Daftar Isi SISTEM PERPAJAKAN INDONESIA .................................................................................... 2 A.Pajak di Indonesia ..........................................................................................................

2 Pajak Penghasilan ................................................................................................................ 4 A.PPh Orang Pribadi ......................................................................................................... 4 B.Bentuk Usaha Tetap. ..................................................................................................... 4 Kewajiban Perpajakan Bentuk Usaha Tetap .................................................................. 5 C. Tambahan tarif Lainnya ................................................................................................ 6 Pajak Bumi Dan Bangunan ................................................................................................... 7 1.Tarif Pajak Bumi Dan Bangunan / PBB........................................................................... 7 2.Media Pemberitahuan Besar Pajak Terutang ................................................................. 7 3.Pembayaran Pajak Bumi Dan Bangunan / PBB .............................................................. 7 Hak-Hak Yang Dimiliki Oleh Wajib PBB............................................................................. 8 1. Pengurangan Pajak Bumi Dan Bangunan / PBB ........................................................ 8 2. Keberatan Pajak Bumi Dan Bangunan / PBB ............................................................. 8 Sanksi Perpajakan Pajak Bumi Dan Bangunan / PBB ....................................................... 8

1|Sistem Perpajakan Indonesia

Pajak dipungut penguasa berdasarkan norma-norma hukum untuk menutup biaya produksi barang-barang dan jasa kolektif untuk mencapai kesejahteraan umum. Self assessment system itu mengandung hal yang penting. Sekarang ini dalam masalah moneter Indonesia nampaknya selalu ber kiblat ke Amerika. Kesulitan masyarakat untuk membayar pajak disebabkan kurangnya sosialisasi dr aparat pajak khususnya dimana mereka hanya memberikan sosialisasi kepada WP tertentu saja (besar & berpotensi) bukannya kepada seluruh wajib pajak.SISTEM PERPAJAKAN INDONESIA A. Tetapi yang lebih diinginkan masyarakat sebenarnya adalah perubahan budaya orang pajak sendiri yaitu dari penguasa menjadi pelayan masyarakat sesuai dengan namanya kantor pelayanan. Hingga saat ini kantor pajak telah merubah sistem administrasinya menjadi tiga yaitu KPP Besar. hasrat untuk membayar pajak. Hal ini disebabkan karena banyaknya lulusan ekonomi/keuangan dari perguruan tinggi di Amerika. Dimana ketiga KPP tersebut telah menerapkan sistem administrasi modern diantaranya ada Account Representative (AR). yang diharapkan ada dalam diri wajib pajak yaitu : Tax consciousness atau kesadaran wajib pajak. disiplin wajib pajak terhadap pelaksanaan peraturan perpajakan sehingga pada waktu wajib pajak dengan sendirinya memenuhi kewajiban yang dibebankan kepadanya oleh Undang-undang. salah satu contoh : ketika pelaporan SPT tahunan 2007 banyak WP yang kecewa ternyata mereka sdh tdk terdaftar di KPP dimana sebelumnya mereka terdaftar tetapi pindah ke KPP lain (KPP Pratama lainnya) tanpa ada pemberitahuan sebelumnya (surat terlambat datang). dan help desk. kring pajak. Lembaga Pemerintah yang mengelola perpajakan negara di Indonesia adalah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang merupakan salah satu direktorat jenderal yang ada di bawah naungan Departemen Keuangan Republik Indonesia. Dengan demikian sistem perpajakan di Indonesia kebanyakan di Adopsi dari Amerika Serikat. Mekanisme perpajakan yang dianut di Indonesia saat ini untuk berbagai jenis pajak didasarkan pada self assessment system. Hal-hal seperti ini diharapakan tidak terjadi lagi dalam penerapan sistem administrasi modern yang telah berjalan selama ini sehingga minat masyarakat untuk membayar pajak dapat tumbuh sehingga kelancaran pembangunan negeri ini tidak terganggu. Self assessment adalah suatu system yang menentukan bahwa rakyat yang telah memenuhi syarat sebagai wajib pajak secara otomatis harus menghitung dan menetapkan sendiri berapa besarnya utang pajaknya. Kejujuran wajib pajak. KPP Pratama.Pajak di Indonesia Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang —sehingga dapat dipaksakan— dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung. Tax discipline. KPP Madya. menyetorkannya ke Kas Negara dan mempertanggungjawabkan penghitungan. penetapan. dan pembayaran pajak tersebut kepada otoritas perpajakan yang disebut dengan istilah Fiskus. Tax mindedness wajib pajak. Mereka mengharapkan dengan adanya perubahan sistem tersebut citra negatif Pajak dimasyarakat dpt berubah dari yang semula enggan membayar pajak karena takut berurusan dengan orang pajak menjadi lebih pro aktif untuk membayar pajak. Hal ini terbukti 2|Sistem Perpajakan Indonesia .

bea masuk Rp. tugas pemerintah ke depan dalam perpajakan adalah bagaimana mengkondisikan agar partisipasi perpajakan masyarakat meningkat. Karera sistem Standar Acounting Indonesia menganut sistem Anglo saxon. Tingkat kepercayaan yang amat rendah dari keduanya. Perluasan pengenaan pajak final dapat dijadikan strategi penyederhanaan pajak sekaligus mengemat energi kedua belah pihak. Angka tersebut terdiri Rp 325 trilyun dari pajak dan Rp 37 trilyun dari Pajak Penghasilan (PPh) Migas. lebih memberikan harapan bagi masa depan demokrasi. Harus dapat dicegah pemunculan apatisme perpajakan pada masyarakat. sebab pajak merupakan aspek yang krusial bagi bangunan Indonesia yang lebih berkeadilan dan demokratis di masa depan.198. 3|Sistem Perpajakan Indonesia . mulai dari perencanaan.36. Keuntungan jangka panjangnya adalah pemerintah dapat mengawasi secara ketat.2. Penduduk di Amerika Serikat terdiri dari bermacam-macam etnis. Karena tanpa adanya keinginan untuk melakukan itu.17. Karena banyaknya lulusan dari Amerika Serikat 2. mustahil kondusifitas perpajakan dapat terjadi.5. Total penerimaan pajak dalam lima tahun terakhir (2001-2005) sudah mencapai 1. bahkan dapat melakukan law enforcement secara tegas terhadap perilaku pembayar pajak nakal.04 triliun dan pendapatan pungutan ekspor Rp. Target penerimaan itu antara lain berasal dari: Pajak Penghasilan (PPh) Rp.76 triliun Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Rp.06 triliun penerimaan pajak lainnya Rp.402.1 triliun. Karena itu.76 triliun. agar RUU perpajakan dan sistem perpajakan menjadi lebih baik.15. menyebabkan macetnya mekanisme perpajakan yang berujung pada tersumbatnya arus penerimaan negara dari sektor perpajakan. pelaksanaan dan pengawasan kebijakan perpajakan. 3.040 triliun Masa Depan Perpajakan Nasional Untuk menyongsong masa depan perpajakan yang memenuhi harapan semua pihak yang dalam hal ini pemerintah dan masyarakat.398. Rekonsiliasi perpajakan juga bisa dan tepat dilakukan dengan menggunakan mediasi pengampunan pajak (tax amnesty). Rakyat khususnya pembayar pajak aktif perlu mengambil pilihan untuk terlibat aktif dalam perumusan RUU perpajakan. maka harus ada rekonsiliasi perpajakan nasional. Partisipasi akan muncul ketika peluang untuk itu tersedia dengan baik.1 triliun. Alasan Indonesia meniru sistem perpajakan Amerika Serikat : 1. Cara ini dapat memicu para pengemplang pajak untuk segera mengakui dosadosa pajaknya kepada negara dan negara dalam jangka pendek dapat mengisi pundi-pundi penerimaannya sehingga tidak perlu melakukan utangan ke luar negeri hanya karena menutupi defisit APBN.bahwa Draft Undang² Perpajakan Indonesia tahun 80an disusun oleh konsultan dari Amerika serikat.1 miliar. Tax Amnesty diharapkan akan mampu meningkatkan cadangan devisa dan investasi di Indonesia.67 triliun Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Rp.22 triliun Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN dan PPnBM) Rp. Pendapatan pajak itu sudah termasuk pendapatan cukai Rp.126. Target penerimaan negara Indonesia di sektor pajak tahun 2006 secara nasional sebesar Rp 362 trilyun atau mengalami peningkatan 20 persen dari 2005 lalu. Target penerimaan negara dari perpajakan dalam APBN 2006 mencapai Rp.

440. Rp.000. 4|Sistem Perpajakan Indonesia .untuk tambahan satu orang istri yang penghasilannya digabung dengan suami. yang dapat berupa: tempat kedudukan manajemen.880. Penghasilan antara 50 sampai dengan 100 juta terkena tarif 15% d. Menurut Undang-undang Pajak Penghasilan di Indonesia yang dimasksud dengan Bentuk usaha tetap adalah bentuk usaha yang dipergunakan oleh orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia.Bentuk Usaha Tetap.000.untuk tambahan untuk setiap anggota keluarga maksimal 3 orang.000. Subjek PPh OPDN adalah orang pribadi terbagi atas dua golongan yaitu subjek pajak orang pribadi dalam negeri dan subjek pajak orang pribadi luar negeri. Rp. dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia untuk menjalankan usaha atau melakukan kegiatan di Indonesia. Subjek pajak dalam negeri adalah orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia atau berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam periode 12 bulan dan orang pribadi yang dalam satu tahun pajak berada di Indonesia dam mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia.Pajak Penghasilan A.. 2. Ketentuan mengenai test time atau tes waktu timbulnya BUT untuk subjek pajak luar negeri dari negara yang memiliki Persetujuan Penghindaraan Pajak Berganda (P3B) dengan Indonesia mengacu pada ketentuan yang diatur dalam P3B yang bersangkutan. 2.000. d.880.untuk diri sendiri wajib pajak.untuk tambahan wajib pajak / wp kawin. orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan. B. Penghasilan antara 100 sampai 200 juta kena tarif 25% e. Penghasilan antara 25 sampai 50 juta kena tarif 10% c.. cabang perusahaan. 1. b. Rp.. Penghasilan lebih dari 200 juta kena tarif 35% PTKP atau Penghasilan tidak kena pajak untuk PPh OPDN sebagai berikut : a. Objek pajak PPh OPDN adalah penghasilan di mana setiap penambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak berasal dari dalam negeri maupun luar Indonesia dan dapat digunakan untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan wajib pajak / WP. Rp. Tarif Pajak Penghasilan OPDN sesuai pasal 17 Undang-Undang PPh : a. Subjek pajak luar negeri adalah orang yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari yang menjalankan kegiatan usaha melalui bentuk usaha tetap (BUT) di Indonesia dan Orang Pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari yang dapat memperoleh penghasilan dari Indonesia bukan dari menjalankan kegiatan usaha melalui BUT di Indonesia. Penghasilan sampai 25 juta kena tarif 5% b.440..PPh Orang Pribadi Pajak Penghasilan Orang Pribadi Dalam Negeri / PPh OPDN adalah pajak yang dikenakan terhadap subjek pajak orang pribadi atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam tahun pajak. c. 1.

gedung kantor. Pengertian bentuk usaha tetap mencakup pula orang pribadi atau badan selaku agen yang kedudukannya tidak bebas yang bertindak untuk dan atas nama orang pribadi atau badan yang tidak bertempat tinggal atau tidak bertempat kedudukan di Indonesia. PPh Pasal 22. selaku agen yang kedudukannya tidak bengkel. Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal atau badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia tidak dapat dianggap mempunyai bentuk usaha tetap di Indonesia apabila orang pribadi atau badan dalam menjalankan usaha atau melakukan kegiatan di Indonesia menggunakan agen. orang atau badan yang bertindak pabrik. peternakan. PPh Pasal 23/26. SPT PPh Pasal 21/26.atau kehutanan. untuk menjalankan kegiatan usaha pemberian jasa dalam bentuk apa pun melalui internet. agen atau pegawai dari perusahan ruang untuk promosi dan penjualan. bebas. 12 (dua belas) bulan. broker atau perantara yang mempunyai kedudukan bebas. gudang. asuransi yang tidak didirikan dan tidak pertambangan dan penggalian sumber bertempat kedudukan di Indonesia alam. Bentuk Usaha Tetap wajib menyampaikan SPT PPh Badan. penjualan barang. yang menerima premi asuransi atau wilayah kerja pertambangan minyak menanggung risiko di Indonesia. pertanian. Yang menjadi Obyek Pajak bentuk usaha tetap adalah : penghasilan dari usaha atau kegiatan bentuk usaha tetap tersebut dan dari harta yang dimiliki atau dikuasai penghasilan kantor pusat dari usaha atau kegiatan. atau digunakan oleh proyek konstruksi. sepanjang dilakukan lebih dari 60 Tempat usaha tersebut bersifat permanen dan digunakan untuk menjalankan usaha atau melakukan kegiatan dari orang pribadi yang tidak bertempat tinggal atau badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia. Perbedaan mendasar dalam perlakuian PPh antara Wajib Pajak Badan Dalam Negeri dan BUT terletak pada : Sumber penghasilan BUT yang dikenakan PPh adalah penghasilan dari Indonesia saja karena BUT termasuk Wajib Pajak Luar Negeri. asalkan agen atau perantara tersebut dalam kenyataannya bertindak sepenuhnya dalam rangka menjalankan perusahaannya sendiri. instalasi. agen elektronik. komputer. atau pemberian jasa di Indonesia yang sejenis dengan yang dijalankan atau yang dilakukan oleh bentuk usaha tetap di Indonesia 5|Sistem Perpajakan Indonesia . dan dan gas bumi. Kewajiban Perpajakan Bentuk Usaha Tetap Setelah memiliki NPWP dan/atau dikukuhkan sebagai PKP.(enam puluh) hari dalam jangka waktu kantor perwakilan. Bentuk Usaha Tetap berkewajiban menjalankan hak dan kewajiban perpajakan yang sama dengan Wajib Pajak Dalam Negeri. perkebunan. disewa. Adanya perlakuan khusus tentang penghasilan yang menjadi objek pajak BUT dan biaya yang boleh dikurangkan bagi BUT yang diatur dalam Pasal 5 UU PPh. atau perikanan. PPh Pasal 4 ayat (2) dan/atau PPN sesuai dengan ketentuan yang berlaku. atau penyelenggara transaksi elektronik proyek perakitan. oleh pegawai atau orang lain. peralatan otomatis yang dimiliki.

Dalam menentukan besarnya laba suatu bentuk usaha tetap : biaya administrasi kantor pusat yang diperbolehkan untuk dibebankan adalah biaya yang berkaitan dengan usaha atau kegiatan bentuk usaha tetap.5% Tarif Pajak Pertambahan Nilai adalah = 10 %  Dengan Peraturan Pemerintah menjadi paling rendah = 5 %  Dengan Peraturan Pemerintah menjadi paling tinggi = 15 %  Atas ekspor barang kena pajak = 0 % Tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah adalah: Paling rendah = 10 % Paling tinggi = 200 % Atas ekspor barang kena pajak = 0 % 6|Sistem Perpajakan Indonesia . Adanya kewajiban khusus pemotongan PPh Pasal 26 atas Penghasilan Kena Pajak setelah dikurang pajak di Indonesia sebagaimana diatur dalam Pasal 26 ayat (4) UU PPh. Penghasilan Kena Pajak sesudah dikurangi pajak dari suatu bentuk usaha tetap di Indonesia dikenai pajak sebesar 20% (dua puluh persen). Biaya-biaya yang berkenaan dengan penghasilan sebagaimana disebut diatas boleh dikurangkan dari penghasilan bentuk usaha tetap. yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan. atau hak-hak lainnya 2) imbalan sehubungan dengan jasa manajemen dan jasa lainnya 3) bunga. paten. kecuali bunga yang berkenaan dengan usaha perbankan. kecuali penghasilan tersebut ditanamkan kembali di Indonesia.penghasilan sebagaimana tersebut dalam Pasal 26 yang diterima atau diperoleh kantor pusat. yang besarnya ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak pembayaran kepada kantor pusat yang tidak diperbolehkan dibebankan sebagai biaya adalah : 1) royalti atau imbalan lainnya sehubungan penggunaan harta. sepanjang terdapat hubungan efektif antara bentuk usaha tetap dengan harta atau kegiatan yang memberikan penghasilan dimaksud. Tambahan tarif Lainnya Tarif Pajak yang dikenakan atas objek pajak (PBB) adalah = 0. C. kecuali bunga yang berkenaan dengan usaha perbankan pembayaran sebagaimana tersebut diatas yang diterima atau diperoleh dari kantor pusat tidak dianggap sebagai Obyek Pajak.

Setelah membayar PBB mintalah tanda bukti telah membayar lunas PBB dari Bank berupa STTS. 4. Pembayaran PBB tidak dapat dicicil atau diangsur. Bank Mandiri dan Bank DKI serta melalui ATM BCA atau BII di seluruh Indonesia. Menyerahkan SPOP ke KPBB (Kantor Pajak Bumi dan Bangunan) / KPP Pratama tempat di mana objek pajak berada. 1. Cara Pendaftaran Objek Pajak Bumi Dan Bangunan / PBB: 1.Tarif Pajak Bumi Dan Bangunan / PBB 1. 2.1% untuk obyek yang Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) kurang dari 1 milyar dan 0. Jika pembayaran PBB dilaksanakan tetapi sudah melewati batas waktu yang telah ditentukan maka akan dikenai sanksi perpajakan berupa denda administrasi. 3. 12 Tahun 1994 2. Mengisi SPOP dengan benar dan jelas sesuai dengan sesuai kondisi objek pajak seperti luas tanah maupun luas bangunan serta komponen utama dan pendukung bangunan serta fasilitas lainnya. 160 bank tempat pembayaran secara online seperti Bank BNI. SPPT bisa diambil di Kantor Kelurahan atau langsung di KP-PBB / KPP Pratama di tempat Objek Pajak terletak. Subjek Pajak Bumi Dan Bangunan / PBB adalah orang pribadi atau badan yang menikmati.5% (setengah persen) sesuai Pasal 5 UU No. Bisa juga membayar PBB dengan fasilitas pembayaran melalui ATM BCA dan BII dengan memasukkan NOP dan tahun pajak.Pembayaran Pajak Bumi Dan Bangunan / PBB PBB dapat dibayar di Bank Persepsi yang berada di KPBB / KPP Pratama. Untuk membayar PBB harus mengikuti tata cara yang ada yaitu membawa langsung SPPT PBB atau STTS tahun sebelumnya ke Bank yang dapat menerima pembayaran PBB. 7|Sistem Perpajakan Indonesia .2% untuk NJOP yang nulainya lebih besar dari sama dengan 1 milyar. 0. Untuk PBB wilayah DKI Jakarta ditetapkan paling lambat tanggal 28 agustus setiap tahunnya. memanfaatkan atau memiliki obyek pajak berupa tanah dan atau bangunan tersebut (Pemilik atau Penyewa). 3. Tarif efektif PBB adalah 0. 2. Menurut Undang-Undang Pasal 11 pembayaran Pajak Bumi Dan Bangunan / PBB dilakukan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah SPPT PBB diterima Wajib Pajak (WP).Media Pemberitahuan Besar Pajak Terutang Untuk memberitahukan besarnya pajak yang terutang terhadap suatu objek pajak diterbitkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang diterbitkan setiap satu tahun sekali pada bulan januari oleh KPPBB atau KPP Pratama. Mendaftarkan objek tanah dan atau bangunan dengan mengisi Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP). Untuk menghitung nilai pajak terutang Pejak Bumi dan Bengunan / PBB dilakukan dengan cara mengalikan tarif efektif dengan nilai jual obyek pajak setelah dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tinak Kena Pajak (NJOPTKP).Pajak Bumi Dan Bangunan Objek Pajak Bumi Dan Bangunan / PBB adalah tanah dan atau bangunan. Mengambil SPOP di KPBB / KPP Pratama atau di Kantor Kelurahan.

Sanksi Perpajakan Pajak Bumi Dan Bangunan / PBB Apabila wajib pajak PBB tidak melunasi pembayaran PBB sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan maka wajib pajak dapat dikenai sanksi denda administrasi sebesar 2% perbulan maksimal selama 24 bulan berturut-turut atau total denda administrasi sebesar 48%. dan lain sebagainya dapat memohon pengurangan ke KPBB atau KPP Pratama. maka permohonan wp dianggap diterima / dikabulkan. maka dapat mengajukan keberatan ke KP PBB atau KPP Pratama. Keberatan Pajak Bumi Dan Bangunan / PBB Bila menurut wajib pajak ada yang tidak sesuai antara data seperti NJOP. 2. Jika dalam 3 bulan sejak permohonan pengurangan diterima belum ada jawaban. Pengurangan Pajak Bumi Dan Bangunan / PBB Jika wajib pajak tidak sanggup / tidak mampu membayar PBB dengan alasan seperti tidak mampu. Jika dalam tempo 12 bulan tidak ada jawaban maka keberatan WP dianggap diterima / dikabulkan. bulan sejak SPPT PBB diterima WP. maka dapat diterbitkan Surat Paksa (SP) sesuai denngan pasal 13. Surat pengajuan atas keberatan wajib pajak atas SPPT yang diterima paling lambat diajukan 3.Hak-Hak Yang Dimiliki Oleh Wajib PBB 1. luas tanah dan atau bangunan pada SPPT yang diterimanya. Surat permohonan pengurangan Pajak disampaikan selambat-lambatnya 3 bulan sejak diterima SPPT PBB. KPBB / KPP Pratama memiliki batas waktu 12 bulan atas keberatan wajib pajak atas SPPT yang diterima. Jika dalam waktu 30 hari setelah STP terbit belum ada pembayaran dari WP. 8|Sistem Perpajakan Indonesia . Media pemberitahuan pajak yang terutang melewati batas waktu yang terlah ditetapkan adalah dengan Surat Tagihan Pajak (STP). Permohonan pengurangan pajak bumi dan bangunan tidak mengurangi atau menunda waktu pembayaran atau pelunasan PBB.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful