P. 1
Pelaporan Segmen, Evaluasi Pusat Investasi Dan Penetapan Harga Transfer

Pelaporan Segmen, Evaluasi Pusat Investasi Dan Penetapan Harga Transfer

|Views: 1,837|Likes:
Published by ganish_putra

More info:

Published by: ganish_putra on Apr 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2013

pdf

text

original

Ganish Putra Pradana S1 Akuntansi – Alih Jenis

PELAPORAN SEGMEN, EVALUASI PUSAT INVESTASI, DAN PENETAPAN HARGA TRANSFER

1. Bagaimana dan mengapa perusahaan memilih untuk melakukan desentralisasi? Pertimbangan untuk melakukan desentralisasi: a. Kemudahan mengumpulkan dan menggunakan informasi lokal. Manajer tingkat rendah sering berada diposisi yang lebih baik untuk membuat keputusan lokal karena memiliki akses terhadap informasi yang berhubungan langsung dengan kondisi operasional. b. Memfokuskan manajemen pusat. Manajemen pusat bebas menangani perencanaan dan pengambilan keputusan strategis. c. Melatih dan memotivasi para manajer Mempersiapkan generasi penerus manajer jenjang yang lebih tinggi. d. Meningkatkan daya saing Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kinerja sebuah divisi adalah dengan memperkenalkannya lebih jauh pada kekuatan pasar. Bagaimana melakukan desentralisasi: Perusahaan mewujudkan desentralisasi dengan membentuk unit-unit yang disebut divisi. Pembagian divisi dapat didasarkan atas jenis barang/jasa yang diproduksi, garis geografis, atau berdasarkan jenis pertanggungjawaban yang diberikan kepada manajer divisi.

2. Apa perbedaan perhitungan perhitungan biaya absorbsi dan variabel? Bagaimana menyiapkan laporan laba-rugi segmen? Perbedaan perhitungan biaya absorbsi dan variabel: Dua metode peghitungan laba yang telah dikembangkan yaitu penghitungan biaya absorbsi dan variabel. Perbedaan dari kedua metode ini terletak pada perlakuannya terhadap biaya overhead tetap. Metode penghitungan biaya variabel hanya membebankan biaya manufaktur variabel ke produk. Biaya perunit dari suatu produk hanya terdiri dari biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan overhead variabel. Overhead tetap diasumsikan sebagai beban periode yang habis pada akhir periode bersangkutan sehingga harus dibebankan semuanya terhadap pendapatan peridoe tersebut. Metode penghitungan biaya absorbsi membebankan semua biaya manufaktur ke produk. Biaya perunit dari suatu produk terdiri dari biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, overhead variabel, dan overhead tetap. Asumsinya overhead tetap merupakan biaya

Kunci perbedaan pada laba adalah analisis terhadap arus overhead tetap. beban tetap dibagi menjadi beban tetap langsung (direct fixed expenses) dan beban tetap umum (common fixed expenses). Beban tetap langsung dapat ditelusuri ke suatu segmen dan akan hilang ketika segmen ditutup atau dihapus. ROI = Laba operasi mengacu pada laba semelum bunga dan pajak (EBIT) Aktiva operasi mengacu pada seluruh aktiva yang digunakan untuk menghasilkan laba operasi. Pembagian menjadi dua kategori beban tetap ini memberika informasi tamabahan bagi manajer tentang biaya yang dapat/tidak dapat dikendalikan dan meningkatkan kemampuan manajer untuk mengevaluasi setiap kontribusi segmen terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan. . Bagaimana menghitung dan jelaskan pengembalian atas investasi (ROI)? Return on Investment (ROI) merupakan ukuran kinerja yang menjelaskan berapa laba yang diperoleh untuk setiap dolar investasi. Kontribusi laba yang dihasilkan setiap segmen untuk menutupi biaya tetap umum perusahaan disebut margin segmen. Hubungan antara laba menurut perhitungan biaya variabel dan absorbsi berubah ketika hubungan antara produksi dan penjualan berubah. Laporan Laba Rugi Segmen dengan metode perhitungan biaya variabel menyediakan informasi pentig mengenai beban variabel dan tetap. Beban tetap umum disebabkan oleh dua atau lebih segmen secara bersamaan dan tetap muncul ketika salah satu segmen dihapus. 3. Suatu segmen harus mampu menutup paling tidak biaya variabel dan biaya tetap langsungnya sendiri. Perhitungan biaya variabel selalu mengakui total overhead tetap periode berjalan sebagai beban sedangkan perhitungan biaya absorbsi hanya mengkui overhead tetap pada unit-unit terjual dan sisanya masuk/keluar dari persediaan. Dalam hal ini. Menyiapkan Laporan Laba Rugi Segmen: Laporan Laba Rugi dengan menggunakan dua metode penghitungan biaya ini akan menghasilkan harga pokok penjualan yang berbeda.Ganish Putra Pradana S1 Akuntansi – Alih Jenis produk sehingga dibebankan pada produk melalui penggunaan tarif yang ditetapkan sebelumnya (applied overhead rate) dan tidak dibebankan sampai produk terjual.

Jika laba residu = 0 maka divisi memperoleh tepat sama dengan tingkat pengembalian minimum. ROI mengakibatkan fokus yang sempit pada profitabilitas divisi dengan mengorbankan profitabilitas keseluruhan perusahaan 2. Hal ini mendorong manajer untuk menerima proyek apapun yang menghasilkan tingkat diatas minimum. Masalah lainnya yaitu laba residu adalah ukuran absolut dari profitabilitas. ROI mendorong manajer untuk fokus pada kepentingan jangka pendek dengan mengorbankan kepentingan jangka panjang 4. Bagaimana menghitung dan jelaskan laba residu dan nilai tambah ekonomi (EVA)? Laba Residu: Laba Residu adalah perbedaan antara laba operasi dan pengembalian dolar minimum yang disyaratkan atas aktiva operasi perusahaan. ROI mendorong manajer untuk fokus pada efisiensi biaya 3. Kelemahan: Laba residu dapat mendorong orientasi jangka pendek. Laba Residu = Laba operasi – (Tingkat pengembalian minimum x Aktiva operasi rata-rata) Jika laba residu > 0 maka divisi memperoleh lebih banyak tingkat pengembalian minimum yang diminta. beban. Perbandingan langsung dari kinerja pada dua pusat investasi . dan investasi 2. dan sebaliknya. Proyek yang diterima adalah yang dapat menghasilkan laba residu terbesar. ROI mendorong manajer untuk fokus pada hubungan antara penjualan. Keunggulan: Penggunaan laba residu mencegah kerugian sebagai akibat dari kelemahan pengukuran ROI yaitu fokus yang sempit pada profitabilitas divisi. ROI mendorong manajer untuk fokus pada efisiensi aktiva operasi Kelemahan ROI: 1.Ganish Putra Pradana S1 Akuntansi – Alih Jenis ROI dapat dijabarkan juga sebagai berikut: ROI = Margin = x Perputaran Keunggulan ROI: 1.

3. Jelaskan peran penerapan harga transfer pada perusahaan yang terdesentralisasi! Harga transfer (transfer pricing) adalah harga yang dibebankan untuk suatu komponen oleh divisi penjual pada divisi pembeli di perusahaan yang sama. Economic Value Added (EVA) EVA adalah laba bersih (setelah pajak) dikurangi total biaya modal tahunan. Jika tersedia. Denga n pendekatan ini transfer sebaiknya dilakukan ketika harga minimum divisi penjual lebih rendah daripada harga maksimum divisi pembeli. 2. tidak ada laba bagi divisi penjual. Harga transfer berdasarkan biaya Harga transfer merupakan biaya penuh dari barang. Dengan pendekatan ini. Ditetapkan harga transfer minimum dan maksimum dan dinegoisasikan harga transfer antara rentang harga tersebut sehingga menuntut keahlian negoisasi dari masing-masing manajer. Harga pasar Harga transfer disesuaikan dengan harga pasar. hal ini adalah pendekatan terbaik karena divisi penjual mampu mejual produknya pada harga pasar dan divisi pembeli selalu mampu membeli barang pada harga pasar. Dalam hal ini pendekatan biaya peluang (opportunity cost approach) harus digunakan dengan mengidentifikasi harga minimum (batas bawah) yang ingin diterima divisi penjual dan harga maksimum yang ingin dibayar divisi pembeli (batas atas). Para investor menyukai EVA karena menghubungkan laba dengan jumlah sumber-sumber daya yang diperlukan untuk mencapainya. Harga yang dikenakan untuk barang yang ditransfer memengaruhi biaya divisi pembeli dan penjual. . Hal ini bisa diatasi dengan menggunakan ROI dan laba residu bersamaan dalam pengukuran kinerja. EVA = Laba operasi setelah pajak – Biaya modal yang dipakai = Laba operasi setelah pajak – (Persentase biaya modal aktual x Total modal dipakai) 5. Kebijakan penetapan harga transfer ditetapkan oleh manajemen puncak dengan persetujuan divisi bersangkutan. Kebijakan penetapan harga transfer: 1. EVA membantu perusahaan untuk menentukan apakah uang yang didapatkan lebih besar dari uang yang digunakan untuk mendapatkan uang tersebut. Harga transfer yang dinegoisasikan Pada pendekatan ini terjadi negoisasi antara manajer divisi pembeli dan penjual.Ganish Putra Pradana S1 Akuntansi – Alih Jenis yang berbeda menjadi sulit karena tingkat investasinya bisa berbeda. Namun manajemen puncak bisa mendefinisikan biaya tambahan misalnya penetapan harga transfer sesuai biaya plus 10%.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->