BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Apakah indikator asam basa itu ? Indikator asam basa adalah petunjuk tentang perubahan pH dari suatu larutan asam atau basa.Indikator bekerja berdasarkan perubahan warna Indikator pada rentang pH tertentu. Anda tentu mengenal kertas lakmus, yaitu salah satu indikator asam basa.Lakmus merah berubah warna menjadi biru jika dicelupkan kedalam larutan basa. Lakmus biru berubah warna menjadi merah jika dicelupkan ke dalam larutan asam. Titrasi adalah suatu metode untuk menentukan konsentrasi zat di dalam larutan.Titrasi dilakukan dengan cara mereaksikan larutan tersebut dengan larutan yang sudah diketahui konsentrasinya.Reaksi dilakukan secara bertahap (tetes demi tetes) hingga tepat mencapai titik stoikiometri atau titik setara.Ada beberapa macam titrasi bergantung pada jenis reaksinya,seperti titrasi asam basa,titrasi permanganometri,titrasi argentometri, dan titrasi iodometri.Pada makalah ini akan diuraikan mengenai titrasi asam basa.

B. Rumusan Masalah 1. Apa itu Indikator Asam Basa 2. Apa itu Titrasi Asam Basa 3. Macam-macam grafik titrasi asam basa C. Tujuan 1. Agar pembaca memahami Indikator Asam Basa 2. Agar pembaca memahami Titrasi Asam Bsa 3. Agar pembaca mengetahui macam-macam grafik titrasi asam basa

1

tidak semua sekolah mampu menyediakan indikator sintetis. 2. Sifat asam dan basa suatu zat dapat diketahui menggunakan sebuah indikator. Namun sangat tidak baik apabila untuk mengenali sifat asam atau basa dengan mencicipinya karena mungkin saja zat tersebut mengandung racun atau zat yang berbahaya. metil merah dan brom timol biru. Indikator tersebut akan memberikan perubahan warna jika ditambahkan larutan asam atau basa. dan bunga tembelekan 2 . Indikator ini biasanya dikenal sebagai indikator sintetis. misalnya fenolpthalein yang tidak berwarna pada larutan asam dan berwarna merah jika dalam larutan basa. Indikator Asam Basa dari Bahan Alami Dikutip dari : 12 March. Oleh karena itu diperlukan alternatif lain sehingga proses pembelajaran tetap berjalan lancar indikator pH sintetis dapat diganti dengan alternatif lain berupa indikator pH dari bahan-bahan alam atau tanaman. dan netral. Indikator Asam Basa 1. Tetapi pada kenyataannya. Disamping itu juga digunakan untuk mengetahui titik akhir kosentrasi pada beberapa analisa kuantitatif senyawa organik dan senyawa anorganik. bunga jengger ayam (Celosia Cristata L). Dalam pembelajaran kimia khususnya materi asam dan basa indikator derajat keasaman diperlukan untuk mengetahui pH suatu larutan. Indikator yang sering digunakan antara lain kertas lakmus. Muhammad Hizbul W. Dikutip dari : Posted by indigomorie on Jul 15. Eko Yuliyanto & Martina Retnoyuanni dari jurusan pendidikan kimia FMIPA UNY meneliti tentang pembuatan indikator pH dari bunga tapak dara (Vinca Rosea U). jadi pada kisaran pH tertentu indikator ini memiliki perubahan warna. kegunaan indikator ini adalah untuk mengetahui berapa kira-kira PH suatu larutan. 2010 . asam atau basa. fenolftalein. Pengertian Indikator Asam Basa Dikutip dari : (Nonimus 2008) Indikator adalah suatu zat penunjuk yang dapat membedakan larutan. Indikator ini sensitif dengan perubahan pH dalam larutan . 2010 Indikator asam basa adalah suatu senyawa organik yaang dipakai untuk mengetahui titik akhir titrasi asam basa. Karena itu setiap sekolah seharusnya menyediakan indikator sintetis untuk percobaan tersebut. Ketika mencicipi rasa jeruk maka akan terasa asam karena jeruk mengandung asam. indikator lainya adalah metil merah. Sedangkan ketika mencicipi sampo maka akan terasa pahit karena sampo mengandung basa.BAB II PEMBAHASAN A. dan metil orange. basa. atau netral.00:28 by newsmasterFMIPA Dalam kehidupan sehari-hari akan ditemukan senyawa dalam tiga keadaan yaitu asam. Alearts dan Santika (1984) melampirkan beberapa indikator dan perubahannya pada trayek PH tertentu.

pigmen bunga tidak berubah sehingga ketika dilarutkan akan menghasilkan warna yang mudah diamati. Setelah semalam. Cara penggunaan indikator cair yaitu meneteskan indikator tersebut pada larutan yang akan diuji pHnya. Kemudian indikator cair dituangkan dalam stoples lain dan disimpan dalam kulkas sampai akan digunakan. yang dipilih sebagai pelarut selain dilihat dari sifat polarnya juga dilihat dari aspek ekonomisnya. Semakin luas permukaan bunga maka semakin banyak pigmen warna bunga yang larut pada proses pelarutan. Penggunaan pelarut untuk melarutkan bunga digunakan secukupnya karena apabila berlebihan maka larutan yang dihasilkan akan menjadi encer sehingga menyebabkan produk yang dihasilkan kurang baik.5 cm di atas bunga lalu didiamkan semalam agar pigmen warna bunga larut dalam alkohol. Setelah bunga dipotong selanjutnya bunga dikeringkan dalam oven untuk mengurangi kadar air yang terkandung. Bunga yang sudah kering dimasukkan dalam stoples dan ditambahkan alkohol 70% sampai ± 0. Larutan akan memberikan perubahan warna yang kemudian perubahan warna tersebut dicocokkan dengan warna pada trayek pH indikator tersebut. Ekstrak bunga tersebut merupakan indikator cair. Pada suhu tersebut. Warna larutan yang sama dengan warna pada trayek pH menunjukkan bahwa pH larutan sama dengan pH pada trayek pH indikator tersebut. Bunga yang sudah dicuci kemudian dipotong kecil-kecil untuk memperluas permukaan bunga sehingga proses pelarutan bunga lebih efektif. Masing-masing warna pada trayek pH memiliki pH yang berbeda setiap warnanya. 3 . Pengovenan dilakukan pada suhu 50ºC selama 15 menit. Alkohol 70% sebenarnya merupakan etanol. Etanol lebih mudah didapatkan dan harganya lebih murah dibandingkan dengan jenis alkohol lainnya. selain itu mudah dibuat juga murah karena bahan-bahannya mudah didapat serta menambah pengetahuan tentang manfaat bunga tapakdara.(Lantara Camara L) dengan didasari pemikiran bahwa zat warna pada tanaman merupakan senyawa organik berwarna seperti dimiliki oleh indikator sintetis. jengger ayam dan tembelekan. Apabila pengeringan dilakukan pada suhu lebih besar dari 50ºC maka warna bunga akan berubah karena karakteristik warna bunga awal hilang. Pada pembuatan indikator cair bunga dicuci dengan air mengalir agar bersih juga dimaksudkan agar pigmen warna bunga tidak ikut larut dalam air. larutan disaring untuk mendapatkan filtratnya yaitu ekstrak bunga. Pada proses pemotongan bunga tidak dicincang melainkan dipotong kecil-kecil. Karakteristik bunga yang baik digunakan sebagai indikator pH yaitu bunga yang masih segar berwarna tua digunakan hanya mahkota bunga sedangkan benang sari dan putik tidak digunakan.

B. (disini hanya dibahas tentang titrasi asam basa). 2008 by indigoMorie 4 . titrasi redox untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi. 2008 by indigoMorie Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya. Prinsip Titrasi Asam Basa Dikutip dari : Apr 7. Titrasi Asam Basa 1. sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa. titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatan pembentukan reaksi kompleks dan lain sebagainya. Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai “titrant” dan biasanya diletakan di dalam Erlenmeyer. sedangkan zat yang telah diketahui konsentrasinya disebut sebagai “titer” dan biasanya diletakkan di dalam “buret”. Pengertian Titrasi Asam Basa Dikutip dari : Apr 7. Baik titer maupun titrant biasanya berupa larutan. 2.

Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa dan sebaliknya. Cara Menentukan Titik Ekuivalen Dikutip dari : Apr 7.1. dapat berupa asam kuat atau lemah dengan basa kuat atau lemah. volume dan konsentrasi titer maka kita bisa menghitung kadar titrant. Pada saat titik ekuivalent ini maka proses titrasi dihentikan. Reaksi antara asam dan basa. perubahan pH dapat diikuti dengan mengukur pH larutan yang dititrasi dengan elektrode pada pH meter. Titrasi asam basa berdasarkan reaksi penetralan. 3. Harga pH titik ekivalen titrasi asam basa Dari pH titik ekivalen tersebut dapat dipilih indikator untuk titrasi asam basa yang mempunyai harga kisaran pH tertentu.Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titrant. Keadaan ini disebut sebagai “titik ekuivalen”. meliputi berikut ini . Tabel 6. sehingga akan terjadi perubahan pH larutan yang dititrasi. kemudian kita mencatat volume titer yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut. Secara percobaan. Ditulis oleh Adam Wiryawan pada 17-01-2011 Titrasi asam basa melibatkan reaksi antara asam dengan basa. 2008 by indigoMorie 5 . Dengan menggunakan data volume titrant. Titrant ditambahkan titer sedikit demi sedikit sampai mencapai keadaan ekuivalen ( artinya secara stoikiometri titrant dan titer tepat habis bereaksi).

sehingga rumus diatas menjadi: nxMxV asam = nxVxM basa keterangan N V M n = Normalitas = Volume = Molaritas = jumlah ion H+ (pada asam) atau OH – (pada basa) 6 . Titik tengah dari kurva titrasi tersebut adalah “titik ekuivalent”. hal ini dapat dilakukan dengan memilih indicator yang tepat dan sesuai dengan titrasi yang akan dilakukan. maka hal ini dapat kita tulis sebagai berikut: mol-ekuivalen asam = mol-ekuivalen basa Mol-ekuivalen diperoleh dari hasil perkalian antara Normalitas dengan volume maka rumus diatas dapat kita tulis sebagai: NxV asam = NxV basa Normalitas diperoleh dari hasil perkalian antara molaritas (M) dengan jumlah ion H+ pada asam atau jumlah ion OH pada basa. Penambahan indicator diusahakan sesedikit mungkin dan umumnya adalah dua hingga tiga tetes. Pada umumnya cara kedua dipilih disebabkan kemudahan pengamatan. Indikator yang dipakai dalam titrasi asam basa adalah indicator yang perbahan warnanya dipengaruhi oleh pH. Untuk memperoleh ketepatan hasil titrasi maka titik akhir titrasi dipilih sedekat mungkin dengan titik equivalent. tidak diperlukan alat tambahan. kemudian membuat plot antara pH dengan volume titrant untuk memperoleh kurva titrasi. 2. Memakai pH meter untuk memonitor perubahan pH selama titrasi dilakukan. dan sangat praktis. Indikator ini akan berubah warna ketika titik ekuivalen terjadi. 1. Indikator ditambahkan pada titrant sebelum proses titrasi dilakukan.Ada dua cara umum untuk menentukan titik ekuivalen pada titrasi asam basa. Keadaan dimana titrasi dihentikan dengan cara melihat perubahan warna indicator disebut sebagai “titik akhir titrasi”. 4. Memakai indicator asam basa. Rumus Umum Titrasi Pada saat titik ekuivalen maka mol-ekuivalent asam akan sama dengan mol-ekuivalent basa. pada saat inilah titrasi kita hentikan.

9 cm3 sampai 2. Mengalirkan asam pada basa anda dapat melihat bahwa pH hanya menurun dalam jumlah yang sangat sedikit sekali sampai mendekati titik ekivalen. 7 .1 x 100 = 2 x M x 25 M basa = 0.2 M C.3 ketika anda menambahkan 24.Contoh soal: Tentukanlah konsentrasi larutan Ca(OH)2 sebanyak 25 mL yang dititrasi dengan 100mL larutan HCl 0. Kemudian kurva tersebu melonjak turun dengan sangat curam.1 M ! Penyelesaian : HCl memiliki valensi (nA) = 1 Ca(OH)2 memiliki valensi = 2 Rumus: nxMxV asam = nxVxM basa 1 x 0. Jika anda menghitung harganya. Membuat Grafik Titrasi Asam Basa 1. penurunan pH terjadi dari 11.1 cm3. titrasi untuk asam kuat vs basa kuat Kita akan menganmbil asam hidroklorida dan natrium hidroksida sebagai asam kuat dan basa kuat.7 ketika anda menambahkan 25.

Mengalirkan basa pada asam Kurva ini sama dengan kurva sebelumnya terkecuali. Mengalirkan asam pada basa 8 . Kemudian kurva tersebut meningkat dengan sangat tajam. dimulai dengan pH rendah dan meningkat seiring dengan penambahan larutan natriun hidroksida yang anda lakukan. 2. tentunya. titrasi untuk asam kuat vs basa lemah Kali ini kita akan menggunakan asam hidroklorida sebagai asam kuat dan larutan amonia sebagai basa lemah. pH tidak berubah drastis sampai anda mendekati titik ekivalen. Sekali lagi.

sekali anda mendapatkan kelebihan asam. Larutan penyangga yang terbentuk mengandung kelebihan amonia dan amonium klorida.Karena anda memiliki basa lemah. Bagaimanapun. Karena amonia hanya basa lemah. Ini hanya terjadi setelah titik ekivalen yang mana menjadi sesuatu yang berbeda. pH menurun dengan cepat seiring dengan penambahan asam. tetapi kemudian kurva segera berubah dengan tingkat kecuraman yang berkurang. Karena itu. 3. titirasi untuk asam lemah vs basa kuat Kita akan mengambil asam etanoat dan natrium hidroksida sebagai asam lemah dan basa kuat. kurva pada dasarnya sama seperti sebelumnya. Hal ini karena terbentuk larutan penyangga – sebagai akibat dari kelebihan amonia dan pembentukan amonium klorida. karena amonium klorida murni tidak netral. permulaan kurva sangat jelas berbeda. Harus diperhatikan bahwa titik ekivalen sekarang sedikit bersifat asam (sedikit lebih kecil daripada pH 5). titik ekivalen tetap turun sedikit curam pada kurva. anda memiliki kelebihan asam hidroklorida. Bentuk kurva akan sama dengan ketika anda memiliki kelebihan asam pada permulaan titrasi yang menggunakan larutan natrium hidroksida pada asam. Pada bagian permulaan kurva. Mengalirkan basa pada asam Pada bagian permulaan titrasi ini. Larutan penyangga ini menahan kenaikan pH yang sangat besar – tidak akan terjadi kenaikan yang sangat besar lagi. 9 . Hal itu akan menjadi sangat penting dalam pemilihan indikator yang tepat.

Mengalirkan asam pada basa Untuk bagian pertama dari gambar. Larutan penyangga ini menahan penurunan pH yang drastis. Mengalirkan alkali pada asam Permulaan gambar menunjukkan kenaikan pH yang relatif cepat tetapi mereda seiring dengan pembentukan larutan penyangga yang mengandung asam etanoat dan natrium etanoat. Sekali saja ada kelebihan asam. anda memiliki kelebihan natrium hidroksida. maka akan terjadi suatu hal yang berbeda. Kurva akan tepat sama dengan ketika anda menambahkan asam hidroklorida pada natrium hidroksida. Setelah melewati titik ekivalen (ketika terjadi kelebihan natrium hidroksida) kurva sama seperti pada bagian akhir gambar HCl-NaOH. 10 . Setelah titik ekivalen anda memiliki larutan penyangga yang mengandung natrium etanoat dan asam etanoat.

Hal ini juga terjadi karena keduanya bersifat lemah – pada kasus tersebut. Setelah titik ekivalen seperti bagian akhir kurva asam etanoat – NaOH. Perhatian bahwa kurva tersebut sedikit tidak curam pada gambar ini. Mengalirkan asam pada basa Gambar ini hanyalah penggabungan gambar yang telah anda lihat. Sebelum titik ekivalen sama seperti kasus amonia – HCl. titik ekivalen kira-kira terletak pada pH 7. terdapat sesuatu yang dikenal dengan "titik infleksi".4. titrasi untuk asam lemah vs basa lemah Contoh yang biasa untuk kurva titrasi asam lemah dan basa lemah adalah asam etanoat dan amonia. 11 . Kecuraman yang berkurang berarti bahwa sulit melakukan titrasi antara asam lemah vs basa lemah. Malahan.

Kesimpulan Indikator yang dipakai dalam titrasi asam basa adalah indicator yang perbahan warnanya dipengaruhi oleh pH. Penambahan indicator diusahakan sesedikit mungkin dan umumnya adalah dua hingga tiga tetes. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi. 12 .BAB III PENUTUP A. B. Saran Dalam penulisan makalah ini mungkin terdapat kesalahan yang tidak disengaja. Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya. Penulis mohon maaf dan mengharapkan kritik maupun saran dari pembaca yang bersifat membangun. sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa.Atas perhatian pembaca.penulis mengucapkan terima kasih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful