MAKALAH KIMIA BAHAN ALAM

REVIEW JURNAL : ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA TERPENOID YANG
AKTIF ANTIBAKTERI PADA HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri Linn)

DisusunOleh:

Lutfi Nurindriyanti Dedy Iskandar Deantari Karliana Dina Aruni Saffanah

G1F010021 G1F010034 G1F010064 G1F010071

KEMENTERIAN PENDIDIDKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN FARMASI PURWOKERTO 2012

peluruh haid. Tumbuhan ini merupakan terna semusim. alkaloid dan steroid. virus hepatitis. tumbuhan meniran sudah cukup dikenal sebagai salah satu tumbuhan liar yang berkhasiat mengobati. Perkembangan penggunaan obat-obatan tradisional khususnya dari tumbuh-tumbuhan untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sudah cukup meluas. gembur atau bebatuan pada dataran rendah sampai pada ketinggian 1. Herba ini secara tradisional dapat digunakan sebagai obat radang ginjal. Tumbuhan ini di daerah Jawa disebut “meniran” dikarenakan bentuk buahnya seperti menir (butiran beras). seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Senyawa hasil isolasi atau senyawa semi sintetik yang diperoleh dari tumbuhan sebagai obat atau bahan baku obat. seperti teknik pemisahan. diterpenoid (-) hardwicklic acid.000 m diatas permukaan laut. sariawan. terpenoid.BAB I PEDAHULUAN Keanekaragaman flora (biodiversity) berarti keanekaragaman senyawa kimia (chemodiversity) yang kemungkinan terkandung di dalamnya. pinggir sungai. Salah satu jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat adalah meniran. nyeri gigi. Meniran adalah herba yang berasal dari genus Phyllanthus dengan nama ilmiah Phylanthus niruri Linn. pengetahuan mereka tentang khasiat meniran hanya sedikit saja. dan infeksi saluran kencing. phytol. Herba meniran mengandung metabolit sekunder plavonoid. antibakteri. Berdasarkan latar belakang di atas maka perlu dilakukan penelitian . Setelah meniran diuji secara klinis oleh tim kedokteran dari berbagai belahan dunia. sepanjang jalan. semaksemak. Hal ini memacu dilakukannya penelitian dan penelusuran senyawa kimia terutama metabolit sekunder yang terkandung dalam tumbuh-tumbuhan. tanah berumput. akademisi mengetahui bahwa meniran adalah salah satu kekayaan alam yang terabaikan atau bahkan kurang dapat perhatian selama ini. sakit kuning. Meniran merupakan salah satu jenis tumbuhan yang sering digunakan oleh masyarakat untuk obat. tumbuh liar di hutan. radang selaput lendir mata. Bagi sebagian besar masyarakat pedesaan. Akan tetapi. kanker. di ladang. triterpenoid saponin dan triterpenoid glikosida. metode analisis. dan uji farmakologi. peluruh dahak. ayan. pinggir pantai. Beberapa hasil penelitian menunjukkan senyawa terpenoid memiliki aktivitas sebagai antibakteri yaitu monoterpenoid linalool.

sedangkan unit isoprena diturunkan dari metabolisme asam asetat oleh jalur asam mevalonat (mevalonic acid : MVA).Untuk mendapatkan senyawa terpenoid dari herba meniran maka perlu dilakukan ekstraksi. tergantung pada sifat tumbuhan dan senyawa yang akan diisolasi.untuk mengetahui apakah herba meniran (Phyllanthus niruri Linn) mengandung senyawa terpenoid antibakteri. Sokletasi digunakan untuk simplisia dengan khasiat yang relatif stabil dan tahan terhadap pemanasan. k e r a g a m a n k i m i a m e r e k a t e l a h menyebabkan lebih dari 40. Prinsip sokletasi adalah penyarian secara terus menerus sehingga penyarian lebih sempurna dengan memakai pelarut yang relatif sedikit. BAB II ISI TINJAUAN PUSTAKA Terpenoid merupakan bentuk senyawa dengan keragaman struktur yang besar dalam produk alami yang diturunkan dan unit isoprena (C5) yang bergandengan dalam model kepala ke ekor (head-to-tail). Ekstraksi merupakan suatu proses penyarian suatu senyawa kimia dari suatu bahan alam dengan menggunakan pelarut tertentu. dengan beberapa kelas yang berfungsi sebagai agen farmasi penting. budaya tanaman sehingga sel telahdiselidiki sebagai strategi produksi alternatif. Pada cara ini pelarut dan simplisia ditempatkan secara terpisah. Banyak senyawa terpenoid ditemukan dalam hasil yang rendah dari sumber -sumber alam. termasuk antikanker paclitaxel agen (Taxol) dan terpenoid indole alkaloid yang diturunkan. Pada proses ekstraksi ini dapat digunakan sampel dalam keadaan segar atau yang telah dikeringkan. Ekstraksi bisa dilakukan dengan berbagai metode yang sesuai dengan sifat dan tujuan ekstraksi. Sokletasi merupakan suatu cara pengekstraksian tumbuhan dengan memakai alat soklet. Jika penyarian telah selesai maka pelarutnya diuapkan . Untuk herba meneran dalam penelitian ini digunakan pelarut methanol dan soklethasi dengan pelarut n-heksana.000 penemuan struktur yang berbeda. Terpenoid adalah kelas beragam produk alami yang memiliki banyak fungsi dalamk e r a j a a n t u m b u h a n d a n k e s e h a t a n m a n u s i a d a n g i z i . Untuk mengekstraksi senyawa utama yang terdapat dalam bahan tumbuhan dapat digunakan pelarut yang cocok.

a). detektor sinyal dan rekorder. spektrum massa dipakai untuk menentukan berat molekul atau rumus molekul atau juga mengidentifikasi senyawa dari pola fragmentasinya. Biasanya pelarut yang digunakan adalah pelarut yang mudah menguap atau mempunyai titik didih yang rendah. nheksana (p. Dalam penelitian akan ditentukan massa senyawa yang telah diisolasi. kalium bromida.a). Spektrum massa fragmen-fragmen yang kecil berasal dari tumbukan-tumbukan elektron dengan molekul induk.a). Sistem pemasukan cuplikan dapat berasal dari kromatografi gas. asam asetat anhidrida (p. silika GF254. kromatografi kolom.a).dan sisanya adalah zat yang tersari. kertas saring. seperangkat alat gelas. . puncak dasar dan fragmen-fragmen molekul. sumber ion. Kecamatan Kuta Utara. Metode spektroskopi massa ini didasarkan pada pengubahan komponen cuplikan menjadi ion-ion gas dan memisahkannya berdasarkan perbandingan massa terhadap muatan (m/e). Pola fragmentasi dipergunakan untuk mengidentifikasi senyawa. juga memungkinkan terhadap pengenalan gugus fungsi dengan melihat puncak-puncak fragmentasi spesifik. Peralatan Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : neraca analitik. Spektroskopi massa terdiri dari beberapa komponen yaitu sistem masukan cuplikan. penganalisis massa. botol reagen. Propinsi Bali. silika G60. Herba meniran dikeringkan kemudian diblender sampai berbentuk serbuk. seperangkat alat kromatografi lapis tipis. Gabungan spektrofotometer massa dan kromatografi gas disebut GC–MS (Gas Chromatography Mass Spectroscopy). pipet ukur. Spektra massa merupakan output dari pengukuran spektroskopi massa. MATERI DAN METODE Bahan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh bagian herba meniran segar (Phyllanthus niruri Linn) yang diperoleh dari Kelurahan Kerobokan Kelod. Jadi. akuades. Bila suatu molekul berbentuk gas disinari oleh elektron berenergi tinggi di dalam sistem hampa maka terjadi ionisasi ion molekul tak stabil pecah menjadi ion-ion yang lebih kecil. labu erlenmeyer. Spektrum massa merupakan rangkaian puncak-puncak yang berbeda-beda tingginya. Kabupaten Badung. kalsium klorida anhidrat. Puncak yang paling tinggi dari spektrum massa disebut base peak. H2SO4 pekat. kloroform (p. HCl 4 M. corong pisah. Bahan kimia yang digunakan dalam penelitian terdiri dari metanol (p.a). Untuk idetifikasi terpenoid dari herba meniran dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Gas – Spektroskopi Massa. labu ukur. penguap putar vakum. KOH 10%. benzena (p. blender.

Ekstrak n heksana dikentalkan lalu diuji fitokimia dan uji aktivitas antibakteri. 5. Maserasi Seberat 1000 g serbuk kering herba meniran dimaserasi menggunakan pelarut metanol. 3. Ekstrak nheksana dikentalkan lalu diuji fitokimia dan uji aktivitas antibakteri. namun suhunya berbeda yaitu pada suhu 37ºC . Ekstrak metanol dipekatkan lalu dihidrolisis dalam 100 mL HCl 4 M. Ekstrak n-heksana dipekatkan lalu disabunkan dalam 10 mL KOH 10%. sokhlet dan lampu ultra violet 254 nm dan 366 nm Cara Kerja Ekstraksi Dua cara yaitu : 1. 2. Dimasukkan ke dalam tabung yang berisi 2 mL Mueller-Hinton broth kemudian diinkubasi selama 24 jam pada suhu 35ºC . 6. Hasil hidrolisis diekstraksi dengan 5 x 50 mL n –heksana. 4. Lalu diinkubasi selama 24 jam pada suhu 35ºC . Ekstrak n-heksana dipekatkan lalu disabunkan dalam 50 mL KOH 10%. Kemudian ditempelkan disk yang berisi sampel. refluks. 2. Untuk biakan bakteri Staphyloccocus aureus dilakukan dengan cara yang sama seperti biakan bakteri Eschericia coli. Uji aktivitas antibakteri Ekstrak n-heksanaa diuji aktivitasnya terhadap bakteri Eschericia coli dan Staphyloccocus aureus dengan tahap – tahap sebagai berikut : 1.kromatografi gas-spektroskopi massa. secara merata dengan menggunakan lidi kapas yang steril. Diambil sebanyak satu koloni biakan bakteri Eschericia coli dengan menggunkan jarum ose yang dilakukan secara aseptis. Sokletasi Seberat 1000 g serbuk kering herba meniran disokletasi dengan 5 L pelarut n – heksana. Suspensi bakteri homogen yang telah diinkubasi siap dioleskan pada permukaan media Mueller Hinton agar. standar tetrasiklin serta pelarutnya (n-heksana) yang digunakan sebagai kontrol. 7. Dilakukan pengukuran daya hambat zat terhadap bakteri.

Ekstrak yang positif terpenoid dan paling aktif antibakteri dipisahkan mengunakan kromatografi kolom dengan fase diam silika gel 60 dan fase gerak kloroform : metanol (3:7). Tabel 1.690 dan 0. Fraksi-fraksi yang diperoleh dari kromatografi kolom diuji fitokimia dan uji aktivitas antibakteri.580 Warna Ekstrak Kuning Kuning muda Kuning muda Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa fraksi A dan fraksi C positif terpenoid yaitu memberikan warna merah muda (positif diterpenoid) pada fraksi A dan warna ungu muda (positif triterpenoid) pada fraksi C setelah direaksikan dengan pereksi Lieberman-Burchard. Fraksi yang positif terpenoid dan paling aktif antibakteri dilanjutkan ke tahap 1. Kelompok fraksi hasil kromatografi kolom No 1 2 3 Fraksi A (1-27) B (28-33) C (34-) Jumlah Noda 1 2 1 Rf 0.725 0. Hal ini dibuktikan dengan terbentuknya warna ungu setelah ekstrak n-heksana direaksikan dengan Pereaksi Lieberman Burchard. Terhadap ekstrak n-heksana hasil sokletasi dipisahkan mengunakan kromatografi kolom menghasilkan tiga buah fraksi yang dipaparkan pada Tabel 1.600 0. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap ekstrak n-heksana hasil sokletasi memberikan daya hambat yang lebih besar dibandingkan ekstrak n-heksana hasil maserasi. pemurnian menggunakan kromatograi lapis tipis. 2. Isolat yang relatif murni selanjutnya diidentifikasi menggunakan kromatogafi gas – spektroskopi massa HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil ekstraksi dengan cara sokletasi dan maserasi menunjukkan bahwa ekstrak nheksana pada kedua cara tersebut positif mengandung senyawa terpenoid. Hasil ini dipaparkan pada Tabel 2 Warna Nama fraksi larutan Warna larutan Keterangan sebelum direaksikan sesudah direaksikan dengan pereaksi dengan pereaksi Lieberman-Burchard Farksi A Kuning muda Lieberman.Burchard Merah muda Positif terpenoid .

Hal ini dapat dikatakan fraksi A relative murni secara KLT. Hasil uji aktivitas antibakteri fraksi A dan fraksi C Diameter hambatan masing-masing zona bakteri (mm) No Ekstrak n-heksana Staphyloccocus aureus ATCC 25923 1. akan memberikan warna biru dan hijau. Isolat yang relatif murni diidentifikasi menggunakan kromatografi gas – spektroskopi massa. Kontrol n-heksana Akuades 0 0 ® Escherichia coli ATCC® 25922 1 2 3 Standar tetrasiklin 30 42 µg 4. Apabila mengandung Triterpenoid. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap fraksi A dan fraksi C dipaparkan pada Tabel 3. Fraksi A 30 µg Fraksi C 30 µg 19 12 4 5 Dari hasil uji aktivitas antibakteri fraksi A memberikan daya hambat yang lebih baik sehingga fraksi A dilanjutkan ke tahap pemurnian. maka akan memberikan warna merah sedangkan apabila mengandung Steroid. Hasil pemurnian menunjukkan noda tunggal.(diterpenoid) Fraksi B Kuning muda Hijau kebiruan Negatif (steroid) Fraksi C Kuning Ungu muda Positif terpenoid terpenoid (triterpenoid) Reagen Lieberman Burchard ini biasa digunakan untuk mengidentifikasi secara kualitatif suatu kolesterol. Tabel 3. Metanol dan Etanol dapat digunakan untuk melarutkan sampel yang akan diidentifikasi. Fraksi yang positif terpenoid selanjutnya dilakukan uji aktivitas antibakteri. Biasanya reagen Lieberman Burchard digunakan dengan cara menyemprotkan larutannya pada kolesterol yang sudah di-kromatografi-kan (TLC). 3. 2. 5. Kromatogram gas fraksi . Reagen Lieberman Burchard dibuat dari Asam sulfat pekat (10 mL) dan Anhidrida Asetat (10 mL).

Pada spektrum massa puncak I terdapat puncak m/z 71 sebagai puncak dasar dan muncul pula puncak khas lainnya dari dodekane yaitu puncak m/z 43 dan m/z 57 dengan kelimpahan yang cukup tinggi.n-heksana positif terpenoid dan aktif antibakteri menunjukkan terdapatnya dua buah puncak dengan waktu retensi berturut-turut : 25. 123. Spektrum massa phytadiene menyerupai spektrum massa senyawa puncak I m/z 278[M+]. Berdasarkan data di atas senyawa tersebut mengandung dua buah senyawa. 263. 179. Senyawa tersebut adalah phytol dengan berat molekul m/z 296[M+]. Pada spektrum massa dodekane terdapat puncak dasar m/z 57 yang diapit oleh puncak tinggi lainnya yaitu puncak m/z 43 dan m/z 71 yang merupakan puncak khas dodekane. . 57. Hal ini berarti senyawa puncak I mempunyai gugus seperti dodekane. Berdasarkan data base kromatografi gas . senyawa pada puncak I mempunyai berat molekul m/z 278. spektrum massanya ditampilkan pada gambar diatas.74 dan 21.93 menit. 82.spektroskopi massa ditampilkan senyawa yang memiliki kemiripan 83% dengan senyawa pada puncak I. 109. Data spektroskopi massa dari phytadiene yaitu m/z 278[M+]. struktur phytadiene mengikuti pola fragmentasi senyawa pada puncak I. Berdasarkan data spektrum. Dodekane memiliki 20 atom C dan adanya ikatan rangkap. Phytol dapat mengalami dehidrasi secara alami menjadi phytadiene pada kelompokB dari Botryococcus braunii dimana Botryococcus braunii merupakan salah satu spesies dari alga hijau. 68. 95. Setelah difragmentasi. hal ini juga terlihat pada struktur phytadiene yang tersusun atas 20 atom C dan dua buah ikatan rangkap.

Senyawasenyawa tersebut memang memiliki berat molekul m/z 335 sesuai dengan m/z senyawa pada puncak II tetapi pola fragmentasi senyawa– senyawa tersebut tidak memenuhi pola fragmentasi senyawa pada puncak II.43) yang kehilangan molekul C3H7. Berdasarkan data hasil penelusuran internet. Oleh karena itu ditelusuri senyawa yang memiliki berat molekul m/z 336 yang memiliki pola fragmentasi yang memenuhi pola fragmentasi senyawa puncak II dengan asumsi bahwa senyawa dengan berat molekul m/z 336 adalah senyawa yang memiliki berat molekul m/z 335 [M+ . Dari data spektrum. Berdasarkan hasil penelusuran internet.2-seco-cladiellan terbentuk dari karvon dimana karvon merupakan senyawa golongan monoterpenoid yang mengandung gugus keton. 2-(acetylamino)-3-{3(cyclopentylmethoxy)-2. Jadi secara garis besar. Pada senyawa puncak II terlihat adanya puncak m/z 55 dan pemecahan ikatan C – C sebelah atom oksigen dapat terlihat pada m/z 292 (M+. Senyawa tersebut adalah 1. terdapat struktur senyawa yang memiliki berat molekul m/z 336 dengan gugus dan pola fragmentasi yang memenuhi gugus dan pola fragmentasi senyawa pada puncak II. phytadiene dan dodekane. phytadiene dan dodekane. dengan demikian senyawa pada puncak I diduga sebagai senyawa phytadiene berdasarkan data Spektroskopi Massa. Berdasarkan data di atas ditarik suatu kesimpulan yaitu senyawa puncak II diduga sebagai . senyawa tersebut adalah 1.H . pola fragmentasi dan hubungan antara senyawa puncak I dengan phytol. Berdasarkan data hasil penelusuran internet.2-seco-cladiellan. karena struktur senyawa ini memenuhi pola fragmentasi senyawa puncak II. phytadiene dan dodekane. senyawa puncak II memiliki berat molekul m/z335. terdapat beberapa buah senyawa dengan m/z 335 diantaranya DLLeucyl-glycyl-DLphenylalanine. Senyawa 1.4. senyawa puncak I dengan phytol.2–seco–cladiellan. pola fragmentasi dan hubungan antara senyawa puncak I dengan phytol.dimethoxyanilino)-2-oxoethyl}cyclohexyl}acetic acid. terdapat struktur senyawa yang memiliki berat molekul m/z 336 dengan gugus dan pola fragmentasi yang memenuhi gugus dan pola fragmentasi senyawa pada puncak II. 4-metoksi-4-metil-1-(4-nitrophenyl).Dengan demikian senyawa pada puncak I m/z 278 diduga sebagai senyawa phytadiene berdasarkan data Spektroskopi Massa.decane-1.methoxyphenyl}propanoic acid.H]. struktur phytadiene mengikuti pola fragmentasi senyawa pada puncak I.3-dione. setelah difragmentasi. 2{1-[2-(3.2-seco-cladiellan. Terdapatnya gugus keton pad sebuah spektrum massa suatu senyawa terlihat pada puncak m/z 55 dan adanya pemecahan yang terjadi pada ikatan C – C sebelah atom oksigen. Berdasarkan data di atas ditarik suatu kesimpulan yaitu senyawa puncak II diduga sebagai senyawa 1.

wordpress. Gede Bawa. 2011.. dimurnikan dengan kromatografi lapis tipis dan selanjutnya diidentifikasi menggunakan kromatogafi gas – spektroskopi massa disimpulkan bahwa Herba meniran (Phyllanthus niruri Linn) mengandung dua senyawa terpenoid yang diduga jenis phytadiene dan 1. Vol 1. karena struktur senyawa ini memenuhi pola fragmentasi senyawa puncak II BAB III KESIMPULAN Penelitian Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Terpenoid Yang Aktif Antibakteri Pada Herba Meniran (Phyllanthus niruri Linn) dengan perlakuan awal ekstraksi. Isolasi dan Identitfikasi Senyawa Terpenoid yang Aktif Antibakteri pada Herba Meniran.A. Diakses tanggal 12 April 2012 Gunawan.L..com/2009/12/02/terpenoid/. Kandungan Terpenoid dalam herba meniran terbukti mampu menghambat Staphyloccocus aureus Eschericia coli.scribd. http://www.W.senyawa 1. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Udayana. Terpenoid. I. Sutrisnayanti N. kemudian dipisahkan dengan kromatografi kolom. http://nadjeeb. I.G. Diakses tanggal 14 April 2012 Anonim.2-seco cladiellan.G. DAFTAR PUSTAKA Anonim.2–seco–cladiellan. . Isolasi alkaloid dari Herba Meniran.com/doc/49575733/18/Kromatografi-Gas-%E2%80%93Spektroskopi-Massa-GC-%E2%80%93-MS. 2012.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful