P. 1
Modul Qsb Linear Program

Modul Qsb Linear Program

|Views: 226|Likes:
Published by Ziah Imoet

More info:

Published by: Ziah Imoet on Apr 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2015

pdf

text

original

RISET OPERASIONAL 1 [BAB I – METODE SIMPLEX

]

RISET OPERASIONAL
Riset operasional adalah Sekumpulan cara / metode analisis yang digunakan untuk mengelola sumber daya perusahaan yang terbatas agar hasil yang optimal didapat perusahaan. OR juga dapat digunakan untuk memaksimalkan sesuatu yang diinginkan (seperti hasil produksi, penjualan, keuntungan, dll.) dan dapat juga digunakan untuk meminimumkan sesuatu yang tidak diinginkan oleh perusahaan (seperti kecelakaan kerja, kerugian, produk cacat, dll).

Sejarah munculnya OR
Perang Dunia II berlangsung Pembentukan kelompok formal OR Inggris (1939) Oleh G. A. Robert dan DR. E. C. William dalam usaha mengembangkan system komunikasi Amerika mengikuti dengan US NAVY Mengembangkan cara untuk memenangkan perang melawan Jepang

OR diterapkan untuk memecahkan masalah managerial dan operasional. Metode yang terkenal yaitu Linier Programing yang dikenalkan oleh George Dantzig (Bapak Linier Programing).

Perang Dunia selesai.

OR berkembang hingga ke Statistika Pengendalian Mutu, Pemrograman Dinamis, Analisis Qeueue dan pengendalian Persediaan, Pemrograman Geometris, Simulasi, dan Goal Programming

LABORATORIUM MANAJEMEN MENENGAH

1

 Deterministic programming dapat diperkirakan dengan pasti.  Divisibility bilangan pecahan.  Additivity mempengaruhi. Dualitas  digunakan bila terjadi perubahan kapasitas.. 2. Grafik :  kendala : hanya untuk perusahaan yang memproduksi hanya 2 produk. Yang kita pelajari hanya simplex saja.  semua parameter yang terdapat dalam linier  output yang dihasilkan setiap kegiatan dapat berupa  nilai tujuan tiap kegiatan tidak saling  naik turunnya nilai Z (tujuan) dan penggunaaan Metode-metode yang ada di Linier Programing 1. LABORATORIUM MANAJEMEN MENENGAH 2 . yaitu :  Proportionality sumber daya berubah secara sebanding dengan perubahan tingkat kegiatan. Simplex 3.RISET OPERASIONAL 1 [BAB I – METODE SIMPLEX] Ada 4 asumsi dasar dalam linear programming.

Variabel keputusan (Decision Variabel) 2.. yaitu roti susu. Komponen dalam simplex : 1.000.. LABORATORIUM MANAJEMEN MENENGAH 3 .RISET OPERASIONAL 1 [BAB I – METODE SIMPLEX] Metode Simpleks merupakan suatu algoritma yang digunakan untuk pemecahan berbagai masalah linier rogramming (LP). Kendala (Constrain) Langkah-langkah dalam menggunakan metode simplex Berikut contohnya : Perusahaan Mundur Maju memproduksi tiga jenis roti. 90. Fungsi tujuan (Objective Function) 3. Pemecahan masalah dengan menggunakan metode ini sangat mengguntungkan bagi pengguna karena tidak hanya fungsi tujuan dan nilai optimum dari variable dapat kita ketahui tapi kita juga dapat memberikan interpretasi ekonomi dan melakukan analisis sensitivitas. roti coklat dan roti keju. Keuntungan yang diharapkan dari masing-masing roti adalah Rp.

30 menit pemanggangan.000. 60. fungsi tujuan dan variable kendala Variable keputusan X1= Roti susu X2= Roti coklat X3= Roti keju Step 2 : Tentukan fungsi tujuan. apakah akan di maksimalisasi atau minimalisasi Maksimumkan Z = 90..000. Perusahaan Maju Mundur mempunyai jam kerja 2400 menit dibagian pengadukan adonan.RISET OPERASIONAL 1 [BAB I – METODE SIMPLEX] Rp. Tentukanlah keuntungan yang diperoleh perusahaan! Langkah menjawab ~ Step 1 : Identifikasikan variable keputusan. dan 10 menit pemanggangan dan 10 menit penyajian. 30. dan 20 menit penyajian. untuk memproduksi roti susu dibutuhkan 50 menit pengadukan. Sedangkan untuk roti keju dibutuhkan 30 menit untuk pengadukan adonan. dan Rp..000x3 Step 3 : Formulasikan factor kendala yang ada dalam bentuk : LABORATORIUM MANAJEMEN MENENGAH 4 .000x1 + 60. 20 menit pemanggangan dan 10 menit penyajian. 3600 menit dipemanggangan dan 4800 menit dibagian penyajian... Untuk roti coklat dibutuhkan 40 menit pengadukan.000x2 + 30.

X3 ≥ 0 Step 4 : Ubahlah fungsi tujuan dan variable kendala menjadi fungsi impulsif dengan cara menggeser semua CnXn ke kiri : Formulasikan factor kendala yang ada dalam bentuk : o o o fungsi kendala memakai simbol ≤ maka harus ditambah + S fungsi kendala memakai simbol > maka harus ditambah – S+A fungsi kendala memakai simbol = maka harus ditambah + A note : S = slack Disini kita hanya mempelajari fungsi kendala memakai simbol ≤ LABORATORIUM MANAJEMEN MENENGAH 5 . pemanggangan 3. penyajian  Diurutkan sesuai jenis Kendalanya. menjadi seperti dibawah ini  Karena perwujudan informasi paling sedikit atau dibutuhkan di soal diatas maka kita pakai simbol < Fungsi Kendala 1. pengadukan 2. penyajian 50x1 + 40x2 + 30x3 ≤ 2400 30x1 + 20X2 + 10x3 ≤ 3600 20x1 + 10x2 + 10x3 ≤ 4800 dimana X1 .RISET OPERASIONAL 1 [BAB I – METODE SIMPLEX]  > Perwujudan informasi paling banyak atau maksimum  < Perwujudan informasi paling sedikit atau minimum  = Perwujudan informasi paling memadai  Kendalanya : pengadukan. pemanggangan. X2 .

000x2 – 30.000x1 – 60. X3 ≥ 0 Step 5 : Susunlah persamaan yang diperoleh ke dalam table iterasi 4800 2.RISET OPERASIONAL 1 [BAB I – METODE SIMPLEX] Fungsi Tujuan Maksimumkan Z – 90. X2 . kecuali baris fungsi tujuan. Pertemuan antara kolom kunci dan baris kunci dinamakan Angka kunci. penyajian 50x1 + 40x2 + 30x3 + S1 = 2400 20x1 + 10x2 + 10x3 + S3 = dimana X1 . Baris dengan perbandingan yang terkecil kan berperan sebagai baris kunci. VD Z X1 X2 X3 -30000 S1 0 S2 0 S3 0 NK 0 Index 6 LABORATORIUM MANAJEMEN MENENGAH . pengadukan 3. pemanggangan 30x1 + 20X2 + 10x3 + S2 = 3600 Step 6 : Tentukanlah kolom kunci Kolom kunci ditentukan berdasarkan nilai yang paling besar negativenya dari nilai-nilai yang berada pada baris fungsi tujuan (Z) pada table simpleks Step 7 : Tentukanlah baris kunci Baris kunci ditentukan dengan membuat nilai perbandingan antara nilai kanan ( NK) dengan nilai pada kolom kunci dari setiap baris.000x3 = 0 Fungsi Kendala 1.

000 24000 1800 0 0 -60.RISET OPERASIONAL 1 [BAB I – METODE SIMPLEX] 9000 0 S1 S2 S3 50 30 20 40 20 10 30 10 10 1 0 0 0 1 0 0 0 1 2400 3600 4800 48 120 240 60000 Step 8 : Tentukan persamaan baru/ baris kunci baru (NBBK) S1 NBBK X1 X1 50/50 1 40/50 4/5 X2 30/50 3/5 X3 1/50 1/50 S1 0/50 0 S2 S3 0/50 2400/50 0 48 NK Step 9: Tentukan persamaan persamaan baru selain NBBK Z (-90.000 S2 30 20 10 0 1 0 3600 LABORATORIUM MANAJEMEN MENENGAH 7 .320.000 -30.320.000) -90.000 ( -90.000) 0 -90.000 4/5 3/5 0 1/50 0 0 0 0 0 4.000 (1 48 ) Z (-90.000 -72.000 0 -54.000 0 0 -1800 0 0 -60.000 -30.000 -4.000 ) 0 12.

6 -0.6 0 1 0 1440 ) 0 S3 20 (20) ( 20 0 0 16 -16 -2 10 0 12 0.RISET OPERASIONAL 1 [BAB I – METODE SIMPLEX] (30) ( 30 0 2160 24 -4 18 -8 0.4 -0.4 1/50 1 0 0 0 1 0 2160 3840 48 LABORATORIUM MANAJEMEN MENENGAH 8 .4 0 0 0 1 4800 0 1 960) 3840 Step 10: Masukkanlah nilai nilai baru ke dalam table iterasi 1 VD Z X1 0 X2 12000 X3 24000 S1 1800 S2 0 S3 0 NK 43200 00 S2 S3 X1 0 0 1 -4 -16 4/5 -8 -2 3/5 -0.6 -0.

NBBK. pilih QSB 2) Pilih Linier Programming LABORATORIUM MANAJEMEN MENENGAH 9 . Langkah-langkah pengerjaan dengan software Input ke software 1) Dari menu utama. Baris Kunci.RISET OPERASIONAL 1 [BAB I – METODE SIMPLEX] Step 11: Karena di nilai Z sudah tidak ada lagi nilai (-) jadi tidak perlu diterasi lagi. NB Analisis: Keuntungan yang akan diperoleh Perusahaan Mundur Maju adalah Rp 4.000 dengan memproduksi 48 roti susu tanpa memproduksi roti coklat dan roti keju.320. maka langkah selanjutnya ulangi mulai Step 5 .Bila masih terdapat nilai negatif pada baris Z. menentukan Kolom Kunci.

RISET OPERASIONAL 1 [BAB I – METODE SIMPLEX] 3) Kemudian pilih Enter new problem 4) Isi nama dari masalah tersebut dan enter 5) Lalu isi jenis-jenis problemnya seperti dibawah ini LABORATORIUM MANAJEMEN MENENGAH 10 .

RISET OPERASIONAL 1 [BAB I – METODE SIMPLEX] 6) Isi variable-variable keputusannya seperti berikut 7) Isi coefisientnya seperti dibawah ini LABORATORIUM MANAJEMEN MENENGAH 11 .

RISET OPERASIONAL 1 [BAB I – METODE SIMPLEX] 8) Pilih Solve problem LABORATORIUM MANAJEMEN MENENGAH 12 .

RISET OPERASIONAL 1 [BAB I – METODE SIMPLEX] 9) Pilih Solve and display the initial tableau 10)Pilih Display the final solution LABORATORIUM MANAJEMEN MENENGAH 13 .

Dalam memproduksi. Keuntungan yang ingin diperoleh PT tersebut yakni Rp500 untuk seragam sekolah. Rp700 untuk piyama dan Rp650 untuk gaun. Bahan yang dibutuhkan untuk seragam adalah 10m.RISET OPERASIONAL 1 [BAB I – METODE SIMPLEX] UJI KEMAMPUAN 1. dan gaun anak-anak. Untuk benang 2m untuk seragam. 15 m piyama dan 30 m untuk gaun. Sedangkan motif LABORATORIUM MANAJEMEN MENENGAH 14 . 1m untuk piyama dan 2m untuk gaun. piyama anak-anak. PT Yayuk Ijeh memproduksi 3 jenis pakaian anak -anak. Produk tersebut adalah seragam sekolah.

Jam kerja maksimum dari ke3 mesin tersebut berturut-turut adalah: Mesin I = 70 jam. Untuk membuat jaket-jaket tersebut. Joko Collection dihadapkan pada beberapa kendala. Mesin II = 100 jam. Untuk tiap lusin Jaket Bulu dikerjakan Mesin I selama 10 jam. Mesin III selama 4 jam. Untuk A perlu 60 pekerja dan 60 jam kerja.RISET OPERASIONAL 1 [BAB I – METODE SIMPLEX] yang diperlukan untuk seragam 1 m.000. salah satunya perusahaan hanya menggunakan 3 mesin. dan gaun 2 m dan jumlah tidak boleh melebihi 8 m.000. variable keputusan b. Tentukan keuntungan optimum yang akan diperoleh perusahaan! Buat Analisanya! 3. piyama 1 m. Mesin II selama 2 jam.000 penonton drama. B 8. Tentukan keuntungan optimum yang akan diperoleh PT Yayuk Ijeh ! 2. Denis Denisa Corp. Kapasitas maksimum yang dimiliki adalah 300 pekerja dan 180 jam kerja. Mesin III selama 2 jam. Untuk membuat tiga jenis acara tersebut diperlukan pekerja dan jam kerja. dan Jaket Jeans.000 Tentukan: a. Untuk B perlu 50 pekerja dan 40 jam kerja.5 jam. Dan untuk tiap lusin Jaket Jeans dikerjakan Mesin I selama 5jam.000 dan C 10. Jaket Kulit. Jaket Bulu. Perusahaan Menginginkan keuntungan yang diperoleh A 12. produk B. Pihak Joko Collection mengharapkan tiap lusin dari ke3 jaket tersebut dapat memberikan keuntungan masing-masing Rp 900. Mesin III = 24 jam.000. kemudian Mesin II selama 12. ingin membuat 3 jenis produk terbaru. fungsi tujuan dan kendala LABORATORIUM MANAJEMEN MENENGAH 15 . Dan untuk C perlu 30 pekerja dan 80 jam kerja. Tiap lusin Jaket Kulit dikerjakan Mesin I selama 7 jam. Rp 250. dan produk C. Rp 500. dan Mesin II selama. Nur Mettani Metta Corp collection memproduksi 3 jenis jaket.5 jam. yaitu produk A. PT Yayuk Ijeh memiliki kapasitas maksimum Bahan 150 m dan untuk benang 20 m.

Sedangkan untuk membuat Buble ice dibutuhkan 20 susu.00 Rp4400. yakni tas. Hitunglah keuntungan optimum yag di dapatkan oleh perusahaan besarta analisisnya ! 5. dan Rp550. Untuk membuat Lipopy ice dibutuhkan 10 susu.000 untuk tas. 5 bahan pemberi rasa. Padyan Joni menginginkan keuntungan Rp500. Rizkilah kilah membuat 3 jenis barang. Jam Kerja Karyawan Keuntungan diinginkan Lemari Kipas angin Jam Dinding Kapasitas max Dari data tersebut. Padyan Joni memproduksi tiga jenis produk.RISET OPERASIONAL 1 [BAB I – METODE SIMPLEX] c. dan Buble ice. Lipopy ice. dan 400 krim. Rp 4000. Rp 1500. dan 25 krim.000 untuk dompet. Untuk ke-3 jenis produk tersebut. dompet.000 untuk sepatu. Rp600. Sedangkan untuk produk terakhir Sepatu perlu 20 jam 40 jam 20 jam 60 jam 30 orang 40 orang 24 orang 120 orang Rp5000. TN. Farida ida membuat 3 jenis es krim andalannya yaitu Cookie ice. Kipas angin dan Jam dinding.Cool ice hanya mempunyai 100 susu. Untuk Dompet perlu kulit sepanjang 50cm dan waktu pengerjaan selama 2 jam. keuntungan optimum Joko Collection dan analisa! 4. Tn.00 yang LABORATORIUM MANAJEMEN MENENGAH 16 . Berikut adalah data yang dibutuhka 6. 30 bahan pemberi rasa. Keuntungan yang diharapkan dari masing – masing es yang di buat yaitu Rp 1000. yaitu Lemari. Untuk membuat Cookie ice dibutuhkan 5 susu. Dan untuk memproduksi barang tersebut diperlukan bahan-bahan seperti kulit dan lama pengerjaan tiap produk. sepatu. 15 bahan pemberi rasa.00 Rp4800. n. 300 bahan pemberi rasa. tentukan berapa keuntungan optimum yang akan diperoleh Rizkilah kilah! 7. dan 10 krim. Untuk Tas memerlukan 100cm kulit dengan waktu pengerjaan 4 jam. dan 20 krim.

15 cm Pedang dan 10 cm untuk Pistol. Keuntungan yang ingin diperoleh PT Anisa icha yakni Rp500 untuk Mobil . Tentukan keuntungan optimum yang akan diperoleh PT Anisa Icha! LABORATORIUM MANAJEMEN MENENGAH 17 . Rp700 untuk Pedang dan Rp650 untuk Pistol. Untuk Lem 1cm untuk Mobil . dan Pistol. Dari data tersebut. PT Anisa Icha memiliki kapasitas maksimum Bahan plastik 150 cm dan untuk Lem 10 cm. Padyan Joni 8. Produk tersebut adalah Mobil . tentukan berapa keuntungan optimal yang akan diperoleh Tn. Diketahui kapasitas maksimum kulit dan waktu pengerjaan yang dimiliki Tn. Bahan Plastik yang dibutuhkan untuk Mobil – mobilan adalah 30cm.RISET OPERASIONAL 1 [BAB I – METODE SIMPLEX] 200cm kulit dan 6 jam pengerjaan. PT Anisa icha memproduksi 3 jenis Mainan anak -anak. Pedang 1 gr. 1cm untuk Pedang dan 1 untuk Pistol. Sedangkan Hiasan yang diperlukan untuk mobil – mobilan 1 gr. Padyan Joni adalah 8m kulit dan 30 jam kerja. dan Pistol 2 gr dan jumlah tidak boleh melebihi 8 gr.mobilan.mobilan. Dalam memproduksi.mobilan. Pedang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->