PROPOSAL SKRIPSI PENGARUH TATA KELOLA USAHA ISLAMI TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN (Studi Pada

Industri Batik Sewilayah Surakarta)

Disusun Oleh : NINDYA ANGGITA SARI F1309063 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2011

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING

Proposal dengan judul PENGARUH TATA KELOLA USAHA ISLAMI TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN PADA INDUSTRI BATIK SEWILAYAH SURAKARTA

Telah disetujui dan diterima oleh pembimbing sebagai syarat pendaftaran pendadaran.

Surakarta, 27 September 2011 Disetujui dan diterima oleh Pembimbing

Dra.Falikhatun, Msi, Ak NIP 19681117 199403 2 002

A. LATAR BELAKANG Perekonomian dunia kini berada dalam super-cycle (siklus-super). Ini adalah masa pertumbuhan global historis yang tinggi, yang berlangsung satu generasi atau lebih. Super-cycle yang ditandai dengan munculnya pertumbuhan ekonomi yang cepat ini dinikmati oleh negara seperti Cina, India dan sekarang Indonesia. Ada banyak faktor pendorong terjadinya hal ini, termasuk peningkatan perdagangan, tingginya tingkat investasi, urbanisasi yang cepat dan inovasi teknologi. Sejak adanya krisis finansial di berbagai negara di tahun 1997-1998 yang diawali krisis di Thailand (1997), Jepang, Korea, Indonesia, Malaysia, Hongkong dan Singapura yang akhirnya berubah menjadi krisis finansial Asia ini dipandang sebagai akibat lemahnya praktik Good Corporate Governance (GCG) di negaranegara Asia. Ini disebabkan adanya kondisi-kondisi obyektif yang relatif sarna di negara-negara tersebut antara lain adanya hubungan yang erat antara pemerintah dan pelaku bisnis, konglomerasi dan monopoli, proteksi, dan intervensi pasar sehingga membuat negara-negara tersebut tidak siap memasuki era globalisasi dan pasar bebas (Tjager dkk., 2003). Di Indonesia sendiri kalangan ekonom memperkirakan perekonomian Indonesia yang kini nomor 16 terbesar di dunia akan tampil sebagai ekonomi unggulan dunia pada tahun depan. Standard Chartered Bank memperkirakan laju pertumbuhan PDB Indonesia akan mencapai 6,2 persen pada akhir tahun ini, 6,5 persen pada 2011 dan 7 persen pada 2012. Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi domestik yang kuat,

tingkat bunga global yang rendah dan tingginya harga komoditas. Namun diperlukan percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendorong investasi bidang ekonomi riil serta pertumbuhan GDP di atas 7 persen. Indonesia sendiri terbagi dalam beberapa provinsi yang masing-masing memiliki potensi baik dalam sektor pertanian, perdagangan, dan budaya. Salah satunya yaitu Provinsi Jawa Tengah. Provinsi Jawa Tengah merupakan tempat yang strategis dan dapat dijangkau dari arah manapun. Jawa Tengah juga memiliki potensi ekonomi yang besar di bidang industri dan perdagangan, terlihat dari banyaknya perusahaan yang bergerak di kedua bidang itu. Salah satunya yaitu usaha yang bergerak dalam industri batik. Dalam perkembangannya banyak kota-kota dalam lingkup provinsi Jawa Tengah mempunyai banyak UMKM yang bergerak pada industri batik. Ini tidak mengherankan karena batik merupakan warisan budaya leluhur dan budaya rakyat di masing-masing daerah. Selain itu batik juga sudah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia sehingga ini menjadi faktor pendorong meningkatnya industri batik di provinsi Jawa Tengah khususnya di wilayah Surakarta, Klaten, dan Sragen. Kota Surakarta yang juga sangat dikenal sebagai Kota Solo, merupakan salah satu kota budaya dimana pariwisata dan perdagangan merupakan dua sektor yang berpengaruh besar pada pertumbuhan perekonomian di Kota Surakarta. Kota Surakarta merupakan daerah dengan industri batik terbesar di provinsi jawa tengah. Alasan mengapa industri batik berkembang pesat di Kota Surakarta dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu batik merupakan warisan budaya leluhur, batik telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO, dan batik merupakan produk budaya rakyat. Selanjutnya adalah Kabupaten Klaten. Kabupaten Klaten (Bahasa Jawa: Klathèn), adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Sebagian besar

Dengan adanya Corporate Governance (CG) diharapkan bisa berfungsi sebagai alat untuk memberikan keyakinan kepada para investor bahwa mereka akan menerima return atas dana yang telah mereka investasikan. Kabupaten Sragen adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah.UMKM di Kabupaten Klaten berskala mikro dan kecil dengan total proporsi sebesar 67 persen. sebab para pionir kerajinan batik di Sragen umumnya pernah bekerja sebagai buruh batik di perusahaan milik juragan batik Surakarta. Klapper dan Love (2002) menemukan bahwa penerapan CG di tingkat perusahaan lebih memiliki arti dalam negara berkembang dibandingkan dalam negara maju. Worldcom. dalam hal ini yaitu industri batik diperlukan tata kelola usaha yang baik (GCG). Corporate governance merupakan tata kelola perusahaan yang menjelaskan hubungan antara berbagai partisipan dalam perusahaan yang menentukan arah kinerja perusahaan. Tyco. Hal tersebut dikarenakan oleh lebih bervariasinya praktik CG di negara berkembang dibandingkan negara maju. Desa kebon merupakan daerah sentra batik di klaten. Global Crossing mayoritas perusahaan lain di Amerika Serikat . Dan yang terakhir adalah Kabupaten Sragen. Desa Kebon merupakan salah satu desa dari sekian banyak desa yang ada di kecamatan Bayat. Isu mengenai corporate governance mulai mengemuka. terutama di era 80-an. Merck. Sragen awal mulanya identik dengan batik Surakarta. dan tak mengherankan.Namun. terbukanya skandal keuangan berskala besar seperti skandal Enron. Durnev dan Kim (2002) memberikan bukti bahwa praktik CG lebih bervariasi di negara yang memiliki lingkungan hukum yang lebih lemah. Black (2001) berargumen bahwa pengaruh praktik CG terhadap nilai perusahaan akan lebih kuat di negara berkembang dibandingkan di negara maju. Dalam menjalankan suatu unit usaha. batik Sragen berhasil membentuk ciri khas yang berbeda dari gaya Yogyakarta dan Surakarta. Kabupaten klaten.

Apa s aj a yan g m em an t ap kan p er li n d un gan keli ma h a l i n i m er up ak an kemaslahatan umum dan dikehendaki semua orang. 1997). pihak-pihak bekerjasama mempunyai tujuan dan pembagian kerja yang berbeda (Jensen and Meckling. tetapi juga menguntungkan semua pihak yang berkepentingan dengan perusahaan (stakeholders). dan kreditur. Sistem . 2000) menunjukkan tujuan utama syari'ah adalah meningkatkan kesejahteraan manusia yang terletak pada perlindungan iman. akal. Saunders dan Tehranian. hidup. Oleh manajemen professional dituntut yang untuk tidak bisa hanya mengelola meng-untungkan karena sendiri itu atau perusahaan secara sebagian pihak saja. 2006) yang melibatkan akuntan. teori keagenan diarahkan pada hubungan nexus of contract antara manajer. Konsep tata kelola usaha sangat didominasi oleh masalah pemisahan antara kepemilikan dan pengelolaan di dalam perusahaan yang selanjutnya dimodelkan sebagai Agency Theory (Keasey at. Sesungguhnya Islam telah merumuskan suatu sistem yang memiliki akar dalam syari'ah yang menjadi sumber pandangan dunia sekaligus tujuan-tujuan strategisnya. salah satu elemen penting dari good corporate governance. Terpisahnya memunculkan antara kepemilikan risk dan kontrol karena dalam perusahaan yang masalah sharing. Secara khusus.(Cornett.al. pemegang saham. Tujuan-tujuan Islam (maqashid asy-syariah) bukan semata-mata bersifat materi. keturunan dan harta. 1976). Al Ghazali dalam Al Mustashfa dalam (Chapra. Marcuss. tetapi tujuan itu didasarkan pada konsep mengenai kesejahteraan manusia (falah) dan kehidupan yang baik (hayat thayyibah) yang memberikan nilai yang sangat penting bagi persuadaraaan dan keadilan serta menuntut suatu keadaan yang seimbang.

yang berarti pihak agen yang diberi wewenang untuk mengelola perusahaan bertindak untuk memenuhi kepentingan saja. dan amat sedikitlah mereka ini".kontrak mempunyai kecenderungan menimbulkan moral hazard. Maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat”. Oleh karena itu diperlukan tata kelola usahan Islami untuk menghindari terjadinya kedhaliman dalam bekerjasama. Allah berfirman dalam surat Shaad (QS. Islam mengajarkan bahwa . kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Hanya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh sajalah yang mampu untuk tidak berbuat dhalim. dan Sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain.38:24) sebagai berikut: ‫قنا لن لنقندن ظنلنمنكن بنسننؤنا لن ننعنجنتننكن إنلننى ننعننا جنهن ونإننن كنثني نرنا منننن‬ َ ِ ً ِ َ ّ َِ ِ ِ َ ِ َِ َ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ َ َ ََ ْ َ َ َ َ ‫ا لنخنلنطنا ءن لنينبنغني بنعنضنهنمن عنلنى بنعنضن إنلن ا لنذني نن آنمنننوا ونعنمنلننوا‬ ُِ َ َ ُ َ َ َ ِ ّ ّ ِ ٍ ْ َ ََ ْ ُ ُ ْ َ ِ ْ َ َ ِ َ َُ ْ ‫ال صنا لنحنا تن ونقنلني لن منا هننمن ونظنننن دنا ونو دن أنننمننا فنتننننا هن فنا سننتنغنفنرن‬ َ َ ْ َ ْ َ ُ ّ َ َ َ ّ َ ُ ُ َ ّ َ َ ْ ُ َ ٌ َِ َ ِ َ ِ ّ ‫رنبنهن ونخنرن رنا كنعنا ونأنننا بن‬ َ َ ََ ً ِ َ ّ َ َ ُ ّ َ “Daud berkata: "Sesungguhnya dia Telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. dan Daud mengetahui bahwa kami mengujinya. Tata kelola usaha sangat dianjurkan dalam Islam. Ayat tersebut di atas untuk memberikan berbuat petunjuk bahwa ada kecenderungan orang dhalim manakala mereka melakukan kerjasama (berserikat). sementara pihak lain (principal) dirugikan.

maka manusia sebagai sumber daya. Berdasar konsep kekhalifahan. sedangkan sebagai abdillah memberikan petunjuk bahwa segala apa yang dilakukannya akan dimintai pertanggungjawabannya (QS.manusia adalah sebagai khalifah Allah (khalifatu'llah fil ardhy) yaitu pemimpin di muka bumi. 11:64) karena yaitu amanah dengan cara Allah serta memakmurkannya memainkan peranannya sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin). sebagai . baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Manusia diberi kepercayaan oleh Allah sebagai pengelola dunia yang dihuninya." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. maka manusia dituntut memiliki kemampuan dalam menggali dan mengelola dunia. Terkait dengan fungsi manusia sebagai khalifah di muka bumi maupun sebagai Abdullah. Firman Allah dalam Surat Al Baqarah (QS." Sebagai khalifah Allah manusia memiliki tugas menggali potensi kepemimpinannya untuk memberikan pelayanan dan juga pengabdian yang diniatkan semata-mata (QS. padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. 75:36). 2: 30) menegaskan fungsi manusia sebagai berikut: ُ َ ْ َ َ ُ َ ً َ َِ ِ ْ َْ ِ ٌ ِ َ ّ ِ ِ َ ِ َ َ ْ ِ َ ّ َ َ َ ْ َِ ‫وإذ قال ربك للملئكة إني جاعل في الرض خليفة قالوا أتجعل‬ ‫فيها من يفسد فيها ويسفك الدماء ونحن نسبح بحمْدك ونقدس لك قال إني‬ ِّ َ َ َ َ ُ ّ َ َُ َ ِ َ ِ ُ َّ ُ ُ ْ ََ َ َ ّ ُ ِ ْ َ َ َ ِ ُ ِ ْ ُ ْ َ َ ِ 30/‫]البقرة‬ َ ُ َْ َ َ َ ُ َْ َ ‫أعلم ما ل تعلمون‬ “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.

pengendali suatu usaha harus mampu meningkatkan kinerja perusahaan sesuai dengan tujuan perusahaan seperti profitabilitas. Alasan kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh praktik tata kelola perusahaan terhadap nilai perusahaan lebih kuat di negara yang sedang berkembang dibanding di negara maju. kepuasan konsumen. Pertama. ekspropriasi terhadap pemegang saham minoritas menjadi lebih parah pada periode krisis. Misalnya Black (2001) meneliti tentang pengaruh praktik tata kelola perusahaan terhadap nilai perusahaan. Menurut Berghe dan Ridder (1999). ketepatan waktu pengiriman. Demikian juga dengan Young (2003) yang . dan produk yang halal. Oleh karena itu adanya aturan atau mekanisme dalam pengelolaan usaha mutlak diperlu-kan. pertumbuhan. Selanjutnya Durnev and Kim (2002) membuktikan bahwa praktik tata kelola perusahaan lebih bervariasi di negara yang memiliki lingkungan hukum yang lemah. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi keterkaitan corporate governance yang diterapkan dalam suatu perusahaan dengan kinerja perusahaan yang bersangkutan. krisis dapat mendorong para investor untuk lebih memperhatikan pentingnya keberadaan corporate governance. Corporate governance menjadi sesuatu yang lebih penting dalam kondisi krisis keuangan karena dua alasan (Mitton. 2002). kualitas. menghubungkan kinerja perusahaan dengan good governance tidak mudah dilakukan. Perbedaan tersebut dikarenakan bervariasinya praktik tata kelola perusahaan di negara berkembang dibandingkan dengan negara maju. Johnson (2000) berpendapat bahwa krisis dapat mendorong para manajer untuk lebih melakukan ekspropriasi pada saat return atas investasi yang diharapkan semakin menurun. Penelitian tentang tata kelola perusahaan sudah banyak dilakukan di Amerika dan di perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam OECD.

Hal yang sama juga dibuktikan oleh Wedari (2004) yang menunjukkan bahwa komisaris independen dan komite audit sebagai proksi corporate governance berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Farook dan Lanis (2005) menemukan bahwa islamic governance . 3) terdapat hubungan yang signifikan antara disclosure dengan kinerja perusahaan. Ia menemukan bahwa 1) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara struktur kepemilikan (kepemilikan terkonsentrasi dan kepemilikan menyebar) dengan kinerja perusahaan (tobin’s Q) . 2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen laba (discretionary accrual) dengan kinerja perusahaan. kinerja keuangan perusahaan juga dapat kita lihat dari Return on Asset (ROA) dan juga Earning per Share (EPS). Dalam penelitian tersebut. kinerja perusahaan diproksikan dengan dua hal yaitu kinerja keuangan dengan Return on Equity (ROE) dan kinerja pasar yang dinilai dari Tobin’s q. Ngui et al (2007) menemukan bukti bahwa keberadaan komisaris independen dan komite audit dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. selain dengan ROE. Peningkatan kinerja tersebut diharapkan akan direspon oleh pasar dengan meningkatnya harga saham. Hastuti (2005) meneliti hubungan antara good corporate governance dan struktur kepemilikan dengan kinerja keuangan perusahaan yang listing di BEJ pada tahun 2001 dan 2002. Disclosure merupakan salah satu aspek dari corporate governance yaitu transparansi.menganalisis beberapa penelitian yang menghubungkan corporate governance dengan kinerja perusahaan. Penelitian tentang pengungkapan tanggung jawab sosial juga dikaitkan dengan corporate governance yang dilakukan oleh Novita dan Djakman (2008) dan juga dilakukan oleh Farook dan Lanis (2005).

Selanjutnya dalam perkembangannya tata kelola perusahaan memiliki paradigma stakeholder yaitu karyawan. karena tujuan perusahaan secara umum adalah meningkatkan kemakmuran seluruh stakeholders. Efektifitas mekanisme corporate keuangan kesejahteraan karyawan. dan dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan karyawan. Mutamimah (2009) yang menguji efektifitas kebijakan dividen dan investasi sebagai mekanisme corporate governance untuk mengurangi konflik keagenan antara pemegang saham mayoritas dengan minoritas.(sebagai proksi corporate governance di bank Islam) terbukti berpengaruh positif secara signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial. penerapan mekanisme corporate . stakeholding paradigma. Etty Murwaningsari (2009) yang meneliti Hubungan Corporate Governance. Melalui pendekatan analisa jalur (path analysis) menunjukkan Good Corporate Governance yaitu kepemilikan managerial dan institusional mempunyai pengaruh terhadap kinerja perusahaan kepemilikan Good Corporate dan Governance institusional. yang dalam penelitian ini diwujudkan dalam peningkatkan melalui kinerja perusahaan serta kesejahteraan governance. yang diamati melalui pengaruh managerial mempunyai terhadap pengungkapan tanggung jawab social perusahaan (CSR). Corporate Social Responsibilities dan Corporate Financial Performance Dalam Satu Continuum. Beberapa penelitian sebelumnya mengindikasikan bahwa perusahaan yang menerapkan tata kelola akan lebih baik kinerjanya. Penelitian menggunakan sampel sebanyak 126 perusahaan. dan penerapan tata kelola sangat tergantung dari perilaku penegak maupun pengguna hukum antara lain manajemen. baik pada struktur governance kepemilikan ini diukur disebut domestik dengan juga maupun kinerja asing. Penelitian ini penting.

Paradigma ini mendefinisikan perusahaan sebagai tempat atau wilayah untuk berinteraksi antar berbagai pihak secara luas dan jangka panjang yang menunjukkan bahwa interaksi ini tidak hanya melibatkan pemilik dan pengelola . pelanggan dan pemerintah serta masyarakat. sedangkan dalam penelitian ini subyek penelitian adalah pengusaha muslim/muslimah dan karyawan muslimah. (2) obyek penelitian Ghoniyah (2010) adalah perusahaan pakaian jadi di Jawa Tengah. pemerintah dan lain-lain. yaitu: (1) dalam penelitian Ghoniyah (2010) kinerja perusahaan diukur dengan kinerja keuangan. sedangkan pada penelitian ini obyek penelitian adalah perusahaan batik. Penelitian ini mereplikasi penelitian Ghoniyah (2010) dengan beberapa perbedaan. masyarakat lokal. konsumen. sedangkan dalam penelitian ini kinerja perusahaan diukur dengan kinerja keuangan dan kinerja social. seperti: karyawan. supplier. tetapi juga pekerja. namun juga antara manajemen dengan stakeholder lain. maka penelitian ini mengambil judul “Pengaruh tata kelola usaha islami terhadap kinerja perusahaan dan kesejahteraan karyawan pada industri batik sewilayah Surakarta”. B. Berdasarkan uraian diatas.merupakan mekanisme control yang tidak hanya antara pemegang saham dengan manajemen. sehingga tata kelola juga dapat dilakukan untuk perusahaan-perusahan menengah dan kecil. PERUMUSAN MASALAH . (3) subyek penelitian Ghoniyah tidak membedakan pengusaha pakaian jadi di Jawa Tengah muslim atau non muslim.

Manfaat bagi perusahaan Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat kepada perusahaan. Dengan adanya berbagai . Apakah tata kelola usaha berpengaruh terhadap kinerja perusahaan batik sewilayah Surakarta? 2. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan : a. Apakah kinerja perusahaan berpengaruh terhadap kesejahteraan karyawati pada perusahaan batik sewilayah Surakarta? C. khususnya mengenai pengaruh penerapan Islamic corporate governance terhadap peningkatan kinerja perusahaan . maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini antara lain : 1. Untuk mengetahui pengaruh tata kelola usaha islami terhadap kesejahteraan karyawati pada perusahaan batik sewilayah Surakarta D. MANFAAT PENELITIAN Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada beberapa pihak.Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas. b. Untuk mengetahui pengaruh tata kelola usaha islami terhadap kinerja perusahaan batik sewilayah Surakarta. TUJUAN PENELITIAN Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi mengenai penerapan prinsip-prinsip Corporate Governance yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan dan kesejahteraan karyawan pada industri batik sewilayah Surakarta. antara lain: 1.

E. Manfaat bagi dunia akademik Penelitian ini diharapkan dapat menambah bukti empiris dari penelitianpenelitian sebelumnya mengenai praktik Islamic corporate governance berkaitan dengan kinerja perusahaan dan kesejahteraan karyawan. Peneliti menetapkan kriteria pemilihan sampel yang akan diteliti adalah industri-indusrtri batik yang sudah berdiri minimal 5 tahun. 2. yaitu teknik sampling dengan menggunakan pertimbangan dan batasan tertentu sehingga sampel yang dipilih relevan dengan tujuan penelitian. dan menganalitis data sehingga diperoleh gambaran yang jelas atas objek yang diteliti agar dapat diambil suatu kesimpulan maupun dijadikan saran di masa yang akan datang. . Manfaat bagi peneliti Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa tambahan pengetahuan kepada penulis mengenai pengaruh pelaksanaan Islamic corporate governance di Indonesia. penelitian ini diharapkan dapat memberi tambahan keyakinan akan kegunaan hasil pemeringkatan tersebut untuk dijadikan masukan dalam pengambilan keputusan. 3. menyajikan.pemeringkatan perusahaan berdasarkan corporate governance yang diterapkan. khususnya pengaruh terhadap kinerja perusahaan dan tingkat kesejahteraan karyawan. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Metode deskriptif analitis yaitu metode yang melihat dan menggambarkan lingkungan dan keadaan yang nyata yang tampak dalam unit usaha dengan cara mengumpulkan. METODOLOGI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis.

c.Teknik pengumpulan data serta informasi yang dilakukan penulis dengan cara sebagai berikut : 1. Populasi dan Sampel Penelitian . Observasi. Penulis membaca dan mempelajari buku buku untuk mendapatkan data sekunder sebagai dipertanggung jawabkan dalam bahasan 2. Kuesioner. Wawancara. Jenis Dan Sumber data Data-data yang akan digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner yang disebar pada industri batik sewilayah Surakarta. Data tersebut diperoleh dengan cara sebagai berikut : a. b. suatu daftar pertanyaan yang diajukan kepada pihak pihak yang berhubungan dengan objek yang diteliti. Penelitian kepustakaan diperoleh dengan mengumpulkan data dan informasi dari literatur-literatur yang ada untuk ditelaah serta catatan yang diperoleh di bangku kuliah maupun media masa lainnya. Penelitian Kepustakaan a. suatu teknik pengumpulan data dengan mengamati secara langsung objek yang diteliti b. Penelitian Lapangan Penulis melakukan penelitian langsung ke perusahaan untuk memperoleh data primer. suatu teknik pengumpulan data dengan cara tanya jawab dengan pihak atau pejabat yang berwenang atau bagian lain yang berhubungan langsung atau relevan dengan objek yang diteliti.

Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan batik yang ada di wilayah Surakarta. dengan melaksanakan CG.or.1 Pengertian Corporate Governance (CG) Corporate Governance (CG) merupakan suatu konsep tentang tata kelola perusahaan yang sehat.id). Oleh karena itu. sehingga mereka bisa menyakinkan dirinya akan perolehan kembali investasinya dengan wajar dan bernilai tinggi. TINJAUAN LITERATUR 1. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan batik yang sudah menerapkan corporate governance minimal 5 tahun terakhir . kreditur. ada beberapa manfaat yang bisa didapat antara lain (1) meningkatkan kinerja perusahaan melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik. salah satunya menurut Forum for Corporate Governance in Indonesia (www.fcgi. CG merupakan suatu sistem pengelolaan perusahaan yang mencerminkan hubungan yang sinergi antara manajemen dan pemegang saham. pemerintah dan stakeholders lainnya. Peneliti akan menguji pengaruh penerapan good corporate governance terhadap kinerja perusahaan batik dan tingkat kesejahteraan karyawan. F. sistem tersebut harus juga membantu menciptakan lingkungan yang kondusif terhadap pertumbuhan sektor usaha yang efisien dan berkesinambungan. Konsep ini diharapkan dapat melindungi pemegang saham dan kreditur agar dapat memperoleh kembali investasinya. Sistem CG yang baik memberikan perlindungan efektif kepada para pemegang saham dan pihak kreditur. meningkatkan efisiensi operasional perusahaan serta lebih meningkatkan pelayanan . Penerapan CG dalam suatu perusahaan membawa banyak manfaat.

merupakan tujuan utama yang hendak dicapai. Prinsip-prinsip utama dari good corporate governance yang . (3) mengembalikan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.kepada stakeholders. 3. 4. Memudahkan akses terhadap investasi domestik maupun Asing. Secara umum. Mendapatkan cost of capital yang lebih murah. penerapan prinsip Good Corporate Governance secara konkret. (4) pemegang saham akan merasa puas dengan kinerja perusahaan karena sekaligus akan meningkatkan shareholder’s value dan dividen. (2) mempermudah diperolehnya dana pembiayaan yang lebih murah yang pada akhirnya meningkatkan corporate value. Dari berbagai tujuan tersebut. 2. memiliki tujuan terhadap perusahaan sebagai berikut : 1. 1. pemenuhan kepentingan seluruh stakeholders secara seimbang berdasarkan peran dan fungsinya masingmasing dalam suatu perusahaan. yang pada dasarnya memiliki tujuan untuk memberikan kemajuan terhadap kinerja suatu perusahaan. Meningkatkan keyakinan dan kepercayaan dari stakeholders terhadap perusahaan 5. Memberikan keputusan yang lebih baik dalam meningkatkan kinerja ekonomi perusahaan. Prinsip-prinsip Corporate Governance Prinsip-prinsip dasar dari good corporate governance (GCG). Melindungi direksi dan komisaris dari tuntutan hukum.

dan pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif. akurat dan tepat pada waktunya mengenai perusahaan. Prinsip ini mengakui bahwa pemegang saham mempunyai hak untuk mendapatkan informasi yang benar. struktur. menyadari akan adanya tanggung jawab sosial. dan menghindari penyalahgunaan kekuasaan. 2. 2007): 1. Accountability (akuntabilitas). Prinsip responsibilitas ini diwujudkan dengan kesadaran bahwa tanggung jawab merupakan konsekuensi dari adanya wewenang. dan pelaporan. hasil keuangan dan operasionalnya. 3. pengawasan. Prinsip ini terkait erat dengan pengukuran kinerja. sistem. Responsibility (pertanggungjawaban). dan informasi mengenai tujuan perusahaan. sebagaimana ditawarkan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) adalah : Prinsip-prinsip dasar dari corporate governance tersebut adalah (Thomas S. Kaihatu. yaitu kesesuaian (kepatuhan) di dalam pengelolaan perusahaan terhadap prinsip korporasi yang sehat serta peraturan perundangan yang berlaku. . 2006. Prinsip keterbukaan merupakan prinsip penting untuk mencegah terjadinya penipuan (fraud). yaitu kejelasan fungsi. Ridwan Khairandy dan Camelia Malik. kinerja perusahaan. dan efisien.menjadi indikator. Transparency (keterbukaan informasi). tepat waktu. Segala bentuk informasi harus dibuka dan disebarkan kepada publik dengan adil. yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan.

Selain itu. 2. Manfaat Penerapan Corporate Governance Esensi dari corporate governance adalah peningkatan kinerja perusahaan melalui pemantauan kinerja manajemen dan adanya akuntabilitas manajemen terhadap stakeholder dan pemangku kepentingan lainnya. Perlakuan yang adil dan berimbang diberikan kepada para pemegang saham ataupun stakeholders yang terkait.4. berdasarkan kerangka aturan dan peraturan berlaku. antara lain: a. b. 5. Fairness (kesetaraan dan kewajaran). Mengurangi agency cost yang merupakan biaya yang harus ditanggung pemegang saham karena penyalahgunaan wewenang sebagai akibat pendelegasian wewenang kepada pihak manajemen. Mengurangi biaya modal (cost of capital) sebagai dampak dari menurunnya tingkat bunga atas dana dan sumber daya yang dipinjam oleh perusahaan seiring dengan turunnya tingkat risiko perusahaan. Independency (kemandirian). . yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh atau tekanan dari pihak manajemen yang tidak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat. yaitu perlakuan yang adil dan setara di dalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian serta peraturan perundangan yang berlaku. mekanisme corporate governance juga dapat membawa beberapa manfaat.

pemerintah maupun konsumen akhir. kreditor. Meningkatkan kepercayaan publik Publik dalam hal ini dapat berupa mitra baik sebagai investor. Listyorini governance adalah: (2001) menyebutkan manfaat penerapan corporate 1. pelanggan. Menciptakan dukungan para stakeholder dalam lingkungan perusahaan tersebut terhadap keberadaan dan berbagai strategi dan kebijakan yang ditempuh perusahaan. Dengan demikian tidak terjadi pemborosan yang diakibatkan penggunaan sumber daya perusahaan yang dipergunakan untuk kepentingan pihak-pihak tertentu yang tidak sejalan dengan kepentingan perusahaan.c. Bagi investor dan kreditor penerapan good corporate governance adalah suatu hal yang dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pelepasan dana investasi maupun kreditnya. Jadi kreditor dan investor akan merasa lebih aman karena . Meningkatkan efisiensi produktivitas Hal ini dikarenakan seluruh individu dalam perusahaan memiliki komitmen untuk menyumbang memajukan perusahaan. pemasok. Semua individu di kemampuannya untuk kepentingan perusahaan pada setiap level dan departemen akan berusaha segenap perusahaan dan bukan atas dasar mencari keuntungan secara pribadi atau kelompok. 2.

Dapat mengukur target kinerja perusahaan Dalam hal ini manajemen lebih terarah dalam mencapai sasaransasaran manajemen dan tidak disibukkan untuk hal-hal yang bukan menjadi sasaran pencapaian kinerja manajemen. dapat memberikan kontribusi untuk memulihkan kepercayaan para kreditor terhadap kinerja suatu perusahaan yang telah dilanda krisis. 3.perusahaan dijalankan dengan prinsip yang mengutamakan kepentingan semua pihak dan bukan hanya pihak tertentu saja. sehingga mencari tambahan dana yang diperlukan untuk biaya operasional perusahaan ataupun ekspansi usaha. penerapan good corporate governance sudah merupakan suatu syarat utama dalam perjanjian pemberian kredit. perlu diperhatikan juga kepentingan para kreditor karena hampir tidak ada perusahaan yang dapat berjalan dengan modalnya sendiri. Penerapan prinsip-prinsip good corporate governance dalam suatu perusahaan merupakan salah satu bahan pertimbangan utama bagi kreditor dalam mengevaluasi potensi suatu perusahaan untuk menerima pinjaman kredit. implementasi prinsip corporate governance secara konkret. 3. Di dunia Internasional. . Menjaga kelangsungan hidup perusahaan 4. Implementasi Prinsip Corporate Governance Selain para pemegang saham atau investor. Bahkan bagi perusahaan yang berdomisili di negaranegara berkembang. Seringkali perusahaan yang telah mengimplementasikan prinsip-prinsip good corporate governance. misalnya di Indonesia.

mempunyai kemungkinan besar untuk memperoleh bantuan kredit bagi usahanya. Apa s aj a p er li n d un gan keli ma h a l i n i m er up ak an kemaslahatan umum dan dikehendaki semua orang. 2000) menunjukkan akal. melalui harmonisasi manajemen perusahaan. hidup. 1. Penerapan prinsip corporate governance ini adalah untuk menghasilkan kinerja perusahaan yang efektif dan efisien. Dibutuhkan peran yang penuh komitmen dan independen dari dewan direksi dan dewan komisaris dalam menjalankan kegiatan perusahaan. tetapi juga menguntungkan semua pihak yang berkepentingan dengan perusahaan (stakeholders). manajemen dituntut untuk bisa mengelola perusahaan secara professional yang tidak hanya meng-untungkan sendiri atau sebagian pihak saja. tujuan utama syari'ah adalah yan g meningkatkan m em an t ap k an kesejahteraan manusia yang terletak pada perlindungan iman. sehingga menghasilkan kinerja perusahaan yang baik.38:24) sebagai berikut: ‫قنا لن لنقندن ظنلنمنكن بنسنؤنا لن ننعنجنتنكن إنلنى ننعنا جنهن ونإننن كنثني رنا‬ ً ِ َ ّ َِ ِ ِ َ ِ َِ َ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ َ َ ََ ْ َ َ َ َ ‫مننن ا لنخنلنطنا ءن لنينبنغني بنعنضنهنمن عنلنى بنعنضن إنلن ا لنذني نن آنمنننوا‬ ُ َ َ َ ِ ّ ّ ِ ٍ ْ َ ََ ْ ُ ُ ْ َ ِ ْ َ َ ِ َ َُ ْ َ ِ ‫ونعنمنلنوا ال صنا لنحنا تن ونقنلني لن منا هنمن ونظننن دنا ونو دن أنننمنا فنتنننا هن‬ ُ ّ َ َ َ ّ َ ُ ُ َ ّ َ َ ْ ُ َ ٌ َِ َ ِ َ ِ ّ ُِ َ َ .2 ISLAMIC CORPORATE GOVERNANCE Al Ghazali dengan kitabnya Al Mustashfa dalam (Chapra. Oleh karena itu. keturunan dan harta. Allah berfirman dalam surat Shaad (QS.

Manusia diberi kepercayaan oleh Allah sebagai pengelola dunia yang dihuninya. Berdasar konsep kekhalifahan tersebut. Firman Allah dalam Surat Al Baqarah (QS. Hanya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh sajalah yang mampu untuk tidak berbuat dhalim. Maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat”. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. dan amat sedikitlah mereka ini".‫فنا سنتنغنفنرن رنبنهن ونخنرن رنا كنعنا ونأنننا بن‬ َ َ ََ ً ِ َ ّ َ َ ُ ّ َ َ َ ْ َ ْ َ “Daud berkata: "Sesungguhnya dia Telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. 2: 30) menegaskan fungsi manusia sebagai berikut: . Islam mengajarkan bahwa manusia adalah sebagai khalifah Allah (khalifa-tu'llah fil ardhy) yaitu pemimpin di muka bumi. dan Daud mengetahui bahwa kami mengujinya. baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Tata kelola perusahaan sangat dianjurkan da-lam Islam. Oleh karena itu diperlukan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) untuk menghindari ter-jadinya kedhaliman dalam bekerjasama. Ayat tersebut memberikan petunjuk bahwa ada kecenderungan orang untuk berbuat dhalim manakala mereka melakukan kerjasama (berserikat). maka manusia dituntut memiliki kemampuan untuk menggali dan mengelola dunia. dan Sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain.

sedangkan yang paling penting dan . dan keandalan sebagai alat ukur yang sifatnya material. Oleh karena itu diperlukan konsep Islamic Corporate Governance (Tata Keloloa Usaha Islami). Prinsip yang diterapkan dalam tata kelola perusahaan konvensional hanyalah prinsip yang sifatnya material yang semata-mata hanya untuk memenuhi kewajiban kepada sesama partner bisnis. padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. belum sebagai prinsip yang merupakan bagian dari ibadah dan kewajiban manusia kepada sesame manusia maupun terhadap Allah swt. 2007) dan menunjukkan kinerja keuangan yang lebih baik (Saleh." Perusahaan yang menerapkan peraturan tentang tata kelola perusahaan mampu memberikan keunggulan kompetitif (Tayles et al.. bertanggungjawab." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. 2008). akun-tabilitas. walaupun peraturan yang dibuat masih memisahkan nilai-nilai hubungan antara manusia dengan manusia (hablumminannas) dan hubungan antara manusia dengan Allah SWT (hablumminallah). Islamic Corporate Governance merupakan sistem manajemen yang menempatkan per-tanggungjawaban spiritual. moralitas.‫وإذْ قال ربك للملئكة إني جاعل في الر ِ خليفة قالوا‬ ُ َ ً َ َِ ‫َِ َ َ َ ّ َ ِ ْ َ َ ِ َ ِ ِ ّ َ ِ ٌ ِ َْ ْض‬ َ ِ ْ َ ِ ُ َّ ُ ُ ََ َ َ ّ ُ ِ ْ ََ َ ِ ُ ِ ْ ُ ْ َ َ ِ ُ َ ْ ََ ‫أتجعل فيها من يفسد فيها ويسفك الدماء ونحْن نسبح بحمدك‬ 30/‫]البقرة‬ َ ُ َْ َ َ َ ُ َْ َ ّ ِ َ َ َ َ ُ ّ َ ُ َ ‫ونقدس لك قال إني أعلم ما ل تعلمون‬ “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. dengan prinsip dasar transparan.

taqwa. sabar.kejujuran. Seperti telah difirmankan oleh Allah swt dalam surat Al Ahzab (QS. Sebagai pemimpin senantiasa berperilaku benar. sehingga manusia akan mendapatkan rahmat dari Allah swt. sedangkan sebagai abdullah. manusia mempunyai kewajiban dan pertanggungjawaban kepada Allah. jujur. Shiddiq Shiddiq dalam konteks tata kelola perusahaan Islami berarti kerangka pengelolaan perusahaan harus mencerminkan kebenaran. 33:21) sebagai berikut: َ ْ َْ َ ّ ُ ْ َ َ َ ْ َ ِ ٌ ََ َ ٌَ ْ ُ ّ ِ ُ َ ِ ْ ُ َ َ َ ْ ََ ‫ل ق د كان ل ك م في ر سول الن أ س و ة حس ن ة ل م ن كان ي ر جو الن وال ي و م‬ َ ِ 21/‫]الحزاب‬ ‘Sesungguhnya ‫ال خ ر و ذ ك ر الن ك ثيرا‬ ً ِ َ ّ َ َ َ َ َ ِ َْ َ Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah’. berani tegar. 2005:139). amanah. Sebagai khalifatullah. Sifat-sifat Rasulullah saw tersebut menjadi prinsip-prinsip dalam tata kelola perusahaan Islami (Islamic Corporate Governance) yang meliputi shiddiq. dan qana’ah (Abdul Ghani. 2005). sabar. ketaqwaan yang berorientasi pada nilai. Ayat tersebut memberikan petunjuk bahwa manusia sebagai khalifatullah dan Abdullah mampu meneladani sifat-sifat Rasulullah yaitu melalui pengamalan sifat-sifat beliau yang agung. bijaksana dan ikhlas sepanjang . tegar. istiqamah. fathonah.hakiki adalah sebagai ibadah bagi makhluq menuju jalan yang diridhai Allah swt (Abdul Ghani. tabligh. manusia mempunyai tanggung jawab terhadap sesama manusia. bijaksana dan ikhlas. berorientasi nilai. Konsepsi tata kelola perusahaan Islami mengadopsi sisten nilai Al Qur’an dan pengalaman pribadi Rasulullah sebagai uswatun hasanah. berani. a.

profesional. bertanggungjawab atau kredibel. p a n t a n g . komunikatif. Alwan (2010) memaknai fathonah sebagai cerdas. dan motivasi tinggi. 2010). c. disiplin.makna dapat dipercaya. Implikasi sifat ini dalam bisnis ditunjukkan dengan melaksanakan semua aktivitas manajemen secara cerdas dengan mengoptimalkan semua potensi akal yang ada untuk mencapai tujuan. Amanah. Orang yang memiliki sifat tabligh. e. Istiqamah Istiqamah adalah kuat pendirian (konsisten). cerdik. yaitu kemampuan untuk b e r s i k a p s e c a r a t a t a s a s . tangguh. d. sopan. Fathonah Fathonah dapat dairtikan sebagai intelektual. kreatif dan strategis. ulet. Pribadi muslim yang profesional dan berakhlak mulia memiliki sikap konsisten (dari bahasa Latin consistere.kepemimpinannya. mandiri . kecerdikan dan kebijaksanaan. b. inovatif. bersemangat. pantang mnyerah dan percaya diri (Alwan. Alwan (2010) memaknai Tabligh sebagai ramah. santun. transparan. akan menyampaikannya dengan benar (berbobot) dan dengan tutur kata yang sopan dan santun (bi al-hikmah). Amanah merupakan kesetiaan pada komitmen dalam melaksana-kan hak dan kewajiban yang diberikan kepadanya. tekun. harmony of conduct or practice with profession. dan tim ekonominya dapat membangun kembali negeri Mesir. bertanggung jawab. Sifat fathonah (perpaduan antara alim dan hafids) telah mengantarkan Nabi Yusuf as. Amanah juga ber. Tabligh Tabligh artinya komunikatif dan argumentatif. Amanah artinya dapat dipercaya. terampil. ability to be asserted together without contradiction).

2003). efisiensi dan efektif dalam melakukan pekerjaan. f. Manusia pada dasamya memiliki sifat tamak. Seorang yang memiliki sifat qana’ah mampu mengelola keingin-annya. sehingga tidak menjadi tamak dan memiliki komitmen kepada Yang Maha Kuasa dan senantiasa waspada terhadap arus kehidupan (Abdul Gahni. 1. 2001). kecuali bagi mereka yang memiliki kendali ruhani. tidak ada batas kecukupan. Qana'ah Qana'ah merupakan kesederhanaan. dan mampu mempertahankan prinsip serta komitmennya walaupun harus berhadap-an dengan risiko yang membahayakan dirinya (Tasmara. karena kinerja merupakan cerminan dari kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengalokasikan sumber dayanya.6 Kinerja Perusahaan Kinerja perusahaan merupakan penentuan ukuran-ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba (Sucipto. 2005). Penilaian kinerja menurut Sucipto (2003) dalam Indriastiti (2009) dimanfaatkan oleh manajer untuk hal-hal berikut: . 2002). Kinerja perusahaan adalah kemampuan perusahaan dalam menjelaskan operasionalnya (Payatma. Menurut Febryani dan Zulfadin (2003) dalam Cornelius (2007) kinerja perusahaan merupakan hal penting yang harus dicapai oleh setiap perusahaan dimana pun.menyerah.

1. Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui pemotivasian karyawan secara maksimal. 5. 3. 2. Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan karyawan seperti promosi.1 Kinerja keuangan Rasio keuangan merupakan alat utama untuk menganalisa keuangan. Pertama. Ada dua kelompok yang menganggap rasio keuangan berguna. transfer dan pemberhentian. Berikut ini adalah beberapa rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan (Ang. pengguna rasio keuangan mencakup para analis yang merupakan pihak eksternal bagi perusahaan. terdiri dari manajer yang menggunakannya untuk mengukur dan melacak kinerja perusahaan sepanjang waktu. Rasio Aktivitas . 2. 1997) dalam Cornelius (2007) adalah: 1.6. Kedua. 4. Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan mereka menilai kinerja mereka. Rasio Likuiditas Rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial yang berjangka pendek tepat pada waktunya. 2. Menyediakan suatu dasar bagi distribusi menilai kinerja mereka. Menyediakan kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan karyawan.

Rasio Solvabilitas (Leverage) Finansial leverage menunjukkan proporsi atas penggunaan utang untuk membiayai investasinya. Ventrakarman et. Return On Asset (ROA). Operating Ratio (OR). rasio profitabilitas dibagi menjadi enam antara lain: Gross Profit Margin (GPM). maka dapat diketahui tingkat efisiensi perusahaan dalam industri. Menurut Ang (1997).1998) sehingga Swamidas et. Perusahaan yang tidak mempunyai leverage berarti menggunakan modal sendiri 100%. 4. Rasio Pasar Rasio ini menunjukkan informasi penting perusahaan yang diungkapkan dalam basis per saham. (1987) menyimpulkan bahwa .. al. al.. Operating Return On Assets (OPROA). asset maupun laba bagi modal sendiri.al. 5.. Return On Equity (ROE). (1986) berpendapat bahwa pengukuran kinerja hendaknya menggunakan atau mengintegrasikan dimensi pengukuran yang beragam sampai saat ini masih muncul perdebatan tentang pendekatan yang tepat bagi konseptualisasi dan pengukuran kinerja organisasi (Ventrakarman et. kemudian dengan cara membandingkan rasio aktivitas dengan standar industri. Net Profit Margin (NPM). 3. Rasio Profitabilitas Rasio profitabilitas dapat mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba baik dalam hubungannya dengan penjualan.Rasio yang menunjukkan bagaimana sumber daya telah dimanfaatkan secara optimal.

. hubungan antara kinerja manajemen dengan keuntungan dengan akuisisi (Gompers. Tobin’s Q Tobin’s Q merupakan ukuran penilaian yang paling banyak digunakan dalam data keuangan perusahaan. 7.ukuran kinerja yang cocok dan layak tergantung pada keadaan unik yang dihadapi peneliti. Ada beberapa rasio untuk mengukur nilai pasar perusahaan. salah satu rasio yang dinilai bisa memberikan informasi yang paling baik adalah Tobin’s Q. 2002). . dividen. seperti misalnya terjadinya perbedaan cross sectional dalam pengambilan keputusan investasi dan diversifikasi (Claessesns dan Fan. Semakin tinggi ROE menunjukkan semakin efisien perusahaan menggunakan modal sendiri untuk menghasilkan laba atau keuntungan bersih. ROE digunakan untuk mengukur tingkat pengembalian perusahaan atau efektivitas perusahaan didalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan ekuitas (shareholders’ equity) yang dimiliki oleh perusahaan. 2003). dan kompensasi (Imala. Nama Tobin’s Q berasal dari James Tobin dari Yale University setelah dia memperoleh hadiah nobel. 2003) dalam Sukamulja (2004) dan kebijakan pendanaan. Morck et al. ROE (Return On Equity) ROE (Return On Equity) merupakan rasio antara laba bersih terhadap total equity. Menurut Sukamulja (2004) rasio Tobin’s Q dapat menjelaskan berbagai fenomena dalam kegiatan perusahaan. 6. 2002). hubungan antara kepemilikan saham manajemen dan nilai perusahaan (Onwioduokit. (1988) dan McConnell et al. (1990) ..

6. Perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial harus lebih maju dan mengadopsi kebijakan-kebijakan dan praktik-praktik bisnis yang sesuai dengan syarat minimum perundang-undangan serta memberikan kontribusi terhadap kemakmuran stakeholder. 2004). Menurut Frooman dalam Itkonen (2003) . Tanggung jawab sosial perusahaan adalah seperangkat kebijakan.2 Kinerja sosial perusahaan Tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) dapat didefinisikan dengan beberapa cara. Tidak ada definisi yang dapat diterima secara universal. Mc Williams dalam Itkonen (2003) menjelaskan CSR sebagai “tindakan-tindakan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial . investasi. perhatian lingkungan. yang substantial mempengaruhi kesejahteraan sosial pemegang saham dan dapat dilihat. masyarakat. dan lingkungan kerja (tsoutsoura.2. dan proses pengambilan keputusan yang biasanya meliputi permasalahan yang berhubungan dengan etika bisnis. CSR sebenarnya lebih dari hanya sekedar mengikuti aturan-aturan hukum. persediaan. governance. hak asasi. Business for social responsibility dalam Tsoutsoura (2004) tanggung jawab sosial adalah pencapaian kesuksesan perusahaan dengan jalan memperhatikan nilai etika dan menghormati orangorang. masyarakat. yang ditetapkan untuk diambil. serta lingkungan. CSR adalah suatu tindakan perusahaan . Satu poin penting yang harus diperhatikan. diluar kepentingan perusahaan dan yang diminta oleh hukum”. . tindakan dan program yang terpadu yang diintegrasikan dalam operasi bisnis.

sedikit sekali transparansi yang dicapai dalam pengukuran tanggung jawab sosial (waddock &graves. rata-rata return dan enam pengukuran sosial atas customer. Tanggung jawab sosial kurang begitu kongkrit sehingga sangat sulit dilakukan penilaian kualitatif padanya. Hasibuan kesejahteraan adalah balas jasa lengkap (materi dan non materi yang diberikan oleh pihak perusahaan berdasarkan kebijaksanaan. dalam Itkonen 2003). Tujuannya untuk mempertahankan dan memperbaiki kondisi fisik dan mental karyawan agar produktifitasnya meningkat.7 Kesejahteraan Karyawan Menurut Malayu S. Beberapa penelitian terdahulu mengenai hubungan antara kinerja sosial perusahaan dan kinerja keuangan perusahaan menggunakan pendekatan yang berbeda-beda.P. Kesulitan terkait dengan pengukuran ini dapat dianggap sebagai salah satu alas an utama untuk temuan gabungan dalam hubungan antara tanggung jawab sosial perusahaan dn kinerja keuangan perusahaan (waddock& graves. Beberapa pendekatan yang digunakan diantaranya : delapan atribut reputasi ( disebut dengan Fortune) . Sejauh ini. lima atribut yang focus pada pemegang saham kunci dan tiga variabel yang menjadi alasan perusahaan mengalami tekanan ( pengukuran KLD/ Kinder. masyarakat. . dalam Itkonen 2003). minoritas dan stakeholder non amerika (pengukuran best corporate citizen) 2. karyawan. Lydenberg.Mengukur tanggung jawab sosial perusahaan bukanlah suatu hal yang mudah. Domini &Co) pengukuran kuantitatif aspek lingkungan (pengukuran corporate philanthropy). lingkungan.

perawatan dirumah sakit. Wursanto (1985:165) menyatakan bahwa : Kesejahteraan sosial atau jaminan sosial bentuk pemberian penghasil baik dalam bentuk materi maupun dalam bentuk non materi. Pentingnya program kesejahteraan yang diberikan kepada karyawan dalam rangka meningkatkan disiplin kerja karyawan yang dikemukakan oleh Hasibuan (2001:182) adalah: “Pemberian kesejahteraan akan menciptakan ketenangan. asuransi. Cara mengklasifikasi kesejahteraan karyawan . maka mereka akan lebih tenang dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Sikulu menyatakan bahwa : Kesejahteraan karyawan adalah balas jasa yang diterima oleh pekerja dalam bentuk selain upah atau gaji langsung. Menurut I. pembagian berupa saham. semangat kerja. lanjut usia dalam usaha memenuhi kebutuhan materi maupun non materi kepada karyawan dengan tujuan untuk memberikan semangat atau dorongan kerja kepada karyawan. uang bantuan untuk tabungan karyawan. 1. dan pensiun. F.” Dengan tingkat kesejahteraan yang cukup.Kesejahteraan adalah dapat dipandang sebagai uang bantuan lebih lanjut kepada karyawan.G. dedikasi. Menurut Andre. Terutama pembayarannya kepada mereka yang sakit. Dengan ketenangan tersebut diharapkan para karyawan akan lebih berdisiplin. yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan untuk selama masa pengabdiannya ataupun setelah berhenti karena pensiun. disiplin dan sikap loyal terhadap perusahaan sehingga labour turnover relative rendah.

Dengan memberikan sederetan kesejahteraan untuk karyawan akan membantu organisasi untuk menarik karyawan yang berkualitas tinggi. Pembayaran untuk waktu tidak bekerja c. Program asuransi jiwa dan kesehatan dan cuti yang dibayar adalah sedikit dari banyak tipe kesejahteraan karyawan yang biasa ditemui dalam organisasi pemerintah maupun swasta. disamping sebagai usaha untuk mempertinggi moral. Keamanan pegawai atau karyawan 2. Pelayanan karyawan b. Usaha . Ini dapat terlihat dari atau dalam Undang-undang ketenagakerjaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah serta ketentuan tentang upah minimum regional yang setiap kali sesuai dengan kondisi. dan kepuasan kerja karyawan. Ada beberapa cara untuk mengklasifikasikan kesejahteraan karyawan yaitu: a.Program kesejahteraan karyawan telah menjadi bagian integral dari kebanyakan paket kompensasi.usaha untuk memenuhi kebutuhan karyawan atau program kesejahteraan ekonomi karyawan atau pegawai merupakan suatu usaha untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan atau pegawai adalah sebagai berikut : . Dengan demikian terjaminnya kesejahteraan karyawan itu sangat menguntungkan bagi karyawan itu sendiri maupun perusahaan tersebut.

maka ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan dalam penetapan tingkat upah seorang pegawai atau karyawan adalah pendidikan. tanggungan keluarga. b. Asuransi Dalam lingkungan kerja dimanapun pasti menginginkan keselamatan. Sedangkan program asuransi ini bisa berbentuk Asuransi Jiwa. keamanan dan kesehatan kerja. Dalam pemberian gaji ini disesuaikan dengan tugas yang telah dikerjakan dengan hasil yang memuaskan dengan waktu tertentu. . c. daan kondisi pekerja. Melalui promosi atau kenaikan jenjang Pihak perusahaan atau suatu organisasi biasanya menyenangi dasar promosi adalah kecakapan kerja. Karena bagaimanapun juga manusia menginginkan ketiga hal itu dan sanggup mengorbankan apa saja asal dapat sehat. pengalaman.a. Lingkungan kerja yang aman dan sehat sangat diperlukan oleh semua orang karena ditempat kerja yang demikian seseorang dapat bekerja dengan tenang sehingga dapat memperoleh seperti yang diharapkan oleh perusahaan atau organisasi tersebut. Asuransi Kesehatan dan Asuransi Kecelakaan. kemampuan perusahaan. aman dan selamat. Disini perusahaan Perusahaan bisa melakukan kerja sama dengan Asuransi untuk menanggung asuransi karyawannya. Pemberian gaji atau upah yang adil.Sedangkan untuk tercapainya keadilan tersebut.

d. perbaikan fasilitas sedangkan hak yang bersifat non material misalnya status sosial. promosi sangat diharapkan oleh setiap karyawan atau pegawai dimanapun berada. Oleh karena itu dia akan mendapatkan hak-hak yang lebih baik daripada yang diperoleh sebelum promosi baik material maupun non material. Tetapi pada umumnya didalam menentukan dasar untuk promosi sering digunakan keduanya yaitu dasar kecakapan kerja dan senioritas jadi apabila ada karyawan atau pegawai yang mempunyai kecakapan yang sama.karena kecakapan kerja atau kinerja yang baik adalah merupakan dasar kemajuan. Sedangkan pihak karyawan menghendaki unsur seniorisasi lebih ditekankan dalam promosi. Program Rekreasi Dengan adanya kesempatan rekreasi itu diharapkan para pegawai atau karyawan selalu bergairah atau mempunyai semangat dalam bekerja. dan rasa bangga. . Salah satu program rekreasi adalah mengadakan tour ke tempat tempat wisata bersama keluarga. maka karyawan atau pegawai yang lebih seniorlah yang akan dipromosikan. maka makin berpengalaman seseorang. karena dengan makin lama masa kerja. Sebagai salah satu pengembangan. sehingga kecakapan kerja mereka makin baik. Hak-hak yang bersifat material misalnya kenaikan pendapatan.

ruangan kerja yang memadai dan lain sebagainya. HIPOTESIS 1. Terdapat pengaruh antara tata kelola usaha islami terhadap kinerja perusahaan. G. KERANGKA MODEL PENELITIAN Model variabel Variabel Dependen: Kinerja Perusahaan Variabel Independen: Tata Kelola Usaha Islami Variabel Dependen: Kesejahteraan Karyawan H. alat komunikasi. ditempati dan dinikmati oleh pegawai baik dalam hubungan langsung dengan pekerjaan seperti termasuk didalamnya semua alat kerja di perusahaan dan secara tidak langsung untuk kelancaran pekerjaan seperti gedung. PENGEMBANGAN HIPOTESIS Kinerja Sosial Kinerja keuangan .e. Terdapat pengaruh antara tata kelola usaha islami terhadap kesejahteraan karyawan I. dipakai. 2. PemberianFasilitas Yang dimaksud dengan fasilitas adalah segala sesuatu yang digunakan.

Namun demikian. yaitu ukuran kinerja yang berbasis akuntansi dan ukuran kinerja yang berbasis pasar. . (2004). dkk. misalnya penelitian Daily. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa hubungan antara ukuran dewan direksi dengan kinerja perusahaan lebih kuat untuk perusahaan-perusahaan kecil. Deloitte dan Touche (1996) sebagaimana yang dikutip oleh Kakabadse. dkk. (1999) juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan hasil antara dua jenis ukuran kinerja. (2004). (2003) yang menemukan hubungan positif antara indeks CG dengan kinerja perusahaan jangka panjang. namun semuanya menyatakan bahwa CG mempunyai pengaruh tidak langsung terhadap kinerja perusahaan. (1999) menemukan adanya hubungan sistematik antara ukuran dewan direksi dan kinerja perusahaan. Walaupun penelitianpenelitian tentang hubungan CG dengan kinerja perusahaan menunjukkan hasil yang berbeda. dkk. dkk. Dalton. menghubungkan kinerja perusahaan dengan good governance tidak mudah dilakukan. Berghe dan Ridder (1999) menyatakan bahwa perusahaan yang mempunyai poor performance disebabkan oleh poor governance. penelitian tersebut tidak berhasil menemukan bahwa komposisi dewan direksi sebagai variabel pemoderasi hubungan antara ukuran dewan direksi dengan kinerja perusahaan. Beberapa penelitian menunjukkan tidak ada hubungan CG dengan kinerja perusahaan. dkk. dkk. (2001) dalam Deni Darmawati. Pernyataan ini didukung oleh penelitian Gompers. Dalton.Pengaruh Corporate Governance (CG) Terhadap Kinerja Perusahaan Menurut Berghe dan Ridder (1999) dalam Deni Darmawati. dkk. (1998) dan hasil survey CBI. Demikian juga dengan Young (2003) yang menganalisis beberapa penelitian yang menghubungkan CG dengan kinerja perusahaan.

Titik Aryati dan Nindhita Gita Mediyanti (2005) berhasil menemukan perbedaan kinerja keuangan perusahaan yang dihitung dengan return on equity (ROE) dan earnings per share (EPS) antara perusahaan yang sudah mematuhi peraturan mengenai GCG dengan perusahaan yang belum mematuhinya. dkk. Mitton (2000) menunjukkan bahwa variabel-variabel yang berkaitan dengan CG mempunyai dampak yang kuat terhadap kinerja perusahaan selama periode krisis di Asia Timur (tahun 1997–1998). (2000) menunjukkan bahwa variabelvariabel CG lebih bisa menjelaskan variasi dari perubahan nilai tukar mata uang dan kinerja pasar modal. Deni Darmawati. namun tidak mempengaruhi kinerja pasar secara statistik. (2003) memberikan bukti bahwa CG merupakan faktor penting dalam menjelaskan nilai perusahaan-perusahaan publik di Korea. dan perusahaan yang lebih terfokus (dibandingkan dengan yang terdiversifikasi) memiliki kinerja pasar yang lebih baik. dkk. Sunarto (2003) dalam penelitiannya menyatakan bahwa apabila GCG tercapai. dibandingkan dengan variabel-variabel ekonomi makro. Penelitian tersebut menemukan bahwa perusahaan dengan kualitas pengungkapan yang lebih baik. Klapper dan Love (2002) menemukan adanya hubungan positif antara CG dengan kinerja perusahaan yang diukur dengan return on assets (ROA) dan Tobin’s Q. (2004) membuktikan bahwa CG mempengaruhi kinerja operasi perusahaan. Black.Hasil penelitian Johnson. kepemilikan pihak eksternal yang lebih terkonsentrasi. hal ini mungkin dikarenakan respon pasar terhadap implementasi CG tidak bisa secara langsung (immediate). namun penelitian ini tidak berhasil menemukan perbedaan . maka kinerja saham perusahaan tersebut akan semakin meningkat. dkk. akan tetapi membutuhkan waktu.

Hal ini mengindikasikan bahwa pengumuman tersebut mempunyai kandungan informasi yang menarik minat investor di pasar. dan komite audit mempengaruhi kualitas laba. Hamonangan Siallagan (2007) dalam penelitiannya juga menyatakan bahwa mekanisme CG yang terdiri dari kepemilikan manajerial. di mana minat pasar ini merefleksikan kepercayaan masyarakat bahwa konsep CG akan meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan pemegang saham . Nugraheni (2002) yang menguji apakah penerapan prinsip CG dapat menekan manipulasi laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan yang listed di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Beberapa penelitian yang mengindikasikan belum berhasilnya penerapan CG di Indonesia antara lain hasil penelitian H. Hamonangan Siallagan (2006) menyatakan bahwa mekanisme CG yang terdiri dari kepemilikan manajerial. dewan komisaris. dan komite audit secara statistik berpengaruh terhadap nilai perusahaan. H. Sri Sulistyanto (2003) menguji apakah pengumuman pemberian Annual Report Award (ARA) kepada perusahaan yang dinilai telah menerapkan prinsip CG dengan baik juga menarik minat pasar. Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan manipulasi sebelum dan sesudah adanya kewajiban untuk menerapkan prinsip CG tersebut. Sri Sulistyanto dan Linggar Y. Penelitian Sekar Mayangsari dan Murtanto (2002) yang menguji apakah pengumuman pembentukan komite audit sebagai komponen penting dalam CG di Indonesia direspon oleh pasar. dewan komisaris. Hasilnya membuktikan adanya reaksi pasar yang positif terhadap pengumuman tersebut.kinerja keuangan dengan return on asset (ROA) antara perusahaan yang sudah mematuhi peraturan mengenai GCG dengan perusahaan yang belum mematuhinya.

penerapan GCG saja belumlah memadai. Dewan komisaris dan direksi wajib hukumnya menerapkan lima prinsip CG. Kinerja perusahaan hendaknya merupakan hasil yang dapat diukur dan menggambarkan kondisi empirik suatu perusahaan dari berbagai ukuran yang disepakati. Pambudi (2008) menyatakan bahwa adalah keliru bahwa menerapkan GCG akan langsung mengantarkan perusahaan pada kinerja yang bagus. perusahaan tetaplah memerlukan inovasi dan kreativitas untuk menaklukkan pasar.tanpa mengabaikan kepentingan stakeholders. Hasil pengujiannya membuktikan bahwa lima hari setelah pengumuman pemberian Annual Report Award (ARA) secara signifikan pasar merespon publikasi tersebut. harus terus dipupuk bila ingin tumbuh berkelanjutan. Pengaruh Kinerja Perusahaan Terhadap Kesejahteraan Karyawan Kinerja perusahaan merupakan sesuatu yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dalam periode tertentu dengan mengacu pada standar yang ditetapkan. Di atas fondasi bernama CG. untuk terciptanya operational excellence. akan tetapi. Hal itu ibaratnya hanya separuh tiket. Hal ini merefleksikan kepercayaan masyarakat terhadap konsep CG yang melandasi penghargaan tersebut. daya kreativitas dan inovasi. untuk tumbuh sehat dan kuat. pada hakikatnya memang fondasi operasional perusahaan yang prudent dengan pengelolaan kebijakan yang penuh kehati-hatian. butuh separuh tiket lain untuk menjadi perusahaan yang hebat. Sedangkan kinerja perusahaan merupakan sesuatu yang dihasilkan oleh suatu . sistem dan struktur yang berjalan tertib. Untuk menjadi perusahaan yang unggul. GCG yang tertuang dalam proses. Kata penilaian sering diartikan dengan kata assessment. Teguh S. Untuk mengetahui kinerja yang dicapai maka dilakukan penilaian kinerja.

Brandon & Drtina. 3. Kesejahteraan adalah suatu produktivitas dan cost effectiveness proses bisnis/intern yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan . meningkatnya produk dan jasa. 1997). 1996. Lingle dan Schiemann.492). Ukuran keuangan untuk mengetahui hasil tindakan yang telah dilakukan dimasa lalu dan ukuran keuangan tersebut dilengkapi dengan ukuran non keuangan tentang kepuasan customer. 1996. meningkatnya produktivitas dan komitment personel. Dengan demikian penilaian kinerja perusahaan (Companies performance assessment) mengandung makna suatu proses atau sistem penilaian mengenai pelaksanaan kemampuan kerja suatu perusahaan (organisasi) berdasarkan standar tertentu (Kaplan dan Norton.perusahaan dalam periode tertentu dengan mengacu pada standar yang ditetapkan. meningkatnya kepercayaan customer terhadap produk yang dihasilkan perusahaan. Ukuran keuangan menunjukkan akibat dari berbagai tindakan yang terjadi diluar non keuangan. Peningkatan financial returns yang ditunjukkan dengan ukuran ROE merupakan akibat dari berbagai kinerja operasional seperti: 1. 2. Menurut WJS Poerwodarminto (1984. Penilaian kinerja perusahaan dapat diukur dengan ukuran keuangan dan non keuangan. produktivitas dan cost effectiveness proses bisnis/intern serta produktivitas dan komitmen personel yang akan menentukan kinerja keuangan masa yang akan datang. Pengertian kesejahteraan karyawan Setiap orang yang hidup selalu menginginkan kesejahteraan hidup sebab dengan sejahtera hidupnya akan menjadi tenang dan tentram.

Pelayanan karyawan 2.kondisi aman sentosa dan makmur terhindar dari berbagai ancaman dan kesulitan yang dirasakan seseorang yang telah melakukan suatu pekerjaan di suatu tempat atau perusahaan Program kesejahteraan karyawan telah menjadi bagian integral dari kebanyakan paket kompensasi. ada beberapa cara untuk mengklasifikasikan kesejahteraan karyawan yaitu: 1. Pembayaran untuk waktu tidak bekerja 3.167). Keamanan pegawai atau karyawan . Menurut Moekijat (1989. Ini dapat terlihat dari atau dalam Undang-undang ketenagakerjaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah serta ketentuan tentang upah minimum regional yang setiap kali sesuai dengan kondisi. Program asuransi jiwa dan kesehatan dan cuti yang dibayar adalah sedikit dari banyak tipe kesejahteraan karyawan yang biasa ditemui dalam organisasi pemerintah maupun swasta.

The Corporate Governance Behavior and Market Value of Russian Firm. Yogyakarta: Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Publik. University of Pensilvannia Law Review. Khomsyiah. Hubungan Corporate Governance dan Kinerja Perusahaan. 2005. Umer. 149: 2131-2150. Muhammad. Surabaya. Jakarta. 1. 1990. Super Manager. 2007. Jakarta. Darmawati. B. 8. Alwan. Black. Muhammad SAW: The Super Leader. Penerbit: Balai Pustaka. dan Rika Gelar R. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. 2005. Jakarta. Materi Kuliah Manajemen Umum Islami. . M. Vo. Program Doktor Ilmu Ekonomi Islam Program Pascasarjana Universitas Airlangga. 2001. 212. Chapra. Antonio. No. Working Paper No. Khairul. The Spirituality in Business. 2010. Penerbit: Pena Pundi Aksara. 229. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Working Paper No. januari. 2005. Forthcoming as Does Corporate Governance Matter? Crude test using russian Data. Muhammad Syafii. Penerbit Tazkia Publishing & ProLM Center.DAFTAR PUSTAKA Ahmad. Leicerter: The Islamic Foundation. Penerbit Pustaka Al Kautsar. The Future of Economics. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Mustaq. Abdul Ghani. Etika Bisnis dalam Islam. 2000. 2003.

Thompson. Kim. Penerbit Pustaka Quantum. Leora F. Pengaruh Tata Kelola Perusahaan dan Etika Kerja Islami terhadap Kinerja Keuangan dan Kesejahteraan Karyawan pada Perusahaan Pakaian Jadi di Jawa Tengan. Fakultas Ekonomi. Corporate Social responsibility in International Development: an Overview and Critique. Vol 1. To steal or not to steal: Firm atribute. Penerbit: LET’S GO Indonesia. Secrets: Delapan Rahasia Meraih Kebahagian Dunia dan Akhirat. Jakarta. Theory of the Firm. M (Eds). Durnev.305360. 2009. Ghoniyah. Skripsi. Pustaka Rizki Putra. Konsep dan Laporan Keuangan. M. Kerangka Teori dan Tujuan Akuntansi Syariah. Pp 115 – 128. Klepper. Agency Cost and Ownership Structure. http://ssrn. Istiqomah. Vol 10. Corporate Social Responsibility and Environment Management. Penerbit E Publishing Company. S. 2002. B. Journal of Financial Economics. 2000. Universitas Sebelas Maret Jensen and Meckling. New York:Oxford University Press. 1-17. S. pp. Tafsir AN NUUR. Teungku Muhammad. Jakarta.3. World Bank Working Paper. Thompson. and Wright. Harahap. 20101. 2003. Penerbit PT.com. Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan dan Nilai Pasar Perusahaan peserta Corporate Governance Perception Index (CGPI). Sofyan Safri. Investor Protection and Performance in Emerging Markets. Akuntansi Syariah: Teori. and I. Disertasi Program Pascasarjana Universitas Airlangga. Vol.Dinsi. Aji Dedi. and Wright. Corporate Governance: Economics and Financial Issues. and valuation. 2009. Jakarta. dan E. 2008. Managerial Behavior. Surabaya. Keasey K. Semarang. Nunung. Love. 1976. 1997. The Corporate Governance Problem: Competing diagnoses and solution in Keasey K. A. Michael. Mulawarman. . Hasbi Ash Shiddieqy. legal environment.H.Corporate Governance. pp. Valentino dan Doddy Abe. 2008. 2002.

2011. Universitas Sebelas Maret. Fakultas Ekonomi. . Ekonomi Islam. Skripsi. Penerbit: PT Raja Grafindo Persada. Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) Universitas Islam Indonesia bekerja sama dengan Bank Indonesia. Jakarta. 2008. Pengaruh Pengungkapan Corporate Governance terhadap Nilai Pasar dan Kinerja Perusahaan.Nurhidayah Muhammad.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful