Bab I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Seandainya kita mau meng-inventarisasi problem-problem di berbagai bidang yang harus diselesaikan oleh bangsa kita, maka mungkin beberapa puluh halaman tidak akan cukup untuk memuatnya. Seiring dengan perubahan politik menuju demokrasi terpimpin, maka ekonomipun mengikuti ekonomi terpimpin. Sehingga ekonomi terpimpin merupakan bagian dari demokrasi terpimpin. Dimana semua aktivitas ekonomi disentralisasikan di pusat pemerintahan sementara daerah merupakan kepanjangan dari pusat. Kalau diteliti benar-benar, dan dengan menyimak latarbelakang sejarah sebelum dan sesudah lahirnya Orde Baru, maka nyatalah bahwa friksi, konflik atau kontradiksi, yang dewasa ini muncul dalam berbagai bentuk dan di beraneka-ragam bidang, adalah tetap merupakan pertentangan antara kekuatan prorakyat melawan kekuatan anti-rakyat. 1.2 Ruang Lingkup Adapun ruang lingkup yang digunakan adalah di ambil dari beberapa buku dan sebagiannya juga di ambil dari internet, banyak sekali penjelasan dan cerita-cerita tentang permasalahan dan perkembangan perpolitikan yang terjadi di Indonesia. 1.3 Tujuan Penulisan Tujuan kami dari penulisan dan penyusunan makalah ini antara lainnya adalah : -

Dengan makalah ini kita bisa belajar tentang Perkembangan Perpolitikan ditingkat Nasional terhadap Pembangunan Nasional Bisa mengetahui perkembangan perpolitikan dari orde lama, orde baru, dan sampai ke orde reformasi. Bisa menganalisis dan menilai perkembangan perpolitikan kita dari masa dulu sampai sekarang.
Ada terdapat masalah-masalah yang kami rangkum di makalah ini dengan beberapa penjelasan yang mudah di mengerti.

1

Bab II Isi

2.1 Era Orde Lama Pada Masa orde lama yang dipimpin oleh Presiden Soekarno mengalami perkembangan politik yang berdampak kepada pembangunan sistem pemerintahan nasional. 2.1.A Kondisi Politik Dalam Negeri pada Masa Orde Lama Demokrasi Terpimpin yang menggantikan sistem Demokrasi Liberal, berlaku tahun 1959-1965. Pada masa Demokrasi Terpimpin kekuasaan presiden sangat besar sehingga cenderung ke arah otoriter. Akibatnya sering terjadi penyimpangan terhadap UUD 1945. Berikut ini beberapa penyimpangan terhadap Pancasila dan UUD 1945 yang terjadi semasa Demokrasi Terpimpin. a) Pembentukan MPRS melalui Penetapan Presiden No. 2/1959. b) Anggota MPRS ditunjuk dan diangkat oleh presiden. c) Presiden membubarkan DPR hasil pemilu tahun 1955. d) GBHN yang bersumber pada pidato Presiden tanggal 17 Agustus 1959 yang berjudul “Penemuan Kembali Revolusi Kita” ditetapkan oleh DPA bukan oleh MPRS. e) Pengangkatan presiden seumur hidup. Menurut Bung Hatta, Demokrasi Terpimpin sebagai sebuah konsepsi mempunyai tujuan baik, tetapi cara-cara dan langkah-langkah yang hendak diambil untuk melaksanakannya terlihat menjauhkan dari tujuan baik tersebut. Hal ini terbukti dengan beberapa tindakan Presiden Soekarno, di antaranya membubarkan DPR hasil Pemilu. Dalam periode Demokrasi Terpimpin, Partai Komunis Indonesia (PKI) berusaha menempatkan dirinya sebagai golongan yang Pancasilais. Kekuatan politik pada Demokrasi Terpimpin terpusat di tangan Presiden Soekarno dengan TNI-AD dan PKI di sampingnya. Ajaran Nasakom (Nasionalis-Agama-Komunis) ciptaan Presiden

2

Soekarno sangat menguntungkan PKI. Ajaran Nasakom menempatkan PKI sebagai unsur yang sah dalam konstelasi politik Indonesia. Dengan demikian kedudukan PKI semakin kuat PKI semakin meningkatkan kegiatannya dengan berbagai isu yang memberi citra sebagai partai yang paling manipolis dan pendukung Bung Karno yang paling setia. Selama masa Demokrasi Terpimpin, PKI terus melaksanakan programprogramnya secara revolusioner. Bahkan mampu menguasai konstelasi politik. Puncak kegiatan PKI adalah melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang sah pada tanggal 30 September 1965. 2.1.B KEBIJAKAN POLITIK SOEKARNO-HATTA YANG KONTROVERSIAL (1956-1965) Pasca mundurnyaBung Hatta pada tanggal, 1 Desember 1956 Presiden Soekarno makin tak terkendali dalam melaksanakan keinginannya membawa masyarakat Indonesia kearah kemakmuran yang di cita-citakannya. Soekarno semakin tak terkontrol karena lembaga-lembaga yang dibuat untuk mengkritik dan mengimbangi kekuatan Soekarno satu persatu mulai di bekukan. Dalam bidang politik pemerintahan Soekarno pasca pengunduran diri Moh. Hatta juga menimbulkan dampak yang tidak sedikit yang ditimbulkan oleh ketidakpuasan daerah-daerah akibat pemerintahan otoriter yang diterapkan oleh Soekarno. Adanya pemrberontakan-pemberontakan didaerah merupakan puncak dari kebencian yang diakibatkan pemerintahan yang otoriter sebagai contoh munculnya gerakan dipimpin oleh Zulkifli Lubis, ataupun pemberontakan–pemberontakan yang dilakukan oleh PRRI-PERMESTA. Pemberontakan yang dilakukan oleh Zulkifli Lubis dan kawan-kawan mantan petinggi Masyumi pada saat itu dilakukan karena Bung Hatta sebagai icon perwakilan luar Jawa ikut disingkirkan oleh Soekarno. Dengan didukung oleh Syafrudin Prawiranegara mantan Menkeu dan Sumitro Joyohadikusumo, Natsir, dll. pemberontakan yang dilakukan oleh mereka menjadi perhatian yang seriusoleh pemerintah. Atas nasehat Hatta AH Nasution diutus untuk meredakan pemberontakan ini tanpa ada pertumpahan darah. Sampai pemberontakan ini reda berimbas kepada

3

ekonomi terpimpin. Pertikaian antara partai-partai politik mewarnai kehidupan politik pada waktu itu. terutama Bung-Hatta yang selalu mengkritik beliau (Soekarno) melalui Surat-surat kabar atau majalah ikut di bredel. Pada sidang Konstituante muncul perdebatan sengit mengenai penggunaan syariat Islam dan kaum Nasionalis. Soekarno tak bergeming sedikitpun menghadapi lawan-lawannya yang hampir setiap hari mengkritiknya. (penemuan kembali revolusi kita). Pembredelan terhadap Surat-surat kabar memberikan reaksi yang keras terhadap Soekarno. Keputusan kontroversial mewarnai kehidupan politik Indonesia pada waktu itu. demokrssi terpimpin. sebaliknya Soekarno melaksanakan politik membabi buta dengan membredel seluruh majalah/koran yang tidak sejalan dengan cita-citanya. 4 . Militer menjadi sasaran berikutnya dengan berbagai cara PKI mencoba menjerumuskan kekuatan militer. karena tidak tercapai kata sepakat Soekarno sebagai Presiden mengeluarkan Dekrit untuk memberlakukan Undang-Undang Dasar 1945 dan menyatakan bahwa Undang-Undang Dasar sementara tidak berlaku lagi. Partai Komunis Indonesia (PKI) yang menjadi kekuatan Under dog bermain dengan taktik yang begitu licik sampai-sampai Masyumi sebagai lawan politiknya yang paling ekstrim terkena imbasnya.partai Masyumi karena banyak pemimpinnya yang banyakterlibat sampai akhirnya partai ini dibekukan oleh pemerintah Soekarno. kemarahan Bung Hatta bisa diredam dengan banyak mengirim Surat ke Soekarno. Pada tangal 17 Agustus 1959 Soekarno mengeluarkan manifesto politiknya yang berjudul A Rediscovery of our Revolution. sosialisme indonesia. dan kepribadian Indonesia. Pasca Dekrit Presiden dengan salah satu isinya membubarkan dewan Konstituante pemerintah juga melarang dan membatasi kegiatan-kegiatan politik di Jakarta. Dengan kedudukannya yang sudah kuat Soekarno mencetuskan ide untuk meneruskan gagasan Demokrasi Terpimpin yang diberi nama Manipol Usdek yang diartikan sebagai manifestasi politik yang mengandung unsur UUD’45.

tentang kritik terhadap pemerintah mengenai ketidak setujuannya terhadap politik “mercusuar” yang hanya menyengsarakan rakyat secara 5 . Dan tindakan terakhir. saya mencabut izin penerbitan selama tiga minggu..Kebijakan politik pada masa pemerintahan Soekarno berlaku juga pada Kehidupan Pers Indonesia. menimbulkan keragu-raguan dan ketidak percayaan. “Apabila di satu hari sisa-sisa terakhir dari pekerjaan revolusi sudah selesai. Ini berarti. Kadang-kadang dua minggu.. apakah Tuan di saat itu akan mengizinkan kebebasan pers?” Dia [seorang wartawan asing] menanyaiku..”Dan kalau melewati batas?” “Saya jewer telinganya. yang memberikan kebebasan kepada pers untuk membunuh kepala negaranya dengan ditonton oleh seluruh dunia. Saya memberikan kebebasan kepada pers untuk menulis apa saja yang mereka maui asal tidak merusakkan keselamatan negara. seperti yang diuraikan dalam biografinya : Revolusi memerlukan kepemimpinan. tentara manakah yang mengizinkan seorang prajurit menelanjangi jendralnya di muka umum. hal yang akan menjatuhkan kehormatan dan kepercayaan terhadapnya? Tindakan demikian itu tidak dibenarkan bukan karena jendral itu orang yang sombong. saya menutup pintunya sampai batas waktu yang tidak tertentu”. saya melarang penerbitan surat kabar yang bersalah selama seminggu. Saya berpendapat sekarang bahwa saya tidak akan mengizinkan kemerdekaan yang bebas. melainkan sikap prajurit seperti itu dapat menghambat keutuhan psikologis dari seluruh tentara. Kalau ini terjadi lagi. Oleh karena kami masih dalam taraf revolusi ekonomi.. secara nyata Presiden Soekarno memberikan orasi politiknya untuk mengontrol pers.. “Saya akan membiarkannya dalam batas tertentu. Bahkan tidak segan segan pula ketika ada suatu surat kabar Ibukota yang memuat tulisannya Bung Hatta. aku tidak mengizinkan kemerdekaan pers. Disuatu negeri baru yang masih bayi seperti negara kami hal yang demikian dapat menghancurleburkan kami.

membawa pengaruh dalam kebijakan mengenai politik Luar Negeri. ia melaksanakan politik Mercusuar. Berbeda sekali dengan apa yang dilakukan pada masa masih ada Hatta Pemerintah Indonesia melaksanakan politik luar negeri dengan bebas aktif. Pada masa Demokrasi Terpimpin Soekarno mengeluarkan Kebijakan yang sangat penting yaitu berkaitan dengan Konsepsinya mengenai penggabungan beberapa partai politik untuk duduk dalam suatu kabinet. 7/1960 yang berisi tentang pembubaran Partai politik Masyumi dan PSI serta pembatasan jumlah partai politik menjadi sepuluh saja kebijakan ini mendapat tentangan yang keras dari Bung Hatta karena sangat berrtentangan dengan ide Demokrasi yang membatasasi hak hak warga negara dalam beraspirasi. Kebijakan politik masa demokrasi terpimpin ditandai dengan dikeluarkannya Pen-Pres No. Soekarno semenjak di tinggal oleh Bung Hatta terus melaksanakan kebijakan politik yang tiada kontrol.C Bidang Politik a) Politik Luar Negeri Indonesia Pertentangan antara Soekarno dan Hatta yang terus-menerus sampai dengan mundurnya Hatta dari pemerintahan.1. 2. dalam pelaksanaannya konsepsi ini mendapat tentangan dari PSI dan Masyumi tetapi tetap dijalankan oleh Soekarno.nyata tidak ada faedahnya dan hanya “sekedar” mengharumkan nama Indonesia ikut di bredel. 6 . Lebih lanjut Sjamsudin mengemukakan bahwa setelah konsepsinya Soekarno bersikeras untuk merebut Irian Barat dan Malaysia sebagai bagian dari kampanyenya melawan kolonialisme dan imperialisme. Dalam bidang politik pada masa pemerintahan Soekarno menorehkan catatan sejarah yang menakjubkan yaitu dengan diutarakannya sebuah konsepsi yang menurut dirinya dapat mengubah Indonesia menjadi lebih baik.

Kerjasama yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan Cina sering juga disebut sebagai poros Jakarta-Peking kedekatankedekatan dengan Negara-negara komunis Indonesia ingin membuktikan kepada dunia (Barat) bahwa Indonesia tidak bergantung padanya. Perpecahan yang terjadi antara Bung Karno dengan Bung Hatta membawa dampak yang tidak sedikit. Pasca keluarnya Indonesia dari PBB Indonesia di kucilkan dari Negara-negara lainnya (Pergaulan Dunia) terutama dengan politik barat. Stadion Sebra Senayan dan kemudian melaksanakan GANEFO (Pekan Olah Raga Negara-negara komunis). Soekarno kemudian melaksanakan politik Mercusuar dengan mendirikan bangunan-bangunan monomental seperti Tugu Monas. Soekarno mengajukan protes keras pada dunia. ia terus menentang pembentukan Negara Boneka bentukanInggris.Pemerintahan Soekarno mengambil kebijakan tersebut bukannya tanpa dasar. seperti Cina dan Rusia. Di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Soekarno mengecam dimasukannya Malaysia sebagai anggota Dewan Keamanan PBB. sikap Soekarno yang sangat anti-Imperialis dan anti Liberalis ia terapkan dalam pemerintahan. Dalam tanggapan punya mengenai dan dibentuknya negara Federasi Malaya. Bung Hattayang diyakini oleh banyak orang sebagai Perwakilan Golongan Luar Jawa dan Soekarno yang dianggap sebagai perwakilan Jawa mempunyai pendukung sendiri-sendiri. ia memutuskan untuk mengumumkan kebijakan trikoranya. b) Pemberontakan Di Daerah Pasca mundurnya Bung Hatta dari pemerintahan terjadi pergolakan di daerahdaerah yang menuntut untuk dikembalikannya Bung Hatta kedalam pemerintahan. Indonesia dibawah pemerintahan Soekarno mengambil kebijakan Luar Negerinya dengan lebih mendekati negara-negara komunis. Kebijakan pun diambil yaitu ketika secara resmi Malaysia terpilih sebagai anggota DK PBB dan Indonesia memutuskan keluar dari PBB. bahkan Soekarno mengecam jika Malaysia terpilih sebagai anggota DK PBB. Indonesia akan keluar dari Organisasi PBB. 7 .

