P. 1
jiwa

jiwa

1.0

|Views: 307|Likes:
Published by Dewi Blau Rose

More info:

Published by: Dewi Blau Rose on Apr 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/19/2015

pdf

text

original

MAKALAH STRATEGI KESEHATAN JIWA DI INDONESIA

Disusun Oleh : 1. Armeylia Resti 2. Baitul Kiptiyah 3. Budi Santoso 4. Dian Purbarini 5. Ely Ermawati 6. Habibi Ragil 7. Luluk Lusiana 8. Mona Arum 9. Sari Devyanti 10. Ulivia Febrina 11. Velesitas Nurhayati

AKADEMI KEPERAWATAN DHARMA HUSADA KEDIRI Jalan Penanggungan No. 41A Kediri Telp. (0354) 772628 TAHUN AKADEMIK 2010/2011

KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat. Kritik dan saran sangat kami harapkan dari semua pihak.semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya. sebagai sarana memperdalam dan menambah pengetahuan. Makalah ini kami susun berdasarkan atas berbagai sumber pengetahuan mengenai kesehatan jiwa di Indonesia. Hal ini tidak lain merupakan salah satu usaha untuk menambah pengetahuan pembaca mengenai pentingnya pembelajaran tentang kesehatan jiwa di Indonesia.terutama pembaca makalah ini. Kediri.Amin…. Harapan kami. sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan lancar tanpa suatu halangan apapun.taufik serta hidayah-Nya. Makalah ini kami susun juga berdasarkan atas informasi dan pengetahuan yang konkrit dan benar adanya sesuai dengan informasi yang terkandung dalam buku maupun berasal dari internet. 7 Maret 2012 Penyusun . Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi usaha kita. Terakhir kami ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran proses penyusunan makalah ini.

Latar belakang Dalam rangka pengarahan kehidupan modern terdapat berbagai bahaya terdapat diri yang baik. Dalam hal ini diperlukan kemampuan individu dan lingkungan keluarga yang mendukung untuk menghadapi segala sesuatu yang terjadi yang dimaksudkan dengan kemampuan individu adalah kemampuan seseorang dalam menghadapi serta mangatasi segala masalah yang ada pada setiap tingkat perkembangan dan pertumbuhan individu. dapat menerima orang lain seba-gaimana adanya dan mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain. halusinasi merupakan salah satu dari gangguan persepsi. salah satunya adalah persepsi. sukar untuk memperoleh dan mempertahankan identitas diri yang stabil ditengah-tengah perubahan yang kompleks dan cepat. bereaksi dan pola pengambilan keputusan dalam keluarga.BAB I PENDAHULUAN 1. Lingkup . Seorang individu yang mempunyai kemampuan dan dukungan yang kurang. Gangguan kesehatan mental/psikiatri banyak macamnya. Kesehatan Jiwa adalah perasaan sehat dan bahagia serta mampu menghadapi tantangan hidup. Jika seorang individu menerima ransangan yang berlebihan mempunyai kemungkinan untuk terjadinya kekacauan fungsi mental. dapat mempengaruhi kesehatan mental/jiwa. Sedangkan yang di maksud dengan lingkungan keluarga yang mendukung adalah bagaimana keluarga meletakkan dasar berfikir.

antara lain meliputi masalah gangguan jiwa. masalah psikososial serta masalah perkembangan manusia yang harmonis dan peningkatan kualitas hidup. Tujuan  Mengetahui tentang kesehatan jiwa  Mengetahui tentang masalah-masalah kesehatan jiwa  Mengetahui undang-undang kesehatan jiwa  Mengetahui strategi kesehatan jiwa . 2.masalah kesehatan jiwa yang dihadapi bersifat sangat kompleks.

depresi. Secara umum gangguan fungsi jiwa yang dialami seorang individu dapat terlihat dari penampilan. Masalah gangguan jiwa yang menyebabkan menurunnya kesehatan mental ini ternyata terjadi hampir di seluruh negara di dunia. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Mental Rumah Tangga (SKMRT) pada tahun 1985 yang dilakukan terhadap penduduk di 11 kotamadya oleh Jaringan Epidemiologi Psikiatri Indonesia.5% dari total penduduk.BAB II MASALAH KESEHATAN JIWA DI INDONESIA Gangguan jiwa adalah adanya perubahan fungsi jiwa yang menyebabkan gangguan pada fungsi jiwa. ditemukan 185 per 1. psikologis. Fungsi jiwa yang terganggu meliputi fungsi biologis. epilepsy. WHO (World Health Organization) badan dunia PBB yang menangani masalah kesehatan dunia. interaksi dan aktivitasnya sehari-hari. sosial. proses berpikir. memandang serius masalah kesehatan mental dengan menjadikan isu global WHO. Alzheimer. obsesif kompulsif dan ketergantungan alkohol sebagai isu yang perlu mendapatkan perhatian.000 penduduk . WHO mengangkat beberapa jenis gangguan jiwa seperti Schizoprenia. sehingga menimbulkan penderitaan pada individu dan atau hambatan dalam melaksanakan peran sosial baik peran di keluarga maupun masyarakat. gangguan bipolar. Di Indonesia jumlah penderita penyakit jiwa berat sudah cukup memprihatinkan. keterbelakangan mental. yakni mencapai 6 juta orang atau sekitar 2. spiritual. komunikasi.

Padahal. Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa masalah kesehatan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang tidak . Dan keadaan seperti ini tidak dapat dibiarkan terus menerus. Jumlah orang yang terkena dampak meningkat sangat bermakna bila menghitung minimal 8 orang anggota keluarga dari penderita ikut terkena dampak dari gangguannya. Sebuah fenomena angka yang sangat mengkhawatirkan bagi sebuah bangsa. maka terdapat 66 juta penduduk Indonesia pernah mengalami gangguan jiwa. memasung sama artinya dengan merampas hak sehat dan hak hidup seseorang dan bertentangan dengan Undang-undang. Jumlah individu yang mengalami gangguan jiwa sangat besar. Dengan populasi yang mencapai angka 238 juta jiwa. Diperkirakan 30% penduduk mengalami berbagai bentuk masalah gangguan jiwa semasa kehidupannya. Jelas gangguan jiwa di Indonesia berdampak pada lebih dari separuh penduduk. 10% diantaranya mengalami gangguan jiwa berat. Disana orang yang kesehatan jiwanya terganggu kebanyakan dipasung kakinya. Studi yang dilakukan oleh Bank Dunia (World Bank) pada tahun 1995 dibeberapa negara menunjukkan bahwa hari-hari produktif yang hilang atau Dissabiliiy Adjusted Life Years (DALY's) yang disebabkan oleh masalah kesehatan jiwa sebesar 8.1 %. Salah satunya di Jawa Tengah. Dengan analogi lain bahwa satu dari lima penduduk Indonesia menderita gangguan jiwa dan mental.rumah tangga dewasa menunjukkan adanya gejala gangguan kesehatan jiwa baik yang ringan maupun berat.

tertanggal 11 Nopember 1977 yang ditujukan kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia telah meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan pemasungan terhadap penderita gangguan jiwa dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menyerahkan perawatan penderita di Rumah Sakit Jiwa. diskriminasi dan marginalisasi. Sedangkan . Disamping amanat yang disebutkan dalam Undang-undang Kesehatan No. jauh dari akses pelayanan kesehatan. Namun pada kenyataannya berdasarkan data Riskesdas 2007. dikandang atau diasingkan ditengah hutan jauh dari masyarakat. 2010). 36 tahun 2009 bahwa setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. tidak mempunyai biaya serta ketidakpahaman tentang gangguan jiwa (Kementerian Kesehatan.kalah penting untuk diperhatikan jika dibandingkan dengan masalah kesehatan lainnya yang ada di masyarakat. Bahkan sebagian diantara mereka dipasung dengan kondisi-kondisi yang sangat memprihatinkan seperti dipasung dengan kayu. Surat tersebut juga berisi instruksi untuk para Camat dan Kepala Desa agar secara aktif mengambil prakarsa dan langkah-langkah dalam penanggulangan pasien yang ada di daerah mereka. atau mereka akan mendapatkan pelayanan yang bermutu rendah. Seseorang dengan gangguan jiwa umumnya berhadapan dengan stigma. dirantai.29/6/15. Sebenarnya pemerintah melalui Surat Menteri Dalam Negeri Nomor PEM. Dengan alasan karena mengganggu orang lain. membahayakan dirinya sendiri. Stigma menyebabkan mereka tidak mencari pengobatan yang sangat mereka butuhkan. ternyata terdapat sekitar 13.000-24.000 orang penderita gangguan jiwa di Indonesia yang dipasung oleh keluarganya.

diperkirakan jumlahnya masih akan bertambah. Data ini merupakan data sementara dan masih dalam proses.di Jawa Tengah berdasarkan data dari Kabupaten/Kota sampai dengan Juni 2011 tercatat tidak kurang 200 orang penderita gangguan jiwa dipasung. .

kurativ.BAB III UNDANG-UNDANG KESEHATAN UNDANG – UNDANG KESEHATAN NO. dan masyarakat bertanggung jawab menciptakan kondisi kesehatan jiwa yang setinggi-tingginya dan menjamin ketersediaan . BAB IX TENTANG KESEHATAN JIWA Pasal 144 (1) Upaya kesehatan jiwa di tujukan untuk menjamin setiap orang dapat menikmati kehiduapan kejiwaan yang sehat bebas dari ketakutan . promotiv. pemerintah daerah.36 TAHUN 2009. dan masyarakat (4) pemerintah . termasuk mempermudah akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan jiwa . rehabilitativ. mutu dan pemerataan upaya kesehatan jiwa sebagaiman di maksud dalam pada ayat (2) (5) pemerintah . aksesibilitas. berkewajiban untuk menggembangkan upaya kesehatan jiwa berbasis masyarakat sebagai bagian dari upaya kesehatan jiwa keseluruhan. pemerintah daerah. tekanan dan gangguan lain yang dapat mengganggu kesehatan jiwa (2) Upaya kesehatan jiwa sebagaimana di maksud pada ayat (1) terdiri atas preventive. dan pemerintah daerah. pasien gangguan jiwa dan masalah psikososial (3) Upaya kesehatan jiwa sebagaimana di maksud pada ayat (1) menjadi tanggung jawab bersama pemerintah .

termasuk menjamin upaya kesehatan jiwa di tempat kerja sebagaimana di maksud dalam pasal 144 ayat (3) Pasal 146 (1) Masyarakat berhak mendapat informasi dan edukasi yang benar mengenai kesehatan jiwa (2) Hak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan untuk menghindari pelanggaran hak asasi seseorang yang dianggap menfgalami gangguan kesehatan jiwa (3) Pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban menyediakan layanan informasi dan edukasi tentang kesehatan jiwa Pasal 147 (1) Upaya penyembyhan penderita gangguan kesehatan jiwa merupakan tanggung jawab pemerintah. pemerintah daerah. di gunakan fafasilitas pelayanan kesehatan khusus yang memenuhi syaraa dan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan masyarakat menjamin upaya kesehatan jiwa secara preventive. promotiv. rehabilitative. kurativ. .Pasal 145 pemerintah . pemerintah daerah dan masyarakat (2) Paya penyembuhan sebagaimana di maksud pada ayat (1) dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berwenang dan di tempat yang tetap dengan tetap menghormati hak asasi penderita (3) Untuk merawat penderita gangguan kesehatan jiwa.

kecuali peraturan perundang-undangan menyatakan lain Pasal 149 (1) Penderita ganggua jiwa yang terlantar. mengancam keselamatan dirinya / atau orang lain . dan pemrintah daerah bertnggung jawab atas pemerataan. dan / atau mengganggu ketertiban dan / atau keamanan umum (3) Pemerintah.Pasal 148 (1) Penderita gangguan jiwa mempunyai hak yang sama sebagai warga Negara (2) Hak sebagaimana di maksud pada ayat (1) meliputi p[ersamaan perlakuan dalam setiap aspek kehidupan. dan /atau mengganggu ketertiban dan / atau keamanan umum wajib mendapatkan pengobatan dan perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan (2) Pemerintah. penyediaan fasilitas pelayanan kesehatn jiwa dengan melibatkan peran serta aktif masyarakat (4) Tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah sebagaimana di maksud pada ayat (2) termasuk pembiayaan pengobatan dan perawatan penderita gangguan jiwa untuk masarakat miskin . menggelandang. pemerintah daerah. mengancam keselamatan dirinya dan / atau orang lain. dan masyarakat wajib melakukan pengobatan dan perawatan difasilitan pelayanan kesehatan bagi penderita gangguan jiwa yang terlantar. menggelandang.

Pasal 150 (1) Periksaan kesehatan jiwa untuk kepentingan penegakan hokum ( visum et repertum psikiatricum )Hanya dapat dilakukan oleh dokter spesialis kedokteran jiwa pada fasilitas pelayanan kesehatan (2) Penetapan status kecakapan hokum seseorang yang di duga mengalami gangguan kesehatan jiwa dilakuakan oleh tim dokter yang mempunyai keahlian dan kompetensi sesuai dengan standar profesi Pasal 151 Ketentuan lebih lanjut mengenai upaya kesehatan jiwa diataur dengan peraturan pemerintah .

dan lainlain. 2. disetiap sekolah tersedia kepustakaan. misalnya kebijakan pemukiman yang menyediakan fasilitas sosial (tempat bermain anak. khususnya peningkatan pemberdayaan sektor swasta dalam upaya yang bersifat preventif dan promotif. sehingga kerjasama yang sudah terjalin selama ini perlu terus ditingkatkan dengan cara-cara yang lebih efektif. maka upaya promotif dan preventif terhadap munculnya berbagai masalah kesehatan jiwa akan lebih diutamakan daripada upaya kuratif dan rehabilitatif. kegiatan sosial bagi usia lanjut. Hal ini dapat dicapai dengan adanya dukungan kebijakan public yang memenuhi asa-asas kesehatan jiwa. Pemantapan “ Kerjasama Lintas Sektor “ dan “ Kemitraan dengan Swasta “ Upaya kesehatan jiwa sangat terkait dengan berbagai kebijakan dari sektorsektor di luar kesehatan. Advokasi “Kebijakan Publik” yang memperhatikan aspek kesehatan jiwa. Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan jiwa masyarakat ini secara lebih efektif dan efisien. Program pembangunan di segala bidang harus memberikan kontribusi yang positif terhadap derajat kesehata n jiwa masyarakat. dan lain-lain). .BAB IV STRATEGI KESEHATAN JIWA DI INDONESIA 1. disetiap Kota/Kabupaten mempunyai “ Pusat Kegiatan Sosial dan Budaya “. lapangan olahraga yang memadai untuk menampung kreatifitas anak didik. olahraga bagi remaja.

Maka perlu dikembangkan Program Kesehatan Jiwa di setiap Kabupaten/Kota oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan fasilitasi dan pemberdayaan dari Provinsi/Pusat. dan adanya keragaman sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing Kabupaten/Kota. pemerintahan desa. organisasi kemasyarakatan secara gotong royong dan berkesinambungan. adat istiadat. dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. “Pemberdayaan Masyarakat” melalui pendidikan / penyuluhan / promosi tentang kesehatan jiwa secara terintegrasi dengan program kesehatan dan sektor pada umumnya. Mengoptimalkan fungsi-fungsi TP-KJM sesuai dengan tugas pokoknya. Menumbuhkembangkan pemberdayaan masyarakat untuk mengetahui potensi yang ada dan memanfaatkannya menuju kemandirian. seperti tradisi. Dalam kaitan dengan desentralisasi penyelenggaraan pemerintahan pada tingkat Kabupaten/Kota. 5. Metode dan materi pendidikan kesehatan jiwa harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat (relevant). . dan dapat dimengerti dengan mudah oleh masyarakat (contextual communication). Menciptakan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan institusi yang ada dalam masyarakat itu sendiri. 4. budaya. “Desentralisasi” program kesehatan jiwa pada Kabupaten/Kota. serta mekanisme kerja dan koordinasi program yang dilaksanakan secara sinkron dan sinergi. menggunakan tatanan yang sudah ada di masyarakat tersebut (social-cultural setting).3. serta keunikan dari masalah kesehatan jiwa yang ada.

Penyelenggaraan hotline service number 500-454. Berbagai program kesehatan sedang dijalankan Kemkes. yaitu: Pengendalian masalah pasung di Indonesia. Selain itu untuk menurunkan angka terjadinya gangguan jiwa adalah meningkatkan jumlah psikiater dan professional kesehatan jiwa yang terdistribusi secara merata. 35 tahun 2009 tentang narkotika dan PP No. Perhatian terhadap masalah etika dan perlindungan penderita gangguan jiwa Perhatian . termasuk tenaga kesehatan jiwa. meningkatkan keterlibatan penyedia layanan kesehatan jiwa nonspesialis yang terlatih. Sosialisasi upaya kesehatan jiwa masyarakat ini dengan adanya dukungan bahan-bahan informasi yang lengkap dan memadai. promotif. Meningkatkan komunikasi dan forum koordinasi dalam rangka pemberdayaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kesehatan jiwa masyarakat. dan meningkatkan keterlibatan aktif orang yang terkena dampak gangguan jiwa. dan Pemetaan untuk pemerataan sumber daya kesehatan.25 tahun 2011 tentang wajib lapor bagi pecandu narkoba. Selain program diatas.6. saat ini Kementerian Kesehatan sedang melakukan berbagai upaya untuk penanggulangan masalah kesehatan jiwa. 7. untuk konsultasi gangguan kejiwaan. Penguatan upaya preventif. meliputi Pemberdayaan masyarakat. guna menciptakan masyarakat yang berkesehatan jiwa. Program dispersi pecandu narkoba sesuai dengan UU No. kuratif dan rehabilitatif di tingkat primary health care agar kasus-kasus di tingkat lebih lanjut dapat diminimalisasi. baik orang dengan masalah kesehatan (ODMK) secara langsung maupun keluarganya.

mendidik masyarakat dalam mengurangi stigma negatif masyarakat tentang rumah sakit jiwa. serta mampu menghasilkan inovasi.terhadap kelompok berisiko seperti Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKI-B). rekomendasi profesi atau institusi pendidikan dalam menciptakan pedoman penanggulangan masalah kesehatan jiwa di Indonesia . dan masyarakat di lokasi bencana. korban kekerasan. mendorong penyediaan layanan tersier spesialistik. Profesi kesehatan jiwa diharapkan dapat proaktif dalam mencari solusi untuk penanggulangan masalah kesehatan jiwa baik di institusi pelayanan maupun di komunitas. dokter plus yang terlatih di bidang kesehatan jiwa. seperti meningkatkan jumlah psikiater dan pemerataan pendistribusiannya.

komunikasi. spiritual. dan pemetaan untuk pemerataan sumber daya kesehatan. berupaya membentuk strategi-strategi untuk menanggulangi dan meminimalkan peningkatan jumlah penduduk dengan gangguan jiwa. Fungsi jiwa yang terganggu meliputi fungsi biologis. sehingga menimbulkan penderitaan pada individu dan atau hambatan dalam melaksanakan peran sosial baik peran di keluarga maupun masyarakat. sosial. proses berpikir. Secara umum gangguan fungsi jiwa yang dialami seorang individu dapat terlihat dari penampilan. promotif. Oleh karena itu pemerintah yang beracuan pada undang-undang kesehatan no. . psikologis. penguatan upaya preventif. interaksi dan aktivitasnya sehari-hari. KESIMPULAN Gangguan jiwa adalah adanya perubahan fungsi jiwa yang menyebabkan gangguan pada fungsi jiwa.36 tahun 2009 bab IX tentang kesehatan jiwa. Selain itu banyak sekali masalahmasalah yang timbul dari gangguan jiwa ini yang mengakibatkan orang gangguan jiwa diperlakukan tidak selayaknya manusia. Antara lain pengendalian masalah pasung di Indonesia. kuratif dan rehabilitatif di tingkat primary health care agar kasus-kasus di tingkat lebih lanjut dapat diminimalisasi.BAB V PENUTUP 1. termasuk tenaga kesehatan jiwa.

bukan hanya dengan menetapkan Undang – Undang melainkan juga harus memberikan fasilitas kepada para pasien gangguan jiwa agar mendapatkan pengobatan penyakitnya. SARAN  Bagi perawat Sebagai seorang perawat harus mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan dalam pemberian asuhan keperawatan kepada pasien gangguan jiwa.  Bagi institusi Bagi institusi mampu mengembangkan dan mensosialisasikan kepada para mahasiswa pentingnya pemberian asuhan keperawatan yang baik kepada pasien gangguan jiwa.  Bagi pemerintah Bagi pemerintah diharapkan lebih memperhatikan pasien dengan gangguan kesehatan jiwa. .2.

id/index. 2009.7.DAFTAR PUSTAKA  Anonym.depkes.7.2012.kemkes prioritaskan kesehatan jiwa.go.php?option=com_content &view=category&layout=blog&id=115&Itemid=141 .gangguan jiwa mengancam bangsa.2012.maret.http://buk.net/kesehatan/34-kesehatan/2183gangguan-jiwa-mengancam-bangsa   undang-undang kesehatan.maret.2012.7. fokusmedia Anonim.maret.kmk tp-kesehatan jiwa masyarakat 220- 2002.net/index.php?option=com_content&view=article&id=230:kemkesprioritaskan-kesehatan-jiwa&catid=51:berita&Itemid=123  Anonym.http://manajemenrs.http://erabaru.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->