P. 1
LAPORAN PRAKTIK 6

LAPORAN PRAKTIK 6

|Views: 511|Likes:
Published by Susylawati Banin

More info:

Published by: Susylawati Banin on Apr 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIK KEMUDI, REM, DAN SUSPENSI SILINDER MASTER, SILINDER RODA DAN BOOSTER REM

Disusun oleh: 1. Agus Widodo 2. Aris Agus Widodo 3. Faisal Rachman 4. Susilawati : 11504279002 : 11504279006 : 11504279009 : 11504279015

5. Hendro Anditianto : 11504279021

PROGRAM S1 KKT UNY JURUSAN PENDIDIKAN OTOMOTIF FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGRI YOGYAKARTA 2012

Peralatan ini sangat penting pada kendaraan dan berfungsi sebagai alat keselamatan dan menjamin untuk pengendaraan yang aman.FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA JOB SHEET SISTEM KEMUDI. silinder roda dan booster rem 2. silinder roda dan booster rem 3. silinder roda dan booster rem 4. SILINDER RODA DAN BOOSTER REM No. Alat-alat yang diperlukan C. . Menjelaskan cara kerja silinder master. 29 Maret 2012 100 Menit Hal 1 A. Mengidentifikasi tipe-tipe silinder master. silinder roda dan booster rem 2. Membongkar dan memasang silinder master. Mengidentifikasi gangguan dalam sistem dan cara mengatasinya B. Alat dan Bahan: 1. Berbagai macam silinder master.JST/OTO/OTO313/16 Revisi : 01 Tgl. Dasar Teori Rem dirancang untuk mengurangi kecepatan (memperlambat) dan menghentikan kendaraan atau untuk memungkinkan parker pada tempat yang menurun. Pergunakan alat sesuai dengan fungsinya 2. Keselamatan Kerja: 1. Alat-alat tangan/kunci yang diperlukan 3. Tujuan: Setelah selesai praktikum diharapkan mahasiswa dapat: 1. Bekerja dengan hati-hati dan teliti D. REM DAN SUSPENSI Semester I SILINDER MASTER.

Tipe konvensional dan tipe portles. System rem terdiri atas mekanisme penggerak (master silinder. Penggunaan rem dapat digolongkan menjadi beberapa tipe tergantung pada penggunaanya. Tipe Tunggal : Tipe plunger. a.Mesin mengubah energy panas menjadi energy kinetic (energy gerak) untuk menggerakkan kendaraan. Sedangkan rem tambahan digunakan pada kombinasi rem biasa (rem kaki) yang digunakan pada truk diesel dan kendaraan berat. Efek pengereman (breaking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua objek. rem bekerja disebabkan oleh adanya system gabungan penekanan melawan system gerak putar. Rem parkir digunakan untuk memarkir kendaraan. : Tipe ganda konvensional dan tipe double Gambar 1. 2. Tipe Ganda konvensional. Umumnya. Master silinder terdiri dari resevoir tank yang beri minyak rem. demikian juga piston dan siliner yang membangkitkan tekanan hidrolis. booster rem dan katup proporsi) dan mekanisme rem (tipe tromol dan tipe piringan). Master silinder Berfungsi untuk mengubah gerak pedal rem ke dalam tekanan hidrolis. Rem kaki digunakan untuk mengontrol kecepatan dan menghentikan kendaraan. Sedangkan prinsip rem merupakan kebalikannya yaitu mengubah energy kinetic kembali menjadi energy panas untuk menghentikan kendaraan. Master silinder ada 2 type yaitu : 1. Tipe master silinder .

Diaphragm. yang berfungsi untuk mengurangi tenaga yang diperlukan pengemudi dalam pengereman. Ada system yang menggunakan dua pisto untuk menggerakkan kedua sepatu rem. Push rod. 4. Air cleaner element. 6. 5. Booster rem Booster rem merupakan satu komponen pada sistem yang dipasangkan menjadi satu dengan master silinder dan setelah pedal rem. Setiap roda menggunakan satu atau dua buah silinder roda. Piston. Diaphragm spring. Komponen – komponen boster rem : 1. Gambar 2. Booster rem yaitu karena adanya kevakuman dari intake manipol. yaitu satu piston untuk setiap sisi silinder roda.b. 3. 2. . Vacuum. Silinder roda Silinder roda terdiri dari beberapa komponen seperti terlihat pada gambar di bawah. sedangkan system yang lainnya hanya menggunakan satu piston untuk menggerakkan hanya satu sepatu rem. Silinder roda c.

Langkah Kerja 1. Pembongkaran a) Langkah pembongkaran master silinder yaitu sebagai berikut: 1) Melepas reservoir tank 2) Melepas body 3) Melepas piston 4) Melepas return spring 5) Melepas outlet valve b) Langkah pembongkaran silinder roda yaitu sebagai berikut: 1) Melepas bleeder plug 2) Melepas piston cup 3) Melepas piston .Gambar 3. Booster rem E.

Kedua tekanan fluida selanjutnya disalurkan ke masing-masing silinder roda. piston no 1 bergerak ke depan kemudian cupnya menutup compression spring port. piston cup spaser.4) Melepas compression spring c) Langkah pembongkaran booster rem yaitu sebagai berikut: 1) Melepas rear body 2) Melepas diapraghm 3) Melepas diaphragm spring 4) Melepas push rod 2. Cara Kerja a) Cara kerja master silinder 1) Keadaan normal. Selanjutnya bila pedal rem ditekan terus. Pedal rem belum ditekan Pada posisi ini. Bersamaan dengan itu minyak rem terdorong mulai dari silinder roda sampai ke tangki melalui inlate port. Bila piston ditekan terus akan menyebabkan naiknya tekanan di depan piston no 1 yang mana tekanan ini akan menggerakkan piston no 2. piston cup sebelah luar ke . piston didorong kembali ke belakang. kejadian pada piston no 1 juga terjadi pada piston no 2. 3) Pedal rem dibebaskan Pada saat pedal rem dibebaskan dengan adanya tenaga pegas. Piston no 2 berada pada posisi baut penyetop (stopper bolt) dan posisi cupnya sama dengan posisi piston no 1. Ini berarti hubungan antara tangki dengan silinder terputus. 2) Pedal rem diekan Pada saat pedal rem ditekan. sehingga di depanya akan timbul tekanan fluida. piston cup dari piston no 1 berada sedemikian rupa sehingga inlet port dan compression spring selalu berhubungan dengan tangki master silinder.

Karena akan selalu ada hampa udara di ruang tekanan konstan. maka sepatu rem akan tertekan ke luar sehingga dapat menekan tombol tromol rem. Apabila minyak sudah penuh didalam silinder maka minyak mengalir ke tangki melalui compensating port. udara atmosfer yang mengalir melalui elemen pembersih udara dicegah memasuki ruang tekanan variable. piston didorong ke kanan oleh pegas diafragma. piston akan kembali ke posisi semula karena adanya tekanan pegas pada sepatu rem. Pada tiaptiap silinder roda dilengkapi dengan sebuah baut pembuang angin (bleeder plug) yang berfungsi untuk membuang angin yang berada pada system rem (saluran-saluran minyak rem). . maka piston akan tertekan ke arah luar dikarenakan ujung yang lain dari piston ini berhubungan dengan sepatu rem. Pegas yang berada di depan piston kap akan menekan piston kap agar rapat pada pistonnya. Sebagai akibatnya. b) Cara kerja silinder roda Bila tekanan hidrolik menekan piston kap. aka nada pula hampa udara di ruang tekanan variable pada saat ini.silinder. ini menyebabkan katup udara bersentuhan dengan katup pengontrol. Pada kondisi ini katup hampa udara dari badan katup dipisahkan dari katup pengontrol untuk membuka jalan antara saluran A dan saluran B. Katup pengontrol didorong ke kiri oleh pegas katup pengontrol. c) Cara kerja booster rem 1) Rem tidak dipergunakan Katup udar dihubungkan ke batang operasi katup. Karenanya. dan ditarik ke kanan oleh pegas pembalik katup udara. Jika tekanan pedal rem dilepaskan.

yang didorong melawan katup udara oleh pegas katup pengontrol. Perbedaan tekanan antara ruang tekanan konstan dan ruang tekanan variable membuat piston bergerak ke kiri. Katup pengontrol. batang pengoperasian katup mendorong katup udara.Gambar 4. Kondisi ini membuat udara atmosfer memasuki ruang tekanan variable melalui saluran B (setelah melewati elemen pembersih udara). juga bergerak ke kiri sampai ia berhubungan dengan katup hampa udara. ketika katup udara bergerak lebih jauh ke kiri. Posisi rem tidak bekerja 2) Rem digunakan Ketika pedal rem ditekan. ia bergerak menjauhi katup pengontrol. sehingga menyebabkan katup udara bergerak ke kiri. Ini menutup bukaan antara saluran A dan B. hal ini menyebabkan cakram reaksi (reaction .

batang pengoperasian katup dan katup udara akan berhenti bergerak tapi piston akan tetap bergerak ke kiri karena ada perbedaan tekanan. udara atmosfer dicegah untuk memasuki ruangan tekanan variable. Posisi rem bekerja 3) Kondisi menahan Bila pedal rem ditekan setengah. Katup pengontrol tetap dihubungkan dengan katup hampa udara oleh pegas katup pengontrol. . Gambar 5. tapi ia bergerak bersama dengan piston. Karena katup pengontrol bergerak ke kiri dan berhubungan dengan katup udara.disc) menggerakkan batang pendorong booster ke kiri dan menambah tenaga pengereman.

Akibatnya ada perbedaan tekanan yang konstan antara ruang tekanan konstan dan ruang tekanan variable. ruang tekanan variable diisi seluruhnya dengan udara atmosfer. katup udara akan bergerak seluruhnya menjauh dari katup pengontrol. Karenanya. Kondisi menahan 4) Kondisi pada dorongan maksimum Bila pedal rem ditekan seluruhnya. dan perbedaan antara ruang tekanan konstan dan ruang tekanan . Gambar 6.sehingga tekanan pada ruang tekanan variable stabil. Pada kondisi ini. piston akan berhenti bergerak dan mempertahankan tenaga pengereman yang sedang berlangsung.

maka tidak ada perbedaan tekanan antara ruang tekanan konstan dan ruang tekanan variable (karena keduanya akan diisi . Gambar 7. hal ini membuat efek dorong maksimum bekerja pada piston. dan tenaga tambahan akan diberikan hanya pada tongkat pendorong booster dan akan dikirimkan sebagaimana adanya ke silinder utama. Kondisi dorongan maksimum 5) Kondisi tidak hampa udara Bila sebuah vacuum gagal diberikan pada booster rem atas sebab apapun.variable dibuat maksimum. Bahkan apabila tenaga tambahan diberikan pada pedal rem. efek dorong pada piston akan tetap tidak berubah.

rem akan tetap fungsional bahkan saat tidak ada hampa udara yang diberikan pada booster rem. piston dikembalikak ke kanan oleh pegas diafragma.dengan udara atmosfer). Saat booster rem dalam keadaan “off” . Kondisi tidak hampa udara . katup udara mendorong kunci stopper katup yang dimasukkan ke badan katup. piston juga akan mengatasi pegas diafragma dan bergerak ke kiri. Maka dengan itu. pedal rem terasa akan “berat”. cakram reaksi (reaction disc) dan tongkat pendorong booster. Pada saat yang sama. Ini menyebabkan silinder utama piston memberikan tenaga pengereman pada rem. Namun saat pedal rem ditekan. batang pengoperasi bergerak ke kiri dan mendorong katup udara. Namun karena booster rem tidak bekerja. Sehingga. Gambar 8.

Pemasangan a) Langkah pemasangan master silinder yaitu sebagai berikut: 1) Memasang outlet valve 2) Memasang return spring 3) Memasang piston 4) Memasang body 5) Memasang reservoir tank b) Langkah pemasangan silinder roda yaitu sebagai berikut: 1) Memasang compression spring 2) Memasang piston 3) Memasang piston cup 4) Memasang bleeder plug c) Langkah pemasangan booster rem yaitu sebagai berikut: 1) Memasang push rod 2) Memasang diaphragm spring 3) Memasang diapraghm 4) Memasang rear body . Bila pegas dipasangkan pada bagian depan lemah. tetapi piston no. juga pemasangan yang tidak tepat dari baut penyetop akan mengakibatkan piston rusak.1 dan no. akan menggerakkan batang penggerak dan piston no.2) sangat kuat. dengan sendirinya kerja dari konpensating port terganggu.3.1 akan bergerak ke sisi kiri dan berusaha menekan minyak diantara piston no. Pembahasan a) Perbedaan pegas yang dipunyai salah satu pada bagian depan (piston no. sehingga tekanan tidak bekerja. b) Kebocoran pada sistem rem yang terjadi bila pedal ditekan.2 bergerak maju ke sisi kiri.2. piston no.1. 4.

F. silinder roda dan booster rem 3. Mengidentifikasi tipe-tipe silinder master. Membongkar dan memasang silinder master. Mengidentifikasi gangguan dalam sistem dan cara mengatasinya . silinder roda dan booster rem 2. Kesimpulan Setelah selesai praktikum diharapkan mahasiswa dapat: 1. silinder roda dan booster rem 4. Menjelaskan cara kerja silinder master.

Lampiran Buster rem Master cilinder Piston dan compression spring diafragma spring Control valve mecanism Rear body Front body Diafragma Boster piston .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->