perihal pengangkatan KSAD dan Pangab.1. Hatta sebelum mengundurkan diri dari pemerintahan pernah mengeluarkanpernyataan bahwa sebaiknya militer tidak masuk dalam kancah politik (Dwi Fungsi).D Bidang Ekonomi Kebijakan di bidang Ekonomi pada masa Soekarno yaitu diterapkannya Sistem benteng. Perseteruan ini dipicu oleh adanya kebijakan Presiden Soekarno sebagai panglima tertinggi. akan tetapi karena banyaknya kasus korupsi yang terjadi pada saat itu dan bergantigantinya kabinet membuat sistem ini kemudian dihentikan pada tahun 1954. Yani sebagai KSAD dengan maksud agar tidak terjadi perselisihan di tubuh militer. dimana sistem ini lebih dikenal sebagai sistem ekonomi Ali (Pribumi) & Baba (Tionghoa).c) Militer Pertentangan Soekarno-Hatta juga menimbulkan dampak dalam tubuh militer. Perseteruan antara kelompok Ahmad Yani dengan Nasution terus berlanjut karena masing-masing mempunyai kedudukan yang sama kuat. Kebijakan ekonomi Ali-Baba timbul akibat adanya ketakutan yang dialami oleh presiden Soekarno. Kebijakan-kebijakan tersebut 8 . Penguasaan orang-orang Tionghoa terhadap sendi-sendi perekonomian nasional membuat Soekarno berfikir untuk mengandeng dan merangkul Etnis Tionghoa agar bekerjasama dan memunculkan pengusaha-pengusaha pribumi agar tidak tergantung pada Tionghoa lagi. tetapi kalangan militer yang sudah terlanjur masuk kejalur politik enggan melepaskan jabatan-jabatan yang di pegangnya. Sebenarnya sistem ekonomi ini lebih menguntungkan buat etnis tionghoa. Sebagai contoh adalah ketika A. Dibidang ekonomi pengaruh pertentangan antara Soekarno-Hatta bisa dilihat dengan munculnya kebijakan-kebijakan pemerintah dimana kebijakan tersebut lebih menggambarkan kediktatoran Soekarno daripada konsep ekonomi yang dicita-citakan oleh Hatta. H Nasution merangkap jabatan sebagai Menham dan Keamanan kemudian Soekarno mengambil kebijakan dengan mengangkat A. yang pada masa itu kehidupan ekonomiIndonesia hampir seluruhnya dikuasai oleh orang Tionghoa. Pada masa pemerintahan Soekarno-Hatta konflik Intern dalam tubuh militer dapat diredam tetapi pasca mundurnya Hatta dari pemerintahan konflik Internal yang terjadi dalam tubuh militer kembali memuncak. 2.

walaupun kebijakan ini banyak ditentang oleh beberapa lawan politiknya terutama kalangan pengusaha swasta luar negeri tetapi tetap dijalankan oleh pemerintahan Soekarno. sehingga permasalahan ekonomi tidak akan pernah selesai karena pemerintah dibawah Soekarno tidak pernah serius melaksanakan programnya. menjadi tambah kacau. tetapi semua berada dibawah control asing sebagai implementasi dari adanya utang yang menumpuk. Akibat dari adanya kebijakan nasionalisasi firma-firma ini membawa dampak perhitungan yang tidak seimbang bagi pemerintah dibidang ekonomi. tetapi belum selesai bertugas kabinet ini harus menyerahkan mandatnya kepada Soekarno. Kebijakan ekonomi yang lain dilakukan Soekarno pada tahun 1958 yaitu dengan menasionalisasikan firma-firma Belanda menjadi perusahaan nasional.adalah kebijakan ekonomi Ali-baba karena rasionalisasi Belanda menjadi perusahaan nasional. 60 hingga Rp. Harga beras yang mula-mulahanya Rp. 450 telah melompat naik menjadi Rp. Kepanikan yang dirasakan rezim Soekarno menghadapi kerusakan perekonomian Indonesia di selubunginya dengan petualangan baru yang disiapkan yaitu 9 . Berganti-gantinya Kabinet rupanya menimbulkan kepanikan tersendiri. dimana kebijakan ekonomi yang diambil seharusnya dapat memecahkan masalah ekonomi yang terpuruk akibat krisis. Sejak tahun 1960-1963 kemerosotan ekonomi Indonesia terus berlangsung dan bertambah parah akibat berbagai petualangan rezim Soekarno. Ekonomi Indonesia yang morat-marit akibat dari persetujuan KMB yang mengharuskan Indonesia membayar pampasan perang Belanda ditambah dengan keras kepalanya ahliahli ekonomi Indonesia dalam membangun arah ekonomi masa depan Indonesia menjadi penyebab krisis yang berlangsung waktu itu. Kabinet Burhanuddin Harahap yang bertugas masa itu mencoba memperbaiki dan mengatasi krisis ekonomi untuk menaikan gaji pegawai negeri dan militer. 70. Pederitaan rakyat semakin hebat pada Tahun 1963 beban hidup rakyat Indonesia terasa amat menekan sekali. penderitaan rakyat ini membuat Bung Hatta prihatin.

Lebih aneh lagi adalah keterlibatan militer oleh Nasution untuk memberikan dukungan penuh kepada Soekarno untuk konfrontasi dengan Malaysia. Dekon ini mempunyai program dengan bekerja membuat berbagai kebijakan diantaranya adalah : 1. pada tahun 1965 pemerintahan Soekarno mengeluarkan kebijakan dengan membentuk sebuah badan yang bertugas menghentikan krisis ekonomi yang mengamuk dengan hebatnya. Dalam mengatasi krisis ini pemerintah menggunakan berbagai caradiantaranya adalah menggagas adanya Deklarasi Ekonomi (Dekon) pada tahun1963. sandangpangan. maka Soekarno telah membentuk pula sebuah badan lain bernama Dewan Pangan Nasional. Sebuah tindakan lain di bidang ekonomi diambil pula oleh rezim Soekarno. Kebijakan dekon ini tidak juga berhasil mengatasi kemorat-maritan ekonomi yang terus menggila. Program ini didukung dengan sepenuhnya oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) karena bagaimanapun juga PKI sebagai partai komunis menentang pembentukan negara yang pernah pro terhadap komunis. perumahan serta kehidupan kultural dan spiritual yang layak. ekonomi tanpa penghisapan manusia oleh manusia. Belum puas dengan membentuk berbagai badan menangani kemelut perekonomian ini. Diciptakan susunan ekonomi yang bersifat nasional dan demokratis. 2. yang bersih dari sisa-sisa Imperialisme dan Feodalisme. Ekonomi sosialis Indonesia. Dikatakan untuk memenuhi hasrat rakyat Indonesia melaksanakan prinsip “berdiri diatas kaki sendiri”. Dalam badan- 10 . Badan yang dibentuk ini diberi nama dengan Komando Tertinggi Berdikari (Kotari) yang bertugas melaksanakan pembangunan ekonomi atas dasar berdiri di kaki sendiri (berdikari). maka di dikeluarkanlah Penpres pada tanggal 24 April mengenai penempatan semua perusahaan asing di Indonesia yang tidak bersifat domestik di bawah penguasaan pemerintah Republik Indonesia. Dimana tiap orang dijamin mendapat pekerjaan.penolakan gagasan pembentukan Malaysia sebagai satu usahaNegara Kapitalis mengepung Indonesia.

10 tahun 1959 merupakan bentuk diskriminasi terhadap Etnis Tionghoa. dan seakan pura –pura tidak tahu. tetapi pekerjaan badan-badan hanya di atas kertas belaka.1. dimana etnis Tionghoa dilarang berdagang didaerah pedesaan. Mereka melancarkan aksi-aksi terhadap yang mereka namakan setan desa dan setan kota. Mengutip yang dikatakan oleh etnis tionghoa Setiono mengungkapkan bahwa “lebih baik mati dari pada hidup dilarang berdagang”. bahwa mereka sendiri sedang berkolaborasi dengan setan-setan kota itu sendiri. Pada tanggal 17 Agustus 1963 dicetuskan manifesto kebudayaan oleh kelompok yang tetap mendukung demokrasi dan martabat manusia. maupun didaerah pedalaman. Dikeluarkannya PP no. Kata-kata seperti ini hampir seluruhnya didengungkan oleh sebagian besar etnis Tionghoa yang hidup di daerah-daerah.badan tertinggi ini senantiasa Soekarno menjabat ketuanya. Isi dari manifesto kebudayaan tersebut mengungkapkan bahwa kebudayaan adalah perjuangan untuk menyempurnakan kondisi hidup manusia dan tetap berpegang pada Pancasila sebagai 11 . 2.Berawal dari Pemberontakan PKI pada tanggal 30 September 1965 soekarno mengawali kariernya sebagai presiden dengan memberikan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) kepada Soeharto dilanjutkan dengan kudeta terselubung yang dilakukan oleh Soeharto. melengkapi penderitaan Soekarno dari jabatan Presiden. Teror PKI semakin meningkat baik dikota-kota besar. dibentuk oleh Presidium atau staf pelaksana. Bahkan banyak surat-surat kabar di RRC yang melancarkan aksi anti-Indonesia. Dengan di mulainya teror PKI ini semakin mendekatkan diri dengan kehancuran Soekarno dalam memimpin negeri ini. Hal ini menimbulkan keresahan dipihak Tionghoa dan banyak terjadi pergolakan khususnya di daerah Jawa barat. kebijakan ini ada yang bersifat diskriminasi dan juga ada yang bersifat menghormati kaum tionghoa.E Bidang Sosial Budaya Kebijakan pemerintahan masa Soekarno di bidang Sosial Budaya adalah kebijakan yang diberlakukan terhadap Etnis tionghoa. Kebijakan ini tentu saja mendapat tentangan dari berbagai pihak tak terkecuali pemerintah RRC yang selama ini banyak mendukung pemerintah Soekarno.

Terjadinya sejumlah pemberontakan di dalam negeri yang semakin bertambah gawat bahkan menjurus menuju gerakan sparatisme. Pramudya dan kawan-kawannya dalam lekra mencoba menjual konsepsi seni realisme sosial.Falsafah kebudayaan mereka. Begitu kejinya cara orang-orang komunis ini menghantam mereka yang menolak konsep “politik adalah panglima”. yang harus menyatukan cita-cita perjuangan Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan kreativitas seni mereka. Kegiatan tokohtokoh Lekra ini telah ikut memanaskan suhu politik. Orang komunis menganut paham bahwa dalam kebudayaan “politik adalah panglima”. antek imperialis. • • • Situasi politik yang kacau dan semakin buruk. anti-manipol. Latar Belakang dikeluarkan dekrit Presiden : • Undang-undang Dasar yang menjadi pelaksanaan pemerintahan negara belum berhasil dibuat sedangkan Undang-undang Dasar Sementara (UUDS 1950) dengan sistem pemerintahan demokrasi liberal dianggap tidak sesuai dengan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia. • Kegagalan konstituante dalam menetapkan undang-undang dasar sehingga membawa Indonesia ke jurang kehancuran sebab Indonesia tidak mempunyai pijakan hukum yang mantap. Konflik antar partai politik yang mengganggu stabilitas nasional 12 . Manifes ini juga mendapat tentangan dari senimanseniman yang tergabung dalam Lekra (Wadah Seni Bentukan PKI) termasuk diantaranya adalah Pramudya Ananta Toer.F DEKRIT PRESIDEN MASA ORDE LAMA Pelaksanaan demokrasi terpimpin dimulai dengan berlakunya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. dan segala kreativitas seniman hendak ditundukkan kebawah kaki politik. dan aksiaksi mereka telah berkembang jadi aksi teror terhadap para budayawan yang bukan komunis.1. dan sebagainya. 2. hingga dengan tak jemu-jemunya mereka mengutuk seniman-seniman bukan komunis sebagai kontrarevolusioner.

c. DPR pada tanggal 22 Juli 1945 secara aklamasi menyatakan kesediaannya untuk melakanakan UUD 1945. adalah sebagai berikut.• • Banyaknya partai dalam parlemen yang saling berbeda pendapat sementara sulit sekali untuk mempertemukannya. Tujuan dikeluarkan dekrit adalah untuk menyelesaikan masalah negara yang semakin tidak menentu dan untuk menyelamatkan negara. Pembentukan MPRS dan DPAS Reaksi dengan adanya Dekrit Presiden: • • • • Rakyat menyambut baik sebab mereka telah mendambakan adanya stabilitas politik yang telah goyah selama masa Liberal. Memberikan pedoman yang jelas. Dampak positif diberlakukannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Pembubaran konstituante Tidak berlakunya UUDS 1950 dan berlakunya kembali UUD 1945. 75/1959 sebuah dekrit yang selanjutnya dikenal dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. yaitu UUD 1945 bagi kelangsungan negara. Masing-masing partai politik selalu berusaha untuk menghalalkan segala cara agar tujuan partainya tercapai. 13 . • • Menyelamatkan negara dari perpecahan dan krisis politik berkepanjangan. Demi menyelamatkan negara maka presiden melakukan tindakan mengeluarkan keputusan Presiden RI No. KSAD meminta kepada seluruh anggota TNI-AD untuk melaksanakan pengamanan Dekrit Presiden. b. a. Isi Dekrit Presiden adalah sebagai berikut. Mahkamah Agung membenarkan dan mendukung pelaksanaan Dekrit Presiden.

Dalam pergaulan hidup itu terkandung konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa.dan lembaga tinggi negara. yaitu MPRS dan lembaga tinggi negara berupa DPAS yang selama masa Demokrasi Parlemen tertertunda pembentukannya. 2. baik persoalan-persoalan di dalam masyarakatnya sendiri. MPR.• Merintis pembentukan lembaga tertinggi negara. militer terutama Angkatan Darat menjadi kekuatan politik yang disegani. Memberi kekeuasaan yang besar pada presiden.A Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia Setiapa bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan pandangan hidup (filsafata hidup). maupun persoalan-persoalan besar umat manusia dalam pergaulan masyarakat bangsa-bangsa di dunia ini. 2. terkandung pikiran-pikiran yang terdalam dan 14 . sosial dan budaya yang timbul dalam gerak masyarakat yang makin maju. Ternyata UUD 1945 tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen. Dampak negatif diberlakukannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. adalah sebagai berikut: 1. 3. Sejak Dekrit. Memberi peluang bagi militer untuk terjun dalam bidang politik. ekonomi.2.2 Era Orde Baru 2. Dengan berpedoman pada pandangan hidup itu pula suatu bangsa akan membangun dirinya. Hal itu semakin terlihat pada masa Orde Baru dan tetap terasa sampai sekarang. UUD 45 yang harusnya menjadi dasar hukum konstitusional penyelenggaraan pemerintahan pelaksanaannya hanya menjadi slogan-slogan kosong belaka. Hal itu terlihat pada masa Demokrasi terpimpin dan berlanjut sampai Orde Baru. Dengan pandangan hidup yang jelas sesuatu bangsa akan memiliki pegangan dan pedoman bagaimana ia memecahkan masalah-masalah polotik. Dengan pandangan hidup inilah sesuatu bangsa akan memandang persoalanpersoalan yang dihadapinya dan menentukan arah serta cara bagaimana memecahkan persoalan-persoalan tadi. Tanpa memiliki pandangan hidup maka suatu bangsa akan merasa terombang-ambing dalam menghadapi persoalan-persoalan besar yang pasti akan timbul.

2. Pancasila yang selalu menjadi pegangan bersama saat-saat terjadi krisis nasional dan ancaman terhadap eksistensi bangsa kita. Pancasila itu tetap tercantum didalamnya. Adapun dasar itu haruslah berupa 15 .B Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia Pancasila yang dikukuhkan dalam sidang I dari BPPK. maupun dalam mengejar kemajuan lahiriyah dan kebahagiaan rohaniah. dalam Mukadimah UUD Sementara Republik Indonesia 1950.gagasan sesuatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. Ialah suatu kebudayaan yang mengajarkan bahwa hidup manusia ini akan mencapai kebahagiaan jika kita dapat baik dalam hidup manusia sebagai manusia dengan alam dalam hubungan manusia dengan Tuhannya. maka Pancasila itu adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia. di kandung maksud untuk dijadikan dasar bagi negara Indonesia merdeka. ia juga merupakan dasar yang mamapu mempersatukan seluruh rakyat Indonesia. Karena Pancasila sudah merupakan pandangan hidup yang berakar dalam kepribadian bangsa. yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya. namun dalam 3 buah UUD yang pernah kita miliki yaitu dalam pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu.2. dikehendaki oleh bangsa Indonesia karena sebenarnya ia telah tertanam dalam kalbunya rakyat. II/MPR/1979. Seperti yang ditujukan dalam ketetapan MPR No. Pada akhirnyta pandangan hidup sesuatu bangsa adalah kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki suatu bangsa itu sendiri. kesadaran dan citacita moral yang meliputi kejiwaan dan watak yang sudah beurat/berakar di dalam kebudayaan bangsa Indonesia. merupakan bukti sejarah sebagai dasar kerohanian negar. maka ia diterima sebagai dasar negara yang mengatur hidup ketatanegaraan. Pancasila bagi kita merupakan pandangan hidup. pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar negara kita. Disamping itu maka bagi kita Pancasila sekaligus menjadi tujuan hidup bangsa Indonesia. Pancasila yang lalu dikukuhkan dalam kehidupan konstitusional itu. Hal ini tampak dalam sejarah bahwa meskipun dituangkan dalam rumusan yang agak berbeda.

Isi dan tujuan dari peraturan perundang-undangan Republik Indonesia tidak boleh menyimpang dari jiwa Pancasila. hakim. Peraturan Pemerintah sebagai pengganti Undang-undang. maka akan tampak dengan jelas bahwa tiap sila Pancasila itu adalah pencerminan dari bangsa kita. yang dimaksudkan dengan kepribadian Indonesia ialah : Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia. Bahkan dalam Ketetapan MPRS No. yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya. agar peraturan dasar itu tahan uji sepanjang masa. 2. Peraturan Pemerintah. 16 . Oleh karena Pancasila tercantum dalam UUD 1945 dan bahkan menjiwai seluruh isi peraturan dasar tersebut yang berfungsi sebagai dasar negara sebagaimana jelas tercantum dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945 tersebut. maka semua peraturan perundang-undangan Republik Indonesia (Ketetapan MPR. ilmu pengetahuan hukum). XX/MPRS/1966 ditegaskan.2. undang-undang. Apabila kita memperhatikan tiap sila dari Pancasila.suatu filsafat yang menyimpulkan kehidupan dan cita-cita bangsa dan negara Indonesa yang merdeka. Undang-undang. Sidang BPPK telah menerima secara bulat Pancasila itu sebagai dasar negara Indonesia merdeka. kebiasaan. Undang-Undang Dasar yang menjadi sumber ketatanegaraan harus mengandung unsur-unsur pokok yang kuat yang menjadi landasan hidup bagi seluruh bangsa dan negara. Pancasila tercantum secara resmi dalam Pembukaan UUD RI. bahwa Pancasila itu adalah sumber dari segala sumber huum (sumber huum formal. Di atas dasar itulah akan didirikan gedung Republik Indonesia sebagai perwujudan kemerdekaan politik yang menuju kepada kemerdekaan ekonomi. Keputusan Presiden dan peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya) yang dikeluarkan oleh negara dan pemerintah Republik Indonesia haruslah pula sejiwa dan sejalan dengan Pancasila (dijiwai oleh dasar negara Pancasila). sosial dan budaya.C Pancasila Sebagai Jiwa Dan Kepribadian Bangsa Indonesia Menurut Dewan Perancang Nasional. traktaat. jurisprudensi. Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia adalah pencerminan dari garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia sepanjang masa.

yang merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di negara kita. e. Pandangan hidup bangsa Indonesia yang dapat mempersatukan kita serta memberi petunjuk dalam masyarakat kita yang beraneka ragam sifatnya. yakni suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila di dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang merdeka. Terdapat kemungkinan bahwa tiap-tiap sila secara terlepas dari yang lain bersifat universal. bukan sekedar karena ia ditemukan kembali dari kandungan kepribadian dan cita-cita bangsa Indonesia yang terpendam sejak berabad-abad yang lalu. yang juga dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini. bersahabat. perlu pula dikemukakan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa bukan lagi uniformitas melainkan suatu bentuk dari suatu yang eka dalam kebhinekaan. Pancasila agar keragaman bangsa dapat dijabarkan sesuai dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Republik Indonesia. tenteram. d. tertib dan damai. Pluralitas juga harus dapat diwujudkan dalam suatu struktur kekuasaan yang memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengelola kekuasaan agar dapat diperoleh elit politik yang lebih lejitimet. berdaulat. maka Pancasila yang kita gali dari bumi Indonsia sendiri merupakan : a. melainkan karena Pancasila itu telah mampu membuktikan kebenarannya setelah diuji oleh sejarah perjuangan bangsa. karena Pancasila memberikan corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan tak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia. c. akuntabel serta peka terhadap aspirasi masyarakat 17 . Perjanjian luhur rakyat Indonesia yang disetujui oleh wakil-wakil rakyat Indonesia menjelang dan sesudah Proklamasi Kemerdekaan yang kita junjung tinggi. Dasar negara kita. Tujuan yang akan dicapai oleh bangsa Indonesia. tertib dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka. bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman. b.Demikianlah. akan tetapi kelima sila yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan itulah yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. serta merupakan ciri khas yang dapat membedakan bangsa Indonesia dari bangsa yang lain. Jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia.Dalam hubungan itu.

Seperti yang telah ditunjukkan oleh Ketetapan MPR No. 2. Makax kemapanan demokrasi dalam sebuah Negara secara sederhana dapat kita nilai dari partai politik dalam Negara tersebut dalam kaian ilmu politik ada banyak ahli yang mendefenisikan partai politik. Memahami atau memberi arti setiap sila-sila secara terpisah dari sila-sila lainnya akan mendatangkan pengertian yang keliru tentang Pancasila. Namun kali ini penulis akan menggunakan defenisi dari Giovanni Sartori.D PARTAI POLITIK DI INDONESIA ERA ORDE BARU Kata partai politik mungkin sudah sangat akrab di telinga kita mengingat sebagai konsekuensi dari sebuah Negara demokrasi maka menjadi keharusan bagi Negara Indonesia untuk memilki institusi-institusi / lembaga-lembaga politik yang secara prosedural menjadi syarat pemerintahan yang demokratis. Ketetapan MPRS No. karena masing-masing sila dari Pancasila itu tidak dapat dipahami dan diberi arti secara sendiri-sendiri. Dari defenisi yang telah dikemukakan sebelumnnya dapat kita ketahui bersama bahwa partai politik sebagai kelompok politik maka partai poltik akan menjalankan agenda-agenda politik dalam pemilihan umum dan bersaing dengan kelompok politik lainnya dalam pemilihan umum. terpisah dari keseluruhan sila-sila lainnya. Indeks Peraturan & Perundangan 18 . XX/MPRS/1966 berhubungan dengan Ketetapan No. Dalam defeisinya Satrori mengemukakan bahwa partai politik adalah kelompok politik yang di identifikasi dengan lambang yang di gunakan dalam pemilu dan mampu menempatkan kandidatnya dalam pemilihan umum untuk memperebutkan jabatan publik. I/MPR/1993. XI/MPR/1978. Sebagai salah satu institusi politik dalam sistem demokrasi banyak yang mengatakan bahwa partai poltik adalah tulang punggung dari demokrasi itu sendiri. Pancasila tetap menjadi dasar Negara Indonesia hingga sekarang.2. Dikatakan sebagai kesatuan yang bulat dan utuh. Dari sekian syarat itu yang selalu menjadi pembicaraan menarik adalah partai politik dan pemilu. Pancasila itu merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh dari kelima silanya. I/MPR/1988 No.

Organisasiorganisasi yang terhimpun ke dalam Sekber GOLKAR ini kemudian dikelompokkan 19 . 105 tentang Partai Politik Peserta Pemilu Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undangundang • • • • • • • • Undang-undang No.E GOLKAR PADA MASA ORDE BARU Partai Golongan Karya (GOLKAR) sebelumnya bernama Golongan Karya (Golkar) dan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar). 12 Thn 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR. DPD dan DPRD Undang-undang No. 22 Thn 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR. 12 tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR. 3 tahun 2005 Tentang Perubahan Atas Undangundang No. DPD dan DPRD Menjadi Undang-undang • Undang-undang No. Sekber GOLKAR beranggotakan 61 organisasi fungsional yang kemudian berkembang menjadi 291 organisasi fungsional. Pada awal pertumbuhannya.2. 51 tahun 2001 tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik 2. 32 Thn 2004 tentang Pemerintahan Daerah Undang-undang No. DPR. 22 Thn 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum Undang-undang No.• • Undang-undang No. Partai GOLKAR bermula dengan berdirinya Sekber GOLKAR di masa-masa akhir pemerintahan Presiden Soekarno. DPD dan DPRD Undang-undang No. adalah sebuah partai politik di Indonesia. tepatnya 1964 oleh Angkatan Darat untuk menandingi pengaruh Partai Komunis Indonesia dalam kehidupan politik. 1 tahun 2006 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang No. 31 Thn 2002 tentang Partai Politik Keputusan KPU No. 10 Thn 2006 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 23 Thn 2003 tentang Pemilihan Umum Presiden Dan Wakil Presiden Undang-undang No. Ini terjadi karena adanya kesamaan visi diantara masing-masing anggota. 8 Thn 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 33 Thn 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Undang-undang No.

3.berdasarkan kekaryaannya ke dalam 7 (tujuh) Kelompok Induk Organisasi (KINO).kekuasaan golkar ini membuat para penguasa di dalamnya bebas melakukan apapun karena memang Soeharto sangat berkuasa di eranya. 2.A Kebijakan Politik BJ Habibie Terhadap Pembangunan di Era Reformasi 20 . yaitu: • • • • • • • Koperasi Serbaguna Gotong Royong (KOSGORO) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Organisasi Profesi Ormas Pertahanan Keamanan (HANKAM) Gerakan Karya Rakyat Indonesia (GAKARI) Gerakan Pembangunan Di era Orde baru Partai GOLKAR merupakan suatu kekuatan politik yang sangat kuat dan berkuasa dan merupakan suatu kendaraan politik yang sangat gemuk.3 Era Reformasi 2.hampir tidak ada dinamika politik di pemerintahan tetapi dinamika terjadi di tubuh GOLKAR dan partai ini selalu keluar sebagai pemenang pemilu hal ini juga karena adanya peran soeharto sebagai ketua dewan Pembina yang mengeluarkan kebijakan kebijakan yang menguntungkan GOLKAR seperti peraturan Monoloyalitas yang mewajibkan semua pegawai negeri sipil (PNS) untuk menyalurkan aspirasi politiknya kepada GOLKAR hal ini membuat partai ini menjadi partai pemenang dan berkuasa tentunya partai GOLKAR menjadi sangat dominant di pemerintahan baik di MPR dan DPR juga menteri – menteri cabinet yang merupakan orang orang pilihan Soeharto.

29/1999 mengenai Pengesahan Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination 1965. Mendorong ratifikasi empat konvensi internasional dalam masalah hak-hak pekerja. Namun pada akhirnya beliau adalah manusia biasa yang bisa berbuat khilaf .Kebijakan yang di ambil seorang bisa di bilang sebagai Bapak bangsa . yang bisa berbuat salah dan dosa.5/1998 mengenai Pengesahan Convention against Torture and other Cruel. Dan saat itulah kebijakan yang diambilnya menjadi harapan baru bagi bangsa ini diantara kebijakan sebagai berikut : 1. Presiden RI dengan masa jabatan Terpendek di dalam sejarah Pejabat Negara Indonesia . sebaliknya. seorang Presiden Republik Indonesia ke 3 dan juga sebagai Wakil Presiden . 21 . dan membangun legitimasi yang lebih besar dari masyarakat internasional untuk mengkompensasi minimnya legitimasi dari kalangan domestic dengan demikian dukungan internasional yang diperoleh melalui serangkaian kebijakan untuk memberi image positif kepada dunia internasional memberi kontribusi positif bagi keberlangsungan pemerintahan Habibie saat periode transisi menuju demokrasi dimulai. Era yang disuarakan oleh para mahasiswa di Negeri ini pada tahun 1998. Kebijakan Politik Sebagai Presiden dilakukannya sejak pernyataan pengunduran diri Presiden Ke 2 Soeharto sebagai Presiden RI setelah Berkuasa hampir 32 Tahun lamanya dan menjadi akhir masa Orde Baru dan munculnya era reformasi. Pembentukan Komnas Perempuan. Beliau membuat keputusan di dalam setiap kebijakan politiknya serta membuat sejarah di dalam perjalanan bangsa Indonesia. Membuat UU no. juga dapat memberi dampak negatif bagi kelangsungan pemerintahan transisi. Pembangunan yang saat itu berkembang dengan pesatnya akhirnya terhenti dengan begitu saja. Kebijakan Politik BJ Habibie di masa reformasi tidaklah mudah apalagi sampai membangun kembali Indonesia yang saat itu tengah terpuruk akibat krisis ekonomi tahun 1997.Di saat itu juga BJ Habibie diangkat sebagai Presiden RI menggantikan Soeharto sebagai Presiden ke 3 RI. 2. Inhuman or Degrading Treatment or Punishment dan UU no. Pemerintahan Habibie pula yang memberi pelajaran penting bahwa kebijakan luar negeri. Sehingga.

000 – Rp 15. Namun pada akhir pemerintahannya. 4. Anggota yang masih menduduki jabatan birokrasi diperintahkan untuk memilih kembali kesatuan ABRI atau pensiun dari militer untuk berkarier di sipil. dan instansi peradilan yang independen. Kebebasan menyampaikan pendapat diberikan asal tetap berpedoman pada aturan yang ada yaitu UU No. membebaskantahananpolitik.Kebebasan menyampaikan pendapat. yaitu dilahirkan UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat. dan PDI. hukum hanya berlaku pada rakyat kecil saja dan penguasa kebal hukum sehingga sulit bagi masyarakat kecil untuk mendapatkan keadilan bila berhubungan dengan penguasa.3. Namun dari semua itu Kebijakan Politik terhadap pembangunan salah satunya di bidang ekonomi yaitu ia berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dollar masih berkisar antara Rp 10. Pada masa orde baru. Membentuk Kabinet ReformasiPembangunan.000.9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. rahasia. Selain itu. perubahan UU Partai Politik dan yang paling 22 .dan mencabut larangan berdirinya SerikatBuruh Independen. adil. landasan kokoh bagi Bangsa Indonesia. ia juga memulai menerapkan independensi Bank Indonesia agar lebih fokus mengurusi perekonomian. nilai tukar rupiah meroket naik pada level Rp 6500 per dolar AS nilai yang tidak akan pernah dicapai lagi di era pemerintahan selanjutnya. 5. mengadakan pemilu yang bebas. jujur. Dibentuk tanggal 22 Mei 1998. 6. terutama setelah pertanggungjawabannya ditolak MPR. PPP. Mengatasi masalah dwifungsi ABRI Jendral TNI Wiranto mengatakan bahwa ABRI akan mengadakan reposisi secara bertahap sesuai dengan tuntutan masyarakat. Refomasi Dalam bidang hukum Target reformasinya yaitu subtansi hukum. Mengadakan reformasi dalam bidang politik Habibie berusaha menciptakan politik yang transparan. Namun di masa jabatan yang singkat itu BJ Habibie berhasil menancapkan tonggak baru . dengan jumlah menteri 16 orang yang merupakan perwakilan dari Golkar. secara bertahap akan mundur dari area politik dan akan memusatkan perhatian pada pertahanan negara. aparatur penegak hukum yang bersih dan berwibawa.

pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres). DPRD Provinsi. disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat sehingga pilpres pun dimasukkan ke dalam rezim pemilu. yaitu DPR. Setelah amandemen keempat UUD 1945 pada 2002. yang semula dilakukan oleh MPR. Melalui penerapan UU otonomi daerah inilah gejolak disintergrasi yang diwarisi sejak era Orde Baru berhasil diredam dan akhirnya dituntaskan di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hasilnya diskriminasi yang selama ini di alami daerah – daerah di luar pulau jawa tidak lagi di alami walaupun masih tetap terjadi sampai saat ini . 2004. 1997. 2. 1971. 1987. dan 2009. Di tengah masyarakat. Pada 2007.C Pemilihan umum anggota lembaga legislatif Sepanjang sejarah Indonesia.3.B Pemilihan umum di Indonesia Pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan. namun bias di katakan provinsi – provinsi di pulau jawa bisa membuktikan bahwa mereka juga bisa maju dan berkembang di dalam pembangunan daerahnya itu sendiri. 1982. berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007. 1992. Pemilu 1955 23 . telah diselenggarakan 10 kali pemilu anggota lembaga legislatif yaitu pada tahun 1955. Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada Pemilu 2004. dan DPRD Kabupaten/Kota.penting adalah UU otonomi daerah.3. tanpa adanya UU otonomi daerah bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib sama seperti Uni Soviet dan Yugoslavia. istilah "pemilu" lebih sering merujuk kepada pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden yang diadakan setiap 5 tahun sekali. 1977. 1999. pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) juga dimasukkan sebagai bagian dari rezim pemilu. 2.

melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar. dan Partai Syarikat Islam Indonesia. Partai Nasional Indonesia. Nahdlatul Ulama. Lima besar dalam Pemilu ini adalah Partai Nasional Indonesia.Pemilu pertama dilangsungkan pada tahun 1955 dan bertujuan untuk memilih anggota-anggota DPR dan Konstituante. Pemilu-Pemilu tersebut kesemuanya dimenangkan oleh Golongan Karya. yaitu: • Tahap pertama adalah Pemilu untuk memilih anggota DPR. 1987. Pada tahun 1975. dan diikuti oleh 10 partai politik. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 29 September 1955. Namun. 1982. 24 . Lima besar dalam Pemilu ini adalah Golongan Karya. dan diikuti oleh 29 partai politik dan individu. kepala pemerintahan telah dipegang oleh Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. menjadi hanya dua partai politik (yaitu Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrasi Indonesia) dan satu Golongan Karya. Ali Sastroamidjojo mengundurkan diri dan pada saat pemungutan suara. tepatnya pada tanggal 5 Juli 1971. Pemilu ini seringkali disebut dengan Pemilu 1955. • Tahap kedua adalah Pemilu untuk memilih anggota Konstituante. Pemilu ini adalah Pemilu pertama setelah orde baru. 1992. Pemilu-Pemilu berikutnya dilangsungkan pada tahun 1977. Nahdlatul Ulama. Pemilu 1971 Pemilu berikutnya diselenggarakan pada tahun 1971. Partai Komunis Indonesia. Pemilu-Pemilu tersebut hanya diikuti dua partai politik dan satu Golongan Karya. Sesuai peraturan Fusi Partai Politik tahun 1975. Pemilu-Pemilu ini diselenggarakan dibawah pemerintahan Presiden Soeharto. Pemilu 1955 ini dibagi menjadi dua tahap. dan dipersiapkan di bawah pemerintahan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo. diadakanlah fusi (penggabungan) partai-partai politik. Masyumi. Parmusi. Sesuai tujuannya. Pemilu-Pemilu ini seringkali disebut dengan "Pemilu Orde Baru". dan 1997. dan Partai Syarikat Islam Indonesia. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 1955.

Walaupun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meraih suara terbanyak (dengan perolehan suara sekitar 35 persen). DPRD Provinsi. yaitu Pemilu 1999 dilangsungkan pada tahun 1999 (tepatnya pada tanggal 7 Juni 1999) di bawah pemerintahan Presiden BJ Habibie dan diikuti oleh 48 partai politik. Partai Golkar. yaitu Megawati Soekarnoputri. karena tidak ada pasangan calon yang berhasil mendapatkan suara lebih dari 50%. suatu lembaga perwakilan baru yang ditujukan untuk mewakili kepentingan daerah. dan DPRD Kabupaten/Kota. selain memilih anggota DPR. Putaran kedua 25 . Lima besar Pemilu 1999 adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. sekaligus Pemilu pertama setelah runtuhnya orde baru. yaitu Abdurrahman Wahid (Pada saat itu. dan Partai Amanat Nasional. Pemenang Pilpres 2004 adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Pemilu 2004 Pemilu 2004 merupakan pemilu pertama di mana para peserta dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden pilihan mereka. DPR. rakyat juga dapat memilih anggota DPD. Megawati hanya menjadi calon presiden). sementara pemilihan presiden dan wakilnya dilakukan oleh anggota MPR.Pemilu 1999 Pemilu berikutnya. yang diangkat menjadi presiden bukanlah calon dari partai itu. Hal ini dimungkinkan untuk terjadi karena Pemilu 1999 hanya bertujuan untuk memilih anggota MPR.3. 2. Partai Persatuan Pembangunan. Partai Kebangkitan Bangsa. Pilpres ini dilangsungkan dalam dua putaran.D Pemilihan umum presiden dan wakil presiden Pemilu 2009 Pemilihan umum presiden dan wakil presiden (pilpres) pertama kali diadakan dalam Pemilu 2004. Pemilu 2004 Pada Pemilu 2004. melainkan dari Partai Kebangkitan Bangsa. dan DPRD.

Satu-satunya cacat pada pergantian kekuasaan ini adalah tidak hadirnya Megawati pada upacara pelantikan Yudhoyono sebagai presiden. dan DPRD diadakan pada 7 Juni 1999. pemerintahannya juga menghadapi konflik antar etnis dan antar agama.3. Di samping ketidakpastian ekonomi yang terus berlanjut. Partai Kebangkitan Bangsa pimpinan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) 10%. Megawati Sukarnoputri keluar menjadi pemenang pada pemilu parlemen dengan mendapatkan 34% dari seluruh suara. Pilkada pertama di Indonesia adalah Pilkada Kabupaten Kutai Kartanegara pada 1 Juni 2005. HABIBIE SAMPAI SEKARANG Pemerintahan Wahid Pemilu untuk MPR. terutama di Aceh. Pergantian kekuasaan berlangsung mulus dan merupakan sejarah bagi Indonesia yang belum pernah mengalami pergantian kekuasaan tanpa huru-hara. Maluku. Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono berhasil menjadi pemenang dalam satu putaran langsung dengan memperoleh suara 60. mengalahkan pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan Muhammad Jusuf Kalla-Wiranto. Partai Persatuan Pembangunan pimpinan Hamzah Haz 12%. PDI Perjuangan pimpinan putri Soekarno.digunakan untuk memilih presiden yang diwarnai persaingan antara Yudhoyono dan Megawati yang akhirnya dimenangi oleh pasangan Yudhoyono-Jusuf Kalla.sebelumnya selalu menjadi pemenang pemilu-pemilu sebelumnya) memperoleh 22%. dan Papua. 2. Pemilu 2009 Pilpres 2009 diselenggarakan pada 8 Juli 2009.F PEMERINTAHAN SETELAH BJ. Wahid membentuk kabinet pertamanya. Di Timor Barat.80%. DPR. 2. Golkar (partai Soeharto . Pada Oktober 1999. masalah yang ditimbulkan rakyat Timor Timur yang tidak mempunyai tempat tinggal dan kekacauan yang dilakukan para militan Timor Timur pro-Indonesia mengakibatkan masalah26 . MPR melantik Abdurrahman Wahid sebagai presiden dan Megawati sebagai wakil presiden untuk masa bakti 5 tahun. Kabinet Persatuan Nasional pada awal November 1999 dan melakukan reshuffle kabinetnya pada Agustus 2000. Pemerintahan Presiden Wahid meneruskan proses demokratisasi dan perkembangan ekonomi di bawah situasi yang menantang.3.E Pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah Pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) menjadi bagian dari rezim pemilu sejak 2007.

pemilu satu hari terbesar di dunia diadakan dan Susilo Bambang Yudhoyono tampil sebagai presiden baru Indonesia. Presiden Wahid memberikan laporan pertanggung jawabannya. ribuan demonstran menyerbu MPR dan meminta Presiden agar mengundurkan diri dengan alasan keterlibatannya dalam skandal korupsi.Kabinet pada masa pemerintahan Megawati disebut dengan kabinet gotong royong. sebuah kesepakatan bersejarah berhasil dicapai antara pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan selama 30 tahun di wilayah Aceh.1 Kesimpulan 27 . Pada 29 Januari 2001. Pemerintahan Yudhoyono Pada 2004. Megawati mengambil alih jabatan presiden tak lama kemudian. Di bawah tekanan dari MPR untuk memperbaiki manajemen dan koordinasi di dalam pemerintahannya. Pada 17 Juli 2005. menyebabkan perdebatan politik yang meluap-luap. dia mengedarkan keputusan presiden yang memberikan kekuasaan negara sehari-hari kepada wakil presiden Megawati.masalah kemanusiaan dan sosial yang besar. Bab III Penutup 3. seperti gempa bumi besar di Aceh dan Nias pada Desember 2004 yang meluluh lantakkan sebagian dari Aceh serta gempa bumi lain pada awal 2005 yang mengguncang Sumatra. MPR yang semakin memberikan tekanan menantang kebijakan-kebijakan Presiden Wahid. Pemerintah baru ini pada awal masa kerjanya telah menerima berbagai cobaan dan tantangan besar. Pemerintahan Megawati Pada Sidang Umum MPR pertama pada Agustus 2000.

ekonomi. Pada akhirnyta pandangan hidup sesuatu bangsa adalah kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki suatu bangsa itu sendiri. Pada tahun 1963 Dewan Perancang Nasional (Depernas) diganti dengan nama Badan Perancang Pembangunan Nasional (Bappenas) yang dipimpin oleh Presiden Sukarno. Dengan pandangan hidup inilah sesuatu bangsa akan memandang persoalanpersoalan yang dihadapinya dan menentukan arah serta cara bagaimana memecahkan persoalan-persoalan tadi.Setiapa bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan pandangan hidup (filsafata hidup). baik nasional maupun daerah.2 Saran 28 . baik persoalan-persoalan di dalam masyarakatnya sendiri. Tanpa memiliki pandangan hidup maka suatu bangsa akan merasa terombang-ambing dalam menghadapi persoalan-persoalan besar yang pasti akan timbul. Dalam pergaulan hidup itu terkandung konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa. Menyiapkan serta menilai hasil kerja mandataris untuk MPRS. Dengan berpedoman pada pandangan hidup itu pula suatu bangsa akan membangun dirinya. Tugas Bappenas adalah sebagai berikut : • • • Menyusun rencana jangka panjang dan rencana tahunan. Mengawasi dan menilai pelaksanaan pembangunan. sosial dan budaya yang timbul dalam gerak masyarakat yang makin maju. yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya. Mengenai masalah pembangunan terutama mengenai perencanaan dan pembangunan proyek besar dalam bidang industri dan prasarana tidak dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan. 3. maupun persoalan-persoalan besar umat manusia dalam pergaulan masyarakat bangsa-bangsa di dunia ini. Dengan pandangan hidup yang jelas sesuatu bangsa akan memiliki pegangan dan pedoman bagaimana ia memecahkan masalah-masalah polotik. terkandung pikiran-pikiran yang terdalam dan gagasan sesuatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik.

1980.Manusia dan Kebudayaan Indonesia. 1998. Tunjukanlah langkah-langkah nyata dalam menjalankan aksi sebagai perwujudan aksi kepemimpinan dan ini menjadi contoh bagi para pengikutnya. 9.Cet. Bukan karena anak siapa. H. DAFTAR PERPUSTAKAAN Koentjaraningrat. Rakyat butuh pemimpin yang berani mengambil kebijakan untuk mengkounter hargaharga bahan pokok dan menghilangkan kebijakan pengendalian harga pada kelompok tertentu. Tetapi rakyat butuh pemimpin yang mendengar tangisan pilu nasibnya dan mengulurkan tangannya untuk berdiri tegak bersama-sama dalam mengatasi masalah dengan asas kejujuran dan kepercayaan serta kerendahan dan kesederhanaan. Leadership action kata kuncinya. Filsafat Pancasilaisme. Budhi Munawar. Jangan malu membuat koreksi atas kekurangan ataupun kesalahan karena penegasan aksi yang genuin menjadi penuntun mereka yang dipimpin. ddk. Kepemimpinan akan selalu dipegang oleh orang-orang muda yang masih fresh dan penuh vitalitas.Beberapa Hal Mengenai Falsafah Pancasila. Burhanuddin. Apa yang sudah dibuat. Mari kita semai kesempatan bagi munculnya pemimpin-pemimpin yang kokoh bagi bangsa ini. Salam. Jakarta: Rineka Cipta Rahman. Paramadina. Itulah tipe pemimpin muda Indonesia yang diidam-idamkan. Seleksi kepemimpinan akan terjadi berdasarkan prestasi. 2007 29 . Hal ini disebabkan karena moral para pemimpin kita yang rendah.Nah. berpendidikan tinggi sampai S3. Notonagoro. Gramedia. menyebabkan rakyat tidak lagi percaya dengan kepemimpinan di Indonesia saat ini. hingga harga kebutuhan pokok dapat terjangkau hingga dapat makan nasi putih yang hangat dengan sekerat tempe sudah cukup bagi mereka. Ensiklopedia Cak Nur. dan kesempatan menjadi jalan persemaiannya. Jakarta: PT. Jakarta. prestasi. berpangkat militer tinggi hingga Jenderal tapi kerjanya hanya menipu dan memperdayakan rakyat. Dengan begitu kepemimpinan akan bergaya egaliter. Rakyat butuh pemimpin memikirkan masa depan anak-anak bangsa.Jakarta: PanCoran Tujuh. Potensi.1980. melihat sangat mirisnya Negara kita dari dulu hingga sekarang atas banyaknya permasalahan kepemimpinan dan permasalahan bangsa yang tidak kunjung henti. Rakyat tidak butuh pemimpin yang pintar dan piawai berpidato.

Jakarta: Rajawali.Abdul Hadi W. 2008. 1988. Etika Politik. Banung: Pustaka sutra.”Pancasila sebagi Etika Politik dan Dasar Negara. Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Sjamsudin Nadzarrudin (editor). 2003. Franz-Magniz. 06 November 2006 Suseno. Indonesia Dalam Transisi Politik (Pencalonan Presiden Demokratisasi dan Independensi Bank Sentral. Daniel.” makalah ini disampaikan pada mata kuliah Pancasila di ICAS Jakarta. Jakarta: Gramedia Alvian. Suryana.M. 30 . Masa Depan Kehidupan Politik Indonesia.