P. 1
TRAKTUS RESPIRATORIUS

TRAKTUS RESPIRATORIUS

|Views: 138|Likes:
Published by Rizki Dianra

More info:

Published by: Rizki Dianra on Apr 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2013

pdf

text

original

TRAKTUS RESPIRATORIUS Saluran pernapasan, secara umum dibagi menjadi pars konduksi dan pars respirasi Sebagian besar

bagian konduksi dilapisi epitel respirasi, yaitu epitel bertingkat silindris bersilia dengan sel goblet. Dengan menggunakan mikroskop elektron dapat dilihat ada 5 macam sel epitel respirasi yaitu sel silindris bersilia, sel goblet mukosa, sel sikat (brush cells), sel basal, dan sel granul kecil. Rongga hidung a. Rongga hidung terdiri atas vestibulum dan fosa nasalis. b. Pada vestibulum di sekitar nares terdapat : 1.kelenjar sebasea 2.vibrisa (bulu hidung) 3.epitel di dalam vestibulum merupakan epitel respirasi. c. Pada fosa nasalis (cavum nasi) yang dibagi dua oleh septum nasi pada garis medial. Terdapat konka (superior, media, inferior) pada masing-masing dinding lateralnya. Konka media dan inferior ditutupi oleh epitel respirasi. Konka superior ditutupi oleh epitel olfaktorius yang khusus untuk fungsi menghidu/membaui. d. Epitel olfaktorius tersebut terdiri atas : 1. sel penyokong/sel sustentakuler, 2. sel olfaktorius (neuron bipolar dengan dendrit yang melebar di permukaan epitel olfaktorius dan bersilia, berfungsi sebagai reseptor dan memiliki akson yang bersinaps dengan neuron olfaktorius otak) 3. sel basal (berbentuk piramid) 4. kelenjar Bowman pada lamina propria. Kelenjar Bowman menghasilkan sekret yang membersihkan silia sel olfaktorius sehingga memudahkan akses neuron untuk membaui zat-zat. Adanya vibrisa, konka dan vaskularisasi yang khas pada rongga hidung membuat setiap udara yang masuk mengalami pembersihan, pelembapan dan penghangatan sebelum masuk lebih jauh. Sinus paranasalis Terdiri atas sinus frontalis, sinus maksilaris, sinus ethmoidales dan sinus sphenoid, semuanya berhubungan langsung dengan rongga hidung. Sinus-sinus tersebut dilapisi oleh epitel respirasi yang lebih tipis dan mengandung sel goblet yang lebih sedikit serta lamina propria yang mengandung sedikit kelenjar kecil penghasil mukus yang menyatu dengan periosteum. Aktivitas silia mendorong mukus ke rongga hidung.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->