P. 1
Yuli_Gunawan

Yuli_Gunawan

|Views: 882|Likes:
Published by Randy Mada

More info:

Published by: Randy Mada on Apr 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2013

pdf

text

original

Proses pengolahan limbah yang terjadi dilagoon dilakukan dengan tiga

cara, yaitu pengolahan caraaerob,anaerob danfacultatif.

1.Pengolahan cara aerob

Beberapa proses pengolahan secaraaerob yaitu :

a.Kolam oksidasi

72

Prinsip dasar dalam oksidasi adalah kemampuan pemulihan

karena adanya bantuan dari luar.

Faktor-faktor yang memepengaruhi kerja kolam oksidasi yaitu :

Kedalaman kolam.

Kedalaman kolam yang lebih dari 2 m mengakibatkan sinar

matahari tidak dapat mencapai dasar kolam sehingga

menghambat proses fotosintesis.

Kondisi limbah

Limbah yang mengandung zat padat kasar, minyak,

kandungan bahan organik yang tinggi, zat tersuspensi dan

terlarut akan menghalangi sinar matahari sehingga

fotosintesis tidak terjadi.

Iklim

Suhu sangat mempengaruhi sistem kolam oksidasi.Pada

cuaca cerah proses oksidasi berlangsung dengan baik,

oksigen terlarutpun bertambah banyak sehingga nilai BOD

akan turun, dan sebaliknya jika hujan turun dan mendung,

aktivitas bakteri berkurang, kolam kekurangan oksigen

sehinggaterciptanya kondisianaerob.

b.Lumpur Aktif

Lumpur aktif yaitu jumlah total padatan tersuspensi yang

berasal darikolam pengendap lumpur aktif. Lumpur banyak

mengandung zat pengurai sehingga sangat baik untuk memakan

bahan organik.

2.Pengolahan cara anaerob

Pada pengolahan caraanaerob, mengubah bahan buangan menjadi

metana dan CO2 dalam keadaan tanpa udara. Keuntungan proses ini

adalah energi yang dibutuhkan sedikit, menghasilkan gas metana

73

yang dapat dimanfaatkan kembali, lumpur yang dihasilkan sedikit

dan mampu menguraikan bahan organik yang lebih kompleks pada

konsentrasi yang tinggi.

3.Pengolahan secara fakultatif

Kolam fakultatif adalah kolam yang mengandung bakteri yang

memiliki adaptasi tinggi. Bakteri dapat berfungsi sebagai

organismeaerob bila terdapat oksigen, dan berfungsi sebagai

organismeanaerob bila tidak ada oksigen.

Pada prosesaerated facultatif lagoon ini terdapat 3 jenis zona

proses, yaitu :

1.Zona permukaan / daerahaerob

Pada zona ini terjadi penguraian bahan-bahan organik dalam

limbah oleh bakteriaerob. Oksigen disuplai oleh kerjafloating

agitator. Proses biokonversi oleh bakteriaerob ini

menghasilkan bahan organik yang lebih sederhana dan bakteri

baru dimana keduanya membentuk settleable biomass.

Settleable biomass ini, bersama-samaflotable matter

mengendap membentukorganic sludge.

2. Zonaintermediate / daerah fakultatif

Pada zona ini terjadi dekomposisi bahan oraganik oleh bakteri

fakultatif yaitu bakteri yang bisa hidup dengan atau tanpa

oksigen. Pada proses ini jugadihasilkanorganic sludge.

3.Zona dasar / daerahanaerob

Pada zona ini terjadi akumulasi padatan dan dekomposisi

padatan tersebut oleh bakterianaerob. Proses ini menghasilkan

inert organic sludge yang tidak dapat lagi diuraikan oleh bakteri,

serta gas-gas seperti CO2, H2S, dan CH4. Gas-gas dari zona

dasar ini naik ke zona diatasnya dan dioksidasi oleh bakteri dan

74

sebagian kecil dilepas dipermukaan. Dengan adanya proses

biokonversi oleh bakterianaerob ini bahan organik dalam

sludge yang tersisa tidak lebih dari 25% bahan organik yang ada

semula, karenanya dalam sistemlagoon ini, lumpur yang

dihasilkan tidak perlu dibuang karena unit ini memang didesain

untuk bisa berfungsi baik tanpa dikeruk endapannya selama

masa operasi 20 tahun.

Pengolah air limbahsistem lagoon ini memiliki empat kolam yang

dirangkai secara seri setiap dua kolam, satu buah kolammaturating

lagoon,klorinasi, barscreendan communitor.

Kapasitaslagoonini adalah 2000 m3

/hari. Kapasitas pengolahan lagoon

didasarkan pada jumlah harian rata-rata limbah cair yang berasal dari

pemukiman disekitar area pabrik.

Air limbah yang masuk

didistribusikan kedalam empat buah lagoon, setiap dua buah lagoon

dihubungkan secara berurutan dengan kapasitas setengah dari kapasitas

totalnya (1000 m3

).Waktu tinggal limbah yang diolah didalam lagoon

ini adalah 6 hari. Dimensi masing-masinglagoon ini adalah panjang 24

m, lebar 24 m, kedalaman efektif 3 m.

Setiaplagoon dilengkapi denganmechanical surface aerator floating

type yang berfungsi untuk mendispersikan oksigen kedalam cairan agar

mencapai kandungan oksigen terlarut rata-rata 3 mg/L. Kandungan

BOD setelah keluar dari lagoon diharapkan berada dibawah 29 mg/L.

Untuk meningkatkan kualitas effluen akhir, cairan dimasukkan

maturing lagoon. Waktu tinggal cairan didalam maturing lagoon adalah

18 jam.Dimensi dari maturing lagoon adalah panjang 48 m, lebar 22

m, kedalaman efektif 1 m.

75

Selain oleh bakteri, penurunan kadar BOD juga disebabkan oleh adanya

proses fotosintesa dipermukaan kolam.Fotosintesa ini secara tidak

langsung berperan dalam proses penurunan kadar BOD karena

menghasilkan oksigen yang digunakan oleh bakteriaerob untuk

melakukan degradasi bahan-bahan organik dalam limbah. Proses ini

terjadi dalam kolam maturasi. Sistem pengolah limbahaerated lagoon

tidak memerlukan pengolahan terhadap padatan yang terendapkan.

Peralatan ini dirancang untuk laju akumulasi lumpur yang sangat

lambat, yaitu 1,5 cm/tahun. Endapan lumpur yang dihasilkan serta yang

terbawa dari lagoon memerlukan pengerukan secara berkala dari dasar

kolam maturasi.

Keterangan:

1.Influent.
2.Comminutor
3.Areafacultative lagoon
4.Bak Maturasi.
5.Ruang Klorinasi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->