P. 1
MENGENAL WTO

MENGENAL WTO

|Views: 137|Likes:
Published by Zuan Zevan Driza

More info:

Published by: Zuan Zevan Driza on Apr 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2012

pdf

text

original

Apa Itu WTO Sebagai satu-satunya badan internasional yang secara khusus mengatur masalah perdagangan antar

negara, World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia merupakan sebuah pintu gerbang bagi suatu negara untuk memperluas akses pasarnya. Indonesia merupakan salah satu negara pendiri WTO dan telah meratifikasi Persetujuan Pembentukan WTO melalui UU NO. 7/1994. Sistem perdagangan multilateral WTO diatur melalui suatu persetujuan yang berisi aturanaturan dasar perdagangan internasional sebagai hasil perundingan yang telah ditandatangani oleh negara-negara anggota. Persetujuan tersebut merupakan kontrak antar negara-anggota yang mengikat pemerintah untuk mematuhinya dalam pelaksanaan kebijakan perdagangannya.

A. Sejarah pembentukan WTO Pasca Perang Dunia II, kondisi perekonomian dunia mengalami perlambatan yang cukup signifikan. Perbedaan pandangan politik di tengah terbentuknya dua blok baru antara kapitalisme dan komunisme, menyebabkan semakin menguatnya upaya proteksionisme perdagangan yang semakin menekan upaya perbaikan ekonomi pasca perang dunia. Kondisi ini mendorong beberapa negara yang memiliki tingkat perdagangan dunia yang besar untuk menyusun sebuah sistem perdagangan multilateral yang kemudian menghasilkan suatu kesepakatan yang dikenal sebagai General Agreement on Tariff and Trade (GATT) pada tahun 1947. Pada awalnya GATT ditujukan untuk membentuk International Trade Organization (ITO), suatu badan khusus PBB yang merupakan bagian dari sistem Bretton Woods (IMF dan Bank Dunia). Meskipun Piagam ITO akhirnya disetujui dalam UN Conference on Trade and Development di Havana pada bulan Maret 1948, proses ratifikasi oleh lembaga-lembaga legislatif negara anggota tidak berjalan lancar. Tantangan paling serius berasal dari kongres Amerika Serikat, yang walaupun sebagai pencetus, AS memutuskan tidak meratifikasi Piagam Havana, sehingga ITO secara efektif tidak dapat dilaksanakan. Meskipun demikian, GATT tetap merupakan instrumen multilateral yang mengatur perdagangan internasional.

1

B. Beberapa tujuan tersebut antara lain: • Mendorong arus perdagangan antara negara. dengan mengurangi dan menghapus berbagai hambatan (baik dalam bentuk tarif maupun bukan tarif) yang dapat mengganggu kelancaran arus perdagangan barang dan jasa. Pada tahun 1947. Setelah melewati masa transisi untuk memberikan kesempatan ratifikasi di tingkat nasional anggota. • Cita-cita WTO perdagangan dunia yang lebih bebas menjadi hal yang menarik bagi banyak negara. para negara anggota GATT sepakat untuk membentuk suatu lembaga baru yakni WTO. WTO secara resmi berdiri pada tanggal 1 Januari 1995. Hal ini terlihat dari semakin banyak negara yang bergabung dalam WTO. GATT masih tetap ada sebagai “payung perjanjian” di dalam WTO berdampingan dengan perjanjian lain seperti General Agreement on Trade in Service (GATS) dan Agreement on Trade Related Aspect of Intellectual Property Rights (TRIPs). GATT semakin membuka diri kepada negara-negara lain untuk menjadi anggota. Dalam Putaran Uruguay itu pulalah. • Menyediakan forum perundingan yang lebih permanen sehingga akses pasar dapat terbuka dan berkesinambungan. Memfasilitasi penyelesaian sengketa akibat konflik-konflik kepentingan yang ditimbulkan dalam hubungan dagang. anggota GATT tercatat sebanyak 23 negara dan akhirnya terus berkembang menjadi 123 negara yang terlibat dalam Putaran Uruguay pada tahun 1994. Walau telah terbentuk organisasi baru di bidang perjanjian perdagangan internasional.Bersama berjalannya waktu. Pada tahun 2008 jumlah negara yang bergabung dalam keanggotaan WTO telah mencapai 153 negara yang merepresentasikan 95% volume perdagangan dunia dan 30 negara observer yang sedang menanti keanggotaan WTO. Banyaknya negara yang bergabung dalam WTO mengindikasikan besarnya 2 . Tujuan dan Manfaat WTO Pembentukan WTO sebagai organisasi di tingkat internasional yang mengatur mengenai kebijakan perdagangan di tingkat dunia. tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai.

manfaat yang dapat diberikan WTO dalam perdagangan dunia. Penerapan sistem proteksionisme pada dekade 1930 dinilai menjadi salah satu pemicu meletusnya Perang Dunia. Dengan adanya pembebasan tarif. semenjak Putaran Uruguay. kesepakatan WTO dapat menjadi basis penilaian atas sengketa perdagangan yang terjadi. • Memberikan lebih banyak pilihan produk dan kualitas untuk kosumen. konflik kepentingan dagang antar negara diharapkan dapat dihindari sehingga perdamaian dunia akan lebih terjaga. Dengan adanya sistem perdagangan yang lebih terbuka melalui WTO. konsumen di setiap negara dapat mengakses produkproduk yang dihasilkan di negara lain sehingga akan ada lebih banyak pilihan baik dari sisi produk maupun kualitas. Setidaknya terdapat 10 keuntungan yang diklaim melalui penerapan sistem perdagangan WTO (WTO. Dengan adanya peraturan yang seragam bagi setiap anggota. Selain menyediakan forum penyediaan sengketa antara negara. Dengan demikian melalui WTO. 2008) yakni: • Sistem perdagangan multilateral yang diterapkan oleh WTO dapat mendorong terjaganya perdamaian. • Persengketaan dagang antar negara dapat diatasi secara konstruktif. • Peraturan yang seragam akan memudahkan perdagangan antar negara. harga yang harus dibayarkan oleh konsumen maupun bahan baku yang akan digunakan dalam proses produksi dapat menjadi lebih murah sehingga biaya hidup yang ditanggung akan menjadi lebih rendah. 3 . • Perdagangan dapat meningkatkan pendapatan.$ 510 Milyar terhadap perekonomian dunia. Dengan sistem perdagangan yang lebih global. perdagangan dunia menyumbangkan $ 109 Milyar . • Perdagangan bebas dapat membuat biaya hidup menjadi lebih murah. Berdasarkan estimasi WTO. sengketa perdagangan dapat diselesaikan dengan menyesuaikan terhadap kesepakatan yang ada dibandingkan melakukan negosiasi bilateral yang lebih berpotensi melahirkan ketegangan hubungan diplomatik. variasi-variasi dalam perdagangan dapat dihindari sehingga proses perdagangan akan berjalan dengan lebih lancar.

Meluasnya akses pasar hasil produksi akan mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi yang berarti akan semakin besarnya jumlah lapangan pekerjaan yang dapat disediakan. Prinsip WTO Untuk menjaga agar tujuan dari WTO dapat dicapai dengan baik. Sehingga satu kebijakan perdagangan spesial yang diberikan kepada satu mitra dagang harus diberikan pula kepada seluruh anggota WTO yang lain. C. Namun terdapat beberapa pengecualian kepada negara-negara yang bergabung dalam perjanjian pasar bebas yang dapat memberlakukan kebijakan eksklusif kepada kelompoknya serta perdagangan di bidang jasa dalam batas dan kondisi tertentu. Dengan demikian. Kondisi ini akan memberikan tingkat kepastian yang lebih baik kepada dunia usaha sekaligus dapat mengawal pelaksanaan pemerintahan yang bersih. 4 . diperlukan prinsip dasar yang harus dilaksanakan oleh setiap anggota. • Mendorong sistem ekonomi berjalan lebih efisien. Prinsip-prinsip dasar yang dianut oleh seluruh anggota WTO meliputi: • Perlakuan sama terhadap semua mitra dagang (Most Favored Nation). Aturan perdagangan yang dihasilkan dalam kesepakatan WTO dapat mencegah terjadinya praktek perdagangan yang tidak sehat dari negara lain. Perdagangan menyebabkan dapat terjadinya perputaran sumber daya baik bahan baku maupun tenaga kerja sehingga sistem ekonomi dapat berjalan dengan lebih efisien. Prinsip-prinsip ini disusun dengan tujuan mencegah pembatasan perdagangan yang tidak diperlukan. • Mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih. Kesepakatan WTO berkomitmen untuk menciptakan perdagangan yang lebih bebas yang berkelanjutan. Prinsip ini menekankan bahwa semua anggota WTO diharuskan memperlakukan mitra dagangnya sebagai rekan dagang yang paling difavoritkan. • Negara–negara anggota WTO akan terlindung dari praktek–praktek persaigan yang tidak sehat.• Mendorong pertumbuhan ekonomi. anggota WTO tidak dapat melakukan diskriminasi kepada negara tertentu.

Sistem Organisasi WTO 5 . WTO bertujuan untuk melakukan pengurangan hambatan kuota atas ekspor dan impor. Apabila telah disepakati. Walau dalam perjanjian GATT suatu negara tidak dilarang untuk mengenakan tarif terhadap barang impor. tarif suatu negara atas produk tersebut tidak boleh melebihi komitmen tarif yang telah disepakati. dan alokasi kuota. • Penghapusan Kuota. setiap negara diwajibkan untuk menotifikasi seluruh kebijakan perdagangan yang diambil. Dalam hal pelanggaran komitmen dari negara importir. Oleh karena itu. Pertimbangan ini dilakukan untuk mencegah kurangnya transparansi dalam pengaturan bea masuk dan distorsi harga yang disebabkan tidak berlakunya hukum permintaan dan penawaran. dalam Protokol Maraskesh disepakati untuk melakukan penurunan tarif secara bertahap antar negara anggota WTO. Sesuai dengan Artikel XI dalam GATT. • Transparansi (Transparency). GATT memberikan kesempatan untuk masing-masing negara mengikatkan diri untuk memberikan konsensi tarif berdasarkan negosiasi tarif secara multilateral. • Pengikatan Tarif (Tariff Binding). permasalahan pada neraca pembayaran. negara eksportir berhak untuk mendapatkan kompensasi ataupun bila tidak melakukan tindakan balasan (retaliasi) dengan meningkatkan tarif untuk produk yang menjadi kepentingan negara eksportir. Selain bertindak sama kepada seluruh mitra dagang. anggota WTO turut memegang prinsip tidak melakukan diskriminasi terhadap produk impor yang masuk ke negaranya. Selain itu. negara anggota diwajibkan untuk transparan terhadap kebijakan perdagangan yang diambil sehingga mempermudah para pelaku usaha dalam membuat perencanaan dan mengambil keputusan. D. Terdapat pengecualian terhadap prinsip tersebut yakni apabila penerapan kuota tersebut dimaksudkan dalam rangka program stabilitas pasar terkait produk pertanian. Demi menjaga kesinambungan kebijakan WTO.• Perlakuan Nasional (National Treatment). Prinsip ini menyatakan bahwa produk impor harus diperlakukan setara dengan kebijakan yang dilakukan terhadap produk domestik setidaknya setelah produk impor tersebut masuk ke dalam pasar domestik.

General Council membawahi 3 badan yaitu: • Council For Trade in Goods (CTG) yaitu badan yang menangani masalah perdagangan barang. Import Licensing. Konferensi Tingkat Menteri ini mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan atas semua hal-hal yang dirundingkan ditingkat bawah dan menetapkan masalah-masalah yang akan dirundingkan dimasa mendatang. Agriculture. setiap negara memiliki kedudukan yang sama dan saling bernegosiasi dalam mengambil kesepakatan bersama. Oleh karena itu. dan Safeguard. • Council For Trade in Services (CTS) yaitu badan yang menangani masalah perdagangan jasa. Struktur di bawah Konferensi Tingkat Menteri adalah General Council (Dewan Umum) yang didukung oleh 2 badan pendukung yakni Dispute Settlement Body (Badan Penyelesaian Sengketa) dan Trade Policy Review Body (Badan Pengkajian Kebijakan Perdagangan). Rules of Origin. Komite-komite yang berada di bawah CTG adalah Komite yang menyangkut masalah Market Access. Di dalam WTO. WTO merupakan organisasi yang sepenuhnya dijalankan oleh anggota. Technical Barriers to Trade. Anti-dumping Practices. Dengan demikian tidak terdapat susunan dewan direksi yang akan menjalankan kegiatan organisasi.Berbeda dengan beberapa organisasi internasional yang lain seperti IMF dan Bank Dunia. Sanitary and Phytosanitary. Untuk mendukung kinerjanya. Badan ini membawahi berbagai komite ditambah kelompok kerja (working group) serta badan yang khusus menangani masalah textil dan pakaian jadi yaitu Textiles Monitoring Body (TMB). 6 . CTS hanya membawahi satu komite yaitu Committee Trade in Financial Services ditambah dengan satu kelompok kerja (working party) di bidang jasa profesional (professional services). Sedangkan keputusan tertinggi WTO diambil melalui forum Konferensi Tingkat Menteri yang dilakukan secara periodik selama 2 tahun sekali. namun seluruh kegiatan dilakukan secara bersama-sama oleh perwakilan negara anggota WTO. WTO dalam mengambil keputusan melalui berbagai jenis dewan (council) dan komite (committee). Subsidies and Countervailing measures. Custom Valuation.

Sekretariat tersebut tidak memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan. Menyediakan informasi kepada publik dan media. pengambilan keputusan akan dilakukan dengan pengambilan suara terbanyak (voting) dengan sistem satu negara satu suara yang ditentukan oleh suara mayoritas. apabila konsesus tersebut sulit untuk dicapai. dibentuk sebuah sekretariat yang berlokasi di Jenewa. Sekretariat WTO dipimpin oleh seorang Direktur Jenderal yang diangkat oleh sidang tingkat menteri. WTO mempunyai Komite Plurilateral yang mengatur kesepakatan khusus diantara beberapa anggota WTO saja. Tugas utama dari sekretariat WTO antara lain: • Menyediakan bantuan teknis dan profesional kepada badan-badan yang berada di dalam struktur WTO. Swiss. Keputusan dari Komite Plurilateral ini hanya mengikat kepada negara yang menandatangani kesepakatan tersebut saja. • • • • • • Pengambilan keputusan dalam WTO dilakukan melalui konsensus yang diperoleh dari hasil perundingan seluruh negara anggota. Mengawasi dan menganalisa perkembangan perdagangan dunia.• Council For Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights (Council For TRIPs) yaitu badan yang menangani masalah perdagangan yang berkaitan dengan masalah penggunaan hak kekayaan intelektual. Untuk mendukung peran dari organisasi WTO tersebut. Menyelenggarakan Konferensi Tingkat Menteri. Namun. Selain dewan dan komite tersebut. Memberikan bantuan hukum dalam proses penyelesaian sengketa. Adapun Komite Plurilateral diwajibkan untuk menginformasikan aktivitas dan keputusan mereka kepada General Council maupun badan di bawahnya. Memberikan saran kepada pemerintah yang ingin bergabung menjadi anggota WTO. Memberikan bantuan teknis untuk negara berkembang. Adapun kondisi yang harus dipenuhi dalam pengambilan suara terbanyak antara lain: 7 .

Putaran Tokyo (1973-1979) meneruskan upaya GATT mengurangi tarif secara progresif.7%. pengambilan keputusan di GATT dan WTO dilakukan melalui mekanisme perundingan multilateral yang kemudian dikenal sebagai “Putaran Perdagangan” (trade round). mencakup unsur “harmonisasi” yakni semakin tinggi tarif. yang berlangsung selama 8 tahun. Pada tahun-tahun awal . Dalam isu lainnya. semakin luas pemotongannya secara proporsional. Putaran-putaran Perundingan WTO Dalam pelaksanaannya. Pengurangan tarif. Mendapat persetujuan minimal 2/3 anggota WTO untuk menetapkan anggota baru. Putaran Perdagangan GATT mengkonsentrasikan negosiasi pada upaya pengurangan tariff. Putaran Tokyo gagal menyelesaikan masalah produk utama yang berkaitan dengan perdagangan produk pertanian dan penetapan persetujuan baru mengenai “safeguards” (emergency import measures). Hasil yang diperoleh rata-rata mencakup sepertiga pemotongan dari bea impor/ekspor terhadap 9 negara industri utama. Mendapat persetujuan minimal 2/3 anggota WTO untuk mengamandemen kesepakatan WTO. yang mengakibatkan tarif rata-rata atas produk industri turun menjadi 4. Baru pada Putaran Kennedy (pertengahan tahun 1960-an) mulai dibahas mengenai kesepakatan di luar tarif yakni Persetujuan Anti Dumping (Anti Dumping Agreement). Perundingan ini dilakukan untuk mendorong liberalisasi perdagangan internasional. Mendapat persetujuan minimal ¾ anggota WTO untuk melepaskan suatu negara dari suatu kewajiban dalam WTO. serangkaian persetujuan mengenai hambatan non tarif telah muncul di 8 .• Mendapat persetujuan minimal 2/3 anggota WTO untuk memutuskan kesepakatan perdagangan multilateral. Meskipun demikian. • • • E.dari Putaran Jenewa 1 sampai Putaran Dillon.

Diikuti lebih dari 120 Menteri negara anggota WTO. Putaran tersebut hampir mencakup semua bidang perdagangan. KTM pertama diselenggarakan pada 9 – 13 Desember 1996 di Singapura. Putaran Uruguay membawa perubahan besar bagi sistem perdagangan dunia sejak diciptakannya GATT pada akhir Perang Dunia II. KTM Singapura tersebut menghasilkan 2 deklarasi yakni dalam bidang standar inti perburuhan dan keputusan untuk membentuk kelompok kerja (working group) untuk melakukan pengkajian atas hubungan antara perdagangan dan investasi. Putaran Uruguay memakan waktu 7. Meskipun mengalami kesulitan dalam permulaan pembahasan. dan transparansi di bidang pengadaan pemerintah (government procurement) yang kemudian dikenal sebagai Isu Singapura (Singapore Issues). yang dalam beberapa kasus menginterpretasikan peraturan GATT yang sudah ada. KTM kedua dilaksanakan di Jenewa pada 18 – 20 Mei 1998 sebagai peringatan atas 50 tahun tercapainya kesepakatan di bidang perdagangan multilateral melalui GATT. Setelah terbentuknya WTO. pencapaian terbesar dari Putaran Uruguay tentunya adalah tercapainya kesepakatan pembentukan organisasi perdagangan dunia yang kemudian dikenal sebagai WTO. Hal ini merupakan langkah penting bagi peningkatan transparansi aturan perdagangan di seluruh dunia. putaran perdagangan digantikan dengan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi di WTO. Selain itu. fasilitasi perdagangan. Hasil utama dari KTM ini adalah deklarasi di bidang perdagangan elektronik global (global electronic commerce) termasuk penguatan komitmen negara anggota WTO untuk meneruskan upaya pembebasan kepabeanan (customs duties) dalam transmisi elektronik. para peserta telah menyetujui suatu paket pemotongan atas bea masuk terhadap produkproduk tropis dari negara berkembang.berbagai perundingan. penyelesaian sengketa. Selanjutnya adalah Putaran Uruguay (1986-1994) yang mengarah kepada pembentukan WTO. Putaran Uruguay memberikan hasil yang nyata.5 tahun. hubungan antara perdagangan dan kompetisi. Hanya dalam waktu 2 tahun. 9 . dan menyepakati agar para anggota memberikan laporan reguler mengenai kebijakan perdagangan.

Demonstrasi besar-besaran di luar gedung pertemuan delegasi WTO dan di berbagai kota di dunia serta perbedaan pandangan antara negara maju dengan negara berkembang menyebabkan KTM Seattle gagal dalam mencapai kesepakatan. Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). produk pertanian. Para menteri setuju bahwa masalah S&D ini akan ditinjau kembali 10 agar lebih efektif dan operasional. lingkungan. deklarasi tersebut telah mencatat proposal negara berkembang untuk merundingkan Persetujuan mengenai Perlakuan Khusus dan Berbeda (Framework Agreement of Special and Differential Treatment/S&D).Setelah mencapai beberapa keberhasilan di kedua KTM sebelumnya. dilaksanakan KTM keempat di Doha (914 November 2001) yang dihadiri oleh 142 negara. Deklarasi Doha dikenal pula dengan sebutan ”Agenda Pembangunan Doha” (Doha Development Agenda) mengingat didalamnya termuat isu-isu pembangunan yang menjadi kepentingan negaranegara berkembang paling terbelakang (Least developed countries/LDCs). . Mengenai perlakuan khusus dan berbeda” (special and differential treatment). Deklarasi juga memuat mandat untuk meneliti programprogram kerja mengenai electronic commerce. KTM Doha menghasilkan dokumen utama berupa Deklarasi Menteri (Deklarasi Doha) yang menandai diluncurkannya putaran perundingan baru mengenai perdagangan jasa. pertumbuhan. Sebagai upaya perbaikan dari kegagalan di KTM Seattle. hutang dan alih teknologi. dan peraturan WTO. penyelesaian sengketa. serta hubungan antara perdagangan. isu-isu implementasi. KTM ketiga yang dilaksanakan di Seattle pada tahun 1999 yang diagendakan untuk merumuskan agenda millenium WTO justru mengalami kegagalan. tarif industri. usaha kecil (small economies). dan integrasi ke dalam sistem WTO. Deklarasi tersebut mengamanatkan kepada para anggota untuk mencari jalan bagi tercapainya konsensus mengenai Singapore Issues. namun tidak mengusulkan suatu tindakan konkrit mengenai isu tersebut. seperti bantuan teknik untuk peningkatan kapasitas (capacity building).

Sidang Dewan Umum WTO tanggal 1 Agustus 2004 berhasil menyepakati Keputusan Dewan Umum tentang Program Kerja Doha. Kesepakatan-Kesepakatan WTO 11 . Setelah gagalnya KTM V WTO di Cancun. Meksiko pada tahun 2003. isu-isu pembangunan dan impelementasi. F. terutama terhadap draft teks pertanian. Meksiko tanggal 10-14 September 2003. Pada kesempatan tersebut berhasil disepakati kerangka (framework) perundingan lebih lanjut untuk DDA (Doha Development Agenda) bagi lima isu utama yaitu perundingan pertanian. yang juga sering disebut sebagai Paket Juli. akses pasar produk non pertanian (MANAP) dan Singapore issues. KTM V di Cancun kali ini tidak mengeluarkan Deklarasi yang rinci dan substantif. akses pasar produk non-pertanian/Non Agriculture Market Access (NAMA).KTM kelima WTO berlangsung di Cancun. Dalam KTM VII Jenewa ini. serta fasilitasi perdagangan dan penanganan Singapore issues lainnya. Salah satu keputusan penting yang masuk dalam Deklarasi Hongkong adalah isu menyangkut bantuan untuk perdagangan serta penetapan batas waktu negosiasi untuk beberapa isu seperti isu mengenai modalitas pertanian dan NAMA. karena gagal menyepakati secara konsensus. Berbeda dengan KTM IV di Doha. Indonesia melalui Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu ditunjuk sebagai wakil ketua konferensi. Pada akhirnya KTM VII Jenewa tidak menghasilkan kesepakatan yang berarti dimana para menteri menegaskan kembali komitmen mereka untuk menyelesaikan perundingan putaran Doha dan mengharapkan adanya perubahan yang positif pada kuartal pertama 2010. jasa. Perundingan WTO dilanjutkan pada 13 – 18 Desember 2005 melalui KTM VI yang dilaksanakan di Hongkong. Sedangkan Perundingan WTO selanjutnya direncanakan di luar rutinitas agenda yang dilaksanakan 2 tahun sekali yakni dilaksanakan di Jenewa pada 30 November hingga 2 Desember 2009.

dan kekayaaan intelektual yang mengandung prinsip-prinsip utama liberalisasi. GATT dinilai memiliki peranan terbesar bagi sistem perdagangan multilateral mengingat peranan perdagangan barang yang jauh lebih besar dibandingkan peranan perdagangan dari sektor jasa. Peran Indonesia di WTO 12 . Adapun secara umum struktur dasar kesepakatan dalam WTO meliputi: • General Agreement on Tariff and Trade (GATT) yakni kesepakatan di bidang perdagangan barang General Agreement on Trade and Services (GATS) yakni kesepakatan di bidang perdagangan jasa General Agreement on Trade-Related Aspects of Intellectual Properties (TRIPs) yakni kesepakatan di bidang hak kekayaan intelektual. Kesepakatan-kesepakatan dalam WTO mencakup barang. Hasil kesepakatan GATT mengatur banyak hal guna mengurangi hambatan-hambatan yang terjadi dalam perdagangan multilateral dari mulai upaya penurunan hambatan tarif dan non tarif hingga upaya pengaturan penggunaan hambatan teknis/ technical barriers to trade (TBT) sehingga menjadi lebih transparan dan berkesinambungan. jasa.Sepanjang perjalanannya. WTO telah berhasil mencapai berbagai kesepakatan yang memiliki peranan penting dalam perkembangan perdagangan dunia. Penyelesaian sengketa (Dispute Settlements) • • • Dari keempat kesepakatan utama yang dihasilkan oleh WTO.

dan bahkan dalam beberapa kasus lebih tinggi dari komitmen yang ada di WTO”. yaitu soal review atas TRIPs. “meskipun Indonesia terkena dampak luar biasa krisis keuangan dalam jangka waktu yang lama. dan perlindungan darurat (emergency safeguard measures). Hanya ada tiga isu yang dinyatakan sebagai “we strongly urged” atau “we strongly of the position”. tetapi hanya bersifat himbauan Isu-isu yang pokok. pertanian. dan tidak mengandung ‘urgency’. Ada beberapa poin yang disampaikan Indonesia berkenaan dengan isu-isu di WTO. dan TRIMS dan peninjauan kembali AOA (pertanian) tidak disinggung. kesehatan publik (public health). yaitu tentang implementasi. diplomatis. moderasi. Demikian pula soal New Issues (isu-isu baru) lebih bersifat mengambang dan himbauan. Sangat berbeda dari posisi yang lebih tegas yang disampaikan sebelumnya dalam pra-Qatar oleh Dubes WTO Halida Miljani. demikianlah pesannya. Nada pesan yang disampaikan Indonesia tidak menampakkan kekhawatiran dan kekritisan perkembangan yang terjadi. “My delegation has repeatedly and clearly stated that Indonesia is not in a position to begin negotiations on any of these issues without firstly knowing and understanding the costs and full implications of such proposed agreements to Indonesia's national interests. kita tidak akan mengingkari komitmen di WTO. as we believe it will undermine the multilateral character of the WTO”. … Indonesia has difficulties to support such an approach. “Busines as usual”. tariff peaks dan tarif escalation. Itupun tidak mengajukan sebuah proposal baru yang kontributif.Sebagaimana dikatakan mantan Menperindag Rini Suwandi pada tanggal 11 November 2001. yaitu soal implementasi. emergency safeguard measures (perlindungan darurat) dan new issues (isuisu baru). yang tidak menggambarkan ketegasan sikap. yaitu: “we should continue examining some key issues of concerns to many developing countries in a more focused manner and should not rush to enter into negotiations”. TRIPs. Kesan menonjol dari posisi ini adalah Indonesia tidak mau berjuang dan tidak mau berlelah-lelah sebagaimana delegasi negara-negara berkembang 13 lain yang betul-betul menyuarakan . S&D (perlakuan khusus dan berbeda). dan secara unilateral serta secara konsisten tetap mengupayakan liberalisasi perdagangan. sektor jasa. Secara umum sifat pernyataan delegasi Indonesia adalah sama dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya. berhati-hati dalam kata.

tidak juga membuka konsultasi publik. Posisi Indonesia itu seperti “free-rider”. Posisi Indonesia yang ‘Free-Rider’ (penunggang bebas) ini tidak cocok dengan politik bebas-aktif Indonesia. di mana peran Indonesia tidak kelihatan. di ‘friends of development box’ ataupun kelompok regional seperti di ASEAN. yaitu delegasi yang bingung dan tidak tahu mau kemana. Apalagi DELRI sampai sekarang masih juga memonopoli isu-isu WTO. Ini masih gaya Orde-Baru. baik di ‘Like-Minded Groups’. apalagi pernah sebagai pemimpin gerakan Non-Blok atau juga NEFOS (The New Emerging Forces). Bu Halida adalah figur yang hebat dan cukup menonjol posisinya. tertutup dan ‘biasabiasa’saja. tetapi DELRI masih seperti yang dulu-dulu juga. Ini nampak selama empat hari berlangsungnya konferensi. Daftar Pustaka 14 .kepentingannya dan gigih serta tegas dalam bernegosiasi. melihat dan mengikut kemana arah angin berembus dan lebih suka berdiam-diri saja atas posisi-posisi utama.

2003. World Trade Organization.Riyanto. 15 . Astim. Cetakan Pertama. Bandung: YAPEMBO.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->