Penghitungan Frekuensi Golongan Darah Sistem ABO dengan Teorema Hardy-Weinberg

Laporan Praktikum Genetika

Oleh: Setyo Budi Prakoso NIM 412010013

Program Studi Biologi Fakultas Biologi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga 2012

Setelah itu dilakukan pemotretan kromosom dengan perbesaran. Pengurutan tersebut disebut kariotipe. Pendahuluan A. Kromosom memiliki bagian semtromer dan telomer. dan metasentrik (sentromer di tengah tengah). Sel-sel dan isinya diwarnai. sedang (4-10 µm). Manfaat dari kariotipe adalah untuk mendeteksi adanya beberapa kelainan yang berhubungan dengan struktur dan jumlah kromosom. Berdasarkan ukuran kromosom. Di dalam nukleus terdapat kromosom yang merupakan komponen dalam inti sel yang memiliki susunan. dan pendek (kurang dari 2 µm). Semacam obat ditambahkan untuk menghentikan proses metafase pada sel-sel pada waktu kromosom-kromosom berkontraksi dan menjadi dua. sub metasentrik (sentromer di dekat pertengahan). Pembuatan kariotipe dimulai dengan ditumbuhkannya sel-sel dalam kultur jaringan distimulasi untuk melakukan mitosis. Berdasarkan letak sentromer. dan telomer merupakan lengan-lengan kromosom yang sering juga mempunyai peyempitan sekunder yang di dalamnya mengandung nucleolar zone yang berfungsi dalam pembentukan nukleus. Bagian yang mengatur seluruh aktivitas sel adalah nukleus. dan mempunyai kemampuan untuk bereplikasi. membentuk kariotipe. akrosentrik ( sentromer di dekat ujung). bentuk. dan fungsi khusus. Sentromer merupakan bagian kromosom yang terletak pada daerah penyempitan primer di antara lengan-lengan kromosom. . kromosom dapat dibedakan menjadi panjang ( lebih dari 10 µm).I. Kromosom dapat diurutkan berdasarkan bentuk dan ukuran. Latar belakang Sel merupakan unit fungsional terkecil dalam kehidupan makhluk hidup. yaitu telosentrik ( sentromer di ujung kromosom). Sel memiliki susunan yang terdiri dari sitoplasma dan organel-organel. kemudian diawetkan pada kaca sediaan mikroskop. kromosom dibedakan atas beberapa jenis. homolog-homolog dipotong dalam gambar dan dibandingkan : gambar lain diambil.

00 WIB. Alat dan Bahan - . Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa. Tujuan Untuk mengetahui frekuensi alel dari darah mahasiswa menggunakan teorema Hardy-Weinberg C. II. Fakultas Biologi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Bahan dan Metode A. 7 Februari 2012 pukul 10. Bertempat di laboratorium Biologi Dasar.00-12.B.

anti B tidak menggumpal. anti B menggumpal dan Anti AB terjadi penggumpalan maka golongan darah tersebut adalah B. Bila pada penetesan anti A menggumpal. anti B tidak menggumpal dan anti AB tidak terjadi penggumpalan maka golongan darah tersebut adalah O. anti B. dan anti AB menggumpal maka golongan darah tersebut adalah golongan darah A. Hasil Dari praktikum yang telah dilakukan. Bila pada penetesan anti A tidak menggumpal. III. Hasil dan Pembahasan A. darah ditetesi dengan anti A. anti B menggumpal dan AB terjadi penggumpalan maka golongan darah tersebut adalah AB. didapatkan hasil sebagai berikut Golongan Jumlah frekuensi . Bila pada penetesan anti A tidak menggumpal.B. Bila pada penetesan anti A menggumpal. Metode Golongan darah A B AB O Anti A + + Anti B + + Anti AB + + + - Untuk pengujian golongan darah. dan anti AB.

yaitu IA (untuk karbohidrat A). AB. Kemungkinan dari darah sel seseorang adalah memiliki salah satu substansi tersebut (A atau B). IB (untuk karbohidrat B). yaitu IA IA dan IAIO untuk golongan darah A. IO IO atau ii untuk golongan darah O. Dari ketiga alel tersebut. Keempat golongan darah pada manusia dihasilkan dari kombinasi antara tiga alel berbeda dari satu gen. atau tidak sama sekali ( O). dan O. dan IA IB untuk golongan darah AB. IB IB dan IBIO untuk golongan darah B. dapat muncul enam genotipe. Golongan darah dapat dibagi menjadi empat yaitu A. B. dan IO atau i ( untuk yang bukan A maupun B). Pembahasan Sistem penggolongan darah ABO pada manusia merupakan contoh alel berganda dari sebuah gen tunggal. Dari hal ini dapat dilihat bahwa alel IA dan IB adalah kodominan (Suryo. kedua-duanya (AB). 2004). . Penggunaan huruf ini menunjukkan dua karbohidrat.darah A B AB O 3 3 2 4 B. yaitu substansi A dan B yang kemungkinan ditemukan di permukaan sel darah.

Individu dengan golongan darah A memiliki antigen A pada permukaan membran sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Individu dengan golongan daran B memiliki antigen B pada permukaan membran sel darah merah dan menghasilkan antibodi pada antigen A dalam serum darahnya. tapi memproduksi antibodi terhadap Antigen A dan B (Anonim1. Hasil pemeriksaan golongan darah dan penelitian frekuensi alel golongan darah sistem ABO pada mahasiswa biologi sejumlah 12 orang. Dilihat dari frekuensi alel IA. Hasil perhitungan frekuensi alel golongan darah menggunakan rumus HardyWeinberg (p + q + r) = 1 hal ini disebabkan golongan darah ditentukan oleh tiga alel yaitu IA. bergolongan darah B sebanyak 3 orang. dan bergolongan darah AB sebanyak 2 orang.58.24 dan frekuensi IO sebesar 0. Dari jumlah tersebut diketahui mahasiswa yang bergolongan darah A sebanyak 3 orang. 2012). Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen. IB. IB. Dari persamaan tersebut dapat diketahui bahwa bahwa frekuensi alel golongan darah sistem ABO pada mahasiswa biologi dengan jumlah 12 orang untuk frekuensi alel IA sebesar 0. IO. frekuensi IB sebesar 0.Golongan darah manusia juga dapat ditentukan dari jenis antigen dan antibodi yang terdapat di dalam darahnya. maka golongan darah O pada mahasiswa biologi dengan sejumlah 12 orang mahasiswa paling besar dibandingkan kedua golongan darah IA . IO. bergolongan darah O sebanyak 4 orang. Sistem penggolongan darah ABO pada manusia merupakan contoh alel berganda dari sebuah gen tunggal. Individu dengan golongan darah AB memiliki antigen A dan B pada sel darah merahnya dan tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B.18.

2012. (biologi. dan golongan darah AB (IA IB).58 dibandingkan frekuensi alel A dan B yang masing-masing hanya 0. diakses pada tanggal 13 Februari 2012.06.18 dan 0.ac.pdf).dan IB.id/files/2011/06/2011.24. golongan darah B (IB IB dan IBIO). golongan darah O (IOIO). . dapat disimpulkan bahwa persebaran alel O lebih besar dari pada persebaram alel A dan B.ub. Hal ini menunjukkan bahwa alel dominan tidak mendominasi pada populasi mahasiswa praktikan genetika. dan daerah yang berbeda. Kesimpulan Dari praktikum yang telah dilakukan. suku. dimungkinkan juga disebabkan karena adanya mutasi pada individu yang menyebabkan gen yang seharusnya dominan menjadi resesif (Anonim2. Hal ini kemungkinan disebabkan karena individu-individu yang menyusun suatu populasi berasal dari parental yang berbeda.10-MP-Praktikum. IV. hal ini menandakan bahwa dalam suatu populasi khususnya pada populasi praktikan praktikum genetika ini tidak didominasi oleh alel A maupun alel B yang secara nyata kodominan terhadap alel O. Penggunaan teorema Hardy-Weinberg yang menyatakan bahwa (p + q + r) = 1 dikarenakan golongan darah pada manusia diwakili oleh alel ganda seperti golongan darah A (IA IA dan IAIO). Hal ini dapat dilihat dari frekuensi alel O yang mencapai 0. Dari frekuensi alel yang didapat frekuensi alel O lebih besar dibandingkan frekuensi dari alel A maupun B. Selain itu. 2012). Daftar Pustaka Anonim1. budaya.

Diakses pada tanggal 13 Februari 2012 Suryo. 2012. Yogyakarta: UGM-Gajah Mada University Press. 2004. (http://www.docstoc. Lampiran No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama Fitria Prisca Anrestha Wahyu S.H Setyo Budi Nani Ervatiwi Putri P Priscila Febirina Marcheline Risma Jefri Yehuda Reaksi Reagen Anti A + + + + + - Reaksi Reagen Anti B + + + + + - Reaksi Reagen Anti AB + + + + + + + - Golongan Darah A B B AB AB O A B A O O O Golongan darah A : 3/12 (p) Golongan darah B : 3/12 (q) Golongan darah O : 4/12 (r) .Anonim2. Genetika Strata 1.com/docs/80230627/PENGHITUNGAN-FREKUENSI-ALELEFREKUENSI-GENOTIP-PENGUKURAN-SIFAT-SIFAT-KUALITATIF-DANKUANTITATIF).

58 = 0.76 – 0.0.24 Persentase golongan darah A = p2 + 2 pr .76 q = 0.76 p = 0.18 + q + 0.Frekuensi alel O r2 = 4/12 r= r = 0.58 Frekuensi alel A (p + r)2 = ( p+r= p + r = 0.18 ) Frekuensi alel B (p + q + r) = 1 (0.76 p + 0.58) = 1 q = 1.58 p = 0.

24) (0.336 Persentase golongan darah AB = 2 pq = 2 (0.58) = 0.18) (0.18)2 + 2 (0.0864 Persentase golongan darah O = r2 = (0.2412 Persentase golongan darah B = q2 + 2 qr = (0.58) = 0.58)2 = 0.3364 .24)2 + 2 (0.18) (0.= (0.24) = 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful