P. 1
umayyah

umayyah

|Views: 75|Likes:
Published by Bima Putra Winasis

More info:

Published by: Bima Putra Winasis on Apr 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2012

pdf

text

original

Pendahuluan Sebagai bagian dari khazanah masa lalu, sejarah panjang perjalanan islam telah membentuk suatu peradaban

yang mengalami pasang surut. Hal ini tampak dalam hadis Nabi yang menjelaskan tentang keadaan dan kondisi umat islam, yang dalam hal ini Nabi cirikan dengan keadaan para penguasanya. Setidaknya beliau membagi fase peradaban islam setelah beliau wafat dalam empat fase. Fase pertama adalah fase dimana kepemimpinan kaum muslimin dikelola oleh orang-orang yang mengacu pada cara (manhaj) kepemimpinan nabi, yang adil dan mengangkat kewibawaan Islam. fase ini disepakati sudah berlalu dengan para aktornya adalah khulafaaur rasyidiin. Fase kedua merupakan masa dimana para penguasanya kebanyakan adalah penguasa yang sombong, angkuh dan tidak lagi menggunakan manhaj kepemimpinan nabi. Walaupun begitu, para penguasa di fase ini masih menggunakan hukum-hukum Islam sebagai dasar perundangan negara. Selanjutnya kaum muslimin akan dihadapkan dengan masa dimana para penguasanya adalah penguasa yang zholim, kejam dan menindas kaumnya sendiri. Fase inilah yang kemudian ditengarai sedang terjadi di dunia Islam pada masa-masa sekarang. setelah fase yang ketiga ini selesai, maka akan muncul masa dimana kepemimpinan umat Islam akan diusung kembali oleh penguasa yang adil. Yaitu orang-orang yang memimpin sesuai dengan manhaj kepemimpinan Rasulullah. Fase-fase peradaban Islam di atas, juga mewariskan berbagai macam hal yang sangat mempengaruhi dan berharga pada dinamika kehidupan peradaban manusia. Ditinjau dari warisan peradaban Islam dari masa ke masa, akan terlihat perbedaan mendasar karakteristik warisan itu, sesuai dengan fase peradaban Islam yang saat itu terjadi. Dalam makalah ini kami membatasi diri dalam pembahasan dinasti Bani Umayyah , yang menjadi tonggak awal terbentuknya sistem monarkhi dalam islam dan perkembangan peradaban di dunia islam. II. A. Pembahasan Kelahiran Bani Umayyah

Sebutan Daulah Umayyah berasal dari nama “Umayyah ibn ‘abdi Syam Ibn Abdi Manaf, salah seorang pemimpin suku Quraisy pada zaman Jahiliyah. Bani Umayyah baru masuk Islam setelah Nabi Muhammad saw. berhasil menaklukkan kota mekkah (Fathu Makkah). Sepeninggal Rasulullah, Bani Umayyah sesungguhnya menginginkan jabatan pengganti Rasul (khalifah), tetapi mereka belum berani menampakkan cita-citanya itu pada masa Abu Bakar dan Umar. Baru setelah Umar meninggal, yang penggantinya diserahkan kepada hasil musyawarah enam orang sahabat, Bani Umayyah menyokong pencalonan Usman secara terang-terangan, hingga akhirnya Usman terpilih. Sejak saat itu mulailah meletakkan dasar-dasar

Amr Ibn Ash menasehati Mu’awiyah agar pasukannya mengangkat mushaf-mushaf al-Qur’an di ujung lembing-lembing mereka pertanda seruan untuk damai.[4] Ketika Ali bin Abi Thalib naik menggantikan kedudukan Khalifah Usman bin Affan. yaitu golongan yang mendukung kekhalifahan Ali. yang berarti pula mengakhiri masa pemerintahan Khulafa ar-Rasyidin. Dia mendesak untuk membalas kematian khalfah Usman.[6] Kaum khawarij selalu berusah untuk merebut masa Islam dari pengikut Ali. Oleh karena itu umat Islam pada saat itu terbagi menjadi tiga golongan : 1.untuk menegakkan Khilafah Umayyah. B. hamper-hampir pasukan Mu’awiyah terkalahkan. Mu’awiyah selaku gubernur di Syam (Syiria) membentuk partao yang kuat. Muawiyah bin Abu Sufyan adalah seorang politisi handal. Khawarij yang menjadi lawan kedua partai. agar tidak tertipu dengan tindakkan itu. sebab mereka yakin bahwa ketiga pemimpin ini merupakan sumber dari pergolakan-pergolakan. atau kalau tidak ia akan menyerang kedudukan khalifah bersama-sama dengan tentara Syiria. mengakibatkan banyak pengikut Ali telah ingkar yang di kemudian hari disebut kaum Khawarij. Mu’awiyah dan ‘Amr. wawasannya luas bijaksana. dan menolak untuk memenuhi perintah perintah Ali. dan meneruskan peperangan sampai akhir. ahli administrasi. Bani Umayyah dipimpin oleh Mu’awiyah Syi’ah atau pendukung Ali. Tekad mereka adalah membunuh ketiga tokoh di atas. karir pertama dari pengalaman politiknya sebagai gubernur Syam pada masa khalifah Utsman bin Affan cukup mengantar dirinya mampu mengambil alih kekuasaan dari genggaman keluarga Ali bin Abi Thalib. dan menyiapkan daerah Syam sebagai pusat kekuasaannya di kemudian hari. Pada tanggal 20 Ramadhadan 40 H (660 M) salah seorang Khawarij berhasil membunuh Ali di Masjid Kufah. Pada masa pemerintahan Usman inilah Mu’awiyah mencurahkan segala tenaganya untuk memperkuat dirinya. Para Khalifah Umayyah . Tetapi pada saat yang demikian. sehingga pada akhirnya Ali terpaksa menghentikan perang dan berjanji untuk menerima Tahkim.[2] Kerajaan Bani Umayyah didirikan oleh Mu’awiyah Bin Abu Sufyan pada tahun 41 H/661 M di Damaskus dan berlangsung hingga pada tahun 132H/750 M. 2. Desakkan Mu’awiyyah akhirnya tertumpah dalam perang Shiffin (37/657). tetapi malah terjadi perpecahan di antara mereka sendiri.[5] keputusan yang dihasilkan oleh wakil Ali (Abu Musa al-Asyari’) dan pihak Mu’awiyah (Amr Ibn Ash) ternyata membantu memperkuat kedudukan Mu’awiyah dan golongan yang mendukungnya. 3. dan dermawan. Dalam pertempuran sengit antara pasukan Ali dengan Mu’awiyyah itu. Ali menasehatkan pasukannya. [3] Tepatnya setelah Husein putra Ali bin Thalib dapat dikalahkan oleh Umayyah. Peristiwa Tahkim yang merugikan Ali .

Pada masa ini perluasan wilayah Islam meliputi sebagai berikut: a. Wilayah Afrika Utara sampai ke pantai Atlantik dan menyeberangi selat Jabal tarik (Selat Gibraltar). dan Andalusia. Al-Walid bin Abdul Malik (86-97H/705-715M) 7. Sumpah jabatan di hadapan dua orang putra Ali. Mu’awiyah II bin Yazid (64-65H/683-684M) 4. kecuali Husein ibn Ali dan Abdullah ibn Zubair. [7] Daulah Umayyah. Pada tahun 41/661 Mu’awiyah memasuki kota Kufah. dan disaksikan oleh rakyat banyak.Wafatnya Ali adalah satu jembatan emas bagi Mu’awiyah guna merealisasikan keputusan-keputusan perjanjian perdamaian (tahkim). hingga Maroko. Abdul Malik bin Marwan (66-86H/685-705M) 6. Al-Walid II bin Yazid (126-127H/743-744M) 12. Hasan dan Husein. Yazid kemudian mengirim surat kepada gubernur Madinah. sejumlah tokoh terkemuka di Madinah tidak mau menyatakan setia kepadanya. Pada masanya. Dengan cara ini. Wilayah Timur. Sulaiman bin Abdul Malik (97-99H/715-717M) 8. Yazid bin Abdul Malik (102-106H/720-724M) 10. kerajaanUmayyah mampu memperluas wilayah kekuasaan Islam sampai ke India. Wilayah kekuasaan Kerajaan Romawi di Asia Kecil meliputi Ibukota Konstantinopel serta perluasan ke beberapa pulau di Laut Tengah. semua orang terpaksa tunduk. memintanya untuk memaksa penduduk mengambil sumpah setia kepadanya. Hisyam bin Abdul Malik (106-126H/724-743M) 11. Ibrahim bin Malik (127H/744M) 14. Yazid III bin Walid(127H/744M) 13. yang ibu kota pemerintahannya di Damaskus. Marwan bin Hakam (65-66H/684-685M) 5. Perlawanan terhadab Bani Umayyah dimulai oleh Husein ibn Ali.Marwan II bin Muhammad (127-133H/744-750M)[8] Ketika Yazid naik tahta. yang menjadikan dia sebagai penguasa terkuatdi wilayah kekuasaan Islam. Umar bin Abdul Azis (99-102H/717-720M) 9. Mu’awiyah I bin Abi Sufyan (41-61H/661-680M) 2. sehingga tahun tersebut terkenal dalam sejarah sebagai “Aamul Jama’ah”. yaitu tahun 705-715 M. Yazid bin Mu’awiyah (61-64H/680-683M) 3. berlangsung selama 91 tahun dan diperintah oleh 14 orang khalifah : 1. b. Afrika Utara. Bagian Utara di seberang sungai Jihun (Amru Daria). Syi’ah (pengikut Ali) melakukan konsolidasi (penggabungan) kekuatan kembali. c. Bersamaan dengan itu. . [9] Kejayaan Kerajaan Umayyah semakin menonjol setelah diperintahkan Al-Walid bin Abdul Malik.

ditangkap dan dibunuh di sana. Suksesi kepemimpinan secara turun temurun dimulai ketika Muawiyah mewajibkan seluruh rakyatnya untuk menyatakan setia terhadap anaknya. Sebenarnya Hisyam ibn Abd al-Malik adalah seorang khalifah yang kuat dan terampil. Bani Abbas. Ini berarti bahwa prioritas utama adalah pembangunan dalam negeri. Akhirnya. Kekuatan itu berasal dari kalangan Bani Hasyim yang didukung oleh golongan Mawali dan merupakan ancaman yang sangat serius. Dalam perkembangan berikutnya kekuatan baru ini.[10] Sepeninggal Umar ibn Abd Al-Aziz. Beliau menyatakan bahwa memperbaiki dan meningkatkan negeri yang berada dalam wilayah Islam lebih baik daripada menambah perluasannya. Marwan bin Muhammad. karena gerakan oposisi terlalu kuat khalifah tidak berdaya mematahkannya. Bahkan di zaman Hisyam ini muncul satu kekuatan baru yang menjadi tantangan berat bagi pemerintahan Bani Umayyah. Dengan latar belakang dan kepentingan etnis politis. Beliau menjadikan azas nepotisme sebagai dasar pengangkatan khalifah. Kerusuhan terus berlanjut hingga masa pemerintahan Khalifah berikutnya. khalifah terakhir Bani Umayyah. Hal ini makin memperkuat golongan oposisi. [12] C. Akan tetapi. mampu menggulingkan dinasti Umayyah dan menggantikannya dengan dinasti baru. Tidak ada lagi suksesi kepemimpinan .Pada masa pemerintahan Khalifah Umar ibn Abd Al-Aziz (717-720 M) hubungan pemerintah dengan golongan oposisi mulai membaik. melarikan diri ke Mesir. yakni penerapan garis-garis kepemimpinan. Masyarakat yang sebelumnya hidup dalam ketenteraman dan kedamaian. Penguasa yang satu ini terlalu gandrung kepada kemewahan dan kurang memperhatikan kehidupan rakyat. kekuasaan Bani Umayyah berada di bawah khalifah Yazid ibn Abd al-Malik (720. Yazid. Daulat Umayyah digulingkan Bani Abbas yang bersekutu dengan Abu Muslim al-Khurasani. Dia juga memberi kebebasan kepada penganut agama lain untuk beribadah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya. khalifah-khalifah Bani Umayyah yang tampil bukan hanya lemah tetapi juga bermoral buruk. Ketika dinobatkan sebagai khalifah.724 M). dia berhasil menjalin hubungan baik dengan golongan Syi’ah. Hal ini menunjukkan bahwa Muawiyah bermaksud mencontoh monarchi di Persia dan Bizantium. kedudukan Mawali disejajarkan dengan muslim Arab. masyarakat menyatakan konfrontasi terhadap pemerintahan Yazid ibn Abd Al-Malik. Pajak diperingan. Hisyam ibn Abd AlMalik (724-743 M). [13] Perintah ini tentu saja memberikan sinyal awal bahwa kesetiaan terhadap Yazid merupakan bentuk pengokohan terhadap sistem pemerintahan yang turun temurun telah coba dibangun oleh Mu’awiyah. pada tahun 750 M. [11] Sepeninggal Hisyam ibn Abd al-Malik. Meskipun masa pemerintahannya sangat singkat. Sistem Pemerintahan dan Administrasi Memasuki masa kekuasaan Mu’awiyyah yang menjadi awal kekuasaan bani Umayyah ini. pada zamannya berubah menjadi kacau. sistem pemerintahan islam yang dulunya bersifat demokrasi berubah menjadi monarki heredetis (kerajaan turun temurun).

Diwan al-Kharaj (Urusan Keuangan). antisipasi atas setiap gerakan pemberontak. dia menyeberangi sungai Oxus dan dapat berhasil menundukkan Baikh. Inilah yang mendorong Imam Sibawaih menyusun kitab tata bahasa Arab hingga sekarang.berdasarkan asas musyawarah (syuro) dalam menentukan seorang pemimpin baru. Khawarizm. Selanjutnya dalam perubahan sistem pemerintah yang di lakukan Bani Umayyah menjadi Negara di bagi dua. Abdullah Bin Ziyad tiba dipegunungan Bukhari. Bukhara. Orang-orang yang berada di luar garis keturunan Mu’awiyah. secara substansial tidak memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk memimpin pemerintah Umat Islam.[16] D.Angkatan lautnya melakukan serangan-serangan ke Ibu Kota Bizantium. Disebelah timur. [15] Perubahan administrasi dari bahasa Yunani dan bahasa Pahlawi kedalam bahasa Arab di mulai dari Khalifah Abdul Malik. karenanya perhatian kepada bahasa arab sangat tinggi.Diwan al-Barid (Urusan Pos). Pada tahun 44H / 664M para tentaranya datang ke . Mu’awiyah telah merubah model kekuasaan dengan model kerajaan yang membenarkan regerisasi kekuasaan dengan cara memberikan kepada putera mahkota. Orientasi Kebijakan Politik dan Ekonomi Dijaman Muawiyah. 1) Ada lima diwan (lembaga) yang menopang suksesnya konsolidasi yang dilakukan. dan Diwan al-Khatam (Urusan Dokumentasi). Konstantinopel. Tujuannya adalah untuk memperkokoh barisan dalam rangka pertahanan dan keamanan dalam negeri. terutama unsur tata bahasa. Diwan ar-Rasail (Urusan Administrasi dan Surat). Mereka sampai kewilayah Quhistan pada tahun 44H / 664M. Ekspansi ke timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh Khalifah Abd Al-Malik. Tunisia dapat ditaklukkan.[14] Pada masa pemerintahan Muawiyah Konsolidasi Internal mulai dilakukan. Muawiyah dapat menguasai daerah Khurasan sampai kesungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul. Mayoritas penduduk dikawasan ini kaum Paganis. pada tahun 43H / 663M mereka mampu menaklukkan Salistan dan menaklukkan sebagian wilayah Thakaristan pada tahun 45H / 665M. karena sistem dinasti hanya membenarkan satu kebenaran bahwa suksesi hanya bisa diberikan kepada keturunan dalam dinasti tersebut. Pasukan islam menyerang wilayah Asia Tengah pada tahun 41H / 661M. dan untuk memperlancar program futuhat. orang-orang bukan arab waktu itu telah melai pandai bahasa Arab. Pusat dipimpin oleh Khalifah dan wilayah atau bagian dipimpin oleh seorang gubernur atau amir yang di angkat oleh Khalifah. Ferghana dan Samarkand. yakni: 2) 3) 4) 5) Diwan al-Jund (Urusan Kemiliteran).

dia wafat pada tahun 96H / 714M dan memerintah selama 10 tahun.[18] Pada masa pemerintahannya terjadi penaklukan yang demikian luas. [17] Ekspansi kebarat secara besar-besaran dilanjutkan dijaman Al-Walid Ibn Abd Abdul Malik (705M-714M). Dia membangun kota Rasyafah dan membereskan tata administrasi. lalu melakukan pengepungan Toulan sebuah wilayah di Prancis. . masa pemerintahan Umar Bin Abd Aziz terhitung pendek. Dijaman Hasyim Ibn Abd Al-Malik (724-743M) pemerintahannya dikenal dengan adanya perbaikan-perbaikan dan menjadikan tanah-tanah produktif. kemakmuran dan ketertiban. Dia mendistribusikan sedekah dan zakat dengan cara yang benar hingga kemiskinan tidak ada lagi dijamannya. Selanjutnya Ibu Kota Spanyol Kordova dengan cepatnya dapat dikuasai. Dia banyak menghidupkan dan memperbaiki tanah-tanah yang tidak produktif. Hasyim dikenal sangat jeli dalam berbagai perkara dan pertumpahan darah. dia dianggap sebagai salah seorang Khulafaur Rasyidin. Pasukan islam memperoleh dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa. Tentara Spanyol dapat dikalahkan. penaklukan ini dimulai dari Afrika utara menuju wilayah barat daya. dan daerah Punjab sampai ke Maitan. Umat islam merasa hidup bahagia. dengan demikian Spanyol menjadi sasaran ekspansi. Masjid Jami’ ini dibangun dengan sebuah arsitektur yang indah. benua eropa yaitu pada tahun 711M.India dan dapat menguasai Balukhistan. Penaklukan dimasa pemerintahannya pasukan islam melakukan penyerangan ke Prancis dengan melewati pegunungan Baranese mereka sampai ke wilayah Septomania dan Profanes. menggali sumur-sumur baru dan membangun masjid-masjid. sangat sedikit terjadi perang dimasa pemerintahan Umar. Dijaman Umar Ibn Ab Al-Aziz masa pemerintahannya diwarnai dengan banyak Reformasi dan perbaikan. Namun kaum muslimin tidak berhasil mencapai kemenangan yang berarti di Prancis.Sind. dia juga membangun Kubbatu Sharkah dan memperluas masjid Nabawi. tidak ada pemberontakan dimasa pemerintahanya. menyusul setelah itu kota-kota lain seperti Sevi’e. Pada masa inilah pemerintah islam mencapai wilayah yang demikian luas dalam rentang sejarahnya. Dakwah islam marak dengan menggunakan nasehat yang penuh hikmah sehingga banyak orang masuk islam. Masa pemerintahan Walid adalah masa ketentraman. Tariq Bin Ziyad pemimpin pasukan islam dengan pasukannya menyebrangi selat yang memisahkan antara Maroko dengan Benua Eropa dan mendarat disuatu tempat yang sekarang dikenal nama Bibraltar (Jabal Tariq). Dia memulai kekuasaannya dengan membangun Masjid Jami’ di Damaskus. dan Toledo yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru setelah jatuhnya Kordova. Dimasa pemerintahannya tidak ada lagi orang yang berhak menerima zakat ataupun sedekah. disamping itu juga melakukan pembangunan fisik dalam skala besar. Elvira. Namun dia dikenal sangat kikir dan pelit. Setelah Al Jazair dan Maroko dapat ditaklukkan. Berkat ketaqwa’an dan kesalehannya.

daerah yang sekarang disebut Pakistan. rapi. Uzbek. Penaklukan tersebut erat kaitannya dengan kondisi angkatan darat dan laut yang tangguh dan sistem administrasi yang mapan. Afrika Utara. Ekspansi yang terhenti pada masa khalifah Utsman dan Ali dilanjutkan kembali oleh dinasti ini. kecuali pada periode Umar bin Abdul Azis. Muawiyah tidak mentaati isi perjanjiannya dengan Hasan Ibn Ali ketika dia naik tahta yang menyebutkan bahwa persoalan pergantian pemimpin setelah Muawiyah diserahkan kepada pemilihan umat islam. Jazirah Arab. Khususnya dibidang Tashri. Wilayah kekuasaan islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. Irak. Daerah-daerah itu meliputi Spanyol.Penaklukan dimasa pemerintahannya yang dipimpin oleh Abdur Rahman Al-Ghafiqi.[19] Meskipun keberhasilan banyak dicapai dinasti ini. Baru setelah masa khalifah Umar Bin Abd Al-Aziz kemajuan dibidang Tashri mulai meningkat. Namun dalam peperangan yang terjadi diluar kota Tours. Palestina. Poitiers. Ulbek. Turkmenia. Irak. Dalam tatanan ekonomi dan keuangan juga dibentuk jawatan ekspor dan impor. peristiwa penyerangan ini merupakan peristiwa yang sangat membahayakan Eropa. sebagian Asia kecil. penaklukan merupakan program utama pemerintah yang sudah mentradisi. wilayah kekuasaan Islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. dan Kilgis di Asia Tengah. beliau berusaha mempertahankan perkembangan hadits yang hampir mengecewakan. baik di timur maupun barat. Daerahdaerah itu meliputi Spanyol. Afganistan. Persia. karena para penghafal hadits sudah meninggal sehingga Umar Bin Abd Al-Aziz berusaha untuk membukukan Hadits. jawatan pos dan giro serta penasihat khusus di bidang politik. dan tentaranya mundur kembali ke Prancis pada tahun 114H / 732M. Palestina. segala kebijakan pemerintah menentukan berhasil tidaknya penaklukan. banyak institusi politik dibentuk. namun tidak berarti bahwa politik dalam negeri dapat dianggap stabil. baik ditimur maupun barat. Syiria. Afganistan. dan Kirgis di Asia Tengah. Konsekuensinya. Semasa bani Umayyah berkuasa. Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah. kemajuan yang diperoleh sedikit sekali. . dari sana ia mencoba menyerang Tours. sebagian Asia Kecil. Bani Umayyah juga banyak berjasa dalam pembangunan di berbagai bidang. daerah yang sekarang disebut Pakistan Purkmenia. dewan menteri. lembaga sekretariat negara. Al-Ghafiqi terbunuh. misalnya undang-undang pemerintahan.[20] E. Jazirah Arabia. Ia mulai dengan menyerang Bordeau. dan komplit. Perkembangan Peradaban dan Ilmu Pengetahuan Dari berbagai periode pemerintahan Dinasti Umayyah. Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah. Syria. sebab kurangnya dukungan serta bantuan pemerintah (kerajaan) waktu itu. Persia. Deklarasi pengangkatan anaknya Yazid sebagai putra mahkota menyebabkan munculnya gerakan-gerakan oposisi dikalangan rakyat yang mengakibatkan terjadinya perang saudara beberapa kali dan berkelanjutan. Disamping ekspansi kekuasaan Islam. Afrika utara.

Keberhasilan Khalifah Abd Al-Malik diikuti oleh puteranya Al-Walid ibn Abd Al-Malik (705. Rakyat imperium arab terbagi kedalam empat golongan. Semua personel yang terlibat dalam kegiatan yang humanis ini digaji oleh negara secara tetap. dia mencetak uang tersendiri pada tahun 659 M dengan memakai kata-kata dan tulisan Arab.dinasti ini telah mampu menciptakan senjata-senjata perang yang canggih pada masanya. Bidang sosial Pada masa dinasti ini. Sedang dalam tatanan teknologi. mulai dibuat pada masa ini.badan urusan logistik. pabrik-pabrik. Selain melakukan perbaikan di berbagai bidang seperti yang telah disebutkan di atas. Golongan pertama merupakan golongan yang terdiri atas kaum muslimin yang memegang kekuasaan dan dikepali oleh anggota istana serta kaum ningrat dari penakluk arab.[22] b. seperti : a. baik dengan atas kemauan sendiri maupun paksaan. dinasti Umayyah juga melakukan perubahan dalam beberapa bidang. sarana transportasi darat maupun laut. Golongan ketiga merupakan kaum non muslim yang mengikat perjanjian dengan kaum muslim.[21] Muawiyah mendirikan dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda yang lengkap dengan peralatannya di sepanjang jalan. yang menjadi ciri khas kerajaan Umayyah. Lambang Negara yang sebelumnya tidak pernah dibuat oleh Al-Khulafaur Rasyidin. Golongan keempat merupakan golongan budak yang merupakan golongan terendah. Ia menetapkan bendera merah sebagai lambang negaranya. Dia juga berusaha menertibkan angkatan bersenjata dan mencetak mata uang. stratifikasi sosial mulai dikenal. gedung-gedung pemerintahan dan masjid-masjid yang megah. Golongan kedua merupakan golongan neomuslim. Kholifah Abd Al-Malik mengubah mata uang Bizantium dan Persia yang dipakai di daerah-daerah yang dikuasai Islam.715 M) seorang yang berkemauan keras dan berkemampuan melaksanakan pembangunan. Ia juga berhasil melakukan pembenahan-pembenahan administrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam. . sistem pertanian maupun pengairan. Untuk itu. Ekonomi Bidang-bidang ekonomi yang terdapat pada jaman Bani Umayyah terbukti berjaya membawa kemajuan kepada rakyatnya yaitu: . Dia juga membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan suatu daerah dengan daerah lainnya. dan badan pertanahan negara.Dalam bidang pertanian Umayyah telah memberi tumpuan terhadap pembangunan sector pertanian. lembaga sejenis perbankan. beliau telah memperkenalkan system pengairan bagi tujuan meningkatkan hasil pertanian. Dia membangun panti-panti untuk orang cacat.

pola pendidikan Islam pada periode Dinasti Umayyah telah mengalami perkembangan. dan Majelis Sastra. Khuttab merupakan tempat anak-anak belajar menulis dan membaca. Para Khulafa agaknya kurang memperhatikan bidang pendidikan. Lembaga kehakiman ini dikepalai oleh seorang ketua Hakim (Qadli). Biaya orang-orang hukuman dan tawanan perang 3. Bidang pendidikan Nampaknya pendidikan Islam pada masa periode Dinasti Umayyah ini hampir sama dengan pendidikan pada masa Khulafa ar Rasyiddin. Mesjid. sastra.Meskipun sistem pemerintahan tidak berjalan demokratis. biaya irigasi. Bila dibandingkan dengan masa Khulafa Ar-Rasyidin. c. Kebebasan memeluk agama pun juga dijamin. dimana kurikulumnya telah disesuaikan dengan tingkatannya masing-masing. sehingga perkembangannya pun kurang maksimal. Metode pengajarannya pun tidak sama. 2.tingkat dan bermacam-macam. dan filsafat. Pada Dinasti Umayyah ini.[23] Setelah pelajaran anak-anak di kuttab selesai mereka melanjutkan pendidikan yang dilakukan di mesjid. pendidikan yang dilaksanakan di mesjid terdiri dari dua tingkat yaitu: . Dalam bidang ini. Sehingga melahirkan beberapa pakar ilmuwan dalam berbagai bidang tertentu. Meskipun demikian. Perlengkapan perang. Para hakim menggali hukum berdasarkan AlQur’an dan sunnah Nabi. Seorang hakim (Qadli) memutuskan perkara dengan ijtihadnya. Tempat-tempat yang telah disediakan demi perkembangan pendidikan Islam pada masa Dinasti Umayyah ada tiga yaitu: Kuttab. namun kondisi sosial pada masa dinasti Umayyah tetap damai dan adil. terutama dalam pengembangan ilmu-ilmu agama islam. Disamping usaha tersebut Daulah Bani Umayyah memberikan Hak dan perlindungan kepada warga Negara yang berada dibawah pengawasan dan kekuasaannya. Diantara usaha positif yang dilakukan oleh para khilafah daulah Bani Umayyah dalam mensejahterakan rakyatnya ialah dengan memperbaiki seluruh sistem pemerintahan dan menata administrasi yang bertugas mengurusi masalah keuangan negara yang dipergunakan untuk: 1. Oleh karena itu Daulah ini membentuk lembaga kehakiman. Masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dan kesewenangan. sehingga para hakim dengan kekuasaan penuh berhak memutuskan suatu perkara tanpa mendapat tekanan atau pengaruh suatu golongan politik. Gaji pegawai dan tentara serta gaya tata usaha Negara. dinasti Umayyah memberikan andil yang cukup signifikan bagi perkembangan budaya arab pada masa sesudahnya. Disamping itu kehakiman ini belum terpengaruh atau dipengaruhi politik. Hal ini ditandai dengan semaraknya kegiatan ilmiah di tempat-tempat yang telah disediakan untuk kegiatan tersebut. Materi yang diajarkan bertingkat. menghafal Al Quran serta belajar pokok-pokok ajaran Islam.

Sedangkan Majelis sastra. seperti yang dilakukan oleh Khalid ibn Yazid ibn Mu'awiyah. Bangunan ini merupakan masjid yang pertama kali ditutup dengan kubah. yaitu : 1. perkembangan arsitektur mencapai puncaknya pada bentuk dan arsitektur masjid-masjid. merupakan salah satu contoh hasil karya arsitek muslim zaman permulaan yang paling cantik. seperti ilmu lughah. Pada tingkat menengah guru belumlah ulama besar sedangkan pada tingkat tinggi gurunya adalah ulama yang dalam ilmunya dan masyhur kealiman serta keahliannya. 2. para kholifah sangat menyokong perkembangan seni ini seperti menara yang diperkenalkan oleh Mu’awiyah. peranan kholifah daulah Umayyah sangat menonjol. seperti astronomi. khitabah dan amtsal. Al-Ulumul Dakhiliyah (ilmu yang diperlukan untuk kemajuan Islam). Pada masa Umar ibn Abdul Aziz. filsafat. al-Ulumul Lisaniyah. Usaha yang tidak kalah pentingnya pada masa Dinasti Umayyah ini dimulainya penterjemahan ilmu-ilmu dari bahasa lain ke dalam Bahasa Arab. tata bahasa. Bidang Seni Pada masa Daulah Bani Umayyah ini bidang seni juga mengalami perkembangan. syair. Al-Adaabul Hadits (ilmu-ilmu baru). geografi dan lain-lain. e. Dalam bidang arsitektur. Pada sekitar abad VII Walid ibn Abdul Malik membangun masjid agung di syiria berdasarkan nama-nama penguasa dinasti umayyah. Ia pula orang yang pertama kali menerjemahkan ilmu pengetahuan yunani ke dalam bahasa arab. kedokteran dan kimia. Kubah as-sakhra di yerussalem yang dibangun oleh Abdul Malik pada tahun 691. ilmu pasti. Hadist. Dengan demikian. Al-Adaabul Qadamah (ilmu lama). yaitu ilmu yang telah ada pasa zaman Jahiliyah dan ilmu di zaman khalifah yang empat. terutama seni bahasa. [25] Bahkan. [24] d. merupakan balai pertemuan untuk membahas masalah kesusasteraan dan juga sebagai tempat berdiskusi mengenai urusan politik yang disiapkan oleh khalifah yang dihiasi dengan hiasan yang indah dan hanya diperuntukkan bagi sastrawan dan ulama terkemuka. yang meliputi : ilmu thib. ilmu pengetahuan terbagi menjadi dua macam. tepatnya pada paroh terakhir dinasti Umayyah. Ia memperoleh gelar kesarjanaan dalam bidang kimia dan kedokteran serta mengarang beberapa buku dalam bidang tersebut. Fiqh. sejarah. seni suara. dan ilmu eksakta lainnya yang disalin dari Persia dan Romawi.tingkat menengah dan tingkat tinggi. yang meliputi : Al-ulumul Islamiyah (ilmu alQur’an. cabangcabang ilmu baru yang sebelumnya belum pernah diajarkan dalam dunia islam mulai diajarkan seperti. sekolah kedokteran yang pada awalnya berada di Alexandria dipindahkan ke . Ilmu Pengetahuan Pada masa dinasti ini. Ia merupakan seorang orator dan penyair yang berpikiran tajam. seni rupa. At-Tarikh dan al-Jughrafi). Pada masa Umayyah. dan seni bangunan (Arsitektur).

kitab tentang ilmu hadist sudah mulai dikarang oleh para ulama muslim. Pencemaran Al Quran juga disebabkan oleh faktor intervensi yang didasarkan kepada kisah-kisah Israiliyyat.Antokia. dua jenis ilmu pengetahuna yakni filologi dan leksikografi mendapatkan perhatian oleh banyak orang.” ungkap Howard R Turner dalam bukunya Science in Medieval Islam. Di abad ke-9 M. Di bawah pemerintahannya karya yunani banyak yang diterjemahkan ke dalam bahasa arab. ilmuwan Muslim dengan tekun menggali dan mempelajari karya-karya ilmuwan Yunani seperti Euclid serta risalah-risalah astronom Mesir. Sungguhpun demikian pemerintahan Umar ibn Aziz telah melahirkan metode pendidikan alternative. Pada masa Dinasti ini pula ilmu tafsir dan tafsir al-qur’an mulai berkembang dengan pesat. Al-Auza’i Abdurrahman bin Amr. Dibidang fiqh secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu aliran ahli al-Ra’y dan aliran al hadist. Khalifah Umar ibn Abdul Aziz yang memerintah hanya dua tahun 717-720 M pernah mengirim surat kepada Abu Bakar ibn Amir bin Ham dan kepada ulama yang lain untuk menuliskan dan mengumpulkan hadist. ilmu hadist juga mendapatkan perhatian serius. Pernyataan Turner itu membuktikan bahwa dunia modern yang didominasi Barat saat ini tak boleh menafikkan peran sarjana Muslim di era keemasan. dan ahli kesehatan yang mempelajari sifat fundamental dan cara bekerja pandangan dan cahaya. sedangkan aliran yang kedua lebih berpegang pada dalil-dalil. Karena tuntutan untuk mempelajari dan menafsirkan al-qur'an itulah. bahkan aliran ini tidak akan memberikan fatwa jika tidak ada ayat Al Quran dan hadits yang menerangkannya. [27] Selain ilmu tafsir. Ptolemeus tentang optik. juga karena banyaknya yang masuk Islam. Roger Bacon. namun hingga akhir pemerintahannya hal itu tidak terlaksana. Sebab. disamping karena faktor luasnya kawasan Islam ke beberapa daerah luar Arab yang membawa konsekwensi lemahnya rasa seni sastra arab. dari para ilmuwan Muslimlah. kelompok aliran pertama ini mengembangkan hukum Islam dengan menggunakan analogi atau Qiyas. Kepler.[26] Keberhasilan umat Islam menguasai bidang optik di masa kekhalifahan berawal dari kerja keras para filosof. Hasan Basri as-Sya’bi. Salah satu penemuan ilmu pengetahuan khususnya kedoteran pada masa itu adalah ilmu Optik ”Ilmu optik merupakan penemuan ilmiah para sarjana Muslim yang paling orisinil dan penting dalam sejarah Islam.hadist. Hal ini menyebabkan pencemaran bahasa Al Quran dan makna Al Quran yang digunakan untuk kepentingan golongan tertentu. Pada masa dinasti inilah. serta yang lainnya belajar ilmu optik. matematikus. Ilmu tafsir memiliki letak yang strategis. Nampaknya disiplin ilmu fiqh . Ibnu Abi Malikah (Abdullah bin Abi Malikah at-Tayammami al-Makky. Beberapa ulama hadist yang terkenal pada masa itu. sarjana Barat seperti Leonardo da Vinci. antara lain : Abu Bakar Muhammad bin Muslim bin Ubaidilah bin Abdullah bin Syihab az-Zuhri. yakni para ulama mencari hadist ke berbagai tempat dan orang yang dianggap mengetahuinya yang kemudian dikenal metodeRihlah.

Disamping itu. Sistem Pergantian Kepala Negara Dan Faktor Kemunduran Bani Umayyah Ada beberapa faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayyah lemah dan membawanya kepada kehancuran. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan kaum mawali yang merasa dikelas duakan oleh pemerintahan Bani Umayyah. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah. . baik secara terbuka seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah. Ketidak jelasan sistem pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana. para Ulama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang. Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. sebagian besar golongan mawali (non Arab). 4. terutama di Irak dan wilayah bagian timur lainnya. 5. Disamping itu.[28] F. Pada masa kekuasaan Bani Umayyah.menunjukkanperkembangan yang sangat berarti. pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelumIslam. Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru (bid’ah) bagi tradisi Islam yang lebih menekankan aspek senioritas. 2. Faktor-faktor itu antara lain adalah:[29] 1. merasa tidak puas karena status mawali itu menggambarkan suatu inferioritas. Latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan al-Abbas ibn Abd alMuthalib. ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayyah. Sisa-sisa Syi'ah (para pengikut Abdullah bin Saba’ al-Yahudi) dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi. Periode ini telah melahirkan sejumlah mujtahid fiqh. 3. sedangkan Imam Syafi’i dan Imam Ahmad ibn Hanbal lahir pada masa Abbasyiyah. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayyah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. makin meruncing. Pengaturannya tidak jelas. Terbukti ketika akhir masa Umayyah telah lahir tokoh mazhab yakni Imam Abu Hanifah di Irak dan Imam Malik Ibn Anas di Madinah.

sebagian kecil Asia. Berhasil dalam memperluas daerah kekuasaan Islam ke berbagai penjuru dunia. 4. Ilmu Kimia dan Kedokteran. Hajib. antara lain Ilmu Qiro’at. Administrasi ketatanegaraan. Barid dan sebagainya. Ilmu pengetahuan. Irak. Kesimpulan Bani Umayyah Pada masa dinasti Bani Umayyah. seperti Spanyol. Ilmu Hadits. Afghanistan. Islam mempengaruh kehidupan masyarakat luas. seperti adanya Lembaga Peradilan (Qadha).III. Rukhmenia. Afrika Utara. Ilmu Sejarah. Pakistan. 3. dan sebagainya. Kitabat. Ilmu Tafsir. Uzbekistan dan Kirgis. Persia. Palestina. Semenanjung Arabia. peadaban Islam mengalami perkembangan/kemajuan. Suria. yaitu : 1. Ilmu Nahwu. 2. .

(New York: Published 1995) Yunus. Munawar. (Jakarta: Prenada Media. Syalaby. Darul Kitab. (Jakarta:Pustaka al-Husna. Islam: Sejarah Singkat. Sejarah dan Kebudayaan Islam. Ahmad. Siti. (Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru. vol. Jilid 6 (Jakarta: Ichtiar Baru van Houve). Muchtar Yahya. Islam. Taqiyuddin As-Syiyasah As-Syar’iyah fi Islah Ar-Ra’iyah (Mesir. Maryam. V Munawwar Manshur. Brockelmann. Ibnu Taimiyah. Jakarta. 1951). . Akbar S Ahmed. terjemahan. Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam: Melacak Akar-akar Sosial. 1994. Sejarah Perdaban Islam dari Masa Klasik Hingga Modern. 1981 Ensiklopedi Islam untuk Pelajar. Rekonstruksi Sejarah Islam. 71-75 Chalil. terj. (London: Great Britain. Sejarah dan Peradaban Islam. (Malang: UMM Press. 2004. PT. Politik dan Budaya Umat Islam: Rajawali Pers: Ajid Thohir. 1989). Ensiklopedia.(Yogyakarta: LESFI 2003). Bulan Bintang. dewan redaksi ensiklopedi islam. Jahdan Ibn Humam. Khilafah dan Kerajaan. 1989 Nurhakim. 2003). Volum VI. 1948). Majalah Humaniora. Carl. Jakarta. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta. Ikhtiar Baru van Hoeve. 2003). Science in Medieval Islam. Empat Biografi Imam Mazhab. R Turner. 1983) Sunanto. Musyrifah. Karen. Muhammad. (Yogyakarta: Jendela. 2003) Armstrong. I. 1984). Ibrahim. (Yogyakarta:Kota Kembang. Abdul A’la. hlm. (Bandung: Mizan. Howard. Hida Karya Agung. Hassan. terj. Sejarah dan Kebudayaan Islam. “History Of The Islamic People”. Mahmud. Sejarah Islam Klasik Perkembangan Ilmu pengetahuan Islam.DAFTAR PUSTAKA al-Maududi. 2004). al-Gharbi.

hlm. Sejarah Perdaban Islam dari Masa Klasik Hingga Modern. [3] Muhammad. Islam: Sejarah Singkat. I. 179. 1951). Sejarah dan Peradaban Islam. Siti Maryam. [9] Karen Armstrong. terj. 1983). (Yogyakarta: Jendela. Cit. Siti Maryam. [16] Look. As-Syiyasah As-Syar’iyah fi Islah Ar-Ra’iyah (Mesir. 42 [14] Look. 1994. 63. Khilafah dan Kerajaan. 53. 82. Jahdan Ibn Humam. Sejarah Islam Klasik Perkembangan Ilmu pengetahuan Islam. 57. 2003). hlm. hlm. hlm. . [12] Ibid.130 [5] Abdul A’la al-Maududi. hlm. Nurhakim. Jakarta. 2003). (Jakarta: Ichtiar Baru Van Houve. vol. [17] Look. Darul Kitab. Cit. (Yogyakarta:Kota Kembang. 1989). terj. V hlm. hlm. 27. dewan redaksi ensiklopedi islam. 2004). Cit. Sejarah dan Kebudayaan Islam. Muchtar Yahya. hlm. 85. Nurhakim. [11] Ibid. Ikhtiar Baru van Hoeve. Jilid 5. (Jakarta:Pustaka al-Husna. [4] Ensiklopedia Islam. hlm. 1984). 48. 132. (Bandung: Mizan.[1] adalah Mahasiswa STAI “Ma’had Aly Al-Hikam” Malang semester V yang masih aktif. 39. 1999). [7] Siti Maryam dkk. [10] Op. terj. hlm. hlm. (Malang: UMM Press. 57. Nurhakim. hlm. [2] Ahmad Syalaby. al-Gharbi. [8] Ensiklopedi Islam. [15] Musyrifah Sunanto. [6] Hassan Ibrahim Hassan. hlm. [13] Taqiyuddin Ibnu Taimiyah. Cit. Sejarah dan Kebudayaan Islam. 81. hlm. (Yogyakarta: LESFI 2003). (Jakarta: Prenada Media.

Rekonstruksi Sejarah Islam. 1948). Empat Biografi Imam Mazhab.Fadli l Munawwar Manshur. (New York: Published 1995) [27] Pertumbuhan Dan Perkembangan Budaya Arab Pada Masa Dinasti Umayyah. dewan redaksi ensiklopedi islam. [25] Ensiklopedia Islam vol. (London: Great Britain. Siti Maryam. Jakarta. 104. [19] Op. 86-87. Jakarta. Ikhtiar Baru van Hoeve. 1989. majalah Humaniora Volum VI [28] Munawar Chalil. Jakarta : 199 [26] Howard R Turner. hlm. [20] Ibid. Politik dan Budaya Umat Islam: Rajawali Pers: Ajid Thohir hal 37 [22] Akbar S Ahmed. 5.35.[18] Ensiklopedi Islam untuk Pelajar. 39 [24] Brockelmann. 1981. 23 [29] Ibid. Jilid 6 (Jakarta: Ichtiar Baru van Houve). Sejarah Pendidikan Islam. hlm. [21] Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam: Melacak Akar-akar Sosial. “History Of The Islamic People”. hlm. h. 2003). h. Yunus. (Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru. hlm. PT. . Cit. Carl. Bulan Bintang. [23]Mahmud. 74. Science in Medieval Islam. Hida Karya Agung.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->