PENGERTIAN BETA Beta adalah pengukur risiko sistematik dari suatu sekuritas atau portofolio relatif terhadap resiko

pasar. Volatilitas adalah fluktuasi dari return-return suatu sekuritas atau portofolio dalam suatu periode waktu tertentu. MENGESTIMASI BETA Mengetahui Beta suatu sekuritas atau Beta suatu portofolio merupakan hal yang penting untuk menganalisis sekuritas atau portofolio tersebut. Beta suatu sekuritas dapat dihitung dengan teknik estimasi yang menggunakan data historis. Beta historis dapat dihitung dengan menggunakan data historis berupa data pasar ( Beta pasar), data akuntansi (Beta Akuntansi) dan data fundamental (Beta Fundamental). BETA PASAR Beta pasar dapat diestimasi dengan mengumpulkan nilai-nilai historis return dari sekuritas dan return dari pasar selama periode tertentu. Dengan asumsi bahwa hubungan antara return-return sekuritas dan return-return pasar adalah linier, maka beta dapat diestimasi secara manual dengan memplot garis diantara titik-titik return atau dengan teknik regresi. Teknik regresi untuk mengestimasi beta suatu sekuritas dapat dilakukan dengan menggunakan return-return sekuritas sebagai variabel dependen dan return-return pasar sebagai variabel independen. Persamaan regresi yang digunakan untuk mengestimasi beta dapat didasarkan pada model indeks-tunggal atau model pasar, rumusnya yaitu: Ri = αi + βi . RM + ei Beta juga dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : βi = Notasi : = kovarian return antara sekuritas ke-i

= varian return pasar BETA AKUNTANSI Beta akuntansi dapat dihitung dengan rumus: hi = Notasi : hi = Beta akuntansi sekuritas ke- i = kovarian antara laba perusahaan ke- i dengan indeks laba pasar = varian dari indeks laba pasar

Accounting Beta = intercept hi = parameter regresi yang merupakan estimasi untuk beta akuntansi . Kettler dan Scholes (1970) mengembangkan penelitian Ball dan Brown dengan menyajjikan perhitungan beta menggunakan beberapa variabel fundamental.t = kesalahan residual gi perusahaan ke. Dividen Payout Dividen payout diukur sebagai dividen yang dibayarkan dibagi dengan laba yang tersedia untuk pemegang saham umum. Earnings Variability Variabilitas laba diukur dengan nilai standar dari PER (Price Earnings Ratio) atau rasio P/E (harga saham dibagi denngan laba perusahaan) 7. Leverage Leverage didefinisikan nilai buku total hutang jangka panjang dibagi total aktiva.t = perubahan laba akuntansi perusahaan ke-i untuk periode ke-t ∆EMt = perubahan indeks laba pasar untuk periode ke-t wi. 5. Liquidity Likuiditas diukur sebagai current ratio yaitu aktiva lancar dibagi dengan hutang lancar. 3. 4. 2.t Notasi : ∆Ei.Persamaan regresi untuk mengestimasi Beta Akuntansi adalah sebagai berikut: ∆Ei.i BETA FUNDAMENTAL Beaver. Asset Growth Variabel pertumbuhan aktiva (asset growth) didefinisikan sebagai perubahan (tingkat pertumbuhan) tahunan dari aktiva total. yaitu risiko tinggi. Variabel.variabel tersebut diantaranya: 1. Variabel ini diprediksi mempunyai hubungan yang negatif dengan risiko 6. Asset Size Variabel asset size diukur sebagai logaritma dari total aktiva.t = gi + hi ∆EMt + wi. Terdapat hubungan yang negatif antara risiko dan dividen payout. dividen payout rendah.

keduanya mempunyai hubungan yang positif BETA PASAR DAN BETA FUNDAMENTAL Beta return pasar dan beta fundamental mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Perhitungan beta individual tak lepas dari kesalahan pengukuran/ kesalahan acak BETA DISESUAIKAN DAN BETA UNTUK PASAR MODAL BERKEMBANG MENYESUAIKAN DAN MEMPREDIKSI BETA Blume (1971) menyajikan bukti bahwa estimasi beta cenderung mengarah ke nilai satu dari satu periode ke periode yang lain. Alasanya: 1. kelemahan beta return pasar yaitu tidak langsung mencerminkan perubahan dari karakteristik perusahaan karena beta return pasar dihitung berdasarkan hubungan data pasar dan tidak dihitung berdasarkan data karakteristik perusahaan. BETA PORTOFOLIO Beta portofolio dihitung dengan cara rata-rata tertimbang sebagai berikut: βp = Notasi : βp = Beta portofolio = beta individual sekuritas ke-i = proporsi sekuritas ke-i Beta portofolio umumnya lebih akurat dibanding beta tiap-tiap individual sekuritas.Karena beta akuntansi dan beta pasar keduanya pengukur risiko yang sama. . beta fundamental mempunyai kelebihan secara langsung dapat berhubungan dengan karakteristik perusahaan dan kelemahanya yaitu variabel-variabel karakteristik perusahaan mempunyai efek terhadap beta fundamental yang sama untuk semua perusahaan. Alasanya adalah beta yang belum disesuaikan masih merupakan beta yang bias disebabkan oleh perdagangan yang tidak sinkron. Memprediksi nilai beta dapat dilakukan dengan cara menyesuaikan nilai beta historis mengarah ke nilai rata-ratanya. Beta individual sekuritas konstan dari waktu ke waktu 2. Sementara itu. Rumusnya : βi2= βi1 + BETA UNTUK PASAR MODAL BERKEMBANG Beta untuk pasar modal berkembang perlu disesuaikan. Beta return pasar mempunyai kelebihan dapat mengukur respon dari masing-masing sekuritas terhadap pergerakan pasar.

Ketidaksamaan waktu antara return sekuritas dengan return pasar dalam perhitungan beta disebabkan karena perdagangan sekuritas-sekuritas yang tidak sinkron.t = αi + βi+1 RMt-1. maka beta pasar hasil rata-rata tertimbang akan tidak sama dengan 1. Akan tetapi. Pengujian terhadap Bias Beta pasar merupakan rata-rata tertimbang dari beta masing-masing sekuritas di pasar. maka beta pasar hasil dari rata-rata tertimbang ini akan sama dengan 1. Perdagangan tidak sinkron juga sering terjadi dalam satu ahri perdagangan.t = αi + βi-1 RMt-1. sehingga beta untuk individual sekuritas akan menjadi bias. yaitu untuk Ri periode ke-t dengan RM periode ke-t = beta yang dihitung berdasarkan persamaan regresi Ri. Perdagangan tidak sinkron terjadi karena beberapa sekuritas tidak mengalami perdagangan untuk beberapa waktu. Metode tersebut diantaranya: METODE SCHOLES AND WILLIAMS Scholes and Williams memberikan solusi untuk mengoreksi bias dari perhitungan beta akibat perdagangan tidak sinkron dengan rumus sebagai berikut: βi = Notasi : βi = beta koreksian sekuritas ke-i = beta yang dihitung berdasarkan persamaan regresi Ri. maka masalah ini juga disebut periodicity problem dan intervalling problem.t = αi + βi0 RMt-1. Jika terjadi bias. jika terjadi perdagangan tidak sinkron. yaitu untuk Ri periode ke-t dengan RM periode lag t-1 = beta yang dihitung berdasarkan persamaan regresi R i. yaitu untuk Ri periode ke-t dengan RM periode lead t+1 = korelasi serial antara RM dengan RMt-1 yang dapat diperolah dari koefisien regresi αi + ρi RMt-1 METODE DIMSON . Koreksi terhadap Bias Beberapa metode digunakan untuk mengkoreksi bias yang terjadi untuk beta sekuritas akibat perdagangan tidak sinkron. Karena masalah perdagangahn tidak sinkron disebabkan oleh masalah periode waktu perdagangan dan masalah dalam interval waktu.Perdagangan tidak sinkron Beta sebagai pengukur volatilitas mengukur kovarian return suatu sekuritas dengan return pasar relatip terhadap resiko pasar.

Foster (1986) menyarankan beberapa solusi untuk menjadikan distribusi data menjadi berdistribusi normal.. Transformasi data dilakukan dengan mentransformasikan nilai-nilai return meenjadi nilai logaritma return. RMt-1 + ε1 Hitung bobot yang digunakan sebesar : wi 4. maka sampel yang digunakan hanya mengandung perdagangan yang sinkron. + βi+n RMt+n + εn Notasi : Ri.t = return sekuritas ke-i periode ke-t µ RMt-n = return indeks pasar periode lag t-n RMt+n = return indeks pasar periode lead t+n Hasil dari koreksian adalah penjumlahan dari koefisien-koefisien regresi berganda... yaitu dengan cara transformasi data. Operasikan persamaan regresi untuk mendapatkan korelasi serial return indeks pasar dengan return indeks pasar periode sebelumnya sebagai berikut: RMt = αi + 3. Dengan membuang observasi ini. βi-1 + βi0 + wi . sehingga metode Dimson ini juga dikenal dengan istilah metode penjumlahan koefisien. Untuk satu periode lag dan lead. Trimming dilakukan dengan membuang sampel yang nilainya dianggap sebagai outliers. trimming. Sementara itu metode winsorizing dilakukan dengan mengubah nilai outliers . koreksi Beta dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 1.t = αi + βi-n RMt-n + .Rumus Beta koreksian menurut metode Dimson untuk sekuritas ke-i adalah sebagai berikut: Ri. dan winsorizing. Operasikan persamaan regresi berganda seperti yang dilakukan di metode Dimson sebagai berikut: Ri. βi = wi . βi+1 Cara lain untuk mengoreksi bias yang terjadi akibat perdagangan tidak sinkron yaitu dengan cara membuang observasi sampel yang menyebabkan terjadinya bias.. Perdagangan tidak sinkron ini terjadi karena bebrapa saham tidak aktif diperdagangkan.t = αi + βi-1 RMt-1 + βi0 RMt + βi+1 RMt+1 + ε1 2. + βi RMt + . METODE FOWLER DAN RORKE Fowler dan Rorke (1983) berargumentasi bahwa metode dimson yang hanya menjumlah koefisien-koefisien regresi berganda tanpa memberi bobot akan tetap memberikan beta yang bias. Hitung Beta koreksian sekuritas ke-i yang merupakan penjumlahan koefisien regresi berganda dengan bobot.

.menjadi nilai maksimum yang tidak dikatakan sebesar outliers. yaitu sebesar dua deviasi standar dari nilai rata-ratanya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful