Pengobatan simptomatik alzeimer: 1.

Inhibitor kolinesterase • Tujuan: Untuk mencegah penurunan kadar asetilkolin dapat digunakan anti kolinesterase yang bekerja secara sentral • Contoh: fisostigmin, THA (tetrahydroaminoacridine), donepezil (Aricept), galantamin (Razadyne), & rivastigmin • Pemberian obat ini dikatakan dapat memperbaiki memori dan apraksia selama pemberian berlangsung • ESO: memperburuk penampilan intelektual pada orang normal dan penderita Alzheimer, mual & muntah, bradikardi, ↑ HCl, dan ↓ nafsu makan. 2. Thiamin pada penderita alzheimer didapatkan penurunan thiamin pyrophosphatase dependent enzym yaitu 2 ketoglutarate (75%) dan transketolase (45%), hal ini disebabkan kerusakan neuronal pada nukleus basalis. • contoh: thiamin hydrochlorida • dosis 3 gr/hari selama 3 bulan peroral, • tujuan: perbaikan bermakna terhadap fungsi kognisi dibandingkan placebo selama periode yang sama. 3. Nootropik • Nootropik merupakan obat psikotropik. • Tujuan: memperbaiki fungsi kognisi dan proses belajar. Tetapi pemberian 4000 mg pada penderita alzheimer tidak menunjukkan perbaikan klinis yang bermakna. tapi mahal bokkkk 4. Klonidin Gangguan fungsi intelektual pada penderita alzheimer dapat disebabkan kerusakan noradrenergik kortikal. • Contoh: klonidin (catapres) yang merupakan noradrenergik alfa 2 reseptor agonis • Dosis:maksimal 1,2 mg peroral selama 4 minggu • Tujuan: kurang memuaskan untuk memperbaiki fungsi kognitif 5. Haloperiodol Pada penderita alzheimer, sering kali terjadi: • gangguan psikosis (delusi, halusinasi) dan tingkah laku: Pemberian oral Haloperiod 1-5 mg/hari selama 4 minggu akan memperbaiki gejala tersebut • depresi : tricyclic anti depresant (amitryptiline 25-100 mg/hari) 6. Acetyl L-Carnitine (ALC) Merupakan suatu subtrate endogen yang disintesa didalam miktokomdria dengan bantuan enzym ALC transferase. • Tujuan: meningkatkan aktivitas asetil kolinesterase, kolin asetiltransferase. • Dosis:1-2 gr/hari/peroral selama 1 tahun dalam pengobatan, • Efek: memperbaiki atau menghambat progresifitas kerusakan fungsi kognitif.

hiperkolesterolmia. Terapi alternatif. Pencegahan ↓ resiko: Sayur. Intervensi psikososial. „behavioral reinforcement‟. Terdiri dari beberapa pendekatan: • Perilaku • emosi • kongisi • stimulus 2. psikoterapi. misalnya vit. gandum. dan stimulasi visual seperti memberi warna pada perangkat rumah tangga. Perbedaan individual seperti usia. seperti memberi label pada perangkat rumah tangga. dan „cognitive rehabilitation training‟. Derajat beratnya penyakit 2. & asam folat Pengguanaan NSAID jangka panjang ↑ resiko: Reiko yang berhubungan dengan kardiovaskular. terapi orientasi. sereal. 4. seakan hanya memberikan rasa puas pada penderita dankeluarga 2. h. vitamin B. hipertensi. 3. C. & anggur merah Vitamin: B12. & diabetes Selain farmakoterapi. Terapi „pekerjaan dan gaya hidup‟. ternyata faktor pertama yang paling mempengaruhi prognostik penderita alzheimer. . Prognosis Dari pemeriksaan klinis 42 penderita probable alzheimer menunjukkan bahwa nilai prognostik tergantung pada 3 faktor yaitu: 1. mengamankan perangkat yang berbahaya untuk mencegah terjadinya luka karena aktivitas sehari-hari. roti. Imunoterapi. C. Pemberian obat stimulan. seperti : Dapat dilakukan oleh “care-giver” 1. dan E belum mempunyai efek yang menguntungkan. mengajak pasien untuk berinteraksi sosial. Variabilitas gambaran klinis 3. menggunakan kombinasi ramuan herbal dengan suplemen diet. ada beberapa terapi lain. keluarga demensia dan jenis kelamin Ketiga faktor ini diuji secara statistik. yakni menyuntikkan vaksin toksin beta-amyloid untuk melatih sistem imun tubuh sehingga dapat menghancurkan beta-amyloid dan menghentikan timbulnya penyakit ini. Modifikasi dari lingkungan dan gaya hidup pasien Alzheimer dapat memperbaiki kemampuan fungsional dan meringankan pekerjaan pengasuh.E. Terapi ini dapat digunakan dalam masa „mild‟ sampai „moderate‟ dalam tahap demensia. minyak zaitun.Suportif 1. ikan. yang juga dapat menambah nafsu makan. B3. Treatment meliputi konseling.

25 .Pasien dengan penyakit Alzheimer: • mempunyai angka harapan hidup rata-rata 4-10 tahun sesudah diagnosis • dan biasanya meninggal dunia akibat infeksi sekunder.600 mg o Abilify 1 x 10 .75 .0. Cipralex.2 mg o Bromazepam 1.20 mg.30 mg o Asendin 1 x 25 .5 atau 1 .0 mg atau 5 .5 mg atau 0. . Citalopram 1 x 10 . Cymbalta 1 x 60 mg. Komplikasi • Infeksi • Malnutrisi • Kematian Menurut Witjaksana Roan terapi farmakologi pada pasien demensia berupa 1 : • Antipsikotika tipik: Haloperidol 0.5mg .5 .15 mg • Anxiolitika o Clobazam 1 x 10 mg o Lorazepam 0.6 mg o Buspirone HCI 10 .5 . Seroxat 1x20 mg.5 .100 mg o Rivotril 2 mg (1 x 0.0 mg atau 1.5 .50 mg o Tofranil 25 . cukup keras) o SSRI spt Zoloft 1x 50 mg.2mg) • Antidepresiva o Amitriptyline 25 .75 30 o Olanzapine 2.1.30 mg o Trazodone 25 .1.2 mg • Antipsikotika atipik: o Clozaril 1 x 12.5 mg . Efexor-XR 1 x 75 mg.3 x 100 mg (hati2.25 .10 mg atau 50 .10 mg o Quetiapine 100 .25 mg o Risperidone 0. i.0. Luvox 1 x 50 -100 mg.200 mg atau 400 .5.

200 mg atau 400 .5 mg .3 x mg o Neurontin 1 x 100 . 5.v / i. o Cinnarizine(Stugeron) 1 . Hepatotoxik o Donepezil (Aricept) centrally active reversible cholinesterase inhibitor. 200 .3 x 5 mg o Rivastigmin (Exelon) 1.5.300 mg infuse o Pantoyl-GABA • Acetylcholinesterase inhibitors o Tacrine 10 mg dinaikkan lambat laun hingga 80 mg.250 mg atau 500 . 5 mg 1x/hari o Galantamine (Riminil) 1 .2 x 100 . 6 mg .300 mg i.o Mirtazapine (Remeron) 7.3 x 200 mg o Piracetam(Nootropil) 1 x 400 .3 x 1200 mg o Sabeluzole (Reminyl) • Ca-antagonist: o Nimodipine (Nimotop 1 .600 mg o Divalproex 125 .m.3 x 25 mg o Pentoxifylline (Trental) 2 .3 x 300 mg bisa naik hingga 1800 mg o Lamictal 1 x 50 mg 2 x 50 mg o Priadel 2 .30 mg (hati2) • Mood stabilizers o Carbamazepine 100 . namun bila diberikan dapat mengefektifkan obat terhadap BPSD (Behavioural and Psychological Symptoms of Dementia): • Nootropika: o Pyritinol (Encephabol) 1 x100 . 3.3 x 400 mg (oral).3 x 30 mg) Citicholine (Nicholin) 1 . 4.750 mg o Topamate 1 x 50 mg o Tnileptal 1 x 300 mg .3 x 400 mg Obat anti-demensia pada kasus demensia stadium lanjut sebenarnya sudah tak berguna lagi.

Untuk mengendalikan agitasi dan perilaku yang meledak-ledak. Tetapi obat ini kurang efektif dan menimbulkan efek samping yang serius. maka demensia karena hidrosefalus bertekanan normal kadang dapat diatasi dengan membuang cairan yang berlebihan di dalam otak melalui selang drainase (shunting). yang bisa menyertai demensia stadium lanjut. diberikan obat anti-depresi. Jika didiagnosis secara dini. Obat anti-psikotik efektif diberikan kepada penderita yang mengalami halusinasi atau paranoia . sering digunakanobat anti-psikosa (misalnya tioridazin dan haloperidol).o Memantine 2 x 5 . Jika hilangnya ingatan disebabakan oleh depresi.10 mg Demensia karena stroke yang berturut-turut tidak dapat diobati. tetapi perkembangannya bisa diperlambat atau bahkan dihentikan dengan mengobati tekanan darah tinggi atau kencing manis yang berhubungan dengan stroke.