MAKALAH PERENCANAAN PENDIDIKAN ISLAM

STAKE HOLDER PENDIDIKAN ISLAM

Oleh

: Sri Hartatik Sheila Aisyah Hasan Parsi

Semester : IV

JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PERENCANAAN PENDIDIKAN ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM LUQMAN AL-HAKIM SURABAYA 2012

Surabaya. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. April 2012 pemakalah . M. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Irham Amin Sandani. segala puji kita panjatkan kepada Allah SWT karena dengan rahmat dan hidayah-Nya.KATA PENGANTAR Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.Pd selaku dosen Pengantar Manajemen karena sudah memberikan kami kesempatan dan pengarahan untuk menyusun makalah ini. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada teman-teman yang ikut membantu kami dalam mencari referensi dalam pembuatan materi makalah ini. Kami berharap makalah ini dapat membantu dalam proses pembelajaran pada semester berikutnya dan semoga bermanfaat bagi semua yang membacanya. Alhamdulillah. dan para sahabatnya. keluarga. kami dapat menyelesaikan makalah ini sesuai dengan harapan dan waktu yang telah diberikan. Kami harapkan pula agar para pembaca memperhatikan celah yang mungkin kurang sempurna dalam makalah ini sehingga kami dapat menyusun kembali yang lebih baik pada makalah berikutnya.

.................................... 1....1 Latar belakang .................................. ............................................................. BAB II STAKE HOLDER DALAM PENDIDIKAN ISLAM 2...................... 4............................................................................................... 3.........................2 Stake Holder Dalam Pendidikan ........................................................................3 Tujuan masalah ..........1 Kesimpulan ......... C................. Kompetensi Lulusan yang di butuhkan dalam Islam ....................... 1. B.................DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1....................................3 Stake Holder dalam Pendidikan Islam ....................................................2 Rumusan masalah ...... 2.................................... Realita Masyarakat Islam saat ini .. A..................................................1 Pengertian Stake Holder ...... 2................................................................................................................................ BAB IV PENUTUP 4............................................................ D.............. Perkembangan Masyarakat dalam Organisasi .....2 Daftar Pustaka .....................................................2 Pemberdayaan Stake holder dalam Perencanaan ............................. Rancangan Kompetensi Lulusan ...............................................................1 Aspek pertimbangan Stakeholder dalam Perencanaan .... BAB III STAKE HOLDER DALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN 3..........

pembaharuan sistem pendidikan selalu dilaksanakan dari waktu ke waktu. Untuk itu. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum tingkat satuan pendidikan disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).1 Latar Belakang Di Indonesia. Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) merupakan contoh hasil pembaharuan dimaksud. peningkatan mutu pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan. Keberhasilan dalam upaya mengembangkan kualitas pendidikan tentunya tidak lepas dari peran para stake holder yang memang ahli dalam menjalankan tugas dan program yang telah disusun dan dirancang bersama. untuk memenuhi kewajiban administrasi sebagian guru mengambil cara instan dengan mengadopsi secara utuh perencanaan pembelajaran buatan orang lain atau menjiplak model yang ditawarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan yang belum tentu sesuai dengan karakteristik peserta didiknya dan satuan pendidikan sehingga pembelajaran relatif tidak terencana. 6/2007).BAB I PENDAHULUAN 1. 24/2006 dan No. Oleh karnanya stake holder merupakan SDM yang harus di fungsikan sesuai dengan skillnya masing-masing. . Dampaknya. Satuan pendidikan dapat mengadopsi atau mengadaptasi model KTSP yang disusun oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas bersama unit utama terkait (Permendiknas No.

3 Tujuan Masalah 1. 3. Siapa saja stake holder Pendidikan? 3. Agar megetahui apa saja peranan Stake holder dalam pendidikan. Agar mengetahui pengertian / defini dari Stake holder. Apa Peranan Stake holder Pendidikan dalam Perencanaan? 1. 4.1. Apa saja yang menjadi pertimbangan dalam Perencanaan? 4. 2. . Agar mengetahui aspek apa saja yang menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan. Apa yang dimaksud dengan Stake holder Pendidikan? 2.2 Rumusan Masalah 1. Agar mengetahui siapa saja stake holder pendidikan.

adalah pihak di mana tanpa partisipasinya yang berkelanjutan organisasi tidak dapat bertahan. pengaman dan pelaku bisnis itu sendiri. didefinisikan sebagai pihak yang mempengaruhi atau dipengaruhi oleh perusahaan. tapi mereka tidak terlibat dalam transaksi dengan perusahaan.  Berkembangnya zaman : Individu atau kelompok yang memilik satu atau lebih jenisjenis usaha (bisnis) di mana stakeholder bisa terdiri dari berbagai fungsi. menyampaikan. menggunakan. . mengirim dan mengatur suatu asset atau property . pemegang kebijakan. Owner juga memiliki definisi sebagai seseorang atau sekumpulan orang yang memiliki wewenang khusus untuk memegang.  Kelompok atau individu yang dukungannya diperlukan demi kesejahteraan dan kelangsungan hidup organisasi (secara Operasional) Penulis dan Pengamat Pendidikan Clarkson (dalam artikel tahun 1994) telah memberikan definisi yang lebih sempit lagi di mana stakeholder adalah pihak yang akan dipengaruhi secara langsung oleh keputusan dan strategi perusahaan. pelaksana.  Stakeholder Sekunder.BAB II STAKEHOLDER DALAM PENDIDIKAN ISLAM 2. menikmati. yaitu: 1. sehinggga Clarkson membagi stakeholder menjadi dua :  Stakeholder Primer. Berikut adalah definisi stakeholder :  Dalam tradisi lama : Orang yang menanamkan investasi atau pemilik sebuah bisnis. Owner merupakan seorang entrepreneur atau lebih yang menghasilkan suatu ide tentang suatu produk atau layanan.1 Pengertian Stakeholder Konsep stakeholder kini menjadi bagian tak terpisahkan dari pemikiran manusia dalam seluruh aspek kehidupannya. utamanya dalam upaya pemberdayaan pendidikan. Istilah stakeholder kemudian mengklasifikasi beberapa bagian yang eksistensinya saling terkait dan memberi pengaruh.

Stakeholder pendidikan dibagi dalam 3 kategori utama. Tata usaha sekolah.2. d. Creditor adalah suatu institusi yang menyediakan dana untuk kemudiakan dipinjamkan kepada suatu perusahaan yang membutuhkan. Orang tua murid b. Customer merupakan target dari suatu perusahaan untuk menjualkan hasil produksinya. 4. yaitu : 1. Mereke menyediakan bahan-bahan di mana bahan tersebut sangat diperlukan oleh suatu perusahaan untuk menghasilkan produk mereka. Murid 2. Kepala sekolah b. Pengamat . 2. 5. b. 3. Supplier merupakan salah satu stakeholder yang cukup penting peranannya. Dinas pendidikan c. Para Guru c. Pemerintah : a.  Orang yang menjadi pemegang dan sekaligus pemberi support terhadap pendidikan atau lembaga pendidikan.2 Stakeholder Dalam Pendidikan Memperhatikan uraian di atas maka dapat dipahami bahwa definisi stakeholder dalam pendidikan yakni :  Pihak yang memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan sukses tidaknya proses pendidikan yang berlangsung. Sekolah : a. Masyarakat : a. Para pengawas walikota 3. Menteri pendidikan nasional. Employee merupakan sebagian orang yang mengatur secara langsung dari suatu perusahaan. Walikota d.

pendidikan agama dianggap tidak terlalu penting bagi masa depan anak mereka. Realitas Umat Islam Saat Ini Dalam peningkatan ilmu keagamaan. . Jika ditinjau dari sisi fungsi keberadaan stakeholder nyaris serupa dengan fungsi pemimpin.1 Aspek Pertimbangan Stake holder dalam Perencanaan A. penyedia alat pendidikan. oleh karena itu. Ahli pendidikan d. hal ini membangun karakter sekulerisme. karna cara berfikir orangtua yang menginginkan karir yang bisa mereka banggakan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan berhasil di karir yang sesuai dengan perkembangan era globalisasi saat ini merupakan kebanggan bagi setiap orangtua.3 Stakeholder Dalam Pendidikan Islam Ketika kita berbicara tentang stakeholder dalam pendidikan Islam maka sebenarnya kita sedang membicarakan tentang lembaga pendidikan lengkap dengan segala sistem. rata-rata rakyat Indonesia masih memprioritaskan pendidikan umum di banding pendidikan agama. Perusahaan atau badan yang membutuhkan tenaga terdidik (DUDI) f. penerbit buku. 2. Lembaga swadaya masyarakat e. Toko buku. perangkat dan atribut yang dapat memenuhi harapan masyarakat pada umumnya dan pihakpihak yang berkepentingan atau terkait dengan pendidikan tanpa menanggalkan nilai-nilai dasar kebenaran yang berbasiskan iman.c. Dengan demikian stakeholder bagaimanapun harus memiliki hal-hal berikut :  Rasa tanggung jawab yang tinggi  Mental kstaria BAB III STAKE HOLDER DALAM PERENCANAAN 3. Hal ini sudah berlangsung lama. dan lain-lain. kontraktor pembangunan seko lah.

konglomerat dan lain sebagainya. Kesenjangan antara ilmu di kelas dengan praktik di masyarakat adalah salah satu bukti. menjadi pejabat. karena profesiprofesi itu sangat dekat dengan uang. Suparlan Suhartono menyatakan. masih sangat kental dengan nilai-nilai sekulernya. sementara upaya internalisasi atas nilai belum bisa dilakukan secara baik. sampai partai yang basis masanya ormas Islam sekalipun. kreatif. Saat ini orang tua lebih menginginkan putra-putrinya memiliki skill sehingga bisa menjadi seorang dokter. Sementara dakwah Islam. Sebagai contoh kecil. diakui bahwa pendidikan saat ini masih dan hanya sekedar mengantarkan peserta didik dan masyarakat pada batas mengetahui dan memahami konsep. dan berkembang ke seluruh penjuru dunia. setiap siswa mengerti akan pentingya nilai-nilai kejujuran. Harapan agar putra-putrinya menjadi orang yang bermoral. hanya simbol-simbol dan tampilan fisik saja yang dijalankan oleh peserta didik. Karena semua itu kini diposisikan jauh dari uang. hal ini bisa terjadi karena didukung oleh lahan subur berupa kepadatan penduduk dunia dan asumsi kekurangan pangan. dan sebagainya. maka mayoritasnya partai sekuler. adil. beriman. insinyur. sehingga wajar jika sekolah kini diserahi tanggungjawab mengelola putra-putri mereka. Namun dalam praktiknya hal-hal tersebut belum dapat diterapkan. masih sangat sedikit yang mengajak pada kesempurnaan Islam dan penerapannya dalam kehidupan masyarakat. Filsafat hidup positivisme – materialistik ini juga mewabah dalam dunia pendidikan. Jika kita melihat partai-partai politik. Seuai dengan penjelasan diatas hal ini dinilai wajar mengingat paska era indusstrialisasi secara serentak masyarakat di negeri ini terseret pada upaya penegakan filsafat hidup positivisme – materialistik dan gaya hidup ekonomi kapitalistik. efisiensi. Sedangkan di Indonesia. . sekulerisme sangat mudah dibaca dan sangat transparan. Ini terlihat dari perilaku manusia yang cenderung memaksakan kehendak memperoleh kekayaan material sebanyak mungkin melalui jalan manapun meskipun pada saat yang sama ritual spiritual tidak ditinggalkannya. kompetitif dan sebagainya.Gerakan sekuler dibarat telah tumbuh dan berkembang. Hujair AHS menggambarkan bahwa krisis kehidupan yang melanda negeri ini berawal dari krisis pendidikan. tepat waktu. sudah tidak popular lagi. Lebih spesifik dalam dunia pendidikan. karena memang sekolahlah yang bisa mewujudkan harapan mereka. saleh.

dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Fenomena tersebut tidak melulu dalam pengertian ekonomi. investasi. Dengan kian merebak dan canggihnya teknologi media. budaya populer. Dalam rangka memenuhi kepercayaan masyarakat. yang pengaruhnya hampir melanda setiap aspek dari kehidupan. teknologi. Ia juga merupakan fenomena “di sini”. budaya dan keagamaan. Selain itu globalisasi juga berarti sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan. Sebuah masyarakat juga menyaksikan masyarakat lain dalam macam-macam gaya hidup. Apa yang ditunjukkan bukan sesuatu yang ramah-tamah. parabola. . Bukan sekadar soal kita menambahkan perlengkapan modern seperti. memungkinkan sebuah masyarakat menyaksikan bentuk-bentuk kehidupan dan sistem kepercayaan lain yang berbeda.Sadar akan hal ini sekolah pun mengalami pergeseran paradigma. namun dampaknya bisa kita rasakan. kita didorong masuk ke dalam tatanan global yang tidak sepenuhnya dipahami oleh siapapun. jika menganggap globalisasi hanya berkaitan dengan sistem-sistem besar. dan bentuk-bentuk interaksi yang lain. Akan sangat keliru. video. dan sebagainya dalam cara hidup. fashion. terpisah langsung. komputer. orientasi keagamaan yang berlainan. seperti tatanan perekonomian dunia. globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. perjalanan. yang langsung mempengaruhi sistem kepercayaan dan kehidupan kita. B. Entah baik atau buruk. Globalisasi bukan soal apa yang ada “di luar sana”. Globalisasi menunjukkan perubahan besar dalam masyarakat dunia. Globalisasi juga berdimensi politik. Perkembangan Masyarakat Dalam Globalisasi Globalisasi dapat dipahami sebagai proses masuknya ke ruang lingkup dunia. negara Dalam banyak hal. pendidikan sekolah sibuk dengan kebijakan-kebijakan konkret yang menarik simpati. televisi. perbedaan bahasa dan sebagainya. Kita hidup di dalam dunia yang sedang mengalami transformasi yang luar biasa. ragam etnis-suku bangsa.

misalnya dalam bidang fashion. globalisasi juga merupakan efek jarak jauh (time-space distanciation). Dengan demikian menjadi satu keniscayaan bagi para stakeholder pendidikan Islam untuk memahami globalisasi secara mendasar dan universal. dan transmisi berita dan olah raga internasional).  Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi. literatur. apa yang terjadi pada satu belahan bumi. . Maksudnya. Secara historis globalisasi sarat dengan kepentingan. Seperti telah diuraikan sebelumnya globalisasi tidak saja mampu merubah gaya hidup tapi juga pola pikir bahkan falsafah hidup yang jika tidak diwaspadai dapat merubah ranah keyakinan generasi muda yang akan datang tak ubahya kultur Barat yang menegasikan wahyu.  Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO). bukan itu saja. televisi satelit. yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. musik. dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya.  Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional. Pada intinya. Suparlan Suhartono menyatakan bahwa Barat sengaja menjadikan dunia sebagai objek pemasaran. bisa terjadi efek pada belahan bumi yang lain. Secara umum Globalisasi dapat dikenali dengan beberapa hal berikut. saat ini. peningkatan pengaruh perusahaan multinasional. kehidupan masyarakat global saat ini dihadapkan pada pluralitas kebudayaan yang saling mempengaruhi. kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya. film. sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda. dan makanan. Untuk mewujudkan hal ini sedemikian rupa Barat menjadikan media masa sebagai alat propaganda agar penduduk dunia memiliki sikap konsumerisme yang tinggi. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam.Bahkan.

 Meningkatnya masalah bersama. krisis multinasional. Dengan kata lain. Kompetensi Lulusan Pendidikan Islam Yang di Butuhkan Sebagai manusia yang mengemban tugas kekhalifahan jelas manusia tidak bisa dipisahkan secara hakikat. Oleh karena itu komunikasi politik juga perlu dipikirkan oleh para guru . misalnya pada bidang lingkungan hidup. Keduanya saling terkait dan akan mengantar seorang hamba pada puncak kebahagiaan manakala mampu menempatkan keduanya secara proporsional tentunya melalui konsep manajemen yang relevan dengan ajaran Islam serta stakeholder yang berjiwa tauhid. UU Sisdiknas bukanlah penghalang untuk mewujudkan generasi muslim yang cerdas dan santun. Keduanya adalah kesatuan yang tidak perlu diperdebatkan apalagi diperhadapkan. Untuk menciptakan lulusan yang mandiri secara ekonomi misalkan. namun pada saat yang sama jangan pula upaya untuk memberi bekal agar mampu bersaing di era global harus melemparkan ranah spiritual di ruang yang tak berarti. dimana pendidikan diatur dalam UU Sisdiknas maka seyogyanya strategi yang digunakan untuk mewujudkan semua itu harus bersifat akomodatif terhadap substansi kandungan UU Sisdiknas. Kemudian dalam konteks pemerintahan Negara Republik Indonesia. yakni antara idealisme dan pragmatisme. namun bisa pula disebabkan oleh rendahnya skill alumni sekolah. C. utamanya apa yang selama ini dipandang selalu berhadapan. Sebab bisa jadi banyaknya pengangguran di negeri ini tidak semata-mata dikarenakan sempitnya lapangan pekerjaan. Perlu adanya sebuah kesadaran bersama bahwa pendidikan yang ada harus benar-benar mampu „mencetak‟ lulusan yang memiliki keimanan yang prima serta skill yang. umat Islam tidak perlu menjauhkan anak-anaknya dari sains dan teknologi yang mengajarkan skill untuk bisa eksis dengan aspek keduniaan. Dengan demikian bagaimanakah pendidikan Islam dapat menjalankan fungsinya sebagai wadah kaderisasi umat sangat bergantung dari komprehensifitas pandangan para stakeholder pendidikan Islam itu sendiri. maka stakeholder dari kalangan usahawan dapat dilibatkan oleh pihak sekolah dalam menyusun kurikulum yang relevan menghadapi persaingan global di masa yang akan datang. inflasi regional dan lain-lain.

D. bazar. Agar ide dari bawah tidak terkesan mereduksi UU dan berbagai bantuan tidak atas dasar belaskasihan tapi sebuah kelayakan dan kewajaran.dan pemerhati pendidikan. No 1 Tujuan Program Kegiatan Integrasi Target Pencapaian teori Seluruh dan mengerti sumber ilmu siswa/i bahwa dari dan Profil siswa/i cerdas dan Pembelajaran santun berbasis iptek dan keilmuan imtaq pemanfaatan media informasi Allah sebagai penunjang pembelajaran pemanfaatan teknologi mata sematauntuk meningkatkan iman dan taqwa (indikatornya : giat belajar. Rancangan Kompetensi Kelulusan Dalam rancangan Kompetensi Kelulusan masih banyak program yang dibuat komite Mengacu sekolah tidak sesuai dengan linkungan/kondisi siswa/I. Siswa/I pengalaman menangani persoalan 3 Peka terhadap tanggung Analisis jawab kemasyarakatan moral aktual peristiwa melalui forum Sebagai tugas mata Bahasa siswa satu memiliki (praktik bakti sosial seminar bulanan/ pelajaran semesteran dengan menghadirkan tokoh berkompeten Indonesia. dapat menuangkan hasil seminar dalam berbentuk yang naskah pidato . disiplin dalam beribadah) 2 Memiliki kemandirian jiwa Pembelajaran langsung kehidupan) Out bond. pada uraian di atas maka kami mencoba untuk menyertakan rancangan kompetensi lulusan yang akan kami canangkan.

b. Mendata jumlah siswa dan indeks prestasinya. Namun mengerti akar permasalahan. . Untuk meningkatkan kualitas keagamaan mengadakan pesantren kilat di sekolah. mendata pendidikan guru yang memerlukan peningkatan kualifikasi pendidikan. Memberi pertimbangan dalam peningkatan disiplin guru dan memberi solusi bagi kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru. e. Mendata jumlah guru yang memerlukan pendidikan dan latihan. Memberikan pelatihan mengenai mata pelajaran dan layanan belajar bagi guru yang membutuhkan. 3. Memberi pertimbangan dalam mengembangkan bakat dan minat siswa. Peran Sebagai Pemberi Pertimbangan Atau Nasihat (Advisory Agency) a. f. Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. guru dan komite sekolah. yaitu. dan remedial bagi siswa yang belum mencapai hasil yang dipersyaratkan.Dengan cara di atas diharapkan siswa/I tidak saja belajar dengan tradisi menghafal semata. 2. b. faktor-faktor yang berpengaruh dan tahapan perumusan penyelesaian masalah secara komprehensif dengan mengedepankan aspek iman dan ihsan. d. Pemberi pertimbangan mengenai program dan kegiatan yang disusun dalam rencana pembangunan pendidikan. d. 1. Memberikan pertimbangan buat guru dalam pelaksanaan tugas supaya tidak sewenang-wenang dalam menangani siswa.2 Peranan / Pemberdayaan Stake holder dalam Perencanaan Pendidikan Peran serta stakeholder pendidikan dalam suatu perencanaan adalah hal yang sangat urgen sehingga akan dampak pada peningkatan profesionalitas guru. Peran Sebagai Badan Pendukung (Supporting Agency) berkaitan dengan internal manajemen sekolah: a. sebab-sebab. c. 044/U/2002 bahwa stakeholder pendidikan yaitu dewan pendidikan dan komite sekolah dalam kaitannya dengan hal di atas mereka memiliki 4 peran. c. Menyediakan tropi dan hadiah atas keberhasilan siswa mengikuti berbagai perlombaan yang dilakukan sekolah. Mendukung program pengayaan bagi siswa yang lebih pintar.

a. Memantau pelaksanaan rencana kegitan sekolah (RKS) dan rencana kegiatan tahunan (RKT). c. h. Ikut memantau penggunaan anggaran yang bersumber dari BOS. Mendukung pemanfaatan sarana prasarana untuk memberikan layanan belajar. 5.g. Mengontrol kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan lainnya. Memaksimalkan bantuan anggaran dan operasional mendorong yang bersumber dari APBD. i. Peran Sebagai Penghubung (Mediating Agency). dan bakat peserta didik. h. d. b. gizi. Peran sebagai Pelaku (Actor agency). e. 3. Membuat media belajar sesuai dengan kebutuhan belajar. . penggunaan anggaran bersumbar dari dana BOS dengan mengimplementasikan program dan kegiatan yang tepat sasaran. f. Ikut serta dalam penyusunan RKS dan RKT. sebagai badan pengawas terhadap kegiatan sekolah termasuk pelaksanaan dan penggunaan Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan Tahunan (RKT). yang masyarakat. Ikut serta dalam rapat pembagian raport. Peran Sebagai Pengontrol (Controling Agency) pendidikan dan komite sekolah. Mengontrol pelaksanaan PBM. Menanyakan proses belajar mengajar (ke guru dan kepala sekolah) apakah sudah mengarah pada standar yang dipersyaratkan. g. 4. Menanyakan kondisi kesehatan. Fungsi pengontrol (controling agency) menunjukkan bahwa dewan pendidikan dan komite sekolah melakukan aktifitas.

Sedangkan masyarakat yang berkepentingan dengan pendidikan adalah orang tua murid. Seseorang akan melakukan aksi setelah mempelajari dulu apa yang dilakukan oleh orang-orang sebelumnya dalam merespons rangsangan yang sama atau biasa disebut coping behavior. yang diharapkan mampu mendorong murid mengembangkan paradigma modernitas dalam kehidupannya kelak.BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Definisi dari stakeholder adalah pemegang atau pemangku kepentingan. . untuk itu sekolah memerlukan dukungan masyarakat dalam memberikan ketauladanan dalam mengajarkan akhlak mulia. seseorang perlu meniru atau mencontoh ketauladanan lingkungan di sekitarnya. kognitif dan psikomotorik secara terencana dalam jangka panjang. dinas pendidikan. Mengapa? Di dalam dunia pendidikan ada hal yang disebut dengan aksi dan refleksi. Orang per orang atau kelompok tertentu yang mempunyai kepentingan apa pun terhadap sebuah obyek disebut stakeholder. Tanpa melibatkan para pemegang kepentingan ini secara utuh. penilik. Pemerintah diwakili oleh para pengawas. penerbit buku. termasuk di dalamnya adalah para guru. Untuk menanamkan aspek afektif seperti akhlak mulia. kontraktor pembangunan sekolah. pengamat dan ahli pendidikan. walikota. Sekolah. niscaya dunia pendidikan tidak akan berjalan dengan baik. pemerintah dan masyarakat. sampai menteri pendidikan nasional. penyedia alat pendidikan. kepala sekolah. toko buku. stakeholder pendidikan dibagi dalam 3 kategori utama. yaitu sekolah. Dunia sekolah tidak akan mampu mensterilkan murid dari perilaku masyarakat di sekelilingnya. Dunia pendidikan formal memang mengutamakan transfer of science and knowledge. Pendidikan adalah sebuah sistem yang mendukung murid mencapai tujuan-tujuannya melalui pengajaran dan penanaman elemen afektif. dan lain-lain. Walaupun banyak ragam. murid dan tata usaha sekolah. lembaga swadaya masyarakat. perusahaan atau badan yang membutuhkan tenaga terdidik (DUDI).

com 4. 5. http:// Imam Nawawi. S.htm . Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Pekalongan. Wheelen and I David Hungger (1995) Strategic Management and Business Policy. Fifth Edition. Addison Wesley Publishing Company.2009//blogspot.Psi. Thomas L. Raga Affandi. 10 Juli 2008 2. Pekalongan.blogspot. New York etc. Raga Affandi. http:///Disain%20Perencanaan%20Kebijakan%20Pendidikan%20Terjebak%20Kacamata %20Kuda%20_%20Guru%20Pembaharu. California. dan Fahmi Puja/stakeholder-dalam-pendidikanIslam. Stake Holder dalam Pendidikan Islam. 3.Edi Sariman.Daftar Pusataka 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful