P. 1
Jenis Sensor

Jenis Sensor

|Views: 788|Likes:
Published by seizekey

More info:

Published by: seizekey on Apr 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2013

pdf

text

original

JENIS JENIS SENSOR

INSTRUMENTASI INDUSTRI

OLEH KELOMPOK II : EK – 4D

1. MULIA SIMANJUNTAK 2. MARDIKO R HORBO 3. SARTONI MANURUNG 4. IMELDA N SIADARI

POLITEKNIK NEGERI MEDAN
JURUSAN TEKNIK ELEKTO
PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA

MEDAN 2012

SENSOR SUHU
Jenis-Jenis Sensor Suhu 1. Thermokopel Berfungsi sebagai sensor suhu rendah dan tinggi, yaitu suhu serendah 3000F sampai dengan suhu tinggi yang digunakan pada proses industri baja, gelas dan keramik yang lebih dari 30000F. Thermokopel dibentuk dari dua buah penghantar yang berbeda jenisnya (besi dan konstantan) dan dililit bersama.

Gambar : Konstruksi Termokopel

Prinsip Kerja : Jika salah satu bagian pangkal lilitan dipanasi, maka pada kedua ujung penghantar yang lain akan muncul beda potensial (emf). Thermokopel ditemukan oleh Thomas Johan Seebeck tahun 1820. Tegangan keluaran emf (elektro motive force) thermokopel masih sangat rendah, hanya beberapa milivolt. Thermokopel bekerja berdasarkan perbedaan pengukuran. Oleh karena itu jika ukntuk mengukur suhu yang tidak diketahui, terlebih dulu harus diketahui tegangan Vc pada suhu referensi (reference temperature). Bila thermokopel digunakan untuk mengukur suhu yang tinggi makaa akan muncul tegangan sebesar Vh. Tegangan sesungguhnya adalah selisih antara Vc dan Vh yang disebut net voltage (Vnet).

Karakteristik Termokopel

Gambar : Karakteristik Termokopel

2. Thermistor Berfungsi untuk mengubah suhu menjadi resistansi/hambatan listrik yang berbanding terbalik dengan perubahan suhu. Semakin tinggi suhu, semakin kecil resistansi. Thermistor dibentuk dari bahan oksida logam campuran, kromium, kobalt, tembaga, besi atau nikel.

Gambar : Konstruksi Thermistor

Pemakaian Thermistor Pemakaian thermistor didasarkan pada tiga karakteristik dasar, yaitu: Karakteristik R (resistansi) terhadap T (suhu) Karakteristik R (resistansi) terhadap t (waktu) Karakteristik V (tegangan) terhadap I (arus)

Karakteristik Thermistor

Gambar : Karakteristik Thermistor

3. RTD (Resistance Temperature Detectors) Berfungsi untuk mengubah suhu menjadi resistansi/hambatan listrik yang sebanding dengan perubahan suhu. Semakin tinggi suhu, resistansinya semakin besar. RTD terbuat dari sebuah kumparan kawat platinum pada papan pembentuk dari bahan isolator. RTD dapat digunakan sebagai sensor suhu yang mempunyai ketelitian 0,03 0C dibawah 5000C dan 0,1 0C diatas 10000C.

Gambar : Konstruksi RTD

Prinsip Kerja Bila RTD berada pada suhu kamar maka beda potensial jembatan adalah 0 Volt. Keadaan ini disebut keadaan setimbang. Bila suhu RTD berubah maka resistansinya juga berubah sehingga jembatan tidak dalam kondisi setimbang. Hal ini menyebabkan adanya beda potensial antara titik A dan B. Begitu juga yang berlaku pada keluaran penguat diferensial.

Karakteristik

Gambar : Karakteristik RTD

4. IC lM35 Berfungsi untuk mengubah suhu menjadi tegangan tertentu yang sesuai dengan perubahan suhu.

Gambar : Konstruksi LM35

Prinsip Kerja IC LM35 Tegangan keluaran rangkaian bertambah 10 mV/0C. Dengan memberikan tegangan referensi negatif (-Vs) pada rangkaian, sesor ini mampu bekerja pada rentang suhu -550C – 1500C. Tegangan keluaran dapat diatur 0 V pada suhu 00C dan ketelitian sensor ini adalah ± 10C.

Karakteristik ????

Gambar : Karakteristik LM35

SENSOR CAHAYA
Jenis-Jenis Sensor Cahaya 1. Fotovoltaic (Solar Cell/Fotocell) Berfungsi untuk mengubah sinar matahari menjadi arus listrik DC. Tegangan yang dihasilkan sebanding dengan intensitas cahaya yang mengenai permukaan solar cell. Semakin kuat sinar matahari tegangan dan arus listrik Dc yang dihasilkan semakin besar.

Gambar : Konstruksi Fotovoltaic

Prinsip Kerja Bila cahaya jatuh pada solar cell, depletion layer akan berkurang dan elektron berpindah melalui hubungan “pn”. Besarnya arus yang mengalir sebanding dengan perpindahan elektron yang ditentukan intensitas cahayanya.

Karakteristik Fotovoltaic

Gambar : Karakteristik Fotovoltaic

2. Fotoconductiv Berfungsi untuk mengubah intensitas cahaya menjadi perubahan konduktivitas. Kebanyakan komponen ini erbuat dari bahan cadmium selenoide atau cadmium sulphide.

Prinsip Kerja dan Tipe tipe Energi pancaran cahaya yang jatuh pada pertemuan “pn” menyebabkan sebuah elektron berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Elektron berpindah ke luar dari valensi band meninggalkan hole sehingga membangkitkan pasangan elektron bebas dan hole.

a. LDR (Light Dependent Resistor) Berfungsi untuk mengubah itensitas cahaya menjadi hambatan listrik. Semakin banyak cahaya yang mengenai permukaan LDR hambatan listrik semakin besar. b. Fotodiode Berfungsi untuk mengubah intensitas cahaya menjadi konduktivitas dioda. Fotodiode sejenis dengan dioda pada umummya, perbedaannya pada fotodiode ini adalah dipasangnya sebuah lensa pemfokus sinar untuk memfokuskan sinar jatuh pada pertemuan ”pn”. c. Fototransistor Berfungsi untuk mengubah intensitas cahaya menjadi konduktivitas transistor. Fototransistor sejenis dengan transistor pada umummya. Bedaannya, pada fototransistor dipasang sebuah lensa pemfokus sinar pada kaki basis untuk memfokuskan sinar jatuh pada pertemuan ”pn”.

Karakteristik Fotoconductiv

Gambar : Karakteristik Fotoconducti

SENSOR TEKANAN
A. Jenis-Jenis Sensor Tekanan 1. Tabung Bourdon

Gambar : Konstruksi Tabung Bourdon

Prinsip Kerja Perubahan tekanan pada kantung menyebabkan perubahan posisi inti kumparan sehingga mengakibatkan perubahan induksi magnetik pada kumparan. Kumparan yang digunakan adalah kumparan CT (center tap), dengan demikian apabila inti mengalami pergeseran maka induktansi pada salah satu kumparan bertambah sementara induktansi pada kumparan yang lain berkurang. Kemudian pengubah sinyal berfungsi untuk mengubah induktansi magnetik yang timbul pada kumparan menjadi tegangan yang sebanding.

Karakteristik Tabung Bourdon

Gambar : Karakteristik Tabung Bourdon

2. LVDT (Linear Variabel differential Transformer) Selain digunakan sebagai sensor tekanan LVDT juga bisa diaplikasikan untuk sensor perubahan posisi dan untuk mengubah induksi magnetik LVDT menjadi listrik.

Gambar : Konstruksi LVDT

Prinsip Kerja Apabila tekanan dalam tabung bertambah, maka tabung akan bergerak menyusut dan bila tekanan pada tabung berkurang, maka tabung akan bergerak mengembang. Pergerakan tabung tersebut akam membuat inti LVDT akan tertekan dan tertarik ujung tabug sehingga LVDT akan menghasilkam nilai induktansi magnetik.

Karakteristik LVDT

Gambar : Karakteristik LVDT

SENSOR GAYA
A. Jenis-Jenis Sensor Tekanan 1. Bonded Strain Gage

Susunan kawat tahanan di dalamnya berliku-liku sehingga memudahkan pendeteksian terhadap gaya tekanan yang tegak lurus dengan arah panjang lipatan kawat, karena tekanan akan menarik kabel sehingga meregang. Dengan meregannya starin gage, maka terjadi perubahan resistansi kawat.

2. Bonded Strain Gage

Jenis strain gage yang dibentuk dengan kawat tahanan yang terpasang lurus dan simetris. Jika papan atau rangka mendapat tekanan dari luar, maka resistansinya akan bertambah.Strain gage dipasang/ditempelkan pada logam yang lentur yang dengan permukaan yang rata agar saat logam meregang strain gage juga ikut meregang tetapi tidak bergeser dar posisinya. Dengan melengkungnya besi/logam membuat strain gage melengkung juga/meregang sehingga resistansinya berubah.

GAMBAR DAN KETERANGAN SENSOR
1. Thermostat.

.

Ini adalah Sensor temperature atau suhu yang berfungsi untuk mendeteksi temperature ruang atau bidang. Cara kerja sensor suhu atau temperature adalah pada saat bagian detector suhu dari Thermostat mengalami perubahaan temperature yang cukup besar sehingga melebihi ambang batas atau setting dari thermostat tersebut maka kontak yang ada pada thermostat tersebut akan bekerja dari on ke off.Adapun pemakaian Thermostat ini salah satu penggunaannya adalah pada mesin dispenser air, compresor AC dll yang banyak kita jumpai.

2. Proximity Switch

. Berikut ini adalah gambar Proximity Switch yang berfunsi untuk mendeteksi gerakan suatu mesin yang digerakan oleh alat atau penggerak semisal Cylinder atau yang lainnya. Cara kerja sensor tersebut adalah sebagai berikut pada saat bagian depan sensor tersebut terkena benda logam contohnya besi dengan jarak tertentu sesuai dengan type dari sensor tersebut maka sensor akan bekerja dan kontak yang ada didalamya akan hubung.

3. Photo Sensor

. Ini adalah gambar Photo Sensor atau sensor cahaya yang berfungsi untuk mendeteksi benda padat yang melintas didepanya baik itu kayu, logam, karet dll. Cara kerja sensor ini amatlah sederhana, ketika sensor tertutup cahayanya oleh suatu benda padat maka sensor tersebut akan bekerja sehingga kontak yang ada padanya akan terhubung. Sensor ini umumnya digunakan untuk mendeteksi material masuk atau keluar pada suatu mesin tertentu.

4. Pressure Switch

. Ini adalah gambar Pressure Switch atau sensor tekanan, berfungsi untuk mendeteksi tekanan pada suatu bidang atau tekanan dalam pipa atau tabung, Pressure Switch terdapat beberapa jenis sesuai dengan media yang hendak diukur, ada Pressure switch air, udara, oli, dan steam atau uap panas, gambar diatas adalah Pressure switch udara. Cara kerja Pressure switch yaitu ketika lubang masukan mendapat tekanan hingga melebihi batas pengaturan atau setting maka Pressure switch akan bekerja dan kontak didalamnya akan bekerja dari on ke off. Salah satu pemakaiannya yang sering kita jumpai adalah pada mesin pompa air dirumah kita untuk menghidupkan dan mematikan pompa, atau pada mesin kompresor yang terdapat pada tukang tambal ban apabila udara dari kompresor sudah penuh maka kompresor akan mati dengan sendirinya.

5. Reed Switch

. Gambar berikut adalah reed switch atau sensor magnet, berfungsi untuk mendeteksi gerakan dari penggerak cylinder naik, turun atau maju, mundur. Cara kerja dari sensor ini adalah ketika ada medan magnet mengenai bagian depan sensor, maka sensor akan bekerja sehingga menghubungkan kontaknya, medan magnet ini terdapat dari bagian dalam cylinder sebelah atas dan bawah kemudian posisi sensor nempel dengan badan cylinder pada saat cylinder bergerak naik atau turun maka akan ada medan magnet yang mngenai reed switch.

SUMBER REFERENSI
Website :

_http://www.musbikhin.com/pengertian-sensor-dan-macam-macam-sensor _http://ilhammawmaw.wordpress.com/2012/01/07/246/ _http://www.scribd.com/doc/50498967/Macam-Macam-Sensor-Dan-Tranduser _http://id.wikipedia.org/wiki/Sensor _http://journal.mercubuana.ac.id/data/Sensor%20&%20Tranduser.pdf

Buku :

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->