prasarana tidak dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan. 3. Tugas Bappenas adalah sebagai berikut : • • • Menyusun rencana jangka panjang dan rencana tahunan. ekonomi. Pada tahun 1963 Dewan Perancang Nasional (Depernas) diganti dengan nama Badan Perancang Pembangunan Nasional (Bappenas) yang dipimpin oleh Presiden Sukarno.Setiapa bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan pandangan hidup (filsafata hidup).

Jakarta. Tunjukanlah langkah-langkah nyata dalam menjalankan aksi sebagai perwujudan aksi kepemimpinan dan ini menjadi contoh bagi para pengikutnya.1980. DAFTAR PERPUSTAKAAN Koentjaraningrat. 1998. dan kesempatan menjadi jalan persemaiannya. Tetapi rakyat butuh pemimpin yang mendengar tangisan pilu nasibnya dan mengulurkan tangannya untuk berdiri tegak bersama-sama dalam mengatasi masalah dengan asas kejujuran dan kepercayaan serta kerendahan dan kesederhanaan. prestasi. 1980. Ensiklopedia Cak Nur.Cet. Gramedia. Filsafat Pancasilaisme. menyebabkan rakyat tidak lagi percaya dengan kepemimpinan di Indonesia saat ini. H.Nah. Jakarta: PT. hingga harga kebutuhan pokok dapat terjangkau hingga dapat makan nasi putih yang hangat dengan sekerat tempe sudah cukup bagi mereka. Jakarta: Rineka Cipta Rahman.Beberapa Hal Mengenai Falsafah Pancasila.Manusia dan Kebudayaan Indonesia. Hal ini disebabkan karena moral para pemimpin kita yang rendah. 9. Seleksi kepemimpinan akan terjadi berdasarkan prestasi. Rakyat tidak butuh pemimpin yang pintar dan piawai berpidato. Kepemimpinan akan selalu dipegang oleh orang-orang muda yang masih fresh dan penuh vitalitas. berpangkat militer tinggi hingga Jenderal tapi kerjanya hanya menipu dan memperdayakan rakyat.Jakarta: PanCoran Tujuh. Bukan karena anak siapa. Notonagoro. ddk. Apa yang sudah dibuat. 2007 29 . Jangan malu membuat koreksi atas kekurangan ataupun kesalahan karena penegasan aksi yang genuin menjadi penuntun mereka yang dipimpin. Potensi. berpendidikan tinggi sampai S3. Burhanuddin. Dengan begitu kepemimpinan akan bergaya egaliter. Rakyat butuh pemimpin yang berani mengambil kebijakan untuk mengkounter hargaharga bahan pokok dan menghilangkan kebijakan pengendalian harga pada kelompok tertentu. Salam. Budhi Munawar. Rakyat butuh pemimpin memikirkan masa depan anak-anak bangsa. Itulah tipe pemimpin muda Indonesia yang diidam-idamkan. Leadership action kata kuncinya. Paramadina. Mari kita semai kesempatan bagi munculnya pemimpin-pemimpin yang kokoh bagi bangsa ini. melihat sangat mirisnya Negara kita dari dulu hingga sekarang atas banyaknya permasalahan kepemimpinan dan permasalahan bangsa yang tidak kunjung henti.

Masa Depan Kehidupan Politik Indonesia. Suryana. Jakarta: Gramedia Alvian. 2008. Sjamsudin Nadzarrudin (editor). Jakarta: Rajawali. 2003. Daniel.M. 30 . Banung: Pustaka sutra. Franz-Magniz.” makalah ini disampaikan pada mata kuliah Pancasila di ICAS Jakarta. 1988. Etika Politik. Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Indonesia Dalam Transisi Politik (Pencalonan Presiden Demokratisasi dan Independensi Bank Sentral. 06 November 2006 Suseno.Abdul Hadi W.”Pancasila sebagi Etika Politik dan Dasar Negara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful