Tumbuhan paku

?

Tumbuhan paku (Pteridophyta)

Polystichum setiferum Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Psilotopsida Equisetopsida Marattiopsida Polypodiopsida Tumbuhan paku (atau paku-pakuan) adalah sekelompok tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya. Alihalih biji, kelompok tumbuhan ini masih menggunakan spora sebagai alat perbanyakan generatifnya, sama seperti lumut dan fungi. Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia, kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). Total spesies yang diketahui hampir 10.000 (diperkirakan 3000 di antaranya tumbuh di Indonesia), sebagian besar tumbuh di daerah tropika basah yang lembap. Tumbuhan ini cenderung menyukai kondisi air yang melimpah karena salah satu tahap hidupnya tergantung dari keberadaan air, yaitu sebagai tempat media bergerak sel sperma menuju sel telur. Tumbuhan paku pernah merajai hutan-hutan dunia di Zaman Karbon sehingga zaman itu dikenal sebagai masa keemasan tumbuhan paku. Serasah hutan tumbuhan pada zaman ini yang memfosil dan mengalami mineralisasi sekarang ditambang orang sebagai batu bara. Morfologi Bentuk tumbuhan paku bermacam-macam, ada yang berupa pohon (paku pohon, biasanya tidak bercabang), epifit, mengapung di air, hidrofit, tetapi biasanya berupa terna dengan rizoma yang menjalar di tanah atau humus dan ental (bahasa Inggris frond) yang menyangga daun dengan ukuran yang bervariasi (sampai 6 m). Ental yang masih muda selalu Pteridophyta Kelas

menggulung (seperti gagang biola) dan menjadi satu ciri khas tumbuhan paku. Daun pakis hampir selalu daun majemuk. Daur hidup (metagenesis)

Protalium (panah merah) dengan tumbuhan paku muda Daur hidup tumbuhan paku mengenal pergiliran keturunan, yang terdiri dari dua fase utama:gametofit dan sporofit. Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora. Bentuk generasi fase gametofit dinamakan protalus (prothallus) atau protalium (prothallium), yang berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna hijau, mirip lumut hati, tidak berakar (tetapi memiliki rizoid sebagai penggantinya), tidak berbatang, tidak berdaun. Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang lembap. Dari prothallium berkembang anteridium (antheridium, organ penghasil spermatozoid atau sel kelamin jantan) dan arkegonium (archegonium, organ penghasil ovum atau sel telur). Pembuahan mutlak memerlukan bantuan air sebagai media spermatozoid berpindah menuju archegonium. Ovum yang terbuahi berkembang menjadi zigot, yang pada gilirannya tumbuh menjadi tumbuhan paku baru. Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) juga memiliki daur seperti ini tetapi telah berevolusi lebih jauh sehingga tahap gametofit tidak mandiri. Spora yang dihasilkan langsung tumbuh menjadi benang sari atau kantung embrio. Klasifikasi

Paku laut. Tumbuhan paku adaptif untuk tempat-tempat marginal. Secara tradisional, Pteridophyta mencakup semua kormofita berspora, kecuali lumut hati, lumut tanduk, dan tumbuhan lumut. Selain paku sejati (kelas Filicinae), termasuk di dalamnya paku ekor kuda (Equisetinae), rane dan paku kawat (Lycopodiinae), Psilotum (Psilotinae), serta Isoetes (Isoetinae). Sampai sekarang pun ilmu yang mempelajari kelompok-kelompok ini disebut pteridologi dan ahlinya disebut pteridolog. Smith et al. (2006)[1] mengajukan revisi yang cukup kuat berdasarkan data morfologi dan molekular. Berdasarkan klasifikasi terbaru ini, Lycophyta (rane, paku kawat, dan Isoetes) merupakan tumbuhan berpembuluh yang pertama kali terpisah dari yang lain, sedangkan

Dari hasil revisi ini juga terlihat bahwa sejumlah paku-pakuan yang dulu dianggap sebagai paku primitif (seperti Psilotum) ternyata lebih dekat berkerabat dengan paku tunjuk langit (Helminthostachys). Paku air ? Paku air Marsilea drummondii Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Kelas: Ordo:   Pteridophyta Polypodiopsida Salviniales Suku Marsileaceae (semanggi dan Pilularia) Salviniaceae (kiambang dan Azolla) Paku air merupakan nama sekelompok paku-pakuan berukuran kecil yang termasuk dalam bangsa Salviniales (dulu dinamakan Hydropteridales) yang kesemuanya hidup berasosiasi dengan air. Namun demikian. Contoh spesies yang termasuk di dalamnya:  Semanggi (Marsilea spp.paku-pakuan serta tumbuhan berbiji berada pada kelompok lain.) . sementara paku ekor kuda (Equisetum') sama dekatnya dengan paku sejati terhadap Marattia. yang layak dikatakan sebagai anggota divisio tumbuhan paku (Pteridophyta). baik mengapung atau tumbuh di tempat tergenang. Semua paku air bersifat heterospor: menghasilkan dua macam spora yang berbeda ukuran dan kelaminnya. Selanjutnya terlihat bahwa semua kormofita berspora yang tersisa tergabung dalam satu kelompok besar. Ordo ini terdiri dari dua suku: Marsileaceae (paku air berakar) dan Salviniaceae (paku air mengapung). paku laut (Acrostichum aureum) dan paku rawa tidak termasuk bangsa ini walaupun hidup di air.

batangnya terdapat di dalam tanah yang dinamakan rimpang (rhizome). Akar Sistem perakarannya serabut. Berdasarkan fungsinya. rumput gestapu. ü Mengalami metagenesis ü Generasi sporofit lebih dominan dari generasi gametofit ü Generasi gametofit berupa protalium (prothallus) yang berbentuk lembaran seperti jantung. dan system pembuluh angkut.) PTERIDOPHYTA (TUMBUHAN PAKU) Ciri-ciri umum: ü Termasuk Cormophyta berspora ü Hidup di daratan pada tempat-tempat yang basah (lembab) ü Hanya beberapa yang hidup di air (Seperti Semanggi.) Azolla (Azolla spp. Daun Berdasarkan ukuran dan susunan anatomi daun. daun tumbuhan paku dibedakan menjadi 2 macam yaitu tropofil dan sporofil. dan Azolla pinnata) ü Memiliki 4 struktur penting: lapisan pelindung sel.  Kiambang (Salvinia spp. Batang Pada sebagian besar jenis paku. c. daun tumbuhan paku dibedakan menjadi mikrofil dan makrofil. Ada 2jenis protalium yaitu monoecus dan diocus a. embrio multiselular. kutikula. . Sudahmemiliki akar sesunggunya karenasel-sel akarnya sudah terdiferensiasi menjadi: Ø Epidermis Ø Korteks Ø Silinder pusat b.

) Berdasarkan ukuran spora yang dihasilkan. tumbuhan paku dibedakan menjadi 4 kelas. Selain dengan spora. v Psilophytinae (Paku Purba)     Tumbuhan paku yang paling sederhana Batangnya beruas dan berbuku nyata Memiliki sinangium Contoh: Psilotum sp. v Filicinae (Paku Benar)     Kurang lebih terdiri dari 12. tumbuhan paku dibedakan menjadi Paku Homospora dan Paku Heterospora.000 spesies Daunnya paling besar dibandingkan kelas lainnya Memiliki sorus Contoh: Suplir (Adiantum sp. v Lycopodiinae (Paku Kawat)    Daunnya berbentuk sisik dan terletak tersebar pada batang yang padat Memiliki strobilus Genus dari Selaginella dan Lycopodium yang masih bertahan v Equisetinae (Paku Ekor Kuda)     Batangnya berongga dan cabang pada umumnya berkarang pada buku-buku batang pohon Daun-daunya kecil berbentuk sisik Memiliki strobilus Contoh: Equisetum sp. yaitu. reproduksi vegetatif pada tumbuhan paku dapat dilakukan dengan berbagai cara: ü Fragmentasi ü Membentuk kuncup (Tunas) ü Membentuk tunas ujung daun ü Membentuk umbi batang ü Membentuk tunas akar .Berdasarkan morfologi tubuhnya.

Jepang bagian selatan. berarti "telanjang telanjang" dalam bahasa Latin. Hawaii. biasanya ditemukan tumbuh di celah-celah batuan. Cádiz provinsi). [1] . Amerika Selatan.Psilotum nudum Psilotum Closeup Psilotum nudum Klasifikasi ilmiah Raya: Plantae Divisi: Tumbuhan paku Kelas: Psilotopsida Order: Psilotales Keluarga: Psilotaceae Genus: Psilotum Spesies: Psilotum nudum Psilotum nudum adalah pakis tanaman. Selandia Baru. ia tidak memiliki akar. itu adalah salah satu tanaman yang mulia di Periode Edo (1603-1867). Australia. [4] Budidaya dan menggunakan Pabrik.keturunan mungkin kelompok pertama tanaman vaskular yang tersebar luas selama Devon dan Silur periode. Amerika Tengah. sementara di daerah yang lebih hangat. tropis Asia. tropis dan subtropis Amerika Utara. pernah banyak dibudidayakan di kebun Jepang sebagai tanaman hias. . dengan populasi yang terisolasi di SW Eropa (" Los Alcornocales ". seperti Australia tenggara. [5] Disebut Matsubaran (pinus jarum anggrek) dalam bahasa Jepang. Seperti spesies lainnya dalam urutan Psilotales . tanaman ini sering epifit . Psilotum nudum. Namanya. Tuhan Howe Island. Spanyol . [2] [3] Psilotum nudum. [3] Ribuan orang per hari berjalan dengan tanaman ini di Opera Sydney House halaman depan . Di daerah tropis. yang tumbuh liar di selatan Jepang. karena tidak memiliki sebagian besar organ tubuh tanaman modern. Hal ini ditemukan di daerah tropis Afrika. Sedikit lebih dari 100 varietas taman diberi nama fantastis. yang dikenal sebagai Fork Skeleton Fern dianggap sebagai "primitif" pabrik .

atau sengaja .Spesies ini secara alami ditemukan pada semua Kepulauan Hawaii utama. Kesemuanya merupakan epifit (akar melekat di batang pohon) dengan penampilan yang unik karena memiliki dua tipe daun dengan fungsi dan bentuk jelas berbeda. Nama biasa. Paku Tanduk Simbar Menjangan (Platycerium bifurcatum (Cav.Chr. Psilotum nudum di Sydney Opera House . [6] Hal ini kadang-kadang ditemukan dalam budidaya (baik sengaja. Ranting dari Moa yang saling bertautan dan para pemain ditarik pada ujungnya. [6] di bawah cawat untuk mencegah lecet. menyinggung penggunaannya di masa lalu sebagai sapu kecil.) C. dalam bentuk beberapa kultivar). Kocok Fern. Anak-anak akan memainkan permainan yang disebut 'moa nahele' atau pertempuran ayam dengan batang cabang. Dikenal secara lokal sebagai Moa karena kaki ayam yang seperti batang. Australia Ini mungkin terbukti menjadi sumber yang baik dari bahan kimia antimikroba. Spora juga digunakan medicinally sebagai sebuah pembersihan. [7] Spesies ini masih sering digunakan dalam pembuatan karangan bunga tradisional Hawaii. Ranting yang kalah pecah dan pemenangnya berkokok seperti ayam jantan. orang Hawaii dikumpulkan sejumlah besar spora dan menggunakannya seperti bedak. dibuat dengan mengikat beberapa cabang bersama-sama. . sebagai gulma di rumah kaca.) Paku Tanduk Rusa (Platycerium) adalah suatu genus tumbuhan paku dengan lebih kurang 18 jenis.

Dua tipe daun: 1. Ini tanaman sejenis paku yang lebat daunnya menyerupai jarum halus. asal diberi cahaya matahari tidak langsung. Anakan yang tumbuh dapat dipisah dari induknya secara hati-hati dan ditempelkan pada tempat lain. fungsinya sebagai pembawa spora yang terletak di sisi bawah daun. Tipe kedua menjuntai dari “pusat” daun tipe pertama dengan bentuk menyerupai tanduk rusa (walaupun ada beberapa jenis yang tidak demikian). panjang daun yang menjuntai dapat mencapai satu meter atau lebih. Tanaman hias ini biasa ditempel di pohon atau digantungkan untuk memberikan kesan alami pada taman. Potongan batang yang berdaun.Selaginella wildenowii (paku rane) Sebagai bahan penghasil obat-obatan : . mengering pada kondisi kurang air.Asplenium nidus (paku sarang burung) . Saka Asparagus Plumosus. Sebagai tanaman hiasan : . ditambah beberapa bunga.Platycerium nidus (paku tanduk rusa) . lalu digunakan untuk menghias. Paku yang juga biasa disebut Simbar Menjangan ini dapat dijumpai tumbuh liar di semua daerah tropis dunia (dari Malaysia sampai Polynesia).Adiantum cuneatum (suplir) . sehingga kelembaban bagi rimpang terjaga. Asparagus ini mudah ditanam.Asipidium filix-mas . yang tidak langsung memperoleh sinar matahari.Lycopodium clavatum . Ia juga butuh lingkungan yang lembab dan tidak kekurangan air. fungsinya mengumpulkan dedaunan kering dan penangkap air. Tempat yang disukai oleh tanaman ini adalah tempat yang teduh. 2. Tipe pertama selalu steril dan berbentuk perisai tegak.

meliputi daerah timur laut Amerika Serikat. Sphenophyta sering disebut juga paku ekor kuda. Pada spesies homospora setiap gametofit membentuk arkegonia dengan sel telur dan anteridia dengan sperma berflagela. Pada Gambar 7. Tumbuhan kecil ini memiliki rizoma (batang dalam tanah) yang tumbuh horizontal. jumlah Lycophyta berjumlah 1. Adapun di daerah subtropis.Salvinia natans (paku sampan = kiambang) Sebagai pupuk hijau : .Marsilea crenata (semanggi) . di daerah iklim sedang. makanan diperoleh dari fungi simbiotik. divisio ini disebut paku ekor kuda. Equisetum memiliki batang yang keras karena mengandung silika. dan akan menjadi akar dan batang vertikal dan mengandung daun sejati yang memiliki jaringan pembuluh. Pada beberapa spesies. sporofil berkumpul pada ujung cabang membentuk struktur berbentuk gada. Gametofit kecil itu tidak berfotosintesis.Sebagai sayuran : . Sporangia terletak pada daun khusus untuk reproduksi yang disebut sporofil. Divisio ini memiliki daun mirip kawat serta daunnya tersusun dalam satu lingkaran. Banyak spesies paku kawat yang merupakan epifit pada pohon di daerah tropis. Sporangium terdapat pada suatu struktur .000 spesies. 2. Oleh karenanya.8 tampak sporofit yang merupakan generasi diploid (2n). Bentuk batangnya mirip dengan ekor kuda. Contoh spesies dari divisio ini adalah Equisetum. Paku kawat heterospora membentuk gametofit jantan dan betina yang terpisah. Menurut Campbell (1998: 550). Nama umum untuk paku kawat adalah lumut gada sesuai dengan bentuk strobilus yang menyerupai gada. Ciri-ciri Paku Ekor Kuda (Sphenophyta) Divisio ini memiliki jumlah anggota sebanyak 15 spesies. dapat hidup dalam tanah selama 10 tahun.Azolla pinnata >> bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang biru) Sebagai pelindugn tanaman di persemaian : . Spora yang keluar dari sporangia akan tumbuh menjadi gametofit haploid yang tidak mudah terlihat. disebut strobili. Lycophyta hidup pada dasar-dasar hutan. spesies lainnya tumbuh dekat tanah di dasar hutan.Gleichenia linearis Ciri-ciri Paku Kawat (Lycophyta) Lycophyta struktur tubuhnya memiliki daun yang berbentuk mirip rambut dan batangnya mirip kawat. Hal inilah yang menyebabkan paku ini dinamakan paku kawat. Anggota Lycophyta ada yang hidup di hutan tropis dan hidup secara epifit pada pohon.

Akar tumbuh dari pangkal batang membentuk akar serabut. pada ujung beberapa batang terdapat struktur mirip kerucut. terkandung antheridium dan arkegonium. pada ujung akar terdapat tudung akar (kaliptra). memiliki mesofil dan stomata. bertulang daun yang bercabang-cabang. yang mengandung sporangia. Sebagian besar paku memiliki daun majemuk. . Akan tetapi. Dahulu orang menggunakan batang ekor kuda sebagai alat penggosok. Apakah ekor kuda termasuk homospora atau heterospora? Equisetum memiliki rizoma di bawah tanah tempat batang vertikal akan muncul. mampu melakukan fotosintesis.berbentuk kerucut yang disebut strobilus.10.9 Ekor kuda 3. dapat melemparkan spora beberapa meter jauhnya. Sporangium hanya menghasilkan satu jenis spora. Menurut Campbell (1998: 558). Sporangia pada banyak paku tersusun dalam kelompok yang disebut sorus (jamak: sori) yang dilengkapi dengan alat yang menyerupai pegas. dan pada ruas tersebut akan tumbuh daun atau batang kecil. Umumnya. Gametofit Equisetum hanya berukuran beberapa milimeter saja. dan spora haploid dilepas. bahkan ada yang hidup di air. spesies ini hidup di daratan. Jika sebuah sorus kita potong melintang. Beberapa daun paku merupakan sporofil yang mengandung sporangia pada permukaan bawahnya. Dari semua tumbuhan vaskuler tak berbiji. Paku merupakan tumbuhan lapisan bawah di hutan-hutan tropis dan subtropis. Daun paku tumbuh seiring membukanya gulungan ujungnya yang melingkar seperti kepala biola. khususnya di daerah tropis seperti Indonesia. Batang umumnya tumbuh di dalam tanah disebut rizoma (rimpang). kemudian berkembang menjadi gametofit biseksual yang memiliki panjang beberapa milimeter. bertangkai panjang. ditemukan di bumi belahan utara. Pembelahan meiosis terjadi dalam sporangia. Pada Gambar 7.9 tampak sporofit. Ciri-ciri Paku Sejati (Pterophyta) Pterophyta merupakan divisio yang dianggap sebagai paku sejati. sampai ke daun. Divisi tumbuhan ini yang masih bertahan sampai saat ini hanya 15 spesies dari genus tunggal yang disebut ekor kuda (Equisetum debile). Beberapa tumbuhan paku memiliki batang yang muncul di atas tanah. akan tampak bagian-bagian seperti tampak pada Gambar 7. Pada gametofit ini.000 spesies ini telah dikenal. Epidermis mengandung silika. Gambar 7. yang menyebabkan tumbuhan tersebut mempunyai tekstur berpasir. misalnya paku tiang (Alsophyla). Tumbuhan paku telah memiliki jaringan pembuluh yang terbentang dari akar. paku sejati adalah tumbuhan yang paling beraneka ragam. lebih dari 12. batang. Batang lurus berlubang memiliki ruas-ruas. mulai dari dataran rendah sampai ke lerenglereng gunung.

apakah paku yang digambarkan itu homospora atau heterospora? Buatlah skema pergiliran turunan dalam siklus hidup paku homospora. paku pun mengalami pergantian turunan dalam siklus hidupnya. Berdasarkan gambar tersebut. Pada awal pembahasan tumbuhan vaskuler tak berbiji telah dibahas tentang siklus hidup paku.Gambar 7.10 Penampang melintang sorus Kotak spora menghasilkan sel-sel induk spora yang kemudian membelah secara meiosis membentuk spora yang merupakan awal dari fase gametofit. Salah satu contoh paku heterospora adalah selaginella. lihat Gambar 7. Paku ini mempunyai dua macam spora.11. Seperti tumbuhan lumut. yaitu mikrospora yang kecil berkelamin jantan dan makrospora yang besar berkelamin betina. hidup di air. dilindungi oleh daun-daun spora. Siklus hidup selaginella .6 serta penjelasannya. Sporangium terletak di ujung cabang. Pelajari siklus hidup selaginella pada Gambar 7. disebut strobilus (jamak strobili).

12 Skema daur hidup paku heterospora Tumbuhan paku yang paling sederhana adalah Psilotum. Gambar 7. Tumbuhan ini memiliki jaringan angkut yang primitif dan penyerap makanannya masih berupa rizoid.13. di antaranya dapat dilihat pada Gambar 7.14. menyerupai tumbuhan biji.13 Psilotum Tumbuhan paku yang paling modern memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks.14 Macam-macam tumbuhan paku . Paku ini banyak jenisnya. Gambar 7. seperti tampak pada Gambar 7. Secara umum. daunnya lebih lebar dan tulang daun bercabang.Gambar 7. Batang dan daun masih sederhana.

untuk karangan bunga. . Tanaman ini pernah merajai bumi terutama pada periode karbon sehingga zaman itu disebut Zaman Paku. spesies – spesies pteridophyta Filed under: Uncategorized Paku Suplir Adiantum capillus-veneris L. Sekarang sisanya dapat kita gali sebagai batu bara. Pada waktu itu tumbuhan paku umumnya berupa pohon-pohonan berukuran raksasa dan membentuk hutan. bahan bangunan. Runtuhan tumbuhan paku tertimbun dalam air berawa di hutan-hutan sampai beberapa meter tebalnya.Diperkirakan tumbuhan paku adalah salah satu tanaman tertua. antara lain sebagai tanaman hias. dan alat penggosok. bahan obat. kemudian mengendap membentuk sedimen. pupuk hijau (Azolla pinnata bersimbiosis dengan Anabaena azollae yang dapat mengikat nitrogen bebas dari udara). Banyak manfaat tumbuhan paku dalam kehidupan manusia.

famili Adiantaceae. Fungsinya yang utama adalah sebagai tanaman hias yang bisa ditanam di dalam ruang atau di luar ruang. berwarna hitam mengkilap. tetapi cenderung membulat. Suplir adalah sebutan awam bagi segolongan tumbuhan yang termasuk dalam genus Adiantum.Nama umum Indonesia: Paku suplir. Sebagaimana paku-pakuan lain. suplir tidak menghasilkan bunga dalam daur hidupnya. Tangkai entalnya khas. Pembentukan spora memerlukan tambahan fosfor dan kalium. daun tumbuh dari rizoma dalam bentuk melingkar ke dalam (bahasa Jawa mlungker) seperti tangkai biola (disebut circinate vernation) dan perlahan-lahan membuka. . kaya bahan organik (humus). Spora terlindungi oleh sporangium yang dilindungi oleh indusium. Tanaman ini tidak memliliki nilai ekonomi penting. Akarnya serabut dan tumbuh dari rizoma. kadang-kadang bersisik halus ketika dewasa. Daunnya tidak berbentuk memanjang. Sorus merupakan kluster-kluster di sisi bawah daun pada bagian tepi. Pemupukan dengan kadar nitrogen lebih tinggi disukainya. Perbanyakan generatif suplir dilakukan dengan spora yang terletak pada sisi bawah daun bagian tepi tanaman yang sudah dewasa. Sebagai tumbuhan paku-pakuan. Suplir memiliki penampilan yang jelas berbeda dari jenis paku-pakuan lain. Suplir sangat suka tanah yang gembur. venushair fern Pilipina: Alambrillo Paku Suplir Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan) Kelas: Pteridopsida Sub Kelas: Polypoditae Ordo: Polypodiales Famili: Adiantaceae Genus: Adiantum Spesies: Adiantum capillus-veneris L. suplir Inggris: Maidenhair ferm.

Suplir Dolar. Suplir Kedondong. Suplir Gung. Dalam waktu beberapa hari tunas baru akan muncul. Suplir Asam. Kerabat Dekat Paku Kelor. Penanganannya adalah dengan membuang seluruh ental yang kering hingga dekat rizoma dan memberi sedikit media tumbuh tambahan. Pemeliharaan suplir sebagai tanaman hias harus memperhatikan penyiraman. Suplir Rumpun.Adiantum venustum. Kekeringan yang dialami suplir tidak bisa diperbaiki hanya dengan penyiraman karena daun yang kering tidak bisa pulih. Tumbuh di Eropa. Suplir Melati. Suplir Himalaya paku ekor kuda Equisetum .

berlubang di tengahnya. myriochaetum). Daun pada semua anggota tumbuhan ini tidak berkembang baik. Hasil analisis molekular menunjukkan kedekatan hubungan dengan Marattiopsida. beruas-ruas. Equisetophyta (atau Sphenophyta). Semua anggota paku ekor kuda bersifat tahunan. hanya menyerupai sisik yang . meskipun beberapa anggotanya (hidup di Amerika Tropik) ada yang bisa tumbuh mencapai 6-8 m (E. Cabang duduk mengitari batang utama. Equisetopsida (atau Sphenopsida). Sunda: “tataropongan”. terna berukuran kecil (tinggi 0. debile Roxb. Ada kelompok yang batangnya bercabang-cabang dalam posisi berkarang dan ada yang bercabang tunggal. Batang tumbuhan ini berwarna hijau.2-1. Kalangan taksonomi masih memperdebatkan apakah ekor kuda merupakan divisio tersendiri. Batangnya dapat bercabang.Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Kelas: Ordo: Famili: Pteridophyta Equisetopsida Equisetales Equisetaceae Nama paku ekor kuda merujuk pada segolongan kecil tumbuhan (sekitar 20 spesies) yang umumnya herba kecil dan semua masuk dalam genus Equisetum (dari equus yang berarti “kuda” dan setum yang berarti “rambut tebal” dalam bahasa Latin).5 m). berperan sebagai organ fotosintetik menggantikan daun. giganteum dan E. (Melayu: rumput betung. E. Batang ini banyak mengandung silika. Anggota-anggotanya dapat dijumpai di seluruh dunia kecuali Antartika. Jawa: “petongan”). atau suatu kelas dari Pteridophyta. Di kawasan Malesia (Indonesia termasuk di dalamnya) hanya dijumpai satu spesies saja.

paku ekor kuda purba dan kerabatnya (Calamites. kira-kira pada zaman Karbonifer. Batang ini muncul pada akhir musim salju. baik berpasir maupun berlempung. Batu bara dianggap sebagai sisa-sisa . Herbisida pun sering tidak berhasil mematikannya. sebelum munculnya batang steril yang fotosintetik (lihat gambar di taxobox). Elater berfungsi sebagai pegas untuk membantu pemencaran spora. E. batang penyangga strobilus tidak bercabang dan tidak berfotosintesis (tidak berwarna hijau) serta hanya muncul segera setelah musim salju berakhir. Spora yang dihasilkan paku ekor kuda umumnya hanya satu macam (homospor) meskipun spora yang lebih kecil pada E. Batang fertil E. Beberapa spesies dapat tumbuh sangat besar.arvense dapat tumbuh menjadi gulma di ladang karena rimpangnya yang sangat dalam dan menyebar luas di tanah. dari divisio yang sama. Jenis-jenis lain tidak memiliki perbedaan ini (batang steril mirip dengan batang pendukung strobilus). misalnya E. beberapa bahkan tumbuh di air (batang yang berongga membantu adaptasi pada lingkungan ini). palustre dan E. arvense). Sporanya berbeda dengan spora paku-pakuan karena memiliki empat “rambut” yang disebut elater. Di Indonesia. debile) digunakan sebagai sikat untuk mencuci dan campuran obat. Pada masa lalu. Paku ekor kuda menyukai tanah yang basah. Spora tersimpan pada struktur berbentuk gada yang disebut strobilus (jamak strobili) yang terletak pada ujung batang (apical). arvense dengan strobilus di ujungnya. mencapai 30 m. rumput betung (E. sekarang sudah punah) mendominasi hutan-hutan di bumi. arvense tumbuh menjadi protalium jantan. Spora keluar dari sporangium yang tersusun pada strobilus.duduk berkarang menutupi ruas. seperti ditunjukkan pada fosil-fosil yang ditemukan pada deposit batu bara. debile. Pada banyak spesies (misalnya E.

dengan sori tertutup semacam kantung memanjang (biasa pada Aspleniaceae). Malesia. entalnya dapat mencapai panjang 150cm dan lebar 20cm. sementara dalam bahasa Jawa dikenal dengan kedakah. Thamnopteris nidus (L. Spora terletak di sisi bawah helai. Di Hong Kong. kadaka (Sunda) Pilipina: Pakpak-lauin Jepang: Ootaniwatari Paku Sarang Burung Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan) Kelas: Pteridopsida Sub Kelas: Polypoditae Ordo: Polypodiales Famili: Aspleniaceae Genus: Asplenium Spesies: Asplenium nidus Linn. Karena merupakan tumbuhan bawah tajuk.) C. . Paku ini kebanyakan epifit.. Presl. Walaupun dalam artikel ini paku sarang burung disamakan dengan A.. pada urat-urat daun. Paku ini mudah dikenal karena tajuknya yang besar. jenis ini dilindungi oleh undang-undang. nidus hasil penelitian terakhir menunjukkan kemungkinan revisi. Penyebaran alaminya adalah di sabuk tropis Dunia Lama (Afrika Timur. Paku sarang burung (Asplenium nidus. syn. Ental-ental yang mengering akan membentuk semacam “sarang” yang menumpang pada cabang-cabang pohon. Peruratan daun menyirip tunggal. “Sarang” ini bersifat menyimpan air dan dapat ditumbuhi tumbuhan epifit lainnya. Neottopteris rigida Feé) merupakan jenis tumbuhan paku populer sebagai tanaman hias halaman.serasah dari hutan purba ini yang telah membatu. Paku Sarang Burung Asplenium nidus Linn. menyerupai daun pisang.: A. India tropis. namun sebetulnya dapat tumbuh di mana saja asalkan terdapat bahan organik yang menyediakan hara. Nama umum Indonesia: Paku sarang burung. hingga pulau-pulau di Samudera Pasifik. Warna helai daun hijau cerah. australasiaticum juga sering dianggap sebagai paku sarang burung. ficifolium Goldm. dan menguning bila terkena cahaya matahari langsung. [1] [2] A. Orang Sunda menyebutnya kadaka. bahwa paku sarang burung mencakup beberapa jenis berkerabat dekat namun berbeda. Indocina. ia menyukai naungan.

mirip pedang atau mata tombak. . atau pada batang palem serta pohon lain. Dari rimpangnya tumbuh ental yang memanjang.5m panjang. menyerupai akar. tebing. mudah dijumpai tumbuh di tepi-tepi sungai. seperti Nephrolepis exaltata. cordifolia. dan N. Beberapa jenisnya. Paku Alai. dengan anak-anak daun tersusun menyirip tunggal. Sistem lain memasukkannya ke dalam Davalliaceae. Terna epifit atau setengah epifit. dapat mencapai 1. Di Indonesia dan daerah Asia tropis lainnya. dikenal sebagai tanaman hias populer dan memiliki banyak kultivar. biserrata biasa dijumpai di batang-batang palem di kebun atau hutan. N.) Schott Paku pedang (Nephrolepis) merupakan sekelompok tumbuhan paku dengan sekitar 40 jenis yang mudah dikenali karena entalnya memanjang berbentuk pedang. N. Tumbuhan ini mudah beradaptasi karena bersifat epifit dan memiliki rimpang yang tahan kering yang menjalar ke mana-mana. Paku Tamaga Paku Harupat Nephrolepis bisserata (Sw.Kerabat Dekat Paku Pandan. walaupun banyak yang menganggap Nephrolepis lebih baik dikelompokkan sebagai genus tunggal dari suku Nephrolepidaceae.) Schott Nama umum Indonesia: Paku harupat Inggris: Broad sword fern Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan) Kelas: Pteridopsida Sub Kelas: Polypoditae Ordo: Polypodiales Famili: Dryopteridaceae Genus: Nephrolepis Spesies: Nephrolepis bisserata (Sw. duffii. Nephrolepis mudah dijumpai di rumah-rumah atau kebun. Nephrolepis dimasukkan dalam suku Lomariopsidaceae. Rimpangnya tipis. Dalam taksonomi saat ini.

Semua anggotanya heterospor: memiliki dua tipe spora yang berbeda kelamin. Paku Gunung. Kemampuan ini perlu diwaspadai dalam penggunaan daun semanggi sebagai bahan makanan. drummondii juga dimanfaatkan oleh penduduk asli Australia (aborigin) sebagai bahan makanan.[1] Tumbuhan ini juga berpotensi sebagai tumbuhan bioremediasi. khas dari daerah Surabaya. crenata diketahui mengandung fitoestrogen (estrogen tumbuhan) yang berpotensi mencegah osteoporesis. seperti klover. Daun tumbuhan ini (biasanya M. terutama bila daunnya diambil dari lahan tercemar logam berat. nama “semanggi” dipakai untuk beberapa jenis tumbuhan dikotil yang bersusunan daun serupa. karena mampu menyerap logam berat Cd dan Pb. semanggen. karena bentuk entalnya yang menyerupai payung yang tersusun dari empat anak daun yang berhadapan. Morfologi tumbuhan marga ini khas. Semanggi M. Paku Sepat Semanggi Marsilea crenata Presl Nama umum Indonesia: Semanggi. crenata) biasa dijadikan bahan makanan yang dikenal sebagai pecel semanggi. Organ penyimpan spora (disebut sporokarp) M. . Akibat bentuk daunnya ini.Kerabat Dekat Paku Sepat. Paku Kinca. paku tapak itik Semanggi Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan) Kelas: Pteridopsida Ordo: Salviniales Famili: Marsileaceae Genus: Marsilea Spesies: Marsilea crenata Presl Semanggi adalah sekelompok paku air (Salviniales) dari marga Marsilea) yang di Indonesia mudah ditemukan di pematang sawah atau tepi saluran irigasi.

Paku Tanduk Rusa Platycerium bifurcatum C. paku tanduk uncal Paku Tanduk Rusa Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan) Kelas: Pteridopsida Sub Kelas: Polypoditae Ordo: Polypodiales Famili: Polypodiaceae Genus: Platycerium Spesies: Platycerium bifurcatum C. Kesemuanya merupakan epifit dengan penampilan yang unik karena memiliki dua tipe daun dengan fungsi dan bentuk jelas berbeda.Chr Paku tanduk rusa (Platycerium) adalah suatu marga tumbuhan paku dengan lebih kurang 18 jenis. tipe pertama selalu steril dan berbentuk perisai tegak. Batang berupa rimpang lunak namun liat dan sulit dipotong. P. coronarium dapat memiliki daun fertil yang menjuntai hingga 2. fungsinya sebagai pembawa spora yang terletak di sisi bawah daun. Daun dengan dua tipe. Paku yang juga biasa disebut simbar menjangan ini dapat dijumpai tumbuh liar di semua daerah tropika dunia. menyebabkan vlek berwarna coklat pada daun . Spora terdapat pada sporangia yang terlindung oleh sori yang tumbuh menggerombol di sisi bawah daun.Chr Sinonim Platycerium alcicorne Gaud. tergantung jenisnya. panjang daun yang menjuntai dapat mencapai satu meter atau lebih. sehingga kelembaban bagi rimpang terjaga. tipe kedua menjuntai dari “pusat” daun tipe pertama dengan bentuk menyerupai tanduk rusa (walaupun ada beberapa jenis yang tidak demikian). Nama umum Indonesia: Paku tanduk rusa. dengan akar melekat di batang pohon lain atau bebatuan. simbar agung. mengering pada kondisi kurang air.5m. Epifit sejati. paku simbar menjangan. fungsinya mengumpulkan dedaunan kering dan penangkap air.

Warna batang kecoklatan. daun yang menghasilkan lebih banyak spora. tetapi pada spesies ini terdapat seperti lekukan dipermukaannya sepanjang batang tersesut.permukaan halus akan tetapi seperti tedapat rambut-rambut yang sangat halus pada batangnya. Daun Daun pada spesies ini terdapat percabangan pada tulang daun. Tropofil. sampai atau sangat dekat dengan tepi atau bahkan sampai diluar tepi daun seperti pada Hymenophyllaceae (Backer. Selain itu dapat ditemukan 4 tipe habitat Nephrolepis yaitu. Bropofil. Pada umumnya neprhrolepis memiliki daun berwarna hijau sebagai organ fotosintesis. serta memiliki hidatoda pada sisi atas daun. Ujung dari urat daunnya yang menjari tidak sampai menyentuh tepi daun dan bebas.Klasifikasi Kingdom : Plantae (tumuhan) Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh) Divisio : pteridophyta (tumuhan paku) Kelas : pteridopsida Subkelas : polypoditae Ordo : polypodiales Familia : dryopteridaceae Genus : Nephrolepis Spesies : Nephrolepis sp. Ukuran pada umumnya panjang mencapai 2cm dengan lebar 1cm. Daun-daun ini dibagi menjadi 3 tipe . daun yang menghasilkan gula untuk fotosintesis. dan tumbuh sebagai epipit pada pohon-pohon tropik.selain itu spesies ini juga mempunyai ental yang bertumpuk di atas permukaan. sporofil (daun penghasil spora). 2. Habitat Nephrolepis pada umumnya hidup ditanah tapi ada juga yang hidup secara epifit. . sedangkan pada tepi daunnya bergerigi. 1. Ujungnya seringkali bebas. dan yang kecil-kecil disebut mikrofil. 3. daun yang menghasilkan spora untuk perkembangbiakan. 1939). ada yang tidak mencapai tepi. tidak mengandung spora). Pada spesiens ini daunnya ternasuk mikrofol. Bentuk daun menjorong dan ujungnya terbelah. Batang Batang Nephrolepis berbentuk bulat. yaitu adanya daun muda yang mengulung.5m tinggi. lebih besar dari daun-daun yang lain. terdapat di daerah rawa dan tergenang air. khususnya yang terlindung dari sinar matahari. pada ujung urat daun perdapat sporangium yang tertata dengan rapi disepanjang tepi daun. tingginya kurang dari 0. Nephrolepis dapat ditemukan pada dataran tinggi. dan yang besar disebut makrofil. yaitu tropofil (daun khusus untuk fotosintesis. hutan rindang yang memiliki celah permukaan berkarang. daerah kering seperti padang pasir. Tumbuhan ini memiliki permukaan daun yang halus dan besisik. umumnya merupakan tanaman kecil dengan sedikit daun. daerah berair atau area-area terbuka. Daun tumbuhan paku ada beberapa macam. Sporofil.

Strobilus : sporangia. Pada spesies ini sori atau sorus terletak di permukaan daun. Reproduksi Nephrolepis Nephrolepis memilki fase gametofit yang hidupnya bebas.Selanjutnya sperma membuahi sel telur dengan cara manggabungkan diri pada protalus. 3. (spora dihasilkan didalam kotak spora) paku ada beberapa macam yaitu: 1. bersifat non fotosintesis. Dari prothallium berkembang anteridium (antheridium. membentuk suatu karangan bangun kerucut bersama sporofilnya. dapat terlihat dengan jelas adanya urat-urat daun yang pada ujungnya terdapat bulatan-bulatan putih kecil yang bulatan tersebut adalah sporangium. untuk fotosistesis protalus. Sporokarpium : sporangia dibungkus oleh daun buah (karpelium). tidak berakar (tetapi memiliki rizoid sebagai penggantinya). Dari gambar diatas dapat kita liat tumbuhan Nephrolepis sp dan gambar dari daun yang telah diamati dengan menggunakan mikroskop. . Bentuk generasi fase gametofit dinamakan protalus (prothallus) atau protalium (prothallium).Akar Umumnya tumbuhan ini memiliki akar yang serabut. begitu juga pada spesies Nephrolepis sp. memiliki akar yang tumbuh di bawah permukaan tanah. Pembuahan sel telur menghasilkan zigot yang diploid dan berkembang melalui pembelahan miosis sehingga menjadi sporofit (tumbuhan Nephrolepis). Akar-akar ini menyerabut dan strukturnya sangat kecil. 2. Sorus : sporangium dalam kotak sporangia terbuka atau berpenutup (indusium). organ penghasil spermatozoid atau sel kelamin jantan) dan arkegonium (archegonium. 2. lebih tepatnya pada ujung urat daun dan tertata dengan rapi di tepi daun sehingga mengelilingi daun tersebut. Fase sporofit (diploid) yang menghasilkan spora haploid melalui pembelahan miosis. yang pada gilirannya tumbuh menjadi tumbuhan paku baru. Siklus hidup Daur hidup tumbuhan paku terdiri dari dua fase utama:gametofit dan sporofit. tidak berbatang. 4. befungsi menyerap air dan nutrisi dari tanah. Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora. 3. mirip lumut hati. Sporangium tersebut tertata rapi di sekitar tepi daun. Gametofit tersebut menghasilkan gamet (sel sperma dan sel telur) melalui pembelahan mitosis. tidak berdaun. Beberapa ciri reproduksi Nephrolepis: 1. Spora tersebut tumbuh melalui bagian selnya menjadi gametofit. yang berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna hijau. 5. Pembuahan mutlak memerlukan bantuan air sebagai media spermatozoid berpindah menuju archegonium. Sporangium Umumnya susunan letak sporangium. organ penghasil ovum atau sel telur). Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang lembab. Ovum yang terbuahi berkembang menjadi zigot.

Dapat mengobati kanker perut. mudah perawatannya.Manfaat Selain sebagai tanaman hias. 4. Selain mudah dikembangkan. Selain itu dari segi ekonomi. Psilotum sp . Sebagai sayur-sayuran.. Nephrolepis ini memiliki manfaat yang istimewa khususnya pada Nephrolepis Exaltata. xylene. dan karbon monoksida. trichlloroethylen... 3. 2. Sebagai bahan pembuatan obat cacing. Nephrolepis memilki manfaat : 1.. Microsorum sp. Davalia sp. terutama formaldehid. karena mampu menyerap formaldehid dari tembok maupun furniture. NASA bahkan merekomendasi tanaman ini diletakkan dalam ruangan. tanaman ini pun relative murah harganya. Pyrrosia sp.. pelitian Badan Antariksa AS (NASA) menyebutkan tanaman ini sebagai penyerap paling efektif. Digunakan sebagai bahan bangunan di derah-daerah tropis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful