Hemoglobin (Kadar, Struktur, Cara Mengukur, Dll) 2010 http://blog.uin-malang.ac.

id/alan/2011/01/10/hemoglobin-kadar-struktur-cara-mengukur-dll/ Author: Alan Amrullah | Category: Kebidanan Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh,[1] pada mamalia dan hewan lainnya. Hemoglobin juga pengusung karbon dioksida kembali menuju paru-paru untuk dihembuskan keluar tubuh. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi. Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang disebut hemoglobinopati, di antaranya yang paling sering ditemui adalah anemia sel sabit dan talasemia.

Kadar normal hemoglobin

Kadar hemoglobin menggunakan satuan gram/dl. Yang artinya banyaknya gram hemoglobin dalam 100 mililiter darah.

Nilai normal hemoglobin tergantung dari umur pasin :

Bayi baru lahir : 17-22 gram/dl Umur 1 minggu : 15-20 gram/dl Umur 1 bulan : 11-15 gram/dl Anak anak : 11-13 gram/dl Lelaki dewasa : 14-18 gram/dl Perempuan dewasa : 12-16 gram/dl Lelaki tua : 12.4-14.9 gram/dl Perempuan tua : 11.7-13.8 gram/dl Nilai diatas dapat berbeda pada masing masing laboratorium namun tidak akan terlalu jauh dari nilai diatas. Ada pula laboratorium yang tidak membedakan antara lelaki atau perempuan dewasa dengan lelaki atau perempuan tua.

Kadar hemoglobin dalam darah yang rendah dikenal dengan istilah anemia. Ada banyak penyebab anemia diantaranya yang paling sering adalah perdarahan, kurang gizi, gangguan sumsum tulang, pengobatan kemoterapi dan abnormalitas hemoglobin bawaan.

Struktur

Molekul hemoglobin manusia terbina daripada empat subunit protein berbentuk globul (iaitu hampir berbentuk sfera). Oleh sebab satu subunit dapat membawa satu molekul oksigen, maka secara efektifnya setiap molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen. Setiap subunit pula terdiri daripada satu rantai polipeptida yang mengikat kuat sebuah molekul lain, dipanggil heme.

Struktur heme adalah lebih kurang sama dengan klorofil. Ia terdiri daripada satu molekul bukan protein berbentuk cincin yang dinamai porphyrin, dan satu atom besi (Fe) yang terletak di tengah-tengah molekul porphyrin tadi. Di sinilah oksigen akan diikat semasa darah melalui peparu.

Terdapat dua keadaan pengoksidaan atom Fe iaitu +2 dan +3 (ion Fe2+ dan Fe3+ masing-masing). Hemoglobin dalam keadan normal membawa ion Fe2+, tetapi adakalanya ion ini dioksidakan kepada Fe3+. Hemoglobin yang membawa ion Fe3+ dipanggil methemoglobin. Methemoglobin tidak mampu mengikat oksigen, jadi ion Fe3+ ini perlu diturunkan kepada Fe2+. Proses ini memerlukan NADH, iaitu sebuah koenzim pembawa hidrogen, dan dimangkin oleh enzim NADH cytochrome b5 reductase

Terdapat beberapa jenis hemoglobin. Dalam darah manusia dewasa, hemoglobin yang paling banyak ialah hemoglobin A (HbA), yang terdiri daripada dua subunit α dan dua subunit β. Konfigurasi ini dinamai α2β2. Setiap subunit terdiri daripada 141 dan 146 molekul asid amino masing-masing.

Oksihemoglobin terbentuk apabila molekul oksigen diikat kepada hemoglobin. Proses ini berlaku di kapilari darah di dalam peparu. Oksihemogloin berwarna merah terang. Setelah oksigen digunakan oleh tubuh, hemoglobin dipanggil deoksihemoglobin. Ia berwarna merah gelap.

Cara Mengukur

dan sulfahemoglobin. kebanyakannya dilakukan secara automatik oleh mesin yang direka khusus untuk membuat beberapa ujian terhadap darah. Metode Sahli a. 1. Di dalam mesin ini. Metode sahli tidak dianjurkan karena mempunyai kesalahan yang besar. Internasional Committe for Standarization in Hematology (ICSH) merekomendasikan metode sianmethemoglobin. Penetapan Kadar Hemoglobin Hemoglobin dapat ditetapkan dengan berbagai cara. Dasar . Keduanya merupakan cara spektrofotometrik. Hanya ada 2 metode yang dapat diterima dalam hemoglobinometri klinik. sebab selain mudah dilakukan juga mempunyai standar yang stabil dan hampir semua jenis hemoglobin terukur kecuali sulfahemoglobin. sedang karboksihemoglobin dan senyawa hemoglobin yang lain tidak terukur. antara lain metode sahli. atau metode sianmethemoglobin. dan tidak semua jenis hemoglobin dapat ditetapkan sebagai contoh karboksihemoglobin. Metode oksihemoglobin hanya mengukur semua hemoglobin yang dapat diubah menjadi oksihemoglobin. Hemoglobin yang terbebas ini dicampur dengan bahan kimia yang mengandungi cyanide yang mengikat kuat dengan molekul hemoglobin untuk membentuk cyanmethemoglobin. alatnya tidak dapat distandarisasi. jumlah hemoglobin dapat ditentukan. Dengan menyinarkan cahaya melalui larutan cyanmethemoglobin dan mengukur jumlah cahaya yang diserap (khususnya bagi gelombang antara 540 nanometer).Terdapat beberapa cara bagi mengukur kandungan hemoglobin dalam darah. methemoglobin. dan sianmethemoglobin. sel darah merah diceraikan untuk mengasingkan hemoglobin dalam bentuk larutan. metode oksihemoglobin. yaitu oksihemoglobin.

jangan sampai ada gelembung udara yang ikut terhisap hapus darah yang ada pada ujung pipet dengan tissue . Darah diencerkan dengan larutan HCl sehingga hemoglobin berubah menjadi hematin asam.1N aquadest c. yang terdiri atas tabung pengencer. panjang 12cm. Untuk dapat menentukan kadar hemoglobin dilakukan dengan mengencerkan larutan campuran tersebut dengan aquadest sampai warnanya sama dengan warna batang gelas standar.5 cm terdapat angka 20 pipet HCl botol tempat aquadest dan HCl 0. Cara Kerja isi tabung pengencer dengan HCl 0. hisap darah sampai angka 20 mm. dengan pipa karet panjang 12.Metode sahli merupakan satu cara penetapan hemoglobin secara visual. b.1N batang pengaduk (dari glass) larutan HCl 0. Peralatan dan Pereaksi alat untuk mengambil darah vena atau darah kapiler hemometer sahli. Spesimen Dapat berupa darah kapiler atau darah vena (darah EDTA) d.1N sampai angka 2 dengan pipet Hb. dinding bergaris mulai angka 2(bawah) s/d 22(atas) dua tabung standar warna pipet Hb.

8 gr% f.0 gr% umur 12 tahun :11.5 – 16.tuangkan darah ke dalam tabung pengencer. aduk dengan batang kaca pengaduk bandingkan larutan dalam tabung pengencer dengan warna larutan standar bila sudah sama penambahan aquades dihentikan.0 – 13.6 gr% umur 1 tahun : 11. Nilai Normal menurut Dacie dewasa laki-laki : 13. perlu dikalibrasi pemipetan yang kurang akurat warna gelas standar pucat / kotor dan lain sebagainya .5 – 14. kelelahan mata alat-alat kurang bersih ukuran pipet kurang tepat. sumber kesalahan yang sering terjadi : kemampuan untuk membedakan warna tidak sama sumber cahaya yang kurang baik. bilas dengan aquadest bila masih ada darah dalam pipet biarkan satu menit tambahkan aquadest tetes demi tetes. baca kadar Hb pada skala yang ada ditabung pengencer e. Sumber Kesalahan tidak semua hemoglobin berubah menjadi hematin asam seperti karboksihemoglobin. methemoglobin.6 – 19.0 gr% dewasa wanita : 11. cara visual mempunyai kesalahan inheren 15-30%.5 – 18. sulfahemoglobin.5 gr% bayi (< 3bln) : 13. sehingga tidak dapat untuk menghitung indeks eritrosit.

Dasar Darah dicampur dengan larutan Natrium Karbonat 0. Cara Kerja siapkan tabung reaksi yang berisi 5 ml larutan Na-Karbonat 0. baca serapan dengan spektrofotometri pada 540 nm baca kadar hemoglobinnya pada kuvet kalibrasi yang telah dipersiapkan sebelumnya.penyesuaian warna larutan yang diperiksa dalam komparator kurang akurat. a. intensitas warnanya diukur secara spektofotometrik. Tetapi keterandalan ini tidak dipengaruhi oleh kenaikan bilirubin plasma. 3. b. bilaslah mikropipet yang digunakan. Metode Sianmethemoglobin . Metode Oksihemoglobin metode yang paling sederhana dan tercepat dalam fotometri. Kerugiannya standar oksihemoglobin tidak stabil. 2. c.1% tambahkan EDTA atau Darah kapiler 20 mikro. tutuplah tabung reaksi tersebut dan kocoklah 10 detik.1% atau amonium hidroksida dan dikocok terjadi oksihemoglobin.04% pipet ukur 5 ml mikropipet 20 mikroliter tabung reaksi ukuran 75X10mm spektofotometer.1% atau NH4OH 0. paling sedikit 3 kali. Peralatan dan Pereaksi Na-Karbonat 0.

yang berisi kandungan : kalium ferrosianida 200mg KCN 50 mg Kalium Hydrogen fosfat 140 mg detergen 0. Peralatan dan Pereaksi mikropipet 20 mikroliter / mmk atau pipet Sahli pipet volumetrik 5 ml tabung reaksi ukuran 75 x 10mm spektrofotometer/kolorimeter dengan panjang gelombang 540 nm larutan Drabkin atau modifikasinya (diperdagangkan dalam bentuk kit).a. 1000 ml c. Spesimen Darah kapiler atau darah EDTA d. Intensitas warna yang terbentuk yang diukur fotometrok 540 nm. b. Kalium-hidrogen-fosfat digunakan agar pH tetap di mana reaksi dapat berlangsung sempurna pada saat yang tepat. pipetkan 5 ml pereaksi . Dasar ferrosianida mengubah besi pada Hb dari bentuk ferro ke bentuk ferri menjadi methemoglobin yang kemudian bereaksi dengan KCN membentuk pigmen yang stabil yaitu sianmethemoglobin. Cara Kerja ke dalam tabung reaksi 75 x 10 mm.5-1 ml aquadest / detenized water ad. Deterjen berfungsi mempercepat hemolisa darah serta mencegah kekeruhan yang terjadi oleh protein plasma.

251 mg/dl 1000/100 20 mikroliter Buatlah pengenceran larutan standar 100. dimana kadar Hb = serapan x faktor kurva kalibrasi dan faktor telah dipersiapkan sebelumnya. e. Pengawasan Mutu . 25. Setelah masing-masing tercampur sempurna biarkan pada suhu kamar 3 menit dan baca serapan pada fotometer dengan 540 nm.dengan mikropipet tambahkan 20mikroliter / mmk darah penderita ke dalam pereaksi tersebut serta hindarilah terjadinya gelembung dan bersihkan bagian mikropipet. campurkan isinya dan iarkan pada suhu kamar selama 3-5 menit dan serapannya dibaca dalam spektrofotometri pada panjang gelombang 540nm dengan pereaksi sebagai blangko kadar hemoglobin dapat dibaca pada kurva kalibrasi atau dihitung dengan menggunakan faktor. Sebelum fotometer dipergunakan untuk penetapan kadar hemoglobin. Untuk keperluan tersebut dipergunakan larutan standart hemisianida (sianmethemoglobin) dan pengenceran larutan tersebut dalam pereaksi Drapkin. 75. dan 0% sebagai blanko dengan larutan Drapkin. Atau menggunakan factor sebagai berikut : Faktor (F) = Jumlah Kadar Hb Jumlah Serapan f. harus dikalibrasi dulu. Pembuatan Kurva Kalibrasi dan Perhitungan faktor. Buatlah kurvanya dengan kadar Hb sebagai absisi dan serapan sebagai ordinat. atau dihitung faktornya. Kadar Hb dari larutan standart hemisianida dapat dihitung dalam gr/100ml atau gr/dl sebagai berikut : Kadar HbLarutan Standart = Kadar hemisianida mg/dl = X (500 + 20) mikroliter = kadar hemisianida X 0. maka hasil percobaan serapan pasien tinggi memplotkan pada kurva tera. 50.

2011 TINGGALKAN KOMENTAR Polewali Mandar Sulawesi Barat. maka kadar hemoglobin induvidu dapat ditentukan.wordpress. Pengertian. Ditulis dengan tujuan untuk dijadikan pedoman dalam penentuan penyakit gizi yaitu anemia gizi besi pada induvidu dan kelompok masyarakat. Penting bagi mereka yang bekerja di tingkat masyarakat ——pekerja epidemiologi kesehatan di Puskesmas—— untuk mengetahui status anemia dan tidak anemia baik individu maupun kelompok masyarakat. leukositosis berat mempengaruhi pengukuran lebih rendah dari seharusnya kerusakan pereaksi pemipetan yang tidak akurat fotometer yang kurang baik Reverensi: My Mother (Bidan Umi Sangadah) Kadar Hemoglobin untuk penentuan Status Anemia Gizi Besi. @arali2008.Hemolisat yang dipergunakan atau dibuat sendiri dengan standar hemosianida. CV optimal = 3% dan CV tidak boleh lebih dari 6% g. . Dijelaskan pengertian dan penentuan kriteria Anemia Gizi Besi serta alat pengukurannya ——. http://arali2008.mendefinisikan operasionalnya——– sangatlah penting diketahui sebelum dianalisis penyebab dan akibatnya serta upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan Kurang Anemia Gizi Besi.com/2011/10/23/kadar-hemoglobin-untuk-penentuan-status-anemia-gizibesi/ Blogger @arali2008 OKTOBER 23. Sumber Kesalahan terjadinya jendalan darah darah yang hipemik menyebabkan hasilnya lebih tinggi dari seharusnya. Caranya adalah dengan mengunakan salah satu alat pengukuran Hemoglobin yang telah ada di Puskesmas. Ditulis kadar Hemoglobin untuk penentuan Status Anemia Gizi Besi.

1981: Suhardjo 1992 yang telah direvisi beberapa kali sampai dengan tahun 2010). INACG. ―kurang besi laten‖ (laten iron deficiensy). Malas Berpikir. Dalam bentuk anemia parah. vit. Lesu. dimana besi dalam jaringan belum berkurang. Anemia gizi secara sederhana dapat diistilahkan kurang darah atau keadaan kurang zat gizi mineral besi (Fe). ―kurang besi dini‖ ( early iron deficiency anemia). Type anemia berdasarkan pemeriksaan hematologic mempunyai 2 type : 1. Tingkatan ketiga. 1974 : Dallan. merupakan perkembangan lanjut dari anemia kurang besi dini. ―anemia kurang besi lanjut‖ (laten iron deficiency anemia).12. Kebutuhan yang meningkat (kehamilan) dan Eksresi yang meningkat (penyakit hati). Anemia mikrositik hipokromik disebabkan oleh defisiensi zat besi Anemia makrositik hiperkromik atau megaloblastik anemia disebabkan oleh defisiensi vitamin B. Kadar hemoblobin yang rendah disebut dengan Anemia Gizi yaitu Keadaan dimana kadar hemoglobin darah lebih rendah dari normal yang disebabkan oleh Asupan tidak adekuat (Primer). Tingkatan pertama.Lelah atau Malas Belajar. Malas Bekerja.C. Anemia gizi sebenarnya disebabkan oleh defisiensi nutrien Fe. Tanda-tamdanya. ―kurang besi jaringan‖ ( iron tissue deficiency). dimana penurunan besi cadangan terus berlangsung sampai habis atau hampir habis. Vit. kadar itu bisa dibawah 30 % atau 4. 4. infeksi). terjadi setelah besi dalam jaringan berkurang. Utilisasi tidak adekuat (keganasan. Sama atau lebih dari kadar ini dikatakan tidak anemia dan kurang dari angka ini dikatakan anemia (adanya perbedaan klinis 3. Penentuan Kriteria Anemia Pearce EC. menjelaskan jumlah Hemoglobin (Hb) dalam darah normal kurang lebih 15 gram setiap 100 ml darah dan jumlah ini biasa di sebut ―100 persen ―. Dalam berbagai bentuk anemia jumlah Hb dalam darah berkurang. tetapi besi dalam sel darah merah dan dalam jaringan belum berkurang. Hemoglobin terdapat di dalam sel darah merah. merupakan keadaan dimana banyaknya cadangan besi (iron store) berkurang dibawah normal namun besi didalam sel darah merah dan jaringan masih tetap normal. vit. Absorbsi tidak adekuat (TGI disease). Pucat. Anak pra sekolah Anak sekolah Laki-laki dewasa Perempuan dewasa : Hb 11 (gr/dL) : Hb 12 (gr/dL) : Hb 13 (gr/dL) : Hb 12 (gr/dL) . menyatakan Hemoglobin (Hb) adalah bentuk konjugasi Fe dengan protein dalam bentuk aktif sebagai ferro yang berfungsi mentranspor CO2 dari jaringan keparu-paru untuk diekskresikan kedalam udara pernapasan dan membawa O2 dari paru-paru ke sel-sel jaringan. Lemah. asam folat dan protein yang merupakan faktor eritropoesis dalam pembentukan sel darah merah.B.5 gram per 100 ml. Cu dan Co. Tingkatan kedua.1 g/100 ml) Batasan Anemia secara induvidu menurut WHO berdasarkan kadar hemoglobin (Hb) yang diperiksa per 100 gram mililiter(mL) atau gram per desiliter (dL) adalah : 1. 2. (1992).12 dan asam folat Berkembangnya anemia (kurang besi) melalui beberapa tingkatan dimana masing-masing tingkatan berkaitan dengan ketidak normalan indikator hemotologis tertentu (Wintrobe. 2. 3. Pada anak usia 6 – 14 tahun dari 15 gram per 100 ml dapat turun sampai 12 gram per 100 ml. Dari semua penyebab ini defisiensi yang paling utama adalah Defisiensi Fe. Demikian pada tingkatan ini semua komponen besi dalam tubuh telah terganggu. 1980. Tingkatan keempat.Berbagai reteratur menjelaskan tentang Kadar Hemoglobin untuk penentuan Status Anemia Gizi Besi.B6.

Pencegahan dan penanggulangan anemia besi yang utama adalah jenis zat besi yang terdapat dalam makanan dengan mengkonsumsi makanan yang seimbang sehari-hari dengan tetap memperhatikan sumber makanan yang mengandung zat besi. Pada masa kehamilan. infeksi dan lain-lain dapat meningkatkan kebutuhan tubuh akan zat besi Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Besi Departemen Kesehatan melalui program perbaikan gizi rutinnya.5.25 mg asam folat). Zat besi heme bersumber dari daging. 0. 3. akibat penyekit kronis. sumbernya adalah Ketersediaan Hayatinya rendah (<5 %) yaitu Serealia. < 15 % dikatakan mempunyai Prevalensi rendah dan diinterpretasikan sebagai kelompok masyarakat yang tidak bermasalah dengan anemia gizi 15 – 40% dikatakan mempunyai Prevalensi sedang dan diinterpretasikan sebagai kelompok masyarakat yang mempunyai Masalah (ringan – sedang) dengan anemia gizi > 40% dikatakan mempunyai Prevalensi tinggi dan diinterpretasikan sebagai kelompok masyarakat yang mempunyai masalah berat dengan anemia gizi Penyebab dan akibat Rendahnya Hemoglobin Perkembangan anemia ( kurang besi ) seperti yang dijelaskan diatas menurut Depkes RI 2004 penyebabnya salah satu atau lebih dari keadaan berikut : 1.air. Tanah. dengan penyerapan zat besi ke adalam tubuh hanya dibawah 3 %. Pada masa tumbuh kembang. Zat Besi bukan heme yaitu Zat besi yang bersumber dari makanan. wajan besi (sumber non hayati ) dan Hayati dalam komponen makanan. Ibu hamil Ibu menyusui : Hb 11 (gr/dL) : Hb 12 (gr/dL) Adapun Klasifikasi Prevalensi kadar hemoglobin untuk penentuan status anemia (WHO) dalam suatu kelompok umur (masyarakat) yang ada di suatu wilayah dan dalam jangka waktu tertentu per konstanta 100 individu untuk menyatakan prevalensinya adalah : 1. Pemberian sirup Fe juga diberikan kepada balita yang mengalami gizi kurang. ibu hamil dan menyusui. 2. 3. sedangkan sumber nabati walaupun kaya akan zat besi tetapi tidak dapat diserap dengan baik dalam tubuh sehingga hanya sedikit sekali yang dapat digunakan dalam tubuh. 2. 6. Alat Sahli untuk mengukur Kadar Hemoglobin (Hb) . Zat besi cemaran dan Zat besi fortifikasi. umbian. abortus. zat besi yang masuk melalui makanan tidak mencukupi kebutuhan meningkatnya kebutuhan tubuh pendarahan yang disebabkan oleh infeksi cacing tambang. Diberikan setiap hari sejak kehamilan trimester I dan diharapkan ibu hamil mengkonsumsi minimal 90 tablet selama kehamilannya. melahirkan dan laktasi. sayuran. kacang ( sumber hayati). Ketersediaan hayatinya tinggi dapat memenuhi (20-30%). Kematian Janin Dalam Rahim (KJDR) dan penyebab lainnya yang dapat berkontribusi terhadap kesakitan dan kematian ibu saat hamil. unggas dan hasil olahannya. Dilakukan bersama kegiatan usaha perbaikan gizi keluarga (UPGK) di posyandu. puskesmas. klinik bersalin dan rumah sakit. defisiensi zat gizi besi dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan kurang (BBLR <2500 gram). Ada dua yaitu zat besi heme dan zat besi bukan heme. ikan. debu. telah melakukan pencegahan dan penanggulangan anemia besi melalui pemberian suplementasi langsung zat besi berupa tablet besi pada ibu hamil (60 mg elementasi besi. malaria dan lain-lain Makanan yang kaya kandungan zat besinya adalah makanan sumber hewani dengan penyerapan zat besi kedalam tubuh kurang lebih diata 15%.

dengan cara kertas saring. 6. bisa petugas Puskesmas terlatih. Kriteria objektifnya atau hasil pengukuran kadar hemoglobin darah induvidu ditentukan setelah dikalikan faktor 1. 1980). penentuan Hb dapat dilakukan dengan cara sahli dan hasilnya dikalikan faktor 1. Penelitian sebelumnya oleh Muhilal dan Sukati Saidin (1980) menjelaskan ketelitian penentuan hemogoblin ( Hb) dengan cara Sahli yang dibandingkan dengan cara sianmethemoglobin (Cara yang paling teliti yang dianjurkan WHO baik perorangan maupun kelompok). Penelitian Hao Liying. Kadar Hb dapat dilakukan oleh petugas laboratorium —bisa petugas Puskesmas terlatih—– yang telah mengetahui cara pengukuran yang baik dan benar penggunaan metode Sahli.10 mapun 1. Oleh karena itu. Muhilal dan Sukati Saidin (1997) tentang perbandingan pemeriksaan kadar hemogoblin darah dengan kertas filter. 10 % lebih rendah jika dilakukan oleh petugas yang cukup berpengalaman dan 13 % lebih rendah jika dilakukan oleh petugas yang mendapat latihan selama seminggu. 4. 3. Bila sarana penentuan Hb dengan cara sianmethemoglobin tidak tersedia.1 (Muhilal dan Sukati Saidin. Cara pengukuran yang baik dan benar penggunaan metode Sahli dilakukan dengan pengambilan kadar hemoglobin darah induvidu yang diperoleh dengan mengambil sedikit darah arteri (1-2 ml) pada ujung jari tangan.Pemeriksaan kadar hemogobin darah dilapangan.1 dan kemudian jumlah kadar hemoglobin dinyatakan dengan patokan (cut off value) yang diusulkan WHO. Hasil penentuan Hb dengan cara Sahli bila dikalikan faktor 1. Bila enemia (kurang besi) segera dilakukan intervensi dan bila tidak anemia (tidak kurang besi) maka upaya-upaya intake Fe induvidu maupun masyarakat dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.13 menghasilkan nilai Hb yang penyebarannnya tidak berbeda bermakna dengan cara sianmethemoglobin. Kadar Hb dapat dilakukan oleh petugas laboratorium. Apakah Masalah Gizi Itu ? Patogenesis Penyakit Defisiensi Gizi Interelasi Metabolisme dan Penentuan Kalori Total Apakah Berat Badan Balita BGM-KMS adalah Gizi Buruk? Penyebab (etiologi) Diare di Polewali Mandar Belum Di Intervensi Kebutuhan Gizi Embrio dan Paradigma Baru Perbaikan Gizi Masyarakat Menghitung Kebutuhan (Gizi) Air Apakah hemoglobin itu? . Baca juga tulisan terkait 1. 5. pada umumnya tersedia 3 macam cara pemeriksaan yaitu. Sahli dan Hemocoe disimpulkan bahwa cara kertas saring kurang andal digunakan di lapangan. Sahli dan Hemocue. Bahwa cara Sahli menghasilkan nilai Hb lebih rendah 10-13 persen dari cara sianmethemoglobin. agar digunakan cara Sahli untuk tujuan test. Indikasi pengukuran ditentukan oleh hasil kadar hemoglobin darah induvidu yang diperoleh dengan mengambil sedikit darah arteri (1-2 ml) pada ujung jari tangan. Kesimpulan Kadar Hemoglobin untuk penentuan Status Anemia Gizi besi adalah kadar hemoglobin (konjugasi Fe dengan protein) induvidu dalam sel darah merah yang dalam tulisan ini diukur dengan metode Sahli. 7. 2.

Hemoglobin adalah molekul protein pada sel darah merah yang berfungsi sebagai media transport oksigen dari paru paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru paru. Kadar normal hemoglobin Kadar hemoglobin menggunakan satuan gram/dl. Mesin pengukur akan memecah hemoglobin menjadi sebuah larutan. Kandungan zat besi yang terdapat dalam hemoglobin membuat darah berwarna merah. Selain mengukur hemoglobin. Nilai normal hemoglobin tergantung dari umur pasin :         Bayi baru lahir : 17-22 gram/dl Umur 1 minggu : 15-20 gram/dl Umur 1 bulan : 11-15 gram/dl Anak anak : 11-13 gram/dl Lelaki dewasa : 14-18 gram/dl Perempuan dewasa : 12-16 gram/dl Lelaki tua : 12. Selanjutnya dengan penyinaran khusus.4-14. Hemoglobin dalam larutan ini kemudian dipisahkan dari zat lain dengan menggunakan zat kimia yang bernama sianida. mesin ini juga dapat mengukur beberapa komponen darah yang lain. Bagaimana cara mengukur hemoglobin? Saat ini pengukuran kadar hemoglobin dalam darah sudah menggunakan mesin otomatis. Apa artinya bila kadar hemoglobin rendah? Kadar hemoglobin dalam darah yang rendah dikenal dengan istilah anemia. gangguan sumsum tulang.8 gram/dl Nilai diatas dapat berbeda pada masing masing laboratorium namun tidak akan terlalu jauh dari nilai diatas. Yang artinya banyaknya gram hemoglobin dalam 100 mililiter darah.7-13. kadar hemoglobin diukur berdasarkan nilai sinar yang berhasil diserap oleh hemoglobin. pengobatan kemoterapi dan abnormalitas hemoglobin bawaan. Ada banyak penyebab anemia diantaranya yang paling sering adalah perdarahan.9 gram/dl Perempuan tua : 11. kurang gizi. Apa artinya bila kadar hemoglobin tinggi? . Ada pula laboratorium yang tidak membedakan antara lelaki atau perempuan dewasa dengan lelaki atau perempuan tua.

methemoglobin. 04 Mei 2008 PENETAPAN KADAR HEMOGLOBIN Hemoglobin dapat ditetapkan dengan berbagai cara. metode oksihemoglobin. Metode Sahli a. dan sulfahemoglobin. Internasional Committe for Standarization in Hematology (ICSH) merekomendasikan metode sianmethemoglobin.Kadar hemoglobin yang tinggi dapat dijumpai pada orang yang tinggal di daerah dataran tinggi dan perokok. yaitu oksihemoglobin. Metode oksihemoglobin hanya mengukur semua hemoglobin yang dapat diubah menjadi oksihemoglobin. sedang karboksihemoglobin dan senyawa hemoglobin yang lain tidak terukur. Keduanya merupakan cara spektrofotometrik. Metode sahli tidak dianjurkan karena mempunyai kesalahan yang besar. http://www. Beberapa penyakit seperti radang paru paru. Dasar Metode sahli merupakan satu cara penetapan hemoglobin secara visual. Darah diencerkan dengan larutan HCl sehingga hemoglobin berubah menjadi hematin asam. sebab selain mudah dilakukan juga mempunyai standar yang stabil dan hampir semua jenis hemoglobin terukur kecuali sulfahemoglobin. antara lain metode sahli.blogdokter. atau metode sianmethemoglobin. tumor dan gangguan sumsum tulang juga bisa meningkatkan kadar hemoglobin. Untuk dapat menentukan kadar hemoglobin dilakukan dengan mengencerkan larutan campuran tersebut dengan aquadest sampai warnanya sama dengan warna batang gelas standar. . dan sianmethemoglobin. dan tidak semua jenis hemoglobin dapat ditetapkan sebagai contoh karboksihemoglobin. alatnya tidak dapat distandarisasi. Hanya ada 2 metode yang dapat diterima dalam hemoglobinometri klinik. 1.net/2008/06/13/hemoglobin/ Minggu.

b. yang terdiri atas o tabung pengencer. dinding bergaris mulai angka 2(bawah) s/d 22(atas) o dua tabung standar warna o pipet Hb.5 cm terdapat angka 20 o pipet HCl o botol tempat aquadest dan HCl 0. Peralatan dan Pereaksi  alat untuk mengambil darah vena atau darah kapiler  hemometer sahli. panjang 12cm. dengan pipa karet panjang 12.1N o batang pengaduk (dari glass) o larutan HCl 0.1N .

 aquadest c. Spesimen Dapat berupa darah kapiler atau darah vena (darah EDTA) d. jangan sampai ada gelembung udara yang ikut terhisap  hapus darah yang ada pada ujung pipet dengan tissue  tuangkan darah ke dalam tabung pengencer. hisap darah sampai angka 20 mm. aduk dengan batang kaca pengaduk  bandingkan larutan dalam tabung pengencer dengan warna larutan standar .1N sampai angka 2  dengan pipet Hb. Cara Kerja  isi tabung pengencer dengan HCl 0. bilas dengan aquadest bila masih ada darah dalam pipet  biarkan satu menit  tambahkan aquadest tetes demi tetes.

14.18.5 .0 gr%  umur 12 tahun :11.8 gr% f. methemoglobin. bila sudah sama penambahan aquades dihentikan.0 gr%  dewasa wanita : 11. .0 .5 . baca kadar Hb pada skala yang ada ditabung pengencer e.5 .19. sehingga tidak dapat untuk menghitung indeks eritrosit.6 gr%  umur 1 tahun : 11. Nilai Normal menurut Dacie  dewasa laki-laki : 13. sulfahemoglobin.16.5 gr%  bayi (< 3bln) : 13.13.6 .  cara visual mempunyai kesalahan inheren 15-30%. Sumber Kesalahan  tidak semua hemoglobin berubah menjadi hematin asam seperti karboksihemoglobin.

perlu dikalibrasi o pemipetan yang kurang akurat o warna gelas standar pucat / kotor dan lain sebagainya o penyesuaian warna larutan yang diperiksa dalam komparator kurang akurat. 2. Kerugiannya standar oksihemoglobin tidak stabil. o kelelahan mata o alat-alat kurang bersih o ukuran pipet kurang tepat. . Metode Oksihemoglobin metode yang paling sederhana dan tercepat dalam fotometri. Tetapi keterandalan ini tidak dipengaruhi oleh kenaikan bilirubin plasma. sumber kesalahan yang sering terjadi : o kemampuan untuk membedakan warna tidak sama o sumber cahaya yang kurang baik.

Dasar Darah dicampur dengan larutan Natrium Karbonat 0. Peralatan dan Pereaksi  Na-Karbonat 0.04%  pipet ukur 5 ml  mikropipet 20 mikroliter  tabung reaksi ukuran 75X10mm  spektofotometer. intensitas warnanya diukur secara spektofotometrik. Cara Kerja  siapkan tabung reaksi yang berisi 5 ml larutan Na-Karbonat 0. b.1% atau amonium hidroksida dan dikocok terjadi oksihemoglobin. c.1% atau NH4OH 0.a.1% .

b. baca serapan dengan spektrofotometri pada 540 nm  baca kadar hemoglobinnya pada kuvet kalibrasi yang telah dipersiapkan sebelumnya. 3. Dasar ferrosianida mengubah besi pada Hb dari bentuk ferro ke bentuk ferri menjadi methemoglobin yang kemudian bereaksi dengan KCN membentuk pigmen yang stabil yaitu sianmethemoglobin. Deterjen berfungsi mempercepat hemolisa darah serta mencegah kekeruhan yang terjadi oleh protein plasma. bilaslah mikropipet yang digunakan. Peralatan dan Pereaksi  mikropipet 20 mikroliter / mmk atau pipet Sahli  pipet volumetrik 5 ml  tabung reaksi ukuran 75 x 10mm .  tutuplah tabung reaksi tersebut dan kocoklah 10 detik. Intensitas warna yang terbentuk yang diukur fotometrok 540 nm. tambahkan EDTA atau Darah kapiler 20 mikro. Kalium-hidrogen-fosfat digunakan agar pH tetap di mana reaksi dapat berlangsung sempurna pada saat yang tepat. Metode Sianmethemoglobin a. paling sedikit 3 kali.

5-1 ml o aquadest / detenized water ad. Cara Kerja  ke dalam tabung reaksi 75 x 10 mm. Spesimen Darah kapiler atau darah EDTA d. spektrofotometer/kolorimeter dengan panjang gelombang 540 nm  larutan Drabkin atau modifikasinya (diperdagangkan dalam bentuk kit). pipetkan 5 ml pereaksi . yang berisi kandungan : o kalium ferrosianida 200mg o KCN 50 mg o Kalium Hydrogen fosfat 140 mg o detergen 0. 1000 ml c.

Pembuatan Kurva Kalibrasi dan Perhitungan faktor. Kadar Hb dari larutan standart hemisianida dapat dihitung dalam gr/100ml atau gr/dl sebagai berikut : Kadar HbLarutan Standart = Kadar hemisianida mg/dl 1000/100 X . e. atau dihitung faktornya.  campurkan isinya dan iarkan pada suhu kamar selama 3-5 menit dan serapannya dibaca dalam spektrofotometri pada panjang gelombang 540nm dengan pereaksi sebagai blangko  kadar hemoglobin dapat dibaca pada kurva kalibrasi atau dihitung dengan menggunakan faktor. harus dikalibrasi dulu. dengan mikropipet tambahkan 20mikroliter / mmk darah penderita ke dalam pereaksi tersebut serta hindarilah terjadinya gelembung dan bersihkan bagian mikropipet. dimana kadar Hb = serapan x faktor kurva kalibrasi dan faktor telah dipersiapkan sebelumnya. Sebelum fotometer dipergunakan untuk penetapan kadar hemoglobin. Untuk keperluan tersebut dipergunakan larutan standart hemisianida (sianmethemoglobin) dan pengenceran larutan tersebut dalam pereaksi Drapkin.

maka hasil percobaan serapan pasien tinggi memplotkan pada kurva tera. dan 0% sebagai blanko dengan larutan Drapkin. Setelah masing-masing tercampur sempurna biarkan pada suhu kamar 3 menit dan baca serapan pada fotometer dengan 540 nm. 25.251 mg/dl Buatlah pengenceran larutan standar 100. 50. Sumber Kesalahan . Buatlah kurvanya dengan kadar Hb sebagai absisi dan serapan sebagai ordinat. 75.(500 + 20) mikroliter 20 mikroliter = kadar hemisianida X 0. Pengawasan Mutu Hemolisat yang dipergunakan atau dibuat sendiri dengan standar hemosianida. CV optimal = 3% dan CV tidak boleh lebih dari 6% g. Atau menggunakan factor sebagai berikut : Faktor (F) = Jumlah Kadar Hb Jumlah Serapan f.

 leukositosis berat mempengaruhi pengukuran lebih rendah dari seharusnya  kerusakan pereaksi  pemipetan yang tidak akurat  fotometer yang kurang baik Diposkan oleh patologiklinikdi 19:27 . terjadinya jendalan darah  darah yang hipemik menyebabkan hasilnya lebih tinggi dari seharusnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful