P. 1
SILABUS psikologi pendidikan

SILABUS psikologi pendidikan

|Views: 435|Likes:
Published by Nafisah Mumtazah

More info:

Published by: Nafisah Mumtazah on Apr 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/11/2014

pdf

text

original

SILABUS psikologi pendidikan Mata Kuliah : Psikologi Pendidikan Kode Mata Kuliah : DKIP03 Bobot : 2 SKS Dosen : Drs

. Subangun, M.KPd. Program Studi : S-1 Pendidikan Bahasa Inggris Waktu Perkuliahan : Semester IV I. Tujuan Perkuliahan Setelah menempuh mata kuliah Psikologi Pendidikan diharapkan mahasiswa menguasai konsep-konsep psikologi pendidikan terutama berkaitan dengan konsep kepribadian; pertumbuhan dan perkembangan; emosi,

perkembangan sosial dan pembentukan karakter; teori kognitif; psikologi behavioristik; faktor II. Deskripsi Materi 2.1 Psikologi: pengertian, pendekatan, jenis, psikologi pendidikan, peranannya dalam pendidikan (Surya, 2004: 1-6) 2.2 Karakteristik Peserta Didik: pengertian individu, karakteristik individu (Fatimah, 2006: 11-18) 2.3 Kepribadian: pengertian, teori, tokoh, dan faktor penentu perubahan kepribadian (Farozin, 2004: 11-42) 2.4 Pertumbuhan dan Perkembangan: pengertian pertumbuhan dan perkembangan, pertumbuhan dan perkembangan individu, perbedaan individual (Djaali, 2007: 1-15; Fatimah, 2006: 19-46)

7 Tugas Perkembangan pada usia sekolah: tugas perkembangan. 2007: 101-132. perkembangan intelegensi. dan pemenuhan kebutuhan (Fatimah. 2003: 42-88. hukum pertumbuhan dan perkembangan.9 Psikologi Behavioristik: aliran psikolgi behavioristik. 2004: 61-76. perkembangan hubungan sosial. Fatimah. 2004: 1-6. karakteristik pertumbuhan dan perkembangan (Fatimah. kemandirian. 2003: 92-108) 2. sikap. 2006: 193-266) 2. Rasyad. Farozin. teori belajar kognitif (Djaali. faktor yang mempengaruhi. 2003: 89-108 .5 Implikasi Pertumbuhan dan Perkembangan: pertumbuhan fisik.2. aspek. teori belajar kondisioning. Syah. kebiasaan belajar. 2003: 133-158) III.10 Teori Kognitif: Intelegensi. kepercayaan diri.6 Kebutuhan dan implikasinya: kebutuhan individu. pembentukan karakter (Djaali. Kehadiran dan Keaktifan : 20% . dan permasalahannya (Fatimah. Surya. faktor dari dalam. proses. 2006: 159-192 2. 2006: 129158) 2. Syah. Syah. perkembangan emosi. konsep diri (Djaali. 2004: 21-46. perkembangan bahasa. 2003: 1-58) 2. implikasi. perkembanagn nilai. 2006: 47-128) 2.8 Penyesuaian Diri: pengertian. 2007: 62-77. 2007: 78100. moral. perkembangan bakat khusus. dan sikap. Rasyad.11 Faktor yang mempengaruhi belajar: motivasi. Surya. faktor dari luar (Djaali. perkembangan intelek. 2007: 37-36. Evaluasi 1. 2004: 72-80. Surya. minat. karakteristik.

. Jakarta: Uhamka. Teori Belajar dan Pembelajaran. psikologi berasal dari kata “psyche” yang berarti jiwa atau nafas hidup. Bandung: Pustaka Setia. dan “logos” atau ilmu. Psikologi Belajar. Pemahaman Tingkah Laku. Jakarta: Numi Aksara. 2003. 4). Sumber Pustaka Djaali. Jika kita mengacu pada salah satu syarat ilmu yakni adanya obyek yang dipelajari. Fatimah. 2004. 2004. Farozin. Jakarta: RajaGrafinso Persada Psikologi Pendidikan (Materi Kuliah) Posted on September 21. 2010 by fandy's Psikologi Pendidikan untuk Guru – Secara etimologis. Muh.2. Aminuddin. Rasyad. Psikologi Pendidikan. dan Kartika Nur Fathiyah. Teknik Perkuliahan Perkuliahan dilaksanakan dengan ceramah. duskusi. penugasan. Mohamad. V. Bandung: Pustaka Bani Quraisy Syah. tanya jawab. UAS : 30% IV. Psikologi Pembelajaran & Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Dilihat dari arti kata tersebut seolah-olah psikologi merupakan ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang jiwa. 2006. Tugas : 20% 3. karena jiwa merupakan sesuatu yang bersifat abstrak dan tidak bisa diamati secara langsung. 2007. UTS : 30% 4. Muhibbin. Surya. Psikologi Perkembangan. maka tidaklah tepat jika kita mengartikan psikologi sebagai ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Enung. 2003 (Cet.

mengkaji perilaku individu dalam kaitannya dengan dunia industri. psikologi kiranya dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. psikologi pendidikan dapat diartikan sebagai salah satu cabang psikologi yang secara khusus mengkaji perilaku individu dalam konteks situasi pendidikan dengan tujuan untuk menemukan berbagai fakta. mengkaji perilaku individu dalam situasi pendidikan Disamping jenis – jenis psikologi yang disebutkan di atas. Psikologi Klinis. manfaat dari psikologi pendidikan terutama sekali berkenaan dengan pencapaian efisiensi dan efektivitas proses pendidikan. Psikologi Pendidikan. Dengan demikian. diantaranya :       Psikologi Perkembangan. Aksiologis. Psikologi pendidikan dapat dikatakan sebagai suatu ilmu karena didalamnya telah memiliki kriteria persyaratan suatu ilmu.Berkenaan dengan obyek psikologi ini. mengkaji perilaku individu khusus dilihat dari aspek – aspek kepribadiannya. seperti peserta didik. Epistemologis. generalisasi . mengkaji perilaku individu untuk keperluan penyembuhan (klinis) Psikologi Abnormal. orang tua peserta didik dan masyarakat pendidikan. masih terdapat berbagai jenis psikologi lainnya. prinsip-prinsip dan dalil – dalil psikologi pendidikan dihasilkan berdasarkan upaya sistematis melalui berbagai studi longitudinal maupun studi cross sectional. bahkan sangat mungkin ke depannya akan semakin terus berkembang. pendidik. maka yang paling mungkin untuk diamati dan dikaji adalah manifestasi dari jiwa itu sendiri yakni dalam bentuk perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. sejalan dengan perkembangan kehidupan yang semakin dinamis dan kompleks. administrator. Psikologi Kepribadian. yakni :    Ontologis. baik secara pendekatan kualitatif maupun pendekatan kuantitatif. Psikologi terbagi ke dalam dua bagian yaitu psikologi umum (general phsychology) yang mengkaji perilaku pada umumnya dan psikologi khusus yang mengkaji perilaku individu dalam situasi khusus. Dengan demikian. mengkaji perilaku individu yang berada dalam proses perkembangan mulai dari masa konsepsi sampai dengan akhir hayat. teori-teori. Psikologi Industri. obyek dari psikologi pendidikan adalah perilaku-perilaku individu yang terlibat langsung maupun tidak langsung dengan pendidikan. mengkaji perilaku individu yang tergolong abnormal. konsep-konsep.

Muhibbin Syah (2003) mengatakan bahwa “diantara pengetahuan-pengetahuan yang perlu dikuasai guru dan calon guru adalah pengetahuan psikologi terapan yang erat kaitannya dengan proses belajar mengajar peserta didik” Dengan memahami psikologi pendidikan. Guru dalam menjalankan perannya sebagai pembimbing. khususnya pada pendidikan formal. masyarakat dan orang tua peserta didik. Misalnya. Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru dapat menentukan strategi atau metode pembelajaran yang tepat dan sesuai. Kegiatan pendidikan. dan layanan Bimbingan dan Konseling merupakan beberapa kegiatan utama dalam pendidikan yang di dalamnya tidak bisa dilepaskan dari psikologi.– terutama perilaku peserta didik dengan segala aspeknya–. dan . maka setiap orang yang terlibat dalam pendidikan tersebut seyogyanya dapat memahami tentang perilaku individu sekaligus dapat menunjukkan perilakunya secara efektif.dan teori-teori psikologi berkaitan dengan pendidikan. Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru akan dapat lebih tepat dalam menentukan bentuk perubahan perilaku yang dikehendaki sebagai tujuan pembelajaran. Penguasaan guru tentang psikologi pendidikan merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai guru. Sumbangsih psikologi terhadap pendidikan sangatlah besar. Pendidikan memang tidak bisa dilepaskan dari psikologi. Di sinilah arti penting Psikologi Pendidikan bagi guru. dengan berusaha mengaplikasikan pemikiran Bloom tentang taksonomi perilaku individu dan mengaitkannya dengan teori-teori perkembangan individu. sistem evaluasi. seperti pengembangan kurikulum. yang diperoleh melalui metode ilmiah tertentu. 2. dalam rangka pencapaian efektivitas proses pendidikan. pendidik dan pelatih bagi para peserta didiknya. yakni kompetensi pedagogik. adminsitrator. Pendidikan sebagai suatu kegiatan yang di dalamnya melibatkan banyak orang. yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Oleh karena itu. diantaranya peserta didik. Merumuskan tujuan pembelajaran secara tepat. agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Proses Belajar Mengajar. sehingga dapat menjalankan tugas dan perannya secara efektif. seorang guru melalui pertimbangan – pertimbangan psikologisnya diharapkan dapat : 1. tentunya dituntut memahami tentang berbagai aspek perilaku dirinya maupun perilaku orang-orang yang terkait dengan tugasnya. pendidik. Memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai.

baik dalam teknis penilaian. kecerdasan dan minat. 4. juga diharapkan dapat membimbing para siswanya. Tanpa pemahaman psikologi pendidikan yang memadai. tentunya diharapkan guru dapat memberikan bantuan psikologis secara tepat dan benar. Memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik. seperti bakat. Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan dapat mambantu guru dalam mengembangkan penilaian pembelajaran siswa yang lebih adil. di samping melaksanakan pembelajaran. 3. . Dengan memahami psikologi pendidikan. pemenuhan prinsip-prinsip penilaian maupun menentukan hasil-hasil penilaian. Memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling. Efektivitas pembelajaran membutuhkan adanya iklim belajar yang kondusif. Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan memungkinkan untuk terwujudnya interaksi dengan siswa secara lebih bijak. 5. Guru dengan pemahaman psikologi pendidikan yang memadai memungkinkan untuk dapat menciptakan iklim sosio-emosional yang kondusif di dalam kelas. 6. sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan. penuh empati dan menjadi sosok yang menyenangkan di hadapan siswanya. Menilai hasil pembelajaran yang adil. Memfasilitasi artinya berusaha untuk mengembangkan segenap potensi yang dimiliki siswa. jenis belajar dan gaya belajar dan tingkat perkembangan yang sedang dialami siswanya. Sedangkan memotivasi dapat diartikan berupaya memberikan dorongan kepada siswa untuk melakukan perbuatan tertentu. 7. melalui proses hubungan interpersonal yang penuh kehangatan dan keakraban. tampaknya guru akan mengalami kesulitan untuk mewujudkan dirinya sebagai fasilitator maupun motivator belajar siswanya. Tugas dan peran guru. Berinteraksi secara tepat dengan siswanya. Menciptakan iklim belajar yang kondusif. khususnya perbuatan belajar.mampu mengaitkannya dengan karakteristik dan keunikan individu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->