BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pegadain merupakan salah satu lembaga keuangan bukan bank yang fokus kegiatannya adalah memberikan pembiayaan. Ada dua hal yang membuat pegadain menjadi suatu bentuk usaha lembaga keuangan bukan bank. Pertama, transaksi pembiayaan yang diberikan oleh pegadaian mirip dengan pinjaman melalui kredit bank, namun diatur secara terpisah atas dasar hukum gadai dan bukan dengan peraturan mengenai pinjam meminjam biasa. Kedua, usaha pegadain di Indonesia secara legal dimonopoli oleh satu badan usaha saja, yaitu Perum Pegadaian. Secara umum, tujuan ideal Perum Pegadaian adalah penyediaan dana dengan prosedur yang sederhana kepada masyarakat luas terutana kalangan menengah ke bawah untuk berbagai tujuan, seperti komsumsi produksi dan lain sebaganya. Keberadan Perum Pegadaian juga diharapkan dapat menekan menculnya lembaga keuangan non formal yang cenderung merugikan masyarakat seperti praktik ijon, pegadaian gelap, bank gelap, rentenir, dan lain-lain. Untuk dapat mengetahui lebih jauh tentang pegadain tersebut, maka berikut dipaparkan mengenai tinjauan umum pegadain konvensional yang meliputi : pengertian pegadaian, sejarah dan perkembangan pegadaian, tugas, tujuan, dan fungsi pegadaian, struktur organisasi pegadaian, hak dan kewajiban para pihak, serta berakhirnya hak gadai. Selanjutnya juga akan dipaparkan mengenai pelaksanaan gadai di pegadain konvensional yang meliputi : kegiatan usaha pegadaian, produk dan jasa pegadaian, penggolongan uang pinjaman, bunga gadai, kategori barang gadai, prosedur penaksiran barang gadai, prosedur pemberian kredit gadai, prosedur pelunasan kredit gadai, serta prosedur pelelangan barang gadai.

1

6. Berakhirnya Hak Gadai Kategori Barang Gadai 2 . 4. 3. Rumusan Masalah Adapun permasalahan-permasalahan yang dibahas penulis dalam makalah ini yaitu sebagai berikut : 1.B. Pengertian Pegadaian Sejarah Dan Perkembangan Pegadaian Tugas. 9. 2. Hak dan Kewajiban Para Pihak 8. Tujuan Dan Fungsi Pegadaian Struktur Organisasi Pegadaian Produk/Layanan Kegiatan Usaha Pegadaian 7. 5.

yitu sekitar abad ke – 19. Sejarah Dan Perkembangan Pegadaian Pegadaian atau Pawn Shop merupakan lembaga perkreditan dengan sistem gadai.BAB II PEMBAHASAN A. dapat disimpulkan bahwa gadai adalah suatu hak yang diperoleh oleh orang yang berpiutang atas suatu barang bergerak yang diserahkan oleh orang yang berhutang sebagai jaminan hutangnya dan barang tersebut dapat dijual (dileleng) oleh yang berpiutang bila yang berhutang tidak dapat melunasi kewajibannya pada saat jatuh tempo. Seorang yang berutang tersebut memberikan kekuasaan kepada orang yang berpiutang untuk menggunakan barang bergerak yang telah diserahkan untuk melunasi hutang apabila pihak yang berhutang tidak dapat melunasi kewajibannya pada saat jatuh tempo. bentuk penyaluran dana kredit kepada masyarakat atas dasar hukum gadai. 3 . Barang bergerak tersebut diserahkan kepada orang yang berpiutang oleh seorang yang mempunyai hutang atau oleh orang lain atas nama orang yang mempunyai hutang. Sejak itu bentuk usaha pegadaian telah mengalami beberapa kali perubahan sejalan dengan perubahan peratuaran-peraturan. Bentuk usaha pagadaian di Indonesia berawal dari Bank Van Lening pada masa VOC yang mempunyai tugas memberikan pinjaman uang kepada masyarakat dengan jaminan gadai. Pengertian Pegadaian Pengertian Gadai menurut Susilo (1999) adalah : Suatu hak yang diperoleh oleh seseorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergerak. Sistem gadai tersebut memasuki Indonesia dibawa dan dikembangkan oleh orang Belanda (VOC). Dari uraian di atas. Lembaga semacam ini pada awalnya berkembang di Italia yang kemudian dipraktikkan di wilayah-wilayah Eropa lainnya. Pegadaian merupakan sebuah BUMN di Indonesia yang usaha intinya adalah bidang jasa penyaluran kredit kepada masyarakat atas dasar hukum gadai. B. Sedangkan Perusahaan Umum Pegadaian adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berfungsi memberikan pembiayaan dala. misalnya Inggris dan Belanda.

