MAKALAH ANTROPOLOGI TENTANG POLA KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA SUKU BANGSA BALI

POLA KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA SUKU BANGSA BALI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bali adalah salah satu suku bangsa yang terdapat di Indonesia. Suku bangsa Bali memiliki potensi alam dan kebudayaan yang sangat tinggi, sehingga Bali tidak hanya dikenal di dalam negeri saja, melainkan sampai ke luar negeri. Bahkan orang – orang awam dari luar negeri mengira bahwa Indonesia terletak di pulau Bali. Hal ini menggugah hati penulis, untuk meneliti kehidupan sosial budaya suku bangsa Bali. 1.2 Metode Penelitian Dalam karya tulis ini penulis menggunakan metode dokumentasi, yaitu dengan mencari informasi tentang suku Bali dari berbagai sumber buku yang ada. adapun langkah – langkah penyusunan karya tulis ini adalah sebagai berikut; 1. Pada BAB I penulis menulis tentang alasan mengapa penulis memilih Bali sebagai objek penelitian dan bagaimana penyusunannya 2. Pada BAB II penulis menulis tentang hasil penelitian pola kehidupan sosial suku bangsa Bali 3. Pada BAB III penulis menyampaikan tentang harapannya, kesimpulan dari karya tulis ini, dan saran – sarannya

BAB II POLA KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA SUKU BANGSA BALI 2.1 Lingkungan Alam Dan Demografi Masyarakat suku Bali menempati keseluruhan pulau Bali yang menjadi satu propinsi, yakni propinsi Bali. Oleh karena pengaruh emigrasi, ada juga masyarakat Bali yang menetap di wilayah – wilayah lainnya di Indonesia. Pulau ini terletak disebelah timur pulau Jawa yang dihuungkan oleh selat Bali Bali adalah propinsi yang terletak di sebelah timur ditengah – tengah lautan, oleh karena itu propinsi Bali mempunyai iklim tropis (panas). Propinsi Bali adalah salah satu propinsi yang padat penduduknya. Pada tahun 1971 penduduknya sebanyak 2.469.930 jiwa, pada tahun 1990 meningkat lagi menjadi 2.777.811 jiwa. Keadaan perhubungan pun sangat baik dan lancar, baik darat, laut, maupun udara 2.2 Latar Belakang Sejarah / Asal Usul Dahulu pulau Bali disebut dengan nama “Walidwipa”, yang merupakan suatu kerajaan yaitu kerajaan Bali. Kerajaan ini berkembang sekitar abad ke VIII Masehi. Pemerintahannya berpusat di Shinghamandawa, sebuah tempat yang hingga kini belum diketahui dengan pasti. Kerajaan ini pernah diperintah oleh dua diansti, yaitu Dinasti Warmmadewa dengan Dinasti Sakellendukirana

ini dapat diketahui dari pembagian golongan dalam masyarakat (kasta). Dalam hal agama dan kepercayaan. Subak dan Seka. misalnya transportasi darat. dan Hindu tetap menjadi agama mayoritas yang wariskan secara turun temurun. dan kasta. terutama upaca besar adalah orang yang dilantik menjadi pendeta yang umumnya disebut “Sulingih” tetapi tidak semua pendeta disebut Sulingih. misalnya “Pedanda” untuk pendeta dari kasta Brahmana baik yang beraliran Siwa maupun Budha. ada lagi kelompok kerabat yang disebut klen besar yang melengkapi beberapa kerabat tunggal dadia (sanggah). bahkan ada yang di pakai untuk mengangkut penumpang antar pulau. Jimbaran dan Singaraja Tempat beribadah agama Hindu di berupa pura Besakih. agama. kumpulan tari atau semacam sanggar tari. atau “Resi” untyuk pendeta dari kalangan Satria. Klungkung. Bali mempunytai Bandara Internasional yang sangat baik Umumnya mata pencaharian masyarakat Bali dibidang kesenia. tempat pemujaan tersebut disebut Kemulan Taksu. Disana ada bus yang dipakai untuk kendaraan pengangkut penumpang antar daerah. Punarbawa. Sedangkan kitab suci adalah “Weda” yang bersisi tentang Arman. ada pula sebagian kecil masyarakat Bali yang menganut agama Islam. Di desa – desa dan pegunungan. Dahulu. Disamping itu. Menurut adat lama yang dipengaruhi oleh sistim klen dan kasta. serta agama dan kepercayaan. Karmapala. dan katholik. wanita akan dinyatakan keluar dari dadia. jika terjadi perkawinan campuran. serta tempat pemujaan leluhur dari klen – klen besar. Secara fisik. di desa – desa tanah datar. sperti seni pahat. pengaruh zaman Megalithikum terasa masih kuat pada masyarakat kerajaan Bali. Di Bali ada seorang pemimpin agama yang bertugas melaksanakan upacara keagamaan. kerajinan . pembagian warisan. Perkawinan antar kasta sudah relatif banyak dilakukan Struktur Dadia berbeda – beda. lukis. akan tetapi. Pura Desa (Kayangan Tiga). kesenian. Keadaan tersebut menunjukan bahwa mayarakat Bali merupakan pemegang teguh tradisi Warisan budaya serta agama dan kepercayaan masih dipegang teguh hingga saat sekarang ini. Sekarang hukuman itu tidak dijalankan lagi. ada yang disebut angkutan penyembrangan Gilimanuk Ketapang yang menghubungkan Bali dengan Jawa. tunggal sanggah) setingkat kedudukannya dalam adat. Penganut agama Islam terdapat di Karang Asem. dan Moksa. tunggal dadia. suami istri akan dihukum buang (Maselong) untuk beberapa lama ketempat yang jauh dari tempat asalnya. 2.Kerajaan Bali bercorak Hindu. sedangkan penganut agama Kristen dan katholik terutama terdapat di Denpasar. orang – orang dari tunggal dadia yang hidup neolokal wajib mendirikan tempat pemujaan di masing – masing tempat kediamannya. orang – orang dari tunggal dadia yang telah memencar karena hidup neolokal. dan Denpasar. Ada juga yang di sebut Sanggah yang merupakan tempat pemujaan leluhur dari klen kecil serta keluarga luas. Lalu transportasi laut.5 Teknologi Dan Mata Pencaharian Teknologi transportasi di Bali sudah sangat memadai. Mereka memuja kuil yang sama disebut kuil (pura) Pabian atau Panti 2. 2.3 Sistem Kepercayaan / Religi Sebagian besar masyarakat Bali menganut agama Hindu –Bali. tidak lagi mendirikan tempat pemujaan leluhur di masing – masing tempat kediamannya. Kristen. Disamping itu. orang – orang seklen (tunggal kawitan.4 Sistim Kekerabatan dan Kemasyarakatan Perkawinan adat di Bali bersifat endogami klen. baik untuk jarak dekat maupun jarak jauh. Kini Bali adalah sebuah propinsi yang berada di wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tetapi tidak semuanya. seperthi tari Legong yang berlatar belakang kisah cinta Raja Lasem. yang paling menonjol adalah objek wisatanya. Alat musiknya disebut gamelan Bali.6 Bahasa Dan Kesenian Bali dalam kehidupan sehari – hari menggunakan bahasa Bali dan sasak.1 Kesimpulan Jadi secara garis besar suku bangsa Bali merupakan suatu suku bangsa yang memiliki potensi kebudayaan yang sangat tinggi dan sebagai sumber devisa tertinggi di negara Indonesia 3. Tanahnya pun cukup baik dan subur sehingga bisa dijadikan sebagai lahan pertanian maupun lahan perkebunan. dan sebilah keris terselip dipinggang belakang.2 Saran – Saran Bali memiliki banyak kebudayaan alangkah lebih baik jika kebudayaan itu kita jaga dan lestarikan bersama sebagai citra bangsa Indonesia Labels: MAKALAH ANTROPOLOGI . selendang / senteng serta hiasan bunga emas dan kamboja (Subang. yaitu keris (Kedukan). dan lain – lain. penulis tidak menutup mata akan segala kekurangannya baik bahasa maupun penulisannya. tombak dan golok. misalnya perusahaan tenun di Denpasar 2. Hal ini tidak lain karena keterbatasan penulis dalam ilmu pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki sekalipun demikian mudah – mudahan karya tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis dan umumnya bagi pembaca 3. Bali juga mempunyai senjata tradisional. ada juga yang bergerak di bidang pertanian dan industri. Kori Babetelan. Kalung. dan tari Kecak adalah tari yang mengisahkan tentang bala tentara monyet Hanoman dan Sugriwa. kaum wanitanya memakai dua helai kain songket. Bukan hanya itu saja. Rumah adatnya pun bermacam – macam seperti Gapura Candi Bentar.7 Potensi Dalam Pembangunan Bali mempunyai potennsi sumber daya alam dan manusia yang sangat baik. Stagen Songket (Merpada).dan lain – lain. Kori Agung. Macepet Cepetan. Bali juga mempunyai hutan dan gunung yang bisa digali kekayaan alamnya. dengan cara menarik sebanyak – banyaknya wisatawan mancanegara. Bali mempunyai beraneka ragam seni tari. Sedangkan pakaian adatnya adalah untuk pria Bali berupa ikat kepala (Destar) kain songket saput. Meyong – Meyong. Lagu – lagu daerahnya pun bermacam – macam seperti mejangeran. Gelang) diatas kepala 2. Objek wisata tersebut dapat dijadikan sumber devisa (alat pembayaran utang luar negeri). Balai Wanikan. bahkan untuk perindustrian BAB III PENUTUP Dalam penulisan karya tulis ini. Bali Bengong. Ngusak Asik.

. Agama Bali . pola kehidupan. terima kasih atas bantuannya.. lembaga kemasyarakatan. 2009 8:41 PM http://www.GBU July 28. Untuk itu.Reactions: Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook 1 comments: Anonymous said. Demikian halnya dengan adat dan kebudayaan yang ada di Pulau Dewata Bali yang hingga kinipun masih dipegang teguh secara konsisten oleh masyarakatnya. maupun kesenian yang ada didalam masyarakatBali. mereka memiliki kewajiban untuk melestarikan dan mengimplementasikan segala adat dan kebudayaannya tersebut secara sungguh-sungguh.anakciremai. Keduanya telah memiliki akar sejarah yang demikian panjang dan mencerminkan konfigurasi ekspresif dengan dominasi nilai dan filosofi relijius agama Hindu.com/2008/05/makalah-antropologi-tentang-pola. Adat dan kebudayaan yang ada pada masyarakat Bali sangat erat kaitannya dengan agama dan kehidupan relijius masyarakat Hindu. Dalam konfigurasi tersebut tertuang aspek berupa esensi keagamaan...html Dalam setiap bangsa dipastikan memiliki adat dan kebudayaannya masing-masing.

Pola Kehidupan Masyarakat Pola kehidupan masyarakat Bali sangat rigid dan terikat pada norma-norma baik agama maupun sosial. Punarbhawa Cradha adalah keyakinan terhadap adanya reinkarnasi atau kelahiran kembali setelah kematian. pada ikatan kekerabatan diwajibkan menurut prinsip patrilineal. dalam kepemilikan tanah pertanian diwajibkan dalam satu subak tertentu. Secara hakikat ajaran Bindu merupakan Panca Cradha yang memiliki arti lima keyakinan yakni Widhi Cradha ialah keyakinan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa.Mayoritas masyarakat Bali menganut ajaran Hindu yang mempunyai kerangka dasar dengan meliputi tiga hal. Karma Pala Cradha ialah keyakinan terhadap hukum perbuatan. Moksa Cradha adalah keyakinan terhadap moksa yaitu kebahagiaan yang kekal abadi. Pola Pemukiman . Atma Cradha ialah keyakinan akan adanya atman atau jiwa pada setiap makhluk. diwajibkan dalam status sosial berdasarkan warna. filsafat. setiap pemeluk Hindu Bali wajib untuk melaksanakan sembahyang atau pemujaan pada pura tertentu diwajibkan pada satu tempat tinggal bersama dalam komunitas. dan Tata Susila. upacara. Dalam konteks norma agama misalnya.

Sedangkan pada pola menyebar. desa adat yang menjadi titik sentral. Pada pola kosentris. desa terbagi-bagi kedalam satu kesatuan wilayah yang lebih kecil yang disebut Banjar.Struktur pemukiman masyarakat Bali dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu pemukiman pola kosentris seperti yang terjadi pada masyarakat Bali yang tinggal di pegunungan dan pemukiman menyebar seperti yang terjadi pada masyarakat Bali yang berada di dataran rendah. .