P. 1
Sejarah Dakwah Rasulullah SAW Periode Madinah

Sejarah Dakwah Rasulullah SAW Periode Madinah

|Views: 794|Likes:

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Dian Rasyid Djantara on Apr 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2013

pdf

text

original

Dakwah Rasulullah SAW Periode Madinah

Jumat, Januari 27, 2012 bagas dan bangkit No comments Dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah SWT sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam. Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ini terjadi pada 12 Rabi`ul Awwal tahun pertama Hijrah, yang bertepatan dengan 28 Juni 621 Masehi. Hijrah adalah sebuah peristiwa pindahnya Nabi Muhammad Saw dari Mekkah ke Madinah atas perintah Allah, untuk memperluas wilayah penyebaran Islam dan demi kemajuan Islam itu sendiri. Rencana hijrah Rasulullah diawali karena adanya perjanjian antara Nabi Muhammad SAW dengan orang-orang Yatsrib yaitu suku Aus dan Khazraj saat di Mekkah yang terdengar sampai ke kaum Quraisy hingga Kaum Quraisy pun merencanakan untuk membunuh Nabi Muhammad SAW. Pembunuhan itu direncanakan melibatkan semua suku. Setiap suku diwakili oleh seorang pemudanya yang terkuat. Rencana pembunuhan itu terdengar oleh Nabi SAW, sehingga ia merencanakan hijrah bersama sahabatnya, Abu Bakar. Abu Bakar diminta mempersiapkan segala hal yang diperlukan dalam perjalanan, termasuk 2 ekor unta. Sementara Ali bin Abi Thalib diminta untuk menggantikan Nabi SAW menempati tempat tidurnya agar kaum Quraisy mengira bahwa Nabi SAW masih tidur.

Periode Madinah Pada malam hari yang direncanakan, di tengah malam buta Nabi SAW keluar dari rumahnya tanpa diketahui oleh para pengepung dari kalangan kaum Quraisy. Nabi SAW menemui Abu Bakar yang telah siap menunggu. Mereka berdua keluar dari Mekah menuju sebuah Gua Tsur, kira-kira 3 mil sebelah selatan Kota Mekah. Mereka bersembunyi di gua itu selama 3 hari 3 malam menunggu keadaan aman. Pada malam ke-4, setelah usaha orang Quraisy mulai menurun karena mengira Nabi SAW sudah sampai di Yatsrib, keluarlah Nabi SAW dan Abu Bakar dari persembunyiannya. Pada waktu itu Abdullah bin Uraiqit yang diperintahkan oleh Abu Bakar pun tiba dengan membawa 2 ekor unta yang memang telah dipersiapkan sebelumnya. Berangkatlah Nabi SAW bersama Abu Bakar menuju Yatsrib menyusuri pantai Laut Merah, suatu jalan yang tidak pernah ditempuh orang. Setelah 7 hari perjalanan, Nabi SAW dan Abu Bakar tiba di Quba, sebuah desa yang jaraknya 5 km dari Yatsrib. Di desa ini mereka beristirahat selama beberapa hari. Mereka menginap di

rumah Kalsum bin Hindun. Di halaman rumah ini Nabi SAW membangun sebuah masjid yang kemudian terkenal sebagai Masjid Quba. Inilah masjid pertama yang dibangun Nabi SAW sebagai pusat peribadatan. Tak lama kemudian, Ali menggabungkan diri dengan Nabi SAW. Sementara itu penduduk Yatsrib menunggu-nunggu kedatangannya. Menurut perhitungan mereka, berdasarkan perhitungan yang lazim ditempuh orang, seharusnya Nabi SAW sudah tiba di Yatsrib. Oleh sebab itu mereka pergi ke tempat-tempat yang tinggi, memandang ke arah Quba, menantikan dan menyongsong kedatangan Nabi SAW dan rombongan. Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Dengan perasaan bahagia, mereka mengeluelukan kedatangan Nabi SAW. Mereka berbaris di sepanjang jalan dan menyanyikan lagu Thala' al-Badru, yang isinya: Telah tiba bulan purnama, dari Saniyyah al-Wadâ'i (celah-celah bukit). Kami wajib bersyukur, selama ada orang yang menyeru kepada Ilahi, Wahai orang yang diutus kepada kami, engkau telah membawa sesuatu yang harus kami taati. Setiap orang ingin agar Nabi SAW singgah dan menginap di rumahnya. Tetapi Nabi SAW hanya berkata, "Aku akan menginap dimana untaku berhenti. Biarkanlah dia berjalan sekehendak hatinya." Ternyata unta itu berhenti di tanah milik dua anak yatim, yaitu Sahal dan Suhail, di depan rumah milik Abu Ayyub al-Anshari. Dengan demikian Nabi SAW memilih rumah Abu Ayyub sebagai tempat menginap sementara. Tujuh bulan lamanya Nabi SAW tinggal di rumah Abu Ayyub, sementara kaum Muslimin bergotong-royong membangun rumah untuknya. Sejak itu nama kota Yatsrib diubah menjadi Madînah an-Nabî (kota nabi). Orang sering pula menyebutnya Madînah al-Munawwarah (kota yang bercahaya), karena dari sanalah sinar Islam memancar ke seluruh dunia.

DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MADINAH A . L a t a r b e l a k a n g

Dikota mekkah telah kita ketahui bahwa bangsa quraisy dengan segalau p a y a a k a n m e l u m p u h k a n g e r a k a n M u h a m m a d S a w . H a l i n i d i b u k t i k a n dengan pemboikotan yang dilakukan mereka kepada Bani Hasyim dan BaniMutahlib. Di antara pemboikotan tersebut adalah: 1 . M e m u t u s k a n h u b u n g a n p e r k a w i n a n 2 . m e m u t u s k a n h u b u n g a n j u a l b e l i 3 . m e m u t u s k a n h u b u n g a n z i a r a h d a n m e n z i a r a h d a n lain-lain Pemboikotan tersebut tertulis di atas kertas shahifah atau plakat yang digantungkan di kakbah dan tidak akan di cabut sebelum Nabi Muhammad Saw. Menghentikan gerakannya.N a b i M u h a m m a d S a w . M e r a s a k a n b a h w a t i d a k l a g i s e s u a i d i j a d i k a n pusat dakwah ialam beliau bersama zaid bin haritsah hijrah ke thaif untukberdakwah ajaran itu ditolak dengan kasar. Nabi Saw. Di usir, di soraki dandikejar-kejar sambil di lemparidengan batu. Walaupun terluka dan sakit,Beliau tetap sabar dan berlapang dada serta ikhlas. Meghadapi cobaan yangdi hadapinya.Saat mengahadapi ujian yang berat Nabi Saw bersama pengikutnya dip e r i n t a h k a n o l e h A L L a H S W T u n t u k m e n g a l a m i i s r a d a n m i ‟ r a j k e b a i t u l maqbis di palestina, kemudian naik kelangit hingga ke sidratul muntaha.Kejadian isra dan mi‟raj terjadi pada malam 17 rajab tahun ke -11 darikenabiannya (sekitar 621 M) di tempuuh dalam waktu satu malam. Hikmah Allah Swt. Dari peristiwa isra dan mi‟raj antar lain sebagaiberikut. 1. Karunia dan keistimewaan ersendiri bagi Nabi saw. 2. Memberikan penambahan kekuatan iman keyakinan beliau sebagai rasul 3. Menjadi ujian bagi kaum muslimin sendiri. Berita ini menjadi olokan kaum Quraisy kepada Nabi saw. M e r e k a mengira Nabi saw telah gila. Orang pertama memperceyainya adlah AbuBakar sehingga diberi gelar As Siddiq. B . H i j r a h ( M a d i n a h ) N a b i M u h a m m a d s a w K e Y a t s r i b

Faktor yang menorong hijrahnya Nabi saw 1. Ada tanda-tanda baik pada perkembangan Islam di Yatsrib, karena:  pada tahun 621 M telah dating 13 orang p e n d u d u k Y a t s r i b menemuiNabi saw di bukit Akabah.  p a d a t a h u n b e r i k u t n y a , 6 2 2 M d a t a n g l a g i s e b a n y a k 7 3 orang Yatsrib ke Mekkah yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj

2. Rencana pembunuhan Nabi saw oleh kaum Quraisy yang h a s i l kesepakatannya sbb:  M e r e a s a n g a t k h a w a t i r j i k a M u h a m m a d d a n p e n g i k u t n y a telah berkuasa di Yatsrib.  M e m b u n u h N a b i s a w s e b e l u m b e l i a u i k u t p i n d a h k e Yatsrib. 3. Rencana pembunuhan Nabi saw:  S e t i a p s u s e o r a n g p e  Mengepung membunuhnya

k u Q u r a i s y m u d a h tangguh. rumah Nabi s a a t fajar.

m e n g i r i m k a n saw dan akan

Rencana-rencana tersebut diketaui oleh Nabi saw dan parapemuda q u r a s y t e r k a c o h . M e r e k a m e n g e j a r d a n e n j e l a j a h i s e l u r u h k o t a u n t u k mencari Nabi saw tetapi hasilnya nihil. Kemudian Nabi bersama pengikutnyamelanjutkan perjalanannya menelusuri pantai laut mera C . A k h i r M e k k a h P e r i o d e D a k w a h R a s u l u l a h d i K o t a

Dengan berpindahnya Nabi saw dari Mekkahmaka berakhirlah periode pertama perjalanan dakwah beliau di kota Mekkah. Beliau berjuanga n t a r a h i d u p d a n m a t i m e n ye r u k a n a g a m a I s l a m d i t e n g a h m a s ya r a k a t Mekkah dengan jihad kesabaran, harta benda, jiwa dan raga.Sebelum memasuki Yatsrib, Nabi saw singgah di Quba selama 4 hari beristirahat, Nabi mendirikan sebuah masjid quba dan masjid pertamad a l a m s e j a r a h I s l a m . T e p a t h a r i J u m a t 1 2 R a b i u l a w a l t a h u n 1 hijrahbertepatan 24 September 6 M, Nabi saw mengadakan shalat Jumaty a n g p e r t a m a k a l i d a l a m s e j a r a h I s l a m d a n B e l i a u p u n b e r k h o t b a h d i hadapan muslimin Muhajirin dan Anshar. D . D a k w a h R a s u l u l l a h P e r i o d e M a d i n a h

Penduduk kota Madinah terb\diri dari 2 golongan yang berbeda jauh, yaitu: 1.Golongan Arab yang berasal dari selatan yang t e r d i r i d a r i suku Aus dan Khazraj 2 . G o l o n g a n y a h u d i , y a i t u o r a n g - o r a n g I s r a e l y a n g b e r a s a l dari utara (Palestina) Dengan hijrahnya kaum muslimin, terbukalah kesmpatan bagi Nabi saw untukm e n g a t u r s t r a t e g i m e m b e n t u k m a s y a r a k a t I s l a m ya n g b e b a s d a r i ancaman musuh baik dari luar maupun dari dalam.

E . S u b s t a n s i d a n s a w P e r i o d e Mainah

S t r a t e g i

D a k w a h

R a s u l u l l a h

Adapun substansi dan strategi dakah Rasulullah saw antara lain: 1 . M e m b i n a m a s y a r a k a t I s l a m m e l a l u i p e r t a l i a n persaudaraan antara kaum Muhajjirin dengan kaum Anshar 2.Memellihara dan mempertahankan masyarakat Islam 3 . M e l e t a k k a n d a s a r - d a a r p o l i t i k e k o n o m i d a n s o c i a l u n t k masyarakat Islam Dengan diletakannya dasar-dasar yang berkala ini masyarakat dan p e m e r i n t a h a n I s l a m d a p a t m e w u j u d k a n n a g a r i “ B a l d t u n T h i yi b a t u n Warabbun Ghafur “ dan Madinah disebut “ Madinatul Munawwarah ”. F.Hikmah Madinah Sejarah Dakwah Rasululah saw Periode

Hikmah sejarah dakwah Rasulullah saw antara lain: 1 . D e n g a n p e r s a u d a r a a n y a n g t e l a h d i l a k u k a n o l e h k a u m Muhajirin dan kaum Anshardapat memberikan rasa aman dan tentram. 2 . P e r s a t u a n d a n s a l i n g m e n g h o r m a t i a n t a r a g a m a 3 . M e n u m b u h - k e m b a n g k a n t o l o n g m e n o l o n g a n t a r a y a n g kuat dan lemah, yang kaya dan miskin 4 . M e m a h a m i b a h w a u m a t I s l a m h a r u s b e r p e g a n g m e n u r u t aturan Allah swt 5.memahami dan menyadaribahwa kita wajib agar m e n j a l i n hubungan dengan Allah swt dan antara manusia dengan manusia 6 . K i t a m e n d a p a t k a n w a r i s a n y a n g s a n g a t m e n e n t u k a n keselamatan kita baik di dunia maupun di akhirat. 7 . M e n j a d i k a n i n s p i r a s i d a n m o t i v a s i d a l a m m e n y i a r k a n agama Islam 8 . T e r c i p t a n y a h u b u n g a n y a n g k o n d u s i f G . S i k a p d a n P e r i l a k u M e n c e r m i n k a n D a k w a h d i Madinah y a n g

Sikap dan perilaku yang menceinkan dakwah Rasulullah saw antara lain: 1 . m e n g i m a n i d e n g a n s e b e n a r - b e n a r n y a b a h w a M u h a m m a d saw adalah rasul dan nabi penutup para nabi 2 . M e n c i n t a i R a s u l l u l a h s a w 3 . m e n s o s i a l i s a s i k a n s u n n a h N a b i s a w 4.Gemar dan senang membaca buku sejarah nabi nabi

5 . M e m e l i h a r a s i l a t u r a h m i d e n g a n s e s a m a m a n u s i a 6 . B e r k u n j u n g k e t a n a h s u c i M e k k a h a t a u M a d i n a h u n t u k melihat/ menapak tilas perjuangan Nabi Muhammad saw 7.Mempelajari dan memahami Al Quran dan hadis hadisnya 8 . S e n a n t i a s a b e r j i h a d d i j a l a n A l l a h 9 . A k t i f / i k u t s e r t a d a l a m a c a r a k e p a n i t i a a n u n t u k memperingati hari-hari besar Islam 10.Merawat dan melestarikan tempat ibadah (masjid) 11.Menekuni dan mempelajari warisan Nabi saw H. Dakwah Rasulullah Peiode Madinah Diterapkan Oleh Pelaku Bisnis

1 . S e l a i n s e b a g a i p e l a k u b i s n i s , i a m e m p u n y a i k e w a j i b a n dalam berdakwah menyiarkan islam y a n g a m a n , d a m a i d a n t i d a k melanggar perjanjian bisnis yang islami. 2.Perjanjian dapat dilakukan antara pebisnis yang b e r l a i n a n agama 3 . S e s a m a p e b i s n i s m u s l i m , b a i k s e b a g a i b o s m a u p u n k a r ya w a n , d a p a t m e n g a m b i l h i k m a h d a i k o n s e p m u h a j r i n s e b a g i pendatang, dan anshar sebagi tuan rumah (penolong). 4.Inti dari pengembangan usaha, apapun b i d a n g n n y a h a r u s mengikuti usaha yang islami tidak mengurangi takaran, tidak merusakdan tidak merampas hak orang lain. Dakwah Rasulullah SAW periode Madinah Dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak danmemanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah SWT sesuai dengangaris aqidah, syari'at dan akhlak Islam. Peristiwa hijrah Nabi MuhammadSAW ini terjadi pada 12 Rabi`ul Awwal tahun pertama Hijrah, yangbertepatan dengan 28 Juni 621 Masehi. Hijrah adalah sebuah peristiwapindahnya Nabi Muhammad Saw dari Mekkah ke Madinah atas perintahAllah, untuk memperluas wilayah penyebaran Islam dan demi kemajuanIslam itu sendiri. SEJARAH Rencana hijrah Rasulullah diawali karena adanya perjanjian antara NabiMuhammad SAW dengan orang-orang Yatsrib yaitu suku Aus dan Khazrajsaat di Mekkah yang terdengar sampai ke kaum Quraisy hingga KaumQuraisy pun merencanakan untuk membunuh Nabi Muhammad SAW.Pembunuhan itu direncanakan melibatkan semua suku. Setiap suku diwakilioleh seorang pemudanya yang terkuat. Rencana pembunuhan itu terdengaroleh Nabi SAW, sehingga ia merencanakan hijrah bersama sahabatnya, AbuBakar. Abu Bakar diminta mempersiapkan segala hal yang diperlukan dalamperjalanan, termasuk 2 ekor unta. Sementara Ali bin Abi Thalib dimintauntuk menggantikan Nabi SAW menempati tempat tidurnya agar kaumQuraisy mengira bahwa Nabi SAW masih tidur.Pada malam hari yang direncanakan, di tengah malam buta Nabi SAWkeluar dari rumahnya tanpa diketahui oleh para pengepung dari kalangankaum Quraisy. Nabi SAW menemui Abu Bakar yang telah siap menunggu.

Mereka berdua keluar dari Mekah menuju sebuah Gua Tsur, kira-kira 3 milsebelah selatan Kota Mekah. Mereka bersembunyi di gua itu selama 3 hari 3malam menunggu keadaan aman.Pada malam ke-4, setelah usaha orang Quraisy mulai menurun karenamengira Nabi SAW sudah sampai di Yatsrib, keluarlah Nabi SAW dan AbuBakar dari persembunyiannya. Pada waktu itu Abdullah bin Uraiqit yangdiperintahkan oleh Abu Bakar pun tiba dengan membawa 2 ekor unta yangmemang telah dipersiapkan sebelumnya. Berangkatlah Nabi SAW bersamaAbu Bakar menuju Yatsrib menyusuri pantai Laut Merah, suatu jalan yangtidak pernah ditempuh orang.Setelah 7 hari perjalanan, Nabi SAW dan Abu Bakar tiba di Quba, sebuahdesa yang jaraknya 5 km dari Yatsrib. Di desa ini mereka beristirahat selamabeberapa hari. Mereka menginap di rumah Kalsum bin Hindun. Di halamanrumah ini Nabi SAW membangun sebuah masjid yang kemudian terkenalsebagai Masjid Quba. Inilah masjid pertama yang dibangun Nabi SAWsebagai pusat peribadatan. Tak lama kemudian, Ali menggabungkan diri dengan Nabi SAW.Sementara itu penduduk Yatsrib menunggu-nunggu kedatangannya.Menurut perhitungan mereka, berdasarkan perhitungan yang lazimditempuh orang, seharusnya Nabi SAW sudah tiba di Yatsrib. Oleh sebab itumereka pergi ke tempat-tempat yang tinggi, memandang ke arah Quba,menantikan dan menyongsong kedatangan Nabi SAW dan rombongan.Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Dengan perasaanbahagia, mereka mengelu-elukan kedatangan Nabi SAW. Mereka berbaris disepanjang jalan dan menyanyikan lagu Thala' al-Badru, yang isinya: Telah tiba bulan purnama, dari Saniyyah al-Wadâ'i (celah-celah bukit).Kami wajib bersyukur, selama ada orang yang menyeru kepada Ilahi, Wahaiorang yang diutus kepada kami, engkau telah membawa sesuatu yangharus kami taati. Setiap orang ingin agar Nabi SAW singgah dan menginapdi rumahnya. Tetapi Nabi SAW hanya berkata,"Aku akan menginap dimana untaku berhenti. Biarkanlah dia berjalansekehendak hatinya." Ternyata unta itu berhenti di tanah milik dua anak yatim, yaitu Sahal danSuhail, di depan rumah milik Abu Ayyub al-Anshari. Dengan demikian NabiSAW memilih rumah Abu Ayyub sebagai tempat menginap sementara. Tujuhbulan lamanya Nabi SAW tinggal di rumah Abu Ayyub, sementara kaumMuslimin bergotong-royong membangun rumah untuknya.Sejak itu nama kota Yatsrib diubah menjadi Madînah an-Nabî (kota nabi).Orang sering pula menyebutnya Madînah al-Munawwarah (kota yangbercahaya), karena dari sanalah sinar Islam memancar ke seluruh dunia. Terbentuknya Negara Madinah Setelah Nabi SAW tiba di Madinah dan diterima penduduk Madinah, NabiSAW menjadi pemimpin penduduk kota itu. Ia segera meletakkan dasar-dasar kehidupan yang kokoh bagi pembentukan suatu masyarakat baru. Dasar pertama yang ditegakkannya adalah Ukhuwah Islamiyah(persaudaraan di dalam Islam), yaitu antara kaum Muhajirin (orang-orangyang hijrah dari Mekah ke Madinah) dan Anshar (penduduk Madinah yangmasuk Islam dan ikut membantu kaum Muhajirin).Nabi SAW mempersaudarakan individu-individu dari golongan Muhajirindengan individu-individu dari golongan Anshar.Misalnya, Nabi SAW mempersaudarakan Abu Bakar dengan Kharijah binZaid, Ja'far bin Abi Thalib dengan Mu'az bin Jabal. Dengan demikiandiharapkan masing-masing orang akan terikat dalam suatu persaudaraandan kekeluargaan. Dengan persaudaraan yang semacam ini pula, Rasulullahtelah menciptakan suatu persaudaraan baru, yaitu persaudaraanberdasarkan agama, menggantikan persaudaraan berdasarkan keturunan. Dasar kedua adalah sarana terpenting untuk mewujudkan rasapersaudaraan tsb, yaitu tempat pertemuan. Sarana yang dimaksud adalahmasjid, tempat untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT secaraberjamaah, yang juga dapat digunakan sebagai pusat kegiatan untukberbagai hal, seperti belajar-mengajar, mengadili perkara-perkara yangmuncul dalam masyarakat, musyawarah, dan transaksi dagang.Nabi SAW merencanakan pembangunan masjid itu dan langsung ikutmembangun bersama-sama kaum muslimin. Masjid yang dibangun inikemudian dikenal sebagai Masjid Nabawi. Ukurannya cukup besar, dibangundi atas sebidang tanah dekat rumah Abu

Ayyub al-Anshari. Dindingnyaterbuat dari tanah liat, sedangkan atapnya dari daun-daun dan pelepahkurma. Di dekat masjid itu dibangun pula tempat tinggal Nabi SAW dankeluarganya. Dasar ketiga adalah hubungan persahabatan dengan pihak-pihak lainyang tidak beragama Islam. Di Madinah, disamping orang-orang Arab Islam juga masih terdapat golongan masyarakat Yahudi dan orang-orang Arabyang masih menganut agama nenek moyang mereka. Agar stabilitasmasyarakat dapat diwujudkan, Nabi Muhammad SAW mengadakan ikatanperjanjian dengan mereka.Perjanjian tersebut diwujudkan melalui sebuah piagam yang disebutdengan Mîsâq Madînah atau Piagam Madinah. Isi piagam itu antara lainmengenai kebebasan beragama, hak dan kewajiban masyarakat dalammenjaga keamanan dan ketertiban negerinya, kehidupan sosial, persamaanderajat, dan disebutkan bahwa Rasulullah SAW menjadi kepalapemerintahan di Madinah.Masyarakat yang dibentuk oleh Nabi Muhammad SAW di Madinahsetelah hijrah itu sudah dapat dikatakan sebagai sebuah negara, denganNabi Muhammad SAW sebagai kepala negaranya. Dengan terbentuknyaNegara Madinah, Islam makin bertambah kuat. Perkembangan Islam yangpesat itu membuat orangorang Mekah menjadi resah. Mereka takut kalau-kalau umat Islam memukul mereka dan membalas kekejaman yang pernahmereka lakukan. Mereka juga khawatir kafilah dagang mereka ke Suriahakan diganggu atau dikuasai oleh kaum muslimin.Untuk memperkokoh dan mempertahankan keberadaan negara yangbaru didirikan itu, Nabi SAW mengadakan beberapa ekspedisi ke luar kota,baik langsung di bawah pimpinannya maupun tidak. Hamzah bin AbdulMuttalib membawa 30 orang berpatroli ke pesisir L. Merah. Ubaidah binHaris membawa 60 orang menuju Wadi Rabiah. Sa'ad bin Abi Waqqas ke Hedzjaz dengan 8 orang Muhajirin. Nabi SAW sendiri membawa pasukan keAbwa dan disana berhasil mengikat perjanjian dengan Bani Damra,kemudian ke Buwat dengan membawa 200 orang Muhajirin dan Anshar, danke Usyairiah. Di sini Nabi SAW mengadakan perjanjian dengan Bani Mudij.EkspedEsi-ekspedisi tersebut sengaja digerakkan Nabi SAW sebagai aksi-aksi siaga dan melatih kemampuan calon pasukan yang memang mutlakdiperlukan untuk melindungi dan mempertahankan negara yang barudibentuk. Perjanjian perdamaian dengan kabilah dimaksudkan sebagaiusaha memperkuat kedudukan Madinah. Perang Badar Perang Badar yang merupakan perang antara kaum muslimin Madinahdan kaun musyrikin Quraisy Mekah terjadi pada tahun 2 H. Perang inimerupakan puncak dari serangkaian pertikaian yang terjadi antara pihakkaum muslimin Madinah dan kaum musyrikin Quraisy. Perang ini berkobarsetelah berbagai upaya perdamaian yang dilaksanakan Nabi MuhammadSAW gagal. Tentara muslimin Madinah terdiri dari 313 orang dengan perlengkapansenjata sederhana yang terdiri dari pedang, tombak, dan panah. Berkatkepemimpinan Nabi Muhammad SAW dan semangat pasukan yangmembaja, kaum muslimin keluar sebagai pemenang. Abu Jahal, panglimaperang pihak pasukan Quraisy dan musuh utama Nabi Muhammad SAWsejak awal, tewas dalam perang itu. Sebanyak 70 tewas dari pihak Quraisy,dan 70 orang lainnya menjadi tawanan. Di pihak kaum muslimin, hanya 14yang gugur sebagai syuhada. Kemenangan itu sungguh merupakanpertolongan Allah SWT (QS. 3: 123).Orang-orang Yahudi Madinah tidak senang dengan kemenangan kaummuslimin. Mereka memang tidak pernah sepenuh hati menerima perjanjianyang dibuat antara mereka dan Nabi Muhammad SAW dalam PiagamMadinah.Sementara itu, dalam menangani persoalan tawanan perang, NabiMuhammad SAW memutuskan untuk membebaskan para tawanan dengantebusan sesuai kemampuan masing-masing. Tawanan yang pandaimembaca dan menulis dibebaskan bila bersedia mengajari orangorangIslam yang masih buta aksara. Namun tawanan yang tidak memilikikekayaan dan kepandaian apa-apa pun tetap dibebaskan juga. Tidak lama setelah perang Badar, Nabi Muhammad SAW mengadakanperjanjian dengan suku Badui yang kuat. Mereka ingin menjalin hubungandengan Nabi SAW karenan melihat kekuatan Nabi SAW. Tetapi ternyatasuku-suku itu hanya memuja kekuatan semata.Sesudah perang Badar, Nabi SAW juga menyerang Bani Qainuqa, suku Yahudi Madinah yang berkomplot dengan orang-orang Mekah. Nabi SAW lalumengusir kaum Yahudi itu ke Suriah.

Perang Uhud Perang yang terjadi di Bukit Uhud ini berlangsung pada tahun 3 H.Perang ini disebabkan karena keinginan balas dendam orang-orang QuraisyMekah yang kalah dalam perang Badr. Pasukan Quraisy, dengan dibantuoleh kabilah Tihama dan Kinanah, membawa 3.000 ekor unta dan 200pasukan berkuda di bawah pimpinan Khalid bin Walid. Tujuh ratus orang diantara mereka memakai baju besi. Adapun jumlah pasukan Nabi Muhammad SAW hanya berjumlah 700 orang.Perang pun berkobar. Prajuritprajurit Islam dapat memukul mundurpasukan musuh yang jauh lebih besar itu. Tentara Quraisy mulai mundurdan kocar-kacir meninggalkan harta mereka.Melihat kemenangan yang sudah di ambang pintu, pasukan pemanah yangditempatkan oleh Rasulullah di puncak bukit meninggalkan pos mereka danturun untuk mengambil harta peninggalan musuh. Mereka lupa akan pesanRasulullah untuk tidak meninggalkan pos mereka dalam keadaanbagaimana pun sebelum diperintahkan. Mereka tidak lagi menghiraukangerakan musuh. Situasi ini dimanfaatkan musuh untuk segera melancarkanserangan balik. Tanpa konsentrasi penuh, pasukan Islam tak mampumenangkis serangan. Mereka terjepit, dan satu per satu pahlawan Islamberguguran. Nabi SAW sendiri terkena serangan musuh. Sisa-sisa pasukanIslam diselamatkan oleh berita tidak benar yang diterima musuh bahwa NabiSAW sudah meninggal. Berita ini membuat mereka mengendurkan seranganuntuk kemudian mengakhiri pertempuran itu.Perang Uhuh ini menyebabkan 70 orang pejuang Islam gugur sebagaisyuhada. Perang Khandaq Perang yang terjadi pada tahun 5 H ini merupakan perang antara kaummuslimin Madinah melawan masyarakat Yahudi Madinah yang mengungsi keKhaibar yang bersekutu dengan masyarakat Mekah. Karena itu perang ini juga disebut sebagai Perang Ahzab (sekutu beberapa suku).Pasukan gabungan ini terdiri dari 10.000 orang tentara. Salman al-Farisi,sahabat Rasulullah SAW, mengusulkan agar kaum muslimin membuat paritpertahanan di bagian-bagian kota yang terbuka. Karena itulah perang inidisebut sebagai Perang Khandaq yang berarti parit. Tentara sekutu yang tertahan oleh parit tsb mengepung Madinah denganmendirikan perkemahan di luar parit hampir sebulan lamanya. Pengepunganini cukup membuat masyarakat Madinah menderita karena hubunganmereka dengan dunia luar menjadi terputus. Suasana kritis itu diperparahpula oleh pengkhianatan orang-orang Yahudi Madinah, yaitu Bani Quraizah,dibawah pimpinan Ka'ab bin Asad.Namun akhirnya pertolongan Allah SWT menyelamatkan kaum muslimin.Setelah sebulan mengadakan pengepungan, persediaan makanan pihaksekutu berkurang. Sementara itu pada malam hari angin dan badai turundengan amat kencang, menghantam dan menerbangkan kemah-kemah danseluruh perlengkapan tentara sekutu. Sehingga mereka terpaksamenghentikan pengepungan dan kembali ke negeri masing-masing tanpasuatu hasil.Para pengkhianat Yahudi dari Bani Quraizah dijatuhi hukuman mati.Hal ini dinyatakan dalam Al-Qur'an surat Al-Ahzâb: 25-26. Perjanjian Hudaibiyah Pada tahun 6 H, ketika ibadah haji sudah disyariatkan, hasrat kaummuslimin untuk mengunjungi Mekah sangat bergelora. Nabi SAW memimpinlangsung sekitar 1.400 orang kaum muslimin berangkat umrah pada bulan suci Ramadhan, bulan yang dilarang adanya perang. Untuk itu merekamengenakan pakaian ihram dan membawa senjata ala kadarnya untukmenjaga diri, bukan untuk berperang.Sebelum tiba di Mekah, mereka berkemah di Hudaibiyah yang terletakbeberapa kilometer dari Mekah. Orang-orang kafir Quraisy melarang kaummuslimin masuk ke Mekah dengan menempatkan sejumlah besar tentarauntuk berjaga-jaga. Akhirnya diadakanlah Perjanjian Hudaibiyah antara Madinah dan Mekah,yang isinya antara lain: 1.Kedua belah pihak setuju untuk melakukan g e n c a t a n senjata selama 10 tahun.

2.Bila ada pihak Quraisy yang menyeberang ke p i h a k Muhammad, ia harus dikembalikan. Tetapi bila ada pengikutMuhammad SAW yang menyeberang ke pihak Quraisy, pihak Quraisytidak harus mengembalikannya ke pihak Muhammad SAW. 3.Tiap kabilah bebas melakukan perjanjian baik d e n g a n pihak Muhammad SAW maupun dengan pihak Quraisy. 4.Kaum muslimin belum boleh mengunjungi Ka'bah p a d a tahun tsb, tetapi ditangguhkan sampai tahun berikutnya. 5.Jika tahun depan kaum muslimin memasuki kota M e k a h , orang Quraisy harus keluar lebih dulu. 6 . K a u m m u s l i m i n m e m a s u k i k o t a M e k a h d e n g a n t i d a k diizinkan membawa senjata, kecuali pedang di dalam sarungnya, dantidak boleh tinggal di Mekah lebih dari 3 hari 3 malam. Tujuan Nabi SAW membuat perjanjian tsb sebenarnya adalah berusahamerebut dan menguasai Mekah, untuk kemudian dari sana menyiarkanIslam ke daerah-daerah lain. Ada 2 faktor utama yang mendorong kebijaksanaan ini : •Mekah adalah pusat keagamaan bangsa Arab, sehinggadengan melalui konsolidasi bangsa Arab dalam Islam, diharapkanIslam dapat tersebar ke luar. •Apabila suku Quraisy dapat diislamkan, maka Islam akanmemperoleh dukungan yang besar, karena orang-orang Quraisymempunyai kekuasaan dan pengaruh yang besar di kalangan bangsaArab. Setahun kemudian ibadah haji ditunaikan sesuai perjanjian. Banyakorang Quraisy yang masuk Islam setelah menyaksikan ibadah haji yangdilakukan kaum muslimin, disamping juga melihat kemajuan yang dicapaioleh masyarakat Islam Madinah. Di Sisi Lain Keberhasilan dakwah di madinah tak terlepas dari sosok sahabat nabi,yang bernama MUSH'AB BIN 'UMAIR. Beliau adalah salah satu sahabat nabi.Sebelum masuk hidayah tertanam didadanya, beliau adalah seorangpemuda tampan, anak seorang bangsawan dan hartawan. pemuda yangmenjadi buah bibir warga mekah, khususnya para wanita. Ia lahir dandibesarkan dalam kesenangan, dan tumbuh dalam lingkungannya. Sampai akhirnya hidayah Allah datang kepada beliau, dan beliau masuk islam dalamusia yang masih muda, sekira 24 tahun berbagai kesenangan dunia sertakekayaannya ia tinggalkan demi memilih islam sebagai agamanya.Seorang Mush'ab yang memilih hidup miskin dan sengsara demi Islamsebagai tuntunan hidupnya Pemuda ganteng itu, kini telah menjadi seorangmelarat dengan pakaiannya yang kasar dan usang, sehari makan danbeberapa hari menderita lapar. Sampai akhirnya Nabi Muhammad mengutusbeliau sebagai sebagai duta dakwah pertama ke madinah. Sejarahmengisahkan betapa Al-Amin mempercayakan kepadanya. Mush'ab dipilihmenjadi seorang utusan. Seorang duta pertama dalam Islam. Ada amanahindah yang harus segera ia tunaikan. Tugasnya mengajarkan tentang Islamkepada kaum Anshar yang telah beriman dan berbaiat kepada Rasulullah diAqabah. Sebuah misi yang tentu saja tidak mudah. Saat itu telah 12 orangkaum Anshar yang beriman. Tak lama berselang, Allah yang maha besar, memperlihatkan hasil usahasungguh sungguh dari seorang Mushaib. Berduyun-duyun manusia berikrarmengesakan Allah dan mengakui Rasulullah sebagai utusan Allah. Jika saatia pergi ada 12 orang golongan kaum Anshar yang beriman, maka padamusim haji selanjutnya umat muslim Madinah mengirim perwakilansebanyak 70 orang laki-laki dan 2 orang perempuan ke Makkah untukmenjumpai Nabi yang Ummi. Madinah semarak dengan cahaya.Usaha gigih yang diperbuat Mushab membuat Benih benih islamtersemai dengan subur di madinah kesungguhan Mus„ab bin Umair dalamberdakwah. Setiap hari dalam hidupnya senantiasa memberikan

konstribusibaru bagi Islam di dalam dakwah dan jihad yang dilakukannya. Beliauadalah dai pertama dalam Islam di kota Madinah. Di tangannyalah sebagianbesar penduduk Madinah berhasil diislamkan. Dia adalah peletak pertamafondasi Negara Islam Madinah. Dia adalah kontributor sesungguhnya bagiIslam dan jamaah kaum Muslim. STRATEGI DAKWAH DI MADINAH Beberapa strategi dirangka khusus setibanya Rasulullah s.a.w diMadinah. Semua strategi berpandukan kepada arahan dan tindakanRasulullah s.a.w serta pengiktirafan baginda terhadap ide-ide daripada parasahabat baginda. A. PEMBINAAN MASJID Masjid merupakan institusi dakwah pertama yang dibina oleh Rasulullahs.a.w setibanya baginda di Madinah. Ia menjadi nadi pergerakan Islam yangmenghubungkan manusia dengan Penciptanya serta manusia sesamamanusia. Masjid menjadi lambang akidah umat Islam atas keyakinan tauhidmereka kepada Allah s.w.t.Pembinaan masjid dimulakan dengan membersihkan persekitarankawasan yang dikenali sebagai „mirbad‟ dan meratakannya sebelummenggali lubang untuk diletakkan batu-batu sebagai asas binaan. Malah,Rasulullah s.a.w sendiri yang meletakkan batu-batu tersebut. Batu-batu itukemudiannya disimen dengan tanah liat sehingga menjadi binaan konkrit.Masjid pertama ini dibina dalam keadaan kekurangan tetapi penuhdengan jiwa ketaqwaan kaum muslimin di kalangan muhajirin dan ansar. Di dalamnya, dibina sebuah mimbar untuk Rasulullah s.a.w menyampaikankhutbah dan wahyu daripada Allah. Terdapat ruang muamalah yangdipanggil „sirda‟untuk pergerakan kaum muslimin melakukan aktivitikemasyarakatan.[2] Pembinaan masjid ini mengukuhkan lagi dakwahbaginda bagi menyebarkan risalah wahyu kepada kaum muslimin sertamenjadi pusat perbincangan di kalangan Rasulullah s.a.w dan para sahabattentang masalah ummah. B. MENGUKUHKAN PERSAUDARAAN Rasulullah SAW mengeratkan hubungan di antara Muhajirin dan Ansarsebagai platform mempersatukan persaudaraan di dalam Islam. Jalinan inidiasaskan kepada kesatuan cinta kepada Allah serta pegangan akidahtauhid yang sama. Persaudaraan ini membuktikan kekuatan kaum musliminmelalui pengorbanan yang besar sesama mereka tanpa mengira pangkat,bangsa dan harta. Selain itu, ia turut memadamkan api persengketaan dikalangan suku kaum Aus dan Khajraz.[3] C. PEMBENTUKAN PIAGAM MADINAH Madinah sebagai sebuah Negara yang menghimpunkan masyarakatIslam dan Yahudi daripada pelbagai bangsa memerlukan kepada satuperlembagaan khusus yang menjaga kepentingan semua pihak. Justeru,Rasulullah s.a.w telah menyediakan sebuah piagam yang dikenali sebagaiPiagam Madinah bagi membentuk sebuah masyarakat di bawah naunganIslam.Piagam ini mengandungi 32 fasal yang menyentuh segenap aspekkehidupan termasuk akidah, akhlak, kebajikan, undang-undang,kemasyarakatan, ekonomi dan lain-lain. Di dalamnya juga terkandung aspekkhusus yang mesti dipatuhi oleh kaum Muslimin seperti tidak mensyirikkanAllah, tolong-menolong sesama mukmin, bertaqwa dan lain-lain. Selain itu,bagi kaum bukan Islam, mereka mestilah berkelakuan baik bagi melayakkanmereka dilindungi oleh kerajaan Islam Madinah serta membayar cukai.Piagam ini mestilah dipatuhi oleh semua penduduk Madinah sama adaIslam atau bukan Islam. Strategi ini telah menjadikan Madinah sebagaimodel Negara Islam yang adil, membangun serta digeruni oleh musuh-musuh Islam. D. STRATEGI KETENTERAAN Peperangan merupakan strategi dakwah Rasulullah di Madinah untukmelebarkan perjuangan Islam ke seluruh pelusuk dunia. Strategiketenteraan Rasulullah s.a.w digeruni oleh pihak lawan khususnya puakmusyrikin di Mekah dan Negara-negara lain. Antara tindakan strategikbaginda menghadapi peperangan ialah persiapan

sebelum berlakunyapeperangan seperti pengitipan dan maklumat musuh. Ini berlaku dalampeperangan Badar, Rasulullah s.a.w telah mengutuskan pasukan berani matiseperti Ali bin Abi Talib, Saad Ibnu Waqqash dan Zubair Ibn Awwam bagimendapatkan maklumat sulit musuh.[4] Maklumat penting musuhmemudahkan pasukan tentera Islam bersiap-sedia menghadapi mereka dimedan perang.RasUlullah s.a.w turut membacakan ayat-ayat al-Quran bagimenggerunkan hati-hati musuh serta menguatkan jiwa kaum Muslimin.Antara firman Allah Taala bermaksud: “Dan ingatlah ketika Allah menjajikan kepadamu bahawa salah satu daridua golongan yang kamu hadapi adalah untukmu, sedang kamumenginginkan bahawa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah yanguntukmy, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar denganayat-ayatNya dan memusnahkan orang-orang kafir.” (Surah al-Anfal: 7)Rasulullah s.a.w turut mengambil pandangan daripada para sahabatbaginda dalam merangka strategi peperangan. Sebagai contoh, dalampeperangan Badar, baginda bersetuju dengan cadangan Hubab mengenaitempat pertempuran. Hubab mencadangkan agar baginda mendudukitempat di tepi air yang paling dekat dengan musuh agar air boleh diperolehidengan mudah untuk tentera Islam dan haiwan tunggangan mereka. Dalamperang Khandak, Rasulullah s.a.w bersetuju dengan pandangan Salman al-Farisi yang berketurunan Parsi berkenaan pembinaan benteng. Strategi inimembantu pasukan tentera Islam berjaya dalam semua peperangan denganpihak musuh. E. PEMBERIAN COP MOHOR Rasulullah s.a.w mengutuskan surat dan watikah kepada kerajaan –kerajaan luar seperti kerajaan Rom dan Parsi bagi mengembangkan risalahdakwah. Semua surat dan watikah diletakkan cop yang tertulis kalimah la ilaha illahlah wa ana Rasullah[5] Tujuannya adalah untuk menjelaskankedudukan Rasulullah s.a.w sebagai utusan Allah dan Nabi di akhir zaman.Dalam watikahnya, baginda turut menyeru agar mereka menyembah Allahdan bersama-sama berjuang untuk Islam sebagai agama yang diiktiraf olehAllah. Kebanyakan watikah baginda diterima baik oleh kerajaan-kerajaanluar.Contoh surat Nabi kepada Raja Parsi :Nabi mengutuskan Abdullah bin Huzaifah bin Saham yang membawasurat kepada Kaisar Humuz, Raja Parsi yang bunyinya sebagai berikut :“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dari NabiMuhammad Rasulullah kepada Kaisar penguasa Parsi. Semoga sejahterakepada sesiapa sahaja yang mengikut pimpinan Allah dan berimankepadaNya dan rasulNya dan bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah yang Esatidak ada sekutu bagiNya dan sesungguhnya Nabi Muhammad adalahhamba dan rasulNya.“Saya mengajak anda dengan ajakan Allah kepada umat manusia danuntuk memperingatkan manusia yang masih hidup, bahawa siksaan akanditimpakan atas orang-orang kafir. Masuklah Islam dan hendaklahmenerimanya. Jika anda menolaknya, maka berdosalah bagi penyembahapi.”[6] F. HUBUNGAN LUAR Hubungan luar merupakan orientasi penting bagi melabarkan sayapdakwah. Ini terbukti melalui tindakan Rasulullah s.a.w menghantar paradutanya ke negara-negara luar bagi menjalinkan hubungan baik berteraskandakwah tauhid kepada Allah. Negara-negara itu termasuklah Mesir, Iraq,Parsi dan Cina. Sejarah turut merakamkan bahawa Saad Ibn Waqqas pernahberdakwah ke negeri Cina sekitar tahun 600 hijrah. Sejak itu, Islambertebaran di negeri Cina sehingga kini. Antara para sahabat yang menjadiduta Rasulullah ialah Dukyah Kalibi kepada kaisar Rom, Abdullah bin Huzaifah kepada kaisar Hurmuz, Raja Parsi, Jaafar bin Abu Talib kepada RajaHabsyah.[7]Strategi hubungan luar ini diteruskan pada pemerintahan khalifah Islamselepas kewafatan Rasulullah s.a.w. Sebagai contoh, pasukan Salehuddin al-Ayubi di bawah pemerintahan Bani Uthmaniah telah berjaya menawan kotasuci umat Islam di Baitul Maqdis. Penjajahan dan penerokaan ke Negara-negara luar merupakan strategi dakwah paling berkesan di seluruh dunia.

KESIMPULAN Strategi dakwah Rasulullah s.a.w di Madinah lebih agresif dan besar.Madinah, sebagai Negara Islam pertama menjadi nadi pergerak dakwahIslam ke seluruh dunia. Tapak yang disediakan oleh Rasulullah s.a.w begitukukuh sehingga menjadi tauladan kepada pemerintahan Islam sehingga kini.Strategi yang bersumberkan kepada dua perundangan utama iaitu al-Qurandan Hadis menjadi intipati kekuatan perancangan Islam dalam menegakkankalimah Tauhid.Sukses hijrah Nabi Muhammad SAW ditandai, antara lain,keberhasilannya mencerdaskan masyarakat Muslim yang bodoh menjadiumat yang cerdas, menyejahterakan sosial ekonomi umat dan masyarakatdengan asas keadilan dan pemerataan, serta penegakan nilai etik-moral dannorma hukum yang tegas. Pendeknya, Nabi Muhammad SAW berhasilmembangun kesalehan ritual yang paralel dengan kesejahteraan material,ketaatan individual yang seiring dengan kepatuhan sosial, dan terwujudnyakesejahteraan duniawiah-temporal yang seimbang dengan keberkahanukhrawiah yang kekal.Sebuah fakta sejarah kemudian membuktikan bahwa proses penyebaranIslam dengan dakwah jauh lebih cepat dan berkembang pada periodeMadinah ini dibandingkan periode Mekkah. Selain itu juga di Madinah,Rasulullah dan Umat Islam berhasil membangun tata peradaban baru, tatapemerintahan, tata ekonomi dan sosial yang demikian pesatperkembangannya. Nilai-nilai yang terkandung dalam proses Hijrah : A. Pengorbanan  Nilai ini ditunjukan oleh Ali bin Abi Thalib, yaitu ketika beliau tanparagu menyanggupiuntuk menggantikan Nabi untuk tetap berada didalam rumah, bahkanbeliau kemudiantidur dan mengenakan sorban Nabi. Sungguh sebuah pengorbanan yangsangat heroikdimana Ali yang ketika itu masih seorang pemuda, rela untuk menjaditameng bagikelangsungan hidup Rasulnya, yang berarti pula kelangsungan dakwahIslam  Nilai ini juga ditunjukan oleh Abu Bakar as Shidiq, yakni ketika beliauberkata“ Biar saya yang masuk kedalam gua (Tsur) dulu, kalau ada binatangbuas atau binatangberbisa didalam sana, saya rela mati, biar anda meneruskan perjuangandan dakwah anda”. Lagi sebuah epik kepahlawanan dan pengorbanan yang luar biasa.Kemudian dalamsebuahcerita kemudian benar Abu Bakar digigit ular berbisa, namunataskehendak Allah, beliau selamat dalam peristiwa itu. B. Keyakinan dan Tawakal ketika berada dalam gua tsur yang gelap dan dalam keadaan yangsedemikian rupa,kemudian terucap kata-kata yang hanya akan keluar dari lisan orangyang memilikikeyakinan dan sikap tawakal yang demikian sempurna “ La Tahzan,innallah ma ana – jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita” C. Kebersamaan Peristiwa Hijrah ini melibatkan Nabi Muhammad yang mewakiliPemimpin, Ali bin Abi Thalib yang mewakili generasi muda, Abu Bakr, yang mewakili golongantua, bahkankonon ada seorang perempuan yang bertugas menyupalai makanankepada Nabi dan AbuBakar selama mereka berada dalam gua – yang menurut seorang ulama,ini menggambarkansebuah kesatuan, antara pemimpin, pemuda, orang tua dan perempuan,sebagai salah satusyarat “keberhasilan”, seperti kemudian digambarkan bagaimana prosesHijrah ini adalahmenjadi tonggak sejarah dan momentum perkembangan Islam. D. Kondisi yang Kondusif Sebagaimana diketahui, ketika sampai ditempat yang baru, Nabimengganti nama Yatsrib –Mengecam, menjadi Madinah – Kota Peradaban. Ini mencerminkanbahwa sebuah proseskeberhasilan tidak akan dicapai ketika orang-orang yang beradadidalamnya salingmengecam satu sama lain, kritik yang tidak konstruktif, asal ganti danlebih mementingkankepentingan golongan dan pribadinya semata. Penggantian

namamenjadi Madinahmenyimbolkan bahwa keberhasilan hanya akan dicapai dalam tatakehidupan yang beradab,ada sopan santun dan etika ketika hendak menyampaikan pendapat,kritik dan masukan, adatata aturan yang mesti dipenuhi oleh orang-orang beradab, yangkemudian dibuktikan dalamsejarah masa kini, bahwa dimanapun, tidak akan pernah bisa mencapaikeberhasilan, ketikaindividu-individu yang terlibat dalam proses itu saling mengecam bahkantak jarangmenyebarkan fitnah-fitnah keji. Sebaliknya, sebuah kondisi yang“beradab”, yang berdasarkan tata aturan dan norma kesusilaan-lah yang mengantarsebuah bangsa, sebuahkelompok atau apapun untuk mencapai keberhasilannya. 4. Masa Kerasulan di era Madinah Peletakan Dasar-Dasar Negara Madinah Setelah tiba dan diterima penduduk Yatsrib (Madinah), Nabi resmimenjadi pemimpin penduduk kota itu. Babak baru dalam sejarah Islam pundimulai. Berbeda dengan periode Mekah, pada periode Madinah, Islammerupakan kekuatan politik. Ajaran Islam yang berkenaan dengankehidupan masyarakat banyak turun di Madinah. Nabi Muhammadmempunya ikedudukan, bukan saja sebagai kepala agama, tetapi jugasebagai kepala negara. Dengan kata lain, dalam diri nabi terkumpul duakekuasaan, kekuasaan spiritual dan kekuasaanduniawi. Kedudukannyasebagai rasul secara otomatis merupakan kepala negara.Dalam rangka memperkokoh masyarakat dan negara baru itu, beliausaw segera meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat.Dasar pertama, pembangunan mesjid, selain untuk tempat salat, jugasebagai sarana penting untuk mempersatukan kaum muslimin danmempertalikan jiwa mereka, di samping sebagai tempat bermusyawarahmerundingkan masalah-masalah yang dihadapi. Mesjid pada masa Nabibahkan juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan.Dasar kedua, adalah ukhuwwah islamiyyah, persaudaraan sesamamuslim. Nabi mempersaudarakan Antara golongan Muhajirin, orang-orangyang hijrah dari Mekah ke Madinah, dan Anshar, penduduk Madinahyangsudah masuk Islam dan ikut membantu kaum muhajirin tersebut.Dengan demikian, diharapkan, setiap muslim merasa terikat dalam suatupersaudaraan dan kekeluargaan. Apa yangdilakukan Rasulullah ini berartimenciptakan suatu bentuk persaudaraan yang baru, yaitu persaudaraanberdasarkan agama, menggantikan persaudaraan berdasarkan darah.Dasar ketiga, hubungan persahabatan dengan pihak-pihak lain yangtidak beragama Islam. Di Madinah, di samping orang-orang Arab Islam, jugaterdapat golongan masyarakat Yahudi dan orang-orangArab yang masihmenganut agama nenek moyang mereka. Agar stabilitas masyarakat dapatdiwujudkan, Nabi Muhammad mengadakan ikatan perjanjian denganmereka. Sebuah piagam yang menjamin kebebasan beragama orang-orang Yahudi sebagai suatu komunitas dikeluarkan. Setiap golongan masyarakatmemiliki hak tertentu dalam bidang politik dan keagamaan. Kemerdekaanberagama dijamin, dan seluruh anggota masyarakat berkewajibanmempertahankan keamanan negeri itu dari serangan luar.Dalam perjanjian itu jelas disebutkan bahwa Rasulullah menjadi kepalapemerintahan karena sejauh menyangkut peraturan dan tata tertib umum,otoritas mutlak diberikan kepada beliau. Dalam bidang sosial, dia jugameletakkan dasar persamaan antar sesama manusia. Perjanjian ini, dalampandangan ketatanegaraan sekarang, sering disebut dengan KonstitusiMadinah.Dengan terbentuknya negara Madinah, Islam makin bertambah kuat.Perkembangan Islam yang pesat itu membuat orang-orang Mekah dan musuh-musuh Islam lainnya menjadi risau. Kerisauan ini akan mendorongorang-orang Quraisy berbuat apa saja. Untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan gangguan dari musuh, Nabi, sebagai kepalapemerintahan,Mengatur siasat dan membentuk pasukan tentara. Umat Islam diizinkanberperang dengan dua alasan:(l ) untuk mempertahankan diri dan melindungi hak miliknya, dan(2) menjaga keselamatan dalampenyebarankepercayaan danmempertahankannya dari orang-orang yang menghalang-halanginya.Dalam sejarah negara Madinah ini memang banyak terjadi peperangansebagai upaya kaum muslimin mempertahankan diri dari serangan musuh.Nabi sendiri, di awal pemerintahannya, mengadakan

beberapa ekspedisi keluar kota sebagai aksi siaga melatih kemampuan calon pasukan yangmemang mutlak diperlukan untuk melindungi dan mempertahankan negarayang baru dibentuk. Perjanjian damai dengan berbagai kabilah di sekitarMadinah juga diadakandengan maksud memperkuat kedudukan Madinah. Perang Badar Perang pertama yang sangat menentukan masa depan negara Islam iniadalah Perang Badar, perang antara kaum muslimin dengan musyrikQuraisy. Pada tanggal 8 Ramadhan tahun 2 Hijriah, Nabi bersama 305 orangmuslim bergerak keluar kota membawa perlengkapan yang sederhana. Didaerah Badar, kurang lebih 120 kilometer dari Madinah, pasukan Nabibertemu dengan pasukan Quraisy yang berjumlah sekitar 900 sampai 1000orang.Nabi sendiri yang memegang komando. Dalam perang ini kaum musliminkeluar sebagai pemenang. Namun, orang-orang Yahudi Madinah tidaksenang. Mereka memang tidak sepenuh hati rnenerima perjanjian yangtelah dibuat antara mereka dengan Nabi. Tidak lama setelah perang tersebut, Nabi menandatangani Sebuahpiagam perjanjian dengan beberapa suku Badui yang kuat. Suku Badui iniingin sekali menjalin hubungan dengan Nabi setelah melihat kekuatan Nabisemakin meningkat.Setelah perang Badar, Nabi juga menyerang suku Yahudi Madinah,Qainuqa, yang berkomplot dengan orang-orang Mekah. Orang-Orang Yahudiini akhirnya memilih meninggalkan Madinah dan pergi menuju Adhri‟at diperbatasan Syria. Perang Uhud Bagi kaum Quraisy Mekah, kekalahan mereka dalam perang Badarmerupakan pukulan berat. Mereka bersumpah akan membalas dendam.Pada tahun 3 H, mereka berangkat menuju Madinah membawa tidak kurangdari 3000 pasukan berkendaraan unta, 200 pasukan berkuda di bawahpimpinan Khalid ibn Walid, 700 orang di antara mereka memakai baju besi.Nabi Muhammad menyongsong kedatangan mereka dengan pasukansekitar 1000 (seribu) orang. Namun, baru saja melewati batas kota, Abdullahibn Ubay, seorang munafik dengan 300 orang Yahudi membelot dan kembalike Madinah.Mereka melanggar perjanjian dan disiplin perang.Meskipun demikian, dengan 700 pasukan yang tertinggal Nabimelanjutkan perjalanan. Beberapa kilometer dari kota Madinah, tepatnya dibukit Uhud, kedua pasukanbertemu. Perang dahsyat pun berkobar. Pertama-tama, prajurit-prajurit Islam dapat memukul mundur tentaramusuh yang lebih besar itu. Pasukan berkuda yang dipimpin oleh Khalid ibn Walid gagalmenembus benteng pasukan pemanah Islam. Dengan disiplin yang tinggidan strategi perang yang jitu, pasukan yang lebih kecil itu ternyata mampumengalahkan pasukan yang lebihbesar.Kemenangan yang sudah diambang pintu ini tiba-tiba gagal karenagodaan harta peninggalan musuh. Prajurit Islam mulai memungut hartarampasan perang tanpa menghiraukan gerakan musuh, termasukdidalamnya anggota pasukan pemanah yang telah diperingatkan Nabi agartidak meninggalkan posnya.Kelengahan kaum muslimin ini dimanfaatkan dengan baik oleh musuh.Khalid bin Walid berhasil melumpuhkan pasukan pemanah Islam, danpasukan Quraisy yang tadinya sudah kabur berbalik menyerang. PasukanIslam menjadi porak poranda dan tak mampu menangkis serangan tersebut.Satu persatu pahlawan Islam gugur, bahkan Nabi sendiri terkena seranganmusuh. Perang ini berakhir dengan70 orang pejuang Islam syahid di medanlaga.Pengkhianatan Abdullah ibn Ubay dan pasukan Yahudi diganjar dengantindakan tegas. Bani Nadir, satu dari dua suku Yahudi di Madinah yangberkomplot dengan Abdullah ibnUbay, diusir ke luar kota. Kebanyakan mereka mengungsi ke Khaibar.Sedangkan suku Yahudi lainnya, yaitu Bani Quraizah, Masih tetap diMadinah. Perang Khandaq (Ahzab) Masyarakat Yahudi yang mengungsi ke Khaibar itu kemudianmengadakan kontak dengan masyarakat Mekah untuk menyusun kekuatanbersama guna menyerang Madinah. Mereka membentuk pasukan gabunganyang terdiri dari 24.000 orang tentara. Didalamnya juga bergabungbeberapa suku Arab lain. Mereka bergerak menuju Madinah pada tahun 5 H.Atas usul Salman al-Farisi, Nabi memerintahkan umat Islam menggaliparit untuk pertahanan.Setelah tentara sekutu tiba, mereka tertahan olehparit itu. Namun, mereka mengepung Madinah dengan rnendirikan kemah-kemah di luar parit hampir sebulan lamanya.Perang ini disebut perang

Ahzab (sekutu beberapa suku) atau perangKhandaq (parit). Dalam suasana kritis itu, orang-orang Yahudi BaniQuraizahdi bawah pimpinan Ka‟ab bin Asad berkhianat. Hal ini membuatumat Islam makin terjepit.Setelah sebulan pengepungan, angin dan badai turun amat kencang,menghantam dan menerbangkan kemah-kemah dan seluruh perlengkapantentara sekutu. Mereka terpaksa menghentikan pengepungan dan kembalike negeri masing-masing tanpa hasil apa pun. Sementara itu, pengkhianat-pengkhianat Yahudi Bani Quraizah dijatuhi hukuman berat, hukuman mati. Perjanjian Hudaibiyah Pada tahun 6 H, ketika ibadah haji sudah disyariatkan, Nabi memimpinsekitar seribu kaum muslimin berangkat ke Mekah, bukan untuk berperang,melainkan untuk melakukan ibadah Umrah. Karena itu, mereka mengenakanpakaian ihram tanpa membawa renjata. Sebelum tiba di Mekah, merekaberkemah di Hudaibiyah, beberapa kilometer dari Makkah.Penduduk Mekah tidak mengizinkan mereka masuk kota. Akhirnya,diadakan perjanjian yang dikenal dengan nama Perjanjian Hudaibiyah yang isinya antara lain: (1) kaum muslimin belum boleh mengunjungi Ka‟bah tahun ini tetapiditangguhkan sampai tahun depan, (2) lama kunjungan dibatasi sampai tiga hari saja (3) kaum muslimin wajib mengembalikan orang-orang Mekah yangmelarikan diri ke Madinah, sedang sebaliknya pihak Quraisy membolehkanorang-orang Madinah yang kembali ke Mekah, (4) selama sepuluh tahun diberlakukan genjatan senjataantara masyarakatMadinah danMekah,dan (5) tiap Kabilah yang ingin masuk ke dalam persekutuan kaum Quraisy ataukaum muslimin, bebas melakukannya tanpa mendapat rintangan. Kesediaan orang-orang Mekah untuk berunding dan membuat perjanjiandengan kaum muslimin itu benar-benar merupakan kemenangan diplomatikyang besar bagi umat Islam. Dengan perjanjian ini, harapan untukmengambil alih Ka‟bah dan menguasai Mekah sudah makin terbuka. Nabimemang sudah sejak lama berusaha merebut dan menguasai Mekah agardapat menyiarkan Islam ke daerah-daerah lain. Ini merupakantarget utama beliau. Ada dua faktor pokok yang mendorong kebijaksanaan ini: 1. Mekah adalah pusat keagamaan bangsa Arab dan melaluikonsolidasi bangsa Arab dalam Islam, Islam bisa tersebar keluar. 2 apabila suku Nabi sendiri dapat diislamkan, Islam akanmemperoleh dukungan yang kuat karena orang-orang Quraisy mempunyaikekuasaan dan pengaruh yang besar. Setahun kemudian ibadah haji ditunaikan sesuai dengan rencana.Banyak orang Quraisy yang masuk Islam setelah menyaksikankemajuankemajuan yang dicapai oleh masyarakat Islam Madinah. Tahun Perutusan 1 Genjatan senjata telah memberi kesempatan kepada Nabi untukmenoleh berbagai negeri lain sambil memikirkan bagaimana caramengislamkan mereka. Salah satu cara yang ditempuh Nabi adalahmengirim utusan dan surat kepada kepala-kepala negara dan pemerintahan.Di antara raja-raja yang dikirimi surat ialah raja Ghassan, Masir, Abesinia,Persia, dan Romawi. Namun, tak seorangpun yang masuk Islam. Ada yangmenolak dengan baik dan simpati, tetapi ada juga yang menolak dengankasar, seperti yang diperlihatkan oleh raja Ghassan. Utusan yang dikirimNabi dibunuh dengan kejam oleh raja Ghassan.

Perang Mut‟ah Untuk membalas perlakuan ini, Nabi mengirim pasukan perang sebanyaktiga ribu orang. Peperangan terjadi di Mu‟tah, sebelah utara lazirah Arab.Pasukan Islam mendapat kesulitan menghadapi tentara Ghassan yangmendapat bantuan dari Romawi. Beberapa pahlawan gugur melawanpasukan berkekuatan ratusan ribu orang itu. Melihat kenyataanyang tidakberimbang ini, Khalid ibn Walid, yang sudah masuk Islam, mengambil alihkomando dan memerintahkan pasukan untuk menarik diri dan kembali keMadinah.Selama dua tahun perjanjian Hudaibiyah berlangsung, dakwah Islamsudah menjangkau seluruh Jazirah Arab dan mendapat tanggapan yang positif. Hampir seluruh Jazirah Arab, termasuk suku-suku yang palingselatan, menggabungkan diri dalam Islam.Hal ini membuat orang-orang Mekah merasa terpojok. PerjanjianHudaibiyah ternyata menjadi senjata bagi umat Islam untuk memperkuatdirinya. Oleh karena itu, secara sepihak orang-orang kafir Quraisymembatalkan perjanjian tersebut. Penaklukan Mekah Melihat kenyataan ini, Rasulullah segera bertolak ke Mekah dengansepuluh ribu orang tentara untuk melawan mereka. Nabi Muhammad tidakmengalami kesukaran apa-apa dan memasuki kota Mekah tanpaperlawanan. Beliau tampil sebagai pemenang. Patung-patung berhala diseluruh negeri dihancurkan. Setelah itu, Nabi berkhotbah menjanjikanampunan Tuhan terhadap kafir Quraisy. Sesudah khotbah disampaikan,mereka datang berbondong-bondong memeluk agama Islam. Sejak itu,Mekah berada di bawah kekuasaan Nabi. Perang Hunain Sekalipun Mekah dapat dikalahkan, masih ada dua suku Arab yang masihmenentang, yaitu Bani Tsaqif di Taif dan Bani Hawazin di antara Taif danMekah. Kedua suku ini berkomplot membentuk pasukan untuk memerangiIslam. Mereka ingin menuntut bela atas mereka yang diruntuhkan Nabi danumat Islam di berhalaberhala Ka‟bah.Nabi mengerahkan kira-kira 12.000 tentara menuju Hunain untukmenghadapi mereka. Pasukan ini dipimpin langsung oleh beliau sehinggaumat Islam memenangkan pertempuran dalam waktu yang tidak terlalulama. Dengan ditaklukkannya Bani Tsaqif dan Bani Hawazin, seluruh JazirahArab berada di bawah kepemimpinan Nabi. Perang Tabuk Melihat kenyataan ini, Heraklius menyusun pasukan besardi utara JazirahArab, Syria, yang merupakan daerah pendudukan Romawi. Dalam pasukanbesar itu bergabung Bani Ghassan dan Bani Lachmides.Untuk menghadapi pasukan Heraklius ini banyak pahlawan Islam yangmenyediakan diri siap berperang bersama Nabi sehingga terhimpunpasukan Islam yang besar pula. Melihat besarnya pasukan Islam yangdipimpin Nabi, tentara Romawi itu menjadi kecut. Akhirnya mereka menarikdiri, kembali ke daerahnya. Nabi sendiri tidak melakukan pengejaran, tetapiberkemah di Tabuk.Di sini beliau membuat beberapa perjanjian dengan penduduk setempat.Dengan demikian, daerah perbatasan itu dapat dirangkul ke dalam barisanIslam. Perang Tabuk merupakan perang terakhir yang diikuti RasulullahSAW. Tahun Perutusan 2 Pada tahun 9 dan 10 H (630-632M) banyak suku dari berbagai pelosokArab mengutus delegasinya kepada Nabi Muhammad menyatakanketundukan mereka. Masuknya orang Mekah ke dalam agama Islam rupanyamempunyai pengaruh yang amat besar pada penduduk padang pasir yangliar itu. Tahun ini disebut dengan tahun perutusan. Persatuan bangsa Arabtelah terwujud; peperangan antar suku yang berlangsung sebelumnya telahberubah menjadi persaudaraan seagama.

Haji Wada‟ Dalam kesempatan menunaikan ibadah haji yang terakhir, haji wada‟, t a h u n 1 0 H ( 6 3 1 M ) , N a b i s a w m e n ya m p a i k a n k h o t b a h n ya y a n g s a n g a t b e r s e j a r a h . I s i k h o t b a h i t u a n t a r a l a i n : l a r a n g a n m e n u m p a h k a n d a r a h kecuali dengan haq dan larangan mengambil harta orang lain dengan batil,k a r e n a n ya w a d a n h a r t a b e n d a a d a l a h s u c i ; l a r a n g a n r i b a d a n l a r a n g a n m e n g a n i a ya ; p e r i n t a h u n t u k memperlakukan para istri dengan baik danlemah lembut dan perintah m e n j a u h i d o s a ; s e m u a p e r t e n g k a r a n a n t a r a mereka di zaman Jahiliyah harus saling dimaafkan; balas dendam dengant e b u s a n d a r a h s e b a g a i m a n a berlaku di zaman Jahiliyah tidak lagidibenarkan; p e r s a u d a r a a n d a n p e r s a m a a n d i a n t a r a m a n u s i a h a r u s ditegakkan; hamba sahaya harus diperlakukan dengan baik, mereka makanseperti apa yang dimakan tuannya dan memakai seperti apa yang dipakai t u a n n y a ; d a n y a n g t e r p e n t i n g a d a l a h b a h w a u m a t I s l a m h a r u s s e l a l u berpegang kepada dua sumber y a n g t a k p e r n a h u s a n g , A l - Q u r ‟ a n d a n sunnah Nabi.Isi khotbah ini merupakan prinsipprinsip yang mendasari gerakan Islam.S e l a n j u t n ya , p r i n s i p - p r i n s i p i t u b i l a d i s i m p u l k a n a d a l a h k e m a n u s i a a n , persamaan, keadilan sosial, keadilan ekonomi ,kebajikan dan solidaritas. Wafatnya Rasulullah saw. Setelah itu, Nabi saw segera kembali ke Madinah. Beliau m e n g a t u r organisasi masyarakat kabilah yang telah memeluk agama Islam. Petugask e a g a m a a n d a n p a r a d a i d i k i r i m k e b e r b a g a i d a e r a h d a n k a b i l a h u n t u k mengajarkan ajaran-ajaran islam, mengatur peradilan,dan memungut zakat.D u a b u l a n s e t e l a h i t u , N a b i s a w m e n d e r i t a s a k i t d e m a m . T e n a g a n ya dengan cepat berkurang. Pada hari senin, tanggal 12 Rabi‟ul Awal 11 H / 8 Juni 632 M, Rasulullah SAW wafat di rumah istrinya Aisyah ra.Dari perjalanan sejarah Nabi ini, dapat disimpulkan bahwa NabiMuhammad SAW, di samping sebagai pemimpin agama, juga seorangnegarawan, pemimpin politik dan administrasi yang cakap. Hanya dalamwaktu sebelas tahun menjadi pemimpin politik, beliau berhasilmenundukkan seluruh jazirah Arab ke dalam kekuasaannya. 41. Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kamiakan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. dan Sesungguhnya pahaladi akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui ,42) . yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal 107. Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagisemesta alam.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->