Hemoglobin (Kadar, Struktur, Cara Mengukur, Dll) 2010 http://blog.uin-malang.ac.

id/alan/2011/01/10/hemoglobin-kadar-struktur-cara-mengukur-dll/ Author: Alan Amrullah | Category: Kebidanan Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh,[1] pada mamalia dan hewan lainnya. Hemoglobin juga pengusung karbon dioksida kembali menuju paru-paru untuk dihembuskan keluar tubuh. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi. Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang disebut hemoglobinopati, di antaranya yang paling sering ditemui adalah anemia sel sabit dan talasemia.

Kadar normal hemoglobin

Kadar hemoglobin menggunakan satuan gram/dl. Yang artinya banyaknya gram hemoglobin dalam 100 mililiter darah.

Nilai normal hemoglobin tergantung dari umur pasin :

Bayi baru lahir : 17-22 gram/dl Umur 1 minggu : 15-20 gram/dl Umur 1 bulan : 11-15 gram/dl Anak anak : 11-13 gram/dl Lelaki dewasa : 14-18 gram/dl Perempuan dewasa : 12-16 gram/dl Lelaki tua : 12.4-14.9 gram/dl Perempuan tua : 11.7-13.8 gram/dl Nilai diatas dapat berbeda pada masing masing laboratorium namun tidak akan terlalu jauh dari nilai diatas. Ada pula laboratorium yang tidak membedakan antara lelaki atau perempuan dewasa dengan lelaki atau perempuan tua.

Kadar hemoglobin dalam darah yang rendah dikenal dengan istilah anemia. Ada banyak penyebab anemia diantaranya yang paling sering adalah perdarahan, kurang gizi, gangguan sumsum tulang, pengobatan kemoterapi dan abnormalitas hemoglobin bawaan.

Struktur

Molekul hemoglobin manusia terbina daripada empat subunit protein berbentuk globul (iaitu hampir berbentuk sfera). Oleh sebab satu subunit dapat membawa satu molekul oksigen, maka secara efektifnya setiap molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen. Setiap subunit pula terdiri daripada satu rantai polipeptida yang mengikat kuat sebuah molekul lain, dipanggil heme.

Struktur heme adalah lebih kurang sama dengan klorofil. Ia terdiri daripada satu molekul bukan protein berbentuk cincin yang dinamai porphyrin, dan satu atom besi (Fe) yang terletak di tengah-tengah molekul porphyrin tadi. Di sinilah oksigen akan diikat semasa darah melalui peparu.

Terdapat dua keadaan pengoksidaan atom Fe iaitu +2 dan +3 (ion Fe2+ dan Fe3+ masing-masing). Hemoglobin dalam keadan normal membawa ion Fe2+, tetapi adakalanya ion ini dioksidakan kepada Fe3+. Hemoglobin yang membawa ion Fe3+ dipanggil methemoglobin. Methemoglobin tidak mampu mengikat oksigen, jadi ion Fe3+ ini perlu diturunkan kepada Fe2+. Proses ini memerlukan NADH, iaitu sebuah koenzim pembawa hidrogen, dan dimangkin oleh enzim NADH cytochrome b5 reductase

Terdapat beberapa jenis hemoglobin. Dalam darah manusia dewasa, hemoglobin yang paling banyak ialah hemoglobin A (HbA), yang terdiri daripada dua subunit α dan dua subunit β. Konfigurasi ini dinamai α2β2. Setiap subunit terdiri daripada 141 dan 146 molekul asid amino masing-masing.

Oksihemoglobin terbentuk apabila molekul oksigen diikat kepada hemoglobin. Proses ini berlaku di kapilari darah di dalam peparu. Oksihemogloin berwarna merah terang. Setelah oksigen digunakan oleh tubuh, hemoglobin dipanggil deoksihemoglobin. Ia berwarna merah gelap.

Cara Mengukur

1. antara lain metode sahli. Hanya ada 2 metode yang dapat diterima dalam hemoglobinometri klinik. kebanyakannya dilakukan secara automatik oleh mesin yang direka khusus untuk membuat beberapa ujian terhadap darah. Metode sahli tidak dianjurkan karena mempunyai kesalahan yang besar. Di dalam mesin ini. metode oksihemoglobin. dan sulfahemoglobin. methemoglobin. atau metode sianmethemoglobin. Metode oksihemoglobin hanya mengukur semua hemoglobin yang dapat diubah menjadi oksihemoglobin. Dasar . Keduanya merupakan cara spektrofotometrik.Terdapat beberapa cara bagi mengukur kandungan hemoglobin dalam darah. yaitu oksihemoglobin. alatnya tidak dapat distandarisasi. Hemoglobin yang terbebas ini dicampur dengan bahan kimia yang mengandungi cyanide yang mengikat kuat dengan molekul hemoglobin untuk membentuk cyanmethemoglobin. Internasional Committe for Standarization in Hematology (ICSH) merekomendasikan metode sianmethemoglobin. sedang karboksihemoglobin dan senyawa hemoglobin yang lain tidak terukur. sel darah merah diceraikan untuk mengasingkan hemoglobin dalam bentuk larutan. sebab selain mudah dilakukan juga mempunyai standar yang stabil dan hampir semua jenis hemoglobin terukur kecuali sulfahemoglobin. dan sianmethemoglobin. dan tidak semua jenis hemoglobin dapat ditetapkan sebagai contoh karboksihemoglobin. jumlah hemoglobin dapat ditentukan. Metode Sahli a. Dengan menyinarkan cahaya melalui larutan cyanmethemoglobin dan mengukur jumlah cahaya yang diserap (khususnya bagi gelombang antara 540 nanometer). Penetapan Kadar Hemoglobin Hemoglobin dapat ditetapkan dengan berbagai cara.

b.1N aquadest c. jangan sampai ada gelembung udara yang ikut terhisap hapus darah yang ada pada ujung pipet dengan tissue . Cara Kerja isi tabung pengencer dengan HCl 0. Untuk dapat menentukan kadar hemoglobin dilakukan dengan mengencerkan larutan campuran tersebut dengan aquadest sampai warnanya sama dengan warna batang gelas standar.1N batang pengaduk (dari glass) larutan HCl 0. yang terdiri atas tabung pengencer. Peralatan dan Pereaksi alat untuk mengambil darah vena atau darah kapiler hemometer sahli. Spesimen Dapat berupa darah kapiler atau darah vena (darah EDTA) d.Metode sahli merupakan satu cara penetapan hemoglobin secara visual.1N sampai angka 2 dengan pipet Hb.5 cm terdapat angka 20 pipet HCl botol tempat aquadest dan HCl 0. dinding bergaris mulai angka 2(bawah) s/d 22(atas) dua tabung standar warna pipet Hb. hisap darah sampai angka 20 mm. panjang 12cm. dengan pipa karet panjang 12. Darah diencerkan dengan larutan HCl sehingga hemoglobin berubah menjadi hematin asam.

bilas dengan aquadest bila masih ada darah dalam pipet biarkan satu menit tambahkan aquadest tetes demi tetes. kelelahan mata alat-alat kurang bersih ukuran pipet kurang tepat. baca kadar Hb pada skala yang ada ditabung pengencer e.5 gr% bayi (< 3bln) : 13. sulfahemoglobin.5 – 16.6 – 19. Nilai Normal menurut Dacie dewasa laki-laki : 13.8 gr% f. methemoglobin.5 – 18. Sumber Kesalahan tidak semua hemoglobin berubah menjadi hematin asam seperti karboksihemoglobin. perlu dikalibrasi pemipetan yang kurang akurat warna gelas standar pucat / kotor dan lain sebagainya .6 gr% umur 1 tahun : 11.0 – 13.0 gr% umur 12 tahun :11.tuangkan darah ke dalam tabung pengencer. aduk dengan batang kaca pengaduk bandingkan larutan dalam tabung pengencer dengan warna larutan standar bila sudah sama penambahan aquades dihentikan. sehingga tidak dapat untuk menghitung indeks eritrosit. cara visual mempunyai kesalahan inheren 15-30%.0 gr% dewasa wanita : 11.5 – 14. sumber kesalahan yang sering terjadi : kemampuan untuk membedakan warna tidak sama sumber cahaya yang kurang baik.

tutuplah tabung reaksi tersebut dan kocoklah 10 detik.penyesuaian warna larutan yang diperiksa dalam komparator kurang akurat. bilaslah mikropipet yang digunakan. b. 2.1% atau NH4OH 0. intensitas warnanya diukur secara spektofotometrik. 3. Metode Oksihemoglobin metode yang paling sederhana dan tercepat dalam fotometri.1% atau amonium hidroksida dan dikocok terjadi oksihemoglobin. Tetapi keterandalan ini tidak dipengaruhi oleh kenaikan bilirubin plasma. a. baca serapan dengan spektrofotometri pada 540 nm baca kadar hemoglobinnya pada kuvet kalibrasi yang telah dipersiapkan sebelumnya. Cara Kerja siapkan tabung reaksi yang berisi 5 ml larutan Na-Karbonat 0. Peralatan dan Pereaksi Na-Karbonat 0. paling sedikit 3 kali. Kerugiannya standar oksihemoglobin tidak stabil.1% tambahkan EDTA atau Darah kapiler 20 mikro. Dasar Darah dicampur dengan larutan Natrium Karbonat 0. Metode Sianmethemoglobin . c.04% pipet ukur 5 ml mikropipet 20 mikroliter tabung reaksi ukuran 75X10mm spektofotometer.

1000 ml c. Dasar ferrosianida mengubah besi pada Hb dari bentuk ferro ke bentuk ferri menjadi methemoglobin yang kemudian bereaksi dengan KCN membentuk pigmen yang stabil yaitu sianmethemoglobin. Kalium-hidrogen-fosfat digunakan agar pH tetap di mana reaksi dapat berlangsung sempurna pada saat yang tepat. pipetkan 5 ml pereaksi . Peralatan dan Pereaksi mikropipet 20 mikroliter / mmk atau pipet Sahli pipet volumetrik 5 ml tabung reaksi ukuran 75 x 10mm spektrofotometer/kolorimeter dengan panjang gelombang 540 nm larutan Drabkin atau modifikasinya (diperdagangkan dalam bentuk kit). Intensitas warna yang terbentuk yang diukur fotometrok 540 nm. Spesimen Darah kapiler atau darah EDTA d. Cara Kerja ke dalam tabung reaksi 75 x 10 mm. Deterjen berfungsi mempercepat hemolisa darah serta mencegah kekeruhan yang terjadi oleh protein plasma. yang berisi kandungan : kalium ferrosianida 200mg KCN 50 mg Kalium Hydrogen fosfat 140 mg detergen 0.5-1 ml aquadest / detenized water ad.a. b.

dimana kadar Hb = serapan x faktor kurva kalibrasi dan faktor telah dipersiapkan sebelumnya. harus dikalibrasi dulu. atau dihitung faktornya. 25. 75. Untuk keperluan tersebut dipergunakan larutan standart hemisianida (sianmethemoglobin) dan pengenceran larutan tersebut dalam pereaksi Drapkin. Pengawasan Mutu . Pembuatan Kurva Kalibrasi dan Perhitungan faktor. Atau menggunakan factor sebagai berikut : Faktor (F) = Jumlah Kadar Hb Jumlah Serapan f. campurkan isinya dan iarkan pada suhu kamar selama 3-5 menit dan serapannya dibaca dalam spektrofotometri pada panjang gelombang 540nm dengan pereaksi sebagai blangko kadar hemoglobin dapat dibaca pada kurva kalibrasi atau dihitung dengan menggunakan faktor.dengan mikropipet tambahkan 20mikroliter / mmk darah penderita ke dalam pereaksi tersebut serta hindarilah terjadinya gelembung dan bersihkan bagian mikropipet.251 mg/dl 1000/100 20 mikroliter Buatlah pengenceran larutan standar 100. Setelah masing-masing tercampur sempurna biarkan pada suhu kamar 3 menit dan baca serapan pada fotometer dengan 540 nm. 50. maka hasil percobaan serapan pasien tinggi memplotkan pada kurva tera. Buatlah kurvanya dengan kadar Hb sebagai absisi dan serapan sebagai ordinat. Sebelum fotometer dipergunakan untuk penetapan kadar hemoglobin. Kadar Hb dari larutan standart hemisianida dapat dihitung dalam gr/100ml atau gr/dl sebagai berikut : Kadar HbLarutan Standart = Kadar hemisianida mg/dl = X (500 + 20) mikroliter = kadar hemisianida X 0. dan 0% sebagai blanko dengan larutan Drapkin. e.

Hemolisat yang dipergunakan atau dibuat sendiri dengan standar hemosianida. . Penting bagi mereka yang bekerja di tingkat masyarakat ——pekerja epidemiologi kesehatan di Puskesmas—— untuk mengetahui status anemia dan tidak anemia baik individu maupun kelompok masyarakat. 2011 TINGGALKAN KOMENTAR Polewali Mandar Sulawesi Barat. CV optimal = 3% dan CV tidak boleh lebih dari 6% g. maka kadar hemoglobin induvidu dapat ditentukan. Ditulis dengan tujuan untuk dijadikan pedoman dalam penentuan penyakit gizi yaitu anemia gizi besi pada induvidu dan kelompok masyarakat. Pengertian.wordpress. @arali2008.com/2011/10/23/kadar-hemoglobin-untuk-penentuan-status-anemia-gizibesi/ Blogger @arali2008 OKTOBER 23.mendefinisikan operasionalnya——– sangatlah penting diketahui sebelum dianalisis penyebab dan akibatnya serta upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan Kurang Anemia Gizi Besi. leukositosis berat mempengaruhi pengukuran lebih rendah dari seharusnya kerusakan pereaksi pemipetan yang tidak akurat fotometer yang kurang baik Reverensi: My Mother (Bidan Umi Sangadah) Kadar Hemoglobin untuk penentuan Status Anemia Gizi Besi. Caranya adalah dengan mengunakan salah satu alat pengukuran Hemoglobin yang telah ada di Puskesmas. Sumber Kesalahan terjadinya jendalan darah darah yang hipemik menyebabkan hasilnya lebih tinggi dari seharusnya. Dijelaskan pengertian dan penentuan kriteria Anemia Gizi Besi serta alat pengukurannya ——. Ditulis kadar Hemoglobin untuk penentuan Status Anemia Gizi Besi. http://arali2008.

Anak pra sekolah Anak sekolah Laki-laki dewasa Perempuan dewasa : Hb 11 (gr/dL) : Hb 12 (gr/dL) : Hb 13 (gr/dL) : Hb 12 (gr/dL) . Kadar hemoblobin yang rendah disebut dengan Anemia Gizi yaitu Keadaan dimana kadar hemoglobin darah lebih rendah dari normal yang disebabkan oleh Asupan tidak adekuat (Primer). ―kurang besi jaringan‖ ( iron tissue deficiency). 4. menyatakan Hemoglobin (Hb) adalah bentuk konjugasi Fe dengan protein dalam bentuk aktif sebagai ferro yang berfungsi mentranspor CO2 dari jaringan keparu-paru untuk diekskresikan kedalam udara pernapasan dan membawa O2 dari paru-paru ke sel-sel jaringan. merupakan keadaan dimana banyaknya cadangan besi (iron store) berkurang dibawah normal namun besi didalam sel darah merah dan jaringan masih tetap normal. Anemia mikrositik hipokromik disebabkan oleh defisiensi zat besi Anemia makrositik hiperkromik atau megaloblastik anemia disebabkan oleh defisiensi vitamin B. Anemia gizi sebenarnya disebabkan oleh defisiensi nutrien Fe.1 g/100 ml) Batasan Anemia secara induvidu menurut WHO berdasarkan kadar hemoglobin (Hb) yang diperiksa per 100 gram mililiter(mL) atau gram per desiliter (dL) adalah : 1. ―kurang besi dini‖ ( early iron deficiency anemia). Pada anak usia 6 – 14 tahun dari 15 gram per 100 ml dapat turun sampai 12 gram per 100 ml. Kebutuhan yang meningkat (kehamilan) dan Eksresi yang meningkat (penyakit hati). Cu dan Co. ―kurang besi laten‖ (laten iron deficiensy). Penentuan Kriteria Anemia Pearce EC. 3. Tingkatan pertama. Anemia gizi secara sederhana dapat diistilahkan kurang darah atau keadaan kurang zat gizi mineral besi (Fe). Lesu. Absorbsi tidak adekuat (TGI disease). (1992). dimana besi dalam jaringan belum berkurang.C. Type anemia berdasarkan pemeriksaan hematologic mempunyai 2 type : 1.B. 1981: Suhardjo 1992 yang telah direvisi beberapa kali sampai dengan tahun 2010).Lelah atau Malas Belajar. Hemoglobin terdapat di dalam sel darah merah. dimana penurunan besi cadangan terus berlangsung sampai habis atau hampir habis. Tanda-tamdanya. 1980. menjelaskan jumlah Hemoglobin (Hb) dalam darah normal kurang lebih 15 gram setiap 100 ml darah dan jumlah ini biasa di sebut ―100 persen ―. terjadi setelah besi dalam jaringan berkurang. Vit. Demikian pada tingkatan ini semua komponen besi dalam tubuh telah terganggu. Malas Berpikir. Malas Bekerja. Tingkatan kedua. vit.5 gram per 100 ml. 1974 : Dallan. Pucat. Tingkatan ketiga. Lemah. vit. 2.Berbagai reteratur menjelaskan tentang Kadar Hemoglobin untuk penentuan Status Anemia Gizi Besi. ―anemia kurang besi lanjut‖ (laten iron deficiency anemia). merupakan perkembangan lanjut dari anemia kurang besi dini. Dari semua penyebab ini defisiensi yang paling utama adalah Defisiensi Fe. asam folat dan protein yang merupakan faktor eritropoesis dalam pembentukan sel darah merah.12 dan asam folat Berkembangnya anemia (kurang besi) melalui beberapa tingkatan dimana masing-masing tingkatan berkaitan dengan ketidak normalan indikator hemotologis tertentu (Wintrobe. Dalam berbagai bentuk anemia jumlah Hb dalam darah berkurang. tetapi besi dalam sel darah merah dan dalam jaringan belum berkurang. INACG. infeksi). Sama atau lebih dari kadar ini dikatakan tidak anemia dan kurang dari angka ini dikatakan anemia (adanya perbedaan klinis 3. Utilisasi tidak adekuat (keganasan. Tingkatan keempat.12.B6. kadar itu bisa dibawah 30 % atau 4. Dalam bentuk anemia parah. 2.

klinik bersalin dan rumah sakit. 2. Pada masa kehamilan. Zat besi heme bersumber dari daging. Pada masa tumbuh kembang. zat besi yang masuk melalui makanan tidak mencukupi kebutuhan meningkatnya kebutuhan tubuh pendarahan yang disebabkan oleh infeksi cacing tambang.25 mg asam folat). Ada dua yaitu zat besi heme dan zat besi bukan heme. 3. Zat besi cemaran dan Zat besi fortifikasi. ikan. telah melakukan pencegahan dan penanggulangan anemia besi melalui pemberian suplementasi langsung zat besi berupa tablet besi pada ibu hamil (60 mg elementasi besi. Ibu hamil Ibu menyusui : Hb 11 (gr/dL) : Hb 12 (gr/dL) Adapun Klasifikasi Prevalensi kadar hemoglobin untuk penentuan status anemia (WHO) dalam suatu kelompok umur (masyarakat) yang ada di suatu wilayah dan dalam jangka waktu tertentu per konstanta 100 individu untuk menyatakan prevalensinya adalah : 1. ibu hamil dan menyusui. infeksi dan lain-lain dapat meningkatkan kebutuhan tubuh akan zat besi Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Besi Departemen Kesehatan melalui program perbaikan gizi rutinnya. sayuran. melahirkan dan laktasi. umbian. sedangkan sumber nabati walaupun kaya akan zat besi tetapi tidak dapat diserap dengan baik dalam tubuh sehingga hanya sedikit sekali yang dapat digunakan dalam tubuh. Kematian Janin Dalam Rahim (KJDR) dan penyebab lainnya yang dapat berkontribusi terhadap kesakitan dan kematian ibu saat hamil.air. Zat Besi bukan heme yaitu Zat besi yang bersumber dari makanan. abortus. wajan besi (sumber non hayati ) dan Hayati dalam komponen makanan. Dilakukan bersama kegiatan usaha perbaikan gizi keluarga (UPGK) di posyandu. debu. Alat Sahli untuk mengukur Kadar Hemoglobin (Hb) . akibat penyekit kronis. 0. Tanah. 3.5. Pencegahan dan penanggulangan anemia besi yang utama adalah jenis zat besi yang terdapat dalam makanan dengan mengkonsumsi makanan yang seimbang sehari-hari dengan tetap memperhatikan sumber makanan yang mengandung zat besi. Pemberian sirup Fe juga diberikan kepada balita yang mengalami gizi kurang. unggas dan hasil olahannya. 2. 6. dengan penyerapan zat besi ke adalam tubuh hanya dibawah 3 %. Ketersediaan hayatinya tinggi dapat memenuhi (20-30%). defisiensi zat gizi besi dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan kurang (BBLR <2500 gram). kacang ( sumber hayati). puskesmas. Diberikan setiap hari sejak kehamilan trimester I dan diharapkan ibu hamil mengkonsumsi minimal 90 tablet selama kehamilannya. < 15 % dikatakan mempunyai Prevalensi rendah dan diinterpretasikan sebagai kelompok masyarakat yang tidak bermasalah dengan anemia gizi 15 – 40% dikatakan mempunyai Prevalensi sedang dan diinterpretasikan sebagai kelompok masyarakat yang mempunyai Masalah (ringan – sedang) dengan anemia gizi > 40% dikatakan mempunyai Prevalensi tinggi dan diinterpretasikan sebagai kelompok masyarakat yang mempunyai masalah berat dengan anemia gizi Penyebab dan akibat Rendahnya Hemoglobin Perkembangan anemia ( kurang besi ) seperti yang dijelaskan diatas menurut Depkes RI 2004 penyebabnya salah satu atau lebih dari keadaan berikut : 1. malaria dan lain-lain Makanan yang kaya kandungan zat besinya adalah makanan sumber hewani dengan penyerapan zat besi kedalam tubuh kurang lebih diata 15%. sumbernya adalah Ketersediaan Hayatinya rendah (<5 %) yaitu Serealia.

Bila enemia (kurang besi) segera dilakukan intervensi dan bila tidak anemia (tidak kurang besi) maka upaya-upaya intake Fe induvidu maupun masyarakat dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Oleh karena itu. Bahwa cara Sahli menghasilkan nilai Hb lebih rendah 10-13 persen dari cara sianmethemoglobin. Sahli dan Hemocoe disimpulkan bahwa cara kertas saring kurang andal digunakan di lapangan. 2. Penelitian sebelumnya oleh Muhilal dan Sukati Saidin (1980) menjelaskan ketelitian penentuan hemogoblin ( Hb) dengan cara Sahli yang dibandingkan dengan cara sianmethemoglobin (Cara yang paling teliti yang dianjurkan WHO baik perorangan maupun kelompok). Bila sarana penentuan Hb dengan cara sianmethemoglobin tidak tersedia. Penelitian Hao Liying. Kesimpulan Kadar Hemoglobin untuk penentuan Status Anemia Gizi besi adalah kadar hemoglobin (konjugasi Fe dengan protein) induvidu dalam sel darah merah yang dalam tulisan ini diukur dengan metode Sahli. Apakah Masalah Gizi Itu ? Patogenesis Penyakit Defisiensi Gizi Interelasi Metabolisme dan Penentuan Kalori Total Apakah Berat Badan Balita BGM-KMS adalah Gizi Buruk? Penyebab (etiologi) Diare di Polewali Mandar Belum Di Intervensi Kebutuhan Gizi Embrio dan Paradigma Baru Perbaikan Gizi Masyarakat Menghitung Kebutuhan (Gizi) Air Apakah hemoglobin itu? . 10 % lebih rendah jika dilakukan oleh petugas yang cukup berpengalaman dan 13 % lebih rendah jika dilakukan oleh petugas yang mendapat latihan selama seminggu. penentuan Hb dapat dilakukan dengan cara sahli dan hasilnya dikalikan faktor 1. pada umumnya tersedia 3 macam cara pemeriksaan yaitu. Kadar Hb dapat dilakukan oleh petugas laboratorium —bisa petugas Puskesmas terlatih—– yang telah mengetahui cara pengukuran yang baik dan benar penggunaan metode Sahli. Baca juga tulisan terkait 1. Muhilal dan Sukati Saidin (1997) tentang perbandingan pemeriksaan kadar hemogoblin darah dengan kertas filter. Cara pengukuran yang baik dan benar penggunaan metode Sahli dilakukan dengan pengambilan kadar hemoglobin darah induvidu yang diperoleh dengan mengambil sedikit darah arteri (1-2 ml) pada ujung jari tangan. Hasil penentuan Hb dengan cara Sahli bila dikalikan faktor 1. 1980). 5. 7. Kadar Hb dapat dilakukan oleh petugas laboratorium.1 (Muhilal dan Sukati Saidin. 4. bisa petugas Puskesmas terlatih.13 menghasilkan nilai Hb yang penyebarannnya tidak berbeda bermakna dengan cara sianmethemoglobin. Indikasi pengukuran ditentukan oleh hasil kadar hemoglobin darah induvidu yang diperoleh dengan mengambil sedikit darah arteri (1-2 ml) pada ujung jari tangan. 3. Kriteria objektifnya atau hasil pengukuran kadar hemoglobin darah induvidu ditentukan setelah dikalikan faktor 1. Sahli dan Hemocue. dengan cara kertas saring. 6.1 dan kemudian jumlah kadar hemoglobin dinyatakan dengan patokan (cut off value) yang diusulkan WHO.Pemeriksaan kadar hemogobin darah dilapangan. agar digunakan cara Sahli untuk tujuan test.10 mapun 1.

Selanjutnya dengan penyinaran khusus.9 gram/dl Perempuan tua : 11. Nilai normal hemoglobin tergantung dari umur pasin :         Bayi baru lahir : 17-22 gram/dl Umur 1 minggu : 15-20 gram/dl Umur 1 bulan : 11-15 gram/dl Anak anak : 11-13 gram/dl Lelaki dewasa : 14-18 gram/dl Perempuan dewasa : 12-16 gram/dl Lelaki tua : 12. pengobatan kemoterapi dan abnormalitas hemoglobin bawaan.Hemoglobin adalah molekul protein pada sel darah merah yang berfungsi sebagai media transport oksigen dari paru paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru paru. mesin ini juga dapat mengukur beberapa komponen darah yang lain. Apa artinya bila kadar hemoglobin rendah? Kadar hemoglobin dalam darah yang rendah dikenal dengan istilah anemia. Selain mengukur hemoglobin. Kandungan zat besi yang terdapat dalam hemoglobin membuat darah berwarna merah. kadar hemoglobin diukur berdasarkan nilai sinar yang berhasil diserap oleh hemoglobin. Ada banyak penyebab anemia diantaranya yang paling sering adalah perdarahan. Kadar normal hemoglobin Kadar hemoglobin menggunakan satuan gram/dl. Bagaimana cara mengukur hemoglobin? Saat ini pengukuran kadar hemoglobin dalam darah sudah menggunakan mesin otomatis. gangguan sumsum tulang. Mesin pengukur akan memecah hemoglobin menjadi sebuah larutan. Hemoglobin dalam larutan ini kemudian dipisahkan dari zat lain dengan menggunakan zat kimia yang bernama sianida. Yang artinya banyaknya gram hemoglobin dalam 100 mililiter darah.7-13. Apa artinya bila kadar hemoglobin tinggi? . Ada pula laboratorium yang tidak membedakan antara lelaki atau perempuan dewasa dengan lelaki atau perempuan tua.8 gram/dl Nilai diatas dapat berbeda pada masing masing laboratorium namun tidak akan terlalu jauh dari nilai diatas.4-14. kurang gizi.

1. methemoglobin. sedang karboksihemoglobin dan senyawa hemoglobin yang lain tidak terukur. dan sianmethemoglobin. sebab selain mudah dilakukan juga mempunyai standar yang stabil dan hampir semua jenis hemoglobin terukur kecuali sulfahemoglobin. metode oksihemoglobin. atau metode sianmethemoglobin. Dasar Metode sahli merupakan satu cara penetapan hemoglobin secara visual. yaitu oksihemoglobin. Metode sahli tidak dianjurkan karena mempunyai kesalahan yang besar. antara lain metode sahli.Kadar hemoglobin yang tinggi dapat dijumpai pada orang yang tinggal di daerah dataran tinggi dan perokok. Hanya ada 2 metode yang dapat diterima dalam hemoglobinometri klinik. Untuk dapat menentukan kadar hemoglobin dilakukan dengan mengencerkan larutan campuran tersebut dengan aquadest sampai warnanya sama dengan warna batang gelas standar. http://www.blogdokter. Darah diencerkan dengan larutan HCl sehingga hemoglobin berubah menjadi hematin asam.net/2008/06/13/hemoglobin/ Minggu. . 04 Mei 2008 PENETAPAN KADAR HEMOGLOBIN Hemoglobin dapat ditetapkan dengan berbagai cara. alatnya tidak dapat distandarisasi. Internasional Committe for Standarization in Hematology (ICSH) merekomendasikan metode sianmethemoglobin. Beberapa penyakit seperti radang paru paru. Metode Sahli a. dan sulfahemoglobin. tumor dan gangguan sumsum tulang juga bisa meningkatkan kadar hemoglobin. dan tidak semua jenis hemoglobin dapat ditetapkan sebagai contoh karboksihemoglobin. Metode oksihemoglobin hanya mengukur semua hemoglobin yang dapat diubah menjadi oksihemoglobin. Keduanya merupakan cara spektrofotometrik.

Peralatan dan Pereaksi  alat untuk mengambil darah vena atau darah kapiler  hemometer sahli.1N .1N o batang pengaduk (dari glass) o larutan HCl 0.b. dinding bergaris mulai angka 2(bawah) s/d 22(atas) o dua tabung standar warna o pipet Hb. panjang 12cm. yang terdiri atas o tabung pengencer.5 cm terdapat angka 20 o pipet HCl o botol tempat aquadest dan HCl 0. dengan pipa karet panjang 12.

aduk dengan batang kaca pengaduk  bandingkan larutan dalam tabung pengencer dengan warna larutan standar . Spesimen Dapat berupa darah kapiler atau darah vena (darah EDTA) d. jangan sampai ada gelembung udara yang ikut terhisap  hapus darah yang ada pada ujung pipet dengan tissue  tuangkan darah ke dalam tabung pengencer. hisap darah sampai angka 20 mm.1N sampai angka 2  dengan pipet Hb. aquadest c. Cara Kerja  isi tabung pengencer dengan HCl 0. bilas dengan aquadest bila masih ada darah dalam pipet  biarkan satu menit  tambahkan aquadest tetes demi tetes.

5 .0 . baca kadar Hb pada skala yang ada ditabung pengencer e.0 gr%  dewasa wanita : 11. sulfahemoglobin.5 .13.8 gr% f.0 gr%  umur 12 tahun :11.18. methemoglobin.14.16.5 . Sumber Kesalahan  tidak semua hemoglobin berubah menjadi hematin asam seperti karboksihemoglobin.6 gr%  umur 1 tahun : 11. . bila sudah sama penambahan aquades dihentikan.5 gr%  bayi (< 3bln) : 13.6 . sehingga tidak dapat untuk menghitung indeks eritrosit. Nilai Normal menurut Dacie  dewasa laki-laki : 13.19.  cara visual mempunyai kesalahan inheren 15-30%.

Metode Oksihemoglobin metode yang paling sederhana dan tercepat dalam fotometri. o kelelahan mata o alat-alat kurang bersih o ukuran pipet kurang tepat. sumber kesalahan yang sering terjadi : o kemampuan untuk membedakan warna tidak sama o sumber cahaya yang kurang baik. Tetapi keterandalan ini tidak dipengaruhi oleh kenaikan bilirubin plasma. Kerugiannya standar oksihemoglobin tidak stabil. perlu dikalibrasi o pemipetan yang kurang akurat o warna gelas standar pucat / kotor dan lain sebagainya o penyesuaian warna larutan yang diperiksa dalam komparator kurang akurat. 2. .

Peralatan dan Pereaksi  Na-Karbonat 0.04%  pipet ukur 5 ml  mikropipet 20 mikroliter  tabung reaksi ukuran 75X10mm  spektofotometer. Cara Kerja  siapkan tabung reaksi yang berisi 5 ml larutan Na-Karbonat 0.1% .1% atau NH4OH 0.1% atau amonium hidroksida dan dikocok terjadi oksihemoglobin. c.a. Dasar Darah dicampur dengan larutan Natrium Karbonat 0. intensitas warnanya diukur secara spektofotometrik. b.

Dasar ferrosianida mengubah besi pada Hb dari bentuk ferro ke bentuk ferri menjadi methemoglobin yang kemudian bereaksi dengan KCN membentuk pigmen yang stabil yaitu sianmethemoglobin. b. tambahkan EDTA atau Darah kapiler 20 mikro. Peralatan dan Pereaksi  mikropipet 20 mikroliter / mmk atau pipet Sahli  pipet volumetrik 5 ml  tabung reaksi ukuran 75 x 10mm . bilaslah mikropipet yang digunakan.  tutuplah tabung reaksi tersebut dan kocoklah 10 detik. Deterjen berfungsi mempercepat hemolisa darah serta mencegah kekeruhan yang terjadi oleh protein plasma. 3. baca serapan dengan spektrofotometri pada 540 nm  baca kadar hemoglobinnya pada kuvet kalibrasi yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kalium-hidrogen-fosfat digunakan agar pH tetap di mana reaksi dapat berlangsung sempurna pada saat yang tepat. paling sedikit 3 kali. Intensitas warna yang terbentuk yang diukur fotometrok 540 nm. Metode Sianmethemoglobin a.

 spektrofotometer/kolorimeter dengan panjang gelombang 540 nm  larutan Drabkin atau modifikasinya (diperdagangkan dalam bentuk kit). pipetkan 5 ml pereaksi . yang berisi kandungan : o kalium ferrosianida 200mg o KCN 50 mg o Kalium Hydrogen fosfat 140 mg o detergen 0. Spesimen Darah kapiler atau darah EDTA d. Cara Kerja  ke dalam tabung reaksi 75 x 10 mm. 1000 ml c.5-1 ml o aquadest / detenized water ad.

 dengan mikropipet tambahkan 20mikroliter / mmk darah penderita ke dalam pereaksi tersebut serta hindarilah terjadinya gelembung dan bersihkan bagian mikropipet. atau dihitung faktornya.  campurkan isinya dan iarkan pada suhu kamar selama 3-5 menit dan serapannya dibaca dalam spektrofotometri pada panjang gelombang 540nm dengan pereaksi sebagai blangko  kadar hemoglobin dapat dibaca pada kurva kalibrasi atau dihitung dengan menggunakan faktor. Untuk keperluan tersebut dipergunakan larutan standart hemisianida (sianmethemoglobin) dan pengenceran larutan tersebut dalam pereaksi Drapkin. harus dikalibrasi dulu. Pembuatan Kurva Kalibrasi dan Perhitungan faktor. Sebelum fotometer dipergunakan untuk penetapan kadar hemoglobin. Kadar Hb dari larutan standart hemisianida dapat dihitung dalam gr/100ml atau gr/dl sebagai berikut : Kadar HbLarutan Standart = Kadar hemisianida mg/dl 1000/100 X . e. dimana kadar Hb = serapan x faktor kurva kalibrasi dan faktor telah dipersiapkan sebelumnya.

Sumber Kesalahan . 75. Buatlah kurvanya dengan kadar Hb sebagai absisi dan serapan sebagai ordinat.251 mg/dl Buatlah pengenceran larutan standar 100. Atau menggunakan factor sebagai berikut : Faktor (F) = Jumlah Kadar Hb Jumlah Serapan f. dan 0% sebagai blanko dengan larutan Drapkin. Pengawasan Mutu Hemolisat yang dipergunakan atau dibuat sendiri dengan standar hemosianida. Setelah masing-masing tercampur sempurna biarkan pada suhu kamar 3 menit dan baca serapan pada fotometer dengan 540 nm. 25.(500 + 20) mikroliter 20 mikroliter = kadar hemisianida X 0. 50. CV optimal = 3% dan CV tidak boleh lebih dari 6% g. maka hasil percobaan serapan pasien tinggi memplotkan pada kurva tera.

 terjadinya jendalan darah  darah yang hipemik menyebabkan hasilnya lebih tinggi dari seharusnya.  leukositosis berat mempengaruhi pengukuran lebih rendah dari seharusnya  kerusakan pereaksi  pemipetan yang tidak akurat  fotometer yang kurang baik Diposkan oleh patologiklinikdi 19:27 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful