P. 1
gugus fungsi

gugus fungsi

|Views: 192|Likes:

More info:

Published by: Theresia Eustakia Fransmanto on Apr 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2015

pdf

text

original

TUGAS KIMIA

‘GUGUS FUNGSI’

Oleh: Michelle (13) Theresia Fransmanto (18)

IV. Jenis-jenis Alkohol Berdasarkan jenis atom karbon yang mengikat gugus OH. dan seterusnya. alkohol suku rendah berbentuk cairan yang bersifat mobil. sedangkan suku tinggi berbentuk padatan. CH3. Jika alkohol dipanaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi (melepas molekul air) membentuk eter atau alkena. Ini akan mendinginkan masuknya udara kedalam pipa masuk. alkohol sederhana juga mempunyai nama lazim. II. Reaksi dengan logam aktif misalnya logam natrium dan kalium membentuk alkoksida dan gas hidrogen. yaitu alkil alkohol. Alkohol dapat digunakan sebagai antifreeze pada radiator. dan alkohol tersier. gugus OH terikat pada atom karbon primer.OH 1-Propanol Selain nama IUPAC. Sifat-sifat Alkohol  Sifat Fisis Alkohol mempumyai titik cair dan titik didih yang relatif tinggi. . Kegunaan Alkohol dalam kehidupan sehari-hari Alkohol juga dapat digunakan sebagai pengawaet untuk hewan koleksi (yang ukurannya kecil) alkohol. methanol dapat disuntikan kedalam mesin Turbocharger dan Supercharger.CH2.CH2. Alkohol sederhana mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air. CH3.Alkohol dapat digunakan sebagai bahan bakar otomotif. alkohol dibedakan atas alkohol primer.Alkohol I. Pada suhu kamar.CH2. alkohol sekunder. suku sedang berupa cairan kental. menyediakan masuknya udara yang lebih padat. Dalam alkohol primer. Ethanol dan methanol dapat dibuat untuk membakar lebih bersih dibanding gasoline atau diesel. Tata Nama Alkohol Nama IUPAC alkohol diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi ol.  Sifat Kimia Gugus OH merupakan gugus yag cukup reaktif sehingga alkohol mudah terlibat dalam berbagai jenis reaksi. Untuk menambah penampilan Mesin pembakaran dalam.OH etil alcohol III.

 Sifat Kimia Eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air. Eter tidak beraksi dengan logam natrium. kelarutan etil eter dalam air hanya 1.CH3 Metil etil eter Nama IUPAC adalah alkoksialkana. CH3. Etil eter adalah obat bius yang diberikan melalui pernapasan. Pada umumnya eter tidak bercampur dengan air. seperti halnya kloroform atau siklopropana.Eter I. CH3-CH2-O-CH3 metoksietana II. . Tata Nama Eter Nama lazim dari eter adalah alkil alkil eter. yaitu nama kedua gugus alkil diikuti kata eter ( dalam tiga kata yang terpisah ). eter lebih besar sukar larut dalam air daripada alkohol.CH2. Demikian juga dalam hal kelarutan.O . Dalam hal ini eter dianggap sebgai turunan alkana yang satu atom H alkana diganti oleh gugus alkoksi ( -OR ). terutama oleh HI. Pada suhu kamar. Eter terurai oleh asam halida. Sifat-sifat Eter  Sifat Fisis Titik cair dan titik didih eter jauh lebih rendah daripada alkohol. Kegunaan utama eter adalah sebagai pelarut dan obat bius (anestesi) pada operasi. Kegunaan Eter dalam kehidupan seharihari Eter yang terpenting adalah etil eter yang dalam kehidupan sehair-hari maupun dalam perdagangan disebut eter.5 %. III. Hal ini terjadi karena molekul eter kurang polar.

kita tidak akan menyinggung tentang aldehid yang mengandung cincin benzen. maka atom karbon pada gugus karbonil harus selalu dianggap . maka gugus aldehid (gugus karbonil yang mengikat atom hidrogen) selalunya dituliskan sebagai -CHO . Yang membedakan hanya kompleksitas gugus lain yang terikat. sebuah gugus hidrokarbon yang bisa berupa gugus alkil atau gugus yang mengandung sebuah cincin benzen.dan tidak pernah dituliskan sebagai COH.termasuk atom karbon yang terdapat pada gugus karbonil. Misalnya etanal dituliskan sebagai CH3CHO dan metanal sebagai HCHO. gugus karbonil memiliki satu atom hidrogen yang terikat padanya bersama dengan salah satu dari gugus berikut:   atom hidrogen lain atau.seperti yang bisa ditemukan misalnya pada asam-asam karboksilat yang mengandung gugus -COOH.Aldehid Aldehid sebagai senyawa karbonil. Pada pembahasan kali ini. Aldehid senyawa-senyawa sederhana yang mengandung sebuah gugus karbonil . Jika ada gugus samping yang terikat pada rantai terpanjang tersebut. Contoh-contoh aldehid Pada aldehid. Penamaan aldehid didasarkan pada jumlah total atom karbon yang terdapat dalam rantai terpanjang . Pada gambar di atas kita bisa melihat bahwa keduanya memiliki ujung molekul yang sama persis. Aldehid termasuk senyawa yang sederhana jika ditinjau berdasarkan tidak adanya gugus-gugus reaktif yang lain seperti -OH atau -Cl yang terikat langsung pada atom karbon di gugus karbonil . yang lebih umum. Oleh karena itu.sebuah ikatan rangkap C=O. Jika kita menuliskan rumus molekul untuk molekul-molekul di atas. penulisan rumus molekul aldehid terkadang sulit dibedakan dengan alkohol.

Perekasi Tollens dan pereaksi Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida. Oksidasi aldehida menghasilkan asam karboksilat. 3. Aldehide dapat dioksidasi menjadi asam karboksilatnya Aldehide dapat direduksi dengan gas H2 membentuk alkohol primernya. 2) Formaldehide juga banyak digunakan sebagai : a) Insektisida dan pembasmi kuman b) Bahan baku pembuatan damar buatan c) Bahan pembuatan plastik dan damar sintetik seperti Galalit dan Bakelit 3) Asetaldehide dalam kehidupan sehari-hari antara lain digunakan sebagai : a) Bahan untuk membuat karet dan damar buatan b) Bahan untuk membuat asam aselat (As. Pereaksi ini dibuat dengan cara menetesi larutan . Cuka) c) Bahan untuk membuat alcohol REAKSI-REAKSI ALDEHIDA Aldehida adalah golongan senyawa organik yang memiliki rumus umum RCHO. Sedangkan senyawa aldehide dengan jumlah atom C lebih dari 5 sukar larut dalam air. antara lain sebagai berikut : 1) Larutan formaldehide dalam air dengan kadar ± 40% dikenal dengan nama formalin. Beberapa reaksi yang terjadi pada aldehida antara lain: a. Senyawa-senyawa aldehide dengan jumlah atom C rendah (1 s/d 5 atom C) sangat mudah larut dalam air. Zat ini banyak digunakan untuk mengawetkan spesimen biologi dalam laboratorium musium. Contoh : a) CH3–CHO + H2 -----------> CH3–CH2–OH Etanal Etanol b) CH3–CH2–CHO + H2 -------> CH3–CH2–CH2–OH Proponal Propanol 2. Kegunaan Aldehide Senyawa aldehide yang paling banyak digunakan dalam kehidupan adalah Formal dehide dan Asetaldehide. Pereaksi Tollens adalah larutan perak nitrat dalam amonia.sebagai atom karbon nomor 1. Sifat-sifat Aldehide 1. Oksidasi Aldehida adalah reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator-oksidator lemah.

sehingga diperoleh suatu larutan yang berwarna biru tua. membentuk cermin. Dalam pereaksi Fehling. ion Cu2+ terdapat sebagai ion kompleks. sedangkan Fehling B merupakan campuran larutan NaOH dan kalium natrium tartrat.perak nitrat dengan larutan amonia sedikit demi sedikit hingga endapan yang mula-mula terbentuk larut kembali. Oleh karena itu. Reaksi Aldehida dengan pereaksi Fehling menghasilkan endapan merah bata dari Cu2O. b. Adisi hidrogen menyebabkan penurunan bilangan oksidasi atom karbon gugus fungsi. Pereaksi Fehling terdiri dari dua bagian. fehling A adalah larutan CuSO4. aldehida dapat mereduksi pereaksi Tollens sehingga membebaaskan unsur perak (Ag). . Pereaksi Fehling dapat dianggap sebagai larutan CuO. yaitu Fehling A dan Fehling B. Pereaksi Fehling dipakai untuk identifikasi adanya gula reduksi (seperti glukosa) dalam air kemih pada penderita penyakit diabetes (glukosa mengandung gugus aldehida). adisi hidrogen tergolong reduksi. Oleh karena itu. Pereksi Fehling dibuat dengan mencampurkan kedua larutan tersebut. Adisi Hidrogen (Reduksi) Ikatan rangkap –C=O dari gugus fungsi aldehida dapat diadisi oleh gas hidrogen membentuk suatu alkohol primer. reaksi ini disebut reaksi cermin perak. endapan perak yang terbentuk akan melapisi bejana. Pereaksi Tollens dapat dianggap sebagai larutan perak oksida (Ag2O). Reaksi aldehida dengan pereaksi Tollens dapat ditulis sebagai berikut Bila reaksi dilangsungkan pada bejana gelas.

6 di atas. Propanon 3. diapit dua buah alkil. Butanon Nama Trivial Dimetil Keton Dietil Keton Metil Propil Keton Etil Metil Keton Untuk senyawa-senyawa keton dengan rumus struktur bercabang akan lebih mudah jika penamaannya menggunakan aturan IUPAC. 4) Alkanon dapat direduksi oleh gas H2 menghasilkan alkohol sekundernya. Reaksi yang dapat terjadi pada keton adalah: Reduksi . 2) Dengan cara Trivial yaitu dengan menyebutkan nama kedua gugus alkilnya. Tata Nama Penamaan senyawa-senyawa alkanon atau keton juga ada dua cara yaitu : 1) Menurut IUPAC mengikuti nama alkanannya dengan mengganti akhiran “ ana “ dalam alkana menjadi “ anom “ dalam alkanon. Contoh : Tabel TATA NAMA ALKANON/KETON Rumus Struktur CH3–CO–CH3 CH3–CH2–CO –CH2–CH3 CH3–CO –CH2–CH2–CH3 CH3–CH2–CO –CH3 Nama IUPAC 2. sebagai berikut : a) Tentukan rantai utama dengan cara pilih deretan C yang terpanjang dan mengandung gugus fungsi kemudian beri nama seperti tabel 5.Keton / Alkanon 1. Kegunaan Alkanon Senyawa alkanon yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah aseton (propanon). kemudian diikuti akhiran “ Keton “. Sifat – Sifat Alkanon Beberapa sifat yang dimiliki senyawa-senyawa Alkanon antara lain : 1) Alkanon dengan jumlah C 1 s/d 5 berupa cairan tak berwarna 2) Pada umumnya larut dalam air 3) Alkanon seperti aldehide mempunyai titik didih yang relatif lebih tinggi dari pada senyawa non polar. 3) Selain aseton. Pentanon 2. Pentanon 2. REAKSI-REAKSI KETON Keton adalah golongan senyawa organik yang memiliki rumus umum R-COR' . Aseton banyak digunakan sebagai : 1) Pelarut senyawa karbon misalnya : sebagai pembersih cat kuku 2) Bahan baku pembuatan zat organik lain seperti klaroform yang digunakan sebagai obat bius. Gugus fungsi karbonil terletak di tengah. beberapa senyawa alkanon banyak yang berbau harum sehingga digunakan sebagai campuran parfum dan kosmetika lainnya. Sehingga alkanon mempunyai rumus umum sebagai berikut : R-CO-R1 2. Rumus Umum Alkanon merupakan golongan senyawa karbon dengan gugus fungsi karbonil (–C=O). Aturan selanjutnya sama dengan yang berlaku pada senyawa hidrokarbon. 5. 3. b) Penomoran rantai utama dimulai dari ujung yang memberikan nomor serendahrendahnya bagi atom C gugus fungsi. 4.

aldehida dan keton dapat dibedakan dengan menggunakan pereaksi-pereaksi tersebut. Reduksi keton oleh hidrogen akan menghasilkan alkohol sekunder: .Keton merupakan reduktor yang lebih lemah daripada aldehida. Zat-zat pengoksidasi lemah seperti pereaksi Tollens dan pereksi Fehling tidak dapat mengoksidasi keton. Oleh karena itu.

Contoh: Tabel PENAMAAN SENYAWA ASAM KARBOKSILAT Rumus Struktur Nama IUPAC Nama Trivial HCOOH Asam Metanoat Asam Format CH3COOH Asam Etanoat Asam Asetat C2H5COOH Asam Asam CH3(CH2)COOH Propanoat Propionat CH3(CH2)3COOH Asam Butanoat Asam Butirat CH3(CH2)4COOH Asam Asam Valerat Rentanoat Asam Kaproat Asam Heksanoat Sumber Semut (Formica) Cuka (Asetum) Susu (Protospion) Mentega (Butyrum) Akar Valerian (Valere) Domba (Caper) Untuk senyawa-senyawa asam alkanoat yang mempunyai rumus struktur bercabang aturan penamaan IUPAC adalah sebagai berikut : 1) Tentukan rantai utama dengan memilih deretan C paling panjang dan mengandung gugus fungsi –COOH. 2) Penomoran atom C dimulai dari atom C gugus fungsi. 2) Menurut Trivial. sehingga rumus umum asam alkanoat adalah : R-COOH 2. Tata Nama Penamaan senyawa-senyawa asam alkanoat atau asam karboksilat juga ada dua cara yaitu : 1) Menurut IUPAC : mengikuti nama alkananya dengan menambahkan nama asam di depannya dan mengganti akhiran “ ana “ pada alkana dengan akiran “ anoat “ pada asam Alkanoat. sedang aturan selanjutnya sama .Asam Alkanoat/Asam Karboksilat 1. penamaan yang didasarkan dari sumber penghasilnya. Rumus Umum Asam alkanoat atau asam karboksilat merupakan golongan senyawa karbon yang mempunyai gugus fungsional –COOH terikat langsung pada gugus alkil. kemudian diberi nama seperti pada tabel di atas.

a) CH3COOH + NaOH -------------> CH3COONa + H2O Asam Etanoat Natrium Etanoat . metil Butanoat 3.0 .3 . Semakin panjang rantai karbonnya semakin lemah sifat asamnya. Reaksi ini disebut reaksi penetralan. 3) Asam alkanoat pada umumnya merupakan asam lemah. Contoh : a) CH3–CH2–CH (CH3)–COOH Asam 2. 10–4 CH3COOH Ka = 1. 10–5 CH3CH2COOH Ka = 1. Contoh : HCOOH Ka = 1.dengan yang berlaku pada senyawa-senyawa hidrokarbon. Sifat – Sifat Asam Karboksilat Secara umum senyawa-senyawa asam alkanoat atau asam karboksilat mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 1) a) Asam alkanoat yang mengandung C1 sampai C4 berbentuk cairan encer dan larut sempurna dalam air b) Asam alkanoat dengan atom C5 sampai C9 berbentuk cairan kental dan sedikit larut dalam air c) Asam alkanoat suku tinggi dengan C10 atau lebih berbentuk padatan yang sukat larut dalam air. 10–5 4) Asam alkanoat dapat bereaksi dengan basa menghasilkan garam. 2) Titik didih asam alkanoat lebih tinggi dibandingkan titik didih alkohol yang memiliki jumlah atom C yang sama.8 .

REAKSI ASAM KARBOKSILAT Asam karboksilat adalah golongan senyawa organik yang memiliki rumus umum R-COOH. berwarna putih.5) Asam alkanoat dapat bereaksi dengan alkohol menghasilkan senyawa ester. Reaksi penetralan Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. a) CH3COOH + CH3–OH ------------------> CH3COOHCH3 + H2O Asam Etanoat Metanol Metil Etanoat b) CH3CH2COOH + CH3CH2–OH -------------> CH3CH2COOCH3 + H2O Asam Propanoat Etanol Etil Propanoat 4. Reaksi ini dikenal dengan reaksi esterifikasi. . Dalam kehidupan sehari-hari terutama digunakan untuk membuat lilin. Biasanya digunakan untuk : a) menggumpalkan lateks (getah karet) b) obat pembasmi hama 2) Asam asetat atau asam etanoat yang dalam kehidupan sehari-hari dikenal dengan nama asam cuka. asam ini berbentuk padat. Asam cuka banyak digunakan sebagai pengawet makanan. Beberapa reaksi yang dapat terjadi pada asam karoksilat antara lain: a. Kegunaan Asam Alkanoat Penggunaan asam alkanoat dalam kehidupan sehari-hari antara lain : 1) Asam format (asam metanoat) yang juga dikenal asam semut merupakan cairan tak berwarna dengan bau yang merangsang. 5. dan penambah rasa makanan (baksa dan soto) 3) Asam sitrat biasanya digunakan untuk pengawet buah dalam kaleng 4) Asam stearat.

Reaksi ini disebut esterifikasi (pengesteran). Asam format mempunyai Ka=1. Asam alkanoat tergolong asam lemah.8x10-4. sedangkan sabun kalium disebut sabun lunak. Reaksi Pengesteran Asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester. Oleh karena itu. Sebagai contoh. yaitu natrium stearat (NaC17H35COO) dan kalium stearat (KC17H35COO). Jadi. larutan garam natrium dan kaliumnya mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa. .Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat suku tinggi dikenal sebagai sabun. asam alkanoat yang paling kuat adalah asam format. Sabun natrium disebut sabun keras. b. semakin panjang rantai alkilnya. semakin lemah asamnya. HCOOH.

bisa sama atau tidak. Rumus Umum Ester merupakan senyawa turunan asam alkanoat. disesuaikan dengan nama asam alkanoat asalnya. Sifat – Sifat Alkil Alkanoat Senyawa – senyawa ester antara lain mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 1) Pada umumnya mempunyai bau yang harum. Tata Nama Untuk memberi nama senyawa ester. Sehingga senyawa alkil alkanoat mempunyai rumus umum:R-COOR1 R dan R1 merupakan gugus alkil. 4) Ester merupakan senyawa karbon yang netral 5) Ester dapat mengalami reaksi hidrolisis Contoh : R–COOR1 + H2O -----------> R–COOH + R1–OH . Rumus Struktur CH3–COOCH3 CH3–COOCH2CH3 CH3-CH2-COO-CH2-CH3 CH3-CH2-COO-CH2CH2CH3 Nama IUPAC Metil Etanoat Etil etanoat Etil Propanoat Propil Propanoat 3. dengan mengganti gugus hidroksil (–OH) dengan gugus –OR1. menyerupai bau buahbuahan. 2) Senyawa ester pada umumnya sedikit larut dalam air 3) Ester lebih mudah menguap dibandingkan dengan asam atau alkohol pembentuknya. Contoh : 1) CH3–COO–CH3 R = R1 yaitu CH3 2) CH3–CH2–COO–CH3 R = CH3–CH2(C2H5)dan R1=CH3 2.Ester atau Alkil Alkanoat 1. dan kata asam diganti dengan kata dari nama gugus alkailnya.

4 dikarboksilat menghasilkan poliester yang digunakan sebagai bahan pembuat kain.Ester As. Kegunaan Ester Ester banyak digunakan dalam kehiduapn sehari-hari antara lain : 1) Amil asetat banyak digunakan sebagai pelarut untuk damar dan lak 2) Esterifikasi etilen glikol dengan asam bensen 1. 3) Karena baunya yang sedap maka ester banyak digunakan sebagai esen pada makanan antara lain : Tabel CONTOH AROMA SENYAWA ESTER Rumus Struktur CH3COOC5H11 C4H9COOC5H11 C3H1COOC5H11 C3H7COOC4H9 C3H7COOC3H7 Jenis Ester Amil Asetat Amil Valerat Amil Butirat Butil Butirat Propil Butirat Aroma Buah Pisang Buah Apel Buah Jambu Buah Nanas Buah Mangga . 4. Reaksi ini dikenal dengan reaksi safonifikasi / penyabunan. Alkanoat Alkohol 6) Ester dapat direduksi dengan H2 menggunakan katalisator Ni dan dihasilkan dua buah senyawa alkohol. Contoh : R–C OOR1 + 2 H2 → R–CH2–OH + R1–OH Ester Alkohol Alkohol 7) Ester khususnya minyak atau lemak bereaksi dengan basa membentuk garam (sabun) dan gliserol.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->