P. 1
25_alat-optik

25_alat-optik

|Views: 24|Likes:
Published by Kurnia Hikmah

More info:

Published by: Kurnia Hikmah on Apr 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2012

pdf

text

original

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI..............................................................................1 BAB 25. ALAT-ALAT OPTIK ....................................................2 25.1 Mata Manusia dan Kamera .........................................2 25.2 Kaca Pembesar ..........................................................4 25.3 Teleskop .....................................................................5 25.4 Mikroskop....................................................................6 25.5 Batas Resolusi : Kriteria Rayleigh...............................8 25.6 Sinar X dan Difraksi Sinar X .......................................8 25.7 Quis 25......................................................................10

1

Rabun jauh biasanya didrita oleh orang mulai muda hingga dewasa. sedangkan rabun dekat biasanya diderita oleh orang yang usianya mulai menginjak tua.BAB 25. Daya pengaturan tebal tipisnya lensa mata disebut daya Akomodasi. (titik P) untuk benda yang berada 2 . Untuk menolong cacat mata rabun jauh atau rabun dekat diperlukan alat optic yang disebut Kaca M. Gambar 25. maka cacat mata yang demikian disebut rabun dekat atau Hiperopi. maka kerusakan atau cacat mata yang demikian disebut rabun jauh atau Myopi. ALAT-ALAT OPTIK 25. Rabun Dekat. Biasa disebut lensa mata. Sebaliknya jika tidak dapat melihat benda yang letaknya pada jarak titik dekat mata normal. Untuk rabun jauh diperlukan lensa cekung (negatip).1 Mata Manusia dan Kamera Pada mata terdapat suatu bagian yang fungsinya sebagai suatu lensa.1. yang pada prinsipnya hanyalah sebuah lensa. sedangkan rabun dekat diperlukan lensa Cembung (Positip). Biasanya mulai usia 40 tahun keatas. Sistem optik mata Jika seseorang karena kelemahan daya akomodasinya dan tidak dapat melihat benda yang jauh di titik tak hingga. pada posisi syaraf penerima yang letaknya sedemikian rupa sehingga selalu tetap. Lensa ini dapat diatur ketebalannya . Jarak 25 cmm ini diambil untuk mata normal. Rabun dekat dikarenakan lensa tidak dapat membentuk bayangan pada jarak 25 cm didepan mata.

f Daya lensa yang harus digunakan untuk focus 33. Besar focus lensa dapat dicari sebagai berikut : 1 1 1 + = S S' f Dengan S = 25 cm dan S’ adalah pada jarak di titik terdekatnya. 1 1 1 = − f 25 S' Jika jarak titik terdekatnya seseorang adalah 1 meter.Gambar 25.33 cm adalah P = + 3.2. Rabun Jauh. Ini berarti bahwa seseorang tersebut harus menggunakan lensa + 3.33 dioptri. Karena kerusakan lensa mata. maka diperoleh focus lensa adalah : 1 1 1 25x100 = − ⇒f = = 33. Dalam hal ini dimasukkan tanda – (negatip). f 25 100 100 − 25 Daya lensa didefinisikan sebagai P = Satuan daya lensa adalah dioptri. 1 dimana f harus dinyatakan dapat satuan meter. maka lensa mata ini tidak dapat membentuk bayangan di titik pusat syarafnya (titik P).33 untuk dapat melihat benda dengan jelas pada jarak 25 cm didepat lensa matanya..33 cm. maka agar dapat dilihat dengan jelas 3 . Cacat mata rabun dekat. Untuk benda yang di tititk tak hingga.

Perbesaran yang diperoleh adalah perbesaran sudut. Lensa ini dapat dipakai untuk melihat benda kecil sehingga kelihatan besar. Gambar 25. Besarnya perbesaran sudutnya adalah : 4 . Alat ini sering dipakai oleh tukang reparasi jam. yaitu jika ditempatkan pada jarak 25 cm di depan lensa mata.3. maka f = – S’ Jadi daya lensa nya : P = 1 f 25. Besar focusnya adalah : 1 1 1 + = S S' f Karena S = ∞ . Jika di depan lensa mata dipasang lensa cembung sehingga sudut pandangnya menjadi α’. Cacat mata rabun jauh.harus dipasang lensa negatip yang diletakkan di depat lensa mata agar dapat membentuk baying di titik terdekatnya. Benda yang kecil mempunyai sudut pandang sebesar α.2 Kaca Pembesar Kaca pembesar adalah lensa cembung. Sering pula disebut Loupe.

Benda yang berada di titik tak hingga.3 Teleskop Untuk melihat benda yang jauh juga diperlukan alat bantu Alat ini diisebut Telescope atau Teropong..4. y/f 25 = y / 25 f Dengan f dinyatakan dalam cm. Susunan lensa untuk telescope ini nampak seperti pada gambar. 25. dapat kelihatan lebih dekat. Perebesaran Loupe tg α = y/25 berarti γ= sedangkan tg α’ = y/f. Perbesaran yang diperoleh adalah : 5 . Sehingga perbesaran sudut pandangnya menjadi lebih besar.γ = tg α tg α ' Gambar 25.

6 . Hasil pemotretan bintang dengan telescope Hubble. Gambar 25. Hasil dari pemotretan dikirimkan ke bumi.Gambar 25.6. Sistem teropong jarak lauh.4 Mikroskop. 25.5. Salahs atu hasilnya adalah nampak pada gambar. tg α' tg α Perbesaran sudut ( γ ) ⇒ γ= ⇒ γ= - y' f2 y' f1 = f1 f2 Contoh hasil telescope yang terkenal di dunia adalah Telescope Hubble milik USA yang dipasang di luar angkasa.

γ Dengan : M adalah perbesaran total.7. m adalah perbesaran dari lensa objective.Microscope sederhana adalah alat optic yang dipakai untuk melihat benda-benda yang kecil sehingga kelihatan besar. M = m. M=m. y f oc S' ob 25 . Susunan yang lebih menggunakan satu lensa dapat memperoleh perbesaran yang jauh lebih besar dari Loupe. Kedua lensa ini adalah lensa cembung. Gambar 25. kemudian diperbesar lagi oleh lensa kedua (Lensa Oculer). Sistem mikroskope sederhana.γ = ⇒ M= y' 25 . Alat ini adalah Microscope. Susunan lensa microscope nampak pada gambar. Pada alat ini terdapat dua lensa yang disusun seperti pada gambar. Seringkali dipakai di laboratorium. S ob f oc 7 . m = y’/y γ adalah perbesaran lensa oculer. Perbesaran total adalah akibat dari perbesaran lenca ocoler dikalikan perbesaran lensa objektip. γ = 25 / foc. Benda diperbesar oleh lensa pertama (Lensa Objective) .

bayangan titik itu sebenarnya merupakan bayangan dari sebuah benda titik.25. dan ini sebenarnya merupakan pola difraksi yang kecil. Lensa yang karena memiliki tepi. Penyebab peristiwa ini adalah difraksi dan aberasi. karena sifat alami dari gelombang cahaya.8. bekerja seperti celah. hal in dapat dikurangi ayitu dengan menggabungkan sistem lensa. Bayangan yang timbul akibat dari difraksi Kekuatan sistem lensa untuk memfocuskan sehingga tidak etrjadi bayangan merupakan batas resolusi. Demikain pula untuk camera. Gambar 25.6 Sinar X dan Difraksi Sinar X 8 . mikroscope. Untuk difraksi kita tidak dapat mengurangi. Dengan demikian sebuah bayangan akan terkaburkan sekalipun aberasi tidak ada. maka dipakai lensa dengan resolusi yang tinggi. Untuk alat-alat optik yang seperti telescope. tetapi karena faktor aberasi. karena ini adalah hasil alamiah dari sifat gelombang cahaya. Cahaya yang menjalar lewat sebuah celah akan disebarkan menjadi pola difraksi. Ketika lensa membentuk bayangan ari sebuah titik.5 Batas Resolusi : Kriteria Rayleigh Kemampuan sistem optik seperti halnya microskope dan telescope untuk membedakan antara jarak objek yang dekat sangat terbatas. 25.

Di dunia medis. dimana dipergunakan sinar X untuk sumber cahayanya. J. pemanfaatan sinar X yang paling terkenal adalah untuk foto medis konvensional (yang lebih dikenal dengan istilah roentgen) dan Computerized Axial Tomography (CAT Scan atau CT Scan). Computerized Tomography (CT) merupakan pengembangan teknik pencitraan medis menggunakan sinar X. Hal ini karena sinar-X mempunyai frekwensi yang tinggi sehingga mampu untuk menembus kristal. Pada tahun 1953.C Crick mengungkapkan struktur helix ganda dari DNA melalui difraksi sinar X. Max von Laue pada tahun 1912 memberikan prediksi bahwa atom-atom pada kristal tersusun dalam array (susunan yang teratur) sehingga dapat berfungsi sebagai kisi difraksi untuk panjang gelombang yang memiliki orde yang sama dengan jarak antar atom yaitu 10-10 m. Sinar X bukanlah merupakan partikel bermuatan karena sinar X tidak dapat dibelokkan oleh medan magnet maupun medan listrik.9. Sinar X merupakan satu bentuk cahaya tak tampak dan tidak menunjukkan efek difraksi atau interferensi pada kisi biasa. Ada faktor serapan dan hamburan serta ada perbedaan penyerapan oleh struktur yang berbeda dalam tubuh sehingga citra yang dihasilkan akan memiliki intensitas yang berbeda untuk masingmasing struktur.Pengamatan struktur kristal dapat dilakukan dengan menggunakan teori difraksi.D Watson dan F. 9 . Dengan teknik CT dimungkinkan untuk memvisualisasikan hanya bagian atau potongan tertentu saja dari tubuh. misalnya sebuah luka. Dari sinilah berkembang kristalografi yaitu ilmu yang mempelajari struktur dunia mikroskopis dari atom dan molekul. Untuk foto medis konvensional (Roentgen) sinar X dari tabung diarahkan dan menembus tubuh kemudian dideteksi menggunakan layar fluoresen atau film fotografis seperti tampak pada gambar 25. Hal ini disebabkan karena panjang gelombang sinar X jauh lebih kecil dari jarak kisa biasa.H.

Kacamata dengan daya berapa yang diperlukan untuk orang yang titik dekatnya adalah 2. 1.8 cm da objektip dengan panjang focus 0.9 (a) Pembentukan bayangan sinar X konvensional dan (b) Pembentukan bayangan tomografi 25.8 cm. posisi benda jika ajrak antara lensa adalah 16. Jika digunakan objektip yang mempunyai panjang focus 80 cm. sehingga ia bisa membaca layar komputer pada jarak 50 cm ? anggap jarak lensa mata sebesar 1. 10 . Perbesaran total telescope astronomi diinginkan sebesar 25 x. ? 3.8 cm. Hitung : (a).7 Quis 25 120 cm. Sebuah mikroskope mempunyai okuler dengan panjang focus 1. berapa panjang focus okuler ? Berapa panjang total telescope ketika si setel untuk digunakan oleh mata dalam keadaan rileks.Gambar 25.0 cm dan (b) perbesaran total dengan menganggap mata normal rileks.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->