Fenoksimetil Penisilin (Penisilin V) Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : : Asam (2S,5R,6R)-3,3-dimetil-7-okso-6-(2-fenoksiasetamido)-4-tia-1azobiksol

[3,2,0]heptana-2-karboksilat [87-08-1]. (C16H18N2O5S)2 Potensi penisilin V tidak kurang dari 1525 dan tidak lebih dari 1780 unit penisilin V tiap mg. Pemerian serbuk hablur, putih:tidak berbau. Tidak larut dalam minyak lemak: sangat sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol dan dalam aseton. - Keterangan : Catatan : 250mg = 400.000 unit.

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang

Indikasi Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap penicillin meliputi infeksi saluran pernafasan, otitis media, sinusitis, kulit, dan saluran kemih; profilaksis pada demam rheumatoid. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis Oral: Infeksi Sistemik: Anak < 12 tahun, 25-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam; dosis maksimal 3 g/hari. Anak > 12 tahun dan dewasa: 125-500 mg setiap 6-8 jam. Profilaksis pneumococal: Anak < 5 tahun, 125 mg dua kali sehari.

Anak > 5 tahun, dan dewasa, 250 mg dua kali sehari. Profilaksis demam reumatoid kambuhan: Anak < 5 tahun, 125 mg dua kali sehari. Anak > 5 tahun, dan dewasa, 250 mg dua kali sehari. Penyesuaian dosis untuk gagal ginjal: ClCr <10 mL/menit; diberikan 250 mg setiap 6 jam. Pemberian obat: Oral:Diberikan dalam keadaan perut kosong untuk meningkatkan absorbsi obat. Farmakologi Absorbsi : 60% sampai 73%. Distribusi: masuk kedalam air susu ibu. Ikatan protein plasma: 80% T½ eliminasi: 30 menit, dan mengalami perpanjangan pada gagal ginjal. T max: 0,5-1 jam. Ekskresi : urin (dalam bentuk utuh dan dalam bentuk metabolit). Stabilitas Penyimpanan Sediaan tablet dan serbuk oral suspensi: disimpan pada suhu 15-30°C. Setelah mengalami pencampuran, obat disimpan dalam lemari pendingin (2-8°C), jangan digunakan setelah 14 hari. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap penisilin atau komponen lain dalam sediaan. Efek Samping > 10% : Gastrointestinal: diare sedang, muntah, mual, atau kandidiasis. < 1% : (Kejadian jarang dan dapat hilang dengan sendirirnya); akut interstisial nephritis; konfusi; anemia hemolitik; positif coombs’ test.

Interaksi - Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek toksis: Probenezid dapat meningkatkan kadar penisilin. Aminoglikosida kemungkinan mempunyai efek sinergi dengan penisilin. Penisilin kemungkinan mempunyai meningkatkan efek paparan metotreksat selama proses terapi (monitoring). Menurunkan efek: Tetrasiklin kemungkinan dapat menurunkan efektifitas dari penisilin. Meskipun masih dalam penelitian, efek kontrasepsi oral dapat diturunkan efektifitasnya oleh penisilin. - Dengan Makanan : Makanan dapat menurunkan kadar absorbsi penisilin; dapat menurunkan kadar obat dalam serum plasma. Pengaruh - Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B - Terhadap Ibu Menyusui : Dieksresi kedalam air susu ibu. Hati-hati jika terjadi reaksi hipersensitifitas pada anak. - Terhadap Anak-anak : Data masih terbatas; hati-hati jika timbul reaksi hipersensitifitas setelah pemberian obat. - Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan lama : dapat mempengaruhi hasil pengukuran fungsi Ginjal. Parameter Monitoring Pada penggunaan jangka waktu lama : dilakukan monitoring terhadap : Fungsi ginjal (ClCr, BUN). Tanda – tanda kejadian anafilaksis pada pemberian dosis awal. Bentuk Sediaan

Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat.Serbuk Oral Suspensi. (DIH). Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). harap menghubungi apoteker. seperti mual. maka sebaiknya penisilin V digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. diare atau respon hipersensitivitas. dan sel bakteri menjadi pecah (lisis). Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbuknya resistensi. AHFS DRUG. INDONESIA. 2006. 2005 Farmakope Indonesia IV. riwayat kejang atau hipersensitif terhadap sefalosporin. ISO. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat.Volume 41 200 . sehingga menyebabkan penghambatan pada tahapan akhir transpeptidase sintesis peptidoglikan dalam dinding sel bakteri. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat satu atau lebih pada ikatan penisilinprotein (PBPs – Protein binding penisilin’s). maka harap menghubungi dokter. 1995. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. akibatnya biosintesis dinding sel terhambat. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. Tablet Peringatan Digunakan secara hati – hati pada pasien gagal ginjal (penyesuaian dosis). Daftar Pustaka Drug information hand book. Mengamati kemungkinan adanya efek anafilaksis pada pemberian dosis awal.

lymphogranuloma-psittacosis dan beberapa bakteri gram-negatif yang menyebabkan bakteremia meningitis. infeksi tenggorokan. dan beberapa bakteri aerob gram-negatif.tasikmalayakota. rickettsia.php/informasi-obat/259-fenoksimetil-penisilin-penisilinv. 2. Komposisi: Tiap kapsul mengandung 250 mg kloramfenikol Cara Kerja: Kloramfenikol adalah antibiotik yang mempunyai aktifitas bakteriostatik. influenzae (terutama infeksi meningual).html Chloramphenicol 250 mg Indikasi: 1. Jangan digunakan untuk mengobati influenza.id/index. dan pada dosis tinggi bersifat bakterisid. termasuk Haemophilus influenzae. paratifus dan salmonelosis lainnya. termasuk Streptococcus pneumoniae. . atau untuk mencegah infeksi ringan.http://dinkes. batuk-pilek.go.Kloramfenikol merupakan obat pilihan untuk penyakit tifus. dan infeksi berat yang lainnya. Kloramfenikol efektif terhadap bakteri aerob gram-positif.Untuk infeksi berat yang disebabkan oleh H. yang merupakan langkah penting dalam pembentukan ikatan peptida. Aktivitas antibakterinya dengan menghambat sintesa protein dengan jalan mengikat ribosom subunit 50S. Kontra Indikasi: Penderita yang hipersensitif atau mengalami reaksi toksik dengan kloramfenikol.

Bayi prematur dan bayi berumur kurang dari 2 minggu : 25 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi 4. Cara Penyimpanan: Simpan di tempat sejuk dan kering. Vibrio cholerae. fenitoin. Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan ginjal. . Proteus mirabilis. reaksi neurotoksik. Salmonella. Brucella dan Shigella. Pseudomonas mallei. dan bayi berumur lebih dari 2 minggu : 50 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi 3 – 4. Peringatan dan Perhatian: Pada penggunaan jangka panjang sebaiknya dilakukan pemeriksaan hematologi secara berkala. tolbutamid. terlindung dari cahaya. Interaksi Obat: Kloramfenikol menghambat metabolisme dikumarol.Neisseria meningitidis. anak-anak. Penggunaan kloramfenikol dalam jangka panjang dapat menyebabkan tumbuhnya mikroorganisme yang tidak sensitif termasuk jamur. Francisella tularensis. Efek Samping: Diskrasia darah. cepacia. Yersinia pestis. gangguan saluran pencernaan. Dosis: Dewasa. reaksi hipersensitif dan sindroma kelabu. klorpropamid dan siklofosfamid. Ps. fenobarbital. bayi prematur dan bayi yang baru lahir. wanita hamil dan menyusui.

Kemasan: Kotak 10 blister @ 12 kapsul HARUS DENGAN RESEP DOKTER http://dyachaniex. Gangguan fungsi ginjal. juga akan menerangkan efek samping atau kerugian. limfogranuloma-psitakosis dan bakteri Gram negatif yang menyebabkan meningitis bakterial. dan inilah penjelasannya: KOMPOSISI Chloramphenicol / Kloramfenikol. cara minum/makan atau cara menggunakannya. aturan pakai. Infeksi berat yang disebabkan oleh Salmonella. Tidak dianjurkan untuk pencegahan. Rickettsia. H. PERHATIAN • • Penggunaan jangka panjang. . INDIKASI • • Demam tifus dan paratifus.com/2010/10/obat-pencernaan. influenzae (terutama infeksi meningeal). over dosis atau keracunan. Gangguan fungsi hati dan ginjal. KONTRA INDIKASI • • • Hipersensitif. yang diantaranya menjelaskan dosis obat Kloramfenikol. Informasi obat kali ini akan menjelaskan jenis obat antibiotik golongan Chloramphenicol / Kloramfenikol. manfaat atau kegunaan dan khasiat atau dalam bahasa medis indikasi. pantangan atau kontra indikasi serta bahayanya. komposisi atau kandungan obat Kloramfenikol.blogspot. dan farmakologi serta meknisme kerja dari obat Kloramfenikol.html Kloramfenikol.

PENYAJIAN Dikonsumsi pada perut kosong (1 atau 2 jam sebelum/sesudah makan) Cari Artikel .• • • • Bayi prematur dan bayi baru lahir. HAMIL Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. KEMASAN kapsul 250 mg DOSIS • Dewasa. anemia aplastis. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin. INDEKS KEAMANAN PADA WANITA Depresi sumsum tulang. Hamil dan menyusui. Tolbutamid. Gray syndrome pada bayi. Fenobarbital. SAMPING EFEK biduran/kaligata. kemerahan pada kulit. Fenitoin. anak-anak & bayi berusia lebih dari 2 minggu : 50 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi 3-4 kali pemberian per hari. gangguan saluran pencernaan. enterokolitis. Interaksi obat : Dikumarol. • Bayi prematur dan bayi berusia kurang dari 2 minggu : 25 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi 4 kali pemberian per hari. Pemeriksaan hitung darah harus dilakukan secara berkala.

Artikelku • • • • • • • informasi obat kloramfenikol nama honorer katagori 1 kabupaten Pontianak support system dalam kehamilan bahaya obat nyamuk bagi pernafasan proses pengolahan batubara laporan kasus askep grastitis askep waham http://runtah.com/kloramfenikol/ .

• o Bidang Promosi Kesehatan    Seksi Pemberdayaan Masyarakat Seksi Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Seksi Informasi dan Komunikasi Kesehatan o Bidang Pelayanan Kesehatan    Seksi Kesehatan Dasar dan Rujukan Seksi Kesehatan Khusus Seksi Kefarmasian o Bidang KESGA    Seksi Perbaikan Gizi Masyarakat Seksi Kesehatan Ibu dan Lanjut Usia Seksi Kesehatan Anak dan Remaja o Bidang PDKL    Seksi Penanggulangan Penyakit Seksi Kesehatan Lingkungan Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit o o • • • UPTD Jabatan Fungsional Berita Unit Layanan Puskesmas Online o o PKM Cibeureum PKM Kahuripan .

12a: pentahidroksi-6-metil-1. Kelarutan: larut dalam air.11. Pemerian: serbuk hablur.Binotra .Conmycin .HCl tiap mg.Citocyclin .10.4a.Cortatin .Corsatet .Bufatetra .6.11diokso-2-naftasenakarboksamida monohidroklorida[60-54-8]. tidak berbau.Nama & Struktur Kimia .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . C22H24N2O8. Dalam larutan dengan pH lebih kecil dari 2.Dumacycline .6.Sifat Fisikokimia 4-(Dimethilamino)-1. agak higroskopis.Cendocycline .12.12a-oktahidro-3.o o • • • • PKM Cipedes PKM Indihiang Buku Tamu Galleri Video Kontak Tetrasiklin Deskripsi .Decacycline . kuning. praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter. . stabil di udara tetapi pada pemaparan terhadap cahaya matahari yang kuat dan : udara lembab akan menjadi gelap.Bufacyn .Dantetra .Bimatra .HCl Mengandung tidak kurang dari 900 µg C22H24N2O8. sukar larut dalam etanol.5a.5.4. potensi berkurang dan cepat rusak dalam larutan alkali hidroksida. dalam larutan alkali hidroksida dan dalam larutan karbonat.

Sakacycline .Hufacyclin .Tetradex . Penyesuaian dosis pada kerusakan hati: hindarkan penggunaan obat atau dengan dosis maksimal 1 g/hari. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak–anak >8 tahun: 25-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam. pylori pada tukak lambung.Novabiotic .Enpicortyn .dan Rickettsia.Sanlin . Chlamidia. Penyesuaian dosis pada gagal ginjal: ClCr 50 . dapat digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh Mycoplasma.Talsutin Vaginal .Zenicyclin . bronchitis kronis eksaserbasi. dan pengobatan gonnore dan sipilis bagi pasien yang alergi tehadap penicillin.Altetra Indikasi Digunakan untuk jenis bakteri penginfeksi gram posistif maupun gram negatif yang sensitif. Dosis. . Eradikasi Helicobacter pylori: 500 mg 2-4 kali/hari tergantung dari protokol tercapai..Farsycline . disesuaikan dengan komponen antibiotik lain yang digunakan dan H2 bloker yang digunakan.Wiclin .50 mL/menit: setiap 12-24 jam.Gametra . ClCr <10 mL/menit: diberikan setiap 24 jam.Novacycline .Ramatetra .Tetrarco . ClCr 10 .Megacycline .Terikortin .Supertetra . digunakan juga sebagai salah satu komponen multidrug pada pengobatan eradikasi H.Suprabiotic . Dewasa: 250-500 mg/dosis setiap 6 jam.Erlacycline .Itracycline .Samtetra .Licoklin .Tetrasanbe .Soltralin .Unicycline .Varcycline . untuk pengobatan acne.Steclin .Enkacyclin .80 mL/menit: diberikan setiap 8-12 jam.Tetrin .Indocycline .Hitetra .

pseudotumor serebri. relatif terdifusi dari darah ke cairan serebrospinal. parestesia. . Eksresi: 60% dalam bentuk utuh. penetrasi ke dalam cairan serebrospinal bagus jika ada inflamasi. gagal ginjal: 57-108 jam. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap tetrasiklin atau terhadap komposisi formulasi yang terdapat dalam obat. jangan diberikan pada anak < 8 tahun. Digunakan 1-2 jam sebelum atau 4 jam setelah penggunaan antasida. feses (dalam bentuk aktif). Efek Samping Angka kejadiannya tidak diketahui : Cardiovascular : Pericarditis. Stabilitas Penyimpanan Simpan sediaan oral tetrasiklin dalam suhu kamar dan terhindar dari cahaya. wanita hamil. pruritos. T½ eliminasi: fungsi ginjal normal 8-11 jam. pigmentasi pada kulit. T max serum: oral: 2-4 jam. SSP : Meningkatnya tekanan intrakranial. Endokrin dan metabolik : Sindrom diabetes insupindus. karena magnesium dan aluminium akan membentuk khelat dengan tetrasiklin yang akan menurunkan jumlah absobsi obat. Dermatologi : Photosensitivity. Ikatan protein: ~65%. atau 2 jam setelah makan) meningkatkan jumlah absorbsi obat. Farmakologi Absorbsi: Oral: 75% Distribusi: sejumlah kecil obat mencapai kandung empedu.Cara pemberian: Digunakan pada keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan.

mual. Tingkatan efek tetrasiklin akan diturunkan oleh: aminoglutethimide. carbamazepine.Dengan Obat Lain : Efek pada sitokrom P450: substrat CYP3A4 (utama). quinapril. Ca-chanel bloker. cylosporin. pseudo-membranous collitis.diare. zink sodium bikarbonate. Haematologi : Tromboflebitis Hepatic : Hepatotoksis. suprainfeksi kandida. inhibitor CYP3A4 (moderat) Meningkatkan efek toksis: anestesi nethoksiflurane dapat meningkatkan efek fatal nefropati. nafcillin. rifampicin dan CYP3A4 inhibitor lainya. sildenafil. cram lambung. staphylococcal enterocolitis. HMG-CoA reduktase inhibitor. mirtazapin. gagal ginjal. anorexia. Renal : ARF. azotemia. phenobarbital. sukralfat. Benzodiazepine. . Warfarin. esophagitis. reaksi hipersensitif. Interaksi . nefirapine. Kemungkinan meningkatkan kadarnya secara selektif terhadap. pimozid. nateglinie. Pengaruh . quinidin. pancreatitis. cisapride.muntah.Gastrointestinal : Pelunturan warna gigi dan email (anak – anak). magnesium atau aluminium yang terkandung dalam antasida. anaphilaksis. nefazodon. besi. phenytoin. didanosine. efek antikoagulan dapat meningkat. venlavaxine. dan substrat CYP3A4 lainnya Menurunkan efek: Menurunkan jumlah absorbsi dari tetrasiklin: Kalsium. Lain-lain : Suprainfeksi. tacrolimus. ergot alkaloid.Dengan Makanan : Makanan kemungkinan akan menurunkan konsentrasi kadar serum tetrasiklin.

tidak direkomendasikan.Terhadap Ibu Menyusui : Obat dieksresikan dalam ASI. CBC Parameter Monitoring Pada penggunaan jangka lama: Renal Hepatic Hematologi Suhu WBC Kultur biakan bakteri Status mental Bentuk Sediaan Kapsul (Dalam Bentuk Hidroklorid).Terhadap Hasil Laboratorium : Berpengaruh pada hasil pengukuran : fungsi hepar.. .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : D. . hipoplasia dan keterlambatan perkembangan otot . .Terhadap Anak-anak : Tidak dianjurkan untuk anak < 8 tahun. renal. Tablet Peringatan Penggunaan tetrasiklin selama proses pembentukan gigi kemungkinan akan menyebabkan pelunturan warna gigi dan lapisan emailnya. Suspensi Oral. Tetrasiklin mampu menembus plasenta dan menembus kedalam sirkulasi sistemik janin. dapat menyebabkan pewarnaan yang permanen pada gigi bayi jika digunakan pada fase pertengahan kehamilan.

maka harap menghubungi dokter. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. keadaan ini akan berisiko lebih besar pada pasien <4 tahun dan menerima dosis tinggi tetrasiklin. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat.id/index.Volume 41 2006. AHFS DRUG. seperti mual. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. http://dinkes. INDONESIA. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). kemungkinan juga menghasilkan perubahan pada membran sitoplasma bakteri. Penyesuaian dosis untuk pasien gagal ginjal dan diketahui adanya peningkatan BUN akibat penggunaan antibiotik lainya. ISO.tasikmalayakota. Daftar Pustaka Drug information hand book. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat.skelet dan pertumbuhan tulang. diare atau respon hipersensitivitas. 1995.php/informasi-obat/388-tetrasiklin . 2006. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. harap menghubungi apoteker.go. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis protein bakteri dengan berikatan pada 30S dan mungkin juga 50S ribosom sub unit pada bakteri yang sensitif. maka sebaiknya tetrasiklin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. 2005 Farmakope Indonesia IV. Penggunaan dengan hati-hati pada pasien gangguan hati dan ginjal . (DIH).

Kontra Indikasi: Alergi terhadap gentamisina. ektima. Cara Kerja Obat: Gentamisina merupakan suatu antibiotika golongan aminoglikosida yang efektif untuk menghambat kuman-kuman penyebab infeksi kulit primer maupun sekunder seperti Staphylococcus yang menghasilkan penisilinase. Komposisi: Tiap gram salep mengandung gentamisina sulfatsetara dengan gentamisina 1 mg. Direkomendasikan oleh 2 pembaca. pioderma. psoriasis dan macam-macam dermatitis lainnya. Pseudomonas aeruginosa dan lain-lain.Gentamicin Rating: ♥♥♥. furunkulosis. Beri rekomendasi: Indikasi: Untuk pengobatan infeksi kulit primer maupun sekunder seperti impetigo kontagiosa. Peringatan dan Perhatian: Penggunaan antibiotika topikal kadang-kadang menyebabkan suburnya pertumbuhan . Cara Penggunaan: Obat luar. Posologi: Oleskan pada lesi kulit 3 .4 kali sehari.

Bila hal ini terjadi atau terdapat iritasi.doksisikline monohidrat.dechacare. doksisiklin hiklat. Cara Penyimapanan: Dalam wadah tertutup rapat. Efek Samping: Iritasi ringan.com/Gentamicin-P626. Terlindung dari pengaruh panas yang berlebihan. seperti jamur.Nama & Struktur Kimia . tidak boleh digunakan pada wanita hamil dalam jumlah yang banyak atau periode waktu yang lama. eritema dan pruritus. • Gentamisina tidak untuk pengobatan mata.mikroorganisme yang tidak sensitif terhadap antibiotika.html Doksisiklin Deskripsi . • Karena keamanan pemakaian Gentamisina pada wanita hamil secara absolut belum dipastikan. sesitisasi atau superinfeksi. Bukan untuk mata HARUS DENGAN RESEP DOKTER http://www.Sifat Fisikokimia : - : Diperdagangan doksisiklin berada dalam bentuk doksisiklin kalsium. • Obat-obat bakterisid tidak efektif terhadap infeksi kulit yang disebabkan virus dan jamur. merupakan serbuk kristal . pengobatan dengan Gentamisina harus dihentikan dan harus diberi terapi pengganti yang tepat.

pengobatan dan profilaksis malaria. herpes simpleks oral. sinusitis. urethritis.Keterangan Doksisiklin merupakan antibiotik tetrasiklin semisintetik turunan dari : oksitetrasiklin. kemudian 100 mg perhari. kekambuhan (recurrent). penyakit inflamasi pelviks. ricketsia (termasuk Qfever). Rekonstitusi doksisiklin hiklat untuk pemberian IV menggunakan air untuk injeksi. Borrelia burgdorferi (penyakit lyme) .Dotur . Clamidia genital tanpa komplikasi. anak-anak (hanya bila antibakteri lain tidak dapat diberikan) 5 . brucella (Doxycycline dengan strepto mycin atau rifampicin . periodontitis.Siclidon . larutan mempunyai pH 1.Dumoxin . Cara Pemberian dan Lama Pemberian 200 mg pada hari pertama. ulserasi aphthous . Sifilis awal 100 mg dua kali sehari selama 14 hari.3 Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . juga digunakan untuk infeksi saluran napas dan genital mikoplasma. pada infeksi berat (termasuk infeksi saluran kemih) 200 mg perhari. antraks (pengobatan atau post profilaksis) 100 mg dua kali sehari. bentuk monohidrat sangat sedikit larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol. urethritis non gonococcal : 100 mg dua kali sehari selama 7 hari (14 hari pada penyakit inflamasi pelviks). sifilis.3. sifilis 200 mg dua kali sehari selama 28 hari. . pengobatan dan profilaksis pada antraks. rosacea. acne vulgaris.berwarna kuning. lymphogranuloma venereum).Doxacin . Dosis.Interdoxin .Vibramycin . psittacosis. prostatitis kronik. salpingitis.8 . Bentuk hiklat larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol.Doxycycline .Viadoxin Indikasi Obat golongan tetrasiklin merupakan pilihan untuk infeksi yang disebabkan oleh chlamydia (trachoma.Doxin . dan spirochaeta.Doxicor .

masuk ke dalam air susu ibu. Kontraindikasi Deposit tetrasiklin pada jaringan tulang dan gigi selama pertumbuhan anak (melalui ikatan dengan kalsium) menyebabkan pewarnaan dan kadang-kadang hypoplasia pada gigi. prostatik. sebagian diinaktivasi dalam saluran cerna dalam bentuk khelat T½ eliminasi (half-life elimination) : 12-15 jam (biasanya meningkat hingga 22-24 jam dalam penggunaan dosis ganda) . Obat ini juga kontraindikasi pada wanita hamil dan menyusui. sehingga tidak boleh diberikan pada anak dibawah 12 tahun. cairan seminal dan sekresi bronkial. Rekonstitusi dengan 0. cairan saliva dan penetrasi ke dalam cairan serebrospinal hanya sedikit. serum: 1. absorbsi diturunkan oleh makanan atau susu sebesar 20% Distribusi : terdistribusi secara luas dalam jaringan tubuh dan cairan tubuh termasuk cairan sinovial .-4 jam Ekskresi : feces (30%). Protein binding (ikatan obat dengan protein) : 90% Metabolisme : tidak melalui hepar.mg/kg sehari terbagi dalam dua dosis (maksimal 200 mg sehari). larutan IV doxycycline hyclate mengandung 0. Farmakologi Absorbsi : Oral : hampir sempurna . oral suspensi doksisiklin monohydrate stabil selama 2 minggu pada suhu kamar. Kontraindikasi . pleural. dengan mudah melewati plasenta . pada ESRD (End-stage renal disease) : 18 – 25 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. Namun demikian doksisiklin dapat diberikan pada anak-anak untuk pengobatan dan profilaksis setelah terekspos antraks jika antibakteri lain tidak dapat diberikan.1 – 1 mg doksisiklin per mL stabil selama 48 jam pada suhu 25°C. sebaiknya antara 15 – 30°C.9 % sodium klorida atau 5 % dektrosa. urin (23%) Stabilitas Penyimpanan Kapsul doksisiklin hiklat dan tablet film-coated harus disimpan wadah yang tertutup rapat dan terhindar dari cahaya pada suhu 30°C atau kurang. Pada rekonstitusi dengan air. Tablet doksisiklin yang telah digerus stabil paling tidak dalam 6 hari bila dikemas dalam aluminium foil dan disimpan dalam suhu kamar.

pancreatitis. angioedema. Faktor risiko : D . . efek pada perkembangan skeletal.Dengan Obat Lain : . dysphagia.Terhadap Ibu Menyusui : Efek seperti penggunaan tetrasiklin pada ibu menyusui.lain adalah pasien yang alergi dengan obat ini. Efek samping yang jarang terjadi hepatotoksisitas. Masuk dalam air susu ibu/tidak direkomendasikan. iritasi esophagus. hepatotoksis maternal pada pemberian parenteral dosis tinggi. Pada trimester kedua dan ketiga (2 dan 3) gangguan pewarnaan pada gigi. urticaria.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Tes fungsi hati Bentuk Sediaan Kapsul Peringatan Penderita gangguan hati atau menerima obat-obatan yang potensial hepatotoksik. pericarditis). Sakit kepala dan gangguan penglihatan menunjukkan hipertensi intrakranial (pengobatan dihentikan). flushing dan tinnitus. anoreksia . exfoliativ dermatitis. fotosensitivitas dan reaksi hipersensitivitas (termasuk rash. sindrom Stevens-Johnson. Tetrasiklin meningkatkan kelemahan otot (muscle weakness) pada pasien dengan gravis myasthenia dan .Dengan Makanan : Tidak ada data Pengaruh . Pada trimester pertama (1) pada studi hewan. gangguan darah. Efek Samping Mual muntah.Terhadap Kehamilan : Efek pada kehamilan seperti penggunaan tetrasiklin. diare. anaphylaxis. Interaksi . Dihindarkan penggunaan pada ibu menyusui (meskipun absorpsi dan gangguan pewarnaan pada gigi bayi dapat dicegah melalui pembentukan khelat dengan kalsium dalam air susu ibu) .

muntah dan gangguan penglihatan. doksisiklin dapat digunakan pada pasien gangguan ginjal dengan dosis lazim. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat segera hubungi . seperti kondisi pasien. Jika pasien lupa minum obat. es krim. lindungi tubuh dengan pakaian dan gunakan lotion antinyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk. makanan tertentu seperti keju. Obat ini dapat menyebabkan sensitivitas terhadap cahaya matahari. segera mungkin minum obat setelah ingat. laksatif. Hindari terkena sinar matahari dan cahaya ultraviolet dalam waktu yang lama. dihindari pada penderita porphyria. Jika harus menggunakan produk tersebut secara bersamaan minumlah doksisiklin dengan selang waktu minimal 2 jam terhadap produk-produk tersebut. ketergantungan alkohol . suplemen yang mengandung besi. Apabila obat tidak dihabiskan maka bakteri tidak terbunuh secara tuntas dan infeksi dapat kembali terjadi. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/frekwensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau petugas kesehatan. Pasien yang menggunakan obat ini untuk pencegahan terhadap malaria harus memulai pengobatan 1-2 hari sebelum melakukan perjalanan. Minumlah obat dengan makanan atau susu jika timbul rasa tidak enak pada lambung. Hindari penggunaan bersama dengan antasida.Anda kemungkinan masih dapat terkena malaria selama menggunakan obat ini . mual. Gunakan kelambu. Kapsul harus ditelan dalam bentuk utuh dengan air yang cukup dan makanan. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. tidak seperti tetrasiklin. Ini termasuk sediaan herbal dan dietary supplements lain. Gunakan krim tabir surya (sunscreen) dan pakaian pelindung. dalam posisi duduk atau berdiri untuk mengurangi iritasi pada esophagus dan ulserasi. Hubungi dokter jika terdapat kemerahan atau flushing. Jangan menggunakan obat OTC atau obat resep yang lain tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.umur dan berat badan. Obat harus digunakan sampai habis. Jangan menggunakan obat lebih lama dari 4 bulan. Penggunaan obat harus dihentikan dan segera hubungi dokter apabila pasien mengalami sakit kepala. fotosensitivitas (hindari terkena sinar matahari atau sinar lampu) . kecuali atas saran dari tenaga kesehatan.eksaserbasi systemic lupus erymthematosus. Ini merupakan gejala serius yang harus mendapatkan pengobatan dengan segera.

.tenaga kesehatan. Dengan pertumbuhan bakteri yang lambat selanjutnya mekanisme pertahanan badan (seperti sel darah putih ) akan memusnahkan bakteri tersebut. Kelarutan makin meningkat pada pH > 10.Sifat Fisikokimia : C14H9CIF3NO2 Efavirenz berbentuk kristal putih atau sedikit merah jambu. kurang dari 10 mcg/ml pada pH 1-8. Jika anda mempunyai pertanyaan tentang obat ini.Keterangan : Efavirenz merupakan obat antiretroviral sintetik berupa turunan benzoksazinon. apoteker atau petugas kesehatan yang lain.Jangan diberikan pada orang lain. tanyakan pada dokter. praktis tidak : larut dalam air. Golongan/Kelas Terapi . Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Mekanisme Aksi Doksisiklin memperlambat pertumbuhan bakteri yang sensitif dengan mengganggu produksi protein yang diperlukan bagi pertumbuhan bakteri . Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 Efavirens Deskripsi .Nama & Struktur Kimia .

9 kg: 200 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak <= 3 tahun: Tidak ada data farmakokinetika yang tersedia untuk dosis efavirenz pada anak-anak <= 3 tahun. 32. Akan lebih baik bila diberikan kombinasi efevirenz dengan lamivudin. 20-24.5-39. atau abacavir dapat ditambahkan bila pemaparan berisiko tinggi terhadap . Anak-anak >= 3 tahun. 25-32. >= 40 kg: 600 mg PO sekali sehari sebelum tidur. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis oral: Dewasa dan remaja > 40 kg: 600 mg PO sekali sehari sebelum tidur.4 kg: 350 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun. Sangat disarankan penggunaan kombinasi NNRTI efavirenz dengan atau tanpa nelfinavir: dengan stavudin dan lamivudin.Anti Infeksi Nama Dagang Indikasi Pencegahan dan pengobatan Human immunodeficiency virus (HIV) Dosis. atau dengan zidovudin dan didanosin atau lamivudin. 15-19. Remaja pada awal pubertas menggunakan dosis pediatri.9 kg: 300 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun.9 kg: 400 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun.9 kg: 250 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun. 10-14. indinavir. Remaja dan anak-anak >= 3 tahun. Untuk pencegahan HIV setelah terpapar (di tempat kerja): Dosis oral: Dewasa: CDC merekomendasikan penggunaan efavirenz 600 mg sekali sehari sebelum tidur (nelfinavir.

5-17 µM). Efavirenz juga menginduksi enzim CYP3A4 sehingga meningkatkan biotransformasi obat yang dimetabolisme melalui enzim ini. Kadar tunak (steady state) tercapai dalam waktu 6-10 hari. 400. Pada suatu penelitian. terapi harus diberikan secepat mungkin dan dilanjutkan hingga 4 minggu. sehingga . CYP3A4 dengan nilai Ki (8. CYP2C19. Efavirenz menghambat CYP2D6 dan CYP1A2 hanya pada konsentrasi tinggi (Ki values 82-160 µM). Pemberian bersama obat yang mengalami metabolisme melalui CYP2C9. Farmakokinetika efavirenz pada pasien dengan penurunan fungsi hepar/ginjal belum banyak dilakukan. Farmakologi Efavirenz diberikan secara oral. efavirenz menghambat CYP2CP. T½ eliminasi Efavirenz adalah 52-76 jam setelah dosis tunggal dan 40-55 jam setelah beberapa kali pemberian. dan CYP3A4 mungkin mengalami perubahan konsentrasi plasma. Efavirenz mengalami metabolisme melalui sitokrom P450 (CYP) 3A4 dan CYP2B6 membentuk metabolit terhidroksilasi dengan glukuronidasi. dan 600 mg pada pasien yang terinfeksi HIV. Konsentrasi puncak tercapai 3-5 jam setelah pemberian dosis tunggal 200. Makanan dengan kadar lemak tinggi/tinggi kalori akan meningkatkan AUC efavirenz dibanding kondisi puasa. Pada semua kasus. tetap harus diberikan terapi pencegahan meskipun sudah lebih dari > 36 jam terpapar. CYP2C19. Meskipun penelitian pada binatang memperlihatkan pencegahan setelah terpapar > 24-36 jam kurang efektif. Efavirenz berikatan kuat dengan protein (99%). terutama terhadap albumin. diketahui 14-34% efavirenz berlabel dan/atau metabolitnya diekskresikan dalam urin dan 16-61% dalam feses. Pada penelitian in vitro.HIV). Obat-obat yang menginduksi aktivitas CYP3A4 akan meningkatkan klirens efavirenz. Namun kurang dari 1% efavirenz diekskresikan dalam bentuk tidak berubah dalam urin. pada manusia tidak diketahui. Namun apabila terpapar.

frekuensi gangguan psikiatrik serius dibanding kontrol berturut-turut adalah depresi berat (2. Pemberian sebelum tidur akan mengurangi efek samping ini. 0. 0. depersonalisasi. somnolen/mengantuk (7%).dampak gangguan ginjal terhadap eliminasi efavirenz seharusnya minimal. insomnia (16. 0. hipoestesia.3% untuk reaksi manic hingga 2% baik depresi berat maupun keinginan bunuh diri.2%). 0. 0. agitasi. prevalensi gejala pada SSP berkurang sekitar 5-9%. Pasien harus diberi konseling bahwa gejala akan berhenti sendiri setelah beberapa bulan. reaksi paranoid (paranoia/psikosis) (0. dibandingkan 25% pasien sebagai kontrolnya.1%).7%. Stabilitas Penyimpanan Simpan di bawah suhu 25°C. dan reaksi manic (mania) (0.1% pasien menghentikan pengobatannya. amnesia. stupor. Biasanya. Efek Samping 53% pasien yang menerima efavirenz mengalami gangguan SSP selama uji klinis. 0). meskipun mereka menerima efavirenz. dan halusinasi (1. euforia. dan nervousness (6. Pada penelitian terkendali (meliputi 1008 pasien yang mendapat terapi efavirenz dan 635 pasien sebagai kontrol). Pasien yang mengalami gangguan psikiatrik serius harus segera dievaluasi terhadap kemungkinan hubungan efek samping dengan penggunaan .8%). sebesar 65% pasien mengalami gangguan SSP yang dirasakan seperti 'feeling stoned'.3%). Gejala yang berat terjadi pada sekitar 2% dan 2. CDC tidak merekomendasi ibu yang terinfeksi HIV menyusui bayinya.5%. parestesia. mimpi buruk (6. kejang-kejang.3%). Pasien dengan riwayat gangguan psikiatrik lebih besar risikonya terhadap gejala ini dengan frekuensi kejadian berkisar dari 0.3%). telinga berdengung.5%). gangguan kognitif (8. bingung.2%. Setelah 4 minggu pengobatan.4%.3%). Gangguan psikiatrik yang dilaporkan selama terapi efavirenz meliputi depresi (15.3%). anxietas (11%).4%.4%. perilaku agresif (0. Gejala ini meliputi pusing (28. usaha bunuh diri nonfatal (0. untuk menghindari risiko penularan HIV setelah kelahiran (postnatal transmission).9%). ataksia. Kontraindikasi Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa efavirenz diekskresikan dalam ASI. neuropat. gejala ini dimulai pada terapi hari pertama atau kedua dan umumnya hilang dalam 2-4 minggu terapi. keinginan bunuh diri (0.2%). Efek samping SSP lain yang dilaporkan meliputi gangguan koordinasi.3%). tremor. dan gangguan penglihatan. Dalam praktek klinik.

Terhadap Hasil Laboratorium : - . Pada anak-anak. karbamazepin. .Terhadap Anak-anak : Dibanding pada dewasa. . . Disarankan penggunaan antihistamin untuk pencegahan sebelum pemberian efavirenz.Terhadap Kehamilan : Efavirenz diklasifikasikan dalam kategori D pada kehamilan.Dengan Makanan : Efavirenz harus diberikan pada saat perut kosong. Makanan dapat meningkatkan konsentrasi efavirenz sehingga akan meningkatkan efek samping.Selain itu.Terhadap Ibu Menyusui : Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa efavirenz diekskresikan dalam ASI. Penggunaan pada wanita hamil dan potensial hamil tidak direkomendasi. termasuk tiga kasus meningomyelocele dan satu kasus 'Dandy Walker Syndrome'. sirolimus. .untuk menghindari risiko penularan HIV setelah kelahiran (postnatal transmission).Dengan Obat Lain : Efavirenz tidak disarankan digunakan bersama obat-obat yang metabolismenya melalui CYP3A4: astemizol. dan triazolam. alkaloid ergot. anak-anak lebih peka terhadap terjadinya gangguan kulit (rash). Hati-hati penggunaan efavirenz dengan substrat CYP3A4 lain. terfenadin. Pengaruh . Pernah dilaporkan terjadinya 'neural tube defects' pada bayi yang ibunya pernah mendapat efavirenz pada trimester pertama. kisaprid. midazolam.meskipun mereka menerima efavirenz. efavirenz yang juga dimetabolisme melalui CYP3A4 akan berkompetisi sehingga menurunkan klirens obat-obat tersebut dan dapat menimbulkan efek samping serius. lidokain. Karena potensial teratogenik. yang memiliki jendela terapi sempit (mis. Interaksi . atau tacrolimus atau jika menyebabkan peningkatan konsentrasi obat lain yang akan menimbulkan efek samping serius. tidak direkomendasi penggunaannya pada wanita hamil trimester pertama.efavirenz dan dapat dipertimbangkan keuntungan dibanding risiko bila terapi dilanjutkan.CDC tidak merekomendasi ibu yg terinfeksi HIV menyusui bayinya. gangguan psikiatrik ini terjadi pada sekitar 9% anak-anak yang mendapat terapi efaviren.

Obat ini hanya salah satu dari kombinasi obat-obat HIV. mengantuk. hentikan bila muncul rash. dapat menyebabkan gangguan SSP dan psikiatrik. Efavirenz tidak berkompetisi dengan . Segera lapor bila mengalami gangguan SSP (depresi. anxietas. Serum cholesterol. rash. depresi berat. LFTs. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mintalah informasi tentang obat-obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama obat ini. Kehamilan/menyusui: sampaikan pada dokter apabila anda hamil atau mungkin hamil. Efavirenz tidak menyembuhkan HIV ataupun tidak mencegah penularan HIV. halusinasi. dan jangan menyusui bayi. Hati-hati pada pasien yang diketahui atau dicurigai mengalami infeksi hepatitis B atau C (monitoring fungsi hati). paranoia. atau lain-lain. hatihati terhadap obat lain yang merupakan substrat CYP3A4. Mekanisme Aksi Efavirenz menghambat HIV-1 reverse transcriptase. sulit konsentrasi. Plasma HIV RNA. insomnia. Pregnancy testing. pada anak-anak berikan antihistamin sebagai profilaksis. pusing. mimpi buruk). Minum banyak cairan (2-3 L/hari) kecuali dokter menyarankan pembatasan cairan. termasuk kesulitan berkonsentrasi. minum sesuai petunjuk. Dapat menyebabkan mual/muntah atau diare. Perlu dilakukan pemeriksaan darah yang teratur pada penggunaan jangka waktu lama. 30 menit sebelum atau 2 jam setelah makan.Parameter Monitoring CD4+ T cell count. Peningkatan serum transaminases >5 kali batas atas harus dipertimbangkan keuntungan dan risikonya terhadap hepatotoksisitas. dan mania. pusing. jangan digunakan pada ibu hamil/potensial hamil. gunakan hati-hati pada gangguan mental/penyalahgunaan obat (predisposisi terhadap reaksi psikologik). Serum lipid profile Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Jangan digunakan sebagai terapi tunggal. percobaan bunuh diri.

gangguan SSP. Efavirenz berikatan langsung dengan reverse transcriptase. kemungkinan efek samping yang muncul dan pengatasannya serta efek lain yang harus dilaporkan (mis. Efavirenz menunjukkan aktivitas yang sinergis terhadap HIV-1 pada kultur sel bila dikombinasi dengan zidovudine. Beri informasi pada pasien terhadap penggunaan obat. larutan isotonik dengan pH 4. tidak berwarna. dengan osmolarity 297-314 mOsm/L dan mengandung natrium fosfat. HIV-2 reverse transcriptase dan DNA polymerase alpha.nitroimidazole. Sebagai basa berupa serbuk kristal berwarna putih hingga kuning pucat. Daftar Pustaka 250 Metronidazol Deskripsi . nyeri perut).Sifat Fisikokimia 1-(2-Hydroxyethyl)-2-methyl-5. gamma. Monitoring Penggunaan Obat Gunakan hati-hati pada pasien dengan gangguan mental atau penyalahgunaan obat(meningkatkan risiko efek samping psikiatrik). . Sinonim : C12H12N2O2S : Dalam perdagangan metronidazol terdapat dalam bentuk basa dan garam hidroklorida. dan mempunyai pKa 2. atau indinavir.perlunya penyesuaian dosis. 2-Methyl5-nitroimidazole-1-ethanol . viral load dan jumlah CD4). Kaji hasil pemeriksaan laboratorium dan efektivitas terapi (progresivitas penyakit. dan efek merugikan secara periodik selama terapi. Injeksi metronidazol jernih.Nama & Struktur Kimia . Sedikit larut dalam air dan dalam alkohol. Ikatan ini menyebabkan kerusakan aktivitas enzim sehingga menghambat RNA dan DNA yang tergantung pada aktivitas DNA polymerase.template ataupun nucleosida trifosfat.6.Kaji penggunaan obat lain atau herbal yg digunakan pasien terhadap kemungkinan interaksi atau toksik. Sinonim : Metronidazol hydrochloride. 1-(-Ethylol)-2-methyl: 5-nitro-3-azapyrrole.5 – 7. C6H9N3O3. atau delta pada sel manusia tidak dihambat oleh efavirenz. didanosine. rash. juga tidak memerlukan fosforilasi untuk mengaktifkan. asam sitrat dan natrium klorida.

selama 3 hari. anak-anak 7. anak-anak 7.5 mg/kg setiap 8 jam.Trichodazol .Flagyl .Elyzol .Metronidazol hidroklorida sangat larut dalam air dan larut dalam alkohol. dalam perdagangan berupa serbuk berwarna putih. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Infeksi anaerobik (pengobatan biasanya selama 7 hari dan 10 hari untuk penggunaan antibiotika pada pengobatan kolitis). kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam.Corsagyl . anak-anak setiap 8 jam selama 3 hari.Metronidazol (Generik) Indikasi Infeksi anaerobik (termasuk gigi) .Promuba .5 mg/kg setiap 8 jam. infeksi kulit. lihat pada bagian dosis. Dosis.Metronidazole Fresenius . 1 – 5 tahun 250 mg. Ulser pada lengan : peroral 400 mg setiap 8 jam selama 7 hari Bacterial vaginosis : peroral 400 – 500 mg dua kali sehari selama 5 – 7 hari atau 2 gram sebagai dosis tunggal. pemberian secara infus intravena lebih dari 20 menit. umur hingga 1 tahun 125 mg.Tismazol .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . Inflamasi pelviks : peroral 400 mg dua kali sehari selama 14 hari . 500 mg setiap 8 jam. kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam.Metrofusin .Nidazole .Trogyl . peroral dengan dosis awal 800 mg kemudian 400 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 8 jam. eradikasi Helicobacter pylori. lebih dari 10 tahun dosis dewasa. .Gravazol .Mebazid .Fortagyl . 5 – 10 tahun 500 mg.Metrolet . infeksi protozoa.Fladex .

gagal ginjal terminal : 21 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. Paparan cahaya dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan warna produk menjadi gelap. hati dan abses hati . anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari. terjadi perpanjangan pada kerusakan hepar. tulang. Larutan standar : 500 mg/ 100 ml NS. Namun demikian paparan cahaya yang normal pada ruangan dalam jangka pendek tidak mempengaruhi stabilitas metronidazol.Acute ulcerative gingivitis : peroral 200-250 mg setiap 8 jam selama 3 hari. Infeksi oral akut : peroral 200 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari . 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. air susu. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. Paparan sinar matahari langsung harus dihindari.brain barrier) Ikatan protein : < 20% Metabolisme : Hepatik (30%-60%) T½ eliminasi : neonatus : 25-75 jam . Produk dapat disimpan dalam refrigerator namun akan terbentuk kristal. empedu. paru-paru dan sekresi vagina. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam Farmakologi Absorbsi : Oral : diabsorbsi dengan baik. serum: segera : 1-2 jam Ekskresi : urin (20% hingga 40% dalam bentuk obat yang tidak berubah): feses (6% hingga 15%) Stabilitas Penyimpanan Injeksi metronidazol harus disimpan pada 15°C hingga 30°C dan dilindungi dari cahaya. cairan mani. Stabilitas campuran parenteral pada suhu kamar (25°C): stabilitas pada produk yang terbungkus : 30 hari Kontraindikasi . kristal dapat dilarutkan kembali dengan menghangatkannya pada suhu kamar. topikal : konsentrasi yang dicapai secara sistemik setelah penggunaan 1 g secara topikal 10 kali lebih kecil dari pada penggunaan dengan 250 mg peroral. menembus plasenta dan sawar darah otak (blood. Distribusi : ke saliva. yang lain : 6-8 jam. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 hari.

Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas benzodiazepin tertentu. jaundice. venlafaxine. transient epilepsiform seizure dan leukopenia. Pengaruh . erytema multiform. ataksia. pruritus. hepatitis. gangguan pengecapan. calcium channel blocker.Hipersensitivitas terhadap metronidazol. Menurunkan efek: fenobabital. siklosporin. angioedema dan anafilaksis. turunan ergot. Simetidin dapat meningkatkan kadar metronidazol.Dengan Makanan : Konsentrasi puncak serum antibiotik diturunkan dan terjadi delay (terlambat). sakit kepala. urtikaria. tetapi jumlah total obat yang diabsorbsi tidak dipengaruhi. juga dilaporkan abnormalitas tes fungsi hati. Interaksi . turunan nitroimidazol. 3A4 (moderate) Meningkatkan efek/toksisitas : Etanol dapat menyebabkan reaksi seperti disulfiram. lidah kasar dan gangguan saluran pencernaan. trombositopenia. urin berwarna gelap. athralgia. nateglinid. sildenafil ( dan PDE-5 inhibitor yang lain). anemia aplastic. fenobarbital (inducer enzim yang lain).Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : menghambat CYP2C8/9 (lemah). mirtazapine. myalgia. pusing .mengantuk (jarang terjadi). hindari penggunaan secara bersamaan. HMG-Coa reduktase inhibitor tertentu. nefazodon. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas lithium. Warfarin dan metronidazol dapat meningkatkan bleeding time (PT) yang menyebabkan perdarahan. pada pengobatan intensif dan jangka panjang dapat terjadi peripheral neuropathy. dapat menurunkan efek dan waktu paro metronidazol . kehamilan (trimester pertama – didapatkan efek karsinogenik pada tikus) Efek Samping Mual. dan substrat CYP3A4 yang lain. takrolimus. rash . menyebabkan potensial aritmia. atau komponen yang ada dalam sediaan. Metronidazol dapat menghambat metabolisme cisaprid. muntah.

Untuk keamanan dan efikasi pada indikasi yang lain. Bayi baru lahir menunjukkan keterbatasan dalam eliminasi metronidazole. gunakan obat pada ibu hamil hanya jika keuntungan pada ibu hamil lebih banyak daripada potensial risiko terhadap janinnya.Terhadap Ibu Menyusui : Ditemukan dalam air susu. monitoring hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan klinik pada pengobatan yang melebihi 10 hari. waktu paro eliminasi 10. dihindari pada porfiia. dikontraindikasikan terhadap pengobatan trichomoniasis pada trimester pertama. kerusakan hati dan encefalopati hepatik.9 – 22. Sirup Peringatan Reaksi disulfiram-like terjadi bila diberikan bersama alkohol. Pada bayi berumur 28 hingga 40 minggu. Trigliserida. produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat dengan dosis tunggal yang besar. Masuk kedalam air susu ibu/tidak direkomendasikan (AAP rates ’’of concern”) . kecuali untuk pengobatan amoebiasis. Faktor risiko : B (dikontraindikasikan pada trimester pertama) Obat dapat menembus plasenta ( efek karsinogenik pada tikus). kecuali jika pengobatan alternatif tidak adekuat. ALT. Cairan Infus.Terhadap Kehamilan : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat pada dosis tinggi. . kehamilan. Suppositoria.5 jam. menyusui.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi dengan tes laboratorium : dapat mempengaruhi uji AST. .Terhadap Anak-anak : Keamanan dan efikasi penggunaan obat pada anak-anak belum diketahui dengan jelas. .. glukosa dan LDH Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet.

Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan.Obat dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna (GI upset). Jika pasien lupa minum obat. seperti kondisi pasien. Bentuk sediaan lepas lambat harus digunakan pada saat lambung kosong ( 1 jam atau 2 jam setelah makan) Produsen merekomendasikan untuk menghindari penggunaan etanol selama pengobatan dengan obat ini dan setelah tiga hari terapi selesai. kecuali atas anjuran dokter. Hal ini lebih jauh menyebabkan hambatan pada syntesa . Bacalah dengan seksama informasi mengenai penggunaan obat ini dan ulangi membaca setiap kali anda menerima resep lagi. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. Mekanisme Aksi Setelah berdifusi kedalam organisma. Pastikan hal ini dilakukan. jika hal ini terjadi gunakan bersama makanan. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. Obat yang tidak digunakan sampai habis menyebabkan pemusnahan bakteri tidak sempurna dan infeksi dapat kambuh lagi. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Gunakan obat hingga habis. Gunakan obat pada lambung kosong. umur dan berat badan. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Jangan diberikan pada orang lain. Hubungi dokter bila terjadi kejang atau mati rasa pada tangan dan kaki. segera mungkin minum obat setelah ingat. berinteraksi dengan DNA menyebabkan hilangnya struktur helix DNA dan kerusakan untaian DNA. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker . Hubungi dokter atau apoteker jika anda merasa menggunakan obat terlalu banyak. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini.Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain. Gunakan obat ini sesuai dengan yang telah diresepkan. Jangan menggunakan obat ini untuk trichomoniasis selama tiga bulan pertama kehamilan. mintalah nasehat dokter atau apoteker. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter.

sukar larut dalam etanol.Moladerm .go.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Obat Topikal untuk Kulit Nama Dagang . putih atau praktis putih. dan propilen glikol. berbau lemah.Sporend . kloroform.Zetazal .Micrem . Sangat sukar larut dalam air dan isopropanol.id/index.html Mikonazol Deskripsi . (Drug Information Handbook) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. larut dalam dimetilformamid.php/informasi-obat/318-metronidazol. .tasikmalayakota.Sifat Fisikokimia : : Mikonazol nitrat. agak sukar larut dalam metanol.protein dan kematian sel organisma. mudah larut dalam dimetilsulfoksida.Fungares .4-diklorobenzil)oksi)fenetil)imidazol mononitrat Serbuk hablur.Nilaozanoc .Godrem .Mycorine .4-dikloro-beta-(2.Nama & Struktur Kimia . 1-(2.

oleskan secukupnya. eritema. pada kulit terinfeksi. sesudah kuku terlepas. hindari panas. rasa terbakar lemah Interaksi . oleskan secukupnya. Stabilitas Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup baik dan terhindar dari jangkauan anak-anak. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dua kali sehari. Untuk mencegah kambuhan terapi dilanjutkan 10 hari sesudah gejala hilang. sensitasi dan kontak dermatitis. dan Pityaris versicolor. lemari pendingin dan cahaya. bungkus rapat tidak berlubang. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap mikonazol dan komponen lain dalam sediaan. merata. Efek Samping Iritasi lokal. infeksi kuku dan ujung jari 1 kali sehari..Dengan Obat Lain : - .Dengan Makanan : - Pengaruh . terapi diteruskan hingga tampak pertumbuhan kuku baru. tinea. Farmakologi Absorpsi : topikal : sangat kecil.Daktarin Indikasi Infeksi topikal dermatofit dan jamur lain seperti kandida.Zolagel . Kandidiasis vagina Dosis.

dapur. hindari panas. merusak membran dinding sel jamur yang selanjutnya akan meningkatkan permeabilitas.Terhadap Kehamilan : - . Salep 2% Peringatan Hindari kontak dengan mata dan selaput mukosa Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Kontak dengan mata dan selaput mukosa Informasi Pasien Pada saat pemakaian bersihkan terlebih dahulu kulit yang luka. Jangan menyimpan atau pakai ulang sisa obat yang lama. lemari pendingin dan cahaya. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Mekanisme Aksi Inhibisi biosintesis ergosterol.Terhadap Anak-anak : - .. bila perlu pakai sarung tangan bersih.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Krim 2%.Terhadap Ibu Menyusui : - . Monitoring Penggunaan Obat - . sehingga menyebabkan hilangnya nutrisi sel. Jangan simpan di kamar mandi.

Sifat Fisikokimia .go.3' diazepin6-one. 2005 BNF 52 Merck Index Farmakope Indonesia ISO Indonesia 42 Iso Generik Advice for Patient (USP DI) http://dinkes.php/informasi-obat/320-mikonazol.2-b:2'.tasikmalayakota. 34th edition.Daftar Pustaka IONI Martindale. C15H14N4O : Nevirapin adalah kristal putih sampai agak putih. :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Nama & Struktur Kimia .Keterangan : 11-cyclopropyl-5.Nevirapine Viramune® (dengan povidone) Boehringer Ingelheim Indikasi .11 dihydro-4-methyl-6H-dipyrido[3.html Nevirapine Deskripsi .Nevirapine Hemilhydrate Viramune® 240 ml(dengan paraben). .id/index.

Farmakologi Absorbsi: > 90%.2-1. Distribusi: Terdistribusi luas dengan Vd 1. Catatan: Jika terapi terhenti selama 7 hari. . dengan peningkatan dosis menjadi 7 mg tiap 12 jam jika tidak terjadi rash atau efek yang tak diinginkan lainnya. penetrasi ke CSF + 50% dari plasma. Anak >= 8 tahun: Dosis awal 4 mg/kg 1x sehari selama 14 hari. dengan peningkatan dosis 4 mg/kg tiap 12 jam jika tidak terjadi rash atau efek yang tak diinginkan lainnya. Dosis ini didasarkan pada fakta bahwa pendosisan dengan mg/kg memungkinkan terjadinya penetapan dosis yang tidak sesuai untuk usia 8 th. (81% sebagai metabolit. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak 2 bulan . Metabolisme: Dimetabolisme ekstensif di hepar via CYP3A4 (dihidroksilasi menjadi senyawa inaktif). Dewasa: Dosis awal 200 mg 1x sehari untuk 14 hari.Digunakan dalam terapi kombinasi dengan antiretroviral lain pada pasien HIV dewasa Dosis. kemudian menurun menjadi 23 jam).4 L/kg. menembus plasenta dan ASI. Waktu paruh eliminasi: Menurun selama lebih dari 2-4 minggu pada pemberian kronik karena mengalami autoinduksi (contoh: T½= 45 jam pada awal pemberian. dosis maksimal 200 mg/ 12 jam. Catatan: Alternatif pendosisan bagi anak 120-200 mg/ m2 tiap 12 jam. Waktu puncak (serum): 2-4 jam. dapat mengalami siklus enterohepatik. Ikatan protein plasma: 50%-60%. Ekskresi: urin. maka dimulai lagi dengan dosis awal untuk 14 hari. Dosis pemeliharaan 200 mg 2x sehari (dengan kombinasi dengan antiviral lain). Dosis maksimal 7 mg/kg tiap 12 jam.8 tahun: Dosis awal 4 mg/kg 1x sehari selama 14 hari. 3% dalam bentuk utuh dan 10% dalam feses) Stabilitas Penyimpanan Nevirapine tablet dan suspensi oral disimpan pada suhu kamar 15-30°C.

abdominal pain (2%). Neuromuscular dan skeletal: neuropati perifer.eusinofilia. menginduksi CYP2B6. Gastrointestinal: Stomatitis ulseratif (4%).10%: CNS : Sakit kepala (1-4%). atau disfungsi ginjal). berhubungan dengan insiden dan keparahan rash. nyeri otot atau sendi. hepatotoksisitas. Overdosis/toksikologi : Belum ada reaksi toksisitas yang dilaporkan setelah ingesti akut sejumlah besar tablet nevirapine. ketokonazole. konjungtivitis. hepatitis. nausea. lesi oral. Meningkatkan efek/toksisitas: cimetidine. limfadenopati. itraconazole. < 1% (cukup penting atau mengancam jiwa) : Nekrosis hepatic. granulositosis. Efek Samping > 10% : Ruam. demam. 2D6. Jika terjadi hipersensitivitas berat. Dermatologik: Rash (15-20%). . demam (8-11%). dan antibiotik makrolida meningkatkan konsentrasi plasma. inhibisi CYP1A2. edema wajah. mialgia. 3A4. saquinavir dll) atau kontrasepsi oral. penggunaan harus dihentikan secara permanen. general malaise. Peningkatan toksisitas bila digunakan bersama inhibitor protease (indinavir. Hematologik: netropenia (10%-11%). 3A4. Gastrointestinal: diare (1520%). Pemberian dengan prednisone pada 14 hari terapi awal. hipersensitivitas berat/reaksi dermatologis (skin rash. meningkatkan LFT (2-4%). parastesia (2%).Dengan Obat Lain : Pengaruh pada sitokrom P450: substrat CYP 2B6. 3A4. Hematologik: anemia Hepatik: hepatitis. hindari pemberian bersama dengan ketokonazole dan kontrasepsi oral. ALT > 250 unit/L. sindrom Steven-Johnson.Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap nevirapine atau komponen lain dalam sediaannya. 1% . 2D6. Interaksi . Ketokonazole sebaiknya tidak diberikan bersama. melepuh.

Terhadap Anak-anak : - . Nevirapin menurunkan konsentrasi kontrasepsi oral. Tak ada efek dengan ritonavir). Bentuk Sediaan Oral Suspensi 50 mg/ml (240 ml). Tablet 200 mg Peringatan Perlu pertimbangan dalam perubahan terapi antiretroviral jika terjadi perkembangan penyakit selama pasien menggunakan nevirapine. atau bisa juga dengan peningkatan dosis.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . Pengamatan efek samping CNS secara periodik selama terapi berlangsung.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tes fungsi hati harus dimonitor untuk tetap pada level dasar pada 12 minggu pertama terapi secara intensif (kurang lebih sekali tiap bulan sebelum peningkatan dosis. Keamanan dan efikasi tak dapat ditetapkan pada . maka tidak boleh diberikan bersamaan. Nevirapine menurunkan konsentrasi serum beberapa agen inhibitor protease (AUC indinavir dan saquinavir diturunkan. . serta efek ketokonazole dan methadone.Dengan Makanan : Pengaruh . Penyesuaian dosis yang spesifik tidak dianjurkan. karena nevirapine dapat menurunkan konsentrase inhibitor protease.Terhadap Ibu Menyusui : Kontraindikasi untuk Ibu menyusui .Menurunkan efek: Rifampin dan rifabutin menurunkan konsentrasi plasma akibat induksi CYP3A. hingga 2 minggu mengikuti peningkatan dosis).

nevirapin harus dihentikan permanen (yakni skin rash. toxic epidermal necrolysis. MIMS. granulositosis. eusinofilia.hipersensitivitas disertai rash dan disfungsi organ). MediMedia. Hepatotoksisitas dapat terjadi (hepatitis fulminan dan kolestastis. limfadenopati. frekuensi penggunaan dan adverse effects yang harus diinformasikan sebelum pasien memulai terapi untuk mencegah terjadinya resistensi. atau gejala yang menunjukkan. hipersensitivitas. Sani A. demam. jika terapi terhenti selama >7 hari. Jakarta. nyeri otot atau sendi. kemudian dinaikkan setelah 14 hari. melepuh. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Waspadai terjadinya right upper quadran pain. dan reaksi hepatotoksik. antasida atau didanosine. kepatuhan penggunaan. dosis diturunkan hingga dosis inisial.neonatus. lesi oral. jaundice atau rash yang terjadi dengan segera. atau disfungsi ginjal). nevirapine memiliki aktivitas melawan HIV-1 dengan mengikat enzim reverse transcriptase. konjungtivitis. Djuanda A. Mekanisme Aksi Sebagai agen non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor. hepatitis. . Jika reaksi hipersensitivitas terjadi. Pasien dengan riwayat hepatitis kronik (A atau B) atau peningkatan level transaminase dapat mempertinggi resiko terjadinya reaksi hepatotoksik. 2003. edema wajah. nekrosis hepatic) dan kasus yang menghasilkan kegagalan fungsi hati dan kematian. dkk. Replikasi HIV-1 terhambat akibat pengeblokan aktivitas DNA polymerase RNA-Dependent dan DNA-dependent Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Azwar A. Nevirapine diberikan dengan inisiasi dosis selama 14 hari untuk menurunkan terjadinya adverse effects. Monitoring yang intensif dibutuhkan selama 12 minggu pertama untuk mendeteksi problem dermatologik yang mengancam jiwa. boleh diminum bersama dengan makanan. Reaksi kulit yang berat dan mengancam jiwa (sindrom Stevens-Johnson. general malaise.

St.Medikontrin .go. Drug Information Handbook. American Pharmaceutical Association. . Bustami ZS. sedikit larut dalam dimetilformamida.Bailie GR. Praktis tidak larut dalam air dan metil : alkohol. L..4' methylenibs(3 hydroxy-2-naphtoate) (Martindale 34th edition p.113-2) Serbuk kuning atau kuning pucat.tasikmalayakota. 2002. Lexi Comp.Konvermex .Quantrel . CV.Helmitrin . Suryawati A.. Met Fact : Pocket Guide of Drug Interaction.Omegfantrin . Jakarta.Pamix . T. Lacy.php/informasi-obat/328-nevirapine.4. dkk.Pin X . Bone Care Internastional. C. larut dalam dimetilsulfoksida.. F. Johsons CA.5. . 14 th Edition.id/index. P. 2000. Drug Interaction Fact and Comparisons.Trivexan .Sifat Fisikokimia : 1.6 -Tetrahydro-1-methyl-2-[(E)-2-(2-thienyl)vynilpirimidine 4. Louis. Geriatric Dosage Handbook.Bascing .Wormetrin . D. 2007. M.Piraska ..Nama & Struktur Kimia . Darmansjah I. Canada http://dinkes. Informasi Obat Nasional Indonesia (IONI). 7 th Ed. Higber. 2004. Second Edition. Semla. et all. J..Proworm . 2004. Beizer.Pantrin ..Compyrantel .html Pirantel Pamoat Deskripsi . Mason NA. USA. Tatro DS (ed). Sagung Seto..Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .

Enterobius vermicularis pengobatan diulangi setelah 2 minggu. b.Indikasi Pengobatan cacing : Enterobius vermicularis. Dosis : untuk anak dan dewasa : Ascaris lumbricoides . Lama penggunaan : sesuai petunjuk pada dosis Farmakologi Absorbsi : Pemberian oral sedikit diabsorbsi Metabolisme : Dimetabolisme sebagian di hepar Kadar puncak serum : 1-3 jam Ekskresi : di feses dan urin Stabilitas Penyimpanan Stabilitas : dipengaruhi oleh sinar matahari langsung Penyimpanan : lindungi dari cahaya matahari langsung Kontraindikasi Hipersensitif terhadap Pirantel Pamoat Efek Samping Susunan syaraf pusat : Demam. atau Trichostrongyliasis : 11 mg/kg BB dosis tunggal maksimum 1 gr . Enterobius vermicularis. anoreksia dan tenesmus . Ascaris lumbricoides. Cara Pemberian dan Lama Pemberian a. Cara pemberian : oral bersama jus dan susu c. mual dan muntah. sakit kepala. dan Ancilostoma duodenale Dosis. diare. pusing Kulit : Rash Saluran cerna : Kram abdomen. Trichuris trichiura. dan pemberian untuk seluruh keluarga yang berkontak dengan pasien.

Hepatik : Gangguan enzim hepar Neuromuskuler : Letih dan lesu Interaksi . ibu hamil.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak disarankan diberikan kepada ibu hamil dan ibu menyusui . 60 ml dan 240 ml.Terhadap Anak-anak : - . Tablet sebagai Garam Pamoat 180 mg/Tablet Peringatan Hati-hati penggunaan pada pasien dengan gangguan hati. malnutrisi. anemia.Dengan Makanan : - Pengaruh .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C .Dengan Obat Lain : Menurunkan efek Piperazin . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Pemeriksaan serum AST dan ALT Bentuk Sediaan Suspensi Dalam Bentuk Garam Pamoat Dalam Botol 30 ml.

tasikmalayakota. Apa yang dilakukan jika pasien lupa minum obat d.go. Cara penyimpanan Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes. C43H58N4O12 : Rifampisin merupakan serbuk kristal merah-coklat dan sangat sedikit larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol.Sifat Fisikokimia : Rifampin. Obat ini mempunyai pKa .Nama & Struktur Kimia . Interaksi yang mungkin terjadi e. Cara pemakaian c.Informasi Pasien a. Bentuk sediaan yang diberikan b.html Rifampisin Deskripsi .id/index.php/informasi-obat/341-pirantel-pamoat.

metanol. etil asetat.9.Prolung 450 . DMSO.Corifam . Infeksi M.Kombipak I.Lanarif .Rif 150/ Rif 300/ Rif 450/ Rif 600 . penyakit legionnaires.Famri . suatu antibiotika yang diturunkan dari Streptomyces meditarranei. serta dalam kombinasi tetap dengan isoniasid dan pirazinamid. natrium hidroksida yang ditambahkan untuk mengatur pH.Rimactane . sulfoksilat. Larut dalam kloroform.Rifacin . IV (Generik) . Leprae.Rifabiotic . Dalam perdagangan sediaan oral rifampin tersedia sebagai obat tunggal. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral ( Dosis IV infusi sama dengan pemberian peroral) . rifampisin tersedia dalam bentuk serbuk steril untuk injeksi mengandung Natrium formaldehid.Rifamtibi . . Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . Profilaksis meningitis meningococcal dan infeksi haemophilus influenzae. Dalam perdagangan.Rifampicin Hexpharm . Brucellosis.Keterangan : Rifampisin adalah turunan semisintetik dari Rifamisin B. endocarditis dan infeksi staphylococcus yang berat dalam kombinasi dengan obat lain Dosis.Rimactazid / Rimactazid Paed Indikasi Tuberkulosis. tetrahidrofuran. II.Rifampisin (Generik) .7. dalam bentuk kombinasi tetap dengan isoniazid.Merimac .Medirif . dalam kombinasi dengan obat lain. III.

rifampisin. Bayi .Terapi Tuberkulosis Catatan : Regimen empat obat ( isoniazid. 1 bulan : 10 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam selama 2 hari Bayi = 1 bulan dan anak-anak : 20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam selama 2 hari . pirazinamid dan etambutol) lebih disukai untuk pengobatan awal. tidak lebih dari 600 mg/dosis Dewasa : 600 mg setiap 24 jam selama 4 hari Leprosy (unlabeled use) : dewasa : Multibacillary : 600 mg sekali sebulan selama 24 bulan dalam kombinasi dengan ofloksasin dan minosiklin Paucibacillary : 600 mg sekali sebulan selama 6 bulan dalam kombinasi dengan dapson Lesi tunggal : 600 mg sebagai dosis tunggal dalam kombinasi dengan ofloksasin 400 mg dan minosiklin 100 mg Profilaksis meningitis meningococcal. empirik TB Bayi dan anak-anak < 12 tahun Terapi harian : 10 – 20 mg/kg/hari biasanya sebagai dosis tunggal (maksimal 600 mg/hari) Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy) : 10 – 20 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) Dewasa Terapi harian : 10 mg/kg/hari biasanya sebagai dosis tunggal (maksimal 600 mg/hari) Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy) : 10 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) . Influenzae (unlabeled use) Bayi dan anak-anak : 20 mg/kg/hari tiap 24 jam selama 4 hari. 3 kali/minggu : 10 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) Infeksi tuberkulosis latent (yang belum nampak): sebagai alternatif untuk isoniazid : Anak-anak : 10 – 20 mg/kg/perhari (maksimal : 600 mg/hari) selama 6 bulan Dewasa : 10 mg/kg/hari (maksimal : 600 mg/hari) selama 4 bulan Profilaksis H.

Waktu untuk mencapai kadar puncak.65%) dan urin (~ 30%) sebagai obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Serbuk rifampisin berwarna merah kecoklatan. melalui resirkulasi enterohepatik Ikatan protein : 80% T½ eliminasi : 3-4 jam. serum: oral : 2-4 jam Ekskresi : Feses (60% .(maksimal 600 mg/dosis) Dewasa : 600 mg tiap 12 jam selama 2 hari Staphylococcus aureus pada nasal carrier (unlabeled use): Anak-anak: 15 mg/kg/hari dibagi tiap 12 jam selama 5 – 10 hari dalam kobinasi dengan antibiotik lain Dewasa : 600 mg/hari selama 5 – 10 hari dalam kombinasi dengan antibiotik lain Penyesuaian dosis pada pasien dengan kerusakan hepar : penurunan dosis diperlukan untuk meurunkan hepatotoksisitas Hemodialysis atau peritoneal dialysis : konsentreasi plasma rifampisin tidak signifikan dipengaruhi oleh hemodialisis atau dialisis peritoneal Farmakologi Durasi : < 24 jam Absorbsi : Oral : diabsorpsi dengan baik. gagal ginjal terminal : 1. makanan dapat mengakibatkan penundaan absorpsi (delay) atau sedikit menurunkan kadar puncak Distribusi : sangat lipofilik .8-11 jam. dapat menembus sawar darah otak (bood-brain barrier) dengan baik Difusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal : adekuat dengan atau tanpa inflamasi CSF : inflamasi meninges : 25% Metabolisme : Hepatik. waktu tersebut akan memanjang pada gagal hepar. Vial yang utuh harus disimpan pada suhu kamar dan dihindarkan dari cahaya dan panas yg berlebihan. Rekonstitusi serbuk untuk injeksi dengan .

Vial yang telah direkontitusi stabil selama 24 jam pada suhu kamar. eosinophilia. sakit kepala. demam. reaksi pemphigoid. muntah. 3A4 (kuat). dan trombositopenia purpura. Induksi CYP1A2 (kuat) . untuk injeksi larutkan dalam sejumlah volume yg tepat dengan cairan yang kompatibel (contoh : 100 ml D5W).Stabilitas parenteral admixture pada penyimpanan suhu kamar (25°C) adalah 4 jam untuk pelarut D5W dan 24 jam untuk pelarut NS Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap rifampisin atau komponen lain yang terdapat dalam sediaan. 2 C8/9(kuat). penggunaan bersama amprenavir. Interaksi . gejala pada respirasi (termasuk sesak nafas). 2C19 (kuat). . flushing. dermatitis exfoliative. nyeri tulang). gagal ginjal akut. antibiotika makrolida dapat meningkatkan kadar/toksisitas rifampin. urtikaria dan rash. penggunaan bersama dengan isoniazid pyrazinamide atau protease inhibitor (amprenavir saquinavir/ritonavir) dapat meningkatkan resiko hepatotoksisitas. 2C8/9. mual. tromboflebitis dilaporkan pada penggunaan secara infus pada periode yang lama. dizziness. saquinafir/rotonavir (kemungkinan dengan proease inhibitor). 2B6 (kuat). 3A4 (major) . jaundice(penyakit kuning).2A6 (kuat). gangguan menstruasi. gangguan fungsi liver. Menurunkan efek : Rifampisin dapat menurunkan efek/kadar obat-obat berikut: asetaminofen. leucopenia. Meningkatkan efek/toksisitas : Rifampisin dapat meningkatkan efek terapeutik clopidogrel. gejala berikut terjadi terutama pada terapi intermitten termasuk gelala mirip influenza ( dengan chills. jaundice (penyakit kuning) Efek Samping Gangguan saluran cerna seperti anoreksia. saliva dan sekresi tubuh yang lain berwarna orange-merah. kolaps dan shock. muscular weakness dan myopathy.SWFI. diare (dilaporkan terjadi kolitis karena penggunaan antibiotika). urin. efek samping lain dilaporkan : edema. anemia hemolitik.Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : substrat CYP2A6. drowsiness. toxic epidermal necrolysis.

dan 3A4 (seperti : aminoglutethimide. asam fusidat. fenitoin.Terhadap Ibu Menyusui : Hanya sejumlah kecil saja berada pada air susu. rosiglitazon. disopiramid. ropinirol. antidepresan trisiklik. 5-HT3 antagonis. quinidin. buspiron. inhibitor reverse transkriptase (non-nucleoside). sulfonilurea. . nafcillin. barbiturat. Masuk dalam air susu ibu / tidak direkomendasikan (AAP rates “compatible”) .Terhadap Kehamilan : Penggunaan obat pada trimester 1 (pertama): Produsen menyatakan studi pada binatang menunjukkan adanya teratogenik pada dosis tinggi. bupropion. flukonazol. metadon. karbamazepin.Terhadap Anak-anak : - . Efek rifampisin diturunkan oleh inducer CYP2A6. feksofenadin. John’s wort dapat menurunkan kadar rifampisin Pengaruh . nateglinid. konsentrasi rifampin dapat diturunkan jika digunakan bersama dengan makanan. rifampicin mengganggu pemeriksaan standar serum folat dan vitamin B12. nevirapin dan fenitoin) . substrat CYP1A2. antifungi imidazol. takrolimus. 2A6. inhibitor pompa proton. zolpidem. propafenon. ifosfamid.alfentanil. HMG-CoA reductase inhibitor.angiotensin II receptor blocker (irbesartan dan losartan). kloramfenikol.Dengan Makanan : Makanan menurunkan absorbsi. barbiturat. terbinafin. calsium channel blocker. mirtazapin. benzodiazepin (dimetabolisme melalui oksidasi). fluvoksamin. tamoksifen. teofilin. beta blocker. Penggunaan obat pada trimester 3 (tiga): Resiko terjadinya perdarahan pada neonatal dapat meningkat. kontrasepsi estrogen dan progestin. siklosporin. sertralin. zidovudin. fluoksetin. methsuksimid. venlafaxin dan zafirlukast. promethazin. 2C8/9. 2B6. inhibitor protease. pioglitazon. aprepitant.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi rifampicin dengan tes laboratorium : reaksi Coombs positif.zaleplon. amiodaron. 2C8/9. warfarin. repaglinid. morfin. selegilin. Faktor risiko : C . Hindari ethanol (dapat meningkatkan resiko hepatotoksisitas) St. tocainide. amiodaron. 2C19 DAN 3A4 (contoh : aminofilin. kortikosteroid. dapson.

Sirup Peringatan Kerusakan hati ( periksa tes fungsi hati dan pemeriksaan darah pada gangguan hati. Kaptab. seperti kondisi pasien. Pasien harus menggunakan obat hingga habis. muntah. kultur sputum. CBC. hepatic status dan mental status. Mempengaruhi efektifitas kontrasepsi oral. hilang nafsu makan. perubahan warna kulit dan mata menjadi kekuningan atau nyeri atau bengkak pada persendian. kerusakan ginjal (jika digunakan dosis di atas 600 mg sehari). Rifampisin harus digunakan pada saat lambung kosong. Obat ini juga dapat menimbulkan noda permanen pada lensa kontak. Gunakan obat ini sedikitnya 1 jam sebelum menggunakan antasida. bilirubin). gunakan metoda KB yang lain. x-ray dada Bentuk Sediaan Kapsul. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. saliva dan air mata. kehamilan dan menyusui. Obat ini menyebabkan warna merah pada urin. mual. ALT.meningkatkan LFTs dan menurunkan ekskresi billiari dari contrast media Parameter Monitoring Fungsi hati (AST. umur dan berat badan. urin berwarna gelap. Penting : pasien yang menggunakan hormon kontrasepsi disarankan untuk menggantinya dengan alternatif kontrasepsi lain seperti IUD. . tidak enak badan. karena efek obat kontrasepsi menjadi tidak efektif akibat adanya interaksi obat. keringat. porfiria. Segera memeriksakan diri ke dokter bila timbul demam. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekwensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. Jangan sampai terdapat dosis yang terlewat. gunakan 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan dengan segelas air. ketergantungan alkohol. dan pada terapi dalam jangka waktu yang lama). Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter.

x-ray dada 2 – 3 bulan pengobatan Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes.Nama & Struktur Kimia .H2O : Sefadroksil dalam bentuk monohidratnya berwarna putih sampai agak . menghambat transkripsi RNA Monitoring Penggunaan Obat Periodik (sebelum pengobatan dan tiap 2 – 4 minggu selama terapi) monitoring fungsi hati (AST. ALT. mintalah nasehat dokter atau apoteker. Jika pasien lupa minum obat. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis RNA bakteri dengan mengikat subunit beta dari DNA-dependent RNA polymerase. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat.tasikmalayakota. C16H17N3O5S. status fungsi hati dan mental . kultur sputum. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. bilirubin).kecuali atas anjuran dokter.id/index.html Sefadroksil Deskripsi . kecuali atas saran dari tenaga kesehatan .php/informasi-obat/356-rifampisin. CBC. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep.20]oct-ane-2-carbocyclic acid monohydrate.Sifat Fisikokimia (7R)-7[amino-4(hydroxyphenyl)acetyl]-amino-3-methyl-8-oxo-5-thio-1: azabicyclo[2. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. Jangan diberikan pada orang lain. segera mungkin minum obat setelah ingat.go.

Cefadroxil Hexpharm . Dewasa : 2 gram 1 jam sebelum tindakan • Interval pada pasien gangguan ginjal .Qcef .Tisacef .Widrox .Ancefa .Alxil .kekuningan.Osadrox .Ethicef .Erphadrox .Biodroxil .Pyricef .Qidrox .Sedrofen Indikasi Pengobatan suspek infeksi bakteri.Dexacef . berbentuk kristal. bersifat larut baik dalam air dan sedikit larut dalam alkohol.Longcef .Doxef .Opicef . .Kelfex .Renasistin . termasuk yang disebabkan oleh Group A beta-hemolitic Streptococcus.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . Dewasa : 1-2 g/hari dibagi dalam 2 dosis.Bidicef .Duricef . Cara Pemberian dan Lama Pemberian • Oral : Anak : 30 mg/kg BB/hari dibagi dalam 2 dosis maksimal 2g/hari. Profilaksis endokarditis : Anak : 50 mg/kg BB 1 jam sebelum tindakan. Dosis.Lapicef .Librocef . Profilaksis bakteri endokarditis pada pasien yang alergi terhadap penisilin dan pasien yang operasi dan tindakan pada gigi.

sputum. pansitopenia. melalui plasenta dan ASI. muntah. dispepsia. peningkatan BUN. agranulositosis.jantung. eticaria. Waktu paruh eliminasi : 1-2 jam. perikardial.Suspensi setelah dilarutkan stabil disimpan dalan lemari pendingin sampai 14 hari. kolestasis. Kadar puncak : 70-90 meni f. Distribusi : Didistribusikan secara luas di dalam tubuh dan mencapai konsentrasi terapetik pada jaringan dan cairan tubuh. superinfeksi. ClCr <10 mL/menit : diberikan setiap 36 jam. vaginitis. hemorrhage. anafilaksis. pruritus. eosinofilia. saluran empedu. disfungsi ginjal. sindrom Steven-Johnson. Interaksi . e. Absorbsi : diabsorbsi dengan cepat dan baik b. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap sefadroksil. Ikatan protein : 20% d. rash.dan cairan peritonial. urin. c. pada suhu 15-30°C.ClCr 10-25 mL/menit : diberikan setiap 24 jam. athralgia. kulit dan jaringan lunak. kapsul dan serbuk untuk suspensi oral harus disimpan dalam kemasan tertutup rapat. peningkatan kreatinin. demam. empedu. Dilaporkan reaksi dengan Cefalosporin lain termasuk abdominal pain. trombositopenia. Efek Samping 1%-10% : Saluran cerna : Diare < 1% : Abdominal pain. angioderma. neutropenia. termasuk cairan sinovial. mual. komponen lain dalam sediaan dan sefalosporin lain. serum sickness. pleural. gagal ginjal : 20-24 jam. Ekskresi : Urin (>90% sebagai obat yang tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Tablet. nefrotoksik. Farmakologi a. erythema multiforme. kolitis pseudomembran. anemia aplastik dan hemolitik.

Dengan Makanan : Pemberian sefadroksil bersamaan makanan. 100 ml). positif palsu pada tes kreatinin urin atau serum menggunakan reaksi Jaffe Parameter Monitoring Observasi tanda dan gejala anafilaktik selama dosis pertama Bentuk Sediaan Kapsul Sebagai Monohidrat 500 mg Tablet Sebagai Monohidrat 1 g Sirup Kering Sebagai Monohidrat Untuk Dilarutkan 250 mg/5 ml (50 ml.Dengan Obat Lain : • Terjadi perdarahan jika diberikan dengan antikoagulan.Terhadap Ibu Menyusui : Sefadroksil didistribusikan ke dalam air susu.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B .Terhadap Hasil Laboratorium : Positif pada tes Coombs langsung. Pengaruh . 500 mg/5 ml . • Probenesid dapat mengurangi eliminasi sefalosporin . makanan bayi dan susu tidak mempengaruhi absorpsi secara signifikan. .Terhadap Anak-anak : - . larutan Fehling). sehingga penggunaannya pada ibu menyusui harus disertai perhatian.. positif palsu pada tes glukosa urin menggunakan Cu Sulfat (larutan Benedict.

urtikaria) Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mekanisme Aksi Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan berikatan dengan satu atau lebih ikatan protein penisilin (penicillin-binding proteins-PBPs) yang selanjutnya akan menghambat tahap transpeptidasi sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri sehingga menghambat biosintesis dinding sel.html Siprofloksasin .id/index.go. Bakteri akan mengalami lisis karena aktivitas enzim autolitik (autolisin dan murein hidrolase) saat dinding sel bakteri terhambat. • Penggunaan pada pasien dengan riwayat alergi penisilin terutama reaksi IgE mediated (anafilaksis.Peringatan • Penyesuaian dosis pada pasien gangguan ginjal.php/informasi-obat/359-sefadroksil. • Penggunaan lama mengakibatkan superinfeksi. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes.tasikmalayakota.

Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : 1-cyclopropyl-6-fluoro-1, 4-dihydro-4-oxo-7-(1-piperazinyl)-3quinolinecarboxylic acid C17H18FN3O3HCl.H2O Siprofloksasin hidroklorida merupakan serbuk dengan kekuningan – hingga berwarna kuning. Mempunyai kelarutan 36 mg/mL dalam air pada suhu 25°C. pKa obat 6 dan 8.8. Siprofloksasin laktat merupakan : sediaan Siprofloksasin IV. Cairan jernih dan berwarna kuning cerah. pada kadar 1.2 g yang larut dalam cairan mempunyai pH 3.3-3.9. Siprofloksasin dalam sediaan larutan dekstrosa 5% mempunyai pH 3.5 – 4.6 - Keterangan :-

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang - Baquinor - Cetafloxo - Corcasin - Disfabac - Floxifar - Inciflox - Licoprox - Miraflox - Poncoflox - Quincin - Renator - Vidintal - Ximex Cylowan - Bernoflox - Ciflos - Coroflox - Duflomex - Floxigra - Interflox - Mecoquin - Nilaflox - Proxitor - Quinobiotic - Rexida - Vioquin - Zecaflox - Bidiprox - Ciproxin - Cylowam - Fimoflox - Girabloc - Kifarox - Meflosin - Omeproksil - Proxyga - Ramavex - Scanax - Volinol - Zeniflox - Bimaflox - Ciproxin XR - Cyrox - Floxid - Gurolone - Lapiflox - Mensipox - Phaproxin - Quamiprox - Rancif - Tequinol - Wiaflox - Zumaflox

- Bactiprox

Indikasi Anak – anak: Infeksi saluran urin dan pyelofritis yang disebabkan oleh E.coli. catatan: meskipun demikian, siprofloksasin bukan merupakan obat pilihan pertama. Anak – anak dan dewasa: untuk menurunkan angka kejadian atau progress penyakit terkait dengan baccilus anhraticus. Pada infeksi mata; digunakan untuk mengobati infeksi pada okular (corneal ulcer, conjungtivitis) atau bakteri sejenis. Dewasa: untuk pengobatan infeksi yag disebabkan bakteri: infeksi saluran urin; cistitis akut tanpa komplikasi pada wanita; prostatitis bakteri kronik; infeksi saluran nafas bawah (termasuk eksaserbasi akut dan bronchitis kronik); sinusistis akut; infeksi kulit; tulang dan persendian; infeksi intraabdominal komplek; diare karena infeksi; demam tyfoid karena Salmonella typhi; pneumonia nosokomial, terapi empiris febrile neutrophenic (kombinasi dengan piperacillin). Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian DOSIS ANAK-ANAK: Oral: Infeksi saluran urin atau pyelofritis: anak 1-17 tahun: 20-30 mg/kg/hari terbagi dalam 2 dosis terpisah (setiap 12 jam) untuk 10-21 hari. Maksimal 1.5 g/hari. Cistitis fibrosis: anak 5-17 tahun; 40 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam, pemberian selama 1 minggu Injeksi: infeksi saluran urin komplikasi pada anak 5-17 tahun: 6-10 mg/kg setiap 8 jam untuk 10-21 hari (maksimum 400 mg/dosis) Cistitis fibrosis:anak 5-17 tahun; 30 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam untuk satu

minggu. DOSIS DEWASA: Oral: Infeksi saluran urin: Infeksi saluran urin akut tanpa komplikasi: 250 mg setiap 12 jam selama 3 hari. Infeksi saluran urin akut dan pyelonefritis tanpa komplikasi: sedíaan lepas lambat 1000 mg setiap 24 jam selama 7-14 hari. cistitis akut tanpa komplikasi sediaan lepas lambat 500 mg setiap 24 jam selama 3 hari. Infeksi saluran urin sedang : 250 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Infeksi saluran urin berat: 500 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. infeksi saluran nafas bawah, dan infeksi pada kulit: 500 – 750 mg dua kali sehari untuk 7-14 hari, tergantung juga dengan kegawatan dan keparahan infeksinya. Infeksi pada tulang dan persendian: 500-750 mg dua kali sehari 4-6 minggu, tergantung kegawatan dan kepekaan dari bakteri penginfeksinya. Diare karena infeksi: 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Infeksi intraabdominal (kombinasi dengan metronidazol): 500 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Demam tyfoid: 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Infeksi gonore uretral /servikal : 250-500 mg dosis tunggal. Infeksi gonore menyebar: 500 mg dua kali sehari selama pengobatan 7 hari penuh (pengobatan awal dengan seftriakson 1 g IM/IV perhari untuk 24-48 jam setelah ditemukan kasus tersebut). Sinusitis (akut): 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Prostatitis kronik karena bakteri: 500 mg setiap 12 jam selama 28 hari. Injeksi: Infeksi tulang dan persendian: infeksi ringan dan sedang : 400 mg setiap 12 jam untuk 4-6 minggu; infeksi berat dan komplikasi: 400 mg setiap 8 jam selama 4-6 minggu.

ClCr 5-29 mL/menit: oral 250-500 mg setiap 18 jam. Prostatitis (kronik. dewasa 2%). IV. muntah (anak 5%. 200-400 mg setiap 18-24 jam. Sinusitis (akut): 400 mg setiap 12 jam selama 10 hari. ClCr <30 mL/menit (infeksi saluran urin akutI) oral 500 mg setiap 24 jam. Lokal : Reaksi pada tempat injeksi (pemberian IV).sedang dan berat): 400 mg setiap 8 jam selama 10-14 hari. Saluran pernapasan : Radang saluran pernapasan (rhinitis) anak 3%.Infeksi saluran napas bawah dan infeksi pada kulit: ringan hingga sedang :400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. diare (anak 5%. infeksi gawat dan komplikasi: 400 mg setiap setiap 8 jam selama 4-6 minggu. karena bakteri) 400 mg setiap 12 jam selama 28 hari. PENYESUAIAN DOSIS: ClCr 30-50 mL/menit: oral 250-500 mg setiap 12 jam. Intraabdominal infection (kombinasi dengan metronidazole): 400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Dermatologi : Ruam kulit (anak 2% dewasa 1%). Farmakologi Angka Kejadian 1-10% : SSP : Kejadian neurologi (anak-anak 2% meliputi gangguan tidur. Hepatik : Peningkatan SGOT/SGPT (dewasa 1%). Angka Kejadian < 1% : . sakit kepala (pemberian IV). dewasa<1%). akut dan komplikasi: 400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. demam (anak 2%). Gastrointestinal : Mual (anak/dewasa 3%). gangguan pencernaan (anak 3%). Infeksi saluran urin: ringan hingga sedang 200 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Vebrile neutropeni (kombinasi dengan piperacilin) 400 mg setiap setiap 8 jam selama 7-14 hari. pusing dan cemas). Pneumonia nosokomial: (ringan. gelisah (pemberian IV). nyeri lambung (anak 3%. dewasa 1%).

Stabilitas Penyimpanan Injeksi: sediaan infus disimpan pada suhu 5-25°C terlindung dari cahaya dan pembeku (freezer). jaundice. hasil pengenceran yang mengikuti prosedur dan tersimpan pada suhu dibawah 30°C dan terhindar dari pembeku. anafilaksis. anemia hemolitik. anemia.5-2 mL siprofloksasin dapat bertahan selama 14 hari jika disimpan dalam suhu kamar. nystagmus. pseudomembranous colitis. kromatopsia. peningkatan serum kolesterol dan trigliserida.limfadenopati. ARF. sensitif terhadap cahaya terang. vaginitis. rasa takut. kejang. konstipasi. trombosis serebral. myalgia. tendonitis. tromboflebitis. obat dapat bertahan 14 hari. petenchia. kegagalan fungsi hati. edema paru. sakit pada dada. hiperpigmentasi. anosmia. nyeri persendian. renal calculi. tremor. hipertonia. terlindung dari cahaya. edema. jaundice kolestatik. toxic epidermal nekrolisis. fixed eruptions. demam. perdarahan lambung. pansitopenia. agranulositosis. rasa lemas. dyspnea. insomnia. takikardi. gangguan visual. hipotensi.gagal jantung.Abnormal. vasculitis. nekrosis hati. nefritis. eritema nosodum. depresi sumsum tulang. eosinofili. hematuria. tablet lepas lambat 15-30°C Kontraindikasi Terhadap pasien yang mengalami hipersensitifitas terhadap golongan siprofloksasin dan . angioedema. Sediaan vial disimpan dalam suhu 5-30°C terlindung dari cahaya dan pembeku (freezer). kristaluria. anorexia. rasa malas. reaksi manik. pengenceran 0. kerusakan tendon. perdarahan uretral. Mikrokapsules untuk Suspensi oral: disimpan pada suhu 25°C. eritema multiform. kandidiasis. halusinasi. disfagia. atrial flutter. MI.flatulen. edema tenggorokan. pankreatitis. parestesia. ataksia. hiperglisemia. methemoglobinemia. agitasi. albuminuria. tinitus. hilang rasa. rasa dingin. klinduria. rasa malas. moniliasis. dispepsia (dewasa). migrain. depresi. myastenia gravis. sakit kepala. myoclonus. psikosis. angina pektoris. sindrom stevens-johnson. iritabilitas. bronkhospasmus. paranoia. interstisial nephritis. neuropati perifer. palpitasi. perforasi intestinal. dermatitis eksfoliatif. hipertensi. delirium. Tablet: disimpan pada suhu 30°C. ektopi ventricular. kandidiasis vagina. perpanjangan waktu PT/INR. Tetas mata: disimpan pada suhu 2-25°C. reaksi alergi. hipotensi ortostatik. kandiduria.

hipotensi. kandidiasis. delirium. hipotensi ortostatik. tromboflebitis. nefritis. kandidiasis vagina. eritema nosodum. trombosis serebral. gangguan visual. migrain. toxic epidermal nekrolisis. myoclonus. kromatopsia. nekrosis hati. agitasi. depresi sumsum tulang. myalgia. kegagalan fungsi hati. ataksia. anemia. gangguan pencernaan (anak 3%). gagal jantung. peningkatan serum kolesterol dan trigliserida. nyeri persendian. rasa malas. bronkhospasmus. anafilaksis. paranoia. muntah (anak 5%. klinduria. palpitasi. petenchia. tremor. disfagia. takikardi. anosmia. myastenia gravis. nyeri lambung (anak 3%. Angka Kejadian < 1% : Abnormal. nystagmus. moniliasis. dewasa 1%). vaginitis. gelisah (pemberian IV). reaksi manik. sakit pada dada. MI. . hilang rasa. perdarahan lambung. dewasa 2%). dispepsia (dewasa). albuminuria. Dermatologi : Ruam kulit (anak 2% dewasa 1%). Hepatik : Peningkatan SGOT/SGPT (dewasa 1%). eritema multiform. tinitus. sakit kepala. dermatitis eksfoliatif.flatulen. edema. Lokal : Reaksi pada tempat injeksi (pemberian IV). rasa lemas. hiperglisemia. perpanjangan waktu PT/INR.komponen lain dalam sediaan Efek Samping Angka Kejadian 1-10% : SSP : Kejadian neurologi (anak-anak 2% meliputi gangguan tidur. angina pektoris. dyspnea. hipertensi. edema tenggorokan. parestesia. renal calculi. hiperpigmentasi. jaundice kolestatik. diare (anak 5%. hipertonia. pseudomembranous colitis. halusinasi. pansitopenia. kandiduria. sensitif terhadap cahaya terang. rasa takut. methemoglobinemia. anemia hemolitik. depresi. jaundice. Gastrointestinal : Mual (anak/dewasa 3%). perdarahan uretral. angioedema. kejang. insomnia. rasa malas. dewasa<1%). Saluran pernapasan : Radang saluran pernapasan (rhinitis) anak 3%. kristaluria. fixed eruptions. konstipasi. pusing dan cemas). anorexia.limfadenopati. demam (anak 2%). interstisial nephritis. eosinofili. ARF. rasa dingin. reaksi alergi. sindrom stevens-johnson. iritabilitas. sakit kepala (pemberian IV). agranulositosis. psikosis. hematuria. pankreatitis. ektopi ventricular. neuropati perifer. vasculitis. kerusakan tendon. perforasi intestinal. edema paru. demam. atrial flutter. tendonitis.

Kofein (dari kopi). Jika siprofloksasin dalam bentuk obat lepas lambat. mexiletin. Probenezid kemungkinan meningkatkan kadar siprofloksasin. teofilin. kemungkinan juga siprofloksasin dapat menurunkan kadar fenitoin .Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek: Meningkatkan efek toksik dari substrat CYP1A2 (seperti. ropinirol. mirtazapin. dan warfarin. Jika digunakan dengan foscarnet dapat meningkatkan efek kejang.Terhadap Anak-anak : Siprofloksasin bukan merupakan obat pilihan pertama untuk anak – anak. Jika digunakan dengan kortikosteroid maka akan dapat meningkatkan kerusakan tendon. digunakan 4 jam sebelum makan dan 6 jam setelah makan. sukralfat. metotreksat. gliburid.Dengan Makanan : Makanan (kalsium yang ada dalam sari buah. .Sebaiknya obat digunakan 2 jam sebelum makan atau 6 jam setelah makan. fluvoxamine. Menurunkan efek: Antasida.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . Pengaruh . aminofilin. suplemen elektrolit oral. quinapril. multivitamin dan mineral)kemungkinan menganggu penyerapan siprofloksasin pada saluran cerna akibat efek kation divalen dan trivalen. tidak direkomendasikan (AAP) . ropivacaine. jika dikonsumsi bersamaan dengan siprofloksasin dapat meningkatkan efek detak jantung yang berlebihan atau stimulasi SSP meningkat.Interaksi .Terhadap Ibu Menyusui : Siprofloksasin terdistribusi kedalam air susu ibu. trifluoperazin).

pernah dilaporkan ketika siprofloksasin digunakan bersamaan dengan quinolon lainya. Pengobatan jangka panjang dapat mengakibatkan suprainfeksi. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (2 jam sebelum makan atau 6 jam setelah makan). tes fungsi ginjal. ClCr) Fungsi hepar (SGOT. Tetes Mata. Reaksi hipersensitifitas gawat seperti anaphilasis pernah terjadi jika pengobatan dengan golongan quinolon lainya. harap menghubungi apoteker. perlu monitoring terhadap pasien yang diketahui mempunyai kelainan pada SSP. diare atau respon hipersensitivitas. Salep. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. Tablet. Injeksi. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. maka sebaiknya siprofloksasin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. Kerusakan tendon. SGPT) Bentuk Sediaan Infus.. Tablet Lepas Lambat Peringatan Kemungkinan dapat meningkatkan respon SSP. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. seperti mual. Mekanisme Aksi Menghambat DNA-girase pada organisme yang sensitif .Terhadap Hasil Laboratorium : Kemungkinan dapat berpengaruh terhadap hasil pengukuran: tes fungsi hati. menghambat relaksasi superkoloid DNA dan memicu kerusakan untai gandai DNA . CBC (cell blood count) Parameter Monitoring CBC Renal (BUN. maka harap menghubungi dokter. . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi.

Bufacetin .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . C11H12Cl2N2O5 Kloramfenikol mengandung tidak kurang dari 97. Daftar Pustaka Drug information hand book. http://dinkes. dalam aseton dan dalam etil asetat.Alchlor . 2005 Farmakope Indonesia IV. mudah larut dalam etanol.id/index.0% dan tidak lebih dari 103. fungsi hati selama pemakaian obat. 2006. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. fungsi ginjal. Memantau pasien yang mendapatkan obat lain seperti teofilin dan siklosporin dengan memantau CBC. Kelarutan: sukar larut dalam air. dalam propilen glikol.Cendofenikol .Sifat Fisikokimia : D-treo-(-)-2. 1995.html Tiamfenikol Deskripsi .0% C11H12Cl2N2O5 Pemeriaan: hablur halus berbentuk jarum atau : lempeng memanjang.2-Dikloro-N-[ß-hidroksi-alfa-(hidroksimetil)-pnitrofenetil]asetamida[56-75-7]. (DIH).tasikmalayakota. AHFS DRUG.Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat.go. putih hingga putih kelabu atau putih kekuningan.php/informasi-obat/372-siprofloksasin. .Nama & Struktur Kimia .Armacort .

Imfarmycetin . obat ini tidak cocok untuk penggunaan sistemik.Neophenicol .Albucetine .Uniphenicol . .Naxogin Complex .Isotic Salmicol . H.Otolin .Decacetine .Indoson .Cendomycos .Microtina . Dosis maksimal: 4 g/hari.Heromycetine .Sakamycetin .Kemiderm .Hufamycetin .Ribocin .Megacetine .Cendomycetine . dan Rickettsia.Chloramex .Grafacetin . Infant: >30 hari dan anak : 50-75 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam.Fenicol . Obat ini seyogyanya dicadangkan untuk infeksi berat yang diakibatkan oleh bacteriodes.Neophenicol .Cymacetine . Karena toksisitasnya.influenzae.Mediclor .Enkacetyn .Kemicort Forte .Kemicort .Licoclor . Neisseria.Suprachlor .Citophenicol . meningiditis. Cara Pemberian dan Lama Pemberian DOSIS ANAK: Meningitis: IV.Salmonella.Solacort .Chloracol .Magnaclor .Erlamicetin .Kloramixin D .Erlamicetine .Vanquin dan Vanquin Plus .Kemicetine .Combicetin .Klorfeson .Chlorbiotic .Mecocetin .Farsycol .Novachlor .Colsancetine .Chloramfecort .Colipred .Kloramixin . Infant: >30 hari dan anak : 50-100 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam Infeksi lain: IV.Solachlorx .Empeecetin .Chloramfecort H .Suprachlor .Lanacetine .Pimicetin Syr .Particol .Solachlor .Varicetin .Colme .Zenichlor ..Etagemycetin . Dosis.Megachlor . namun bersifat toksik.Novachlor .Xepanicol Indikasi Merupakan antibiotik dengan spectrum luas.Itramicetin .Colcetin .Emkapeni .Mefamicetin .Cloramidina . kecuali untuk penggunaan diatas.Kemocol .Erlamicetine Plus .

Stabilitas Penyimpanan Simpan obat pada suhu kamar. Ikatan protein: 60% Metabolisme: utamanya melalui hati (90%) menjadi metabolit tidak aktif dengan melalui mekanisme glukoronidasi. Efek Samping Tiga efek samping terbesar yang diakibatkan oleh kloramfenikol antara lain : 1. Penyesuaian dosis: jika diketahui menderita kerusakan hepar. kloramphenikol sodium suksinat dihidrolisa dengan mekanisme esterisasi sehingga menjadi bentuk aktif. sebuah reaksi idiosikratik yang dapat terjadi dari manapun rute pemberian . hasil pencampuran obat dapat bertahan selama 30 hari.3 jam. End-stage Gangguan ginjal :3-7 jam. dapat menembus placenta.6-3. cairan obat yang dibekukan kemungkinan akan dapat bertahan selama 6 bulan. maka sebaiknya tidak menggunakan obat. meningitis inflamasi >66%. Farmakologi Distribusi: keseluruh jaringan dan cairan tubuh. T½ eliminasi: fungsi ginjal normal: 1. dalam cairan serebrospinal : normal meningitis 66%.DOSIS DEWASA: 50-100 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam. Makimum dosis harian 4 g/hari. Eksresi: urin (5-15%). Anemia aplastik. Cara pemberian: jangan diberikan I.M. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap kloramfenikol atau terhadap komponen lain dalam obat. masuk dalam ASI. dapat diberikan IV kurang dari 1 menit dengan konsentrasi 100 mg/mL atau IV intermittent infuse lebih dari 15-30 menit dengan konsentrasi akhir <20 mcg/mL. karena akan meningkatkan toksisitas obat. gunakan hanya jika cairan masih jernih. Sirosis:1012 jam.

koma dan kematian. stomatitis.Dengan Makanan : Kemungkinan akan menurunkan absorbsi obat pada intestinal Pengaruh . ini terjadi jika kadar serum darah >25 mcg/mL dan bersifat reversible ketika kloramfenikol dihentikan. Menurunkan efek: fenobarbital dan rifampisin kemungkinan menurunkan efeknya. urtikaria. . tapi ini belum cukup terbukti dalam penelitian selanjutnya. reaksi hipersensitifitas. kemungkinan diakibatkan oleh akumulasi obat dalam darah akibat adanya kerusakan pada hati dan ginjal pasien. Dermatologi : Angioderma. mata gelap (delirium). sianosis.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. dan antikoagulan oral. 3. Dalam penelitian sampel hewan uji terdapat embriotoksik dan teratogenik. depresi.Dengan Obat Lain : Sitokrom P450: menghambat CYP2C8/9 (penggunaan mingguan).obat. Gray síndrome ini ditandai dengan collapse. 3A4 (penggunaan mingguan). Efek samping lainya : SSP : Bingung. Meningkatkan efek toksis: kloramfenikol meningkatkan efek dari klopropramid. fever. Ocular : optic neuritis. 2. mual. . ruam. Interaksi . asidosis. enterokolitis. Bone marrow suppresión. Lain-lain : Anaphilaksis. Gastrointestinal : diare. sakit kepala. depresi myokardial. glossitis. muntah. fenitoin. biasanya terjadi 3 minggu sampai 12 bulan setelah pemberian obat. Anemia dan neutropenia kemungkinan akan terjadi pada minggu pertama penggunaan obat. Ini dapat terjadi jika kadar konsentrasi darah > 50 mcg/mL.

AAP tidak merekomendasikan. maka sebaiknya kloramfenikol digunakan dalam dosis . Kejadian serius hingga fatal berupa dyscrasias akibat penggunaan jangka pendek maupun panjang termasuk juga melalui penggunaan topikal. Penggunaan pada bayi dapat mengakibatkan gray baby síndrome yang dapat berakibat fatal.Terhadap Ibu Menyusui : Dapat di ekresikan kedalam air susu ibu. ClCr) Bentuk Sediaan Injeksi. SGOT) Renal (BUN. Hati – hati jika digunakan pada pasien defisiensi glucosa 6-phosfat dehidrogenase.Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan lebih dari 2 minggu Dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium : CBC. AAP tidak merokomendasikan . . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. Trombosis) Liver (SGPT. Parameter Monitoring CBC (Hb. Serbuk Suspensi Oral Peringatan Hati – hati jika digunakan pada pasien yang tenderita gangguan hepar dan gagal ginjal. Kurangi dosis jika digunakan pada pasien penyakit hati. Kapsul.. Penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan suprainfeksi. liver dan ginjal.Terhadap Anak-anak : Dapat menyebabkan gray baby síndrome.

http://dinkes. harap menghubungi apoteker. maka harap menghubungi dokter. AHFS DRUG.3 . Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). diare atau respon hipersensitivitas.Sifat Fisikokimia . (DIH).2 . sangat sedikit larut dalam diklorometan.dan rentang waktu yang telah ditetapkan. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat.Nama & Struktur Kimia . sehingga hal ini akan menghambat sintesis protein sel bakteri. Mekanisme Aksi Secara reversibel berikatan dengan 50S subunit ribosom pada organisme yang sensitif untuk menghambat terjadinya mekanisme transfer asam amino yang dibutuhkan untuk pembentukan rantai peptida.id/index. seperti mual. Evaluasi jika timbul tanda munculnya ESO obat. C19H15NaO4 Serbuk higroskopik berwarna putih.php/informasi-obat/389-tiamfenikol.8. Daftar Pustaka Drug information hand book.go.tasikmalayakota. 2006.html Warfarin Deskripsi . 1995.Keterangan : : Na-2-oxo-3[(1 RS)-3-oxo-1-phenylbutyl]2H-1-benzopiran-4-olate. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. Sangat mudah larut dalam alkohol dan larut dalam aseton. 2005 Farmakope Indonesia IV. Memonitor kepatuhan pasien dalam menggunakan obat. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. : Larutan 1% dalam air mempunyai pH : 7. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat.

Dosis. Farmakologi Onset kerja : antikoagulan oral : 36-72 jam. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral dan anak : 0. dosis pemeliharaan biasanya 2-10 mg setiap hari (mungkin diperlukan dosis loading dan pemeliharaan di luar pedoman ini). fungsi kardiak. pasien lanjut usia. Durasi 2-5 hari Absorpsi : cepat . antikoagulasi konsisten akan sulit untuk dipertahankan pada anak< 5 tahun.Golongan/Kelas Terapi Obat Yang mempengaruhi darah Nama Dagang . gizi buruk. Dosis awal yang lebih tinggi dapat diberikan untuk pasien tertentu (misalnya pasien yang menerima agen penginduksi enzim). gagal jantung kongestif. status nutrisi.Warfarin Eisai . risiko pendarahan). embolism pulmonari dan disorder thromboembolik. Awali dengan dosis 5-10 mg/hari.05 .0. Dosis awal yang lebih rendah diperlukan pasien dengan gangguan fungsi hati. risiko pendarahan dan pasien yang lemah kondisinya. Dewasa : dosis awal tergantung individu (pertimbangkan pasien dengan gangguan fungsi hati. bayi < 12 bulan memerlukan dosis sama dengan atau mendekati rentang ini.34 mg/kg/hari. atrial fibrilasi dengan risiko embolism dan sebagai tambahan pada profilaksis embolism sistemik setelah infark miokardiak. terapi lanjutan.Simarc 2 Indikasi Profilaksis dan terapi thrombosis vena.

hipersensitifitas dan reaksi alergi. tempat pendarahan yang tidak diketahui yang dapat diatasi dengan antikoagulasi. kram perut. riwayat pendarahan diastesis. nyeri. eklampsia dan pre-eklampsia. penyakit hepatik parah. sakit abdominal. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada tempat kedap udara. malaise. pendarahan intestinal. dermatitis. lethargi. prostatektomi. hemoragi. 2C19 (lemah). allopurinol. pendarahan. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap warfarin atau komponen lain dalam sediaan. muntah. hemoragi serebrovaskular. Efek Samping Antikoagulan. anoreksia. osteoporosis. aborsi. bervariasi antar individu. kehamilan. riwayat nekrosis yang diinduksi warfarin.7 mL air steril. demam. sakit kepala. agranulositosis. luka pada hati. urtikaria. rash. anuerism. Inhibit : CYP2C8/9 (sedang). 2C8/9 (mayor). operasi mata atau saraf. antifungi . alopesia. diare. pusing. asthenia. Meningkatkan efek/toksisitas : Asetaminofen. gangguan rasa. hemoragi. Setelah direkonstitusi dengan 2. leukopenia. 2C19 (minor). perikarditis atau efusi perikardial. ulkus mulut. mual. flatulens. visceral carcinoma. epitaksis. hematuria. sediaan stabil selama 4 jam pada suhu kamar. setelah punktur spinal dan diagnostik lain atau prosedur terapi untuk pendarahan signifikan. hipertensi tidak terkontrol. pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan.edema. pasien tidak patuh.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450 : Substrat CYP1A2 (minor). pendarahan pada kolon. anestesia blok lumbar regional atau operasi besar lainnya. rata-rata 40 jam. androgen. pernapasan. hemofilia. Interaksi . defisiensi asam askorbat. vasculitis.Metabolisme : dihati. 3A4 (minor). terhindar dari sinar matahari. stroke. syok hemoragi. pruritus. poliartritis. endokarditis bakteri sub akut. jaundice. hematoma retroperitonial. peningkatan transaminase. T½ eliminasi : 20-60 jam. trombositopenia purpura. amiodaron. leukemia. parethesia.

inhibitor HMG CoA reduktase. hematokrit Bentuk Sediaan . .(imidazol). ropirinol. voriconazol. fluorourasil. griseofulvin. azatioprin. antibiotik kuinolon. merkaptopurin. inhibitor CYP2C8/9 (sedang/kuat). sulfinpirazon.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Protrombin time (PT). nafsilin. obat inflamasi non steroid. aprepitant. .Terhadap Anak-anak : - . barbiturat. tigesiklin.Terhadap Ibu Menyusui : Warfarin tidak didistrubusikan ke dalam air susu. E. leflunomida. zafirlukast dan zilueton. Pengaruh . karbamazepin. vitamin A. kuinidin. capecitabin.Dengan Makanan : Hindari penggunaan etanol : etanol menurunkan metabolisme warfarin dan meningkatkan PT. derivat sulfonamida. treprostinil. Penurunan efek : Aminoglutetimida. sefalosporin. ifosfamida. etoposida.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko : X . hanya metabolitnya yang didistribusikan ke dalam air susu. fenitoin. salisilat. agen anti thyroid. derivat rifamisin dan sulfasalazin. inhibitor pompa proton (omeperazol).antibiotik makrolida. propoksifen. metronidazol. efek antikoagulan warfarin akan menurun dengan adanya makanan mengandung vitamin K. vitamin E meningkatkan efek warfarin. propafenon. derivat tetrasiklin. antidepresan trisiklik. bosentan. glutetimida. Jus cranberry akan meningkatkan efek warfarin. simetidin. hormon kontrasepsi. inducer CYP2C8/9 (kuat). disulfiram. orlistat. flukonazol. dikloksasilin. inhibitor COX-2. fitonadion. glukagon. produk tiroid.

VII. hidung ataupun anggota tubuh lainya. IX. Selama mempergunakan obat ini jangan minum minuman yang mengandung alkohol. perikarditis atau efusi perikardial. leukemia. Pergunakan obat ini benar-benar sesuai dengan petunjuk dokter. endokarditis bakteri sub akut. penyakit hepatik parah. pendarahan pada kolon. kehamilan. hemofilia. eklampsia dan pre-eklampsia. pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan. pernapasan. pasien tidak patuh. Obat ini untuk mencegah pembekuan darah 2. Sebaiknya dipergunakan obat dari merek yang sama jangan mengganti dengan merek yang lain. 6. operasi mata atau saraf. X) di hati. hipertensi tidak terkontrol. . pendarahan baik dari mulut. setelah punktur spinal dan diagnostik lain atau prosedur terapi untuk pendarahan signifikan. anuerism. Segera ke dokter bila terjadi diare. Lakukan kontrol darah secara teratur karena akan dapat menentukan pemakaian dosis yang tepat. 4. defisiensi asam askorbat. hemoragi serebrovaskular. hemoragi. 7. riwayat nekrosis yang diinduksi warfarin. aborsi. Jangan mempergunakan obat lain selama penggunaan obat ini. prostatektomi. visceral carcinoma. 3. Jangan dipakai berlebihan tanpa petunjuk dokter karena akan terjadi perdarahan. riwayat pendarahan diastesis. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1. 5. Mekanisme Aksi Mempengaruhi sintesis faktor koagulasi yang tergantung vitamin K (II.Tablet 5 mg Peringatan Hipersensitif terhadap warfarin atau komponen lain dalam sediaan. poliartritis. anestesia blok lumbar regional atau operasi besar lainnya. Mintalah petunjuk dan persetujuan dokter bila harus menggunakan obat lain. trombositopenia purpura.

Asiklovir natrium mengandung 4. Maksimum kelarutan obat adalah >100 mg/mL pada air dengan suhu 25°C.Nama & Struktur Kimia . Secara komersial.14th edition.5 mg/mL.Sifat Fisikokimia : 9-[(2-hidroksietoksi)metal]guanine.0% C8H11N5O3 dihitung terhadap zat anhidrat. 34th edition. Asiklovir berupa serbuk kristal putih dan mempunyai tingkat kelarutan 2. pKa 2. 2006 http://dinkes.php/informasi-obat/406-warfarin.27 dan 9.tasikmalayakota. obat tersedia juga : dalam bentuk injeksi dengan bentuk asiklovir natrium dengan bentuk serbuk kristal putih.25.2 mEq natrium per gram asiklovir.5 mg/mL dalam air pada suhu 25°C. larut dalam air.go. tetapi pada pH psiologis dan suhu normal tubuh 37°C obat hampir tidak mengalami ionisasi sehingga maksimum kelarutan obat adalah 2.id/index. . C8H11N5O3 Mengandung tidak kurang dari 98. 2005 Lexi-Comp's Drug Information Handbook .Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Martindale.0% dan tidak lebih dari 101.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi .html Asiklofir Deskripsi .

.Nama Dagang .Clinovir .Acifar .Danovir . GENITAL HSV: I. HSV encephalitis.Scanovir .Anak>=12 tahun dan dewasa 10 mg/kg/dosis atau 500 mg/m²/dosis setiap 8 jam selama 7 hari.Topikal. 3.20mg/kg/dosis setiap 8 jam selama 7 hari. Dosis.Virpes . herpes labialis (cold sores). Infeksi kronik: 400 mg dua kali/hari atau 200 mg 3-5 kali/hari selama 12 bulan dan diikuti dengan mengevaluasi perkembangan pasien. herpes zoster (shingles).Vyrono .Vireth . 2. I.Vircella .Clovika . 1.Tyrus . Note: Pada pasien Obesitas.Poviral . HERPES LABIALIS: Topikal: anak >=12 tahun dan dewasa : Cream: digunakan 5 kali/hari selama 4 hari.Zumasid Indikasi Untuk pengobatan genital herpes simplek virus (HSV). dewasa:dosis awal.Vircovir . HERPES ZOSTER: Oral: Dewasa: 800 mg setiap 4 jam (5kali/hari) selama 7-10 hari.V : anak < 12 tahun.Virdam .Matrovir . Cara Pemberian dan Lama Pemberian A.Azovir .Virpes Cream .Herpiclof .Virtaz .Clopes .Quavir .Zovirax .Zoter .V: anak: > 12 tahun dan dewasa (immunocompetent). dosis disesuaikan dengan menghitung bobot ideal pasien. HSV pada pasien immunokompromise. varicella – zoster (chickenpox). 400 – 1200 mg/hari dalam 2-3 dosis terbagi juga dapat direkomendasikan. Oral:Anak: dosis awal: 40-80 mg/kg/hari terbagi dalam 3-4 dosis terbagi untuk 5-10 hari (maksimum 1 g/hari. oleskan pada permukaan. gawat:5mg/kg setiap 8 jam untuk 5-7 hari. dosis permulaan.Inavir . kronis:80mg/kg/hari dalam 3 dosis terbagi (maksimum 1g/hari) dievaluasi setelah 12 bulan pengobatan Dewasa: dosis awal dan recurrence : 200 mg set. Dosis Berdasarkan Indikasi Obat. neonatal HSV.Dumophar .

ClCr <10 mL/menit/1.5-2 jam. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung.4. T½ (waktu paruh): terminal: bayi. Bioavailabilitas: oral: 10-20% pada keadaan fungsi ginjal masih normal (bioavailabilitas menurun seiring peningkatan dosis obat). Stabilitas Penyimpanan Kapsul. Pencampuran: asiklovir 500 mg dengan SWFI 10mL. B.73 m² : diberikan dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam.Anak >40 kg dan Dewasa: 800 mg/dosis 4 kali/hari selama 5 hari. dapat juga diberikan 200 mg setiap 12 jam. vagina.V.VARICELLA-ZOSTER (chickenpox): Oral: Anak >=2 tahun dan robot <=40 kg: 20 mg/kg/dosis (ditingkatkan sampai 800mg/dosis). ClCr 10-25 mL/menit/1. anak-anak 1-12 tahun : 2-3 jam. Farmakologi Absorbsi: oral: 15-30% Distribusi: Vd: 0.V: ClCr 25-50 mL/menit/1. 4 jam. Dosis Berdasarkan Penyesuaian Fungsi Ginjal Oral:ClCr 10-25 mL/menit/1. tablet: simpan pada suhu kamar. 4 kali/hari selama 5 hari.dapat diberikan 800 mg setiap 8 jam.73 m2: dosis normal 800 mg setiap 4 jam. uterus.8 L/kg (63. dalam serum: antara 1. Cream. 200 mg setiap 8 jam atau 400 mg setiap 12 jam.Anak >=1 tahun dan dewasa 1500mg/m²/hari terbagi setiap 8 jam atau 10mg/kg/dosis setiap 8 jam selama 7-10 hari. I.73 m² : diberikan dosis yang direkomendasikan setiap 12 jam. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) simpan pada tempat kering. Injeksi: simpan serbuk obat pada suhu kamar. CSF) Ikatan protein: 9-33%. Pemberian dosis normal 800 mg setiap 4 jam. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung. . T max. dewasa : 3 jam. I. Metabolisme: diubah oleh enzim virus menjadi asiklovir monofosfat dan kemudian diubah menjadi difosfat kemudian trifosfat (bentuk aktif) oleh enzim sel. hati. ginjal.dapat juga diberikan 800 mg setiap 12 jam.6 L) tersebar luas (otak.73 m²: Pemberian dosis normal: 200 mg setiap 4 jam.73 m² : diberikan 50% dari dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung. suspensi: simpan pada suhu kamar.Anak <1 tahun: 10 mg/kg/dosis setiap 8 jam untuk 7-10 hari. Ekskresi: Urin (62-90% sebagian dalam bentuk utuh dan metabolitnya). ClCr <10 mL/menit/1. paru-paru. Ointment: simpan pada suhu kamar.

intravascular coagulopathy. delirium. toksik epidermal nekrolisis. 1-10% : Dermatologi : Pruritus. Interaksi . hypotensi. necrosis jaringan lokal. gagal ginjal akut.10% : Sistemik Parentral : Dermatologi : Gatal-gatal dengan bintik-bintik merah (hives) (2%). gagal ginjal. penurunan konsentrasi. leukositosis. ataksia. leukocytoclastic vaskulitis. myalgia. lymfadenopati. sakit tenggorokan. koma. Hasil rekonstitusi obat akan dapat bertahan selama 12 jam pada suhu kamar. pruritos. desquamation. neutropilia. diare (2-3%). anemia. sindrom Stevens – Johnson. somnolence. anafilaksis. Satu pencampuran dalam infus dapat digunakan kurang dari 24 jam. Untuk infus intravena: dilarutkan dalam cairan dengan konsentrasi <=7mg/ml. urticaria. parestesia. dysarthria. hyperbilirubinemia. bibir kering. Topikal : > 10% : Dermatologi : Nyeri sedang. muntah (3%). fever. tremor. rasa malas. itching Bentuk sedíaan lain : < 1%. Jangan menggunakan hasil pengenceran obat jika terdapat endapan. Kontraindikasi Kontraindikasi buat pasien yang mengalami reaksi hipersensitifitas pada asiklovir dan turunannya.Dengan Obat Lain : Anti jamur: ampoterisin B melawan efek asiklovir (pseudorabies) jika diberikan secara bersamaan. seizure. bingung. trombositopenia. angiodema.hepatitis. peningkatan kreatinin (5-10%). Efek Samping Sistemik Oral : > 10% : CNS : Malaise (12%) GI : Mual (2-5%).jangan menggunakan air yang bebas bakteri yang terkontaminasi dengan benzil alkohol dan paraben. diare. ruam (rash) (2%). jaundice. hematuria. seperti tersengat. leukopenia. fotosensitisasi. gangguan GI. hemolisis. rasa terbakar. depresi mental. 1% . GI : mual dan muntah (7%). anoreksia. psikosis. ketokonazol dan aciclovir mempunyai efek sinergis untuk melawan . gatal-gatal (itch) (2%). gangguan penglihatan visual. erythema multiform. insomnia. agitasi. Konsentrai > 10mg/ml dapat meningkatkan potensi terjadinya plebitis. Nyeri perut. Renal : Peningkatan BUN (5-10%). encephalopaty. peripheral edema. halusinasi. alopecia. Hepatic : Dapat meningkatkan hasil pada parameter pemeriksaan laboratorium (1-2%) Local : Inflamasi pada tempat injeksi (plebitis) (9%). fatigue.

virus herpes tipe 1 dan 2. karena terjadi penurunan pengeluaran asiklovir lewat ginjal. gangguan ginjal.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B.Dengan Makanan : Makanan tidak mengganggu absorbsi asiklovir. Krem. Hati – hati untuk pasien lanjut usia. . leukositosis vaskulitis. Metotreksat: penggunaan asiklovir IV bersamaan dengan metotreksat harus mendapatkan perhatian. dan efikasi asiklovir untuk anak dibawah 2 tahun belum diketahui secara pasti. leukopenia. tetapi dengan pengawasan dan jika benar – benar dibutuhkan. tetapi efeknya secara klinis belum diketahui. trombocytopenia purpura / hemolitic uremia síndrome (TTP/HUS) karena belum banyak informasi yang tersedia. Zidavudin: jika diberikan secara bersamaan. Serum Kreatinin. CBC Bentuk Sediaan Kapsul.Terhadap Hasil Laboratorium : Renal : meningkatkan nilai BUN dan konsentrasi serum kreatinin. dapat meningkatkan efek toksis dari asiklovir. . tidak menunjukkan efek yang signifikan berpengaruh pada kehamilan. Parameter Monitoring Urinalisis. Probenezid: jika diberikan bersamaan dengan asiklovir t ½ obat dan meningkatkan konsentrasi dari asiklovir. Dapat diberikan saat ibu menyusui. Tablet. anemia. . Ointment. Pengaruh . Hasil tes lain : meningkatnya hasil uji fungsi liver. BUN. Hematologi : trombositopenia. atau pasien yang mendapatkan obat nefropati lainnya. . Obat ini mampu menembus plasenta. .Terhadap Anak-anak : Keamanan. hiperbilirubinemia. Injeksi Peringatan Hati – hati jika diberikan pada pasien dengan keadaan immunocompromi. Interveron: berefek sinergisme terutama untuk mengobati virus herpes tipe 1.Terhadap Ibu Menyusui : Dari hasil penelitian antara tahun 1984-1999. Suspensi. tetapi pada hewan uji tidak menunjukkan adanya efek teratogenik. Enzim hati.

1995. Lamanya pasien menggunakan obat.php/informasi-obat/221-asiklofir. AHFS DRUG. Munculnya ESO dan keluhan lain selama pasien menggunakan obat.tasikmalayakota. 2006.id/index. Menggunakan obat sesuai jadwal yang telah diberikan jika obat digunakan dengan obat lain yang berpotensi memicu munculnya interaksi obat yang merugikan. serta munculnya gejala – gejala kelainan pada kulit jika obat digunakan untuk penggunaan topikal. Mekanisme Aksi Asiklovir diubah menjadi asiklovir monofosfat oleh virus – spesifik timidinekinase.Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Menganjurkan pasien untuk menggunakan obat sesuai yang tertera dalam etiket obat atau sesuai yang telah dianjurkan oleh dokter dan apoteker. 2005 Farmakope Indonesia IV. http://dinkes. Asiklovir trifosfat kemudian bekerja menghambat sintesis DNA dan replikasi virus dengan cara berkompetisi dengan dioksiguanosis trifosfat pada DNA polimerase virus dan kemudian menyatu kedalam DNA virus. Daftar Pustaka Drug information hand book.html Epinefrin Deskripsi . (DIH). Monitoring Penggunaan Obat Jadwal dan kepatuhan pasien menggunakan obat.go. seperti rasa mual (untuk IV dan oral). Mengenali munculnya ESO. yang kemudian lebih lanjut mengubahnya menjadi asiklovir triphosfat oleh enzim selular lainya.

dapat diulang bila perlu tiap 10-15 menit untuk anafilaksis. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Injeksi parenteral. Obat ini merupakan katekolamin endogen dengan aktivitas pada medula adrenal. harus digunakan rute IV. Dosis. mudah larut dalam : air. bila perlu dapat diulang tiap 5-15 menit.5 mcg/kg/menit infus IV. Farmakologi .3 mg/m2 SC.25 mg IV (diencerkan 1:10.1 mg IV pelan-pelan dalam waktu 5-10 menit (diencerkan 1:100.5 mg SC atau IM.. Dosis 0.3-0.Keterangan : Epinefrin terdapat dalam kelenjar adrenal atau dapat dibuat secara sintetis. sedikit larut dalam etanol. Anak-anak dan bayi : 0. Dosis tunggal maksimal 1 mg. Atau.Sifat Fisikokimia : Epinephrine. Golongan/Kelas Terapi Antialergi Nama Dagang Indikasi Pengobatan anafilaksis berupa bronkospasme akut atau eksaserbasi asthma yang berat.01 mg/kg atau 0. Pada kasus syok yang berat. 0.1-0.000) pelan-pelan dalam waktu 5-10 menit. atau tiap 20 menit hingga 4 jam untuk asthma.5 mg). bila perlu dapat diulang setelah 20 menit hingga 4-jam (dosis tunggal maksimal: 0.000) diikuti 0. . dan diikuti pemberian infus IV 1-4 mcg/menit. praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.1-1.Nama & Struktur Kimia . Bentuk levorotatori isomer 15X lebih aktif dibanding bentuk dekstrorotatori. Dewasa : 0. C9H23NO3 Epinefrin berbentuk mikrokristalin berwarna putih.

morphine. jumlah kecil dalam bentuk tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Penyiapan infus IV : Encerkan 1 mg dalam 250 mL D5W atau NS (4 mcg/mL). thiopental. diltiazem. hydrocortisone sodium succinate. furosemide. obat dalam sirkulasi mengalami metabolisme di hepar. Stabil dalam : dextran 6% dalam dextrose. cisatracurium. fentanyl. calcium chloride. Kecepatan pemberian awal 1 mcg/menit dan naikkan hingga efek yang dikehendaki. midazolam. lorazepam. NS. vitamin B complex with C. phytonadione. sodium bicarbonate. mephentermine. heparin. dopamine. calcium gluconate. furosemide. Penyimpanan : Epinefrin peka terhadap udara dan cahaya.Farmakodinamika/Kinetika : Onset : Bronkodilatasi : SC : 5-10 menit. norepinephrine. D51/2NS. bupivacaine. metaraminol. nicardipine. dan sulfat dan derivat hidroksi asam mandelat. ranitidine. D51/4NS. dobutamine. D5NS. verapamil. inkompatibel dengan natrium bikarbonat 5%. Pemberian melalui Y-site : Kompatibel : Atracurium. hydromorphone. milrinone. cimetidine. D10NS. potassium chloride. pancuronium. Metabolisme : diambil oleh saraf adrenergik dan dimetabolisme oleh monoamine oxidase dan catechol-o-methyltransferase. Inhalasi : 1 menit. propofol. Oksidasi akan mengubah warna larutan menjadi merah . floxacillin. labetalol. Ekskresi : Urin (sebagai metabolit inaktif metanefrin. hyaluronidase. dextran 6% dalam NS. D5LR. D5W. remifentanil. dobutamine. Kompatibilitas pencampuran : Kompatibel : Amikacin. Inkompatibel : Aminophylline. D10W. inamrinone. LR. warfarin. Inkompatibel : Ampicillin. famotidine. fentanyl. vecuronium. levofloxacin. nitroglycerin. ranitidine.

potensial proaritmia. fenilefrin. dan genitalia. infark miokard akut) dilatasi jantung dan aritmia jantung (takikardi). flushing. pusing. vasokonstriksi. Epinefrin. . hipertensi. palpitasi. Jangan digunakan bila terjadi perubahan warna atau terdapat endapan. epinefrin kontraindikasi mutlak pada closed-angle glaucoma karena dapat memperparah kondisi ini. kronotropik. pallor. peningkatan kebutuhan oksigen.Dengan Obat Lain : Karena epinefrin merupakan obat simpatomimetik dengan aksi agonis pada reseptor alfa maupun beta. salmeterol dan terbutalin. dan vasoaktivitas) dapat memperparah kondisi ini. ritodrin. isoproterenol. hidung. peningkatan kebutuhan oksigen miokard. Hindari ekstravasasi epinefrin. Epinefrin jangan disuntikkan ke dalam jari tangan. Gastrointestinal : tenggorokan kering. ibu jari. aritmia jantung. nyeri dada. xerostomia. harus digunakan hati-hati bersama obat simpatomimetik lain karena kemungkinan efek farmakodinamik yang aditif. Kontraindikasi Meskipun diindikasikan untuk open-angled glaucoma. insomnia. muntah. ektopi ventrikuler.Dengan Makanan : Epinefrin tidak digunakan melalui oral . karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan da/atau gangren atau reksi injeksi setempat di sekitar suntikan. Juga hati-hati digunakan pada pasien yang menerima obat-obat seperti: albuterol. terutama bila diberikan IV. insufisiensi pembuluh koroner jantung. dopamin.. SSP : Ansietas. norepinefrin. dobutamin. pseudoefedrin. kematian mendadak. takikardi (parenteral). dapat menyebabkan nekrosis jaringan karena terjadi vasokonstriksi pembuluh kapiler. Genitourinari : Retensi urin akut pada pasien dengan gangguan aliran kandung kemih. angina. penyakit arteri koroner (mis. kontraindikasi mutlak pada syok selain syok anafilaksi. mual. Gangguan kardiovaskuler yang kontraindikasi epinefrin misalnya syok hemoragi.jambu kemudian coklat. yang kemungkinan tidak diinginkan. fenilpropanolamin. Interaksi .. Efek epinefrin pada kardiovaskuler (mis. metaproterenol. sakit kepala. Efek Samping Kardiovaskuler : Angina.

mengurangi ambilan glukosa oleh jaringan dan menghambat pelepasan insulin dari pankreas.Pengaruh . . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Gunakan obat sesuai anjuran. pandangan kabur atau sulit buang air kecil. iritasi bronkial atau batuk. tremor atau lemah. keringat berlebihan. Bagaimanapun. obat ini dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cara meningkatkan glikogenolisis di hepar. Hati-hati penggunaan epinefrin pada pasien hipertensi karena risiko menambah berat penyakit. jadi pemaparannya terbatas. tetap harus hati-hati jika diberikan pada ibu menyusui. epinefrin akan rusak di dalam saluran pencernaan bayi.Terahadap Kehamilan : Klasifikasi kehamilan untuk epinefrin adalah kategori C. 'Hati-hati penggunaan epinefrin pada pasien DM. Ampul 1mg/ml Peringatan Epinefrin dikontraindikasikan pada penyakit serebrovaskuler seperti arteriosklerosis serebral atau 'organic brain syndrome' karena efek simpatomimetik (diduga alfa) pada sistem serebrovaskuler dan potensial perdarahan otak pada penggunaan IV. PFTs Bentuk Sediaan Injeksi.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring EKG pada pasien yang mendapat epinefrin IV. Epinefrin kontraindikasi mutlak sewaktu proses kelahiran karena merupakan agonis reseptor beta2.Terhadap Anak-anak : . Secara teori. Anda mungkin akan mengalami pusing.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui apakah epinefrin dikeluarkan melalui ASI. muka kemerahan. . Segera lapor dokter bila sulit tidur. yang dapat menunda kelahiran. . nyeri dada atau palpitasi.

dan dilatasi vaskulatur otot skelet.id/index.tasikmalayakota.php/informasi-obat/251-epinefrin. 2-{4-[3-(2-trifluoromethylphenothiazine10yl)propyl]piperazin-1-yl}.Nama & Struktur Kimia . dosis kecil berefek vasodilatasi melalui reseptor beta2-vaskuler.Sifat Fisikokimia . Flufenazin HCl adalah kristal putih/hampir putih tidak berbau. dan beta2-adrenergik yang berefek relaksasi otot polos bronki. stimulasi jantung. Daftar Pustaka Lexi-comp http://dinkes.Mekanisme Aksi Menstimulasi reseptor alfa-.Keterangan : : Flufenazina.go. Monitoring Penggunaan Obat Kaji penggunaan obat lain yang diminum pasien terhadap kemungkinan interaksi atau mempengaruhi efektivitasnya. dalam alkohol1:6. :- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang . beta1-. Kelarutan dalam air 1:4. Pantau tanda-tanda vital dan berikan informasi tentang penggunaan obat. dosis besar menyebabkan konstriksi otot polos vaskuler dan skelet. efek samping yang mungkin timbul dan cara mengatasinya.7.html Flufenasin Deskripsi . C22H26F3N3OS.

Farmakologi Onset kerja im. Absorbsi oral bervariasi dan tidak teratur. sebagai dekanoat : 24-72 jam.5 mg dekanoat setiap 3 minggu = 10 mg HCl/hari.Indikasi Mengendalikan gangguan psikotik dan shcizofrenia. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak : Oral : 0. Durasi garam HCl : 6-8 jam. Puncak efek : neuroleptik sebagai dekanoat : 48-86 jam.04 mg/kg/hari.5 mg setiap 2 minggu. dispensing dalam botol/vial amber atau buram. Dosis. hindari sinar. Dekanoat : 163-232 jam. i. Dewasa : psikosis : Oral : 0. 12. T½ eliminasi HCl : 33 jam. Distribusi : menembus plasenta.5-10 mg/hari dibagi dalam beberapa dosis dengan interval 6-8 jam (dosis parenteral 1/3-1/2 dosis oral). masuk ke ASI. Ikatan protein : 91% dan 99%.m. Metabolisme di hati.. Kontraindikasi . Ekskresi lewat urin sebagai metabolit. Stabilitas Penyimpanan Hindari pembekuan. Dekanoat : 12. Larutan dapat diberikan bersama jus buah atau cairan tetapi harus diberikan segera.: 2. im.5-10 mg/hari dibagi dalam beberapa dosis dengan interval 6-8 jam.: sebagai HCl: sekitar 1 jam. beberapa pasien mungkin membutuhkan peningkatan dosis sampai 40 mg/hari.

barbiturat. Mungkin terjadi reaktivitas silang antara fenotiazin. hiper/hipotensi. poliuria. kehilangan selera makan. nyeri payudara. hipnotik-sedatif. Genitourinari : gangguan ejakulasi. hiper refleksia. pusing. ginekomastia. aritmia. galaktoria. Hati : cholestatic jaundice. eksim. tekanan darah berfluktuasi. ropinirol meningkatkan efek flufenasin. penglihatan kabur. salivasi. penyakit hati. Interaksi . Darah : agranulositosis. diskinesia tardif. mimpi aneh. antihipertensif. sakit kepala. Kulit : dermatitis. koma. depresi. Flufenasin memperkuat efek penekanan terhadap SSP dari analgesik narkotik. leukopenia. hepatotoksik. paroksetin. konstipasi. kuinin. etanol. lelah. fotosensitifitas. . urtikaria. enurisis. mikonazol. gelisah. udem. distonia. xerostomia. rash. kerusakan otak subkortikal. seborea. Flufenasin dapat meningkatkan efek/toksisitas antikolinergik. perubahan kornea dan lensa. impotensi.Hipersensitif terhadap flufenazin atau komponen formulasi lainnya. perubahan libido. delavirdin. perubahan EEG. mengantuk. diskrasia darah. pansitopenia. paralisis kandung urin. kejang. pigmentasi. eosinofilia. Otot-saraf : tangan gemetar. antidepresan siklik. sindroma lupus eritamatosus. peningkatan prolaktin. fluoksetin. glaukoma. Metabolik & endokrin : perubahan siklus menstruasi. Mata : retinopati pigmen.Dengan Obat Lain : InhibiCYP2D6 : chlorpromazin. nontrombositopenik purpura. spasme muka sebelah. udem laring. Efek Samping KV : takikardia. ileus paralitik. eritema. asma. trombositopenia. Saluran cerna : berat badan bertambah. Pernafasan : kongesti hidung. akathisia. amenorea. SSP : parkinsonisme. pergolid. udem serebral. kuinidin. Depresi SSP berat. ritonavir. perubahan pengaturan pusat temperatur tubuh. antihistamin.

glukosa darah puasa/Hgb A1c. status mental. Kombinasi dengan antiaritmia.Terhadap Kehamilan : Dicurigai bersifat teratogenik. . Fenotiasin akan menghambat aktivitas guanetidin. skala normal gerakan yang tidak disadari. merokok akan dapat meningkatkan metabolisme flufenasin di hati. . Pengaruh . gejala ekstrapiramidal. sparfloksacin dan obat-obat yang memperpanjang interval QT akan dapat meningkatkan resiko aritmia. trazodon. indeks berat badan. Kombinasi denagn metoklopramid akan dapt meningkatkan resiko gejala ekstrapiramidal. Penggunaan bersama antidepresan trisklik dapt mengubah respons dan meningkatkan toksisitas. gotu kola (Centella asiatica) valerian akan meningkatkan efek penekanan terhadap SSP. Barbiturat. Kombinasi dengan kavakava (Piper methysticum). pimosid. levodopa dan brokriptin. . asam valproat. .litium.Dengan Makanan : Kombinasi dengan dong quai dan St John's wort (Hypericum perforatum) akan meningkatkan efek penekanan terhadap SSP dan dapat menimbulkan fotosensitivitas. tidak dianjurkan. flufenasin dan antipsikotik potensi rendah lainnya dapat menghambat efek presor epinefrin. cisaprid. Kombinasi flufenasin dengan epinefrin akan dapt menimbulkan hipotensi.Terhadap Anak-anak : Keamanan terhadap anak< 6 tahun belum ditetapkan .Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Gambaran vital : profil lipid.Terhadap Ibu Menyusui : Masuk ke dalam ASI.

mental dan kecemasan. pernafasan. hati-hati pada pasien dengan penyakit : serebrovaskuler. 2. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari. 1 mg. hemodinamik tidak stabil. 25 mg/ml. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/menganggu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. ginjal. kardiovaskuler. atau obat yang menimbulkan penyakit-penyakit tersebut karena dapat menimbulkan hipotensi ortostatik. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk mengobati gangguan emosi. Hati-hati pada penderita yang berresiko menderita pneumonia (misalnya penyakit Alzheimer) karena kemungkinan terjadi dismotil esofagus dan aspirasi. Hati-hati pada penderita kanker payudara atau tumor yang dependen terhadap prolaktin karena mungkin meningkatkan kadar prolaktin. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. 5 mg. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. atau menutupi efek toksik obat lain karena efek anti emetik. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. Hati-hati penggunaan pada pasien penderita: penyakit Parkinson. Hipotensi dapat terjadi terutama pemberian secara im. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. Pemberian injeksi depo dapat memperpanjang reaksi yang tidak dikehendaki. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. .aritmia yang mengancam jiwa. Tablet Sebagai HCl. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. predisposisi kejang.5 mg. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. Mungkin mengubah hantaran di jantung. segera minum obat bila lupa. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain.Bentuk Sediaan Injeksi Sebagai Dekanoat. Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari. Mungkin mengubah pengaturan temperatur tubuh. 10 mg Peringatan Hati-hati digunakan pada gangguan yang menunjukkan depresi SSP karena menimbulkan sedasi. penekanan sumsum tulang.

Kalxetin .HCl : Kristal putih-putih kotor. The United States Pharmacopeial Convention.. Pharmaceuticall Press 2005.Nama & Struktur Kimia .Sifat Fisikokimia .USPDI 17th ed. 34th ed.go. Et.tasikmalayakota.id/index.Courage . Martindale:The complete drug reference. Et.Elizac . Sedikit larut dalam air :- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang . C17H18F3NO.al. Advice for the patient Drug Information in Lay Language .Loep . menekan Reticular Activating System (RAS) sehingga mempengaruhi metabolisme basal.Mekanisme Aksi Memblok reseptor dopaminergik D1 dan D2 di postsinaptik mesolimbik otak. Rand http://dinkes. Lexicomp 2005.php/informasi-obat/262-flufenasin. kesiagaan. drug Information handbook international.html Fluoksetin Deskripsi . temperatur tubuh.Inc. Menekan penglepasan hormon hipotalamus dan hipofisa. LacyCF.al. tonus vasomotor dan emesis Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC.Keterangan : Fluoxetine HCL.

Sirosis : 7. Tmaks 6-8 jam.Andep Indikasi Gangguan depresi major. Dosis 5-10 mg digunakan untuk awal terapi.3 hari. Orang tua : Awal : 10 mg/hari.ZAC . Dewasa : 20 mg/hari pada pagi hari. bulimia nervosa. dapat ditingkatkan sesudah beberapa minggu sebanyak 20 mg/hari maksimum 80 mg/ hari.6 hari. 15-30°C Kontraindikasi . premenstrual disporik Dosis.Nopres . Metabolit : 9. ekskresi melalui urin. dosis tunggal atau dibagi dalam 2 dosis. jangan diberikan pada malam hari kecuali pasien mengalami sedasi. panik. dapat ditingkatkan 10-20 mg tiap beberapa minggu. metabolisme di hati menjadi norfluoksetin yang aktivitasnya sebanding dengan fluoksetin. Kronik : 4-6 hari.. T½ eliminasi 1-3 hari. ikatan protein 05%. Sirosis : 12 hari. Lamanya T½ memperlama reaksi yang tidak diinginkan walau obat sudah dihentikan.Prozac . Farmakologi Diabsorbsi baik. Stabilitas Penyimpanan Simpan di suhu ruang. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak : Depresi : 8-18 tahun10-20 mg dapat ditingkatkan sampai 20 mg/hari sesudah 1 minggu.

Tunggu 5 minggu sesudah penghentian fluoksetin sebelum mulai dengan inhibitor MAO atau 2 minggu setelah penghentian inhibitor MAO sebelum mulai dengan fluoksetin. Efek Samping > 10% : SSP : insomnia. sinusitis. flatulens. hemorhage. hipertensi atau sindroma seretonin. hipertensi. menggigil. SSP : pusing. tioridasin. Genitourinari : sering berkemih. sakit dada. mimpi aneh. selera makan meningkat . saluran cerna: mual. anoreksia. tremor. somnolens. 1-10% : KV : vasodilatasi. Interaksi . Kulit: rash. Pasien pengguna inhibitor MAO. menguap. agitasi. Kombinasi dengan selegilin menimbulkan mania. gangguan tidur. Endokrin & metabolik : abnormal ejakulasi. demam. berat badan turun.Hipersensitif terhadap fluoksetin atau komponen-komponen lain formulasi. sakit kepala. saraf-otot: lemah. nervous. Endokrin & metabolik : penurunan libido.Dengan Obat Lain : Inhibitor MAO non selektif ( fenelzin. . amnesia. xerostomia. cemas. isokarboksid) atau inhibitor MAO lainnya (linezolid) sebaiknya tidak diberikan dengan fluoksetin karena menimbulkan reaksi yang fatal. berfikir abnormal. palpitasi. emosi labil. gejala seperti flu. Pernafasan : faringitis. pruritis. impoten. Mata : penglihatan abnormal. muntah. konstipasi. telinga berdenging. mesoridasin. diare. Saluran cerna : dispepsia.

delavirdin. dan inkoordinasi. furosemid dan torsemid) akan meningkatkan resiko hiponatremia. paroksetin. mikonazol. St John's wort. dan inhibitor CYP2C8/9 atau 2D6 lainnya. ritonafir. ven Kombinasi fluoksetin dengan SSRI dan amfetamin. monitor. lemah. . lidokain. antidepresan trisiklik. beta bloker tertentu. diazepam. gotu kola dapat meningkatkan efek depresi SSP.(sumatripan). . fluoksetin. oksikodon. fenitoin. ritonavir. trifluoperasin. Fluoksetin dapat meningkatkan efek aminofilin. ropinirol. dekstrometorfan. buspiron. Siproheptadin dapat menghambat efek serotonin reuptake inhibitor. dan induktor CYP2D6 lainnnya. hiperrefleksia. Efek fluoksetin dapat ditingkatkan oleh klorpromazin. kava-kava. fenobarbital. teofilin. valerian. meperidin. Kombinasi dengan litium akan menimbulkan resiko neurotoksik dan peningkatan serum litium. pergolid. meksiletin. fluvoksamin. fenotoin. kuinin. Kombinasi dengan warfarin dapat meningkatkan respons Pemberian bersama NSAID dan obat yang mempengaruhi pembekuan darah dapat meningkatkan resiko perdarahan. Tunggu sampai 5 minggu setelah penghentian fluoksetin sebelum mulai dengan tioridasin. nefazodon. sulfonamid. tioridasin.Dengan Makanan : Etanol. risperidon. tramadol mungkin akan meningkatkan resiko sindroma serotonin. tramadol. propranolol. Litium akan dapat diturunkan efeknya oleh fluoksetin. Kombinasi dengan sumatripan dan antagonis serotonin lainnya dapat menimbulkan toksisitas. paroksetin. ritonavir. kuinidin. Efek fuoksetin dapat menurun bila dikombinasi dengan karbamasepin. hidrokodon. Kombinasi dengan diuretik kuat ( bemetanid.Fluoksetindapat menghambat metabolisme tioridasin atau mesoridasin sehingga dapat mengakibatkan resiko perpanjangan interval QT yang bisa menimbulkan aritmia fatal. NSAID. simpatomimetik. rifampin. Fluoksetin dapat menurunkan efek kodein. antagonis serotonin.

Pengaruh . sulit minum/menyusu. Waspadai kejang dan kerusakan otak. Fluoksetin dikaitkan secara nyata dengan timbulnya rash dan alergi termasuk vaskulitis. gelisah. Hindari pemberian bila terpaksa diberikan. kejang. serangan panik. temperatur tubuh tidak stabil. tremor. kecemasan. muntah. turunkan perlahan sampai kemudian dihentikan pada trimester III. tidak dianjurkan. 20 mg.Terhadap Anak-anak : - . mania. hindari penggunaan monoterapi. fungsi sosial. laringospasme. hiperrefleksia. apnu. Dapat menimbulkan mania/hipomania pada pasien bipolar. penyakit inflamasi pulmonal. hipo/hipertoni. tidak stabil) Aritmia ventrikel yang dapat menimbulkan torsade de pointes dan kematian bila dikombinasi dengan tioridasin. sindroma seperti lupus. Kemungkinan munculnya keinginan bunuh diri harus diwaspadai. hipoglikemi. . akatisia (gelisah tidak dapat duduk tenang).Terhadap Ibu Menyusui : Masuk ke dalam ASI. ide bunuh diri. sianosis. otot kaku. menangis. tidur Bentuk Sediaan Kapsul 10 mg. . Efek non teragenik yang dilaporkan muncul pada pemberian di trimester III adalah : distres pernafasan. tablet 20 mg Peringatan Reaksi berat akibat penggunaan dengan inhibitor MAO : sindroma serotonin (hipertermia. Penggunaan pada pasien yang gagal ginjal atau .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C Dicurigai bersifat teratogenik. Kegagalan kognitif dan gangguan motorik yang timbul harus diwaspadai pada pengemudi atau operator mesin.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Status mental terhadap depresi. reaksi anafilaktik. agitasi.

Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. Et. hentikan penggunaan bertahap. tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. Mekanisme Aksi Menghambat reuptake serotonin di SSP. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. Karena panjangnya waktu paruh. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari. Waspadai penggunaan kombinasi dengan antikoagulan.al.. Waspadai gangguan fungsi seks akibat penggunaan. insomnia. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC. 34th ed. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. agitasi. . waspadai tetap berlangsungnya reaksi yang tidak diinginkan walau terapi sudah dihentikan. segera minum obat bila lupa. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/menggangu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. Pharmaceuticall Press 2005. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. histamin dan kholinergik. hipomania. Martindale:The complete drug reference.hati tidak berfungsi serta pada orang tua. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. bingung. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk terapi depresi mental dan hanya diberikan dengan resep dokter. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. tidak menghambat atau hambatan minimal terhadap reuptake norepinefrin dan dopamin. diskusikan hal ini dengan dokter. Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari. Beberapa bukti menunjukkan bahwa penggunaan obat ini dapat menimbulkan keinginan bunuh diri. Tidak berikatan dengan reseptor alfa adrenergik. Waspadai gejala putus obat yang tiba-tiba : gelisah.

edema pada gagal jantung kongestif dan sindrom nefrotik.LacyCF.Inc.4 benzothiadizine-7-sulphonamide-1. :- Golongan/Kelas Terapi Diuretik Nama Dagang Indikasi Penanganan hipertensi ringan sampai sedang.al. Dosis. C7H8ClN3O4S2 Serbuk kristal berwarna putih atau hampir putih. The United States Pharmacopeial Convention. larut dalam aseton.html HCT Deskripsi .id/index. sangat sedikit larut dalam air. .USPDI 17th ed. drug Information handbook international. Advice for the patient Drug Information in Lay Language . larut sebagian dalam alkohol.4 dihydro-2-H-1. Rand http://dinkes. Lexicomp 2005. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral (efek obat dapat diturunkan setelah digunakan setiap hari) Anak-anak : < 6 bulan : 2-3 mg.go.Keterangan : : 6-chloro-3. Et.tasikmalayakota.Sifat Fisikokimia .php/informasi-obat/264-fluoksetin.2.Nama & Struktur Kimia .kg/hari dalam dua dosis terbagi.1 dioxide.

juga menyebabkan vosodilatasi pembuluh darah arteriol. Durasi 6-18 jam. dan dalam 3-6 jam dieksresikan melalui ginjal.8 jam. Ikatan protein : 68%. Dewasa : Edema : 25-100 mg/hari dalam 1-2 dosis. peningkatan respon minimal dan gangguan elektrolit lainnya harus dipantau setelah > 50 mg/hari. Bioavailabilitas : 50%-80%. Onset kerja : diuresis:~2. T½ eliminasi : 5.5 -50 mg/hari. Hidroklorotiazida selain berefek sebagai diuretik. Efek puncak : 4-6 jam.6-14. klorida dan sejumlah air. yang meningkatkan ekskresi natrium. maksimum 200 mg/hari. Tidak mengalami metabolisme. Hipertensi : 12. Eksresi : melalui urin sebagai obat tidak berubah. Pasien lanjut usia : 12.25 mg sekali sehari.8 L/kg.> 6 bulan : 2 mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi. Stabilitas Penyimpanan Disimpan ditempat yang kedap udara Kontraindikasi . Umumnya efek tampak setelah satu jam. Obat ini bekerja senergistik dengan obat anti-hipertensi lainnya.8-7.sehingga dapat menurunkan tekanan darah pada kasus hipertensi. Penyesuaian dosis pada gangguan ginjal. Obat ini dapat diabsorpsi dengan baik melalui saluran cerna. Distribusi 3. Farmakologi Hidroklorotiazida adalah diuretik tiazida. Clcr < 10 mL/menit : jangan menggunakan hidroklorotiazida.5 .

Efek hipoglikemia dapat diturunkan. reaksi alergi (reaksi anafilaktik yang membahayakan hidup). anemia hemolitik. gunakan dengan . pneumonitis eosinofilik. anemia aplastik. tekanan pada pernapasan. Antiinflamasi non steroid dapat mengurangi efikasi tiazida. gangguan fungsi hati. < 1% : agranulositosis. hipotensi. hipokalemia. . tekanan pada epigastrik. sindrom Stevens-Johnson. alopsia.Dengan Obat Lain : Peningkatan efek hidroklorotiazida dengan furosemida dan diuretik loop. fotosensitivitas.Dengan Makanan : Makanan dapat mengurangi absorpsi hidroklorotiazida. ginseng dan yohimbe. trombositopenia dan nekrolisis epidermal toksik. Peningkatan hipotensi dan/atau efek samping pada ginjal dari inhibitor ACE akan menghasilkan diuresis berat pada pasien/ Beta bloker meningkatkan efek hiperglikemia dari tiazida pada diabetes mellitus tipe 2. dan kemungkinan hipersensitivitas terhadap golongan obat ini. miokarditis. Pengaruh . Toksisitas lithium dapat jika tiazida meningkatkan ekskresi ginjal litium. Efek Samping Hipotensi ortostatik. Interaksi . Hindari dong quai untuk penanganan hipertensi (karena mempunyai aktifitas estrogen).Terhadap Kehamilan : Faktor resiko : B . eritema multiforma. Hindari efedra. Tiazida dapat memperpanjang durasi pada penggunaan bloking neuromuskular. Siklosporin dan tiazida akan meningkatkan risiko gout atau toksisitas ginjal. Penurunan absorpsi oleh kolestiramin dan kolestipol. Toksisitas digoksin dapat meningkat jika tiazida menginduksi hipokalemia atau hipomagnesemia.Diabetus mellitus.Terhadap Ibu Menyusui : Hidroklorotiazida didistribusikan ke air susu. anoreksia. dermatitis eksfoliatif. menurunkan efek diuretik dan antihipertensi.

dapat mengalami perubahan pada kontrol glukosa. Dapat memperparah lupus eritematosus atau mencetuskannya. Dapat terjadi reaksi hipersensitifitas. hiponatremia) dapat terjadi. magnesium dan kalium. Obat dimakan secara teratur sesuai petunjuk dokter. klorida. Penggunaan pada pasien alergi terhadap sulfonamid dikontraindikasikan. Hati-hati pada pasien diabetes.Terhadap Anak-anak : - . Ada kemiripan sifat kimia antara sulfonamid. amilase. inhibitor karbonik anhidrase.gagal jantung kronik. sulfonilurea. Fotosensitivitas dapat terjadi. amonia. tiazida dan diuretik loop (kecuali asam etakrinat). Jangan dihentikan walaupun telah merasa . tekanan darah. kalsium. Gangguan elektrolit (hipokalemia. Gout dapat terjadi pada pasien dengan riwayat gout.perhatian . hindari jika pernah terjadi reaksi alergi sebelumnya Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1. alkalosis hipokloremik. peningkatan asam. kolesterol.Terhadap Hasil Laboratorium : Meningkatkan kreatinin fosfokinase. Gunakan dengan perhatian pada pasien dengan konsentrasi kolesterol menengah sampai tinggi. Parameter Monitoring Periksa cairan tubuh. blood urea nitrogen dan kreatinin. penurunan klorida. Bentuk Sediaan Tablet 25 mg Peringatan Hindari penggunaan hidroklorotiazida pada penyakit ginjal parah. Gunakan dengan perhatian pada pasien dengan gangguan hati: ensefalopati hati dapat terjadi akibat gangguan elektrolit. elektrolit serum. Hilangkan hipokalemia sebelum memulai terapi. glukosa.

html . 8. minum alkohol. Obat ini bisa menimbulkan rasa pusing dan kelelahan bila mengerjakan sesuatu. 4. 10. akibatnya ekskresi natrium dan air meningkat Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Martindale. Jauhkan dari jangkauan anak. Mekanisme Aksi Inhibisi rearbsorpsi pada tubulus ginjal.sembuh. 2. 7. Sungguhpun demikian jangan menambah jumlah obat bila obat telah habis selalu melalui resep dokter.tasikmalayakota. karena tidur anda akan terganggu karena akan sering buang air kecil.php/informasi-obat/276-hct. Tekanan darah tinggi adalah penyakit kronis. jangan mengobati diri sendiri. 3. Jangan mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin. Bila timbul lendir pada hidung. berdiri cukup lama. Kemungkinan akan menjalani pengobatan dalam jangka waktu lama. bawalah ke dokter. 9. 2005 http://dinkes. Kunyalah permen karet (non gula) untuk menghilangkan rasa kekeringan pada mulut. merubah tubuh secara mendadak.id/index. Obat ini kemungkinan akan menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Segeralah duduk kembali atau berbaring bila timbul rasa pusing.go. Jika mungkin jangan makan obat ini menjelang tidur. atau bangun dari tempat tidur secara terburu-buru. Misalnya sewaktu mau bangun tidur sebaiknya duduk dulu dipinggiran tempat tidur sambil kaki dibiarkan tergantung ke bawah selama beberapa menit. 5. Hubungi dokter bila timbul diare. Hubungi dokter bila timbul rasa kelelahan pada otot atau rasa nyeri mendadak pada persendian . 34th edition. Obat dimakan bersamaan dengan makanan lain atau dengan susu. 6.

Karbamazepin Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : 5H-Dibenz[b1flazepina-5-karboksamida]. Pemerian : Serbuk putih sampai hampir putih. Kelarutan: Praktis tidak : larut dalam air; larut dalam etanol dan aseton (farmakope Indonesia ed.IV) - Keterangan :-

Golongan/Kelas Terapi Antikonvulsi

Nama Dagang - Bamgetol - Teril - Cetazep - Karbamazepin (Generik) - Suppositoria - Tegretol

Indikasi Epilepsi semua jenis,kecuali petit mal, neuralgia trigeminus; propilaksis pada manik depresif. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Penanganan Seizure : Dosis untuk dewasa dan anak di atas 12 tahun adalah 200 mg 2 kali sehari atau 100 mg ), 4 kali sehari. Dosis dinaikkan sampai 200 mg, 3-4 kali sehari. Dosis untuk anak 6-12 tahun adalah 100 mg, 2 kali sehari atau 50 mg, 4 kali sehari. Dosis untuk anak di bawah 6 tahun adalah 10-20 mg/kg berat badan dalam 2-3 dosis terbagi. Penanganan neuralgia trigeminus : Dosis awal 100 mg, 2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 200 mg setiap hari dengan

peningkatan 100 mg setiap 12 jam untuk tablet atau peningkatan 50 mg, 4 kali sehari sampai rasa sakit hilang.(AHFS Drugs Information p.2144) Farmakologi Aksi farmakologi dari karbamazepin secara kualitatif mirip dengan antikonvulsan derivat hidantoin. Aktifitas antikonvulsan dari karbamazepin, seperti fenitoin, pada dasarnya dengan membatasi hantaran seizure dengan mengurangi potensiasi posttetanic (PTP) transmisi sinaps. Karbamazepin menghilangkan nyeri pada neuralgia trigeminal dengan mengurangi transmisi sinap di dalam nukleus trigeminal. Karbamazepin juga mempunyai efek sedatif, antikolinergik, antidepresan, relaksasi otot, antiaritmia, antidiuretik, dan aksi penghambatan transmisi neuromuskular. Karbamazepin hanya mempunyai efek analgesik ringan. (AHFS Drugs Information p. 2139). Stabilitas Penyimpanan Tablet karbamazepin, tablet lepas-lambat dan tablet kunyah harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat, tidak tembus cahaya dan pada temperatur tidak lebih dari 30°C (AHFS Drugs Information p. 2139) Kontraindikasi Hipersensitif terhadap karbamazepin, antidepresan trisiklik, atau komponen sediaan; depresi sumsum tulang belakang; (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. 269) Efek Samping Biasanya dihubungkan dengan hipermagnesemia, mual, muntah, haus, flushing kulit, hipotensi, aritmia, koma, depresi nafas, ngantuk, bingung, hilang refleks tendon, lemah otot, kolik dan diare pada pemberian oral. Interaksi

- Dengan Obat Lain : Alkohol : Efek samping SSP dari Karbamazepin mungkin ditingkatkan. Analgetik : dekstropropoksifen menaikkan efek karbamazepin; khasiat tramadol diturunkan oleh

karbamazepin Antibakteri : metabolisme doksisiklin dipercepat (mengurangi efek); kadar plasma karbamazepin ditingkatkan oleh klaritromisin, eritromisin dan isoniazid (hepatoksisitas isoniazid mungkin juga meningkat) Antikoagulan : metabolisme nikumalon dan warfarin dipercepat (mengurangi efek antikoagulan) Antidepresan : antagonisme efek antikonvulsan (ambang kejang diturunkan); kadar plasma karbamazepin ditingkatkan oleh fluoksetin, fluvoksamin, dan viloksazin; metabolisme mianserin dan trisiklik dipercepat (menurunkan kadar plasma); disarankan untuk menghindari pemakaian bersama MAOI atau dalam waktu 2 minggu setelah MAOI Antiepileptika lain : pemberian bersama dua atau lebih obat antiepileptika dapat meningkatkan toksisitas tanpa diiringi peningkatan dalam efek antiepilepsi; selain itu interaksi antara masingmasing obat antiepilepsi mempersulit pemantauan pengobatan;interaksi termasuk peningkatan efek, peningkatan sedasi, dan penurunan kadar plasma Antimalaria : klorokuin dan meflokuin melawan efek antikonvulsan Antipsikotik : antagonisme efek antikonvulsan (ambang kejang menurun); metabolisme haloperidol, olansapin dan sertindol dipercepat (menurunkan kadar plasma) Antivirus : lihat Ritonavir Antagonis-Kalsium : diltiazem dan dan verapamil menaikkan efek karbamazepin; efek felodopin, isradipin dan mungkin nikardipin dan nifedipin dikurangi. Glikosida jantung : hanya metabolisme digitoksin yang dipercepat (mengurangi efek) Kortikosteroid : metabolisme dipercepat (menurunkan efek) Siklosporin : metabolisme dipercepat (menurunkan kadar plasma siklosporin) Diuretik : meningkatkan risiko hipoatremia Antgonisme Hormon : danazol menghambat metabolisme karbamazepin (meningkatkan efek); metabolisme toremifen mungkin dipercepat Litium : dapat terjadi neurotoksisitas tanpa meningkatkan kadar plasma litium Relaksan otot : efek relaksan otot non-depolarizing dilawan (kepulihan dari blok neuromuskular

hal 487). (AHFS Drugs Information p. tetapi jika manfaat pemberian melebihi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap ibu hamil maka dapat digunakan (mis : jika obat dibutuhkan pada keadaan yang mengancam jiwa atau untuk penyakit yang serius dan tidak ada obat lain yang lebih aman untuk digunakan. .Terhadap Ibu Menyusui : Terdistribusi dalam air susu ibu / tidak direkomendasikan.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko D : Ada bukti positif risiko kematian janin. hindari digunakan bersama-sama. 2158) .dipercepat) Estrogen dan Progesteron : karbamazepin mempercepat metabolisme kontrasepsi oral (menurunkan efek konrasepsi) Retinoid : Kadar plasma mungkin diturunkan oleh isotretinoin Teofilin : metabolisme teofilin dipercepat (mengurangi efek) Tiroksin : metabolisme teofilin dipercepat (dapat meningkatkan kebutuhan akan tiroksin pada hipotiroidisme) Obat-obat Antiulkus : metabolisme dihambat oleh simetidin (menaikkan kadar plasma karbamazepin) Vitamin : karbamazepin mungkin menaikkan kebutuhan vitamin D (IONI. Dapat menembus plasenta. 270) Pengaruh .Dengan Makanan : Kadar karbamazepin dalam darah dapat meningkat bila diberikan dengan jus grapefruit. (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. .

hamil. Menekan aktifitas ventralis nukleus pada talamus atau menurunkan transmisi sinaptik atau menurunkan jumlah stimulasi temporal yang menyebabkan neural discharge dengan cara membatasi influks ion natrium yang menembus membran sel atau mekanisme lain yang belum diketahui. antidiuretik. kadar natrium dalam serum.Terhadap Anak-anak : - . bilirubin. tes fungsi tiroid. retikulosit. Tablet Lepas Lambat. meningkatkan BUN. urinalisis. pelemas otot. . glaukoma. kadar besi dalam darah. hindari pemutusan obat mendadak. T3. alkalin fosfatase. 250 mg. panel lipid. menyususi. terutama saat dosis dinaikkan. (IONI hal 154) Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mekanisme Aksi Selain sebagai antikonvulsan. ALT. (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. Tablet Kunyah. pemeriksaan mata (refleks pupil). antimanic. karbamazepin mempunyai efek sebagai antikolinergik.Terhadap Hasil Laboratorium : Dapat berinteraksi dengan beberapa tes kehamilan. tes fungsi hati. amati pasien yang mengalami sedasi yang berlebih. AST. BUN. Parameter Monitoring CBC dengan hitung platelet. riwayat reaksi hematologik terhadap obat lain. menurunkan kalsium. kadar karbamazepin dalam serum. antidepresif dan antiaritmia. riwayat penyakit jantung. T4 dan natrium. 271) Bentuk Sediaan Tablet 125 mg. antineuralgik. Sirup Peringatan Gangguan hati atau gangguan ginjal..

Orphen . 270) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI BNF AHFS http://dinkes. larut dalam etanol dan dalam kloroform.CTM .html Klorpheniramin Deskripsi . Golongan/Kelas Terapi Antialergi Nama Dagang .id/index. C16H19CIN2 Klorfeniramin berbentuk kristal putih tidak berbau. : Deksklorfeniramin maleat merupakan bentuk dextro isomer.Sifat Fisikokimia : Chlorpheniramine. Mudah larut dalam : air.Cohistan .go. (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. memiliki aktivitas 2X lipat dibanding klorfeniramin berbentuk rasematnya.menstimulasi pelepasan ADH dan berpotensi meningkatkan kemampuan ADH untuk mereabsorpsi air.tasikmalayakota. secara kimia terkait dengan antidepresan trisiklik.Keterangan Klorfeniramin merupakan antihistamin derivat propilamin. sukar larut dalam eter dan dalam benzena.Nama & Struktur Kimia .Pehachlor . .php/informasi-obat/288-karbamazepin.

obstruksi pyloroduodenal. Kecepatan ekskresi tergantung pada pH urin dan aliran urin. pertama dalam mukosa lambung. Pada pasien gagal ginjal dengan hemodialisa. Anak-anak umur 2-5 tahun: Dosis yang disarankan adalah 1 mg setiap 4-6 jam maksimal 4 mg/hari. Anak-anak 6-12 tahun: Dosis yang disarankan adalah 2 mg setiap 4-6 jam. dengan Cmax sekitar 2 jam dan efek terapi maksimal sekitar 6 jam. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap klorfeniramin maleat atau komponen lain dalam formulasi. ulkus peptik. antara 15 -30°C. sewaktu terjadi serangan asma akut. Buang obat jika sudah melampaui waktu kadaluwarsa. T½ pada dewasa sehat dan anak-anak masingmasing adalah 20-24 jam dan 10-13 jam. menurun bila pH naik dan aliran urin berkurang. kemudian dalam hati dan dapat mengalami kejenuhan. glukoma sudut sempit. T½ dapat memanjang hingga 280-330 jam. Durasi aksi antara 4-8 jam. hingga 24 mg/hari. Ikatan protein mendekati 72%. Klorfeniramin terdistribusi luas pada jaringan dan cairan tubuh dan dapat menembus plasenta serta diekskresikan melalui ASI. Usia lajut : Mulai dengan dosis serendah mungkin. Pasien usila lebih sensitif terhadap efek antikolinergik.. sama dengan induknya. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dewasa dan remaja : Dosis oral : Dosis yang disarankan adalah 4 mg tiap 4-6 jam.Chlorphenon Indikasi Rinitis alergi dan gejala alergi lain termasuk urtikaria Dosis. Metabolisme klorfeniramin sangat luas dan cepat. hingga 12 mg/hr. T½ plasma antara 2-4 jam. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada suhu kamar. N-dealkilasi akan mendapatkan beberapa metabolit. Farmakologi Onset klorfeniramin sekitar 30-60 menit. tetapi T½ eliminasi bervariasi tergantung umur. Hindari penggunaan pada bayi prematur atau baru lahir karena kemungkinan .gejala hipertrofi prostat. Tutup wadah rapat-rapat setelah digunakan. yang diekskresikan dalam urin.

doksisiklin.mengalami SIDS. Etanol/Nutrisi/Herbal. Genitourinaria : Retensi urinar. Ginjal : Poliuria. isoniazid. meningkatkan nafsu makan. sakit perut. Contoh obat ini meliputi antifungi azole.10% : Susunan saraf pusat : Sakit kepala. xerostomia. . diklofenak. Etanol : Hindari penggunaan etanol (dapat meningkatkan depresi SSP). meningkatkan berat badan. Efek Samping > 10% : Susunan saraf pusat : mengantuk. nefazodon.Dengan Obat Lain : Substrat CYP2D6 (minor). quinidin. . antidepresan trisiklik. lemas. diarea. fenotiasin. Penghambat CYP3A4 : Dapat meningkatkan kadar klorfeniramin. Saluran pernapasan : mengentalkan sekresi bronkial 1% . penghambat protease. 3A4 (major) . propofol. klaritromisin. pusing. rasa lelah.Dengan Makanan : Makanan : memperlambat absorpsi tetapi tidak mengurangi bioavailabilitasnya. Pernapasan : Faringitis Interaksi . dan verapamil. Penghambat CYP2D6 (lemah). Gastrointestinal : Mual. Meningkatkan toksisitas (depresi SSP): depresan SSP. imatinib. eritromisin. Mata : Diplopia. eksitabilitas. Penghambat MAO. nikardipin. Otot : Artralgia.

. Diperlukan penggantian ASI apabila ibu menyusui perlu penggunaan Klorfeniramin secara rutin. antihistamin dapat menstimulasi paradoksikal SSP. .Terhadap Kehamilan : Pada ibu hamil. meskipun data yang ada dilaporkan penggunaan pada ibu hamil terutama trimester pertama dan kedua tidak ditemukan gangguan pada janin.Terhadap Anak-anak : Klorfeniramin disarankan pada anak-anak > 2 tahun. Obat ini hanya diberikan bila perlu. Klorfeniramin diklasifikasikan dalam kategori B. Antihistamin tidak direkomendasikan pada neonatus karena kemungkinan stimulasi paradoksikal SSP atau kejang.Terhadap Hasil Laboratorium : Tidak diperlukan pemantauan laboratorium Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet Peringatan . tidak disarankan penggunaan obat ini pada 2 minggu menjelang kelahiran karena potensial terjadinya retrolental fibroplasia pada bayi prematur. Tidak ada penelitian terkendali pada ibu hamil. seperti antagonis H1 umumnya.Pengaruh . Dosis tunggal sebelum tidur setelah menyusui terakhir. Disarankan metode non farmakologi seperti banyak minum dan istirahat bila muncul gejala flu atau alergi selama kehamilan. hipereksitabilitas. dapat meminimalkan pemaparan pada bayi.Terhadap Ibu Menyusui : Klorfeniramine harus digunakan hati-hati pada ibu menyusui. Manifestasi efek samping pada bayi biasanya berupa iritabilitas. Namun. Pada beberapa anak. jangka pendek dan benar-benar memberikan keuntungan. atau rewel. . gangguan pola tidur. mengantuk.

Obat ini menyebabkan kantuk, hati-hati bila digunakan pada kondisi yang memerlukan kewaspadaan penuh seperti menjalankan mesin atau mengendarai kendaraan bermotor. Gunakan hati-hati pada pasien dengan glukoma sudut tertutup, obstruksi pyloroduodenal (termasuk ulkus peptik stenotik), obstruksi saluran kemih (termasuk obstruksi leher kandung kemih dan gejala hiperplasia prostat), hipertiroidi, peningkatan tekanan intraokuler, dan penyakit kardiovaskuler (termasuk hipertensi dan takikardi). Karena berefek sedatif dan antikolinergik, tidak disarankan penggunaan jangka waktu lama pada usila. Dapat menyebabkan eksitasi paradoksikal pada anakanak dan dapat menyebabkan halusinasi, koma dan kematian pada dosis tinggi. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Minum tablet sesuai dengan anjuran. Boleh diminum dengan susu atau makanan bila mengalami iritasi lambung. Bila lupa minum obat, segera minum begitu ingat. Apabila mendekati waktu minum berikutnya, minum hanya satu dosis saja, jangan menambah dosis. Mekanisme Aksi Kompetisi dengan reseptor H1 pada sel efektor di saluran pencernaan, pembuluh darah dan saluran pernapasan. Monitoring Penggunaan Obat Kaji kemungkinan penggunaan obat-obat lain yang mempengaruhi terapi, meliputi OTC, suplemen, atau produk herbal. Juga kaji kebiasaan pasien mengkonsumsi kopi atau alkohol, perokok, atau penyalahgunaan obat. Daftar Pustaka Lexi-comp http://dinkes.tasikmalayakota.go.id/index.php/informasi-obat/296-klorpheniramin.html

Lamivudin Deskripsi

- Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia - Keterangan

:

2'3' dideoxy-3'thiacytidine.

: Lamivudin merupakan padatan berwarna putih. Larut dalam air. :-

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang - 3TC - Epivir-HBV - Epivir

Indikasi Epivir digunakan untuk mengobati HIV dengan dikombinasikan dengan antiviral lain. EpivirHBV digunakan untuk hepatitis B kronis dengan bukti kenyataan bahwa hepatitis B replikasi virus dan inflamasi aktif hati. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis: formulasi dan dosis dari Epivir-HBV tidak memadai untuk pasien yang mengalami kedua infeksi dari HBV dan HIV.gunakan kombinasi dua antivirus bila mengobati HIV. - Oral: - anak umur 3 bulan – 16 tahun HIV: 4 mg/kg 2 kali sehari. (maksimum 150 mg 2 kali sehari). - anak-anak 2 – 17 tahun pengobatan Hepatitis B (Epivir-HBV): 3 mg/kg sehari 1 kali (maksimum 100 mg/kg). - Anak-anak dan dewasa: pencegahan HIV mengikuti 150 mg/kg 2 kali sehari (dengan zidovudin dan dengan atau tanpa inhibitor protease tergantung pada risiko yang ada) - Dewasa: HIV : 150 mg 2 kali sehari atau 300 mg sehari sekali. < 50 kg 4 mg/kg 2 kali sehari (maksimum 150 mg, 2 kali sehari) - Dosis pada kerusakan ginjal: untuk anak-anak tidak dianjurkan. Untuk dewasa Cl > 50 ml/menit

>= 60 kg 40 mg setiap, 12 jam < 60 kg, 30 mg setiap 12 jam. Cl 26 – 50 ml/menit, >= 60 kg, 20 mg setiap 12 jam, < 60 kg 15 mg setiap 12 jam. Cl 10 – 25 ml/menit - Lansia : Dosis disesuaikan dengan keadaan ginjal dan monitor simtom neuropathy Farmakologi Distribusi : Va : 0,5 L/kg Bioavailabilitas : 86,4% Metabolisme: mengalami perubahan menjadi metabolit tidak aktif. Elminiasi T½ 1-1,6 jam Waktu puncak: 1 jam Ekskresi : 40% melalui urin menjadi obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Sebagai kapsul dan puyer stabil disimpan di ruang dengan temperatur kamar. Sesudah dicairkan stabil selama 30 hari bila disimpan di lemari pendingin. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap lamivudin atau komponen lain dalam sediaan. Efek Samping Sakit perut, mual, muntah, diare, sakit kepala, demam, ruam, alopecia, rasa malas, insomnia, batuk, gangguan pada hidung, arthralgia, sakit pada otot dan neuropathy perifer. Interaksi

- Dengan Obat Lain : Penggunaan bersama : -hidroksi urea akan meningkatkan efek pankreatitis dan hepatotoksik. - zalcitabine, terjadi peningkatan neuropati perifer. - zidovudin, mengurangi foforilase intraseluler

Terapi dengan lamivudin mungkin dapat menyebabkan laktat asidosis dan harus dihentikan jika terjadi peningkatan konsentrasi aminotransferase. mengurangi fosforilasi intraseluler. sampai terjadinya pankreatitis.Penggunaan lamivudin harus hati-hati pada pasien hepatomegali atau pasien dengan faktor risiko gangguan .Terhadap Anak-anak : - . angka kekuatan viral dan angka CD4 Bentuk Sediaan Kapsul 15 mg. 30 mg. .Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui efek masuknya ke dalam ASI. 20 mg.. 1 mg/ml (200 ml) Peringatan Terapi lamivudin harus dihentikan jika sakit perut semakin parah.Dengan Makanan : - Pengaruh .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Monitor fungsi liver. atau hasil biokimia yang tidak normal.doxorubisin. kontraindikasi untuk ibu menyusui . bisa digunakan dengan perhatian.ribavirin. hepatomegali atau laktat asidosis yang tidak diketahui etiologinya. mengurangi fosorilasi intraseluler. neuropati. mual. yang nampak maupun simptom. 40 mg Puyer Untuk Larutan Oral. bisa digunakan dengan perhatian . muntah.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C .

2.html Levofloksasin Deskripsi . pada pH 0.6 – 5.hasil laboratorium dari fungsi hati.3-dihydro-3-methyl-10-(4-methyl-1-piperazinyl)-7: oxo-7H-pyrido[1. Data menunjukkan. angka kekuatan virus dan CD4 Daftar Pustaka http://dinkes.3-de]-1.Nama & Struktur Kimia . dari larut hingga mudah larut.id/index. terutama untuk mencegah resistensi yang emergensi.4-benzoxazine-6-carboxylic acid hemihydrate. Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Simtom yang ada. kelarutannya meningkat cepat hingga mencapai maksimum p .php/informasi-obat/301-lamivudin.8. Sekitar pH 5. Sebagian molekul obat akan terionisasi pada pH usus halus. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Lakukan diskusi degan pasien mengenai frekuensi pemberian obat. C18H20FN3O4 • ½ H2O : Levofloksasin berbentuk serbuk kristal putih kekuningan hingga serbuk kuning. neuropati.8 kelarutan Levofloksasin cenderung konstan (sekitar 100 mg/mL).Sifat Fisikokimia .go.tasikmalayakota.hati. dan efek samping untuk menjamin kepatuhan pasien. Pada rentang pH ini : Levofloxacin mempunyai kelarutan.Keterangan (-)-(S)-9-fluoro-2.

Nufalev . Bronkitis kronis (bakteri eksaserbasi akut): 500 mg setiap 24 jam untuk 7 hari. IV: dewasa Sinusitis bakteri (akut): 500 mg setiap 24 jam untuk 10-14 hari atau 750 mg setiap 24 jam untuk 5 hari. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral.Prolevox . Ántrax inhalasi: 500 mg setiap 24 jam untuk 60 hari.Cravat .Voxin .Volequin Indikasi Sistemik: Pengobatan infeksi ringan. termasuk juga pyelonepritis akut yang disebabkan oleh E. bronchitis kronis.Prolecin . Dosis. prostatitis (cronic bacterimia). sinusitis bakteri akut. meliputi CAP (community-acquired penumoniae).Difloxin .Nislev . infeksi saluran urin dengan atau tanpa komplikasi.Inacid .Mosardal .pneumoniae).Levocin .Lexa .Cravox . sedang dan berat yang disebabkan oleh organisme yang sensitive. Nosokomial: 750 mg setiap 24 jam untuk 7-14 hari. neumoniae nosokomial. infeksi kulit (dengan atau tanpa komplikasi).coli.Levovid . pengobatan ulcer kornea yang disebabkan oleh bakteri yang sensitive. Pneumonia: Community – acquired: 500 mg setiap 24 jam untuk 7-14 hari atau 750 mg setiap 24 jam untuk 5 hari (efikasi obat pada pemberian 5 hari untuk MDRSP tidak dapat dipastikan). termasuk juga MDRSP (multidrug resistant strains of S. untuk profilaksis serangan anthrak (setelah terpapar) Oftalmic: Pengobatan konjungtivitsi bakteri yang disebabkan oleh organisme. . dimulai sejak terpapar.Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .

dosis selanjutnya : ClCr 20-49 mL/menit : 250 mg setiap 24 jam.atau inhalasi anthrak: dosis awal 500 mg.protatitis bakterial kronik.5%): dosis anak >1 tahun dan dewasa: pengobatan hari 1 dan 2 : dimulai 1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 2 jam saat masih terjaga. infeksi kulit tanpa komplikasi. Komplikasi: termasuk pyelonephritis akut: 250 mg setiap 24 jam untuk 10 hari.Hemodialisis (CAPD) : 250 mg setiap 48 jam Infeksi saluran urin tanpa komplikasi : tidak ada penyesuaian dosis. Perawatan hari ke-4 untuk melengkapi pengobatan : 1-2 tetes ke mata yang sakit saat masih terjaga setiap 4 jam saat masih terjaga.ClCr 10-19 mL/menit : 250 mg setiap 48 jam. sinusitis akut. Ulcer kornea : (larutan tetes mata 1.community-acquired pneumonia atau pneumonia nosokomial: dosis awal 750 mg. Dosis pada gangguan ginjal : Bronkhitis kronis.5%): Dosis anak > 6 tahun dan dewasa: 1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 30 menit sampai 2 jam saat masih terjaga dan 4-6 jam setelah istirahat. hingga 8 kali sehari. Infeksi saluran urin: tanpa komplikasi: 250 mg satu kali sehari selama 3 hari. Pengobatan hari 3-7:1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 4 jam saat masih terjaga. Infeksi kulit: infeksi tanpa komplikasi: 500 mg setiap 24 jam untuk 7-10 hari.hingga 4 kali sehari. community-acquired pneumonia. dosis selanjutnya: ClCr 20-49 mL/menit : 750 mg setiap 48 jam ClCr 10-19 mL/menit : 500 mg setiap 48 jam . Tetes mata: Konjungtifitis ( larutan tetes mata 0.pyelonefritis akut:ClCr 10-19 mL/menit:250 mg setiap 48 jam Infeksi kulit dengan komplikasi sinusitis bakterial akut. Infeksi saluran urin dengan komplikasi. Dengan komplikasi: 750 mg setiap 24 jam selama 7-14 hari.Prostatitis: (cronic bacterial): 500 mg setiap setiap 24 jam selama 28 hari.

terlindung dari cahaya. saliva. Tablet: larutan oral: simpan pada suhu 25°C: dapat direkomendasikan rentang suhu ruangan antara 15°-25°C. Konsentrasi tinggi pada prostat. jaringan ginekologi.Hemodialisis (CAPD) : 500 mg setiap 48 jam Farmakologi Absorbsi: cepat dan lengkap. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap levofloksasin dan hipersensitif terhadap komponen dalam sediaan. hasil pelarutan 5 mg/ml dalam larutan yang sesuai dapat bertahan selama 72 jam jika disimpan pada suhu ruangan. Distribusi: Vd: 1.25 L/kg . Jika dalam lemari pembeku (frozen) dapat bertahan selama 6 bulan dan jangan dilakukan pembekuan ulang serta jangan gunakan pemanas untuk mencairkan obat dari proses pembekuan. Metabolisme: minimal melalui hati. Bioavailabilitas: 99%. T½ eliminasi: 6-8 jam. konsentrasi cairan serebrospinal ~15% pada serum. sinus. Sebelum pencampuran: simpan pada < 25°C. Eksresi: utamanya melalui urin (dalam bentuk utuh) Stabilitas Penyimpanan Injeksi: Vial: simpan pada suhu ruangan. T max: dalam serum 1-2 jam. Ikatan protein: 50%. paru. Dapat bertahan selama 14 hari jika disimpan dalam lemari pendingin. Efek Samping Kejadian 1-10% .

trombositopenia. . migren. fotopobia. tremor. granulositopenia. syncope. edema.1%). depresi. reaksi anafilaksis. udem paru.Kardiovaskular: nyeri dada. ruam (1%). abnormalitas WBC. stop jantung. parestesia. purpura. Probenecid kemungkinan akan meningkatkan kadar levofloksasin. Kurang dari 1 % dan hilang dengan sendirinya: Sistemik: ARF. hipertensi / hipotensi. eritema multiform. konfusi. leukopenia. Okular: menurunnya daya lihat (sementara). kerusakan lambung. konjungtifitis. gagal napas. vaginitis (1%). stupor. abnormalitas elektrolit.CNS: sakit kepala (6%). postural hipotensi. rasa terbakar pada mata (sementara). diare (5%).peningkatan waktu pembekuan darah. nyeri ocular (sementara). depresi pernapasan. agranulositosis. dispepsia (2%). abnormalitas EEG. bronkospasmus. infeksi. multiple organ failur. limphadenopaty. kerusakan jaringan otak. muntah (2%). pendarahan saluran cerna. reaksi alergi.Dengan Obat Lain : Peningkatan efek toksis: Meningkatkan efek toksis gliburid dan warfarin. sinusitis (1%). peningkatan transaminase. hemoptisis. hematoma. Dengan kortikosteroid kemungkinan akan meningkatkan kerusakaan tendon. demam Dermatologi: pruritus (1%). dehidrasi. leukositosis. kerusakan tendon. kerusakan mata. leukorrhea. pening (2%). phlebitis. kejang. konstipasi (3%). gangren. aritmia.Respiratoria: faringitis (4%). peningkatan INR. nyeri (1%). hipertensi intrakranial. pulmonary embolism. asistes. flatulence (1%). efusi pleura. anemia hemolitik. Interaksi . ensefalopati. rhinitis (1%). insomnia (5%). dyspnea (1%). gagal jantung. karsinoma. paralisis. jaundice. somnolence.neuropati perifer. bradikardi. fatigue (1%). kolethiasis. sindrom stevensjohnson . pseudomembranous kollitis. kerusakan jaringan kulit. atralgia.ansietas. mioacardial infraction. kolestasis.anoreksia. halusinasi.Genitauria. sensitif terhadap cahaya (<0. gagal hati.Hematologi: limfopenia (2%). nyeri lambung (3%). pankreatitis.Gastrointestinal: mual (7%).

Terhadap Hasil Laboratorium : Berpengaruh terhadap hasil pengukuran : tes fungsi hati. Dilaporkan terjadi arthropaty (hasil pengamatan pada hewan uji. antipsikotis. elektrolit (hipokalemia). kardiogram. eritromisin. jarang dilaporkan terjadi pada manusia) penggunaan levofloksasin pada ibu hamil.Meningkatkan aritmia.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C.Terhadap Ibu Menyusui : Ekskresi obat kedalam ASI belum diketahui. . Efek teratogenik tidak teramati pada hewan uji. tidak direkomendasikan . Parameter Monitoring WBC (white blood count) Tanda – tanda infeksi (kultur biakan bakteri. suhu badan) . tes ginjal. elektrolit suplemen oral.Dengan Makanan : Tablet dapat digunakan tanpa ada perhatian terhadap makanan. . antidepresan siklik). Pengaruh . cisaprid. Menurunkan efek: Kadar obat akan menurun jika digunakan bersamaan dengan. sukralfat. CBC. quinapril. Sediaan suspensi oral sebaiknya digunakan dalam keadaan perut kosong (1 satu jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). mineral kation. Penggunaan seharusnya dipisah. walaupun demikian terjadi penurunan berat badan kematian janin pernah dilaporkan . jika digunakan dengan obat – obat yang memperpanjang QTc (aritmia kelas 1ª dan III . antasida.Terhadap Anak-anak : Tidak direkomendasikan penggunaan pada anak < 18 tahun.

kulit melepuh. Tablet Peringatan Sistemik: Tidak direkomendasikan penggunaan pada anak < 18 tahun.harap menghubungi apoteker. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. Larutan Tetes Mata. SSP: menstimulasi terjadinya tremor.Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. transkripsi. Larutan Untuk Oral. DNA gyrase (topoisomerase II) adalah enzim esensial bakteri yang berfungsi untuk memperbaiki struktur superhelik DNA yang diperlukan untuk replikasi. ClCr) Fungsi hati (SGOT. jika terjadi reaksi alergi (gatal-gatal.diare atau respon hipersensitivitas.Renal (BUN. urtikaria. malas. rekombinasi dan transposisi Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. konfusi. maka sebaiknya levofloksasin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan.seperti mual. seperti reaksi anafilaksis.maka harap menghubungi dokter Mekanisme Aksi Menghambat DNA-gyrase pada organisme yang peka.Memantau pasien yang mendapatkan obat-obat lain yang berpotensi menimbulkan interaksi . kulit terasa geli) maka hentikan pemberian obat. Injeksi. Reaksi hipersensitifitas parah. hati – hati pada penggunaan pada pasien yang diketahui mengalami gangguan SSP dan gagal ginjal.SGPT) Bentuk Sediaan Infus. menghambat relaksasi superkoloid DNA dan memicu kerusakan DNA bakteri.Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat.Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). Amati jika ada timbul gejala ESO obat.Jika masih belum memahami ttg penggunaan obat. halusinogen dan kejang.

dan mempunyai : pKa 2.5 – 7. dalam perdagangan berupa serbuk berwarna putih.php/informasi-obat/304-levofloksasin.Elyzol .Nama & Struktur Kimia . .Mebazid . (DIH).Flagyl .dengan obat levofloksasin. AHFS DRUG.go.Gravazol . dengan osmolarity 297-314 mOsm/L dan mengandung natrium fosfat. 2-Methyl5-nitroimidazole-1-ethanol .nitroimidazole.tasikmalayakota. Injeksi metronidazol jernih.Corsagyl . Daftar Pustaka Drug information hand book. asam sitrat dan natrium klorida.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . 1995. Metronidazol hidroklorida sangat larut dalam air dan larut dalam alkohol.Sifat Fisikokimia 1-(2-Hydroxyethyl)-2-methyl-5. http://dinkes. 1-(-Ethylol)-2-methyl: 5-nitro-3-azapyrrole. 2006. C6H9N3O3.6. Sinonim : C12H12N2O2S Dalam perdagangan metronidazol terdapat dalam bentuk basa dan garam hidroklorida.Fortagyl .html Metronidazol Deskripsi . Sedikit larut dalam air dan dalam alkohol. Sinonim : Metronidazol hydrochloride.Fladex . tidak berwarna. 2005 Farmakope Indonesia IV. Sebagai basa berupa serbuk kristal berwarna putih hingga kuning pucat.id/index.Metrofusin . larutan isotonik dengan pH 4.

Ulser pada lengan : peroral 400 mg setiap 8 jam selama 7 hari Bacterial vaginosis : peroral 400 – 500 mg dua kali sehari selama 5 – 7 hari atau 2 gram sebagai dosis tunggal.Trogyl . anak-anak 7. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 hari. 500 mg setiap 8 jam. umur hingga 1 tahun 125 mg. lihat pada bagian dosis. anak-anak 7. eradikasi Helicobacter pylori. 5 – 10 tahun 500 mg. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam.Trichodazol . lebih dari 10 tahun dosis dewasa. Infeksi oral akut : peroral 200 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari . pemberian secara infus intravena lebih dari 20 menit. selama 3 hari.Metronidazol (Generik) Indikasi Infeksi anaerobik (termasuk gigi) .5 mg/kg setiap 8 jam.Tismazol . anak-anak setiap 8 jam selama 3 hari. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam.Metrolet . peroral dengan dosis awal 800 mg kemudian 400 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 8 jam. Inflamasi pelviks : peroral 400 mg dua kali sehari selama 14 hari Acute ulcerative gingivitis : peroral 200-250 mg setiap 8 jam selama 3 hari. infeksi protozoa.5 mg/kg setiap 8 jam. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam.. infeksi kulit.Nidazole . 1 – 5 tahun 250 mg. Dosis. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam Farmakologi Absorbsi : Oral : diabsorbsi dengan baik.Promuba . topikal : konsentrasi yang dicapai secara sistemik setelah penggunaan 1 g secara topikal 10 kali lebih kecil dari pada penggunaan dengan 250 mg .Metronidazole Fresenius . kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Infeksi anaerobik (pengobatan biasanya selama 7 hari dan 10 hari untuk penggunaan antibiotika pada pengobatan kolitis). kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam.

Larutan standar : 500 mg/ 100 ml NS. pruritus. tulang. myalgia. kristal dapat dilarutkan kembali dengan menghangatkannya pada suhu kamar.peroral. hepatitis. gagal ginjal terminal : 21 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. urtikaria. Paparan sinar matahari langsung harus dihindari. terjadi perpanjangan pada kerusakan hepar. transient epilepsiform seizure dan leukopenia. erytema multiform. serum: segera : 1-2 jam Ekskresi : urin (20% hingga 40% dalam bentuk obat yang tidak berubah): feses (6% hingga 15%) Stabilitas Penyimpanan Injeksi metronidazol harus disimpan pada 15°C hingga 30°C dan dilindungi dari cahaya. ataksia. jaundice. . empedu. turunan nitroimidazol. kehamilan (trimester pertama – didapatkan efek karsinogenik pada tikus) Efek Samping Mual. atau komponen yang ada dalam sediaan. Produk dapat disimpan dalam refrigerator namun akan terbentuk kristal. Paparan cahaya dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan warna produk menjadi gelap. trombositopenia. sakit kepala. pada pengobatan intensif dan jangka panjang dapat terjadi peripheral neuropathy. juga dilaporkan abnormalitas tes fungsi hati. Stabilitas campuran parenteral pada suhu kamar (25°C): stabilitas pada produk yang terbungkus : 30 hari Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap metronidazol. cairan mani. athralgia. lidah kasar dan gangguan saluran pencernaan. air susu. rash . angioedema dan anafilaksis. Namun demikian paparan cahaya yang normal pada ruangan dalam jangka pendek tidak mempengaruhi stabilitas metronidazol. anemia aplastic. pusing . paru-paru dan sekresi vagina.brain barrier) Ikatan protein : < 20% Metabolisme : Hepatik (30%-60%) T½ eliminasi : neonatus : 25-75 jam . Distribusi : ke saliva. muntah. hati dan abses hati . menembus plasenta dan sawar darah otak (blood. yang lain : 6-8 jam. urin berwarna gelap.mengantuk (jarang terjadi). gangguan pengecapan.

Interaksi

- Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : menghambat CYP2C8/9 (lemah), 3A4 (moderate) Meningkatkan efek/toksisitas : Etanol dapat menyebabkan reaksi seperti disulfiram. Warfarin dan metronidazol dapat meningkatkan bleeding time (PT) yang menyebabkan perdarahan. Simetidin dapat meningkatkan kadar metronidazol. Metronidazol dapat menghambat metabolisme cisaprid, menyebabkan potensial aritmia; hindari penggunaan secara bersamaan. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas lithium. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas benzodiazepin tertentu, calcium channel blocker, siklosporin, turunan ergot, HMG-Coa reduktase inhibitor tertentu, mirtazapine, nateglinid, nefazodon, sildenafil ( dan PDE-5 inhibitor yang lain), takrolimus, venlafaxine, dan substrat CYP3A4 yang lain. Menurunkan efek: fenobabital, fenobarbital (inducer enzim yang lain), dapat menurunkan efek dan waktu paro metronidazol - Dengan Makanan : Konsentrasi puncak serum antibiotik diturunkan dan terjadi delay (terlambat), tetapi jumlah total obat yang diabsorbsi tidak dipengaruhi.

Pengaruh

- Terhadap Kehamilan : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat pada dosis tinggi. Faktor risiko : B (dikontraindikasikan pada trimester pertama) Obat dapat menembus plasenta ( efek karsinogenik pada tikus); dikontraindikasikan terhadap pengobatan trichomoniasis pada trimester pertama, kecuali jika pengobatan alternatif tidak adekuat. Untuk keamanan dan efikasi pada indikasi yang lain, gunakan obat pada ibu hamil hanya jika keuntungan pada ibu hamil lebih banyak daripada potensial risiko terhadap janinnya.

- Terhadap Ibu Menyusui : Ditemukan dalam air susu, produsen menyarankan untuk

menghindari penggunaan obat dengan dosis tunggal yang besar. Masuk kedalam air susu ibu/tidak direkomendasikan (AAP rates ’’of concern”)

- Terhadap Anak-anak : Keamanan dan efikasi penggunaan obat pada anak-anak belum diketahui dengan jelas, kecuali untuk pengobatan amoebiasis. Bayi baru lahir menunjukkan keterbatasan dalam eliminasi metronidazole. Pada bayi berumur 28 hingga 40 minggu, waktu paro eliminasi 10,9 – 22,5 jam.

- Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi dengan tes laboratorium : dapat mempengaruhi uji AST, ALT, Trigliserida, glukosa dan LDH

Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet, Cairan Infus, Suppositoria, Sirup Peringatan Reaksi disulfiram-like terjadi bila diberikan bersama alkohol, kerusakan hati dan encefalopati hepatik; kehamilan; menyusui; dihindari pada porfiia; monitoring hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan klinik pada pengobatan yang melebihi 10 hari. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor, seperti kondisi pasien, umur dan berat badan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker . Bacalah dengan seksama informasi mengenai penggunaan obat ini dan ulangi membaca setiap kali anda menerima resep lagi. Gunakan obat ini sesuai dengan yang telah diresepkan. Jangan menggunakan obat ini untuk trichomoniasis selama tiga bulan pertama kehamilan. Gunakan obat pada lambung kosong.Obat

dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna (GI upset); jika hal ini terjadi gunakan bersama makanan. Bentuk sediaan lepas lambat harus digunakan pada saat lambung kosong ( 1 jam atau 2 jam setelah makan) Produsen merekomendasikan untuk menghindari penggunaan etanol selama pengobatan dengan obat ini dan setelah tiga hari terapi selesai. Gunakan obat hingga habis. Obat yang tidak digunakan sampai habis menyebabkan pemusnahan bakteri tidak sempurna dan infeksi dapat kambuh lagi. Hubungi dokter bila terjadi kejang atau mati rasa pada tangan dan kaki. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. Pastikan hal ini dilakukan. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan, kecuali atas anjuran dokter. Hubungi dokter atau apoteker jika anda merasa menggunakan obat terlalu banyak. Jika pasien lupa minum obat, segera mungkin minum obat setelah ingat. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda, kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat, mintalah nasehat dokter atau apoteker. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Jangan diberikan pada orang lain. Mekanisme Aksi Setelah berdifusi kedalam organisma, berinteraksi dengan DNA menyebabkan hilangnya struktur helix DNA dan kerusakan untaian DNA. Hal ini lebih jauh menyebabkan hambatan pada syntesa protein dan kematian sel organisma. (Drug Information Handbook) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 http://dinkes.tasikmalayakota.go.id/index.php/informasi-obat/318-metronidazol.html

tinea. Untuk mencegah kambuhan terapi dilanjutkan 10 hari sesudah gejala hilang.Moladerm .Zolagel .Mycorine . dan Pityaris versicolor. sukar larut dalam etanol.Nilaozanoc . pada kulit terinfeksi. . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dua kali sehari.4-diklorobenzil)oksi)fenetil)imidazol mononitrat Serbuk hablur. berbau lemah.Daktarin . oleskan secukupnya. putih atau praktis putih. terapi diteruskan hingga tampak pertumbuhan kuku baru.Fungares . dan propilen glikol. kloroform.4-dikloro-beta-(2. Sangat sukar larut dalam air dan isopropanol.Sifat Fisikokimia : : Mikonazol nitrat.Micrem . 1-(2. merata.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Obat Topikal untuk Kulit Nama Dagang . oleskan secukupnya. sesudah kuku terlepas.Mikonazol Deskripsi .Sporend . bungkus rapat tidak berlubang. larut dalam dimetilformamid.Nama & Struktur Kimia .Godrem . mudah larut dalam dimetilsulfoksida. agak sukar larut dalam metanol.Zetazal Indikasi Infeksi topikal dermatofit dan jamur lain seperti kandida. Farmakologi . infeksi kuku dan ujung jari 1 kali sehari. Kandidiasis vagina Dosis.

Terhadap Ibu Menyusui : - .Terhadap Kehamilan : - . sensitasi dan kontak dermatitis. eritema.Absorpsi : topikal : sangat kecil.Terhadap Anak-anak : - . hindari panas.Dengan Makanan : - Pengaruh . rasa terbakar lemah Interaksi . lemari pendingin dan cahaya.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring - . Stabilitas Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup baik dan terhindar dari jangkauan anak-anak. Efek Samping Iritasi lokal.Dengan Obat Lain : - . Kontraindikasi Hipersensitif terhadap mikonazol dan komponen lain dalam sediaan.

merusak membran dinding sel jamur yang selanjutnya akan meningkatkan permeabilitas. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jangan simpan di kamar mandi.go. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI Martindale. Mekanisme Aksi Inhibisi biosintesis ergosterol. 2005 BNF 52 Merck Index Farmakope Indonesia ISO Indonesia 42 Iso Generik Advice for Patient (USP DI) http://dinkes.id/index. bila perlu pakai sarung tangan bersih.php/informasi-obat/320-mikonazol.Bentuk Sediaan Krim 2%. sehingga menyebabkan hilangnya nutrisi sel.html . Jangan menyimpan atau pakai ulang sisa obat yang lama.tasikmalayakota. Salep 2% Peringatan Hindari kontak dengan mata dan selaput mukosa Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Kontak dengan mata dan selaput mukosa Informasi Pasien Pada saat pemakaian bersihkan terlebih dahulu kulit yang luka. lemari pendingin dan cahaya. hindari panas. dapur. 34th edition.

Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Antidot dan Obat Lain untuk Keracunan Nama Dagang . dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. Dengan injeksi intravena. dan dalam alkali kuat. lakukan pengeringan pada suhu 105° hingga bobot tetap. Larutan dalam air bersifat asam.Nalokson Deskripsi .NARCAN . .5-3 mcg/kg). lakukan penetapan menggunakan larutan yang mengandung 25 mg per ml.0% untuk bentuk hidrat. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Untuk digunakan pada masa paskabedah.NOKOBA .Nama & Struktur Kimia . bila reaksi tidak memadai. Kelarutan dalam air: Larut dalam air.NARCAXIONE Indikasi Mengatasi depresi napas yang dipicu oleh opioid Dosis. dalam asam encer. 100-200 mcg (1. dosis harus dititrasi untuk tiap pasien agar efek pada pernapasan optimum dan pada saat yang sama menjaga analgesia yang memadai. Susut pengeringan: Tidak lebih dari 0. sukar larut dalam etanol.PHARXIS . . Rotasi jenis: Antara -170° dan -181°. dosis lanjutan dengan injeksi intramuskuler setelah 1-2 jam bila diperlukan.5% untuk bentuk anhidrat dan tidak lebih dari 11. naikkan dosis 100 mcg tiap 2 menit. praktis tidak larut dalam eter : dan dalam kloroform.Sifat Fisikokimia : N-allylnoroxymorphine hydrochloride Pemerian: Serbuk putih atau hampir putih.

10mcg/kg diulang tiap 2-3 menit atau 200 mcg (60mcg/kg) secara intramuskuler sebagai dosis tunggal pada saat kelahiran (mula kerja obat lebih lambat).ANAK : Dengan injeksi intravena. Akan terjadi peningkatan kecepatan respirasi dan minute volume. Farmakologi Nalokson adalah antagonis opiat yang utama yang tidak mempunyai atau hanya sedikit mempunyai aktivitas agonis. intramuskuler. ANAK : 10 mcg/kg. Nalokson mengantagonis depresi pernapasan ringan akibat opiat dosis rendah. seperti injeksi intravena tetapi hanya bila cara intravena tidak memungkinkan (mula reaksi lebih lambat) Infus intravena berkelanjutan (continuous). atau intravena. Sedangkan pada pasien yang sudah menerima morfin dosis tinggi atau analgesik lain dengan efek mirip morfin. dosis lanjutan 100 mcg/kg bila tidak ada reaksi perbaikan. Injeksi subkutan atau intramuskular. bila injeksi intravena tidak mungkin. nalokson mengantagonis sebagian besar efek opiatnya. 10 mcg/kg. nalokson hanya memberi sedikit atau bahkan tidak memberikan efek. Jika diberikan pada pasien yang tidak menerima opiat dalam waktu dekat. dapat diberikan melalui suntikan intramuskuler atau subkutan dalam dosis terbagi. dan tekanan darah menuju normal jika ditekan. NEONATAL : Melalui injeksi subkutan. Untuk keracunan opioid : Injeksi intravena 0. Karena durasi kerja nalokson lebih singkat dibandingkan durasi kerja opiat. 2 mg dilarutkan dalam 500 ml larutan infus dengan kecepatan yang disesuaikan dengan respons pasien.4-2 mcg diulangi setiap interval 2-3 menit sampai dicapai maksimum 10 mg bila fungsi napas tidak membaik (kemudian pertanyakan ketepatan diagnosis). bila tidak menunjukkan respons diberikan dosis 100 mcg/kg. Dosis yang dipakai dalam keracunan opioid akut mungkin tidak sesuai untuk penatalaksanan depresi napas dan sedasi yang ditimbulkan oleh opioid pada mereka yang menerima perawatan paliatif dan terapi opioid kronik. penurunan arterial PCO2 menuju normal. maka efek .

5-5. setelah 24 jam.Dengan Obat Lain : Nalokson menurunkan efek analgesik narkotik. Nalokson hidroklorida mungkin stabil selama 24 jam.004 mg/mL (4mcg/mL). Meski keterkaitannya belum diketahui dengan pasti. Nalokson mengantagonis efek sedasi atau tertidur yang dipicu oleh opiat. Kontraindikasi hipersensitif terhadap Nalokson Efek Samping Mual dan muntah pernah dilaporkan namun jarang. Efek samping kardiovaskular terjadi pada kebanyakan pasien paska operasi dengan riwayat penyakit kardiovaskular atau pada pasien yang mengkonsumsi obat dengan efek yang mirip dengan efek kardiovaskular. takikardia dan fibrilasi ventrikular dan edema paru dilaporkan kadang terjadi pada pasien yang diberikan nalokson hidroklorida paska operasi. Stabilitas Penyimpanan Sediaan injeksi harus disimpan pada suhu 15-30°C dan terlindung dari cahaya.Dengan Makanan : - Pengaruh . . Sediaan injeksi stabil pada pH 2. Jika telah dilarutkan dalam dektrosa 5% atau NaCl 0. Tremor dan hiperventilasi yang disebabkan oleh kesadaran kembali yang tiba-tiba terjadi pada beberapa pasien yang menerima nalokson untuk overdosis opiat. larutan yang tidak digunakan harus dibuang. pada pasien yang menerima nalokson hidroklorida parenteral dengan dosis di atas dosis yang biasa direkomendasikan.9% sehingga konsentrasi menjadi 0. Nalokson tidak mengakibatkan toleransi atau ketergantungan fisik maupun psikologis. hipotensi. namun keterkaitannya belum diketahui. hipertensi.opiat mungkin muncul kembali begitu efek nalokson menghilang. Interaksi .

Terhadap Anak-anak : - . tekanan darah Bentuk Sediaan Cairan Injeksi Peringatan Penyakit kardiovaskuler atau pasien yang menerima obat kardiotoksik. dan S pada sistem saraf pusat. . K. sehingga harus digunakan secara hati-hati pada ibu menyusui. . Nalokson kemungkinan berperan dalam antagonis kompetitif pada reseptor opiat µ. diperkirakan nalokson mempunyai afinitas tertinggi terhadap reseptor µ.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui apakah terdistribusi dalam ASI atau tidak.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Kecepatan respirasi. detak jantung. nyeri.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko C (Obat dapat diberikan hanya jika manfaat pemberian melebihi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap fetus). ketergantungan fisik pada opioid (memicu gejala putus obat). Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Sediaan mungkin mengandung metil dan propil parabean Mekanisme Aksi Mekanisme yang pasti dari aktivitas antagonis opiat dari nalokson tidak diketahui dengan pasti. lama kerjanya singkat. . iritabilitas (efek kardiovaskuler yang negatif telah dilaporkan)..

mengurangi iritasi vagina ringan Dosis.Sifat Fisikokimia .id/index.tasikmalayakota.Keterangan : : : - Golongan/Kelas Terapi Desinfektan dan antiseptik Nama Dagang Indikasi Antiseptik ekstrnal dengan spektrum mikrobisidal untuk pencegahan atau perawatan pada infeksi topikal yang berhubungan dengan operasi.html Povidon Yodida Deskripsi . lecet.Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI 2000 AHFS 2005 Farmakope Indonesia IV http://dinkes. luka sayat. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Antiseptik : berikan pada daerah luka sesuai kebutuhan.php/informasi-obat/325-nalokson. Iritasi Vagina : berikan larutan sekali .Nama & Struktur Kimia .go.

Terhadap Anak-anak : - . jumlahnya tergantung konsentrasi.sehari selama 5-7 hari. Kontraindikasi Reaksi hipersensifitas terhadap yodium Efek Samping Pada penggunaan untuk luka bakar yang luas dapat timbul metabolik asidosis. pruritus. jamur. Juga dapat timbul sensitisasi walaupun jarang.Dengan Obat Lain : - . Interaksi .Terhadap Kehamilan : - . rute pemberian dan karakter kulit.Terhadap Ibu Menyusui : - . Bekerja sebagai bakterisida yang juga membunuh spora. Efek lokal : edema. Stabilitas Penyimpanan Simpan terlindung dari cahaya. Farmakologi Suatu bahan organik dari bahan aktif polivinil pirolidon yang merupakan kompleks iodine yang larut dalam air. virus dan sporozoa. Povidon iodin diabsorbsi secara sistemik sebagai iodin.Dengan Makanan : - Pengaruh . rash. iritasi.

radang pada pangkal tenggorokan. b. 4. Jangan di minum/ditelan. Cairan Pembersih Kulit. Awas : jangan diminum/ditelan. Cara pemakaian : a. obat kumur : Obat langsung dipakai untuk berkumur-kumur-kumur selama lebih kurang 30 menit. 2. Disimpan pada temperatur kamar. Hati-hati bila digunakan untuk mengobati luka bakar yang luas ada kemungkinan terjadi absorbsi sistemik yang beresiko asidosis metabolic serta gangguan faal ginjal. 3. Salep Peringatan 1. Dalam keadaan dimana .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Obat Kumur. Adalah sangat berbahaya bila menggunakan obat tanpa resep dokter.. Pembersih kulit. Segeralah ke dokter bila timbul bercak-bercak merah seperti terbakar. Pijat-pijatlah selama kurang lebih 5 menit ambil disiram-siram dengan sedikit air. Hati-hati pemberian pada wanita hamil dan menyusui 2. Jauhkan dari jangkauan anak 6. kemudian urapi dengan obat. Basahilah kulit yang akan dibersihkan dengan air secukupnya. Krim. Kemudian cucilah dan bilas sampai bersih. 5. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1.

C4H4O4 ::- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang Indikasi Shcizofrenia.go.f][1. 2-[2-(4-Dibenzo[b. Ikutilah aturan pakainya secara tertib.Nama & Struktur Kimia . (C21H25N3O2S)2. autis dan psikosis pada anak .id/index. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka http://dinkes. Mekanisme Aksi Povidon iodin adalah germisidal spektrum luas yang aktif terhadap bakteri. mania akut yang berkaitan dengan gangguan bipolar. jamur.tasikmalayakota.anda terpaksa harus menggunakan obat tanpa resep dokter.Sifat Fisikokimia . bacalah indikasi obat serta aturan pakai yang tertera pda label secara cermat.4]thiazepin-11-yl-lpiperazinyl)ethoxy]ethanol fumarate.Keterangan : Quetiapine fumarate. protozoa dan spora.html Quetiapin Deskripsi .php/informasi-obat/347-povidon-yodida.

Tmaks. bila dapat ditoleransi. psikosis dan mania: awal. Kerja antagonis pada dopamin dan 5-HT2 menjelaskan beberapa efek quetiapin. mungkin bekerja melalui kerja antogonis pada reseptor dopamin D2 dan serotonin tipe 2 (5-HT2). dopamin D1 dan D2. ekskresi lewat urin. naikkan bertahap sampai 450 mg/hari. naikkan 100mg/hari ke 200 mg sehari 2 kali pada hari ke 4. antagonis H1 mengakibatkan somnolen. Diperlukan penyesuaian dosis pada gangguan hati. Bioavailabilitas 9%±4%. Rentang dosis lazim: 400-800 mg/hari. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak dan remaja : Autis : 100-350 mg/hari( 1. dosis lazim : 50-200 mg/hari. 5-HT2. alfa 1 dan alfa2 adrenergik. bioavailabilitas relatif tablet terhadap larutan 100%.6-5. Ikatan protein 83%. Waktu paruh eliminasi rata-rata sekitar 6 jam di akhir. 73% . tidak mempengaruhi reseptor kholinergik dan benzodiasepin. Absorpsi oral cepat. Vd 10±4 l/kg. Obat ni mengantagonis beberapa reseptor di otak: serotonin 5-HT1A. awal: 25 mg/hari naikkan 25-50 mg/hari sampai ke dosis efektif berdasarkan respons klinik dan toleransi pasien. Buat penyesuaian berikutnya sebanyak 25-50 mg sehari 2 kali. 25 mg sehari dua kali. Sedangkan kerja antagonis pada alfa adrenergik menimbulkan hipotensi ortostatik. Orang tua : Diperlukan penyesuaian dosis. histamin H1. metabolisme terutama di hati lewat CYP3A4 membentuk metabolit yang tidak aktif. Tidak diperlukan penyesuaian dosis pada insufisiensi ginjal. Farmakologi Mekanisme kerja belum diketahui pasti. : 1. naikkan sampai target dosis 300-400 mg dibagi dalam 2-3 dosis. Mania : Awal : 50 mg sehari 2 kali pada hari pertama.Dosis. Dewasa: Shcizofrenia/psikosis : awal : 25 mg sehari 2 kali.5 jam. dapat ditingkatkan sampai target dosis 800 mg/hari sampai hari ke 6 dengan peningkatan = 200 mg/hari. Dosis lazim pemeliharaan berkisar 300-800 mg/hari.2 mg/kg/hari). naikkan 25-50 mg sehari 2-3 kali pada hari kedua dan ketiga.

penekanan sumsum tulang. batuk. depresi SSP berat. sindroma seperti flu. nyeri belakang. Saluran cerna : nyeri perut (bergantung dosis). Kulit : rash . 1%-10% : Kardiovaskular :hipotensi postural. diskrasia darah. peningkatan trigliserida Saluran cerna: penambahan berat badan (bergantung dosis). diabetes melitus. Efek Samping > 10% : SSP : agitasi. koma. lemah. Endokrin & metabolisme : peningkatan kolesterol. hiponatremia. hipertonia. hiperglikemia. hiperlipidemia. . muntah. pusing sakit kepala. nyeri. gastroenteritis. Mata: amblifobia (penglihatan kabur). konstipasi.sebagai metabolit. dispnea. lewat feses 20%. <!% dalam bentuk utuh. demam. Pernafasan : rinitis. takikardia. anafilaksis. anoreksia. udem perifer SSP : cemas. Darah : leukopenia. xerostomia (mulut kering). faringitis. palpitasi. Stabilitas Penyimpanan Kontraindikasi Hipersensitif terhadap quetiapin atau komponen-komponen lain formulasi. ALT dan GGT Otot-saraf : disartria. Hati : peningkatan AST. somnolens. Lain-lain : diaforesis (berkeringat). tremor. dispepsia (bergantung dosis). < 1% (hanya yang berbahaya) : Agranulositosis. penyakit hati berat.

Simetidin meningkatkan kadar quetapin di darah. nevirapin. vertigo. Tioridfazin meningkatkan bersihan quetapin sehingga kadar di serum menurun. perpanjangan interval QT.Terhadap Ibu Menyusui : Ekskresi ke ASI tidak diketahui. anti hipertensi dapat dikuatkan oleh quetiapin. isoniasid.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. Efek obat-obat yang bekerja di pusat. Pengaruh . eritromisin. Metoklopramid dapat meningkatkan sindroma ekstra piramidal. sedatif. propofol. klaritromisin. gerakan yang tidak disadari. . kuinidin. siprofloksasin. nikardipin. verapamil meningkatkan serum quetapin hingga 335%. St John's wort. gotu kola dapat meningkatkan efek depresi SSP. fenitoin menurunkan efek quetiapin.Dengan Makanan : Etanol dapat meningkatkan gangguan kognitif/fungsi motorik. neutropenia. diskinesia tardif (gangguan gerakan yang disadari yang tetap ada walau obat dihentikan). rabdomiolosis (lisis otot skelet). leukositas. peningkatan salivasi. .hipotiroid.Terhadap Anak-anak : - . nafsilin.Terhadap Hasil Laboratorium : - . karbamasepin. peningkatan selera makan. SIADH (syndrome of inappropriate antidiuretic hormone ). Valerian. doksisiklin. fenobarbital. diklofenak. rash. Antifungi golongan azol. etanol. sindroma Steven Johnson. Makanan dapat meningkatkan konsentrasi puncak dan AUC. Aminoglutetimid. protease inhibitor. tidak direkomendasikan . fotosensitifitas. Dicurigai bersifat teratogenik. meningkatkan efek lorazepam. Interaksi . kava-kava. Asam valproat meningkatkan serum plasma maksimum rata-rata 17%.Dengan Obat Lain : Quetiapin.

Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. tidak mempengaruhi reseptor kholinergik dan benzodiasepin. tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. segera minum obat bila lupa. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. Obat ini mengantagonis beberapa reseptor di otak : serotonin 5-HT1A. 200 mg. Mekanisme Aksi Mekanisme kerja belum diketahui pasti. Peringatan Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk mengobati gangguan psikosis seperti sizoprenia. . Gunakan obat sesuai anjuran dokter. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. mungkin bekerja melalui kerja antogonis pada reseptor dopamin D2 dan serotonin tipe 2 (5-HT2). Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/mengganggu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. 5-HT2.Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet 25 mg. histamin H1. Kerja antagonis pada dopamin dan 5-HT2 menjelaskan beberapa efek quetiapin. Sedangkan kerja antagonis pada alfa adrenergik menimbulkan hipotensi ortostatik. 100 mg. antagonis H1 mengakibatkan somnolen. alfa 1 dan alfa2 adrenergik. dopamin D1 dan D2. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai.

id/index.tasikmalayakota. Et.html Stavudin Deskripsi . drug Information handbook international. Martindale:The complete drug reference. Advice for the patient Drug Information in Lay Language . C10H12N2O4 Stavudin merupakan kristal solid berwarna putih.. Pharmaceuticall Press 2005.Zerit Indikasi Untuk mengobati HIV dengan dikombinasikan dengan antiviral lain . Kelarutan stavudin dalam air pada suhu 230C adalah sekitar 83 mg/mL. The United States Pharmacopeial Convention. Et.Inc.Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC. LacyCF.Nama & Struktur Kimia .go. :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Sifat Fisikokimia .al.USPDI 17th ed.php/informasi-obat/352-quetiapin.Keterangan : : 1-[5-(hydroxymethyl). Lexicomp 2005. Rand http://dinkes.al.Staviral . 34th ed.5-dihydrofuran-2-yl] -5-methyl-1H-pyrimidine2.2.4-dione.

Cl 26 – 50 ml/menit.Dewasa: >= 60 kg: 40 mg setiap 12 jam . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis : . < 60 kg 15 mg setiap 12 jam. < 60 kg 15 mg setiap 12 jam.Kemudian dilanjutkan dengan dosis 50%.>= 60 kg.Lansia : Dosis disesuaikan dengan keadaan ginjal dan monitor simptom neuropathy Farmakologi Distribusi : Va : 0.Anak-anak > 14 hari dan < 30 kg: 1 mg/kg setiap 12 jam. . > 30 kg merujuk dosis dewasa .Dosis. 12 jam < 60 kg. Larutan rekonstitusi harus dibekukan dan stabil dalam 30 hari. bila muncul efek lagi hentikan. 30 mg setiap 12 jam.4% Metabolisme: mengalami fosforilasi intraselular menjadi bentuk tidak aktif T½ eliminiasi : 1-1.Bayi baru lahir: – 13 hari 0. . . Cl 10 – 25 ml/menit.Bila terjadi toksisitas yaitu munculnya neuropaty hentikan pengobatan sampai gejala menghilang . Untuk dewasa Cl > 50 ml/menit >= 60 kg 40 mg setiap. 20 mg setiap 12 jam.< 60 kg: 30 mg setiap 12 jam .>= 60 kg 20 mg setiap 24 jam.6 jam Waktu puncak : 1 jam Ekskresi : melalui urin 40% sebagai obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Kapsul dan serbuk untuk rekonstitusi dapat disimpan dalam temperatur ruang.5 L/kg Bioavailability : 86.5 mg/kg setiap 12 jam .Dosis pada kerusakan ginjal: untuk Anak-Anak tidak dianjurkan.

. alergi. kerusakan hati. kulit-rash. hepar peningkatan transaminase.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . peningkatan neuropati perifer.doxorubisin. sakit perut. leukopenia. menurangi foforilase intraseluler . macam-macam : peningkatan amilase 1% . tidak dapat tidur. redistribution fat.hidroksi urea. panas. anoreksia.Dengan Makanan : - Pengaruh . pancreatitis. hepatitis. pankreatitis dan hepatotoksik . sistem saraf dan kulit. thrombositopenia Interaksi . diare. bisa digunakan dengan perhatian .zalcitabine.Kontraindikasi Hipersensitif terhadap stavudin atau komponen lain dalam sediaan Efek Samping Dibanding dengan lamivudin efek neuropathy stavudin lebih besar. mengurangi fosforilasi intraseluler. Pengurangan efek terjadi bila: . hepatomegali. mengurangi fosforilasi intraseluler.zidovudin. saluran pencernaan : mual. > 10% Pada susunan saraf pusat : Sakit kepala.10% Pada hati : Peningkatan bilirubin. laktat asidosis.ribavirin.Dengan Obat Lain : Terjadi peningkatan efek bila dikombinasi dengan: . muntah. bisa digunakan dengan perhatian. neuropati perifer. hepatic steanosis. Laporan kasus sesudah dipasarkan. myalgia. anemia.

didanosin. 20 mg. 1 mg/ml (200 ml) Peringatan Hati-hati bila digunakan pada pasien yang hipersensitif pada stavudin. memperpanjang dampak nukleosid.. yang nampak maupun simptom. Neuropati perifer dapat berkurang dengan pengurangan dosis. zalcitabin. Zidovudin dikombinasikan dengan stavudin.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui efek masuknya ke dalam ASI. 30 mg. Pada pasien suspek laktat asidosis. neuropati. 40 mg Puyer Untuk Larutan Oral. penekanan terhadap tulang belakang atau neuropati perifer. Risiko semakin meningkat bila digunakan bersama didanosin dan hidroksi urea. Risiko akan bertambah bila gemuk.Terhadap Anak-anak : - . angka kekuatan viral dan angka CD4 Bentuk Sediaan Kapsul 15 mg. atau pada pasien perempuan. kontraindikasi untuk ibu menyusui .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Monitor fungsi liver. walau dalam kasus yang fatal. didanosin dan hidroksiurea. Penggunaan stavudin dihentikan bila muncul laktat asidosis. Suspek pankreatitis muncul untuk penggunaan dari stavudin.Ibu hamil meningkat resikonya dengan muncul laktat asidosis dan kerusakan hati.Pihak industri menyarankan bila muncul kelemahan dari motorik maka penggunaan dihentikan. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien .

nukleosida reverse transcriptase Monitoring Penggunaan Obat Simptom yang ada.id/index. angka viral load dan CD4 Daftar Pustaka Drug information hand book.Nama & Struktur Kimia . menghambat replikasi virus.17ß-Diacetoxy-2piperidino-5a androstan-16 ß-yl)-1methylpiperidium.go. yang mempengaruhi viral DNA HIV.hasil laboratorium dari fungsi hati.Sifat Fisikokimia . Mekanisme Aksi Stavudin adalah analog thymidin.tasikmalayakota. C34H57BrN2O4 ::- Golongan/Kelas Terapi Relaksan Otot Perifer dan Penghambat Kolinesterase Nama Dagang Indikasi . 2006. (DIH). 2005 http://dinkes.php/informasi-obat/377-stavudin.Keterangan : 1-3(3alfa.Lakukan diskusi degan pasien mengenai frekuensi pemberian obat.html Vekuronium Deskripsi . terutama untuk mencegah resistensi yang emergensi.yang bergantung Dpada DNA polimerase. neuropati. AHFS DRUG. dan efek samping untuk menjamin kepatuhan pasien.

edema. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dengan Injeksi Intravena Dewasa : 80-100 mcg/kg bb . dosis pemeliharaan 20-30 mcg/kg bb tergantung dari respon klinik. gatalgatal. myositis (pada penggunaan jangka panjang). Infus IV:50-80 mcg/kg bb diawali dengan injeksi IV 40 – 100 mcg/kg bb.Dan ini tentu mengarah pada aktivitas vekuronium dosis tinggi tidak menghasilkan efek samping pada vaskular. Neonatus dan bayi usia 4 bulan :dosis awal 10-20 mcg/kg bb lalu dinaikkan sampai efek yang diharapkan. Penyesuaian dosis juga dibutuhkan pada bayi dan pada pasien gagal ginjal. hipotensi. Efek Samping Bradikardia. Stabilitas Penyimpanan Penyimpanan : Pada temperatur (15 – 25)°C dalam wadah kedap udara dan jauhkan dari cahaya. Kontraindikasi Pasien hipersensitif terhadap vekuronium dan komponen lain dalam sediaan. Perhatian dibutuhkan pada pasien penderita hepatitis dan gangguan ginjal. takikardia. Farmakologi Dengan dosis biasa onsetnya kurang lebih 1-3 menit dan berakhir 20-30 menit.Relaksan otot untuk jangka pendek sampai sedang.Juga dapat menghindari efek kardiovaskular. Vecuronium bromida memiliki aktivitas dengan melepaskan histamin meskipun reaksi lokal pada lokasi injeksi telah dilaporkan. kemerah-merahan. Pemberian vekuronium secara intravena akan didistribusikan dengan cepat. sindrom miopati. Dimetabolisme juga oleh otot liver dan metabolit itu merupakan penghambat neuromuscular. kolaps sirkulasi. rash. Interaksi . reaksi hipersensitif. Bronkospasma dan reaksi anafilaktoid juga telah dilaporkan. Dosis. quadriplegik akut.

klindamisin. .Terhadap Anak-anak : - . magnesium sulfat. gunakan dengan perhatian. bayi dan pada pasien gagal ginjal Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus . lidokain.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . . imipenem. tetrasiklin dan vankomisin.Terhadap Ibu Menyusui : Distribusi venkuronium pada air susu tidak diketahui. denyut jantung Bentuk Sediaan Injeksi 4 mg/ml Peringatan Perhatian dibutuhkan pada pasien penderita hepatitis dan gangguan ginjal.Dengan Makanan : - Pengaruh . kuinidin. prokainamida. beta bloker.Dengan Obat Lain : Efek vekuronium meningkat dengan adanya aminoglikosida..Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tekanan darah. ketamin. makrolida. calcium channel bloker. Penyesuaian dosis juga dibutuhkan pada ibu hamil. Obat harus dihindari atau digunakan dengan hati-hati dalam kehamilan karena dengan pemberian dosis tinggi dapat menyebabkan miastenia gravis pada bayi . kuinolon. diuretik loop (furosemid). anestesi halogen.

maka informasi tidak langsung diberikan pada pasien.al. Ketokonazol mempunyai pKas 2. Larut dalam DMSO atau kloroform . Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi .id/index. Martindale:The complete drug reference.Nama & Struktur Kimia . suatu senyawa antifungal azole.html Ketokonazol Deskripsi . 34th ed. menghambat depolarisasi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC.go. Pharmaceutical Press 2005 http://dinkes. Mekanisme Aksi Mencegah terikatnya asetilkolin pada reseptor pada motor endplate. Et..3-dioxolan-4-yl) methoxy) phenyl)-piperazine.4-dichlorophenyl)-2-(1H-1M-idazol: 1-ylmethyl)-1.php/informasi-obat/402-vekuronium.5.Informasi Pasien Pemakaian terbatas untuk kasus tertentu. Mengingat pemberian obat ini dilakukan melalui /oleh dokter anestesi.tasikmalayakota.9 hingga 6.Keterangan : Ketokonazol adalah suatu sintetik derivatif imidazol. C26H28N4O4Cl2 Ketokonazol berupa serbuk putih hingga sedikit abu-abu dan praktis : tidak larut dalam air.Sifat Fisikokimia Sinonim : cis-1-Acetyl-4-(4-((2-(2. Perlu sarana dan keahlian khusus.

maksimum 400 mg sehari (untuk pasien lanjut usia 200 mg sehari) .Nizoral . Pengobatan profilaksis dan pemeliharaan pada pasien immunosuppresi 200 mg sehari.Wizol . infeksi dermatofit pada kulit dan kuku tangan (tidak pada kuku kaki).Zoralin . mycoses gastrointestinal yang resisten. kandidiasis vaginal kronik yang resisten. 400 mg sekali sehari bersama makanan selama 5 hari. terminal : 8 jam . Candidiasis vaginal kronik yang resisten. dapat menembus sawar darah otak (bood brain-barrier)dalam jumlah kecil. tendon. sejumlah kecil saja yang dapat masuk ke dalam cairan serebrospinal Ikatan protein : 93% hingga 96% Metabolisme : melalui hepatik sebagian via CYP3A4 menjadi bentuk senyawa yang tidak aktif Bioavailability : terjadi penurunan bila pH lambung meningkat T½ eliminasi : Biphasic : awal : 2 jam . Dosis. Cara Pemberian dan Lama Pemberian 200 mg sekali sehari bersama makanan.Mycozid . air susu ibu.Profungal . serumen. saliva. urin.Katoconazol (Generik) .Fungasol .Interzol . profilaksis mikosa pada pasien immunosupresan. sebum.Muzoral .Nama Dagang .Formyco .Zoloral Indikasi Mycoses sistemik.Mycoral . kulit dan jaringan lunak.Thicazol . Anak-anak 3 mg/kg sehari.Funet . empedu. biasanya selama 14 hari. feses. dan testes. jika setelah 14 hari respon tidak memadai lanjutkan hingga sedikitnya 1 minggu setelah gejala hilang dan hasil kultur negatif . Farmakologi Absorpsi : Oral : absorpsi cepat (~ 75%) Distribusi : terdistribusi dengan baik dalam cairan sendi yang mengalami inflamasi. kandidiasis mukokutaneous kronik yang resisten.

vinkristin. pruritus . pioglitazon. Meningkatkan efek/toksisitas: karena menghambat CYP3A4 ketokonazol kontraindikasi dengan cisaprid. dekstrometorfan. pusing . ritonavir. alkaloid ergot. ruam. 2D6 (moderate). rosiglitazon. vinblastin. antidepresan trisiklik. 2A6. busulfan. atau 3A4. Interaksi .Waktu untuk mencapai kadar puncak. cisaprid. nateglinid. Ketoconazol dapat meningkatkan efek/kadar serum amiodaron . benzodiazepin. menghambat CYP1A2 (kuat). metusuksimid. fenitoin.amfetamin. calsium channel blocker. 2C8/9. sakit kepala. ginecomastiadan oligosperma . warfarin. paraesthesia . citalopram.simvastatin dan triazolam karena dapat meningkatkan toksisitas senyawa ini. kehamilan dan menyusui Efek Samping Mual. Mesoridazine dan tioridazin dikontraindikasikan dengan penghambat CYP2D6 kuat. 2D6. trimetreksate. nyeri abdomen. mutah. beta blocker. 2C19 (moderate). paroxetin.lovastatin.doxetacel. glipizideifosfamid. lidokain.midazolam. urticaria. zolpidem dan substrat CYP1A2. Jika digunakan dengan . takrolimus. kerusakan berat pada hati . jarang terjadi angioedema. risperidon. digoksin. urin (13%) Stabilitas Penyimpanan Tablet ketoconazol harus dilindungi dari kelembaban dan disimpan dalam wadah tertutup rapat pada suhu 15 – 25°C Kontraindikasi Kerusakan hati. 2C8/9 (kuat). tioridazin.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: substrat CYP3A4 (major). HMG-CoA reductase inhibitor (lovastatin dan simvastatin) dan pimozide dikontraindikasikan dengan penghambat CYP3A4 kuat. dexmedetomidin. ropinirol. fluvoksamine. mexiletine. mesoridazin. fotofobia. 2A6 (moderate) . nefazodon. Benzodiazepin tertentu ( midazolam dan triazolam) . buspiron. 3A4 (kuat). alopecia. serum: 1-2 jam Ekskresi : Feses (57%). teofilin. propanolol. sirolimus. 2B6 (lemah). 2C19. trifluoperazin. trombositopenia. sertraline. diazepam. glimepirid. mirtazapin. fluoksetin. anestesi inhalasi. resiko hepatitis lebih tinggi pada pemakaian lebih dari 14 hari. venlafaksine.

lansoprazol.Terhadap Anak-anak : - .Terhadap Ibu Menyusui : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat. hidrokodon.penghambat CYP3A4 kuat. John’s wort dapat menurunkan kadar ketokonazol Pengaruh . Ketokonazol dapat menurunkan kadar/efek substrat prodrug CYP2D6 (seperti: kodein. Efikasi kontrasepsi oral dapat diturunkan (data terbatas). antasida. rabeprazol) dan sukralfat dapat secara signifikan menurunkan bioavailabilitas yang mengakibatkan kegagalan terapi dan sebaiknya tidak digunakan secara bersamaan. . penggunaan obat harus dihindari pada wanita hamil. Jangan diberikan bersamaan dengan rifampin. fenobarbital. oksikodon. Faktor risiko : C . Menurunkan efek oral : absorpsi dipengaruhi oleh keasaman lambung. tramadol) . karbamazepin. antagonis H2 (simetidin. nizatidin dan ranitidin). nafcillin. Ketokonazol terdistribusi dalam air susu ibu. famotidin .Dengan Makanan : Kadar puncak serum ketokonazol dapat diperpanjang jika digunakan bersama makanan. fenytoin. diperlukan penyesuaian dosis untuk sildenafil dan penghambat PDE-5 yang lain. nevirapin. Penurunan kadar serum dengan didanosin dan isoniazid. rifampisin dan inducer CYP3A4 yang lain. St.Terhadap Kehamilan : Produsen menyatakan adanya teratogenisitas pada studi hewan.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tes fungsi hati . inhibitor pompa proton (omeprazol. Efek/kadar ketokonazol diturunkan oleh aminoglutetimid.

hubungi dokter atau apoteker Mekanisme Aksi Mempengaruhi permeabilitas dinding sel melalui penghambatan sitokrom P450 jamur. juga menghambat sintesis androgen. setelah 14 hari pengobatan kemudian selang sebulan sekali. Digunakan bersama dengan makanan atau susu untuk menurunkan efek samping pada saluran cerna. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. Gunakan tablet 2 jam lebih dulu sebelum antasida untuk mencegah penurunan absorpsi disebabkan oleh pH lambung yang tinggi . menghambat beberapa enzim pada jamur yang mengakibatkan terbentuknya kadar toksik hidrogen peroksida. segera mungkin minum obat setelah ingat.Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Monitoring fungsi hati secara klinik dan biokimiawi untuk pengobatan yang berlangsung lebih dari 14 hari dengan melakukan tes fungsi hati sebelum memulai pengobatan. kecuali atas saran dari dokter atau apoteker. kecuali atas anjuran dokter. Jika pasien lupa minum obat. Hindari pada pasien porfiria Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. menghambat biosintesa trigliserida dan fosfolipid jamur. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekwensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. seperti kondisi pasien. . umur dan berat badan.

Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. palmitate hydrokloride.Sifat Fisikokimia : Diperdagangan klindamisin berada dalam bentuk klindamisin hydrochloride.45. Kelarutan klindamisin phosphate dalam air : 400 mg/ml pada suhu 25°C.Nama & Struktur Kimia . Perbedaan struktur dengan lincomycin adalah terdapatnya substitusi atom chlorin pada 7-hydroxil dan inversi (pembalikan) 7: carbon. serbuk kristal hygroskopis warna putih atau keputih-putihan dengan masing-masing mempunyai bau yang khas dan larut dalam air. klindamisin phosphate.php/informasi-obat/289-ketokonazol.go. serbuk amorphous warna putih atau keputih-putihan. fosfate berturut-turut merupakan serbuk kristal berwarna putih. pKa klindamisin adalah 7. klindamisin palmitate hydrochloride.tasikmalayakota.id/index.Keterangan : Klindamisin merupakan antibiotik semisintetik turunan dari linkomisin Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi .html Klindamisin Deskripsi . . klindamisin Hydrokloride.

Klindamisin (Generik) . dapat dinaikkan hingga 450 mg setiap 6 jam pada infeksi berat .Dalacin C/Dalacin C Phosphat .Nufaclind .Daclin-300 .Clinjos . Efek toksik yang paling serius adalah timbulnya kolitis yang dapat berakibat fatal dan sangat umum terjadi pada usia setengah baya dan pada wanita usia lanjut .Dacin .Ethidan . 150 -300 mg setiap 6 jam.Lando . pemberian dosis tunggal yang melebihi 600 mg hanya boleh diberikan secara infus intravena.Probiotin . Pada infeksi oral.Clinium .Zumatic . anak-anak 3-6 mg/kg setiap 6 jam.Opiclam .Indanox . Injeksi intramuscular dalam atau infusi intravena. klindamisin sebaiknya tidak digunakan secara secara rutin untuk mengobati infeksi oral.Clindexin .Clinidac .Anerocid . terutama sesudah operasi.Biodasin .Nama Dagang .Climadan .Albiotin .Klindamisin OGB Dexa . Obat ini terkonsentrasi dalam tulang dan diekskresi melalui empedu dan urin.Lindan .Clinmas .Librodan . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Peroral. karena tidak lebih efektif daripada golongan penisilin melawan anaerob dan kemungkinan terdapat reisistensi silang dengan bakteri resisten eritromisin. termasuk staphylococus yang resisten terhadap penisilin dan juga melawan beberapa bakteri anaerob terutama bacteroides fragilis. Klindamisin direkomendasikan pada infeksi staphylococcus tulang dan sendi seperti osteomyelitis dan intraabdominal sepsis. Klindamisin hanya digunakan secara terbatas karena efek sampingnya yang serius. 0.7 g sehari (dalam 2 – 4 dosis terbagi) . Meskipun timbulnya kolitis yang berkaitan dengan penggunaan antibiotika dapat terjadi pada penggunaan sebagian besar antibiotika.Clinbercin .8 g sehari. dosis tunggal pada pemberian infus intravena tidak boleh lebih . pada infeksi yang mengancam jiwa dosis dapat dinaikkan hingga 4.Comdasin .Lindacyn . Dosis.Cindala .Prolic Indikasi Klindamisin aktif melawan kuman kokus gram positif . Klindamisin digunakan untuk profilaksis endokarditis pada pasien yang alergi terhadap penisilin.6 – 2. namun kondisi ini lebih sering terjadi pada penggunaan klindamisin.

muntah. IM 1-3 jam Ekskresi : Urin (10%) dan feces (~ 4%) sebagai obat aktif dan metabolit Stabilitas Penyimpanan Kapsul : Simpan pada suhu kamar 20°C hingga 25°C Krim : Simpan pada suhu kamar IV : larutan infus dalam larutan NS atau D5W stabil selama 16 hari pada suhu kamar Larutan oral : Larutan oral yang telah direkonstitusi jangan disimpan pada refrigerator (suhu dingin) .6 jam . perut tidak enak.6-5. dihindari injeksi yang mengandung benzil alkohol pada neonatus Efek Samping Diare (hentikan pengobatan).3 jam (rata-rata : 2-3 jam) Waktu untuk mencapai kadar puncak. mual.dari 1. setelah larutan direkontitusi . larutan oral stabil selama 2 minggu pada suhu kamar 20°C hingga 25°C (68°F hingga 77°F) Larutan topikal : Simpan pada suhu kamar 20°C hingga 25°C (68°F hingga 77°F) Ovula : simpan pada suhu kamar 15°C hingga 30°C (68°F hingga 77°F) Kontraindikasi Diare. 15 – 40 mg/kg sehari dibagi dalam 3 – 4 dosis . infeksi berat . oesophagitis. serum : Oral : dalam 60 menit. Dewasa : 1. menembus plasenta .7 jam . kolitis yang berkaitan . minimal 300 mg sehari tanpa memperhitungkan berat badan Farmakologi Absorpsi : Topical : ~ 10 %. Anak-anak diatas 1 bulan. masuk ke dalam air susu Metabolisme : hepatik Bioavailability : Topical: < 1% T½ eliminasi (half-life elimination) : Neonatus : Premature: 8.2 g. Oral : Cepat (90 %) Distribusi : Konsentrasi tinggi pada tulang dan urin. Full-term: 3. jumlah obat dalam cairan serebrospinal tidak signifikan bahkan pada inflamasi meninges (selaput otak) .

Terhadap Anak-anak : - . thromboplebitis sesudah injeksi intravena Interaksi .Terhadap Ibu Menyusui : Kemungkinan hanya sejumlah kecil berada pada air susu ibu. Cairan Inj Peringatan .Dengan Obat Lain : - . eosinophilia.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B . neutropenia. indurasi dan abcess sesudah injeksi intramuscular.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Observasi perubahan pada usus. Masuk ke dalam air susu ibu . pada pengobatan jangka panjang monitor CBC. eksfoliatif dan dermatitis vesiculobullous. namun diare berdarah dilaporkan terjadi pada 1 bayi.dengan penggunaan antibiotika. syndrom Stevens-Johnson. tes fungsi hati dan renal secara periodik Bentuk Sediaan Kapsul. monitor kolitis dan pengobatan terhadap gejala yang timbul. pruritus. nyeri. agranulositosis dan trombositopenia. jaundice (penyakit kuning) dan mempengaruhi tes fungsi hati. urticaria reaksi anafilaksis.Dengan Makanan : - Pengaruh . rash.

Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. tanyakan pada dokter. kehamilan . umur dan berat badan. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Jangan menghentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. menyusui . kerusakan ginjal. seperti kondisi pasien. Jika anda mempunyai pertanyaan tentang obat ini. Beberapa sediaan mengandung tartrazine (FD & C Yellow No. segera mungkin minum obat setelah ingat. kerusakan hati. kecuali atas anjuran dokter. Gunakan obat hingga habis. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/frekuensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau petugas kesehatan. Pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan eliminasi bakteri menjadi tidak sempurna dan dapat mengakibatkan infeksi kambuh kembali. Pastikan hal ini dilakukan. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan . Pasien segera menghentikan pengobatan jika timbul diare atau kolitis.Pasien harus segera menghentikan pengobatan jika timbul diare atau kolitis. Tanda-tanda ini merupakan efek samping yang serius. nyeri/kram pada lambung atau terdapat darah pada feces segera hubungi dokter. monitoring fungsi hati dan fungsi ginjal pada pengobatan jangka panjang dan pada neonatus dan bayi. 5) yang dapat menyebabkan alergi pada individu tertentu. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Mekanisme Aksi . Jika lebih dari satu kali dosis terlewat segera hubungi tenaga kesehatan. Tanyakan hal ini pada petugas kesehatan atau apoteker. Kapsul harus ditelan dengan segelas air. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. hindari pemberian intravena secara cepat. Jangan mengobati diare sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter. Jika terjadi diare yang berat. Jika pasien lupa minum obat. Tes laboratorium diperlukan dalam monitoring terapi. apoteker atau petugas kesehatan yang lain. Jangan diberikan pada orang lain. dihindari pada pofiria.

5% dan tidak lebih dari 101. mudah larut dalam asetone dan dalam larutan natrium hidroksida encer. TRIMETHOPRIM (disingkat TMP)Mengandung tidak kurang dari 98. letak infeksi dan jenis organisma.Sifat Fisikokimia 4-amino-N-(5-methylisoxazol-3-yl)-benzenesulfonamide . larut dalam benzilalkohol.Nama & Struktur Kimia . putih sampai putih. monitor colitis dan pengobatan terhadap gejala yang timbul. pada pengobatan jangka panjang monitor CBC .html Kotrimoksazol Deskripsi .go. agak sukar larut dalam kloroform dan dalam .0% dan tidak lebih dari 101.4-diamine. efek bakteriostatik atau bakterisidal tergantung dari konsentrasi obat. agak sukar larut dalam etanol.4. Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. tes fungsi hati dan renal secara periodik. praktis tidak berbau. Kelarutan obat.0% C14H18N4O3 dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.php/informasi-obat/293-klindamisin. 5-(3.tasikmalayakota. C14H18N4O3 : SULFAMETOXAZOLE (disingkat SMX)Mengandung tidak kurang dari 99.Terjadi ikatan secara reversibel dengan subunit ribosomal 50S.0% C10H11N3O3S dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.5: trimethoxybenzyl)pyrimidine-2. praktis tidak larut dalam air dalam eter dan dalam kloroform. Obat berbentuk serbuk hablur. Kelarutan obat : sangat sukar larut dalam air. mencegah terjadinya ikatan peptida sehingga akan menghambat sintesis protein bakteri.id/index. C10H11N3O3S. Monitoring Penggunaan Obat Obsevasi perubahan pada usus.

Dumotrim .Cotrim .mirabilis dan P. M.metanol.Zultrop .Licoprima .Ottoprim .Septrin .Primadex .Primsulfon .Hexaprim .Merotin .P.morganii.Bactoprim Combi .Bactricid . eksaserbasi akut pada bronchitis kronis pasien dewasa yang disebabkan oleh bakteri yang sensistif seperti H.Nufaprim .Infatrim .atau S.Moxalas .Zoltrim . .Bactrim . or TMP-sulfa) adalah : antibiotik kombinasi antara trimethoprim dan sulfametoksazol.vulgaris.pneumoniae. Klebsella dan Enterobacter sp.coli.Wiatrim .Xepaprim Indikasi Oral: Untuk pengobatan infeksi saluran urin yang disebabkan E. pencegahan dan pengobatan Pneumocitis carinii pneumoniae (PCP).Trixzol . sangat sukar larut dalam etanol dan dalam asetone. otitis media akut pada anak. Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Cotrimol .Sulprim . IV. traveler diarrhea yang disebabkan oleh enterotoksigenik E.coli. praktis tidak larut dalam eter dan dalam karbon tetraklorida.Sultrimmix .Meditrim .Bactrizol . Untuk pengobatan infeksi severe atau komplikasi ketika penggunaan oral sudah tidak mungkin . dalam rasio perbandingan 1 banding 5.Ikaprim . pengobatan entritis yang disebabkan oleh Shigella flexneri atau Shigella sonnei.Ulfaprim ..Keterangan Co-trimoksazol (disingkat SXT. TMP-SMX.influenzae.Trimezol .Erphatrim .Trimoxsul .Fsiprim .

mingguan. . Pencegahan: oral: 150 mg TMP/m2/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam untuk 3 hari/minggu. Pneumocytis: Pengobatan: oral. IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6.dilakukan. IV. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis: dihitung berdasarkan perbandingan dasar obat. 15-20 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam. Infeksi saluran urin pengobatan: oral: 6-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam. dengan panduan : Infeksi ringan – berat: oral. Otitis media akut: oral: 8 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam selama 10 hari. infeksi Nacardia asteroides . Jangan melebihi trimetoprime 320 mg dan sulfametoxazol 1600 mg/hari Shigellosis: Oral: 8 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam selama 5 hari. Pencegahan: Oral: 2 mg TMP/kg/dosis harian atau 5 mg TMP/kg/dosis dua kali. shigellosis. Infeksi serius: Oral: 20mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam. Seperti yang terdokumentasikan digunakan untuk PCP. Anak >2 tahun .8 atau 12 jam selama 14 hari dengan infeksi serius. dengan komposis sulfametoxazole 800 mg dan trimethoprim 160 mg. Dosis. 8-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam. IV: 8-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam. demam tifoid. yaitu digunakan pengobatan empiric PCP pada pasien immunocompromise.

IV: 15-20 mg TMP/kg/hari dalam 3-4 dosis terbagi. Dosis dewasa. kronik. Shigellosis: Oral: 1 tablet setiap 12 jam selama 5 hari. IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. dengan komplikasi: selama 7-10 hari. Sepsis: IV: 20 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam. prostatitis: akut:2 minggu. Infeksi saluran urin : Oral: satu tablet (sulfametoxazole 800 mg dan trimethoprim 160 mg) setiap 12 jam.8 atau 12 jam selama 5 hari.8 atau 12 jam selama 14 hari untuk infeksi gawat. Cyclospora: oral..8. Nocardia: oral. IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. Pneumocytis carinii: Profilasis: oral: 1 tablet sehari atau 3 kali/minggu.IV: 160 mg TMP dua kali sehari untuk 7-10 hari. atau 12 jam lebih dari 5 hari.2-3 bulan. IV Infeksi kulit: 5mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi. Pyelopritis: 14 hari. Bronkitis kronis: oral: 1 (satu) tablet setiap 12 jam selama 10-14 hari. Lamanya pengobatan: tidak ada komplikasi: 3-5 hari. . Diare traveler: oral: 1 tablet setiap 12 jam selama 5 hari.IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. Pengobatan: oral.

max. 5 mL/75 D5W stabil untuk 2 jam. 5 mL/125 D5W stabil untuk 6 jam. terlindung dari cahaya. Lamanya pengobatan masih controversial. Ikatan protein: SMX. TMX. Farmakologi Absorbsi: oral : hampir sempurna. Kontraindikasi . TMX: menjadi metabolit oksidan hidroksilat. TMP: 6-17 jam.45%. Sediaan larutan IV.Infeksi gawat (pulmonal/cerebral): 10-15 TMP/kg/hari dalam 2-3 dosis terbagi. 5 mL/100 D5W stabil untuk 4 jam. 68%. Sediaan suspensi disimpan pada suhu ruangan dan terhindar dari cahaya langsung. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada suhu ruangan (25°C). jangan disimpan pada refrigerator/pembeku. serum: antara 1-4 jam. 90-100%. dan mengalami perpanjangan pada pasien gagal ginjal. T. cara pelarutannya dan pelarutnya harus sesuai dengan yang telah diinformasikan. simpan pada suhu ruangan jangan disimpan dalam refrigerator dan terlindung dari cahaya langsung. efek: secara farmakologis keduanya bervariasi: peningkatan t ½ dan penurunan klirens obat tergantung klirens kreatinin. Metabolisme: SMX: N-asetilasi dan glukoronidasi. T½ eliminasi: SMX: 9 jam. ada yang melaporkan selama 7 bulan penggunaan obat. Eksresi obat: dieksresi melalui urin dalam bentuk metabolit dan dalam bentuk utuh.

sindrom stevens-johnson. urtikaria. kolestasis. depresi. kejang. Hepatic : Hepatotoxic (hepatitis. eosinophiia. muntah. gagal ginjal. ataxia. Neuromuskular dan skeletal : Atralgia. rabdomilisis. SSP : konfusi. granulositopenia. Henochschonlein purpura. stomatitis. anemia megaloblastik karena kekurangan asam folat. toxic epidermal necrosis. kejadian yang jarang termasuk erytema multiform. Gastrointestinal : Mual. bayi dengan usia <2 bulan.Hipersensitif pada obat golongan sulfa. agranulositosis. myalgia. SLE (systemic lupus erytomatosus: jarang). pankreatitis. diuresis. necrosis hepatic). demam. anorexia). hemolisis (dengan G6PD defisiensi). halusinasi. Hematologi : Trombositopenia. ikterus pada janin. profiria. anemia aplastic. Renal : interstisial nephritis. kehamilan Efek Samping Reaksi efek samping yang paling banyak adalah gangguan pencernaan (mual. angioedema. anorexia. peningkatan enzim transaminase. hipoglikemik. methemoglobinemia. peripheral neutritis. kristaluria. muntah. neprotosis. trimethoprim atau komponen lain dalam obat. pansitopenia. Interaksi . Endokrin dan metabolit : miperkalemia (pada penggunaan dosis besar). pruritus. Dermatologi : Rash. pseudomembranous collitis. dermatitis eksfoliatif. reaksi dermatologi (rash atau urticaria). fotosensitivitas. anemia megaloblastik. dispepsia. gagal ginjal parah. Pernafasan : batuk. diare. Lain-lain: serum sicknes. adanya tanda kerusakan pada hepar pasien. infiltrasi pulmonal. efek samping yang jarang dan dapat hilang dengan sendirinya terkait dengan penggunaan cotrimoxazole meliputi : reaksi dermatologi gawat dan hepatotoxic Cardiovascular : Alergi myokarditis. hiperbilirubinemia.

Kemungkinan meningkatkan kadar obat amiodaron. . glipizid. rifampisin. dan substrat CYP2C8/9 lainya.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C/D. secobarbital. rifapentine. Jangan digunakan pada saat term kehamilan untuk menghindari terjadinya ikterus pada bayi. warfarin. Menurunkan efek obat: Kemungkinan kadar obat kotrimoxazole akan diturunkan oleh: karbamazepin. penitoin. nateglinid.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: Sulfametoksazol : inhibitor CYP2C8/9 (moderat).Dengan Makanan : Pengaruh . Penggunaan bersamaan dengan pyrimethamine (dengan dosis >25mg/minggu) kemungkinan dapat meningkatkan resiko terjadinya anemia megaloblastik. dan inducer CYP2C8/9 lainya. Peningkatan efek hiperkalemia pada penggunaan bersamaan obat ACE inhibitor. reseptor antagonis angiotensin atau diuresis hemat kalium. rosiglitazon. pioglitazone. Meningkatkan kadar obat dapson. phenytoin. sertalin. Trimethoprim: inhibitor CYP2C8/9 (moderat) Meningkatkan efek toksik: Meningkatkan efek toksis dari metotreksat Meningkatkan kadar obat procainamide. . Peningkatan efek neprotosis dengan siklosporin. flueksetin. fenobarbital. glimepirid.. penggunaan selama proses kehamilan hanya jika terjadi resiko obesitas pada janin.

Tablet Peringatan Gunakan secara hati – hati pada pasien dengan defisiensi G6PD.. Suspensi Oral. anamia aplastic dan reaksi discariasis darah lainya). perlu penyesuaian dosis untuk pasien dengan gagal ginjal.Terhadap Anak-anak : Kontraindikasi jika digunakan pada bayi dengan usia <2 bulan.Terhadap Hasil Laboratorium : Kemungkinan dapat mempengaruhi hasil pengukuran fungsi hati. hepatic necrosis. apalagi jika diketahui reaksi yang terjadi akan bersifat fatal (sindrom stevens-johnson.SGOT) Ginjal (ClCr). kerusakan ginjal dan hepar atau pasien berpotensi tinggi untuk kekurangan folat (malnutrisi. . ginjal.Terhadap Ibu Menyusui : Tereksresi dalam air susu ibu. Hati – hati jika digunakan pada pasien yang mempunyai riwayat alergi atau asma Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus - . toxic epidermal necrosis. pasien lanjut usia). hati – hati jika diketahui ada kontra indikasi pada bayi. dan beberapa elektrolit. Pada pasien elderly kemungkinan mengalami reaksi hipersensitivitas akan lebih besar termasuk juga akan mengalami hipoglikemik. Electrolit (Kalium) Bentuk Sediaan Injeksi. menjalani terapi antikonfulsan dalam jangka waktu lama. Parameter Monitoring Hati (SGPT. . Hindari penggunaan obat pada pasien yang diketahui mengalami kontraindikasi dengan golongan sulfa.

Daftar Pustaka Drug information hand book.7R*.11R*.Mengamati kemungkinan adanya gejala defisiensi asam folat atau munculnya gejala ESO obat lainya. 2005 Farmakope Indonesia IV. 1995.Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. dan ketidak berhasilan terapi maka sebaiknya obat digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. 13S*. 2006. diare atau respon hipersensitivitas.tasikmalayakota.13-heksametil-6-[[3.Nama & Struktur Kimia : (3R*.13trihidroksi-3. AHFS DRUG. Amati jika ada timbul gejala ESO obat.11.php/informasi-obat/299-kotrimoksazol. maka harap menghubungi dokter.6R*.5. Mekanisme Aksi Sulfametoxazol menghambat sintesis asam folat dan pertumbuhan bakteri dengan menghambat susunan asam dihidrofolat dari asam para-aminobenzen.trideoksi-3(dimetilamino)-ß-D-xilo-heksopiranosil ] oksi ] oksasiklotetradekana- . harap menghubungi apoteker.4.9R*.5S*.12.7.6. seperti mual.9.6-Dideoksi3-C-metil-3-O-metil-a-L-ribo-hekso-piranosil)-oksi]-14-etil-7.12R*.4S*.go.id/index. (DIH). http://dinkes. Trimethoprime menghambat terjadinya reduktasi asam dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat yang secara tidak langsung mengakibatkan penghambatan enzim pada siklus pembentukan asam folat Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat.14R*)-4-[(2. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat.html Eritromicin Deskripsi .

C37H67NO13.Rythron .Erytrocin EES .aereus. dan campylobacter gastroenteritis.pneumoniae.Eritromec .1264: 62-6] .Konitrocinx . digunakan untuk terapi konjungtifitis dengan neomosin.Erytrocin .Corsatrocin . Topical: untuk pengobatan acne vulgaris. N. sedikit : higroskopis. tidak berbau. C43H75NO16 .10-dion[114-07-8].pneumoniae.Tromilin Indikasi Sistemik: Digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri yang sensitif terhadap eritromisin seperti.Erymed .Decatrocin . BM: 1018.06 . C37H67NO13 .Erythrin . diphtheria pertusis.pyogenes.Konitrocin . termasuk S.Sifat Fisikokimia Pemerian : serbuk hablur putih atau agak kuning. Pada mata: Untuk mengatasi infeksi konjungtivistis atau gangguan kornea pada bayi baru lahir. BM: 862.Sapphire . dalam kloroform dan dalam eter . siphilis dan nongonococcal urethritis.Eryprima .Eryderm . S. choncroid.C18H36O2 . S.Keterangan Eritromisin etilsuksinat : Eritromisin 2’-(etilsuksinat)[41342-53-4.Arsitrocin . Kelarutan : sukar larut dalam air.2.Erysanbe . M.Jeracin .gonorrhoeae. Legionella pneumophilia. larut dalam etanol.Erycoat Forte .Pharothrocin .Aknemicin . erytrasma.Banntrocin .Erira .Erphatrocin . Chlamydia.Tamaret . . Eritromisin stearat (garam) .Medoxin .Throcidan . E.histolitica.42 Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Kemotrocin .Opithrocin .Erymed Plus .

Stearat: 30-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 2-4 dosis. jika terjadi gangguan cerna pada lambung seperti diare. Injeksi: Laktobionat: 15-20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam atau 500 mg sampai 1 g setiap 6 jam. stearat atau estolat). maka obat dapat diberikan bersamaan dengan makanan. Murni (basa): 30-50 mg/kg/hari dalam 2-4 dosis terbagi. CARA PEMBERIAN Oral: jangan menghancurkan (membuat serbuk) obat dalam bentuk salut enterik. IV. Estolat: 30-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 2-4 dosis. tidak lebih dari 2 g/hari. Etilsuksinat: 30-50 mg/kg/hari dalam 2-4 dosis terbagi. 500-1000 mg 4 kali sehari untuk 10-14 hari. Jika infeksi disebabkan karena legionella maka 750-1000 mg 4 kali sehari untuk 21 hari atau lebih lama lagi dapat direkomendasikan.Dosis. Murni (basa): 250 – 500 mg setiap 6-12 jam. . tidak lebih dari 4 g/hari.2 g/hari. Injeksi: Laktobionat: 15-50 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam. Etilsuksinat: 400-800 mg setiap 6-12 jam. Dosis untuk indikasi khusus: CAP (community acquired pneumoniae) : oral. atau dapat diberikan dalam infus terus-menerus selama 24 jam. Dosis dewasa Oral. (maksimal 4 g/24 jam). Cara Pemberian dan Lama Pemberian Bayi dan anak –anak: Kisaran Dosis lazim : Oral: (catatan: terdapat perbedaan absobsi antara 400 mg eritromisin etilsuksinat pada kadar serum dengan 250 mg eritromisin murni (basa). jangan menggunakan obat bersamaan dengan susu. tidak lebih dari 3.

Distribusi: Menembus plasenta. pseudomembranouscollitis. muntah (3%). absobsi kemungkinan akan meningkat jika digunakan bersamaan dengan makanan. Oral: Granul suspensi setelah di larutkan dapat bertahan jika disimpan dalam almari pendingin selama 10 hari. Stabilitas Penyimpanan Injeksi: Eritromisin laktobionat setelah mengalami pengenceran dapat bertahan selama 2 minggu dalam lemari pendingin dan bertahan selama 24 jam pada suhu ruangan. Dermatitis : ruam (3%). mual (8%). sedangkan dalam bentuk drop. Tablet. kejang. Pasien yang diketahui menderita penyakit liver. Metabolisme: melalui hepar dengan proses dimetilasi. T max: serum: normal 4 jam. T½ eliminasi: Puncak:1. Efek Samping Sistemik : Cardiovascular : ventricular arritmia.Farmakologi Absorbsi: Oral : bervariasi tetapi akan lebih baik bila dalam bentuk sediaan garam jika dibandingkan dengan bentuk basanya . Ekskresi: Utamanya melalui feses. Gagal ginjal: 5-6jam. masuk dalam ASI. Kontraindikasi Pasien yang hipersensitif terhadap eritromisin dan komponen lain dalam obat. ethilsuksinat 0.5 – 2. CNS : headache (8%). Gastrointestinal: nyeri lambung (8%). pimozide.5-2jam. anoreksi. dispepsia (2%). Serbuk suspensi oral. pancreatitis . demam. hipertropic pyloric stenosis. berdifusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal. dan cisapride. Ikatan protein: 75-90%.5 jam dan kemungkinan akan diperlambat oleh makanan karena terjadi perbedaan absorbsi obat. perpanjangan QTc ventricular takikardia (jarang). diare (7%). pain(2%). dapat bertahan selama 25 hari. topikal dan tetes mata disimpan dalam suhu ruangan. kram. Kontraindikasi jika digunakan bersamaan dengan turunan ergot. kandidiasis mulut. flatulence(2%). urine (2-15% dalam bentuk utuh). 18 – 45%. ertromicin etilsuksinat. setelah dilarutkan dapat bertahan selama 14 hari dalam suhu ruangan. pruritus (1%).

Interaksi . Efek obat yang memblokade neuromuskular dan warfarin akan ditingkatkan oleh eritromisin. propofol. cisapride. quinidine. mirtazapine. gatifloxacin. kulit kering. Eritromisin adalah inhibitor moderat CYP3A4. Menurunkan efek: . Topikal: 1-10% : dermatologi: erythema. Lain-ain : Reaksi hipersensitifitas. Penggunaan dengan obat–obat yang memperpanjang interval QTc meliputi tipe 1a (quinidine) dan tipe III obat antiarritmia. Local : Plebitis pada tempat injeksi. sparfloxacin. Hepatic : Cholestatic joundice (kebanyakan jika bersamaan dengan estolate). doxyciclin. tacrolimus. nefazodone. tromboflebitis. telithromicin dan penghambat CYP3A4 lainya. desquamation. reaksi alergi. isoniazid.Hematologi : Eosinophilia (1%). pimozide. thioridazin) harus dengan perhatian ekstra. Neuromuscular dan skeletal : Malas (2%). Golongan ergot juga dikontraindikasikan penggunaannya bersamaan dengan eritromisin. Ca chanel blocker. quinidine. serta antipsikosis selektif (mesoridazin.Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek toksik: Meningkatkan efek aritmia jika digunakan bersamaan dengan: cisapride. pruritos. meningkatkan parameter pemeriksaan hepar (2%). sildenafil. moxifloxacin. claritromisin. ergot alcaloide. thioridazine. HMG-CoA reductase inhibitor (lovastatin dan simvastatin). imatinib. cyclosporin. fenlafaksine. protease inhibitor. verapamil. nefazodone. netaglinide. Respirasi : Dyspnea (1%). batuk (3%). nicardipine. sehingga kemungkinan akan meningkatkan efek obat: benzodiazepin. pimozide. Efek eritromisin akan ditingkatkan oleh: antifungi. diklofenak.

Eritromisin kemungkinan mempunya efek antagonis dengan obat clindamisin dan lincomisin. Tablet Chewable. mual.Dengan Makanan : Etanol: hindarkan penggunaan dengan etanol karena akan menurunkan absorbsi eritromisin juga akan meningkatkan efek etanol. Makanan: obat akan meningkat absorbsinya jika digunakan bersamaan dengan makanan. Serbuk Untuk Oral Suspensi .SGPT). karena hal ini akan meningkatkan terjadinya rasa malas. opthalmic Peringatan Penggunaannya harus berhati – hati pada pasien yang mengalami kerusakan hati baik dengan atau tanpa jaundice. dan demam. . AAP merekomendasikan pemberian obat pada ibu menyusui. Hindari penggunaan eritromisin pada bayi. Suspensi Oral. Kadar eritromisin kemungkinan akan diturunkan oleh: aminoglutethimide. dan induksi CYP3A4 lainnya. nevirapine. . phenobarbital. karena kemungkinan adanya benzil alkohol pada formulasi obat yang bersifat toksik pada bayi. phenithoin. karena kemungkinan bahan pelarutnya terkontaminasi dengan benzil alkohol yang bersifat toksik pada bayi (neonatus). muntah. Ointment.Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan Jangka panjang Kemungkinan Akan berpengaruh pada hasil pengukuran : Hepar. nafcilin. CBC.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B . Tablet/Tablet Salud. Injeksi. ClCr). kolik lambung.Terhadap Ibu Menyusui: Obat diekresi kedalan ASI (air susu ibu). karbamazepin. serum level eritromisin kemungkinan akan berubah jika diberikan dengan makanan. Topikal . maka hentikan pengobatan. Untuk Suspensi Oral . Parameter Monitoring CBC (cell blood count). . tapi dengan hati-hati.Eritromisin kemungkinan menurunkan kadar obat zafirlukas. Granul.Terhadap Anak-anak : Hindari penggunaan eritromisin lactobionat. Penggunaan pada bayi dapat memicu terjadinya hypertropic pyloric . rifampicin. Jika terjadi demikian. Bentuk Sediaan Kapsul. Renal (BUN. Fungsi hepar (SGOT. ginjal. Gel. Pengaruh .

(DIH). Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. 2006. maka harap menghubungi dokter.php/informasi-obat/253-eritromicin. AHFS DRUG.tasikmalayakota. 1995. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. maka sebaiknya eritromisin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat.stenosis (HPS).go. serta antipsikosis selektif (mesoridazin.id/index. Perlu di waspadai terjadinya suprainfeksi pada penggunaan obat dalam waktu lama. thioridazin). harap menghubungi apoteker. http://dinkes. seperti mual.html Flukonazol . Daftar Pustaka Drug information hand book. diare atau respon hipersensitivitas. berikatan dengan 50S subunit ribosom yang akan menyebabkan penghambatan pada transpeptidase sel bakteri. Memonitor Penggunaan dengan obat – obat yang memperpanjang interval QTc meliputi tipe 1a (quinidine) dan tipe III obat antiaritmia. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis DNA-dependent protein bakteri sehingga akan mengubah perpanjangan tahapan sintesis. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). 2005 Farmakope Indonesia IV.

4-Difluorophenyl) .Flucoral .2.a?-(1H-1. suatu senyawa antifungal azol. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Vaginal candidiasis dan candidal balanitis. ? a -(2.4triazole-1-ethanol.Cancid .Diflucan .4-triazol-1-ylmethyl) benzyl alcohol. peritonitis. Dosis.1 M NaCl.2.Cryptal Indikasi Pengobatan candidiasis (vaginal.Candizol . Obat ini larut dalam metanol dan kloroform.4-Difluoro-1-bis(1H-1.Govazol . oropharyngeal. pneumonia.4Difluoro-?alfa.Deskripsi . C13H12F2N6O . profiaksis antijamur pada transplantasi sumsum tulang. peroral dosis tunggal 150 mg .Keterangan : Fluconazole adalah sintetik derivatif triazol.2.Zemyc . Obat mempunyai kelarutan : 25 mg/ml dalam alkohol pada temperatur kamar. Struktur kimia yang mengandung cincin imidazol dengan cincin triazol menyebabkan meningkatnya aktivitas antifungi dan memperluas aktivitas spectrum antifungi.bis(1H-1.4-triazol-1-yl methyl)-1H-1. alfa?1. esophageal. dan infeksi systemic) . dan sedikit larut dalam air dengan kelarutan 8 mg/ml pada suhu 37°C.Flucess .4-triazol-1-ylmethyl) benzyl alcohol.Sifat Fisikokimia Flukonazol merupakan serbuk kristal putih. .2.76 pada suhu 24°C dalam 0. meningitis cryptococcal. 2. infeksi saluran urin ). Flukonazol mempunyai pKa 1. Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Nama & Struktur Kimia : 2.

Infeksi candidal invasiv (termasuk cadidaemia dan disseminated candidiasis) dan infeksi cryptococcal termasuk meningitis). 3 – 12 mg/kg sehari (setiap 72 jam pada neonatus berusia hingga 2 minggu. selama 14 hari untuk atropical aral candidiasis.2 jam. 400 mg sehari jika pasien beresiko tinggi mengalami infeksi sistemik. peroral atau infusi intravena. tiap 48 jam pada neonatus usia 2 – 4 minggu) Tinea pedis. cruris. candiduria. pemberian tidak . peroral 200 mg sehari atau infusi intravena 100 – 200 mg sehari. infeksi non-invasive bronchopilmonary. selama 14 – 30 hari pada infeksi mukosal yang lain (oesophagitis. peroral atau infusi intravena. maksimal dosis 400 mg sehari Pencegahan relaps cryptococcal meningitis pada pasien AIDS setelah terapi primer lengkap. dan dermal candidiasis. maksimal dosis 400 mg sehari(BNF 50) Pemberian Flukonazol secara parenteral (IV infus) diberikan dalam 1 . terapi sebelum terjadinya onset neutropenia dan dilanjutkan sampai 7 hari setelah jumlah neutrofil yang diinginkan tercapai. Pencegahan terhadap infeksi jamur pada pasien immunocompromised. 50 mg sehari selama 2 – 4 minggu ( selama 6 minggu pada tinea pedis). seperti setelah transplastasi sumsum tulang .Mucosal Candidiasis ( kecuali genitalia). setiap 48 jam pada neonatus dengan usia 2 – 4 minggu). anak-anak 6 – 12 mg/kg sehari ( setiap 72 jam pada neonatus berusia hingga 2 minggu. corporis. pityriasis versicolor. pengobatan di teruskan sesuai respon ( paling sedikit 6 – 8 minggu untuk cryptococcal meningitis). Anak-anak peroral atau infusi intravena. untuk oropharyngeal candidiasis (maksimal 14 hari kecuali pada pasien immunocompromised yang berat). dosis awal 400 mg kemudian 200 mg sehari. maksimal durasi pengobatan adalah 6 minggu. peroral 50 mg sehari (100 mg sehari pada infeksi yang sulit sembuh) diberikan selama 7 – 14 hari . 3 – 6 mg/kg pada hari pertama kemudian 3 mg / kg sehari (tiap 72 jam pada neonatus usia sampai 2 minggu. 50 -400 mg sehari disesuaikan dengan resiko . peroral. setiap 48 jam pada neonatus dengan usia 2 – 4 minggu) ). anak-anak tergantung dari lama dan beratnya neutropenia. dosis ditingkatkan jika perlu hingga 400 mg sehari.

boleh lebih dari 200 mg/jam bila pemberian obat melalui IV infusi. kejang. dispepsia jarang terjadi. reaksi hipersensitivitas. toxic epidermal necrolysis. sakit kapala. rash ( pengobatan tidak dilanjutkan atau monitor dengan ketat pada infeksi invasive atau sistemik). hiperlipidemia. mata . atau beberapa komponen yang terdapat dalam sediaan. muntah. Hindari pembekuan (freezing). Hindari pembekuan (freezing). Buang sediaan yang tidak digunakan setelah 2 minggu. penggunaan bersamaan dengan cisapride Efek Samping Mual. . alopecia. gangguan hati. azol yang lain . kulit dan urin. leucopenia. diare. anafilaksis. pusing. Difusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal : adekuat dengan atau tanpa inflamasi. Farmakologi Distribusi : terdistribusi secara luas dalam tubuh dengan penetrasi yang baik ke dalam cairan serebrospinal. sputum. serum: pemberian oral : 1-2 jam Ekskresi : Urin (80% dalam bentuk obat yang tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Serbuk untuk suspensi oral : simpan serbuk kering pada suhu < 30°C. CSF : blood level ratio : normal meninges : 70% hingga 80% . Jangan dibuka kemasannya hingga obat akan digunakan. rasa tidak enak pada perut. cairan peritoneal. flatulence. syndrom Steven-Johnson (pada pasien AIDS pernah dilaporkan reaksi kulit yang hebat). gangguan pengecapan. Setelah dilakukan rekonstitusi simpan pada 5°C hingga 30°C. Injeksi : simpan injeksi dalam kemasan gelas pada suhu 5°C hingga 30°C. Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap flukonazol. pruritus. Ikatan protein plasma : 11% hingga 12% Bioavailabilitas : Oral : > 90% T½ eliminasi pada fungsi ginjal normal ~ 30 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. inflamasi meninges : > 70% hingga 80%.

3 A4 (moderate). Flukonazol dapat meningkatkan kadar/efek amiodarone. tacrolimus.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: Menghambat CYP1A2 (lemah) . HMG-CoA reductase inhibitor. bloker saluran kalsium. siklosporin. Penggunaan obat selama trimester pertama dilaporkan terjadi malformation pada manusia jika digunakan pada dosis tinggi (400 mg/hari) dalam jangka waktu yang lama .Terhadap Ibu Menyusui : . venlafaxine. flukonazol bersifat teratogenik pada hewan uji. Penggunaan obat selama kehamilan hanya jika potensial keuntungan pada ibu lebih besar daripada potensial resiko pada janin. Meningkatkan efek/toksisitas : Penggunaan bersamaan dengan cisapride dikontraindikasikan disebabkan karena potensial terjadi aritmia malignant. namun demikian diperlukan data tambahan. pioglitazone. phenytoin.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. sertraline. 2C19 (kuat). glimepirid. metsuksimid. diazepam. Penggunaan dosis yang rendah (150 mg sebagai dosis tunggal atau 200 mg/hari) mempunyai factor resiko yang lebih rendah . Jika digunakan pada dosis tinggi. sildenafil (dan PDE-5 inhibitor yang lain). . turunan ergot. mirtazapine. 2C19dan 3A4 yang lain. cisapride. 2C8/9 (kuat). benzodiazepin tertentu. glipizid. nefazodone.Dengan Makanan : Pengaruh . rosiglitazone.trombositopenia dan hipokalemia. Interaksi . fluoksetin. warfarin dan substrate CYP2C8/9. Produsen menyarankan menghindari penggunaan obat – multiple congenital abnormalities dilaporkan terjadi pada dosis tinggi dan pemakaian jangka lama. Menurunkan efek: rifampin menurunkan konsentrasi flukonazol . propranolol. citalopram. neteglinide.

.flukonazol (2 hingga 3 mg/kg/hari) memperlihatkan efek klinik dan kecepatan respon mycological yg lebih tinggi daripada nistatin oral 400. Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. mual (2 %) dan diare (2 %).Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Tes fungsi hati (AST. tes fungsi ginjal. Pastikan hal ini . kalium Bentuk Sediaan Kapsul. . Tablet. nyeri perut (3 %). seperti kondisi pasien. Pada suatu penelitian mengenai profil keamanan flukonazol pada 577 anakanak umur 1 hingga 17 tahun dengan dosis berkisar antara 1 hingga 15 mg/kg/hari selama 1 hingga 1616 hari.000 IU 4 kali sehari.Produsen menyarankan menghindari penggunaan obat – fluconazole ditemukan pada air susu sehingga pemakaian flukonazol pada ibu menyusui tidak direkomendasikan. perpanjangan interval QT Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Digunakan dengan atau tanpa adanya makanan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau dokter. alkaline phaophatase ). umur dan berat badan. . monitor fungsi hati – pengobatan tidak diteruskan jika muncul gejala dan tanda gangguan pada hati ( resiko hepatic necrosis). Efek samping yang sering terjadi adalah muntah (5 %). Cairan Injeksi Peringatan Kerusakan ginjal. menyusui. Efikasi flukonazol belum terbukti pada bayi umur kurang dari 6 bulan. kehamilan. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. ALT.Terhadap Anak-anak : Pada pasien anak immunocompromised usia 6 bln hingga 13 thn dengan candidiasis oropharyngeal. Pada suatu penelitian efikasi Flukonazol untuk menekan meningitis cryptococcal telah terbukti berhasil pada 4 dari 5 anak-anak.

Mekanisme Aksi Mempengaruhi aktivitas cytochrom P450.Nama & Struktur Kimia . menurunkan synthesis ergosterol (sterol penting pada sel membran jamur) dan menghambat formasi sel membran Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati secara periodik (AST. ALT. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda.id/index. alkaline phosphatase ) dan tes fungsi ginjal. Jangan diberikan pada orang lain.php/informasi-obat/263-flukonazol. segera mungkin minum obat setelah ingat. Serbuk agak keputih-putihan. aseton. tidak larut dalam alkohol. mintalah nasehat dokter tau apoteker.html Gentamisin Deskripsi .Keterangan : : Gentamisin sulfat. kecuali atas saran dari dokter atau apoteker. kalium Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 DrugFact & Comparisons 2003 http://dinkes. kloroform. Larut baik dalam air.tasikmalayakota. :- Golongan/Kelas Terapi . Jika lebih dari satu kali dosis terlewat.Sifat Fisikokimia .go. eter dan benzen. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep.dilakukan Jika pasien lupa minum obat.

Anak > 5 tahun : 2 .Gentana . infeksi kulit dan jaringan lunak.v. Proteus. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis diberikan secara individu karena indek terapinya relatif sempit • Dosis umum : Bayi dan anak < 5 tahun : 2. naikan 2 tetes setiap jam untuk infeksi parah Topikal : .5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i.m. Note : Usual dose yang lebih tinggi dan/atau frekuensi yang lebih tinggi (setiap 6 jam) yang diberikan pada kondisi klinik secara selektif ( cystic fibrosis) data serum level yang dibutuhkan • Anak dan dewasa : Intratekal : 4 – 8 mg/hari Optalmik : Salep : Dioleskan pada mata 2 – 3 kali sehari sampai setiap 3 – 4 kali Tetes mata : Teteskan pada mata yang sakit 1 – 2 tetes setiap 2 – 4 jam. infeksi saluran nafas.v.Anti Infeksi Nama Dagang . abdomen.Gentamisin Indikasi Infeksi : Gram negatif (Pseudomonas. atau i.Diprogenta . dan profilaksis untuk bakteri endokarditis dan tindakan bedah. Dosis.5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i.Gentamerc . atau i.m. Serratia) dan Gram positif (Staphylococcus).Genoptik .2. infeksi tulang. infeksi saluran urin. endokarditis dan septikemia .Gentak . penggunaan topical.

saluran nafas bagian. beberapa klinisi memberikan rekomendasi dosis tersebut untuk pasien yang fungsi ginjalnya normal. atau i.5 mg/kg BB setiap 8 jam . syok Dosis tunggal : 4 – 7 mg/kg BB/dosis tunggal/hari. Neonatal dengan BB > 2000 gr : 2. selama 7 hari. selanjutnya 1. 0 – 7 hari : Neonatal dengan BB < 2000 gr : 2. 8 – 28 hari : Neonatal dengan BB < 2000 gr : 2.Salep : Salep dioleskan pada kulit yang sakit 3 – 4 kali sehari Dewasa : Diberikan secara i.5 mg/kg BB setiap 12 jam Meningitis Neonatal. • Indikasi spesifik :` Bruselosis : 240 mg/hari i. atu 5 mg/kg BB/hari secara i. atas.5 mg/kg BB dikombinasi dengan Ampisilin 50 mg/kg BB 30 menit sebelum operasi Endokarditis atau sejenisnya (untuk infeksi Gram Positif) : 1 mg/kg BB setiap 8 jam (kombinasi dengan Ampisilin) Meningitis Listeria : 5 – 7 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan Penicillin selama 1 minggu Meningitis Neonatal.m.5 mg/kg BB setiap 8 – 12 jam. dosis inisial yang lebih tinggi dapat diberikan dengan pertimbangan yang cermat untuk pasien jika cairan ekstraseluler meningkat (udem. saluran urin 1. Dapat juga dikombinasi dengan Doxyciclin Kolangitis : 4 – 6 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan Ampisilin Divertikulitis (komplikasi) : 1. Neonatal dengan BB > 2000 gr : 2. v. m.5 mg/kg BB/ dosis setiap 8 – 12 jam untuk mendapatkan kadar puncak secara cepat pada terapi.5 – 2 mg/kg BB setiap 8 jam (kombinasi dengan Ampisilin dan Metronidazol) Profilaksis endokarditis : Gigi. saluran pencernaan. v. Konfensional : 1 – 2.5 mg/kg BB setiap 18 – 24 jam. mulut.5 mg/kg BB setiap 8 jam Inflamasi pelvik : Loading Dose : 2 mg/kg BB.

Atau i. siergis) : 3 – 4 mg/L (mcg/L) dari cairan CAPD Pemberian injeksi dengan rute i. kemudian monitor Dosis tinggi untuk terapi : Interval diperpanjang ( mis. Hemodialisa : Dilanjutkan dengan dialisa : 30% lanjutan dari Aminoglikosida dilaksanakan selama 4 jam hemodialisa.. Selama CAPD. setiap 48 jam) pada pasien dengan gangguan ginjal yang moderat (klirens kreatinin 30 – 59 mL/menit) dan atau dasar perhitungan pada serum level determination.5 mg/kg BB/dosis setiap 8 jam • Interval Dosis pada penurunan fungsi ginjal Dosis konvensional : Klirens kreatinin >= 60 ml/menit : diberikan setiap 8 jam Klirens kreatinin 40 – 60 ml/menit : diberikan setiap 12 jam Klirens kreatinin 20 – 40 ml/menit : diberikan setiap 24 jam Klirens kreatinin < 20 ml/menit : loading dose. m. Pneumonia : 7 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan antipseudomonas beta laktam atau Carbapenem Tularemia : 5 mg/kg BB/hari dibagi setiap 8 jam untuk 1 – 2 minggu Infeksi saluran Urin :1.5 mg/kg BB/hari Plague (Yersinia pestis) : 5 mg/kg BB/hari diikuti dengan postexposture dengan Doksisiklin. v.Alternate therapy : 4. Dosis untuk Clcr <10 mL/menit dan follow level Lanjutan melalui kontinius arterovenous atau venovenous hemofiltration : . Terapi lanjutan dengan Continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) : Pemberian melalui cairan CAPD : o Infeksi Gram–negative : 4 – 8 mg/L(4 – 8 mc/L) dari cairan CAPD o Infeksi Gram–positif (mis. pemberian dosis selama hemodialisa dan follow level .

Dosis untuk Clcr 10 .3 /kg BB Protein binding : < 30 % Waktu paruh eliminasi : Infant : umur < 1 minggu 3-11. Cara pemberian : • Injeksi i. Dewasa 0.atau i.6 per kg BB. • Tetes mata c.2-0. Neonatus : 0.3 -0.v. asites dan menurun pada dehidrasi.v.5-3 jam. Anak 0. i. m. Dewasa . Pasien dengan gangguan ginjal 36-70 jam Kadar puncak serum : i.m 30-90 menit.5 jam.35 /kg BB.40 mL/menit dan follow level • Penyesuaian dosis pada penyakit hepar : Monitor konsentrasi dalam plasma b. 1.5 jam. 1 minggu -6 bulan 3-3.4. 30 menit setelah pemberian dengan infus Ekskresi : Urin Stabilitas Penyimpanan Stabilitas : • Stabil selama 30 hari setelah kemasan ditusuk • Stabil selama 24 pada suhu kamar dalam campuran NaCl fisiologis atau Dextrosa 5% .0. Lama penggunaan : Sesuai dengan aturan pada pemberian dosis Farmakologi Didistribusikan melalui plesenta Volume distribusi meningkat pada odem.

Neuromuskuler dan skeletal : Gait instability . ataxia) .Ginjal : Nefrotoksik ( meningkatkan klirens kreatinin) 1% – 10% .Dyspnea . Ototoksisitas (vestibular) .Pseudomotor Cerebral .Granulocytopenia .Cardiovaskuler : Edeme .Otic : Ototoksisitas (auditory).Fotosensitif . gatal.Reaksi alergi .Agranulositosis .Susunan syaraf pusat : Neurotosisitas (vertigo.Trombositopeni Interaksi .Penyimpanan : • Tidak berwarna sampai kuning muda pada penyimpanan pada suhu 2% .30% • Jangan disimpan di refrigerator Kontraindikasi Hipersensitif terhadap Gentamisin dan Aminoglikosida lain Efek Samping > 10% . kemerahan < 1% .Kulit : rash.

Sefalosporin. magnesium . 100 ml). 8 ml. 100 ml).Dengan Obat Lain : Penisilin. 80 mg (50 ml.90 mg (100 ml). pemantauan pendengaran untuk pemakaian > dari 2 minggu Bentuk Sediaan Krem. Sebagai Sulfat 40 mg/ml (2 ml. Amfoterisin B. Sebagai Sulfat (Premixed in NS) 40 mg (50 ml).Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Analisis urin. 120 mg (100 ml) Larutan Injeksi. 20 ml) (Dapat Mengandung Metabisulfit) Larutan Injeksi. Topical Sebagai Sulfat 0. Diuretik dapat meningkatkan efek nefrotoksik. 100 mg (50 ml..Terhadap Anak-anak : - . serum kreatinin.10 ml) Vial Larutan Injeksi. 60 mg (50 ml. 70 mg (50 ml).Terhadap Ibu Menyusui : Dieksresi melalui ASI dalam jumlah kecil .1 % (15 g.Terhadap Kehamilan : Factor risiko : C . 30 g) Infus. potassium Pengaruh . jumlah urin yang keluar BUN. Pediatrik Sebagai Sulfat 10 mg/ml (2 ml) (Dapat mengandung Metabisulfit) .Dengan Makanan : Harus dipertimbangkan terhadap diet makanan yang mengandung Calcium. efek potensiasi dengan neuromuscular blocking agent . Sebagai Sulfat 10 mg/ml (6 ml. 100 ml).

miastenia gravis. 15 ml) Mengandung Benzalkonium Klorida Peringatan • Jangan digunakan pada pengobatan yang lama karena dapat berisiko toksik pemberian yang lama yaitu penurunan fungsi ginjal. hipokalsemia.Larutan Injeksi. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien a. Cara pemakaian c. 30 g) Tetes Mata Sebagai Sulfat 0. Apa yang dilakukan jika pasien lupa minum obat d. Interaksi yang mungkin terjadi e.3% (5 ml. Pediatrik Sebagai Sulfat (Preservative Free) : 10 mg/ml (2 ml) Saleb Mata Sebagai Sulfat 0.3% (3 mg/g (3.5 g)) Saleb Kulit Sebagai Sulfat 0. Cara penyimpanan Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 . tinnitus atau vertigo adalah indikasi dari vestibular injuri dan mengancam hilangnya pendengaran.1% (15 g. kondisi dengan depresi neuromuskuler transmitens • Aminoglikosoda secara parenteral dapat menimbulkan nefrotoksisitas dan ototoksisitas dapat secara langsung secara proporsional dengan jumlah obat yang diberikan dan durasi pengobatan. Bentuk sediaan yang diberikan b.

Sifat Fisikokimia Sinonim : 2S-trans ]-7-chloro-2´. petroleum eter.Griseofulvin (Generik) .php/informasi-obat/267-gentamisin. : Griseofulvin Microsize mengandung partikel berukuran diameter 4 µm dan Griseofulvin Ultramicrosize mengandung partikel berukuran diameter < 1 µm.Griseofulvin Prafa . Dalam perdagangan obat ini tersedia untuk penggunaan secara oral sebagai Griseofulvin Microsize dan Griseofulvin Ultramicrosize. . benzen. termostabil.go.6-trimethoxy.4. Larut dalam etanol.Mycostop .Fungistop . rasa pahit.6´: methylspiro[benzofuran-2(3H). kloroform.html Griseofulvin Deskripsi .tasikmalayakota.id/index. Praktis tidak larut dalam air.Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes.Nama & Struktur Kimia . metanol.Griseofort .4´-dione.Fulcin . aseton. C17H17ClO6 Griseofulvin berwarna putih atau putih krem.etil asetat dan asam asetat.Keterangan Griseofulvin adalah antibiotika fungistatik yang dihasilkan oleh : Penicillium griseofulvum atau species lain dari Penisillium termasuk P chrysogenum Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .1´(2)-cyclohexene]-3.

pada infeksi berat dosis dapat ditingkatkan hingga dua kali lipat . Anak-anak : 10 mg/kg sehari dalam dosis terbagi atau dosis tunggal. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dewasa :500 mg sehari dalam dosis terbagi atau dosis tunggal.5 kali daripada microsize ) Distribusi : menembus plasenta Metabolisme : sebagian besar di hati T½ eliminasi : 9-22 jam Ekskresi : urine (< 1% dalam bentuk obat tidak berubah). Farmakologi Absorpsi : absorpsi Griseofulvin ultramicrosize hampir sempurna. lupus erytematosus sistemik (risiko serangan). Sediaan griseofulvin mempunyai waktu kadaluarsa 2 – 5 tahun sesuai tanggal kadaluwarsa yang tercantum dari masing-masing produsen obat. . menyusui. porfiria. pria sebaiknya tidak merencanakan mempunyai anak selama 6 bulan dalam pengobatan. kulit kepala.Indikasi Infeksi dermatofit pada kulit. Tablet Griseofulvin Microsize dan Griseofulvin Ultramicrosize harus disimpan dalam wadah tertutup rapat. kehamilan (hindari kehamilan selama penggunaan obat dan hingga 1 bulan setelah pengobatan. Dosis. absorpsi meningkat jika digunakan bersama makanan yang mengandung lemak ( absorpsi ultramicrosize pada saluran cerna ~ 1. kemudian dosis diturunkan jika telah ada respon. rambut dan kuku jika terapi topikal tidak berhasil atau tidak cocok. feses dan keringat Stabilitas Penyimpanan Sedíaan griseofulvin harus disimpan pada suhu kurang dari 40°C. Kontraindikasi Penyakit hati yang berat. absorpsi Griseofulvin microsize bervariasi (25 % hingga 70 % dari dosis oral).

juga pria pria sebaiknya tidak merencanakan mempunyai anak selama 6 bulan setelah menjalani pengobatan. gangguan tidur. 2C8/9 (lemah). Pengaruh . gunakan alat kontrasepsi yang efektif selama pengobatan dan hingga paling sedikit 1 bulan sesudah pengobatan (penting : efektivitas oral kontrasepsi diturunkan. dilaporkan terjadi fenotoksisitas dan teratogenisitas pada hewan. 3A4 (lemah) Meningkatkan efek/toksisitas : Toksisitas ditingkatkan dengan etanol. rasa lelah. tidak banyak terjadi hepatotoksisitas. pusing. mual dan pada beberapa pasien mengalami muntah dan nyeri dada dan/atau abdominal.Terhadap Anak-anak : - . neuropati perifer. Etanol akan menyebabkan reaksi type ’’disulfiram’’ seperti kemerahan. gangguan koordinasi.Efek Samping Mual. terutama makanan yang mengandung lemak tinggi. leukopenia. kebingungan. Menurunkan aktivitas warfarin. necrolysis epidermal toksik.Dengan Makanan : Konsentrasi griseofulvin dapat meningkat jika digunakan bersama makanan . diare . dapat menyebabkan takikardi dan flushing (kemerahan) Menurunkan efek : barbiturat dapat menurunkan kadar griseofulvin.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: induksi CYP1A2 (lemah).Terhadap Kehamilan : Dihindari penggunaannya pada wanita hamil . muntah. Faktor risiko : C .Terhadap Ibu Menyusui : Distribusi ke dalam air susu ibu tidak diketahui . sakit kepala. Etanol : hindari etanol (dapat meningkatkan depresi SSP). dan fotosensitivitas Interaksi . ruam termasuk yang jarang terjadi erithema multiform. Menurunkan efektivitas kontrasepsi oral . sakit kepala.

Hindari paparan yang terlalu lama terhadap sinar matahari. Penggunaan obat bersama dengan makanan yang mengandung lemak (kacang atau es krim )untuk meningkatkan absorpsi.i . kendaraan bermotor karena griseofulvin dapat menurunkan kewaspadaan. seperti kondisi pasien. hati dan hematopoetik Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Jangan menjalankan mesin. Gunakan tabir surya atau gunakan pakaian untuk melindungi tubuh hingga tubuh dapat mentoleransi kembali. atau dengan makanan atau susu untuk menghindari gangguan saluran cerna (GI upset) Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi terhadap tes laboratorium : reaksi palsu positif pada pemeriksaan kadar VMA urin Parameter Monitoring Tes fungsi ginjal.. Sangat penting untuk menjaga kebersihan selama dan sesudah untuk mencegah terjadinya reinfeks. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Pastikan hal ini dilakukan. umur dan berat badan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker. Obat ini menyebabkan sensitivitas terhadap sinar matahari dan cahaya ultra violet lain.

Mekanisme Aksi Menghambat mitosis sel jamur pada metafase. Jika pasien lupa minum obat. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain. berikatan dengan keratin manusia menyebabkan resistensi terhadap invasi jamur. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat.html .go.php/informasi-obat/274-griseofulvin.id/index. hati dan hematopoetik secara periodik Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. segera mungkin minum obat setelah ingat. Jangan diberikan pada orang lain. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi ginjal. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat . mintalah nasehat dokter atau apoteker Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep.tasikmalayakota. kecuali atas anjuran dokter.Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter . kecuali atas saran dari dokter atau apoteker.