TUGAS APLIKASI KOMPUTER DALAM SISTEM TENAGA LISTRIK

SIMULASI PENGENDALIAN LEVEL AIR PADA STEAM BOILER MENGGUNAKAN LABVIEW

Oleh : DWI MAYASARI / 33599 DEASY KURNIAWATI / 33549

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO DAN TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010

LATAR BELAKANG Steam boiler merupakan peralatan yang sangat umum dalam industri. Membuat uap terus-menerus. Pengendalian ini disimulasikan menggunakan LabVIEW di mana bertujuan untuk memahami dengan lebih jelas. bukanlah hal yang mudah bahkan sedikit lebih rumit. dan peningkatan proses kimia ( misalnya mengubah gas alam menjadi hydrogen dan karbondioksida ). menghasilkan Vacuums ( melalui penggunaan “educators uap” ). level air. pemanas. Dalam rangka keamanan dan efisiensi untuk menghasilkan aliran kontinu uap. Variabel penting untuk mengukur dan pengendalian dalam boiler kontinu adalah level air di dalam "uap drum" (di atas vessel dalam tabung air boiler). Proses mengubah air menjadi uap sangat sederhana: air dipanaskan sampai mendidih. . Dalam prosesnya diperlukan pengendalian terhadap level air pada steam drum. terutama karena daya uapnya sangat berguna. tidak kekurangan maupun kelebihan air. pengendalian. Hal ini dikarenakan jika terlalu banyak air dalam drum. Kata kunci : steam boiler. Untuk menghasilkan efisiensi yang baik harus dipastikan steam drum berjalan dalam keadaan level air yang cukup. air cair dapat terbawa bersama dengan aliran uap. kita harus memastikan drum uap tidak berjalan pada air yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Jika tidak ada cukup air dalam drum. menyebabkan masalah penurunan uap. Untuk itu dibutuhkan pengendalian terhadap level air pada steam drum.SIMULASI PENGENDALIAN LEVEL AIR PADA STEAM BOILER MENGGUNAKAN LABVIEW Abstrak Steam boiler merupakan peralatan yang diggunakan untuk menghasilkan uap. tabung air berjalan dalam keadaan kering dan terbakar oleh api. simulasi I. Pengendalian level air pada steam boiler yang dilakukan pada projek ini menggunakan tekanan pneumatik sebagai indikator untuk mengendalikan level air tersebut. Biasanya digunakan untuk uap dalam industri termasuk melakukan kerja mekanik (misalnya pada PLTU).

akan terlihat jelas dalam keadaan apa dan bagaimana pengendalian level air itu terjadi. tetapi sekarang operator bertanggung jawab untuk menggerakkan katup kendali ke posisi yang tepat untuk menahan tingkat air di setpoint. Simulasi ini menggunakan pneumatik (udara tekan) sistem kontrol.Seorang operator yang menjalankan boiler ini memiliki pilihan untuk menempatkan controller ke dalam mode "manual". controller faceplate masih akan menunjukkan berapa banyak air dalam drum uap. Dalam mode ini. II. Pembelajaran ini diperlukan untuk lebih memahami proses yang akan dituangkan ke dalam simulasi yang menjadi hasil dari projek ini. Untuk melihat proses pengendalian level air inilah maka dibuatlah simulasi pengendalian level air. III.  Perancangan Simulasi Pada tahapan ini dibuat suatu rancangan simulasi pengendalian level air steam drum dengan menggunakan metode pneumatik (udara tekan) sistem control dalam suatu . dan menggunakan udara terkompresi sebagai media sinyal.2. adanya indikator controller. Pada simulasi ini. di mana semua instrumen beroperasi pada udara bertekanan.1. TUJUAN Tujuan pembuatan simulasi ini adalah untuk menggambarkan pengendalian level air pada steam drum boiler. Tahapan  Studi Literatur Pada tahap ini dilakukan pembelajaran terhadap proses pengendalian steam drum boiler dan software LabVIEW itu sendiri. posisi control valve berada di bawah kontrol langsung dari operator. Pembelajaran software LabVIEW sendiri diperlukan untuk dapat menggunakan software dengan baik sehingga menghasilkan produk yang baik. Alat dan Bahan  Software Labview  Software Matlab 3. dengan dasarnya pengendali mengabaikan sinyal yang dikirim dari transmiter level air. METODE 3.

Level Indicator Controller. Tujuan dari instrumen ini adalah untuk membandingkan tingkat sinyal transmiter dengan nilai setpoint (nilai level air yang dikehendaki dalam uap drum) yang dimasukkan oleh operator. beroperasi sepenuhnya dengan udara terkompresi.flowchart. Perancangan simulasi dilakukan dengan berdasarkan pada gambar dibawah ini. Ini berarti output dari kontroler juga merupakan variabel sinyal tekanan udara. controler memerlukan pasokan udara konstan bersih. Tujuan dari perangkat ini adalah untuk merasakan tingkat air di dalam drum uap dan melaporkan pengukuran ke controller dalam bentuk sinyal instrumen. Ini adalah arti dari tabung "AS" (Air Supply) . atau "LIC". controller dalam sistem ini adalah pneumatik. sama seperti sinyal output Level Transmiter. Controller kemudian menghasilkan sinyal output yang memerintahkan control valve baik untuk menambah atau mengurangi air ke dalam ketel uap untuk mempertahankan tingkat air drum pada setpoint. Sinyal pneumatik ini dikirim ke alat berikutnya dalam sistem kontrol. Instrumen pertama dalam sistem kontrol ini adalah Level Transmeter. Tentu saja. atau "LT". udara terkompresi untuk berjalan. Seperti pada transmiter.

 Pengujian Simulasi Simulasi yang telah dibuat diuji dengan menjalankannya. . Hasil Pekerjaan 1 2 Gambar diatas merupakan gambar block diagram dari program yang telah dibuat. IV. PEMBAHASAN 4.1. yang dioperasikan secara langsung oleh sinyal tekanan udara yang dihasilkan oleh kontroler. Pada gambar ini yang diberi lingkaran merah merupakan program yang mengatur jalannya simulasi. Di dalam program ini dipergunakan beberapa fungsi seperti function node berupa matlab script. Kondisi steam drum di set pada ketinggian 0 % kemudian program akan membaca kondisi tersebut dan menyatakannya dalam besaran tekanan (PSI) dan ditampilkan pada level indikator. Alat terakhir dalam sistem kontrol ini adalah control valve.  Pembuatan Simulasi Berdasarkan pada perancangan pada tahapan sebelumnya pembuatan simulasi dilakukan dengan menggunakan software LabVIEW 2009.yang terhubung ke sana.

itu berarti bahasa yang dipergunakan sama seperti pemrograman pada MATLAB. dapat dilihat pada flowchart dibawah ini. Program tersebut mempergunakan fungsi if…else… untuk lebih jelasnya. .Program tersebut dibuat menggunakan MATLAB script.

di mana semua instrumen beroperasi pada udara bertekanan. pada saat kondisi ketinggian level air steam drum 0 %. program membaca kondisi tersebut kemudian membandingkan dengan ketentuan yang telah dimasukkan ke dalam program. ketentuan yang berlaku pada program disesuaikan dengan tabel yang tertera diatas sehingga level indicator menunjukan tekanan sebesar 3 PSI.Pada inisialisasi yang pertama. program membaca kondisi ketinggian level air pada steam drum. Tabel berikut menunjukkan arti dari sinyal tekanan berbeda yang mereka berhubungan dengan tingkat output transmiter: Gambar diatas merupakan contoh dari hasil simulasi. Berdasarkan pneumatik (udara tekan) sistem kontrol. Standar industri yang paling umum untuk sinyal tekanan pneumatik adalah 3-15 PSI. . dengan 3 PSI mewakili low end-of-scale dan 15 PSI mewakili high end-of-scale.

. Dengan demikian operator memberikan air supply sebesar 3 PSI sehingga output sinyal tekanan dari controller menjadi 6 PSI. Proses tersebut akan berlangsung berulang-ulang selama pemakaian steam drum dalam suatu proses industri. Sinyal keluaran pengendali pneumatik untuk mengendalikan valve sama menggunakan 3-15 PSI standar untuk memerintahkan posisi katup yang berbeda: Operator dapat memberikan masukan air supply untuk membuat posisi control valve sesuai dengan kebutuhan. agar ketinggian steam drum berubah menjadi 25 % maka control valve harus membuka sebesar 25 % juga.Kemudian pada inisialisasi yang kedua. program membaca besarnya tekanan dari output transmiter kemudian mengubah besarnya dengan memberikan air supply sesuai dengan kondisi ketinggian level air pada steam boiler yang diinginkan. Contohnya pada gambar di bawah ini.

output pengontrol yang tidak menentu (menyebabkan control valve bergeser ke posisi yang tidak perlu). akan melakukan tindakan apapun yang diperlukan untuk membawa tingkat itu sampai setpoint. tetapi sekarang operator bertanggung jawab untuk menggerakkan katup kendali ke posisi yang tepat untuk menahan tingkat air di setpoint. adanya indikator controller.4. Seorang operator yang menjalankan boiler ini memiliki pilihan untuk menempatkan controller ke dalam mode "manual". kita tidak akan pernah dapat benar-benar yakin apa yang menyebabkan apa yang harus terjadi. Ketika controller dalam mode otomatis. Jika kita melihat proses perubahan variabel tak menentu dari waktu ke waktu. Perubahan dalam posisi control valve. dengan segala sesuatu yang mempengaruhi hal-hal lain dalam sistem. Apa yang kita miliki di sini adalah sebuah situasi di mana kausalitas tidak pasti. Jika controller merasakan tingkat air di atas setpoint. jika controller merasakan tingkat air di bawah setpoint. karena rantai kausalitas sebenarnya satu lingkaran. Analisis Hasil Pengujian Berdasarkan hasil diatas. apakah ini berarti kita memiliki transmiter yang rusak (sinyal keluaran yang tidak menentu). selama controller tetap dalam mode otomatis. Mode manual berguna untuk operator selama start-up dan kondisi mematikan. akan melakukan tindakan apapun yang diperlukan untuk membawa tingkat itu kembali ke setpoint. Dalam mode ini.2. dengan dasarnya pengendali mengabaikan sinyal yang dikirim dari transmiter level air. atau artinya permintaan uap mengalami fluktuasi dan menyebabkan tingkat air bervariasi sebagai akibatnya. dan setpoint (SP) bisa cukup kompleks. Hal ini juga berguna bagi teknisi instrumen untuk troubleshooting perilaku salah sistem kontrol. atau artinya. Ketika controller ditempatkan pada mode "otomatis". itu akan memindahkan control valve ke posisi apapun yang diperlukan untuk mempertahankan level air drum uap konstan. controller faceplate masih akan menunjukkan berapa banyak air dalam drum uap. dapat kita lihat bagaimana cara mengendalikan ketinggian level air pada steam boiler dengan menggunakan pneumatic system control. proses sinyal variabel (PV). . output sinyal (dikirim ke control valve) menanggapi perubahan-perubahan dalam nilai-nilai proses variabel (PV) dan setpoint (SP). tentu mempengaruhi variabel proses sinyal melalui hubungan fisik dari proses. pada gilirannya. Sebaliknya. Ungkapan "posisi apa pun yang diperlukan" menunjukkan bahwa hubungan antara sinyal keluaran pengontrol. posisi control valve berada di bawah kontrol langsung dari operator. yang berarti dalam prakteknya sense yang dirasakan oleh sinyal output controler (sama dengan posisi valve) adalah sama dengan suatu fungsi dari beban proses (yaitu berapa banyak yang digunakan uap dari boiler) karena merupakan fungsi setpoint.

ni. Dengan acuan.com/reference/en-XX/help/371361B-01/lvhowto/formula_node_syntax/ . control valve akan berubah ke posisi apapun yang diperlukan untuk mempertahankan level air drum uap konstan. Sense yang dirasakan oleh sinyal output controler (sama dengan posisi valve) adalah sama dengan suatu fungsi dari beban proses (yaitu berapa banyak yang digunakan uap dari boiler) karena merupakan fungsi setpoint. kita mengetahui bahwa controller sebenarnya berusaha untuk melakukan tugasnya dengan benar dalam mode otomatis dan penyebab masalah terletak di dalam proses itu sendiri. VI. akan melakukan tindakan apapun yang diperlukan untuk membawa tingkat itu sampai setpoint.edu. dengan 3 PSI mewakili low end-of-scale dan 15 PSI mewakili high end-of-scale. posisi control valve berada di bawah kontrol langsung dari operator. V. Jika kita melihat sinyal variabel proses tiba-tiba stabil. KESIMPULAN   Standar industri yang paling umum untuk sinyal tekanan pneumatik adalah 3-15 PSI.mech. Sekarang sinyal output ke control valve akan tetap pada tingkat apa pun yang operator atau teknisi atur.au/~jamest/tutorial/ieindex.html http://zone. akan melakukan tindakan apapun yang diperlukan untuk membawa tingkat itu kembali ke setpoint. DAFTAR PUSTAKA http://kutatangkoteteng.     Ketika dalam mode "otomatis". kita mengetahui bahwa masalah ini ada hubungannya dengan pengontrol keluaran. Jika controller merasakan tingkat air di bawah setpoint. Jika controller merasakan tingkat air di atas setpoint. pengendali mengabaikan sinyal yang dikirim dari transmiter level air.org/LabVIEW_tutorial http://school. Jika kita melihat proses sinyal variabel tiba-tiba menjadi lebih kacau ketika kita menempatkan controller dalam modus manual.com/ http://labviewwiki.Cara mudah untuk mendiagnosis masalah tersebut adalah dengan menempatkan controller pada modus manual.uwa. Dalam mode manual.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful