Fenoksimetil Penisilin (Penisilin V) Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : : Asam (2S,5R,6R)-3,3-dimetil-7-okso-6-(2-fenoksiasetamido)-4-tia-1azobiksol

[3,2,0]heptana-2-karboksilat [87-08-1]. (C16H18N2O5S)2 Potensi penisilin V tidak kurang dari 1525 dan tidak lebih dari 1780 unit penisilin V tiap mg. Pemerian serbuk hablur, putih:tidak berbau. Tidak larut dalam minyak lemak: sangat sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol dan dalam aseton. - Keterangan : Catatan : 250mg = 400.000 unit.

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang

Indikasi Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap penicillin meliputi infeksi saluran pernafasan, otitis media, sinusitis, kulit, dan saluran kemih; profilaksis pada demam rheumatoid. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis Oral: Infeksi Sistemik: Anak < 12 tahun, 25-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam; dosis maksimal 3 g/hari. Anak > 12 tahun dan dewasa: 125-500 mg setiap 6-8 jam. Profilaksis pneumococal: Anak < 5 tahun, 125 mg dua kali sehari.

Anak > 5 tahun, dan dewasa, 250 mg dua kali sehari. Profilaksis demam reumatoid kambuhan: Anak < 5 tahun, 125 mg dua kali sehari. Anak > 5 tahun, dan dewasa, 250 mg dua kali sehari. Penyesuaian dosis untuk gagal ginjal: ClCr <10 mL/menit; diberikan 250 mg setiap 6 jam. Pemberian obat: Oral:Diberikan dalam keadaan perut kosong untuk meningkatkan absorbsi obat. Farmakologi Absorbsi : 60% sampai 73%. Distribusi: masuk kedalam air susu ibu. Ikatan protein plasma: 80% T½ eliminasi: 30 menit, dan mengalami perpanjangan pada gagal ginjal. T max: 0,5-1 jam. Ekskresi : urin (dalam bentuk utuh dan dalam bentuk metabolit). Stabilitas Penyimpanan Sediaan tablet dan serbuk oral suspensi: disimpan pada suhu 15-30°C. Setelah mengalami pencampuran, obat disimpan dalam lemari pendingin (2-8°C), jangan digunakan setelah 14 hari. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap penisilin atau komponen lain dalam sediaan. Efek Samping > 10% : Gastrointestinal: diare sedang, muntah, mual, atau kandidiasis. < 1% : (Kejadian jarang dan dapat hilang dengan sendirirnya); akut interstisial nephritis; konfusi; anemia hemolitik; positif coombs’ test.

Interaksi - Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek toksis: Probenezid dapat meningkatkan kadar penisilin. Aminoglikosida kemungkinan mempunyai efek sinergi dengan penisilin. Penisilin kemungkinan mempunyai meningkatkan efek paparan metotreksat selama proses terapi (monitoring). Menurunkan efek: Tetrasiklin kemungkinan dapat menurunkan efektifitas dari penisilin. Meskipun masih dalam penelitian, efek kontrasepsi oral dapat diturunkan efektifitasnya oleh penisilin. - Dengan Makanan : Makanan dapat menurunkan kadar absorbsi penisilin; dapat menurunkan kadar obat dalam serum plasma. Pengaruh - Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B - Terhadap Ibu Menyusui : Dieksresi kedalam air susu ibu. Hati-hati jika terjadi reaksi hipersensitifitas pada anak. - Terhadap Anak-anak : Data masih terbatas; hati-hati jika timbul reaksi hipersensitifitas setelah pemberian obat. - Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan lama : dapat mempengaruhi hasil pengukuran fungsi Ginjal. Parameter Monitoring Pada penggunaan jangka waktu lama : dilakukan monitoring terhadap : Fungsi ginjal (ClCr, BUN). Tanda – tanda kejadian anafilaksis pada pemberian dosis awal. Bentuk Sediaan

Volume 41 200 . 2005 Farmakope Indonesia IV. Daftar Pustaka Drug information hand book. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). maka harap menghubungi dokter. AHFS DRUG. dan sel bakteri menjadi pecah (lisis). Mekanisme Aksi Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat satu atau lebih pada ikatan penisilinprotein (PBPs – Protein binding penisilin’s). seperti mual. Mengamati kemungkinan adanya efek anafilaksis pada pemberian dosis awal. maka sebaiknya penisilin V digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. sehingga menyebabkan penghambatan pada tahapan akhir transpeptidase sintesis peptidoglikan dalam dinding sel bakteri. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbuknya resistensi. 2006. akibatnya biosintesis dinding sel terhambat. INDONESIA. ISO. (DIH). harap menghubungi apoteker. 1995.Serbuk Oral Suspensi. riwayat kejang atau hipersensitif terhadap sefalosporin. Tablet Peringatan Digunakan secara hati – hati pada pasien gagal ginjal (penyesuaian dosis). Amati jika ada timbul gejala ESO obat. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. diare atau respon hipersensitivitas.

lymphogranuloma-psittacosis dan beberapa bakteri gram-negatif yang menyebabkan bakteremia meningitis. dan beberapa bakteri aerob gram-negatif. Kontra Indikasi: Penderita yang hipersensitif atau mengalami reaksi toksik dengan kloramfenikol.php/informasi-obat/259-fenoksimetil-penisilin-penisilinv. influenzae (terutama infeksi meningual).tasikmalayakota. .Untuk infeksi berat yang disebabkan oleh H. 2. atau untuk mencegah infeksi ringan.http://dinkes. yang merupakan langkah penting dalam pembentukan ikatan peptida. dan pada dosis tinggi bersifat bakterisid.html Chloramphenicol 250 mg Indikasi: 1. Jangan digunakan untuk mengobati influenza. Aktivitas antibakterinya dengan menghambat sintesa protein dengan jalan mengikat ribosom subunit 50S. paratifus dan salmonelosis lainnya. dan infeksi berat yang lainnya.go. rickettsia. Kloramfenikol efektif terhadap bakteri aerob gram-positif. Komposisi: Tiap kapsul mengandung 250 mg kloramfenikol Cara Kerja: Kloramfenikol adalah antibiotik yang mempunyai aktifitas bakteriostatik. termasuk Streptococcus pneumoniae.Kloramfenikol merupakan obat pilihan untuk penyakit tifus. batuk-pilek. infeksi tenggorokan. termasuk Haemophilus influenzae.id/index.

bayi prematur dan bayi yang baru lahir. reaksi hipersensitif dan sindroma kelabu.Neisseria meningitidis. terlindung dari cahaya. Proteus mirabilis. dan bayi berumur lebih dari 2 minggu : 50 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi 3 – 4. Bayi prematur dan bayi berumur kurang dari 2 minggu : 25 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi 4. gangguan saluran pencernaan. Pseudomonas mallei. Interaksi Obat: Kloramfenikol menghambat metabolisme dikumarol. reaksi neurotoksik. Dosis: Dewasa. anak-anak. Salmonella. Brucella dan Shigella. Penggunaan kloramfenikol dalam jangka panjang dapat menyebabkan tumbuhnya mikroorganisme yang tidak sensitif termasuk jamur. Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan ginjal. cepacia. tolbutamid. Vibrio cholerae. klorpropamid dan siklofosfamid. . fenobarbital. Efek Samping: Diskrasia darah. Yersinia pestis. Cara Penyimpanan: Simpan di tempat sejuk dan kering. Peringatan dan Perhatian: Pada penggunaan jangka panjang sebaiknya dilakukan pemeriksaan hematologi secara berkala. Francisella tularensis. Ps. fenitoin. wanita hamil dan menyusui.

manfaat atau kegunaan dan khasiat atau dalam bahasa medis indikasi. aturan pakai.blogspot. komposisi atau kandungan obat Kloramfenikol. influenzae (terutama infeksi meningeal). Tidak dianjurkan untuk pencegahan. dan inilah penjelasannya: KOMPOSISI Chloramphenicol / Kloramfenikol.html Kloramfenikol. Rickettsia. H. pantangan atau kontra indikasi serta bahayanya. dan farmakologi serta meknisme kerja dari obat Kloramfenikol. yang diantaranya menjelaskan dosis obat Kloramfenikol. juga akan menerangkan efek samping atau kerugian.Kemasan: Kotak 10 blister @ 12 kapsul HARUS DENGAN RESEP DOKTER http://dyachaniex. Gangguan fungsi hati dan ginjal. limfogranuloma-psitakosis dan bakteri Gram negatif yang menyebabkan meningitis bakterial. Infeksi berat yang disebabkan oleh Salmonella. Informasi obat kali ini akan menjelaskan jenis obat antibiotik golongan Chloramphenicol / Kloramfenikol. cara minum/makan atau cara menggunakannya. . Gangguan fungsi ginjal. over dosis atau keracunan. INDIKASI • • Demam tifus dan paratifus. KONTRA INDIKASI • • • Hipersensitif. PERHATIAN • • Penggunaan jangka panjang.com/2010/10/obat-pencernaan.

anak-anak & bayi berusia lebih dari 2 minggu : 50 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi 3-4 kali pemberian per hari. Pemeriksaan hitung darah harus dilakukan secara berkala. Fenobarbital. SAMPING EFEK biduran/kaligata. • Bayi prematur dan bayi berusia kurang dari 2 minggu : 25 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi 4 kali pemberian per hari. enterokolitis. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.• • • • Bayi prematur dan bayi baru lahir. HAMIL Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Hamil dan menyusui. anemia aplastis. Gray syndrome pada bayi. Tolbutamid. KEMASAN kapsul 250 mg DOSIS • Dewasa. INDEKS KEAMANAN PADA WANITA Depresi sumsum tulang. kemerahan pada kulit. Fenitoin. gangguan saluran pencernaan. Interaksi obat : Dikumarol. PENYAJIAN Dikonsumsi pada perut kosong (1 atau 2 jam sebelum/sesudah makan) Cari Artikel .

com/kloramfenikol/ .Artikelku • • • • • • • informasi obat kloramfenikol nama honorer katagori 1 kabupaten Pontianak support system dalam kehamilan bahaya obat nyamuk bagi pernafasan proses pengolahan batubara laporan kasus askep grastitis askep waham http://runtah.

• o Bidang Promosi Kesehatan    Seksi Pemberdayaan Masyarakat Seksi Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Seksi Informasi dan Komunikasi Kesehatan o Bidang Pelayanan Kesehatan    Seksi Kesehatan Dasar dan Rujukan Seksi Kesehatan Khusus Seksi Kefarmasian o Bidang KESGA    Seksi Perbaikan Gizi Masyarakat Seksi Kesehatan Ibu dan Lanjut Usia Seksi Kesehatan Anak dan Remaja o Bidang PDKL    Seksi Penanggulangan Penyakit Seksi Kesehatan Lingkungan Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit o o • • • UPTD Jabatan Fungsional Berita Unit Layanan Puskesmas Online o o PKM Cibeureum PKM Kahuripan .

potensi berkurang dan cepat rusak dalam larutan alkali hidroksida.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . stabil di udara tetapi pada pemaparan terhadap cahaya matahari yang kuat dan : udara lembab akan menjadi gelap. tidak berbau.Dantetra .o o • • • • PKM Cipedes PKM Indihiang Buku Tamu Galleri Video Kontak Tetrasiklin Deskripsi . Kelarutan: larut dalam air. sukar larut dalam etanol.Decacycline .Corsatet .Bufatetra .11. kuning.4.Nama & Struktur Kimia .Cendocycline .Bufacyn .12. .11diokso-2-naftasenakarboksamida monohidroklorida[60-54-8]. C22H24N2O8.Bimatra . praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.Cortatin .12a-oktahidro-3.5.6.HCl Mengandung tidak kurang dari 900 µg C22H24N2O8.Binotra .12a: pentahidroksi-6-metil-1.6.HCl tiap mg.10. Dalam larutan dengan pH lebih kecil dari 2.Dumacycline .Conmycin .Citocyclin . dalam larutan alkali hidroksida dan dalam larutan karbonat.5a.Sifat Fisikokimia 4-(Dimethilamino)-1. agak higroskopis.4a. Pemerian: serbuk hablur.

Supertetra .Enkacyclin . .Altetra Indikasi Digunakan untuk jenis bakteri penginfeksi gram posistif maupun gram negatif yang sensitif.Megacycline .Wiclin .Tetradex .Farsycline . dan pengobatan gonnore dan sipilis bagi pasien yang alergi tehadap penicillin. digunakan juga sebagai salah satu komponen multidrug pada pengobatan eradikasi H.80 mL/menit: diberikan setiap 8-12 jam.Tetrasanbe .Novacycline .Tetrin .Enpicortyn . Dosis.Talsutin Vaginal .Gametra . Chlamidia.Hufacyclin . pylori pada tukak lambung. Penyesuaian dosis pada gagal ginjal: ClCr 50 . ClCr <10 mL/menit: diberikan setiap 24 jam.50 mL/menit: setiap 12-24 jam.Erlacycline . Eradikasi Helicobacter pylori: 500 mg 2-4 kali/hari tergantung dari protokol tercapai.Sakacycline .Licoklin .Hitetra .Varcycline . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak–anak >8 tahun: 25-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam.Terikortin .Zenicyclin .Itracycline .dan Rickettsia.Novabiotic . Penyesuaian dosis pada kerusakan hati: hindarkan penggunaan obat atau dengan dosis maksimal 1 g/hari.Samtetra . ClCr 10 .Indocycline .Sanlin ..Unicycline . bronchitis kronis eksaserbasi. Dewasa: 250-500 mg/dosis setiap 6 jam.Tetrarco .Suprabiotic . untuk pengobatan acne. dapat digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh Mycoplasma.Soltralin .Ramatetra . disesuaikan dengan komponen antibiotik lain yang digunakan dan H2 bloker yang digunakan.Steclin .

relatif terdifusi dari darah ke cairan serebrospinal. gagal ginjal: 57-108 jam. wanita hamil. jangan diberikan pada anak < 8 tahun. Ikatan protein: ~65%. penetrasi ke dalam cairan serebrospinal bagus jika ada inflamasi.Cara pemberian: Digunakan pada keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan. atau 2 jam setelah makan) meningkatkan jumlah absorbsi obat. pigmentasi pada kulit. feses (dalam bentuk aktif). Efek Samping Angka kejadiannya tidak diketahui : Cardiovascular : Pericarditis. Farmakologi Absorbsi: Oral: 75% Distribusi: sejumlah kecil obat mencapai kandung empedu. T½ eliminasi: fungsi ginjal normal 8-11 jam. pseudotumor serebri. . Eksresi: 60% dalam bentuk utuh. SSP : Meningkatnya tekanan intrakranial. parestesia. Stabilitas Penyimpanan Simpan sediaan oral tetrasiklin dalam suhu kamar dan terhindar dari cahaya. T max serum: oral: 2-4 jam. Dermatologi : Photosensitivity. Digunakan 1-2 jam sebelum atau 4 jam setelah penggunaan antasida. karena magnesium dan aluminium akan membentuk khelat dengan tetrasiklin yang akan menurunkan jumlah absobsi obat. pruritos. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap tetrasiklin atau terhadap komposisi formulasi yang terdapat dalam obat. Endokrin dan metabolik : Sindrom diabetes insupindus.

pancreatitis. . gagal ginjal. Kemungkinan meningkatkan kadarnya secara selektif terhadap. Pengaruh . Interaksi . Tingkatan efek tetrasiklin akan diturunkan oleh: aminoglutethimide. anorexia. cylosporin. mual. cisapride. nefazodon. dan substrat CYP3A4 lainnya Menurunkan efek: Menurunkan jumlah absorbsi dari tetrasiklin: Kalsium. pseudo-membranous collitis. quinidin. ergot alkaloid. reaksi hipersensitif. sildenafil. Ca-chanel bloker. zink sodium bikarbonate.Dengan Obat Lain : Efek pada sitokrom P450: substrat CYP3A4 (utama).Dengan Makanan : Makanan kemungkinan akan menurunkan konsentrasi kadar serum tetrasiklin. Renal : ARF. carbamazepine. rifampicin dan CYP3A4 inhibitor lainya. staphylococcal enterocolitis. phenobarbital. quinapril.Gastrointestinal : Pelunturan warna gigi dan email (anak – anak). Haematologi : Tromboflebitis Hepatic : Hepatotoksis. phenytoin. Warfarin. esophagitis. nefirapine. suprainfeksi kandida. nafcillin. anaphilaksis.diare. Benzodiazepine. venlavaxine. cram lambung. nateglinie. HMG-CoA reduktase inhibitor. efek antikoagulan dapat meningkat.muntah. magnesium atau aluminium yang terkandung dalam antasida. didanosine. besi. mirtazapin. inhibitor CYP3A4 (moderat) Meningkatkan efek toksis: anestesi nethoksiflurane dapat meningkatkan efek fatal nefropati. azotemia. Lain-lain : Suprainfeksi. tacrolimus. pimozid. sukralfat.

Terhadap Anak-anak : Tidak dianjurkan untuk anak < 8 tahun.Terhadap Ibu Menyusui : Obat dieksresikan dalam ASI. Suspensi Oral.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : D. dapat menyebabkan pewarnaan yang permanen pada gigi bayi jika digunakan pada fase pertengahan kehamilan. renal. Tetrasiklin mampu menembus plasenta dan menembus kedalam sirkulasi sistemik janin. tidak direkomendasikan. . . Tablet Peringatan Penggunaan tetrasiklin selama proses pembentukan gigi kemungkinan akan menyebabkan pelunturan warna gigi dan lapisan emailnya.Terhadap Hasil Laboratorium : Berpengaruh pada hasil pengukuran : fungsi hepar. hipoplasia dan keterlambatan perkembangan otot . CBC Parameter Monitoring Pada penggunaan jangka lama: Renal Hepatic Hematologi Suhu WBC Kultur biakan bakteri Status mental Bentuk Sediaan Kapsul (Dalam Bentuk Hidroklorid). ..

INDONESIA. (DIH). Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. 2005 Farmakope Indonesia IV. AHFS DRUG.Volume 41 2006. ISO.tasikmalayakota. Daftar Pustaka Drug information hand book. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. Amati jika ada timbul gejala ESO obat.id/index. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). Mekanisme Aksi Menghambat sintesis protein bakteri dengan berikatan pada 30S dan mungkin juga 50S ribosom sub unit pada bakteri yang sensitif. Penyesuaian dosis untuk pasien gagal ginjal dan diketahui adanya peningkatan BUN akibat penggunaan antibiotik lainya. diare atau respon hipersensitivitas. keadaan ini akan berisiko lebih besar pada pasien <4 tahun dan menerima dosis tinggi tetrasiklin. 1995. harap menghubungi apoteker.php/informasi-obat/388-tetrasiklin . seperti mual. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. kemungkinan juga menghasilkan perubahan pada membran sitoplasma bakteri. Penggunaan dengan hati-hati pada pasien gangguan hati dan ginjal . http://dinkes. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat.go. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. maka sebaiknya tetrasiklin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. 2006.skelet dan pertumbuhan tulang. maka harap menghubungi dokter.

ektima. psoriasis dan macam-macam dermatitis lainnya.4 kali sehari. Kontra Indikasi: Alergi terhadap gentamisina. Pseudomonas aeruginosa dan lain-lain. Peringatan dan Perhatian: Penggunaan antibiotika topikal kadang-kadang menyebabkan suburnya pertumbuhan . Cara Penggunaan: Obat luar. Posologi: Oleskan pada lesi kulit 3 . Direkomendasikan oleh 2 pembaca. Komposisi: Tiap gram salep mengandung gentamisina sulfatsetara dengan gentamisina 1 mg.Gentamicin Rating: ♥♥♥. furunkulosis. Beri rekomendasi: Indikasi: Untuk pengobatan infeksi kulit primer maupun sekunder seperti impetigo kontagiosa. Cara Kerja Obat: Gentamisina merupakan suatu antibiotika golongan aminoglikosida yang efektif untuk menghambat kuman-kuman penyebab infeksi kulit primer maupun sekunder seperti Staphylococcus yang menghasilkan penisilinase. pioderma.

Efek Samping: Iritasi ringan. Bukan untuk mata HARUS DENGAN RESEP DOKTER http://www. seperti jamur.mikroorganisme yang tidak sensitif terhadap antibiotika. • Gentamisina tidak untuk pengobatan mata.doksisikline monohidrat. sesitisasi atau superinfeksi. merupakan serbuk kristal .com/Gentamicin-P626.dechacare. pengobatan dengan Gentamisina harus dihentikan dan harus diberi terapi pengganti yang tepat.Nama & Struktur Kimia . Cara Penyimapanan: Dalam wadah tertutup rapat. doksisiklin hiklat. eritema dan pruritus. tidak boleh digunakan pada wanita hamil dalam jumlah yang banyak atau periode waktu yang lama. • Obat-obat bakterisid tidak efektif terhadap infeksi kulit yang disebabkan virus dan jamur. • Karena keamanan pemakaian Gentamisina pada wanita hamil secara absolut belum dipastikan.Sifat Fisikokimia : - : Diperdagangan doksisiklin berada dalam bentuk doksisiklin kalsium.html Doksisiklin Deskripsi . Terlindung dari pengaruh panas yang berlebihan. Bila hal ini terjadi atau terdapat iritasi.

Cara Pemberian dan Lama Pemberian 200 mg pada hari pertama.8 . kekambuhan (recurrent). sinusitis. kemudian 100 mg perhari. ricketsia (termasuk Qfever). penyakit inflamasi pelviks. larutan mempunyai pH 1. Rekonstitusi doksisiklin hiklat untuk pemberian IV menggunakan air untuk injeksi. dan spirochaeta. pengobatan dan profilaksis pada antraks.Viadoxin Indikasi Obat golongan tetrasiklin merupakan pilihan untuk infeksi yang disebabkan oleh chlamydia (trachoma. Dosis. Bentuk hiklat larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol.Doxicor . Borrelia burgdorferi (penyakit lyme) . salpingitis. Sifilis awal 100 mg dua kali sehari selama 14 hari. antraks (pengobatan atau post profilaksis) 100 mg dua kali sehari.Dotur .Vibramycin . bentuk monohidrat sangat sedikit larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol. periodontitis.Doxin . prostatitis kronik. ulserasi aphthous . herpes simpleks oral. sifilis 200 mg dua kali sehari selama 28 hari. psittacosis. urethritis.Siclidon . anak-anak (hanya bila antibakteri lain tidak dapat diberikan) 5 .3. juga digunakan untuk infeksi saluran napas dan genital mikoplasma.Dumoxin .Keterangan Doksisiklin merupakan antibiotik tetrasiklin semisintetik turunan dari : oksitetrasiklin. acne vulgaris. sifilis. Clamidia genital tanpa komplikasi. urethritis non gonococcal : 100 mg dua kali sehari selama 7 hari (14 hari pada penyakit inflamasi pelviks). lymphogranuloma venereum).Interdoxin . pengobatan dan profilaksis malaria.Doxacin .Doxycycline . pada infeksi berat (termasuk infeksi saluran kemih) 200 mg perhari. brucella (Doxycycline dengan strepto mycin atau rifampicin . . rosacea.berwarna kuning.3 Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .

Tablet doksisiklin yang telah digerus stabil paling tidak dalam 6 hari bila dikemas dalam aluminium foil dan disimpan dalam suhu kamar. dengan mudah melewati plasenta . Protein binding (ikatan obat dengan protein) : 90% Metabolisme : tidak melalui hepar. masuk ke dalam air susu ibu.mg/kg sehari terbagi dalam dua dosis (maksimal 200 mg sehari). Obat ini juga kontraindikasi pada wanita hamil dan menyusui. pleural. cairan saliva dan penetrasi ke dalam cairan serebrospinal hanya sedikit. pada ESRD (End-stage renal disease) : 18 – 25 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. urin (23%) Stabilitas Penyimpanan Kapsul doksisiklin hiklat dan tablet film-coated harus disimpan wadah yang tertutup rapat dan terhindar dari cahaya pada suhu 30°C atau kurang. prostatik. cairan seminal dan sekresi bronkial. Farmakologi Absorbsi : Oral : hampir sempurna . Kontraindikasi . oral suspensi doksisiklin monohydrate stabil selama 2 minggu pada suhu kamar. Pada rekonstitusi dengan air.9 % sodium klorida atau 5 % dektrosa. absorbsi diturunkan oleh makanan atau susu sebesar 20% Distribusi : terdistribusi secara luas dalam jaringan tubuh dan cairan tubuh termasuk cairan sinovial . Namun demikian doksisiklin dapat diberikan pada anak-anak untuk pengobatan dan profilaksis setelah terekspos antraks jika antibakteri lain tidak dapat diberikan. larutan IV doxycycline hyclate mengandung 0. sebaiknya antara 15 – 30°C.-4 jam Ekskresi : feces (30%). Rekonstitusi dengan 0.1 – 1 mg doksisiklin per mL stabil selama 48 jam pada suhu 25°C. sebagian diinaktivasi dalam saluran cerna dalam bentuk khelat T½ eliminasi (half-life elimination) : 12-15 jam (biasanya meningkat hingga 22-24 jam dalam penggunaan dosis ganda) . Kontraindikasi Deposit tetrasiklin pada jaringan tulang dan gigi selama pertumbuhan anak (melalui ikatan dengan kalsium) menyebabkan pewarnaan dan kadang-kadang hypoplasia pada gigi. serum: 1. sehingga tidak boleh diberikan pada anak dibawah 12 tahun.

Pada trimester kedua dan ketiga (2 dan 3) gangguan pewarnaan pada gigi. urticaria. anoreksia .Terhadap Kehamilan : Efek pada kehamilan seperti penggunaan tetrasiklin. Dihindarkan penggunaan pada ibu menyusui (meskipun absorpsi dan gangguan pewarnaan pada gigi bayi dapat dicegah melalui pembentukan khelat dengan kalsium dalam air susu ibu) . anaphylaxis. sindrom Stevens-Johnson. flushing dan tinnitus. efek pada perkembangan skeletal. iritasi esophagus. fotosensitivitas dan reaksi hipersensitivitas (termasuk rash. Masuk dalam air susu ibu/tidak direkomendasikan. Interaksi . hepatotoksis maternal pada pemberian parenteral dosis tinggi.Dengan Makanan : Tidak ada data Pengaruh .Dengan Obat Lain : . Faktor risiko : D . Efek Samping Mual muntah. pericarditis).Terhadap Ibu Menyusui : Efek seperti penggunaan tetrasiklin pada ibu menyusui.lain adalah pasien yang alergi dengan obat ini. gangguan darah. . diare. pancreatitis. Efek samping yang jarang terjadi hepatotoksisitas. Tetrasiklin meningkatkan kelemahan otot (muscle weakness) pada pasien dengan gravis myasthenia dan . angioedema. dysphagia. Sakit kepala dan gangguan penglihatan menunjukkan hipertensi intrakranial (pengobatan dihentikan).Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Tes fungsi hati Bentuk Sediaan Kapsul Peringatan Penderita gangguan hati atau menerima obat-obatan yang potensial hepatotoksik. exfoliativ dermatitis. Pada trimester pertama (1) pada studi hewan.

Apabila obat tidak dihabiskan maka bakteri tidak terbunuh secara tuntas dan infeksi dapat kembali terjadi. segera mungkin minum obat setelah ingat. Kapsul harus ditelan dalam bentuk utuh dengan air yang cukup dan makanan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/frekwensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau petugas kesehatan. lindungi tubuh dengan pakaian dan gunakan lotion antinyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk.umur dan berat badan. Ini termasuk sediaan herbal dan dietary supplements lain. Gunakan kelambu. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat segera hubungi . suplemen yang mengandung besi. Ini merupakan gejala serius yang harus mendapatkan pengobatan dengan segera. Hubungi dokter jika terdapat kemerahan atau flushing. Jangan menggunakan obat lebih lama dari 4 bulan. tidak seperti tetrasiklin. seperti kondisi pasien. doksisiklin dapat digunakan pada pasien gangguan ginjal dengan dosis lazim.Anda kemungkinan masih dapat terkena malaria selama menggunakan obat ini . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. dihindari pada penderita porphyria. Obat harus digunakan sampai habis. mual. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. es krim. Penggunaan obat harus dihentikan dan segera hubungi dokter apabila pasien mengalami sakit kepala. Jangan menggunakan obat OTC atau obat resep yang lain tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. makanan tertentu seperti keju. muntah dan gangguan penglihatan. fotosensitivitas (hindari terkena sinar matahari atau sinar lampu) . laksatif. Jika pasien lupa minum obat. Gunakan krim tabir surya (sunscreen) dan pakaian pelindung. Hindari terkena sinar matahari dan cahaya ultraviolet dalam waktu yang lama. Pasien yang menggunakan obat ini untuk pencegahan terhadap malaria harus memulai pengobatan 1-2 hari sebelum melakukan perjalanan.eksaserbasi systemic lupus erymthematosus. Hindari penggunaan bersama dengan antasida. Jika harus menggunakan produk tersebut secara bersamaan minumlah doksisiklin dengan selang waktu minimal 2 jam terhadap produk-produk tersebut. dalam posisi duduk atau berdiri untuk mengurangi iritasi pada esophagus dan ulserasi. Minumlah obat dengan makanan atau susu jika timbul rasa tidak enak pada lambung. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Obat ini dapat menyebabkan sensitivitas terhadap cahaya matahari. ketergantungan alkohol .

Keterangan : Efavirenz merupakan obat antiretroviral sintetik berupa turunan benzoksazinon. Dengan pertumbuhan bakteri yang lambat selanjutnya mekanisme pertahanan badan (seperti sel darah putih ) akan memusnahkan bakteri tersebut.tenaga kesehatan.Jangan diberikan pada orang lain.Sifat Fisikokimia : C14H9CIF3NO2 Efavirenz berbentuk kristal putih atau sedikit merah jambu. Mekanisme Aksi Doksisiklin memperlambat pertumbuhan bakteri yang sensitif dengan mengganggu produksi protein yang diperlukan bagi pertumbuhan bakteri . Jika anda mempunyai pertanyaan tentang obat ini. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep.Nama & Struktur Kimia . apoteker atau petugas kesehatan yang lain. Kelarutan makin meningkat pada pH > 10. Golongan/Kelas Terapi . praktis tidak : larut dalam air. kurang dari 10 mcg/ml pada pH 1-8. Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 Efavirens Deskripsi . tanyakan pada dokter. .

Remaja pada awal pubertas menggunakan dosis pediatri. Sangat disarankan penggunaan kombinasi NNRTI efavirenz dengan atau tanpa nelfinavir: dengan stavudin dan lamivudin. Untuk pencegahan HIV setelah terpapar (di tempat kerja): Dosis oral: Dewasa: CDC merekomendasikan penggunaan efavirenz 600 mg sekali sehari sebelum tidur (nelfinavir. atau dengan zidovudin dan didanosin atau lamivudin. Akan lebih baik bila diberikan kombinasi efevirenz dengan lamivudin. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis oral: Dewasa dan remaja > 40 kg: 600 mg PO sekali sehari sebelum tidur.9 kg: 200 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak <= 3 tahun: Tidak ada data farmakokinetika yang tersedia untuk dosis efavirenz pada anak-anak <= 3 tahun.9 kg: 250 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun.Anti Infeksi Nama Dagang Indikasi Pencegahan dan pengobatan Human immunodeficiency virus (HIV) Dosis. 10-14. 25-32.9 kg: 400 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun.4 kg: 350 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun. indinavir. >= 40 kg: 600 mg PO sekali sehari sebelum tidur. atau abacavir dapat ditambahkan bila pemaparan berisiko tinggi terhadap . 15-19.9 kg: 300 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun. 32.5-39. Remaja dan anak-anak >= 3 tahun. Anak-anak >= 3 tahun. 20-24.

400. Konsentrasi puncak tercapai 3-5 jam setelah pemberian dosis tunggal 200. Namun kurang dari 1% efavirenz diekskresikan dalam bentuk tidak berubah dalam urin. Kadar tunak (steady state) tercapai dalam waktu 6-10 hari. Efavirenz berikatan kuat dengan protein (99%). dan 600 mg pada pasien yang terinfeksi HIV. Pemberian bersama obat yang mengalami metabolisme melalui CYP2C9. Obat-obat yang menginduksi aktivitas CYP3A4 akan meningkatkan klirens efavirenz. Makanan dengan kadar lemak tinggi/tinggi kalori akan meningkatkan AUC efavirenz dibanding kondisi puasa. Efavirenz mengalami metabolisme melalui sitokrom P450 (CYP) 3A4 dan CYP2B6 membentuk metabolit terhidroksilasi dengan glukuronidasi. efavirenz menghambat CYP2CP.HIV). terutama terhadap albumin. sehingga . Efavirenz juga menginduksi enzim CYP3A4 sehingga meningkatkan biotransformasi obat yang dimetabolisme melalui enzim ini. CYP3A4 dengan nilai Ki (8. Farmakokinetika efavirenz pada pasien dengan penurunan fungsi hepar/ginjal belum banyak dilakukan. Pada penelitian in vitro. Efavirenz menghambat CYP2D6 dan CYP1A2 hanya pada konsentrasi tinggi (Ki values 82-160 µM). terapi harus diberikan secepat mungkin dan dilanjutkan hingga 4 minggu. Farmakologi Efavirenz diberikan secara oral. diketahui 14-34% efavirenz berlabel dan/atau metabolitnya diekskresikan dalam urin dan 16-61% dalam feses. tetap harus diberikan terapi pencegahan meskipun sudah lebih dari > 36 jam terpapar. Pada semua kasus. CYP2C19. T½ eliminasi Efavirenz adalah 52-76 jam setelah dosis tunggal dan 40-55 jam setelah beberapa kali pemberian. Meskipun penelitian pada binatang memperlihatkan pencegahan setelah terpapar > 24-36 jam kurang efektif.5-17 µM). pada manusia tidak diketahui. CYP2C19. Pada suatu penelitian. Namun apabila terpapar. dan CYP3A4 mungkin mengalami perubahan konsentrasi plasma.

reaksi paranoid (paranoia/psikosis) (0. Stabilitas Penyimpanan Simpan di bawah suhu 25°C. Gejala ini meliputi pusing (28. Pasien yang mengalami gangguan psikiatrik serius harus segera dievaluasi terhadap kemungkinan hubungan efek samping dengan penggunaan .1%).3%). untuk menghindari risiko penularan HIV setelah kelahiran (postnatal transmission). anxietas (11%). Pasien dengan riwayat gangguan psikiatrik lebih besar risikonya terhadap gejala ini dengan frekuensi kejadian berkisar dari 0. Dalam praktek klinik. frekuensi gangguan psikiatrik serius dibanding kontrol berturut-turut adalah depresi berat (2.3%).2%.4%. 0.3% untuk reaksi manic hingga 2% baik depresi berat maupun keinginan bunuh diri. usaha bunuh diri nonfatal (0.9%). dan reaksi manic (mania) (0. neuropat. gejala ini dimulai pada terapi hari pertama atau kedua dan umumnya hilang dalam 2-4 minggu terapi. 0. insomnia (16. hipoestesia. dan halusinasi (1.7%. stupor. meskipun mereka menerima efavirenz.dampak gangguan ginjal terhadap eliminasi efavirenz seharusnya minimal. 0.3%). Pada penelitian terkendali (meliputi 1008 pasien yang mendapat terapi efavirenz dan 635 pasien sebagai kontrol).4%. parestesia. tremor. CDC tidak merekomendasi ibu yang terinfeksi HIV menyusui bayinya.5%). gangguan kognitif (8. depersonalisasi. Kontraindikasi Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa efavirenz diekskresikan dalam ASI. bingung. telinga berdengung.5%.3%). agitasi. keinginan bunuh diri (0. Setelah 4 minggu pengobatan. amnesia. 0. mimpi buruk (6. perilaku agresif (0. Biasanya.3%). ataksia. prevalensi gejala pada SSP berkurang sekitar 5-9%. Pasien harus diberi konseling bahwa gejala akan berhenti sendiri setelah beberapa bulan.4%. Gejala yang berat terjadi pada sekitar 2% dan 2. dan nervousness (6. Pemberian sebelum tidur akan mengurangi efek samping ini. euforia. somnolen/mengantuk (7%).1% pasien menghentikan pengobatannya.8%).3%). 0. dibandingkan 25% pasien sebagai kontrolnya. sebesar 65% pasien mengalami gangguan SSP yang dirasakan seperti 'feeling stoned'.2%). kejang-kejang. Gangguan psikiatrik yang dilaporkan selama terapi efavirenz meliputi depresi (15. dan gangguan penglihatan. Efek Samping 53% pasien yang menerima efavirenz mengalami gangguan SSP selama uji klinis. 0). Efek samping SSP lain yang dilaporkan meliputi gangguan koordinasi.2%).

Dengan Makanan : Efavirenz harus diberikan pada saat perut kosong. Pengaruh .Terhadap Anak-anak : Dibanding pada dewasa. Hati-hati penggunaan efavirenz dengan substrat CYP3A4 lain. Disarankan penggunaan antihistamin untuk pencegahan sebelum pemberian efavirenz. atau tacrolimus atau jika menyebabkan peningkatan konsentrasi obat lain yang akan menimbulkan efek samping serius. Karena potensial teratogenik. .meskipun mereka menerima efavirenz. anak-anak lebih peka terhadap terjadinya gangguan kulit (rash).Selain itu. Penggunaan pada wanita hamil dan potensial hamil tidak direkomendasi. . Pernah dilaporkan terjadinya 'neural tube defects' pada bayi yang ibunya pernah mendapat efavirenz pada trimester pertama. lidokain. .CDC tidak merekomendasi ibu yg terinfeksi HIV menyusui bayinya. Interaksi . termasuk tiga kasus meningomyelocele dan satu kasus 'Dandy Walker Syndrome'.Terhadap Ibu Menyusui : Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa efavirenz diekskresikan dalam ASI. . midazolam. karbamazepin. Makanan dapat meningkatkan konsentrasi efavirenz sehingga akan meningkatkan efek samping.Dengan Obat Lain : Efavirenz tidak disarankan digunakan bersama obat-obat yang metabolismenya melalui CYP3A4: astemizol. tidak direkomendasi penggunaannya pada wanita hamil trimester pertama.efavirenz dan dapat dipertimbangkan keuntungan dibanding risiko bila terapi dilanjutkan. yang memiliki jendela terapi sempit (mis. alkaloid ergot. terfenadin. efavirenz yang juga dimetabolisme melalui CYP3A4 akan berkompetisi sehingga menurunkan klirens obat-obat tersebut dan dapat menimbulkan efek samping serius. dan triazolam. sirolimus.untuk menghindari risiko penularan HIV setelah kelahiran (postnatal transmission).Terhadap Kehamilan : Efavirenz diklasifikasikan dalam kategori D pada kehamilan. gangguan psikiatrik ini terjadi pada sekitar 9% anak-anak yang mendapat terapi efaviren.Terhadap Hasil Laboratorium : - . Pada anak-anak. kisaprid.

pusing. Serum lipid profile Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Jangan digunakan sebagai terapi tunggal. dan jangan menyusui bayi. hatihati terhadap obat lain yang merupakan substrat CYP3A4. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mintalah informasi tentang obat-obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama obat ini. Perlu dilakukan pemeriksaan darah yang teratur pada penggunaan jangka waktu lama. insomnia. depresi berat. halusinasi. Segera lapor bila mengalami gangguan SSP (depresi. paranoia. Minum banyak cairan (2-3 L/hari) kecuali dokter menyarankan pembatasan cairan. Kehamilan/menyusui: sampaikan pada dokter apabila anda hamil atau mungkin hamil. Pregnancy testing. pada anak-anak berikan antihistamin sebagai profilaksis. Dapat menyebabkan mual/muntah atau diare.Parameter Monitoring CD4+ T cell count. mengantuk. Mekanisme Aksi Efavirenz menghambat HIV-1 reverse transcriptase. percobaan bunuh diri. rash. minum sesuai petunjuk. 30 menit sebelum atau 2 jam setelah makan. Hati-hati pada pasien yang diketahui atau dicurigai mengalami infeksi hepatitis B atau C (monitoring fungsi hati). Efavirenz tidak menyembuhkan HIV ataupun tidak mencegah penularan HIV. Peningkatan serum transaminases >5 kali batas atas harus dipertimbangkan keuntungan dan risikonya terhadap hepatotoksisitas. LFTs. jangan digunakan pada ibu hamil/potensial hamil. Plasma HIV RNA. Serum cholesterol. mimpi buruk). dan mania. Obat ini hanya salah satu dari kombinasi obat-obat HIV. atau lain-lain. pusing. gunakan hati-hati pada gangguan mental/penyalahgunaan obat (predisposisi terhadap reaksi psikologik). Efavirenz tidak berkompetisi dengan . dapat menyebabkan gangguan SSP dan psikiatrik. anxietas. hentikan bila muncul rash. sulit konsentrasi. termasuk kesulitan berkonsentrasi.

dengan osmolarity 297-314 mOsm/L dan mengandung natrium fosfat. Daftar Pustaka 250 Metronidazol Deskripsi . Ikatan ini menyebabkan kerusakan aktivitas enzim sehingga menghambat RNA dan DNA yang tergantung pada aktivitas DNA polymerase. atau delta pada sel manusia tidak dihambat oleh efavirenz.Nama & Struktur Kimia . C6H9N3O3.template ataupun nucleosida trifosfat. Sinonim : C12H12N2O2S : Dalam perdagangan metronidazol terdapat dalam bentuk basa dan garam hidroklorida. gangguan SSP.nitroimidazole. Sinonim : Metronidazol hydrochloride. Efavirenz berikatan langsung dengan reverse transcriptase. HIV-2 reverse transcriptase dan DNA polymerase alpha. Monitoring Penggunaan Obat Gunakan hati-hati pada pasien dengan gangguan mental atau penyalahgunaan obat(meningkatkan risiko efek samping psikiatrik). Beri informasi pada pasien terhadap penggunaan obat. Kaji hasil pemeriksaan laboratorium dan efektivitas terapi (progresivitas penyakit.6.Sifat Fisikokimia 1-(2-Hydroxyethyl)-2-methyl-5. didanosine. kemungkinan efek samping yang muncul dan pengatasannya serta efek lain yang harus dilaporkan (mis. Sebagai basa berupa serbuk kristal berwarna putih hingga kuning pucat. larutan isotonik dengan pH 4. atau indinavir. 1-(-Ethylol)-2-methyl: 5-nitro-3-azapyrrole. .perlunya penyesuaian dosis. Sedikit larut dalam air dan dalam alkohol. asam sitrat dan natrium klorida. dan mempunyai pKa 2.Kaji penggunaan obat lain atau herbal yg digunakan pasien terhadap kemungkinan interaksi atau toksik. rash. 2-Methyl5-nitroimidazole-1-ethanol . juga tidak memerlukan fosforilasi untuk mengaktifkan. Efavirenz menunjukkan aktivitas yang sinergis terhadap HIV-1 pada kultur sel bila dikombinasi dengan zidovudine. gamma. viral load dan jumlah CD4). Injeksi metronidazol jernih. tidak berwarna. nyeri perut). dan efek merugikan secara periodik selama terapi.5 – 7.

Elyzol . kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam. dalam perdagangan berupa serbuk berwarna putih. . umur hingga 1 tahun 125 mg. peroral dengan dosis awal 800 mg kemudian 400 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 8 jam. anak-anak 7. kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam. 1 – 5 tahun 250 mg.5 mg/kg setiap 8 jam.Metrofusin .Nidazole . infeksi kulit.Trichodazol . anak-anak 7.Trogyl . infeksi protozoa. Dosis. eradikasi Helicobacter pylori. 5 – 10 tahun 500 mg.Mebazid .Fortagyl . 500 mg setiap 8 jam.Flagyl .Fladex . selama 3 hari. anak-anak setiap 8 jam selama 3 hari.5 mg/kg setiap 8 jam.Promuba .Gravazol . lebih dari 10 tahun dosis dewasa.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Metronidazol hidroklorida sangat larut dalam air dan larut dalam alkohol.Metronidazole Fresenius .Tismazol . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Infeksi anaerobik (pengobatan biasanya selama 7 hari dan 10 hari untuk penggunaan antibiotika pada pengobatan kolitis).Corsagyl . Inflamasi pelviks : peroral 400 mg dua kali sehari selama 14 hari . pemberian secara infus intravena lebih dari 20 menit.Metrolet . Ulser pada lengan : peroral 400 mg setiap 8 jam selama 7 hari Bacterial vaginosis : peroral 400 – 500 mg dua kali sehari selama 5 – 7 hari atau 2 gram sebagai dosis tunggal.Metronidazol (Generik) Indikasi Infeksi anaerobik (termasuk gigi) . lihat pada bagian dosis.

air susu. Namun demikian paparan cahaya yang normal pada ruangan dalam jangka pendek tidak mempengaruhi stabilitas metronidazol.brain barrier) Ikatan protein : < 20% Metabolisme : Hepatik (30%-60%) T½ eliminasi : neonatus : 25-75 jam . paru-paru dan sekresi vagina. hati dan abses hati . Paparan sinar matahari langsung harus dihindari. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari. Distribusi : ke saliva. gagal ginjal terminal : 21 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. cairan mani. empedu. topikal : konsentrasi yang dicapai secara sistemik setelah penggunaan 1 g secara topikal 10 kali lebih kecil dari pada penggunaan dengan 250 mg peroral. terjadi perpanjangan pada kerusakan hepar. yang lain : 6-8 jam. tulang. serum: segera : 1-2 jam Ekskresi : urin (20% hingga 40% dalam bentuk obat yang tidak berubah): feses (6% hingga 15%) Stabilitas Penyimpanan Injeksi metronidazol harus disimpan pada 15°C hingga 30°C dan dilindungi dari cahaya. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam Farmakologi Absorbsi : Oral : diabsorbsi dengan baik. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. Paparan cahaya dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan warna produk menjadi gelap. Larutan standar : 500 mg/ 100 ml NS. kristal dapat dilarutkan kembali dengan menghangatkannya pada suhu kamar. Infeksi oral akut : peroral 200 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari . 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam.Acute ulcerative gingivitis : peroral 200-250 mg setiap 8 jam selama 3 hari. Produk dapat disimpan dalam refrigerator namun akan terbentuk kristal. Stabilitas campuran parenteral pada suhu kamar (25°C): stabilitas pada produk yang terbungkus : 30 hari Kontraindikasi . menembus plasenta dan sawar darah otak (blood. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 hari.

nateglinid. takrolimus. transient epilepsiform seizure dan leukopenia. pada pengobatan intensif dan jangka panjang dapat terjadi peripheral neuropathy. Metronidazol dapat menghambat metabolisme cisaprid. turunan ergot. trombositopenia. venlafaxine. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas lithium. mirtazapine. sakit kepala. 3A4 (moderate) Meningkatkan efek/toksisitas : Etanol dapat menyebabkan reaksi seperti disulfiram. nefazodon. muntah. urin berwarna gelap. angioedema dan anafilaksis. atau komponen yang ada dalam sediaan.Dengan Makanan : Konsentrasi puncak serum antibiotik diturunkan dan terjadi delay (terlambat). ataksia. jaundice. anemia aplastic. kehamilan (trimester pertama – didapatkan efek karsinogenik pada tikus) Efek Samping Mual. myalgia.Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : menghambat CYP2C8/9 (lemah). Simetidin dapat meningkatkan kadar metronidazol. menyebabkan potensial aritmia. Warfarin dan metronidazol dapat meningkatkan bleeding time (PT) yang menyebabkan perdarahan. hindari penggunaan secara bersamaan. pruritus. tetapi jumlah total obat yang diabsorbsi tidak dipengaruhi. juga dilaporkan abnormalitas tes fungsi hati. athralgia. siklosporin. pusing . urtikaria. hepatitis. dapat menurunkan efek dan waktu paro metronidazol . erytema multiform. Menurunkan efek: fenobabital. gangguan pengecapan. rash .mengantuk (jarang terjadi). Interaksi . sildenafil ( dan PDE-5 inhibitor yang lain). Pengaruh . lidah kasar dan gangguan saluran pencernaan. turunan nitroimidazol. fenobarbital (inducer enzim yang lain). calcium channel blocker. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas benzodiazepin tertentu.Hipersensitivitas terhadap metronidazol. dan substrat CYP3A4 yang lain. HMG-Coa reduktase inhibitor tertentu.

dihindari pada porfiia. kecuali untuk pengobatan amoebiasis. Cairan Infus.Terhadap Kehamilan : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat pada dosis tinggi. glukosa dan LDH Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet. . Pada bayi berumur 28 hingga 40 minggu. produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat dengan dosis tunggal yang besar. .. kehamilan.Terhadap Ibu Menyusui : Ditemukan dalam air susu. Trigliserida. Faktor risiko : B (dikontraindikasikan pada trimester pertama) Obat dapat menembus plasenta ( efek karsinogenik pada tikus). monitoring hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan klinik pada pengobatan yang melebihi 10 hari. . Sirup Peringatan Reaksi disulfiram-like terjadi bila diberikan bersama alkohol.Terhadap Anak-anak : Keamanan dan efikasi penggunaan obat pada anak-anak belum diketahui dengan jelas.5 jam. menyusui. gunakan obat pada ibu hamil hanya jika keuntungan pada ibu hamil lebih banyak daripada potensial risiko terhadap janinnya. kecuali jika pengobatan alternatif tidak adekuat. Untuk keamanan dan efikasi pada indikasi yang lain. kerusakan hati dan encefalopati hepatik. Masuk kedalam air susu ibu/tidak direkomendasikan (AAP rates ’’of concern”) . waktu paro eliminasi 10.9 – 22.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi dengan tes laboratorium : dapat mempengaruhi uji AST. Bayi baru lahir menunjukkan keterbatasan dalam eliminasi metronidazole. ALT. dikontraindikasikan terhadap pengobatan trichomoniasis pada trimester pertama. Suppositoria.

jika hal ini terjadi gunakan bersama makanan. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Jangan diberikan pada orang lain. Pastikan hal ini dilakukan. berinteraksi dengan DNA menyebabkan hilangnya struktur helix DNA dan kerusakan untaian DNA. Jika pasien lupa minum obat. Gunakan obat hingga habis. kecuali atas anjuran dokter. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. seperti kondisi pasien. Hal ini lebih jauh menyebabkan hambatan pada syntesa . mintalah nasehat dokter atau apoteker. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. Jangan menggunakan obat ini untuk trichomoniasis selama tiga bulan pertama kehamilan. Mekanisme Aksi Setelah berdifusi kedalam organisma. Bacalah dengan seksama informasi mengenai penggunaan obat ini dan ulangi membaca setiap kali anda menerima resep lagi. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Gunakan obat pada lambung kosong. umur dan berat badan. Hubungi dokter atau apoteker jika anda merasa menggunakan obat terlalu banyak. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. Bentuk sediaan lepas lambat harus digunakan pada saat lambung kosong ( 1 jam atau 2 jam setelah makan) Produsen merekomendasikan untuk menghindari penggunaan etanol selama pengobatan dengan obat ini dan setelah tiga hari terapi selesai. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain. Hubungi dokter bila terjadi kejang atau mati rasa pada tangan dan kaki.Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker . Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. Obat yang tidak digunakan sampai habis menyebabkan pemusnahan bakteri tidak sempurna dan infeksi dapat kambuh lagi. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. segera mungkin minum obat setelah ingat. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. Gunakan obat ini sesuai dengan yang telah diresepkan.Obat dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna (GI upset).

dan propilen glikol.html Mikonazol Deskripsi . sukar larut dalam etanol. kloroform. mudah larut dalam dimetilsulfoksida.Godrem .Nama & Struktur Kimia .4-dikloro-beta-(2. (Drug Information Handbook) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. .id/index. Sangat sukar larut dalam air dan isopropanol. putih atau praktis putih.Nilaozanoc .Moladerm .go.Sifat Fisikokimia : : Mikonazol nitrat.Sporend .php/informasi-obat/318-metronidazol.4-diklorobenzil)oksi)fenetil)imidazol mononitrat Serbuk hablur.Zetazal .Micrem . 1-(2.protein dan kematian sel organisma.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Obat Topikal untuk Kulit Nama Dagang .Fungares . larut dalam dimetilformamid.Mycorine . agak sukar larut dalam metanol. berbau lemah.tasikmalayakota.

lemari pendingin dan cahaya.Dengan Makanan : - Pengaruh . rasa terbakar lemah Interaksi .Daktarin Indikasi Infeksi topikal dermatofit dan jamur lain seperti kandida.Zolagel . hindari panas. Kandidiasis vagina Dosis. eritema. terapi diteruskan hingga tampak pertumbuhan kuku baru.Dengan Obat Lain : - .. sensitasi dan kontak dermatitis. oleskan secukupnya. Untuk mencegah kambuhan terapi dilanjutkan 10 hari sesudah gejala hilang. merata. pada kulit terinfeksi. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap mikonazol dan komponen lain dalam sediaan. Farmakologi Absorpsi : topikal : sangat kecil. dan Pityaris versicolor. Efek Samping Iritasi lokal. Stabilitas Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup baik dan terhindar dari jangkauan anak-anak. tinea. infeksi kuku dan ujung jari 1 kali sehari. sesudah kuku terlepas. oleskan secukupnya. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dua kali sehari. bungkus rapat tidak berlubang.

Terhadap Ibu Menyusui : - . Mekanisme Aksi Inhibisi biosintesis ergosterol. Jangan simpan di kamar mandi. merusak membran dinding sel jamur yang selanjutnya akan meningkatkan permeabilitas. lemari pendingin dan cahaya.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Krim 2%. Jangan menyimpan atau pakai ulang sisa obat yang lama. bila perlu pakai sarung tangan bersih. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.Terhadap Kehamilan : - .. dapur. sehingga menyebabkan hilangnya nutrisi sel. Salep 2% Peringatan Hindari kontak dengan mata dan selaput mukosa Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Kontak dengan mata dan selaput mukosa Informasi Pasien Pada saat pemakaian bersihkan terlebih dahulu kulit yang luka. Monitoring Penggunaan Obat - . hindari panas.Terhadap Anak-anak : - .

id/index.11 dihydro-4-methyl-6H-dipyrido[3.go. C15H14N4O : Nevirapin adalah kristal putih sampai agak putih. :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . 34th edition.2-b:2'.3' diazepin6-one.Nama & Struktur Kimia .Daftar Pustaka IONI Martindale.html Nevirapine Deskripsi .Keterangan : 11-cyclopropyl-5.Nevirapine Viramune® (dengan povidone) Boehringer Ingelheim Indikasi .tasikmalayakota. 2005 BNF 52 Merck Index Farmakope Indonesia ISO Indonesia 42 Iso Generik Advice for Patient (USP DI) http://dinkes.Sifat Fisikokimia .php/informasi-obat/320-mikonazol.Nevirapine Hemilhydrate Viramune® 240 ml(dengan paraben). .

Anak >= 8 tahun: Dosis awal 4 mg/kg 1x sehari selama 14 hari. Waktu paruh eliminasi: Menurun selama lebih dari 2-4 minggu pada pemberian kronik karena mengalami autoinduksi (contoh: T½= 45 jam pada awal pemberian. maka dimulai lagi dengan dosis awal untuk 14 hari.4 L/kg. dosis maksimal 200 mg/ 12 jam. Waktu puncak (serum): 2-4 jam. Ekskresi: urin. kemudian menurun menjadi 23 jam). Dewasa: Dosis awal 200 mg 1x sehari untuk 14 hari. Metabolisme: Dimetabolisme ekstensif di hepar via CYP3A4 (dihidroksilasi menjadi senyawa inaktif). . Catatan: Jika terapi terhenti selama 7 hari. Farmakologi Absorbsi: > 90%. dengan peningkatan dosis 4 mg/kg tiap 12 jam jika tidak terjadi rash atau efek yang tak diinginkan lainnya.2-1. 3% dalam bentuk utuh dan 10% dalam feses) Stabilitas Penyimpanan Nevirapine tablet dan suspensi oral disimpan pada suhu kamar 15-30°C. penetrasi ke CSF + 50% dari plasma. Distribusi: Terdistribusi luas dengan Vd 1. (81% sebagai metabolit. Catatan: Alternatif pendosisan bagi anak 120-200 mg/ m2 tiap 12 jam.8 tahun: Dosis awal 4 mg/kg 1x sehari selama 14 hari. Dosis ini didasarkan pada fakta bahwa pendosisan dengan mg/kg memungkinkan terjadinya penetapan dosis yang tidak sesuai untuk usia 8 th. Dosis maksimal 7 mg/kg tiap 12 jam.Digunakan dalam terapi kombinasi dengan antiretroviral lain pada pasien HIV dewasa Dosis. dapat mengalami siklus enterohepatik. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak 2 bulan . dengan peningkatan dosis menjadi 7 mg tiap 12 jam jika tidak terjadi rash atau efek yang tak diinginkan lainnya. Dosis pemeliharaan 200 mg 2x sehari (dengan kombinasi dengan antiviral lain). menembus plasenta dan ASI. Ikatan protein plasma: 50%-60%.

Efek Samping > 10% : Ruam. penggunaan harus dihentikan secara permanen. hipersensitivitas berat/reaksi dermatologis (skin rash. Dermatologik: Rash (15-20%). Gastrointestinal: Stomatitis ulseratif (4%). Jika terjadi hipersensitivitas berat. hepatotoksisitas. Overdosis/toksikologi : Belum ada reaksi toksisitas yang dilaporkan setelah ingesti akut sejumlah besar tablet nevirapine. mialgia. menginduksi CYP2B6. general malaise.eusinofilia. 1% . abdominal pain (2%). hindari pemberian bersama dengan ketokonazole dan kontrasepsi oral. Ketokonazole sebaiknya tidak diberikan bersama.10%: CNS : Sakit kepala (1-4%). < 1% (cukup penting atau mengancam jiwa) : Nekrosis hepatic. Interaksi . limfadenopati. granulositosis. 3A4. 2D6. dan antibiotik makrolida meningkatkan konsentrasi plasma. demam (8-11%). edema wajah. saquinavir dll) atau kontrasepsi oral. sindrom Steven-Johnson. nyeri otot atau sendi. Neuromuscular dan skeletal: neuropati perifer. 2D6. ALT > 250 unit/L. nausea. Pemberian dengan prednisone pada 14 hari terapi awal. Gastrointestinal: diare (1520%). berhubungan dengan insiden dan keparahan rash. lesi oral.Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap nevirapine atau komponen lain dalam sediaannya. itraconazole. hepatitis. Peningkatan toksisitas bila digunakan bersama inhibitor protease (indinavir. ketokonazole. Meningkatkan efek/toksisitas: cimetidine. 3A4. meningkatkan LFT (2-4%). atau disfungsi ginjal). parastesia (2%). konjungtivitis. .Dengan Obat Lain : Pengaruh pada sitokrom P450: substrat CYP 2B6. inhibisi CYP1A2. Hematologik: anemia Hepatik: hepatitis. Hematologik: netropenia (10%-11%). 3A4. melepuh. demam.

serta efek ketokonazole dan methadone. Nevirapine menurunkan konsentrasi serum beberapa agen inhibitor protease (AUC indinavir dan saquinavir diturunkan.Terhadap Ibu Menyusui : Kontraindikasi untuk Ibu menyusui .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . Tablet 200 mg Peringatan Perlu pertimbangan dalam perubahan terapi antiretroviral jika terjadi perkembangan penyakit selama pasien menggunakan nevirapine.Dengan Makanan : Pengaruh .Menurunkan efek: Rifampin dan rifabutin menurunkan konsentrasi plasma akibat induksi CYP3A. Tak ada efek dengan ritonavir).Terhadap Anak-anak : - . atau bisa juga dengan peningkatan dosis. Keamanan dan efikasi tak dapat ditetapkan pada . Penyesuaian dosis yang spesifik tidak dianjurkan. Nevirapin menurunkan konsentrasi kontrasepsi oral.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tes fungsi hati harus dimonitor untuk tetap pada level dasar pada 12 minggu pertama terapi secara intensif (kurang lebih sekali tiap bulan sebelum peningkatan dosis. maka tidak boleh diberikan bersamaan. hingga 2 minggu mengikuti peningkatan dosis). Pengamatan efek samping CNS secara periodik selama terapi berlangsung. . karena nevirapine dapat menurunkan konsentrase inhibitor protease. Bentuk Sediaan Oral Suspensi 50 mg/ml (240 ml).

Replikasi HIV-1 terhambat akibat pengeblokan aktivitas DNA polymerase RNA-Dependent dan DNA-dependent Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Azwar A. hepatitis. . Sani A. nevirapine memiliki aktivitas melawan HIV-1 dengan mengikat enzim reverse transcriptase. Mekanisme Aksi Sebagai agen non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor. edema wajah.neonatus. 2003. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Waspadai terjadinya right upper quadran pain. lesi oral. Djuanda A. eusinofilia. atau disfungsi ginjal). frekuensi penggunaan dan adverse effects yang harus diinformasikan sebelum pasien memulai terapi untuk mencegah terjadinya resistensi. Jakarta. Hepatotoksisitas dapat terjadi (hepatitis fulminan dan kolestastis. antasida atau didanosine. jika terapi terhenti selama >7 hari. Nevirapine diberikan dengan inisiasi dosis selama 14 hari untuk menurunkan terjadinya adverse effects. Jika reaksi hipersensitivitas terjadi. atau gejala yang menunjukkan. general malaise. kemudian dinaikkan setelah 14 hari. jaundice atau rash yang terjadi dengan segera. melepuh. Reaksi kulit yang berat dan mengancam jiwa (sindrom Stevens-Johnson. konjungtivitis. nevirapin harus dihentikan permanen (yakni skin rash. nekrosis hepatic) dan kasus yang menghasilkan kegagalan fungsi hati dan kematian. Pasien dengan riwayat hepatitis kronik (A atau B) atau peningkatan level transaminase dapat mempertinggi resiko terjadinya reaksi hepatotoksik. nyeri otot atau sendi. kepatuhan penggunaan. dosis diturunkan hingga dosis inisial.hipersensitivitas disertai rash dan disfungsi organ). limfadenopati. demam. dan reaksi hepatotoksik. Monitoring yang intensif dibutuhkan selama 12 minggu pertama untuk mendeteksi problem dermatologik yang mengancam jiwa. MediMedia. dkk. MIMS. boleh diminum bersama dengan makanan. toxic epidermal necrolysis. granulositosis. hipersensitivitas.

Quantrel .Konvermex . Geriatric Dosage Handbook. Semla. dkk.6 -Tetrahydro-1-methyl-2-[(E)-2-(2-thienyl)vynilpirimidine 4.Omegfantrin . Second Edition. St. 2004. Johsons CA.Nama & Struktur Kimia .Bascing . Mason NA. C.html Pirantel Pamoat Deskripsi .go. Canada http://dinkes. L.. Praktis tidak larut dalam air dan metil : alkohol.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Piraska . 2000. M.Sifat Fisikokimia : 1. Bone Care Internastional. Lexi Comp.Helmitrin . Louis. Suryawati A. T. Bustami ZS.Wormetrin .Proworm . Darmansjah I.tasikmalayakota. 2004.. USA. D. F. Met Fact : Pocket Guide of Drug Interaction. Drug Information Handbook. larut dalam dimetilsulfoksida.113-2) Serbuk kuning atau kuning pucat. Higber. Sagung Seto.Bailie GR....Pin X .Compyrantel . Drug Interaction Fact and Comparisons. 2007.5. Informasi Obat Nasional Indonesia (IONI). Jakarta. . sedikit larut dalam dimetilformamida.php/informasi-obat/328-nevirapine. Beizer. 2002.Pamix .. Lacy.4' methylenibs(3 hydroxy-2-naphtoate) (Martindale 34th edition p. Tatro DS (ed).. American Pharmaceutical Association. 14 th Edition. J. et all.4.Medikontrin .Pantrin . .Trivexan . 7 th Ed. CV. P.id/index.

Enterobius vermicularis. dan pemberian untuk seluruh keluarga yang berkontak dengan pasien. Ascaris lumbricoides. Cara pemberian : oral bersama jus dan susu c. Cara Pemberian dan Lama Pemberian a. diare.Indikasi Pengobatan cacing : Enterobius vermicularis. Trichuris trichiura. Dosis : untuk anak dan dewasa : Ascaris lumbricoides . atau Trichostrongyliasis : 11 mg/kg BB dosis tunggal maksimum 1 gr . mual dan muntah. b. pusing Kulit : Rash Saluran cerna : Kram abdomen. dan Ancilostoma duodenale Dosis. Enterobius vermicularis pengobatan diulangi setelah 2 minggu. sakit kepala. Lama penggunaan : sesuai petunjuk pada dosis Farmakologi Absorbsi : Pemberian oral sedikit diabsorbsi Metabolisme : Dimetabolisme sebagian di hepar Kadar puncak serum : 1-3 jam Ekskresi : di feses dan urin Stabilitas Penyimpanan Stabilitas : dipengaruhi oleh sinar matahari langsung Penyimpanan : lindungi dari cahaya matahari langsung Kontraindikasi Hipersensitif terhadap Pirantel Pamoat Efek Samping Susunan syaraf pusat : Demam. anoreksia dan tenesmus .

Dengan Makanan : - Pengaruh . ibu hamil.Terhadap Anak-anak : - .Hepatik : Gangguan enzim hepar Neuromuskuler : Letih dan lesu Interaksi .Terhadap Ibu Menyusui : Tidak disarankan diberikan kepada ibu hamil dan ibu menyusui .Dengan Obat Lain : Menurunkan efek Piperazin . Tablet sebagai Garam Pamoat 180 mg/Tablet Peringatan Hati-hati penggunaan pada pasien dengan gangguan hati. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . malnutrisi.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Pemeriksaan serum AST dan ALT Bentuk Sediaan Suspensi Dalam Bentuk Garam Pamoat Dalam Botol 30 ml. 60 ml dan 240 ml. anemia.

Obat ini mempunyai pKa .Sifat Fisikokimia : Rifampin.go. Cara penyimpanan Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes.php/informasi-obat/341-pirantel-pamoat. Bentuk sediaan yang diberikan b. Cara pemakaian c. C43H58N4O12 : Rifampisin merupakan serbuk kristal merah-coklat dan sangat sedikit larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol.Informasi Pasien a.tasikmalayakota.Nama & Struktur Kimia .html Rifampisin Deskripsi . Apa yang dilakukan jika pasien lupa minum obat d. Interaksi yang mungkin terjadi e.id/index.

Brucellosis. dalam bentuk kombinasi tetap dengan isoniazid. II. Larut dalam kloroform.Rimactane . serta dalam kombinasi tetap dengan isoniasid dan pirazinamid.Lanarif . metanol.Rifampicin Hexpharm . endocarditis dan infeksi staphylococcus yang berat dalam kombinasi dengan obat lain Dosis. Dalam perdagangan sediaan oral rifampin tersedia sebagai obat tunggal.Prolung 450 . III.Merimac . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral ( Dosis IV infusi sama dengan pemberian peroral) .9. Infeksi M. rifampisin tersedia dalam bentuk serbuk steril untuk injeksi mengandung Natrium formaldehid.Rifacin .Keterangan : Rifampisin adalah turunan semisintetik dari Rifamisin B. dalam kombinasi dengan obat lain. sulfoksilat.Rifampisin (Generik) . Leprae.Kombipak I.Medirif .Corifam . IV (Generik) . DMSO.Rifamtibi . tetrahidrofuran.Rif 150/ Rif 300/ Rif 450/ Rif 600 . Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . natrium hidroksida yang ditambahkan untuk mengatur pH.7.Rimactazid / Rimactazid Paed Indikasi Tuberkulosis.Famri . etil asetat. suatu antibiotika yang diturunkan dari Streptomyces meditarranei. penyakit legionnaires. Dalam perdagangan.Rifabiotic . Profilaksis meningitis meningococcal dan infeksi haemophilus influenzae. .

Terapi Tuberkulosis Catatan : Regimen empat obat ( isoniazid. tidak lebih dari 600 mg/dosis Dewasa : 600 mg setiap 24 jam selama 4 hari Leprosy (unlabeled use) : dewasa : Multibacillary : 600 mg sekali sebulan selama 24 bulan dalam kombinasi dengan ofloksasin dan minosiklin Paucibacillary : 600 mg sekali sebulan selama 6 bulan dalam kombinasi dengan dapson Lesi tunggal : 600 mg sebagai dosis tunggal dalam kombinasi dengan ofloksasin 400 mg dan minosiklin 100 mg Profilaksis meningitis meningococcal. pirazinamid dan etambutol) lebih disukai untuk pengobatan awal. 1 bulan : 10 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam selama 2 hari Bayi = 1 bulan dan anak-anak : 20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam selama 2 hari . 3 kali/minggu : 10 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) Infeksi tuberkulosis latent (yang belum nampak): sebagai alternatif untuk isoniazid : Anak-anak : 10 – 20 mg/kg/perhari (maksimal : 600 mg/hari) selama 6 bulan Dewasa : 10 mg/kg/hari (maksimal : 600 mg/hari) selama 4 bulan Profilaksis H. rifampisin. Bayi . empirik TB Bayi dan anak-anak < 12 tahun Terapi harian : 10 – 20 mg/kg/hari biasanya sebagai dosis tunggal (maksimal 600 mg/hari) Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy) : 10 – 20 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) Dewasa Terapi harian : 10 mg/kg/hari biasanya sebagai dosis tunggal (maksimal 600 mg/hari) Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy) : 10 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) . Influenzae (unlabeled use) Bayi dan anak-anak : 20 mg/kg/hari tiap 24 jam selama 4 hari.

melalui resirkulasi enterohepatik Ikatan protein : 80% T½ eliminasi : 3-4 jam.65%) dan urin (~ 30%) sebagai obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Serbuk rifampisin berwarna merah kecoklatan. makanan dapat mengakibatkan penundaan absorpsi (delay) atau sedikit menurunkan kadar puncak Distribusi : sangat lipofilik . gagal ginjal terminal : 1. Rekonstitusi serbuk untuk injeksi dengan . dapat menembus sawar darah otak (bood-brain barrier) dengan baik Difusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal : adekuat dengan atau tanpa inflamasi CSF : inflamasi meninges : 25% Metabolisme : Hepatik. serum: oral : 2-4 jam Ekskresi : Feses (60% . Vial yang utuh harus disimpan pada suhu kamar dan dihindarkan dari cahaya dan panas yg berlebihan. waktu tersebut akan memanjang pada gagal hepar.8-11 jam.(maksimal 600 mg/dosis) Dewasa : 600 mg tiap 12 jam selama 2 hari Staphylococcus aureus pada nasal carrier (unlabeled use): Anak-anak: 15 mg/kg/hari dibagi tiap 12 jam selama 5 – 10 hari dalam kobinasi dengan antibiotik lain Dewasa : 600 mg/hari selama 5 – 10 hari dalam kombinasi dengan antibiotik lain Penyesuaian dosis pada pasien dengan kerusakan hepar : penurunan dosis diperlukan untuk meurunkan hepatotoksisitas Hemodialysis atau peritoneal dialysis : konsentreasi plasma rifampisin tidak signifikan dipengaruhi oleh hemodialisis atau dialisis peritoneal Farmakologi Durasi : < 24 jam Absorbsi : Oral : diabsorpsi dengan baik. Waktu untuk mencapai kadar puncak.

2B6 (kuat). urin. gejala pada respirasi (termasuk sesak nafas). mual. saquinafir/rotonavir (kemungkinan dengan proease inhibitor). leucopenia. 3A4 (major) . Interaksi .Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : substrat CYP2A6. saliva dan sekresi tubuh yang lain berwarna orange-merah. efek samping lain dilaporkan : edema. jaundice (penyakit kuning) Efek Samping Gangguan saluran cerna seperti anoreksia. urtikaria dan rash. 3A4 (kuat). gangguan menstruasi.2A6 (kuat). gejala berikut terjadi terutama pada terapi intermitten termasuk gelala mirip influenza ( dengan chills. gagal ginjal akut. 2C19 (kuat). diare (dilaporkan terjadi kolitis karena penggunaan antibiotika).SWFI. Meningkatkan efek/toksisitas : Rifampisin dapat meningkatkan efek terapeutik clopidogrel. sakit kepala. penggunaan bersama dengan isoniazid pyrazinamide atau protease inhibitor (amprenavir saquinavir/ritonavir) dapat meningkatkan resiko hepatotoksisitas. . muntah. 2C8/9. gangguan fungsi liver.Stabilitas parenteral admixture pada penyimpanan suhu kamar (25°C) adalah 4 jam untuk pelarut D5W dan 24 jam untuk pelarut NS Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap rifampisin atau komponen lain yang terdapat dalam sediaan. tromboflebitis dilaporkan pada penggunaan secara infus pada periode yang lama. reaksi pemphigoid. 2 C8/9(kuat). Induksi CYP1A2 (kuat) . Vial yang telah direkontitusi stabil selama 24 jam pada suhu kamar. penggunaan bersama amprenavir. demam. nyeri tulang). drowsiness. dan trombositopenia purpura. antibiotika makrolida dapat meningkatkan kadar/toksisitas rifampin. flushing. untuk injeksi larutkan dalam sejumlah volume yg tepat dengan cairan yang kompatibel (contoh : 100 ml D5W). eosinophilia. muscular weakness dan myopathy. dermatitis exfoliative. jaundice(penyakit kuning). kolaps dan shock. Menurunkan efek : Rifampisin dapat menurunkan efek/kadar obat-obat berikut: asetaminofen. anemia hemolitik. toxic epidermal necrolysis. dizziness.

2C19 DAN 3A4 (contoh : aminofilin. HMG-CoA reductase inhibitor. . barbiturat.Dengan Makanan : Makanan menurunkan absorbsi. amiodaron. beta blocker. calsium channel blocker. zidovudin. siklosporin. pioglitazon. nevirapin dan fenitoin) . metadon. buspiron. repaglinid. ifosfamid. amiodaron. flukonazol. 2A6. selegilin. nafcillin. takrolimus. zolpidem. Masuk dalam air susu ibu / tidak direkomendasikan (AAP rates “compatible”) . kloramfenikol. promethazin. methsuksimid. Faktor risiko : C . John’s wort dapat menurunkan kadar rifampisin Pengaruh . inhibitor reverse transkriptase (non-nucleoside). warfarin. nateglinid. morfin.angiotensin II receptor blocker (irbesartan dan losartan). karbamazepin. rosiglitazon. kontrasepsi estrogen dan progestin. benzodiazepin (dimetabolisme melalui oksidasi). barbiturat. ropinirol. venlafaxin dan zafirlukast. fluoksetin. konsentrasi rifampin dapat diturunkan jika digunakan bersama dengan makanan.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi rifampicin dengan tes laboratorium : reaksi Coombs positif. 2C8/9. substrat CYP1A2. tocainide. Hindari ethanol (dapat meningkatkan resiko hepatotoksisitas) St. mirtazapin. antifungi imidazol. fenitoin. Efek rifampisin diturunkan oleh inducer CYP2A6.Terhadap Anak-anak : - . rifampicin mengganggu pemeriksaan standar serum folat dan vitamin B12. feksofenadin. 5-HT3 antagonis. kortikosteroid.zaleplon. 2B6. dapson. aprepitant. teofilin. Penggunaan obat pada trimester 3 (tiga): Resiko terjadinya perdarahan pada neonatal dapat meningkat. antidepresan trisiklik.alfentanil. 2C8/9. disopiramid. dan 3A4 (seperti : aminoglutethimide.Terhadap Ibu Menyusui : Hanya sejumlah kecil saja berada pada air susu. fluvoksamin. asam fusidat.Terhadap Kehamilan : Penggunaan obat pada trimester 1 (pertama): Produsen menyatakan studi pada binatang menunjukkan adanya teratogenik pada dosis tinggi. inhibitor protease. quinidin. sulfonilurea. tamoksifen. propafenon. terbinafin. bupropion. inhibitor pompa proton. sertralin.

keringat. Segera memeriksakan diri ke dokter bila timbul demam. muntah. perubahan warna kulit dan mata menjadi kekuningan atau nyeri atau bengkak pada persendian. . gunakan metoda KB yang lain. dan pada terapi dalam jangka waktu yang lama). Rifampisin harus digunakan pada saat lambung kosong. urin berwarna gelap. Kaptab. hepatic status dan mental status. x-ray dada Bentuk Sediaan Kapsul. Obat ini juga dapat menimbulkan noda permanen pada lensa kontak. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Penting : pasien yang menggunakan hormon kontrasepsi disarankan untuk menggantinya dengan alternatif kontrasepsi lain seperti IUD. karena efek obat kontrasepsi menjadi tidak efektif akibat adanya interaksi obat. kerusakan ginjal (jika digunakan dosis di atas 600 mg sehari). Pasien harus menggunakan obat hingga habis. bilirubin). Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. CBC. ketergantungan alkohol. Gunakan obat ini sedikitnya 1 jam sebelum menggunakan antasida. seperti kondisi pasien. Jangan sampai terdapat dosis yang terlewat. mual. kehamilan dan menyusui. tidak enak badan. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. hilang nafsu makan. Mempengaruhi efektifitas kontrasepsi oral. gunakan 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan dengan segelas air. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekwensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker. saliva dan air mata. ALT.meningkatkan LFTs dan menurunkan ekskresi billiari dari contrast media Parameter Monitoring Fungsi hati (AST. Obat ini menyebabkan warna merah pada urin. kultur sputum. Sirup Peringatan Kerusakan hati ( periksa tes fungsi hati dan pemeriksaan darah pada gangguan hati. porfiria. umur dan berat badan.

20]oct-ane-2-carbocyclic acid monohydrate. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat.H2O : Sefadroksil dalam bentuk monohidratnya berwarna putih sampai agak . C16H17N3O5S. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat.kecuali atas anjuran dokter.php/informasi-obat/356-rifampisin.html Sefadroksil Deskripsi . ALT.go. menghambat transkripsi RNA Monitoring Penggunaan Obat Periodik (sebelum pengobatan dan tiap 2 – 4 minggu selama terapi) monitoring fungsi hati (AST. x-ray dada 2 – 3 bulan pengobatan Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis RNA bakteri dengan mengikat subunit beta dari DNA-dependent RNA polymerase.Nama & Struktur Kimia . kultur sputum. CBC. status fungsi hati dan mental . bilirubin). Jangan diberikan pada orang lain. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan . Jika pasien lupa minum obat.tasikmalayakota. segera mungkin minum obat setelah ingat. mintalah nasehat dokter atau apoteker.Sifat Fisikokimia (7R)-7[amino-4(hydroxyphenyl)acetyl]-amino-3-methyl-8-oxo-5-thio-1: azabicyclo[2. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda.id/index. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep.

Ethicef .Widrox . Dosis.Bidicef . berbentuk kristal. Dewasa : 1-2 g/hari dibagi dalam 2 dosis.Cefadroxil Hexpharm .Lapicef .Longcef .Osadrox .Dexacef . Dewasa : 2 gram 1 jam sebelum tindakan • Interval pada pasien gangguan ginjal .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Erphadrox .Qcef .Renasistin .kekuningan.Duricef . termasuk yang disebabkan oleh Group A beta-hemolitic Streptococcus.Pyricef . Profilaksis bakteri endokarditis pada pasien yang alergi terhadap penisilin dan pasien yang operasi dan tindakan pada gigi.Biodroxil .Opicef . .Sedrofen Indikasi Pengobatan suspek infeksi bakteri.Qidrox .Alxil . Cara Pemberian dan Lama Pemberian • Oral : Anak : 30 mg/kg BB/hari dibagi dalam 2 dosis maksimal 2g/hari. Profilaksis endokarditis : Anak : 50 mg/kg BB 1 jam sebelum tindakan. bersifat larut baik dalam air dan sedikit larut dalam alkohol.Ancefa .Doxef .Librocef .Kelfex .Tisacef .

mual. muntah. perikardial. Farmakologi a.ClCr 10-25 mL/menit : diberikan setiap 24 jam. dispepsia. Waktu paruh eliminasi : 1-2 jam. pansitopenia. hemorrhage. athralgia. c.jantung. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap sefadroksil. peningkatan kreatinin. sputum. neutropenia. eticaria. pruritus. anafilaksis. e. Ikatan protein : 20% d. gagal ginjal : 20-24 jam.dan cairan peritonial. trombositopenia. Distribusi : Didistribusikan secara luas di dalam tubuh dan mencapai konsentrasi terapetik pada jaringan dan cairan tubuh. kulit dan jaringan lunak. komponen lain dalam sediaan dan sefalosporin lain. pada suhu 15-30°C. Interaksi . urin. empedu. disfungsi ginjal. sindrom Steven-Johnson. Efek Samping 1%-10% : Saluran cerna : Diare < 1% : Abdominal pain. Dilaporkan reaksi dengan Cefalosporin lain termasuk abdominal pain. angioderma. agranulositosis. pleural. demam. Absorbsi : diabsorbsi dengan cepat dan baik b. melalui plasenta dan ASI. kolestasis. vaginitis. saluran empedu. anemia aplastik dan hemolitik.Suspensi setelah dilarutkan stabil disimpan dalan lemari pendingin sampai 14 hari. Ekskresi : Urin (>90% sebagai obat yang tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Tablet. kapsul dan serbuk untuk suspensi oral harus disimpan dalam kemasan tertutup rapat. superinfeksi. kolitis pseudomembran. peningkatan BUN. erythema multiforme. serum sickness. rash. nefrotoksik. Kadar puncak : 70-90 meni f. ClCr <10 mL/menit : diberikan setiap 36 jam. termasuk cairan sinovial. eosinofilia.

makanan bayi dan susu tidak mempengaruhi absorpsi secara signifikan.Terhadap Anak-anak : - . sehingga penggunaannya pada ibu menyusui harus disertai perhatian.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B ..Dengan Obat Lain : • Terjadi perdarahan jika diberikan dengan antikoagulan.Terhadap Hasil Laboratorium : Positif pada tes Coombs langsung. 500 mg/5 ml . • Probenesid dapat mengurangi eliminasi sefalosporin .Dengan Makanan : Pemberian sefadroksil bersamaan makanan. 100 ml). Pengaruh . positif palsu pada tes kreatinin urin atau serum menggunakan reaksi Jaffe Parameter Monitoring Observasi tanda dan gejala anafilaktik selama dosis pertama Bentuk Sediaan Kapsul Sebagai Monohidrat 500 mg Tablet Sebagai Monohidrat 1 g Sirup Kering Sebagai Monohidrat Untuk Dilarutkan 250 mg/5 ml (50 ml. larutan Fehling). . positif palsu pada tes glukosa urin menggunakan Cu Sulfat (larutan Benedict.Terhadap Ibu Menyusui : Sefadroksil didistribusikan ke dalam air susu.

urtikaria) Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mekanisme Aksi Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan berikatan dengan satu atau lebih ikatan protein penisilin (penicillin-binding proteins-PBPs) yang selanjutnya akan menghambat tahap transpeptidasi sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri sehingga menghambat biosintesis dinding sel.html Siprofloksasin .php/informasi-obat/359-sefadroksil. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes.id/index. • Penggunaan pada pasien dengan riwayat alergi penisilin terutama reaksi IgE mediated (anafilaksis. • Penggunaan lama mengakibatkan superinfeksi.go.tasikmalayakota.Peringatan • Penyesuaian dosis pada pasien gangguan ginjal. Bakteri akan mengalami lisis karena aktivitas enzim autolitik (autolisin dan murein hidrolase) saat dinding sel bakteri terhambat.

Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : 1-cyclopropyl-6-fluoro-1, 4-dihydro-4-oxo-7-(1-piperazinyl)-3quinolinecarboxylic acid C17H18FN3O3HCl.H2O Siprofloksasin hidroklorida merupakan serbuk dengan kekuningan – hingga berwarna kuning. Mempunyai kelarutan 36 mg/mL dalam air pada suhu 25°C. pKa obat 6 dan 8.8. Siprofloksasin laktat merupakan : sediaan Siprofloksasin IV. Cairan jernih dan berwarna kuning cerah. pada kadar 1.2 g yang larut dalam cairan mempunyai pH 3.3-3.9. Siprofloksasin dalam sediaan larutan dekstrosa 5% mempunyai pH 3.5 – 4.6 - Keterangan :-

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang - Baquinor - Cetafloxo - Corcasin - Disfabac - Floxifar - Inciflox - Licoprox - Miraflox - Poncoflox - Quincin - Renator - Vidintal - Ximex Cylowan - Bernoflox - Ciflos - Coroflox - Duflomex - Floxigra - Interflox - Mecoquin - Nilaflox - Proxitor - Quinobiotic - Rexida - Vioquin - Zecaflox - Bidiprox - Ciproxin - Cylowam - Fimoflox - Girabloc - Kifarox - Meflosin - Omeproksil - Proxyga - Ramavex - Scanax - Volinol - Zeniflox - Bimaflox - Ciproxin XR - Cyrox - Floxid - Gurolone - Lapiflox - Mensipox - Phaproxin - Quamiprox - Rancif - Tequinol - Wiaflox - Zumaflox

- Bactiprox

Indikasi Anak – anak: Infeksi saluran urin dan pyelofritis yang disebabkan oleh E.coli. catatan: meskipun demikian, siprofloksasin bukan merupakan obat pilihan pertama. Anak – anak dan dewasa: untuk menurunkan angka kejadian atau progress penyakit terkait dengan baccilus anhraticus. Pada infeksi mata; digunakan untuk mengobati infeksi pada okular (corneal ulcer, conjungtivitis) atau bakteri sejenis. Dewasa: untuk pengobatan infeksi yag disebabkan bakteri: infeksi saluran urin; cistitis akut tanpa komplikasi pada wanita; prostatitis bakteri kronik; infeksi saluran nafas bawah (termasuk eksaserbasi akut dan bronchitis kronik); sinusistis akut; infeksi kulit; tulang dan persendian; infeksi intraabdominal komplek; diare karena infeksi; demam tyfoid karena Salmonella typhi; pneumonia nosokomial, terapi empiris febrile neutrophenic (kombinasi dengan piperacillin). Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian DOSIS ANAK-ANAK: Oral: Infeksi saluran urin atau pyelofritis: anak 1-17 tahun: 20-30 mg/kg/hari terbagi dalam 2 dosis terpisah (setiap 12 jam) untuk 10-21 hari. Maksimal 1.5 g/hari. Cistitis fibrosis: anak 5-17 tahun; 40 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam, pemberian selama 1 minggu Injeksi: infeksi saluran urin komplikasi pada anak 5-17 tahun: 6-10 mg/kg setiap 8 jam untuk 10-21 hari (maksimum 400 mg/dosis) Cistitis fibrosis:anak 5-17 tahun; 30 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam untuk satu

minggu. DOSIS DEWASA: Oral: Infeksi saluran urin: Infeksi saluran urin akut tanpa komplikasi: 250 mg setiap 12 jam selama 3 hari. Infeksi saluran urin akut dan pyelonefritis tanpa komplikasi: sedíaan lepas lambat 1000 mg setiap 24 jam selama 7-14 hari. cistitis akut tanpa komplikasi sediaan lepas lambat 500 mg setiap 24 jam selama 3 hari. Infeksi saluran urin sedang : 250 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Infeksi saluran urin berat: 500 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. infeksi saluran nafas bawah, dan infeksi pada kulit: 500 – 750 mg dua kali sehari untuk 7-14 hari, tergantung juga dengan kegawatan dan keparahan infeksinya. Infeksi pada tulang dan persendian: 500-750 mg dua kali sehari 4-6 minggu, tergantung kegawatan dan kepekaan dari bakteri penginfeksinya. Diare karena infeksi: 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Infeksi intraabdominal (kombinasi dengan metronidazol): 500 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Demam tyfoid: 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Infeksi gonore uretral /servikal : 250-500 mg dosis tunggal. Infeksi gonore menyebar: 500 mg dua kali sehari selama pengobatan 7 hari penuh (pengobatan awal dengan seftriakson 1 g IM/IV perhari untuk 24-48 jam setelah ditemukan kasus tersebut). Sinusitis (akut): 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Prostatitis kronik karena bakteri: 500 mg setiap 12 jam selama 28 hari. Injeksi: Infeksi tulang dan persendian: infeksi ringan dan sedang : 400 mg setiap 12 jam untuk 4-6 minggu; infeksi berat dan komplikasi: 400 mg setiap 8 jam selama 4-6 minggu.

Farmakologi Angka Kejadian 1-10% : SSP : Kejadian neurologi (anak-anak 2% meliputi gangguan tidur. ClCr 5-29 mL/menit: oral 250-500 mg setiap 18 jam. Sinusitis (akut): 400 mg setiap 12 jam selama 10 hari.sedang dan berat): 400 mg setiap 8 jam selama 10-14 hari. Hepatik : Peningkatan SGOT/SGPT (dewasa 1%). demam (anak 2%). PENYESUAIAN DOSIS: ClCr 30-50 mL/menit: oral 250-500 mg setiap 12 jam. Gastrointestinal : Mual (anak/dewasa 3%). IV. Pneumonia nosokomial: (ringan. gelisah (pemberian IV). pusing dan cemas). muntah (anak 5%. nyeri lambung (anak 3%. ClCr <30 mL/menit (infeksi saluran urin akutI) oral 500 mg setiap 24 jam. infeksi gawat dan komplikasi: 400 mg setiap setiap 8 jam selama 4-6 minggu. Angka Kejadian < 1% : . Intraabdominal infection (kombinasi dengan metronidazole): 400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. diare (anak 5%. gangguan pencernaan (anak 3%). Dermatologi : Ruam kulit (anak 2% dewasa 1%). dewasa 1%). sakit kepala (pemberian IV). Vebrile neutropeni (kombinasi dengan piperacilin) 400 mg setiap setiap 8 jam selama 7-14 hari. dewasa 2%). Infeksi saluran urin: ringan hingga sedang 200 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari.Infeksi saluran napas bawah dan infeksi pada kulit: ringan hingga sedang :400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Lokal : Reaksi pada tempat injeksi (pemberian IV). karena bakteri) 400 mg setiap 12 jam selama 28 hari. akut dan komplikasi: 400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Saluran pernapasan : Radang saluran pernapasan (rhinitis) anak 3%. 200-400 mg setiap 18-24 jam. Prostatitis (kronik. dewasa<1%).

ARF. hematuria. vasculitis. myastenia gravis. myoclonus. iritabilitas. anosmia. rasa lemas. peningkatan serum kolesterol dan trigliserida. nefritis. hipotensi ortostatik. anemia. rasa malas. dispepsia (dewasa). sensitif terhadap cahaya terang. hipertensi. dermatitis eksfoliatif. tremor. konstipasi. nyeri persendian. pankreatitis. anorexia.Abnormal. perdarahan lambung. migrain. kandiduria. agranulositosis. halusinasi. rasa malas. eritema nosodum. depresi. pengenceran 0. hipertonia. takikardi. anemia hemolitik. Mikrokapsules untuk Suspensi oral: disimpan pada suhu 25°C. terlindung dari cahaya. nystagmus. edema paru. jaundice. kandidiasis. parestesia. sakit pada dada. hiperpigmentasi.flatulen. dyspnea. tablet lepas lambat 15-30°C Kontraindikasi Terhadap pasien yang mengalami hipersensitifitas terhadap golongan siprofloksasin dan . interstisial nephritis.limfadenopati. renal calculi. reaksi manik. tinitus. perforasi intestinal. MI. hasil pengenceran yang mengikuti prosedur dan tersimpan pada suhu dibawah 30°C dan terhindar dari pembeku. eritema multiform. edema. kandidiasis vagina. trombosis serebral. demam. methemoglobinemia. psikosis. tendonitis. vaginitis. paranoia. albuminuria. Sediaan vial disimpan dalam suhu 5-30°C terlindung dari cahaya dan pembeku (freezer). agitasi. sakit kepala. jaundice kolestatik. atrial flutter. klinduria.gagal jantung. hipotensi. depresi sumsum tulang. Tetas mata: disimpan pada suhu 2-25°C. perdarahan uretral. gangguan visual. edema tenggorokan. kegagalan fungsi hati. ataksia. kromatopsia. kerusakan tendon.5-2 mL siprofloksasin dapat bertahan selama 14 hari jika disimpan dalam suhu kamar. disfagia. Tablet: disimpan pada suhu 30°C. angioedema. eosinofili. kristaluria. fixed eruptions. ektopi ventricular. rasa takut. rasa dingin. pansitopenia. angina pektoris. perpanjangan waktu PT/INR. moniliasis. pseudomembranous colitis. nekrosis hati. sindrom stevens-johnson. insomnia. Stabilitas Penyimpanan Injeksi: sediaan infus disimpan pada suhu 5-25°C terlindung dari cahaya dan pembeku (freezer). myalgia. palpitasi. tromboflebitis. hilang rasa. petenchia. kejang. reaksi alergi. bronkhospasmus. obat dapat bertahan 14 hari. toxic epidermal nekrolisis. delirium. neuropati perifer. hiperglisemia. anafilaksis.

kegagalan fungsi hati. Dermatologi : Ruam kulit (anak 2% dewasa 1%). dermatitis eksfoliatif. dewasa 2%). ARF. neuropati perifer. halusinasi. MI. takikardi. pansitopenia. tinitus. moniliasis. pankreatitis. nyeri lambung (anak 3%. disfagia. kerusakan tendon. rasa dingin. anorexia. nyeri persendian. Angka Kejadian < 1% : Abnormal. albuminuria. rasa malas. myoclonus. Gastrointestinal : Mual (anak/dewasa 3%). nefritis. dewasa<1%). klinduria. migrain. jaundice. kandiduria. gagal jantung. perpanjangan waktu PT/INR. petenchia. eritema multiform.limfadenopati. depresi sumsum tulang. toxic epidermal nekrolisis. methemoglobinemia. gangguan pencernaan (anak 3%). agranulositosis. perdarahan uretral. vasculitis. hiperglisemia. kristaluria. pusing dan cemas). angina pektoris. hiperpigmentasi. hipotensi. agitasi. kandidiasis. gangguan visual. hipertensi. gelisah (pemberian IV). dyspnea. edema paru. konstipasi. myalgia. Hepatik : Peningkatan SGOT/SGPT (dewasa 1%). myastenia gravis. anafilaksis. palpitasi. ektopi ventricular. eosinofili. rasa malas. kejang.flatulen. perdarahan lambung. sakit kepala. interstisial nephritis. tendonitis. nekrosis hati. depresi. vaginitis. Saluran pernapasan : Radang saluran pernapasan (rhinitis) anak 3%. jaundice kolestatik. sindrom stevens-johnson. hematuria. rasa takut. muntah (anak 5%. insomnia. kromatopsia. sensitif terhadap cahaya terang. anemia hemolitik. angioedema. hilang rasa. . hipertonia. dewasa 1%). perforasi intestinal. iritabilitas. bronkhospasmus. reaksi alergi. renal calculi. reaksi manik. sakit pada dada. sakit kepala (pemberian IV). demam. fixed eruptions. paranoia. ataksia. peningkatan serum kolesterol dan trigliserida. tremor. kandidiasis vagina. tromboflebitis. demam (anak 2%). edema. atrial flutter.komponen lain dalam sediaan Efek Samping Angka Kejadian 1-10% : SSP : Kejadian neurologi (anak-anak 2% meliputi gangguan tidur. nystagmus. parestesia. rasa lemas. psikosis. hipotensi ortostatik. pseudomembranous colitis. trombosis serebral. Lokal : Reaksi pada tempat injeksi (pemberian IV). delirium. anemia. dispepsia (dewasa). anosmia. eritema nosodum. edema tenggorokan. diare (anak 5%.

aminofilin.Terhadap Anak-anak : Siprofloksasin bukan merupakan obat pilihan pertama untuk anak – anak. tidak direkomendasikan (AAP) .Interaksi . Probenezid kemungkinan meningkatkan kadar siprofloksasin.Sebaiknya obat digunakan 2 jam sebelum makan atau 6 jam setelah makan. multivitamin dan mineral)kemungkinan menganggu penyerapan siprofloksasin pada saluran cerna akibat efek kation divalen dan trivalen. sukralfat. jika dikonsumsi bersamaan dengan siprofloksasin dapat meningkatkan efek detak jantung yang berlebihan atau stimulasi SSP meningkat. Pengaruh .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C .Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek: Meningkatkan efek toksik dari substrat CYP1A2 (seperti. ropinirol. fluvoxamine. kemungkinan juga siprofloksasin dapat menurunkan kadar fenitoin . Kofein (dari kopi). digunakan 4 jam sebelum makan dan 6 jam setelah makan. suplemen elektrolit oral. gliburid. dan warfarin. teofilin. mexiletin. . metotreksat.Terhadap Ibu Menyusui : Siprofloksasin terdistribusi kedalam air susu ibu. quinapril. Menurunkan efek: Antasida.Dengan Makanan : Makanan (kalsium yang ada dalam sari buah. Jika digunakan dengan kortikosteroid maka akan dapat meningkatkan kerusakan tendon. mirtazapin. ropivacaine. trifluoperazin). Jika digunakan dengan foscarnet dapat meningkatkan efek kejang. Jika siprofloksasin dalam bentuk obat lepas lambat.

Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (2 jam sebelum makan atau 6 jam setelah makan). Tablet Lepas Lambat Peringatan Kemungkinan dapat meningkatkan respon SSP. Mekanisme Aksi Menghambat DNA-girase pada organisme yang sensitif . maka harap menghubungi dokter. Kerusakan tendon. harap menghubungi apoteker. Pengobatan jangka panjang dapat mengakibatkan suprainfeksi. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. seperti mual. pernah dilaporkan ketika siprofloksasin digunakan bersamaan dengan quinolon lainya. maka sebaiknya siprofloksasin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. tes fungsi ginjal. Tablet. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. . Tetes Mata. SGPT) Bentuk Sediaan Infus. CBC (cell blood count) Parameter Monitoring CBC Renal (BUN. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. Reaksi hipersensitifitas gawat seperti anaphilasis pernah terjadi jika pengobatan dengan golongan quinolon lainya. menghambat relaksasi superkoloid DNA dan memicu kerusakan untai gandai DNA . diare atau respon hipersensitivitas.Terhadap Hasil Laboratorium : Kemungkinan dapat berpengaruh terhadap hasil pengukuran: tes fungsi hati. Injeksi. Amati jika ada timbul gejala ESO obat.. ClCr) Fungsi hepar (SGOT. Salep. perlu monitoring terhadap pasien yang diketahui mempunyai kelainan pada SSP.

Nama & Struktur Kimia .Cendofenikol .id/index. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat.Armacort . fungsi hati selama pemakaian obat. mudah larut dalam etanol. http://dinkes. (DIH).Sifat Fisikokimia : D-treo-(-)-2.0% C11H12Cl2N2O5 Pemeriaan: hablur halus berbentuk jarum atau : lempeng memanjang. dalam propilen glikol.Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. 1995. 2005 Farmakope Indonesia IV. Memantau pasien yang mendapatkan obat lain seperti teofilin dan siklosporin dengan memantau CBC.2-Dikloro-N-[ß-hidroksi-alfa-(hidroksimetil)-pnitrofenetil]asetamida[56-75-7]. C11H12Cl2N2O5 Kloramfenikol mengandung tidak kurang dari 97. 2006.Bufacetin .0% dan tidak lebih dari 103.tasikmalayakota. fungsi ginjal. Kelarutan: sukar larut dalam air.Alchlor . putih hingga putih kelabu atau putih kekuningan. AHFS DRUG.go.php/informasi-obat/372-siprofloksasin. .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . dalam aseton dan dalam etil asetat. Daftar Pustaka Drug information hand book.html Tiamfenikol Deskripsi .

Suprachlor .Varicetin .Erlamicetine .Suprachlor .Particol .Neophenicol .Combicetin .Citophenicol .Kemocol .Etagemycetin .Erlamicetine Plus .Mediclor . Infant: >30 hari dan anak : 50-75 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam.Novachlor .Megacetine .Grafacetin . meningiditis.influenzae.Chlorbiotic . Cara Pemberian dan Lama Pemberian DOSIS ANAK: Meningitis: IV. Karena toksisitasnya. dan Rickettsia.Mefamicetin .Isotic Salmicol .Solachlor .Chloramfecort .Heromycetine .Naxogin Complex .Imfarmycetin .Cymacetine .Vanquin dan Vanquin Plus .Erlamicetin .Klorfeson . Infant: >30 hari dan anak : 50-100 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam Infeksi lain: IV.Chloramfecort H . .Colcetin .Salmonella.Cendomycos . namun bersifat toksik.Novachlor .Magnaclor .Sakamycetin .Itramicetin .Enkacetyn .Kemicetine .Chloracol .Cloramidina .Mecocetin .Microtina . obat ini tidak cocok untuk penggunaan sistemik.Neophenicol .Emkapeni .Chloramex .Farsycol .Pimicetin Syr .Colme . Dosis maksimal: 4 g/hari.Colsancetine . Dosis.Lanacetine .Solachlorx .. kecuali untuk penggunaan diatas.Fenicol . H.Kemicort Forte .Empeecetin .Cendomycetine .Albucetine .Xepanicol Indikasi Merupakan antibiotik dengan spectrum luas.Kloramixin .Colipred . Obat ini seyogyanya dicadangkan untuk infeksi berat yang diakibatkan oleh bacteriodes.Megachlor .Ribocin .Indoson .Solacort .Zenichlor .Kemicort .Kemiderm .Uniphenicol .Hufamycetin . Neisseria.Kloramixin D .Decacetine .Licoclor .Otolin .

gunakan hanya jika cairan masih jernih. dapat menembus placenta. dalam cairan serebrospinal : normal meningitis 66%. Makimum dosis harian 4 g/hari. Eksresi: urin (5-15%).3 jam. Ikatan protein: 60% Metabolisme: utamanya melalui hati (90%) menjadi metabolit tidak aktif dengan melalui mekanisme glukoronidasi. Farmakologi Distribusi: keseluruh jaringan dan cairan tubuh.DOSIS DEWASA: 50-100 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam.M. End-stage Gangguan ginjal :3-7 jam. kloramphenikol sodium suksinat dihidrolisa dengan mekanisme esterisasi sehingga menjadi bentuk aktif.6-3. dapat diberikan IV kurang dari 1 menit dengan konsentrasi 100 mg/mL atau IV intermittent infuse lebih dari 15-30 menit dengan konsentrasi akhir <20 mcg/mL. Anemia aplastik. Efek Samping Tiga efek samping terbesar yang diakibatkan oleh kloramfenikol antara lain : 1. Penyesuaian dosis: jika diketahui menderita kerusakan hepar. maka sebaiknya tidak menggunakan obat. masuk dalam ASI. meningitis inflamasi >66%. sebuah reaksi idiosikratik yang dapat terjadi dari manapun rute pemberian . T½ eliminasi: fungsi ginjal normal: 1. Sirosis:1012 jam. hasil pencampuran obat dapat bertahan selama 30 hari. Stabilitas Penyimpanan Simpan obat pada suhu kamar. Cara pemberian: jangan diberikan I. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap kloramfenikol atau terhadap komponen lain dalam obat. cairan obat yang dibekukan kemungkinan akan dapat bertahan selama 6 bulan. karena akan meningkatkan toksisitas obat.

Lain-lain : Anaphilaksis.obat. Gray síndrome ini ditandai dengan collapse. 2. dan antikoagulan oral. Dermatologi : Angioderma. fever. 3.Dengan Makanan : Kemungkinan akan menurunkan absorbsi obat pada intestinal Pengaruh .Dengan Obat Lain : Sitokrom P450: menghambat CYP2C8/9 (penggunaan mingguan). Gastrointestinal : diare. fenitoin. asidosis. Anemia dan neutropenia kemungkinan akan terjadi pada minggu pertama penggunaan obat. kemungkinan diakibatkan oleh akumulasi obat dalam darah akibat adanya kerusakan pada hati dan ginjal pasien. Ocular : optic neuritis. depresi. enterokolitis. mata gelap (delirium). Ini dapat terjadi jika kadar konsentrasi darah > 50 mcg/mL. sianosis. reaksi hipersensitifitas. sakit kepala. . Dalam penelitian sampel hewan uji terdapat embriotoksik dan teratogenik. depresi myokardial. Efek samping lainya : SSP : Bingung. ini terjadi jika kadar serum darah >25 mcg/mL dan bersifat reversible ketika kloramfenikol dihentikan. Menurunkan efek: fenobarbital dan rifampisin kemungkinan menurunkan efeknya. Bone marrow suppresión. muntah. biasanya terjadi 3 minggu sampai 12 bulan setelah pemberian obat. stomatitis.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. mual. tapi ini belum cukup terbukti dalam penelitian selanjutnya. 3A4 (penggunaan mingguan). Interaksi . . ruam. koma dan kematian. glossitis. urtikaria. Meningkatkan efek toksis: kloramfenikol meningkatkan efek dari klopropramid.

Penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan suprainfeksi. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. AAP tidak merokomendasikan . ClCr) Bentuk Sediaan Injeksi. maka sebaiknya kloramfenikol digunakan dalam dosis .Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan lebih dari 2 minggu Dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium : CBC. Penggunaan pada bayi dapat mengakibatkan gray baby síndrome yang dapat berakibat fatal. Kapsul.Terhadap Ibu Menyusui : Dapat di ekresikan kedalam air susu ibu. . Kurangi dosis jika digunakan pada pasien penyakit hati.Terhadap Anak-anak : Dapat menyebabkan gray baby síndrome. AAP tidak merekomendasikan. Serbuk Suspensi Oral Peringatan Hati – hati jika digunakan pada pasien yang tenderita gangguan hepar dan gagal ginjal. SGOT) Renal (BUN. Hati – hati jika digunakan pada pasien defisiensi glucosa 6-phosfat dehidrogenase. Parameter Monitoring CBC (Hb. liver dan ginjal.. Kejadian serius hingga fatal berupa dyscrasias akibat penggunaan jangka pendek maupun panjang termasuk juga melalui penggunaan topikal. Trombosis) Liver (SGPT.

AHFS DRUG.3 .tasikmalayakota. maka harap menghubungi dokter.html Warfarin Deskripsi . Amati jika ada timbul gejala ESO obat. harap menghubungi apoteker. seperti mual.php/informasi-obat/389-tiamfenikol. sangat sedikit larut dalam diklorometan. 2006.go. Sangat mudah larut dalam alkohol dan larut dalam aseton.Nama & Struktur Kimia . Mekanisme Aksi Secara reversibel berikatan dengan 50S subunit ribosom pada organisme yang sensitif untuk menghambat terjadinya mekanisme transfer asam amino yang dibutuhkan untuk pembentukan rantai peptida. Memonitor kepatuhan pasien dalam menggunakan obat.Sifat Fisikokimia . http://dinkes.2 . Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). Daftar Pustaka Drug information hand book. 2005 Farmakope Indonesia IV. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. 1995. C19H15NaO4 Serbuk higroskopik berwarna putih. (DIH). Evaluasi jika timbul tanda munculnya ESO obat. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. diare atau respon hipersensitivitas. : Larutan 1% dalam air mempunyai pH : 7.Keterangan : : Na-2-oxo-3[(1 RS)-3-oxo-1-phenylbutyl]2H-1-benzopiran-4-olate. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. sehingga hal ini akan menghambat sintesis protein sel bakteri.8.id/index. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat.dan rentang waktu yang telah ditetapkan.

status nutrisi. Farmakologi Onset kerja : antikoagulan oral : 36-72 jam. embolism pulmonari dan disorder thromboembolik.Warfarin Eisai .0. Dosis. fungsi kardiak. Durasi 2-5 hari Absorpsi : cepat . Awali dengan dosis 5-10 mg/hari.Simarc 2 Indikasi Profilaksis dan terapi thrombosis vena. atrial fibrilasi dengan risiko embolism dan sebagai tambahan pada profilaksis embolism sistemik setelah infark miokardiak.34 mg/kg/hari.Golongan/Kelas Terapi Obat Yang mempengaruhi darah Nama Dagang . pasien lanjut usia. antikoagulasi konsisten akan sulit untuk dipertahankan pada anak< 5 tahun.05 . gagal jantung kongestif. bayi < 12 bulan memerlukan dosis sama dengan atau mendekati rentang ini. gizi buruk. Dosis awal yang lebih rendah diperlukan pasien dengan gangguan fungsi hati. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral dan anak : 0. Dosis awal yang lebih tinggi dapat diberikan untuk pasien tertentu (misalnya pasien yang menerima agen penginduksi enzim). risiko pendarahan). Dewasa : dosis awal tergantung individu (pertimbangkan pasien dengan gangguan fungsi hati. risiko pendarahan dan pasien yang lemah kondisinya. terapi lanjutan. dosis pemeliharaan biasanya 2-10 mg setiap hari (mungkin diperlukan dosis loading dan pemeliharaan di luar pedoman ini).

pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan. tempat pendarahan yang tidak diketahui yang dapat diatasi dengan antikoagulasi. osteoporosis. androgen. endokarditis bakteri sub akut.7 mL air steril. 3A4 (minor). rata-rata 40 jam. T½ eliminasi : 20-60 jam. sediaan stabil selama 4 jam pada suhu kamar. pasien tidak patuh. perikarditis atau efusi perikardial. diare. prostatektomi. rash. riwayat pendarahan diastesis. leukemia.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450 : Substrat CYP1A2 (minor). hemofilia. eklampsia dan pre-eklampsia. hemoragi. hemoragi. anestesia blok lumbar regional atau operasi besar lainnya. luka pada hati. setelah punktur spinal dan diagnostik lain atau prosedur terapi untuk pendarahan signifikan. riwayat nekrosis yang diinduksi warfarin. Inhibit : CYP2C8/9 (sedang). amiodaron. nyeri. malaise. flatulens. hemoragi serebrovaskular. anoreksia.Metabolisme : dihati. 2C19 (minor). 2C8/9 (mayor). visceral carcinoma. pendarahan intestinal. agranulositosis. allopurinol. lethargi.edema. hipersensitifitas dan reaksi alergi. antifungi . vasculitis. epitaksis. kehamilan. sakit abdominal. peningkatan transaminase. 2C19 (lemah). demam. penyakit hepatik parah. parethesia. pendarahan. terhindar dari sinar matahari. trombositopenia purpura. pusing. syok hemoragi. bervariasi antar individu. pruritus. gangguan rasa. hematuria. mual. jaundice. hematoma retroperitonial. alopesia. hipertensi tidak terkontrol. urtikaria. muntah. pendarahan pada kolon. leukopenia. dermatitis. Interaksi . Stabilitas Penyimpanan Simpan pada tempat kedap udara. ulkus mulut. stroke. poliartritis. Meningkatkan efek/toksisitas : Asetaminofen. kram perut. sakit kepala. asthenia. operasi mata atau saraf. Efek Samping Antikoagulan. defisiensi asam askorbat. aborsi. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap warfarin atau komponen lain dalam sediaan. anuerism. pernapasan. Setelah direkonstitusi dengan 2.

Terhadap Anak-anak : - . zafirlukast dan zilueton. derivat tetrasiklin. capecitabin. simetidin. inhibitor CYP2C8/9 (sedang/kuat). kuinidin. nafsilin. azatioprin. ifosfamida. voriconazol. flukonazol. Jus cranberry akan meningkatkan efek warfarin. griseofulvin. inhibitor pompa proton (omeperazol). antibiotik kuinolon. fluorourasil. sulfinpirazon. inhibitor COX-2. leflunomida.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Protrombin time (PT).(imidazol). fenitoin. propoksifen. vitamin A. obat inflamasi non steroid.Dengan Makanan : Hindari penggunaan etanol : etanol menurunkan metabolisme warfarin dan meningkatkan PT. Penurunan efek : Aminoglutetimida. agen anti thyroid. glutetimida. derivat sulfonamida. merkaptopurin. produk tiroid. sefalosporin. efek antikoagulan warfarin akan menurun dengan adanya makanan mengandung vitamin K. metronidazol.antibiotik makrolida. hematokrit Bentuk Sediaan . treprostinil. orlistat.Terhadap Ibu Menyusui : Warfarin tidak didistrubusikan ke dalam air susu. hanya metabolitnya yang didistribusikan ke dalam air susu. disulfiram. hormon kontrasepsi. barbiturat. vitamin E meningkatkan efek warfarin. E. antidepresan trisiklik. bosentan. inducer CYP2C8/9 (kuat). etoposida. dikloksasilin. glukagon. . propafenon. ropirinol. salisilat. tigesiklin. Pengaruh . aprepitant. karbamazepin.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko : X . inhibitor HMG CoA reduktase. fitonadion. derivat rifamisin dan sulfasalazin. .

pendarahan pada kolon. prostatektomi. operasi mata atau saraf. IX. 5. poliartritis. riwayat nekrosis yang diinduksi warfarin. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1. VII. hidung ataupun anggota tubuh lainya. Segera ke dokter bila terjadi diare. pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan. setelah punktur spinal dan diagnostik lain atau prosedur terapi untuk pendarahan signifikan. Mintalah petunjuk dan persetujuan dokter bila harus menggunakan obat lain. pasien tidak patuh. aborsi. endokarditis bakteri sub akut. Obat ini untuk mencegah pembekuan darah 2. 3. eklampsia dan pre-eklampsia. penyakit hepatik parah. 6. Mekanisme Aksi Mempengaruhi sintesis faktor koagulasi yang tergantung vitamin K (II. Selama mempergunakan obat ini jangan minum minuman yang mengandung alkohol. hipertensi tidak terkontrol. Jangan dipakai berlebihan tanpa petunjuk dokter karena akan terjadi perdarahan. 7. anuerism. Lakukan kontrol darah secara teratur karena akan dapat menentukan pemakaian dosis yang tepat. Jangan mempergunakan obat lain selama penggunaan obat ini.Tablet 5 mg Peringatan Hipersensitif terhadap warfarin atau komponen lain dalam sediaan. kehamilan. hemoragi. riwayat pendarahan diastesis. Sebaiknya dipergunakan obat dari merek yang sama jangan mengganti dengan merek yang lain. leukemia. anestesia blok lumbar regional atau operasi besar lainnya. defisiensi asam askorbat. perikarditis atau efusi perikardial. hemofilia. pendarahan baik dari mulut. visceral carcinoma. . trombositopenia purpura. hemoragi serebrovaskular. 4. Pergunakan obat ini benar-benar sesuai dengan petunjuk dokter. X) di hati. pernapasan.

C8H11N5O3 Mengandung tidak kurang dari 98. obat tersedia juga : dalam bentuk injeksi dengan bentuk asiklovir natrium dengan bentuk serbuk kristal putih.html Asiklofir Deskripsi . Maksimum kelarutan obat adalah >100 mg/mL pada air dengan suhu 25°C. Asiklovir natrium mengandung 4. larut dalam air.Sifat Fisikokimia : 9-[(2-hidroksietoksi)metal]guanine.27 dan 9.php/informasi-obat/406-warfarin. Asiklovir berupa serbuk kristal putih dan mempunyai tingkat kelarutan 2. tetapi pada pH psiologis dan suhu normal tubuh 37°C obat hampir tidak mengalami ionisasi sehingga maksimum kelarutan obat adalah 2.0% dan tidak lebih dari 101. 2006 http://dinkes.go.25. Secara komersial.0% C8H11N5O3 dihitung terhadap zat anhidrat. 2005 Lexi-Comp's Drug Information Handbook . 34th edition. .Nama & Struktur Kimia .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi .5 mg/mL dalam air pada suhu 25°C.tasikmalayakota.14th edition. pKa 2.5 mg/mL.2 mEq natrium per gram asiklovir.Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Martindale.id/index.

3. dosis disesuaikan dengan menghitung bobot ideal pasien. Oral:Anak: dosis awal: 40-80 mg/kg/hari terbagi dalam 3-4 dosis terbagi untuk 5-10 hari (maksimum 1 g/hari.Vircella .Vireth .Vircovir . Cara Pemberian dan Lama Pemberian A. HSV encephalitis. HERPES LABIALIS: Topikal: anak >=12 tahun dan dewasa : Cream: digunakan 5 kali/hari selama 4 hari.Danovir . GENITAL HSV: I.Virdam .Matrovir .Dumophar . 1.Azovir .Clovika . 400 – 1200 mg/hari dalam 2-3 dosis terbagi juga dapat direkomendasikan. dosis permulaan. 2. kronis:80mg/kg/hari dalam 3 dosis terbagi (maksimum 1g/hari) dievaluasi setelah 12 bulan pengobatan Dewasa: dosis awal dan recurrence : 200 mg set.Virtaz .Anak>=12 tahun dan dewasa 10 mg/kg/dosis atau 500 mg/m²/dosis setiap 8 jam selama 7 hari. Dosis Berdasarkan Indikasi Obat.Nama Dagang .Vyrono .Zoter . dewasa:dosis awal.Quavir . oleskan pada permukaan.Herpiclof . herpes labialis (cold sores).V : anak < 12 tahun. Infeksi kronik: 400 mg dua kali/hari atau 200 mg 3-5 kali/hari selama 12 bulan dan diikuti dengan mengevaluasi perkembangan pasien.Inavir . gawat:5mg/kg setiap 8 jam untuk 5-7 hari.Poviral . neonatal HSV. HSV pada pasien immunokompromise. Note: Pada pasien Obesitas. HERPES ZOSTER: Oral: Dewasa: 800 mg setiap 4 jam (5kali/hari) selama 7-10 hari.Clinovir .Scanovir .Acifar .Zumasid Indikasi Untuk pengobatan genital herpes simplek virus (HSV).V: anak: > 12 tahun dan dewasa (immunocompetent). varicella – zoster (chickenpox). I.Zovirax .Clopes . Dosis.Tyrus . herpes zoster (shingles).Virpes .Virpes Cream .20mg/kg/dosis setiap 8 jam selama 7 hari.Topikal. .

I. CSF) Ikatan protein: 9-33%.Anak <1 tahun: 10 mg/kg/dosis setiap 8 jam untuk 7-10 hari. Pencampuran: asiklovir 500 mg dengan SWFI 10mL.dapat juga diberikan 800 mg setiap 12 jam. ginjal. Metabolisme: diubah oleh enzim virus menjadi asiklovir monofosfat dan kemudian diubah menjadi difosfat kemudian trifosfat (bentuk aktif) oleh enzim sel. tablet: simpan pada suhu kamar. . Stabilitas Penyimpanan Kapsul.VARICELLA-ZOSTER (chickenpox): Oral: Anak >=2 tahun dan robot <=40 kg: 20 mg/kg/dosis (ditingkatkan sampai 800mg/dosis).5-2 jam.73 m2: dosis normal 800 mg setiap 4 jam. dalam serum: antara 1. dewasa : 3 jam.8 L/kg (63. B.V.6 L) tersebar luas (otak. 4 jam. Pemberian dosis normal 800 mg setiap 4 jam.Anak >=1 tahun dan dewasa 1500mg/m²/hari terbagi setiap 8 jam atau 10mg/kg/dosis setiap 8 jam selama 7-10 hari. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung.ClCr <10 mL/menit/1. ClCr <10 mL/menit/1. Cream. I. uterus. suspensi: simpan pada suhu kamar. Bioavailabilitas: oral: 10-20% pada keadaan fungsi ginjal masih normal (bioavailabilitas menurun seiring peningkatan dosis obat). ClCr 10-25 mL/menit/1. anak-anak 1-12 tahun : 2-3 jam.73 m²: Pemberian dosis normal: 200 mg setiap 4 jam.4. Farmakologi Absorbsi: oral: 15-30% Distribusi: Vd: 0.dapat diberikan 800 mg setiap 8 jam. 4 kali/hari selama 5 hari. Dosis Berdasarkan Penyesuaian Fungsi Ginjal Oral:ClCr 10-25 mL/menit/1.73 m² : diberikan dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam. Ointment: simpan pada suhu kamar. 200 mg setiap 8 jam atau 400 mg setiap 12 jam. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung. T max. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung.73 m² : diberikan dosis yang direkomendasikan setiap 12 jam. Injeksi: simpan serbuk obat pada suhu kamar. dapat juga diberikan 200 mg setiap 12 jam. paru-paru. Ekskresi: Urin (62-90% sebagian dalam bentuk utuh dan metabolitnya).V: ClCr 25-50 mL/menit/1. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) simpan pada tempat kering. vagina.73 m² : diberikan 50% dari dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam.Anak >40 kg dan Dewasa: 800 mg/dosis 4 kali/hari selama 5 hari. T½ (waktu paruh): terminal: bayi. hati.

delirium. trombositopenia. pruritos. Kontraindikasi Kontraindikasi buat pasien yang mengalami reaksi hipersensitifitas pada asiklovir dan turunannya. penurunan konsentrasi. anemia. leukopenia.Dengan Obat Lain : Anti jamur: ampoterisin B melawan efek asiklovir (pseudorabies) jika diberikan secara bersamaan. diare (2-3%). peripheral edema. diare. hyperbilirubinemia. ruam (rash) (2%). GI : mual dan muntah (7%). toksik epidermal nekrolisis. agitasi. desquamation. gangguan penglihatan visual. depresi mental. Untuk infus intravena: dilarutkan dalam cairan dengan konsentrasi <=7mg/ml. gagal ginjal akut. myalgia. ataksia. seizure. itching Bentuk sedíaan lain : < 1%. Konsentrai > 10mg/ml dapat meningkatkan potensi terjadinya plebitis. dysarthria. gangguan GI. rasa terbakar. hemolisis. halusinasi. necrosis jaringan lokal. bingung. somnolence. muntah (3%). Efek Samping Sistemik Oral : > 10% : CNS : Malaise (12%) GI : Mual (2-5%). rasa malas. Jangan menggunakan hasil pengenceran obat jika terdapat endapan.10% : Sistemik Parentral : Dermatologi : Gatal-gatal dengan bintik-bintik merah (hives) (2%). Interaksi . neutropilia. leukocytoclastic vaskulitis. Topikal : > 10% : Dermatologi : Nyeri sedang. jaundice. peningkatan kreatinin (5-10%). gatal-gatal (itch) (2%). lymfadenopati. Hepatic : Dapat meningkatkan hasil pada parameter pemeriksaan laboratorium (1-2%) Local : Inflamasi pada tempat injeksi (plebitis) (9%). urticaria. sindrom Stevens – Johnson. fatigue. 1% . seperti tersengat. Nyeri perut. koma. anoreksia. ketokonazol dan aciclovir mempunyai efek sinergis untuk melawan . encephalopaty. erythema multiform. Renal : Peningkatan BUN (5-10%). parestesia.jangan menggunakan air yang bebas bakteri yang terkontaminasi dengan benzil alkohol dan paraben. gagal ginjal. Hasil rekonstitusi obat akan dapat bertahan selama 12 jam pada suhu kamar. bibir kering. 1-10% : Dermatologi : Pruritus. psikosis. Satu pencampuran dalam infus dapat digunakan kurang dari 24 jam. sakit tenggorokan. angiodema. alopecia. anafilaksis. tremor. hypotensi. hematuria. fever. intravascular coagulopathy. fotosensitisasi. insomnia.hepatitis. leukositosis.

Hasil tes lain : meningkatnya hasil uji fungsi liver. Hematologi : trombositopenia.Terhadap Ibu Menyusui : Dari hasil penelitian antara tahun 1984-1999. Obat ini mampu menembus plasenta. Interveron: berefek sinergisme terutama untuk mengobati virus herpes tipe 1. Probenezid: jika diberikan bersamaan dengan asiklovir t ½ obat dan meningkatkan konsentrasi dari asiklovir. Hati – hati untuk pasien lanjut usia. Zidavudin: jika diberikan secara bersamaan. tetapi efeknya secara klinis belum diketahui. Metotreksat: penggunaan asiklovir IV bersamaan dengan metotreksat harus mendapatkan perhatian.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B. Tablet. Enzim hati. trombocytopenia purpura / hemolitic uremia síndrome (TTP/HUS) karena belum banyak informasi yang tersedia. gangguan ginjal. Injeksi Peringatan Hati – hati jika diberikan pada pasien dengan keadaan immunocompromi. tetapi dengan pengawasan dan jika benar – benar dibutuhkan.Terhadap Hasil Laboratorium : Renal : meningkatkan nilai BUN dan konsentrasi serum kreatinin. Pengaruh . . hiperbilirubinemia. BUN. atau pasien yang mendapatkan obat nefropati lainnya. . Krem. dan efikasi asiklovir untuk anak dibawah 2 tahun belum diketahui secara pasti. tetapi pada hewan uji tidak menunjukkan adanya efek teratogenik. Dapat diberikan saat ibu menyusui.virus herpes tipe 1 dan 2. . Ointment. leukopenia.Dengan Makanan : Makanan tidak mengganggu absorbsi asiklovir. dapat meningkatkan efek toksis dari asiklovir. karena terjadi penurunan pengeluaran asiklovir lewat ginjal. anemia. . CBC Bentuk Sediaan Kapsul.Terhadap Anak-anak : Keamanan. Serum Kreatinin. Parameter Monitoring Urinalisis. Suspensi. leukositosis vaskulitis. . tidak menunjukkan efek yang signifikan berpengaruh pada kehamilan.

http://dinkes.tasikmalayakota.id/index. Munculnya ESO dan keluhan lain selama pasien menggunakan obat. Mengenali munculnya ESO.php/informasi-obat/221-asiklofir. 2005 Farmakope Indonesia IV. AHFS DRUG. yang kemudian lebih lanjut mengubahnya menjadi asiklovir triphosfat oleh enzim selular lainya.html Epinefrin Deskripsi . Lamanya pasien menggunakan obat. seperti rasa mual (untuk IV dan oral). Monitoring Penggunaan Obat Jadwal dan kepatuhan pasien menggunakan obat. Mekanisme Aksi Asiklovir diubah menjadi asiklovir monofosfat oleh virus – spesifik timidinekinase. 1995. Menggunakan obat sesuai jadwal yang telah diberikan jika obat digunakan dengan obat lain yang berpotensi memicu munculnya interaksi obat yang merugikan. (DIH). serta munculnya gejala – gejala kelainan pada kulit jika obat digunakan untuk penggunaan topikal. 2006.Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Menganjurkan pasien untuk menggunakan obat sesuai yang tertera dalam etiket obat atau sesuai yang telah dianjurkan oleh dokter dan apoteker. Asiklovir trifosfat kemudian bekerja menghambat sintesis DNA dan replikasi virus dengan cara berkompetisi dengan dioksiguanosis trifosfat pada DNA polimerase virus dan kemudian menyatu kedalam DNA virus. Daftar Pustaka Drug information hand book.go.

000) diikuti 0. 0. Dewasa : 0.3-0. Obat ini merupakan katekolamin endogen dengan aktivitas pada medula adrenal.25 mg IV (diencerkan 1:10.1 mg IV pelan-pelan dalam waktu 5-10 menit (diencerkan 1:100.Keterangan : Epinefrin terdapat dalam kelenjar adrenal atau dapat dibuat secara sintetis. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Injeksi parenteral. Anak-anak dan bayi : 0.Nama & Struktur Kimia . Dosis.1-1. atau tiap 20 menit hingga 4 jam untuk asthma.3 mg/m2 SC. dapat diulang bila perlu tiap 10-15 menit untuk anafilaksis. bila perlu dapat diulang tiap 5-15 menit. Dosis tunggal maksimal 1 mg. Golongan/Kelas Terapi Antialergi Nama Dagang Indikasi Pengobatan anafilaksis berupa bronkospasme akut atau eksaserbasi asthma yang berat. mudah larut dalam : air.5 mg). praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.000) pelan-pelan dalam waktu 5-10 menit.5 mcg/kg/menit infus IV. C9H23NO3 Epinefrin berbentuk mikrokristalin berwarna putih.Sifat Fisikokimia : Epinephrine. Dosis 0. dan diikuti pemberian infus IV 1-4 mcg/menit.01 mg/kg atau 0. Pada kasus syok yang berat. harus digunakan rute IV.5 mg SC atau IM. Atau.. sedikit larut dalam etanol. Bentuk levorotatori isomer 15X lebih aktif dibanding bentuk dekstrorotatori. Farmakologi . bila perlu dapat diulang setelah 20 menit hingga 4-jam (dosis tunggal maksimal: 0. .1-0.

Stabil dalam : dextran 6% dalam dextrose. famotidine. sodium bicarbonate. calcium gluconate. propofol. Metabolisme : diambil oleh saraf adrenergik dan dimetabolisme oleh monoamine oxidase dan catechol-o-methyltransferase. fentanyl. dan sulfat dan derivat hidroksi asam mandelat. hydrocortisone sodium succinate. Inkompatibel : Ampicillin. ranitidine. potassium chloride. pancuronium. warfarin. Ekskresi : Urin (sebagai metabolit inaktif metanefrin. levofloxacin. lorazepam. labetalol. heparin. remifentanil. obat dalam sirkulasi mengalami metabolisme di hepar. vecuronium. dobutamine. cimetidine. morphine. phytonadione. jumlah kecil dalam bentuk tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Penyiapan infus IV : Encerkan 1 mg dalam 250 mL D5W atau NS (4 mcg/mL). Inhalasi : 1 menit. Oksidasi akan mengubah warna larutan menjadi merah . Inkompatibel : Aminophylline. floxacillin. hyaluronidase. Penyimpanan : Epinefrin peka terhadap udara dan cahaya. fentanyl. nitroglycerin. hydromorphone. diltiazem. calcium chloride. dextran 6% dalam NS. thiopental. D5W. D51/4NS. metaraminol. D5NS. LR. Kompatibilitas pencampuran : Kompatibel : Amikacin. inkompatibel dengan natrium bikarbonat 5%. D10NS. NS. mephentermine. bupivacaine.Farmakodinamika/Kinetika : Onset : Bronkodilatasi : SC : 5-10 menit. Kecepatan pemberian awal 1 mcg/menit dan naikkan hingga efek yang dikehendaki. furosemide. ranitidine. dopamine. norepinephrine. dobutamine. verapamil. D51/2NS. inamrinone. cisatracurium. vitamin B complex with C. midazolam. Pemberian melalui Y-site : Kompatibel : Atracurium. nicardipine. D5LR. milrinone. D10W. furosemide.

insomnia. kematian mendadak. isoproterenol.. insufisiensi pembuluh koroner jantung. . fenilpropanolamin. norepinefrin. nyeri dada. Juga hati-hati digunakan pada pasien yang menerima obat-obat seperti: albuterol. dobutamin. SSP : Ansietas. hipertensi. dapat menyebabkan nekrosis jaringan karena terjadi vasokonstriksi pembuluh kapiler. harus digunakan hati-hati bersama obat simpatomimetik lain karena kemungkinan efek farmakodinamik yang aditif. kontraindikasi mutlak pada syok selain syok anafilaksi. mual. Efek Samping Kardiovaskuler : Angina. Hindari ekstravasasi epinefrin. Epinefrin. takikardi (parenteral). metaproterenol. peningkatan kebutuhan oksigen miokard. ektopi ventrikuler.jambu kemudian coklat. vasokonstriksi. potensial proaritmia. ritodrin. epinefrin kontraindikasi mutlak pada closed-angle glaucoma karena dapat memperparah kondisi ini. flushing. aritmia jantung. palpitasi. xerostomia.. Gangguan kardiovaskuler yang kontraindikasi epinefrin misalnya syok hemoragi. Jangan digunakan bila terjadi perubahan warna atau terdapat endapan. karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan da/atau gangren atau reksi injeksi setempat di sekitar suntikan. Kontraindikasi Meskipun diindikasikan untuk open-angled glaucoma. terutama bila diberikan IV. muntah. dan genitalia. dopamin. sakit kepala. salmeterol dan terbutalin.Dengan Obat Lain : Karena epinefrin merupakan obat simpatomimetik dengan aksi agonis pada reseptor alfa maupun beta. pseudoefedrin. pusing. ibu jari. Genitourinari : Retensi urin akut pada pasien dengan gangguan aliran kandung kemih. peningkatan kebutuhan oksigen. hidung. Interaksi . yang kemungkinan tidak diinginkan. pallor. kronotropik. Efek epinefrin pada kardiovaskuler (mis. Gastrointestinal : tenggorokan kering. dan vasoaktivitas) dapat memperparah kondisi ini. angina. Epinefrin jangan disuntikkan ke dalam jari tangan. penyakit arteri koroner (mis.Dengan Makanan : Epinefrin tidak digunakan melalui oral . infark miokard akut) dilatasi jantung dan aritmia jantung (takikardi). fenilefrin.

Bagaimanapun. yang dapat menunda kelahiran.Terhadap Anak-anak : . tremor atau lemah. Segera lapor dokter bila sulit tidur.Terahadap Kehamilan : Klasifikasi kehamilan untuk epinefrin adalah kategori C. obat ini dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cara meningkatkan glikogenolisis di hepar. 'Hati-hati penggunaan epinefrin pada pasien DM.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui apakah epinefrin dikeluarkan melalui ASI.Pengaruh . epinefrin akan rusak di dalam saluran pencernaan bayi. Epinefrin kontraindikasi mutlak sewaktu proses kelahiran karena merupakan agonis reseptor beta2. keringat berlebihan. pandangan kabur atau sulit buang air kecil. Secara teori.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring EKG pada pasien yang mendapat epinefrin IV. PFTs Bentuk Sediaan Injeksi. Anda mungkin akan mengalami pusing. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Gunakan obat sesuai anjuran. nyeri dada atau palpitasi. . tetap harus hati-hati jika diberikan pada ibu menyusui. Ampul 1mg/ml Peringatan Epinefrin dikontraindikasikan pada penyakit serebrovaskuler seperti arteriosklerosis serebral atau 'organic brain syndrome' karena efek simpatomimetik (diduga alfa) pada sistem serebrovaskuler dan potensial perdarahan otak pada penggunaan IV. jadi pemaparannya terbatas. mengurangi ambilan glukosa oleh jaringan dan menghambat pelepasan insulin dari pankreas. . Hati-hati penggunaan epinefrin pada pasien hipertensi karena risiko menambah berat penyakit. muka kemerahan. . iritasi bronkial atau batuk.

7. stimulasi jantung.id/index. dan dilatasi vaskulatur otot skelet.Keterangan : : Flufenazina.Sifat Fisikokimia .Mekanisme Aksi Menstimulasi reseptor alfa-.html Flufenasin Deskripsi . Flufenazin HCl adalah kristal putih/hampir putih tidak berbau. efek samping yang mungkin timbul dan cara mengatasinya. 2-{4-[3-(2-trifluoromethylphenothiazine10yl)propyl]piperazin-1-yl}.php/informasi-obat/251-epinefrin. Monitoring Penggunaan Obat Kaji penggunaan obat lain yang diminum pasien terhadap kemungkinan interaksi atau mempengaruhi efektivitasnya. C22H26F3N3OS. Daftar Pustaka Lexi-comp http://dinkes. dan beta2-adrenergik yang berefek relaksasi otot polos bronki. dalam alkohol1:6.go. dosis kecil berefek vasodilatasi melalui reseptor beta2-vaskuler. Kelarutan dalam air 1:4. Pantau tanda-tanda vital dan berikan informasi tentang penggunaan obat. beta1-. dosis besar menyebabkan konstriksi otot polos vaskuler dan skelet.Nama & Struktur Kimia .tasikmalayakota. :- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang .

Puncak efek : neuroleptik sebagai dekanoat : 48-86 jam. Dewasa : psikosis : Oral : 0. Kontraindikasi . i. beberapa pasien mungkin membutuhkan peningkatan dosis sampai 40 mg/hari.5-10 mg/hari dibagi dalam beberapa dosis dengan interval 6-8 jam. hindari sinar. sebagai dekanoat : 24-72 jam.04 mg/kg/hari. Dekanoat : 12. Ikatan protein : 91% dan 99%.5 mg dekanoat setiap 3 minggu = 10 mg HCl/hari. Durasi garam HCl : 6-8 jam. T½ eliminasi HCl : 33 jam. Farmakologi Onset kerja im. dispensing dalam botol/vial amber atau buram.Indikasi Mengendalikan gangguan psikotik dan shcizofrenia. masuk ke ASI.5 mg setiap 2 minggu. Absorbsi oral bervariasi dan tidak teratur. 12.m. Ekskresi lewat urin sebagai metabolit. Metabolisme di hati..: sebagai HCl: sekitar 1 jam. Larutan dapat diberikan bersama jus buah atau cairan tetapi harus diberikan segera. Dekanoat : 163-232 jam.5-10 mg/hari dibagi dalam beberapa dosis dengan interval 6-8 jam (dosis parenteral 1/3-1/2 dosis oral). Distribusi : menembus plasenta. Dosis. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak : Oral : 0.: 2. Stabilitas Penyimpanan Hindari pembekuan. im.

barbiturat. distonia. perubahan kornea dan lensa. antihipertensif. rash. aritmia. peningkatan prolaktin. konstipasi. tekanan darah berfluktuasi. perubahan pengaturan pusat temperatur tubuh. Depresi SSP berat. nyeri payudara. antihistamin. ileus paralitik. udem laring. eritema. pigmentasi. poliuria. impotensi. ropinirol meningkatkan efek flufenasin. pansitopenia. koma. enurisis. paroksetin. diskrasia darah. paralisis kandung urin. mimpi aneh. kehilangan selera makan. Interaksi . Darah : agranulositosis. Kulit : dermatitis. Efek Samping KV : takikardia. akathisia. ginekomastia. diskinesia tardif. ritonavir.Hipersensitif terhadap flufenazin atau komponen formulasi lainnya. hipnotik-sedatif. Saluran cerna : berat badan bertambah. depresi. penyakit hati. hiper refleksia. eosinofilia. delavirdin. spasme muka sebelah. Flufenasin memperkuat efek penekanan terhadap SSP dari analgesik narkotik. fotosensitifitas. Mungkin terjadi reaktivitas silang antara fenotiazin. hepatotoksik. urtikaria. galaktoria. Genitourinari : gangguan ejakulasi. udem. sakit kepala. nontrombositopenik purpura. amenorea. . sindroma lupus eritamatosus. seborea. leukopenia. perubahan EEG. kuinidin. pusing. Pernafasan : kongesti hidung. asma. mikonazol. Metabolik & endokrin : perubahan siklus menstruasi. hiper/hipotensi. penglihatan kabur. eksim. xerostomia. glaukoma. Flufenasin dapat meningkatkan efek/toksisitas antikolinergik. mengantuk. SSP : parkinsonisme. perubahan libido. udem serebral. fluoksetin. kerusakan otak subkortikal. trombositopenia. Hati : cholestatic jaundice. gelisah. antidepresan siklik. kejang. Otot-saraf : tangan gemetar. lelah. kuinin. etanol.Dengan Obat Lain : InhibiCYP2D6 : chlorpromazin. pergolid. salivasi. Mata : retinopati pigmen.

Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Gambaran vital : profil lipid. Penggunaan bersama antidepresan trisklik dapt mengubah respons dan meningkatkan toksisitas.Terhadap Kehamilan : Dicurigai bersifat teratogenik. gejala ekstrapiramidal. . gotu kola (Centella asiatica) valerian akan meningkatkan efek penekanan terhadap SSP. Kombinasi denagn metoklopramid akan dapt meningkatkan resiko gejala ekstrapiramidal. merokok akan dapat meningkatkan metabolisme flufenasin di hati. . flufenasin dan antipsikotik potensi rendah lainnya dapat menghambat efek presor epinefrin.Dengan Makanan : Kombinasi dengan dong quai dan St John's wort (Hypericum perforatum) akan meningkatkan efek penekanan terhadap SSP dan dapat menimbulkan fotosensitivitas. Barbiturat. . Pengaruh . Kombinasi flufenasin dengan epinefrin akan dapt menimbulkan hipotensi.Terhadap Anak-anak : Keamanan terhadap anak< 6 tahun belum ditetapkan .litium. status mental. Kombinasi dengan kavakava (Piper methysticum). Kombinasi dengan antiaritmia. levodopa dan brokriptin. Fenotiasin akan menghambat aktivitas guanetidin. indeks berat badan.Terhadap Ibu Menyusui : Masuk ke dalam ASI. . glukosa darah puasa/Hgb A1c. trazodon. skala normal gerakan yang tidak disadari. pimosid. cisaprid. sparfloksacin dan obat-obat yang memperpanjang interval QT akan dapat meningkatkan resiko aritmia. asam valproat. tidak dianjurkan.

segera minum obat bila lupa. Tablet Sebagai HCl. atau obat yang menimbulkan penyakit-penyakit tersebut karena dapat menimbulkan hipotensi ortostatik. mental dan kecemasan. penekanan sumsum tulang. Hipotensi dapat terjadi terutama pemberian secara im. 1 mg. tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. atau menutupi efek toksik obat lain karena efek anti emetik. 2. Hati-hati penggunaan pada pasien penderita: penyakit Parkinson. Hati-hati pada penderita yang berresiko menderita pneumonia (misalnya penyakit Alzheimer) karena kemungkinan terjadi dismotil esofagus dan aspirasi. ginjal. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari. Gunakan obat sesuai anjuran dokter.Bentuk Sediaan Injeksi Sebagai Dekanoat. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. pernafasan. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/menganggu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. Pemberian injeksi depo dapat memperpanjang reaksi yang tidak dikehendaki. hati-hati pada pasien dengan penyakit : serebrovaskuler. 10 mg Peringatan Hati-hati digunakan pada gangguan yang menunjukkan depresi SSP karena menimbulkan sedasi. Mungkin mengubah pengaturan temperatur tubuh.5 mg. Mungkin mengubah hantaran di jantung. 25 mg/ml. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari. . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk mengobati gangguan emosi. 5 mg. kardiovaskuler. Hati-hati pada penderita kanker payudara atau tumor yang dependen terhadap prolaktin karena mungkin meningkatkan kadar prolaktin. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain.aritmia yang mengancam jiwa. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. predisposisi kejang. hemodinamik tidak stabil. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain.

Et.Keterangan : Fluoxetine HCL. Lexicomp 2005.Courage . LacyCF.Nama & Struktur Kimia .Mekanisme Aksi Memblok reseptor dopaminergik D1 dan D2 di postsinaptik mesolimbik otak. 34th ed.al.Kalxetin .php/informasi-obat/262-flufenasin. drug Information handbook international. Pharmaceuticall Press 2005.Loep . kesiagaan.go. Et..Elizac .html Fluoksetin Deskripsi . C17H18F3NO.Sifat Fisikokimia .USPDI 17th ed. Advice for the patient Drug Information in Lay Language .tasikmalayakota. Menekan penglepasan hormon hipotalamus dan hipofisa.Inc.id/index. menekan Reticular Activating System (RAS) sehingga mempengaruhi metabolisme basal.al. The United States Pharmacopeial Convention.HCl : Kristal putih-putih kotor. Sedikit larut dalam air :- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang . Martindale:The complete drug reference. Rand http://dinkes. tonus vasomotor dan emesis Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC. temperatur tubuh.

T½ eliminasi 1-3 hari. Tmaks 6-8 jam. dosis tunggal atau dibagi dalam 2 dosis.Nopres .Andep Indikasi Gangguan depresi major. Dewasa : 20 mg/hari pada pagi hari. Farmakologi Diabsorbsi baik.ZAC . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak : Depresi : 8-18 tahun10-20 mg dapat ditingkatkan sampai 20 mg/hari sesudah 1 minggu. Sirosis : 7. ekskresi melalui urin. metabolisme di hati menjadi norfluoksetin yang aktivitasnya sebanding dengan fluoksetin. Dosis 5-10 mg digunakan untuk awal terapi. ikatan protein 05%.. jangan diberikan pada malam hari kecuali pasien mengalami sedasi.Prozac . bulimia nervosa. Sirosis : 12 hari. dapat ditingkatkan 10-20 mg tiap beberapa minggu. dapat ditingkatkan sesudah beberapa minggu sebanyak 20 mg/hari maksimum 80 mg/ hari. 15-30°C Kontraindikasi .6 hari. Metabolit : 9. premenstrual disporik Dosis.3 hari. panik. Orang tua : Awal : 10 mg/hari. Kronik : 4-6 hari. Lamanya T½ memperlama reaksi yang tidak diinginkan walau obat sudah dihentikan. Stabilitas Penyimpanan Simpan di suhu ruang.

sakit kepala. SSP : pusing. Endokrin & metabolik : penurunan libido. selera makan meningkat . hipertensi atau sindroma seretonin. nervous.Hipersensitif terhadap fluoksetin atau komponen-komponen lain formulasi. 1-10% : KV : vasodilatasi. berfikir abnormal. pruritis. berat badan turun. telinga berdenging. konstipasi. mesoridasin. sakit dada. saluran cerna: mual. muntah. Endokrin & metabolik : abnormal ejakulasi. mimpi aneh. somnolens. gangguan tidur. palpitasi. Pasien pengguna inhibitor MAO. Kulit: rash. impoten. Interaksi . Pernafasan : faringitis. diare. agitasi. emosi labil. . cemas. xerostomia. tremor. Saluran cerna : dispepsia. gejala seperti flu. Genitourinari : sering berkemih. sinusitis. saraf-otot: lemah. Efek Samping > 10% : SSP : insomnia. menggigil. Kombinasi dengan selegilin menimbulkan mania. anoreksia. flatulens. hemorhage.Dengan Obat Lain : Inhibitor MAO non selektif ( fenelzin. isokarboksid) atau inhibitor MAO lainnya (linezolid) sebaiknya tidak diberikan dengan fluoksetin karena menimbulkan reaksi yang fatal. amnesia. demam. menguap. Mata : penglihatan abnormal. tioridasin. Tunggu 5 minggu sesudah penghentian fluoksetin sebelum mulai dengan inhibitor MAO atau 2 minggu setelah penghentian inhibitor MAO sebelum mulai dengan fluoksetin. hipertensi.

fenobarbital. buspiron. valerian. propranolol. fenitoin. Fluoksetin dapat meningkatkan efek aminofilin. meperidin. Kombinasi dengan warfarin dapat meningkatkan respons Pemberian bersama NSAID dan obat yang mempengaruhi pembekuan darah dapat meningkatkan resiko perdarahan. Kombinasi dengan diuretik kuat ( bemetanid. . ritonafir. tioridasin. simpatomimetik. dan inkoordinasi. furosemid dan torsemid) akan meningkatkan resiko hiponatremia. meksiletin. sulfonamid. ven Kombinasi fluoksetin dengan SSRI dan amfetamin. tramadol. risperidon. tramadol mungkin akan meningkatkan resiko sindroma serotonin. ritonavir. gotu kola dapat meningkatkan efek depresi SSP. trifluoperasin. Tunggu sampai 5 minggu setelah penghentian fluoksetin sebelum mulai dengan tioridasin. teofilin. beta bloker tertentu.Dengan Makanan : Etanol. fenotoin. lemah. rifampin. antagonis serotonin. lidokain. dan induktor CYP2D6 lainnnya. . Kombinasi dengan sumatripan dan antagonis serotonin lainnya dapat menimbulkan toksisitas. dan inhibitor CYP2C8/9 atau 2D6 lainnya. kava-kava. mikonazol. Kombinasi dengan litium akan menimbulkan resiko neurotoksik dan peningkatan serum litium. dekstrometorfan. NSAID. pergolid.(sumatripan). kuinidin.Fluoksetindapat menghambat metabolisme tioridasin atau mesoridasin sehingga dapat mengakibatkan resiko perpanjangan interval QT yang bisa menimbulkan aritmia fatal. Efek fluoksetin dapat ditingkatkan oleh klorpromazin. St John's wort. Litium akan dapat diturunkan efeknya oleh fluoksetin. Efek fuoksetin dapat menurun bila dikombinasi dengan karbamasepin. kuinin. hiperrefleksia. ritonavir. antidepresan trisiklik. fluvoksamin. nefazodon. Siproheptadin dapat menghambat efek serotonin reuptake inhibitor. hidrokodon. fluoksetin. monitor. diazepam. paroksetin. oksikodon. Fluoksetin dapat menurunkan efek kodein. paroksetin. delavirdin. ropinirol.

mania.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C Dicurigai bersifat teratogenik. tidak stabil) Aritmia ventrikel yang dapat menimbulkan torsade de pointes dan kematian bila dikombinasi dengan tioridasin. Dapat menimbulkan mania/hipomania pada pasien bipolar. penyakit inflamasi pulmonal. . tidak dianjurkan. otot kaku. menangis. Hindari pemberian bila terpaksa diberikan. muntah. . Fluoksetin dikaitkan secara nyata dengan timbulnya rash dan alergi termasuk vaskulitis.Pengaruh . laringospasme. tremor. 20 mg. agitasi. sianosis. reaksi anafilaktik. temperatur tubuh tidak stabil. Penggunaan pada pasien yang gagal ginjal atau . ide bunuh diri. serangan panik. akatisia (gelisah tidak dapat duduk tenang). kejang. Kemungkinan munculnya keinginan bunuh diri harus diwaspadai. sindroma seperti lupus. hiperrefleksia. Waspadai kejang dan kerusakan otak. Kegagalan kognitif dan gangguan motorik yang timbul harus diwaspadai pada pengemudi atau operator mesin. tablet 20 mg Peringatan Reaksi berat akibat penggunaan dengan inhibitor MAO : sindroma serotonin (hipertermia. sulit minum/menyusu. hipoglikemi. tidur Bentuk Sediaan Kapsul 10 mg.Terhadap Anak-anak : - . hindari penggunaan monoterapi. kecemasan.Terhadap Ibu Menyusui : Masuk ke dalam ASI. fungsi sosial. apnu.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Status mental terhadap depresi. hipo/hipertoni. turunkan perlahan sampai kemudian dihentikan pada trimester III. gelisah. Efek non teragenik yang dilaporkan muncul pada pemberian di trimester III adalah : distres pernafasan.

Waspadai gangguan fungsi seks akibat penggunaan. diskusikan hal ini dengan dokter. Waspadai penggunaan kombinasi dengan antikoagulan. Et. tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. hentikan penggunaan bertahap.hati tidak berfungsi serta pada orang tua. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari. agitasi. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. waspadai tetap berlangsungnya reaksi yang tidak diinginkan walau terapi sudah dihentikan. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. 34th ed. . Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/menggangu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. bingung. insomnia. Mekanisme Aksi Menghambat reuptake serotonin di SSP. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain.. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. segera minum obat bila lupa. Pharmaceuticall Press 2005. hipomania. Karena panjangnya waktu paruh. Tidak berikatan dengan reseptor alfa adrenergik. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari. Martindale:The complete drug reference. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk terapi depresi mental dan hanya diberikan dengan resep dokter.al. Beberapa bukti menunjukkan bahwa penggunaan obat ini dapat menimbulkan keinginan bunuh diri. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. histamin dan kholinergik. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC. tidak menghambat atau hambatan minimal terhadap reuptake norepinefrin dan dopamin. Waspadai gejala putus obat yang tiba-tiba : gelisah.

The United States Pharmacopeial Convention. drug Information handbook international. larut dalam aseton.php/informasi-obat/264-fluoksetin.html HCT Deskripsi .1 dioxide.al. .id/index.LacyCF. Dosis. Et. C7H8ClN3O4S2 Serbuk kristal berwarna putih atau hampir putih.2.go.tasikmalayakota. sangat sedikit larut dalam air.Keterangan : : 6-chloro-3.4 dihydro-2-H-1.Nama & Struktur Kimia . edema pada gagal jantung kongestif dan sindrom nefrotik.Inc.USPDI 17th ed.kg/hari dalam dua dosis terbagi.4 benzothiadizine-7-sulphonamide-1. larut sebagian dalam alkohol.Sifat Fisikokimia . Lexicomp 2005. Rand http://dinkes. :- Golongan/Kelas Terapi Diuretik Nama Dagang Indikasi Penanganan hipertensi ringan sampai sedang. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral (efek obat dapat diturunkan setelah digunakan setiap hari) Anak-anak : < 6 bulan : 2-3 mg. Advice for the patient Drug Information in Lay Language .

8 L/kg.> 6 bulan : 2 mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi. peningkatan respon minimal dan gangguan elektrolit lainnya harus dipantau setelah > 50 mg/hari. Penyesuaian dosis pada gangguan ginjal. Onset kerja : diuresis:~2.sehingga dapat menurunkan tekanan darah pada kasus hipertensi. Hidroklorotiazida selain berefek sebagai diuretik.5 . Tidak mengalami metabolisme. Umumnya efek tampak setelah satu jam. T½ eliminasi : 5. Clcr < 10 mL/menit : jangan menggunakan hidroklorotiazida.8 jam.25 mg sekali sehari. Eksresi : melalui urin sebagai obat tidak berubah. Obat ini dapat diabsorpsi dengan baik melalui saluran cerna. juga menyebabkan vosodilatasi pembuluh darah arteriol. Obat ini bekerja senergistik dengan obat anti-hipertensi lainnya. Dewasa : Edema : 25-100 mg/hari dalam 1-2 dosis. Stabilitas Penyimpanan Disimpan ditempat yang kedap udara Kontraindikasi . Hipertensi : 12. Farmakologi Hidroklorotiazida adalah diuretik tiazida.6-14. Efek puncak : 4-6 jam. Durasi 6-18 jam. Bioavailabilitas : 50%-80%. Distribusi 3. dan dalam 3-6 jam dieksresikan melalui ginjal. maksimum 200 mg/hari.5 -50 mg/hari. yang meningkatkan ekskresi natrium. Pasien lanjut usia : 12.8-7. klorida dan sejumlah air. Ikatan protein : 68%.

Interaksi . gangguan fungsi hati. reaksi alergi (reaksi anafilaktik yang membahayakan hidup). . dan kemungkinan hipersensitivitas terhadap golongan obat ini. miokarditis. tekanan pada epigastrik. eritema multiforma. alopsia.Dengan Makanan : Makanan dapat mengurangi absorpsi hidroklorotiazida. hipokalemia. dermatitis eksfoliatif. anemia aplastik. sindrom Stevens-Johnson. Tiazida dapat memperpanjang durasi pada penggunaan bloking neuromuskular. pneumonitis eosinofilik. trombositopenia dan nekrolisis epidermal toksik. Toksisitas lithium dapat jika tiazida meningkatkan ekskresi ginjal litium. fotosensitivitas.Dengan Obat Lain : Peningkatan efek hidroklorotiazida dengan furosemida dan diuretik loop. Hindari dong quai untuk penanganan hipertensi (karena mempunyai aktifitas estrogen). Peningkatan hipotensi dan/atau efek samping pada ginjal dari inhibitor ACE akan menghasilkan diuresis berat pada pasien/ Beta bloker meningkatkan efek hiperglikemia dari tiazida pada diabetes mellitus tipe 2. Toksisitas digoksin dapat meningkat jika tiazida menginduksi hipokalemia atau hipomagnesemia. menurunkan efek diuretik dan antihipertensi. anoreksia. tekanan pada pernapasan. anemia hemolitik. gunakan dengan . Siklosporin dan tiazida akan meningkatkan risiko gout atau toksisitas ginjal. hipotensi.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko : B . Penurunan absorpsi oleh kolestiramin dan kolestipol.Diabetus mellitus. Hindari efedra. Efek hipoglikemia dapat diturunkan. Efek Samping Hipotensi ortostatik.Terhadap Ibu Menyusui : Hidroklorotiazida didistribusikan ke air susu. ginseng dan yohimbe. Pengaruh . Antiinflamasi non steroid dapat mengurangi efikasi tiazida. < 1% : agranulositosis.

Fotosensitivitas dapat terjadi. amilase. elektrolit serum. kolesterol. Parameter Monitoring Periksa cairan tubuh. magnesium dan kalium. tekanan darah. Gout dapat terjadi pada pasien dengan riwayat gout. Hilangkan hipokalemia sebelum memulai terapi. peningkatan asam.Terhadap Hasil Laboratorium : Meningkatkan kreatinin fosfokinase. inhibitor karbonik anhidrase. Jangan dihentikan walaupun telah merasa . sulfonilurea. blood urea nitrogen dan kreatinin. Dapat terjadi reaksi hipersensitifitas.perhatian . Hati-hati pada pasien diabetes. penurunan klorida. alkalosis hipokloremik. Gunakan dengan perhatian pada pasien dengan gangguan hati: ensefalopati hati dapat terjadi akibat gangguan elektrolit.Terhadap Anak-anak : - .gagal jantung kronik. kalsium. Obat dimakan secara teratur sesuai petunjuk dokter. Ada kemiripan sifat kimia antara sulfonamid. amonia. dapat mengalami perubahan pada kontrol glukosa. hindari jika pernah terjadi reaksi alergi sebelumnya Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1. Bentuk Sediaan Tablet 25 mg Peringatan Hindari penggunaan hidroklorotiazida pada penyakit ginjal parah. klorida. Gunakan dengan perhatian pada pasien dengan konsentrasi kolesterol menengah sampai tinggi. tiazida dan diuretik loop (kecuali asam etakrinat). Penggunaan pada pasien alergi terhadap sulfonamid dikontraindikasikan. Dapat memperparah lupus eritematosus atau mencetuskannya. hiponatremia) dapat terjadi. Gangguan elektrolit (hipokalemia. glukosa.

php/informasi-obat/276-hct. Bila timbul lendir pada hidung. Hubungi dokter bila timbul diare.sembuh. Kunyalah permen karet (non gula) untuk menghilangkan rasa kekeringan pada mulut. Misalnya sewaktu mau bangun tidur sebaiknya duduk dulu dipinggiran tempat tidur sambil kaki dibiarkan tergantung ke bawah selama beberapa menit. 9. Tekanan darah tinggi adalah penyakit kronis. Mekanisme Aksi Inhibisi rearbsorpsi pada tubulus ginjal. Jangan mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin. Segeralah duduk kembali atau berbaring bila timbul rasa pusing. Sungguhpun demikian jangan menambah jumlah obat bila obat telah habis selalu melalui resep dokter.id/index. 10. Jika mungkin jangan makan obat ini menjelang tidur. Kemungkinan akan menjalani pengobatan dalam jangka waktu lama. 7. bawalah ke dokter. 5. 2. berdiri cukup lama. minum alkohol. Obat ini kemungkinan akan menyebabkan penglihatan menjadi kabur.go. 8. 3. Obat ini bisa menimbulkan rasa pusing dan kelelahan bila mengerjakan sesuatu. 6. 2005 http://dinkes.html . merubah tubuh secara mendadak. 4. akibatnya ekskresi natrium dan air meningkat Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Martindale. Hubungi dokter bila timbul rasa kelelahan pada otot atau rasa nyeri mendadak pada persendian .tasikmalayakota. jangan mengobati diri sendiri. Jauhkan dari jangkauan anak. Obat dimakan bersamaan dengan makanan lain atau dengan susu. atau bangun dari tempat tidur secara terburu-buru. karena tidur anda akan terganggu karena akan sering buang air kecil. 34th edition.

Karbamazepin Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : 5H-Dibenz[b1flazepina-5-karboksamida]. Pemerian : Serbuk putih sampai hampir putih. Kelarutan: Praktis tidak : larut dalam air; larut dalam etanol dan aseton (farmakope Indonesia ed.IV) - Keterangan :-

Golongan/Kelas Terapi Antikonvulsi

Nama Dagang - Bamgetol - Teril - Cetazep - Karbamazepin (Generik) - Suppositoria - Tegretol

Indikasi Epilepsi semua jenis,kecuali petit mal, neuralgia trigeminus; propilaksis pada manik depresif. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Penanganan Seizure : Dosis untuk dewasa dan anak di atas 12 tahun adalah 200 mg 2 kali sehari atau 100 mg ), 4 kali sehari. Dosis dinaikkan sampai 200 mg, 3-4 kali sehari. Dosis untuk anak 6-12 tahun adalah 100 mg, 2 kali sehari atau 50 mg, 4 kali sehari. Dosis untuk anak di bawah 6 tahun adalah 10-20 mg/kg berat badan dalam 2-3 dosis terbagi. Penanganan neuralgia trigeminus : Dosis awal 100 mg, 2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 200 mg setiap hari dengan

peningkatan 100 mg setiap 12 jam untuk tablet atau peningkatan 50 mg, 4 kali sehari sampai rasa sakit hilang.(AHFS Drugs Information p.2144) Farmakologi Aksi farmakologi dari karbamazepin secara kualitatif mirip dengan antikonvulsan derivat hidantoin. Aktifitas antikonvulsan dari karbamazepin, seperti fenitoin, pada dasarnya dengan membatasi hantaran seizure dengan mengurangi potensiasi posttetanic (PTP) transmisi sinaps. Karbamazepin menghilangkan nyeri pada neuralgia trigeminal dengan mengurangi transmisi sinap di dalam nukleus trigeminal. Karbamazepin juga mempunyai efek sedatif, antikolinergik, antidepresan, relaksasi otot, antiaritmia, antidiuretik, dan aksi penghambatan transmisi neuromuskular. Karbamazepin hanya mempunyai efek analgesik ringan. (AHFS Drugs Information p. 2139). Stabilitas Penyimpanan Tablet karbamazepin, tablet lepas-lambat dan tablet kunyah harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat, tidak tembus cahaya dan pada temperatur tidak lebih dari 30°C (AHFS Drugs Information p. 2139) Kontraindikasi Hipersensitif terhadap karbamazepin, antidepresan trisiklik, atau komponen sediaan; depresi sumsum tulang belakang; (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. 269) Efek Samping Biasanya dihubungkan dengan hipermagnesemia, mual, muntah, haus, flushing kulit, hipotensi, aritmia, koma, depresi nafas, ngantuk, bingung, hilang refleks tendon, lemah otot, kolik dan diare pada pemberian oral. Interaksi

- Dengan Obat Lain : Alkohol : Efek samping SSP dari Karbamazepin mungkin ditingkatkan. Analgetik : dekstropropoksifen menaikkan efek karbamazepin; khasiat tramadol diturunkan oleh

karbamazepin Antibakteri : metabolisme doksisiklin dipercepat (mengurangi efek); kadar plasma karbamazepin ditingkatkan oleh klaritromisin, eritromisin dan isoniazid (hepatoksisitas isoniazid mungkin juga meningkat) Antikoagulan : metabolisme nikumalon dan warfarin dipercepat (mengurangi efek antikoagulan) Antidepresan : antagonisme efek antikonvulsan (ambang kejang diturunkan); kadar plasma karbamazepin ditingkatkan oleh fluoksetin, fluvoksamin, dan viloksazin; metabolisme mianserin dan trisiklik dipercepat (menurunkan kadar plasma); disarankan untuk menghindari pemakaian bersama MAOI atau dalam waktu 2 minggu setelah MAOI Antiepileptika lain : pemberian bersama dua atau lebih obat antiepileptika dapat meningkatkan toksisitas tanpa diiringi peningkatan dalam efek antiepilepsi; selain itu interaksi antara masingmasing obat antiepilepsi mempersulit pemantauan pengobatan;interaksi termasuk peningkatan efek, peningkatan sedasi, dan penurunan kadar plasma Antimalaria : klorokuin dan meflokuin melawan efek antikonvulsan Antipsikotik : antagonisme efek antikonvulsan (ambang kejang menurun); metabolisme haloperidol, olansapin dan sertindol dipercepat (menurunkan kadar plasma) Antivirus : lihat Ritonavir Antagonis-Kalsium : diltiazem dan dan verapamil menaikkan efek karbamazepin; efek felodopin, isradipin dan mungkin nikardipin dan nifedipin dikurangi. Glikosida jantung : hanya metabolisme digitoksin yang dipercepat (mengurangi efek) Kortikosteroid : metabolisme dipercepat (menurunkan efek) Siklosporin : metabolisme dipercepat (menurunkan kadar plasma siklosporin) Diuretik : meningkatkan risiko hipoatremia Antgonisme Hormon : danazol menghambat metabolisme karbamazepin (meningkatkan efek); metabolisme toremifen mungkin dipercepat Litium : dapat terjadi neurotoksisitas tanpa meningkatkan kadar plasma litium Relaksan otot : efek relaksan otot non-depolarizing dilawan (kepulihan dari blok neuromuskular

. tetapi jika manfaat pemberian melebihi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap ibu hamil maka dapat digunakan (mis : jika obat dibutuhkan pada keadaan yang mengancam jiwa atau untuk penyakit yang serius dan tidak ada obat lain yang lebih aman untuk digunakan. hal 487).dipercepat) Estrogen dan Progesteron : karbamazepin mempercepat metabolisme kontrasepsi oral (menurunkan efek konrasepsi) Retinoid : Kadar plasma mungkin diturunkan oleh isotretinoin Teofilin : metabolisme teofilin dipercepat (mengurangi efek) Tiroksin : metabolisme teofilin dipercepat (dapat meningkatkan kebutuhan akan tiroksin pada hipotiroidisme) Obat-obat Antiulkus : metabolisme dihambat oleh simetidin (menaikkan kadar plasma karbamazepin) Vitamin : karbamazepin mungkin menaikkan kebutuhan vitamin D (IONI. hindari digunakan bersama-sama. (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. .Terhadap Ibu Menyusui : Terdistribusi dalam air susu ibu / tidak direkomendasikan. 2158) . 270) Pengaruh . Dapat menembus plasenta.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko D : Ada bukti positif risiko kematian janin.Dengan Makanan : Kadar karbamazepin dalam darah dapat meningkat bila diberikan dengan jus grapefruit. (AHFS Drugs Information p.

T3. antidepresif dan antiaritmia.Terhadap Hasil Laboratorium : Dapat berinteraksi dengan beberapa tes kehamilan.. glaukoma. retikulosit. riwayat reaksi hematologik terhadap obat lain. T4 dan natrium. BUN. antineuralgik. Sirup Peringatan Gangguan hati atau gangguan ginjal. urinalisis. menyususi. AST. amati pasien yang mengalami sedasi yang berlebih. (IONI hal 154) Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mekanisme Aksi Selain sebagai antikonvulsan. hindari pemutusan obat mendadak. tes fungsi hati. panel lipid. pelemas otot. riwayat penyakit jantung. . alkalin fosfatase. menurunkan kalsium. 250 mg. ALT. antimanic. meningkatkan BUN.Terhadap Anak-anak : - . Tablet Kunyah. kadar besi dalam darah. tes fungsi tiroid. karbamazepin mempunyai efek sebagai antikolinergik. terutama saat dosis dinaikkan. hamil. kadar natrium dalam serum. bilirubin. kadar karbamazepin dalam serum. Tablet Lepas Lambat. antidiuretik. pemeriksaan mata (refleks pupil). (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. Parameter Monitoring CBC dengan hitung platelet. Menekan aktifitas ventralis nukleus pada talamus atau menurunkan transmisi sinaptik atau menurunkan jumlah stimulasi temporal yang menyebabkan neural discharge dengan cara membatasi influks ion natrium yang menembus membran sel atau mekanisme lain yang belum diketahui. 271) Bentuk Sediaan Tablet 125 mg.

Golongan/Kelas Terapi Antialergi Nama Dagang .Keterangan Klorfeniramin merupakan antihistamin derivat propilamin. : Deksklorfeniramin maleat merupakan bentuk dextro isomer.php/informasi-obat/288-karbamazepin. 270) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI BNF AHFS http://dinkes. . (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. memiliki aktivitas 2X lipat dibanding klorfeniramin berbentuk rasematnya. larut dalam etanol dan dalam kloroform.Sifat Fisikokimia : Chlorpheniramine. sukar larut dalam eter dan dalam benzena.Pehachlor .Orphen .id/index.go.Nama & Struktur Kimia .CTM .menstimulasi pelepasan ADH dan berpotensi meningkatkan kemampuan ADH untuk mereabsorpsi air.html Klorpheniramin Deskripsi . Mudah larut dalam : air. secara kimia terkait dengan antidepresan trisiklik.Cohistan . C16H19CIN2 Klorfeniramin berbentuk kristal putih tidak berbau.tasikmalayakota.

Anak-anak umur 2-5 tahun: Dosis yang disarankan adalah 1 mg setiap 4-6 jam maksimal 4 mg/hari. pertama dalam mukosa lambung. T½ plasma antara 2-4 jam. Klorfeniramin terdistribusi luas pada jaringan dan cairan tubuh dan dapat menembus plasenta serta diekskresikan melalui ASI. Hindari penggunaan pada bayi prematur atau baru lahir karena kemungkinan . Tutup wadah rapat-rapat setelah digunakan. Buang obat jika sudah melampaui waktu kadaluwarsa. Pasien usila lebih sensitif terhadap efek antikolinergik. sama dengan induknya. kemudian dalam hati dan dapat mengalami kejenuhan. Kecepatan ekskresi tergantung pada pH urin dan aliran urin. antara 15 -30°C. yang diekskresikan dalam urin. T½ pada dewasa sehat dan anak-anak masingmasing adalah 20-24 jam dan 10-13 jam. menurun bila pH naik dan aliran urin berkurang. Durasi aksi antara 4-8 jam. T½ dapat memanjang hingga 280-330 jam. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap klorfeniramin maleat atau komponen lain dalam formulasi.Chlorphenon Indikasi Rinitis alergi dan gejala alergi lain termasuk urtikaria Dosis. ulkus peptik. tetapi T½ eliminasi bervariasi tergantung umur. obstruksi pyloroduodenal. hingga 24 mg/hari. sewaktu terjadi serangan asma akut. Anak-anak 6-12 tahun: Dosis yang disarankan adalah 2 mg setiap 4-6 jam.. Pada pasien gagal ginjal dengan hemodialisa. Metabolisme klorfeniramin sangat luas dan cepat. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dewasa dan remaja : Dosis oral : Dosis yang disarankan adalah 4 mg tiap 4-6 jam. glukoma sudut sempit. dengan Cmax sekitar 2 jam dan efek terapi maksimal sekitar 6 jam. Usia lajut : Mulai dengan dosis serendah mungkin. Farmakologi Onset klorfeniramin sekitar 30-60 menit. hingga 12 mg/hr. N-dealkilasi akan mendapatkan beberapa metabolit. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada suhu kamar. Ikatan protein mendekati 72%.gejala hipertrofi prostat.

Mata : Diplopia. Etanol/Nutrisi/Herbal. Meningkatkan toksisitas (depresi SSP): depresan SSP. 3A4 (major) .Dengan Makanan : Makanan : memperlambat absorpsi tetapi tidak mengurangi bioavailabilitasnya. Penghambat CYP2D6 (lemah). . meningkatkan nafsu makan. Pernapasan : Faringitis Interaksi . diarea. nefazodon. doksisiklin. lemas. rasa lelah. Penghambat MAO. sakit perut.mengalami SIDS. antidepresan trisiklik. Gastrointestinal : Mual. Genitourinaria : Retensi urinar. penghambat protease. propofol. nikardipin. klaritromisin.Dengan Obat Lain : Substrat CYP2D6 (minor). Ginjal : Poliuria. eksitabilitas. Penghambat CYP3A4 : Dapat meningkatkan kadar klorfeniramin. Contoh obat ini meliputi antifungi azole. Efek Samping > 10% : Susunan saraf pusat : mengantuk. xerostomia. . Otot : Artralgia. Etanol : Hindari penggunaan etanol (dapat meningkatkan depresi SSP). diklofenak. dan verapamil. isoniazid. fenotiasin. eritromisin. Saluran pernapasan : mengentalkan sekresi bronkial 1% . imatinib.10% : Susunan saraf pusat : Sakit kepala. meningkatkan berat badan. quinidin. pusing.

antihistamin dapat menstimulasi paradoksikal SSP. Tidak ada penelitian terkendali pada ibu hamil. Pada beberapa anak. mengantuk. dapat meminimalkan pemaparan pada bayi. tidak disarankan penggunaan obat ini pada 2 minggu menjelang kelahiran karena potensial terjadinya retrolental fibroplasia pada bayi prematur. Manifestasi efek samping pada bayi biasanya berupa iritabilitas.Terhadap Ibu Menyusui : Klorfeniramine harus digunakan hati-hati pada ibu menyusui. . gangguan pola tidur.Terhadap Kehamilan : Pada ibu hamil. Namun.Pengaruh . Obat ini hanya diberikan bila perlu. seperti antagonis H1 umumnya.Terhadap Anak-anak : Klorfeniramin disarankan pada anak-anak > 2 tahun. . atau rewel. Diperlukan penggantian ASI apabila ibu menyusui perlu penggunaan Klorfeniramin secara rutin. Antihistamin tidak direkomendasikan pada neonatus karena kemungkinan stimulasi paradoksikal SSP atau kejang. meskipun data yang ada dilaporkan penggunaan pada ibu hamil terutama trimester pertama dan kedua tidak ditemukan gangguan pada janin. Klorfeniramin diklasifikasikan dalam kategori B. Dosis tunggal sebelum tidur setelah menyusui terakhir. jangka pendek dan benar-benar memberikan keuntungan. Disarankan metode non farmakologi seperti banyak minum dan istirahat bila muncul gejala flu atau alergi selama kehamilan. hipereksitabilitas.Terhadap Hasil Laboratorium : Tidak diperlukan pemantauan laboratorium Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet Peringatan . .

Obat ini menyebabkan kantuk, hati-hati bila digunakan pada kondisi yang memerlukan kewaspadaan penuh seperti menjalankan mesin atau mengendarai kendaraan bermotor. Gunakan hati-hati pada pasien dengan glukoma sudut tertutup, obstruksi pyloroduodenal (termasuk ulkus peptik stenotik), obstruksi saluran kemih (termasuk obstruksi leher kandung kemih dan gejala hiperplasia prostat), hipertiroidi, peningkatan tekanan intraokuler, dan penyakit kardiovaskuler (termasuk hipertensi dan takikardi). Karena berefek sedatif dan antikolinergik, tidak disarankan penggunaan jangka waktu lama pada usila. Dapat menyebabkan eksitasi paradoksikal pada anakanak dan dapat menyebabkan halusinasi, koma dan kematian pada dosis tinggi. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Minum tablet sesuai dengan anjuran. Boleh diminum dengan susu atau makanan bila mengalami iritasi lambung. Bila lupa minum obat, segera minum begitu ingat. Apabila mendekati waktu minum berikutnya, minum hanya satu dosis saja, jangan menambah dosis. Mekanisme Aksi Kompetisi dengan reseptor H1 pada sel efektor di saluran pencernaan, pembuluh darah dan saluran pernapasan. Monitoring Penggunaan Obat Kaji kemungkinan penggunaan obat-obat lain yang mempengaruhi terapi, meliputi OTC, suplemen, atau produk herbal. Juga kaji kebiasaan pasien mengkonsumsi kopi atau alkohol, perokok, atau penyalahgunaan obat. Daftar Pustaka Lexi-comp http://dinkes.tasikmalayakota.go.id/index.php/informasi-obat/296-klorpheniramin.html

Lamivudin Deskripsi

- Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia - Keterangan

:

2'3' dideoxy-3'thiacytidine.

: Lamivudin merupakan padatan berwarna putih. Larut dalam air. :-

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang - 3TC - Epivir-HBV - Epivir

Indikasi Epivir digunakan untuk mengobati HIV dengan dikombinasikan dengan antiviral lain. EpivirHBV digunakan untuk hepatitis B kronis dengan bukti kenyataan bahwa hepatitis B replikasi virus dan inflamasi aktif hati. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis: formulasi dan dosis dari Epivir-HBV tidak memadai untuk pasien yang mengalami kedua infeksi dari HBV dan HIV.gunakan kombinasi dua antivirus bila mengobati HIV. - Oral: - anak umur 3 bulan – 16 tahun HIV: 4 mg/kg 2 kali sehari. (maksimum 150 mg 2 kali sehari). - anak-anak 2 – 17 tahun pengobatan Hepatitis B (Epivir-HBV): 3 mg/kg sehari 1 kali (maksimum 100 mg/kg). - Anak-anak dan dewasa: pencegahan HIV mengikuti 150 mg/kg 2 kali sehari (dengan zidovudin dan dengan atau tanpa inhibitor protease tergantung pada risiko yang ada) - Dewasa: HIV : 150 mg 2 kali sehari atau 300 mg sehari sekali. < 50 kg 4 mg/kg 2 kali sehari (maksimum 150 mg, 2 kali sehari) - Dosis pada kerusakan ginjal: untuk anak-anak tidak dianjurkan. Untuk dewasa Cl > 50 ml/menit

>= 60 kg 40 mg setiap, 12 jam < 60 kg, 30 mg setiap 12 jam. Cl 26 – 50 ml/menit, >= 60 kg, 20 mg setiap 12 jam, < 60 kg 15 mg setiap 12 jam. Cl 10 – 25 ml/menit - Lansia : Dosis disesuaikan dengan keadaan ginjal dan monitor simtom neuropathy Farmakologi Distribusi : Va : 0,5 L/kg Bioavailabilitas : 86,4% Metabolisme: mengalami perubahan menjadi metabolit tidak aktif. Elminiasi T½ 1-1,6 jam Waktu puncak: 1 jam Ekskresi : 40% melalui urin menjadi obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Sebagai kapsul dan puyer stabil disimpan di ruang dengan temperatur kamar. Sesudah dicairkan stabil selama 30 hari bila disimpan di lemari pendingin. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap lamivudin atau komponen lain dalam sediaan. Efek Samping Sakit perut, mual, muntah, diare, sakit kepala, demam, ruam, alopecia, rasa malas, insomnia, batuk, gangguan pada hidung, arthralgia, sakit pada otot dan neuropathy perifer. Interaksi

- Dengan Obat Lain : Penggunaan bersama : -hidroksi urea akan meningkatkan efek pankreatitis dan hepatotoksik. - zalcitabine, terjadi peningkatan neuropati perifer. - zidovudin, mengurangi foforilase intraseluler

Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui efek masuknya ke dalam ASI. neuropati. mengurangi fosorilasi intraseluler. muntah. mengurangi fosforilasi intraseluler.doxorubisin. atau hasil biokimia yang tidak normal. kontraindikasi untuk ibu menyusui .Terhadap Anak-anak : - . angka kekuatan viral dan angka CD4 Bentuk Sediaan Kapsul 15 mg. bisa digunakan dengan perhatian. hepatomegali atau laktat asidosis yang tidak diketahui etiologinya. sampai terjadinya pankreatitis. 20 mg. bisa digunakan dengan perhatian ..ribavirin. 1 mg/ml (200 ml) Peringatan Terapi lamivudin harus dihentikan jika sakit perut semakin parah. . 30 mg. yang nampak maupun simptom.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Monitor fungsi liver.Dengan Makanan : - Pengaruh .Penggunaan lamivudin harus hati-hati pada pasien hepatomegali atau pasien dengan faktor risiko gangguan . mual.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C .Terapi dengan lamivudin mungkin dapat menyebabkan laktat asidosis dan harus dihentikan jika terjadi peningkatan konsentrasi aminotransferase. 40 mg Puyer Untuk Larutan Oral.

hasil laboratorium dari fungsi hati.php/informasi-obat/301-lamivudin.Sifat Fisikokimia . Sekitar pH 5.8 kelarutan Levofloksasin cenderung konstan (sekitar 100 mg/mL). terutama untuk mencegah resistensi yang emergensi. C18H20FN3O4 • ½ H2O : Levofloksasin berbentuk serbuk kristal putih kekuningan hingga serbuk kuning.hati.2.id/index. dan efek samping untuk menjamin kepatuhan pasien.Nama & Struktur Kimia . dari larut hingga mudah larut. pada pH 0.6 – 5. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Lakukan diskusi degan pasien mengenai frekuensi pemberian obat.Keterangan (-)-(S)-9-fluoro-2.3-dihydro-3-methyl-10-(4-methyl-1-piperazinyl)-7: oxo-7H-pyrido[1. kelarutannya meningkat cepat hingga mencapai maksimum p . neuropati. Pada rentang pH ini : Levofloxacin mempunyai kelarutan.tasikmalayakota.html Levofloksasin Deskripsi .go. Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Simtom yang ada. Sebagian molekul obat akan terionisasi pada pH usus halus.3-de]-1.4-benzoxazine-6-carboxylic acid hemihydrate. angka kekuatan virus dan CD4 Daftar Pustaka http://dinkes.8. Data menunjukkan.

Pneumonia: Community – acquired: 500 mg setiap 24 jam untuk 7-14 hari atau 750 mg setiap 24 jam untuk 5 hari (efikasi obat pada pemberian 5 hari untuk MDRSP tidak dapat dipastikan). Bronkitis kronis (bakteri eksaserbasi akut): 500 mg setiap 24 jam untuk 7 hari. infeksi saluran urin dengan atau tanpa komplikasi.Difloxin . neumoniae nosokomial.Mosardal .Inacid . Dosis.Levovid . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral. infeksi kulit (dengan atau tanpa komplikasi). sinusitis bakteri akut.Prolecin . Ántrax inhalasi: 500 mg setiap 24 jam untuk 60 hari.Levocin .Nislev . dimulai sejak terpapar. prostatitis (cronic bacterimia).Nufalev .Lexa .Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . termasuk juga pyelonepritis akut yang disebabkan oleh E. termasuk juga MDRSP (multidrug resistant strains of S.coli.Cravox .Volequin Indikasi Sistemik: Pengobatan infeksi ringan. Nosokomial: 750 mg setiap 24 jam untuk 7-14 hari.Prolevox . .Voxin . pengobatan ulcer kornea yang disebabkan oleh bakteri yang sensitive. untuk profilaksis serangan anthrak (setelah terpapar) Oftalmic: Pengobatan konjungtivitsi bakteri yang disebabkan oleh organisme. bronchitis kronis. sedang dan berat yang disebabkan oleh organisme yang sensitive.Cravat .pneumoniae). IV: dewasa Sinusitis bakteri (akut): 500 mg setiap 24 jam untuk 10-14 hari atau 750 mg setiap 24 jam untuk 5 hari. meliputi CAP (community-acquired penumoniae).

Ulcer kornea : (larutan tetes mata 1. Dosis pada gangguan ginjal : Bronkhitis kronis.community-acquired pneumonia atau pneumonia nosokomial: dosis awal 750 mg. Tetes mata: Konjungtifitis ( larutan tetes mata 0.5%): Dosis anak > 6 tahun dan dewasa: 1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 30 menit sampai 2 jam saat masih terjaga dan 4-6 jam setelah istirahat.Prostatitis: (cronic bacterial): 500 mg setiap setiap 24 jam selama 28 hari. Infeksi saluran urin: tanpa komplikasi: 250 mg satu kali sehari selama 3 hari. Komplikasi: termasuk pyelonephritis akut: 250 mg setiap 24 jam untuk 10 hari. community-acquired pneumonia. dosis selanjutnya : ClCr 20-49 mL/menit : 250 mg setiap 24 jam. Perawatan hari ke-4 untuk melengkapi pengobatan : 1-2 tetes ke mata yang sakit saat masih terjaga setiap 4 jam saat masih terjaga.pyelonefritis akut:ClCr 10-19 mL/menit:250 mg setiap 48 jam Infeksi kulit dengan komplikasi sinusitis bakterial akut.Hemodialisis (CAPD) : 250 mg setiap 48 jam Infeksi saluran urin tanpa komplikasi : tidak ada penyesuaian dosis.ClCr 10-19 mL/menit : 250 mg setiap 48 jam. Infeksi saluran urin dengan komplikasi.atau inhalasi anthrak: dosis awal 500 mg. Infeksi kulit: infeksi tanpa komplikasi: 500 mg setiap 24 jam untuk 7-10 hari. infeksi kulit tanpa komplikasi. Dengan komplikasi: 750 mg setiap 24 jam selama 7-14 hari. Pengobatan hari 3-7:1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 4 jam saat masih terjaga.hingga 4 kali sehari. dosis selanjutnya: ClCr 20-49 mL/menit : 750 mg setiap 48 jam ClCr 10-19 mL/menit : 500 mg setiap 48 jam .5%): dosis anak >1 tahun dan dewasa: pengobatan hari 1 dan 2 : dimulai 1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 2 jam saat masih terjaga.protatitis bakterial kronik. hingga 8 kali sehari. sinusitis akut.

Efek Samping Kejadian 1-10% . Konsentrasi tinggi pada prostat. Distribusi: Vd: 1. Jika dalam lemari pembeku (frozen) dapat bertahan selama 6 bulan dan jangan dilakukan pembekuan ulang serta jangan gunakan pemanas untuk mencairkan obat dari proses pembekuan. sinus. Eksresi: utamanya melalui urin (dalam bentuk utuh) Stabilitas Penyimpanan Injeksi: Vial: simpan pada suhu ruangan. Metabolisme: minimal melalui hati.25 L/kg . Dapat bertahan selama 14 hari jika disimpan dalam lemari pendingin. Sebelum pencampuran: simpan pada < 25°C. konsentrasi cairan serebrospinal ~15% pada serum. Tablet: larutan oral: simpan pada suhu 25°C: dapat direkomendasikan rentang suhu ruangan antara 15°-25°C. hasil pelarutan 5 mg/ml dalam larutan yang sesuai dapat bertahan selama 72 jam jika disimpan pada suhu ruangan. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap levofloksasin dan hipersensitif terhadap komponen dalam sediaan. jaringan ginekologi. Ikatan protein: 50%.Hemodialisis (CAPD) : 500 mg setiap 48 jam Farmakologi Absorbsi: cepat dan lengkap. T½ eliminasi: 6-8 jam. paru. Bioavailabilitas: 99%. terlindung dari cahaya. T max: dalam serum 1-2 jam. saliva.

kerusakan jaringan otak. peningkatan transaminase. diare (5%).Hematologi: limfopenia (2%). reaksi anafilaksis. kejang. nyeri ocular (sementara). edema. jaundice. anemia hemolitik. somnolence. syncope. . nyeri (1%). bronkospasmus. kolestasis.ansietas. dehidrasi. pening (2%). gangren. Kurang dari 1 % dan hilang dengan sendirinya: Sistemik: ARF. limphadenopaty. ruam (1%). konfusi.Respiratoria: faringitis (4%). pseudomembranous kollitis. rhinitis (1%).neuropati perifer. paralisis. eritema multiform. muntah (2%). leukositosis. hipertensi / hipotensi. abnormalitas WBC.Kardiovaskular: nyeri dada. parestesia. dyspnea (1%).Gastrointestinal: mual (7%). stop jantung.Dengan Obat Lain : Peningkatan efek toksis: Meningkatkan efek toksis gliburid dan warfarin. atralgia. granulositopenia. mioacardial infraction. rasa terbakar pada mata (sementara). gagal napas. udem paru. hipertensi intrakranial. fotopobia. konjungtifitis. insomnia (5%). reaksi alergi.peningkatan waktu pembekuan darah. infeksi. kerusakan mata. leukopenia. trombositopenia. asistes. kolethiasis. hematoma. migren. peningkatan INR. kerusakan jaringan kulit. postural hipotensi. efusi pleura. dispepsia (2%). konstipasi (3%).1%). pulmonary embolism. pendarahan saluran cerna. depresi. kerusakan lambung. purpura. bradikardi.anoreksia. halusinasi. hemoptisis. abnormalitas EEG.CNS: sakit kepala (6%). Interaksi . phlebitis. gagal jantung. Probenecid kemungkinan akan meningkatkan kadar levofloksasin. tremor. sindrom stevensjohnson . aritmia. nyeri lambung (3%). Dengan kortikosteroid kemungkinan akan meningkatkan kerusakaan tendon. fatigue (1%).Genitauria. gagal hati. Okular: menurunnya daya lihat (sementara). agranulositosis. vaginitis (1%). pankreatitis. sinusitis (1%). leukorrhea. abnormalitas elektrolit. ensefalopati. kerusakan tendon. karsinoma. demam Dermatologi: pruritus (1%). depresi pernapasan. flatulence (1%). multiple organ failur. sensitif terhadap cahaya (<0. stupor.

elektrolit (hipokalemia). jarang dilaporkan terjadi pada manusia) penggunaan levofloksasin pada ibu hamil. quinapril. Parameter Monitoring WBC (white blood count) Tanda – tanda infeksi (kultur biakan bakteri. antasida. eritromisin. CBC. Dilaporkan terjadi arthropaty (hasil pengamatan pada hewan uji. cisaprid. antidepresan siklik). Efek teratogenik tidak teramati pada hewan uji.Terhadap Ibu Menyusui : Ekskresi obat kedalam ASI belum diketahui. sukralfat.Terhadap Anak-anak : Tidak direkomendasikan penggunaan pada anak < 18 tahun. .Terhadap Hasil Laboratorium : Berpengaruh terhadap hasil pengukuran : tes fungsi hati.Meningkatkan aritmia. tidak direkomendasikan . Sediaan suspensi oral sebaiknya digunakan dalam keadaan perut kosong (1 satu jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). walaupun demikian terjadi penurunan berat badan kematian janin pernah dilaporkan . suhu badan) . .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. Penggunaan seharusnya dipisah. antipsikotis. tes ginjal. elektrolit suplemen oral.Dengan Makanan : Tablet dapat digunakan tanpa ada perhatian terhadap makanan. mineral kation. kardiogram. Pengaruh . Menurunkan efek: Kadar obat akan menurun jika digunakan bersamaan dengan. jika digunakan dengan obat – obat yang memperpanjang QTc (aritmia kelas 1ª dan III .

Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat.harap menghubungi apoteker.SGPT) Bentuk Sediaan Infus. SSP: menstimulasi terjadinya tremor. menghambat relaksasi superkoloid DNA dan memicu kerusakan DNA bakteri. hati – hati pada penggunaan pada pasien yang diketahui mengalami gangguan SSP dan gagal ginjal. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. Tablet Peringatan Sistemik: Tidak direkomendasikan penggunaan pada anak < 18 tahun.Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat.seperti mual. seperti reaksi anafilaksis.maka harap menghubungi dokter Mekanisme Aksi Menghambat DNA-gyrase pada organisme yang peka.Memantau pasien yang mendapatkan obat-obat lain yang berpotensi menimbulkan interaksi . halusinogen dan kejang. Reaksi hipersensitifitas parah. maka sebaiknya levofloksasin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan.diare atau respon hipersensitivitas. kulit melepuh.Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). konfusi. jika terjadi reaksi alergi (gatal-gatal. ClCr) Fungsi hati (SGOT. Larutan Untuk Oral. DNA gyrase (topoisomerase II) adalah enzim esensial bakteri yang berfungsi untuk memperbaiki struktur superhelik DNA yang diperlukan untuk replikasi. transkripsi. rekombinasi dan transposisi Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. kulit terasa geli) maka hentikan pemberian obat. Injeksi. urtikaria. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi.Renal (BUN. Larutan Tetes Mata.Jika masih belum memahami ttg penggunaan obat. malas.

Fladex .html Metronidazol Deskripsi .6.Mebazid .5 – 7.id/index. 1-(-Ethylol)-2-methyl: 5-nitro-3-azapyrrole.go. C6H9N3O3. dan mempunyai : pKa 2. http://dinkes.Sifat Fisikokimia 1-(2-Hydroxyethyl)-2-methyl-5. 1995. tidak berwarna. Sinonim : C12H12N2O2S Dalam perdagangan metronidazol terdapat dalam bentuk basa dan garam hidroklorida. Injeksi metronidazol jernih.php/informasi-obat/304-levofloksasin.tasikmalayakota. asam sitrat dan natrium klorida.nitroimidazole.Nama & Struktur Kimia . 2006.Elyzol .Flagyl . larutan isotonik dengan pH 4. dengan osmolarity 297-314 mOsm/L dan mengandung natrium fosfat.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .dengan obat levofloksasin. Daftar Pustaka Drug information hand book. Metronidazol hidroklorida sangat larut dalam air dan larut dalam alkohol. AHFS DRUG. . Sebagai basa berupa serbuk kristal berwarna putih hingga kuning pucat.Gravazol . 2-Methyl5-nitroimidazole-1-ethanol . (DIH).Fortagyl . 2005 Farmakope Indonesia IV. dalam perdagangan berupa serbuk berwarna putih. Sedikit larut dalam air dan dalam alkohol.Metrofusin .Corsagyl . Sinonim : Metronidazol hydrochloride.

. umur hingga 1 tahun 125 mg. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam.Promuba . 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam Farmakologi Absorbsi : Oral : diabsorbsi dengan baik. lebih dari 10 tahun dosis dewasa.5 mg/kg setiap 8 jam. 1 – 5 tahun 250 mg. anak-anak 7. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari. anak-anak 7. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam.5 mg/kg setiap 8 jam. Infeksi oral akut : peroral 200 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari . infeksi kulit.Tismazol . anak-anak setiap 8 jam selama 3 hari. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam. infeksi protozoa. 5 – 10 tahun 500 mg. peroral dengan dosis awal 800 mg kemudian 400 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 8 jam. eradikasi Helicobacter pylori.Trichodazol . 500 mg setiap 8 jam. Dosis. selama 3 hari.Metrolet . Inflamasi pelviks : peroral 400 mg dua kali sehari selama 14 hari Acute ulcerative gingivitis : peroral 200-250 mg setiap 8 jam selama 3 hari.Metronidazole Fresenius .Nidazole . topikal : konsentrasi yang dicapai secara sistemik setelah penggunaan 1 g secara topikal 10 kali lebih kecil dari pada penggunaan dengan 250 mg . lihat pada bagian dosis.Trogyl . pemberian secara infus intravena lebih dari 20 menit. Ulser pada lengan : peroral 400 mg setiap 8 jam selama 7 hari Bacterial vaginosis : peroral 400 – 500 mg dua kali sehari selama 5 – 7 hari atau 2 gram sebagai dosis tunggal. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Infeksi anaerobik (pengobatan biasanya selama 7 hari dan 10 hari untuk penggunaan antibiotika pada pengobatan kolitis). anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 hari. kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam.Metronidazol (Generik) Indikasi Infeksi anaerobik (termasuk gigi) .

Stabilitas campuran parenteral pada suhu kamar (25°C): stabilitas pada produk yang terbungkus : 30 hari Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap metronidazol. . kristal dapat dilarutkan kembali dengan menghangatkannya pada suhu kamar. erytema multiform. yang lain : 6-8 jam. Larutan standar : 500 mg/ 100 ml NS. rash . hepatitis. empedu.peroral. pada pengobatan intensif dan jangka panjang dapat terjadi peripheral neuropathy. myalgia. pusing . atau komponen yang ada dalam sediaan. lidah kasar dan gangguan saluran pencernaan. turunan nitroimidazol. paru-paru dan sekresi vagina. terjadi perpanjangan pada kerusakan hepar. pruritus. tulang.brain barrier) Ikatan protein : < 20% Metabolisme : Hepatik (30%-60%) T½ eliminasi : neonatus : 25-75 jam . transient epilepsiform seizure dan leukopenia. air susu. urtikaria. menembus plasenta dan sawar darah otak (blood. Distribusi : ke saliva. muntah. hati dan abses hati . athralgia. cairan mani. sakit kepala. Paparan cahaya dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan warna produk menjadi gelap. ataksia. urin berwarna gelap. jaundice. Produk dapat disimpan dalam refrigerator namun akan terbentuk kristal. trombositopenia. juga dilaporkan abnormalitas tes fungsi hati.mengantuk (jarang terjadi). Paparan sinar matahari langsung harus dihindari. kehamilan (trimester pertama – didapatkan efek karsinogenik pada tikus) Efek Samping Mual. serum: segera : 1-2 jam Ekskresi : urin (20% hingga 40% dalam bentuk obat yang tidak berubah): feses (6% hingga 15%) Stabilitas Penyimpanan Injeksi metronidazol harus disimpan pada 15°C hingga 30°C dan dilindungi dari cahaya. gagal ginjal terminal : 21 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. gangguan pengecapan. Namun demikian paparan cahaya yang normal pada ruangan dalam jangka pendek tidak mempengaruhi stabilitas metronidazol. anemia aplastic. angioedema dan anafilaksis.

Interaksi

- Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : menghambat CYP2C8/9 (lemah), 3A4 (moderate) Meningkatkan efek/toksisitas : Etanol dapat menyebabkan reaksi seperti disulfiram. Warfarin dan metronidazol dapat meningkatkan bleeding time (PT) yang menyebabkan perdarahan. Simetidin dapat meningkatkan kadar metronidazol. Metronidazol dapat menghambat metabolisme cisaprid, menyebabkan potensial aritmia; hindari penggunaan secara bersamaan. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas lithium. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas benzodiazepin tertentu, calcium channel blocker, siklosporin, turunan ergot, HMG-Coa reduktase inhibitor tertentu, mirtazapine, nateglinid, nefazodon, sildenafil ( dan PDE-5 inhibitor yang lain), takrolimus, venlafaxine, dan substrat CYP3A4 yang lain. Menurunkan efek: fenobabital, fenobarbital (inducer enzim yang lain), dapat menurunkan efek dan waktu paro metronidazol - Dengan Makanan : Konsentrasi puncak serum antibiotik diturunkan dan terjadi delay (terlambat), tetapi jumlah total obat yang diabsorbsi tidak dipengaruhi.

Pengaruh

- Terhadap Kehamilan : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat pada dosis tinggi. Faktor risiko : B (dikontraindikasikan pada trimester pertama) Obat dapat menembus plasenta ( efek karsinogenik pada tikus); dikontraindikasikan terhadap pengobatan trichomoniasis pada trimester pertama, kecuali jika pengobatan alternatif tidak adekuat. Untuk keamanan dan efikasi pada indikasi yang lain, gunakan obat pada ibu hamil hanya jika keuntungan pada ibu hamil lebih banyak daripada potensial risiko terhadap janinnya.

- Terhadap Ibu Menyusui : Ditemukan dalam air susu, produsen menyarankan untuk

menghindari penggunaan obat dengan dosis tunggal yang besar. Masuk kedalam air susu ibu/tidak direkomendasikan (AAP rates ’’of concern”)

- Terhadap Anak-anak : Keamanan dan efikasi penggunaan obat pada anak-anak belum diketahui dengan jelas, kecuali untuk pengobatan amoebiasis. Bayi baru lahir menunjukkan keterbatasan dalam eliminasi metronidazole. Pada bayi berumur 28 hingga 40 minggu, waktu paro eliminasi 10,9 – 22,5 jam.

- Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi dengan tes laboratorium : dapat mempengaruhi uji AST, ALT, Trigliserida, glukosa dan LDH

Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet, Cairan Infus, Suppositoria, Sirup Peringatan Reaksi disulfiram-like terjadi bila diberikan bersama alkohol, kerusakan hati dan encefalopati hepatik; kehamilan; menyusui; dihindari pada porfiia; monitoring hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan klinik pada pengobatan yang melebihi 10 hari. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor, seperti kondisi pasien, umur dan berat badan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker . Bacalah dengan seksama informasi mengenai penggunaan obat ini dan ulangi membaca setiap kali anda menerima resep lagi. Gunakan obat ini sesuai dengan yang telah diresepkan. Jangan menggunakan obat ini untuk trichomoniasis selama tiga bulan pertama kehamilan. Gunakan obat pada lambung kosong.Obat

dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna (GI upset); jika hal ini terjadi gunakan bersama makanan. Bentuk sediaan lepas lambat harus digunakan pada saat lambung kosong ( 1 jam atau 2 jam setelah makan) Produsen merekomendasikan untuk menghindari penggunaan etanol selama pengobatan dengan obat ini dan setelah tiga hari terapi selesai. Gunakan obat hingga habis. Obat yang tidak digunakan sampai habis menyebabkan pemusnahan bakteri tidak sempurna dan infeksi dapat kambuh lagi. Hubungi dokter bila terjadi kejang atau mati rasa pada tangan dan kaki. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. Pastikan hal ini dilakukan. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan, kecuali atas anjuran dokter. Hubungi dokter atau apoteker jika anda merasa menggunakan obat terlalu banyak. Jika pasien lupa minum obat, segera mungkin minum obat setelah ingat. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda, kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat, mintalah nasehat dokter atau apoteker. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Jangan diberikan pada orang lain. Mekanisme Aksi Setelah berdifusi kedalam organisma, berinteraksi dengan DNA menyebabkan hilangnya struktur helix DNA dan kerusakan untaian DNA. Hal ini lebih jauh menyebabkan hambatan pada syntesa protein dan kematian sel organisma. (Drug Information Handbook) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 http://dinkes.tasikmalayakota.go.id/index.php/informasi-obat/318-metronidazol.html

Untuk mencegah kambuhan terapi dilanjutkan 10 hari sesudah gejala hilang.Fungares .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Obat Topikal untuk Kulit Nama Dagang . 1-(2.Daktarin .Zetazal Indikasi Infeksi topikal dermatofit dan jamur lain seperti kandida. merata.Nama & Struktur Kimia . Kandidiasis vagina Dosis. sesudah kuku terlepas. infeksi kuku dan ujung jari 1 kali sehari.4-dikloro-beta-(2. larut dalam dimetilformamid.Zolagel . kloroform. putih atau praktis putih.Godrem . mudah larut dalam dimetilsulfoksida.4-diklorobenzil)oksi)fenetil)imidazol mononitrat Serbuk hablur.Sporend . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dua kali sehari. Sangat sukar larut dalam air dan isopropanol.Micrem . oleskan secukupnya. Farmakologi .Nilaozanoc . dan propilen glikol. tinea.Mikonazol Deskripsi . pada kulit terinfeksi.Moladerm .Mycorine . berbau lemah. bungkus rapat tidak berlubang. sukar larut dalam etanol. agak sukar larut dalam metanol. . oleskan secukupnya. dan Pityaris versicolor. terapi diteruskan hingga tampak pertumbuhan kuku baru.Sifat Fisikokimia : : Mikonazol nitrat.

Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring - . sensitasi dan kontak dermatitis.Terhadap Kehamilan : - .Dengan Makanan : - Pengaruh . eritema. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap mikonazol dan komponen lain dalam sediaan.Absorpsi : topikal : sangat kecil.Terhadap Ibu Menyusui : - . lemari pendingin dan cahaya. hindari panas. Stabilitas Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup baik dan terhindar dari jangkauan anak-anak.Terhadap Anak-anak : - . rasa terbakar lemah Interaksi . Efek Samping Iritasi lokal.Dengan Obat Lain : - .

tasikmalayakota. bila perlu pakai sarung tangan bersih.html . Jangan simpan di kamar mandi. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI Martindale. dapur.id/index. sehingga menyebabkan hilangnya nutrisi sel. lemari pendingin dan cahaya. 34th edition.Bentuk Sediaan Krim 2%.php/informasi-obat/320-mikonazol. Mekanisme Aksi Inhibisi biosintesis ergosterol. 2005 BNF 52 Merck Index Farmakope Indonesia ISO Indonesia 42 Iso Generik Advice for Patient (USP DI) http://dinkes. merusak membran dinding sel jamur yang selanjutnya akan meningkatkan permeabilitas. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jangan menyimpan atau pakai ulang sisa obat yang lama. hindari panas. Salep 2% Peringatan Hindari kontak dengan mata dan selaput mukosa Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Kontak dengan mata dan selaput mukosa Informasi Pasien Pada saat pemakaian bersihkan terlebih dahulu kulit yang luka.go.

dosis lanjutan dengan injeksi intramuskuler setelah 1-2 jam bila diperlukan.NARCAN . 100-200 mcg (1. Susut pengeringan: Tidak lebih dari 0.PHARXIS . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Untuk digunakan pada masa paskabedah. .5% untuk bentuk anhidrat dan tidak lebih dari 11. Rotasi jenis: Antara -170° dan -181°.0% untuk bentuk hidrat.NARCAXIONE Indikasi Mengatasi depresi napas yang dipicu oleh opioid Dosis. dan dalam alkali kuat. dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.Sifat Fisikokimia : N-allylnoroxymorphine hydrochloride Pemerian: Serbuk putih atau hampir putih. bila reaksi tidak memadai. lakukan penetapan menggunakan larutan yang mengandung 25 mg per ml. sukar larut dalam etanol. dalam asam encer. dosis harus dititrasi untuk tiap pasien agar efek pada pernapasan optimum dan pada saat yang sama menjaga analgesia yang memadai. lakukan pengeringan pada suhu 105° hingga bobot tetap. praktis tidak larut dalam eter : dan dalam kloroform.NOKOBA .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Antidot dan Obat Lain untuk Keracunan Nama Dagang . Larutan dalam air bersifat asam.Nama & Struktur Kimia .5-3 mcg/kg).Nalokson Deskripsi . . naikkan dosis 100 mcg tiap 2 menit. Kelarutan dalam air: Larut dalam air. Dengan injeksi intravena.

nalokson mengantagonis sebagian besar efek opiatnya. dan tekanan darah menuju normal jika ditekan. Farmakologi Nalokson adalah antagonis opiat yang utama yang tidak mempunyai atau hanya sedikit mempunyai aktivitas agonis. NEONATAL : Melalui injeksi subkutan. Nalokson mengantagonis depresi pernapasan ringan akibat opiat dosis rendah.ANAK : Dengan injeksi intravena. bila injeksi intravena tidak mungkin. seperti injeksi intravena tetapi hanya bila cara intravena tidak memungkinkan (mula reaksi lebih lambat) Infus intravena berkelanjutan (continuous). maka efek . ANAK : 10 mcg/kg. Sedangkan pada pasien yang sudah menerima morfin dosis tinggi atau analgesik lain dengan efek mirip morfin. Jika diberikan pada pasien yang tidak menerima opiat dalam waktu dekat. 2 mg dilarutkan dalam 500 ml larutan infus dengan kecepatan yang disesuaikan dengan respons pasien. bila tidak menunjukkan respons diberikan dosis 100 mcg/kg.4-2 mcg diulangi setiap interval 2-3 menit sampai dicapai maksimum 10 mg bila fungsi napas tidak membaik (kemudian pertanyakan ketepatan diagnosis). Karena durasi kerja nalokson lebih singkat dibandingkan durasi kerja opiat. 10 mcg/kg. dosis lanjutan 100 mcg/kg bila tidak ada reaksi perbaikan. atau intravena. Dosis yang dipakai dalam keracunan opioid akut mungkin tidak sesuai untuk penatalaksanan depresi napas dan sedasi yang ditimbulkan oleh opioid pada mereka yang menerima perawatan paliatif dan terapi opioid kronik. Akan terjadi peningkatan kecepatan respirasi dan minute volume. 10mcg/kg diulang tiap 2-3 menit atau 200 mcg (60mcg/kg) secara intramuskuler sebagai dosis tunggal pada saat kelahiran (mula kerja obat lebih lambat). intramuskuler. dapat diberikan melalui suntikan intramuskuler atau subkutan dalam dosis terbagi. penurunan arterial PCO2 menuju normal. nalokson hanya memberi sedikit atau bahkan tidak memberikan efek. Injeksi subkutan atau intramuskular. Untuk keracunan opioid : Injeksi intravena 0.

hipotensi. setelah 24 jam. pada pasien yang menerima nalokson hidroklorida parenteral dengan dosis di atas dosis yang biasa direkomendasikan. hipertensi. Interaksi .004 mg/mL (4mcg/mL). larutan yang tidak digunakan harus dibuang. Sediaan injeksi stabil pada pH 2.5-5. Tremor dan hiperventilasi yang disebabkan oleh kesadaran kembali yang tiba-tiba terjadi pada beberapa pasien yang menerima nalokson untuk overdosis opiat. namun keterkaitannya belum diketahui. .9% sehingga konsentrasi menjadi 0. Nalokson mengantagonis efek sedasi atau tertidur yang dipicu oleh opiat. Meski keterkaitannya belum diketahui dengan pasti. Efek samping kardiovaskular terjadi pada kebanyakan pasien paska operasi dengan riwayat penyakit kardiovaskular atau pada pasien yang mengkonsumsi obat dengan efek yang mirip dengan efek kardiovaskular. Stabilitas Penyimpanan Sediaan injeksi harus disimpan pada suhu 15-30°C dan terlindung dari cahaya. Nalokson hidroklorida mungkin stabil selama 24 jam.Dengan Obat Lain : Nalokson menurunkan efek analgesik narkotik. Nalokson tidak mengakibatkan toleransi atau ketergantungan fisik maupun psikologis.opiat mungkin muncul kembali begitu efek nalokson menghilang. Kontraindikasi hipersensitif terhadap Nalokson Efek Samping Mual dan muntah pernah dilaporkan namun jarang. Jika telah dilarutkan dalam dektrosa 5% atau NaCl 0. takikardia dan fibrilasi ventrikular dan edema paru dilaporkan kadang terjadi pada pasien yang diberikan nalokson hidroklorida paska operasi.Dengan Makanan : - Pengaruh .

Terhadap Kehamilan : Faktor resiko C (Obat dapat diberikan hanya jika manfaat pemberian melebihi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap fetus).. lama kerjanya singkat.Terhadap Anak-anak : - . iritabilitas (efek kardiovaskuler yang negatif telah dilaporkan). dan S pada sistem saraf pusat.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui apakah terdistribusi dalam ASI atau tidak. tekanan darah Bentuk Sediaan Cairan Injeksi Peringatan Penyakit kardiovaskuler atau pasien yang menerima obat kardiotoksik. sehingga harus digunakan secara hati-hati pada ibu menyusui. Nalokson kemungkinan berperan dalam antagonis kompetitif pada reseptor opiat µ. K. diperkirakan nalokson mempunyai afinitas tertinggi terhadap reseptor µ. . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Sediaan mungkin mengandung metil dan propil parabean Mekanisme Aksi Mekanisme yang pasti dari aktivitas antagonis opiat dari nalokson tidak diketahui dengan pasti. detak jantung.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Kecepatan respirasi. . nyeri. ketergantungan fisik pada opioid (memicu gejala putus obat). .

Nama & Struktur Kimia .tasikmalayakota. Iritasi Vagina : berikan larutan sekali .Keterangan : : : - Golongan/Kelas Terapi Desinfektan dan antiseptik Nama Dagang Indikasi Antiseptik ekstrnal dengan spektrum mikrobisidal untuk pencegahan atau perawatan pada infeksi topikal yang berhubungan dengan operasi.html Povidon Yodida Deskripsi . mengurangi iritasi vagina ringan Dosis. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Antiseptik : berikan pada daerah luka sesuai kebutuhan.Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI 2000 AHFS 2005 Farmakope Indonesia IV http://dinkes.Sifat Fisikokimia .go.id/index. lecet. luka sayat.php/informasi-obat/325-nalokson.

Efek lokal : edema.Terhadap Anak-anak : - . Stabilitas Penyimpanan Simpan terlindung dari cahaya. virus dan sporozoa. pruritus. jumlahnya tergantung konsentrasi. Farmakologi Suatu bahan organik dari bahan aktif polivinil pirolidon yang merupakan kompleks iodine yang larut dalam air.Dengan Obat Lain : - . Povidon iodin diabsorbsi secara sistemik sebagai iodin. rash.sehari selama 5-7 hari. Kontraindikasi Reaksi hipersensifitas terhadap yodium Efek Samping Pada penggunaan untuk luka bakar yang luas dapat timbul metabolik asidosis. Juga dapat timbul sensitisasi walaupun jarang. Interaksi .Terhadap Ibu Menyusui : - .Dengan Makanan : - Pengaruh . rute pemberian dan karakter kulit. jamur. iritasi.Terhadap Kehamilan : - . Bekerja sebagai bakterisida yang juga membunuh spora.

Hati-hati pemberian pada wanita hamil dan menyusui 2. 2. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1. Jauhkan dari jangkauan anak 6. kemudian urapi dengan obat. Awas : jangan diminum/ditelan. Jangan di minum/ditelan. 5. obat kumur : Obat langsung dipakai untuk berkumur-kumur-kumur selama lebih kurang 30 menit. Pembersih kulit. Cara pemakaian : a. Hati-hati bila digunakan untuk mengobati luka bakar yang luas ada kemungkinan terjadi absorbsi sistemik yang beresiko asidosis metabolic serta gangguan faal ginjal.radang pada pangkal tenggorokan. Adalah sangat berbahaya bila menggunakan obat tanpa resep dokter. Disimpan pada temperatur kamar. Segeralah ke dokter bila timbul bercak-bercak merah seperti terbakar. Kemudian cucilah dan bilas sampai bersih.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Obat Kumur. Dalam keadaan dimana . Basahilah kulit yang akan dibersihkan dengan air secukupnya. Salep Peringatan 1. 3. 4. b. Krim.. Pijat-pijatlah selama kurang lebih 5 menit ambil disiram-siram dengan sedikit air. Cairan Pembersih Kulit.

Nama & Struktur Kimia . (C21H25N3O2S)2.C4H4O4 ::- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang Indikasi Shcizofrenia.tasikmalayakota. 2-[2-(4-Dibenzo[b.php/informasi-obat/347-povidon-yodida.anda terpaksa harus menggunakan obat tanpa resep dokter. autis dan psikosis pada anak .go.Sifat Fisikokimia .id/index.html Quetiapin Deskripsi . protozoa dan spora. Mekanisme Aksi Povidon iodin adalah germisidal spektrum luas yang aktif terhadap bakteri. mania akut yang berkaitan dengan gangguan bipolar. jamur. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka http://dinkes.Keterangan : Quetiapine fumarate.f][1. bacalah indikasi obat serta aturan pakai yang tertera pda label secara cermat.4]thiazepin-11-yl-lpiperazinyl)ethoxy]ethanol fumarate. Ikutilah aturan pakainya secara tertib.

73% . Buat penyesuaian berikutnya sebanyak 25-50 mg sehari 2 kali. naikkan bertahap sampai 450 mg/hari. 25 mg sehari dua kali. Farmakologi Mekanisme kerja belum diketahui pasti. Orang tua : Diperlukan penyesuaian dosis. Diperlukan penyesuaian dosis pada gangguan hati. awal: 25 mg/hari naikkan 25-50 mg/hari sampai ke dosis efektif berdasarkan respons klinik dan toleransi pasien. Dewasa: Shcizofrenia/psikosis : awal : 25 mg sehari 2 kali. naikkan 100mg/hari ke 200 mg sehari 2 kali pada hari ke 4. Mania : Awal : 50 mg sehari 2 kali pada hari pertama. psikosis dan mania: awal.6-5. Rentang dosis lazim: 400-800 mg/hari. mungkin bekerja melalui kerja antogonis pada reseptor dopamin D2 dan serotonin tipe 2 (5-HT2). histamin H1. dosis lazim : 50-200 mg/hari. : 1. dapat ditingkatkan sampai target dosis 800 mg/hari sampai hari ke 6 dengan peningkatan = 200 mg/hari.2 mg/kg/hari). bila dapat ditoleransi. dopamin D1 dan D2. antagonis H1 mengakibatkan somnolen. Waktu paruh eliminasi rata-rata sekitar 6 jam di akhir. Obat ni mengantagonis beberapa reseptor di otak: serotonin 5-HT1A. 5-HT2.5 jam. Kerja antagonis pada dopamin dan 5-HT2 menjelaskan beberapa efek quetiapin. Vd 10±4 l/kg. Bioavailabilitas 9%±4%. alfa 1 dan alfa2 adrenergik. naikkan 25-50 mg sehari 2-3 kali pada hari kedua dan ketiga. Dosis lazim pemeliharaan berkisar 300-800 mg/hari. Ikatan protein 83%. Absorpsi oral cepat. Tmaks. metabolisme terutama di hati lewat CYP3A4 membentuk metabolit yang tidak aktif. bioavailabilitas relatif tablet terhadap larutan 100%. ekskresi lewat urin. Sedangkan kerja antagonis pada alfa adrenergik menimbulkan hipotensi ortostatik. tidak mempengaruhi reseptor kholinergik dan benzodiasepin. naikkan sampai target dosis 300-400 mg dibagi dalam 2-3 dosis. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak dan remaja : Autis : 100-350 mg/hari( 1.Dosis. Tidak diperlukan penyesuaian dosis pada insufisiensi ginjal.

Hati : peningkatan AST. hiperlipidemia. tremor. Mata: amblifobia (penglihatan kabur). palpitasi. konstipasi. takikardia. lewat feses 20%. koma. pusing sakit kepala. penyakit hati berat. diabetes melitus. lemah. Darah : leukopenia. batuk. ALT dan GGT Otot-saraf : disartria. diskrasia darah. Lain-lain : diaforesis (berkeringat). demam. penekanan sumsum tulang. 1%-10% : Kardiovaskular :hipotensi postural. peningkatan trigliserida Saluran cerna: penambahan berat badan (bergantung dosis). muntah. Endokrin & metabolisme : peningkatan kolesterol. anafilaksis. udem perifer SSP : cemas. anoreksia. somnolens. hipertonia. Pernafasan : rinitis. hiponatremia. nyeri. hiperglikemia. dispepsia (bergantung dosis). dispnea. Stabilitas Penyimpanan Kontraindikasi Hipersensitif terhadap quetiapin atau komponen-komponen lain formulasi.sebagai metabolit. <!% dalam bentuk utuh. gastroenteritis. Saluran cerna : nyeri perut (bergantung dosis). . depresi SSP berat. < 1% (hanya yang berbahaya) : Agranulositosis. xerostomia (mulut kering). Kulit : rash . sindroma seperti flu. Efek Samping > 10% : SSP : agitasi. faringitis. nyeri belakang.

propofol. Interaksi . SIADH (syndrome of inappropriate antidiuretic hormone ). nikardipin. Aminoglutetimid. peningkatan selera makan. gerakan yang tidak disadari. klaritromisin. nafsilin.Terhadap Anak-anak : - . tidak direkomendasikan . meningkatkan efek lorazepam. fenobarbital.hipotiroid.Dengan Makanan : Etanol dapat meningkatkan gangguan kognitif/fungsi motorik. kava-kava. Makanan dapat meningkatkan konsentrasi puncak dan AUC. Asam valproat meningkatkan serum plasma maksimum rata-rata 17%. Metoklopramid dapat meningkatkan sindroma ekstra piramidal. eritromisin. etanol. leukositas. Simetidin meningkatkan kadar quetapin di darah. Tioridfazin meningkatkan bersihan quetapin sehingga kadar di serum menurun. Pengaruh . nevirapin. peningkatan salivasi. vertigo. . St John's wort. gotu kola dapat meningkatkan efek depresi SSP. karbamasepin. Valerian. isoniasid. Dicurigai bersifat teratogenik. verapamil meningkatkan serum quetapin hingga 335%. Efek obat-obat yang bekerja di pusat. sindroma Steven Johnson. diklofenak.Dengan Obat Lain : Quetiapin.Terhadap Hasil Laboratorium : - . sedatif. doksisiklin. anti hipertensi dapat dikuatkan oleh quetiapin. . protease inhibitor. neutropenia.Terhadap Ibu Menyusui : Ekskresi ke ASI tidak diketahui. rash. diskinesia tardif (gangguan gerakan yang disadari yang tetap ada walau obat dihentikan).Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. kuinidin. fenitoin menurunkan efek quetiapin. fotosensitifitas. siprofloksasin. rabdomiolosis (lisis otot skelet). perpanjangan interval QT. Antifungi golongan azol.

tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. Peringatan Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk mengobati gangguan psikosis seperti sizoprenia. 100 mg. segera minum obat bila lupa. antagonis H1 mengakibatkan somnolen. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. 200 mg.Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet 25 mg. alfa 1 dan alfa2 adrenergik. . Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/mengganggu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. Mekanisme Aksi Mekanisme kerja belum diketahui pasti. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. Kerja antagonis pada dopamin dan 5-HT2 menjelaskan beberapa efek quetiapin. Obat ini mengantagonis beberapa reseptor di otak : serotonin 5-HT1A. tidak mempengaruhi reseptor kholinergik dan benzodiasepin. dopamin D1 dan D2. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari. 5-HT2. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. Sedangkan kerja antagonis pada alfa adrenergik menimbulkan hipotensi ortostatik. tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. mungkin bekerja melalui kerja antogonis pada reseptor dopamin D2 dan serotonin tipe 2 (5-HT2). histamin H1.

34th ed.Inc. Et.Sifat Fisikokimia ..al.html Stavudin Deskripsi .tasikmalayakota. C10H12N2O4 Stavudin merupakan kristal solid berwarna putih.5-dihydrofuran-2-yl] -5-methyl-1H-pyrimidine2. Advice for the patient Drug Information in Lay Language .al.USPDI 17th ed.Staviral .id/index. Kelarutan stavudin dalam air pada suhu 230C adalah sekitar 83 mg/mL.Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC.Keterangan : : 1-[5-(hydroxymethyl). :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Nama & Struktur Kimia . Martindale:The complete drug reference. Lexicomp 2005. Pharmaceuticall Press 2005. Et.go.4-dione. Rand http://dinkes. LacyCF.php/informasi-obat/352-quetiapin. The United States Pharmacopeial Convention.2.Zerit Indikasi Untuk mengobati HIV dengan dikombinasikan dengan antiviral lain . drug Information handbook international.

Bayi baru lahir: – 13 hari 0. .>= 60 kg. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis : . < 60 kg 15 mg setiap 12 jam. Untuk dewasa Cl > 50 ml/menit >= 60 kg 40 mg setiap.Anak-anak > 14 hari dan < 30 kg: 1 mg/kg setiap 12 jam. < 60 kg 15 mg setiap 12 jam. . 30 mg setiap 12 jam.Dewasa: >= 60 kg: 40 mg setiap 12 jam . Larutan rekonstitusi harus dibekukan dan stabil dalam 30 hari. > 30 kg merujuk dosis dewasa . bila muncul efek lagi hentikan.Dosis pada kerusakan ginjal: untuk Anak-Anak tidak dianjurkan.5 L/kg Bioavailability : 86.6 jam Waktu puncak : 1 jam Ekskresi : melalui urin 40% sebagai obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Kapsul dan serbuk untuk rekonstitusi dapat disimpan dalam temperatur ruang.Bila terjadi toksisitas yaitu munculnya neuropaty hentikan pengobatan sampai gejala menghilang .Kemudian dilanjutkan dengan dosis 50%. 12 jam < 60 kg. Cl 10 – 25 ml/menit.Dosis. .>= 60 kg 20 mg setiap 24 jam. Cl 26 – 50 ml/menit.< 60 kg: 30 mg setiap 12 jam .5 mg/kg setiap 12 jam .4% Metabolisme: mengalami fosforilasi intraselular menjadi bentuk tidak aktif T½ eliminiasi : 1-1.Lansia : Dosis disesuaikan dengan keadaan ginjal dan monitor simptom neuropathy Farmakologi Distribusi : Va : 0. 20 mg setiap 12 jam.

kulit-rash. menurangi foforilase intraseluler . sistem saraf dan kulit. hepatic steanosis. bisa digunakan dengan perhatian . hepatitis. saluran pencernaan : mual. pancreatitis.zalcitabine.Dengan Obat Lain : Terjadi peningkatan efek bila dikombinasi dengan: . > 10% Pada susunan saraf pusat : Sakit kepala. sakit perut.Kontraindikasi Hipersensitif terhadap stavudin atau komponen lain dalam sediaan Efek Samping Dibanding dengan lamivudin efek neuropathy stavudin lebih besar. bisa digunakan dengan perhatian. pankreatitis dan hepatotoksik . leukopenia. neuropati perifer. hepatomegali. mengurangi fosforilasi intraseluler. muntah.10% Pada hati : Peningkatan bilirubin.hidroksi urea. myalgia. . Laporan kasus sesudah dipasarkan. hepar peningkatan transaminase. alergi. Pengurangan efek terjadi bila: .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C .doxorubisin. mengurangi fosforilasi intraseluler. thrombositopenia Interaksi . redistribution fat.ribavirin. macam-macam : peningkatan amilase 1% . diare. peningkatan neuropati perifer. kerusakan hati. panas. laktat asidosis. tidak dapat tidur.zidovudin.Dengan Makanan : - Pengaruh . anoreksia. anemia.

Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien . 40 mg Puyer Untuk Larutan Oral. atau pada pasien perempuan. Pada pasien suspek laktat asidosis. 20 mg. penekanan terhadap tulang belakang atau neuropati perifer. Suspek pankreatitis muncul untuk penggunaan dari stavudin. memperpanjang dampak nukleosid. didanosin dan hidroksiurea. kontraindikasi untuk ibu menyusui . yang nampak maupun simptom.. 1 mg/ml (200 ml) Peringatan Hati-hati bila digunakan pada pasien yang hipersensitif pada stavudin. 30 mg. angka kekuatan viral dan angka CD4 Bentuk Sediaan Kapsul 15 mg.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui efek masuknya ke dalam ASI. walau dalam kasus yang fatal.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Monitor fungsi liver. neuropati. zalcitabin. Risiko semakin meningkat bila digunakan bersama didanosin dan hidroksi urea.Ibu hamil meningkat resikonya dengan muncul laktat asidosis dan kerusakan hati. Neuropati perifer dapat berkurang dengan pengurangan dosis. didanosin.Terhadap Anak-anak : - . Risiko akan bertambah bila gemuk. Zidovudin dikombinasikan dengan stavudin. Penggunaan stavudin dihentikan bila muncul laktat asidosis.Pihak industri menyarankan bila muncul kelemahan dari motorik maka penggunaan dihentikan.

go.html Vekuronium Deskripsi . 2005 http://dinkes. AHFS DRUG.tasikmalayakota.Keterangan : 1-3(3alfa. Mekanisme Aksi Stavudin adalah analog thymidin.hasil laboratorium dari fungsi hati. 2006.Lakukan diskusi degan pasien mengenai frekuensi pemberian obat. (DIH). neuropati. C34H57BrN2O4 ::- Golongan/Kelas Terapi Relaksan Otot Perifer dan Penghambat Kolinesterase Nama Dagang Indikasi .17ß-Diacetoxy-2piperidino-5a androstan-16 ß-yl)-1methylpiperidium. nukleosida reverse transcriptase Monitoring Penggunaan Obat Simptom yang ada.yang bergantung Dpada DNA polimerase. terutama untuk mencegah resistensi yang emergensi.id/index.Nama & Struktur Kimia .php/informasi-obat/377-stavudin. dan efek samping untuk menjamin kepatuhan pasien. angka viral load dan CD4 Daftar Pustaka Drug information hand book.Sifat Fisikokimia . menghambat replikasi virus. yang mempengaruhi viral DNA HIV.

kolaps sirkulasi.Relaksan otot untuk jangka pendek sampai sedang. gatalgatal.Dan ini tentu mengarah pada aktivitas vekuronium dosis tinggi tidak menghasilkan efek samping pada vaskular. Neonatus dan bayi usia 4 bulan :dosis awal 10-20 mcg/kg bb lalu dinaikkan sampai efek yang diharapkan. Dosis. edema. Penyesuaian dosis juga dibutuhkan pada bayi dan pada pasien gagal ginjal. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dengan Injeksi Intravena Dewasa : 80-100 mcg/kg bb . Efek Samping Bradikardia. reaksi hipersensitif. Interaksi . takikardia. Infus IV:50-80 mcg/kg bb diawali dengan injeksi IV 40 – 100 mcg/kg bb. Bronkospasma dan reaksi anafilaktoid juga telah dilaporkan. kemerah-merahan. Stabilitas Penyimpanan Penyimpanan : Pada temperatur (15 – 25)°C dalam wadah kedap udara dan jauhkan dari cahaya. rash. Pemberian vekuronium secara intravena akan didistribusikan dengan cepat. Farmakologi Dengan dosis biasa onsetnya kurang lebih 1-3 menit dan berakhir 20-30 menit. sindrom miopati. Perhatian dibutuhkan pada pasien penderita hepatitis dan gangguan ginjal. dosis pemeliharaan 20-30 mcg/kg bb tergantung dari respon klinik. quadriplegik akut. myositis (pada penggunaan jangka panjang). Kontraindikasi Pasien hipersensitif terhadap vekuronium dan komponen lain dalam sediaan. Vecuronium bromida memiliki aktivitas dengan melepaskan histamin meskipun reaksi lokal pada lokasi injeksi telah dilaporkan. Dimetabolisme juga oleh otot liver dan metabolit itu merupakan penghambat neuromuscular. hipotensi.Juga dapat menghindari efek kardiovaskular.

. ketamin. gunakan dengan perhatian.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . calcium channel bloker. klindamisin. Obat harus dihindari atau digunakan dengan hati-hati dalam kehamilan karena dengan pemberian dosis tinggi dapat menyebabkan miastenia gravis pada bayi . lidokain. tetrasiklin dan vankomisin. magnesium sulfat.Terhadap Anak-anak : - . imipenem. prokainamida. kuinidin. kuinolon.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tekanan darah. bayi dan pada pasien gagal ginjal Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus . beta bloker. makrolida. denyut jantung Bentuk Sediaan Injeksi 4 mg/ml Peringatan Perhatian dibutuhkan pada pasien penderita hepatitis dan gangguan ginjal. diuretik loop (furosemid). . anestesi halogen. Penyesuaian dosis juga dibutuhkan pada ibu hamil.Terhadap Ibu Menyusui : Distribusi venkuronium pada air susu tidak diketahui.Dengan Makanan : - Pengaruh . .Dengan Obat Lain : Efek vekuronium meningkat dengan adanya aminoglikosida.

Keterangan : Ketokonazol adalah suatu sintetik derivatif imidazol.go. Mengingat pemberian obat ini dilakukan melalui /oleh dokter anestesi. Larut dalam DMSO atau kloroform .4-dichlorophenyl)-2-(1H-1M-idazol: 1-ylmethyl)-1. menghambat depolarisasi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC. Ketokonazol mempunyai pKas 2.html Ketokonazol Deskripsi .Informasi Pasien Pemakaian terbatas untuk kasus tertentu. 34th ed.Nama & Struktur Kimia .id/index. Et. suatu senyawa antifungal azole. maka informasi tidak langsung diberikan pada pasien.php/informasi-obat/402-vekuronium.3-dioxolan-4-yl) methoxy) phenyl)-piperazine.tasikmalayakota.5.9 hingga 6. Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi .. Pharmaceutical Press 2005 http://dinkes. Perlu sarana dan keahlian khusus. Mekanisme Aksi Mencegah terikatnya asetilkolin pada reseptor pada motor endplate.Sifat Fisikokimia Sinonim : cis-1-Acetyl-4-(4-((2-(2.al. C26H28N4O4Cl2 Ketokonazol berupa serbuk putih hingga sedikit abu-abu dan praktis : tidak larut dalam air. Martindale:The complete drug reference.

Katoconazol (Generik) .Muzoral . profilaksis mikosa pada pasien immunosupresan. jika setelah 14 hari respon tidak memadai lanjutkan hingga sedikitnya 1 minggu setelah gejala hilang dan hasil kultur negatif . feses. maksimum 400 mg sehari (untuk pasien lanjut usia 200 mg sehari) .Profungal . biasanya selama 14 hari. dapat menembus sawar darah otak (bood brain-barrier)dalam jumlah kecil.Formyco .Fungasol . sejumlah kecil saja yang dapat masuk ke dalam cairan serebrospinal Ikatan protein : 93% hingga 96% Metabolisme : melalui hepatik sebagian via CYP3A4 menjadi bentuk senyawa yang tidak aktif Bioavailability : terjadi penurunan bila pH lambung meningkat T½ eliminasi : Biphasic : awal : 2 jam .Thicazol .Nama Dagang . serumen. Farmakologi Absorpsi : Oral : absorpsi cepat (~ 75%) Distribusi : terdistribusi dengan baik dalam cairan sendi yang mengalami inflamasi. Candidiasis vaginal kronik yang resisten.Mycoral . 400 mg sekali sehari bersama makanan selama 5 hari. terminal : 8 jam . mycoses gastrointestinal yang resisten. kulit dan jaringan lunak. kandidiasis mukokutaneous kronik yang resisten.Interzol . tendon. Pengobatan profilaksis dan pemeliharaan pada pasien immunosuppresi 200 mg sehari. Dosis. empedu.Wizol . infeksi dermatofit pada kulit dan kuku tangan (tidak pada kuku kaki). Anak-anak 3 mg/kg sehari.Mycozid .Zoloral Indikasi Mycoses sistemik. sebum. kandidiasis vaginal kronik yang resisten. dan testes.Zoralin . air susu ibu. saliva. Cara Pemberian dan Lama Pemberian 200 mg sekali sehari bersama makanan.Nizoral . urin.Funet .

fotofobia.amfetamin. 2C19. nyeri abdomen. beta blocker. Jika digunakan dengan . atau 3A4. trombositopenia. busulfan. vinblastin. serum: 1-2 jam Ekskresi : Feses (57%). HMG-CoA reductase inhibitor (lovastatin dan simvastatin) dan pimozide dikontraindikasikan dengan penghambat CYP3A4 kuat. buspiron. 2D6. takrolimus.Waktu untuk mencapai kadar puncak. ropinirol. glipizideifosfamid. ritonavir. nefazodon. alopecia. tioridazin. kerusakan berat pada hati . fluoksetin. mutah. 2D6 (moderate). 2C8/9. 2B6 (lemah). rosiglitazon.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: substrat CYP3A4 (major). diazepam. risperidon. teofilin. alkaloid ergot. nateglinid. Ketoconazol dapat meningkatkan efek/kadar serum amiodaron . kehamilan dan menyusui Efek Samping Mual. lidokain. vinkristin. sirolimus. pioglitazon.midazolam. Interaksi . dekstrometorfan. mexiletine. propanolol. fluvoksamine. pruritus . Mesoridazine dan tioridazin dikontraindikasikan dengan penghambat CYP2D6 kuat. fenitoin. warfarin. 2A6 (moderate) . 2C8/9 (kuat). Meningkatkan efek/toksisitas: karena menghambat CYP3A4 ketokonazol kontraindikasi dengan cisaprid. dexmedetomidin.lovastatin. citalopram. mirtazapin. antidepresan trisiklik. 2C19 (moderate). 3A4 (kuat).doxetacel. jarang terjadi angioedema. ginecomastiadan oligosperma . paraesthesia . trifluoperazin. urin (13%) Stabilitas Penyimpanan Tablet ketoconazol harus dilindungi dari kelembaban dan disimpan dalam wadah tertutup rapat pada suhu 15 – 25°C Kontraindikasi Kerusakan hati. paroxetin. 2A6. pusing . mesoridazin. resiko hepatitis lebih tinggi pada pemakaian lebih dari 14 hari. urticaria. benzodiazepin.simvastatin dan triazolam karena dapat meningkatkan toksisitas senyawa ini. metusuksimid. sakit kepala. Benzodiazepin tertentu ( midazolam dan triazolam) . ruam. cisaprid. digoksin. zolpidem dan substrat CYP1A2. trimetreksate. calsium channel blocker. anestesi inhalasi. venlafaksine. sertraline. menghambat CYP1A2 (kuat). glimepirid.

Efek/kadar ketokonazol diturunkan oleh aminoglutetimid. hidrokodon. rabeprazol) dan sukralfat dapat secara signifikan menurunkan bioavailabilitas yang mengakibatkan kegagalan terapi dan sebaiknya tidak digunakan secara bersamaan.penghambat CYP3A4 kuat. Menurunkan efek oral : absorpsi dipengaruhi oleh keasaman lambung.Terhadap Ibu Menyusui : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat. famotidin . nafcillin. inhibitor pompa proton (omeprazol. fenobarbital.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tes fungsi hati . fenytoin. antagonis H2 (simetidin. lansoprazol. Ketokonazol terdistribusi dalam air susu ibu. antasida.Terhadap Kehamilan : Produsen menyatakan adanya teratogenisitas pada studi hewan. Ketokonazol dapat menurunkan kadar/efek substrat prodrug CYP2D6 (seperti: kodein. rifampisin dan inducer CYP3A4 yang lain. John’s wort dapat menurunkan kadar ketokonazol Pengaruh . . Jangan diberikan bersamaan dengan rifampin. karbamazepin. diperlukan penyesuaian dosis untuk sildenafil dan penghambat PDE-5 yang lain. tramadol) . nizatidin dan ranitidin).Terhadap Anak-anak : - . nevirapin. Penurunan kadar serum dengan didanosin dan isoniazid. Faktor risiko : C .Dengan Makanan : Kadar puncak serum ketokonazol dapat diperpanjang jika digunakan bersama makanan. Efikasi kontrasepsi oral dapat diturunkan (data terbatas). penggunaan obat harus dihindari pada wanita hamil. oksikodon. St.

hubungi dokter atau apoteker Mekanisme Aksi Mempengaruhi permeabilitas dinding sel melalui penghambatan sitokrom P450 jamur. juga menghambat sintesis androgen. kecuali atas anjuran dokter. menghambat biosintesa trigliserida dan fosfolipid jamur. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat.Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Monitoring fungsi hati secara klinik dan biokimiawi untuk pengobatan yang berlangsung lebih dari 14 hari dengan melakukan tes fungsi hati sebelum memulai pengobatan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekwensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker. kecuali atas saran dari dokter atau apoteker. Jika pasien lupa minum obat. menghambat beberapa enzim pada jamur yang mengakibatkan terbentuknya kadar toksik hidrogen peroksida. setelah 14 hari pengobatan kemudian selang sebulan sekali. umur dan berat badan. segera mungkin minum obat setelah ingat. Digunakan bersama dengan makanan atau susu untuk menurunkan efek samping pada saluran cerna. Hindari pada pasien porfiria Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. . Gunakan tablet 2 jam lebih dulu sebelum antasida untuk mencegah penurunan absorpsi disebabkan oleh pH lambung yang tinggi . seperti kondisi pasien.

klindamisin phosphate. Kelarutan klindamisin phosphate dalam air : 400 mg/ml pada suhu 25°C. Perbedaan struktur dengan lincomycin adalah terdapatnya substitusi atom chlorin pada 7-hydroxil dan inversi (pembalikan) 7: carbon. serbuk amorphous warna putih atau keputih-putihan.id/index. klindamisin palmitate hydrochloride.Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. palmitate hydrokloride. serbuk kristal hygroskopis warna putih atau keputih-putihan dengan masing-masing mempunyai bau yang khas dan larut dalam air.html Klindamisin Deskripsi .Nama & Struktur Kimia . klindamisin Hydrokloride. .go.Keterangan : Klindamisin merupakan antibiotik semisintetik turunan dari linkomisin Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi . fosfate berturut-turut merupakan serbuk kristal berwarna putih. pKa klindamisin adalah 7.tasikmalayakota.45.Sifat Fisikokimia : Diperdagangan klindamisin berada dalam bentuk klindamisin hydrochloride.php/informasi-obat/289-ketokonazol.

Prolic Indikasi Klindamisin aktif melawan kuman kokus gram positif .Clinmas . Injeksi intramuscular dalam atau infusi intravena.Biodasin . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Peroral. dapat dinaikkan hingga 450 mg setiap 6 jam pada infeksi berat . Pada infeksi oral.Clinbercin .Anerocid . namun kondisi ini lebih sering terjadi pada penggunaan klindamisin.Klindamisin (Generik) .Zumatic . Efek toksik yang paling serius adalah timbulnya kolitis yang dapat berakibat fatal dan sangat umum terjadi pada usia setengah baya dan pada wanita usia lanjut .Clinidac .Dalacin C/Dalacin C Phosphat . anak-anak 3-6 mg/kg setiap 6 jam.Indanox .Nufaclind . Meskipun timbulnya kolitis yang berkaitan dengan penggunaan antibiotika dapat terjadi pada penggunaan sebagian besar antibiotika.Lando . 150 -300 mg setiap 6 jam.Comdasin .Nama Dagang .Clinium . dosis tunggal pada pemberian infus intravena tidak boleh lebih .Opiclam .Librodan .Lindacyn .Klindamisin OGB Dexa . karena tidak lebih efektif daripada golongan penisilin melawan anaerob dan kemungkinan terdapat reisistensi silang dengan bakteri resisten eritromisin.Climadan . Obat ini terkonsentrasi dalam tulang dan diekskresi melalui empedu dan urin.Dacin . 0.Clindexin .Lindan .Clinjos .Daclin-300 .Probiotin .7 g sehari (dalam 2 – 4 dosis terbagi) . pemberian dosis tunggal yang melebihi 600 mg hanya boleh diberikan secara infus intravena. klindamisin sebaiknya tidak digunakan secara secara rutin untuk mengobati infeksi oral.Cindala .Ethidan . terutama sesudah operasi.6 – 2. termasuk staphylococus yang resisten terhadap penisilin dan juga melawan beberapa bakteri anaerob terutama bacteroides fragilis.Albiotin .8 g sehari. Dosis. Klindamisin direkomendasikan pada infeksi staphylococcus tulang dan sendi seperti osteomyelitis dan intraabdominal sepsis. Klindamisin digunakan untuk profilaksis endokarditis pada pasien yang alergi terhadap penisilin. pada infeksi yang mengancam jiwa dosis dapat dinaikkan hingga 4. Klindamisin hanya digunakan secara terbatas karena efek sampingnya yang serius.

menembus plasenta . kolitis yang berkaitan .7 jam . 15 – 40 mg/kg sehari dibagi dalam 3 – 4 dosis . Oral : Cepat (90 %) Distribusi : Konsentrasi tinggi pada tulang dan urin. dihindari injeksi yang mengandung benzil alkohol pada neonatus Efek Samping Diare (hentikan pengobatan). minimal 300 mg sehari tanpa memperhitungkan berat badan Farmakologi Absorpsi : Topical : ~ 10 %.3 jam (rata-rata : 2-3 jam) Waktu untuk mencapai kadar puncak. jumlah obat dalam cairan serebrospinal tidak signifikan bahkan pada inflamasi meninges (selaput otak) . mual.2 g. larutan oral stabil selama 2 minggu pada suhu kamar 20°C hingga 25°C (68°F hingga 77°F) Larutan topikal : Simpan pada suhu kamar 20°C hingga 25°C (68°F hingga 77°F) Ovula : simpan pada suhu kamar 15°C hingga 30°C (68°F hingga 77°F) Kontraindikasi Diare.6 jam . masuk ke dalam air susu Metabolisme : hepatik Bioavailability : Topical: < 1% T½ eliminasi (half-life elimination) : Neonatus : Premature: 8. IM 1-3 jam Ekskresi : Urin (10%) dan feces (~ 4%) sebagai obat aktif dan metabolit Stabilitas Penyimpanan Kapsul : Simpan pada suhu kamar 20°C hingga 25°C Krim : Simpan pada suhu kamar IV : larutan infus dalam larutan NS atau D5W stabil selama 16 hari pada suhu kamar Larutan oral : Larutan oral yang telah direkonstitusi jangan disimpan pada refrigerator (suhu dingin) . Anak-anak diatas 1 bulan. infeksi berat .dari 1.6-5. muntah. Full-term: 3. setelah larutan direkontitusi . serum : Oral : dalam 60 menit. perut tidak enak. oesophagitis. Dewasa : 1.

Dengan Makanan : - Pengaruh . pruritus. indurasi dan abcess sesudah injeksi intramuscular. Cairan Inj Peringatan .Dengan Obat Lain : - . monitor kolitis dan pengobatan terhadap gejala yang timbul. urticaria reaksi anafilaksis. tes fungsi hati dan renal secara periodik Bentuk Sediaan Kapsul. Masuk ke dalam air susu ibu .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Observasi perubahan pada usus. nyeri. pada pengobatan jangka panjang monitor CBC.Terhadap Anak-anak : - . rash. jaundice (penyakit kuning) dan mempengaruhi tes fungsi hati. namun diare berdarah dilaporkan terjadi pada 1 bayi.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B . eksfoliatif dan dermatitis vesiculobullous. agranulositosis dan trombositopenia. eosinophilia. neutropenia. thromboplebitis sesudah injeksi intravena Interaksi .Terhadap Ibu Menyusui : Kemungkinan hanya sejumlah kecil berada pada air susu ibu. syndrom Stevens-Johnson.dengan penggunaan antibiotika.

5) yang dapat menyebabkan alergi pada individu tertentu. kecuali atas anjuran dokter. Jika pasien lupa minum obat. Jangan menghentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.Pasien harus segera menghentikan pengobatan jika timbul diare atau kolitis. Pastikan hal ini dilakukan. monitoring fungsi hati dan fungsi ginjal pada pengobatan jangka panjang dan pada neonatus dan bayi. Jangan mengobati diare sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter. menyusui . Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. kerusakan ginjal. Jangan diberikan pada orang lain. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. umur dan berat badan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/frekuensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau petugas kesehatan. nyeri/kram pada lambung atau terdapat darah pada feces segera hubungi dokter. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Tanyakan hal ini pada petugas kesehatan atau apoteker. kerusakan hati. Kapsul harus ditelan dengan segelas air. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat segera hubungi tenaga kesehatan. seperti kondisi pasien. segera mungkin minum obat setelah ingat. Pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan eliminasi bakteri menjadi tidak sempurna dan dapat mengakibatkan infeksi kambuh kembali. Tanda-tanda ini merupakan efek samping yang serius. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Jika anda mempunyai pertanyaan tentang obat ini. dihindari pada pofiria. apoteker atau petugas kesehatan yang lain. kehamilan . Jika terjadi diare yang berat. hindari pemberian intravena secara cepat. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. Tes laboratorium diperlukan dalam monitoring terapi. Mekanisme Aksi . Beberapa sediaan mengandung tartrazine (FD & C Yellow No. tanyakan pada dokter. Pasien segera menghentikan pengobatan jika timbul diare atau kolitis. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan . Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Gunakan obat hingga habis.

tes fungsi hati dan renal secara periodik.php/informasi-obat/293-klindamisin. Kelarutan obat.0% C10H11N3O3S dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. mudah larut dalam asetone dan dalam larutan natrium hidroksida encer.4.5% dan tidak lebih dari 101. putih sampai putih. agak sukar larut dalam etanol. letak infeksi dan jenis organisma. larut dalam benzilalkohol. C14H18N4O3 : SULFAMETOXAZOLE (disingkat SMX)Mengandung tidak kurang dari 99. Monitoring Penggunaan Obat Obsevasi perubahan pada usus.Terjadi ikatan secara reversibel dengan subunit ribosomal 50S. monitor colitis dan pengobatan terhadap gejala yang timbul. Kelarutan obat : sangat sukar larut dalam air. Obat berbentuk serbuk hablur.Nama & Struktur Kimia .0% C14H18N4O3 dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.go.Sifat Fisikokimia 4-amino-N-(5-methylisoxazol-3-yl)-benzenesulfonamide . praktis tidak larut dalam air dalam eter dan dalam kloroform. TRIMETHOPRIM (disingkat TMP)Mengandung tidak kurang dari 98.tasikmalayakota. praktis tidak berbau. 5-(3. Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes.5: trimethoxybenzyl)pyrimidine-2.4-diamine. mencegah terjadinya ikatan peptida sehingga akan menghambat sintesis protein bakteri.0% dan tidak lebih dari 101. agak sukar larut dalam kloroform dan dalam .id/index. C10H11N3O3S. efek bakteriostatik atau bakterisidal tergantung dari konsentrasi obat. pada pengobatan jangka panjang monitor CBC .html Kotrimoksazol Deskripsi .

Hexaprim .Ulfaprim .Primadex . traveler diarrhea yang disebabkan oleh enterotoksigenik E.influenzae. sangat sukar larut dalam etanol dan dalam asetone. otitis media akut pada anak. Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . praktis tidak larut dalam eter dan dalam karbon tetraklorida.Ottoprim .Erphatrim .coli.Trimoxsul .morganii.Dumotrim .Licoprima . pengobatan entritis yang disebabkan oleh Shigella flexneri atau Shigella sonnei.Trimezol .Zultrop .Septrin . dalam rasio perbandingan 1 banding 5. IV.Sultrimmix . .Cotrimol .Wiatrim .vulgaris.Nufaprim .Xepaprim Indikasi Oral: Untuk pengobatan infeksi saluran urin yang disebabkan E.Cotrim .Fsiprim .Trixzol .Merotin .Bactoprim Combi .pneumoniae.atau S.coli. Klebsella dan Enterobacter sp.Meditrim . pencegahan dan pengobatan Pneumocitis carinii pneumoniae (PCP).Moxalas .Ikaprim .Infatrim . eksaserbasi akut pada bronchitis kronis pasien dewasa yang disebabkan oleh bakteri yang sensistif seperti H.Bactrim . M.Zoltrim .Primsulfon ..P.Bactrizol . Untuk pengobatan infeksi severe atau komplikasi ketika penggunaan oral sudah tidak mungkin .metanol. TMP-SMX.Keterangan Co-trimoksazol (disingkat SXT.Sulprim . or TMP-sulfa) adalah : antibiotik kombinasi antara trimethoprim dan sulfametoksazol.Bactricid .mirabilis dan P.

dengan komposis sulfametoxazole 800 mg dan trimethoprim 160 mg. Jangan melebihi trimetoprime 320 mg dan sulfametoxazol 1600 mg/hari Shigellosis: Oral: 8 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam selama 5 hari. Pencegahan: oral: 150 mg TMP/m2/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam untuk 3 hari/minggu. mingguan. Otitis media akut: oral: 8 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam selama 10 hari. yaitu digunakan pengobatan empiric PCP pada pasien immunocompromise. 15-20 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam. Pneumocytis: Pengobatan: oral. Infeksi saluran urin pengobatan: oral: 6-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam. 8-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam. IV: 8-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam. shigellosis. Pencegahan: Oral: 2 mg TMP/kg/dosis harian atau 5 mg TMP/kg/dosis dua kali. . Infeksi serius: Oral: 20mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam.8 atau 12 jam selama 14 hari dengan infeksi serius. IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. dengan panduan : Infeksi ringan – berat: oral. Seperti yang terdokumentasikan digunakan untuk PCP.dilakukan. demam tifoid. Anak >2 tahun . IV. infeksi Nacardia asteroides . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis: dihitung berdasarkan perbandingan dasar obat. Dosis.

IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6.. Pengobatan: oral.IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. Infeksi saluran urin : Oral: satu tablet (sulfametoxazole 800 mg dan trimethoprim 160 mg) setiap 12 jam.IV: 15-20 mg TMP/kg/hari dalam 3-4 dosis terbagi.8 atau 12 jam selama 5 hari.2-3 bulan.8. prostatitis: akut:2 minggu. IV Infeksi kulit: 5mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi. Shigellosis: Oral: 1 tablet setiap 12 jam selama 5 hari. Lamanya pengobatan: tidak ada komplikasi: 3-5 hari. atau 12 jam lebih dari 5 hari. Dosis dewasa. dengan komplikasi: selama 7-10 hari. Bronkitis kronis: oral: 1 (satu) tablet setiap 12 jam selama 10-14 hari.8 atau 12 jam selama 14 hari untuk infeksi gawat. Cyclospora: oral.IV: 160 mg TMP dua kali sehari untuk 7-10 hari. Pneumocytis carinii: Profilasis: oral: 1 tablet sehari atau 3 kali/minggu. Diare traveler: oral: 1 tablet setiap 12 jam selama 5 hari. . Nocardia: oral. IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. kronik. Pyelopritis: 14 hari. Sepsis: IV: 20 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam.

Lamanya pengobatan masih controversial. T. ada yang melaporkan selama 7 bulan penggunaan obat.45%. simpan pada suhu ruangan jangan disimpan dalam refrigerator dan terlindung dari cahaya langsung. serum: antara 1-4 jam. Eksresi obat: dieksresi melalui urin dalam bentuk metabolit dan dalam bentuk utuh. efek: secara farmakologis keduanya bervariasi: peningkatan t ½ dan penurunan klirens obat tergantung klirens kreatinin. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada suhu ruangan (25°C).Infeksi gawat (pulmonal/cerebral): 10-15 TMP/kg/hari dalam 2-3 dosis terbagi. TMP: 6-17 jam. terlindung dari cahaya. Sediaan larutan IV. TMX: menjadi metabolit oksidan hidroksilat. TMX. 5 mL/125 D5W stabil untuk 6 jam. jangan disimpan pada refrigerator/pembeku. dan mengalami perpanjangan pada pasien gagal ginjal. 5 mL/75 D5W stabil untuk 2 jam. Farmakologi Absorbsi: oral : hampir sempurna. cara pelarutannya dan pelarutnya harus sesuai dengan yang telah diinformasikan. T½ eliminasi: SMX: 9 jam. Metabolisme: SMX: N-asetilasi dan glukoronidasi. 90-100%. 5 mL/100 D5W stabil untuk 4 jam. max. Kontraindikasi . 68%. Ikatan protein: SMX. Sediaan suspensi disimpan pada suhu ruangan dan terhindar dari cahaya langsung.

muntah. urtikaria. adanya tanda kerusakan pada hepar pasien. Interaksi . pruritus. efek samping yang jarang dan dapat hilang dengan sendirinya terkait dengan penggunaan cotrimoxazole meliputi : reaksi dermatologi gawat dan hepatotoxic Cardiovascular : Alergi myokarditis. Pernafasan : batuk. infiltrasi pulmonal. gagal ginjal parah. anemia megaloblastik karena kekurangan asam folat. SLE (systemic lupus erytomatosus: jarang). anorexia. diuresis. halusinasi. Hematologi : Trombositopenia. rabdomilisis. bayi dengan usia <2 bulan. myalgia. granulositopenia. Endokrin dan metabolit : miperkalemia (pada penggunaan dosis besar). muntah. demam. kehamilan Efek Samping Reaksi efek samping yang paling banyak adalah gangguan pencernaan (mual. hiperbilirubinemia. kejadian yang jarang termasuk erytema multiform. toxic epidermal necrosis. eosinophiia. Gastrointestinal : Mual. hipoglikemik. agranulositosis. anorexia). pansitopenia. depresi. Renal : interstisial nephritis. kolestasis. Hepatic : Hepatotoxic (hepatitis. SSP : konfusi. stomatitis. Dermatologi : Rash. gagal ginjal. sindrom stevens-johnson. Lain-lain: serum sicknes. Henochschonlein purpura. hemolisis (dengan G6PD defisiensi). trimethoprim atau komponen lain dalam obat. ikterus pada janin. methemoglobinemia. dermatitis eksfoliatif. ataxia. neprotosis. peripheral neutritis. fotosensitivitas. reaksi dermatologi (rash atau urticaria). anemia megaloblastik. anemia aplastic. angioedema.Hipersensitif pada obat golongan sulfa. kristaluria. dispepsia. diare. pseudomembranous collitis. pankreatitis. profiria. Neuromuskular dan skeletal : Atralgia. necrosis hepatic). kejang. peningkatan enzim transaminase.

Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C/D. Penggunaan bersamaan dengan pyrimethamine (dengan dosis >25mg/minggu) kemungkinan dapat meningkatkan resiko terjadinya anemia megaloblastik. . . penggunaan selama proses kehamilan hanya jika terjadi resiko obesitas pada janin. Menurunkan efek obat: Kemungkinan kadar obat kotrimoxazole akan diturunkan oleh: karbamazepin. fenobarbital. Meningkatkan kadar obat dapson. phenytoin. rifapentine. Peningkatan efek hiperkalemia pada penggunaan bersamaan obat ACE inhibitor. secobarbital. rifampisin. glimepirid.. pioglitazone. flueksetin. sertalin. Jangan digunakan pada saat term kehamilan untuk menghindari terjadinya ikterus pada bayi. penitoin.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: Sulfametoksazol : inhibitor CYP2C8/9 (moderat). glipizid. Trimethoprim: inhibitor CYP2C8/9 (moderat) Meningkatkan efek toksik: Meningkatkan efek toksis dari metotreksat Meningkatkan kadar obat procainamide. dan substrat CYP2C8/9 lainya. warfarin. nateglinid.Dengan Makanan : Pengaruh . Kemungkinan meningkatkan kadar obat amiodaron. rosiglitazon. dan inducer CYP2C8/9 lainya. reseptor antagonis angiotensin atau diuresis hemat kalium. Peningkatan efek neprotosis dengan siklosporin.

anamia aplastic dan reaksi discariasis darah lainya). Pada pasien elderly kemungkinan mengalami reaksi hipersensitivitas akan lebih besar termasuk juga akan mengalami hipoglikemik. Hindari penggunaan obat pada pasien yang diketahui mengalami kontraindikasi dengan golongan sulfa. hati – hati jika diketahui ada kontra indikasi pada bayi. dan beberapa elektrolit. Hati – hati jika digunakan pada pasien yang mempunyai riwayat alergi atau asma Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus - .. Suspensi Oral. Electrolit (Kalium) Bentuk Sediaan Injeksi. hepatic necrosis. apalagi jika diketahui reaksi yang terjadi akan bersifat fatal (sindrom stevens-johnson. toxic epidermal necrosis.Terhadap Ibu Menyusui : Tereksresi dalam air susu ibu. kerusakan ginjal dan hepar atau pasien berpotensi tinggi untuk kekurangan folat (malnutrisi. pasien lanjut usia).Terhadap Hasil Laboratorium : Kemungkinan dapat mempengaruhi hasil pengukuran fungsi hati. . Parameter Monitoring Hati (SGPT.Terhadap Anak-anak : Kontraindikasi jika digunakan pada bayi dengan usia <2 bulan. ginjal. perlu penyesuaian dosis untuk pasien dengan gagal ginjal. . menjalani terapi antikonfulsan dalam jangka waktu lama. Tablet Peringatan Gunakan secara hati – hati pada pasien dengan defisiensi G6PD.SGOT) Ginjal (ClCr).

2006. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat.14R*)-4-[(2.4. Amati jika ada timbul gejala ESO obat.tasikmalayakota.Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi.13-heksametil-6-[[3.6R*. seperti mual. dan ketidak berhasilan terapi maka sebaiknya obat digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan.5. AHFS DRUG. Mekanisme Aksi Sulfametoxazol menghambat sintesis asam folat dan pertumbuhan bakteri dengan menghambat susunan asam dihidrofolat dari asam para-aminobenzen. 1995.Mengamati kemungkinan adanya gejala defisiensi asam folat atau munculnya gejala ESO obat lainya.12. 13S*.Nama & Struktur Kimia : (3R*.html Eritromicin Deskripsi .12R*. maka harap menghubungi dokter.13trihidroksi-3.5S*.4S*.6-Dideoksi3-C-metil-3-O-metil-a-L-ribo-hekso-piranosil)-oksi]-14-etil-7. 2005 Farmakope Indonesia IV. Daftar Pustaka Drug information hand book.6.11R*. diare atau respon hipersensitivitas. http://dinkes. harap menghubungi apoteker. Trimethoprime menghambat terjadinya reduktasi asam dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat yang secara tidak langsung mengakibatkan penghambatan enzim pada siklus pembentukan asam folat Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat.go.11.trideoksi-3(dimetilamino)-ß-D-xilo-heksopiranosil ] oksi ] oksasiklotetradekana- .id/index.9.9R*. (DIH). Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat.7R*. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat.php/informasi-obat/299-kotrimoksazol.7.

E. M. digunakan untuk terapi konjungtifitis dengan neomosin. Eritromisin stearat (garam) . S.Eryderm . termasuk S.gonorrhoeae.10-dion[114-07-8].Erira .Eryprima .pneumoniae. dan campylobacter gastroenteritis. siphilis dan nongonococcal urethritis.Erythrin . BM: 1018.2.Erytrocin .Corsatrocin . diphtheria pertusis.Erphatrocin .Opithrocin .1264: 62-6] . Legionella pneumophilia.Erycoat Forte . tidak berbau. dalam kloroform dan dalam eter . Topical: untuk pengobatan acne vulgaris.histolitica. Chlamydia. choncroid. Pada mata: Untuk mengatasi infeksi konjungtivistis atau gangguan kornea pada bayi baru lahir.Konitrocin .Kemotrocin .pneumoniae.Erysanbe .pyogenes.Keterangan Eritromisin etilsuksinat : Eritromisin 2’-(etilsuksinat)[41342-53-4.06 .Jeracin .Arsitrocin .Erymed .Sifat Fisikokimia Pemerian : serbuk hablur putih atau agak kuning.Banntrocin .Throcidan .Erytrocin EES .Pharothrocin .Sapphire .C18H36O2 .Erymed Plus . . erytrasma.Tamaret .Aknemicin .Konitrocinx . Kelarutan : sukar larut dalam air.Rythron . C37H67NO13.Decatrocin . S. larut dalam etanol.Tromilin Indikasi Sistemik: Digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri yang sensitif terhadap eritromisin seperti. C37H67NO13 . BM: 862. N.42 Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . sedikit : higroskopis.aereus.Eritromec .Medoxin . C43H75NO16 .

stearat atau estolat). Jika infeksi disebabkan karena legionella maka 750-1000 mg 4 kali sehari untuk 21 hari atau lebih lama lagi dapat direkomendasikan.2 g/hari. (maksimal 4 g/24 jam). jangan menggunakan obat bersamaan dengan susu. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Bayi dan anak –anak: Kisaran Dosis lazim : Oral: (catatan: terdapat perbedaan absobsi antara 400 mg eritromisin etilsuksinat pada kadar serum dengan 250 mg eritromisin murni (basa). Etilsuksinat: 400-800 mg setiap 6-12 jam. 500-1000 mg 4 kali sehari untuk 10-14 hari. . tidak lebih dari 4 g/hari. Etilsuksinat: 30-50 mg/kg/hari dalam 2-4 dosis terbagi. CARA PEMBERIAN Oral: jangan menghancurkan (membuat serbuk) obat dalam bentuk salut enterik. Murni (basa): 250 – 500 mg setiap 6-12 jam. Dosis untuk indikasi khusus: CAP (community acquired pneumoniae) : oral. Injeksi: Laktobionat: 15-20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam atau 500 mg sampai 1 g setiap 6 jam. Dosis dewasa Oral. Stearat: 30-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 2-4 dosis. tidak lebih dari 2 g/hari.Dosis. atau dapat diberikan dalam infus terus-menerus selama 24 jam. IV. jika terjadi gangguan cerna pada lambung seperti diare. Estolat: 30-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 2-4 dosis. tidak lebih dari 3. Murni (basa): 30-50 mg/kg/hari dalam 2-4 dosis terbagi. Injeksi: Laktobionat: 15-50 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam. maka obat dapat diberikan bersamaan dengan makanan.

pimozide. pain(2%). kandidiasis mulut. dapat bertahan selama 25 hari. Efek Samping Sistemik : Cardiovascular : ventricular arritmia. Ikatan protein: 75-90%. flatulence(2%). T½ eliminasi: Puncak:1. Oral: Granul suspensi setelah di larutkan dapat bertahan jika disimpan dalam almari pendingin selama 10 hari. Dermatitis : ruam (3%). perpanjangan QTc ventricular takikardia (jarang). Serbuk suspensi oral. CNS : headache (8%). pseudomembranouscollitis. urine (2-15% dalam bentuk utuh). Pasien yang diketahui menderita penyakit liver.5 – 2. Ekskresi: Utamanya melalui feses. anoreksi. masuk dalam ASI. ertromicin etilsuksinat. kejang. ethilsuksinat 0. pruritus (1%).Farmakologi Absorbsi: Oral : bervariasi tetapi akan lebih baik bila dalam bentuk sediaan garam jika dibandingkan dengan bentuk basanya .5-2jam. setelah dilarutkan dapat bertahan selama 14 hari dalam suhu ruangan. Gastrointestinal: nyeri lambung (8%). Distribusi: Menembus plasenta. topikal dan tetes mata disimpan dalam suhu ruangan. Stabilitas Penyimpanan Injeksi: Eritromisin laktobionat setelah mengalami pengenceran dapat bertahan selama 2 minggu dalam lemari pendingin dan bertahan selama 24 jam pada suhu ruangan. absobsi kemungkinan akan meningkat jika digunakan bersamaan dengan makanan. berdifusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal. hipertropic pyloric stenosis. diare (7%). Gagal ginjal: 5-6jam. demam. Tablet. dan cisapride. kram.5 jam dan kemungkinan akan diperlambat oleh makanan karena terjadi perbedaan absorbsi obat. Kontraindikasi Pasien yang hipersensitif terhadap eritromisin dan komponen lain dalam obat. Metabolisme: melalui hepar dengan proses dimetilasi. 18 – 45%. muntah (3%). dispepsia (2%). T max: serum: normal 4 jam. pancreatitis . mual (8%). Kontraindikasi jika digunakan bersamaan dengan turunan ergot. sedangkan dalam bentuk drop.

reaksi alergi. thioridazine. Golongan ergot juga dikontraindikasikan penggunaannya bersamaan dengan eritromisin. gatifloxacin. doxyciclin. moxifloxacin. propofol. Local : Plebitis pada tempat injeksi. pruritos. imatinib. tacrolimus. verapamil. Ca chanel blocker. nefazodone. kulit kering. Menurunkan efek: . Efek eritromisin akan ditingkatkan oleh: antifungi. Neuromuscular dan skeletal : Malas (2%). Respirasi : Dyspnea (1%). Eritromisin adalah inhibitor moderat CYP3A4. sildenafil. Interaksi .Hematologi : Eosinophilia (1%). Penggunaan dengan obat–obat yang memperpanjang interval QTc meliputi tipe 1a (quinidine) dan tipe III obat antiarritmia. meningkatkan parameter pemeriksaan hepar (2%). nicardipine. quinidine. pimozide. sparfloxacin. mirtazapine. Hepatic : Cholestatic joundice (kebanyakan jika bersamaan dengan estolate). nefazodone. isoniazid. Lain-ain : Reaksi hipersensitifitas. thioridazin) harus dengan perhatian ekstra. Efek obat yang memblokade neuromuskular dan warfarin akan ditingkatkan oleh eritromisin. ergot alcaloide. telithromicin dan penghambat CYP3A4 lainya. HMG-CoA reductase inhibitor (lovastatin dan simvastatin). cyclosporin. fenlafaksine. tromboflebitis. quinidine. protease inhibitor. cisapride. netaglinide. batuk (3%). sehingga kemungkinan akan meningkatkan efek obat: benzodiazepin. pimozide. Topikal: 1-10% : dermatologi: erythema. desquamation. diklofenak.Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek toksik: Meningkatkan efek aritmia jika digunakan bersamaan dengan: cisapride. serta antipsikosis selektif (mesoridazin. claritromisin.

dan demam.Terhadap Ibu Menyusui: Obat diekresi kedalan ASI (air susu ibu). nevirapine. Parameter Monitoring CBC (cell blood count).Dengan Makanan : Etanol: hindarkan penggunaan dengan etanol karena akan menurunkan absorbsi eritromisin juga akan meningkatkan efek etanol. phenithoin. Injeksi. Suspensi Oral. Granul. Eritromisin kemungkinan mempunya efek antagonis dengan obat clindamisin dan lincomisin. Fungsi hepar (SGOT. Tablet/Tablet Salud. Renal (BUN. . ClCr). dan induksi CYP3A4 lainnya. Kadar eritromisin kemungkinan akan diturunkan oleh: aminoglutethimide. Serbuk Untuk Oral Suspensi .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B . Bentuk Sediaan Kapsul.Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan Jangka panjang Kemungkinan Akan berpengaruh pada hasil pengukuran : Hepar. muntah. tapi dengan hati-hati. kolik lambung. maka hentikan pengobatan. mual. Makanan: obat akan meningkat absorbsinya jika digunakan bersamaan dengan makanan.SGPT). Tablet Chewable. . Untuk Suspensi Oral . CBC. Pengaruh . Hindari penggunaan eritromisin pada bayi. Gel. Topikal . Penggunaan pada bayi dapat memicu terjadinya hypertropic pyloric . karbamazepin. Ointment.Terhadap Anak-anak : Hindari penggunaan eritromisin lactobionat. nafcilin. karena kemungkinan bahan pelarutnya terkontaminasi dengan benzil alkohol yang bersifat toksik pada bayi (neonatus). . serum level eritromisin kemungkinan akan berubah jika diberikan dengan makanan. AAP merekomendasikan pemberian obat pada ibu menyusui. karena hal ini akan meningkatkan terjadinya rasa malas. karena kemungkinan adanya benzil alkohol pada formulasi obat yang bersifat toksik pada bayi. opthalmic Peringatan Penggunaannya harus berhati – hati pada pasien yang mengalami kerusakan hati baik dengan atau tanpa jaundice. ginjal. Jika terjadi demikian.Eritromisin kemungkinan menurunkan kadar obat zafirlukas. phenobarbital. rifampicin.

Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat.php/informasi-obat/253-eritromicin. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis DNA-dependent protein bakteri sehingga akan mengubah perpanjangan tahapan sintesis. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). maka sebaiknya eritromisin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. 2005 Farmakope Indonesia IV. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. Daftar Pustaka Drug information hand book.id/index. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. AHFS DRUG. Perlu di waspadai terjadinya suprainfeksi pada penggunaan obat dalam waktu lama. diare atau respon hipersensitivitas. (DIH).tasikmalayakota. harap menghubungi apoteker. maka harap menghubungi dokter. 1995. 2006. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. serta antipsikosis selektif (mesoridazin. http://dinkes. berikatan dengan 50S subunit ribosom yang akan menyebabkan penghambatan pada transpeptidase sel bakteri. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. Memonitor Penggunaan dengan obat – obat yang memperpanjang interval QTc meliputi tipe 1a (quinidine) dan tipe III obat antiaritmia.go. thioridazin). Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat.html Flukonazol . seperti mual.stenosis (HPS).

4Difluoro-?alfa.2.2.Sifat Fisikokimia Flukonazol merupakan serbuk kristal putih.Govazol . peritonitis. .Zemyc .Keterangan : Fluconazole adalah sintetik derivatif triazol.1 M NaCl.Cryptal Indikasi Pengobatan candidiasis (vaginal. esophageal. 2. Struktur kimia yang mengandung cincin imidazol dengan cincin triazol menyebabkan meningkatnya aktivitas antifungi dan memperluas aktivitas spectrum antifungi. alfa?1.Nama & Struktur Kimia : 2.Candizol .4triazole-1-ethanol. pneumonia.4-triazol-1-yl methyl)-1H-1. dan infeksi systemic) .4-Difluoro-1-bis(1H-1. infeksi saluran urin ).2. profiaksis antijamur pada transplantasi sumsum tulang. peroral dosis tunggal 150 mg . Flukonazol mempunyai pKa 1.Flucoral . oropharyngeal.2.Deskripsi .Diflucan .4-Difluorophenyl) .bis(1H-1. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Vaginal candidiasis dan candidal balanitis.Flucess .Cancid . meningitis cryptococcal. Dosis.4-triazol-1-ylmethyl) benzyl alcohol. suatu senyawa antifungal azol.76 pada suhu 24°C dalam 0. dan sedikit larut dalam air dengan kelarutan 8 mg/ml pada suhu 37°C. Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .a?-(1H-1. C13H12F2N6O . ? a -(2. Obat ini larut dalam metanol dan kloroform. Obat mempunyai kelarutan : 25 mg/ml dalam alkohol pada temperatur kamar.4-triazol-1-ylmethyl) benzyl alcohol.

Infeksi candidal invasiv (termasuk cadidaemia dan disseminated candidiasis) dan infeksi cryptococcal termasuk meningitis). 400 mg sehari jika pasien beresiko tinggi mengalami infeksi sistemik. cruris. 50 -400 mg sehari disesuaikan dengan resiko . maksimal durasi pengobatan adalah 6 minggu. seperti setelah transplastasi sumsum tulang . selama 14 – 30 hari pada infeksi mukosal yang lain (oesophagitis. peroral 200 mg sehari atau infusi intravena 100 – 200 mg sehari.2 jam. 3 – 6 mg/kg pada hari pertama kemudian 3 mg / kg sehari (tiap 72 jam pada neonatus usia sampai 2 minggu. Anak-anak peroral atau infusi intravena. tiap 48 jam pada neonatus usia 2 – 4 minggu) Tinea pedis. dan dermal candidiasis. 3 – 12 mg/kg sehari (setiap 72 jam pada neonatus berusia hingga 2 minggu. untuk oropharyngeal candidiasis (maksimal 14 hari kecuali pada pasien immunocompromised yang berat). anak-anak tergantung dari lama dan beratnya neutropenia. dosis ditingkatkan jika perlu hingga 400 mg sehari. corporis. pemberian tidak . selama 14 hari untuk atropical aral candidiasis. peroral.Mucosal Candidiasis ( kecuali genitalia). pityriasis versicolor. maksimal dosis 400 mg sehari Pencegahan relaps cryptococcal meningitis pada pasien AIDS setelah terapi primer lengkap. setiap 48 jam pada neonatus dengan usia 2 – 4 minggu) ). maksimal dosis 400 mg sehari(BNF 50) Pemberian Flukonazol secara parenteral (IV infus) diberikan dalam 1 . 50 mg sehari selama 2 – 4 minggu ( selama 6 minggu pada tinea pedis). terapi sebelum terjadinya onset neutropenia dan dilanjutkan sampai 7 hari setelah jumlah neutrofil yang diinginkan tercapai. pengobatan di teruskan sesuai respon ( paling sedikit 6 – 8 minggu untuk cryptococcal meningitis). infeksi non-invasive bronchopilmonary. Pencegahan terhadap infeksi jamur pada pasien immunocompromised. anak-anak 6 – 12 mg/kg sehari ( setiap 72 jam pada neonatus berusia hingga 2 minggu. peroral atau infusi intravena. setiap 48 jam pada neonatus dengan usia 2 – 4 minggu). candiduria. dosis awal 400 mg kemudian 200 mg sehari. peroral 50 mg sehari (100 mg sehari pada infeksi yang sulit sembuh) diberikan selama 7 – 14 hari . peroral atau infusi intravena.

Farmakologi Distribusi : terdistribusi secara luas dalam tubuh dengan penetrasi yang baik ke dalam cairan serebrospinal. CSF : blood level ratio : normal meninges : 70% hingga 80% . rasa tidak enak pada perut. mata . atau beberapa komponen yang terdapat dalam sediaan. pusing. kulit dan urin. reaksi hipersensitivitas. inflamasi meninges : > 70% hingga 80%. flatulence. gangguan pengecapan. diare. leucopenia. penggunaan bersamaan dengan cisapride Efek Samping Mual. pruritus. rash ( pengobatan tidak dilanjutkan atau monitor dengan ketat pada infeksi invasive atau sistemik). sakit kapala.boleh lebih dari 200 mg/jam bila pemberian obat melalui IV infusi. dispepsia jarang terjadi. gangguan hati. toxic epidermal necrolysis. syndrom Steven-Johnson (pada pasien AIDS pernah dilaporkan reaksi kulit yang hebat). alopecia. Injeksi : simpan injeksi dalam kemasan gelas pada suhu 5°C hingga 30°C. muntah. sputum. Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap flukonazol. Ikatan protein plasma : 11% hingga 12% Bioavailabilitas : Oral : > 90% T½ eliminasi pada fungsi ginjal normal ~ 30 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. Buang sediaan yang tidak digunakan setelah 2 minggu. Jangan dibuka kemasannya hingga obat akan digunakan. Hindari pembekuan (freezing). anafilaksis. cairan peritoneal. Setelah dilakukan rekonstitusi simpan pada 5°C hingga 30°C. serum: pemberian oral : 1-2 jam Ekskresi : Urin (80% dalam bentuk obat yang tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Serbuk untuk suspensi oral : simpan serbuk kering pada suhu < 30°C. Difusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal : adekuat dengan atau tanpa inflamasi. . azol yang lain . hiperlipidemia. kejang. Hindari pembekuan (freezing).

Penggunaan dosis yang rendah (150 mg sebagai dosis tunggal atau 200 mg/hari) mempunyai factor resiko yang lebih rendah . Penggunaan obat selama kehamilan hanya jika potensial keuntungan pada ibu lebih besar daripada potensial resiko pada janin. rosiglitazone. 2C19 (kuat). sildenafil (dan PDE-5 inhibitor yang lain). phenytoin. tacrolimus. siklosporin. benzodiazepin tertentu. venlafaxine. neteglinide. metsuksimid. glimepirid. citalopram. glipizid. fluoksetin. cisapride. Produsen menyarankan menghindari penggunaan obat – multiple congenital abnormalities dilaporkan terjadi pada dosis tinggi dan pemakaian jangka lama. Interaksi . 3 A4 (moderate). diazepam. mirtazapine. propranolol. flukonazol bersifat teratogenik pada hewan uji. Flukonazol dapat meningkatkan kadar/efek amiodarone.Terhadap Ibu Menyusui : . . 2C8/9 (kuat). pioglitazone. Meningkatkan efek/toksisitas : Penggunaan bersamaan dengan cisapride dikontraindikasikan disebabkan karena potensial terjadi aritmia malignant. bloker saluran kalsium. nefazodone.trombositopenia dan hipokalemia. Penggunaan obat selama trimester pertama dilaporkan terjadi malformation pada manusia jika digunakan pada dosis tinggi (400 mg/hari) dalam jangka waktu yang lama . HMG-CoA reductase inhibitor.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: Menghambat CYP1A2 (lemah) . Menurunkan efek: rifampin menurunkan konsentrasi flukonazol . warfarin dan substrate CYP2C8/9. turunan ergot. 2C19dan 3A4 yang lain. namun demikian diperlukan data tambahan. Jika digunakan pada dosis tinggi.Dengan Makanan : Pengaruh . sertraline.

menyusui.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Tes fungsi hati (AST. monitor fungsi hati – pengobatan tidak diteruskan jika muncul gejala dan tanda gangguan pada hati ( resiko hepatic necrosis). Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Pada suatu penelitian efikasi Flukonazol untuk menekan meningitis cryptococcal telah terbukti berhasil pada 4 dari 5 anak-anak. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau dokter. Pada suatu penelitian mengenai profil keamanan flukonazol pada 577 anakanak umur 1 hingga 17 tahun dengan dosis berkisar antara 1 hingga 15 mg/kg/hari selama 1 hingga 1616 hari. kehamilan. ALT. Tablet. mual (2 %) dan diare (2 %).000 IU 4 kali sehari. . . umur dan berat badan.Produsen menyarankan menghindari penggunaan obat – fluconazole ditemukan pada air susu sehingga pemakaian flukonazol pada ibu menyusui tidak direkomendasikan. perpanjangan interval QT Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Digunakan dengan atau tanpa adanya makanan. tes fungsi ginjal.flukonazol (2 hingga 3 mg/kg/hari) memperlihatkan efek klinik dan kecepatan respon mycological yg lebih tinggi daripada nistatin oral 400. Cairan Injeksi Peringatan Kerusakan ginjal. Efek samping yang sering terjadi adalah muntah (5 %). nyeri perut (3 %). alkaline phaophatase ). seperti kondisi pasien. kalium Bentuk Sediaan Kapsul. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. Efikasi flukonazol belum terbukti pada bayi umur kurang dari 6 bulan. .Terhadap Anak-anak : Pada pasien anak immunocompromised usia 6 bln hingga 13 thn dengan candidiasis oropharyngeal. Pastikan hal ini .

Keterangan : : Gentamisin sulfat. kalium Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 DrugFact & Comparisons 2003 http://dinkes. tidak larut dalam alkohol. Serbuk agak keputih-putihan. kloroform. Mekanisme Aksi Mempengaruhi aktivitas cytochrom P450.Sifat Fisikokimia .dilakukan Jika pasien lupa minum obat. :- Golongan/Kelas Terapi . Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Larut baik dalam air.php/informasi-obat/263-flukonazol. aseton. kecuali atas saran dari dokter atau apoteker.go.Nama & Struktur Kimia . eter dan benzen. mintalah nasehat dokter tau apoteker. segera mungkin minum obat setelah ingat. menurunkan synthesis ergosterol (sterol penting pada sel membran jamur) dan menghambat formasi sel membran Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati secara periodik (AST.html Gentamisin Deskripsi . alkaline phosphatase ) dan tes fungsi ginjal.tasikmalayakota. ALT. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep.id/index. Jangan diberikan pada orang lain.

Diprogenta . Proteus. atau i.v. endokarditis dan septikemia . dan profilaksis untuk bakteri endokarditis dan tindakan bedah.Gentak .Gentamisin Indikasi Infeksi : Gram negatif (Pseudomonas.Gentamerc . naikan 2 tetes setiap jam untuk infeksi parah Topikal : . Anak > 5 tahun : 2 . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis diberikan secara individu karena indek terapinya relatif sempit • Dosis umum : Bayi dan anak < 5 tahun : 2. infeksi kulit dan jaringan lunak.v.Gentana . Note : Usual dose yang lebih tinggi dan/atau frekuensi yang lebih tinggi (setiap 6 jam) yang diberikan pada kondisi klinik secara selektif ( cystic fibrosis) data serum level yang dibutuhkan • Anak dan dewasa : Intratekal : 4 – 8 mg/hari Optalmik : Salep : Dioleskan pada mata 2 – 3 kali sehari sampai setiap 3 – 4 kali Tetes mata : Teteskan pada mata yang sakit 1 – 2 tetes setiap 2 – 4 jam. Serratia) dan Gram positif (Staphylococcus). infeksi saluran urin.2.m.Genoptik . infeksi tulang. atau i. penggunaan topical. infeksi saluran nafas.5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i.Anti Infeksi Nama Dagang .5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i. abdomen. Dosis.m.

atu 5 mg/kg BB/hari secara i. mulut.5 mg/kg BB/ dosis setiap 8 – 12 jam untuk mendapatkan kadar puncak secara cepat pada terapi.5 mg/kg BB setiap 12 jam Meningitis Neonatal. m. saluran pencernaan. 8 – 28 hari : Neonatal dengan BB < 2000 gr : 2. Neonatal dengan BB > 2000 gr : 2.5 mg/kg BB dikombinasi dengan Ampisilin 50 mg/kg BB 30 menit sebelum operasi Endokarditis atau sejenisnya (untuk infeksi Gram Positif) : 1 mg/kg BB setiap 8 jam (kombinasi dengan Ampisilin) Meningitis Listeria : 5 – 7 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan Penicillin selama 1 minggu Meningitis Neonatal.5 mg/kg BB setiap 8 – 12 jam. v. v. syok Dosis tunggal : 4 – 7 mg/kg BB/dosis tunggal/hari. Dapat juga dikombinasi dengan Doxyciclin Kolangitis : 4 – 6 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan Ampisilin Divertikulitis (komplikasi) : 1. atau i.Salep : Salep dioleskan pada kulit yang sakit 3 – 4 kali sehari Dewasa : Diberikan secara i. Neonatal dengan BB > 2000 gr : 2. selanjutnya 1. saluran urin 1.5 – 2 mg/kg BB setiap 8 jam (kombinasi dengan Ampisilin dan Metronidazol) Profilaksis endokarditis : Gigi.5 mg/kg BB setiap 8 jam Inflamasi pelvik : Loading Dose : 2 mg/kg BB. 0 – 7 hari : Neonatal dengan BB < 2000 gr : 2. Konfensional : 1 – 2.5 mg/kg BB setiap 8 jam .5 mg/kg BB setiap 18 – 24 jam. • Indikasi spesifik :` Bruselosis : 240 mg/hari i. saluran nafas bagian. beberapa klinisi memberikan rekomendasi dosis tersebut untuk pasien yang fungsi ginjalnya normal. dosis inisial yang lebih tinggi dapat diberikan dengan pertimbangan yang cermat untuk pasien jika cairan ekstraseluler meningkat (udem.m. selama 7 hari. atas.

5 mg/kg BB/hari Plague (Yersinia pestis) : 5 mg/kg BB/hari diikuti dengan postexposture dengan Doksisiklin. setiap 48 jam) pada pasien dengan gangguan ginjal yang moderat (klirens kreatinin 30 – 59 mL/menit) dan atau dasar perhitungan pada serum level determination. Dosis untuk Clcr <10 mL/menit dan follow level Lanjutan melalui kontinius arterovenous atau venovenous hemofiltration : .Alternate therapy : 4.. siergis) : 3 – 4 mg/L (mcg/L) dari cairan CAPD Pemberian injeksi dengan rute i. m. Atau i.5 mg/kg BB/dosis setiap 8 jam • Interval Dosis pada penurunan fungsi ginjal Dosis konvensional : Klirens kreatinin >= 60 ml/menit : diberikan setiap 8 jam Klirens kreatinin 40 – 60 ml/menit : diberikan setiap 12 jam Klirens kreatinin 20 – 40 ml/menit : diberikan setiap 24 jam Klirens kreatinin < 20 ml/menit : loading dose. Hemodialisa : Dilanjutkan dengan dialisa : 30% lanjutan dari Aminoglikosida dilaksanakan selama 4 jam hemodialisa. Pneumonia : 7 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan antipseudomonas beta laktam atau Carbapenem Tularemia : 5 mg/kg BB/hari dibagi setiap 8 jam untuk 1 – 2 minggu Infeksi saluran Urin :1. Terapi lanjutan dengan Continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) : Pemberian melalui cairan CAPD : o Infeksi Gram–negative : 4 – 8 mg/L(4 – 8 mc/L) dari cairan CAPD o Infeksi Gram–positif (mis. Selama CAPD. v. pemberian dosis selama hemodialisa dan follow level . kemudian monitor Dosis tinggi untuk terapi : Interval diperpanjang ( mis.

i. Neonatus : 0.4. 30 menit setelah pemberian dengan infus Ekskresi : Urin Stabilitas Penyimpanan Stabilitas : • Stabil selama 30 hari setelah kemasan ditusuk • Stabil selama 24 pada suhu kamar dalam campuran NaCl fisiologis atau Dextrosa 5% . Lama penggunaan : Sesuai dengan aturan pada pemberian dosis Farmakologi Didistribusikan melalui plesenta Volume distribusi meningkat pada odem. Pasien dengan gangguan ginjal 36-70 jam Kadar puncak serum : i.5-3 jam. asites dan menurun pada dehidrasi.5 jam. Anak 0.Dosis untuk Clcr 10 . m.3 -0.2-0. Cara pemberian : • Injeksi i.40 mL/menit dan follow level • Penyesuaian dosis pada penyakit hepar : Monitor konsentrasi dalam plasma b.m 30-90 menit. 1 minggu -6 bulan 3-3.v.35 /kg BB.5 jam. • Tetes mata c.6 per kg BB. 1. Dewasa .0.v.atau i. Dewasa 0.3 /kg BB Protein binding : < 30 % Waktu paruh eliminasi : Infant : umur < 1 minggu 3-11.

Reaksi alergi . Ototoksisitas (vestibular) .Pseudomotor Cerebral . ataxia) . kemerahan < 1% .Granulocytopenia .30% • Jangan disimpan di refrigerator Kontraindikasi Hipersensitif terhadap Gentamisin dan Aminoglikosida lain Efek Samping > 10% .Neuromuskuler dan skeletal : Gait instability .Trombositopeni Interaksi .Kulit : rash. gatal.Penyimpanan : • Tidak berwarna sampai kuning muda pada penyimpanan pada suhu 2% .Ginjal : Nefrotoksik ( meningkatkan klirens kreatinin) 1% – 10% .Cardiovaskuler : Edeme .Otic : Ototoksisitas (auditory).Dyspnea .Susunan syaraf pusat : Neurotosisitas (vertigo.Fotosensitif .Agranulositosis .

pemantauan pendengaran untuk pemakaian > dari 2 minggu Bentuk Sediaan Krem. Sefalosporin. 70 mg (50 ml). 100 mg (50 ml. Diuretik dapat meningkatkan efek nefrotoksik. jumlah urin yang keluar BUN.Dengan Makanan : Harus dipertimbangkan terhadap diet makanan yang mengandung Calcium.Terhadap Ibu Menyusui : Dieksresi melalui ASI dalam jumlah kecil . Sebagai Sulfat 10 mg/ml (6 ml.1 % (15 g.. 120 mg (100 ml) Larutan Injeksi.Terhadap Anak-anak : - .90 mg (100 ml).Terhadap Kehamilan : Factor risiko : C . magnesium . 30 g) Infus. 80 mg (50 ml. efek potensiasi dengan neuromuscular blocking agent . Sebagai Sulfat (Premixed in NS) 40 mg (50 ml). 60 mg (50 ml. 100 ml).Dengan Obat Lain : Penisilin.10 ml) Vial Larutan Injeksi. 100 ml). Topical Sebagai Sulfat 0. Sebagai Sulfat 40 mg/ml (2 ml. 20 ml) (Dapat Mengandung Metabisulfit) Larutan Injeksi. 100 ml). potassium Pengaruh . 8 ml. Amfoterisin B.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Analisis urin. serum kreatinin. Pediatrik Sebagai Sulfat 10 mg/ml (2 ml) (Dapat mengandung Metabisulfit) .

kondisi dengan depresi neuromuskuler transmitens • Aminoglikosoda secara parenteral dapat menimbulkan nefrotoksisitas dan ototoksisitas dapat secara langsung secara proporsional dengan jumlah obat yang diberikan dan durasi pengobatan. Cara pemakaian c. 15 ml) Mengandung Benzalkonium Klorida Peringatan • Jangan digunakan pada pengobatan yang lama karena dapat berisiko toksik pemberian yang lama yaitu penurunan fungsi ginjal. Apa yang dilakukan jika pasien lupa minum obat d. Cara penyimpanan Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 .3% (3 mg/g (3. Bentuk sediaan yang diberikan b.Larutan Injeksi. tinnitus atau vertigo adalah indikasi dari vestibular injuri dan mengancam hilangnya pendengaran. Interaksi yang mungkin terjadi e. Pediatrik Sebagai Sulfat (Preservative Free) : 10 mg/ml (2 ml) Saleb Mata Sebagai Sulfat 0.3% (5 ml.1% (15 g. 30 g) Tetes Mata Sebagai Sulfat 0. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien a. miastenia gravis. hipokalsemia.5 g)) Saleb Kulit Sebagai Sulfat 0.

4´-dione.Fungistop .Griseofulvin Prafa .Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes. termostabil. Larut dalam etanol.Keterangan Griseofulvin adalah antibiotika fungistatik yang dihasilkan oleh : Penicillium griseofulvum atau species lain dari Penisillium termasuk P chrysogenum Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . C17H17ClO6 Griseofulvin berwarna putih atau putih krem. benzen.Fulcin .php/informasi-obat/267-gentamisin. aseton.6-trimethoxy. rasa pahit.id/index.1´(2)-cyclohexene]-3. petroleum eter. kloroform.etil asetat dan asam asetat. : Griseofulvin Microsize mengandung partikel berukuran diameter 4 µm dan Griseofulvin Ultramicrosize mengandung partikel berukuran diameter < 1 µm.Griseofort . metanol.6´: methylspiro[benzofuran-2(3H). .Nama & Struktur Kimia .4.html Griseofulvin Deskripsi . Praktis tidak larut dalam air.Griseofulvin (Generik) .Sifat Fisikokimia Sinonim : 2S-trans ]-7-chloro-2´. Dalam perdagangan obat ini tersedia untuk penggunaan secara oral sebagai Griseofulvin Microsize dan Griseofulvin Ultramicrosize.go.tasikmalayakota.Mycostop .

absorpsi Griseofulvin microsize bervariasi (25 % hingga 70 % dari dosis oral). Kontraindikasi Penyakit hati yang berat. porfiria. lupus erytematosus sistemik (risiko serangan). menyusui. pria sebaiknya tidak merencanakan mempunyai anak selama 6 bulan dalam pengobatan. kemudian dosis diturunkan jika telah ada respon. Anak-anak : 10 mg/kg sehari dalam dosis terbagi atau dosis tunggal.Indikasi Infeksi dermatofit pada kulit. rambut dan kuku jika terapi topikal tidak berhasil atau tidak cocok. Sediaan griseofulvin mempunyai waktu kadaluarsa 2 – 5 tahun sesuai tanggal kadaluwarsa yang tercantum dari masing-masing produsen obat. kulit kepala. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dewasa :500 mg sehari dalam dosis terbagi atau dosis tunggal. pada infeksi berat dosis dapat ditingkatkan hingga dua kali lipat . absorpsi meningkat jika digunakan bersama makanan yang mengandung lemak ( absorpsi ultramicrosize pada saluran cerna ~ 1. feses dan keringat Stabilitas Penyimpanan Sedíaan griseofulvin harus disimpan pada suhu kurang dari 40°C.5 kali daripada microsize ) Distribusi : menembus plasenta Metabolisme : sebagian besar di hati T½ eliminasi : 9-22 jam Ekskresi : urine (< 1% dalam bentuk obat tidak berubah). . Tablet Griseofulvin Microsize dan Griseofulvin Ultramicrosize harus disimpan dalam wadah tertutup rapat. kehamilan (hindari kehamilan selama penggunaan obat dan hingga 1 bulan setelah pengobatan. Dosis. Farmakologi Absorpsi : absorpsi Griseofulvin ultramicrosize hampir sempurna.

gunakan alat kontrasepsi yang efektif selama pengobatan dan hingga paling sedikit 1 bulan sesudah pengobatan (penting : efektivitas oral kontrasepsi diturunkan.Terhadap Ibu Menyusui : Distribusi ke dalam air susu ibu tidak diketahui . kebingungan.Dengan Makanan : Konsentrasi griseofulvin dapat meningkat jika digunakan bersama makanan . neuropati perifer. juga pria pria sebaiknya tidak merencanakan mempunyai anak selama 6 bulan setelah menjalani pengobatan. 3A4 (lemah) Meningkatkan efek/toksisitas : Toksisitas ditingkatkan dengan etanol. dilaporkan terjadi fenotoksisitas dan teratogenisitas pada hewan. sakit kepala. Menurunkan aktivitas warfarin. Etanol : hindari etanol (dapat meningkatkan depresi SSP). ruam termasuk yang jarang terjadi erithema multiform. gangguan tidur. Etanol akan menyebabkan reaksi type ’’disulfiram’’ seperti kemerahan. tidak banyak terjadi hepatotoksisitas. diare . rasa lelah. Pengaruh . 2C8/9 (lemah).Terhadap Kehamilan : Dihindari penggunaannya pada wanita hamil . Menurunkan efektivitas kontrasepsi oral . muntah. sakit kepala. pusing. Faktor risiko : C . terutama makanan yang mengandung lemak tinggi. mual dan pada beberapa pasien mengalami muntah dan nyeri dada dan/atau abdominal. dapat menyebabkan takikardi dan flushing (kemerahan) Menurunkan efek : barbiturat dapat menurunkan kadar griseofulvin. necrolysis epidermal toksik. gangguan koordinasi. leukopenia. dan fotosensitivitas Interaksi .Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: induksi CYP1A2 (lemah).Terhadap Anak-anak : - .Efek Samping Mual.

Obat ini menyebabkan sensitivitas terhadap sinar matahari dan cahaya ultra violet lain. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Hindari paparan yang terlalu lama terhadap sinar matahari. umur dan berat badan. atau dengan makanan atau susu untuk menghindari gangguan saluran cerna (GI upset) Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi.. hati dan hematopoetik Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Jangan menjalankan mesin. Gunakan tabir surya atau gunakan pakaian untuk melindungi tubuh hingga tubuh dapat mentoleransi kembali. kendaraan bermotor karena griseofulvin dapat menurunkan kewaspadaan. Sangat penting untuk menjaga kebersihan selama dan sesudah untuk mencegah terjadinya reinfeks. Penggunaan obat bersama dengan makanan yang mengandung lemak (kacang atau es krim )untuk meningkatkan absorpsi.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi terhadap tes laboratorium : reaksi palsu positif pada pemeriksaan kadar VMA urin Parameter Monitoring Tes fungsi ginjal. Pastikan hal ini dilakukan. seperti kondisi pasien. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker.i .

Jangan diberikan pada orang lain. kecuali atas anjuran dokter. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. Jika pasien lupa minum obat. hati dan hematopoetik secara periodik Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat . mintalah nasehat dokter atau apoteker Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep.php/informasi-obat/274-griseofulvin.go. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini.tasikmalayakota. Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi ginjal.Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter . Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. segera mungkin minum obat setelah ingat.html . Mekanisme Aksi Menghambat mitosis sel jamur pada metafase. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. berikatan dengan keratin manusia menyebabkan resistensi terhadap invasi jamur.id/index. kecuali atas saran dari dokter atau apoteker.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful