Fenoksimetil Penisilin (Penisilin V) Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : : Asam (2S,5R,6R)-3,3-dimetil-7-okso-6-(2-fenoksiasetamido)-4-tia-1azobiksol

[3,2,0]heptana-2-karboksilat [87-08-1]. (C16H18N2O5S)2 Potensi penisilin V tidak kurang dari 1525 dan tidak lebih dari 1780 unit penisilin V tiap mg. Pemerian serbuk hablur, putih:tidak berbau. Tidak larut dalam minyak lemak: sangat sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol dan dalam aseton. - Keterangan : Catatan : 250mg = 400.000 unit.

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang

Indikasi Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap penicillin meliputi infeksi saluran pernafasan, otitis media, sinusitis, kulit, dan saluran kemih; profilaksis pada demam rheumatoid. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis Oral: Infeksi Sistemik: Anak < 12 tahun, 25-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam; dosis maksimal 3 g/hari. Anak > 12 tahun dan dewasa: 125-500 mg setiap 6-8 jam. Profilaksis pneumococal: Anak < 5 tahun, 125 mg dua kali sehari.

Anak > 5 tahun, dan dewasa, 250 mg dua kali sehari. Profilaksis demam reumatoid kambuhan: Anak < 5 tahun, 125 mg dua kali sehari. Anak > 5 tahun, dan dewasa, 250 mg dua kali sehari. Penyesuaian dosis untuk gagal ginjal: ClCr <10 mL/menit; diberikan 250 mg setiap 6 jam. Pemberian obat: Oral:Diberikan dalam keadaan perut kosong untuk meningkatkan absorbsi obat. Farmakologi Absorbsi : 60% sampai 73%. Distribusi: masuk kedalam air susu ibu. Ikatan protein plasma: 80% T½ eliminasi: 30 menit, dan mengalami perpanjangan pada gagal ginjal. T max: 0,5-1 jam. Ekskresi : urin (dalam bentuk utuh dan dalam bentuk metabolit). Stabilitas Penyimpanan Sediaan tablet dan serbuk oral suspensi: disimpan pada suhu 15-30°C. Setelah mengalami pencampuran, obat disimpan dalam lemari pendingin (2-8°C), jangan digunakan setelah 14 hari. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap penisilin atau komponen lain dalam sediaan. Efek Samping > 10% : Gastrointestinal: diare sedang, muntah, mual, atau kandidiasis. < 1% : (Kejadian jarang dan dapat hilang dengan sendirirnya); akut interstisial nephritis; konfusi; anemia hemolitik; positif coombs’ test.

Interaksi - Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek toksis: Probenezid dapat meningkatkan kadar penisilin. Aminoglikosida kemungkinan mempunyai efek sinergi dengan penisilin. Penisilin kemungkinan mempunyai meningkatkan efek paparan metotreksat selama proses terapi (monitoring). Menurunkan efek: Tetrasiklin kemungkinan dapat menurunkan efektifitas dari penisilin. Meskipun masih dalam penelitian, efek kontrasepsi oral dapat diturunkan efektifitasnya oleh penisilin. - Dengan Makanan : Makanan dapat menurunkan kadar absorbsi penisilin; dapat menurunkan kadar obat dalam serum plasma. Pengaruh - Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B - Terhadap Ibu Menyusui : Dieksresi kedalam air susu ibu. Hati-hati jika terjadi reaksi hipersensitifitas pada anak. - Terhadap Anak-anak : Data masih terbatas; hati-hati jika timbul reaksi hipersensitifitas setelah pemberian obat. - Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan lama : dapat mempengaruhi hasil pengukuran fungsi Ginjal. Parameter Monitoring Pada penggunaan jangka waktu lama : dilakukan monitoring terhadap : Fungsi ginjal (ClCr, BUN). Tanda – tanda kejadian anafilaksis pada pemberian dosis awal. Bentuk Sediaan

Serbuk Oral Suspensi.Volume 41 200 . Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. maka sebaiknya penisilin V digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. INDONESIA. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. (DIH). Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. Daftar Pustaka Drug information hand book. 1995. ISO. Mengamati kemungkinan adanya efek anafilaksis pada pemberian dosis awal. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. Tablet Peringatan Digunakan secara hati – hati pada pasien gagal ginjal (penyesuaian dosis). Mekanisme Aksi Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat satu atau lebih pada ikatan penisilinprotein (PBPs – Protein binding penisilin’s). dan sel bakteri menjadi pecah (lisis). Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbuknya resistensi. seperti mual. maka harap menghubungi dokter. harap menghubungi apoteker. riwayat kejang atau hipersensitif terhadap sefalosporin. AHFS DRUG. akibatnya biosintesis dinding sel terhambat. 2005 Farmakope Indonesia IV. diare atau respon hipersensitivitas. 2006. sehingga menyebabkan penghambatan pada tahapan akhir transpeptidase sintesis peptidoglikan dalam dinding sel bakteri. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan).

http://dinkes. batuk-pilek. paratifus dan salmonelosis lainnya.id/index. influenzae (terutama infeksi meningual). atau untuk mencegah infeksi ringan. infeksi tenggorokan. yang merupakan langkah penting dalam pembentukan ikatan peptida. dan pada dosis tinggi bersifat bakterisid. dan infeksi berat yang lainnya.Kloramfenikol merupakan obat pilihan untuk penyakit tifus. lymphogranuloma-psittacosis dan beberapa bakteri gram-negatif yang menyebabkan bakteremia meningitis.Untuk infeksi berat yang disebabkan oleh H. Aktivitas antibakterinya dengan menghambat sintesa protein dengan jalan mengikat ribosom subunit 50S. termasuk Haemophilus influenzae. . 2. Kloramfenikol efektif terhadap bakteri aerob gram-positif.tasikmalayakota.go. Komposisi: Tiap kapsul mengandung 250 mg kloramfenikol Cara Kerja: Kloramfenikol adalah antibiotik yang mempunyai aktifitas bakteriostatik.php/informasi-obat/259-fenoksimetil-penisilin-penisilinv. Kontra Indikasi: Penderita yang hipersensitif atau mengalami reaksi toksik dengan kloramfenikol. rickettsia. Jangan digunakan untuk mengobati influenza. dan beberapa bakteri aerob gram-negatif.html Chloramphenicol 250 mg Indikasi: 1. termasuk Streptococcus pneumoniae.

Yersinia pestis. gangguan saluran pencernaan. dan bayi berumur lebih dari 2 minggu : 50 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi 3 – 4. terlindung dari cahaya. Interaksi Obat: Kloramfenikol menghambat metabolisme dikumarol. Salmonella. bayi prematur dan bayi yang baru lahir. Bayi prematur dan bayi berumur kurang dari 2 minggu : 25 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi 4. Proteus mirabilis. Vibrio cholerae.Neisseria meningitidis. Pseudomonas mallei. fenitoin. cepacia. klorpropamid dan siklofosfamid. Cara Penyimpanan: Simpan di tempat sejuk dan kering. tolbutamid. . reaksi neurotoksik. Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan ginjal. Dosis: Dewasa. fenobarbital. anak-anak. Peringatan dan Perhatian: Pada penggunaan jangka panjang sebaiknya dilakukan pemeriksaan hematologi secara berkala. Penggunaan kloramfenikol dalam jangka panjang dapat menyebabkan tumbuhnya mikroorganisme yang tidak sensitif termasuk jamur. Francisella tularensis. reaksi hipersensitif dan sindroma kelabu. Brucella dan Shigella. Efek Samping: Diskrasia darah. wanita hamil dan menyusui. Ps.

cara minum/makan atau cara menggunakannya. limfogranuloma-psitakosis dan bakteri Gram negatif yang menyebabkan meningitis bakterial. H. Rickettsia. . dan farmakologi serta meknisme kerja dari obat Kloramfenikol. pantangan atau kontra indikasi serta bahayanya. Gangguan fungsi ginjal. Informasi obat kali ini akan menjelaskan jenis obat antibiotik golongan Chloramphenicol / Kloramfenikol. influenzae (terutama infeksi meningeal).com/2010/10/obat-pencernaan. Tidak dianjurkan untuk pencegahan. manfaat atau kegunaan dan khasiat atau dalam bahasa medis indikasi. aturan pakai.blogspot. juga akan menerangkan efek samping atau kerugian. KONTRA INDIKASI • • • Hipersensitif.Kemasan: Kotak 10 blister @ 12 kapsul HARUS DENGAN RESEP DOKTER http://dyachaniex. PERHATIAN • • Penggunaan jangka panjang. yang diantaranya menjelaskan dosis obat Kloramfenikol. dan inilah penjelasannya: KOMPOSISI Chloramphenicol / Kloramfenikol.html Kloramfenikol. Infeksi berat yang disebabkan oleh Salmonella. over dosis atau keracunan. INDIKASI • • Demam tifus dan paratifus. Gangguan fungsi hati dan ginjal. komposisi atau kandungan obat Kloramfenikol.

Gray syndrome pada bayi. KEMASAN kapsul 250 mg DOSIS • Dewasa. kemerahan pada kulit. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin. PENYAJIAN Dikonsumsi pada perut kosong (1 atau 2 jam sebelum/sesudah makan) Cari Artikel . HAMIL Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Pemeriksaan hitung darah harus dilakukan secara berkala. enterokolitis. • Bayi prematur dan bayi berusia kurang dari 2 minggu : 25 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi 4 kali pemberian per hari. INDEKS KEAMANAN PADA WANITA Depresi sumsum tulang. Tolbutamid. Fenobarbital.• • • • Bayi prematur dan bayi baru lahir. anemia aplastis. SAMPING EFEK biduran/kaligata. Hamil dan menyusui. anak-anak & bayi berusia lebih dari 2 minggu : 50 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi 3-4 kali pemberian per hari. gangguan saluran pencernaan. Fenitoin. Interaksi obat : Dikumarol.

Artikelku • • • • • • • informasi obat kloramfenikol nama honorer katagori 1 kabupaten Pontianak support system dalam kehamilan bahaya obat nyamuk bagi pernafasan proses pengolahan batubara laporan kasus askep grastitis askep waham http://runtah.com/kloramfenikol/ .

• o Bidang Promosi Kesehatan    Seksi Pemberdayaan Masyarakat Seksi Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Seksi Informasi dan Komunikasi Kesehatan o Bidang Pelayanan Kesehatan    Seksi Kesehatan Dasar dan Rujukan Seksi Kesehatan Khusus Seksi Kefarmasian o Bidang KESGA    Seksi Perbaikan Gizi Masyarakat Seksi Kesehatan Ibu dan Lanjut Usia Seksi Kesehatan Anak dan Remaja o Bidang PDKL    Seksi Penanggulangan Penyakit Seksi Kesehatan Lingkungan Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit o o • • • UPTD Jabatan Fungsional Berita Unit Layanan Puskesmas Online o o PKM Cibeureum PKM Kahuripan .

Conmycin .5.4a. .Dumacycline .11diokso-2-naftasenakarboksamida monohidroklorida[60-54-8].Decacycline . sukar larut dalam etanol.Bimatra .10.6.12.6.5a.o o • • • • PKM Cipedes PKM Indihiang Buku Tamu Galleri Video Kontak Tetrasiklin Deskripsi .11.HCl tiap mg. Dalam larutan dengan pH lebih kecil dari 2. Pemerian: serbuk hablur. tidak berbau.4.12a-oktahidro-3. dalam larutan alkali hidroksida dan dalam larutan karbonat.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Nama & Struktur Kimia . potensi berkurang dan cepat rusak dalam larutan alkali hidroksida. C22H24N2O8. agak higroskopis.Dantetra . Kelarutan: larut dalam air.Citocyclin .Binotra . praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter. stabil di udara tetapi pada pemaparan terhadap cahaya matahari yang kuat dan : udara lembab akan menjadi gelap.Corsatet .12a: pentahidroksi-6-metil-1.Cortatin .HCl Mengandung tidak kurang dari 900 µg C22H24N2O8.Cendocycline .Bufacyn . kuning.Sifat Fisikokimia 4-(Dimethilamino)-1.Bufatetra .

Varcycline .Hitetra .50 mL/menit: setiap 12-24 jam.Novacycline .Soltralin . dapat digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh Mycoplasma.Gametra .80 mL/menit: diberikan setiap 8-12 jam.Tetrarco .Megacycline .Tetrasanbe . . Penyesuaian dosis pada kerusakan hati: hindarkan penggunaan obat atau dengan dosis maksimal 1 g/hari.Supertetra .Talsutin Vaginal . Dewasa: 250-500 mg/dosis setiap 6 jam.dan Rickettsia.Enkacyclin . Eradikasi Helicobacter pylori: 500 mg 2-4 kali/hari tergantung dari protokol tercapai. untuk pengobatan acne.Novabiotic . dan pengobatan gonnore dan sipilis bagi pasien yang alergi tehadap penicillin.Zenicyclin .Licoklin . pylori pada tukak lambung.Erlacycline . Chlamidia.Ramatetra . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak–anak >8 tahun: 25-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam. Dosis. Penyesuaian dosis pada gagal ginjal: ClCr 50 . digunakan juga sebagai salah satu komponen multidrug pada pengobatan eradikasi H.Unicycline . ClCr <10 mL/menit: diberikan setiap 24 jam.Tetrin .Tetradex .Hufacyclin .Terikortin .Itracycline .Enpicortyn .Samtetra .Wiclin .Suprabiotic ..Sanlin .Sakacycline . ClCr 10 .Farsycline .Steclin .Indocycline .Altetra Indikasi Digunakan untuk jenis bakteri penginfeksi gram posistif maupun gram negatif yang sensitif. bronchitis kronis eksaserbasi. disesuaikan dengan komponen antibiotik lain yang digunakan dan H2 bloker yang digunakan.

Dermatologi : Photosensitivity. . penetrasi ke dalam cairan serebrospinal bagus jika ada inflamasi. Stabilitas Penyimpanan Simpan sediaan oral tetrasiklin dalam suhu kamar dan terhindar dari cahaya. atau 2 jam setelah makan) meningkatkan jumlah absorbsi obat. jangan diberikan pada anak < 8 tahun. relatif terdifusi dari darah ke cairan serebrospinal. T max serum: oral: 2-4 jam. parestesia. Ikatan protein: ~65%. pseudotumor serebri. SSP : Meningkatnya tekanan intrakranial. pigmentasi pada kulit. pruritos. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap tetrasiklin atau terhadap komposisi formulasi yang terdapat dalam obat. Endokrin dan metabolik : Sindrom diabetes insupindus. wanita hamil. Eksresi: 60% dalam bentuk utuh. Farmakologi Absorbsi: Oral: 75% Distribusi: sejumlah kecil obat mencapai kandung empedu. gagal ginjal: 57-108 jam. Efek Samping Angka kejadiannya tidak diketahui : Cardiovascular : Pericarditis. T½ eliminasi: fungsi ginjal normal 8-11 jam. Digunakan 1-2 jam sebelum atau 4 jam setelah penggunaan antasida.Cara pemberian: Digunakan pada keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan. karena magnesium dan aluminium akan membentuk khelat dengan tetrasiklin yang akan menurunkan jumlah absobsi obat. feses (dalam bentuk aktif).

sukralfat. anaphilaksis. gagal ginjal. rifampicin dan CYP3A4 inhibitor lainya. cylosporin. staphylococcal enterocolitis. anorexia.Gastrointestinal : Pelunturan warna gigi dan email (anak – anak). mirtazapin. dan substrat CYP3A4 lainnya Menurunkan efek: Menurunkan jumlah absorbsi dari tetrasiklin: Kalsium. reaksi hipersensitif. phenytoin. nefirapine. mual. Renal : ARF. azotemia.muntah. zink sodium bikarbonate. tacrolimus. Ca-chanel bloker. esophagitis.diare.Dengan Makanan : Makanan kemungkinan akan menurunkan konsentrasi kadar serum tetrasiklin. Benzodiazepine. carbamazepine. Lain-lain : Suprainfeksi. Tingkatan efek tetrasiklin akan diturunkan oleh: aminoglutethimide. cram lambung. inhibitor CYP3A4 (moderat) Meningkatkan efek toksis: anestesi nethoksiflurane dapat meningkatkan efek fatal nefropati. quinapril. nateglinie. nefazodon. HMG-CoA reduktase inhibitor. Pengaruh . Warfarin. venlavaxine. nafcillin. Kemungkinan meningkatkan kadarnya secara selektif terhadap. pancreatitis.Dengan Obat Lain : Efek pada sitokrom P450: substrat CYP3A4 (utama). efek antikoagulan dapat meningkat. suprainfeksi kandida. quinidin. magnesium atau aluminium yang terkandung dalam antasida. didanosine. cisapride. Haematologi : Tromboflebitis Hepatic : Hepatotoksis. phenobarbital. pseudo-membranous collitis. ergot alkaloid. sildenafil. besi. Interaksi . . pimozid.

. Tablet Peringatan Penggunaan tetrasiklin selama proses pembentukan gigi kemungkinan akan menyebabkan pelunturan warna gigi dan lapisan emailnya.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : D. . Tetrasiklin mampu menembus plasenta dan menembus kedalam sirkulasi sistemik janin. renal. CBC Parameter Monitoring Pada penggunaan jangka lama: Renal Hepatic Hematologi Suhu WBC Kultur biakan bakteri Status mental Bentuk Sediaan Kapsul (Dalam Bentuk Hidroklorid).Terhadap Ibu Menyusui : Obat dieksresikan dalam ASI. . Suspensi Oral. . tidak direkomendasikan. dapat menyebabkan pewarnaan yang permanen pada gigi bayi jika digunakan pada fase pertengahan kehamilan.Terhadap Hasil Laboratorium : Berpengaruh pada hasil pengukuran : fungsi hepar. hipoplasia dan keterlambatan perkembangan otot .Terhadap Anak-anak : Tidak dianjurkan untuk anak < 8 tahun.

Penggunaan dengan hati-hati pada pasien gangguan hati dan ginjal . Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat.Volume 41 2006. ISO. Penyesuaian dosis untuk pasien gagal ginjal dan diketahui adanya peningkatan BUN akibat penggunaan antibiotik lainya. harap menghubungi apoteker. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. maka harap menghubungi dokter. diare atau respon hipersensitivitas. 2005 Farmakope Indonesia IV. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan).tasikmalayakota. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. maka sebaiknya tetrasiklin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. seperti mual. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis protein bakteri dengan berikatan pada 30S dan mungkin juga 50S ribosom sub unit pada bakteri yang sensitif. 2006. kemungkinan juga menghasilkan perubahan pada membran sitoplasma bakteri. AHFS DRUG. http://dinkes.go. INDONESIA. 1995. keadaan ini akan berisiko lebih besar pada pasien <4 tahun dan menerima dosis tinggi tetrasiklin. Daftar Pustaka Drug information hand book. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat.id/index.skelet dan pertumbuhan tulang.php/informasi-obat/388-tetrasiklin . (DIH).

Peringatan dan Perhatian: Penggunaan antibiotika topikal kadang-kadang menyebabkan suburnya pertumbuhan . furunkulosis. Posologi: Oleskan pada lesi kulit 3 . Pseudomonas aeruginosa dan lain-lain. Beri rekomendasi: Indikasi: Untuk pengobatan infeksi kulit primer maupun sekunder seperti impetigo kontagiosa. pioderma. Cara Kerja Obat: Gentamisina merupakan suatu antibiotika golongan aminoglikosida yang efektif untuk menghambat kuman-kuman penyebab infeksi kulit primer maupun sekunder seperti Staphylococcus yang menghasilkan penisilinase.Gentamicin Rating: ♥♥♥. psoriasis dan macam-macam dermatitis lainnya. Direkomendasikan oleh 2 pembaca. Komposisi: Tiap gram salep mengandung gentamisina sulfatsetara dengan gentamisina 1 mg. Cara Penggunaan: Obat luar. ektima. Kontra Indikasi: Alergi terhadap gentamisina.4 kali sehari.

doksisiklin hiklat. Cara Penyimapanan: Dalam wadah tertutup rapat. eritema dan pruritus. • Karena keamanan pemakaian Gentamisina pada wanita hamil secara absolut belum dipastikan.Sifat Fisikokimia : - : Diperdagangan doksisiklin berada dalam bentuk doksisiklin kalsium. seperti jamur. Bila hal ini terjadi atau terdapat iritasi.html Doksisiklin Deskripsi . tidak boleh digunakan pada wanita hamil dalam jumlah yang banyak atau periode waktu yang lama.mikroorganisme yang tidak sensitif terhadap antibiotika. merupakan serbuk kristal .doksisikline monohidrat. Efek Samping: Iritasi ringan.dechacare. Bukan untuk mata HARUS DENGAN RESEP DOKTER http://www.com/Gentamicin-P626. sesitisasi atau superinfeksi.Nama & Struktur Kimia . Terlindung dari pengaruh panas yang berlebihan. pengobatan dengan Gentamisina harus dihentikan dan harus diberi terapi pengganti yang tepat. • Obat-obat bakterisid tidak efektif terhadap infeksi kulit yang disebabkan virus dan jamur. • Gentamisina tidak untuk pengobatan mata.

Viadoxin Indikasi Obat golongan tetrasiklin merupakan pilihan untuk infeksi yang disebabkan oleh chlamydia (trachoma. sifilis 200 mg dua kali sehari selama 28 hari.3. dan spirochaeta. . kemudian 100 mg perhari. prostatitis kronik. Sifilis awal 100 mg dua kali sehari selama 14 hari. psittacosis. pada infeksi berat (termasuk infeksi saluran kemih) 200 mg perhari. kekambuhan (recurrent). bentuk monohidrat sangat sedikit larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol. Cara Pemberian dan Lama Pemberian 200 mg pada hari pertama.Doxin . pengobatan dan profilaksis pada antraks.berwarna kuning. larutan mempunyai pH 1.Doxacin .Vibramycin . ulserasi aphthous . pengobatan dan profilaksis malaria. brucella (Doxycycline dengan strepto mycin atau rifampicin . periodontitis. Dosis. urethritis non gonococcal : 100 mg dua kali sehari selama 7 hari (14 hari pada penyakit inflamasi pelviks). salpingitis. herpes simpleks oral. lymphogranuloma venereum). antraks (pengobatan atau post profilaksis) 100 mg dua kali sehari.Dumoxin . Clamidia genital tanpa komplikasi.3 Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Doxycycline . anak-anak (hanya bila antibakteri lain tidak dapat diberikan) 5 . sifilis. ricketsia (termasuk Qfever). penyakit inflamasi pelviks. Bentuk hiklat larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol.Siclidon . acne vulgaris.Dotur .8 . urethritis. sinusitis. Borrelia burgdorferi (penyakit lyme) .Interdoxin . juga digunakan untuk infeksi saluran napas dan genital mikoplasma.Doxicor .Keterangan Doksisiklin merupakan antibiotik tetrasiklin semisintetik turunan dari : oksitetrasiklin. Rekonstitusi doksisiklin hiklat untuk pemberian IV menggunakan air untuk injeksi. rosacea.

urin (23%) Stabilitas Penyimpanan Kapsul doksisiklin hiklat dan tablet film-coated harus disimpan wadah yang tertutup rapat dan terhindar dari cahaya pada suhu 30°C atau kurang. Kontraindikasi Deposit tetrasiklin pada jaringan tulang dan gigi selama pertumbuhan anak (melalui ikatan dengan kalsium) menyebabkan pewarnaan dan kadang-kadang hypoplasia pada gigi. sebagian diinaktivasi dalam saluran cerna dalam bentuk khelat T½ eliminasi (half-life elimination) : 12-15 jam (biasanya meningkat hingga 22-24 jam dalam penggunaan dosis ganda) . Namun demikian doksisiklin dapat diberikan pada anak-anak untuk pengobatan dan profilaksis setelah terekspos antraks jika antibakteri lain tidak dapat diberikan. serum: 1. Protein binding (ikatan obat dengan protein) : 90% Metabolisme : tidak melalui hepar.mg/kg sehari terbagi dalam dua dosis (maksimal 200 mg sehari).1 – 1 mg doksisiklin per mL stabil selama 48 jam pada suhu 25°C. cairan seminal dan sekresi bronkial. Rekonstitusi dengan 0. Tablet doksisiklin yang telah digerus stabil paling tidak dalam 6 hari bila dikemas dalam aluminium foil dan disimpan dalam suhu kamar. Obat ini juga kontraindikasi pada wanita hamil dan menyusui.9 % sodium klorida atau 5 % dektrosa. prostatik. Farmakologi Absorbsi : Oral : hampir sempurna . sehingga tidak boleh diberikan pada anak dibawah 12 tahun. pleural. absorbsi diturunkan oleh makanan atau susu sebesar 20% Distribusi : terdistribusi secara luas dalam jaringan tubuh dan cairan tubuh termasuk cairan sinovial . sebaiknya antara 15 – 30°C. Kontraindikasi . pada ESRD (End-stage renal disease) : 18 – 25 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. dengan mudah melewati plasenta . Pada rekonstitusi dengan air. masuk ke dalam air susu ibu. larutan IV doxycycline hyclate mengandung 0. cairan saliva dan penetrasi ke dalam cairan serebrospinal hanya sedikit.-4 jam Ekskresi : feces (30%). oral suspensi doksisiklin monohydrate stabil selama 2 minggu pada suhu kamar.

Efek samping yang jarang terjadi hepatotoksisitas. . iritasi esophagus.Dengan Obat Lain : .Dengan Makanan : Tidak ada data Pengaruh . angioedema. Faktor risiko : D . Tetrasiklin meningkatkan kelemahan otot (muscle weakness) pada pasien dengan gravis myasthenia dan . anaphylaxis. gangguan darah. fotosensitivitas dan reaksi hipersensitivitas (termasuk rash. efek pada perkembangan skeletal. Dihindarkan penggunaan pada ibu menyusui (meskipun absorpsi dan gangguan pewarnaan pada gigi bayi dapat dicegah melalui pembentukan khelat dengan kalsium dalam air susu ibu) .lain adalah pasien yang alergi dengan obat ini. pancreatitis. exfoliativ dermatitis.Terhadap Ibu Menyusui : Efek seperti penggunaan tetrasiklin pada ibu menyusui. anoreksia . Efek Samping Mual muntah. diare. Sakit kepala dan gangguan penglihatan menunjukkan hipertensi intrakranial (pengobatan dihentikan). Interaksi . sindrom Stevens-Johnson. urticaria. pericarditis).Terhadap Kehamilan : Efek pada kehamilan seperti penggunaan tetrasiklin.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Tes fungsi hati Bentuk Sediaan Kapsul Peringatan Penderita gangguan hati atau menerima obat-obatan yang potensial hepatotoksik. dysphagia. hepatotoksis maternal pada pemberian parenteral dosis tinggi. flushing dan tinnitus. Pada trimester kedua dan ketiga (2 dan 3) gangguan pewarnaan pada gigi. Masuk dalam air susu ibu/tidak direkomendasikan. Pada trimester pertama (1) pada studi hewan.

kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. Obat harus digunakan sampai habis.Anda kemungkinan masih dapat terkena malaria selama menggunakan obat ini . Hindari penggunaan bersama dengan antasida. Jika harus menggunakan produk tersebut secara bersamaan minumlah doksisiklin dengan selang waktu minimal 2 jam terhadap produk-produk tersebut. Penggunaan obat harus dihentikan dan segera hubungi dokter apabila pasien mengalami sakit kepala. ketergantungan alkohol . dihindari pada penderita porphyria. Jangan menggunakan obat OTC atau obat resep yang lain tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/frekwensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau petugas kesehatan. suplemen yang mengandung besi. Apabila obat tidak dihabiskan maka bakteri tidak terbunuh secara tuntas dan infeksi dapat kembali terjadi. lindungi tubuh dengan pakaian dan gunakan lotion antinyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk. segera mungkin minum obat setelah ingat. Kapsul harus ditelan dalam bentuk utuh dengan air yang cukup dan makanan. Gunakan krim tabir surya (sunscreen) dan pakaian pelindung.umur dan berat badan. Hindari terkena sinar matahari dan cahaya ultraviolet dalam waktu yang lama. Hubungi dokter jika terdapat kemerahan atau flushing. es krim. Gunakan kelambu. Jangan menggunakan obat lebih lama dari 4 bulan. Minumlah obat dengan makanan atau susu jika timbul rasa tidak enak pada lambung. mual. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat segera hubungi . tidak seperti tetrasiklin. Jika pasien lupa minum obat. makanan tertentu seperti keju. doksisiklin dapat digunakan pada pasien gangguan ginjal dengan dosis lazim. Ini merupakan gejala serius yang harus mendapatkan pengobatan dengan segera. Pasien yang menggunakan obat ini untuk pencegahan terhadap malaria harus memulai pengobatan 1-2 hari sebelum melakukan perjalanan. Ini termasuk sediaan herbal dan dietary supplements lain. seperti kondisi pasien. fotosensitivitas (hindari terkena sinar matahari atau sinar lampu) . laksatif. Obat ini dapat menyebabkan sensitivitas terhadap cahaya matahari. dalam posisi duduk atau berdiri untuk mengurangi iritasi pada esophagus dan ulserasi. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. muntah dan gangguan penglihatan.eksaserbasi systemic lupus erymthematosus.

Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep.tenaga kesehatan. . Kelarutan makin meningkat pada pH > 10. Golongan/Kelas Terapi . Mekanisme Aksi Doksisiklin memperlambat pertumbuhan bakteri yang sensitif dengan mengganggu produksi protein yang diperlukan bagi pertumbuhan bakteri . praktis tidak : larut dalam air.Keterangan : Efavirenz merupakan obat antiretroviral sintetik berupa turunan benzoksazinon. Jika anda mempunyai pertanyaan tentang obat ini. Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 Efavirens Deskripsi . Dengan pertumbuhan bakteri yang lambat selanjutnya mekanisme pertahanan badan (seperti sel darah putih ) akan memusnahkan bakteri tersebut. tanyakan pada dokter.Jangan diberikan pada orang lain.Nama & Struktur Kimia . kurang dari 10 mcg/ml pada pH 1-8.Sifat Fisikokimia : C14H9CIF3NO2 Efavirenz berbentuk kristal putih atau sedikit merah jambu. apoteker atau petugas kesehatan yang lain.

5-39. indinavir. 20-24. Remaja pada awal pubertas menggunakan dosis pediatri. Anak-anak >= 3 tahun.9 kg: 400 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun. Sangat disarankan penggunaan kombinasi NNRTI efavirenz dengan atau tanpa nelfinavir: dengan stavudin dan lamivudin. 10-14.9 kg: 200 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak <= 3 tahun: Tidak ada data farmakokinetika yang tersedia untuk dosis efavirenz pada anak-anak <= 3 tahun.9 kg: 250 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun. Remaja dan anak-anak >= 3 tahun.Anti Infeksi Nama Dagang Indikasi Pencegahan dan pengobatan Human immunodeficiency virus (HIV) Dosis. 32. 15-19. Akan lebih baik bila diberikan kombinasi efevirenz dengan lamivudin. >= 40 kg: 600 mg PO sekali sehari sebelum tidur. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis oral: Dewasa dan remaja > 40 kg: 600 mg PO sekali sehari sebelum tidur. 25-32. Untuk pencegahan HIV setelah terpapar (di tempat kerja): Dosis oral: Dewasa: CDC merekomendasikan penggunaan efavirenz 600 mg sekali sehari sebelum tidur (nelfinavir.9 kg: 300 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun. atau abacavir dapat ditambahkan bila pemaparan berisiko tinggi terhadap . atau dengan zidovudin dan didanosin atau lamivudin.4 kg: 350 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun.

Pada suatu penelitian. Obat-obat yang menginduksi aktivitas CYP3A4 akan meningkatkan klirens efavirenz.HIV). Namun kurang dari 1% efavirenz diekskresikan dalam bentuk tidak berubah dalam urin. dan 600 mg pada pasien yang terinfeksi HIV. CYP2C19. Kadar tunak (steady state) tercapai dalam waktu 6-10 hari. T½ eliminasi Efavirenz adalah 52-76 jam setelah dosis tunggal dan 40-55 jam setelah beberapa kali pemberian. Pada semua kasus.5-17 µM). CYP3A4 dengan nilai Ki (8. Pada penelitian in vitro. CYP2C19. terutama terhadap albumin. terapi harus diberikan secepat mungkin dan dilanjutkan hingga 4 minggu. Makanan dengan kadar lemak tinggi/tinggi kalori akan meningkatkan AUC efavirenz dibanding kondisi puasa. Meskipun penelitian pada binatang memperlihatkan pencegahan setelah terpapar > 24-36 jam kurang efektif. efavirenz menghambat CYP2CP. Farmakologi Efavirenz diberikan secara oral. dan CYP3A4 mungkin mengalami perubahan konsentrasi plasma. Konsentrasi puncak tercapai 3-5 jam setelah pemberian dosis tunggal 200. 400. Efavirenz juga menginduksi enzim CYP3A4 sehingga meningkatkan biotransformasi obat yang dimetabolisme melalui enzim ini. sehingga . Namun apabila terpapar. Farmakokinetika efavirenz pada pasien dengan penurunan fungsi hepar/ginjal belum banyak dilakukan. Efavirenz mengalami metabolisme melalui sitokrom P450 (CYP) 3A4 dan CYP2B6 membentuk metabolit terhidroksilasi dengan glukuronidasi. tetap harus diberikan terapi pencegahan meskipun sudah lebih dari > 36 jam terpapar. diketahui 14-34% efavirenz berlabel dan/atau metabolitnya diekskresikan dalam urin dan 16-61% dalam feses. Efavirenz berikatan kuat dengan protein (99%). pada manusia tidak diketahui. Pemberian bersama obat yang mengalami metabolisme melalui CYP2C9. Efavirenz menghambat CYP2D6 dan CYP1A2 hanya pada konsentrasi tinggi (Ki values 82-160 µM).

0.7%.4%. keinginan bunuh diri (0. Pada penelitian terkendali (meliputi 1008 pasien yang mendapat terapi efavirenz dan 635 pasien sebagai kontrol). bingung.2%). amnesia.8%). reaksi paranoid (paranoia/psikosis) (0. Gejala yang berat terjadi pada sekitar 2% dan 2.3%).1% pasien menghentikan pengobatannya. meskipun mereka menerima efavirenz.dampak gangguan ginjal terhadap eliminasi efavirenz seharusnya minimal. Stabilitas Penyimpanan Simpan di bawah suhu 25°C. stupor. euforia. Setelah 4 minggu pengobatan.2%). neuropat. Dalam praktek klinik. anxietas (11%). ataksia. CDC tidak merekomendasi ibu yang terinfeksi HIV menyusui bayinya. usaha bunuh diri nonfatal (0.4%. agitasi. Kontraindikasi Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa efavirenz diekskresikan dalam ASI. kejang-kejang. Pasien yang mengalami gangguan psikiatrik serius harus segera dievaluasi terhadap kemungkinan hubungan efek samping dengan penggunaan .3%).5%).2%. mimpi buruk (6. sebesar 65% pasien mengalami gangguan SSP yang dirasakan seperti 'feeling stoned'.9%).1%). prevalensi gejala pada SSP berkurang sekitar 5-9%. depersonalisasi. Efek Samping 53% pasien yang menerima efavirenz mengalami gangguan SSP selama uji klinis. 0). 0.3% untuk reaksi manic hingga 2% baik depresi berat maupun keinginan bunuh diri. telinga berdengung. dan halusinasi (1. 0. gangguan kognitif (8. somnolen/mengantuk (7%).3%).3%). Biasanya. 0. tremor.5%. untuk menghindari risiko penularan HIV setelah kelahiran (postnatal transmission).3%).4%. parestesia.3%). dan reaksi manic (mania) (0. Pasien harus diberi konseling bahwa gejala akan berhenti sendiri setelah beberapa bulan. perilaku agresif (0. Pemberian sebelum tidur akan mengurangi efek samping ini. insomnia (16. Pasien dengan riwayat gangguan psikiatrik lebih besar risikonya terhadap gejala ini dengan frekuensi kejadian berkisar dari 0. frekuensi gangguan psikiatrik serius dibanding kontrol berturut-turut adalah depresi berat (2. hipoestesia. dibandingkan 25% pasien sebagai kontrolnya. gejala ini dimulai pada terapi hari pertama atau kedua dan umumnya hilang dalam 2-4 minggu terapi. Gangguan psikiatrik yang dilaporkan selama terapi efavirenz meliputi depresi (15. Efek samping SSP lain yang dilaporkan meliputi gangguan koordinasi. dan nervousness (6. Gejala ini meliputi pusing (28. 0. dan gangguan penglihatan.

karbamazepin. Hati-hati penggunaan efavirenz dengan substrat CYP3A4 lain. termasuk tiga kasus meningomyelocele dan satu kasus 'Dandy Walker Syndrome'. anak-anak lebih peka terhadap terjadinya gangguan kulit (rash). yang memiliki jendela terapi sempit (mis. Karena potensial teratogenik.Terhadap Ibu Menyusui : Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa efavirenz diekskresikan dalam ASI.CDC tidak merekomendasi ibu yg terinfeksi HIV menyusui bayinya. Pada anak-anak. atau tacrolimus atau jika menyebabkan peningkatan konsentrasi obat lain yang akan menimbulkan efek samping serius. lidokain. sirolimus. Disarankan penggunaan antihistamin untuk pencegahan sebelum pemberian efavirenz.meskipun mereka menerima efavirenz.Terhadap Anak-anak : Dibanding pada dewasa.Terhadap Hasil Laboratorium : - . Interaksi .Dengan Makanan : Efavirenz harus diberikan pada saat perut kosong. efavirenz yang juga dimetabolisme melalui CYP3A4 akan berkompetisi sehingga menurunkan klirens obat-obat tersebut dan dapat menimbulkan efek samping serius.Dengan Obat Lain : Efavirenz tidak disarankan digunakan bersama obat-obat yang metabolismenya melalui CYP3A4: astemizol.Terhadap Kehamilan : Efavirenz diklasifikasikan dalam kategori D pada kehamilan. . midazolam. dan triazolam. Pengaruh .Selain itu. tidak direkomendasi penggunaannya pada wanita hamil trimester pertama. . alkaloid ergot. gangguan psikiatrik ini terjadi pada sekitar 9% anak-anak yang mendapat terapi efaviren. Penggunaan pada wanita hamil dan potensial hamil tidak direkomendasi. . . kisaprid. terfenadin. Makanan dapat meningkatkan konsentrasi efavirenz sehingga akan meningkatkan efek samping. Pernah dilaporkan terjadinya 'neural tube defects' pada bayi yang ibunya pernah mendapat efavirenz pada trimester pertama.untuk menghindari risiko penularan HIV setelah kelahiran (postnatal transmission).efavirenz dan dapat dipertimbangkan keuntungan dibanding risiko bila terapi dilanjutkan.

Efavirenz tidak menyembuhkan HIV ataupun tidak mencegah penularan HIV. Efavirenz tidak berkompetisi dengan . LFTs. dan jangan menyusui bayi. hentikan bila muncul rash. paranoia. minum sesuai petunjuk. Hati-hati pada pasien yang diketahui atau dicurigai mengalami infeksi hepatitis B atau C (monitoring fungsi hati). Perlu dilakukan pemeriksaan darah yang teratur pada penggunaan jangka waktu lama. atau lain-lain. pusing. Serum cholesterol. gunakan hati-hati pada gangguan mental/penyalahgunaan obat (predisposisi terhadap reaksi psikologik). Pregnancy testing. Kehamilan/menyusui: sampaikan pada dokter apabila anda hamil atau mungkin hamil. Mekanisme Aksi Efavirenz menghambat HIV-1 reverse transcriptase. anxietas. jangan digunakan pada ibu hamil/potensial hamil. rash. mengantuk.Parameter Monitoring CD4+ T cell count. halusinasi. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mintalah informasi tentang obat-obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama obat ini. sulit konsentrasi. pada anak-anak berikan antihistamin sebagai profilaksis. mimpi buruk). Minum banyak cairan (2-3 L/hari) kecuali dokter menyarankan pembatasan cairan. Dapat menyebabkan mual/muntah atau diare. depresi berat. Plasma HIV RNA. insomnia. hatihati terhadap obat lain yang merupakan substrat CYP3A4. percobaan bunuh diri. Peningkatan serum transaminases >5 kali batas atas harus dipertimbangkan keuntungan dan risikonya terhadap hepatotoksisitas. Serum lipid profile Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Jangan digunakan sebagai terapi tunggal. 30 menit sebelum atau 2 jam setelah makan. Segera lapor bila mengalami gangguan SSP (depresi. dapat menyebabkan gangguan SSP dan psikiatrik. termasuk kesulitan berkonsentrasi. Obat ini hanya salah satu dari kombinasi obat-obat HIV. pusing. dan mania.

5 – 7. Sedikit larut dalam air dan dalam alkohol. Sinonim : C12H12N2O2S : Dalam perdagangan metronidazol terdapat dalam bentuk basa dan garam hidroklorida.template ataupun nucleosida trifosfat. Beri informasi pada pasien terhadap penggunaan obat. nyeri perut). dengan osmolarity 297-314 mOsm/L dan mengandung natrium fosfat. . rash. atau indinavir. asam sitrat dan natrium klorida. atau delta pada sel manusia tidak dihambat oleh efavirenz. dan mempunyai pKa 2. Kaji hasil pemeriksaan laboratorium dan efektivitas terapi (progresivitas penyakit. gangguan SSP.Kaji penggunaan obat lain atau herbal yg digunakan pasien terhadap kemungkinan interaksi atau toksik. juga tidak memerlukan fosforilasi untuk mengaktifkan.6. didanosine.nitroimidazole. tidak berwarna. gamma. 1-(-Ethylol)-2-methyl: 5-nitro-3-azapyrrole. Sebagai basa berupa serbuk kristal berwarna putih hingga kuning pucat.Nama & Struktur Kimia .Sifat Fisikokimia 1-(2-Hydroxyethyl)-2-methyl-5. 2-Methyl5-nitroimidazole-1-ethanol . C6H9N3O3. viral load dan jumlah CD4). larutan isotonik dengan pH 4.perlunya penyesuaian dosis. Sinonim : Metronidazol hydrochloride. HIV-2 reverse transcriptase dan DNA polymerase alpha. Efavirenz menunjukkan aktivitas yang sinergis terhadap HIV-1 pada kultur sel bila dikombinasi dengan zidovudine. kemungkinan efek samping yang muncul dan pengatasannya serta efek lain yang harus dilaporkan (mis. Daftar Pustaka 250 Metronidazol Deskripsi . Ikatan ini menyebabkan kerusakan aktivitas enzim sehingga menghambat RNA dan DNA yang tergantung pada aktivitas DNA polymerase. Monitoring Penggunaan Obat Gunakan hati-hati pada pasien dengan gangguan mental atau penyalahgunaan obat(meningkatkan risiko efek samping psikiatrik). Efavirenz berikatan langsung dengan reverse transcriptase. Injeksi metronidazol jernih. dan efek merugikan secara periodik selama terapi.

selama 3 hari.5 mg/kg setiap 8 jam. dalam perdagangan berupa serbuk berwarna putih.Trogyl . 5 – 10 tahun 500 mg.Mebazid . infeksi protozoa.Nidazole .Metronidazol hidroklorida sangat larut dalam air dan larut dalam alkohol.5 mg/kg setiap 8 jam.Flagyl . umur hingga 1 tahun 125 mg.Fladex .Metronidazol (Generik) Indikasi Infeksi anaerobik (termasuk gigi) . lihat pada bagian dosis. peroral dengan dosis awal 800 mg kemudian 400 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 8 jam. 1 – 5 tahun 250 mg.Metrolet . anak-anak 7. Dosis.Corsagyl . 500 mg setiap 8 jam.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Metronidazole Fresenius .Tismazol . . kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam. pemberian secara infus intravena lebih dari 20 menit.Fortagyl .Elyzol .Metrofusin . anak-anak setiap 8 jam selama 3 hari. infeksi kulit. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Infeksi anaerobik (pengobatan biasanya selama 7 hari dan 10 hari untuk penggunaan antibiotika pada pengobatan kolitis).Promuba . lebih dari 10 tahun dosis dewasa. eradikasi Helicobacter pylori. kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam. anak-anak 7. Ulser pada lengan : peroral 400 mg setiap 8 jam selama 7 hari Bacterial vaginosis : peroral 400 – 500 mg dua kali sehari selama 5 – 7 hari atau 2 gram sebagai dosis tunggal. Inflamasi pelviks : peroral 400 mg dua kali sehari selama 14 hari .Trichodazol .Gravazol .

paru-paru dan sekresi vagina.Acute ulcerative gingivitis : peroral 200-250 mg setiap 8 jam selama 3 hari. kristal dapat dilarutkan kembali dengan menghangatkannya pada suhu kamar. Larutan standar : 500 mg/ 100 ml NS. Distribusi : ke saliva. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. Paparan cahaya dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan warna produk menjadi gelap. Paparan sinar matahari langsung harus dihindari. terjadi perpanjangan pada kerusakan hepar. Stabilitas campuran parenteral pada suhu kamar (25°C): stabilitas pada produk yang terbungkus : 30 hari Kontraindikasi . topikal : konsentrasi yang dicapai secara sistemik setelah penggunaan 1 g secara topikal 10 kali lebih kecil dari pada penggunaan dengan 250 mg peroral. cairan mani. air susu. gagal ginjal terminal : 21 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. menembus plasenta dan sawar darah otak (blood. Infeksi oral akut : peroral 200 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari . anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari.brain barrier) Ikatan protein : < 20% Metabolisme : Hepatik (30%-60%) T½ eliminasi : neonatus : 25-75 jam . tulang. serum: segera : 1-2 jam Ekskresi : urin (20% hingga 40% dalam bentuk obat yang tidak berubah): feses (6% hingga 15%) Stabilitas Penyimpanan Injeksi metronidazol harus disimpan pada 15°C hingga 30°C dan dilindungi dari cahaya. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 hari. empedu. hati dan abses hati . Produk dapat disimpan dalam refrigerator namun akan terbentuk kristal. yang lain : 6-8 jam. Namun demikian paparan cahaya yang normal pada ruangan dalam jangka pendek tidak mempengaruhi stabilitas metronidazol. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam Farmakologi Absorbsi : Oral : diabsorbsi dengan baik.

mengantuk (jarang terjadi). urin berwarna gelap. anemia aplastic. mirtazapine. pruritus. trombositopenia. gangguan pengecapan. sakit kepala. fenobarbital (inducer enzim yang lain). rash . Interaksi . siklosporin. venlafaxine. hindari penggunaan secara bersamaan. kehamilan (trimester pertama – didapatkan efek karsinogenik pada tikus) Efek Samping Mual. turunan nitroimidazol. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas lithium. turunan ergot. jaundice. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas benzodiazepin tertentu.Dengan Makanan : Konsentrasi puncak serum antibiotik diturunkan dan terjadi delay (terlambat). sildenafil ( dan PDE-5 inhibitor yang lain). pusing . takrolimus. HMG-Coa reduktase inhibitor tertentu. dan substrat CYP3A4 yang lain. calcium channel blocker.Hipersensitivitas terhadap metronidazol. athralgia. tetapi jumlah total obat yang diabsorbsi tidak dipengaruhi. lidah kasar dan gangguan saluran pencernaan.Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : menghambat CYP2C8/9 (lemah). hepatitis. atau komponen yang ada dalam sediaan. Warfarin dan metronidazol dapat meningkatkan bleeding time (PT) yang menyebabkan perdarahan. transient epilepsiform seizure dan leukopenia. Menurunkan efek: fenobabital. pada pengobatan intensif dan jangka panjang dapat terjadi peripheral neuropathy. ataksia. urtikaria. juga dilaporkan abnormalitas tes fungsi hati. Simetidin dapat meningkatkan kadar metronidazol. nefazodon. Pengaruh . angioedema dan anafilaksis. 3A4 (moderate) Meningkatkan efek/toksisitas : Etanol dapat menyebabkan reaksi seperti disulfiram. erytema multiform. myalgia. dapat menurunkan efek dan waktu paro metronidazol . Metronidazol dapat menghambat metabolisme cisaprid. nateglinid. menyebabkan potensial aritmia. muntah.

ALT. Suppositoria. Trigliserida. . Pada bayi berumur 28 hingga 40 minggu. menyusui. gunakan obat pada ibu hamil hanya jika keuntungan pada ibu hamil lebih banyak daripada potensial risiko terhadap janinnya. Faktor risiko : B (dikontraindikasikan pada trimester pertama) Obat dapat menembus plasenta ( efek karsinogenik pada tikus). kehamilan. Sirup Peringatan Reaksi disulfiram-like terjadi bila diberikan bersama alkohol.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi dengan tes laboratorium : dapat mempengaruhi uji AST.9 – 22. dihindari pada porfiia.Terhadap Ibu Menyusui : Ditemukan dalam air susu. Cairan Infus. dikontraindikasikan terhadap pengobatan trichomoniasis pada trimester pertama. . produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat dengan dosis tunggal yang besar. waktu paro eliminasi 10. Bayi baru lahir menunjukkan keterbatasan dalam eliminasi metronidazole. . Untuk keamanan dan efikasi pada indikasi yang lain. kerusakan hati dan encefalopati hepatik. glukosa dan LDH Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet. kecuali jika pengobatan alternatif tidak adekuat.Terhadap Kehamilan : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat pada dosis tinggi.Terhadap Anak-anak : Keamanan dan efikasi penggunaan obat pada anak-anak belum diketahui dengan jelas.. monitoring hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan klinik pada pengobatan yang melebihi 10 hari. Masuk kedalam air susu ibu/tidak direkomendasikan (AAP rates ’’of concern”) .5 jam. kecuali untuk pengobatan amoebiasis.

Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. Obat yang tidak digunakan sampai habis menyebabkan pemusnahan bakteri tidak sempurna dan infeksi dapat kambuh lagi. Bentuk sediaan lepas lambat harus digunakan pada saat lambung kosong ( 1 jam atau 2 jam setelah makan) Produsen merekomendasikan untuk menghindari penggunaan etanol selama pengobatan dengan obat ini dan setelah tiga hari terapi selesai. berinteraksi dengan DNA menyebabkan hilangnya struktur helix DNA dan kerusakan untaian DNA. Gunakan obat hingga habis. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi.Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Mekanisme Aksi Setelah berdifusi kedalam organisma. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. Hubungi dokter atau apoteker jika anda merasa menggunakan obat terlalu banyak. Hal ini lebih jauh menyebabkan hambatan pada syntesa . segera mungkin minum obat setelah ingat. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Hubungi dokter bila terjadi kejang atau mati rasa pada tangan dan kaki. jika hal ini terjadi gunakan bersama makanan. umur dan berat badan. mintalah nasehat dokter atau apoteker. kecuali atas anjuran dokter. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain. seperti kondisi pasien. Gunakan obat ini sesuai dengan yang telah diresepkan. Gunakan obat pada lambung kosong. Jangan diberikan pada orang lain. Jangan menggunakan obat ini untuk trichomoniasis selama tiga bulan pertama kehamilan. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker . Bacalah dengan seksama informasi mengenai penggunaan obat ini dan ulangi membaca setiap kali anda menerima resep lagi. Jika pasien lupa minum obat.Obat dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna (GI upset). Pastikan hal ini dilakukan.

Nilaozanoc . Sangat sukar larut dalam air dan isopropanol. larut dalam dimetilformamid.Zetazal . putih atau praktis putih.id/index. . mudah larut dalam dimetilsulfoksida.Godrem .4-diklorobenzil)oksi)fenetil)imidazol mononitrat Serbuk hablur.Micrem .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Obat Topikal untuk Kulit Nama Dagang . sukar larut dalam etanol. agak sukar larut dalam metanol.Nama & Struktur Kimia .4-dikloro-beta-(2.tasikmalayakota.go.php/informasi-obat/318-metronidazol. berbau lemah.protein dan kematian sel organisma.Sifat Fisikokimia : : Mikonazol nitrat. (Drug Information Handbook) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. 1-(2. dan propilen glikol.Moladerm .Sporend .Mycorine .Fungares .html Mikonazol Deskripsi . kloroform.

bungkus rapat tidak berlubang. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap mikonazol dan komponen lain dalam sediaan. merata. Efek Samping Iritasi lokal. Farmakologi Absorpsi : topikal : sangat kecil. oleskan secukupnya.. Kandidiasis vagina Dosis. tinea.Daktarin Indikasi Infeksi topikal dermatofit dan jamur lain seperti kandida. sensitasi dan kontak dermatitis. sesudah kuku terlepas. Stabilitas Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup baik dan terhindar dari jangkauan anak-anak. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dua kali sehari. terapi diteruskan hingga tampak pertumbuhan kuku baru. hindari panas.Dengan Obat Lain : - . infeksi kuku dan ujung jari 1 kali sehari. Untuk mencegah kambuhan terapi dilanjutkan 10 hari sesudah gejala hilang. pada kulit terinfeksi.Dengan Makanan : - Pengaruh .Zolagel . dan Pityaris versicolor. lemari pendingin dan cahaya. eritema. oleskan secukupnya. rasa terbakar lemah Interaksi .

hindari panas. merusak membran dinding sel jamur yang selanjutnya akan meningkatkan permeabilitas.Terhadap Anak-anak : - . lemari pendingin dan cahaya. Jangan menyimpan atau pakai ulang sisa obat yang lama. Salep 2% Peringatan Hindari kontak dengan mata dan selaput mukosa Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Kontak dengan mata dan selaput mukosa Informasi Pasien Pada saat pemakaian bersihkan terlebih dahulu kulit yang luka. Jangan simpan di kamar mandi.Terhadap Kehamilan : - .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Krim 2%. dapur. sehingga menyebabkan hilangnya nutrisi sel. Mekanisme Aksi Inhibisi biosintesis ergosterol. Monitoring Penggunaan Obat - .. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.Terhadap Ibu Menyusui : - . bila perlu pakai sarung tangan bersih.

tasikmalayakota.Nevirapine Hemilhydrate Viramune® 240 ml(dengan paraben).php/informasi-obat/320-mikonazol.html Nevirapine Deskripsi . C15H14N4O : Nevirapin adalah kristal putih sampai agak putih.go.id/index.2-b:2'.3' diazepin6-one. . 2005 BNF 52 Merck Index Farmakope Indonesia ISO Indonesia 42 Iso Generik Advice for Patient (USP DI) http://dinkes.Sifat Fisikokimia . :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Keterangan : 11-cyclopropyl-5.11 dihydro-4-methyl-6H-dipyrido[3.Nevirapine Viramune® (dengan povidone) Boehringer Ingelheim Indikasi . 34th edition.Nama & Struktur Kimia .Daftar Pustaka IONI Martindale.

Dosis ini didasarkan pada fakta bahwa pendosisan dengan mg/kg memungkinkan terjadinya penetapan dosis yang tidak sesuai untuk usia 8 th. Metabolisme: Dimetabolisme ekstensif di hepar via CYP3A4 (dihidroksilasi menjadi senyawa inaktif). Dewasa: Dosis awal 200 mg 1x sehari untuk 14 hari.8 tahun: Dosis awal 4 mg/kg 1x sehari selama 14 hari. .2-1. menembus plasenta dan ASI. Ekskresi: urin.4 L/kg. Catatan: Alternatif pendosisan bagi anak 120-200 mg/ m2 tiap 12 jam. Anak >= 8 tahun: Dosis awal 4 mg/kg 1x sehari selama 14 hari. Catatan: Jika terapi terhenti selama 7 hari. Ikatan protein plasma: 50%-60%. dapat mengalami siklus enterohepatik. dosis maksimal 200 mg/ 12 jam.Digunakan dalam terapi kombinasi dengan antiretroviral lain pada pasien HIV dewasa Dosis. 3% dalam bentuk utuh dan 10% dalam feses) Stabilitas Penyimpanan Nevirapine tablet dan suspensi oral disimpan pada suhu kamar 15-30°C. maka dimulai lagi dengan dosis awal untuk 14 hari. kemudian menurun menjadi 23 jam). (81% sebagai metabolit. Farmakologi Absorbsi: > 90%. dengan peningkatan dosis menjadi 7 mg tiap 12 jam jika tidak terjadi rash atau efek yang tak diinginkan lainnya. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak 2 bulan . Distribusi: Terdistribusi luas dengan Vd 1. penetrasi ke CSF + 50% dari plasma. Waktu puncak (serum): 2-4 jam. Dosis maksimal 7 mg/kg tiap 12 jam. dengan peningkatan dosis 4 mg/kg tiap 12 jam jika tidak terjadi rash atau efek yang tak diinginkan lainnya. Waktu paruh eliminasi: Menurun selama lebih dari 2-4 minggu pada pemberian kronik karena mengalami autoinduksi (contoh: T½= 45 jam pada awal pemberian. Dosis pemeliharaan 200 mg 2x sehari (dengan kombinasi dengan antiviral lain).

general malaise. nausea. Gastrointestinal: Stomatitis ulseratif (4%). Neuromuscular dan skeletal: neuropati perifer. itraconazole. parastesia (2%). Meningkatkan efek/toksisitas: cimetidine. 2D6. hindari pemberian bersama dengan ketokonazole dan kontrasepsi oral. demam (8-11%).Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap nevirapine atau komponen lain dalam sediaannya. . hepatitis. Interaksi . sindrom Steven-Johnson. mialgia. 2D6.10%: CNS : Sakit kepala (1-4%).Dengan Obat Lain : Pengaruh pada sitokrom P450: substrat CYP 2B6. inhibisi CYP1A2. demam. Hematologik: anemia Hepatik: hepatitis. meningkatkan LFT (2-4%). hepatotoksisitas. 3A4. dan antibiotik makrolida meningkatkan konsentrasi plasma. Jika terjadi hipersensitivitas berat. Pemberian dengan prednisone pada 14 hari terapi awal. 1% . saquinavir dll) atau kontrasepsi oral. Gastrointestinal: diare (1520%). Overdosis/toksikologi : Belum ada reaksi toksisitas yang dilaporkan setelah ingesti akut sejumlah besar tablet nevirapine. edema wajah. Peningkatan toksisitas bila digunakan bersama inhibitor protease (indinavir. granulositosis. menginduksi CYP2B6. hipersensitivitas berat/reaksi dermatologis (skin rash.eusinofilia. 3A4. Hematologik: netropenia (10%-11%). nyeri otot atau sendi. Efek Samping > 10% : Ruam. atau disfungsi ginjal). konjungtivitis. ALT > 250 unit/L. Dermatologik: Rash (15-20%). melepuh. ketokonazole. < 1% (cukup penting atau mengancam jiwa) : Nekrosis hepatic. 3A4. berhubungan dengan insiden dan keparahan rash. Ketokonazole sebaiknya tidak diberikan bersama. abdominal pain (2%). penggunaan harus dihentikan secara permanen. limfadenopati. lesi oral.

maka tidak boleh diberikan bersamaan.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C .Menurunkan efek: Rifampin dan rifabutin menurunkan konsentrasi plasma akibat induksi CYP3A. Keamanan dan efikasi tak dapat ditetapkan pada .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tes fungsi hati harus dimonitor untuk tetap pada level dasar pada 12 minggu pertama terapi secara intensif (kurang lebih sekali tiap bulan sebelum peningkatan dosis. hingga 2 minggu mengikuti peningkatan dosis). Nevirapin menurunkan konsentrasi kontrasepsi oral.Terhadap Ibu Menyusui : Kontraindikasi untuk Ibu menyusui . karena nevirapine dapat menurunkan konsentrase inhibitor protease. atau bisa juga dengan peningkatan dosis. Penyesuaian dosis yang spesifik tidak dianjurkan. . Tak ada efek dengan ritonavir). Bentuk Sediaan Oral Suspensi 50 mg/ml (240 ml). Tablet 200 mg Peringatan Perlu pertimbangan dalam perubahan terapi antiretroviral jika terjadi perkembangan penyakit selama pasien menggunakan nevirapine.Terhadap Anak-anak : - .Dengan Makanan : Pengaruh . Nevirapine menurunkan konsentrasi serum beberapa agen inhibitor protease (AUC indinavir dan saquinavir diturunkan. Pengamatan efek samping CNS secara periodik selama terapi berlangsung. serta efek ketokonazole dan methadone.

neonatus. Nevirapine diberikan dengan inisiasi dosis selama 14 hari untuk menurunkan terjadinya adverse effects. antasida atau didanosine. konjungtivitis. nevirapine memiliki aktivitas melawan HIV-1 dengan mengikat enzim reverse transcriptase. lesi oral. nevirapin harus dihentikan permanen (yakni skin rash. limfadenopati. 2003. melepuh. granulositosis. atau gejala yang menunjukkan. jaundice atau rash yang terjadi dengan segera. hepatitis. Jakarta. Monitoring yang intensif dibutuhkan selama 12 minggu pertama untuk mendeteksi problem dermatologik yang mengancam jiwa. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Waspadai terjadinya right upper quadran pain. Hepatotoksisitas dapat terjadi (hepatitis fulminan dan kolestastis. kepatuhan penggunaan. Jika reaksi hipersensitivitas terjadi. dosis diturunkan hingga dosis inisial. Reaksi kulit yang berat dan mengancam jiwa (sindrom Stevens-Johnson. Replikasi HIV-1 terhambat akibat pengeblokan aktivitas DNA polymerase RNA-Dependent dan DNA-dependent Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Azwar A. nekrosis hepatic) dan kasus yang menghasilkan kegagalan fungsi hati dan kematian. eusinofilia.hipersensitivitas disertai rash dan disfungsi organ). edema wajah. atau disfungsi ginjal). Pasien dengan riwayat hepatitis kronik (A atau B) atau peningkatan level transaminase dapat mempertinggi resiko terjadinya reaksi hepatotoksik. MIMS. hipersensitivitas. demam. dkk. Djuanda A. frekuensi penggunaan dan adverse effects yang harus diinformasikan sebelum pasien memulai terapi untuk mencegah terjadinya resistensi. toxic epidermal necrolysis. Sani A. nyeri otot atau sendi. . general malaise. boleh diminum bersama dengan makanan. jika terapi terhenti selama >7 hari. dan reaksi hepatotoksik. MediMedia. kemudian dinaikkan setelah 14 hari. Mekanisme Aksi Sebagai agen non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor.

American Pharmaceutical Association. Beizer. P.. Drug Information Handbook. Johsons CA. Met Fact : Pocket Guide of Drug Interaction. C.Medikontrin . D. Semla..Pamix .6 -Tetrahydro-1-methyl-2-[(E)-2-(2-thienyl)vynilpirimidine 4.Proworm .4' methylenibs(3 hydroxy-2-naphtoate) (Martindale 34th edition p.4. sedikit larut dalam dimetilformamida. USA.Nama & Struktur Kimia . . CV.. Informasi Obat Nasional Indonesia (IONI)... L.html Pirantel Pamoat Deskripsi . Darmansjah I. T. Praktis tidak larut dalam air dan metil : alkohol. Bone Care Internastional.Sifat Fisikokimia : 1.Quantrel .Piraska .tasikmalayakota. . Second Edition.. Jakarta. 7 th Ed. 2002. dkk.5. larut dalam dimetilsulfoksida. Tatro DS (ed).id/index. 14 th Edition.Pantrin . 2004.Konvermex .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Trivexan . Canada http://dinkes. Higber.113-2) Serbuk kuning atau kuning pucat.. 2007. Louis.Compyrantel .php/informasi-obat/328-nevirapine. 2004. Sagung Seto. J. Geriatric Dosage Handbook.Bascing . 2000. et all.go. Bustami ZS. Drug Interaction Fact and Comparisons. St.Bailie GR.Wormetrin . Lexi Comp.Omegfantrin . Lacy.Pin X . F. M. Mason NA. Suryawati A.Helmitrin .

b. Lama penggunaan : sesuai petunjuk pada dosis Farmakologi Absorbsi : Pemberian oral sedikit diabsorbsi Metabolisme : Dimetabolisme sebagian di hepar Kadar puncak serum : 1-3 jam Ekskresi : di feses dan urin Stabilitas Penyimpanan Stabilitas : dipengaruhi oleh sinar matahari langsung Penyimpanan : lindungi dari cahaya matahari langsung Kontraindikasi Hipersensitif terhadap Pirantel Pamoat Efek Samping Susunan syaraf pusat : Demam.Indikasi Pengobatan cacing : Enterobius vermicularis. Enterobius vermicularis pengobatan diulangi setelah 2 minggu. dan pemberian untuk seluruh keluarga yang berkontak dengan pasien. pusing Kulit : Rash Saluran cerna : Kram abdomen. Ascaris lumbricoides. Trichuris trichiura. Dosis : untuk anak dan dewasa : Ascaris lumbricoides . Cara pemberian : oral bersama jus dan susu c. atau Trichostrongyliasis : 11 mg/kg BB dosis tunggal maksimum 1 gr . sakit kepala. anoreksia dan tenesmus . Enterobius vermicularis. diare. dan Ancilostoma duodenale Dosis. mual dan muntah. Cara Pemberian dan Lama Pemberian a.

Dengan Obat Lain : Menurunkan efek Piperazin . Tablet sebagai Garam Pamoat 180 mg/Tablet Peringatan Hati-hati penggunaan pada pasien dengan gangguan hati. ibu hamil.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C .Terhadap Anak-anak : - . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Pemeriksaan serum AST dan ALT Bentuk Sediaan Suspensi Dalam Bentuk Garam Pamoat Dalam Botol 30 ml.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak disarankan diberikan kepada ibu hamil dan ibu menyusui . malnutrisi. 60 ml dan 240 ml.Dengan Makanan : - Pengaruh .Hepatik : Gangguan enzim hepar Neuromuskuler : Letih dan lesu Interaksi . anemia.

Cara pemakaian c. Cara penyimpanan Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes. Interaksi yang mungkin terjadi e.go.id/index. Apa yang dilakukan jika pasien lupa minum obat d.html Rifampisin Deskripsi .Sifat Fisikokimia : Rifampin.Nama & Struktur Kimia .tasikmalayakota.php/informasi-obat/341-pirantel-pamoat. Obat ini mempunyai pKa . Bentuk sediaan yang diberikan b. C43H58N4O12 : Rifampisin merupakan serbuk kristal merah-coklat dan sangat sedikit larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol.Informasi Pasien a.

II.Rif 150/ Rif 300/ Rif 450/ Rif 600 . Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . Larut dalam kloroform.Famri . sulfoksilat. IV (Generik) . metanol.Medirif . . Brucellosis. Dalam perdagangan.Prolung 450 . penyakit legionnaires. dalam bentuk kombinasi tetap dengan isoniazid.Keterangan : Rifampisin adalah turunan semisintetik dari Rifamisin B.Merimac .Rifampicin Hexpharm .Lanarif .Rimactazid / Rimactazid Paed Indikasi Tuberkulosis.7. rifampisin tersedia dalam bentuk serbuk steril untuk injeksi mengandung Natrium formaldehid.Rifabiotic . Profilaksis meningitis meningococcal dan infeksi haemophilus influenzae. Leprae.9. DMSO. serta dalam kombinasi tetap dengan isoniasid dan pirazinamid.Rifacin . suatu antibiotika yang diturunkan dari Streptomyces meditarranei. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral ( Dosis IV infusi sama dengan pemberian peroral) . etil asetat. Infeksi M. endocarditis dan infeksi staphylococcus yang berat dalam kombinasi dengan obat lain Dosis. dalam kombinasi dengan obat lain.Corifam .Rifamtibi . tetrahidrofuran.Rifampisin (Generik) . III. natrium hidroksida yang ditambahkan untuk mengatur pH. Dalam perdagangan sediaan oral rifampin tersedia sebagai obat tunggal.Rimactane .Kombipak I.

pirazinamid dan etambutol) lebih disukai untuk pengobatan awal. tidak lebih dari 600 mg/dosis Dewasa : 600 mg setiap 24 jam selama 4 hari Leprosy (unlabeled use) : dewasa : Multibacillary : 600 mg sekali sebulan selama 24 bulan dalam kombinasi dengan ofloksasin dan minosiklin Paucibacillary : 600 mg sekali sebulan selama 6 bulan dalam kombinasi dengan dapson Lesi tunggal : 600 mg sebagai dosis tunggal dalam kombinasi dengan ofloksasin 400 mg dan minosiklin 100 mg Profilaksis meningitis meningococcal. rifampisin. Influenzae (unlabeled use) Bayi dan anak-anak : 20 mg/kg/hari tiap 24 jam selama 4 hari. empirik TB Bayi dan anak-anak < 12 tahun Terapi harian : 10 – 20 mg/kg/hari biasanya sebagai dosis tunggal (maksimal 600 mg/hari) Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy) : 10 – 20 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) Dewasa Terapi harian : 10 mg/kg/hari biasanya sebagai dosis tunggal (maksimal 600 mg/hari) Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy) : 10 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) .Terapi Tuberkulosis Catatan : Regimen empat obat ( isoniazid. Bayi . 1 bulan : 10 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam selama 2 hari Bayi = 1 bulan dan anak-anak : 20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam selama 2 hari . 3 kali/minggu : 10 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) Infeksi tuberkulosis latent (yang belum nampak): sebagai alternatif untuk isoniazid : Anak-anak : 10 – 20 mg/kg/perhari (maksimal : 600 mg/hari) selama 6 bulan Dewasa : 10 mg/kg/hari (maksimal : 600 mg/hari) selama 4 bulan Profilaksis H.

Waktu untuk mencapai kadar puncak. dapat menembus sawar darah otak (bood-brain barrier) dengan baik Difusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal : adekuat dengan atau tanpa inflamasi CSF : inflamasi meninges : 25% Metabolisme : Hepatik. makanan dapat mengakibatkan penundaan absorpsi (delay) atau sedikit menurunkan kadar puncak Distribusi : sangat lipofilik .(maksimal 600 mg/dosis) Dewasa : 600 mg tiap 12 jam selama 2 hari Staphylococcus aureus pada nasal carrier (unlabeled use): Anak-anak: 15 mg/kg/hari dibagi tiap 12 jam selama 5 – 10 hari dalam kobinasi dengan antibiotik lain Dewasa : 600 mg/hari selama 5 – 10 hari dalam kombinasi dengan antibiotik lain Penyesuaian dosis pada pasien dengan kerusakan hepar : penurunan dosis diperlukan untuk meurunkan hepatotoksisitas Hemodialysis atau peritoneal dialysis : konsentreasi plasma rifampisin tidak signifikan dipengaruhi oleh hemodialisis atau dialisis peritoneal Farmakologi Durasi : < 24 jam Absorbsi : Oral : diabsorpsi dengan baik.8-11 jam. gagal ginjal terminal : 1. waktu tersebut akan memanjang pada gagal hepar. melalui resirkulasi enterohepatik Ikatan protein : 80% T½ eliminasi : 3-4 jam. Vial yang utuh harus disimpan pada suhu kamar dan dihindarkan dari cahaya dan panas yg berlebihan. serum: oral : 2-4 jam Ekskresi : Feses (60% . Rekonstitusi serbuk untuk injeksi dengan .65%) dan urin (~ 30%) sebagai obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Serbuk rifampisin berwarna merah kecoklatan.

jaundice (penyakit kuning) Efek Samping Gangguan saluran cerna seperti anoreksia. urin. gejala berikut terjadi terutama pada terapi intermitten termasuk gelala mirip influenza ( dengan chills.SWFI. Interaksi . nyeri tulang). Menurunkan efek : Rifampisin dapat menurunkan efek/kadar obat-obat berikut: asetaminofen. flushing. gejala pada respirasi (termasuk sesak nafas). 2 C8/9(kuat). 2B6 (kuat). penggunaan bersama dengan isoniazid pyrazinamide atau protease inhibitor (amprenavir saquinavir/ritonavir) dapat meningkatkan resiko hepatotoksisitas. gangguan fungsi liver. drowsiness. dizziness. tromboflebitis dilaporkan pada penggunaan secara infus pada periode yang lama. urtikaria dan rash. muscular weakness dan myopathy. 2C8/9. mual. anemia hemolitik. dan trombositopenia purpura. dermatitis exfoliative. saliva dan sekresi tubuh yang lain berwarna orange-merah. jaundice(penyakit kuning). Vial yang telah direkontitusi stabil selama 24 jam pada suhu kamar. 3A4 (kuat). muntah. efek samping lain dilaporkan : edema. 3A4 (major) . kolaps dan shock.2A6 (kuat). . diare (dilaporkan terjadi kolitis karena penggunaan antibiotika). penggunaan bersama amprenavir. toxic epidermal necrolysis. gagal ginjal akut. Induksi CYP1A2 (kuat) .Stabilitas parenteral admixture pada penyimpanan suhu kamar (25°C) adalah 4 jam untuk pelarut D5W dan 24 jam untuk pelarut NS Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap rifampisin atau komponen lain yang terdapat dalam sediaan. untuk injeksi larutkan dalam sejumlah volume yg tepat dengan cairan yang kompatibel (contoh : 100 ml D5W). saquinafir/rotonavir (kemungkinan dengan proease inhibitor). reaksi pemphigoid. leucopenia. antibiotika makrolida dapat meningkatkan kadar/toksisitas rifampin. 2C19 (kuat). gangguan menstruasi. sakit kepala. eosinophilia.Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : substrat CYP2A6. Meningkatkan efek/toksisitas : Rifampisin dapat meningkatkan efek terapeutik clopidogrel. demam.

repaglinid. inhibitor reverse transkriptase (non-nucleoside). siklosporin. feksofenadin. nateglinid. zidovudin. methsuksimid. barbiturat. rosiglitazon. substrat CYP1A2. sertralin. HMG-CoA reductase inhibitor. bupropion.Terhadap Kehamilan : Penggunaan obat pada trimester 1 (pertama): Produsen menyatakan studi pada binatang menunjukkan adanya teratogenik pada dosis tinggi. propafenon. kontrasepsi estrogen dan progestin. Hindari ethanol (dapat meningkatkan resiko hepatotoksisitas) St. . takrolimus. antidepresan trisiklik. Faktor risiko : C . warfarin. terbinafin. promethazin. asam fusidat.Terhadap Ibu Menyusui : Hanya sejumlah kecil saja berada pada air susu. konsentrasi rifampin dapat diturunkan jika digunakan bersama dengan makanan. nevirapin dan fenitoin) . selegilin. 2C8/9. tamoksifen. dan 3A4 (seperti : aminoglutethimide. 2C19 DAN 3A4 (contoh : aminofilin. rifampicin mengganggu pemeriksaan standar serum folat dan vitamin B12. Penggunaan obat pada trimester 3 (tiga): Resiko terjadinya perdarahan pada neonatal dapat meningkat. nafcillin. beta blocker. fluoksetin. sulfonilurea. zolpidem. morfin. dapson. tocainide. pioglitazon. metadon.alfentanil. antifungi imidazol. flukonazol. 2B6. teofilin. Masuk dalam air susu ibu / tidak direkomendasikan (AAP rates “compatible”) . Efek rifampisin diturunkan oleh inducer CYP2A6. 5-HT3 antagonis. amiodaron. inhibitor pompa proton. disopiramid. kloramfenikol. kortikosteroid.Terhadap Anak-anak : - . karbamazepin. quinidin.angiotensin II receptor blocker (irbesartan dan losartan). venlafaxin dan zafirlukast. 2C8/9. benzodiazepin (dimetabolisme melalui oksidasi). buspiron. inhibitor protease. 2A6.zaleplon. ifosfamid. ropinirol. John’s wort dapat menurunkan kadar rifampisin Pengaruh . mirtazapin. fluvoksamin. calsium channel blocker. amiodaron.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi rifampicin dengan tes laboratorium : reaksi Coombs positif. fenitoin. barbiturat. aprepitant.Dengan Makanan : Makanan menurunkan absorbsi.

urin berwarna gelap. seperti kondisi pasien. perubahan warna kulit dan mata menjadi kekuningan atau nyeri atau bengkak pada persendian. gunakan 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan dengan segelas air. muntah. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekwensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker. x-ray dada Bentuk Sediaan Kapsul. umur dan berat badan. Obat ini juga dapat menimbulkan noda permanen pada lensa kontak. . Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. saliva dan air mata. kultur sputum. kehamilan dan menyusui. porfiria. karena efek obat kontrasepsi menjadi tidak efektif akibat adanya interaksi obat. bilirubin). Obat ini menyebabkan warna merah pada urin. ALT. hepatic status dan mental status. Sirup Peringatan Kerusakan hati ( periksa tes fungsi hati dan pemeriksaan darah pada gangguan hati. tidak enak badan. ketergantungan alkohol. kerusakan ginjal (jika digunakan dosis di atas 600 mg sehari). CBC. dan pada terapi dalam jangka waktu yang lama). Mempengaruhi efektifitas kontrasepsi oral. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. Kaptab. Pasien harus menggunakan obat hingga habis. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Segera memeriksakan diri ke dokter bila timbul demam. Rifampisin harus digunakan pada saat lambung kosong. Jangan sampai terdapat dosis yang terlewat. hilang nafsu makan. Gunakan obat ini sedikitnya 1 jam sebelum menggunakan antasida.meningkatkan LFTs dan menurunkan ekskresi billiari dari contrast media Parameter Monitoring Fungsi hati (AST. keringat. mual. Penting : pasien yang menggunakan hormon kontrasepsi disarankan untuk menggantinya dengan alternatif kontrasepsi lain seperti IUD. gunakan metoda KB yang lain.

kecuali atas anjuran dokter.Nama & Struktur Kimia . segera mungkin minum obat setelah ingat. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan . x-ray dada 2 – 3 bulan pengobatan Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes.go. CBC. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep.H2O : Sefadroksil dalam bentuk monohidratnya berwarna putih sampai agak . Mekanisme Aksi Menghambat sintesis RNA bakteri dengan mengikat subunit beta dari DNA-dependent RNA polymerase.Sifat Fisikokimia (7R)-7[amino-4(hydroxyphenyl)acetyl]-amino-3-methyl-8-oxo-5-thio-1: azabicyclo[2. ALT. Jangan diberikan pada orang lain.tasikmalayakota. menghambat transkripsi RNA Monitoring Penggunaan Obat Periodik (sebelum pengobatan dan tiap 2 – 4 minggu selama terapi) monitoring fungsi hati (AST. bilirubin). C16H17N3O5S. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda.php/informasi-obat/356-rifampisin. status fungsi hati dan mental . kultur sputum.html Sefadroksil Deskripsi . Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. mintalah nasehat dokter atau apoteker.id/index. Jika pasien lupa minum obat.20]oct-ane-2-carbocyclic acid monohydrate.

Profilaksis bakteri endokarditis pada pasien yang alergi terhadap penisilin dan pasien yang operasi dan tindakan pada gigi.Librocef .Osadrox .Dexacef .Qidrox .Ancefa .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Biodroxil .Alxil . bersifat larut baik dalam air dan sedikit larut dalam alkohol.Bidicef .Doxef .Tisacef . termasuk yang disebabkan oleh Group A beta-hemolitic Streptococcus.Kelfex .Lapicef .Pyricef .Widrox . .Sedrofen Indikasi Pengobatan suspek infeksi bakteri. Cara Pemberian dan Lama Pemberian • Oral : Anak : 30 mg/kg BB/hari dibagi dalam 2 dosis maksimal 2g/hari. berbentuk kristal.Cefadroxil Hexpharm . Dewasa : 2 gram 1 jam sebelum tindakan • Interval pada pasien gangguan ginjal .Erphadrox .Longcef . Profilaksis endokarditis : Anak : 50 mg/kg BB 1 jam sebelum tindakan.Ethicef .Duricef . Dewasa : 1-2 g/hari dibagi dalam 2 dosis.Qcef .kekuningan. Dosis.Opicef .Renasistin .

saluran empedu. angioderma. empedu. Ikatan protein : 20% d. disfungsi ginjal. superinfeksi. sindrom Steven-Johnson. Efek Samping 1%-10% : Saluran cerna : Diare < 1% : Abdominal pain.Suspensi setelah dilarutkan stabil disimpan dalan lemari pendingin sampai 14 hari. dispepsia.jantung. peningkatan kreatinin. perikardial. neutropenia. demam. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap sefadroksil. pansitopenia. rash. eosinofilia. mual.dan cairan peritonial. ClCr <10 mL/menit : diberikan setiap 36 jam. Interaksi . trombositopenia. kulit dan jaringan lunak. c. kolitis pseudomembran. Kadar puncak : 70-90 meni f. hemorrhage. anemia aplastik dan hemolitik. Dilaporkan reaksi dengan Cefalosporin lain termasuk abdominal pain. athralgia. pleural. pruritus. vaginitis. kapsul dan serbuk untuk suspensi oral harus disimpan dalam kemasan tertutup rapat. nefrotoksik. melalui plasenta dan ASI.ClCr 10-25 mL/menit : diberikan setiap 24 jam. Ekskresi : Urin (>90% sebagai obat yang tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Tablet. sputum. termasuk cairan sinovial. Absorbsi : diabsorbsi dengan cepat dan baik b. e. muntah. urin. erythema multiforme. agranulositosis. peningkatan BUN. serum sickness. gagal ginjal : 20-24 jam. komponen lain dalam sediaan dan sefalosporin lain. Farmakologi a. anafilaksis. Distribusi : Didistribusikan secara luas di dalam tubuh dan mencapai konsentrasi terapetik pada jaringan dan cairan tubuh. kolestasis. Waktu paruh eliminasi : 1-2 jam. pada suhu 15-30°C. eticaria.

Terhadap Hasil Laboratorium : Positif pada tes Coombs langsung. makanan bayi dan susu tidak mempengaruhi absorpsi secara signifikan.Dengan Obat Lain : • Terjadi perdarahan jika diberikan dengan antikoagulan. 100 ml). 500 mg/5 ml . positif palsu pada tes glukosa urin menggunakan Cu Sulfat (larutan Benedict. Pengaruh . • Probenesid dapat mengurangi eliminasi sefalosporin . larutan Fehling).Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B .Terhadap Anak-anak : - . . sehingga penggunaannya pada ibu menyusui harus disertai perhatian.Dengan Makanan : Pemberian sefadroksil bersamaan makanan.. positif palsu pada tes kreatinin urin atau serum menggunakan reaksi Jaffe Parameter Monitoring Observasi tanda dan gejala anafilaktik selama dosis pertama Bentuk Sediaan Kapsul Sebagai Monohidrat 500 mg Tablet Sebagai Monohidrat 1 g Sirup Kering Sebagai Monohidrat Untuk Dilarutkan 250 mg/5 ml (50 ml.Terhadap Ibu Menyusui : Sefadroksil didistribusikan ke dalam air susu.

Bakteri akan mengalami lisis karena aktivitas enzim autolitik (autolisin dan murein hidrolase) saat dinding sel bakteri terhambat.html Siprofloksasin . Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes.tasikmalayakota. • Penggunaan pada pasien dengan riwayat alergi penisilin terutama reaksi IgE mediated (anafilaksis. urtikaria) Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mekanisme Aksi Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan berikatan dengan satu atau lebih ikatan protein penisilin (penicillin-binding proteins-PBPs) yang selanjutnya akan menghambat tahap transpeptidasi sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri sehingga menghambat biosintesis dinding sel.id/index.Peringatan • Penyesuaian dosis pada pasien gangguan ginjal. • Penggunaan lama mengakibatkan superinfeksi.php/informasi-obat/359-sefadroksil.go.

Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : 1-cyclopropyl-6-fluoro-1, 4-dihydro-4-oxo-7-(1-piperazinyl)-3quinolinecarboxylic acid C17H18FN3O3HCl.H2O Siprofloksasin hidroklorida merupakan serbuk dengan kekuningan – hingga berwarna kuning. Mempunyai kelarutan 36 mg/mL dalam air pada suhu 25°C. pKa obat 6 dan 8.8. Siprofloksasin laktat merupakan : sediaan Siprofloksasin IV. Cairan jernih dan berwarna kuning cerah. pada kadar 1.2 g yang larut dalam cairan mempunyai pH 3.3-3.9. Siprofloksasin dalam sediaan larutan dekstrosa 5% mempunyai pH 3.5 – 4.6 - Keterangan :-

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang - Baquinor - Cetafloxo - Corcasin - Disfabac - Floxifar - Inciflox - Licoprox - Miraflox - Poncoflox - Quincin - Renator - Vidintal - Ximex Cylowan - Bernoflox - Ciflos - Coroflox - Duflomex - Floxigra - Interflox - Mecoquin - Nilaflox - Proxitor - Quinobiotic - Rexida - Vioquin - Zecaflox - Bidiprox - Ciproxin - Cylowam - Fimoflox - Girabloc - Kifarox - Meflosin - Omeproksil - Proxyga - Ramavex - Scanax - Volinol - Zeniflox - Bimaflox - Ciproxin XR - Cyrox - Floxid - Gurolone - Lapiflox - Mensipox - Phaproxin - Quamiprox - Rancif - Tequinol - Wiaflox - Zumaflox

- Bactiprox

Indikasi Anak – anak: Infeksi saluran urin dan pyelofritis yang disebabkan oleh E.coli. catatan: meskipun demikian, siprofloksasin bukan merupakan obat pilihan pertama. Anak – anak dan dewasa: untuk menurunkan angka kejadian atau progress penyakit terkait dengan baccilus anhraticus. Pada infeksi mata; digunakan untuk mengobati infeksi pada okular (corneal ulcer, conjungtivitis) atau bakteri sejenis. Dewasa: untuk pengobatan infeksi yag disebabkan bakteri: infeksi saluran urin; cistitis akut tanpa komplikasi pada wanita; prostatitis bakteri kronik; infeksi saluran nafas bawah (termasuk eksaserbasi akut dan bronchitis kronik); sinusistis akut; infeksi kulit; tulang dan persendian; infeksi intraabdominal komplek; diare karena infeksi; demam tyfoid karena Salmonella typhi; pneumonia nosokomial, terapi empiris febrile neutrophenic (kombinasi dengan piperacillin). Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian DOSIS ANAK-ANAK: Oral: Infeksi saluran urin atau pyelofritis: anak 1-17 tahun: 20-30 mg/kg/hari terbagi dalam 2 dosis terpisah (setiap 12 jam) untuk 10-21 hari. Maksimal 1.5 g/hari. Cistitis fibrosis: anak 5-17 tahun; 40 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam, pemberian selama 1 minggu Injeksi: infeksi saluran urin komplikasi pada anak 5-17 tahun: 6-10 mg/kg setiap 8 jam untuk 10-21 hari (maksimum 400 mg/dosis) Cistitis fibrosis:anak 5-17 tahun; 30 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam untuk satu

minggu. DOSIS DEWASA: Oral: Infeksi saluran urin: Infeksi saluran urin akut tanpa komplikasi: 250 mg setiap 12 jam selama 3 hari. Infeksi saluran urin akut dan pyelonefritis tanpa komplikasi: sedíaan lepas lambat 1000 mg setiap 24 jam selama 7-14 hari. cistitis akut tanpa komplikasi sediaan lepas lambat 500 mg setiap 24 jam selama 3 hari. Infeksi saluran urin sedang : 250 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Infeksi saluran urin berat: 500 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. infeksi saluran nafas bawah, dan infeksi pada kulit: 500 – 750 mg dua kali sehari untuk 7-14 hari, tergantung juga dengan kegawatan dan keparahan infeksinya. Infeksi pada tulang dan persendian: 500-750 mg dua kali sehari 4-6 minggu, tergantung kegawatan dan kepekaan dari bakteri penginfeksinya. Diare karena infeksi: 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Infeksi intraabdominal (kombinasi dengan metronidazol): 500 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Demam tyfoid: 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Infeksi gonore uretral /servikal : 250-500 mg dosis tunggal. Infeksi gonore menyebar: 500 mg dua kali sehari selama pengobatan 7 hari penuh (pengobatan awal dengan seftriakson 1 g IM/IV perhari untuk 24-48 jam setelah ditemukan kasus tersebut). Sinusitis (akut): 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Prostatitis kronik karena bakteri: 500 mg setiap 12 jam selama 28 hari. Injeksi: Infeksi tulang dan persendian: infeksi ringan dan sedang : 400 mg setiap 12 jam untuk 4-6 minggu; infeksi berat dan komplikasi: 400 mg setiap 8 jam selama 4-6 minggu.

Infeksi saluran urin: ringan hingga sedang 200 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Intraabdominal infection (kombinasi dengan metronidazole): 400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. dewasa 1%). ClCr <30 mL/menit (infeksi saluran urin akutI) oral 500 mg setiap 24 jam. 200-400 mg setiap 18-24 jam. Dermatologi : Ruam kulit (anak 2% dewasa 1%). gangguan pencernaan (anak 3%). nyeri lambung (anak 3%.sedang dan berat): 400 mg setiap 8 jam selama 10-14 hari.Infeksi saluran napas bawah dan infeksi pada kulit: ringan hingga sedang :400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Saluran pernapasan : Radang saluran pernapasan (rhinitis) anak 3%. diare (anak 5%. pusing dan cemas). gelisah (pemberian IV). Pneumonia nosokomial: (ringan. Prostatitis (kronik. IV. sakit kepala (pemberian IV). Hepatik : Peningkatan SGOT/SGPT (dewasa 1%). ClCr 5-29 mL/menit: oral 250-500 mg setiap 18 jam. Vebrile neutropeni (kombinasi dengan piperacilin) 400 mg setiap setiap 8 jam selama 7-14 hari. demam (anak 2%). PENYESUAIAN DOSIS: ClCr 30-50 mL/menit: oral 250-500 mg setiap 12 jam. akut dan komplikasi: 400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. karena bakteri) 400 mg setiap 12 jam selama 28 hari. dewasa 2%). Farmakologi Angka Kejadian 1-10% : SSP : Kejadian neurologi (anak-anak 2% meliputi gangguan tidur. Gastrointestinal : Mual (anak/dewasa 3%). Sinusitis (akut): 400 mg setiap 12 jam selama 10 hari. dewasa<1%). Angka Kejadian < 1% : . Lokal : Reaksi pada tempat injeksi (pemberian IV). muntah (anak 5%. infeksi gawat dan komplikasi: 400 mg setiap setiap 8 jam selama 4-6 minggu.

perforasi intestinal. kristaluria. kandidiasis vagina. sakit pada dada. atrial flutter.5-2 mL siprofloksasin dapat bertahan selama 14 hari jika disimpan dalam suhu kamar. hematuria. anemia. perpanjangan waktu PT/INR. perdarahan uretral. demam. trombosis serebral. petenchia. halusinasi. fixed eruptions.gagal jantung. insomnia. anafilaksis. obat dapat bertahan 14 hari. Tetas mata: disimpan pada suhu 2-25°C. hiperglisemia. methemoglobinemia. hipotensi. MI. delirium. sakit kepala. reaksi alergi. dispepsia (dewasa). tablet lepas lambat 15-30°C Kontraindikasi Terhadap pasien yang mengalami hipersensitifitas terhadap golongan siprofloksasin dan . kerusakan tendon.limfadenopati. agitasi. disfagia.Abnormal. Mikrokapsules untuk Suspensi oral: disimpan pada suhu 25°C. perdarahan lambung. reaksi manik. kandiduria. edema paru. toxic epidermal nekrolisis. anemia hemolitik. terlindung dari cahaya. dyspnea. ataksia. pansitopenia. rasa takut. Tablet: disimpan pada suhu 30°C. gangguan visual. hipotensi ortostatik. tendonitis. angina pektoris. kegagalan fungsi hati. jaundice kolestatik. tremor. kejang. edema tenggorokan. vaginitis. myalgia. anorexia. hipertensi. hipertonia. bronkhospasmus. migrain. vasculitis. nystagmus. hilang rasa. moniliasis. eosinofili. konstipasi. tromboflebitis. renal calculi. eritema nosodum. myastenia gravis. psikosis. nekrosis hati. nyeri persendian. depresi. tinitus. ARF. angioedema. anosmia. agranulositosis. albuminuria. eritema multiform. pseudomembranous colitis. depresi sumsum tulang. Sediaan vial disimpan dalam suhu 5-30°C terlindung dari cahaya dan pembeku (freezer). rasa malas. jaundice. iritabilitas. interstisial nephritis. neuropati perifer. kandidiasis. dermatitis eksfoliatif. klinduria. nefritis. Stabilitas Penyimpanan Injeksi: sediaan infus disimpan pada suhu 5-25°C terlindung dari cahaya dan pembeku (freezer). hasil pengenceran yang mengikuti prosedur dan tersimpan pada suhu dibawah 30°C dan terhindar dari pembeku. pengenceran 0. rasa dingin. rasa malas. edema. peningkatan serum kolesterol dan trigliserida. sindrom stevens-johnson.flatulen. parestesia. pankreatitis. ektopi ventricular. rasa lemas. paranoia. palpitasi. kromatopsia. sensitif terhadap cahaya terang. takikardi. hiperpigmentasi. myoclonus.

sakit kepala. albuminuria. kerusakan tendon. gangguan pencernaan (anak 3%). depresi sumsum tulang. iritabilitas. tinitus. hipotensi. dewasa 2%). kegagalan fungsi hati. diare (anak 5%. hiperglisemia. kromatopsia. parestesia. kandidiasis vagina. interstisial nephritis. palpitasi. gelisah (pemberian IV). sindrom stevens-johnson. kandiduria. petenchia. gagal jantung. disfagia. muntah (anak 5%. nekrosis hati. hipotensi ortostatik. hilang rasa.flatulen. perforasi intestinal. ataksia. atrial flutter. Angka Kejadian < 1% : Abnormal. Dermatologi : Ruam kulit (anak 2% dewasa 1%). kandidiasis. anemia. tendonitis. myastenia gravis. hematuria. agranulositosis. rasa malas. dispepsia (dewasa). bronkhospasmus. Gastrointestinal : Mual (anak/dewasa 3%). renal calculi. Saluran pernapasan : Radang saluran pernapasan (rhinitis) anak 3%. dyspnea. dewasa<1%). myoclonus. perdarahan uretral. rasa malas. pusing dan cemas). anemia hemolitik. gangguan visual. pseudomembranous colitis. agitasi. trombosis serebral. perpanjangan waktu PT/INR. nyeri persendian. jaundice kolestatik. myalgia. dewasa 1%). nefritis. toxic epidermal nekrolisis. jaundice. migrain. reaksi manik. nyeri lambung (anak 3%. rasa dingin. klinduria. edema. tremor. ektopi ventricular. sakit pada dada. edema paru. anafilaksis. demam (anak 2%). angina pektoris. . pankreatitis. Hepatik : Peningkatan SGOT/SGPT (dewasa 1%). hipertonia. nystagmus. insomnia. perdarahan lambung. reaksi alergi. takikardi. eosinofili. moniliasis. edema tenggorokan. methemoglobinemia. demam. ARF.limfadenopati. peningkatan serum kolesterol dan trigliserida. depresi. vaginitis. Lokal : Reaksi pada tempat injeksi (pemberian IV). psikosis. pansitopenia. eritema nosodum. anorexia. MI. delirium. vasculitis. rasa lemas. rasa takut. dermatitis eksfoliatif. kejang. sakit kepala (pemberian IV).komponen lain dalam sediaan Efek Samping Angka Kejadian 1-10% : SSP : Kejadian neurologi (anak-anak 2% meliputi gangguan tidur. konstipasi. tromboflebitis. neuropati perifer. anosmia. hipertensi. paranoia. hiperpigmentasi. halusinasi. fixed eruptions. eritema multiform. kristaluria. angioedema. sensitif terhadap cahaya terang.

gliburid. ropinirol. digunakan 4 jam sebelum makan dan 6 jam setelah makan. mexiletin. aminofilin. Pengaruh . Jika digunakan dengan kortikosteroid maka akan dapat meningkatkan kerusakan tendon. ropivacaine.Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek: Meningkatkan efek toksik dari substrat CYP1A2 (seperti. trifluoperazin). Kofein (dari kopi). dan warfarin. Menurunkan efek: Antasida. teofilin. kemungkinan juga siprofloksasin dapat menurunkan kadar fenitoin . fluvoxamine. Jika siprofloksasin dalam bentuk obat lepas lambat. sukralfat.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . . mirtazapin. jika dikonsumsi bersamaan dengan siprofloksasin dapat meningkatkan efek detak jantung yang berlebihan atau stimulasi SSP meningkat.Sebaiknya obat digunakan 2 jam sebelum makan atau 6 jam setelah makan. multivitamin dan mineral)kemungkinan menganggu penyerapan siprofloksasin pada saluran cerna akibat efek kation divalen dan trivalen. suplemen elektrolit oral. quinapril.Terhadap Anak-anak : Siprofloksasin bukan merupakan obat pilihan pertama untuk anak – anak. Probenezid kemungkinan meningkatkan kadar siprofloksasin. metotreksat.Dengan Makanan : Makanan (kalsium yang ada dalam sari buah. tidak direkomendasikan (AAP) . Jika digunakan dengan foscarnet dapat meningkatkan efek kejang.Interaksi .Terhadap Ibu Menyusui : Siprofloksasin terdistribusi kedalam air susu ibu.

menghambat relaksasi superkoloid DNA dan memicu kerusakan untai gandai DNA . SGPT) Bentuk Sediaan Infus. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (2 jam sebelum makan atau 6 jam setelah makan). Kerusakan tendon.Terhadap Hasil Laboratorium : Kemungkinan dapat berpengaruh terhadap hasil pengukuran: tes fungsi hati. Mekanisme Aksi Menghambat DNA-girase pada organisme yang sensitif . maka harap menghubungi dokter. perlu monitoring terhadap pasien yang diketahui mempunyai kelainan pada SSP. harap menghubungi apoteker. Pengobatan jangka panjang dapat mengakibatkan suprainfeksi. Salep. . Tablet. pernah dilaporkan ketika siprofloksasin digunakan bersamaan dengan quinolon lainya. maka sebaiknya siprofloksasin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. Tablet Lepas Lambat Peringatan Kemungkinan dapat meningkatkan respon SSP.. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. CBC (cell blood count) Parameter Monitoring CBC Renal (BUN. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. seperti mual. tes fungsi ginjal. ClCr) Fungsi hepar (SGOT. Reaksi hipersensitifitas gawat seperti anaphilasis pernah terjadi jika pengobatan dengan golongan quinolon lainya. Injeksi. Tetes Mata. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. diare atau respon hipersensitivitas.

Kelarutan: sukar larut dalam air. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat.2-Dikloro-N-[ß-hidroksi-alfa-(hidroksimetil)-pnitrofenetil]asetamida[56-75-7]. 2005 Farmakope Indonesia IV.go. Daftar Pustaka Drug information hand book. AHFS DRUG.Sifat Fisikokimia : D-treo-(-)-2.0% C11H12Cl2N2O5 Pemeriaan: hablur halus berbentuk jarum atau : lempeng memanjang. dalam propilen glikol.php/informasi-obat/372-siprofloksasin.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . http://dinkes. 2006.Nama & Struktur Kimia . C11H12Cl2N2O5 Kloramfenikol mengandung tidak kurang dari 97. fungsi hati selama pemakaian obat. .Bufacetin .html Tiamfenikol Deskripsi .0% dan tidak lebih dari 103. fungsi ginjal. mudah larut dalam etanol. 1995.Cendofenikol .Alchlor . (DIH).Armacort . putih hingga putih kelabu atau putih kekuningan.Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. dalam aseton dan dalam etil asetat.id/index.tasikmalayakota. Memantau pasien yang mendapatkan obat lain seperti teofilin dan siklosporin dengan memantau CBC.

Xepanicol Indikasi Merupakan antibiotik dengan spectrum luas.Ribocin .Cendomycetine .Otolin .Cymacetine .Naxogin Complex .Zenichlor .Pimicetin Syr .Combicetin .Varicetin . namun bersifat toksik.Kloramixin .Grafacetin .Chloramfecort H .Kemicetine .Isotic Salmicol .Enkacetyn . .Suprachlor .Farsycol .Heromycetine .Solachlor . Karena toksisitasnya. kecuali untuk penggunaan diatas.Erlamicetine .Etagemycetin .Kemicort Forte .Emkapeni .Salmonella.Fenicol .Neophenicol . meningiditis.Neophenicol .Empeecetin ..Novachlor .Microtina . H.Citophenicol .Kloramixin D . Dosis. Dosis maksimal: 4 g/hari.Chloramfecort . Infant: >30 hari dan anak : 50-75 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam.Kemiderm . Infant: >30 hari dan anak : 50-100 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam Infeksi lain: IV.Cendomycos .Colcetin .Itramicetin .Imfarmycetin .Hufamycetin .Albucetine .Mediclor .Solacort .Erlamicetine Plus .Uniphenicol .Colipred .Suprachlor .Megachlor .Megacetine .Solachlorx .Lanacetine .Chlorbiotic .Mecocetin .Decacetine .Particol .Sakamycetin . Cara Pemberian dan Lama Pemberian DOSIS ANAK: Meningitis: IV.Mefamicetin .Erlamicetin .Klorfeson . Obat ini seyogyanya dicadangkan untuk infeksi berat yang diakibatkan oleh bacteriodes.Kemocol .Indoson .Colme .influenzae.Chloracol .Magnaclor .Chloramex .Licoclor .Colsancetine .Vanquin dan Vanquin Plus .Novachlor .Kemicort . dan Rickettsia. obat ini tidak cocok untuk penggunaan sistemik. Neisseria.Cloramidina .

cairan obat yang dibekukan kemungkinan akan dapat bertahan selama 6 bulan.DOSIS DEWASA: 50-100 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap kloramfenikol atau terhadap komponen lain dalam obat. Makimum dosis harian 4 g/hari. Eksresi: urin (5-15%). dapat menembus placenta. sebuah reaksi idiosikratik yang dapat terjadi dari manapun rute pemberian . dapat diberikan IV kurang dari 1 menit dengan konsentrasi 100 mg/mL atau IV intermittent infuse lebih dari 15-30 menit dengan konsentrasi akhir <20 mcg/mL. dalam cairan serebrospinal : normal meningitis 66%. Anemia aplastik. Penyesuaian dosis: jika diketahui menderita kerusakan hepar. T½ eliminasi: fungsi ginjal normal: 1. Farmakologi Distribusi: keseluruh jaringan dan cairan tubuh. hasil pencampuran obat dapat bertahan selama 30 hari. meningitis inflamasi >66%.M. masuk dalam ASI. maka sebaiknya tidak menggunakan obat.3 jam. kloramphenikol sodium suksinat dihidrolisa dengan mekanisme esterisasi sehingga menjadi bentuk aktif. Sirosis:1012 jam. End-stage Gangguan ginjal :3-7 jam. gunakan hanya jika cairan masih jernih. Efek Samping Tiga efek samping terbesar yang diakibatkan oleh kloramfenikol antara lain : 1. karena akan meningkatkan toksisitas obat. Cara pemberian: jangan diberikan I. Ikatan protein: 60% Metabolisme: utamanya melalui hati (90%) menjadi metabolit tidak aktif dengan melalui mekanisme glukoronidasi. Stabilitas Penyimpanan Simpan obat pada suhu kamar.6-3.

kemungkinan diakibatkan oleh akumulasi obat dalam darah akibat adanya kerusakan pada hati dan ginjal pasien.Dengan Obat Lain : Sitokrom P450: menghambat CYP2C8/9 (penggunaan mingguan). fever. dan antikoagulan oral. reaksi hipersensitifitas. enterokolitis. depresi myokardial. glossitis. fenitoin. biasanya terjadi 3 minggu sampai 12 bulan setelah pemberian obat. Gastrointestinal : diare. Efek samping lainya : SSP : Bingung. mata gelap (delirium). muntah. Gray síndrome ini ditandai dengan collapse. Ocular : optic neuritis.Dengan Makanan : Kemungkinan akan menurunkan absorbsi obat pada intestinal Pengaruh . 3. . . sakit kepala. Dermatologi : Angioderma. mual.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. Meningkatkan efek toksis: kloramfenikol meningkatkan efek dari klopropramid. 2. ruam. Bone marrow suppresión. sianosis. Dalam penelitian sampel hewan uji terdapat embriotoksik dan teratogenik. Interaksi . asidosis. Anemia dan neutropenia kemungkinan akan terjadi pada minggu pertama penggunaan obat. ini terjadi jika kadar serum darah >25 mcg/mL dan bersifat reversible ketika kloramfenikol dihentikan. stomatitis. koma dan kematian. 3A4 (penggunaan mingguan). tapi ini belum cukup terbukti dalam penelitian selanjutnya. depresi. Lain-lain : Anaphilaksis.obat. Menurunkan efek: fenobarbital dan rifampisin kemungkinan menurunkan efeknya. urtikaria. Ini dapat terjadi jika kadar konsentrasi darah > 50 mcg/mL.

Hati – hati jika digunakan pada pasien defisiensi glucosa 6-phosfat dehidrogenase.Terhadap Ibu Menyusui : Dapat di ekresikan kedalam air susu ibu.Terhadap Anak-anak : Dapat menyebabkan gray baby síndrome. Kapsul. liver dan ginjal. Serbuk Suspensi Oral Peringatan Hati – hati jika digunakan pada pasien yang tenderita gangguan hepar dan gagal ginjal. Penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan suprainfeksi. Parameter Monitoring CBC (Hb. Trombosis) Liver (SGPT. maka sebaiknya kloramfenikol digunakan dalam dosis . Kejadian serius hingga fatal berupa dyscrasias akibat penggunaan jangka pendek maupun panjang termasuk juga melalui penggunaan topikal. Penggunaan pada bayi dapat mengakibatkan gray baby síndrome yang dapat berakibat fatal. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. Kurangi dosis jika digunakan pada pasien penyakit hati. . AAP tidak merekomendasikan. SGOT) Renal (BUN. ClCr) Bentuk Sediaan Injeksi.Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan lebih dari 2 minggu Dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium : CBC.. AAP tidak merokomendasikan .

Amati jika ada timbul gejala ESO obat. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat.8. harap menghubungi apoteker. diare atau respon hipersensitivitas. Memonitor kepatuhan pasien dalam menggunakan obat.dan rentang waktu yang telah ditetapkan. C19H15NaO4 Serbuk higroskopik berwarna putih.html Warfarin Deskripsi . maka harap menghubungi dokter.go.3 . Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. 2005 Farmakope Indonesia IV.php/informasi-obat/389-tiamfenikol. sangat sedikit larut dalam diklorometan.Nama & Struktur Kimia .Sifat Fisikokimia . Mekanisme Aksi Secara reversibel berikatan dengan 50S subunit ribosom pada organisme yang sensitif untuk menghambat terjadinya mekanisme transfer asam amino yang dibutuhkan untuk pembentukan rantai peptida. AHFS DRUG.tasikmalayakota. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. Evaluasi jika timbul tanda munculnya ESO obat.2 . Sangat mudah larut dalam alkohol dan larut dalam aseton. Daftar Pustaka Drug information hand book. seperti mual. sehingga hal ini akan menghambat sintesis protein sel bakteri. 1995. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat.Keterangan : : Na-2-oxo-3[(1 RS)-3-oxo-1-phenylbutyl]2H-1-benzopiran-4-olate.id/index. 2006. http://dinkes. : Larutan 1% dalam air mempunyai pH : 7. (DIH).

pasien lanjut usia. Dosis awal yang lebih rendah diperlukan pasien dengan gangguan fungsi hati. embolism pulmonari dan disorder thromboembolik. antikoagulasi konsisten akan sulit untuk dipertahankan pada anak< 5 tahun.34 mg/kg/hari. status nutrisi. gizi buruk. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral dan anak : 0. gagal jantung kongestif. bayi < 12 bulan memerlukan dosis sama dengan atau mendekati rentang ini. risiko pendarahan dan pasien yang lemah kondisinya. Farmakologi Onset kerja : antikoagulan oral : 36-72 jam. dosis pemeliharaan biasanya 2-10 mg setiap hari (mungkin diperlukan dosis loading dan pemeliharaan di luar pedoman ini).Simarc 2 Indikasi Profilaksis dan terapi thrombosis vena. risiko pendarahan). terapi lanjutan.05 . Dosis awal yang lebih tinggi dapat diberikan untuk pasien tertentu (misalnya pasien yang menerima agen penginduksi enzim). atrial fibrilasi dengan risiko embolism dan sebagai tambahan pada profilaksis embolism sistemik setelah infark miokardiak. Durasi 2-5 hari Absorpsi : cepat . Awali dengan dosis 5-10 mg/hari. Dosis. fungsi kardiak.Golongan/Kelas Terapi Obat Yang mempengaruhi darah Nama Dagang . Dewasa : dosis awal tergantung individu (pertimbangkan pasien dengan gangguan fungsi hati.0.Warfarin Eisai .

lethargi. hematuria. diare. muntah. osteoporosis. T½ eliminasi : 20-60 jam. operasi mata atau saraf. Inhibit : CYP2C8/9 (sedang). leukemia. hematoma retroperitonial. epitaksis. vasculitis. malaise. poliartritis. sakit kepala. 2C19 (minor). amiodaron. hemoragi serebrovaskular. Meningkatkan efek/toksisitas : Asetaminofen. aborsi. hipersensitifitas dan reaksi alergi. sediaan stabil selama 4 jam pada suhu kamar. parethesia. pruritus.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450 : Substrat CYP1A2 (minor). anuerism. pendarahan. terhindar dari sinar matahari. flatulens. demam. dermatitis. agranulositosis. pendarahan pada kolon. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada tempat kedap udara. hemoragi. defisiensi asam askorbat.Metabolisme : dihati. rata-rata 40 jam. Efek Samping Antikoagulan. peningkatan transaminase. tempat pendarahan yang tidak diketahui yang dapat diatasi dengan antikoagulasi. setelah punktur spinal dan diagnostik lain atau prosedur terapi untuk pendarahan signifikan. androgen. ulkus mulut. pendarahan intestinal. mual. perikarditis atau efusi perikardial. syok hemoragi. nyeri. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap warfarin atau komponen lain dalam sediaan. pasien tidak patuh. urtikaria. allopurinol. hipertensi tidak terkontrol. kram perut. hemofilia. antifungi . asthenia. 2C8/9 (mayor). anoreksia. pusing. trombositopenia purpura. jaundice. leukopenia. pernapasan. riwayat pendarahan diastesis. kehamilan. eklampsia dan pre-eklampsia. rash. hemoragi. endokarditis bakteri sub akut. luka pada hati. 2C19 (lemah). riwayat nekrosis yang diinduksi warfarin. penyakit hepatik parah. visceral carcinoma. bervariasi antar individu. alopesia. sakit abdominal. pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan.edema. 3A4 (minor). Interaksi . anestesia blok lumbar regional atau operasi besar lainnya. gangguan rasa. prostatektomi.7 mL air steril. stroke. Setelah direkonstitusi dengan 2.

hematokrit Bentuk Sediaan . . propoksifen.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Protrombin time (PT). produk tiroid. Penurunan efek : Aminoglutetimida. ifosfamida.antibiotik makrolida. capecitabin. derivat rifamisin dan sulfasalazin. griseofulvin.Terhadap Anak-anak : - . kuinidin. propafenon. E. vitamin E meningkatkan efek warfarin. agen anti thyroid. fenitoin. metronidazol. derivat sulfonamida. fluorourasil. inducer CYP2C8/9 (kuat).(imidazol). glutetimida. bosentan.Terhadap Ibu Menyusui : Warfarin tidak didistrubusikan ke dalam air susu. nafsilin. derivat tetrasiklin.Dengan Makanan : Hindari penggunaan etanol : etanol menurunkan metabolisme warfarin dan meningkatkan PT. orlistat. aprepitant. treprostinil. hormon kontrasepsi. flukonazol. . antidepresan trisiklik. sulfinpirazon.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko : X . inhibitor CYP2C8/9 (sedang/kuat). fitonadion. antibiotik kuinolon. Pengaruh . simetidin. etoposida. inhibitor pompa proton (omeperazol). ropirinol. Jus cranberry akan meningkatkan efek warfarin. merkaptopurin. vitamin A. disulfiram. obat inflamasi non steroid. efek antikoagulan warfarin akan menurun dengan adanya makanan mengandung vitamin K. hanya metabolitnya yang didistribusikan ke dalam air susu. salisilat. barbiturat. inhibitor COX-2. azatioprin. dikloksasilin. karbamazepin. tigesiklin. leflunomida. glukagon. voriconazol. zafirlukast dan zilueton. inhibitor HMG CoA reduktase. sefalosporin.

hemoragi serebrovaskular. 5. anuerism. visceral carcinoma. Sebaiknya dipergunakan obat dari merek yang sama jangan mengganti dengan merek yang lain. hemoragi. hemofilia. 3. VII. prostatektomi. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1. Obat ini untuk mencegah pembekuan darah 2.Tablet 5 mg Peringatan Hipersensitif terhadap warfarin atau komponen lain dalam sediaan. pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan. 7. hipertensi tidak terkontrol. kehamilan. pernapasan. aborsi. leukemia. pasien tidak patuh. pendarahan baik dari mulut. hidung ataupun anggota tubuh lainya. riwayat nekrosis yang diinduksi warfarin. poliartritis. IX. Jangan mempergunakan obat lain selama penggunaan obat ini. 4. Mintalah petunjuk dan persetujuan dokter bila harus menggunakan obat lain. Pergunakan obat ini benar-benar sesuai dengan petunjuk dokter. . defisiensi asam askorbat. riwayat pendarahan diastesis. Selama mempergunakan obat ini jangan minum minuman yang mengandung alkohol. 6. penyakit hepatik parah. X) di hati. operasi mata atau saraf. endokarditis bakteri sub akut. anestesia blok lumbar regional atau operasi besar lainnya. Segera ke dokter bila terjadi diare. trombositopenia purpura. pendarahan pada kolon. perikarditis atau efusi perikardial. setelah punktur spinal dan diagnostik lain atau prosedur terapi untuk pendarahan signifikan. Mekanisme Aksi Mempengaruhi sintesis faktor koagulasi yang tergantung vitamin K (II. Lakukan kontrol darah secara teratur karena akan dapat menentukan pemakaian dosis yang tepat. eklampsia dan pre-eklampsia. Jangan dipakai berlebihan tanpa petunjuk dokter karena akan terjadi perdarahan.

pKa 2. Asiklovir berupa serbuk kristal putih dan mempunyai tingkat kelarutan 2. Secara komersial.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi .Nama & Struktur Kimia . 34th edition.go. tetapi pada pH psiologis dan suhu normal tubuh 37°C obat hampir tidak mengalami ionisasi sehingga maksimum kelarutan obat adalah 2.5 mg/mL dalam air pada suhu 25°C. Asiklovir natrium mengandung 4.html Asiklofir Deskripsi . . larut dalam air.id/index.5 mg/mL.14th edition.tasikmalayakota. 2005 Lexi-Comp's Drug Information Handbook .Sifat Fisikokimia : 9-[(2-hidroksietoksi)metal]guanine. C8H11N5O3 Mengandung tidak kurang dari 98.27 dan 9.Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Martindale.2 mEq natrium per gram asiklovir.0% C8H11N5O3 dihitung terhadap zat anhidrat. obat tersedia juga : dalam bentuk injeksi dengan bentuk asiklovir natrium dengan bentuk serbuk kristal putih.php/informasi-obat/406-warfarin. 2006 http://dinkes. Maksimum kelarutan obat adalah >100 mg/mL pada air dengan suhu 25°C.25.0% dan tidak lebih dari 101.

Virpes . GENITAL HSV: I.Azovir .Acifar . .Vircella .Zumasid Indikasi Untuk pengobatan genital herpes simplek virus (HSV).Poviral .Virdam .V: anak: > 12 tahun dan dewasa (immunocompetent). Oral:Anak: dosis awal: 40-80 mg/kg/hari terbagi dalam 3-4 dosis terbagi untuk 5-10 hari (maksimum 1 g/hari.Danovir . HSV encephalitis.20mg/kg/dosis setiap 8 jam selama 7 hari. HSV pada pasien immunokompromise.Virpes Cream .Tyrus .Clovika .V : anak < 12 tahun.Vyrono . Cara Pemberian dan Lama Pemberian A. varicella – zoster (chickenpox). gawat:5mg/kg setiap 8 jam untuk 5-7 hari. 400 – 1200 mg/hari dalam 2-3 dosis terbagi juga dapat direkomendasikan. Note: Pada pasien Obesitas. kronis:80mg/kg/hari dalam 3 dosis terbagi (maksimum 1g/hari) dievaluasi setelah 12 bulan pengobatan Dewasa: dosis awal dan recurrence : 200 mg set.Vircovir .Clopes . HERPES ZOSTER: Oral: Dewasa: 800 mg setiap 4 jam (5kali/hari) selama 7-10 hari.Topikal.Scanovir .Herpiclof . herpes zoster (shingles). herpes labialis (cold sores). Infeksi kronik: 400 mg dua kali/hari atau 200 mg 3-5 kali/hari selama 12 bulan dan diikuti dengan mengevaluasi perkembangan pasien. neonatal HSV.Virtaz .Zovirax .Vireth .Anak>=12 tahun dan dewasa 10 mg/kg/dosis atau 500 mg/m²/dosis setiap 8 jam selama 7 hari. 2. dosis permulaan.Inavir . I. HERPES LABIALIS: Topikal: anak >=12 tahun dan dewasa : Cream: digunakan 5 kali/hari selama 4 hari.Clinovir . Dosis.Matrovir .Quavir . dewasa:dosis awal. 3. oleskan pada permukaan. 1. Dosis Berdasarkan Indikasi Obat.Dumophar .Zoter .Nama Dagang . dosis disesuaikan dengan menghitung bobot ideal pasien.

Anak <1 tahun: 10 mg/kg/dosis setiap 8 jam untuk 7-10 hari.73 m² : diberikan 50% dari dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) simpan pada tempat kering. T½ (waktu paruh): terminal: bayi.dapat diberikan 800 mg setiap 8 jam. dapat juga diberikan 200 mg setiap 12 jam.73 m2: dosis normal 800 mg setiap 4 jam. Metabolisme: diubah oleh enzim virus menjadi asiklovir monofosfat dan kemudian diubah menjadi difosfat kemudian trifosfat (bentuk aktif) oleh enzim sel. ClCr <10 mL/menit/1. ClCr 10-25 mL/menit/1. paru-paru. Ointment: simpan pada suhu kamar.Anak >40 kg dan Dewasa: 800 mg/dosis 4 kali/hari selama 5 hari. 200 mg setiap 8 jam atau 400 mg setiap 12 jam. T max. 4 jam. Injeksi: simpan serbuk obat pada suhu kamar. CSF) Ikatan protein: 9-33%.V: ClCr 25-50 mL/menit/1. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung.5-2 jam.dapat juga diberikan 800 mg setiap 12 jam.73 m² : diberikan dosis yang direkomendasikan setiap 12 jam. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung. tablet: simpan pada suhu kamar. anak-anak 1-12 tahun : 2-3 jam. ginjal. Cream. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung.73 m² : diberikan dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam. B.Anak >=1 tahun dan dewasa 1500mg/m²/hari terbagi setiap 8 jam atau 10mg/kg/dosis setiap 8 jam selama 7-10 hari. Pemberian dosis normal 800 mg setiap 4 jam. suspensi: simpan pada suhu kamar.6 L) tersebar luas (otak. .4.VARICELLA-ZOSTER (chickenpox): Oral: Anak >=2 tahun dan robot <=40 kg: 20 mg/kg/dosis (ditingkatkan sampai 800mg/dosis). dalam serum: antara 1. Bioavailabilitas: oral: 10-20% pada keadaan fungsi ginjal masih normal (bioavailabilitas menurun seiring peningkatan dosis obat). uterus.73 m²: Pemberian dosis normal: 200 mg setiap 4 jam.ClCr <10 mL/menit/1. hati. Pencampuran: asiklovir 500 mg dengan SWFI 10mL. Dosis Berdasarkan Penyesuaian Fungsi Ginjal Oral:ClCr 10-25 mL/menit/1.V. dewasa : 3 jam. I. 4 kali/hari selama 5 hari. Stabilitas Penyimpanan Kapsul. I. vagina. Farmakologi Absorbsi: oral: 15-30% Distribusi: Vd: 0. Ekskresi: Urin (62-90% sebagian dalam bentuk utuh dan metabolitnya).8 L/kg (63.

Untuk infus intravena: dilarutkan dalam cairan dengan konsentrasi <=7mg/ml. itching Bentuk sedíaan lain : < 1%. hyperbilirubinemia. 1% . halusinasi. anemia. gagal ginjal. hypotensi. angiodema. diare. diare (2-3%). Kontraindikasi Kontraindikasi buat pasien yang mengalami reaksi hipersensitifitas pada asiklovir dan turunannya. alopecia. hematuria. leukocytoclastic vaskulitis. pruritos. peripheral edema. seperti tersengat. rasa malas. leukositosis. jaundice.10% : Sistemik Parentral : Dermatologi : Gatal-gatal dengan bintik-bintik merah (hives) (2%). desquamation. Renal : Peningkatan BUN (5-10%). urticaria. Interaksi . 1-10% : Dermatologi : Pruritus. parestesia. koma. sindrom Stevens – Johnson. gagal ginjal akut. agitasi. GI : mual dan muntah (7%). peningkatan kreatinin (5-10%). toksik epidermal nekrolisis. gangguan GI. fotosensitisasi. muntah (3%). anoreksia. Konsentrai > 10mg/ml dapat meningkatkan potensi terjadinya plebitis. seizure. fever. erythema multiform. Satu pencampuran dalam infus dapat digunakan kurang dari 24 jam. Hasil rekonstitusi obat akan dapat bertahan selama 12 jam pada suhu kamar. psikosis. gatal-gatal (itch) (2%). Hepatic : Dapat meningkatkan hasil pada parameter pemeriksaan laboratorium (1-2%) Local : Inflamasi pada tempat injeksi (plebitis) (9%). lymfadenopati. ataksia. myalgia. Topikal : > 10% : Dermatologi : Nyeri sedang. ruam (rash) (2%). penurunan konsentrasi. hemolisis. Efek Samping Sistemik Oral : > 10% : CNS : Malaise (12%) GI : Mual (2-5%). tremor. leukopenia. intravascular coagulopathy. somnolence. anafilaksis. bingung. ketokonazol dan aciclovir mempunyai efek sinergis untuk melawan . bibir kering. trombositopenia. neutropilia. depresi mental. Jangan menggunakan hasil pengenceran obat jika terdapat endapan.Dengan Obat Lain : Anti jamur: ampoterisin B melawan efek asiklovir (pseudorabies) jika diberikan secara bersamaan. sakit tenggorokan. dysarthria.jangan menggunakan air yang bebas bakteri yang terkontaminasi dengan benzil alkohol dan paraben. insomnia.hepatitis. fatigue. gangguan penglihatan visual. delirium. rasa terbakar. encephalopaty. Nyeri perut. necrosis jaringan lokal.

BUN. Suspensi. hiperbilirubinemia. dan efikasi asiklovir untuk anak dibawah 2 tahun belum diketahui secara pasti. Ointment. . CBC Bentuk Sediaan Kapsul. Enzim hati. Metotreksat: penggunaan asiklovir IV bersamaan dengan metotreksat harus mendapatkan perhatian. trombocytopenia purpura / hemolitic uremia síndrome (TTP/HUS) karena belum banyak informasi yang tersedia. Zidavudin: jika diberikan secara bersamaan. Hasil tes lain : meningkatnya hasil uji fungsi liver. Krem.Terhadap Hasil Laboratorium : Renal : meningkatkan nilai BUN dan konsentrasi serum kreatinin. Obat ini mampu menembus plasenta. .Terhadap Ibu Menyusui : Dari hasil penelitian antara tahun 1984-1999. tetapi dengan pengawasan dan jika benar – benar dibutuhkan. tetapi efeknya secara klinis belum diketahui. . leukopenia. atau pasien yang mendapatkan obat nefropati lainnya. . Parameter Monitoring Urinalisis. Probenezid: jika diberikan bersamaan dengan asiklovir t ½ obat dan meningkatkan konsentrasi dari asiklovir. dapat meningkatkan efek toksis dari asiklovir. gangguan ginjal. anemia. tetapi pada hewan uji tidak menunjukkan adanya efek teratogenik. tidak menunjukkan efek yang signifikan berpengaruh pada kehamilan. Tablet. Interveron: berefek sinergisme terutama untuk mengobati virus herpes tipe 1. Serum Kreatinin. . Pengaruh . Hematologi : trombositopenia. karena terjadi penurunan pengeluaran asiklovir lewat ginjal. leukositosis vaskulitis. Injeksi Peringatan Hati – hati jika diberikan pada pasien dengan keadaan immunocompromi.Terhadap Anak-anak : Keamanan.Dengan Makanan : Makanan tidak mengganggu absorbsi asiklovir.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B.virus herpes tipe 1 dan 2. Hati – hati untuk pasien lanjut usia. Dapat diberikan saat ibu menyusui.

php/informasi-obat/221-asiklofir. 1995. AHFS DRUG.go. Daftar Pustaka Drug information hand book.id/index. http://dinkes.tasikmalayakota. (DIH). 2006. Asiklovir trifosfat kemudian bekerja menghambat sintesis DNA dan replikasi virus dengan cara berkompetisi dengan dioksiguanosis trifosfat pada DNA polimerase virus dan kemudian menyatu kedalam DNA virus. Mengenali munculnya ESO. Munculnya ESO dan keluhan lain selama pasien menggunakan obat.html Epinefrin Deskripsi . 2005 Farmakope Indonesia IV. Mekanisme Aksi Asiklovir diubah menjadi asiklovir monofosfat oleh virus – spesifik timidinekinase. Menggunakan obat sesuai jadwal yang telah diberikan jika obat digunakan dengan obat lain yang berpotensi memicu munculnya interaksi obat yang merugikan. Lamanya pasien menggunakan obat.Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Menganjurkan pasien untuk menggunakan obat sesuai yang tertera dalam etiket obat atau sesuai yang telah dianjurkan oleh dokter dan apoteker. Monitoring Penggunaan Obat Jadwal dan kepatuhan pasien menggunakan obat. seperti rasa mual (untuk IV dan oral). yang kemudian lebih lanjut mengubahnya menjadi asiklovir triphosfat oleh enzim selular lainya. serta munculnya gejala – gejala kelainan pada kulit jika obat digunakan untuk penggunaan topikal.

Farmakologi . Dosis 0. dan diikuti pemberian infus IV 1-4 mcg/menit. bila perlu dapat diulang setelah 20 menit hingga 4-jam (dosis tunggal maksimal: 0. praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter. atau tiap 20 menit hingga 4 jam untuk asthma.01 mg/kg atau 0. .1-1.3-0.. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Injeksi parenteral.Keterangan : Epinefrin terdapat dalam kelenjar adrenal atau dapat dibuat secara sintetis. Obat ini merupakan katekolamin endogen dengan aktivitas pada medula adrenal.5 mg SC atau IM. mudah larut dalam : air. Anak-anak dan bayi : 0.1-0.000) pelan-pelan dalam waktu 5-10 menit.3 mg/m2 SC.Sifat Fisikokimia : Epinephrine.000) diikuti 0.5 mg).5 mcg/kg/menit infus IV. Dosis.1 mg IV pelan-pelan dalam waktu 5-10 menit (diencerkan 1:100. harus digunakan rute IV. Atau. Dewasa : 0. Pada kasus syok yang berat. dapat diulang bila perlu tiap 10-15 menit untuk anafilaksis. Bentuk levorotatori isomer 15X lebih aktif dibanding bentuk dekstrorotatori. 0. sedikit larut dalam etanol.Nama & Struktur Kimia . Dosis tunggal maksimal 1 mg. C9H23NO3 Epinefrin berbentuk mikrokristalin berwarna putih. bila perlu dapat diulang tiap 5-15 menit. Golongan/Kelas Terapi Antialergi Nama Dagang Indikasi Pengobatan anafilaksis berupa bronkospasme akut atau eksaserbasi asthma yang berat.25 mg IV (diencerkan 1:10.

thiopental. jumlah kecil dalam bentuk tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Penyiapan infus IV : Encerkan 1 mg dalam 250 mL D5W atau NS (4 mcg/mL). cisatracurium. milrinone. calcium gluconate. inkompatibel dengan natrium bikarbonat 5%. dextran 6% dalam NS. sodium bicarbonate. furosemide. propofol. levofloxacin. LR. metaraminol. vecuronium. cimetidine. Penyimpanan : Epinefrin peka terhadap udara dan cahaya. fentanyl. mephentermine. hydrocortisone sodium succinate. norepinephrine. NS. pancuronium. phytonadione. Metabolisme : diambil oleh saraf adrenergik dan dimetabolisme oleh monoamine oxidase dan catechol-o-methyltransferase. floxacillin. morphine. Pemberian melalui Y-site : Kompatibel : Atracurium. D51/2NS. dobutamine. D51/4NS. diltiazem. heparin. dobutamine.Farmakodinamika/Kinetika : Onset : Bronkodilatasi : SC : 5-10 menit. warfarin. Kecepatan pemberian awal 1 mcg/menit dan naikkan hingga efek yang dikehendaki. inamrinone. D10NS. Inkompatibel : Aminophylline. labetalol. nitroglycerin. potassium chloride. vitamin B complex with C. furosemide. Kompatibilitas pencampuran : Kompatibel : Amikacin. bupivacaine. Stabil dalam : dextran 6% dalam dextrose. ranitidine. Ekskresi : Urin (sebagai metabolit inaktif metanefrin. dopamine. Inhalasi : 1 menit. midazolam. obat dalam sirkulasi mengalami metabolisme di hepar. D5W. D5NS. ranitidine. lorazepam. Oksidasi akan mengubah warna larutan menjadi merah . hyaluronidase. nicardipine. verapamil. dan sulfat dan derivat hidroksi asam mandelat. remifentanil. D5LR. hydromorphone. famotidine. Inkompatibel : Ampicillin. calcium chloride. fentanyl. D10W.

pseudoefedrin. ibu jari. mual. kematian mendadak. Kontraindikasi Meskipun diindikasikan untuk open-angled glaucoma. insomnia. muntah. fenilefrin. Genitourinari : Retensi urin akut pada pasien dengan gangguan aliran kandung kemih. dan vasoaktivitas) dapat memperparah kondisi ini. norepinefrin. palpitasi.. Efek epinefrin pada kardiovaskuler (mis. dapat menyebabkan nekrosis jaringan karena terjadi vasokonstriksi pembuluh kapiler. nyeri dada. Gangguan kardiovaskuler yang kontraindikasi epinefrin misalnya syok hemoragi. karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan da/atau gangren atau reksi injeksi setempat di sekitar suntikan. yang kemungkinan tidak diinginkan. Hindari ekstravasasi epinefrin.jambu kemudian coklat. Epinefrin. pusing. Efek Samping Kardiovaskuler : Angina. pallor. peningkatan kebutuhan oksigen. hipertensi. flushing. aritmia jantung. fenilpropanolamin. sakit kepala.Dengan Makanan : Epinefrin tidak digunakan melalui oral . hidung. Interaksi . harus digunakan hati-hati bersama obat simpatomimetik lain karena kemungkinan efek farmakodinamik yang aditif.Dengan Obat Lain : Karena epinefrin merupakan obat simpatomimetik dengan aksi agonis pada reseptor alfa maupun beta. SSP : Ansietas. salmeterol dan terbutalin. Juga hati-hati digunakan pada pasien yang menerima obat-obat seperti: albuterol. . takikardi (parenteral). xerostomia. epinefrin kontraindikasi mutlak pada closed-angle glaucoma karena dapat memperparah kondisi ini.. vasokonstriksi. kontraindikasi mutlak pada syok selain syok anafilaksi. Jangan digunakan bila terjadi perubahan warna atau terdapat endapan. terutama bila diberikan IV. potensial proaritmia. penyakit arteri koroner (mis. dobutamin. isoproterenol. peningkatan kebutuhan oksigen miokard. dan genitalia. insufisiensi pembuluh koroner jantung. ektopi ventrikuler. kronotropik. ritodrin. metaproterenol. dopamin. Epinefrin jangan disuntikkan ke dalam jari tangan. angina. Gastrointestinal : tenggorokan kering. infark miokard akut) dilatasi jantung dan aritmia jantung (takikardi).

muka kemerahan. PFTs Bentuk Sediaan Injeksi.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring EKG pada pasien yang mendapat epinefrin IV. . nyeri dada atau palpitasi. pandangan kabur atau sulit buang air kecil. yang dapat menunda kelahiran.Terhadap Anak-anak : . jadi pemaparannya terbatas. Epinefrin kontraindikasi mutlak sewaktu proses kelahiran karena merupakan agonis reseptor beta2. 'Hati-hati penggunaan epinefrin pada pasien DM. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Gunakan obat sesuai anjuran. Ampul 1mg/ml Peringatan Epinefrin dikontraindikasikan pada penyakit serebrovaskuler seperti arteriosklerosis serebral atau 'organic brain syndrome' karena efek simpatomimetik (diduga alfa) pada sistem serebrovaskuler dan potensial perdarahan otak pada penggunaan IV. Secara teori. tetap harus hati-hati jika diberikan pada ibu menyusui. keringat berlebihan.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui apakah epinefrin dikeluarkan melalui ASI.Pengaruh . Bagaimanapun. Segera lapor dokter bila sulit tidur. obat ini dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cara meningkatkan glikogenolisis di hepar.Terahadap Kehamilan : Klasifikasi kehamilan untuk epinefrin adalah kategori C. iritasi bronkial atau batuk. . epinefrin akan rusak di dalam saluran pencernaan bayi. Hati-hati penggunaan epinefrin pada pasien hipertensi karena risiko menambah berat penyakit. tremor atau lemah. . mengurangi ambilan glukosa oleh jaringan dan menghambat pelepasan insulin dari pankreas. Anda mungkin akan mengalami pusing.

Mekanisme Aksi Menstimulasi reseptor alfa-.Keterangan : : Flufenazina. Kelarutan dalam air 1:4. stimulasi jantung. Flufenazin HCl adalah kristal putih/hampir putih tidak berbau.id/index. dan dilatasi vaskulatur otot skelet. Monitoring Penggunaan Obat Kaji penggunaan obat lain yang diminum pasien terhadap kemungkinan interaksi atau mempengaruhi efektivitasnya. beta1-.tasikmalayakota. C22H26F3N3OS. dosis kecil berefek vasodilatasi melalui reseptor beta2-vaskuler. dosis besar menyebabkan konstriksi otot polos vaskuler dan skelet. efek samping yang mungkin timbul dan cara mengatasinya.php/informasi-obat/251-epinefrin. :- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang . dan beta2-adrenergik yang berefek relaksasi otot polos bronki.html Flufenasin Deskripsi .Sifat Fisikokimia . 2-{4-[3-(2-trifluoromethylphenothiazine10yl)propyl]piperazin-1-yl}. Pantau tanda-tanda vital dan berikan informasi tentang penggunaan obat.go. Daftar Pustaka Lexi-comp http://dinkes. dalam alkohol1:6.Nama & Struktur Kimia .7.

Durasi garam HCl : 6-8 jam.: sebagai HCl: sekitar 1 jam.. Ekskresi lewat urin sebagai metabolit. Kontraindikasi .Indikasi Mengendalikan gangguan psikotik dan shcizofrenia. sebagai dekanoat : 24-72 jam.5-10 mg/hari dibagi dalam beberapa dosis dengan interval 6-8 jam (dosis parenteral 1/3-1/2 dosis oral).: 2.5 mg setiap 2 minggu.5 mg dekanoat setiap 3 minggu = 10 mg HCl/hari. Larutan dapat diberikan bersama jus buah atau cairan tetapi harus diberikan segera. Puncak efek : neuroleptik sebagai dekanoat : 48-86 jam. im.04 mg/kg/hari. Distribusi : menembus plasenta.m. Dosis. Ikatan protein : 91% dan 99%. Dekanoat : 12. masuk ke ASI. 12. T½ eliminasi HCl : 33 jam. i. Metabolisme di hati. Stabilitas Penyimpanan Hindari pembekuan. Farmakologi Onset kerja im. dispensing dalam botol/vial amber atau buram.5-10 mg/hari dibagi dalam beberapa dosis dengan interval 6-8 jam. Absorbsi oral bervariasi dan tidak teratur. Dekanoat : 163-232 jam. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak : Oral : 0. Dewasa : psikosis : Oral : 0. beberapa pasien mungkin membutuhkan peningkatan dosis sampai 40 mg/hari. hindari sinar.

diskrasia darah. SSP : parkinsonisme. hiper refleksia. amenorea. depresi. paralisis kandung urin. eosinofilia. peningkatan prolaktin. kuinin. fotosensitifitas. udem serebral. Interaksi . ritonavir. trombositopenia. fluoksetin. galaktoria. kehilangan selera makan. eksim. delavirdin. Efek Samping KV : takikardia. rash. kerusakan otak subkortikal. antihipertensif. antidepresan siklik. diskinesia tardif. udem laring. mengantuk. pansitopenia. etanol. glaukoma. lelah. nontrombositopenik purpura. Mata : retinopati pigmen. udem. poliuria. seborea. ileus paralitik. mimpi aneh. impotensi. ropinirol meningkatkan efek flufenasin. leukopenia. antihistamin. Metabolik & endokrin : perubahan siklus menstruasi. urtikaria. pigmentasi. enurisis. pergolid. nyeri payudara. barbiturat. perubahan EEG. perubahan libido. Saluran cerna : berat badan bertambah. spasme muka sebelah. distonia. hiper/hipotensi. koma. Depresi SSP berat. Flufenasin dapat meningkatkan efek/toksisitas antikolinergik. kuinidin. sindroma lupus eritamatosus. xerostomia.Hipersensitif terhadap flufenazin atau komponen formulasi lainnya. Kulit : dermatitis. eritema. konstipasi. kejang. Flufenasin memperkuat efek penekanan terhadap SSP dari analgesik narkotik. gelisah. perubahan pengaturan pusat temperatur tubuh. . asma. perubahan kornea dan lensa. hepatotoksik. sakit kepala. paroksetin. Genitourinari : gangguan ejakulasi. salivasi. akathisia. pusing. Pernafasan : kongesti hidung.Dengan Obat Lain : InhibiCYP2D6 : chlorpromazin. Darah : agranulositosis. penglihatan kabur. Otot-saraf : tangan gemetar. mikonazol. Hati : cholestatic jaundice. penyakit hati. aritmia. Mungkin terjadi reaktivitas silang antara fenotiazin. hipnotik-sedatif. tekanan darah berfluktuasi. ginekomastia.

.Dengan Makanan : Kombinasi dengan dong quai dan St John's wort (Hypericum perforatum) akan meningkatkan efek penekanan terhadap SSP dan dapat menimbulkan fotosensitivitas. asam valproat.Terhadap Kehamilan : Dicurigai bersifat teratogenik. tidak dianjurkan. . Penggunaan bersama antidepresan trisklik dapt mengubah respons dan meningkatkan toksisitas. trazodon. Kombinasi dengan kavakava (Piper methysticum). sparfloksacin dan obat-obat yang memperpanjang interval QT akan dapat meningkatkan resiko aritmia. . glukosa darah puasa/Hgb A1c. Barbiturat. merokok akan dapat meningkatkan metabolisme flufenasin di hati. Kombinasi denagn metoklopramid akan dapt meningkatkan resiko gejala ekstrapiramidal. . levodopa dan brokriptin. flufenasin dan antipsikotik potensi rendah lainnya dapat menghambat efek presor epinefrin. gotu kola (Centella asiatica) valerian akan meningkatkan efek penekanan terhadap SSP. skala normal gerakan yang tidak disadari. pimosid. cisaprid. status mental. Fenotiasin akan menghambat aktivitas guanetidin.Terhadap Ibu Menyusui : Masuk ke dalam ASI.Terhadap Anak-anak : Keamanan terhadap anak< 6 tahun belum ditetapkan . Kombinasi dengan antiaritmia. Kombinasi flufenasin dengan epinefrin akan dapt menimbulkan hipotensi. gejala ekstrapiramidal.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Gambaran vital : profil lipid. indeks berat badan.litium. Pengaruh .

Bentuk Sediaan Injeksi Sebagai Dekanoat. pernafasan. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari. 25 mg/ml. segera minum obat bila lupa. 2.aritmia yang mengancam jiwa. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. mental dan kecemasan. atau menutupi efek toksik obat lain karena efek anti emetik. 10 mg Peringatan Hati-hati digunakan pada gangguan yang menunjukkan depresi SSP karena menimbulkan sedasi. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk mengobati gangguan emosi. Mungkin mengubah hantaran di jantung. Hati-hati penggunaan pada pasien penderita: penyakit Parkinson. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. hemodinamik tidak stabil. Hati-hati pada penderita kanker payudara atau tumor yang dependen terhadap prolaktin karena mungkin meningkatkan kadar prolaktin.5 mg. Hati-hati pada penderita yang berresiko menderita pneumonia (misalnya penyakit Alzheimer) karena kemungkinan terjadi dismotil esofagus dan aspirasi. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. hati-hati pada pasien dengan penyakit : serebrovaskuler. 5 mg. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari. kardiovaskuler. Hipotensi dapat terjadi terutama pemberian secara im. Mungkin mengubah pengaturan temperatur tubuh. penekanan sumsum tulang. predisposisi kejang. ginjal. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/menganggu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. atau obat yang menimbulkan penyakit-penyakit tersebut karena dapat menimbulkan hipotensi ortostatik. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. 1 mg. . Tablet Sebagai HCl. tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. Pemberian injeksi depo dapat memperpanjang reaksi yang tidak dikehendaki.

Loep .php/informasi-obat/262-flufenasin.id/index. Martindale:The complete drug reference.Inc. Rand http://dinkes. Menekan penglepasan hormon hipotalamus dan hipofisa.Elizac .Mekanisme Aksi Memblok reseptor dopaminergik D1 dan D2 di postsinaptik mesolimbik otak. Et.go. kesiagaan.Courage .Sifat Fisikokimia .Keterangan : Fluoxetine HCL. menekan Reticular Activating System (RAS) sehingga mempengaruhi metabolisme basal. Lexicomp 2005. temperatur tubuh. The United States Pharmacopeial Convention.tasikmalayakota. tonus vasomotor dan emesis Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC.USPDI 17th ed..al.HCl : Kristal putih-putih kotor. Et.al. Advice for the patient Drug Information in Lay Language . LacyCF. 34th ed.Kalxetin . drug Information handbook international. C17H18F3NO.Nama & Struktur Kimia . Pharmaceuticall Press 2005.html Fluoksetin Deskripsi . Sedikit larut dalam air :- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang .

Metabolit : 9. dapat ditingkatkan 10-20 mg tiap beberapa minggu.. metabolisme di hati menjadi norfluoksetin yang aktivitasnya sebanding dengan fluoksetin.6 hari. Farmakologi Diabsorbsi baik. jangan diberikan pada malam hari kecuali pasien mengalami sedasi. ikatan protein 05%. Kronik : 4-6 hari.Nopres . Sirosis : 12 hari. Lamanya T½ memperlama reaksi yang tidak diinginkan walau obat sudah dihentikan. panik.Andep Indikasi Gangguan depresi major. bulimia nervosa. Stabilitas Penyimpanan Simpan di suhu ruang.ZAC . premenstrual disporik Dosis. T½ eliminasi 1-3 hari. Dewasa : 20 mg/hari pada pagi hari. dapat ditingkatkan sesudah beberapa minggu sebanyak 20 mg/hari maksimum 80 mg/ hari.Prozac .3 hari. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak : Depresi : 8-18 tahun10-20 mg dapat ditingkatkan sampai 20 mg/hari sesudah 1 minggu. dosis tunggal atau dibagi dalam 2 dosis. Dosis 5-10 mg digunakan untuk awal terapi. 15-30°C Kontraindikasi . Sirosis : 7. ekskresi melalui urin. Orang tua : Awal : 10 mg/hari. Tmaks 6-8 jam.

menguap. Mata : penglihatan abnormal. Tunggu 5 minggu sesudah penghentian fluoksetin sebelum mulai dengan inhibitor MAO atau 2 minggu setelah penghentian inhibitor MAO sebelum mulai dengan fluoksetin. menggigil.Dengan Obat Lain : Inhibitor MAO non selektif ( fenelzin. anoreksia. Endokrin & metabolik : penurunan libido. selera makan meningkat . flatulens. sakit dada. emosi labil. berfikir abnormal. sinusitis. muntah. tioridasin. xerostomia. gangguan tidur. nervous. Endokrin & metabolik : abnormal ejakulasi. Interaksi . palpitasi. demam. hipertensi atau sindroma seretonin. berat badan turun. Saluran cerna : dispepsia. pruritis. Pasien pengguna inhibitor MAO. impoten. telinga berdenging. saraf-otot: lemah. Kombinasi dengan selegilin menimbulkan mania.Hipersensitif terhadap fluoksetin atau komponen-komponen lain formulasi. Kulit: rash. gejala seperti flu. cemas. konstipasi. hemorhage. mesoridasin. somnolens. tremor. agitasi. isokarboksid) atau inhibitor MAO lainnya (linezolid) sebaiknya tidak diberikan dengan fluoksetin karena menimbulkan reaksi yang fatal. diare. Genitourinari : sering berkemih. amnesia. mimpi aneh. sakit kepala. 1-10% : KV : vasodilatasi. hipertensi. saluran cerna: mual. Efek Samping > 10% : SSP : insomnia. . Pernafasan : faringitis. SSP : pusing.

dekstrometorfan. diazepam. sulfonamid. antagonis serotonin. hidrokodon. Kombinasi dengan sumatripan dan antagonis serotonin lainnya dapat menimbulkan toksisitas. . dan inhibitor CYP2C8/9 atau 2D6 lainnya. Fluoksetin dapat menurunkan efek kodein. tramadol mungkin akan meningkatkan resiko sindroma serotonin. paroksetin. antidepresan trisiklik. hiperrefleksia. meperidin. kava-kava. rifampin. ritonafir. lidokain. oksikodon. meksiletin. simpatomimetik. fenotoin. . paroksetin. ritonavir.Dengan Makanan : Etanol.Fluoksetindapat menghambat metabolisme tioridasin atau mesoridasin sehingga dapat mengakibatkan resiko perpanjangan interval QT yang bisa menimbulkan aritmia fatal. fluoksetin. fenobarbital. teofilin. ven Kombinasi fluoksetin dengan SSRI dan amfetamin. propranolol. beta bloker tertentu. delavirdin. lemah. Efek fuoksetin dapat menurun bila dikombinasi dengan karbamasepin. tioridasin. ropinirol. furosemid dan torsemid) akan meningkatkan resiko hiponatremia. Tunggu sampai 5 minggu setelah penghentian fluoksetin sebelum mulai dengan tioridasin. Efek fluoksetin dapat ditingkatkan oleh klorpromazin.(sumatripan). gotu kola dapat meningkatkan efek depresi SSP. Kombinasi dengan litium akan menimbulkan resiko neurotoksik dan peningkatan serum litium. kuinidin. Siproheptadin dapat menghambat efek serotonin reuptake inhibitor. dan induktor CYP2D6 lainnnya. pergolid. ritonavir. fenitoin. fluvoksamin. kuinin. Fluoksetin dapat meningkatkan efek aminofilin. valerian. mikonazol. nefazodon. risperidon. trifluoperasin. St John's wort. buspiron. NSAID. Litium akan dapat diturunkan efeknya oleh fluoksetin. monitor. Kombinasi dengan warfarin dapat meningkatkan respons Pemberian bersama NSAID dan obat yang mempengaruhi pembekuan darah dapat meningkatkan resiko perdarahan. Kombinasi dengan diuretik kuat ( bemetanid. tramadol. dan inkoordinasi.

sulit minum/menyusu. hiperrefleksia. gelisah.Pengaruh . kecemasan. tidak dianjurkan.Terhadap Anak-anak : - .Terhadap Ibu Menyusui : Masuk ke dalam ASI. penyakit inflamasi pulmonal. ide bunuh diri. muntah. Kemungkinan munculnya keinginan bunuh diri harus diwaspadai. kejang.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C Dicurigai bersifat teratogenik. agitasi. . apnu. Efek non teragenik yang dilaporkan muncul pada pemberian di trimester III adalah : distres pernafasan. reaksi anafilaktik. tablet 20 mg Peringatan Reaksi berat akibat penggunaan dengan inhibitor MAO : sindroma serotonin (hipertermia. Penggunaan pada pasien yang gagal ginjal atau . sindroma seperti lupus. tremor. hipoglikemi. sianosis. . hipo/hipertoni. otot kaku. fungsi sosial. Hindari pemberian bila terpaksa diberikan. temperatur tubuh tidak stabil. akatisia (gelisah tidak dapat duduk tenang). Dapat menimbulkan mania/hipomania pada pasien bipolar. Kegagalan kognitif dan gangguan motorik yang timbul harus diwaspadai pada pengemudi atau operator mesin. hindari penggunaan monoterapi. Fluoksetin dikaitkan secara nyata dengan timbulnya rash dan alergi termasuk vaskulitis. serangan panik. tidak stabil) Aritmia ventrikel yang dapat menimbulkan torsade de pointes dan kematian bila dikombinasi dengan tioridasin. 20 mg.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Status mental terhadap depresi. turunkan perlahan sampai kemudian dihentikan pada trimester III. menangis. laringospasme. tidur Bentuk Sediaan Kapsul 10 mg. Waspadai kejang dan kerusakan otak. mania.

Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. 34th ed. tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk terapi depresi mental dan hanya diberikan dengan resep dokter. Tidak berikatan dengan reseptor alfa adrenergik. Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari. Beberapa bukti menunjukkan bahwa penggunaan obat ini dapat menimbulkan keinginan bunuh diri.hati tidak berfungsi serta pada orang tua. diskusikan hal ini dengan dokter. Waspadai gejala putus obat yang tiba-tiba : gelisah. agitasi. tidak menghambat atau hambatan minimal terhadap reuptake norepinefrin dan dopamin. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/menggangu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. histamin dan kholinergik. Waspadai gangguan fungsi seks akibat penggunaan. . Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. segera minum obat bila lupa. hentikan penggunaan bertahap. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari. Mekanisme Aksi Menghambat reuptake serotonin di SSP. Martindale:The complete drug reference. hipomania. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai.. Pharmaceuticall Press 2005. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. bingung. Et.al. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. insomnia. Waspadai penggunaan kombinasi dengan antikoagulan. Karena panjangnya waktu paruh. waspadai tetap berlangsungnya reaksi yang tidak diinginkan walau terapi sudah dihentikan. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC.

larut sebagian dalam alkohol.2.Nama & Struktur Kimia .Inc.al.php/informasi-obat/264-fluoksetin.Keterangan : : 6-chloro-3.1 dioxide. The United States Pharmacopeial Convention.id/index.USPDI 17th ed.4 benzothiadizine-7-sulphonamide-1.html HCT Deskripsi . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral (efek obat dapat diturunkan setelah digunakan setiap hari) Anak-anak : < 6 bulan : 2-3 mg. :- Golongan/Kelas Terapi Diuretik Nama Dagang Indikasi Penanganan hipertensi ringan sampai sedang.4 dihydro-2-H-1.tasikmalayakota.LacyCF. Et.kg/hari dalam dua dosis terbagi. Advice for the patient Drug Information in Lay Language . sangat sedikit larut dalam air.go. edema pada gagal jantung kongestif dan sindrom nefrotik. Dosis. larut dalam aseton.Sifat Fisikokimia . Lexicomp 2005. Rand http://dinkes. drug Information handbook international. C7H8ClN3O4S2 Serbuk kristal berwarna putih atau hampir putih. .

8 jam.25 mg sekali sehari.> 6 bulan : 2 mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi. Pasien lanjut usia : 12. dan dalam 3-6 jam dieksresikan melalui ginjal. Distribusi 3.6-14. Hipertensi : 12. Penyesuaian dosis pada gangguan ginjal. Onset kerja : diuresis:~2. juga menyebabkan vosodilatasi pembuluh darah arteriol.5 -50 mg/hari. Stabilitas Penyimpanan Disimpan ditempat yang kedap udara Kontraindikasi . Ikatan protein : 68%. klorida dan sejumlah air.8 L/kg. T½ eliminasi : 5. Hidroklorotiazida selain berefek sebagai diuretik.sehingga dapat menurunkan tekanan darah pada kasus hipertensi. peningkatan respon minimal dan gangguan elektrolit lainnya harus dipantau setelah > 50 mg/hari. Durasi 6-18 jam. yang meningkatkan ekskresi natrium. Eksresi : melalui urin sebagai obat tidak berubah. Clcr < 10 mL/menit : jangan menggunakan hidroklorotiazida.5 . maksimum 200 mg/hari. Farmakologi Hidroklorotiazida adalah diuretik tiazida. Obat ini dapat diabsorpsi dengan baik melalui saluran cerna. Dewasa : Edema : 25-100 mg/hari dalam 1-2 dosis. Bioavailabilitas : 50%-80%. Obat ini bekerja senergistik dengan obat anti-hipertensi lainnya. Umumnya efek tampak setelah satu jam.8-7. Tidak mengalami metabolisme. Efek puncak : 4-6 jam.

Toksisitas digoksin dapat meningkat jika tiazida menginduksi hipokalemia atau hipomagnesemia.Dengan Obat Lain : Peningkatan efek hidroklorotiazida dengan furosemida dan diuretik loop. gunakan dengan .Terhadap Kehamilan : Faktor resiko : B . menurunkan efek diuretik dan antihipertensi. dan kemungkinan hipersensitivitas terhadap golongan obat ini. fotosensitivitas. alopsia. ginseng dan yohimbe. anemia hemolitik. dermatitis eksfoliatif. tekanan pada pernapasan. Siklosporin dan tiazida akan meningkatkan risiko gout atau toksisitas ginjal.Diabetus mellitus. Interaksi . hipokalemia. tekanan pada epigastrik. < 1% : agranulositosis. reaksi alergi (reaksi anafilaktik yang membahayakan hidup). anemia aplastik.Terhadap Ibu Menyusui : Hidroklorotiazida didistribusikan ke air susu. pneumonitis eosinofilik. hipotensi. Efek Samping Hipotensi ortostatik. Peningkatan hipotensi dan/atau efek samping pada ginjal dari inhibitor ACE akan menghasilkan diuresis berat pada pasien/ Beta bloker meningkatkan efek hiperglikemia dari tiazida pada diabetes mellitus tipe 2. Pengaruh . Antiinflamasi non steroid dapat mengurangi efikasi tiazida. miokarditis. Hindari dong quai untuk penanganan hipertensi (karena mempunyai aktifitas estrogen). Toksisitas lithium dapat jika tiazida meningkatkan ekskresi ginjal litium. Hindari efedra. eritema multiforma.Dengan Makanan : Makanan dapat mengurangi absorpsi hidroklorotiazida. Tiazida dapat memperpanjang durasi pada penggunaan bloking neuromuskular. . Penurunan absorpsi oleh kolestiramin dan kolestipol. gangguan fungsi hati. sindrom Stevens-Johnson. Efek hipoglikemia dapat diturunkan. anoreksia. trombositopenia dan nekrolisis epidermal toksik.

elektrolit serum. sulfonilurea. kalsium. glukosa. inhibitor karbonik anhidrase. Gunakan dengan perhatian pada pasien dengan gangguan hati: ensefalopati hati dapat terjadi akibat gangguan elektrolit. hindari jika pernah terjadi reaksi alergi sebelumnya Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1. blood urea nitrogen dan kreatinin. dapat mengalami perubahan pada kontrol glukosa. Obat dimakan secara teratur sesuai petunjuk dokter. Dapat memperparah lupus eritematosus atau mencetuskannya. hiponatremia) dapat terjadi.gagal jantung kronik. Dapat terjadi reaksi hipersensitifitas. Gout dapat terjadi pada pasien dengan riwayat gout. Penggunaan pada pasien alergi terhadap sulfonamid dikontraindikasikan. alkalosis hipokloremik. penurunan klorida.perhatian . Bentuk Sediaan Tablet 25 mg Peringatan Hindari penggunaan hidroklorotiazida pada penyakit ginjal parah. Jangan dihentikan walaupun telah merasa .Terhadap Anak-anak : - . kolesterol. amilase. Gunakan dengan perhatian pada pasien dengan konsentrasi kolesterol menengah sampai tinggi. Fotosensitivitas dapat terjadi. tekanan darah. klorida. Hilangkan hipokalemia sebelum memulai terapi. amonia. peningkatan asam. Ada kemiripan sifat kimia antara sulfonamid. tiazida dan diuretik loop (kecuali asam etakrinat). Hati-hati pada pasien diabetes. Gangguan elektrolit (hipokalemia.Terhadap Hasil Laboratorium : Meningkatkan kreatinin fosfokinase. magnesium dan kalium. Parameter Monitoring Periksa cairan tubuh.

tasikmalayakota. berdiri cukup lama. Misalnya sewaktu mau bangun tidur sebaiknya duduk dulu dipinggiran tempat tidur sambil kaki dibiarkan tergantung ke bawah selama beberapa menit. 5. 34th edition.html . Bila timbul lendir pada hidung. 9. minum alkohol. jangan mengobati diri sendiri.php/informasi-obat/276-hct. Obat ini bisa menimbulkan rasa pusing dan kelelahan bila mengerjakan sesuatu. 2. Kunyalah permen karet (non gula) untuk menghilangkan rasa kekeringan pada mulut. Obat ini kemungkinan akan menyebabkan penglihatan menjadi kabur. bawalah ke dokter. Obat dimakan bersamaan dengan makanan lain atau dengan susu. Hubungi dokter bila timbul rasa kelelahan pada otot atau rasa nyeri mendadak pada persendian .sembuh. 2005 http://dinkes. akibatnya ekskresi natrium dan air meningkat Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Martindale. 10. 8. Jika mungkin jangan makan obat ini menjelang tidur. atau bangun dari tempat tidur secara terburu-buru.id/index. Sungguhpun demikian jangan menambah jumlah obat bila obat telah habis selalu melalui resep dokter. Kemungkinan akan menjalani pengobatan dalam jangka waktu lama. 6. Mekanisme Aksi Inhibisi rearbsorpsi pada tubulus ginjal. karena tidur anda akan terganggu karena akan sering buang air kecil. Jangan mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin. Hubungi dokter bila timbul diare. Segeralah duduk kembali atau berbaring bila timbul rasa pusing. 7. merubah tubuh secara mendadak. Tekanan darah tinggi adalah penyakit kronis. Jauhkan dari jangkauan anak.go. 4. 3.

Karbamazepin Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : 5H-Dibenz[b1flazepina-5-karboksamida]. Pemerian : Serbuk putih sampai hampir putih. Kelarutan: Praktis tidak : larut dalam air; larut dalam etanol dan aseton (farmakope Indonesia ed.IV) - Keterangan :-

Golongan/Kelas Terapi Antikonvulsi

Nama Dagang - Bamgetol - Teril - Cetazep - Karbamazepin (Generik) - Suppositoria - Tegretol

Indikasi Epilepsi semua jenis,kecuali petit mal, neuralgia trigeminus; propilaksis pada manik depresif. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Penanganan Seizure : Dosis untuk dewasa dan anak di atas 12 tahun adalah 200 mg 2 kali sehari atau 100 mg ), 4 kali sehari. Dosis dinaikkan sampai 200 mg, 3-4 kali sehari. Dosis untuk anak 6-12 tahun adalah 100 mg, 2 kali sehari atau 50 mg, 4 kali sehari. Dosis untuk anak di bawah 6 tahun adalah 10-20 mg/kg berat badan dalam 2-3 dosis terbagi. Penanganan neuralgia trigeminus : Dosis awal 100 mg, 2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 200 mg setiap hari dengan

peningkatan 100 mg setiap 12 jam untuk tablet atau peningkatan 50 mg, 4 kali sehari sampai rasa sakit hilang.(AHFS Drugs Information p.2144) Farmakologi Aksi farmakologi dari karbamazepin secara kualitatif mirip dengan antikonvulsan derivat hidantoin. Aktifitas antikonvulsan dari karbamazepin, seperti fenitoin, pada dasarnya dengan membatasi hantaran seizure dengan mengurangi potensiasi posttetanic (PTP) transmisi sinaps. Karbamazepin menghilangkan nyeri pada neuralgia trigeminal dengan mengurangi transmisi sinap di dalam nukleus trigeminal. Karbamazepin juga mempunyai efek sedatif, antikolinergik, antidepresan, relaksasi otot, antiaritmia, antidiuretik, dan aksi penghambatan transmisi neuromuskular. Karbamazepin hanya mempunyai efek analgesik ringan. (AHFS Drugs Information p. 2139). Stabilitas Penyimpanan Tablet karbamazepin, tablet lepas-lambat dan tablet kunyah harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat, tidak tembus cahaya dan pada temperatur tidak lebih dari 30°C (AHFS Drugs Information p. 2139) Kontraindikasi Hipersensitif terhadap karbamazepin, antidepresan trisiklik, atau komponen sediaan; depresi sumsum tulang belakang; (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. 269) Efek Samping Biasanya dihubungkan dengan hipermagnesemia, mual, muntah, haus, flushing kulit, hipotensi, aritmia, koma, depresi nafas, ngantuk, bingung, hilang refleks tendon, lemah otot, kolik dan diare pada pemberian oral. Interaksi

- Dengan Obat Lain : Alkohol : Efek samping SSP dari Karbamazepin mungkin ditingkatkan. Analgetik : dekstropropoksifen menaikkan efek karbamazepin; khasiat tramadol diturunkan oleh

karbamazepin Antibakteri : metabolisme doksisiklin dipercepat (mengurangi efek); kadar plasma karbamazepin ditingkatkan oleh klaritromisin, eritromisin dan isoniazid (hepatoksisitas isoniazid mungkin juga meningkat) Antikoagulan : metabolisme nikumalon dan warfarin dipercepat (mengurangi efek antikoagulan) Antidepresan : antagonisme efek antikonvulsan (ambang kejang diturunkan); kadar plasma karbamazepin ditingkatkan oleh fluoksetin, fluvoksamin, dan viloksazin; metabolisme mianserin dan trisiklik dipercepat (menurunkan kadar plasma); disarankan untuk menghindari pemakaian bersama MAOI atau dalam waktu 2 minggu setelah MAOI Antiepileptika lain : pemberian bersama dua atau lebih obat antiepileptika dapat meningkatkan toksisitas tanpa diiringi peningkatan dalam efek antiepilepsi; selain itu interaksi antara masingmasing obat antiepilepsi mempersulit pemantauan pengobatan;interaksi termasuk peningkatan efek, peningkatan sedasi, dan penurunan kadar plasma Antimalaria : klorokuin dan meflokuin melawan efek antikonvulsan Antipsikotik : antagonisme efek antikonvulsan (ambang kejang menurun); metabolisme haloperidol, olansapin dan sertindol dipercepat (menurunkan kadar plasma) Antivirus : lihat Ritonavir Antagonis-Kalsium : diltiazem dan dan verapamil menaikkan efek karbamazepin; efek felodopin, isradipin dan mungkin nikardipin dan nifedipin dikurangi. Glikosida jantung : hanya metabolisme digitoksin yang dipercepat (mengurangi efek) Kortikosteroid : metabolisme dipercepat (menurunkan efek) Siklosporin : metabolisme dipercepat (menurunkan kadar plasma siklosporin) Diuretik : meningkatkan risiko hipoatremia Antgonisme Hormon : danazol menghambat metabolisme karbamazepin (meningkatkan efek); metabolisme toremifen mungkin dipercepat Litium : dapat terjadi neurotoksisitas tanpa meningkatkan kadar plasma litium Relaksan otot : efek relaksan otot non-depolarizing dilawan (kepulihan dari blok neuromuskular

Terhadap Ibu Menyusui : Terdistribusi dalam air susu ibu / tidak direkomendasikan. 2158) . . (AHFS Drugs Information p. Dapat menembus plasenta.dipercepat) Estrogen dan Progesteron : karbamazepin mempercepat metabolisme kontrasepsi oral (menurunkan efek konrasepsi) Retinoid : Kadar plasma mungkin diturunkan oleh isotretinoin Teofilin : metabolisme teofilin dipercepat (mengurangi efek) Tiroksin : metabolisme teofilin dipercepat (dapat meningkatkan kebutuhan akan tiroksin pada hipotiroidisme) Obat-obat Antiulkus : metabolisme dihambat oleh simetidin (menaikkan kadar plasma karbamazepin) Vitamin : karbamazepin mungkin menaikkan kebutuhan vitamin D (IONI. hal 487).Dengan Makanan : Kadar karbamazepin dalam darah dapat meningkat bila diberikan dengan jus grapefruit. hindari digunakan bersama-sama. (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. 270) Pengaruh . tetapi jika manfaat pemberian melebihi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap ibu hamil maka dapat digunakan (mis : jika obat dibutuhkan pada keadaan yang mengancam jiwa atau untuk penyakit yang serius dan tidak ada obat lain yang lebih aman untuk digunakan. .Terhadap Kehamilan : Faktor resiko D : Ada bukti positif risiko kematian janin.

antidepresif dan antiaritmia. kadar karbamazepin dalam serum. antidiuretik. antimanic. hindari pemutusan obat mendadak. 250 mg. pemeriksaan mata (refleks pupil). BUN. amati pasien yang mengalami sedasi yang berlebih. T3. Sirup Peringatan Gangguan hati atau gangguan ginjal. hamil. terutama saat dosis dinaikkan. alkalin fosfatase. panel lipid. kadar besi dalam darah. riwayat reaksi hematologik terhadap obat lain. antineuralgik. T4 dan natrium. Menekan aktifitas ventralis nukleus pada talamus atau menurunkan transmisi sinaptik atau menurunkan jumlah stimulasi temporal yang menyebabkan neural discharge dengan cara membatasi influks ion natrium yang menembus membran sel atau mekanisme lain yang belum diketahui. Tablet Lepas Lambat. 271) Bentuk Sediaan Tablet 125 mg. menurunkan kalsium. . ALT. (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. AST.Terhadap Hasil Laboratorium : Dapat berinteraksi dengan beberapa tes kehamilan. menyususi. bilirubin. kadar natrium dalam serum. (IONI hal 154) Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mekanisme Aksi Selain sebagai antikonvulsan. Tablet Kunyah. pelemas otot. urinalisis. glaukoma. riwayat penyakit jantung. karbamazepin mempunyai efek sebagai antikolinergik. retikulosit. Parameter Monitoring CBC dengan hitung platelet. meningkatkan BUN.Terhadap Anak-anak : - .. tes fungsi hati. tes fungsi tiroid.

id/index. memiliki aktivitas 2X lipat dibanding klorfeniramin berbentuk rasematnya. : Deksklorfeniramin maleat merupakan bentuk dextro isomer. larut dalam etanol dan dalam kloroform. Mudah larut dalam : air. .tasikmalayakota. secara kimia terkait dengan antidepresan trisiklik.CTM . 270) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI BNF AHFS http://dinkes. C16H19CIN2 Klorfeniramin berbentuk kristal putih tidak berbau.php/informasi-obat/288-karbamazepin.Pehachlor . Golongan/Kelas Terapi Antialergi Nama Dagang .menstimulasi pelepasan ADH dan berpotensi meningkatkan kemampuan ADH untuk mereabsorpsi air. (Lexi-Comps Drug Information Handbook p.Keterangan Klorfeniramin merupakan antihistamin derivat propilamin.html Klorpheniramin Deskripsi . sukar larut dalam eter dan dalam benzena.Nama & Struktur Kimia .Sifat Fisikokimia : Chlorpheniramine.Orphen .Cohistan .go.

Pada pasien gagal ginjal dengan hemodialisa. Usia lajut : Mulai dengan dosis serendah mungkin. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dewasa dan remaja : Dosis oral : Dosis yang disarankan adalah 4 mg tiap 4-6 jam. Durasi aksi antara 4-8 jam. yang diekskresikan dalam urin. N-dealkilasi akan mendapatkan beberapa metabolit. Anak-anak umur 2-5 tahun: Dosis yang disarankan adalah 1 mg setiap 4-6 jam maksimal 4 mg/hari. T½ plasma antara 2-4 jam.gejala hipertrofi prostat. ulkus peptik. T½ dapat memanjang hingga 280-330 jam. hingga 12 mg/hr. Kecepatan ekskresi tergantung pada pH urin dan aliran urin. sewaktu terjadi serangan asma akut. dengan Cmax sekitar 2 jam dan efek terapi maksimal sekitar 6 jam. Klorfeniramin terdistribusi luas pada jaringan dan cairan tubuh dan dapat menembus plasenta serta diekskresikan melalui ASI. hingga 24 mg/hari. Ikatan protein mendekati 72%. menurun bila pH naik dan aliran urin berkurang. tetapi T½ eliminasi bervariasi tergantung umur. Farmakologi Onset klorfeniramin sekitar 30-60 menit. Anak-anak 6-12 tahun: Dosis yang disarankan adalah 2 mg setiap 4-6 jam. Pasien usila lebih sensitif terhadap efek antikolinergik. T½ pada dewasa sehat dan anak-anak masingmasing adalah 20-24 jam dan 10-13 jam. obstruksi pyloroduodenal.Chlorphenon Indikasi Rinitis alergi dan gejala alergi lain termasuk urtikaria Dosis.. antara 15 -30°C. glukoma sudut sempit. pertama dalam mukosa lambung. sama dengan induknya. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada suhu kamar. kemudian dalam hati dan dapat mengalami kejenuhan. Tutup wadah rapat-rapat setelah digunakan. Metabolisme klorfeniramin sangat luas dan cepat. Hindari penggunaan pada bayi prematur atau baru lahir karena kemungkinan . Buang obat jika sudah melampaui waktu kadaluwarsa. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap klorfeniramin maleat atau komponen lain dalam formulasi.

Otot : Artralgia. klaritromisin. sakit perut. eritromisin. Ginjal : Poliuria. eksitabilitas. isoniazid. . 3A4 (major) . penghambat protease. imatinib. Penghambat CYP2D6 (lemah). Pernapasan : Faringitis Interaksi .mengalami SIDS. lemas. pusing. Meningkatkan toksisitas (depresi SSP): depresan SSP. Saluran pernapasan : mengentalkan sekresi bronkial 1% . diklofenak. Etanol : Hindari penggunaan etanol (dapat meningkatkan depresi SSP).Dengan Obat Lain : Substrat CYP2D6 (minor). meningkatkan nafsu makan. antidepresan trisiklik.Dengan Makanan : Makanan : memperlambat absorpsi tetapi tidak mengurangi bioavailabilitasnya. fenotiasin. meningkatkan berat badan. nikardipin. Contoh obat ini meliputi antifungi azole. quinidin. doksisiklin. nefazodon. Etanol/Nutrisi/Herbal. Gastrointestinal : Mual. Efek Samping > 10% : Susunan saraf pusat : mengantuk. propofol. Penghambat CYP3A4 : Dapat meningkatkan kadar klorfeniramin. . diarea. rasa lelah. Mata : Diplopia.10% : Susunan saraf pusat : Sakit kepala. Penghambat MAO. Genitourinaria : Retensi urinar. xerostomia. dan verapamil.

Manifestasi efek samping pada bayi biasanya berupa iritabilitas.Pengaruh . Namun.Terhadap Hasil Laboratorium : Tidak diperlukan pemantauan laboratorium Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet Peringatan . Antihistamin tidak direkomendasikan pada neonatus karena kemungkinan stimulasi paradoksikal SSP atau kejang. atau rewel. .Terhadap Ibu Menyusui : Klorfeniramine harus digunakan hati-hati pada ibu menyusui.Terhadap Kehamilan : Pada ibu hamil. . tidak disarankan penggunaan obat ini pada 2 minggu menjelang kelahiran karena potensial terjadinya retrolental fibroplasia pada bayi prematur. hipereksitabilitas. gangguan pola tidur. Disarankan metode non farmakologi seperti banyak minum dan istirahat bila muncul gejala flu atau alergi selama kehamilan. Klorfeniramin diklasifikasikan dalam kategori B. . Dosis tunggal sebelum tidur setelah menyusui terakhir. meskipun data yang ada dilaporkan penggunaan pada ibu hamil terutama trimester pertama dan kedua tidak ditemukan gangguan pada janin. jangka pendek dan benar-benar memberikan keuntungan. Tidak ada penelitian terkendali pada ibu hamil.Terhadap Anak-anak : Klorfeniramin disarankan pada anak-anak > 2 tahun. Diperlukan penggantian ASI apabila ibu menyusui perlu penggunaan Klorfeniramin secara rutin. mengantuk. Pada beberapa anak. dapat meminimalkan pemaparan pada bayi. antihistamin dapat menstimulasi paradoksikal SSP. seperti antagonis H1 umumnya. Obat ini hanya diberikan bila perlu.

Obat ini menyebabkan kantuk, hati-hati bila digunakan pada kondisi yang memerlukan kewaspadaan penuh seperti menjalankan mesin atau mengendarai kendaraan bermotor. Gunakan hati-hati pada pasien dengan glukoma sudut tertutup, obstruksi pyloroduodenal (termasuk ulkus peptik stenotik), obstruksi saluran kemih (termasuk obstruksi leher kandung kemih dan gejala hiperplasia prostat), hipertiroidi, peningkatan tekanan intraokuler, dan penyakit kardiovaskuler (termasuk hipertensi dan takikardi). Karena berefek sedatif dan antikolinergik, tidak disarankan penggunaan jangka waktu lama pada usila. Dapat menyebabkan eksitasi paradoksikal pada anakanak dan dapat menyebabkan halusinasi, koma dan kematian pada dosis tinggi. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Minum tablet sesuai dengan anjuran. Boleh diminum dengan susu atau makanan bila mengalami iritasi lambung. Bila lupa minum obat, segera minum begitu ingat. Apabila mendekati waktu minum berikutnya, minum hanya satu dosis saja, jangan menambah dosis. Mekanisme Aksi Kompetisi dengan reseptor H1 pada sel efektor di saluran pencernaan, pembuluh darah dan saluran pernapasan. Monitoring Penggunaan Obat Kaji kemungkinan penggunaan obat-obat lain yang mempengaruhi terapi, meliputi OTC, suplemen, atau produk herbal. Juga kaji kebiasaan pasien mengkonsumsi kopi atau alkohol, perokok, atau penyalahgunaan obat. Daftar Pustaka Lexi-comp http://dinkes.tasikmalayakota.go.id/index.php/informasi-obat/296-klorpheniramin.html

Lamivudin Deskripsi

- Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia - Keterangan

:

2'3' dideoxy-3'thiacytidine.

: Lamivudin merupakan padatan berwarna putih. Larut dalam air. :-

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang - 3TC - Epivir-HBV - Epivir

Indikasi Epivir digunakan untuk mengobati HIV dengan dikombinasikan dengan antiviral lain. EpivirHBV digunakan untuk hepatitis B kronis dengan bukti kenyataan bahwa hepatitis B replikasi virus dan inflamasi aktif hati. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis: formulasi dan dosis dari Epivir-HBV tidak memadai untuk pasien yang mengalami kedua infeksi dari HBV dan HIV.gunakan kombinasi dua antivirus bila mengobati HIV. - Oral: - anak umur 3 bulan – 16 tahun HIV: 4 mg/kg 2 kali sehari. (maksimum 150 mg 2 kali sehari). - anak-anak 2 – 17 tahun pengobatan Hepatitis B (Epivir-HBV): 3 mg/kg sehari 1 kali (maksimum 100 mg/kg). - Anak-anak dan dewasa: pencegahan HIV mengikuti 150 mg/kg 2 kali sehari (dengan zidovudin dan dengan atau tanpa inhibitor protease tergantung pada risiko yang ada) - Dewasa: HIV : 150 mg 2 kali sehari atau 300 mg sehari sekali. < 50 kg 4 mg/kg 2 kali sehari (maksimum 150 mg, 2 kali sehari) - Dosis pada kerusakan ginjal: untuk anak-anak tidak dianjurkan. Untuk dewasa Cl > 50 ml/menit

>= 60 kg 40 mg setiap, 12 jam < 60 kg, 30 mg setiap 12 jam. Cl 26 – 50 ml/menit, >= 60 kg, 20 mg setiap 12 jam, < 60 kg 15 mg setiap 12 jam. Cl 10 – 25 ml/menit - Lansia : Dosis disesuaikan dengan keadaan ginjal dan monitor simtom neuropathy Farmakologi Distribusi : Va : 0,5 L/kg Bioavailabilitas : 86,4% Metabolisme: mengalami perubahan menjadi metabolit tidak aktif. Elminiasi T½ 1-1,6 jam Waktu puncak: 1 jam Ekskresi : 40% melalui urin menjadi obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Sebagai kapsul dan puyer stabil disimpan di ruang dengan temperatur kamar. Sesudah dicairkan stabil selama 30 hari bila disimpan di lemari pendingin. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap lamivudin atau komponen lain dalam sediaan. Efek Samping Sakit perut, mual, muntah, diare, sakit kepala, demam, ruam, alopecia, rasa malas, insomnia, batuk, gangguan pada hidung, arthralgia, sakit pada otot dan neuropathy perifer. Interaksi

- Dengan Obat Lain : Penggunaan bersama : -hidroksi urea akan meningkatkan efek pankreatitis dan hepatotoksik. - zalcitabine, terjadi peningkatan neuropati perifer. - zidovudin, mengurangi foforilase intraseluler

Terapi dengan lamivudin mungkin dapat menyebabkan laktat asidosis dan harus dihentikan jika terjadi peningkatan konsentrasi aminotransferase. yang nampak maupun simptom. atau hasil biokimia yang tidak normal. mengurangi fosforilasi intraseluler.. kontraindikasi untuk ibu menyusui . hepatomegali atau laktat asidosis yang tidak diketahui etiologinya. 20 mg.Penggunaan lamivudin harus hati-hati pada pasien hepatomegali atau pasien dengan faktor risiko gangguan . neuropati.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Monitor fungsi liver. angka kekuatan viral dan angka CD4 Bentuk Sediaan Kapsul 15 mg.Terhadap Anak-anak : - . 40 mg Puyer Untuk Larutan Oral. mual. . mengurangi fosorilasi intraseluler. 1 mg/ml (200 ml) Peringatan Terapi lamivudin harus dihentikan jika sakit perut semakin parah.doxorubisin.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui efek masuknya ke dalam ASI.ribavirin. sampai terjadinya pankreatitis. muntah. bisa digunakan dengan perhatian. bisa digunakan dengan perhatian .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . 30 mg.Dengan Makanan : - Pengaruh .

Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Lakukan diskusi degan pasien mengenai frekuensi pemberian obat.3-de]-1.2.go.6 – 5. Data menunjukkan. Sekitar pH 5. Sebagian molekul obat akan terionisasi pada pH usus halus.tasikmalayakota.8.hasil laboratorium dari fungsi hati.3-dihydro-3-methyl-10-(4-methyl-1-piperazinyl)-7: oxo-7H-pyrido[1. angka kekuatan virus dan CD4 Daftar Pustaka http://dinkes. dari larut hingga mudah larut. Pada rentang pH ini : Levofloxacin mempunyai kelarutan. neuropati. terutama untuk mencegah resistensi yang emergensi. C18H20FN3O4 • ½ H2O : Levofloksasin berbentuk serbuk kristal putih kekuningan hingga serbuk kuning. kelarutannya meningkat cepat hingga mencapai maksimum p .Keterangan (-)-(S)-9-fluoro-2.Nama & Struktur Kimia . dan efek samping untuk menjamin kepatuhan pasien.4-benzoxazine-6-carboxylic acid hemihydrate.Sifat Fisikokimia .html Levofloksasin Deskripsi .8 kelarutan Levofloksasin cenderung konstan (sekitar 100 mg/mL).php/informasi-obat/301-lamivudin. pada pH 0. Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Simtom yang ada.id/index.hati.

Nislev .Levocin .Mosardal . termasuk juga MDRSP (multidrug resistant strains of S.Lexa . neumoniae nosokomial. infeksi saluran urin dengan atau tanpa komplikasi.Difloxin .Nufalev . termasuk juga pyelonepritis akut yang disebabkan oleh E. untuk profilaksis serangan anthrak (setelah terpapar) Oftalmic: Pengobatan konjungtivitsi bakteri yang disebabkan oleh organisme. sinusitis bakteri akut. Pneumonia: Community – acquired: 500 mg setiap 24 jam untuk 7-14 hari atau 750 mg setiap 24 jam untuk 5 hari (efikasi obat pada pemberian 5 hari untuk MDRSP tidak dapat dipastikan). Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral. Bronkitis kronis (bakteri eksaserbasi akut): 500 mg setiap 24 jam untuk 7 hari.Prolevox .coli. bronchitis kronis.Levovid . dimulai sejak terpapar. Dosis.Cravat . infeksi kulit (dengan atau tanpa komplikasi). meliputi CAP (community-acquired penumoniae).Inacid .Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . Nosokomial: 750 mg setiap 24 jam untuk 7-14 hari.pneumoniae). .Volequin Indikasi Sistemik: Pengobatan infeksi ringan.Cravox . IV: dewasa Sinusitis bakteri (akut): 500 mg setiap 24 jam untuk 10-14 hari atau 750 mg setiap 24 jam untuk 5 hari.Voxin . pengobatan ulcer kornea yang disebabkan oleh bakteri yang sensitive.Prolecin . sedang dan berat yang disebabkan oleh organisme yang sensitive. Ántrax inhalasi: 500 mg setiap 24 jam untuk 60 hari. prostatitis (cronic bacterimia).

infeksi kulit tanpa komplikasi.pyelonefritis akut:ClCr 10-19 mL/menit:250 mg setiap 48 jam Infeksi kulit dengan komplikasi sinusitis bakterial akut.atau inhalasi anthrak: dosis awal 500 mg.Prostatitis: (cronic bacterial): 500 mg setiap setiap 24 jam selama 28 hari. Komplikasi: termasuk pyelonephritis akut: 250 mg setiap 24 jam untuk 10 hari.Hemodialisis (CAPD) : 250 mg setiap 48 jam Infeksi saluran urin tanpa komplikasi : tidak ada penyesuaian dosis. Perawatan hari ke-4 untuk melengkapi pengobatan : 1-2 tetes ke mata yang sakit saat masih terjaga setiap 4 jam saat masih terjaga. dosis selanjutnya: ClCr 20-49 mL/menit : 750 mg setiap 48 jam ClCr 10-19 mL/menit : 500 mg setiap 48 jam . sinusitis akut. Pengobatan hari 3-7:1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 4 jam saat masih terjaga. hingga 8 kali sehari.5%): Dosis anak > 6 tahun dan dewasa: 1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 30 menit sampai 2 jam saat masih terjaga dan 4-6 jam setelah istirahat. Infeksi saluran urin: tanpa komplikasi: 250 mg satu kali sehari selama 3 hari.hingga 4 kali sehari.ClCr 10-19 mL/menit : 250 mg setiap 48 jam. Dosis pada gangguan ginjal : Bronkhitis kronis.protatitis bakterial kronik.community-acquired pneumonia atau pneumonia nosokomial: dosis awal 750 mg. Infeksi kulit: infeksi tanpa komplikasi: 500 mg setiap 24 jam untuk 7-10 hari.5%): dosis anak >1 tahun dan dewasa: pengobatan hari 1 dan 2 : dimulai 1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 2 jam saat masih terjaga. Tetes mata: Konjungtifitis ( larutan tetes mata 0. Ulcer kornea : (larutan tetes mata 1. community-acquired pneumonia. Infeksi saluran urin dengan komplikasi. Dengan komplikasi: 750 mg setiap 24 jam selama 7-14 hari. dosis selanjutnya : ClCr 20-49 mL/menit : 250 mg setiap 24 jam.

Kontraindikasi Hipersensitif terhadap levofloksasin dan hipersensitif terhadap komponen dalam sediaan. Dapat bertahan selama 14 hari jika disimpan dalam lemari pendingin. paru. konsentrasi cairan serebrospinal ~15% pada serum. Eksresi: utamanya melalui urin (dalam bentuk utuh) Stabilitas Penyimpanan Injeksi: Vial: simpan pada suhu ruangan. sinus. Tablet: larutan oral: simpan pada suhu 25°C: dapat direkomendasikan rentang suhu ruangan antara 15°-25°C. T½ eliminasi: 6-8 jam. hasil pelarutan 5 mg/ml dalam larutan yang sesuai dapat bertahan selama 72 jam jika disimpan pada suhu ruangan. Ikatan protein: 50%. Konsentrasi tinggi pada prostat. Jika dalam lemari pembeku (frozen) dapat bertahan selama 6 bulan dan jangan dilakukan pembekuan ulang serta jangan gunakan pemanas untuk mencairkan obat dari proses pembekuan. Bioavailabilitas: 99%. jaringan ginekologi. Distribusi: Vd: 1. T max: dalam serum 1-2 jam. saliva.25 L/kg . terlindung dari cahaya. Sebelum pencampuran: simpan pada < 25°C. Metabolisme: minimal melalui hati.Hemodialisis (CAPD) : 500 mg setiap 48 jam Farmakologi Absorbsi: cepat dan lengkap. Efek Samping Kejadian 1-10% .

hemoptisis. hipertensi / hipotensi. Okular: menurunnya daya lihat (sementara). granulositopenia. konjungtifitis. reaksi anafilaksis. multiple organ failur. . halusinasi.peningkatan waktu pembekuan darah. abnormalitas elektrolit. trombositopenia.CNS: sakit kepala (6%). peningkatan transaminase.Kardiovaskular: nyeri dada. karsinoma.anoreksia. somnolence. ruam (1%). sinusitis (1%). purpura.neuropati perifer. konfusi. leukopenia. rasa terbakar pada mata (sementara). leukositosis. syncope. nyeri ocular (sementara). jaundice. pseudomembranous kollitis. paralisis. ensefalopati. fotopobia. mioacardial infraction. dispepsia (2%). pening (2%). hipertensi intrakranial. kerusakan mata. anemia hemolitik. kolestasis. abnormalitas EEG.Genitauria. depresi pernapasan. gagal jantung. diare (5%). pankreatitis. gagal hati. phlebitis. pendarahan saluran cerna. eritema multiform. bronkospasmus. Probenecid kemungkinan akan meningkatkan kadar levofloksasin. konstipasi (3%). Dengan kortikosteroid kemungkinan akan meningkatkan kerusakaan tendon.Respiratoria: faringitis (4%). tremor. kerusakan tendon. aritmia. kolethiasis. agranulositosis.Gastrointestinal: mual (7%). reaksi alergi. infeksi. kerusakan jaringan kulit. kejang. flatulence (1%). demam Dermatologi: pruritus (1%). kerusakan lambung. rhinitis (1%). gangren. udem paru. parestesia. depresi. atralgia. dyspnea (1%). vaginitis (1%).Hematologi: limfopenia (2%). stop jantung. efusi pleura. gagal napas. Kurang dari 1 % dan hilang dengan sendirinya: Sistemik: ARF. sindrom stevensjohnson .ansietas. nyeri (1%). fatigue (1%). edema. leukorrhea. asistes. postural hipotensi. limphadenopaty. muntah (2%).Dengan Obat Lain : Peningkatan efek toksis: Meningkatkan efek toksis gliburid dan warfarin. sensitif terhadap cahaya (<0. insomnia (5%). stupor.1%). abnormalitas WBC. hematoma. peningkatan INR. bradikardi. dehidrasi. Interaksi . pulmonary embolism. migren. nyeri lambung (3%). kerusakan jaringan otak.

antidepresan siklik). eritromisin. elektrolit suplemen oral. Sediaan suspensi oral sebaiknya digunakan dalam keadaan perut kosong (1 satu jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). Pengaruh . .Terhadap Hasil Laboratorium : Berpengaruh terhadap hasil pengukuran : tes fungsi hati. suhu badan) . Menurunkan efek: Kadar obat akan menurun jika digunakan bersamaan dengan. jarang dilaporkan terjadi pada manusia) penggunaan levofloksasin pada ibu hamil. tes ginjal. antipsikotis. jika digunakan dengan obat – obat yang memperpanjang QTc (aritmia kelas 1ª dan III . mineral kation. .Dengan Makanan : Tablet dapat digunakan tanpa ada perhatian terhadap makanan. antasida. elektrolit (hipokalemia). Parameter Monitoring WBC (white blood count) Tanda – tanda infeksi (kultur biakan bakteri.Terhadap Anak-anak : Tidak direkomendasikan penggunaan pada anak < 18 tahun. CBC. Penggunaan seharusnya dipisah.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. cisaprid. walaupun demikian terjadi penurunan berat badan kematian janin pernah dilaporkan . quinapril.Meningkatkan aritmia.Terhadap Ibu Menyusui : Ekskresi obat kedalam ASI belum diketahui. kardiogram. tidak direkomendasikan . Dilaporkan terjadi arthropaty (hasil pengamatan pada hewan uji. sukralfat. Efek teratogenik tidak teramati pada hewan uji.

SGPT) Bentuk Sediaan Infus. halusinogen dan kejang. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. urtikaria.diare atau respon hipersensitivitas. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. konfusi.Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). Reaksi hipersensitifitas parah. Larutan Tetes Mata.harap menghubungi apoteker.Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat.seperti mual. jika terjadi reaksi alergi (gatal-gatal.Memantau pasien yang mendapatkan obat-obat lain yang berpotensi menimbulkan interaksi . maka sebaiknya levofloksasin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. rekombinasi dan transposisi Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. malas.Jika masih belum memahami ttg penggunaan obat. SSP: menstimulasi terjadinya tremor. kulit melepuh.Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. kulit terasa geli) maka hentikan pemberian obat. Tablet Peringatan Sistemik: Tidak direkomendasikan penggunaan pada anak < 18 tahun. Larutan Untuk Oral. ClCr) Fungsi hati (SGOT. Injeksi. DNA gyrase (topoisomerase II) adalah enzim esensial bakteri yang berfungsi untuk memperbaiki struktur superhelik DNA yang diperlukan untuk replikasi. seperti reaksi anafilaksis. transkripsi.Renal (BUN. menghambat relaksasi superkoloid DNA dan memicu kerusakan DNA bakteri.maka harap menghubungi dokter Mekanisme Aksi Menghambat DNA-gyrase pada organisme yang peka. hati – hati pada penggunaan pada pasien yang diketahui mengalami gangguan SSP dan gagal ginjal.

Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Fortagyl . .Nama & Struktur Kimia . 2-Methyl5-nitroimidazole-1-ethanol . asam sitrat dan natrium klorida.Elyzol .Fladex . dalam perdagangan berupa serbuk berwarna putih. (DIH). 2005 Farmakope Indonesia IV. 1995.Metrofusin . Sinonim : Metronidazol hydrochloride.Corsagyl . 1-(-Ethylol)-2-methyl: 5-nitro-3-azapyrrole.Mebazid .Gravazol .dengan obat levofloksasin. Daftar Pustaka Drug information hand book. http://dinkes.go.tasikmalayakota.nitroimidazole. 2006.html Metronidazol Deskripsi .Flagyl . larutan isotonik dengan pH 4. Sebagai basa berupa serbuk kristal berwarna putih hingga kuning pucat. dengan osmolarity 297-314 mOsm/L dan mengandung natrium fosfat. Metronidazol hidroklorida sangat larut dalam air dan larut dalam alkohol. tidak berwarna. Sedikit larut dalam air dan dalam alkohol.6. C6H9N3O3. dan mempunyai : pKa 2.php/informasi-obat/304-levofloksasin.id/index. AHFS DRUG.Sifat Fisikokimia 1-(2-Hydroxyethyl)-2-methyl-5. Injeksi metronidazol jernih.5 – 7. Sinonim : C12H12N2O2S Dalam perdagangan metronidazol terdapat dalam bentuk basa dan garam hidroklorida.

lebih dari 10 tahun dosis dewasa. infeksi kulit. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari. kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam.Metronidazole Fresenius . 5 – 10 tahun 500 mg. infeksi protozoa. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam.Metronidazol (Generik) Indikasi Infeksi anaerobik (termasuk gigi) . Ulser pada lengan : peroral 400 mg setiap 8 jam selama 7 hari Bacterial vaginosis : peroral 400 – 500 mg dua kali sehari selama 5 – 7 hari atau 2 gram sebagai dosis tunggal. 500 mg setiap 8 jam.Metrolet . 1 – 5 tahun 250 mg. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Infeksi anaerobik (pengobatan biasanya selama 7 hari dan 10 hari untuk penggunaan antibiotika pada pengobatan kolitis).Tismazol . eradikasi Helicobacter pylori. anak-anak 7..5 mg/kg setiap 8 jam. anak-anak setiap 8 jam selama 3 hari.Trogyl . pemberian secara infus intravena lebih dari 20 menit. Dosis. Infeksi oral akut : peroral 200 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari .Nidazole .Trichodazol . peroral dengan dosis awal 800 mg kemudian 400 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 8 jam.Promuba . 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam Farmakologi Absorbsi : Oral : diabsorbsi dengan baik. topikal : konsentrasi yang dicapai secara sistemik setelah penggunaan 1 g secara topikal 10 kali lebih kecil dari pada penggunaan dengan 250 mg . kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam.5 mg/kg setiap 8 jam. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 hari. anak-anak 7. lihat pada bagian dosis. Inflamasi pelviks : peroral 400 mg dua kali sehari selama 14 hari Acute ulcerative gingivitis : peroral 200-250 mg setiap 8 jam selama 3 hari. umur hingga 1 tahun 125 mg. selama 3 hari.

pruritus. myalgia. rash .mengantuk (jarang terjadi). turunan nitroimidazol. juga dilaporkan abnormalitas tes fungsi hati. athralgia. transient epilepsiform seizure dan leukopenia. trombositopenia. muntah. empedu. Distribusi : ke saliva. tulang. Paparan sinar matahari langsung harus dihindari. Stabilitas campuran parenteral pada suhu kamar (25°C): stabilitas pada produk yang terbungkus : 30 hari Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap metronidazol.brain barrier) Ikatan protein : < 20% Metabolisme : Hepatik (30%-60%) T½ eliminasi : neonatus : 25-75 jam . ataksia. anemia aplastic. gangguan pengecapan. Paparan cahaya dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan warna produk menjadi gelap. urtikaria. yang lain : 6-8 jam. pada pengobatan intensif dan jangka panjang dapat terjadi peripheral neuropathy. menembus plasenta dan sawar darah otak (blood. kristal dapat dilarutkan kembali dengan menghangatkannya pada suhu kamar. terjadi perpanjangan pada kerusakan hepar. paru-paru dan sekresi vagina. erytema multiform. Namun demikian paparan cahaya yang normal pada ruangan dalam jangka pendek tidak mempengaruhi stabilitas metronidazol. jaundice. serum: segera : 1-2 jam Ekskresi : urin (20% hingga 40% dalam bentuk obat yang tidak berubah): feses (6% hingga 15%) Stabilitas Penyimpanan Injeksi metronidazol harus disimpan pada 15°C hingga 30°C dan dilindungi dari cahaya. gagal ginjal terminal : 21 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. Produk dapat disimpan dalam refrigerator namun akan terbentuk kristal. kehamilan (trimester pertama – didapatkan efek karsinogenik pada tikus) Efek Samping Mual. angioedema dan anafilaksis. lidah kasar dan gangguan saluran pencernaan. sakit kepala. atau komponen yang ada dalam sediaan. hepatitis. Larutan standar : 500 mg/ 100 ml NS. hati dan abses hati .peroral. cairan mani. pusing . . air susu. urin berwarna gelap.

Interaksi

- Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : menghambat CYP2C8/9 (lemah), 3A4 (moderate) Meningkatkan efek/toksisitas : Etanol dapat menyebabkan reaksi seperti disulfiram. Warfarin dan metronidazol dapat meningkatkan bleeding time (PT) yang menyebabkan perdarahan. Simetidin dapat meningkatkan kadar metronidazol. Metronidazol dapat menghambat metabolisme cisaprid, menyebabkan potensial aritmia; hindari penggunaan secara bersamaan. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas lithium. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas benzodiazepin tertentu, calcium channel blocker, siklosporin, turunan ergot, HMG-Coa reduktase inhibitor tertentu, mirtazapine, nateglinid, nefazodon, sildenafil ( dan PDE-5 inhibitor yang lain), takrolimus, venlafaxine, dan substrat CYP3A4 yang lain. Menurunkan efek: fenobabital, fenobarbital (inducer enzim yang lain), dapat menurunkan efek dan waktu paro metronidazol - Dengan Makanan : Konsentrasi puncak serum antibiotik diturunkan dan terjadi delay (terlambat), tetapi jumlah total obat yang diabsorbsi tidak dipengaruhi.

Pengaruh

- Terhadap Kehamilan : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat pada dosis tinggi. Faktor risiko : B (dikontraindikasikan pada trimester pertama) Obat dapat menembus plasenta ( efek karsinogenik pada tikus); dikontraindikasikan terhadap pengobatan trichomoniasis pada trimester pertama, kecuali jika pengobatan alternatif tidak adekuat. Untuk keamanan dan efikasi pada indikasi yang lain, gunakan obat pada ibu hamil hanya jika keuntungan pada ibu hamil lebih banyak daripada potensial risiko terhadap janinnya.

- Terhadap Ibu Menyusui : Ditemukan dalam air susu, produsen menyarankan untuk

menghindari penggunaan obat dengan dosis tunggal yang besar. Masuk kedalam air susu ibu/tidak direkomendasikan (AAP rates ’’of concern”)

- Terhadap Anak-anak : Keamanan dan efikasi penggunaan obat pada anak-anak belum diketahui dengan jelas, kecuali untuk pengobatan amoebiasis. Bayi baru lahir menunjukkan keterbatasan dalam eliminasi metronidazole. Pada bayi berumur 28 hingga 40 minggu, waktu paro eliminasi 10,9 – 22,5 jam.

- Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi dengan tes laboratorium : dapat mempengaruhi uji AST, ALT, Trigliserida, glukosa dan LDH

Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet, Cairan Infus, Suppositoria, Sirup Peringatan Reaksi disulfiram-like terjadi bila diberikan bersama alkohol, kerusakan hati dan encefalopati hepatik; kehamilan; menyusui; dihindari pada porfiia; monitoring hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan klinik pada pengobatan yang melebihi 10 hari. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor, seperti kondisi pasien, umur dan berat badan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker . Bacalah dengan seksama informasi mengenai penggunaan obat ini dan ulangi membaca setiap kali anda menerima resep lagi. Gunakan obat ini sesuai dengan yang telah diresepkan. Jangan menggunakan obat ini untuk trichomoniasis selama tiga bulan pertama kehamilan. Gunakan obat pada lambung kosong.Obat

dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna (GI upset); jika hal ini terjadi gunakan bersama makanan. Bentuk sediaan lepas lambat harus digunakan pada saat lambung kosong ( 1 jam atau 2 jam setelah makan) Produsen merekomendasikan untuk menghindari penggunaan etanol selama pengobatan dengan obat ini dan setelah tiga hari terapi selesai. Gunakan obat hingga habis. Obat yang tidak digunakan sampai habis menyebabkan pemusnahan bakteri tidak sempurna dan infeksi dapat kambuh lagi. Hubungi dokter bila terjadi kejang atau mati rasa pada tangan dan kaki. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. Pastikan hal ini dilakukan. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan, kecuali atas anjuran dokter. Hubungi dokter atau apoteker jika anda merasa menggunakan obat terlalu banyak. Jika pasien lupa minum obat, segera mungkin minum obat setelah ingat. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda, kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat, mintalah nasehat dokter atau apoteker. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Jangan diberikan pada orang lain. Mekanisme Aksi Setelah berdifusi kedalam organisma, berinteraksi dengan DNA menyebabkan hilangnya struktur helix DNA dan kerusakan untaian DNA. Hal ini lebih jauh menyebabkan hambatan pada syntesa protein dan kematian sel organisma. (Drug Information Handbook) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 http://dinkes.tasikmalayakota.go.id/index.php/informasi-obat/318-metronidazol.html

mudah larut dalam dimetilsulfoksida.Zolagel . dan propilen glikol. infeksi kuku dan ujung jari 1 kali sehari. agak sukar larut dalam metanol.Sporend . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dua kali sehari.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Obat Topikal untuk Kulit Nama Dagang .Sifat Fisikokimia : : Mikonazol nitrat.Fungares . tinea. . 1-(2. berbau lemah. oleskan secukupnya.Mikonazol Deskripsi .Godrem . sesudah kuku terlepas. dan Pityaris versicolor.4-dikloro-beta-(2. pada kulit terinfeksi. putih atau praktis putih. Kandidiasis vagina Dosis.4-diklorobenzil)oksi)fenetil)imidazol mononitrat Serbuk hablur.Mycorine . merata. bungkus rapat tidak berlubang.Moladerm . Farmakologi . kloroform.Nilaozanoc . sukar larut dalam etanol.Nama & Struktur Kimia .Zetazal Indikasi Infeksi topikal dermatofit dan jamur lain seperti kandida. terapi diteruskan hingga tampak pertumbuhan kuku baru. larut dalam dimetilformamid.Micrem . Sangat sukar larut dalam air dan isopropanol. oleskan secukupnya.Daktarin . Untuk mencegah kambuhan terapi dilanjutkan 10 hari sesudah gejala hilang.

Stabilitas Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup baik dan terhindar dari jangkauan anak-anak.Terhadap Kehamilan : - . rasa terbakar lemah Interaksi . sensitasi dan kontak dermatitis.Terhadap Anak-anak : - . eritema.Dengan Makanan : - Pengaruh . Kontraindikasi Hipersensitif terhadap mikonazol dan komponen lain dalam sediaan.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring - . hindari panas.Terhadap Ibu Menyusui : - . lemari pendingin dan cahaya.Absorpsi : topikal : sangat kecil.Dengan Obat Lain : - . Efek Samping Iritasi lokal.

bila perlu pakai sarung tangan bersih.Bentuk Sediaan Krim 2%.php/informasi-obat/320-mikonazol. Salep 2% Peringatan Hindari kontak dengan mata dan selaput mukosa Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Kontak dengan mata dan selaput mukosa Informasi Pasien Pada saat pemakaian bersihkan terlebih dahulu kulit yang luka. lemari pendingin dan cahaya. Jangan simpan di kamar mandi.tasikmalayakota.id/index. Jangan menyimpan atau pakai ulang sisa obat yang lama. Mekanisme Aksi Inhibisi biosintesis ergosterol.html . Jauhkan dari jangkauan anak-anak. 2005 BNF 52 Merck Index Farmakope Indonesia ISO Indonesia 42 Iso Generik Advice for Patient (USP DI) http://dinkes.go. hindari panas. merusak membran dinding sel jamur yang selanjutnya akan meningkatkan permeabilitas. 34th edition. dapur. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI Martindale. sehingga menyebabkan hilangnya nutrisi sel.

Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Antidot dan Obat Lain untuk Keracunan Nama Dagang .Nalokson Deskripsi . naikkan dosis 100 mcg tiap 2 menit.NARCAN .Nama & Struktur Kimia .5% untuk bentuk anhidrat dan tidak lebih dari 11. dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. dosis lanjutan dengan injeksi intramuskuler setelah 1-2 jam bila diperlukan.5-3 mcg/kg).NOKOBA .0% untuk bentuk hidrat. bila reaksi tidak memadai.NARCAXIONE Indikasi Mengatasi depresi napas yang dipicu oleh opioid Dosis. Rotasi jenis: Antara -170° dan -181°. dan dalam alkali kuat. dalam asam encer. Susut pengeringan: Tidak lebih dari 0. . Dengan injeksi intravena. lakukan penetapan menggunakan larutan yang mengandung 25 mg per ml. 100-200 mcg (1.PHARXIS . dosis harus dititrasi untuk tiap pasien agar efek pada pernapasan optimum dan pada saat yang sama menjaga analgesia yang memadai. Larutan dalam air bersifat asam. sukar larut dalam etanol. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Untuk digunakan pada masa paskabedah. praktis tidak larut dalam eter : dan dalam kloroform. lakukan pengeringan pada suhu 105° hingga bobot tetap. Kelarutan dalam air: Larut dalam air. .Sifat Fisikokimia : N-allylnoroxymorphine hydrochloride Pemerian: Serbuk putih atau hampir putih.

Sedangkan pada pasien yang sudah menerima morfin dosis tinggi atau analgesik lain dengan efek mirip morfin. NEONATAL : Melalui injeksi subkutan. Untuk keracunan opioid : Injeksi intravena 0. Farmakologi Nalokson adalah antagonis opiat yang utama yang tidak mempunyai atau hanya sedikit mempunyai aktivitas agonis. 2 mg dilarutkan dalam 500 ml larutan infus dengan kecepatan yang disesuaikan dengan respons pasien. Nalokson mengantagonis depresi pernapasan ringan akibat opiat dosis rendah. bila injeksi intravena tidak mungkin. intramuskuler. dapat diberikan melalui suntikan intramuskuler atau subkutan dalam dosis terbagi. 10 mcg/kg. Karena durasi kerja nalokson lebih singkat dibandingkan durasi kerja opiat. maka efek . seperti injeksi intravena tetapi hanya bila cara intravena tidak memungkinkan (mula reaksi lebih lambat) Infus intravena berkelanjutan (continuous). atau intravena. dan tekanan darah menuju normal jika ditekan. Jika diberikan pada pasien yang tidak menerima opiat dalam waktu dekat.4-2 mcg diulangi setiap interval 2-3 menit sampai dicapai maksimum 10 mg bila fungsi napas tidak membaik (kemudian pertanyakan ketepatan diagnosis). nalokson hanya memberi sedikit atau bahkan tidak memberikan efek. penurunan arterial PCO2 menuju normal. 10mcg/kg diulang tiap 2-3 menit atau 200 mcg (60mcg/kg) secara intramuskuler sebagai dosis tunggal pada saat kelahiran (mula kerja obat lebih lambat). Dosis yang dipakai dalam keracunan opioid akut mungkin tidak sesuai untuk penatalaksanan depresi napas dan sedasi yang ditimbulkan oleh opioid pada mereka yang menerima perawatan paliatif dan terapi opioid kronik. nalokson mengantagonis sebagian besar efek opiatnya. ANAK : 10 mcg/kg. bila tidak menunjukkan respons diberikan dosis 100 mcg/kg.ANAK : Dengan injeksi intravena. dosis lanjutan 100 mcg/kg bila tidak ada reaksi perbaikan. Akan terjadi peningkatan kecepatan respirasi dan minute volume. Injeksi subkutan atau intramuskular.

5-5. setelah 24 jam. pada pasien yang menerima nalokson hidroklorida parenteral dengan dosis di atas dosis yang biasa direkomendasikan. Interaksi . Tremor dan hiperventilasi yang disebabkan oleh kesadaran kembali yang tiba-tiba terjadi pada beberapa pasien yang menerima nalokson untuk overdosis opiat. Nalokson mengantagonis efek sedasi atau tertidur yang dipicu oleh opiat.Dengan Makanan : - Pengaruh .opiat mungkin muncul kembali begitu efek nalokson menghilang. Sediaan injeksi stabil pada pH 2.9% sehingga konsentrasi menjadi 0. larutan yang tidak digunakan harus dibuang. namun keterkaitannya belum diketahui. Meski keterkaitannya belum diketahui dengan pasti. takikardia dan fibrilasi ventrikular dan edema paru dilaporkan kadang terjadi pada pasien yang diberikan nalokson hidroklorida paska operasi. Jika telah dilarutkan dalam dektrosa 5% atau NaCl 0. Efek samping kardiovaskular terjadi pada kebanyakan pasien paska operasi dengan riwayat penyakit kardiovaskular atau pada pasien yang mengkonsumsi obat dengan efek yang mirip dengan efek kardiovaskular. Nalokson tidak mengakibatkan toleransi atau ketergantungan fisik maupun psikologis.004 mg/mL (4mcg/mL). hipertensi. Kontraindikasi hipersensitif terhadap Nalokson Efek Samping Mual dan muntah pernah dilaporkan namun jarang.Dengan Obat Lain : Nalokson menurunkan efek analgesik narkotik. hipotensi. Stabilitas Penyimpanan Sediaan injeksi harus disimpan pada suhu 15-30°C dan terlindung dari cahaya. . Nalokson hidroklorida mungkin stabil selama 24 jam.

.Terhadap Anak-anak : - . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Sediaan mungkin mengandung metil dan propil parabean Mekanisme Aksi Mekanisme yang pasti dari aktivitas antagonis opiat dari nalokson tidak diketahui dengan pasti.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko C (Obat dapat diberikan hanya jika manfaat pemberian melebihi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap fetus). . dan S pada sistem saraf pusat. nyeri. ketergantungan fisik pada opioid (memicu gejala putus obat). diperkirakan nalokson mempunyai afinitas tertinggi terhadap reseptor µ. Nalokson kemungkinan berperan dalam antagonis kompetitif pada reseptor opiat µ. tekanan darah Bentuk Sediaan Cairan Injeksi Peringatan Penyakit kardiovaskuler atau pasien yang menerima obat kardiotoksik.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Kecepatan respirasi.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui apakah terdistribusi dalam ASI atau tidak. iritabilitas (efek kardiovaskuler yang negatif telah dilaporkan). K. sehingga harus digunakan secara hati-hati pada ibu menyusui. . lama kerjanya singkat.. detak jantung.

php/informasi-obat/325-nalokson. Iritasi Vagina : berikan larutan sekali .Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI 2000 AHFS 2005 Farmakope Indonesia IV http://dinkes.html Povidon Yodida Deskripsi . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Antiseptik : berikan pada daerah luka sesuai kebutuhan.Keterangan : : : - Golongan/Kelas Terapi Desinfektan dan antiseptik Nama Dagang Indikasi Antiseptik ekstrnal dengan spektrum mikrobisidal untuk pencegahan atau perawatan pada infeksi topikal yang berhubungan dengan operasi.go.Nama & Struktur Kimia .id/index. mengurangi iritasi vagina ringan Dosis.Sifat Fisikokimia .tasikmalayakota. lecet. luka sayat.

Dengan Makanan : - Pengaruh . Efek lokal : edema.Terhadap Anak-anak : - .Dengan Obat Lain : - . Stabilitas Penyimpanan Simpan terlindung dari cahaya. pruritus. Farmakologi Suatu bahan organik dari bahan aktif polivinil pirolidon yang merupakan kompleks iodine yang larut dalam air. iritasi. Interaksi . jumlahnya tergantung konsentrasi. virus dan sporozoa. Bekerja sebagai bakterisida yang juga membunuh spora. Kontraindikasi Reaksi hipersensifitas terhadap yodium Efek Samping Pada penggunaan untuk luka bakar yang luas dapat timbul metabolik asidosis. Juga dapat timbul sensitisasi walaupun jarang.Terhadap Kehamilan : - .sehari selama 5-7 hari. rute pemberian dan karakter kulit. jamur.Terhadap Ibu Menyusui : - . Povidon iodin diabsorbsi secara sistemik sebagai iodin. rash.

Pembersih kulit. Krim. 5.radang pada pangkal tenggorokan. 4. Awas : jangan diminum/ditelan. Pijat-pijatlah selama kurang lebih 5 menit ambil disiram-siram dengan sedikit air.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Obat Kumur. Hati-hati bila digunakan untuk mengobati luka bakar yang luas ada kemungkinan terjadi absorbsi sistemik yang beresiko asidosis metabolic serta gangguan faal ginjal. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1. Dalam keadaan dimana . Salep Peringatan 1. b. obat kumur : Obat langsung dipakai untuk berkumur-kumur-kumur selama lebih kurang 30 menit.. Jangan di minum/ditelan. Cara pemakaian : a. Cairan Pembersih Kulit. Jauhkan dari jangkauan anak 6. Kemudian cucilah dan bilas sampai bersih. Basahilah kulit yang akan dibersihkan dengan air secukupnya. Disimpan pada temperatur kamar. 3. 2. kemudian urapi dengan obat. Adalah sangat berbahaya bila menggunakan obat tanpa resep dokter. Segeralah ke dokter bila timbul bercak-bercak merah seperti terbakar. Hati-hati pemberian pada wanita hamil dan menyusui 2.

f][1.tasikmalayakota. bacalah indikasi obat serta aturan pakai yang tertera pda label secara cermat.4]thiazepin-11-yl-lpiperazinyl)ethoxy]ethanol fumarate.anda terpaksa harus menggunakan obat tanpa resep dokter. protozoa dan spora.Nama & Struktur Kimia . Mekanisme Aksi Povidon iodin adalah germisidal spektrum luas yang aktif terhadap bakteri. mania akut yang berkaitan dengan gangguan bipolar.Keterangan : Quetiapine fumarate.php/informasi-obat/347-povidon-yodida.html Quetiapin Deskripsi .C4H4O4 ::- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang Indikasi Shcizofrenia. Ikutilah aturan pakainya secara tertib. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka http://dinkes. 2-[2-(4-Dibenzo[b. (C21H25N3O2S)2.id/index.Sifat Fisikokimia . autis dan psikosis pada anak .go. jamur.

Dewasa: Shcizofrenia/psikosis : awal : 25 mg sehari 2 kali. Tmaks.6-5. Farmakologi Mekanisme kerja belum diketahui pasti. psikosis dan mania: awal. metabolisme terutama di hati lewat CYP3A4 membentuk metabolit yang tidak aktif. : 1.Dosis. Rentang dosis lazim: 400-800 mg/hari. Obat ni mengantagonis beberapa reseptor di otak: serotonin 5-HT1A. awal: 25 mg/hari naikkan 25-50 mg/hari sampai ke dosis efektif berdasarkan respons klinik dan toleransi pasien. dopamin D1 dan D2. dosis lazim : 50-200 mg/hari. naikkan 25-50 mg sehari 2-3 kali pada hari kedua dan ketiga. Waktu paruh eliminasi rata-rata sekitar 6 jam di akhir. dapat ditingkatkan sampai target dosis 800 mg/hari sampai hari ke 6 dengan peningkatan = 200 mg/hari. Dosis lazim pemeliharaan berkisar 300-800 mg/hari. Sedangkan kerja antagonis pada alfa adrenergik menimbulkan hipotensi ortostatik. mungkin bekerja melalui kerja antogonis pada reseptor dopamin D2 dan serotonin tipe 2 (5-HT2). Diperlukan penyesuaian dosis pada gangguan hati. tidak mempengaruhi reseptor kholinergik dan benzodiasepin. Bioavailabilitas 9%±4%.5 jam. ekskresi lewat urin. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak dan remaja : Autis : 100-350 mg/hari( 1. antagonis H1 mengakibatkan somnolen.2 mg/kg/hari). histamin H1. Vd 10±4 l/kg. Tidak diperlukan penyesuaian dosis pada insufisiensi ginjal. naikkan sampai target dosis 300-400 mg dibagi dalam 2-3 dosis. Absorpsi oral cepat. Orang tua : Diperlukan penyesuaian dosis. Kerja antagonis pada dopamin dan 5-HT2 menjelaskan beberapa efek quetiapin. Mania : Awal : 50 mg sehari 2 kali pada hari pertama. Buat penyesuaian berikutnya sebanyak 25-50 mg sehari 2 kali. 5-HT2. bila dapat ditoleransi. naikkan bertahap sampai 450 mg/hari. Ikatan protein 83%. naikkan 100mg/hari ke 200 mg sehari 2 kali pada hari ke 4. 73% . bioavailabilitas relatif tablet terhadap larutan 100%. alfa 1 dan alfa2 adrenergik. 25 mg sehari dua kali.

Endokrin & metabolisme : peningkatan kolesterol. penekanan sumsum tulang.sebagai metabolit. dispepsia (bergantung dosis). Efek Samping > 10% : SSP : agitasi. palpitasi. hiperlipidemia. nyeri belakang. faringitis. Lain-lain : diaforesis (berkeringat). depresi SSP berat. Mata: amblifobia (penglihatan kabur). konstipasi. somnolens. hiponatremia. demam. Stabilitas Penyimpanan Kontraindikasi Hipersensitif terhadap quetiapin atau komponen-komponen lain formulasi. diabetes melitus. nyeri. Hati : peningkatan AST. Darah : leukopenia. . Pernafasan : rinitis. muntah. sindroma seperti flu. 1%-10% : Kardiovaskular :hipotensi postural. batuk. <!% dalam bentuk utuh. ALT dan GGT Otot-saraf : disartria. udem perifer SSP : cemas. dispnea. lewat feses 20%. hipertonia. anoreksia. tremor. pusing sakit kepala. koma. takikardia. penyakit hati berat. < 1% (hanya yang berbahaya) : Agranulositosis. hiperglikemia. xerostomia (mulut kering). gastroenteritis. lemah. diskrasia darah. anafilaksis. Saluran cerna : nyeri perut (bergantung dosis). Kulit : rash . peningkatan trigliserida Saluran cerna: penambahan berat badan (bergantung dosis).

gerakan yang tidak disadari. fotosensitifitas. doksisiklin. kuinidin. sedatif. verapamil meningkatkan serum quetapin hingga 335%. propofol.Terhadap Hasil Laboratorium : - . Valerian. gotu kola dapat meningkatkan efek depresi SSP. SIADH (syndrome of inappropriate antidiuretic hormone ). tidak direkomendasikan .Dengan Obat Lain : Quetiapin. Antifungi golongan azol. .hipotiroid.Terhadap Ibu Menyusui : Ekskresi ke ASI tidak diketahui. Efek obat-obat yang bekerja di pusat. kava-kava. peningkatan salivasi. leukositas. perpanjangan interval QT. eritromisin. fenitoin menurunkan efek quetiapin. vertigo. isoniasid. meningkatkan efek lorazepam. rabdomiolosis (lisis otot skelet). Dicurigai bersifat teratogenik. nikardipin. Asam valproat meningkatkan serum plasma maksimum rata-rata 17%. Pengaruh . St John's wort. Metoklopramid dapat meningkatkan sindroma ekstra piramidal. karbamasepin. sindroma Steven Johnson. rash. siprofloksasin. peningkatan selera makan. nafsilin. neutropenia. diklofenak. Makanan dapat meningkatkan konsentrasi puncak dan AUC.Dengan Makanan : Etanol dapat meningkatkan gangguan kognitif/fungsi motorik. fenobarbital. nevirapin. diskinesia tardif (gangguan gerakan yang disadari yang tetap ada walau obat dihentikan). etanol. protease inhibitor.Terhadap Anak-anak : - . Interaksi . . klaritromisin. Tioridfazin meningkatkan bersihan quetapin sehingga kadar di serum menurun. Simetidin meningkatkan kadar quetapin di darah. Aminoglutetimid. anti hipertensi dapat dikuatkan oleh quetiapin.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C.

Peringatan Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk mengobati gangguan psikosis seperti sizoprenia. segera minum obat bila lupa. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari. Sedangkan kerja antagonis pada alfa adrenergik menimbulkan hipotensi ortostatik. Mekanisme Aksi Mekanisme kerja belum diketahui pasti. Obat ini mengantagonis beberapa reseptor di otak : serotonin 5-HT1A. mungkin bekerja melalui kerja antogonis pada reseptor dopamin D2 dan serotonin tipe 2 (5-HT2). tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. Kerja antagonis pada dopamin dan 5-HT2 menjelaskan beberapa efek quetiapin. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/mengganggu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. histamin H1.Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet 25 mg. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. 5-HT2. tidak mempengaruhi reseptor kholinergik dan benzodiasepin. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. dopamin D1 dan D2. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. alfa 1 dan alfa2 adrenergik. . 200 mg. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. antagonis H1 mengakibatkan somnolen. 100 mg. Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari.

drug Information handbook international. Et.Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC. Kelarutan stavudin dalam air pada suhu 230C adalah sekitar 83 mg/mL.Inc.go.tasikmalayakota.php/informasi-obat/352-quetiapin.al.Staviral .html Stavudin Deskripsi . LacyCF.Zerit Indikasi Untuk mengobati HIV dengan dikombinasikan dengan antiviral lain . Martindale:The complete drug reference.Keterangan : : 1-[5-(hydroxymethyl).5-dihydrofuran-2-yl] -5-methyl-1H-pyrimidine2.al. C10H12N2O4 Stavudin merupakan kristal solid berwarna putih. The United States Pharmacopeial Convention.Sifat Fisikokimia . Rand http://dinkes. 34th ed.. Et.id/index. Pharmaceuticall Press 2005. Lexicomp 2005.Nama & Struktur Kimia . :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . Advice for the patient Drug Information in Lay Language .2.USPDI 17th ed.4-dione.

Anak-anak > 14 hari dan < 30 kg: 1 mg/kg setiap 12 jam.Dosis pada kerusakan ginjal: untuk Anak-Anak tidak dianjurkan.Dosis. .6 jam Waktu puncak : 1 jam Ekskresi : melalui urin 40% sebagai obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Kapsul dan serbuk untuk rekonstitusi dapat disimpan dalam temperatur ruang.5 mg/kg setiap 12 jam . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis : . < 60 kg 15 mg setiap 12 jam. Untuk dewasa Cl > 50 ml/menit >= 60 kg 40 mg setiap.4% Metabolisme: mengalami fosforilasi intraselular menjadi bentuk tidak aktif T½ eliminiasi : 1-1.>= 60 kg 20 mg setiap 24 jam. < 60 kg 15 mg setiap 12 jam.Kemudian dilanjutkan dengan dosis 50%. 12 jam < 60 kg.Lansia : Dosis disesuaikan dengan keadaan ginjal dan monitor simptom neuropathy Farmakologi Distribusi : Va : 0.Bila terjadi toksisitas yaitu munculnya neuropaty hentikan pengobatan sampai gejala menghilang . bila muncul efek lagi hentikan.< 60 kg: 30 mg setiap 12 jam .5 L/kg Bioavailability : 86. .>= 60 kg. 20 mg setiap 12 jam. 30 mg setiap 12 jam. > 30 kg merujuk dosis dewasa . Cl 26 – 50 ml/menit.Dewasa: >= 60 kg: 40 mg setiap 12 jam .Bayi baru lahir: – 13 hari 0. Cl 10 – 25 ml/menit. . Larutan rekonstitusi harus dibekukan dan stabil dalam 30 hari.

kulit-rash. thrombositopenia Interaksi . redistribution fat. hepar peningkatan transaminase.ribavirin. kerusakan hati. > 10% Pada susunan saraf pusat : Sakit kepala. peningkatan neuropati perifer. pankreatitis dan hepatotoksik . sakit perut. anoreksia. menurangi foforilase intraseluler . anemia.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C .10% Pada hati : Peningkatan bilirubin.Dengan Makanan : - Pengaruh . pancreatitis.hidroksi urea.Kontraindikasi Hipersensitif terhadap stavudin atau komponen lain dalam sediaan Efek Samping Dibanding dengan lamivudin efek neuropathy stavudin lebih besar. bisa digunakan dengan perhatian. Laporan kasus sesudah dipasarkan. leukopenia. alergi. panas.Dengan Obat Lain : Terjadi peningkatan efek bila dikombinasi dengan: . myalgia.doxorubisin. hepatitis. tidak dapat tidur. . mengurangi fosforilasi intraseluler. bisa digunakan dengan perhatian . laktat asidosis. diare. muntah. hepatomegali. sistem saraf dan kulit. neuropati perifer.zalcitabine. Pengurangan efek terjadi bila: . hepatic steanosis.zidovudin. mengurangi fosforilasi intraseluler. saluran pencernaan : mual. macam-macam : peningkatan amilase 1% .

20 mg.Ibu hamil meningkat resikonya dengan muncul laktat asidosis dan kerusakan hati.. angka kekuatan viral dan angka CD4 Bentuk Sediaan Kapsul 15 mg. 30 mg. walau dalam kasus yang fatal. Risiko semakin meningkat bila digunakan bersama didanosin dan hidroksi urea. zalcitabin. yang nampak maupun simptom.Pihak industri menyarankan bila muncul kelemahan dari motorik maka penggunaan dihentikan. Penggunaan stavudin dihentikan bila muncul laktat asidosis. 1 mg/ml (200 ml) Peringatan Hati-hati bila digunakan pada pasien yang hipersensitif pada stavudin. Zidovudin dikombinasikan dengan stavudin. memperpanjang dampak nukleosid. Pada pasien suspek laktat asidosis. Suspek pankreatitis muncul untuk penggunaan dari stavudin.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui efek masuknya ke dalam ASI. kontraindikasi untuk ibu menyusui . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien .Terhadap Anak-anak : - . Risiko akan bertambah bila gemuk. didanosin dan hidroksiurea. 40 mg Puyer Untuk Larutan Oral. Neuropati perifer dapat berkurang dengan pengurangan dosis. neuropati. atau pada pasien perempuan.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Monitor fungsi liver. penekanan terhadap tulang belakang atau neuropati perifer. didanosin.

hasil laboratorium dari fungsi hati. AHFS DRUG. menghambat replikasi virus. nukleosida reverse transcriptase Monitoring Penggunaan Obat Simptom yang ada.yang bergantung Dpada DNA polimerase. (DIH).go. C34H57BrN2O4 ::- Golongan/Kelas Terapi Relaksan Otot Perifer dan Penghambat Kolinesterase Nama Dagang Indikasi . 2005 http://dinkes.Sifat Fisikokimia . angka viral load dan CD4 Daftar Pustaka Drug information hand book.17ß-Diacetoxy-2piperidino-5a androstan-16 ß-yl)-1methylpiperidium. dan efek samping untuk menjamin kepatuhan pasien.Lakukan diskusi degan pasien mengenai frekuensi pemberian obat. 2006. terutama untuk mencegah resistensi yang emergensi.php/informasi-obat/377-stavudin.id/index. Mekanisme Aksi Stavudin adalah analog thymidin.Nama & Struktur Kimia . yang mempengaruhi viral DNA HIV. neuropati.tasikmalayakota.Keterangan : 1-3(3alfa.html Vekuronium Deskripsi .

Dan ini tentu mengarah pada aktivitas vekuronium dosis tinggi tidak menghasilkan efek samping pada vaskular. edema. quadriplegik akut. Interaksi . Penyesuaian dosis juga dibutuhkan pada bayi dan pada pasien gagal ginjal. takikardia. Neonatus dan bayi usia 4 bulan :dosis awal 10-20 mcg/kg bb lalu dinaikkan sampai efek yang diharapkan. gatalgatal. Farmakologi Dengan dosis biasa onsetnya kurang lebih 1-3 menit dan berakhir 20-30 menit. Perhatian dibutuhkan pada pasien penderita hepatitis dan gangguan ginjal. myositis (pada penggunaan jangka panjang). hipotensi.Juga dapat menghindari efek kardiovaskular. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dengan Injeksi Intravena Dewasa : 80-100 mcg/kg bb . Dimetabolisme juga oleh otot liver dan metabolit itu merupakan penghambat neuromuscular. rash. Kontraindikasi Pasien hipersensitif terhadap vekuronium dan komponen lain dalam sediaan. Dosis. Efek Samping Bradikardia. Stabilitas Penyimpanan Penyimpanan : Pada temperatur (15 – 25)°C dalam wadah kedap udara dan jauhkan dari cahaya. kemerah-merahan. Bronkospasma dan reaksi anafilaktoid juga telah dilaporkan. Infus IV:50-80 mcg/kg bb diawali dengan injeksi IV 40 – 100 mcg/kg bb. Pemberian vekuronium secara intravena akan didistribusikan dengan cepat. sindrom miopati.Relaksan otot untuk jangka pendek sampai sedang. kolaps sirkulasi. reaksi hipersensitif. dosis pemeliharaan 20-30 mcg/kg bb tergantung dari respon klinik. Vecuronium bromida memiliki aktivitas dengan melepaskan histamin meskipun reaksi lokal pada lokasi injeksi telah dilaporkan.

kuinidin. gunakan dengan perhatian. klindamisin.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . denyut jantung Bentuk Sediaan Injeksi 4 mg/ml Peringatan Perhatian dibutuhkan pada pasien penderita hepatitis dan gangguan ginjal. diuretik loop (furosemid). anestesi halogen. . calcium channel bloker. ketamin. beta bloker.Terhadap Anak-anak : - . Obat harus dihindari atau digunakan dengan hati-hati dalam kehamilan karena dengan pemberian dosis tinggi dapat menyebabkan miastenia gravis pada bayi . makrolida. bayi dan pada pasien gagal ginjal Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus . prokainamida. imipenem. tetrasiklin dan vankomisin.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tekanan darah.Terhadap Ibu Menyusui : Distribusi venkuronium pada air susu tidak diketahui. magnesium sulfat. lidokain. kuinolon.Dengan Makanan : - Pengaruh .. Penyesuaian dosis juga dibutuhkan pada ibu hamil. .Dengan Obat Lain : Efek vekuronium meningkat dengan adanya aminoglikosida.

id/index.9 hingga 6.php/informasi-obat/402-vekuronium. Larut dalam DMSO atau kloroform .html Ketokonazol Deskripsi . Perlu sarana dan keahlian khusus. suatu senyawa antifungal azole.tasikmalayakota. Mekanisme Aksi Mencegah terikatnya asetilkolin pada reseptor pada motor endplate..5.Keterangan : Ketokonazol adalah suatu sintetik derivatif imidazol.go. 34th ed. Pharmaceutical Press 2005 http://dinkes.Sifat Fisikokimia Sinonim : cis-1-Acetyl-4-(4-((2-(2. Et.4-dichlorophenyl)-2-(1H-1M-idazol: 1-ylmethyl)-1. maka informasi tidak langsung diberikan pada pasien.Nama & Struktur Kimia .Informasi Pasien Pemakaian terbatas untuk kasus tertentu. menghambat depolarisasi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC. Martindale:The complete drug reference.al. Mengingat pemberian obat ini dilakukan melalui /oleh dokter anestesi.3-dioxolan-4-yl) methoxy) phenyl)-piperazine. Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi . C26H28N4O4Cl2 Ketokonazol berupa serbuk putih hingga sedikit abu-abu dan praktis : tidak larut dalam air. Ketokonazol mempunyai pKas 2.

sejumlah kecil saja yang dapat masuk ke dalam cairan serebrospinal Ikatan protein : 93% hingga 96% Metabolisme : melalui hepatik sebagian via CYP3A4 menjadi bentuk senyawa yang tidak aktif Bioavailability : terjadi penurunan bila pH lambung meningkat T½ eliminasi : Biphasic : awal : 2 jam .Profungal . feses.Wizol . infeksi dermatofit pada kulit dan kuku tangan (tidak pada kuku kaki).Mycoral . profilaksis mikosa pada pasien immunosupresan.Nama Dagang . serumen. Dosis. kandidiasis mukokutaneous kronik yang resisten. Farmakologi Absorpsi : Oral : absorpsi cepat (~ 75%) Distribusi : terdistribusi dengan baik dalam cairan sendi yang mengalami inflamasi.Fungasol .Zoloral Indikasi Mycoses sistemik. Pengobatan profilaksis dan pemeliharaan pada pasien immunosuppresi 200 mg sehari.Mycozid . empedu.Nizoral .Formyco . Candidiasis vaginal kronik yang resisten. jika setelah 14 hari respon tidak memadai lanjutkan hingga sedikitnya 1 minggu setelah gejala hilang dan hasil kultur negatif . sebum. kandidiasis vaginal kronik yang resisten. dapat menembus sawar darah otak (bood brain-barrier)dalam jumlah kecil.Muzoral . maksimum 400 mg sehari (untuk pasien lanjut usia 200 mg sehari) . urin. Anak-anak 3 mg/kg sehari.Interzol . Cara Pemberian dan Lama Pemberian 200 mg sekali sehari bersama makanan.Zoralin .Funet . 400 mg sekali sehari bersama makanan selama 5 hari. saliva.Katoconazol (Generik) . terminal : 8 jam . kulit dan jaringan lunak. air susu ibu.Thicazol . biasanya selama 14 hari. mycoses gastrointestinal yang resisten. tendon. dan testes.

buspiron. 2C8/9 (kuat). Mesoridazine dan tioridazin dikontraindikasikan dengan penghambat CYP2D6 kuat. takrolimus. HMG-CoA reductase inhibitor (lovastatin dan simvastatin) dan pimozide dikontraindikasikan dengan penghambat CYP3A4 kuat. trifluoperazin. mutah. mirtazapin.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: substrat CYP3A4 (major). 2A6.simvastatin dan triazolam karena dapat meningkatkan toksisitas senyawa ini. warfarin. risperidon. fluoksetin. busulfan. kerusakan berat pada hati . ginecomastiadan oligosperma . paraesthesia . atau 3A4. alopecia. rosiglitazon. Ketoconazol dapat meningkatkan efek/kadar serum amiodaron . nyeri abdomen. tioridazin. Meningkatkan efek/toksisitas: karena menghambat CYP3A4 ketokonazol kontraindikasi dengan cisaprid. jarang terjadi angioedema. sertraline. lidokain. pusing . fotofobia. glimepirid. dekstrometorfan. urin (13%) Stabilitas Penyimpanan Tablet ketoconazol harus dilindungi dari kelembaban dan disimpan dalam wadah tertutup rapat pada suhu 15 – 25°C Kontraindikasi Kerusakan hati. sirolimus. 2C8/9. pioglitazon. diazepam. 2C19 (moderate).doxetacel. citalopram. vinblastin. digoksin. 2A6 (moderate) . beta blocker. Benzodiazepin tertentu ( midazolam dan triazolam) . 2D6. zolpidem dan substrat CYP1A2. trimetreksate. anestesi inhalasi. 2B6 (lemah). benzodiazepin. alkaloid ergot. urticaria. 2C19. ruam.amfetamin. metusuksimid. paroxetin. resiko hepatitis lebih tinggi pada pemakaian lebih dari 14 hari. vinkristin. propanolol.lovastatin. venlafaksine. serum: 1-2 jam Ekskresi : Feses (57%). nefazodon. antidepresan trisiklik. glipizideifosfamid. pruritus . nateglinid. fenitoin. 2D6 (moderate). menghambat CYP1A2 (kuat). ropinirol. trombositopenia. Jika digunakan dengan . fluvoksamine. 3A4 (kuat). teofilin. Interaksi . cisaprid. sakit kepala.Waktu untuk mencapai kadar puncak. mesoridazin. mexiletine. dexmedetomidin. calsium channel blocker. ritonavir.midazolam. kehamilan dan menyusui Efek Samping Mual.

Ketokonazol dapat menurunkan kadar/efek substrat prodrug CYP2D6 (seperti: kodein. famotidin .Terhadap Anak-anak : - . . karbamazepin. fenobarbital. nafcillin. antasida. rabeprazol) dan sukralfat dapat secara signifikan menurunkan bioavailabilitas yang mengakibatkan kegagalan terapi dan sebaiknya tidak digunakan secara bersamaan. lansoprazol. St. Ketokonazol terdistribusi dalam air susu ibu.Terhadap Ibu Menyusui : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat. John’s wort dapat menurunkan kadar ketokonazol Pengaruh . Menurunkan efek oral : absorpsi dipengaruhi oleh keasaman lambung. tramadol) .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tes fungsi hati . antagonis H2 (simetidin. Jangan diberikan bersamaan dengan rifampin. Faktor risiko : C .Dengan Makanan : Kadar puncak serum ketokonazol dapat diperpanjang jika digunakan bersama makanan. rifampisin dan inducer CYP3A4 yang lain. diperlukan penyesuaian dosis untuk sildenafil dan penghambat PDE-5 yang lain. nizatidin dan ranitidin). Efek/kadar ketokonazol diturunkan oleh aminoglutetimid. Efikasi kontrasepsi oral dapat diturunkan (data terbatas).Terhadap Kehamilan : Produsen menyatakan adanya teratogenisitas pada studi hewan. Penurunan kadar serum dengan didanosin dan isoniazid. oksikodon. nevirapin. fenytoin.penghambat CYP3A4 kuat. inhibitor pompa proton (omeprazol. hidrokodon. penggunaan obat harus dihindari pada wanita hamil.

Jika pasien lupa minum obat. menghambat beberapa enzim pada jamur yang mengakibatkan terbentuknya kadar toksik hidrogen peroksida. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. menghambat biosintesa trigliserida dan fosfolipid jamur. Digunakan bersama dengan makanan atau susu untuk menurunkan efek samping pada saluran cerna. kecuali atas saran dari dokter atau apoteker. hubungi dokter atau apoteker Mekanisme Aksi Mempengaruhi permeabilitas dinding sel melalui penghambatan sitokrom P450 jamur. umur dan berat badan. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekwensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker. kecuali atas anjuran dokter. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. seperti kondisi pasien. Gunakan tablet 2 jam lebih dulu sebelum antasida untuk mencegah penurunan absorpsi disebabkan oleh pH lambung yang tinggi . segera mungkin minum obat setelah ingat. setelah 14 hari pengobatan kemudian selang sebulan sekali.Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Monitoring fungsi hati secara klinik dan biokimiawi untuk pengobatan yang berlangsung lebih dari 14 hari dengan melakukan tes fungsi hati sebelum memulai pengobatan. . juga menghambat sintesis androgen. Hindari pada pasien porfiria Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan.

klindamisin Hydrokloride. palmitate hydrokloride.Sifat Fisikokimia : Diperdagangan klindamisin berada dalam bentuk klindamisin hydrochloride.Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes.php/informasi-obat/289-ketokonazol. Kelarutan klindamisin phosphate dalam air : 400 mg/ml pada suhu 25°C. pKa klindamisin adalah 7.tasikmalayakota. fosfate berturut-turut merupakan serbuk kristal berwarna putih. klindamisin palmitate hydrochloride.html Klindamisin Deskripsi .Nama & Struktur Kimia .id/index. serbuk kristal hygroskopis warna putih atau keputih-putihan dengan masing-masing mempunyai bau yang khas dan larut dalam air. Perbedaan struktur dengan lincomycin adalah terdapatnya substitusi atom chlorin pada 7-hydroxil dan inversi (pembalikan) 7: carbon.Keterangan : Klindamisin merupakan antibiotik semisintetik turunan dari linkomisin Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi .go. serbuk amorphous warna putih atau keputih-putihan. .45. klindamisin phosphate.

Nufaclind . karena tidak lebih efektif daripada golongan penisilin melawan anaerob dan kemungkinan terdapat reisistensi silang dengan bakteri resisten eritromisin.Klindamisin OGB Dexa .6 – 2. klindamisin sebaiknya tidak digunakan secara secara rutin untuk mengobati infeksi oral. Klindamisin direkomendasikan pada infeksi staphylococcus tulang dan sendi seperti osteomyelitis dan intraabdominal sepsis.Climadan .Clinmas .Biodasin . terutama sesudah operasi.Lindacyn .Probiotin . dapat dinaikkan hingga 450 mg setiap 6 jam pada infeksi berat . 0.Ethidan .Comdasin . pemberian dosis tunggal yang melebihi 600 mg hanya boleh diberikan secara infus intravena.Clinidac . Dosis.Albiotin . Obat ini terkonsentrasi dalam tulang dan diekskresi melalui empedu dan urin. Klindamisin digunakan untuk profilaksis endokarditis pada pasien yang alergi terhadap penisilin.Nama Dagang .Clinbercin . Injeksi intramuscular dalam atau infusi intravena.Opiclam .Dacin .Indanox . Klindamisin hanya digunakan secara terbatas karena efek sampingnya yang serius.Anerocid .Daclin-300 .7 g sehari (dalam 2 – 4 dosis terbagi) . namun kondisi ini lebih sering terjadi pada penggunaan klindamisin.Clinium .Lindan . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Peroral.Clinjos .Librodan .Dalacin C/Dalacin C Phosphat .8 g sehari. Meskipun timbulnya kolitis yang berkaitan dengan penggunaan antibiotika dapat terjadi pada penggunaan sebagian besar antibiotika.Prolic Indikasi Klindamisin aktif melawan kuman kokus gram positif .Clindexin . pada infeksi yang mengancam jiwa dosis dapat dinaikkan hingga 4. dosis tunggal pada pemberian infus intravena tidak boleh lebih . Efek toksik yang paling serius adalah timbulnya kolitis yang dapat berakibat fatal dan sangat umum terjadi pada usia setengah baya dan pada wanita usia lanjut .Cindala .Klindamisin (Generik) .Lando . termasuk staphylococus yang resisten terhadap penisilin dan juga melawan beberapa bakteri anaerob terutama bacteroides fragilis.Zumatic . 150 -300 mg setiap 6 jam. anak-anak 3-6 mg/kg setiap 6 jam. Pada infeksi oral.

Oral : Cepat (90 %) Distribusi : Konsentrasi tinggi pada tulang dan urin.dari 1. perut tidak enak. infeksi berat .3 jam (rata-rata : 2-3 jam) Waktu untuk mencapai kadar puncak. setelah larutan direkontitusi . IM 1-3 jam Ekskresi : Urin (10%) dan feces (~ 4%) sebagai obat aktif dan metabolit Stabilitas Penyimpanan Kapsul : Simpan pada suhu kamar 20°C hingga 25°C Krim : Simpan pada suhu kamar IV : larutan infus dalam larutan NS atau D5W stabil selama 16 hari pada suhu kamar Larutan oral : Larutan oral yang telah direkonstitusi jangan disimpan pada refrigerator (suhu dingin) . kolitis yang berkaitan . Dewasa : 1. muntah. jumlah obat dalam cairan serebrospinal tidak signifikan bahkan pada inflamasi meninges (selaput otak) .2 g. oesophagitis.6 jam . Anak-anak diatas 1 bulan. 15 – 40 mg/kg sehari dibagi dalam 3 – 4 dosis . menembus plasenta . minimal 300 mg sehari tanpa memperhitungkan berat badan Farmakologi Absorpsi : Topical : ~ 10 %. masuk ke dalam air susu Metabolisme : hepatik Bioavailability : Topical: < 1% T½ eliminasi (half-life elimination) : Neonatus : Premature: 8. mual.6-5. Full-term: 3. larutan oral stabil selama 2 minggu pada suhu kamar 20°C hingga 25°C (68°F hingga 77°F) Larutan topikal : Simpan pada suhu kamar 20°C hingga 25°C (68°F hingga 77°F) Ovula : simpan pada suhu kamar 15°C hingga 30°C (68°F hingga 77°F) Kontraindikasi Diare. serum : Oral : dalam 60 menit. dihindari injeksi yang mengandung benzil alkohol pada neonatus Efek Samping Diare (hentikan pengobatan).7 jam .

agranulositosis dan trombositopenia. neutropenia. indurasi dan abcess sesudah injeksi intramuscular.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B .Terhadap Anak-anak : - . thromboplebitis sesudah injeksi intravena Interaksi . eksfoliatif dan dermatitis vesiculobullous. monitor kolitis dan pengobatan terhadap gejala yang timbul. Cairan Inj Peringatan . Masuk ke dalam air susu ibu . syndrom Stevens-Johnson. pada pengobatan jangka panjang monitor CBC.Dengan Obat Lain : - .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Observasi perubahan pada usus.Dengan Makanan : - Pengaruh . pruritus. urticaria reaksi anafilaksis. nyeri. namun diare berdarah dilaporkan terjadi pada 1 bayi.Terhadap Ibu Menyusui : Kemungkinan hanya sejumlah kecil berada pada air susu ibu. eosinophilia. tes fungsi hati dan renal secara periodik Bentuk Sediaan Kapsul.dengan penggunaan antibiotika. rash. jaundice (penyakit kuning) dan mempengaruhi tes fungsi hati.

umur dan berat badan. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan . Jika lebih dari satu kali dosis terlewat segera hubungi tenaga kesehatan. Jika anda mempunyai pertanyaan tentang obat ini. Gunakan obat hingga habis. Beberapa sediaan mengandung tartrazine (FD & C Yellow No. Jika terjadi diare yang berat. 5) yang dapat menyebabkan alergi pada individu tertentu. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. apoteker atau petugas kesehatan yang lain. kerusakan ginjal. Jangan mengobati diare sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter. Kapsul harus ditelan dengan segelas air. Jangan diberikan pada orang lain. dihindari pada pofiria. Pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan eliminasi bakteri menjadi tidak sempurna dan dapat mengakibatkan infeksi kambuh kembali. segera mungkin minum obat setelah ingat. nyeri/kram pada lambung atau terdapat darah pada feces segera hubungi dokter. seperti kondisi pasien. Tanda-tanda ini merupakan efek samping yang serius. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. Tes laboratorium diperlukan dalam monitoring terapi. Jangan menghentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. monitoring fungsi hati dan fungsi ginjal pada pengobatan jangka panjang dan pada neonatus dan bayi. Pasien segera menghentikan pengobatan jika timbul diare atau kolitis. Tanyakan hal ini pada petugas kesehatan atau apoteker. Pastikan hal ini dilakukan. tanyakan pada dokter. Mekanisme Aksi . Jika pasien lupa minum obat. menyusui . Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/frekuensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau petugas kesehatan. kerusakan hati. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep.Pasien harus segera menghentikan pengobatan jika timbul diare atau kolitis. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. kehamilan . hindari pemberian intravena secara cepat. kecuali atas anjuran dokter. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini.

4-diamine.html Kotrimoksazol Deskripsi . TRIMETHOPRIM (disingkat TMP)Mengandung tidak kurang dari 98.5: trimethoxybenzyl)pyrimidine-2.4.tasikmalayakota.id/index. larut dalam benzilalkohol.0% C14H18N4O3 dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.Nama & Struktur Kimia . C10H11N3O3S.Terjadi ikatan secara reversibel dengan subunit ribosomal 50S. letak infeksi dan jenis organisma. agak sukar larut dalam etanol. C14H18N4O3 : SULFAMETOXAZOLE (disingkat SMX)Mengandung tidak kurang dari 99. efek bakteriostatik atau bakterisidal tergantung dari konsentrasi obat.go. praktis tidak berbau.php/informasi-obat/293-klindamisin. mudah larut dalam asetone dan dalam larutan natrium hidroksida encer. Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. Kelarutan obat.5% dan tidak lebih dari 101. monitor colitis dan pengobatan terhadap gejala yang timbul. putih sampai putih. Kelarutan obat : sangat sukar larut dalam air. Obat berbentuk serbuk hablur.Sifat Fisikokimia 4-amino-N-(5-methylisoxazol-3-yl)-benzenesulfonamide . agak sukar larut dalam kloroform dan dalam . tes fungsi hati dan renal secara periodik.0% dan tidak lebih dari 101. praktis tidak larut dalam air dalam eter dan dalam kloroform.0% C10H11N3O3S dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. 5-(3. mencegah terjadinya ikatan peptida sehingga akan menghambat sintesis protein bakteri. Monitoring Penggunaan Obat Obsevasi perubahan pada usus. pada pengobatan jangka panjang monitor CBC .

TMP-SMX.Keterangan Co-trimoksazol (disingkat SXT.Zoltrim . otitis media akut pada anak.Sulprim . pencegahan dan pengobatan Pneumocitis carinii pneumoniae (PCP).Moxalas .vulgaris. pengobatan entritis yang disebabkan oleh Shigella flexneri atau Shigella sonnei.Ulfaprim .. Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Cotrim .Fsiprim .Sultrimmix .P. praktis tidak larut dalam eter dan dalam karbon tetraklorida. traveler diarrhea yang disebabkan oleh enterotoksigenik E. sangat sukar larut dalam etanol dan dalam asetone. eksaserbasi akut pada bronchitis kronis pasien dewasa yang disebabkan oleh bakteri yang sensistif seperti H. .Primsulfon .Trimoxsul .morganii.mirabilis dan P.Primadex .Merotin .Bactoprim Combi .Hexaprim .Bactrizol .atau S.Zultrop .Trixzol . or TMP-sulfa) adalah : antibiotik kombinasi antara trimethoprim dan sulfametoksazol.Septrin . M. dalam rasio perbandingan 1 banding 5. Klebsella dan Enterobacter sp.Dumotrim .Xepaprim Indikasi Oral: Untuk pengobatan infeksi saluran urin yang disebabkan E.Meditrim . IV.Erphatrim .Bactrim .Ottoprim .coli.metanol.Cotrimol .Trimezol .Licoprima .coli.Bactricid .Wiatrim .Ikaprim .Infatrim .pneumoniae. Untuk pengobatan infeksi severe atau komplikasi ketika penggunaan oral sudah tidak mungkin .influenzae.Nufaprim .

Seperti yang terdokumentasikan digunakan untuk PCP.dilakukan. 15-20 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam. mingguan. 8-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam. Pencegahan: oral: 150 mg TMP/m2/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam untuk 3 hari/minggu. IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. shigellosis. Infeksi saluran urin pengobatan: oral: 6-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam. infeksi Nacardia asteroides . Infeksi serius: Oral: 20mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam. . Dosis. Otitis media akut: oral: 8 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam selama 10 hari. Jangan melebihi trimetoprime 320 mg dan sulfametoxazol 1600 mg/hari Shigellosis: Oral: 8 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam selama 5 hari. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis: dihitung berdasarkan perbandingan dasar obat. IV.8 atau 12 jam selama 14 hari dengan infeksi serius. dengan panduan : Infeksi ringan – berat: oral. dengan komposis sulfametoxazole 800 mg dan trimethoprim 160 mg. Anak >2 tahun . yaitu digunakan pengobatan empiric PCP pada pasien immunocompromise. demam tifoid. Pneumocytis: Pengobatan: oral. IV: 8-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam. Pencegahan: Oral: 2 mg TMP/kg/dosis harian atau 5 mg TMP/kg/dosis dua kali.

Pengobatan: oral. atau 12 jam lebih dari 5 hari. Pneumocytis carinii: Profilasis: oral: 1 tablet sehari atau 3 kali/minggu.IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. Pyelopritis: 14 hari. Cyclospora: oral. Shigellosis: Oral: 1 tablet setiap 12 jam selama 5 hari. Bronkitis kronis: oral: 1 (satu) tablet setiap 12 jam selama 10-14 hari. kronik. prostatitis: akut:2 minggu.8.8 atau 12 jam selama 14 hari untuk infeksi gawat. Diare traveler: oral: 1 tablet setiap 12 jam selama 5 hari. Dosis dewasa. Infeksi saluran urin : Oral: satu tablet (sulfametoxazole 800 mg dan trimethoprim 160 mg) setiap 12 jam.8 atau 12 jam selama 5 hari.2-3 bulan. Nocardia: oral. Lamanya pengobatan: tidak ada komplikasi: 3-5 hari. IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. .IV: 15-20 mg TMP/kg/hari dalam 3-4 dosis terbagi. IV Infeksi kulit: 5mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi. IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. Sepsis: IV: 20 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam. dengan komplikasi: selama 7-10 hari..IV: 160 mg TMP dua kali sehari untuk 7-10 hari.

cara pelarutannya dan pelarutnya harus sesuai dengan yang telah diinformasikan. 5 mL/75 D5W stabil untuk 2 jam. 90-100%. 5 mL/100 D5W stabil untuk 4 jam. simpan pada suhu ruangan jangan disimpan dalam refrigerator dan terlindung dari cahaya langsung. Kontraindikasi . terlindung dari cahaya. T½ eliminasi: SMX: 9 jam.45%.Infeksi gawat (pulmonal/cerebral): 10-15 TMP/kg/hari dalam 2-3 dosis terbagi. efek: secara farmakologis keduanya bervariasi: peningkatan t ½ dan penurunan klirens obat tergantung klirens kreatinin. Ikatan protein: SMX. Sediaan suspensi disimpan pada suhu ruangan dan terhindar dari cahaya langsung. Farmakologi Absorbsi: oral : hampir sempurna. Sediaan larutan IV. max. dan mengalami perpanjangan pada pasien gagal ginjal. TMP: 6-17 jam. Lamanya pengobatan masih controversial. TMX: menjadi metabolit oksidan hidroksilat. Eksresi obat: dieksresi melalui urin dalam bentuk metabolit dan dalam bentuk utuh. 5 mL/125 D5W stabil untuk 6 jam. TMX. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada suhu ruangan (25°C). 68%. ada yang melaporkan selama 7 bulan penggunaan obat. T. serum: antara 1-4 jam. jangan disimpan pada refrigerator/pembeku. Metabolisme: SMX: N-asetilasi dan glukoronidasi.

diuresis. Gastrointestinal : Mual. anemia megaloblastik karena kekurangan asam folat. agranulositosis. peripheral neutritis. eosinophiia. pruritus. anemia megaloblastik. halusinasi. efek samping yang jarang dan dapat hilang dengan sendirinya terkait dengan penggunaan cotrimoxazole meliputi : reaksi dermatologi gawat dan hepatotoxic Cardiovascular : Alergi myokarditis. SLE (systemic lupus erytomatosus: jarang).Hipersensitif pada obat golongan sulfa. depresi. anorexia. ikterus pada janin. Interaksi . muntah. dermatitis eksfoliatif. gagal ginjal parah. Hematologi : Trombositopenia. angioedema. diare. hiperbilirubinemia. kejadian yang jarang termasuk erytema multiform. anorexia). trimethoprim atau komponen lain dalam obat. toxic epidermal necrosis. infiltrasi pulmonal. ataxia. hipoglikemik. profiria. Renal : interstisial nephritis. Henochschonlein purpura. Dermatologi : Rash. Hepatic : Hepatotoxic (hepatitis. neprotosis. urtikaria. SSP : konfusi. pseudomembranous collitis. pankreatitis. sindrom stevens-johnson. peningkatan enzim transaminase. necrosis hepatic). muntah. granulositopenia. adanya tanda kerusakan pada hepar pasien. stomatitis. anemia aplastic. kristaluria. bayi dengan usia <2 bulan. rabdomilisis. Neuromuskular dan skeletal : Atralgia. kejang. Lain-lain: serum sicknes. kolestasis. pansitopenia. kehamilan Efek Samping Reaksi efek samping yang paling banyak adalah gangguan pencernaan (mual. methemoglobinemia. gagal ginjal. fotosensitivitas. myalgia. reaksi dermatologi (rash atau urticaria). dispepsia. Endokrin dan metabolit : miperkalemia (pada penggunaan dosis besar). Pernafasan : batuk. hemolisis (dengan G6PD defisiensi). demam.

Jangan digunakan pada saat term kehamilan untuk menghindari terjadinya ikterus pada bayi. . penitoin. Menurunkan efek obat: Kemungkinan kadar obat kotrimoxazole akan diturunkan oleh: karbamazepin. rosiglitazon. dan substrat CYP2C8/9 lainya. Trimethoprim: inhibitor CYP2C8/9 (moderat) Meningkatkan efek toksik: Meningkatkan efek toksis dari metotreksat Meningkatkan kadar obat procainamide. secobarbital. Penggunaan bersamaan dengan pyrimethamine (dengan dosis >25mg/minggu) kemungkinan dapat meningkatkan resiko terjadinya anemia megaloblastik. glimepirid.Dengan Makanan : Pengaruh . Peningkatan efek neprotosis dengan siklosporin. flueksetin. Peningkatan efek hiperkalemia pada penggunaan bersamaan obat ACE inhibitor. warfarin. glipizid. rifapentine. rifampisin. sertalin.. phenytoin.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C/D. penggunaan selama proses kehamilan hanya jika terjadi resiko obesitas pada janin.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: Sulfametoksazol : inhibitor CYP2C8/9 (moderat). dan inducer CYP2C8/9 lainya. Meningkatkan kadar obat dapson. pioglitazone. nateglinid. reseptor antagonis angiotensin atau diuresis hemat kalium. . fenobarbital. Kemungkinan meningkatkan kadar obat amiodaron.

Terhadap Ibu Menyusui : Tereksresi dalam air susu ibu.. dan beberapa elektrolit. . hati – hati jika diketahui ada kontra indikasi pada bayi. Hindari penggunaan obat pada pasien yang diketahui mengalami kontraindikasi dengan golongan sulfa. . Suspensi Oral. apalagi jika diketahui reaksi yang terjadi akan bersifat fatal (sindrom stevens-johnson. anamia aplastic dan reaksi discariasis darah lainya). menjalani terapi antikonfulsan dalam jangka waktu lama.SGOT) Ginjal (ClCr). kerusakan ginjal dan hepar atau pasien berpotensi tinggi untuk kekurangan folat (malnutrisi. Pada pasien elderly kemungkinan mengalami reaksi hipersensitivitas akan lebih besar termasuk juga akan mengalami hipoglikemik. ginjal. Parameter Monitoring Hati (SGPT. pasien lanjut usia). Electrolit (Kalium) Bentuk Sediaan Injeksi. Hati – hati jika digunakan pada pasien yang mempunyai riwayat alergi atau asma Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus - .Terhadap Hasil Laboratorium : Kemungkinan dapat mempengaruhi hasil pengukuran fungsi hati. perlu penyesuaian dosis untuk pasien dengan gagal ginjal.Terhadap Anak-anak : Kontraindikasi jika digunakan pada bayi dengan usia <2 bulan. Tablet Peringatan Gunakan secara hati – hati pada pasien dengan defisiensi G6PD. toxic epidermal necrosis. hepatic necrosis.

7.12R*.12. 2006. dan ketidak berhasilan terapi maka sebaiknya obat digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. seperti mual.6.7R*. harap menghubungi apoteker.html Eritromicin Deskripsi . Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. Mekanisme Aksi Sulfametoxazol menghambat sintesis asam folat dan pertumbuhan bakteri dengan menghambat susunan asam dihidrofolat dari asam para-aminobenzen.5.9R*.11. AHFS DRUG.6R*.11R*.9. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. 1995.trideoksi-3(dimetilamino)-ß-D-xilo-heksopiranosil ] oksi ] oksasiklotetradekana- .Mengamati kemungkinan adanya gejala defisiensi asam folat atau munculnya gejala ESO obat lainya.4. Daftar Pustaka Drug information hand book.4S*.id/index.Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. Trimethoprime menghambat terjadinya reduktasi asam dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat yang secara tidak langsung mengakibatkan penghambatan enzim pada siklus pembentukan asam folat Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. 2005 Farmakope Indonesia IV.6-Dideoksi3-C-metil-3-O-metil-a-L-ribo-hekso-piranosil)-oksi]-14-etil-7.14R*)-4-[(2. (DIH).13-heksametil-6-[[3.tasikmalayakota.go. maka harap menghubungi dokter.5S*. diare atau respon hipersensitivitas. http://dinkes.13trihidroksi-3.php/informasi-obat/299-kotrimoksazol.Nama & Struktur Kimia : (3R*. 13S*.

1264: 62-6] .Erira .Rythron . BM: 1018.Eryprima . BM: 862. Topical: untuk pengobatan acne vulgaris. Kelarutan : sukar larut dalam air. dan campylobacter gastroenteritis.Sifat Fisikokimia Pemerian : serbuk hablur putih atau agak kuning. siphilis dan nongonococcal urethritis.Erytrocin .06 . tidak berbau. C37H67NO13.Opithrocin .gonorrhoeae. sedikit : higroskopis.Erycoat Forte .Kemotrocin . S. erytrasma.Erymed . Pada mata: Untuk mengatasi infeksi konjungtivistis atau gangguan kornea pada bayi baru lahir. Legionella pneumophilia.Erysanbe .Eryderm .42 Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Keterangan Eritromisin etilsuksinat : Eritromisin 2’-(etilsuksinat)[41342-53-4. larut dalam etanol.2.Konitrocin .Konitrocinx . digunakan untuk terapi konjungtifitis dengan neomosin.Medoxin .pneumoniae.Pharothrocin . E. Eritromisin stearat (garam) . dalam kloroform dan dalam eter .Corsatrocin .Jeracin .Arsitrocin .pneumoniae.Erphatrocin .10-dion[114-07-8]. Chlamydia.Erythrin . C43H75NO16 .Tamaret . M.Throcidan . S.Eritromec . C37H67NO13 .Aknemicin .pyogenes.C18H36O2 .Tromilin Indikasi Sistemik: Digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri yang sensitif terhadap eritromisin seperti.Erytrocin EES . diphtheria pertusis.Banntrocin . termasuk S.histolitica.Decatrocin . . choncroid.aereus.Sapphire . N.Erymed Plus .

stearat atau estolat). Dosis dewasa Oral. atau dapat diberikan dalam infus terus-menerus selama 24 jam. Injeksi: Laktobionat: 15-20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam atau 500 mg sampai 1 g setiap 6 jam. tidak lebih dari 2 g/hari. IV. CARA PEMBERIAN Oral: jangan menghancurkan (membuat serbuk) obat dalam bentuk salut enterik. Etilsuksinat: 400-800 mg setiap 6-12 jam. Stearat: 30-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 2-4 dosis. tidak lebih dari 4 g/hari. Estolat: 30-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 2-4 dosis. . jika terjadi gangguan cerna pada lambung seperti diare. Dosis untuk indikasi khusus: CAP (community acquired pneumoniae) : oral. Murni (basa): 30-50 mg/kg/hari dalam 2-4 dosis terbagi.2 g/hari. tidak lebih dari 3. Injeksi: Laktobionat: 15-50 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam.Dosis. (maksimal 4 g/24 jam). 500-1000 mg 4 kali sehari untuk 10-14 hari. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Bayi dan anak –anak: Kisaran Dosis lazim : Oral: (catatan: terdapat perbedaan absobsi antara 400 mg eritromisin etilsuksinat pada kadar serum dengan 250 mg eritromisin murni (basa). jangan menggunakan obat bersamaan dengan susu. Etilsuksinat: 30-50 mg/kg/hari dalam 2-4 dosis terbagi. Jika infeksi disebabkan karena legionella maka 750-1000 mg 4 kali sehari untuk 21 hari atau lebih lama lagi dapat direkomendasikan. Murni (basa): 250 – 500 mg setiap 6-12 jam. maka obat dapat diberikan bersamaan dengan makanan.

5 jam dan kemungkinan akan diperlambat oleh makanan karena terjadi perbedaan absorbsi obat. pain(2%). masuk dalam ASI. Stabilitas Penyimpanan Injeksi: Eritromisin laktobionat setelah mengalami pengenceran dapat bertahan selama 2 minggu dalam lemari pendingin dan bertahan selama 24 jam pada suhu ruangan. demam. mual (8%). dispepsia (2%). 18 – 45%. Metabolisme: melalui hepar dengan proses dimetilasi. pimozide. sedangkan dalam bentuk drop. Ekskresi: Utamanya melalui feses. CNS : headache (8%). diare (7%). T max: serum: normal 4 jam. Kontraindikasi jika digunakan bersamaan dengan turunan ergot. kandidiasis mulut. dan cisapride. ethilsuksinat 0.5-2jam. T½ eliminasi: Puncak:1. Pasien yang diketahui menderita penyakit liver. kram. Efek Samping Sistemik : Cardiovascular : ventricular arritmia. perpanjangan QTc ventricular takikardia (jarang). hipertropic pyloric stenosis. dapat bertahan selama 25 hari. topikal dan tetes mata disimpan dalam suhu ruangan. pruritus (1%). Serbuk suspensi oral. flatulence(2%). setelah dilarutkan dapat bertahan selama 14 hari dalam suhu ruangan.5 – 2. berdifusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal. urine (2-15% dalam bentuk utuh). Gagal ginjal: 5-6jam. Distribusi: Menembus plasenta. Gastrointestinal: nyeri lambung (8%). pancreatitis . ertromicin etilsuksinat. absobsi kemungkinan akan meningkat jika digunakan bersamaan dengan makanan. Dermatitis : ruam (3%). Oral: Granul suspensi setelah di larutkan dapat bertahan jika disimpan dalam almari pendingin selama 10 hari.Farmakologi Absorbsi: Oral : bervariasi tetapi akan lebih baik bila dalam bentuk sediaan garam jika dibandingkan dengan bentuk basanya . Ikatan protein: 75-90%. kejang. anoreksi. muntah (3%). Kontraindikasi Pasien yang hipersensitif terhadap eritromisin dan komponen lain dalam obat. Tablet. pseudomembranouscollitis.

Topikal: 1-10% : dermatologi: erythema. mirtazapine. Menurunkan efek: . Interaksi . gatifloxacin.Hematologi : Eosinophilia (1%). claritromisin. pimozide. netaglinide. telithromicin dan penghambat CYP3A4 lainya. tacrolimus. Hepatic : Cholestatic joundice (kebanyakan jika bersamaan dengan estolate). HMG-CoA reductase inhibitor (lovastatin dan simvastatin). quinidine. nicardipine. Ca chanel blocker. propofol. Efek obat yang memblokade neuromuskular dan warfarin akan ditingkatkan oleh eritromisin. imatinib. ergot alcaloide. Penggunaan dengan obat–obat yang memperpanjang interval QTc meliputi tipe 1a (quinidine) dan tipe III obat antiarritmia. reaksi alergi. tromboflebitis. moxifloxacin. kulit kering. Lain-ain : Reaksi hipersensitifitas. fenlafaksine. doxyciclin. Eritromisin adalah inhibitor moderat CYP3A4. quinidine. thioridazin) harus dengan perhatian ekstra. Respirasi : Dyspnea (1%). sehingga kemungkinan akan meningkatkan efek obat: benzodiazepin. Neuromuscular dan skeletal : Malas (2%). Local : Plebitis pada tempat injeksi. cisapride. Golongan ergot juga dikontraindikasikan penggunaannya bersamaan dengan eritromisin. sildenafil. pimozide. batuk (3%). verapamil. sparfloxacin. protease inhibitor. serta antipsikosis selektif (mesoridazin. nefazodone. pruritos. meningkatkan parameter pemeriksaan hepar (2%).Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek toksik: Meningkatkan efek aritmia jika digunakan bersamaan dengan: cisapride. Efek eritromisin akan ditingkatkan oleh: antifungi. diklofenak. nefazodone. cyclosporin. thioridazine. desquamation. isoniazid.

Injeksi. Untuk Suspensi Oral . dan demam. Parameter Monitoring CBC (cell blood count). mual. ClCr). Penggunaan pada bayi dapat memicu terjadinya hypertropic pyloric . Pengaruh . Tablet Chewable. karena kemungkinan bahan pelarutnya terkontaminasi dengan benzil alkohol yang bersifat toksik pada bayi (neonatus). . Fungsi hepar (SGOT. Jika terjadi demikian. .Terhadap Anak-anak : Hindari penggunaan eritromisin lactobionat. ginjal. Bentuk Sediaan Kapsul.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B . Makanan: obat akan meningkat absorbsinya jika digunakan bersamaan dengan makanan. Renal (BUN. karbamazepin. . kolik lambung. nevirapine. AAP merekomendasikan pemberian obat pada ibu menyusui. muntah. tapi dengan hati-hati. serum level eritromisin kemungkinan akan berubah jika diberikan dengan makanan. Gel. Serbuk Untuk Oral Suspensi . Granul. Topikal .Dengan Makanan : Etanol: hindarkan penggunaan dengan etanol karena akan menurunkan absorbsi eritromisin juga akan meningkatkan efek etanol. rifampicin. Suspensi Oral. karena kemungkinan adanya benzil alkohol pada formulasi obat yang bersifat toksik pada bayi. Ointment.Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan Jangka panjang Kemungkinan Akan berpengaruh pada hasil pengukuran : Hepar. maka hentikan pengobatan. nafcilin.Terhadap Ibu Menyusui: Obat diekresi kedalan ASI (air susu ibu). Eritromisin kemungkinan mempunya efek antagonis dengan obat clindamisin dan lincomisin. dan induksi CYP3A4 lainnya. phenobarbital. Kadar eritromisin kemungkinan akan diturunkan oleh: aminoglutethimide. phenithoin. Tablet/Tablet Salud. opthalmic Peringatan Penggunaannya harus berhati – hati pada pasien yang mengalami kerusakan hati baik dengan atau tanpa jaundice.SGPT). karena hal ini akan meningkatkan terjadinya rasa malas.Eritromisin kemungkinan menurunkan kadar obat zafirlukas. CBC. Hindari penggunaan eritromisin pada bayi.

2006. seperti mual. diare atau respon hipersensitivitas. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. serta antipsikosis selektif (mesoridazin. AHFS DRUG.php/informasi-obat/253-eritromicin. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. harap menghubungi apoteker. Perlu di waspadai terjadinya suprainfeksi pada penggunaan obat dalam waktu lama. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. Memonitor Penggunaan dengan obat – obat yang memperpanjang interval QTc meliputi tipe 1a (quinidine) dan tipe III obat antiaritmia. maka sebaiknya eritromisin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis DNA-dependent protein bakteri sehingga akan mengubah perpanjangan tahapan sintesis.html Flukonazol . 2005 Farmakope Indonesia IV. berikatan dengan 50S subunit ribosom yang akan menyebabkan penghambatan pada transpeptidase sel bakteri. 1995.id/index.go. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat.stenosis (HPS). Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. http://dinkes. thioridazin). Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). (DIH). Daftar Pustaka Drug information hand book. maka harap menghubungi dokter.tasikmalayakota.

2. profiaksis antijamur pada transplantasi sumsum tulang. meningitis cryptococcal. Obat mempunyai kelarutan : 25 mg/ml dalam alkohol pada temperatur kamar. suatu senyawa antifungal azol.4triazole-1-ethanol.a?-(1H-1. ? a -(2. Obat ini larut dalam metanol dan kloroform. infeksi saluran urin ).1 M NaCl.Govazol . dan sedikit larut dalam air dengan kelarutan 8 mg/ml pada suhu 37°C.Zemyc . . Struktur kimia yang mengandung cincin imidazol dengan cincin triazol menyebabkan meningkatnya aktivitas antifungi dan memperluas aktivitas spectrum antifungi.4-Difluorophenyl) .Keterangan : Fluconazole adalah sintetik derivatif triazol. oropharyngeal.4Difluoro-?alfa. 2. peroral dosis tunggal 150 mg . Flukonazol mempunyai pKa 1. peritonitis. esophageal.Cancid . Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Sifat Fisikokimia Flukonazol merupakan serbuk kristal putih.76 pada suhu 24°C dalam 0.Diflucan .bis(1H-1.4-triazol-1-yl methyl)-1H-1.Flucess .4-Difluoro-1-bis(1H-1. pneumonia. alfa?1. dan infeksi systemic) .2.2.Nama & Struktur Kimia : 2.2.Deskripsi . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Vaginal candidiasis dan candidal balanitis. C13H12F2N6O .Flucoral .Candizol . Dosis.4-triazol-1-ylmethyl) benzyl alcohol.4-triazol-1-ylmethyl) benzyl alcohol.Cryptal Indikasi Pengobatan candidiasis (vaginal.

selama 14 hari untuk atropical aral candidiasis. maksimal dosis 400 mg sehari Pencegahan relaps cryptococcal meningitis pada pasien AIDS setelah terapi primer lengkap. Anak-anak peroral atau infusi intravena. corporis. seperti setelah transplastasi sumsum tulang . maksimal dosis 400 mg sehari(BNF 50) Pemberian Flukonazol secara parenteral (IV infus) diberikan dalam 1 . 3 – 12 mg/kg sehari (setiap 72 jam pada neonatus berusia hingga 2 minggu. pengobatan di teruskan sesuai respon ( paling sedikit 6 – 8 minggu untuk cryptococcal meningitis).2 jam. pemberian tidak . peroral. tiap 48 jam pada neonatus usia 2 – 4 minggu) Tinea pedis. selama 14 – 30 hari pada infeksi mukosal yang lain (oesophagitis. anak-anak 6 – 12 mg/kg sehari ( setiap 72 jam pada neonatus berusia hingga 2 minggu. peroral atau infusi intravena. anak-anak tergantung dari lama dan beratnya neutropenia. Pencegahan terhadap infeksi jamur pada pasien immunocompromised. setiap 48 jam pada neonatus dengan usia 2 – 4 minggu). peroral 50 mg sehari (100 mg sehari pada infeksi yang sulit sembuh) diberikan selama 7 – 14 hari . 50 mg sehari selama 2 – 4 minggu ( selama 6 minggu pada tinea pedis). 400 mg sehari jika pasien beresiko tinggi mengalami infeksi sistemik. candiduria. pityriasis versicolor. dosis awal 400 mg kemudian 200 mg sehari. peroral 200 mg sehari atau infusi intravena 100 – 200 mg sehari. dosis ditingkatkan jika perlu hingga 400 mg sehari. Infeksi candidal invasiv (termasuk cadidaemia dan disseminated candidiasis) dan infeksi cryptococcal termasuk meningitis).Mucosal Candidiasis ( kecuali genitalia). 3 – 6 mg/kg pada hari pertama kemudian 3 mg / kg sehari (tiap 72 jam pada neonatus usia sampai 2 minggu. dan dermal candidiasis. untuk oropharyngeal candidiasis (maksimal 14 hari kecuali pada pasien immunocompromised yang berat). 50 -400 mg sehari disesuaikan dengan resiko . terapi sebelum terjadinya onset neutropenia dan dilanjutkan sampai 7 hari setelah jumlah neutrofil yang diinginkan tercapai. setiap 48 jam pada neonatus dengan usia 2 – 4 minggu) ). infeksi non-invasive bronchopilmonary. peroral atau infusi intravena. maksimal durasi pengobatan adalah 6 minggu. cruris.

alopecia. cairan peritoneal. kejang. CSF : blood level ratio : normal meninges : 70% hingga 80% . dispepsia jarang terjadi. Injeksi : simpan injeksi dalam kemasan gelas pada suhu 5°C hingga 30°C. penggunaan bersamaan dengan cisapride Efek Samping Mual. Hindari pembekuan (freezing). Farmakologi Distribusi : terdistribusi secara luas dalam tubuh dengan penetrasi yang baik ke dalam cairan serebrospinal. muntah. reaksi hipersensitivitas. Ikatan protein plasma : 11% hingga 12% Bioavailabilitas : Oral : > 90% T½ eliminasi pada fungsi ginjal normal ~ 30 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak.boleh lebih dari 200 mg/jam bila pemberian obat melalui IV infusi. Difusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal : adekuat dengan atau tanpa inflamasi. Buang sediaan yang tidak digunakan setelah 2 minggu. rash ( pengobatan tidak dilanjutkan atau monitor dengan ketat pada infeksi invasive atau sistemik). Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap flukonazol. mata . Setelah dilakukan rekonstitusi simpan pada 5°C hingga 30°C. sakit kapala. flatulence. rasa tidak enak pada perut. . leucopenia. gangguan hati. syndrom Steven-Johnson (pada pasien AIDS pernah dilaporkan reaksi kulit yang hebat). serum: pemberian oral : 1-2 jam Ekskresi : Urin (80% dalam bentuk obat yang tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Serbuk untuk suspensi oral : simpan serbuk kering pada suhu < 30°C. azol yang lain . diare. sputum. hiperlipidemia. inflamasi meninges : > 70% hingga 80%. gangguan pengecapan. Jangan dibuka kemasannya hingga obat akan digunakan. atau beberapa komponen yang terdapat dalam sediaan. kulit dan urin. anafilaksis. pusing. pruritus. Hindari pembekuan (freezing). toxic epidermal necrolysis.

neteglinide. pioglitazone. propranolol. 2C19dan 3A4 yang lain. sildenafil (dan PDE-5 inhibitor yang lain). Penggunaan obat selama kehamilan hanya jika potensial keuntungan pada ibu lebih besar daripada potensial resiko pada janin. sertraline. citalopram. Menurunkan efek: rifampin menurunkan konsentrasi flukonazol . Jika digunakan pada dosis tinggi. warfarin dan substrate CYP2C8/9. namun demikian diperlukan data tambahan. venlafaxine. flukonazol bersifat teratogenik pada hewan uji. siklosporin. phenytoin. HMG-CoA reductase inhibitor. benzodiazepin tertentu.Dengan Makanan : Pengaruh . 2C19 (kuat). metsuksimid. cisapride. glipizid. bloker saluran kalsium. fluoksetin. mirtazapine. 2C8/9 (kuat). Penggunaan obat selama trimester pertama dilaporkan terjadi malformation pada manusia jika digunakan pada dosis tinggi (400 mg/hari) dalam jangka waktu yang lama . Flukonazol dapat meningkatkan kadar/efek amiodarone. Penggunaan dosis yang rendah (150 mg sebagai dosis tunggal atau 200 mg/hari) mempunyai factor resiko yang lebih rendah . tacrolimus. 3 A4 (moderate). glimepirid. rosiglitazone. Produsen menyarankan menghindari penggunaan obat – multiple congenital abnormalities dilaporkan terjadi pada dosis tinggi dan pemakaian jangka lama. Meningkatkan efek/toksisitas : Penggunaan bersamaan dengan cisapride dikontraindikasikan disebabkan karena potensial terjadi aritmia malignant.Terhadap Ibu Menyusui : . nefazodone.trombositopenia dan hipokalemia.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. Interaksi . diazepam. turunan ergot.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: Menghambat CYP1A2 (lemah) . .

Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. Pada suatu penelitian efikasi Flukonazol untuk menekan meningitis cryptococcal telah terbukti berhasil pada 4 dari 5 anak-anak. Cairan Injeksi Peringatan Kerusakan ginjal.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Tes fungsi hati (AST.Produsen menyarankan menghindari penggunaan obat – fluconazole ditemukan pada air susu sehingga pemakaian flukonazol pada ibu menyusui tidak direkomendasikan. Efikasi flukonazol belum terbukti pada bayi umur kurang dari 6 bulan. monitor fungsi hati – pengobatan tidak diteruskan jika muncul gejala dan tanda gangguan pada hati ( resiko hepatic necrosis).Terhadap Anak-anak : Pada pasien anak immunocompromised usia 6 bln hingga 13 thn dengan candidiasis oropharyngeal. . Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Tablet.000 IU 4 kali sehari. perpanjangan interval QT Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Digunakan dengan atau tanpa adanya makanan. kehamilan. alkaline phaophatase ). seperti kondisi pasien. kalium Bentuk Sediaan Kapsul. Pada suatu penelitian mengenai profil keamanan flukonazol pada 577 anakanak umur 1 hingga 17 tahun dengan dosis berkisar antara 1 hingga 15 mg/kg/hari selama 1 hingga 1616 hari. Pastikan hal ini . ALT. tes fungsi ginjal. . menyusui.flukonazol (2 hingga 3 mg/kg/hari) memperlihatkan efek klinik dan kecepatan respon mycological yg lebih tinggi daripada nistatin oral 400. umur dan berat badan. mual (2 %) dan diare (2 %). nyeri perut (3 %). Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau dokter. . Efek samping yang sering terjadi adalah muntah (5 %).

Sifat Fisikokimia . mintalah nasehat dokter tau apoteker.Keterangan : : Gentamisin sulfat. Mekanisme Aksi Mempengaruhi aktivitas cytochrom P450.php/informasi-obat/263-flukonazol. kalium Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 DrugFact & Comparisons 2003 http://dinkes.go. segera mungkin minum obat setelah ingat. aseton.Nama & Struktur Kimia . tidak larut dalam alkohol. Serbuk agak keputih-putihan. :- Golongan/Kelas Terapi . eter dan benzen. ALT. Larut baik dalam air. kecuali atas saran dari dokter atau apoteker.tasikmalayakota. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep.id/index. alkaline phosphatase ) dan tes fungsi ginjal. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat.dilakukan Jika pasien lupa minum obat.html Gentamisin Deskripsi . menurunkan synthesis ergosterol (sterol penting pada sel membran jamur) dan menghambat formasi sel membran Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati secara periodik (AST. Jangan diberikan pada orang lain. kloroform. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda.

Serratia) dan Gram positif (Staphylococcus). infeksi kulit dan jaringan lunak. atau i.v. infeksi saluran urin.2.Gentak . abdomen.Gentamerc .m.Genoptik .5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i. dan profilaksis untuk bakteri endokarditis dan tindakan bedah. Anak > 5 tahun : 2 . Dosis. endokarditis dan septikemia .v. Note : Usual dose yang lebih tinggi dan/atau frekuensi yang lebih tinggi (setiap 6 jam) yang diberikan pada kondisi klinik secara selektif ( cystic fibrosis) data serum level yang dibutuhkan • Anak dan dewasa : Intratekal : 4 – 8 mg/hari Optalmik : Salep : Dioleskan pada mata 2 – 3 kali sehari sampai setiap 3 – 4 kali Tetes mata : Teteskan pada mata yang sakit 1 – 2 tetes setiap 2 – 4 jam.5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i.Gentana .Diprogenta . penggunaan topical.Anti Infeksi Nama Dagang . infeksi saluran nafas.Gentamisin Indikasi Infeksi : Gram negatif (Pseudomonas. naikan 2 tetes setiap jam untuk infeksi parah Topikal : . infeksi tulang.m. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis diberikan secara individu karena indek terapinya relatif sempit • Dosis umum : Bayi dan anak < 5 tahun : 2. atau i. Proteus.

8 – 28 hari : Neonatal dengan BB < 2000 gr : 2. mulut.5 mg/kg BB dikombinasi dengan Ampisilin 50 mg/kg BB 30 menit sebelum operasi Endokarditis atau sejenisnya (untuk infeksi Gram Positif) : 1 mg/kg BB setiap 8 jam (kombinasi dengan Ampisilin) Meningitis Listeria : 5 – 7 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan Penicillin selama 1 minggu Meningitis Neonatal. atu 5 mg/kg BB/hari secara i. v.5 – 2 mg/kg BB setiap 8 jam (kombinasi dengan Ampisilin dan Metronidazol) Profilaksis endokarditis : Gigi.5 mg/kg BB setiap 18 – 24 jam.5 mg/kg BB setiap 12 jam Meningitis Neonatal. syok Dosis tunggal : 4 – 7 mg/kg BB/dosis tunggal/hari. atau i.5 mg/kg BB setiap 8 jam Inflamasi pelvik : Loading Dose : 2 mg/kg BB.5 mg/kg BB setiap 8 – 12 jam.5 mg/kg BB/ dosis setiap 8 – 12 jam untuk mendapatkan kadar puncak secara cepat pada terapi. v. atas.Salep : Salep dioleskan pada kulit yang sakit 3 – 4 kali sehari Dewasa : Diberikan secara i. saluran nafas bagian. selama 7 hari. Konfensional : 1 – 2. Dapat juga dikombinasi dengan Doxyciclin Kolangitis : 4 – 6 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan Ampisilin Divertikulitis (komplikasi) : 1. dosis inisial yang lebih tinggi dapat diberikan dengan pertimbangan yang cermat untuk pasien jika cairan ekstraseluler meningkat (udem. saluran pencernaan. Neonatal dengan BB > 2000 gr : 2.m. selanjutnya 1. Neonatal dengan BB > 2000 gr : 2. beberapa klinisi memberikan rekomendasi dosis tersebut untuk pasien yang fungsi ginjalnya normal.5 mg/kg BB setiap 8 jam . 0 – 7 hari : Neonatal dengan BB < 2000 gr : 2. • Indikasi spesifik :` Bruselosis : 240 mg/hari i. saluran urin 1. m.

v.Alternate therapy : 4. setiap 48 jam) pada pasien dengan gangguan ginjal yang moderat (klirens kreatinin 30 – 59 mL/menit) dan atau dasar perhitungan pada serum level determination.5 mg/kg BB/dosis setiap 8 jam • Interval Dosis pada penurunan fungsi ginjal Dosis konvensional : Klirens kreatinin >= 60 ml/menit : diberikan setiap 8 jam Klirens kreatinin 40 – 60 ml/menit : diberikan setiap 12 jam Klirens kreatinin 20 – 40 ml/menit : diberikan setiap 24 jam Klirens kreatinin < 20 ml/menit : loading dose. Pneumonia : 7 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan antipseudomonas beta laktam atau Carbapenem Tularemia : 5 mg/kg BB/hari dibagi setiap 8 jam untuk 1 – 2 minggu Infeksi saluran Urin :1. Dosis untuk Clcr <10 mL/menit dan follow level Lanjutan melalui kontinius arterovenous atau venovenous hemofiltration : .. kemudian monitor Dosis tinggi untuk terapi : Interval diperpanjang ( mis.5 mg/kg BB/hari Plague (Yersinia pestis) : 5 mg/kg BB/hari diikuti dengan postexposture dengan Doksisiklin. Selama CAPD. m. Hemodialisa : Dilanjutkan dengan dialisa : 30% lanjutan dari Aminoglikosida dilaksanakan selama 4 jam hemodialisa. Terapi lanjutan dengan Continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) : Pemberian melalui cairan CAPD : o Infeksi Gram–negative : 4 – 8 mg/L(4 – 8 mc/L) dari cairan CAPD o Infeksi Gram–positif (mis. pemberian dosis selama hemodialisa dan follow level . siergis) : 3 – 4 mg/L (mcg/L) dari cairan CAPD Pemberian injeksi dengan rute i. Atau i.

Lama penggunaan : Sesuai dengan aturan pada pemberian dosis Farmakologi Didistribusikan melalui plesenta Volume distribusi meningkat pada odem.4. Pasien dengan gangguan ginjal 36-70 jam Kadar puncak serum : i. Anak 0.40 mL/menit dan follow level • Penyesuaian dosis pada penyakit hepar : Monitor konsentrasi dalam plasma b.6 per kg BB.v.5 jam. m. asites dan menurun pada dehidrasi.Dosis untuk Clcr 10 . Neonatus : 0. Cara pemberian : • Injeksi i. Dewasa .35 /kg BB. 30 menit setelah pemberian dengan infus Ekskresi : Urin Stabilitas Penyimpanan Stabilitas : • Stabil selama 30 hari setelah kemasan ditusuk • Stabil selama 24 pada suhu kamar dalam campuran NaCl fisiologis atau Dextrosa 5% .3 -0.m 30-90 menit.3 /kg BB Protein binding : < 30 % Waktu paruh eliminasi : Infant : umur < 1 minggu 3-11.5 jam. i.5-3 jam.v. 1.2-0. Dewasa 0. • Tetes mata c.0. 1 minggu -6 bulan 3-3.atau i.

Pseudomotor Cerebral .Susunan syaraf pusat : Neurotosisitas (vertigo.Granulocytopenia .Reaksi alergi .30% • Jangan disimpan di refrigerator Kontraindikasi Hipersensitif terhadap Gentamisin dan Aminoglikosida lain Efek Samping > 10% . Ototoksisitas (vestibular) .Otic : Ototoksisitas (auditory). ataxia) . kemerahan < 1% .Trombositopeni Interaksi .Agranulositosis .Penyimpanan : • Tidak berwarna sampai kuning muda pada penyimpanan pada suhu 2% .Neuromuskuler dan skeletal : Gait instability .Fotosensitif .Kulit : rash.Cardiovaskuler : Edeme .Dyspnea .Ginjal : Nefrotoksik ( meningkatkan klirens kreatinin) 1% – 10% . gatal.

1 % (15 g.90 mg (100 ml).. 100 ml).Terhadap Anak-anak : - . 60 mg (50 ml.Dengan Obat Lain : Penisilin. Pediatrik Sebagai Sulfat 10 mg/ml (2 ml) (Dapat mengandung Metabisulfit) . Topical Sebagai Sulfat 0.Dengan Makanan : Harus dipertimbangkan terhadap diet makanan yang mengandung Calcium.10 ml) Vial Larutan Injeksi. 100 mg (50 ml. potassium Pengaruh . Sefalosporin.Terhadap Kehamilan : Factor risiko : C . 30 g) Infus. Sebagai Sulfat 10 mg/ml (6 ml. Amfoterisin B.Terhadap Ibu Menyusui : Dieksresi melalui ASI dalam jumlah kecil .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Analisis urin. Diuretik dapat meningkatkan efek nefrotoksik. 100 ml). Sebagai Sulfat (Premixed in NS) 40 mg (50 ml). 20 ml) (Dapat Mengandung Metabisulfit) Larutan Injeksi. 8 ml. jumlah urin yang keluar BUN. magnesium . 80 mg (50 ml. serum kreatinin. efek potensiasi dengan neuromuscular blocking agent . 70 mg (50 ml). 120 mg (100 ml) Larutan Injeksi. 100 ml). pemantauan pendengaran untuk pemakaian > dari 2 minggu Bentuk Sediaan Krem. Sebagai Sulfat 40 mg/ml (2 ml.

5 g)) Saleb Kulit Sebagai Sulfat 0.1% (15 g.3% (3 mg/g (3. Bentuk sediaan yang diberikan b. miastenia gravis. tinnitus atau vertigo adalah indikasi dari vestibular injuri dan mengancam hilangnya pendengaran. kondisi dengan depresi neuromuskuler transmitens • Aminoglikosoda secara parenteral dapat menimbulkan nefrotoksisitas dan ototoksisitas dapat secara langsung secara proporsional dengan jumlah obat yang diberikan dan durasi pengobatan. Pediatrik Sebagai Sulfat (Preservative Free) : 10 mg/ml (2 ml) Saleb Mata Sebagai Sulfat 0. 30 g) Tetes Mata Sebagai Sulfat 0. Interaksi yang mungkin terjadi e.Larutan Injeksi. Cara penyimpanan Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 . 15 ml) Mengandung Benzalkonium Klorida Peringatan • Jangan digunakan pada pengobatan yang lama karena dapat berisiko toksik pemberian yang lama yaitu penurunan fungsi ginjal. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien a. Apa yang dilakukan jika pasien lupa minum obat d.3% (5 ml. hipokalsemia. Cara pemakaian c.

C17H17ClO6 Griseofulvin berwarna putih atau putih krem.6-trimethoxy.Nama & Struktur Kimia .Fungistop . metanol.Griseofulvin Prafa .Griseofulvin (Generik) .Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes.Fulcin .Keterangan Griseofulvin adalah antibiotika fungistatik yang dihasilkan oleh : Penicillium griseofulvum atau species lain dari Penisillium termasuk P chrysogenum Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Sifat Fisikokimia Sinonim : 2S-trans ]-7-chloro-2´. Larut dalam etanol.Mycostop .1´(2)-cyclohexene]-3. benzen. rasa pahit.php/informasi-obat/267-gentamisin.id/index. Dalam perdagangan obat ini tersedia untuk penggunaan secara oral sebagai Griseofulvin Microsize dan Griseofulvin Ultramicrosize.4.Griseofort .6´: methylspiro[benzofuran-2(3H).etil asetat dan asam asetat.html Griseofulvin Deskripsi . termostabil.go. kloroform. Praktis tidak larut dalam air. .tasikmalayakota. aseton. : Griseofulvin Microsize mengandung partikel berukuran diameter 4 µm dan Griseofulvin Ultramicrosize mengandung partikel berukuran diameter < 1 µm.4´-dione. petroleum eter.

Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dewasa :500 mg sehari dalam dosis terbagi atau dosis tunggal. pada infeksi berat dosis dapat ditingkatkan hingga dua kali lipat . pria sebaiknya tidak merencanakan mempunyai anak selama 6 bulan dalam pengobatan. Anak-anak : 10 mg/kg sehari dalam dosis terbagi atau dosis tunggal.5 kali daripada microsize ) Distribusi : menembus plasenta Metabolisme : sebagian besar di hati T½ eliminasi : 9-22 jam Ekskresi : urine (< 1% dalam bentuk obat tidak berubah). Dosis. Kontraindikasi Penyakit hati yang berat. kehamilan (hindari kehamilan selama penggunaan obat dan hingga 1 bulan setelah pengobatan. absorpsi meningkat jika digunakan bersama makanan yang mengandung lemak ( absorpsi ultramicrosize pada saluran cerna ~ 1. . Sediaan griseofulvin mempunyai waktu kadaluarsa 2 – 5 tahun sesuai tanggal kadaluwarsa yang tercantum dari masing-masing produsen obat.Indikasi Infeksi dermatofit pada kulit. lupus erytematosus sistemik (risiko serangan). rambut dan kuku jika terapi topikal tidak berhasil atau tidak cocok. Farmakologi Absorpsi : absorpsi Griseofulvin ultramicrosize hampir sempurna. kemudian dosis diturunkan jika telah ada respon. porfiria. absorpsi Griseofulvin microsize bervariasi (25 % hingga 70 % dari dosis oral). feses dan keringat Stabilitas Penyimpanan Sedíaan griseofulvin harus disimpan pada suhu kurang dari 40°C. kulit kepala. Tablet Griseofulvin Microsize dan Griseofulvin Ultramicrosize harus disimpan dalam wadah tertutup rapat. menyusui.

ruam termasuk yang jarang terjadi erithema multiform. Faktor risiko : C . dilaporkan terjadi fenotoksisitas dan teratogenisitas pada hewan. 3A4 (lemah) Meningkatkan efek/toksisitas : Toksisitas ditingkatkan dengan etanol.Terhadap Kehamilan : Dihindari penggunaannya pada wanita hamil . mual dan pada beberapa pasien mengalami muntah dan nyeri dada dan/atau abdominal. diare . Etanol : hindari etanol (dapat meningkatkan depresi SSP). sakit kepala. leukopenia. gangguan tidur. sakit kepala.Terhadap Ibu Menyusui : Distribusi ke dalam air susu ibu tidak diketahui . neuropati perifer.Efek Samping Mual. gangguan koordinasi. Menurunkan aktivitas warfarin. terutama makanan yang mengandung lemak tinggi. tidak banyak terjadi hepatotoksisitas. necrolysis epidermal toksik. juga pria pria sebaiknya tidak merencanakan mempunyai anak selama 6 bulan setelah menjalani pengobatan. muntah. pusing.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: induksi CYP1A2 (lemah).Dengan Makanan : Konsentrasi griseofulvin dapat meningkat jika digunakan bersama makanan . Etanol akan menyebabkan reaksi type ’’disulfiram’’ seperti kemerahan. rasa lelah. Pengaruh . gunakan alat kontrasepsi yang efektif selama pengobatan dan hingga paling sedikit 1 bulan sesudah pengobatan (penting : efektivitas oral kontrasepsi diturunkan. Menurunkan efektivitas kontrasepsi oral . dapat menyebabkan takikardi dan flushing (kemerahan) Menurunkan efek : barbiturat dapat menurunkan kadar griseofulvin. kebingungan. dan fotosensitivitas Interaksi .Terhadap Anak-anak : - . 2C8/9 (lemah).

Penggunaan obat bersama dengan makanan yang mengandung lemak (kacang atau es krim )untuk meningkatkan absorpsi. atau dengan makanan atau susu untuk menghindari gangguan saluran cerna (GI upset) Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi terhadap tes laboratorium : reaksi palsu positif pada pemeriksaan kadar VMA urin Parameter Monitoring Tes fungsi ginjal. Pastikan hal ini dilakukan. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Sangat penting untuk menjaga kebersihan selama dan sesudah untuk mencegah terjadinya reinfeks. seperti kondisi pasien. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker. hati dan hematopoetik Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Jangan menjalankan mesin. Hindari paparan yang terlalu lama terhadap sinar matahari. Obat ini menyebabkan sensitivitas terhadap sinar matahari dan cahaya ultra violet lain.i . kendaraan bermotor karena griseofulvin dapat menurunkan kewaspadaan. Gunakan tabir surya atau gunakan pakaian untuk melindungi tubuh hingga tubuh dapat mentoleransi kembali. umur dan berat badan..

Mekanisme Aksi Menghambat mitosis sel jamur pada metafase. segera mungkin minum obat setelah ingat. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. berikatan dengan keratin manusia menyebabkan resistensi terhadap invasi jamur.tasikmalayakota.php/informasi-obat/274-griseofulvin.go.id/index. hati dan hematopoetik secara periodik Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. mintalah nasehat dokter atau apoteker Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. kecuali atas anjuran dokter. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan.html . Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi ginjal. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. kecuali atas saran dari dokter atau apoteker. Jangan diberikan pada orang lain. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat . Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain. Jika pasien lupa minum obat.Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful