MASALAH LEHER SECARA UMUM Michael J. DePalma and Curtis W.

Slipman PENDAHULUAN DAN EPIDEMIOLOGI Keberhasilan pengobatan untuk nyeri penyakit-penyakit spinal servikal tergantung dari keakuratan menentukan penyebab kerusakan jaringan, termasuk ruang lingkup penyakit biomekanik dan biokimia. Para klinisi membutuhkan suatu konsep dalam proses diagnosis dan tatalaksana yang sesuai dengan kepahaman patofisiologi dari kerusakan spinal servikal dan hubungannya dengan manifestasi kinis, kesadaran akan keuntungan dan kerugian dari alat-alat diagnosis, dan pengetahuan tentang pilihan-pilihan terapinya. Langkah awal dari proses ini adalah mencari riwayat. Hal ini penting utnuk membedakan antara nyeri servikal aksial (nyeri leher) dan nyeri lengan atas. Seperti yang dikatakan oleh Bogduk, nyeri leher, dan sebaliknya. Nyeri servikal aksial tidak harus menjadi nyeri servikal radikular. Nyeri servikal aksial didefinisikan sebagai nyeri yang terjadi di seluruh atau bagian dari perpanjangan inferior oksiput inferior ke regio interskapular superior, sampai midline atau hanya parmidline. Pasien merasakannya sebagai bendungan dari leher. Nyeri servikal radikular didefinisikan sebagai nyeri sampai bahu, area distal atau semuanya, yang bermnifestasi seperti nyeri lengan atas. Penyebab dari gejalanya bermacam-macam, diagnosis dan tatalaksananya juga bermacam-macam. Penyamaan nyeri servikal aksial dan nyeri servikal radikular dapat menyebabkan salah diagnosis, ketidaksesuaian pemeriksaan dan pemberian pengobatan secara optimal. Sering terjadi keraguan karena kedua penyakit ini disebabkan oleh klerusakan spinal servikal. Masing-masing penyakit berbeda dalam kejadian, mekanisme, patofisiologi, pengobatan dan rehabilitasi. Laporan epidemiologi kadang-kadang menggabungkan nyeri leher dan nyeri lengan atas, tapi keluhan tentang juga banyak. Prevalensi dari nyeri leher dengan atau tanpa disertyai nyeri lengan atas berkisar 9% sampai 18% dari prevalensi umum,130,145,238,248 dan satu dari tiga orang dapat mengingat paling sedikit satu
25

leher

bukanlah lengan atas, dan lengan atas bukanlah leher. Nyeri di lengan atas bukanlah

1

kejadian dari nyeri leher dalam kehidupan mereka.

130

Nyeri servikal dalam praktek
256

lebih sering ditemukan dibanding nyeri pinggang bagian bawah,

dan nyeri leher

akibat trauma yang kronis sekitar 40% pasien, dengan 8% sampai 10% dengan nyeri yang sangat.55 Angka kejadian meningkat di temp[at kerja, dengan prevalensi 35% sampai 71% pada daerah hutan di swedia dan pekerja industrial.98,99 Jumlah keluhan servikal akibat pekerjaan meningkat sesuai peningkatan umur. Sekitar 25% sampai 30% pekerja dengan umur kurang dari 30 tahun dilaporkan mengalami kekakuan leher, dan 50% pekerja diatas 45 tahun dilaporkan dengan keluhan yang sama. Radiculopathy servikal jarang terjadi, angka kejadian 83,2 per 100,000, dan terjadi antara umur 50-54 tahun187 5 sampai 10% pekerja dibawah umur 30 tahun mengeluh nyeri menyebar sampai lengan atas, dimana 25% sampai 40% diantaranya diatas 45 tahun mengalami nyeri di lengan atas.100 23% dari pekerja pria pernah mengalami paling sedikit satu kali periode nyeri lengan atas.100 Nyeri leher, nyeri radikular servikal, atau keduanya adalah keluhan umum yang bayanyak dikeluhakan pasien dari berbagai profil. Evaluasi dan pengobatan spinal servikal secara umum membutuhklan analisa kemungkianan tentang kerusakan struktur yang palinng bertanggung jawab terhadap kondisi pasien. Seorang klinisi spinal mengenali gejala individual dengan cermat dan menggabungkan menjadi diagnosis dan pengobatan yang akurat untuk penyakit ini. Bab ini bertujuan sebagai pegangan dalam pendekatan terhadp penyakit-penyakit nyeri spinal servikal secara umum, serta menyediakan algoritme pengobatan yang menggabungkan terapi yang sesuai denga spektrum pelayanan. PATOFISIOLOGI DAN ARTI GAMBARAN NYERI BERALIH Pegetahuan tentang hubungan anatomi dan spinal servikal penting, untuk memahami mekanisme penyakit-penyakit spinal servikal. Spinal servikal adalah suatu segmen yang terpisah dari tulang aksial (lihat gambar 37-), dan berfungsi untuk menopang dan menstabilkan kepala; membuat kepala dapat bergerak dalam segala bidang dan gerakan; serta menjaga tulang belakang, akar saraf, saraf spinal, dan ateri vertebrae.163 Ada tujuh tulang belakang servikal dan delapan saraf

2

servikal. Artikulasio atlantooksipital (C0-1) memudahkan 10º fleksi dan 25 º ekstensi. Level C1-2 atau sendi atlantoaksial (lihat gambar 37-2) membentuk segmen servikal bagian atas dan bertanggung jawab untuk 40% sampai 50% dari semua rotasi aksial servikal, ditunjukkan secara klinis dengan rotasi 45 º di setiap arah.61,62,65,70,249 Bagian bawah dari C2-3, fleksi lateral dari spinal dipasangakan dengan rotasi di arah yang sama. Segmen spinal menandakan sebuah transisi dimana dapat terjadi perubahan gerak dari rotasi ke fleksi, ekstensi dan belokan lateral.70,242 Kombinasi pergerakan ini difasilitasi oleh kecenderungan 45 º sagital dari sendi zygopophyseal servikal (lihat gambar 37-1).147 Sendi zygopophyseal memberikan gerakan diantara spinal servikal, menghubungkan masing-masing segmen vertebrae,216 dan diinervasi oleh cabang medial dari rami servikal dorsal (gambar 37-3).21 Sebagai tambahan, sendi C0-1 diinervasi oleh ramus C1 ventral, 122 dan sendi C1-2 oleh ramus C2 ventral lateral dan nervus sinuvertebral C1, C2, dan C3 medial.120 Gerakan flksi yang bebas terjadi di C4-5 dan C5-6, sedangkan belokan lateral terjadi di C3-4 dan C4-5.70,242 Vertebrae servikal bagian bawah (C3-7) memiliki sendi sinovial yang unik seperti artikulasio, sendi uncovertebare atau sebdi luscha, berlokasi diantara prosessus uncinate (gambar 37-4).165 Sendi ini umumnya menyebabkan perubahan pada osteoartritis, yang dapat menyempitkan diameter foramen intravertebrae (gambar 37-5).80,97,234 Foramen intravertebrae yang terbesar di level C2-3 dan terjadi penurunan ukuran progresis di level C6-7. Kompleks radikular dari akar ganglia dorsal, akar saraf, nervus spinal dan sekeliling sheat berjumlah 20% sampai 35% area cross-sectional foramen intervertebrae.80,97,234 Volume sisa foramen intervertebrae diisi oleh aerolar longgar atau jaringan adipose, ligamentum Hoffman’s arteri radikular, dan sejumlah saluran vena yang biasanya melingkari akar saraf.216 Neuroforamina dibatasi di anteromedial oleh sendi uncovertebrae, superior dan inferior oleh pedikel succesive, dan medial oleh tepi end plate vertebrae dan disk intervertebrae (lihat gambar 375).216

3

Gambar 37-1. Hubungan anatomi ligamen spinal servikal dengan struktur-struktur lainnya di leher. (Redrawn from Crafts RC: Textbook of Human Anatomy, ed 2, New York, 1979, Jhon Wiley.)

Gambar 37-2. Gambaran atlas dan axis dari sisi anterior. Tuberkel anterior atlas telah dipotong sehingga terlihat prosesus odontoid axis. (Redrawn from Crafts RC: Textbook of Human Anatomy, ed 2, New York, 1979, Jhon Wiley.)

4

Ilustrasi lateral dari spinal servikal.Gambar 37-3 Zona target dari blok cabang medial servikal. yang menyediakan transmisi aksial untuk menghilangkan tekanan pada setiap range of motion. Semua bagiannya dibentuk oleh anulus fibrosis yang diinervasi posterolateral oleh nervus sinuvertebral.216 Anatomi normal servical spine dapat mengalami degenerasi dan trauma melalui berbagai jenis gangguan servikal spine.216 Setiap diskus intervertebrata lebih tebal di bagian anterior dibandingkan bagian posterior. yang mempengaruhi kurvatura servical lordotik. 5 .30 Porsi bagian dalam dari diskus yang membentuk nukleus pulposus gelatinosus. memperlihatkan zona target (tanda panah bulat) berlokasi di bagian tengah C2 melalui pilar artikular C7. setiap cabang dibentuk oleh dari nervus vebtebral dan ramus ventral. Nervus oksipital ketiga (TON) adalah cabang nervus besar yang membutuhkan tiga blok terpisah di level C2 inferior-C3 superior dan terletak di daerah lateral sendi C2-3. dan inervasi anterior oleh nervus vertebral (Gambar 37-6). Diskus intervertebra terletak antara vertebra C2 sampai vertebra C7.

1994. (redrawan from Bogduk N. McCulloch J: Neck Ache and Shoulder Pain. Proksimal sendi uncovertebral pada serabut saraf servikal (NR). gambaran Sendi Luschka’s. seperti diskus intervertebrata. Non neural struktur pada leher. New York. PLL. A. 1991. B. Harus ada inervasi. Anterior Longitudinal Ligament. (Panel B redrawn form Macnab I. Baltimore. ALL. Trowney: Clinila Anatomy of Lumbar Spine. yang bisa menghasilkan nyeri yang sama dengan klinisnya. williams&Wilkins) Gambar 37-5. SVN Sinuvertetbral nerve. Pasokan saraf pada diskus intervertebralis. Churchil Livingstone) Tiga kebutuhan penting yang diperlukan untuk menimbulkan nyeri. dan sensitif untuk penyakit atau cedera sehingga menimbulkan nyeri. Servikal spine. sendi zigopophasial. Potongan aksial servikal ke 7 Gambar 37-6.Gambar 37-4 Sendi Luschka’s (Uncovertebral). ligamen 6 . posterior longitudinal Ligament.

219 Nyeri berasal dari sendi zigopophasial yang cenderung diikuti secara konstan dan disadari beralih.128 Kellergen117.36.69. Pada C1-2 dan C2-3 beralih ke oksiut.128 Gejala ini dihasilkan tanpa iritasi ke jaringan neural.25 Melalui mekanisme ini diskus servikal intervertebrata dan sendi zigapophasial menyebabkan gejala ekstremitas atas. melalui kompresi atau infalamas. sehingga gejala beralih ke struktur jaringan mesodermal lain yang sama asal embrigeniknya. sedangkan nyeri C6-7 menyebar sampai ke 7 .216 Mekanisme gejala somatik ini memerlukan konvergen. 38. terjadi nyeri spinal yang menjalar ke distal ekstremitas. dan gangguan servikal spine dapat menghasilkan nyeri ke ekstremitas atas sampai dengan sakit kepala.116-118. sebelumnya disebut sklerotomal. atau periosteum yang distimulasi. Nyeri pada C5-6 menyebar sampa fossa suprasinatus skapula.128 Percobaan klasik telah dilakukan melalui stimulasi pada struktur midline posterior sehingga menghasilkan nyeri di leher dan menjalar somatik ke ekstremitas atas. dan otot. 36. menyebabkan nyeri alih. dan terjadi ketika struktur mesodermal seperti ligamen. karena anestesi sarap perifer distal yang tidak mengurangi nyeri alih ini. dan otot dengan hipertonis saline.118 pertama kali menemukan nyeri alih terbentuk oleh struktur spinal non neuron yang distimulasi oleh periosteum.216 Mekanisme stimulasi pada sendi zigopophasial atau inervasi sarafnya telah menunjukkan nyeri pada kepala dan leher dengan nyeri alih ke ekstremitas atas (Gambar 37-7).39. Dia berhipotesis bahwa fenomena sistem saraf pusat dimediasi oleh nyeri alih. tendon.59.116-118. dapat menjadi sumber nyeri dan menghasilkan penjalaran somatik ke ekstremitas atas.216 Hal ini terjadi melalui biomekanikal dan/atau biokemikal pada struktur non neural yang bisa menstimulasi serabut nosiseptive saraf. Penelitian ini pertama kali mendemonstrasikan fenomena ini sebagai nyeri alih somaik.28.116-118. kapsul sendi.39.63. Pada C3-4 dan C4-5 menimbulkan gejala di sekitar leher posterior.longitudinal posterior. anulus diskus intervertebralis. fascia.10. Seperti nyeri alih yang disebut dengan somatik.25 Aferen dari servikal spine dan distal ekstremitas atas berkumpul pada neuron kedua pada spinal cord.73 Gejala anestesi pada sendi menunjukkan kesamaan pada gejala simptomatik beralih dari sendi servikal.

52 Perbedaan CIDD dan nyeri pada sendi zigopophasial atau nyeri dari jaringan lunak servikal spine memerlukan interpretasi riwayat dan pemeriksaan fisik lain. (redrawn from Dawyer A. April C. A Study in normal volunteers. dengan izin) Gejala nyeri yang sama juga dihasilkan oleh stimulasi mekanis pada diskus intervertebrata (Gambar 37-8 dan Tabel 37-1). C4-5.224 Berdasarkan pengalaman kami. 1990. C3-4.218 Gambar 37-7.78.224 Ketika dilakukan bersamaan. dan C4-5 sendi zigopophasial nyeri alihnya sampai ke muka.* Tambahan.28 Setiap sendi dapat menunjukkan gejala unilateral atau bilateral. dan C3-4. C2-3.25 Hal logis yang juga menunjang adalah stimulasi pada muskulature servikal atas dapat menghasilkan nyeri kepala. Observasi kami yang didukung oleh penelitian terbaru Grub dan Kelly78 menemukan bahwa 34% sampai 50% diskus servikal menghasilkan nyeri bilateral pada setiap diskus servikal.203.kaudal skapula. dan C5-6 bergejala sampai ke kepala. C1-2. Hal ini tidak berarti sendi unilateral menstimulasi hanya nyeri kontralateral.453-457.45. Spine 15. Selain itu. Bogduk N. 8 . bilateral paramidline nyeri leher atas tanpa sakit kepala disebabkan disrupsi diskus intervertebra servikal (CIDD) daripada nyeri akibat sendi zigopophasial. dan manifestasi ini tidak pernah diteliti. penemuan ini menunjang bahwa gejala nyeri berasal dari struktur yang menginervasi dibandingkan dengan strukturnya sendiri. Cervical Zygapophasial Joint pain patterns I. Nyeri alin C2-C3 sampai C6-C7. penelitian yang lebih lengkap dari Penn Spine Center menyebutkan bahawa 30% sampai 62% pada diskus servikal menghasilkan nyeri bilateral selama servikal diskography.

(tabel 37-1) 9 . Nyeri alih pada setiap area digambarkan dengan nomor. Gambaran nyeri alih pada diskus servikal intervertebralis selama provokasi servikal.Gambar 37-8.

Tabel 37-1. Distribusi frekuensi nyeri pda tingkat diskus servikalis Disc Number Body region Numerical coordinates by body region (lihat gambar 378) C2-3 N=10 C3-4 N=19 C4-5 N=27 C5-6 N=27 C6-7 N=16 C7-T1 N=2 Posterior head Occipital Suboccipital Posterior neck Posterior inferior neci Superior porsterior trapezius Superior periscapula Inferior periscapula Superior interscapula Inferior periscapula Posterior shoulder Upper arm Forearm Hand Lower thoracle Temporalparictal Frontal Ear Face Anterior neck Chest 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 0 1 6 9 2 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 2 0 0 1 5 17 15 9 4 1 1 1 5 3 2 2 1 0 0 0 1 2 0 0 2 6 23 23 17 11 6 9 4 11 8 1 0 3 2 1 1 4 4 4 0 2 6 20 17 12 11 5 11 3 12 4 2 0 1 0 1 1 3 4 5 0 1 1 9 13 7 9 5 12 6 7 4 2 1 2 0 0 0 0 2 2 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 .

dan C8 terasa sampai ke lengan bawah dan tangan.216 Nyeri ekstremitas atas disebabkan oleh radikulopathy yang beralih ke lengan atas. Sedangkan pada bagian tengah atau bawah ipsilateral skapula. Etiologi dari gejala ekstremitas atas dapat membingungkan antara gangguan non radikular yang menyebabkan nyeri pada dinatoman unkarakteristik (gejala dinatomal-gejala referred). Kerentanan saraf dalam foramen intervertebra meningkat sesuai dengan perubahan pada satu atau lebih dari tiga struktur yang terpisah: sendi zigapophiseal. Akan tetapi.25 peningkatan discharge akar ganglion dorsal. Penyebab tersering radikulopati servikal adalah herniasi diskus intervertebra servikal.189 Kausa potensial lainnya dari radikulopati servikal termasuklah tumor.Nyeri servikal radikular adalah secara fundamental berbeda secara klinis karena keluhan utamanya adalah nyeri ekstremitas atas yang lebih parah dibandingkan dengan nyeri aksial.225 Tanpa memandang nyeri radikular lebih sering terjadi pada ekstremitas atas dan lebih sering dibandingkan keluhan aksial.96. lengan bawah.137 Mekanisme yang dipertimbangkan mengenai nyeri pada radikulopati servikal termasuklah inflamasi akar saraf.200 dan athetoid atau cerebral palsy distonik. sensitivitas mekanik atau sensitivitas kimia akar saraf itu sendiri. Mekanisme pasti bagaimana herniasi diskus atau spondilosis menyebabkan nyeri radikuler masih tidak jelas.96 dan kelemahan miotomal asli dapat terjadi. dan diskus intervertebra. nyeri pada bagian belakan atas dengan atau tanpa gejala di lengan dapat berasal dari serabut C4 sampai C6.182 sarkoidosis. tetapi nyeri C6. C7. berasal dari serabut C7-C8. Neurokompresi langsung akar saraf tidak menyebabkan nyeri.245 trauma. atau tekanan langsung pada akson yang terluka kronik atau pada akar ganglion dorsal yang normal.225 Nyeri radikular pada C5 terasa sampai lengan atas. nyeri periskapular atau trapezial lebih hebat dibandingkan nyeri leher yang bisa disebabkan serabut saraf servikal seperti C4 atau C5. sendi uncovertebral.11 arteritis.72 11 . dan/atau tangan (Gambar 37-9).102 diikuti oleh spondilosis servikal259 dengan atau tanpa mielopati servikal (kotak 37-1).64 Namun demikian.

Integritas mekanik diskus intervertebra menjadi susah apabila jarak diskus menyempit. Cedera sendi zigapophiseal servikal dapat terjadi akibat osteoarthritis atau trauma. berhubungan dengan interupsi suplai darah dan nutrisi ke diskus. atau robekan kapsul sendi zigapophiseal (gambar 37-12).Cedera diskus intervertebra servikal dapat dikategorikan menjadi dua kategori besar: disrupsi internal dan herniasi. Efek biokimiawi dan biomekanik dapat menyebabkan manifestasi gejala sendi zigapophiseal servikal. Arthropati sendi zigapophiseal servikal yang sangat nyeri dapat terjadi akibat degenerasi diskus intervertebra servikal. Disrupsi diskus internal adalah istilah deskriptif yang digunakan untuk menjelaskan kerusakan arsitektur internal nukleus pulposus dan atau serat anular dengan deformasi eksternal yang sedikit atau tanpa deformasi eksternal. Robekan ini akhirnya bergabung membentuk robekan radial yang terjadi bersamaan dengan kerusakan kemampuan menyerap air dari nukleus pulposus. dan proteoglikan tipe 2 semakin mengalami degradasi. yang kemudian dibagi lagi menjadi protrusi. 12 . Herniasi diskus merupakan istilah umum.51 Proses degenerasi diskus terjadi pada spektrum abnormalitas diskus (gambar 37-11).198 Hasil akhirnya adalah diskus servikal yang tidak kompeten secara biomekanik dan rapuh terhadap cedera biokimiawi. dan sekuestrasi (gambar 37-10).* Kami telah berhasil mengobati pasien dengan sinovitis sendi zigapophiseal servikal.121 Cedera biokimiawi diakui telah terjadi sebelum adanya perubahan biomekanikal. yang disebabkan oleh mikrotrauma berulang. atau tulang subkondral. yang mengalami onset gejala saat bangun setelah tidur pada posisi yang tidak nyaman. Akselerasi-deselerasi cedera sendi zigapophiseal dapat terjadi pada cedera tulang pilar artikular. permukaan artikular. baik makrotrauma maupun mikrotrauma. Awalnya. robekan sirkurumfensial anular luar. kontusio meniskus intraartikular. Diskusi yang lebih jelas mengenai herniasi adalah sebagai berikut. robekan semakin banyak. hemarthrosis intraartikular. ekstrusi.

intradural.Kotak 37-1 Kelainan yang Mempengaruhi Leher Mekanik • • • • • • • • • • • • • • Infeksi • • • • • • • • • • Osteomielitis vertebra Diskitis Herpes zoster Endokarditis infeksi Proses granulomatosa Abses epidural. dan subdural Abses retrofaringeal AIDS Osteoporosis Osteomalasia 13 Sprain servikal Strain servikal Herniasi nucleus pulposus Osteoarthritis Spondilosis servikal Stenosis servikal Spondilitis ankilosa Sindrom Reiter Arthritis psoriasis Arthritis enteropati Arthritis rheumatoid Hiperostosis skeletal idiopatik difusa Reumatik polimyalgia Fibrositis (fibromyalgia) Reumatologik Endokrin dan Metabolik .

• • • Tumor Penyakit parathyroid Penyakit Paget Penyakit pituitari Tumor Jinak • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Osteokondroma Osteoma osteoid Osteoblastoma Giant cell tumor Kista tulang aneurisma Hemangioma Granuloma eosinofilik Penyakit Gaucher Mieloma multipel Plasmasitoma soliter Kondrosarkoma Sarkoma Ewing Kordoma Limfoma Metastasis Hemangioma epidural Lipoma epidural Meningioma Neurofibroma Limfoma Ekstrameduler. intradural Tumor Maligna Tumor Ekstradural Tumor Intradural 14 .

Ekstrusi. Fragmen sekuestrasi (tanda panah). 15 . C. A. Herniasi atau protrusi subligamen kecil. B.o Neurofibroma o Meningioma o Ependimoma o Sarcoma • Intrameduler o Ependimoma o Astrocytoma Lain-lain • • Malformasi arteri-vena Syringomyelia GAMBAR 37-10 Herniasi diskus intervertebra servikal.

GAMBAR 37-11 Degenerasi diskus intervertebra. fraktur yang melibatkan permukaan artikular. AS. GAMBAR 37-12 Lesi yang lebih sering mempengaruhi tulang servikal setelah perubahan arah secara tiba-tiba: AF. hemarthrosis sendi zigapophiseal. ZC. EP. Tampak sagital. VB. fraktur pilar artikular. ZH. 16 . fraktur/avulsi end plate. kontusio meniscus intrartikular sendi zigapophiseal. ruptur atau robekan kapsula sendi zigapophiseal. robekan ligamen longitudinal anterior. A. IM. B. Robekan annulus fibrosus diskus intervertebra. AL. fraktur corpus vertebra. Robekan-robekan konsentrik akhirnya bergabung membentuk robeka radial. Akhirnya menyebabkan kolaps jarak diskus. fraktur pelat subkondral. AP. SC.

tergantung pada sifat dari stres yang abnormal yang dikenakan pada tulang belakang servikal.48 Sekitar sepertiga dari individu yang terlibat dalam tabrakan kendaraan bermotor mengalami sakit leher dalam 24 jam setelah kecelakaan.48 Sebaliknya.207 Automobile terkait cedera servikal dan cedera keseleo lebih sering terjadi pada masyarakat barat dan di daerah metropolitan yang memiliki densitas kenderaan motor yang lebih tinggi.183 Keseleo dan ketegangan pada servikal terjadi sekitar 85% dari sakit leher yang terjadi secara akut.185 dan merupakan salah satu penyebab paling umum kesakitan setelah cedera olahraga noncatastropic.233 Kejadian lebih tinggi pada wanita dan individu berusia 30 sampai 50 tahun. berulang. atau cedera leher kronis. melainkan langsung melekat ke tulang melalui jaringan myofascial yang bercampur dengan periosteum.233 Patofisiologi Patomekanisma yang berbeda merupakan penyebab pada ketegangan dan cedera keseleo pada servikal.105 Cedera ini adalah jenis cedera yang paling umum dari cedera untuk penumpang kendaraan bermotor di Amerika Serikat. keseleo pada servikal merupakan peregangan berlebihan atau robekan pada ligamen tulang belakang. kepala akan maju dan memfleksi leher setelah maksimal luas sekitar 45 derajat. Akselerasi-deselerasi cedera dapat mengenai tulang belakang servikal sehingga menghasilkan kelengkungan berbentuk S sekitar 100 meter per detik setelah hentaman dari belakang.113 Dengan 200 sampai 250 meter per detik setelah hentaman. Peregangan otot paling sering terjadi karena banyak otot servikal tidak berakhir dalam tendon.154 Otot posterior leher beraktivasi yang terjadi pada 90 sampai 120 meter per detik 237 dan bertepatan dengan deselerasi 17 .GANGGUAN KLINIS UMUM KETEGANGAN DAN KESELEO PADA SERVIKAL Epidemiologi Ketegangan pada servikal merupakan cedera musculotendinous akibat cedera yang berlebihan yang dihasilkan dari kekuatan berlebihan yang mengenai tulang belakang.

Saat 110 meter per detik. et al: Gerakan abnormal segmen tulang belakang servikal saat gerakan cepat dari kepala. dan fleksor lateral yang sering muncul pada individu dengan spondylosis servikalis. ekstensor. skalenus.48 Gerakan berulang.48 Trauma pukulan sering terjadi pada cedera olahraga dan dapat mengakibatkan ketegangan atau keseleo pada servikal secara akut. Modifikasi dari Kaneoka K.168 Temuan ini memberikan dukungan eksperimental untuk otot sederhana atau cedera regangan ligamen selama tabrakan kendaraan bermotor. trapezius superior. ketegangan terjadi pada levator skapula.kepala bergerak ke depan. Pada individu dengan kyphosis toraks dan konsekuensial lordosis servikalis dan ekstensi.190 Gaya fisiologis yang bekerja relatif normal pada tulang belakang servikal mengakibatkan regangan jaringan lunak khas terlihat pada bukan atlet. dan otot suboksipital. dapat memperpendek rotator servikalis. 180 dan diamati dalam pemeriksaan postmortem. seperti dalam kegiatan rekreasi. Robekan otot secara parsial atau lengkap dan perdarahan telah divisualisasikan oleh USG 151 dan magnetic resonance imaging (MRI).154 Saat kepala terus bergerak ke depan. sehingga meningkatkan risiko untuk cedera (Gambar 37-13). dan inferior prosesus artikular C5 ke superior prosesus artikular C6 (panah hitam). 18 . ekstensor leher eksentris kontrak untuk mengurangi kecepatan kepala. Gambar 37-13 Gambaran radiografi berurutan tulang belakang servikal fase ekstensi cedera leher akibat gerakan cepat dari kepala. Ono L . sternokleidomastoid. vertebra C5 rotasi abnormal axis rotasi tinggi.110 Robekan dari ligamentum longitudinal anterior telah dilaporkan dalam eksplorasi bedah34 dan diidentifikasi pada postmortem.33 Penelitian secara anatomi telah menunjukan bahwa ligamentum longitudinal anterior menyatu secara tidak disadari dengan diskus intervertebralis dan dapat terluka dengan luka pada diskus servikalis. Inami S. menyebabkan badan vertebra terpisah anterior dari C6 (panah putih).

setiap pola rujukan. atau nyeri anggota badan yang signifikan dilaporkan. jatuh. Detail yang harus dicari adalah awal mulanya dari nyeri relatif terhadap peristiwa traumatis. Ketegangan pada servikal dan cedera keseleo dapat dikaitkan dengan sakit kepala. Palpasi daerah yang terlibat biasanya tidak nyaman atau cukup menyakitkan. atau gejala terkait lainnya. Hal ini terjadi karena otot menjaga dan membalut untuk menghindari rasa sakit. cedera olahraga. Radiografi polos digunakan pertama kali untuk mengevaluasi kelainan tulang atau fraktur. Tes diagnostik lebih lanjut seperti pencitraan atau evaluasi elektrodiagnostik tidak diindikasikan kecuali terdeteksi kelainan neulogik atau motorik. Suatu kejadian akut seperti tabrakan kendaraan bermotor. Dalam kebanyakan gambar-gambar ini adalah normal atau menjelaskan kerugian nonspesifik lordosis servikalis karena memfiksasi otot (Gambar 37-14). Tanda-tanda neurologis biasanya tidak ada. Pemeriksaan motorik dapat menjelaskan arah kelemahan karena rasa sakit. Pasien juga dapat mengeluh kelelahan leher atau kekakuan yang berkurang dengan aktivitas bertahap. lokasi gejala. Sakit kepala ini biasanya tajam atau tumpul dan berlokalisasi ke otot-otot servikal atau bahu. tetapi pola ini dapat dibedakan dari kelemahan neuromuskuler. Penting untuk memeriksa radiografi servikalis fleksi dan ekstensi untuk mengevaluasi ketidakstabilan sebelum memberikan pemulihan fungsional. Anamnesis dari riwayat mekanisme cedera harus ditanyakan dari pasien. Faktor yang memberatkan meliputi gerakan pasif atau aktif. Penurunan berbagai gerakan servikal dapat terdeteksi pada pemeriksaan. atau kecelakaan industri dapat membuat kekuatan signifikan yang cukup untuk melukai jaringan lunak servikal. dan teknik penutupan neuroforaminal seharusnya tidak menolak rasa sakit berpindah ke ekstremitas atas distal. Daerah yang paling sering terlibat adalah trapezius atas dan otot sternokleidomastoid.Diagnosa Anamnesis dan pemeriksaan fisik membantu dokter dalam mendiagnosis cedera jaringan lunak servikalis. 19 .

Pengobatan Pertama meliputi pengendalian nyeri dan inflamasi untuk menghambat respon cedera.Gambar 37-14 Radiografi polos lateral tulang belakang servikal. dan soft cervical collar dapat digunakan dalam program pengobatan. terapi panas dangkal dan dalam. menunjukkan penurunan lordosis (A). membantu mengatasi 20 . mengurangi keadaan tidak normal. tetapi beberapa dokter menggunakan obat tersebut selama 5 sampai 7 hari untuk meningkatkan kualiti tidur. Jarang diresepkan relaksan otot. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan acetaminophen (parasetamol) digunakan sebagai kendali rasa sakit dan memelihara pola tidur. Modalitas Fisik seperti pijat. Jika pasien mengeluh substansial "kejang" tidak terbantu dengan analgesik dan posisi yang tepat. dan fleksi (D). dan perubahan vaskular (lihat bab 20)255 Terapi panas superfisial 133dan terapi panas dalam dengan USG 67 memproduksi efek analgesia dan relaksasi otot. netral (C). relaksasi otot. penurunan adhesi. ekstensi (B). stimulasi listrik. tizanidine atau antidepresan trisiklik mungkin bisa membantu. Pijat ringan menimbulkan efek sedasi . dan memfasilitasi partisipasi aktif dalam program pemulihan fungsional.

48 Setelah nyeri akut bertambah baik. keseimbangan. biomekanik tulang belakang yang tepat harus dikembalikan dengan pembentukan pola pergerakan yang tepat. tetapi harus terbatas pada 72 jam pertama setelah cedera untuk meminimalkan gangguan pada penyembuhan dan mencegah perkembangan jaringan lunak menjadi rapat. 21 . Fleksibilitas dan berbagai gerakan ditingkatkan dengan mobilisasi dan latihan peregangan. Gerakan segmen sehat servikalis memerlukan stabilisasi efisien di seluruh tulang belakang leher dan dada. Proprioseptif ditingkatkan dengan menggunakan umpan balik visual selama latihan dan tugas fungsional.124 Program tersebut (Tabel 37-2) meningkatkan disipasi sehat kekuatan di tulang belakang leher dengan upaya myofascial efisien. dan postur tubuh harus dimasukkan ke dalam latihan.146 Soft cervical collar (Gambar 37-15) dapat diresepkan untuk meringankan kesakitan sehingga mengganggu tidur dan mengurangi ketegangan leher lebih lanjut.156 Kembali beraktivitas secara bertahap harus dimulai 2 sampai 4 minggu setelah cedera. Soft cervical collar dapat dipakai saat terjaga. Pelatihan proprioseptif kembali.peradangan. Hal ini harus dilakukan dengan tuntutan dinamis bersamaan dengan dukungan pasien.192 Stimulasi listrik saraf transkutan (TENS) juga dapat efektif dalam modulasi nyeri muskuloskeletal (lihat Bab 22). 48. dan meningkatkan elastisitas jaringan ikat (lihat bab 21). dan harus mencakup program pemulihan fungsional untuk mengatasi defisit postur tubuh dan fungsi biomekanik.

Minnesota. Sebaliknya. parestesi.25 Membedakan antara nyeri servikal radikuler dari Servikal Radikulopati sangat penting karena strategi penatalaksanaan akan sangat tergantung dari ada atau tidak adanya dua kondisi ini.64 Tanda dan gejala dari Servikal Radikulopati meliputi kelemahan otot.2 per 100. SERVIKAL RADIKULOPATI DAN NYERI RADIKULER Epidemiologi Servikal Radikulopati adalah sebuah proses patologik meliputi disfungsi neurofisiologi dari akar otak.000.187 Puncaknya terjadi pada umur 50 Dan 54 pada studi kohort. ditemukan insiedensi usia rata-rata yang terkena Servikal Radikulopati yaitu sebanyak 83.187 Riwayat 22 . Studi epidemiologi dari 561 pasien di Rochester. gangguan sensori dan penurunan refleks peregangan otot.Gambar 37-15 Servikal ortosis. Servikal Radikulopati meliputi refleks dan penurunan kekuatan menjadi akar otak yang hipofungsional sebagai hasil dari perubahan patologik dalam fungsi akar otak. Cervical soft collar dengan tepi lebar ke posterior dan menyempit ke sisi anterior.64 Nyeri servikal radikuler ditandai dengan hipereksitasi dari akar otak yang terkena.

102 dengan perubahan spinal spondilitik merupakan penyebab kedua tersering (gambar 37-16).187.74. dan respon terhadap keduanya dengan patologi yang sama.166 Menifestasi dari Spondilosis servikal (atau perubahan pada osteoartritis degeneratif) yaitu berupa hipertropi ligamen.hiperosiosis (pertumbuhan tulang yang berlebihan).172 akar otak secara anatomis kurang resilient dari pada syaraf perifer terhadap rangsangan biomenikal dan biocemikal.152.C8.157.167.142 ada pasien dengan kista servikal sendi zygapophyseal dengan penyebab radikulopati telah dirawat di Penn Spine center (gambar 37-17). Studi radiologi menunjukan abnormalitas dari servikal disk. C6.259 Hipertropi dari persendian zygapophyseal dan uncovertebral menghasilkan stenosis dari foramen intervetebra dan impingement akar syaraf.259 neural kompresi pada cervikal interval disk herniation (CIDH) penyebab radikulopati pertama kali diperkenalkan oleh Semmes Dan Murphey208 pada tahun 1943.259 Osteofit badan vertebra dan material disk dapat membentuk sebuah disk keras yang dapat menyebabkan penekanan dari akar syaraf yang berdekatan.187 Patofisiologi Cedera akar syaraf servikal biasanya disebabkan oleh hernia interval disk servikal.115 Studi pada hewan menunjukkan gangguan fisiologi pada akar syaraf disebabkan oleh tekanan yang gradual197 dan inflamasi dengan tidak adanya tekanan.trauma terjadi di bawah 15 % pasien. 23 .20. Dan C5.114. Dalam kasus ini tidak Jelas apakah ada perkembangan dari pengaruh biocemikal versus biomekanikal terhadap elemen syaraf.187 Penurunan frekuensi pada C7.240 Banyak penelitian menunjukkan peran dari respon peradangan CIDH dalam beberapa cara menyebabkan Gejala Dan tanda dari nyeri radikuler.216.259 Walaupun kista servikal sendi zygapophyseal jarang.degenerasi dari disk dan atropi dari persendian zygapophyseal.

anterolateral lengan bawah (C6 atau C7). termasuk ujung medial skapular (C5. cedera T1. pada thenar eminence. Itu dapat terjadi pada banyak lokasi. deltoid dan lengan bagian lateral (C5 atau C6). penyakit syaraf motorik α. plexopathy atau neuropati fokal peripheral. C6. prekordium (C5 atau C6). dan dorsal pertama dari interossei.187 Tes manual otot mempunyai spesifisitas yang lebih besar dari pada refleks atau abnormalitas sensori (Tabel 373).C8. cedera C8. bersin atau maneuver valsava.257 dan mungkin membutuhkan untuk dilakukan berulang kali atau dengan otot pada kerugian mekanik to menghilangkan kelemahan ringan. Kelemahan yang parah (<3/5 Medical Research Council (MRC)) hampir jarang ada dengan satu lesi akar syaraf dan seharusnya mengingatkan dokter terhadap kemungkinan adanya multilevel radikulopati.54.Diagnosis Riwayat dan Pemeriksaan Fisik. misalnya pasien menengok ke samping karena adanya herniasi disk. Hilangnya otot pada fossa suprascapular atau infrascapular atau deltoid dikarenakan keterlibatan C5 atau C6. ektensi servikal dapat memperkuat gejala. atau C7). Nyeri radikuler servikal dapat berupa deep dull ache atau Sharp lacinating pain. trapezius superior (C5 atau C6). Atropi dapat dideteksi dengan luka yang parah dan panjang. hilangnya otot pada trisep. merupakan alat yang dapat digunakan sebagau diagnosis dan dapat digunakan sebagai maneuver theurapeutic. C8 atau T1).64. Pasien dengan akut CIDH radikulopati biasanya mengeluhkan riwayat nyeri servikal axial yang diikuti oleh nyeri hebat pada ekstremitas atas. Mengurangi nyeri radikuler dengan mengangkat humerus ipsilateral yang dikenal dengan the shoulder abduction relief sign.68 Pemeriksaan fisik dimulai dengan pengamatan klinik dari posisi leher.225 Faktor-faktor yang menyebabkan kekambuhan meliputi aktivitas yang meningkatkan tekanan subaraknoid. atau T1). Jika terdapat komponen signifikan dari stenosis muncul. posterior lengan bawah (C7 atau C8) dan jari tangan (C6. posteromedial lengan (C7. cedera pada C7. Sensasi terhadap sentuhan ringan. C7. seperti batuk. tusukan jarum dan getaran dapat 24 . Kebalikannya nyeri radikuler spondilitik muncul lebih sering.

13526 fleksi servikal secara cepat ketika pasien duduk.246 Ketegangan akar syaraf.231 ekstensi servikal. dapat diasumsikan ketegangan syaraf dapat diprovokasi sebagai akibat dari inflamasi akar syaraf. Manuver provokatif seperti penutupan neuroforaminal dan root tension sign membantu unutk melokalisasi lesi spina servikalis. spondilosis atau multiple sklerosis. Studi sistematik membandingkan kegunaan dua maneuver pemeriksaan belum ada yang dipublikasi. dengan dukungan kepala Theraband chest press Mengangkat kedua lengan bilateral Duduk Supported dying bug Mengangkat lengan resiprokal Swiss ball reciprocal Mengangkat lengan Unsupported dying bug Chest flies Bench press Icline Dumbbell press Swiss ball bilateral Mengangkat bahu Level stabilisasi Servikothorak Level 1 (Dasar) Level 2 (Intermediate) Level 3 (Advance) Cervical active range of Gravitasi servikal Aktif servikal motion Isometrik servikal Perlawanan isometrik Perlawanan gravitasi range 25 . dapat menghasilkan sensasi shok elektrik dibawah spina dan kadang-kadang ke ekstremitas dimana servikal kordnya terlibat sebagai akibat dari adanya tumor. dapat membantu mendeteksi nyeri radikuler.195 dan seharusnya dilakukan bilateral untuk memastikan tidak adanya gejala kontralateral. Pasien seharusnya diperiksa kemungkinan adanya tanda Hoffman dan refleks babinski to memastikan bahwa tidak adanya spinal cord yang terlibat. Maneuver Spurling. rotasi aksial servikal lateral pada waktu yang sama dengan abduksi/ekstensi ipsilateral glenohumeral dengan siku dan ekstensi pergelangan tangan.176 Tabel 37-2 Latihan Stabilisasi Servikothorak Tipe latihan Stabilisasi servikal langsung Latihan stabilisasi servikal tidak langsung Supinasi. fleksi lateral dan rotasi servikal aksial menghasilkan gejala radikuler. sangat spesifik tapi tidak sensitive terhadap radikulopati servikal.disesuaikan. Ketegangan syaraf yang disebabakan nyeri radikuler mungkin lebih sensitif dari pada maneuver spurling tapi kurang spesifik. Tanda L’hermitte. Jika pada pemeriksaan ini ditemukan nyeri radikuler.

head unsupported Tidak dianjurkan untuk Parsial sit-up level 1 Mengangkat lengan Swiss ball chest flies Swiss ball reciprocal 26 .Mengangkat lengan unilateral Mengangkat lengan Bilateral Seated row Berdiri Latissimus pull-down Theraband reciprocal Menekan dada Theraband straight arm latissimus pull-down Theraband chest press Theraband pull-down Standing rowing Crossovers Menekan tricep latissimus Menekan dada Mengangkat suprasinatus Standing rowing Biceps pull-down Upright row Mengangkat bahu Mengangkat suprasinatus Flexed positions hip-hinge 0-30 derajat Mengangkat lengan resiprokal Mengangkat lengan unilateral Mengangkat lenganbilateral 30-60 derajat Incline prone flies Mengangkat resiprokal Cable crossovers 60-90 derajat Bilateral anterior deltoid Mengangakat deltoid Intracapular flies Telungkup Intrascapular flies Mengangkat lengan Quadruped resiprokal Mengangkat unilateral Mengangkat bilateral lengan Head unsupport Head supported Prone flies Latissimus flies deltoid lengan Swiss ball bilateral Mengangkat anterior Swiss ball prone Rowing Swiss ball prone flies Telentang.

C Aksial computed tomography memperlihatkan segmental level C3-4. Cervicothoracic muscular stabilizing technique. Saal JA.163 CT (computed tomographic) myelography merupakan kriteria standar terhadap pilihan pencitraan lain yang harus ditentukan dalam menilai penyakit nyeri servikal degeneratif.64 spondylostheais. Prentice C. Phys Med Rehabil State Art Rev 4:335-360.From Sweeney T. dan fleksi dan ekstensi merupakan indikasi dalam mengevaluasi stabilitas spinal dalam kasus rematoid artritis atau ankylosing spondilitis. open mouth.163 Poto polos anteroposterior.196 Bagaimanapun. namun pemeriksaan radiografi tetap merupakan pemeriksaan yang utama digunakan pada hampir setiap pemeriksaan pada cedera muskeloskeletal. with permission of Hanley & Belfus Gambar 37-16 Aksial (A) dan sagital (B) Magnetik resonance image memperlihatkan sisi kanan C5-6 ekstrusi intervetebral disk.112 27 . atau akibat trauma. kebanyakan klinisi melakukan peningkatan CT dalam mengevaluasi osseous dengan detail seperti pada foraminal stenosis. Studi Pencitraan Walaupun poto polos servikal tidak terlalu sensitif dalam mendeteksi patologi pada diskus. dan fraktur. setelah penyatuan. et al. lateral.163 tumor tulang. 1990. menunjukkan sedang sampai berat C4 foraminal kiri stenosis disebabkan oleh arthrosis sendi zygapophyseal dan hipertrofi sendi uncovertebral.

osseous. dan jaringan meural. Evaluasi elektrodiagnostik Penelitian mengenai saraf konduksi dan elektromiografi dapat digunakan untuk menilai fungsi neurofisiologi dari serabut saraf. Dikarenakan abnomalitas diskus servikal intervertebra timbul pada pasien secara asimptomatis. apabila dilakukan oleh dokter yang terlatih dengan 28 . dan sering tidak dapat ditoleransi oleh pasien yang pobia terhadap ruangan tertutup atau claustrophobia. Walaupun sering digunakan dalam pemeriksaan imaging/radiologis.150 karena pemeriksaan MRI menghasilkan gambaran dengan baik dan detail pada diskus. plexus.20. seperti pacemakers atau katup jantung prostetic tidak dapat menjalani pemeriksaan MRI.112.152. membutuhkan kerjasama pasien untuk mengurangi aryifact. dan saraf perifer.sendi T1 MRI merupakan pilihan bantuan imaging dalam menginvestigasi servikal radikulopati.240 temuan klinis harus berhubungan dengan temuan radiologis untuk memastikan diagnosis lesi sesuai dengan tanda dan gejala pada pasien. menunjukkan gambaran kista sendi zygagophyseal (ditunjuk dengan tanda hitam) emanating dari bagian kanan C7 . (lihat bagian 7).93.Gambar 37-17 penampang aksial diskus intrvertebral C7-T1.157.164 MRI tergolong noninvasif dan tidak memaparkan pancaran radio pada pasien. ligamen. Penambahan kontras pada CT dapat secara akurat menilai kelainan patologi diskus163 pada kasus ini. Pemeriksaan elektrodiagnostik. namun MRI tergolong mahal. Pasien dengan tambahan benda metalik dalam tubuhnya.

Pemeriksaan elektrodiagnositik juga membantu dalam menentukan prognosis dan keruksaan dari saraf. Apabila abnormalitas ditemukan. C6 C5.252 Setidaknya sebuah penelitian mengenai hubungan saraf motorik dan sensorik saraf konduksi harus dilakukan dalam keterlibatannya terhadap tungkai untuk memastikan ketidakterlibatan pleksus yang seiring atau suatu proses perifer. dan otot ekstrmitas atas yang dievaluasi pada pasien dengan nyeri Tingkatan serabut saraf C5.baik. termasuk abnormalitas pada dua atau lebih otot yang dipersarafi oleh serabut saraf yang sama namun dengan saraf perifer yang berbeda. menunjukkan bahwa temuan yang normal pada otot yang dipersarafi oleh serabut saraf yang berdekatan. Apabila amplitudo dari otot yang terkena terdiri dari potensial aksi otot maka dapat menurunkan kurang dari 50% dari tungkai kontralateral (gambar 37-18). Pemeriksaan skrining dari enam otot tungkai atas sebagai tambahan untuk cervical paraspinal dapat mengidentifikasi 94% hingga 99% dari servikal radikulopati.57 Penelitian ini dapat secara efektif menyingkirkan diagnosis lain seperti lesi pleksus brakial (seperti Tumor Pancoast atau Sindrom Parsonage-Turner) dan penjepitan saraf perifer setempat (seperti carpal tunnel syndrome dan penjepitan saraf ulnaris pada bagian siku atau pergelangan tangan). maka akan dapat mengklasifikasi atau memastikan suatu diagnosis dugaan. C6 C5. The American Association of Neuromuscular and Electrodiagnostic Medicine digunakan sebagai penuntun dalam pemeriksaan elektrodignostik untuk radikulopati. maka hubungan otot kontralateral dan saraf harus dinilai untuk menyingkirkan suatu proses umum seperti neuropati perifer atau penyakit motor neuron. C6 C7 Saraf Axilla Musculocutaneous Suprascapular Suprascapular Radial Otot Deltoid Bisep brachii Supraspinatus Infraapinatus Triceps 29 . perbaikan fungsi motorik mungkin akan dapat kembali dengan perawatan konservatif dan penelitian dapat diulang kembali untuk mendokumentasikan penyembuhan neurofisiologis (lihat Bagian 9 hingga 11).108 Tabel 37-3 tingkatan serabut saraf. saraf perifer.

199. Jika tidak.64. mengumpulkan bukti pendukung perbaikan naturall dari gejala radiks servikal dengan perawatan konservatif.254 Terlepas dari beberapa penelitian yang membandingkan pembedahan sebagai pengobatan rehabilitasi dan perawatan konservatif. Pada atlit sebaliknya. menghindari komplikasi spinal cord. T1 Median Ulnar Pronator teres Abductor polllucia brevis Dorsal interosssei pertama Gambar 37-18 Layar gelombang Oscilloscope dari kedua bagian potensial aksi amlitudo otot abduktor policis brevis (CMAP). Tatalaksana Pengobatan Fisik dan Rehabilitasi Tatalaksana objektif yang utama dari radikulopati servikal adalah adanya perubahan dari nyeri. Pola rencana pengobatan harus mempertimbangkan begaimana keadaan suatu individu saat di rumah.217 Pendekatan terhadap tatalaksana harus ditentukan berdasarkan masing-masing individual pasien. peningkatan pada kelemahan myotomal. Gelombang bagian atas yang meninggi menunjukkan bemtuk gelombang yang sehat dengan amplitudo dan durasi yang normal.254 dan mencegah terjadinya rekurensi. dan mengurangi rasa sakit adalah tahapan terapi awal. modifikasi aktivitas.Median C8. Sebagai contoh.53.87. Penjelasan ini 30 . MODALITIES Edukasi pasien. Indikasi utama pembedahan adalah defisit neurologis yang progresif. dengan sedikit mengalami peningkatan durasi. pada pasien yang cenderung tidak banyak kegiatan fisik mungkin akan memutuskan untuk mentoleransi sedikit ketidaknyamanan setelah perawatan konservatif. di kantor. dan pada komunitasnya. Gelombang pada bagian bawah menggambarkan penurunan 65% dari amplitudo CMAP dari otot kontralateral. mungkin tidak menginginkan gejala yang dapat timbul kembali akibat aktivitas fisik yang berat. level kebutuhan pasien setelah perawatan fungsional dapat membantu menunjukkan seberapa agresif untuk diintervensi. Dokter harus menjelaskan pada pasien mengenai mekanisme bagaimana injuri itu terjadi dan kemungkinan hasil dari terapinya.

Stimulasi saraf bermielin besar danmemblokir transmisi nociceptive pada saraf yang lebih kecil pada level neuron traktus sphinothalamikus. dan evaluasi ergonomik utilitas.161 Tidak ada panduan definitif yang dipublikasikan berkaitan dengan peranan modalitas thermal pada cervical radikulopati. Ini dapat digunakan pada awal terapi servikal radikulopati untuk membantu midulasi nyeri dan memudahkan pasien untuk mendapat modalitas terapi lainnya.191 TENS sangat bermanfaat dalam manajemen sebagian besar gangguan muskuloskeletal dan neurogenik. TENS dipercayai beraksi via teori gate.134.191 Soft cervical collar membatasi flexi dan ekstensi kurang lebih 26%. dan digunakan sebagai pengingat posisi servikal yang benar. Nyeri yang berat dapat mengganggu pekerjaan dan aktivitas atletik dan juga retriksi dari aktivitas seharihari. Karena peningkatan respon metabolisme dan inflamasi dapat memperparah nerve root injury.seharusnya ditekankan pada bagaimana pentingnya postur tubuh yang benar. Termoterapi sering digunakan untuk modulasi nyeri dan meningkatkan relaksasi otot.rotasi axial dan flexi ipsilateral. biomekanik.229 tetapi tidak ada penelitian yang mempublikasikan mengenai evidens dari penggunaan alat ini pada nyeri servikal radikulopati. Keputusan mengenai bahan panas apa yang diberikan tergantung dari persepsi pasien bahan apa yang memberikan pengurangan rasa nyeri yang terbaik.254 Mengangkat beban berat dan berulang harus dihindari begitu juga dengan ekstensi cervical spine. Gejala yang ringan hingga sedang biasanya masih dapat ditoleransi oleh pasien.191 dingin dapat di aplikasikan 15-30 menit 1-4 kali sehari dan panas superficial dapat diaplikasikan sampai 30 menit 2-3 kali sehari.159 Meskipun TENS telah memperlihatkan beberapa pengurangan nyeri pada low back pain.254 segmen yang lebih sempit harus diposisikan anterior untuk 31 . 134. Cervical orthisis berfungsi untuk membatasi nyeri ROM dan memfasilitasi kenyamanan pasien saat fase akut injuri.132 Modalitas deep heating seperti ultrasound seharusnya dihindari pada terapi servikal radikulopati.

pijat dan TENS dapat dipergunakan sebelum dan selama traksi untuk mengurangi nyeri dan membantu relaksasi otot.47 Medikasi Peran untuk medikasi antiinflamasi secara logis pada evidensi komponen antiinflamasi dengan CIDH berkaitan. dan karena injeksi spinal diagnostik 32 .199.mempertahankan leher pada posisi netral atau sedikit fleksi. 46 Traksi servikal dapat juga dilakukan dengan beban berat yang intermiten atau beban ringan yang terus menerus pada regimen terapi di gym ataupun di rumah. rheumathoid arthritis.64. Agen antiinflamasi yang memiliki target pada Cyclooxygenase-2 pathway memeiliki efek analgesik dan antiinflamasi yang sama dengan non-selektif NSAID. inhibisi platelet dan fungsi ginjal.127 untuk meminimalkan adverse outcomes yang berkaitan dengan deconditioning soft tissuelebih lanjut. Pada dosis rendah. meskipun kurangnya efikasi yang terbukti.Efeks samping berkaitan dengan penggunaan NSAID berkaitan dengan iritasi mukosa gastrointestinal.47.115 NSAID merupakan intervensi farmakologik first line untuk mengobati servikal radikulopati.64. obat ini memiliki efek analgesik dan pada dosis tinggi memiliki efek antiinflamasi.236 Superficial heat. Traksi servikal mengaplikasikan sebuah distrktif force menyebrangi servikal intervertebral disk space. tetapi dengan toleransi gastrointestinal yang lebih baik dan efek plateletnya lebih kecil.46. Ini biasanya sering digunakan pada pasien dengan servikal radikulopati.74.Penggunaan soft collar harus dibatasi untuk minggu pertama atau kedua dari gejala.254 Hal ini diduga bekerja melalui dekompresi dari soft tissue servikal dan intervertebral disk.47 Traksi dikontraindikasikan pada pasien dengan myelopathy.47 Sebuah beban 25 lb diperlukan untuk distract segmen midservikal selama 25 menit pada sudut 24 derajat.114.85 Karena alasan ini agen yang lebih baru ini lebih disukai dibandingkan dengan NSAID tradisional untuk pasien servikal radikulopati.254 Pengecualian ini meliputipasien dengan L’hermitte’s sign positif dan yang menderita rheumatoid arthritis atau atlantoaxial subluksasi. L’hermmite’s sign positif. atau atlantoaxial subluxation. 54.

dan terapetik dapat dilaakukan tanpa menginterupsi pengobatan ini. Analgesik opiat dapat berguna pada saat nyeri radikular sangat berat dan mengganggu tidur. Medikasi opiat tidak boleh diberikan setelah fase akut dan intervensi lain harus dimaksimalkan sebelum diubah pada penggunaan opioid jangka panjang. 33 . retensi urin.hari. kelelahan. ataxia. dapat bermanfaat untuk menurunkan nyeri radikular dan untuk menyebabkan tidur. Pilihan lain meliputi tiagabine(gabitril). dan mulut kering. Obat ini dapat digunakan untuk pasien yang mengalami gangguan tidur karena nyeri defans muskular selama 5-7 hari. pregabalin (lyrica) merupakan pilihan yang tidak mengganggu metabolisme hati. Kombinasi short-acting Opiod dan analgesik dapat diberikan untuk memfasilitasi pola tidur restorative dengan mengontrol nyeri radikular ( kadang-kadang dikonjungsi dengan penggunaan soft sevikal collar). Disis terapetik bervariasi antara 300-900 mg/hari dapat mencapai 3600 mg. dan antiepilapsi. Obat antiepilepsi seperti gabapentin sangat efektif pada modulasi nyeri neuropati. Pasien diharuskan berolahraga pada pemberian celecoxib dosis tinggi pada periode tertentu karena adanya peningkatan risiko kardiovaskular (National Cancer Institute Adenoma Pervention with Celecoxib Trial) Medikasi tambahan sering diberikan pada konjungsi dengan medikasi antiinflamasi dan meliputi obat-obat relaksan otot. antidepresi trisiklik. Obat yang terbaru. Kami memberikan obat antiepilepsi untuk pasien dengan nyeri radikular post. Efek samping yang paling sering adalah letargi. zonisamide(zonegran) dan oxcarbazepine(trileptal).operative yang persisten atau pasien yang tidak bisa di operasi tetapi gagal dengan intervensi obat lain. 300 mg waktu tidur dan dititrasi sampai gejala terkontrol atau samapai adanya efeksamping. Namun penemuan terbaru menyarankan untuk berhati-hati pada penggunaan celecoxib. pusing dan konstipasi. Antidepresan trisiklik seperti amitriptilin atau nortriptilin di resepkan dengan dosis 10-25 mg pada saat waktu tidur. sperti mulut kering. Karena ini direkomendasikan untuk dimulai pada dosis rendah. Relaksan otot merupakan sedatif dan efek sekundernya berupa relaksasi otot skeletal.64 Efek samping yang berkaitan sebagian besar adalak efek antikolonergik.

26.228 Gejala yang paling sering muncul. traumatic sendi servikal zygapophyseal-disertai nyeri leher dipekirakan prevalensinya sekitar 54% sampai 64%. seperti disketomi anterior cervical dan fusion. ( gambar 3720) atau foraminotomi posterior. yaitu C2-3 (36%).140.9 Kronis. 52% hanyan mempunyai 1 keluhan sendi dan jarang lebih dari dua gejala sendi berturut-turut.15. kekuatan dan sensasi daripada saat perawatan konservatif. dicapai hasil lebih cepat perbaikan pada nyeri radicular.122 tiga bulan setelah tindakan pembedahan.15.Pembedahan Indikasi untuk pembedahan untuk pengobatan CIDH-spondylotic-yang berhubungan dengan cervical radiculopathy meliputi nyeri pada daerah kepala.179 Perbedaan lamanya waktu perbaikan antara konservatif dan pembedahan mendekati kurang lebih 1 tahun. 15. ditentukan dengan diagnostic control. Sendi pada C1-2. Nyeri Sendi Servikal Epidemiologi Prevalensi dari sendi facet servikal-disertai nyeri pada pasien dengan keluahan nyeri leher dengan berkisar 36% sampai 60%. deficit myotomal yang parah (progresif atau stabil).26 pada pasien dengan nyeri sendi servikal zygapophyseal. 4. atau berkembang menjadi myelopati. diikuti C5-6(35%) dan C6-7 (17%).76.90. 179 Penggantian dari disk artificial cervical berbeda dengan disketomi cervical anterior dan fusion. 202 Tujuannya dalah untuk memodulasi keefektifan dan meningkatkan respon alami tubuh terhadap CIDH.141. Hasil dari penelitian pada pembedahan ini menujukan hasil yang baik atau memuaskan dari 80% sampai 96% dari para pasien.141 Rasa nyeri pada sendi servikal zygapophyseal sering ditemukan dengan gejala invertebal disk di level yang sama. C3-4 dan C4-5 ditemukan keluhan hanya kurang dari 5% dari keseluruhan kasus Pasien dengan nyeri sendi facet servikal. 58% sampai 88% mengeluh dengan sakit kepala. 49 Demikian pula pada sendi servikal zygapophyseal bersumber dari nyeri leher setelah trauma kronis. kemudian menjadi minimal intervensi invasif dan akhirnyadekompresi pembedahan terbuka jika diperlukan.149.141 Prevalensi 34 . dimulai dengan mengukur konservatif antiinflamatory.

diperkirakan lebih nyeri pada sendi servikal zygapophyseal daripada diskus atau cedera pada akar. riwayar klinis tidak dapat menentukan pathognomonic yang dapat membedakan dengan nyeri sendi servikal zygapophyseal akibat trauma dari sumber axial nyeri leher. Rincian dari kejadian meliputi posisi leher pada saat kejadian. plexopati. Diagnosis Riwayat dan Pemeriksan Fisik Pada penderita yang mengalami cedera whisplash harus dilakukan pemeriksaan secara detail dan lengkap.111 Peningkaan 35 . Bagaimanapun juga.141 Lebih dari satu struktur dapat cedera pada nyeri sendi servikal zygapophyseal yang disebabkan oleh trauma. Nyeri tekan pada palpasi posterolateral disekeliling sendi yang juga mendukung terjadinya nyeri sendi zygapophyseal.140. Dengan tujuan untuk mengetahui mekanisme terjadinya cedera dan kecuali pada cedera spinal cord.dari nyeri sendi servikal zygapophyseal pada C2-3 diperkirakan 50-53% pada pasien dengan keluhan utama nyeri kepala pada posterior setelah cedera seperti dicambuk. dapat diprediksi dari struktur bagian yang paling banyak cedera. Para dokter harus mencurigai sudah terjadi cedera sendi zygapophyseal ketika pasien dapat menentukan titik nyeri dengan nyeri yang sangat hebat atau dapat menetapkan area nyeri yang dimana area tersebut termasuk penjalaran persarafan sendi zygapophyseal. Pada pemeriksaan fisik harus juga menilai fungsi neurologi dan ROM servikal.216 Nyeri sendi servikal zygapophyseal secara spontan (nontraumatik) biasanya mempengaruhi 1 sendi dan dapat menyebabkan spondilosis dan biomekanika yang salah.15.28 Dalam pengalaman kami. nyeri sendi servikal zygapophyseal bagian atas termasuk sendi C2-3 lebih banyak dengan gambaran klinis sakit kepala unilateral pada occipital dibandikngkan nyeri leher.26. Nyeri leher unilateral paramidline dengan atau anpa gejala perascupular yang menunjukan rasa lebih nyeri dibandingkan sakit kepala.141 Nyeri pada servikal bawah yang disebabkan oleh trauma sendi servikal zygapophyseal banyak ditemukan pada level C5-6. atau cedera otak karena trauma.

opiate dapat diberikan dalam jangka waktu yang singkat untuk memulihkan pola tidur dan pemulihan fungsional tubuh. pengobatan terfokus pada analgesia dan antiinflamasi. seperti menggunakan terapi es lebih efektif dibandingkan terapi panas dalam analgesic dan antiinflamatori. namun CT Scan lebih jelas dalam menggambarkan terjadinya fraktur sendi. 59 Meskipun hanya baru berupa dugaan dari investigasi hasil yang ditemukan dari pemeriksaan fisik namun dapat menjadi diagnostic dari nyeri sendi servikal zygapophyseal. dan dapat menggunakan opiate untuk membantu meredakan nyeri. Meskipun terapi panas pada permukaan dapat menyebabkan efek analgesic dan relaksasi otot. NSAID diindikasikan untuk mengurangi rasa nyeri dan inflamasi. Pengobatan Pengobatan Medis Dan Rehabilitasi Selama fase akut dari cedera.239 Pencitraan nuclear mungkin menunjukan peningkatan ambilan radiotracer jika terjadi abnormalitas pada sendi servikal zygapophyseal. Ini artinya pencitraan terbatas dalam menentukan sumber dari nyeri tersebut. Modalitas fisik seharusnya digunakan pada fase akut dari cedera untuk mengurangi nyeri dan inflamasi. tapi tidak dapat membedakan antara simtomatik dan kelainan asimtomatik.nyeri subocipital atau tereksaserbasi pada fleksi cervical 45 derajat dan rotasi axial dapat memunculkan nyeri pada sendi C1-2. Pemeriksaan Pencitraan Subluksasi sendi servikal zygapophyseal dapat terdeteksi pada pemeriksaan radiografi dan CT Scan. tapi efek metabolik dar terapi panas tersebut menghalangi pengobatan cedera sendi servikal zygapophyseal akut. Cedera jaringan lunak lebih banyak tidak terdeteksi dengan pemeriksaan lebih canggih.32. Jika nyeri tidak berkurang dengan pengobatan ini. Cryotherapy biasanya diterapkan selama 20 menit tiga sampai empat kali sehari untuk vasokonstriksi dan menurunkan rasa nyeri dan 36 . Superficial cryotherapy.

235 Bagian 37 . mengedukasi kembali postur dan kekuatan. meningkatkan fungsi dan mencegah terjadinya cedera.133 Mobilisasi dan pemijatan dapat membantu otot yang putus dan jaringan lunak juga disertai dengan pembidaian. Hal ini digunakan untuk memberikan rasa nyaman terutama pada saat tidur. semua itu diperlukan untuk mempercepat proses penyembuhan luka dan mencegah kambuhnya cedera.235 kemampuan prorioseptif dapat diaplikasikan selama exercises penguatan hingga tercapainya tujuan yang diinginkan. memaksimalkan fungsi dan mencegah integral pemulihan fungsional digunakan untuk membatasi rasa perkembangan cedera dari stabilisasi meliputi cedra. lebih dari 72 jam setelah cedera pertama. Johnson. Columbus. mobilitas dan kekuatan. di dan latihan 48 Setelah pasien selesai latihan perawatan dirumah.48. Menstabilisasi fleksibilitas cervicothorakal. Stabilisasi dan memerlukan pendekatan menangani pemulihan fungsional. panjangnya jaringan lunakdan deficit biomekanik dan menguantnya otot spinal. kondisi fisik. terhadap pasien secara juga dari cedera yang Rehabilitasi dalam dialaminya. Restorasi fungsional termasuk biomekanik. baik konsekuensi psikologis dan samping gangguan fisik (E. dan sakit. Fase pemulihan meliputi stabilisasi dan pengembalian fungsional menjadi ROM yang normal. Stabilisasi cervicothoracic adalah dari biomekanik tulang atau kekambuhan dari belakang. organ. personal communicaion.mediator inflamatori. tapi bukan pengobatan yang utama. selanjutnya adalah program menjaga keseluruhan. Edukasi pada pasien tentang posisi menopang untuk menghindari faktor yang merugikan serta dengan pemberian analgesic dan antiinflamasi. Pemulihan pergerakan servikal tulang belakang membantu mencapai postur yang seimbang pada penurunan ketegangan akibat cedera sendi. kekuatan. Soft servikal collar dapat rusak pada jangka waktu yang pendek. semua hal tersebut dapat menurunkan rasa nyeri. 2002). Transisi fase ini berawal dari berkurangnya nyeri akibat cedera akut.W.

ekstensor. Kontrol neuromuskular Peningkatan Penguatan serviks dimulai fleksor. Program jangkauan nyeri gerak ditulang stabilisasi dimulai dengan gerak serviks. serratus muscles harus diperkuat. dan kondisi tubuh. Radiculopathies serviks menengah ke atas dengan kelemahan myotomal dapat scapulothoracic dan dan rotator cuff glenohumeral. pertama dalam posisi dan dikembangkan cemara untuk dengan latihan isometrik dari yang dilakukan progresiv Otot-otot yang kemudian berkembang hati-hati dan tanpa akibat rasa sikap sakit.48 Pasien melakukan latihan isotonik konsentris. Latihan terlentang dan dengan ke posisi duduk dan berdiri.36 Pasien harus diajarkan bagaimana mengontrol aktivitas seluruh gerakan kinetik tubuh. dan kemudian maju dengan kegiatan yang dinamis dan fungsional.48 Kinetika scapulothoracic yang tepat dan sambungan glenohumeral memungkinkan gerakan mekanis postur tulang belakang yang efisien.48 otot fleksor lateral. Salah satu tujuan utama dari program latihan adalah meningkatkan keseimbangan otot dan fleksibilitas dari kelompok otot cervicothoracic dan capital muscle group. dan jaringan lunak membentuk interval bebas Setiap pembatasan jangkauan merupakan kemudian menambahkan gerakan progresif di luar kisaran ini sampai gejala mereda. pengurangan postural. serta disipasi energi yang efisien oleh anggota badan bagian atas selama aktivitas fungsional. 38 . menghindari gerakan gabungan kecuali gerakan yang diregangkan atau melemah sebagai buruk yang ditargetkan selama fase ini. tubuh posisi statis. pada girdle bahu dan ekstremitas atas. rhomboid. Intervensi Physiatry spine adalah subspesialisasi relatif muda dan berkembang dalam bidang physiatry.pemulihan fleksibilitas tulang belakang.48 Perhatian juga diberikan mengganggu stabilisasi anterior. belakang atau dan postur teknik mobilisasi peregangan tubuh yang benar. Trapezius. Intervensi tulang belakang physiatry. rotator. Kisaran normal gerak dan postur tubuh yang baik sangat penting untuk mencegah microtrauma berulang-ulang untuk struktur serviks disebabkan oleh pola pergerakan sedikit.

Diagnosis SNRB merupakan sebuah tes diagnostic fingsional. studi elektrodiagnostik adalah samar-samar dalam sering dapat diklarifikasi dengan dipandu selektif (SNRB) di MRI.216 untuk berkisar 100%. sensitivitas dan spesifisitas dari diagnostik serviks SNRBs. gambar panduan prosedur tulang belakang untuk mendiagnosa dan menyakitkan. diagnosis saraf diagnostik fluoroscopically langkah berikutnya dalam tingkat segmental yang dicurigai (Figure 37-19). dan spesifitas dan sensitivitas diagnostik lumbal SNRBs erat dgn nilai-nilai untuk rekan- rekan serviks mereka. dari 87% observasi nilai fisik dan pengaturan abnormalitas intervensi terapi dapat elektrodiagnostik Namun. karena pengertian dan sikap kooperatif pasien merupakan hal yang sangat penting dalam memperoleh hasil yang akurat dan informasi diagnostik yang valid. blok dan akar tingkat evaluasi dipercepat. akar saraf Jika pencitraan mengungkapkan lesi struktural pada yang menguatkan temuan pemeriksaan menegaskan kecurigaan klinis.6. saraf.202 Karenanya kekurangan dalam konfigurasi metode investigasi. Jika blok diagnostik adalah algoritma diagnostik harus diselidiki.Lingkup subspesialisasi ini mengobati gangguan melibatkan ketepatan tulang belakang yang penggunaan rasa kebijaksanaan. jika pemeriksaan root blok negatif. kita harus mengeksplorasinya dari data lumbar (lihat chapter 25). Intervensi Physiatrists tulang bukti dan belakang. Diagnosis selektif fisik. 39 .119 dan disarankan kepekaan telah terbukti yang diamati untuk miror Pemanfaatan SNRBs lumbal diagnostik telah dieksplorasi dalam literatur. cedera pengalaman klinis memerlukan penyakit berbasis belakang mengandalkan pendekatan berbasis yang luas.6 nilai Pada spesifisitas diagnostik dari SNRBs serviks telah menjadi 100%. Spesialis intervensi perawatan tulang pasien dalam kerangka model atau medis bukan model pengetahuan algoritmik. yang merupakan kombinasi dari obat-obatan berdasarkan pendekatan perawatan jaringan gejala berorientasi medis.

Ini menyuntikkan kortikosteroid dekat ke antarmuka disk-akar 40 . Didalam profil pasien ini. Riwayat natural dari radiculopathy dikarenakan oleh CIDH atau spondylosis yang merupakan sebuah resulusi berangsur dari berbagai gejala dengan perawatan konservasi dalam 65% sampai 83% pasien. trauma menyebabkan cervical radiculopaty dan menandakan diagnosis yang jelek. Meskipun terdapat kekhawatiran tentang keselamatan serviks SNRIs.53.222 mencakup petunjuk fluoroscopically cervical epidural atau selektif injeksi akar saraf (SNRIs) dengan kortikosteroid.222 Walaupun demikian.243 Tidak mengherankan.221.17.221. 17.243 Kesempurnaan hasil berkisar antara 50% sampai 83%. mencakup diatas 2 sampai 4 SNRIs didalam 14%222 dan 20%220 dari kasus. karena mungkin kurang dari 20% pasien akan merespon suntikan lebih lanjut.220.35. gejala radikuler nontraumatic serviks.199.17. dan pengurangan yang sama dalam menghindari oprasi. Tujuan dari SNRI adalah memodulasi respon terhadap CIDH dengan saraf.222 Baru-baru ini. Observasi retsospektif menunjukkan bahwa 65% sampai 60 pasien dengan cervical radiculopathy (90% dikarenakan CIDH.53.187. maka injeksi lebih lanjut mungkin tidak diperlukan.220.243 Kebanyakan hasil yang sukses diperoleh dihadapan CIDH 35. dan nyeri traumatic spondilotic cervical radicular dan mereka sukses diobati dengan perawatan konservatif.27 mereka invasif telah terbukti aman yang valid untuk dan menawarkan intervensi.222 ”Whiplash”-menyebabkan nyeri cervical radicular tidak ditemukan dalam concomitant foraminal stenosis. 87. 199. injeksi anastesi lokal menunjukkan efikasi yang setara dengan gabungan anasthetik dan kortikosteroid.221. Heckmann et al. dua dari studi ini. 10 % dikarenakan oleh spondylosis) meningkat secara signifikan dengan perawatan konservatif dimana tidak memerlukan injeksi spinal. Beberapa studi telah melakukan penelitian kegunaan terapi cervical SNRIs untuk mengobati cervical radiculopathy setelah kegagalan dari terapi konservatif.104 untuk pengobatan minimal inflamasi mengobati nyeri.53.199.Terapi selektif injeksi akar saraf.53.199 dibandingkan dengan perubahan spondylotic.35. bila dilakukan dengan benar. 87 199. dengan interval follow-up dari 6 sampai 21 bulan. jika SNRI awal tidak ada perbaikan dalam nyeri radikuler.125.

laser. Teknologi ini baru saja berkembang dan diaplikasikan untuk tulang belakang. sedangkan herniasi disk yang intervertebralis yang telah mengalami resorbs. dekompresi mekanik 41. Berbagai teknologi telah digunakan untuk menyelesaikan decompresi cervical intervertebral disk. menjadi jaringan inert. 209 Baru-baru ini didalam sebuah studi di sebuah Penn Soine Center. 17 sampai 21 memeiliki hasil yang baik dan sempurna. Sebagian kasus akhirnya karena volume herniasi akan diskus membutuhkan decompession persistent invertebral. enzimatik. 91% sampai 95% dari 21 pasien ini rata-rata menunjukkan penurunan sebesar 83% dari level nyeri mereka.83.217 nukleoplasti di kombinasikan dengan SNRI untuk pengobatan biomechanical dan biochemical dikarenakan keterkaitan CIDH nyeri cervical radicular yang tidak merespon dengan terapi konservatif.95.95.Harus dicatat bahwa setiap 21 pasien didalam penelitian kohort ini harus dipertimbangkan pasien yang akan dibedah oleh fellowship-trained bedah tulang belakang. Ditemukan bukti untuk memperkuat subsequent studies dari nukeloplasti tanpa SNRI yang mana 81% sampai 85% dari pasien menunjukkan hasil yang memuaskan.211 atau tak ditentukan. atau keduanya.41.211. Percutaneous diskectomy dan/atau decompresi diskus. dengan angka penurunan terbesar terjadi dalam 2 minggu pertama.95 Dua studi dengan dengan data hasil terpanjang menunjukkan hasil yang berbeda dan termasuk studi kohort heterogen. Percutaneous diskectomy telah diteliti sebagai alternatif non operasi untuk mengobati persistent cervical radiculopathy yang disebabkan oleh fokus hernisi yang nyata. Interval follow up relatif singkat 83.dimaksudkan untuk mengontrol nyeri dan untuk memulai proses penyembuhan akar saraf. 6 sampai 12 bulan pertama dan menunjukkan penurunan 41 . Dalam kurun waktu 6 bulan.123. atau keduanya. Tidak terdapat komplikasi mayor yang dihadapi dan prosedur harus dilakukan dengan sedasi intravena yang ringan pada pasien tersebut. kelanjutan dari respon inflamasi.89. Pasien menunjukkan pengaruh CIDH tanpa stenosis dan persistent radicular pain.217 Dalam kurun waktu 12 bulan. Nucleoplasty merupakan sebuah teknologi yang menggunakan energy cobalt untuk menguapkan jaringan nuclear menjadi molekul gas. dan telah di nilai terapi bedah yang semestinya diberikan.

physical terapi. analgesic dan / atau NSAIDs. tanpa komplikasi.31 136 Baru-baru ini secara acak dicoba terhadap 115 pasien menunjukkan penurunan yang signifikan terhadap nyerinya dan ketidakmampuan pada 3. 39 Diskectomi perkutan dengan teknologi kobalasi digabungkan dengan/atau tanpa SNRI dapat menyelamatkan dan efektif dalam meredakan nyeri servikal radikular dikarenakan oleh protrusi diskus inverterbralis yang diperkuat. Gambar 37-19 Gambar Fluoroscopic dari diagnosis blok akar saraf selektif C6 42 . dan 12 bulan setelah nukleoplasti dibandingkan dengan TENS.6.yang signifikan pada radicular pain.

London.. dan bone graft sudah ditempatkan di intervertebral Donor tulang tersebut menyebabkan peningkatan dari tinggi diskus.Diagnosa yang akurat untuk memaksimalkan pengobatan jika nyeri yang dirasakan pasien sudah pada tahp sedang atau berat akan memetap selama perjalanan panyakit ini.) Intervensi Psikiatrik Tulang Belakang Riwayat perjalanan whiplash yang diinduksi sebagai nyeri leher dengan pemulihan bertahap pada kebanyakan pasien. Diskus yang bermasalah telah dibuang. tepat yang dengan target- Diagnosa Penyakit Sendi Zygapophyseal dengan Metode Blok Struktur anatomi dan pola dari struktur vertebra yang saling berdekatan dan bertumpang tindih mengharuskan penggunaan fluroskop untuk membimbing penggunaan diagnosa penyakit sendi dengan metode blok unuk melihat apakah 43 .Gambar 37-20 Servikal disketomi anterior dan gabungan penggunaan teknik SmithRobinson.Penentuan sendi menyebabkan gejala memerlukan penggunaan teliti fluroskopi spesifik suntikan. 1994. Simpson JM: Surgery of the cervical spain. oleh karena itu foramen menjadi terbuka dan terjadi fusi ( Redrawn from an HS. Martin Dunnitz with permission.

(Gambar 37-21)Metode ini dapat memberikan diagnosa pasti sendi mana yang merupakan sumber nyeri.Jika rasa sakit tak hentihentinya.sendi tersebut yang menjadi sumber sakit.Anesthetik lokal dapat disuntikkan ke dalam sendi atau pada percabangan saraf medial disekitar sendi untuk pembiusan.13Beberapa metode ini harus dilakukan beberapa kali menggunakan anastetik dalam berbagai macam durasi efek sebelum menentukan penatalaksanaan lebih lanjut.. rasa sakit pasien akan reda.Rata-rata satu pertiga responden dapat menunjukkan jawaban falsepositive.Pendekatan kami untuk nyeri sendi servikalis zygapophyseal termasuk instutasi terapi suntikan setelah diagnosa tunggal positif blok intraartikuler. sendi yang diuji akan dikecualikan sebagai sumber yang mengakibatkan gejala. intraartikuler kortikosteroid tidak efektif. blok komparatif menggabungkan injeksi plasebo dilakukan sebelum melakukan neurotomi cabang 44 .Jika suntikan medial.Diagnosa didasarkan pada konsep bahwa jika struktur gejala diblokir.

bagi pengobatan penyakit kronis whiplash berkaitan nyeri sendi servikalis zygapophyseal.Waktu median yang berlalu sebelum nyeri kembali ke tingkat preneurotomi pada kelompok perlakuan adalah 9 bulan. Menurut Barnsley dkk.kira-kira 50% pasien boleh mendapatkan rawatan ulang neurotomi.Bagaimanapun yang sama . Percutaneous frekuensi radio Ablasi Neurotomi Cabang medial Jika pasien tidak mendapatkan hasil yang memuaskan dari suntikan steroid.dalam studi ini. Pasien yang mendapatkan manfaat dari suntikan ini mengalami rata-rata dua suntikan terapeutik. Bagaimanapun.suntikan tunggal intraarterikuler tidak efektif. dibandingkan dengan 1 minggu dalam studi kelompok kontrol sama. Prosedur yang berulang mencapai pengurangan periode sebagai gejala awal prosedur 45 . mengamati bahwa terapi neurotomi kedua dapat memberikan keredaan nyeri pada pasien jika gejala pasien berulang setelah suksesnya prosedur pertama. penulis merawat pasien dengan hanya satu injeksi terapi. terapi suntikan steroid intraarticular yang dijalankan dengan fluroskopik efektif dalam mengobati nyeri sendi servikalis zygapophyseal . menggunakan salah satu hasil ukur tidak membatasi terapi fisik.Terapi suntikan pada sendi zygapophyseal Terapi injeksi intraartikuler pada sendi servikalis zygapophyseal dapat lebih sesuai dilakukan farmakologik dan pada individu yang tidak memgalami pemulihan dalam modalitas fisik.Melalui percobaan control-placebo yang acak dan double-blind.Studi berikutnya oleh McDonald eta al.223 telah mendemonstasikan hasil data dari baik hingga terbaik telah didapatkan dari 61% pasien yang setiap hari menderita nyeri kepala oksipital berkaitan whiplash yang berasal dari C2-3.Lord et al telah menemukan keberhasilan radiofrekuensi neurotmi pada pasien dengan nyeri kronis sendi servikalis zygapophyseal.14Dalam pengalaman kami. maka ablasi radiofrekunsi pada sendi yang menginervasi cabang medial boleh dianjurkan.Slipman et al.

Kanan: Gambaran lateral tulang belakang servikalis yang menunjukkan jarum dalam kavity sendi faset C5-C6.In Cousins MJ.B.ramus ventral C2(C2VR)dan lokasi cabang nervus medial servikalis dorsal rami (MB).Kiri: gambaran posterior tulang belankang servikalis yang menunjukkan lokasi ganglia C2(G) pada belakang sendi atlantoaxial lateral(LAAJ). Injeksi faset servikalis.Neurotomies frekuensi radio sendi atlantooksipital dan atlantoaksial. dan C2-3 belum lagi diteliti. Saat ini tidak ada teknik khusus untuk mendenervasi sendi atlantooksipital dan atlantoaksial.yang memproduksi karakteristik artogram.Jarum diposisikan untuk injeksi pada C4 dan C6 cabang nervus medial dan TON.Pilar artrikuler mungkin dihalang oleh bayangan besar C7 processus transverses.Radiografi lateral servikal menunjukkan posisi tepat penempatan jarum kedalam sendi zygapophyseal .cabang arterikuler(A) dan nervus oksipital ketiga(TON).dengan menggunakan pendekatan posterior.Kami telah berhasil menggunakan neurotomi frekuensi radio dari sendi C2-3 zygapophyseal dan kebanyakan pasien tidak tertekan oleh hipoestesia suboksipital.Bridenbaugh PO.1988. Pengantian jarum untuk cabang nervus medial dan injeksi zygapopphyseal intraartrikuler.Sendi ditembus untuk ke tulang belakang servikalis dengan menggunakan pendekatan lateral. dan denervasi sendi C2-3 belum diteliti karena dampak buruk dari suboksipital hipoestesia dari neurotomi dari nervus oksipital ketiga.dimana nervus medial C7 boleh diposisikan dipertengahan antara cembungan lateral C6-C7 dan C7-T1 sendi zygapopphyseal. dan menunjukkan bahwa disk intervertebralis telah kehilangan arsitektur normal internal tetapi tetap mempertahankan kontur eksternal yang diawetkan dengan tidak 46 .pengobatan.(Dari Bogduk N:Blok Nyeri belakang sendi zygapophyseal dan steroid epidural.editors:Blokir Neuronal dalan anastetik klinis dan penatalakksaan nyeri.ed 2 Philidephia JB Lippicott.dengan izin JB Lippincott) Cervical Internal Disk Disruption Epidemiologi Gangguan disk internal pertama kali dijelaskan oleh Crock lebih dari 30 tahun lalu.

adanya kompresi akar saraf. Dalam sakit leher yang disebabkan oleh trauma kronis, 20% pasien mungkin CIDD, dan satu lagi 41% mungkin CIDD dan cedera sendi bersamaan zygapophyseal. Litigasi buruk dapat mempengaruhi hasil pengobatan untuk CIDD, tetapi efek litigasi potensial belum dibuktikan dalam penyelidikan lainnya. Dalam kasus nonlitigation, hasil nonoperative dan operasi adalah sama dengan yang untuk CIDD. Diagnosa Sejarah dan Pemeriksaan Fisik Kompleks gejala CIDD termasuk sakit leher posterior, nyeri oksipital dan suboccipital, nyeri trapezial atas, nyeri interscapular dan periscapular, nyeri nonradicular lengan, vertigo, tinitus, disfungsi mata, disfagia, nyeri wajah, nyeri dada dan dinding anterior. Pasien sering melaporkan riwayat trauma sebelumnya, seperti tabrakan kendaraan bermotor, dengan onset akut. Dalam absense peristiwa pencetus, gejala CIDD dapat mulai secara spontan dan secara bertahap, atau eksplosif. Jika gejala rujukan yang hadir, keluhan utama pasien adalah nyeri terutama aksial dikaitkan dengan mencolok gejala ekstremitas atas. Faktor memperburuk biasanya mencakup lama duduk, dan batuk, bersin, atau mengangkat. Berbaring terlentang dengan dukungan kepala biasanya meredakan gejala-gejala pasien. Pemeriksaan fisik hanya dapat menunjukkan serviks halus berbagai-dangerakan pembatasan, kecuali jika telah menjalani operasi sebelum serviks. Pemeriksaan neuromusculoskeletal menyeluruh harus dilakukan untuk mengecualikan radiculopathy myelopathyor. Jika spondylosis hadir, ekstensi leher rahim dan lateral bending lebih terbatas daripada fleksi dan rotasi aksial berada. Palpasi atas proses spinosus servikal tingkat yang terlibat dapat menimbulkan rasa sakit di daerah itu atau sebagian dari rasa sakit aksial pasien. Memisahkan pasien dari mereka yang menderita nyeri leher nonorganik dapat dicapai dengan memunculkan tanda-tanda nonorganik, seperti kelembutan dangkal atau nonanatomic, nyeri dengan rotasi kepala dan panggul bersama, kehilangan sensori nonanatomic, memberikan arah kelemahan, dan reaksi berlebihan.

47

Studi Pencitraan Membedakan menyakitkan dan tidak menyakitkan dari disk serviks hanya pada karakteristik pencitraan bisa sulit. Kelainan Disk telah dicatat pada pasien tanpa gejala, dan CIDD menurut definisi menampilkan penampilan sesuai usia pada MRI. Plain films dapat mengungkapkan hyperostosis dan keruntuhan ruang disk tapi sering tidak berkorelasi dengan gejala rasa sakit. Disk pengeringan, kehilangan ketinggian disk, celah annular, osteophytosis, dan reaktif akhir-piring adalah perubahan penanda dari degenerasi disk. Sebuah sinyal intradiskal menurun pada T2-tertimbang gambar berkorelasi baik dengan degenerasi histologis dari disk. Fitur MRI tidak berguna, bagaimanapun, dalam mendeteksi disk serviks gejala. Akibatnya, tes diagnostik fungsional seperti diskography provokasi digunakan untuk mendiagnosa tingkat disk yang menyakitkan. Pemahaman kami tentang distribusi sakit dari CIDD atau degeneratif disk telah diperluas oleh penelitian dari tes diagnostik fungsional. Pengobatan Obat Fisikal dan Rehabilitasi Mengobati cedera serviks intervertebralis tanpa radiculopathy mirip dengan mengobati gejala radikuler. Langkah awal adalah untuk mengontrol nyeri dan peradangan. OAINS dapat digunakan secara jangka pendek kecuali kontraindikasi karena penyakit ginjal atau intoleransi gastrointestinal untuk OAINS. The American College of Rheumatology pedoman menyatakan bahwa fungsi ginjal pada pasien sehat harus diperiksa pada 6 minggu setelah memulai OAINS. Jika fungsi ginjal normal pada 6 minggu, harus diperiksa kembali pada 12 bulan. Obat seperti antidepresan trisiklik dapat membantu memodulasi nyeri dan membantu dalam regulasi tidur. Analgesik opiat biasanya digunakan hemat dan hanya untuk periode singkat. Modalitas fisik dapat diresepkan untuk memodulasi nyeri dan transisi pasien dari pengobatan pasif untuk restorasi fungsional aktif. Modalitas yang dangkal dan terapi TENS (Transcutaneous electrical nerve stimulation) dapat digunakan untuk rasa sakit. Modalitas panas juga dapat digunakan untuk meningkatkan elastisitas
48

jaringan lunak sebelum dan selama traksi leher rahim. Dalam studi, stimulasi listrik (TENS) telah ditemukan untuk membantu dalam rasa sakit serviks. Traksi mungkin akan bermanfaat dengan mengalihkan disk intervertebralis yang menyakitkan. Namun, traksi harus digunakan hati-hati karena jika mengganggu jaringan annular terluka dapat memprovokasi gejala yang menyakitkan. Kerah leher rahim dapat membantu mempertahankan posisi nyaman tetapi tidak boleh dipakai oleh pasien selama lebih dari 72 jam. Modalitas pasif harus digunakan pada awal proses pengobatan dan kemudian, pada dasar yang dibutuhkan, dan tidak harus mengganti berdasarkan aktivitas terapi. Seperti semua mekanik gangguan nyeri serviks lainnya, CIDD

membutuhkan evaluasi mendalam tentang biomekanik tulang belakang. Semasa nyeri akut mulai mereda, pasien terdaftar di sebuah peregangan aktif dan program fleksibilitas dengan transisi ke kondisi dan stabilisasi. Efek independen dari latihan dan stabilisasi, khususnya dalam pengobatan cedera leher rahim, belum divalidasi secara ilmiah. Namun, peran stabilisasi tulang belakang leher bukan hanya peregangan dan penguatan didukung. Efek juga dapat disimpulkan dari laporan penelitian stabilisasi lumbal yang menunjukkan penurunan signifikan dalam rasa sakit dan kecacatan pada sekelompok pasien dengan spondylosis dan spondylolisthesis. Satu-satunya cara metodologis yang benar untuk mempelajari hasil pada pasien dengan nyeri diskogenic serviks adalah dengan mendaftarkan diri dan mengobati kohort pasien setelah nyeri leher diskography terbukti sesuai aksial. Tetapi tidak ada studi seperti itu. Interventional Spine Physiatry Provokasi Diskografi Diskografi Provokasi adalah tes diagnostik fungsional di mana keakuratan penyelidikan sangat mengandalkan masukan pasien. Smith dan Nichols pertama kali dijelaskan Diskografi serviks pada awal 1950-an, dan utilitas telah diperebutkan sejak itu. Diskografi Provokasi adalah satu-satunya tes yang dapat mengatasi gejala status dari disk, dan biasanya digunakan ketika CIDD

49

dipertanyakan. Hal ini juga digunakan sebagai evaluasi presurgical. Sebuah respon positif memerlukan bukti struktural dari kekacauan internal untuk menguatkan produksi sakit biasa atau pasien dengan sakit serviks. Pendukung Diskografi menunjukkan bahwa disk sehat menerima sejumlah volume tertentu dari kontras dan tidak menghasilkan gejala dengan stimulasi mekanik. Diskografi harus dianggap sah hanya jika injeksi kontrol asimtomatik disk yang menyertai suntikan menurut hitungan menyakitkan. Meskipun hasil positif palsu telah dibuktikan pada sukarelawan tanpa gejala, temuan ini dapat diberhentikan karena ketidakcukupan teknis. Diskografi provokasi serviks belum menghasilkan respon nyeri positif palsu pada sukarelawan tanpa gejala. Pada kesempatan, seorang discogram provokatif dapat menghasilkan respon positif palsu di hadapan gabungan zygapophyseal yang menyakitkan serviks. Bogduk dan April menyimpulkan bahwa discogram serviks positif dengan kesakitan serviks traumatis kronis adalah konklusif yang mungkin menyesatkan, dan merekomendasikan menyelesaikan blok diagnostik bersama zygapophyseal pada tingkat disk yang menyakitkan sebelum mengejar intervensi pengobatan. Disk intervertebralis serviks telah terbukti untuk merujuk nyeri ke kepala dan wajah baik secara sepihak dan bilateral, dan tumpang tindih pola rujukan nyeri yang dihasilkan oleh sendi zygapophyseal menyakitkan. Transforaminal Epidural Steroid Injections. Berangsur-ansur steroid ke dalam ruang epidural anterior untuk mandi posterolateral margin dari permukaan melingkar dari disk intervertebralis dan ligamentum longitudinal posterior dapat mengatasi nosisepsi biokimia yang dirangsang. Sebuah C7 transforaminal epidural injeksi steroid (TFESI) dilakukan jika gejala konsisten dengan nyeri diskogenic dan terutama terletak di dasar, atau merujuk ke luar dari dasar, dari tulang belakang leher. Prosedur identik dilakukan di tingkat C5 atau C6 untuk mengobati nyeri leher bagian atas dengan atau tanpa sakit kepala, dan gejala ekstremitas wajah atau bagian atas. Jika efek kortikosteroid, yang didefinisikan sebagai pengurangan 50% pada tingkat preinjection nyeri yang berlangsung selama 2 hari dalam waktu 7 hari setelah prosedur, tidak dialami oleh

50

Suntikan diselesaikan posterior melalui pendekatan interlaminar tanpa bimbingan fluoroscopic. Yang paling akut atau subakut durasi gejala. maka pasien mungkin menjadi sebuah kandidat bedah. semakin baik hasilnya. Hasil berhasil sekitar 40% sampai 84% dari pasien yang diobati. maka pasien memerlukan kronis komprehensif sakit-modulasi program. Operasi Pasien yang mengalami sakit parah dan bandel serviks aksial dianggap diskogenic asal yang mungkin menjadi kandidat untuk operasi. diskografi serviks atau diagnostik blok bersama zygapophyseal biasanya dikejar. Obat disuntikkan antara posterior lamina mungkin tidak berdifusi anterior untuk mencapai generator nyeri potensial. atau keduanya. nyeri radikuler. sekitar 50% pasien mengalami bantuan yang signifikan dan abadi. kita biasanya melakukan dua injeksi awalnya sebelum menilai respon klinis. sehingga mengurangi rasa sakit diskogenic. Efektivitas TFESIS belum sistematis dipelajari. Pendekatan kami untuk pasien dengan CIDD adalah mempertimbangkan diskografi serviks jika pasien tidak menyadari efek penghilang rasa sakit setelah dua TFESIs kortikosteroid. Pemanfaatan Diskografi provokasi untuk menentukan tingkat adalah 51 . yang dapat dicapai dengan diskectomy serviks anterior dan fusi atau dengan fusi posterior. Alasannya adalah bahwa dengan menggabungkan unsurunsur vertebra tulang.pasien. atau disk menurut hitungan menyakitkan adalah lobular. Jika tiga atau lebih tingkat yang sesuai. Jika diskogram mengungkapkan satu atau dua tingkat berdekatan memproduksi nyeri. dengan menggunakan teknik kerugian-perlawanan. mungkin karena cedera disk yang relatif akut inflamasi. Dalam pengalaman kami. Sebagian besar pasien dalam studi ini memiliki definisi penyakit gejala sakit aksial. tingkat dua yang noncontiguous. Meskipun kurangnya literatur tentang kegunaan TFESIs dalam mengobati nyeri leher rahim diskogenik. gerak dihilangkan. Satu-satunya pengobatan bedah untuk CIDD atau gejala degeneratif disk serviks adalah fusi. Interlaminar epidural suntikan steroid telah diselidiki dalam kelompok heterogen pasien dengan nyeri radikuler dan aksial.

neurosifilis. Kajian ini adalah retrospektif. perbedaan yang signifikan secara statistik diperoleh untuk pasien yang dirawat berdasarkan diskogram benar-benar positif. Mielopati Servikal dan Mieloradikulopati Epidemiologi Mielopati spondilotik servikal adalah lesi vertebra servikal paling sering yang terjadi pada kisaran umur diatas usia pertengahan. Sebuah tinjauan literatur yang luas menyimpulkan bahwa Diskografi serviks terkontrol meningkatkan hasil bedah. Seibenrock dan Aebi mengamati pengurangan rasa sakit yang lebih besar dari 75% pada 96% dari 27 pasien yang menjalani fusi servikal sebanyak 39 tingkat.3 Rata-rata penderitanya berumur di atas 50 tahun dan kebanyakan berjenis kelamin laki-laki. 93% pasien ini dilaporkan penurunan lebih besar dari 50% dan peringkat rasa sakit mereka selepas operasi. degenerasi gabungan subakut. siringomielia. Garvey dkk.253 namun presentase penyakit ini tidak sebanyak radikulopati spondilotik servikal. dan penulis mungkin telah memasukkan beberapa pasien yang memiliki keluhan terutama radikuler. atau sangat baik pada rata-rata 4.44 Penyebab-penyebab lain dari mielopati harus disingkirkan. yang termasuk penyebab penyakit ini adalah multipel sklerosis. sangat baik. dan tumor spinal.37 Diagnosis 52 . vaskulitis. Beberapa penulis telah melaporkan "baik atau sangat baik" menghasilkan 70% sampai 96% pasien setelah fusi servikal tingkat ditentukan oleh Diskografi.259 Salah satu dari penyebab tersebut ditemukan pada lebih 17% pasien yang menderita mielopati spondilotik. penyakit motor neuron. menemukan bahwa 82% dari 87 pasien melaporkan diri mereka sebagai hasil yang baik.kontroversial.4 tahun setelah fusi. Menariknya.

kelemahan tersebut lebih sering terjadi pada batang tubuh bagian bawah dibandingkan bagian atas.259 Nyeri aksial servikal menjadi keluhan utama pada 70% pasien di satu titik poin perjalanan penyakit ini. Ekstremitas atas akan menunjukkan kelemahan dan menurunnya kekuatan otot intrinsik tangan yang disebabkan karena kerusakan sel horn anterior. Umumnya. Penyebab lain 53 .259 Manifestasi neuron motorik atas seperti Hoffman’s sign.259 Refleks asimetrik pada batang tubuh atas atau kelemahan miotomal bisa berarti bahwa penyakit ini juga disertai radikulopati. Onset gejala biasanya tidak terlihat. kebanyakan spondilitik.259 Penderita akan mengeluh nyeri radikuler sebagai tanda keterlibatan akar saraf pada level medula yang mengalami stenosis. Defisit propriosepsi dan getaran mengindikasikan malfungsi kolumna posterior lebih banyak pada batang tubuh bawah daripada atas.171 Gangguan fungsi kandung kemih terjadi pada kira-kira sepertiga pasien dan merupakan tanda memburuknya lesi medulla spinalis. agak naik sedikit ke batang tubuh atas. Gejala dan tanda bisa simetris atau tidak. dan menurunnya kekuatan otot intrinsik tangan. atau bisa juga diindikasikan oleh distribusi “glove and stocking” . Kombinasi dari terlibatnya medula dan radiks disebut mieloradikulopati spondilotik servikal. walaupun minoritas pasien mengalami onset akut dengan atau tanpa didahului suatu trauma. bisa jadi tidak sama dengan level maksimum kompresi hasil pemeriksaan radiologinya. diikuti periode statis yang berlangsung beberapa tahun. dan regangan total batang tubuh atas jarang terjadi. perbedaannya bisa mencapai satu sampai dua segmen. Pemeriksaan radiologi biasanya menunjukkan kompresi medula servikal. Penderita mielopati sering mengeluh mati rasa dan parestesia pada batang tubuh dan ekstremitas distal.Riwayat dan Pemeriksaan Fisik. Manifestasi klinis yang menunjukkan level medula yang terlibat. Hasil pemeriksaan yang sering didapat adalah kelemahan karena mielopati pada batang tubuh bawah dan.259 Riwayat alami perjalanan penyakit ini diawali dengan deteriorasi. refleks brisk dan babinski seringkali muncul. Pemeriksaan pencitraan.259 Nyeri dan perubahan suhu tubuh mengindikasikan adanya lesi pada traktus spinotalamikus setinggi level gangguan sensori pada regio lumbal dan thorakal.

deformasi medula atau abnormalitas sinyal intramedula. Diameter kanal sentral yang kurang dari 10 mm pada penderita yang simptomatik menyokong diagnosis mielopati.40.258 Stimulasi somatosensory evoked potential pada saraf median.188 dan jumlah cairan serebrospinal di sekitar medula (gambar 37-23). yang mengindikasikan kompresi medula yang progresif. Elektromiografi dan pemeriksaan konduksi saraf dapat digunakan untuk mendiagnosis lesi radiks saraf. somatosensory evoked potential dapat digunakan untuk mendeteksi keterlibatan medula spinalis secara subklinis. Pada kasus servikal mielopati.240 Reduksi 30% pada potongan cross sectional vertebra servikal adalah batas minimum reduksi pada pasien yang simptomatik. jika 54 . sedangkan dimensi postoperatif medulla sangat berhubungan dengan kesembuhan penderita. seperti yang telah dibahas pada bagian radikulopati servikal. perubahan sinyal. Termasuk juga banyak berkurangnya aliran cairan serebrospinal. Penggunaan somatosensory evoked potential untuk mendiagnosis mielopati servikal sudah diteliti. atrofi. pemeriksaan dengan jarum elektroda dapat mengungkapkan derajat abnormalitas pada otot dibawah lesi segmen.166 Pemeriksaan elektrodiagnosis. seperti pada pasien yang potensial motorik nya terlihat normal namun terlihat banyak gangguan pada motorik maksimalnya melalui pemeriksaan ini. dan apakah terdapat hiperostosis.seperti superimpos CIDH yang menekan thecal sac.259 Stenosis spinal servikal sentral yang asimptomatik ditemukan pada 16% orang yang berumur di bawah 64 tahun. MRI dapat mendeteksi mielomalasia. foraminal encroachment. dan subluksasi. Foto polos radiologi akan memberikan gambaran diameter oseus pada kanal sentral dan penurunan tinggi ruang diskus intervertebralis. ini mengindikasikan adanya lesi saraf motorik atas. ulnar dan tibial posterior lebih sensitif dibandingkan pemeriksaan klinis dalam mendeteksi disfungsi kolumna posterior. kira-kira sepertiga kanal sentral harus dicurigai dan bukti adanya perubahan kanal sentral harus benarbenar objektif. Gambaran preoperatif potongan transvers medulla spinalis pada lokasi kompresi maksimal akan berpengaruh pada hasil klinis akhir. atau osifikasi pada ligamen longitudinal posterior (etiologi pada 27%pasien usia pertengahan 241 ).178 Untuk mendiagnosis mielopati spondilotik servikal secara akurat.

107 Jika hanya CIDH yang menyebabkan kompresi medulla spinalis.258 Penatalaksanaan Perawatan non-operatif. 79 atau laminoplasti (gambar 37-24).66. dimana komplikasi deformitas dan kifosis lebih jarang terjadi. Hasil pemeriksaan berupa perubahan pada konduksi saraf perifer yang ditambah dengan keterlambatan sentral.keluhan utamanya adalah nyeri aksial servikal atau radikular. Dekompresi anterior biasanya diterapi dengan korpektomi.18 Dekompresi posterior diterapi dengan laminektomi dengan atau tanpa fusi. maka pembedahan yang diindikasikan adalah diskektomi dan fusi servikal pada level vertebra yang sesuai.92 Laminektomi tanpa fusi yang luas bisa menyebabkan komplikasi deformitas paska operasi dan kifosis. Kedua pembedahan ini akan menyediakan runag gerak yang leboh banyak pada medulla.37. Pembedahan diindikasikan pada penderita dengan gejala yang berat atau progresif.181 Perbaikan defisit fungsi sensori dan motoriknya terjadi pada 33%-50% pasien. mengindikasikan mieloradikulopati. pembedahan bertujuan untuk menghilangkan struktur rusak bagian anterior (seperti osteopit) atau ligamen longitudinal posterior yang mengalami kalsifikasi (untuk mengurangi tekan dari posterior).181 Bedah.162 Sehingga tehnik laminoplasti lebih sering digunakan.162 55 . Mielopati servikal dapat dibedakan dari sklerosis multipel dari jenis abnormalitas pola yang ditampilkan somatosensory evoked potential. atau pada mereka yang perawatan konservatifnya tidak berhasil. dan penderita masih bisa bergerak karena tehnik ini tidak menggunakan fusi. dimana badan vertebrae dibuang sebagai tambahan diskus intervertebralis yang berdekatan.44.40. dan kemudian segmen tersebut digabungkan dengan autograf fibula atau alograf tulang. Perawatan konservatif termasuk terapi fisik dan ortosis servikal dilakukan pada pasien dengan gejala ringan atau statis tanpa ada gangguan berjalan atau refleks patologis.91 Pada kasus impingement akibat spondilosis degeneratif atau osifikasi ligamen longitudinal posterior.

dan juga memiliki komplikasi yang lebih sedikit. koprektomi anterior dan fusi adalah pembedahan yang dilakukan. dilakukan bedah laminoplasti. tiga atau lebih vertebrare yang terlibat dan lordosis servikal abnormal.88 Gambar 37-23 .91 Jika.Dekompresi anterior atau posterior tejadi tergantung dari kontur dan jumlah vertebra servikal yang mengalami stenosis.4 Terapi ini efektif pada pasien dengan dekompresi anterior. Terlihat kurangnya cairan serebrospinal anterior dan posterior medulla spinalis setinggi C3-4 dan C4-5.143. dan umumnya dihindari karena dapat timbul komplikasi dari ketidakcocokan graft91 atau nonunion. Jika tiga atau kurang vertebrae yang mengalamai stenosis. dilakukan laminektomu dan fusi untuk mempertahankan kestabilan vertebrae servikal.88 Khusus untuk menatalaksana mielopati servikal terbukti bahwa tehnik laminoplasti jauh lebih efektif dibandingkan laminektomi.5.91 Pada kasus dengan tiga atau lebih vertebrae yang mengalami stenosis dan lordosis servikal masih normal. 56 .3. Gambaran potongan sagital MRI dari Stenosis spinal sentral dan mielomalasia.2. terjadi perbaikan gejala pada 85%-99% pasien.153 Bedah korpektomi yang dilakukan pada dua atau lebih vertebrae akan menyebabkan hasil operasi yang kurang stabil.

turut menunjukkan kurangnya consensus mengenai definisinya.Gambar 37-24.4% hingga 2. Laminektomi dengan eksisi elemen posterior sebelah lateral setinggi pedikel.9 tahun dan rata-rata durasi timbulnya gejala adalah 6. Laminektomi dan laminoplasti. Istilah nyeri kepala servikogenik pertama kali diperkenalkan pada tahun 1983. ganglion akar dorsal. B.8 tahun. sendi uncinate 57 . Epidemiologi dan Patofisiologi Prevalensi nyeri kepala servikogenik telah dilaporkan berkisar dari 0.5% pada populasi umum. A. Nyeri Kepala Servikogenik Nyeri kepala servikogenik adalah gejala buruk yang biasa dikaitkan dengan struktur serviks tulang belakang.2% pada pasien yang mempunyai keluhan nyeri kepala. Definisinya telah diselaraskan beberapa kali. Berbagai struktur tulang belakang terlibat dalam nyeri kepala servikogenik. dan mencapai 36.9%). dengan mean usia sebesar 42. Laminoplasti dilakukan dengan memotong keseluruhan lamina pada satu sisi sementara kontralateral lamina dibor saja sehingga berfungsi seperti sendi.1%) dari laki-laki (20. Wanita lebih rentan terhadap gejala ini (79. Ini menunjukkan terdapat berbagai stimulasi rasa nyeri dan manifestasi yang menyebabkan nyeri kepala servikogenik. termasuk akar saraf dan tulang belakang. Hasil akhirnya elemen posterior akan sembuh dengan kanal yang lebih lebar berkat graft yang diletakkan di lubang lamina.

Lamanya gejala nyeri berfluktuasi dari episode initial. ligamen dan otot. Whiplash event seperti kecelakaan akan mengakibatkan kecederaan sendi servikal zygapophyseal. dan nausea adalah lebih kurang dari pasien yang menderita migrain. ipsilateral anterolateral. Gejala bisa menjalar dan melibatkan bagian kontralateral. fonofobia. C3-4. Antara penyebab primer nyeri kepala servikogenik termasuk C2-3 zygapophyseal joint. Kebanyakkan pasien mengeluh nyeri semakin bertambah bermula di daerah serviks dan menjalar ke kepala dan leher. namun karakteristiknya lebih lama dan berasosiaso dengan nyeri kepala migrain. Lama gejala berkisar dari beberapa jam ke beberapa minggu.(uncovertebral joint). Intensiti nyeri pada nyeri kepala servikogenik kurang meyiksa dari nyeri kepala tipe kluster dan tidak berdenyut. dahi wajah dan ipsilateral bahu. Keluhan tambahan adalah pusing dan vertigo. C2-3. Nyeri kepala servikogenik bisa menjadi keluhan primer. Nyeri kepala servikogenik bisa disebabkan oleh perubahan degenerative. namun biasanya sisi sumber nyeri utama tetap paling intens dan kuat nyerinya. Keluhan autonomik seperti fotofobia. Terdapat bukti yang mendukung teori konvergensi yang menjelaskan hubungan antara gejala kranial dan stimulator nyeri pada servikal tulang belakang. disk intervertebral. Reffered pain menjalar ke vertex kepala. dan C5-6 disk intevertebral. Nyeri kepala servikogenic diklasifikasikan sebagai unilateral primer dan berasal dari daerah occipital posterior. progresif kepada kronik dan nyeri konstan. 58 . disk invertebratal. Karakteristik nyeri berbeda dari nyeri yang kuat kepada nyeri tajam dan menusuk-nusuk. baik dalam isolasi atau kombinasi. Diagnosis Riwayat dan pemeriksaan fisik Etiologi nyeri kepala diperoleh dengan mendapatkan riwayat nyeri kepala pasien atau trauma leher seperti Whiplash event. atau terjadi tanpa kesan biomekanikal pada struktur tulang belakang servikal. membayangi asal nyeri serviks axial. facet joint. C4-5. saraf akar. kesan langsung dari trauma.

Kita sering melihat pasien yang mengeluh onset selepas waktu tidurnya pada posisi yang canggung.Pemeriksaan fisik pasien dengan keluhan nyeri kepala servikogenik sering menujukkan penurunan range of motion karena kekakuan otot. Pencitraan Riwayat trauma membutuhkan fleksi dan ekstensi servikal pada radiografi lateral untuk mendeteksi abnormalitas pada pergerakan segmental. Nyeri yang berasal dari disk invertebralis berasal dari garis tengah nyeri yang menyebar sepanjang tulang belakang ke kepala atau wajah. dan kurangnya fleksibilitas jaringan lunak. Abnormalitas yang dilihat dalam imej harus dihubungkan secara klinikal karena hasil tersebut bisa menjadi gejala atau penyakit tanpa gejala sepanjang hayat pasien. 59 . penurunan ketinggian disk. atau ekstensi servikal. namun selalunya memperburuk nyeri axial dan pasien akan mengeluh munculnya nyeri paramidline sendi zygapophyseal. untuk menyingkirkan fraktur. Nyeri ini juga bisa sering muncul semasa palpasi mendalam pada sendi yang berhubungan. Jika nyeri kepala servikogenik berasal dari sendi servikal zygapophyseal. Sebagian gerakan kepala dan leher bisa menyebabkan gejala nyeri seperti rotasi axial. Suspek kejadian fraktur bisa didiagnosis dengan lebih teliti melalui CT scan servikal yang dilakukan dengan multiplanar reformatted image. Spurling’s maneuver tidak menunjukkan gejala radikular ekstrimitas atas. MRI adalah lebih baik dari CT dalam mendiagnosis disk intervertebralis . Ia memerlukan posisi anteroposterior. Tetapi. dan herniasi. pasien bisa menunjukkan dengan satu jari atau melalui telapak tangannya bagian nyeri maksimumnya yang unilateral. perubahan arthritic. MRI mempunyai false-positive rate sebesar 51% dan false-negative sebesar 27% dalam mendeteksi nyeri disk yang diidentifikasi melalui discography. termasuk proses terbuka odentoid process.

kepala atau leher tidak mempertahankan pukulan langsung. kita mendiagnosis blockade pada C45 sendi zygapophyseal yang merangkum gejala anterior kepala dan gejala pada wajah.Diagnostik Uji Fungsional dan Penatalaksanaan Apabila etiologi nyeri kepala servikogenik sudah diidentifikasi. Algorithm tradisional termasuk diagnostic intraarticular yang dilakukan bertahap pada C2-3. C3-4. dan sendi C1-2. tetapi 60 . SindromWhiplash Sindrom Whiplash (hiperfleksi-hiperekstensi) harus dikonseptualisasikan dalam tiga komponen. Jika pasien mengalami bantuan jangka pendek dari minimum dua dan maksimum empat terapi suntikan.Cedera whiplash adalah kelainan atau struktur terluka akibat peristiwa whiplash. paradigma blok ganda tersebut dilakukan untuk meminimalkan tingkat positif palsu suntikan diagnostik tunggal. Ablasi radiofrequency pada nervus ketiga occipital dapat membaikpulih sendi zygapophyseal C2-3 dan telah dilakukan dengan sukses di Penn Spine Centre. Apabila sendi yang sakit diidentifikasi. Ablasi radiofrequency cabang medis untuk nyeri sendi dapat mengurangi nyeri kepala servikogenik yang disebabkan oleh cedera sendi servikal zygapophyseal dengan baik. Saat kejadian whiplash. Setelah studi pemetaan sendi zygapophyseal. Sindrom whiplash adalah himpunan gejala yang timbul dari cedera whiplash.Sindrom Whiplash boleh diartikan seperti efek biomekanikal yang dikeluarkan oleh penghuni satu mobil apabila mobil itu ditabrak mobil lain. Nyeri servikogenik disebabkan oleh nyeri sendi atas zygapophyseal dapat dipelajari dengan konfirmasi diagnostic blockade. namun ini tidak dteliti dengan studi kohort. injeksi terapeutik akan dilakukan sebagai terapi pada sendi servikal zygapophyseal. struktur tersebut dirawat seperti yang dinyatakan di atas.

Cedera ini biasanya sembuh dalam waktu relatif singkat.Selama kejadian whiplash disk anterior. Kurangnya tonus otot dan terbentuknya kekuatan abnormal mengakibatkan pergerakan sekitar sumbu abnormal rotasi subjek pasif yang menahan struktural ke ketegangan yang abnormal Misalnya. semuanya berisiko untuk cedera. sama seperti cedera jaringan lunak. Whiplash didefinisikan oleh gerakan pasif leher.masing-masing mengalami cedera karena respon inersia tubuh terhadap pasukan yang diberikan di atasnya. namun cedera yang disebabkan oleh kepala dan pukulan samping juga dapat terjadi. ligamentum longitudinal anterior. Gejala yang kurang umum termasuk pusing. ruang C5-6 disk melebar secara anterior dan menyebabkan batasan antara prosesessus artrikuler pada sendi zygapophyseal C5-6 dan geseran posterior dalam disk. Cedera juga terjadi pada jaringan lunak leher . diikuti dengan nyeri bahu korset. posterior atau anulus dan sendi servikal zygapophyseal .Bagi pasien yang cedera parah . Kontrol otot untuk menstabilkan tulang belakang leher tidak bereaksi dengan cepat dalam mencegah pasukan dari terjadi cedera di unit fungsional servikal tulang belakang. Penelitian telah menunjukkan bahwa kronisitas gejala whiplash mengembangkan independen dari litigasi. Kebanyakan pasien dengan sindrom whiplash diharapkan untuk sembuh dalam waktu 2 sampai 3 bulan pertama setelah cedera. mengakibatkan cedera ketegangan dan regangan. Dokter harus mengejar evaluasi dan pengobatan gejala whiplash terkait. gangguan visual dan tinnitus. dan kelemahan. bukan hanya berasumsi bahwa rasa sakit adalah hasil dari keadaannya seperti pertimbangan keuntungan sekunder. Pukulan dari belakang merupakan pola paling umum kecerderaan whiplash. 61 . dan litigasi tidak mengubah respon terhadap pengobatan. parestesia ekstremitas atas. Gejala yang paling sering dilaporkan cedera whiplash termasuk rasa sakit leher dan sakit kepala. di 110ms setelah kesan impak dari belakang . dan setelah 2 tahun 82% adalah bebas dari gejala.dalam waktu 3 bulan diperkirakan hanya 6% dari seluruh pasien whiplash dan persentase ini menurun minimal sampai 4% dalam masa 2 tahun.

farmakologis. 2. perawatan perilaku dan intervensi dalam konteks luas mencapai dalam apa yang terbaik untuk fisiologis dan psikologis pasien kesejahteraan. J Neurosurg 72:370377. Diagnosis yang akurat memberikan kesempatan terbaik untuk pengobatan yang efektif. 62 . Abel MS: Occult traumatic lesions of the cervical vetebrae. Berbagai struktur tulang belakang dapat menghasilkan tumpang tindih atau simtomatologi jelas.1982. 3. Blok bangunan untuk intervensi terapi yang berhasil mengendalikan termasuk rasa sakit dan peradangan sementara pada saat yang sama mendidik pasien tentang cedera. Adams C: Cervical spondylitic radiculopathy and myelopathy. 1977. CRC Crit Rev Clin Radiol Nucl Med 6:469-553. Sebagai teknologi kemajuan dan pengetahuan kita tentang gangguan tulang belakang leher tumbuh jalur klinis kami untuk pengobatan masalah serviks akan terus berkembang dan memperbaiki. DAFTAR PUSTAKA 1. 26. 4.1975 Abel MS: The radiology of chronic neck pain: sequele of occult traumatic lesions. Hal ini penting untuk melihat pasien secara keseluruhan dan lembaga fisik. Bryun GW. Pengetahuan tentang biomekanik tulang belakang dan fisiologi jalan membantu menentukan generator rasa sakit yang paling mungkin dalam setiap kasus. tujuan pengobatan dan prognosis. pp 97-112. editors: Handbook of Clinical Neurology. 1990. Crit Rev Diagn Imaging 20:27-78. Amsterdam. North-Holland Publishing. Aldrich F: Posterolateral microdiscectomy for cervical monoradiculopathy caused by posterolateral soft cervical disc sequestration.Kesimpulan Nyeri leher adalah salah satu keluhan paling umum dari pasien yang mencari bantuan medis. In Vinken PI.

Persson L. 6. Annertz M. 1994. Acta Neurochir 146(6):559-565. Barnsley L. et al: Transforaminal steroids injection for treatment of cervical radiculopathy: a prospective and randomised study. Dwyer A. Bogduk N: The pathophysiology of whiplash. Lord SM. 2009. II: A clinical evaluation. spine 15:458-461. Brandt L. et al: Systematic review of the effectiveness of cervical epidurals in the management of chronic neck pain. Eur Spine J 16(3):321-328. Delmer O. 1998. 12. Singh V. Barnsely L. Pain Physician 12:137-157.2007. Ghelman B. 1995. Wallis BJ. Lord SM. 2004. Spine State Art Rev 12(2):209-242. Lord SM. Clin J Pain 9:124-130. 16. Benyamin R. Lord S. 10. Barnsley L. Berger O. 11. Wallis BJ. Dousset V. Andenberg L. 63 . 1994. 8. Bodguk N: Cervical zygapophyseal joint pain patterns. et al: Evaluation of CT-guided periganglionic foraminal steroid injections for teratment of radicular pain in patients with foraminal stenosis.5. spine 20:20-26. 1990. N Eng J Med 330(15):1047-1050. 9. et al: The prevalence of chronic cervical zygapophyseal jonit pain after whiplash. 2000. Anderberg L. 1992. Tsairis P. spine 17:744-747. 1999. 14. 1987. Anthony M: Cervicogenic hedeahe: prevalence and response to local streroid therapy. et al:Selective diagnostic cervical nerve root block: correlation with clinical symptomps and MRI-pathology. 13. Aprill C. 1993. Annertz M. London. 17. 7. et al: Lack of effect of intraarticular corticosteroids for chronic pain in the cervical zygapophyseal joints. Parr AT. Simpson JM: Surgery of the cervical spine. et al: False-positive rates of cervical zygapophysial joint blocks. Aprill C. An HS. Atkinson R. 15. Barnsley L. Wallis BJ. Bodguk N: The prevalence of cervical zygapophyseal joint pain: a first approximation. et al: Sarcoidosis presenting as cervical radiculopathy: a case report and literature review. J Radiol 80:917-925. spine 7:412-416. Clin Exp Rheumatol 18(2 suppl 19):S59-S64. MartinDunitz.

ed 2. discography and cervical zygapophiseal joint blocks. Pain 54:213-217. In Cousins MJ. Spine 13:610-617. 1988. 20. Spine 2:163-172. et al: Cervical spine tomography in trauma. Twomey LT: Clinical Anatomy of the Lumbar Spine. 24. 1991. 30. Pain Med 9(suppl 1):S11-S34. Moro JJ. 1988. Philadelphia. Dreyfuss P. et al: Plasma radio-frequency-based diskectomy for treatment of cervical herniated nucleus pulposus: feasibility.18. 2003. Churchill Livingstone. editor: Clinical anatomy of the lumbar spine and sacrum. Spine 13:2-8. Bogduk N: The anatomy and pathophysiology of neck pain. Clin Orthop 221:149-160. Windsor M. Bogduk N. 21. Bogduk N: Back pain: zygapophiseal joint blocks and epidural steroids. editors: Neural Blockade in Clinical Anesthesia and Pain Management. 1988. Bogduk N: The clinical anatomy of the cervical dorsal rami. 23. Bogduk N: Low back pain. 2001. Bonaldi G. 1990. 1977. 2008. Bogduk N. Curr Pain Headache Rep5(4):382-386. Churchill Livingstone. Whitecloud TS III: Cervical Spondylotic myelopathy and myeloradiculopathy: anterior decompression and stabilization with autogenous fibula strut graft. Spine 7:319-330. JB Lippincott. 29. 31. 1982. Davis DO. Boden SD. 19. Bogduk N. 64 . et al:Abnormal magnetic resonance scans of the cervical spine in asymptomatic subjects: a prospective investigation. Bogduk N: Cervicogenic headache: anatomic basis and patophysiologic mechanism. J Bone Joint Surg 72(8):1178-1184. Bogduk N. 26. 27. New York. Marangola JP. 1987. 25. Bernard TN Jr. 22. et al: Complications of spinal diagnostic and treatment procedures. 1997. Aprill C: On the nature of neck pain. Baker R. 28. ed 2. Phys Med Rehabil Clin N Am14:455-472. Binet EF. 1993. Baruzzi F. Bridenbaugh PO. Bogduk N. Marsland A: The cervical zygapophyseal joints as a source of neck pain. Facchinetti A. New York. Inglis A: The innervation of the cervical intervertebral discs. In Bogduk N. McCowin PR.

2000. 40. J Nerv Ment Dis 99:544-551. Phillips DG: Cervical disk lesions with neurologic disorder. Thoni K. 35. et al: Occult cervical spine injuries in fatal traffic accidents. Burkhead WZ. 2008. Graham W. 1989. 38. and preliminary clinical results. 1991. 42. et al: MR imaging and radiography of patients with cervical hyperextension-flexion injuries after car accidents. JAMA 198:143-147. Campbell DG. Chan KM. Philadelphia. ed 3. 41. 1960. Spine J 8(suppl):78S-79S. et al: The usefulness of central motor conduction studies in the localization of cord involvement in cervical spondylitic myelopathy. 2006. FA Davis. J Trauma 119:768-771. Chavin JM. Hartman JT. 33. Bucholz RW. Cesaroni A. 39. 1966. Eur Spine J 5:319-325. 1979. Campbell AMG. Smevik O. Borchgrevink GE. 34. Buonocore E. et al: Plasma disc decompression compared to conservative care for treating symptomatic contained cervical disc protrusion: one year results from a prospective randomized controlled study. Greensan M. JC. Cailliet R:Neck and Arm Pain. Angel JJ: Long term result of cervical epidural steroid injections. Casilino P. 1998. Hillier S: Outcome of cervical radiculopathy treated with periradicular/epidural corticosteroid injections: a prospective study with independent clinical review. 37. Mt Sinai J Med 67(4):278-282. 32. 1996.safety. Muscle Nerve 21:1220-1223. Nasathurai S. 36. Differential diagnosis.1944. Chiu. Nordby A. treatment and prognosis. et al: Percutaneous microdecompressive endoscopic cervical disectomy with laser thermodiskoplasty. 65 . Nardi PV. Nelson CL: Cineradiograms of cervical spine in diagnosis of soft tissue injuries. Clin J Pain 5(2):143-145.. Cicala RS. Parsons CM: Referred head pain and its concomitants. Bush K. AJNR Am J Neuroradiol 27(10):21042111. Clifford TJ. 1995. Br Med J 2:481-485. Acta Radiol 36:425-428.

Cyteval C. Colachis S. Decoux E. 47. Crock HV: A reappraisal on intervertebral disc lesions. et al: Radiographic evaluation of cervical spine injuries. Strohm BR: Effect of duration of intermittent cervical traction on vertebral separation. 44. 1965. Ann Surg 130: 1052-1064. Clarke E. et al: Cervical radiculopathy: open study on percutaneous periradicular forminal steroid infiltration permormed under CT control in 30 patients. 45. Cooper G. 54. Cyriax J: Rheumatic headache. A contribution to the aetilogy and mechanism of neck. 1956. 53. editors: Functional Rehabilitation of Sports and Muskuloskeletal Injuries. Robinson PK: Cervical myelopathy: a complication of cervical spondylosis. and arm pain. Spine 13: 642-747. 2004. 46. 1998.43. Metzmaker JN: Shoulder abduction test diagnosis of radicular pain in cervical extradural compressive monoradiculopathies. 50. Arch Phys Med Rehabil 47: 353-359. el Khoury GY. 49. shoulder. Med J Aust 1: 983-989. John Wiley. Brain 75: 187-225. In Kibler WB. 1979. Bogduk N: Cervical zygapophysical joint pain maps. ed 2. Stratton SA. Bailey B. 52. New York. Herring SA. Arch Phys Med Rehabil 46: 820. Davidson RI. Strohm BR: A study of tractive forces angle of pull on vertebran interspaces in the cervical spine. et al: Functional rehabilitation of cervical spine athletic injuries. 1966. Colachis SC Jr. Aspen. Crafts RC: Textbook of Human Anatomy. Cloward RB: Cervical diskography. Igram CM. 66 .. 2007. Thomas E. Am J Neuroradiol 25: 441-445. Spine 6: 441-446. 1981. Press JM. Farrell JP. Clark CR. 48. 1970. 51. Cole AJ. Dunn EJ. Br Med J 2:1367-1368. 1959. 1938. Pain med 8(4): 344-353. 1988. New York.

Panjabi MM. DePalma AF. et al: Efficacy of neck stabilization exercises for neck pain: a randomized controlled study. 1988. Bogduk N: Cervical zygapophyseal joint pain paterns. 1987. Spine 19:1125-1131. 67 .55. Spine 8:120-127. 60. J Orthop Res 9:828-834. Treanor WJ: Cervical radiculopathy. Dvorak J. A study in normal volunteers. Spine 15:453-457. Taguchi T. Ellis H: Clinicak Anatomy: A Revision and Applied Anatomy for Clinical Students. Levitt RL. Aprill C. Fletcher D: Atlanto-occipital and lateral atlanto- axial joint pain patterns. 64. Dreyfuss P. Chang RW: Therapeutic ultrasound in the treatment of musculoskeletal condotions. Rothman RH. Dooley JF. et al: Neck pain: a major cause of disability following car accidents. 57. Arch Phys Med Rehabil 75:342-352. 59. Dwyer A. 2001. Acta Orthop Scand 43:392-396. McBroom RJ. Grob D. Dusunceli Y.. Spine 13(1):79-83. et al: Identification of cervical radiculopathies. Optimizing the electromyographic screen. London. 58. 65. 61. Lauder TD. Honet JC. 1976. 1990. Am J Phys Med Rehabil 80(2): 84-91. Hayes KW. Michaelsen M. J Am Acad Orthop Surg 9(6):376-388. et al: The natural history of severe cervical disc degeneration. Magalliard J. 67. 1994. 62. I. Emery SE: Cervical spondylitic myelopathy: diagnosis and treatment. et al: Validation of flexion extensiin radiographs of cervical spine. et al: Nerve root infiltration in the diagnosis of radicular pain. Novotny J. Actamaz F. 1990. 66. Arthritis Care Res 3:85-91. Blackwell. Dillingham TR. Dvorak J. 63. 2009. Deans G. Ozturk C. Kerr M. Injury 18:10-21. 1994. et al: In vivo flexion/extension of the normal cervical spine. 1987. 1972. Falconer J. ed 6. Andary M. 56. 1991. Panjabi MM. J Rehabil Med 41(8): 626-631. Ellenberg MR. 2001.

Kelly CK: Cervical discography: clinical implications from 12 years experience. 1987. Gore DR. Parikh S. 78. 79. Transfeldt E. Langton JBK. 74. 77. et al: Neck pain: a long term follow up of 205 patients. Guigui P. 71. Grubb SA. 2002. 1998. et al: Reffer pain distribution of the cervical zygapophyseal joints and cervical dorsal rami. 1989. Fredriksen T. J Bone Join Surg (Am) 39:1280-1284. 69. 1957. Sjaastad O: Cervicogenic headache (CEH): notes on some burning issues. 72. Spine 12:1-5. Hadley LA: Anatomicroradiographic studies of the spine: changes responsible for certain painful back conditions. Furusawa N. Spine 15:440447. 2000. 73. Marin E: The shoulder abduction relief sign in cervical radiculopathy. 1987. Ohseti K. Gore DR. Pain 68:79-83. 68 . 2000. 70. Spine 25:1382-1389. et al: Cervical radiculopathy or myelopathy secondary to athetoid cerebral palsy. Arch Phys Med Rehabil 70 (5):402-403. et all: Herniation of cervical intervertebral disk: immunohistochemical examination and measurement of nitric oxide production. Spine 26:1110-1116. 1984.68. Miiyoshi N. Babaa H. Funct Neurol 15(4):199-202. J Bone Joint Surg Am 36:981-997. Sepic SB. 1996. 76. 1954. Malcolm JR. Garvey TA. 1939. Spine 9:667-671. Fast A. J Bone Joint Surg Am 69:815-821. Deburg A: Spinal deformity and instability after multilevel cervical laminectomy for spondylotic myelopathy. et al: Outcome of anterior cervical discectomy and fusion as percieved by patients treated for dominant axialmechanical cervical spine pain. 75. Sepic SB: Antrerior cervical fusion for degenerated or protruded discs: a review of one hundred forty-six patients. Yonenobu K. 2001. Gardner GM. Fujiwara K. Jameson RM. Feinstein B. Shiotani M. N Y State J Med xxxix:969-974. Fukui T. Fuji T. et al: Experiments in reffered pain from deep somatic tissues. Benoist M. Spine 27(17): 1887-1894. Fielding J: Cineroentgenography of the normal cervical spine. 80.

Spine 15: 1026-1030. 1999. Dagenais D: Cervicogenic headaches: a critical review. Clin Rehabil 22 (7): 592-600. Linke R. Spine J 2(2): 162. Spine 8: 693-699. Headache Classification Committee of the international Headache Society: Clasification and diagnostic criteria for headache disorders. 1999. 2002. et al: The diagnostic accuracy of spinal nerve injection studies: their role in the evaluation of recurrent sciatica. Clin Orthop Relat Res 198:179-183. et al: Herniated cervical intervertebral discs with radiculopathy: an outcome study of concervatively or surgically treated patients. Watanabe K. J Clin Laser Med Surg 19(5): 235-238. 90. 1990. Haldeman S. Hekowitz H. 2008 82. Heller H: A biophysical explanation for Nd: YAG percutaneous laser disc decompression success. Edwards CC II. Hirabayashi K. 86. et al: Expansive open door laminoplasty for cervical spine stenotic myelopathy. Fukuda K. 87. 92. Haueisen DC. 83. Kautiainen H. et al: Laminoplasty versus laminectomy and fusion for multilevel cervical myelopathy: an independent matched cohort analysis.2001 84. 69 . Zobelein I. Lang CJ. and facial pain. Lancet 353:307-314. Herkowitz HN: The surgical management of cervical spondylitic radiculopathy and myelopathy. 1985. 2001. Hakkinen A. Hellinger J. 88. 1983. Heckmann JC. 2001. Smith BS. Overholt DP: Surgical management of cervical soft disc herniation: a comparison between the anterior and posterior approach. Radiat Med 19(5):263266. Kurz LT. et al: CT-guided percutaneous laser disk decompression (PLDD) for cervical disk hernia. Cephalgia 8 (suppl 7): 1-96. Wakano K. 1989. Myers SR.81. Hanonen P. 85. cranial neuralgias. J Spinal Disord 12:396-401. Hawkey DJ: Cox-2 inhibitors. Heller JG. Spine 26(12):1330-1336. Clin Orthop 239:94-108. et al:Strength training and stretching versus stretching only in the treatment of patiens with chronic pain: a randomized one-year follow-up study. 89. Dohi M. Harada J. 91. 1988. Murakami H.

Garvin C: Complications and side effects of cervical and lumbosacral nerve root injections. Jayson MI: Intervetebral foramen venous obstruction: a cause of periradicular fibrosis? Spine 14(6):558-568. Holt EP: Fallacy of cervical discography: report of 50 cases in normal subjects. Huston CW. Orton D. Hult L: Frequency of symptoms for different afe group and professions. Hult L: Cervical. 1980. Zotterman Y. 99. 1995. Pain 3:25-41. Acta orthop Scand Suppl 17-38. dorsal and lumbar spinal syndromes. Jackson R: Cervical trauma: not just another pain in the neck. 104. et al: Effectiveness of repeated surgical decompression. radiofrequency neurotomy for cervical facet joint pain. Geriatrics 37:123. J Spinal Disord 8(3): 228-232. 102. Hoogland T. 1968. Hult L: The munkfors investigation. 1982. 1971. New York. 97. Pergamon press. Clin Neurosurg 27:466-480. Freemont AJ. Hitselberger WE. In Hirsch C. Hoyland JA. 96. Howe JF. Clin Husted DS. Miller CA: Management of cervical radiculopathy. J Neurosurg 28:204-206. Witten RM: Abnormal myelograms is asymptomatic patients. 1964. editors: cervical Pain.1954 100. 2005. 98. 105. JAMA 188:799-801. J Spinal Disord Tech 21 (6): 406-408. 101. 1977. loeser JD.93. Calvin WH: Mechanosensitivity of dorsal root ganglia and chronically injured axons: a physiological basic for the radicular pain of nerve root compression. 95. 70 . Schofferman J. 2008. Arch Phys Med Rehabil 86(2): 277-283. Slipman CW. 1986 103. Neurosurg 33 (29) : 485-502.1989. 94. Scheckenbach C: Low-dose chemonucleolysis combined with percutaneous nucleotomy in herniated cervical disks. Hunt WE: Cervical spondylosis: natural history and rare indications for Hunt WE. 1954. Acta Orthop Scandal Suppl 17:39-102.

Brin G. Anat Rec 102:409-437. 1938. Kaneoka K. 111. structures with charts of segmental pain. 1971. 71 . interleukins. Garrett GD: The segmental distribution of the cutananeous Kellegren JH: Observations on referred pain arising from muscle Clin Sci Kellegren JH: On the distribution of pain arising from deep somatic nerves in the limbs of man. Simmons EF. Spine 22:1065-1073. 1986. 1988.106. Clin Sci 3:35-46. Oxford. 1995. 114. Marsland A: The accuracy of manual disgnosis for Kaiser JA. prostaglandins and matrix metalloproteinases. 108. et al: Abnormal segmental motion of the Kang JD. Arch Phys med Rehabil 52:239-243. Med J Aus 148: 233-236. 1997. Jeffreys E: Disorders of the Cervical Spine. Spine 20:2373-2378. spondylosis and disc degeneration. Holland BA: Imaging of the cervical spine. 110. comparing their effectiveness in restricting cervical motion in normal subjects. 1997. et al: Hidden cervical spine injuries in Jull G. 109. Jonsson H Jr. 1993. Georgescu HI. 3:175-190. J Spinal Disord 4:251-263. 1991. 113. Hart DL. nitric oxide. 1998. Keegen JJ. 1939. cervical spine during whiplash loading. Bogduk NK. 115. Larkin L. et al: Toward a biochemical understanding of human intervertebral disc degeneration and herniation: contributions of nitric oxide. 116. 107. and PGE2. Ono L. J Jpn Orthop Assoc 71: S1680. 117. Mclntyre L. Stefanovic-Racic M. disc spontaneously produce matrix metalloproteinases. Kang JD. Inami S. 118. 1977. 1948. Johnson EW. Spine 23:2701-2712. Melvin JL: Value of electromyography in lumbar Johnson RM. J Neurol Neurosurg Psychiatry 49:353-361. cervical zygapophysial joint pain syndromes. Jeffreys RV: The surgical treatment of cervical myelopathy due to Butterworth-Heinemann. et al: Cervical orthoses: astudy radiculopathy. ed 2. et al: Herniated cervical intervertebral traffic accident victims with skull fractures. Rauschning W. J Bone Joint Surg Am 59:332. 112. interleukin6.

Its frequency and relationship to symptom. J Clin Laser Med Surg 19(1): 3-8. Krempen JF. Lazorthes G Gaubert J : L’innervation des articulation interapophysaire vertebrales. editor: Managing low back pain. Klein BR. C R Assoc Anat 43: 488-494.1997 127. Ahern JW. Macnab I. fossa. Neurology 10:800-809. New York. Patko JT : Cervical percutaneous laser disc decrompession : preliminary result of ongoing prospective outcome study. New York.1978 130. Smith BS : Nerve root injection : amethod for evaluating the etiology sciatica. 1981. Acta Neurochir(Wien)147:1065-1070. Kraemer j.1974 128.1969 131. 121. Churchill Livingstone. 1988. Jbone Joint Surg AM 56:1435-1444. Knott M. Clin Neurosurg 25 :209217. Nygaard OP : Transforaminal steroid injection in the treatment of cervical radiculopathy : a prospective outcome study. Bickert U. New York. Prosspective Analysis of Tissue sensitivity of lumbar spinal tissue. 129. Spone 25:801-803. 1997.119.1956 72 . Knight MTN. Kolstad F. Goswarni A. Moreau P: Localisation of the level of symptomatic Kimmel DL: Innervation of the spinal dura mater of the posterior cranial cervical disc degeneration. J Bone Joint Surg Br 63(2) 272-277.2000 123. 2001 124. Kuslich SD. Lawrence JS : Disc degeneration. Ludwig J. Kirkaldy-willis WH:The pathology and pathogenesis of low back pain.2005 126. 1960. Presented at the annual Meeting of the North American Spine Society. Garner MND : An in vivo. 1956.Albert TJ : Health outcome assessment before and after anterior cervical discectomy and fusion for radiculopathy a prospective analysis. Larocca H : Acceleration injuries of the neck. 122. Eur Spine J 6 :357-361. Ann Rheum Dis 28:121. Kikuchi S. 120. Voss D : Propioceptive Neuromuscular Facilitation : Patterns and techniques. Voccato AR. McGraw-Hill 125. In Kirkaldy-Willis WH.et al : Lumbar epidural perineural injection: a new technique. Leivseth G.

Cervical Spondylosis simulating motor neuron disease. 1996. tator CH. J Neurol Neourosurg Psychiatry 57: 1187-1190. et al: Cervical synovial cyst:case report and review of the literature. Lord SM. Barnsley L. Clin J Pain 11:208-213. Lehmann JF. Lunardi P.ed 3.1953 138. Eur Spine j 8:232-237. Bogduk N : percutaneous radiofrequency neurotomy in the treatment of cervical zygaphophysial joint pain : acaution.1932 136.2008 137. Lancet 2:652-659. Wallis BJ. Bodguk N: The utility of comparative local anesthetic block versus placebo-controlled block versus placebo-controlled blocks for the diagnosis of cervical zygapophysial joint pain.1995 139. 1197. Fehling MG. Williams and Wilkins 134. Liversedge LA. ed 4. Lord SM. Yan DL.1958 133. 142. A placebo-controlled prevalence study. Rev Neurol 1: 210- 239. editor : therapeutic hot and cold. Lehmann JD. et al: Multilevel anterior cervical corpectomy and fibular allograft fusion for cervical myelopathy. Eur Spine J 17:1664-1669. Baltimore. Delateur BJ : Therapeutic heat. 1994. Lord SM. lyons JB. Macdonald RL.132. HutchinsonEC. L’hermitte J Etude de la commation de la moe le). In Lehmann JF. Wallis BJ. microwaves and infrared. Li J.1982. Stow RW : Pain threshold Measurement after therapeutic application of ultrasound. Barnsley L. Barnsley L. neurosurgery 36:732-739.1995 140. Zhang ZH : Percutaneous cervical nucleoplasty in the treatment of cervical disc herniation. Barnsley L. J Neurosurg 26:990-997. 141.et al:Chronic cervical zygapophyseal join pain after whiplash. Brunner GD. fehling MG. Baltimore. et al: third occipital nerve headache:a prevalence study. et al: Multilevel anterior cervical corpectomy and fibular allograft 144.Acqui M.1999 143. Lord SM. Spine 21:17371745. 1990. Arch Phys Med Rehabil 39:560-565. Macdonald RL. 73 . Ricci G. Lehmann JF: Therapeutic Heat and Cold. Williams and Wilkins 135.

1998. Ettore GC. 1999 74 . et al: Systemic review of cervical dischography as a diagnostic test for chronic spinal pain. Howard RP. Lord SM. paper 930889. Manelfe C:Imaging of spine and spinal cord. med sci sports exerc 29 ( suppl ) : s236-s245. Makela M. Subach BR. Fujimura. Manchikanti L. proceedings of the 37th STAPP Car Crash Conference. McCulloc J. 1993 156. 2002. 153. pain physician 12: 305-321. J Neurosurg 96 (1 suppl): 10-16. outcome after anterior corpectomy. Singh V. Manchikanti L. Heliovara M. Mayr MT. Bogduk N: Long-term follow up patients treated with cervical radiofrequency neurotomy for chronic neck pain. Warrendale. Comey CH: Cervical spinal stenosisz. et al: ( L’ecographia musculo-tendinea nei trauma distorvi acuti del collo). and instrumentation. et al: Ice Message and Transcutaneous Electrical Stimulation: Comparison of treatment for low back pain. Matsumoto M. radial med (torino) 83:211-215. Neurosurgery 45:61-67. 2009 150. Neck Ache and Shoulder Pain. Jeans ME.145. Stratford JG. 151. 1980 148. Williams & Wilkins. 1997 149. 1991 147. Martino F. Suzuki N. AMJ Epidemiol 134: 13561367. radiology 3:5-15. 154. Cafaro E. Guzman HM. 1993. Macnab I. et al: Prevalence. McDonald GJ. McConnel WE. Dunbar EE. Rivera J. 1991 152. allograft reconstruction. at al: MRI of cervical intervertebral discs in asymptomatic subjects. et al: prevalence of cervical faced join pain in chronin neck pain. 1994. 2002 155. pain physician 5: 243-249. J bone joint surg Br 80:19-24. Baltimore. Society for Automotive Enggineers. Wargo BW. 146. Malanga G: The diagnosis and treatment of cervical radiculopathy. Sievers D. Determinas and consequences of chronic neck pain in Finland. Malacca R. 1992. pain 9: 209-217. et al: Analysis of human test subject kinematic responses to low velocity rear end impacts.

Michlovitz S: Cryotherapy: the use of cold as a therapeutic agent. editor: Thermal Agents in Rehabilitation. 1993. Modic M. Moore KL. Baltimore. 161. Shikata J. In Michlovitz S. 2003. et al: Cervical radiculopathy: prospective evaluation with surface coil MR imaging. teshima R. Bellavance A. Mikawa Y. Bogduk N. science 150:971-979. Gordon RE. McRae DL: Asymptomatic intervertebral disc protrusions. Spine 12:6-11. 162. editors: Cervinogenic headache. 1986 166. 167. 1987 164. Wall PD: Pain mechanisms: a new theory. 1955. 165. Melzack R. Masaryk T. Davis 163. Br Med J 299: 1006-1008. Mulopulos G. Agur AM: Essential Clinical Anatomy. Morio Y. Yamamuro T: Spinal deformity and instability after multilevel cervical laminectomy. Meloche J. et al: Painful intervertebral dysfunction: Robert Maigne’s original contribution to headache of cervical origin. Merskey H. 2001 168. 1989. 1956 159. Mink JH. Acta Radiol 46:927. 1977 75 . Seattle. 1990. ed 2. Bogduk N: Classification of chronic pain: descriptions of chronic pain syndromes and definitions of pain terms. 1965. Williams & Willkins. 158. McKinney LA: Early mobilization of acue sprain of the neck. Nagashima H. 160. Headache 33 (6): 328-334. Philadelphia..157. The Quebec Headache Study Group. Murphy RW: nerve roots and spinal nerves in degenerative disk disease. Phys Med Rehabil Clin N Am 14:493-548. Spine 26: 1238-1245. Bergeron Y. Clin Orthop relat Res 129:49-60. et al: Correlation berween operative outcomes of cervical compression myelopathy and MRI if the spinal cord. International Association for the Study of Pain. In Merskey H. Radiology 161:753-759. CT with metrimazide and metrizamide myelography. Deustch Al: The cervical spine: radiologist’s perspective. 1994.

Parke. Twomwy LT. Watt I: The prognosis of neck injuries resulting from rearend vehicle collisions. 175. WW: Applied anatomy of the spine. Nurrick S: The Natural history and the results of surgical treatment of the spinal cord disorder associated with cervical spondylosis.: Evaluation of specific stabilizing evercise in the treatment of chronic low back pain with radiologic diagnosis of spondylosis or spondylilisthesis. O’Sullivan PB. et al: Injury mmechanism of the cervical intevertebral disc during simulated whisplash. 180. Pearson A. 177. 1986. 1987. muscle weakness and sensory loss in patients with cervcal radiculopathy treated with 76 .. Saunders. Pavlov H. Brandt L: Cervical radiculopathy:pain. Eur J Appl Physiol 57:353-359. Simone FA. 2004 176. 1992. In DeLisa JA. 1997. AJR Am J Roentgenol 7:119-127. Spine 20(17):1884-1888. Brain 95:101-108. Torg JS: Roentgen examination of cervical spine injuries in the athelete. Morits U. 1998. Parminder SP: Management of cervical pain. 178. 1983 172. 1993. Clin Sports Med :761. editor: Rehabilitation Medicine: Principles an Practice. Ito S. Wilmink JT. et al. 1972 173. Panjabi M. Lippincott. 179. editors: The spine. Van Woerdden HH. In Rothman RH. Persson LC. Rydevik B. Phyty GD. Philadelphia. Philadelphia. zolmarker K. Spine 29(11):1217-1225. Nilsson N: The Prevalence of cervicogenic headache in a random population sample of 20-59 years old. 1988 170. Nordborg C: Autologous nucleus pulposus induces neurophysiologic and histologic changes in porcine cauda equine nerve roots. et al: CT myelographic findings in degenerative disorders of the cervical spine: clinical significance.169. ed 3. Penning L. 174. Norris H. Spine 18:1425-1432. Newham DJ: The Consequences of eccentric contractions and their relathionship to delayed-onset muscle pain. Spine 22:2959-2967. J Bone Joint Surg Br 65:608-611. 1995 171.

1989 190. Press JM. Accid Anal Prev 2004(36):21-27. Dever M: Experimental pathophysiological correlates of clinical symptomatology in peripheral neuropatic pain syndrome. Purkis IE: Cervical epidural steroids. Hildingson C. Petterson K. Wilner H. Sturzenegger M. 181. physiotherapy or cervical collar: a prospective. Metes J:MR imaging compressive myelomalacia. Brain 117(pt 2):325-335. Ramanauskas W. Annest JL. 188. 1990 191. and psychososial finding. 184. 186. In Sances A. Herring SA. 185. Poindexter DP. Quinlan KP. Tomas DL. 1986. J comput Assist Tomogr 13:399-404. Di Stefano G: Long-term outcome after whisplash injury: a 2-year follow-up considering features of injury mechanism and somatic. Rappaport ZH. 1994. 2000. Acta Orthop Scand 65:525-528. 1973 183. et al: MRI and neurology in acute whiplash trauma: no correlation in prospective examination of 39 cases. Toolanen G. 1994.surgery. Kibler WB: Rehabilitation of musculoskeletal disorders. Rauschning W. Radharkrishnan K. 1984. 1996. Johnson EW: Football shoulder and neck injury: a study of the ‘stinger”. Medicine 74:281-297. 189. Minn. Litchy WJ. controlled study. Washington. Ewing CL. et al: Neck strains and sprains among motor vehicle occupants-United states. 1977. 182. editors: Mechanisms of Head and Spine Trauma.In The textbook of Military Medicine. radiologic. Arch Phys Med Rehabil 65:601-602. 187. J Neurol Neurosurg Psychiatry 36:879-884. Philips DG: Surgical treatment of myelopathy with cervical spondylosis. Borden Institute. Deer Park. 1995. Pain Clinic 1:3-7. Myers B. et al: Epidemiology of cervical radiculopathy: a population-based study from Rochester. et al: Anatomy of the normal and traumatized spine. Radanov BP. 90-95. Office of the Surgeon General. Aloray 77 . 1986. DC. Eur Spine J 6:256-266. Stereoact Funct Neurosurg 54-55. 1976-1990. O’Fallon WM.

Spine 21(16):1877-1883. 2007 197. Yurth E: Nonoperative management of herniated cervical intervertebral disc with radiculopathy. Spine J 6(suppl):2S-3S. Spine 20:1821-1827.double-blind study. Brown M. Sanchez MC. 1986 196. 1984. 1996 201. fusion for the treatment of cervical radiculopathy: a prospective randomized study. Arenillas JIC. Spine 9:7-15. Gilula L: Can cervical nerve root blocks prevent surgery for cervical radiculopathy? A prospective. Riew DK. 194.Sasso R. 78 . 1995. Spine state art rev 9:673-688. Smith MD. 1995 193.192. 199. 1995 198. Heller J.Spine26(12):E268E273. Spine State Art Rev 9:661-672. 2001. et al: A systematic review of the diagnostic accuracy of provocative tests of the neck for diagnosing cervical radiculopathy. Esses S: Modalities. et al: Cervical radiculopathy: a rare symptom of giant cell arteritis.controlled. Saal J.Sapir D. Eur Spine J 16(3):307-319. Russell EJ: Computed tomography and myelography in the evaluationof cervical degenerative disease. manual therapy and education:a review of conservative measures. Rowlingson JC. Saal J. Neuroimaging Clin N Am 5(3):329-348. Arthritis Rheum 26:207-209. 204. van Tulder MW. Gorup J: Radiofrequency medical branch neurotomy in litigantanonlitigantpatientswithcervicalwhiplash. Patel A: Orthotic devices in the management of spinal disorders. Rubinstein SM. 2006 195. Kirschenbaum LP: Epidural analgesic techniques in the management of cervical pain. 203. Anesth Analg 65:938-942. Gundry CR. Kim Y. Saal J: The role of inflammation in lumbar pain. Gutieerez DA. et al: Cervical discogenic pain: prospective correlation of magnetic resonance imaging and discography in asymptomatic subjects and pain sufferers. Redford JB. Rydevik B. Reitman C. randomized. Spine J 5:88S. Pool JJ. 1983 202.Schellhas KP. 2005. Lundborg G: Pathoanatomy and pathophysiology of nerve root compression. Spine 21(3): 300-312. Hacker R et al: Artificial disc vs. 1996. 1995 200.

211. Pfaffenrath V: Cervicogenic headache diagnostic criteria. The Cervicogenic Headache International Study Group. et al: ‘Cervicogenic’ headache: an hypothesis. 2002. Can J Surg 16:217-221.Selecki BR: Whiplash. Lougheed WM. Goldthwaite N. 216.Sjaastad O. Garges K. Fredriksen and T: Cervicogenic headache: criteria. et al: Upper cervical anterior diskectomy and fusion improves discogenic cervical headaches Spine 27(20):2240-2244. Isaac Z: Percutaneous disc decompression using nucleoplasty. 1995. 208. J Clin Laser Medi Surg 13(3):205-207. Pain Physician 5(2): 121-126 2002.Shulman M: Treatment of neck pain with cervical epidural injection. Hovdahl H. JAMA 121:1209-1214.Sjaastad O. 1975. 1994.Schofferman J. 1973. Saunte C.Schutz H. 207. 206. Reg Anesth 11:92-94. 214. Headache 38(6):442-445. 215. Fredriksen T.205.Seibenrock KA. 1984. Segil CM: An evaluation of discography in the localization of symptomatic levels in discogenic disease of the spine. Arch Orthop Trauma Surg 113:199-201. 1986. Murphey MD: The syndrome of unilateral rupture of the sixth cervical intervertebral disk with compression of the seventh cervical nerve root: a report of four cases with symptoms simulating coronary disease.Simmons EH. 79 . 212. 1983. Clin Orthop 108:57-69.Sjaastad O.Semmes RE.Siebert W: Percutaneous laser discectomy of cervical discs: preliminary clinical results. 210. Aebi M: Cervical discography in discogenic pain syndrome and its predictive value for cervical fusion. Wortzman G.ClinExpRheumatol 19):S3-S6. 1943. Cephalalgia 3:249-256. 209. 1998. et al: Invertebral nerve root in the investigation of chronic lumbar disc disease. 213. 17(2suppl classification epidemiology. Aust Fam Phys 13:243-247.Sharps LS. 2000.

AmJPhysMedRehabil83(6):446-454. 2000. et al: Therapeutic selective nerve root block in the nonsurgical treatment of traumatically induced cervical spondyliticradicularpain.2002. Patel R. Lipetz JS. 2001. et al: Symptom provocation of fluoroscopically guided cervical nerve root stimulation: are dynatomal maps identical to dermatomal maps. Slipman CW. Isaac Z.Slipman CW. et al: Outcomes of therepeutic selective nerve root blocks for whiplash induced cervical radicular pain. Spine J 5(4): 381-388. Isaac Z. et al: Therapeutic zygapophyseal joint injections for headaches emanating from the C2-3 joint. Crit Rec Phys Rehabil Med 13(4):283-299. pain physician 4(2):167-174. et al: Does the cervical zygapophyseal joint refer symptoms to the neck bilaterally? preliminary data from 100 patients. 2005. Plastaras CT.2001. 224. Oleski C. Slipman CW. Chow DW. Plastaras CT. 222. Slipman CW. Slipman CW. 2001. 2004. Thomas J. et al: Therapeautic selective nerve root block in the nonsurgical treatment of atraumatic cervical spondylitic radicular pain: a retrospective analysis with independent clinical review. Arch Phys Med Rehabil 81:741-746. Palmitier RS. Isaac Z. Lipetz JS. 220. 221. 223.Slipman CW. et al: Provocative cervical discography symptom mapping.Slipman CW.217. Arch Phys Med Rebail 83(11): 1664. et al: Outcomes and side effects following percutaneous cervical disk decompression using coblation technology: a pilot study.2002. 219. 80 . 1998. Plastaras C. et al: Cervical zygapophyseal joint syndrome and referral to the head and face: premilinary data from 100 patients. 225.2004. Lipetz JS. Arch Phys Med Rehabil 83(11): 1665. Spine 23: 2235-2242.Slipman CW. Bhargava A. 218. DePalma MJ. Slipman CW. Freg ME. 226. Am J Phys Med Rehabil 80(3): 182-188. Jackson HB. Jackson HB. Spine J 4(5S):71S. et al: An evidence-based algorithmic approach to cervical spinal disorders. Lipetz JS. Slipman CW.

Speldewinde GC. Spine 12(suppl): S1. et al: Cervical nonorganic signs: a new clinical tool to assess abnormal illness behavior in neck pain patients: a pilot study. Smith GW. Spitzer WO. Clin J Pain 4: 233. 231. Robinson R. 1995. Phys Med Rehabil State Art Rev 4:335-360. Arch Phys Med Rehabil 81:170-175.227. Nichols PJ: The technique of cervical discography. Spine 20 (suppl 8): 3s-73s. 232. McLaren MI. Report of the Quebec Task Force on Spinal Disorders. Skovron ML. Scoville WB: Lateral rupture of the cervical intervertebral discs: a common cause of shoulder and arm pain. Stanley D. 1990. Scientific Publishing. 1988. Su RK: Treatment of whiplash injuries with acupuncture. 1990. Sweeney T. Swezey RL. Swanberg H: The Intervertebral Foramina in Man.S57. 2000. 236. Sollenberger P. Euinton HA. Radiology 68: 718-720. Sobel JB. 230. Spurling RG. et al: Scientific monograph of the Quebec Task Force on whiplash. 229. Salmi LR. Prentice C. Swezey AM: Efficacy of home cervical traction therapy. et al: A prospective study of nerve root infiltration in the diagnosis of sciatica: a comparison with radiculography. Medj Aust 174: 174-176. 234. 1995. Su HC. and operative findings. 81 . 237. Chicago. 2000. computed tomography. 1987. Am J Phys Med Rehabil 78:30-32.associated disorders: redefining whiplash and its management. et al: Scientific approach to the assessment and management of activity-related spinal disorder: a monograph for clinicians. Leblanc F. Surg Gynecol Obstet 78:350-358. 233. Dupuis M. 1957. Spitzer W. Davidson IR: Diagnostic cervical zygapophysial joint blocks for chronic cervical pain. 228. Bashford GM. 1999. et al: Cervicothoracic muscular stabilizing technique. Saal JA. 235. 1944. Spine 15(6): 540-543.

dkk: radikulopati servikal kronis: pendekatan injeksi perradicular lateral yang kortikosteroid. Vargo MM.2001 245. Scand J Rheumatol Suppl 47:15-29. 239. 247. Klaukka T: Rheumatic symptoms in the middle aged population in southwesten Finland. 246. Teresi LM. 1999 82 . Feydy A. Twomey LT: Acute injuries to cervical joints: an autopsy study of neck sprain. 240.238. Sievers K. Takala J. Society for Automotive Engineers. Umaeda S. Warrendale. Nordwall A. 244. radiologi 218:886-892. Pancoast tumor menyajikan sebagai radioculopathy serviks. Und B. Arch Phys Med Rehabil 71:606-609. Laasoen EM. Welch J: Human subject kinematic electromyographic activity during low speed rear impacts. Carlier RTy. Schlbom H. Viikari-Juntura E. Szabo T. Vincent G: sakit kepala cervicogenic perbandingan dengan migrain dan sakit kepala tipe tegang. Validitas tes klinis dalam diagnosis kompresi akar pada penyakit disc serviks. KM Banjir. et al: kisaran normal gerak pada tulang belakang leher. Arch Phys Med Rehabil 70:692-695. Lufkin RB.1989. 248. et al: Serviks laminoplasty untuk memperbesar kanal tulang belakang di osifikasi bertingkat dari ligamentum longitudinal posterior dengan myelopathy. Reicher MA.1990.1989. Spine 9: 1115-1122. tahun 1993. Radiology 164: 83-88. Acta Orthop Scand 251 (suppl) :61-63. Nomura S. et al: Asymptomatic degenerative disk disease and spondylosis of the cervical spine: MR imaging. Cephalalgia 1 (suppl 25) :11-16. 241. 1996. 1993. Taylor JR. Tomita K.1988 243. Arch Orthop Trauma Surg 107:148-153. In Proc 40th Stapp Car Crash Conp 1996 pp 295-315. Porras M. 1982. VanAkkerveeken PF: nilai diagnostik infiltrasi sheat akar saraf. Vallee JN. 242. 1987. Spine 14:253-257.

Phys Med Clin Rehabil N AM 13:589-608. Yu YL. Pendekatan konservatif untuk manajemen.1973. Lippincott. Westerling D. Scand J Med Soc 8:131-136. Jones SJ. somatosensori membangkitkan potensi dalam cervical spondylosis: korelasi median.1990 250. 255.1985 83 . Spine 12:313-316. 1990. otot saraf 21:16121631. Philadephia. Arch Phys Med Rehabil 75:465-469. Pemijatan Beard: Prinsip dan Teknik. Wood EC. Aminoff MJ. dkk: signifikansi gejala dan tanda-tanda di lokalisasi di root terlibat dalam tonjolan disk serviks. Brain 83:589-616. ed 2. Southwick WO.1957. Levine La. 1974. otak 108:273-300. Ruuska J: penggunaan klinis pengukuran kekuatan leher isometrik dalam rehabilitasi.1987. AAEM minimonograph 32: pemeriksaan diagnostik elektro pada pasien dengan radioculopathies. Philadephia. dan tanggapan saraf tibialis posterior dengan temuan klinis dan radiologis. 254. 259. White AA III. Wolff MW. Wilkinson M: Anatomi mengerikan dari cervical spondylosis dan myelopathy. Punjab MM: Masalah ketidakstabilan klinis pada tulang belakang manusia: Pendekatan biokimia pada sistemik tulang belakang.1960. ulanr. McCarthy CS. 258.1998. J tulang sendi Surg Am 55:525-534. Deponte RJ. Jonsson BG: nyeri dari daerah leher-bahu dan cuti sakit.2002. Saunders. 256. 253.: radiculopathies serviks:. Yoss RE.249.1994. 257. White AA III. et al: Bantuan dari rasa sakit oleh pasien. Ylinen J. 251. Corbin KB. Seago Ra: serviks discogenis sindrom: hasil intervensi toperative pada pasien dengan Diskografi positif. Wilbourn AJ. Neurologi 7:673683. 252. Whitecloud TS.

: cercival spondylotic myelopathy dan radikulopati. Zheng Y. Spine 29 (19) : 2140-2145. Huang CY. Woo E. Yu YL.260.1987. 84 . 261. Simmons E: Nilai pencitraan resonansi magnetik dan Diskografi di detrmining tingkat serviks discectomy fusi d. Liew S. 2004. Acta Neurol Scand 75:367-373.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful