Fenoksimetil Penisilin (Penisilin V) Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : : Asam (2S,5R,6R)-3,3-dimetil-7-okso-6-(2-fenoksiasetamido)-4-tia-1azobiksol

[3,2,0]heptana-2-karboksilat [87-08-1]. (C16H18N2O5S)2 Potensi penisilin V tidak kurang dari 1525 dan tidak lebih dari 1780 unit penisilin V tiap mg. Pemerian serbuk hablur, putih:tidak berbau. Tidak larut dalam minyak lemak: sangat sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol dan dalam aseton. - Keterangan : Catatan : 250mg = 400.000 unit.

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang

Indikasi Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap penicillin meliputi infeksi saluran pernafasan, otitis media, sinusitis, kulit, dan saluran kemih; profilaksis pada demam rheumatoid. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis Oral: Infeksi Sistemik: Anak < 12 tahun, 25-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam; dosis maksimal 3 g/hari. Anak > 12 tahun dan dewasa: 125-500 mg setiap 6-8 jam. Profilaksis pneumococal: Anak < 5 tahun, 125 mg dua kali sehari.

Anak > 5 tahun, dan dewasa, 250 mg dua kali sehari. Profilaksis demam reumatoid kambuhan: Anak < 5 tahun, 125 mg dua kali sehari. Anak > 5 tahun, dan dewasa, 250 mg dua kali sehari. Penyesuaian dosis untuk gagal ginjal: ClCr <10 mL/menit; diberikan 250 mg setiap 6 jam. Pemberian obat: Oral:Diberikan dalam keadaan perut kosong untuk meningkatkan absorbsi obat. Farmakologi Absorbsi : 60% sampai 73%. Distribusi: masuk kedalam air susu ibu. Ikatan protein plasma: 80% T½ eliminasi: 30 menit, dan mengalami perpanjangan pada gagal ginjal. T max: 0,5-1 jam. Ekskresi : urin (dalam bentuk utuh dan dalam bentuk metabolit). Stabilitas Penyimpanan Sediaan tablet dan serbuk oral suspensi: disimpan pada suhu 15-30°C. Setelah mengalami pencampuran, obat disimpan dalam lemari pendingin (2-8°C), jangan digunakan setelah 14 hari. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap penisilin atau komponen lain dalam sediaan. Efek Samping > 10% : Gastrointestinal: diare sedang, muntah, mual, atau kandidiasis. < 1% : (Kejadian jarang dan dapat hilang dengan sendirirnya); akut interstisial nephritis; konfusi; anemia hemolitik; positif coombs’ test.

Interaksi - Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek toksis: Probenezid dapat meningkatkan kadar penisilin. Aminoglikosida kemungkinan mempunyai efek sinergi dengan penisilin. Penisilin kemungkinan mempunyai meningkatkan efek paparan metotreksat selama proses terapi (monitoring). Menurunkan efek: Tetrasiklin kemungkinan dapat menurunkan efektifitas dari penisilin. Meskipun masih dalam penelitian, efek kontrasepsi oral dapat diturunkan efektifitasnya oleh penisilin. - Dengan Makanan : Makanan dapat menurunkan kadar absorbsi penisilin; dapat menurunkan kadar obat dalam serum plasma. Pengaruh - Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B - Terhadap Ibu Menyusui : Dieksresi kedalam air susu ibu. Hati-hati jika terjadi reaksi hipersensitifitas pada anak. - Terhadap Anak-anak : Data masih terbatas; hati-hati jika timbul reaksi hipersensitifitas setelah pemberian obat. - Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan lama : dapat mempengaruhi hasil pengukuran fungsi Ginjal. Parameter Monitoring Pada penggunaan jangka waktu lama : dilakukan monitoring terhadap : Fungsi ginjal (ClCr, BUN). Tanda – tanda kejadian anafilaksis pada pemberian dosis awal. Bentuk Sediaan

Serbuk Oral Suspensi. seperti mual. 2005 Farmakope Indonesia IV. sehingga menyebabkan penghambatan pada tahapan akhir transpeptidase sintesis peptidoglikan dalam dinding sel bakteri. diare atau respon hipersensitivitas. maka sebaiknya penisilin V digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. maka harap menghubungi dokter. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbuknya resistensi. 2006. akibatnya biosintesis dinding sel terhambat.Volume 41 200 . INDONESIA. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). AHFS DRUG. harap menghubungi apoteker. Daftar Pustaka Drug information hand book. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. 1995. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. Tablet Peringatan Digunakan secara hati – hati pada pasien gagal ginjal (penyesuaian dosis). ISO. (DIH). Mengamati kemungkinan adanya efek anafilaksis pada pemberian dosis awal. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. dan sel bakteri menjadi pecah (lisis). riwayat kejang atau hipersensitif terhadap sefalosporin. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat satu atau lebih pada ikatan penisilinprotein (PBPs – Protein binding penisilin’s).

Aktivitas antibakterinya dengan menghambat sintesa protein dengan jalan mengikat ribosom subunit 50S. 2. batuk-pilek. Jangan digunakan untuk mengobati influenza. infeksi tenggorokan.Kloramfenikol merupakan obat pilihan untuk penyakit tifus.tasikmalayakota. dan beberapa bakteri aerob gram-negatif. yang merupakan langkah penting dalam pembentukan ikatan peptida. termasuk Haemophilus influenzae.Untuk infeksi berat yang disebabkan oleh H. Komposisi: Tiap kapsul mengandung 250 mg kloramfenikol Cara Kerja: Kloramfenikol adalah antibiotik yang mempunyai aktifitas bakteriostatik.php/informasi-obat/259-fenoksimetil-penisilin-penisilinv. lymphogranuloma-psittacosis dan beberapa bakteri gram-negatif yang menyebabkan bakteremia meningitis. Kontra Indikasi: Penderita yang hipersensitif atau mengalami reaksi toksik dengan kloramfenikol.http://dinkes. atau untuk mencegah infeksi ringan. termasuk Streptococcus pneumoniae.go. dan pada dosis tinggi bersifat bakterisid. . paratifus dan salmonelosis lainnya. influenzae (terutama infeksi meningual). Kloramfenikol efektif terhadap bakteri aerob gram-positif.html Chloramphenicol 250 mg Indikasi: 1. rickettsia.id/index. dan infeksi berat yang lainnya.

Neisseria meningitidis. Francisella tularensis. tolbutamid. anak-anak. Pseudomonas mallei. fenitoin. reaksi hipersensitif dan sindroma kelabu. klorpropamid dan siklofosfamid. Dosis: Dewasa. Proteus mirabilis. dan bayi berumur lebih dari 2 minggu : 50 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi 3 – 4. reaksi neurotoksik. cepacia. . Salmonella. Interaksi Obat: Kloramfenikol menghambat metabolisme dikumarol. Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan ginjal. Penggunaan kloramfenikol dalam jangka panjang dapat menyebabkan tumbuhnya mikroorganisme yang tidak sensitif termasuk jamur. Vibrio cholerae. wanita hamil dan menyusui. Efek Samping: Diskrasia darah. Yersinia pestis. Ps. bayi prematur dan bayi yang baru lahir. Peringatan dan Perhatian: Pada penggunaan jangka panjang sebaiknya dilakukan pemeriksaan hematologi secara berkala. gangguan saluran pencernaan. fenobarbital. Brucella dan Shigella. Cara Penyimpanan: Simpan di tempat sejuk dan kering. Bayi prematur dan bayi berumur kurang dari 2 minggu : 25 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi 4. terlindung dari cahaya.

Infeksi berat yang disebabkan oleh Salmonella. juga akan menerangkan efek samping atau kerugian. over dosis atau keracunan.blogspot. influenzae (terutama infeksi meningeal).Kemasan: Kotak 10 blister @ 12 kapsul HARUS DENGAN RESEP DOKTER http://dyachaniex. komposisi atau kandungan obat Kloramfenikol. INDIKASI • • Demam tifus dan paratifus. KONTRA INDIKASI • • • Hipersensitif. dan inilah penjelasannya: KOMPOSISI Chloramphenicol / Kloramfenikol. Rickettsia.com/2010/10/obat-pencernaan. limfogranuloma-psitakosis dan bakteri Gram negatif yang menyebabkan meningitis bakterial. Gangguan fungsi ginjal. H. cara minum/makan atau cara menggunakannya. Tidak dianjurkan untuk pencegahan. yang diantaranya menjelaskan dosis obat Kloramfenikol. Informasi obat kali ini akan menjelaskan jenis obat antibiotik golongan Chloramphenicol / Kloramfenikol. manfaat atau kegunaan dan khasiat atau dalam bahasa medis indikasi. PERHATIAN • • Penggunaan jangka panjang. pantangan atau kontra indikasi serta bahayanya.html Kloramfenikol. dan farmakologi serta meknisme kerja dari obat Kloramfenikol. aturan pakai. . Gangguan fungsi hati dan ginjal.

Gray syndrome pada bayi. Fenobarbital. PENYAJIAN Dikonsumsi pada perut kosong (1 atau 2 jam sebelum/sesudah makan) Cari Artikel . Pemeriksaan hitung darah harus dilakukan secara berkala. kemerahan pada kulit. KEMASAN kapsul 250 mg DOSIS • Dewasa. enterokolitis. INDEKS KEAMANAN PADA WANITA Depresi sumsum tulang. HAMIL Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Interaksi obat : Dikumarol. Tolbutamid.• • • • Bayi prematur dan bayi baru lahir. anak-anak & bayi berusia lebih dari 2 minggu : 50 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi 3-4 kali pemberian per hari. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin. Hamil dan menyusui. • Bayi prematur dan bayi berusia kurang dari 2 minggu : 25 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi 4 kali pemberian per hari. gangguan saluran pencernaan. Fenitoin. SAMPING EFEK biduran/kaligata. anemia aplastis.

Artikelku • • • • • • • informasi obat kloramfenikol nama honorer katagori 1 kabupaten Pontianak support system dalam kehamilan bahaya obat nyamuk bagi pernafasan proses pengolahan batubara laporan kasus askep grastitis askep waham http://runtah.com/kloramfenikol/ .

• o Bidang Promosi Kesehatan    Seksi Pemberdayaan Masyarakat Seksi Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Seksi Informasi dan Komunikasi Kesehatan o Bidang Pelayanan Kesehatan    Seksi Kesehatan Dasar dan Rujukan Seksi Kesehatan Khusus Seksi Kefarmasian o Bidang KESGA    Seksi Perbaikan Gizi Masyarakat Seksi Kesehatan Ibu dan Lanjut Usia Seksi Kesehatan Anak dan Remaja o Bidang PDKL    Seksi Penanggulangan Penyakit Seksi Kesehatan Lingkungan Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit o o • • • UPTD Jabatan Fungsional Berita Unit Layanan Puskesmas Online o o PKM Cibeureum PKM Kahuripan .

5a.10.HCl Mengandung tidak kurang dari 900 µg C22H24N2O8.12.Decacycline .Dantetra .4a. C22H24N2O8. Dalam larutan dengan pH lebih kecil dari 2.6.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Dumacycline . stabil di udara tetapi pada pemaparan terhadap cahaya matahari yang kuat dan : udara lembab akan menjadi gelap.Cortatin .11.12a-oktahidro-3.Nama & Struktur Kimia .Bufatetra .4.5. dalam larutan alkali hidroksida dan dalam larutan karbonat.Citocyclin .Bufacyn .Sifat Fisikokimia 4-(Dimethilamino)-1.6. .Conmycin . potensi berkurang dan cepat rusak dalam larutan alkali hidroksida.o o • • • • PKM Cipedes PKM Indihiang Buku Tamu Galleri Video Kontak Tetrasiklin Deskripsi . tidak berbau.Bimatra .Binotra . Kelarutan: larut dalam air. agak higroskopis. praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.HCl tiap mg.Cendocycline .11diokso-2-naftasenakarboksamida monohidroklorida[60-54-8]. Pemerian: serbuk hablur. kuning. sukar larut dalam etanol.Corsatet .12a: pentahidroksi-6-metil-1.

Novacycline .dan Rickettsia.Talsutin Vaginal .Sanlin .Tetrarco .Megacycline . disesuaikan dengan komponen antibiotik lain yang digunakan dan H2 bloker yang digunakan.Indocycline .Supertetra . pylori pada tukak lambung.Zenicyclin . untuk pengobatan acne.Altetra Indikasi Digunakan untuk jenis bakteri penginfeksi gram posistif maupun gram negatif yang sensitif. Penyesuaian dosis pada gagal ginjal: ClCr 50 .Enkacyclin .Hitetra .Itracycline . ClCr 10 .Soltralin .Enpicortyn . Chlamidia. Eradikasi Helicobacter pylori: 500 mg 2-4 kali/hari tergantung dari protokol tercapai.Ramatetra .Farsycline . Dewasa: 250-500 mg/dosis setiap 6 jam.50 mL/menit: setiap 12-24 jam.Unicycline . Penyesuaian dosis pada kerusakan hati: hindarkan penggunaan obat atau dengan dosis maksimal 1 g/hari.Suprabiotic . . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak–anak >8 tahun: 25-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam.Terikortin . ClCr <10 mL/menit: diberikan setiap 24 jam.Licoklin . Dosis.Hufacyclin ..Varcycline .Tetrin .80 mL/menit: diberikan setiap 8-12 jam.Gametra .Sakacycline .Wiclin . dapat digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh Mycoplasma.Tetradex .Erlacycline . dan pengobatan gonnore dan sipilis bagi pasien yang alergi tehadap penicillin.Novabiotic . digunakan juga sebagai salah satu komponen multidrug pada pengobatan eradikasi H.Tetrasanbe .Samtetra .Steclin . bronchitis kronis eksaserbasi.

SSP : Meningkatnya tekanan intrakranial. T max serum: oral: 2-4 jam. Dermatologi : Photosensitivity. jangan diberikan pada anak < 8 tahun. Farmakologi Absorbsi: Oral: 75% Distribusi: sejumlah kecil obat mencapai kandung empedu. parestesia. karena magnesium dan aluminium akan membentuk khelat dengan tetrasiklin yang akan menurunkan jumlah absobsi obat. wanita hamil. pigmentasi pada kulit. pseudotumor serebri. Eksresi: 60% dalam bentuk utuh. feses (dalam bentuk aktif). Efek Samping Angka kejadiannya tidak diketahui : Cardiovascular : Pericarditis. Endokrin dan metabolik : Sindrom diabetes insupindus. atau 2 jam setelah makan) meningkatkan jumlah absorbsi obat. . Digunakan 1-2 jam sebelum atau 4 jam setelah penggunaan antasida. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap tetrasiklin atau terhadap komposisi formulasi yang terdapat dalam obat. Stabilitas Penyimpanan Simpan sediaan oral tetrasiklin dalam suhu kamar dan terhindar dari cahaya. T½ eliminasi: fungsi ginjal normal 8-11 jam. pruritos. penetrasi ke dalam cairan serebrospinal bagus jika ada inflamasi. Ikatan protein: ~65%. gagal ginjal: 57-108 jam.Cara pemberian: Digunakan pada keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan. relatif terdifusi dari darah ke cairan serebrospinal.

pimozid. pseudo-membranous collitis. dan substrat CYP3A4 lainnya Menurunkan efek: Menurunkan jumlah absorbsi dari tetrasiklin: Kalsium. didanosine.Gastrointestinal : Pelunturan warna gigi dan email (anak – anak). besi. phenobarbital. quinidin. .muntah. HMG-CoA reduktase inhibitor. Benzodiazepine. anaphilaksis. sukralfat. nefazodon. nafcillin. Interaksi . pancreatitis. Warfarin. sildenafil. Ca-chanel bloker. rifampicin dan CYP3A4 inhibitor lainya. ergot alkaloid. venlavaxine.diare. magnesium atau aluminium yang terkandung dalam antasida. inhibitor CYP3A4 (moderat) Meningkatkan efek toksis: anestesi nethoksiflurane dapat meningkatkan efek fatal nefropati. cisapride. esophagitis. gagal ginjal. cylosporin. nateglinie. nefirapine. Kemungkinan meningkatkan kadarnya secara selektif terhadap.Dengan Obat Lain : Efek pada sitokrom P450: substrat CYP3A4 (utama). mirtazapin. azotemia. staphylococcal enterocolitis. Renal : ARF. Lain-lain : Suprainfeksi. Tingkatan efek tetrasiklin akan diturunkan oleh: aminoglutethimide. zink sodium bikarbonate. cram lambung. carbamazepine. tacrolimus. phenytoin.Dengan Makanan : Makanan kemungkinan akan menurunkan konsentrasi kadar serum tetrasiklin. mual. quinapril. suprainfeksi kandida. anorexia. Haematologi : Tromboflebitis Hepatic : Hepatotoksis. reaksi hipersensitif. efek antikoagulan dapat meningkat. Pengaruh .

tidak direkomendasikan. .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : D. Suspensi Oral. dapat menyebabkan pewarnaan yang permanen pada gigi bayi jika digunakan pada fase pertengahan kehamilan. .Terhadap Hasil Laboratorium : Berpengaruh pada hasil pengukuran : fungsi hepar. . renal. Tetrasiklin mampu menembus plasenta dan menembus kedalam sirkulasi sistemik janin. hipoplasia dan keterlambatan perkembangan otot . Tablet Peringatan Penggunaan tetrasiklin selama proses pembentukan gigi kemungkinan akan menyebabkan pelunturan warna gigi dan lapisan emailnya. CBC Parameter Monitoring Pada penggunaan jangka lama: Renal Hepatic Hematologi Suhu WBC Kultur biakan bakteri Status mental Bentuk Sediaan Kapsul (Dalam Bentuk Hidroklorid).Terhadap Anak-anak : Tidak dianjurkan untuk anak < 8 tahun..Terhadap Ibu Menyusui : Obat dieksresikan dalam ASI.

ISO. http://dinkes. 2006. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. Penggunaan dengan hati-hati pada pasien gangguan hati dan ginjal . Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. diare atau respon hipersensitivitas. harap menghubungi apoteker. keadaan ini akan berisiko lebih besar pada pasien <4 tahun dan menerima dosis tinggi tetrasiklin.php/informasi-obat/388-tetrasiklin . 2005 Farmakope Indonesia IV.go. Daftar Pustaka Drug information hand book. INDONESIA. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi.id/index. seperti mual. (DIH). Mekanisme Aksi Menghambat sintesis protein bakteri dengan berikatan pada 30S dan mungkin juga 50S ribosom sub unit pada bakteri yang sensitif. maka harap menghubungi dokter. Penyesuaian dosis untuk pasien gagal ginjal dan diketahui adanya peningkatan BUN akibat penggunaan antibiotik lainya. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. 1995.skelet dan pertumbuhan tulang. maka sebaiknya tetrasiklin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan.Volume 41 2006. AHFS DRUG. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. kemungkinan juga menghasilkan perubahan pada membran sitoplasma bakteri.tasikmalayakota. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat.

ektima. furunkulosis.Gentamicin Rating: ♥♥♥. Peringatan dan Perhatian: Penggunaan antibiotika topikal kadang-kadang menyebabkan suburnya pertumbuhan . Cara Penggunaan: Obat luar. Komposisi: Tiap gram salep mengandung gentamisina sulfatsetara dengan gentamisina 1 mg. Cara Kerja Obat: Gentamisina merupakan suatu antibiotika golongan aminoglikosida yang efektif untuk menghambat kuman-kuman penyebab infeksi kulit primer maupun sekunder seperti Staphylococcus yang menghasilkan penisilinase. Beri rekomendasi: Indikasi: Untuk pengobatan infeksi kulit primer maupun sekunder seperti impetigo kontagiosa. psoriasis dan macam-macam dermatitis lainnya.4 kali sehari. Kontra Indikasi: Alergi terhadap gentamisina. pioderma. Pseudomonas aeruginosa dan lain-lain. Posologi: Oleskan pada lesi kulit 3 . Direkomendasikan oleh 2 pembaca.

• Gentamisina tidak untuk pengobatan mata. Bila hal ini terjadi atau terdapat iritasi.Nama & Struktur Kimia . Efek Samping: Iritasi ringan. doksisiklin hiklat. merupakan serbuk kristal . seperti jamur.doksisikline monohidrat. Cara Penyimapanan: Dalam wadah tertutup rapat. • Karena keamanan pemakaian Gentamisina pada wanita hamil secara absolut belum dipastikan.mikroorganisme yang tidak sensitif terhadap antibiotika. • Obat-obat bakterisid tidak efektif terhadap infeksi kulit yang disebabkan virus dan jamur. sesitisasi atau superinfeksi. Terlindung dari pengaruh panas yang berlebihan. Bukan untuk mata HARUS DENGAN RESEP DOKTER http://www.dechacare. pengobatan dengan Gentamisina harus dihentikan dan harus diberi terapi pengganti yang tepat.html Doksisiklin Deskripsi . eritema dan pruritus. tidak boleh digunakan pada wanita hamil dalam jumlah yang banyak atau periode waktu yang lama.com/Gentamicin-P626.Sifat Fisikokimia : - : Diperdagangan doksisiklin berada dalam bentuk doksisiklin kalsium.

Siclidon .berwarna kuning. . psittacosis. pengobatan dan profilaksis pada antraks. Sifilis awal 100 mg dua kali sehari selama 14 hari. Dosis. kemudian 100 mg perhari. sifilis. Rekonstitusi doksisiklin hiklat untuk pemberian IV menggunakan air untuk injeksi.Doxin . ricketsia (termasuk Qfever). penyakit inflamasi pelviks. urethritis non gonococcal : 100 mg dua kali sehari selama 7 hari (14 hari pada penyakit inflamasi pelviks). periodontitis. urethritis. sinusitis. rosacea.Dotur . prostatitis kronik. bentuk monohidrat sangat sedikit larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol. brucella (Doxycycline dengan strepto mycin atau rifampicin . antraks (pengobatan atau post profilaksis) 100 mg dua kali sehari. pengobatan dan profilaksis malaria.8 . Clamidia genital tanpa komplikasi.3 Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . dan spirochaeta. kekambuhan (recurrent). ulserasi aphthous . Cara Pemberian dan Lama Pemberian 200 mg pada hari pertama. larutan mempunyai pH 1.Doxicor .Keterangan Doksisiklin merupakan antibiotik tetrasiklin semisintetik turunan dari : oksitetrasiklin. juga digunakan untuk infeksi saluran napas dan genital mikoplasma. anak-anak (hanya bila antibakteri lain tidak dapat diberikan) 5 . Bentuk hiklat larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol.Vibramycin . Borrelia burgdorferi (penyakit lyme) .3. acne vulgaris.Dumoxin . herpes simpleks oral. sifilis 200 mg dua kali sehari selama 28 hari.Interdoxin . pada infeksi berat (termasuk infeksi saluran kemih) 200 mg perhari. salpingitis.Doxacin .Doxycycline . lymphogranuloma venereum).Viadoxin Indikasi Obat golongan tetrasiklin merupakan pilihan untuk infeksi yang disebabkan oleh chlamydia (trachoma.

masuk ke dalam air susu ibu. larutan IV doxycycline hyclate mengandung 0.9 % sodium klorida atau 5 % dektrosa. Pada rekonstitusi dengan air. Tablet doksisiklin yang telah digerus stabil paling tidak dalam 6 hari bila dikemas dalam aluminium foil dan disimpan dalam suhu kamar. dengan mudah melewati plasenta . urin (23%) Stabilitas Penyimpanan Kapsul doksisiklin hiklat dan tablet film-coated harus disimpan wadah yang tertutup rapat dan terhindar dari cahaya pada suhu 30°C atau kurang. absorbsi diturunkan oleh makanan atau susu sebesar 20% Distribusi : terdistribusi secara luas dalam jaringan tubuh dan cairan tubuh termasuk cairan sinovial . Namun demikian doksisiklin dapat diberikan pada anak-anak untuk pengobatan dan profilaksis setelah terekspos antraks jika antibakteri lain tidak dapat diberikan. serum: 1. Kontraindikasi Deposit tetrasiklin pada jaringan tulang dan gigi selama pertumbuhan anak (melalui ikatan dengan kalsium) menyebabkan pewarnaan dan kadang-kadang hypoplasia pada gigi. pada ESRD (End-stage renal disease) : 18 – 25 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. Protein binding (ikatan obat dengan protein) : 90% Metabolisme : tidak melalui hepar. cairan saliva dan penetrasi ke dalam cairan serebrospinal hanya sedikit. Rekonstitusi dengan 0. prostatik. Kontraindikasi . sebagian diinaktivasi dalam saluran cerna dalam bentuk khelat T½ eliminasi (half-life elimination) : 12-15 jam (biasanya meningkat hingga 22-24 jam dalam penggunaan dosis ganda) .-4 jam Ekskresi : feces (30%). Obat ini juga kontraindikasi pada wanita hamil dan menyusui. sebaiknya antara 15 – 30°C. cairan seminal dan sekresi bronkial.1 – 1 mg doksisiklin per mL stabil selama 48 jam pada suhu 25°C. sehingga tidak boleh diberikan pada anak dibawah 12 tahun. oral suspensi doksisiklin monohydrate stabil selama 2 minggu pada suhu kamar. pleural.mg/kg sehari terbagi dalam dua dosis (maksimal 200 mg sehari). Farmakologi Absorbsi : Oral : hampir sempurna .

anaphylaxis. Sakit kepala dan gangguan penglihatan menunjukkan hipertensi intrakranial (pengobatan dihentikan). iritasi esophagus. hepatotoksis maternal pada pemberian parenteral dosis tinggi. gangguan darah.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Tes fungsi hati Bentuk Sediaan Kapsul Peringatan Penderita gangguan hati atau menerima obat-obatan yang potensial hepatotoksik. dysphagia. Efek samping yang jarang terjadi hepatotoksisitas. angioedema. exfoliativ dermatitis. Interaksi . Faktor risiko : D .Terhadap Kehamilan : Efek pada kehamilan seperti penggunaan tetrasiklin.Dengan Makanan : Tidak ada data Pengaruh . Efek Samping Mual muntah. pericarditis). Pada trimester kedua dan ketiga (2 dan 3) gangguan pewarnaan pada gigi. Tetrasiklin meningkatkan kelemahan otot (muscle weakness) pada pasien dengan gravis myasthenia dan . flushing dan tinnitus. Pada trimester pertama (1) pada studi hewan. urticaria. sindrom Stevens-Johnson. Dihindarkan penggunaan pada ibu menyusui (meskipun absorpsi dan gangguan pewarnaan pada gigi bayi dapat dicegah melalui pembentukan khelat dengan kalsium dalam air susu ibu) . diare. Masuk dalam air susu ibu/tidak direkomendasikan.Dengan Obat Lain : . . efek pada perkembangan skeletal. fotosensitivitas dan reaksi hipersensitivitas (termasuk rash. pancreatitis. anoreksia .Terhadap Ibu Menyusui : Efek seperti penggunaan tetrasiklin pada ibu menyusui.lain adalah pasien yang alergi dengan obat ini.

Apabila obat tidak dihabiskan maka bakteri tidak terbunuh secara tuntas dan infeksi dapat kembali terjadi.eksaserbasi systemic lupus erymthematosus. Obat ini dapat menyebabkan sensitivitas terhadap cahaya matahari. Hubungi dokter jika terdapat kemerahan atau flushing. makanan tertentu seperti keju. Penggunaan obat harus dihentikan dan segera hubungi dokter apabila pasien mengalami sakit kepala.umur dan berat badan. Obat harus digunakan sampai habis. Gunakan kelambu. seperti kondisi pasien. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/frekwensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau petugas kesehatan. suplemen yang mengandung besi. dalam posisi duduk atau berdiri untuk mengurangi iritasi pada esophagus dan ulserasi. Jika pasien lupa minum obat. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. dihindari pada penderita porphyria. tidak seperti tetrasiklin. Jangan menggunakan obat lebih lama dari 4 bulan. Jangan menggunakan obat OTC atau obat resep yang lain tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. fotosensitivitas (hindari terkena sinar matahari atau sinar lampu) . Jika harus menggunakan produk tersebut secara bersamaan minumlah doksisiklin dengan selang waktu minimal 2 jam terhadap produk-produk tersebut. Hindari terkena sinar matahari dan cahaya ultraviolet dalam waktu yang lama. doksisiklin dapat digunakan pada pasien gangguan ginjal dengan dosis lazim. laksatif. ketergantungan alkohol . Hindari penggunaan bersama dengan antasida. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. lindungi tubuh dengan pakaian dan gunakan lotion antinyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk. Minumlah obat dengan makanan atau susu jika timbul rasa tidak enak pada lambung. Pasien yang menggunakan obat ini untuk pencegahan terhadap malaria harus memulai pengobatan 1-2 hari sebelum melakukan perjalanan. Gunakan krim tabir surya (sunscreen) dan pakaian pelindung. Kapsul harus ditelan dalam bentuk utuh dengan air yang cukup dan makanan. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat segera hubungi .Anda kemungkinan masih dapat terkena malaria selama menggunakan obat ini . muntah dan gangguan penglihatan. Ini merupakan gejala serius yang harus mendapatkan pengobatan dengan segera. segera mungkin minum obat setelah ingat. es krim. Ini termasuk sediaan herbal dan dietary supplements lain. mual.

Golongan/Kelas Terapi . Mekanisme Aksi Doksisiklin memperlambat pertumbuhan bakteri yang sensitif dengan mengganggu produksi protein yang diperlukan bagi pertumbuhan bakteri .Nama & Struktur Kimia .Keterangan : Efavirenz merupakan obat antiretroviral sintetik berupa turunan benzoksazinon. kurang dari 10 mcg/ml pada pH 1-8. tanyakan pada dokter.tenaga kesehatan. Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 Efavirens Deskripsi .Sifat Fisikokimia : C14H9CIF3NO2 Efavirenz berbentuk kristal putih atau sedikit merah jambu. praktis tidak : larut dalam air. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Kelarutan makin meningkat pada pH > 10. Jika anda mempunyai pertanyaan tentang obat ini.Jangan diberikan pada orang lain. apoteker atau petugas kesehatan yang lain. . Dengan pertumbuhan bakteri yang lambat selanjutnya mekanisme pertahanan badan (seperti sel darah putih ) akan memusnahkan bakteri tersebut.

atau dengan zidovudin dan didanosin atau lamivudin.4 kg: 350 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun. indinavir. 32.Anti Infeksi Nama Dagang Indikasi Pencegahan dan pengobatan Human immunodeficiency virus (HIV) Dosis. Akan lebih baik bila diberikan kombinasi efevirenz dengan lamivudin.5-39. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis oral: Dewasa dan remaja > 40 kg: 600 mg PO sekali sehari sebelum tidur. >= 40 kg: 600 mg PO sekali sehari sebelum tidur.9 kg: 200 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak <= 3 tahun: Tidak ada data farmakokinetika yang tersedia untuk dosis efavirenz pada anak-anak <= 3 tahun.9 kg: 300 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun. Remaja dan anak-anak >= 3 tahun. 25-32. Remaja pada awal pubertas menggunakan dosis pediatri. 10-14. Untuk pencegahan HIV setelah terpapar (di tempat kerja): Dosis oral: Dewasa: CDC merekomendasikan penggunaan efavirenz 600 mg sekali sehari sebelum tidur (nelfinavir.9 kg: 400 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun.9 kg: 250 mg PO sekali sehari sebelum tidur Anak-anak >= 3 tahun. Anak-anak >= 3 tahun. 20-24. Sangat disarankan penggunaan kombinasi NNRTI efavirenz dengan atau tanpa nelfinavir: dengan stavudin dan lamivudin. atau abacavir dapat ditambahkan bila pemaparan berisiko tinggi terhadap . 15-19.

Meskipun penelitian pada binatang memperlihatkan pencegahan setelah terpapar > 24-36 jam kurang efektif. tetap harus diberikan terapi pencegahan meskipun sudah lebih dari > 36 jam terpapar. Pada semua kasus. diketahui 14-34% efavirenz berlabel dan/atau metabolitnya diekskresikan dalam urin dan 16-61% dalam feses. CYP3A4 dengan nilai Ki (8. terutama terhadap albumin. Efavirenz menghambat CYP2D6 dan CYP1A2 hanya pada konsentrasi tinggi (Ki values 82-160 µM). efavirenz menghambat CYP2CP. Namun kurang dari 1% efavirenz diekskresikan dalam bentuk tidak berubah dalam urin. Farmakokinetika efavirenz pada pasien dengan penurunan fungsi hepar/ginjal belum banyak dilakukan. Kadar tunak (steady state) tercapai dalam waktu 6-10 hari. Efavirenz mengalami metabolisme melalui sitokrom P450 (CYP) 3A4 dan CYP2B6 membentuk metabolit terhidroksilasi dengan glukuronidasi. Makanan dengan kadar lemak tinggi/tinggi kalori akan meningkatkan AUC efavirenz dibanding kondisi puasa. 400. dan 600 mg pada pasien yang terinfeksi HIV. T½ eliminasi Efavirenz adalah 52-76 jam setelah dosis tunggal dan 40-55 jam setelah beberapa kali pemberian. Efavirenz juga menginduksi enzim CYP3A4 sehingga meningkatkan biotransformasi obat yang dimetabolisme melalui enzim ini. pada manusia tidak diketahui.HIV). Farmakologi Efavirenz diberikan secara oral.5-17 µM). Pada penelitian in vitro. dan CYP3A4 mungkin mengalami perubahan konsentrasi plasma. Pemberian bersama obat yang mengalami metabolisme melalui CYP2C9. CYP2C19. terapi harus diberikan secepat mungkin dan dilanjutkan hingga 4 minggu. Namun apabila terpapar. sehingga . Konsentrasi puncak tercapai 3-5 jam setelah pemberian dosis tunggal 200. Efavirenz berikatan kuat dengan protein (99%). CYP2C19. Obat-obat yang menginduksi aktivitas CYP3A4 akan meningkatkan klirens efavirenz. Pada suatu penelitian.

Pasien yang mengalami gangguan psikiatrik serius harus segera dievaluasi terhadap kemungkinan hubungan efek samping dengan penggunaan .8%). Stabilitas Penyimpanan Simpan di bawah suhu 25°C. stupor. Dalam praktek klinik. 0). Biasanya.2%). insomnia (16. kejang-kejang. parestesia. meskipun mereka menerima efavirenz. Pada penelitian terkendali (meliputi 1008 pasien yang mendapat terapi efavirenz dan 635 pasien sebagai kontrol). usaha bunuh diri nonfatal (0. ataksia.dampak gangguan ginjal terhadap eliminasi efavirenz seharusnya minimal. gejala ini dimulai pada terapi hari pertama atau kedua dan umumnya hilang dalam 2-4 minggu terapi.3%). telinga berdengung. gangguan kognitif (8. 0. somnolen/mengantuk (7%).4%. neuropat. dan halusinasi (1. Pasien harus diberi konseling bahwa gejala akan berhenti sendiri setelah beberapa bulan. reaksi paranoid (paranoia/psikosis) (0.3%). Gejala ini meliputi pusing (28. bingung. sebesar 65% pasien mengalami gangguan SSP yang dirasakan seperti 'feeling stoned'. frekuensi gangguan psikiatrik serius dibanding kontrol berturut-turut adalah depresi berat (2. euforia. tremor. depersonalisasi.1% pasien menghentikan pengobatannya.2%). Gangguan psikiatrik yang dilaporkan selama terapi efavirenz meliputi depresi (15.7%. Efek Samping 53% pasien yang menerima efavirenz mengalami gangguan SSP selama uji klinis. dan nervousness (6.4%. untuk menghindari risiko penularan HIV setelah kelahiran (postnatal transmission). CDC tidak merekomendasi ibu yang terinfeksi HIV menyusui bayinya. prevalensi gejala pada SSP berkurang sekitar 5-9%.3% untuk reaksi manic hingga 2% baik depresi berat maupun keinginan bunuh diri.2%. 0. amnesia.5%). 0. Efek samping SSP lain yang dilaporkan meliputi gangguan koordinasi.3%).4%. anxietas (11%).9%). dan gangguan penglihatan.3%). Pasien dengan riwayat gangguan psikiatrik lebih besar risikonya terhadap gejala ini dengan frekuensi kejadian berkisar dari 0. 0. dibandingkan 25% pasien sebagai kontrolnya. Pemberian sebelum tidur akan mengurangi efek samping ini. Gejala yang berat terjadi pada sekitar 2% dan 2. mimpi buruk (6.3%).1%). agitasi. dan reaksi manic (mania) (0.3%). Kontraindikasi Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa efavirenz diekskresikan dalam ASI. 0. perilaku agresif (0. hipoestesia.5%. keinginan bunuh diri (0. Setelah 4 minggu pengobatan.

Disarankan penggunaan antihistamin untuk pencegahan sebelum pemberian efavirenz. termasuk tiga kasus meningomyelocele dan satu kasus 'Dandy Walker Syndrome'.meskipun mereka menerima efavirenz. Pada anak-anak. lidokain. sirolimus.Terhadap Ibu Menyusui : Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa efavirenz diekskresikan dalam ASI.Selain itu.Terhadap Kehamilan : Efavirenz diklasifikasikan dalam kategori D pada kehamilan. yang memiliki jendela terapi sempit (mis. Karena potensial teratogenik. dan triazolam.efavirenz dan dapat dipertimbangkan keuntungan dibanding risiko bila terapi dilanjutkan.untuk menghindari risiko penularan HIV setelah kelahiran (postnatal transmission). Penggunaan pada wanita hamil dan potensial hamil tidak direkomendasi.Terhadap Hasil Laboratorium : - . . alkaloid ergot. efavirenz yang juga dimetabolisme melalui CYP3A4 akan berkompetisi sehingga menurunkan klirens obat-obat tersebut dan dapat menimbulkan efek samping serius. . Pernah dilaporkan terjadinya 'neural tube defects' pada bayi yang ibunya pernah mendapat efavirenz pada trimester pertama. . . karbamazepin.Terhadap Anak-anak : Dibanding pada dewasa. terfenadin. atau tacrolimus atau jika menyebabkan peningkatan konsentrasi obat lain yang akan menimbulkan efek samping serius.Dengan Obat Lain : Efavirenz tidak disarankan digunakan bersama obat-obat yang metabolismenya melalui CYP3A4: astemizol. anak-anak lebih peka terhadap terjadinya gangguan kulit (rash). Pengaruh .CDC tidak merekomendasi ibu yg terinfeksi HIV menyusui bayinya. gangguan psikiatrik ini terjadi pada sekitar 9% anak-anak yang mendapat terapi efaviren.Dengan Makanan : Efavirenz harus diberikan pada saat perut kosong. Makanan dapat meningkatkan konsentrasi efavirenz sehingga akan meningkatkan efek samping. kisaprid. Hati-hati penggunaan efavirenz dengan substrat CYP3A4 lain. Interaksi . tidak direkomendasi penggunaannya pada wanita hamil trimester pertama. midazolam.

Mekanisme Aksi Efavirenz menghambat HIV-1 reverse transcriptase. percobaan bunuh diri. atau lain-lain. halusinasi. Minum banyak cairan (2-3 L/hari) kecuali dokter menyarankan pembatasan cairan. hatihati terhadap obat lain yang merupakan substrat CYP3A4. Obat ini hanya salah satu dari kombinasi obat-obat HIV. insomnia. Serum lipid profile Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Jangan digunakan sebagai terapi tunggal. dan mania. pusing. paranoia. minum sesuai petunjuk. Perlu dilakukan pemeriksaan darah yang teratur pada penggunaan jangka waktu lama. Dapat menyebabkan mual/muntah atau diare. jangan digunakan pada ibu hamil/potensial hamil. LFTs. 30 menit sebelum atau 2 jam setelah makan. Pregnancy testing. Peningkatan serum transaminases >5 kali batas atas harus dipertimbangkan keuntungan dan risikonya terhadap hepatotoksisitas. Plasma HIV RNA. dan jangan menyusui bayi. Kehamilan/menyusui: sampaikan pada dokter apabila anda hamil atau mungkin hamil.Parameter Monitoring CD4+ T cell count. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mintalah informasi tentang obat-obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama obat ini. gunakan hati-hati pada gangguan mental/penyalahgunaan obat (predisposisi terhadap reaksi psikologik). Hati-hati pada pasien yang diketahui atau dicurigai mengalami infeksi hepatitis B atau C (monitoring fungsi hati). termasuk kesulitan berkonsentrasi. rash. mimpi buruk). dapat menyebabkan gangguan SSP dan psikiatrik. Segera lapor bila mengalami gangguan SSP (depresi. pada anak-anak berikan antihistamin sebagai profilaksis. pusing. anxietas. sulit konsentrasi. depresi berat. mengantuk. Efavirenz tidak berkompetisi dengan . hentikan bila muncul rash. Serum cholesterol. Efavirenz tidak menyembuhkan HIV ataupun tidak mencegah penularan HIV.

Monitoring Penggunaan Obat Gunakan hati-hati pada pasien dengan gangguan mental atau penyalahgunaan obat(meningkatkan risiko efek samping psikiatrik). rash. Efavirenz berikatan langsung dengan reverse transcriptase.Sifat Fisikokimia 1-(2-Hydroxyethyl)-2-methyl-5. Beri informasi pada pasien terhadap penggunaan obat. Kaji hasil pemeriksaan laboratorium dan efektivitas terapi (progresivitas penyakit. nyeri perut). Sinonim : Metronidazol hydrochloride. Daftar Pustaka 250 Metronidazol Deskripsi . Injeksi metronidazol jernih.perlunya penyesuaian dosis. juga tidak memerlukan fosforilasi untuk mengaktifkan. 2-Methyl5-nitroimidazole-1-ethanol . asam sitrat dan natrium klorida. dengan osmolarity 297-314 mOsm/L dan mengandung natrium fosfat. dan efek merugikan secara periodik selama terapi.Kaji penggunaan obat lain atau herbal yg digunakan pasien terhadap kemungkinan interaksi atau toksik.template ataupun nucleosida trifosfat. Efavirenz menunjukkan aktivitas yang sinergis terhadap HIV-1 pada kultur sel bila dikombinasi dengan zidovudine. dan mempunyai pKa 2. atau indinavir. atau delta pada sel manusia tidak dihambat oleh efavirenz. Sinonim : C12H12N2O2S : Dalam perdagangan metronidazol terdapat dalam bentuk basa dan garam hidroklorida.6. Sebagai basa berupa serbuk kristal berwarna putih hingga kuning pucat. kemungkinan efek samping yang muncul dan pengatasannya serta efek lain yang harus dilaporkan (mis. tidak berwarna.nitroimidazole. gamma. .Nama & Struktur Kimia . Ikatan ini menyebabkan kerusakan aktivitas enzim sehingga menghambat RNA dan DNA yang tergantung pada aktivitas DNA polymerase. 1-(-Ethylol)-2-methyl: 5-nitro-3-azapyrrole.5 – 7. C6H9N3O3. Sedikit larut dalam air dan dalam alkohol. didanosine. gangguan SSP. HIV-2 reverse transcriptase dan DNA polymerase alpha. viral load dan jumlah CD4). larutan isotonik dengan pH 4.

5 mg/kg setiap 8 jam.Mebazid .Elyzol . 500 mg setiap 8 jam. . peroral dengan dosis awal 800 mg kemudian 400 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 8 jam.5 mg/kg setiap 8 jam. selama 3 hari.Fortagyl . pemberian secara infus intravena lebih dari 20 menit. lihat pada bagian dosis. anak-anak setiap 8 jam selama 3 hari. lebih dari 10 tahun dosis dewasa.Metronidazol (Generik) Indikasi Infeksi anaerobik (termasuk gigi) . 5 – 10 tahun 500 mg. dalam perdagangan berupa serbuk berwarna putih. kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam.Fladex . 1 – 5 tahun 250 mg. Inflamasi pelviks : peroral 400 mg dua kali sehari selama 14 hari .Tismazol .Trogyl . infeksi kulit.Flagyl .Metronidazole Fresenius . anak-anak 7.Corsagyl . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Infeksi anaerobik (pengobatan biasanya selama 7 hari dan 10 hari untuk penggunaan antibiotika pada pengobatan kolitis).Trichodazol .Metronidazol hidroklorida sangat larut dalam air dan larut dalam alkohol. infeksi protozoa.Nidazole .Gravazol . eradikasi Helicobacter pylori. umur hingga 1 tahun 125 mg.Promuba . anak-anak 7. Dosis.Metrolet . Ulser pada lengan : peroral 400 mg setiap 8 jam selama 7 hari Bacterial vaginosis : peroral 400 – 500 mg dua kali sehari selama 5 – 7 hari atau 2 gram sebagai dosis tunggal. kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam.Metrofusin .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .

air susu. Larutan standar : 500 mg/ 100 ml NS. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam Farmakologi Absorbsi : Oral : diabsorbsi dengan baik. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 hari. Paparan sinar matahari langsung harus dihindari. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. cairan mani.Acute ulcerative gingivitis : peroral 200-250 mg setiap 8 jam selama 3 hari. empedu.brain barrier) Ikatan protein : < 20% Metabolisme : Hepatik (30%-60%) T½ eliminasi : neonatus : 25-75 jam . kristal dapat dilarutkan kembali dengan menghangatkannya pada suhu kamar. Produk dapat disimpan dalam refrigerator namun akan terbentuk kristal. Infeksi oral akut : peroral 200 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari . Namun demikian paparan cahaya yang normal pada ruangan dalam jangka pendek tidak mempengaruhi stabilitas metronidazol. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam. menembus plasenta dan sawar darah otak (blood. yang lain : 6-8 jam. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. Paparan cahaya dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan warna produk menjadi gelap. topikal : konsentrasi yang dicapai secara sistemik setelah penggunaan 1 g secara topikal 10 kali lebih kecil dari pada penggunaan dengan 250 mg peroral. terjadi perpanjangan pada kerusakan hepar. Stabilitas campuran parenteral pada suhu kamar (25°C): stabilitas pada produk yang terbungkus : 30 hari Kontraindikasi . serum: segera : 1-2 jam Ekskresi : urin (20% hingga 40% dalam bentuk obat yang tidak berubah): feses (6% hingga 15%) Stabilitas Penyimpanan Injeksi metronidazol harus disimpan pada 15°C hingga 30°C dan dilindungi dari cahaya. tulang. gagal ginjal terminal : 21 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. Distribusi : ke saliva. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari. hati dan abses hati . paru-paru dan sekresi vagina.

venlafaxine. siklosporin. kehamilan (trimester pertama – didapatkan efek karsinogenik pada tikus) Efek Samping Mual. gangguan pengecapan. angioedema dan anafilaksis. myalgia. turunan ergot. urtikaria. turunan nitroimidazol. anemia aplastic. Pengaruh . takrolimus. erytema multiform. dapat menurunkan efek dan waktu paro metronidazol . pusing . 3A4 (moderate) Meningkatkan efek/toksisitas : Etanol dapat menyebabkan reaksi seperti disulfiram. calcium channel blocker. sildenafil ( dan PDE-5 inhibitor yang lain). dan substrat CYP3A4 yang lain. mirtazapine.mengantuk (jarang terjadi). atau komponen yang ada dalam sediaan.Dengan Makanan : Konsentrasi puncak serum antibiotik diturunkan dan terjadi delay (terlambat). sakit kepala. Interaksi . transient epilepsiform seizure dan leukopenia. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas benzodiazepin tertentu. hindari penggunaan secara bersamaan. nefazodon. fenobarbital (inducer enzim yang lain). HMG-Coa reduktase inhibitor tertentu. Warfarin dan metronidazol dapat meningkatkan bleeding time (PT) yang menyebabkan perdarahan. pada pengobatan intensif dan jangka panjang dapat terjadi peripheral neuropathy. pruritus. juga dilaporkan abnormalitas tes fungsi hati.Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : menghambat CYP2C8/9 (lemah). trombositopenia. jaundice. ataksia. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas lithium. urin berwarna gelap. Simetidin dapat meningkatkan kadar metronidazol. athralgia. tetapi jumlah total obat yang diabsorbsi tidak dipengaruhi. rash . muntah. Menurunkan efek: fenobabital. Metronidazol dapat menghambat metabolisme cisaprid. nateglinid. menyebabkan potensial aritmia. hepatitis. lidah kasar dan gangguan saluran pencernaan.Hipersensitivitas terhadap metronidazol.

5 jam. dihindari pada porfiia. . Bayi baru lahir menunjukkan keterbatasan dalam eliminasi metronidazole. menyusui. Masuk kedalam air susu ibu/tidak direkomendasikan (AAP rates ’’of concern”) . waktu paro eliminasi 10.Terhadap Kehamilan : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat pada dosis tinggi. kerusakan hati dan encefalopati hepatik. Sirup Peringatan Reaksi disulfiram-like terjadi bila diberikan bersama alkohol. Trigliserida.Terhadap Ibu Menyusui : Ditemukan dalam air susu. . produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat dengan dosis tunggal yang besar. dikontraindikasikan terhadap pengobatan trichomoniasis pada trimester pertama. . kehamilan. ALT. kecuali untuk pengobatan amoebiasis.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi dengan tes laboratorium : dapat mempengaruhi uji AST. Cairan Infus.. monitoring hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan klinik pada pengobatan yang melebihi 10 hari. Pada bayi berumur 28 hingga 40 minggu.9 – 22. Suppositoria. gunakan obat pada ibu hamil hanya jika keuntungan pada ibu hamil lebih banyak daripada potensial risiko terhadap janinnya. glukosa dan LDH Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet. Faktor risiko : B (dikontraindikasikan pada trimester pertama) Obat dapat menembus plasenta ( efek karsinogenik pada tikus).Terhadap Anak-anak : Keamanan dan efikasi penggunaan obat pada anak-anak belum diketahui dengan jelas. kecuali jika pengobatan alternatif tidak adekuat. Untuk keamanan dan efikasi pada indikasi yang lain.

Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. Jika pasien lupa minum obat. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Pastikan hal ini dilakukan. Jangan menggunakan obat ini untuk trichomoniasis selama tiga bulan pertama kehamilan. Bentuk sediaan lepas lambat harus digunakan pada saat lambung kosong ( 1 jam atau 2 jam setelah makan) Produsen merekomendasikan untuk menghindari penggunaan etanol selama pengobatan dengan obat ini dan setelah tiga hari terapi selesai. Gunakan obat hingga habis. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Obat yang tidak digunakan sampai habis menyebabkan pemusnahan bakteri tidak sempurna dan infeksi dapat kambuh lagi. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain. Bacalah dengan seksama informasi mengenai penggunaan obat ini dan ulangi membaca setiap kali anda menerima resep lagi. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan.Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Gunakan obat pada lambung kosong. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. segera mungkin minum obat setelah ingat. Gunakan obat ini sesuai dengan yang telah diresepkan. Hal ini lebih jauh menyebabkan hambatan pada syntesa . kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. Jangan diberikan pada orang lain. Mekanisme Aksi Setelah berdifusi kedalam organisma. mintalah nasehat dokter atau apoteker. Hubungi dokter bila terjadi kejang atau mati rasa pada tangan dan kaki. berinteraksi dengan DNA menyebabkan hilangnya struktur helix DNA dan kerusakan untaian DNA. kecuali atas anjuran dokter. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker . Hubungi dokter atau apoteker jika anda merasa menggunakan obat terlalu banyak.Obat dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna (GI upset). seperti kondisi pasien. jika hal ini terjadi gunakan bersama makanan. umur dan berat badan.

Mycorine .Nama & Struktur Kimia . larut dalam dimetilformamid. .Moladerm . mudah larut dalam dimetilsulfoksida.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Obat Topikal untuk Kulit Nama Dagang .id/index.html Mikonazol Deskripsi .go.php/informasi-obat/318-metronidazol.4-diklorobenzil)oksi)fenetil)imidazol mononitrat Serbuk hablur. (Drug Information Handbook) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 http://dinkes.Godrem . putih atau praktis putih.Micrem .protein dan kematian sel organisma. agak sukar larut dalam metanol. kloroform. dan propilen glikol.4-dikloro-beta-(2.Fungares .Nilaozanoc . sukar larut dalam etanol. 1-(2. berbau lemah.Zetazal .tasikmalayakota. Sangat sukar larut dalam air dan isopropanol.Sifat Fisikokimia : : Mikonazol nitrat.Sporend .

pada kulit terinfeksi. oleskan secukupnya. Kandidiasis vagina Dosis. oleskan secukupnya. bungkus rapat tidak berlubang. terapi diteruskan hingga tampak pertumbuhan kuku baru. infeksi kuku dan ujung jari 1 kali sehari. sensitasi dan kontak dermatitis. merata. Untuk mencegah kambuhan terapi dilanjutkan 10 hari sesudah gejala hilang. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dua kali sehari. rasa terbakar lemah Interaksi . Farmakologi Absorpsi : topikal : sangat kecil. Efek Samping Iritasi lokal.Zolagel . sesudah kuku terlepas. eritema.Dengan Obat Lain : - . lemari pendingin dan cahaya. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap mikonazol dan komponen lain dalam sediaan. hindari panas.Dengan Makanan : - Pengaruh . tinea. Stabilitas Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup baik dan terhindar dari jangkauan anak-anak.. dan Pityaris versicolor.Daktarin Indikasi Infeksi topikal dermatofit dan jamur lain seperti kandida.

. bila perlu pakai sarung tangan bersih.Terhadap Anak-anak : - . Jangan menyimpan atau pakai ulang sisa obat yang lama. Mekanisme Aksi Inhibisi biosintesis ergosterol. dapur. Salep 2% Peringatan Hindari kontak dengan mata dan selaput mukosa Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Kontak dengan mata dan selaput mukosa Informasi Pasien Pada saat pemakaian bersihkan terlebih dahulu kulit yang luka.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Krim 2%. lemari pendingin dan cahaya. hindari panas. Jangan simpan di kamar mandi. merusak membran dinding sel jamur yang selanjutnya akan meningkatkan permeabilitas.Terhadap Kehamilan : - . Jauhkan dari jangkauan anak-anak.Terhadap Ibu Menyusui : - . sehingga menyebabkan hilangnya nutrisi sel. Monitoring Penggunaan Obat - .

Keterangan : 11-cyclopropyl-5. .tasikmalayakota.Nevirapine Viramune® (dengan povidone) Boehringer Ingelheim Indikasi .html Nevirapine Deskripsi .php/informasi-obat/320-mikonazol.2-b:2'.3' diazepin6-one.Daftar Pustaka IONI Martindale.id/index. 2005 BNF 52 Merck Index Farmakope Indonesia ISO Indonesia 42 Iso Generik Advice for Patient (USP DI) http://dinkes.Nama & Struktur Kimia . :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .go.Sifat Fisikokimia . 34th edition.Nevirapine Hemilhydrate Viramune® 240 ml(dengan paraben). C15H14N4O : Nevirapin adalah kristal putih sampai agak putih.11 dihydro-4-methyl-6H-dipyrido[3.

Catatan: Alternatif pendosisan bagi anak 120-200 mg/ m2 tiap 12 jam. maka dimulai lagi dengan dosis awal untuk 14 hari. Waktu paruh eliminasi: Menurun selama lebih dari 2-4 minggu pada pemberian kronik karena mengalami autoinduksi (contoh: T½= 45 jam pada awal pemberian. Catatan: Jika terapi terhenti selama 7 hari. kemudian menurun menjadi 23 jam). penetrasi ke CSF + 50% dari plasma. Dosis maksimal 7 mg/kg tiap 12 jam. dapat mengalami siklus enterohepatik. Anak >= 8 tahun: Dosis awal 4 mg/kg 1x sehari selama 14 hari. 3% dalam bentuk utuh dan 10% dalam feses) Stabilitas Penyimpanan Nevirapine tablet dan suspensi oral disimpan pada suhu kamar 15-30°C. Dewasa: Dosis awal 200 mg 1x sehari untuk 14 hari. .8 tahun: Dosis awal 4 mg/kg 1x sehari selama 14 hari. dosis maksimal 200 mg/ 12 jam. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak 2 bulan . Dosis ini didasarkan pada fakta bahwa pendosisan dengan mg/kg memungkinkan terjadinya penetapan dosis yang tidak sesuai untuk usia 8 th.Digunakan dalam terapi kombinasi dengan antiretroviral lain pada pasien HIV dewasa Dosis. Ikatan protein plasma: 50%-60%. Waktu puncak (serum): 2-4 jam. Ekskresi: urin. Dosis pemeliharaan 200 mg 2x sehari (dengan kombinasi dengan antiviral lain). menembus plasenta dan ASI. dengan peningkatan dosis menjadi 7 mg tiap 12 jam jika tidak terjadi rash atau efek yang tak diinginkan lainnya.4 L/kg. Farmakologi Absorbsi: > 90%.2-1. (81% sebagai metabolit. dengan peningkatan dosis 4 mg/kg tiap 12 jam jika tidak terjadi rash atau efek yang tak diinginkan lainnya. Metabolisme: Dimetabolisme ekstensif di hepar via CYP3A4 (dihidroksilasi menjadi senyawa inaktif). Distribusi: Terdistribusi luas dengan Vd 1.

Hematologik: anemia Hepatik: hepatitis. edema wajah. hipersensitivitas berat/reaksi dermatologis (skin rash. abdominal pain (2%). Pemberian dengan prednisone pada 14 hari terapi awal. berhubungan dengan insiden dan keparahan rash. . Gastrointestinal: Stomatitis ulseratif (4%). Gastrointestinal: diare (1520%). nausea. atau disfungsi ginjal). inhibisi CYP1A2. granulositosis. Jika terjadi hipersensitivitas berat. konjungtivitis. 2D6. saquinavir dll) atau kontrasepsi oral. 3A4. Peningkatan toksisitas bila digunakan bersama inhibitor protease (indinavir. mialgia. lesi oral. 1% . hepatotoksisitas. meningkatkan LFT (2-4%). Overdosis/toksikologi : Belum ada reaksi toksisitas yang dilaporkan setelah ingesti akut sejumlah besar tablet nevirapine. 2D6. hindari pemberian bersama dengan ketokonazole dan kontrasepsi oral. < 1% (cukup penting atau mengancam jiwa) : Nekrosis hepatic.eusinofilia.Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap nevirapine atau komponen lain dalam sediaannya. sindrom Steven-Johnson. hepatitis. demam. parastesia (2%). itraconazole. Ketokonazole sebaiknya tidak diberikan bersama. 3A4. ALT > 250 unit/L. limfadenopati. Hematologik: netropenia (10%-11%).10%: CNS : Sakit kepala (1-4%). dan antibiotik makrolida meningkatkan konsentrasi plasma. nyeri otot atau sendi. Dermatologik: Rash (15-20%). demam (8-11%). melepuh. Neuromuscular dan skeletal: neuropati perifer. Efek Samping > 10% : Ruam. Meningkatkan efek/toksisitas: cimetidine. general malaise. ketokonazole.Dengan Obat Lain : Pengaruh pada sitokrom P450: substrat CYP 2B6. 3A4. menginduksi CYP2B6. Interaksi . penggunaan harus dihentikan secara permanen.

atau bisa juga dengan peningkatan dosis. Tablet 200 mg Peringatan Perlu pertimbangan dalam perubahan terapi antiretroviral jika terjadi perkembangan penyakit selama pasien menggunakan nevirapine. karena nevirapine dapat menurunkan konsentrase inhibitor protease. Keamanan dan efikasi tak dapat ditetapkan pada . Tak ada efek dengan ritonavir). Nevirapine menurunkan konsentrasi serum beberapa agen inhibitor protease (AUC indinavir dan saquinavir diturunkan. . maka tidak boleh diberikan bersamaan.Terhadap Anak-anak : - . Penyesuaian dosis yang spesifik tidak dianjurkan.Menurunkan efek: Rifampin dan rifabutin menurunkan konsentrasi plasma akibat induksi CYP3A.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . serta efek ketokonazole dan methadone. Pengamatan efek samping CNS secara periodik selama terapi berlangsung.Dengan Makanan : Pengaruh .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tes fungsi hati harus dimonitor untuk tetap pada level dasar pada 12 minggu pertama terapi secara intensif (kurang lebih sekali tiap bulan sebelum peningkatan dosis. Nevirapin menurunkan konsentrasi kontrasepsi oral.Terhadap Ibu Menyusui : Kontraindikasi untuk Ibu menyusui . hingga 2 minggu mengikuti peningkatan dosis). Bentuk Sediaan Oral Suspensi 50 mg/ml (240 ml).

kepatuhan penggunaan. melepuh. MediMedia. toxic epidermal necrolysis. general malaise. . MIMS. dan reaksi hepatotoksik. dosis diturunkan hingga dosis inisial. atau gejala yang menunjukkan. atau disfungsi ginjal). lesi oral. kemudian dinaikkan setelah 14 hari. nyeri otot atau sendi. Replikasi HIV-1 terhambat akibat pengeblokan aktivitas DNA polymerase RNA-Dependent dan DNA-dependent Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Azwar A. Hepatotoksisitas dapat terjadi (hepatitis fulminan dan kolestastis. hipersensitivitas. Nevirapine diberikan dengan inisiasi dosis selama 14 hari untuk menurunkan terjadinya adverse effects.hipersensitivitas disertai rash dan disfungsi organ). edema wajah. Monitoring yang intensif dibutuhkan selama 12 minggu pertama untuk mendeteksi problem dermatologik yang mengancam jiwa. eusinofilia. nekrosis hepatic) dan kasus yang menghasilkan kegagalan fungsi hati dan kematian. antasida atau didanosine. Jakarta.neonatus. konjungtivitis. Jika reaksi hipersensitivitas terjadi. demam. Sani A. jika terapi terhenti selama >7 hari. Djuanda A. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Waspadai terjadinya right upper quadran pain. boleh diminum bersama dengan makanan. frekuensi penggunaan dan adverse effects yang harus diinformasikan sebelum pasien memulai terapi untuk mencegah terjadinya resistensi. granulositosis. Mekanisme Aksi Sebagai agen non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor. hepatitis. Pasien dengan riwayat hepatitis kronik (A atau B) atau peningkatan level transaminase dapat mempertinggi resiko terjadinya reaksi hepatotoksik. nevirapin harus dihentikan permanen (yakni skin rash. jaundice atau rash yang terjadi dengan segera. limfadenopati. nevirapine memiliki aktivitas melawan HIV-1 dengan mengikat enzim reverse transcriptase. dkk. Reaksi kulit yang berat dan mengancam jiwa (sindrom Stevens-Johnson. 2003.

2000.Quantrel .4' methylenibs(3 hydroxy-2-naphtoate) (Martindale 34th edition p. Tatro DS (ed). Mason NA. 2002. D.html Pirantel Pamoat Deskripsi .. 2004.id/index. St. Bone Care Internastional. Darmansjah I. CV. Jakarta..Omegfantrin . J. American Pharmaceutical Association.Pin X . Sagung Seto. 2007.Wormetrin . 7 th Ed. Met Fact : Pocket Guide of Drug Interaction. Informasi Obat Nasional Indonesia (IONI). F. L..6 -Tetrahydro-1-methyl-2-[(E)-2-(2-thienyl)vynilpirimidine 4. 14 th Edition. Lexi Comp. Drug Interaction Fact and Comparisons. larut dalam dimetilsulfoksida.Medikontrin .Nama & Struktur Kimia . M. T.Bailie GR.php/informasi-obat/328-nevirapine. Beizer. dkk. USA.go. et all.Pamix .Pantrin . Semla. 2004. Bustami ZS. P..Trivexan . C.Compyrantel . .Helmitrin .Sifat Fisikokimia : 1. Higber.Piraska . Second Edition. .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .113-2) Serbuk kuning atau kuning pucat.tasikmalayakota. Lacy..4. Louis. Geriatric Dosage Handbook.. Johsons CA. sedikit larut dalam dimetilformamida.Bascing .. Canada http://dinkes.5. Suryawati A.Proworm . Drug Information Handbook. Praktis tidak larut dalam air dan metil : alkohol.Konvermex .

Enterobius vermicularis. Ascaris lumbricoides. Lama penggunaan : sesuai petunjuk pada dosis Farmakologi Absorbsi : Pemberian oral sedikit diabsorbsi Metabolisme : Dimetabolisme sebagian di hepar Kadar puncak serum : 1-3 jam Ekskresi : di feses dan urin Stabilitas Penyimpanan Stabilitas : dipengaruhi oleh sinar matahari langsung Penyimpanan : lindungi dari cahaya matahari langsung Kontraindikasi Hipersensitif terhadap Pirantel Pamoat Efek Samping Susunan syaraf pusat : Demam. anoreksia dan tenesmus .Indikasi Pengobatan cacing : Enterobius vermicularis. Trichuris trichiura. atau Trichostrongyliasis : 11 mg/kg BB dosis tunggal maksimum 1 gr . dan pemberian untuk seluruh keluarga yang berkontak dengan pasien. sakit kepala. Cara pemberian : oral bersama jus dan susu c. b. diare. pusing Kulit : Rash Saluran cerna : Kram abdomen. Cara Pemberian dan Lama Pemberian a. dan Ancilostoma duodenale Dosis. Enterobius vermicularis pengobatan diulangi setelah 2 minggu. mual dan muntah. Dosis : untuk anak dan dewasa : Ascaris lumbricoides .

anemia.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Pemeriksaan serum AST dan ALT Bentuk Sediaan Suspensi Dalam Bentuk Garam Pamoat Dalam Botol 30 ml.Terhadap Anak-anak : - . Tablet sebagai Garam Pamoat 180 mg/Tablet Peringatan Hati-hati penggunaan pada pasien dengan gangguan hati. ibu hamil.Hepatik : Gangguan enzim hepar Neuromuskuler : Letih dan lesu Interaksi .Dengan Makanan : - Pengaruh .Terhadap Ibu Menyusui : Tidak disarankan diberikan kepada ibu hamil dan ibu menyusui .Dengan Obat Lain : Menurunkan efek Piperazin . malnutrisi. 60 ml dan 240 ml.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus .

Interaksi yang mungkin terjadi e. Obat ini mempunyai pKa .Sifat Fisikokimia : Rifampin. Apa yang dilakukan jika pasien lupa minum obat d.id/index. C43H58N4O12 : Rifampisin merupakan serbuk kristal merah-coklat dan sangat sedikit larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol.html Rifampisin Deskripsi .Informasi Pasien a.go. Cara pemakaian c. Cara penyimpanan Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes.php/informasi-obat/341-pirantel-pamoat. Bentuk sediaan yang diberikan b.Nama & Struktur Kimia .tasikmalayakota.

Corifam .Rimactane . Infeksi M. rifampisin tersedia dalam bentuk serbuk steril untuk injeksi mengandung Natrium formaldehid. metanol.Rif 150/ Rif 300/ Rif 450/ Rif 600 .Rifampisin (Generik) .Famri . serta dalam kombinasi tetap dengan isoniasid dan pirazinamid. Larut dalam kloroform. endocarditis dan infeksi staphylococcus yang berat dalam kombinasi dengan obat lain Dosis. etil asetat. Profilaksis meningitis meningococcal dan infeksi haemophilus influenzae.Lanarif . II. Leprae.Rifampicin Hexpharm .Merimac . IV (Generik) . Brucellosis.9.Kombipak I. Dalam perdagangan. Dalam perdagangan sediaan oral rifampin tersedia sebagai obat tunggal. Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral ( Dosis IV infusi sama dengan pemberian peroral) . dalam kombinasi dengan obat lain. tetrahidrofuran.Prolung 450 . suatu antibiotika yang diturunkan dari Streptomyces meditarranei. dalam bentuk kombinasi tetap dengan isoniazid. III.7. penyakit legionnaires.Rifabiotic . sulfoksilat. DMSO.Keterangan : Rifampisin adalah turunan semisintetik dari Rifamisin B.Rifacin .Rimactazid / Rimactazid Paed Indikasi Tuberkulosis. natrium hidroksida yang ditambahkan untuk mengatur pH.Rifamtibi .Medirif . .

1 bulan : 10 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam selama 2 hari Bayi = 1 bulan dan anak-anak : 20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam selama 2 hari . pirazinamid dan etambutol) lebih disukai untuk pengobatan awal. rifampisin.Terapi Tuberkulosis Catatan : Regimen empat obat ( isoniazid. empirik TB Bayi dan anak-anak < 12 tahun Terapi harian : 10 – 20 mg/kg/hari biasanya sebagai dosis tunggal (maksimal 600 mg/hari) Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy) : 10 – 20 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) Dewasa Terapi harian : 10 mg/kg/hari biasanya sebagai dosis tunggal (maksimal 600 mg/hari) Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy) : 10 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) . 3 kali/minggu : 10 mg/kg (maksimal 600 mg/hari) Infeksi tuberkulosis latent (yang belum nampak): sebagai alternatif untuk isoniazid : Anak-anak : 10 – 20 mg/kg/perhari (maksimal : 600 mg/hari) selama 6 bulan Dewasa : 10 mg/kg/hari (maksimal : 600 mg/hari) selama 4 bulan Profilaksis H. tidak lebih dari 600 mg/dosis Dewasa : 600 mg setiap 24 jam selama 4 hari Leprosy (unlabeled use) : dewasa : Multibacillary : 600 mg sekali sebulan selama 24 bulan dalam kombinasi dengan ofloksasin dan minosiklin Paucibacillary : 600 mg sekali sebulan selama 6 bulan dalam kombinasi dengan dapson Lesi tunggal : 600 mg sebagai dosis tunggal dalam kombinasi dengan ofloksasin 400 mg dan minosiklin 100 mg Profilaksis meningitis meningococcal. Bayi . Influenzae (unlabeled use) Bayi dan anak-anak : 20 mg/kg/hari tiap 24 jam selama 4 hari.

Vial yang utuh harus disimpan pada suhu kamar dan dihindarkan dari cahaya dan panas yg berlebihan.8-11 jam. makanan dapat mengakibatkan penundaan absorpsi (delay) atau sedikit menurunkan kadar puncak Distribusi : sangat lipofilik . dapat menembus sawar darah otak (bood-brain barrier) dengan baik Difusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal : adekuat dengan atau tanpa inflamasi CSF : inflamasi meninges : 25% Metabolisme : Hepatik. Rekonstitusi serbuk untuk injeksi dengan . gagal ginjal terminal : 1. serum: oral : 2-4 jam Ekskresi : Feses (60% . waktu tersebut akan memanjang pada gagal hepar. Waktu untuk mencapai kadar puncak.65%) dan urin (~ 30%) sebagai obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Serbuk rifampisin berwarna merah kecoklatan. melalui resirkulasi enterohepatik Ikatan protein : 80% T½ eliminasi : 3-4 jam.(maksimal 600 mg/dosis) Dewasa : 600 mg tiap 12 jam selama 2 hari Staphylococcus aureus pada nasal carrier (unlabeled use): Anak-anak: 15 mg/kg/hari dibagi tiap 12 jam selama 5 – 10 hari dalam kobinasi dengan antibiotik lain Dewasa : 600 mg/hari selama 5 – 10 hari dalam kombinasi dengan antibiotik lain Penyesuaian dosis pada pasien dengan kerusakan hepar : penurunan dosis diperlukan untuk meurunkan hepatotoksisitas Hemodialysis atau peritoneal dialysis : konsentreasi plasma rifampisin tidak signifikan dipengaruhi oleh hemodialisis atau dialisis peritoneal Farmakologi Durasi : < 24 jam Absorbsi : Oral : diabsorpsi dengan baik.

Menurunkan efek : Rifampisin dapat menurunkan efek/kadar obat-obat berikut: asetaminofen. Induksi CYP1A2 (kuat) . dermatitis exfoliative. antibiotika makrolida dapat meningkatkan kadar/toksisitas rifampin. . 2C8/9.Stabilitas parenteral admixture pada penyimpanan suhu kamar (25°C) adalah 4 jam untuk pelarut D5W dan 24 jam untuk pelarut NS Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap rifampisin atau komponen lain yang terdapat dalam sediaan. flushing. dizziness. gejala pada respirasi (termasuk sesak nafas). gangguan fungsi liver. demam. gagal ginjal akut. saliva dan sekresi tubuh yang lain berwarna orange-merah. anemia hemolitik. muntah.2A6 (kuat). efek samping lain dilaporkan : edema. drowsiness. 2C19 (kuat). sakit kepala.Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : substrat CYP2A6.SWFI. diare (dilaporkan terjadi kolitis karena penggunaan antibiotika). jaundice (penyakit kuning) Efek Samping Gangguan saluran cerna seperti anoreksia. muscular weakness dan myopathy. Interaksi . jaundice(penyakit kuning). reaksi pemphigoid. saquinafir/rotonavir (kemungkinan dengan proease inhibitor). 3A4 (kuat). gejala berikut terjadi terutama pada terapi intermitten termasuk gelala mirip influenza ( dengan chills. penggunaan bersama amprenavir. tromboflebitis dilaporkan pada penggunaan secara infus pada periode yang lama. Vial yang telah direkontitusi stabil selama 24 jam pada suhu kamar. 3A4 (major) . toxic epidermal necrolysis. 2 C8/9(kuat). Meningkatkan efek/toksisitas : Rifampisin dapat meningkatkan efek terapeutik clopidogrel. 2B6 (kuat). untuk injeksi larutkan dalam sejumlah volume yg tepat dengan cairan yang kompatibel (contoh : 100 ml D5W). leucopenia. penggunaan bersama dengan isoniazid pyrazinamide atau protease inhibitor (amprenavir saquinavir/ritonavir) dapat meningkatkan resiko hepatotoksisitas. kolaps dan shock. mual. eosinophilia. urin. gangguan menstruasi. nyeri tulang). dan trombositopenia purpura. urtikaria dan rash.

teofilin. terbinafin. nateglinid. ifosfamid. Efek rifampisin diturunkan oleh inducer CYP2A6. barbiturat. disopiramid.Terhadap Ibu Menyusui : Hanya sejumlah kecil saja berada pada air susu. 2A6. aprepitant. zolpidem. calsium channel blocker. tocainide. metadon. John’s wort dapat menurunkan kadar rifampisin Pengaruh . kortikosteroid. repaglinid. nevirapin dan fenitoin) .angiotensin II receptor blocker (irbesartan dan losartan).zaleplon. rosiglitazon. 2C19 DAN 3A4 (contoh : aminofilin. quinidin. buspiron. takrolimus. sertralin. dan 3A4 (seperti : aminoglutethimide.Terhadap Anak-anak : - . pioglitazon. dapson.Terhadap Kehamilan : Penggunaan obat pada trimester 1 (pertama): Produsen menyatakan studi pada binatang menunjukkan adanya teratogenik pada dosis tinggi. barbiturat. HMG-CoA reductase inhibitor. bupropion. flukonazol. warfarin. morfin.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi rifampicin dengan tes laboratorium : reaksi Coombs positif. Faktor risiko : C . methsuksimid. amiodaron.alfentanil. substrat CYP1A2. benzodiazepin (dimetabolisme melalui oksidasi). 2C8/9. antifungi imidazol. inhibitor pompa proton. asam fusidat. antidepresan trisiklik. amiodaron. nafcillin. kontrasepsi estrogen dan progestin. ropinirol. Masuk dalam air susu ibu / tidak direkomendasikan (AAP rates “compatible”) . Hindari ethanol (dapat meningkatkan resiko hepatotoksisitas) St. feksofenadin. 2B6. mirtazapin. karbamazepin. fluoksetin. fenitoin. zidovudin. inhibitor protease. venlafaxin dan zafirlukast. tamoksifen. siklosporin. promethazin. selegilin. 5-HT3 antagonis. kloramfenikol. 2C8/9. . fluvoksamin. konsentrasi rifampin dapat diturunkan jika digunakan bersama dengan makanan. beta blocker.Dengan Makanan : Makanan menurunkan absorbsi. propafenon. sulfonilurea. inhibitor reverse transkriptase (non-nucleoside). rifampicin mengganggu pemeriksaan standar serum folat dan vitamin B12. Penggunaan obat pada trimester 3 (tiga): Resiko terjadinya perdarahan pada neonatal dapat meningkat.

Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. muntah. dan pada terapi dalam jangka waktu yang lama). Sirup Peringatan Kerusakan hati ( periksa tes fungsi hati dan pemeriksaan darah pada gangguan hati. Penting : pasien yang menggunakan hormon kontrasepsi disarankan untuk menggantinya dengan alternatif kontrasepsi lain seperti IUD. karena efek obat kontrasepsi menjadi tidak efektif akibat adanya interaksi obat. keringat. Gunakan obat ini sedikitnya 1 jam sebelum menggunakan antasida. kultur sputum. x-ray dada Bentuk Sediaan Kapsul. seperti kondisi pasien. Jangan sampai terdapat dosis yang terlewat. hilang nafsu makan.meningkatkan LFTs dan menurunkan ekskresi billiari dari contrast media Parameter Monitoring Fungsi hati (AST. saliva dan air mata. Mempengaruhi efektifitas kontrasepsi oral. Obat ini juga dapat menimbulkan noda permanen pada lensa kontak. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. hepatic status dan mental status. kerusakan ginjal (jika digunakan dosis di atas 600 mg sehari). Rifampisin harus digunakan pada saat lambung kosong. Kaptab. gunakan metoda KB yang lain. bilirubin). CBC. porfiria. urin berwarna gelap. Obat ini menyebabkan warna merah pada urin. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekwensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. mual. perubahan warna kulit dan mata menjadi kekuningan atau nyeri atau bengkak pada persendian. umur dan berat badan. . Pasien harus menggunakan obat hingga habis. Segera memeriksakan diri ke dokter bila timbul demam. ketergantungan alkohol. kehamilan dan menyusui. ALT. gunakan 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan dengan segelas air. tidak enak badan.

kultur sputum. segera mungkin minum obat setelah ingat. kecuali atas saran dari tenaga kesehatan .20]oct-ane-2-carbocyclic acid monohydrate.H2O : Sefadroksil dalam bentuk monohidratnya berwarna putih sampai agak .php/informasi-obat/356-rifampisin. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. ALT. Jangan diberikan pada orang lain. Jika pasien lupa minum obat. status fungsi hati dan mental . Jika lebih dari satu kali dosis terlewat.Sifat Fisikokimia (7R)-7[amino-4(hydroxyphenyl)acetyl]-amino-3-methyl-8-oxo-5-thio-1: azabicyclo[2.go. x-ray dada 2 – 3 bulan pengobatan Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. menghambat transkripsi RNA Monitoring Penggunaan Obat Periodik (sebelum pengobatan dan tiap 2 – 4 minggu selama terapi) monitoring fungsi hati (AST. C16H17N3O5S. CBC.Nama & Struktur Kimia .id/index. mintalah nasehat dokter atau apoteker. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda.tasikmalayakota. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis RNA bakteri dengan mengikat subunit beta dari DNA-dependent RNA polymerase.kecuali atas anjuran dokter. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. bilirubin).html Sefadroksil Deskripsi .

Dewasa : 2 gram 1 jam sebelum tindakan • Interval pada pasien gangguan ginjal .Widrox .Qcef . Dosis. berbentuk kristal. Profilaksis bakteri endokarditis pada pasien yang alergi terhadap penisilin dan pasien yang operasi dan tindakan pada gigi.Kelfex .Tisacef . Dewasa : 1-2 g/hari dibagi dalam 2 dosis.Bidicef .Biodroxil .kekuningan. bersifat larut baik dalam air dan sedikit larut dalam alkohol.Sedrofen Indikasi Pengobatan suspek infeksi bakteri.Osadrox .Ancefa .Alxil .Duricef .Cefadroxil Hexpharm . termasuk yang disebabkan oleh Group A beta-hemolitic Streptococcus.Librocef . Profilaksis endokarditis : Anak : 50 mg/kg BB 1 jam sebelum tindakan.Lapicef .Renasistin . Cara Pemberian dan Lama Pemberian • Oral : Anak : 30 mg/kg BB/hari dibagi dalam 2 dosis maksimal 2g/hari.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . .Doxef .Dexacef .Pyricef .Qidrox .Ethicef .Opicef .Erphadrox .Longcef .

dispepsia.dan cairan peritonial. kulit dan jaringan lunak. Absorbsi : diabsorbsi dengan cepat dan baik b. Dilaporkan reaksi dengan Cefalosporin lain termasuk abdominal pain. mual. peningkatan BUN. rash. urin. serum sickness. Waktu paruh eliminasi : 1-2 jam. pleural. disfungsi ginjal. superinfeksi. eticaria. kolitis pseudomembran. athralgia. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap sefadroksil. kapsul dan serbuk untuk suspensi oral harus disimpan dalam kemasan tertutup rapat. erythema multiforme. ClCr <10 mL/menit : diberikan setiap 36 jam. c. demam.jantung. empedu. komponen lain dalam sediaan dan sefalosporin lain. eosinofilia. pansitopenia. Farmakologi a. vaginitis. Efek Samping 1%-10% : Saluran cerna : Diare < 1% : Abdominal pain. pada suhu 15-30°C. termasuk cairan sinovial. kolestasis. sputum. Kadar puncak : 70-90 meni f. saluran empedu. hemorrhage. anafilaksis. gagal ginjal : 20-24 jam. peningkatan kreatinin. agranulositosis. neutropenia. Ikatan protein : 20% d. pruritus. anemia aplastik dan hemolitik.ClCr 10-25 mL/menit : diberikan setiap 24 jam. Distribusi : Didistribusikan secara luas di dalam tubuh dan mencapai konsentrasi terapetik pada jaringan dan cairan tubuh. muntah. melalui plasenta dan ASI. Ekskresi : Urin (>90% sebagai obat yang tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Tablet. angioderma. Interaksi .Suspensi setelah dilarutkan stabil disimpan dalan lemari pendingin sampai 14 hari. nefrotoksik. sindrom Steven-Johnson. perikardial. e. trombositopenia.

Pengaruh .Terhadap Ibu Menyusui : Sefadroksil didistribusikan ke dalam air susu. .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B .Dengan Obat Lain : • Terjadi perdarahan jika diberikan dengan antikoagulan. 100 ml).Terhadap Anak-anak : - . 500 mg/5 ml . larutan Fehling). makanan bayi dan susu tidak mempengaruhi absorpsi secara signifikan.Dengan Makanan : Pemberian sefadroksil bersamaan makanan. positif palsu pada tes kreatinin urin atau serum menggunakan reaksi Jaffe Parameter Monitoring Observasi tanda dan gejala anafilaktik selama dosis pertama Bentuk Sediaan Kapsul Sebagai Monohidrat 500 mg Tablet Sebagai Monohidrat 1 g Sirup Kering Sebagai Monohidrat Untuk Dilarutkan 250 mg/5 ml (50 ml.Terhadap Hasil Laboratorium : Positif pada tes Coombs langsung.. • Probenesid dapat mengurangi eliminasi sefalosporin . positif palsu pada tes glukosa urin menggunakan Cu Sulfat (larutan Benedict. sehingga penggunaannya pada ibu menyusui harus disertai perhatian.

html Siprofloksasin . Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes.Peringatan • Penyesuaian dosis pada pasien gangguan ginjal.tasikmalayakota.php/informasi-obat/359-sefadroksil.go. • Penggunaan lama mengakibatkan superinfeksi.id/index. urtikaria) Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mekanisme Aksi Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan berikatan dengan satu atau lebih ikatan protein penisilin (penicillin-binding proteins-PBPs) yang selanjutnya akan menghambat tahap transpeptidasi sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri sehingga menghambat biosintesis dinding sel. • Penggunaan pada pasien dengan riwayat alergi penisilin terutama reaksi IgE mediated (anafilaksis. Bakteri akan mengalami lisis karena aktivitas enzim autolitik (autolisin dan murein hidrolase) saat dinding sel bakteri terhambat.

Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : 1-cyclopropyl-6-fluoro-1, 4-dihydro-4-oxo-7-(1-piperazinyl)-3quinolinecarboxylic acid C17H18FN3O3HCl.H2O Siprofloksasin hidroklorida merupakan serbuk dengan kekuningan – hingga berwarna kuning. Mempunyai kelarutan 36 mg/mL dalam air pada suhu 25°C. pKa obat 6 dan 8.8. Siprofloksasin laktat merupakan : sediaan Siprofloksasin IV. Cairan jernih dan berwarna kuning cerah. pada kadar 1.2 g yang larut dalam cairan mempunyai pH 3.3-3.9. Siprofloksasin dalam sediaan larutan dekstrosa 5% mempunyai pH 3.5 – 4.6 - Keterangan :-

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang - Baquinor - Cetafloxo - Corcasin - Disfabac - Floxifar - Inciflox - Licoprox - Miraflox - Poncoflox - Quincin - Renator - Vidintal - Ximex Cylowan - Bernoflox - Ciflos - Coroflox - Duflomex - Floxigra - Interflox - Mecoquin - Nilaflox - Proxitor - Quinobiotic - Rexida - Vioquin - Zecaflox - Bidiprox - Ciproxin - Cylowam - Fimoflox - Girabloc - Kifarox - Meflosin - Omeproksil - Proxyga - Ramavex - Scanax - Volinol - Zeniflox - Bimaflox - Ciproxin XR - Cyrox - Floxid - Gurolone - Lapiflox - Mensipox - Phaproxin - Quamiprox - Rancif - Tequinol - Wiaflox - Zumaflox

- Bactiprox

Indikasi Anak – anak: Infeksi saluran urin dan pyelofritis yang disebabkan oleh E.coli. catatan: meskipun demikian, siprofloksasin bukan merupakan obat pilihan pertama. Anak – anak dan dewasa: untuk menurunkan angka kejadian atau progress penyakit terkait dengan baccilus anhraticus. Pada infeksi mata; digunakan untuk mengobati infeksi pada okular (corneal ulcer, conjungtivitis) atau bakteri sejenis. Dewasa: untuk pengobatan infeksi yag disebabkan bakteri: infeksi saluran urin; cistitis akut tanpa komplikasi pada wanita; prostatitis bakteri kronik; infeksi saluran nafas bawah (termasuk eksaserbasi akut dan bronchitis kronik); sinusistis akut; infeksi kulit; tulang dan persendian; infeksi intraabdominal komplek; diare karena infeksi; demam tyfoid karena Salmonella typhi; pneumonia nosokomial, terapi empiris febrile neutrophenic (kombinasi dengan piperacillin). Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian DOSIS ANAK-ANAK: Oral: Infeksi saluran urin atau pyelofritis: anak 1-17 tahun: 20-30 mg/kg/hari terbagi dalam 2 dosis terpisah (setiap 12 jam) untuk 10-21 hari. Maksimal 1.5 g/hari. Cistitis fibrosis: anak 5-17 tahun; 40 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam, pemberian selama 1 minggu Injeksi: infeksi saluran urin komplikasi pada anak 5-17 tahun: 6-10 mg/kg setiap 8 jam untuk 10-21 hari (maksimum 400 mg/dosis) Cistitis fibrosis:anak 5-17 tahun; 30 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam untuk satu

minggu. DOSIS DEWASA: Oral: Infeksi saluran urin: Infeksi saluran urin akut tanpa komplikasi: 250 mg setiap 12 jam selama 3 hari. Infeksi saluran urin akut dan pyelonefritis tanpa komplikasi: sedíaan lepas lambat 1000 mg setiap 24 jam selama 7-14 hari. cistitis akut tanpa komplikasi sediaan lepas lambat 500 mg setiap 24 jam selama 3 hari. Infeksi saluran urin sedang : 250 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Infeksi saluran urin berat: 500 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. infeksi saluran nafas bawah, dan infeksi pada kulit: 500 – 750 mg dua kali sehari untuk 7-14 hari, tergantung juga dengan kegawatan dan keparahan infeksinya. Infeksi pada tulang dan persendian: 500-750 mg dua kali sehari 4-6 minggu, tergantung kegawatan dan kepekaan dari bakteri penginfeksinya. Diare karena infeksi: 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Infeksi intraabdominal (kombinasi dengan metronidazol): 500 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Demam tyfoid: 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Infeksi gonore uretral /servikal : 250-500 mg dosis tunggal. Infeksi gonore menyebar: 500 mg dua kali sehari selama pengobatan 7 hari penuh (pengobatan awal dengan seftriakson 1 g IM/IV perhari untuk 24-48 jam setelah ditemukan kasus tersebut). Sinusitis (akut): 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Prostatitis kronik karena bakteri: 500 mg setiap 12 jam selama 28 hari. Injeksi: Infeksi tulang dan persendian: infeksi ringan dan sedang : 400 mg setiap 12 jam untuk 4-6 minggu; infeksi berat dan komplikasi: 400 mg setiap 8 jam selama 4-6 minggu.

Prostatitis (kronik. ClCr 5-29 mL/menit: oral 250-500 mg setiap 18 jam. Hepatik : Peningkatan SGOT/SGPT (dewasa 1%). dewasa 2%). gelisah (pemberian IV). Intraabdominal infection (kombinasi dengan metronidazole): 400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. 200-400 mg setiap 18-24 jam. PENYESUAIAN DOSIS: ClCr 30-50 mL/menit: oral 250-500 mg setiap 12 jam.sedang dan berat): 400 mg setiap 8 jam selama 10-14 hari. muntah (anak 5%. IV. sakit kepala (pemberian IV). akut dan komplikasi: 400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Dermatologi : Ruam kulit (anak 2% dewasa 1%). nyeri lambung (anak 3%. diare (anak 5%. pusing dan cemas). Farmakologi Angka Kejadian 1-10% : SSP : Kejadian neurologi (anak-anak 2% meliputi gangguan tidur. Infeksi saluran urin: ringan hingga sedang 200 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Saluran pernapasan : Radang saluran pernapasan (rhinitis) anak 3%. demam (anak 2%). Angka Kejadian < 1% : . dewasa<1%). karena bakteri) 400 mg setiap 12 jam selama 28 hari. gangguan pencernaan (anak 3%). Sinusitis (akut): 400 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Pneumonia nosokomial: (ringan. ClCr <30 mL/menit (infeksi saluran urin akutI) oral 500 mg setiap 24 jam. Vebrile neutropeni (kombinasi dengan piperacilin) 400 mg setiap setiap 8 jam selama 7-14 hari. infeksi gawat dan komplikasi: 400 mg setiap setiap 8 jam selama 4-6 minggu.Infeksi saluran napas bawah dan infeksi pada kulit: ringan hingga sedang :400 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Gastrointestinal : Mual (anak/dewasa 3%). Lokal : Reaksi pada tempat injeksi (pemberian IV). dewasa 1%).

tablet lepas lambat 15-30°C Kontraindikasi Terhadap pasien yang mengalami hipersensitifitas terhadap golongan siprofloksasin dan . psikosis. eritema nosodum. methemoglobinemia. nyeri persendian. tremor.flatulen. parestesia. MI. renal calculi. terlindung dari cahaya. ektopi ventricular. hipertensi. pansitopenia. hipertonia. myalgia. tromboflebitis. anemia. obat dapat bertahan 14 hari. anafilaksis. kandiduria. edema. hilang rasa. edema tenggorokan. ataksia. takikardi. agitasi. angina pektoris. insomnia. rasa lemas. pengenceran 0. rasa dingin. neuropati perifer. fixed eruptions. disfagia. trombosis serebral. edema paru. Mikrokapsules untuk Suspensi oral: disimpan pada suhu 25°C. halusinasi. iritabilitas. hasil pengenceran yang mengikuti prosedur dan tersimpan pada suhu dibawah 30°C dan terhindar dari pembeku. atrial flutter. tendonitis. dispepsia (dewasa).limfadenopati. sakit pada dada. agranulositosis. hipotensi. interstisial nephritis. anorexia. hiperglisemia. demam. peningkatan serum kolesterol dan trigliserida.gagal jantung. reaksi alergi. kandidiasis vagina. kejang. kristaluria. bronkhospasmus. sensitif terhadap cahaya terang. Stabilitas Penyimpanan Injeksi: sediaan infus disimpan pada suhu 5-25°C terlindung dari cahaya dan pembeku (freezer). vasculitis. hematuria. rasa takut. tinitus. sakit kepala. vaginitis. migrain. nekrosis hati. jaundice. pseudomembranous colitis. depresi sumsum tulang. gangguan visual. ARF. palpitasi. myastenia gravis. rasa malas. depresi. anosmia.Abnormal. jaundice kolestatik. Tetas mata: disimpan pada suhu 2-25°C. nystagmus. nefritis. anemia hemolitik. angioedema. pankreatitis. kerusakan tendon. eritema multiform. hipotensi ortostatik. moniliasis. delirium. paranoia. kegagalan fungsi hati.5-2 mL siprofloksasin dapat bertahan selama 14 hari jika disimpan dalam suhu kamar. kromatopsia. Sediaan vial disimpan dalam suhu 5-30°C terlindung dari cahaya dan pembeku (freezer). perforasi intestinal. rasa malas. dermatitis eksfoliatif. myoclonus. petenchia. perdarahan lambung. sindrom stevens-johnson. klinduria. hiperpigmentasi. perdarahan uretral. dyspnea. toxic epidermal nekrolisis. reaksi manik. Tablet: disimpan pada suhu 30°C. konstipasi. perpanjangan waktu PT/INR. albuminuria. kandidiasis. eosinofili.

anosmia. palpitasi. halusinasi. nekrosis hati. sakit pada dada. paranoia. dewasa 1%). Angka Kejadian < 1% : Abnormal. myastenia gravis. perdarahan lambung. hematuria. reaksi manik. sakit kepala. anorexia. jaundice. migrain. demam (anak 2%). hipotensi ortostatik. iritabilitas. hilang rasa. perpanjangan waktu PT/INR. fixed eruptions. dewasa 2%). anemia. myoclonus. eritema nosodum. rasa malas. demam. perforasi intestinal. vaginitis. MI. gangguan pencernaan (anak 3%). hipertonia. edema. atrial flutter. rasa takut. depresi.limfadenopati. myalgia. . gangguan visual. toxic epidermal nekrolisis. kegagalan fungsi hati. ektopi ventricular. psikosis. muntah (anak 5%. jaundice kolestatik. tremor. dermatitis eksfoliatif. sensitif terhadap cahaya terang. renal calculi. Gastrointestinal : Mual (anak/dewasa 3%). peningkatan serum kolesterol dan trigliserida. interstisial nephritis.komponen lain dalam sediaan Efek Samping Angka Kejadian 1-10% : SSP : Kejadian neurologi (anak-anak 2% meliputi gangguan tidur. rasa malas. petenchia. bronkhospasmus. hipertensi. sindrom stevens-johnson. Hepatik : Peningkatan SGOT/SGPT (dewasa 1%). angina pektoris. methemoglobinemia. pankreatitis. hiperpigmentasi. perdarahan uretral. neuropati perifer. tinitus. reaksi alergi. eosinofili. Lokal : Reaksi pada tempat injeksi (pemberian IV). dispepsia (dewasa). dewasa<1%). Saluran pernapasan : Radang saluran pernapasan (rhinitis) anak 3%. edema paru. insomnia. pusing dan cemas). vasculitis. klinduria. trombosis serebral. dyspnea. ARF. depresi sumsum tulang. albuminuria. hiperglisemia. kandidiasis. gelisah (pemberian IV). kejang. tendonitis. gagal jantung. kandidiasis vagina. rasa lemas. kristaluria. delirium. moniliasis. agitasi. pseudomembranous colitis. Dermatologi : Ruam kulit (anak 2% dewasa 1%). disfagia. ataksia. tromboflebitis. sakit kepala (pemberian IV). kromatopsia. edema tenggorokan. nyeri lambung (anak 3%. konstipasi. pansitopenia. anafilaksis. nyeri persendian. rasa dingin. takikardi. nefritis.flatulen. parestesia. angioedema. diare (anak 5%. kandiduria. kerusakan tendon. nystagmus. agranulositosis. hipotensi. eritema multiform. anemia hemolitik.

gliburid. digunakan 4 jam sebelum makan dan 6 jam setelah makan. suplemen elektrolit oral.Interaksi . kemungkinan juga siprofloksasin dapat menurunkan kadar fenitoin . trifluoperazin). Kofein (dari kopi). mexiletin. mirtazapin. tidak direkomendasikan (AAP) . teofilin.Terhadap Anak-anak : Siprofloksasin bukan merupakan obat pilihan pertama untuk anak – anak. Jika digunakan dengan foscarnet dapat meningkatkan efek kejang. Jika digunakan dengan kortikosteroid maka akan dapat meningkatkan kerusakan tendon. .Sebaiknya obat digunakan 2 jam sebelum makan atau 6 jam setelah makan.Dengan Makanan : Makanan (kalsium yang ada dalam sari buah. Pengaruh . multivitamin dan mineral)kemungkinan menganggu penyerapan siprofloksasin pada saluran cerna akibat efek kation divalen dan trivalen. Probenezid kemungkinan meningkatkan kadar siprofloksasin.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . metotreksat. jika dikonsumsi bersamaan dengan siprofloksasin dapat meningkatkan efek detak jantung yang berlebihan atau stimulasi SSP meningkat. Jika siprofloksasin dalam bentuk obat lepas lambat. dan warfarin. ropivacaine. fluvoxamine. ropinirol. Menurunkan efek: Antasida. aminofilin. quinapril. sukralfat.Terhadap Ibu Menyusui : Siprofloksasin terdistribusi kedalam air susu ibu.Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek: Meningkatkan efek toksik dari substrat CYP1A2 (seperti.

Reaksi hipersensitifitas gawat seperti anaphilasis pernah terjadi jika pengobatan dengan golongan quinolon lainya. menghambat relaksasi superkoloid DNA dan memicu kerusakan untai gandai DNA . Kerusakan tendon. CBC (cell blood count) Parameter Monitoring CBC Renal (BUN. pernah dilaporkan ketika siprofloksasin digunakan bersamaan dengan quinolon lainya. maka harap menghubungi dokter.. Mekanisme Aksi Menghambat DNA-girase pada organisme yang sensitif . harap menghubungi apoteker. SGPT) Bentuk Sediaan Infus. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (2 jam sebelum makan atau 6 jam setelah makan). seperti mual. diare atau respon hipersensitivitas. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. Pengobatan jangka panjang dapat mengakibatkan suprainfeksi. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat.Terhadap Hasil Laboratorium : Kemungkinan dapat berpengaruh terhadap hasil pengukuran: tes fungsi hati. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. Tablet. perlu monitoring terhadap pasien yang diketahui mempunyai kelainan pada SSP. . tes fungsi ginjal. maka sebaiknya siprofloksasin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. Injeksi. Tetes Mata. Tablet Lepas Lambat Peringatan Kemungkinan dapat meningkatkan respon SSP. ClCr) Fungsi hepar (SGOT. Salep.

2005 Farmakope Indonesia IV.Cendofenikol . Daftar Pustaka Drug information hand book.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . . mudah larut dalam etanol. dalam aseton dan dalam etil asetat. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat.id/index.Armacort .html Tiamfenikol Deskripsi .Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. 1995. fungsi ginjal.0% C11H12Cl2N2O5 Pemeriaan: hablur halus berbentuk jarum atau : lempeng memanjang. Kelarutan: sukar larut dalam air. putih hingga putih kelabu atau putih kekuningan. 2006.php/informasi-obat/372-siprofloksasin.0% dan tidak lebih dari 103.Bufacetin .tasikmalayakota. Memantau pasien yang mendapatkan obat lain seperti teofilin dan siklosporin dengan memantau CBC.go. (DIH). C11H12Cl2N2O5 Kloramfenikol mengandung tidak kurang dari 97.Nama & Struktur Kimia .Sifat Fisikokimia : D-treo-(-)-2. AHFS DRUG.Alchlor . dalam propilen glikol. fungsi hati selama pemakaian obat.2-Dikloro-N-[ß-hidroksi-alfa-(hidroksimetil)-pnitrofenetil]asetamida[56-75-7]. http://dinkes.

Kemicetine .Vanquin dan Vanquin Plus .Megacetine . .Cymacetine .Microtina .Citophenicol .Imfarmycetin .Megachlor . Infant: >30 hari dan anak : 50-100 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam Infeksi lain: IV.Hufamycetin .Solachlor . kecuali untuk penggunaan diatas.Emkapeni .Suprachlor .Uniphenicol .Cloramidina .Lanacetine .Heromycetine . Neisseria.Sakamycetin .Pimicetin Syr .Mefamicetin .Colsancetine . Dosis.Isotic Salmicol .Colipred .Zenichlor .Kemocol .Enkacetyn .Itramicetin .Suprachlor .Farsycol .Kemiderm .Mediclor .Chloramfecort H .Colme .Chloramfecort . Infant: >30 hari dan anak : 50-75 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam.Chloracol . namun bersifat toksik.Indoson .Magnaclor .influenzae.Xepanicol Indikasi Merupakan antibiotik dengan spectrum luas.Particol .Erlamicetin .Mecocetin .Cendomycos . Dosis maksimal: 4 g/hari.Erlamicetine Plus .Otolin .Kemicort Forte ..Combicetin .Naxogin Complex . Obat ini seyogyanya dicadangkan untuk infeksi berat yang diakibatkan oleh bacteriodes.Empeecetin . Karena toksisitasnya. H.Novachlor .Solachlorx .Kloramixin D .Licoclor .Decacetine .Erlamicetine . meningiditis.Klorfeson .Kemicort .Novachlor .Cendomycetine .Fenicol .Kloramixin . dan Rickettsia.Salmonella.Etagemycetin . Cara Pemberian dan Lama Pemberian DOSIS ANAK: Meningitis: IV.Albucetine .Neophenicol .Ribocin .Solacort .Chlorbiotic .Varicetin . obat ini tidak cocok untuk penggunaan sistemik.Colcetin .Neophenicol .Chloramex .Grafacetin .

Anemia aplastik. meningitis inflamasi >66%. hasil pencampuran obat dapat bertahan selama 30 hari.DOSIS DEWASA: 50-100 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam. Eksresi: urin (5-15%). Kontraindikasi Hipersensitif terhadap kloramfenikol atau terhadap komponen lain dalam obat. End-stage Gangguan ginjal :3-7 jam. dalam cairan serebrospinal : normal meningitis 66%. kloramphenikol sodium suksinat dihidrolisa dengan mekanisme esterisasi sehingga menjadi bentuk aktif. T½ eliminasi: fungsi ginjal normal: 1. Sirosis:1012 jam. Ikatan protein: 60% Metabolisme: utamanya melalui hati (90%) menjadi metabolit tidak aktif dengan melalui mekanisme glukoronidasi.6-3.M. Farmakologi Distribusi: keseluruh jaringan dan cairan tubuh. sebuah reaksi idiosikratik yang dapat terjadi dari manapun rute pemberian . Penyesuaian dosis: jika diketahui menderita kerusakan hepar. masuk dalam ASI. cairan obat yang dibekukan kemungkinan akan dapat bertahan selama 6 bulan.3 jam. Makimum dosis harian 4 g/hari. Stabilitas Penyimpanan Simpan obat pada suhu kamar. dapat menembus placenta. dapat diberikan IV kurang dari 1 menit dengan konsentrasi 100 mg/mL atau IV intermittent infuse lebih dari 15-30 menit dengan konsentrasi akhir <20 mcg/mL. Cara pemberian: jangan diberikan I. Efek Samping Tiga efek samping terbesar yang diakibatkan oleh kloramfenikol antara lain : 1. maka sebaiknya tidak menggunakan obat. karena akan meningkatkan toksisitas obat. gunakan hanya jika cairan masih jernih.

Dengan Makanan : Kemungkinan akan menurunkan absorbsi obat pada intestinal Pengaruh . Meningkatkan efek toksis: kloramfenikol meningkatkan efek dari klopropramid.obat. fenitoin. mual. Efek samping lainya : SSP : Bingung. dan antikoagulan oral. . Anemia dan neutropenia kemungkinan akan terjadi pada minggu pertama penggunaan obat. Dalam penelitian sampel hewan uji terdapat embriotoksik dan teratogenik. Lain-lain : Anaphilaksis. ruam. depresi myokardial. 3A4 (penggunaan mingguan). mata gelap (delirium). ini terjadi jika kadar serum darah >25 mcg/mL dan bersifat reversible ketika kloramfenikol dihentikan. Gastrointestinal : diare. biasanya terjadi 3 minggu sampai 12 bulan setelah pemberian obat. muntah. . Ocular : optic neuritis. Ini dapat terjadi jika kadar konsentrasi darah > 50 mcg/mL. reaksi hipersensitifitas. depresi.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. tapi ini belum cukup terbukti dalam penelitian selanjutnya. Menurunkan efek: fenobarbital dan rifampisin kemungkinan menurunkan efeknya. 3. Gray síndrome ini ditandai dengan collapse. koma dan kematian. glossitis. sianosis. asidosis. enterokolitis. Interaksi . kemungkinan diakibatkan oleh akumulasi obat dalam darah akibat adanya kerusakan pada hati dan ginjal pasien. 2. urtikaria. sakit kepala. stomatitis.Dengan Obat Lain : Sitokrom P450: menghambat CYP2C8/9 (penggunaan mingguan). Bone marrow suppresión. Dermatologi : Angioderma. fever.

Serbuk Suspensi Oral Peringatan Hati – hati jika digunakan pada pasien yang tenderita gangguan hepar dan gagal ginjal. Hati – hati jika digunakan pada pasien defisiensi glucosa 6-phosfat dehidrogenase. ClCr) Bentuk Sediaan Injeksi. Penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan suprainfeksi. AAP tidak merekomendasikan. liver dan ginjal. Penggunaan pada bayi dapat mengakibatkan gray baby síndrome yang dapat berakibat fatal. Parameter Monitoring CBC (Hb. Kapsul. Trombosis) Liver (SGPT.Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan lebih dari 2 minggu Dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium : CBC.Terhadap Anak-anak : Dapat menyebabkan gray baby síndrome. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi..Terhadap Ibu Menyusui : Dapat di ekresikan kedalam air susu ibu. Kejadian serius hingga fatal berupa dyscrasias akibat penggunaan jangka pendek maupun panjang termasuk juga melalui penggunaan topikal. maka sebaiknya kloramfenikol digunakan dalam dosis . AAP tidak merokomendasikan . . SGOT) Renal (BUN. Kurangi dosis jika digunakan pada pasien penyakit hati.

2 . 2006. C19H15NaO4 Serbuk higroskopik berwarna putih. sangat sedikit larut dalam diklorometan.3 .id/index. : Larutan 1% dalam air mempunyai pH : 7. sehingga hal ini akan menghambat sintesis protein sel bakteri. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan).8.html Warfarin Deskripsi . Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat. 1995. http://dinkes. Sangat mudah larut dalam alkohol dan larut dalam aseton. 2005 Farmakope Indonesia IV.Keterangan : : Na-2-oxo-3[(1 RS)-3-oxo-1-phenylbutyl]2H-1-benzopiran-4-olate.go. Evaluasi jika timbul tanda munculnya ESO obat. harap menghubungi apoteker. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. seperti mual.php/informasi-obat/389-tiamfenikol.tasikmalayakota. (DIH). maka harap menghubungi dokter. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. Daftar Pustaka Drug information hand book.Sifat Fisikokimia . Mekanisme Aksi Secara reversibel berikatan dengan 50S subunit ribosom pada organisme yang sensitif untuk menghambat terjadinya mekanisme transfer asam amino yang dibutuhkan untuk pembentukan rantai peptida. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. Memonitor kepatuhan pasien dalam menggunakan obat.dan rentang waktu yang telah ditetapkan.Nama & Struktur Kimia . diare atau respon hipersensitivitas. AHFS DRUG.

Golongan/Kelas Terapi Obat Yang mempengaruhi darah Nama Dagang . gizi buruk. gagal jantung kongestif.0.05 . risiko pendarahan dan pasien yang lemah kondisinya. Durasi 2-5 hari Absorpsi : cepat . embolism pulmonari dan disorder thromboembolik. Farmakologi Onset kerja : antikoagulan oral : 36-72 jam.Simarc 2 Indikasi Profilaksis dan terapi thrombosis vena. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral dan anak : 0. antikoagulasi konsisten akan sulit untuk dipertahankan pada anak< 5 tahun. Dosis awal yang lebih rendah diperlukan pasien dengan gangguan fungsi hati. atrial fibrilasi dengan risiko embolism dan sebagai tambahan pada profilaksis embolism sistemik setelah infark miokardiak. Dosis. Dewasa : dosis awal tergantung individu (pertimbangkan pasien dengan gangguan fungsi hati. dosis pemeliharaan biasanya 2-10 mg setiap hari (mungkin diperlukan dosis loading dan pemeliharaan di luar pedoman ini).Warfarin Eisai . terapi lanjutan. Dosis awal yang lebih tinggi dapat diberikan untuk pasien tertentu (misalnya pasien yang menerima agen penginduksi enzim).34 mg/kg/hari. risiko pendarahan). fungsi kardiak. pasien lanjut usia. bayi < 12 bulan memerlukan dosis sama dengan atau mendekati rentang ini. status nutrisi. Awali dengan dosis 5-10 mg/hari.

antifungi . flatulens. syok hemoragi. visceral carcinoma. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap warfarin atau komponen lain dalam sediaan. leukemia. leukopenia. allopurinol. diare. 3A4 (minor). bervariasi antar individu. prostatektomi.7 mL air steril. hematuria. urtikaria. nyeri. pendarahan. pasien tidak patuh. rash. Efek Samping Antikoagulan. 2C19 (minor). tempat pendarahan yang tidak diketahui yang dapat diatasi dengan antikoagulasi. agranulositosis. amiodaron. setelah punktur spinal dan diagnostik lain atau prosedur terapi untuk pendarahan signifikan. kram perut. sakit abdominal. Inhibit : CYP2C8/9 (sedang). vasculitis. endokarditis bakteri sub akut. perikarditis atau efusi perikardial. sediaan stabil selama 4 jam pada suhu kamar. hemoragi. 2C19 (lemah). pendarahan intestinal. kehamilan. terhindar dari sinar matahari. demam. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada tempat kedap udara. riwayat nekrosis yang diinduksi warfarin. parethesia. anestesia blok lumbar regional atau operasi besar lainnya. pruritus. operasi mata atau saraf. asthenia. hemoragi. malaise. defisiensi asam askorbat. ulkus mulut. epitaksis. rata-rata 40 jam. alopesia. pendarahan pada kolon. mual. hipersensitifitas dan reaksi alergi. gangguan rasa. hipertensi tidak terkontrol. peningkatan transaminase. sakit kepala. poliartritis. hemoragi serebrovaskular. muntah.edema. Meningkatkan efek/toksisitas : Asetaminofen.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450 : Substrat CYP1A2 (minor). anuerism. androgen. 2C8/9 (mayor). anoreksia. trombositopenia purpura. hematoma retroperitonial. pernapasan.Metabolisme : dihati. luka pada hati. pusing. penyakit hepatik parah. Interaksi . Setelah direkonstitusi dengan 2. pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan. riwayat pendarahan diastesis. aborsi. T½ eliminasi : 20-60 jam. lethargi. stroke. dermatitis. eklampsia dan pre-eklampsia. jaundice. hemofilia. osteoporosis.

ifosfamida.antibiotik makrolida. dikloksasilin. antibiotik kuinolon. Penurunan efek : Aminoglutetimida. griseofulvin. nafsilin. hanya metabolitnya yang didistribusikan ke dalam air susu. fitonadion. leflunomida. tigesiklin. derivat rifamisin dan sulfasalazin. antidepresan trisiklik. kuinidin. aprepitant. vitamin A. efek antikoagulan warfarin akan menurun dengan adanya makanan mengandung vitamin K. merkaptopurin. voriconazol. propafenon. fenitoin. E. etoposida. derivat tetrasiklin. inducer CYP2C8/9 (kuat). barbiturat. simetidin. sefalosporin. disulfiram. . agen anti thyroid. inhibitor COX-2. fluorourasil. Pengaruh . hormon kontrasepsi.(imidazol).Terhadap Anak-anak : - . vitamin E meningkatkan efek warfarin. metronidazol. capecitabin. sulfinpirazon. derivat sulfonamida.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko : X . flukonazol. azatioprin.Terhadap Ibu Menyusui : Warfarin tidak didistrubusikan ke dalam air susu. ropirinol.Dengan Makanan : Hindari penggunaan etanol : etanol menurunkan metabolisme warfarin dan meningkatkan PT. glutetimida. bosentan. zafirlukast dan zilueton. salisilat.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Protrombin time (PT). inhibitor pompa proton (omeperazol). orlistat. treprostinil. Jus cranberry akan meningkatkan efek warfarin. karbamazepin. glukagon. obat inflamasi non steroid. produk tiroid. propoksifen. inhibitor CYP2C8/9 (sedang/kuat). hematokrit Bentuk Sediaan . inhibitor HMG CoA reduktase. .

pasien tidak patuh.Tablet 5 mg Peringatan Hipersensitif terhadap warfarin atau komponen lain dalam sediaan. operasi mata atau saraf. 3. VII. setelah punktur spinal dan diagnostik lain atau prosedur terapi untuk pendarahan signifikan. pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan. riwayat pendarahan diastesis. . Segera ke dokter bila terjadi diare. Selama mempergunakan obat ini jangan minum minuman yang mengandung alkohol. Pergunakan obat ini benar-benar sesuai dengan petunjuk dokter. pendarahan pada kolon. kehamilan. anuerism. Sebaiknya dipergunakan obat dari merek yang sama jangan mengganti dengan merek yang lain. poliartritis. Lakukan kontrol darah secara teratur karena akan dapat menentukan pemakaian dosis yang tepat. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1. visceral carcinoma. Mintalah petunjuk dan persetujuan dokter bila harus menggunakan obat lain. hipertensi tidak terkontrol. Mekanisme Aksi Mempengaruhi sintesis faktor koagulasi yang tergantung vitamin K (II. defisiensi asam askorbat. penyakit hepatik parah. hemoragi. 4. perikarditis atau efusi perikardial. 6. eklampsia dan pre-eklampsia. anestesia blok lumbar regional atau operasi besar lainnya. X) di hati. Jangan dipakai berlebihan tanpa petunjuk dokter karena akan terjadi perdarahan. aborsi. riwayat nekrosis yang diinduksi warfarin. leukemia. pendarahan baik dari mulut. 7. Jangan mempergunakan obat lain selama penggunaan obat ini. prostatektomi. trombositopenia purpura. endokarditis bakteri sub akut. pernapasan. hemoragi serebrovaskular. Obat ini untuk mencegah pembekuan darah 2. hemofilia. IX. hidung ataupun anggota tubuh lainya. 5.

Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi .php/informasi-obat/406-warfarin. pKa 2. Maksimum kelarutan obat adalah >100 mg/mL pada air dengan suhu 25°C.tasikmalayakota.2 mEq natrium per gram asiklovir. 2005 Lexi-Comp's Drug Information Handbook .Nama & Struktur Kimia .5 mg/mL dalam air pada suhu 25°C.0% C8H11N5O3 dihitung terhadap zat anhidrat. tetapi pada pH psiologis dan suhu normal tubuh 37°C obat hampir tidak mengalami ionisasi sehingga maksimum kelarutan obat adalah 2.id/index.27 dan 9. Secara komersial.25. Asiklovir berupa serbuk kristal putih dan mempunyai tingkat kelarutan 2.Sifat Fisikokimia : 9-[(2-hidroksietoksi)metal]guanine.14th edition.go. C8H11N5O3 Mengandung tidak kurang dari 98.5 mg/mL.0% dan tidak lebih dari 101. 2006 http://dinkes. 34th edition. Asiklovir natrium mengandung 4. .html Asiklofir Deskripsi . larut dalam air. obat tersedia juga : dalam bentuk injeksi dengan bentuk asiklovir natrium dengan bentuk serbuk kristal putih.Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Martindale.

varicella – zoster (chickenpox).Clovika .Virdam .Poviral . neonatal HSV.Nama Dagang .Zumasid Indikasi Untuk pengobatan genital herpes simplek virus (HSV). Oral:Anak: dosis awal: 40-80 mg/kg/hari terbagi dalam 3-4 dosis terbagi untuk 5-10 hari (maksimum 1 g/hari.Matrovir .Virpes . 3. oleskan pada permukaan.Azovir .Vyrono .Vireth .Inavir .V: anak: > 12 tahun dan dewasa (immunocompetent).20mg/kg/dosis setiap 8 jam selama 7 hari.Scanovir .Herpiclof . Cara Pemberian dan Lama Pemberian A. 1.Virpes Cream .Topikal.Tyrus .Zovirax . kronis:80mg/kg/hari dalam 3 dosis terbagi (maksimum 1g/hari) dievaluasi setelah 12 bulan pengobatan Dewasa: dosis awal dan recurrence : 200 mg set.Vircella . Dosis. GENITAL HSV: I.Acifar .Anak>=12 tahun dan dewasa 10 mg/kg/dosis atau 500 mg/m²/dosis setiap 8 jam selama 7 hari.Dumophar . herpes labialis (cold sores). dosis disesuaikan dengan menghitung bobot ideal pasien. I.Clopes .Danovir . Note: Pada pasien Obesitas.Vircovir .Zoter . dewasa:dosis awal. HSV pada pasien immunokompromise. HERPES LABIALIS: Topikal: anak >=12 tahun dan dewasa : Cream: digunakan 5 kali/hari selama 4 hari.Virtaz .Clinovir . Infeksi kronik: 400 mg dua kali/hari atau 200 mg 3-5 kali/hari selama 12 bulan dan diikuti dengan mengevaluasi perkembangan pasien.Quavir . Dosis Berdasarkan Indikasi Obat. gawat:5mg/kg setiap 8 jam untuk 5-7 hari. HSV encephalitis.V : anak < 12 tahun. HERPES ZOSTER: Oral: Dewasa: 800 mg setiap 4 jam (5kali/hari) selama 7-10 hari. herpes zoster (shingles). 400 – 1200 mg/hari dalam 2-3 dosis terbagi juga dapat direkomendasikan. . dosis permulaan. 2.

4. T max. uterus. dalam serum: antara 1. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung.73 m²: Pemberian dosis normal: 200 mg setiap 4 jam. dewasa : 3 jam. I. Pencampuran: asiklovir 500 mg dengan SWFI 10mL.ClCr <10 mL/menit/1.dapat juga diberikan 800 mg setiap 12 jam.VARICELLA-ZOSTER (chickenpox): Oral: Anak >=2 tahun dan robot <=40 kg: 20 mg/kg/dosis (ditingkatkan sampai 800mg/dosis). yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) simpan pada tempat kering. suspensi: simpan pada suhu kamar.5-2 jam.73 m² : diberikan dosis yang direkomendasikan setiap 12 jam. paru-paru. dapat juga diberikan 200 mg setiap 12 jam.V. Pemberian dosis normal 800 mg setiap 4 jam. anak-anak 1-12 tahun : 2-3 jam. CSF) Ikatan protein: 9-33%. ClCr <10 mL/menit/1.Anak <1 tahun: 10 mg/kg/dosis setiap 8 jam untuk 7-10 hari. hati. vagina. Bioavailabilitas: oral: 10-20% pada keadaan fungsi ginjal masih normal (bioavailabilitas menurun seiring peningkatan dosis obat). T½ (waktu paruh): terminal: bayi.73 m² : diberikan 50% dari dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam. Dosis Berdasarkan Penyesuaian Fungsi Ginjal Oral:ClCr 10-25 mL/menit/1.Anak >=1 tahun dan dewasa 1500mg/m²/hari terbagi setiap 8 jam atau 10mg/kg/dosis setiap 8 jam selama 7-10 hari. tablet: simpan pada suhu kamar. Farmakologi Absorbsi: oral: 15-30% Distribusi: Vd: 0. 200 mg setiap 8 jam atau 400 mg setiap 12 jam. ginjal.V: ClCr 25-50 mL/menit/1. B. Ointment: simpan pada suhu kamar.73 m2: dosis normal 800 mg setiap 4 jam. ClCr 10-25 mL/menit/1. .73 m² : diberikan dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung. I. 4 kali/hari selama 5 hari. Stabilitas Penyimpanan Kapsul.Anak >40 kg dan Dewasa: 800 mg/dosis 4 kali/hari selama 5 hari. Injeksi: simpan serbuk obat pada suhu kamar. Metabolisme: diubah oleh enzim virus menjadi asiklovir monofosfat dan kemudian diubah menjadi difosfat kemudian trifosfat (bentuk aktif) oleh enzim sel. yaitu suhu antara 15-25°C (59-77°F) hindarkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung. 4 jam.8 L/kg (63.6 L) tersebar luas (otak. Ekskresi: Urin (62-90% sebagian dalam bentuk utuh dan metabolitnya). Cream.dapat diberikan 800 mg setiap 8 jam.

angiodema. gangguan penglihatan visual. bibir kering. tremor. rasa malas. delirium.Dengan Obat Lain : Anti jamur: ampoterisin B melawan efek asiklovir (pseudorabies) jika diberikan secara bersamaan. anoreksia. itching Bentuk sedíaan lain : < 1%.hepatitis. hemolisis. anafilaksis. diare (2-3%). gagal ginjal. agitasi. Konsentrai > 10mg/ml dapat meningkatkan potensi terjadinya plebitis. Hepatic : Dapat meningkatkan hasil pada parameter pemeriksaan laboratorium (1-2%) Local : Inflamasi pada tempat injeksi (plebitis) (9%). dysarthria. trombositopenia. urticaria. leukocytoclastic vaskulitis. hyperbilirubinemia. myalgia. ketokonazol dan aciclovir mempunyai efek sinergis untuk melawan . desquamation. penurunan konsentrasi. pruritos. intravascular coagulopathy. Kontraindikasi Kontraindikasi buat pasien yang mengalami reaksi hipersensitifitas pada asiklovir dan turunannya. anemia. somnolence. Hasil rekonstitusi obat akan dapat bertahan selama 12 jam pada suhu kamar. ruam (rash) (2%). Efek Samping Sistemik Oral : > 10% : CNS : Malaise (12%) GI : Mual (2-5%). bingung. ataksia. sakit tenggorokan. jaundice. psikosis. sindrom Stevens – Johnson. neutropilia. leukopenia. rasa terbakar. erythema multiform. hematuria. leukositosis. fatigue. lymfadenopati. toksik epidermal nekrolisis. seizure. Satu pencampuran dalam infus dapat digunakan kurang dari 24 jam. Nyeri perut. depresi mental. gatal-gatal (itch) (2%). gangguan GI. 1-10% : Dermatologi : Pruritus. Topikal : > 10% : Dermatologi : Nyeri sedang. seperti tersengat. fever. 1% . Jangan menggunakan hasil pengenceran obat jika terdapat endapan. Interaksi .jangan menggunakan air yang bebas bakteri yang terkontaminasi dengan benzil alkohol dan paraben. alopecia. muntah (3%). peningkatan kreatinin (5-10%).10% : Sistemik Parentral : Dermatologi : Gatal-gatal dengan bintik-bintik merah (hives) (2%). peripheral edema. encephalopaty. Untuk infus intravena: dilarutkan dalam cairan dengan konsentrasi <=7mg/ml. fotosensitisasi. Renal : Peningkatan BUN (5-10%). koma. halusinasi. hypotensi. parestesia. GI : mual dan muntah (7%). insomnia. necrosis jaringan lokal. gagal ginjal akut. diare.

Terhadap Ibu Menyusui : Dari hasil penelitian antara tahun 1984-1999. karena terjadi penurunan pengeluaran asiklovir lewat ginjal. atau pasien yang mendapatkan obat nefropati lainnya. Enzim hati. Probenezid: jika diberikan bersamaan dengan asiklovir t ½ obat dan meningkatkan konsentrasi dari asiklovir. tetapi pada hewan uji tidak menunjukkan adanya efek teratogenik. Pengaruh . .Terhadap Anak-anak : Keamanan. Ointment. anemia. . dapat meningkatkan efek toksis dari asiklovir. Parameter Monitoring Urinalisis. leukopenia. tidak menunjukkan efek yang signifikan berpengaruh pada kehamilan. BUN. Tablet. Metotreksat: penggunaan asiklovir IV bersamaan dengan metotreksat harus mendapatkan perhatian. Dapat diberikan saat ibu menyusui.virus herpes tipe 1 dan 2. Zidavudin: jika diberikan secara bersamaan. Suspensi. tetapi efeknya secara klinis belum diketahui.Dengan Makanan : Makanan tidak mengganggu absorbsi asiklovir. . tetapi dengan pengawasan dan jika benar – benar dibutuhkan. leukositosis vaskulitis. . Serum Kreatinin. Injeksi Peringatan Hati – hati jika diberikan pada pasien dengan keadaan immunocompromi. Hasil tes lain : meningkatnya hasil uji fungsi liver. Hati – hati untuk pasien lanjut usia. Interveron: berefek sinergisme terutama untuk mengobati virus herpes tipe 1. Obat ini mampu menembus plasenta. gangguan ginjal. Krem. Hematologi : trombositopenia. CBC Bentuk Sediaan Kapsul. hiperbilirubinemia.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B. .Terhadap Hasil Laboratorium : Renal : meningkatkan nilai BUN dan konsentrasi serum kreatinin. trombocytopenia purpura / hemolitic uremia síndrome (TTP/HUS) karena belum banyak informasi yang tersedia. dan efikasi asiklovir untuk anak dibawah 2 tahun belum diketahui secara pasti.

2006.html Epinefrin Deskripsi . Mekanisme Aksi Asiklovir diubah menjadi asiklovir monofosfat oleh virus – spesifik timidinekinase.tasikmalayakota. Munculnya ESO dan keluhan lain selama pasien menggunakan obat.id/index. Monitoring Penggunaan Obat Jadwal dan kepatuhan pasien menggunakan obat.php/informasi-obat/221-asiklofir. 2005 Farmakope Indonesia IV. Menggunakan obat sesuai jadwal yang telah diberikan jika obat digunakan dengan obat lain yang berpotensi memicu munculnya interaksi obat yang merugikan. http://dinkes. yang kemudian lebih lanjut mengubahnya menjadi asiklovir triphosfat oleh enzim selular lainya. Daftar Pustaka Drug information hand book. (DIH). Mengenali munculnya ESO. AHFS DRUG. Lamanya pasien menggunakan obat. Asiklovir trifosfat kemudian bekerja menghambat sintesis DNA dan replikasi virus dengan cara berkompetisi dengan dioksiguanosis trifosfat pada DNA polimerase virus dan kemudian menyatu kedalam DNA virus. 1995.Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Menganjurkan pasien untuk menggunakan obat sesuai yang tertera dalam etiket obat atau sesuai yang telah dianjurkan oleh dokter dan apoteker. seperti rasa mual (untuk IV dan oral). serta munculnya gejala – gejala kelainan pada kulit jika obat digunakan untuk penggunaan topikal.go.

0.000) diikuti 0.Keterangan : Epinefrin terdapat dalam kelenjar adrenal atau dapat dibuat secara sintetis.Sifat Fisikokimia : Epinephrine. atau tiap 20 menit hingga 4 jam untuk asthma. bila perlu dapat diulang setelah 20 menit hingga 4-jam (dosis tunggal maksimal: 0. dapat diulang bila perlu tiap 10-15 menit untuk anafilaksis. Dosis. Bentuk levorotatori isomer 15X lebih aktif dibanding bentuk dekstrorotatori. praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter. bila perlu dapat diulang tiap 5-15 menit. C9H23NO3 Epinefrin berbentuk mikrokristalin berwarna putih. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Injeksi parenteral.Nama & Struktur Kimia . dan diikuti pemberian infus IV 1-4 mcg/menit.5 mcg/kg/menit infus IV. Pada kasus syok yang berat.3-0.3 mg/m2 SC. sedikit larut dalam etanol.000) pelan-pelan dalam waktu 5-10 menit.5 mg)..1-1. Anak-anak dan bayi : 0.25 mg IV (diencerkan 1:10. mudah larut dalam : air.5 mg SC atau IM. Obat ini merupakan katekolamin endogen dengan aktivitas pada medula adrenal. Farmakologi .01 mg/kg atau 0. . Golongan/Kelas Terapi Antialergi Nama Dagang Indikasi Pengobatan anafilaksis berupa bronkospasme akut atau eksaserbasi asthma yang berat. Dosis 0.1-0. Atau. harus digunakan rute IV. Dewasa : 0.1 mg IV pelan-pelan dalam waktu 5-10 menit (diencerkan 1:100. Dosis tunggal maksimal 1 mg.

fentanyl. dextran 6% dalam NS. Ekskresi : Urin (sebagai metabolit inaktif metanefrin. Pemberian melalui Y-site : Kompatibel : Atracurium. pancuronium. diltiazem. ranitidine. D51/2NS. D51/4NS. LR. hyaluronidase. nicardipine. calcium chloride. hydrocortisone sodium succinate. dan sulfat dan derivat hidroksi asam mandelat. furosemide. Penyimpanan : Epinefrin peka terhadap udara dan cahaya. dopamine. dobutamine. hydromorphone.Farmakodinamika/Kinetika : Onset : Bronkodilatasi : SC : 5-10 menit. heparin. inkompatibel dengan natrium bikarbonat 5%. propofol. Oksidasi akan mengubah warna larutan menjadi merah . famotidine. thiopental. floxacillin. D10NS. vitamin B complex with C. lorazepam. obat dalam sirkulasi mengalami metabolisme di hepar. mephentermine. Metabolisme : diambil oleh saraf adrenergik dan dimetabolisme oleh monoamine oxidase dan catechol-o-methyltransferase. nitroglycerin. fentanyl. dobutamine. D5LR. midazolam. bupivacaine. Inhalasi : 1 menit. NS. Kecepatan pemberian awal 1 mcg/menit dan naikkan hingga efek yang dikehendaki. calcium gluconate. D5W. labetalol. D10W. potassium chloride. D5NS. norepinephrine. sodium bicarbonate. Inkompatibel : Ampicillin. Kompatibilitas pencampuran : Kompatibel : Amikacin. vecuronium. remifentanil. cimetidine. phytonadione. metaraminol. cisatracurium. furosemide. levofloxacin. morphine. milrinone. ranitidine. inamrinone. warfarin. verapamil. Inkompatibel : Aminophylline. Stabil dalam : dextran 6% dalam dextrose. jumlah kecil dalam bentuk tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Penyiapan infus IV : Encerkan 1 mg dalam 250 mL D5W atau NS (4 mcg/mL).

salmeterol dan terbutalin. Epinefrin. angina.jambu kemudian coklat. Gangguan kardiovaskuler yang kontraindikasi epinefrin misalnya syok hemoragi. ibu jari. yang kemungkinan tidak diinginkan. xerostomia. mual. vasokonstriksi.. Jangan digunakan bila terjadi perubahan warna atau terdapat endapan. Gastrointestinal : tenggorokan kering.Dengan Obat Lain : Karena epinefrin merupakan obat simpatomimetik dengan aksi agonis pada reseptor alfa maupun beta. flushing. Juga hati-hati digunakan pada pasien yang menerima obat-obat seperti: albuterol. norepinefrin. insufisiensi pembuluh koroner jantung. metaproterenol. harus digunakan hati-hati bersama obat simpatomimetik lain karena kemungkinan efek farmakodinamik yang aditif. karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan da/atau gangren atau reksi injeksi setempat di sekitar suntikan. kontraindikasi mutlak pada syok selain syok anafilaksi. hipertensi. kronotropik. insomnia. peningkatan kebutuhan oksigen miokard. takikardi (parenteral). pusing. Genitourinari : Retensi urin akut pada pasien dengan gangguan aliran kandung kemih. epinefrin kontraindikasi mutlak pada closed-angle glaucoma karena dapat memperparah kondisi ini. sakit kepala. infark miokard akut) dilatasi jantung dan aritmia jantung (takikardi). dobutamin. potensial proaritmia. Efek epinefrin pada kardiovaskuler (mis. palpitasi. Hindari ekstravasasi epinefrin. dopamin. fenilpropanolamin. fenilefrin.. Kontraindikasi Meskipun diindikasikan untuk open-angled glaucoma. aritmia jantung. terutama bila diberikan IV. hidung. dan genitalia. dapat menyebabkan nekrosis jaringan karena terjadi vasokonstriksi pembuluh kapiler. SSP : Ansietas. pseudoefedrin. Epinefrin jangan disuntikkan ke dalam jari tangan. . penyakit arteri koroner (mis. ritodrin. pallor. dan vasoaktivitas) dapat memperparah kondisi ini. Interaksi . Efek Samping Kardiovaskuler : Angina. ektopi ventrikuler.Dengan Makanan : Epinefrin tidak digunakan melalui oral . isoproterenol. peningkatan kebutuhan oksigen. nyeri dada. muntah. kematian mendadak.

Bagaimanapun. Epinefrin kontraindikasi mutlak sewaktu proses kelahiran karena merupakan agonis reseptor beta2. tremor atau lemah. Hati-hati penggunaan epinefrin pada pasien hipertensi karena risiko menambah berat penyakit. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Gunakan obat sesuai anjuran. Secara teori. yang dapat menunda kelahiran. epinefrin akan rusak di dalam saluran pencernaan bayi. . iritasi bronkial atau batuk. .Pengaruh . Segera lapor dokter bila sulit tidur.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui apakah epinefrin dikeluarkan melalui ASI. obat ini dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cara meningkatkan glikogenolisis di hepar. keringat berlebihan. mengurangi ambilan glukosa oleh jaringan dan menghambat pelepasan insulin dari pankreas. nyeri dada atau palpitasi. jadi pemaparannya terbatas. PFTs Bentuk Sediaan Injeksi. pandangan kabur atau sulit buang air kecil. Anda mungkin akan mengalami pusing. muka kemerahan. tetap harus hati-hati jika diberikan pada ibu menyusui. 'Hati-hati penggunaan epinefrin pada pasien DM.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring EKG pada pasien yang mendapat epinefrin IV.Terahadap Kehamilan : Klasifikasi kehamilan untuk epinefrin adalah kategori C. Ampul 1mg/ml Peringatan Epinefrin dikontraindikasikan pada penyakit serebrovaskuler seperti arteriosklerosis serebral atau 'organic brain syndrome' karena efek simpatomimetik (diduga alfa) pada sistem serebrovaskuler dan potensial perdarahan otak pada penggunaan IV.Terhadap Anak-anak : . .

Nama & Struktur Kimia .php/informasi-obat/251-epinefrin. Daftar Pustaka Lexi-comp http://dinkes.Keterangan : : Flufenazina. Pantau tanda-tanda vital dan berikan informasi tentang penggunaan obat. Kelarutan dalam air 1:4. dosis kecil berefek vasodilatasi melalui reseptor beta2-vaskuler.html Flufenasin Deskripsi . C22H26F3N3OS. efek samping yang mungkin timbul dan cara mengatasinya. dan dilatasi vaskulatur otot skelet.tasikmalayakota. Flufenazin HCl adalah kristal putih/hampir putih tidak berbau. :- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang .7.id/index. dosis besar menyebabkan konstriksi otot polos vaskuler dan skelet.Sifat Fisikokimia . Monitoring Penggunaan Obat Kaji penggunaan obat lain yang diminum pasien terhadap kemungkinan interaksi atau mempengaruhi efektivitasnya. beta1-. stimulasi jantung. 2-{4-[3-(2-trifluoromethylphenothiazine10yl)propyl]piperazin-1-yl}. dalam alkohol1:6.Mekanisme Aksi Menstimulasi reseptor alfa-.go. dan beta2-adrenergik yang berefek relaksasi otot polos bronki.

Farmakologi Onset kerja im. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak : Oral : 0. beberapa pasien mungkin membutuhkan peningkatan dosis sampai 40 mg/hari. Absorbsi oral bervariasi dan tidak teratur.: sebagai HCl: sekitar 1 jam. Puncak efek : neuroleptik sebagai dekanoat : 48-86 jam. i.: 2. Dekanoat : 163-232 jam. Larutan dapat diberikan bersama jus buah atau cairan tetapi harus diberikan segera. Kontraindikasi .5-10 mg/hari dibagi dalam beberapa dosis dengan interval 6-8 jam (dosis parenteral 1/3-1/2 dosis oral).04 mg/kg/hari. Metabolisme di hati. Ekskresi lewat urin sebagai metabolit.m.5 mg dekanoat setiap 3 minggu = 10 mg HCl/hari. Dekanoat : 12. Stabilitas Penyimpanan Hindari pembekuan. Dosis.. Ikatan protein : 91% dan 99%.5-10 mg/hari dibagi dalam beberapa dosis dengan interval 6-8 jam. Durasi garam HCl : 6-8 jam. hindari sinar. sebagai dekanoat : 24-72 jam. 12. Dewasa : psikosis : Oral : 0.Indikasi Mengendalikan gangguan psikotik dan shcizofrenia. T½ eliminasi HCl : 33 jam. masuk ke ASI. Distribusi : menembus plasenta. im.5 mg setiap 2 minggu. dispensing dalam botol/vial amber atau buram.

distonia. leukopenia. gelisah. udem serebral. xerostomia. akathisia. salivasi. aritmia. udem laring. impotensi. mengantuk. diskrasia darah. glaukoma. Interaksi . Hati : cholestatic jaundice. Metabolik & endokrin : perubahan siklus menstruasi. peningkatan prolaktin. eksim. seborea. eritema. Darah : agranulositosis. fluoksetin. ritonavir. depresi. etanol. hiper/hipotensi. hepatotoksik. kuinin. urtikaria. pansitopenia. antihipertensif. kerusakan otak subkortikal. Otot-saraf : tangan gemetar. konstipasi. fotosensitifitas. Mata : retinopati pigmen. pigmentasi. paroksetin. delavirdin. Depresi SSP berat. sindroma lupus eritamatosus. perubahan libido. eosinofilia. penyakit hati. kehilangan selera makan.Dengan Obat Lain : InhibiCYP2D6 : chlorpromazin. Flufenasin dapat meningkatkan efek/toksisitas antikolinergik. nyeri payudara. barbiturat. kuinidin. mikonazol. Pernafasan : kongesti hidung. lelah. paralisis kandung urin. poliuria. hipnotik-sedatif. SSP : parkinsonisme.Hipersensitif terhadap flufenazin atau komponen formulasi lainnya. pusing. nontrombositopenik purpura. sakit kepala. hiper refleksia. koma. enurisis. rash. mimpi aneh. galaktoria. Flufenasin memperkuat efek penekanan terhadap SSP dari analgesik narkotik. perubahan kornea dan lensa. spasme muka sebelah. Genitourinari : gangguan ejakulasi. ileus paralitik. diskinesia tardif. perubahan EEG. amenorea. trombositopenia. antidepresan siklik. asma. penglihatan kabur. Mungkin terjadi reaktivitas silang antara fenotiazin. Kulit : dermatitis. antihistamin. ropinirol meningkatkan efek flufenasin. ginekomastia. perubahan pengaturan pusat temperatur tubuh. kejang. . tekanan darah berfluktuasi. pergolid. Efek Samping KV : takikardia. Saluran cerna : berat badan bertambah. udem.

. sparfloksacin dan obat-obat yang memperpanjang interval QT akan dapat meningkatkan resiko aritmia. levodopa dan brokriptin. skala normal gerakan yang tidak disadari. cisaprid. glukosa darah puasa/Hgb A1c. Barbiturat. flufenasin dan antipsikotik potensi rendah lainnya dapat menghambat efek presor epinefrin. .Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Gambaran vital : profil lipid. . Kombinasi dengan antiaritmia. tidak dianjurkan. status mental. gotu kola (Centella asiatica) valerian akan meningkatkan efek penekanan terhadap SSP. trazodon. asam valproat. Kombinasi flufenasin dengan epinefrin akan dapt menimbulkan hipotensi.Terhadap Ibu Menyusui : Masuk ke dalam ASI. Fenotiasin akan menghambat aktivitas guanetidin. Pengaruh . Kombinasi denagn metoklopramid akan dapt meningkatkan resiko gejala ekstrapiramidal. gejala ekstrapiramidal.Terhadap Kehamilan : Dicurigai bersifat teratogenik. merokok akan dapat meningkatkan metabolisme flufenasin di hati. pimosid. . Penggunaan bersama antidepresan trisklik dapt mengubah respons dan meningkatkan toksisitas.Dengan Makanan : Kombinasi dengan dong quai dan St John's wort (Hypericum perforatum) akan meningkatkan efek penekanan terhadap SSP dan dapat menimbulkan fotosensitivitas.litium. Kombinasi dengan kavakava (Piper methysticum). indeks berat badan.Terhadap Anak-anak : Keamanan terhadap anak< 6 tahun belum ditetapkan .

atau menutupi efek toksik obat lain karena efek anti emetik. predisposisi kejang. mental dan kecemasan. 10 mg Peringatan Hati-hati digunakan pada gangguan yang menunjukkan depresi SSP karena menimbulkan sedasi. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. penekanan sumsum tulang. pernafasan. hemodinamik tidak stabil. kardiovaskuler. 1 mg. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. Pemberian injeksi depo dapat memperpanjang reaksi yang tidak dikehendaki. tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. Mungkin mengubah hantaran di jantung. Hipotensi dapat terjadi terutama pemberian secara im. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain.aritmia yang mengancam jiwa. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk mengobati gangguan emosi. segera minum obat bila lupa. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/menganggu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. ginjal. Tablet Sebagai HCl. Mungkin mengubah pengaturan temperatur tubuh. . atau obat yang menimbulkan penyakit-penyakit tersebut karena dapat menimbulkan hipotensi ortostatik. Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari.Bentuk Sediaan Injeksi Sebagai Dekanoat.5 mg. Hati-hati pada penderita kanker payudara atau tumor yang dependen terhadap prolaktin karena mungkin meningkatkan kadar prolaktin. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari. hati-hati pada pasien dengan penyakit : serebrovaskuler. Hati-hati penggunaan pada pasien penderita: penyakit Parkinson. 25 mg/ml. 2. Hati-hati pada penderita yang berresiko menderita pneumonia (misalnya penyakit Alzheimer) karena kemungkinan terjadi dismotil esofagus dan aspirasi. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. 5 mg.

Elizac .php/informasi-obat/262-flufenasin. Lexicomp 2005.go.HCl : Kristal putih-putih kotor. Pharmaceuticall Press 2005.USPDI 17th ed.Nama & Struktur Kimia . Rand http://dinkes. temperatur tubuh.html Fluoksetin Deskripsi . Menekan penglepasan hormon hipotalamus dan hipofisa. Sedikit larut dalam air :- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang .Loep .al.Courage . Et. kesiagaan. C17H18F3NO.id/index. The United States Pharmacopeial Convention. Martindale:The complete drug reference.Kalxetin .al.Sifat Fisikokimia .Inc. LacyCF. 34th ed.. menekan Reticular Activating System (RAS) sehingga mempengaruhi metabolisme basal. drug Information handbook international.Mekanisme Aksi Memblok reseptor dopaminergik D1 dan D2 di postsinaptik mesolimbik otak. tonus vasomotor dan emesis Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC. Advice for the patient Drug Information in Lay Language .tasikmalayakota. Et.Keterangan : Fluoxetine HCL.

Lamanya T½ memperlama reaksi yang tidak diinginkan walau obat sudah dihentikan. Farmakologi Diabsorbsi baik. Tmaks 6-8 jam. premenstrual disporik Dosis. ikatan protein 05%. Metabolit : 9. 15-30°C Kontraindikasi . T½ eliminasi 1-3 hari. bulimia nervosa.ZAC . Kronik : 4-6 hari. ekskresi melalui urin.. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak : Depresi : 8-18 tahun10-20 mg dapat ditingkatkan sampai 20 mg/hari sesudah 1 minggu.Andep Indikasi Gangguan depresi major. Dosis 5-10 mg digunakan untuk awal terapi.6 hari. dosis tunggal atau dibagi dalam 2 dosis. Orang tua : Awal : 10 mg/hari. metabolisme di hati menjadi norfluoksetin yang aktivitasnya sebanding dengan fluoksetin. panik. Sirosis : 12 hari. dapat ditingkatkan sesudah beberapa minggu sebanyak 20 mg/hari maksimum 80 mg/ hari. Sirosis : 7. jangan diberikan pada malam hari kecuali pasien mengalami sedasi. Dewasa : 20 mg/hari pada pagi hari.Nopres . Stabilitas Penyimpanan Simpan di suhu ruang.Prozac . dapat ditingkatkan 10-20 mg tiap beberapa minggu.3 hari.

amnesia. xerostomia. Kulit: rash. sakit dada. mesoridasin. mimpi aneh. sakit kepala. saraf-otot: lemah. flatulens. Efek Samping > 10% : SSP : insomnia. pruritis. nervous. konstipasi. menguap.Dengan Obat Lain : Inhibitor MAO non selektif ( fenelzin. muntah. Tunggu 5 minggu sesudah penghentian fluoksetin sebelum mulai dengan inhibitor MAO atau 2 minggu setelah penghentian inhibitor MAO sebelum mulai dengan fluoksetin. selera makan meningkat . Pernafasan : faringitis. telinga berdenging. cemas. 1-10% : KV : vasodilatasi. anoreksia. saluran cerna: mual. Mata : penglihatan abnormal. palpitasi. SSP : pusing. Endokrin & metabolik : abnormal ejakulasi. hipertensi.Hipersensitif terhadap fluoksetin atau komponen-komponen lain formulasi. demam. tioridasin. agitasi. Interaksi . Saluran cerna : dispepsia. sinusitis. menggigil. berfikir abnormal. berat badan turun. diare. hemorhage. Kombinasi dengan selegilin menimbulkan mania. hipertensi atau sindroma seretonin. Pasien pengguna inhibitor MAO. gangguan tidur. Genitourinari : sering berkemih. tremor. impoten. . emosi labil. Endokrin & metabolik : penurunan libido. somnolens. gejala seperti flu. isokarboksid) atau inhibitor MAO lainnya (linezolid) sebaiknya tidak diberikan dengan fluoksetin karena menimbulkan reaksi yang fatal.

buspiron. Kombinasi dengan litium akan menimbulkan resiko neurotoksik dan peningkatan serum litium. fenotoin. ven Kombinasi fluoksetin dengan SSRI dan amfetamin. fluvoksamin. gotu kola dapat meningkatkan efek depresi SSP. diazepam. kuinidin. Kombinasi dengan diuretik kuat ( bemetanid. simpatomimetik. fenobarbital. dan inkoordinasi. hidrokodon. pergolid. . Tunggu sampai 5 minggu setelah penghentian fluoksetin sebelum mulai dengan tioridasin. NSAID.Fluoksetindapat menghambat metabolisme tioridasin atau mesoridasin sehingga dapat mengakibatkan resiko perpanjangan interval QT yang bisa menimbulkan aritmia fatal. mikonazol. Fluoksetin dapat meningkatkan efek aminofilin. tramadol mungkin akan meningkatkan resiko sindroma serotonin. tramadol. Fluoksetin dapat menurunkan efek kodein. ritonavir. lidokain. oksikodon. ritonafir. fenitoin. hiperrefleksia. St John's wort. nefazodon. delavirdin. Siproheptadin dapat menghambat efek serotonin reuptake inhibitor. ropinirol. Kombinasi dengan warfarin dapat meningkatkan respons Pemberian bersama NSAID dan obat yang mempengaruhi pembekuan darah dapat meningkatkan resiko perdarahan.(sumatripan). paroksetin.Dengan Makanan : Etanol. valerian. . Efek fluoksetin dapat ditingkatkan oleh klorpromazin. dan inhibitor CYP2C8/9 atau 2D6 lainnya. beta bloker tertentu. Litium akan dapat diturunkan efeknya oleh fluoksetin. Kombinasi dengan sumatripan dan antagonis serotonin lainnya dapat menimbulkan toksisitas. antidepresan trisiklik. antagonis serotonin. dekstrometorfan. propranolol. kuinin. kava-kava. trifluoperasin. monitor. paroksetin. sulfonamid. furosemid dan torsemid) akan meningkatkan resiko hiponatremia. dan induktor CYP2D6 lainnnya. risperidon. ritonavir. teofilin. Efek fuoksetin dapat menurun bila dikombinasi dengan karbamasepin. lemah. rifampin. tioridasin. fluoksetin. meksiletin. meperidin.

temperatur tubuh tidak stabil. turunkan perlahan sampai kemudian dihentikan pada trimester III. hipoglikemi. penyakit inflamasi pulmonal. ide bunuh diri. Waspadai kejang dan kerusakan otak.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C Dicurigai bersifat teratogenik. . tidak stabil) Aritmia ventrikel yang dapat menimbulkan torsade de pointes dan kematian bila dikombinasi dengan tioridasin. laringospasme. sianosis. gelisah.Terhadap Ibu Menyusui : Masuk ke dalam ASI. 20 mg. hiperrefleksia. . serangan panik. hipo/hipertoni. Hindari pemberian bila terpaksa diberikan. Efek non teragenik yang dilaporkan muncul pada pemberian di trimester III adalah : distres pernafasan.Terhadap Anak-anak : - . reaksi anafilaktik. mania. tablet 20 mg Peringatan Reaksi berat akibat penggunaan dengan inhibitor MAO : sindroma serotonin (hipertermia. akatisia (gelisah tidak dapat duduk tenang). sulit minum/menyusu. sindroma seperti lupus. tidur Bentuk Sediaan Kapsul 10 mg. tidak dianjurkan.Pengaruh . kejang. hindari penggunaan monoterapi. tremor. muntah. agitasi. Dapat menimbulkan mania/hipomania pada pasien bipolar. Fluoksetin dikaitkan secara nyata dengan timbulnya rash dan alergi termasuk vaskulitis.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Status mental terhadap depresi. Penggunaan pada pasien yang gagal ginjal atau . fungsi sosial. menangis. otot kaku. apnu. Kegagalan kognitif dan gangguan motorik yang timbul harus diwaspadai pada pengemudi atau operator mesin. kecemasan. Kemungkinan munculnya keinginan bunuh diri harus diwaspadai.

Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. waspadai tetap berlangsungnya reaksi yang tidak diinginkan walau terapi sudah dihentikan. segera minum obat bila lupa. tidak menghambat atau hambatan minimal terhadap reuptake norepinefrin dan dopamin. Mekanisme Aksi Menghambat reuptake serotonin di SSP. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. agitasi. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk terapi depresi mental dan hanya diberikan dengan resep dokter.hati tidak berfungsi serta pada orang tua. histamin dan kholinergik. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. Pharmaceuticall Press 2005..al. Et. Waspadai penggunaan kombinasi dengan antikoagulan. 34th ed. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. Karena panjangnya waktu paruh. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari. tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. diskusikan hal ini dengan dokter. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. Martindale:The complete drug reference. Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari. Tidak berikatan dengan reseptor alfa adrenergik. Waspadai gejala putus obat yang tiba-tiba : gelisah. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/menggangu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. insomnia. hentikan penggunaan bertahap. Beberapa bukti menunjukkan bahwa penggunaan obat ini dapat menimbulkan keinginan bunuh diri. . Waspadai gangguan fungsi seks akibat penggunaan. hipomania. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. bingung.

Et.1 dioxide.Keterangan : : 6-chloro-3.Sifat Fisikokimia .go. Rand http://dinkes.LacyCF. Advice for the patient Drug Information in Lay Language . sangat sedikit larut dalam air. larut sebagian dalam alkohol.Inc. .html HCT Deskripsi . Lexicomp 2005.Nama & Struktur Kimia .kg/hari dalam dua dosis terbagi. edema pada gagal jantung kongestif dan sindrom nefrotik.4 dihydro-2-H-1. :- Golongan/Kelas Terapi Diuretik Nama Dagang Indikasi Penanganan hipertensi ringan sampai sedang. The United States Pharmacopeial Convention.USPDI 17th ed.2.id/index.4 benzothiadizine-7-sulphonamide-1. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral (efek obat dapat diturunkan setelah digunakan setiap hari) Anak-anak : < 6 bulan : 2-3 mg. drug Information handbook international. larut dalam aseton. C7H8ClN3O4S2 Serbuk kristal berwarna putih atau hampir putih. Dosis.al.php/informasi-obat/264-fluoksetin.tasikmalayakota.

Tidak mengalami metabolisme. Hidroklorotiazida selain berefek sebagai diuretik. Distribusi 3.> 6 bulan : 2 mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi.8 jam. maksimum 200 mg/hari. klorida dan sejumlah air. Eksresi : melalui urin sebagai obat tidak berubah. juga menyebabkan vosodilatasi pembuluh darah arteriol.25 mg sekali sehari. Durasi 6-18 jam. Ikatan protein : 68%. Bioavailabilitas : 50%-80%. Penyesuaian dosis pada gangguan ginjal. Obat ini dapat diabsorpsi dengan baik melalui saluran cerna. Dewasa : Edema : 25-100 mg/hari dalam 1-2 dosis. Pasien lanjut usia : 12. Farmakologi Hidroklorotiazida adalah diuretik tiazida. dan dalam 3-6 jam dieksresikan melalui ginjal. Umumnya efek tampak setelah satu jam. T½ eliminasi : 5.sehingga dapat menurunkan tekanan darah pada kasus hipertensi. Stabilitas Penyimpanan Disimpan ditempat yang kedap udara Kontraindikasi . peningkatan respon minimal dan gangguan elektrolit lainnya harus dipantau setelah > 50 mg/hari. Efek puncak : 4-6 jam.8 L/kg. Onset kerja : diuresis:~2.8-7. Clcr < 10 mL/menit : jangan menggunakan hidroklorotiazida.5 -50 mg/hari. Hipertensi : 12. yang meningkatkan ekskresi natrium.5 . Obat ini bekerja senergistik dengan obat anti-hipertensi lainnya.6-14.

miokarditis. Hindari efedra. Antiinflamasi non steroid dapat mengurangi efikasi tiazida. . Siklosporin dan tiazida akan meningkatkan risiko gout atau toksisitas ginjal. pneumonitis eosinofilik. dan kemungkinan hipersensitivitas terhadap golongan obat ini. gunakan dengan . reaksi alergi (reaksi anafilaktik yang membahayakan hidup). Toksisitas digoksin dapat meningkat jika tiazida menginduksi hipokalemia atau hipomagnesemia. Penurunan absorpsi oleh kolestiramin dan kolestipol.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko : B . anemia hemolitik. tekanan pada epigastrik. Hindari dong quai untuk penanganan hipertensi (karena mempunyai aktifitas estrogen). gangguan fungsi hati. fotosensitivitas.Dengan Makanan : Makanan dapat mengurangi absorpsi hidroklorotiazida. hipokalemia. menurunkan efek diuretik dan antihipertensi. ginseng dan yohimbe. Efek hipoglikemia dapat diturunkan.Terhadap Ibu Menyusui : Hidroklorotiazida didistribusikan ke air susu. anoreksia. Toksisitas lithium dapat jika tiazida meningkatkan ekskresi ginjal litium. alopsia. eritema multiforma. Efek Samping Hipotensi ortostatik.Dengan Obat Lain : Peningkatan efek hidroklorotiazida dengan furosemida dan diuretik loop. Interaksi . anemia aplastik. tekanan pada pernapasan. trombositopenia dan nekrolisis epidermal toksik. Tiazida dapat memperpanjang durasi pada penggunaan bloking neuromuskular. Pengaruh . dermatitis eksfoliatif. < 1% : agranulositosis. hipotensi.Diabetus mellitus. sindrom Stevens-Johnson. Peningkatan hipotensi dan/atau efek samping pada ginjal dari inhibitor ACE akan menghasilkan diuresis berat pada pasien/ Beta bloker meningkatkan efek hiperglikemia dari tiazida pada diabetes mellitus tipe 2.

magnesium dan kalium.perhatian . kalsium. penurunan klorida. Gout dapat terjadi pada pasien dengan riwayat gout. Gunakan dengan perhatian pada pasien dengan gangguan hati: ensefalopati hati dapat terjadi akibat gangguan elektrolit. klorida. amonia. Gunakan dengan perhatian pada pasien dengan konsentrasi kolesterol menengah sampai tinggi.gagal jantung kronik. glukosa. kolesterol. tekanan darah. tiazida dan diuretik loop (kecuali asam etakrinat). Fotosensitivitas dapat terjadi. peningkatan asam. inhibitor karbonik anhidrase. Obat dimakan secara teratur sesuai petunjuk dokter. Parameter Monitoring Periksa cairan tubuh. amilase. hiponatremia) dapat terjadi. Ada kemiripan sifat kimia antara sulfonamid. Dapat memperparah lupus eritematosus atau mencetuskannya. Bentuk Sediaan Tablet 25 mg Peringatan Hindari penggunaan hidroklorotiazida pada penyakit ginjal parah. elektrolit serum. blood urea nitrogen dan kreatinin. hindari jika pernah terjadi reaksi alergi sebelumnya Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1. Jangan dihentikan walaupun telah merasa . dapat mengalami perubahan pada kontrol glukosa. Penggunaan pada pasien alergi terhadap sulfonamid dikontraindikasikan. Gangguan elektrolit (hipokalemia.Terhadap Anak-anak : - . Hilangkan hipokalemia sebelum memulai terapi. Hati-hati pada pasien diabetes. sulfonilurea. alkalosis hipokloremik.Terhadap Hasil Laboratorium : Meningkatkan kreatinin fosfokinase. Dapat terjadi reaksi hipersensitifitas.

merubah tubuh secara mendadak. Obat dimakan bersamaan dengan makanan lain atau dengan susu. Segeralah duduk kembali atau berbaring bila timbul rasa pusing. 34th edition. jangan mengobati diri sendiri. Jauhkan dari jangkauan anak. Tekanan darah tinggi adalah penyakit kronis. 4.sembuh. 5. Obat ini bisa menimbulkan rasa pusing dan kelelahan bila mengerjakan sesuatu.id/index. akibatnya ekskresi natrium dan air meningkat Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Martindale.go. 7. Hubungi dokter bila timbul rasa kelelahan pada otot atau rasa nyeri mendadak pada persendian . Jangan mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin. Bila timbul lendir pada hidung. atau bangun dari tempat tidur secara terburu-buru. minum alkohol.tasikmalayakota. Sungguhpun demikian jangan menambah jumlah obat bila obat telah habis selalu melalui resep dokter. 8. Kemungkinan akan menjalani pengobatan dalam jangka waktu lama. 2005 http://dinkes. Kunyalah permen karet (non gula) untuk menghilangkan rasa kekeringan pada mulut. bawalah ke dokter. 3. Misalnya sewaktu mau bangun tidur sebaiknya duduk dulu dipinggiran tempat tidur sambil kaki dibiarkan tergantung ke bawah selama beberapa menit. 2. Mekanisme Aksi Inhibisi rearbsorpsi pada tubulus ginjal.html .php/informasi-obat/276-hct. Hubungi dokter bila timbul diare. 9. Obat ini kemungkinan akan menyebabkan penglihatan menjadi kabur. 6. karena tidur anda akan terganggu karena akan sering buang air kecil. Jika mungkin jangan makan obat ini menjelang tidur. 10. berdiri cukup lama.

Karbamazepin Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia : 5H-Dibenz[b1flazepina-5-karboksamida]. Pemerian : Serbuk putih sampai hampir putih. Kelarutan: Praktis tidak : larut dalam air; larut dalam etanol dan aseton (farmakope Indonesia ed.IV) - Keterangan :-

Golongan/Kelas Terapi Antikonvulsi

Nama Dagang - Bamgetol - Teril - Cetazep - Karbamazepin (Generik) - Suppositoria - Tegretol

Indikasi Epilepsi semua jenis,kecuali petit mal, neuralgia trigeminus; propilaksis pada manik depresif. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Penanganan Seizure : Dosis untuk dewasa dan anak di atas 12 tahun adalah 200 mg 2 kali sehari atau 100 mg ), 4 kali sehari. Dosis dinaikkan sampai 200 mg, 3-4 kali sehari. Dosis untuk anak 6-12 tahun adalah 100 mg, 2 kali sehari atau 50 mg, 4 kali sehari. Dosis untuk anak di bawah 6 tahun adalah 10-20 mg/kg berat badan dalam 2-3 dosis terbagi. Penanganan neuralgia trigeminus : Dosis awal 100 mg, 2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 200 mg setiap hari dengan

peningkatan 100 mg setiap 12 jam untuk tablet atau peningkatan 50 mg, 4 kali sehari sampai rasa sakit hilang.(AHFS Drugs Information p.2144) Farmakologi Aksi farmakologi dari karbamazepin secara kualitatif mirip dengan antikonvulsan derivat hidantoin. Aktifitas antikonvulsan dari karbamazepin, seperti fenitoin, pada dasarnya dengan membatasi hantaran seizure dengan mengurangi potensiasi posttetanic (PTP) transmisi sinaps. Karbamazepin menghilangkan nyeri pada neuralgia trigeminal dengan mengurangi transmisi sinap di dalam nukleus trigeminal. Karbamazepin juga mempunyai efek sedatif, antikolinergik, antidepresan, relaksasi otot, antiaritmia, antidiuretik, dan aksi penghambatan transmisi neuromuskular. Karbamazepin hanya mempunyai efek analgesik ringan. (AHFS Drugs Information p. 2139). Stabilitas Penyimpanan Tablet karbamazepin, tablet lepas-lambat dan tablet kunyah harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat, tidak tembus cahaya dan pada temperatur tidak lebih dari 30°C (AHFS Drugs Information p. 2139) Kontraindikasi Hipersensitif terhadap karbamazepin, antidepresan trisiklik, atau komponen sediaan; depresi sumsum tulang belakang; (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. 269) Efek Samping Biasanya dihubungkan dengan hipermagnesemia, mual, muntah, haus, flushing kulit, hipotensi, aritmia, koma, depresi nafas, ngantuk, bingung, hilang refleks tendon, lemah otot, kolik dan diare pada pemberian oral. Interaksi

- Dengan Obat Lain : Alkohol : Efek samping SSP dari Karbamazepin mungkin ditingkatkan. Analgetik : dekstropropoksifen menaikkan efek karbamazepin; khasiat tramadol diturunkan oleh

karbamazepin Antibakteri : metabolisme doksisiklin dipercepat (mengurangi efek); kadar plasma karbamazepin ditingkatkan oleh klaritromisin, eritromisin dan isoniazid (hepatoksisitas isoniazid mungkin juga meningkat) Antikoagulan : metabolisme nikumalon dan warfarin dipercepat (mengurangi efek antikoagulan) Antidepresan : antagonisme efek antikonvulsan (ambang kejang diturunkan); kadar plasma karbamazepin ditingkatkan oleh fluoksetin, fluvoksamin, dan viloksazin; metabolisme mianserin dan trisiklik dipercepat (menurunkan kadar plasma); disarankan untuk menghindari pemakaian bersama MAOI atau dalam waktu 2 minggu setelah MAOI Antiepileptika lain : pemberian bersama dua atau lebih obat antiepileptika dapat meningkatkan toksisitas tanpa diiringi peningkatan dalam efek antiepilepsi; selain itu interaksi antara masingmasing obat antiepilepsi mempersulit pemantauan pengobatan;interaksi termasuk peningkatan efek, peningkatan sedasi, dan penurunan kadar plasma Antimalaria : klorokuin dan meflokuin melawan efek antikonvulsan Antipsikotik : antagonisme efek antikonvulsan (ambang kejang menurun); metabolisme haloperidol, olansapin dan sertindol dipercepat (menurunkan kadar plasma) Antivirus : lihat Ritonavir Antagonis-Kalsium : diltiazem dan dan verapamil menaikkan efek karbamazepin; efek felodopin, isradipin dan mungkin nikardipin dan nifedipin dikurangi. Glikosida jantung : hanya metabolisme digitoksin yang dipercepat (mengurangi efek) Kortikosteroid : metabolisme dipercepat (menurunkan efek) Siklosporin : metabolisme dipercepat (menurunkan kadar plasma siklosporin) Diuretik : meningkatkan risiko hipoatremia Antgonisme Hormon : danazol menghambat metabolisme karbamazepin (meningkatkan efek); metabolisme toremifen mungkin dipercepat Litium : dapat terjadi neurotoksisitas tanpa meningkatkan kadar plasma litium Relaksan otot : efek relaksan otot non-depolarizing dilawan (kepulihan dari blok neuromuskular

Terhadap Ibu Menyusui : Terdistribusi dalam air susu ibu / tidak direkomendasikan. .Dengan Makanan : Kadar karbamazepin dalam darah dapat meningkat bila diberikan dengan jus grapefruit. (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. hal 487). (AHFS Drugs Information p. 270) Pengaruh . . tetapi jika manfaat pemberian melebihi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap ibu hamil maka dapat digunakan (mis : jika obat dibutuhkan pada keadaan yang mengancam jiwa atau untuk penyakit yang serius dan tidak ada obat lain yang lebih aman untuk digunakan. 2158) .dipercepat) Estrogen dan Progesteron : karbamazepin mempercepat metabolisme kontrasepsi oral (menurunkan efek konrasepsi) Retinoid : Kadar plasma mungkin diturunkan oleh isotretinoin Teofilin : metabolisme teofilin dipercepat (mengurangi efek) Tiroksin : metabolisme teofilin dipercepat (dapat meningkatkan kebutuhan akan tiroksin pada hipotiroidisme) Obat-obat Antiulkus : metabolisme dihambat oleh simetidin (menaikkan kadar plasma karbamazepin) Vitamin : karbamazepin mungkin menaikkan kebutuhan vitamin D (IONI. Dapat menembus plasenta.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko D : Ada bukti positif risiko kematian janin. hindari digunakan bersama-sama.

menurunkan kalsium. antineuralgik. Menekan aktifitas ventralis nukleus pada talamus atau menurunkan transmisi sinaptik atau menurunkan jumlah stimulasi temporal yang menyebabkan neural discharge dengan cara membatasi influks ion natrium yang menembus membran sel atau mekanisme lain yang belum diketahui. riwayat reaksi hematologik terhadap obat lain. T3. menyususi. bilirubin. antidiuretik. tes fungsi tiroid. Tablet Kunyah. urinalisis. ALT. pelemas otot. kadar besi dalam darah. retikulosit. AST. karbamazepin mempunyai efek sebagai antikolinergik. T4 dan natrium.Terhadap Anak-anak : - . 271) Bentuk Sediaan Tablet 125 mg. pemeriksaan mata (refleks pupil). amati pasien yang mengalami sedasi yang berlebih.. Sirup Peringatan Gangguan hati atau gangguan ginjal. meningkatkan BUN. hindari pemutusan obat mendadak. terutama saat dosis dinaikkan. kadar natrium dalam serum. (IONI hal 154) Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Mekanisme Aksi Selain sebagai antikonvulsan. kadar karbamazepin dalam serum. antimanic. tes fungsi hati. alkalin fosfatase. riwayat penyakit jantung. panel lipid. antidepresif dan antiaritmia. (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. glaukoma.Terhadap Hasil Laboratorium : Dapat berinteraksi dengan beberapa tes kehamilan. Parameter Monitoring CBC dengan hitung platelet. 250 mg. hamil. BUN. Tablet Lepas Lambat. .

tasikmalayakota.Orphen . 270) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI BNF AHFS http://dinkes. (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. memiliki aktivitas 2X lipat dibanding klorfeniramin berbentuk rasematnya.Nama & Struktur Kimia . : Deksklorfeniramin maleat merupakan bentuk dextro isomer.Sifat Fisikokimia : Chlorpheniramine. .php/informasi-obat/288-karbamazepin.Pehachlor .id/index. Mudah larut dalam : air.go. C16H19CIN2 Klorfeniramin berbentuk kristal putih tidak berbau.Keterangan Klorfeniramin merupakan antihistamin derivat propilamin.CTM . secara kimia terkait dengan antidepresan trisiklik.menstimulasi pelepasan ADH dan berpotensi meningkatkan kemampuan ADH untuk mereabsorpsi air. sukar larut dalam eter dan dalam benzena.html Klorpheniramin Deskripsi . larut dalam etanol dan dalam kloroform. Golongan/Kelas Terapi Antialergi Nama Dagang .Cohistan .

Ikatan protein mendekati 72%. pertama dalam mukosa lambung. Anak-anak 6-12 tahun: Dosis yang disarankan adalah 2 mg setiap 4-6 jam. Hindari penggunaan pada bayi prematur atau baru lahir karena kemungkinan . yang diekskresikan dalam urin. glukoma sudut sempit. dengan Cmax sekitar 2 jam dan efek terapi maksimal sekitar 6 jam. obstruksi pyloroduodenal. T½ pada dewasa sehat dan anak-anak masingmasing adalah 20-24 jam dan 10-13 jam. Metabolisme klorfeniramin sangat luas dan cepat. ulkus peptik. kemudian dalam hati dan dapat mengalami kejenuhan. antara 15 -30°C. Durasi aksi antara 4-8 jam.Chlorphenon Indikasi Rinitis alergi dan gejala alergi lain termasuk urtikaria Dosis. Kecepatan ekskresi tergantung pada pH urin dan aliran urin. Pasien usila lebih sensitif terhadap efek antikolinergik. hingga 12 mg/hr. menurun bila pH naik dan aliran urin berkurang. Anak-anak umur 2-5 tahun: Dosis yang disarankan adalah 1 mg setiap 4-6 jam maksimal 4 mg/hari. sewaktu terjadi serangan asma akut. Klorfeniramin terdistribusi luas pada jaringan dan cairan tubuh dan dapat menembus plasenta serta diekskresikan melalui ASI. T½ dapat memanjang hingga 280-330 jam. Farmakologi Onset klorfeniramin sekitar 30-60 menit. T½ plasma antara 2-4 jam. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dewasa dan remaja : Dosis oral : Dosis yang disarankan adalah 4 mg tiap 4-6 jam. Pada pasien gagal ginjal dengan hemodialisa. N-dealkilasi akan mendapatkan beberapa metabolit. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada suhu kamar. Tutup wadah rapat-rapat setelah digunakan. Buang obat jika sudah melampaui waktu kadaluwarsa. sama dengan induknya. tetapi T½ eliminasi bervariasi tergantung umur. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap klorfeniramin maleat atau komponen lain dalam formulasi.gejala hipertrofi prostat.. Usia lajut : Mulai dengan dosis serendah mungkin. hingga 24 mg/hari.

Otot : Artralgia.10% : Susunan saraf pusat : Sakit kepala. imatinib.Dengan Makanan : Makanan : memperlambat absorpsi tetapi tidak mengurangi bioavailabilitasnya. isoniazid. Pernapasan : Faringitis Interaksi . Meningkatkan toksisitas (depresi SSP): depresan SSP. meningkatkan berat badan. Genitourinaria : Retensi urinar. diklofenak. Ginjal : Poliuria. penghambat protease. klaritromisin. nikardipin. diarea. dan verapamil. Saluran pernapasan : mengentalkan sekresi bronkial 1% . Penghambat CYP3A4 : Dapat meningkatkan kadar klorfeniramin. eksitabilitas. Etanol : Hindari penggunaan etanol (dapat meningkatkan depresi SSP). Gastrointestinal : Mual. Penghambat CYP2D6 (lemah). propofol. Etanol/Nutrisi/Herbal. nefazodon. fenotiasin. rasa lelah. . xerostomia. lemas. . Contoh obat ini meliputi antifungi azole. eritromisin. doksisiklin. quinidin.Dengan Obat Lain : Substrat CYP2D6 (minor).mengalami SIDS. Efek Samping > 10% : Susunan saraf pusat : mengantuk. antidepresan trisiklik. Penghambat MAO. meningkatkan nafsu makan. pusing. sakit perut. Mata : Diplopia. 3A4 (major) .

hipereksitabilitas. atau rewel. Antihistamin tidak direkomendasikan pada neonatus karena kemungkinan stimulasi paradoksikal SSP atau kejang. dapat meminimalkan pemaparan pada bayi. Dosis tunggal sebelum tidur setelah menyusui terakhir. mengantuk. . Diperlukan penggantian ASI apabila ibu menyusui perlu penggunaan Klorfeniramin secara rutin. Pada beberapa anak. tidak disarankan penggunaan obat ini pada 2 minggu menjelang kelahiran karena potensial terjadinya retrolental fibroplasia pada bayi prematur.Terhadap Anak-anak : Klorfeniramin disarankan pada anak-anak > 2 tahun. antihistamin dapat menstimulasi paradoksikal SSP. jangka pendek dan benar-benar memberikan keuntungan. Disarankan metode non farmakologi seperti banyak minum dan istirahat bila muncul gejala flu atau alergi selama kehamilan. Manifestasi efek samping pada bayi biasanya berupa iritabilitas. Tidak ada penelitian terkendali pada ibu hamil. . gangguan pola tidur.Pengaruh . .Terhadap Ibu Menyusui : Klorfeniramine harus digunakan hati-hati pada ibu menyusui.Terhadap Kehamilan : Pada ibu hamil. Obat ini hanya diberikan bila perlu. Namun. seperti antagonis H1 umumnya.Terhadap Hasil Laboratorium : Tidak diperlukan pemantauan laboratorium Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet Peringatan . Klorfeniramin diklasifikasikan dalam kategori B. meskipun data yang ada dilaporkan penggunaan pada ibu hamil terutama trimester pertama dan kedua tidak ditemukan gangguan pada janin.

Obat ini menyebabkan kantuk, hati-hati bila digunakan pada kondisi yang memerlukan kewaspadaan penuh seperti menjalankan mesin atau mengendarai kendaraan bermotor. Gunakan hati-hati pada pasien dengan glukoma sudut tertutup, obstruksi pyloroduodenal (termasuk ulkus peptik stenotik), obstruksi saluran kemih (termasuk obstruksi leher kandung kemih dan gejala hiperplasia prostat), hipertiroidi, peningkatan tekanan intraokuler, dan penyakit kardiovaskuler (termasuk hipertensi dan takikardi). Karena berefek sedatif dan antikolinergik, tidak disarankan penggunaan jangka waktu lama pada usila. Dapat menyebabkan eksitasi paradoksikal pada anakanak dan dapat menyebabkan halusinasi, koma dan kematian pada dosis tinggi. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Minum tablet sesuai dengan anjuran. Boleh diminum dengan susu atau makanan bila mengalami iritasi lambung. Bila lupa minum obat, segera minum begitu ingat. Apabila mendekati waktu minum berikutnya, minum hanya satu dosis saja, jangan menambah dosis. Mekanisme Aksi Kompetisi dengan reseptor H1 pada sel efektor di saluran pencernaan, pembuluh darah dan saluran pernapasan. Monitoring Penggunaan Obat Kaji kemungkinan penggunaan obat-obat lain yang mempengaruhi terapi, meliputi OTC, suplemen, atau produk herbal. Juga kaji kebiasaan pasien mengkonsumsi kopi atau alkohol, perokok, atau penyalahgunaan obat. Daftar Pustaka Lexi-comp http://dinkes.tasikmalayakota.go.id/index.php/informasi-obat/296-klorpheniramin.html

Lamivudin Deskripsi

- Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia - Keterangan

:

2'3' dideoxy-3'thiacytidine.

: Lamivudin merupakan padatan berwarna putih. Larut dalam air. :-

Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi

Nama Dagang - 3TC - Epivir-HBV - Epivir

Indikasi Epivir digunakan untuk mengobati HIV dengan dikombinasikan dengan antiviral lain. EpivirHBV digunakan untuk hepatitis B kronis dengan bukti kenyataan bahwa hepatitis B replikasi virus dan inflamasi aktif hati. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis: formulasi dan dosis dari Epivir-HBV tidak memadai untuk pasien yang mengalami kedua infeksi dari HBV dan HIV.gunakan kombinasi dua antivirus bila mengobati HIV. - Oral: - anak umur 3 bulan – 16 tahun HIV: 4 mg/kg 2 kali sehari. (maksimum 150 mg 2 kali sehari). - anak-anak 2 – 17 tahun pengobatan Hepatitis B (Epivir-HBV): 3 mg/kg sehari 1 kali (maksimum 100 mg/kg). - Anak-anak dan dewasa: pencegahan HIV mengikuti 150 mg/kg 2 kali sehari (dengan zidovudin dan dengan atau tanpa inhibitor protease tergantung pada risiko yang ada) - Dewasa: HIV : 150 mg 2 kali sehari atau 300 mg sehari sekali. < 50 kg 4 mg/kg 2 kali sehari (maksimum 150 mg, 2 kali sehari) - Dosis pada kerusakan ginjal: untuk anak-anak tidak dianjurkan. Untuk dewasa Cl > 50 ml/menit

>= 60 kg 40 mg setiap, 12 jam < 60 kg, 30 mg setiap 12 jam. Cl 26 – 50 ml/menit, >= 60 kg, 20 mg setiap 12 jam, < 60 kg 15 mg setiap 12 jam. Cl 10 – 25 ml/menit - Lansia : Dosis disesuaikan dengan keadaan ginjal dan monitor simtom neuropathy Farmakologi Distribusi : Va : 0,5 L/kg Bioavailabilitas : 86,4% Metabolisme: mengalami perubahan menjadi metabolit tidak aktif. Elminiasi T½ 1-1,6 jam Waktu puncak: 1 jam Ekskresi : 40% melalui urin menjadi obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Sebagai kapsul dan puyer stabil disimpan di ruang dengan temperatur kamar. Sesudah dicairkan stabil selama 30 hari bila disimpan di lemari pendingin. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap lamivudin atau komponen lain dalam sediaan. Efek Samping Sakit perut, mual, muntah, diare, sakit kepala, demam, ruam, alopecia, rasa malas, insomnia, batuk, gangguan pada hidung, arthralgia, sakit pada otot dan neuropathy perifer. Interaksi

- Dengan Obat Lain : Penggunaan bersama : -hidroksi urea akan meningkatkan efek pankreatitis dan hepatotoksik. - zalcitabine, terjadi peningkatan neuropati perifer. - zidovudin, mengurangi foforilase intraseluler

angka kekuatan viral dan angka CD4 Bentuk Sediaan Kapsul 15 mg. atau hasil biokimia yang tidak normal.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . 1 mg/ml (200 ml) Peringatan Terapi lamivudin harus dihentikan jika sakit perut semakin parah. kontraindikasi untuk ibu menyusui . 20 mg. sampai terjadinya pankreatitis. . muntah.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui efek masuknya ke dalam ASI. mengurangi fosorilasi intraseluler..ribavirin.Penggunaan lamivudin harus hati-hati pada pasien hepatomegali atau pasien dengan faktor risiko gangguan .doxorubisin.Dengan Makanan : - Pengaruh .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Monitor fungsi liver. mual. yang nampak maupun simptom. hepatomegali atau laktat asidosis yang tidak diketahui etiologinya. bisa digunakan dengan perhatian. mengurangi fosforilasi intraseluler. 40 mg Puyer Untuk Larutan Oral. 30 mg. bisa digunakan dengan perhatian . neuropati.Terhadap Anak-anak : - .Terapi dengan lamivudin mungkin dapat menyebabkan laktat asidosis dan harus dihentikan jika terjadi peningkatan konsentrasi aminotransferase.

tasikmalayakota.id/index.2. terutama untuk mencegah resistensi yang emergensi.html Levofloksasin Deskripsi .8 kelarutan Levofloksasin cenderung konstan (sekitar 100 mg/mL). Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Simtom yang ada. dari larut hingga mudah larut.3-dihydro-3-methyl-10-(4-methyl-1-piperazinyl)-7: oxo-7H-pyrido[1.Sifat Fisikokimia . pada pH 0. kelarutannya meningkat cepat hingga mencapai maksimum p . Sebagian molekul obat akan terionisasi pada pH usus halus. Pada rentang pH ini : Levofloxacin mempunyai kelarutan.Nama & Struktur Kimia .Keterangan (-)-(S)-9-fluoro-2.8.php/informasi-obat/301-lamivudin. C18H20FN3O4 • ½ H2O : Levofloksasin berbentuk serbuk kristal putih kekuningan hingga serbuk kuning.hati.6 – 5. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Lakukan diskusi degan pasien mengenai frekuensi pemberian obat. Data menunjukkan. angka kekuatan virus dan CD4 Daftar Pustaka http://dinkes.hasil laboratorium dari fungsi hati.4-benzoxazine-6-carboxylic acid hemihydrate. Sekitar pH 5.go. neuropati. dan efek samping untuk menjamin kepatuhan pasien.3-de]-1.

Dosis.coli. prostatitis (cronic bacterimia). Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral. infeksi saluran urin dengan atau tanpa komplikasi. untuk profilaksis serangan anthrak (setelah terpapar) Oftalmic: Pengobatan konjungtivitsi bakteri yang disebabkan oleh organisme.Nislev . meliputi CAP (community-acquired penumoniae).Levocin .Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Inacid .Lexa .Levovid .Cravox . IV: dewasa Sinusitis bakteri (akut): 500 mg setiap 24 jam untuk 10-14 hari atau 750 mg setiap 24 jam untuk 5 hari.Difloxin . sinusitis bakteri akut.Voxin . Nosokomial: 750 mg setiap 24 jam untuk 7-14 hari. bronchitis kronis. infeksi kulit (dengan atau tanpa komplikasi). neumoniae nosokomial. dimulai sejak terpapar. Bronkitis kronis (bakteri eksaserbasi akut): 500 mg setiap 24 jam untuk 7 hari. termasuk juga pyelonepritis akut yang disebabkan oleh E.Cravat .Prolecin . Pneumonia: Community – acquired: 500 mg setiap 24 jam untuk 7-14 hari atau 750 mg setiap 24 jam untuk 5 hari (efikasi obat pada pemberian 5 hari untuk MDRSP tidak dapat dipastikan).Prolevox . .Nufalev .pneumoniae). termasuk juga MDRSP (multidrug resistant strains of S. sedang dan berat yang disebabkan oleh organisme yang sensitive.Mosardal . Ántrax inhalasi: 500 mg setiap 24 jam untuk 60 hari.Volequin Indikasi Sistemik: Pengobatan infeksi ringan. pengobatan ulcer kornea yang disebabkan oleh bakteri yang sensitive.

ClCr 10-19 mL/menit : 250 mg setiap 48 jam.protatitis bakterial kronik. Infeksi saluran urin: tanpa komplikasi: 250 mg satu kali sehari selama 3 hari.hingga 4 kali sehari. Pengobatan hari 3-7:1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 4 jam saat masih terjaga.Hemodialisis (CAPD) : 250 mg setiap 48 jam Infeksi saluran urin tanpa komplikasi : tidak ada penyesuaian dosis.Prostatitis: (cronic bacterial): 500 mg setiap setiap 24 jam selama 28 hari. sinusitis akut. Infeksi saluran urin dengan komplikasi. dosis selanjutnya : ClCr 20-49 mL/menit : 250 mg setiap 24 jam. Perawatan hari ke-4 untuk melengkapi pengobatan : 1-2 tetes ke mata yang sakit saat masih terjaga setiap 4 jam saat masih terjaga. Dengan komplikasi: 750 mg setiap 24 jam selama 7-14 hari.community-acquired pneumonia atau pneumonia nosokomial: dosis awal 750 mg. hingga 8 kali sehari.pyelonefritis akut:ClCr 10-19 mL/menit:250 mg setiap 48 jam Infeksi kulit dengan komplikasi sinusitis bakterial akut. Komplikasi: termasuk pyelonephritis akut: 250 mg setiap 24 jam untuk 10 hari. Infeksi kulit: infeksi tanpa komplikasi: 500 mg setiap 24 jam untuk 7-10 hari. infeksi kulit tanpa komplikasi.5%): dosis anak >1 tahun dan dewasa: pengobatan hari 1 dan 2 : dimulai 1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 2 jam saat masih terjaga. Dosis pada gangguan ginjal : Bronkhitis kronis. community-acquired pneumonia. dosis selanjutnya: ClCr 20-49 mL/menit : 750 mg setiap 48 jam ClCr 10-19 mL/menit : 500 mg setiap 48 jam .atau inhalasi anthrak: dosis awal 500 mg. Tetes mata: Konjungtifitis ( larutan tetes mata 0. Ulcer kornea : (larutan tetes mata 1.5%): Dosis anak > 6 tahun dan dewasa: 1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 30 menit sampai 2 jam saat masih terjaga dan 4-6 jam setelah istirahat.

Dapat bertahan selama 14 hari jika disimpan dalam lemari pendingin. terlindung dari cahaya. saliva.Hemodialisis (CAPD) : 500 mg setiap 48 jam Farmakologi Absorbsi: cepat dan lengkap. Konsentrasi tinggi pada prostat. hasil pelarutan 5 mg/ml dalam larutan yang sesuai dapat bertahan selama 72 jam jika disimpan pada suhu ruangan. T½ eliminasi: 6-8 jam.25 L/kg . T max: dalam serum 1-2 jam. konsentrasi cairan serebrospinal ~15% pada serum. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap levofloksasin dan hipersensitif terhadap komponen dalam sediaan. Distribusi: Vd: 1. sinus. Tablet: larutan oral: simpan pada suhu 25°C: dapat direkomendasikan rentang suhu ruangan antara 15°-25°C. paru. Bioavailabilitas: 99%. Metabolisme: minimal melalui hati. Efek Samping Kejadian 1-10% . Sebelum pencampuran: simpan pada < 25°C. Jika dalam lemari pembeku (frozen) dapat bertahan selama 6 bulan dan jangan dilakukan pembekuan ulang serta jangan gunakan pemanas untuk mencairkan obat dari proses pembekuan. jaringan ginekologi. Ikatan protein: 50%. Eksresi: utamanya melalui urin (dalam bentuk utuh) Stabilitas Penyimpanan Injeksi: Vial: simpan pada suhu ruangan.

edema. syncope. rasa terbakar pada mata (sementara).1%). insomnia (5%). nyeri ocular (sementara). infeksi. reaksi alergi. Kurang dari 1 % dan hilang dengan sendirinya: Sistemik: ARF. postural hipotensi. pseudomembranous kollitis. kerusakan lambung. purpura. pendarahan saluran cerna. granulositopenia. fotopobia. nyeri lambung (3%).Dengan Obat Lain : Peningkatan efek toksis: Meningkatkan efek toksis gliburid dan warfarin. migren. kejang. ensefalopati. dispepsia (2%). kerusakan jaringan kulit. gagal hati. kolethiasis.anoreksia. abnormalitas EEG. dehidrasi. sindrom stevensjohnson . tremor. stupor. leukopenia. abnormalitas WBC. rhinitis (1%). abnormalitas elektrolit. hematoma. peningkatan transaminase. vaginitis (1%). diare (5%). eritema multiform. pankreatitis. muntah (2%). Dengan kortikosteroid kemungkinan akan meningkatkan kerusakaan tendon. phlebitis.Hematologi: limfopenia (2%). peningkatan INR. agranulositosis. stop jantung. hipertensi intrakranial. depresi pernapasan. bradikardi. konstipasi (3%). kolestasis. Interaksi . leukorrhea. fatigue (1%). atralgia. sensitif terhadap cahaya (<0. nyeri (1%). udem paru.CNS: sakit kepala (6%). efusi pleura. flatulence (1%). demam Dermatologi: pruritus (1%). . bronkospasmus. pening (2%). konfusi. jaundice. hipertensi / hipotensi. kerusakan mata.Genitauria.neuropati perifer. Okular: menurunnya daya lihat (sementara).Kardiovaskular: nyeri dada. somnolence. halusinasi. dyspnea (1%).peningkatan waktu pembekuan darah. leukositosis.Respiratoria: faringitis (4%). konjungtifitis. parestesia. sinusitis (1%). karsinoma. paralisis. kerusakan jaringan otak.Gastrointestinal: mual (7%). asistes. Probenecid kemungkinan akan meningkatkan kadar levofloksasin. gagal jantung. hemoptisis. mioacardial infraction. aritmia. ruam (1%). kerusakan tendon. gagal napas. limphadenopaty. multiple organ failur. reaksi anafilaksis. trombositopenia. gangren. pulmonary embolism. anemia hemolitik. depresi.ansietas.

Dengan Makanan : Tablet dapat digunakan tanpa ada perhatian terhadap makanan. tidak direkomendasikan . Pengaruh .Meningkatkan aritmia. Penggunaan seharusnya dipisah. Sediaan suspensi oral sebaiknya digunakan dalam keadaan perut kosong (1 satu jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). Efek teratogenik tidak teramati pada hewan uji. quinapril. jika digunakan dengan obat – obat yang memperpanjang QTc (aritmia kelas 1ª dan III .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. Parameter Monitoring WBC (white blood count) Tanda – tanda infeksi (kultur biakan bakteri. suhu badan) . Dilaporkan terjadi arthropaty (hasil pengamatan pada hewan uji. cisaprid. CBC. . sukralfat. Menurunkan efek: Kadar obat akan menurun jika digunakan bersamaan dengan. antipsikotis. elektrolit (hipokalemia). mineral kation.Terhadap Anak-anak : Tidak direkomendasikan penggunaan pada anak < 18 tahun.Terhadap Hasil Laboratorium : Berpengaruh terhadap hasil pengukuran : tes fungsi hati. . jarang dilaporkan terjadi pada manusia) penggunaan levofloksasin pada ibu hamil. antidepresan siklik).Terhadap Ibu Menyusui : Ekskresi obat kedalam ASI belum diketahui. kardiogram. eritromisin. antasida. walaupun demikian terjadi penurunan berat badan kematian janin pernah dilaporkan . elektrolit suplemen oral. tes ginjal.

maka sebaiknya levofloksasin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. Tablet Peringatan Sistemik: Tidak direkomendasikan penggunaan pada anak < 18 tahun. jika terjadi reaksi alergi (gatal-gatal.seperti mual.Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat.Renal (BUN.Memantau pasien yang mendapatkan obat-obat lain yang berpotensi menimbulkan interaksi . SSP: menstimulasi terjadinya tremor. kulit terasa geli) maka hentikan pemberian obat.harap menghubungi apoteker. ClCr) Fungsi hati (SGOT.Jika masih belum memahami ttg penggunaan obat.maka harap menghubungi dokter Mekanisme Aksi Menghambat DNA-gyrase pada organisme yang peka. urtikaria. Reaksi hipersensitifitas parah. Injeksi. malas. konfusi. rekombinasi dan transposisi Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. kulit melepuh. menghambat relaksasi superkoloid DNA dan memicu kerusakan DNA bakteri.SGPT) Bentuk Sediaan Infus. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. Larutan Untuk Oral.Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. hati – hati pada penggunaan pada pasien yang diketahui mengalami gangguan SSP dan gagal ginjal. seperti reaksi anafilaksis.diare atau respon hipersensitivitas. transkripsi. Larutan Tetes Mata. DNA gyrase (topoisomerase II) adalah enzim esensial bakteri yang berfungsi untuk memperbaiki struktur superhelik DNA yang diperlukan untuk replikasi. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. halusinogen dan kejang.Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan).

tasikmalayakota.Flagyl . Sedikit larut dalam air dan dalam alkohol. 2-Methyl5-nitroimidazole-1-ethanol .html Metronidazol Deskripsi . AHFS DRUG. Sebagai basa berupa serbuk kristal berwarna putih hingga kuning pucat. Injeksi metronidazol jernih.Nama & Struktur Kimia .Gravazol . Metronidazol hidroklorida sangat larut dalam air dan larut dalam alkohol.dengan obat levofloksasin.Fladex . Sinonim : Metronidazol hydrochloride. 2006.Sifat Fisikokimia 1-(2-Hydroxyethyl)-2-methyl-5. larutan isotonik dengan pH 4. asam sitrat dan natrium klorida. dan mempunyai : pKa 2.6.Fortagyl . 1-(-Ethylol)-2-methyl: 5-nitro-3-azapyrrole. . 1995.Elyzol . dengan osmolarity 297-314 mOsm/L dan mengandung natrium fosfat. Daftar Pustaka Drug information hand book. 2005 Farmakope Indonesia IV.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .go. C6H9N3O3. http://dinkes.id/index.5 – 7. (DIH).Corsagyl .php/informasi-obat/304-levofloksasin.nitroimidazole. tidak berwarna. Sinonim : C12H12N2O2S Dalam perdagangan metronidazol terdapat dalam bentuk basa dan garam hidroklorida.Metrofusin . dalam perdagangan berupa serbuk berwarna putih.Mebazid .

7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam Farmakologi Absorbsi : Oral : diabsorbsi dengan baik.Trogyl . infeksi kulit. Ulser pada lengan : peroral 400 mg setiap 8 jam selama 7 hari Bacterial vaginosis : peroral 400 – 500 mg dua kali sehari selama 5 – 7 hari atau 2 gram sebagai dosis tunggal. 5 – 10 tahun 500 mg. Inflamasi pelviks : peroral 400 mg dua kali sehari selama 14 hari Acute ulcerative gingivitis : peroral 200-250 mg setiap 8 jam selama 3 hari. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam.Metronidazol (Generik) Indikasi Infeksi anaerobik (termasuk gigi) . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Infeksi anaerobik (pengobatan biasanya selama 7 hari dan 10 hari untuk penggunaan antibiotika pada pengobatan kolitis). 500 mg setiap 8 jam.Promuba . anak-anak 7.5 mg/kg setiap 8 jam.. 7 – 10 tahun 100 mg setiap 8 jam. anak-anak setiap 8 jam selama 3 hari. topikal : konsentrasi yang dicapai secara sistemik setelah penggunaan 1 g secara topikal 10 kali lebih kecil dari pada penggunaan dengan 250 mg .Metronidazole Fresenius . Dosis. anak-anak 7. 3 – 7 tahun 100 mg setiap 12 jam. lihat pada bagian dosis. peroral dengan dosis awal 800 mg kemudian 400 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 8 jam. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 hari. 1 – 5 tahun 250 mg. Infeksi oral akut : peroral 200 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari . kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam. kemudian pemberian dilanjutkan tiap 12 jam.5 mg/kg setiap 8 jam. lebih dari 10 tahun dosis dewasa. eradikasi Helicobacter pylori.Metrolet .Nidazole .Tismazol . umur hingga 1 tahun 125 mg. selama 3 hari. pemberian secara infus intravena lebih dari 20 menit.Trichodazol . infeksi protozoa. anak-anak 1-3 tahun 50 mg setiap 8 jam selama 3 – 7 hari.

gangguan pengecapan. kristal dapat dilarutkan kembali dengan menghangatkannya pada suhu kamar. juga dilaporkan abnormalitas tes fungsi hati. . urin berwarna gelap. pruritus. lidah kasar dan gangguan saluran pencernaan. yang lain : 6-8 jam. menembus plasenta dan sawar darah otak (blood. anemia aplastic. muntah. Larutan standar : 500 mg/ 100 ml NS. turunan nitroimidazol. athralgia. myalgia. erytema multiform. urtikaria. Produk dapat disimpan dalam refrigerator namun akan terbentuk kristal. Distribusi : ke saliva. transient epilepsiform seizure dan leukopenia.peroral. tulang. angioedema dan anafilaksis. Paparan cahaya dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan warna produk menjadi gelap. rash . air susu. Namun demikian paparan cahaya yang normal pada ruangan dalam jangka pendek tidak mempengaruhi stabilitas metronidazol. cairan mani. gagal ginjal terminal : 21 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. empedu. pada pengobatan intensif dan jangka panjang dapat terjadi peripheral neuropathy. ataksia. sakit kepala. hepatitis. Stabilitas campuran parenteral pada suhu kamar (25°C): stabilitas pada produk yang terbungkus : 30 hari Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap metronidazol. hati dan abses hati . atau komponen yang ada dalam sediaan. terjadi perpanjangan pada kerusakan hepar. jaundice. paru-paru dan sekresi vagina. kehamilan (trimester pertama – didapatkan efek karsinogenik pada tikus) Efek Samping Mual. trombositopenia. serum: segera : 1-2 jam Ekskresi : urin (20% hingga 40% dalam bentuk obat yang tidak berubah): feses (6% hingga 15%) Stabilitas Penyimpanan Injeksi metronidazol harus disimpan pada 15°C hingga 30°C dan dilindungi dari cahaya.mengantuk (jarang terjadi). Paparan sinar matahari langsung harus dihindari.brain barrier) Ikatan protein : < 20% Metabolisme : Hepatik (30%-60%) T½ eliminasi : neonatus : 25-75 jam . pusing .

Interaksi

- Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : menghambat CYP2C8/9 (lemah), 3A4 (moderate) Meningkatkan efek/toksisitas : Etanol dapat menyebabkan reaksi seperti disulfiram. Warfarin dan metronidazol dapat meningkatkan bleeding time (PT) yang menyebabkan perdarahan. Simetidin dapat meningkatkan kadar metronidazol. Metronidazol dapat menghambat metabolisme cisaprid, menyebabkan potensial aritmia; hindari penggunaan secara bersamaan. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas lithium. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas benzodiazepin tertentu, calcium channel blocker, siklosporin, turunan ergot, HMG-Coa reduktase inhibitor tertentu, mirtazapine, nateglinid, nefazodon, sildenafil ( dan PDE-5 inhibitor yang lain), takrolimus, venlafaxine, dan substrat CYP3A4 yang lain. Menurunkan efek: fenobabital, fenobarbital (inducer enzim yang lain), dapat menurunkan efek dan waktu paro metronidazol - Dengan Makanan : Konsentrasi puncak serum antibiotik diturunkan dan terjadi delay (terlambat), tetapi jumlah total obat yang diabsorbsi tidak dipengaruhi.

Pengaruh

- Terhadap Kehamilan : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat pada dosis tinggi. Faktor risiko : B (dikontraindikasikan pada trimester pertama) Obat dapat menembus plasenta ( efek karsinogenik pada tikus); dikontraindikasikan terhadap pengobatan trichomoniasis pada trimester pertama, kecuali jika pengobatan alternatif tidak adekuat. Untuk keamanan dan efikasi pada indikasi yang lain, gunakan obat pada ibu hamil hanya jika keuntungan pada ibu hamil lebih banyak daripada potensial risiko terhadap janinnya.

- Terhadap Ibu Menyusui : Ditemukan dalam air susu, produsen menyarankan untuk

menghindari penggunaan obat dengan dosis tunggal yang besar. Masuk kedalam air susu ibu/tidak direkomendasikan (AAP rates ’’of concern”)

- Terhadap Anak-anak : Keamanan dan efikasi penggunaan obat pada anak-anak belum diketahui dengan jelas, kecuali untuk pengobatan amoebiasis. Bayi baru lahir menunjukkan keterbatasan dalam eliminasi metronidazole. Pada bayi berumur 28 hingga 40 minggu, waktu paro eliminasi 10,9 – 22,5 jam.

- Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi dengan tes laboratorium : dapat mempengaruhi uji AST, ALT, Trigliserida, glukosa dan LDH

Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet, Cairan Infus, Suppositoria, Sirup Peringatan Reaksi disulfiram-like terjadi bila diberikan bersama alkohol, kerusakan hati dan encefalopati hepatik; kehamilan; menyusui; dihindari pada porfiia; monitoring hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan klinik pada pengobatan yang melebihi 10 hari. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor, seperti kondisi pasien, umur dan berat badan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker . Bacalah dengan seksama informasi mengenai penggunaan obat ini dan ulangi membaca setiap kali anda menerima resep lagi. Gunakan obat ini sesuai dengan yang telah diresepkan. Jangan menggunakan obat ini untuk trichomoniasis selama tiga bulan pertama kehamilan. Gunakan obat pada lambung kosong.Obat

dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna (GI upset); jika hal ini terjadi gunakan bersama makanan. Bentuk sediaan lepas lambat harus digunakan pada saat lambung kosong ( 1 jam atau 2 jam setelah makan) Produsen merekomendasikan untuk menghindari penggunaan etanol selama pengobatan dengan obat ini dan setelah tiga hari terapi selesai. Gunakan obat hingga habis. Obat yang tidak digunakan sampai habis menyebabkan pemusnahan bakteri tidak sempurna dan infeksi dapat kambuh lagi. Hubungi dokter bila terjadi kejang atau mati rasa pada tangan dan kaki. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. Pastikan hal ini dilakukan. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan, kecuali atas anjuran dokter. Hubungi dokter atau apoteker jika anda merasa menggunakan obat terlalu banyak. Jika pasien lupa minum obat, segera mungkin minum obat setelah ingat. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda, kecuali atas saran dari tenaga kesehatan. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat, mintalah nasehat dokter atau apoteker. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Jangan diberikan pada orang lain. Mekanisme Aksi Setelah berdifusi kedalam organisma, berinteraksi dengan DNA menyebabkan hilangnya struktur helix DNA dan kerusakan untaian DNA. Hal ini lebih jauh menyebabkan hambatan pada syntesa protein dan kematian sel organisma. (Drug Information Handbook) Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Fact & Comparisons 2003 http://dinkes.tasikmalayakota.go.id/index.php/informasi-obat/318-metronidazol.html

Sifat Fisikokimia : : Mikonazol nitrat. larut dalam dimetilformamid. agak sukar larut dalam metanol.Zolagel .Moladerm .Micrem .Godrem . Kandidiasis vagina Dosis. kloroform. Sangat sukar larut dalam air dan isopropanol.Nama & Struktur Kimia . dan Pityaris versicolor.Mikonazol Deskripsi . berbau lemah. . tinea.4-dikloro-beta-(2.Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Obat Topikal untuk Kulit Nama Dagang . sesudah kuku terlepas.Fungares .Sporend . oleskan secukupnya. Untuk mencegah kambuhan terapi dilanjutkan 10 hari sesudah gejala hilang. Farmakologi . dan propilen glikol.Daktarin . putih atau praktis putih. merata. 1-(2. infeksi kuku dan ujung jari 1 kali sehari. sukar larut dalam etanol.4-diklorobenzil)oksi)fenetil)imidazol mononitrat Serbuk hablur. pada kulit terinfeksi.Mycorine .Nilaozanoc . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dua kali sehari. oleskan secukupnya. bungkus rapat tidak berlubang.Zetazal Indikasi Infeksi topikal dermatofit dan jamur lain seperti kandida. mudah larut dalam dimetilsulfoksida. terapi diteruskan hingga tampak pertumbuhan kuku baru.

lemari pendingin dan cahaya. eritema. hindari panas.Terhadap Ibu Menyusui : - .Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring - .Terhadap Kehamilan : - . Efek Samping Iritasi lokal. Stabilitas Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup baik dan terhindar dari jangkauan anak-anak.Dengan Makanan : - Pengaruh .Terhadap Anak-anak : - .Dengan Obat Lain : - . Kontraindikasi Hipersensitif terhadap mikonazol dan komponen lain dalam sediaan.Absorpsi : topikal : sangat kecil. rasa terbakar lemah Interaksi . sensitasi dan kontak dermatitis.

Mekanisme Aksi Inhibisi biosintesis ergosterol. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI Martindale.Bentuk Sediaan Krim 2%. bila perlu pakai sarung tangan bersih. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Salep 2% Peringatan Hindari kontak dengan mata dan selaput mukosa Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Kontak dengan mata dan selaput mukosa Informasi Pasien Pada saat pemakaian bersihkan terlebih dahulu kulit yang luka. Jangan menyimpan atau pakai ulang sisa obat yang lama. 34th edition.tasikmalayakota.php/informasi-obat/320-mikonazol.go. 2005 BNF 52 Merck Index Farmakope Indonesia ISO Indonesia 42 Iso Generik Advice for Patient (USP DI) http://dinkes. sehingga menyebabkan hilangnya nutrisi sel.html . merusak membran dinding sel jamur yang selanjutnya akan meningkatkan permeabilitas.id/index. lemari pendingin dan cahaya. hindari panas. dapur.

100-200 mcg (1. Rotasi jenis: Antara -170° dan -181°.5-3 mcg/kg). dalam asam encer. praktis tidak larut dalam eter : dan dalam kloroform. dosis lanjutan dengan injeksi intramuskuler setelah 1-2 jam bila diperlukan. . dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. Susut pengeringan: Tidak lebih dari 0.PHARXIS . dan dalam alkali kuat. lakukan penetapan menggunakan larutan yang mengandung 25 mg per ml. lakukan pengeringan pada suhu 105° hingga bobot tetap. dosis harus dititrasi untuk tiap pasien agar efek pada pernapasan optimum dan pada saat yang sama menjaga analgesia yang memadai. Dengan injeksi intravena. naikkan dosis 100 mcg tiap 2 menit.Sifat Fisikokimia : N-allylnoroxymorphine hydrochloride Pemerian: Serbuk putih atau hampir putih.0% untuk bentuk hidrat.5% untuk bentuk anhidrat dan tidak lebih dari 11.NARCAN . Kelarutan dalam air: Larut dalam air. . Larutan dalam air bersifat asam.NOKOBA .Keterangan :- Golongan/Kelas Terapi Antidot dan Obat Lain untuk Keracunan Nama Dagang .Nalokson Deskripsi .Nama & Struktur Kimia . sukar larut dalam etanol.NARCAXIONE Indikasi Mengatasi depresi napas yang dipicu oleh opioid Dosis. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Untuk digunakan pada masa paskabedah. bila reaksi tidak memadai.

10 mcg/kg. intramuskuler. Karena durasi kerja nalokson lebih singkat dibandingkan durasi kerja opiat. seperti injeksi intravena tetapi hanya bila cara intravena tidak memungkinkan (mula reaksi lebih lambat) Infus intravena berkelanjutan (continuous). bila injeksi intravena tidak mungkin. Akan terjadi peningkatan kecepatan respirasi dan minute volume. ANAK : 10 mcg/kg. nalokson mengantagonis sebagian besar efek opiatnya. Injeksi subkutan atau intramuskular. Sedangkan pada pasien yang sudah menerima morfin dosis tinggi atau analgesik lain dengan efek mirip morfin. NEONATAL : Melalui injeksi subkutan. penurunan arterial PCO2 menuju normal. Jika diberikan pada pasien yang tidak menerima opiat dalam waktu dekat.ANAK : Dengan injeksi intravena. bila tidak menunjukkan respons diberikan dosis 100 mcg/kg. maka efek . Farmakologi Nalokson adalah antagonis opiat yang utama yang tidak mempunyai atau hanya sedikit mempunyai aktivitas agonis. Untuk keracunan opioid : Injeksi intravena 0. atau intravena.4-2 mcg diulangi setiap interval 2-3 menit sampai dicapai maksimum 10 mg bila fungsi napas tidak membaik (kemudian pertanyakan ketepatan diagnosis). dapat diberikan melalui suntikan intramuskuler atau subkutan dalam dosis terbagi. dan tekanan darah menuju normal jika ditekan. Dosis yang dipakai dalam keracunan opioid akut mungkin tidak sesuai untuk penatalaksanan depresi napas dan sedasi yang ditimbulkan oleh opioid pada mereka yang menerima perawatan paliatif dan terapi opioid kronik. 10mcg/kg diulang tiap 2-3 menit atau 200 mcg (60mcg/kg) secara intramuskuler sebagai dosis tunggal pada saat kelahiran (mula kerja obat lebih lambat). Nalokson mengantagonis depresi pernapasan ringan akibat opiat dosis rendah. 2 mg dilarutkan dalam 500 ml larutan infus dengan kecepatan yang disesuaikan dengan respons pasien. nalokson hanya memberi sedikit atau bahkan tidak memberikan efek. dosis lanjutan 100 mcg/kg bila tidak ada reaksi perbaikan.

Interaksi .Dengan Makanan : - Pengaruh . setelah 24 jam.Dengan Obat Lain : Nalokson menurunkan efek analgesik narkotik. Kontraindikasi hipersensitif terhadap Nalokson Efek Samping Mual dan muntah pernah dilaporkan namun jarang.5-5. Nalokson hidroklorida mungkin stabil selama 24 jam. Sediaan injeksi stabil pada pH 2.opiat mungkin muncul kembali begitu efek nalokson menghilang. Tremor dan hiperventilasi yang disebabkan oleh kesadaran kembali yang tiba-tiba terjadi pada beberapa pasien yang menerima nalokson untuk overdosis opiat. pada pasien yang menerima nalokson hidroklorida parenteral dengan dosis di atas dosis yang biasa direkomendasikan.004 mg/mL (4mcg/mL). Stabilitas Penyimpanan Sediaan injeksi harus disimpan pada suhu 15-30°C dan terlindung dari cahaya. Jika telah dilarutkan dalam dektrosa 5% atau NaCl 0. hipotensi. Nalokson mengantagonis efek sedasi atau tertidur yang dipicu oleh opiat. larutan yang tidak digunakan harus dibuang. . Efek samping kardiovaskular terjadi pada kebanyakan pasien paska operasi dengan riwayat penyakit kardiovaskular atau pada pasien yang mengkonsumsi obat dengan efek yang mirip dengan efek kardiovaskular. namun keterkaitannya belum diketahui. Meski keterkaitannya belum diketahui dengan pasti. takikardia dan fibrilasi ventrikular dan edema paru dilaporkan kadang terjadi pada pasien yang diberikan nalokson hidroklorida paska operasi. Nalokson tidak mengakibatkan toleransi atau ketergantungan fisik maupun psikologis. hipertensi.9% sehingga konsentrasi menjadi 0.

sehingga harus digunakan secara hati-hati pada ibu menyusui.. diperkirakan nalokson mempunyai afinitas tertinggi terhadap reseptor µ.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Kecepatan respirasi. ketergantungan fisik pada opioid (memicu gejala putus obat). nyeri. lama kerjanya singkat. . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Sediaan mungkin mengandung metil dan propil parabean Mekanisme Aksi Mekanisme yang pasti dari aktivitas antagonis opiat dari nalokson tidak diketahui dengan pasti.Terhadap Kehamilan : Faktor resiko C (Obat dapat diberikan hanya jika manfaat pemberian melebihi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap fetus).Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui apakah terdistribusi dalam ASI atau tidak. tekanan darah Bentuk Sediaan Cairan Injeksi Peringatan Penyakit kardiovaskuler atau pasien yang menerima obat kardiotoksik. Nalokson kemungkinan berperan dalam antagonis kompetitif pada reseptor opiat µ.Terhadap Anak-anak : - . dan S pada sistem saraf pusat. detak jantung. . K. . iritabilitas (efek kardiovaskuler yang negatif telah dilaporkan).

mengurangi iritasi vagina ringan Dosis.tasikmalayakota.Sifat Fisikokimia .Keterangan : : : - Golongan/Kelas Terapi Desinfektan dan antiseptik Nama Dagang Indikasi Antiseptik ekstrnal dengan spektrum mikrobisidal untuk pencegahan atau perawatan pada infeksi topikal yang berhubungan dengan operasi.Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka IONI 2000 AHFS 2005 Farmakope Indonesia IV http://dinkes. luka sayat.html Povidon Yodida Deskripsi . lecet.Nama & Struktur Kimia . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Antiseptik : berikan pada daerah luka sesuai kebutuhan.go. Iritasi Vagina : berikan larutan sekali .id/index.php/informasi-obat/325-nalokson.

Efek lokal : edema.sehari selama 5-7 hari. rash. virus dan sporozoa. Povidon iodin diabsorbsi secara sistemik sebagai iodin.Terhadap Anak-anak : - . Interaksi . rute pemberian dan karakter kulit.Dengan Makanan : - Pengaruh . Farmakologi Suatu bahan organik dari bahan aktif polivinil pirolidon yang merupakan kompleks iodine yang larut dalam air. Juga dapat timbul sensitisasi walaupun jarang. pruritus. jamur.Terhadap Ibu Menyusui : - . Bekerja sebagai bakterisida yang juga membunuh spora. iritasi. jumlahnya tergantung konsentrasi. Kontraindikasi Reaksi hipersensifitas terhadap yodium Efek Samping Pada penggunaan untuk luka bakar yang luas dapat timbul metabolik asidosis.Dengan Obat Lain : - .Terhadap Kehamilan : - . Stabilitas Penyimpanan Simpan terlindung dari cahaya.

Pijat-pijatlah selama kurang lebih 5 menit ambil disiram-siram dengan sedikit air. Hati-hati pemberian pada wanita hamil dan menyusui 2. Salep Peringatan 1. Dalam keadaan dimana . 5.. b. Jangan di minum/ditelan. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien 1. 4. Jauhkan dari jangkauan anak 6. Adalah sangat berbahaya bila menggunakan obat tanpa resep dokter. kemudian urapi dengan obat. Krim. Segeralah ke dokter bila timbul bercak-bercak merah seperti terbakar. Cara pemakaian : a. Awas : jangan diminum/ditelan. obat kumur : Obat langsung dipakai untuk berkumur-kumur-kumur selama lebih kurang 30 menit. 3. 2. Hati-hati bila digunakan untuk mengobati luka bakar yang luas ada kemungkinan terjadi absorbsi sistemik yang beresiko asidosis metabolic serta gangguan faal ginjal.radang pada pangkal tenggorokan.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Obat Kumur. Basahilah kulit yang akan dibersihkan dengan air secukupnya. Pembersih kulit. Kemudian cucilah dan bilas sampai bersih. Cairan Pembersih Kulit. Disimpan pada temperatur kamar.

4]thiazepin-11-yl-lpiperazinyl)ethoxy]ethanol fumarate. mania akut yang berkaitan dengan gangguan bipolar.C4H4O4 ::- Golongan/Kelas Terapi Psikofarmaka Nama Dagang Indikasi Shcizofrenia.Sifat Fisikokimia . 2-[2-(4-Dibenzo[b.php/informasi-obat/347-povidon-yodida. (C21H25N3O2S)2. jamur. Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka http://dinkes. Mekanisme Aksi Povidon iodin adalah germisidal spektrum luas yang aktif terhadap bakteri. autis dan psikosis pada anak .html Quetiapin Deskripsi . protozoa dan spora. bacalah indikasi obat serta aturan pakai yang tertera pda label secara cermat.id/index.Keterangan : Quetiapine fumarate.anda terpaksa harus menggunakan obat tanpa resep dokter.f][1.tasikmalayakota.Nama & Struktur Kimia .go. Ikutilah aturan pakainya secara tertib.

awal: 25 mg/hari naikkan 25-50 mg/hari sampai ke dosis efektif berdasarkan respons klinik dan toleransi pasien. Buat penyesuaian berikutnya sebanyak 25-50 mg sehari 2 kali. Rentang dosis lazim: 400-800 mg/hari. : 1. alfa 1 dan alfa2 adrenergik. Dosis lazim pemeliharaan berkisar 300-800 mg/hari. naikkan sampai target dosis 300-400 mg dibagi dalam 2-3 dosis. histamin H1. naikkan 100mg/hari ke 200 mg sehari 2 kali pada hari ke 4.6-5. dosis lazim : 50-200 mg/hari. mungkin bekerja melalui kerja antogonis pada reseptor dopamin D2 dan serotonin tipe 2 (5-HT2). Dewasa: Shcizofrenia/psikosis : awal : 25 mg sehari 2 kali. 25 mg sehari dua kali. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Anak dan remaja : Autis : 100-350 mg/hari( 1. naikkan bertahap sampai 450 mg/hari.2 mg/kg/hari). Waktu paruh eliminasi rata-rata sekitar 6 jam di akhir. Sedangkan kerja antagonis pada alfa adrenergik menimbulkan hipotensi ortostatik.Dosis. Ikatan protein 83%. dopamin D1 dan D2. antagonis H1 mengakibatkan somnolen. Obat ni mengantagonis beberapa reseptor di otak: serotonin 5-HT1A. Vd 10±4 l/kg. Farmakologi Mekanisme kerja belum diketahui pasti. Diperlukan penyesuaian dosis pada gangguan hati. Orang tua : Diperlukan penyesuaian dosis. bila dapat ditoleransi.5 jam. metabolisme terutama di hati lewat CYP3A4 membentuk metabolit yang tidak aktif. tidak mempengaruhi reseptor kholinergik dan benzodiasepin. Mania : Awal : 50 mg sehari 2 kali pada hari pertama. 73% . Tmaks. psikosis dan mania: awal. Absorpsi oral cepat. naikkan 25-50 mg sehari 2-3 kali pada hari kedua dan ketiga. 5-HT2. ekskresi lewat urin. Bioavailabilitas 9%±4%. dapat ditingkatkan sampai target dosis 800 mg/hari sampai hari ke 6 dengan peningkatan = 200 mg/hari. Tidak diperlukan penyesuaian dosis pada insufisiensi ginjal. bioavailabilitas relatif tablet terhadap larutan 100%. Kerja antagonis pada dopamin dan 5-HT2 menjelaskan beberapa efek quetiapin.

Endokrin & metabolisme : peningkatan kolesterol. depresi SSP berat. somnolens. palpitasi. Mata: amblifobia (penglihatan kabur). lemah. Lain-lain : diaforesis (berkeringat). . penyakit hati berat. demam. muntah. dispnea. <!% dalam bentuk utuh. ALT dan GGT Otot-saraf : disartria. < 1% (hanya yang berbahaya) : Agranulositosis. pusing sakit kepala. tremor. 1%-10% : Kardiovaskular :hipotensi postural. udem perifer SSP : cemas. penekanan sumsum tulang. hipertonia. nyeri belakang. Stabilitas Penyimpanan Kontraindikasi Hipersensitif terhadap quetiapin atau komponen-komponen lain formulasi. Efek Samping > 10% : SSP : agitasi. dispepsia (bergantung dosis). lewat feses 20%. takikardia. anafilaksis. hiperlipidemia. faringitis. Saluran cerna : nyeri perut (bergantung dosis). hiperglikemia. diabetes melitus. batuk. koma. nyeri. Darah : leukopenia. Pernafasan : rinitis. hiponatremia. gastroenteritis. xerostomia (mulut kering). sindroma seperti flu. diskrasia darah. konstipasi. Hati : peningkatan AST.sebagai metabolit. peningkatan trigliserida Saluran cerna: penambahan berat badan (bergantung dosis). anoreksia. Kulit : rash .

. Pengaruh . anti hipertensi dapat dikuatkan oleh quetiapin. rabdomiolosis (lisis otot skelet). klaritromisin. perpanjangan interval QT. Asam valproat meningkatkan serum plasma maksimum rata-rata 17%. peningkatan selera makan. rash. SIADH (syndrome of inappropriate antidiuretic hormone ). . Tioridfazin meningkatkan bersihan quetapin sehingga kadar di serum menurun. sindroma Steven Johnson. Metoklopramid dapat meningkatkan sindroma ekstra piramidal. neutropenia. Valerian. isoniasid. Makanan dapat meningkatkan konsentrasi puncak dan AUC. Simetidin meningkatkan kadar quetapin di darah. St John's wort. siprofloksasin. Interaksi .Terhadap Hasil Laboratorium : - . kava-kava. tidak direkomendasikan . Dicurigai bersifat teratogenik. verapamil meningkatkan serum quetapin hingga 335%. leukositas. Efek obat-obat yang bekerja di pusat.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. gerakan yang tidak disadari.hipotiroid.Dengan Makanan : Etanol dapat meningkatkan gangguan kognitif/fungsi motorik. diklofenak. sedatif. nevirapin. eritromisin. propofol. nafsilin. peningkatan salivasi. karbamasepin. etanol. vertigo. kuinidin.Dengan Obat Lain : Quetiapin. protease inhibitor. fenobarbital. fenitoin menurunkan efek quetiapin. Antifungi golongan azol. diskinesia tardif (gangguan gerakan yang disadari yang tetap ada walau obat dihentikan). nikardipin. gotu kola dapat meningkatkan efek depresi SSP.Terhadap Anak-anak : - . doksisiklin. meningkatkan efek lorazepam. Aminoglutetimid. fotosensitifitas.Terhadap Ibu Menyusui : Ekskresi ke ASI tidak diketahui.

Obat ini mengantagonis beberapa reseptor di otak : serotonin 5-HT1A. jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari. histamin H1. Sedangkan kerja antagonis pada alfa adrenergik menimbulkan hipotensi ortostatik. tidak mempengaruhi reseptor kholinergik dan benzodiasepin. Peringatan Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Obat ini untuk mengobati gangguan psikosis seperti sizoprenia. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/mengganggu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. Mekanisme Aksi Mekanisme kerja belum diketahui pasti. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. 100 mg. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua. tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. segera minum obat bila lupa. antagonis H1 mengakibatkan somnolen. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari. alfa 1 dan alfa2 adrenergik. 5-HT2. 200 mg. Kerja antagonis pada dopamin dan 5-HT2 menjelaskan beberapa efek quetiapin. dopamin D1 dan D2.Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet 25 mg. mungkin bekerja melalui kerja antogonis pada reseptor dopamin D2 dan serotonin tipe 2 (5-HT2). .

tasikmalayakota. Martindale:The complete drug reference.USPDI 17th ed.al.Sifat Fisikokimia .Keterangan : : 1-[5-(hydroxymethyl). :- Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . Lexicomp 2005. LacyCF. Kelarutan stavudin dalam air pada suhu 230C adalah sekitar 83 mg/mL. drug Information handbook international. The United States Pharmacopeial Convention. Et. 34th ed.html Stavudin Deskripsi .Staviral . Advice for the patient Drug Information in Lay Language .Zerit Indikasi Untuk mengobati HIV dengan dikombinasikan dengan antiviral lain . Rand http://dinkes.4-dione.Nama & Struktur Kimia ..al.Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC.php/informasi-obat/352-quetiapin. C10H12N2O4 Stavudin merupakan kristal solid berwarna putih. Et. Pharmaceuticall Press 2005.go.2.Inc.id/index.5-dihydrofuran-2-yl] -5-methyl-1H-pyrimidine2.

. < 60 kg 15 mg setiap 12 jam. > 30 kg merujuk dosis dewasa .>= 60 kg 20 mg setiap 24 jam.Bayi baru lahir: – 13 hari 0.>= 60 kg. 20 mg setiap 12 jam. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis : . Cl 10 – 25 ml/menit.6 jam Waktu puncak : 1 jam Ekskresi : melalui urin 40% sebagai obat yang tidak berubah Stabilitas Penyimpanan Kapsul dan serbuk untuk rekonstitusi dapat disimpan dalam temperatur ruang. Larutan rekonstitusi harus dibekukan dan stabil dalam 30 hari.Bila terjadi toksisitas yaitu munculnya neuropaty hentikan pengobatan sampai gejala menghilang .Anak-anak > 14 hari dan < 30 kg: 1 mg/kg setiap 12 jam.5 L/kg Bioavailability : 86. Untuk dewasa Cl > 50 ml/menit >= 60 kg 40 mg setiap. . 30 mg setiap 12 jam.5 mg/kg setiap 12 jam .Lansia : Dosis disesuaikan dengan keadaan ginjal dan monitor simptom neuropathy Farmakologi Distribusi : Va : 0. bila muncul efek lagi hentikan.Kemudian dilanjutkan dengan dosis 50%. 12 jam < 60 kg. < 60 kg 15 mg setiap 12 jam. .Dosis pada kerusakan ginjal: untuk Anak-Anak tidak dianjurkan.< 60 kg: 30 mg setiap 12 jam .Dewasa: >= 60 kg: 40 mg setiap 12 jam . Cl 26 – 50 ml/menit.4% Metabolisme: mengalami fosforilasi intraselular menjadi bentuk tidak aktif T½ eliminiasi : 1-1.Dosis.

macam-macam : peningkatan amilase 1% . .ribavirin. kerusakan hati. panas. sistem saraf dan kulit. tidak dapat tidur. kulit-rash.zalcitabine. sakit perut. pankreatitis dan hepatotoksik . menurangi foforilase intraseluler . muntah. myalgia. bisa digunakan dengan perhatian . mengurangi fosforilasi intraseluler. anoreksia. hepatitis. laktat asidosis.10% Pada hati : Peningkatan bilirubin. saluran pencernaan : mual. thrombositopenia Interaksi . bisa digunakan dengan perhatian.Kontraindikasi Hipersensitif terhadap stavudin atau komponen lain dalam sediaan Efek Samping Dibanding dengan lamivudin efek neuropathy stavudin lebih besar. mengurangi fosforilasi intraseluler. hepar peningkatan transaminase.Dengan Obat Lain : Terjadi peningkatan efek bila dikombinasi dengan: . alergi. redistribution fat. Pengurangan efek terjadi bila: . hepatic steanosis.Dengan Makanan : - Pengaruh . anemia.hidroksi urea. pancreatitis.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C .doxorubisin. neuropati perifer. peningkatan neuropati perifer.zidovudin. hepatomegali. leukopenia. diare. Laporan kasus sesudah dipasarkan. > 10% Pada susunan saraf pusat : Sakit kepala.

walau dalam kasus yang fatal. didanosin. kontraindikasi untuk ibu menyusui . penekanan terhadap tulang belakang atau neuropati perifer. 30 mg. didanosin dan hidroksiurea. neuropati.Ibu hamil meningkat resikonya dengan muncul laktat asidosis dan kerusakan hati. Pada pasien suspek laktat asidosis. Risiko akan bertambah bila gemuk. memperpanjang dampak nukleosid. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien . Suspek pankreatitis muncul untuk penggunaan dari stavudin. Zidovudin dikombinasikan dengan stavudin. zalcitabin. Penggunaan stavudin dihentikan bila muncul laktat asidosis..Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui efek masuknya ke dalam ASI. 20 mg. Neuropati perifer dapat berkurang dengan pengurangan dosis. 40 mg Puyer Untuk Larutan Oral. Risiko semakin meningkat bila digunakan bersama didanosin dan hidroksi urea.Terhadap Anak-anak : - . atau pada pasien perempuan. angka kekuatan viral dan angka CD4 Bentuk Sediaan Kapsul 15 mg.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Monitor fungsi liver. yang nampak maupun simptom. 1 mg/ml (200 ml) Peringatan Hati-hati bila digunakan pada pasien yang hipersensitif pada stavudin.Pihak industri menyarankan bila muncul kelemahan dari motorik maka penggunaan dihentikan.

php/informasi-obat/377-stavudin.Lakukan diskusi degan pasien mengenai frekuensi pemberian obat. dan efek samping untuk menjamin kepatuhan pasien. AHFS DRUG. (DIH). nukleosida reverse transcriptase Monitoring Penggunaan Obat Simptom yang ada.yang bergantung Dpada DNA polimerase.html Vekuronium Deskripsi . C34H57BrN2O4 ::- Golongan/Kelas Terapi Relaksan Otot Perifer dan Penghambat Kolinesterase Nama Dagang Indikasi . Mekanisme Aksi Stavudin adalah analog thymidin. yang mempengaruhi viral DNA HIV.17ß-Diacetoxy-2piperidino-5a androstan-16 ß-yl)-1methylpiperidium. 2005 http://dinkes. terutama untuk mencegah resistensi yang emergensi. angka viral load dan CD4 Daftar Pustaka Drug information hand book.Sifat Fisikokimia . 2006.Nama & Struktur Kimia .id/index.Keterangan : 1-3(3alfa.go.tasikmalayakota. menghambat replikasi virus. neuropati.hasil laboratorium dari fungsi hati.

Efek Samping Bradikardia.Dan ini tentu mengarah pada aktivitas vekuronium dosis tinggi tidak menghasilkan efek samping pada vaskular. Dimetabolisme juga oleh otot liver dan metabolit itu merupakan penghambat neuromuscular.Juga dapat menghindari efek kardiovaskular. kemerah-merahan. Bronkospasma dan reaksi anafilaktoid juga telah dilaporkan.Relaksan otot untuk jangka pendek sampai sedang. sindrom miopati. Vecuronium bromida memiliki aktivitas dengan melepaskan histamin meskipun reaksi lokal pada lokasi injeksi telah dilaporkan. takikardia. Pemberian vekuronium secara intravena akan didistribusikan dengan cepat. Kontraindikasi Pasien hipersensitif terhadap vekuronium dan komponen lain dalam sediaan. edema. myositis (pada penggunaan jangka panjang). Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dengan Injeksi Intravena Dewasa : 80-100 mcg/kg bb . dosis pemeliharaan 20-30 mcg/kg bb tergantung dari respon klinik. Infus IV:50-80 mcg/kg bb diawali dengan injeksi IV 40 – 100 mcg/kg bb. Farmakologi Dengan dosis biasa onsetnya kurang lebih 1-3 menit dan berakhir 20-30 menit. Perhatian dibutuhkan pada pasien penderita hepatitis dan gangguan ginjal. Interaksi . Dosis. Stabilitas Penyimpanan Penyimpanan : Pada temperatur (15 – 25)°C dalam wadah kedap udara dan jauhkan dari cahaya. hipotensi. Penyesuaian dosis juga dibutuhkan pada bayi dan pada pasien gagal ginjal. reaksi hipersensitif. gatalgatal. Neonatus dan bayi usia 4 bulan :dosis awal 10-20 mcg/kg bb lalu dinaikkan sampai efek yang diharapkan. kolaps sirkulasi. quadriplegik akut. rash.

kuinidin. klindamisin. ketamin.Dengan Makanan : - Pengaruh . makrolida. calcium channel bloker. imipenem.Terhadap Ibu Menyusui : Distribusi venkuronium pada air susu tidak diketahui. magnesium sulfat. gunakan dengan perhatian. tetrasiklin dan vankomisin. beta bloker. . . bayi dan pada pasien gagal ginjal Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus .Dengan Obat Lain : Efek vekuronium meningkat dengan adanya aminoglikosida. lidokain. prokainamida.Terhadap Anak-anak : - .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C . diuretik loop (furosemid).. denyut jantung Bentuk Sediaan Injeksi 4 mg/ml Peringatan Perhatian dibutuhkan pada pasien penderita hepatitis dan gangguan ginjal.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tekanan darah. anestesi halogen. Penyesuaian dosis juga dibutuhkan pada ibu hamil. Obat harus dihindari atau digunakan dengan hati-hati dalam kehamilan karena dengan pemberian dosis tinggi dapat menyebabkan miastenia gravis pada bayi . kuinolon.

Mengingat pemberian obat ini dilakukan melalui /oleh dokter anestesi. Ketokonazol mempunyai pKas 2.Sifat Fisikokimia Sinonim : cis-1-Acetyl-4-(4-((2-(2. Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi .Keterangan : Ketokonazol adalah suatu sintetik derivatif imidazol.go. Perlu sarana dan keahlian khusus.4-dichlorophenyl)-2-(1H-1M-idazol: 1-ylmethyl)-1.Nama & Struktur Kimia .id/index.al.php/informasi-obat/402-vekuronium.tasikmalayakota. Pharmaceutical Press 2005 http://dinkes.9 hingga 6. Larut dalam DMSO atau kloroform . Mekanisme Aksi Mencegah terikatnya asetilkolin pada reseptor pada motor endplate. Et.3-dioxolan-4-yl) methoxy) phenyl)-piperazine.5.. C26H28N4O4Cl2 Ketokonazol berupa serbuk putih hingga sedikit abu-abu dan praktis : tidak larut dalam air. 34th ed. suatu senyawa antifungal azole. maka informasi tidak langsung diberikan pada pasien. Martindale:The complete drug reference. menghambat depolarisasi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Sweetman SC.Informasi Pasien Pemakaian terbatas untuk kasus tertentu.html Ketokonazol Deskripsi .

maksimum 400 mg sehari (untuk pasien lanjut usia 200 mg sehari) .Interzol .Nama Dagang .Zoralin . Pengobatan profilaksis dan pemeliharaan pada pasien immunosuppresi 200 mg sehari. air susu ibu. saliva.Mycozid .Funet . dan testes.Profungal .Muzoral .Formyco .Katoconazol (Generik) . 400 mg sekali sehari bersama makanan selama 5 hari. kulit dan jaringan lunak.Thicazol .Zoloral Indikasi Mycoses sistemik. Candidiasis vaginal kronik yang resisten. serumen. mycoses gastrointestinal yang resisten.Wizol . sejumlah kecil saja yang dapat masuk ke dalam cairan serebrospinal Ikatan protein : 93% hingga 96% Metabolisme : melalui hepatik sebagian via CYP3A4 menjadi bentuk senyawa yang tidak aktif Bioavailability : terjadi penurunan bila pH lambung meningkat T½ eliminasi : Biphasic : awal : 2 jam . urin. dapat menembus sawar darah otak (bood brain-barrier)dalam jumlah kecil. feses. empedu. infeksi dermatofit pada kulit dan kuku tangan (tidak pada kuku kaki). Anak-anak 3 mg/kg sehari. kandidiasis vaginal kronik yang resisten. sebum. terminal : 8 jam .Fungasol . profilaksis mikosa pada pasien immunosupresan. jika setelah 14 hari respon tidak memadai lanjutkan hingga sedikitnya 1 minggu setelah gejala hilang dan hasil kultur negatif .Mycoral . Cara Pemberian dan Lama Pemberian 200 mg sekali sehari bersama makanan. Farmakologi Absorpsi : Oral : absorpsi cepat (~ 75%) Distribusi : terdistribusi dengan baik dalam cairan sendi yang mengalami inflamasi. Dosis. biasanya selama 14 hari. kandidiasis mukokutaneous kronik yang resisten.Nizoral . tendon.

alopecia. fotofobia. mexiletine. propanolol. alkaloid ergot. calsium channel blocker. 2A6 (moderate) . teofilin. dekstrometorfan. jarang terjadi angioedema.amfetamin. citalopram. 3A4 (kuat).doxetacel. serum: 1-2 jam Ekskresi : Feses (57%). paraesthesia . Mesoridazine dan tioridazin dikontraindikasikan dengan penghambat CYP2D6 kuat. buspiron. beta blocker. antidepresan trisiklik. digoksin. nyeri abdomen. pioglitazon. busulfan. dexmedetomidin. pusing . 2B6 (lemah). HMG-CoA reductase inhibitor (lovastatin dan simvastatin) dan pimozide dikontraindikasikan dengan penghambat CYP3A4 kuat. warfarin. fenitoin. tioridazin. diazepam. Ketoconazol dapat meningkatkan efek/kadar serum amiodaron . trombositopenia.lovastatin. resiko hepatitis lebih tinggi pada pemakaian lebih dari 14 hari. sakit kepala. rosiglitazon.midazolam. anestesi inhalasi.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: substrat CYP3A4 (major). ritonavir. lidokain. cisaprid. mutah. atau 3A4. 2C8/9 (kuat). fluoksetin. urin (13%) Stabilitas Penyimpanan Tablet ketoconazol harus dilindungi dari kelembaban dan disimpan dalam wadah tertutup rapat pada suhu 15 – 25°C Kontraindikasi Kerusakan hati. paroxetin. pruritus . ropinirol. venlafaksine. nateglinid. Meningkatkan efek/toksisitas: karena menghambat CYP3A4 ketokonazol kontraindikasi dengan cisaprid. benzodiazepin. mesoridazin. 2D6. mirtazapin. risperidon. sertraline. Interaksi . takrolimus. kehamilan dan menyusui Efek Samping Mual. 2C19 (moderate). 2A6. ruam. 2C8/9. trimetreksate.simvastatin dan triazolam karena dapat meningkatkan toksisitas senyawa ini. kerusakan berat pada hati . metusuksimid. fluvoksamine. Jika digunakan dengan . vinblastin. trifluoperazin. nefazodon. zolpidem dan substrat CYP1A2. Benzodiazepin tertentu ( midazolam dan triazolam) . sirolimus. 2C19. glipizideifosfamid. glimepirid. urticaria. 2D6 (moderate).Waktu untuk mencapai kadar puncak. vinkristin. menghambat CYP1A2 (kuat). ginecomastiadan oligosperma .

Faktor risiko : C . nevirapin. fenobarbital. antasida. Menurunkan efek oral : absorpsi dipengaruhi oleh keasaman lambung. Jangan diberikan bersamaan dengan rifampin. diperlukan penyesuaian dosis untuk sildenafil dan penghambat PDE-5 yang lain.Terhadap Kehamilan : Produsen menyatakan adanya teratogenisitas pada studi hewan.Terhadap Anak-anak : - . St. rifampisin dan inducer CYP3A4 yang lain. oksikodon. antagonis H2 (simetidin.Dengan Makanan : Kadar puncak serum ketokonazol dapat diperpanjang jika digunakan bersama makanan. karbamazepin. penggunaan obat harus dihindari pada wanita hamil. hidrokodon. fenytoin.penghambat CYP3A4 kuat. lansoprazol. nafcillin. John’s wort dapat menurunkan kadar ketokonazol Pengaruh . Efek/kadar ketokonazol diturunkan oleh aminoglutetimid. rabeprazol) dan sukralfat dapat secara signifikan menurunkan bioavailabilitas yang mengakibatkan kegagalan terapi dan sebaiknya tidak digunakan secara bersamaan. Efikasi kontrasepsi oral dapat diturunkan (data terbatas). nizatidin dan ranitidin). Penurunan kadar serum dengan didanosin dan isoniazid.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Tes fungsi hati . Ketokonazol dapat menurunkan kadar/efek substrat prodrug CYP2D6 (seperti: kodein. famotidin . Ketokonazol terdistribusi dalam air susu ibu.Terhadap Ibu Menyusui : Produsen menyarankan untuk menghindari penggunaan obat. inhibitor pompa proton (omeprazol. . tramadol) .

Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. juga menghambat sintesis androgen. kecuali atas saran dari dokter atau apoteker. hubungi dokter atau apoteker Mekanisme Aksi Mempengaruhi permeabilitas dinding sel melalui penghambatan sitokrom P450 jamur. menghambat biosintesa trigliserida dan fosfolipid jamur. umur dan berat badan.Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Monitoring fungsi hati secara klinik dan biokimiawi untuk pengobatan yang berlangsung lebih dari 14 hari dengan melakukan tes fungsi hati sebelum memulai pengobatan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekwensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker. Gunakan tablet 2 jam lebih dulu sebelum antasida untuk mencegah penurunan absorpsi disebabkan oleh pH lambung yang tinggi . menghambat beberapa enzim pada jamur yang mengakibatkan terbentuknya kadar toksik hidrogen peroksida. Jika pasien lupa minum obat. Digunakan bersama dengan makanan atau susu untuk menurunkan efek samping pada saluran cerna. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. . Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. Hindari pada pasien porfiria Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. segera mungkin minum obat setelah ingat. seperti kondisi pasien. kecuali atas anjuran dokter. setelah 14 hari pengobatan kemudian selang sebulan sekali.

klindamisin Hydrokloride. serbuk amorphous warna putih atau keputih-putihan. Kelarutan klindamisin phosphate dalam air : 400 mg/ml pada suhu 25°C. Perbedaan struktur dengan lincomycin adalah terdapatnya substitusi atom chlorin pada 7-hydroxil dan inversi (pembalikan) 7: carbon.php/informasi-obat/289-ketokonazol. . palmitate hydrokloride.Sifat Fisikokimia : Diperdagangan klindamisin berada dalam bentuk klindamisin hydrochloride. pKa klindamisin adalah 7. fosfate berturut-turut merupakan serbuk kristal berwarna putih.Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes.tasikmalayakota. klindamisin palmitate hydrochloride.45.html Klindamisin Deskripsi . serbuk kristal hygroskopis warna putih atau keputih-putihan dengan masing-masing mempunyai bau yang khas dan larut dalam air.Nama & Struktur Kimia . klindamisin phosphate.go.Keterangan : Klindamisin merupakan antibiotik semisintetik turunan dari linkomisin Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi .id/index.

Clinbercin .Clinium . Klindamisin hanya digunakan secara terbatas karena efek sampingnya yang serius. Meskipun timbulnya kolitis yang berkaitan dengan penggunaan antibiotika dapat terjadi pada penggunaan sebagian besar antibiotika.Probiotin .Clinmas . dosis tunggal pada pemberian infus intravena tidak boleh lebih . 0.Librodan . dapat dinaikkan hingga 450 mg setiap 6 jam pada infeksi berat . Pada infeksi oral.Biodasin . namun kondisi ini lebih sering terjadi pada penggunaan klindamisin.Zumatic .Opiclam .Klindamisin (Generik) . Efek toksik yang paling serius adalah timbulnya kolitis yang dapat berakibat fatal dan sangat umum terjadi pada usia setengah baya dan pada wanita usia lanjut . pada infeksi yang mengancam jiwa dosis dapat dinaikkan hingga 4.Anerocid . Klindamisin direkomendasikan pada infeksi staphylococcus tulang dan sendi seperti osteomyelitis dan intraabdominal sepsis. Klindamisin digunakan untuk profilaksis endokarditis pada pasien yang alergi terhadap penisilin.Dalacin C/Dalacin C Phosphat .Albiotin .Cindala .7 g sehari (dalam 2 – 4 dosis terbagi) .Clindexin .Clinidac . 150 -300 mg setiap 6 jam.Nufaclind .Klindamisin OGB Dexa . Dosis. klindamisin sebaiknya tidak digunakan secara secara rutin untuk mengobati infeksi oral. anak-anak 3-6 mg/kg setiap 6 jam.6 – 2.Daclin-300 .Prolic Indikasi Klindamisin aktif melawan kuman kokus gram positif .Indanox . karena tidak lebih efektif daripada golongan penisilin melawan anaerob dan kemungkinan terdapat reisistensi silang dengan bakteri resisten eritromisin.Climadan . terutama sesudah operasi.Clinjos . termasuk staphylococus yang resisten terhadap penisilin dan juga melawan beberapa bakteri anaerob terutama bacteroides fragilis.Lando . pemberian dosis tunggal yang melebihi 600 mg hanya boleh diberikan secara infus intravena.Lindan .Lindacyn .Dacin .8 g sehari.Comdasin . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Peroral. Injeksi intramuscular dalam atau infusi intravena. Obat ini terkonsentrasi dalam tulang dan diekskresi melalui empedu dan urin.Ethidan .Nama Dagang .

dihindari injeksi yang mengandung benzil alkohol pada neonatus Efek Samping Diare (hentikan pengobatan).6-5. menembus plasenta . 15 – 40 mg/kg sehari dibagi dalam 3 – 4 dosis . Full-term: 3. Dewasa : 1. Anak-anak diatas 1 bulan.6 jam . kolitis yang berkaitan . mual. perut tidak enak.7 jam .2 g. jumlah obat dalam cairan serebrospinal tidak signifikan bahkan pada inflamasi meninges (selaput otak) . serum : Oral : dalam 60 menit.3 jam (rata-rata : 2-3 jam) Waktu untuk mencapai kadar puncak.dari 1. setelah larutan direkontitusi . infeksi berat . masuk ke dalam air susu Metabolisme : hepatik Bioavailability : Topical: < 1% T½ eliminasi (half-life elimination) : Neonatus : Premature: 8. larutan oral stabil selama 2 minggu pada suhu kamar 20°C hingga 25°C (68°F hingga 77°F) Larutan topikal : Simpan pada suhu kamar 20°C hingga 25°C (68°F hingga 77°F) Ovula : simpan pada suhu kamar 15°C hingga 30°C (68°F hingga 77°F) Kontraindikasi Diare. Oral : Cepat (90 %) Distribusi : Konsentrasi tinggi pada tulang dan urin. muntah. IM 1-3 jam Ekskresi : Urin (10%) dan feces (~ 4%) sebagai obat aktif dan metabolit Stabilitas Penyimpanan Kapsul : Simpan pada suhu kamar 20°C hingga 25°C Krim : Simpan pada suhu kamar IV : larutan infus dalam larutan NS atau D5W stabil selama 16 hari pada suhu kamar Larutan oral : Larutan oral yang telah direkonstitusi jangan disimpan pada refrigerator (suhu dingin) . minimal 300 mg sehari tanpa memperhitungkan berat badan Farmakologi Absorpsi : Topical : ~ 10 %. oesophagitis.

dengan penggunaan antibiotika.Terhadap Ibu Menyusui : Kemungkinan hanya sejumlah kecil berada pada air susu ibu. Cairan Inj Peringatan . monitor kolitis dan pengobatan terhadap gejala yang timbul. eosinophilia.Terhadap Anak-anak : - . rash. thromboplebitis sesudah injeksi intravena Interaksi .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B .Dengan Obat Lain : - . pruritus. urticaria reaksi anafilaksis. pada pengobatan jangka panjang monitor CBC. Masuk ke dalam air susu ibu . jaundice (penyakit kuning) dan mempengaruhi tes fungsi hati.Dengan Makanan : - Pengaruh . namun diare berdarah dilaporkan terjadi pada 1 bayi. nyeri. eksfoliatif dan dermatitis vesiculobullous. indurasi dan abcess sesudah injeksi intramuscular. tes fungsi hati dan renal secara periodik Bentuk Sediaan Kapsul.Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Observasi perubahan pada usus. syndrom Stevens-Johnson. neutropenia. agranulositosis dan trombositopenia.

kerusakan ginjal. Mekanisme Aksi . Jika anda mempunyai pertanyaan tentang obat ini. hindari pemberian intravena secara cepat. segera mungkin minum obat setelah ingat. Kapsul harus ditelan dengan segelas air. Jangan menghentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. kerusakan hati. seperti kondisi pasien. apoteker atau petugas kesehatan yang lain. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/frekuensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau petugas kesehatan. Pastikan hal ini dilakukan. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat segera hubungi tenaga kesehatan. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. dihindari pada pofiria. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Tes laboratorium diperlukan dalam monitoring terapi. nyeri/kram pada lambung atau terdapat darah pada feces segera hubungi dokter. 5) yang dapat menyebabkan alergi pada individu tertentu. umur dan berat badan. menyusui . kecuali atas anjuran dokter. monitoring fungsi hati dan fungsi ginjal pada pengobatan jangka panjang dan pada neonatus dan bayi. kehamilan . kecuali atas saran dari tenaga kesehatan . Jika pasien lupa minum obat. tanyakan pada dokter. Gunakan obat hingga habis. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini.Pasien harus segera menghentikan pengobatan jika timbul diare atau kolitis. Jangan diberikan pada orang lain. Tanda-tanda ini merupakan efek samping yang serius. Tanyakan hal ini pada petugas kesehatan atau apoteker. Jangan mengobati diare sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter. Beberapa sediaan mengandung tartrazine (FD & C Yellow No. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan eliminasi bakteri menjadi tidak sempurna dan dapat mengakibatkan infeksi kambuh kembali. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Pasien segera menghentikan pengobatan jika timbul diare atau kolitis. Jika terjadi diare yang berat.

agak sukar larut dalam kloroform dan dalam . praktis tidak larut dalam air dalam eter dan dalam kloroform. TRIMETHOPRIM (disingkat TMP)Mengandung tidak kurang dari 98. mudah larut dalam asetone dan dalam larutan natrium hidroksida encer.tasikmalayakota.go. letak infeksi dan jenis organisma.0% dan tidak lebih dari 101. larut dalam benzilalkohol. Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. Obat berbentuk serbuk hablur. Monitoring Penggunaan Obat Obsevasi perubahan pada usus.4-diamine.4.0% C14H18N4O3 dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. Kelarutan obat : sangat sukar larut dalam air.html Kotrimoksazol Deskripsi . 5-(3.id/index. monitor colitis dan pengobatan terhadap gejala yang timbul. pada pengobatan jangka panjang monitor CBC .Nama & Struktur Kimia . praktis tidak berbau.5% dan tidak lebih dari 101. C14H18N4O3 : SULFAMETOXAZOLE (disingkat SMX)Mengandung tidak kurang dari 99. tes fungsi hati dan renal secara periodik.0% C10H11N3O3S dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.php/informasi-obat/293-klindamisin. Kelarutan obat. C10H11N3O3S. efek bakteriostatik atau bakterisidal tergantung dari konsentrasi obat. putih sampai putih. mencegah terjadinya ikatan peptida sehingga akan menghambat sintesis protein bakteri.Sifat Fisikokimia 4-amino-N-(5-methylisoxazol-3-yl)-benzenesulfonamide . agak sukar larut dalam etanol.5: trimethoxybenzyl)pyrimidine-2.Terjadi ikatan secara reversibel dengan subunit ribosomal 50S.

Primsulfon . eksaserbasi akut pada bronchitis kronis pasien dewasa yang disebabkan oleh bakteri yang sensistif seperti H.Ulfaprim . otitis media akut pada anak.Bactricid .Moxalas .Trimezol .Zultrop .Erphatrim . or TMP-sulfa) adalah : antibiotik kombinasi antara trimethoprim dan sulfametoksazol.Trimoxsul .Meditrim .Nufaprim .morganii.Merotin . M.Cotrimol . praktis tidak larut dalam eter dan dalam karbon tetraklorida.. pencegahan dan pengobatan Pneumocitis carinii pneumoniae (PCP).Bactrizol .Hexaprim . Untuk pengobatan infeksi severe atau komplikasi ketika penggunaan oral sudah tidak mungkin . .Bactrim .Cotrim . pengobatan entritis yang disebabkan oleh Shigella flexneri atau Shigella sonnei.Sultrimmix . sangat sukar larut dalam etanol dan dalam asetone.Zoltrim .Sulprim .P.Trixzol .Bactoprim Combi . IV.metanol.Ikaprim . Klebsella dan Enterobacter sp.Licoprima .Dumotrim .Xepaprim Indikasi Oral: Untuk pengobatan infeksi saluran urin yang disebabkan E.Keterangan Co-trimoksazol (disingkat SXT.coli.Septrin .vulgaris. traveler diarrhea yang disebabkan oleh enterotoksigenik E.Ottoprim .Fsiprim .atau S.Primadex .mirabilis dan P.coli.Wiatrim .influenzae. Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Infatrim . dalam rasio perbandingan 1 banding 5.pneumoniae. TMP-SMX.

infeksi Nacardia asteroides .8 atau 12 jam selama 14 hari dengan infeksi serius. Infeksi saluran urin pengobatan: oral: 6-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam. demam tifoid. . Pencegahan: oral: 150 mg TMP/m2/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam untuk 3 hari/minggu.dilakukan. Infeksi serius: Oral: 20mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam. IV: 8-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis: dihitung berdasarkan perbandingan dasar obat. Otitis media akut: oral: 8 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam selama 10 hari. dengan panduan : Infeksi ringan – berat: oral. 8-12 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam. 15-20 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam. Anak >2 tahun . Jangan melebihi trimetoprime 320 mg dan sulfametoxazol 1600 mg/hari Shigellosis: Oral: 8 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam selama 5 hari. Seperti yang terdokumentasikan digunakan untuk PCP. Pneumocytis: Pengobatan: oral. shigellosis. dengan komposis sulfametoxazole 800 mg dan trimethoprim 160 mg. IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. Pencegahan: Oral: 2 mg TMP/kg/dosis harian atau 5 mg TMP/kg/dosis dua kali. yaitu digunakan pengobatan empiric PCP pada pasien immunocompromise. IV. mingguan. Dosis.

Diare traveler: oral: 1 tablet setiap 12 jam selama 5 hari. Lamanya pengobatan: tidak ada komplikasi: 3-5 hari. Shigellosis: Oral: 1 tablet setiap 12 jam selama 5 hari. Dosis dewasa. dengan komplikasi: selama 7-10 hari.IV: 15-20 mg TMP/kg/hari dalam 3-4 dosis terbagi. prostatitis: akut:2 minggu. IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6.8 atau 12 jam selama 14 hari untuk infeksi gawat. IV Infeksi kulit: 5mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi.IV: 160 mg TMP dua kali sehari untuk 7-10 hari. Pyelopritis: 14 hari. Infeksi saluran urin : Oral: satu tablet (sulfametoxazole 800 mg dan trimethoprim 160 mg) setiap 12 jam. Sepsis: IV: 20 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam.8.8 atau 12 jam selama 5 hari.IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. Pengobatan: oral. Cyclospora: oral. IV: 8-10 mg TMP/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6. atau 12 jam lebih dari 5 hari. kronik. . Nocardia: oral. Pneumocytis carinii: Profilasis: oral: 1 tablet sehari atau 3 kali/minggu.2-3 bulan. Bronkitis kronis: oral: 1 (satu) tablet setiap 12 jam selama 10-14 hari..

T. ada yang melaporkan selama 7 bulan penggunaan obat. Farmakologi Absorbsi: oral : hampir sempurna. 90-100%. Stabilitas Penyimpanan Simpan pada suhu ruangan (25°C). Sediaan larutan IV. jangan disimpan pada refrigerator/pembeku. Metabolisme: SMX: N-asetilasi dan glukoronidasi. 5 mL/75 D5W stabil untuk 2 jam. Kontraindikasi . simpan pada suhu ruangan jangan disimpan dalam refrigerator dan terlindung dari cahaya langsung. Ikatan protein: SMX. 5 mL/100 D5W stabil untuk 4 jam. cara pelarutannya dan pelarutnya harus sesuai dengan yang telah diinformasikan. 68%.45%. TMX. dan mengalami perpanjangan pada pasien gagal ginjal. 5 mL/125 D5W stabil untuk 6 jam. Lamanya pengobatan masih controversial. efek: secara farmakologis keduanya bervariasi: peningkatan t ½ dan penurunan klirens obat tergantung klirens kreatinin. TMX: menjadi metabolit oksidan hidroksilat. TMP: 6-17 jam. terlindung dari cahaya. T½ eliminasi: SMX: 9 jam. Sediaan suspensi disimpan pada suhu ruangan dan terhindar dari cahaya langsung. serum: antara 1-4 jam. Eksresi obat: dieksresi melalui urin dalam bentuk metabolit dan dalam bentuk utuh.Infeksi gawat (pulmonal/cerebral): 10-15 TMP/kg/hari dalam 2-3 dosis terbagi. max.

angioedema.Hipersensitif pada obat golongan sulfa. Pernafasan : batuk. pansitopenia. pseudomembranous collitis. methemoglobinemia. dermatitis eksfoliatif. SSP : konfusi. peripheral neutritis. anorexia). diuresis. Lain-lain: serum sicknes. anemia megaloblastik karena kekurangan asam folat. bayi dengan usia <2 bulan. ataxia. Neuromuskular dan skeletal : Atralgia. anorexia. Hematologi : Trombositopenia. Dermatologi : Rash. dispepsia. myalgia. gagal ginjal. sindrom stevens-johnson. fotosensitivitas. hipoglikemik. hiperbilirubinemia. kejang. muntah. kolestasis. adanya tanda kerusakan pada hepar pasien. rabdomilisis. diare. ikterus pada janin. Endokrin dan metabolit : miperkalemia (pada penggunaan dosis besar). eosinophiia. necrosis hepatic). demam. stomatitis. urtikaria. SLE (systemic lupus erytomatosus: jarang). efek samping yang jarang dan dapat hilang dengan sendirinya terkait dengan penggunaan cotrimoxazole meliputi : reaksi dermatologi gawat dan hepatotoxic Cardiovascular : Alergi myokarditis. Henochschonlein purpura. Renal : interstisial nephritis. anemia megaloblastik. toxic epidermal necrosis. anemia aplastic. kristaluria. Gastrointestinal : Mual. trimethoprim atau komponen lain dalam obat. depresi. kehamilan Efek Samping Reaksi efek samping yang paling banyak adalah gangguan pencernaan (mual. Interaksi . muntah. profiria. halusinasi. granulositopenia. peningkatan enzim transaminase. pankreatitis. infiltrasi pulmonal. reaksi dermatologi (rash atau urticaria). agranulositosis. gagal ginjal parah. pruritus. neprotosis. hemolisis (dengan G6PD defisiensi). kejadian yang jarang termasuk erytema multiform. Hepatic : Hepatotoxic (hepatitis.

. Penggunaan bersamaan dengan pyrimethamine (dengan dosis >25mg/minggu) kemungkinan dapat meningkatkan resiko terjadinya anemia megaloblastik. rosiglitazon. rifapentine. nateglinid. Meningkatkan kadar obat dapson.Dengan Makanan : Pengaruh . .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C/D. warfarin. Peningkatan efek hiperkalemia pada penggunaan bersamaan obat ACE inhibitor. fenobarbital. Jangan digunakan pada saat term kehamilan untuk menghindari terjadinya ikterus pada bayi. sertalin. penggunaan selama proses kehamilan hanya jika terjadi resiko obesitas pada janin. pioglitazone. reseptor antagonis angiotensin atau diuresis hemat kalium. Trimethoprim: inhibitor CYP2C8/9 (moderat) Meningkatkan efek toksik: Meningkatkan efek toksis dari metotreksat Meningkatkan kadar obat procainamide. phenytoin. penitoin. Menurunkan efek obat: Kemungkinan kadar obat kotrimoxazole akan diturunkan oleh: karbamazepin. glimepirid. glipizid. Kemungkinan meningkatkan kadar obat amiodaron.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: Sulfametoksazol : inhibitor CYP2C8/9 (moderat). flueksetin. Peningkatan efek neprotosis dengan siklosporin. rifampisin. dan inducer CYP2C8/9 lainya. secobarbital.. dan substrat CYP2C8/9 lainya.

Pada pasien elderly kemungkinan mengalami reaksi hipersensitivitas akan lebih besar termasuk juga akan mengalami hipoglikemik. Suspensi Oral. kerusakan ginjal dan hepar atau pasien berpotensi tinggi untuk kekurangan folat (malnutrisi. Parameter Monitoring Hati (SGPT.SGOT) Ginjal (ClCr). . anamia aplastic dan reaksi discariasis darah lainya). Hati – hati jika digunakan pada pasien yang mempunyai riwayat alergi atau asma Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus - . dan beberapa elektrolit. Tablet Peringatan Gunakan secara hati – hati pada pasien dengan defisiensi G6PD. menjalani terapi antikonfulsan dalam jangka waktu lama. apalagi jika diketahui reaksi yang terjadi akan bersifat fatal (sindrom stevens-johnson. hepatic necrosis. perlu penyesuaian dosis untuk pasien dengan gagal ginjal. Electrolit (Kalium) Bentuk Sediaan Injeksi.Terhadap Ibu Menyusui : Tereksresi dalam air susu ibu.Terhadap Anak-anak : Kontraindikasi jika digunakan pada bayi dengan usia <2 bulan. . Hindari penggunaan obat pada pasien yang diketahui mengalami kontraindikasi dengan golongan sulfa. toxic epidermal necrosis.. ginjal. pasien lanjut usia). hati – hati jika diketahui ada kontra indikasi pada bayi.Terhadap Hasil Laboratorium : Kemungkinan dapat mempengaruhi hasil pengukuran fungsi hati.

html Eritromicin Deskripsi .7.14R*)-4-[(2.9. Mekanisme Aksi Sulfametoxazol menghambat sintesis asam folat dan pertumbuhan bakteri dengan menghambat susunan asam dihidrofolat dari asam para-aminobenzen.go. Trimethoprime menghambat terjadinya reduktasi asam dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat yang secara tidak langsung mengakibatkan penghambatan enzim pada siklus pembentukan asam folat Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat.trideoksi-3(dimetilamino)-ß-D-xilo-heksopiranosil ] oksi ] oksasiklotetradekana- .13trihidroksi-3. (DIH). AHFS DRUG.13-heksametil-6-[[3. harap menghubungi apoteker. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat.id/index.5.6R*.Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. 13S*. 2005 Farmakope Indonesia IV.4S*. 2006. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat.9R*.6. maka harap menghubungi dokter.5S*. diare atau respon hipersensitivitas.tasikmalayakota.12. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. Amati jika ada timbul gejala ESO obat.4. seperti mual.php/informasi-obat/299-kotrimoksazol.12R*.11.6-Dideoksi3-C-metil-3-O-metil-a-L-ribo-hekso-piranosil)-oksi]-14-etil-7.7R*.11R*.Mengamati kemungkinan adanya gejala defisiensi asam folat atau munculnya gejala ESO obat lainya. Daftar Pustaka Drug information hand book.Nama & Struktur Kimia : (3R*. 1995. dan ketidak berhasilan terapi maka sebaiknya obat digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. http://dinkes.

10-dion[114-07-8].Opithrocin .Rythron .Aknemicin .Keterangan Eritromisin etilsuksinat : Eritromisin 2’-(etilsuksinat)[41342-53-4.Erphatrocin .Tromilin Indikasi Sistemik: Digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri yang sensitif terhadap eritromisin seperti. E.Erymed . dan campylobacter gastroenteritis. Chlamydia.Erira .gonorrhoeae. Topical: untuk pengobatan acne vulgaris.Medoxin . BM: 1018. tidak berbau.2.Arsitrocin .Erycoat Forte .Erytrocin . Kelarutan : sukar larut dalam air. termasuk S.C18H36O2 . .Sifat Fisikokimia Pemerian : serbuk hablur putih atau agak kuning. Eritromisin stearat (garam) . M. dalam kloroform dan dalam eter .Konitrocinx .pneumoniae.42 Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang .Corsatrocin .06 . C37H67NO13 . choncroid.1264: 62-6] .histolitica.Erytrocin EES .Kemotrocin . S. diphtheria pertusis.Erymed Plus .Eryderm . sedikit : higroskopis. BM: 862. S.Throcidan .Banntrocin .Erythrin .Eritromec .Decatrocin . Legionella pneumophilia.Eryprima .pneumoniae. larut dalam etanol. digunakan untuk terapi konjungtifitis dengan neomosin. Pada mata: Untuk mengatasi infeksi konjungtivistis atau gangguan kornea pada bayi baru lahir.aereus.Sapphire .Konitrocin . C43H75NO16 . erytrasma. C37H67NO13.Pharothrocin .Jeracin .Tamaret . N.Erysanbe .pyogenes. siphilis dan nongonococcal urethritis.

2 g/hari.Dosis. stearat atau estolat). tidak lebih dari 4 g/hari. Murni (basa): 250 – 500 mg setiap 6-12 jam. IV. jangan menggunakan obat bersamaan dengan susu. tidak lebih dari 2 g/hari. Dosis untuk indikasi khusus: CAP (community acquired pneumoniae) : oral. Etilsuksinat: 400-800 mg setiap 6-12 jam. Estolat: 30-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 2-4 dosis. Murni (basa): 30-50 mg/kg/hari dalam 2-4 dosis terbagi. (maksimal 4 g/24 jam). Stearat: 30-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 2-4 dosis. Dosis dewasa Oral. Injeksi: Laktobionat: 15-50 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam. CARA PEMBERIAN Oral: jangan menghancurkan (membuat serbuk) obat dalam bentuk salut enterik. maka obat dapat diberikan bersamaan dengan makanan. 500-1000 mg 4 kali sehari untuk 10-14 hari. . Jika infeksi disebabkan karena legionella maka 750-1000 mg 4 kali sehari untuk 21 hari atau lebih lama lagi dapat direkomendasikan. Etilsuksinat: 30-50 mg/kg/hari dalam 2-4 dosis terbagi. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Bayi dan anak –anak: Kisaran Dosis lazim : Oral: (catatan: terdapat perbedaan absobsi antara 400 mg eritromisin etilsuksinat pada kadar serum dengan 250 mg eritromisin murni (basa). atau dapat diberikan dalam infus terus-menerus selama 24 jam. Injeksi: Laktobionat: 15-20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam atau 500 mg sampai 1 g setiap 6 jam. jika terjadi gangguan cerna pada lambung seperti diare. tidak lebih dari 3.

Dermatitis : ruam (3%). berdifusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal. Gagal ginjal: 5-6jam. CNS : headache (8%). T½ eliminasi: Puncak:1. Ekskresi: Utamanya melalui feses. perpanjangan QTc ventricular takikardia (jarang). Tablet. Kontraindikasi jika digunakan bersamaan dengan turunan ergot. Serbuk suspensi oral. pseudomembranouscollitis. urine (2-15% dalam bentuk utuh). pancreatitis . ethilsuksinat 0. Stabilitas Penyimpanan Injeksi: Eritromisin laktobionat setelah mengalami pengenceran dapat bertahan selama 2 minggu dalam lemari pendingin dan bertahan selama 24 jam pada suhu ruangan. anoreksi. Efek Samping Sistemik : Cardiovascular : ventricular arritmia. pimozide. 18 – 45%. mual (8%). sedangkan dalam bentuk drop.5-2jam. hipertropic pyloric stenosis. Oral: Granul suspensi setelah di larutkan dapat bertahan jika disimpan dalam almari pendingin selama 10 hari. pain(2%). absobsi kemungkinan akan meningkat jika digunakan bersamaan dengan makanan. kejang. dapat bertahan selama 25 hari. Kontraindikasi Pasien yang hipersensitif terhadap eritromisin dan komponen lain dalam obat. dispepsia (2%). flatulence(2%). Gastrointestinal: nyeri lambung (8%). Pasien yang diketahui menderita penyakit liver. Ikatan protein: 75-90%. T max: serum: normal 4 jam. Distribusi: Menembus plasenta. masuk dalam ASI.5 – 2. Metabolisme: melalui hepar dengan proses dimetilasi. muntah (3%).5 jam dan kemungkinan akan diperlambat oleh makanan karena terjadi perbedaan absorbsi obat. topikal dan tetes mata disimpan dalam suhu ruangan. kram. dan cisapride. setelah dilarutkan dapat bertahan selama 14 hari dalam suhu ruangan. ertromicin etilsuksinat. diare (7%). pruritus (1%). demam. kandidiasis mulut.Farmakologi Absorbsi: Oral : bervariasi tetapi akan lebih baik bila dalam bentuk sediaan garam jika dibandingkan dengan bentuk basanya .

Penggunaan dengan obat–obat yang memperpanjang interval QTc meliputi tipe 1a (quinidine) dan tipe III obat antiarritmia. sildenafil. quinidine. HMG-CoA reductase inhibitor (lovastatin dan simvastatin). mirtazapine. kulit kering. cisapride. sparfloxacin. netaglinide. isoniazid. nicardipine. diklofenak. nefazodone. fenlafaksine. pimozide. Hepatic : Cholestatic joundice (kebanyakan jika bersamaan dengan estolate). thioridazin) harus dengan perhatian ekstra. Lain-ain : Reaksi hipersensitifitas. Local : Plebitis pada tempat injeksi. Efek eritromisin akan ditingkatkan oleh: antifungi. Neuromuscular dan skeletal : Malas (2%). verapamil. desquamation. thioridazine. tacrolimus. reaksi alergi. telithromicin dan penghambat CYP3A4 lainya. Respirasi : Dyspnea (1%). Efek obat yang memblokade neuromuskular dan warfarin akan ditingkatkan oleh eritromisin. meningkatkan parameter pemeriksaan hepar (2%). ergot alcaloide.Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek toksik: Meningkatkan efek aritmia jika digunakan bersamaan dengan: cisapride. Eritromisin adalah inhibitor moderat CYP3A4.Hematologi : Eosinophilia (1%). doxyciclin. nefazodone. pimozide. Interaksi . cyclosporin. Ca chanel blocker. quinidine. tromboflebitis. Golongan ergot juga dikontraindikasikan penggunaannya bersamaan dengan eritromisin. batuk (3%). Menurunkan efek: . Topikal: 1-10% : dermatologi: erythema. pruritos. imatinib. protease inhibitor. serta antipsikosis selektif (mesoridazin. moxifloxacin. gatifloxacin. sehingga kemungkinan akan meningkatkan efek obat: benzodiazepin. claritromisin. propofol.

Renal (BUN. maka hentikan pengobatan. Granul. phenobarbital. phenithoin. Hindari penggunaan eritromisin pada bayi. Parameter Monitoring CBC (cell blood count). CBC. dan induksi CYP3A4 lainnya. . Tablet Chewable. nafcilin. ginjal. Topikal . kolik lambung. Fungsi hepar (SGOT. nevirapine.Dengan Makanan : Etanol: hindarkan penggunaan dengan etanol karena akan menurunkan absorbsi eritromisin juga akan meningkatkan efek etanol. serum level eritromisin kemungkinan akan berubah jika diberikan dengan makanan. Injeksi. AAP merekomendasikan pemberian obat pada ibu menyusui. rifampicin. Eritromisin kemungkinan mempunya efek antagonis dengan obat clindamisin dan lincomisin.SGPT). Kadar eritromisin kemungkinan akan diturunkan oleh: aminoglutethimide. . karena kemungkinan adanya benzil alkohol pada formulasi obat yang bersifat toksik pada bayi. muntah.Eritromisin kemungkinan menurunkan kadar obat zafirlukas. Untuk Suspensi Oral . Gel. ClCr). karbamazepin. Ointment. karena hal ini akan meningkatkan terjadinya rasa malas. Makanan: obat akan meningkat absorbsinya jika digunakan bersamaan dengan makanan.Terhadap Hasil Laboratorium : Pada penggunaan Jangka panjang Kemungkinan Akan berpengaruh pada hasil pengukuran : Hepar.Terhadap Anak-anak : Hindari penggunaan eritromisin lactobionat. Pengaruh .Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : B .Terhadap Ibu Menyusui: Obat diekresi kedalan ASI (air susu ibu). Jika terjadi demikian. Bentuk Sediaan Kapsul. . opthalmic Peringatan Penggunaannya harus berhati – hati pada pasien yang mengalami kerusakan hati baik dengan atau tanpa jaundice. Penggunaan pada bayi dapat memicu terjadinya hypertropic pyloric . Tablet/Tablet Salud. dan demam. tapi dengan hati-hati. karena kemungkinan bahan pelarutnya terkontaminasi dengan benzil alkohol yang bersifat toksik pada bayi (neonatus). Serbuk Untuk Oral Suspensi . mual. Suspensi Oral.

Obat digunakan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). 2005 Farmakope Indonesia IV. seperti mual. Amati jika ada timbul gejala ESO obat. Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat. diare atau respon hipersensitivitas. berikatan dengan 50S subunit ribosom yang akan menyebabkan penghambatan pada transpeptidase sel bakteri.html Flukonazol .php/informasi-obat/253-eritromicin.id/index. maka sebaiknya eritromisin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan. maka harap menghubungi dokter.tasikmalayakota. Monitoring Penggunaan Obat Lamanya penggunaan obat. Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat.go. Mekanisme Aksi Menghambat sintesis DNA-dependent protein bakteri sehingga akan mengubah perpanjangan tahapan sintesis. Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat. Perlu di waspadai terjadinya suprainfeksi pada penggunaan obat dalam waktu lama. harap menghubungi apoteker. (DIH). thioridazin). Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Untuk menghindari timbulnya resistensi. 1995. serta antipsikosis selektif (mesoridazin. AHFS DRUG. http://dinkes. 2006. Daftar Pustaka Drug information hand book. Memonitor Penggunaan dengan obat – obat yang memperpanjang interval QTc meliputi tipe 1a (quinidine) dan tipe III obat antiaritmia.stenosis (HPS).

profiaksis antijamur pada transplantasi sumsum tulang. dan infeksi systemic) . Struktur kimia yang mengandung cincin imidazol dengan cincin triazol menyebabkan meningkatnya aktivitas antifungi dan memperluas aktivitas spectrum antifungi.a?-(1H-1. .Nama & Struktur Kimia : 2.4-Difluorophenyl) . pneumonia.Cancid .bis(1H-1.Cryptal Indikasi Pengobatan candidiasis (vaginal. peritonitis. peroral dosis tunggal 150 mg . Flukonazol mempunyai pKa 1.Flucoral . Obat mempunyai kelarutan : 25 mg/ml dalam alkohol pada temperatur kamar.4-triazol-1-ylmethyl) benzyl alcohol. ? a -(2. esophageal.1 M NaCl. dan sedikit larut dalam air dengan kelarutan 8 mg/ml pada suhu 37°C. oropharyngeal.Keterangan : Fluconazole adalah sintetik derivatif triazol.4-triazol-1-yl methyl)-1H-1.Diflucan .Govazol .2. 2. infeksi saluran urin ).Deskripsi . alfa?1. meningitis cryptococcal.4triazole-1-ethanol.2.Zemyc . Dosis.76 pada suhu 24°C dalam 0. Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . Obat ini larut dalam metanol dan kloroform.2.4-Difluoro-1-bis(1H-1.4Difluoro-?alfa. C13H12F2N6O .Flucess .Sifat Fisikokimia Flukonazol merupakan serbuk kristal putih.2.4-triazol-1-ylmethyl) benzyl alcohol. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Vaginal candidiasis dan candidal balanitis.Candizol . suatu senyawa antifungal azol.

tiap 48 jam pada neonatus usia 2 – 4 minggu) Tinea pedis. 50 mg sehari selama 2 – 4 minggu ( selama 6 minggu pada tinea pedis). pityriasis versicolor. selama 14 hari untuk atropical aral candidiasis. cruris. Anak-anak peroral atau infusi intravena. dan dermal candidiasis. maksimal dosis 400 mg sehari(BNF 50) Pemberian Flukonazol secara parenteral (IV infus) diberikan dalam 1 . 3 – 12 mg/kg sehari (setiap 72 jam pada neonatus berusia hingga 2 minggu.Mucosal Candidiasis ( kecuali genitalia). selama 14 – 30 hari pada infeksi mukosal yang lain (oesophagitis. peroral 50 mg sehari (100 mg sehari pada infeksi yang sulit sembuh) diberikan selama 7 – 14 hari . pengobatan di teruskan sesuai respon ( paling sedikit 6 – 8 minggu untuk cryptococcal meningitis). untuk oropharyngeal candidiasis (maksimal 14 hari kecuali pada pasien immunocompromised yang berat). 3 – 6 mg/kg pada hari pertama kemudian 3 mg / kg sehari (tiap 72 jam pada neonatus usia sampai 2 minggu. seperti setelah transplastasi sumsum tulang . pemberian tidak .2 jam. Pencegahan terhadap infeksi jamur pada pasien immunocompromised. 50 -400 mg sehari disesuaikan dengan resiko . setiap 48 jam pada neonatus dengan usia 2 – 4 minggu) ). maksimal dosis 400 mg sehari Pencegahan relaps cryptococcal meningitis pada pasien AIDS setelah terapi primer lengkap. anak-anak tergantung dari lama dan beratnya neutropenia. candiduria. anak-anak 6 – 12 mg/kg sehari ( setiap 72 jam pada neonatus berusia hingga 2 minggu. Infeksi candidal invasiv (termasuk cadidaemia dan disseminated candidiasis) dan infeksi cryptococcal termasuk meningitis). peroral. infeksi non-invasive bronchopilmonary. peroral 200 mg sehari atau infusi intravena 100 – 200 mg sehari. terapi sebelum terjadinya onset neutropenia dan dilanjutkan sampai 7 hari setelah jumlah neutrofil yang diinginkan tercapai. 400 mg sehari jika pasien beresiko tinggi mengalami infeksi sistemik. dosis awal 400 mg kemudian 200 mg sehari. setiap 48 jam pada neonatus dengan usia 2 – 4 minggu). peroral atau infusi intravena. maksimal durasi pengobatan adalah 6 minggu. peroral atau infusi intravena. dosis ditingkatkan jika perlu hingga 400 mg sehari. corporis.

Difusi relatif dari darah ke dalam cairan serebrospinal : adekuat dengan atau tanpa inflamasi. pruritus. rash ( pengobatan tidak dilanjutkan atau monitor dengan ketat pada infeksi invasive atau sistemik). rasa tidak enak pada perut. Injeksi : simpan injeksi dalam kemasan gelas pada suhu 5°C hingga 30°C. hiperlipidemia. sakit kapala. toxic epidermal necrolysis. Hindari pembekuan (freezing). inflamasi meninges : > 70% hingga 80%. muntah. penggunaan bersamaan dengan cisapride Efek Samping Mual. Buang sediaan yang tidak digunakan setelah 2 minggu. CSF : blood level ratio : normal meninges : 70% hingga 80% . cairan peritoneal. Ikatan protein plasma : 11% hingga 12% Bioavailabilitas : Oral : > 90% T½ eliminasi pada fungsi ginjal normal ~ 30 jam Waktu untuk mencapai kadar puncak. dispepsia jarang terjadi. kulit dan urin. anafilaksis. reaksi hipersensitivitas. leucopenia.boleh lebih dari 200 mg/jam bila pemberian obat melalui IV infusi. pusing. gangguan hati. kejang. atau beberapa komponen yang terdapat dalam sediaan. flatulence. Farmakologi Distribusi : terdistribusi secara luas dalam tubuh dengan penetrasi yang baik ke dalam cairan serebrospinal. Hindari pembekuan (freezing). Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap flukonazol. alopecia. . mata . diare. Jangan dibuka kemasannya hingga obat akan digunakan. Setelah dilakukan rekonstitusi simpan pada 5°C hingga 30°C. sputum. serum: pemberian oral : 1-2 jam Ekskresi : Urin (80% dalam bentuk obat yang tidak berubah) Stabilitas Penyimpanan Serbuk untuk suspensi oral : simpan serbuk kering pada suhu < 30°C. syndrom Steven-Johnson (pada pasien AIDS pernah dilaporkan reaksi kulit yang hebat). gangguan pengecapan. azol yang lain .

propranolol. citalopram. 3 A4 (moderate). . tacrolimus. neteglinide. phenytoin.trombositopenia dan hipokalemia. benzodiazepin tertentu. fluoksetin. glipizid. HMG-CoA reductase inhibitor. sertraline. 2C19 (kuat).Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C. namun demikian diperlukan data tambahan. flukonazol bersifat teratogenik pada hewan uji. bloker saluran kalsium. cisapride. nefazodone. Penggunaan dosis yang rendah (150 mg sebagai dosis tunggal atau 200 mg/hari) mempunyai factor resiko yang lebih rendah . Menurunkan efek: rifampin menurunkan konsentrasi flukonazol . diazepam. siklosporin. rosiglitazone.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: Menghambat CYP1A2 (lemah) . venlafaxine. metsuksimid. Jika digunakan pada dosis tinggi. mirtazapine.Terhadap Ibu Menyusui : . 2C8/9 (kuat). Meningkatkan efek/toksisitas : Penggunaan bersamaan dengan cisapride dikontraindikasikan disebabkan karena potensial terjadi aritmia malignant.Dengan Makanan : Pengaruh . sildenafil (dan PDE-5 inhibitor yang lain). pioglitazone. Flukonazol dapat meningkatkan kadar/efek amiodarone. glimepirid. 2C19dan 3A4 yang lain. turunan ergot. Penggunaan obat selama kehamilan hanya jika potensial keuntungan pada ibu lebih besar daripada potensial resiko pada janin. Interaksi . warfarin dan substrate CYP2C8/9. Penggunaan obat selama trimester pertama dilaporkan terjadi malformation pada manusia jika digunakan pada dosis tinggi (400 mg/hari) dalam jangka waktu yang lama . Produsen menyarankan menghindari penggunaan obat – multiple congenital abnormalities dilaporkan terjadi pada dosis tinggi dan pemakaian jangka lama.

Cairan Injeksi Peringatan Kerusakan ginjal.Produsen menyarankan menghindari penggunaan obat – fluconazole ditemukan pada air susu sehingga pemakaian flukonazol pada ibu menyusui tidak direkomendasikan. . Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau dokter. kalium Bentuk Sediaan Kapsul. tes fungsi ginjal. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. mual (2 %) dan diare (2 %). Efek samping yang sering terjadi adalah muntah (5 %). Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. Pastikan hal ini . kehamilan. Pada suatu penelitian mengenai profil keamanan flukonazol pada 577 anakanak umur 1 hingga 17 tahun dengan dosis berkisar antara 1 hingga 15 mg/kg/hari selama 1 hingga 1616 hari. nyeri perut (3 %). Pada suatu penelitian efikasi Flukonazol untuk menekan meningitis cryptococcal telah terbukti berhasil pada 4 dari 5 anak-anak.flukonazol (2 hingga 3 mg/kg/hari) memperlihatkan efek klinik dan kecepatan respon mycological yg lebih tinggi daripada nistatin oral 400. monitor fungsi hati – pengobatan tidak diteruskan jika muncul gejala dan tanda gangguan pada hati ( resiko hepatic necrosis). menyusui.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Tes fungsi hati (AST.Terhadap Anak-anak : Pada pasien anak immunocompromised usia 6 bln hingga 13 thn dengan candidiasis oropharyngeal. seperti kondisi pasien. Efikasi flukonazol belum terbukti pada bayi umur kurang dari 6 bulan. alkaline phaophatase ). . Tablet. perpanjangan interval QT Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Digunakan dengan atau tanpa adanya makanan. umur dan berat badan. ALT.000 IU 4 kali sehari. .

tasikmalayakota.dilakukan Jika pasien lupa minum obat. :- Golongan/Kelas Terapi .html Gentamisin Deskripsi . alkaline phosphatase ) dan tes fungsi ginjal. kloroform.Sifat Fisikokimia . kecuali atas saran dari dokter atau apoteker. mintalah nasehat dokter tau apoteker.Keterangan : : Gentamisin sulfat. tidak larut dalam alkohol.php/informasi-obat/263-flukonazol.Nama & Struktur Kimia . segera mungkin minum obat setelah ingat. kalium Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 DrugFact & Comparisons 2003 http://dinkes. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. eter dan benzen. Larut baik dalam air. ALT. menurunkan synthesis ergosterol (sterol penting pada sel membran jamur) dan menghambat formasi sel membran Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi hati secara periodik (AST. Serbuk agak keputih-putihan. Mekanisme Aksi Mempengaruhi aktivitas cytochrom P450.go.id/index. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. aseton. Jangan diberikan pada orang lain.

5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i.m. penggunaan topical.Gentamisin Indikasi Infeksi : Gram negatif (Pseudomonas.Genoptik .Gentamerc . Note : Usual dose yang lebih tinggi dan/atau frekuensi yang lebih tinggi (setiap 6 jam) yang diberikan pada kondisi klinik secara selektif ( cystic fibrosis) data serum level yang dibutuhkan • Anak dan dewasa : Intratekal : 4 – 8 mg/hari Optalmik : Salep : Dioleskan pada mata 2 – 3 kali sehari sampai setiap 3 – 4 kali Tetes mata : Teteskan pada mata yang sakit 1 – 2 tetes setiap 2 – 4 jam. endokarditis dan septikemia .v. abdomen. Dosis. infeksi saluran nafas. dan profilaksis untuk bakteri endokarditis dan tindakan bedah. Anak > 5 tahun : 2 . infeksi tulang. Proteus.Diprogenta . atau i.m.Anti Infeksi Nama Dagang .5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i. atau i.Gentana .Gentak . Serratia) dan Gram positif (Staphylococcus).2. naikan 2 tetes setiap jam untuk infeksi parah Topikal : . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dosis diberikan secara individu karena indek terapinya relatif sempit • Dosis umum : Bayi dan anak < 5 tahun : 2.v. infeksi kulit dan jaringan lunak. infeksi saluran urin.

atu 5 mg/kg BB/hari secara i. • Indikasi spesifik :` Bruselosis : 240 mg/hari i. dosis inisial yang lebih tinggi dapat diberikan dengan pertimbangan yang cermat untuk pasien jika cairan ekstraseluler meningkat (udem.Salep : Salep dioleskan pada kulit yang sakit 3 – 4 kali sehari Dewasa : Diberikan secara i.5 mg/kg BB setiap 12 jam Meningitis Neonatal. Dapat juga dikombinasi dengan Doxyciclin Kolangitis : 4 – 6 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan Ampisilin Divertikulitis (komplikasi) : 1. saluran nafas bagian.m. mulut. v. atas.5 mg/kg BB/ dosis setiap 8 – 12 jam untuk mendapatkan kadar puncak secara cepat pada terapi. 0 – 7 hari : Neonatal dengan BB < 2000 gr : 2. selama 7 hari. Neonatal dengan BB > 2000 gr : 2.5 mg/kg BB setiap 8 jam . 8 – 28 hari : Neonatal dengan BB < 2000 gr : 2. beberapa klinisi memberikan rekomendasi dosis tersebut untuk pasien yang fungsi ginjalnya normal. m.5 mg/kg BB setiap 8 – 12 jam. selanjutnya 1. saluran urin 1. v.5 – 2 mg/kg BB setiap 8 jam (kombinasi dengan Ampisilin dan Metronidazol) Profilaksis endokarditis : Gigi.5 mg/kg BB setiap 18 – 24 jam. saluran pencernaan.5 mg/kg BB setiap 8 jam Inflamasi pelvik : Loading Dose : 2 mg/kg BB. Neonatal dengan BB > 2000 gr : 2. syok Dosis tunggal : 4 – 7 mg/kg BB/dosis tunggal/hari. Konfensional : 1 – 2.5 mg/kg BB dikombinasi dengan Ampisilin 50 mg/kg BB 30 menit sebelum operasi Endokarditis atau sejenisnya (untuk infeksi Gram Positif) : 1 mg/kg BB setiap 8 jam (kombinasi dengan Ampisilin) Meningitis Listeria : 5 – 7 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan Penicillin selama 1 minggu Meningitis Neonatal. atau i.

5 mg/kg BB/hari Plague (Yersinia pestis) : 5 mg/kg BB/hari diikuti dengan postexposture dengan Doksisiklin. Pneumonia : 7 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan antipseudomonas beta laktam atau Carbapenem Tularemia : 5 mg/kg BB/hari dibagi setiap 8 jam untuk 1 – 2 minggu Infeksi saluran Urin :1. v. siergis) : 3 – 4 mg/L (mcg/L) dari cairan CAPD Pemberian injeksi dengan rute i. m.. Selama CAPD. Atau i. kemudian monitor Dosis tinggi untuk terapi : Interval diperpanjang ( mis.5 mg/kg BB/dosis setiap 8 jam • Interval Dosis pada penurunan fungsi ginjal Dosis konvensional : Klirens kreatinin >= 60 ml/menit : diberikan setiap 8 jam Klirens kreatinin 40 – 60 ml/menit : diberikan setiap 12 jam Klirens kreatinin 20 – 40 ml/menit : diberikan setiap 24 jam Klirens kreatinin < 20 ml/menit : loading dose. Dosis untuk Clcr <10 mL/menit dan follow level Lanjutan melalui kontinius arterovenous atau venovenous hemofiltration : . Hemodialisa : Dilanjutkan dengan dialisa : 30% lanjutan dari Aminoglikosida dilaksanakan selama 4 jam hemodialisa. Terapi lanjutan dengan Continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) : Pemberian melalui cairan CAPD : o Infeksi Gram–negative : 4 – 8 mg/L(4 – 8 mc/L) dari cairan CAPD o Infeksi Gram–positif (mis.Alternate therapy : 4. pemberian dosis selama hemodialisa dan follow level . setiap 48 jam) pada pasien dengan gangguan ginjal yang moderat (klirens kreatinin 30 – 59 mL/menit) dan atau dasar perhitungan pada serum level determination.

i. Pasien dengan gangguan ginjal 36-70 jam Kadar puncak serum : i. Neonatus : 0. Lama penggunaan : Sesuai dengan aturan pada pemberian dosis Farmakologi Didistribusikan melalui plesenta Volume distribusi meningkat pada odem.Dosis untuk Clcr 10 .4.3 -0. Cara pemberian : • Injeksi i.m 30-90 menit.3 /kg BB Protein binding : < 30 % Waktu paruh eliminasi : Infant : umur < 1 minggu 3-11.5 jam.5 jam. m. • Tetes mata c.0.v.5-3 jam.v. 30 menit setelah pemberian dengan infus Ekskresi : Urin Stabilitas Penyimpanan Stabilitas : • Stabil selama 30 hari setelah kemasan ditusuk • Stabil selama 24 pada suhu kamar dalam campuran NaCl fisiologis atau Dextrosa 5% . 1. 1 minggu -6 bulan 3-3. Dewasa . Dewasa 0. asites dan menurun pada dehidrasi.35 /kg BB.atau i. Anak 0.2-0.40 mL/menit dan follow level • Penyesuaian dosis pada penyakit hepar : Monitor konsentrasi dalam plasma b.6 per kg BB.

Pseudomotor Cerebral .Ginjal : Nefrotoksik ( meningkatkan klirens kreatinin) 1% – 10% .Fotosensitif .Neuromuskuler dan skeletal : Gait instability . gatal.Susunan syaraf pusat : Neurotosisitas (vertigo. Ototoksisitas (vestibular) .Agranulositosis .Penyimpanan : • Tidak berwarna sampai kuning muda pada penyimpanan pada suhu 2% .Trombositopeni Interaksi .Kulit : rash.Granulocytopenia .Dyspnea .30% • Jangan disimpan di refrigerator Kontraindikasi Hipersensitif terhadap Gentamisin dan Aminoglikosida lain Efek Samping > 10% .Reaksi alergi . kemerahan < 1% .Otic : Ototoksisitas (auditory).Cardiovaskuler : Edeme . ataxia) .

Sebagai Sulfat 40 mg/ml (2 ml. Sebagai Sulfat 10 mg/ml (6 ml. serum kreatinin. efek potensiasi dengan neuromuscular blocking agent . 70 mg (50 ml).Terhadap Hasil Laboratorium : - Parameter Monitoring Analisis urin. 100 ml). 60 mg (50 ml.Dengan Makanan : Harus dipertimbangkan terhadap diet makanan yang mengandung Calcium. 30 g) Infus. potassium Pengaruh . Sebagai Sulfat (Premixed in NS) 40 mg (50 ml). 80 mg (50 ml.10 ml) Vial Larutan Injeksi.90 mg (100 ml). Diuretik dapat meningkatkan efek nefrotoksik. 120 mg (100 ml) Larutan Injeksi.. Pediatrik Sebagai Sulfat 10 mg/ml (2 ml) (Dapat mengandung Metabisulfit) . 20 ml) (Dapat Mengandung Metabisulfit) Larutan Injeksi. pemantauan pendengaran untuk pemakaian > dari 2 minggu Bentuk Sediaan Krem.Terhadap Kehamilan : Factor risiko : C .1 % (15 g. 100 mg (50 ml. Sefalosporin. 100 ml). jumlah urin yang keluar BUN.Terhadap Ibu Menyusui : Dieksresi melalui ASI dalam jumlah kecil . Topical Sebagai Sulfat 0. 100 ml).Dengan Obat Lain : Penisilin. Amfoterisin B. magnesium .Terhadap Anak-anak : - . 8 ml.

miastenia gravis. Interaksi yang mungkin terjadi e. kondisi dengan depresi neuromuskuler transmitens • Aminoglikosoda secara parenteral dapat menimbulkan nefrotoksisitas dan ototoksisitas dapat secara langsung secara proporsional dengan jumlah obat yang diberikan dan durasi pengobatan. 15 ml) Mengandung Benzalkonium Klorida Peringatan • Jangan digunakan pada pengobatan yang lama karena dapat berisiko toksik pemberian yang lama yaitu penurunan fungsi ginjal. hipokalsemia. Pediatrik Sebagai Sulfat (Preservative Free) : 10 mg/ml (2 ml) Saleb Mata Sebagai Sulfat 0. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien a. tinnitus atau vertigo adalah indikasi dari vestibular injuri dan mengancam hilangnya pendengaran.5 g)) Saleb Kulit Sebagai Sulfat 0.3% (3 mg/g (3. Apa yang dilakukan jika pasien lupa minum obat d.1% (15 g. Cara pemakaian c. Cara penyimpanan Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 .Larutan Injeksi. Bentuk sediaan yang diberikan b. 30 g) Tetes Mata Sebagai Sulfat 0.3% (5 ml.

id/index.1´(2)-cyclohexene]-3.php/informasi-obat/267-gentamisin.tasikmalayakota. termostabil. metanol. aseton. rasa pahit. kloroform.Fungistop .Griseofulvin Prafa .Griseofulvin (Generik) .etil asetat dan asam asetat. petroleum eter.4´-dione. Praktis tidak larut dalam air.html Griseofulvin Deskripsi . : Griseofulvin Microsize mengandung partikel berukuran diameter 4 µm dan Griseofulvin Ultramicrosize mengandung partikel berukuran diameter < 1 µm. benzen.Keterangan Griseofulvin adalah antibiotika fungistatik yang dihasilkan oleh : Penicillium griseofulvum atau species lain dari Penisillium termasuk P chrysogenum Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . Dalam perdagangan obat ini tersedia untuk penggunaan secara oral sebagai Griseofulvin Microsize dan Griseofulvin Ultramicrosize. .6-trimethoxy. C17H17ClO6 Griseofulvin berwarna putih atau putih krem.6´: methylspiro[benzofuran-2(3H).Griseofort .Mycostop .Nama & Struktur Kimia .Fulcin .4. Larut dalam etanol.Sifat Fisikokimia Sinonim : 2S-trans ]-7-chloro-2´.Drug Information Hand Book Edisi 14 British National FormularyMartindale The Extra Pharmacopeian Meylers Side Effects of Drugs http://dinkes.go.

Farmakologi Absorpsi : absorpsi Griseofulvin ultramicrosize hampir sempurna. pria sebaiknya tidak merencanakan mempunyai anak selama 6 bulan dalam pengobatan. kulit kepala. absorpsi Griseofulvin microsize bervariasi (25 % hingga 70 % dari dosis oral). Cara Pemberian dan Lama Pemberian Dewasa :500 mg sehari dalam dosis terbagi atau dosis tunggal. feses dan keringat Stabilitas Penyimpanan Sedíaan griseofulvin harus disimpan pada suhu kurang dari 40°C.Indikasi Infeksi dermatofit pada kulit. porfiria. rambut dan kuku jika terapi topikal tidak berhasil atau tidak cocok. Sediaan griseofulvin mempunyai waktu kadaluarsa 2 – 5 tahun sesuai tanggal kadaluwarsa yang tercantum dari masing-masing produsen obat. pada infeksi berat dosis dapat ditingkatkan hingga dua kali lipat . Tablet Griseofulvin Microsize dan Griseofulvin Ultramicrosize harus disimpan dalam wadah tertutup rapat.5 kali daripada microsize ) Distribusi : menembus plasenta Metabolisme : sebagian besar di hati T½ eliminasi : 9-22 jam Ekskresi : urine (< 1% dalam bentuk obat tidak berubah). . menyusui. Anak-anak : 10 mg/kg sehari dalam dosis terbagi atau dosis tunggal. absorpsi meningkat jika digunakan bersama makanan yang mengandung lemak ( absorpsi ultramicrosize pada saluran cerna ~ 1. kehamilan (hindari kehamilan selama penggunaan obat dan hingga 1 bulan setelah pengobatan. kemudian dosis diturunkan jika telah ada respon. lupus erytematosus sistemik (risiko serangan). Kontraindikasi Penyakit hati yang berat. Dosis.

Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: induksi CYP1A2 (lemah). Menurunkan aktivitas warfarin. 3A4 (lemah) Meningkatkan efek/toksisitas : Toksisitas ditingkatkan dengan etanol. ruam termasuk yang jarang terjadi erithema multiform. juga pria pria sebaiknya tidak merencanakan mempunyai anak selama 6 bulan setelah menjalani pengobatan. leukopenia. Menurunkan efektivitas kontrasepsi oral . rasa lelah. tidak banyak terjadi hepatotoksisitas. neuropati perifer. terutama makanan yang mengandung lemak tinggi.Terhadap Kehamilan : Dihindari penggunaannya pada wanita hamil . pusing. dan fotosensitivitas Interaksi . mual dan pada beberapa pasien mengalami muntah dan nyeri dada dan/atau abdominal. Etanol : hindari etanol (dapat meningkatkan depresi SSP). necrolysis epidermal toksik. gangguan koordinasi.Terhadap Ibu Menyusui : Distribusi ke dalam air susu ibu tidak diketahui . sakit kepala. gunakan alat kontrasepsi yang efektif selama pengobatan dan hingga paling sedikit 1 bulan sesudah pengobatan (penting : efektivitas oral kontrasepsi diturunkan. Etanol akan menyebabkan reaksi type ’’disulfiram’’ seperti kemerahan. dapat menyebabkan takikardi dan flushing (kemerahan) Menurunkan efek : barbiturat dapat menurunkan kadar griseofulvin. kebingungan. dilaporkan terjadi fenotoksisitas dan teratogenisitas pada hewan.Efek Samping Mual.Terhadap Anak-anak : - . Faktor risiko : C .Dengan Makanan : Konsentrasi griseofulvin dapat meningkat jika digunakan bersama makanan . diare . muntah. 2C8/9 (lemah). gangguan tidur. Pengaruh . sakit kepala.

Sangat penting untuk menjaga kebersihan selama dan sesudah untuk mencegah terjadinya reinfeks. Hindari paparan yang terlalu lama terhadap sinar matahari. atau dengan makanan atau susu untuk menghindari gangguan saluran cerna (GI upset) Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. kendaraan bermotor karena griseofulvin dapat menurunkan kewaspadaan. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor.Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi terhadap tes laboratorium : reaksi palsu positif pada pemeriksaan kadar VMA urin Parameter Monitoring Tes fungsi ginjal. Penggunaan obat bersama dengan makanan yang mengandung lemak (kacang atau es krim )untuk meningkatkan absorpsi.i . Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker. Obat ini menyebabkan sensitivitas terhadap sinar matahari dan cahaya ultra violet lain. hati dan hematopoetik Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Jangan menjalankan mesin. Pastikan hal ini dilakukan. seperti kondisi pasien. Gunakan tabir surya atau gunakan pakaian untuk melindungi tubuh hingga tubuh dapat mentoleransi kembali. umur dan berat badan..

php/informasi-obat/274-griseofulvin. Monitoring Penggunaan Obat Tes fungsi ginjal. segera mungkin minum obat setelah ingat. hati dan hematopoetik secara periodik Daftar Pustaka BNF 50 AHFS Drug Information 2005 MIMS Indonesia 2006/2007 Drug Fact & Comparisons 2003 http://dinkes. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini.go. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain.Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter . Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat. Mekanisme Aksi Menghambat mitosis sel jamur pada metafase. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat .tasikmalayakota.id/index. kecuali atas anjuran dokter. berikatan dengan keratin manusia menyebabkan resistensi terhadap invasi jamur. Jangan diberikan pada orang lain. kecuali atas saran dari dokter atau apoteker. mintalah nasehat dokter atau apoteker Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep.html . Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. Jika pasien lupa minum obat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful