Fenoksimetil Penisilin (Penisilin V) Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : : Asam (2S,5R,6R)-3,3-dimetil-7-okso-6-(2-fenoksiasetamido)-4-tia-1azobiksol

[3,2,0]heptana-2-karboksilat [87-08-1]. (C16H18N2O5S)2 Potensi penisilin V tidak kurang dari 1525 dan tidak lebih dari 1780 unit penisilin V tiap mg. Pemerian serbuk hablur, putih:tidak berbau. Tidak larut dalam minyak lemak: sangat sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol dan dalam aseton. - Keterangan : Catatan : 250mg = 400.000 unit.

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang

Indikasi Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap penicillin meliputi infeksi saluran pernafasan, otitis media, sinusitis, kulit, dan saluran kemih; profilaksis pada demam rheumatoid. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis Oral: Infeksi Sistemik: Anak < 12 tahun, 25-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam; dosis maksimal 3 g/hari. Anak > 12 tahun dan dewasa: 125-500 mg setiap 6-8 jam. Profilaksis pneumococal: Anak < 5 tahun, 125 mg dua kali sehari.

Anak > 5 tahun, dan dewasa, 250 mg dua kali sehari. Profilaksis demam reumatoid kambuhan: Anak < 5 tahun, 125 mg dua kali sehari. Anak > 5 tahun, dan dewasa, 250 mg dua kali sehari. Penyesuaian dosis untuk gagal ginjal: ClCr <10 mL/menit; diberikan 250 mg setiap 6 jam. Pemberian obat: Oral:Diberikan dalam keadaan perut kosong untuk meningkatkan absorbsi obat. Farmakologi Absorbsi : 60% sampai 73%. Distribusi: masuk kedalam air susu ibu. Ikatan protein plasma: 80% T½ eliminasi: 30 menit, dan mengalami perpanjangan pada gagal ginjal. T max: 0,5-1 jam. Ekskresi : urin (dalam bentuk utuh dan dalam bentuk metabolit). Stabilitas Penyimpanan Sediaan tablet dan serbuk oral suspensi: disimpan pada suhu 15-30°C. Setelah mengalami pencampuran, obat disimpan dalam lemari pendingin (2-8°C), jangan digunakan setelah 14 hari. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap penisilin atau komponen lain dalam sediaan. Efek Samping > 10% : Gastrointestinal: diare sedang, muntah, mual, atau kandidiasis. < 1% : (Kejadian jarang dan dapat hilang dengan sendirirnya); akut interstisial nephritis; konfusi; anemia hemolitik; positif coombs’ test.

Interaksi - Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek toksis: Probenezid dapat meningkatkan kadar penisilin. Aminoglikosida kemungkinan mempunyai efek sinergi dengan penisilin. Penisilin kemungkinan mempunyai meningkatkan efek paparan metotreksat selama proses terapi (monitoring). Menurunkan efek: Tetrasiklin kemungkinan dapat menurunkan efektifitas dari penisilin. Meskipun masih dalam penelitian, efek kontrasepsi oral dapat diturunkan efektifitasnya oleh penisilin. - Dengan Makanan : Makanan dapat menurunkan kadar absorbsi penisilin; dapat menurunkan kadar obat dalam serum plasma. Pengaruh - Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B - Terhadap Ibu Menyusui : Dieksresi kedalam air susu ibu. Hati-hati jika terjadi reaksi hipersensitifitas pada anak. - Terhadap Anak-anak : Data masih terbatas; hati-hati jika timbul reaksi hipersensitifitas setelah pemberian obat. - Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan lama : dapat mempengaruhi hasil pengukuran fungsi Ginjal. Parameter Monitoring Pada penggunaan jangka waktu lama : dilakukan monitoring terhadap : Fungsi ginjal (ClCr, BUN). Tanda – tanda kejadian anafilaksis pada pemberian dosis awal. Bentuk Sediaan

diare atau respon hipersensitivitas. INDONESIA. dan sel bakteri menjadi pecah (lisis). Amati jika ada timbul gejala ESO obat. riwayat kejang atau hipersensitif terhadap sefalosporin.Serbuk Oral Suspensi. Tablet Peringatan Digunakan secara hati – hati pada pasien gagal ginjal (penyesuaian dosis). Mengamati kemungkinan adanya efek anafilaksis pada pemberian dosis awal. seperti mual. maka sebaiknya penisilin V digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat satu atau lebih pada ikatan penisilinprotein (PBPs – Protein binding penisilin’s).Volume 41 200 . akibatnya biosintesis dinding sel terhambat. 1995. (DIH). AHFS DRUG. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbuknya resistensi. sehingga menyebabkan penghambatan pada tahapan akhir transpeptidase sintesis peptidoglikan dalam dinding sel bakteri. Daftar Pustaka Drug information hand book. ISO. 2005 Farmakope Indonesia IV. harap menghubungi apoteker. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). maka harap menghubungi dokter. 2006.

paratifus dan salmonelosis lainnya.http://dinkes. 2. dan pada dosis tinggi bersifat bakterisid.go. atau untuk mencegah infeksi ringan. Kontra Indikasi: Penderita yang hipersensitif atau mengalami reaksi toksik dengan kloramfenikol. Kloramfenikol efektif terhadap bakteri aerob gram-positif. Aktivitas antibakterinya dengan menghambat sintesa protein dengan jalan mengikat ribosom subunit 50S.php/informasi-obat/259-fenoksimetil-penisilin-penisilinv. yang merupakan langkah penting dalam pembentukan ikatan peptida. termasuk Streptococcus pneumoniae. batuk-pilek. influenzae (terutama infeksi meningual). Komposisi: Tiap kapsul mengandung 250 mg kloramfenikol Cara Kerja: Kloramfenikol adalah antibiotik yang mempunyai aktifitas bakteriostatik.Untuk infeksi berat yang disebabkan oleh H.Kloramfenikol merupakan obat pilihan untuk penyakit tifus.tasikmalayakota.html Chloramphenicol 250 mg Indikasi: 1. dan beberapa bakteri aerob gram-negatif. termasuk Haemophilus influenzae. lymphogranuloma-psittacosis dan beberapa bakteri gram-negatif yang menyebabkan bakteremia meningitis. Jangan digunakan untuk mengobati influenza. dan infeksi berat yang lainnya. rickettsia.id/index. . infeksi tenggorokan.

Salmonella. Peringatan dan Perhatian: Pada penggunaan jangka panjang sebaiknya dilakukan pemeriksaan hematologi secara berkala. Yersinia pestis. Ps. anak-anak. tolbutamid. gangguan saluran pencernaan. klorpropamid dan siklofosfamid. Proteus mirabilis. Brucella dan Shigella. Vibrio cholerae. Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan ginjal. wanita hamil dan menyusui. . dan bayi berumur lebih dari 2 minggu : 50 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi 3 – 4. fenitoin. Bayi prematur dan bayi berumur kurang dari 2 minggu : 25 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi 4.Neisseria meningitidis. Interaksi Obat: Kloramfenikol menghambat metabolisme dikumarol. Francisella tularensis. Pseudomonas mallei. fenobarbital. terlindung dari cahaya. cepacia. Cara Penyimpanan: Simpan di tempat sejuk dan kering. reaksi hipersensitif dan sindroma kelabu. Penggunaan kloramfenikol dalam jangka panjang dapat menyebabkan tumbuhnya mikroorganisme yang tidak sensitif termasuk jamur. reaksi neurotoksik. Efek Samping: Diskrasia darah. bayi prematur dan bayi yang baru lahir. Dosis: Dewasa.

H. Infeksi berat yang disebabkan oleh Salmonella. KONTRA INDIKASI • • • Hipersensitif. manfaat atau kegunaan dan khasiat atau dalam bahasa medis indikasi. juga akan menerangkan efek samping atau kerugian. Tidak dianjurkan untuk pencegahan.blogspot. Gangguan fungsi ginjal. dan inilah penjelasannya: KOMPOSISI Chloramphenicol / Kloramfenikol. pantangan atau kontra indikasi serta bahayanya. Gangguan fungsi hati dan ginjal. over dosis atau keracunan. aturan pakai. dan farmakologi serta meknisme kerja dari obat Kloramfenikol.com/2010/10/obat-pencernaan. INDIKASI • • Demam tifus dan paratifus.Kemasan: Kotak 10 blister @ 12 kapsul HARUS DENGAN RESEP DOKTER http://dyachaniex. influenzae (terutama infeksi meningeal). PERHATIAN • • Penggunaan jangka panjang. Rickettsia. Informasi obat kali ini akan menjelaskan jenis obat antibiotik golongan Chloramphenicol / Kloramfenikol. yang diantaranya menjelaskan dosis obat Kloramfenikol. .html Kloramfenikol. limfogranuloma-psitakosis dan bakteri Gram negatif yang menyebabkan meningitis bakterial. komposisi atau kandungan obat Kloramfenikol. cara minum/makan atau cara menggunakannya.

Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin. PENYAJIAN Dikonsumsi pada perut kosong (1 atau 2 jam sebelum/sesudah makan) Cari Artikel . anak-anak & bayi berusia lebih dari 2 minggu : 50 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi 3-4 kali pemberian per hari. gangguan saluran pencernaan. HAMIL Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Pemeriksaan hitung darah harus dilakukan secara berkala. Hamil dan menyusui. Interaksi obat : Dikumarol. Tolbutamid.• • • • Bayi prematur dan bayi baru lahir. kemerahan pada kulit. Gray syndrome pada bayi. anemia aplastis. • Bayi prematur dan bayi berusia kurang dari 2 minggu : 25 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi 4 kali pemberian per hari. enterokolitis. Fenitoin. SAMPING EFEK biduran/kaligata. INDEKS KEAMANAN PADA WANITA Depresi sumsum tulang. KEMASAN kapsul 250 mg DOSIS • Dewasa. Fenobarbital.

Artikelku • • • • • • • informasi obat kloramfenikol nama honorer katagori 1 kabupaten Pontianak support system dalam kehamilan bahaya obat nyamuk bagi pernafasan proses pengolahan batubara laporan kasus askep grastitis askep waham http://runtah.com/kloramfenikol/ .

• o Bidang Promosi Kesehatan    Seksi Pemberdayaan Masyarakat Seksi Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Seksi Informasi dan Komunikasi Kesehatan o Bidang Pelayanan Kesehatan    Seksi Kesehatan Dasar dan Rujukan Seksi Kesehatan Khusus Seksi Kefarmasian o Bidang KESGA    Seksi Perbaikan Gizi Masyarakat Seksi Kesehatan Ibu dan Lanjut Usia Seksi Kesehatan Anak dan Remaja o Bidang PDKL    Seksi Penanggulangan Penyakit Seksi Kesehatan Lingkungan Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit o o • • • UPTD Jabatan Fungsional Berita Unit Layanan Puskesmas Online o o PKM Cibeureum PKM Kahuripan .

Bimatra . agak higroskopis.Decacycline . Dalam larutan dengan pH lebih kecil dari 2. dalam larutan alkali hidroksida dan dalam larutan karbonat. Pemerian: serbuk hablur.Cendocycline .6.Cortatin .11. tidak berbau. potensi berkurang dan cepat rusak dalam larutan alkali hidroksida.HCl Mengandung tidak kurang dari 900 µg C22H24N2O8.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Sifat Fisikokimia 4-(Dimethilamino)-1. stabil di udara tetapi pada pemaparan terhadap cahaya matahari yang kuat dan : udara lembab akan menjadi gelap. Kelarutan: larut dalam air.5a.12.Bufacyn .Conmycin .10.4a.5. C22H24N2O8.4. sukar larut dalam etanol.Corsatet . praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.12a-oktahidro-3. kuning.o o • • • • PKM Cipedes PKM Indihiang Buku Tamu Galleri Video Kontak Tetrasiklin Deskripsi .Nama & Struktur Kimia .11diokso-2-naftasenakarboksamida monohidroklorida[60-54-8].Dantetra .Dumacycline . .Citocyclin .Binotra .Bufatetra .6.12a: pentahidroksi-6-metil-1.HCl tiap mg.

dan Rickettsia. .Novabiotic .Gametra .Soltralin . pylori pada tukak lambung.Farsycline .Talsutin Vaginal . Eradikasi Helicobacter pylori: 500 mg 2-4 kali/hari tergantung dari protokol tercapai.Zenicyclin .Ramatetra .Enkacyclin .50 mL/menit: setiap 12-24 jam. dan pengobatan gonnore dan sipilis bagi pasien yang alergi tehadap penicillin.Unicycline . Chlamidia.Terikortin .Megacycline . Penyesuaian dosis pada gagal ginjal: ClCr 50 .Sakacycline .Itracycline . Penyesuaian dosis pada kerusakan hati: hindarkan penggunaan obat atau dengan dosis maksimal 1 g/hari.Wiclin .80 mL/menit: diberikan setiap 8-12 jam. disesuaikan dengan komponen antibiotik lain yang digunakan dan H2 bloker yang digunakan.Tetradex .Novacycline ..Licoklin .Tetrarco . digunakan juga sebagai salah satu komponen multidrug pada pengobatan eradikasi H. Dosis.Hitetra .Steclin .Erlacycline .Samtetra . bronchitis kronis eksaserbasi.Hufacyclin .Supertetra .Enpicortyn .Varcycline .Sanlin . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak–anak >8 tahun: 25-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam. Dewasa: 250-500 mg/dosis setiap 6 jam. ClCr 10 . untuk pengobatan acne.Indocycline .Suprabiotic .Tetrin . ClCr <10 mL/menit: diberikan setiap 24 jam.Tetrasanbe .Altetra Indikasi Digunakan untuk jenis bakteri penginfeksi gram posistif maupun gram negatif yang sensitif. dapat digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh Mycoplasma.

jangan diberikan pada anak < 8 tahun. wanita hamil. feses (dalam bentuk aktif). SSP : Meningkatnya tekanan intrakranial. Farmakologi Absorbsi: Oral: 75% Distribusi: sejumlah kecil obat mencapai kandung empedu. . Dermatologi : Photosensitivity. pruritos. atau 2 jam setelah makan) meningkatkan jumlah absorbsi obat. pseudotumor serebri. Digunakan 1-2 jam sebelum atau 4 jam setelah penggunaan antasida. Efek Samping Angka kejadiannya tidak diketahui : Cardiovascular : Pericarditis. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap tetrasiklin atau terhadap komposisi formulasi yang terdapat dalam obat. T max serum: oral: 2-4 jam.Cara pemberian: Digunakan pada keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan. relatif terdifusi dari darah ke cairan serebrospinal. karena magnesium dan aluminium akan membentuk khelat dengan tetrasiklin yang akan menurunkan jumlah absobsi obat. parestesia. penetrasi ke dalam cairan serebrospinal bagus jika ada inflamasi. Eksresi: 60% dalam bentuk utuh. gagal ginjal: 57-108 jam. Endokrin dan metabolik : Sindrom diabetes insupindus. T½ eliminasi: fungsi ginjal normal 8-11 jam. Ikatan protein: ~65%. Stabilitas Penyimpanan Simpan sediaan oral tetrasiklin dalam suhu kamar dan terhindar dari cahaya. pigmentasi pada kulit.

ergot alkaloid. inhibitor CYP3A4 (moderat) Meningkatkan efek toksis: anestesi nethoksiflurane dapat meningkatkan efek fatal nefropati. suprainfeksi kandida. didanosine. HMG-CoA reduktase inhibitor. Renal : ARF. phenytoin. esophagitis. Haematologi : Tromboflebitis Hepatic : Hepatotoksis. nafcillin. anaphilaksis. Ca-chanel bloker. dan substrat CYP3A4 lainnya Menurunkan efek: Menurunkan jumlah absorbsi dari tetrasiklin: Kalsium. mirtazapin.Dengan Obat Lain : Efek pada sitokrom P450: substrat CYP3A4 (utama). zink sodium bikarbonate.Dengan Makanan : Makanan kemungkinan akan menurunkan konsentrasi kadar serum tetrasiklin. cisapride. anorexia. azotemia. sildenafil. Lain-lain : Suprainfeksi. pseudo-membranous collitis. pancreatitis. Benzodiazepine. nateglinie. magnesium atau aluminium yang terkandung dalam antasida. quinapril. carbamazepine. .diare. phenobarbital. nefirapine. besi. Kemungkinan meningkatkan kadarnya secara selektif terhadap. cram lambung. tacrolimus. sukralfat.Gastrointestinal : Pelunturan warna gigi dan email (anak – anak). rifampicin dan CYP3A4 inhibitor lainya. nefazodon.muntah. quinidin. gagal ginjal. cylosporin. pimozid. efek antikoagulan dapat meningkat. reaksi hipersensitif. Pengaruh . venlavaxine. Warfarin. mual. Tingkatan efek tetrasiklin akan diturunkan oleh: aminoglutethimide. staphylococcal enterocolitis. Interaksi .

Tetrasiklin mampu menembus plasenta dan menembus kedalam sirkulasi sistemik janin. .. CBC Parameter Monitoring Pada penggunaan jangka lama: Renal Hepatic Hematologi Suhu WBC Kultur biakan bakteri Status mental Bentuk Sediaan Kapsul (Dalam Bentuk Hidroklorid).Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : D. . . hipoplasia dan keterlambatan perkembangan otot . renal.Terhadap Ibu Menyusui : Obat dieksresikan dalam ASI.Terhadap Anak-anak : Tidak dianjurkan untuk anak < 8 tahun. tidak direkomendasikan. dapat menyebabkan pewarnaan yang permanen pada gigi bayi jika digunakan pada fase pertengahan kehamilan. Tablet Peringatan Penggunaan tetrasiklin selama proses pembentukan gigi kemungkinan akan menyebabkan pelunturan warna gigi dan lapisan emailnya.Terhadap Hasil Laboratorium : Berpengaruh pada hasil pengukuran : fungsi hepar. Suspensi Oral.

Daftar Pustaka Drug information hand book. 2005 Farmakope Indonesia IV. Penggunaan dengan hati-hati pada pasien gangguan hati dan ginjal . http://dinkes.id/index. harap menghubungi apoteker. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat.skelet dan pertumbuhan tulang. AHFS DRUG. 2006.Volume 41 2006. maka sebaiknya tetrasiklin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi.tasikmalayakota. diare atau respon hipersensitivitas. keadaan ini akan berisiko lebih besar pada pasien <4 tahun dan menerima dosis tinggi tetrasiklin. maka harap menghubungi dokter. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). Amati jika ada timbul gejala ESO obat.php/informasi-obat/388-tetrasiklin . Penyesuaian dosis untuk pasien gagal ginjal dan diketahui adanya peningkatan BUN akibat penggunaan antibiotik lainya. (DIH). INDONESIA. ISO. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis protein bakteri dengan berikatan pada 30S dan mungkin juga 50S ribosom sub unit pada bakteri yang sensitif. 1995. kemungkinan juga menghasilkan perubahan pada membran sitoplasma bakteri.go. seperti mual.

Peringatan dan Perhatian: Penggunaan antibiotika topikal kadang-kadang menyebabkan suburnya pertumbuhan . Direkomendasikan oleh 2 pembaca. Cara Penggunaan: Obat luar. pioderma. Beri rekomendasi: Indikasi: Untuk pengobatan infeksi kulit primer maupun sekunder seperti impetigo kontagiosa.4 kali sehari. Cara Kerja Obat: Gentamisina merupakan suatu antibiotika golongan aminoglikosida yang efektif untuk menghambat kuman-kuman penyebab infeksi kulit primer maupun sekunder seperti Staphylococcus yang menghasilkan penisilinase. furunkulosis. Kontra Indikasi: Alergi terhadap gentamisina. Posologi: Oleskan pada lesi kulit 3 .Gentamicin Rating: ♥♥♥. psoriasis dan macam-macam dermatitis lainnya. Pseudomonas aeruginosa dan lain-lain. Komposisi: Tiap gram salep mengandung gentamisina sulfatsetara dengan gentamisina 1 mg. ektima.

Sifat Fisikokimia : - : Diperdagangan doksisiklin berada dalam bentuk doksisiklin kalsium.com/Gentamicin-P626. pengobatan dengan Gentamisina harus dihentikan dan harus diberi terapi pengganti yang tepat. • Obat-obat bakterisid tidak efektif terhadap infeksi kulit yang disebabkan virus dan jamur. doksisiklin hiklat. Efek Samping: Iritasi ringan. Bila hal ini terjadi atau terdapat iritasi.doksisikline monohidrat. • Karena keamanan pemakaian Gentamisina pada wanita hamil secara absolut belum dipastikan. Bukan untuk mata HARUS DENGAN RESEP DOKTER http://www.Nama & Struktur Kimia . merupakan serbuk kristal .html Doksisiklin Deskripsi . sesitisasi atau superinfeksi. eritema dan pruritus. tidak boleh digunakan pada wanita hamil dalam jumlah yang banyak atau periode waktu yang lama. Terlindung dari pengaruh panas yang berlebihan.mikroorganisme yang tidak sensitif terhadap antibiotika.dechacare. Cara Penyimapanan: Dalam wadah tertutup rapat. • Gentamisina tidak untuk pengobatan mata. seperti jamur.

ulserasi aphthous . juga digunakan untuk infeksi saluran napas dan genital mikoplasma. brucella (Doxycycline dengan strepto mycin atau rifampicin . lymphogranuloma venereum). herpes simpleks oral. prostatitis kronik.Viadoxin Indikasi Obat golongan tetrasiklin merupakan pilihan untuk infeksi yang disebabkan oleh chlamydia (trachoma. penyakit inflamasi pelviks. dan spirochaeta. salpingitis. Dosis. rosacea.Doxycycline . anak-anak (hanya bila antibakteri lain tidak dapat diberikan) 5 . pengobatan dan profilaksis pada antraks. ricketsia (termasuk Qfever).Interdoxin .Dotur .3 Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Doxicor . psittacosis. Rekonstitusi doksisiklin hiklat untuk pemberian IV menggunakan air untuk injeksi. Clamidia genital tanpa komplikasi. Sifilis awal 100 mg dua kali sehari selama 14 hari. sinusitis. periodontitis.Doxin . Bentuk hiklat larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol. urethritis non gonococcal : 100 mg dua kali sehari selama 7 hari (14 hari pada penyakit inflamasi pelviks).Dumoxin .berwarna kuning.Keterangan Doksisiklin merupakan antibiotik tetrasiklin semisintetik turunan dari : oksitetrasiklin. Cara Pemberian dan Lama Pemberian 200 mg pada hari pertama. Borrelia burgdorferi (penyakit lyme) . acne vulgaris.Siclidon .Vibramycin .8 . kekambuhan (recurrent). antraks (pengobatan atau post profilaksis) 100 mg dua kali sehari. kemudian 100 mg perhari. . urethritis.Doxacin . pengobatan dan profilaksis malaria. larutan mempunyai pH 1. sifilis. pada infeksi berat (termasuk infeksi saluran kemih) 200 mg perhari.3. sifilis 200 mg dua kali sehari selama 28 hari. bentuk monohidrat sangat sedikit larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol.

Tablet doksisiklin yang telah digerus stabil paling tidak dalam 6 hari bila dikemas dalam aluminium foil dan disimpan dalam suhu kamar. dengan mudah melewati plasenta . sehingga tidak boleh diberikan pada anak dibawah 12 tahun. Rekonstitusi dengan 0.1 – 1 mg doksisiklin per mL stabil selama 48 jam pada suhu 25°C. cairan saliva dan penetrasi ke dalam cairan serebrospinal hanya sedikit. absorbsi diturunkan oleh makanan atau susu sebesar 20% Distribusi : terdistribusi secara luas dalam jaringan tubuh dan cairan tubuh termasuk cairan sinovial . Protein binding (ikatan obat dengan protein) : 90% Metabolisme : tidak melalui hepar. Namun demikian doksisiklin dapat diberikan pada anak-anak untuk pengobatan dan profilaksis setelah terekspos antraks jika antibakteri lain tidak dapat diberikan.9 % sodium klorida atau 5 % dektrosa. Kontraindikasi . oral suspensi doksisiklin monohydrate stabil selama 2 minggu pada suhu kamar.-4 jam Ekskresi : feces (30%). sebagian diinaktivasi dalam saluran cerna dalam bentuk khelat T½ eliminasi (half-life elimination) : 12-15 jam (biasanya meningkat hingga 22-24 jam dalam penggunaan dosis ganda) . cairan seminal dan sekresi bronkial. Pada rekonstitusi dengan air. pleural. Obat ini juga kontraindikasi pada wanita hamil dan menyusui. pada ESRD (End-stage renal disease) : 18 – 25 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. larutan IV doxycycline hyclate mengandung 0. Farmakologi Absorbsi : Oral : hampir sempurna . urin (23%) Stabilitas Penyimpanan Kapsul doksisiklin hiklat dan tablet film-coated harus disimpan wadah yang tertutup rapat dan terhindar dari cahaya pada suhu 30°C atau kurang. Kontraindikasi Deposit tetrasiklin pada jaringan tulang dan gigi selama pertumbuhan anak (melalui ikatan dengan kalsium) menyebabkan pewarnaan dan kadang-kadang hypoplasia pada gigi. prostatik. sebaiknya antara 15 – 30°C. masuk ke dalam air susu ibu. serum: 1.mg/kg sehari terbagi dalam dua dosis (maksimal 200 mg sehari).

iritasi esophagus.lain adalah pasien yang alergi dengan obat ini. fotosensitivitas dan reaksi hipersensitivitas (termasuk rash. gangguan darah.Terhadap Ibu Menyusui : Efek seperti penggunaan tetrasiklin pada ibu menyusui. urticaria. Dihindarkan penggunaan pada ibu menyusui (meskipun absorpsi dan gangguan pewarnaan pada gigi bayi dapat dicegah melalui pembentukan khelat dengan kalsium dalam air susu ibu) . efek pada perkembangan skeletal. sindrom Stevens-Johnson. Sakit kepala dan gangguan penglihatan menunjukkan hipertensi intrakranial (pengobatan dihentikan). Faktor risiko : D . Interaksi . Tetrasiklin meningkatkan kelemahan otot (muscle weakness) pada pasien dengan gravis myasthenia dan . hepatotoksis maternal pada pemberian parenteral dosis tinggi. pericarditis). anoreksia . Masuk dalam air susu ibu/tidak direkomendasikan. Efek Samping Mual muntah.Terhadap Kehamilan : Efek pada kehamilan seperti penggunaan tetrasiklin. angioedema. flushing dan tinnitus. dysphagia.Dengan Obat Lain : . exfoliativ dermatitis. diare.Dengan Makanan : Tidak ada data Pengaruh . anaphylaxis. Efek samping yang jarang terjadi hepatotoksisitas. pancreatitis.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Tes fungsi hati Bentuk Sediaan Kapsul Peringatan Penderita gangguan hati atau menerima obat-obatan yang potensial hepatotoksik. . Pada trimester kedua dan ketiga (2 dan 3) gangguan pewarnaan pada gigi. Pada trimester pertama (1) pada studi hewan.

Jangan menggunakan obat OTC atau obat resep yang lain tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Gunakan krim tabir surya (sunscreen) dan pakaian pelindung. muntah dan gangguan penglihatan. Gunakan kelambu.Anda kemungkinan masih dapat terkena malaria selama menggunakan obat ini . Kapsul harus ditelan dalam bentuk utuh dengan air yang cukup dan makanan. Ini termasuk sediaan herbal dan dietary supplements lain. mual. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Obat ini dapat menyebabkan sensitivitas terhadap cahaya matahari. Jika harus menggunakan produk tersebut secara bersamaan minumlah doksisiklin dengan selang waktu minimal 2 jam terhadap produk-produk tersebut. Obat harus digunakan sampai habis. segera mungkin minum obat setelah ingat. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Jangan menggunakan obat lebih lama dari 4 bulan. Penggunaan obat harus dihentikan dan segera hubungi dokter apabila pasien mengalami sakit kepala. es krim. ketergantungan alkohol . Jika pasien lupa minum obat. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat segera hubungi . Hindari penggunaan bersama dengan antasida. suplemen yang mengandung besi. Apabila obat tidak dihabiskan maka bakteri tidak terbunuh secara tuntas dan infeksi dapat kembali terjadi.eksaserbasi systemic lupus erymthematosus. lindungi tubuh dengan pakaian dan gunakan lotion antinyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/frekwensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau petugas kesehatan. dalam posisi duduk atau berdiri untuk mengurangi iritasi pada esophagus dan ulserasi. Minumlah obat dengan makanan atau susu jika timbul rasa tidak enak pada lambung. Ini merupakan gejala serius yang harus mendapatkan pengobatan dengan segera. seperti kondisi pasien. Hubungi dokter jika terdapat kemerahan atau flushing. makanan tertentu seperti keju. Pasien yang menggunakan obat ini untuk pencegahan terhadap malaria harus memulai pengobatan 1-2 hari sebelum melakukan perjalanan. fotosensitivitas (hindari terkena sinar matahari atau sinar lampu) .umur dan berat badan. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. laksatif. Hindari terkena sinar matahari dan cahaya ultraviolet dalam waktu yang lama. tidak seperti tetrasiklin. doksisiklin dapat digunakan pada pasien gangguan ginjal dengan dosis lazim. dihindari pada penderita porphyria.

Jangan diberikan pada orang lain.Sifat Fisikokimia : C14H9CIF3NO2 Efavirenz berbentuk kristal putih atau sedikit merah jambu. kurang dari 10 mcg/ml pada pH 1-8. tanyakan pada dokter. Dengan pertumbuhan bakteri yang lambat selanjutnya mekanisme pertahanan badan (seperti sel darah putih ) akan memusnahkan bakteri tersebut. praktis tidak : larut dalam air. .tenaga kesehatan. Kelarutan makin meningkat pada pH > 10. Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 Efavirens Deskripsi . Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Mekanisme Aksi Doksisiklin memperlambat pertumbuhan bakteri yang sensitif dengan mengganggu produksi protein yang diperlukan bagi pertumbuhan bakteri . Jika anda mempunyai pertanyaan tentang obat ini.Keterangan : Efavirenz merupakan obat antiretroviral sintetik berupa turunan benzoksazinon. Golongan/Kelas Terapi . apoteker atau petugas kesehatan yang lain.Nama & Struktur Kimia .

Untuk pencegahan HIV setelah terpapar (di tempat kerja): Dosis oral: Dewasa: CDC merekomendasikan penggunaan efavirenz 600 mg sekali sehari sebelum tidur (nelfinavir. 25-32. atau abacavir dapat ditambahkan bila pemaparan berisiko tinggi terhadap .9 kg: 250 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun. Remaja pada awal pubertas menggunakan dosis pediatri. Anak-anak >= 3 tahun. Sangat disarankan penggunaan kombinasi NNRTI efavirenz dengan atau tanpa nelfinavir: dengan stavudin dan lamivudin. 10-14.4 kg: 350 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun.9 kg: 300 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun. Akan lebih baik bila diberikan kombinasi efevirenz dengan lamivudin. atau dengan zidovudin dan didanosin atau lamivudin.Anti Infeksi Nama Dagang Indikasi Pencegahan dan pengobatan Human immunodeficiency virus (HIV) Dosis. 32.5-39.9 kg: 400 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun.9 kg: 200 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak <= 3 tahun: Tidak ada data farmakokinetika yang tersedia untuk dosis efavirenz pada anak-anak <= 3 tahun. 20-24. indinavir. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis oral: Dewasa dan remaja > 40 kg: 600 mg PO sekali sehari sebelum tidur. 15-19. >= 40 kg: 600 mg PO sekali sehari sebelum tidur. Remaja dan anak-anak >= 3 tahun.

Pada penelitian in vitro. Efavirenz menghambat CYP2D6 dan CYP1A2 hanya pada konsentrasi tinggi (Ki values 82-160 µM).HIV). 400. Konsentrasi puncak tercapai 3-5 jam setelah pemberian dosis tunggal 200. CYP3A4 dengan nilai Ki (8. CYP2C19. T½ eliminasi Efavirenz adalah 52-76 jam setelah dosis tunggal dan 40-55 jam setelah beberapa kali pemberian. pada manusia tidak diketahui. CYP2C19. dan CYP3A4 mungkin mengalami perubahan konsentrasi plasma. Efavirenz mengalami metabolisme melalui sitokrom P450 (CYP) 3A4 dan CYP2B6 membentuk metabolit terhidroksilasi dengan glukuronidasi. Namun kurang dari 1% efavirenz diekskresikan dalam bentuk tidak berubah dalam urin. tetap harus diberikan terapi pencegahan meskipun sudah lebih dari > 36 jam terpapar. Meskipun penelitian pada binatang memperlihatkan pencegahan setelah terpapar > 24-36 jam kurang efektif. Farmakokinetika efavirenz pada pasien dengan penurunan fungsi hepar/ginjal belum banyak dilakukan. Makanan dengan kadar lemak tinggi/tinggi kalori akan meningkatkan AUC efavirenz dibanding kondisi puasa. dan 600 mg pada pasien yang terinfeksi HIV. Kadar tunak (steady state) tercapai dalam waktu 6-10 hari. Pada suatu penelitian. Efavirenz berikatan kuat dengan protein (99%).5-17 µM). Farmakologi Efavirenz diberikan secara oral. diketahui 14-34% efavirenz berlabel dan/atau metabolitnya diekskresikan dalam urin dan 16-61% dalam feses. Obat-obat yang menginduksi aktivitas CYP3A4 akan meningkatkan klirens efavirenz. Namun apabila terpapar. sehingga . terutama terhadap albumin. Efavirenz juga menginduksi enzim CYP3A4 sehingga meningkatkan biotransformasi obat yang dimetabolisme melalui enzim ini. terapi harus diberikan secepat mungkin dan dilanjutkan hingga 4 minggu. Pemberian bersama obat yang mengalami metabolisme melalui CYP2C9. efavirenz menghambat CYP2CP. Pada semua kasus.

3%). stupor.3%). 0. euforia. Setelah 4 minggu pengobatan. Dalam praktek klinik. dan halusinasi (1. Gangguan psikiatrik yang dilaporkan selama terapi efavirenz meliputi depresi (15. Pasien harus diberi konseling bahwa gejala akan berhenti sendiri setelah beberapa bulan.3%). anxietas (11%). insomnia (16.1% pasien menghentikan pengobatannya. gangguan kognitif (8. Pasien yang mengalami gangguan psikiatrik serius harus segera dievaluasi terhadap kemungkinan hubungan efek samping dengan penggunaan . hipoestesia. parestesia. amnesia. dibandingkan 25% pasien sebagai kontrolnya. somnolen/mengantuk (7%). Gejala yang berat terjadi pada sekitar 2% dan 2. Stabilitas Penyimpanan Simpan di bawah suhu 25°C. 0). 0.7%.2%). Efek samping SSP lain yang dilaporkan meliputi gangguan koordinasi. dan reaksi manic (mania) (0. Efek Samping 53% pasien yang menerima efavirenz mengalami gangguan SSP selama uji klinis.4%. ataksia. frekuensi gangguan psikiatrik serius dibanding kontrol berturut-turut adalah depresi berat (2. gejala ini dimulai pada terapi hari pertama atau kedua dan umumnya hilang dalam 2-4 minggu terapi. Pada penelitian terkendali (meliputi 1008 pasien yang mendapat terapi efavirenz dan 635 pasien sebagai kontrol). Kontraindikasi Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa efavirenz diekskresikan dalam ASI. sebesar 65% pasien mengalami gangguan SSP yang dirasakan seperti 'feeling stoned'. telinga berdengung.8%).5%. usaha bunuh diri nonfatal (0. 0. untuk menghindari risiko penularan HIV setelah kelahiran (postnatal transmission). dan nervousness (6.2%). CDC tidak merekomendasi ibu yang terinfeksi HIV menyusui bayinya. Pasien dengan riwayat gangguan psikiatrik lebih besar risikonya terhadap gejala ini dengan frekuensi kejadian berkisar dari 0. dan gangguan penglihatan. Gejala ini meliputi pusing (28.3%). Biasanya. kejang-kejang.9%). bingung.1%). reaksi paranoid (paranoia/psikosis) (0.4%. agitasi.3%). 0. prevalensi gejala pada SSP berkurang sekitar 5-9%. perilaku agresif (0. Pemberian sebelum tidur akan mengurangi efek samping ini.4%.2%. tremor. depersonalisasi.dampak gangguan ginjal terhadap eliminasi efavirenz seharusnya minimal. neuropat. 0. meskipun mereka menerima efavirenz.3% untuk reaksi manic hingga 2% baik depresi berat maupun keinginan bunuh diri.5%). mimpi buruk (6.3%). keinginan bunuh diri (0.

Makanan dapat meningkatkan konsentrasi efavirenz sehingga akan meningkatkan efek samping. midazolam.meskipun mereka menerima efavirenz. Pengaruh . gangguan psikiatrik ini terjadi pada sekitar 9% anak-anak yang mendapat terapi efaviren. Karena potensial teratogenik. alkaloid ergot. yang memiliki jendela terapi sempit (mis.Dengan Obat Lain : Efavirenz tidak disarankan digunakan bersama obat-obat yang metabolismenya melalui CYP3A4: astemizol. efavirenz yang juga dimetabolisme melalui CYP3A4 akan berkompetisi sehingga menurunkan klirens obat-obat tersebut dan dapat menimbulkan efek samping serius. atau tacrolimus atau jika menyebabkan peningkatan konsentrasi obat lain yang akan menimbulkan efek samping serius.Dengan Makanan : Efavirenz harus diberikan pada saat perut kosong. Disarankan penggunaan antihistamin untuk pencegahan sebelum pemberian efavirenz. anak-anak lebih peka terhadap terjadinya gangguan kulit (rash). Pada anak-anak. . Penggunaan pada wanita hamil dan potensial hamil tidak direkomendasi.efavirenz dan dapat dipertimbangkan keuntungan dibanding risiko bila terapi dilanjutkan. Interaksi . termasuk tiga kasus meningomyelocele dan satu kasus 'Dandy Walker Syndrome'.Terhadap Hasil Laboratorium : - . . tidak direkomendasi penggunaannya pada wanita hamil trimester pertama. sirolimus. lidokain.Terhadap Anak-anak : Dibanding pada dewasa.Selain itu. terfenadin.Terhadap Ibu Menyusui : Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa efavirenz diekskresikan dalam ASI. .Terhadap Kehamilan : Efavirenz diklasifikasikan dalam kategori D pada kehamilan. . Hati-hati penggunaan efavirenz dengan substrat CYP3A4 lain. dan triazolam.untuk menghindari risiko penularan HIV setelah kelahiran (postnatal transmission). karbamazepin. kisaprid.CDC tidak merekomendasi ibu yg terinfeksi HIV menyusui bayinya. Pernah dilaporkan terjadinya 'neural tube defects' pada bayi yang ibunya pernah mendapat efavirenz pada trimester pertama.

Pregnancy testing. Plasma HIV RNA. Dapat menyebabkan mual/muntah atau diare. pusing. rash. depresi berat. Segera lapor bila mengalami gangguan SSP (depresi. gunakan hati-hati pada gangguan mental/penyalahgunaan obat (predisposisi terhadap reaksi psikologik). termasuk kesulitan berkonsentrasi. pusing. Peningkatan serum transaminases >5 kali batas atas harus dipertimbangkan keuntungan dan risikonya terhadap hepatotoksisitas. mimpi buruk). Mekanisme Aksi Efavirenz menghambat HIV-1 reverse transcriptase. paranoia. LFTs. anxietas. Kehamilan/menyusui: sampaikan pada dokter apabila anda hamil atau mungkin hamil. Efavirenz tidak berkompetisi dengan . Perlu dilakukan pemeriksaan darah yang teratur pada penggunaan jangka waktu lama. dan mania. atau lain-lain. hentikan bila muncul rash. 30 menit sebelum atau 2 jam setelah makan. Serum cholesterol. Minum banyak cairan (2-3 L/hari) kecuali dokter menyarankan pembatasan cairan. insomnia. sulit konsentrasi. pada anak-anak berikan antihistamin sebagai profilaksis. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mintalah informasi tentang obat-obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama obat ini. Efavirenz tidak menyembuhkan HIV ataupun tidak mencegah penularan HIV. dan jangan menyusui bayi. mengantuk. minum sesuai petunjuk. Serum lipid profile Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Jangan digunakan sebagai terapi tunggal. jangan digunakan pada ibu hamil/potensial hamil. Hati-hati pada pasien yang diketahui atau dicurigai mengalami infeksi hepatitis B atau C (monitoring fungsi hati). percobaan bunuh diri. Obat ini hanya salah satu dari kombinasi obat-obat HIV.Parameter Monitoring CD4+ T cell count. halusinasi. dapat menyebabkan gangguan SSP dan psikiatrik. hatihati terhadap obat lain yang merupakan substrat CYP3A4.

rash.Nama & Struktur Kimia . dan efek merugikan secara periodik selama terapi. Ikatan ini menyebabkan kerusakan aktivitas enzim sehingga menghambat RNA dan DNA yang tergantung pada aktivitas DNA polymerase. dan mempunyai pKa 2.Kaji penggunaan obat lain atau herbal yg digunakan pasien terhadap kemungkinan interaksi atau toksik. gangguan SSP. Efavirenz menunjukkan aktivitas yang sinergis terhadap HIV-1 pada kultur sel bila dikombinasi dengan zidovudine. Sedikit larut dalam air dan dalam alkohol.nitroimidazole. larutan isotonik dengan pH 4. nyeri perut).6. kemungkinan efek samping yang muncul dan pengatasannya serta efek lain yang harus dilaporkan (mis. HIV-2 reverse transcriptase dan DNA polymerase alpha. 2-Methyl5-nitroimidazole-1-ethanol . Daftar Pustaka 250 Metronidazol Deskripsi . Injeksi metronidazol jernih.template ataupun nucleosida trifosfat. Kaji hasil pemeriksaan laboratorium dan efektivitas terapi (progresivitas penyakit. tidak berwarna. Sinonim : C12H12N2O2S : Dalam perdagangan metronidazol terdapat dalam bentuk basa dan garam hidroklorida. Beri informasi pada pasien terhadap penggunaan obat. atau delta pada sel manusia tidak dihambat oleh efavirenz. viral load dan jumlah CD4). atau indinavir. juga tidak memerlukan fosforilasi untuk mengaktifkan. dengan osmolarity 297-314 mOsm/L dan mengandung natrium fosfat. gamma. C6H9N3O3.5 – 7. 1-(-Ethylol)-2-methyl: 5-nitro-3-azapyrrole. Efavirenz berikatan langsung dengan reverse transcriptase. Sinonim : Metronidazol hydrochloride. asam sitrat dan natrium klorida. .perlunya penyesuaian dosis. Monitoring Penggunaan Obat Gunakan hati-hati pada pasien dengan gangguan mental atau penyalahgunaan obat(meningkatkan risiko efek samping psikiatrik). Sebagai basa berupa serbuk kristal berwarna putih hingga kuning pucat. didanosine.Sifat Fisikokimia 1-(2-Hydroxyethyl)-2-methyl-5.

Metronidazol (Generik) Indikasi Infeksi anaerobik (termasuk gigi) . infeksi kulit. anak-anak 7. infeksi protozoa. anak-anak 7.Tismazol . 500 mg setiap 8 jam. selama 3 hari. Ulser pada lengan : peroral 400 mg setiap 8 jam selama 7 hari Bacterial vaginosis : peroral 400 – 500 mg dua kali sehari selama 5 – 7 hari atau 2 gram sebagai dosis tunggal.Metronidazole Fresenius .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Corsagyl . peroral dengan dosis awal 800 mg kemudian 400 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 8 jam.Elyzol . kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam.Metrofusin .Promuba .5 mg/kg setiap 8 jam. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Infeksi anaerobik (pengobatan biasanya selama 7 hari dan 10 hari untuk penggunaan antibiotika pada pengobatan kolitis).Trogyl . anak-anak setiap 8 jam selama 3 hari. pemberian secara infus intravena lebih dari 20 menit. lihat pada bagian dosis. Dosis. 5 – 10 tahun 500 mg.Gravazol .Fortagyl .Nidazole .5 mg/kg setiap 8 jam. 1 – 5 tahun 250 mg.Metronidazol hidroklorida sangat larut dalam air dan larut dalam alkohol.Flagyl .Trichodazol .Fladex . dalam perdagangan berupa serbuk berwarna putih. lebih dari 10 tahun dosis dewasa. . kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam.Metrolet .Mebazid . Inflamasi pelviks : peroral 400 mg dua kali sehari selama 14 hari . eradikasi Helicobacter pylori. umur hingga 1 tahun 125 mg.

3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari. cairan mani. terjadi perpanjangan pada kerusakan hepar. hati dan abses hati . air susu. gagal ginjal terminal : 21 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. yang lain : 6-8 jam. Larutan standar : 500 mg/ 100 ml NS. kristal dapat dilarutkan kembali dengan menghangatkannya pada suhu kamar. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam Farmakologi Absorbsi : Oral : diabsorbsi dengan baik.Acute ulcerative gingivitis : peroral 200-250 mg setiap 8 jam selama 3 hari. Paparan cahaya dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan warna produk menjadi gelap.brain barrier) Ikatan protein : < 20% Metabolisme : Hepatik (30%-60%) T½ eliminasi : neonatus : 25-75 jam . empedu. Produk dapat disimpan dalam refrigerator namun akan terbentuk kristal. Distribusi : ke saliva. serum: segera : 1-2 jam Ekskresi : urin (20% hingga 40% dalam bentuk obat yang tidak berubah): feses (6% hingga 15%) Stabilitas Penyimpanan Injeksi metronidazol harus disimpan pada 15°C hingga 30°C dan dilindungi dari cahaya. paru-paru dan sekresi vagina. topikal : konsentrasi yang dicapai secara sistemik setelah penggunaan 1 g secara topikal 10 kali lebih kecil dari pada penggunaan dengan 250 mg peroral. Namun demikian paparan cahaya yang normal pada ruangan dalam jangka pendek tidak mempengaruhi stabilitas metronidazol. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 hari. Stabilitas campuran parenteral pada suhu kamar (25°C): stabilitas pada produk yang terbungkus : 30 hari Kontraindikasi . menembus plasenta dan sawar darah otak (blood. Infeksi oral akut : peroral 200 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari . Paparan sinar matahari langsung harus dihindari. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. tulang.

muntah. hindari penggunaan secara bersamaan. atau komponen yang ada dalam sediaan. angioedema dan anafilaksis. turunan nitroimidazol. urtikaria. anemia aplastic. gangguan pengecapan. kehamilan (trimester pertama – didapatkan efek karsinogenik pada tikus) Efek Samping Mual. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas lithium. 3A4 (moderate) Meningkatkan efek/toksisitas : Etanol dapat menyebabkan reaksi seperti disulfiram. urin berwarna gelap. Metronidazol dapat menghambat metabolisme cisaprid. siklosporin. dapat menurunkan efek dan waktu paro metronidazol . ataksia. Menurunkan efek: fenobabital. calcium channel blocker. transient epilepsiform seizure dan leukopenia.Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : menghambat CYP2C8/9 (lemah). sildenafil ( dan PDE-5 inhibitor yang lain). myalgia. Interaksi . juga dilaporkan abnormalitas tes fungsi hati. takrolimus. HMG-Coa reduktase inhibitor tertentu. Warfarin dan metronidazol dapat meningkatkan bleeding time (PT) yang menyebabkan perdarahan. Simetidin dapat meningkatkan kadar metronidazol. athralgia. turunan ergot. pusing . dan substrat CYP3A4 yang lain. sakit kepala. tetapi jumlah total obat yang diabsorbsi tidak dipengaruhi. hepatitis. erytema multiform. pruritus. Pengaruh . mirtazapine. fenobarbital (inducer enzim yang lain). Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas benzodiazepin tertentu. jaundice. rash . pada pengobatan intensif dan jangka panjang dapat terjadi peripheral neuropathy. venlafaxine. trombositopenia.mengantuk (jarang terjadi).Dengan Makanan : Konsentrasi puncak serum antibiotik diturunkan dan terjadi delay (terlambat). nefazodon. nateglinid. menyebabkan potensial aritmia.Hipersensitivitas terhadap metronidazol. lidah kasar dan gangguan saluran pencernaan.

. kecuali untuk pengobatan amoebiasis. Pada bayi berumur 28 hingga 40 minggu. Cairan Infus. monitoring hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan klinik pada pengobatan yang melebihi 10 hari. . dihindari pada porfiia. kerusakan hati dan encefalopati hepatik. menyusui.5 jam. gunakan obat pada ibu hamil hanya jika keuntungan pada ibu hamil lebih banyak daripada potensial risiko terhadap janinnya. waktu paro eliminasi 10.Terhadap Ibu Menyusui : Ditemukan dalam air susu. kecuali jika pengobatan alternatif tidak adekuat. Sirup Peringatan Reaksi disulfiram-like terjadi bila diberikan bersama alkohol.Terhadap Anak-anak : Keamanan dan efikasi penggunaan obat pada anak-anak belum diketahui dengan jelas. kehamilan. dikontraindikasikan terhadap pengobatan trichomoniasis pada trimester pertama. Bayi baru lahir menunjukkan keterbatasan dalam eliminasi metronidazole. Masuk kedalam air susu ibu/tidak direkomendasikan (AAP rates ’’of concern”) . . Untuk keamanan dan efikasi pada indikasi yang lain. Suppositoria.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi dengan tes laboratorium : dapat mempengaruhi uji AST.9 – 22. produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat dengan dosis tunggal yang besar. Trigliserida. glukosa dan LDH Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet. Faktor risiko : B (dikontraindikasikan pada trimester pertama) Obat dapat menembus plasenta ( efek karsinogenik pada tikus).. ALT.Terhadap Kehamilan : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat pada dosis tinggi.

Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker . Obat yang tidak digunakan sampai habis menyebabkan pemusnahan bakteri tidak sempurna dan infeksi dapat kambuh lagi. Bacalah dengan seksama informasi mengenai penggunaan obat ini dan ulangi membaca setiap kali anda menerima resep lagi. Pastikan hal ini dilakukan. segera mungkin minum obat setelah ingat. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. berinteraksi dengan DNA menyebabkan hilangnya struktur helix DNA dan kerusakan untaian DNA. Jika pasien lupa minum obat. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. Hubungi dokter bila terjadi kejang atau mati rasa pada tangan dan kaki. Mekanisme Aksi Setelah berdifusi kedalam organisma. Jangan menggunakan obat ini untuk trichomoniasis selama tiga bulan pertama kehamilan. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. Hubungi dokter atau apoteker jika anda merasa menggunakan obat terlalu banyak. Hal ini lebih jauh menyebabkan hambatan pada syntesa . Jangan diberikan pada orang lain. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini.Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. umur dan berat badan. Bentuk sediaan lepas lambat harus digunakan pada saat lambung kosong ( 1 jam atau 2 jam setelah makan) Produsen merekomendasikan untuk menghindari penggunaan etanol selama pengobatan dengan obat ini dan setelah tiga hari terapi selesai. Gunakan obat hingga habis.Obat dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna (GI upset). kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. seperti kondisi pasien. Gunakan obat pada lambung kosong. mintalah nasehat dokter atau apoteker. jika hal ini terjadi gunakan bersama makanan. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Gunakan obat ini sesuai dengan yang telah diresepkan. kecuali atas anjuran dokter.

kloroform.Mycorine . agak sukar larut dalam metanol. mudah larut dalam dimetilsulfoksida.protein dan kematian sel organisma.4-dikloro-beta-(2. Sangat sukar larut dalam air dan isopropanol. 1-(2.Godrem . sukar larut dalam etanol.html Mikonazol Deskripsi . berbau lemah.id/index. larut dalam dimetilformamid. .go.php/informasi-obat/318-metronidazol. putih atau praktis putih.Nama & Struktur Kimia .Moladerm .Sifat Fisikokimia : : Mikonazol nitrat. (Drug Information Handbook) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 http://dinkes.Zetazal .Micrem .Sporend . dan propilen glikol.4-diklorobenzil)oksi)fenetil)imidazol mononitrat Serbuk hablur.Fungares .tasikmalayakota.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Obat Topikal untuk Kulit Nama Dagang .Nilaozanoc .

oleskan secukupnya. Untuk mencegah kambuhan terapi dilanjutkan 10 hari sesudah gejala hilang..Daktarin Indikasi Infeksi topikal dermatofit dan jamur lain seperti kandida. terapi diteruskan hingga tampak pertumbuhan kuku baru. merata. lemari pendingin dan cahaya. oleskan secukupnya. sensitasi dan kontak dermatitis. Stabilitas Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup baik dan terhindar dari jangkauan anak-anak. sesudah kuku terlepas.Zolagel .Dengan Obat Lain : - . Kandidiasis vagina Dosis. pada kulit terinfeksi. Efek Samping Iritasi lokal. eritema. hindari panas. dan Pityaris versicolor.Dengan Makanan : - Pengaruh . infeksi kuku dan ujung jari 1 kali sehari. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap mikonazol dan komponen lain dalam sediaan. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dua kali sehari. bungkus rapat tidak berlubang. Farmakologi Absorpsi : topikal : sangat kecil. tinea. rasa terbakar lemah Interaksi .

. hindari panas.Terhadap Kehamilan : - .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Krim 2%.Terhadap Ibu Menyusui : - . Jangan menyimpan atau pakai ulang sisa obat yang lama. Jangan simpan di kamar mandi. merusak membran dinding sel jamur yang selanjutnya akan meningkatkan permeabilitas. dapur. Mekanisme Aksi Inhibisi biosintesis ergosterol. Monitoring Penggunaan Obat - . lemari pendingin dan cahaya. sehingga menyebabkan hilangnya nutrisi sel. bila perlu pakai sarung tangan bersih. Salep 2% Peringatan Hindari kontak dengan mata dan selaput mukosa Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Kontak dengan mata dan selaput mukosa Informasi Pasien Pada saat pemakaian bersihkan terlebih dahulu kulit yang luka.Terhadap Anak-anak : - . Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

:- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .go.Nama & Struktur Kimia .tasikmalayakota.3' diazepin6-one.id/index.Nevirapine Hemilhydrate Viramune® 240 ml(dengan paraben).Daftar Pustaka IONI Martindale.Sifat Fisikokimia . C15H14N4O : Nevirapin adalah kristal putih sampai agak putih. 34th edition.html Nevirapine Deskripsi . 2005 BNF 52 Merck Index Farmakope Indonesia ISO Indonesia 42 Iso Generik Advice for Patient (USP DI) http://dinkes.php/informasi-obat/320-mikonazol.Keterangan : 11-cyclopropyl-5.Nevirapine Viramune® (dengan povidone) Boehringer Ingelheim Indikasi .2-b:2'. .11 dihydro-4-methyl-6H-dipyrido[3.

dengan peningkatan dosis menjadi 7 mg tiap 12 jam jika tidak terjadi rash atau efek yang tak diinginkan lainnya. Waktu paruh eliminasi: Menurun selama lebih dari 2-4 minggu pada pemberian kronik karena mengalami autoinduksi (contoh: T½= 45 jam pada awal pemberian.2-1. Ekskresi: urin. Ikatan protein plasma: 50%-60%. penetrasi ke CSF + 50% dari plasma. Metabolisme: Dimetabolisme ekstensif di hepar via CYP3A4 (dihidroksilasi menjadi senyawa inaktif). Distribusi: Terdistribusi luas dengan Vd 1. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak 2 bulan . Dosis maksimal 7 mg/kg tiap 12 jam. Catatan: Jika terapi terhenti selama 7 hari. maka dimulai lagi dengan dosis awal untuk 14 hari. Dewasa: Dosis awal 200 mg 1x sehari untuk 14 hari. Waktu puncak (serum): 2-4 jam. Dosis pemeliharaan 200 mg 2x sehari (dengan kombinasi dengan antiviral lain). menembus plasenta dan ASI. Catatan: Alternatif pendosisan bagi anak 120-200 mg/ m2 tiap 12 jam. Farmakologi Absorbsi: > 90%.4 L/kg. (81% sebagai metabolit. Anak >= 8 tahun: Dosis awal 4 mg/kg 1x sehari selama 14 hari. dengan peningkatan dosis 4 mg/kg tiap 12 jam jika tidak terjadi rash atau efek yang tak diinginkan lainnya.8 tahun: Dosis awal 4 mg/kg 1x sehari selama 14 hari. 3% dalam bentuk utuh dan 10% dalam feses) Stabilitas Penyimpanan Nevirapine tablet dan suspensi oral disimpan pada suhu kamar 15-30°C.Digunakan dalam terapi kombinasi dengan antiretroviral lain pada pasien HIV dewasa Dosis. dosis maksimal 200 mg/ 12 jam. Dosis ini didasarkan pada fakta bahwa pendosisan dengan mg/kg memungkinkan terjadinya penetapan dosis yang tidak sesuai untuk usia 8 th. . dapat mengalami siklus enterohepatik. kemudian menurun menjadi 23 jam).

Dermatologik: Rash (15-20%). Pemberian dengan prednisone pada 14 hari terapi awal. < 1% (cukup penting atau mengancam jiwa) : Nekrosis hepatic. Overdosis/toksikologi : Belum ada reaksi toksisitas yang dilaporkan setelah ingesti akut sejumlah besar tablet nevirapine. ketokonazole. konjungtivitis. 3A4. nausea. abdominal pain (2%). hepatotoksisitas. atau disfungsi ginjal). mialgia.10%: CNS : Sakit kepala (1-4%). general malaise. menginduksi CYP2B6. dan antibiotik makrolida meningkatkan konsentrasi plasma. nyeri otot atau sendi. Ketokonazole sebaiknya tidak diberikan bersama.Dengan Obat Lain : Pengaruh pada sitokrom P450: substrat CYP 2B6. granulositosis. saquinavir dll) atau kontrasepsi oral. penggunaan harus dihentikan secara permanen. Efek Samping > 10% : Ruam. limfadenopati. melepuh. Interaksi . itraconazole. Gastrointestinal: diare (1520%).Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap nevirapine atau komponen lain dalam sediaannya. Meningkatkan efek/toksisitas: cimetidine. 3A4. hindari pemberian bersama dengan ketokonazole dan kontrasepsi oral. demam (8-11%). meningkatkan LFT (2-4%). parastesia (2%). 3A4. ALT > 250 unit/L. Hematologik: anemia Hepatik: hepatitis. demam. 1% . Hematologik: netropenia (10%-11%).eusinofilia. edema wajah. lesi oral. Neuromuscular dan skeletal: neuropati perifer. inhibisi CYP1A2. Peningkatan toksisitas bila digunakan bersama inhibitor protease (indinavir. Gastrointestinal: Stomatitis ulseratif (4%). hepatitis. berhubungan dengan insiden dan keparahan rash. Jika terjadi hipersensitivitas berat. sindrom Steven-Johnson. hipersensitivitas berat/reaksi dermatologis (skin rash. 2D6. 2D6. .

atau bisa juga dengan peningkatan dosis. Tablet 200 mg Peringatan Perlu pertimbangan dalam perubahan terapi antiretroviral jika terjadi perkembangan penyakit selama pasien menggunakan nevirapine. hingga 2 minggu mengikuti peningkatan dosis). Nevirapin menurunkan konsentrasi kontrasepsi oral.Dengan Makanan : Pengaruh .Terhadap Ibu Menyusui : Kontraindikasi untuk Ibu menyusui . Penyesuaian dosis yang spesifik tidak dianjurkan.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . Keamanan dan efikasi tak dapat ditetapkan pada . maka tidak boleh diberikan bersamaan. Tak ada efek dengan ritonavir).Menurunkan efek: Rifampin dan rifabutin menurunkan konsentrasi plasma akibat induksi CYP3A.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tes fungsi hati harus dimonitor untuk tetap pada level dasar pada 12 minggu pertama terapi secara intensif (kurang lebih sekali tiap bulan sebelum peningkatan dosis. Pengamatan efek samping CNS secara periodik selama terapi berlangsung. karena nevirapine dapat menurunkan konsentrase inhibitor protease. serta efek ketokonazole dan methadone. Nevirapine menurunkan konsentrasi serum beberapa agen inhibitor protease (AUC indinavir dan saquinavir diturunkan.Terhadap Anak-anak : - . . Bentuk Sediaan Oral Suspensi 50 mg/ml (240 ml).

boleh diminum bersama dengan makanan. konjungtivitis. nyeri otot atau sendi. dosis diturunkan hingga dosis inisial. kepatuhan penggunaan. demam. nevirapine memiliki aktivitas melawan HIV-1 dengan mengikat enzim reverse transcriptase. toxic epidermal necrolysis. . Sani A. lesi oral. Pasien dengan riwayat hepatitis kronik (A atau B) atau peningkatan level transaminase dapat mempertinggi resiko terjadinya reaksi hepatotoksik. limfadenopati. Jakarta. 2003. frekuensi penggunaan dan adverse effects yang harus diinformasikan sebelum pasien memulai terapi untuk mencegah terjadinya resistensi. jaundice atau rash yang terjadi dengan segera. Hepatotoksisitas dapat terjadi (hepatitis fulminan dan kolestastis. granulositosis. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Waspadai terjadinya right upper quadran pain.neonatus. Replikasi HIV-1 terhambat akibat pengeblokan aktivitas DNA polymerase RNA-Dependent dan DNA-dependent Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Azwar A. dan reaksi hepatotoksik. atau disfungsi ginjal). hipersensitivitas. Nevirapine diberikan dengan inisiasi dosis selama 14 hari untuk menurunkan terjadinya adverse effects. MIMS. MediMedia. kemudian dinaikkan setelah 14 hari. eusinofilia. Mekanisme Aksi Sebagai agen non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor. nekrosis hepatic) dan kasus yang menghasilkan kegagalan fungsi hati dan kematian. edema wajah. dkk. hepatitis. Jika reaksi hipersensitivitas terjadi. melepuh.hipersensitivitas disertai rash dan disfungsi organ). general malaise. Reaksi kulit yang berat dan mengancam jiwa (sindrom Stevens-Johnson. jika terapi terhenti selama >7 hari. nevirapin harus dihentikan permanen (yakni skin rash. antasida atau didanosine. atau gejala yang menunjukkan. Djuanda A. Monitoring yang intensif dibutuhkan selama 12 minggu pertama untuk mendeteksi problem dermatologik yang mengancam jiwa.

Sagung Seto.Piraska .4' methylenibs(3 hydroxy-2-naphtoate) (Martindale 34th edition p..Medikontrin . 2000. Drug Information Handbook. Bustami ZS.Pamix . Canada http://dinkes.. Beizer. Lexi Comp. P.4...Proworm . Higber.. 14 th Edition.Omegfantrin .go.5.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Trivexan .php/informasi-obat/328-nevirapine.Pin X .Pantrin .Bailie GR. Second Edition.id/index.html Pirantel Pamoat Deskripsi . Mason NA.tasikmalayakota. C. 2007. 2004. Louis.6 -Tetrahydro-1-methyl-2-[(E)-2-(2-thienyl)vynilpirimidine 4. M. Suryawati A. Tatro DS (ed).. Darmansjah I.Wormetrin . . et all. Praktis tidak larut dalam air dan metil : alkohol. Informasi Obat Nasional Indonesia (IONI). Lacy. D. larut dalam dimetilsulfoksida. Drug Interaction Fact and Comparisons. dkk. Met Fact : Pocket Guide of Drug Interaction. J. 7 th Ed.Helmitrin .Sifat Fisikokimia : 1.Konvermex . F.Compyrantel .Bascing .113-2) Serbuk kuning atau kuning pucat. . L. CV.Nama & Struktur Kimia . Johsons CA.Quantrel .. 2004. T. St. Geriatric Dosage Handbook. Bone Care Internastional. Jakarta. American Pharmaceutical Association. 2002. USA. Semla. sedikit larut dalam dimetilformamida.

Enterobius vermicularis pengobatan diulangi setelah 2 minggu. dan pemberian untuk seluruh keluarga yang berkontak dengan pasien. Lama penggunaan : sesuai petunjuk pada dosis Farmakologi Absorbsi : Pemberian oral sedikit diabsorbsi Metabolisme : Dimetabolisme sebagian di hepar Kadar puncak serum : 1-3 jam Ekskresi : di feses dan urin Stabilitas Penyimpanan Stabilitas : dipengaruhi oleh sinar matahari langsung Penyimpanan : lindungi dari cahaya matahari langsung Kontraindikasi Hipersensitif terhadap Pirantel Pamoat Efek Samping Susunan syaraf pusat : Demam. Dosis : untuk anak dan dewasa : Ascaris lumbricoides . mual dan muntah. Enterobius vermicularis. anoreksia dan tenesmus . Cara pemberian : oral bersama jus dan susu c.Indikasi Pengobatan cacing : Enterobius vermicularis. dan Ancilostoma duodenale Dosis. atau Trichostrongyliasis : 11 mg/kg BB dosis tunggal maksimum 1 gr . pusing Kulit : Rash Saluran cerna : Kram abdomen. Cara Pemberian dan Lama Pemberian a. sakit kepala. Ascaris lumbricoides. b. diare. Trichuris trichiura.

Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Pemeriksaan serum AST dan ALT Bentuk Sediaan Suspensi Dalam Bentuk Garam Pamoat Dalam Botol 30 ml.Dengan Makanan : - Pengaruh .Terhadap Anak-anak : - . Tablet sebagai Garam Pamoat 180 mg/Tablet Peringatan Hati-hati penggunaan pada pasien dengan gangguan hati. 60 ml dan 240 ml. anemia.Dengan Obat Lain : Menurunkan efek Piperazin .Hepatik : Gangguan enzim hepar Neuromuskuler : Letih dan lesu Interaksi .Terhadap Ibu Menyusui : Tidak disarankan diberikan kepada ibu hamil dan ibu menyusui . malnutrisi. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . ibu hamil.

id/index.php/informasi-obat/341-pirantel-pamoat. C43H58N4O12 : Rifampisin merupakan serbuk kristal merah-coklat dan sangat sedikit larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol. Apa yang dilakukan jika pasien lupa minum obat d. Interaksi yang mungkin terjadi e. Bentuk sediaan yang diberikan b. Cara penyimpanan Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes.Nama & Struktur Kimia .go.Informasi Pasien a. Obat ini mempunyai pKa . Cara pemakaian c.tasikmalayakota.Sifat Fisikokimia : Rifampin.html Rifampisin Deskripsi .

sulfoksilat.Rifampisin (Generik) . metanol. penyakit legionnaires. serta dalam kombinasi tetap dengan isoniasid dan pirazinamid. Infeksi M. II. III.Lanarif .9.Kombipak I.Rifacin . Brucellosis.Rifabiotic .Medirif . Larut dalam kloroform. Dalam perdagangan.Rimactane . . tetrahidrofuran. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral ( Dosis IV infusi sama dengan pemberian peroral) . etil asetat. natrium hidroksida yang ditambahkan untuk mengatur pH. dalam bentuk kombinasi tetap dengan isoniazid. endocarditis dan infeksi staphylococcus yang berat dalam kombinasi dengan obat lain Dosis. Profilaksis meningitis meningococcal dan infeksi haemophilus influenzae.Rifamtibi .Rimactazid / Rimactazid Paed Indikasi Tuberkulosis.Rifampicin Hexpharm .Keterangan : Rifampisin adalah turunan semisintetik dari Rifamisin B. Dalam perdagangan sediaan oral rifampin tersedia sebagai obat tunggal.Prolung 450 . rifampisin tersedia dalam bentuk serbuk steril untuk injeksi mengandung Natrium formaldehid.7. IV (Generik) .Merimac .Famri . suatu antibiotika yang diturunkan dari Streptomyces meditarranei. Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . dalam kombinasi dengan obat lain.Corifam .Rif 150/ Rif 300/ Rif 450/ Rif 600 . Leprae. DMSO.

Influenzae (unlabeled use) Bayi dan anak-anak : 20 mg/kg/hari tiap 24 jam selama 4 hari. tidak lebih dari 600 mg/dosis Dewasa : 600 mg setiap 24 jam selama 4 hari Leprosy (unlabeled use) : dewasa : Multibacillary : 600 mg sekali sebulan selama 24 bulan dalam kombinasi dengan ofloksasin dan minosiklin Paucibacillary : 600 mg sekali sebulan selama 6 bulan dalam kombinasi dengan dapson Lesi tunggal : 600 mg sebagai dosis tunggal dalam kombinasi dengan ofloksasin 400 mg dan minosiklin 100 mg Profilaksis meningitis meningococcal.Terapi Tuberkulosis Catatan : Regimen empat obat ( isoniazid. 1 bulan : 10 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam selama 2 hari Bayi = 1 bulan dan anak-anak : 20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam selama 2 hari . empirik TB Bayi dan anak-anak < 12 tahun Terapi harian : 10 – 20 mg/kg/hari biasanya sebagai dosis tunggal (maksimal 600 mg/hari) Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy) : 10 – 20 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) Dewasa Terapi harian : 10 mg/kg/hari biasanya sebagai dosis tunggal (maksimal 600 mg/hari) Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy) : 10 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) . rifampisin. Bayi . pirazinamid dan etambutol) lebih disukai untuk pengobatan awal. 3 kali/minggu : 10 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) Infeksi tuberkulosis latent (yang belum nampak): sebagai alternatif untuk isoniazid : Anak-anak : 10 – 20 mg/kg/perhari (maksimal : 600 mg/hari) selama 6 bulan Dewasa : 10 mg/kg/hari (maksimal : 600 mg/hari) selama 4 bulan Profilaksis H.

8-11 jam. Rekonstitusi serbuk untuk injeksi dengan . makanan dapat mengakibatkan penundaan absorpsi (delay) atau sedikit menurunkan kadar puncak Distribusi : sangat lipofilik . gagal ginjal terminal : 1.(maksimal 600 mg/dosis) Dewasa : 600 mg tiap 12 jam selama 2 hari Staphylococcus aureus pada nasal carrier (unlabeled use): Anak-anak: 15 mg/kg/hari dibagi tiap 12 jam selama 5 – 10 hari dalam kobinasi dengan antibiotik lain Dewasa : 600 mg/hari selama 5 – 10 hari dalam kombinasi dengan antibiotik lain Penyesuaian dosis pada pasien dengan kerusakan hepar : penurunan dosis diperlukan untuk meurunkan hepatotoksisitas Hemodialysis atau peritoneal dialysis : konsentreasi plasma rifampisin tidak signifikan dipengaruhi oleh hemodialisis atau dialisis peritoneal Farmakologi Durasi : < 24 jam Absorbsi : Oral : diabsorpsi dengan baik. melalui resirkulasi enterohepatik Ikatan protein : 80% T½ eliminasi : 3-4 jam. Vial yang utuh harus disimpan pada suhu kamar dan dihindarkan dari cahaya dan panas yg berlebihan. waktu tersebut akan memanjang pada gagal hepar.65%) dan urin (~ 30%) sebagai obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Serbuk rifampisin berwarna merah kecoklatan. Waktu untuk mencapai kadar puncak. dapat menembus sawar darah otak (bood-brain barrier) dengan baik Difusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal : adekuat dengan atau tanpa inflamasi CSF : inflamasi meninges : 25% Metabolisme : Hepatik. serum: oral : 2-4 jam Ekskresi : Feses (60% .

gangguan fungsi liver. sakit kepala. muntah. drowsiness. penggunaan bersama dengan isoniazid pyrazinamide atau protease inhibitor (amprenavir saquinavir/ritonavir) dapat meningkatkan resiko hepatotoksisitas. saquinafir/rotonavir (kemungkinan dengan proease inhibitor). dermatitis exfoliative. flushing. 2C8/9. diare (dilaporkan terjadi kolitis karena penggunaan antibiotika).2A6 (kuat). muscular weakness dan myopathy. eosinophilia. mual. 2B6 (kuat). 2C19 (kuat). Induksi CYP1A2 (kuat) . . penggunaan bersama amprenavir. saliva dan sekresi tubuh yang lain berwarna orange-merah. dan trombositopenia purpura. anemia hemolitik. gangguan menstruasi. efek samping lain dilaporkan : edema. reaksi pemphigoid. toxic epidermal necrolysis. antibiotika makrolida dapat meningkatkan kadar/toksisitas rifampin. gejala berikut terjadi terutama pada terapi intermitten termasuk gelala mirip influenza ( dengan chills.Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : substrat CYP2A6. Vial yang telah direkontitusi stabil selama 24 jam pada suhu kamar. Interaksi . tromboflebitis dilaporkan pada penggunaan secara infus pada periode yang lama.SWFI. gagal ginjal akut. leucopenia. 3A4 (kuat). 2 C8/9(kuat). urin.Stabilitas parenteral admixture pada penyimpanan suhu kamar (25°C) adalah 4 jam untuk pelarut D5W dan 24 jam untuk pelarut NS Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap rifampisin atau komponen lain yang terdapat dalam sediaan. demam. Meningkatkan efek/toksisitas : Rifampisin dapat meningkatkan efek terapeutik clopidogrel. 3A4 (major) . jaundice (penyakit kuning) Efek Samping Gangguan saluran cerna seperti anoreksia. jaundice(penyakit kuning). gejala pada respirasi (termasuk sesak nafas). dizziness. nyeri tulang). kolaps dan shock. Menurunkan efek : Rifampisin dapat menurunkan efek/kadar obat-obat berikut: asetaminofen. urtikaria dan rash. untuk injeksi larutkan dalam sejumlah volume yg tepat dengan cairan yang kompatibel (contoh : 100 ml D5W).

alfentanil. 2C8/9. amiodaron. ifosfamid. tocainide. morfin. substrat CYP1A2. promethazin. sertralin. konsentrasi rifampin dapat diturunkan jika digunakan bersama dengan makanan. HMG-CoA reductase inhibitor. John’s wort dapat menurunkan kadar rifampisin Pengaruh . kortikosteroid. aprepitant. terbinafin. 2C8/9. siklosporin. fenitoin. mirtazapin. Masuk dalam air susu ibu / tidak direkomendasikan (AAP rates “compatible”) . teofilin. disopiramid. methsuksimid. antidepresan trisiklik. rifampicin mengganggu pemeriksaan standar serum folat dan vitamin B12. 2B6.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi rifampicin dengan tes laboratorium : reaksi Coombs positif. amiodaron. beta blocker. 2C19 DAN 3A4 (contoh : aminofilin. 2A6. quinidin. venlafaxin dan zafirlukast. tamoksifen. takrolimus.Terhadap Kehamilan : Penggunaan obat pada trimester 1 (pertama): Produsen menyatakan studi pada binatang menunjukkan adanya teratogenik pada dosis tinggi. rosiglitazon. nevirapin dan fenitoin) .Terhadap Ibu Menyusui : Hanya sejumlah kecil saja berada pada air susu. propafenon. dapson. sulfonilurea.zaleplon. Faktor risiko : C . Efek rifampisin diturunkan oleh inducer CYP2A6. nafcillin. zidovudin. fluoksetin. bupropion. inhibitor reverse transkriptase (non-nucleoside). Hindari ethanol (dapat meningkatkan resiko hepatotoksisitas) St. inhibitor protease. kontrasepsi estrogen dan progestin. barbiturat. karbamazepin. benzodiazepin (dimetabolisme melalui oksidasi). fluvoksamin. kloramfenikol. selegilin. feksofenadin.angiotensin II receptor blocker (irbesartan dan losartan). inhibitor pompa proton.Dengan Makanan : Makanan menurunkan absorbsi. calsium channel blocker. antifungi imidazol. 5-HT3 antagonis. . barbiturat. warfarin. dan 3A4 (seperti : aminoglutethimide. nateglinid. asam fusidat. zolpidem. pioglitazon. flukonazol. buspiron. ropinirol.Terhadap Anak-anak : - . metadon. repaglinid. Penggunaan obat pada trimester 3 (tiga): Resiko terjadinya perdarahan pada neonatal dapat meningkat.

Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. gunakan 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan dengan segelas air. keringat. kultur sputum. Rifampisin harus digunakan pada saat lambung kosong. dan pada terapi dalam jangka waktu yang lama). ALT. kerusakan ginjal (jika digunakan dosis di atas 600 mg sehari). umur dan berat badan. Segera memeriksakan diri ke dokter bila timbul demam. Gunakan obat ini sedikitnya 1 jam sebelum menggunakan antasida. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekwensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker. muntah. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Penting : pasien yang menggunakan hormon kontrasepsi disarankan untuk menggantinya dengan alternatif kontrasepsi lain seperti IUD. seperti kondisi pasien. tidak enak badan. gunakan metoda KB yang lain. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. . Sirup Peringatan Kerusakan hati ( periksa tes fungsi hati dan pemeriksaan darah pada gangguan hati. karena efek obat kontrasepsi menjadi tidak efektif akibat adanya interaksi obat. x-ray dada Bentuk Sediaan Kapsul. porfiria. perubahan warna kulit dan mata menjadi kekuningan atau nyeri atau bengkak pada persendian. Obat ini juga dapat menimbulkan noda permanen pada lensa kontak. urin berwarna gelap. Kaptab. kehamilan dan menyusui. Mempengaruhi efektifitas kontrasepsi oral. saliva dan air mata. CBC. bilirubin). Jangan sampai terdapat dosis yang terlewat.meningkatkan LFTs dan menurunkan ekskresi billiari dari contrast media Parameter Monitoring Fungsi hati (AST. ketergantungan alkohol. hilang nafsu makan. Obat ini menyebabkan warna merah pada urin. mual. Pasien harus menggunakan obat hingga habis. hepatic status dan mental status.

kecuali atas saran dari tenaga kesehatan .Nama & Struktur Kimia . Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Jika pasien lupa minum obat. mintalah nasehat dokter atau apoteker.Sifat Fisikokimia (7R)-7[amino-4(hydroxyphenyl)acetyl]-amino-3-methyl-8-oxo-5-thio-1: azabicyclo[2. x-ray dada 2 – 3 bulan pengobatan Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis RNA bakteri dengan mengikat subunit beta dari DNA-dependent RNA polymerase. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. menghambat transkripsi RNA Monitoring Penggunaan Obat Periodik (sebelum pengobatan dan tiap 2 – 4 minggu selama terapi) monitoring fungsi hati (AST.go. kultur sputum. status fungsi hati dan mental . ALT.html Sefadroksil Deskripsi .tasikmalayakota. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. C16H17N3O5S.H2O : Sefadroksil dalam bentuk monohidratnya berwarna putih sampai agak .kecuali atas anjuran dokter. CBC. Jangan diberikan pada orang lain.php/informasi-obat/356-rifampisin.id/index. segera mungkin minum obat setelah ingat.20]oct-ane-2-carbocyclic acid monohydrate. bilirubin).

Lapicef . Dewasa : 2 gram 1 jam sebelum tindakan • Interval pada pasien gangguan ginjal . Dosis.kekuningan. Profilaksis endokarditis : Anak : 50 mg/kg BB 1 jam sebelum tindakan.Dexacef . Cara Pemberian dan Lama Pemberian • Oral : Anak : 30 mg/kg BB/hari dibagi dalam 2 dosis maksimal 2g/hari.Bidicef .Ethicef .Pyricef .Alxil .Cefadroxil Hexpharm .Doxef . termasuk yang disebabkan oleh Group A beta-hemolitic Streptococcus. bersifat larut baik dalam air dan sedikit larut dalam alkohol. .Duricef . berbentuk kristal.Renasistin .Librocef .Sedrofen Indikasi Pengobatan suspek infeksi bakteri.Qcef .Opicef .Ancefa .Osadrox .Kelfex . Profilaksis bakteri endokarditis pada pasien yang alergi terhadap penisilin dan pasien yang operasi dan tindakan pada gigi.Erphadrox .Widrox .Longcef .Biodroxil .Qidrox . Dewasa : 1-2 g/hari dibagi dalam 2 dosis.Tisacef .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .

Dilaporkan reaksi dengan Cefalosporin lain termasuk abdominal pain. sputum. anemia aplastik dan hemolitik. nefrotoksik. disfungsi ginjal. pansitopenia. eosinofilia. pruritus. vaginitis. Ikatan protein : 20% d. urin. trombositopenia. Interaksi . athralgia. termasuk cairan sinovial. muntah. melalui plasenta dan ASI. Farmakologi a. kolestasis. anafilaksis. pada suhu 15-30°C. pleural.jantung. agranulositosis. c. gagal ginjal : 20-24 jam. erythema multiforme. rash.Suspensi setelah dilarutkan stabil disimpan dalan lemari pendingin sampai 14 hari. Waktu paruh eliminasi : 1-2 jam. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap sefadroksil. neutropenia. superinfeksi. angioderma. empedu. perikardial. Ekskresi : Urin (>90% sebagai obat yang tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Tablet. peningkatan BUN. saluran empedu. hemorrhage. kulit dan jaringan lunak. kapsul dan serbuk untuk suspensi oral harus disimpan dalam kemasan tertutup rapat. Absorbsi : diabsorbsi dengan cepat dan baik b. dispepsia. Distribusi : Didistribusikan secara luas di dalam tubuh dan mencapai konsentrasi terapetik pada jaringan dan cairan tubuh.ClCr 10-25 mL/menit : diberikan setiap 24 jam. sindrom Steven-Johnson.dan cairan peritonial. e. demam. Efek Samping 1%-10% : Saluran cerna : Diare < 1% : Abdominal pain. ClCr <10 mL/menit : diberikan setiap 36 jam. eticaria. mual. kolitis pseudomembran. Kadar puncak : 70-90 meni f. peningkatan kreatinin. serum sickness. komponen lain dalam sediaan dan sefalosporin lain.

larutan Fehling). positif palsu pada tes glukosa urin menggunakan Cu Sulfat (larutan Benedict. 500 mg/5 ml .Terhadap Ibu Menyusui : Sefadroksil didistribusikan ke dalam air susu. .Dengan Makanan : Pemberian sefadroksil bersamaan makanan.Terhadap Anak-anak : - .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B . • Probenesid dapat mengurangi eliminasi sefalosporin .Dengan Obat Lain : • Terjadi perdarahan jika diberikan dengan antikoagulan.Terhadap Hasil Laboratorium : Positif pada tes Coombs langsung. sehingga penggunaannya pada ibu menyusui harus disertai perhatian. makanan bayi dan susu tidak mempengaruhi absorpsi secara signifikan. positif palsu pada tes kreatinin urin atau serum menggunakan reaksi Jaffe Parameter Monitoring Observasi tanda dan gejala anafilaktik selama dosis pertama Bentuk Sediaan Kapsul Sebagai Monohidrat 500 mg Tablet Sebagai Monohidrat 1 g Sirup Kering Sebagai Monohidrat Untuk Dilarutkan 250 mg/5 ml (50 ml. 100 ml).. Pengaruh .

• Penggunaan pada pasien dengan riwayat alergi penisilin terutama reaksi IgE mediated (anafilaksis. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes.go.Peringatan • Penyesuaian dosis pada pasien gangguan ginjal.html Siprofloksasin .id/index.php/informasi-obat/359-sefadroksil. • Penggunaan lama mengakibatkan superinfeksi. Bakteri akan mengalami lisis karena aktivitas enzim autolitik (autolisin dan murein hidrolase) saat dinding sel bakteri terhambat.tasikmalayakota. urtikaria) Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mekanisme Aksi Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan berikatan dengan satu atau lebih ikatan protein penisilin (penicillin-binding proteins-PBPs) yang selanjutnya akan menghambat tahap transpeptidasi sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri sehingga menghambat biosintesis dinding sel.

Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : 1-cyclopropyl-6-fluoro-1, 4-dihydro-4-oxo-7-(1-piperazinyl)-3quinolinecarboxylic acid C17H18FN3O3HCl.H2O Siprofloksasin hidroklorida merupakan serbuk dengan kekuningan – hingga berwarna kuning. Mempunyai kelarutan 36 mg/mL dalam air pada suhu 25°C. pKa obat 6 dan 8.8. Siprofloksasin laktat merupakan : sediaan Siprofloksasin IV. Cairan jernih dan berwarna kuning cerah. pada kadar 1.2 g yang larut dalam cairan mempunyai pH 3.3-3.9. Siprofloksasin dalam sediaan larutan dekstrosa 5% mempunyai pH 3.5 – 4.6 - Keterangan :-

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang - Baquinor - Cetafloxo - Corcasin - Disfabac - Floxifar - Inciflox - Licoprox - Miraflox - Poncoflox - Quincin - Renator - Vidintal - Ximex Cylowan - Bernoflox - Ciflos - Coroflox - Duflomex - Floxigra - Interflox - Mecoquin - Nilaflox - Proxitor - Quinobiotic - Rexida - Vioquin - Zecaflox - Bidiprox - Ciproxin - Cylowam - Fimoflox - Girabloc - Kifarox - Meflosin - Omeproksil - Proxyga - Ramavex - Scanax - Volinol - Zeniflox - Bimaflox - Ciproxin XR - Cyrox - Floxid - Gurolone - Lapiflox - Mensipox - Phaproxin - Quamiprox - Rancif - Tequinol - Wiaflox - Zumaflox

- Bactiprox

Indikasi Anak – anak: Infeksi saluran urin dan pyelofritis yang disebabkan oleh E.coli. catatan: meskipun demikian, siprofloksasin bukan merupakan obat pilihan pertama. Anak – anak dan dewasa: untuk menurunkan angka kejadian atau progress penyakit terkait dengan baccilus anhraticus. Pada infeksi mata; digunakan untuk mengobati infeksi pada okular (corneal ulcer, conjungtivitis) atau bakteri sejenis. Dewasa: untuk pengobatan infeksi yag disebabkan bakteri: infeksi saluran urin; cistitis akut tanpa komplikasi pada wanita; prostatitis bakteri kronik; infeksi saluran nafas bawah (termasuk eksaserbasi akut dan bronchitis kronik); sinusistis akut; infeksi kulit; tulang dan persendian; infeksi intraabdominal komplek; diare karena infeksi; demam tyfoid karena Salmonella typhi; pneumonia nosokomial, terapi empiris febrile neutrophenic (kombinasi dengan piperacillin). Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian DOSIS ANAK-ANAK: Oral: Infeksi saluran urin atau pyelofritis: anak 1-17 tahun: 20-30 mg/kg/hari terbagi dalam 2 dosis terpisah (setiap 12 jam) untuk 10-21 hari. Maksimal 1.5 g/hari. Cistitis fibrosis: anak 5-17 tahun; 40 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam, pemberian selama 1 minggu Injeksi: infeksi saluran urin komplikasi pada anak 5-17 tahun: 6-10 mg/kg setiap 8 jam untuk 10-21 hari (maksimum 400 mg/dosis) Cistitis fibrosis:anak 5-17 tahun; 30 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam untuk satu

minggu. DOSIS DEWASA: Oral: Infeksi saluran urin: Infeksi saluran urin akut tanpa komplikasi: 250 mg setiap 12 jam selama 3 hari. Infeksi saluran urin akut dan pyelonefritis tanpa komplikasi: sedíaan lepas lambat 1000 mg setiap 24 jam selama 7-14 hari. cistitis akut tanpa komplikasi sediaan lepas lambat 500 mg setiap 24 jam selama 3 hari. Infeksi saluran urin sedang : 250 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Infeksi saluran urin berat: 500 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. infeksi saluran nafas bawah, dan infeksi pada kulit: 500 – 750 mg dua kali sehari untuk 7-14 hari, tergantung juga dengan kegawatan dan keparahan infeksinya. Infeksi pada tulang dan persendian: 500-750 mg dua kali sehari 4-6 minggu, tergantung kegawatan dan kepekaan dari bakteri penginfeksinya. Diare karena infeksi: 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Infeksi intraabdominal (kombinasi dengan metronidazol): 500 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Demam tyfoid: 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Infeksi gonore uretral /servikal : 250-500 mg dosis tunggal. Infeksi gonore menyebar: 500 mg dua kali sehari selama pengobatan 7 hari penuh (pengobatan awal dengan seftriakson 1 g IM/IV perhari untuk 24-48 jam setelah ditemukan kasus tersebut). Sinusitis (akut): 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Prostatitis kronik karena bakteri: 500 mg setiap 12 jam selama 28 hari. Injeksi: Infeksi tulang dan persendian: infeksi ringan dan sedang : 400 mg setiap 12 jam untuk 4-6 minggu; infeksi berat dan komplikasi: 400 mg setiap 8 jam selama 4-6 minggu.

nyeri lambung (anak 3%. Prostatitis (kronik. Intraabdominal infection (kombinasi dengan metronidazole): 400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Vebrile neutropeni (kombinasi dengan piperacilin) 400 mg setiap setiap 8 jam selama 7-14 hari. demam (anak 2%). akut dan komplikasi: 400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Hepatik : Peningkatan SGOT/SGPT (dewasa 1%). ClCr 5-29 mL/menit: oral 250-500 mg setiap 18 jam. karena bakteri) 400 mg setiap 12 jam selama 28 hari. Infeksi saluran urin: ringan hingga sedang 200 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari.sedang dan berat): 400 mg setiap 8 jam selama 10-14 hari. IV. Pneumonia nosokomial: (ringan. gangguan pencernaan (anak 3%). muntah (anak 5%. gelisah (pemberian IV). Angka Kejadian < 1% : . pusing dan cemas). Lokal : Reaksi pada tempat injeksi (pemberian IV). Farmakologi Angka Kejadian 1-10% : SSP : Kejadian neurologi (anak-anak 2% meliputi gangguan tidur. diare (anak 5%. 200-400 mg setiap 18-24 jam. dewasa<1%). infeksi gawat dan komplikasi: 400 mg setiap setiap 8 jam selama 4-6 minggu. dewasa 2%). PENYESUAIAN DOSIS: ClCr 30-50 mL/menit: oral 250-500 mg setiap 12 jam. Gastrointestinal : Mual (anak/dewasa 3%). Dermatologi : Ruam kulit (anak 2% dewasa 1%). Saluran pernapasan : Radang saluran pernapasan (rhinitis) anak 3%. sakit kepala (pemberian IV). Sinusitis (akut): 400 mg setiap 12 jam selama 10 hari.Infeksi saluran napas bawah dan infeksi pada kulit: ringan hingga sedang :400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. ClCr <30 mL/menit (infeksi saluran urin akutI) oral 500 mg setiap 24 jam. dewasa 1%).

pseudomembranous colitis. tablet lepas lambat 15-30°C Kontraindikasi Terhadap pasien yang mengalami hipersensitifitas terhadap golongan siprofloksasin dan . disfagia. kromatopsia. takikardi. anafilaksis. interstisial nephritis. bronkhospasmus. myalgia. moniliasis. myoclonus. hipotensi ortostatik. jaundice kolestatik. sakit kepala. rasa lemas.flatulen. kegagalan fungsi hati. delirium. kristaluria. dyspnea. palpitasi. jaundice.limfadenopati. toxic epidermal nekrolisis. iritabilitas. tremor. anorexia. nekrosis hati. pansitopenia. myastenia gravis. agitasi. Stabilitas Penyimpanan Injeksi: sediaan infus disimpan pada suhu 5-25°C terlindung dari cahaya dan pembeku (freezer). psikosis. hipertensi. obat dapat bertahan 14 hari. insomnia. trombosis serebral. hipertonia. edema tenggorokan. hilang rasa. migrain. Sediaan vial disimpan dalam suhu 5-30°C terlindung dari cahaya dan pembeku (freezer). kandiduria. hasil pengenceran yang mengikuti prosedur dan tersimpan pada suhu dibawah 30°C dan terhindar dari pembeku. pankreatitis. vasculitis. terlindung dari cahaya. nystagmus. methemoglobinemia. sakit pada dada. nefritis. dermatitis eksfoliatif. parestesia. neuropati perifer. renal calculi. tromboflebitis. reaksi alergi. rasa takut. klinduria. Tablet: disimpan pada suhu 30°C. hiperpigmentasi. pengenceran 0. hipotensi. edema. kerusakan tendon. konstipasi. rasa dingin. sensitif terhadap cahaya terang. angioedema. depresi sumsum tulang. agranulositosis. hiperglisemia. anosmia. tinitus. anemia. vaginitis. gangguan visual. rasa malas. depresi. anemia hemolitik. Mikrokapsules untuk Suspensi oral: disimpan pada suhu 25°C. fixed eruptions. ARF. eritema nosodum. petenchia. albuminuria. ataksia. perdarahan lambung. perdarahan uretral. kejang. peningkatan serum kolesterol dan trigliserida. halusinasi. sindrom stevens-johnson. perpanjangan waktu PT/INR. Tetas mata: disimpan pada suhu 2-25°C. angina pektoris. eritema multiform. kandidiasis vagina. rasa malas. demam. nyeri persendian. atrial flutter. kandidiasis. edema paru. reaksi manik.gagal jantung. paranoia. hematuria. tendonitis.Abnormal.5-2 mL siprofloksasin dapat bertahan selama 14 hari jika disimpan dalam suhu kamar. dispepsia (dewasa). perforasi intestinal. ektopi ventricular. eosinofili. MI.

flatulen. edema tenggorokan. pusing dan cemas). hipertonia. palpitasi. nekrosis hati. konstipasi. vaginitis. perforasi intestinal. depresi. edema. hiperpigmentasi. perdarahan uretral. hipertensi. diare (anak 5%. renal calculi. rasa dingin. delirium. gelisah (pemberian IV). nyeri persendian. depresi sumsum tulang. hipotensi. kandidiasis. Angka Kejadian < 1% : Abnormal. tremor. sakit kepala. anosmia. muntah (anak 5%. dermatitis eksfoliatif. demam (anak 2%).limfadenopati. hiperglisemia. perpanjangan waktu PT/INR. rasa takut. Saluran pernapasan : Radang saluran pernapasan (rhinitis) anak 3%. petenchia. eritema nosodum. ektopi ventricular. myoclonus. kandiduria. peningkatan serum kolesterol dan trigliserida. dyspnea. agitasi. iritabilitas. takikardi. MI. angioedema. atrial flutter. gagal jantung. anorexia. tromboflebitis. klinduria. anafilaksis. trombosis serebral. myastenia gravis. kejang. vasculitis. Lokal : Reaksi pada tempat injeksi (pemberian IV). Gastrointestinal : Mual (anak/dewasa 3%). insomnia. kristaluria. reaksi manik. bronkhospasmus. . nyeri lambung (anak 3%. myalgia. dewasa 2%). nefritis. nystagmus. kerusakan tendon. kegagalan fungsi hati. hipotensi ortostatik. methemoglobinemia. neuropati perifer. paranoia. ataksia. Dermatologi : Ruam kulit (anak 2% dewasa 1%). ARF. sakit pada dada. rasa malas. interstisial nephritis. migrain. dewasa<1%). perdarahan lambung. halusinasi. pseudomembranous colitis. pansitopenia. agranulositosis. hilang rasa. rasa malas. anemia hemolitik. angina pektoris.komponen lain dalam sediaan Efek Samping Angka Kejadian 1-10% : SSP : Kejadian neurologi (anak-anak 2% meliputi gangguan tidur. kromatopsia. Hepatik : Peningkatan SGOT/SGPT (dewasa 1%). moniliasis. sensitif terhadap cahaya terang. disfagia. reaksi alergi. hematuria. jaundice kolestatik. tendonitis. dewasa 1%). parestesia. eritema multiform. tinitus. gangguan pencernaan (anak 3%). sakit kepala (pemberian IV). eosinofili. sindrom stevens-johnson. kandidiasis vagina. toxic epidermal nekrolisis. demam. rasa lemas. pankreatitis. psikosis. anemia. edema paru. fixed eruptions. dispepsia (dewasa). albuminuria. jaundice. gangguan visual.

Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . jika dikonsumsi bersamaan dengan siprofloksasin dapat meningkatkan efek detak jantung yang berlebihan atau stimulasi SSP meningkat. metotreksat. ropivacaine.Terhadap Anak-anak : Siprofloksasin bukan merupakan obat pilihan pertama untuk anak – anak. suplemen elektrolit oral. mexiletin. digunakan 4 jam sebelum makan dan 6 jam setelah makan. dan warfarin. Jika digunakan dengan kortikosteroid maka akan dapat meningkatkan kerusakan tendon. Jika siprofloksasin dalam bentuk obat lepas lambat. ropinirol. Probenezid kemungkinan meningkatkan kadar siprofloksasin. tidak direkomendasikan (AAP) .Terhadap Ibu Menyusui : Siprofloksasin terdistribusi kedalam air susu ibu. multivitamin dan mineral)kemungkinan menganggu penyerapan siprofloksasin pada saluran cerna akibat efek kation divalen dan trivalen. quinapril. Menurunkan efek: Antasida. mirtazapin. kemungkinan juga siprofloksasin dapat menurunkan kadar fenitoin .Dengan Makanan : Makanan (kalsium yang ada dalam sari buah.Sebaiknya obat digunakan 2 jam sebelum makan atau 6 jam setelah makan. fluvoxamine. sukralfat. Kofein (dari kopi). .Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek: Meningkatkan efek toksik dari substrat CYP1A2 (seperti. Jika digunakan dengan foscarnet dapat meningkatkan efek kejang. Pengaruh . trifluoperazin).Interaksi . gliburid. aminofilin. teofilin.

. harap menghubungi apoteker. CBC (cell blood count) Parameter Monitoring CBC Renal (BUN. Injeksi. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. ClCr) Fungsi hepar (SGOT. Reaksi hipersensitifitas gawat seperti anaphilasis pernah terjadi jika pengobatan dengan golongan quinolon lainya. seperti mual. maka harap menghubungi dokter. pernah dilaporkan ketika siprofloksasin digunakan bersamaan dengan quinolon lainya. Tablet Lepas Lambat Peringatan Kemungkinan dapat meningkatkan respon SSP. menghambat relaksasi superkoloid DNA dan memicu kerusakan untai gandai DNA .. perlu monitoring terhadap pasien yang diketahui mempunyai kelainan pada SSP. Salep. Pengobatan jangka panjang dapat mengakibatkan suprainfeksi. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. tes fungsi ginjal. SGPT) Bentuk Sediaan Infus. maka sebaiknya siprofloksasin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (2 jam sebelum makan atau 6 jam setelah makan).Terhadap Hasil Laboratorium : Kemungkinan dapat berpengaruh terhadap hasil pengukuran: tes fungsi hati. diare atau respon hipersensitivitas. Tetes Mata. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. Tablet. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. Kerusakan tendon. Mekanisme Aksi Menghambat DNA-girase pada organisme yang sensitif .

Cendofenikol .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . putih hingga putih kelabu atau putih kekuningan.Nama & Struktur Kimia .Alchlor .tasikmalayakota.0% dan tidak lebih dari 103.id/index. Memantau pasien yang mendapatkan obat lain seperti teofilin dan siklosporin dengan memantau CBC.Bufacetin . AHFS DRUG. 1995. 2006.2-Dikloro-N-[ß-hidroksi-alfa-(hidroksimetil)-pnitrofenetil]asetamida[56-75-7]. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat.Armacort . fungsi ginjal. mudah larut dalam etanol.php/informasi-obat/372-siprofloksasin.Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. (DIH).html Tiamfenikol Deskripsi . Kelarutan: sukar larut dalam air. dalam propilen glikol. C11H12Cl2N2O5 Kloramfenikol mengandung tidak kurang dari 97. fungsi hati selama pemakaian obat. 2005 Farmakope Indonesia IV.0% C11H12Cl2N2O5 Pemeriaan: hablur halus berbentuk jarum atau : lempeng memanjang. . dalam aseton dan dalam etil asetat.Sifat Fisikokimia : D-treo-(-)-2.go. http://dinkes. Daftar Pustaka Drug information hand book.

Sakamycetin .Vanquin dan Vanquin Plus .Chloramfecort H .Grafacetin . Dosis.. Infant: >30 hari dan anak : 50-75 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam.Otolin . Infant: >30 hari dan anak : 50-100 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam Infeksi lain: IV.Ribocin .Suprachlor .Colsancetine .Mefamicetin .Xepanicol Indikasi Merupakan antibiotik dengan spectrum luas.Mediclor .Indoson .Erlamicetine . H.Erlamicetine Plus .Kemicetine . obat ini tidak cocok untuk penggunaan sistemik.Emkapeni .Megachlor .Salmonella.Cendomycos .Kemicort .Isotic Salmicol .Heromycetine .Fenicol .Klorfeson . Cara Pemberian dan Lama Pemberian DOSIS ANAK: Meningitis: IV.Citophenicol .Kemiderm .Cendomycetine .Itramicetin .Empeecetin .Farsycol .Kemocol .influenzae. Neisseria.Novachlor .Mecocetin .Lanacetine .Decacetine .Colcetin .Licoclor .Hufamycetin . namun bersifat toksik.Colipred .Chloramex . dan Rickettsia.Megacetine .Kloramixin D . .Combicetin .Particol .Naxogin Complex .Chloracol .Solachlor .Varicetin .Etagemycetin . Karena toksisitasnya.Chlorbiotic .Cymacetine .Kloramixin .Colme . kecuali untuk penggunaan diatas. meningiditis.Microtina . Obat ini seyogyanya dicadangkan untuk infeksi berat yang diakibatkan oleh bacteriodes.Solachlorx .Kemicort Forte .Neophenicol . Dosis maksimal: 4 g/hari.Pimicetin Syr .Zenichlor .Enkacetyn .Chloramfecort .Imfarmycetin .Solacort .Cloramidina .Albucetine .Novachlor .Magnaclor .Neophenicol .Uniphenicol .Suprachlor .Erlamicetin .

End-stage Gangguan ginjal :3-7 jam. cairan obat yang dibekukan kemungkinan akan dapat bertahan selama 6 bulan. Stabilitas Penyimpanan Simpan obat pada suhu kamar. meningitis inflamasi >66%. Cara pemberian: jangan diberikan I. Farmakologi Distribusi: keseluruh jaringan dan cairan tubuh. gunakan hanya jika cairan masih jernih. kloramphenikol sodium suksinat dihidrolisa dengan mekanisme esterisasi sehingga menjadi bentuk aktif. dapat diberikan IV kurang dari 1 menit dengan konsentrasi 100 mg/mL atau IV intermittent infuse lebih dari 15-30 menit dengan konsentrasi akhir <20 mcg/mL. dapat menembus placenta. Makimum dosis harian 4 g/hari.DOSIS DEWASA: 50-100 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam. sebuah reaksi idiosikratik yang dapat terjadi dari manapun rute pemberian . Anemia aplastik.3 jam. Penyesuaian dosis: jika diketahui menderita kerusakan hepar. Ikatan protein: 60% Metabolisme: utamanya melalui hati (90%) menjadi metabolit tidak aktif dengan melalui mekanisme glukoronidasi. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap kloramfenikol atau terhadap komponen lain dalam obat. Efek Samping Tiga efek samping terbesar yang diakibatkan oleh kloramfenikol antara lain : 1.M. Sirosis:1012 jam. dalam cairan serebrospinal : normal meningitis 66%. masuk dalam ASI. Eksresi: urin (5-15%). maka sebaiknya tidak menggunakan obat.6-3. karena akan meningkatkan toksisitas obat. hasil pencampuran obat dapat bertahan selama 30 hari. T½ eliminasi: fungsi ginjal normal: 1.

urtikaria. Meningkatkan efek toksis: kloramfenikol meningkatkan efek dari klopropramid.obat. Menurunkan efek: fenobarbital dan rifampisin kemungkinan menurunkan efeknya. Bone marrow suppresión. enterokolitis. koma dan kematian. asidosis. Dermatologi : Angioderma. mata gelap (delirium). ini terjadi jika kadar serum darah >25 mcg/mL dan bersifat reversible ketika kloramfenikol dihentikan. sakit kepala. Efek samping lainya : SSP : Bingung. depresi myokardial. Gray síndrome ini ditandai dengan collapse. Dalam penelitian sampel hewan uji terdapat embriotoksik dan teratogenik. Interaksi . fenitoin. sianosis. 3. mual. 3A4 (penggunaan mingguan).Dengan Makanan : Kemungkinan akan menurunkan absorbsi obat pada intestinal Pengaruh . glossitis. 2. . Ini dapat terjadi jika kadar konsentrasi darah > 50 mcg/mL. Ocular : optic neuritis. fever. Anemia dan neutropenia kemungkinan akan terjadi pada minggu pertama penggunaan obat. tapi ini belum cukup terbukti dalam penelitian selanjutnya.Dengan Obat Lain : Sitokrom P450: menghambat CYP2C8/9 (penggunaan mingguan). . dan antikoagulan oral.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. depresi. kemungkinan diakibatkan oleh akumulasi obat dalam darah akibat adanya kerusakan pada hati dan ginjal pasien. Lain-lain : Anaphilaksis. reaksi hipersensitifitas. biasanya terjadi 3 minggu sampai 12 bulan setelah pemberian obat. muntah. stomatitis. ruam. Gastrointestinal : diare.

Penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan suprainfeksi. Trombosis) Liver (SGPT. Kejadian serius hingga fatal berupa dyscrasias akibat penggunaan jangka pendek maupun panjang termasuk juga melalui penggunaan topikal. Kurangi dosis jika digunakan pada pasien penyakit hati..Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan lebih dari 2 minggu Dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium : CBC. .Terhadap Anak-anak : Dapat menyebabkan gray baby síndrome. Kapsul.Terhadap Ibu Menyusui : Dapat di ekresikan kedalam air susu ibu. AAP tidak merokomendasikan . SGOT) Renal (BUN. ClCr) Bentuk Sediaan Injeksi. AAP tidak merekomendasikan. maka sebaiknya kloramfenikol digunakan dalam dosis . Penggunaan pada bayi dapat mengakibatkan gray baby síndrome yang dapat berakibat fatal. Parameter Monitoring CBC (Hb. Hati – hati jika digunakan pada pasien defisiensi glucosa 6-phosfat dehidrogenase. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. Serbuk Suspensi Oral Peringatan Hati – hati jika digunakan pada pasien yang tenderita gangguan hepar dan gagal ginjal. liver dan ginjal.

: Larutan 1% dalam air mempunyai pH : 7. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. seperti mual.tasikmalayakota. C19H15NaO4 Serbuk higroskopik berwarna putih. sangat sedikit larut dalam diklorometan. Evaluasi jika timbul tanda munculnya ESO obat. 2006.8.2 . diare atau respon hipersensitivitas. Mekanisme Aksi Secara reversibel berikatan dengan 50S subunit ribosom pada organisme yang sensitif untuk menghambat terjadinya mekanisme transfer asam amino yang dibutuhkan untuk pembentukan rantai peptida. Daftar Pustaka Drug information hand book. harap menghubungi apoteker. AHFS DRUG.Sifat Fisikokimia . Amati jika ada timbul gejala ESO obat.php/informasi-obat/389-tiamfenikol.html Warfarin Deskripsi . Sangat mudah larut dalam alkohol dan larut dalam aseton. Memonitor kepatuhan pasien dalam menggunakan obat.Nama & Struktur Kimia .go. maka harap menghubungi dokter.Keterangan : : Na-2-oxo-3[(1 RS)-3-oxo-1-phenylbutyl]2H-1-benzopiran-4-olate. 2005 Farmakope Indonesia IV.id/index.dan rentang waktu yang telah ditetapkan. sehingga hal ini akan menghambat sintesis protein sel bakteri. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. (DIH). Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat.3 . http://dinkes. 1995. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat.

bayi < 12 bulan memerlukan dosis sama dengan atau mendekati rentang ini. antikoagulasi konsisten akan sulit untuk dipertahankan pada anak< 5 tahun. Dosis.34 mg/kg/hari. risiko pendarahan). dosis pemeliharaan biasanya 2-10 mg setiap hari (mungkin diperlukan dosis loading dan pemeliharaan di luar pedoman ini). risiko pendarahan dan pasien yang lemah kondisinya. Dosis awal yang lebih tinggi dapat diberikan untuk pasien tertentu (misalnya pasien yang menerima agen penginduksi enzim). terapi lanjutan. fungsi kardiak. gizi buruk. Dewasa : dosis awal tergantung individu (pertimbangkan pasien dengan gangguan fungsi hati. gagal jantung kongestif. pasien lanjut usia. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral dan anak : 0.Warfarin Eisai .Golongan/Kelas Terapi Obat Yang mempengaruhi darah Nama Dagang . Awali dengan dosis 5-10 mg/hari. Farmakologi Onset kerja : antikoagulan oral : 36-72 jam. Dosis awal yang lebih rendah diperlukan pasien dengan gangguan fungsi hati. status nutrisi.05 .Simarc 2 Indikasi Profilaksis dan terapi thrombosis vena. Durasi 2-5 hari Absorpsi : cepat .0. embolism pulmonari dan disorder thromboembolik. atrial fibrilasi dengan risiko embolism dan sebagai tambahan pada profilaksis embolism sistemik setelah infark miokardiak.

hemofilia. amiodaron. jaundice. urtikaria. hemoragi. trombositopenia purpura. dermatitis. luka pada hati. bervariasi antar individu. gangguan rasa. 2C8/9 (mayor). ulkus mulut. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada tempat kedap udara. alopesia. stroke. anestesia blok lumbar regional atau operasi besar lainnya. pasien tidak patuh. hematuria. anoreksia. rata-rata 40 jam. operasi mata atau saraf. visceral carcinoma. nyeri. pendarahan. pendarahan pada kolon.Metabolisme : dihati. Inhibit : CYP2C8/9 (sedang). rash. asthenia. antifungi . hematoma retroperitonial. osteoporosis. pruritus. mual. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap warfarin atau komponen lain dalam sediaan. hipersensitifitas dan reaksi alergi. defisiensi asam askorbat. 2C19 (lemah). androgen. pusing.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450 : Substrat CYP1A2 (minor).7 mL air steril. demam. prostatektomi. riwayat pendarahan diastesis. aborsi. Efek Samping Antikoagulan. Meningkatkan efek/toksisitas : Asetaminofen.edema. epitaksis. anuerism. leukemia. tempat pendarahan yang tidak diketahui yang dapat diatasi dengan antikoagulasi. flatulens. 3A4 (minor). diare. muntah. endokarditis bakteri sub akut. penyakit hepatik parah. hemoragi. sakit abdominal. kehamilan. hemoragi serebrovaskular. agranulositosis. Setelah direkonstitusi dengan 2. eklampsia dan pre-eklampsia. pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan. allopurinol. setelah punktur spinal dan diagnostik lain atau prosedur terapi untuk pendarahan signifikan. poliartritis. pernapasan. leukopenia. sediaan stabil selama 4 jam pada suhu kamar. perikarditis atau efusi perikardial. T½ eliminasi : 20-60 jam. Interaksi . riwayat nekrosis yang diinduksi warfarin. pendarahan intestinal. peningkatan transaminase. parethesia. 2C19 (minor). syok hemoragi. vasculitis. kram perut. malaise. hipertensi tidak terkontrol. sakit kepala. terhindar dari sinar matahari. lethargi.

nafsilin. fenitoin. E. sefalosporin.Terhadap Ibu Menyusui : Warfarin tidak didistrubusikan ke dalam air susu. karbamazepin. zafirlukast dan zilueton. tigesiklin. vitamin E meningkatkan efek warfarin. kuinidin. bosentan. derivat sulfonamida. metronidazol. voriconazol. griseofulvin. vitamin A. inducer CYP2C8/9 (kuat). derivat rifamisin dan sulfasalazin. hematokrit Bentuk Sediaan . produk tiroid. inhibitor COX-2. aprepitant. inhibitor HMG CoA reduktase. etoposida. fluorourasil. hanya metabolitnya yang didistribusikan ke dalam air susu. . ropirinol. orlistat. capecitabin. leflunomida. salisilat. sulfinpirazon. flukonazol. Pengaruh . derivat tetrasiklin. efek antikoagulan warfarin akan menurun dengan adanya makanan mengandung vitamin K.Terhadap Anak-anak : - . barbiturat. hormon kontrasepsi.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Protrombin time (PT). azatioprin.antibiotik makrolida. antidepresan trisiklik. glukagon. treprostinil. fitonadion. disulfiram. glutetimida.(imidazol). antibiotik kuinolon. propafenon. dikloksasilin. obat inflamasi non steroid. Jus cranberry akan meningkatkan efek warfarin. ifosfamida. Penurunan efek : Aminoglutetimida. simetidin. agen anti thyroid.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko : X . inhibitor CYP2C8/9 (sedang/kuat). .Dengan Makanan : Hindari penggunaan etanol : etanol menurunkan metabolisme warfarin dan meningkatkan PT. inhibitor pompa proton (omeperazol). propoksifen. merkaptopurin.

pasien tidak patuh. 6. anuerism. 4. Sebaiknya dipergunakan obat dari merek yang sama jangan mengganti dengan merek yang lain. anestesia blok lumbar regional atau operasi besar lainnya. kehamilan.Tablet 5 mg Peringatan Hipersensitif terhadap warfarin atau komponen lain dalam sediaan. trombositopenia purpura. riwayat nekrosis yang diinduksi warfarin. 5. Selama mempergunakan obat ini jangan minum minuman yang mengandung alkohol. defisiensi asam askorbat. riwayat pendarahan diastesis. 7. operasi mata atau saraf. penyakit hepatik parah. poliartritis. X) di hati. pernapasan. prostatektomi. setelah punktur spinal dan diagnostik lain atau prosedur terapi untuk pendarahan signifikan. Lakukan kontrol darah secara teratur karena akan dapat menentukan pemakaian dosis yang tepat. . hemofilia. Jangan dipakai berlebihan tanpa petunjuk dokter karena akan terjadi perdarahan. VII. pendarahan baik dari mulut. pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan. Segera ke dokter bila terjadi diare. hidung ataupun anggota tubuh lainya. pendarahan pada kolon. hemoragi. Obat ini untuk mencegah pembekuan darah 2. eklampsia dan pre-eklampsia. hipertensi tidak terkontrol. aborsi. visceral carcinoma. Mekanisme Aksi Mempengaruhi sintesis faktor koagulasi yang tergantung vitamin K (II. IX. Mintalah petunjuk dan persetujuan dokter bila harus menggunakan obat lain. hemoragi serebrovaskular. endokarditis bakteri sub akut. perikarditis atau efusi perikardial. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1. 3. leukemia. Pergunakan obat ini benar-benar sesuai dengan petunjuk dokter. Jangan mempergunakan obat lain selama penggunaan obat ini.

id/index. . Maksimum kelarutan obat adalah >100 mg/mL pada air dengan suhu 25°C. Secara komersial. pKa 2.tasikmalayakota.5 mg/mL dalam air pada suhu 25°C.php/informasi-obat/406-warfarin.go.0% dan tidak lebih dari 101.5 mg/mL.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi .14th edition.html Asiklofir Deskripsi .Nama & Struktur Kimia . 2006 http://dinkes. Asiklovir natrium mengandung 4. 34th edition. Asiklovir berupa serbuk kristal putih dan mempunyai tingkat kelarutan 2.25. obat tersedia juga : dalam bentuk injeksi dengan bentuk asiklovir natrium dengan bentuk serbuk kristal putih.Sifat Fisikokimia : 9-[(2-hidroksietoksi)metal]guanine.Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Martindale. C8H11N5O3 Mengandung tidak kurang dari 98.27 dan 9. tetapi pada pH psiologis dan suhu normal tubuh 37°C obat hampir tidak mengalami ionisasi sehingga maksimum kelarutan obat adalah 2.0% C8H11N5O3 dihitung terhadap zat anhidrat. larut dalam air. 2005 Lexi-Comp's Drug Information Handbook .2 mEq natrium per gram asiklovir.

Vircovir .Nama Dagang . HERPES ZOSTER: Oral: Dewasa: 800 mg setiap 4 jam (5kali/hari) selama 7-10 hari.Inavir . HERPES LABIALIS: Topikal: anak >=12 tahun dan dewasa : Cream: digunakan 5 kali/hari selama 4 hari. Infeksi kronik: 400 mg dua kali/hari atau 200 mg 3-5 kali/hari selama 12 bulan dan diikuti dengan mengevaluasi perkembangan pasien.Quavir .Zoter .Zumasid Indikasi Untuk pengobatan genital herpes simplek virus (HSV).20mg/kg/dosis setiap 8 jam selama 7 hari. kronis:80mg/kg/hari dalam 3 dosis terbagi (maksimum 1g/hari) dievaluasi setelah 12 bulan pengobatan Dewasa: dosis awal dan recurrence : 200 mg set. 2. varicella – zoster (chickenpox).Virpes . dosis disesuaikan dengan menghitung bobot ideal pasien.Vireth .Tyrus .Azovir .Clinovir .Herpiclof .Dumophar . 400 – 1200 mg/hari dalam 2-3 dosis terbagi juga dapat direkomendasikan. HSV encephalitis. Note: Pada pasien Obesitas.Clopes .Danovir .Matrovir . HSV pada pasien immunokompromise.Vircella .Virtaz . Dosis. Cara Pemberian dan Lama Pemberian A. Oral:Anak: dosis awal: 40-80 mg/kg/hari terbagi dalam 3-4 dosis terbagi untuk 5-10 hari (maksimum 1 g/hari. I. dosis permulaan.Virdam .Poviral .V : anak < 12 tahun.Virpes Cream .Anak>=12 tahun dan dewasa 10 mg/kg/dosis atau 500 mg/m²/dosis setiap 8 jam selama 7 hari. 1. Dosis Berdasarkan Indikasi Obat.V: anak: > 12 tahun dan dewasa (immunocompetent). 3.Clovika . dewasa:dosis awal. herpes labialis (cold sores).Vyrono .Zovirax . herpes zoster (shingles). oleskan pada permukaan.Acifar . neonatal HSV. .Topikal. GENITAL HSV: I.Scanovir . gawat:5mg/kg setiap 8 jam untuk 5-7 hari.

dapat juga diberikan 800 mg setiap 12 jam. . Dosis Berdasarkan Penyesuaian Fungsi Ginjal Oral:ClCr 10-25 mL/menit/1. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung.73 m² : diberikan 50% dari dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam. I. 4 kali/hari selama 5 hari. paru-paru. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) simpan pada tempat kering. Bioavailabilitas: oral: 10-20% pada keadaan fungsi ginjal masih normal (bioavailabilitas menurun seiring peningkatan dosis obat).73 m² : diberikan dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam. T½ (waktu paruh): terminal: bayi. anak-anak 1-12 tahun : 2-3 jam. I. tablet: simpan pada suhu kamar.4. Farmakologi Absorbsi: oral: 15-30% Distribusi: Vd: 0. Ointment: simpan pada suhu kamar. dapat juga diberikan 200 mg setiap 12 jam. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung.Anak <1 tahun: 10 mg/kg/dosis setiap 8 jam untuk 7-10 hari.V. T max.8 L/kg (63. vagina. dewasa : 3 jam. suspensi: simpan pada suhu kamar. hati. CSF) Ikatan protein: 9-33%.73 m2: dosis normal 800 mg setiap 4 jam. Stabilitas Penyimpanan Kapsul. ClCr <10 mL/menit/1. 200 mg setiap 8 jam atau 400 mg setiap 12 jam. ClCr 10-25 mL/menit/1.VARICELLA-ZOSTER (chickenpox): Oral: Anak >=2 tahun dan robot <=40 kg: 20 mg/kg/dosis (ditingkatkan sampai 800mg/dosis).5-2 jam.ClCr <10 mL/menit/1. uterus. Metabolisme: diubah oleh enzim virus menjadi asiklovir monofosfat dan kemudian diubah menjadi difosfat kemudian trifosfat (bentuk aktif) oleh enzim sel. B. Pemberian dosis normal 800 mg setiap 4 jam.Anak >=1 tahun dan dewasa 1500mg/m²/hari terbagi setiap 8 jam atau 10mg/kg/dosis setiap 8 jam selama 7-10 hari. dalam serum: antara 1.73 m² : diberikan dosis yang direkomendasikan setiap 12 jam.dapat diberikan 800 mg setiap 8 jam. Ekskresi: Urin (62-90% sebagian dalam bentuk utuh dan metabolitnya). ginjal. Injeksi: simpan serbuk obat pada suhu kamar. Cream.V: ClCr 25-50 mL/menit/1.Anak >40 kg dan Dewasa: 800 mg/dosis 4 kali/hari selama 5 hari.6 L) tersebar luas (otak.73 m²: Pemberian dosis normal: 200 mg setiap 4 jam. Pencampuran: asiklovir 500 mg dengan SWFI 10mL. 4 jam.

diare. fotosensitisasi. neutropilia. leukositosis. rasa terbakar. psikosis. somnolence. koma. depresi mental. Renal : Peningkatan BUN (5-10%). Topikal : > 10% : Dermatologi : Nyeri sedang. lymfadenopati. Satu pencampuran dalam infus dapat digunakan kurang dari 24 jam. Interaksi . jaundice.jangan menggunakan air yang bebas bakteri yang terkontaminasi dengan benzil alkohol dan paraben. Nyeri perut. hyperbilirubinemia. trombositopenia.10% : Sistemik Parentral : Dermatologi : Gatal-gatal dengan bintik-bintik merah (hives) (2%). ketokonazol dan aciclovir mempunyai efek sinergis untuk melawan . gagal ginjal akut. Konsentrai > 10mg/ml dapat meningkatkan potensi terjadinya plebitis. peripheral edema. dysarthria. Kontraindikasi Kontraindikasi buat pasien yang mengalami reaksi hipersensitifitas pada asiklovir dan turunannya. desquamation. gangguan GI. gagal ginjal. sindrom Stevens – Johnson. alopecia. sakit tenggorokan. 1% . parestesia. hematuria. intravascular coagulopathy. Hepatic : Dapat meningkatkan hasil pada parameter pemeriksaan laboratorium (1-2%) Local : Inflamasi pada tempat injeksi (plebitis) (9%). gatal-gatal (itch) (2%). hypotensi. insomnia. penurunan konsentrasi. seperti tersengat. muntah (3%).hepatitis. rasa malas. bingung. anafilaksis. Untuk infus intravena: dilarutkan dalam cairan dengan konsentrasi <=7mg/ml. tremor. angiodema. anemia. ruam (rash) (2%). Jangan menggunakan hasil pengenceran obat jika terdapat endapan. GI : mual dan muntah (7%). erythema multiform. halusinasi. 1-10% : Dermatologi : Pruritus. bibir kering. encephalopaty. diare (2-3%). ataksia. agitasi. leukopenia. seizure. pruritos.Dengan Obat Lain : Anti jamur: ampoterisin B melawan efek asiklovir (pseudorabies) jika diberikan secara bersamaan. gangguan penglihatan visual. leukocytoclastic vaskulitis. urticaria. fatigue. peningkatan kreatinin (5-10%). itching Bentuk sedíaan lain : < 1%. delirium. myalgia. Efek Samping Sistemik Oral : > 10% : CNS : Malaise (12%) GI : Mual (2-5%). anoreksia. hemolisis. toksik epidermal nekrolisis. Hasil rekonstitusi obat akan dapat bertahan selama 12 jam pada suhu kamar. fever. necrosis jaringan lokal.

Hematologi : trombositopenia. trombocytopenia purpura / hemolitic uremia síndrome (TTP/HUS) karena belum banyak informasi yang tersedia. Serum Kreatinin. hiperbilirubinemia. .Terhadap Anak-anak : Keamanan. Tablet. . Pengaruh . leukopenia. tetapi pada hewan uji tidak menunjukkan adanya efek teratogenik.Terhadap Hasil Laboratorium : Renal : meningkatkan nilai BUN dan konsentrasi serum kreatinin. . atau pasien yang mendapatkan obat nefropati lainnya.Terhadap Ibu Menyusui : Dari hasil penelitian antara tahun 1984-1999. Ointment. BUN. Metotreksat: penggunaan asiklovir IV bersamaan dengan metotreksat harus mendapatkan perhatian. Parameter Monitoring Urinalisis. Enzim hati. Krem.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B. . Obat ini mampu menembus plasenta. tetapi dengan pengawasan dan jika benar – benar dibutuhkan. karena terjadi penurunan pengeluaran asiklovir lewat ginjal. Suspensi. tidak menunjukkan efek yang signifikan berpengaruh pada kehamilan. Dapat diberikan saat ibu menyusui. leukositosis vaskulitis. Hati – hati untuk pasien lanjut usia. anemia. dan efikasi asiklovir untuk anak dibawah 2 tahun belum diketahui secara pasti. gangguan ginjal.Dengan Makanan : Makanan tidak mengganggu absorbsi asiklovir. Zidavudin: jika diberikan secara bersamaan. dapat meningkatkan efek toksis dari asiklovir. Interveron: berefek sinergisme terutama untuk mengobati virus herpes tipe 1. Probenezid: jika diberikan bersamaan dengan asiklovir t ½ obat dan meningkatkan konsentrasi dari asiklovir.virus herpes tipe 1 dan 2. . Injeksi Peringatan Hati – hati jika diberikan pada pasien dengan keadaan immunocompromi. CBC Bentuk Sediaan Kapsul. Hasil tes lain : meningkatnya hasil uji fungsi liver. tetapi efeknya secara klinis belum diketahui.

Lamanya pasien menggunakan obat.id/index. Munculnya ESO dan keluhan lain selama pasien menggunakan obat. 2005 Farmakope Indonesia IV. Monitoring Penggunaan Obat Jadwal dan kepatuhan pasien menggunakan obat. yang kemudian lebih lanjut mengubahnya menjadi asiklovir triphosfat oleh enzim selular lainya. Mengenali munculnya ESO.Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Menganjurkan pasien untuk menggunakan obat sesuai yang tertera dalam etiket obat atau sesuai yang telah dianjurkan oleh dokter dan apoteker. AHFS DRUG. http://dinkes. Asiklovir trifosfat kemudian bekerja menghambat sintesis DNA dan replikasi virus dengan cara berkompetisi dengan dioksiguanosis trifosfat pada DNA polimerase virus dan kemudian menyatu kedalam DNA virus.tasikmalayakota. 1995. serta munculnya gejala – gejala kelainan pada kulit jika obat digunakan untuk penggunaan topikal. Daftar Pustaka Drug information hand book. (DIH). Mekanisme Aksi Asiklovir diubah menjadi asiklovir monofosfat oleh virus – spesifik timidinekinase. seperti rasa mual (untuk IV dan oral).go. Menggunakan obat sesuai jadwal yang telah diberikan jika obat digunakan dengan obat lain yang berpotensi memicu munculnya interaksi obat yang merugikan. 2006.php/informasi-obat/221-asiklofir.html Epinefrin Deskripsi .

5 mg). bila perlu dapat diulang setelah 20 menit hingga 4-jam (dosis tunggal maksimal: 0. dapat diulang bila perlu tiap 10-15 menit untuk anafilaksis. Obat ini merupakan katekolamin endogen dengan aktivitas pada medula adrenal. . Pada kasus syok yang berat. Dosis tunggal maksimal 1 mg.. Golongan/Kelas Terapi Antialergi Nama Dagang Indikasi Pengobatan anafilaksis berupa bronkospasme akut atau eksaserbasi asthma yang berat.3-0.Nama & Struktur Kimia . praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter. Dewasa : 0. atau tiap 20 menit hingga 4 jam untuk asthma. mudah larut dalam : air.Sifat Fisikokimia : Epinephrine.000) pelan-pelan dalam waktu 5-10 menit. bila perlu dapat diulang tiap 5-15 menit.25 mg IV (diencerkan 1:10. Dosis.1-0. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Injeksi parenteral.1-1. Farmakologi . Atau. Dosis 0. harus digunakan rute IV.3 mg/m2 SC.5 mcg/kg/menit infus IV. C9H23NO3 Epinefrin berbentuk mikrokristalin berwarna putih. dan diikuti pemberian infus IV 1-4 mcg/menit. Bentuk levorotatori isomer 15X lebih aktif dibanding bentuk dekstrorotatori.Keterangan : Epinefrin terdapat dalam kelenjar adrenal atau dapat dibuat secara sintetis.1 mg IV pelan-pelan dalam waktu 5-10 menit (diencerkan 1:100.01 mg/kg atau 0. sedikit larut dalam etanol.000) diikuti 0. Anak-anak dan bayi : 0. 0.5 mg SC atau IM.

Ekskresi : Urin (sebagai metabolit inaktif metanefrin. floxacillin. NS. dextran 6% dalam NS. D51/2NS. Kompatibilitas pencampuran : Kompatibel : Amikacin. hydrocortisone sodium succinate. furosemide. dobutamine. thiopental. D5LR. bupivacaine. fentanyl. lorazepam. calcium gluconate. verapamil. hydromorphone. Pemberian melalui Y-site : Kompatibel : Atracurium. Oksidasi akan mengubah warna larutan menjadi merah . vecuronium. Kecepatan pemberian awal 1 mcg/menit dan naikkan hingga efek yang dikehendaki. Inkompatibel : Ampicillin. diltiazem. hyaluronidase. Metabolisme : diambil oleh saraf adrenergik dan dimetabolisme oleh monoamine oxidase dan catechol-o-methyltransferase. D10W. furosemide. pancuronium. mephentermine. jumlah kecil dalam bentuk tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Penyiapan infus IV : Encerkan 1 mg dalam 250 mL D5W atau NS (4 mcg/mL). Inhalasi : 1 menit.Farmakodinamika/Kinetika : Onset : Bronkodilatasi : SC : 5-10 menit. phytonadione. Inkompatibel : Aminophylline. dan sulfat dan derivat hidroksi asam mandelat. D5W. inkompatibel dengan natrium bikarbonat 5%. obat dalam sirkulasi mengalami metabolisme di hepar. sodium bicarbonate. dopamine. labetalol. ranitidine. milrinone. warfarin. D5NS. norepinephrine. calcium chloride. Stabil dalam : dextran 6% dalam dextrose. propofol. LR. nicardipine. metaraminol. midazolam. levofloxacin. fentanyl. inamrinone. D51/4NS. famotidine. D10NS. cisatracurium. morphine. cimetidine. heparin. remifentanil. ranitidine. nitroglycerin. dobutamine. potassium chloride. Penyimpanan : Epinefrin peka terhadap udara dan cahaya. vitamin B complex with C.

Efek epinefrin pada kardiovaskuler (mis. yang kemungkinan tidak diinginkan. Genitourinari : Retensi urin akut pada pasien dengan gangguan aliran kandung kemih. dan vasoaktivitas) dapat memperparah kondisi ini. Epinefrin. dapat menyebabkan nekrosis jaringan karena terjadi vasokonstriksi pembuluh kapiler. Gangguan kardiovaskuler yang kontraindikasi epinefrin misalnya syok hemoragi. norepinefrin.jambu kemudian coklat. insomnia.Dengan Makanan : Epinefrin tidak digunakan melalui oral .Dengan Obat Lain : Karena epinefrin merupakan obat simpatomimetik dengan aksi agonis pada reseptor alfa maupun beta.. muntah. kronotropik. hidung. aritmia jantung. dopamin. isoproterenol. peningkatan kebutuhan oksigen. ektopi ventrikuler. terutama bila diberikan IV. potensial proaritmia. karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan da/atau gangren atau reksi injeksi setempat di sekitar suntikan. palpitasi. nyeri dada. pseudoefedrin. pusing. angina. dan genitalia. Gastrointestinal : tenggorokan kering. vasokonstriksi. penyakit arteri koroner (mis. harus digunakan hati-hati bersama obat simpatomimetik lain karena kemungkinan efek farmakodinamik yang aditif. kematian mendadak. peningkatan kebutuhan oksigen miokard. ritodrin. mual. ibu jari. metaproterenol. fenilefrin. dobutamin.. Efek Samping Kardiovaskuler : Angina. sakit kepala. infark miokard akut) dilatasi jantung dan aritmia jantung (takikardi). Juga hati-hati digunakan pada pasien yang menerima obat-obat seperti: albuterol. Interaksi . SSP : Ansietas. Hindari ekstravasasi epinefrin. hipertensi. pallor. kontraindikasi mutlak pada syok selain syok anafilaksi. flushing. salmeterol dan terbutalin. insufisiensi pembuluh koroner jantung. . fenilpropanolamin. Epinefrin jangan disuntikkan ke dalam jari tangan. takikardi (parenteral). Jangan digunakan bila terjadi perubahan warna atau terdapat endapan. Kontraindikasi Meskipun diindikasikan untuk open-angled glaucoma. epinefrin kontraindikasi mutlak pada closed-angle glaucoma karena dapat memperparah kondisi ini. xerostomia.

Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Gunakan obat sesuai anjuran. . keringat berlebihan. iritasi bronkial atau batuk. muka kemerahan. Ampul 1mg/ml Peringatan Epinefrin dikontraindikasikan pada penyakit serebrovaskuler seperti arteriosklerosis serebral atau 'organic brain syndrome' karena efek simpatomimetik (diduga alfa) pada sistem serebrovaskuler dan potensial perdarahan otak pada penggunaan IV. .Terhadap Anak-anak : . Hati-hati penggunaan epinefrin pada pasien hipertensi karena risiko menambah berat penyakit.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring EKG pada pasien yang mendapat epinefrin IV. nyeri dada atau palpitasi. mengurangi ambilan glukosa oleh jaringan dan menghambat pelepasan insulin dari pankreas. Segera lapor dokter bila sulit tidur. obat ini dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cara meningkatkan glikogenolisis di hepar. jadi pemaparannya terbatas. epinefrin akan rusak di dalam saluran pencernaan bayi.Terahadap Kehamilan : Klasifikasi kehamilan untuk epinefrin adalah kategori C. Secara teori. PFTs Bentuk Sediaan Injeksi. 'Hati-hati penggunaan epinefrin pada pasien DM. Anda mungkin akan mengalami pusing.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui apakah epinefrin dikeluarkan melalui ASI. pandangan kabur atau sulit buang air kecil. yang dapat menunda kelahiran. . Epinefrin kontraindikasi mutlak sewaktu proses kelahiran karena merupakan agonis reseptor beta2. tetap harus hati-hati jika diberikan pada ibu menyusui. tremor atau lemah.Pengaruh . Bagaimanapun.

Nama & Struktur Kimia .7. stimulasi jantung.go. 2-{4-[3-(2-trifluoromethylphenothiazine10yl)propyl]piperazin-1-yl}.php/informasi-obat/251-epinefrin. C22H26F3N3OS.id/index.Mekanisme Aksi Menstimulasi reseptor alfa-. Daftar Pustaka Lexi-comp http://dinkes. dosis besar menyebabkan konstriksi otot polos vaskuler dan skelet. dosis kecil berefek vasodilatasi melalui reseptor beta2-vaskuler. dalam alkohol1:6. Monitoring Penggunaan Obat Kaji penggunaan obat lain yang diminum pasien terhadap kemungkinan interaksi atau mempengaruhi efektivitasnya. dan beta2-adrenergik yang berefek relaksasi otot polos bronki.html Flufenasin Deskripsi . Pantau tanda-tanda vital dan berikan informasi tentang penggunaan obat. efek samping yang mungkin timbul dan cara mengatasinya. Flufenazin HCl adalah kristal putih/hampir putih tidak berbau. Kelarutan dalam air 1:4.tasikmalayakota. dan dilatasi vaskulatur otot skelet. beta1-. :- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang .Sifat Fisikokimia .Keterangan : : Flufenazina.

5 mg dekanoat setiap 3 minggu = 10 mg HCl/hari. dispensing dalam botol/vial amber atau buram. Kontraindikasi . Ikatan protein : 91% dan 99%.m. T½ eliminasi HCl : 33 jam. masuk ke ASI. Farmakologi Onset kerja im. sebagai dekanoat : 24-72 jam.04 mg/kg/hari. Larutan dapat diberikan bersama jus buah atau cairan tetapi harus diberikan segera. Dewasa : psikosis : Oral : 0. i. Durasi garam HCl : 6-8 jam.: 2.: sebagai HCl: sekitar 1 jam.5-10 mg/hari dibagi dalam beberapa dosis dengan interval 6-8 jam (dosis parenteral 1/3-1/2 dosis oral). Dekanoat : 12. Stabilitas Penyimpanan Hindari pembekuan.5-10 mg/hari dibagi dalam beberapa dosis dengan interval 6-8 jam. beberapa pasien mungkin membutuhkan peningkatan dosis sampai 40 mg/hari. Dosis. Ekskresi lewat urin sebagai metabolit. 12. Puncak efek : neuroleptik sebagai dekanoat : 48-86 jam. Dekanoat : 163-232 jam. hindari sinar. Absorbsi oral bervariasi dan tidak teratur. Distribusi : menembus plasenta.Indikasi Mengendalikan gangguan psikotik dan shcizofrenia..5 mg setiap 2 minggu. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak : Oral : 0. Metabolisme di hati. im.

mikonazol. Saluran cerna : berat badan bertambah. peningkatan prolaktin. hipnotik-sedatif. asma. salivasi. eritema. Darah : agranulositosis. pusing. Efek Samping KV : takikardia. ropinirol meningkatkan efek flufenasin. tekanan darah berfluktuasi. eksim. trombositopenia. SSP : parkinsonisme. diskinesia tardif. ileus paralitik. xerostomia. perubahan EEG. antihistamin. fotosensitifitas. enurisis. penglihatan kabur. udem serebral. . amenorea. sakit kepala. mimpi aneh. antihipertensif. hepatotoksik. hiper/hipotensi. Interaksi . pansitopenia. konstipasi. kehilangan selera makan. hiper refleksia. udem laring. kejang. kuinin. nontrombositopenik purpura. Kulit : dermatitis. pergolid. diskrasia darah. glaukoma. eosinofilia. poliuria. Otot-saraf : tangan gemetar. galaktoria. Genitourinari : gangguan ejakulasi. sindroma lupus eritamatosus. gelisah. Mungkin terjadi reaktivitas silang antara fenotiazin. paralisis kandung urin. aritmia. lelah.Dengan Obat Lain : InhibiCYP2D6 : chlorpromazin. distonia.Hipersensitif terhadap flufenazin atau komponen formulasi lainnya. udem. kuinidin. rash. perubahan libido. nyeri payudara. paroksetin. akathisia. spasme muka sebelah. Depresi SSP berat. ginekomastia. depresi. impotensi. Flufenasin memperkuat efek penekanan terhadap SSP dari analgesik narkotik. delavirdin. fluoksetin. urtikaria. antidepresan siklik. perubahan pengaturan pusat temperatur tubuh. kerusakan otak subkortikal. Pernafasan : kongesti hidung. barbiturat. perubahan kornea dan lensa. leukopenia. koma. Mata : retinopati pigmen. seborea. ritonavir. mengantuk. Hati : cholestatic jaundice. penyakit hati. Flufenasin dapat meningkatkan efek/toksisitas antikolinergik. pigmentasi. etanol. Metabolik & endokrin : perubahan siklus menstruasi.

skala normal gerakan yang tidak disadari. glukosa darah puasa/Hgb A1c. Kombinasi denagn metoklopramid akan dapt meningkatkan resiko gejala ekstrapiramidal. Kombinasi dengan antiaritmia. Fenotiasin akan menghambat aktivitas guanetidin. pimosid. gotu kola (Centella asiatica) valerian akan meningkatkan efek penekanan terhadap SSP.litium. . levodopa dan brokriptin. . Pengaruh .Terhadap Kehamilan : Dicurigai bersifat teratogenik.Terhadap Ibu Menyusui : Masuk ke dalam ASI.Terhadap Anak-anak : Keamanan terhadap anak< 6 tahun belum ditetapkan . Barbiturat. cisaprid. merokok akan dapat meningkatkan metabolisme flufenasin di hati. Kombinasi dengan kavakava (Piper methysticum). . sparfloksacin dan obat-obat yang memperpanjang interval QT akan dapat meningkatkan resiko aritmia. indeks berat badan. trazodon.Dengan Makanan : Kombinasi dengan dong quai dan St John's wort (Hypericum perforatum) akan meningkatkan efek penekanan terhadap SSP dan dapat menimbulkan fotosensitivitas. .Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Gambaran vital : profil lipid. Kombinasi flufenasin dengan epinefrin akan dapt menimbulkan hipotensi. flufenasin dan antipsikotik potensi rendah lainnya dapat menghambat efek presor epinefrin. Penggunaan bersama antidepresan trisklik dapt mengubah respons dan meningkatkan toksisitas. asam valproat. tidak dianjurkan. status mental. gejala ekstrapiramidal.

Mungkin mengubah hantaran di jantung. Mungkin mengubah pengaturan temperatur tubuh. hemodinamik tidak stabil. segera minum obat bila lupa. tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. atau obat yang menimbulkan penyakit-penyakit tersebut karena dapat menimbulkan hipotensi ortostatik.aritmia yang mengancam jiwa. Hati-hati pada penderita yang berresiko menderita pneumonia (misalnya penyakit Alzheimer) karena kemungkinan terjadi dismotil esofagus dan aspirasi. Hati-hati pada penderita kanker payudara atau tumor yang dependen terhadap prolaktin karena mungkin meningkatkan kadar prolaktin.Bentuk Sediaan Injeksi Sebagai Dekanoat. Hati-hati penggunaan pada pasien penderita: penyakit Parkinson. ginjal. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/menganggu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. Tablet Sebagai HCl. 2. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk mengobati gangguan emosi. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. pernafasan. kardiovaskuler. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter.5 mg. Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari. hati-hati pada pasien dengan penyakit : serebrovaskuler. mental dan kecemasan. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. 10 mg Peringatan Hati-hati digunakan pada gangguan yang menunjukkan depresi SSP karena menimbulkan sedasi. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. 1 mg. penekanan sumsum tulang. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. Hipotensi dapat terjadi terutama pemberian secara im. Pemberian injeksi depo dapat memperpanjang reaksi yang tidak dikehendaki. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. atau menutupi efek toksik obat lain karena efek anti emetik. predisposisi kejang. . 25 mg/ml. 5 mg.

temperatur tubuh. Pharmaceuticall Press 2005..USPDI 17th ed.html Fluoksetin Deskripsi . Advice for the patient Drug Information in Lay Language . kesiagaan.al. drug Information handbook international. 34th ed.Keterangan : Fluoxetine HCL. LacyCF. tonus vasomotor dan emesis Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC. C17H18F3NO. Rand http://dinkes. Menekan penglepasan hormon hipotalamus dan hipofisa.go. Martindale:The complete drug reference. Lexicomp 2005. Et.tasikmalayakota.Kalxetin . Sedikit larut dalam air :- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang .HCl : Kristal putih-putih kotor.Inc.id/index.Elizac .Loep .Mekanisme Aksi Memblok reseptor dopaminergik D1 dan D2 di postsinaptik mesolimbik otak.php/informasi-obat/262-flufenasin. Et.Courage .al. The United States Pharmacopeial Convention.Sifat Fisikokimia .Nama & Struktur Kimia . menekan Reticular Activating System (RAS) sehingga mempengaruhi metabolisme basal.

Dewasa : 20 mg/hari pada pagi hari. 15-30°C Kontraindikasi . Orang tua : Awal : 10 mg/hari.6 hari.Andep Indikasi Gangguan depresi major. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak : Depresi : 8-18 tahun10-20 mg dapat ditingkatkan sampai 20 mg/hari sesudah 1 minggu. Lamanya T½ memperlama reaksi yang tidak diinginkan walau obat sudah dihentikan. bulimia nervosa. Metabolit : 9. Sirosis : 7.Prozac . Sirosis : 12 hari. panik. premenstrual disporik Dosis. dapat ditingkatkan sesudah beberapa minggu sebanyak 20 mg/hari maksimum 80 mg/ hari. ekskresi melalui urin.Nopres .3 hari. dapat ditingkatkan 10-20 mg tiap beberapa minggu. Stabilitas Penyimpanan Simpan di suhu ruang. T½ eliminasi 1-3 hari. Kronik : 4-6 hari. metabolisme di hati menjadi norfluoksetin yang aktivitasnya sebanding dengan fluoksetin. Tmaks 6-8 jam.. Farmakologi Diabsorbsi baik. jangan diberikan pada malam hari kecuali pasien mengalami sedasi. Dosis 5-10 mg digunakan untuk awal terapi. ikatan protein 05%.ZAC . dosis tunggal atau dibagi dalam 2 dosis.

nervous. emosi labil.Dengan Obat Lain : Inhibitor MAO non selektif ( fenelzin. Kulit: rash. somnolens. gangguan tidur. tioridasin. berfikir abnormal. Genitourinari : sering berkemih. 1-10% : KV : vasodilatasi. saraf-otot: lemah. menggigil. selera makan meningkat . muntah. saluran cerna: mual. mesoridasin. Mata : penglihatan abnormal. palpitasi. konstipasi. tremor. sinusitis. pruritis. SSP : pusing. Pasien pengguna inhibitor MAO. Efek Samping > 10% : SSP : insomnia. diare. Endokrin & metabolik : penurunan libido. amnesia. hipertensi atau sindroma seretonin. Pernafasan : faringitis. demam. hemorhage. . telinga berdenging. flatulens. anoreksia. agitasi. xerostomia. isokarboksid) atau inhibitor MAO lainnya (linezolid) sebaiknya tidak diberikan dengan fluoksetin karena menimbulkan reaksi yang fatal. cemas. impoten. menguap. mimpi aneh. berat badan turun. sakit dada. Saluran cerna : dispepsia. Interaksi .Hipersensitif terhadap fluoksetin atau komponen-komponen lain formulasi. Kombinasi dengan selegilin menimbulkan mania. sakit kepala. hipertensi. Endokrin & metabolik : abnormal ejakulasi. gejala seperti flu. Tunggu 5 minggu sesudah penghentian fluoksetin sebelum mulai dengan inhibitor MAO atau 2 minggu setelah penghentian inhibitor MAO sebelum mulai dengan fluoksetin.

furosemid dan torsemid) akan meningkatkan resiko hiponatremia. trifluoperasin. ropinirol. buspiron. gotu kola dapat meningkatkan efek depresi SSP. dekstrometorfan. St John's wort. tramadol. Kombinasi dengan litium akan menimbulkan resiko neurotoksik dan peningkatan serum litium. Litium akan dapat diturunkan efeknya oleh fluoksetin. . tioridasin. Kombinasi dengan sumatripan dan antagonis serotonin lainnya dapat menimbulkan toksisitas. lemah. Fluoksetin dapat menurunkan efek kodein. kuinidin. Efek fluoksetin dapat ditingkatkan oleh klorpromazin. Efek fuoksetin dapat menurun bila dikombinasi dengan karbamasepin. . paroksetin. diazepam. meperidin. teofilin. ritonavir. paroksetin. fenotoin. hidrokodon. beta bloker tertentu. delavirdin. kava-kava. hiperrefleksia. fenitoin.Fluoksetindapat menghambat metabolisme tioridasin atau mesoridasin sehingga dapat mengakibatkan resiko perpanjangan interval QT yang bisa menimbulkan aritmia fatal. ven Kombinasi fluoksetin dengan SSRI dan amfetamin. fluoksetin. Kombinasi dengan warfarin dapat meningkatkan respons Pemberian bersama NSAID dan obat yang mempengaruhi pembekuan darah dapat meningkatkan resiko perdarahan. fluvoksamin.(sumatripan). kuinin.Dengan Makanan : Etanol. fenobarbital. mikonazol. ritonafir. lidokain. dan inkoordinasi. ritonavir. dan induktor CYP2D6 lainnnya. propranolol. dan inhibitor CYP2C8/9 atau 2D6 lainnya. valerian. simpatomimetik. sulfonamid. Kombinasi dengan diuretik kuat ( bemetanid. oksikodon. Siproheptadin dapat menghambat efek serotonin reuptake inhibitor. antidepresan trisiklik. NSAID. monitor. tramadol mungkin akan meningkatkan resiko sindroma serotonin. nefazodon. antagonis serotonin. Tunggu sampai 5 minggu setelah penghentian fluoksetin sebelum mulai dengan tioridasin. rifampin. meksiletin. risperidon. Fluoksetin dapat meningkatkan efek aminofilin. pergolid.

Terhadap Ibu Menyusui : Masuk ke dalam ASI. menangis. hipo/hipertoni. fungsi sosial. sindroma seperti lupus. muntah. tidak dianjurkan. otot kaku. hiperrefleksia. Efek non teragenik yang dilaporkan muncul pada pemberian di trimester III adalah : distres pernafasan. tidak stabil) Aritmia ventrikel yang dapat menimbulkan torsade de pointes dan kematian bila dikombinasi dengan tioridasin. ide bunuh diri. serangan panik. gelisah. turunkan perlahan sampai kemudian dihentikan pada trimester III.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C Dicurigai bersifat teratogenik.Terhadap Anak-anak : - . hindari penggunaan monoterapi. agitasi. Dapat menimbulkan mania/hipomania pada pasien bipolar. . laringospasme. Kemungkinan munculnya keinginan bunuh diri harus diwaspadai. tablet 20 mg Peringatan Reaksi berat akibat penggunaan dengan inhibitor MAO : sindroma serotonin (hipertermia. hipoglikemi.Pengaruh . kejang. kecemasan. apnu. Fluoksetin dikaitkan secara nyata dengan timbulnya rash dan alergi termasuk vaskulitis. penyakit inflamasi pulmonal. tremor. sianosis. tidur Bentuk Sediaan Kapsul 10 mg. mania.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Status mental terhadap depresi. sulit minum/menyusu. 20 mg. Kegagalan kognitif dan gangguan motorik yang timbul harus diwaspadai pada pengemudi atau operator mesin. Hindari pemberian bila terpaksa diberikan. akatisia (gelisah tidak dapat duduk tenang). temperatur tubuh tidak stabil. Penggunaan pada pasien yang gagal ginjal atau . Waspadai kejang dan kerusakan otak. reaksi anafilaktik. .

Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC. hipomania. Tidak berikatan dengan reseptor alfa adrenergik. Pharmaceuticall Press 2005. Et. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/menggangu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. Waspadai gejala putus obat yang tiba-tiba : gelisah. . hentikan penggunaan bertahap. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.hati tidak berfungsi serta pada orang tua. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. insomnia. Karena panjangnya waktu paruh. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. tidak menghambat atau hambatan minimal terhadap reuptake norepinefrin dan dopamin. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. Mekanisme Aksi Menghambat reuptake serotonin di SSP. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. bingung. diskusikan hal ini dengan dokter. waspadai tetap berlangsungnya reaksi yang tidak diinginkan walau terapi sudah dihentikan. segera minum obat bila lupa. Waspadai gangguan fungsi seks akibat penggunaan. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. Martindale:The complete drug reference. tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. agitasi. 34th ed. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk terapi depresi mental dan hanya diberikan dengan resep dokter. Waspadai penggunaan kombinasi dengan antikoagulan. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. histamin dan kholinergik.al.. Beberapa bukti menunjukkan bahwa penggunaan obat ini dapat menimbulkan keinginan bunuh diri. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari.

2. The United States Pharmacopeial Convention. Advice for the patient Drug Information in Lay Language . Dosis.Nama & Struktur Kimia . sangat sedikit larut dalam air.kg/hari dalam dua dosis terbagi.Sifat Fisikokimia . Lexicomp 2005. larut sebagian dalam alkohol. edema pada gagal jantung kongestif dan sindrom nefrotik.1 dioxide.al.Keterangan : : 6-chloro-3.php/informasi-obat/264-fluoksetin. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral (efek obat dapat diturunkan setelah digunakan setiap hari) Anak-anak : < 6 bulan : 2-3 mg.id/index. Rand http://dinkes. larut dalam aseton.USPDI 17th ed. Et.LacyCF. :- Golongan/Kelas Terapi Diuretik Nama Dagang Indikasi Penanganan hipertensi ringan sampai sedang.4 dihydro-2-H-1.Inc.4 benzothiadizine-7-sulphonamide-1. drug Information handbook international.html HCT Deskripsi .go. .tasikmalayakota. C7H8ClN3O4S2 Serbuk kristal berwarna putih atau hampir putih.

5 -50 mg/hari. klorida dan sejumlah air. Obat ini bekerja senergistik dengan obat anti-hipertensi lainnya.> 6 bulan : 2 mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi. Dewasa : Edema : 25-100 mg/hari dalam 1-2 dosis. Clcr < 10 mL/menit : jangan menggunakan hidroklorotiazida. yang meningkatkan ekskresi natrium. Tidak mengalami metabolisme. Ikatan protein : 68%. Eksresi : melalui urin sebagai obat tidak berubah.sehingga dapat menurunkan tekanan darah pada kasus hipertensi. Bioavailabilitas : 50%-80%. juga menyebabkan vosodilatasi pembuluh darah arteriol. Farmakologi Hidroklorotiazida adalah diuretik tiazida.8 L/kg. Distribusi 3. Durasi 6-18 jam. Pasien lanjut usia : 12.6-14. Onset kerja : diuresis:~2. Hipertensi : 12. peningkatan respon minimal dan gangguan elektrolit lainnya harus dipantau setelah > 50 mg/hari.5 . maksimum 200 mg/hari. T½ eliminasi : 5. Stabilitas Penyimpanan Disimpan ditempat yang kedap udara Kontraindikasi . Penyesuaian dosis pada gangguan ginjal. dan dalam 3-6 jam dieksresikan melalui ginjal. Efek puncak : 4-6 jam.8 jam.25 mg sekali sehari. Obat ini dapat diabsorpsi dengan baik melalui saluran cerna. Umumnya efek tampak setelah satu jam. Hidroklorotiazida selain berefek sebagai diuretik.8-7.

Siklosporin dan tiazida akan meningkatkan risiko gout atau toksisitas ginjal. tekanan pada pernapasan. menurunkan efek diuretik dan antihipertensi. Pengaruh . fotosensitivitas.Terhadap Ibu Menyusui : Hidroklorotiazida didistribusikan ke air susu.Diabetus mellitus. . ginseng dan yohimbe. hipotensi. trombositopenia dan nekrolisis epidermal toksik.Dengan Obat Lain : Peningkatan efek hidroklorotiazida dengan furosemida dan diuretik loop. Toksisitas lithium dapat jika tiazida meningkatkan ekskresi ginjal litium. gangguan fungsi hati. Tiazida dapat memperpanjang durasi pada penggunaan bloking neuromuskular. sindrom Stevens-Johnson. anoreksia. hipokalemia. alopsia. gunakan dengan . anemia hemolitik. anemia aplastik. Hindari dong quai untuk penanganan hipertensi (karena mempunyai aktifitas estrogen). tekanan pada epigastrik. miokarditis. Efek Samping Hipotensi ortostatik. Antiinflamasi non steroid dapat mengurangi efikasi tiazida. Penurunan absorpsi oleh kolestiramin dan kolestipol. Interaksi .Dengan Makanan : Makanan dapat mengurangi absorpsi hidroklorotiazida. dermatitis eksfoliatif. Peningkatan hipotensi dan/atau efek samping pada ginjal dari inhibitor ACE akan menghasilkan diuresis berat pada pasien/ Beta bloker meningkatkan efek hiperglikemia dari tiazida pada diabetes mellitus tipe 2. Efek hipoglikemia dapat diturunkan. Hindari efedra. reaksi alergi (reaksi anafilaktik yang membahayakan hidup). < 1% : agranulositosis.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko : B . eritema multiforma. Toksisitas digoksin dapat meningkat jika tiazida menginduksi hipokalemia atau hipomagnesemia. pneumonitis eosinofilik. dan kemungkinan hipersensitivitas terhadap golongan obat ini.

Hilangkan hipokalemia sebelum memulai terapi. Jangan dihentikan walaupun telah merasa . sulfonilurea. hindari jika pernah terjadi reaksi alergi sebelumnya Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1. amilase. Hati-hati pada pasien diabetes. glukosa. Dapat memperparah lupus eritematosus atau mencetuskannya. penurunan klorida. Parameter Monitoring Periksa cairan tubuh. kalsium.Terhadap Anak-anak : - . alkalosis hipokloremik. elektrolit serum. peningkatan asam. Gunakan dengan perhatian pada pasien dengan konsentrasi kolesterol menengah sampai tinggi. Gout dapat terjadi pada pasien dengan riwayat gout. tiazida dan diuretik loop (kecuali asam etakrinat). kolesterol. amonia. magnesium dan kalium. hiponatremia) dapat terjadi. Gangguan elektrolit (hipokalemia. dapat mengalami perubahan pada kontrol glukosa. Bentuk Sediaan Tablet 25 mg Peringatan Hindari penggunaan hidroklorotiazida pada penyakit ginjal parah. klorida. Obat dimakan secara teratur sesuai petunjuk dokter. Dapat terjadi reaksi hipersensitifitas.perhatian . tekanan darah. Gunakan dengan perhatian pada pasien dengan gangguan hati: ensefalopati hati dapat terjadi akibat gangguan elektrolit.Terhadap Hasil Laboratorium : Meningkatkan kreatinin fosfokinase. Ada kemiripan sifat kimia antara sulfonamid. inhibitor karbonik anhidrase. blood urea nitrogen dan kreatinin. Penggunaan pada pasien alergi terhadap sulfonamid dikontraindikasikan. Fotosensitivitas dapat terjadi.gagal jantung kronik.

3.php/informasi-obat/276-hct.html . merubah tubuh secara mendadak. Segeralah duduk kembali atau berbaring bila timbul rasa pusing. Kunyalah permen karet (non gula) untuk menghilangkan rasa kekeringan pada mulut. Jika mungkin jangan makan obat ini menjelang tidur. Jangan mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin. Bila timbul lendir pada hidung. berdiri cukup lama. 5. jangan mengobati diri sendiri. 2005 http://dinkes. minum alkohol. atau bangun dari tempat tidur secara terburu-buru. Hubungi dokter bila timbul diare. 34th edition.go. Obat dimakan bersamaan dengan makanan lain atau dengan susu. Tekanan darah tinggi adalah penyakit kronis. Hubungi dokter bila timbul rasa kelelahan pada otot atau rasa nyeri mendadak pada persendian . karena tidur anda akan terganggu karena akan sering buang air kecil. Mekanisme Aksi Inhibisi rearbsorpsi pada tubulus ginjal.sembuh. 10. 9. 4. bawalah ke dokter. Obat ini kemungkinan akan menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Obat ini bisa menimbulkan rasa pusing dan kelelahan bila mengerjakan sesuatu. 7. Jauhkan dari jangkauan anak. 2.tasikmalayakota. 8. Sungguhpun demikian jangan menambah jumlah obat bila obat telah habis selalu melalui resep dokter.id/index. 6. Misalnya sewaktu mau bangun tidur sebaiknya duduk dulu dipinggiran tempat tidur sambil kaki dibiarkan tergantung ke bawah selama beberapa menit. Kemungkinan akan menjalani pengobatan dalam jangka waktu lama. akibatnya ekskresi natrium dan air meningkat Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Martindale.

Karbamazepin Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : 5H-Dibenz[b1flazepina-5-karboksamida]. Pemerian : Serbuk putih sampai hampir putih. Kelarutan: Praktis tidak : larut dalam air; larut dalam etanol dan aseton (farmakope Indonesia ed.IV) - Keterangan :-

Golongan/Kelas Terapi Antikonvulsi

Nama Dagang - Bamgetol - Teril - Cetazep - Karbamazepin (Generik) - Suppositoria - Tegretol

Indikasi Epilepsi semua jenis,kecuali petit mal, neuralgia trigeminus; propilaksis pada manik depresif. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Penanganan Seizure : Dosis untuk dewasa dan anak di atas 12 tahun adalah 200 mg 2 kali sehari atau 100 mg ), 4 kali sehari. Dosis dinaikkan sampai 200 mg, 3-4 kali sehari. Dosis untuk anak 6-12 tahun adalah 100 mg, 2 kali sehari atau 50 mg, 4 kali sehari. Dosis untuk anak di bawah 6 tahun adalah 10-20 mg/kg berat badan dalam 2-3 dosis terbagi. Penanganan neuralgia trigeminus : Dosis awal 100 mg, 2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 200 mg setiap hari dengan

peningkatan 100 mg setiap 12 jam untuk tablet atau peningkatan 50 mg, 4 kali sehari sampai rasa sakit hilang.(AHFS Drugs Information p.2144) Farmakologi Aksi farmakologi dari karbamazepin secara kualitatif mirip dengan antikonvulsan derivat hidantoin. Aktifitas antikonvulsan dari karbamazepin, seperti fenitoin, pada dasarnya dengan membatasi hantaran seizure dengan mengurangi potensiasi posttetanic (PTP) transmisi sinaps. Karbamazepin menghilangkan nyeri pada neuralgia trigeminal dengan mengurangi transmisi sinap di dalam nukleus trigeminal. Karbamazepin juga mempunyai efek sedatif, antikolinergik, antidepresan, relaksasi otot, antiaritmia, antidiuretik, dan aksi penghambatan transmisi neuromuskular. Karbamazepin hanya mempunyai efek analgesik ringan. (AHFS Drugs Information p. 2139). Stabilitas Penyimpanan Tablet karbamazepin, tablet lepas-lambat dan tablet kunyah harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat, tidak tembus cahaya dan pada temperatur tidak lebih dari 30°C (AHFS Drugs Information p. 2139) Kontraindikasi Hipersensitif terhadap karbamazepin, antidepresan trisiklik, atau komponen sediaan; depresi sumsum tulang belakang; (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. 269) Efek Samping Biasanya dihubungkan dengan hipermagnesemia, mual, muntah, haus, flushing kulit, hipotensi, aritmia, koma, depresi nafas, ngantuk, bingung, hilang refleks tendon, lemah otot, kolik dan diare pada pemberian oral. Interaksi

- Dengan Obat Lain : Alkohol : Efek samping SSP dari Karbamazepin mungkin ditingkatkan. Analgetik : dekstropropoksifen menaikkan efek karbamazepin; khasiat tramadol diturunkan oleh

karbamazepin Antibakteri : metabolisme doksisiklin dipercepat (mengurangi efek); kadar plasma karbamazepin ditingkatkan oleh klaritromisin, eritromisin dan isoniazid (hepatoksisitas isoniazid mungkin juga meningkat) Antikoagulan : metabolisme nikumalon dan warfarin dipercepat (mengurangi efek antikoagulan) Antidepresan : antagonisme efek antikonvulsan (ambang kejang diturunkan); kadar plasma karbamazepin ditingkatkan oleh fluoksetin, fluvoksamin, dan viloksazin; metabolisme mianserin dan trisiklik dipercepat (menurunkan kadar plasma); disarankan untuk menghindari pemakaian bersama MAOI atau dalam waktu 2 minggu setelah MAOI Antiepileptika lain : pemberian bersama dua atau lebih obat antiepileptika dapat meningkatkan toksisitas tanpa diiringi peningkatan dalam efek antiepilepsi; selain itu interaksi antara masingmasing obat antiepilepsi mempersulit pemantauan pengobatan;interaksi termasuk peningkatan efek, peningkatan sedasi, dan penurunan kadar plasma Antimalaria : klorokuin dan meflokuin melawan efek antikonvulsan Antipsikotik : antagonisme efek antikonvulsan (ambang kejang menurun); metabolisme haloperidol, olansapin dan sertindol dipercepat (menurunkan kadar plasma) Antivirus : lihat Ritonavir Antagonis-Kalsium : diltiazem dan dan verapamil menaikkan efek karbamazepin; efek felodopin, isradipin dan mungkin nikardipin dan nifedipin dikurangi. Glikosida jantung : hanya metabolisme digitoksin yang dipercepat (mengurangi efek) Kortikosteroid : metabolisme dipercepat (menurunkan efek) Siklosporin : metabolisme dipercepat (menurunkan kadar plasma siklosporin) Diuretik : meningkatkan risiko hipoatremia Antgonisme Hormon : danazol menghambat metabolisme karbamazepin (meningkatkan efek); metabolisme toremifen mungkin dipercepat Litium : dapat terjadi neurotoksisitas tanpa meningkatkan kadar plasma litium Relaksan otot : efek relaksan otot non-depolarizing dilawan (kepulihan dari blok neuromuskular

Terhadap Ibu Menyusui : Terdistribusi dalam air susu ibu / tidak direkomendasikan.Dengan Makanan : Kadar karbamazepin dalam darah dapat meningkat bila diberikan dengan jus grapefruit.dipercepat) Estrogen dan Progesteron : karbamazepin mempercepat metabolisme kontrasepsi oral (menurunkan efek konrasepsi) Retinoid : Kadar plasma mungkin diturunkan oleh isotretinoin Teofilin : metabolisme teofilin dipercepat (mengurangi efek) Tiroksin : metabolisme teofilin dipercepat (dapat meningkatkan kebutuhan akan tiroksin pada hipotiroidisme) Obat-obat Antiulkus : metabolisme dihambat oleh simetidin (menaikkan kadar plasma karbamazepin) Vitamin : karbamazepin mungkin menaikkan kebutuhan vitamin D (IONI. . . hal 487). 2158) . 270) Pengaruh . (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. tetapi jika manfaat pemberian melebihi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap ibu hamil maka dapat digunakan (mis : jika obat dibutuhkan pada keadaan yang mengancam jiwa atau untuk penyakit yang serius dan tidak ada obat lain yang lebih aman untuk digunakan. Dapat menembus plasenta. (AHFS Drugs Information p. hindari digunakan bersama-sama.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko D : Ada bukti positif risiko kematian janin.

urinalisis. bilirubin. AST. tes fungsi hati. . panel lipid. antineuralgik. retikulosit. kadar karbamazepin dalam serum. (IONI hal 154) Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mekanisme Aksi Selain sebagai antikonvulsan. Tablet Kunyah. T4 dan natrium. pemeriksaan mata (refleks pupil). riwayat reaksi hematologik terhadap obat lain. antidiuretik. 250 mg. antidepresif dan antiaritmia. ALT. riwayat penyakit jantung. karbamazepin mempunyai efek sebagai antikolinergik. kadar besi dalam darah. Parameter Monitoring CBC dengan hitung platelet. BUN. hamil. 271) Bentuk Sediaan Tablet 125 mg. kadar natrium dalam serum. T3.. antimanic. menyususi.Terhadap Hasil Laboratorium : Dapat berinteraksi dengan beberapa tes kehamilan. Sirup Peringatan Gangguan hati atau gangguan ginjal. (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. pelemas otot. glaukoma. amati pasien yang mengalami sedasi yang berlebih.Terhadap Anak-anak : - . menurunkan kalsium. hindari pemutusan obat mendadak. tes fungsi tiroid. meningkatkan BUN. Menekan aktifitas ventralis nukleus pada talamus atau menurunkan transmisi sinaptik atau menurunkan jumlah stimulasi temporal yang menyebabkan neural discharge dengan cara membatasi influks ion natrium yang menembus membran sel atau mekanisme lain yang belum diketahui. alkalin fosfatase. terutama saat dosis dinaikkan. Tablet Lepas Lambat.

: Deksklorfeniramin maleat merupakan bentuk dextro isomer.html Klorpheniramin Deskripsi .Cohistan .Nama & Struktur Kimia . secara kimia terkait dengan antidepresan trisiklik.menstimulasi pelepasan ADH dan berpotensi meningkatkan kemampuan ADH untuk mereabsorpsi air.Pehachlor . larut dalam etanol dan dalam kloroform. .id/index. memiliki aktivitas 2X lipat dibanding klorfeniramin berbentuk rasematnya. sukar larut dalam eter dan dalam benzena.php/informasi-obat/288-karbamazepin.Keterangan Klorfeniramin merupakan antihistamin derivat propilamin. Golongan/Kelas Terapi Antialergi Nama Dagang . C16H19CIN2 Klorfeniramin berbentuk kristal putih tidak berbau.tasikmalayakota. 270) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI BNF AHFS http://dinkes. Mudah larut dalam : air.go.CTM .Sifat Fisikokimia : Chlorpheniramine.Orphen . (Lexi-Comps Drug Information Handbook p.

Buang obat jika sudah melampaui waktu kadaluwarsa. T½ plasma antara 2-4 jam. T½ dapat memanjang hingga 280-330 jam. Hindari penggunaan pada bayi prematur atau baru lahir karena kemungkinan . Metabolisme klorfeniramin sangat luas dan cepat. Anak-anak 6-12 tahun: Dosis yang disarankan adalah 2 mg setiap 4-6 jam. sama dengan induknya. Tutup wadah rapat-rapat setelah digunakan. Durasi aksi antara 4-8 jam. menurun bila pH naik dan aliran urin berkurang. antara 15 -30°C. hingga 24 mg/hari. sewaktu terjadi serangan asma akut. obstruksi pyloroduodenal.. Kecepatan ekskresi tergantung pada pH urin dan aliran urin.Chlorphenon Indikasi Rinitis alergi dan gejala alergi lain termasuk urtikaria Dosis. kemudian dalam hati dan dapat mengalami kejenuhan. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada suhu kamar. Ikatan protein mendekati 72%. hingga 12 mg/hr. Anak-anak umur 2-5 tahun: Dosis yang disarankan adalah 1 mg setiap 4-6 jam maksimal 4 mg/hari. yang diekskresikan dalam urin. Farmakologi Onset klorfeniramin sekitar 30-60 menit. tetapi T½ eliminasi bervariasi tergantung umur.gejala hipertrofi prostat. Pasien usila lebih sensitif terhadap efek antikolinergik. dengan Cmax sekitar 2 jam dan efek terapi maksimal sekitar 6 jam. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dewasa dan remaja : Dosis oral : Dosis yang disarankan adalah 4 mg tiap 4-6 jam. glukoma sudut sempit. pertama dalam mukosa lambung. Usia lajut : Mulai dengan dosis serendah mungkin. Klorfeniramin terdistribusi luas pada jaringan dan cairan tubuh dan dapat menembus plasenta serta diekskresikan melalui ASI. T½ pada dewasa sehat dan anak-anak masingmasing adalah 20-24 jam dan 10-13 jam. ulkus peptik. Pada pasien gagal ginjal dengan hemodialisa. N-dealkilasi akan mendapatkan beberapa metabolit. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap klorfeniramin maleat atau komponen lain dalam formulasi.

meningkatkan nafsu makan. nikardipin. Etanol : Hindari penggunaan etanol (dapat meningkatkan depresi SSP). klaritromisin. 3A4 (major) . diarea. Etanol/Nutrisi/Herbal. isoniazid.10% : Susunan saraf pusat : Sakit kepala. antidepresan trisiklik. Otot : Artralgia. lemas. eritromisin. Genitourinaria : Retensi urinar. nefazodon.Dengan Makanan : Makanan : memperlambat absorpsi tetapi tidak mengurangi bioavailabilitasnya. doksisiklin.Dengan Obat Lain : Substrat CYP2D6 (minor). Penghambat MAO. quinidin. Contoh obat ini meliputi antifungi azole. xerostomia. meningkatkan berat badan. fenotiasin. penghambat protease. Saluran pernapasan : mengentalkan sekresi bronkial 1% . Penghambat CYP3A4 : Dapat meningkatkan kadar klorfeniramin.mengalami SIDS. diklofenak. Penghambat CYP2D6 (lemah). imatinib. Ginjal : Poliuria. dan verapamil. . Meningkatkan toksisitas (depresi SSP): depresan SSP. pusing. Pernapasan : Faringitis Interaksi . eksitabilitas. Efek Samping > 10% : Susunan saraf pusat : mengantuk. rasa lelah. sakit perut. propofol. . Gastrointestinal : Mual. Mata : Diplopia.

Pengaruh .Terhadap Ibu Menyusui : Klorfeniramine harus digunakan hati-hati pada ibu menyusui. . atau rewel. gangguan pola tidur.Terhadap Hasil Laboratorium : Tidak diperlukan pemantauan laboratorium Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet Peringatan . mengantuk. Pada beberapa anak. Antihistamin tidak direkomendasikan pada neonatus karena kemungkinan stimulasi paradoksikal SSP atau kejang. Klorfeniramin diklasifikasikan dalam kategori B. Diperlukan penggantian ASI apabila ibu menyusui perlu penggunaan Klorfeniramin secara rutin. seperti antagonis H1 umumnya.Terhadap Kehamilan : Pada ibu hamil. Obat ini hanya diberikan bila perlu. hipereksitabilitas. Disarankan metode non farmakologi seperti banyak minum dan istirahat bila muncul gejala flu atau alergi selama kehamilan. . Namun. jangka pendek dan benar-benar memberikan keuntungan. Dosis tunggal sebelum tidur setelah menyusui terakhir. tidak disarankan penggunaan obat ini pada 2 minggu menjelang kelahiran karena potensial terjadinya retrolental fibroplasia pada bayi prematur. Manifestasi efek samping pada bayi biasanya berupa iritabilitas. . meskipun data yang ada dilaporkan penggunaan pada ibu hamil terutama trimester pertama dan kedua tidak ditemukan gangguan pada janin.Terhadap Anak-anak : Klorfeniramin disarankan pada anak-anak > 2 tahun. antihistamin dapat menstimulasi paradoksikal SSP. Tidak ada penelitian terkendali pada ibu hamil. dapat meminimalkan pemaparan pada bayi.

Obat ini menyebabkan kantuk, hati-hati bila digunakan pada kondisi yang memerlukan kewaspadaan penuh seperti menjalankan mesin atau mengendarai kendaraan bermotor. Gunakan hati-hati pada pasien dengan glukoma sudut tertutup, obstruksi pyloroduodenal (termasuk ulkus peptik stenotik), obstruksi saluran kemih (termasuk obstruksi leher kandung kemih dan gejala hiperplasia prostat), hipertiroidi, peningkatan tekanan intraokuler, dan penyakit kardiovaskuler (termasuk hipertensi dan takikardi). Karena berefek sedatif dan antikolinergik, tidak disarankan penggunaan jangka waktu lama pada usila. Dapat menyebabkan eksitasi paradoksikal pada anakanak dan dapat menyebabkan halusinasi, koma dan kematian pada dosis tinggi. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Minum tablet sesuai dengan anjuran. Boleh diminum dengan susu atau makanan bila mengalami iritasi lambung. Bila lupa minum obat, segera minum begitu ingat. Apabila mendekati waktu minum berikutnya, minum hanya satu dosis saja, jangan menambah dosis. Mekanisme Aksi Kompetisi dengan reseptor H1 pada sel efektor di saluran pencernaan, pembuluh darah dan saluran pernapasan. Monitoring Penggunaan Obat Kaji kemungkinan penggunaan obat-obat lain yang mempengaruhi terapi, meliputi OTC, suplemen, atau produk herbal. Juga kaji kebiasaan pasien mengkonsumsi kopi atau alkohol, perokok, atau penyalahgunaan obat. Daftar Pustaka Lexi-comp http://dinkes.tasikmalayakota.go.id/index.php/informasi-obat/296-klorpheniramin.html

Lamivudin Deskripsi

- Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia - Keterangan

:

2'3' dideoxy-3'thiacytidine.

: Lamivudin merupakan padatan berwarna putih. Larut dalam air. :-

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang - 3TC - Epivir-HBV - Epivir

Indikasi Epivir digunakan untuk mengobati HIV dengan dikombinasikan dengan antiviral lain. EpivirHBV digunakan untuk hepatitis B kronis dengan bukti kenyataan bahwa hepatitis B replikasi virus dan inflamasi aktif hati. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis: formulasi dan dosis dari Epivir-HBV tidak memadai untuk pasien yang mengalami kedua infeksi dari HBV dan HIV.gunakan kombinasi dua antivirus bila mengobati HIV. - Oral: - anak umur 3 bulan – 16 tahun HIV: 4 mg/kg 2 kali sehari. (maksimum 150 mg 2 kali sehari). - anak-anak 2 – 17 tahun pengobatan Hepatitis B (Epivir-HBV): 3 mg/kg sehari 1 kali (maksimum 100 mg/kg). - Anak-anak dan dewasa: pencegahan HIV mengikuti 150 mg/kg 2 kali sehari (dengan zidovudin dan dengan atau tanpa inhibitor protease tergantung pada risiko yang ada) - Dewasa: HIV : 150 mg 2 kali sehari atau 300 mg sehari sekali. < 50 kg 4 mg/kg 2 kali sehari (maksimum 150 mg, 2 kali sehari) - Dosis pada kerusakan ginjal: untuk anak-anak tidak dianjurkan. Untuk dewasa Cl > 50 ml/menit

>= 60 kg 40 mg setiap, 12 jam < 60 kg, 30 mg setiap 12 jam. Cl 26 – 50 ml/menit, >= 60 kg, 20 mg setiap 12 jam, < 60 kg 15 mg setiap 12 jam. Cl 10 – 25 ml/menit - Lansia : Dosis disesuaikan dengan keadaan ginjal dan monitor simtom neuropathy Farmakologi Distribusi : Va : 0,5 L/kg Bioavailabilitas : 86,4% Metabolisme: mengalami perubahan menjadi metabolit tidak aktif. Elminiasi T½ 1-1,6 jam Waktu puncak: 1 jam Ekskresi : 40% melalui urin menjadi obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Sebagai kapsul dan puyer stabil disimpan di ruang dengan temperatur kamar. Sesudah dicairkan stabil selama 30 hari bila disimpan di lemari pendingin. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap lamivudin atau komponen lain dalam sediaan. Efek Samping Sakit perut, mual, muntah, diare, sakit kepala, demam, ruam, alopecia, rasa malas, insomnia, batuk, gangguan pada hidung, arthralgia, sakit pada otot dan neuropathy perifer. Interaksi

- Dengan Obat Lain : Penggunaan bersama : -hidroksi urea akan meningkatkan efek pankreatitis dan hepatotoksik. - zalcitabine, terjadi peningkatan neuropati perifer. - zidovudin, mengurangi foforilase intraseluler

yang nampak maupun simptom. 40 mg Puyer Untuk Larutan Oral. 20 mg.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Monitor fungsi liver. mengurangi fosforilasi intraseluler.Terhadap Anak-anak : - . 1 mg/ml (200 ml) Peringatan Terapi lamivudin harus dihentikan jika sakit perut semakin parah.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui efek masuknya ke dalam ASI. 30 mg.Dengan Makanan : - Pengaruh . angka kekuatan viral dan angka CD4 Bentuk Sediaan Kapsul 15 mg. bisa digunakan dengan perhatian . kontraindikasi untuk ibu menyusui .Penggunaan lamivudin harus hati-hati pada pasien hepatomegali atau pasien dengan faktor risiko gangguan . muntah. sampai terjadinya pankreatitis.ribavirin. mengurangi fosorilasi intraseluler. hepatomegali atau laktat asidosis yang tidak diketahui etiologinya. neuropati.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . atau hasil biokimia yang tidak normal. . mual. bisa digunakan dengan perhatian..Terapi dengan lamivudin mungkin dapat menyebabkan laktat asidosis dan harus dihentikan jika terjadi peningkatan konsentrasi aminotransferase.doxorubisin.

tasikmalayakota.hasil laboratorium dari fungsi hati.html Levofloksasin Deskripsi . C18H20FN3O4 • ½ H2O : Levofloksasin berbentuk serbuk kristal putih kekuningan hingga serbuk kuning.id/index. neuropati. pada pH 0. angka kekuatan virus dan CD4 Daftar Pustaka http://dinkes.php/informasi-obat/301-lamivudin.3-de]-1.Keterangan (-)-(S)-9-fluoro-2. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Lakukan diskusi degan pasien mengenai frekuensi pemberian obat.8. kelarutannya meningkat cepat hingga mencapai maksimum p .2. Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Simtom yang ada.Sifat Fisikokimia . Pada rentang pH ini : Levofloxacin mempunyai kelarutan. dan efek samping untuk menjamin kepatuhan pasien.8 kelarutan Levofloksasin cenderung konstan (sekitar 100 mg/mL).3-dihydro-3-methyl-10-(4-methyl-1-piperazinyl)-7: oxo-7H-pyrido[1.Nama & Struktur Kimia . Sekitar pH 5.hati.6 – 5. terutama untuk mencegah resistensi yang emergensi.go. dari larut hingga mudah larut. Sebagian molekul obat akan terionisasi pada pH usus halus. Data menunjukkan.4-benzoxazine-6-carboxylic acid hemihydrate.

pengobatan ulcer kornea yang disebabkan oleh bakteri yang sensitive.Cravat . Ántrax inhalasi: 500 mg setiap 24 jam untuk 60 hari.Difloxin . termasuk juga MDRSP (multidrug resistant strains of S.Nufalev . neumoniae nosokomial. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral.Prolecin . Bronkitis kronis (bakteri eksaserbasi akut): 500 mg setiap 24 jam untuk 7 hari. Nosokomial: 750 mg setiap 24 jam untuk 7-14 hari. sinusitis bakteri akut. Dosis. prostatitis (cronic bacterimia). infeksi kulit (dengan atau tanpa komplikasi).Levocin . termasuk juga pyelonepritis akut yang disebabkan oleh E. infeksi saluran urin dengan atau tanpa komplikasi.Inacid . .Nislev . dimulai sejak terpapar.Cravox . Pneumonia: Community – acquired: 500 mg setiap 24 jam untuk 7-14 hari atau 750 mg setiap 24 jam untuk 5 hari (efikasi obat pada pemberian 5 hari untuk MDRSP tidak dapat dipastikan). untuk profilaksis serangan anthrak (setelah terpapar) Oftalmic: Pengobatan konjungtivitsi bakteri yang disebabkan oleh organisme.Levovid .Prolevox .Voxin . IV: dewasa Sinusitis bakteri (akut): 500 mg setiap 24 jam untuk 10-14 hari atau 750 mg setiap 24 jam untuk 5 hari.pneumoniae).coli. meliputi CAP (community-acquired penumoniae). bronchitis kronis.Mosardal .Volequin Indikasi Sistemik: Pengobatan infeksi ringan. sedang dan berat yang disebabkan oleh organisme yang sensitive.Lexa .Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .

Ulcer kornea : (larutan tetes mata 1.community-acquired pneumonia atau pneumonia nosokomial: dosis awal 750 mg. Infeksi saluran urin dengan komplikasi.protatitis bakterial kronik.Prostatitis: (cronic bacterial): 500 mg setiap setiap 24 jam selama 28 hari. Infeksi kulit: infeksi tanpa komplikasi: 500 mg setiap 24 jam untuk 7-10 hari. infeksi kulit tanpa komplikasi.5%): Dosis anak > 6 tahun dan dewasa: 1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 30 menit sampai 2 jam saat masih terjaga dan 4-6 jam setelah istirahat. sinusitis akut. community-acquired pneumonia.hingga 4 kali sehari. Tetes mata: Konjungtifitis ( larutan tetes mata 0.Hemodialisis (CAPD) : 250 mg setiap 48 jam Infeksi saluran urin tanpa komplikasi : tidak ada penyesuaian dosis. hingga 8 kali sehari. Perawatan hari ke-4 untuk melengkapi pengobatan : 1-2 tetes ke mata yang sakit saat masih terjaga setiap 4 jam saat masih terjaga.pyelonefritis akut:ClCr 10-19 mL/menit:250 mg setiap 48 jam Infeksi kulit dengan komplikasi sinusitis bakterial akut. dosis selanjutnya: ClCr 20-49 mL/menit : 750 mg setiap 48 jam ClCr 10-19 mL/menit : 500 mg setiap 48 jam .5%): dosis anak >1 tahun dan dewasa: pengobatan hari 1 dan 2 : dimulai 1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 2 jam saat masih terjaga. Komplikasi: termasuk pyelonephritis akut: 250 mg setiap 24 jam untuk 10 hari. Pengobatan hari 3-7:1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 4 jam saat masih terjaga.atau inhalasi anthrak: dosis awal 500 mg.ClCr 10-19 mL/menit : 250 mg setiap 48 jam. Infeksi saluran urin: tanpa komplikasi: 250 mg satu kali sehari selama 3 hari. Dengan komplikasi: 750 mg setiap 24 jam selama 7-14 hari. Dosis pada gangguan ginjal : Bronkhitis kronis. dosis selanjutnya : ClCr 20-49 mL/menit : 250 mg setiap 24 jam.

T max: dalam serum 1-2 jam. saliva. sinus. Efek Samping Kejadian 1-10% . T½ eliminasi: 6-8 jam. Bioavailabilitas: 99%. jaringan ginekologi. Jika dalam lemari pembeku (frozen) dapat bertahan selama 6 bulan dan jangan dilakukan pembekuan ulang serta jangan gunakan pemanas untuk mencairkan obat dari proses pembekuan.Hemodialisis (CAPD) : 500 mg setiap 48 jam Farmakologi Absorbsi: cepat dan lengkap. Metabolisme: minimal melalui hati. paru. Tablet: larutan oral: simpan pada suhu 25°C: dapat direkomendasikan rentang suhu ruangan antara 15°-25°C. konsentrasi cairan serebrospinal ~15% pada serum.25 L/kg . Eksresi: utamanya melalui urin (dalam bentuk utuh) Stabilitas Penyimpanan Injeksi: Vial: simpan pada suhu ruangan. Sebelum pencampuran: simpan pada < 25°C. hasil pelarutan 5 mg/ml dalam larutan yang sesuai dapat bertahan selama 72 jam jika disimpan pada suhu ruangan. Ikatan protein: 50%. terlindung dari cahaya. Konsentrasi tinggi pada prostat. Distribusi: Vd: 1. Dapat bertahan selama 14 hari jika disimpan dalam lemari pendingin. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap levofloksasin dan hipersensitif terhadap komponen dalam sediaan.

udem paru. hemoptisis.peningkatan waktu pembekuan darah. nyeri lambung (3%). mioacardial infraction. gagal napas. konjungtifitis. halusinasi. rhinitis (1%).Dengan Obat Lain : Peningkatan efek toksis: Meningkatkan efek toksis gliburid dan warfarin. somnolence. bradikardi. nyeri (1%). paralisis. hipertensi intrakranial.1%). fatigue (1%). edema.Hematologi: limfopenia (2%). Dengan kortikosteroid kemungkinan akan meningkatkan kerusakaan tendon. syncope. agranulositosis. abnormalitas EEG. kerusakan lambung. pankreatitis. reaksi alergi. dehidrasi. Kurang dari 1 % dan hilang dengan sendirinya: Sistemik: ARF.ansietas. tremor. dispepsia (2%). jaundice. kolestasis. demam Dermatologi: pruritus (1%). stop jantung. purpura. pendarahan saluran cerna. konstipasi (3%). anemia hemolitik. kejang. kerusakan jaringan otak. granulositopenia.Gastrointestinal: mual (7%). karsinoma. insomnia (5%). peningkatan transaminase. atralgia. pulmonary embolism.Respiratoria: faringitis (4%). . vaginitis (1%). infeksi. hipertensi / hipotensi. migren. konfusi.CNS: sakit kepala (6%). parestesia. limphadenopaty. pening (2%). pseudomembranous kollitis. stupor. eritema multiform. leukorrhea. rasa terbakar pada mata (sementara). depresi pernapasan. Probenecid kemungkinan akan meningkatkan kadar levofloksasin. kolethiasis. multiple organ failur. postural hipotensi. nyeri ocular (sementara). sensitif terhadap cahaya (<0. Okular: menurunnya daya lihat (sementara). aritmia. fotopobia. dyspnea (1%). Interaksi . bronkospasmus. muntah (2%). ruam (1%). hematoma. kerusakan jaringan kulit. kerusakan mata. efusi pleura. asistes.Kardiovaskular: nyeri dada. abnormalitas elektrolit. diare (5%). sindrom stevensjohnson . phlebitis. gagal jantung. ensefalopati. sinusitis (1%).neuropati perifer. leukositosis. reaksi anafilaksis.anoreksia.Genitauria. abnormalitas WBC. gagal hati. peningkatan INR. depresi. leukopenia. gangren. kerusakan tendon. flatulence (1%). trombositopenia.

tidak direkomendasikan . antipsikotis. jika digunakan dengan obat – obat yang memperpanjang QTc (aritmia kelas 1ª dan III . kardiogram. . suhu badan) .Dengan Makanan : Tablet dapat digunakan tanpa ada perhatian terhadap makanan. quinapril. sukralfat. antasida. Pengaruh . Sediaan suspensi oral sebaiknya digunakan dalam keadaan perut kosong (1 satu jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan).Terhadap Ibu Menyusui : Ekskresi obat kedalam ASI belum diketahui.Terhadap Anak-anak : Tidak direkomendasikan penggunaan pada anak < 18 tahun. walaupun demikian terjadi penurunan berat badan kematian janin pernah dilaporkan . Penggunaan seharusnya dipisah. tes ginjal. cisaprid. antidepresan siklik).Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C.Meningkatkan aritmia. eritromisin. Dilaporkan terjadi arthropaty (hasil pengamatan pada hewan uji. Efek teratogenik tidak teramati pada hewan uji. CBC. Menurunkan efek: Kadar obat akan menurun jika digunakan bersamaan dengan. . elektrolit suplemen oral. mineral kation.Terhadap Hasil Laboratorium : Berpengaruh terhadap hasil pengukuran : tes fungsi hati. jarang dilaporkan terjadi pada manusia) penggunaan levofloksasin pada ibu hamil. elektrolit (hipokalemia). Parameter Monitoring WBC (white blood count) Tanda – tanda infeksi (kultur biakan bakteri.

seperti reaksi anafilaksis. maka sebaiknya levofloksasin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. ClCr) Fungsi hati (SGOT.Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat.Renal (BUN. hati – hati pada penggunaan pada pasien yang diketahui mengalami gangguan SSP dan gagal ginjal. Injeksi. malas.Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan).Memantau pasien yang mendapatkan obat-obat lain yang berpotensi menimbulkan interaksi . DNA gyrase (topoisomerase II) adalah enzim esensial bakteri yang berfungsi untuk memperbaiki struktur superhelik DNA yang diperlukan untuk replikasi. Larutan Untuk Oral.seperti mual. halusinogen dan kejang. Tablet Peringatan Sistemik: Tidak direkomendasikan penggunaan pada anak < 18 tahun. SSP: menstimulasi terjadinya tremor.Jika masih belum memahami ttg penggunaan obat. menghambat relaksasi superkoloid DNA dan memicu kerusakan DNA bakteri. Reaksi hipersensitifitas parah. Larutan Tetes Mata. konfusi. kulit terasa geli) maka hentikan pemberian obat.harap menghubungi apoteker.diare atau respon hipersensitivitas.SGPT) Bentuk Sediaan Infus. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. rekombinasi dan transposisi Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. jika terjadi reaksi alergi (gatal-gatal. Amati jika ada timbul gejala ESO obat.maka harap menghubungi dokter Mekanisme Aksi Menghambat DNA-gyrase pada organisme yang peka. kulit melepuh.Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. transkripsi. urtikaria.

Injeksi metronidazol jernih.Fladex . Metronidazol hidroklorida sangat larut dalam air dan larut dalam alkohol. Sebagai basa berupa serbuk kristal berwarna putih hingga kuning pucat.Gravazol .dengan obat levofloksasin.Corsagyl . dengan osmolarity 297-314 mOsm/L dan mengandung natrium fosfat. 1995. tidak berwarna.Mebazid . dalam perdagangan berupa serbuk berwarna putih.id/index. larutan isotonik dengan pH 4. 2006.6. http://dinkes.Sifat Fisikokimia 1-(2-Hydroxyethyl)-2-methyl-5.Nama & Struktur Kimia . C6H9N3O3.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . (DIH). Sinonim : C12H12N2O2S Dalam perdagangan metronidazol terdapat dalam bentuk basa dan garam hidroklorida.tasikmalayakota.nitroimidazole. 2005 Farmakope Indonesia IV.php/informasi-obat/304-levofloksasin.Metrofusin .Elyzol .html Metronidazol Deskripsi . . AHFS DRUG. 2-Methyl5-nitroimidazole-1-ethanol . 1-(-Ethylol)-2-methyl: 5-nitro-3-azapyrrole. Sinonim : Metronidazol hydrochloride.5 – 7. Daftar Pustaka Drug information hand book. dan mempunyai : pKa 2.Flagyl .Fortagyl . Sedikit larut dalam air dan dalam alkohol.go. asam sitrat dan natrium klorida.

5 – 10 tahun 500 mg.Metrolet . anak-anak 7. infeksi protozoa. peroral dengan dosis awal 800 mg kemudian 400 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 8 jam. eradikasi Helicobacter pylori.. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 hari. Infeksi oral akut : peroral 200 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari . Dosis. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. Ulser pada lengan : peroral 400 mg setiap 8 jam selama 7 hari Bacterial vaginosis : peroral 400 – 500 mg dua kali sehari selama 5 – 7 hari atau 2 gram sebagai dosis tunggal. lebih dari 10 tahun dosis dewasa. infeksi kulit. kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam Farmakologi Absorbsi : Oral : diabsorbsi dengan baik. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam.Trichodazol .Promuba .Metronidazole Fresenius . anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari. umur hingga 1 tahun 125 mg. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Infeksi anaerobik (pengobatan biasanya selama 7 hari dan 10 hari untuk penggunaan antibiotika pada pengobatan kolitis).5 mg/kg setiap 8 jam. selama 3 hari. 1 – 5 tahun 250 mg.Metronidazol (Generik) Indikasi Infeksi anaerobik (termasuk gigi) . lihat pada bagian dosis.Tismazol .Nidazole .5 mg/kg setiap 8 jam.Trogyl . anak-anak 7. 500 mg setiap 8 jam. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam. anak-anak setiap 8 jam selama 3 hari. topikal : konsentrasi yang dicapai secara sistemik setelah penggunaan 1 g secara topikal 10 kali lebih kecil dari pada penggunaan dengan 250 mg . kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam. Inflamasi pelviks : peroral 400 mg dua kali sehari selama 14 hari Acute ulcerative gingivitis : peroral 200-250 mg setiap 8 jam selama 3 hari. pemberian secara infus intravena lebih dari 20 menit.

turunan nitroimidazol. pusing . cairan mani. pruritus. terjadi perpanjangan pada kerusakan hepar.brain barrier) Ikatan protein : < 20% Metabolisme : Hepatik (30%-60%) T½ eliminasi : neonatus : 25-75 jam . serum: segera : 1-2 jam Ekskresi : urin (20% hingga 40% dalam bentuk obat yang tidak berubah): feses (6% hingga 15%) Stabilitas Penyimpanan Injeksi metronidazol harus disimpan pada 15°C hingga 30°C dan dilindungi dari cahaya. Distribusi : ke saliva. anemia aplastic. lidah kasar dan gangguan saluran pencernaan. ataksia. . myalgia. athralgia. Stabilitas campuran parenteral pada suhu kamar (25°C): stabilitas pada produk yang terbungkus : 30 hari Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap metronidazol.mengantuk (jarang terjadi). paru-paru dan sekresi vagina. gagal ginjal terminal : 21 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. muntah. hati dan abses hati . rash . menembus plasenta dan sawar darah otak (blood. atau komponen yang ada dalam sediaan.peroral. tulang. urin berwarna gelap. hepatitis. yang lain : 6-8 jam. pada pengobatan intensif dan jangka panjang dapat terjadi peripheral neuropathy. Larutan standar : 500 mg/ 100 ml NS. Produk dapat disimpan dalam refrigerator namun akan terbentuk kristal. erytema multiform. gangguan pengecapan. sakit kepala. kristal dapat dilarutkan kembali dengan menghangatkannya pada suhu kamar. urtikaria. jaundice. trombositopenia. angioedema dan anafilaksis. juga dilaporkan abnormalitas tes fungsi hati. Paparan cahaya dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan warna produk menjadi gelap. transient epilepsiform seizure dan leukopenia. air susu. Paparan sinar matahari langsung harus dihindari. empedu. Namun demikian paparan cahaya yang normal pada ruangan dalam jangka pendek tidak mempengaruhi stabilitas metronidazol. kehamilan (trimester pertama – didapatkan efek karsinogenik pada tikus) Efek Samping Mual.

Interaksi

- Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : menghambat CYP2C8/9 (lemah), 3A4 (moderate) Meningkatkan efek/toksisitas : Etanol dapat menyebabkan reaksi seperti disulfiram. Warfarin dan metronidazol dapat meningkatkan bleeding time (PT) yang menyebabkan perdarahan. Simetidin dapat meningkatkan kadar metronidazol. Metronidazol dapat menghambat metabolisme cisaprid, menyebabkan potensial aritmia; hindari penggunaan secara bersamaan. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas lithium. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas benzodiazepin tertentu, calcium channel blocker, siklosporin, turunan ergot, HMG-Coa reduktase inhibitor tertentu, mirtazapine, nateglinid, nefazodon, sildenafil ( dan PDE-5 inhibitor yang lain), takrolimus, venlafaxine, dan substrat CYP3A4 yang lain. Menurunkan efek: fenobabital, fenobarbital (inducer enzim yang lain), dapat menurunkan efek dan waktu paro metronidazol - Dengan Makanan : Konsentrasi puncak serum antibiotik diturunkan dan terjadi delay (terlambat), tetapi jumlah total obat yang diabsorbsi tidak dipengaruhi.

Pengaruh

- Terhadap Kehamilan : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat pada dosis tinggi. Faktor risiko : B (dikontraindikasikan pada trimester pertama) Obat dapat menembus plasenta ( efek karsinogenik pada tikus); dikontraindikasikan terhadap pengobatan trichomoniasis pada trimester pertama, kecuali jika pengobatan alternatif tidak adekuat. Untuk keamanan dan efikasi pada indikasi yang lain, gunakan obat pada ibu hamil hanya jika keuntungan pada ibu hamil lebih banyak daripada potensial risiko terhadap janinnya.

- Terhadap Ibu Menyusui : Ditemukan dalam air susu, produsen menyarankan untuk

menghindari penggunaan obat dengan dosis tunggal yang besar. Masuk kedalam air susu ibu/tidak direkomendasikan (AAP rates ’’of concern”)

- Terhadap Anak-anak : Keamanan dan efikasi penggunaan obat pada anak-anak belum diketahui dengan jelas, kecuali untuk pengobatan amoebiasis. Bayi baru lahir menunjukkan keterbatasan dalam eliminasi metronidazole. Pada bayi berumur 28 hingga 40 minggu, waktu paro eliminasi 10,9 – 22,5 jam.

- Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi dengan tes laboratorium : dapat mempengaruhi uji AST, ALT, Trigliserida, glukosa dan LDH

Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet, Cairan Infus, Suppositoria, Sirup Peringatan Reaksi disulfiram-like terjadi bila diberikan bersama alkohol, kerusakan hati dan encefalopati hepatik; kehamilan; menyusui; dihindari pada porfiia; monitoring hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan klinik pada pengobatan yang melebihi 10 hari. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor, seperti kondisi pasien, umur dan berat badan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker . Bacalah dengan seksama informasi mengenai penggunaan obat ini dan ulangi membaca setiap kali anda menerima resep lagi. Gunakan obat ini sesuai dengan yang telah diresepkan. Jangan menggunakan obat ini untuk trichomoniasis selama tiga bulan pertama kehamilan. Gunakan obat pada lambung kosong.Obat

dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna (GI upset); jika hal ini terjadi gunakan bersama makanan. Bentuk sediaan lepas lambat harus digunakan pada saat lambung kosong ( 1 jam atau 2 jam setelah makan) Produsen merekomendasikan untuk menghindari penggunaan etanol selama pengobatan dengan obat ini dan setelah tiga hari terapi selesai. Gunakan obat hingga habis. Obat yang tidak digunakan sampai habis menyebabkan pemusnahan bakteri tidak sempurna dan infeksi dapat kambuh lagi. Hubungi dokter bila terjadi kejang atau mati rasa pada tangan dan kaki. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. Pastikan hal ini dilakukan. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan, kecuali atas anjuran dokter. Hubungi dokter atau apoteker jika anda merasa menggunakan obat terlalu banyak. Jika pasien lupa minum obat, segera mungkin minum obat setelah ingat. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda, kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat, mintalah nasehat dokter atau apoteker. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Jangan diberikan pada orang lain. Mekanisme Aksi Setelah berdifusi kedalam organisma, berinteraksi dengan DNA menyebabkan hilangnya struktur helix DNA dan kerusakan untaian DNA. Hal ini lebih jauh menyebabkan hambatan pada syntesa protein dan kematian sel organisma. (Drug Information Handbook) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 http://dinkes.tasikmalayakota.go.id/index.php/informasi-obat/318-metronidazol.html

terapi diteruskan hingga tampak pertumbuhan kuku baru. Sangat sukar larut dalam air dan isopropanol. Untuk mencegah kambuhan terapi dilanjutkan 10 hari sesudah gejala hilang. .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Obat Topikal untuk Kulit Nama Dagang .Sifat Fisikokimia : : Mikonazol nitrat.Sporend .Fungares . agak sukar larut dalam metanol.Micrem .Nilaozanoc . pada kulit terinfeksi.Moladerm .Nama & Struktur Kimia . dan Pityaris versicolor.Mycorine . merata. Kandidiasis vagina Dosis. sesudah kuku terlepas. putih atau praktis putih. berbau lemah.Godrem . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dua kali sehari. dan propilen glikol. oleskan secukupnya. Farmakologi . 1-(2.Zolagel . kloroform. bungkus rapat tidak berlubang. sukar larut dalam etanol. tinea. mudah larut dalam dimetilsulfoksida.Daktarin . larut dalam dimetilformamid.Zetazal Indikasi Infeksi topikal dermatofit dan jamur lain seperti kandida.4-dikloro-beta-(2.4-diklorobenzil)oksi)fenetil)imidazol mononitrat Serbuk hablur.Mikonazol Deskripsi . oleskan secukupnya. infeksi kuku dan ujung jari 1 kali sehari.

Dengan Obat Lain : - . sensitasi dan kontak dermatitis. eritema. hindari panas.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring - . rasa terbakar lemah Interaksi . Efek Samping Iritasi lokal.Absorpsi : topikal : sangat kecil. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap mikonazol dan komponen lain dalam sediaan.Terhadap Ibu Menyusui : - .Terhadap Kehamilan : - .Dengan Makanan : - Pengaruh .Terhadap Anak-anak : - . Stabilitas Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup baik dan terhindar dari jangkauan anak-anak. lemari pendingin dan cahaya.

Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI Martindale. bila perlu pakai sarung tangan bersih. hindari panas.php/informasi-obat/320-mikonazol. 2005 BNF 52 Merck Index Farmakope Indonesia ISO Indonesia 42 Iso Generik Advice for Patient (USP DI) http://dinkes. Jangan menyimpan atau pakai ulang sisa obat yang lama. Salep 2% Peringatan Hindari kontak dengan mata dan selaput mukosa Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Kontak dengan mata dan selaput mukosa Informasi Pasien Pada saat pemakaian bersihkan terlebih dahulu kulit yang luka. Jangan simpan di kamar mandi.go. merusak membran dinding sel jamur yang selanjutnya akan meningkatkan permeabilitas.html . 34th edition.id/index.Bentuk Sediaan Krim 2%. sehingga menyebabkan hilangnya nutrisi sel. Mekanisme Aksi Inhibisi biosintesis ergosterol.tasikmalayakota. lemari pendingin dan cahaya. dapur.

sukar larut dalam etanol.5-3 mcg/kg).5% untuk bentuk anhidrat dan tidak lebih dari 11. praktis tidak larut dalam eter : dan dalam kloroform. lakukan pengeringan pada suhu 105° hingga bobot tetap. Larutan dalam air bersifat asam.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Antidot dan Obat Lain untuk Keracunan Nama Dagang .Nalokson Deskripsi .Nama & Struktur Kimia . Dengan injeksi intravena. Susut pengeringan: Tidak lebih dari 0. Rotasi jenis: Antara -170° dan -181°.NARCAN . . dan dalam alkali kuat. 100-200 mcg (1. bila reaksi tidak memadai. dalam asam encer.Sifat Fisikokimia : N-allylnoroxymorphine hydrochloride Pemerian: Serbuk putih atau hampir putih. .0% untuk bentuk hidrat. naikkan dosis 100 mcg tiap 2 menit. lakukan penetapan menggunakan larutan yang mengandung 25 mg per ml. dosis harus dititrasi untuk tiap pasien agar efek pada pernapasan optimum dan pada saat yang sama menjaga analgesia yang memadai. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Untuk digunakan pada masa paskabedah. dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.NARCAXIONE Indikasi Mengatasi depresi napas yang dipicu oleh opioid Dosis.NOKOBA .PHARXIS . dosis lanjutan dengan injeksi intramuskuler setelah 1-2 jam bila diperlukan. Kelarutan dalam air: Larut dalam air.

ANAK : 10 mcg/kg. maka efek . dapat diberikan melalui suntikan intramuskuler atau subkutan dalam dosis terbagi. atau intravena. 10mcg/kg diulang tiap 2-3 menit atau 200 mcg (60mcg/kg) secara intramuskuler sebagai dosis tunggal pada saat kelahiran (mula kerja obat lebih lambat). Untuk keracunan opioid : Injeksi intravena 0.4-2 mcg diulangi setiap interval 2-3 menit sampai dicapai maksimum 10 mg bila fungsi napas tidak membaik (kemudian pertanyakan ketepatan diagnosis). bila tidak menunjukkan respons diberikan dosis 100 mcg/kg. nalokson mengantagonis sebagian besar efek opiatnya. Dosis yang dipakai dalam keracunan opioid akut mungkin tidak sesuai untuk penatalaksanan depresi napas dan sedasi yang ditimbulkan oleh opioid pada mereka yang menerima perawatan paliatif dan terapi opioid kronik.ANAK : Dengan injeksi intravena. NEONATAL : Melalui injeksi subkutan. Jika diberikan pada pasien yang tidak menerima opiat dalam waktu dekat. penurunan arterial PCO2 menuju normal. 2 mg dilarutkan dalam 500 ml larutan infus dengan kecepatan yang disesuaikan dengan respons pasien. Karena durasi kerja nalokson lebih singkat dibandingkan durasi kerja opiat. dosis lanjutan 100 mcg/kg bila tidak ada reaksi perbaikan. 10 mcg/kg. Sedangkan pada pasien yang sudah menerima morfin dosis tinggi atau analgesik lain dengan efek mirip morfin. intramuskuler. Nalokson mengantagonis depresi pernapasan ringan akibat opiat dosis rendah. bila injeksi intravena tidak mungkin. Farmakologi Nalokson adalah antagonis opiat yang utama yang tidak mempunyai atau hanya sedikit mempunyai aktivitas agonis. nalokson hanya memberi sedikit atau bahkan tidak memberikan efek. Injeksi subkutan atau intramuskular. seperti injeksi intravena tetapi hanya bila cara intravena tidak memungkinkan (mula reaksi lebih lambat) Infus intravena berkelanjutan (continuous). dan tekanan darah menuju normal jika ditekan. Akan terjadi peningkatan kecepatan respirasi dan minute volume.

5-5. Tremor dan hiperventilasi yang disebabkan oleh kesadaran kembali yang tiba-tiba terjadi pada beberapa pasien yang menerima nalokson untuk overdosis opiat.004 mg/mL (4mcg/mL). Efek samping kardiovaskular terjadi pada kebanyakan pasien paska operasi dengan riwayat penyakit kardiovaskular atau pada pasien yang mengkonsumsi obat dengan efek yang mirip dengan efek kardiovaskular.Dengan Makanan : - Pengaruh . hipertensi. Meski keterkaitannya belum diketahui dengan pasti.opiat mungkin muncul kembali begitu efek nalokson menghilang. pada pasien yang menerima nalokson hidroklorida parenteral dengan dosis di atas dosis yang biasa direkomendasikan. Nalokson mengantagonis efek sedasi atau tertidur yang dipicu oleh opiat. takikardia dan fibrilasi ventrikular dan edema paru dilaporkan kadang terjadi pada pasien yang diberikan nalokson hidroklorida paska operasi. Jika telah dilarutkan dalam dektrosa 5% atau NaCl 0. setelah 24 jam. Interaksi . Stabilitas Penyimpanan Sediaan injeksi harus disimpan pada suhu 15-30°C dan terlindung dari cahaya. namun keterkaitannya belum diketahui.Dengan Obat Lain : Nalokson menurunkan efek analgesik narkotik. Nalokson tidak mengakibatkan toleransi atau ketergantungan fisik maupun psikologis. hipotensi. larutan yang tidak digunakan harus dibuang. Nalokson hidroklorida mungkin stabil selama 24 jam. Sediaan injeksi stabil pada pH 2. Kontraindikasi hipersensitif terhadap Nalokson Efek Samping Mual dan muntah pernah dilaporkan namun jarang. .9% sehingga konsentrasi menjadi 0.

Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui apakah terdistribusi dalam ASI atau tidak. iritabilitas (efek kardiovaskuler yang negatif telah dilaporkan). lama kerjanya singkat. K.. tekanan darah Bentuk Sediaan Cairan Injeksi Peringatan Penyakit kardiovaskuler atau pasien yang menerima obat kardiotoksik. dan S pada sistem saraf pusat.Terhadap Anak-anak : - . . . detak jantung.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Kecepatan respirasi. sehingga harus digunakan secara hati-hati pada ibu menyusui.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko C (Obat dapat diberikan hanya jika manfaat pemberian melebihi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap fetus). . diperkirakan nalokson mempunyai afinitas tertinggi terhadap reseptor µ. Nalokson kemungkinan berperan dalam antagonis kompetitif pada reseptor opiat µ. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Sediaan mungkin mengandung metil dan propil parabean Mekanisme Aksi Mekanisme yang pasti dari aktivitas antagonis opiat dari nalokson tidak diketahui dengan pasti. nyeri. ketergantungan fisik pada opioid (memicu gejala putus obat).

mengurangi iritasi vagina ringan Dosis.Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI 2000 AHFS 2005 Farmakope Indonesia IV http://dinkes.Sifat Fisikokimia .Keterangan : : : - Golongan/Kelas Terapi Desinfektan dan antiseptik Nama Dagang Indikasi Antiseptik ekstrnal dengan spektrum mikrobisidal untuk pencegahan atau perawatan pada infeksi topikal yang berhubungan dengan operasi.id/index.Nama & Struktur Kimia . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Antiseptik : berikan pada daerah luka sesuai kebutuhan.html Povidon Yodida Deskripsi .tasikmalayakota. lecet. Iritasi Vagina : berikan larutan sekali . luka sayat.go.php/informasi-obat/325-nalokson.

rute pemberian dan karakter kulit. virus dan sporozoa. Efek lokal : edema.Terhadap Anak-anak : - . Juga dapat timbul sensitisasi walaupun jarang. jumlahnya tergantung konsentrasi. Povidon iodin diabsorbsi secara sistemik sebagai iodin. Stabilitas Penyimpanan Simpan terlindung dari cahaya. Interaksi .sehari selama 5-7 hari. iritasi.Terhadap Ibu Menyusui : - . Bekerja sebagai bakterisida yang juga membunuh spora. rash.Terhadap Kehamilan : - . Farmakologi Suatu bahan organik dari bahan aktif polivinil pirolidon yang merupakan kompleks iodine yang larut dalam air.Dengan Makanan : - Pengaruh . jamur. pruritus.Dengan Obat Lain : - . Kontraindikasi Reaksi hipersensifitas terhadap yodium Efek Samping Pada penggunaan untuk luka bakar yang luas dapat timbul metabolik asidosis.

. Kemudian cucilah dan bilas sampai bersih. Cairan Pembersih Kulit. 2. Disimpan pada temperatur kamar. Jangan di minum/ditelan. Pembersih kulit. Hati-hati pemberian pada wanita hamil dan menyusui 2.radang pada pangkal tenggorokan. Basahilah kulit yang akan dibersihkan dengan air secukupnya. Awas : jangan diminum/ditelan. Jauhkan dari jangkauan anak 6. Segeralah ke dokter bila timbul bercak-bercak merah seperti terbakar. b. Adalah sangat berbahaya bila menggunakan obat tanpa resep dokter. Dalam keadaan dimana . Krim. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1. obat kumur : Obat langsung dipakai untuk berkumur-kumur-kumur selama lebih kurang 30 menit. 4.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Obat Kumur. Pijat-pijatlah selama kurang lebih 5 menit ambil disiram-siram dengan sedikit air. Cara pemakaian : a. Hati-hati bila digunakan untuk mengobati luka bakar yang luas ada kemungkinan terjadi absorbsi sistemik yang beresiko asidosis metabolic serta gangguan faal ginjal. Salep Peringatan 1. 3. 5. kemudian urapi dengan obat.

id/index. Ikutilah aturan pakainya secara tertib.php/informasi-obat/347-povidon-yodida. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka http://dinkes. jamur.Nama & Struktur Kimia . 2-[2-(4-Dibenzo[b.html Quetiapin Deskripsi . autis dan psikosis pada anak . bacalah indikasi obat serta aturan pakai yang tertera pda label secara cermat.Sifat Fisikokimia .go. mania akut yang berkaitan dengan gangguan bipolar.tasikmalayakota.C4H4O4 ::- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang Indikasi Shcizofrenia.f][1.Keterangan : Quetiapine fumarate. protozoa dan spora.4]thiazepin-11-yl-lpiperazinyl)ethoxy]ethanol fumarate.anda terpaksa harus menggunakan obat tanpa resep dokter. Mekanisme Aksi Povidon iodin adalah germisidal spektrum luas yang aktif terhadap bakteri. (C21H25N3O2S)2.

naikkan 100mg/hari ke 200 mg sehari 2 kali pada hari ke 4.6-5. Bioavailabilitas 9%±4%. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak dan remaja : Autis : 100-350 mg/hari( 1. 5-HT2. Buat penyesuaian berikutnya sebanyak 25-50 mg sehari 2 kali. bila dapat ditoleransi. Rentang dosis lazim: 400-800 mg/hari.5 jam. Ikatan protein 83%. dapat ditingkatkan sampai target dosis 800 mg/hari sampai hari ke 6 dengan peningkatan = 200 mg/hari. antagonis H1 mengakibatkan somnolen. Orang tua : Diperlukan penyesuaian dosis. 73% . Waktu paruh eliminasi rata-rata sekitar 6 jam di akhir. Obat ni mengantagonis beberapa reseptor di otak: serotonin 5-HT1A. naikkan bertahap sampai 450 mg/hari. Absorpsi oral cepat. : 1. Tidak diperlukan penyesuaian dosis pada insufisiensi ginjal. Mania : Awal : 50 mg sehari 2 kali pada hari pertama.2 mg/kg/hari). tidak mempengaruhi reseptor kholinergik dan benzodiasepin. Dewasa: Shcizofrenia/psikosis : awal : 25 mg sehari 2 kali. naikkan 25-50 mg sehari 2-3 kali pada hari kedua dan ketiga. psikosis dan mania: awal. Tmaks. Sedangkan kerja antagonis pada alfa adrenergik menimbulkan hipotensi ortostatik. awal: 25 mg/hari naikkan 25-50 mg/hari sampai ke dosis efektif berdasarkan respons klinik dan toleransi pasien. bioavailabilitas relatif tablet terhadap larutan 100%. 25 mg sehari dua kali. Diperlukan penyesuaian dosis pada gangguan hati. mungkin bekerja melalui kerja antogonis pada reseptor dopamin D2 dan serotonin tipe 2 (5-HT2). alfa 1 dan alfa2 adrenergik. naikkan sampai target dosis 300-400 mg dibagi dalam 2-3 dosis. ekskresi lewat urin.Dosis. dosis lazim : 50-200 mg/hari. histamin H1. Vd 10±4 l/kg. Farmakologi Mekanisme kerja belum diketahui pasti. Dosis lazim pemeliharaan berkisar 300-800 mg/hari. Kerja antagonis pada dopamin dan 5-HT2 menjelaskan beberapa efek quetiapin. dopamin D1 dan D2. metabolisme terutama di hati lewat CYP3A4 membentuk metabolit yang tidak aktif.

diskrasia darah. Darah : leukopenia. xerostomia (mulut kering). Efek Samping > 10% : SSP : agitasi. hiperlipidemia. palpitasi.sebagai metabolit. . 1%-10% : Kardiovaskular :hipotensi postural. Pernafasan : rinitis. Saluran cerna : nyeri perut (bergantung dosis). koma. konstipasi. demam. lemah. udem perifer SSP : cemas. anafilaksis. sindroma seperti flu. tremor. pusing sakit kepala. ALT dan GGT Otot-saraf : disartria. muntah. hiponatremia. diabetes melitus. dispepsia (bergantung dosis). dispnea. Hati : peningkatan AST. Mata: amblifobia (penglihatan kabur). <!% dalam bentuk utuh. Endokrin & metabolisme : peningkatan kolesterol. penekanan sumsum tulang. takikardia. hipertonia. depresi SSP berat. anoreksia. Kulit : rash . nyeri. hiperglikemia. penyakit hati berat. peningkatan trigliserida Saluran cerna: penambahan berat badan (bergantung dosis). gastroenteritis. somnolens. lewat feses 20%. batuk. nyeri belakang. Stabilitas Penyimpanan Kontraindikasi Hipersensitif terhadap quetiapin atau komponen-komponen lain formulasi. faringitis. < 1% (hanya yang berbahaya) : Agranulositosis. Lain-lain : diaforesis (berkeringat).

peningkatan salivasi. anti hipertensi dapat dikuatkan oleh quetiapin.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. etanol. propofol. meningkatkan efek lorazepam. sindroma Steven Johnson.hipotiroid. SIADH (syndrome of inappropriate antidiuretic hormone ). Aminoglutetimid. Antifungi golongan azol. Interaksi .Terhadap Anak-anak : - . diklofenak.Dengan Makanan : Etanol dapat meningkatkan gangguan kognitif/fungsi motorik. kuinidin. nevirapin. nikardipin. peningkatan selera makan. sedatif. St John's wort. protease inhibitor. isoniasid. gerakan yang tidak disadari. doksisiklin. Efek obat-obat yang bekerja di pusat. karbamasepin.Terhadap Hasil Laboratorium : - . Asam valproat meningkatkan serum plasma maksimum rata-rata 17%. siprofloksasin. rash. gotu kola dapat meningkatkan efek depresi SSP. leukositas. klaritromisin. kava-kava. Simetidin meningkatkan kadar quetapin di darah. Metoklopramid dapat meningkatkan sindroma ekstra piramidal. vertigo. fotosensitifitas. nafsilin. .Dengan Obat Lain : Quetiapin. verapamil meningkatkan serum quetapin hingga 335%. tidak direkomendasikan . fenitoin menurunkan efek quetiapin. fenobarbital.Terhadap Ibu Menyusui : Ekskresi ke ASI tidak diketahui. Makanan dapat meningkatkan konsentrasi puncak dan AUC. eritromisin. . Dicurigai bersifat teratogenik. neutropenia. rabdomiolosis (lisis otot skelet). Valerian. diskinesia tardif (gangguan gerakan yang disadari yang tetap ada walau obat dihentikan). Tioridfazin meningkatkan bersihan quetapin sehingga kadar di serum menurun. perpanjangan interval QT. Pengaruh .

Sedangkan kerja antagonis pada alfa adrenergik menimbulkan hipotensi ortostatik. Kerja antagonis pada dopamin dan 5-HT2 menjelaskan beberapa efek quetiapin. tidak mempengaruhi reseptor kholinergik dan benzodiasepin.Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet 25 mg. antagonis H1 mengakibatkan somnolen. 5-HT2. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari. 100 mg. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. histamin H1. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/mengganggu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. Mekanisme Aksi Mekanisme kerja belum diketahui pasti. tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. Obat ini mengantagonis beberapa reseptor di otak : serotonin 5-HT1A. mungkin bekerja melalui kerja antogonis pada reseptor dopamin D2 dan serotonin tipe 2 (5-HT2). . segera minum obat bila lupa. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. 200 mg. Peringatan Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk mengobati gangguan psikosis seperti sizoprenia. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. dopamin D1 dan D2. alfa 1 dan alfa2 adrenergik. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari.

Et. Kelarutan stavudin dalam air pada suhu 230C adalah sekitar 83 mg/mL.html Stavudin Deskripsi . The United States Pharmacopeial Convention.tasikmalayakota.go. 34th ed.4-dione. Martindale:The complete drug reference.al.al. Et. Lexicomp 2005. Advice for the patient Drug Information in Lay Language .2.php/informasi-obat/352-quetiapin. C10H12N2O4 Stavudin merupakan kristal solid berwarna putih.Zerit Indikasi Untuk mengobati HIV dengan dikombinasikan dengan antiviral lain . drug Information handbook international.Sifat Fisikokimia .5-dihydrofuran-2-yl] -5-methyl-1H-pyrimidine2. Pharmaceuticall Press 2005.id/index. :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . Rand http://dinkes.Keterangan : : 1-[5-(hydroxymethyl).Inc..Staviral .Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC. LacyCF.USPDI 17th ed.Nama & Struktur Kimia .

Cl 26 – 50 ml/menit. < 60 kg 15 mg setiap 12 jam.Bila terjadi toksisitas yaitu munculnya neuropaty hentikan pengobatan sampai gejala menghilang .Bayi baru lahir: – 13 hari 0. 20 mg setiap 12 jam. . < 60 kg 15 mg setiap 12 jam. Untuk dewasa Cl > 50 ml/menit >= 60 kg 40 mg setiap.6 jam Waktu puncak : 1 jam Ekskresi : melalui urin 40% sebagai obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Kapsul dan serbuk untuk rekonstitusi dapat disimpan dalam temperatur ruang. 30 mg setiap 12 jam.4% Metabolisme: mengalami fosforilasi intraselular menjadi bentuk tidak aktif T½ eliminiasi : 1-1. bila muncul efek lagi hentikan.5 mg/kg setiap 12 jam . .< 60 kg: 30 mg setiap 12 jam . Larutan rekonstitusi harus dibekukan dan stabil dalam 30 hari. 12 jam < 60 kg.Kemudian dilanjutkan dengan dosis 50%.Anak-anak > 14 hari dan < 30 kg: 1 mg/kg setiap 12 jam.Dosis.>= 60 kg.Dosis pada kerusakan ginjal: untuk Anak-Anak tidak dianjurkan.Lansia : Dosis disesuaikan dengan keadaan ginjal dan monitor simptom neuropathy Farmakologi Distribusi : Va : 0.5 L/kg Bioavailability : 86. . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis : .>= 60 kg 20 mg setiap 24 jam. Cl 10 – 25 ml/menit.Dewasa: >= 60 kg: 40 mg setiap 12 jam . > 30 kg merujuk dosis dewasa .

kulit-rash. laktat asidosis.doxorubisin. sistem saraf dan kulit.Kontraindikasi Hipersensitif terhadap stavudin atau komponen lain dalam sediaan Efek Samping Dibanding dengan lamivudin efek neuropathy stavudin lebih besar.zalcitabine. hepatitis. tidak dapat tidur.10% Pada hati : Peningkatan bilirubin. mengurangi fosforilasi intraseluler. macam-macam : peningkatan amilase 1% . anemia. sakit perut.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . .Dengan Obat Lain : Terjadi peningkatan efek bila dikombinasi dengan: . pankreatitis dan hepatotoksik . redistribution fat. panas. anoreksia. muntah. myalgia. Laporan kasus sesudah dipasarkan. peningkatan neuropati perifer. alergi.zidovudin. bisa digunakan dengan perhatian. bisa digunakan dengan perhatian . hepatomegali.hidroksi urea. menurangi foforilase intraseluler . kerusakan hati. pancreatitis. mengurangi fosforilasi intraseluler. saluran pencernaan : mual. neuropati perifer.ribavirin. > 10% Pada susunan saraf pusat : Sakit kepala.Dengan Makanan : - Pengaruh . diare. hepar peningkatan transaminase. thrombositopenia Interaksi . Pengurangan efek terjadi bila: . leukopenia. hepatic steanosis.

zalcitabin. 20 mg. yang nampak maupun simptom. 1 mg/ml (200 ml) Peringatan Hati-hati bila digunakan pada pasien yang hipersensitif pada stavudin. didanosin dan hidroksiurea.Terhadap Anak-anak : - . neuropati. kontraindikasi untuk ibu menyusui . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien .. Risiko akan bertambah bila gemuk. Penggunaan stavudin dihentikan bila muncul laktat asidosis.Pihak industri menyarankan bila muncul kelemahan dari motorik maka penggunaan dihentikan. Neuropati perifer dapat berkurang dengan pengurangan dosis. Risiko semakin meningkat bila digunakan bersama didanosin dan hidroksi urea. atau pada pasien perempuan. 30 mg. didanosin. Suspek pankreatitis muncul untuk penggunaan dari stavudin.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Monitor fungsi liver.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui efek masuknya ke dalam ASI. penekanan terhadap tulang belakang atau neuropati perifer. memperpanjang dampak nukleosid. 40 mg Puyer Untuk Larutan Oral. Zidovudin dikombinasikan dengan stavudin. angka kekuatan viral dan angka CD4 Bentuk Sediaan Kapsul 15 mg. walau dalam kasus yang fatal.Ibu hamil meningkat resikonya dengan muncul laktat asidosis dan kerusakan hati. Pada pasien suspek laktat asidosis.

menghambat replikasi virus. Mekanisme Aksi Stavudin adalah analog thymidin.id/index.tasikmalayakota. dan efek samping untuk menjamin kepatuhan pasien. 2006. yang mempengaruhi viral DNA HIV.Lakukan diskusi degan pasien mengenai frekuensi pemberian obat. 2005 http://dinkes.Sifat Fisikokimia .html Vekuronium Deskripsi .go. angka viral load dan CD4 Daftar Pustaka Drug information hand book.Nama & Struktur Kimia . terutama untuk mencegah resistensi yang emergensi. nukleosida reverse transcriptase Monitoring Penggunaan Obat Simptom yang ada. AHFS DRUG. C34H57BrN2O4 ::- Golongan/Kelas Terapi Relaksan Otot Perifer dan Penghambat Kolinesterase Nama Dagang Indikasi .php/informasi-obat/377-stavudin.yang bergantung Dpada DNA polimerase.hasil laboratorium dari fungsi hati. neuropati. (DIH).Keterangan : 1-3(3alfa.17ß-Diacetoxy-2piperidino-5a androstan-16 ß-yl)-1methylpiperidium.

hipotensi. Penyesuaian dosis juga dibutuhkan pada bayi dan pada pasien gagal ginjal. Infus IV:50-80 mcg/kg bb diawali dengan injeksi IV 40 – 100 mcg/kg bb. kolaps sirkulasi. Farmakologi Dengan dosis biasa onsetnya kurang lebih 1-3 menit dan berakhir 20-30 menit. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dengan Injeksi Intravena Dewasa : 80-100 mcg/kg bb . Vecuronium bromida memiliki aktivitas dengan melepaskan histamin meskipun reaksi lokal pada lokasi injeksi telah dilaporkan.Dan ini tentu mengarah pada aktivitas vekuronium dosis tinggi tidak menghasilkan efek samping pada vaskular. edema. myositis (pada penggunaan jangka panjang). gatalgatal. Kontraindikasi Pasien hipersensitif terhadap vekuronium dan komponen lain dalam sediaan. takikardia. Bronkospasma dan reaksi anafilaktoid juga telah dilaporkan. Pemberian vekuronium secara intravena akan didistribusikan dengan cepat. Dosis. Stabilitas Penyimpanan Penyimpanan : Pada temperatur (15 – 25)°C dalam wadah kedap udara dan jauhkan dari cahaya.Relaksan otot untuk jangka pendek sampai sedang. Neonatus dan bayi usia 4 bulan :dosis awal 10-20 mcg/kg bb lalu dinaikkan sampai efek yang diharapkan.Juga dapat menghindari efek kardiovaskular. quadriplegik akut. rash. reaksi hipersensitif. kemerah-merahan. Dimetabolisme juga oleh otot liver dan metabolit itu merupakan penghambat neuromuscular. dosis pemeliharaan 20-30 mcg/kg bb tergantung dari respon klinik. Perhatian dibutuhkan pada pasien penderita hepatitis dan gangguan ginjal. sindrom miopati. Efek Samping Bradikardia. Interaksi .

Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tekanan darah. beta bloker. denyut jantung Bentuk Sediaan Injeksi 4 mg/ml Peringatan Perhatian dibutuhkan pada pasien penderita hepatitis dan gangguan ginjal. bayi dan pada pasien gagal ginjal Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus . Penyesuaian dosis juga dibutuhkan pada ibu hamil. . anestesi halogen. tetrasiklin dan vankomisin. klindamisin. calcium channel bloker.Terhadap Anak-anak : - . lidokain. kuinolon. ketamin. imipenem. diuretik loop (furosemid). .. makrolida. magnesium sulfat.Terhadap Ibu Menyusui : Distribusi venkuronium pada air susu tidak diketahui. Obat harus dihindari atau digunakan dengan hati-hati dalam kehamilan karena dengan pemberian dosis tinggi dapat menyebabkan miastenia gravis pada bayi .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C .Dengan Makanan : - Pengaruh .Dengan Obat Lain : Efek vekuronium meningkat dengan adanya aminoglikosida. kuinidin. gunakan dengan perhatian. prokainamida.

C26H28N4O4Cl2 Ketokonazol berupa serbuk putih hingga sedikit abu-abu dan praktis : tidak larut dalam air.al. Martindale:The complete drug reference.id/index. Perlu sarana dan keahlian khusus.tasikmalayakota. Et. suatu senyawa antifungal azole.go. Pharmaceutical Press 2005 http://dinkes. Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi .9 hingga 6. maka informasi tidak langsung diberikan pada pasien.Informasi Pasien Pemakaian terbatas untuk kasus tertentu.Sifat Fisikokimia Sinonim : cis-1-Acetyl-4-(4-((2-(2. 34th ed. Larut dalam DMSO atau kloroform . menghambat depolarisasi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC.Nama & Struktur Kimia .Keterangan : Ketokonazol adalah suatu sintetik derivatif imidazol. Mengingat pemberian obat ini dilakukan melalui /oleh dokter anestesi.html Ketokonazol Deskripsi .. Ketokonazol mempunyai pKas 2.4-dichlorophenyl)-2-(1H-1M-idazol: 1-ylmethyl)-1.3-dioxolan-4-yl) methoxy) phenyl)-piperazine.php/informasi-obat/402-vekuronium.5. Mekanisme Aksi Mencegah terikatnya asetilkolin pada reseptor pada motor endplate.

infeksi dermatofit pada kulit dan kuku tangan (tidak pada kuku kaki).Interzol . Anak-anak 3 mg/kg sehari.Mycozid . mycoses gastrointestinal yang resisten.Mycoral . empedu. sejumlah kecil saja yang dapat masuk ke dalam cairan serebrospinal Ikatan protein : 93% hingga 96% Metabolisme : melalui hepatik sebagian via CYP3A4 menjadi bentuk senyawa yang tidak aktif Bioavailability : terjadi penurunan bila pH lambung meningkat T½ eliminasi : Biphasic : awal : 2 jam . 400 mg sekali sehari bersama makanan selama 5 hari. saliva. kulit dan jaringan lunak. Candidiasis vaginal kronik yang resisten.Profungal . maksimum 400 mg sehari (untuk pasien lanjut usia 200 mg sehari) .Wizol . kandidiasis vaginal kronik yang resisten. kandidiasis mukokutaneous kronik yang resisten.Funet .Muzoral . dapat menembus sawar darah otak (bood brain-barrier)dalam jumlah kecil.Thicazol . air susu ibu. Cara Pemberian dan Lama Pemberian 200 mg sekali sehari bersama makanan. serumen.Nama Dagang . Dosis.Zoralin . tendon. Pengobatan profilaksis dan pemeliharaan pada pasien immunosuppresi 200 mg sehari. sebum. terminal : 8 jam . feses.Nizoral .Fungasol .Formyco .Zoloral Indikasi Mycoses sistemik. dan testes. Farmakologi Absorpsi : Oral : absorpsi cepat (~ 75%) Distribusi : terdistribusi dengan baik dalam cairan sendi yang mengalami inflamasi.Katoconazol (Generik) . urin. jika setelah 14 hari respon tidak memadai lanjutkan hingga sedikitnya 1 minggu setelah gejala hilang dan hasil kultur negatif . biasanya selama 14 hari. profilaksis mikosa pada pasien immunosupresan.

glipizideifosfamid. takrolimus.amfetamin. Interaksi . propanolol.doxetacel. Benzodiazepin tertentu ( midazolam dan triazolam) . resiko hepatitis lebih tinggi pada pemakaian lebih dari 14 hari. venlafaksine. 2A6 (moderate) . Meningkatkan efek/toksisitas: karena menghambat CYP3A4 ketokonazol kontraindikasi dengan cisaprid. urticaria. 2A6. pioglitazon. beta blocker. ginecomastiadan oligosperma . sakit kepala. sertraline. 3A4 (kuat). antidepresan trisiklik. ropinirol.lovastatin. buspiron. vinblastin.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: substrat CYP3A4 (major).simvastatin dan triazolam karena dapat meningkatkan toksisitas senyawa ini. diazepam. ruam. 2C19 (moderate). trimetreksate. digoksin. mexiletine.Waktu untuk mencapai kadar puncak. lidokain. glimepirid. Mesoridazine dan tioridazin dikontraindikasikan dengan penghambat CYP2D6 kuat. alkaloid ergot. calsium channel blocker. trombositopenia. sirolimus. mutah. paroxetin. fenitoin. 2D6 (moderate). nateglinid. menghambat CYP1A2 (kuat). jarang terjadi angioedema. benzodiazepin. risperidon. cisaprid. HMG-CoA reductase inhibitor (lovastatin dan simvastatin) dan pimozide dikontraindikasikan dengan penghambat CYP3A4 kuat. mesoridazin. serum: 1-2 jam Ekskresi : Feses (57%). fluoksetin. 2C8/9. paraesthesia . pusing . dekstrometorfan. kerusakan berat pada hati . tioridazin. atau 3A4. anestesi inhalasi. nefazodon. alopecia. vinkristin. Ketoconazol dapat meningkatkan efek/kadar serum amiodaron . busulfan. trifluoperazin. 2C8/9 (kuat). 2B6 (lemah). citalopram. rosiglitazon. warfarin. metusuksimid. kehamilan dan menyusui Efek Samping Mual. fluvoksamine. 2D6. teofilin. pruritus . Jika digunakan dengan . fotofobia. nyeri abdomen. dexmedetomidin. 2C19. zolpidem dan substrat CYP1A2. ritonavir.midazolam. urin (13%) Stabilitas Penyimpanan Tablet ketoconazol harus dilindungi dari kelembaban dan disimpan dalam wadah tertutup rapat pada suhu 15 – 25°C Kontraindikasi Kerusakan hati. mirtazapin.

Terhadap Kehamilan : Produsen menyatakan adanya teratogenisitas pada studi hewan. fenobarbital. hidrokodon. St. Penurunan kadar serum dengan didanosin dan isoniazid. Ketokonazol terdistribusi dalam air susu ibu.Dengan Makanan : Kadar puncak serum ketokonazol dapat diperpanjang jika digunakan bersama makanan. oksikodon. nizatidin dan ranitidin). John’s wort dapat menurunkan kadar ketokonazol Pengaruh .Terhadap Ibu Menyusui : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat. rifampisin dan inducer CYP3A4 yang lain. . rabeprazol) dan sukralfat dapat secara signifikan menurunkan bioavailabilitas yang mengakibatkan kegagalan terapi dan sebaiknya tidak digunakan secara bersamaan. inhibitor pompa proton (omeprazol. Jangan diberikan bersamaan dengan rifampin.Terhadap Anak-anak : - . Ketokonazol dapat menurunkan kadar/efek substrat prodrug CYP2D6 (seperti: kodein. fenytoin. nafcillin. Efikasi kontrasepsi oral dapat diturunkan (data terbatas). karbamazepin. Faktor risiko : C . antasida. tramadol) . diperlukan penyesuaian dosis untuk sildenafil dan penghambat PDE-5 yang lain. Menurunkan efek oral : absorpsi dipengaruhi oleh keasaman lambung.penghambat CYP3A4 kuat.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tes fungsi hati . nevirapin. famotidin . antagonis H2 (simetidin. penggunaan obat harus dihindari pada wanita hamil. lansoprazol. Efek/kadar ketokonazol diturunkan oleh aminoglutetimid.

Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. hubungi dokter atau apoteker Mekanisme Aksi Mempengaruhi permeabilitas dinding sel melalui penghambatan sitokrom P450 jamur. menghambat beberapa enzim pada jamur yang mengakibatkan terbentuknya kadar toksik hidrogen peroksida. Digunakan bersama dengan makanan atau susu untuk menurunkan efek samping pada saluran cerna. . segera mungkin minum obat setelah ingat. Gunakan tablet 2 jam lebih dulu sebelum antasida untuk mencegah penurunan absorpsi disebabkan oleh pH lambung yang tinggi . kecuali atas anjuran dokter. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Hindari pada pasien porfiria Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor.Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Monitoring fungsi hati secara klinik dan biokimiawi untuk pengobatan yang berlangsung lebih dari 14 hari dengan melakukan tes fungsi hati sebelum memulai pengobatan. juga menghambat sintesis androgen. Jika pasien lupa minum obat. umur dan berat badan. seperti kondisi pasien. kecuali atas saran dari dokter atau apoteker. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekwensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker. menghambat biosintesa trigliserida dan fosfolipid jamur. setelah 14 hari pengobatan kemudian selang sebulan sekali. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat.

Nama & Struktur Kimia . Kelarutan klindamisin phosphate dalam air : 400 mg/ml pada suhu 25°C. serbuk amorphous warna putih atau keputih-putihan.php/informasi-obat/289-ketokonazol. .Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. Perbedaan struktur dengan lincomycin adalah terdapatnya substitusi atom chlorin pada 7-hydroxil dan inversi (pembalikan) 7: carbon.go. klindamisin Hydrokloride. klindamisin palmitate hydrochloride. serbuk kristal hygroskopis warna putih atau keputih-putihan dengan masing-masing mempunyai bau yang khas dan larut dalam air. fosfate berturut-turut merupakan serbuk kristal berwarna putih.Keterangan : Klindamisin merupakan antibiotik semisintetik turunan dari linkomisin Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi . pKa klindamisin adalah 7. klindamisin phosphate. palmitate hydrokloride.45.Sifat Fisikokimia : Diperdagangan klindamisin berada dalam bentuk klindamisin hydrochloride.html Klindamisin Deskripsi .tasikmalayakota.id/index.

Injeksi intramuscular dalam atau infusi intravena.Klindamisin OGB Dexa .Comdasin .Cindala .Opiclam . 0.Librodan . Klindamisin hanya digunakan secara terbatas karena efek sampingnya yang serius.Biodasin .Dacin .Indanox . Klindamisin digunakan untuk profilaksis endokarditis pada pasien yang alergi terhadap penisilin.Clindexin .8 g sehari. Pada infeksi oral. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Peroral. terutama sesudah operasi. pemberian dosis tunggal yang melebihi 600 mg hanya boleh diberikan secara infus intravena.Daclin-300 .Clinjos . klindamisin sebaiknya tidak digunakan secara secara rutin untuk mengobati infeksi oral. termasuk staphylococus yang resisten terhadap penisilin dan juga melawan beberapa bakteri anaerob terutama bacteroides fragilis. pada infeksi yang mengancam jiwa dosis dapat dinaikkan hingga 4.Nama Dagang . Obat ini terkonsentrasi dalam tulang dan diekskresi melalui empedu dan urin. Klindamisin direkomendasikan pada infeksi staphylococcus tulang dan sendi seperti osteomyelitis dan intraabdominal sepsis. Dosis.Clinmas .Prolic Indikasi Klindamisin aktif melawan kuman kokus gram positif .Probiotin . Efek toksik yang paling serius adalah timbulnya kolitis yang dapat berakibat fatal dan sangat umum terjadi pada usia setengah baya dan pada wanita usia lanjut . karena tidak lebih efektif daripada golongan penisilin melawan anaerob dan kemungkinan terdapat reisistensi silang dengan bakteri resisten eritromisin. anak-anak 3-6 mg/kg setiap 6 jam.Albiotin .Lindan . dapat dinaikkan hingga 450 mg setiap 6 jam pada infeksi berat . namun kondisi ini lebih sering terjadi pada penggunaan klindamisin.Clinium . 150 -300 mg setiap 6 jam.Dalacin C/Dalacin C Phosphat .Climadan .Zumatic .Lindacyn .Lando .Nufaclind .Clinbercin .6 – 2.Klindamisin (Generik) . Meskipun timbulnya kolitis yang berkaitan dengan penggunaan antibiotika dapat terjadi pada penggunaan sebagian besar antibiotika.7 g sehari (dalam 2 – 4 dosis terbagi) . dosis tunggal pada pemberian infus intravena tidak boleh lebih .Anerocid .Ethidan .Clinidac .

2 g. dihindari injeksi yang mengandung benzil alkohol pada neonatus Efek Samping Diare (hentikan pengobatan). setelah larutan direkontitusi .3 jam (rata-rata : 2-3 jam) Waktu untuk mencapai kadar puncak.dari 1.6 jam .7 jam . larutan oral stabil selama 2 minggu pada suhu kamar 20°C hingga 25°C (68°F hingga 77°F) Larutan topikal : Simpan pada suhu kamar 20°C hingga 25°C (68°F hingga 77°F) Ovula : simpan pada suhu kamar 15°C hingga 30°C (68°F hingga 77°F) Kontraindikasi Diare. infeksi berat .6-5. menembus plasenta . Oral : Cepat (90 %) Distribusi : Konsentrasi tinggi pada tulang dan urin. kolitis yang berkaitan . Full-term: 3. muntah. jumlah obat dalam cairan serebrospinal tidak signifikan bahkan pada inflamasi meninges (selaput otak) . IM 1-3 jam Ekskresi : Urin (10%) dan feces (~ 4%) sebagai obat aktif dan metabolit Stabilitas Penyimpanan Kapsul : Simpan pada suhu kamar 20°C hingga 25°C Krim : Simpan pada suhu kamar IV : larutan infus dalam larutan NS atau D5W stabil selama 16 hari pada suhu kamar Larutan oral : Larutan oral yang telah direkonstitusi jangan disimpan pada refrigerator (suhu dingin) . minimal 300 mg sehari tanpa memperhitungkan berat badan Farmakologi Absorpsi : Topical : ~ 10 %. mual. 15 – 40 mg/kg sehari dibagi dalam 3 – 4 dosis . Anak-anak diatas 1 bulan. perut tidak enak. Dewasa : 1. oesophagitis. masuk ke dalam air susu Metabolisme : hepatik Bioavailability : Topical: < 1% T½ eliminasi (half-life elimination) : Neonatus : Premature: 8. serum : Oral : dalam 60 menit.

eosinophilia. urticaria reaksi anafilaksis.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Observasi perubahan pada usus.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B . agranulositosis dan trombositopenia. indurasi dan abcess sesudah injeksi intramuscular. tes fungsi hati dan renal secara periodik Bentuk Sediaan Kapsul. eksfoliatif dan dermatitis vesiculobullous. syndrom Stevens-Johnson. neutropenia.Dengan Makanan : - Pengaruh . jaundice (penyakit kuning) dan mempengaruhi tes fungsi hati. monitor kolitis dan pengobatan terhadap gejala yang timbul. Masuk ke dalam air susu ibu . namun diare berdarah dilaporkan terjadi pada 1 bayi. pada pengobatan jangka panjang monitor CBC.dengan penggunaan antibiotika. thromboplebitis sesudah injeksi intravena Interaksi .Terhadap Ibu Menyusui : Kemungkinan hanya sejumlah kecil berada pada air susu ibu.Dengan Obat Lain : - . Cairan Inj Peringatan .Terhadap Anak-anak : - . pruritus. rash. nyeri.

seperti kondisi pasien. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/frekuensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau petugas kesehatan. kecuali atas anjuran dokter. Tanda-tanda ini merupakan efek samping yang serius. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. monitoring fungsi hati dan fungsi ginjal pada pengobatan jangka panjang dan pada neonatus dan bayi. Tes laboratorium diperlukan dalam monitoring terapi. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat segera hubungi tenaga kesehatan. tanyakan pada dokter. Jika terjadi diare yang berat. segera mungkin minum obat setelah ingat.Pasien harus segera menghentikan pengobatan jika timbul diare atau kolitis. nyeri/kram pada lambung atau terdapat darah pada feces segera hubungi dokter. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. Gunakan obat hingga habis. Jangan menghentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Jika anda mempunyai pertanyaan tentang obat ini. Pasien segera menghentikan pengobatan jika timbul diare atau kolitis. Kapsul harus ditelan dengan segelas air. 5) yang dapat menyebabkan alergi pada individu tertentu. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Mekanisme Aksi . Jangan diberikan pada orang lain. Beberapa sediaan mengandung tartrazine (FD & C Yellow No. umur dan berat badan. Tanyakan hal ini pada petugas kesehatan atau apoteker. dihindari pada pofiria. Jangan mengobati diare sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter. kerusakan hati. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan . kerusakan ginjal. kehamilan . Pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan eliminasi bakteri menjadi tidak sempurna dan dapat mengakibatkan infeksi kambuh kembali. hindari pemberian intravena secara cepat. menyusui . Pastikan hal ini dilakukan. Jika pasien lupa minum obat. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. apoteker atau petugas kesehatan yang lain.

tes fungsi hati dan renal secara periodik. agak sukar larut dalam etanol.0% dan tidak lebih dari 101. letak infeksi dan jenis organisma.5: trimethoxybenzyl)pyrimidine-2.html Kotrimoksazol Deskripsi .Nama & Struktur Kimia .4.0% C10H11N3O3S dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. mudah larut dalam asetone dan dalam larutan natrium hidroksida encer. praktis tidak berbau. agak sukar larut dalam kloroform dan dalam . TRIMETHOPRIM (disingkat TMP)Mengandung tidak kurang dari 98. Monitoring Penggunaan Obat Obsevasi perubahan pada usus. Kelarutan obat. pada pengobatan jangka panjang monitor CBC .Terjadi ikatan secara reversibel dengan subunit ribosomal 50S. C10H11N3O3S.4-diamine. 5-(3. efek bakteriostatik atau bakterisidal tergantung dari konsentrasi obat. praktis tidak larut dalam air dalam eter dan dalam kloroform.5% dan tidak lebih dari 101.go.php/informasi-obat/293-klindamisin. mencegah terjadinya ikatan peptida sehingga akan menghambat sintesis protein bakteri.tasikmalayakota. larut dalam benzilalkohol. C14H18N4O3 : SULFAMETOXAZOLE (disingkat SMX)Mengandung tidak kurang dari 99. Kelarutan obat : sangat sukar larut dalam air. putih sampai putih. Obat berbentuk serbuk hablur.Sifat Fisikokimia 4-amino-N-(5-methylisoxazol-3-yl)-benzenesulfonamide .id/index.0% C14H18N4O3 dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. monitor colitis dan pengobatan terhadap gejala yang timbul.

Hexaprim .coli.Trimezol . pengobatan entritis yang disebabkan oleh Shigella flexneri atau Shigella sonnei. traveler diarrhea yang disebabkan oleh enterotoksigenik E.metanol.Cotrimol .atau S.Ottoprim .Licoprima .Cotrim .pneumoniae. eksaserbasi akut pada bronchitis kronis pasien dewasa yang disebabkan oleh bakteri yang sensistif seperti H.Ikaprim .mirabilis dan P. or TMP-sulfa) adalah : antibiotik kombinasi antara trimethoprim dan sulfametoksazol.Sulprim .Nufaprim .Primsulfon .Sultrimmix .Fsiprim .P. Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Erphatrim . Klebsella dan Enterobacter sp. M.Bactrim . Untuk pengobatan infeksi severe atau komplikasi ketika penggunaan oral sudah tidak mungkin . praktis tidak larut dalam eter dan dalam karbon tetraklorida.Meditrim .Dumotrim .Moxalas .Keterangan Co-trimoksazol (disingkat SXT.coli.Bactricid ..Wiatrim . pencegahan dan pengobatan Pneumocitis carinii pneumoniae (PCP). IV.vulgaris.Trixzol .Merotin . .Bactrizol . otitis media akut pada anak.Bactoprim Combi .Xepaprim Indikasi Oral: Untuk pengobatan infeksi saluran urin yang disebabkan E.Primadex .Zoltrim .Septrin .influenzae.Trimoxsul . sangat sukar larut dalam etanol dan dalam asetone.Infatrim .Ulfaprim . TMP-SMX.morganii. dalam rasio perbandingan 1 banding 5.Zultrop .

Anak >2 tahun . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis: dihitung berdasarkan perbandingan dasar obat. dengan panduan : Infeksi ringan – berat: oral. dengan komposis sulfametoxazole 800 mg dan trimethoprim 160 mg. 8-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam. Infeksi serius: Oral: 20mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam. Seperti yang terdokumentasikan digunakan untuk PCP. Otitis media akut: oral: 8 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam selama 10 hari. Jangan melebihi trimetoprime 320 mg dan sulfametoxazol 1600 mg/hari Shigellosis: Oral: 8 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam selama 5 hari. IV: 8-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam. Pneumocytis: Pengobatan: oral. demam tifoid. IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. Pencegahan: oral: 150 mg TMP/m2/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam untuk 3 hari/minggu. Infeksi saluran urin pengobatan: oral: 6-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam. 15-20 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam. yaitu digunakan pengobatan empiric PCP pada pasien immunocompromise. IV.dilakukan.8 atau 12 jam selama 14 hari dengan infeksi serius. Dosis. shigellosis. mingguan. . infeksi Nacardia asteroides . Pencegahan: Oral: 2 mg TMP/kg/dosis harian atau 5 mg TMP/kg/dosis dua kali.

.8.2-3 bulan. IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. prostatitis: akut:2 minggu. Infeksi saluran urin : Oral: satu tablet (sulfametoxazole 800 mg dan trimethoprim 160 mg) setiap 12 jam. dengan komplikasi: selama 7-10 hari. Shigellosis: Oral: 1 tablet setiap 12 jam selama 5 hari.8 atau 12 jam selama 5 hari. Pyelopritis: 14 hari. Diare traveler: oral: 1 tablet setiap 12 jam selama 5 hari. kronik. atau 12 jam lebih dari 5 hari. IV Infeksi kulit: 5mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi. Pengobatan: oral. Cyclospora: oral. Pneumocytis carinii: Profilasis: oral: 1 tablet sehari atau 3 kali/minggu. Lamanya pengobatan: tidak ada komplikasi: 3-5 hari.8 atau 12 jam selama 14 hari untuk infeksi gawat. Nocardia: oral.IV: 15-20 mg TMP/kg/hari dalam 3-4 dosis terbagi.IV: 160 mg TMP dua kali sehari untuk 7-10 hari.IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. . Sepsis: IV: 20 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam. Dosis dewasa. Bronkitis kronis: oral: 1 (satu) tablet setiap 12 jam selama 10-14 hari.

5 mL/125 D5W stabil untuk 6 jam. efek: secara farmakologis keduanya bervariasi: peningkatan t ½ dan penurunan klirens obat tergantung klirens kreatinin. 90-100%. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada suhu ruangan (25°C). 68%. Sediaan suspensi disimpan pada suhu ruangan dan terhindar dari cahaya langsung. Kontraindikasi . Lamanya pengobatan masih controversial. dan mengalami perpanjangan pada pasien gagal ginjal. max. TMX. Ikatan protein: SMX. Sediaan larutan IV.45%. T½ eliminasi: SMX: 9 jam. TMP: 6-17 jam. jangan disimpan pada refrigerator/pembeku. Eksresi obat: dieksresi melalui urin dalam bentuk metabolit dan dalam bentuk utuh. terlindung dari cahaya. 5 mL/75 D5W stabil untuk 2 jam. ada yang melaporkan selama 7 bulan penggunaan obat. cara pelarutannya dan pelarutnya harus sesuai dengan yang telah diinformasikan. Metabolisme: SMX: N-asetilasi dan glukoronidasi. 5 mL/100 D5W stabil untuk 4 jam. Farmakologi Absorbsi: oral : hampir sempurna. serum: antara 1-4 jam. simpan pada suhu ruangan jangan disimpan dalam refrigerator dan terlindung dari cahaya langsung. T.Infeksi gawat (pulmonal/cerebral): 10-15 TMP/kg/hari dalam 2-3 dosis terbagi. TMX: menjadi metabolit oksidan hidroksilat.

hiperbilirubinemia. Neuromuskular dan skeletal : Atralgia. hipoglikemik. kehamilan Efek Samping Reaksi efek samping yang paling banyak adalah gangguan pencernaan (mual. muntah. angioedema. Dermatologi : Rash. pankreatitis. Lain-lain: serum sicknes. toxic epidermal necrosis. peningkatan enzim transaminase. diuresis. pruritus. anemia aplastic. gagal ginjal. myalgia. depresi. reaksi dermatologi (rash atau urticaria). eosinophiia. stomatitis. SSP : konfusi. diare. anorexia). hemolisis (dengan G6PD defisiensi). anemia megaloblastik. Pernafasan : batuk. Hematologi : Trombositopenia. halusinasi. profiria. Gastrointestinal : Mual. adanya tanda kerusakan pada hepar pasien. fotosensitivitas. dispepsia. granulositopenia. muntah. gagal ginjal parah. demam. infiltrasi pulmonal. agranulositosis. pseudomembranous collitis. sindrom stevens-johnson. kristaluria. trimethoprim atau komponen lain dalam obat. ataxia. kejadian yang jarang termasuk erytema multiform. kolestasis. Endokrin dan metabolit : miperkalemia (pada penggunaan dosis besar). Interaksi .Hipersensitif pada obat golongan sulfa. peripheral neutritis. kejang. urtikaria. Henochschonlein purpura. dermatitis eksfoliatif. methemoglobinemia. ikterus pada janin. SLE (systemic lupus erytomatosus: jarang). pansitopenia. Hepatic : Hepatotoxic (hepatitis. neprotosis. rabdomilisis. necrosis hepatic). efek samping yang jarang dan dapat hilang dengan sendirinya terkait dengan penggunaan cotrimoxazole meliputi : reaksi dermatologi gawat dan hepatotoxic Cardiovascular : Alergi myokarditis. anemia megaloblastik karena kekurangan asam folat. anorexia. bayi dengan usia <2 bulan. Renal : interstisial nephritis.

phenytoin. rifapentine. Trimethoprim: inhibitor CYP2C8/9 (moderat) Meningkatkan efek toksik: Meningkatkan efek toksis dari metotreksat Meningkatkan kadar obat procainamide. rosiglitazon. . dan inducer CYP2C8/9 lainya. penitoin. secobarbital.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C/D. glimepirid. Peningkatan efek hiperkalemia pada penggunaan bersamaan obat ACE inhibitor. reseptor antagonis angiotensin atau diuresis hemat kalium. warfarin. Peningkatan efek neprotosis dengan siklosporin.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: Sulfametoksazol : inhibitor CYP2C8/9 (moderat). Jangan digunakan pada saat term kehamilan untuk menghindari terjadinya ikterus pada bayi. sertalin. flueksetin.Dengan Makanan : Pengaruh . penggunaan selama proses kehamilan hanya jika terjadi resiko obesitas pada janin.. rifampisin. Meningkatkan kadar obat dapson. . dan substrat CYP2C8/9 lainya. Kemungkinan meningkatkan kadar obat amiodaron. fenobarbital. Menurunkan efek obat: Kemungkinan kadar obat kotrimoxazole akan diturunkan oleh: karbamazepin. nateglinid. pioglitazone. glipizid. Penggunaan bersamaan dengan pyrimethamine (dengan dosis >25mg/minggu) kemungkinan dapat meningkatkan resiko terjadinya anemia megaloblastik.

Electrolit (Kalium) Bentuk Sediaan Injeksi. menjalani terapi antikonfulsan dalam jangka waktu lama. hepatic necrosis. hati – hati jika diketahui ada kontra indikasi pada bayi. Tablet Peringatan Gunakan secara hati – hati pada pasien dengan defisiensi G6PD.Terhadap Hasil Laboratorium : Kemungkinan dapat mempengaruhi hasil pengukuran fungsi hati. Pada pasien elderly kemungkinan mengalami reaksi hipersensitivitas akan lebih besar termasuk juga akan mengalami hipoglikemik. Hati – hati jika digunakan pada pasien yang mempunyai riwayat alergi atau asma Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus - . Parameter Monitoring Hati (SGPT. toxic epidermal necrosis. kerusakan ginjal dan hepar atau pasien berpotensi tinggi untuk kekurangan folat (malnutrisi.SGOT) Ginjal (ClCr). apalagi jika diketahui reaksi yang terjadi akan bersifat fatal (sindrom stevens-johnson. Suspensi Oral.Terhadap Ibu Menyusui : Tereksresi dalam air susu ibu. . dan beberapa elektrolit. ginjal.Terhadap Anak-anak : Kontraindikasi jika digunakan pada bayi dengan usia <2 bulan. pasien lanjut usia). perlu penyesuaian dosis untuk pasien dengan gagal ginjal.. anamia aplastic dan reaksi discariasis darah lainya). . Hindari penggunaan obat pada pasien yang diketahui mengalami kontraindikasi dengan golongan sulfa.

seperti mual.Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi.4. Daftar Pustaka Drug information hand book. 2006. (DIH).9R*.6-Dideoksi3-C-metil-3-O-metil-a-L-ribo-hekso-piranosil)-oksi]-14-etil-7. http://dinkes.7R*.html Eritromicin Deskripsi .12.7. maka harap menghubungi dokter. 1995.id/index. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat.Nama & Struktur Kimia : (3R*. diare atau respon hipersensitivitas.php/informasi-obat/299-kotrimoksazol. 13S*.Mengamati kemungkinan adanya gejala defisiensi asam folat atau munculnya gejala ESO obat lainya.11. dan ketidak berhasilan terapi maka sebaiknya obat digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan.go. AHFS DRUG.11R*. harap menghubungi apoteker.13-heksametil-6-[[3. Trimethoprime menghambat terjadinya reduktasi asam dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat yang secara tidak langsung mengakibatkan penghambatan enzim pada siklus pembentukan asam folat Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat.12R*.4S*.6. Mekanisme Aksi Sulfametoxazol menghambat sintesis asam folat dan pertumbuhan bakteri dengan menghambat susunan asam dihidrofolat dari asam para-aminobenzen. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat.5S*. Amati jika ada timbul gejala ESO obat.trideoksi-3(dimetilamino)-ß-D-xilo-heksopiranosil ] oksi ] oksasiklotetradekana- .5. 2005 Farmakope Indonesia IV.13trihidroksi-3.14R*)-4-[(2.tasikmalayakota.9.6R*.

E. choncroid.aereus. larut dalam etanol.Kemotrocin .Konitrocin . M. Legionella pneumophilia. C37H67NO13 . BM: 862. Kelarutan : sukar larut dalam air.Eritromec .Banntrocin .pyogenes.Tamaret .Rythron .pneumoniae.Erythrin .gonorrhoeae. tidak berbau.Tromilin Indikasi Sistemik: Digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri yang sensitif terhadap eritromisin seperti. Topical: untuk pengobatan acne vulgaris.Erycoat Forte .Keterangan Eritromisin etilsuksinat : Eritromisin 2’-(etilsuksinat)[41342-53-4.1264: 62-6] . C37H67NO13. Pada mata: Untuk mengatasi infeksi konjungtivistis atau gangguan kornea pada bayi baru lahir.Throcidan .Erphatrocin . dan campylobacter gastroenteritis.Sifat Fisikokimia Pemerian : serbuk hablur putih atau agak kuning. erytrasma.Erytrocin .06 . digunakan untuk terapi konjungtifitis dengan neomosin.Jeracin .Pharothrocin .Eryderm . diphtheria pertusis. S. S. dalam kloroform dan dalam eter .Erysanbe . Chlamydia.Erytrocin EES .histolitica.Medoxin . C43H75NO16 .Opithrocin .Aknemicin .Konitrocinx . .Erymed Plus .Decatrocin .Corsatrocin . BM: 1018.Erymed .2. Eritromisin stearat (garam) . termasuk S.C18H36O2 . N.10-dion[114-07-8].Eryprima . sedikit : higroskopis.pneumoniae. siphilis dan nongonococcal urethritis.Sapphire .42 Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Erira .Arsitrocin .

500-1000 mg 4 kali sehari untuk 10-14 hari. IV. Jika infeksi disebabkan karena legionella maka 750-1000 mg 4 kali sehari untuk 21 hari atau lebih lama lagi dapat direkomendasikan. jika terjadi gangguan cerna pada lambung seperti diare. Dosis dewasa Oral. jangan menggunakan obat bersamaan dengan susu. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Bayi dan anak –anak: Kisaran Dosis lazim : Oral: (catatan: terdapat perbedaan absobsi antara 400 mg eritromisin etilsuksinat pada kadar serum dengan 250 mg eritromisin murni (basa). tidak lebih dari 3. maka obat dapat diberikan bersamaan dengan makanan.2 g/hari. Estolat: 30-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 2-4 dosis. Murni (basa): 30-50 mg/kg/hari dalam 2-4 dosis terbagi. Stearat: 30-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 2-4 dosis. tidak lebih dari 4 g/hari. Etilsuksinat: 30-50 mg/kg/hari dalam 2-4 dosis terbagi. . atau dapat diberikan dalam infus terus-menerus selama 24 jam. Murni (basa): 250 – 500 mg setiap 6-12 jam. Etilsuksinat: 400-800 mg setiap 6-12 jam. CARA PEMBERIAN Oral: jangan menghancurkan (membuat serbuk) obat dalam bentuk salut enterik. Dosis untuk indikasi khusus: CAP (community acquired pneumoniae) : oral. (maksimal 4 g/24 jam). stearat atau estolat). tidak lebih dari 2 g/hari. Injeksi: Laktobionat: 15-20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam atau 500 mg sampai 1 g setiap 6 jam. Injeksi: Laktobionat: 15-50 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam.Dosis.

T max: serum: normal 4 jam. T½ eliminasi: Puncak:1. CNS : headache (8%). Ekskresi: Utamanya melalui feses. topikal dan tetes mata disimpan dalam suhu ruangan. dapat bertahan selama 25 hari. demam. Serbuk suspensi oral. Gastrointestinal: nyeri lambung (8%). Distribusi: Menembus plasenta. sedangkan dalam bentuk drop. kram. berdifusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal. setelah dilarutkan dapat bertahan selama 14 hari dalam suhu ruangan. Oral: Granul suspensi setelah di larutkan dapat bertahan jika disimpan dalam almari pendingin selama 10 hari. hipertropic pyloric stenosis. diare (7%). dispepsia (2%). Gagal ginjal: 5-6jam. urine (2-15% dalam bentuk utuh).5-2jam. kandidiasis mulut. Kontraindikasi jika digunakan bersamaan dengan turunan ergot. Pasien yang diketahui menderita penyakit liver. ertromicin etilsuksinat. pseudomembranouscollitis. pruritus (1%). ethilsuksinat 0. absobsi kemungkinan akan meningkat jika digunakan bersamaan dengan makanan. Efek Samping Sistemik : Cardiovascular : ventricular arritmia. perpanjangan QTc ventricular takikardia (jarang). Dermatitis : ruam (3%). masuk dalam ASI. Ikatan protein: 75-90%. mual (8%). flatulence(2%). Stabilitas Penyimpanan Injeksi: Eritromisin laktobionat setelah mengalami pengenceran dapat bertahan selama 2 minggu dalam lemari pendingin dan bertahan selama 24 jam pada suhu ruangan. Tablet.5 jam dan kemungkinan akan diperlambat oleh makanan karena terjadi perbedaan absorbsi obat. kejang. Kontraindikasi Pasien yang hipersensitif terhadap eritromisin dan komponen lain dalam obat. pancreatitis .Farmakologi Absorbsi: Oral : bervariasi tetapi akan lebih baik bila dalam bentuk sediaan garam jika dibandingkan dengan bentuk basanya .5 – 2. 18 – 45%. pain(2%). dan cisapride. anoreksi. pimozide. muntah (3%). Metabolisme: melalui hepar dengan proses dimetilasi.

Golongan ergot juga dikontraindikasikan penggunaannya bersamaan dengan eritromisin. diklofenak. sparfloxacin. isoniazid. Interaksi . gatifloxacin. Neuromuscular dan skeletal : Malas (2%). Hepatic : Cholestatic joundice (kebanyakan jika bersamaan dengan estolate). meningkatkan parameter pemeriksaan hepar (2%). thioridazine. claritromisin. pruritos. netaglinide. Menurunkan efek: . mirtazapine. cyclosporin. pimozide. reaksi alergi. Local : Plebitis pada tempat injeksi. Ca chanel blocker. serta antipsikosis selektif (mesoridazin. sehingga kemungkinan akan meningkatkan efek obat: benzodiazepin. thioridazin) harus dengan perhatian ekstra. nefazodone. moxifloxacin. quinidine. verapamil. tacrolimus. propofol. HMG-CoA reductase inhibitor (lovastatin dan simvastatin). Topikal: 1-10% : dermatologi: erythema. Respirasi : Dyspnea (1%). sildenafil.Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek toksik: Meningkatkan efek aritmia jika digunakan bersamaan dengan: cisapride. doxyciclin. telithromicin dan penghambat CYP3A4 lainya. Lain-ain : Reaksi hipersensitifitas. fenlafaksine. Penggunaan dengan obat–obat yang memperpanjang interval QTc meliputi tipe 1a (quinidine) dan tipe III obat antiarritmia. pimozide. kulit kering. nicardipine. Eritromisin adalah inhibitor moderat CYP3A4. ergot alcaloide. imatinib. Efek eritromisin akan ditingkatkan oleh: antifungi. quinidine. desquamation. batuk (3%). protease inhibitor. tromboflebitis. Efek obat yang memblokade neuromuskular dan warfarin akan ditingkatkan oleh eritromisin. cisapride. nefazodone.Hematologi : Eosinophilia (1%).

Terhadap Ibu Menyusui: Obat diekresi kedalan ASI (air susu ibu). Suspensi Oral. Jika terjadi demikian. serum level eritromisin kemungkinan akan berubah jika diberikan dengan makanan. AAP merekomendasikan pemberian obat pada ibu menyusui. Serbuk Untuk Oral Suspensi . maka hentikan pengobatan. Kadar eritromisin kemungkinan akan diturunkan oleh: aminoglutethimide. tapi dengan hati-hati. nafcilin. . Penggunaan pada bayi dapat memicu terjadinya hypertropic pyloric . phenobarbital.Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan Jangka panjang Kemungkinan Akan berpengaruh pada hasil pengukuran : Hepar. Granul. nevirapine. kolik lambung. phenithoin. Fungsi hepar (SGOT. Ointment. Pengaruh . dan demam.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B . Gel. karbamazepin. opthalmic Peringatan Penggunaannya harus berhati – hati pada pasien yang mengalami kerusakan hati baik dengan atau tanpa jaundice. Untuk Suspensi Oral . Topikal . muntah. . Hindari penggunaan eritromisin pada bayi. Parameter Monitoring CBC (cell blood count). CBC. Makanan: obat akan meningkat absorbsinya jika digunakan bersamaan dengan makanan. karena kemungkinan adanya benzil alkohol pada formulasi obat yang bersifat toksik pada bayi. dan induksi CYP3A4 lainnya.Terhadap Anak-anak : Hindari penggunaan eritromisin lactobionat. Eritromisin kemungkinan mempunya efek antagonis dengan obat clindamisin dan lincomisin.SGPT). Bentuk Sediaan Kapsul. mual. Tablet Chewable. rifampicin.Eritromisin kemungkinan menurunkan kadar obat zafirlukas.Dengan Makanan : Etanol: hindarkan penggunaan dengan etanol karena akan menurunkan absorbsi eritromisin juga akan meningkatkan efek etanol. Tablet/Tablet Salud. ginjal. Injeksi. . karena hal ini akan meningkatkan terjadinya rasa malas. Renal (BUN. karena kemungkinan bahan pelarutnya terkontaminasi dengan benzil alkohol yang bersifat toksik pada bayi (neonatus). ClCr).

thioridazin). Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. harap menghubungi apoteker. Daftar Pustaka Drug information hand book. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. 2005 Farmakope Indonesia IV. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis DNA-dependent protein bakteri sehingga akan mengubah perpanjangan tahapan sintesis. maka sebaiknya eritromisin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). diare atau respon hipersensitivitas. (DIH).go. maka harap menghubungi dokter.tasikmalayakota. seperti mual. 1995. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi.stenosis (HPS).id/index. Amati jika ada timbul gejala ESO obat.html Flukonazol . http://dinkes. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. 2006. berikatan dengan 50S subunit ribosom yang akan menyebabkan penghambatan pada transpeptidase sel bakteri.php/informasi-obat/253-eritromicin. Memonitor Penggunaan dengan obat – obat yang memperpanjang interval QTc meliputi tipe 1a (quinidine) dan tipe III obat antiaritmia. AHFS DRUG. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. serta antipsikosis selektif (mesoridazin. Perlu di waspadai terjadinya suprainfeksi pada penggunaan obat dalam waktu lama.

76 pada suhu 24°C dalam 0.Nama & Struktur Kimia : 2.2. .2.Zemyc . dan infeksi systemic) .4-Difluorophenyl) .bis(1H-1. oropharyngeal.4-triazol-1-ylmethyl) benzyl alcohol.4-Difluoro-1-bis(1H-1. Dosis.1 M NaCl. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Vaginal candidiasis dan candidal balanitis. meningitis cryptococcal.Diflucan . dan sedikit larut dalam air dengan kelarutan 8 mg/ml pada suhu 37°C.4Difluoro-?alfa. peroral dosis tunggal 150 mg . pneumonia.a?-(1H-1. ? a -(2. alfa?1.Sifat Fisikokimia Flukonazol merupakan serbuk kristal putih.4-triazol-1-ylmethyl) benzyl alcohol.Candizol . C13H12F2N6O .4triazole-1-ethanol.Flucess .4-triazol-1-yl methyl)-1H-1. Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . peritonitis.Cryptal Indikasi Pengobatan candidiasis (vaginal. profiaksis antijamur pada transplantasi sumsum tulang.2.Govazol .Keterangan : Fluconazole adalah sintetik derivatif triazol. infeksi saluran urin ).Cancid . Flukonazol mempunyai pKa 1.2. Struktur kimia yang mengandung cincin imidazol dengan cincin triazol menyebabkan meningkatnya aktivitas antifungi dan memperluas aktivitas spectrum antifungi. Obat ini larut dalam metanol dan kloroform.Flucoral . Obat mempunyai kelarutan : 25 mg/ml dalam alkohol pada temperatur kamar. suatu senyawa antifungal azol. 2.Deskripsi . esophageal.

anak-anak tergantung dari lama dan beratnya neutropenia. peroral 200 mg sehari atau infusi intravena 100 – 200 mg sehari. Anak-anak peroral atau infusi intravena. setiap 48 jam pada neonatus dengan usia 2 – 4 minggu). peroral. 50 mg sehari selama 2 – 4 minggu ( selama 6 minggu pada tinea pedis). peroral atau infusi intravena.2 jam. maksimal dosis 400 mg sehari Pencegahan relaps cryptococcal meningitis pada pasien AIDS setelah terapi primer lengkap. peroral atau infusi intravena. anak-anak 6 – 12 mg/kg sehari ( setiap 72 jam pada neonatus berusia hingga 2 minggu. setiap 48 jam pada neonatus dengan usia 2 – 4 minggu) ). selama 14 hari untuk atropical aral candidiasis. dosis ditingkatkan jika perlu hingga 400 mg sehari. dan dermal candidiasis. 3 – 6 mg/kg pada hari pertama kemudian 3 mg / kg sehari (tiap 72 jam pada neonatus usia sampai 2 minggu. terapi sebelum terjadinya onset neutropenia dan dilanjutkan sampai 7 hari setelah jumlah neutrofil yang diinginkan tercapai. peroral 50 mg sehari (100 mg sehari pada infeksi yang sulit sembuh) diberikan selama 7 – 14 hari . pengobatan di teruskan sesuai respon ( paling sedikit 6 – 8 minggu untuk cryptococcal meningitis). selama 14 – 30 hari pada infeksi mukosal yang lain (oesophagitis. pityriasis versicolor. infeksi non-invasive bronchopilmonary. 50 -400 mg sehari disesuaikan dengan resiko . Infeksi candidal invasiv (termasuk cadidaemia dan disseminated candidiasis) dan infeksi cryptococcal termasuk meningitis). Pencegahan terhadap infeksi jamur pada pasien immunocompromised.Mucosal Candidiasis ( kecuali genitalia). 3 – 12 mg/kg sehari (setiap 72 jam pada neonatus berusia hingga 2 minggu. untuk oropharyngeal candidiasis (maksimal 14 hari kecuali pada pasien immunocompromised yang berat). candiduria. cruris. corporis. maksimal dosis 400 mg sehari(BNF 50) Pemberian Flukonazol secara parenteral (IV infus) diberikan dalam 1 . pemberian tidak . 400 mg sehari jika pasien beresiko tinggi mengalami infeksi sistemik. dosis awal 400 mg kemudian 200 mg sehari. maksimal durasi pengobatan adalah 6 minggu. seperti setelah transplastasi sumsum tulang . tiap 48 jam pada neonatus usia 2 – 4 minggu) Tinea pedis.

atau beberapa komponen yang terdapat dalam sediaan. inflamasi meninges : > 70% hingga 80%. Injeksi : simpan injeksi dalam kemasan gelas pada suhu 5°C hingga 30°C. Jangan dibuka kemasannya hingga obat akan digunakan. syndrom Steven-Johnson (pada pasien AIDS pernah dilaporkan reaksi kulit yang hebat). Difusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal : adekuat dengan atau tanpa inflamasi. penggunaan bersamaan dengan cisapride Efek Samping Mual. hiperlipidemia. serum: pemberian oral : 1-2 jam Ekskresi : Urin (80% dalam bentuk obat yang tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Serbuk untuk suspensi oral : simpan serbuk kering pada suhu < 30°C. kejang. sputum. Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap flukonazol. reaksi hipersensitivitas. CSF : blood level ratio : normal meninges : 70% hingga 80% . anafilaksis. Hindari pembekuan (freezing). diare. Ikatan protein plasma : 11% hingga 12% Bioavailabilitas : Oral : > 90% T½ eliminasi pada fungsi ginjal normal ~ 30 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. cairan peritoneal. azol yang lain . rash ( pengobatan tidak dilanjutkan atau monitor dengan ketat pada infeksi invasive atau sistemik). Buang sediaan yang tidak digunakan setelah 2 minggu. leucopenia. . pruritus. gangguan pengecapan. mata . alopecia. sakit kapala. gangguan hati. Setelah dilakukan rekonstitusi simpan pada 5°C hingga 30°C. kulit dan urin. dispepsia jarang terjadi.boleh lebih dari 200 mg/jam bila pemberian obat melalui IV infusi. Farmakologi Distribusi : terdistribusi secara luas dalam tubuh dengan penetrasi yang baik ke dalam cairan serebrospinal. muntah. pusing. Hindari pembekuan (freezing). toxic epidermal necrolysis. flatulence. rasa tidak enak pada perut.

warfarin dan substrate CYP2C8/9.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. sildenafil (dan PDE-5 inhibitor yang lain). 2C19 (kuat). sertraline. 2C19dan 3A4 yang lain. glipizid. propranolol. phenytoin. Penggunaan obat selama kehamilan hanya jika potensial keuntungan pada ibu lebih besar daripada potensial resiko pada janin.trombositopenia dan hipokalemia. nefazodone. cisapride.Terhadap Ibu Menyusui : . citalopram. turunan ergot. neteglinide. mirtazapine. fluoksetin. Produsen menyarankan menghindari penggunaan obat – multiple congenital abnormalities dilaporkan terjadi pada dosis tinggi dan pemakaian jangka lama. Flukonazol dapat meningkatkan kadar/efek amiodarone. Menurunkan efek: rifampin menurunkan konsentrasi flukonazol . Penggunaan obat selama trimester pertama dilaporkan terjadi malformation pada manusia jika digunakan pada dosis tinggi (400 mg/hari) dalam jangka waktu yang lama . diazepam. pioglitazone. namun demikian diperlukan data tambahan. bloker saluran kalsium. Jika digunakan pada dosis tinggi. glimepirid. . metsuksimid. Penggunaan dosis yang rendah (150 mg sebagai dosis tunggal atau 200 mg/hari) mempunyai factor resiko yang lebih rendah . HMG-CoA reductase inhibitor.Dengan Makanan : Pengaruh . tacrolimus. rosiglitazone. benzodiazepin tertentu. 2C8/9 (kuat). flukonazol bersifat teratogenik pada hewan uji. siklosporin. 3 A4 (moderate). Interaksi . venlafaxine.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: Menghambat CYP1A2 (lemah) . Meningkatkan efek/toksisitas : Penggunaan bersamaan dengan cisapride dikontraindikasikan disebabkan karena potensial terjadi aritmia malignant.

perpanjangan interval QT Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Digunakan dengan atau tanpa adanya makanan. Tablet. . Cairan Injeksi Peringatan Kerusakan ginjal. Pada suatu penelitian efikasi Flukonazol untuk menekan meningitis cryptococcal telah terbukti berhasil pada 4 dari 5 anak-anak.Produsen menyarankan menghindari penggunaan obat – fluconazole ditemukan pada air susu sehingga pemakaian flukonazol pada ibu menyusui tidak direkomendasikan.Terhadap Anak-anak : Pada pasien anak immunocompromised usia 6 bln hingga 13 thn dengan candidiasis oropharyngeal. umur dan berat badan. . Pastikan hal ini . kalium Bentuk Sediaan Kapsul. . kehamilan. Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor.flukonazol (2 hingga 3 mg/kg/hari) memperlihatkan efek klinik dan kecepatan respon mycological yg lebih tinggi daripada nistatin oral 400.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Tes fungsi hati (AST. monitor fungsi hati – pengobatan tidak diteruskan jika muncul gejala dan tanda gangguan pada hati ( resiko hepatic necrosis). menyusui. seperti kondisi pasien. alkaline phaophatase ). Efikasi flukonazol belum terbukti pada bayi umur kurang dari 6 bulan. ALT. nyeri perut (3 %). mual (2 %) dan diare (2 %).000 IU 4 kali sehari. Pada suatu penelitian mengenai profil keamanan flukonazol pada 577 anakanak umur 1 hingga 17 tahun dengan dosis berkisar antara 1 hingga 15 mg/kg/hari selama 1 hingga 1616 hari. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. Efek samping yang sering terjadi adalah muntah (5 %). Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau dokter. tes fungsi ginjal.

php/informasi-obat/263-flukonazol. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. Mekanisme Aksi Mempengaruhi aktivitas cytochrom P450.Nama & Struktur Kimia .Sifat Fisikokimia . segera mungkin minum obat setelah ingat. Jangan diberikan pada orang lain. mintalah nasehat dokter tau apoteker.go.tasikmalayakota. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. eter dan benzen. tidak larut dalam alkohol. Larut baik dalam air. kecuali atas saran dari dokter atau apoteker. kalium Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 DrugFact & Comparisons 2003 http://dinkes. ALT. :- Golongan/Kelas Terapi .dilakukan Jika pasien lupa minum obat.Keterangan : : Gentamisin sulfat. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. menurunkan synthesis ergosterol (sterol penting pada sel membran jamur) dan menghambat formasi sel membran Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati secara periodik (AST.html Gentamisin Deskripsi . aseton. alkaline phosphatase ) dan tes fungsi ginjal. kloroform. Serbuk agak keputih-putihan.id/index.

infeksi saluran nafas.v. Dosis.Gentak .Diprogenta .m. atau i. Note : Usual dose yang lebih tinggi dan/atau frekuensi yang lebih tinggi (setiap 6 jam) yang diberikan pada kondisi klinik secara selektif ( cystic fibrosis) data serum level yang dibutuhkan • Anak dan dewasa : Intratekal : 4 – 8 mg/hari Optalmik : Salep : Dioleskan pada mata 2 – 3 kali sehari sampai setiap 3 – 4 kali Tetes mata : Teteskan pada mata yang sakit 1 – 2 tetes setiap 2 – 4 jam. Proteus.v. naikan 2 tetes setiap jam untuk infeksi parah Topikal : .Gentamisin Indikasi Infeksi : Gram negatif (Pseudomonas.m.2. atau i. infeksi tulang. infeksi kulit dan jaringan lunak. Serratia) dan Gram positif (Staphylococcus). abdomen.Anti Infeksi Nama Dagang . Anak > 5 tahun : 2 .Gentana . infeksi saluran urin.5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i.Genoptik . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis diberikan secara individu karena indek terapinya relatif sempit • Dosis umum : Bayi dan anak < 5 tahun : 2.5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i. penggunaan topical.Gentamerc . dan profilaksis untuk bakteri endokarditis dan tindakan bedah. endokarditis dan septikemia .

saluran pencernaan. saluran nafas bagian.5 mg/kg BB setiap 8 – 12 jam. atu 5 mg/kg BB/hari secara i. Neonatal dengan BB > 2000 gr : 2. Dapat juga dikombinasi dengan Doxyciclin Kolangitis : 4 – 6 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan Ampisilin Divertikulitis (komplikasi) : 1.5 – 2 mg/kg BB setiap 8 jam (kombinasi dengan Ampisilin dan Metronidazol) Profilaksis endokarditis : Gigi. selanjutnya 1. selama 7 hari. syok Dosis tunggal : 4 – 7 mg/kg BB/dosis tunggal/hari.5 mg/kg BB setiap 12 jam Meningitis Neonatal. mulut.Salep : Salep dioleskan pada kulit yang sakit 3 – 4 kali sehari Dewasa : Diberikan secara i. saluran urin 1.5 mg/kg BB/ dosis setiap 8 – 12 jam untuk mendapatkan kadar puncak secara cepat pada terapi. v. beberapa klinisi memberikan rekomendasi dosis tersebut untuk pasien yang fungsi ginjalnya normal. Neonatal dengan BB > 2000 gr : 2.m. atas.5 mg/kg BB setiap 8 jam . atau i. dosis inisial yang lebih tinggi dapat diberikan dengan pertimbangan yang cermat untuk pasien jika cairan ekstraseluler meningkat (udem.5 mg/kg BB dikombinasi dengan Ampisilin 50 mg/kg BB 30 menit sebelum operasi Endokarditis atau sejenisnya (untuk infeksi Gram Positif) : 1 mg/kg BB setiap 8 jam (kombinasi dengan Ampisilin) Meningitis Listeria : 5 – 7 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan Penicillin selama 1 minggu Meningitis Neonatal. 8 – 28 hari : Neonatal dengan BB < 2000 gr : 2.5 mg/kg BB setiap 18 – 24 jam.5 mg/kg BB setiap 8 jam Inflamasi pelvik : Loading Dose : 2 mg/kg BB. m. Konfensional : 1 – 2. v. • Indikasi spesifik :` Bruselosis : 240 mg/hari i. 0 – 7 hari : Neonatal dengan BB < 2000 gr : 2.

setiap 48 jam) pada pasien dengan gangguan ginjal yang moderat (klirens kreatinin 30 – 59 mL/menit) dan atau dasar perhitungan pada serum level determination. siergis) : 3 – 4 mg/L (mcg/L) dari cairan CAPD Pemberian injeksi dengan rute i.5 mg/kg BB/dosis setiap 8 jam • Interval Dosis pada penurunan fungsi ginjal Dosis konvensional : Klirens kreatinin >= 60 ml/menit : diberikan setiap 8 jam Klirens kreatinin 40 – 60 ml/menit : diberikan setiap 12 jam Klirens kreatinin 20 – 40 ml/menit : diberikan setiap 24 jam Klirens kreatinin < 20 ml/menit : loading dose. Terapi lanjutan dengan Continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) : Pemberian melalui cairan CAPD : o Infeksi Gram–negative : 4 – 8 mg/L(4 – 8 mc/L) dari cairan CAPD o Infeksi Gram–positif (mis. Dosis untuk Clcr <10 mL/menit dan follow level Lanjutan melalui kontinius arterovenous atau venovenous hemofiltration : . m.Alternate therapy : 4.. pemberian dosis selama hemodialisa dan follow level . Atau i.5 mg/kg BB/hari Plague (Yersinia pestis) : 5 mg/kg BB/hari diikuti dengan postexposture dengan Doksisiklin. Selama CAPD. kemudian monitor Dosis tinggi untuk terapi : Interval diperpanjang ( mis. Hemodialisa : Dilanjutkan dengan dialisa : 30% lanjutan dari Aminoglikosida dilaksanakan selama 4 jam hemodialisa. Pneumonia : 7 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan antipseudomonas beta laktam atau Carbapenem Tularemia : 5 mg/kg BB/hari dibagi setiap 8 jam untuk 1 – 2 minggu Infeksi saluran Urin :1. v.

Anak 0. m.v.40 mL/menit dan follow level • Penyesuaian dosis pada penyakit hepar : Monitor konsentrasi dalam plasma b.5 jam.3 /kg BB Protein binding : < 30 % Waktu paruh eliminasi : Infant : umur < 1 minggu 3-11. Pasien dengan gangguan ginjal 36-70 jam Kadar puncak serum : i. 1.2-0.v.atau i. i. 30 menit setelah pemberian dengan infus Ekskresi : Urin Stabilitas Penyimpanan Stabilitas : • Stabil selama 30 hari setelah kemasan ditusuk • Stabil selama 24 pada suhu kamar dalam campuran NaCl fisiologis atau Dextrosa 5% . asites dan menurun pada dehidrasi.6 per kg BB.35 /kg BB.m 30-90 menit.0.Dosis untuk Clcr 10 .5 jam. Dewasa . Cara pemberian : • Injeksi i. 1 minggu -6 bulan 3-3.5-3 jam. Dewasa 0. • Tetes mata c. Lama penggunaan : Sesuai dengan aturan pada pemberian dosis Farmakologi Didistribusikan melalui plesenta Volume distribusi meningkat pada odem. Neonatus : 0.4.3 -0.

gatal.Ginjal : Nefrotoksik ( meningkatkan klirens kreatinin) 1% – 10% .Dyspnea . ataxia) . kemerahan < 1% .Neuromuskuler dan skeletal : Gait instability .Otic : Ototoksisitas (auditory).Cardiovaskuler : Edeme .Kulit : rash.Trombositopeni Interaksi .Pseudomotor Cerebral .30% • Jangan disimpan di refrigerator Kontraindikasi Hipersensitif terhadap Gentamisin dan Aminoglikosida lain Efek Samping > 10% .Susunan syaraf pusat : Neurotosisitas (vertigo.Reaksi alergi .Fotosensitif .Penyimpanan : • Tidak berwarna sampai kuning muda pada penyimpanan pada suhu 2% .Agranulositosis .Granulocytopenia . Ototoksisitas (vestibular) .

100 ml). 20 ml) (Dapat Mengandung Metabisulfit) Larutan Injeksi. 100 mg (50 ml. potassium Pengaruh . 100 ml).1 % (15 g. 100 ml).90 mg (100 ml).Dengan Obat Lain : Penisilin. 120 mg (100 ml) Larutan Injeksi. 80 mg (50 ml. Topical Sebagai Sulfat 0.Terhadap Kehamilan : Factor risiko : C . Sebagai Sulfat (Premixed in NS) 40 mg (50 ml).Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Analisis urin.Terhadap Anak-anak : - .Terhadap Ibu Menyusui : Dieksresi melalui ASI dalam jumlah kecil . pemantauan pendengaran untuk pemakaian > dari 2 minggu Bentuk Sediaan Krem. 60 mg (50 ml. Diuretik dapat meningkatkan efek nefrotoksik. Pediatrik Sebagai Sulfat 10 mg/ml (2 ml) (Dapat mengandung Metabisulfit) . Sefalosporin. jumlah urin yang keluar BUN. 30 g) Infus. Sebagai Sulfat 10 mg/ml (6 ml. serum kreatinin. 8 ml. efek potensiasi dengan neuromuscular blocking agent . Amfoterisin B. 70 mg (50 ml). magnesium . Sebagai Sulfat 40 mg/ml (2 ml.Dengan Makanan : Harus dipertimbangkan terhadap diet makanan yang mengandung Calcium.10 ml) Vial Larutan Injeksi..

Larutan Injeksi.1% (15 g.3% (5 ml. Apa yang dilakukan jika pasien lupa minum obat d. 15 ml) Mengandung Benzalkonium Klorida Peringatan • Jangan digunakan pada pengobatan yang lama karena dapat berisiko toksik pemberian yang lama yaitu penurunan fungsi ginjal. Cara penyimpanan Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 . tinnitus atau vertigo adalah indikasi dari vestibular injuri dan mengancam hilangnya pendengaran. hipokalsemia. kondisi dengan depresi neuromuskuler transmitens • Aminoglikosoda secara parenteral dapat menimbulkan nefrotoksisitas dan ototoksisitas dapat secara langsung secara proporsional dengan jumlah obat yang diberikan dan durasi pengobatan. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien a. Bentuk sediaan yang diberikan b. Cara pemakaian c. Interaksi yang mungkin terjadi e. miastenia gravis. 30 g) Tetes Mata Sebagai Sulfat 0. Pediatrik Sebagai Sulfat (Preservative Free) : 10 mg/ml (2 ml) Saleb Mata Sebagai Sulfat 0.5 g)) Saleb Kulit Sebagai Sulfat 0.3% (3 mg/g (3.

Larut dalam etanol.4´-dione. rasa pahit.1´(2)-cyclohexene]-3. termostabil. metanol.Keterangan Griseofulvin adalah antibiotika fungistatik yang dihasilkan oleh : Penicillium griseofulvum atau species lain dari Penisillium termasuk P chrysogenum Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Griseofort .Sifat Fisikokimia Sinonim : 2S-trans ]-7-chloro-2´. Dalam perdagangan obat ini tersedia untuk penggunaan secara oral sebagai Griseofulvin Microsize dan Griseofulvin Ultramicrosize.etil asetat dan asam asetat.Fungistop . Praktis tidak larut dalam air.html Griseofulvin Deskripsi .Mycostop . aseton.id/index. .Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes. : Griseofulvin Microsize mengandung partikel berukuran diameter 4 µm dan Griseofulvin Ultramicrosize mengandung partikel berukuran diameter < 1 µm. petroleum eter.Griseofulvin Prafa .Fulcin . kloroform.php/informasi-obat/267-gentamisin.Nama & Struktur Kimia . C17H17ClO6 Griseofulvin berwarna putih atau putih krem.go.Griseofulvin (Generik) . benzen.6´: methylspiro[benzofuran-2(3H).tasikmalayakota.6-trimethoxy.4.

Indikasi Infeksi dermatofit pada kulit. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dewasa :500 mg sehari dalam dosis terbagi atau dosis tunggal. . Sediaan griseofulvin mempunyai waktu kadaluarsa 2 – 5 tahun sesuai tanggal kadaluwarsa yang tercantum dari masing-masing produsen obat. rambut dan kuku jika terapi topikal tidak berhasil atau tidak cocok. Farmakologi Absorpsi : absorpsi Griseofulvin ultramicrosize hampir sempurna. absorpsi meningkat jika digunakan bersama makanan yang mengandung lemak ( absorpsi ultramicrosize pada saluran cerna ~ 1. kehamilan (hindari kehamilan selama penggunaan obat dan hingga 1 bulan setelah pengobatan. Kontraindikasi Penyakit hati yang berat. menyusui. feses dan keringat Stabilitas Penyimpanan Sedíaan griseofulvin harus disimpan pada suhu kurang dari 40°C.5 kali daripada microsize ) Distribusi : menembus plasenta Metabolisme : sebagian besar di hati T½ eliminasi : 9-22 jam Ekskresi : urine (< 1% dalam bentuk obat tidak berubah). Tablet Griseofulvin Microsize dan Griseofulvin Ultramicrosize harus disimpan dalam wadah tertutup rapat. kulit kepala. porfiria. lupus erytematosus sistemik (risiko serangan). Dosis. absorpsi Griseofulvin microsize bervariasi (25 % hingga 70 % dari dosis oral). Anak-anak : 10 mg/kg sehari dalam dosis terbagi atau dosis tunggal. pria sebaiknya tidak merencanakan mempunyai anak selama 6 bulan dalam pengobatan. kemudian dosis diturunkan jika telah ada respon. pada infeksi berat dosis dapat ditingkatkan hingga dua kali lipat .

gangguan tidur. rasa lelah.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: induksi CYP1A2 (lemah). dapat menyebabkan takikardi dan flushing (kemerahan) Menurunkan efek : barbiturat dapat menurunkan kadar griseofulvin.Efek Samping Mual. gunakan alat kontrasepsi yang efektif selama pengobatan dan hingga paling sedikit 1 bulan sesudah pengobatan (penting : efektivitas oral kontrasepsi diturunkan. mual dan pada beberapa pasien mengalami muntah dan nyeri dada dan/atau abdominal. pusing. Pengaruh . dilaporkan terjadi fenotoksisitas dan teratogenisitas pada hewan. Menurunkan efektivitas kontrasepsi oral . juga pria pria sebaiknya tidak merencanakan mempunyai anak selama 6 bulan setelah menjalani pengobatan. tidak banyak terjadi hepatotoksisitas.Terhadap Kehamilan : Dihindari penggunaannya pada wanita hamil .Terhadap Anak-anak : - . neuropati perifer. terutama makanan yang mengandung lemak tinggi. 3A4 (lemah) Meningkatkan efek/toksisitas : Toksisitas ditingkatkan dengan etanol. gangguan koordinasi. leukopenia. sakit kepala. diare . sakit kepala. ruam termasuk yang jarang terjadi erithema multiform. dan fotosensitivitas Interaksi .Terhadap Ibu Menyusui : Distribusi ke dalam air susu ibu tidak diketahui . Etanol akan menyebabkan reaksi type ’’disulfiram’’ seperti kemerahan. Faktor risiko : C . Etanol : hindari etanol (dapat meningkatkan depresi SSP). necrolysis epidermal toksik. muntah.Dengan Makanan : Konsentrasi griseofulvin dapat meningkat jika digunakan bersama makanan . Menurunkan aktivitas warfarin. kebingungan. 2C8/9 (lemah).

i . kendaraan bermotor karena griseofulvin dapat menurunkan kewaspadaan. Hindari paparan yang terlalu lama terhadap sinar matahari. Penggunaan obat bersama dengan makanan yang mengandung lemak (kacang atau es krim )untuk meningkatkan absorpsi.. seperti kondisi pasien. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Pastikan hal ini dilakukan. hati dan hematopoetik Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Jangan menjalankan mesin. umur dan berat badan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker. Sangat penting untuk menjaga kebersihan selama dan sesudah untuk mencegah terjadinya reinfeks. Gunakan tabir surya atau gunakan pakaian untuk melindungi tubuh hingga tubuh dapat mentoleransi kembali. Obat ini menyebabkan sensitivitas terhadap sinar matahari dan cahaya ultra violet lain.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi terhadap tes laboratorium : reaksi palsu positif pada pemeriksaan kadar VMA urin Parameter Monitoring Tes fungsi ginjal. atau dengan makanan atau susu untuk menghindari gangguan saluran cerna (GI upset) Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi.

html . Jangan diberikan pada orang lain. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. Mekanisme Aksi Menghambat mitosis sel jamur pada metafase. segera mungkin minum obat setelah ingat. kecuali atas anjuran dokter. Jika pasien lupa minum obat. hati dan hematopoetik secara periodik Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes.Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter .go. berikatan dengan keratin manusia menyebabkan resistensi terhadap invasi jamur. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda.tasikmalayakota.id/index. Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi ginjal. mintalah nasehat dokter atau apoteker Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. kecuali atas saran dari dokter atau apoteker.php/informasi-obat/274-griseofulvin. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful