P. 1
Falsafah Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara

Falsafah Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara

|Views: 145|Likes:
Published by Faizur Odon Rohman

More info:

Published by: Faizur Odon Rohman on Apr 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2014

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 Latar Belakang
  • 1.2 Perumusan Masalah
  • 1.3 Tujuan
  • 1.4 Manfaat
  • 1.5 Ruang Lingkup
  • 2.1 Objek Penulisan
  • 2.2 Dasar Pemilihan Objek
  • 2.3 Metode Pengumpulan Data
  • 2.4 Metode Analisis
  • 3.1.1 Pengertian Filsafat
  • 3.1.2 Pengertian Pancasila
  • 3.1.3 Pengertian Filsafat Pancasila
  • 3.2.1 Filasafat Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia
  • 3.2.2 Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia
  • 3.2.3 Pancasila Sebagai Jiwa Dan Kepribadian Bangsa Indonesia
  • 3.3 Falsafah Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara Indonesia
  • 4.1 Kesimpulan
  • 4.2 Saran

Falsafah Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara Indonesia

529 Votes KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Falsafah Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara Indonesia” ini dengan lancar. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen pengampu matakuliah Pancasila Drs. Soewarno M.Hum. Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang penulis peroleh dari buku panduan yang berkaitan dengan Pancasila, serta infomasi dari media massa yang berhubungan dengan falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia, tak lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada pengajar matakuliah Pancasila atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini. Juga kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga dapat diselesaikannya makalah ini. Penulis harap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai Pancasila yang ditinjau dari aspek filsafat

atau falsafah, khususnya bagi penulis. Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.

Purwokerto, Maret 2008

Penulis BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sebagai dasar negara, Pancasila kembali diuji ketahanannya dalam era reformasi sekarang. Merekahnya matahari bulan Juni 1945, 63 tahun yang lalu disambut dengan lahirnya sebuah konsepsi kenengaraan yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, yaitu lahirnya Pancasila. Sebagai falsafah negara, tentu Pancasila ada yang merumuskannya. Pancasila memang merupakan karunia terbesar dari Allah SWT dan ternyata merupakan light-star bagi segenap bangsa Indonesia di masa-masa selanjutnya, baik sebagai pedoman dalam memperjuangkan kemerdekaan, juga sebagai alat pemersatu dalam hidup kerukunan berbangsa, serta sebagai

pandangan hidup untuk kehidupan manusia Indonesia sehari-hari, dan yang jelas tadi telah diungkapkan sebagai dasar serta falsafah negara Republik Indonesia. Pancasila telah ada dalam segala bentuk kehidupan rakyat Indonesia, terkecuali bagi mereka yang tidak Pancasilais. Pancasila lahir 1 Juni 1945, ditetapkan pada 18 Agustus 1945 bersama-sama dengan UUD 1945. Bunyi dan ucapan Pancasila yang benar berdasarkan Inpres Nomor 12 tahun 1968 adalah satu, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tiga, Persatuan Indonesia. Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dan kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sejarah Indonesia telah mencatat bahwa di antara tokoh perumus Pancasila itu ialah, Mr Mohammad Yamin, Prof Mr Soepomo, dan Ir Soekarno. Dapat dikemukakan mengapa Pancasila itu sakti dan selalu dapat bertahan dari guncangan kisruh politik di negara ini, yaitu pertama ialah karena secara intrinsik dalam Pancasila itu mengandung toleransi, dan siapa yang menantang Pancasila berarti dia menentang toleransi. Kedua, Pancasila merupakan wadah yang cukup fleksibel, yang dapat mencakup fahamfaham positif yang dianut oleh bangsa Indonesia, dan faham lain yang positif tersebut mempunyai keleluasaan yang cukup untuk memperkembangkan diri. Yang ketiga, karena sila-sila dari Pancasila itu terdiri dari nilai-nilai dan norma-norma yang positif sesuai dengan pandangan hidup bangsa Indonesia, dan nilai serta norma yang bertentangan, pasti akan ditolak oleh Pancasila, misalnya Atheisme dan segala bentuk kekafiran tak beragama akan ditolak oleh bangsa Indonesia yang bertuhan dan ber-agama.

Diktatorisme juga ditolak, karena bangsa Indonesia berprikemanusiaan dan berusaha untuk berbudi luhur. Kelonialisme juga ditolak oleh bangsa Indonesia yang cinta akan kemerdekaan. Sebab yang keempat adalah, karena bangsa Indonesia yang sejati sangat cinta kepada Pancasila, yakin bahwa Pancasila itu benar dan tidak bertentangan dengan keyakinan serta agamanya. Dengan demikian bahwa falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia yang harus diketahui oleh seluruh warga negara Indonesia agar menghormati, menghargai, menjaga dan menjalankan apa-apa yang telah dilakukan oleh para pahlawan khususnya pahlawan proklamasi yang telah berjuang untuk kemerdekaan negara Indonesia ini. Sehingga baik golongan muda maupun tua tetap meyakini Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tanpa adanya keraguan guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.

1.2 Perumusan Masalah Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, agar dalam penulisan ini penulis memperoleh hasil yang diinginkan, maka penulis mengemukakan bebe-rapa rumusan masalah. Rumusan masalah itu adalah: 1. Apakah landasan filosofis Pancasila? 2. Apakah fungsi utama filsfat Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia? 3. Apakah bukti bahwa falsafah Pancasila dijadikan sebagai dasar falsafah negara Indonesia?

5. 2.4 Manfaat Manfaat yang didapat dari makalah ini adalah: 1. Mahasiswa dapat mengetahui landasan filosofis Pancasila. Untuk mengetahui landasan filosofis Pancasila. 2. 4. 3.3 Tujuan Tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain: 1. Untuk menambah pengetahuan tentang Pancasila dari aspek filsafat. . Mahasiswa dapat menambah pengetahuan tentang Pancasila dari aspek filsafat. Untuk mengetahui bukti bahwa falsafah Pancasila dijadikan sebagai dasar falsafah negara Indonesia. 1. Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pancasila.1. Untuk mengetahui fungsi utama filsafat Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia.

3. Berdasarkan beberapa masalah yang teridentifikasi tersebut.1 Objek Penulisan Objek penulisan makalah ini adalah mengenai falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia. fungsi utama . Serta membahas mengenai bukti bahwa falsafah Pancasila dijadikan sebagai dasar falsafah negara Indonesia. Mahasiswa dapat mengetahui bukti bahwa falsafah Pancasila dijadikan sebagai dasar falsafah negara Indonesia. Dalam makalah ini dibahas mengenai landasan filosofis Pancasila. 4. 1.5 Ruang Lingkup Makalah ini membahas mengenai landasan filosofis Pancasila dan fungsi utama filsafat Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi utama filsafat Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia. makalah ini difokuskan pada falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia. BAB II METODE PENULISAN 2.

3 Metode Pengumpulan Data Dalam pembuatan makalah ini. Maka dari itu masyarakat perlu mengetahui bahwa falsafah Pancasila dijadikan sebagai falsafah negara Indonesia yang terdapat dalam beberapa dokumen historis dan di dalam perundang-undangan negara Indonesia. paling adil. norma-norma.2 Dasar Pemilihan Objek Makalah ini membahas mengenai falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia. Sebagai referensi juga diperoleh dari situs web internet yang membahas mengenai falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia.4 Metode Analisis . paling bijaksana. dipercaya dan diyakini sebagai sesuatu (kenyataan. 2.filsafat Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia. 2. metode pengumpulan data yang digunakan adalah kaji pustaka terhadap bahan-bahan kepustakaan yang sesuai dengan permasalahan yang diangkat dalam makalah ini yaitu dengan tema wawasan kebangsaan. Falsafah Pancasila adalah hasil berpikir/pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang dianggap. dan bagaimana falsafah Pancasila dijadikan sebagai dasar falsafah negara Indonesia. 2. paling baik dan paling sesuai bagi bangsa Indonesia. nilainilai) yang paling benar.

yaitu mengidentifikasi permasalahan berdasarkan fakta dan data yanag ada.1 Landasan Filosofis Pancasila 3. Kata kearifan bisa juga berarti “wisdom” atau kebijaksanaan sehingga filsafat bisa juga berarti cinta kebijaksanaan. serta mencari alternatif pemecahan masalah BAB III ANALISIS PERMASALAHAN 3. karena itu yang mencarinya adalah oreang yang mencintai kebenaran.Penyusunan makalah ini berdasarkan metode deskriptif analistis. Berdasarkan makna kata tersebut maka mempelajari filsafat berarti merupakan upaya manusia untuk mencari kebijaksanaan hidup yang nantinya bisa menjadi konsep kebijakan hidup yang bermanfaat bagi peradaban manusia. orang.1. Pengetahuan bijaksana memberikan kebenaran. Tentang . yang mencintai pengetahuan bijaksana. kata ini mulamula dipakai oleh Herakleitos.1 Pengertian Filsafat Secara etimologis istilah ”filsafat“ atau dalam bahasa Inggrisnya “philosophi” adalah berasal dari bahsa Yunani “philosophia” yang secara lazim diterjemahkan sebagai “cinta kearifan” kata philosophia tersebut berakar pada kata “philos” (pilia. Seorang ahli pikir disebut filosof. Berdasarkan pengertian bahasa tersebut filsafat berarti cinta kearifan. menganalisis permasalahan berdasarkan pustaka dan data pendukung lainnya. cinta) dan “sophia” (kearifan).

mencintai kebenaran adalah karakteristik dari setiap filosof dari dahulu sampai sekarang. Filsafat sebagai hasil berpikir sedalam-dalamnya diharapkan merupakan suatu yang paling bijaksana atau setidak-tidaknya mendekati kesempurnaan. filosof mempergunakan cara dengan berpikir sedalam-dalamnya (merenung). Dalam konsepsi Plato filsafat merupakan pencarian yang bersifat spekulatif atau perekaan terhadap pandangan tentang seluruh kebenaran. 3. Di dalam mencari kebijaksanaan itu.) Filsafat adalah suatu bentuk peninjauan diri yang bersifat reflektif atau berupa perenungan terhadap azas-azas dari kehidupan yang adil dan bahgia. Hasil filsafat (berpikir sedalam-dalamnya) disebut filsafat atau falsafah. Dalam pencarian dan menangkap pengetahuan mengenai ide yang abadi dan tak berubah. Filsafat Plato ini kemudan digolongkan sebagai filsafat spekulatif.1.) Dalam karya tulisnya “Republik” Plato menegaskan bahwa para filsuf adalah pencinta pandangan tentang kebenaran (vision of truth).2 Pengertian Pancasila . Berdasarkan pemikiran tersebut dapat dikembangkan bahwa manusia akan menemukan kebahagiaan dan keadilan jika mereka mampu dan mau melakukan peninajauan diri atau refleksi diri sehingga muncul koreksi terhadap diri secara obyektif • Plato (472 – 347 s. Beberapa tokoh-tokoh filsafat menjelaskan pengertian filsafat adalah sebagai berikut: • Socrates (469-399 s. M.M.

2. Madon/Awewe. 5. Mateni/Bunuh. Jangan mjnum yang menghilangkan pikiran/Dilarang minuman keras. Pengertian secara Historis · Pada tanggal 01 Juni 1945 Ir.Kata Pancasila berasal dari kata Sansakerta (Agama Buddha) yaitu untuk mencapai Nirwana diperlukan 5 Dasar/Ajaran. Diadaptasi oleh orang jawa menjadi 5 M = Madat/Mabok. yaitu 1. kemudian keesokan harinya 18 Agustus 1945 disahkanlah UUD 1945 termasuk Pembukaannya dimana . Jangan mengambil barang orang lain/Dilarang mencuri 3. Maen/Judi. Jangan berhubungan kelamin/Dilarang berjinah 4. Jangan berkata palsu/Dilarang berbohong/berdusta. Jangan mencabut nyawa makhluk hidup/Dilarang membunuh. Maling/Nyuri. Soekarno berpidato tanpa teks mengenai rumusan Pancasila sebagai Dasar Negara · Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan kemerdekaan. Pengertian Pancasila Secara Etimologis Perkataan Pancasil mula-mula terdapat dalam perpustakaan Buddha yaitu dalam Kitab Tripitaka dimana dalam ajaran buddha tersebut terdapat suatu ajaran moral untuk mencapai nirwana/surga melalui Pancasila yang isinya 5 J [idem].

2. 2. Priketuhanan. .didalamnya terdapat rumusan 5 Prinsip sebagai Dasar Negara yang duberi nama Pancasila. Jadi walaupun pada Alinea 4 Pembukaan UUD 45 tidak termuat istilah Pancasila namun yang dimaksud dasar Negara RI adalah disebut istilah Pancasila hal ini didaarkan interprestasi (penjabaran) historis terutama dalam rangka pembentukan Rumusan Dasar Negara. Moh Yamin adalah yang disampaikan di dalam sidang BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945 isinya sebagai berikut: 1. 3. A. Hirarkis (berjenjang). Pengertian Pancasila Secara Termitologis Proklamasi 17 Agustus 1945 telah melahirkan Negara RI untuk melengkapai alat2 Perlengkapan Negara PPKI mengadakan sidang pada tanggal 18 Agustus 1945 dan berhasil mengesahkan UUD 45 dimana didalam bagian Pembukaan yang terdiri dari 4 Alinea didalamnya tercantum rumusan Pancasila. Pancasila menurut Mr. Prikebangsaan. Sejak saat itulah Pancasila menjadi Bahasa Indonesia yang umum. Rumusan Pancasila tersebut secara Konstitusional sah dan benar sebagai dasar negara RI yang disahkan oleh PPKI yang mewakili seluruh Rakyat Indonesia Pancasila Berbentuk: 1. Piramid. Prikemanusiaan.

Prikerakyatan. Kesejahteraan Sosial. Pancasila menurut Ir. C. Nasionalisme/Kebangsaan Indonesia. Dan masih menurut Ir. Kesejahteraan Rakyat B. 5. sebagai berikut: 1. 2. Presiden Soekarno mengusulkan ke-5 Sila tersebut dapat diperas menjadi Trisila yaitu: 1. Soekarno yang disampaikan pada tangal 1 Juni 1945 di depan sidang BPUPKI. Ketuhanan yang berkebudayaan. Sosio Nasional : Nasionalisme dan Internasionalisme. 3. 4. Sosio Demokrasi : Demokrasi dengan kesejahteraan rakyat. 2.4. Ketuhanan YME. 3. Internasionalisme/Prikemanusiaan. Mufakat/Demokrasi. 5. Soekarno Trisila masih dapat diperas lagi menjadi Ekasila atau Satusila yang intinya adalah Gotong Royong. Pancasila menurut Piagam Jakarta yang disahkan pada tanggal 22 Juni 1945 rumusannya sebagai berikut: .

Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. 5. sehingga Pancasila berbeda dari waktu ke waktu. hal ini diperkuat dengan adanya ketetapan MPRS NO.  Filsafat Pancasila Asli . 2. Persatuan Indonesia. 4. Kesimpulan dari bermacam-macam pengertian pancasila tersebut yang sah dan benar secara Konstitusional adalah pancasila yang tercantum dalam Pembukaan Uud 45. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dan permusyawaratan perwakilan. 12 tanggal 13 April 1968 yang menegaskan bahwa pengucapan. Pancasila dijadikan wacana sejak 1945.3 Pengertian Filsafat Pancasila Pancasila dikenal sebagai filosofi Indonesia. 3.1. Kenyataannya definisi filsafat dalam filsafat Pancasila telah diubah dan diinterpretasi berbeda oleh beberapa filsuf Indonesia. 3. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. penulisan dan Rumusan Pancasila Dasar Negara RI yang sah dan benar adalah sebagai mana yang tercantum dalam Pembukaan Uud 1945.XXI/MPRS/1966 dan Inpres No.1. Filsafat Pancasila senantiasa diperbarui sesuai dengan “permintaan” rezim yang berkuasa.

Pancasila merupakan konsep adaptif filsafat Barat. Bambang Daroeso. sehingga menghasilkan “Pancasila truly Indonesia”. Filsafat Pancasila versi Soeharto Oleh Suharto filsafat Pancasila mengalami Indonesiasi. universalisme. sosialisme Jerman. Suhadi. Menurut Sukarno “Ketuhanan” adalah asli berasal dari Indonesia. R. dan Moerdiono. rasionalisme. Bawengan. Gerson W. “Keadilan Soasial” terinspirasi dari konsep Ratu Adil. Azhary. di mana filsafat barat merupakan salah satu materi kuliah mereka. Sukarno tidak pernah menyinggung atau mempropagandakan “Persatuan”. Burhanuddin Salam. Moertono. Kaelan. Barat (Kristen). dan nasionalisme. demokrasi parlementer. Pada saat itu Sukarno selalu menyatakan bahwa Pancasila merupakan filsafat asli Indonesia yang diambil dari budaya dan tradisi Indonesia dan akulturasi budaya India (Hindu-Budha). Wasito Poespoprodjo. Filsuf Indonesia yang bekerja dan mempromosikan bahwa filsafat Pancasila adalah truly Indonesia antara lain Sunoto. Pancasila terinspirasi konsep humanisme. Semua sila dalam Pancasila adalah asli Indonesia dan Pancasila dijabarkan menjadi lebih rinci (butir-butir Pancasila). Soerjanto Poespowardojo. semua elemen Barat disingkirkan dan diganti interpretasinya dalam budaya Indonesia. sosiodemokrasi.  Filsafat Pancasila versi Soekarno Filsafat Pancasila kemudian dikembangkan oleh Sukarno sejak 1955 sampai berakhirnya kekuasaannya (1965). Paulus Wahana. Hal ini merujuk pidato Sukarno di BPUPKI dan banyak pendiri bangsa merupakan alumni Universitas di Eropa. Melalui filsuf-filsuf yang disponsori Depdikbud. dan Arab (Islam). Parmono.  .

paling baik dan paling sesuai bagi bangsa Indonesia. Kebenaran indra (pengetahuan biasa). termasuk kemampuan berpikirnya. agar hidupnya dapat mencapai kebahagiaan lahir dan batin. filsafast Pancasila digolongkandalam arti praktis. tidak sekedar untukmemenuhi hasrat ingin tahu dari manusia yang tidak habis-habisnya. Ini berarti bahwa filsafat Pancasila di dalam mengadakan pemikiran yang sedalam-dalamnya. paling bijaksana. tetapi juga dan terutama hasil pemikiran yang berwujud filsafat Pancasila tersebut dipergunakan sebagai pedoman hidup sehari-hari (pandangan hidup. baik di dunia maupun di akhirat. tidak hanya bertujuan mencari kebenaran dan kebijaksanaan. nilai-nilai) yang paling benar. filsafat hidup. dipercaya dan diyakini sebagai sesuatu (kenyataan. Kalau dibedakan anatara filsafat yang religius dan non religius.Berdasarkan penjelasan diatas maka pengertian filsafat Pancasila secara umum adalah hasil berpikir/pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang dianggap. Weltanschaung dan sebgainya). paling adil. maka filsafat Pancasila tergolong filsafat yang religius. . 2. way of the life. Selanjutnya filsafat Pancasila mengukur adanya kebenran yang bermacam-macam dan bertingkat-tingkat sebgai berikut: 1. Ini berarti bahwa filsafat Pancasila dalam hal kebijaksanaan dan kebenaran mengenal adanya kebenaran mutlak yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa (kebenaran religius) dan sekaligus mengakui keterbatasan kemampuan manusia. norma-norma. Kebenaran ilmiah (ilmu-ilmu pengetahuan). Dan kalau dibedakan filsafat dalam arti teoritis dan filsafat dalam arti praktis.

serta juga bersangkut paut dengan filsafat kerohanian seperti diajarkan oleh Immanuel Kant (1724-1804). Begitu pula denga ajaran Pancasila suatu sintese negara yang lahir dari antitese.Moh Yamin pada Seminar Pancasila di Yogyakarta tahun 1959 yang berjudul “Tinjauan Pancasila Terhadap Revolusi Fungsional”. Dari pertentangan pikiran lahirlah paduan pendapat yang harmonis. 4. Saya tidak mau menyulap. Kebenaran religius (religi). Kebenaran filosofis (filsafat). Dan ini adalah tepat. Untuk lebih meyakinkan bahwa Pancasila itu adalah ajaran filsafat. sebaiknya kita kutip ceramah Mr.3. maka lahirlah kemerdekaan. Marilah kita peringatkan secara ringkas bahwa ajaran Pancasila itu dapat kita tinjau menurut ahli filsafat ulung. Menurut Hegel hakikat filsafatnya ialah suatu sintese pikiran yang lahir dari antitese pikiran. Kalimat pertama ini adalah sintese yaitu antara penjajahan dan perikemanusiaan dan perikeadilan. Ingatlah kalimat pertama dan Mukadimah UUD Republik Indonesia 1945 yang disadurkan tadi dengan bunyi: Bahwa sesungguhanya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. Pada saat sintese sudah hilang. yaitu Friedrich Hegel (1770-1831) bapak dari filsafat Evolusi Kebendaan seperti diajarkan oleh Karl Marx (1818-1883) dan menurut tinjauan Evolusi Kehewanan menurut Darwin Haeckel. Oleh sebab itu penjajahan harus dihapusakan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan kemerdekaan itu . yang isinya anatara lain sebagai berikut: Tinjauan Pancasila adalah tersusun secara harmonis dalam suatu sistem filsafat.

2. Semua sila itu adalah susunan dalam suatu perumahan pikiran filsafat yang harmonis. Dengan pandangan hidup inilah sesuatu bangsa akan memandang persoalan-persoalan yang dihadapinya dan menentukan arah serta cara bagaimana memecahkan persoalan-persoalan tadi. Pancasila sebagai hasil penggalian Bung Karno adalah sesuai pula dengan pemandangan tinjauan hidup Neo-Hegelian.2 Fungsi Utama Filsafat Pancasila Bagi Bangsa Dan Negara Indonesia 3. kesejahteraan dan perdamaian dunia dan kemerdekaan. Di sini disebut sila yang lima untukmewujudkan kebahagiaan. Sintese kemerdekaan dengan ajaran Pancasila dan tujuan kejayaan bangsa yang bernama kebahagiaan dan kesejajteraan rakyat.1 Filasafat Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia Setiapa bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan pandangan hidup (filsafata hidup).I. sesuai dengan dialektis Neo-Hegelian. 1950 itu yang berbunyi: Maka dengan ini kami menyusun kemerdekaan kami itu. Tidakah ini dengan jelas dan nyata suatu sintese pikiran atas dasar antitese pendapat? Jadi sejajar denga tujuan pikiran Hegel beralasanlah pendapat bahwa ajaran Pancasila itu adalah suatu sistem filosofi. Kalimat ini jelas kalimat antitese. Tanpa memiliki pandangan hidup maka suatu bangsa akan merasa terombang-ambing dalam menghadapi . dalam suatu Piagam Negara yang berbentuk Republik Kesatuan berdasarkan ajaran Pancasila. 3.kita susun menurut ajaran falsafah Pancasila yang disebutkan dengan terang dalam Mukadimah Konstitusi R.

baik persoalan-persoalan di dalam masyarakatnya sendiri. ekonomi. Dengan berpedoman pada pandangan hidup itu pula suatu bangsa akan membangun dirinya. Kita merasa bersyukur bahwa pendahulu-pendahulu kita. maka Pancasila itu adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia. Dengan pandangan hidup yang jelas sesuatu bangsa akan memiliki pegangan dan pedoman bagaimana ia memecahkan masalah-masalah polotik.persoalan-persoalan besar yang pasti akan timbul. pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar negara kita. terkandung pikiran-pikiran yang terdalam dan gagasan sesuatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. . Pada akhirnyta pandangan hidup sesuatu bangsa adalah kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki suatu bangsa itu sendiri. yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya. maupun persoalan-persoalan besar umat manusia dalam pergaulan masyarakat bangsa-bangsa di dunia ini. Dalam pergaulan hidup itu terkandung konsep dasar mengenai kehidupan yang dicitacitakan oleh suatu bangsa. kesadaran dan cita-cita moral yang meliputi kejiwaan dan watak yang sudah beurat/berakar di dalam kebudayaan bangsa Indonesia. II/MPR/1979. Disamping itu maka bagi kita Pancasila sekaligus menjadi tujuan hidup bangsa Indonesia. Pancasila bagi kita merupakan pandangan hidup. pendiri-pendiri Republik ini dat memuaskan secara jelas apa sesungguhnya pandangan hidup bangsa kita yang kemudian kita namakan Pancasila. maupun dalam mengejar kemajuan lahiriyah dan kebahagiaan rohaniah. sosial dan budaya yang timbul dalam gerak masyarakat yang makin maju. Ialah suatu kebudayaan yang mengajarkan bahwa hidup manusia ini akan mencapai kebahagiaan jika kita dapat baik dalam hidup manusia sebagai manusia dengan alam dalam hubungan manusia dengan Tuhannya. Seperti yang ditujukan dalam ketetapan MPR No.

Bangsa Indonesia lahir menurut cara dan jalan yang ditempuhnya sendiri yang merupakan hasil antara proses sejarah di masa lampau. . ia juga merupakan dasasr yang mamapu mempersatukan seluruh rakyat Indonesia. dikehendaki oleh bangsa Indonesia karena sebenarnya ia telah tertanam dalam kalbunya rakyat. dengan memberikan segala pengorbanan dan menahan segala macam penderitaan. kepribadian itu ditetapkan sebagai pandangan hidup dan dasar negara Pancasila.Bangsa Indonesia lahir sesudah melampaui perjuangan yang sangat panjang. melainkan telah berjuang.. Oleh karena itu. Pancasila yang selalu menjadi pegangan bersama saat-saat terjadi krisis nasional dan ancaman terhadap eksistensi bangsa kita. Pancasila itu tetap tercantum didalamnya. tantangan perjuangan dan cita-cita hidup di masa datang yang secara keseluruhan membentuk kepribadian sendiri. maka ia diterima sebagai dasar negara yang mengatur hidup ketatanegaraan. Karena Pancasila sudah merupakan pandangan hidup yang berakar dalam kepribadian bangsa. Karena itulah. Pancasila bukan lahir secara mendadak pada tahun 1945. denga melihat pengalaman bangsa-bangsa lain. dengan tetap berakar pada kepribadian bangsa kita dan gagasan besar bangsa kita sendiri. namun dalam 3 buah UUD yang pernah kita miliki yaitu dalam pembukaan UUD 1945. dengan diilhami dengan oleh gagasan-gagasan besar dunia. merupakan bukti sejarah sebagai dasar kerohanian negar. Pancasila yang lalu dikukuhkan dalam kehidupan konstitusional itu. Hal ini tampak dalam sejarah bahwa meskipun dituangkan dalam rumusan yang agak berbeda. Sebab itu bnagsa Indonesia lahir dengan kepribadiannya sendiri yang bersamaan lahirnya bangsa dan negara itu. dalam Mukadimah UUD Sementara Republik Indonesia 1950.

Peraturan selanjutnya yang disusun untuk mengatasi dan menyalurkan persoalanpersoalan yang timbul sehubungan dengan penyelenggaraan dan perkembangan negara harus didasarkan atas dan berpedoman pada UUD.3. maka semua peraturan perundang-undangan Republik Indonesia (Ketetapan MPR. Keputusan Presiden dan peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya) yang dikeluarkan oleh negara dan pemerintah Republik Indonesia haruslah pula sejiwa dan sejalan . Sidang BPPK telah menerima secara bulat Pancasila itu sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Adapun dasar itu haruslah berupa suatu filsafat yang menyimpulkan kehidupan dan cita-cita bangsa dan negara Indonesa yang merdeka. Undang-undang. Peraturan Pemerintah sebagai pengganti Undangundang. Undang-Undang Dasar yang menjadi sumber ketatanegaraan harus mengandung unsur-unsur pokok yang kuat yang menjadi landasan hidup bagi seluruh bangsa dan negara. agar peraturan dasar itu tahan uji sepanjang masa. sosial dan budaya.2. Dalam keputusan sidang PPKI kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945 Pancasila tercantum secara resmi dalam Pembukaan UUD RI. Peraturan-peraturan yang bersumber pada UUD itu disebut peraturan-peraturan organik yang menjadi pelaksanaan dari UUD. Oleh karena Pancasila tercantum dalam UUD 1945 dan bahkan menjiwai seluruh isi peraturan dasar tersebut yang berfungsi sebagai dasar negara sebagaimana jelas tercantum dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945 tersebut. Peraturan Pemerintah.2 Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia Pancasila yang dikukuhkan dalam sidang I dari BPPK pada tanggal 1 Juni 1945 adalah di kandung maksud untuk dijadikan dasar bagi negara Indonesia merdeka. Di atas dasar itulah akan didirikan gedung Republik Indonesia sebagai perwujudan kemerdekaan politik yang menuju kepada kemerdekaan ekonomi.

3 Pancasila Sebagai Jiwa Dan Kepribadian Bangsa Indonesia . yang hidup di tanah air kita sejak dahulu hingga sekarang. Dasar negara kita berakar pada sifat-sifat dan cita-cita hidup bangsa Indonesia. Di sinilah tampak titik persamaan dan tujuan antara jalan yang ditempuh oleh masyarakat dan penyusun peraturan-peraturan oleh negara dan pemerintah Indonesia. undang-undang. yakni Pancasila dasar yang kuat itu bukanlah meniru suatu model yang didatangkan dari luar negeri. Pancasila adalah penjelmaan dari kepribadian bangsa Indonesia. dasar yang kokoh. Isi dan tujuan dari peraturan perundangundangan Republik Indonesia tidak boleh menyimpang dari jiwa Pancasila. Bahkan dalam Ketetapan MPRS No. hakim. jurisprudensi. Pancasila mengandung unsur-unsur yang luhur yang tidak hanya memuaskan bangsa Indonesia sebagai dasar negara. XX/MPRS/1966 ditegaskan. Pancasila bersifat universal dan akan mempengaruhi hidup dan kehidupan banga dan negara kesatuan Republik Indonesia secara kekal dan abadi. tetapi juga dapat diterima oleh bangsa-bangsa lain sebagai dasar hidupnya. bahwa Pancasila itu adalah sumber dari segala sumber huum (sumber huum formal. 3.2. ilmu pengetahuan hukum). Adalah suatu hal yang membanggakan bahwa Indonesia berdiri di atas fundamen yang kuat. kebiasaan. traktaat.dengan Pancasila (dijiwai oleh dasar negara Pancasila).

Spanyol. Tiongkok. namun pada dasarnya bangsa Indonesia tetap hidup dalam kepribadiannya sendiri. misalnya di daerah-daerah tertentu atau masyarakat kota kepribadian itu dapat dipengaruhi oleh unsur-unsur asing. Pandangan hidup bangsa Indonesia yang dapat mempersatukan kita serta memberi petunjuk dalam masyarakat kita yang beraneka ragam sifatnya. Demikianlah. b. Republik Indonesia. serta merupakan ciri . yang merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di negara kita. maka Pancasila yang kita gali dari bumi Indonsia sendiri merupakan : a. lingkungan dan suasana waktu sepanjang masa. maka akan tampak dengan jelas bahwa tiap sila Pancasila itu adalah pencerminan dari bangsa kita. Portugis. Belanda dan lain-lain) namun kepribadian bangsa Indonesia tetap hidup dan berkembang.Menurut Dewan Perancang Nasional. yang dimaksudkan dengan kepribadian Indonesia ialah : Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia. Mungkin di sana-sini. Jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia secara jelas dapat dibedakan dari bangsa-bangsa lain. Apabila kita memperhatikan tiap sila dari Pancasila. Walaupun bangsa Indonesia sejak dahulu kala bergaul dengan berbagai peradaban kebudayaan bangsa lain (Hindu. yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya. Garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia yang ditentukan oleh kehidupan budi bangsa Indonesia dan dipengaruhi oleh tempat. Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia adalah pencerminan dari garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia sepanjang masa. karena Pancasila memberikan corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan tak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia. c. Dasar negara kita.

Tanpa ini maka Pancasila hanya akan merupakan rangkaian kata-kata indah yang tertulis dalam Pembukaan UUD 1945. serta tidak mempunyai arti bagi kehidupan bangsa kita. e. tenteram. melainkan karena Pancasila itu telah mampu membuktikan kebenarannya setelah diuji oleh sejarah perjuangan bangsa. tertib dan damai. Terdapat kemungkinan bahwa tiap-tiap sila secara terlepas dari yang lain bersifat universal. Mungkin Pancasila akan hanya tertinggal dalam buku-buku sejarah .khas yang dapat membedakan bangsa Indonesia dari bangsa yang lain. bersahabat. tertib dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka. d. yang merupakan perumusan yang beku dan mati. bukan sekedar karena ia ditemukan kembali dari kandungan kepribadian dan cita-cita bangsa Indonesia yang terpendam sejak berabad-abad yang lalu. yakni suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila di dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang merdeka. Perjanjian luhur rakyat Indonesia yang disetujui oleh wakil-wakil rakyat Indonesia menjelang dan sesudah Proklamasi Kemerdekaan yang kita junjung tinggi. berdaulat. akan tetapi kelima sila yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan itulah yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Apabila Pancasila tidak menyentuh kehidupan nyata. yang juga dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini. tidak kita rasakan wujudnya dalam kehidupan sehari-hari. bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman. maka lambat laun kehidupannya akan kabur dan kesetiaan kita kepada Pancasila akan luntur. Tujuan yang akan dicapai oleh bangsa Indonesia. menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam segala segi kehidupan. Oleh karena itu yang penting adalah bagaimana kita memahami.

sebab rumusan yang demikian itulah yang ditetapkan oleh wakil-wakil bangsa Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Indonesia. Dikatakan sebagai kesatuan yang bulat dan utuh. Seperti yang telah ditunjukkan oleh Ketetapan MPR No. bahwa apabila dibicarakan mengenai Pancasila. pada generasi yang telah begitu banyak berkorban untuk menegakkan dan membela Pancasila. karena masing-masing sila dari Pancasila itu tidak dapat dipahami dan diberi arti secara sendiri-sendiri. maka yang kita maksud adalah Pancasila yang dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945. . Akhirnya perlu juga ditegaskan. XI/MPR/1978. Apabila ini terjadi maka segala dosa dan noda akan melekat pada kita yang hidup di masa kini. yaitu : 1. Memahami atau memberi arti setiap sila-sila secara terpisah dari sila-sila lainnya akan mendatangkan pengertian yang keliru tentang Pancasila. 5. Ketuhanan Yang Maha Esa. 4. terpisah dari keseluruhan sila-sila lainnya. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Persatuan Indonesia. Rumusan Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 itulah yang kita gunakan. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawratan / perwakilan. Pancasila itu merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh dari kelima silanya. Kemanusiaan yang adil dan beradab. 2. 3.

Dalam naskah Pembukaan UUD Proklamasi 1945. e. c. Dalam Pidato Ir. dapatlah kita temukan dalam beberapa dokumen historis dan di dalam perundang-undangan negara Indonesia seperti di bawah ini : a. alinea IV. tanggal 22 Juni 1945 alinea IV yang kemudian dijadikan naskah rancangan Pembukaan UUD 1945 (terkenal dengan sebutan Piagam Jakarta). b. 27 Desember Mengenai perumusan dan tata urutan Pancasila yang tercantum dalam dokumen historis dan perundang-undangan negara tersebut di atas adalah agak berlainan tetapi inti dan fundamennya adalah tetap sama sebagai berikut : . alinea IV setelah Dekrit Presiden RI tanggal 5 Juli 1959. Dalam Mukadimah UUD Sementara Republik Indonesia (UUDS RI) tanggal 17 Agustus 1950. Soekarno tanggal 1 Juni 1945. d. f.3. Dalam Pembukaan UUD 1945. alinea IV. Dalam Naskah Politik yang bersejarah. Dalam Mukadimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS) tanggal 1945.3 Falsafah Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara Indonesia Falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia.

selanjutnya pada tanggal 18 Agustus 1945. Soekarno Ir. . telah membentuk beberapa panitia kerja yaitu : a.  2. Ketuhanan. Pancasila Sebagai Dasar Falsafat Negara Dalam Pidato Tanggal 1 Juni 1945 Oleh Ir.  Kesejahteraan sosial.   Internasionalisme atau Prikemanusiaan. pada tanggal 22 Juni 1945.  Mufakat atau Demokrasi.1. Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 untuk pertamakalinya mengusulkan falsafah negara Indonesia dengan perumusan dan tata urutannya sebagai berikut : Kebangsaan Indonesia. Panitia Perumus terdiri atas 9 orang tokoh. naskah itulah yang ditetapkan sebagai naskah rancangan Pembukaan UUD 1945. telah berhasil menyusun sebuah naskah politik yang sangat bersejarah dengan nama Piagam Jakarta. Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara Dalam Naskah Politik Yang Bersejarah (Piagam Jakarta Tanggal 22 Juni 1945) Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan (BPPK) yang Istilah Jepangnya Dokuritsu Jumbi Cosakai.

. Soepomo. Panitia Pembelaan Tanah Air. Dr. Panitia ini berhasil menyusun suatu rancangan UUD-RI. Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara Dalam Pembukaan UUD 1945 Sesudah BPPK (Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan) merampungkan tugasnya dengan baik.  3.   Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. maka dibubarkan dan pada tanggal 9 Agustus 1945. dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. c. sebagai penggantinya dibentuk PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Panitia Perancang Undang-Undang Dasar yang diketuai oleh Ir. Mohammad Hatta. Mr.  Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. d. Soekarno yang kemudian membentuk Panitia Kecil Perancang UUD yang diketuai oleh Prof. Untuk pertama kalinya falsafah Pancasila sebagai falsafah negara dicantumkan autentik tertulis di dalam alinea IV dengan perumusan dan tata urutan sebagai berikut : Ketuhanan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. yang diketuai oleh Abikusno Tjokrosujoso.b. Panitia Ekonomi dan Keuangan yang diketuai oleh Drs.

dengan perumusan dan tata urutan sebagai berikut : Kemanusiaan yang adil dan beradab. masing-masing sebagai Presiden RI dan Wakil Presiden RI. Juga menetapkan pembentukan Departemen-departemen Pemerintahan. autentik dan sah menurut hukum sebagai dasar falsafah negara RI. Memilih dan mengangkat Ketua dan Wakil Ketua PPKI yaitu Ir. Keesokan harinya pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengadakan sidangnya yang pertama dengan mengambil keputusan penting : a. c. dikumandangkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Ir. Soekarno di Pengangsaan Timur 56 Jakarta yang disaksikan oleh PPKI tersebut. Pembagian wilayah Indonesia ke dalam 8 propinsi dan setiap propinsi dibagi dalam karesidenankaresidenan. Tugas pekerjaan Presiden RI untuk sementara waktu dibantu oleh sebuah badan yaitu KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) dan pada tanggal 19 Agustus 1945 PPKI memutuskan.  Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Pada tanggal 17 Agustus 1945. Mohammad Hatta. Soekarno dan Drs. b. . Dalam Pembukaan UUD Proklamasi 1945 alinea IV yang disahkan oleh PPPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 itulah Pancasila dicantumkan secara resmi.   Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. Mensahkan dan menetapkan UUD 1945. Mensahkan dan menetapkan Pembukaan UUD 1945.

di Kota Scheveningen (Netherland) disusun pula Konstitusi RIS yang mulai berlaku pada tanggal 27 Desember 1949. Adapun delegasi RI dipimpin oleh Drs. nyata dan tanpa syarat kepada RIS (Republik Indonesia Serikat). Mohammad Hatta. Sebagai tujuan diadakannya KMB itu ialah untuk menyelesaikan persengketaan antara Indonesia dengan Belanda secepatnya dengan cara yang adil dan pengakuan akan kedaulatan yang penuh.4. Ratu Yuliana menandatangani Piagam Pengakuan Kedaulatan Negara RIS. delegasi BFO (Bijeenkomstvoor Federale Overleg) dipimpin oleh Sutan Hamid Alkadrie dan delegasi Belanda dipimpin oleh Van Marseveen. Pada waktu yang sama dengan KMB di Kota Den Haag. Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara Dalam Mukadimah Konstitusi RIS 1949 Bertempat di Kota Den Haag (Netherland / Belanda) mulai tanggal 23 Agustus sampai dengan tanggal 2 September 1949 diadakan KMB (Konferensi Meja Bundar). Walaupun bentuk negara Indonesia telah berubah dari negara Kesatuan RI menjadi negara serikat RIS dan Konstitusi RIS telah disusun di negeri Belanda jauh dari tanah air kita. Salah satu hasil keputusan pokok dan penting dari KMB itu. namun demikian . ialah bahwa pihak Kerajaan Belanda mengakui kedaulatan Indonesia sepenuhnya tanpa syarat dan tidak dapat dicabut kembali oleh Kerajaan Belanda dengan waktu selambat-lambatnya pada tanggal 30 Desember 1949. Demikianlah pada tanggal 27 Desember 1949 di Amsterdam Belanda.

Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara Dalam Mukadimah UUD Sementara RI (UUDS-RI 1950) Sejak Proklamasi Kemerdekaannya.  Kebangsaan.  Kerakyatan. dengan perumusan dan tata urutan sebagai berikut : Ketuhanan Yang Maha Esa. kemudian dikristalisasikan dengan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.  Keadilan Sosial.Pancasila tetap tercantum sebagai dasar falsafah negara di dalam Mukadimah pada alinea IV Konstitusi RIS 1949. Satu Bangsa dan Satu Bahasa. .   Prikemanusiaan. bangsa Indonesia menghendaki bentuk negara kesatuan (unitarisme) oleh karena bentuk negara serikat (federalisme) tidaklah sesuai dengan citacita kebangsaan dan jiwa proklamasi. Demikianlah semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia tetap membara dan meluap. sebagai hasil gemblengan para pemimpin Indonesia sejak lahirnya Budi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. 5. Satu Nusa.

Soepomo mengubah konstitusi RIS 1949 (196 Pasal) menjadi UUD RIS 1950 (147 Pasal). negara federal RIS terdiri atas 16 negara bagian. Negara Sumatera Timur (NST). Mr. alinea IV dengan perumusan dan tata urutan yang sama dalam Mukadimah Konstitusi RIS yaitu : Ketuhanan Yang Maha Esa. Dr. pernyataan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. yang berarti pembubaran Negara Federal RIS (Republik Indonesia Serikat). RI Yogyakarta. Pada saat itu pula panitia yang diketuai oleh Prof. Perubahan bentuk negara dan konstitusi RIS tidak mempengaruhi dasar falsafah Pancasila.Oleh karena itu pengakuan kedaulatan negara RIS menimbulkan pergolakanpergolakan di negara-negara bagian RIS untuk bersatu dalam bentuk negara kesatuan RI sesuai dengan Proklamasi Kemerdekaan RI. oleh karena terhitung mulai tanggal 17 Agustus 1950 Presiden Soekarno menyampaikan Naskah Piagam. Sesuai KOnstitusi. 2.  . Akibat pergolakan yang semakin gencar menuntut bergabung kembali pada negara kesatuan Indonesia. maka sampai pada tanggal 5 April 1950 negara federasi RIS. tinggal 3 (tiga) negara lagi yaitu : 1. 3. sehingga tetap tercantum dalam Mukadimah UUDS-RI 1950. Negara federasi RIS tidak sampai setahun usianya. Negara Indonesia Timur (NIT).

Dengan kegagalan konstituante tersebut. Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara Dalam Pembukaan UUD 1945 Setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 6. maka pada tanggal 5 Juli 1950 Presiden RI mengeluarkan sebuah Dekrit yang pada pokoknya berisi pernyatan : a. b.  Kebangsaan. Pada akhir tahun 1955 diadakan pemilihan umum pertama di Indonesia dan Konstituante yang dibentuk mulai bersidang pada tanggal 10 November 1956. .  Keadilan Sosial. Dalam perjalanan sejarah ketatanegaraan selanjutnya.  Kerakyatan. Konstituante gagal membentuk suatu UUD yang baru sebagai pengganti UUDS 1950. Pembubaran Konstuante. Prikemanusiaan. Berlakunya kembali UUD 1945. 7 Tahun 1953 tentang Pemilihan Umum untuk memilih anggota-anggota DPR dan Konstituante yang akan menyusun UUD baru.

Dengan berlakunya kembali UUD 1945. 12 Tahun 1968. d. Dengan demikian secara yuridis formal . Tujuan dari pada Instruksi ini adalah sebagai penegasan dari suatu keadaan yang telah berlaku menurut hukum. yang harus digunakan baik dalam penulisan. oleh karena sesuai dengan asas hukum positif (Ius Contitutum) UUD 1945 adalah konstitusi Indonesia yang berlaku sekarang.   Kemanusiaan yang adil dan beradab. pembacaan maupun pengucapan sehari-hari. perihal : Penegasan tata urutan/rumusan Pancasila yang resmi. Dengan instruksi Presiden Republik Indonesia No. Akan dibentuknya dalam waktu singkat MPRS dan DPAS. tertanggal 13 April 1968. Instruksi ini ditujukan kepada : Semua Menteri Negara dan Pimpinan Lembaga / Badan Pemerintah lainnya.  Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Pancasila tetap menjadi dasar falsafah negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV dengan perumusan dan tata urutan seperti berikut : Ketuhanan Yang Maha Esa.  Persatuan Indonesia.c. secara yuridis.  Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tidak berlakunya lagi UUDS 1950.

Kebangsaan Indonesia atau persatuan Indonesia.G. 2. Jelaslah bahwa perumusan 5 dasar pokok itu oleh ketiga tokoh tersebut dalam redaksi kata-katanya berbeda tetapi inti pokok-pokoknya adalah sama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. SH dalam bukunya “Sekitar Pancasila” peri-hal perumusan Pancasila dalam berbagai dokumentasi sejarah mengatakan bahwa uraian-uraian mengenai dasardasar negara yang menarik perhatian ialah yang diucapkan oleh : 1. Soekarno dalam pidatonya tanggal 1 Juni 1945 menegaskan : Maksud Pancasila adalah philosophschegrondslag itulah fundament falsafah. Yamin pada tanggal 29 Mei 1945. Mr. Moh. . Prof. Prof. walaupun sebenarnya tidak ada Instruksi Presiden RI No. Ir. Soekarno yang mengusulkan agar 5 dasar negara itu dinamakan Pancasila dan bukan Panca Darma. Prikemanusiaan atau internasionalisme. 3. Dr. tetapi baru Ir. 12/1968 tersebut. Pringgodigdo. A. Kerakyatan atau Demokrasi dan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.perumusan Pancasila yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 itulah yang harus digunakan. Ir. Walaupun ketiganya mengusulkan 5 hal pokok untuk sebagai dasar-dasar negara merdeka. Mr. Soepomo pada tanggal 31 Mei 1945. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945. pikiran yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung “Indonesia Merdeka Yang Kekal dan Abadi”.

norma-norma. XX/MPRS/1960 jo Ketetapan No. Mr. BAB IV PENUTUP 4. Prof. Muhammad Yamin dalam bukunya “Proklamasi dan Konstitusi” (1951) berpendapat : “Pancasila itu sebagai benda rohani yang tetap dan tidak berubah sejak Piagam Jakarta sampai pada hari ini”. Mr. dipercaya dan diyakini sebagai sesuatu (kenyataan. .Prof. Filsafat Pancasila adalah hasil berpikir/pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang dianggap. Mr. V/MPR/1973. Notonagoro dalam pidato Dies Natalis Universitas Airlangga Surabaya pada tanggal 10 November 1955 menegaskan : “Susunan Pancasila itu adalah suatu kebulatan yang bersifat hierrarchies dan piramidal yang mengakibatkan adanya hubungan organis di antara 5 sila negara kita”. Mr. Muhamamd Yamin tersebut diterima dan dikukuhkan oleh MPRS dalam Ketetapan No. Notonagoro dan Prof. Kemudian pernyataan dan pendapat Prof.1 Kesimpulan Setelah memperhatikan isi dalam pembahasan di atas. maka dapat penulis tarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Drs. Drs.

Dalam Mukadimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS) tanggal 27 Desember 1945. menghargai menjaga. Dalam Pembukaan UUD 1945. c. d. tanggal 22 Juni 1945 alinea IV yang kemudian dijadikan naskah rancangan Pembukaan UUD 1945 (terkenal dengan sebutan Piagam Jakarta).2 Saran Warganegara Indonesia merupakan sekumpulan orang yang hidup dan tinggal di negara Indonesia Oleh karena itu sebaiknya warga negara Indonesia harus lebih meyakini atau mempercayai. Dalam naskah Pembukaan UUD Proklamasi 1945. Dalam Naskah Politik yang bersejarah. Fungsi utama filsafat Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia yaitu: a) Filasafat Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia b) Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia c) Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia 3. b. paling bijaksana. alinea IV. hal tersebut dapat dibuktikan dengan ditemukannya dalam beberapa dokumen historis dan di dalam perundang-undangan negara Indonesia seperti di bawah ini : a.nilai-nilai) yang paling benar. Soekarno tanggal 1 Juni 1945. f. e. alinea IV setelah Dekrit Presiden RI tanggal 5 Juli 1959. Dalam Pidato Ir. menghormati. 2. 4. paling baik dan paling sesuai bagi bangsa Indonesia. memahami dan melaksanakan segala hal yang . Dalam Mukadimah UUD Sementara Republik Indonesia (UUDS RI) tanggal 17 Agustus 1950. Falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia. alinea IV. paling adil.

com .htm http:// www. Beberapa Hal Mengenai Falsafah Pancasila. Notonagoro.htm http:// www. Filsafat Pancasilaisme. Cet. Gramedia. H. Sehingga kekacauan yang sekarang terjadi ini dapat diatasi dan lebih memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia ini.co. 1998. Cet. 1980. Manusia dan Kebudayaan Indonesia.google. Jakarta: PT. Jakarta: Pancoran Tujuh.asmakmalaikat. DAFTAR PUSTAKA Koentjaraningrat. 9.telah dilakukan oleh para pahlawan khususnya dalam pemahaman bahwa falsafah Pancasila adalah sebagai dasar falsafah negara Indonesia.goodgovernance-bappenas.id http://www.teoma. Jakarta: Rineka Cipta Sumber Lain : http://www.com/go/artikel/filsafat/index. Beberapa Hal Mengenai Falsafah Pancasila.go. 1980. 1980. 9.id/artikel_148. Nopirin. Burhanuddin. Jakarta: Pantjoran Tujuh. Salam.

Apakah bukti bahwa Pancasila dijadikan sebagai dasar falsafah negara Indonesia? BAB II TINJAUAN UMUM .com PANCASILA SEBAGAI FALSAFAH BANGSA INDONESIA PANCASILA SEBAGAI FALSAFAH BANGSA BAB I PENDAHULUAN A. menghargai. antropologis dan geografis Indonesia yang unik dan spesifik seperti. Perancis. yang menjadi satu bangsa karena kesamaan wilayah daratan. politik baik nasional maupun internasional seperti yang sedang kita alami belakangan ini. ekonomi. Latar belakang historis dan kondisi sosiologis. serta negara-negara Eropa Barat lainnya.Latar Belakang Terlahirnya Pancasila sebagaimana tercatat dalam sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia. bahasa. menjaga.kumpulblogger. merupakan sublimasi dan kristalisasi dari pandangan hidup (way of life) dan nilai-nilai budaya luhur bangsa yang mempersatukan keanekaragaman bangsa kita menjadi bangsa yang satu. ras dan kepulauan menjadi komponen pembentuk bangsa yang paling fundamental dan sangat berpengaruh terhadap realitas kebangsaan Indonesia saat ini. Identifikasi Masalah Dengan memperhatikan latar belakang tersebut. maka penulis mengemukakan rumusan masalah yang antara lain : 1. Apakah fungsi utama filsafat Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia? 3. Atau negara-negara lainnya. Apakah landasan filosofis Pancasila? 2. Indonesia. Dengan demikian. Pancasila sebagai dasar falsafah Negara Indonesia harus diketahui dan dipahami oleh seluruh bangsa Indonesia agar menghormati. etnik. B. atau suku bangsa.http:// www. Inggris. yang menjadi suatu negara bangsa (nation state) karena kesamaan bahasa. dan menjalankan nilainilai serta norma-norma positif yang terkandung dalam sila-sila pancasila hingga menjadi bangsa yang kuat dalam menghadapi kisruh dalam berbagai aspek sosial. Berbeda dengan Jerman. agar penulis memperoleh hasil yang diinginkan.

Ketetapan No. Nilai-nilai yang tertuang dalam rumusan sila-sila Pancasila adalah landasan filosofis yang dianggap. Perkataan Pancasila mulamula terdapat dalam Kitab Tripitaka milik ajaran moral agama Budha yang kemudian ajaran tersebut diadaptasi oleh orang Jawa. Drs. • Plato: filsuf adalah pencinta pandangan tentang kebenaran (vision of truth). dengan tujuan untuk mendapatkan pokokpokok pengertiannya secara mendasar dan menyeluruh. BAB III PEMBAHASAN 1. FILSAFAT PANCASILA 1. paling bijaksana. Filsafat Secara etimologis istilah “filsafat” atau bahasa Inggrisnya disebut “philosophi” berasal dari bahasa Yunani “philien” (cinta) dan “sophos” (hikmah/kearifan) atau bisa juga diartikan “cinta kebijaksanaan”. nilai-nilai) yang paling benar. 7 bersama dengan UUD 1945. dundangkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tahun II No. Dalam pencarian dan menangkap pengetahuan mengenai ide yang abadi dan tak berubah. Makna menurut beberapa tokoh filsafat yaitu : • Socrates: peninjauan dalam diri yang bersifat reflektif atau berupa perenungan terhadap azasazas dari kehidupan adil dan bahagia. Mr. 2. Secara etimologis kata Pancasila berasal dari bahasa Sansakerta yaitu “Panca” (lima) dan “Syila” (Dasar/Sendi). norma-norma.A. Pancasila Pancasila adalah dasar Filsafat Negara Republik Indonesia yang secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 dan tercantum dalam UUD 1945. paling adil. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945. paling baik dan paling sesuai sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pernyataan dan pendapatnya tersebut kemudian diterima dan dikukuhkan oleh MPRS dalam Ketetapan No. dan Aksikologi (nilai dan estetika). Landasan Filosofis Pancasila. Wawasan filsafat terdiri dari beberapa aspek. Istilah Pancasila pertama kali digunakan sebagai nama dari 5 unsur dasar negara oleh Ir. yaitu Aspek Ontologi (eksistensi). Notonagoro dalam pidato Dies Natalis Universitas Airlangga Surabaya pada tanggal 10 November 1955 : “Susunan Pancasila itu adalah suatu kebulatan yang bersifat hierrarchies dan piramidal yang mengakibatkan adanya hubungan organis di antara 5 sila negara kita”. Menurut Prof. V/MPR/1973. Idealisme / Spiritualisme (ide dan spirit). Epistemologi (Metode/cara). Aliran filsafat juga terbagi atas beberapa sifat yaitu Materialisme (kebendaan). XX/MPRS/1960 jo. Secara ringkas Filsafat Pancasila dapat didefinisikan sebagai refleksi kritis dan rasional Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa. dipercaya dan diyakini sebagai sesuatu (kenyataan. Realisme (Realitas). Pernyataan tersebut diperkuat . Pancasila dikenal sebagai filosofi Negara Indonesia.

2. jurisprudensi. karena masing-masing sila dari Pancasila itu tidak dapat dipahami dan diberi arti secara sendiri-sendiri. Setiap bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas arah serta tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan nilai-nilai luhur yang dijunjung sebagai pandangan/filsafat hidup. Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia adalah pencerminan dari garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia sepanjang masa. ilmu pengetahuan hukum. terkandung pikiran-pikiran yang terdalam dan gagasan sesuatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya menjadi negara yang sejahtera (Wellfare State). Filsafat Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia. undang-undang. Sebagaimana yang ditujukan dalam ketetapan MPR No. 3. maka Pancasila itu adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia.juga oleh Ketetapan MPR No. Dengan demikian. Pancasila dalam kedudukannya ini sering disebut sebagai Dasar Filsafat atau Dasar Falsafah Negara (Philosofische Grondslag) dari negara. Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum. pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar negara kita. Dalam Ketetapan MPRS No. landasan Filsafat Pancasila merupakan harmonisasi dari nilai-nilai dan normanorma utuh yang terkandung dalam sila-sila Pancasila. wilayah serta pemerintahan negara. Pancasila merupakan sumber kaidah hukum negara yang secara konstitusional mengatur negara Republik Indonesia beserta seluruh unsur-unsurnya yaitu rakyat. ideologi negara atau (Staatsidee). Pancasila itu merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh dari kelima silanya. Fungsi Utama Filsafat Pancasila Bagi Bangsa dan Negara Indonesia 1. hakim. bahwa Pancasila itu adalah sumber dari segala sumber hukum yang antara lain sumber hukum formal. kebiasaan. dunia maupun akhirat (Pancasilais). tapi hasil pemikiran yang berwujud filsafat pancasila tersebut dipergunakan sebagai pedoman hidup sehari-hari (way of life / weltanschaung) agar mencapai kebahagiaan lahir dan bathin. yang bertujuan untuk mendapatkan pokokpokok pengertiannya secara mendasar dan menyeluruh agar menjadi landasan filsafat yang sesuai dengan keperibadian dan cita-cita Bangsa. Memahami atau memberi arti setiap sila-sila secara terpisah dari sila-sila lainnya akan mendatangkan pengertian yang keliru tentang Pancasila.Memiliki arti praktis yang berarti dalam proses pemahamannya tidak sekedar mencari kebenaran dan kebijaksanaan. XI/MPR/1978.Bersifat religius yang berarti dalam hal kebijaksanaan dan kebenaran mengenal adanya kebenaran mutlak yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa (kebenaran religius) dan sekaligus mengakui keterbatasan kemampuan manusia. yang dimaksudkan dengan kepribadian Indonesia ialah : Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia. Dalam pergaulan hidup terkandung konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa. Pada akhirnya pandangan hidup sesuatu bangsa adalah kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki bangsa itu sendiri. Keperibadian bangsa tetap berakar dari keperibadian individual dalam masyarakat yang pancasilais . Filsafat Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. traktaat. . Dikatakan demikian. Pancasila Sebagai Jiwa Dan Kepribadian Bangsa Indonesia Menurut Dewan Perancang Nasional. serta hasrat ingin tahu. B. Dalam pengertian ini Pancasila merupakan suatu dasar nilai serta norma untuk mengatur pemerintahan negara atau dengan kata lain Pancasila merupakan suatu dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsabangsa lainnya. Adapun bentuk Filsafat Pancasila sendiri digolongkan sebagai berikut : . XX/MPRS/1966 ditegaskan. II/MPR/1979.

Naskah Politik bersejarah. Bukti Falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia terbukti secara historis melalui dokumen-dokumen bersejarah dan di dalam perundang-undangan negara Indonesia. BAB IV PENUTUP 1. Naskah Pidato Ir. Soekarno tanggal 1 Juni 1945. menghargai menjaga. Mukadimah UUD Sementara Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1950. Pancasila sebagai dasar filsafat negara Indonesia pada hakikatnya adalah sebagaimana nilainilainya yang bersifat fundamental menjadi suatu sumber dari segala sumber hukum dalam negara Indonesia. paling adil. 2. tanggal 22 Juni 1945 alinea IV yang kemudian dijadikan naskah rancangan Pembukaan UUD 1945 (Piagam Jakarta). C. Pembukaan UUD 1945. 2. dipercaya dan diyakini sebagai sesuatu (kenyataan. Sehingga kekacauan yang sekarang terjadi ini dapat diatasi dan lebih memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia ini. Mukadimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS) tanggal 27 Desember 1945. norma-norma. alinea IV. Filsafat Pancasila adalah hasil berpikir/pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang dianggap. 5. nilai-nilai) yang paling benar. . 3. Kolonialisme. antara lain : 1. Diktatorisme. Kapitalis. Fungsi utama filsafat Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia yaitu: a) Filasafat Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia b) Filsafat Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia c) Filsafat Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia 3. alinea IV. paling baik dan paling sesuai bagi bangsa Indonesia. maka dapat penulis tarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Bukti Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara Indonesia Bukti yang menyatakan Falsafah Pancasila digunakan sebagai dasar falsafah Negara Indonesia dapat kita temukan dalam dokumen-dokumen historis dan perundang-undangan negara Indonesia. menghormati. paling bijaksana. Saran Warganegara Indonesia merupakan sekumpulan orang yang hidup dan tinggal di negara Indonesia Oleh karena itu sebaiknya warga negara Indonesia harus lebih meyakini atau mempercayai. 2. memahami dan melaksanakan segala hal yang telah dilakukan oleh para pahlawan khususnya dalam pemahaman bahwa falsafah Pancasila adalah sebagai dasar falsafah negara Indonesia. Naskah Pembukaan UUD Proklamasi 1945. menjadi wadah yang fleksibel bagi faham-faham positif untuk berkembang dan menjadi dasar ketentuan yang menolak faham-faham yang bertentangan seperti Atheisme dan segala bentuk kekafiran tak beragama. 4. alinea IV setelah Dekrit Presiden RI tanggal 5 Juli 1959. 6. dan lain-lain. Kesimpulan Setelah memperhatikan isi dalam pembahasan di atas.serta gagasan-gagasan besar yang tumbuh dan sejalan dengan filsafat Pancasila.

Karena ia terlihat secara intuitif — timbul apa. tidak sembarangan ”menggali” Pancasila — tidak percuma para Wakil Rakyat di KNIP atau PPKI dan sejumlah tokoh — memberikan antithese. . Pancasila bisa digunakan sebagai alat statis — di dinding. Sebagai alat pemersatu — bagaimana kalau perumusan yang tercantum dalam ”Preambule” Undang-Undang Dasar 1945 Amendemen — hanya tercetak dan terbaca tanpa melekat spontan pada Kesadaran ? ”……. Untuk ia menjadi falsafah sekaligus way of life — Pancasila harus menjadi kesadaran setiap orang Indonesia — ia harus menjadi alat yang dinamis. begitu panca indra menemukan – secara abstrak — mungkin manusia mendapat gagasan pancasila. sampai di-amendemen oleh Gerakan Reformasi tahun 1998. Mengapa ? Karena ”nilai” yang terkandung dalam Pancasila — adalah kebenaran yang telah teruji secara dialektis. 2003) Bung Karno. sehingga jadilah kelahiran Pancasila — dan masuk kedalam Preambule dan Batang Tubuh UUD 1945 . di barang cetakan — di mana saja. Syaifan Nur.……. L Kampus: Universitas Swadaya Gunung Djati (unswagati) Cirebon Ripah Loh Jinawi.. Merdeka ! Filsafat (07) Falsafah Pancasila adalah Alat.” (Seri Tokoh Filsafat Mulla Shadra. Dr. Itu tidak berarti apa-apa secara statis — dia sama saja dengan ”ada” yang lain. di monumen. seperti Mulla Shadra. Penerbit Teraju. Pancasila harus masuk ke dalam semua produk hukum yang mengisbatkan Amanat Konstitusi — secara dinamis falsafah itu harus pula ”menjadi kesadaran” pemegang amanat dalam melaksanakan kebijakan — dalam pemerintahan dan tugas-tugas keNegara-an.Bagi mereka yang sudah terpadu di dalam dirinya antara pemikiran analitisrasional dan pengalaman intuitif secara langsung. Per-alat-lah ! (2/3 Mullah Shadra) OPINI | 25 July 2010 | 16:24 menilai Inspiratif Dibaca: 423 Komentar: 4 1 dari 2 Kompasianer Sebagai falsafah.Pengirim: Nandang W. Harus dan mutlak.

perdamaian abadi dan keadilan sosial. Tidak ada keraguan harus dilaksanakan dengan kesadaran. Kemanusiaan yang adil dan beradab. maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia. yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. mencerdaskan kehidupan bangsa. Apalagi Pancasila telah diuji dengan antithese orang-orang terbaik di negeri ini. setiap kali hasil perbuatannya — setiap tindakannya harus sesuai dengan Nilai falsafah dan way of life Konstitusional. Inilah salah satu amanat dari paragraf Preambule UUD 1945 Amendemen : « Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. yang membutuhkan sesuatu untuk ditambahkan kepadanya agar ia menjadi aktual dan konkrit………” (idem) Tetapi apakah manusia pelaksana amanat — apakah manusia Indonesia mempunyai pengalaman — karena semua Budaya harus diajarkan — agar alam idenya terisi dengan input budaya — yang akan menjadi sinthese — yang bisa sesuai match dengan Id dan Super Ego-nya — yang akan menjadi way of life — yang menjadi ”alat” bulit-in dalam bersikap dan memutuskan. Manusia Indonesia. Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. sedangkan konsep universal berada dalam potensialitas.”……. serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia……… » Sebagai Anak Bangsa — Apakah « Kesadaran-mu » tidak tergugah bahwa ini adalah tanggung jawab dan kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia — yang sangat manusiawi ? (lanjut ke 3/3). Bagaimana bisa ? Itulah Budaya — harus diterapkan Strategi Budaya. .sebab wujud adalah aktualitas yang murni.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->