P. 1
nama obat

nama obat

|Views: 4,697|Likes:
Published by Juan Jaksal

More info:

Published by: Juan Jaksal on Apr 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2013

pdf

text

original

Fenoksimetil Penisilin (Penisilin V) Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : : Asam (2S,5R,6R)-3,3-dimetil-7-okso-6-(2-fenoksiasetamido)-4-tia-1azobiksol

[3,2,0]heptana-2-karboksilat [87-08-1]. (C16H18N2O5S)2 Potensi penisilin V tidak kurang dari 1525 dan tidak lebih dari 1780 unit penisilin V tiap mg. Pemerian serbuk hablur, putih:tidak berbau. Tidak larut dalam minyak lemak: sangat sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol dan dalam aseton. - Keterangan : Catatan : 250mg = 400.000 unit.

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang

Indikasi Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap penicillin meliputi infeksi saluran pernafasan, otitis media, sinusitis, kulit, dan saluran kemih; profilaksis pada demam rheumatoid. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis Oral: Infeksi Sistemik: Anak < 12 tahun, 25-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam; dosis maksimal 3 g/hari. Anak > 12 tahun dan dewasa: 125-500 mg setiap 6-8 jam. Profilaksis pneumococal: Anak < 5 tahun, 125 mg dua kali sehari.

Anak > 5 tahun, dan dewasa, 250 mg dua kali sehari. Profilaksis demam reumatoid kambuhan: Anak < 5 tahun, 125 mg dua kali sehari. Anak > 5 tahun, dan dewasa, 250 mg dua kali sehari. Penyesuaian dosis untuk gagal ginjal: ClCr <10 mL/menit; diberikan 250 mg setiap 6 jam. Pemberian obat: Oral:Diberikan dalam keadaan perut kosong untuk meningkatkan absorbsi obat. Farmakologi Absorbsi : 60% sampai 73%. Distribusi: masuk kedalam air susu ibu. Ikatan protein plasma: 80% T½ eliminasi: 30 menit, dan mengalami perpanjangan pada gagal ginjal. T max: 0,5-1 jam. Ekskresi : urin (dalam bentuk utuh dan dalam bentuk metabolit). Stabilitas Penyimpanan Sediaan tablet dan serbuk oral suspensi: disimpan pada suhu 15-30°C. Setelah mengalami pencampuran, obat disimpan dalam lemari pendingin (2-8°C), jangan digunakan setelah 14 hari. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap penisilin atau komponen lain dalam sediaan. Efek Samping > 10% : Gastrointestinal: diare sedang, muntah, mual, atau kandidiasis. < 1% : (Kejadian jarang dan dapat hilang dengan sendirirnya); akut interstisial nephritis; konfusi; anemia hemolitik; positif coombs’ test.

Interaksi - Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek toksis: Probenezid dapat meningkatkan kadar penisilin. Aminoglikosida kemungkinan mempunyai efek sinergi dengan penisilin. Penisilin kemungkinan mempunyai meningkatkan efek paparan metotreksat selama proses terapi (monitoring). Menurunkan efek: Tetrasiklin kemungkinan dapat menurunkan efektifitas dari penisilin. Meskipun masih dalam penelitian, efek kontrasepsi oral dapat diturunkan efektifitasnya oleh penisilin. - Dengan Makanan : Makanan dapat menurunkan kadar absorbsi penisilin; dapat menurunkan kadar obat dalam serum plasma. Pengaruh - Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B - Terhadap Ibu Menyusui : Dieksresi kedalam air susu ibu. Hati-hati jika terjadi reaksi hipersensitifitas pada anak. - Terhadap Anak-anak : Data masih terbatas; hati-hati jika timbul reaksi hipersensitifitas setelah pemberian obat. - Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan lama : dapat mempengaruhi hasil pengukuran fungsi Ginjal. Parameter Monitoring Pada penggunaan jangka waktu lama : dilakukan monitoring terhadap : Fungsi ginjal (ClCr, BUN). Tanda – tanda kejadian anafilaksis pada pemberian dosis awal. Bentuk Sediaan

1995. 2005 Farmakope Indonesia IV. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. riwayat kejang atau hipersensitif terhadap sefalosporin. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. 2006. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat satu atau lebih pada ikatan penisilinprotein (PBPs – Protein binding penisilin’s). dan sel bakteri menjadi pecah (lisis). AHFS DRUG. akibatnya biosintesis dinding sel terhambat. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbuknya resistensi. maka sebaiknya penisilin V digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. Tablet Peringatan Digunakan secara hati – hati pada pasien gagal ginjal (penyesuaian dosis). INDONESIA. diare atau respon hipersensitivitas.Volume 41 200 . harap menghubungi apoteker. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. maka harap menghubungi dokter.Serbuk Oral Suspensi. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. (DIH). Daftar Pustaka Drug information hand book. ISO. seperti mual. Mengamati kemungkinan adanya efek anafilaksis pada pemberian dosis awal. sehingga menyebabkan penghambatan pada tahapan akhir transpeptidase sintesis peptidoglikan dalam dinding sel bakteri.

tasikmalayakota.id/index. influenzae (terutama infeksi meningual). paratifus dan salmonelosis lainnya. Kloramfenikol efektif terhadap bakteri aerob gram-positif. dan beberapa bakteri aerob gram-negatif. infeksi tenggorokan. 2.go.Untuk infeksi berat yang disebabkan oleh H. . Aktivitas antibakterinya dengan menghambat sintesa protein dengan jalan mengikat ribosom subunit 50S. termasuk Haemophilus influenzae. batuk-pilek.php/informasi-obat/259-fenoksimetil-penisilin-penisilinv.html Chloramphenicol 250 mg Indikasi: 1. termasuk Streptococcus pneumoniae. yang merupakan langkah penting dalam pembentukan ikatan peptida. Kontra Indikasi: Penderita yang hipersensitif atau mengalami reaksi toksik dengan kloramfenikol. dan pada dosis tinggi bersifat bakterisid. rickettsia.Kloramfenikol merupakan obat pilihan untuk penyakit tifus. atau untuk mencegah infeksi ringan. Jangan digunakan untuk mengobati influenza. Komposisi: Tiap kapsul mengandung 250 mg kloramfenikol Cara Kerja: Kloramfenikol adalah antibiotik yang mempunyai aktifitas bakteriostatik.http://dinkes. dan infeksi berat yang lainnya. lymphogranuloma-psittacosis dan beberapa bakteri gram-negatif yang menyebabkan bakteremia meningitis.

tolbutamid. Vibrio cholerae. terlindung dari cahaya. Pseudomonas mallei. Bayi prematur dan bayi berumur kurang dari 2 minggu : 25 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi 4. Interaksi Obat: Kloramfenikol menghambat metabolisme dikumarol. Ps. Dosis: Dewasa. dan bayi berumur lebih dari 2 minggu : 50 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi 3 – 4.Neisseria meningitidis. Penggunaan kloramfenikol dalam jangka panjang dapat menyebabkan tumbuhnya mikroorganisme yang tidak sensitif termasuk jamur. klorpropamid dan siklofosfamid. reaksi neurotoksik. . Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan ginjal. Brucella dan Shigella. cepacia. Proteus mirabilis. fenobarbital. Francisella tularensis. fenitoin. anak-anak. Peringatan dan Perhatian: Pada penggunaan jangka panjang sebaiknya dilakukan pemeriksaan hematologi secara berkala. bayi prematur dan bayi yang baru lahir. gangguan saluran pencernaan. wanita hamil dan menyusui. Yersinia pestis. Efek Samping: Diskrasia darah. Cara Penyimpanan: Simpan di tempat sejuk dan kering. Salmonella. reaksi hipersensitif dan sindroma kelabu.

Gangguan fungsi hati dan ginjal. H. Tidak dianjurkan untuk pencegahan. PERHATIAN • • Penggunaan jangka panjang. Informasi obat kali ini akan menjelaskan jenis obat antibiotik golongan Chloramphenicol / Kloramfenikol. Infeksi berat yang disebabkan oleh Salmonella. Rickettsia. influenzae (terutama infeksi meningeal). KONTRA INDIKASI • • • Hipersensitif.Kemasan: Kotak 10 blister @ 12 kapsul HARUS DENGAN RESEP DOKTER http://dyachaniex. cara minum/makan atau cara menggunakannya. dan inilah penjelasannya: KOMPOSISI Chloramphenicol / Kloramfenikol. manfaat atau kegunaan dan khasiat atau dalam bahasa medis indikasi. komposisi atau kandungan obat Kloramfenikol.html Kloramfenikol.com/2010/10/obat-pencernaan. pantangan atau kontra indikasi serta bahayanya. . Gangguan fungsi ginjal. yang diantaranya menjelaskan dosis obat Kloramfenikol. aturan pakai.blogspot. INDIKASI • • Demam tifus dan paratifus. dan farmakologi serta meknisme kerja dari obat Kloramfenikol. limfogranuloma-psitakosis dan bakteri Gram negatif yang menyebabkan meningitis bakterial. over dosis atau keracunan. juga akan menerangkan efek samping atau kerugian.

HAMIL Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia.• • • • Bayi prematur dan bayi baru lahir. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin. anak-anak & bayi berusia lebih dari 2 minggu : 50 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi 3-4 kali pemberian per hari. Tolbutamid. Fenobarbital. kemerahan pada kulit. gangguan saluran pencernaan. INDEKS KEAMANAN PADA WANITA Depresi sumsum tulang. Pemeriksaan hitung darah harus dilakukan secara berkala. SAMPING EFEK biduran/kaligata. Gray syndrome pada bayi. enterokolitis. Interaksi obat : Dikumarol. KEMASAN kapsul 250 mg DOSIS • Dewasa. • Bayi prematur dan bayi berusia kurang dari 2 minggu : 25 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi 4 kali pemberian per hari. PENYAJIAN Dikonsumsi pada perut kosong (1 atau 2 jam sebelum/sesudah makan) Cari Artikel . Hamil dan menyusui. anemia aplastis. Fenitoin.

com/kloramfenikol/ .Artikelku • • • • • • • informasi obat kloramfenikol nama honorer katagori 1 kabupaten Pontianak support system dalam kehamilan bahaya obat nyamuk bagi pernafasan proses pengolahan batubara laporan kasus askep grastitis askep waham http://runtah.

• o Bidang Promosi Kesehatan    Seksi Pemberdayaan Masyarakat Seksi Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Seksi Informasi dan Komunikasi Kesehatan o Bidang Pelayanan Kesehatan    Seksi Kesehatan Dasar dan Rujukan Seksi Kesehatan Khusus Seksi Kefarmasian o Bidang KESGA    Seksi Perbaikan Gizi Masyarakat Seksi Kesehatan Ibu dan Lanjut Usia Seksi Kesehatan Anak dan Remaja o Bidang PDKL    Seksi Penanggulangan Penyakit Seksi Kesehatan Lingkungan Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit o o • • • UPTD Jabatan Fungsional Berita Unit Layanan Puskesmas Online o o PKM Cibeureum PKM Kahuripan .

tidak berbau.Sifat Fisikokimia 4-(Dimethilamino)-1.o o • • • • PKM Cipedes PKM Indihiang Buku Tamu Galleri Video Kontak Tetrasiklin Deskripsi . Dalam larutan dengan pH lebih kecil dari 2.Conmycin .Nama & Struktur Kimia .10.6. Kelarutan: larut dalam air.5a.Cendocycline .5.Decacycline .11.12a-oktahidro-3.4a. agak higroskopis. praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.HCl tiap mg. dalam larutan alkali hidroksida dan dalam larutan karbonat.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .12. Pemerian: serbuk hablur.6.11diokso-2-naftasenakarboksamida monohidroklorida[60-54-8].12a: pentahidroksi-6-metil-1.HCl Mengandung tidak kurang dari 900 µg C22H24N2O8.Dumacycline .Citocyclin . C22H24N2O8.Bufatetra .4. .Dantetra .Cortatin .Corsatet . kuning.Bufacyn . stabil di udara tetapi pada pemaparan terhadap cahaya matahari yang kuat dan : udara lembab akan menjadi gelap. potensi berkurang dan cepat rusak dalam larutan alkali hidroksida.Bimatra .Binotra . sukar larut dalam etanol.

Enkacyclin .Supertetra .Gametra . dapat digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh Mycoplasma.Indocycline . ClCr 10 .Erlacycline .dan Rickettsia.Tetrarco . Dosis.Altetra Indikasi Digunakan untuk jenis bakteri penginfeksi gram posistif maupun gram negatif yang sensitif.50 mL/menit: setiap 12-24 jam.Varcycline .Tetrasanbe .Licoklin .Zenicyclin . pylori pada tukak lambung.. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak–anak >8 tahun: 25-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam. disesuaikan dengan komponen antibiotik lain yang digunakan dan H2 bloker yang digunakan. untuk pengobatan acne.Wiclin . ClCr <10 mL/menit: diberikan setiap 24 jam.Terikortin .Talsutin Vaginal .Samtetra .Novacycline .Megacycline . Penyesuaian dosis pada gagal ginjal: ClCr 50 .Farsycline . Dewasa: 250-500 mg/dosis setiap 6 jam.Hufacyclin .Soltralin . Eradikasi Helicobacter pylori: 500 mg 2-4 kali/hari tergantung dari protokol tercapai.Steclin .Sakacycline .Tetradex . digunakan juga sebagai salah satu komponen multidrug pada pengobatan eradikasi H. Chlamidia.Hitetra .Unicycline .Enpicortyn . dan pengobatan gonnore dan sipilis bagi pasien yang alergi tehadap penicillin. bronchitis kronis eksaserbasi.80 mL/menit: diberikan setiap 8-12 jam.Novabiotic .Sanlin .Suprabiotic . Penyesuaian dosis pada kerusakan hati: hindarkan penggunaan obat atau dengan dosis maksimal 1 g/hari.Ramatetra . .Itracycline .Tetrin .

pseudotumor serebri. gagal ginjal: 57-108 jam. Digunakan 1-2 jam sebelum atau 4 jam setelah penggunaan antasida. wanita hamil. Ikatan protein: ~65%. . karena magnesium dan aluminium akan membentuk khelat dengan tetrasiklin yang akan menurunkan jumlah absobsi obat. Farmakologi Absorbsi: Oral: 75% Distribusi: sejumlah kecil obat mencapai kandung empedu. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap tetrasiklin atau terhadap komposisi formulasi yang terdapat dalam obat. T max serum: oral: 2-4 jam. T½ eliminasi: fungsi ginjal normal 8-11 jam. pruritos. Endokrin dan metabolik : Sindrom diabetes insupindus. pigmentasi pada kulit. parestesia. atau 2 jam setelah makan) meningkatkan jumlah absorbsi obat. penetrasi ke dalam cairan serebrospinal bagus jika ada inflamasi. SSP : Meningkatnya tekanan intrakranial. feses (dalam bentuk aktif).Cara pemberian: Digunakan pada keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan. jangan diberikan pada anak < 8 tahun. Stabilitas Penyimpanan Simpan sediaan oral tetrasiklin dalam suhu kamar dan terhindar dari cahaya. Eksresi: 60% dalam bentuk utuh. Dermatologi : Photosensitivity. relatif terdifusi dari darah ke cairan serebrospinal. Efek Samping Angka kejadiannya tidak diketahui : Cardiovascular : Pericarditis.

didanosine. nefazodon. Lain-lain : Suprainfeksi.muntah. sukralfat. azotemia. besi.Dengan Obat Lain : Efek pada sitokrom P450: substrat CYP3A4 (utama). zink sodium bikarbonate. pancreatitis. tacrolimus. quinidin. efek antikoagulan dapat meningkat. esophagitis. suprainfeksi kandida. venlavaxine. phenobarbital. nafcillin. sildenafil. cylosporin. anaphilaksis. anorexia. carbamazepine. Interaksi . nateglinie. . Benzodiazepine. rifampicin dan CYP3A4 inhibitor lainya. pimozid. gagal ginjal. ergot alkaloid. pseudo-membranous collitis. Haematologi : Tromboflebitis Hepatic : Hepatotoksis. magnesium atau aluminium yang terkandung dalam antasida. nefirapine. cisapride.Gastrointestinal : Pelunturan warna gigi dan email (anak – anak). reaksi hipersensitif.Dengan Makanan : Makanan kemungkinan akan menurunkan konsentrasi kadar serum tetrasiklin. Tingkatan efek tetrasiklin akan diturunkan oleh: aminoglutethimide. mual.diare. dan substrat CYP3A4 lainnya Menurunkan efek: Menurunkan jumlah absorbsi dari tetrasiklin: Kalsium. Kemungkinan meningkatkan kadarnya secara selektif terhadap. mirtazapin. quinapril. Pengaruh . phenytoin. Warfarin. cram lambung. Renal : ARF. staphylococcal enterocolitis. Ca-chanel bloker. HMG-CoA reduktase inhibitor. inhibitor CYP3A4 (moderat) Meningkatkan efek toksis: anestesi nethoksiflurane dapat meningkatkan efek fatal nefropati.

. tidak direkomendasikan. .Terhadap Ibu Menyusui : Obat dieksresikan dalam ASI. hipoplasia dan keterlambatan perkembangan otot .Terhadap Hasil Laboratorium : Berpengaruh pada hasil pengukuran : fungsi hepar.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : D.Terhadap Anak-anak : Tidak dianjurkan untuk anak < 8 tahun. renal. .. CBC Parameter Monitoring Pada penggunaan jangka lama: Renal Hepatic Hematologi Suhu WBC Kultur biakan bakteri Status mental Bentuk Sediaan Kapsul (Dalam Bentuk Hidroklorid). Tetrasiklin mampu menembus plasenta dan menembus kedalam sirkulasi sistemik janin. dapat menyebabkan pewarnaan yang permanen pada gigi bayi jika digunakan pada fase pertengahan kehamilan. Tablet Peringatan Penggunaan tetrasiklin selama proses pembentukan gigi kemungkinan akan menyebabkan pelunturan warna gigi dan lapisan emailnya. Suspensi Oral.

php/informasi-obat/388-tetrasiklin . Penggunaan dengan hati-hati pada pasien gangguan hati dan ginjal . maka sebaiknya tetrasiklin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan.id/index. seperti mual. Penyesuaian dosis untuk pasien gagal ginjal dan diketahui adanya peningkatan BUN akibat penggunaan antibiotik lainya. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat.skelet dan pertumbuhan tulang. Daftar Pustaka Drug information hand book. maka harap menghubungi dokter.go. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. 1995. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. 2005 Farmakope Indonesia IV. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). Mekanisme Aksi Menghambat sintesis protein bakteri dengan berikatan pada 30S dan mungkin juga 50S ribosom sub unit pada bakteri yang sensitif. Amati jika ada timbul gejala ESO obat.tasikmalayakota. kemungkinan juga menghasilkan perubahan pada membran sitoplasma bakteri. AHFS DRUG. http://dinkes. 2006. diare atau respon hipersensitivitas. ISO. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. harap menghubungi apoteker. (DIH). INDONESIA. keadaan ini akan berisiko lebih besar pada pasien <4 tahun dan menerima dosis tinggi tetrasiklin.Volume 41 2006.

Peringatan dan Perhatian: Penggunaan antibiotika topikal kadang-kadang menyebabkan suburnya pertumbuhan . psoriasis dan macam-macam dermatitis lainnya. Beri rekomendasi: Indikasi: Untuk pengobatan infeksi kulit primer maupun sekunder seperti impetigo kontagiosa. Pseudomonas aeruginosa dan lain-lain. ektima. Komposisi: Tiap gram salep mengandung gentamisina sulfatsetara dengan gentamisina 1 mg.4 kali sehari.Gentamicin Rating: ♥♥♥. furunkulosis. Cara Penggunaan: Obat luar. Direkomendasikan oleh 2 pembaca. Cara Kerja Obat: Gentamisina merupakan suatu antibiotika golongan aminoglikosida yang efektif untuk menghambat kuman-kuman penyebab infeksi kulit primer maupun sekunder seperti Staphylococcus yang menghasilkan penisilinase. Kontra Indikasi: Alergi terhadap gentamisina. pioderma. Posologi: Oleskan pada lesi kulit 3 .

pengobatan dengan Gentamisina harus dihentikan dan harus diberi terapi pengganti yang tepat. Bukan untuk mata HARUS DENGAN RESEP DOKTER http://www. Efek Samping: Iritasi ringan. Cara Penyimapanan: Dalam wadah tertutup rapat.mikroorganisme yang tidak sensitif terhadap antibiotika. • Karena keamanan pemakaian Gentamisina pada wanita hamil secara absolut belum dipastikan.doksisikline monohidrat.Nama & Struktur Kimia . eritema dan pruritus. Terlindung dari pengaruh panas yang berlebihan. • Gentamisina tidak untuk pengobatan mata. doksisiklin hiklat.html Doksisiklin Deskripsi . sesitisasi atau superinfeksi.dechacare. Bila hal ini terjadi atau terdapat iritasi. • Obat-obat bakterisid tidak efektif terhadap infeksi kulit yang disebabkan virus dan jamur. merupakan serbuk kristal .com/Gentamicin-P626. tidak boleh digunakan pada wanita hamil dalam jumlah yang banyak atau periode waktu yang lama. seperti jamur.Sifat Fisikokimia : - : Diperdagangan doksisiklin berada dalam bentuk doksisiklin kalsium.

kekambuhan (recurrent). Dosis.Viadoxin Indikasi Obat golongan tetrasiklin merupakan pilihan untuk infeksi yang disebabkan oleh chlamydia (trachoma. lymphogranuloma venereum). periodontitis.Keterangan Doksisiklin merupakan antibiotik tetrasiklin semisintetik turunan dari : oksitetrasiklin. Cara Pemberian dan Lama Pemberian 200 mg pada hari pertama. sinusitis. Sifilis awal 100 mg dua kali sehari selama 14 hari. Clamidia genital tanpa komplikasi.Doxin .Doxacin . Bentuk hiklat larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol.3. juga digunakan untuk infeksi saluran napas dan genital mikoplasma. kemudian 100 mg perhari. sifilis. bentuk monohidrat sangat sedikit larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol. pengobatan dan profilaksis pada antraks. ricketsia (termasuk Qfever). herpes simpleks oral.Vibramycin . larutan mempunyai pH 1.3 Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . ulserasi aphthous .Dotur . Borrelia burgdorferi (penyakit lyme) . acne vulgaris. sifilis 200 mg dua kali sehari selama 28 hari.Doxicor . brucella (Doxycycline dengan strepto mycin atau rifampicin .Siclidon . urethritis. antraks (pengobatan atau post profilaksis) 100 mg dua kali sehari.berwarna kuning.8 . pada infeksi berat (termasuk infeksi saluran kemih) 200 mg perhari. pengobatan dan profilaksis malaria. Rekonstitusi doksisiklin hiklat untuk pemberian IV menggunakan air untuk injeksi. prostatitis kronik. rosacea. psittacosis. anak-anak (hanya bila antibakteri lain tidak dapat diberikan) 5 .Dumoxin . urethritis non gonococcal : 100 mg dua kali sehari selama 7 hari (14 hari pada penyakit inflamasi pelviks).Doxycycline . . penyakit inflamasi pelviks.Interdoxin . salpingitis. dan spirochaeta.

sehingga tidak boleh diberikan pada anak dibawah 12 tahun. sebagian diinaktivasi dalam saluran cerna dalam bentuk khelat T½ eliminasi (half-life elimination) : 12-15 jam (biasanya meningkat hingga 22-24 jam dalam penggunaan dosis ganda) . Obat ini juga kontraindikasi pada wanita hamil dan menyusui. Rekonstitusi dengan 0. sebaiknya antara 15 – 30°C. cairan saliva dan penetrasi ke dalam cairan serebrospinal hanya sedikit. cairan seminal dan sekresi bronkial. prostatik. masuk ke dalam air susu ibu.9 % sodium klorida atau 5 % dektrosa. dengan mudah melewati plasenta . pleural.mg/kg sehari terbagi dalam dua dosis (maksimal 200 mg sehari). Tablet doksisiklin yang telah digerus stabil paling tidak dalam 6 hari bila dikemas dalam aluminium foil dan disimpan dalam suhu kamar. oral suspensi doksisiklin monohydrate stabil selama 2 minggu pada suhu kamar. Protein binding (ikatan obat dengan protein) : 90% Metabolisme : tidak melalui hepar. pada ESRD (End-stage renal disease) : 18 – 25 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. Namun demikian doksisiklin dapat diberikan pada anak-anak untuk pengobatan dan profilaksis setelah terekspos antraks jika antibakteri lain tidak dapat diberikan. Kontraindikasi Deposit tetrasiklin pada jaringan tulang dan gigi selama pertumbuhan anak (melalui ikatan dengan kalsium) menyebabkan pewarnaan dan kadang-kadang hypoplasia pada gigi. larutan IV doxycycline hyclate mengandung 0.-4 jam Ekskresi : feces (30%). urin (23%) Stabilitas Penyimpanan Kapsul doksisiklin hiklat dan tablet film-coated harus disimpan wadah yang tertutup rapat dan terhindar dari cahaya pada suhu 30°C atau kurang. absorbsi diturunkan oleh makanan atau susu sebesar 20% Distribusi : terdistribusi secara luas dalam jaringan tubuh dan cairan tubuh termasuk cairan sinovial . Farmakologi Absorbsi : Oral : hampir sempurna . Pada rekonstitusi dengan air. serum: 1. Kontraindikasi .1 – 1 mg doksisiklin per mL stabil selama 48 jam pada suhu 25°C.

Interaksi . Pada trimester pertama (1) pada studi hewan. pericarditis).Dengan Makanan : Tidak ada data Pengaruh .Terhadap Kehamilan : Efek pada kehamilan seperti penggunaan tetrasiklin. Efek samping yang jarang terjadi hepatotoksisitas. dysphagia. urticaria. Pada trimester kedua dan ketiga (2 dan 3) gangguan pewarnaan pada gigi.Dengan Obat Lain : . anoreksia . diare. iritasi esophagus. Masuk dalam air susu ibu/tidak direkomendasikan. Tetrasiklin meningkatkan kelemahan otot (muscle weakness) pada pasien dengan gravis myasthenia dan . pancreatitis. flushing dan tinnitus. hepatotoksis maternal pada pemberian parenteral dosis tinggi. Sakit kepala dan gangguan penglihatan menunjukkan hipertensi intrakranial (pengobatan dihentikan).lain adalah pasien yang alergi dengan obat ini.Terhadap Ibu Menyusui : Efek seperti penggunaan tetrasiklin pada ibu menyusui. . anaphylaxis. exfoliativ dermatitis. Faktor risiko : D . sindrom Stevens-Johnson. efek pada perkembangan skeletal. Efek Samping Mual muntah. gangguan darah. Dihindarkan penggunaan pada ibu menyusui (meskipun absorpsi dan gangguan pewarnaan pada gigi bayi dapat dicegah melalui pembentukan khelat dengan kalsium dalam air susu ibu) .Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Tes fungsi hati Bentuk Sediaan Kapsul Peringatan Penderita gangguan hati atau menerima obat-obatan yang potensial hepatotoksik. fotosensitivitas dan reaksi hipersensitivitas (termasuk rash. angioedema.

makanan tertentu seperti keju. ketergantungan alkohol . Hubungi dokter jika terdapat kemerahan atau flushing. mual. Kapsul harus ditelan dalam bentuk utuh dengan air yang cukup dan makanan. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Gunakan kelambu. Jika harus menggunakan produk tersebut secara bersamaan minumlah doksisiklin dengan selang waktu minimal 2 jam terhadap produk-produk tersebut. Hindari penggunaan bersama dengan antasida. Pasien yang menggunakan obat ini untuk pencegahan terhadap malaria harus memulai pengobatan 1-2 hari sebelum melakukan perjalanan. Obat ini dapat menyebabkan sensitivitas terhadap cahaya matahari. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat segera hubungi .Anda kemungkinan masih dapat terkena malaria selama menggunakan obat ini . tidak seperti tetrasiklin. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/frekwensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau petugas kesehatan. Apabila obat tidak dihabiskan maka bakteri tidak terbunuh secara tuntas dan infeksi dapat kembali terjadi. Minumlah obat dengan makanan atau susu jika timbul rasa tidak enak pada lambung. fotosensitivitas (hindari terkena sinar matahari atau sinar lampu) . Hindari terkena sinar matahari dan cahaya ultraviolet dalam waktu yang lama. muntah dan gangguan penglihatan. Penggunaan obat harus dihentikan dan segera hubungi dokter apabila pasien mengalami sakit kepala. lindungi tubuh dengan pakaian dan gunakan lotion antinyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk. Jangan menggunakan obat lebih lama dari 4 bulan. Ini merupakan gejala serius yang harus mendapatkan pengobatan dengan segera. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. doksisiklin dapat digunakan pada pasien gangguan ginjal dengan dosis lazim. Obat harus digunakan sampai habis. dalam posisi duduk atau berdiri untuk mengurangi iritasi pada esophagus dan ulserasi. Jika pasien lupa minum obat.umur dan berat badan. Jangan menggunakan obat OTC atau obat resep yang lain tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. es krim. laksatif. segera mungkin minum obat setelah ingat. Ini termasuk sediaan herbal dan dietary supplements lain. Gunakan krim tabir surya (sunscreen) dan pakaian pelindung.eksaserbasi systemic lupus erymthematosus. seperti kondisi pasien. suplemen yang mengandung besi. dihindari pada penderita porphyria.

Jika anda mempunyai pertanyaan tentang obat ini. Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 Efavirens Deskripsi . Mekanisme Aksi Doksisiklin memperlambat pertumbuhan bakteri yang sensitif dengan mengganggu produksi protein yang diperlukan bagi pertumbuhan bakteri . apoteker atau petugas kesehatan yang lain.tenaga kesehatan.Keterangan : Efavirenz merupakan obat antiretroviral sintetik berupa turunan benzoksazinon. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Dengan pertumbuhan bakteri yang lambat selanjutnya mekanisme pertahanan badan (seperti sel darah putih ) akan memusnahkan bakteri tersebut. praktis tidak : larut dalam air.Sifat Fisikokimia : C14H9CIF3NO2 Efavirenz berbentuk kristal putih atau sedikit merah jambu. tanyakan pada dokter.Jangan diberikan pada orang lain. . Golongan/Kelas Terapi . kurang dari 10 mcg/ml pada pH 1-8.Nama & Struktur Kimia . Kelarutan makin meningkat pada pH > 10.

25-32.9 kg: 300 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis oral: Dewasa dan remaja > 40 kg: 600 mg PO sekali sehari sebelum tidur. indinavir. 20-24. 32.9 kg: 400 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun. 15-19.9 kg: 250 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun.5-39. Untuk pencegahan HIV setelah terpapar (di tempat kerja): Dosis oral: Dewasa: CDC merekomendasikan penggunaan efavirenz 600 mg sekali sehari sebelum tidur (nelfinavir.9 kg: 200 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak <= 3 tahun: Tidak ada data farmakokinetika yang tersedia untuk dosis efavirenz pada anak-anak <= 3 tahun. Anak-anak >= 3 tahun.4 kg: 350 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun.Anti Infeksi Nama Dagang Indikasi Pencegahan dan pengobatan Human immunodeficiency virus (HIV) Dosis. Remaja dan anak-anak >= 3 tahun. Sangat disarankan penggunaan kombinasi NNRTI efavirenz dengan atau tanpa nelfinavir: dengan stavudin dan lamivudin. >= 40 kg: 600 mg PO sekali sehari sebelum tidur. atau dengan zidovudin dan didanosin atau lamivudin. Akan lebih baik bila diberikan kombinasi efevirenz dengan lamivudin. Remaja pada awal pubertas menggunakan dosis pediatri. atau abacavir dapat ditambahkan bila pemaparan berisiko tinggi terhadap . 10-14.

5-17 µM). Pada suatu penelitian. Obat-obat yang menginduksi aktivitas CYP3A4 akan meningkatkan klirens efavirenz. Farmakologi Efavirenz diberikan secara oral. tetap harus diberikan terapi pencegahan meskipun sudah lebih dari > 36 jam terpapar. Pada penelitian in vitro. Efavirenz berikatan kuat dengan protein (99%). CYP2C19. Efavirenz mengalami metabolisme melalui sitokrom P450 (CYP) 3A4 dan CYP2B6 membentuk metabolit terhidroksilasi dengan glukuronidasi. Namun apabila terpapar. Konsentrasi puncak tercapai 3-5 jam setelah pemberian dosis tunggal 200. pada manusia tidak diketahui. dan 600 mg pada pasien yang terinfeksi HIV. Farmakokinetika efavirenz pada pasien dengan penurunan fungsi hepar/ginjal belum banyak dilakukan.HIV). 400. terutama terhadap albumin. dan CYP3A4 mungkin mengalami perubahan konsentrasi plasma. Meskipun penelitian pada binatang memperlihatkan pencegahan setelah terpapar > 24-36 jam kurang efektif. diketahui 14-34% efavirenz berlabel dan/atau metabolitnya diekskresikan dalam urin dan 16-61% dalam feses. efavirenz menghambat CYP2CP. Pemberian bersama obat yang mengalami metabolisme melalui CYP2C9. Efavirenz menghambat CYP2D6 dan CYP1A2 hanya pada konsentrasi tinggi (Ki values 82-160 µM). Namun kurang dari 1% efavirenz diekskresikan dalam bentuk tidak berubah dalam urin. Efavirenz juga menginduksi enzim CYP3A4 sehingga meningkatkan biotransformasi obat yang dimetabolisme melalui enzim ini. Makanan dengan kadar lemak tinggi/tinggi kalori akan meningkatkan AUC efavirenz dibanding kondisi puasa. Pada semua kasus. T½ eliminasi Efavirenz adalah 52-76 jam setelah dosis tunggal dan 40-55 jam setelah beberapa kali pemberian. Kadar tunak (steady state) tercapai dalam waktu 6-10 hari. terapi harus diberikan secepat mungkin dan dilanjutkan hingga 4 minggu. sehingga . CYP2C19. CYP3A4 dengan nilai Ki (8.

usaha bunuh diri nonfatal (0. tremor. Efek Samping 53% pasien yang menerima efavirenz mengalami gangguan SSP selama uji klinis. Pasien yang mengalami gangguan psikiatrik serius harus segera dievaluasi terhadap kemungkinan hubungan efek samping dengan penggunaan . mimpi buruk (6. anxietas (11%). Pada penelitian terkendali (meliputi 1008 pasien yang mendapat terapi efavirenz dan 635 pasien sebagai kontrol).2%). frekuensi gangguan psikiatrik serius dibanding kontrol berturut-turut adalah depresi berat (2.3% untuk reaksi manic hingga 2% baik depresi berat maupun keinginan bunuh diri.1% pasien menghentikan pengobatannya.2%).7%.9%).4%. stupor. Pemberian sebelum tidur akan mengurangi efek samping ini. Gejala ini meliputi pusing (28.3%). parestesia. CDC tidak merekomendasi ibu yang terinfeksi HIV menyusui bayinya. Dalam praktek klinik.3%). Stabilitas Penyimpanan Simpan di bawah suhu 25°C. dan reaksi manic (mania) (0.3%). reaksi paranoid (paranoia/psikosis) (0. 0. euforia. Setelah 4 minggu pengobatan. prevalensi gejala pada SSP berkurang sekitar 5-9%. Gangguan psikiatrik yang dilaporkan selama terapi efavirenz meliputi depresi (15. hipoestesia.3%). kejang-kejang. Gejala yang berat terjadi pada sekitar 2% dan 2. dan nervousness (6. perilaku agresif (0.1%).4%. 0. Biasanya. depersonalisasi. ataksia. meskipun mereka menerima efavirenz. sebesar 65% pasien mengalami gangguan SSP yang dirasakan seperti 'feeling stoned'. 0. Pasien dengan riwayat gangguan psikiatrik lebih besar risikonya terhadap gejala ini dengan frekuensi kejadian berkisar dari 0. Efek samping SSP lain yang dilaporkan meliputi gangguan koordinasi.2%. dan halusinasi (1. gejala ini dimulai pada terapi hari pertama atau kedua dan umumnya hilang dalam 2-4 minggu terapi. gangguan kognitif (8.dampak gangguan ginjal terhadap eliminasi efavirenz seharusnya minimal. 0. 0). Pasien harus diberi konseling bahwa gejala akan berhenti sendiri setelah beberapa bulan.5%). insomnia (16. neuropat.8%). 0.5%. untuk menghindari risiko penularan HIV setelah kelahiran (postnatal transmission). keinginan bunuh diri (0. dibandingkan 25% pasien sebagai kontrolnya.3%). agitasi.4%. bingung. amnesia. telinga berdengung.3%). somnolen/mengantuk (7%). Kontraindikasi Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa efavirenz diekskresikan dalam ASI. dan gangguan penglihatan.

sirolimus. . efavirenz yang juga dimetabolisme melalui CYP3A4 akan berkompetisi sehingga menurunkan klirens obat-obat tersebut dan dapat menimbulkan efek samping serius. yang memiliki jendela terapi sempit (mis. Interaksi .Dengan Makanan : Efavirenz harus diberikan pada saat perut kosong. Pengaruh .Terhadap Anak-anak : Dibanding pada dewasa.Terhadap Kehamilan : Efavirenz diklasifikasikan dalam kategori D pada kehamilan. dan triazolam. . Pernah dilaporkan terjadinya 'neural tube defects' pada bayi yang ibunya pernah mendapat efavirenz pada trimester pertama. alkaloid ergot.Selain itu.CDC tidak merekomendasi ibu yg terinfeksi HIV menyusui bayinya. Karena potensial teratogenik. karbamazepin.Terhadap Hasil Laboratorium : - . Pada anak-anak. Makanan dapat meningkatkan konsentrasi efavirenz sehingga akan meningkatkan efek samping.Dengan Obat Lain : Efavirenz tidak disarankan digunakan bersama obat-obat yang metabolismenya melalui CYP3A4: astemizol. atau tacrolimus atau jika menyebabkan peningkatan konsentrasi obat lain yang akan menimbulkan efek samping serius.meskipun mereka menerima efavirenz.Terhadap Ibu Menyusui : Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa efavirenz diekskresikan dalam ASI. Disarankan penggunaan antihistamin untuk pencegahan sebelum pemberian efavirenz. terfenadin. lidokain.untuk menghindari risiko penularan HIV setelah kelahiran (postnatal transmission). kisaprid. . termasuk tiga kasus meningomyelocele dan satu kasus 'Dandy Walker Syndrome'. Penggunaan pada wanita hamil dan potensial hamil tidak direkomendasi. anak-anak lebih peka terhadap terjadinya gangguan kulit (rash). Hati-hati penggunaan efavirenz dengan substrat CYP3A4 lain. . tidak direkomendasi penggunaannya pada wanita hamil trimester pertama.efavirenz dan dapat dipertimbangkan keuntungan dibanding risiko bila terapi dilanjutkan. midazolam. gangguan psikiatrik ini terjadi pada sekitar 9% anak-anak yang mendapat terapi efaviren.

mengantuk. Hati-hati pada pasien yang diketahui atau dicurigai mengalami infeksi hepatitis B atau C (monitoring fungsi hati). Dapat menyebabkan mual/muntah atau diare. sulit konsentrasi. minum sesuai petunjuk. LFTs. halusinasi. Minum banyak cairan (2-3 L/hari) kecuali dokter menyarankan pembatasan cairan. 30 menit sebelum atau 2 jam setelah makan. dan jangan menyusui bayi. mimpi buruk). Peningkatan serum transaminases >5 kali batas atas harus dipertimbangkan keuntungan dan risikonya terhadap hepatotoksisitas. pusing. Obat ini hanya salah satu dari kombinasi obat-obat HIV. Segera lapor bila mengalami gangguan SSP (depresi. dan mania. depresi berat. jangan digunakan pada ibu hamil/potensial hamil. Serum cholesterol. rash. Kehamilan/menyusui: sampaikan pada dokter apabila anda hamil atau mungkin hamil. paranoia. pada anak-anak berikan antihistamin sebagai profilaksis. hatihati terhadap obat lain yang merupakan substrat CYP3A4. Serum lipid profile Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Jangan digunakan sebagai terapi tunggal. atau lain-lain. Plasma HIV RNA. Perlu dilakukan pemeriksaan darah yang teratur pada penggunaan jangka waktu lama. insomnia. percobaan bunuh diri. pusing. Pregnancy testing. Efavirenz tidak berkompetisi dengan . dapat menyebabkan gangguan SSP dan psikiatrik. gunakan hati-hati pada gangguan mental/penyalahgunaan obat (predisposisi terhadap reaksi psikologik). Mekanisme Aksi Efavirenz menghambat HIV-1 reverse transcriptase. Efavirenz tidak menyembuhkan HIV ataupun tidak mencegah penularan HIV. anxietas.Parameter Monitoring CD4+ T cell count. termasuk kesulitan berkonsentrasi. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mintalah informasi tentang obat-obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama obat ini. hentikan bila muncul rash.

template ataupun nucleosida trifosfat. Sebagai basa berupa serbuk kristal berwarna putih hingga kuning pucat.Kaji penggunaan obat lain atau herbal yg digunakan pasien terhadap kemungkinan interaksi atau toksik. Kaji hasil pemeriksaan laboratorium dan efektivitas terapi (progresivitas penyakit. tidak berwarna. Sedikit larut dalam air dan dalam alkohol. Monitoring Penggunaan Obat Gunakan hati-hati pada pasien dengan gangguan mental atau penyalahgunaan obat(meningkatkan risiko efek samping psikiatrik).nitroimidazole. rash. juga tidak memerlukan fosforilasi untuk mengaktifkan. atau indinavir. Ikatan ini menyebabkan kerusakan aktivitas enzim sehingga menghambat RNA dan DNA yang tergantung pada aktivitas DNA polymerase. Daftar Pustaka 250 Metronidazol Deskripsi . dengan osmolarity 297-314 mOsm/L dan mengandung natrium fosfat. . Efavirenz menunjukkan aktivitas yang sinergis terhadap HIV-1 pada kultur sel bila dikombinasi dengan zidovudine. atau delta pada sel manusia tidak dihambat oleh efavirenz.Sifat Fisikokimia 1-(2-Hydroxyethyl)-2-methyl-5. nyeri perut).5 – 7.Nama & Struktur Kimia . didanosine. larutan isotonik dengan pH 4.perlunya penyesuaian dosis.6. Sinonim : Metronidazol hydrochloride. asam sitrat dan natrium klorida. kemungkinan efek samping yang muncul dan pengatasannya serta efek lain yang harus dilaporkan (mis. dan efek merugikan secara periodik selama terapi. Injeksi metronidazol jernih. dan mempunyai pKa 2. 1-(-Ethylol)-2-methyl: 5-nitro-3-azapyrrole. HIV-2 reverse transcriptase dan DNA polymerase alpha. gamma. Sinonim : C12H12N2O2S : Dalam perdagangan metronidazol terdapat dalam bentuk basa dan garam hidroklorida. 2-Methyl5-nitroimidazole-1-ethanol . Beri informasi pada pasien terhadap penggunaan obat. C6H9N3O3. viral load dan jumlah CD4). gangguan SSP. Efavirenz berikatan langsung dengan reverse transcriptase.

Nidazole .Trichodazol .Fladex . anak-anak setiap 8 jam selama 3 hari.Metronidazole Fresenius . selama 3 hari. kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam. Ulser pada lengan : peroral 400 mg setiap 8 jam selama 7 hari Bacterial vaginosis : peroral 400 – 500 mg dua kali sehari selama 5 – 7 hari atau 2 gram sebagai dosis tunggal. infeksi kulit. Dosis.Metrolet .Flagyl .Tismazol . 500 mg setiap 8 jam. lebih dari 10 tahun dosis dewasa. infeksi protozoa. Inflamasi pelviks : peroral 400 mg dua kali sehari selama 14 hari . lihat pada bagian dosis.5 mg/kg setiap 8 jam.5 mg/kg setiap 8 jam.Metronidazol hidroklorida sangat larut dalam air dan larut dalam alkohol.Promuba . umur hingga 1 tahun 125 mg. peroral dengan dosis awal 800 mg kemudian 400 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 8 jam. 1 – 5 tahun 250 mg. anak-anak 7. dalam perdagangan berupa serbuk berwarna putih.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam. pemberian secara infus intravena lebih dari 20 menit. eradikasi Helicobacter pylori.Fortagyl .Elyzol .Mebazid . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Infeksi anaerobik (pengobatan biasanya selama 7 hari dan 10 hari untuk penggunaan antibiotika pada pengobatan kolitis).Metronidazol (Generik) Indikasi Infeksi anaerobik (termasuk gigi) .Gravazol .Corsagyl .Metrofusin .Trogyl . . 5 – 10 tahun 500 mg. anak-anak 7.

Larutan standar : 500 mg/ 100 ml NS. terjadi perpanjangan pada kerusakan hepar. yang lain : 6-8 jam.brain barrier) Ikatan protein : < 20% Metabolisme : Hepatik (30%-60%) T½ eliminasi : neonatus : 25-75 jam . Paparan cahaya dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan warna produk menjadi gelap. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam Farmakologi Absorbsi : Oral : diabsorbsi dengan baik. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari. Distribusi : ke saliva. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam. menembus plasenta dan sawar darah otak (blood. Namun demikian paparan cahaya yang normal pada ruangan dalam jangka pendek tidak mempengaruhi stabilitas metronidazol. cairan mani. topikal : konsentrasi yang dicapai secara sistemik setelah penggunaan 1 g secara topikal 10 kali lebih kecil dari pada penggunaan dengan 250 mg peroral. Paparan sinar matahari langsung harus dihindari. Produk dapat disimpan dalam refrigerator namun akan terbentuk kristal. gagal ginjal terminal : 21 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. tulang. hati dan abses hati . 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam.Acute ulcerative gingivitis : peroral 200-250 mg setiap 8 jam selama 3 hari. empedu. Infeksi oral akut : peroral 200 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari . paru-paru dan sekresi vagina. kristal dapat dilarutkan kembali dengan menghangatkannya pada suhu kamar. Stabilitas campuran parenteral pada suhu kamar (25°C): stabilitas pada produk yang terbungkus : 30 hari Kontraindikasi . serum: segera : 1-2 jam Ekskresi : urin (20% hingga 40% dalam bentuk obat yang tidak berubah): feses (6% hingga 15%) Stabilitas Penyimpanan Injeksi metronidazol harus disimpan pada 15°C hingga 30°C dan dilindungi dari cahaya. air susu. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 hari.

ataksia. myalgia. kehamilan (trimester pertama – didapatkan efek karsinogenik pada tikus) Efek Samping Mual. calcium channel blocker. urtikaria. menyebabkan potensial aritmia. Interaksi . pruritus. Pengaruh . Metronidazol dapat menghambat metabolisme cisaprid. sakit kepala.Hipersensitivitas terhadap metronidazol.Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : menghambat CYP2C8/9 (lemah). lidah kasar dan gangguan saluran pencernaan. hepatitis. tetapi jumlah total obat yang diabsorbsi tidak dipengaruhi. sildenafil ( dan PDE-5 inhibitor yang lain). angioedema dan anafilaksis. mirtazapine. takrolimus. pada pengobatan intensif dan jangka panjang dapat terjadi peripheral neuropathy. 3A4 (moderate) Meningkatkan efek/toksisitas : Etanol dapat menyebabkan reaksi seperti disulfiram. dan substrat CYP3A4 yang lain. hindari penggunaan secara bersamaan. turunan nitroimidazol. jaundice. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas benzodiazepin tertentu. pusing .Dengan Makanan : Konsentrasi puncak serum antibiotik diturunkan dan terjadi delay (terlambat). gangguan pengecapan. transient epilepsiform seizure dan leukopenia. trombositopenia. erytema multiform. venlafaxine. Menurunkan efek: fenobabital. Warfarin dan metronidazol dapat meningkatkan bleeding time (PT) yang menyebabkan perdarahan. turunan ergot. fenobarbital (inducer enzim yang lain). siklosporin. anemia aplastic. muntah. nefazodon. urin berwarna gelap. juga dilaporkan abnormalitas tes fungsi hati. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas lithium. athralgia. Simetidin dapat meningkatkan kadar metronidazol.mengantuk (jarang terjadi). rash . HMG-Coa reduktase inhibitor tertentu. nateglinid. dapat menurunkan efek dan waktu paro metronidazol . atau komponen yang ada dalam sediaan.

monitoring hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan klinik pada pengobatan yang melebihi 10 hari.Terhadap Kehamilan : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat pada dosis tinggi. Suppositoria. Faktor risiko : B (dikontraindikasikan pada trimester pertama) Obat dapat menembus plasenta ( efek karsinogenik pada tikus). waktu paro eliminasi 10. Untuk keamanan dan efikasi pada indikasi yang lain. Cairan Infus. kerusakan hati dan encefalopati hepatik.Terhadap Anak-anak : Keamanan dan efikasi penggunaan obat pada anak-anak belum diketahui dengan jelas.Terhadap Ibu Menyusui : Ditemukan dalam air susu. glukosa dan LDH Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet. Trigliserida. menyusui.. dihindari pada porfiia.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi dengan tes laboratorium : dapat mempengaruhi uji AST. kecuali untuk pengobatan amoebiasis. gunakan obat pada ibu hamil hanya jika keuntungan pada ibu hamil lebih banyak daripada potensial risiko terhadap janinnya. Sirup Peringatan Reaksi disulfiram-like terjadi bila diberikan bersama alkohol. Bayi baru lahir menunjukkan keterbatasan dalam eliminasi metronidazole. kehamilan. dikontraindikasikan terhadap pengobatan trichomoniasis pada trimester pertama. kecuali jika pengobatan alternatif tidak adekuat.5 jam.9 – 22. produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat dengan dosis tunggal yang besar. ALT. . . . Masuk kedalam air susu ibu/tidak direkomendasikan (AAP rates ’’of concern”) . Pada bayi berumur 28 hingga 40 minggu.

Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Gunakan obat pada lambung kosong. Jangan diberikan pada orang lain. Pastikan hal ini dilakukan. Bacalah dengan seksama informasi mengenai penggunaan obat ini dan ulangi membaca setiap kali anda menerima resep lagi. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. segera mungkin minum obat setelah ingat. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. jika hal ini terjadi gunakan bersama makanan. Hubungi dokter atau apoteker jika anda merasa menggunakan obat terlalu banyak. mintalah nasehat dokter atau apoteker. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Bentuk sediaan lepas lambat harus digunakan pada saat lambung kosong ( 1 jam atau 2 jam setelah makan) Produsen merekomendasikan untuk menghindari penggunaan etanol selama pengobatan dengan obat ini dan setelah tiga hari terapi selesai. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. Mekanisme Aksi Setelah berdifusi kedalam organisma. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. Gunakan obat hingga habis. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker .Obat dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna (GI upset). Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Jangan menggunakan obat ini untuk trichomoniasis selama tiga bulan pertama kehamilan. Obat yang tidak digunakan sampai habis menyebabkan pemusnahan bakteri tidak sempurna dan infeksi dapat kambuh lagi. Hubungi dokter bila terjadi kejang atau mati rasa pada tangan dan kaki. seperti kondisi pasien. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain. Hal ini lebih jauh menyebabkan hambatan pada syntesa . Jika pasien lupa minum obat. umur dan berat badan. berinteraksi dengan DNA menyebabkan hilangnya struktur helix DNA dan kerusakan untaian DNA.Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. kecuali atas anjuran dokter. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Gunakan obat ini sesuai dengan yang telah diresepkan.

Nilaozanoc . (Drug Information Handbook) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 http://dinkes.tasikmalayakota.go. sukar larut dalam etanol.Godrem . agak sukar larut dalam metanol.id/index.Fungares . 1-(2.Moladerm .Nama & Struktur Kimia . putih atau praktis putih.Mycorine .4-diklorobenzil)oksi)fenetil)imidazol mononitrat Serbuk hablur.Zetazal . mudah larut dalam dimetilsulfoksida. dan propilen glikol.Sporend . berbau lemah. .protein dan kematian sel organisma.Micrem . larut dalam dimetilformamid. Sangat sukar larut dalam air dan isopropanol.4-dikloro-beta-(2.html Mikonazol Deskripsi .php/informasi-obat/318-metronidazol.Sifat Fisikokimia : : Mikonazol nitrat. kloroform.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Obat Topikal untuk Kulit Nama Dagang .

Zolagel .Dengan Obat Lain : - .Dengan Makanan : - Pengaruh . tinea. oleskan secukupnya. Untuk mencegah kambuhan terapi dilanjutkan 10 hari sesudah gejala hilang. pada kulit terinfeksi. Kandidiasis vagina Dosis. lemari pendingin dan cahaya. Stabilitas Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup baik dan terhindar dari jangkauan anak-anak. eritema. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dua kali sehari. hindari panas. Farmakologi Absorpsi : topikal : sangat kecil. sesudah kuku terlepas. infeksi kuku dan ujung jari 1 kali sehari. terapi diteruskan hingga tampak pertumbuhan kuku baru. oleskan secukupnya. merata..Daktarin Indikasi Infeksi topikal dermatofit dan jamur lain seperti kandida. dan Pityaris versicolor. rasa terbakar lemah Interaksi . Efek Samping Iritasi lokal. bungkus rapat tidak berlubang. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap mikonazol dan komponen lain dalam sediaan. sensitasi dan kontak dermatitis.

Jangan menyimpan atau pakai ulang sisa obat yang lama. Monitoring Penggunaan Obat - .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Krim 2%. hindari panas. lemari pendingin dan cahaya. Mekanisme Aksi Inhibisi biosintesis ergosterol.Terhadap Anak-anak : - .Terhadap Kehamilan : - . merusak membran dinding sel jamur yang selanjutnya akan meningkatkan permeabilitas. Salep 2% Peringatan Hindari kontak dengan mata dan selaput mukosa Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Kontak dengan mata dan selaput mukosa Informasi Pasien Pada saat pemakaian bersihkan terlebih dahulu kulit yang luka. bila perlu pakai sarung tangan bersih. Jangan simpan di kamar mandi.Terhadap Ibu Menyusui : - . Jauhkan dari jangkauan anak-anak. dapur.. sehingga menyebabkan hilangnya nutrisi sel.

Daftar Pustaka IONI Martindale.go.Nevirapine Hemilhydrate Viramune® 240 ml(dengan paraben).3' diazepin6-one.Keterangan : 11-cyclopropyl-5.Nama & Struktur Kimia . .id/index.php/informasi-obat/320-mikonazol.Nevirapine Viramune® (dengan povidone) Boehringer Ingelheim Indikasi . :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Sifat Fisikokimia . 34th edition.html Nevirapine Deskripsi . C15H14N4O : Nevirapin adalah kristal putih sampai agak putih.11 dihydro-4-methyl-6H-dipyrido[3. 2005 BNF 52 Merck Index Farmakope Indonesia ISO Indonesia 42 Iso Generik Advice for Patient (USP DI) http://dinkes.2-b:2'.tasikmalayakota.

Dosis maksimal 7 mg/kg tiap 12 jam. Catatan: Jika terapi terhenti selama 7 hari. Waktu paruh eliminasi: Menurun selama lebih dari 2-4 minggu pada pemberian kronik karena mengalami autoinduksi (contoh: T½= 45 jam pada awal pemberian.8 tahun: Dosis awal 4 mg/kg 1x sehari selama 14 hari. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak 2 bulan . penetrasi ke CSF + 50% dari plasma. 3% dalam bentuk utuh dan 10% dalam feses) Stabilitas Penyimpanan Nevirapine tablet dan suspensi oral disimpan pada suhu kamar 15-30°C. Anak >= 8 tahun: Dosis awal 4 mg/kg 1x sehari selama 14 hari. (81% sebagai metabolit. kemudian menurun menjadi 23 jam). . Metabolisme: Dimetabolisme ekstensif di hepar via CYP3A4 (dihidroksilasi menjadi senyawa inaktif).4 L/kg. Waktu puncak (serum): 2-4 jam. Dosis pemeliharaan 200 mg 2x sehari (dengan kombinasi dengan antiviral lain). Dewasa: Dosis awal 200 mg 1x sehari untuk 14 hari. Catatan: Alternatif pendosisan bagi anak 120-200 mg/ m2 tiap 12 jam. dosis maksimal 200 mg/ 12 jam. Distribusi: Terdistribusi luas dengan Vd 1. menembus plasenta dan ASI. dengan peningkatan dosis menjadi 7 mg tiap 12 jam jika tidak terjadi rash atau efek yang tak diinginkan lainnya. dapat mengalami siklus enterohepatik.Digunakan dalam terapi kombinasi dengan antiretroviral lain pada pasien HIV dewasa Dosis. dengan peningkatan dosis 4 mg/kg tiap 12 jam jika tidak terjadi rash atau efek yang tak diinginkan lainnya. Farmakologi Absorbsi: > 90%. Ekskresi: urin. Ikatan protein plasma: 50%-60%. Dosis ini didasarkan pada fakta bahwa pendosisan dengan mg/kg memungkinkan terjadinya penetapan dosis yang tidak sesuai untuk usia 8 th. maka dimulai lagi dengan dosis awal untuk 14 hari.2-1.

lesi oral. general malaise. Hematologik: netropenia (10%-11%). 1% .10%: CNS : Sakit kepala (1-4%). nyeri otot atau sendi. Gastrointestinal: diare (1520%). ALT > 250 unit/L. hepatitis. atau disfungsi ginjal). 2D6. edema wajah. demam. limfadenopati. abdominal pain (2%). Hematologik: anemia Hepatik: hepatitis. Neuromuscular dan skeletal: neuropati perifer. Interaksi . itraconazole. parastesia (2%). berhubungan dengan insiden dan keparahan rash. menginduksi CYP2B6. 3A4. < 1% (cukup penting atau mengancam jiwa) : Nekrosis hepatic. 3A4. saquinavir dll) atau kontrasepsi oral. Pemberian dengan prednisone pada 14 hari terapi awal. mialgia. melepuh. . hipersensitivitas berat/reaksi dermatologis (skin rash. penggunaan harus dihentikan secara permanen. sindrom Steven-Johnson. 3A4. Meningkatkan efek/toksisitas: cimetidine. ketokonazole. nausea. demam (8-11%). konjungtivitis.Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap nevirapine atau komponen lain dalam sediaannya. Efek Samping > 10% : Ruam. inhibisi CYP1A2. hindari pemberian bersama dengan ketokonazole dan kontrasepsi oral.eusinofilia. Ketokonazole sebaiknya tidak diberikan bersama. Gastrointestinal: Stomatitis ulseratif (4%). meningkatkan LFT (2-4%). dan antibiotik makrolida meningkatkan konsentrasi plasma. Dermatologik: Rash (15-20%). Peningkatan toksisitas bila digunakan bersama inhibitor protease (indinavir. Overdosis/toksikologi : Belum ada reaksi toksisitas yang dilaporkan setelah ingesti akut sejumlah besar tablet nevirapine.Dengan Obat Lain : Pengaruh pada sitokrom P450: substrat CYP 2B6. Jika terjadi hipersensitivitas berat. 2D6. hepatotoksisitas. granulositosis.

Nevirapine menurunkan konsentrasi serum beberapa agen inhibitor protease (AUC indinavir dan saquinavir diturunkan. Tak ada efek dengan ritonavir). maka tidak boleh diberikan bersamaan.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C .Dengan Makanan : Pengaruh .Terhadap Anak-anak : - . hingga 2 minggu mengikuti peningkatan dosis). Tablet 200 mg Peringatan Perlu pertimbangan dalam perubahan terapi antiretroviral jika terjadi perkembangan penyakit selama pasien menggunakan nevirapine. Keamanan dan efikasi tak dapat ditetapkan pada . karena nevirapine dapat menurunkan konsentrase inhibitor protease. Pengamatan efek samping CNS secara periodik selama terapi berlangsung. Nevirapin menurunkan konsentrasi kontrasepsi oral. serta efek ketokonazole dan methadone. atau bisa juga dengan peningkatan dosis.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tes fungsi hati harus dimonitor untuk tetap pada level dasar pada 12 minggu pertama terapi secara intensif (kurang lebih sekali tiap bulan sebelum peningkatan dosis.Menurunkan efek: Rifampin dan rifabutin menurunkan konsentrasi plasma akibat induksi CYP3A.Terhadap Ibu Menyusui : Kontraindikasi untuk Ibu menyusui . . Penyesuaian dosis yang spesifik tidak dianjurkan. Bentuk Sediaan Oral Suspensi 50 mg/ml (240 ml).

Pasien dengan riwayat hepatitis kronik (A atau B) atau peningkatan level transaminase dapat mempertinggi resiko terjadinya reaksi hepatotoksik. MIMS. granulositosis. dan reaksi hepatotoksik. Jika reaksi hipersensitivitas terjadi. dosis diturunkan hingga dosis inisial. konjungtivitis. Nevirapine diberikan dengan inisiasi dosis selama 14 hari untuk menurunkan terjadinya adverse effects. jika terapi terhenti selama >7 hari.neonatus. Replikasi HIV-1 terhambat akibat pengeblokan aktivitas DNA polymerase RNA-Dependent dan DNA-dependent Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Azwar A. kepatuhan penggunaan. . hepatitis. Reaksi kulit yang berat dan mengancam jiwa (sindrom Stevens-Johnson. dkk. jaundice atau rash yang terjadi dengan segera. melepuh. eusinofilia. frekuensi penggunaan dan adverse effects yang harus diinformasikan sebelum pasien memulai terapi untuk mencegah terjadinya resistensi. atau gejala yang menunjukkan. 2003. Hepatotoksisitas dapat terjadi (hepatitis fulminan dan kolestastis. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Waspadai terjadinya right upper quadran pain. nevirapin harus dihentikan permanen (yakni skin rash. Jakarta. demam. Sani A. boleh diminum bersama dengan makanan. lesi oral. limfadenopati.hipersensitivitas disertai rash dan disfungsi organ). toxic epidermal necrolysis. Monitoring yang intensif dibutuhkan selama 12 minggu pertama untuk mendeteksi problem dermatologik yang mengancam jiwa. Mekanisme Aksi Sebagai agen non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor. Djuanda A. nyeri otot atau sendi. atau disfungsi ginjal). general malaise. antasida atau didanosine. hipersensitivitas. nevirapine memiliki aktivitas melawan HIV-1 dengan mengikat enzim reverse transcriptase. kemudian dinaikkan setelah 14 hari. MediMedia. edema wajah. nekrosis hepatic) dan kasus yang menghasilkan kegagalan fungsi hati dan kematian.

go..Sifat Fisikokimia : 1.Pin X . M. Lacy. Informasi Obat Nasional Indonesia (IONI).4' methylenibs(3 hydroxy-2-naphtoate) (Martindale 34th edition p. Sagung Seto. Bone Care Internastional..Bailie GR. St. Jakarta.Pantrin .Nama & Struktur Kimia . Bustami ZS. . 2004.php/informasi-obat/328-nevirapine.Pamix . Canada http://dinkes. T. USA. J.Piraska . C. Higber. Mason NA. 2002.Medikontrin .tasikmalayakota. 2007. 2004. 7 th Ed.. . Lexi Comp. Drug Interaction Fact and Comparisons. Geriatric Dosage Handbook.Wormetrin . American Pharmaceutical Association.Proworm . Beizer. 14 th Edition. et all. Suryawati A.6 -Tetrahydro-1-methyl-2-[(E)-2-(2-thienyl)vynilpirimidine 4. P. Louis.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . CV.113-2) Serbuk kuning atau kuning pucat.Helmitrin . Drug Information Handbook. L. larut dalam dimetilsulfoksida.. D.. Darmansjah I.5. 2000..Konvermex . dkk.Quantrel .Bascing . Second Edition. sedikit larut dalam dimetilformamida.Omegfantrin .Trivexan . Met Fact : Pocket Guide of Drug Interaction. Tatro DS (ed).id/index. Johsons CA.4.Compyrantel .html Pirantel Pamoat Deskripsi . Praktis tidak larut dalam air dan metil : alkohol. F. Semla..

mual dan muntah. atau Trichostrongyliasis : 11 mg/kg BB dosis tunggal maksimum 1 gr . anoreksia dan tenesmus . diare. Ascaris lumbricoides. dan pemberian untuk seluruh keluarga yang berkontak dengan pasien.Indikasi Pengobatan cacing : Enterobius vermicularis. Lama penggunaan : sesuai petunjuk pada dosis Farmakologi Absorbsi : Pemberian oral sedikit diabsorbsi Metabolisme : Dimetabolisme sebagian di hepar Kadar puncak serum : 1-3 jam Ekskresi : di feses dan urin Stabilitas Penyimpanan Stabilitas : dipengaruhi oleh sinar matahari langsung Penyimpanan : lindungi dari cahaya matahari langsung Kontraindikasi Hipersensitif terhadap Pirantel Pamoat Efek Samping Susunan syaraf pusat : Demam. Cara Pemberian dan Lama Pemberian a. Dosis : untuk anak dan dewasa : Ascaris lumbricoides . b. Trichuris trichiura. Enterobius vermicularis. Enterobius vermicularis pengobatan diulangi setelah 2 minggu. sakit kepala. pusing Kulit : Rash Saluran cerna : Kram abdomen. Cara pemberian : oral bersama jus dan susu c. dan Ancilostoma duodenale Dosis.

Dengan Obat Lain : Menurunkan efek Piperazin .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . Tablet sebagai Garam Pamoat 180 mg/Tablet Peringatan Hati-hati penggunaan pada pasien dengan gangguan hati. ibu hamil.Dengan Makanan : - Pengaruh .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Pemeriksaan serum AST dan ALT Bentuk Sediaan Suspensi Dalam Bentuk Garam Pamoat Dalam Botol 30 ml. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus . anemia.Terhadap Anak-anak : - .Terhadap Ibu Menyusui : Tidak disarankan diberikan kepada ibu hamil dan ibu menyusui .Hepatik : Gangguan enzim hepar Neuromuskuler : Letih dan lesu Interaksi . 60 ml dan 240 ml. malnutrisi.

tasikmalayakota. Cara pemakaian c. Obat ini mempunyai pKa . Cara penyimpanan Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes.html Rifampisin Deskripsi . Interaksi yang mungkin terjadi e.Sifat Fisikokimia : Rifampin. Bentuk sediaan yang diberikan b. Apa yang dilakukan jika pasien lupa minum obat d.go.Informasi Pasien a. C43H58N4O12 : Rifampisin merupakan serbuk kristal merah-coklat dan sangat sedikit larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol.id/index.Nama & Struktur Kimia .php/informasi-obat/341-pirantel-pamoat.

tetrahidrofuran.Rifampicin Hexpharm . natrium hidroksida yang ditambahkan untuk mengatur pH. etil asetat. Dalam perdagangan sediaan oral rifampin tersedia sebagai obat tunggal. III. endocarditis dan infeksi staphylococcus yang berat dalam kombinasi dengan obat lain Dosis. penyakit legionnaires. Brucellosis. sulfoksilat.Rifacin .Prolung 450 .7. dalam bentuk kombinasi tetap dengan isoniazid.Corifam . DMSO. . IV (Generik) .Rimactazid / Rimactazid Paed Indikasi Tuberkulosis.Rif 150/ Rif 300/ Rif 450/ Rif 600 .Keterangan : Rifampisin adalah turunan semisintetik dari Rifamisin B.Kombipak I. Larut dalam kloroform. serta dalam kombinasi tetap dengan isoniasid dan pirazinamid. dalam kombinasi dengan obat lain. Leprae.Merimac .Rimactane .Lanarif . Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . metanol.Rifampisin (Generik) . II.9. suatu antibiotika yang diturunkan dari Streptomyces meditarranei.Medirif . Dalam perdagangan. Infeksi M.Rifamtibi . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral ( Dosis IV infusi sama dengan pemberian peroral) . rifampisin tersedia dalam bentuk serbuk steril untuk injeksi mengandung Natrium formaldehid.Rifabiotic . Profilaksis meningitis meningococcal dan infeksi haemophilus influenzae.Famri .

empirik TB Bayi dan anak-anak < 12 tahun Terapi harian : 10 – 20 mg/kg/hari biasanya sebagai dosis tunggal (maksimal 600 mg/hari) Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy) : 10 – 20 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) Dewasa Terapi harian : 10 mg/kg/hari biasanya sebagai dosis tunggal (maksimal 600 mg/hari) Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy) : 10 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) .Terapi Tuberkulosis Catatan : Regimen empat obat ( isoniazid. 3 kali/minggu : 10 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) Infeksi tuberkulosis latent (yang belum nampak): sebagai alternatif untuk isoniazid : Anak-anak : 10 – 20 mg/kg/perhari (maksimal : 600 mg/hari) selama 6 bulan Dewasa : 10 mg/kg/hari (maksimal : 600 mg/hari) selama 4 bulan Profilaksis H. Bayi . pirazinamid dan etambutol) lebih disukai untuk pengobatan awal. Influenzae (unlabeled use) Bayi dan anak-anak : 20 mg/kg/hari tiap 24 jam selama 4 hari. 1 bulan : 10 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam selama 2 hari Bayi = 1 bulan dan anak-anak : 20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam selama 2 hari . tidak lebih dari 600 mg/dosis Dewasa : 600 mg setiap 24 jam selama 4 hari Leprosy (unlabeled use) : dewasa : Multibacillary : 600 mg sekali sebulan selama 24 bulan dalam kombinasi dengan ofloksasin dan minosiklin Paucibacillary : 600 mg sekali sebulan selama 6 bulan dalam kombinasi dengan dapson Lesi tunggal : 600 mg sebagai dosis tunggal dalam kombinasi dengan ofloksasin 400 mg dan minosiklin 100 mg Profilaksis meningitis meningococcal. rifampisin.

serum: oral : 2-4 jam Ekskresi : Feses (60% . waktu tersebut akan memanjang pada gagal hepar.(maksimal 600 mg/dosis) Dewasa : 600 mg tiap 12 jam selama 2 hari Staphylococcus aureus pada nasal carrier (unlabeled use): Anak-anak: 15 mg/kg/hari dibagi tiap 12 jam selama 5 – 10 hari dalam kobinasi dengan antibiotik lain Dewasa : 600 mg/hari selama 5 – 10 hari dalam kombinasi dengan antibiotik lain Penyesuaian dosis pada pasien dengan kerusakan hepar : penurunan dosis diperlukan untuk meurunkan hepatotoksisitas Hemodialysis atau peritoneal dialysis : konsentreasi plasma rifampisin tidak signifikan dipengaruhi oleh hemodialisis atau dialisis peritoneal Farmakologi Durasi : < 24 jam Absorbsi : Oral : diabsorpsi dengan baik.65%) dan urin (~ 30%) sebagai obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Serbuk rifampisin berwarna merah kecoklatan. Vial yang utuh harus disimpan pada suhu kamar dan dihindarkan dari cahaya dan panas yg berlebihan.8-11 jam. dapat menembus sawar darah otak (bood-brain barrier) dengan baik Difusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal : adekuat dengan atau tanpa inflamasi CSF : inflamasi meninges : 25% Metabolisme : Hepatik. Waktu untuk mencapai kadar puncak. Rekonstitusi serbuk untuk injeksi dengan . makanan dapat mengakibatkan penundaan absorpsi (delay) atau sedikit menurunkan kadar puncak Distribusi : sangat lipofilik . melalui resirkulasi enterohepatik Ikatan protein : 80% T½ eliminasi : 3-4 jam. gagal ginjal terminal : 1.

toxic epidermal necrolysis. saliva dan sekresi tubuh yang lain berwarna orange-merah. gagal ginjal akut.SWFI. dan trombositopenia purpura. gangguan menstruasi. nyeri tulang).2A6 (kuat). leucopenia. Interaksi . tromboflebitis dilaporkan pada penggunaan secara infus pada periode yang lama. demam. drowsiness. penggunaan bersama dengan isoniazid pyrazinamide atau protease inhibitor (amprenavir saquinavir/ritonavir) dapat meningkatkan resiko hepatotoksisitas. muntah.Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : substrat CYP2A6. gejala pada respirasi (termasuk sesak nafas). jaundice(penyakit kuning). 2B6 (kuat). kolaps dan shock. 2C19 (kuat). jaundice (penyakit kuning) Efek Samping Gangguan saluran cerna seperti anoreksia. Vial yang telah direkontitusi stabil selama 24 jam pada suhu kamar. untuk injeksi larutkan dalam sejumlah volume yg tepat dengan cairan yang kompatibel (contoh : 100 ml D5W). urtikaria dan rash. 3A4 (kuat). . gejala berikut terjadi terutama pada terapi intermitten termasuk gelala mirip influenza ( dengan chills. dermatitis exfoliative. anemia hemolitik. 2C8/9. reaksi pemphigoid. dizziness. eosinophilia. antibiotika makrolida dapat meningkatkan kadar/toksisitas rifampin. sakit kepala. flushing. gangguan fungsi liver. muscular weakness dan myopathy. diare (dilaporkan terjadi kolitis karena penggunaan antibiotika). urin.Stabilitas parenteral admixture pada penyimpanan suhu kamar (25°C) adalah 4 jam untuk pelarut D5W dan 24 jam untuk pelarut NS Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap rifampisin atau komponen lain yang terdapat dalam sediaan. saquinafir/rotonavir (kemungkinan dengan proease inhibitor). Induksi CYP1A2 (kuat) . Menurunkan efek : Rifampisin dapat menurunkan efek/kadar obat-obat berikut: asetaminofen. Meningkatkan efek/toksisitas : Rifampisin dapat meningkatkan efek terapeutik clopidogrel. 2 C8/9(kuat). 3A4 (major) . penggunaan bersama amprenavir. efek samping lain dilaporkan : edema. mual.

inhibitor pompa proton. substrat CYP1A2. dapson. kloramfenikol. siklosporin. calsium channel blocker. pioglitazon. 2C19 DAN 3A4 (contoh : aminofilin. antidepresan trisiklik. beta blocker. rifampicin mengganggu pemeriksaan standar serum folat dan vitamin B12. Faktor risiko : C . morfin.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi rifampicin dengan tes laboratorium : reaksi Coombs positif. methsuksimid. John’s wort dapat menurunkan kadar rifampisin Pengaruh . fluvoksamin. zidovudin.Terhadap Anak-anak : - . terbinafin. buspiron. aprepitant. selegilin.zaleplon. inhibitor reverse transkriptase (non-nucleoside). 2C8/9. ropinirol. antifungi imidazol. fenitoin. Masuk dalam air susu ibu / tidak direkomendasikan (AAP rates “compatible”) . Efek rifampisin diturunkan oleh inducer CYP2A6. barbiturat. propafenon. takrolimus. 2C8/9. amiodaron.alfentanil. disopiramid. 2A6. barbiturat. Penggunaan obat pada trimester 3 (tiga): Resiko terjadinya perdarahan pada neonatal dapat meningkat. HMG-CoA reductase inhibitor. sertralin. karbamazepin.Terhadap Ibu Menyusui : Hanya sejumlah kecil saja berada pada air susu. asam fusidat. ifosfamid. dan 3A4 (seperti : aminoglutethimide. teofilin. venlafaxin dan zafirlukast. fluoksetin. nevirapin dan fenitoin) .Terhadap Kehamilan : Penggunaan obat pada trimester 1 (pertama): Produsen menyatakan studi pada binatang menunjukkan adanya teratogenik pada dosis tinggi. tamoksifen. 5-HT3 antagonis. nateglinid. benzodiazepin (dimetabolisme melalui oksidasi). flukonazol.angiotensin II receptor blocker (irbesartan dan losartan). konsentrasi rifampin dapat diturunkan jika digunakan bersama dengan makanan.Dengan Makanan : Makanan menurunkan absorbsi. . repaglinid. amiodaron. zolpidem. quinidin. inhibitor protease. promethazin. rosiglitazon. 2B6. tocainide. sulfonilurea. metadon. kontrasepsi estrogen dan progestin. bupropion. Hindari ethanol (dapat meningkatkan resiko hepatotoksisitas) St. nafcillin. feksofenadin. kortikosteroid. mirtazapin. warfarin.

CBC. urin berwarna gelap. karena efek obat kontrasepsi menjadi tidak efektif akibat adanya interaksi obat. seperti kondisi pasien. muntah. ketergantungan alkohol. Pasien harus menggunakan obat hingga habis. . ALT. hepatic status dan mental status. Segera memeriksakan diri ke dokter bila timbul demam. perubahan warna kulit dan mata menjadi kekuningan atau nyeri atau bengkak pada persendian. Penting : pasien yang menggunakan hormon kontrasepsi disarankan untuk menggantinya dengan alternatif kontrasepsi lain seperti IUD. bilirubin). Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekwensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker. Rifampisin harus digunakan pada saat lambung kosong. Obat ini menyebabkan warna merah pada urin. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. gunakan metoda KB yang lain. kerusakan ginjal (jika digunakan dosis di atas 600 mg sehari). Obat ini juga dapat menimbulkan noda permanen pada lensa kontak. keringat. Gunakan obat ini sedikitnya 1 jam sebelum menggunakan antasida. porfiria. Mempengaruhi efektifitas kontrasepsi oral. tidak enak badan. dan pada terapi dalam jangka waktu yang lama). mual. Sirup Peringatan Kerusakan hati ( periksa tes fungsi hati dan pemeriksaan darah pada gangguan hati. gunakan 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan dengan segelas air. hilang nafsu makan. Jangan sampai terdapat dosis yang terlewat. kehamilan dan menyusui. Kaptab. x-ray dada Bentuk Sediaan Kapsul. umur dan berat badan.meningkatkan LFTs dan menurunkan ekskresi billiari dari contrast media Parameter Monitoring Fungsi hati (AST. saliva dan air mata. kultur sputum.

tasikmalayakota. kultur sputum.php/informasi-obat/356-rifampisin. ALT. C16H17N3O5S. Jangan diberikan pada orang lain.html Sefadroksil Deskripsi . kecuali atas saran dari tenaga kesehatan . segera mungkin minum obat setelah ingat. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis RNA bakteri dengan mengikat subunit beta dari DNA-dependent RNA polymerase.20]oct-ane-2-carbocyclic acid monohydrate.kecuali atas anjuran dokter. menghambat transkripsi RNA Monitoring Penggunaan Obat Periodik (sebelum pengobatan dan tiap 2 – 4 minggu selama terapi) monitoring fungsi hati (AST. status fungsi hati dan mental . Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep.Sifat Fisikokimia (7R)-7[amino-4(hydroxyphenyl)acetyl]-amino-3-methyl-8-oxo-5-thio-1: azabicyclo[2. CBC.id/index. Jika pasien lupa minum obat. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat.Nama & Struktur Kimia . x-ray dada 2 – 3 bulan pengobatan Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes.go.H2O : Sefadroksil dalam bentuk monohidratnya berwarna putih sampai agak . Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. bilirubin). mintalah nasehat dokter atau apoteker.

Pyricef .Cefadroxil Hexpharm .Sedrofen Indikasi Pengobatan suspek infeksi bakteri. bersifat larut baik dalam air dan sedikit larut dalam alkohol.Qcef .Dexacef .Lapicef . Dewasa : 1-2 g/hari dibagi dalam 2 dosis.Longcef .Duricef .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Alxil .Qidrox .Opicef . Dewasa : 2 gram 1 jam sebelum tindakan • Interval pada pasien gangguan ginjal .Biodroxil .Ethicef .Bidicef .Renasistin . .Ancefa . Profilaksis bakteri endokarditis pada pasien yang alergi terhadap penisilin dan pasien yang operasi dan tindakan pada gigi. berbentuk kristal.Erphadrox . Cara Pemberian dan Lama Pemberian • Oral : Anak : 30 mg/kg BB/hari dibagi dalam 2 dosis maksimal 2g/hari.Doxef . termasuk yang disebabkan oleh Group A beta-hemolitic Streptococcus. Dosis.Kelfex . Profilaksis endokarditis : Anak : 50 mg/kg BB 1 jam sebelum tindakan.kekuningan.Tisacef .Osadrox .Widrox .Librocef .

komponen lain dalam sediaan dan sefalosporin lain. disfungsi ginjal. agranulositosis. Absorbsi : diabsorbsi dengan cepat dan baik b. pada suhu 15-30°C.ClCr 10-25 mL/menit : diberikan setiap 24 jam. e. Distribusi : Didistribusikan secara luas di dalam tubuh dan mencapai konsentrasi terapetik pada jaringan dan cairan tubuh. eosinofilia. Dilaporkan reaksi dengan Cefalosporin lain termasuk abdominal pain. kolitis pseudomembran. hemorrhage. anafilaksis. saluran empedu.jantung. erythema multiforme. ClCr <10 mL/menit : diberikan setiap 36 jam. nefrotoksik. Waktu paruh eliminasi : 1-2 jam. peningkatan BUN. athralgia. muntah. gagal ginjal : 20-24 jam. rash. angioderma. Interaksi . termasuk cairan sinovial. melalui plasenta dan ASI.Suspensi setelah dilarutkan stabil disimpan dalan lemari pendingin sampai 14 hari. pansitopenia. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap sefadroksil. kolestasis. anemia aplastik dan hemolitik. trombositopenia. neutropenia. c. eticaria. urin. kapsul dan serbuk untuk suspensi oral harus disimpan dalam kemasan tertutup rapat. pruritus. kulit dan jaringan lunak. pleural. superinfeksi. dispepsia. perikardial. Kadar puncak : 70-90 meni f. serum sickness. Ekskresi : Urin (>90% sebagai obat yang tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Tablet. Ikatan protein : 20% d. peningkatan kreatinin. empedu.dan cairan peritonial. sindrom Steven-Johnson. demam. mual. Efek Samping 1%-10% : Saluran cerna : Diare < 1% : Abdominal pain. sputum. vaginitis. Farmakologi a.

larutan Fehling).Terhadap Ibu Menyusui : Sefadroksil didistribusikan ke dalam air susu. positif palsu pada tes glukosa urin menggunakan Cu Sulfat (larutan Benedict.Dengan Makanan : Pemberian sefadroksil bersamaan makanan. positif palsu pada tes kreatinin urin atau serum menggunakan reaksi Jaffe Parameter Monitoring Observasi tanda dan gejala anafilaktik selama dosis pertama Bentuk Sediaan Kapsul Sebagai Monohidrat 500 mg Tablet Sebagai Monohidrat 1 g Sirup Kering Sebagai Monohidrat Untuk Dilarutkan 250 mg/5 ml (50 ml. . • Probenesid dapat mengurangi eliminasi sefalosporin . makanan bayi dan susu tidak mempengaruhi absorpsi secara signifikan.Terhadap Anak-anak : - . Pengaruh . sehingga penggunaannya pada ibu menyusui harus disertai perhatian.Terhadap Hasil Laboratorium : Positif pada tes Coombs langsung.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B . 100 ml). 500 mg/5 ml .Dengan Obat Lain : • Terjadi perdarahan jika diberikan dengan antikoagulan..

• Penggunaan pada pasien dengan riwayat alergi penisilin terutama reaksi IgE mediated (anafilaksis.html Siprofloksasin .go. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes.Peringatan • Penyesuaian dosis pada pasien gangguan ginjal.id/index.tasikmalayakota. • Penggunaan lama mengakibatkan superinfeksi. urtikaria) Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mekanisme Aksi Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan berikatan dengan satu atau lebih ikatan protein penisilin (penicillin-binding proteins-PBPs) yang selanjutnya akan menghambat tahap transpeptidasi sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri sehingga menghambat biosintesis dinding sel.php/informasi-obat/359-sefadroksil. Bakteri akan mengalami lisis karena aktivitas enzim autolitik (autolisin dan murein hidrolase) saat dinding sel bakteri terhambat.

Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : 1-cyclopropyl-6-fluoro-1, 4-dihydro-4-oxo-7-(1-piperazinyl)-3quinolinecarboxylic acid C17H18FN3O3HCl.H2O Siprofloksasin hidroklorida merupakan serbuk dengan kekuningan – hingga berwarna kuning. Mempunyai kelarutan 36 mg/mL dalam air pada suhu 25°C. pKa obat 6 dan 8.8. Siprofloksasin laktat merupakan : sediaan Siprofloksasin IV. Cairan jernih dan berwarna kuning cerah. pada kadar 1.2 g yang larut dalam cairan mempunyai pH 3.3-3.9. Siprofloksasin dalam sediaan larutan dekstrosa 5% mempunyai pH 3.5 – 4.6 - Keterangan :-

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang - Baquinor - Cetafloxo - Corcasin - Disfabac - Floxifar - Inciflox - Licoprox - Miraflox - Poncoflox - Quincin - Renator - Vidintal - Ximex Cylowan - Bernoflox - Ciflos - Coroflox - Duflomex - Floxigra - Interflox - Mecoquin - Nilaflox - Proxitor - Quinobiotic - Rexida - Vioquin - Zecaflox - Bidiprox - Ciproxin - Cylowam - Fimoflox - Girabloc - Kifarox - Meflosin - Omeproksil - Proxyga - Ramavex - Scanax - Volinol - Zeniflox - Bimaflox - Ciproxin XR - Cyrox - Floxid - Gurolone - Lapiflox - Mensipox - Phaproxin - Quamiprox - Rancif - Tequinol - Wiaflox - Zumaflox

- Bactiprox

Indikasi Anak – anak: Infeksi saluran urin dan pyelofritis yang disebabkan oleh E.coli. catatan: meskipun demikian, siprofloksasin bukan merupakan obat pilihan pertama. Anak – anak dan dewasa: untuk menurunkan angka kejadian atau progress penyakit terkait dengan baccilus anhraticus. Pada infeksi mata; digunakan untuk mengobati infeksi pada okular (corneal ulcer, conjungtivitis) atau bakteri sejenis. Dewasa: untuk pengobatan infeksi yag disebabkan bakteri: infeksi saluran urin; cistitis akut tanpa komplikasi pada wanita; prostatitis bakteri kronik; infeksi saluran nafas bawah (termasuk eksaserbasi akut dan bronchitis kronik); sinusistis akut; infeksi kulit; tulang dan persendian; infeksi intraabdominal komplek; diare karena infeksi; demam tyfoid karena Salmonella typhi; pneumonia nosokomial, terapi empiris febrile neutrophenic (kombinasi dengan piperacillin). Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian DOSIS ANAK-ANAK: Oral: Infeksi saluran urin atau pyelofritis: anak 1-17 tahun: 20-30 mg/kg/hari terbagi dalam 2 dosis terpisah (setiap 12 jam) untuk 10-21 hari. Maksimal 1.5 g/hari. Cistitis fibrosis: anak 5-17 tahun; 40 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam, pemberian selama 1 minggu Injeksi: infeksi saluran urin komplikasi pada anak 5-17 tahun: 6-10 mg/kg setiap 8 jam untuk 10-21 hari (maksimum 400 mg/dosis) Cistitis fibrosis:anak 5-17 tahun; 30 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam untuk satu

minggu. DOSIS DEWASA: Oral: Infeksi saluran urin: Infeksi saluran urin akut tanpa komplikasi: 250 mg setiap 12 jam selama 3 hari. Infeksi saluran urin akut dan pyelonefritis tanpa komplikasi: sedíaan lepas lambat 1000 mg setiap 24 jam selama 7-14 hari. cistitis akut tanpa komplikasi sediaan lepas lambat 500 mg setiap 24 jam selama 3 hari. Infeksi saluran urin sedang : 250 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Infeksi saluran urin berat: 500 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. infeksi saluran nafas bawah, dan infeksi pada kulit: 500 – 750 mg dua kali sehari untuk 7-14 hari, tergantung juga dengan kegawatan dan keparahan infeksinya. Infeksi pada tulang dan persendian: 500-750 mg dua kali sehari 4-6 minggu, tergantung kegawatan dan kepekaan dari bakteri penginfeksinya. Diare karena infeksi: 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Infeksi intraabdominal (kombinasi dengan metronidazol): 500 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Demam tyfoid: 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Infeksi gonore uretral /servikal : 250-500 mg dosis tunggal. Infeksi gonore menyebar: 500 mg dua kali sehari selama pengobatan 7 hari penuh (pengobatan awal dengan seftriakson 1 g IM/IV perhari untuk 24-48 jam setelah ditemukan kasus tersebut). Sinusitis (akut): 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Prostatitis kronik karena bakteri: 500 mg setiap 12 jam selama 28 hari. Injeksi: Infeksi tulang dan persendian: infeksi ringan dan sedang : 400 mg setiap 12 jam untuk 4-6 minggu; infeksi berat dan komplikasi: 400 mg setiap 8 jam selama 4-6 minggu.

Prostatitis (kronik. karena bakteri) 400 mg setiap 12 jam selama 28 hari. Vebrile neutropeni (kombinasi dengan piperacilin) 400 mg setiap setiap 8 jam selama 7-14 hari. Angka Kejadian < 1% : . PENYESUAIAN DOSIS: ClCr 30-50 mL/menit: oral 250-500 mg setiap 12 jam. sakit kepala (pemberian IV). nyeri lambung (anak 3%. Lokal : Reaksi pada tempat injeksi (pemberian IV). ClCr <30 mL/menit (infeksi saluran urin akutI) oral 500 mg setiap 24 jam. dewasa 1%). diare (anak 5%. Infeksi saluran urin: ringan hingga sedang 200 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Hepatik : Peningkatan SGOT/SGPT (dewasa 1%). Farmakologi Angka Kejadian 1-10% : SSP : Kejadian neurologi (anak-anak 2% meliputi gangguan tidur. muntah (anak 5%.Infeksi saluran napas bawah dan infeksi pada kulit: ringan hingga sedang :400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari.sedang dan berat): 400 mg setiap 8 jam selama 10-14 hari. dewasa 2%). Pneumonia nosokomial: (ringan. 200-400 mg setiap 18-24 jam. Saluran pernapasan : Radang saluran pernapasan (rhinitis) anak 3%. Gastrointestinal : Mual (anak/dewasa 3%). demam (anak 2%). pusing dan cemas). dewasa<1%). akut dan komplikasi: 400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. ClCr 5-29 mL/menit: oral 250-500 mg setiap 18 jam. IV. Dermatologi : Ruam kulit (anak 2% dewasa 1%). infeksi gawat dan komplikasi: 400 mg setiap setiap 8 jam selama 4-6 minggu. Sinusitis (akut): 400 mg setiap 12 jam selama 10 hari. gelisah (pemberian IV). Intraabdominal infection (kombinasi dengan metronidazole): 400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. gangguan pencernaan (anak 3%).

edema paru. dyspnea. neuropati perifer. kegagalan fungsi hati. tinitus. nystagmus. hiperglisemia. ARF. halusinasi. nyeri persendian. sensitif terhadap cahaya terang. reaksi manik. anorexia. anafilaksis. hilang rasa. ataksia. Tetas mata: disimpan pada suhu 2-25°C. kerusakan tendon. paranoia. jaundice. nekrosis hati. hematuria. hipotensi. pankreatitis. psikosis. Stabilitas Penyimpanan Injeksi: sediaan infus disimpan pada suhu 5-25°C terlindung dari cahaya dan pembeku (freezer). fixed eruptions. terlindung dari cahaya. klinduria. perdarahan lambung. peningkatan serum kolesterol dan trigliserida. demam.limfadenopati.flatulen. interstisial nephritis. vasculitis. hasil pengenceran yang mengikuti prosedur dan tersimpan pada suhu dibawah 30°C dan terhindar dari pembeku. rasa dingin. perdarahan uretral. dispepsia (dewasa). rasa malas. gangguan visual. reaksi alergi. agitasi.gagal jantung. depresi. anemia hemolitik. kromatopsia. perpanjangan waktu PT/INR. konstipasi. atrial flutter. ektopi ventricular. pansitopenia. moniliasis. palpitasi. albuminuria. sakit pada dada. disfagia. depresi sumsum tulang. MI. bronkhospasmus. methemoglobinemia. hipertensi. takikardi. kandiduria. eosinofili. rasa lemas. myoclonus. nefritis. rasa takut. myastenia gravis. pseudomembranous colitis. obat dapat bertahan 14 hari.5-2 mL siprofloksasin dapat bertahan selama 14 hari jika disimpan dalam suhu kamar. Tablet: disimpan pada suhu 30°C. trombosis serebral. hipotensi ortostatik. jaundice kolestatik. petenchia.Abnormal. anemia. toxic epidermal nekrolisis. tablet lepas lambat 15-30°C Kontraindikasi Terhadap pasien yang mengalami hipersensitifitas terhadap golongan siprofloksasin dan . delirium. iritabilitas. vaginitis. kristaluria. edema tenggorokan. Sediaan vial disimpan dalam suhu 5-30°C terlindung dari cahaya dan pembeku (freezer). tremor. anosmia. kejang. migrain. eritema nosodum. tromboflebitis. Mikrokapsules untuk Suspensi oral: disimpan pada suhu 25°C. angioedema. renal calculi. pengenceran 0. rasa malas. myalgia. agranulositosis. kandidiasis vagina. tendonitis. angina pektoris. sindrom stevens-johnson. hipertonia. kandidiasis. eritema multiform. perforasi intestinal. dermatitis eksfoliatif. hiperpigmentasi. parestesia. insomnia. edema. sakit kepala.

perdarahan uretral. demam (anak 2%). palpitasi.limfadenopati. nyeri lambung (anak 3%. jaundice kolestatik. vasculitis. toxic epidermal nekrolisis. pankreatitis. klinduria. rasa dingin. angioedema. albuminuria. dewasa<1%). tremor. demam. rasa takut. perforasi intestinal. myoclonus. anorexia. sakit kepala. peningkatan serum kolesterol dan trigliserida. fixed eruptions. kandiduria. tendonitis. dyspnea. kejang. atrial flutter. edema paru. pseudomembranous colitis. paranoia. insomnia. hipotensi ortostatik. rasa malas. Dermatologi : Ruam kulit (anak 2% dewasa 1%). kandidiasis. agranulositosis. nekrosis hati. Lokal : Reaksi pada tempat injeksi (pemberian IV). kerusakan tendon. anafilaksis. sakit kepala (pemberian IV). kandidiasis vagina. muntah (anak 5%. anemia hemolitik. angina pektoris. hiperglisemia. bronkhospasmus. renal calculi. . nefritis. tromboflebitis. iritabilitas. nystagmus. dewasa 2%). edema tenggorokan. rasa malas. myastenia gravis. hipertonia. eritema nosodum. eritema multiform. eosinofili. halusinasi. gangguan pencernaan (anak 3%). interstisial nephritis. rasa lemas. ektopi ventricular. anosmia. pansitopenia. myalgia. delirium. Hepatik : Peningkatan SGOT/SGPT (dewasa 1%). dispepsia (dewasa). edema. reaksi manik. neuropati perifer. trombosis serebral.komponen lain dalam sediaan Efek Samping Angka Kejadian 1-10% : SSP : Kejadian neurologi (anak-anak 2% meliputi gangguan tidur. hipotensi. migrain. tinitus.flatulen. gagal jantung. depresi sumsum tulang. kristaluria. sakit pada dada. agitasi. ARF. konstipasi. ataksia. Saluran pernapasan : Radang saluran pernapasan (rhinitis) anak 3%. parestesia. perdarahan lambung. kegagalan fungsi hati. kromatopsia. sindrom stevens-johnson. Gastrointestinal : Mual (anak/dewasa 3%). petenchia. sensitif terhadap cahaya terang. jaundice. nyeri persendian. Angka Kejadian < 1% : Abnormal. gangguan visual. disfagia. moniliasis. hiperpigmentasi. reaksi alergi. diare (anak 5%. MI. psikosis. takikardi. perpanjangan waktu PT/INR. anemia. depresi. hilang rasa. pusing dan cemas). methemoglobinemia. dermatitis eksfoliatif. hematuria. dewasa 1%). hipertensi. gelisah (pemberian IV). vaginitis.

jika dikonsumsi bersamaan dengan siprofloksasin dapat meningkatkan efek detak jantung yang berlebihan atau stimulasi SSP meningkat. Jika digunakan dengan kortikosteroid maka akan dapat meningkatkan kerusakan tendon. digunakan 4 jam sebelum makan dan 6 jam setelah makan. Kofein (dari kopi). tidak direkomendasikan (AAP) . gliburid. kemungkinan juga siprofloksasin dapat menurunkan kadar fenitoin . Jika siprofloksasin dalam bentuk obat lepas lambat. suplemen elektrolit oral. mirtazapin. ropivacaine. multivitamin dan mineral)kemungkinan menganggu penyerapan siprofloksasin pada saluran cerna akibat efek kation divalen dan trivalen. metotreksat. . dan warfarin. Jika digunakan dengan foscarnet dapat meningkatkan efek kejang. Menurunkan efek: Antasida. mexiletin.Terhadap Ibu Menyusui : Siprofloksasin terdistribusi kedalam air susu ibu.Terhadap Anak-anak : Siprofloksasin bukan merupakan obat pilihan pertama untuk anak – anak. teofilin. Pengaruh . Probenezid kemungkinan meningkatkan kadar siprofloksasin. fluvoxamine.Sebaiknya obat digunakan 2 jam sebelum makan atau 6 jam setelah makan.Dengan Makanan : Makanan (kalsium yang ada dalam sari buah. sukralfat. ropinirol. quinapril. trifluoperazin).Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek: Meningkatkan efek toksik dari substrat CYP1A2 (seperti.Interaksi . aminofilin.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C .

Kerusakan tendon. tes fungsi ginjal. Reaksi hipersensitifitas gawat seperti anaphilasis pernah terjadi jika pengobatan dengan golongan quinolon lainya. ClCr) Fungsi hepar (SGOT. . Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. menghambat relaksasi superkoloid DNA dan memicu kerusakan untai gandai DNA . Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (2 jam sebelum makan atau 6 jam setelah makan). maka sebaiknya siprofloksasin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. Tablet Lepas Lambat Peringatan Kemungkinan dapat meningkatkan respon SSP. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. maka harap menghubungi dokter.Terhadap Hasil Laboratorium : Kemungkinan dapat berpengaruh terhadap hasil pengukuran: tes fungsi hati. CBC (cell blood count) Parameter Monitoring CBC Renal (BUN. diare atau respon hipersensitivitas. Pengobatan jangka panjang dapat mengakibatkan suprainfeksi. seperti mual. Salep. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. harap menghubungi apoteker.. Tetes Mata. perlu monitoring terhadap pasien yang diketahui mempunyai kelainan pada SSP. Tablet. Injeksi. Mekanisme Aksi Menghambat DNA-girase pada organisme yang sensitif . pernah dilaporkan ketika siprofloksasin digunakan bersamaan dengan quinolon lainya. SGPT) Bentuk Sediaan Infus. Amati jika ada timbul gejala ESO obat.

2005 Farmakope Indonesia IV. putih hingga putih kelabu atau putih kekuningan.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .tasikmalayakota.Armacort .go. 1995. fungsi hati selama pemakaian obat. Memantau pasien yang mendapatkan obat lain seperti teofilin dan siklosporin dengan memantau CBC.2-Dikloro-N-[ß-hidroksi-alfa-(hidroksimetil)-pnitrofenetil]asetamida[56-75-7].Bufacetin .0% dan tidak lebih dari 103.Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat.0% C11H12Cl2N2O5 Pemeriaan: hablur halus berbentuk jarum atau : lempeng memanjang. fungsi ginjal. C11H12Cl2N2O5 Kloramfenikol mengandung tidak kurang dari 97.id/index.php/informasi-obat/372-siprofloksasin. Kelarutan: sukar larut dalam air.html Tiamfenikol Deskripsi . mudah larut dalam etanol.Cendofenikol . 2006.Nama & Struktur Kimia . dalam aseton dan dalam etil asetat. dalam propilen glikol. Daftar Pustaka Drug information hand book. . (DIH). AHFS DRUG. http://dinkes.Sifat Fisikokimia : D-treo-(-)-2.Alchlor .

Magnaclor .Chloramfecort H .Erlamicetine Plus .Pimicetin Syr .Colcetin .Solacort .Imfarmycetin .Chloramex .influenzae.Chloracol .Colipred .Neophenicol .Neophenicol .Chloramfecort .Zenichlor . Dosis.Grafacetin .Kemiderm .Naxogin Complex .Cendomycetine . namun bersifat toksik.Kemicetine . Obat ini seyogyanya dicadangkan untuk infeksi berat yang diakibatkan oleh bacteriodes.Suprachlor .Empeecetin .Solachlor .Varicetin .Suprachlor .Chlorbiotic .Mediclor .Novachlor .Mecocetin .Licoclor . Infant: >30 hari dan anak : 50-100 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam Infeksi lain: IV. Neisseria.Vanquin dan Vanquin Plus .Citophenicol .Hufamycetin .Albucetine .Megachlor .Megacetine .Uniphenicol ..Kloramixin .Cymacetine .Kemocol .Microtina .Kemicort . kecuali untuk penggunaan diatas.Otolin .Colsancetine .Ribocin .Colme .Fenicol . Dosis maksimal: 4 g/hari.Emkapeni .Sakamycetin . Karena toksisitasnya. dan Rickettsia.Kloramixin D . . obat ini tidak cocok untuk penggunaan sistemik. Infant: >30 hari dan anak : 50-75 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam.Klorfeson .Erlamicetin .Xepanicol Indikasi Merupakan antibiotik dengan spectrum luas.Etagemycetin .Cloramidina . H.Heromycetine .Particol .Kemicort Forte .Indoson .Erlamicetine .Combicetin .Itramicetin . Cara Pemberian dan Lama Pemberian DOSIS ANAK: Meningitis: IV.Decacetine .Farsycol .Lanacetine .Enkacetyn .Solachlorx . meningiditis.Salmonella.Cendomycos .Isotic Salmicol .Mefamicetin .Novachlor .

Makimum dosis harian 4 g/hari. hasil pencampuran obat dapat bertahan selama 30 hari. cairan obat yang dibekukan kemungkinan akan dapat bertahan selama 6 bulan. dapat diberikan IV kurang dari 1 menit dengan konsentrasi 100 mg/mL atau IV intermittent infuse lebih dari 15-30 menit dengan konsentrasi akhir <20 mcg/mL.6-3. Cara pemberian: jangan diberikan I. dapat menembus placenta. masuk dalam ASI. Farmakologi Distribusi: keseluruh jaringan dan cairan tubuh. karena akan meningkatkan toksisitas obat. Sirosis:1012 jam. maka sebaiknya tidak menggunakan obat. End-stage Gangguan ginjal :3-7 jam. gunakan hanya jika cairan masih jernih. Penyesuaian dosis: jika diketahui menderita kerusakan hepar.DOSIS DEWASA: 50-100 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam. Efek Samping Tiga efek samping terbesar yang diakibatkan oleh kloramfenikol antara lain : 1. T½ eliminasi: fungsi ginjal normal: 1. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap kloramfenikol atau terhadap komponen lain dalam obat. Stabilitas Penyimpanan Simpan obat pada suhu kamar. dalam cairan serebrospinal : normal meningitis 66%.3 jam. kloramphenikol sodium suksinat dihidrolisa dengan mekanisme esterisasi sehingga menjadi bentuk aktif. Eksresi: urin (5-15%).M. Anemia aplastik. meningitis inflamasi >66%. Ikatan protein: 60% Metabolisme: utamanya melalui hati (90%) menjadi metabolit tidak aktif dengan melalui mekanisme glukoronidasi. sebuah reaksi idiosikratik yang dapat terjadi dari manapun rute pemberian .

Dermatologi : Angioderma. muntah. Efek samping lainya : SSP : Bingung. Interaksi . . dan antikoagulan oral. mata gelap (delirium). Menurunkan efek: fenobarbital dan rifampisin kemungkinan menurunkan efeknya. depresi. Anemia dan neutropenia kemungkinan akan terjadi pada minggu pertama penggunaan obat. biasanya terjadi 3 minggu sampai 12 bulan setelah pemberian obat. Meningkatkan efek toksis: kloramfenikol meningkatkan efek dari klopropramid. stomatitis.Dengan Obat Lain : Sitokrom P450: menghambat CYP2C8/9 (penggunaan mingguan). ruam. ini terjadi jika kadar serum darah >25 mcg/mL dan bersifat reversible ketika kloramfenikol dihentikan. Bone marrow suppresión. 2. Gray síndrome ini ditandai dengan collapse. depresi myokardial. sakit kepala. fever. glossitis. koma dan kematian. 3A4 (penggunaan mingguan). Ocular : optic neuritis. kemungkinan diakibatkan oleh akumulasi obat dalam darah akibat adanya kerusakan pada hati dan ginjal pasien.obat. asidosis.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. urtikaria. Dalam penelitian sampel hewan uji terdapat embriotoksik dan teratogenik. Lain-lain : Anaphilaksis.Dengan Makanan : Kemungkinan akan menurunkan absorbsi obat pada intestinal Pengaruh . Gastrointestinal : diare. . 3. Ini dapat terjadi jika kadar konsentrasi darah > 50 mcg/mL. reaksi hipersensitifitas. sianosis. tapi ini belum cukup terbukti dalam penelitian selanjutnya. mual. fenitoin. enterokolitis.

AAP tidak merokomendasikan . liver dan ginjal. Trombosis) Liver (SGPT. Kejadian serius hingga fatal berupa dyscrasias akibat penggunaan jangka pendek maupun panjang termasuk juga melalui penggunaan topikal. Parameter Monitoring CBC (Hb. Kapsul. Hati – hati jika digunakan pada pasien defisiensi glucosa 6-phosfat dehidrogenase.Terhadap Ibu Menyusui : Dapat di ekresikan kedalam air susu ibu.. .Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan lebih dari 2 minggu Dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium : CBC. Serbuk Suspensi Oral Peringatan Hati – hati jika digunakan pada pasien yang tenderita gangguan hepar dan gagal ginjal. AAP tidak merekomendasikan. Penggunaan pada bayi dapat mengakibatkan gray baby síndrome yang dapat berakibat fatal. maka sebaiknya kloramfenikol digunakan dalam dosis . SGOT) Renal (BUN. ClCr) Bentuk Sediaan Injeksi. Kurangi dosis jika digunakan pada pasien penyakit hati. Penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan suprainfeksi. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi.Terhadap Anak-anak : Dapat menyebabkan gray baby síndrome.

harap menghubungi apoteker.Nama & Struktur Kimia .id/index.Sifat Fisikokimia . Evaluasi jika timbul tanda munculnya ESO obat. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat.tasikmalayakota.8. C19H15NaO4 Serbuk higroskopik berwarna putih. Memonitor kepatuhan pasien dalam menggunakan obat.go. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). 2005 Farmakope Indonesia IV.dan rentang waktu yang telah ditetapkan.2 . seperti mual.3 . AHFS DRUG.Keterangan : : Na-2-oxo-3[(1 RS)-3-oxo-1-phenylbutyl]2H-1-benzopiran-4-olate. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. sangat sedikit larut dalam diklorometan. Mekanisme Aksi Secara reversibel berikatan dengan 50S subunit ribosom pada organisme yang sensitif untuk menghambat terjadinya mekanisme transfer asam amino yang dibutuhkan untuk pembentukan rantai peptida. (DIH). Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. : Larutan 1% dalam air mempunyai pH : 7. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. diare atau respon hipersensitivitas.php/informasi-obat/389-tiamfenikol. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. 1995.html Warfarin Deskripsi . Daftar Pustaka Drug information hand book. sehingga hal ini akan menghambat sintesis protein sel bakteri. maka harap menghubungi dokter. http://dinkes. Sangat mudah larut dalam alkohol dan larut dalam aseton. 2006.

risiko pendarahan). Awali dengan dosis 5-10 mg/hari.0. bayi < 12 bulan memerlukan dosis sama dengan atau mendekati rentang ini. pasien lanjut usia. antikoagulasi konsisten akan sulit untuk dipertahankan pada anak< 5 tahun. status nutrisi. dosis pemeliharaan biasanya 2-10 mg setiap hari (mungkin diperlukan dosis loading dan pemeliharaan di luar pedoman ini). gagal jantung kongestif. embolism pulmonari dan disorder thromboembolik.Warfarin Eisai . Dosis awal yang lebih tinggi dapat diberikan untuk pasien tertentu (misalnya pasien yang menerima agen penginduksi enzim). Dosis awal yang lebih rendah diperlukan pasien dengan gangguan fungsi hati.05 . Dosis. fungsi kardiak.Golongan/Kelas Terapi Obat Yang mempengaruhi darah Nama Dagang . terapi lanjutan.34 mg/kg/hari. atrial fibrilasi dengan risiko embolism dan sebagai tambahan pada profilaksis embolism sistemik setelah infark miokardiak. risiko pendarahan dan pasien yang lemah kondisinya. Durasi 2-5 hari Absorpsi : cepat . Dewasa : dosis awal tergantung individu (pertimbangkan pasien dengan gangguan fungsi hati. gizi buruk. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral dan anak : 0.Simarc 2 Indikasi Profilaksis dan terapi thrombosis vena. Farmakologi Onset kerja : antikoagulan oral : 36-72 jam.

agranulositosis. parethesia. anoreksia. perikarditis atau efusi perikardial. sediaan stabil selama 4 jam pada suhu kamar. gangguan rasa. syok hemoragi. Efek Samping Antikoagulan. anestesia blok lumbar regional atau operasi besar lainnya. pasien tidak patuh. hemoragi serebrovaskular. trombositopenia purpura. mual. antifungi . sakit abdominal. demam. muntah. luka pada hati. urtikaria. riwayat pendarahan diastesis. asthenia. visceral carcinoma. rash. pendarahan pada kolon. ulkus mulut. malaise. androgen. poliartritis. eklampsia dan pre-eklampsia. diare. vasculitis.edema. Inhibit : CYP2C8/9 (sedang). kram perut. setelah punktur spinal dan diagnostik lain atau prosedur terapi untuk pendarahan signifikan. hematuria. jaundice. hematoma retroperitonial. penyakit hepatik parah. kehamilan. Setelah direkonstitusi dengan 2. 3A4 (minor). endokarditis bakteri sub akut. 2C19 (minor). flatulens. bervariasi antar individu. rata-rata 40 jam. 2C8/9 (mayor). pusing. leukemia. Meningkatkan efek/toksisitas : Asetaminofen. hemoragi. pruritus. aborsi. allopurinol. terhindar dari sinar matahari. peningkatan transaminase. leukopenia. prostatektomi.Metabolisme : dihati. sakit kepala. nyeri. pernapasan. pendarahan.7 mL air steril. lethargi. hemofilia. stroke. alopesia. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap warfarin atau komponen lain dalam sediaan. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada tempat kedap udara. 2C19 (lemah). pendarahan intestinal. anuerism. dermatitis. osteoporosis. pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan. operasi mata atau saraf. amiodaron. riwayat nekrosis yang diinduksi warfarin. hipersensitifitas dan reaksi alergi.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450 : Substrat CYP1A2 (minor). Interaksi . hemoragi. hipertensi tidak terkontrol. tempat pendarahan yang tidak diketahui yang dapat diatasi dengan antikoagulasi. T½ eliminasi : 20-60 jam. epitaksis. defisiensi asam askorbat.

merkaptopurin. tigesiklin. hematokrit Bentuk Sediaan . antibiotik kuinolon. . inhibitor CYP2C8/9 (sedang/kuat). hormon kontrasepsi. derivat sulfonamida. E. . glukagon. karbamazepin. leflunomida. produk tiroid. propafenon. barbiturat. voriconazol. Pengaruh . Jus cranberry akan meningkatkan efek warfarin. simetidin. nafsilin. ifosfamida. fluorourasil. efek antikoagulan warfarin akan menurun dengan adanya makanan mengandung vitamin K. derivat rifamisin dan sulfasalazin.(imidazol). zafirlukast dan zilueton. vitamin E meningkatkan efek warfarin.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko : X . fenitoin. glutetimida. fitonadion. flukonazol. azatioprin. etoposida. treprostinil. agen anti thyroid. inhibitor pompa proton (omeperazol). orlistat. Penurunan efek : Aminoglutetimida. bosentan. disulfiram. griseofulvin.antibiotik makrolida. capecitabin. ropirinol. vitamin A. antidepresan trisiklik. derivat tetrasiklin. obat inflamasi non steroid. inhibitor HMG CoA reduktase.Terhadap Ibu Menyusui : Warfarin tidak didistrubusikan ke dalam air susu. aprepitant. hanya metabolitnya yang didistribusikan ke dalam air susu. kuinidin. salisilat. metronidazol. dikloksasilin. inducer CYP2C8/9 (kuat).Dengan Makanan : Hindari penggunaan etanol : etanol menurunkan metabolisme warfarin dan meningkatkan PT.Terhadap Anak-anak : - . propoksifen. sefalosporin. sulfinpirazon. inhibitor COX-2.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Protrombin time (PT).

hipertensi tidak terkontrol. Pergunakan obat ini benar-benar sesuai dengan petunjuk dokter. poliartritis. Selama mempergunakan obat ini jangan minum minuman yang mengandung alkohol. pernapasan. . prostatektomi. hemoragi. defisiensi asam askorbat.Tablet 5 mg Peringatan Hipersensitif terhadap warfarin atau komponen lain dalam sediaan. riwayat pendarahan diastesis. 3. penyakit hepatik parah. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1. 5. pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan. Jangan mempergunakan obat lain selama penggunaan obat ini. IX. perikarditis atau efusi perikardial. 6. hemofilia. kehamilan. hemoragi serebrovaskular. anuerism. pasien tidak patuh. 4. eklampsia dan pre-eklampsia. 7. Jangan dipakai berlebihan tanpa petunjuk dokter karena akan terjadi perdarahan. X) di hati. pendarahan pada kolon. leukemia. Mekanisme Aksi Mempengaruhi sintesis faktor koagulasi yang tergantung vitamin K (II. Sebaiknya dipergunakan obat dari merek yang sama jangan mengganti dengan merek yang lain. pendarahan baik dari mulut. Mintalah petunjuk dan persetujuan dokter bila harus menggunakan obat lain. Lakukan kontrol darah secara teratur karena akan dapat menentukan pemakaian dosis yang tepat. visceral carcinoma. trombositopenia purpura. VII. endokarditis bakteri sub akut. aborsi. hidung ataupun anggota tubuh lainya. Obat ini untuk mencegah pembekuan darah 2. riwayat nekrosis yang diinduksi warfarin. operasi mata atau saraf. Segera ke dokter bila terjadi diare. anestesia blok lumbar regional atau operasi besar lainnya. setelah punktur spinal dan diagnostik lain atau prosedur terapi untuk pendarahan signifikan.

C8H11N5O3 Mengandung tidak kurang dari 98.go. obat tersedia juga : dalam bentuk injeksi dengan bentuk asiklovir natrium dengan bentuk serbuk kristal putih. larut dalam air.id/index. Secara komersial. 2006 http://dinkes.php/informasi-obat/406-warfarin.14th edition.0% C8H11N5O3 dihitung terhadap zat anhidrat.Nama & Struktur Kimia .2 mEq natrium per gram asiklovir.Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Martindale. 2005 Lexi-Comp's Drug Information Handbook . . Maksimum kelarutan obat adalah >100 mg/mL pada air dengan suhu 25°C.html Asiklofir Deskripsi .tasikmalayakota.27 dan 9.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi .Sifat Fisikokimia : 9-[(2-hidroksietoksi)metal]guanine. tetapi pada pH psiologis dan suhu normal tubuh 37°C obat hampir tidak mengalami ionisasi sehingga maksimum kelarutan obat adalah 2. Asiklovir berupa serbuk kristal putih dan mempunyai tingkat kelarutan 2. 34th edition.5 mg/mL. Asiklovir natrium mengandung 4.0% dan tidak lebih dari 101.5 mg/mL dalam air pada suhu 25°C.25. pKa 2.

Virpes .Azovir .Quavir .V: anak: > 12 tahun dan dewasa (immunocompetent).Tyrus . Cara Pemberian dan Lama Pemberian A.Vircella .Zoter .Inavir . Infeksi kronik: 400 mg dua kali/hari atau 200 mg 3-5 kali/hari selama 12 bulan dan diikuti dengan mengevaluasi perkembangan pasien. 400 – 1200 mg/hari dalam 2-3 dosis terbagi juga dapat direkomendasikan. I. herpes zoster (shingles).Vireth . dewasa:dosis awal. HERPES LABIALIS: Topikal: anak >=12 tahun dan dewasa : Cream: digunakan 5 kali/hari selama 4 hari.Vircovir .Clopes .Zumasid Indikasi Untuk pengobatan genital herpes simplek virus (HSV). Dosis.Acifar .Vyrono .Herpiclof . HERPES ZOSTER: Oral: Dewasa: 800 mg setiap 4 jam (5kali/hari) selama 7-10 hari. 2. 3. 1.Zovirax . varicella – zoster (chickenpox). Dosis Berdasarkan Indikasi Obat. GENITAL HSV: I.Virdam .Clovika . dosis disesuaikan dengan menghitung bobot ideal pasien. HSV encephalitis. neonatal HSV.Clinovir .Poviral . Oral:Anak: dosis awal: 40-80 mg/kg/hari terbagi dalam 3-4 dosis terbagi untuk 5-10 hari (maksimum 1 g/hari. dosis permulaan.Virpes Cream .V : anak < 12 tahun.Dumophar . Note: Pada pasien Obesitas.Nama Dagang . HSV pada pasien immunokompromise.Topikal. kronis:80mg/kg/hari dalam 3 dosis terbagi (maksimum 1g/hari) dievaluasi setelah 12 bulan pengobatan Dewasa: dosis awal dan recurrence : 200 mg set.Scanovir . gawat:5mg/kg setiap 8 jam untuk 5-7 hari.20mg/kg/dosis setiap 8 jam selama 7 hari.Matrovir . .Virtaz .Anak>=12 tahun dan dewasa 10 mg/kg/dosis atau 500 mg/m²/dosis setiap 8 jam selama 7 hari.Danovir . herpes labialis (cold sores). oleskan pada permukaan.

73 m²: Pemberian dosis normal: 200 mg setiap 4 jam. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung.Anak <1 tahun: 10 mg/kg/dosis setiap 8 jam untuk 7-10 hari. CSF) Ikatan protein: 9-33%. dalam serum: antara 1. vagina. Pemberian dosis normal 800 mg setiap 4 jam. Ekskresi: Urin (62-90% sebagian dalam bentuk utuh dan metabolitnya). paru-paru.73 m² : diberikan dosis yang direkomendasikan setiap 12 jam. Dosis Berdasarkan Penyesuaian Fungsi Ginjal Oral:ClCr 10-25 mL/menit/1.Anak >40 kg dan Dewasa: 800 mg/dosis 4 kali/hari selama 5 hari.dapat juga diberikan 800 mg setiap 12 jam. dewasa : 3 jam. tablet: simpan pada suhu kamar.Anak >=1 tahun dan dewasa 1500mg/m²/hari terbagi setiap 8 jam atau 10mg/kg/dosis setiap 8 jam selama 7-10 hari.73 m² : diberikan 50% dari dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam. 4 kali/hari selama 5 hari. T½ (waktu paruh): terminal: bayi. suspensi: simpan pada suhu kamar. ClCr 10-25 mL/menit/1. I.8 L/kg (63. Cream. B.VARICELLA-ZOSTER (chickenpox): Oral: Anak >=2 tahun dan robot <=40 kg: 20 mg/kg/dosis (ditingkatkan sampai 800mg/dosis). T max.5-2 jam. uterus. Stabilitas Penyimpanan Kapsul. hati.ClCr <10 mL/menit/1. Ointment: simpan pada suhu kamar. ClCr <10 mL/menit/1. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung. I. anak-anak 1-12 tahun : 2-3 jam. Injeksi: simpan serbuk obat pada suhu kamar. Farmakologi Absorbsi: oral: 15-30% Distribusi: Vd: 0. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung.V. Bioavailabilitas: oral: 10-20% pada keadaan fungsi ginjal masih normal (bioavailabilitas menurun seiring peningkatan dosis obat). ginjal.4.73 m² : diberikan dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam.V: ClCr 25-50 mL/menit/1. 200 mg setiap 8 jam atau 400 mg setiap 12 jam. 4 jam. Metabolisme: diubah oleh enzim virus menjadi asiklovir monofosfat dan kemudian diubah menjadi difosfat kemudian trifosfat (bentuk aktif) oleh enzim sel.6 L) tersebar luas (otak. Pencampuran: asiklovir 500 mg dengan SWFI 10mL. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) simpan pada tempat kering.73 m2: dosis normal 800 mg setiap 4 jam.dapat diberikan 800 mg setiap 8 jam. dapat juga diberikan 200 mg setiap 12 jam. .

GI : mual dan muntah (7%). alopecia. seizure. desquamation. Hepatic : Dapat meningkatkan hasil pada parameter pemeriksaan laboratorium (1-2%) Local : Inflamasi pada tempat injeksi (plebitis) (9%). gangguan GI.10% : Sistemik Parentral : Dermatologi : Gatal-gatal dengan bintik-bintik merah (hives) (2%). myalgia. bibir kering. 1% . hypotensi.jangan menggunakan air yang bebas bakteri yang terkontaminasi dengan benzil alkohol dan paraben. ataksia. hematuria. fatigue.Dengan Obat Lain : Anti jamur: ampoterisin B melawan efek asiklovir (pseudorabies) jika diberikan secara bersamaan. pruritos. rasa malas. gangguan penglihatan visual. fever. ruam (rash) (2%). Hasil rekonstitusi obat akan dapat bertahan selama 12 jam pada suhu kamar. 1-10% : Dermatologi : Pruritus. diare (2-3%). Efek Samping Sistemik Oral : > 10% : CNS : Malaise (12%) GI : Mual (2-5%). anafilaksis. koma. leukopenia. anemia. hyperbilirubinemia. gatal-gatal (itch) (2%). parestesia. gagal ginjal. erythema multiform. bingung. necrosis jaringan lokal. Satu pencampuran dalam infus dapat digunakan kurang dari 24 jam. sindrom Stevens – Johnson. trombositopenia. agitasi. gagal ginjal akut. peningkatan kreatinin (5-10%). seperti tersengat. jaundice. Untuk infus intravena: dilarutkan dalam cairan dengan konsentrasi <=7mg/ml. angiodema. Interaksi . delirium. itching Bentuk sedíaan lain : < 1%. Kontraindikasi Kontraindikasi buat pasien yang mengalami reaksi hipersensitifitas pada asiklovir dan turunannya. Konsentrai > 10mg/ml dapat meningkatkan potensi terjadinya plebitis. neutropilia. somnolence. Jangan menggunakan hasil pengenceran obat jika terdapat endapan. halusinasi. insomnia. tremor. sakit tenggorokan. rasa terbakar. toksik epidermal nekrolisis. Renal : Peningkatan BUN (5-10%). ketokonazol dan aciclovir mempunyai efek sinergis untuk melawan . dysarthria. diare. intravascular coagulopathy. peripheral edema. lymfadenopati.hepatitis. depresi mental. Nyeri perut. hemolisis. leukocytoclastic vaskulitis. fotosensitisasi. encephalopaty. penurunan konsentrasi. anoreksia. psikosis. Topikal : > 10% : Dermatologi : Nyeri sedang. urticaria. leukositosis. muntah (3%).

leukopenia. karena terjadi penurunan pengeluaran asiklovir lewat ginjal. leukositosis vaskulitis. dapat meningkatkan efek toksis dari asiklovir. Dapat diberikan saat ibu menyusui. Injeksi Peringatan Hati – hati jika diberikan pada pasien dengan keadaan immunocompromi. Krem. tidak menunjukkan efek yang signifikan berpengaruh pada kehamilan. hiperbilirubinemia. Hati – hati untuk pasien lanjut usia. Hematologi : trombositopenia.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B. atau pasien yang mendapatkan obat nefropati lainnya. Interveron: berefek sinergisme terutama untuk mengobati virus herpes tipe 1. tetapi efeknya secara klinis belum diketahui. tetapi pada hewan uji tidak menunjukkan adanya efek teratogenik. Zidavudin: jika diberikan secara bersamaan. Tablet. dan efikasi asiklovir untuk anak dibawah 2 tahun belum diketahui secara pasti. . . anemia. Ointment. . Hasil tes lain : meningkatnya hasil uji fungsi liver. Suspensi. .virus herpes tipe 1 dan 2. trombocytopenia purpura / hemolitic uremia síndrome (TTP/HUS) karena belum banyak informasi yang tersedia.Terhadap Ibu Menyusui : Dari hasil penelitian antara tahun 1984-1999. tetapi dengan pengawasan dan jika benar – benar dibutuhkan.Dengan Makanan : Makanan tidak mengganggu absorbsi asiklovir. .Terhadap Anak-anak : Keamanan. Metotreksat: penggunaan asiklovir IV bersamaan dengan metotreksat harus mendapatkan perhatian. Enzim hati. Serum Kreatinin. gangguan ginjal. Pengaruh . CBC Bentuk Sediaan Kapsul. Probenezid: jika diberikan bersamaan dengan asiklovir t ½ obat dan meningkatkan konsentrasi dari asiklovir. Parameter Monitoring Urinalisis. Obat ini mampu menembus plasenta. BUN.Terhadap Hasil Laboratorium : Renal : meningkatkan nilai BUN dan konsentrasi serum kreatinin.

(DIH). AHFS DRUG.html Epinefrin Deskripsi . Menggunakan obat sesuai jadwal yang telah diberikan jika obat digunakan dengan obat lain yang berpotensi memicu munculnya interaksi obat yang merugikan.tasikmalayakota. Daftar Pustaka Drug information hand book. Mekanisme Aksi Asiklovir diubah menjadi asiklovir monofosfat oleh virus – spesifik timidinekinase. Asiklovir trifosfat kemudian bekerja menghambat sintesis DNA dan replikasi virus dengan cara berkompetisi dengan dioksiguanosis trifosfat pada DNA polimerase virus dan kemudian menyatu kedalam DNA virus. 2006. Lamanya pasien menggunakan obat. 1995.Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Menganjurkan pasien untuk menggunakan obat sesuai yang tertera dalam etiket obat atau sesuai yang telah dianjurkan oleh dokter dan apoteker. serta munculnya gejala – gejala kelainan pada kulit jika obat digunakan untuk penggunaan topikal. 2005 Farmakope Indonesia IV.php/informasi-obat/221-asiklofir. http://dinkes. seperti rasa mual (untuk IV dan oral).go. Mengenali munculnya ESO.id/index. yang kemudian lebih lanjut mengubahnya menjadi asiklovir triphosfat oleh enzim selular lainya. Monitoring Penggunaan Obat Jadwal dan kepatuhan pasien menggunakan obat. Munculnya ESO dan keluhan lain selama pasien menggunakan obat.

000) diikuti 0. bila perlu dapat diulang setelah 20 menit hingga 4-jam (dosis tunggal maksimal: 0. Anak-anak dan bayi : 0. Dewasa : 0.1-0.5 mg).3-0. praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.. Atau. mudah larut dalam : air. dapat diulang bila perlu tiap 10-15 menit untuk anafilaksis. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Injeksi parenteral. 0. atau tiap 20 menit hingga 4 jam untuk asthma.1-1.25 mg IV (diencerkan 1:10. Golongan/Kelas Terapi Antialergi Nama Dagang Indikasi Pengobatan anafilaksis berupa bronkospasme akut atau eksaserbasi asthma yang berat. bila perlu dapat diulang tiap 5-15 menit. C9H23NO3 Epinefrin berbentuk mikrokristalin berwarna putih. Dosis. dan diikuti pemberian infus IV 1-4 mcg/menit. Farmakologi . . Bentuk levorotatori isomer 15X lebih aktif dibanding bentuk dekstrorotatori.1 mg IV pelan-pelan dalam waktu 5-10 menit (diencerkan 1:100.3 mg/m2 SC. sedikit larut dalam etanol.5 mg SC atau IM. Dosis 0. Pada kasus syok yang berat.000) pelan-pelan dalam waktu 5-10 menit.5 mcg/kg/menit infus IV.01 mg/kg atau 0.Keterangan : Epinefrin terdapat dalam kelenjar adrenal atau dapat dibuat secara sintetis.Nama & Struktur Kimia . Obat ini merupakan katekolamin endogen dengan aktivitas pada medula adrenal. harus digunakan rute IV.Sifat Fisikokimia : Epinephrine. Dosis tunggal maksimal 1 mg.

dan sulfat dan derivat hidroksi asam mandelat. Inkompatibel : Ampicillin. diltiazem. phytonadione. potassium chloride. Oksidasi akan mengubah warna larutan menjadi merah . calcium gluconate. inamrinone. D10NS. NS. ranitidine. bupivacaine. nitroglycerin. D51/4NS. Penyimpanan : Epinefrin peka terhadap udara dan cahaya. Kompatibilitas pencampuran : Kompatibel : Amikacin. hydromorphone. D5NS. remifentanil. LR. milrinone. fentanyl. obat dalam sirkulasi mengalami metabolisme di hepar. famotidine. D5W. calcium chloride. D51/2NS. D10W. levofloxacin. Pemberian melalui Y-site : Kompatibel : Atracurium. metaraminol. Inhalasi : 1 menit. labetalol. furosemide. Stabil dalam : dextran 6% dalam dextrose. lorazepam. fentanyl. dobutamine. vecuronium. D5LR. thiopental. pancuronium. mephentermine. furosemide. Inkompatibel : Aminophylline. ranitidine. norepinephrine. verapamil. heparin. midazolam. inkompatibel dengan natrium bikarbonat 5%. jumlah kecil dalam bentuk tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Penyiapan infus IV : Encerkan 1 mg dalam 250 mL D5W atau NS (4 mcg/mL). hydrocortisone sodium succinate. dextran 6% dalam NS. nicardipine. morphine. sodium bicarbonate.Farmakodinamika/Kinetika : Onset : Bronkodilatasi : SC : 5-10 menit. hyaluronidase. vitamin B complex with C. warfarin. cisatracurium. Kecepatan pemberian awal 1 mcg/menit dan naikkan hingga efek yang dikehendaki. propofol. floxacillin. Ekskresi : Urin (sebagai metabolit inaktif metanefrin. Metabolisme : diambil oleh saraf adrenergik dan dimetabolisme oleh monoamine oxidase dan catechol-o-methyltransferase. cimetidine. dobutamine. dopamine.

salmeterol dan terbutalin. Interaksi .Dengan Obat Lain : Karena epinefrin merupakan obat simpatomimetik dengan aksi agonis pada reseptor alfa maupun beta. pallor.Dengan Makanan : Epinefrin tidak digunakan melalui oral . Efek Samping Kardiovaskuler : Angina. infark miokard akut) dilatasi jantung dan aritmia jantung (takikardi). muntah. dopamin. angina.. kronotropik. dan genitalia. . pusing. kontraindikasi mutlak pada syok selain syok anafilaksi. epinefrin kontraindikasi mutlak pada closed-angle glaucoma karena dapat memperparah kondisi ini. ibu jari. penyakit arteri koroner (mis. karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan da/atau gangren atau reksi injeksi setempat di sekitar suntikan. Gangguan kardiovaskuler yang kontraindikasi epinefrin misalnya syok hemoragi. Kontraindikasi Meskipun diindikasikan untuk open-angled glaucoma. ektopi ventrikuler. Jangan digunakan bila terjadi perubahan warna atau terdapat endapan. ritodrin. kematian mendadak. flushing. takikardi (parenteral). metaproterenol. dobutamin. isoproterenol. harus digunakan hati-hati bersama obat simpatomimetik lain karena kemungkinan efek farmakodinamik yang aditif. potensial proaritmia. yang kemungkinan tidak diinginkan.. dan vasoaktivitas) dapat memperparah kondisi ini. hidung. vasokonstriksi. aritmia jantung. Hindari ekstravasasi epinefrin. mual. Gastrointestinal : tenggorokan kering. norepinefrin. insufisiensi pembuluh koroner jantung. xerostomia. Epinefrin. Epinefrin jangan disuntikkan ke dalam jari tangan. terutama bila diberikan IV. hipertensi. sakit kepala. insomnia. peningkatan kebutuhan oksigen miokard. peningkatan kebutuhan oksigen. Efek epinefrin pada kardiovaskuler (mis. Juga hati-hati digunakan pada pasien yang menerima obat-obat seperti: albuterol. nyeri dada. fenilefrin. dapat menyebabkan nekrosis jaringan karena terjadi vasokonstriksi pembuluh kapiler. fenilpropanolamin.jambu kemudian coklat. Genitourinari : Retensi urin akut pada pasien dengan gangguan aliran kandung kemih. SSP : Ansietas. palpitasi. pseudoefedrin.

Bagaimanapun. Ampul 1mg/ml Peringatan Epinefrin dikontraindikasikan pada penyakit serebrovaskuler seperti arteriosklerosis serebral atau 'organic brain syndrome' karena efek simpatomimetik (diduga alfa) pada sistem serebrovaskuler dan potensial perdarahan otak pada penggunaan IV. obat ini dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cara meningkatkan glikogenolisis di hepar. tetap harus hati-hati jika diberikan pada ibu menyusui.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring EKG pada pasien yang mendapat epinefrin IV. Anda mungkin akan mengalami pusing. Segera lapor dokter bila sulit tidur. jadi pemaparannya terbatas. pandangan kabur atau sulit buang air kecil. mengurangi ambilan glukosa oleh jaringan dan menghambat pelepasan insulin dari pankreas. keringat berlebihan. iritasi bronkial atau batuk. PFTs Bentuk Sediaan Injeksi.Pengaruh . Hati-hati penggunaan epinefrin pada pasien hipertensi karena risiko menambah berat penyakit. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Gunakan obat sesuai anjuran. tremor atau lemah.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui apakah epinefrin dikeluarkan melalui ASI. nyeri dada atau palpitasi. . . . Epinefrin kontraindikasi mutlak sewaktu proses kelahiran karena merupakan agonis reseptor beta2. muka kemerahan. epinefrin akan rusak di dalam saluran pencernaan bayi. yang dapat menunda kelahiran.Terhadap Anak-anak : .Terahadap Kehamilan : Klasifikasi kehamilan untuk epinefrin adalah kategori C. 'Hati-hati penggunaan epinefrin pada pasien DM. Secara teori.

dosis kecil berefek vasodilatasi melalui reseptor beta2-vaskuler.php/informasi-obat/251-epinefrin. :- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang .tasikmalayakota. Flufenazin HCl adalah kristal putih/hampir putih tidak berbau. efek samping yang mungkin timbul dan cara mengatasinya.id/index. Kelarutan dalam air 1:4. Daftar Pustaka Lexi-comp http://dinkes. Pantau tanda-tanda vital dan berikan informasi tentang penggunaan obat.Keterangan : : Flufenazina. stimulasi jantung.Nama & Struktur Kimia . Monitoring Penggunaan Obat Kaji penggunaan obat lain yang diminum pasien terhadap kemungkinan interaksi atau mempengaruhi efektivitasnya.Mekanisme Aksi Menstimulasi reseptor alfa-.html Flufenasin Deskripsi .go. beta1-. 2-{4-[3-(2-trifluoromethylphenothiazine10yl)propyl]piperazin-1-yl}. dalam alkohol1:6.7.Sifat Fisikokimia . C22H26F3N3OS. dosis besar menyebabkan konstriksi otot polos vaskuler dan skelet. dan beta2-adrenergik yang berefek relaksasi otot polos bronki. dan dilatasi vaskulatur otot skelet.

masuk ke ASI. Puncak efek : neuroleptik sebagai dekanoat : 48-86 jam. beberapa pasien mungkin membutuhkan peningkatan dosis sampai 40 mg/hari.5 mg setiap 2 minggu. hindari sinar. Larutan dapat diberikan bersama jus buah atau cairan tetapi harus diberikan segera. dispensing dalam botol/vial amber atau buram. Dewasa : psikosis : Oral : 0. Absorbsi oral bervariasi dan tidak teratur. Dekanoat : 12.: 2. im.04 mg/kg/hari. Dekanoat : 163-232 jam.m. Stabilitas Penyimpanan Hindari pembekuan. Dosis. T½ eliminasi HCl : 33 jam. Farmakologi Onset kerja im. Metabolisme di hati.5 mg dekanoat setiap 3 minggu = 10 mg HCl/hari.Indikasi Mengendalikan gangguan psikotik dan shcizofrenia.5-10 mg/hari dibagi dalam beberapa dosis dengan interval 6-8 jam (dosis parenteral 1/3-1/2 dosis oral). Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak : Oral : 0. i. Durasi garam HCl : 6-8 jam. Distribusi : menembus plasenta. Kontraindikasi .. Ekskresi lewat urin sebagai metabolit. 12.: sebagai HCl: sekitar 1 jam.5-10 mg/hari dibagi dalam beberapa dosis dengan interval 6-8 jam. sebagai dekanoat : 24-72 jam. Ikatan protein : 91% dan 99%.

diskinesia tardif. delavirdin. tekanan darah berfluktuasi.Dengan Obat Lain : InhibiCYP2D6 : chlorpromazin. enurisis. amenorea. Saluran cerna : berat badan bertambah. eosinofilia. antihistamin. SSP : parkinsonisme. penyakit hati. asma. paralisis kandung urin. glaukoma. eksim. Pernafasan : kongesti hidung. perubahan pengaturan pusat temperatur tubuh. pansitopenia. kuinidin. mikonazol. pergolid. Darah : agranulositosis. antidepresan siklik. ritonavir. fluoksetin. distonia. hiper/hipotensi. Flufenasin dapat meningkatkan efek/toksisitas antikolinergik. udem. Otot-saraf : tangan gemetar. mimpi aneh. akathisia. kehilangan selera makan. Flufenasin memperkuat efek penekanan terhadap SSP dari analgesik narkotik. diskrasia darah. sindroma lupus eritamatosus. ileus paralitik. penglihatan kabur. rash. Genitourinari : gangguan ejakulasi. Efek Samping KV : takikardia. trombositopenia. hiper refleksia. seborea. ropinirol meningkatkan efek flufenasin. perubahan libido. perubahan EEG. peningkatan prolaktin. kuinin. kejang. gelisah. mengantuk. Mata : retinopati pigmen. sakit kepala. Depresi SSP berat. hepatotoksik. kerusakan otak subkortikal. Interaksi . etanol. paroksetin. perubahan kornea dan lensa. poliuria. spasme muka sebelah. urtikaria. xerostomia. leukopenia. udem laring. nyeri payudara. barbiturat. . udem serebral. fotosensitifitas. pusing. antihipertensif. depresi. eritema. hipnotik-sedatif. koma. aritmia. galaktoria. nontrombositopenik purpura. Kulit : dermatitis. pigmentasi. Hati : cholestatic jaundice. ginekomastia. impotensi. Metabolik & endokrin : perubahan siklus menstruasi. salivasi. Mungkin terjadi reaktivitas silang antara fenotiazin.Hipersensitif terhadap flufenazin atau komponen formulasi lainnya. konstipasi. lelah.

trazodon. Barbiturat. glukosa darah puasa/Hgb A1c. skala normal gerakan yang tidak disadari. . levodopa dan brokriptin. Penggunaan bersama antidepresan trisklik dapt mengubah respons dan meningkatkan toksisitas. Kombinasi dengan kavakava (Piper methysticum). Kombinasi dengan antiaritmia. indeks berat badan. tidak dianjurkan. sparfloksacin dan obat-obat yang memperpanjang interval QT akan dapat meningkatkan resiko aritmia. cisaprid.Terhadap Ibu Menyusui : Masuk ke dalam ASI. Kombinasi denagn metoklopramid akan dapt meningkatkan resiko gejala ekstrapiramidal. gotu kola (Centella asiatica) valerian akan meningkatkan efek penekanan terhadap SSP. Kombinasi flufenasin dengan epinefrin akan dapt menimbulkan hipotensi.Terhadap Anak-anak : Keamanan terhadap anak< 6 tahun belum ditetapkan .Dengan Makanan : Kombinasi dengan dong quai dan St John's wort (Hypericum perforatum) akan meningkatkan efek penekanan terhadap SSP dan dapat menimbulkan fotosensitivitas. status mental. asam valproat. Fenotiasin akan menghambat aktivitas guanetidin.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Gambaran vital : profil lipid.Terhadap Kehamilan : Dicurigai bersifat teratogenik. Pengaruh . gejala ekstrapiramidal. merokok akan dapat meningkatkan metabolisme flufenasin di hati.litium. . pimosid. . flufenasin dan antipsikotik potensi rendah lainnya dapat menghambat efek presor epinefrin. .

tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. . Tablet Sebagai HCl. Hati-hati pada penderita kanker payudara atau tumor yang dependen terhadap prolaktin karena mungkin meningkatkan kadar prolaktin. mental dan kecemasan. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. hati-hati pada pasien dengan penyakit : serebrovaskuler. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. Mungkin mengubah pengaturan temperatur tubuh. Hati-hati penggunaan pada pasien penderita: penyakit Parkinson. hemodinamik tidak stabil. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. kardiovaskuler. Mungkin mengubah hantaran di jantung. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari. Pemberian injeksi depo dapat memperpanjang reaksi yang tidak dikehendaki. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk mengobati gangguan emosi. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain.aritmia yang mengancam jiwa. Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari. segera minum obat bila lupa. 1 mg. 5 mg. 2. Hipotensi dapat terjadi terutama pemberian secara im.5 mg. 10 mg Peringatan Hati-hati digunakan pada gangguan yang menunjukkan depresi SSP karena menimbulkan sedasi.Bentuk Sediaan Injeksi Sebagai Dekanoat. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/menganggu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. predisposisi kejang. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. atau obat yang menimbulkan penyakit-penyakit tersebut karena dapat menimbulkan hipotensi ortostatik. 25 mg/ml. pernafasan. atau menutupi efek toksik obat lain karena efek anti emetik. ginjal. penekanan sumsum tulang. Hati-hati pada penderita yang berresiko menderita pneumonia (misalnya penyakit Alzheimer) karena kemungkinan terjadi dismotil esofagus dan aspirasi. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak.

Martindale:The complete drug reference. menekan Reticular Activating System (RAS) sehingga mempengaruhi metabolisme basal.Keterangan : Fluoxetine HCL. C17H18F3NO..al.HCl : Kristal putih-putih kotor. tonus vasomotor dan emesis Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC. Et. temperatur tubuh.al. Lexicomp 2005.Courage .Nama & Struktur Kimia . Pharmaceuticall Press 2005. Rand http://dinkes.Mekanisme Aksi Memblok reseptor dopaminergik D1 dan D2 di postsinaptik mesolimbik otak. Sedikit larut dalam air :- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang . drug Information handbook international.id/index.USPDI 17th ed.Elizac .php/informasi-obat/262-flufenasin.Loep . Menekan penglepasan hormon hipotalamus dan hipofisa. kesiagaan. Et.html Fluoksetin Deskripsi .Inc. 34th ed.Sifat Fisikokimia .Kalxetin .go. The United States Pharmacopeial Convention.tasikmalayakota. Advice for the patient Drug Information in Lay Language . LacyCF.

6 hari. dosis tunggal atau dibagi dalam 2 dosis. Tmaks 6-8 jam. Metabolit : 9. Sirosis : 7. Stabilitas Penyimpanan Simpan di suhu ruang..Andep Indikasi Gangguan depresi major. dapat ditingkatkan 10-20 mg tiap beberapa minggu.Nopres . dapat ditingkatkan sesudah beberapa minggu sebanyak 20 mg/hari maksimum 80 mg/ hari. jangan diberikan pada malam hari kecuali pasien mengalami sedasi. panik.3 hari. metabolisme di hati menjadi norfluoksetin yang aktivitasnya sebanding dengan fluoksetin.Prozac . Farmakologi Diabsorbsi baik. Dewasa : 20 mg/hari pada pagi hari. Sirosis : 12 hari. premenstrual disporik Dosis. Kronik : 4-6 hari.ZAC . 15-30°C Kontraindikasi . bulimia nervosa. Lamanya T½ memperlama reaksi yang tidak diinginkan walau obat sudah dihentikan. ikatan protein 05%. Orang tua : Awal : 10 mg/hari. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak : Depresi : 8-18 tahun10-20 mg dapat ditingkatkan sampai 20 mg/hari sesudah 1 minggu. Dosis 5-10 mg digunakan untuk awal terapi. ekskresi melalui urin. T½ eliminasi 1-3 hari.

Efek Samping > 10% : SSP : insomnia. tioridasin. Pernafasan : faringitis. gangguan tidur. cemas. SSP : pusing. berfikir abnormal. sakit dada.Hipersensitif terhadap fluoksetin atau komponen-komponen lain formulasi. sinusitis. flatulens. 1-10% : KV : vasodilatasi. Pasien pengguna inhibitor MAO. amnesia. hipertensi. telinga berdenging. Mata : penglihatan abnormal. demam. Endokrin & metabolik : penurunan libido. pruritis. diare. mimpi aneh. Kulit: rash. Kombinasi dengan selegilin menimbulkan mania. isokarboksid) atau inhibitor MAO lainnya (linezolid) sebaiknya tidak diberikan dengan fluoksetin karena menimbulkan reaksi yang fatal. selera makan meningkat . menguap. sakit kepala. emosi labil. konstipasi. Interaksi . somnolens. impoten. tremor. menggigil. mesoridasin. xerostomia. Genitourinari : sering berkemih. muntah. hipertensi atau sindroma seretonin. palpitasi. gejala seperti flu. nervous. agitasi. . Endokrin & metabolik : abnormal ejakulasi. anoreksia. saraf-otot: lemah. Saluran cerna : dispepsia. hemorhage. Tunggu 5 minggu sesudah penghentian fluoksetin sebelum mulai dengan inhibitor MAO atau 2 minggu setelah penghentian inhibitor MAO sebelum mulai dengan fluoksetin.Dengan Obat Lain : Inhibitor MAO non selektif ( fenelzin. saluran cerna: mual. berat badan turun.

oksikodon. fluvoksamin. rifampin. buspiron. hidrokodon. dan inkoordinasi. monitor. mikonazol. delavirdin. meperidin. Kombinasi dengan warfarin dapat meningkatkan respons Pemberian bersama NSAID dan obat yang mempengaruhi pembekuan darah dapat meningkatkan resiko perdarahan. Litium akan dapat diturunkan efeknya oleh fluoksetin. kuinin. furosemid dan torsemid) akan meningkatkan resiko hiponatremia. teofilin. antagonis serotonin. ritonavir. hiperrefleksia. Efek fuoksetin dapat menurun bila dikombinasi dengan karbamasepin. fenobarbital. ritonavir. pergolid. dan inhibitor CYP2C8/9 atau 2D6 lainnya. fenitoin. kava-kava. Tunggu sampai 5 minggu setelah penghentian fluoksetin sebelum mulai dengan tioridasin. ven Kombinasi fluoksetin dengan SSRI dan amfetamin. paroksetin. valerian. Kombinasi dengan diuretik kuat ( bemetanid. trifluoperasin. dan induktor CYP2D6 lainnnya. simpatomimetik. paroksetin. sulfonamid. dekstrometorfan. lidokain. diazepam. . antidepresan trisiklik. Efek fluoksetin dapat ditingkatkan oleh klorpromazin. ropinirol. St John's wort. Siproheptadin dapat menghambat efek serotonin reuptake inhibitor. Fluoksetin dapat meningkatkan efek aminofilin. kuinidin.Fluoksetindapat menghambat metabolisme tioridasin atau mesoridasin sehingga dapat mengakibatkan resiko perpanjangan interval QT yang bisa menimbulkan aritmia fatal. propranolol. Kombinasi dengan sumatripan dan antagonis serotonin lainnya dapat menimbulkan toksisitas.(sumatripan). fluoksetin. fenotoin. tioridasin. Kombinasi dengan litium akan menimbulkan resiko neurotoksik dan peningkatan serum litium. gotu kola dapat meningkatkan efek depresi SSP. meksiletin. lemah. NSAID. tramadol. ritonafir. Fluoksetin dapat menurunkan efek kodein.Dengan Makanan : Etanol. tramadol mungkin akan meningkatkan resiko sindroma serotonin. risperidon. . nefazodon. beta bloker tertentu.

. tablet 20 mg Peringatan Reaksi berat akibat penggunaan dengan inhibitor MAO : sindroma serotonin (hipertermia. turunkan perlahan sampai kemudian dihentikan pada trimester III. Hindari pemberian bila terpaksa diberikan.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Status mental terhadap depresi. 20 mg. tidur Bentuk Sediaan Kapsul 10 mg. hindari penggunaan monoterapi. reaksi anafilaktik. laringospasme.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C Dicurigai bersifat teratogenik.Terhadap Anak-anak : - . Dapat menimbulkan mania/hipomania pada pasien bipolar. hipo/hipertoni. penyakit inflamasi pulmonal.Pengaruh . muntah. tremor. sulit minum/menyusu. serangan panik. kejang. ide bunuh diri. Penggunaan pada pasien yang gagal ginjal atau . Kemungkinan munculnya keinginan bunuh diri harus diwaspadai. agitasi. Efek non teragenik yang dilaporkan muncul pada pemberian di trimester III adalah : distres pernafasan. tidak stabil) Aritmia ventrikel yang dapat menimbulkan torsade de pointes dan kematian bila dikombinasi dengan tioridasin. menangis. hiperrefleksia.Terhadap Ibu Menyusui : Masuk ke dalam ASI. mania. kecemasan. gelisah. otot kaku. hipoglikemi. temperatur tubuh tidak stabil. tidak dianjurkan. Waspadai kejang dan kerusakan otak. Kegagalan kognitif dan gangguan motorik yang timbul harus diwaspadai pada pengemudi atau operator mesin. sindroma seperti lupus. apnu. akatisia (gelisah tidak dapat duduk tenang). . Fluoksetin dikaitkan secara nyata dengan timbulnya rash dan alergi termasuk vaskulitis. fungsi sosial. sianosis.

Pharmaceuticall Press 2005.hati tidak berfungsi serta pada orang tua. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. Waspadai gangguan fungsi seks akibat penggunaan. hentikan penggunaan bertahap. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk terapi depresi mental dan hanya diberikan dengan resep dokter. Mekanisme Aksi Menghambat reuptake serotonin di SSP.al. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/menggangu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. Beberapa bukti menunjukkan bahwa penggunaan obat ini dapat menimbulkan keinginan bunuh diri. agitasi. tidak menghambat atau hambatan minimal terhadap reuptake norepinefrin dan dopamin. Et. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak.. histamin dan kholinergik. bingung. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari. . waspadai tetap berlangsungnya reaksi yang tidak diinginkan walau terapi sudah dihentikan. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC. hipomania. Waspadai penggunaan kombinasi dengan antikoagulan. Tidak berikatan dengan reseptor alfa adrenergik. tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. segera minum obat bila lupa. Karena panjangnya waktu paruh. Waspadai gejala putus obat yang tiba-tiba : gelisah. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. diskusikan hal ini dengan dokter. Martindale:The complete drug reference. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. 34th ed. insomnia.

drug Information handbook international.html HCT Deskripsi . Et.LacyCF.php/informasi-obat/264-fluoksetin. .1 dioxide. :- Golongan/Kelas Terapi Diuretik Nama Dagang Indikasi Penanganan hipertensi ringan sampai sedang. sangat sedikit larut dalam air.tasikmalayakota. larut sebagian dalam alkohol. C7H8ClN3O4S2 Serbuk kristal berwarna putih atau hampir putih. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral (efek obat dapat diturunkan setelah digunakan setiap hari) Anak-anak : < 6 bulan : 2-3 mg.4 benzothiadizine-7-sulphonamide-1. edema pada gagal jantung kongestif dan sindrom nefrotik.Keterangan : : 6-chloro-3.2.id/index. Rand http://dinkes.Nama & Struktur Kimia . The United States Pharmacopeial Convention. Advice for the patient Drug Information in Lay Language . Dosis.Inc. larut dalam aseton.Sifat Fisikokimia .kg/hari dalam dua dosis terbagi.go.USPDI 17th ed.4 dihydro-2-H-1.al. Lexicomp 2005.

Obat ini bekerja senergistik dengan obat anti-hipertensi lainnya. Onset kerja : diuresis:~2.8 jam. Obat ini dapat diabsorpsi dengan baik melalui saluran cerna. peningkatan respon minimal dan gangguan elektrolit lainnya harus dipantau setelah > 50 mg/hari.6-14.5 -50 mg/hari. Penyesuaian dosis pada gangguan ginjal.> 6 bulan : 2 mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi.8-7. Efek puncak : 4-6 jam. Ikatan protein : 68%. Farmakologi Hidroklorotiazida adalah diuretik tiazida. Pasien lanjut usia : 12.8 L/kg. maksimum 200 mg/hari.25 mg sekali sehari.5 . T½ eliminasi : 5. Bioavailabilitas : 50%-80%. yang meningkatkan ekskresi natrium.sehingga dapat menurunkan tekanan darah pada kasus hipertensi. Stabilitas Penyimpanan Disimpan ditempat yang kedap udara Kontraindikasi . Dewasa : Edema : 25-100 mg/hari dalam 1-2 dosis. dan dalam 3-6 jam dieksresikan melalui ginjal. klorida dan sejumlah air. juga menyebabkan vosodilatasi pembuluh darah arteriol. Clcr < 10 mL/menit : jangan menggunakan hidroklorotiazida. Hipertensi : 12. Distribusi 3. Tidak mengalami metabolisme. Umumnya efek tampak setelah satu jam. Eksresi : melalui urin sebagai obat tidak berubah. Durasi 6-18 jam. Hidroklorotiazida selain berefek sebagai diuretik.

Efek hipoglikemia dapat diturunkan. gunakan dengan . Hindari efedra.Diabetus mellitus. Toksisitas lithium dapat jika tiazida meningkatkan ekskresi ginjal litium. dan kemungkinan hipersensitivitas terhadap golongan obat ini. anoreksia.Dengan Obat Lain : Peningkatan efek hidroklorotiazida dengan furosemida dan diuretik loop. menurunkan efek diuretik dan antihipertensi. tekanan pada epigastrik. fotosensitivitas. Hindari dong quai untuk penanganan hipertensi (karena mempunyai aktifitas estrogen). tekanan pada pernapasan. anemia aplastik.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko : B . anemia hemolitik. Efek Samping Hipotensi ortostatik.Terhadap Ibu Menyusui : Hidroklorotiazida didistribusikan ke air susu. pneumonitis eosinofilik.Dengan Makanan : Makanan dapat mengurangi absorpsi hidroklorotiazida. Antiinflamasi non steroid dapat mengurangi efikasi tiazida. alopsia. hipotensi. Peningkatan hipotensi dan/atau efek samping pada ginjal dari inhibitor ACE akan menghasilkan diuresis berat pada pasien/ Beta bloker meningkatkan efek hiperglikemia dari tiazida pada diabetes mellitus tipe 2. ginseng dan yohimbe. miokarditis. Pengaruh . reaksi alergi (reaksi anafilaktik yang membahayakan hidup). sindrom Stevens-Johnson. Siklosporin dan tiazida akan meningkatkan risiko gout atau toksisitas ginjal. . Toksisitas digoksin dapat meningkat jika tiazida menginduksi hipokalemia atau hipomagnesemia. Tiazida dapat memperpanjang durasi pada penggunaan bloking neuromuskular. Penurunan absorpsi oleh kolestiramin dan kolestipol. hipokalemia. eritema multiforma. trombositopenia dan nekrolisis epidermal toksik. dermatitis eksfoliatif. < 1% : agranulositosis. gangguan fungsi hati. Interaksi .

hindari jika pernah terjadi reaksi alergi sebelumnya Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1. Hati-hati pada pasien diabetes. dapat mengalami perubahan pada kontrol glukosa. Gangguan elektrolit (hipokalemia. Gout dapat terjadi pada pasien dengan riwayat gout.gagal jantung kronik. glukosa. Jangan dihentikan walaupun telah merasa . alkalosis hipokloremik. kolesterol. Hilangkan hipokalemia sebelum memulai terapi. hiponatremia) dapat terjadi. Dapat memperparah lupus eritematosus atau mencetuskannya. blood urea nitrogen dan kreatinin. Gunakan dengan perhatian pada pasien dengan konsentrasi kolesterol menengah sampai tinggi. magnesium dan kalium.Terhadap Anak-anak : - . sulfonilurea. penurunan klorida.perhatian . Fotosensitivitas dapat terjadi.Terhadap Hasil Laboratorium : Meningkatkan kreatinin fosfokinase. inhibitor karbonik anhidrase. peningkatan asam. Ada kemiripan sifat kimia antara sulfonamid. klorida. elektrolit serum. Obat dimakan secara teratur sesuai petunjuk dokter. Penggunaan pada pasien alergi terhadap sulfonamid dikontraindikasikan. Parameter Monitoring Periksa cairan tubuh. kalsium. tiazida dan diuretik loop (kecuali asam etakrinat). amilase. Gunakan dengan perhatian pada pasien dengan gangguan hati: ensefalopati hati dapat terjadi akibat gangguan elektrolit. tekanan darah. Bentuk Sediaan Tablet 25 mg Peringatan Hindari penggunaan hidroklorotiazida pada penyakit ginjal parah. amonia. Dapat terjadi reaksi hipersensitifitas.

id/index. 2. Sungguhpun demikian jangan menambah jumlah obat bila obat telah habis selalu melalui resep dokter. akibatnya ekskresi natrium dan air meningkat Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Martindale. Hubungi dokter bila timbul diare. 7. 8. Misalnya sewaktu mau bangun tidur sebaiknya duduk dulu dipinggiran tempat tidur sambil kaki dibiarkan tergantung ke bawah selama beberapa menit. Obat ini kemungkinan akan menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Segeralah duduk kembali atau berbaring bila timbul rasa pusing. Kemungkinan akan menjalani pengobatan dalam jangka waktu lama. 6. Bila timbul lendir pada hidung. Mekanisme Aksi Inhibisi rearbsorpsi pada tubulus ginjal. 3. minum alkohol. 5.sembuh. Jangan mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin.tasikmalayakota. Obat ini bisa menimbulkan rasa pusing dan kelelahan bila mengerjakan sesuatu. 34th edition. atau bangun dari tempat tidur secara terburu-buru. 2005 http://dinkes. Tekanan darah tinggi adalah penyakit kronis. karena tidur anda akan terganggu karena akan sering buang air kecil. Jika mungkin jangan makan obat ini menjelang tidur. Kunyalah permen karet (non gula) untuk menghilangkan rasa kekeringan pada mulut. bawalah ke dokter. jangan mengobati diri sendiri. berdiri cukup lama.html .php/informasi-obat/276-hct. Hubungi dokter bila timbul rasa kelelahan pada otot atau rasa nyeri mendadak pada persendian . Obat dimakan bersamaan dengan makanan lain atau dengan susu. 10. merubah tubuh secara mendadak. Jauhkan dari jangkauan anak.go. 4. 9.

Karbamazepin Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : 5H-Dibenz[b1flazepina-5-karboksamida]. Pemerian : Serbuk putih sampai hampir putih. Kelarutan: Praktis tidak : larut dalam air; larut dalam etanol dan aseton (farmakope Indonesia ed.IV) - Keterangan :-

Golongan/Kelas Terapi Antikonvulsi

Nama Dagang - Bamgetol - Teril - Cetazep - Karbamazepin (Generik) - Suppositoria - Tegretol

Indikasi Epilepsi semua jenis,kecuali petit mal, neuralgia trigeminus; propilaksis pada manik depresif. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Penanganan Seizure : Dosis untuk dewasa dan anak di atas 12 tahun adalah 200 mg 2 kali sehari atau 100 mg ), 4 kali sehari. Dosis dinaikkan sampai 200 mg, 3-4 kali sehari. Dosis untuk anak 6-12 tahun adalah 100 mg, 2 kali sehari atau 50 mg, 4 kali sehari. Dosis untuk anak di bawah 6 tahun adalah 10-20 mg/kg berat badan dalam 2-3 dosis terbagi. Penanganan neuralgia trigeminus : Dosis awal 100 mg, 2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 200 mg setiap hari dengan

peningkatan 100 mg setiap 12 jam untuk tablet atau peningkatan 50 mg, 4 kali sehari sampai rasa sakit hilang.(AHFS Drugs Information p.2144) Farmakologi Aksi farmakologi dari karbamazepin secara kualitatif mirip dengan antikonvulsan derivat hidantoin. Aktifitas antikonvulsan dari karbamazepin, seperti fenitoin, pada dasarnya dengan membatasi hantaran seizure dengan mengurangi potensiasi posttetanic (PTP) transmisi sinaps. Karbamazepin menghilangkan nyeri pada neuralgia trigeminal dengan mengurangi transmisi sinap di dalam nukleus trigeminal. Karbamazepin juga mempunyai efek sedatif, antikolinergik, antidepresan, relaksasi otot, antiaritmia, antidiuretik, dan aksi penghambatan transmisi neuromuskular. Karbamazepin hanya mempunyai efek analgesik ringan. (AHFS Drugs Information p. 2139). Stabilitas Penyimpanan Tablet karbamazepin, tablet lepas-lambat dan tablet kunyah harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat, tidak tembus cahaya dan pada temperatur tidak lebih dari 30°C (AHFS Drugs Information p. 2139) Kontraindikasi Hipersensitif terhadap karbamazepin, antidepresan trisiklik, atau komponen sediaan; depresi sumsum tulang belakang; (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. 269) Efek Samping Biasanya dihubungkan dengan hipermagnesemia, mual, muntah, haus, flushing kulit, hipotensi, aritmia, koma, depresi nafas, ngantuk, bingung, hilang refleks tendon, lemah otot, kolik dan diare pada pemberian oral. Interaksi

- Dengan Obat Lain : Alkohol : Efek samping SSP dari Karbamazepin mungkin ditingkatkan. Analgetik : dekstropropoksifen menaikkan efek karbamazepin; khasiat tramadol diturunkan oleh

karbamazepin Antibakteri : metabolisme doksisiklin dipercepat (mengurangi efek); kadar plasma karbamazepin ditingkatkan oleh klaritromisin, eritromisin dan isoniazid (hepatoksisitas isoniazid mungkin juga meningkat) Antikoagulan : metabolisme nikumalon dan warfarin dipercepat (mengurangi efek antikoagulan) Antidepresan : antagonisme efek antikonvulsan (ambang kejang diturunkan); kadar plasma karbamazepin ditingkatkan oleh fluoksetin, fluvoksamin, dan viloksazin; metabolisme mianserin dan trisiklik dipercepat (menurunkan kadar plasma); disarankan untuk menghindari pemakaian bersama MAOI atau dalam waktu 2 minggu setelah MAOI Antiepileptika lain : pemberian bersama dua atau lebih obat antiepileptika dapat meningkatkan toksisitas tanpa diiringi peningkatan dalam efek antiepilepsi; selain itu interaksi antara masingmasing obat antiepilepsi mempersulit pemantauan pengobatan;interaksi termasuk peningkatan efek, peningkatan sedasi, dan penurunan kadar plasma Antimalaria : klorokuin dan meflokuin melawan efek antikonvulsan Antipsikotik : antagonisme efek antikonvulsan (ambang kejang menurun); metabolisme haloperidol, olansapin dan sertindol dipercepat (menurunkan kadar plasma) Antivirus : lihat Ritonavir Antagonis-Kalsium : diltiazem dan dan verapamil menaikkan efek karbamazepin; efek felodopin, isradipin dan mungkin nikardipin dan nifedipin dikurangi. Glikosida jantung : hanya metabolisme digitoksin yang dipercepat (mengurangi efek) Kortikosteroid : metabolisme dipercepat (menurunkan efek) Siklosporin : metabolisme dipercepat (menurunkan kadar plasma siklosporin) Diuretik : meningkatkan risiko hipoatremia Antgonisme Hormon : danazol menghambat metabolisme karbamazepin (meningkatkan efek); metabolisme toremifen mungkin dipercepat Litium : dapat terjadi neurotoksisitas tanpa meningkatkan kadar plasma litium Relaksan otot : efek relaksan otot non-depolarizing dilawan (kepulihan dari blok neuromuskular

(Lexi-Comps Drug Information Handbook p. 270) Pengaruh . 2158) .Dengan Makanan : Kadar karbamazepin dalam darah dapat meningkat bila diberikan dengan jus grapefruit. Dapat menembus plasenta. . .dipercepat) Estrogen dan Progesteron : karbamazepin mempercepat metabolisme kontrasepsi oral (menurunkan efek konrasepsi) Retinoid : Kadar plasma mungkin diturunkan oleh isotretinoin Teofilin : metabolisme teofilin dipercepat (mengurangi efek) Tiroksin : metabolisme teofilin dipercepat (dapat meningkatkan kebutuhan akan tiroksin pada hipotiroidisme) Obat-obat Antiulkus : metabolisme dihambat oleh simetidin (menaikkan kadar plasma karbamazepin) Vitamin : karbamazepin mungkin menaikkan kebutuhan vitamin D (IONI. hindari digunakan bersama-sama. hal 487).Terhadap Ibu Menyusui : Terdistribusi dalam air susu ibu / tidak direkomendasikan.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko D : Ada bukti positif risiko kematian janin. (AHFS Drugs Information p. tetapi jika manfaat pemberian melebihi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap ibu hamil maka dapat digunakan (mis : jika obat dibutuhkan pada keadaan yang mengancam jiwa atau untuk penyakit yang serius dan tidak ada obat lain yang lebih aman untuk digunakan.

bilirubin. 250 mg. riwayat penyakit jantung. kadar karbamazepin dalam serum. urinalisis. retikulosit. tes fungsi tiroid. amati pasien yang mengalami sedasi yang berlebih. ALT. . pemeriksaan mata (refleks pupil). meningkatkan BUN.Terhadap Hasil Laboratorium : Dapat berinteraksi dengan beberapa tes kehamilan. glaukoma. BUN. hindari pemutusan obat mendadak. (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. kadar natrium dalam serum. alkalin fosfatase. T4 dan natrium. kadar besi dalam darah. antidiuretik. riwayat reaksi hematologik terhadap obat lain.. T3. antimanic. karbamazepin mempunyai efek sebagai antikolinergik. menyususi. menurunkan kalsium. Menekan aktifitas ventralis nukleus pada talamus atau menurunkan transmisi sinaptik atau menurunkan jumlah stimulasi temporal yang menyebabkan neural discharge dengan cara membatasi influks ion natrium yang menembus membran sel atau mekanisme lain yang belum diketahui. antineuralgik. antidepresif dan antiaritmia. Sirup Peringatan Gangguan hati atau gangguan ginjal. terutama saat dosis dinaikkan. pelemas otot. panel lipid. AST. Tablet Lepas Lambat. tes fungsi hati. 271) Bentuk Sediaan Tablet 125 mg. Tablet Kunyah. (IONI hal 154) Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mekanisme Aksi Selain sebagai antikonvulsan.Terhadap Anak-anak : - . Parameter Monitoring CBC dengan hitung platelet. hamil.

C16H19CIN2 Klorfeniramin berbentuk kristal putih tidak berbau.id/index.menstimulasi pelepasan ADH dan berpotensi meningkatkan kemampuan ADH untuk mereabsorpsi air.php/informasi-obat/288-karbamazepin.Pehachlor .Sifat Fisikokimia : Chlorpheniramine.Orphen . sukar larut dalam eter dan dalam benzena. larut dalam etanol dan dalam kloroform. .Cohistan . Mudah larut dalam : air. memiliki aktivitas 2X lipat dibanding klorfeniramin berbentuk rasematnya.Keterangan Klorfeniramin merupakan antihistamin derivat propilamin. secara kimia terkait dengan antidepresan trisiklik.Nama & Struktur Kimia .tasikmalayakota. Golongan/Kelas Terapi Antialergi Nama Dagang .go. (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. 270) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI BNF AHFS http://dinkes. : Deksklorfeniramin maleat merupakan bentuk dextro isomer.html Klorpheniramin Deskripsi .CTM .

Metabolisme klorfeniramin sangat luas dan cepat. Pasien usila lebih sensitif terhadap efek antikolinergik. T½ plasma antara 2-4 jam. Hindari penggunaan pada bayi prematur atau baru lahir karena kemungkinan . obstruksi pyloroduodenal. Kecepatan ekskresi tergantung pada pH urin dan aliran urin. N-dealkilasi akan mendapatkan beberapa metabolit.. T½ dapat memanjang hingga 280-330 jam. kemudian dalam hati dan dapat mengalami kejenuhan. Ikatan protein mendekati 72%. hingga 12 mg/hr. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap klorfeniramin maleat atau komponen lain dalam formulasi. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada suhu kamar. Durasi aksi antara 4-8 jam. sewaktu terjadi serangan asma akut. Usia lajut : Mulai dengan dosis serendah mungkin. antara 15 -30°C. Pada pasien gagal ginjal dengan hemodialisa. yang diekskresikan dalam urin. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dewasa dan remaja : Dosis oral : Dosis yang disarankan adalah 4 mg tiap 4-6 jam. menurun bila pH naik dan aliran urin berkurang. glukoma sudut sempit. hingga 24 mg/hari. Buang obat jika sudah melampaui waktu kadaluwarsa. ulkus peptik. T½ pada dewasa sehat dan anak-anak masingmasing adalah 20-24 jam dan 10-13 jam. Anak-anak 6-12 tahun: Dosis yang disarankan adalah 2 mg setiap 4-6 jam.gejala hipertrofi prostat.Chlorphenon Indikasi Rinitis alergi dan gejala alergi lain termasuk urtikaria Dosis. tetapi T½ eliminasi bervariasi tergantung umur. sama dengan induknya. dengan Cmax sekitar 2 jam dan efek terapi maksimal sekitar 6 jam. Farmakologi Onset klorfeniramin sekitar 30-60 menit. Tutup wadah rapat-rapat setelah digunakan. Anak-anak umur 2-5 tahun: Dosis yang disarankan adalah 1 mg setiap 4-6 jam maksimal 4 mg/hari. pertama dalam mukosa lambung. Klorfeniramin terdistribusi luas pada jaringan dan cairan tubuh dan dapat menembus plasenta serta diekskresikan melalui ASI.

doksisiklin. pusing. Ginjal : Poliuria. Otot : Artralgia. Etanol/Nutrisi/Herbal. lemas. klaritromisin.Dengan Makanan : Makanan : memperlambat absorpsi tetapi tidak mengurangi bioavailabilitasnya. fenotiasin. Contoh obat ini meliputi antifungi azole. Pernapasan : Faringitis Interaksi . Etanol : Hindari penggunaan etanol (dapat meningkatkan depresi SSP). dan verapamil. . meningkatkan berat badan. Penghambat CYP3A4 : Dapat meningkatkan kadar klorfeniramin. isoniazid. rasa lelah.10% : Susunan saraf pusat : Sakit kepala.Dengan Obat Lain : Substrat CYP2D6 (minor). diarea. imatinib. propofol. antidepresan trisiklik. penghambat protease. 3A4 (major) . sakit perut. meningkatkan nafsu makan. quinidin. diklofenak. Penghambat CYP2D6 (lemah). eksitabilitas. Meningkatkan toksisitas (depresi SSP): depresan SSP. Saluran pernapasan : mengentalkan sekresi bronkial 1% . nikardipin. Gastrointestinal : Mual. xerostomia. Penghambat MAO. . eritromisin. Genitourinaria : Retensi urinar. Mata : Diplopia. nefazodon. Efek Samping > 10% : Susunan saraf pusat : mengantuk.mengalami SIDS.

Disarankan metode non farmakologi seperti banyak minum dan istirahat bila muncul gejala flu atau alergi selama kehamilan.Terhadap Hasil Laboratorium : Tidak diperlukan pemantauan laboratorium Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet Peringatan . atau rewel. antihistamin dapat menstimulasi paradoksikal SSP. tidak disarankan penggunaan obat ini pada 2 minggu menjelang kelahiran karena potensial terjadinya retrolental fibroplasia pada bayi prematur.Terhadap Anak-anak : Klorfeniramin disarankan pada anak-anak > 2 tahun. mengantuk.Pengaruh . Antihistamin tidak direkomendasikan pada neonatus karena kemungkinan stimulasi paradoksikal SSP atau kejang. Pada beberapa anak. hipereksitabilitas. Obat ini hanya diberikan bila perlu. Namun. .Terhadap Kehamilan : Pada ibu hamil. Manifestasi efek samping pada bayi biasanya berupa iritabilitas. Tidak ada penelitian terkendali pada ibu hamil. Dosis tunggal sebelum tidur setelah menyusui terakhir. Klorfeniramin diklasifikasikan dalam kategori B. jangka pendek dan benar-benar memberikan keuntungan.Terhadap Ibu Menyusui : Klorfeniramine harus digunakan hati-hati pada ibu menyusui. seperti antagonis H1 umumnya. dapat meminimalkan pemaparan pada bayi. gangguan pola tidur. Diperlukan penggantian ASI apabila ibu menyusui perlu penggunaan Klorfeniramin secara rutin. meskipun data yang ada dilaporkan penggunaan pada ibu hamil terutama trimester pertama dan kedua tidak ditemukan gangguan pada janin. . .

Obat ini menyebabkan kantuk, hati-hati bila digunakan pada kondisi yang memerlukan kewaspadaan penuh seperti menjalankan mesin atau mengendarai kendaraan bermotor. Gunakan hati-hati pada pasien dengan glukoma sudut tertutup, obstruksi pyloroduodenal (termasuk ulkus peptik stenotik), obstruksi saluran kemih (termasuk obstruksi leher kandung kemih dan gejala hiperplasia prostat), hipertiroidi, peningkatan tekanan intraokuler, dan penyakit kardiovaskuler (termasuk hipertensi dan takikardi). Karena berefek sedatif dan antikolinergik, tidak disarankan penggunaan jangka waktu lama pada usila. Dapat menyebabkan eksitasi paradoksikal pada anakanak dan dapat menyebabkan halusinasi, koma dan kematian pada dosis tinggi. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Minum tablet sesuai dengan anjuran. Boleh diminum dengan susu atau makanan bila mengalami iritasi lambung. Bila lupa minum obat, segera minum begitu ingat. Apabila mendekati waktu minum berikutnya, minum hanya satu dosis saja, jangan menambah dosis. Mekanisme Aksi Kompetisi dengan reseptor H1 pada sel efektor di saluran pencernaan, pembuluh darah dan saluran pernapasan. Monitoring Penggunaan Obat Kaji kemungkinan penggunaan obat-obat lain yang mempengaruhi terapi, meliputi OTC, suplemen, atau produk herbal. Juga kaji kebiasaan pasien mengkonsumsi kopi atau alkohol, perokok, atau penyalahgunaan obat. Daftar Pustaka Lexi-comp http://dinkes.tasikmalayakota.go.id/index.php/informasi-obat/296-klorpheniramin.html

Lamivudin Deskripsi

- Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia - Keterangan

:

2'3' dideoxy-3'thiacytidine.

: Lamivudin merupakan padatan berwarna putih. Larut dalam air. :-

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang - 3TC - Epivir-HBV - Epivir

Indikasi Epivir digunakan untuk mengobati HIV dengan dikombinasikan dengan antiviral lain. EpivirHBV digunakan untuk hepatitis B kronis dengan bukti kenyataan bahwa hepatitis B replikasi virus dan inflamasi aktif hati. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis: formulasi dan dosis dari Epivir-HBV tidak memadai untuk pasien yang mengalami kedua infeksi dari HBV dan HIV.gunakan kombinasi dua antivirus bila mengobati HIV. - Oral: - anak umur 3 bulan – 16 tahun HIV: 4 mg/kg 2 kali sehari. (maksimum 150 mg 2 kali sehari). - anak-anak 2 – 17 tahun pengobatan Hepatitis B (Epivir-HBV): 3 mg/kg sehari 1 kali (maksimum 100 mg/kg). - Anak-anak dan dewasa: pencegahan HIV mengikuti 150 mg/kg 2 kali sehari (dengan zidovudin dan dengan atau tanpa inhibitor protease tergantung pada risiko yang ada) - Dewasa: HIV : 150 mg 2 kali sehari atau 300 mg sehari sekali. < 50 kg 4 mg/kg 2 kali sehari (maksimum 150 mg, 2 kali sehari) - Dosis pada kerusakan ginjal: untuk anak-anak tidak dianjurkan. Untuk dewasa Cl > 50 ml/menit

>= 60 kg 40 mg setiap, 12 jam < 60 kg, 30 mg setiap 12 jam. Cl 26 – 50 ml/menit, >= 60 kg, 20 mg setiap 12 jam, < 60 kg 15 mg setiap 12 jam. Cl 10 – 25 ml/menit - Lansia : Dosis disesuaikan dengan keadaan ginjal dan monitor simtom neuropathy Farmakologi Distribusi : Va : 0,5 L/kg Bioavailabilitas : 86,4% Metabolisme: mengalami perubahan menjadi metabolit tidak aktif. Elminiasi T½ 1-1,6 jam Waktu puncak: 1 jam Ekskresi : 40% melalui urin menjadi obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Sebagai kapsul dan puyer stabil disimpan di ruang dengan temperatur kamar. Sesudah dicairkan stabil selama 30 hari bila disimpan di lemari pendingin. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap lamivudin atau komponen lain dalam sediaan. Efek Samping Sakit perut, mual, muntah, diare, sakit kepala, demam, ruam, alopecia, rasa malas, insomnia, batuk, gangguan pada hidung, arthralgia, sakit pada otot dan neuropathy perifer. Interaksi

- Dengan Obat Lain : Penggunaan bersama : -hidroksi urea akan meningkatkan efek pankreatitis dan hepatotoksik. - zalcitabine, terjadi peningkatan neuropati perifer. - zidovudin, mengurangi foforilase intraseluler

Penggunaan lamivudin harus hati-hati pada pasien hepatomegali atau pasien dengan faktor risiko gangguan . yang nampak maupun simptom. 1 mg/ml (200 ml) Peringatan Terapi lamivudin harus dihentikan jika sakit perut semakin parah.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui efek masuknya ke dalam ASI.Terapi dengan lamivudin mungkin dapat menyebabkan laktat asidosis dan harus dihentikan jika terjadi peningkatan konsentrasi aminotransferase. angka kekuatan viral dan angka CD4 Bentuk Sediaan Kapsul 15 mg. kontraindikasi untuk ibu menyusui . 20 mg.doxorubisin. bisa digunakan dengan perhatian. mual. neuropati. muntah. bisa digunakan dengan perhatian . mengurangi fosforilasi intraseluler.. mengurangi fosorilasi intraseluler. 40 mg Puyer Untuk Larutan Oral.ribavirin. 30 mg.Terhadap Anak-anak : - . atau hasil biokimia yang tidak normal. hepatomegali atau laktat asidosis yang tidak diketahui etiologinya. sampai terjadinya pankreatitis. .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Monitor fungsi liver.Dengan Makanan : - Pengaruh .

hati. Sekitar pH 5.tasikmalayakota.4-benzoxazine-6-carboxylic acid hemihydrate.go. Pada rentang pH ini : Levofloxacin mempunyai kelarutan.php/informasi-obat/301-lamivudin. Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Simtom yang ada. terutama untuk mencegah resistensi yang emergensi. Data menunjukkan.hasil laboratorium dari fungsi hati. kelarutannya meningkat cepat hingga mencapai maksimum p . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Lakukan diskusi degan pasien mengenai frekuensi pemberian obat.html Levofloksasin Deskripsi .Sifat Fisikokimia .2. dari larut hingga mudah larut. Sebagian molekul obat akan terionisasi pada pH usus halus.3-dihydro-3-methyl-10-(4-methyl-1-piperazinyl)-7: oxo-7H-pyrido[1. angka kekuatan virus dan CD4 Daftar Pustaka http://dinkes. C18H20FN3O4 • ½ H2O : Levofloksasin berbentuk serbuk kristal putih kekuningan hingga serbuk kuning.6 – 5.Nama & Struktur Kimia .id/index.8 kelarutan Levofloksasin cenderung konstan (sekitar 100 mg/mL).3-de]-1. neuropati. dan efek samping untuk menjamin kepatuhan pasien.8.Keterangan (-)-(S)-9-fluoro-2. pada pH 0.

Nislev . dimulai sejak terpapar. neumoniae nosokomial. Dosis. termasuk juga pyelonepritis akut yang disebabkan oleh E. bronchitis kronis.Cravat .Prolecin . sedang dan berat yang disebabkan oleh organisme yang sensitive. pengobatan ulcer kornea yang disebabkan oleh bakteri yang sensitive. Ántrax inhalasi: 500 mg setiap 24 jam untuk 60 hari. prostatitis (cronic bacterimia).Levovid . Nosokomial: 750 mg setiap 24 jam untuk 7-14 hari.Voxin .Difloxin .Cravox . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral.Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . meliputi CAP (community-acquired penumoniae).Volequin Indikasi Sistemik: Pengobatan infeksi ringan. infeksi kulit (dengan atau tanpa komplikasi). Pneumonia: Community – acquired: 500 mg setiap 24 jam untuk 7-14 hari atau 750 mg setiap 24 jam untuk 5 hari (efikasi obat pada pemberian 5 hari untuk MDRSP tidak dapat dipastikan).Levocin .Nufalev . untuk profilaksis serangan anthrak (setelah terpapar) Oftalmic: Pengobatan konjungtivitsi bakteri yang disebabkan oleh organisme. IV: dewasa Sinusitis bakteri (akut): 500 mg setiap 24 jam untuk 10-14 hari atau 750 mg setiap 24 jam untuk 5 hari.Mosardal . Bronkitis kronis (bakteri eksaserbasi akut): 500 mg setiap 24 jam untuk 7 hari.Inacid .coli.Prolevox .Lexa . . sinusitis bakteri akut. termasuk juga MDRSP (multidrug resistant strains of S. infeksi saluran urin dengan atau tanpa komplikasi.pneumoniae).

community-acquired pneumonia atau pneumonia nosokomial: dosis awal 750 mg. dosis selanjutnya: ClCr 20-49 mL/menit : 750 mg setiap 48 jam ClCr 10-19 mL/menit : 500 mg setiap 48 jam . Infeksi saluran urin: tanpa komplikasi: 250 mg satu kali sehari selama 3 hari. community-acquired pneumonia.5%): dosis anak >1 tahun dan dewasa: pengobatan hari 1 dan 2 : dimulai 1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 2 jam saat masih terjaga. infeksi kulit tanpa komplikasi. hingga 8 kali sehari. Ulcer kornea : (larutan tetes mata 1. Dengan komplikasi: 750 mg setiap 24 jam selama 7-14 hari. Dosis pada gangguan ginjal : Bronkhitis kronis. Infeksi kulit: infeksi tanpa komplikasi: 500 mg setiap 24 jam untuk 7-10 hari.protatitis bakterial kronik.Hemodialisis (CAPD) : 250 mg setiap 48 jam Infeksi saluran urin tanpa komplikasi : tidak ada penyesuaian dosis. Tetes mata: Konjungtifitis ( larutan tetes mata 0. dosis selanjutnya : ClCr 20-49 mL/menit : 250 mg setiap 24 jam.atau inhalasi anthrak: dosis awal 500 mg.ClCr 10-19 mL/menit : 250 mg setiap 48 jam. Perawatan hari ke-4 untuk melengkapi pengobatan : 1-2 tetes ke mata yang sakit saat masih terjaga setiap 4 jam saat masih terjaga. Infeksi saluran urin dengan komplikasi.Prostatitis: (cronic bacterial): 500 mg setiap setiap 24 jam selama 28 hari. Komplikasi: termasuk pyelonephritis akut: 250 mg setiap 24 jam untuk 10 hari. sinusitis akut.5%): Dosis anak > 6 tahun dan dewasa: 1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 30 menit sampai 2 jam saat masih terjaga dan 4-6 jam setelah istirahat.pyelonefritis akut:ClCr 10-19 mL/menit:250 mg setiap 48 jam Infeksi kulit dengan komplikasi sinusitis bakterial akut.hingga 4 kali sehari. Pengobatan hari 3-7:1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 4 jam saat masih terjaga.

jaringan ginekologi. terlindung dari cahaya. paru. Konsentrasi tinggi pada prostat. Bioavailabilitas: 99%.25 L/kg . Tablet: larutan oral: simpan pada suhu 25°C: dapat direkomendasikan rentang suhu ruangan antara 15°-25°C. konsentrasi cairan serebrospinal ~15% pada serum. hasil pelarutan 5 mg/ml dalam larutan yang sesuai dapat bertahan selama 72 jam jika disimpan pada suhu ruangan. Distribusi: Vd: 1. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap levofloksasin dan hipersensitif terhadap komponen dalam sediaan. T½ eliminasi: 6-8 jam. Eksresi: utamanya melalui urin (dalam bentuk utuh) Stabilitas Penyimpanan Injeksi: Vial: simpan pada suhu ruangan. Dapat bertahan selama 14 hari jika disimpan dalam lemari pendingin.Hemodialisis (CAPD) : 500 mg setiap 48 jam Farmakologi Absorbsi: cepat dan lengkap. T max: dalam serum 1-2 jam. sinus. Ikatan protein: 50%. Jika dalam lemari pembeku (frozen) dapat bertahan selama 6 bulan dan jangan dilakukan pembekuan ulang serta jangan gunakan pemanas untuk mencairkan obat dari proses pembekuan. saliva. Efek Samping Kejadian 1-10% . Sebelum pencampuran: simpan pada < 25°C. Metabolisme: minimal melalui hati.

jaundice. ensefalopati. rasa terbakar pada mata (sementara). bronkospasmus. kerusakan jaringan kulit.anoreksia. pankreatitis. eritema multiform. stupor. leukorrhea. kejang. mioacardial infraction. postural hipotensi. aritmia. dyspnea (1%). agranulositosis. fatigue (1%). reaksi anafilaksis. nyeri ocular (sementara). kerusakan tendon. sindrom stevensjohnson . hemoptisis. efusi pleura. Kurang dari 1 % dan hilang dengan sendirinya: Sistemik: ARF. demam Dermatologi: pruritus (1%). phlebitis. vaginitis (1%). konfusi. leukositosis.peningkatan waktu pembekuan darah. hipertensi / hipotensi. dehidrasi. udem paru. sinusitis (1%).Respiratoria: faringitis (4%). rhinitis (1%). gagal jantung. gangren.Hematologi: limfopenia (2%). parestesia. reaksi alergi.1%). syncope. bradikardi. sensitif terhadap cahaya (<0.Genitauria. dispepsia (2%). infeksi. pening (2%).neuropati perifer. kerusakan mata. pendarahan saluran cerna. . kerusakan jaringan otak. halusinasi. Okular: menurunnya daya lihat (sementara). nyeri lambung (3%). anemia hemolitik. Interaksi . peningkatan transaminase. somnolence. pulmonary embolism.Dengan Obat Lain : Peningkatan efek toksis: Meningkatkan efek toksis gliburid dan warfarin.ansietas. purpura. tremor. diare (5%). nyeri (1%). gagal hati. Dengan kortikosteroid kemungkinan akan meningkatkan kerusakaan tendon. limphadenopaty. abnormalitas elektrolit. hematoma. karsinoma. stop jantung. granulositopenia. abnormalitas WBC. trombositopenia. fotopobia. gagal napas. konstipasi (3%). Probenecid kemungkinan akan meningkatkan kadar levofloksasin. multiple organ failur. konjungtifitis. depresi pernapasan.CNS: sakit kepala (6%). peningkatan INR.Gastrointestinal: mual (7%). hipertensi intrakranial. muntah (2%). asistes. insomnia (5%). edema. depresi. migren. abnormalitas EEG. pseudomembranous kollitis.Kardiovaskular: nyeri dada. kerusakan lambung. kolethiasis. ruam (1%). paralisis. flatulence (1%). leukopenia. kolestasis. atralgia.

jika digunakan dengan obat – obat yang memperpanjang QTc (aritmia kelas 1ª dan III . jarang dilaporkan terjadi pada manusia) penggunaan levofloksasin pada ibu hamil. Dilaporkan terjadi arthropaty (hasil pengamatan pada hewan uji. tes ginjal.Meningkatkan aritmia. quinapril. Sediaan suspensi oral sebaiknya digunakan dalam keadaan perut kosong (1 satu jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). . suhu badan) .Dengan Makanan : Tablet dapat digunakan tanpa ada perhatian terhadap makanan.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. eritromisin. elektrolit suplemen oral. Efek teratogenik tidak teramati pada hewan uji. kardiogram. . tidak direkomendasikan . Pengaruh . Parameter Monitoring WBC (white blood count) Tanda – tanda infeksi (kultur biakan bakteri. walaupun demikian terjadi penurunan berat badan kematian janin pernah dilaporkan .Terhadap Hasil Laboratorium : Berpengaruh terhadap hasil pengukuran : tes fungsi hati. Menurunkan efek: Kadar obat akan menurun jika digunakan bersamaan dengan. Penggunaan seharusnya dipisah. antidepresan siklik). sukralfat. mineral kation.Terhadap Anak-anak : Tidak direkomendasikan penggunaan pada anak < 18 tahun. antasida.Terhadap Ibu Menyusui : Ekskresi obat kedalam ASI belum diketahui. CBC. elektrolit (hipokalemia). cisaprid. antipsikotis.

maka sebaiknya levofloksasin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. konfusi.maka harap menghubungi dokter Mekanisme Aksi Menghambat DNA-gyrase pada organisme yang peka. Amati jika ada timbul gejala ESO obat.Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. urtikaria.Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat.Memantau pasien yang mendapatkan obat-obat lain yang berpotensi menimbulkan interaksi . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. menghambat relaksasi superkoloid DNA dan memicu kerusakan DNA bakteri. Larutan Untuk Oral. SSP: menstimulasi terjadinya tremor. Injeksi. transkripsi.SGPT) Bentuk Sediaan Infus. kulit terasa geli) maka hentikan pemberian obat.Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan).seperti mual.diare atau respon hipersensitivitas. Reaksi hipersensitifitas parah. malas.Jika masih belum memahami ttg penggunaan obat. Larutan Tetes Mata.Renal (BUN. Tablet Peringatan Sistemik: Tidak direkomendasikan penggunaan pada anak < 18 tahun. seperti reaksi anafilaksis.harap menghubungi apoteker. DNA gyrase (topoisomerase II) adalah enzim esensial bakteri yang berfungsi untuk memperbaiki struktur superhelik DNA yang diperlukan untuk replikasi. hati – hati pada penggunaan pada pasien yang diketahui mengalami gangguan SSP dan gagal ginjal. jika terjadi reaksi alergi (gatal-gatal. ClCr) Fungsi hati (SGOT. rekombinasi dan transposisi Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. kulit melepuh. halusinogen dan kejang.

1995.id/index. . dan mempunyai : pKa 2. tidak berwarna. (DIH). Sinonim : C12H12N2O2S Dalam perdagangan metronidazol terdapat dalam bentuk basa dan garam hidroklorida.5 – 7. dengan osmolarity 297-314 mOsm/L dan mengandung natrium fosfat.nitroimidazole.tasikmalayakota. http://dinkes.Flagyl .6.Metrofusin .dengan obat levofloksasin. 2-Methyl5-nitroimidazole-1-ethanol .Fladex .Corsagyl . 1-(-Ethylol)-2-methyl: 5-nitro-3-azapyrrole. Daftar Pustaka Drug information hand book.Sifat Fisikokimia 1-(2-Hydroxyethyl)-2-methyl-5. 2005 Farmakope Indonesia IV. Sebagai basa berupa serbuk kristal berwarna putih hingga kuning pucat. C6H9N3O3.Gravazol . larutan isotonik dengan pH 4.Fortagyl .go.php/informasi-obat/304-levofloksasin. asam sitrat dan natrium klorida. Sinonim : Metronidazol hydrochloride. 2006. Injeksi metronidazol jernih.Nama & Struktur Kimia .Mebazid .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . AHFS DRUG.html Metronidazol Deskripsi . Metronidazol hidroklorida sangat larut dalam air dan larut dalam alkohol. dalam perdagangan berupa serbuk berwarna putih.Elyzol . Sedikit larut dalam air dan dalam alkohol.

pemberian secara infus intravena lebih dari 20 menit. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. anak-anak setiap 8 jam selama 3 hari. Infeksi oral akut : peroral 200 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari .Metronidazol (Generik) Indikasi Infeksi anaerobik (termasuk gigi) .Metronidazole Fresenius . 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam. topikal : konsentrasi yang dicapai secara sistemik setelah penggunaan 1 g secara topikal 10 kali lebih kecil dari pada penggunaan dengan 250 mg . kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam.. Inflamasi pelviks : peroral 400 mg dua kali sehari selama 14 hari Acute ulcerative gingivitis : peroral 200-250 mg setiap 8 jam selama 3 hari. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Infeksi anaerobik (pengobatan biasanya selama 7 hari dan 10 hari untuk penggunaan antibiotika pada pengobatan kolitis). Ulser pada lengan : peroral 400 mg setiap 8 jam selama 7 hari Bacterial vaginosis : peroral 400 – 500 mg dua kali sehari selama 5 – 7 hari atau 2 gram sebagai dosis tunggal. anak-anak 7. eradikasi Helicobacter pylori. 1 – 5 tahun 250 mg.5 mg/kg setiap 8 jam. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari. umur hingga 1 tahun 125 mg.Metrolet . selama 3 hari. peroral dengan dosis awal 800 mg kemudian 400 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 8 jam. lebih dari 10 tahun dosis dewasa.Tismazol .Trichodazol . kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam. anak-anak 7. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 hari. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam Farmakologi Absorbsi : Oral : diabsorbsi dengan baik. Dosis. infeksi kulit. 5 – 10 tahun 500 mg.5 mg/kg setiap 8 jam.Trogyl . 500 mg setiap 8 jam. lihat pada bagian dosis. infeksi protozoa.Promuba .Nidazole .

gagal ginjal terminal : 21 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. kehamilan (trimester pertama – didapatkan efek karsinogenik pada tikus) Efek Samping Mual. transient epilepsiform seizure dan leukopenia. Paparan cahaya dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan warna produk menjadi gelap. lidah kasar dan gangguan saluran pencernaan. Produk dapat disimpan dalam refrigerator namun akan terbentuk kristal. hati dan abses hati . ataksia. urtikaria. Distribusi : ke saliva. jaundice. kristal dapat dilarutkan kembali dengan menghangatkannya pada suhu kamar.peroral. angioedema dan anafilaksis. Stabilitas campuran parenteral pada suhu kamar (25°C): stabilitas pada produk yang terbungkus : 30 hari Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap metronidazol.mengantuk (jarang terjadi). paru-paru dan sekresi vagina.brain barrier) Ikatan protein : < 20% Metabolisme : Hepatik (30%-60%) T½ eliminasi : neonatus : 25-75 jam . myalgia. tulang. rash . pusing . anemia aplastic. . trombositopenia. serum: segera : 1-2 jam Ekskresi : urin (20% hingga 40% dalam bentuk obat yang tidak berubah): feses (6% hingga 15%) Stabilitas Penyimpanan Injeksi metronidazol harus disimpan pada 15°C hingga 30°C dan dilindungi dari cahaya. Namun demikian paparan cahaya yang normal pada ruangan dalam jangka pendek tidak mempengaruhi stabilitas metronidazol. atau komponen yang ada dalam sediaan. yang lain : 6-8 jam. gangguan pengecapan. pada pengobatan intensif dan jangka panjang dapat terjadi peripheral neuropathy. pruritus. urin berwarna gelap. muntah. air susu. empedu. turunan nitroimidazol. Larutan standar : 500 mg/ 100 ml NS. juga dilaporkan abnormalitas tes fungsi hati. terjadi perpanjangan pada kerusakan hepar. cairan mani. Paparan sinar matahari langsung harus dihindari. sakit kepala. erytema multiform. athralgia. hepatitis. menembus plasenta dan sawar darah otak (blood.

Interaksi

- Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : menghambat CYP2C8/9 (lemah), 3A4 (moderate) Meningkatkan efek/toksisitas : Etanol dapat menyebabkan reaksi seperti disulfiram. Warfarin dan metronidazol dapat meningkatkan bleeding time (PT) yang menyebabkan perdarahan. Simetidin dapat meningkatkan kadar metronidazol. Metronidazol dapat menghambat metabolisme cisaprid, menyebabkan potensial aritmia; hindari penggunaan secara bersamaan. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas lithium. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas benzodiazepin tertentu, calcium channel blocker, siklosporin, turunan ergot, HMG-Coa reduktase inhibitor tertentu, mirtazapine, nateglinid, nefazodon, sildenafil ( dan PDE-5 inhibitor yang lain), takrolimus, venlafaxine, dan substrat CYP3A4 yang lain. Menurunkan efek: fenobabital, fenobarbital (inducer enzim yang lain), dapat menurunkan efek dan waktu paro metronidazol - Dengan Makanan : Konsentrasi puncak serum antibiotik diturunkan dan terjadi delay (terlambat), tetapi jumlah total obat yang diabsorbsi tidak dipengaruhi.

Pengaruh

- Terhadap Kehamilan : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat pada dosis tinggi. Faktor risiko : B (dikontraindikasikan pada trimester pertama) Obat dapat menembus plasenta ( efek karsinogenik pada tikus); dikontraindikasikan terhadap pengobatan trichomoniasis pada trimester pertama, kecuali jika pengobatan alternatif tidak adekuat. Untuk keamanan dan efikasi pada indikasi yang lain, gunakan obat pada ibu hamil hanya jika keuntungan pada ibu hamil lebih banyak daripada potensial risiko terhadap janinnya.

- Terhadap Ibu Menyusui : Ditemukan dalam air susu, produsen menyarankan untuk

menghindari penggunaan obat dengan dosis tunggal yang besar. Masuk kedalam air susu ibu/tidak direkomendasikan (AAP rates ’’of concern”)

- Terhadap Anak-anak : Keamanan dan efikasi penggunaan obat pada anak-anak belum diketahui dengan jelas, kecuali untuk pengobatan amoebiasis. Bayi baru lahir menunjukkan keterbatasan dalam eliminasi metronidazole. Pada bayi berumur 28 hingga 40 minggu, waktu paro eliminasi 10,9 – 22,5 jam.

- Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi dengan tes laboratorium : dapat mempengaruhi uji AST, ALT, Trigliserida, glukosa dan LDH

Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet, Cairan Infus, Suppositoria, Sirup Peringatan Reaksi disulfiram-like terjadi bila diberikan bersama alkohol, kerusakan hati dan encefalopati hepatik; kehamilan; menyusui; dihindari pada porfiia; monitoring hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan klinik pada pengobatan yang melebihi 10 hari. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor, seperti kondisi pasien, umur dan berat badan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker . Bacalah dengan seksama informasi mengenai penggunaan obat ini dan ulangi membaca setiap kali anda menerima resep lagi. Gunakan obat ini sesuai dengan yang telah diresepkan. Jangan menggunakan obat ini untuk trichomoniasis selama tiga bulan pertama kehamilan. Gunakan obat pada lambung kosong.Obat

dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna (GI upset); jika hal ini terjadi gunakan bersama makanan. Bentuk sediaan lepas lambat harus digunakan pada saat lambung kosong ( 1 jam atau 2 jam setelah makan) Produsen merekomendasikan untuk menghindari penggunaan etanol selama pengobatan dengan obat ini dan setelah tiga hari terapi selesai. Gunakan obat hingga habis. Obat yang tidak digunakan sampai habis menyebabkan pemusnahan bakteri tidak sempurna dan infeksi dapat kambuh lagi. Hubungi dokter bila terjadi kejang atau mati rasa pada tangan dan kaki. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. Pastikan hal ini dilakukan. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan, kecuali atas anjuran dokter. Hubungi dokter atau apoteker jika anda merasa menggunakan obat terlalu banyak. Jika pasien lupa minum obat, segera mungkin minum obat setelah ingat. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda, kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat, mintalah nasehat dokter atau apoteker. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Jangan diberikan pada orang lain. Mekanisme Aksi Setelah berdifusi kedalam organisma, berinteraksi dengan DNA menyebabkan hilangnya struktur helix DNA dan kerusakan untaian DNA. Hal ini lebih jauh menyebabkan hambatan pada syntesa protein dan kematian sel organisma. (Drug Information Handbook) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 http://dinkes.tasikmalayakota.go.id/index.php/informasi-obat/318-metronidazol.html

terapi diteruskan hingga tampak pertumbuhan kuku baru.Sporend . pada kulit terinfeksi. Farmakologi .Daktarin . oleskan secukupnya.4-dikloro-beta-(2.4-diklorobenzil)oksi)fenetil)imidazol mononitrat Serbuk hablur. putih atau praktis putih.Mikonazol Deskripsi . Sangat sukar larut dalam air dan isopropanol. sesudah kuku terlepas.Mycorine .Godrem . infeksi kuku dan ujung jari 1 kali sehari. oleskan secukupnya. dan Pityaris versicolor. .Nilaozanoc . 1-(2. Untuk mencegah kambuhan terapi dilanjutkan 10 hari sesudah gejala hilang. merata. Kandidiasis vagina Dosis.Micrem .Moladerm .Zetazal Indikasi Infeksi topikal dermatofit dan jamur lain seperti kandida. mudah larut dalam dimetilsulfoksida.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Obat Topikal untuk Kulit Nama Dagang . kloroform. bungkus rapat tidak berlubang. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dua kali sehari.Nama & Struktur Kimia .Fungares . sukar larut dalam etanol. berbau lemah.Sifat Fisikokimia : : Mikonazol nitrat. tinea. agak sukar larut dalam metanol. dan propilen glikol.Zolagel . larut dalam dimetilformamid.

Dengan Makanan : - Pengaruh .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring - .Dengan Obat Lain : - .Terhadap Anak-anak : - . Kontraindikasi Hipersensitif terhadap mikonazol dan komponen lain dalam sediaan. lemari pendingin dan cahaya. hindari panas.Terhadap Kehamilan : - .Absorpsi : topikal : sangat kecil. eritema. sensitasi dan kontak dermatitis. rasa terbakar lemah Interaksi . Stabilitas Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup baik dan terhindar dari jangkauan anak-anak. Efek Samping Iritasi lokal.Terhadap Ibu Menyusui : - .

Bentuk Sediaan Krim 2%. merusak membran dinding sel jamur yang selanjutnya akan meningkatkan permeabilitas. 34th edition.html . Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI Martindale. lemari pendingin dan cahaya. Jangan simpan di kamar mandi. Salep 2% Peringatan Hindari kontak dengan mata dan selaput mukosa Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Kontak dengan mata dan selaput mukosa Informasi Pasien Pada saat pemakaian bersihkan terlebih dahulu kulit yang luka.php/informasi-obat/320-mikonazol. sehingga menyebabkan hilangnya nutrisi sel. 2005 BNF 52 Merck Index Farmakope Indonesia ISO Indonesia 42 Iso Generik Advice for Patient (USP DI) http://dinkes. bila perlu pakai sarung tangan bersih. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. hindari panas.go.id/index.tasikmalayakota. dapur. Mekanisme Aksi Inhibisi biosintesis ergosterol. Jangan menyimpan atau pakai ulang sisa obat yang lama.

NARCAXIONE Indikasi Mengatasi depresi napas yang dipicu oleh opioid Dosis.Nalokson Deskripsi . Larutan dalam air bersifat asam. dosis harus dititrasi untuk tiap pasien agar efek pada pernapasan optimum dan pada saat yang sama menjaga analgesia yang memadai. 100-200 mcg (1.Nama & Struktur Kimia . .0% untuk bentuk hidrat. Dengan injeksi intravena. Susut pengeringan: Tidak lebih dari 0.NOKOBA .5% untuk bentuk anhidrat dan tidak lebih dari 11.5-3 mcg/kg). bila reaksi tidak memadai. dalam asam encer. Rotasi jenis: Antara -170° dan -181°.Sifat Fisikokimia : N-allylnoroxymorphine hydrochloride Pemerian: Serbuk putih atau hampir putih. Kelarutan dalam air: Larut dalam air. praktis tidak larut dalam eter : dan dalam kloroform. dosis lanjutan dengan injeksi intramuskuler setelah 1-2 jam bila diperlukan. dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.PHARXIS . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Untuk digunakan pada masa paskabedah. naikkan dosis 100 mcg tiap 2 menit. dan dalam alkali kuat.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Antidot dan Obat Lain untuk Keracunan Nama Dagang . sukar larut dalam etanol. lakukan pengeringan pada suhu 105° hingga bobot tetap. lakukan penetapan menggunakan larutan yang mengandung 25 mg per ml. .NARCAN .

intramuskuler. Farmakologi Nalokson adalah antagonis opiat yang utama yang tidak mempunyai atau hanya sedikit mempunyai aktivitas agonis.4-2 mcg diulangi setiap interval 2-3 menit sampai dicapai maksimum 10 mg bila fungsi napas tidak membaik (kemudian pertanyakan ketepatan diagnosis). Dosis yang dipakai dalam keracunan opioid akut mungkin tidak sesuai untuk penatalaksanan depresi napas dan sedasi yang ditimbulkan oleh opioid pada mereka yang menerima perawatan paliatif dan terapi opioid kronik. nalokson mengantagonis sebagian besar efek opiatnya. dosis lanjutan 100 mcg/kg bila tidak ada reaksi perbaikan. Injeksi subkutan atau intramuskular. nalokson hanya memberi sedikit atau bahkan tidak memberikan efek. Karena durasi kerja nalokson lebih singkat dibandingkan durasi kerja opiat. Sedangkan pada pasien yang sudah menerima morfin dosis tinggi atau analgesik lain dengan efek mirip morfin. maka efek . Nalokson mengantagonis depresi pernapasan ringan akibat opiat dosis rendah. dapat diberikan melalui suntikan intramuskuler atau subkutan dalam dosis terbagi. NEONATAL : Melalui injeksi subkutan. 10mcg/kg diulang tiap 2-3 menit atau 200 mcg (60mcg/kg) secara intramuskuler sebagai dosis tunggal pada saat kelahiran (mula kerja obat lebih lambat). penurunan arterial PCO2 menuju normal. 10 mcg/kg. seperti injeksi intravena tetapi hanya bila cara intravena tidak memungkinkan (mula reaksi lebih lambat) Infus intravena berkelanjutan (continuous). atau intravena. Untuk keracunan opioid : Injeksi intravena 0. ANAK : 10 mcg/kg. dan tekanan darah menuju normal jika ditekan. bila injeksi intravena tidak mungkin.ANAK : Dengan injeksi intravena. 2 mg dilarutkan dalam 500 ml larutan infus dengan kecepatan yang disesuaikan dengan respons pasien. Akan terjadi peningkatan kecepatan respirasi dan minute volume. Jika diberikan pada pasien yang tidak menerima opiat dalam waktu dekat. bila tidak menunjukkan respons diberikan dosis 100 mcg/kg.

hipotensi. takikardia dan fibrilasi ventrikular dan edema paru dilaporkan kadang terjadi pada pasien yang diberikan nalokson hidroklorida paska operasi.9% sehingga konsentrasi menjadi 0.004 mg/mL (4mcg/mL). Jika telah dilarutkan dalam dektrosa 5% atau NaCl 0. pada pasien yang menerima nalokson hidroklorida parenteral dengan dosis di atas dosis yang biasa direkomendasikan.opiat mungkin muncul kembali begitu efek nalokson menghilang. larutan yang tidak digunakan harus dibuang. Kontraindikasi hipersensitif terhadap Nalokson Efek Samping Mual dan muntah pernah dilaporkan namun jarang. Nalokson hidroklorida mungkin stabil selama 24 jam.Dengan Obat Lain : Nalokson menurunkan efek analgesik narkotik. hipertensi.Dengan Makanan : - Pengaruh . setelah 24 jam. namun keterkaitannya belum diketahui. Nalokson mengantagonis efek sedasi atau tertidur yang dipicu oleh opiat. Meski keterkaitannya belum diketahui dengan pasti. Interaksi . Tremor dan hiperventilasi yang disebabkan oleh kesadaran kembali yang tiba-tiba terjadi pada beberapa pasien yang menerima nalokson untuk overdosis opiat. Sediaan injeksi stabil pada pH 2.5-5. . Efek samping kardiovaskular terjadi pada kebanyakan pasien paska operasi dengan riwayat penyakit kardiovaskular atau pada pasien yang mengkonsumsi obat dengan efek yang mirip dengan efek kardiovaskular. Stabilitas Penyimpanan Sediaan injeksi harus disimpan pada suhu 15-30°C dan terlindung dari cahaya. Nalokson tidak mengakibatkan toleransi atau ketergantungan fisik maupun psikologis.

. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Sediaan mungkin mengandung metil dan propil parabean Mekanisme Aksi Mekanisme yang pasti dari aktivitas antagonis opiat dari nalokson tidak diketahui dengan pasti. Nalokson kemungkinan berperan dalam antagonis kompetitif pada reseptor opiat µ.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Kecepatan respirasi. lama kerjanya singkat.Terhadap Anak-anak : - . ketergantungan fisik pada opioid (memicu gejala putus obat). . dan S pada sistem saraf pusat.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko C (Obat dapat diberikan hanya jika manfaat pemberian melebihi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap fetus). nyeri. K. iritabilitas (efek kardiovaskuler yang negatif telah dilaporkan).. .Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui apakah terdistribusi dalam ASI atau tidak. tekanan darah Bentuk Sediaan Cairan Injeksi Peringatan Penyakit kardiovaskuler atau pasien yang menerima obat kardiotoksik. sehingga harus digunakan secara hati-hati pada ibu menyusui. diperkirakan nalokson mempunyai afinitas tertinggi terhadap reseptor µ. detak jantung.

Keterangan : : : - Golongan/Kelas Terapi Desinfektan dan antiseptik Nama Dagang Indikasi Antiseptik ekstrnal dengan spektrum mikrobisidal untuk pencegahan atau perawatan pada infeksi topikal yang berhubungan dengan operasi.go.Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI 2000 AHFS 2005 Farmakope Indonesia IV http://dinkes. Iritasi Vagina : berikan larutan sekali .html Povidon Yodida Deskripsi .Nama & Struktur Kimia . luka sayat. lecet.id/index.tasikmalayakota. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Antiseptik : berikan pada daerah luka sesuai kebutuhan. mengurangi iritasi vagina ringan Dosis.php/informasi-obat/325-nalokson.Sifat Fisikokimia .

pruritus. Stabilitas Penyimpanan Simpan terlindung dari cahaya.Dengan Makanan : - Pengaruh . Juga dapat timbul sensitisasi walaupun jarang. jumlahnya tergantung konsentrasi. iritasi. Bekerja sebagai bakterisida yang juga membunuh spora.Terhadap Anak-anak : - . rute pemberian dan karakter kulit. rash.Terhadap Kehamilan : - .Dengan Obat Lain : - .sehari selama 5-7 hari. Interaksi .Terhadap Ibu Menyusui : - . jamur. Povidon iodin diabsorbsi secara sistemik sebagai iodin. virus dan sporozoa. Kontraindikasi Reaksi hipersensifitas terhadap yodium Efek Samping Pada penggunaan untuk luka bakar yang luas dapat timbul metabolik asidosis. Efek lokal : edema. Farmakologi Suatu bahan organik dari bahan aktif polivinil pirolidon yang merupakan kompleks iodine yang larut dalam air.

. 2. Salep Peringatan 1. Pijat-pijatlah selama kurang lebih 5 menit ambil disiram-siram dengan sedikit air. Hati-hati pemberian pada wanita hamil dan menyusui 2. 4. Dalam keadaan dimana . Awas : jangan diminum/ditelan. Adalah sangat berbahaya bila menggunakan obat tanpa resep dokter. Segeralah ke dokter bila timbul bercak-bercak merah seperti terbakar. 5. Hati-hati bila digunakan untuk mengobati luka bakar yang luas ada kemungkinan terjadi absorbsi sistemik yang beresiko asidosis metabolic serta gangguan faal ginjal. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1. Jauhkan dari jangkauan anak 6. obat kumur : Obat langsung dipakai untuk berkumur-kumur-kumur selama lebih kurang 30 menit. kemudian urapi dengan obat. 3. b. Disimpan pada temperatur kamar. Cairan Pembersih Kulit.radang pada pangkal tenggorokan.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Obat Kumur. Cara pemakaian : a. Kemudian cucilah dan bilas sampai bersih. Basahilah kulit yang akan dibersihkan dengan air secukupnya. Krim. Jangan di minum/ditelan. Pembersih kulit.

php/informasi-obat/347-povidon-yodida.C4H4O4 ::- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang Indikasi Shcizofrenia. mania akut yang berkaitan dengan gangguan bipolar. (C21H25N3O2S)2. Ikutilah aturan pakainya secara tertib. bacalah indikasi obat serta aturan pakai yang tertera pda label secara cermat.id/index.Sifat Fisikokimia . Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka http://dinkes.anda terpaksa harus menggunakan obat tanpa resep dokter. protozoa dan spora.go. Mekanisme Aksi Povidon iodin adalah germisidal spektrum luas yang aktif terhadap bakteri.4]thiazepin-11-yl-lpiperazinyl)ethoxy]ethanol fumarate. autis dan psikosis pada anak .html Quetiapin Deskripsi .Nama & Struktur Kimia . 2-[2-(4-Dibenzo[b.tasikmalayakota. jamur.Keterangan : Quetiapine fumarate.f][1.

Tmaks. naikkan 25-50 mg sehari 2-3 kali pada hari kedua dan ketiga. dapat ditingkatkan sampai target dosis 800 mg/hari sampai hari ke 6 dengan peningkatan = 200 mg/hari. Bioavailabilitas 9%±4%. alfa 1 dan alfa2 adrenergik.5 jam. awal: 25 mg/hari naikkan 25-50 mg/hari sampai ke dosis efektif berdasarkan respons klinik dan toleransi pasien. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak dan remaja : Autis : 100-350 mg/hari( 1.2 mg/kg/hari). Obat ni mengantagonis beberapa reseptor di otak: serotonin 5-HT1A. Kerja antagonis pada dopamin dan 5-HT2 menjelaskan beberapa efek quetiapin. Diperlukan penyesuaian dosis pada gangguan hati. Waktu paruh eliminasi rata-rata sekitar 6 jam di akhir. mungkin bekerja melalui kerja antogonis pada reseptor dopamin D2 dan serotonin tipe 2 (5-HT2).Dosis. naikkan sampai target dosis 300-400 mg dibagi dalam 2-3 dosis. naikkan 100mg/hari ke 200 mg sehari 2 kali pada hari ke 4. Ikatan protein 83%. Sedangkan kerja antagonis pada alfa adrenergik menimbulkan hipotensi ortostatik. Farmakologi Mekanisme kerja belum diketahui pasti. Orang tua : Diperlukan penyesuaian dosis. dopamin D1 dan D2. ekskresi lewat urin. Rentang dosis lazim: 400-800 mg/hari. Dosis lazim pemeliharaan berkisar 300-800 mg/hari. Absorpsi oral cepat. 5-HT2. Buat penyesuaian berikutnya sebanyak 25-50 mg sehari 2 kali. Vd 10±4 l/kg. bioavailabilitas relatif tablet terhadap larutan 100%. tidak mempengaruhi reseptor kholinergik dan benzodiasepin. Mania : Awal : 50 mg sehari 2 kali pada hari pertama. psikosis dan mania: awal. dosis lazim : 50-200 mg/hari.6-5. Tidak diperlukan penyesuaian dosis pada insufisiensi ginjal. 25 mg sehari dua kali. antagonis H1 mengakibatkan somnolen. bila dapat ditoleransi. naikkan bertahap sampai 450 mg/hari. 73% . Dewasa: Shcizofrenia/psikosis : awal : 25 mg sehari 2 kali. metabolisme terutama di hati lewat CYP3A4 membentuk metabolit yang tidak aktif. histamin H1. : 1.

udem perifer SSP : cemas. < 1% (hanya yang berbahaya) : Agranulositosis. lemah. Stabilitas Penyimpanan Kontraindikasi Hipersensitif terhadap quetiapin atau komponen-komponen lain formulasi. Pernafasan : rinitis. Saluran cerna : nyeri perut (bergantung dosis). palpitasi. nyeri belakang. sindroma seperti flu. tremor. hiperglikemia. depresi SSP berat. <!% dalam bentuk utuh. diabetes melitus. demam. anafilaksis. diskrasia darah. batuk. takikardia. ALT dan GGT Otot-saraf : disartria. lewat feses 20%. 1%-10% : Kardiovaskular :hipotensi postural. dispepsia (bergantung dosis). Efek Samping > 10% : SSP : agitasi. .sebagai metabolit. hiponatremia. dispnea. konstipasi. peningkatan trigliserida Saluran cerna: penambahan berat badan (bergantung dosis). Endokrin & metabolisme : peningkatan kolesterol. hiperlipidemia. gastroenteritis. Kulit : rash . Hati : peningkatan AST. faringitis. muntah. pusing sakit kepala. Mata: amblifobia (penglihatan kabur). Lain-lain : diaforesis (berkeringat). somnolens. xerostomia (mulut kering). nyeri. anoreksia. penyakit hati berat. Darah : leukopenia. koma. hipertonia. penekanan sumsum tulang.

nafsilin. protease inhibitor. verapamil meningkatkan serum quetapin hingga 335%. rabdomiolosis (lisis otot skelet). fenobarbital. Aminoglutetimid. gotu kola dapat meningkatkan efek depresi SSP. . isoniasid. nikardipin. Metoklopramid dapat meningkatkan sindroma ekstra piramidal. vertigo. nevirapin. Makanan dapat meningkatkan konsentrasi puncak dan AUC. Interaksi . peningkatan selera makan. sindroma Steven Johnson. Dicurigai bersifat teratogenik. Asam valproat meningkatkan serum plasma maksimum rata-rata 17%. diklofenak. siprofloksasin. etanol.Terhadap Ibu Menyusui : Ekskresi ke ASI tidak diketahui. kava-kava.Dengan Obat Lain : Quetiapin. gerakan yang tidak disadari. SIADH (syndrome of inappropriate antidiuretic hormone ). fotosensitifitas.Dengan Makanan : Etanol dapat meningkatkan gangguan kognitif/fungsi motorik. St John's wort. leukositas. anti hipertensi dapat dikuatkan oleh quetiapin.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. diskinesia tardif (gangguan gerakan yang disadari yang tetap ada walau obat dihentikan). meningkatkan efek lorazepam. perpanjangan interval QT. peningkatan salivasi. Pengaruh . fenitoin menurunkan efek quetiapin. kuinidin. Valerian. Tioridfazin meningkatkan bersihan quetapin sehingga kadar di serum menurun.Terhadap Anak-anak : - . propofol. Antifungi golongan azol. doksisiklin. karbamasepin.hipotiroid. Simetidin meningkatkan kadar quetapin di darah. Efek obat-obat yang bekerja di pusat. eritromisin. klaritromisin. sedatif. neutropenia.Terhadap Hasil Laboratorium : - . tidak direkomendasikan . rash. .

. tidak mempengaruhi reseptor kholinergik dan benzodiasepin. 200 mg. tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. Kerja antagonis pada dopamin dan 5-HT2 menjelaskan beberapa efek quetiapin. histamin H1. antagonis H1 mengakibatkan somnolen. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. segera minum obat bila lupa. mungkin bekerja melalui kerja antogonis pada reseptor dopamin D2 dan serotonin tipe 2 (5-HT2). 5-HT2. Sedangkan kerja antagonis pada alfa adrenergik menimbulkan hipotensi ortostatik. 100 mg. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. Mekanisme Aksi Mekanisme kerja belum diketahui pasti. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. alfa 1 dan alfa2 adrenergik. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/mengganggu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. dopamin D1 dan D2. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari. Peringatan Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk mengobati gangguan psikosis seperti sizoprenia. Obat ini mengantagonis beberapa reseptor di otak : serotonin 5-HT1A.Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet 25 mg. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua.

Et.tasikmalayakota..5-dihydrofuran-2-yl] -5-methyl-1H-pyrimidine2.Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC.Staviral .Zerit Indikasi Untuk mengobati HIV dengan dikombinasikan dengan antiviral lain . :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Nama & Struktur Kimia .4-dione. Et. Pharmaceuticall Press 2005.al. Martindale:The complete drug reference.html Stavudin Deskripsi . The United States Pharmacopeial Convention.Sifat Fisikokimia .id/index.Inc.USPDI 17th ed. Advice for the patient Drug Information in Lay Language . Rand http://dinkes. Lexicomp 2005.go. 34th ed.php/informasi-obat/352-quetiapin.al. C10H12N2O4 Stavudin merupakan kristal solid berwarna putih. LacyCF. drug Information handbook international. Kelarutan stavudin dalam air pada suhu 230C adalah sekitar 83 mg/mL.Keterangan : : 1-[5-(hydroxymethyl).2.

Cl 10 – 25 ml/menit.Bila terjadi toksisitas yaitu munculnya neuropaty hentikan pengobatan sampai gejala menghilang .Lansia : Dosis disesuaikan dengan keadaan ginjal dan monitor simptom neuropathy Farmakologi Distribusi : Va : 0. 30 mg setiap 12 jam. . .Dewasa: >= 60 kg: 40 mg setiap 12 jam . > 30 kg merujuk dosis dewasa .>= 60 kg.Bayi baru lahir: – 13 hari 0. < 60 kg 15 mg setiap 12 jam. . Untuk dewasa Cl > 50 ml/menit >= 60 kg 40 mg setiap.>= 60 kg 20 mg setiap 24 jam.Dosis pada kerusakan ginjal: untuk Anak-Anak tidak dianjurkan.Kemudian dilanjutkan dengan dosis 50%. bila muncul efek lagi hentikan.5 mg/kg setiap 12 jam .Anak-anak > 14 hari dan < 30 kg: 1 mg/kg setiap 12 jam.5 L/kg Bioavailability : 86. 20 mg setiap 12 jam.4% Metabolisme: mengalami fosforilasi intraselular menjadi bentuk tidak aktif T½ eliminiasi : 1-1.Dosis.6 jam Waktu puncak : 1 jam Ekskresi : melalui urin 40% sebagai obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Kapsul dan serbuk untuk rekonstitusi dapat disimpan dalam temperatur ruang. < 60 kg 15 mg setiap 12 jam. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis : . Larutan rekonstitusi harus dibekukan dan stabil dalam 30 hari. Cl 26 – 50 ml/menit. 12 jam < 60 kg.< 60 kg: 30 mg setiap 12 jam .

kerusakan hati.10% Pada hati : Peningkatan bilirubin.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . sistem saraf dan kulit.doxorubisin. pankreatitis dan hepatotoksik . hepar peningkatan transaminase. > 10% Pada susunan saraf pusat : Sakit kepala. diare. bisa digunakan dengan perhatian .hidroksi urea.ribavirin. peningkatan neuropati perifer. sakit perut. panas. pancreatitis.Kontraindikasi Hipersensitif terhadap stavudin atau komponen lain dalam sediaan Efek Samping Dibanding dengan lamivudin efek neuropathy stavudin lebih besar. menurangi foforilase intraseluler . . thrombositopenia Interaksi . hepatitis. tidak dapat tidur. leukopenia.zalcitabine. kulit-rash. alergi. anoreksia. redistribution fat. Pengurangan efek terjadi bila: .Dengan Makanan : - Pengaruh . macam-macam : peningkatan amilase 1% .Dengan Obat Lain : Terjadi peningkatan efek bila dikombinasi dengan: . Laporan kasus sesudah dipasarkan. hepatic steanosis. neuropati perifer. anemia. hepatomegali.zidovudin. mengurangi fosforilasi intraseluler. muntah. laktat asidosis. bisa digunakan dengan perhatian. myalgia. saluran pencernaan : mual. mengurangi fosforilasi intraseluler.

atau pada pasien perempuan. angka kekuatan viral dan angka CD4 Bentuk Sediaan Kapsul 15 mg. Pada pasien suspek laktat asidosis.. didanosin dan hidroksiurea. 20 mg. kontraindikasi untuk ibu menyusui . Risiko semakin meningkat bila digunakan bersama didanosin dan hidroksi urea. yang nampak maupun simptom. Suspek pankreatitis muncul untuk penggunaan dari stavudin.Terhadap Anak-anak : - . penekanan terhadap tulang belakang atau neuropati perifer. memperpanjang dampak nukleosid. neuropati.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui efek masuknya ke dalam ASI. 30 mg. Neuropati perifer dapat berkurang dengan pengurangan dosis. walau dalam kasus yang fatal. didanosin. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien . 40 mg Puyer Untuk Larutan Oral. Zidovudin dikombinasikan dengan stavudin. Penggunaan stavudin dihentikan bila muncul laktat asidosis. Risiko akan bertambah bila gemuk.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Monitor fungsi liver.Ibu hamil meningkat resikonya dengan muncul laktat asidosis dan kerusakan hati.Pihak industri menyarankan bila muncul kelemahan dari motorik maka penggunaan dihentikan. 1 mg/ml (200 ml) Peringatan Hati-hati bila digunakan pada pasien yang hipersensitif pada stavudin. zalcitabin.

php/informasi-obat/377-stavudin. angka viral load dan CD4 Daftar Pustaka Drug information hand book.Keterangan : 1-3(3alfa.Nama & Struktur Kimia .hasil laboratorium dari fungsi hati. menghambat replikasi virus. C34H57BrN2O4 ::- Golongan/Kelas Terapi Relaksan Otot Perifer dan Penghambat Kolinesterase Nama Dagang Indikasi . 2005 http://dinkes. AHFS DRUG.yang bergantung Dpada DNA polimerase.tasikmalayakota. 2006. Mekanisme Aksi Stavudin adalah analog thymidin. neuropati.html Vekuronium Deskripsi . (DIH).Lakukan diskusi degan pasien mengenai frekuensi pemberian obat.17ß-Diacetoxy-2piperidino-5a androstan-16 ß-yl)-1methylpiperidium.Sifat Fisikokimia .id/index.go. nukleosida reverse transcriptase Monitoring Penggunaan Obat Simptom yang ada. yang mempengaruhi viral DNA HIV. dan efek samping untuk menjamin kepatuhan pasien. terutama untuk mencegah resistensi yang emergensi.

Pemberian vekuronium secara intravena akan didistribusikan dengan cepat. reaksi hipersensitif. kemerah-merahan.Juga dapat menghindari efek kardiovaskular. quadriplegik akut. Dimetabolisme juga oleh otot liver dan metabolit itu merupakan penghambat neuromuscular. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dengan Injeksi Intravena Dewasa : 80-100 mcg/kg bb . dosis pemeliharaan 20-30 mcg/kg bb tergantung dari respon klinik. takikardia. Dosis. edema. Kontraindikasi Pasien hipersensitif terhadap vekuronium dan komponen lain dalam sediaan. kolaps sirkulasi. Penyesuaian dosis juga dibutuhkan pada bayi dan pada pasien gagal ginjal. Bronkospasma dan reaksi anafilaktoid juga telah dilaporkan.Dan ini tentu mengarah pada aktivitas vekuronium dosis tinggi tidak menghasilkan efek samping pada vaskular. myositis (pada penggunaan jangka panjang). Farmakologi Dengan dosis biasa onsetnya kurang lebih 1-3 menit dan berakhir 20-30 menit. Neonatus dan bayi usia 4 bulan :dosis awal 10-20 mcg/kg bb lalu dinaikkan sampai efek yang diharapkan. rash. Stabilitas Penyimpanan Penyimpanan : Pada temperatur (15 – 25)°C dalam wadah kedap udara dan jauhkan dari cahaya. Interaksi .Relaksan otot untuk jangka pendek sampai sedang. Infus IV:50-80 mcg/kg bb diawali dengan injeksi IV 40 – 100 mcg/kg bb. sindrom miopati. Perhatian dibutuhkan pada pasien penderita hepatitis dan gangguan ginjal. Vecuronium bromida memiliki aktivitas dengan melepaskan histamin meskipun reaksi lokal pada lokasi injeksi telah dilaporkan. hipotensi. Efek Samping Bradikardia. gatalgatal.

. magnesium sulfat. kuinolon.Dengan Makanan : - Pengaruh . beta bloker. bayi dan pada pasien gagal ginjal Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus . .Dengan Obat Lain : Efek vekuronium meningkat dengan adanya aminoglikosida.. kuinidin. lidokain. calcium channel bloker. prokainamida. tetrasiklin dan vankomisin.Terhadap Anak-anak : - . makrolida. anestesi halogen.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tekanan darah.Terhadap Ibu Menyusui : Distribusi venkuronium pada air susu tidak diketahui. ketamin. imipenem. klindamisin. Penyesuaian dosis juga dibutuhkan pada ibu hamil. diuretik loop (furosemid). Obat harus dihindari atau digunakan dengan hati-hati dalam kehamilan karena dengan pemberian dosis tinggi dapat menyebabkan miastenia gravis pada bayi . gunakan dengan perhatian.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . denyut jantung Bentuk Sediaan Injeksi 4 mg/ml Peringatan Perhatian dibutuhkan pada pasien penderita hepatitis dan gangguan ginjal.

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi . suatu senyawa antifungal azole. Larut dalam DMSO atau kloroform .Nama & Struktur Kimia .4-dichlorophenyl)-2-(1H-1M-idazol: 1-ylmethyl)-1. menghambat depolarisasi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC. Ketokonazol mempunyai pKas 2.php/informasi-obat/402-vekuronium..html Ketokonazol Deskripsi . maka informasi tidak langsung diberikan pada pasien.9 hingga 6. Mekanisme Aksi Mencegah terikatnya asetilkolin pada reseptor pada motor endplate.go. Martindale:The complete drug reference. Et. Perlu sarana dan keahlian khusus.Sifat Fisikokimia Sinonim : cis-1-Acetyl-4-(4-((2-(2. Pharmaceutical Press 2005 http://dinkes.tasikmalayakota. C26H28N4O4Cl2 Ketokonazol berupa serbuk putih hingga sedikit abu-abu dan praktis : tidak larut dalam air.al.5.3-dioxolan-4-yl) methoxy) phenyl)-piperazine. Mengingat pemberian obat ini dilakukan melalui /oleh dokter anestesi. 34th ed.Informasi Pasien Pemakaian terbatas untuk kasus tertentu.id/index.Keterangan : Ketokonazol adalah suatu sintetik derivatif imidazol.

saliva. sejumlah kecil saja yang dapat masuk ke dalam cairan serebrospinal Ikatan protein : 93% hingga 96% Metabolisme : melalui hepatik sebagian via CYP3A4 menjadi bentuk senyawa yang tidak aktif Bioavailability : terjadi penurunan bila pH lambung meningkat T½ eliminasi : Biphasic : awal : 2 jam . Farmakologi Absorpsi : Oral : absorpsi cepat (~ 75%) Distribusi : terdistribusi dengan baik dalam cairan sendi yang mengalami inflamasi. urin. sebum. terminal : 8 jam . feses. 400 mg sekali sehari bersama makanan selama 5 hari. infeksi dermatofit pada kulit dan kuku tangan (tidak pada kuku kaki). profilaksis mikosa pada pasien immunosupresan.Zoloral Indikasi Mycoses sistemik.Mycoral .Mycozid . kandidiasis vaginal kronik yang resisten. tendon.Profungal .Interzol . empedu. kulit dan jaringan lunak. mycoses gastrointestinal yang resisten.Formyco . Pengobatan profilaksis dan pemeliharaan pada pasien immunosuppresi 200 mg sehari. air susu ibu. maksimum 400 mg sehari (untuk pasien lanjut usia 200 mg sehari) .Nama Dagang .Thicazol . serumen. jika setelah 14 hari respon tidak memadai lanjutkan hingga sedikitnya 1 minggu setelah gejala hilang dan hasil kultur negatif .Zoralin .Funet .Wizol . dapat menembus sawar darah otak (bood brain-barrier)dalam jumlah kecil.Katoconazol (Generik) . kandidiasis mukokutaneous kronik yang resisten. biasanya selama 14 hari.Nizoral . Candidiasis vaginal kronik yang resisten. dan testes.Muzoral . Anak-anak 3 mg/kg sehari. Dosis.Fungasol . Cara Pemberian dan Lama Pemberian 200 mg sekali sehari bersama makanan.

fotofobia. venlafaksine. 2C8/9 (kuat). 2C19. paraesthesia . beta blocker. nateglinid.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: substrat CYP3A4 (major). zolpidem dan substrat CYP1A2. nefazodon. 2A6.amfetamin. benzodiazepin. sakit kepala. dexmedetomidin. mirtazapin. alopecia. menghambat CYP1A2 (kuat). tioridazin. trimetreksate. busulfan.simvastatin dan triazolam karena dapat meningkatkan toksisitas senyawa ini. risperidon. mesoridazin.midazolam. 2D6 (moderate). glimepirid. 2C8/9. sertraline. metusuksimid. ritonavir. atau 3A4. rosiglitazon. pruritus . buspiron. digoksin. calsium channel blocker. urin (13%) Stabilitas Penyimpanan Tablet ketoconazol harus dilindungi dari kelembaban dan disimpan dalam wadah tertutup rapat pada suhu 15 – 25°C Kontraindikasi Kerusakan hati. vinkristin. dekstrometorfan. ropinirol.Waktu untuk mencapai kadar puncak. pioglitazon. Ketoconazol dapat meningkatkan efek/kadar serum amiodaron . mutah. lidokain. 2D6. 2A6 (moderate) . kehamilan dan menyusui Efek Samping Mual.doxetacel. mexiletine. paroxetin. fenitoin. HMG-CoA reductase inhibitor (lovastatin dan simvastatin) dan pimozide dikontraindikasikan dengan penghambat CYP3A4 kuat. urticaria. jarang terjadi angioedema. serum: 1-2 jam Ekskresi : Feses (57%). diazepam. trombositopenia. fluoksetin. 2B6 (lemah).lovastatin. Meningkatkan efek/toksisitas: karena menghambat CYP3A4 ketokonazol kontraindikasi dengan cisaprid. Mesoridazine dan tioridazin dikontraindikasikan dengan penghambat CYP2D6 kuat. resiko hepatitis lebih tinggi pada pemakaian lebih dari 14 hari. cisaprid. alkaloid ergot. antidepresan trisiklik. Jika digunakan dengan . pusing . Interaksi . fluvoksamine. trifluoperazin. sirolimus. takrolimus. ginecomastiadan oligosperma . kerusakan berat pada hati . teofilin. anestesi inhalasi. 2C19 (moderate). propanolol. nyeri abdomen. vinblastin. Benzodiazepin tertentu ( midazolam dan triazolam) . citalopram. warfarin. 3A4 (kuat). glipizideifosfamid. ruam.

Terhadap Anak-anak : - . inhibitor pompa proton (omeprazol. rifampisin dan inducer CYP3A4 yang lain. Jangan diberikan bersamaan dengan rifampin. Menurunkan efek oral : absorpsi dipengaruhi oleh keasaman lambung. Efek/kadar ketokonazol diturunkan oleh aminoglutetimid. lansoprazol. hidrokodon. antasida. fenytoin. Faktor risiko : C . rabeprazol) dan sukralfat dapat secara signifikan menurunkan bioavailabilitas yang mengakibatkan kegagalan terapi dan sebaiknya tidak digunakan secara bersamaan. Efikasi kontrasepsi oral dapat diturunkan (data terbatas). Penurunan kadar serum dengan didanosin dan isoniazid. famotidin . nevirapin. oksikodon. .Terhadap Ibu Menyusui : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat. Ketokonazol terdistribusi dalam air susu ibu.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tes fungsi hati .Dengan Makanan : Kadar puncak serum ketokonazol dapat diperpanjang jika digunakan bersama makanan. karbamazepin.Terhadap Kehamilan : Produsen menyatakan adanya teratogenisitas pada studi hewan. nafcillin.penghambat CYP3A4 kuat. Ketokonazol dapat menurunkan kadar/efek substrat prodrug CYP2D6 (seperti: kodein. nizatidin dan ranitidin). antagonis H2 (simetidin. tramadol) . John’s wort dapat menurunkan kadar ketokonazol Pengaruh . St. diperlukan penyesuaian dosis untuk sildenafil dan penghambat PDE-5 yang lain. penggunaan obat harus dihindari pada wanita hamil. fenobarbital.

Hindari pada pasien porfiria Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. umur dan berat badan. kecuali atas saran dari dokter atau apoteker. setelah 14 hari pengobatan kemudian selang sebulan sekali. juga menghambat sintesis androgen. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. menghambat beberapa enzim pada jamur yang mengakibatkan terbentuknya kadar toksik hidrogen peroksida. segera mungkin minum obat setelah ingat. Digunakan bersama dengan makanan atau susu untuk menurunkan efek samping pada saluran cerna. seperti kondisi pasien. hubungi dokter atau apoteker Mekanisme Aksi Mempengaruhi permeabilitas dinding sel melalui penghambatan sitokrom P450 jamur.Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Monitoring fungsi hati secara klinik dan biokimiawi untuk pengobatan yang berlangsung lebih dari 14 hari dengan melakukan tes fungsi hati sebelum memulai pengobatan. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. . Gunakan tablet 2 jam lebih dulu sebelum antasida untuk mencegah penurunan absorpsi disebabkan oleh pH lambung yang tinggi . kecuali atas anjuran dokter. menghambat biosintesa trigliserida dan fosfolipid jamur. Jika pasien lupa minum obat. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekwensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker.

. klindamisin palmitate hydrochloride. Perbedaan struktur dengan lincomycin adalah terdapatnya substitusi atom chlorin pada 7-hydroxil dan inversi (pembalikan) 7: carbon. pKa klindamisin adalah 7.Sifat Fisikokimia : Diperdagangan klindamisin berada dalam bentuk klindamisin hydrochloride.Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. fosfate berturut-turut merupakan serbuk kristal berwarna putih.45. palmitate hydrokloride.Nama & Struktur Kimia . klindamisin Hydrokloride. serbuk kristal hygroskopis warna putih atau keputih-putihan dengan masing-masing mempunyai bau yang khas dan larut dalam air.php/informasi-obat/289-ketokonazol.Keterangan : Klindamisin merupakan antibiotik semisintetik turunan dari linkomisin Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi . klindamisin phosphate.html Klindamisin Deskripsi . Kelarutan klindamisin phosphate dalam air : 400 mg/ml pada suhu 25°C.go. serbuk amorphous warna putih atau keputih-putihan.id/index.tasikmalayakota.

Dosis.Comdasin .Indanox . Efek toksik yang paling serius adalah timbulnya kolitis yang dapat berakibat fatal dan sangat umum terjadi pada usia setengah baya dan pada wanita usia lanjut .Lindan .Prolic Indikasi Klindamisin aktif melawan kuman kokus gram positif . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Peroral.Probiotin .Clindexin .Clinjos . pemberian dosis tunggal yang melebihi 600 mg hanya boleh diberikan secara infus intravena. Klindamisin direkomendasikan pada infeksi staphylococcus tulang dan sendi seperti osteomyelitis dan intraabdominal sepsis. karena tidak lebih efektif daripada golongan penisilin melawan anaerob dan kemungkinan terdapat reisistensi silang dengan bakteri resisten eritromisin.Lindacyn . Obat ini terkonsentrasi dalam tulang dan diekskresi melalui empedu dan urin.Clinidac . namun kondisi ini lebih sering terjadi pada penggunaan klindamisin.Albiotin . Meskipun timbulnya kolitis yang berkaitan dengan penggunaan antibiotika dapat terjadi pada penggunaan sebagian besar antibiotika.6 – 2.7 g sehari (dalam 2 – 4 dosis terbagi) .Clinmas . dapat dinaikkan hingga 450 mg setiap 6 jam pada infeksi berat .Nama Dagang .Dalacin C/Dalacin C Phosphat .Librodan .Nufaclind . termasuk staphylococus yang resisten terhadap penisilin dan juga melawan beberapa bakteri anaerob terutama bacteroides fragilis.8 g sehari. Klindamisin digunakan untuk profilaksis endokarditis pada pasien yang alergi terhadap penisilin.Daclin-300 .Opiclam .Cindala . Injeksi intramuscular dalam atau infusi intravena.Clinium . Pada infeksi oral. anak-anak 3-6 mg/kg setiap 6 jam. pada infeksi yang mengancam jiwa dosis dapat dinaikkan hingga 4. 0.Clinbercin . klindamisin sebaiknya tidak digunakan secara secara rutin untuk mengobati infeksi oral.Dacin .Biodasin . Klindamisin hanya digunakan secara terbatas karena efek sampingnya yang serius.Anerocid .Climadan .Ethidan . dosis tunggal pada pemberian infus intravena tidak boleh lebih .Klindamisin (Generik) .Lando .Zumatic .Klindamisin OGB Dexa . 150 -300 mg setiap 6 jam. terutama sesudah operasi.

serum : Oral : dalam 60 menit.6-5. kolitis yang berkaitan . oesophagitis. larutan oral stabil selama 2 minggu pada suhu kamar 20°C hingga 25°C (68°F hingga 77°F) Larutan topikal : Simpan pada suhu kamar 20°C hingga 25°C (68°F hingga 77°F) Ovula : simpan pada suhu kamar 15°C hingga 30°C (68°F hingga 77°F) Kontraindikasi Diare. infeksi berat .dari 1. minimal 300 mg sehari tanpa memperhitungkan berat badan Farmakologi Absorpsi : Topical : ~ 10 %. dihindari injeksi yang mengandung benzil alkohol pada neonatus Efek Samping Diare (hentikan pengobatan). Anak-anak diatas 1 bulan.6 jam . 15 – 40 mg/kg sehari dibagi dalam 3 – 4 dosis .2 g. setelah larutan direkontitusi .3 jam (rata-rata : 2-3 jam) Waktu untuk mencapai kadar puncak. muntah. masuk ke dalam air susu Metabolisme : hepatik Bioavailability : Topical: < 1% T½ eliminasi (half-life elimination) : Neonatus : Premature: 8. Dewasa : 1. menembus plasenta .7 jam . Full-term: 3. Oral : Cepat (90 %) Distribusi : Konsentrasi tinggi pada tulang dan urin. IM 1-3 jam Ekskresi : Urin (10%) dan feces (~ 4%) sebagai obat aktif dan metabolit Stabilitas Penyimpanan Kapsul : Simpan pada suhu kamar 20°C hingga 25°C Krim : Simpan pada suhu kamar IV : larutan infus dalam larutan NS atau D5W stabil selama 16 hari pada suhu kamar Larutan oral : Larutan oral yang telah direkonstitusi jangan disimpan pada refrigerator (suhu dingin) . mual. jumlah obat dalam cairan serebrospinal tidak signifikan bahkan pada inflamasi meninges (selaput otak) . perut tidak enak.

dengan penggunaan antibiotika. namun diare berdarah dilaporkan terjadi pada 1 bayi. indurasi dan abcess sesudah injeksi intramuscular. Cairan Inj Peringatan . eksfoliatif dan dermatitis vesiculobullous. pruritus.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Observasi perubahan pada usus. urticaria reaksi anafilaksis. neutropenia. thromboplebitis sesudah injeksi intravena Interaksi . agranulositosis dan trombositopenia. monitor kolitis dan pengobatan terhadap gejala yang timbul. jaundice (penyakit kuning) dan mempengaruhi tes fungsi hati. tes fungsi hati dan renal secara periodik Bentuk Sediaan Kapsul. eosinophilia.Terhadap Anak-anak : - .Dengan Makanan : - Pengaruh . Masuk ke dalam air susu ibu . pada pengobatan jangka panjang monitor CBC. nyeri. rash.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B .Dengan Obat Lain : - .Terhadap Ibu Menyusui : Kemungkinan hanya sejumlah kecil berada pada air susu ibu. syndrom Stevens-Johnson.

umur dan berat badan. Jika anda mempunyai pertanyaan tentang obat ini. apoteker atau petugas kesehatan yang lain. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. kecuali atas anjuran dokter. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/frekuensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau petugas kesehatan. Tes laboratorium diperlukan dalam monitoring terapi. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan.Pasien harus segera menghentikan pengobatan jika timbul diare atau kolitis. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. nyeri/kram pada lambung atau terdapat darah pada feces segera hubungi dokter. tanyakan pada dokter. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. dihindari pada pofiria. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan . Jika terjadi diare yang berat. Jangan mengobati diare sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter. Mekanisme Aksi . Tanyakan hal ini pada petugas kesehatan atau apoteker. Pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan eliminasi bakteri menjadi tidak sempurna dan dapat mengakibatkan infeksi kambuh kembali. monitoring fungsi hati dan fungsi ginjal pada pengobatan jangka panjang dan pada neonatus dan bayi. Pasien segera menghentikan pengobatan jika timbul diare atau kolitis. 5) yang dapat menyebabkan alergi pada individu tertentu. seperti kondisi pasien. Tanda-tanda ini merupakan efek samping yang serius. Beberapa sediaan mengandung tartrazine (FD & C Yellow No. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Kapsul harus ditelan dengan segelas air. menyusui . Jangan diberikan pada orang lain. Pastikan hal ini dilakukan. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat segera hubungi tenaga kesehatan. kerusakan ginjal. segera mungkin minum obat setelah ingat. kehamilan . Jangan menghentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Gunakan obat hingga habis. hindari pemberian intravena secara cepat. kerusakan hati. Jika pasien lupa minum obat.

html Kotrimoksazol Deskripsi . monitor colitis dan pengobatan terhadap gejala yang timbul. Monitoring Penggunaan Obat Obsevasi perubahan pada usus.0% C10H11N3O3S dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.Terjadi ikatan secara reversibel dengan subunit ribosomal 50S.5: trimethoxybenzyl)pyrimidine-2. letak infeksi dan jenis organisma. praktis tidak berbau.tasikmalayakota. Kelarutan obat : sangat sukar larut dalam air.4-diamine. agak sukar larut dalam etanol. mudah larut dalam asetone dan dalam larutan natrium hidroksida encer.5% dan tidak lebih dari 101.0% C14H18N4O3 dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.go.4.Sifat Fisikokimia 4-amino-N-(5-methylisoxazol-3-yl)-benzenesulfonamide . 5-(3.Nama & Struktur Kimia . tes fungsi hati dan renal secara periodik. agak sukar larut dalam kloroform dan dalam . mencegah terjadinya ikatan peptida sehingga akan menghambat sintesis protein bakteri. larut dalam benzilalkohol.php/informasi-obat/293-klindamisin. Kelarutan obat. praktis tidak larut dalam air dalam eter dan dalam kloroform.0% dan tidak lebih dari 101. Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. C14H18N4O3 : SULFAMETOXAZOLE (disingkat SMX)Mengandung tidak kurang dari 99. efek bakteriostatik atau bakterisidal tergantung dari konsentrasi obat. putih sampai putih. Obat berbentuk serbuk hablur. TRIMETHOPRIM (disingkat TMP)Mengandung tidak kurang dari 98. pada pengobatan jangka panjang monitor CBC .id/index. C10H11N3O3S.

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Septrin .Cotrimol .Keterangan Co-trimoksazol (disingkat SXT. .Trimezol .P.morganii. Klebsella dan Enterobacter sp.Bactrizol .Moxalas .Dumotrim .Bactricid .Primsulfon .Ottoprim .Cotrim .Meditrim .Licoprima . TMP-SMX.Erphatrim . pengobatan entritis yang disebabkan oleh Shigella flexneri atau Shigella sonnei.influenzae.Nufaprim . traveler diarrhea yang disebabkan oleh enterotoksigenik E. otitis media akut pada anak. dalam rasio perbandingan 1 banding 5.Sulprim . IV. eksaserbasi akut pada bronchitis kronis pasien dewasa yang disebabkan oleh bakteri yang sensistif seperti H.Ulfaprim .Xepaprim Indikasi Oral: Untuk pengobatan infeksi saluran urin yang disebabkan E.Zoltrim .Hexaprim .Zultrop .Fsiprim .Bactrim . pencegahan dan pengobatan Pneumocitis carinii pneumoniae (PCP). sangat sukar larut dalam etanol dan dalam asetone.Merotin .Wiatrim .mirabilis dan P. praktis tidak larut dalam eter dan dalam karbon tetraklorida.pneumoniae.Infatrim .Sultrimmix .coli.Trixzol .Ikaprim . Untuk pengobatan infeksi severe atau komplikasi ketika penggunaan oral sudah tidak mungkin .atau S.Trimoxsul ..Primadex .vulgaris. or TMP-sulfa) adalah : antibiotik kombinasi antara trimethoprim dan sulfametoksazol. M.Bactoprim Combi .coli.metanol.

Pencegahan: oral: 150 mg TMP/m2/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam untuk 3 hari/minggu. Pneumocytis: Pengobatan: oral. mingguan. Pencegahan: Oral: 2 mg TMP/kg/dosis harian atau 5 mg TMP/kg/dosis dua kali. yaitu digunakan pengobatan empiric PCP pada pasien immunocompromise. Infeksi serius: Oral: 20mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis: dihitung berdasarkan perbandingan dasar obat. shigellosis. 15-20 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam. Anak >2 tahun . . IV: 8-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam. IV.8 atau 12 jam selama 14 hari dengan infeksi serius. infeksi Nacardia asteroides . Seperti yang terdokumentasikan digunakan untuk PCP. Infeksi saluran urin pengobatan: oral: 6-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam. dengan komposis sulfametoxazole 800 mg dan trimethoprim 160 mg.dilakukan. Otitis media akut: oral: 8 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam selama 10 hari. Dosis. 8-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam. Jangan melebihi trimetoprime 320 mg dan sulfametoxazol 1600 mg/hari Shigellosis: Oral: 8 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam selama 5 hari. dengan panduan : Infeksi ringan – berat: oral. IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. demam tifoid.

8 atau 12 jam selama 14 hari untuk infeksi gawat.. IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. Bronkitis kronis: oral: 1 (satu) tablet setiap 12 jam selama 10-14 hari.8. prostatitis: akut:2 minggu. . Pengobatan: oral. Diare traveler: oral: 1 tablet setiap 12 jam selama 5 hari.IV: 15-20 mg TMP/kg/hari dalam 3-4 dosis terbagi. Nocardia: oral.2-3 bulan. kronik. Shigellosis: Oral: 1 tablet setiap 12 jam selama 5 hari. Cyclospora: oral. dengan komplikasi: selama 7-10 hari. Infeksi saluran urin : Oral: satu tablet (sulfametoxazole 800 mg dan trimethoprim 160 mg) setiap 12 jam. Lamanya pengobatan: tidak ada komplikasi: 3-5 hari. Sepsis: IV: 20 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam.8 atau 12 jam selama 5 hari. atau 12 jam lebih dari 5 hari. IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. Pneumocytis carinii: Profilasis: oral: 1 tablet sehari atau 3 kali/minggu.IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6.IV: 160 mg TMP dua kali sehari untuk 7-10 hari. Pyelopritis: 14 hari. Dosis dewasa. IV Infeksi kulit: 5mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi.

cara pelarutannya dan pelarutnya harus sesuai dengan yang telah diinformasikan.Infeksi gawat (pulmonal/cerebral): 10-15 TMP/kg/hari dalam 2-3 dosis terbagi. jangan disimpan pada refrigerator/pembeku. dan mengalami perpanjangan pada pasien gagal ginjal. Eksresi obat: dieksresi melalui urin dalam bentuk metabolit dan dalam bentuk utuh. Lamanya pengobatan masih controversial. TMP: 6-17 jam.45%. Kontraindikasi . T½ eliminasi: SMX: 9 jam. 5 mL/100 D5W stabil untuk 4 jam. T. TMX. terlindung dari cahaya. Farmakologi Absorbsi: oral : hampir sempurna. 68%. max. ada yang melaporkan selama 7 bulan penggunaan obat. 5 mL/75 D5W stabil untuk 2 jam. 5 mL/125 D5W stabil untuk 6 jam. serum: antara 1-4 jam. Sediaan larutan IV. simpan pada suhu ruangan jangan disimpan dalam refrigerator dan terlindung dari cahaya langsung. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada suhu ruangan (25°C). Ikatan protein: SMX. Sediaan suspensi disimpan pada suhu ruangan dan terhindar dari cahaya langsung. TMX: menjadi metabolit oksidan hidroksilat. efek: secara farmakologis keduanya bervariasi: peningkatan t ½ dan penurunan klirens obat tergantung klirens kreatinin. Metabolisme: SMX: N-asetilasi dan glukoronidasi. 90-100%.

profiria. hemolisis (dengan G6PD defisiensi). muntah. eosinophiia. granulositopenia. pankreatitis. dermatitis eksfoliatif. stomatitis. pruritus. neprotosis. kejang. kristaluria. peripheral neutritis. Gastrointestinal : Mual. demam. reaksi dermatologi (rash atau urticaria). kolestasis. Hepatic : Hepatotoxic (hepatitis. necrosis hepatic). anorexia. SLE (systemic lupus erytomatosus: jarang). anemia megaloblastik karena kekurangan asam folat. toxic epidermal necrosis. Endokrin dan metabolit : miperkalemia (pada penggunaan dosis besar). Neuromuskular dan skeletal : Atralgia. Hematologi : Trombositopenia. anemia aplastic. sindrom stevens-johnson. pseudomembranous collitis. gagal ginjal parah. agranulositosis. dispepsia. hipoglikemik. methemoglobinemia. diuresis. Pernafasan : batuk. angioedema. anorexia).Hipersensitif pada obat golongan sulfa. trimethoprim atau komponen lain dalam obat. Lain-lain: serum sicknes. ataxia. diare. hiperbilirubinemia. SSP : konfusi. peningkatan enzim transaminase. efek samping yang jarang dan dapat hilang dengan sendirinya terkait dengan penggunaan cotrimoxazole meliputi : reaksi dermatologi gawat dan hepatotoxic Cardiovascular : Alergi myokarditis. Renal : interstisial nephritis. fotosensitivitas. rabdomilisis. infiltrasi pulmonal. anemia megaloblastik. Dermatologi : Rash. halusinasi. gagal ginjal. pansitopenia. depresi. adanya tanda kerusakan pada hepar pasien. bayi dengan usia <2 bulan. myalgia. ikterus pada janin. urtikaria. kejadian yang jarang termasuk erytema multiform. kehamilan Efek Samping Reaksi efek samping yang paling banyak adalah gangguan pencernaan (mual. Henochschonlein purpura. muntah. Interaksi .

. Trimethoprim: inhibitor CYP2C8/9 (moderat) Meningkatkan efek toksik: Meningkatkan efek toksis dari metotreksat Meningkatkan kadar obat procainamide. penitoin. . rifapentine. dan inducer CYP2C8/9 lainya. Jangan digunakan pada saat term kehamilan untuk menghindari terjadinya ikterus pada bayi.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C/D. penggunaan selama proses kehamilan hanya jika terjadi resiko obesitas pada janin. secobarbital. nateglinid. flueksetin.. Peningkatan efek neprotosis dengan siklosporin. fenobarbital. glimepirid. pioglitazone. sertalin. glipizid. reseptor antagonis angiotensin atau diuresis hemat kalium. Menurunkan efek obat: Kemungkinan kadar obat kotrimoxazole akan diturunkan oleh: karbamazepin. Peningkatan efek hiperkalemia pada penggunaan bersamaan obat ACE inhibitor. Kemungkinan meningkatkan kadar obat amiodaron.Dengan Makanan : Pengaruh . dan substrat CYP2C8/9 lainya. rosiglitazon. Meningkatkan kadar obat dapson. rifampisin. phenytoin.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: Sulfametoksazol : inhibitor CYP2C8/9 (moderat). warfarin. Penggunaan bersamaan dengan pyrimethamine (dengan dosis >25mg/minggu) kemungkinan dapat meningkatkan resiko terjadinya anemia megaloblastik.

Hati – hati jika digunakan pada pasien yang mempunyai riwayat alergi atau asma Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus - . Suspensi Oral. Electrolit (Kalium) Bentuk Sediaan Injeksi. pasien lanjut usia). . apalagi jika diketahui reaksi yang terjadi akan bersifat fatal (sindrom stevens-johnson.Terhadap Anak-anak : Kontraindikasi jika digunakan pada bayi dengan usia <2 bulan. Hindari penggunaan obat pada pasien yang diketahui mengalami kontraindikasi dengan golongan sulfa. toxic epidermal necrosis.Terhadap Hasil Laboratorium : Kemungkinan dapat mempengaruhi hasil pengukuran fungsi hati. hepatic necrosis. kerusakan ginjal dan hepar atau pasien berpotensi tinggi untuk kekurangan folat (malnutrisi. dan beberapa elektrolit. Parameter Monitoring Hati (SGPT. Pada pasien elderly kemungkinan mengalami reaksi hipersensitivitas akan lebih besar termasuk juga akan mengalami hipoglikemik. anamia aplastic dan reaksi discariasis darah lainya). Tablet Peringatan Gunakan secara hati – hati pada pasien dengan defisiensi G6PD.SGOT) Ginjal (ClCr). .. ginjal. hati – hati jika diketahui ada kontra indikasi pada bayi.Terhadap Ibu Menyusui : Tereksresi dalam air susu ibu. menjalani terapi antikonfulsan dalam jangka waktu lama. perlu penyesuaian dosis untuk pasien dengan gagal ginjal.

html Eritromicin Deskripsi .Nama & Struktur Kimia : (3R*. 1995.6.11. http://dinkes.tasikmalayakota.9R*.php/informasi-obat/299-kotrimoksazol.13trihidroksi-3. 2005 Farmakope Indonesia IV.14R*)-4-[(2.4S*. maka harap menghubungi dokter.5S*. Daftar Pustaka Drug information hand book. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat.13-heksametil-6-[[3.id/index. AHFS DRUG. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. 2006. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat.7.11R*. harap menghubungi apoteker.12. Trimethoprime menghambat terjadinya reduktasi asam dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat yang secara tidak langsung mengakibatkan penghambatan enzim pada siklus pembentukan asam folat Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. (DIH).4.Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi.trideoksi-3(dimetilamino)-ß-D-xilo-heksopiranosil ] oksi ] oksasiklotetradekana- .Mengamati kemungkinan adanya gejala defisiensi asam folat atau munculnya gejala ESO obat lainya.go.7R*.5.12R*. 13S*. seperti mual. dan ketidak berhasilan terapi maka sebaiknya obat digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. Mekanisme Aksi Sulfametoxazol menghambat sintesis asam folat dan pertumbuhan bakteri dengan menghambat susunan asam dihidrofolat dari asam para-aminobenzen. diare atau respon hipersensitivitas.6-Dideoksi3-C-metil-3-O-metil-a-L-ribo-hekso-piranosil)-oksi]-14-etil-7.9.6R*. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat.

C37H67NO13 .Decatrocin .Eryprima .Sapphire . larut dalam etanol.Erytrocin .pyogenes. dan campylobacter gastroenteritis.Rythron . M.Corsatrocin .Jeracin .Kemotrocin .pneumoniae. N. siphilis dan nongonococcal urethritis.Keterangan Eritromisin etilsuksinat : Eritromisin 2’-(etilsuksinat)[41342-53-4.Tromilin Indikasi Sistemik: Digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri yang sensitif terhadap eritromisin seperti.Opithrocin .42 Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . choncroid.histolitica.Erycoat Forte .Sifat Fisikokimia Pemerian : serbuk hablur putih atau agak kuning.Konitrocinx .Konitrocin . S. digunakan untuk terapi konjungtifitis dengan neomosin. C37H67NO13. Topical: untuk pengobatan acne vulgaris.10-dion[114-07-8].Tamaret .Throcidan .C18H36O2 . Chlamydia. BM: 862. E.1264: 62-6] . Kelarutan : sukar larut dalam air. tidak berbau.Erymed Plus .Erphatrocin .Erira . Pada mata: Untuk mengatasi infeksi konjungtivistis atau gangguan kornea pada bayi baru lahir.Pharothrocin .Eritromec .2.gonorrhoeae. termasuk S. Legionella pneumophilia.pneumoniae. C43H75NO16 . Eritromisin stearat (garam) .Medoxin .Erysanbe .06 . erytrasma.Erythrin .aereus. sedikit : higroskopis.Eryderm . dalam kloroform dan dalam eter . .Aknemicin .Banntrocin . S.Erytrocin EES .Arsitrocin . BM: 1018.Erymed . diphtheria pertusis.

jangan menggunakan obat bersamaan dengan susu. Murni (basa): 250 – 500 mg setiap 6-12 jam. CARA PEMBERIAN Oral: jangan menghancurkan (membuat serbuk) obat dalam bentuk salut enterik. Dosis dewasa Oral. Stearat: 30-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 2-4 dosis. tidak lebih dari 3. . Injeksi: Laktobionat: 15-50 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam.Dosis. Etilsuksinat: 400-800 mg setiap 6-12 jam. Estolat: 30-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 2-4 dosis.2 g/hari. 500-1000 mg 4 kali sehari untuk 10-14 hari. jika terjadi gangguan cerna pada lambung seperti diare. stearat atau estolat). Dosis untuk indikasi khusus: CAP (community acquired pneumoniae) : oral. Murni (basa): 30-50 mg/kg/hari dalam 2-4 dosis terbagi. Etilsuksinat: 30-50 mg/kg/hari dalam 2-4 dosis terbagi. (maksimal 4 g/24 jam). tidak lebih dari 2 g/hari. atau dapat diberikan dalam infus terus-menerus selama 24 jam. tidak lebih dari 4 g/hari. maka obat dapat diberikan bersamaan dengan makanan. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Bayi dan anak –anak: Kisaran Dosis lazim : Oral: (catatan: terdapat perbedaan absobsi antara 400 mg eritromisin etilsuksinat pada kadar serum dengan 250 mg eritromisin murni (basa). IV. Injeksi: Laktobionat: 15-20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam atau 500 mg sampai 1 g setiap 6 jam. Jika infeksi disebabkan karena legionella maka 750-1000 mg 4 kali sehari untuk 21 hari atau lebih lama lagi dapat direkomendasikan.

5 – 2. CNS : headache (8%). T½ eliminasi: Puncak:1. ethilsuksinat 0. flatulence(2%). Ekskresi: Utamanya melalui feses. Serbuk suspensi oral. pain(2%). Gastrointestinal: nyeri lambung (8%). Metabolisme: melalui hepar dengan proses dimetilasi. pimozide. Pasien yang diketahui menderita penyakit liver. topikal dan tetes mata disimpan dalam suhu ruangan.5-2jam. urine (2-15% dalam bentuk utuh). Ikatan protein: 75-90%. dan cisapride. muntah (3%). Kontraindikasi jika digunakan bersamaan dengan turunan ergot. pseudomembranouscollitis. setelah dilarutkan dapat bertahan selama 14 hari dalam suhu ruangan. ertromicin etilsuksinat. kejang. diare (7%). perpanjangan QTc ventricular takikardia (jarang). kram. T max: serum: normal 4 jam. mual (8%). Stabilitas Penyimpanan Injeksi: Eritromisin laktobionat setelah mengalami pengenceran dapat bertahan selama 2 minggu dalam lemari pendingin dan bertahan selama 24 jam pada suhu ruangan. Distribusi: Menembus plasenta. sedangkan dalam bentuk drop. dispepsia (2%). Kontraindikasi Pasien yang hipersensitif terhadap eritromisin dan komponen lain dalam obat. demam. pruritus (1%). berdifusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal. pancreatitis . Gagal ginjal: 5-6jam.Farmakologi Absorbsi: Oral : bervariasi tetapi akan lebih baik bila dalam bentuk sediaan garam jika dibandingkan dengan bentuk basanya . kandidiasis mulut.5 jam dan kemungkinan akan diperlambat oleh makanan karena terjadi perbedaan absorbsi obat. Oral: Granul suspensi setelah di larutkan dapat bertahan jika disimpan dalam almari pendingin selama 10 hari. absobsi kemungkinan akan meningkat jika digunakan bersamaan dengan makanan. Tablet. hipertropic pyloric stenosis. Dermatitis : ruam (3%). anoreksi. masuk dalam ASI. Efek Samping Sistemik : Cardiovascular : ventricular arritmia. 18 – 45%. dapat bertahan selama 25 hari.

nefazodone. pruritos. thioridazin) harus dengan perhatian ekstra. Lain-ain : Reaksi hipersensitifitas. Topikal: 1-10% : dermatologi: erythema.Hematologi : Eosinophilia (1%). Penggunaan dengan obat–obat yang memperpanjang interval QTc meliputi tipe 1a (quinidine) dan tipe III obat antiarritmia. Menurunkan efek: . Interaksi . protease inhibitor. nefazodone. sehingga kemungkinan akan meningkatkan efek obat: benzodiazepin. sildenafil. Golongan ergot juga dikontraindikasikan penggunaannya bersamaan dengan eritromisin. nicardipine. verapamil. gatifloxacin. isoniazid. propofol. tromboflebitis. HMG-CoA reductase inhibitor (lovastatin dan simvastatin). tacrolimus. quinidine. batuk (3%). cisapride. Local : Plebitis pada tempat injeksi. pimozide. imatinib. thioridazine. mirtazapine. telithromicin dan penghambat CYP3A4 lainya. quinidine. desquamation. reaksi alergi. serta antipsikosis selektif (mesoridazin. diklofenak. sparfloxacin. claritromisin. meningkatkan parameter pemeriksaan hepar (2%). Hepatic : Cholestatic joundice (kebanyakan jika bersamaan dengan estolate). kulit kering. doxyciclin. ergot alcaloide. Efek obat yang memblokade neuromuskular dan warfarin akan ditingkatkan oleh eritromisin. Efek eritromisin akan ditingkatkan oleh: antifungi. pimozide. Eritromisin adalah inhibitor moderat CYP3A4. moxifloxacin. netaglinide. fenlafaksine. Respirasi : Dyspnea (1%).Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek toksik: Meningkatkan efek aritmia jika digunakan bersamaan dengan: cisapride. Neuromuscular dan skeletal : Malas (2%). Ca chanel blocker. cyclosporin.

Hindari penggunaan eritromisin pada bayi.Dengan Makanan : Etanol: hindarkan penggunaan dengan etanol karena akan menurunkan absorbsi eritromisin juga akan meningkatkan efek etanol. muntah.Eritromisin kemungkinan menurunkan kadar obat zafirlukas. Parameter Monitoring CBC (cell blood count). Untuk Suspensi Oral . Makanan: obat akan meningkat absorbsinya jika digunakan bersamaan dengan makanan. Suspensi Oral.Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan Jangka panjang Kemungkinan Akan berpengaruh pada hasil pengukuran : Hepar. . phenithoin. rifampicin. . Penggunaan pada bayi dapat memicu terjadinya hypertropic pyloric . nafcilin. serum level eritromisin kemungkinan akan berubah jika diberikan dengan makanan. Gel. kolik lambung. dan demam. nevirapine. karbamazepin. . CBC.SGPT). Kadar eritromisin kemungkinan akan diturunkan oleh: aminoglutethimide. Eritromisin kemungkinan mempunya efek antagonis dengan obat clindamisin dan lincomisin. Serbuk Untuk Oral Suspensi .Terhadap Anak-anak : Hindari penggunaan eritromisin lactobionat. Topikal . Pengaruh . AAP merekomendasikan pemberian obat pada ibu menyusui. Fungsi hepar (SGOT. Ointment. karena kemungkinan bahan pelarutnya terkontaminasi dengan benzil alkohol yang bersifat toksik pada bayi (neonatus). ginjal. Jika terjadi demikian. phenobarbital. Tablet/Tablet Salud.Terhadap Ibu Menyusui: Obat diekresi kedalan ASI (air susu ibu).Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B . dan induksi CYP3A4 lainnya. Granul. mual. karena hal ini akan meningkatkan terjadinya rasa malas. tapi dengan hati-hati. Tablet Chewable. Renal (BUN. opthalmic Peringatan Penggunaannya harus berhati – hati pada pasien yang mengalami kerusakan hati baik dengan atau tanpa jaundice. Injeksi. ClCr). maka hentikan pengobatan. Bentuk Sediaan Kapsul. karena kemungkinan adanya benzil alkohol pada formulasi obat yang bersifat toksik pada bayi.

html Flukonazol . Amati jika ada timbul gejala ESO obat.go.php/informasi-obat/253-eritromicin. diare atau respon hipersensitivitas. serta antipsikosis selektif (mesoridazin. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. AHFS DRUG. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat.id/index. maka harap menghubungi dokter. harap menghubungi apoteker.tasikmalayakota. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis DNA-dependent protein bakteri sehingga akan mengubah perpanjangan tahapan sintesis. maka sebaiknya eritromisin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. 2005 Farmakope Indonesia IV.stenosis (HPS). Perlu di waspadai terjadinya suprainfeksi pada penggunaan obat dalam waktu lama. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. 2006. seperti mual. berikatan dengan 50S subunit ribosom yang akan menyebabkan penghambatan pada transpeptidase sel bakteri. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. thioridazin). Memonitor Penggunaan dengan obat – obat yang memperpanjang interval QTc meliputi tipe 1a (quinidine) dan tipe III obat antiaritmia. Daftar Pustaka Drug information hand book. http://dinkes. 1995. (DIH). Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat.

Govazol . Obat ini larut dalam metanol dan kloroform.Cryptal Indikasi Pengobatan candidiasis (vaginal.4-triazol-1-ylmethyl) benzyl alcohol.4-Difluoro-1-bis(1H-1.a?-(1H-1. pneumonia. infeksi saluran urin ). C13H12F2N6O .4-Difluorophenyl) .Flucoral .4-triazol-1-yl methyl)-1H-1.Keterangan : Fluconazole adalah sintetik derivatif triazol.2.Sifat Fisikokimia Flukonazol merupakan serbuk kristal putih. peroral dosis tunggal 150 mg . alfa?1. dan sedikit larut dalam air dengan kelarutan 8 mg/ml pada suhu 37°C.4-triazol-1-ylmethyl) benzyl alcohol.4triazole-1-ethanol.2. dan infeksi systemic) . suatu senyawa antifungal azol.Flucess . Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .4Difluoro-?alfa. Dosis.Cancid .Diflucan .76 pada suhu 24°C dalam 0. meningitis cryptococcal.bis(1H-1. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Vaginal candidiasis dan candidal balanitis.1 M NaCl. peritonitis. oropharyngeal. 2.Nama & Struktur Kimia : 2. ? a -(2. Struktur kimia yang mengandung cincin imidazol dengan cincin triazol menyebabkan meningkatnya aktivitas antifungi dan memperluas aktivitas spectrum antifungi. . esophageal.2. profiaksis antijamur pada transplantasi sumsum tulang.2.Candizol .Zemyc .Deskripsi . Obat mempunyai kelarutan : 25 mg/ml dalam alkohol pada temperatur kamar. Flukonazol mempunyai pKa 1.

infeksi non-invasive bronchopilmonary. peroral. anak-anak 6 – 12 mg/kg sehari ( setiap 72 jam pada neonatus berusia hingga 2 minggu. tiap 48 jam pada neonatus usia 2 – 4 minggu) Tinea pedis. peroral 200 mg sehari atau infusi intravena 100 – 200 mg sehari. peroral atau infusi intravena. 50 -400 mg sehari disesuaikan dengan resiko . 400 mg sehari jika pasien beresiko tinggi mengalami infeksi sistemik. setiap 48 jam pada neonatus dengan usia 2 – 4 minggu) ). terapi sebelum terjadinya onset neutropenia dan dilanjutkan sampai 7 hari setelah jumlah neutrofil yang diinginkan tercapai. dosis ditingkatkan jika perlu hingga 400 mg sehari. corporis. anak-anak tergantung dari lama dan beratnya neutropenia. pengobatan di teruskan sesuai respon ( paling sedikit 6 – 8 minggu untuk cryptococcal meningitis). Infeksi candidal invasiv (termasuk cadidaemia dan disseminated candidiasis) dan infeksi cryptococcal termasuk meningitis). 50 mg sehari selama 2 – 4 minggu ( selama 6 minggu pada tinea pedis). dosis awal 400 mg kemudian 200 mg sehari. 3 – 6 mg/kg pada hari pertama kemudian 3 mg / kg sehari (tiap 72 jam pada neonatus usia sampai 2 minggu. Anak-anak peroral atau infusi intravena. seperti setelah transplastasi sumsum tulang . maksimal dosis 400 mg sehari Pencegahan relaps cryptococcal meningitis pada pasien AIDS setelah terapi primer lengkap. peroral atau infusi intravena. maksimal durasi pengobatan adalah 6 minggu. peroral 50 mg sehari (100 mg sehari pada infeksi yang sulit sembuh) diberikan selama 7 – 14 hari . pemberian tidak . candiduria. selama 14 hari untuk atropical aral candidiasis. setiap 48 jam pada neonatus dengan usia 2 – 4 minggu). cruris. untuk oropharyngeal candidiasis (maksimal 14 hari kecuali pada pasien immunocompromised yang berat). dan dermal candidiasis. pityriasis versicolor. selama 14 – 30 hari pada infeksi mukosal yang lain (oesophagitis. maksimal dosis 400 mg sehari(BNF 50) Pemberian Flukonazol secara parenteral (IV infus) diberikan dalam 1 . 3 – 12 mg/kg sehari (setiap 72 jam pada neonatus berusia hingga 2 minggu.Mucosal Candidiasis ( kecuali genitalia). Pencegahan terhadap infeksi jamur pada pasien immunocompromised.2 jam.

Farmakologi Distribusi : terdistribusi secara luas dalam tubuh dengan penetrasi yang baik ke dalam cairan serebrospinal. rash ( pengobatan tidak dilanjutkan atau monitor dengan ketat pada infeksi invasive atau sistemik). Hindari pembekuan (freezing). . kulit dan urin. Setelah dilakukan rekonstitusi simpan pada 5°C hingga 30°C. sputum. reaksi hipersensitivitas. dispepsia jarang terjadi. anafilaksis.boleh lebih dari 200 mg/jam bila pemberian obat melalui IV infusi. hiperlipidemia. Jangan dibuka kemasannya hingga obat akan digunakan. serum: pemberian oral : 1-2 jam Ekskresi : Urin (80% dalam bentuk obat yang tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Serbuk untuk suspensi oral : simpan serbuk kering pada suhu < 30°C. toxic epidermal necrolysis. atau beberapa komponen yang terdapat dalam sediaan. mata . Buang sediaan yang tidak digunakan setelah 2 minggu. pruritus. inflamasi meninges : > 70% hingga 80%. rasa tidak enak pada perut. gangguan hati. sakit kapala. pusing. Ikatan protein plasma : 11% hingga 12% Bioavailabilitas : Oral : > 90% T½ eliminasi pada fungsi ginjal normal ~ 30 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. azol yang lain . muntah. alopecia. penggunaan bersamaan dengan cisapride Efek Samping Mual. syndrom Steven-Johnson (pada pasien AIDS pernah dilaporkan reaksi kulit yang hebat). kejang. cairan peritoneal. CSF : blood level ratio : normal meninges : 70% hingga 80% . Hindari pembekuan (freezing). gangguan pengecapan. flatulence. Injeksi : simpan injeksi dalam kemasan gelas pada suhu 5°C hingga 30°C. leucopenia. Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap flukonazol. diare. Difusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal : adekuat dengan atau tanpa inflamasi.

turunan ergot. neteglinide.trombositopenia dan hipokalemia. Meningkatkan efek/toksisitas : Penggunaan bersamaan dengan cisapride dikontraindikasikan disebabkan karena potensial terjadi aritmia malignant. HMG-CoA reductase inhibitor. Penggunaan obat selama trimester pertama dilaporkan terjadi malformation pada manusia jika digunakan pada dosis tinggi (400 mg/hari) dalam jangka waktu yang lama . citalopram. warfarin dan substrate CYP2C8/9. phenytoin. metsuksimid.Terhadap Ibu Menyusui : . diazepam. namun demikian diperlukan data tambahan. 2C19 (kuat). 2C19dan 3A4 yang lain. glipizid. glimepirid. 3 A4 (moderate). mirtazapine. bloker saluran kalsium. venlafaxine. cisapride.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. Penggunaan obat selama kehamilan hanya jika potensial keuntungan pada ibu lebih besar daripada potensial resiko pada janin. flukonazol bersifat teratogenik pada hewan uji. sildenafil (dan PDE-5 inhibitor yang lain). Jika digunakan pada dosis tinggi. Menurunkan efek: rifampin menurunkan konsentrasi flukonazol . sertraline. benzodiazepin tertentu. Produsen menyarankan menghindari penggunaan obat – multiple congenital abnormalities dilaporkan terjadi pada dosis tinggi dan pemakaian jangka lama. Interaksi . tacrolimus. pioglitazone. nefazodone. propranolol. . Flukonazol dapat meningkatkan kadar/efek amiodarone. rosiglitazone.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: Menghambat CYP1A2 (lemah) . siklosporin. Penggunaan dosis yang rendah (150 mg sebagai dosis tunggal atau 200 mg/hari) mempunyai factor resiko yang lebih rendah . fluoksetin. 2C8/9 (kuat).Dengan Makanan : Pengaruh .

Tablet. kehamilan. ALT. . tes fungsi ginjal.Terhadap Anak-anak : Pada pasien anak immunocompromised usia 6 bln hingga 13 thn dengan candidiasis oropharyngeal. menyusui.Produsen menyarankan menghindari penggunaan obat – fluconazole ditemukan pada air susu sehingga pemakaian flukonazol pada ibu menyusui tidak direkomendasikan. Efikasi flukonazol belum terbukti pada bayi umur kurang dari 6 bulan. monitor fungsi hati – pengobatan tidak diteruskan jika muncul gejala dan tanda gangguan pada hati ( resiko hepatic necrosis). kalium Bentuk Sediaan Kapsul. umur dan berat badan. seperti kondisi pasien. Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. mual (2 %) dan diare (2 %). . Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Tes fungsi hati (AST.flukonazol (2 hingga 3 mg/kg/hari) memperlihatkan efek klinik dan kecepatan respon mycological yg lebih tinggi daripada nistatin oral 400.000 IU 4 kali sehari. alkaline phaophatase ). Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau dokter. Pada suatu penelitian mengenai profil keamanan flukonazol pada 577 anakanak umur 1 hingga 17 tahun dengan dosis berkisar antara 1 hingga 15 mg/kg/hari selama 1 hingga 1616 hari. nyeri perut (3 %). . perpanjangan interval QT Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Digunakan dengan atau tanpa adanya makanan. Efek samping yang sering terjadi adalah muntah (5 %). Pastikan hal ini . Pada suatu penelitian efikasi Flukonazol untuk menekan meningitis cryptococcal telah terbukti berhasil pada 4 dari 5 anak-anak. Cairan Injeksi Peringatan Kerusakan ginjal.

html Gentamisin Deskripsi . Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda.Nama & Struktur Kimia . kecuali atas saran dari dokter atau apoteker.Sifat Fisikokimia .go. Mekanisme Aksi Mempengaruhi aktivitas cytochrom P450.dilakukan Jika pasien lupa minum obat. aseton. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. eter dan benzen. tidak larut dalam alkohol. segera mungkin minum obat setelah ingat. kalium Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 DrugFact & Comparisons 2003 http://dinkes. Serbuk agak keputih-putihan. :- Golongan/Kelas Terapi . alkaline phosphatase ) dan tes fungsi ginjal.php/informasi-obat/263-flukonazol.Keterangan : : Gentamisin sulfat. Jangan diberikan pada orang lain. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Larut baik dalam air.tasikmalayakota. kloroform.id/index. ALT. menurunkan synthesis ergosterol (sterol penting pada sel membran jamur) dan menghambat formasi sel membran Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati secara periodik (AST. mintalah nasehat dokter tau apoteker.

dan profilaksis untuk bakteri endokarditis dan tindakan bedah.Gentamisin Indikasi Infeksi : Gram negatif (Pseudomonas. Note : Usual dose yang lebih tinggi dan/atau frekuensi yang lebih tinggi (setiap 6 jam) yang diberikan pada kondisi klinik secara selektif ( cystic fibrosis) data serum level yang dibutuhkan • Anak dan dewasa : Intratekal : 4 – 8 mg/hari Optalmik : Salep : Dioleskan pada mata 2 – 3 kali sehari sampai setiap 3 – 4 kali Tetes mata : Teteskan pada mata yang sakit 1 – 2 tetes setiap 2 – 4 jam. infeksi tulang. abdomen.Gentak . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis diberikan secara individu karena indek terapinya relatif sempit • Dosis umum : Bayi dan anak < 5 tahun : 2.5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i. Serratia) dan Gram positif (Staphylococcus).Genoptik . naikan 2 tetes setiap jam untuk infeksi parah Topikal : . atau i. infeksi saluran nafas.m.Gentamerc .v. infeksi kulit dan jaringan lunak.Diprogenta .2. penggunaan topical. atau i. Proteus.Gentana . endokarditis dan septikemia .m.Anti Infeksi Nama Dagang . Anak > 5 tahun : 2 .v. Dosis.5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i. infeksi saluran urin.

dosis inisial yang lebih tinggi dapat diberikan dengan pertimbangan yang cermat untuk pasien jika cairan ekstraseluler meningkat (udem. atu 5 mg/kg BB/hari secara i. syok Dosis tunggal : 4 – 7 mg/kg BB/dosis tunggal/hari.m.5 mg/kg BB setiap 8 – 12 jam. 8 – 28 hari : Neonatal dengan BB < 2000 gr : 2. selanjutnya 1.5 – 2 mg/kg BB setiap 8 jam (kombinasi dengan Ampisilin dan Metronidazol) Profilaksis endokarditis : Gigi.5 mg/kg BB dikombinasi dengan Ampisilin 50 mg/kg BB 30 menit sebelum operasi Endokarditis atau sejenisnya (untuk infeksi Gram Positif) : 1 mg/kg BB setiap 8 jam (kombinasi dengan Ampisilin) Meningitis Listeria : 5 – 7 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan Penicillin selama 1 minggu Meningitis Neonatal. atas. v. saluran pencernaan.5 mg/kg BB/ dosis setiap 8 – 12 jam untuk mendapatkan kadar puncak secara cepat pada terapi.5 mg/kg BB setiap 12 jam Meningitis Neonatal. • Indikasi spesifik :` Bruselosis : 240 mg/hari i. 0 – 7 hari : Neonatal dengan BB < 2000 gr : 2. beberapa klinisi memberikan rekomendasi dosis tersebut untuk pasien yang fungsi ginjalnya normal. m.5 mg/kg BB setiap 18 – 24 jam. Konfensional : 1 – 2. atau i.5 mg/kg BB setiap 8 jam .Salep : Salep dioleskan pada kulit yang sakit 3 – 4 kali sehari Dewasa : Diberikan secara i. v. mulut. selama 7 hari. saluran urin 1. Neonatal dengan BB > 2000 gr : 2. Dapat juga dikombinasi dengan Doxyciclin Kolangitis : 4 – 6 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan Ampisilin Divertikulitis (komplikasi) : 1. Neonatal dengan BB > 2000 gr : 2. saluran nafas bagian.5 mg/kg BB setiap 8 jam Inflamasi pelvik : Loading Dose : 2 mg/kg BB.

Hemodialisa : Dilanjutkan dengan dialisa : 30% lanjutan dari Aminoglikosida dilaksanakan selama 4 jam hemodialisa. Terapi lanjutan dengan Continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) : Pemberian melalui cairan CAPD : o Infeksi Gram–negative : 4 – 8 mg/L(4 – 8 mc/L) dari cairan CAPD o Infeksi Gram–positif (mis. Pneumonia : 7 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan antipseudomonas beta laktam atau Carbapenem Tularemia : 5 mg/kg BB/hari dibagi setiap 8 jam untuk 1 – 2 minggu Infeksi saluran Urin :1. m. kemudian monitor Dosis tinggi untuk terapi : Interval diperpanjang ( mis. pemberian dosis selama hemodialisa dan follow level . setiap 48 jam) pada pasien dengan gangguan ginjal yang moderat (klirens kreatinin 30 – 59 mL/menit) dan atau dasar perhitungan pada serum level determination.. Dosis untuk Clcr <10 mL/menit dan follow level Lanjutan melalui kontinius arterovenous atau venovenous hemofiltration : .5 mg/kg BB/dosis setiap 8 jam • Interval Dosis pada penurunan fungsi ginjal Dosis konvensional : Klirens kreatinin >= 60 ml/menit : diberikan setiap 8 jam Klirens kreatinin 40 – 60 ml/menit : diberikan setiap 12 jam Klirens kreatinin 20 – 40 ml/menit : diberikan setiap 24 jam Klirens kreatinin < 20 ml/menit : loading dose. Atau i.Alternate therapy : 4. Selama CAPD. v. siergis) : 3 – 4 mg/L (mcg/L) dari cairan CAPD Pemberian injeksi dengan rute i.5 mg/kg BB/hari Plague (Yersinia pestis) : 5 mg/kg BB/hari diikuti dengan postexposture dengan Doksisiklin.

0. 1 minggu -6 bulan 3-3.5 jam.40 mL/menit dan follow level • Penyesuaian dosis pada penyakit hepar : Monitor konsentrasi dalam plasma b.35 /kg BB.4. • Tetes mata c. i.v. Dewasa .3 /kg BB Protein binding : < 30 % Waktu paruh eliminasi : Infant : umur < 1 minggu 3-11. m. 30 menit setelah pemberian dengan infus Ekskresi : Urin Stabilitas Penyimpanan Stabilitas : • Stabil selama 30 hari setelah kemasan ditusuk • Stabil selama 24 pada suhu kamar dalam campuran NaCl fisiologis atau Dextrosa 5% .v.5 jam.3 -0.5-3 jam. Lama penggunaan : Sesuai dengan aturan pada pemberian dosis Farmakologi Didistribusikan melalui plesenta Volume distribusi meningkat pada odem.atau i. asites dan menurun pada dehidrasi. Anak 0.m 30-90 menit. Pasien dengan gangguan ginjal 36-70 jam Kadar puncak serum : i.2-0.6 per kg BB. Dewasa 0. Neonatus : 0. 1. Cara pemberian : • Injeksi i.Dosis untuk Clcr 10 .

Fotosensitif . gatal.Ginjal : Nefrotoksik ( meningkatkan klirens kreatinin) 1% – 10% .Agranulositosis .Dyspnea .Neuromuskuler dan skeletal : Gait instability . ataxia) .Penyimpanan : • Tidak berwarna sampai kuning muda pada penyimpanan pada suhu 2% .Pseudomotor Cerebral .Susunan syaraf pusat : Neurotosisitas (vertigo. kemerahan < 1% .Reaksi alergi .Kulit : rash.Otic : Ototoksisitas (auditory). Ototoksisitas (vestibular) .Trombositopeni Interaksi .30% • Jangan disimpan di refrigerator Kontraindikasi Hipersensitif terhadap Gentamisin dan Aminoglikosida lain Efek Samping > 10% .Granulocytopenia .Cardiovaskuler : Edeme .

100 ml). Sebagai Sulfat (Premixed in NS) 40 mg (50 ml).Terhadap Anak-anak : - .90 mg (100 ml). magnesium .10 ml) Vial Larutan Injeksi. 100 ml). Sebagai Sulfat 40 mg/ml (2 ml.Terhadap Kehamilan : Factor risiko : C . Sebagai Sulfat 10 mg/ml (6 ml. Pediatrik Sebagai Sulfat 10 mg/ml (2 ml) (Dapat mengandung Metabisulfit) .Dengan Obat Lain : Penisilin.Terhadap Ibu Menyusui : Dieksresi melalui ASI dalam jumlah kecil . 20 ml) (Dapat Mengandung Metabisulfit) Larutan Injeksi. Sefalosporin. Topical Sebagai Sulfat 0. serum kreatinin. 120 mg (100 ml) Larutan Injeksi. 100 mg (50 ml. jumlah urin yang keluar BUN. Amfoterisin B. 100 ml). potassium Pengaruh . 60 mg (50 ml. 80 mg (50 ml.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Analisis urin. 30 g) Infus.. 70 mg (50 ml). 8 ml. Diuretik dapat meningkatkan efek nefrotoksik. efek potensiasi dengan neuromuscular blocking agent . pemantauan pendengaran untuk pemakaian > dari 2 minggu Bentuk Sediaan Krem.1 % (15 g.Dengan Makanan : Harus dipertimbangkan terhadap diet makanan yang mengandung Calcium.

Interaksi yang mungkin terjadi e. 30 g) Tetes Mata Sebagai Sulfat 0.3% (3 mg/g (3. tinnitus atau vertigo adalah indikasi dari vestibular injuri dan mengancam hilangnya pendengaran.3% (5 ml. Apa yang dilakukan jika pasien lupa minum obat d. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien a. Pediatrik Sebagai Sulfat (Preservative Free) : 10 mg/ml (2 ml) Saleb Mata Sebagai Sulfat 0.1% (15 g. Cara penyimpanan Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 . miastenia gravis. hipokalsemia. Bentuk sediaan yang diberikan b.Larutan Injeksi. kondisi dengan depresi neuromuskuler transmitens • Aminoglikosoda secara parenteral dapat menimbulkan nefrotoksisitas dan ototoksisitas dapat secara langsung secara proporsional dengan jumlah obat yang diberikan dan durasi pengobatan. Cara pemakaian c. 15 ml) Mengandung Benzalkonium Klorida Peringatan • Jangan digunakan pada pengobatan yang lama karena dapat berisiko toksik pemberian yang lama yaitu penurunan fungsi ginjal.5 g)) Saleb Kulit Sebagai Sulfat 0.

id/index.Mycostop . Dalam perdagangan obat ini tersedia untuk penggunaan secara oral sebagai Griseofulvin Microsize dan Griseofulvin Ultramicrosize. C17H17ClO6 Griseofulvin berwarna putih atau putih krem.4´-dione. Praktis tidak larut dalam air.Griseofulvin (Generik) .Fulcin .Griseofulvin Prafa .Nama & Struktur Kimia . . kloroform.4.html Griseofulvin Deskripsi .Fungistop .Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes.php/informasi-obat/267-gentamisin. petroleum eter.Keterangan Griseofulvin adalah antibiotika fungistatik yang dihasilkan oleh : Penicillium griseofulvum atau species lain dari Penisillium termasuk P chrysogenum Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .etil asetat dan asam asetat.Griseofort . Larut dalam etanol.6´: methylspiro[benzofuran-2(3H). termostabil.tasikmalayakota. aseton. rasa pahit. metanol. benzen.Sifat Fisikokimia Sinonim : 2S-trans ]-7-chloro-2´.1´(2)-cyclohexene]-3.6-trimethoxy. : Griseofulvin Microsize mengandung partikel berukuran diameter 4 µm dan Griseofulvin Ultramicrosize mengandung partikel berukuran diameter < 1 µm.go.

. rambut dan kuku jika terapi topikal tidak berhasil atau tidak cocok. pria sebaiknya tidak merencanakan mempunyai anak selama 6 bulan dalam pengobatan. kehamilan (hindari kehamilan selama penggunaan obat dan hingga 1 bulan setelah pengobatan. Sediaan griseofulvin mempunyai waktu kadaluarsa 2 – 5 tahun sesuai tanggal kadaluwarsa yang tercantum dari masing-masing produsen obat.5 kali daripada microsize ) Distribusi : menembus plasenta Metabolisme : sebagian besar di hati T½ eliminasi : 9-22 jam Ekskresi : urine (< 1% dalam bentuk obat tidak berubah). Kontraindikasi Penyakit hati yang berat. porfiria. kulit kepala. menyusui. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dewasa :500 mg sehari dalam dosis terbagi atau dosis tunggal. kemudian dosis diturunkan jika telah ada respon. feses dan keringat Stabilitas Penyimpanan Sedíaan griseofulvin harus disimpan pada suhu kurang dari 40°C. Anak-anak : 10 mg/kg sehari dalam dosis terbagi atau dosis tunggal. pada infeksi berat dosis dapat ditingkatkan hingga dua kali lipat .Indikasi Infeksi dermatofit pada kulit. lupus erytematosus sistemik (risiko serangan). absorpsi Griseofulvin microsize bervariasi (25 % hingga 70 % dari dosis oral). Dosis. Tablet Griseofulvin Microsize dan Griseofulvin Ultramicrosize harus disimpan dalam wadah tertutup rapat. absorpsi meningkat jika digunakan bersama makanan yang mengandung lemak ( absorpsi ultramicrosize pada saluran cerna ~ 1. Farmakologi Absorpsi : absorpsi Griseofulvin ultramicrosize hampir sempurna.

dilaporkan terjadi fenotoksisitas dan teratogenisitas pada hewan. necrolysis epidermal toksik. muntah. gunakan alat kontrasepsi yang efektif selama pengobatan dan hingga paling sedikit 1 bulan sesudah pengobatan (penting : efektivitas oral kontrasepsi diturunkan. sakit kepala. gangguan koordinasi. terutama makanan yang mengandung lemak tinggi. Menurunkan aktivitas warfarin. Faktor risiko : C . Etanol akan menyebabkan reaksi type ’’disulfiram’’ seperti kemerahan.Dengan Makanan : Konsentrasi griseofulvin dapat meningkat jika digunakan bersama makanan .Efek Samping Mual. neuropati perifer. kebingungan. Menurunkan efektivitas kontrasepsi oral . Pengaruh . tidak banyak terjadi hepatotoksisitas. 3A4 (lemah) Meningkatkan efek/toksisitas : Toksisitas ditingkatkan dengan etanol. sakit kepala. gangguan tidur. Etanol : hindari etanol (dapat meningkatkan depresi SSP).Terhadap Anak-anak : - .Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: induksi CYP1A2 (lemah). mual dan pada beberapa pasien mengalami muntah dan nyeri dada dan/atau abdominal.Terhadap Ibu Menyusui : Distribusi ke dalam air susu ibu tidak diketahui . dapat menyebabkan takikardi dan flushing (kemerahan) Menurunkan efek : barbiturat dapat menurunkan kadar griseofulvin. leukopenia. dan fotosensitivitas Interaksi . rasa lelah.Terhadap Kehamilan : Dihindari penggunaannya pada wanita hamil . pusing. ruam termasuk yang jarang terjadi erithema multiform. juga pria pria sebaiknya tidak merencanakan mempunyai anak selama 6 bulan setelah menjalani pengobatan. 2C8/9 (lemah). diare .

hati dan hematopoetik Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Jangan menjalankan mesin. Penggunaan obat bersama dengan makanan yang mengandung lemak (kacang atau es krim )untuk meningkatkan absorpsi. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker. Sangat penting untuk menjaga kebersihan selama dan sesudah untuk mencegah terjadinya reinfeks. Gunakan tabir surya atau gunakan pakaian untuk melindungi tubuh hingga tubuh dapat mentoleransi kembali.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi terhadap tes laboratorium : reaksi palsu positif pada pemeriksaan kadar VMA urin Parameter Monitoring Tes fungsi ginjal. umur dan berat badan. Obat ini menyebabkan sensitivitas terhadap sinar matahari dan cahaya ultra violet lain. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. kendaraan bermotor karena griseofulvin dapat menurunkan kewaspadaan. atau dengan makanan atau susu untuk menghindari gangguan saluran cerna (GI upset) Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi.. Hindari paparan yang terlalu lama terhadap sinar matahari. seperti kondisi pasien.i . Pastikan hal ini dilakukan.

mintalah nasehat dokter atau apoteker Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep.php/informasi-obat/274-griseofulvin. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan.Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter . Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat . kecuali atas anjuran dokter. Jika pasien lupa minum obat.go. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. segera mungkin minum obat setelah ingat.html . Jangan diberikan pada orang lain. hati dan hematopoetik secara periodik Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain.id/index. berikatan dengan keratin manusia menyebabkan resistensi terhadap invasi jamur. Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi ginjal. kecuali atas saran dari dokter atau apoteker. Mekanisme Aksi Menghambat mitosis sel jamur pada metafase. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda.tasikmalayakota.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->