P. 1
Makalah Agama Islam

Makalah Agama Islam

|Views: 75|Likes:
Published by saFaalways

More info:

Published by: saFaalways on Apr 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillahhirabbil‟alamin, berkat rahmat dan hidayah_Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik

dan tepat waktu. Makalah ini berisikan tentang ETOS KERJA MENURUT ISLAM. Makalah ini berisikan tentang pengertian etos kerja dalam islam dan segala konsep serta etika dalam bekerja menurut islam. Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya. Namun demikian, sesuai pepatah “tiada gading yang tidak retak”, Kami menyadari adanya berbagai kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu kami harapkan adanya kritik dan saran demi perbaikan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Sangatta, Desember 2011

Penyusun

1

1 HAKEKAT KERJA DALAM ISLAM………………………….. 2.2.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN BAB II PEMBAHASAN ……………………………… ……………………………… ………………………………. 1 2 3 4 4 5 9 13 15 17 17 18 2.2 ETIKA KERJA DALAM ISLAM……………………………….4 MENELADANI ETOS KERJA RASULULLAH SAW………… BAB III PENUTUP 3.. ……………………………….3 KONSEP KERJA DALAM ISLAM…………………………… 2.. 1.1 Pengertian Kerja ……………………………….1 KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA ……………………………….. ………………………………… 2 . ………………………………. 2.

Padahal dalam situasi globalisasi saat ini. 3 . Amin.BAB I PENDAHULUAN Agama Islam yang berdasarkan al-Qur‟an dan al-Hadits sebagai tuntunan dan pegangan bagi kaum muslimin mempunyai fungsi tidak hanya mengatur dalam segi ibadah saja melainkan juga mengatur umat dalam memberikan tuntutan dalam masalah yang berkenaan dengan kerja. setia. Rasulullah SAW bersabda: “bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. kita dituntut untuk menunjukkan etos kerja yang tidak hanya rajin. dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok. gigih.” Nyatanya kita kebanyakan bersikap dan bertingkah laku justru berlawanan dengan ungkapanungkapan tadi. “Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. Allah menyukai mukmin yang kuat bekerja.” Dalam ungkapan lain dikatakan juga. Memikul kayu lebih mulia dari pada mengemis. Mukmin yang kuat lebih baik dari pada mukslim yang lemah. akan tetapi senantiasa menyeimbangkan dengan nilai-nilai Islami yang tentunya tidak boleh melampaui rel-rel yang telah ditetapkan al-Qur‟an dan as-Sunnah.

kepribadian. Dalam al-Qur‟an dikenal kata itqon yang berarti proses pekerjaan yang sungguh-sungguh. maka berilah keputusan (hukumlah) di antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjuklah (pimpinlah) kami ke jalan yang lurus (QS. Ash Shaad : 22) 4 . Hakim berlandaskan pada etos jalan lurus tersebut sebagaimana Dawud ketika ia diminta untuk memutuskan perkara yang adil dan harus didasarkan pada nilai-nilai kebenaran. Dari kata etos ini dikenal pula kata etika yang hamper mendekati pada pengertian akhlak atau nilai-nilai yang berkaitan dengan baik buruk moral sehingga dalam etos tersebut terkandung gairah atau semangat yang amat kuat untuk mengerjakan sesuati secara optimal lebih baik dan bahkan berupaya untuk mencapai kualitas kerja yang sesempurna mungkin.BAB II PEMBAHASAN 2. karakter serta keyakinan atas sesuatu. tetapi juga oleh kelompok bahkan masyarakat.1 HAKEKAT KERJA DALAM ISLAM Ethos berasal dari bahasa Yunani yang berarti sikap. Etos kerja seorang muslim adalah semangat untuk menapaki jalan lurus. Ethos dibentuk oleh berbagai kebiasaan. Sikap ini tidak saja dimiliki oleh individu. akurat dan sempurna. watak. (An-Naml : 88). dalam hal mengambil keputusan pun. para pemimpin harus memegang amanah terutama para hakim. budaya serta sistem nilai yang diyakininya. pengaruh.

Pekerjaan adalah sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah. baik dalam hal materi maupun non-materi. Al-Qur‟an juga mendeskripsikan kerja sebagai suatu etika kerja positif dan negatif. Di dalam al-Qur‟an banyak kita temui ayat tentang kerja seluruhnya berjumlah 602 kata. Lebih lanjut dikatakan bekerja adalah aktivitas dinamis dan mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan tertentu (jasmani dan rohani) dan di dalam mencapai tujuannya tersebut dia berupaya dengan penuh kesungguhan untuk mewujudkan prestasi yang optimal sebagai bukti pengabdian dirinya kepada Allah SWT.2. pada bagian lain ayat tentang kerja tersebut dikaitkan dengan masalah kemaslahatan. bentuknya : 5 . KH. Toto Tasmara mendefinisikan makan dan bekerja bagi seorang muslim adalah suatu upaya sungguh-sungguh dengan mengerahkan seluruh asset dan zikirnya untuk mengaktualisasikan atau menampakkan arti dirinya sebagai hamba Allah yang menundukkan dunia dan menempatkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang terbaik atau dengan kata lain dapat juga dikatakan bahwa dengan bekerja manusia memanusiakan dirinya.1 Pengertian Kerja Kerja dalam pengertian luas adalah semua bentuk usaha yang dilakukan manusia. Di dalam kaitan ini. al-Qur‟an banyak membicarakan tentang aqidah dan keimanan yang diikuti oleh ayat-ayat tentang kerja. intelektual atau fisik maupun hal-hal yang berkaitan dengan masalah keduniawian atau keakhiratan. terkadang dikaitkan juga dengan hukuman dan pahala di dunia dan di akhirat. Kamus besar bahasa Indonesia susunan WJS Poerdarminta mengemukakan bahwa kerja adalah perbuatan melakukan sesuatu.1.

‘aamul dan amullah. banyak sekali ayat-ayat yang mengandung anjuran dengan istilah seperti shana’a. Yasin: 35. pembukti bahwa adanya iman seseorang serta menjadi ukuran pahala hukuman. yasna’un. istabiqul khoirot. 5) Kita temukan sebanyak 330 kali kata a’maaluhum. a’maluka. 7) Disamping itu. di antaranya surat Hud: 46. al-Qur‟an juga menyebutkan bahwa pekerjaan merupakan bagian dari iman. diantaranya surat al-Ahqaf: 19 dan an-Nur: 55. Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh…” (Al-Kahfi: 110) 6 . al-Kahf: 102. Diantaranya dalam surat Hud: 15. ta’mal. ‘amilahu. siru fil ardhi ibtaghu fadhillah. ‘amaluhu. ‘amalahum. dan al-Fathir: 10. misalnya ayat-ayat tentang perintah berulang-ulang dan sebagainya.1) Kita temukan 22 kata ‘amilu (bekerja) di antaranya di dalam surat alBaqarah: 62. Hud: 92. 2) Kata ‘amal (perbuatan) kita temui sebanyak 17 kali. a’malu seperti dalam surat al-Zalzalah: 7. Fathir: 8. 6) Terdapat 27 kata ya’mal. dan al-Ahzab: 31. an-Nahl: 97. 4) Kata Ta’malun dan Ya’malun seperti dalam surat al-Ahqaf: 90. 3) Kata wa’amiluu (mereka telah mengerjakan) kita temui sebanyak 73 kali. Allah SWT berfirman: “…barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya. a’maalun. ‘amalikum. ‘amiluun. Yunus: 41. dan al-Mukmin: 40. Di samping itu. dan at-Tur: 21. Zumar: 65.

maupun bulanan dan sebagainya. pekerja termasuk hak mereka. sedangkan bekerja dalam lingkup pengertian ini adalah orang yang bekerja dengan menerima upah baik bekerja harian. “ Dan Telah kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu. pakaian. konsep kerja yang diberikan Islam memiliki pengertian 7 . mencakup seluruh pengerahan potensi manusia.” (al-Jumu‟ah: 10) Pengertian kerja dalam keterangan di atas. Maka bertebaranlah kamu di muka bumi. Konsep klasifikasi kerja yang sedemikian sempit ini sama sekali tidak dalam Islam. Adapun pengertian kerja secara khusus adalah setiap potensi yang dikeluarkan manusia untuk memenuhi tuntutan hidupnya berupa makanan. dalam Islam amatlah luas. kondisi semacam ini pada akhirnya melahirkan kelas buruh yang seringkali memunculkan konflik antara kelompok buruh atau pun pergerakan yang menuntut adanya perbaikan situasi kerja. tempat tinggal. guna memelihara kamu dalam peperanganmu…” (al-Anbiya: 80) Dalam surah al-Jumu‟ah ayat 10 Allah SWT menyatakan : “ Apabila Telah ditunaikan shalat. dan peningkatan taraf hidup.Ada juga ayat al-Qur‟an yang menunjukkan pengertian kerja secara sempit misalnya firman Allah SWT kepada Nabi Daud As. Inilah pengertian kerja yang bisa dipakai dalam dunia ketenagakerjaan dewasa ini. Pembatasan seperti ini didasarkan pada realitas yang ada di negaranegara komunis maupun kapitalis yang mengklasifikasikan masyarakat menjadi kelompok buruh dan majikan. dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

mereka yang mempunyai lapangan kerja. Abu Hurairah. Ibn Majah. seperti penjahit. 2) al-Muwadzofin: mereka yang secara legal mendapatkan gaji tetap seperti para pegawai dari suatu perusahaan dan pegawai negeri. sehingga mencakup seluruh jenis pekerjaan yang memperoleh keuntungan (upah). dan para pemilik restoran. Pada hakikatnya. Dewasa ini pengertiannya menjadi lebih luas. Pengertian tersebut tentunya berdasarkan teks hukum Islam.” Pendapat atau kaidah tersebut menuntun kita dalam 8 . 4) al-Muzarri’un: para petani. berikanlah upah pekerja sebelum kering keringatkeringatnya. tukang kayu. praktek mu‟amalah umat Islam sejak berabad-abad. diantaranya hadis rasulullah SAW dari Abdullah bin Umar bahwa Nabi SAW bersabda. dan Thabrani). dalam pengertian ini tercakup pula para pegawai yang memperoleh gaji tetap dari pemerintah. pengertian kerja semacam ini telah muncul secara jelas.namun demikian jika menghendaki penyempitan pengertian (dengan tidak memasukkan kategori pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan ibadah dan aktivitas spiritual) maka pengertian kerja dapat ditarik pada garis tengah. 3) al-Kasbah: para pekerja yang menutupi kebutuhan makanan sehari-hari dengan cara jual beli seperti pedagang keliling. dalam pengertian ini memperhatikan empat macam pekerja : 1) al-Hirafiyyin. perusahaan swasta. dan lembaga lainnya. seperti mereka yang bekerja dalam jasa angkutan dan kuli. (HR. Pendapat atau kaidah hukum yang menyatakan : “Besar gaji disesuaikan dengan hasil kerja.

Diantaranya dilihat dari segi keahlian. Rasulullah bersabda bahwa “sesungguhnya (nilai) pekerjaan itu tergantung pada apa yang diniatkan. keutamaan (iman) dan kedalaman ilmunya. Dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.mengupah orang lain disesuaikan dengan porsi kerja yang dilakukan seseorang. Bukhari dan Muslim). Beliau senantiasa mengajak mereka agar itqon dalam bekerja. Penggunaan istilah perniagaan. rapi dan teliti). “Sesungguhnya Allah mencintai salah seorang diantara kamu yang melakukan pekerjaan dengan itqon (tekun. Sebagaimana dalam awal tulisan ini dikatakan bahwa banyak ayat al-Qur‟an menyatakan kata-kata iman yang diikuti oleh amal saleh yang orientasinya kerja dengan muatan ketaqwaan. Pandangan Islam tentang pekerjaan perlu kiranya diperjelas dengan usaha sedalam-dalamnya.2 ETIKA KERJA DALAM ISLAM Rasulullah SAW bersabda. 2. sehingga dapat memuaskan kedua belah pihak. hutang untuk mengungkapkan secara ukhrawi menunjukkan bagaimana kerja sebagai amal saleh diangkatkan oleh Islam pada kedudukan terhormat.” (HR.” (HR. 9 . al-Baihaki) Dalam memilih seseorang ketika akan diserahkan tugas. Sabda Nabi SAW yang amat terkenal bahwa nilai-nilai suatu bentuk kerja tergantung pada niat pelakunya. rasulullah melakukannya dengan selektif. pertanian.

seperti orang yang menafkahkan hartanya Karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian…” (al-Baqarah : 264) Keterkaitan ayat-ayat di atas memberikan pengertian bahwa taqwa merupakan dasar utama kerja. 10 . janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).Tinggi rendahnya nilai kerja itu diperoleh seseorang tergantung dari tinggi rendahnya niat. yaitu memperoleh keridhaan Allah SWT. maka taqwa merupakan petunjuknya. Memisahkan antara taqwa dengan iman berarti mengucilkan Islam dan aspek kehidupan dan membiarkan kerja berjalan pada wilayah kemashlahatannya sendiri. Prinsip inilah yang harus dipegang teguh oleh umat Islam sehingga hasil pekerjaan mereka bermutu dan monumental sepanjang zaman. Nilai suatu pekerjaan tergantung kepada niat pelakunya yang tergambar pada firman Allah SWT agar kita tidak membatalkan sedekah (amal kebajikan) dan menyebut-nyebutnya sehingga mengakibatkan penerima merasa tersakiti hatinya. “ Hai orang-orang yang beriman. Bukan kaitannya dalam pembangunan individu. kepatuhan kepada Allah SWT serta pengembangan umat manusia. namun harus mempunyai tujuan utama. Hendaknya setiap pekerjaan disampung mempunyai tujuan akhir berupa upah atau imbalan. Perlu kiranya dijelaskan disini bahwa kerja mempunyai etika yang harus selalu diikut sertakan didalamnya. oleh karenanya kerja merupakan bukti adanya iman dan barometer bagi pahala dan siksa. apapun bentuk dan jenis pekerjaan. Niat juga merupakan dorongan batin bagi seseorang untuk mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu.

kesadaran bahwa Allah melihat. Kesadaran inilah yang menuntut individu untuk bersikap cermat dan bersungguh-sungguh dalam bekerja. Dilarang memaksakan seseorang. mengontrol dalam kondisi apapun dan akan menghisab seluruh amal perbuatan secara adil kelak di akhirat.” (al-Baqarah: 172) 1. merampas. jujur dan amanah. mengabaikan sesuatu dan semena-mena. Adapun hal-hal yang penting tentang etika kerja yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut : 1. “sebaik-baiknya pekerjaan adalah usaha seorang pekerja yang dilakukannya secara tulus. alat-alat produksi atau binatang dalam bekerja. semua harus dipekerjakan secara professional dan wajar. Berusaha dengan cara yang halal dalam seluruh jenis pekerjaan. memiliki motivasi untuk menjalankan seperti bersungguh-sungguh dalam bekerja dan selalu memperbaiki muamalahnya. Adanya keterkaitan individu terhadap Allah. kesesuaian upah serta tidak diperbolehkan menipu.” (HR Hambali) 2. Disamping itu mereka harus mengembangkan etika yang berhubungan dengan masalah kerja menjadi suatu tradisi kerja didasarkan pada prinsip-prinsip Islam. berusaha keras memperoleh keridhaan Allah dan mempunyai hubungan baik dengan relasinya. jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. Firman Allah SWT : “Hai orang-orang yang beriman. 11 . pekerjaan harus mempunyai komitmen terhadap agamanya. makanlah di antara rezki yang baikbaik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah. Dalam sebuah hadis rasulullah bersabda.Jika bekerja menuntut adanya sikap baik budi.

riba dan hal-hal lain yang diharamkan Allah. 3. Tanpa professionalisme suatu pekerjaan akan mengalami kerusakan dan kebangkrutan juga menyebabkan menurunnya produktivitas bahkan sampai kepada kesemrautan manajemen serta kerusakan alat-alat produksi 12 . Islam tidak membolehkan pekerjaan yang mendurhakai Allah yang ada kaitannya dengan minuman keras. kuat dan kreatif serta bertaqwa tetapi dia juga mengerti dan benar-benar menguasai pekerjaannya. Pekerja tidak cukup hanya memegang teguh sifat amanah.2. Professionalisme yaitu kemampuan untuk memahami dan melakukan pekerjaan sesuai dengan prinsip-prinsip keahlian.

Dengan itu. Oleh karena itu. memelihara pandangan dan kemaluannya serta menunaikan tanggung jawab sosialnya seperti mengeluarkan zakat dan lainnya (QS Al Mu‟minun : 1 – 11) Golongan ini mungkin terdiri dari pegawai. khusyu sholatnya.2. kategori ahli Syurga seperti yang digambarkan dalam Al-Qur‟an bukanlah orang yang mempunyai pekerjaan/jabatan yang tinggi dalam suatu perusahaan/instansi sebagai manajer. Istilah „kerja‟ dalam Islam bukanlah semata-mata merujuk kepada mencari rezeki untuk menghidupi diri dan keluarga dengan menghabiskan waktu siang maupun malam. Sifat-sifat di ataslah sebenarnya yang menjamin kebaikan dan kedudukan seseorang 13 .3 KONSEP KERJA DALAM ISLAM Kemuliaan seorang manusia itu bergantung kepada apa yang dilakukannya. apakah masuk golongan ahli syurga atau sebaliknya. tetapi kerja mencakup segala bentuk amalan atau pekerjaan yang mempunyai unsur kebaikan dan keberkahan bagi diri. tukang sapu ataupun seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. direktur. Tetapi sebaliknya Al-Quran menggariskan golongan yang baik lagi beruntung (al-falah) itu adalah orang yang banyak taqwa kepada Allah. sesuatu amalan atau pekerjaan yang mendekatkan seseorang kepada Allah adalah sangat penting serta patut untuk diberi perhatian. terus menerus tak kenal lelah. keluarga dan masyarakat sekelilingnya serta negara. masyarakat dan negara tanpa menyusahkan orang lain. orang yang berkerja adalah mereka yang menyumbangkan jiwa dan tenaganya untuk kebaikan diri. Dengan kata lain. teknisi dalam suatu bengkel dan sebagainya. keluarga. dari pagi hingga sore. supir. juga ada yang lebih penting yaitu merupakan jalan atau tiket dalam menentukan tahap kehidupan seseorang di akhirat kelak. Amalan atau pekerjaan yang demikian selain memperoleh keberkahan serta kesenangan dunia. baik tutur katanya.

a. Maka binasalah golongan berilmu. 14 . Dalam satu hadits yang diriwayatkan oleh Umar r. maka tidak heran bahwa diantara mereka itu ada golongan yang memberi minum anjing kelaparan. tanpa melakukan amalan sunnah yang banyak dan seumpamanya. mereka yang memelihara mata. berbunyi : ’Bahwa setiap amal itu bergantung pada niat. Inilah golongan yang diistilahkan sebagai golongan yang tenang dalam ibadah. yaitu ‘mardatillah’ (keridhaan Allah) itulah yang dicari dalam semua urusan. telinga dan lidah dari perkara yang tidak berguna.. Jika membaca hadits-hadits Rasulullah SAW tentang ciri-ciri manusia yang baik di sisi Allah. ridha dengan kehidupan yang ditempuh. kecuali mereka yang beramal dengan ilmu mereka. dapat bergerak dan bekerja dengan tekun dan mempunyai tujuan yang satu. Sesungguhnya golongan yang ikhlas ini juga masih dalam keadaan bahaya yang amat besar …’ Kedua hadist diatas sudah cukup menjelaskan betapa niat yang disertai dengan keikhlasan itulah inti sebenarnya dalam kehidupan dan pekerjaan manusia. Dan binasalah golongan yang beramal dengan ilmu mereka kecuali mereka yang ikhlas. dan setiap individu itu dihitung berdasarkan apa yang diniatkannya …’ Dalam riwayat lain. Alangkah baiknya kalau umat Islam hari ini.di dunia dan di akhirat kelak. serta optimis dengan janji-janji Allah. Rasulullah SAW bersabda : ‘ Binasalah orang-orang Islam kecuali mereka yang berilmu. Dari situlah akan lahir nilai keberkahan yang sebenarnya dalam kehidupan yang penuh dengan curahan rahmat dan nikmat yang banyak dari Allah.

"Tanganku seperti ini karena aku mengolah tanah dengan cangkul itu untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku". Bekerja adalah manifestasi amal saleh. maka alangkah baiknya. Beliau bekerja untuk meraih keridaan Allah SWT. Suatu hari Rasulullah SAW berjumpa dengan Sa'ad bin Mu'adz Al-Anshari. maka kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari kerja. Allah SWT berfirman: . Orang tersebut sedang bekerja dengan sangat giat dan tangkas. "Kalau ia bekerja untuk menghidupi anakanaknya yang masih kecil. kulitnya gosong kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari. Ketika itu Rasul melihat tangan Sa'ad melepuh. "Inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh api neraka".2. itu adalah fi sabilillah. Dalam kisah lain disebutkan bahwa ada seseorang yang berjalan melalui tempat Rasulullah SAW. (QS Ar-Ra'd [13]: 11). Rasul bekerja bukan untuk menumpuk kekayaan duniawi." Mendengar itu Rasul pun menjawab. Para sahabat kemudian bertanya. itu juga fi sabilillah." jawab Sa'ad. andaikata bekerja semacam orang itu dapat digolongkan jihad fi sabilillah. Seketika itu beliau mengambil tangan Sa'ad dan menciumnya seraya berkata. maka kerja adalah ibadah. "Kenapa tanganmu?. kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orangtuanya yang sudah lanjut usia. Bukankah Allah SWT menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya? Tidak berlebihan bila keberadaan seorang manusia ditentukan oleh aktivitas kerjanya." (HR Ath. Dalam ayat lain diungkapkan pula: 15 . itu adalah fi sabilillah. "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib manusia sebelum mereka mengubah apa yang ada pada dirinya." tanya Rasul kepada Sa'ad. Dan bila kerja itu ibadah. "Wahai Rasulullah. "Wahai Rasulullah.4 MENELADANI ETOS KERJA RASULULLAH SAW Rasulullah SAW menjadikan kerja sebagai aktualisasi keimanan dan ketakwaan. Bila kerja itu amal saleh. kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta.Thabrani).

Maka saat kita berbicara tentang etos kerja islami. Kisah di awal menggambarkan betapa besarnya penghargaan Rasulullah SAW terhadap kerja. Kerja apapun itu selama tidak menyimpang dari aturan yang ditetapkan agama. Dan berbicara tentang etos kerja Rasulullah SAW sama artinya dengan berbicara bagaimana beliau menjalankan peranperan dalam hidupnya. sampaisampai dalam kisah pertama. Rasulullah SAW. manusia teragung ini "rela" mencium tangan Sa'ad bin Mu'adz Al-Anshari yang melepuh lagi gosong. Hal ini sesuai dengan tugas beliau sebagai ushwatun hasanah. maka beliaulah orang yang paling pantas menjadi rujukan. memberikan motivasi pada umatnya bahwa bekerja adalah perbuatan mulia dan termasuk bagian dari jihad. 16 . Rasulullah SAW adalah sosok yang selalu berbuat sebelum beliau memerintahkan para sahabat untuk melakukannya. teladan yang baik bagi seluruh manusia.“dan bahwasannya seorang manusia tidak akan memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”. Demikian besarnya penghargaan beliau. (QS AlNajm [53]: 39). dalam dua kisah tersebut.

17 . semua harus dipekerjakan secara professional dan wajar. (5) Professionalisme dalam setiap pekerjaan. berusaha keras memperoleh keridhaan Allah dan mempunyai hubungan baik dengan relasinya. (2) Berusaha dengan cara yang halal dalam seluruh jenis pekerjaan.1 KESIMPULAN Ethos kerja seorang muslim ialah semangat menapaki jalan lurus. riba dan hal-hal lain yang diharamkan Allah. (3) tidak memaksakan seseorang. alat-alat produksi atau binatang dalam bekerja. Etika kerja dalam Islam yang perlu diperhatikan adalah : (1) Adanya keterkaitan individu terhadap Allah sehingga menuntut individu untuk bersikap cermat dan bersungguh-sungguh dalam bekerja. (4) tidak melakukan pekerjaan yang mendurhakai Allah yang ada kaitannya dengan minuman keras. mengharapkan ridha Allah SWT.BAB III PENUTUP 3.

Asnan Syafi’I Wagino. 1997. Menabur Mutiara Hikmah. Depag RI. KH. Wawasan al-Qur’an. 1998. Jakarta : Mizan. 1990. Konsep dan etika kerja dalam Islam. Almadani. Anonim. Mengangkat Kualitas Hidup Umat. 1990. Jakarta : Dirjen BIMAS Islam. Membudayakan Etos Kerja. Al-Qur’an dan Terjemahan. Anonim. Jakarta : Gema Insani. Quraish Shihab. Toto Tasmara. Jakarta : Mizan 18 .DAFTAR PUSTAKA Anonim.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->