P. 1
Perspektif Psikologis [Compatibility Mode]

Perspektif Psikologis [Compatibility Mode]

|Views: 19|Likes:
Published by adriramdani

More info:

Published by: adriramdani on Apr 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2012

pdf

text

original

PERSPEKTIF PSIKOLOGI DALAM PENDIDIKAN

Sosialisasi KTSP

PERSPEKTIF BEHAVIORISME PERSPEKTIF KOGNITIF PERSPEKTIF HUMANISME (FENOMENOLOGIS) Sosialisasi KTSP .

Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) respon semakin kuat. bila penguatan dikurangi negative reinforcement) akan tetap dikuatkan. Pentingnya penguatan (reinforcement). o Perilaku pada dasarnya ditentukan oleh lingkungan dengan adanya masukan input o o yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respon. Sosialisasi KTSP .PERSPEKTIF BEHAVIORISME (Thorndike dan Skinner) Perkembangan perilaku manusia akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon.

berubaho Belajar adalah perolehan pengetahuan. tidak berubah-ubah.Model STIMULUS-RESPON STIMULUSMendudukan orang belajar sebagai individu yang pasif. o Penguatan (reinforcement) adalah faktor penting dalam belajar. pasti. tetap. o Pengetahuan adalah obyektif. o Sosialisasi KTSP . sedangkan mengajar adalah memidahkan pengetahuan. dimana siswa memiliki pemahaman sama terhadap pengetahuan yang diajarkan.

PERSPEKTIF KOGNITIF (Jean Piaget dan Jerome Bruner) Perkembangan manusia melibatkan proses pengenalan yang bersifat kognitif. o Perkembangan merupakan perubahan persepsi dan pemahaman yang tdk selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku yang nampak. o Sosialisasi KTSP . yaitu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem staraf. o Proses perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik. o Perkembangan kognitif sesuai dengan bertambahnya usia individu.

Tahap Sensorimotor (0-2 tahun) (0Tingkah laku anak pada tahap ini dikendalikan oleh perasaan dan aktivitas motorik. inpresi anak akan dunianya dibentuk oleh persepsi akan perasaannya. Pengenalan anak terbatas pada benda konkrit.TAHAP PERKEMBANGAN (Jean Piaget) 1. dan mulai berkembangnya konsep intuitif (pengetahuan langsung tanpa kesadaran terlihat dalam persiapan berpikir). 2. Sosialisasi KTSP . Tahap Preoperasional (2-7 tahun) (2Ciri pokok perkembangan pada penguasaan simbol atau bahasa tanda termasuk simbol verbal.

dan pengaturan masalah. Tahap Operasional konkrit (7-11 tahun) (7Operasional: suatu tipe tindakan untuk memanipulasi objek atau gambaran yang ada dalam dirinya.3. Anak telah memiliki kecakapan berpikir logis hanya dengan benda-benda konkrit. Anak dapat membandingkan pendapat orang lain. Anak sudah dpt berpikir dengan model “kemungkinan” dlm melakukan kegiatan tertentu. bendaAnak telah dpt melakukan pengklasifikasian. walaupun tergantung pada masalah yang konkrit. Sosialisasi KTSP . pengelompokan.

menganalisis secara kombinasi. serta menarik generalisasi secara mendasar. Dapat bekerja secara efektif dan sistematis. Tahap Operasional formal (11-18 tahun) (11Ciri pokok perkembangan: Anak sudah mampu berpikir abstrak dan logis dengan menggunakan pola berpikir “kemungkinan”. menentukan macammacammacam proforsi. Munculnya berpikir ilmiah dengan tipe hipotheticohipothetico- deductive dan iductive.4. Sosialisasi KTSP .

memahami dunia sekitar melalui bentuk perumpamaan (tampil) dan perbandingan (komparasi) 1. Tahap enaktif: seseorang melakukan aktivitas dalam upayanya utk memahami lingkungan sekitar. 2. Artinya. Tahap ikonik: seseorang memahami objek-objek atau objekdunianya melalui gambar-gambar dan visualisasi gambarverbal. pegangan dsb. Misal: melalui gigitan. sentuhan.TAHAP PERKEMBANGAN (J. Sosialisasi KTSP . Artinya. dlm memahami dunia sekitarnya anak menggunakan pengetahuan motorik. Bruner) Menekankan adanya pengaruh kebudayaan dalam memahami terhadap tingkah laku individu.

Tahap simbolik: seseorang telah mampu memiliki ideideide gagasan-gagasan abstrak yang dipengaruhi oleh gagasankemampuannya dlm berbahasa. dan matematika. logika.3. Sosialisasi KTSP . Komunikasi dilakukan dengan menggunakan sistem simbol.

Teori ini sifatnya abstrak dan lebih mendekati bidang kajian filsafat. Teori ini lebih banyak berbicara tentang konsep-konsep pendidikan untuk konsepmembentuk manusia yang dicita-citakan. serta tentang dicitaproses belajar dalam bentuk yang ideal.PERSPEKTIF HUMANISME (Kolb) Menurut teori ini belajar harus dimulai dan ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia. Teori ini sangat mementingkan isi yang dipelajari dari pada proses belajar itu sendiri. dari pada bidang kajian psikologi belajar. teori kepribadian. Sosialisasi KTSP . dan psikoterapi.

Faktor motivasi dan pengalaman emosional sangat penting dalam peristiwa belajar. serta realisasi diri orang yang belajar secara optimal. Sosialisasi KTSP .Menurut teori ini belajar merupakan asimilasi bermakna. asal tujuannya untuk memanusiakan manusia mencapai aktualisasi diri. pemahaman diri. maka tidak akan terjadi asimilasi pengetahuan baru ke dalam struktur kognitif yang dimiliknya. Teori belajar humanistic berpendapat bahwa teori belajar apapun dapat dimanfaatkan. Materi yang dipelajari diasimilasikan dan dihubungkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. sebab tanpa motivasi dan keinginan dari pihak si belajar. Karena manusia adalah mahluk yang kompleks.

Tahap pengamatan aktif dan reflektif mampu melakukan refleksi terhadap peristiwa yang dialaminya. dan mengapa hal itu terjadi. dapat menceriterakan peristiwa tsb sesuai dengan apa yang dialaminya. Sosialisasi KTSP . dengan mengembangkan pertanyaanpertanyaanpertanyaan bagaimana hal itu bisa terjadi.4 Tahap Perkembangan dari Kolb 1. Ia dpt melihat dan merasakannya. 2. Tahap pengalaman konkrit seseorang mampu mengalami suatu kejadian sebagaimana adanya.

atau hukum dan prosedur tentang sesuatu yang menjadi objek perhatiannya. dan dpt mengaplikasikan konsep. Berpikir deduktif banyak digunakan dlm tahap ini. dan aturan dlm situasi nyata. teori. mengembangkan suatu teori. Sosialisasi KTSP . Tahap konseptualisasi Seseorang dapat membuat abstraksi. 4.3. Berpikir induktif untuk merumuskan secara generalisasi. Tahap eksperimentasi aktif Dapat melakukan eksperimen secara aktif. konsep.

selesai Sosialisasi KTSP .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->