Fenoksimetil Penisilin (Penisilin V) Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : : Asam (2S,5R,6R)-3,3-dimetil-7-okso-6-(2-fenoksiasetamido)-4-tia-1azobiksol

[3,2,0]heptana-2-karboksilat [87-08-1]. (C16H18N2O5S)2 Potensi penisilin V tidak kurang dari 1525 dan tidak lebih dari 1780 unit penisilin V tiap mg. Pemerian serbuk hablur, putih:tidak berbau. Tidak larut dalam minyak lemak: sangat sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol dan dalam aseton. - Keterangan : Catatan : 250mg = 400.000 unit.

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang

Indikasi Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap penicillin meliputi infeksi saluran pernafasan, otitis media, sinusitis, kulit, dan saluran kemih; profilaksis pada demam rheumatoid. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis Oral: Infeksi Sistemik: Anak < 12 tahun, 25-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam; dosis maksimal 3 g/hari. Anak > 12 tahun dan dewasa: 125-500 mg setiap 6-8 jam. Profilaksis pneumococal: Anak < 5 tahun, 125 mg dua kali sehari.

Anak > 5 tahun, dan dewasa, 250 mg dua kali sehari. Profilaksis demam reumatoid kambuhan: Anak < 5 tahun, 125 mg dua kali sehari. Anak > 5 tahun, dan dewasa, 250 mg dua kali sehari. Penyesuaian dosis untuk gagal ginjal: ClCr <10 mL/menit; diberikan 250 mg setiap 6 jam. Pemberian obat: Oral:Diberikan dalam keadaan perut kosong untuk meningkatkan absorbsi obat. Farmakologi Absorbsi : 60% sampai 73%. Distribusi: masuk kedalam air susu ibu. Ikatan protein plasma: 80% T½ eliminasi: 30 menit, dan mengalami perpanjangan pada gagal ginjal. T max: 0,5-1 jam. Ekskresi : urin (dalam bentuk utuh dan dalam bentuk metabolit). Stabilitas Penyimpanan Sediaan tablet dan serbuk oral suspensi: disimpan pada suhu 15-30°C. Setelah mengalami pencampuran, obat disimpan dalam lemari pendingin (2-8°C), jangan digunakan setelah 14 hari. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap penisilin atau komponen lain dalam sediaan. Efek Samping > 10% : Gastrointestinal: diare sedang, muntah, mual, atau kandidiasis. < 1% : (Kejadian jarang dan dapat hilang dengan sendirirnya); akut interstisial nephritis; konfusi; anemia hemolitik; positif coombs’ test.

Interaksi - Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek toksis: Probenezid dapat meningkatkan kadar penisilin. Aminoglikosida kemungkinan mempunyai efek sinergi dengan penisilin. Penisilin kemungkinan mempunyai meningkatkan efek paparan metotreksat selama proses terapi (monitoring). Menurunkan efek: Tetrasiklin kemungkinan dapat menurunkan efektifitas dari penisilin. Meskipun masih dalam penelitian, efek kontrasepsi oral dapat diturunkan efektifitasnya oleh penisilin. - Dengan Makanan : Makanan dapat menurunkan kadar absorbsi penisilin; dapat menurunkan kadar obat dalam serum plasma. Pengaruh - Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B - Terhadap Ibu Menyusui : Dieksresi kedalam air susu ibu. Hati-hati jika terjadi reaksi hipersensitifitas pada anak. - Terhadap Anak-anak : Data masih terbatas; hati-hati jika timbul reaksi hipersensitifitas setelah pemberian obat. - Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan lama : dapat mempengaruhi hasil pengukuran fungsi Ginjal. Parameter Monitoring Pada penggunaan jangka waktu lama : dilakukan monitoring terhadap : Fungsi ginjal (ClCr, BUN). Tanda – tanda kejadian anafilaksis pada pemberian dosis awal. Bentuk Sediaan

Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbuknya resistensi. Amati jika ada timbul gejala ESO obat.Volume 41 200 . 1995. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). seperti mual.Serbuk Oral Suspensi. Mengamati kemungkinan adanya efek anafilaksis pada pemberian dosis awal. 2006. (DIH). maka harap menghubungi dokter. Daftar Pustaka Drug information hand book. INDONESIA. harap menghubungi apoteker. 2005 Farmakope Indonesia IV. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. maka sebaiknya penisilin V digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. Tablet Peringatan Digunakan secara hati – hati pada pasien gagal ginjal (penyesuaian dosis). dan sel bakteri menjadi pecah (lisis). Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. akibatnya biosintesis dinding sel terhambat. diare atau respon hipersensitivitas. ISO. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat satu atau lebih pada ikatan penisilinprotein (PBPs – Protein binding penisilin’s). riwayat kejang atau hipersensitif terhadap sefalosporin. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. AHFS DRUG. sehingga menyebabkan penghambatan pada tahapan akhir transpeptidase sintesis peptidoglikan dalam dinding sel bakteri.

yang merupakan langkah penting dalam pembentukan ikatan peptida. 2.id/index. dan infeksi berat yang lainnya. influenzae (terutama infeksi meningual). Jangan digunakan untuk mengobati influenza. lymphogranuloma-psittacosis dan beberapa bakteri gram-negatif yang menyebabkan bakteremia meningitis. infeksi tenggorokan. Kontra Indikasi: Penderita yang hipersensitif atau mengalami reaksi toksik dengan kloramfenikol.Kloramfenikol merupakan obat pilihan untuk penyakit tifus.php/informasi-obat/259-fenoksimetil-penisilin-penisilinv. paratifus dan salmonelosis lainnya.Untuk infeksi berat yang disebabkan oleh H.http://dinkes. Komposisi: Tiap kapsul mengandung 250 mg kloramfenikol Cara Kerja: Kloramfenikol adalah antibiotik yang mempunyai aktifitas bakteriostatik. Aktivitas antibakterinya dengan menghambat sintesa protein dengan jalan mengikat ribosom subunit 50S. .tasikmalayakota. rickettsia. batuk-pilek. atau untuk mencegah infeksi ringan. dan pada dosis tinggi bersifat bakterisid. termasuk Haemophilus influenzae. Kloramfenikol efektif terhadap bakteri aerob gram-positif.html Chloramphenicol 250 mg Indikasi: 1. dan beberapa bakteri aerob gram-negatif. termasuk Streptococcus pneumoniae.go.

Peringatan dan Perhatian: Pada penggunaan jangka panjang sebaiknya dilakukan pemeriksaan hematologi secara berkala. Cara Penyimpanan: Simpan di tempat sejuk dan kering. Penggunaan kloramfenikol dalam jangka panjang dapat menyebabkan tumbuhnya mikroorganisme yang tidak sensitif termasuk jamur. Yersinia pestis. fenobarbital. terlindung dari cahaya. Brucella dan Shigella. Francisella tularensis. reaksi hipersensitif dan sindroma kelabu. Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan ginjal. klorpropamid dan siklofosfamid. reaksi neurotoksik. gangguan saluran pencernaan. fenitoin. Vibrio cholerae.Neisseria meningitidis. Ps. Pseudomonas mallei. Bayi prematur dan bayi berumur kurang dari 2 minggu : 25 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi 4. Dosis: Dewasa. cepacia. tolbutamid. Salmonella. Interaksi Obat: Kloramfenikol menghambat metabolisme dikumarol. anak-anak. . Proteus mirabilis. bayi prematur dan bayi yang baru lahir. dan bayi berumur lebih dari 2 minggu : 50 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi 3 – 4. Efek Samping: Diskrasia darah. wanita hamil dan menyusui.

Kemasan: Kotak 10 blister @ 12 kapsul HARUS DENGAN RESEP DOKTER http://dyachaniex. Tidak dianjurkan untuk pencegahan.com/2010/10/obat-pencernaan. over dosis atau keracunan. PERHATIAN • • Penggunaan jangka panjang. pantangan atau kontra indikasi serta bahayanya. dan inilah penjelasannya: KOMPOSISI Chloramphenicol / Kloramfenikol. juga akan menerangkan efek samping atau kerugian. limfogranuloma-psitakosis dan bakteri Gram negatif yang menyebabkan meningitis bakterial. H. Infeksi berat yang disebabkan oleh Salmonella. komposisi atau kandungan obat Kloramfenikol. influenzae (terutama infeksi meningeal). aturan pakai. Rickettsia. manfaat atau kegunaan dan khasiat atau dalam bahasa medis indikasi. INDIKASI • • Demam tifus dan paratifus. yang diantaranya menjelaskan dosis obat Kloramfenikol. Gangguan fungsi hati dan ginjal. Informasi obat kali ini akan menjelaskan jenis obat antibiotik golongan Chloramphenicol / Kloramfenikol. . Gangguan fungsi ginjal. cara minum/makan atau cara menggunakannya.blogspot. KONTRA INDIKASI • • • Hipersensitif.html Kloramfenikol. dan farmakologi serta meknisme kerja dari obat Kloramfenikol.

Hamil dan menyusui. HAMIL Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. INDEKS KEAMANAN PADA WANITA Depresi sumsum tulang. anemia aplastis. PENYAJIAN Dikonsumsi pada perut kosong (1 atau 2 jam sebelum/sesudah makan) Cari Artikel . Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin. KEMASAN kapsul 250 mg DOSIS • Dewasa. Tolbutamid. kemerahan pada kulit. gangguan saluran pencernaan. SAMPING EFEK biduran/kaligata. enterokolitis. Gray syndrome pada bayi. anak-anak & bayi berusia lebih dari 2 minggu : 50 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi 3-4 kali pemberian per hari. • Bayi prematur dan bayi berusia kurang dari 2 minggu : 25 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi 4 kali pemberian per hari. Fenobarbital. Interaksi obat : Dikumarol. Pemeriksaan hitung darah harus dilakukan secara berkala. Fenitoin.• • • • Bayi prematur dan bayi baru lahir.

com/kloramfenikol/ .Artikelku • • • • • • • informasi obat kloramfenikol nama honorer katagori 1 kabupaten Pontianak support system dalam kehamilan bahaya obat nyamuk bagi pernafasan proses pengolahan batubara laporan kasus askep grastitis askep waham http://runtah.

• o Bidang Promosi Kesehatan    Seksi Pemberdayaan Masyarakat Seksi Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Seksi Informasi dan Komunikasi Kesehatan o Bidang Pelayanan Kesehatan    Seksi Kesehatan Dasar dan Rujukan Seksi Kesehatan Khusus Seksi Kefarmasian o Bidang KESGA    Seksi Perbaikan Gizi Masyarakat Seksi Kesehatan Ibu dan Lanjut Usia Seksi Kesehatan Anak dan Remaja o Bidang PDKL    Seksi Penanggulangan Penyakit Seksi Kesehatan Lingkungan Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit o o • • • UPTD Jabatan Fungsional Berita Unit Layanan Puskesmas Online o o PKM Cibeureum PKM Kahuripan .

Corsatet . praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.12a-oktahidro-3.4a. Dalam larutan dengan pH lebih kecil dari 2. tidak berbau.Binotra .Citocyclin .Decacycline .11.12.Bufacyn .11diokso-2-naftasenakarboksamida monohidroklorida[60-54-8].Dumacycline . stabil di udara tetapi pada pemaparan terhadap cahaya matahari yang kuat dan : udara lembab akan menjadi gelap. agak higroskopis.10.HCl Mengandung tidak kurang dari 900 µg C22H24N2O8.o o • • • • PKM Cipedes PKM Indihiang Buku Tamu Galleri Video Kontak Tetrasiklin Deskripsi .5a. Pemerian: serbuk hablur. kuning.Cortatin .HCl tiap mg.6. Kelarutan: larut dalam air.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .12a: pentahidroksi-6-metil-1. .4.Bufatetra .5.Sifat Fisikokimia 4-(Dimethilamino)-1.Nama & Struktur Kimia . sukar larut dalam etanol.Conmycin .Cendocycline . C22H24N2O8.Bimatra . dalam larutan alkali hidroksida dan dalam larutan karbonat.Dantetra .6. potensi berkurang dan cepat rusak dalam larutan alkali hidroksida.

. ClCr 10 .Suprabiotic .Unicycline .Zenicyclin . Dewasa: 250-500 mg/dosis setiap 6 jam.Steclin .Novacycline . Chlamidia. digunakan juga sebagai salah satu komponen multidrug pada pengobatan eradikasi H.Hufacyclin .Terikortin . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak–anak >8 tahun: 25-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam.80 mL/menit: diberikan setiap 8-12 jam.Supertetra .Licoklin . dapat digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh Mycoplasma.Sakacycline .Gametra .Varcycline . Eradikasi Helicobacter pylori: 500 mg 2-4 kali/hari tergantung dari protokol tercapai.Talsutin Vaginal .Ramatetra .Tetrasanbe .Enkacyclin .Enpicortyn .Erlacycline .Megacycline .Tetrarco .Sanlin ..50 mL/menit: setiap 12-24 jam.Altetra Indikasi Digunakan untuk jenis bakteri penginfeksi gram posistif maupun gram negatif yang sensitif.Tetradex .Soltralin . pylori pada tukak lambung.Samtetra . Dosis.Itracycline . bronchitis kronis eksaserbasi.Farsycline . disesuaikan dengan komponen antibiotik lain yang digunakan dan H2 bloker yang digunakan. untuk pengobatan acne.Tetrin .Hitetra . dan pengobatan gonnore dan sipilis bagi pasien yang alergi tehadap penicillin. ClCr <10 mL/menit: diberikan setiap 24 jam. Penyesuaian dosis pada kerusakan hati: hindarkan penggunaan obat atau dengan dosis maksimal 1 g/hari.dan Rickettsia.Wiclin . Penyesuaian dosis pada gagal ginjal: ClCr 50 .Novabiotic .Indocycline .

Farmakologi Absorbsi: Oral: 75% Distribusi: sejumlah kecil obat mencapai kandung empedu. Stabilitas Penyimpanan Simpan sediaan oral tetrasiklin dalam suhu kamar dan terhindar dari cahaya. Endokrin dan metabolik : Sindrom diabetes insupindus. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap tetrasiklin atau terhadap komposisi formulasi yang terdapat dalam obat. pruritos. Dermatologi : Photosensitivity. pigmentasi pada kulit. parestesia. T½ eliminasi: fungsi ginjal normal 8-11 jam.Cara pemberian: Digunakan pada keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan. atau 2 jam setelah makan) meningkatkan jumlah absorbsi obat. Efek Samping Angka kejadiannya tidak diketahui : Cardiovascular : Pericarditis. relatif terdifusi dari darah ke cairan serebrospinal. Ikatan protein: ~65%. . T max serum: oral: 2-4 jam. jangan diberikan pada anak < 8 tahun. Digunakan 1-2 jam sebelum atau 4 jam setelah penggunaan antasida. penetrasi ke dalam cairan serebrospinal bagus jika ada inflamasi. wanita hamil. Eksresi: 60% dalam bentuk utuh. pseudotumor serebri. SSP : Meningkatnya tekanan intrakranial. gagal ginjal: 57-108 jam. feses (dalam bentuk aktif). karena magnesium dan aluminium akan membentuk khelat dengan tetrasiklin yang akan menurunkan jumlah absobsi obat.

Gastrointestinal : Pelunturan warna gigi dan email (anak – anak). . quinapril. pancreatitis.Dengan Obat Lain : Efek pada sitokrom P450: substrat CYP3A4 (utama). reaksi hipersensitif. dan substrat CYP3A4 lainnya Menurunkan efek: Menurunkan jumlah absorbsi dari tetrasiklin: Kalsium. Renal : ARF.diare. inhibitor CYP3A4 (moderat) Meningkatkan efek toksis: anestesi nethoksiflurane dapat meningkatkan efek fatal nefropati. besi. tacrolimus. anorexia. didanosine. suprainfeksi kandida. phenobarbital. efek antikoagulan dapat meningkat. Pengaruh .Dengan Makanan : Makanan kemungkinan akan menurunkan konsentrasi kadar serum tetrasiklin. Interaksi . venlavaxine. esophagitis. Kemungkinan meningkatkan kadarnya secara selektif terhadap. pimozid. pseudo-membranous collitis. nateglinie. Lain-lain : Suprainfeksi. phenytoin. nefirapine. quinidin. azotemia. ergot alkaloid. Warfarin. Haematologi : Tromboflebitis Hepatic : Hepatotoksis. mirtazapin. cisapride. nafcillin. nefazodon. cram lambung. sukralfat.muntah. mual. HMG-CoA reduktase inhibitor. Benzodiazepine. gagal ginjal. cylosporin. rifampicin dan CYP3A4 inhibitor lainya. carbamazepine. sildenafil. magnesium atau aluminium yang terkandung dalam antasida. Tingkatan efek tetrasiklin akan diturunkan oleh: aminoglutethimide. Ca-chanel bloker. staphylococcal enterocolitis. zink sodium bikarbonate. anaphilaksis.

. . . dapat menyebabkan pewarnaan yang permanen pada gigi bayi jika digunakan pada fase pertengahan kehamilan. Suspensi Oral. . tidak direkomendasikan.Terhadap Hasil Laboratorium : Berpengaruh pada hasil pengukuran : fungsi hepar. CBC Parameter Monitoring Pada penggunaan jangka lama: Renal Hepatic Hematologi Suhu WBC Kultur biakan bakteri Status mental Bentuk Sediaan Kapsul (Dalam Bentuk Hidroklorid).Terhadap Ibu Menyusui : Obat dieksresikan dalam ASI.Terhadap Anak-anak : Tidak dianjurkan untuk anak < 8 tahun. renal.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : D. Tablet Peringatan Penggunaan tetrasiklin selama proses pembentukan gigi kemungkinan akan menyebabkan pelunturan warna gigi dan lapisan emailnya. hipoplasia dan keterlambatan perkembangan otot . Tetrasiklin mampu menembus plasenta dan menembus kedalam sirkulasi sistemik janin.

skelet dan pertumbuhan tulang. seperti mual. keadaan ini akan berisiko lebih besar pada pasien <4 tahun dan menerima dosis tinggi tetrasiklin. 2006. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi.Volume 41 2006. harap menghubungi apoteker. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis protein bakteri dengan berikatan pada 30S dan mungkin juga 50S ribosom sub unit pada bakteri yang sensitif. 1995. http://dinkes. maka harap menghubungi dokter. INDONESIA. Daftar Pustaka Drug information hand book. ISO.php/informasi-obat/388-tetrasiklin . Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. kemungkinan juga menghasilkan perubahan pada membran sitoplasma bakteri. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. Penyesuaian dosis untuk pasien gagal ginjal dan diketahui adanya peningkatan BUN akibat penggunaan antibiotik lainya. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. AHFS DRUG. 2005 Farmakope Indonesia IV. Penggunaan dengan hati-hati pada pasien gangguan hati dan ginjal .tasikmalayakota. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan).id/index.go. (DIH). diare atau respon hipersensitivitas. maka sebaiknya tetrasiklin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan.

ektima. Direkomendasikan oleh 2 pembaca. Cara Penggunaan: Obat luar.4 kali sehari.Gentamicin Rating: ♥♥♥. Kontra Indikasi: Alergi terhadap gentamisina. pioderma. furunkulosis. Cara Kerja Obat: Gentamisina merupakan suatu antibiotika golongan aminoglikosida yang efektif untuk menghambat kuman-kuman penyebab infeksi kulit primer maupun sekunder seperti Staphylococcus yang menghasilkan penisilinase. Komposisi: Tiap gram salep mengandung gentamisina sulfatsetara dengan gentamisina 1 mg. Posologi: Oleskan pada lesi kulit 3 . Peringatan dan Perhatian: Penggunaan antibiotika topikal kadang-kadang menyebabkan suburnya pertumbuhan . Beri rekomendasi: Indikasi: Untuk pengobatan infeksi kulit primer maupun sekunder seperti impetigo kontagiosa. psoriasis dan macam-macam dermatitis lainnya. Pseudomonas aeruginosa dan lain-lain.

merupakan serbuk kristal . Terlindung dari pengaruh panas yang berlebihan. Cara Penyimapanan: Dalam wadah tertutup rapat. sesitisasi atau superinfeksi.Nama & Struktur Kimia .Sifat Fisikokimia : - : Diperdagangan doksisiklin berada dalam bentuk doksisiklin kalsium.doksisikline monohidrat. Bila hal ini terjadi atau terdapat iritasi. eritema dan pruritus. seperti jamur. pengobatan dengan Gentamisina harus dihentikan dan harus diberi terapi pengganti yang tepat.dechacare. Efek Samping: Iritasi ringan. • Obat-obat bakterisid tidak efektif terhadap infeksi kulit yang disebabkan virus dan jamur.com/Gentamicin-P626.mikroorganisme yang tidak sensitif terhadap antibiotika.html Doksisiklin Deskripsi . tidak boleh digunakan pada wanita hamil dalam jumlah yang banyak atau periode waktu yang lama. • Gentamisina tidak untuk pengobatan mata. • Karena keamanan pemakaian Gentamisina pada wanita hamil secara absolut belum dipastikan. doksisiklin hiklat. Bukan untuk mata HARUS DENGAN RESEP DOKTER http://www.

Clamidia genital tanpa komplikasi. pengobatan dan profilaksis pada antraks. acne vulgaris.Vibramycin .Dotur .Doxacin . Borrelia burgdorferi (penyakit lyme) .berwarna kuning.8 .Viadoxin Indikasi Obat golongan tetrasiklin merupakan pilihan untuk infeksi yang disebabkan oleh chlamydia (trachoma. .3 Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . Sifilis awal 100 mg dua kali sehari selama 14 hari.Interdoxin . ulserasi aphthous . prostatitis kronik. juga digunakan untuk infeksi saluran napas dan genital mikoplasma.Dumoxin .Siclidon . psittacosis. sinusitis.Doxycycline . kemudian 100 mg perhari. larutan mempunyai pH 1. bentuk monohidrat sangat sedikit larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol. penyakit inflamasi pelviks. Cara Pemberian dan Lama Pemberian 200 mg pada hari pertama. anak-anak (hanya bila antibakteri lain tidak dapat diberikan) 5 . brucella (Doxycycline dengan strepto mycin atau rifampicin . urethritis. pada infeksi berat (termasuk infeksi saluran kemih) 200 mg perhari. herpes simpleks oral. sifilis 200 mg dua kali sehari selama 28 hari. ricketsia (termasuk Qfever). dan spirochaeta. lymphogranuloma venereum). periodontitis. antraks (pengobatan atau post profilaksis) 100 mg dua kali sehari.Doxin . Bentuk hiklat larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol. rosacea. salpingitis. Dosis.Doxicor . kekambuhan (recurrent). sifilis. Rekonstitusi doksisiklin hiklat untuk pemberian IV menggunakan air untuk injeksi. pengobatan dan profilaksis malaria.Keterangan Doksisiklin merupakan antibiotik tetrasiklin semisintetik turunan dari : oksitetrasiklin.3. urethritis non gonococcal : 100 mg dua kali sehari selama 7 hari (14 hari pada penyakit inflamasi pelviks).

serum: 1. Kontraindikasi .-4 jam Ekskresi : feces (30%). Rekonstitusi dengan 0. Farmakologi Absorbsi : Oral : hampir sempurna . sehingga tidak boleh diberikan pada anak dibawah 12 tahun.mg/kg sehari terbagi dalam dua dosis (maksimal 200 mg sehari). larutan IV doxycycline hyclate mengandung 0. Obat ini juga kontraindikasi pada wanita hamil dan menyusui. oral suspensi doksisiklin monohydrate stabil selama 2 minggu pada suhu kamar. sebaiknya antara 15 – 30°C. cairan saliva dan penetrasi ke dalam cairan serebrospinal hanya sedikit.1 – 1 mg doksisiklin per mL stabil selama 48 jam pada suhu 25°C. Namun demikian doksisiklin dapat diberikan pada anak-anak untuk pengobatan dan profilaksis setelah terekspos antraks jika antibakteri lain tidak dapat diberikan. prostatik. Protein binding (ikatan obat dengan protein) : 90% Metabolisme : tidak melalui hepar.9 % sodium klorida atau 5 % dektrosa. urin (23%) Stabilitas Penyimpanan Kapsul doksisiklin hiklat dan tablet film-coated harus disimpan wadah yang tertutup rapat dan terhindar dari cahaya pada suhu 30°C atau kurang. pada ESRD (End-stage renal disease) : 18 – 25 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. pleural. sebagian diinaktivasi dalam saluran cerna dalam bentuk khelat T½ eliminasi (half-life elimination) : 12-15 jam (biasanya meningkat hingga 22-24 jam dalam penggunaan dosis ganda) . Kontraindikasi Deposit tetrasiklin pada jaringan tulang dan gigi selama pertumbuhan anak (melalui ikatan dengan kalsium) menyebabkan pewarnaan dan kadang-kadang hypoplasia pada gigi. masuk ke dalam air susu ibu. Pada rekonstitusi dengan air. dengan mudah melewati plasenta . Tablet doksisiklin yang telah digerus stabil paling tidak dalam 6 hari bila dikemas dalam aluminium foil dan disimpan dalam suhu kamar. absorbsi diturunkan oleh makanan atau susu sebesar 20% Distribusi : terdistribusi secara luas dalam jaringan tubuh dan cairan tubuh termasuk cairan sinovial . cairan seminal dan sekresi bronkial.

Terhadap Ibu Menyusui : Efek seperti penggunaan tetrasiklin pada ibu menyusui. dysphagia. iritasi esophagus.Terhadap Kehamilan : Efek pada kehamilan seperti penggunaan tetrasiklin. sindrom Stevens-Johnson. flushing dan tinnitus. gangguan darah. urticaria. . diare. efek pada perkembangan skeletal.lain adalah pasien yang alergi dengan obat ini. angioedema. anaphylaxis. Tetrasiklin meningkatkan kelemahan otot (muscle weakness) pada pasien dengan gravis myasthenia dan . fotosensitivitas dan reaksi hipersensitivitas (termasuk rash. pericarditis). Sakit kepala dan gangguan penglihatan menunjukkan hipertensi intrakranial (pengobatan dihentikan).Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Tes fungsi hati Bentuk Sediaan Kapsul Peringatan Penderita gangguan hati atau menerima obat-obatan yang potensial hepatotoksik.Dengan Makanan : Tidak ada data Pengaruh . exfoliativ dermatitis. pancreatitis. hepatotoksis maternal pada pemberian parenteral dosis tinggi. Faktor risiko : D . Masuk dalam air susu ibu/tidak direkomendasikan.Dengan Obat Lain : . Efek Samping Mual muntah. Pada trimester kedua dan ketiga (2 dan 3) gangguan pewarnaan pada gigi. Dihindarkan penggunaan pada ibu menyusui (meskipun absorpsi dan gangguan pewarnaan pada gigi bayi dapat dicegah melalui pembentukan khelat dengan kalsium dalam air susu ibu) . Pada trimester pertama (1) pada studi hewan. Efek samping yang jarang terjadi hepatotoksisitas. Interaksi . anoreksia .

mual. Ini merupakan gejala serius yang harus mendapatkan pengobatan dengan segera. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/frekwensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau petugas kesehatan. Kapsul harus ditelan dalam bentuk utuh dengan air yang cukup dan makanan. Hubungi dokter jika terdapat kemerahan atau flushing.umur dan berat badan. fotosensitivitas (hindari terkena sinar matahari atau sinar lampu) . Hindari terkena sinar matahari dan cahaya ultraviolet dalam waktu yang lama. Jika pasien lupa minum obat. Gunakan kelambu. tidak seperti tetrasiklin.Anda kemungkinan masih dapat terkena malaria selama menggunakan obat ini . Jika lebih dari satu kali dosis terlewat segera hubungi . Jika harus menggunakan produk tersebut secara bersamaan minumlah doksisiklin dengan selang waktu minimal 2 jam terhadap produk-produk tersebut. ketergantungan alkohol . es krim. Minumlah obat dengan makanan atau susu jika timbul rasa tidak enak pada lambung. Hindari penggunaan bersama dengan antasida. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. muntah dan gangguan penglihatan. makanan tertentu seperti keju. suplemen yang mengandung besi. lindungi tubuh dengan pakaian dan gunakan lotion antinyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk.eksaserbasi systemic lupus erymthematosus. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Apabila obat tidak dihabiskan maka bakteri tidak terbunuh secara tuntas dan infeksi dapat kembali terjadi. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. laksatif. seperti kondisi pasien. dalam posisi duduk atau berdiri untuk mengurangi iritasi pada esophagus dan ulserasi. Gunakan krim tabir surya (sunscreen) dan pakaian pelindung. dihindari pada penderita porphyria. Penggunaan obat harus dihentikan dan segera hubungi dokter apabila pasien mengalami sakit kepala. Jangan menggunakan obat lebih lama dari 4 bulan. doksisiklin dapat digunakan pada pasien gangguan ginjal dengan dosis lazim. Obat harus digunakan sampai habis. segera mungkin minum obat setelah ingat. Obat ini dapat menyebabkan sensitivitas terhadap cahaya matahari. Ini termasuk sediaan herbal dan dietary supplements lain. Pasien yang menggunakan obat ini untuk pencegahan terhadap malaria harus memulai pengobatan 1-2 hari sebelum melakukan perjalanan. Jangan menggunakan obat OTC atau obat resep yang lain tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Nama & Struktur Kimia . . Dengan pertumbuhan bakteri yang lambat selanjutnya mekanisme pertahanan badan (seperti sel darah putih ) akan memusnahkan bakteri tersebut. kurang dari 10 mcg/ml pada pH 1-8. Golongan/Kelas Terapi .Keterangan : Efavirenz merupakan obat antiretroviral sintetik berupa turunan benzoksazinon.tenaga kesehatan.Sifat Fisikokimia : C14H9CIF3NO2 Efavirenz berbentuk kristal putih atau sedikit merah jambu. Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 Efavirens Deskripsi . praktis tidak : larut dalam air.Jangan diberikan pada orang lain. Jika anda mempunyai pertanyaan tentang obat ini. Kelarutan makin meningkat pada pH > 10. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. tanyakan pada dokter. apoteker atau petugas kesehatan yang lain. Mekanisme Aksi Doksisiklin memperlambat pertumbuhan bakteri yang sensitif dengan mengganggu produksi protein yang diperlukan bagi pertumbuhan bakteri .

9 kg: 250 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun.4 kg: 350 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun. >= 40 kg: 600 mg PO sekali sehari sebelum tidur. 10-14.9 kg: 400 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun. 25-32.9 kg: 200 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak <= 3 tahun: Tidak ada data farmakokinetika yang tersedia untuk dosis efavirenz pada anak-anak <= 3 tahun.5-39. indinavir. Remaja pada awal pubertas menggunakan dosis pediatri.Anti Infeksi Nama Dagang Indikasi Pencegahan dan pengobatan Human immunodeficiency virus (HIV) Dosis. Untuk pencegahan HIV setelah terpapar (di tempat kerja): Dosis oral: Dewasa: CDC merekomendasikan penggunaan efavirenz 600 mg sekali sehari sebelum tidur (nelfinavir. Akan lebih baik bila diberikan kombinasi efevirenz dengan lamivudin. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis oral: Dewasa dan remaja > 40 kg: 600 mg PO sekali sehari sebelum tidur. 15-19. Remaja dan anak-anak >= 3 tahun. Anak-anak >= 3 tahun. atau dengan zidovudin dan didanosin atau lamivudin. 20-24. 32. Sangat disarankan penggunaan kombinasi NNRTI efavirenz dengan atau tanpa nelfinavir: dengan stavudin dan lamivudin.9 kg: 300 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun. atau abacavir dapat ditambahkan bila pemaparan berisiko tinggi terhadap .

CYP2C19. Namun apabila terpapar. pada manusia tidak diketahui. Efavirenz juga menginduksi enzim CYP3A4 sehingga meningkatkan biotransformasi obat yang dimetabolisme melalui enzim ini. Konsentrasi puncak tercapai 3-5 jam setelah pemberian dosis tunggal 200. Meskipun penelitian pada binatang memperlihatkan pencegahan setelah terpapar > 24-36 jam kurang efektif. Farmakologi Efavirenz diberikan secara oral. Makanan dengan kadar lemak tinggi/tinggi kalori akan meningkatkan AUC efavirenz dibanding kondisi puasa. sehingga . Obat-obat yang menginduksi aktivitas CYP3A4 akan meningkatkan klirens efavirenz.HIV). dan CYP3A4 mungkin mengalami perubahan konsentrasi plasma. terutama terhadap albumin. 400.5-17 µM). Pada semua kasus. terapi harus diberikan secepat mungkin dan dilanjutkan hingga 4 minggu. Pemberian bersama obat yang mengalami metabolisme melalui CYP2C9. CYP2C19. dan 600 mg pada pasien yang terinfeksi HIV. Efavirenz mengalami metabolisme melalui sitokrom P450 (CYP) 3A4 dan CYP2B6 membentuk metabolit terhidroksilasi dengan glukuronidasi. Pada penelitian in vitro. CYP3A4 dengan nilai Ki (8. T½ eliminasi Efavirenz adalah 52-76 jam setelah dosis tunggal dan 40-55 jam setelah beberapa kali pemberian. Namun kurang dari 1% efavirenz diekskresikan dalam bentuk tidak berubah dalam urin. Efavirenz berikatan kuat dengan protein (99%). tetap harus diberikan terapi pencegahan meskipun sudah lebih dari > 36 jam terpapar. Kadar tunak (steady state) tercapai dalam waktu 6-10 hari. efavirenz menghambat CYP2CP. diketahui 14-34% efavirenz berlabel dan/atau metabolitnya diekskresikan dalam urin dan 16-61% dalam feses. Farmakokinetika efavirenz pada pasien dengan penurunan fungsi hepar/ginjal belum banyak dilakukan. Efavirenz menghambat CYP2D6 dan CYP1A2 hanya pada konsentrasi tinggi (Ki values 82-160 µM). Pada suatu penelitian.

dan nervousness (6. depersonalisasi. Setelah 4 minggu pengobatan. gangguan kognitif (8.3%). Pasien dengan riwayat gangguan psikiatrik lebih besar risikonya terhadap gejala ini dengan frekuensi kejadian berkisar dari 0.5%. ataksia. dan reaksi manic (mania) (0. prevalensi gejala pada SSP berkurang sekitar 5-9%.3%). Kontraindikasi Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa efavirenz diekskresikan dalam ASI. mimpi buruk (6. somnolen/mengantuk (7%). CDC tidak merekomendasi ibu yang terinfeksi HIV menyusui bayinya.3% untuk reaksi manic hingga 2% baik depresi berat maupun keinginan bunuh diri. tremor. Gejala ini meliputi pusing (28. perilaku agresif (0. 0. Pasien yang mengalami gangguan psikiatrik serius harus segera dievaluasi terhadap kemungkinan hubungan efek samping dengan penggunaan . untuk menghindari risiko penularan HIV setelah kelahiran (postnatal transmission).2%. dan gangguan penglihatan.3%). stupor. Dalam praktek klinik. sebesar 65% pasien mengalami gangguan SSP yang dirasakan seperti 'feeling stoned'. Gejala yang berat terjadi pada sekitar 2% dan 2.9%). Gangguan psikiatrik yang dilaporkan selama terapi efavirenz meliputi depresi (15. kejang-kejang. gejala ini dimulai pada terapi hari pertama atau kedua dan umumnya hilang dalam 2-4 minggu terapi. 0.2%).3%).dampak gangguan ginjal terhadap eliminasi efavirenz seharusnya minimal. reaksi paranoid (paranoia/psikosis) (0. amnesia.3%). dan halusinasi (1. 0).3%). telinga berdengung.5%). Efek Samping 53% pasien yang menerima efavirenz mengalami gangguan SSP selama uji klinis. frekuensi gangguan psikiatrik serius dibanding kontrol berturut-turut adalah depresi berat (2. dibandingkan 25% pasien sebagai kontrolnya. Efek samping SSP lain yang dilaporkan meliputi gangguan koordinasi. parestesia.8%). 0. euforia.1%).4%. Pasien harus diberi konseling bahwa gejala akan berhenti sendiri setelah beberapa bulan.7%. Stabilitas Penyimpanan Simpan di bawah suhu 25°C.1% pasien menghentikan pengobatannya. 0.2%). neuropat. agitasi.4%. meskipun mereka menerima efavirenz. bingung. Biasanya. usaha bunuh diri nonfatal (0. Pada penelitian terkendali (meliputi 1008 pasien yang mendapat terapi efavirenz dan 635 pasien sebagai kontrol). Pemberian sebelum tidur akan mengurangi efek samping ini. keinginan bunuh diri (0. 0. anxietas (11%).4%. insomnia (16. hipoestesia.

Makanan dapat meningkatkan konsentrasi efavirenz sehingga akan meningkatkan efek samping. Pernah dilaporkan terjadinya 'neural tube defects' pada bayi yang ibunya pernah mendapat efavirenz pada trimester pertama. Pengaruh . lidokain. gangguan psikiatrik ini terjadi pada sekitar 9% anak-anak yang mendapat terapi efaviren. . Hati-hati penggunaan efavirenz dengan substrat CYP3A4 lain.Terhadap Hasil Laboratorium : - . dan triazolam. Disarankan penggunaan antihistamin untuk pencegahan sebelum pemberian efavirenz. Penggunaan pada wanita hamil dan potensial hamil tidak direkomendasi. . tidak direkomendasi penggunaannya pada wanita hamil trimester pertama. terfenadin. atau tacrolimus atau jika menyebabkan peningkatan konsentrasi obat lain yang akan menimbulkan efek samping serius.Terhadap Ibu Menyusui : Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa efavirenz diekskresikan dalam ASI.untuk menghindari risiko penularan HIV setelah kelahiran (postnatal transmission).efavirenz dan dapat dipertimbangkan keuntungan dibanding risiko bila terapi dilanjutkan.meskipun mereka menerima efavirenz. efavirenz yang juga dimetabolisme melalui CYP3A4 akan berkompetisi sehingga menurunkan klirens obat-obat tersebut dan dapat menimbulkan efek samping serius. anak-anak lebih peka terhadap terjadinya gangguan kulit (rash). termasuk tiga kasus meningomyelocele dan satu kasus 'Dandy Walker Syndrome'.Dengan Makanan : Efavirenz harus diberikan pada saat perut kosong. Interaksi . midazolam. alkaloid ergot. Pada anak-anak.Terhadap Kehamilan : Efavirenz diklasifikasikan dalam kategori D pada kehamilan. .Dengan Obat Lain : Efavirenz tidak disarankan digunakan bersama obat-obat yang metabolismenya melalui CYP3A4: astemizol.Terhadap Anak-anak : Dibanding pada dewasa. . karbamazepin. sirolimus.CDC tidak merekomendasi ibu yg terinfeksi HIV menyusui bayinya. yang memiliki jendela terapi sempit (mis. kisaprid. Karena potensial teratogenik.Selain itu.

Mekanisme Aksi Efavirenz menghambat HIV-1 reverse transcriptase. anxietas. Segera lapor bila mengalami gangguan SSP (depresi. atau lain-lain. Kehamilan/menyusui: sampaikan pada dokter apabila anda hamil atau mungkin hamil. rash.Parameter Monitoring CD4+ T cell count. jangan digunakan pada ibu hamil/potensial hamil. hatihati terhadap obat lain yang merupakan substrat CYP3A4. halusinasi. sulit konsentrasi. mimpi buruk). dapat menyebabkan gangguan SSP dan psikiatrik. mengantuk. Perlu dilakukan pemeriksaan darah yang teratur pada penggunaan jangka waktu lama. paranoia. Serum lipid profile Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Jangan digunakan sebagai terapi tunggal. pada anak-anak berikan antihistamin sebagai profilaksis. Plasma HIV RNA. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mintalah informasi tentang obat-obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama obat ini. Pregnancy testing. depresi berat. dan jangan menyusui bayi. termasuk kesulitan berkonsentrasi. pusing. LFTs. Obat ini hanya salah satu dari kombinasi obat-obat HIV. 30 menit sebelum atau 2 jam setelah makan. pusing. Hati-hati pada pasien yang diketahui atau dicurigai mengalami infeksi hepatitis B atau C (monitoring fungsi hati). Peningkatan serum transaminases >5 kali batas atas harus dipertimbangkan keuntungan dan risikonya terhadap hepatotoksisitas. gunakan hati-hati pada gangguan mental/penyalahgunaan obat (predisposisi terhadap reaksi psikologik). hentikan bila muncul rash. Efavirenz tidak menyembuhkan HIV ataupun tidak mencegah penularan HIV. insomnia. dan mania. Serum cholesterol. Minum banyak cairan (2-3 L/hari) kecuali dokter menyarankan pembatasan cairan. percobaan bunuh diri. minum sesuai petunjuk. Dapat menyebabkan mual/muntah atau diare. Efavirenz tidak berkompetisi dengan .

Nama & Struktur Kimia . nyeri perut). Sebagai basa berupa serbuk kristal berwarna putih hingga kuning pucat. HIV-2 reverse transcriptase dan DNA polymerase alpha.nitroimidazole. Sinonim : C12H12N2O2S : Dalam perdagangan metronidazol terdapat dalam bentuk basa dan garam hidroklorida. asam sitrat dan natrium klorida. didanosine. gamma.template ataupun nucleosida trifosfat.Kaji penggunaan obat lain atau herbal yg digunakan pasien terhadap kemungkinan interaksi atau toksik.5 – 7.perlunya penyesuaian dosis. larutan isotonik dengan pH 4. rash. Monitoring Penggunaan Obat Gunakan hati-hati pada pasien dengan gangguan mental atau penyalahgunaan obat(meningkatkan risiko efek samping psikiatrik). 1-(-Ethylol)-2-methyl: 5-nitro-3-azapyrrole. kemungkinan efek samping yang muncul dan pengatasannya serta efek lain yang harus dilaporkan (mis.Sifat Fisikokimia 1-(2-Hydroxyethyl)-2-methyl-5. Efavirenz berikatan langsung dengan reverse transcriptase. dan mempunyai pKa 2. Injeksi metronidazol jernih. dan efek merugikan secara periodik selama terapi. Sedikit larut dalam air dan dalam alkohol. Daftar Pustaka 250 Metronidazol Deskripsi . Ikatan ini menyebabkan kerusakan aktivitas enzim sehingga menghambat RNA dan DNA yang tergantung pada aktivitas DNA polymerase. atau indinavir. gangguan SSP. C6H9N3O3. .6. viral load dan jumlah CD4). Beri informasi pada pasien terhadap penggunaan obat. juga tidak memerlukan fosforilasi untuk mengaktifkan. dengan osmolarity 297-314 mOsm/L dan mengandung natrium fosfat. Sinonim : Metronidazol hydrochloride. Kaji hasil pemeriksaan laboratorium dan efektivitas terapi (progresivitas penyakit. Efavirenz menunjukkan aktivitas yang sinergis terhadap HIV-1 pada kultur sel bila dikombinasi dengan zidovudine. atau delta pada sel manusia tidak dihambat oleh efavirenz. tidak berwarna. 2-Methyl5-nitroimidazole-1-ethanol .

5 mg/kg setiap 8 jam.Elyzol .5 mg/kg setiap 8 jam. umur hingga 1 tahun 125 mg.Corsagyl .Tismazol .Nidazole . . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Infeksi anaerobik (pengobatan biasanya selama 7 hari dan 10 hari untuk penggunaan antibiotika pada pengobatan kolitis). 1 – 5 tahun 250 mg.Trichodazol . anak-anak 7.Metronidazole Fresenius . pemberian secara infus intravena lebih dari 20 menit.Mebazid .Fortagyl . lebih dari 10 tahun dosis dewasa.Metrofusin .Promuba . Dosis. infeksi protozoa.Trogyl . anak-anak setiap 8 jam selama 3 hari.Metronidazol (Generik) Indikasi Infeksi anaerobik (termasuk gigi) .Metronidazol hidroklorida sangat larut dalam air dan larut dalam alkohol. eradikasi Helicobacter pylori.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . peroral dengan dosis awal 800 mg kemudian 400 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 8 jam. 500 mg setiap 8 jam. anak-anak 7. kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam. dalam perdagangan berupa serbuk berwarna putih.Fladex . Inflamasi pelviks : peroral 400 mg dua kali sehari selama 14 hari . lihat pada bagian dosis. selama 3 hari. Ulser pada lengan : peroral 400 mg setiap 8 jam selama 7 hari Bacterial vaginosis : peroral 400 – 500 mg dua kali sehari selama 5 – 7 hari atau 2 gram sebagai dosis tunggal.Gravazol .Metrolet . 5 – 10 tahun 500 mg. infeksi kulit.Flagyl . kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam.

7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam.brain barrier) Ikatan protein : < 20% Metabolisme : Hepatik (30%-60%) T½ eliminasi : neonatus : 25-75 jam . Infeksi oral akut : peroral 200 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari . terjadi perpanjangan pada kerusakan hepar.Acute ulcerative gingivitis : peroral 200-250 mg setiap 8 jam selama 3 hari. topikal : konsentrasi yang dicapai secara sistemik setelah penggunaan 1 g secara topikal 10 kali lebih kecil dari pada penggunaan dengan 250 mg peroral. Paparan cahaya dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan warna produk menjadi gelap. cairan mani. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam Farmakologi Absorbsi : Oral : diabsorbsi dengan baik. Distribusi : ke saliva. yang lain : 6-8 jam. paru-paru dan sekresi vagina. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. kristal dapat dilarutkan kembali dengan menghangatkannya pada suhu kamar. menembus plasenta dan sawar darah otak (blood. Stabilitas campuran parenteral pada suhu kamar (25°C): stabilitas pada produk yang terbungkus : 30 hari Kontraindikasi . air susu. empedu. hati dan abses hati . Paparan sinar matahari langsung harus dihindari. serum: segera : 1-2 jam Ekskresi : urin (20% hingga 40% dalam bentuk obat yang tidak berubah): feses (6% hingga 15%) Stabilitas Penyimpanan Injeksi metronidazol harus disimpan pada 15°C hingga 30°C dan dilindungi dari cahaya. Namun demikian paparan cahaya yang normal pada ruangan dalam jangka pendek tidak mempengaruhi stabilitas metronidazol. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 hari. tulang. gagal ginjal terminal : 21 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. Larutan standar : 500 mg/ 100 ml NS. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari. Produk dapat disimpan dalam refrigerator namun akan terbentuk kristal.

transient epilepsiform seizure dan leukopenia. Simetidin dapat meningkatkan kadar metronidazol. kehamilan (trimester pertama – didapatkan efek karsinogenik pada tikus) Efek Samping Mual.Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : menghambat CYP2C8/9 (lemah). pada pengobatan intensif dan jangka panjang dapat terjadi peripheral neuropathy. sildenafil ( dan PDE-5 inhibitor yang lain). Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas lithium. atau komponen yang ada dalam sediaan.Hipersensitivitas terhadap metronidazol. athralgia. nateglinid. siklosporin. jaundice. urtikaria. mirtazapine. pruritus. Interaksi . turunan ergot. hepatitis. myalgia. dan substrat CYP3A4 yang lain. HMG-Coa reduktase inhibitor tertentu. Warfarin dan metronidazol dapat meningkatkan bleeding time (PT) yang menyebabkan perdarahan. muntah. urin berwarna gelap. Metronidazol dapat menghambat metabolisme cisaprid. Menurunkan efek: fenobabital.mengantuk (jarang terjadi). pusing . venlafaxine. ataksia. hindari penggunaan secara bersamaan. anemia aplastic. juga dilaporkan abnormalitas tes fungsi hati. sakit kepala. rash . turunan nitroimidazol. tetapi jumlah total obat yang diabsorbsi tidak dipengaruhi. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas benzodiazepin tertentu. gangguan pengecapan. trombositopenia. dapat menurunkan efek dan waktu paro metronidazol . erytema multiform.Dengan Makanan : Konsentrasi puncak serum antibiotik diturunkan dan terjadi delay (terlambat). fenobarbital (inducer enzim yang lain). menyebabkan potensial aritmia. lidah kasar dan gangguan saluran pencernaan. calcium channel blocker. takrolimus. 3A4 (moderate) Meningkatkan efek/toksisitas : Etanol dapat menyebabkan reaksi seperti disulfiram. angioedema dan anafilaksis. nefazodon. Pengaruh .

kecuali jika pengobatan alternatif tidak adekuat.. kehamilan. Bayi baru lahir menunjukkan keterbatasan dalam eliminasi metronidazole. Pada bayi berumur 28 hingga 40 minggu. Faktor risiko : B (dikontraindikasikan pada trimester pertama) Obat dapat menembus plasenta ( efek karsinogenik pada tikus). Untuk keamanan dan efikasi pada indikasi yang lain.Terhadap Ibu Menyusui : Ditemukan dalam air susu. ALT. monitoring hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan klinik pada pengobatan yang melebihi 10 hari. dihindari pada porfiia. glukosa dan LDH Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet.Terhadap Kehamilan : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat pada dosis tinggi. kerusakan hati dan encefalopati hepatik. . .Terhadap Anak-anak : Keamanan dan efikasi penggunaan obat pada anak-anak belum diketahui dengan jelas. menyusui. dikontraindikasikan terhadap pengobatan trichomoniasis pada trimester pertama.5 jam.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi dengan tes laboratorium : dapat mempengaruhi uji AST. Masuk kedalam air susu ibu/tidak direkomendasikan (AAP rates ’’of concern”) . waktu paro eliminasi 10. Cairan Infus. Trigliserida. gunakan obat pada ibu hamil hanya jika keuntungan pada ibu hamil lebih banyak daripada potensial risiko terhadap janinnya. Suppositoria. .9 – 22. Sirup Peringatan Reaksi disulfiram-like terjadi bila diberikan bersama alkohol. kecuali untuk pengobatan amoebiasis. produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat dengan dosis tunggal yang besar.

seperti kondisi pasien. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain. Bacalah dengan seksama informasi mengenai penggunaan obat ini dan ulangi membaca setiap kali anda menerima resep lagi. Jangan diberikan pada orang lain. umur dan berat badan. Gunakan obat hingga habis. Gunakan obat ini sesuai dengan yang telah diresepkan. jika hal ini terjadi gunakan bersama makanan. segera mungkin minum obat setelah ingat. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. Bentuk sediaan lepas lambat harus digunakan pada saat lambung kosong ( 1 jam atau 2 jam setelah makan) Produsen merekomendasikan untuk menghindari penggunaan etanol selama pengobatan dengan obat ini dan setelah tiga hari terapi selesai. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat.Obat dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna (GI upset). berinteraksi dengan DNA menyebabkan hilangnya struktur helix DNA dan kerusakan untaian DNA. Pastikan hal ini dilakukan. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter.Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. mintalah nasehat dokter atau apoteker. Hubungi dokter atau apoteker jika anda merasa menggunakan obat terlalu banyak. Hal ini lebih jauh menyebabkan hambatan pada syntesa . kecuali atas anjuran dokter. Jangan menggunakan obat ini untuk trichomoniasis selama tiga bulan pertama kehamilan. Hubungi dokter bila terjadi kejang atau mati rasa pada tangan dan kaki. Jika pasien lupa minum obat. Mekanisme Aksi Setelah berdifusi kedalam organisma. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker . Obat yang tidak digunakan sampai habis menyebabkan pemusnahan bakteri tidak sempurna dan infeksi dapat kambuh lagi. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. Gunakan obat pada lambung kosong. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda.

Moladerm . Sangat sukar larut dalam air dan isopropanol.Micrem .html Mikonazol Deskripsi .4-diklorobenzil)oksi)fenetil)imidazol mononitrat Serbuk hablur.Sporend .tasikmalayakota. putih atau praktis putih.Nama & Struktur Kimia .Zetazal .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Obat Topikal untuk Kulit Nama Dagang . (Drug Information Handbook) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 http://dinkes.id/index. dan propilen glikol.go.Nilaozanoc . berbau lemah.4-dikloro-beta-(2.Godrem . 1-(2.Fungares . sukar larut dalam etanol. mudah larut dalam dimetilsulfoksida. . agak sukar larut dalam metanol.Sifat Fisikokimia : : Mikonazol nitrat.Mycorine .php/informasi-obat/318-metronidazol. kloroform.protein dan kematian sel organisma. larut dalam dimetilformamid.

terapi diteruskan hingga tampak pertumbuhan kuku baru. infeksi kuku dan ujung jari 1 kali sehari. eritema. Efek Samping Iritasi lokal. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dua kali sehari.Daktarin Indikasi Infeksi topikal dermatofit dan jamur lain seperti kandida. merata. sesudah kuku terlepas. pada kulit terinfeksi. tinea.Zolagel . oleskan secukupnya. lemari pendingin dan cahaya. rasa terbakar lemah Interaksi . Stabilitas Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup baik dan terhindar dari jangkauan anak-anak.Dengan Obat Lain : - . Farmakologi Absorpsi : topikal : sangat kecil.Dengan Makanan : - Pengaruh . bungkus rapat tidak berlubang. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap mikonazol dan komponen lain dalam sediaan. Kandidiasis vagina Dosis. sensitasi dan kontak dermatitis. hindari panas.. dan Pityaris versicolor. Untuk mencegah kambuhan terapi dilanjutkan 10 hari sesudah gejala hilang. oleskan secukupnya.

Monitoring Penggunaan Obat - . Mekanisme Aksi Inhibisi biosintesis ergosterol. Jangan menyimpan atau pakai ulang sisa obat yang lama. Jangan simpan di kamar mandi. bila perlu pakai sarung tangan bersih. lemari pendingin dan cahaya.Terhadap Anak-anak : - . Jauhkan dari jangkauan anak-anak.Terhadap Kehamilan : - . sehingga menyebabkan hilangnya nutrisi sel..Terhadap Ibu Menyusui : - . hindari panas.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Krim 2%. dapur. Salep 2% Peringatan Hindari kontak dengan mata dan selaput mukosa Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Kontak dengan mata dan selaput mukosa Informasi Pasien Pada saat pemakaian bersihkan terlebih dahulu kulit yang luka. merusak membran dinding sel jamur yang selanjutnya akan meningkatkan permeabilitas.

id/index. .Nevirapine Viramune® (dengan povidone) Boehringer Ingelheim Indikasi .3' diazepin6-one.Nevirapine Hemilhydrate Viramune® 240 ml(dengan paraben).Sifat Fisikokimia .Daftar Pustaka IONI Martindale. C15H14N4O : Nevirapin adalah kristal putih sampai agak putih.2-b:2'.html Nevirapine Deskripsi . 34th edition.go.php/informasi-obat/320-mikonazol.tasikmalayakota.Keterangan : 11-cyclopropyl-5.Nama & Struktur Kimia .11 dihydro-4-methyl-6H-dipyrido[3. 2005 BNF 52 Merck Index Farmakope Indonesia ISO Indonesia 42 Iso Generik Advice for Patient (USP DI) http://dinkes. :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .

dapat mengalami siklus enterohepatik. Dosis pemeliharaan 200 mg 2x sehari (dengan kombinasi dengan antiviral lain). Dewasa: Dosis awal 200 mg 1x sehari untuk 14 hari.Digunakan dalam terapi kombinasi dengan antiretroviral lain pada pasien HIV dewasa Dosis. Distribusi: Terdistribusi luas dengan Vd 1. Waktu puncak (serum): 2-4 jam. Dosis ini didasarkan pada fakta bahwa pendosisan dengan mg/kg memungkinkan terjadinya penetapan dosis yang tidak sesuai untuk usia 8 th. Ekskresi: urin.4 L/kg. dengan peningkatan dosis 4 mg/kg tiap 12 jam jika tidak terjadi rash atau efek yang tak diinginkan lainnya. penetrasi ke CSF + 50% dari plasma. dosis maksimal 200 mg/ 12 jam. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak 2 bulan . kemudian menurun menjadi 23 jam). . dengan peningkatan dosis menjadi 7 mg tiap 12 jam jika tidak terjadi rash atau efek yang tak diinginkan lainnya. Farmakologi Absorbsi: > 90%. Catatan: Jika terapi terhenti selama 7 hari. 3% dalam bentuk utuh dan 10% dalam feses) Stabilitas Penyimpanan Nevirapine tablet dan suspensi oral disimpan pada suhu kamar 15-30°C. (81% sebagai metabolit. Anak >= 8 tahun: Dosis awal 4 mg/kg 1x sehari selama 14 hari.8 tahun: Dosis awal 4 mg/kg 1x sehari selama 14 hari. Catatan: Alternatif pendosisan bagi anak 120-200 mg/ m2 tiap 12 jam. Ikatan protein plasma: 50%-60%.2-1. Waktu paruh eliminasi: Menurun selama lebih dari 2-4 minggu pada pemberian kronik karena mengalami autoinduksi (contoh: T½= 45 jam pada awal pemberian. menembus plasenta dan ASI. Dosis maksimal 7 mg/kg tiap 12 jam. Metabolisme: Dimetabolisme ekstensif di hepar via CYP3A4 (dihidroksilasi menjadi senyawa inaktif). maka dimulai lagi dengan dosis awal untuk 14 hari.

3A4. 2D6. melepuh. inhibisi CYP1A2. edema wajah. demam. Overdosis/toksikologi : Belum ada reaksi toksisitas yang dilaporkan setelah ingesti akut sejumlah besar tablet nevirapine. limfadenopati. ketokonazole.10%: CNS : Sakit kepala (1-4%). hepatitis. 3A4. ALT > 250 unit/L. hipersensitivitas berat/reaksi dermatologis (skin rash. nausea. abdominal pain (2%). lesi oral.eusinofilia. meningkatkan LFT (2-4%). Gastrointestinal: diare (1520%). nyeri otot atau sendi. konjungtivitis. Interaksi . Gastrointestinal: Stomatitis ulseratif (4%). itraconazole. Efek Samping > 10% : Ruam. hindari pemberian bersama dengan ketokonazole dan kontrasepsi oral. berhubungan dengan insiden dan keparahan rash. Dermatologik: Rash (15-20%). < 1% (cukup penting atau mengancam jiwa) : Nekrosis hepatic. Hematologik: netropenia (10%-11%). Meningkatkan efek/toksisitas: cimetidine. dan antibiotik makrolida meningkatkan konsentrasi plasma. menginduksi CYP2B6. general malaise. Jika terjadi hipersensitivitas berat. penggunaan harus dihentikan secara permanen. parastesia (2%). Neuromuscular dan skeletal: neuropati perifer. sindrom Steven-Johnson. demam (8-11%). 1% . mialgia. atau disfungsi ginjal). Peningkatan toksisitas bila digunakan bersama inhibitor protease (indinavir. Pemberian dengan prednisone pada 14 hari terapi awal. hepatotoksisitas. 3A4. granulositosis. saquinavir dll) atau kontrasepsi oral. Hematologik: anemia Hepatik: hepatitis. Ketokonazole sebaiknya tidak diberikan bersama. 2D6. .Dengan Obat Lain : Pengaruh pada sitokrom P450: substrat CYP 2B6.Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap nevirapine atau komponen lain dalam sediaannya.

Tak ada efek dengan ritonavir). . maka tidak boleh diberikan bersamaan.Terhadap Anak-anak : - .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tes fungsi hati harus dimonitor untuk tetap pada level dasar pada 12 minggu pertama terapi secara intensif (kurang lebih sekali tiap bulan sebelum peningkatan dosis. atau bisa juga dengan peningkatan dosis. karena nevirapine dapat menurunkan konsentrase inhibitor protease. Bentuk Sediaan Oral Suspensi 50 mg/ml (240 ml). Nevirapine menurunkan konsentrasi serum beberapa agen inhibitor protease (AUC indinavir dan saquinavir diturunkan.Terhadap Ibu Menyusui : Kontraindikasi untuk Ibu menyusui . hingga 2 minggu mengikuti peningkatan dosis). serta efek ketokonazole dan methadone. Pengamatan efek samping CNS secara periodik selama terapi berlangsung. Keamanan dan efikasi tak dapat ditetapkan pada . Penyesuaian dosis yang spesifik tidak dianjurkan.Menurunkan efek: Rifampin dan rifabutin menurunkan konsentrasi plasma akibat induksi CYP3A.Dengan Makanan : Pengaruh . Nevirapin menurunkan konsentrasi kontrasepsi oral. Tablet 200 mg Peringatan Perlu pertimbangan dalam perubahan terapi antiretroviral jika terjadi perkembangan penyakit selama pasien menggunakan nevirapine.

. nevirapine memiliki aktivitas melawan HIV-1 dengan mengikat enzim reverse transcriptase. kemudian dinaikkan setelah 14 hari. kepatuhan penggunaan. boleh diminum bersama dengan makanan. Jika reaksi hipersensitivitas terjadi. MediMedia. MIMS. Replikasi HIV-1 terhambat akibat pengeblokan aktivitas DNA polymerase RNA-Dependent dan DNA-dependent Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Azwar A. dkk. Reaksi kulit yang berat dan mengancam jiwa (sindrom Stevens-Johnson. atau gejala yang menunjukkan. eusinofilia. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Waspadai terjadinya right upper quadran pain. nyeri otot atau sendi. general malaise. antasida atau didanosine. Nevirapine diberikan dengan inisiasi dosis selama 14 hari untuk menurunkan terjadinya adverse effects. dosis diturunkan hingga dosis inisial. nekrosis hepatic) dan kasus yang menghasilkan kegagalan fungsi hati dan kematian.neonatus. toxic epidermal necrolysis. melepuh. jika terapi terhenti selama >7 hari. Pasien dengan riwayat hepatitis kronik (A atau B) atau peningkatan level transaminase dapat mempertinggi resiko terjadinya reaksi hepatotoksik. Mekanisme Aksi Sebagai agen non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor.hipersensitivitas disertai rash dan disfungsi organ). Jakarta. hepatitis. demam. granulositosis. atau disfungsi ginjal). konjungtivitis. 2003. frekuensi penggunaan dan adverse effects yang harus diinformasikan sebelum pasien memulai terapi untuk mencegah terjadinya resistensi. Hepatotoksisitas dapat terjadi (hepatitis fulminan dan kolestastis. limfadenopati. edema wajah. hipersensitivitas. lesi oral. nevirapin harus dihentikan permanen (yakni skin rash. Djuanda A. Monitoring yang intensif dibutuhkan selama 12 minggu pertama untuk mendeteksi problem dermatologik yang mengancam jiwa. jaundice atau rash yang terjadi dengan segera. dan reaksi hepatotoksik. Sani A.

Bone Care Internastional. Informasi Obat Nasional Indonesia (IONI). Louis.Konvermex . 2000. 2004.4.. 2007. F.Quantrel .Piraska . M. 7 th Ed.Wormetrin . Drug Interaction Fact and Comparisons. T... L. Darmansjah I. 2002. Canada http://dinkes.Helmitrin .php/informasi-obat/328-nevirapine.113-2) Serbuk kuning atau kuning pucat. American Pharmaceutical Association.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . Praktis tidak larut dalam air dan metil : alkohol. Lacy.Bascing . Sagung Seto.html Pirantel Pamoat Deskripsi .tasikmalayakota.6 -Tetrahydro-1-methyl-2-[(E)-2-(2-thienyl)vynilpirimidine 4. Second Edition.Nama & Struktur Kimia . Drug Information Handbook. Semla. D. C.Pantrin .4' methylenibs(3 hydroxy-2-naphtoate) (Martindale 34th edition p. Mason NA. St. Bustami ZS. larut dalam dimetilsulfoksida.. . Tatro DS (ed). J.Bailie GR.Omegfantrin . 2004.Sifat Fisikokimia : 1.Medikontrin . Met Fact : Pocket Guide of Drug Interaction. dkk. Geriatric Dosage Handbook. et all.id/index. P. CV. USA.Trivexan .. Johsons CA...go. Suryawati A.Pamix . Lexi Comp. Jakarta. Higber.5. . Beizer. 14 th Edition.Pin X .Proworm .Compyrantel . sedikit larut dalam dimetilformamida.

Ascaris lumbricoides. b. mual dan muntah. diare. sakit kepala. atau Trichostrongyliasis : 11 mg/kg BB dosis tunggal maksimum 1 gr .Indikasi Pengobatan cacing : Enterobius vermicularis. Enterobius vermicularis. Cara pemberian : oral bersama jus dan susu c. anoreksia dan tenesmus . Enterobius vermicularis pengobatan diulangi setelah 2 minggu. Cara Pemberian dan Lama Pemberian a. Dosis : untuk anak dan dewasa : Ascaris lumbricoides . Lama penggunaan : sesuai petunjuk pada dosis Farmakologi Absorbsi : Pemberian oral sedikit diabsorbsi Metabolisme : Dimetabolisme sebagian di hepar Kadar puncak serum : 1-3 jam Ekskresi : di feses dan urin Stabilitas Penyimpanan Stabilitas : dipengaruhi oleh sinar matahari langsung Penyimpanan : lindungi dari cahaya matahari langsung Kontraindikasi Hipersensitif terhadap Pirantel Pamoat Efek Samping Susunan syaraf pusat : Demam. dan pemberian untuk seluruh keluarga yang berkontak dengan pasien. pusing Kulit : Rash Saluran cerna : Kram abdomen. dan Ancilostoma duodenale Dosis. Trichuris trichiura.

Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Pemeriksaan serum AST dan ALT Bentuk Sediaan Suspensi Dalam Bentuk Garam Pamoat Dalam Botol 30 ml.Dengan Obat Lain : Menurunkan efek Piperazin .Terhadap Anak-anak : - .Terhadap Ibu Menyusui : Tidak disarankan diberikan kepada ibu hamil dan ibu menyusui .Dengan Makanan : - Pengaruh . malnutrisi. Tablet sebagai Garam Pamoat 180 mg/Tablet Peringatan Hati-hati penggunaan pada pasien dengan gangguan hati. anemia. ibu hamil.Hepatik : Gangguan enzim hepar Neuromuskuler : Letih dan lesu Interaksi . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus . 60 ml dan 240 ml.

Interaksi yang mungkin terjadi e.php/informasi-obat/341-pirantel-pamoat. Apa yang dilakukan jika pasien lupa minum obat d.Informasi Pasien a. Bentuk sediaan yang diberikan b.Sifat Fisikokimia : Rifampin.tasikmalayakota. Cara pemakaian c.go. C43H58N4O12 : Rifampisin merupakan serbuk kristal merah-coklat dan sangat sedikit larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol. Obat ini mempunyai pKa .html Rifampisin Deskripsi .Nama & Struktur Kimia . Cara penyimpanan Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes.id/index.

Rifamtibi .Lanarif . serta dalam kombinasi tetap dengan isoniasid dan pirazinamid.9.Medirif . natrium hidroksida yang ditambahkan untuk mengatur pH. etil asetat. sulfoksilat.Corifam . Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . penyakit legionnaires. Leprae. IV (Generik) . DMSO.Rifampicin Hexpharm . Infeksi M.Rifampisin (Generik) .Prolung 450 . dalam kombinasi dengan obat lain.Rimactazid / Rimactazid Paed Indikasi Tuberkulosis. III. . metanol. rifampisin tersedia dalam bentuk serbuk steril untuk injeksi mengandung Natrium formaldehid. dalam bentuk kombinasi tetap dengan isoniazid. Dalam perdagangan.Rifacin .Keterangan : Rifampisin adalah turunan semisintetik dari Rifamisin B.Kombipak I. endocarditis dan infeksi staphylococcus yang berat dalam kombinasi dengan obat lain Dosis.Merimac . Profilaksis meningitis meningococcal dan infeksi haemophilus influenzae. Larut dalam kloroform.7. Dalam perdagangan sediaan oral rifampin tersedia sebagai obat tunggal.Rif 150/ Rif 300/ Rif 450/ Rif 600 . II.Rifabiotic . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral ( Dosis IV infusi sama dengan pemberian peroral) . tetrahidrofuran.Rimactane . suatu antibiotika yang diturunkan dari Streptomyces meditarranei. Brucellosis.Famri .

rifampisin. pirazinamid dan etambutol) lebih disukai untuk pengobatan awal. 3 kali/minggu : 10 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) Infeksi tuberkulosis latent (yang belum nampak): sebagai alternatif untuk isoniazid : Anak-anak : 10 – 20 mg/kg/perhari (maksimal : 600 mg/hari) selama 6 bulan Dewasa : 10 mg/kg/hari (maksimal : 600 mg/hari) selama 4 bulan Profilaksis H. tidak lebih dari 600 mg/dosis Dewasa : 600 mg setiap 24 jam selama 4 hari Leprosy (unlabeled use) : dewasa : Multibacillary : 600 mg sekali sebulan selama 24 bulan dalam kombinasi dengan ofloksasin dan minosiklin Paucibacillary : 600 mg sekali sebulan selama 6 bulan dalam kombinasi dengan dapson Lesi tunggal : 600 mg sebagai dosis tunggal dalam kombinasi dengan ofloksasin 400 mg dan minosiklin 100 mg Profilaksis meningitis meningococcal. empirik TB Bayi dan anak-anak < 12 tahun Terapi harian : 10 – 20 mg/kg/hari biasanya sebagai dosis tunggal (maksimal 600 mg/hari) Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy) : 10 – 20 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) Dewasa Terapi harian : 10 mg/kg/hari biasanya sebagai dosis tunggal (maksimal 600 mg/hari) Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy) : 10 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) . Influenzae (unlabeled use) Bayi dan anak-anak : 20 mg/kg/hari tiap 24 jam selama 4 hari.Terapi Tuberkulosis Catatan : Regimen empat obat ( isoniazid. Bayi . 1 bulan : 10 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam selama 2 hari Bayi = 1 bulan dan anak-anak : 20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam selama 2 hari .

makanan dapat mengakibatkan penundaan absorpsi (delay) atau sedikit menurunkan kadar puncak Distribusi : sangat lipofilik . Rekonstitusi serbuk untuk injeksi dengan . serum: oral : 2-4 jam Ekskresi : Feses (60% .8-11 jam. waktu tersebut akan memanjang pada gagal hepar. dapat menembus sawar darah otak (bood-brain barrier) dengan baik Difusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal : adekuat dengan atau tanpa inflamasi CSF : inflamasi meninges : 25% Metabolisme : Hepatik.(maksimal 600 mg/dosis) Dewasa : 600 mg tiap 12 jam selama 2 hari Staphylococcus aureus pada nasal carrier (unlabeled use): Anak-anak: 15 mg/kg/hari dibagi tiap 12 jam selama 5 – 10 hari dalam kobinasi dengan antibiotik lain Dewasa : 600 mg/hari selama 5 – 10 hari dalam kombinasi dengan antibiotik lain Penyesuaian dosis pada pasien dengan kerusakan hepar : penurunan dosis diperlukan untuk meurunkan hepatotoksisitas Hemodialysis atau peritoneal dialysis : konsentreasi plasma rifampisin tidak signifikan dipengaruhi oleh hemodialisis atau dialisis peritoneal Farmakologi Durasi : < 24 jam Absorbsi : Oral : diabsorpsi dengan baik. Waktu untuk mencapai kadar puncak. Vial yang utuh harus disimpan pada suhu kamar dan dihindarkan dari cahaya dan panas yg berlebihan. melalui resirkulasi enterohepatik Ikatan protein : 80% T½ eliminasi : 3-4 jam. gagal ginjal terminal : 1.65%) dan urin (~ 30%) sebagai obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Serbuk rifampisin berwarna merah kecoklatan.

2C19 (kuat).Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : substrat CYP2A6. 3A4 (kuat). antibiotika makrolida dapat meningkatkan kadar/toksisitas rifampin. anemia hemolitik. . reaksi pemphigoid. Menurunkan efek : Rifampisin dapat menurunkan efek/kadar obat-obat berikut: asetaminofen. urin. Interaksi . 3A4 (major) . gejala berikut terjadi terutama pada terapi intermitten termasuk gelala mirip influenza ( dengan chills. flushing. untuk injeksi larutkan dalam sejumlah volume yg tepat dengan cairan yang kompatibel (contoh : 100 ml D5W). jaundice(penyakit kuning). Vial yang telah direkontitusi stabil selama 24 jam pada suhu kamar. drowsiness. muntah. Meningkatkan efek/toksisitas : Rifampisin dapat meningkatkan efek terapeutik clopidogrel. tromboflebitis dilaporkan pada penggunaan secara infus pada periode yang lama.SWFI. muscular weakness dan myopathy. jaundice (penyakit kuning) Efek Samping Gangguan saluran cerna seperti anoreksia. Induksi CYP1A2 (kuat) . 2B6 (kuat). toxic epidermal necrolysis. dermatitis exfoliative. kolaps dan shock. gangguan menstruasi. gagal ginjal akut. 2 C8/9(kuat). nyeri tulang). sakit kepala. efek samping lain dilaporkan : edema. dan trombositopenia purpura. dizziness. penggunaan bersama amprenavir. saliva dan sekresi tubuh yang lain berwarna orange-merah. mual. gejala pada respirasi (termasuk sesak nafas). 2C8/9. saquinafir/rotonavir (kemungkinan dengan proease inhibitor). eosinophilia. penggunaan bersama dengan isoniazid pyrazinamide atau protease inhibitor (amprenavir saquinavir/ritonavir) dapat meningkatkan resiko hepatotoksisitas. demam. diare (dilaporkan terjadi kolitis karena penggunaan antibiotika). gangguan fungsi liver. leucopenia.Stabilitas parenteral admixture pada penyimpanan suhu kamar (25°C) adalah 4 jam untuk pelarut D5W dan 24 jam untuk pelarut NS Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap rifampisin atau komponen lain yang terdapat dalam sediaan. urtikaria dan rash.2A6 (kuat).

Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi rifampicin dengan tes laboratorium : reaksi Coombs positif. Masuk dalam air susu ibu / tidak direkomendasikan (AAP rates “compatible”) . zolpidem. metadon. 5-HT3 antagonis. 2C19 DAN 3A4 (contoh : aminofilin.Dengan Makanan : Makanan menurunkan absorbsi. John’s wort dapat menurunkan kadar rifampisin Pengaruh .angiotensin II receptor blocker (irbesartan dan losartan). zidovudin. quinidin. nafcillin.zaleplon. rifampicin mengganggu pemeriksaan standar serum folat dan vitamin B12. tamoksifen. antidepresan trisiklik. kontrasepsi estrogen dan progestin. rosiglitazon. barbiturat. amiodaron.Terhadap Anak-anak : - . buspiron. inhibitor pompa proton. amiodaron. antifungi imidazol. 2B6. flukonazol. dan 3A4 (seperti : aminoglutethimide. 2A6. inhibitor protease. bupropion. nevirapin dan fenitoin) . asam fusidat. propafenon. fenitoin. takrolimus. venlafaxin dan zafirlukast. tocainide. selegilin. karbamazepin. beta blocker. morfin. calsium channel blocker. kloramfenikol. Hindari ethanol (dapat meningkatkan resiko hepatotoksisitas) St. pioglitazon. fluoksetin. 2C8/9. feksofenadin. warfarin.Terhadap Kehamilan : Penggunaan obat pada trimester 1 (pertama): Produsen menyatakan studi pada binatang menunjukkan adanya teratogenik pada dosis tinggi. substrat CYP1A2. Faktor risiko : C . aprepitant. barbiturat. dapson. nateglinid. Efek rifampisin diturunkan oleh inducer CYP2A6.Terhadap Ibu Menyusui : Hanya sejumlah kecil saja berada pada air susu. siklosporin. inhibitor reverse transkriptase (non-nucleoside). Penggunaan obat pada trimester 3 (tiga): Resiko terjadinya perdarahan pada neonatal dapat meningkat. kortikosteroid. terbinafin. sertralin. disopiramid. benzodiazepin (dimetabolisme melalui oksidasi). methsuksimid. konsentrasi rifampin dapat diturunkan jika digunakan bersama dengan makanan. HMG-CoA reductase inhibitor. . teofilin. fluvoksamin. promethazin. repaglinid. 2C8/9. ifosfamid.alfentanil. ropinirol. mirtazapin. sulfonilurea.

bilirubin). x-ray dada Bentuk Sediaan Kapsul. porfiria. CBC. kultur sputum. seperti kondisi pasien. mual. muntah. kerusakan ginjal (jika digunakan dosis di atas 600 mg sehari). ketergantungan alkohol. Mempengaruhi efektifitas kontrasepsi oral. Sirup Peringatan Kerusakan hati ( periksa tes fungsi hati dan pemeriksaan darah pada gangguan hati. Gunakan obat ini sedikitnya 1 jam sebelum menggunakan antasida. umur dan berat badan. Penting : pasien yang menggunakan hormon kontrasepsi disarankan untuk menggantinya dengan alternatif kontrasepsi lain seperti IUD. tidak enak badan. Kaptab. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekwensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker. karena efek obat kontrasepsi menjadi tidak efektif akibat adanya interaksi obat. Obat ini menyebabkan warna merah pada urin. ALT. dan pada terapi dalam jangka waktu yang lama). Jangan sampai terdapat dosis yang terlewat. kehamilan dan menyusui. perubahan warna kulit dan mata menjadi kekuningan atau nyeri atau bengkak pada persendian. Segera memeriksakan diri ke dokter bila timbul demam.meningkatkan LFTs dan menurunkan ekskresi billiari dari contrast media Parameter Monitoring Fungsi hati (AST. keringat. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. gunakan metoda KB yang lain. gunakan 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan dengan segelas air. saliva dan air mata. hepatic status dan mental status. Rifampisin harus digunakan pada saat lambung kosong. hilang nafsu makan. urin berwarna gelap. Pasien harus menggunakan obat hingga habis. . Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. Obat ini juga dapat menimbulkan noda permanen pada lensa kontak.

kecuali atas anjuran dokter. menghambat transkripsi RNA Monitoring Penggunaan Obat Periodik (sebelum pengobatan dan tiap 2 – 4 minggu selama terapi) monitoring fungsi hati (AST. Jangan diberikan pada orang lain.id/index.go. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda.Sifat Fisikokimia (7R)-7[amino-4(hydroxyphenyl)acetyl]-amino-3-methyl-8-oxo-5-thio-1: azabicyclo[2.html Sefadroksil Deskripsi . Mekanisme Aksi Menghambat sintesis RNA bakteri dengan mengikat subunit beta dari DNA-dependent RNA polymerase. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep.H2O : Sefadroksil dalam bentuk monohidratnya berwarna putih sampai agak . mintalah nasehat dokter atau apoteker. CBC. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. x-ray dada 2 – 3 bulan pengobatan Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. segera mungkin minum obat setelah ingat.Nama & Struktur Kimia . Jika pasien lupa minum obat. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan . status fungsi hati dan mental . C16H17N3O5S. ALT. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. bilirubin).20]oct-ane-2-carbocyclic acid monohydrate.php/informasi-obat/356-rifampisin.tasikmalayakota. kultur sputum.

Erphadrox .Doxef .Alxil .Qidrox . . Dewasa : 1-2 g/hari dibagi dalam 2 dosis.Librocef .Opicef .Widrox .Lapicef .Tisacef .Ancefa .Ethicef .Longcef .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . Dewasa : 2 gram 1 jam sebelum tindakan • Interval pada pasien gangguan ginjal . Profilaksis endokarditis : Anak : 50 mg/kg BB 1 jam sebelum tindakan.Qcef . Cara Pemberian dan Lama Pemberian • Oral : Anak : 30 mg/kg BB/hari dibagi dalam 2 dosis maksimal 2g/hari.Biodroxil .Renasistin .Pyricef . Profilaksis bakteri endokarditis pada pasien yang alergi terhadap penisilin dan pasien yang operasi dan tindakan pada gigi.Duricef .Dexacef .Cefadroxil Hexpharm .Osadrox . berbentuk kristal.kekuningan. bersifat larut baik dalam air dan sedikit larut dalam alkohol. Dosis.Kelfex .Sedrofen Indikasi Pengobatan suspek infeksi bakteri. termasuk yang disebabkan oleh Group A beta-hemolitic Streptococcus.Bidicef .

Ekskresi : Urin (>90% sebagai obat yang tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Tablet.dan cairan peritonial. Distribusi : Didistribusikan secara luas di dalam tubuh dan mencapai konsentrasi terapetik pada jaringan dan cairan tubuh. nefrotoksik. termasuk cairan sinovial. Kadar puncak : 70-90 meni f. hemorrhage. Interaksi . kolestasis. mual. gagal ginjal : 20-24 jam. urin. pada suhu 15-30°C. anafilaksis. muntah. kapsul dan serbuk untuk suspensi oral harus disimpan dalam kemasan tertutup rapat.ClCr 10-25 mL/menit : diberikan setiap 24 jam. c. saluran empedu. sindrom Steven-Johnson. superinfeksi. trombositopenia. peningkatan kreatinin. pansitopenia. erythema multiforme. pleural. Waktu paruh eliminasi : 1-2 jam. e. kulit dan jaringan lunak. vaginitis. angioderma. peningkatan BUN. Ikatan protein : 20% d. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap sefadroksil. Absorbsi : diabsorbsi dengan cepat dan baik b. Dilaporkan reaksi dengan Cefalosporin lain termasuk abdominal pain. neutropenia. eosinofilia. Efek Samping 1%-10% : Saluran cerna : Diare < 1% : Abdominal pain. agranulositosis. kolitis pseudomembran. serum sickness. pruritus. melalui plasenta dan ASI. athralgia.Suspensi setelah dilarutkan stabil disimpan dalan lemari pendingin sampai 14 hari. empedu. eticaria. anemia aplastik dan hemolitik. perikardial. sputum. komponen lain dalam sediaan dan sefalosporin lain. disfungsi ginjal.jantung. dispepsia. ClCr <10 mL/menit : diberikan setiap 36 jam. rash. Farmakologi a. demam.

makanan bayi dan susu tidak mempengaruhi absorpsi secara signifikan. Pengaruh .Terhadap Ibu Menyusui : Sefadroksil didistribusikan ke dalam air susu. sehingga penggunaannya pada ibu menyusui harus disertai perhatian. . larutan Fehling). positif palsu pada tes glukosa urin menggunakan Cu Sulfat (larutan Benedict.Dengan Obat Lain : • Terjadi perdarahan jika diberikan dengan antikoagulan. 500 mg/5 ml .Dengan Makanan : Pemberian sefadroksil bersamaan makanan.Terhadap Anak-anak : - . 100 ml). • Probenesid dapat mengurangi eliminasi sefalosporin .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B ..Terhadap Hasil Laboratorium : Positif pada tes Coombs langsung. positif palsu pada tes kreatinin urin atau serum menggunakan reaksi Jaffe Parameter Monitoring Observasi tanda dan gejala anafilaktik selama dosis pertama Bentuk Sediaan Kapsul Sebagai Monohidrat 500 mg Tablet Sebagai Monohidrat 1 g Sirup Kering Sebagai Monohidrat Untuk Dilarutkan 250 mg/5 ml (50 ml.

id/index. • Penggunaan lama mengakibatkan superinfeksi. • Penggunaan pada pasien dengan riwayat alergi penisilin terutama reaksi IgE mediated (anafilaksis. Bakteri akan mengalami lisis karena aktivitas enzim autolitik (autolisin dan murein hidrolase) saat dinding sel bakteri terhambat. urtikaria) Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mekanisme Aksi Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan berikatan dengan satu atau lebih ikatan protein penisilin (penicillin-binding proteins-PBPs) yang selanjutnya akan menghambat tahap transpeptidasi sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri sehingga menghambat biosintesis dinding sel.go.tasikmalayakota. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes.php/informasi-obat/359-sefadroksil.Peringatan • Penyesuaian dosis pada pasien gangguan ginjal.html Siprofloksasin .

Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : 1-cyclopropyl-6-fluoro-1, 4-dihydro-4-oxo-7-(1-piperazinyl)-3quinolinecarboxylic acid C17H18FN3O3HCl.H2O Siprofloksasin hidroklorida merupakan serbuk dengan kekuningan – hingga berwarna kuning. Mempunyai kelarutan 36 mg/mL dalam air pada suhu 25°C. pKa obat 6 dan 8.8. Siprofloksasin laktat merupakan : sediaan Siprofloksasin IV. Cairan jernih dan berwarna kuning cerah. pada kadar 1.2 g yang larut dalam cairan mempunyai pH 3.3-3.9. Siprofloksasin dalam sediaan larutan dekstrosa 5% mempunyai pH 3.5 – 4.6 - Keterangan :-

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang - Baquinor - Cetafloxo - Corcasin - Disfabac - Floxifar - Inciflox - Licoprox - Miraflox - Poncoflox - Quincin - Renator - Vidintal - Ximex Cylowan - Bernoflox - Ciflos - Coroflox - Duflomex - Floxigra - Interflox - Mecoquin - Nilaflox - Proxitor - Quinobiotic - Rexida - Vioquin - Zecaflox - Bidiprox - Ciproxin - Cylowam - Fimoflox - Girabloc - Kifarox - Meflosin - Omeproksil - Proxyga - Ramavex - Scanax - Volinol - Zeniflox - Bimaflox - Ciproxin XR - Cyrox - Floxid - Gurolone - Lapiflox - Mensipox - Phaproxin - Quamiprox - Rancif - Tequinol - Wiaflox - Zumaflox

- Bactiprox

Indikasi Anak – anak: Infeksi saluran urin dan pyelofritis yang disebabkan oleh E.coli. catatan: meskipun demikian, siprofloksasin bukan merupakan obat pilihan pertama. Anak – anak dan dewasa: untuk menurunkan angka kejadian atau progress penyakit terkait dengan baccilus anhraticus. Pada infeksi mata; digunakan untuk mengobati infeksi pada okular (corneal ulcer, conjungtivitis) atau bakteri sejenis. Dewasa: untuk pengobatan infeksi yag disebabkan bakteri: infeksi saluran urin; cistitis akut tanpa komplikasi pada wanita; prostatitis bakteri kronik; infeksi saluran nafas bawah (termasuk eksaserbasi akut dan bronchitis kronik); sinusistis akut; infeksi kulit; tulang dan persendian; infeksi intraabdominal komplek; diare karena infeksi; demam tyfoid karena Salmonella typhi; pneumonia nosokomial, terapi empiris febrile neutrophenic (kombinasi dengan piperacillin). Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian DOSIS ANAK-ANAK: Oral: Infeksi saluran urin atau pyelofritis: anak 1-17 tahun: 20-30 mg/kg/hari terbagi dalam 2 dosis terpisah (setiap 12 jam) untuk 10-21 hari. Maksimal 1.5 g/hari. Cistitis fibrosis: anak 5-17 tahun; 40 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam, pemberian selama 1 minggu Injeksi: infeksi saluran urin komplikasi pada anak 5-17 tahun: 6-10 mg/kg setiap 8 jam untuk 10-21 hari (maksimum 400 mg/dosis) Cistitis fibrosis:anak 5-17 tahun; 30 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam untuk satu

minggu. DOSIS DEWASA: Oral: Infeksi saluran urin: Infeksi saluran urin akut tanpa komplikasi: 250 mg setiap 12 jam selama 3 hari. Infeksi saluran urin akut dan pyelonefritis tanpa komplikasi: sedíaan lepas lambat 1000 mg setiap 24 jam selama 7-14 hari. cistitis akut tanpa komplikasi sediaan lepas lambat 500 mg setiap 24 jam selama 3 hari. Infeksi saluran urin sedang : 250 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Infeksi saluran urin berat: 500 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. infeksi saluran nafas bawah, dan infeksi pada kulit: 500 – 750 mg dua kali sehari untuk 7-14 hari, tergantung juga dengan kegawatan dan keparahan infeksinya. Infeksi pada tulang dan persendian: 500-750 mg dua kali sehari 4-6 minggu, tergantung kegawatan dan kepekaan dari bakteri penginfeksinya. Diare karena infeksi: 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Infeksi intraabdominal (kombinasi dengan metronidazol): 500 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Demam tyfoid: 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Infeksi gonore uretral /servikal : 250-500 mg dosis tunggal. Infeksi gonore menyebar: 500 mg dua kali sehari selama pengobatan 7 hari penuh (pengobatan awal dengan seftriakson 1 g IM/IV perhari untuk 24-48 jam setelah ditemukan kasus tersebut). Sinusitis (akut): 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Prostatitis kronik karena bakteri: 500 mg setiap 12 jam selama 28 hari. Injeksi: Infeksi tulang dan persendian: infeksi ringan dan sedang : 400 mg setiap 12 jam untuk 4-6 minggu; infeksi berat dan komplikasi: 400 mg setiap 8 jam selama 4-6 minggu.

Vebrile neutropeni (kombinasi dengan piperacilin) 400 mg setiap setiap 8 jam selama 7-14 hari. Sinusitis (akut): 400 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Angka Kejadian < 1% : . Intraabdominal infection (kombinasi dengan metronidazole): 400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. IV. gelisah (pemberian IV). Infeksi saluran urin: ringan hingga sedang 200 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Saluran pernapasan : Radang saluran pernapasan (rhinitis) anak 3%. PENYESUAIAN DOSIS: ClCr 30-50 mL/menit: oral 250-500 mg setiap 12 jam. akut dan komplikasi: 400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Pneumonia nosokomial: (ringan. 200-400 mg setiap 18-24 jam. gangguan pencernaan (anak 3%). karena bakteri) 400 mg setiap 12 jam selama 28 hari. diare (anak 5%. Dermatologi : Ruam kulit (anak 2% dewasa 1%). sakit kepala (pemberian IV). Gastrointestinal : Mual (anak/dewasa 3%). ClCr <30 mL/menit (infeksi saluran urin akutI) oral 500 mg setiap 24 jam. dewasa 2%). infeksi gawat dan komplikasi: 400 mg setiap setiap 8 jam selama 4-6 minggu. dewasa<1%). Farmakologi Angka Kejadian 1-10% : SSP : Kejadian neurologi (anak-anak 2% meliputi gangguan tidur.sedang dan berat): 400 mg setiap 8 jam selama 10-14 hari. muntah (anak 5%. dewasa 1%). demam (anak 2%). Lokal : Reaksi pada tempat injeksi (pemberian IV). ClCr 5-29 mL/menit: oral 250-500 mg setiap 18 jam. pusing dan cemas).Infeksi saluran napas bawah dan infeksi pada kulit: ringan hingga sedang :400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Prostatitis (kronik. Hepatik : Peningkatan SGOT/SGPT (dewasa 1%). nyeri lambung (anak 3%.

kandidiasis vagina. anemia. tinitus. anemia hemolitik. vasculitis. dyspnea. anorexia. perforasi intestinal. eosinofili. halusinasi. obat dapat bertahan 14 hari. myoclonus. trombosis serebral. konstipasi. migrain. delirium. kejang.flatulen. perpanjangan waktu PT/INR. Tablet: disimpan pada suhu 30°C. hiperglisemia. sensitif terhadap cahaya terang. eritema nosodum. palpitasi. dermatitis eksfoliatif. klinduria. disfagia. depresi sumsum tulang. Mikrokapsules untuk Suspensi oral: disimpan pada suhu 25°C. reaksi manik. sakit kepala. depresi. tromboflebitis. anafilaksis. hipertensi. ARF. rasa malas. perdarahan uretral. myalgia.Abnormal. eritema multiform. nystagmus. myastenia gravis. kristaluria. Sediaan vial disimpan dalam suhu 5-30°C terlindung dari cahaya dan pembeku (freezer). kandidiasis. tendonitis. rasa takut. insomnia. kandiduria. perdarahan lambung. gangguan visual. albuminuria. pankreatitis. paranoia. reaksi alergi. rasa dingin. jaundice. pengenceran 0. rasa lemas. parestesia. Stabilitas Penyimpanan Injeksi: sediaan infus disimpan pada suhu 5-25°C terlindung dari cahaya dan pembeku (freezer). Tetas mata: disimpan pada suhu 2-25°C. ektopi ventricular. takikardi. rasa malas. moniliasis. MI. renal calculi. toxic epidermal nekrolisis. nyeri persendian. atrial flutter. edema. ataksia. tremor. agranulositosis. jaundice kolestatik. hipotensi. sakit pada dada. hilang rasa. edema tenggorokan. kromatopsia. pseudomembranous colitis. interstisial nephritis. anosmia. iritabilitas. agitasi. angina pektoris. tablet lepas lambat 15-30°C Kontraindikasi Terhadap pasien yang mengalami hipersensitifitas terhadap golongan siprofloksasin dan . angioedema. peningkatan serum kolesterol dan trigliserida. hematuria. bronkhospasmus. dispepsia (dewasa). psikosis. demam. hipertonia. fixed eruptions. hasil pengenceran yang mengikuti prosedur dan tersimpan pada suhu dibawah 30°C dan terhindar dari pembeku. methemoglobinemia. hiperpigmentasi. pansitopenia. terlindung dari cahaya. vaginitis. nekrosis hati.5-2 mL siprofloksasin dapat bertahan selama 14 hari jika disimpan dalam suhu kamar. petenchia. kegagalan fungsi hati. nefritis. sindrom stevens-johnson.limfadenopati.gagal jantung. neuropati perifer. hipotensi ortostatik. kerusakan tendon. edema paru.

komponen lain dalam sediaan Efek Samping Angka Kejadian 1-10% : SSP : Kejadian neurologi (anak-anak 2% meliputi gangguan tidur. bronkhospasmus. Saluran pernapasan : Radang saluran pernapasan (rhinitis) anak 3%. agranulositosis. disfagia. interstisial nephritis. delirium. pseudomembranous colitis. migrain.limfadenopati. myastenia gravis. sakit pada dada. hipertensi. MI. dewasa<1%). perforasi intestinal. eritema multiform. anemia. moniliasis. rasa dingin. iritabilitas. pusing dan cemas). demam. dispepsia (dewasa). dermatitis eksfoliatif. kristaluria. gangguan visual. eosinofili. hipotensi. kerusakan tendon. Hepatik : Peningkatan SGOT/SGPT (dewasa 1%). gelisah (pemberian IV). klinduria. diare (anak 5%. eritema nosodum. paranoia. angioedema. nyeri lambung (anak 3%. peningkatan serum kolesterol dan trigliserida. atrial flutter. parestesia. vasculitis. renal calculi. kandidiasis. edema paru.flatulen. hilang rasa. nystagmus. gangguan pencernaan (anak 3%). . ARF. methemoglobinemia. kegagalan fungsi hati. nefritis. angina pektoris. palpitasi. reaksi manik. anorexia. reaksi alergi. rasa takut. tendonitis. nyeri persendian. pansitopenia. anosmia. petenchia. rasa malas. dewasa 1%). halusinasi. fixed eruptions. hematuria. anafilaksis. perdarahan uretral. perpanjangan waktu PT/INR. tinitus. insomnia. edema. rasa malas. Dermatologi : Ruam kulit (anak 2% dewasa 1%). muntah (anak 5%. kandiduria. rasa lemas. Lokal : Reaksi pada tempat injeksi (pemberian IV). sensitif terhadap cahaya terang. neuropati perifer. edema tenggorokan. dyspnea. vaginitis. sindrom stevens-johnson. dewasa 2%). albuminuria. Gastrointestinal : Mual (anak/dewasa 3%). tremor. depresi sumsum tulang. psikosis. nekrosis hati. trombosis serebral. jaundice. pankreatitis. Angka Kejadian < 1% : Abnormal. kromatopsia. hipotensi ortostatik. sakit kepala. jaundice kolestatik. perdarahan lambung. hiperglisemia. takikardi. demam (anak 2%). agitasi. kejang. myoclonus. gagal jantung. tromboflebitis. ataksia. hipertonia. depresi. sakit kepala (pemberian IV). hiperpigmentasi. toxic epidermal nekrolisis. ektopi ventricular. myalgia. konstipasi. kandidiasis vagina. anemia hemolitik.

aminofilin. teofilin. trifluoperazin). digunakan 4 jam sebelum makan dan 6 jam setelah makan.Dengan Makanan : Makanan (kalsium yang ada dalam sari buah. gliburid. mirtazapin.Terhadap Ibu Menyusui : Siprofloksasin terdistribusi kedalam air susu ibu.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . . Jika siprofloksasin dalam bentuk obat lepas lambat. mexiletin. kemungkinan juga siprofloksasin dapat menurunkan kadar fenitoin . Jika digunakan dengan foscarnet dapat meningkatkan efek kejang.Interaksi . jika dikonsumsi bersamaan dengan siprofloksasin dapat meningkatkan efek detak jantung yang berlebihan atau stimulasi SSP meningkat.Terhadap Anak-anak : Siprofloksasin bukan merupakan obat pilihan pertama untuk anak – anak. dan warfarin. ropivacaine. ropinirol. metotreksat.Sebaiknya obat digunakan 2 jam sebelum makan atau 6 jam setelah makan. suplemen elektrolit oral. tidak direkomendasikan (AAP) . multivitamin dan mineral)kemungkinan menganggu penyerapan siprofloksasin pada saluran cerna akibat efek kation divalen dan trivalen. Menurunkan efek: Antasida.Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek: Meningkatkan efek toksik dari substrat CYP1A2 (seperti. Pengaruh . sukralfat. quinapril. Probenezid kemungkinan meningkatkan kadar siprofloksasin. Jika digunakan dengan kortikosteroid maka akan dapat meningkatkan kerusakan tendon. fluvoxamine. Kofein (dari kopi).

seperti mual. Salep. menghambat relaksasi superkoloid DNA dan memicu kerusakan untai gandai DNA . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. Mekanisme Aksi Menghambat DNA-girase pada organisme yang sensitif . Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (2 jam sebelum makan atau 6 jam setelah makan).Terhadap Hasil Laboratorium : Kemungkinan dapat berpengaruh terhadap hasil pengukuran: tes fungsi hati. diare atau respon hipersensitivitas. . CBC (cell blood count) Parameter Monitoring CBC Renal (BUN. Pengobatan jangka panjang dapat mengakibatkan suprainfeksi. Tablet Lepas Lambat Peringatan Kemungkinan dapat meningkatkan respon SSP.. maka harap menghubungi dokter. pernah dilaporkan ketika siprofloksasin digunakan bersamaan dengan quinolon lainya. Kerusakan tendon. maka sebaiknya siprofloksasin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. harap menghubungi apoteker. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. Reaksi hipersensitifitas gawat seperti anaphilasis pernah terjadi jika pengobatan dengan golongan quinolon lainya. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. ClCr) Fungsi hepar (SGOT. Injeksi. tes fungsi ginjal. Tablet. SGPT) Bentuk Sediaan Infus. Tetes Mata. perlu monitoring terhadap pasien yang diketahui mempunyai kelainan pada SSP.

http://dinkes.id/index.html Tiamfenikol Deskripsi . putih hingga putih kelabu atau putih kekuningan.Cendofenikol .0% dan tidak lebih dari 103. 2006.Armacort . (DIH). Kelarutan: sukar larut dalam air. 2005 Farmakope Indonesia IV. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat.php/informasi-obat/372-siprofloksasin. fungsi ginjal.0% C11H12Cl2N2O5 Pemeriaan: hablur halus berbentuk jarum atau : lempeng memanjang.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . fungsi hati selama pemakaian obat. .Sifat Fisikokimia : D-treo-(-)-2.Nama & Struktur Kimia .go.2-Dikloro-N-[ß-hidroksi-alfa-(hidroksimetil)-pnitrofenetil]asetamida[56-75-7]. dalam aseton dan dalam etil asetat.Alchlor . Daftar Pustaka Drug information hand book.Bufacetin .tasikmalayakota. mudah larut dalam etanol. 1995. Memantau pasien yang mendapatkan obat lain seperti teofilin dan siklosporin dengan memantau CBC.Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. AHFS DRUG. dalam propilen glikol. C11H12Cl2N2O5 Kloramfenikol mengandung tidak kurang dari 97.

Suprachlor .Kemicort .Enkacetyn .Microtina .Uniphenicol .Kloramixin D .Chloramfecort H . Obat ini seyogyanya dicadangkan untuk infeksi berat yang diakibatkan oleh bacteriodes.Combicetin .Licoclor . Cara Pemberian dan Lama Pemberian DOSIS ANAK: Meningitis: IV. dan Rickettsia.Neophenicol .Megachlor .Vanquin dan Vanquin Plus ..Cloramidina .Empeecetin .Colme .Xepanicol Indikasi Merupakan antibiotik dengan spectrum luas.Heromycetine .Suprachlor .Chloramfecort .Chlorbiotic .Colcetin .Kloramixin .Solachlor . H.Mecocetin .Neophenicol .Colipred .Imfarmycetin . Infant: >30 hari dan anak : 50-75 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam.Grafacetin . Dosis.Decacetine .Varicetin .Fenicol .Albucetine .Zenichlor .Solachlorx .Klorfeson .Salmonella.Indoson . Dosis maksimal: 4 g/hari.Erlamicetine .Mefamicetin . obat ini tidak cocok untuk penggunaan sistemik.Naxogin Complex .Isotic Salmicol . namun bersifat toksik.Megacetine .Chloracol . .Mediclor .Kemiderm .Magnaclor .Kemicort Forte . Infant: >30 hari dan anak : 50-100 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam Infeksi lain: IV.Etagemycetin .influenzae.Erlamicetine Plus .Ribocin . Neisseria.Cymacetine . kecuali untuk penggunaan diatas.Citophenicol .Pimicetin Syr .Hufamycetin .Colsancetine .Kemicetine .Itramicetin .Kemocol .Solacort .Emkapeni .Chloramex .Novachlor .Sakamycetin .Lanacetine .Cendomycetine . meningiditis.Cendomycos .Farsycol . Karena toksisitasnya.Novachlor .Particol .Erlamicetin .Otolin .

meningitis inflamasi >66%. Sirosis:1012 jam. maka sebaiknya tidak menggunakan obat. Cara pemberian: jangan diberikan I. dapat menembus placenta. sebuah reaksi idiosikratik yang dapat terjadi dari manapun rute pemberian . dapat diberikan IV kurang dari 1 menit dengan konsentrasi 100 mg/mL atau IV intermittent infuse lebih dari 15-30 menit dengan konsentrasi akhir <20 mcg/mL. dalam cairan serebrospinal : normal meningitis 66%. Anemia aplastik. hasil pencampuran obat dapat bertahan selama 30 hari.3 jam. karena akan meningkatkan toksisitas obat. End-stage Gangguan ginjal :3-7 jam. Penyesuaian dosis: jika diketahui menderita kerusakan hepar. masuk dalam ASI. Stabilitas Penyimpanan Simpan obat pada suhu kamar.M. Makimum dosis harian 4 g/hari.6-3. Farmakologi Distribusi: keseluruh jaringan dan cairan tubuh. kloramphenikol sodium suksinat dihidrolisa dengan mekanisme esterisasi sehingga menjadi bentuk aktif. cairan obat yang dibekukan kemungkinan akan dapat bertahan selama 6 bulan. Ikatan protein: 60% Metabolisme: utamanya melalui hati (90%) menjadi metabolit tidak aktif dengan melalui mekanisme glukoronidasi. T½ eliminasi: fungsi ginjal normal: 1. Eksresi: urin (5-15%). gunakan hanya jika cairan masih jernih.DOSIS DEWASA: 50-100 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam. Efek Samping Tiga efek samping terbesar yang diakibatkan oleh kloramfenikol antara lain : 1. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap kloramfenikol atau terhadap komponen lain dalam obat.

Dermatologi : Angioderma. Bone marrow suppresión.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. kemungkinan diakibatkan oleh akumulasi obat dalam darah akibat adanya kerusakan pada hati dan ginjal pasien. 3. 3A4 (penggunaan mingguan).Dengan Makanan : Kemungkinan akan menurunkan absorbsi obat pada intestinal Pengaruh . enterokolitis. reaksi hipersensitifitas. Efek samping lainya : SSP : Bingung. . asidosis. Lain-lain : Anaphilaksis. depresi. dan antikoagulan oral. mata gelap (delirium).obat. Anemia dan neutropenia kemungkinan akan terjadi pada minggu pertama penggunaan obat. Interaksi . depresi myokardial.Dengan Obat Lain : Sitokrom P450: menghambat CYP2C8/9 (penggunaan mingguan). Gastrointestinal : diare. fenitoin. . sakit kepala. koma dan kematian. sianosis. Ocular : optic neuritis. ini terjadi jika kadar serum darah >25 mcg/mL dan bersifat reversible ketika kloramfenikol dihentikan. fever. Gray síndrome ini ditandai dengan collapse. biasanya terjadi 3 minggu sampai 12 bulan setelah pemberian obat. 2. glossitis. urtikaria. stomatitis. ruam. muntah. Menurunkan efek: fenobarbital dan rifampisin kemungkinan menurunkan efeknya. Ini dapat terjadi jika kadar konsentrasi darah > 50 mcg/mL. tapi ini belum cukup terbukti dalam penelitian selanjutnya. Meningkatkan efek toksis: kloramfenikol meningkatkan efek dari klopropramid. Dalam penelitian sampel hewan uji terdapat embriotoksik dan teratogenik. mual.

AAP tidak merekomendasikan. Kejadian serius hingga fatal berupa dyscrasias akibat penggunaan jangka pendek maupun panjang termasuk juga melalui penggunaan topikal.Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan lebih dari 2 minggu Dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium : CBC. liver dan ginjal. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. Hati – hati jika digunakan pada pasien defisiensi glucosa 6-phosfat dehidrogenase. maka sebaiknya kloramfenikol digunakan dalam dosis . Penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan suprainfeksi.Terhadap Anak-anak : Dapat menyebabkan gray baby síndrome. Parameter Monitoring CBC (Hb. . Trombosis) Liver (SGPT. AAP tidak merokomendasikan . Serbuk Suspensi Oral Peringatan Hati – hati jika digunakan pada pasien yang tenderita gangguan hepar dan gagal ginjal.. Penggunaan pada bayi dapat mengakibatkan gray baby síndrome yang dapat berakibat fatal. Kurangi dosis jika digunakan pada pasien penyakit hati.Terhadap Ibu Menyusui : Dapat di ekresikan kedalam air susu ibu. ClCr) Bentuk Sediaan Injeksi. SGOT) Renal (BUN. Kapsul.

dan rentang waktu yang telah ditetapkan. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. : Larutan 1% dalam air mempunyai pH : 7.2 .Nama & Struktur Kimia .8. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. Sangat mudah larut dalam alkohol dan larut dalam aseton. http://dinkes.Keterangan : : Na-2-oxo-3[(1 RS)-3-oxo-1-phenylbutyl]2H-1-benzopiran-4-olate. 1995. maka harap menghubungi dokter. AHFS DRUG.tasikmalayakota. diare atau respon hipersensitivitas.3 . Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan).html Warfarin Deskripsi . Memonitor kepatuhan pasien dalam menggunakan obat. Daftar Pustaka Drug information hand book.go.php/informasi-obat/389-tiamfenikol. sangat sedikit larut dalam diklorometan. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat.id/index. Evaluasi jika timbul tanda munculnya ESO obat. 2005 Farmakope Indonesia IV. C19H15NaO4 Serbuk higroskopik berwarna putih. 2006. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. harap menghubungi apoteker.Sifat Fisikokimia . sehingga hal ini akan menghambat sintesis protein sel bakteri. Mekanisme Aksi Secara reversibel berikatan dengan 50S subunit ribosom pada organisme yang sensitif untuk menghambat terjadinya mekanisme transfer asam amino yang dibutuhkan untuk pembentukan rantai peptida. (DIH). seperti mual.

Dosis. Dosis awal yang lebih tinggi dapat diberikan untuk pasien tertentu (misalnya pasien yang menerima agen penginduksi enzim). fungsi kardiak. gizi buruk. pasien lanjut usia. embolism pulmonari dan disorder thromboembolik. Dosis awal yang lebih rendah diperlukan pasien dengan gangguan fungsi hati.Golongan/Kelas Terapi Obat Yang mempengaruhi darah Nama Dagang . gagal jantung kongestif. bayi < 12 bulan memerlukan dosis sama dengan atau mendekati rentang ini. terapi lanjutan.0. status nutrisi. risiko pendarahan dan pasien yang lemah kondisinya. Durasi 2-5 hari Absorpsi : cepat .05 . Awali dengan dosis 5-10 mg/hari.34 mg/kg/hari. antikoagulasi konsisten akan sulit untuk dipertahankan pada anak< 5 tahun. dosis pemeliharaan biasanya 2-10 mg setiap hari (mungkin diperlukan dosis loading dan pemeliharaan di luar pedoman ini). Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral dan anak : 0. atrial fibrilasi dengan risiko embolism dan sebagai tambahan pada profilaksis embolism sistemik setelah infark miokardiak.Simarc 2 Indikasi Profilaksis dan terapi thrombosis vena. Dewasa : dosis awal tergantung individu (pertimbangkan pasien dengan gangguan fungsi hati.Warfarin Eisai . Farmakologi Onset kerja : antikoagulan oral : 36-72 jam. risiko pendarahan).

stroke. pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada tempat kedap udara. peningkatan transaminase. 3A4 (minor). urtikaria. pendarahan intestinal. Setelah direkonstitusi dengan 2. riwayat pendarahan diastesis. perikarditis atau efusi perikardial. hemofilia. sediaan stabil selama 4 jam pada suhu kamar. osteoporosis. rata-rata 40 jam. gangguan rasa. poliartritis. rash. pendarahan pada kolon. pendarahan. 2C19 (minor). anoreksia. luka pada hati. hipersensitifitas dan reaksi alergi. endokarditis bakteri sub akut. diare. operasi mata atau saraf. epitaksis. nyeri. flatulens. defisiensi asam askorbat. dermatitis. pernapasan. parethesia. muntah. eklampsia dan pre-eklampsia.7 mL air steril. aborsi. tempat pendarahan yang tidak diketahui yang dapat diatasi dengan antikoagulasi. Efek Samping Antikoagulan. Meningkatkan efek/toksisitas : Asetaminofen. malaise. asthenia. riwayat nekrosis yang diinduksi warfarin. leukopenia. hemoragi. Interaksi . 2C19 (lemah). hemoragi. trombositopenia purpura. syok hemoragi. pruritus.Metabolisme : dihati. jaundice. hipertensi tidak terkontrol. agranulositosis. hemoragi serebrovaskular. antifungi . androgen. T½ eliminasi : 20-60 jam. amiodaron. pusing. 2C8/9 (mayor). allopurinol. visceral carcinoma. pasien tidak patuh. setelah punktur spinal dan diagnostik lain atau prosedur terapi untuk pendarahan signifikan. bervariasi antar individu. lethargi. hematuria. terhindar dari sinar matahari. prostatektomi. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap warfarin atau komponen lain dalam sediaan. penyakit hepatik parah. kram perut. mual. anuerism. demam. alopesia. anestesia blok lumbar regional atau operasi besar lainnya. Inhibit : CYP2C8/9 (sedang).Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450 : Substrat CYP1A2 (minor).edema. sakit abdominal. vasculitis. sakit kepala. leukemia. kehamilan. hematoma retroperitonial. ulkus mulut.

Jus cranberry akan meningkatkan efek warfarin. ropirinol. antibiotik kuinolon. derivat tetrasiklin. agen anti thyroid. kuinidin.Terhadap Anak-anak : - . E. voriconazol. inhibitor HMG CoA reduktase. bosentan. salisilat. azatioprin.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Protrombin time (PT). dikloksasilin. derivat rifamisin dan sulfasalazin. leflunomida.(imidazol). . sulfinpirazon. tigesiklin. inducer CYP2C8/9 (kuat). treprostinil. Pengaruh . capecitabin. nafsilin. etoposida. vitamin A. hormon kontrasepsi. flukonazol. fitonadion. hematokrit Bentuk Sediaan . zafirlukast dan zilueton. obat inflamasi non steroid. propoksifen. antidepresan trisiklik.antibiotik makrolida. inhibitor pompa proton (omeperazol). aprepitant. barbiturat. sefalosporin. vitamin E meningkatkan efek warfarin. orlistat. .Terhadap Kehamilan : Faktor resiko : X . karbamazepin. ifosfamida. merkaptopurin. griseofulvin. produk tiroid. metronidazol. derivat sulfonamida.Terhadap Ibu Menyusui : Warfarin tidak didistrubusikan ke dalam air susu. glutetimida. inhibitor CYP2C8/9 (sedang/kuat). disulfiram. fenitoin. glukagon. efek antikoagulan warfarin akan menurun dengan adanya makanan mengandung vitamin K. fluorourasil. hanya metabolitnya yang didistribusikan ke dalam air susu. inhibitor COX-2. Penurunan efek : Aminoglutetimida.Dengan Makanan : Hindari penggunaan etanol : etanol menurunkan metabolisme warfarin dan meningkatkan PT. propafenon. simetidin.

defisiensi asam askorbat. operasi mata atau saraf. hidung ataupun anggota tubuh lainya. Selama mempergunakan obat ini jangan minum minuman yang mengandung alkohol. endokarditis bakteri sub akut. riwayat nekrosis yang diinduksi warfarin. riwayat pendarahan diastesis. anuerism. pasien tidak patuh. anestesia blok lumbar regional atau operasi besar lainnya. hemoragi serebrovaskular. Mekanisme Aksi Mempengaruhi sintesis faktor koagulasi yang tergantung vitamin K (II. 5. Jangan mempergunakan obat lain selama penggunaan obat ini. trombositopenia purpura. pendarahan pada kolon. kehamilan. 3. Sebaiknya dipergunakan obat dari merek yang sama jangan mengganti dengan merek yang lain. perikarditis atau efusi perikardial. Lakukan kontrol darah secara teratur karena akan dapat menentukan pemakaian dosis yang tepat. visceral carcinoma. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1. VII. IX. 4. Mintalah petunjuk dan persetujuan dokter bila harus menggunakan obat lain. leukemia. Obat ini untuk mencegah pembekuan darah 2. Jangan dipakai berlebihan tanpa petunjuk dokter karena akan terjadi perdarahan. 7.Tablet 5 mg Peringatan Hipersensitif terhadap warfarin atau komponen lain dalam sediaan. penyakit hepatik parah. X) di hati. hipertensi tidak terkontrol. poliartritis. Pergunakan obat ini benar-benar sesuai dengan petunjuk dokter. Segera ke dokter bila terjadi diare. 6. setelah punktur spinal dan diagnostik lain atau prosedur terapi untuk pendarahan signifikan. prostatektomi. aborsi. eklampsia dan pre-eklampsia. pernapasan. pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan. hemoragi. hemofilia. . pendarahan baik dari mulut.

tetapi pada pH psiologis dan suhu normal tubuh 37°C obat hampir tidak mengalami ionisasi sehingga maksimum kelarutan obat adalah 2.tasikmalayakota. 34th edition.2 mEq natrium per gram asiklovir.id/index.html Asiklofir Deskripsi . Secara komersial.Nama & Struktur Kimia .27 dan 9.Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Martindale.0% C8H11N5O3 dihitung terhadap zat anhidrat. . 2005 Lexi-Comp's Drug Information Handbook . pKa 2. Asiklovir natrium mengandung 4.5 mg/mL dalam air pada suhu 25°C.go.14th edition.Sifat Fisikokimia : 9-[(2-hidroksietoksi)metal]guanine.0% dan tidak lebih dari 101. Asiklovir berupa serbuk kristal putih dan mempunyai tingkat kelarutan 2. C8H11N5O3 Mengandung tidak kurang dari 98.php/informasi-obat/406-warfarin.25. larut dalam air. obat tersedia juga : dalam bentuk injeksi dengan bentuk asiklovir natrium dengan bentuk serbuk kristal putih. Maksimum kelarutan obat adalah >100 mg/mL pada air dengan suhu 25°C. 2006 http://dinkes.5 mg/mL.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi .

Scanovir . Dosis Berdasarkan Indikasi Obat. dosis permulaan.Poviral . .Tyrus .Acifar .Herpiclof . 400 – 1200 mg/hari dalam 2-3 dosis terbagi juga dapat direkomendasikan.Dumophar .V: anak: > 12 tahun dan dewasa (immunocompetent).Virpes . HERPES ZOSTER: Oral: Dewasa: 800 mg setiap 4 jam (5kali/hari) selama 7-10 hari.Quavir . herpes zoster (shingles). 2.Matrovir .20mg/kg/dosis setiap 8 jam selama 7 hari.V : anak < 12 tahun. Infeksi kronik: 400 mg dua kali/hari atau 200 mg 3-5 kali/hari selama 12 bulan dan diikuti dengan mengevaluasi perkembangan pasien.Virtaz .Anak>=12 tahun dan dewasa 10 mg/kg/dosis atau 500 mg/m²/dosis setiap 8 jam selama 7 hari. dosis disesuaikan dengan menghitung bobot ideal pasien. herpes labialis (cold sores). 3.Vireth .Topikal. HERPES LABIALIS: Topikal: anak >=12 tahun dan dewasa : Cream: digunakan 5 kali/hari selama 4 hari. Note: Pada pasien Obesitas. Oral:Anak: dosis awal: 40-80 mg/kg/hari terbagi dalam 3-4 dosis terbagi untuk 5-10 hari (maksimum 1 g/hari.Vircovir .Azovir . kronis:80mg/kg/hari dalam 3 dosis terbagi (maksimum 1g/hari) dievaluasi setelah 12 bulan pengobatan Dewasa: dosis awal dan recurrence : 200 mg set. gawat:5mg/kg setiap 8 jam untuk 5-7 hari.Clopes .Clinovir . Dosis. 1. HSV pada pasien immunokompromise. varicella – zoster (chickenpox). HSV encephalitis.Vircella .Zoter .Vyrono .Zovirax . oleskan pada permukaan.Zumasid Indikasi Untuk pengobatan genital herpes simplek virus (HSV).Virpes Cream . neonatal HSV. GENITAL HSV: I.Inavir .Danovir . Cara Pemberian dan Lama Pemberian A. dewasa:dosis awal.Clovika . I.Virdam .Nama Dagang .

B. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung. Farmakologi Absorbsi: oral: 15-30% Distribusi: Vd: 0. vagina.Anak >40 kg dan Dewasa: 800 mg/dosis 4 kali/hari selama 5 hari.8 L/kg (63. Dosis Berdasarkan Penyesuaian Fungsi Ginjal Oral:ClCr 10-25 mL/menit/1. dapat juga diberikan 200 mg setiap 12 jam. paru-paru. dalam serum: antara 1.dapat juga diberikan 800 mg setiap 12 jam. ClCr <10 mL/menit/1. I.Anak >=1 tahun dan dewasa 1500mg/m²/hari terbagi setiap 8 jam atau 10mg/kg/dosis setiap 8 jam selama 7-10 hari. . Injeksi: simpan serbuk obat pada suhu kamar.ClCr <10 mL/menit/1. Pemberian dosis normal 800 mg setiap 4 jam. Stabilitas Penyimpanan Kapsul.6 L) tersebar luas (otak. T max. suspensi: simpan pada suhu kamar. uterus. I.73 m2: dosis normal 800 mg setiap 4 jam.73 m² : diberikan dosis yang direkomendasikan setiap 12 jam. 200 mg setiap 8 jam atau 400 mg setiap 12 jam. 4 jam. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) simpan pada tempat kering.73 m² : diberikan dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam. Ointment: simpan pada suhu kamar.dapat diberikan 800 mg setiap 8 jam.73 m² : diberikan 50% dari dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam. T½ (waktu paruh): terminal: bayi. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung. Cream.V. CSF) Ikatan protein: 9-33%.73 m²: Pemberian dosis normal: 200 mg setiap 4 jam. ClCr 10-25 mL/menit/1. ginjal. 4 kali/hari selama 5 hari. dewasa : 3 jam. anak-anak 1-12 tahun : 2-3 jam.Anak <1 tahun: 10 mg/kg/dosis setiap 8 jam untuk 7-10 hari.V: ClCr 25-50 mL/menit/1. tablet: simpan pada suhu kamar.VARICELLA-ZOSTER (chickenpox): Oral: Anak >=2 tahun dan robot <=40 kg: 20 mg/kg/dosis (ditingkatkan sampai 800mg/dosis). Metabolisme: diubah oleh enzim virus menjadi asiklovir monofosfat dan kemudian diubah menjadi difosfat kemudian trifosfat (bentuk aktif) oleh enzim sel. Ekskresi: Urin (62-90% sebagian dalam bentuk utuh dan metabolitnya). Bioavailabilitas: oral: 10-20% pada keadaan fungsi ginjal masih normal (bioavailabilitas menurun seiring peningkatan dosis obat). hati. Pencampuran: asiklovir 500 mg dengan SWFI 10mL.4.5-2 jam.

alopecia. sindrom Stevens – Johnson. itching Bentuk sedíaan lain : < 1%. dysarthria.10% : Sistemik Parentral : Dermatologi : Gatal-gatal dengan bintik-bintik merah (hives) (2%). peripheral edema. toksik epidermal nekrolisis. anemia. peningkatan kreatinin (5-10%). 1-10% : Dermatologi : Pruritus. jaundice. Interaksi .Dengan Obat Lain : Anti jamur: ampoterisin B melawan efek asiklovir (pseudorabies) jika diberikan secara bersamaan. halusinasi. Jangan menggunakan hasil pengenceran obat jika terdapat endapan.jangan menggunakan air yang bebas bakteri yang terkontaminasi dengan benzil alkohol dan paraben. tremor. gangguan penglihatan visual. encephalopaty. ruam (rash) (2%). fotosensitisasi. necrosis jaringan lokal. penurunan konsentrasi. Renal : Peningkatan BUN (5-10%). angiodema. Konsentrai > 10mg/ml dapat meningkatkan potensi terjadinya plebitis. Nyeri perut. bibir kering. seizure. leukositosis. bingung. depresi mental. Kontraindikasi Kontraindikasi buat pasien yang mengalami reaksi hipersensitifitas pada asiklovir dan turunannya. rasa malas. trombositopenia. Topikal : > 10% : Dermatologi : Nyeri sedang. seperti tersengat. gangguan GI. koma. Satu pencampuran dalam infus dapat digunakan kurang dari 24 jam. agitasi. diare (2-3%). delirium. anoreksia. hematuria. gagal ginjal. leukocytoclastic vaskulitis. neutropilia. Hepatic : Dapat meningkatkan hasil pada parameter pemeriksaan laboratorium (1-2%) Local : Inflamasi pada tempat injeksi (plebitis) (9%). hypotensi. anafilaksis. hyperbilirubinemia. leukopenia. Untuk infus intravena: dilarutkan dalam cairan dengan konsentrasi <=7mg/ml. fever. insomnia. Hasil rekonstitusi obat akan dapat bertahan selama 12 jam pada suhu kamar. fatigue.hepatitis. desquamation. urticaria. Efek Samping Sistemik Oral : > 10% : CNS : Malaise (12%) GI : Mual (2-5%). gagal ginjal akut. myalgia. lymfadenopati. diare. sakit tenggorokan. ketokonazol dan aciclovir mempunyai efek sinergis untuk melawan . erythema multiform. ataksia. pruritos. 1% . somnolence. intravascular coagulopathy. hemolisis. GI : mual dan muntah (7%). gatal-gatal (itch) (2%). psikosis. rasa terbakar. parestesia. muntah (3%).

gangguan ginjal. BUN. .Terhadap Ibu Menyusui : Dari hasil penelitian antara tahun 1984-1999. . Dapat diberikan saat ibu menyusui. karena terjadi penurunan pengeluaran asiklovir lewat ginjal. . Serum Kreatinin. Ointment. CBC Bentuk Sediaan Kapsul. Suspensi. . tetapi pada hewan uji tidak menunjukkan adanya efek teratogenik. Krem. Injeksi Peringatan Hati – hati jika diberikan pada pasien dengan keadaan immunocompromi. hiperbilirubinemia. dan efikasi asiklovir untuk anak dibawah 2 tahun belum diketahui secara pasti. Zidavudin: jika diberikan secara bersamaan. leukopenia.virus herpes tipe 1 dan 2. trombocytopenia purpura / hemolitic uremia síndrome (TTP/HUS) karena belum banyak informasi yang tersedia. Enzim hati. Pengaruh .Dengan Makanan : Makanan tidak mengganggu absorbsi asiklovir. Hati – hati untuk pasien lanjut usia. Probenezid: jika diberikan bersamaan dengan asiklovir t ½ obat dan meningkatkan konsentrasi dari asiklovir. Tablet. anemia. dapat meningkatkan efek toksis dari asiklovir. leukositosis vaskulitis. tetapi dengan pengawasan dan jika benar – benar dibutuhkan. .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B. Obat ini mampu menembus plasenta. Hasil tes lain : meningkatnya hasil uji fungsi liver.Terhadap Anak-anak : Keamanan. Parameter Monitoring Urinalisis. atau pasien yang mendapatkan obat nefropati lainnya. Metotreksat: penggunaan asiklovir IV bersamaan dengan metotreksat harus mendapatkan perhatian. tidak menunjukkan efek yang signifikan berpengaruh pada kehamilan. Interveron: berefek sinergisme terutama untuk mengobati virus herpes tipe 1. Hematologi : trombositopenia.Terhadap Hasil Laboratorium : Renal : meningkatkan nilai BUN dan konsentrasi serum kreatinin. tetapi efeknya secara klinis belum diketahui.

2005 Farmakope Indonesia IV.go. AHFS DRUG.html Epinefrin Deskripsi .Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Menganjurkan pasien untuk menggunakan obat sesuai yang tertera dalam etiket obat atau sesuai yang telah dianjurkan oleh dokter dan apoteker. 1995. http://dinkes. yang kemudian lebih lanjut mengubahnya menjadi asiklovir triphosfat oleh enzim selular lainya. (DIH).php/informasi-obat/221-asiklofir. Mekanisme Aksi Asiklovir diubah menjadi asiklovir monofosfat oleh virus – spesifik timidinekinase. Lamanya pasien menggunakan obat. Monitoring Penggunaan Obat Jadwal dan kepatuhan pasien menggunakan obat. Munculnya ESO dan keluhan lain selama pasien menggunakan obat. Menggunakan obat sesuai jadwal yang telah diberikan jika obat digunakan dengan obat lain yang berpotensi memicu munculnya interaksi obat yang merugikan. Daftar Pustaka Drug information hand book. serta munculnya gejala – gejala kelainan pada kulit jika obat digunakan untuk penggunaan topikal.tasikmalayakota.id/index. Asiklovir trifosfat kemudian bekerja menghambat sintesis DNA dan replikasi virus dengan cara berkompetisi dengan dioksiguanosis trifosfat pada DNA polimerase virus dan kemudian menyatu kedalam DNA virus. Mengenali munculnya ESO. seperti rasa mual (untuk IV dan oral). 2006.

Nama & Struktur Kimia . Bentuk levorotatori isomer 15X lebih aktif dibanding bentuk dekstrorotatori. Pada kasus syok yang berat. praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.01 mg/kg atau 0.Sifat Fisikokimia : Epinephrine.5 mg SC atau IM.1 mg IV pelan-pelan dalam waktu 5-10 menit (diencerkan 1:100. Dosis 0.1-1. dapat diulang bila perlu tiap 10-15 menit untuk anafilaksis.000) pelan-pelan dalam waktu 5-10 menit. Dewasa : 0.Keterangan : Epinefrin terdapat dalam kelenjar adrenal atau dapat dibuat secara sintetis.25 mg IV (diencerkan 1:10.. bila perlu dapat diulang setelah 20 menit hingga 4-jam (dosis tunggal maksimal: 0. Obat ini merupakan katekolamin endogen dengan aktivitas pada medula adrenal.5 mcg/kg/menit infus IV.5 mg). sedikit larut dalam etanol. 0.3-0. Dosis tunggal maksimal 1 mg. Golongan/Kelas Terapi Antialergi Nama Dagang Indikasi Pengobatan anafilaksis berupa bronkospasme akut atau eksaserbasi asthma yang berat. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Injeksi parenteral.000) diikuti 0. C9H23NO3 Epinefrin berbentuk mikrokristalin berwarna putih. .1-0. atau tiap 20 menit hingga 4 jam untuk asthma. Farmakologi . harus digunakan rute IV. dan diikuti pemberian infus IV 1-4 mcg/menit.3 mg/m2 SC. Dosis. mudah larut dalam : air. bila perlu dapat diulang tiap 5-15 menit. Atau. Anak-anak dan bayi : 0.

dopamine. bupivacaine. dextran 6% dalam NS. Inhalasi : 1 menit. inkompatibel dengan natrium bikarbonat 5%. LR. pancuronium. midazolam. floxacillin. metaraminol. NS. levofloxacin. phytonadione. dan sulfat dan derivat hidroksi asam mandelat. D51/2NS. cisatracurium. fentanyl. hydromorphone. norepinephrine. Inkompatibel : Aminophylline. milrinone. D5NS. remifentanil. lorazepam.Farmakodinamika/Kinetika : Onset : Bronkodilatasi : SC : 5-10 menit. furosemide. D51/4NS. Pemberian melalui Y-site : Kompatibel : Atracurium. D10NS. hyaluronidase. propofol. inamrinone. cimetidine. D10W. furosemide. morphine. Stabil dalam : dextran 6% dalam dextrose. mephentermine. vitamin B complex with C. obat dalam sirkulasi mengalami metabolisme di hepar. calcium chloride. nicardipine. famotidine. thiopental. Kecepatan pemberian awal 1 mcg/menit dan naikkan hingga efek yang dikehendaki. diltiazem. warfarin. sodium bicarbonate. jumlah kecil dalam bentuk tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Penyiapan infus IV : Encerkan 1 mg dalam 250 mL D5W atau NS (4 mcg/mL). vecuronium. potassium chloride. dobutamine. ranitidine. labetalol. heparin. D5W. Oksidasi akan mengubah warna larutan menjadi merah . Inkompatibel : Ampicillin. fentanyl. ranitidine. Penyimpanan : Epinefrin peka terhadap udara dan cahaya. nitroglycerin. hydrocortisone sodium succinate. Kompatibilitas pencampuran : Kompatibel : Amikacin. Ekskresi : Urin (sebagai metabolit inaktif metanefrin. verapamil. D5LR. Metabolisme : diambil oleh saraf adrenergik dan dimetabolisme oleh monoamine oxidase dan catechol-o-methyltransferase. calcium gluconate. dobutamine.

Dengan Makanan : Epinefrin tidak digunakan melalui oral .Dengan Obat Lain : Karena epinefrin merupakan obat simpatomimetik dengan aksi agonis pada reseptor alfa maupun beta. salmeterol dan terbutalin. aritmia jantung. penyakit arteri koroner (mis.. dopamin. Gangguan kardiovaskuler yang kontraindikasi epinefrin misalnya syok hemoragi. fenilefrin. Genitourinari : Retensi urin akut pada pasien dengan gangguan aliran kandung kemih. kontraindikasi mutlak pada syok selain syok anafilaksi. Hindari ekstravasasi epinefrin. mual. peningkatan kebutuhan oksigen miokard. hidung. hipertensi. norepinefrin. Juga hati-hati digunakan pada pasien yang menerima obat-obat seperti: albuterol. SSP : Ansietas. insomnia. palpitasi. Gastrointestinal : tenggorokan kering.. vasokonstriksi. Kontraindikasi Meskipun diindikasikan untuk open-angled glaucoma. Epinefrin. dan genitalia. Jangan digunakan bila terjadi perubahan warna atau terdapat endapan. infark miokard akut) dilatasi jantung dan aritmia jantung (takikardi). angina. isoproterenol. . takikardi (parenteral). peningkatan kebutuhan oksigen. xerostomia. metaproterenol. Interaksi . pseudoefedrin. dan vasoaktivitas) dapat memperparah kondisi ini. fenilpropanolamin. sakit kepala. muntah. dapat menyebabkan nekrosis jaringan karena terjadi vasokonstriksi pembuluh kapiler. Epinefrin jangan disuntikkan ke dalam jari tangan. flushing. kronotropik.jambu kemudian coklat. Efek epinefrin pada kardiovaskuler (mis. epinefrin kontraindikasi mutlak pada closed-angle glaucoma karena dapat memperparah kondisi ini. karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan da/atau gangren atau reksi injeksi setempat di sekitar suntikan. potensial proaritmia. ritodrin. harus digunakan hati-hati bersama obat simpatomimetik lain karena kemungkinan efek farmakodinamik yang aditif. yang kemungkinan tidak diinginkan. pallor. ektopi ventrikuler. Efek Samping Kardiovaskuler : Angina. ibu jari. terutama bila diberikan IV. insufisiensi pembuluh koroner jantung. kematian mendadak. dobutamin. pusing. nyeri dada.

nyeri dada atau palpitasi. mengurangi ambilan glukosa oleh jaringan dan menghambat pelepasan insulin dari pankreas.Terahadap Kehamilan : Klasifikasi kehamilan untuk epinefrin adalah kategori C.Terhadap Anak-anak : . Anda mungkin akan mengalami pusing.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring EKG pada pasien yang mendapat epinefrin IV. Secara teori. obat ini dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cara meningkatkan glikogenolisis di hepar. Ampul 1mg/ml Peringatan Epinefrin dikontraindikasikan pada penyakit serebrovaskuler seperti arteriosklerosis serebral atau 'organic brain syndrome' karena efek simpatomimetik (diduga alfa) pada sistem serebrovaskuler dan potensial perdarahan otak pada penggunaan IV. PFTs Bentuk Sediaan Injeksi. Segera lapor dokter bila sulit tidur. . muka kemerahan. Epinefrin kontraindikasi mutlak sewaktu proses kelahiran karena merupakan agonis reseptor beta2. 'Hati-hati penggunaan epinefrin pada pasien DM. . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Gunakan obat sesuai anjuran. yang dapat menunda kelahiran.Pengaruh . iritasi bronkial atau batuk. jadi pemaparannya terbatas. keringat berlebihan. epinefrin akan rusak di dalam saluran pencernaan bayi. tremor atau lemah.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui apakah epinefrin dikeluarkan melalui ASI. tetap harus hati-hati jika diberikan pada ibu menyusui. Bagaimanapun. . Hati-hati penggunaan epinefrin pada pasien hipertensi karena risiko menambah berat penyakit. pandangan kabur atau sulit buang air kecil.

html Flufenasin Deskripsi . beta1-.php/informasi-obat/251-epinefrin. Daftar Pustaka Lexi-comp http://dinkes.Nama & Struktur Kimia . :- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang .Sifat Fisikokimia .Keterangan : : Flufenazina. dosis kecil berefek vasodilatasi melalui reseptor beta2-vaskuler. Monitoring Penggunaan Obat Kaji penggunaan obat lain yang diminum pasien terhadap kemungkinan interaksi atau mempengaruhi efektivitasnya. efek samping yang mungkin timbul dan cara mengatasinya. 2-{4-[3-(2-trifluoromethylphenothiazine10yl)propyl]piperazin-1-yl}.go.tasikmalayakota. Pantau tanda-tanda vital dan berikan informasi tentang penggunaan obat. Flufenazin HCl adalah kristal putih/hampir putih tidak berbau. stimulasi jantung.Mekanisme Aksi Menstimulasi reseptor alfa-. dalam alkohol1:6. C22H26F3N3OS. dan dilatasi vaskulatur otot skelet. dosis besar menyebabkan konstriksi otot polos vaskuler dan skelet.7. dan beta2-adrenergik yang berefek relaksasi otot polos bronki.id/index. Kelarutan dalam air 1:4.

: sebagai HCl: sekitar 1 jam. sebagai dekanoat : 24-72 jam. Dekanoat : 163-232 jam.5-10 mg/hari dibagi dalam beberapa dosis dengan interval 6-8 jam. Absorbsi oral bervariasi dan tidak teratur. Ikatan protein : 91% dan 99%. im. Kontraindikasi .: 2.Indikasi Mengendalikan gangguan psikotik dan shcizofrenia. masuk ke ASI. Stabilitas Penyimpanan Hindari pembekuan.04 mg/kg/hari. Dosis.5 mg setiap 2 minggu. Durasi garam HCl : 6-8 jam. hindari sinar. beberapa pasien mungkin membutuhkan peningkatan dosis sampai 40 mg/hari. Farmakologi Onset kerja im. i. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak : Oral : 0.m.. 12. Dewasa : psikosis : Oral : 0. Distribusi : menembus plasenta. T½ eliminasi HCl : 33 jam.5 mg dekanoat setiap 3 minggu = 10 mg HCl/hari. Dekanoat : 12. Metabolisme di hati. Puncak efek : neuroleptik sebagai dekanoat : 48-86 jam. Ekskresi lewat urin sebagai metabolit. dispensing dalam botol/vial amber atau buram. Larutan dapat diberikan bersama jus buah atau cairan tetapi harus diberikan segera.5-10 mg/hari dibagi dalam beberapa dosis dengan interval 6-8 jam (dosis parenteral 1/3-1/2 dosis oral).

udem. nyeri payudara. diskinesia tardif. aritmia. pansitopenia. antidepresan siklik. kuinin. salivasi. delavirdin. distonia. koma. eritema. Hati : cholestatic jaundice. trombositopenia. kehilangan selera makan. enurisis. urtikaria. mengantuk. fluoksetin. Otot-saraf : tangan gemetar. akathisia. Saluran cerna : berat badan bertambah. seborea. Mata : retinopati pigmen. galaktoria.Hipersensitif terhadap flufenazin atau komponen formulasi lainnya. tekanan darah berfluktuasi. udem laring. Depresi SSP berat. penyakit hati. sindroma lupus eritamatosus. Flufenasin dapat meningkatkan efek/toksisitas antikolinergik. nontrombositopenik purpura. Flufenasin memperkuat efek penekanan terhadap SSP dari analgesik narkotik. fotosensitifitas. hepatotoksik. perubahan pengaturan pusat temperatur tubuh. diskrasia darah. Pernafasan : kongesti hidung. Darah : agranulositosis. ileus paralitik. pigmentasi. . Metabolik & endokrin : perubahan siklus menstruasi. peningkatan prolaktin. xerostomia. ritonavir. depresi.Dengan Obat Lain : InhibiCYP2D6 : chlorpromazin. hiper/hipotensi. eosinofilia. antihistamin. sakit kepala. antihipertensif. Efek Samping KV : takikardia. konstipasi. SSP : parkinsonisme. glaukoma. ginekomastia. kejang. udem serebral. leukopenia. impotensi. kerusakan otak subkortikal. barbiturat. asma. mimpi aneh. pusing. paroksetin. hipnotik-sedatif. amenorea. Kulit : dermatitis. spasme muka sebelah. poliuria. hiper refleksia. eksim. kuinidin. rash. penglihatan kabur. mikonazol. perubahan kornea dan lensa. paralisis kandung urin. lelah. gelisah. perubahan EEG. Genitourinari : gangguan ejakulasi. Mungkin terjadi reaktivitas silang antara fenotiazin. pergolid. etanol. ropinirol meningkatkan efek flufenasin. perubahan libido. Interaksi .

glukosa darah puasa/Hgb A1c. Kombinasi dengan antiaritmia. status mental. indeks berat badan. trazodon.Terhadap Anak-anak : Keamanan terhadap anak< 6 tahun belum ditetapkan . Kombinasi denagn metoklopramid akan dapt meningkatkan resiko gejala ekstrapiramidal. tidak dianjurkan. flufenasin dan antipsikotik potensi rendah lainnya dapat menghambat efek presor epinefrin.Terhadap Kehamilan : Dicurigai bersifat teratogenik.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Gambaran vital : profil lipid. Kombinasi flufenasin dengan epinefrin akan dapt menimbulkan hipotensi. Barbiturat. sparfloksacin dan obat-obat yang memperpanjang interval QT akan dapat meningkatkan resiko aritmia. . .litium. Pengaruh . Fenotiasin akan menghambat aktivitas guanetidin. skala normal gerakan yang tidak disadari. pimosid. . cisaprid. gotu kola (Centella asiatica) valerian akan meningkatkan efek penekanan terhadap SSP.Dengan Makanan : Kombinasi dengan dong quai dan St John's wort (Hypericum perforatum) akan meningkatkan efek penekanan terhadap SSP dan dapat menimbulkan fotosensitivitas. Kombinasi dengan kavakava (Piper methysticum). gejala ekstrapiramidal. merokok akan dapat meningkatkan metabolisme flufenasin di hati.Terhadap Ibu Menyusui : Masuk ke dalam ASI. asam valproat. . levodopa dan brokriptin. Penggunaan bersama antidepresan trisklik dapt mengubah respons dan meningkatkan toksisitas.

predisposisi kejang. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/menganggu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. Hati-hati pada penderita yang berresiko menderita pneumonia (misalnya penyakit Alzheimer) karena kemungkinan terjadi dismotil esofagus dan aspirasi. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk mengobati gangguan emosi.aritmia yang mengancam jiwa. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. Hati-hati pada penderita kanker payudara atau tumor yang dependen terhadap prolaktin karena mungkin meningkatkan kadar prolaktin. 25 mg/ml. 1 mg. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. penekanan sumsum tulang. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter.5 mg. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. 10 mg Peringatan Hati-hati digunakan pada gangguan yang menunjukkan depresi SSP karena menimbulkan sedasi. Pemberian injeksi depo dapat memperpanjang reaksi yang tidak dikehendaki. . kardiovaskuler. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari. hati-hati pada pasien dengan penyakit : serebrovaskuler. atau menutupi efek toksik obat lain karena efek anti emetik. tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. Hati-hati penggunaan pada pasien penderita: penyakit Parkinson. pernafasan. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. hemodinamik tidak stabil. Mungkin mengubah pengaturan temperatur tubuh. Hipotensi dapat terjadi terutama pemberian secara im. 5 mg. Mungkin mengubah hantaran di jantung. 2. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. segera minum obat bila lupa. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari. mental dan kecemasan. Tablet Sebagai HCl. atau obat yang menimbulkan penyakit-penyakit tersebut karena dapat menimbulkan hipotensi ortostatik. ginjal.Bentuk Sediaan Injeksi Sebagai Dekanoat.

Et. 34th ed.html Fluoksetin Deskripsi . Lexicomp 2005.Loep .go. Pharmaceuticall Press 2005. temperatur tubuh.Elizac .tasikmalayakota.HCl : Kristal putih-putih kotor. LacyCF.php/informasi-obat/262-flufenasin. Martindale:The complete drug reference.Kalxetin .id/index. drug Information handbook international. Sedikit larut dalam air :- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang .Courage .Mekanisme Aksi Memblok reseptor dopaminergik D1 dan D2 di postsinaptik mesolimbik otak. Menekan penglepasan hormon hipotalamus dan hipofisa. Rand http://dinkes. Advice for the patient Drug Information in Lay Language .. The United States Pharmacopeial Convention.al. C17H18F3NO.Inc.Nama & Struktur Kimia .Sifat Fisikokimia .al. kesiagaan. tonus vasomotor dan emesis Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC. menekan Reticular Activating System (RAS) sehingga mempengaruhi metabolisme basal.USPDI 17th ed. Et.Keterangan : Fluoxetine HCL.

3 hari. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak : Depresi : 8-18 tahun10-20 mg dapat ditingkatkan sampai 20 mg/hari sesudah 1 minggu. Dewasa : 20 mg/hari pada pagi hari. Metabolit : 9.Andep Indikasi Gangguan depresi major. Lamanya T½ memperlama reaksi yang tidak diinginkan walau obat sudah dihentikan.6 hari. Orang tua : Awal : 10 mg/hari. Dosis 5-10 mg digunakan untuk awal terapi.Nopres . ikatan protein 05%. dapat ditingkatkan sesudah beberapa minggu sebanyak 20 mg/hari maksimum 80 mg/ hari. jangan diberikan pada malam hari kecuali pasien mengalami sedasi. dapat ditingkatkan 10-20 mg tiap beberapa minggu. Tmaks 6-8 jam. Kronik : 4-6 hari. metabolisme di hati menjadi norfluoksetin yang aktivitasnya sebanding dengan fluoksetin.ZAC .. ekskresi melalui urin. dosis tunggal atau dibagi dalam 2 dosis. premenstrual disporik Dosis. Farmakologi Diabsorbsi baik. panik. 15-30°C Kontraindikasi .Prozac . Sirosis : 12 hari. bulimia nervosa. T½ eliminasi 1-3 hari. Stabilitas Penyimpanan Simpan di suhu ruang. Sirosis : 7.

cemas. selera makan meningkat . agitasi. palpitasi. berat badan turun. xerostomia. mimpi aneh. hipertensi atau sindroma seretonin.Dengan Obat Lain : Inhibitor MAO non selektif ( fenelzin. mesoridasin. amnesia. pruritis. muntah.Hipersensitif terhadap fluoksetin atau komponen-komponen lain formulasi. Kulit: rash. Pasien pengguna inhibitor MAO. sinusitis. Kombinasi dengan selegilin menimbulkan mania. flatulens. berfikir abnormal. Pernafasan : faringitis. Interaksi . impoten. gangguan tidur. sakit kepala. Tunggu 5 minggu sesudah penghentian fluoksetin sebelum mulai dengan inhibitor MAO atau 2 minggu setelah penghentian inhibitor MAO sebelum mulai dengan fluoksetin. Mata : penglihatan abnormal. hipertensi. menguap. somnolens. demam. isokarboksid) atau inhibitor MAO lainnya (linezolid) sebaiknya tidak diberikan dengan fluoksetin karena menimbulkan reaksi yang fatal. hemorhage. tremor. emosi labil. saraf-otot: lemah. Efek Samping > 10% : SSP : insomnia. Genitourinari : sering berkemih. . nervous. SSP : pusing. telinga berdenging. Endokrin & metabolik : abnormal ejakulasi. gejala seperti flu. menggigil. anoreksia. diare. Endokrin & metabolik : penurunan libido. saluran cerna: mual. Saluran cerna : dispepsia. 1-10% : KV : vasodilatasi. tioridasin. sakit dada. konstipasi.

simpatomimetik. kava-kava.(sumatripan). sulfonamid. tioridasin. pergolid. Efek fuoksetin dapat menurun bila dikombinasi dengan karbamasepin. dan induktor CYP2D6 lainnnya. fenobarbital. ven Kombinasi fluoksetin dengan SSRI dan amfetamin. ritonavir. gotu kola dapat meningkatkan efek depresi SSP. ritonavir. Tunggu sampai 5 minggu setelah penghentian fluoksetin sebelum mulai dengan tioridasin. beta bloker tertentu. rifampin. ritonafir. paroksetin. fluvoksamin. Fluoksetin dapat menurunkan efek kodein. tramadol. antagonis serotonin. risperidon. dekstrometorfan. paroksetin. monitor. NSAID. trifluoperasin. dan inkoordinasi. . meperidin. nefazodon. propranolol. ropinirol. diazepam. oksikodon. tramadol mungkin akan meningkatkan resiko sindroma serotonin. hidrokodon. Siproheptadin dapat menghambat efek serotonin reuptake inhibitor. dan inhibitor CYP2C8/9 atau 2D6 lainnya. Kombinasi dengan diuretik kuat ( bemetanid. Fluoksetin dapat meningkatkan efek aminofilin. teofilin. fenitoin. fenotoin. fluoksetin. Kombinasi dengan warfarin dapat meningkatkan respons Pemberian bersama NSAID dan obat yang mempengaruhi pembekuan darah dapat meningkatkan resiko perdarahan. . lemah. St John's wort.Dengan Makanan : Etanol. furosemid dan torsemid) akan meningkatkan resiko hiponatremia. delavirdin.Fluoksetindapat menghambat metabolisme tioridasin atau mesoridasin sehingga dapat mengakibatkan resiko perpanjangan interval QT yang bisa menimbulkan aritmia fatal. Kombinasi dengan sumatripan dan antagonis serotonin lainnya dapat menimbulkan toksisitas. kuinin. Efek fluoksetin dapat ditingkatkan oleh klorpromazin. lidokain. kuinidin. Litium akan dapat diturunkan efeknya oleh fluoksetin. Kombinasi dengan litium akan menimbulkan resiko neurotoksik dan peningkatan serum litium. mikonazol. buspiron. hiperrefleksia. valerian. antidepresan trisiklik. meksiletin.

Hindari pemberian bila terpaksa diberikan. sianosis. fungsi sosial. kejang. tidak stabil) Aritmia ventrikel yang dapat menimbulkan torsade de pointes dan kematian bila dikombinasi dengan tioridasin. agitasi. Efek non teragenik yang dilaporkan muncul pada pemberian di trimester III adalah : distres pernafasan. Dapat menimbulkan mania/hipomania pada pasien bipolar. Kegagalan kognitif dan gangguan motorik yang timbul harus diwaspadai pada pengemudi atau operator mesin. kecemasan. turunkan perlahan sampai kemudian dihentikan pada trimester III. menangis. Penggunaan pada pasien yang gagal ginjal atau . Kemungkinan munculnya keinginan bunuh diri harus diwaspadai. serangan panik.Terhadap Ibu Menyusui : Masuk ke dalam ASI.Terhadap Anak-anak : - . sulit minum/menyusu. akatisia (gelisah tidak dapat duduk tenang). otot kaku. . apnu. tidur Bentuk Sediaan Kapsul 10 mg. tremor. muntah. penyakit inflamasi pulmonal. .Pengaruh . 20 mg. hiperrefleksia. Fluoksetin dikaitkan secara nyata dengan timbulnya rash dan alergi termasuk vaskulitis. Waspadai kejang dan kerusakan otak. mania. laringospasme. tidak dianjurkan. gelisah. reaksi anafilaktik. temperatur tubuh tidak stabil. hipo/hipertoni. hipoglikemi. sindroma seperti lupus.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C Dicurigai bersifat teratogenik.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Status mental terhadap depresi. hindari penggunaan monoterapi. ide bunuh diri. tablet 20 mg Peringatan Reaksi berat akibat penggunaan dengan inhibitor MAO : sindroma serotonin (hipertermia.

bingung. Martindale:The complete drug reference. tidak menghambat atau hambatan minimal terhadap reuptake norepinefrin dan dopamin. waspadai tetap berlangsungnya reaksi yang tidak diinginkan walau terapi sudah dihentikan. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/menggangu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. Et. insomnia. Karena panjangnya waktu paruh. Waspadai gangguan fungsi seks akibat penggunaan. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. agitasi. Beberapa bukti menunjukkan bahwa penggunaan obat ini dapat menimbulkan keinginan bunuh diri. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. hentikan penggunaan bertahap. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk terapi depresi mental dan hanya diberikan dengan resep dokter. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. hipomania. .. Tidak berikatan dengan reseptor alfa adrenergik. diskusikan hal ini dengan dokter. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC. Waspadai penggunaan kombinasi dengan antikoagulan. segera minum obat bila lupa. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. Waspadai gejala putus obat yang tiba-tiba : gelisah. histamin dan kholinergik. 34th ed.al. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari.hati tidak berfungsi serta pada orang tua. Pharmaceuticall Press 2005. Mekanisme Aksi Menghambat reuptake serotonin di SSP.

2.tasikmalayakota. The United States Pharmacopeial Convention. Dosis. larut dalam aseton.Sifat Fisikokimia .4 dihydro-2-H-1.al. Rand http://dinkes.USPDI 17th ed.Nama & Struktur Kimia . . drug Information handbook international. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral (efek obat dapat diturunkan setelah digunakan setiap hari) Anak-anak : < 6 bulan : 2-3 mg. Lexicomp 2005. larut sebagian dalam alkohol. Advice for the patient Drug Information in Lay Language .4 benzothiadizine-7-sulphonamide-1.go.kg/hari dalam dua dosis terbagi. Et. edema pada gagal jantung kongestif dan sindrom nefrotik.Inc.html HCT Deskripsi . sangat sedikit larut dalam air.1 dioxide. C7H8ClN3O4S2 Serbuk kristal berwarna putih atau hampir putih.php/informasi-obat/264-fluoksetin.id/index.LacyCF.Keterangan : : 6-chloro-3. :- Golongan/Kelas Terapi Diuretik Nama Dagang Indikasi Penanganan hipertensi ringan sampai sedang.

Hidroklorotiazida selain berefek sebagai diuretik.> 6 bulan : 2 mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi. Clcr < 10 mL/menit : jangan menggunakan hidroklorotiazida. Efek puncak : 4-6 jam. juga menyebabkan vosodilatasi pembuluh darah arteriol. Farmakologi Hidroklorotiazida adalah diuretik tiazida. Obat ini dapat diabsorpsi dengan baik melalui saluran cerna. Tidak mengalami metabolisme.5 -50 mg/hari.25 mg sekali sehari.8-7. dan dalam 3-6 jam dieksresikan melalui ginjal. Penyesuaian dosis pada gangguan ginjal.sehingga dapat menurunkan tekanan darah pada kasus hipertensi. Umumnya efek tampak setelah satu jam. Dewasa : Edema : 25-100 mg/hari dalam 1-2 dosis. T½ eliminasi : 5. Hipertensi : 12. Eksresi : melalui urin sebagai obat tidak berubah.6-14. Pasien lanjut usia : 12. yang meningkatkan ekskresi natrium. Onset kerja : diuresis:~2. Ikatan protein : 68%.8 L/kg. Stabilitas Penyimpanan Disimpan ditempat yang kedap udara Kontraindikasi . Obat ini bekerja senergistik dengan obat anti-hipertensi lainnya. klorida dan sejumlah air. Bioavailabilitas : 50%-80%.5 . peningkatan respon minimal dan gangguan elektrolit lainnya harus dipantau setelah > 50 mg/hari.8 jam. Durasi 6-18 jam. maksimum 200 mg/hari. Distribusi 3.

Diabetus mellitus. dermatitis eksfoliatif. anoreksia.Dengan Makanan : Makanan dapat mengurangi absorpsi hidroklorotiazida. Hindari efedra. Tiazida dapat memperpanjang durasi pada penggunaan bloking neuromuskular. Efek hipoglikemia dapat diturunkan. Pengaruh . Hindari dong quai untuk penanganan hipertensi (karena mempunyai aktifitas estrogen). ginseng dan yohimbe.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko : B . Peningkatan hipotensi dan/atau efek samping pada ginjal dari inhibitor ACE akan menghasilkan diuresis berat pada pasien/ Beta bloker meningkatkan efek hiperglikemia dari tiazida pada diabetes mellitus tipe 2. . Siklosporin dan tiazida akan meningkatkan risiko gout atau toksisitas ginjal. menurunkan efek diuretik dan antihipertensi. hipokalemia. anemia aplastik.Dengan Obat Lain : Peningkatan efek hidroklorotiazida dengan furosemida dan diuretik loop. Antiinflamasi non steroid dapat mengurangi efikasi tiazida. eritema multiforma. Toksisitas digoksin dapat meningkat jika tiazida menginduksi hipokalemia atau hipomagnesemia. dan kemungkinan hipersensitivitas terhadap golongan obat ini.Terhadap Ibu Menyusui : Hidroklorotiazida didistribusikan ke air susu. reaksi alergi (reaksi anafilaktik yang membahayakan hidup). alopsia. Interaksi . hipotensi. Efek Samping Hipotensi ortostatik. fotosensitivitas. gangguan fungsi hati. Penurunan absorpsi oleh kolestiramin dan kolestipol. gunakan dengan . tekanan pada epigastrik. sindrom Stevens-Johnson. Toksisitas lithium dapat jika tiazida meningkatkan ekskresi ginjal litium. < 1% : agranulositosis. tekanan pada pernapasan. trombositopenia dan nekrolisis epidermal toksik. miokarditis. anemia hemolitik. pneumonitis eosinofilik.

Gangguan elektrolit (hipokalemia. alkalosis hipokloremik. peningkatan asam. amonia. klorida. sulfonilurea. tekanan darah. Gout dapat terjadi pada pasien dengan riwayat gout. Jangan dihentikan walaupun telah merasa . hiponatremia) dapat terjadi. Gunakan dengan perhatian pada pasien dengan konsentrasi kolesterol menengah sampai tinggi. amilase. kolesterol. glukosa.Terhadap Anak-anak : - . blood urea nitrogen dan kreatinin. elektrolit serum. Hilangkan hipokalemia sebelum memulai terapi. hindari jika pernah terjadi reaksi alergi sebelumnya Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1. Dapat terjadi reaksi hipersensitifitas. dapat mengalami perubahan pada kontrol glukosa. Bentuk Sediaan Tablet 25 mg Peringatan Hindari penggunaan hidroklorotiazida pada penyakit ginjal parah. Hati-hati pada pasien diabetes. Gunakan dengan perhatian pada pasien dengan gangguan hati: ensefalopati hati dapat terjadi akibat gangguan elektrolit.gagal jantung kronik.Terhadap Hasil Laboratorium : Meningkatkan kreatinin fosfokinase. inhibitor karbonik anhidrase. tiazida dan diuretik loop (kecuali asam etakrinat). Obat dimakan secara teratur sesuai petunjuk dokter. magnesium dan kalium.perhatian . Penggunaan pada pasien alergi terhadap sulfonamid dikontraindikasikan. kalsium. Parameter Monitoring Periksa cairan tubuh. penurunan klorida. Fotosensitivitas dapat terjadi. Dapat memperparah lupus eritematosus atau mencetuskannya. Ada kemiripan sifat kimia antara sulfonamid.

5. 10. Obat dimakan bersamaan dengan makanan lain atau dengan susu.php/informasi-obat/276-hct. Hubungi dokter bila timbul diare. Sungguhpun demikian jangan menambah jumlah obat bila obat telah habis selalu melalui resep dokter.id/index. Bila timbul lendir pada hidung. Jauhkan dari jangkauan anak. Jika mungkin jangan makan obat ini menjelang tidur. 9.sembuh. 8. atau bangun dari tempat tidur secara terburu-buru. jangan mengobati diri sendiri. 6. 3. Kemungkinan akan menjalani pengobatan dalam jangka waktu lama. berdiri cukup lama. Segeralah duduk kembali atau berbaring bila timbul rasa pusing.html . 34th edition. Obat ini kemungkinan akan menyebabkan penglihatan menjadi kabur. merubah tubuh secara mendadak. akibatnya ekskresi natrium dan air meningkat Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Martindale. 7. 2005 http://dinkes. Misalnya sewaktu mau bangun tidur sebaiknya duduk dulu dipinggiran tempat tidur sambil kaki dibiarkan tergantung ke bawah selama beberapa menit. Hubungi dokter bila timbul rasa kelelahan pada otot atau rasa nyeri mendadak pada persendian . minum alkohol. karena tidur anda akan terganggu karena akan sering buang air kecil. bawalah ke dokter. Tekanan darah tinggi adalah penyakit kronis. Mekanisme Aksi Inhibisi rearbsorpsi pada tubulus ginjal. Obat ini bisa menimbulkan rasa pusing dan kelelahan bila mengerjakan sesuatu.go. 2. Kunyalah permen karet (non gula) untuk menghilangkan rasa kekeringan pada mulut. 4. Jangan mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin.tasikmalayakota.

Karbamazepin Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : 5H-Dibenz[b1flazepina-5-karboksamida]. Pemerian : Serbuk putih sampai hampir putih. Kelarutan: Praktis tidak : larut dalam air; larut dalam etanol dan aseton (farmakope Indonesia ed.IV) - Keterangan :-

Golongan/Kelas Terapi Antikonvulsi

Nama Dagang - Bamgetol - Teril - Cetazep - Karbamazepin (Generik) - Suppositoria - Tegretol

Indikasi Epilepsi semua jenis,kecuali petit mal, neuralgia trigeminus; propilaksis pada manik depresif. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Penanganan Seizure : Dosis untuk dewasa dan anak di atas 12 tahun adalah 200 mg 2 kali sehari atau 100 mg ), 4 kali sehari. Dosis dinaikkan sampai 200 mg, 3-4 kali sehari. Dosis untuk anak 6-12 tahun adalah 100 mg, 2 kali sehari atau 50 mg, 4 kali sehari. Dosis untuk anak di bawah 6 tahun adalah 10-20 mg/kg berat badan dalam 2-3 dosis terbagi. Penanganan neuralgia trigeminus : Dosis awal 100 mg, 2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 200 mg setiap hari dengan

peningkatan 100 mg setiap 12 jam untuk tablet atau peningkatan 50 mg, 4 kali sehari sampai rasa sakit hilang.(AHFS Drugs Information p.2144) Farmakologi Aksi farmakologi dari karbamazepin secara kualitatif mirip dengan antikonvulsan derivat hidantoin. Aktifitas antikonvulsan dari karbamazepin, seperti fenitoin, pada dasarnya dengan membatasi hantaran seizure dengan mengurangi potensiasi posttetanic (PTP) transmisi sinaps. Karbamazepin menghilangkan nyeri pada neuralgia trigeminal dengan mengurangi transmisi sinap di dalam nukleus trigeminal. Karbamazepin juga mempunyai efek sedatif, antikolinergik, antidepresan, relaksasi otot, antiaritmia, antidiuretik, dan aksi penghambatan transmisi neuromuskular. Karbamazepin hanya mempunyai efek analgesik ringan. (AHFS Drugs Information p. 2139). Stabilitas Penyimpanan Tablet karbamazepin, tablet lepas-lambat dan tablet kunyah harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat, tidak tembus cahaya dan pada temperatur tidak lebih dari 30°C (AHFS Drugs Information p. 2139) Kontraindikasi Hipersensitif terhadap karbamazepin, antidepresan trisiklik, atau komponen sediaan; depresi sumsum tulang belakang; (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. 269) Efek Samping Biasanya dihubungkan dengan hipermagnesemia, mual, muntah, haus, flushing kulit, hipotensi, aritmia, koma, depresi nafas, ngantuk, bingung, hilang refleks tendon, lemah otot, kolik dan diare pada pemberian oral. Interaksi

- Dengan Obat Lain : Alkohol : Efek samping SSP dari Karbamazepin mungkin ditingkatkan. Analgetik : dekstropropoksifen menaikkan efek karbamazepin; khasiat tramadol diturunkan oleh

karbamazepin Antibakteri : metabolisme doksisiklin dipercepat (mengurangi efek); kadar plasma karbamazepin ditingkatkan oleh klaritromisin, eritromisin dan isoniazid (hepatoksisitas isoniazid mungkin juga meningkat) Antikoagulan : metabolisme nikumalon dan warfarin dipercepat (mengurangi efek antikoagulan) Antidepresan : antagonisme efek antikonvulsan (ambang kejang diturunkan); kadar plasma karbamazepin ditingkatkan oleh fluoksetin, fluvoksamin, dan viloksazin; metabolisme mianserin dan trisiklik dipercepat (menurunkan kadar plasma); disarankan untuk menghindari pemakaian bersama MAOI atau dalam waktu 2 minggu setelah MAOI Antiepileptika lain : pemberian bersama dua atau lebih obat antiepileptika dapat meningkatkan toksisitas tanpa diiringi peningkatan dalam efek antiepilepsi; selain itu interaksi antara masingmasing obat antiepilepsi mempersulit pemantauan pengobatan;interaksi termasuk peningkatan efek, peningkatan sedasi, dan penurunan kadar plasma Antimalaria : klorokuin dan meflokuin melawan efek antikonvulsan Antipsikotik : antagonisme efek antikonvulsan (ambang kejang menurun); metabolisme haloperidol, olansapin dan sertindol dipercepat (menurunkan kadar plasma) Antivirus : lihat Ritonavir Antagonis-Kalsium : diltiazem dan dan verapamil menaikkan efek karbamazepin; efek felodopin, isradipin dan mungkin nikardipin dan nifedipin dikurangi. Glikosida jantung : hanya metabolisme digitoksin yang dipercepat (mengurangi efek) Kortikosteroid : metabolisme dipercepat (menurunkan efek) Siklosporin : metabolisme dipercepat (menurunkan kadar plasma siklosporin) Diuretik : meningkatkan risiko hipoatremia Antgonisme Hormon : danazol menghambat metabolisme karbamazepin (meningkatkan efek); metabolisme toremifen mungkin dipercepat Litium : dapat terjadi neurotoksisitas tanpa meningkatkan kadar plasma litium Relaksan otot : efek relaksan otot non-depolarizing dilawan (kepulihan dari blok neuromuskular

270) Pengaruh .Terhadap Ibu Menyusui : Terdistribusi dalam air susu ibu / tidak direkomendasikan. hal 487). (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. . . tetapi jika manfaat pemberian melebihi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap ibu hamil maka dapat digunakan (mis : jika obat dibutuhkan pada keadaan yang mengancam jiwa atau untuk penyakit yang serius dan tidak ada obat lain yang lebih aman untuk digunakan.dipercepat) Estrogen dan Progesteron : karbamazepin mempercepat metabolisme kontrasepsi oral (menurunkan efek konrasepsi) Retinoid : Kadar plasma mungkin diturunkan oleh isotretinoin Teofilin : metabolisme teofilin dipercepat (mengurangi efek) Tiroksin : metabolisme teofilin dipercepat (dapat meningkatkan kebutuhan akan tiroksin pada hipotiroidisme) Obat-obat Antiulkus : metabolisme dihambat oleh simetidin (menaikkan kadar plasma karbamazepin) Vitamin : karbamazepin mungkin menaikkan kebutuhan vitamin D (IONI. 2158) . Dapat menembus plasenta.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko D : Ada bukti positif risiko kematian janin. (AHFS Drugs Information p. hindari digunakan bersama-sama.Dengan Makanan : Kadar karbamazepin dalam darah dapat meningkat bila diberikan dengan jus grapefruit.

(IONI hal 154) Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mekanisme Aksi Selain sebagai antikonvulsan. T4 dan natrium. hamil..Terhadap Anak-anak : - . menurunkan kalsium. (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. tes fungsi hati. Menekan aktifitas ventralis nukleus pada talamus atau menurunkan transmisi sinaptik atau menurunkan jumlah stimulasi temporal yang menyebabkan neural discharge dengan cara membatasi influks ion natrium yang menembus membran sel atau mekanisme lain yang belum diketahui. antidiuretik. Tablet Lepas Lambat. ALT. antineuralgik. urinalisis. menyususi. 250 mg. terutama saat dosis dinaikkan. riwayat penyakit jantung. antidepresif dan antiaritmia. alkalin fosfatase. T3. meningkatkan BUN. Parameter Monitoring CBC dengan hitung platelet. tes fungsi tiroid. BUN. antimanic. pemeriksaan mata (refleks pupil). AST. amati pasien yang mengalami sedasi yang berlebih. Tablet Kunyah. kadar besi dalam darah. retikulosit. glaukoma. karbamazepin mempunyai efek sebagai antikolinergik. pelemas otot. bilirubin. kadar karbamazepin dalam serum. hindari pemutusan obat mendadak. 271) Bentuk Sediaan Tablet 125 mg.Terhadap Hasil Laboratorium : Dapat berinteraksi dengan beberapa tes kehamilan. . panel lipid. riwayat reaksi hematologik terhadap obat lain. Sirup Peringatan Gangguan hati atau gangguan ginjal. kadar natrium dalam serum.

CTM .Pehachlor . C16H19CIN2 Klorfeniramin berbentuk kristal putih tidak berbau. : Deksklorfeniramin maleat merupakan bentuk dextro isomer.id/index. Golongan/Kelas Terapi Antialergi Nama Dagang .go. (Lexi-Comps Drug Information Handbook p.Sifat Fisikokimia : Chlorpheniramine.tasikmalayakota. secara kimia terkait dengan antidepresan trisiklik.php/informasi-obat/288-karbamazepin. .Orphen . memiliki aktivitas 2X lipat dibanding klorfeniramin berbentuk rasematnya. larut dalam etanol dan dalam kloroform. Mudah larut dalam : air.menstimulasi pelepasan ADH dan berpotensi meningkatkan kemampuan ADH untuk mereabsorpsi air. sukar larut dalam eter dan dalam benzena.Cohistan .Nama & Struktur Kimia .html Klorpheniramin Deskripsi . 270) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI BNF AHFS http://dinkes.Keterangan Klorfeniramin merupakan antihistamin derivat propilamin.

antara 15 -30°C. Metabolisme klorfeniramin sangat luas dan cepat. Kecepatan ekskresi tergantung pada pH urin dan aliran urin. N-dealkilasi akan mendapatkan beberapa metabolit. Hindari penggunaan pada bayi prematur atau baru lahir karena kemungkinan . kemudian dalam hati dan dapat mengalami kejenuhan. menurun bila pH naik dan aliran urin berkurang. dengan Cmax sekitar 2 jam dan efek terapi maksimal sekitar 6 jam. Pada pasien gagal ginjal dengan hemodialisa. hingga 24 mg/hari. Durasi aksi antara 4-8 jam. Tutup wadah rapat-rapat setelah digunakan. Klorfeniramin terdistribusi luas pada jaringan dan cairan tubuh dan dapat menembus plasenta serta diekskresikan melalui ASI. sewaktu terjadi serangan asma akut. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada suhu kamar. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dewasa dan remaja : Dosis oral : Dosis yang disarankan adalah 4 mg tiap 4-6 jam. T½ pada dewasa sehat dan anak-anak masingmasing adalah 20-24 jam dan 10-13 jam. Anak-anak 6-12 tahun: Dosis yang disarankan adalah 2 mg setiap 4-6 jam.. tetapi T½ eliminasi bervariasi tergantung umur. T½ plasma antara 2-4 jam. pertama dalam mukosa lambung. Anak-anak umur 2-5 tahun: Dosis yang disarankan adalah 1 mg setiap 4-6 jam maksimal 4 mg/hari. Farmakologi Onset klorfeniramin sekitar 30-60 menit.gejala hipertrofi prostat. Buang obat jika sudah melampaui waktu kadaluwarsa. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap klorfeniramin maleat atau komponen lain dalam formulasi. ulkus peptik. Ikatan protein mendekati 72%. glukoma sudut sempit. sama dengan induknya. T½ dapat memanjang hingga 280-330 jam. Pasien usila lebih sensitif terhadap efek antikolinergik. Usia lajut : Mulai dengan dosis serendah mungkin.Chlorphenon Indikasi Rinitis alergi dan gejala alergi lain termasuk urtikaria Dosis. obstruksi pyloroduodenal. yang diekskresikan dalam urin. hingga 12 mg/hr.

Dengan Makanan : Makanan : memperlambat absorpsi tetapi tidak mengurangi bioavailabilitasnya. Penghambat MAO. 3A4 (major) . lemas. diklofenak. propofol. Otot : Artralgia. meningkatkan nafsu makan. fenotiasin. quinidin. Gastrointestinal : Mual. Meningkatkan toksisitas (depresi SSP): depresan SSP. Penghambat CYP2D6 (lemah). klaritromisin. Ginjal : Poliuria. Mata : Diplopia. eritromisin. xerostomia. Contoh obat ini meliputi antifungi azole. Etanol/Nutrisi/Herbal.10% : Susunan saraf pusat : Sakit kepala. Penghambat CYP3A4 : Dapat meningkatkan kadar klorfeniramin. diarea. antidepresan trisiklik. Etanol : Hindari penggunaan etanol (dapat meningkatkan depresi SSP). Pernapasan : Faringitis Interaksi . eksitabilitas. nefazodon. doksisiklin. dan verapamil. .Dengan Obat Lain : Substrat CYP2D6 (minor). isoniazid. Saluran pernapasan : mengentalkan sekresi bronkial 1% . penghambat protease. sakit perut. imatinib. Genitourinaria : Retensi urinar. pusing. rasa lelah. meningkatkan berat badan.mengalami SIDS. nikardipin. Efek Samping > 10% : Susunan saraf pusat : mengantuk. .

Diperlukan penggantian ASI apabila ibu menyusui perlu penggunaan Klorfeniramin secara rutin. . Disarankan metode non farmakologi seperti banyak minum dan istirahat bila muncul gejala flu atau alergi selama kehamilan. Manifestasi efek samping pada bayi biasanya berupa iritabilitas. . . Tidak ada penelitian terkendali pada ibu hamil. meskipun data yang ada dilaporkan penggunaan pada ibu hamil terutama trimester pertama dan kedua tidak ditemukan gangguan pada janin. dapat meminimalkan pemaparan pada bayi. Pada beberapa anak. hipereksitabilitas.Pengaruh . Obat ini hanya diberikan bila perlu. jangka pendek dan benar-benar memberikan keuntungan. mengantuk. Dosis tunggal sebelum tidur setelah menyusui terakhir.Terhadap Kehamilan : Pada ibu hamil.Terhadap Hasil Laboratorium : Tidak diperlukan pemantauan laboratorium Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet Peringatan . antihistamin dapat menstimulasi paradoksikal SSP. gangguan pola tidur. atau rewel.Terhadap Ibu Menyusui : Klorfeniramine harus digunakan hati-hati pada ibu menyusui. Klorfeniramin diklasifikasikan dalam kategori B.Terhadap Anak-anak : Klorfeniramin disarankan pada anak-anak > 2 tahun. seperti antagonis H1 umumnya. tidak disarankan penggunaan obat ini pada 2 minggu menjelang kelahiran karena potensial terjadinya retrolental fibroplasia pada bayi prematur. Namun. Antihistamin tidak direkomendasikan pada neonatus karena kemungkinan stimulasi paradoksikal SSP atau kejang.

Obat ini menyebabkan kantuk, hati-hati bila digunakan pada kondisi yang memerlukan kewaspadaan penuh seperti menjalankan mesin atau mengendarai kendaraan bermotor. Gunakan hati-hati pada pasien dengan glukoma sudut tertutup, obstruksi pyloroduodenal (termasuk ulkus peptik stenotik), obstruksi saluran kemih (termasuk obstruksi leher kandung kemih dan gejala hiperplasia prostat), hipertiroidi, peningkatan tekanan intraokuler, dan penyakit kardiovaskuler (termasuk hipertensi dan takikardi). Karena berefek sedatif dan antikolinergik, tidak disarankan penggunaan jangka waktu lama pada usila. Dapat menyebabkan eksitasi paradoksikal pada anakanak dan dapat menyebabkan halusinasi, koma dan kematian pada dosis tinggi. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Minum tablet sesuai dengan anjuran. Boleh diminum dengan susu atau makanan bila mengalami iritasi lambung. Bila lupa minum obat, segera minum begitu ingat. Apabila mendekati waktu minum berikutnya, minum hanya satu dosis saja, jangan menambah dosis. Mekanisme Aksi Kompetisi dengan reseptor H1 pada sel efektor di saluran pencernaan, pembuluh darah dan saluran pernapasan. Monitoring Penggunaan Obat Kaji kemungkinan penggunaan obat-obat lain yang mempengaruhi terapi, meliputi OTC, suplemen, atau produk herbal. Juga kaji kebiasaan pasien mengkonsumsi kopi atau alkohol, perokok, atau penyalahgunaan obat. Daftar Pustaka Lexi-comp http://dinkes.tasikmalayakota.go.id/index.php/informasi-obat/296-klorpheniramin.html

Lamivudin Deskripsi

- Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia - Keterangan

:

2'3' dideoxy-3'thiacytidine.

: Lamivudin merupakan padatan berwarna putih. Larut dalam air. :-

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang - 3TC - Epivir-HBV - Epivir

Indikasi Epivir digunakan untuk mengobati HIV dengan dikombinasikan dengan antiviral lain. EpivirHBV digunakan untuk hepatitis B kronis dengan bukti kenyataan bahwa hepatitis B replikasi virus dan inflamasi aktif hati. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis: formulasi dan dosis dari Epivir-HBV tidak memadai untuk pasien yang mengalami kedua infeksi dari HBV dan HIV.gunakan kombinasi dua antivirus bila mengobati HIV. - Oral: - anak umur 3 bulan – 16 tahun HIV: 4 mg/kg 2 kali sehari. (maksimum 150 mg 2 kali sehari). - anak-anak 2 – 17 tahun pengobatan Hepatitis B (Epivir-HBV): 3 mg/kg sehari 1 kali (maksimum 100 mg/kg). - Anak-anak dan dewasa: pencegahan HIV mengikuti 150 mg/kg 2 kali sehari (dengan zidovudin dan dengan atau tanpa inhibitor protease tergantung pada risiko yang ada) - Dewasa: HIV : 150 mg 2 kali sehari atau 300 mg sehari sekali. < 50 kg 4 mg/kg 2 kali sehari (maksimum 150 mg, 2 kali sehari) - Dosis pada kerusakan ginjal: untuk anak-anak tidak dianjurkan. Untuk dewasa Cl > 50 ml/menit

>= 60 kg 40 mg setiap, 12 jam < 60 kg, 30 mg setiap 12 jam. Cl 26 – 50 ml/menit, >= 60 kg, 20 mg setiap 12 jam, < 60 kg 15 mg setiap 12 jam. Cl 10 – 25 ml/menit - Lansia : Dosis disesuaikan dengan keadaan ginjal dan monitor simtom neuropathy Farmakologi Distribusi : Va : 0,5 L/kg Bioavailabilitas : 86,4% Metabolisme: mengalami perubahan menjadi metabolit tidak aktif. Elminiasi T½ 1-1,6 jam Waktu puncak: 1 jam Ekskresi : 40% melalui urin menjadi obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Sebagai kapsul dan puyer stabil disimpan di ruang dengan temperatur kamar. Sesudah dicairkan stabil selama 30 hari bila disimpan di lemari pendingin. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap lamivudin atau komponen lain dalam sediaan. Efek Samping Sakit perut, mual, muntah, diare, sakit kepala, demam, ruam, alopecia, rasa malas, insomnia, batuk, gangguan pada hidung, arthralgia, sakit pada otot dan neuropathy perifer. Interaksi

- Dengan Obat Lain : Penggunaan bersama : -hidroksi urea akan meningkatkan efek pankreatitis dan hepatotoksik. - zalcitabine, terjadi peningkatan neuropati perifer. - zidovudin, mengurangi foforilase intraseluler

yang nampak maupun simptom. muntah. 1 mg/ml (200 ml) Peringatan Terapi lamivudin harus dihentikan jika sakit perut semakin parah.Penggunaan lamivudin harus hati-hati pada pasien hepatomegali atau pasien dengan faktor risiko gangguan . hepatomegali atau laktat asidosis yang tidak diketahui etiologinya.Terhadap Anak-anak : - . kontraindikasi untuk ibu menyusui . atau hasil biokimia yang tidak normal.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Monitor fungsi liver.Terapi dengan lamivudin mungkin dapat menyebabkan laktat asidosis dan harus dihentikan jika terjadi peningkatan konsentrasi aminotransferase. bisa digunakan dengan perhatian .Dengan Makanan : - Pengaruh .doxorubisin. . angka kekuatan viral dan angka CD4 Bentuk Sediaan Kapsul 15 mg.. mengurangi fosorilasi intraseluler. 40 mg Puyer Untuk Larutan Oral.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui efek masuknya ke dalam ASI. sampai terjadinya pankreatitis. 30 mg.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . mengurangi fosforilasi intraseluler. 20 mg. bisa digunakan dengan perhatian. mual.ribavirin. neuropati.

angka kekuatan virus dan CD4 Daftar Pustaka http://dinkes.Sifat Fisikokimia .hasil laboratorium dari fungsi hati. terutama untuk mencegah resistensi yang emergensi.2.hati.php/informasi-obat/301-lamivudin. Sekitar pH 5.id/index. Pada rentang pH ini : Levofloxacin mempunyai kelarutan.Nama & Struktur Kimia . neuropati.3-dihydro-3-methyl-10-(4-methyl-1-piperazinyl)-7: oxo-7H-pyrido[1.Keterangan (-)-(S)-9-fluoro-2. kelarutannya meningkat cepat hingga mencapai maksimum p .4-benzoxazine-6-carboxylic acid hemihydrate. Data menunjukkan. pada pH 0.tasikmalayakota. C18H20FN3O4 • ½ H2O : Levofloksasin berbentuk serbuk kristal putih kekuningan hingga serbuk kuning. Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Simtom yang ada.6 – 5.html Levofloksasin Deskripsi .8. dan efek samping untuk menjamin kepatuhan pasien. Sebagian molekul obat akan terionisasi pada pH usus halus.3-de]-1. dari larut hingga mudah larut.go.8 kelarutan Levofloksasin cenderung konstan (sekitar 100 mg/mL). Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Lakukan diskusi degan pasien mengenai frekuensi pemberian obat.

Cravox .Lexa . sinusitis bakteri akut. termasuk juga MDRSP (multidrug resistant strains of S.Levovid . Nosokomial: 750 mg setiap 24 jam untuk 7-14 hari.Prolevox .Nufalev .Levocin . termasuk juga pyelonepritis akut yang disebabkan oleh E.Difloxin . Pneumonia: Community – acquired: 500 mg setiap 24 jam untuk 7-14 hari atau 750 mg setiap 24 jam untuk 5 hari (efikasi obat pada pemberian 5 hari untuk MDRSP tidak dapat dipastikan). infeksi kulit (dengan atau tanpa komplikasi).Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . sedang dan berat yang disebabkan oleh organisme yang sensitive.Prolecin .Cravat . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral. neumoniae nosokomial. IV: dewasa Sinusitis bakteri (akut): 500 mg setiap 24 jam untuk 10-14 hari atau 750 mg setiap 24 jam untuk 5 hari. bronchitis kronis.Mosardal . Dosis.coli.Voxin .Volequin Indikasi Sistemik: Pengobatan infeksi ringan. . Bronkitis kronis (bakteri eksaserbasi akut): 500 mg setiap 24 jam untuk 7 hari. meliputi CAP (community-acquired penumoniae).pneumoniae). prostatitis (cronic bacterimia).Inacid . Ántrax inhalasi: 500 mg setiap 24 jam untuk 60 hari.Nislev . infeksi saluran urin dengan atau tanpa komplikasi. pengobatan ulcer kornea yang disebabkan oleh bakteri yang sensitive. untuk profilaksis serangan anthrak (setelah terpapar) Oftalmic: Pengobatan konjungtivitsi bakteri yang disebabkan oleh organisme. dimulai sejak terpapar.

Pengobatan hari 3-7:1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 4 jam saat masih terjaga. Tetes mata: Konjungtifitis ( larutan tetes mata 0.Hemodialisis (CAPD) : 250 mg setiap 48 jam Infeksi saluran urin tanpa komplikasi : tidak ada penyesuaian dosis. sinusitis akut.atau inhalasi anthrak: dosis awal 500 mg.protatitis bakterial kronik.hingga 4 kali sehari. Infeksi saluran urin: tanpa komplikasi: 250 mg satu kali sehari selama 3 hari. hingga 8 kali sehari. Dengan komplikasi: 750 mg setiap 24 jam selama 7-14 hari. dosis selanjutnya: ClCr 20-49 mL/menit : 750 mg setiap 48 jam ClCr 10-19 mL/menit : 500 mg setiap 48 jam . infeksi kulit tanpa komplikasi.5%): dosis anak >1 tahun dan dewasa: pengobatan hari 1 dan 2 : dimulai 1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 2 jam saat masih terjaga. Komplikasi: termasuk pyelonephritis akut: 250 mg setiap 24 jam untuk 10 hari. Infeksi kulit: infeksi tanpa komplikasi: 500 mg setiap 24 jam untuk 7-10 hari.pyelonefritis akut:ClCr 10-19 mL/menit:250 mg setiap 48 jam Infeksi kulit dengan komplikasi sinusitis bakterial akut.Prostatitis: (cronic bacterial): 500 mg setiap setiap 24 jam selama 28 hari.community-acquired pneumonia atau pneumonia nosokomial: dosis awal 750 mg.5%): Dosis anak > 6 tahun dan dewasa: 1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 30 menit sampai 2 jam saat masih terjaga dan 4-6 jam setelah istirahat. Ulcer kornea : (larutan tetes mata 1.ClCr 10-19 mL/menit : 250 mg setiap 48 jam. community-acquired pneumonia. Perawatan hari ke-4 untuk melengkapi pengobatan : 1-2 tetes ke mata yang sakit saat masih terjaga setiap 4 jam saat masih terjaga. Dosis pada gangguan ginjal : Bronkhitis kronis. dosis selanjutnya : ClCr 20-49 mL/menit : 250 mg setiap 24 jam. Infeksi saluran urin dengan komplikasi.

jaringan ginekologi. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap levofloksasin dan hipersensitif terhadap komponen dalam sediaan. Bioavailabilitas: 99%. Ikatan protein: 50%. terlindung dari cahaya. Efek Samping Kejadian 1-10% . Sebelum pencampuran: simpan pada < 25°C. T max: dalam serum 1-2 jam. Eksresi: utamanya melalui urin (dalam bentuk utuh) Stabilitas Penyimpanan Injeksi: Vial: simpan pada suhu ruangan. sinus. Tablet: larutan oral: simpan pada suhu 25°C: dapat direkomendasikan rentang suhu ruangan antara 15°-25°C. Dapat bertahan selama 14 hari jika disimpan dalam lemari pendingin. konsentrasi cairan serebrospinal ~15% pada serum. Konsentrasi tinggi pada prostat. saliva. Distribusi: Vd: 1. hasil pelarutan 5 mg/ml dalam larutan yang sesuai dapat bertahan selama 72 jam jika disimpan pada suhu ruangan. Jika dalam lemari pembeku (frozen) dapat bertahan selama 6 bulan dan jangan dilakukan pembekuan ulang serta jangan gunakan pemanas untuk mencairkan obat dari proses pembekuan. paru.25 L/kg .Hemodialisis (CAPD) : 500 mg setiap 48 jam Farmakologi Absorbsi: cepat dan lengkap. Metabolisme: minimal melalui hati. T½ eliminasi: 6-8 jam.

pening (2%). . kolethiasis. hematoma.Gastrointestinal: mual (7%). gagal hati. diare (5%). karsinoma. kolestasis. granulositopenia. dehidrasi. kejang. efusi pleura. Kurang dari 1 % dan hilang dengan sendirinya: Sistemik: ARF.neuropati perifer.1%). reaksi anafilaksis. hipertensi / hipotensi. kerusakan lambung. abnormalitas WBC. abnormalitas elektrolit. asistes. kerusakan tendon. limphadenopaty. infeksi. Probenecid kemungkinan akan meningkatkan kadar levofloksasin. depresi pernapasan. Okular: menurunnya daya lihat (sementara). agranulositosis. pulmonary embolism. vaginitis (1%). edema. aritmia. gagal jantung. udem paru. mioacardial infraction. phlebitis. hipertensi intrakranial. pankreatitis. demam Dermatologi: pruritus (1%). somnolence. Interaksi . fatigue (1%).Kardiovaskular: nyeri dada. reaksi alergi. atralgia. postural hipotensi. stop jantung. leukositosis.CNS: sakit kepala (6%). stupor. kerusakan mata. kerusakan jaringan kulit. peningkatan INR. dispepsia (2%). eritema multiform. rasa terbakar pada mata (sementara).Respiratoria: faringitis (4%). leukorrhea. pseudomembranous kollitis.Dengan Obat Lain : Peningkatan efek toksis: Meningkatkan efek toksis gliburid dan warfarin. flatulence (1%). paralisis. konjungtifitis. leukopenia.peningkatan waktu pembekuan darah. bronkospasmus. muntah (2%). peningkatan transaminase. sindrom stevensjohnson . gagal napas. anemia hemolitik. nyeri ocular (sementara). sensitif terhadap cahaya (<0. ensefalopati. ruam (1%).Genitauria. depresi.Hematologi: limfopenia (2%). tremor. jaundice. syncope. purpura. pendarahan saluran cerna. multiple organ failur. konfusi. kerusakan jaringan otak. sinusitis (1%). dyspnea (1%). hemoptisis. Dengan kortikosteroid kemungkinan akan meningkatkan kerusakaan tendon.ansietas. halusinasi. bradikardi. parestesia. nyeri lambung (3%). insomnia (5%). trombositopenia. migren. konstipasi (3%). fotopobia. nyeri (1%). abnormalitas EEG. rhinitis (1%).anoreksia. gangren.

antipsikotis. Sediaan suspensi oral sebaiknya digunakan dalam keadaan perut kosong (1 satu jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). CBC. antidepresan siklik). . tidak direkomendasikan . quinapril. Dilaporkan terjadi arthropaty (hasil pengamatan pada hewan uji.Terhadap Ibu Menyusui : Ekskresi obat kedalam ASI belum diketahui. mineral kation. walaupun demikian terjadi penurunan berat badan kematian janin pernah dilaporkan . jarang dilaporkan terjadi pada manusia) penggunaan levofloksasin pada ibu hamil. cisaprid. . elektrolit (hipokalemia). Pengaruh . suhu badan) . Efek teratogenik tidak teramati pada hewan uji.Terhadap Anak-anak : Tidak direkomendasikan penggunaan pada anak < 18 tahun.Dengan Makanan : Tablet dapat digunakan tanpa ada perhatian terhadap makanan. Penggunaan seharusnya dipisah.Meningkatkan aritmia. antasida. eritromisin. elektrolit suplemen oral. tes ginjal. kardiogram. jika digunakan dengan obat – obat yang memperpanjang QTc (aritmia kelas 1ª dan III . sukralfat. Menurunkan efek: Kadar obat akan menurun jika digunakan bersamaan dengan. Parameter Monitoring WBC (white blood count) Tanda – tanda infeksi (kultur biakan bakteri.Terhadap Hasil Laboratorium : Berpengaruh terhadap hasil pengukuran : tes fungsi hati.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C.

Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. Larutan Tetes Mata. urtikaria.SGPT) Bentuk Sediaan Infus.Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat.harap menghubungi apoteker.seperti mual. konfusi. kulit melepuh. ClCr) Fungsi hati (SGOT. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. Larutan Untuk Oral. maka sebaiknya levofloksasin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. hati – hati pada penggunaan pada pasien yang diketahui mengalami gangguan SSP dan gagal ginjal. menghambat relaksasi superkoloid DNA dan memicu kerusakan DNA bakteri.maka harap menghubungi dokter Mekanisme Aksi Menghambat DNA-gyrase pada organisme yang peka.Jika masih belum memahami ttg penggunaan obat.Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). Tablet Peringatan Sistemik: Tidak direkomendasikan penggunaan pada anak < 18 tahun.diare atau respon hipersensitivitas. rekombinasi dan transposisi Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat.Memantau pasien yang mendapatkan obat-obat lain yang berpotensi menimbulkan interaksi . halusinogen dan kejang. Injeksi. transkripsi. DNA gyrase (topoisomerase II) adalah enzim esensial bakteri yang berfungsi untuk memperbaiki struktur superhelik DNA yang diperlukan untuk replikasi. SSP: menstimulasi terjadinya tremor. seperti reaksi anafilaksis. kulit terasa geli) maka hentikan pemberian obat.Renal (BUN. malas. Reaksi hipersensitifitas parah. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. jika terjadi reaksi alergi (gatal-gatal.

Fladex . http://dinkes.Sifat Fisikokimia 1-(2-Hydroxyethyl)-2-methyl-5. larutan isotonik dengan pH 4.php/informasi-obat/304-levofloksasin. tidak berwarna.Metrofusin .tasikmalayakota. 2005 Farmakope Indonesia IV.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . Sinonim : Metronidazol hydrochloride. C6H9N3O3.6. 1995. 1-(-Ethylol)-2-methyl: 5-nitro-3-azapyrrole.Mebazid .Elyzol .5 – 7. AHFS DRUG.id/index. Injeksi metronidazol jernih. . Daftar Pustaka Drug information hand book. Sinonim : C12H12N2O2S Dalam perdagangan metronidazol terdapat dalam bentuk basa dan garam hidroklorida. dalam perdagangan berupa serbuk berwarna putih.Fortagyl . (DIH).Nama & Struktur Kimia .html Metronidazol Deskripsi . Sedikit larut dalam air dan dalam alkohol.dengan obat levofloksasin. 2-Methyl5-nitroimidazole-1-ethanol .go. asam sitrat dan natrium klorida. dan mempunyai : pKa 2. 2006.Gravazol . Metronidazol hidroklorida sangat larut dalam air dan larut dalam alkohol.Flagyl .nitroimidazole. dengan osmolarity 297-314 mOsm/L dan mengandung natrium fosfat. Sebagai basa berupa serbuk kristal berwarna putih hingga kuning pucat.Corsagyl .

Metrolet . anak-anak 7.Trogyl . 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam. pemberian secara infus intravena lebih dari 20 menit. anak-anak setiap 8 jam selama 3 hari.. infeksi protozoa.Metronidazol (Generik) Indikasi Infeksi anaerobik (termasuk gigi) . 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam.Tismazol .5 mg/kg setiap 8 jam. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam Farmakologi Absorbsi : Oral : diabsorbsi dengan baik. 5 – 10 tahun 500 mg. umur hingga 1 tahun 125 mg. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 hari. 500 mg setiap 8 jam.Trichodazol .Metronidazole Fresenius . 1 – 5 tahun 250 mg. Ulser pada lengan : peroral 400 mg setiap 8 jam selama 7 hari Bacterial vaginosis : peroral 400 – 500 mg dua kali sehari selama 5 – 7 hari atau 2 gram sebagai dosis tunggal. kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam. eradikasi Helicobacter pylori. lihat pada bagian dosis. lebih dari 10 tahun dosis dewasa. Dosis. kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam. Infeksi oral akut : peroral 200 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari .Promuba . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Infeksi anaerobik (pengobatan biasanya selama 7 hari dan 10 hari untuk penggunaan antibiotika pada pengobatan kolitis). anak-anak 7. peroral dengan dosis awal 800 mg kemudian 400 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 8 jam.Nidazole . topikal : konsentrasi yang dicapai secara sistemik setelah penggunaan 1 g secara topikal 10 kali lebih kecil dari pada penggunaan dengan 250 mg . Inflamasi pelviks : peroral 400 mg dua kali sehari selama 14 hari Acute ulcerative gingivitis : peroral 200-250 mg setiap 8 jam selama 3 hari. selama 3 hari. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. infeksi kulit.5 mg/kg setiap 8 jam.

juga dilaporkan abnormalitas tes fungsi hati. muntah. cairan mani. gagal ginjal terminal : 21 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak.mengantuk (jarang terjadi). tulang. terjadi perpanjangan pada kerusakan hepar. atau komponen yang ada dalam sediaan. turunan nitroimidazol. pada pengobatan intensif dan jangka panjang dapat terjadi peripheral neuropathy. pusing . myalgia. pruritus. urin berwarna gelap. serum: segera : 1-2 jam Ekskresi : urin (20% hingga 40% dalam bentuk obat yang tidak berubah): feses (6% hingga 15%) Stabilitas Penyimpanan Injeksi metronidazol harus disimpan pada 15°C hingga 30°C dan dilindungi dari cahaya. jaundice. empedu. air susu. kristal dapat dilarutkan kembali dengan menghangatkannya pada suhu kamar. ataksia.peroral. Paparan cahaya dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan warna produk menjadi gelap. paru-paru dan sekresi vagina. yang lain : 6-8 jam. urtikaria. Produk dapat disimpan dalam refrigerator namun akan terbentuk kristal. anemia aplastic. sakit kepala. kehamilan (trimester pertama – didapatkan efek karsinogenik pada tikus) Efek Samping Mual. gangguan pengecapan. Namun demikian paparan cahaya yang normal pada ruangan dalam jangka pendek tidak mempengaruhi stabilitas metronidazol. trombositopenia. Stabilitas campuran parenteral pada suhu kamar (25°C): stabilitas pada produk yang terbungkus : 30 hari Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap metronidazol. erytema multiform. Paparan sinar matahari langsung harus dihindari. menembus plasenta dan sawar darah otak (blood.brain barrier) Ikatan protein : < 20% Metabolisme : Hepatik (30%-60%) T½ eliminasi : neonatus : 25-75 jam . angioedema dan anafilaksis. . transient epilepsiform seizure dan leukopenia. Distribusi : ke saliva. rash . hepatitis. Larutan standar : 500 mg/ 100 ml NS. athralgia. hati dan abses hati . lidah kasar dan gangguan saluran pencernaan.

Interaksi

- Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : menghambat CYP2C8/9 (lemah), 3A4 (moderate) Meningkatkan efek/toksisitas : Etanol dapat menyebabkan reaksi seperti disulfiram. Warfarin dan metronidazol dapat meningkatkan bleeding time (PT) yang menyebabkan perdarahan. Simetidin dapat meningkatkan kadar metronidazol. Metronidazol dapat menghambat metabolisme cisaprid, menyebabkan potensial aritmia; hindari penggunaan secara bersamaan. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas lithium. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas benzodiazepin tertentu, calcium channel blocker, siklosporin, turunan ergot, HMG-Coa reduktase inhibitor tertentu, mirtazapine, nateglinid, nefazodon, sildenafil ( dan PDE-5 inhibitor yang lain), takrolimus, venlafaxine, dan substrat CYP3A4 yang lain. Menurunkan efek: fenobabital, fenobarbital (inducer enzim yang lain), dapat menurunkan efek dan waktu paro metronidazol - Dengan Makanan : Konsentrasi puncak serum antibiotik diturunkan dan terjadi delay (terlambat), tetapi jumlah total obat yang diabsorbsi tidak dipengaruhi.

Pengaruh

- Terhadap Kehamilan : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat pada dosis tinggi. Faktor risiko : B (dikontraindikasikan pada trimester pertama) Obat dapat menembus plasenta ( efek karsinogenik pada tikus); dikontraindikasikan terhadap pengobatan trichomoniasis pada trimester pertama, kecuali jika pengobatan alternatif tidak adekuat. Untuk keamanan dan efikasi pada indikasi yang lain, gunakan obat pada ibu hamil hanya jika keuntungan pada ibu hamil lebih banyak daripada potensial risiko terhadap janinnya.

- Terhadap Ibu Menyusui : Ditemukan dalam air susu, produsen menyarankan untuk

menghindari penggunaan obat dengan dosis tunggal yang besar. Masuk kedalam air susu ibu/tidak direkomendasikan (AAP rates ’’of concern”)

- Terhadap Anak-anak : Keamanan dan efikasi penggunaan obat pada anak-anak belum diketahui dengan jelas, kecuali untuk pengobatan amoebiasis. Bayi baru lahir menunjukkan keterbatasan dalam eliminasi metronidazole. Pada bayi berumur 28 hingga 40 minggu, waktu paro eliminasi 10,9 – 22,5 jam.

- Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi dengan tes laboratorium : dapat mempengaruhi uji AST, ALT, Trigliserida, glukosa dan LDH

Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet, Cairan Infus, Suppositoria, Sirup Peringatan Reaksi disulfiram-like terjadi bila diberikan bersama alkohol, kerusakan hati dan encefalopati hepatik; kehamilan; menyusui; dihindari pada porfiia; monitoring hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan klinik pada pengobatan yang melebihi 10 hari. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor, seperti kondisi pasien, umur dan berat badan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker . Bacalah dengan seksama informasi mengenai penggunaan obat ini dan ulangi membaca setiap kali anda menerima resep lagi. Gunakan obat ini sesuai dengan yang telah diresepkan. Jangan menggunakan obat ini untuk trichomoniasis selama tiga bulan pertama kehamilan. Gunakan obat pada lambung kosong.Obat

dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna (GI upset); jika hal ini terjadi gunakan bersama makanan. Bentuk sediaan lepas lambat harus digunakan pada saat lambung kosong ( 1 jam atau 2 jam setelah makan) Produsen merekomendasikan untuk menghindari penggunaan etanol selama pengobatan dengan obat ini dan setelah tiga hari terapi selesai. Gunakan obat hingga habis. Obat yang tidak digunakan sampai habis menyebabkan pemusnahan bakteri tidak sempurna dan infeksi dapat kambuh lagi. Hubungi dokter bila terjadi kejang atau mati rasa pada tangan dan kaki. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. Pastikan hal ini dilakukan. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan, kecuali atas anjuran dokter. Hubungi dokter atau apoteker jika anda merasa menggunakan obat terlalu banyak. Jika pasien lupa minum obat, segera mungkin minum obat setelah ingat. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda, kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat, mintalah nasehat dokter atau apoteker. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Jangan diberikan pada orang lain. Mekanisme Aksi Setelah berdifusi kedalam organisma, berinteraksi dengan DNA menyebabkan hilangnya struktur helix DNA dan kerusakan untaian DNA. Hal ini lebih jauh menyebabkan hambatan pada syntesa protein dan kematian sel organisma. (Drug Information Handbook) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 http://dinkes.tasikmalayakota.go.id/index.php/informasi-obat/318-metronidazol.html

tinea.Micrem . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dua kali sehari.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Obat Topikal untuk Kulit Nama Dagang . sukar larut dalam etanol.Zetazal Indikasi Infeksi topikal dermatofit dan jamur lain seperti kandida. 1-(2.Mikonazol Deskripsi .Daktarin . oleskan secukupnya.Moladerm . merata. berbau lemah.Nilaozanoc . terapi diteruskan hingga tampak pertumbuhan kuku baru.Godrem . mudah larut dalam dimetilsulfoksida.Sporend . agak sukar larut dalam metanol. infeksi kuku dan ujung jari 1 kali sehari.Fungares .Zolagel . putih atau praktis putih. sesudah kuku terlepas. dan Pityaris versicolor. Farmakologi .Nama & Struktur Kimia .4-dikloro-beta-(2. kloroform. bungkus rapat tidak berlubang. pada kulit terinfeksi.Mycorine . oleskan secukupnya. Untuk mencegah kambuhan terapi dilanjutkan 10 hari sesudah gejala hilang.4-diklorobenzil)oksi)fenetil)imidazol mononitrat Serbuk hablur. larut dalam dimetilformamid. dan propilen glikol. .Sifat Fisikokimia : : Mikonazol nitrat. Kandidiasis vagina Dosis. Sangat sukar larut dalam air dan isopropanol.

lemari pendingin dan cahaya.Dengan Makanan : - Pengaruh .Absorpsi : topikal : sangat kecil. sensitasi dan kontak dermatitis.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring - . Efek Samping Iritasi lokal. hindari panas. Stabilitas Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup baik dan terhindar dari jangkauan anak-anak. rasa terbakar lemah Interaksi .Dengan Obat Lain : - . Kontraindikasi Hipersensitif terhadap mikonazol dan komponen lain dalam sediaan.Terhadap Ibu Menyusui : - .Terhadap Anak-anak : - . eritema.Terhadap Kehamilan : - .

34th edition. Mekanisme Aksi Inhibisi biosintesis ergosterol. bila perlu pakai sarung tangan bersih. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.tasikmalayakota. merusak membran dinding sel jamur yang selanjutnya akan meningkatkan permeabilitas. 2005 BNF 52 Merck Index Farmakope Indonesia ISO Indonesia 42 Iso Generik Advice for Patient (USP DI) http://dinkes.html .id/index. hindari panas.go. Salep 2% Peringatan Hindari kontak dengan mata dan selaput mukosa Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Kontak dengan mata dan selaput mukosa Informasi Pasien Pada saat pemakaian bersihkan terlebih dahulu kulit yang luka. Jangan menyimpan atau pakai ulang sisa obat yang lama. Jangan simpan di kamar mandi.php/informasi-obat/320-mikonazol. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI Martindale. dapur. lemari pendingin dan cahaya. sehingga menyebabkan hilangnya nutrisi sel.Bentuk Sediaan Krim 2%.

lakukan pengeringan pada suhu 105° hingga bobot tetap.Nama & Struktur Kimia .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Antidot dan Obat Lain untuk Keracunan Nama Dagang . 100-200 mcg (1.5% untuk bentuk anhidrat dan tidak lebih dari 11. naikkan dosis 100 mcg tiap 2 menit. Susut pengeringan: Tidak lebih dari 0. Kelarutan dalam air: Larut dalam air. .NARCAN .0% untuk bentuk hidrat. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Untuk digunakan pada masa paskabedah.NOKOBA .PHARXIS .Sifat Fisikokimia : N-allylnoroxymorphine hydrochloride Pemerian: Serbuk putih atau hampir putih.Nalokson Deskripsi .NARCAXIONE Indikasi Mengatasi depresi napas yang dipicu oleh opioid Dosis. Dengan injeksi intravena. dosis harus dititrasi untuk tiap pasien agar efek pada pernapasan optimum dan pada saat yang sama menjaga analgesia yang memadai. Rotasi jenis: Antara -170° dan -181°. Larutan dalam air bersifat asam. dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. praktis tidak larut dalam eter : dan dalam kloroform. . dalam asam encer. bila reaksi tidak memadai. dan dalam alkali kuat.5-3 mcg/kg). lakukan penetapan menggunakan larutan yang mengandung 25 mg per ml. dosis lanjutan dengan injeksi intramuskuler setelah 1-2 jam bila diperlukan. sukar larut dalam etanol.

Injeksi subkutan atau intramuskular. bila injeksi intravena tidak mungkin. Untuk keracunan opioid : Injeksi intravena 0. intramuskuler. maka efek .4-2 mcg diulangi setiap interval 2-3 menit sampai dicapai maksimum 10 mg bila fungsi napas tidak membaik (kemudian pertanyakan ketepatan diagnosis). Farmakologi Nalokson adalah antagonis opiat yang utama yang tidak mempunyai atau hanya sedikit mempunyai aktivitas agonis. Dosis yang dipakai dalam keracunan opioid akut mungkin tidak sesuai untuk penatalaksanan depresi napas dan sedasi yang ditimbulkan oleh opioid pada mereka yang menerima perawatan paliatif dan terapi opioid kronik. penurunan arterial PCO2 menuju normal. NEONATAL : Melalui injeksi subkutan. nalokson mengantagonis sebagian besar efek opiatnya.ANAK : Dengan injeksi intravena. 10mcg/kg diulang tiap 2-3 menit atau 200 mcg (60mcg/kg) secara intramuskuler sebagai dosis tunggal pada saat kelahiran (mula kerja obat lebih lambat). dan tekanan darah menuju normal jika ditekan. Karena durasi kerja nalokson lebih singkat dibandingkan durasi kerja opiat. atau intravena. Nalokson mengantagonis depresi pernapasan ringan akibat opiat dosis rendah. Sedangkan pada pasien yang sudah menerima morfin dosis tinggi atau analgesik lain dengan efek mirip morfin. dapat diberikan melalui suntikan intramuskuler atau subkutan dalam dosis terbagi. bila tidak menunjukkan respons diberikan dosis 100 mcg/kg. seperti injeksi intravena tetapi hanya bila cara intravena tidak memungkinkan (mula reaksi lebih lambat) Infus intravena berkelanjutan (continuous). ANAK : 10 mcg/kg. 2 mg dilarutkan dalam 500 ml larutan infus dengan kecepatan yang disesuaikan dengan respons pasien. 10 mcg/kg. Jika diberikan pada pasien yang tidak menerima opiat dalam waktu dekat. Akan terjadi peningkatan kecepatan respirasi dan minute volume. nalokson hanya memberi sedikit atau bahkan tidak memberikan efek. dosis lanjutan 100 mcg/kg bila tidak ada reaksi perbaikan.

Sediaan injeksi stabil pada pH 2. . larutan yang tidak digunakan harus dibuang. Jika telah dilarutkan dalam dektrosa 5% atau NaCl 0. Meski keterkaitannya belum diketahui dengan pasti.5-5. pada pasien yang menerima nalokson hidroklorida parenteral dengan dosis di atas dosis yang biasa direkomendasikan. Stabilitas Penyimpanan Sediaan injeksi harus disimpan pada suhu 15-30°C dan terlindung dari cahaya. Interaksi . Nalokson hidroklorida mungkin stabil selama 24 jam. Efek samping kardiovaskular terjadi pada kebanyakan pasien paska operasi dengan riwayat penyakit kardiovaskular atau pada pasien yang mengkonsumsi obat dengan efek yang mirip dengan efek kardiovaskular.Dengan Makanan : - Pengaruh . setelah 24 jam.Dengan Obat Lain : Nalokson menurunkan efek analgesik narkotik. namun keterkaitannya belum diketahui. Tremor dan hiperventilasi yang disebabkan oleh kesadaran kembali yang tiba-tiba terjadi pada beberapa pasien yang menerima nalokson untuk overdosis opiat. Nalokson tidak mengakibatkan toleransi atau ketergantungan fisik maupun psikologis.004 mg/mL (4mcg/mL).opiat mungkin muncul kembali begitu efek nalokson menghilang. hipotensi. Nalokson mengantagonis efek sedasi atau tertidur yang dipicu oleh opiat.9% sehingga konsentrasi menjadi 0. takikardia dan fibrilasi ventrikular dan edema paru dilaporkan kadang terjadi pada pasien yang diberikan nalokson hidroklorida paska operasi. hipertensi. Kontraindikasi hipersensitif terhadap Nalokson Efek Samping Mual dan muntah pernah dilaporkan namun jarang.

Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Kecepatan respirasi. diperkirakan nalokson mempunyai afinitas tertinggi terhadap reseptor µ. lama kerjanya singkat. ketergantungan fisik pada opioid (memicu gejala putus obat). dan S pada sistem saraf pusat. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Sediaan mungkin mengandung metil dan propil parabean Mekanisme Aksi Mekanisme yang pasti dari aktivitas antagonis opiat dari nalokson tidak diketahui dengan pasti. K.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko C (Obat dapat diberikan hanya jika manfaat pemberian melebihi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap fetus).Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui apakah terdistribusi dalam ASI atau tidak..Terhadap Anak-anak : - . iritabilitas (efek kardiovaskuler yang negatif telah dilaporkan). Nalokson kemungkinan berperan dalam antagonis kompetitif pada reseptor opiat µ. . tekanan darah Bentuk Sediaan Cairan Injeksi Peringatan Penyakit kardiovaskuler atau pasien yang menerima obat kardiotoksik. detak jantung. . . sehingga harus digunakan secara hati-hati pada ibu menyusui. nyeri.

Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI 2000 AHFS 2005 Farmakope Indonesia IV http://dinkes.id/index.tasikmalayakota. Iritasi Vagina : berikan larutan sekali .Keterangan : : : - Golongan/Kelas Terapi Desinfektan dan antiseptik Nama Dagang Indikasi Antiseptik ekstrnal dengan spektrum mikrobisidal untuk pencegahan atau perawatan pada infeksi topikal yang berhubungan dengan operasi.html Povidon Yodida Deskripsi .Sifat Fisikokimia . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Antiseptik : berikan pada daerah luka sesuai kebutuhan.php/informasi-obat/325-nalokson. lecet.Nama & Struktur Kimia . mengurangi iritasi vagina ringan Dosis. luka sayat.go.

sehari selama 5-7 hari. rash. iritasi.Dengan Obat Lain : - .Terhadap Kehamilan : - . pruritus.Dengan Makanan : - Pengaruh . Bekerja sebagai bakterisida yang juga membunuh spora.Terhadap Ibu Menyusui : - .Terhadap Anak-anak : - . jumlahnya tergantung konsentrasi. Juga dapat timbul sensitisasi walaupun jarang. rute pemberian dan karakter kulit. Kontraindikasi Reaksi hipersensifitas terhadap yodium Efek Samping Pada penggunaan untuk luka bakar yang luas dapat timbul metabolik asidosis. Interaksi . Farmakologi Suatu bahan organik dari bahan aktif polivinil pirolidon yang merupakan kompleks iodine yang larut dalam air. Povidon iodin diabsorbsi secara sistemik sebagai iodin. Efek lokal : edema. virus dan sporozoa. Stabilitas Penyimpanan Simpan terlindung dari cahaya. jamur.

5. Krim. Cara pemakaian : a.. 3. Segeralah ke dokter bila timbul bercak-bercak merah seperti terbakar. Pijat-pijatlah selama kurang lebih 5 menit ambil disiram-siram dengan sedikit air. Jangan di minum/ditelan. Adalah sangat berbahaya bila menggunakan obat tanpa resep dokter.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Obat Kumur. Kemudian cucilah dan bilas sampai bersih. Dalam keadaan dimana . kemudian urapi dengan obat. 4. Basahilah kulit yang akan dibersihkan dengan air secukupnya. b. Hati-hati bila digunakan untuk mengobati luka bakar yang luas ada kemungkinan terjadi absorbsi sistemik yang beresiko asidosis metabolic serta gangguan faal ginjal. Cairan Pembersih Kulit. Disimpan pada temperatur kamar. Pembersih kulit.radang pada pangkal tenggorokan. Salep Peringatan 1. Hati-hati pemberian pada wanita hamil dan menyusui 2. Jauhkan dari jangkauan anak 6. Awas : jangan diminum/ditelan. 2. obat kumur : Obat langsung dipakai untuk berkumur-kumur-kumur selama lebih kurang 30 menit. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1.

tasikmalayakota. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka http://dinkes.Sifat Fisikokimia . protozoa dan spora. (C21H25N3O2S)2. autis dan psikosis pada anak . Mekanisme Aksi Povidon iodin adalah germisidal spektrum luas yang aktif terhadap bakteri.f][1.html Quetiapin Deskripsi .Nama & Struktur Kimia .php/informasi-obat/347-povidon-yodida. mania akut yang berkaitan dengan gangguan bipolar.id/index. 2-[2-(4-Dibenzo[b. bacalah indikasi obat serta aturan pakai yang tertera pda label secara cermat.Keterangan : Quetiapine fumarate.go. jamur.anda terpaksa harus menggunakan obat tanpa resep dokter. Ikutilah aturan pakainya secara tertib.4]thiazepin-11-yl-lpiperazinyl)ethoxy]ethanol fumarate.C4H4O4 ::- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang Indikasi Shcizofrenia.

Tmaks. Absorpsi oral cepat. Obat ni mengantagonis beberapa reseptor di otak: serotonin 5-HT1A. alfa 1 dan alfa2 adrenergik. naikkan bertahap sampai 450 mg/hari. Vd 10±4 l/kg. naikkan sampai target dosis 300-400 mg dibagi dalam 2-3 dosis. antagonis H1 mengakibatkan somnolen.6-5. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak dan remaja : Autis : 100-350 mg/hari( 1. 73% . Diperlukan penyesuaian dosis pada gangguan hati. Orang tua : Diperlukan penyesuaian dosis. naikkan 25-50 mg sehari 2-3 kali pada hari kedua dan ketiga. naikkan 100mg/hari ke 200 mg sehari 2 kali pada hari ke 4. mungkin bekerja melalui kerja antogonis pada reseptor dopamin D2 dan serotonin tipe 2 (5-HT2). tidak mempengaruhi reseptor kholinergik dan benzodiasepin.2 mg/kg/hari). Tidak diperlukan penyesuaian dosis pada insufisiensi ginjal. bila dapat ditoleransi. Sedangkan kerja antagonis pada alfa adrenergik menimbulkan hipotensi ortostatik. 25 mg sehari dua kali. bioavailabilitas relatif tablet terhadap larutan 100%. : 1. dapat ditingkatkan sampai target dosis 800 mg/hari sampai hari ke 6 dengan peningkatan = 200 mg/hari. dopamin D1 dan D2. metabolisme terutama di hati lewat CYP3A4 membentuk metabolit yang tidak aktif. histamin H1. Waktu paruh eliminasi rata-rata sekitar 6 jam di akhir. Dewasa: Shcizofrenia/psikosis : awal : 25 mg sehari 2 kali. dosis lazim : 50-200 mg/hari. Farmakologi Mekanisme kerja belum diketahui pasti. psikosis dan mania: awal. ekskresi lewat urin. Buat penyesuaian berikutnya sebanyak 25-50 mg sehari 2 kali. Ikatan protein 83%. Bioavailabilitas 9%±4%. Rentang dosis lazim: 400-800 mg/hari. Dosis lazim pemeliharaan berkisar 300-800 mg/hari. 5-HT2.Dosis.5 jam. Mania : Awal : 50 mg sehari 2 kali pada hari pertama. awal: 25 mg/hari naikkan 25-50 mg/hari sampai ke dosis efektif berdasarkan respons klinik dan toleransi pasien. Kerja antagonis pada dopamin dan 5-HT2 menjelaskan beberapa efek quetiapin.

hipertonia. dispnea. depresi SSP berat. Hati : peningkatan AST. Kulit : rash . Pernafasan : rinitis. Efek Samping > 10% : SSP : agitasi. Saluran cerna : nyeri perut (bergantung dosis). xerostomia (mulut kering). hiperlipidemia. sindroma seperti flu. udem perifer SSP : cemas. pusing sakit kepala. konstipasi. koma. tremor. Stabilitas Penyimpanan Kontraindikasi Hipersensitif terhadap quetiapin atau komponen-komponen lain formulasi. nyeri. hiperglikemia. demam. dispepsia (bergantung dosis). diskrasia darah. Darah : leukopenia. batuk. takikardia. ALT dan GGT Otot-saraf : disartria. faringitis. nyeri belakang. lemah. anoreksia. Lain-lain : diaforesis (berkeringat). . hiponatremia. Mata: amblifobia (penglihatan kabur). palpitasi.sebagai metabolit. somnolens. anafilaksis. penekanan sumsum tulang. muntah. < 1% (hanya yang berbahaya) : Agranulositosis. peningkatan trigliserida Saluran cerna: penambahan berat badan (bergantung dosis). diabetes melitus. penyakit hati berat. lewat feses 20%. 1%-10% : Kardiovaskular :hipotensi postural. <!% dalam bentuk utuh. Endokrin & metabolisme : peningkatan kolesterol. gastroenteritis.

eritromisin. Dicurigai bersifat teratogenik. leukositas. propofol. gotu kola dapat meningkatkan efek depresi SSP. protease inhibitor. SIADH (syndrome of inappropriate antidiuretic hormone ).Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. meningkatkan efek lorazepam. rash. fenitoin menurunkan efek quetiapin. vertigo. neutropenia.Terhadap Hasil Laboratorium : - .Dengan Makanan : Etanol dapat meningkatkan gangguan kognitif/fungsi motorik. Antifungi golongan azol. Efek obat-obat yang bekerja di pusat. Pengaruh . rabdomiolosis (lisis otot skelet). . siprofloksasin. nafsilin. St John's wort. doksisiklin. klaritromisin. peningkatan selera makan. Tioridfazin meningkatkan bersihan quetapin sehingga kadar di serum menurun. peningkatan salivasi. isoniasid. Aminoglutetimid. Valerian.Terhadap Anak-anak : - . Makanan dapat meningkatkan konsentrasi puncak dan AUC. kava-kava. tidak direkomendasikan .hipotiroid. Metoklopramid dapat meningkatkan sindroma ekstra piramidal. fenobarbital. etanol. gerakan yang tidak disadari. kuinidin. karbamasepin. nikardipin. sedatif. nevirapin. sindroma Steven Johnson. Simetidin meningkatkan kadar quetapin di darah. Interaksi . diskinesia tardif (gangguan gerakan yang disadari yang tetap ada walau obat dihentikan).Terhadap Ibu Menyusui : Ekskresi ke ASI tidak diketahui.Dengan Obat Lain : Quetiapin. anti hipertensi dapat dikuatkan oleh quetiapin. Asam valproat meningkatkan serum plasma maksimum rata-rata 17%. verapamil meningkatkan serum quetapin hingga 335%. perpanjangan interval QT. fotosensitifitas. . diklofenak.

Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari. . segera minum obat bila lupa. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. 200 mg. antagonis H1 mengakibatkan somnolen. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. Sedangkan kerja antagonis pada alfa adrenergik menimbulkan hipotensi ortostatik. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. alfa 1 dan alfa2 adrenergik. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/mengganggu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. 5-HT2. histamin H1. tidak mempengaruhi reseptor kholinergik dan benzodiasepin. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Peringatan Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk mengobati gangguan psikosis seperti sizoprenia. Obat ini mengantagonis beberapa reseptor di otak : serotonin 5-HT1A. Mekanisme Aksi Mekanisme kerja belum diketahui pasti. Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari. dopamin D1 dan D2. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. Kerja antagonis pada dopamin dan 5-HT2 menjelaskan beberapa efek quetiapin. 100 mg.Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet 25 mg. mungkin bekerja melalui kerja antogonis pada reseptor dopamin D2 dan serotonin tipe 2 (5-HT2).

Rand http://dinkes..al.al.php/informasi-obat/352-quetiapin.go.4-dione.tasikmalayakota.5-dihydrofuran-2-yl] -5-methyl-1H-pyrimidine2. :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . Lexicomp 2005. Et. The United States Pharmacopeial Convention. Pharmaceuticall Press 2005.Sifat Fisikokimia .2.Nama & Struktur Kimia .Staviral . drug Information handbook international.Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC.Keterangan : : 1-[5-(hydroxymethyl). LacyCF. C10H12N2O4 Stavudin merupakan kristal solid berwarna putih.Zerit Indikasi Untuk mengobati HIV dengan dikombinasikan dengan antiviral lain . Et. 34th ed. Advice for the patient Drug Information in Lay Language .html Stavudin Deskripsi . Martindale:The complete drug reference. Kelarutan stavudin dalam air pada suhu 230C adalah sekitar 83 mg/mL.Inc.USPDI 17th ed.id/index.

Dosis. Larutan rekonstitusi harus dibekukan dan stabil dalam 30 hari. < 60 kg 15 mg setiap 12 jam.Dosis pada kerusakan ginjal: untuk Anak-Anak tidak dianjurkan. 20 mg setiap 12 jam. Untuk dewasa Cl > 50 ml/menit >= 60 kg 40 mg setiap.Dewasa: >= 60 kg: 40 mg setiap 12 jam . 30 mg setiap 12 jam. .>= 60 kg 20 mg setiap 24 jam. > 30 kg merujuk dosis dewasa . .Anak-anak > 14 hari dan < 30 kg: 1 mg/kg setiap 12 jam. .5 mg/kg setiap 12 jam .5 L/kg Bioavailability : 86. 12 jam < 60 kg. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis : . bila muncul efek lagi hentikan.>= 60 kg.Kemudian dilanjutkan dengan dosis 50%. < 60 kg 15 mg setiap 12 jam.Bayi baru lahir: – 13 hari 0. Cl 10 – 25 ml/menit.4% Metabolisme: mengalami fosforilasi intraselular menjadi bentuk tidak aktif T½ eliminiasi : 1-1.< 60 kg: 30 mg setiap 12 jam .Lansia : Dosis disesuaikan dengan keadaan ginjal dan monitor simptom neuropathy Farmakologi Distribusi : Va : 0.Bila terjadi toksisitas yaitu munculnya neuropaty hentikan pengobatan sampai gejala menghilang .6 jam Waktu puncak : 1 jam Ekskresi : melalui urin 40% sebagai obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Kapsul dan serbuk untuk rekonstitusi dapat disimpan dalam temperatur ruang. Cl 26 – 50 ml/menit.

panas. muntah. bisa digunakan dengan perhatian.doxorubisin. alergi.hidroksi urea. mengurangi fosforilasi intraseluler. diare. > 10% Pada susunan saraf pusat : Sakit kepala. sistem saraf dan kulit. myalgia. menurangi foforilase intraseluler .zidovudin. Laporan kasus sesudah dipasarkan. anemia.Dengan Makanan : - Pengaruh . kerusakan hati. peningkatan neuropati perifer. anoreksia.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . leukopenia. laktat asidosis. mengurangi fosforilasi intraseluler. hepar peningkatan transaminase.zalcitabine.Kontraindikasi Hipersensitif terhadap stavudin atau komponen lain dalam sediaan Efek Samping Dibanding dengan lamivudin efek neuropathy stavudin lebih besar. . kulit-rash. bisa digunakan dengan perhatian . macam-macam : peningkatan amilase 1% .ribavirin. pankreatitis dan hepatotoksik .Dengan Obat Lain : Terjadi peningkatan efek bila dikombinasi dengan: . hepatitis. neuropati perifer. thrombositopenia Interaksi .10% Pada hati : Peningkatan bilirubin. redistribution fat. sakit perut. pancreatitis. tidak dapat tidur. hepatic steanosis. saluran pencernaan : mual. Pengurangan efek terjadi bila: . hepatomegali.

Penggunaan stavudin dihentikan bila muncul laktat asidosis.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Monitor fungsi liver. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien . neuropati. zalcitabin. angka kekuatan viral dan angka CD4 Bentuk Sediaan Kapsul 15 mg. yang nampak maupun simptom. Suspek pankreatitis muncul untuk penggunaan dari stavudin. 40 mg Puyer Untuk Larutan Oral. 1 mg/ml (200 ml) Peringatan Hati-hati bila digunakan pada pasien yang hipersensitif pada stavudin.Ibu hamil meningkat resikonya dengan muncul laktat asidosis dan kerusakan hati. 20 mg.. walau dalam kasus yang fatal. Pada pasien suspek laktat asidosis. Risiko akan bertambah bila gemuk. didanosin.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui efek masuknya ke dalam ASI. Risiko semakin meningkat bila digunakan bersama didanosin dan hidroksi urea. penekanan terhadap tulang belakang atau neuropati perifer.Terhadap Anak-anak : - .Pihak industri menyarankan bila muncul kelemahan dari motorik maka penggunaan dihentikan. 30 mg. Neuropati perifer dapat berkurang dengan pengurangan dosis. kontraindikasi untuk ibu menyusui . didanosin dan hidroksiurea. Zidovudin dikombinasikan dengan stavudin. atau pada pasien perempuan. memperpanjang dampak nukleosid.

C34H57BrN2O4 ::- Golongan/Kelas Terapi Relaksan Otot Perifer dan Penghambat Kolinesterase Nama Dagang Indikasi . dan efek samping untuk menjamin kepatuhan pasien.17ß-Diacetoxy-2piperidino-5a androstan-16 ß-yl)-1methylpiperidium.go. angka viral load dan CD4 Daftar Pustaka Drug information hand book.tasikmalayakota. yang mempengaruhi viral DNA HIV. menghambat replikasi virus.Keterangan : 1-3(3alfa.Lakukan diskusi degan pasien mengenai frekuensi pemberian obat. terutama untuk mencegah resistensi yang emergensi. 2006.php/informasi-obat/377-stavudin.yang bergantung Dpada DNA polimerase. neuropati. nukleosida reverse transcriptase Monitoring Penggunaan Obat Simptom yang ada.hasil laboratorium dari fungsi hati.html Vekuronium Deskripsi .id/index. Mekanisme Aksi Stavudin adalah analog thymidin.Sifat Fisikokimia . 2005 http://dinkes. AHFS DRUG.Nama & Struktur Kimia . (DIH).

Pemberian vekuronium secara intravena akan didistribusikan dengan cepat. hipotensi. reaksi hipersensitif. dosis pemeliharaan 20-30 mcg/kg bb tergantung dari respon klinik. takikardia. kolaps sirkulasi. Dimetabolisme juga oleh otot liver dan metabolit itu merupakan penghambat neuromuscular.Dan ini tentu mengarah pada aktivitas vekuronium dosis tinggi tidak menghasilkan efek samping pada vaskular. myositis (pada penggunaan jangka panjang). Stabilitas Penyimpanan Penyimpanan : Pada temperatur (15 – 25)°C dalam wadah kedap udara dan jauhkan dari cahaya. Infus IV:50-80 mcg/kg bb diawali dengan injeksi IV 40 – 100 mcg/kg bb. Interaksi . Penyesuaian dosis juga dibutuhkan pada bayi dan pada pasien gagal ginjal. sindrom miopati. Kontraindikasi Pasien hipersensitif terhadap vekuronium dan komponen lain dalam sediaan. Bronkospasma dan reaksi anafilaktoid juga telah dilaporkan. Farmakologi Dengan dosis biasa onsetnya kurang lebih 1-3 menit dan berakhir 20-30 menit. Neonatus dan bayi usia 4 bulan :dosis awal 10-20 mcg/kg bb lalu dinaikkan sampai efek yang diharapkan. gatalgatal. Efek Samping Bradikardia. quadriplegik akut. kemerah-merahan. rash. Vecuronium bromida memiliki aktivitas dengan melepaskan histamin meskipun reaksi lokal pada lokasi injeksi telah dilaporkan. Perhatian dibutuhkan pada pasien penderita hepatitis dan gangguan ginjal.Relaksan otot untuk jangka pendek sampai sedang.Juga dapat menghindari efek kardiovaskular. Dosis. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dengan Injeksi Intravena Dewasa : 80-100 mcg/kg bb . edema.

klindamisin.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . imipenem. Obat harus dihindari atau digunakan dengan hati-hati dalam kehamilan karena dengan pemberian dosis tinggi dapat menyebabkan miastenia gravis pada bayi . ketamin. makrolida.Terhadap Ibu Menyusui : Distribusi venkuronium pada air susu tidak diketahui. kuinidin. denyut jantung Bentuk Sediaan Injeksi 4 mg/ml Peringatan Perhatian dibutuhkan pada pasien penderita hepatitis dan gangguan ginjal..Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tekanan darah. diuretik loop (furosemid).Terhadap Anak-anak : - . anestesi halogen. gunakan dengan perhatian. lidokain. calcium channel bloker.Dengan Obat Lain : Efek vekuronium meningkat dengan adanya aminoglikosida. magnesium sulfat.Dengan Makanan : - Pengaruh . bayi dan pada pasien gagal ginjal Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus . Penyesuaian dosis juga dibutuhkan pada ibu hamil. tetrasiklin dan vankomisin. . kuinolon. prokainamida. beta bloker. .

Mekanisme Aksi Mencegah terikatnya asetilkolin pada reseptor pada motor endplate. Ketokonazol mempunyai pKas 2.Nama & Struktur Kimia .5.. Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi .Keterangan : Ketokonazol adalah suatu sintetik derivatif imidazol.tasikmalayakota.id/index. Martindale:The complete drug reference.9 hingga 6.4-dichlorophenyl)-2-(1H-1M-idazol: 1-ylmethyl)-1.Sifat Fisikokimia Sinonim : cis-1-Acetyl-4-(4-((2-(2.html Ketokonazol Deskripsi .php/informasi-obat/402-vekuronium. Pharmaceutical Press 2005 http://dinkes. suatu senyawa antifungal azole.go. menghambat depolarisasi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC.al. 34th ed. Et.Informasi Pasien Pemakaian terbatas untuk kasus tertentu. Perlu sarana dan keahlian khusus. Mengingat pemberian obat ini dilakukan melalui /oleh dokter anestesi. C26H28N4O4Cl2 Ketokonazol berupa serbuk putih hingga sedikit abu-abu dan praktis : tidak larut dalam air. maka informasi tidak langsung diberikan pada pasien. Larut dalam DMSO atau kloroform .3-dioxolan-4-yl) methoxy) phenyl)-piperazine.

Profungal . tendon. infeksi dermatofit pada kulit dan kuku tangan (tidak pada kuku kaki).Nama Dagang .Muzoral . Dosis. urin.Wizol .Funet . kandidiasis vaginal kronik yang resisten. dan testes. 400 mg sekali sehari bersama makanan selama 5 hari. jika setelah 14 hari respon tidak memadai lanjutkan hingga sedikitnya 1 minggu setelah gejala hilang dan hasil kultur negatif .Zoloral Indikasi Mycoses sistemik. Farmakologi Absorpsi : Oral : absorpsi cepat (~ 75%) Distribusi : terdistribusi dengan baik dalam cairan sendi yang mengalami inflamasi.Interzol . Candidiasis vaginal kronik yang resisten.Formyco . Cara Pemberian dan Lama Pemberian 200 mg sekali sehari bersama makanan.Thicazol .Mycoral . Pengobatan profilaksis dan pemeliharaan pada pasien immunosuppresi 200 mg sehari.Katoconazol (Generik) .Fungasol . biasanya selama 14 hari. sebum. saliva. empedu. feses. Anak-anak 3 mg/kg sehari.Nizoral . maksimum 400 mg sehari (untuk pasien lanjut usia 200 mg sehari) . sejumlah kecil saja yang dapat masuk ke dalam cairan serebrospinal Ikatan protein : 93% hingga 96% Metabolisme : melalui hepatik sebagian via CYP3A4 menjadi bentuk senyawa yang tidak aktif Bioavailability : terjadi penurunan bila pH lambung meningkat T½ eliminasi : Biphasic : awal : 2 jam . dapat menembus sawar darah otak (bood brain-barrier)dalam jumlah kecil. kulit dan jaringan lunak. air susu ibu.Mycozid . terminal : 8 jam . profilaksis mikosa pada pasien immunosupresan. kandidiasis mukokutaneous kronik yang resisten. serumen. mycoses gastrointestinal yang resisten.Zoralin .

kerusakan berat pada hati . trimetreksate.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: substrat CYP3A4 (major). citalopram. HMG-CoA reductase inhibitor (lovastatin dan simvastatin) dan pimozide dikontraindikasikan dengan penghambat CYP3A4 kuat. paraesthesia . vinblastin.doxetacel. 2B6 (lemah). nyeri abdomen. warfarin. kehamilan dan menyusui Efek Samping Mual. rosiglitazon. calsium channel blocker. fluoksetin. venlafaksine. antidepresan trisiklik. 2D6.simvastatin dan triazolam karena dapat meningkatkan toksisitas senyawa ini. diazepam.amfetamin.midazolam. resiko hepatitis lebih tinggi pada pemakaian lebih dari 14 hari. lidokain.Waktu untuk mencapai kadar puncak. menghambat CYP1A2 (kuat). glipizideifosfamid. ritonavir. paroxetin. mutah. fotofobia. jarang terjadi angioedema. alopecia. fenitoin. buspiron. cisaprid. beta blocker. 2A6 (moderate) . risperidon. fluvoksamine. mirtazapin. pusing . sirolimus. Mesoridazine dan tioridazin dikontraindikasikan dengan penghambat CYP2D6 kuat. urticaria. trombositopenia. 2C19. 2C19 (moderate). digoksin. Jika digunakan dengan . urin (13%) Stabilitas Penyimpanan Tablet ketoconazol harus dilindungi dari kelembaban dan disimpan dalam wadah tertutup rapat pada suhu 15 – 25°C Kontraindikasi Kerusakan hati. nefazodon. sakit kepala. Ketoconazol dapat meningkatkan efek/kadar serum amiodaron . dekstrometorfan. 2D6 (moderate). 2C8/9 (kuat). ruam. serum: 1-2 jam Ekskresi : Feses (57%). ginecomastiadan oligosperma . busulfan. glimepirid. vinkristin. zolpidem dan substrat CYP1A2. atau 3A4. metusuksimid. propanolol. benzodiazepin. pioglitazon. teofilin. dexmedetomidin. Interaksi .lovastatin. anestesi inhalasi. 3A4 (kuat). alkaloid ergot. 2A6. tioridazin. sertraline. ropinirol. mesoridazin. mexiletine. takrolimus. 2C8/9. Benzodiazepin tertentu ( midazolam dan triazolam) . nateglinid. pruritus . trifluoperazin. Meningkatkan efek/toksisitas: karena menghambat CYP3A4 ketokonazol kontraindikasi dengan cisaprid.

. rabeprazol) dan sukralfat dapat secara signifikan menurunkan bioavailabilitas yang mengakibatkan kegagalan terapi dan sebaiknya tidak digunakan secara bersamaan. nevirapin. nizatidin dan ranitidin). Ketokonazol terdistribusi dalam air susu ibu.penghambat CYP3A4 kuat. Menurunkan efek oral : absorpsi dipengaruhi oleh keasaman lambung. diperlukan penyesuaian dosis untuk sildenafil dan penghambat PDE-5 yang lain. antagonis H2 (simetidin. tramadol) . nafcillin. Efikasi kontrasepsi oral dapat diturunkan (data terbatas). famotidin . lansoprazol. fenytoin. fenobarbital. karbamazepin.Terhadap Kehamilan : Produsen menyatakan adanya teratogenisitas pada studi hewan. John’s wort dapat menurunkan kadar ketokonazol Pengaruh . inhibitor pompa proton (omeprazol. Efek/kadar ketokonazol diturunkan oleh aminoglutetimid. hidrokodon. antasida.Terhadap Ibu Menyusui : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat.Dengan Makanan : Kadar puncak serum ketokonazol dapat diperpanjang jika digunakan bersama makanan. Faktor risiko : C . Ketokonazol dapat menurunkan kadar/efek substrat prodrug CYP2D6 (seperti: kodein. St. penggunaan obat harus dihindari pada wanita hamil. Penurunan kadar serum dengan didanosin dan isoniazid. oksikodon. Jangan diberikan bersamaan dengan rifampin.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tes fungsi hati .Terhadap Anak-anak : - . rifampisin dan inducer CYP3A4 yang lain.

Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. menghambat biosintesa trigliserida dan fosfolipid jamur. setelah 14 hari pengobatan kemudian selang sebulan sekali. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekwensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker. segera mungkin minum obat setelah ingat. umur dan berat badan. Hindari pada pasien porfiria Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. kecuali atas anjuran dokter. Gunakan tablet 2 jam lebih dulu sebelum antasida untuk mencegah penurunan absorpsi disebabkan oleh pH lambung yang tinggi . hubungi dokter atau apoteker Mekanisme Aksi Mempengaruhi permeabilitas dinding sel melalui penghambatan sitokrom P450 jamur. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Jika pasien lupa minum obat. seperti kondisi pasien. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. menghambat beberapa enzim pada jamur yang mengakibatkan terbentuknya kadar toksik hidrogen peroksida. Digunakan bersama dengan makanan atau susu untuk menurunkan efek samping pada saluran cerna. juga menghambat sintesis androgen. kecuali atas saran dari dokter atau apoteker.Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Monitoring fungsi hati secara klinik dan biokimiawi untuk pengobatan yang berlangsung lebih dari 14 hari dengan melakukan tes fungsi hati sebelum memulai pengobatan. .

tasikmalayakota.Sifat Fisikokimia : Diperdagangan klindamisin berada dalam bentuk klindamisin hydrochloride. klindamisin palmitate hydrochloride.html Klindamisin Deskripsi .Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes.php/informasi-obat/289-ketokonazol. serbuk amorphous warna putih atau keputih-putihan. pKa klindamisin adalah 7. klindamisin Hydrokloride. fosfate berturut-turut merupakan serbuk kristal berwarna putih.id/index.Keterangan : Klindamisin merupakan antibiotik semisintetik turunan dari linkomisin Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi . Perbedaan struktur dengan lincomycin adalah terdapatnya substitusi atom chlorin pada 7-hydroxil dan inversi (pembalikan) 7: carbon. Kelarutan klindamisin phosphate dalam air : 400 mg/ml pada suhu 25°C.go. klindamisin phosphate.Nama & Struktur Kimia . . serbuk kristal hygroskopis warna putih atau keputih-putihan dengan masing-masing mempunyai bau yang khas dan larut dalam air. palmitate hydrokloride.45.

Biodasin . 150 -300 mg setiap 6 jam.Nama Dagang .Lindacyn .Lindan .Ethidan .Cindala .Albiotin . Obat ini terkonsentrasi dalam tulang dan diekskresi melalui empedu dan urin. Pada infeksi oral. karena tidak lebih efektif daripada golongan penisilin melawan anaerob dan kemungkinan terdapat reisistensi silang dengan bakteri resisten eritromisin. termasuk staphylococus yang resisten terhadap penisilin dan juga melawan beberapa bakteri anaerob terutama bacteroides fragilis.Lando .Clindexin . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Peroral.Clinbercin .Opiclam . Klindamisin direkomendasikan pada infeksi staphylococcus tulang dan sendi seperti osteomyelitis dan intraabdominal sepsis.Dacin . pemberian dosis tunggal yang melebihi 600 mg hanya boleh diberikan secara infus intravena.Climadan . pada infeksi yang mengancam jiwa dosis dapat dinaikkan hingga 4.Nufaclind .Klindamisin OGB Dexa .Librodan . Injeksi intramuscular dalam atau infusi intravena. klindamisin sebaiknya tidak digunakan secara secara rutin untuk mengobati infeksi oral. Meskipun timbulnya kolitis yang berkaitan dengan penggunaan antibiotika dapat terjadi pada penggunaan sebagian besar antibiotika. anak-anak 3-6 mg/kg setiap 6 jam. dapat dinaikkan hingga 450 mg setiap 6 jam pada infeksi berat . terutama sesudah operasi.6 – 2.Comdasin . dosis tunggal pada pemberian infus intravena tidak boleh lebih . Dosis.Clinmas .Prolic Indikasi Klindamisin aktif melawan kuman kokus gram positif .Anerocid . Klindamisin digunakan untuk profilaksis endokarditis pada pasien yang alergi terhadap penisilin.Clinium .7 g sehari (dalam 2 – 4 dosis terbagi) . Efek toksik yang paling serius adalah timbulnya kolitis yang dapat berakibat fatal dan sangat umum terjadi pada usia setengah baya dan pada wanita usia lanjut .Zumatic .Indanox .Probiotin .Clinidac .Klindamisin (Generik) . namun kondisi ini lebih sering terjadi pada penggunaan klindamisin.Clinjos . Klindamisin hanya digunakan secara terbatas karena efek sampingnya yang serius.Dalacin C/Dalacin C Phosphat .8 g sehari.Daclin-300 . 0.

mual. kolitis yang berkaitan . minimal 300 mg sehari tanpa memperhitungkan berat badan Farmakologi Absorpsi : Topical : ~ 10 %.6 jam . larutan oral stabil selama 2 minggu pada suhu kamar 20°C hingga 25°C (68°F hingga 77°F) Larutan topikal : Simpan pada suhu kamar 20°C hingga 25°C (68°F hingga 77°F) Ovula : simpan pada suhu kamar 15°C hingga 30°C (68°F hingga 77°F) Kontraindikasi Diare.2 g. jumlah obat dalam cairan serebrospinal tidak signifikan bahkan pada inflamasi meninges (selaput otak) . dihindari injeksi yang mengandung benzil alkohol pada neonatus Efek Samping Diare (hentikan pengobatan). muntah. perut tidak enak. infeksi berat .dari 1. masuk ke dalam air susu Metabolisme : hepatik Bioavailability : Topical: < 1% T½ eliminasi (half-life elimination) : Neonatus : Premature: 8. IM 1-3 jam Ekskresi : Urin (10%) dan feces (~ 4%) sebagai obat aktif dan metabolit Stabilitas Penyimpanan Kapsul : Simpan pada suhu kamar 20°C hingga 25°C Krim : Simpan pada suhu kamar IV : larutan infus dalam larutan NS atau D5W stabil selama 16 hari pada suhu kamar Larutan oral : Larutan oral yang telah direkonstitusi jangan disimpan pada refrigerator (suhu dingin) . serum : Oral : dalam 60 menit. menembus plasenta . oesophagitis.6-5. setelah larutan direkontitusi . 15 – 40 mg/kg sehari dibagi dalam 3 – 4 dosis .7 jam . Dewasa : 1. Oral : Cepat (90 %) Distribusi : Konsentrasi tinggi pada tulang dan urin. Anak-anak diatas 1 bulan. Full-term: 3.3 jam (rata-rata : 2-3 jam) Waktu untuk mencapai kadar puncak.

pada pengobatan jangka panjang monitor CBC. indurasi dan abcess sesudah injeksi intramuscular. monitor kolitis dan pengobatan terhadap gejala yang timbul. Cairan Inj Peringatan . eksfoliatif dan dermatitis vesiculobullous.dengan penggunaan antibiotika. urticaria reaksi anafilaksis. pruritus.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B . Masuk ke dalam air susu ibu .Terhadap Ibu Menyusui : Kemungkinan hanya sejumlah kecil berada pada air susu ibu. namun diare berdarah dilaporkan terjadi pada 1 bayi. tes fungsi hati dan renal secara periodik Bentuk Sediaan Kapsul. jaundice (penyakit kuning) dan mempengaruhi tes fungsi hati.Terhadap Anak-anak : - .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Observasi perubahan pada usus. syndrom Stevens-Johnson.Dengan Makanan : - Pengaruh . neutropenia. agranulositosis dan trombositopenia. eosinophilia. rash. nyeri.Dengan Obat Lain : - . thromboplebitis sesudah injeksi intravena Interaksi .

Beberapa sediaan mengandung tartrazine (FD & C Yellow No. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. 5) yang dapat menyebabkan alergi pada individu tertentu. Tanyakan hal ini pada petugas kesehatan atau apoteker. Tanda-tanda ini merupakan efek samping yang serius. segera mungkin minum obat setelah ingat. apoteker atau petugas kesehatan yang lain. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan . Mekanisme Aksi . kerusakan ginjal. umur dan berat badan. Tes laboratorium diperlukan dalam monitoring terapi. Gunakan obat hingga habis. hindari pemberian intravena secara cepat. kehamilan .Pasien harus segera menghentikan pengobatan jika timbul diare atau kolitis. Jangan diberikan pada orang lain. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Jangan menghentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/frekuensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau petugas kesehatan. Pasien segera menghentikan pengobatan jika timbul diare atau kolitis. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. menyusui . Jika terjadi diare yang berat. Kapsul harus ditelan dengan segelas air. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. dihindari pada pofiria. Pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan eliminasi bakteri menjadi tidak sempurna dan dapat mengakibatkan infeksi kambuh kembali. kecuali atas anjuran dokter. Jangan mengobati diare sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter. Jika pasien lupa minum obat. monitoring fungsi hati dan fungsi ginjal pada pengobatan jangka panjang dan pada neonatus dan bayi. seperti kondisi pasien. Jika anda mempunyai pertanyaan tentang obat ini. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. tanyakan pada dokter. Pastikan hal ini dilakukan. nyeri/kram pada lambung atau terdapat darah pada feces segera hubungi dokter. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat segera hubungi tenaga kesehatan. kerusakan hati. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat.

Terjadi ikatan secara reversibel dengan subunit ribosomal 50S.4-diamine. 5-(3.Sifat Fisikokimia 4-amino-N-(5-methylisoxazol-3-yl)-benzenesulfonamide . TRIMETHOPRIM (disingkat TMP)Mengandung tidak kurang dari 98.tasikmalayakota. letak infeksi dan jenis organisma. Monitoring Penggunaan Obat Obsevasi perubahan pada usus.id/index.html Kotrimoksazol Deskripsi . monitor colitis dan pengobatan terhadap gejala yang timbul. C14H18N4O3 : SULFAMETOXAZOLE (disingkat SMX)Mengandung tidak kurang dari 99.0% C14H18N4O3 dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. praktis tidak larut dalam air dalam eter dan dalam kloroform. Obat berbentuk serbuk hablur.5: trimethoxybenzyl)pyrimidine-2.Nama & Struktur Kimia . agak sukar larut dalam kloroform dan dalam . agak sukar larut dalam etanol.go. pada pengobatan jangka panjang monitor CBC .5% dan tidak lebih dari 101. Kelarutan obat : sangat sukar larut dalam air. mencegah terjadinya ikatan peptida sehingga akan menghambat sintesis protein bakteri. C10H11N3O3S.0% dan tidak lebih dari 101. praktis tidak berbau.4. mudah larut dalam asetone dan dalam larutan natrium hidroksida encer. Kelarutan obat. putih sampai putih. tes fungsi hati dan renal secara periodik.php/informasi-obat/293-klindamisin. larut dalam benzilalkohol.0% C10H11N3O3S dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. efek bakteriostatik atau bakterisidal tergantung dari konsentrasi obat.

Ikaprim .Cotrimol .Fsiprim . .Nufaprim .Sultrimmix .Ulfaprim .Moxalas .mirabilis dan P.Dumotrim .Trixzol .P.Wiatrim .Bactricid .pneumoniae. M. pengobatan entritis yang disebabkan oleh Shigella flexneri atau Shigella sonnei. Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Bactrim ..Ottoprim .Keterangan Co-trimoksazol (disingkat SXT.Zoltrim .Hexaprim .Trimoxsul .Trimezol . praktis tidak larut dalam eter dan dalam karbon tetraklorida. sangat sukar larut dalam etanol dan dalam asetone.Septrin . Klebsella dan Enterobacter sp.metanol.Merotin .coli. pencegahan dan pengobatan Pneumocitis carinii pneumoniae (PCP).Bactoprim Combi .Bactrizol .Infatrim .atau S.vulgaris. otitis media akut pada anak.Primsulfon .Primadex .morganii. or TMP-sulfa) adalah : antibiotik kombinasi antara trimethoprim dan sulfametoksazol.Zultrop . dalam rasio perbandingan 1 banding 5. traveler diarrhea yang disebabkan oleh enterotoksigenik E. Untuk pengobatan infeksi severe atau komplikasi ketika penggunaan oral sudah tidak mungkin . IV.influenzae.Licoprima .Cotrim . eksaserbasi akut pada bronchitis kronis pasien dewasa yang disebabkan oleh bakteri yang sensistif seperti H.Meditrim .Erphatrim . TMP-SMX.coli.Xepaprim Indikasi Oral: Untuk pengobatan infeksi saluran urin yang disebabkan E.Sulprim .

shigellosis. IV. Anak >2 tahun . IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. Infeksi serius: Oral: 20mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam. dengan panduan : Infeksi ringan – berat: oral. 15-20 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam. yaitu digunakan pengobatan empiric PCP pada pasien immunocompromise. Pneumocytis: Pengobatan: oral. . IV: 8-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam. Otitis media akut: oral: 8 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam selama 10 hari. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis: dihitung berdasarkan perbandingan dasar obat. infeksi Nacardia asteroides .dilakukan. mingguan. Pencegahan: Oral: 2 mg TMP/kg/dosis harian atau 5 mg TMP/kg/dosis dua kali. Pencegahan: oral: 150 mg TMP/m2/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam untuk 3 hari/minggu. demam tifoid. 8-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam. Infeksi saluran urin pengobatan: oral: 6-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam. Jangan melebihi trimetoprime 320 mg dan sulfametoxazol 1600 mg/hari Shigellosis: Oral: 8 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam selama 5 hari. dengan komposis sulfametoxazole 800 mg dan trimethoprim 160 mg. Dosis. Seperti yang terdokumentasikan digunakan untuk PCP.8 atau 12 jam selama 14 hari dengan infeksi serius.

2-3 bulan.8 atau 12 jam selama 14 hari untuk infeksi gawat. Diare traveler: oral: 1 tablet setiap 12 jam selama 5 hari. atau 12 jam lebih dari 5 hari. . Infeksi saluran urin : Oral: satu tablet (sulfametoxazole 800 mg dan trimethoprim 160 mg) setiap 12 jam. Shigellosis: Oral: 1 tablet setiap 12 jam selama 5 hari. Dosis dewasa. IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6.IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. prostatitis: akut:2 minggu. Sepsis: IV: 20 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam. IV Infeksi kulit: 5mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi. Pengobatan: oral. Nocardia: oral. Cyclospora: oral. Lamanya pengobatan: tidak ada komplikasi: 3-5 hari.. dengan komplikasi: selama 7-10 hari.IV: 15-20 mg TMP/kg/hari dalam 3-4 dosis terbagi.8.8 atau 12 jam selama 5 hari. kronik. Pyelopritis: 14 hari. Pneumocytis carinii: Profilasis: oral: 1 tablet sehari atau 3 kali/minggu. Bronkitis kronis: oral: 1 (satu) tablet setiap 12 jam selama 10-14 hari. IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6.IV: 160 mg TMP dua kali sehari untuk 7-10 hari.

efek: secara farmakologis keduanya bervariasi: peningkatan t ½ dan penurunan klirens obat tergantung klirens kreatinin. Ikatan protein: SMX. TMP: 6-17 jam. TMX. Lamanya pengobatan masih controversial. dan mengalami perpanjangan pada pasien gagal ginjal. ada yang melaporkan selama 7 bulan penggunaan obat. Kontraindikasi . T½ eliminasi: SMX: 9 jam. Sediaan suspensi disimpan pada suhu ruangan dan terhindar dari cahaya langsung. Metabolisme: SMX: N-asetilasi dan glukoronidasi. TMX: menjadi metabolit oksidan hidroksilat.Infeksi gawat (pulmonal/cerebral): 10-15 TMP/kg/hari dalam 2-3 dosis terbagi. 5 mL/100 D5W stabil untuk 4 jam. 90-100%. max. serum: antara 1-4 jam. jangan disimpan pada refrigerator/pembeku.45%. terlindung dari cahaya. Sediaan larutan IV. simpan pada suhu ruangan jangan disimpan dalam refrigerator dan terlindung dari cahaya langsung. T. 68%. 5 mL/125 D5W stabil untuk 6 jam. Eksresi obat: dieksresi melalui urin dalam bentuk metabolit dan dalam bentuk utuh. cara pelarutannya dan pelarutnya harus sesuai dengan yang telah diinformasikan. Farmakologi Absorbsi: oral : hampir sempurna. 5 mL/75 D5W stabil untuk 2 jam. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada suhu ruangan (25°C).

infiltrasi pulmonal. Gastrointestinal : Mual. anemia megaloblastik. Interaksi . hiperbilirubinemia. halusinasi. kejang. SSP : konfusi. muntah.Hipersensitif pada obat golongan sulfa. anorexia). anorexia. myalgia. pseudomembranous collitis. gagal ginjal parah. SLE (systemic lupus erytomatosus: jarang). Neuromuskular dan skeletal : Atralgia. kejadian yang jarang termasuk erytema multiform. pansitopenia. granulositopenia. Hematologi : Trombositopenia. anemia megaloblastik karena kekurangan asam folat. trimethoprim atau komponen lain dalam obat. adanya tanda kerusakan pada hepar pasien. neprotosis. hemolisis (dengan G6PD defisiensi). angioedema. diare. Dermatologi : Rash. profiria. agranulositosis. Hepatic : Hepatotoxic (hepatitis. gagal ginjal. dermatitis eksfoliatif. ataxia. Pernafasan : batuk. rabdomilisis. depresi. peningkatan enzim transaminase. diuresis. necrosis hepatic). Renal : interstisial nephritis. ikterus pada janin. efek samping yang jarang dan dapat hilang dengan sendirinya terkait dengan penggunaan cotrimoxazole meliputi : reaksi dermatologi gawat dan hepatotoxic Cardiovascular : Alergi myokarditis. fotosensitivitas. dispepsia. demam. pankreatitis. muntah. kehamilan Efek Samping Reaksi efek samping yang paling banyak adalah gangguan pencernaan (mual. anemia aplastic. peripheral neutritis. methemoglobinemia. kristaluria. hipoglikemik. pruritus. kolestasis. sindrom stevens-johnson. urtikaria. reaksi dermatologi (rash atau urticaria). Lain-lain: serum sicknes. eosinophiia. toxic epidermal necrosis. Henochschonlein purpura. Endokrin dan metabolit : miperkalemia (pada penggunaan dosis besar). bayi dengan usia <2 bulan. stomatitis.

Trimethoprim: inhibitor CYP2C8/9 (moderat) Meningkatkan efek toksik: Meningkatkan efek toksis dari metotreksat Meningkatkan kadar obat procainamide. penitoin.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: Sulfametoksazol : inhibitor CYP2C8/9 (moderat). Penggunaan bersamaan dengan pyrimethamine (dengan dosis >25mg/minggu) kemungkinan dapat meningkatkan resiko terjadinya anemia megaloblastik.Dengan Makanan : Pengaruh . rifapentine. Jangan digunakan pada saat term kehamilan untuk menghindari terjadinya ikterus pada bayi. Peningkatan efek neprotosis dengan siklosporin. sertalin. rifampisin. Kemungkinan meningkatkan kadar obat amiodaron. flueksetin. phenytoin. Meningkatkan kadar obat dapson. dan inducer CYP2C8/9 lainya.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C/D. fenobarbital. Peningkatan efek hiperkalemia pada penggunaan bersamaan obat ACE inhibitor. dan substrat CYP2C8/9 lainya. nateglinid. reseptor antagonis angiotensin atau diuresis hemat kalium. Menurunkan efek obat: Kemungkinan kadar obat kotrimoxazole akan diturunkan oleh: karbamazepin. warfarin. .. pioglitazone. glimepirid. penggunaan selama proses kehamilan hanya jika terjadi resiko obesitas pada janin. glipizid. secobarbital. rosiglitazon. .

SGOT) Ginjal (ClCr). . menjalani terapi antikonfulsan dalam jangka waktu lama. pasien lanjut usia). Parameter Monitoring Hati (SGPT. hati – hati jika diketahui ada kontra indikasi pada bayi. Hati – hati jika digunakan pada pasien yang mempunyai riwayat alergi atau asma Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus - . ginjal. Electrolit (Kalium) Bentuk Sediaan Injeksi.Terhadap Anak-anak : Kontraindikasi jika digunakan pada bayi dengan usia <2 bulan.Terhadap Ibu Menyusui : Tereksresi dalam air susu ibu. Hindari penggunaan obat pada pasien yang diketahui mengalami kontraindikasi dengan golongan sulfa. apalagi jika diketahui reaksi yang terjadi akan bersifat fatal (sindrom stevens-johnson. hepatic necrosis. kerusakan ginjal dan hepar atau pasien berpotensi tinggi untuk kekurangan folat (malnutrisi. Suspensi Oral. Tablet Peringatan Gunakan secara hati – hati pada pasien dengan defisiensi G6PD. .. Pada pasien elderly kemungkinan mengalami reaksi hipersensitivitas akan lebih besar termasuk juga akan mengalami hipoglikemik. anamia aplastic dan reaksi discariasis darah lainya). dan beberapa elektrolit. perlu penyesuaian dosis untuk pasien dengan gagal ginjal.Terhadap Hasil Laboratorium : Kemungkinan dapat mempengaruhi hasil pengukuran fungsi hati. toxic epidermal necrosis.

Amati jika ada timbul gejala ESO obat.php/informasi-obat/299-kotrimoksazol. diare atau respon hipersensitivitas.go.12R*. 13S*.4. (DIH). Trimethoprime menghambat terjadinya reduktasi asam dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat yang secara tidak langsung mengakibatkan penghambatan enzim pada siklus pembentukan asam folat Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat.tasikmalayakota. 2006. http://dinkes.13trihidroksi-3.14R*)-4-[(2.id/index.13-heksametil-6-[[3.html Eritromicin Deskripsi .6.7. harap menghubungi apoteker.11R*.5.4S*.trideoksi-3(dimetilamino)-ß-D-xilo-heksopiranosil ] oksi ] oksasiklotetradekana- . Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat.9R*. dan ketidak berhasilan terapi maka sebaiknya obat digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. AHFS DRUG. 2005 Farmakope Indonesia IV.Nama & Struktur Kimia : (3R*. 1995.6R*. Daftar Pustaka Drug information hand book. maka harap menghubungi dokter.12.Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi.7R*.9.11.6-Dideoksi3-C-metil-3-O-metil-a-L-ribo-hekso-piranosil)-oksi]-14-etil-7. Mekanisme Aksi Sulfametoxazol menghambat sintesis asam folat dan pertumbuhan bakteri dengan menghambat susunan asam dihidrofolat dari asam para-aminobenzen. seperti mual. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat.Mengamati kemungkinan adanya gejala defisiensi asam folat atau munculnya gejala ESO obat lainya. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat.5S*.

N.06 .histolitica. Pada mata: Untuk mengatasi infeksi konjungtivistis atau gangguan kornea pada bayi baru lahir. Topical: untuk pengobatan acne vulgaris. sedikit : higroskopis.Erira . E.aereus.Erythrin .Erysanbe .Kemotrocin .1264: 62-6] . siphilis dan nongonococcal urethritis.Pharothrocin . Legionella pneumophilia.pneumoniae.Medoxin .Arsitrocin .Erycoat Forte .2.Tromilin Indikasi Sistemik: Digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri yang sensitif terhadap eritromisin seperti. dalam kloroform dan dalam eter . choncroid.Opithrocin .pyogenes.Erphatrocin .pneumoniae.C18H36O2 . M. diphtheria pertusis. dan campylobacter gastroenteritis. larut dalam etanol.Eryderm .Erytrocin . C37H67NO13.10-dion[114-07-8]. Eritromisin stearat (garam) . BM: 862. C43H75NO16 .42 Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . C37H67NO13 .Banntrocin .Eryprima . termasuk S.Konitrocin .Eritromec . Chlamydia.Jeracin .Erymed Plus . Kelarutan : sukar larut dalam air. erytrasma.Rythron .Sapphire .Corsatrocin .Erymed .Tamaret . BM: 1018.Aknemicin . tidak berbau. .Erytrocin EES . digunakan untuk terapi konjungtifitis dengan neomosin.Throcidan .gonorrhoeae.Keterangan Eritromisin etilsuksinat : Eritromisin 2’-(etilsuksinat)[41342-53-4.Decatrocin . S.Sifat Fisikokimia Pemerian : serbuk hablur putih atau agak kuning.Konitrocinx . S.

Dosis. Murni (basa): 30-50 mg/kg/hari dalam 2-4 dosis terbagi. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Bayi dan anak –anak: Kisaran Dosis lazim : Oral: (catatan: terdapat perbedaan absobsi antara 400 mg eritromisin etilsuksinat pada kadar serum dengan 250 mg eritromisin murni (basa). tidak lebih dari 2 g/hari. Murni (basa): 250 – 500 mg setiap 6-12 jam. maka obat dapat diberikan bersamaan dengan makanan. . Estolat: 30-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 2-4 dosis. Dosis dewasa Oral. atau dapat diberikan dalam infus terus-menerus selama 24 jam. Etilsuksinat: 400-800 mg setiap 6-12 jam. tidak lebih dari 4 g/hari. Jika infeksi disebabkan karena legionella maka 750-1000 mg 4 kali sehari untuk 21 hari atau lebih lama lagi dapat direkomendasikan. jika terjadi gangguan cerna pada lambung seperti diare. Etilsuksinat: 30-50 mg/kg/hari dalam 2-4 dosis terbagi.2 g/hari. Injeksi: Laktobionat: 15-20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam atau 500 mg sampai 1 g setiap 6 jam. Dosis untuk indikasi khusus: CAP (community acquired pneumoniae) : oral. Injeksi: Laktobionat: 15-50 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam. 500-1000 mg 4 kali sehari untuk 10-14 hari. IV. Stearat: 30-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 2-4 dosis. stearat atau estolat). tidak lebih dari 3. (maksimal 4 g/24 jam). CARA PEMBERIAN Oral: jangan menghancurkan (membuat serbuk) obat dalam bentuk salut enterik. jangan menggunakan obat bersamaan dengan susu.

dapat bertahan selama 25 hari. Kontraindikasi Pasien yang hipersensitif terhadap eritromisin dan komponen lain dalam obat. Oral: Granul suspensi setelah di larutkan dapat bertahan jika disimpan dalam almari pendingin selama 10 hari. Gastrointestinal: nyeri lambung (8%). absobsi kemungkinan akan meningkat jika digunakan bersamaan dengan makanan.5 – 2. pancreatitis . flatulence(2%). Stabilitas Penyimpanan Injeksi: Eritromisin laktobionat setelah mengalami pengenceran dapat bertahan selama 2 minggu dalam lemari pendingin dan bertahan selama 24 jam pada suhu ruangan. Gagal ginjal: 5-6jam. Pasien yang diketahui menderita penyakit liver. pimozide. Ikatan protein: 75-90%. pain(2%). 18 – 45%. pseudomembranouscollitis. ertromicin etilsuksinat. kandidiasis mulut. pruritus (1%). CNS : headache (8%). ethilsuksinat 0. Distribusi: Menembus plasenta.Farmakologi Absorbsi: Oral : bervariasi tetapi akan lebih baik bila dalam bentuk sediaan garam jika dibandingkan dengan bentuk basanya . Serbuk suspensi oral.5-2jam. masuk dalam ASI. Kontraindikasi jika digunakan bersamaan dengan turunan ergot. T max: serum: normal 4 jam. demam. berdifusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal. Ekskresi: Utamanya melalui feses. hipertropic pyloric stenosis. kram. topikal dan tetes mata disimpan dalam suhu ruangan. Metabolisme: melalui hepar dengan proses dimetilasi. sedangkan dalam bentuk drop. muntah (3%). mual (8%). diare (7%). setelah dilarutkan dapat bertahan selama 14 hari dalam suhu ruangan. anoreksi. urine (2-15% dalam bentuk utuh). kejang. dispepsia (2%). Tablet. dan cisapride. T½ eliminasi: Puncak:1. Dermatitis : ruam (3%).5 jam dan kemungkinan akan diperlambat oleh makanan karena terjadi perbedaan absorbsi obat. Efek Samping Sistemik : Cardiovascular : ventricular arritmia. perpanjangan QTc ventricular takikardia (jarang).

telithromicin dan penghambat CYP3A4 lainya. batuk (3%). nicardipine. Efek eritromisin akan ditingkatkan oleh: antifungi. thioridazine. Menurunkan efek: . Interaksi . nefazodone. Penggunaan dengan obat–obat yang memperpanjang interval QTc meliputi tipe 1a (quinidine) dan tipe III obat antiarritmia. kulit kering. diklofenak. Efek obat yang memblokade neuromuskular dan warfarin akan ditingkatkan oleh eritromisin. fenlafaksine. tacrolimus. quinidine. propofol. ergot alcaloide. Ca chanel blocker. quinidine. nefazodone. mirtazapine. sildenafil. protease inhibitor. HMG-CoA reductase inhibitor (lovastatin dan simvastatin). netaglinide. verapamil. Hepatic : Cholestatic joundice (kebanyakan jika bersamaan dengan estolate). Local : Plebitis pada tempat injeksi. reaksi alergi. gatifloxacin. sparfloxacin. thioridazin) harus dengan perhatian ekstra. cyclosporin. Neuromuscular dan skeletal : Malas (2%). doxyciclin. moxifloxacin. imatinib. Topikal: 1-10% : dermatologi: erythema. desquamation. meningkatkan parameter pemeriksaan hepar (2%). cisapride. tromboflebitis.Hematologi : Eosinophilia (1%). Respirasi : Dyspnea (1%). Eritromisin adalah inhibitor moderat CYP3A4. pruritos. pimozide. Golongan ergot juga dikontraindikasikan penggunaannya bersamaan dengan eritromisin.Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek toksik: Meningkatkan efek aritmia jika digunakan bersamaan dengan: cisapride. claritromisin. pimozide. isoniazid. sehingga kemungkinan akan meningkatkan efek obat: benzodiazepin. Lain-ain : Reaksi hipersensitifitas. serta antipsikosis selektif (mesoridazin.

karena kemungkinan bahan pelarutnya terkontaminasi dengan benzil alkohol yang bersifat toksik pada bayi (neonatus). ClCr). karena hal ini akan meningkatkan terjadinya rasa malas. muntah. Pengaruh . Injeksi. karbamazepin. Kadar eritromisin kemungkinan akan diturunkan oleh: aminoglutethimide.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B .SGPT). Jika terjadi demikian. Untuk Suspensi Oral . Serbuk Untuk Oral Suspensi . Granul. Suspensi Oral. Topikal . kolik lambung. . . ginjal. Fungsi hepar (SGOT. Bentuk Sediaan Kapsul. Tablet/Tablet Salud. opthalmic Peringatan Penggunaannya harus berhati – hati pada pasien yang mengalami kerusakan hati baik dengan atau tanpa jaundice. Gel. phenithoin.Eritromisin kemungkinan menurunkan kadar obat zafirlukas. dan induksi CYP3A4 lainnya. nafcilin. karena kemungkinan adanya benzil alkohol pada formulasi obat yang bersifat toksik pada bayi. tapi dengan hati-hati. nevirapine.Dengan Makanan : Etanol: hindarkan penggunaan dengan etanol karena akan menurunkan absorbsi eritromisin juga akan meningkatkan efek etanol. Hindari penggunaan eritromisin pada bayi. phenobarbital. CBC. Parameter Monitoring CBC (cell blood count). AAP merekomendasikan pemberian obat pada ibu menyusui. Renal (BUN.Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan Jangka panjang Kemungkinan Akan berpengaruh pada hasil pengukuran : Hepar. rifampicin. maka hentikan pengobatan. Ointment.Terhadap Ibu Menyusui: Obat diekresi kedalan ASI (air susu ibu). serum level eritromisin kemungkinan akan berubah jika diberikan dengan makanan. Eritromisin kemungkinan mempunya efek antagonis dengan obat clindamisin dan lincomisin. Makanan: obat akan meningkat absorbsinya jika digunakan bersamaan dengan makanan. . Tablet Chewable. dan demam. Penggunaan pada bayi dapat memicu terjadinya hypertropic pyloric .Terhadap Anak-anak : Hindari penggunaan eritromisin lactobionat. mual.

Daftar Pustaka Drug information hand book. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis DNA-dependent protein bakteri sehingga akan mengubah perpanjangan tahapan sintesis. 2005 Farmakope Indonesia IV. maka harap menghubungi dokter. 1995. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. berikatan dengan 50S subunit ribosom yang akan menyebabkan penghambatan pada transpeptidase sel bakteri. http://dinkes. maka sebaiknya eritromisin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan.php/informasi-obat/253-eritromicin. 2006. diare atau respon hipersensitivitas. serta antipsikosis selektif (mesoridazin.go. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan).tasikmalayakota. seperti mual. (DIH). Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat.html Flukonazol .id/index. Perlu di waspadai terjadinya suprainfeksi pada penggunaan obat dalam waktu lama. thioridazin). Amati jika ada timbul gejala ESO obat. harap menghubungi apoteker. Memonitor Penggunaan dengan obat – obat yang memperpanjang interval QTc meliputi tipe 1a (quinidine) dan tipe III obat antiaritmia. AHFS DRUG.stenosis (HPS).

C13H12F2N6O . Obat mempunyai kelarutan : 25 mg/ml dalam alkohol pada temperatur kamar.Flucoral .4-Difluoro-1-bis(1H-1.Govazol .bis(1H-1.Diflucan . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Vaginal candidiasis dan candidal balanitis.4-Difluorophenyl) .Cryptal Indikasi Pengobatan candidiasis (vaginal.Cancid . dan infeksi systemic) . Obat ini larut dalam metanol dan kloroform.1 M NaCl.2.4-triazol-1-ylmethyl) benzyl alcohol.4triazole-1-ethanol. infeksi saluran urin ).Deskripsi . profiaksis antijamur pada transplantasi sumsum tulang. 2. Flukonazol mempunyai pKa 1. meningitis cryptococcal. ? a -(2. Struktur kimia yang mengandung cincin imidazol dengan cincin triazol menyebabkan meningkatnya aktivitas antifungi dan memperluas aktivitas spectrum antifungi. oropharyngeal. peritonitis.Keterangan : Fluconazole adalah sintetik derivatif triazol. peroral dosis tunggal 150 mg .a?-(1H-1.Zemyc .4Difluoro-?alfa. dan sedikit larut dalam air dengan kelarutan 8 mg/ml pada suhu 37°C. pneumonia.2. alfa?1.4-triazol-1-yl methyl)-1H-1. Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Nama & Struktur Kimia : 2. . suatu senyawa antifungal azol.Sifat Fisikokimia Flukonazol merupakan serbuk kristal putih.2.Candizol .4-triazol-1-ylmethyl) benzyl alcohol.76 pada suhu 24°C dalam 0.Flucess . Dosis. esophageal.2.

candiduria. infeksi non-invasive bronchopilmonary. pemberian tidak . corporis. selama 14 – 30 hari pada infeksi mukosal yang lain (oesophagitis. maksimal dosis 400 mg sehari(BNF 50) Pemberian Flukonazol secara parenteral (IV infus) diberikan dalam 1 . peroral atau infusi intravena. 3 – 6 mg/kg pada hari pertama kemudian 3 mg / kg sehari (tiap 72 jam pada neonatus usia sampai 2 minggu. cruris. untuk oropharyngeal candidiasis (maksimal 14 hari kecuali pada pasien immunocompromised yang berat). Anak-anak peroral atau infusi intravena. 400 mg sehari jika pasien beresiko tinggi mengalami infeksi sistemik. maksimal durasi pengobatan adalah 6 minggu. 50 mg sehari selama 2 – 4 minggu ( selama 6 minggu pada tinea pedis).Mucosal Candidiasis ( kecuali genitalia).2 jam. terapi sebelum terjadinya onset neutropenia dan dilanjutkan sampai 7 hari setelah jumlah neutrofil yang diinginkan tercapai. anak-anak tergantung dari lama dan beratnya neutropenia. peroral. peroral atau infusi intravena. tiap 48 jam pada neonatus usia 2 – 4 minggu) Tinea pedis. Pencegahan terhadap infeksi jamur pada pasien immunocompromised. peroral 200 mg sehari atau infusi intravena 100 – 200 mg sehari. anak-anak 6 – 12 mg/kg sehari ( setiap 72 jam pada neonatus berusia hingga 2 minggu. seperti setelah transplastasi sumsum tulang . setiap 48 jam pada neonatus dengan usia 2 – 4 minggu). 3 – 12 mg/kg sehari (setiap 72 jam pada neonatus berusia hingga 2 minggu. pityriasis versicolor. selama 14 hari untuk atropical aral candidiasis. dan dermal candidiasis. dosis ditingkatkan jika perlu hingga 400 mg sehari. peroral 50 mg sehari (100 mg sehari pada infeksi yang sulit sembuh) diberikan selama 7 – 14 hari . dosis awal 400 mg kemudian 200 mg sehari. pengobatan di teruskan sesuai respon ( paling sedikit 6 – 8 minggu untuk cryptococcal meningitis). setiap 48 jam pada neonatus dengan usia 2 – 4 minggu) ). 50 -400 mg sehari disesuaikan dengan resiko . Infeksi candidal invasiv (termasuk cadidaemia dan disseminated candidiasis) dan infeksi cryptococcal termasuk meningitis). maksimal dosis 400 mg sehari Pencegahan relaps cryptococcal meningitis pada pasien AIDS setelah terapi primer lengkap.

Injeksi : simpan injeksi dalam kemasan gelas pada suhu 5°C hingga 30°C. . kejang.boleh lebih dari 200 mg/jam bila pemberian obat melalui IV infusi. dispepsia jarang terjadi. muntah. inflamasi meninges : > 70% hingga 80%. rash ( pengobatan tidak dilanjutkan atau monitor dengan ketat pada infeksi invasive atau sistemik). Jangan dibuka kemasannya hingga obat akan digunakan. Farmakologi Distribusi : terdistribusi secara luas dalam tubuh dengan penetrasi yang baik ke dalam cairan serebrospinal. pusing. Difusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal : adekuat dengan atau tanpa inflamasi. reaksi hipersensitivitas. toxic epidermal necrolysis. anafilaksis. kulit dan urin. Setelah dilakukan rekonstitusi simpan pada 5°C hingga 30°C. pruritus. syndrom Steven-Johnson (pada pasien AIDS pernah dilaporkan reaksi kulit yang hebat). sputum. mata . alopecia. atau beberapa komponen yang terdapat dalam sediaan. leucopenia. CSF : blood level ratio : normal meninges : 70% hingga 80% . serum: pemberian oral : 1-2 jam Ekskresi : Urin (80% dalam bentuk obat yang tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Serbuk untuk suspensi oral : simpan serbuk kering pada suhu < 30°C. diare. gangguan hati. gangguan pengecapan. Ikatan protein plasma : 11% hingga 12% Bioavailabilitas : Oral : > 90% T½ eliminasi pada fungsi ginjal normal ~ 30 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. penggunaan bersamaan dengan cisapride Efek Samping Mual. Hindari pembekuan (freezing). Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap flukonazol. cairan peritoneal. rasa tidak enak pada perut. hiperlipidemia. Buang sediaan yang tidak digunakan setelah 2 minggu. Hindari pembekuan (freezing). flatulence. azol yang lain . sakit kapala.

rosiglitazone. Menurunkan efek: rifampin menurunkan konsentrasi flukonazol . Jika digunakan pada dosis tinggi. 2C19dan 3A4 yang lain. nefazodone. Produsen menyarankan menghindari penggunaan obat – multiple congenital abnormalities dilaporkan terjadi pada dosis tinggi dan pemakaian jangka lama. glimepirid. Penggunaan dosis yang rendah (150 mg sebagai dosis tunggal atau 200 mg/hari) mempunyai factor resiko yang lebih rendah . phenytoin. Penggunaan obat selama kehamilan hanya jika potensial keuntungan pada ibu lebih besar daripada potensial resiko pada janin.Dengan Makanan : Pengaruh . namun demikian diperlukan data tambahan. diazepam. bloker saluran kalsium. sertraline. sildenafil (dan PDE-5 inhibitor yang lain). Meningkatkan efek/toksisitas : Penggunaan bersamaan dengan cisapride dikontraindikasikan disebabkan karena potensial terjadi aritmia malignant. 3 A4 (moderate). flukonazol bersifat teratogenik pada hewan uji. 2C19 (kuat). . mirtazapine. Flukonazol dapat meningkatkan kadar/efek amiodarone. Interaksi . metsuksimid. HMG-CoA reductase inhibitor. benzodiazepin tertentu.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: Menghambat CYP1A2 (lemah) . Penggunaan obat selama trimester pertama dilaporkan terjadi malformation pada manusia jika digunakan pada dosis tinggi (400 mg/hari) dalam jangka waktu yang lama . tacrolimus. cisapride. venlafaxine. propranolol. glipizid. warfarin dan substrate CYP2C8/9. fluoksetin. 2C8/9 (kuat). citalopram.trombositopenia dan hipokalemia. neteglinide.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. pioglitazone. siklosporin. turunan ergot.Terhadap Ibu Menyusui : .

Produsen menyarankan menghindari penggunaan obat – fluconazole ditemukan pada air susu sehingga pemakaian flukonazol pada ibu menyusui tidak direkomendasikan. seperti kondisi pasien. Efek samping yang sering terjadi adalah muntah (5 %). Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. monitor fungsi hati – pengobatan tidak diteruskan jika muncul gejala dan tanda gangguan pada hati ( resiko hepatic necrosis). . Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau dokter. Pastikan hal ini . mual (2 %) dan diare (2 %). nyeri perut (3 %). Cairan Injeksi Peringatan Kerusakan ginjal. tes fungsi ginjal. perpanjangan interval QT Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Digunakan dengan atau tanpa adanya makanan. alkaline phaophatase ). . Pada suatu penelitian mengenai profil keamanan flukonazol pada 577 anakanak umur 1 hingga 17 tahun dengan dosis berkisar antara 1 hingga 15 mg/kg/hari selama 1 hingga 1616 hari. ALT. Tablet. Efikasi flukonazol belum terbukti pada bayi umur kurang dari 6 bulan. umur dan berat badan.flukonazol (2 hingga 3 mg/kg/hari) memperlihatkan efek klinik dan kecepatan respon mycological yg lebih tinggi daripada nistatin oral 400. Pada suatu penelitian efikasi Flukonazol untuk menekan meningitis cryptococcal telah terbukti berhasil pada 4 dari 5 anak-anak.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Tes fungsi hati (AST. kalium Bentuk Sediaan Kapsul. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi.000 IU 4 kali sehari. kehamilan. menyusui.Terhadap Anak-anak : Pada pasien anak immunocompromised usia 6 bln hingga 13 thn dengan candidiasis oropharyngeal. .

Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. Larut baik dalam air. aseton. kalium Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 DrugFact & Comparisons 2003 http://dinkes.Nama & Struktur Kimia . :- Golongan/Kelas Terapi . Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. kloroform. mintalah nasehat dokter tau apoteker.Sifat Fisikokimia .php/informasi-obat/263-flukonazol. tidak larut dalam alkohol. ALT. Jangan diberikan pada orang lain. Mekanisme Aksi Mempengaruhi aktivitas cytochrom P450. Serbuk agak keputih-putihan.id/index.Keterangan : : Gentamisin sulfat. segera mungkin minum obat setelah ingat. eter dan benzen.tasikmalayakota.go. menurunkan synthesis ergosterol (sterol penting pada sel membran jamur) dan menghambat formasi sel membran Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati secara periodik (AST. alkaline phosphatase ) dan tes fungsi ginjal.dilakukan Jika pasien lupa minum obat. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep.html Gentamisin Deskripsi . kecuali atas saran dari dokter atau apoteker.

dan profilaksis untuk bakteri endokarditis dan tindakan bedah. atau i. Anak > 5 tahun : 2 .Diprogenta .m.2. infeksi tulang. Dosis. infeksi saluran urin.m. endokarditis dan septikemia . Note : Usual dose yang lebih tinggi dan/atau frekuensi yang lebih tinggi (setiap 6 jam) yang diberikan pada kondisi klinik secara selektif ( cystic fibrosis) data serum level yang dibutuhkan • Anak dan dewasa : Intratekal : 4 – 8 mg/hari Optalmik : Salep : Dioleskan pada mata 2 – 3 kali sehari sampai setiap 3 – 4 kali Tetes mata : Teteskan pada mata yang sakit 1 – 2 tetes setiap 2 – 4 jam.v.Gentak .Gentana .5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i. atau i.Gentamisin Indikasi Infeksi : Gram negatif (Pseudomonas. abdomen.5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis diberikan secara individu karena indek terapinya relatif sempit • Dosis umum : Bayi dan anak < 5 tahun : 2.Gentamerc .v. naikan 2 tetes setiap jam untuk infeksi parah Topikal : . Serratia) dan Gram positif (Staphylococcus). infeksi saluran nafas. penggunaan topical. infeksi kulit dan jaringan lunak. Proteus.Genoptik .Anti Infeksi Nama Dagang .

5 – 2 mg/kg BB setiap 8 jam (kombinasi dengan Ampisilin dan Metronidazol) Profilaksis endokarditis : Gigi. mulut.m. Neonatal dengan BB > 2000 gr : 2. Dapat juga dikombinasi dengan Doxyciclin Kolangitis : 4 – 6 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan Ampisilin Divertikulitis (komplikasi) : 1. 8 – 28 hari : Neonatal dengan BB < 2000 gr : 2. atu 5 mg/kg BB/hari secara i. atau i. selama 7 hari. v. selanjutnya 1.5 mg/kg BB setiap 8 jam Inflamasi pelvik : Loading Dose : 2 mg/kg BB. atas. 0 – 7 hari : Neonatal dengan BB < 2000 gr : 2.5 mg/kg BB setiap 8 – 12 jam. Neonatal dengan BB > 2000 gr : 2.5 mg/kg BB setiap 8 jam . m. saluran nafas bagian.5 mg/kg BB setiap 12 jam Meningitis Neonatal.5 mg/kg BB/ dosis setiap 8 – 12 jam untuk mendapatkan kadar puncak secara cepat pada terapi. syok Dosis tunggal : 4 – 7 mg/kg BB/dosis tunggal/hari.Salep : Salep dioleskan pada kulit yang sakit 3 – 4 kali sehari Dewasa : Diberikan secara i.5 mg/kg BB dikombinasi dengan Ampisilin 50 mg/kg BB 30 menit sebelum operasi Endokarditis atau sejenisnya (untuk infeksi Gram Positif) : 1 mg/kg BB setiap 8 jam (kombinasi dengan Ampisilin) Meningitis Listeria : 5 – 7 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan Penicillin selama 1 minggu Meningitis Neonatal. v. • Indikasi spesifik :` Bruselosis : 240 mg/hari i. beberapa klinisi memberikan rekomendasi dosis tersebut untuk pasien yang fungsi ginjalnya normal. saluran urin 1. Konfensional : 1 – 2. saluran pencernaan.5 mg/kg BB setiap 18 – 24 jam. dosis inisial yang lebih tinggi dapat diberikan dengan pertimbangan yang cermat untuk pasien jika cairan ekstraseluler meningkat (udem.

Atau i. Dosis untuk Clcr <10 mL/menit dan follow level Lanjutan melalui kontinius arterovenous atau venovenous hemofiltration : . siergis) : 3 – 4 mg/L (mcg/L) dari cairan CAPD Pemberian injeksi dengan rute i.5 mg/kg BB/dosis setiap 8 jam • Interval Dosis pada penurunan fungsi ginjal Dosis konvensional : Klirens kreatinin >= 60 ml/menit : diberikan setiap 8 jam Klirens kreatinin 40 – 60 ml/menit : diberikan setiap 12 jam Klirens kreatinin 20 – 40 ml/menit : diberikan setiap 24 jam Klirens kreatinin < 20 ml/menit : loading dose. Pneumonia : 7 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan antipseudomonas beta laktam atau Carbapenem Tularemia : 5 mg/kg BB/hari dibagi setiap 8 jam untuk 1 – 2 minggu Infeksi saluran Urin :1. pemberian dosis selama hemodialisa dan follow level .. kemudian monitor Dosis tinggi untuk terapi : Interval diperpanjang ( mis. v.Alternate therapy : 4. m.5 mg/kg BB/hari Plague (Yersinia pestis) : 5 mg/kg BB/hari diikuti dengan postexposture dengan Doksisiklin. setiap 48 jam) pada pasien dengan gangguan ginjal yang moderat (klirens kreatinin 30 – 59 mL/menit) dan atau dasar perhitungan pada serum level determination. Terapi lanjutan dengan Continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) : Pemberian melalui cairan CAPD : o Infeksi Gram–negative : 4 – 8 mg/L(4 – 8 mc/L) dari cairan CAPD o Infeksi Gram–positif (mis. Hemodialisa : Dilanjutkan dengan dialisa : 30% lanjutan dari Aminoglikosida dilaksanakan selama 4 jam hemodialisa. Selama CAPD.

6 per kg BB.5 jam. 1 minggu -6 bulan 3-3. Neonatus : 0. Pasien dengan gangguan ginjal 36-70 jam Kadar puncak serum : i.35 /kg BB.40 mL/menit dan follow level • Penyesuaian dosis pada penyakit hepar : Monitor konsentrasi dalam plasma b. • Tetes mata c.5-3 jam.v. m. asites dan menurun pada dehidrasi.Dosis untuk Clcr 10 .atau i.v.3 -0. 1. Cara pemberian : • Injeksi i. i.0. Dewasa .2-0.5 jam. Dewasa 0.3 /kg BB Protein binding : < 30 % Waktu paruh eliminasi : Infant : umur < 1 minggu 3-11.m 30-90 menit. Anak 0. Lama penggunaan : Sesuai dengan aturan pada pemberian dosis Farmakologi Didistribusikan melalui plesenta Volume distribusi meningkat pada odem.4. 30 menit setelah pemberian dengan infus Ekskresi : Urin Stabilitas Penyimpanan Stabilitas : • Stabil selama 30 hari setelah kemasan ditusuk • Stabil selama 24 pada suhu kamar dalam campuran NaCl fisiologis atau Dextrosa 5% .

Trombositopeni Interaksi .30% • Jangan disimpan di refrigerator Kontraindikasi Hipersensitif terhadap Gentamisin dan Aminoglikosida lain Efek Samping > 10% . ataxia) .Susunan syaraf pusat : Neurotosisitas (vertigo.Kulit : rash. Ototoksisitas (vestibular) .Ginjal : Nefrotoksik ( meningkatkan klirens kreatinin) 1% – 10% .Reaksi alergi . gatal.Neuromuskuler dan skeletal : Gait instability .Penyimpanan : • Tidak berwarna sampai kuning muda pada penyimpanan pada suhu 2% .Granulocytopenia . kemerahan < 1% .Pseudomotor Cerebral .Cardiovaskuler : Edeme .Otic : Ototoksisitas (auditory).Dyspnea .Agranulositosis .Fotosensitif .

jumlah urin yang keluar BUN. 30 g) Infus. Sebagai Sulfat 40 mg/ml (2 ml. Amfoterisin B. Sebagai Sulfat (Premixed in NS) 40 mg (50 ml). 120 mg (100 ml) Larutan Injeksi.Dengan Makanan : Harus dipertimbangkan terhadap diet makanan yang mengandung Calcium. 60 mg (50 ml. 70 mg (50 ml).10 ml) Vial Larutan Injeksi. pemantauan pendengaran untuk pemakaian > dari 2 minggu Bentuk Sediaan Krem.1 % (15 g. 100 mg (50 ml.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Analisis urin. efek potensiasi dengan neuromuscular blocking agent . Sefalosporin. Topical Sebagai Sulfat 0. 8 ml. Sebagai Sulfat 10 mg/ml (6 ml.Dengan Obat Lain : Penisilin.90 mg (100 ml). potassium Pengaruh . 80 mg (50 ml. Pediatrik Sebagai Sulfat 10 mg/ml (2 ml) (Dapat mengandung Metabisulfit) .Terhadap Ibu Menyusui : Dieksresi melalui ASI dalam jumlah kecil . Diuretik dapat meningkatkan efek nefrotoksik.Terhadap Kehamilan : Factor risiko : C . 20 ml) (Dapat Mengandung Metabisulfit) Larutan Injeksi..Terhadap Anak-anak : - . 100 ml). serum kreatinin. magnesium . 100 ml). 100 ml).

Bentuk sediaan yang diberikan b. Cara penyimpanan Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 .3% (5 ml. kondisi dengan depresi neuromuskuler transmitens • Aminoglikosoda secara parenteral dapat menimbulkan nefrotoksisitas dan ototoksisitas dapat secara langsung secara proporsional dengan jumlah obat yang diberikan dan durasi pengobatan. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien a.Larutan Injeksi. tinnitus atau vertigo adalah indikasi dari vestibular injuri dan mengancam hilangnya pendengaran. Pediatrik Sebagai Sulfat (Preservative Free) : 10 mg/ml (2 ml) Saleb Mata Sebagai Sulfat 0.1% (15 g.3% (3 mg/g (3. 15 ml) Mengandung Benzalkonium Klorida Peringatan • Jangan digunakan pada pengobatan yang lama karena dapat berisiko toksik pemberian yang lama yaitu penurunan fungsi ginjal. miastenia gravis. hipokalsemia. Apa yang dilakukan jika pasien lupa minum obat d. Cara pemakaian c. Interaksi yang mungkin terjadi e.5 g)) Saleb Kulit Sebagai Sulfat 0. 30 g) Tetes Mata Sebagai Sulfat 0.

6-trimethoxy. Dalam perdagangan obat ini tersedia untuk penggunaan secara oral sebagai Griseofulvin Microsize dan Griseofulvin Ultramicrosize.id/index. aseton.Mycostop .Griseofulvin (Generik) .Griseofulvin Prafa .Griseofort .php/informasi-obat/267-gentamisin. Larut dalam etanol.Nama & Struktur Kimia .1´(2)-cyclohexene]-3.Keterangan Griseofulvin adalah antibiotika fungistatik yang dihasilkan oleh : Penicillium griseofulvum atau species lain dari Penisillium termasuk P chrysogenum Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . C17H17ClO6 Griseofulvin berwarna putih atau putih krem.4. petroleum eter.html Griseofulvin Deskripsi .go. metanol.Fulcin .6´: methylspiro[benzofuran-2(3H).4´-dione.etil asetat dan asam asetat. Praktis tidak larut dalam air. benzen.Fungistop . kloroform. termostabil. . : Griseofulvin Microsize mengandung partikel berukuran diameter 4 µm dan Griseofulvin Ultramicrosize mengandung partikel berukuran diameter < 1 µm.Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes.tasikmalayakota. rasa pahit.Sifat Fisikokimia Sinonim : 2S-trans ]-7-chloro-2´.

lupus erytematosus sistemik (risiko serangan). rambut dan kuku jika terapi topikal tidak berhasil atau tidak cocok. Kontraindikasi Penyakit hati yang berat. feses dan keringat Stabilitas Penyimpanan Sedíaan griseofulvin harus disimpan pada suhu kurang dari 40°C. menyusui. Tablet Griseofulvin Microsize dan Griseofulvin Ultramicrosize harus disimpan dalam wadah tertutup rapat. Dosis.5 kali daripada microsize ) Distribusi : menembus plasenta Metabolisme : sebagian besar di hati T½ eliminasi : 9-22 jam Ekskresi : urine (< 1% dalam bentuk obat tidak berubah). Farmakologi Absorpsi : absorpsi Griseofulvin ultramicrosize hampir sempurna. porfiria. absorpsi meningkat jika digunakan bersama makanan yang mengandung lemak ( absorpsi ultramicrosize pada saluran cerna ~ 1. pria sebaiknya tidak merencanakan mempunyai anak selama 6 bulan dalam pengobatan. absorpsi Griseofulvin microsize bervariasi (25 % hingga 70 % dari dosis oral). kulit kepala. . Anak-anak : 10 mg/kg sehari dalam dosis terbagi atau dosis tunggal. Sediaan griseofulvin mempunyai waktu kadaluarsa 2 – 5 tahun sesuai tanggal kadaluwarsa yang tercantum dari masing-masing produsen obat. kemudian dosis diturunkan jika telah ada respon. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dewasa :500 mg sehari dalam dosis terbagi atau dosis tunggal. kehamilan (hindari kehamilan selama penggunaan obat dan hingga 1 bulan setelah pengobatan.Indikasi Infeksi dermatofit pada kulit. pada infeksi berat dosis dapat ditingkatkan hingga dua kali lipat .

Terhadap Kehamilan : Dihindari penggunaannya pada wanita hamil .Dengan Makanan : Konsentrasi griseofulvin dapat meningkat jika digunakan bersama makanan . neuropati perifer. Etanol akan menyebabkan reaksi type ’’disulfiram’’ seperti kemerahan. gangguan koordinasi. tidak banyak terjadi hepatotoksisitas. juga pria pria sebaiknya tidak merencanakan mempunyai anak selama 6 bulan setelah menjalani pengobatan. 3A4 (lemah) Meningkatkan efek/toksisitas : Toksisitas ditingkatkan dengan etanol. 2C8/9 (lemah). terutama makanan yang mengandung lemak tinggi. gangguan tidur. ruam termasuk yang jarang terjadi erithema multiform. muntah. Pengaruh . Faktor risiko : C . Etanol : hindari etanol (dapat meningkatkan depresi SSP). Menurunkan efektivitas kontrasepsi oral .Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: induksi CYP1A2 (lemah).Efek Samping Mual. sakit kepala. gunakan alat kontrasepsi yang efektif selama pengobatan dan hingga paling sedikit 1 bulan sesudah pengobatan (penting : efektivitas oral kontrasepsi diturunkan.Terhadap Ibu Menyusui : Distribusi ke dalam air susu ibu tidak diketahui . rasa lelah. diare . Menurunkan aktivitas warfarin. sakit kepala. dapat menyebabkan takikardi dan flushing (kemerahan) Menurunkan efek : barbiturat dapat menurunkan kadar griseofulvin. dilaporkan terjadi fenotoksisitas dan teratogenisitas pada hewan. leukopenia. dan fotosensitivitas Interaksi .Terhadap Anak-anak : - . kebingungan. mual dan pada beberapa pasien mengalami muntah dan nyeri dada dan/atau abdominal. pusing. necrolysis epidermal toksik.

. Obat ini menyebabkan sensitivitas terhadap sinar matahari dan cahaya ultra violet lain. Sangat penting untuk menjaga kebersihan selama dan sesudah untuk mencegah terjadinya reinfeks. Hindari paparan yang terlalu lama terhadap sinar matahari. Penggunaan obat bersama dengan makanan yang mengandung lemak (kacang atau es krim )untuk meningkatkan absorpsi. umur dan berat badan. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. seperti kondisi pasien. atau dengan makanan atau susu untuk menghindari gangguan saluran cerna (GI upset) Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi terhadap tes laboratorium : reaksi palsu positif pada pemeriksaan kadar VMA urin Parameter Monitoring Tes fungsi ginjal. Pastikan hal ini dilakukan. Gunakan tabir surya atau gunakan pakaian untuk melindungi tubuh hingga tubuh dapat mentoleransi kembali. kendaraan bermotor karena griseofulvin dapat menurunkan kewaspadaan. hati dan hematopoetik Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Jangan menjalankan mesin. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker.i .

tasikmalayakota. mintalah nasehat dokter atau apoteker Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi ginjal. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat . Mekanisme Aksi Menghambat mitosis sel jamur pada metafase.id/index. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. Jangan diberikan pada orang lain. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain.Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter .html . hati dan hematopoetik secara periodik Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. kecuali atas saran dari dokter atau apoteker.php/informasi-obat/274-griseofulvin. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Jika pasien lupa minum obat. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. kecuali atas anjuran dokter. segera mungkin minum obat setelah ingat.go. berikatan dengan keratin manusia menyebabkan resistensi terhadap invasi jamur.