kemudian pada awal abad ke-20 oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda melalui Staatblad tahun 1901 Nomor 131 tertanggal 12 Maret 1901 didirikan rumah gadai pemerintahan (Hindia Belanda) di Sukabumi Jawa Barat. kantor perwakilan daerah. 4 . dan kator cabang. maka pada dasarnya lembaga pegadaian (Perum Pegadaian) tersebut mempunyai tugas. pegadaian milik pemerintahan tetap diberi fasilitas monopoli atas kegiatan pegadaian di Indonesia. Dengan dikeluarkannya peraturan tersebut. Tujuan Dan Fungsi Pegadaian Sebagai lembaga keuangan non bank milik pemerintahan yang berhak memberikan pinjaman kredit kepada masyarakat atas dasar hukum gadai yang bertujuan agar masyarakat tidak dirugikan oleh lembaga keuangan non formal yang cenderung memanfaatkan kebutuhan dana mendesak dari masyarakat. tujuan serta fungsi-fungsi pokok sebagai berikut (Usman. 419). Pada tahun 1960 Dinas Pegadaian berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pegadaian. dan pada tahun 1990 1990 Perusahaan Jawatan Pegadaian diubah menjadi Perusahaan Umum (Perum) Pegadaian melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 tahun 1990 tanggal 10 April 1990. pada tahun 1969 Perusahaan Negara Pegadaian diubah menjadi Perusahaan Jawatan (Perjan) Pegadaian.Pada mulanya usaha pegadaian di Indonesia dilaksanakan oleh pihak swasta. Kantor Pusat Perum Pegadaian berkedudukan di Jakarta dan di bantu oleh kantor daerah. Selanjutnya. Pada masa selanjutnya. maka pelaksanaan gadai dilakukan oleh Pemerintahan Hindia Belanda sebagaimana diatur dalam Staatblad tahun 1901 Nomor 131. Dinas pegadaian mengalami beberapa kali perubahan bentuk Badan Hukum. dengan Staatblad 1930 NO. C. sehingga akhirnya pada tahun 1990 menjadi Perusahaan Umum. Tugas. 266 Rumah Gadai tersebut mendapatkan status Dinas Pegadaian sebagai Perusahaan Negara dalam arti undang-undang perusahaan Hindia Belanda (Lembaran Negara Hindia Belanda 1927 No. 1995:359) : a) Tugas Pokok Tugas pokok Pegadaian yaitu menyalurkan uang pinjaman atas dasar hukum gadai dan usaha-usaha lain yang berhubungan dengan tujuan pegadaian atas dasar materi.

1 5 . Dewan Komisaris bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan pengawasan kepada Menteri Keuangan. 5. Turut melaksanakan program pemerintah di bedang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya melalui penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum dagai. dalam melaksanakan fungsi pengawasannya Menteri Keuangan juga dapat mengusulkan pengangkatan dan pemberentian anggota-anggota Dewan Pengawas (Komisaris) Perum Pegadaian. Selain mengusulkan pengangkatan dan pemberentian dewan Direksi. pegadaian pada dasarnya mempunyai tujuan-tujuan pokok sebagai berikut : 1. Mengelola organisasi. D. Masa jabatan Dewan komisaris selama tiga tahun dan dapat diangkat kembali. perlengkapan. Struktur Organisasi Pegadaian Perum Pegadian merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bernaung di bawah Departemen Keuangan. Menurut ketentuannya Dewan Komisaris minimal dapat dijabat oleh dua orang dan maksimal lima orang yang terdiri dari ketua dan anggota. 2. Pendidikan dan pelatihan. 3. Melakukan penelitian dan pengembangan serta mengawasi pengelolaan pegadaian. Sifat usaha pegadaian pada prinsipnya menyediakan pelayanan bagi kemanfaatan umum sekaligus memupuk keuntungan berdasarkan prinsip pengelolah. kepegawaian. Fungsi Pokok Fungsi pokok pegadaian adalah sebagai berikut : 1. tata kerja dan tata laksana pegadaian. 2.b) Tujuan Pokok. 4. Menciptakan dan mengembangkan usah-usaha lain yang menguntungkan bagi pegadaian maupunn masyarakat. Oleh karena itu. aman. dan hemat. yang berhak mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksinya kepada Presiden adalah Menteri Keuangan. Sehingga. Mengelolah penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum gadai dengan cara mudah. Mengelola keuangan. cepat. c) Mencegah praktek pegadaian gelap dan pinjaman tidak wajar. Sedangkan struktur organisasi Perusahaan Umum (Perum) Pegadaian dapat dilihat pada Gambar 2.

000. aman dan cepat.1 Struktur Organisai di Perum Pegadaian Dewan Pengawas Direktur Utama Direktur Operasi dan Pengembangan Direktur Keuangan Balai Diklat Subdit Anggaran dan Permodalan Subdit Akuntansi Direktur utama Satuan Pengawasan Intern Subdit Operasi dan Pemasaran Subdit Penelitian dan engembangan Usaha Subdit Kesekretariatan Perusahaan Subdit Bangunan Subdit Kepegawaian Subdit Tata Usaha dan Rumah Tangga Kantor Daerah KantorCabang Subdit Perbendaharaan E. 20. Pemerintah melindungi rakyat kecil yang tidak memiliki akses kedalam perbankan. Pemberian kredit jangka pendek dengan pemberian pinjaman mulai dari Rp.sampai dengan Rp.000.000. Dengan usaha ini.-. Jaminannya berupa benda bergerak. 200.. elektronik. KCA (Kredit Cepat Aman) Kredit KCA adalah pinjaman berdasarkan hukum gadai dengan prosedur pelayanan yang mudah. Dengan demikian. Jangka waktu kredit maksimum 4 bulan atau 120 hari dan dapat diperpanjang dengan cara hanya membayar sewa modal dan biaya administrasinya saja. kalangan tersebut terhindar dari praktek pemberian uang pinjaman yang tidak wajar. Produk/Layanan 1. 6 .Gambar 2. kendaraan maupun alat rumah tangga lainnya. baik berupa barang perhiasan emas dan berlian.

Pegadaian Syariah menjawab kebutuhan transaksi gadai sesuai Syariah. Praktis. dimana nasabah hanya akan dipungut biaya administrasi dan Ijaroh (biaya jasa simpan dan pemeliharaan barang jaminan). Kreasi (Kredit Angsuran Fidusia) Membantu mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM) serta menyejahterakan masyarakat merupakan suatu misi yang diemban Pegadaian sebagai sebuah BUMN. Misalnya kualitas emas atau batu permata. Pegadaian selalu berusaha membantu perkembangan usaha produktif. yang diberikan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan usahanya. 4. 5. dan Menentramkan. terutama bagi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah melalui pemberian berbagai fasilitas kredit yang cepat. mudah dan murah. dapat memberikan rasa aman dan rasa lebih pasti bahwa barang tersebut benar-benar mempunyai nilai investasi yang tinggi. untuk solusi pendanaan yang Cepat. Kepastian nilai atau kualitas suatu barang. Jasa Taksiran Jasa Taksiran adalah suatu layanan kepada masyarakat yang peduli akan harga atau nilai harta benda miliknya. 7 .2. Dengan biaya yang relatif ringan. Gadai Syariah ( Ar. masyarakat dapat mengetahui dengan pasti tentang nilai atau kualitas suatu barang miliknya setelah lebih dulu diperiksa dan ditaksir oleh juru taksir berpengalaman. 3. Salah satu bentuk fasilitas pinjaman yang dapat diperoleh para pengusaha UMKM adalah kredit KREASI. KREASI adalah kredit dengan sistem FIDUSIA. Kredit Angsuran Sistem Gadai (KRASIDA) KRASIDA merupakan pemberian pinjaman kepada para pengusaha Mikro dan Kecil (dalam rangka pengembangan usaha) atas dasar gadai dengan pengembalian pinjaman dilakukan melalui mekanisme angsuran.Rahn) RAHN adalah produk jasa gadai yang berlandaskan pada prinsi-prinsip Syariah.

Usaha Rumah Tangga melalui pemberian berbagai fasilitas kredit yang cepat. dan aman secara riil. Kami akan menjaga dan melindunginya dengan penuh perhatian. kini telah hadir Pembiayaan ARRUM untuk pengembangan usaha Anda dengan berprinsip syariah. Akad Murabahah Logam Mulai untuk Investasi Abadi Abadi adalah persetujuan atau kesepakatan yang dibuat bersama antara Pegadaian dan Nasabah atas sejumlah pembelian Logam Mulia disertai keuntungan dan biaya-biaya yang disepakati. KRISTA adalah kredit Usaha Rumah Tangga. menunaikan ibadah haji. berlibur. layanan ini dikenal sebagai safe deposit box. Tetapi ternyata tidak selamanya barang dan surat berharga itu aman di tangan sendiri. likuid. ARRUM (ar-rahn untuk usaha mikro kecil) Bagi Anda para pengusaha mikro kecil. 8. 7. rusak atau di salahgunakan orang lain. mudah dan murah. 9. dan agunan dengan jangka waktu Fleksibel. Jangka waktu penitipan dua minggu sampai dengan satu tahun dan dapat di perpanjang. 8 . Mulia Logam Mulia atau emas mempunyai berbagai aspek yang menyentuh kebutuhan manusia disamping memiliki nilai estetis yang tinggi juga merupakan jenis investasi yang nilainya stabil. Jasa Titipan Dalam dunia perbankan. karena akan dinas ke luar kota/luar negeri. KRISTA Membantu mengembangkan Usaha Rumah Tangga. dll. yang diberikan kepada Usaha Rumah Tangga untuk pengembangan usahanya. Salah satu bentuk fasilitas pinjaman yang dapat diperoleh para Usaha Rumah Tangga adalah kredit KRISTA. Percayakan saja penyimpanannya kepada kami.6. Harta dan surat berharga perlu di jaga keamanannya agar tidak sampai hilang. Mulia (Murabahah Logam Mulia untuk Investasi Abadi) adalah penjualan logam Mulia oleh Pegadaian kepada masyarakat secara tunai. sekolah di luar negeri . serta menyejahterakan masyarakat merupakan suatu misi yang diemban Pegadaian sebagai sebuah BUMN. Jika anda mendapatkan kesulitan "mengamankan"nya di rumah sendiri. Pegadaian selalu berusaha membantu perkembangan usaha produktif.

2. Penggunaan Dana. Pinjaman dana jangka pendek dari pihak lain biasanya diperoleh dari hutang kepada rekanan. 2) Pendanaan kegiatan operasional 9 .10. a. laba ditahan ini merupakan akumulasi laba sejak perusahaan Perum Pegadaian berdiri. Untulk memperoleh atau menghimpun dana Perum Pegadaian pernah menerbitkan obligasi sebanyak dua kali. 1999:1818). yaitu tahun 1993 dan pada tahun 1994 yang jangka waktunya masingmasing lima tahun. yaitu kekayaan negeri di luar APBN. hutang kepada nasabah. 4. Modal sendiri yang dimilki oleh Perum Pegadaian terdiri dari : a) Modal awal. Pinjaman jangka pendek dari pihak lain. Dana tersebut antara lain digunakan untuk hal-hal berikut : 1) Uang kas dan dana likuid lain. b. b) Penyertaan modal pemerintah. Dana jangka pendek sebagian besar adalah dalam bentuk pinjaman jangka pendek dari perbankan (sekitas 80% dari total dana jangka pendek yang dihimpun). Kucica (Kiriman Uang Cara Instan. Dana yang berhasil dihimpun akan digunakan untuk mendanai kegiatan usaha Perum Pegadaian. Penghimpunan Dana Dana yang diperlukan di Perum Pegadaian untuk melakukan kegiatan usahanya berasal dari : 1. yaitu Penghimpunan Dana dan Pengunaan Dana (Susilo. dan lain-lain. Kegiatan Usaha Pegadaian Kegiatan usaha Perum Pegadaian pada umumnya meliputi dua hal. Pinjaman jangka pendek dari perbankan. hutang pajak. F. c) Laba ditahan. Modal sendiri. 3. Cepat dan Aman) Adalah suatu produk pengiriman uang dalam dan luar negeri yang bekerjasama dengan Western Union. Penerbitan obligasi.

2000:383) : a. maka pemegang gadai berhak untuk manahan barang jaminan yang diserahkan oleh pemberi gadai (hak retentie). a) Hak dan Kewajiban Pemberi Gadai Hak Pemberi Gadai. c) Pemegang gadai berkewajiban untuk memberi tahu kepada pemberi dagai sebelum diadakan pelelangan barang gadai. c) Selama hutangnya belum dilunasi. Sedang hasil penjualan barang jaminan tersebut diambil sebagai untuk melunasi hutang pemberi gadai dan sisanya dikembalikan kepadanya. b. 1. 5) Investasi lain G. 4) Penyaluran dana. 10 . Sedangkan hak dan kewajiban adalah sebagai berukut (Dahlan. Hak dan Kewajiban Pemegang Gadai 1) Hak Pemegang Gadai a) Pemegang gadai berhak untuk menjual barang yang digadaikan.3) Pembelian dan pengadaan berbagai macam bentuk aktiva tetap dan inventaris. 2) Kewajiban Pemegang Gadai a) Pemegang gadai berkewajiban bertanggung jawab atas hilangnya atau merosotnya harga barang yang digadaikan jika itu semua atas kelalaiannya. b) Pemegang gadai berhak mendapatkan penggantian biaya yang telah dikeluarkan untuk menjaga keselamatan barang jaminan. Hak dan Kewajiban Para Pihak Para pihak (pemberi dan penerima gadai) maisng-masing mempunyai hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. b) Pemegang gadai tidak diperbolehkan menggunakan barang-barang yang digadaikan untuk kepentingan sendiri. Pemberi gadai mempunyai hak untuk mendapatkan kembali barang miliknya setelah pemberi gadai melunasi hutannya. yaitu apabila penberi gadai pada saat jatuh tempo atau pada waktu yang ditentukan tidak dapat memenuhi kewajibannya sebagai orang yang berhutang.

2. bahwa hak gadai dikatakan batal apabila : a. c) Pembari gadai berhak untuk mandapatkan sisa dari penjualan barangnya setelah dikurangi biaya pelunasan hutang. b. Kategori Barang Gadai Pada dasarnya. bunya dan biaya lainya. Para pihak tidak melaksanakan yang menjadi hak dan kewajiban masing-masing. b) Pemberi gadai berkewajiban merelakan penjualan atau barang gadai miliknya. I. Berakhirnya Hak Gadai Suatu perjanjian hutang piutang pada dasarnya tidak ada yang bersifat langgeng. demikian pula dengan perjanjian gadai. Hutang piutang yang telah terjadi telah dibayar dan dilunasi. yaitu bukan lagi menjadi hak milik pemberi gadai. a) Kewajiban Pemberi Gadai Pemberi gadai berkewajiban untuk melunasi hutang yang telah diterimanya dari pemegang gadai dalam tenggang waktu yang telah ditentukan termasuk bunga dan biaya lain yang telah ditentukan pemegang gadai. artinya perjanjian tersebut sewaktu-waktu akan dapat berakhir atau batal. hampir semua barang bergerak dapat digadaikan di Perum Pegadaian. c. Barang gadai keluar dari kekuasaan pemberi gadai. Sedangkan menurut Dahlan (2000). Jenis barangbarang bergerak yang dapat diterima sebagai barang jaminan di perum pegadaian yaitu antara lain (Marzuki. d) Pemberi gadai berhak meminta kembali barangnya bila pemegang gadai telah jelas menyalahgunakan barangnya. Barang gadai tetap dibiarkan dalam kekuasaan pemberi gadai ataupun yang kembalinya atas kemauan yang berpiutang. d. Namun ada juga barang-barang bergerak tertentu yang tidak dapat digadaiakan. Namun batalnya hak gadai akan sangat berbeda dengan hak-hak lain. apabila dalam jangka yang telah ditentukan pemberi gadai tidak dapat melunasi hutangnya kepada pemegang gadai. 1995:360) : 11 . H.b) Pemberi gadai berhak menuntut ganti rugi dari kerusakan dan hilangnya barang gadai bila hal itu disebabkan oleh kelalaian pemegang gadai.

sapi. mutiara. mesin ketik. l) Barang-barang illegal.a) Barang-barang perhiasan : emas. dan lain-lain. f) Kendaraan yang sangat besar. ketela pohon. d) Barang-barang yang cepat rusak. amunisi. c) Barang dagangan dalam jumlah besar. b) Barang-barang elektronik : tv. c) Kendaraan : sepeda. permadani. dan lain-lain. radio. mobil. sumber daya menusia di Perum Pegadaian adalah sebagai berikut : a) Binatang ternak : kerbau. d) Barang-barang rumah tangga : barang-barang pecah belah. video. dan lain-lain. recorder. i) Barang-barang jenis senjata. intan. b) Hasil bumi : padi. Adapun barang-barang yang tidak dapat dijadikan jaminan karena keterbatasan tempat penyimpanan. jagung. g) Barang-baragn seni yang sulit ditaksir. 12 . dan lain-lain. dan lain-lain. motor. f) Tekstil : kain batik. dan mesiu. k) Barang-barang milik pemerintah. kambing. j) Barang-barang yang disewa belikan. kulkas. e) Mesin : mesin jahit. tape. perak. h) Barang-barang yang mudah terbakar. e) Barang-barang yang amat kotor. g) Barang-barang lain yang dianggap bernilai. busuk atau susut.

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian pegadaian adalah suatu hak yang diperoleh oleh orang yang berpiutang atas suatu barang bergerak yang diserahkan oleh orang yang berhutang sebagai jaminan hutangnya dan barang tersebut dapat dijual (dileleng) oleh yang berpiutang bila yang berhutang tidak dapat melunasi kewajibannya pada saat jatuh tempo. (4) bunga gadai. (2) produk dan jasa pegadaian. (8) prosedur pelunasan kredit gadai. Agar proses pembelajaran berjalan dengan baik dan tidak terpaku pada satu sumber saja. (5) kategori barang gadai. 13 . (9) prosedur pelelangan barang gadai. Adapun kegiatan pelaksanaan gadai dalam perum pegadain meliputi Sembilan kegiatan. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas maka diajukan sebagai saran bagi pembaca untuk menggali ilmu mengenai pegadaian konvensional ini melalui referensi-referensi dari buku yang berbeda pula. (3) penggolongan uang pinjaman. B. (6) prosedur penaksiran barang gadai. (7) prosedur pemberian kredit gadai. kegiatan tersebut adalah sebagai berikut : (1) kegiatan usaha pegadaian.

Website. (2007). Yogyakarta: Salemba Empat http://id.scribd. Sigit Triandaru dan Totok Budisantoso.com/doc/17614549/Pegadaian-Konvensional 14 .wikipedia. Jakarta. Laporan Tahunan Perkembangan Usaha Perum Pengadaian. Bank dan Lembaga Keuangan Lain.DAFTAR PUSTAKA Anonymus. 2006. Perum Pegadaiaan.org/wiki/Pegadaian http://www.

Watampone. karena dengan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “ PEGADAIAN ” Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu atas terselesainya makalah ini. penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca makalah ini.KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. April 2012 penyusun 15 i . demi kesempurnaan makalah selanjutnya.

... Kategori Barang Gadai ....DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ....................................................................................................................................................................................................................................................... Pengertian Pegadaian .......................................... 5 E..................................................... Produk/Layanan ....... Saran ................................................. 10 H......................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN A................... Latar Belakang ...................... 1 B.................................. 9 G........................................................................ i DAFTAR ISI ............................... Kegiatan Usaha Pegadaian .............................................. Sejarah Dan Perkembangan Pegadaian ....................................................................................... Berakhirnya Hak Gadai ....................... Hak dan Kewajiban Para Pihak .......................................... 11 BAB III PENUTUP A...................................... Tujuan Dan Fungsi Pegadaian ................... 13 DAFTAR PUSTAKA 16 ii ............................................. 4 D.............. Rumusan Masalah .............................................................. 11 I............................................... 2 BAB II PEMBAHASAN A............................................ 3 B.... Tugas............................................................... 3 C........... 13 B.... 6 F..................................................................................... Kesimpulan ................................... Struktur Organisasi Pegadaian ....................................................................

MAKALAH PEGADAIAN OLEH RISMA 210.006 SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI STIE YAPI BONE 2012 17 .1082.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful