P. 1
retensio plasenta

retensio plasenta

|Views: 363|Likes:
Published by iriz_berlian

More info:

Published by: iriz_berlian on Apr 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

Selasa, 10 Januari 2012 RETENSIO PLASENTA

A.

Definisi

q Retensio Plasenta adalah terlambatnya kelahiran plasenta selama setengah jam setelah kelahiran bayi. Plasenta harus dikeluarkan karena dapat menimbulkan bahaya perdarahan, infeksi karena sebagai benda mati, dapat terjadi plasenta inkarserata dapat terjadi polip plasenta, dan terjadi degenerasi ganas korio karsinoma (Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, hal. 300). q Recensio Plasenta adalah tertahannya plasenta atau belum lahirnya plasenta liingga atau melebihi waktu 30 menit setelah bayi lahir (Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2002:178). q Retensio Plasenta adalah plasenta belum labir 1/2 jam sesudah anak lahir (Obstetri Patologi, hal. 234). q Retensio Plasenta Suatu keadaan dimana plasenta belum lahir 30 menit setelah bayi lahir.5 q Retensio Plasenta Adalah placenta lahir terlambat lebih dari 30 menit.(buku no 1) B. Predisposisi Retensio Plasenta Beberapa predisposisi terjadinya retensio plasenta adalah : 1. Grandemultipara 2. Kehamilan Ganda, sehingga memerlukan implantasi plasenta yang agak luas. 3. Kasus inferilitas, karena lapisan endometriumnya tipis 4. Plasenta previa, karena di bagian istmus uterus, pembuluh darah sedikit, sehingga perlu masuk jauh kedalam. 5. Bekas operasi pada uterus. C. 1. Jenis-Jenis Retensio Plasenta Plasenta Adhesiva

tetapi tidak akan lengkap dan harus diikuti (kuretase tajam dan dalam. Perlu dilakukan plasenta manual. Keterangan : tipis sampai hilangnya lapisan jaringan ikat Nitabush. plasenta manual sangat sukar. Plaserita Inkarserata Adalah tertahannya plasenta di dalam kavum utrri disebabkan oleh kontriksi osteuni uteri. Keterangan : Implantasi jonjot plasenta sampai mencapai otot uterus sehingga. Plasenta Perkreta Adalah implantasi jonjot korion plasenta yang menembus lapisan otot hingga mencapai lapisan serosa dinding uterus. dapat terjadi tidak diikuti perdarahan karena sulitnya plasenta lepas. 4. Plasenta manual sering tidak lengkap sehingga perlu diikuti dengan kuretase. . Keterangan : Hilangnya lapisan jaringan ikat longgar Nitabush sehingga plasenta sebagian atau seluruhnya mencapai laisan desidua basalis. bila dipaksa akan terjadi perdarahan dan sulit dihentikan. sebagian atau seluruhnya sehingga menyulitkan lepasnya plaenta saat terjadi kontraksi dan retraksi otot uterus. Retensio plasenta tidak diikuti perdarahan. atau perforasi. Plasenta Inkreta Adalah implantasi jonjot korion plasenta hingga mencapai / memasuki miornetnum. 5. Plasenta Akreta Adalah implantasi jonjot korion plasetita hingga memasuki sebagian lapisan miornetrium. 3. Tindakan definitif : hanya histeroktomi.Adalah implantasi yang kuat dari jonjot korion plasenta sehingga menyebabkan kegagalan mekanisme separasi fisiologis. histeroktomi). Dengan demikian agak sulit melepaskan diri saat kontraksi atau retraksi otot uterus. tidak mungkin lepas sendiri. 2. Keterangan : jonjot plasenta menembus lapisan otot dan sampai lapisan peritoneum kavum abdominalis.

pemberian uterotonik yang tidak tepat waktunya juga dapat menyebabkan serviks kontraksi (pembentukan constriction ring) dan menghalangi keluarnya plasenta (inkarserasio plasenta). Faktor yang mempengaruhi pelepasan plasenta : · Kelainan dari uterus sendiri. seperti : manipulasi dari uterus yang tidak perlu sebelum terjadinya pelepasan dari plasenta dapat menyebabkan kontraksi yang tidak ritmik. misalnya : Plasenta melekat erat pada dinding uterus oleh sebab villi khorialis menembus desidua sampai miometrium – sampai dibawah peritoneum (plasenta akreta-perkreta) · Kesalahan manajemen kala III persalinan. D. 2. Etiologi Penyebab terjadinya retensio plasenta diantaranya yaitu : 1. Jika plasenta belum lepas sama sekali. plasenta inkreta dan plasenta perkreta (Obstetri Patologi. tetapi tertahan oleh karena kontraksi SBR. DIAGNOSIS dan MANAGEMEN8 E. plasenta anularis : plasenta yang sangat kecil q Plasenta sudah lepas tetapi belum dilahirkan Patolog – Anatomis Plasenta akreta. tidak terjadi perdarahan. hal 236). yaitu : Kontraksi uterus kurang kuat untuk melepaskan plasenta (plasenta adhessiva). · Kelainan dari plasenta. .Keterangan : plasenta telah lepas dari implantasinya. Fungsional q His kurang kuat q Plasenta belum lepas dari dinding uterus5 karena : tempatnya bentuknya ukurannya : insersi di sudut tuba : plasenta membranacea. Jika lepas sebagian terjadi perdarahan dan merupakan indikasi untuk mengeluarkannya.

Kurang lebih 60-120 detik setelah nitrogliserin dimasukkan. Kompresi Bimanual Ø Retensio Plasenta karena kontraksi serviks Retensio plasenta karena kontraksi serviks hampir selalu terjadi pada persalinan preterm. tekanan pada abdomen maupun pemberian oksitosin. serviks akan relaksasi sehingga tangan operator dapat masuk kedalam kavum uteri. Pada kebanyakan kasus plasenta dapat lepas dari dinding uterus tanpa kesulitan. Pada beberapa kasus plasenta melekat erat pada dinding uterus sehingga plasenta sulit lepas dari dinding uterus sehingga memerlukan tindakan berupa manual plasenta dan perdarahan menjadi sangat . obat ini sebaiknya tidak digunakan pada pasien syok dan tekanan darah rendah. Meskipun demikian pasien juga dapat berdarah karena adanya robekan jaan lahir. Hal yang lebih baik dilakukan adalah dengan memberikan nitrogliserin untuk merelaksasi serviks sehingga dapat dilakukan manual plasenta. Pada situasi ini tidak dianjurkan untuk melakukan pengeluaran plasenta dengan tarikan pada tali plasenta. Serviks akan menutup hingga hanya terbuka 2 jari. hipotensor dan relaksan otot miometrium. Ketika terjadi perdarahan dan plasenta masih didalam uterus hal pertama yang dilakukan adalah berusaha untuk mengeluarkan plasentadengan tarikan ringan dengan penekanan pada uterus dengan menekan abdomen. Nitrogliserin merupakan vasodilator kuat. Ø Retensio Plasenta karena Perlekatan plasenta yang abnormal 10 Terdapat beberapa derajat kuatnya perlekatan plasenta ke dinding uterus. Bila berhasil. Kompresi bimanual harus tetap dilakukan hingga uterus berkontraksi dengan baik. Pemberian dosis rendah intra vena membuat relaksasi uterus tanpa mempengaruhi tekanan darah.Ø Perdarahan Sebelum lahirnya plasenta Perdarahan dalam kala III persalinan biasanya disebabkan karena retensio plasenta. Meskipun demikian. Sebelum memasukkan nitrogliserin sebaikknya diberikan cairan intravena berupa kristaloid sebanyak 500-1000 cc. Gambar 1. Kemudian 500 micro gram intravena. uterus harus tetap ditekan dan diberikan oksitosin intravena.

Berdasarkan penelitian oleh Resnik. Tidak jarang juga disebabkan karena adanya sisa plasenta. terutama pada wanita yang memiliki riwayat seksio sesaria sebelumnya atau berbagai penyebab parut pada uterus. harus diusahakan mengeluarkannya. Hal pertama yang dilakukan pada perdarahan setelah plasenta lahir adalah penekanan bimanual vaginal dan abdominal. pasien diperiksa dengan USG untuk memeriksa sisa jaringan yang masih tertinggal atau dengan tangan memeriksa adanya robekan uterus. Tekanan yang keras akan menyebabkan perlukaan pada otot uterus dan rasa nyeri keras dengan kemungkinan syok. Komplikasi yang signifikan dari plasenta akreta adalah perdarahan post partum. Pada plasenta akreta. Kondisi ini disebut plasenta akreta dan kebanyakan berakhir dengan histerektomi. PENATALAKSANAAN 1. angka kejadian plasenta akreta meningkat dan dokter diharapkan waspada akan kondisi ini. robekan jalan lahir. Tangan yang lain diletakkan pada dinding perut diatas simfisis sehingga permukaan palmar jari-jari tangan . Ø Perdarahan setelah Plasenta lahir Perdarahan setelah plasenta lahir biasanya disebabkan atonia uteri. Jika plasenta belum lahir. A. Plasenta akreta menunjukkan angka kematian 4 kali lebih tinggi dari plasenta yang dapat lahir normal yang merupakan indikasi histerektomi. uterus harus dieksplorasi dan potongan plasenta dikeluarkan khususnya jika kita menghadapi perdarahan post partum lanjut. ruptur uteri dan juga gangguan sitem koagulasi. Bila penekanan uterus dan infus oksitosin tidak berhasil. hal ini dapat mengurangi perdarahan. Cara lain untuk membantu pengeluaran plasenta adalah cara Brandt.banyak. jika ada plasenta yang hilang. tetapi saat ini tidak digunakan lagi karena memungkinkan terjadinya inversio uteri. Kemudian dipasang satu atau dua infus dan diberikan infu oksitosin (30 IU dalam 1000 cc RL). perlekatan villi plasenta langsung pada miometrium. Dapat dicoba dulu parasat Crede. yang mengakibatkan pelepasan yang tidak sempurna pada saat persalinan.5 Inspeksi plasenta segera setelah bayi lahir. yaitu salah satu tangan penolong memegang tali pusat dekat vulva. inversi uteri.

plasenta perkreta. Setelah persalinan yang sulit seperti forceps. plasenta inkreta. sehingga perdarahan tidak terjadi. kira-kira pada perbatasan segmen bawah dan badan rahim. vakum. Retensio plasenta tanpa perdarahan diperkirakan : q Darah penderita terlalu banyak hilang. ke arah vulva. Plasenta manual dengan segera dilakukan : q Terdapat riwayat perdarahan post partum berulang. Tetapi kita tidak dapat mencegah plasenta tidak dapat dilahirkan seluruhnya melainkan sebagian masih harus dikeluarkan dengan tangan. Retensio Plasenta dan Plasenta Manual Plasenta manual merupakan tindakan operasional kebidanan untuk melahirkan plasenta.terletak dipermukaan depan rahim. Ø Indikasi Plasenta manual · · · · · Perdarahan pada kala III persalinan kurang lebih 400-500 cc Retensio plasenta setelah 30 menit anak lahir. Kemudian tekanan diatas simfisis diarahkan kebawah belakang. 4. Apabila plasenta telah lepas maka tali pusat tidak tertarik keatas. Kejadian retensio plasenta berkaitan dengan : 1.1 ) B. plasenta akreta. Pengeluaran plasenta dengan tangan kini dianggap cara yang paling baik. . Grandemultipara dengan implantasi plasenta dalam bentuk plasenta adhesiva. 3. q Keseimbangan baru berbentuk bekuan darah. Pada saat ini dilakukan tarikan ringan pada tali pusat untuk membantu megeluarkan plasenta. Tali pusat putus Riwayat melakukan plasenta manual (buka no. Tehnik ini kita kenal sebagai plasenta manual. q Plasenta belum lahir setelah menunggu 1/2 jam. q Kernungkinan implantasi plasenta terlalu dalam. q Pada pertolongan persalinan dengan narkosa. Mengganggu kontraksi otot rahim dan menimbulkan perdarahan. Dengan melakukan penekanan kearah atas belakang. q Terjadi perdarahan post partum melebihi 400cc. maka badan rahim terangkat. 2.

inkreta atau perkreta. sehingga kontaksi otot uterus dapat segera menutup pembuluh darah pada plasenta bed. atau diinfus Ringer Laktat. Plasenta Manual Ø Tehnik Plasenta Manual3 Sebelum dikerjakan penderita disiapkan pada posisi litotomi. plasenta dilepaskan ialah antara bagian plasenta yang sudah terlepas dengan dinding rahim dengan gerakan yang sejajar dengan dinding rahim. Tangan luar menahan fundus uteri. q Dilakukan eksplerasi untuk mencari sisa plasenta atau membrannya. plasenta dipegang dan dengan perlahanlahan ditarik keluar. q Setelah seluruh plasenta dapat dilepaskan maka tangan kanan dikeluarkan bersama dengan plasenta. Operator berdiri atau duduk dihadapan vulva. Komplikasi Tindakan Plasenta Manual . untuk dapat membedakan plasenta akreta. Setelah tangan dalam sampai ke plasenta. lakukan desinfeksi pada genitalia eksterna begitu pula tangan dan lengan bawah si penolong (setelah menggunakan sarung tangan). Kemudian labia dibeberkan dan tangan kanan masuk secara obstetris ke dalam vagina. Setelah plasenta terlepas seluruhnya. Ø Uraian teknik diatas dapat diurutkan lagi sebagai berikut : q Tahan fundus uteri dengan tangan kiri q Tangan kanan dimasukkan secara obstetris sampai mencapai tepi plasenta dengan menelusuri tali pusat. Keadaan umum penderita diperbaiki sebesar mungkin. karena tatalaksana sangat berbeda. A. Kemudian dengan sisi tangan sebelah kelingking. q Perdarahan diobservasi. q Tepi plasenta dilepaskan dengan bagian ulnar tangan kanan sedangkan tangan kiri menahan fundus uteri sehingga tidak terdorong ke atas.C. q Perhatikan kesulitan dalam melepaskan plasenta. q Kontraksi uterus ditimbulkan dengan memberikan uterotonika secara bolus IV-IM. Tangan dalam sekarang menyusun tali pusat yang sedapat-dapatnya diregangkan oleh asisten. maka tangan pergi ke pinggir plasenta dan sedapat-dapatnya mencari pinggir yang sudah terlepas.

http://www. John R . 2006 4. dan plasenta adesiva.com. hal : 302 . robekan vagina. 5. q Tauma tindakan yang menimbulkan robekan uteri. Manuaba. 3. Postpartum Hemorrhage. sisa kotiledon yang tertinggal. karena tipisnya tempat implantasi plasenta q Terjadi infeksi : terdapat sisa plasenta atau membran dan bakteria terdorong ke dalam rongga rahim. q Memasang infus. F. June 13. robekan perineum meluas. Jakarta:EGC Cunningham. Gant. Postpartum Hemorrhage. q Persiapan transfusi darah.eMedicine. 2006 ALARM International. 2. infeksi bakteri secara asendens.Pengantar Kuliah Obstetri. Untuk memperkecil komplikasi dapat dilakukan tindakan profilaksis dengan : q Memberikan uterotonika intramuskular atau intravena. (Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan.G dkk. Pregnancy.Gary.303). dll.B.Tindakan plasenta manual dapat menimbulkan komplikasi sebagai berikut : q Terjadi perforasi uterus. q Memberikan antibiotika. Norman F. Page 49-53. adanya laserasi. 2007. Page 619-663. Michael P. Hemorrhage in Pregnancy. Brennan. May 30. q Terjadi perdarahan karena atonia uteri sehingga pembuluh darah terbuka. q Memasang tamporiade uterovaginal. Barbara G. trauma tindakan. et all.com. kolporeksis. akreta. 21 st edition. DAFTAR PUSTAKA 1. . Williams Obstetrics international edition. Wainscott. 2nd edition. http://www. I. atau inkreta.eMedicine. Smith.

Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiharjo. http://www. Risk of Hemorrhage and scarring in placenta accreta.1993 10. Walling. PostPartum Hemorrhage.net. Maternal & Neonatal Health. August 1999 . Mosby Year Book. Managing Complication in Pregnancy and Childbirth. www. Abdul Bari Saifudin. htpp://www. OBSTETRIC & EMERGENCY. Ilmu Kebidanan. 9. Wiknjosastro. Practical Guide to High Risk Pregnancy and Delivery.int. Arias. Anne. Fernando. Hanifa. 11.pregnancyinfo. American Academy Family of Physician. 2003 NEONATAL 8.Jakarta. 2002 7. Triatmojo Rachimhadhi. 2nd edition. General Java Online.6. D.WHO.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->