P. 1
Menyampaikan Pendapat Dengan Tertib

Menyampaikan Pendapat Dengan Tertib

|Views: 1,526|Likes:
Published by Marsha Aldira

More info:

Published by: Marsha Aldira on Apr 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2012

pdf

text

original

MENYAMPAIKAN PENDAPAT DENGAN TERTIB

Di Negara Demokrasi seperti Indonesia ini kemerdekaan berpendapat merupakan hal yang sangat penting. Negara memberikan jaminan terhadap kemerdekaan berpendapat,baik secara lisan,dengan tulisan maupun dengan cara apa saja secara tertib,bertanggung jawab dan diatur dengan Undang-Undang.Namun kita juga harus menyadari bahwa orang lain juga memiliki hak atau kebebasan yang sama. Untuk itu dalam penyampaian pendapat harus mengingat batas-batas kepentingan orang lain maupun hukum yang berlaku. Dengan kebebasan tersebut diharapkan akan tercipta suasana yang aman,tertib,tentram,serta tercipta keadilan dalam keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendapat dapat diartikan sebagai buah gagasan atau buah pikiran. Menyampai pendapat bisa dilakukan dengan cara apa saja,diantaranya yaitu :  Unjuk rasa atau demonstrasi Yaitu kegiatan yang di lakukan oleh seseorang atau lebih untuk mengemukakan pikiran dengan lisan,tulisan dan sebagainya secara demonstratif di muka umum.  Pawai Yaitu penyampaian pendapat dengan arak-arakan di jalan umum.  Rapat umum Yaitu pertemuan terbuka yang dilakukan untuk menyampaikan pendapat dengan tema tertentu.  Mimbar bebas Yaitu kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan secara bebas dan terbuka tanpa tema tertentu. Penyampaian pendapat di muka umum seperti : demonstransi, unjuk rasa, pawai, rapat umum, mimbar bebas, dilakukan di tempat-tempat terbuka untuk umum kecuali : Di lingkungan istana kepresidenan, tempat ibadah, instasi militer,rumah sakit, pelabuhan udara dan laut, stasiun kereta api, terminal angkutan, dan objek-objek vital nasional. Pada hari besar nasional yaitu pada tahun baru, 17 Agustus dan hari besar keagamaan meliputin : Hari, Hari Raya Waisak, Hari Raya Nyepi, Hari Raya Idul Fitri, Kenaikan Isa Al Masih, Isra’ Mikraj, Idul Adha, Maulid Nabi, 1 Muharam dan Hari Natal. Walaupun pemerintah sudah memberikan kebebasan untuk berpendapat tetapi kita sebagai masyarakat harus berperilaku tertib dalam melakukan mengemukakan pendapat.
Nama : Keysha Nabilla Kelas : 7F No Absen : 20

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->