P. 1
Etika Dalam Berorganisasi Dan Lain Lain

Etika Dalam Berorganisasi Dan Lain Lain

|Views: 88|Likes:

More info:

Published by: Muhammad Fikri Abdillah on Apr 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2012

pdf

text

original

ETIKA DALAM BERORGANISASI

Masalah etika selalu muncul dalam situasi yangmelibatkan orang lain, tetapi seringkali organisasi lebih banyak menyoroti masalh etika ini daripada pihak – pihak lainnya. Pelanggaran terhadap etika yang telah diterima secara umum merupakan masalah yang harus diwaspadai dalam organisasi. Bagi sebagian orang perilaku etis dalam organisasi tidak selalu penting. Charles Saxon, kartunis majalah The New Yorker, menerbitkan serial kartun bisnis berjudul “ kejujuran adalah salah satu kebijakan yang lebih baik”, Tampaknya Saxon berpendapat bahwa dikusi etika dalam organisasi bisnis diperlukan, dan mungkin bermanfaat bagi kita untuk mempelajari beberapa masalah etika dalam konteks pembuatan keputusan mengenai pekerjaan dalam organisasi. Bidang karier apapun yang anda putuskan untuk anda tekuni, pasti mencakup sejumlah dilemma dan paradoks mengenai etika kehidupan yang sesunguhnya. Lantas apakah yang dimaksud dengan etika ? Sekelompok teoritis (Solomon & Hanson, 1985) mengemukan bahwa etika berkaitan dengan pemikiran dan cara bersikap, pemikiran mengenai etika terdiri dari evaluasi masalah dan keputusan dalam arti bagaimana kedua hal ini memberi andil pada kemungkinan penigkatan seseorang seraya menghindari akibat yang merugikan orang lain dan diri sendiri. Perilaku etis berhubungan dengan tindakan yang sesuai dengan keputusan yang relevan, yang sejalan dengan seperangkat pedoman yang menyangkut perolehan yang mungkin dan akibat yang merugikan orang lain. Masalah etika dalam organisasi dapat dibagi dalam dua kategori : 1. yang menyangkut praktik – praktik organisasi di tempat kerja, dan 2. yang menyangkut keputusan perorangan Praktik – praktik Organisasi

kontribusi pada badan – badan amal. pemberian gaji. 2. memberi peluang kepada organisasi untuk memperhatikan faktor – faktor yang secara jelas mempengaruhi prestasi kerja pegawai. Perjanjian eksplisit dan implicit antara pegawai dengan organisasi yang memperkerjakan mereka. Banyak muncul pengertian-pengertian mengenai pemimpin dan kepemimpinan. kenaikan pangkat. dan keterlibatan dalam kelompok kegiatan politik. misalnya segala sesuatu yang terjadi selama cuti yang mungkin mempengaruhi citra organisasi. dalam proses mengontrol gejala-gejala sosial . Namun masalah etika muncul bila organisasi menaruh perhatian khusus pada masalah kehidupan pribadi anggotanya yang tidak secara langsung mempengaruhi prestasi kerja mereka dalam organisasi. Rasa hormat. keikutsertaan dalam masalah – masalah public seperti kegiatan masyarakat dan organisasi pelayanan. Dari sudut pandang sebagian besar anggota oraganisasi. Kebijakan dan praktik personel. Keleluasaan (privacy) dan pengaruh terhadap keputusan pribadi. antara lain :  Pemimpin adalah figur sentral yang mempersatukan kelompok (1942)  Kepemimpinan adalah keunggulan seseorang atau beberapa individu dalam kelompok. kepentingan organisasi didahulukan dan kepentingan anggota dijadikan yang paling akhir.1. Masalah ini berkenaan dengan etika kepegawaian. Pemimpin dan Kepemimpinan merupakan suatu kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara struktural maupun fungsional. Masalah ini berhubungan dengan cara organisasi memperlakukan anggotanya. dan kebebasan perorangan. Kewajiban umum organisasi adalah berlaku adil pada anggota organisasi yang prospektif disetiap jenjang karirnya. 3. martabat. pemberhinetian dan masalah pension anggota organisasi. pendisiplinan.

baik yang bersifat umum maupun yang menyangkut teori kepemimpinan.  Kepemimpinan sebagai suatu kemampuan meng-handel orang lain untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan friksi sesedikit mungkin dan kerja sama yang besar.  Tipe-tipe Kepemimpinan : . akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi dengan potensi tinggi di lapangan. Untuk menjawab pertannyaan kedua dapat dirumuskan dua kategori yang sudah barang tentu harus dikaji lebih jauh lagi:  Keberhasilan seseorang memimpin satu organisasi dengan sendirinya dapat dilaihkan kepada kepemimpinan oleh orang yang sama di organisasi lain  Keberhasilan seseorang memimpin satu organisasi tidak merupakan jaminan keberhasilannya memimpin organisasi lain. Brown (1936) berpendapat bahwa pemimpin tidak dapat dipisahkan dari kelompok. Muncul dua pertanyaan yang menjadi perdebatan mengenai pemimpin. Caranya adalah dengan memberikan kesempatan luas kepada yang bersangkutan untuk menumbuhkan dan mengembangkan efektivitas kepemimpinannya melalui berbagai kegiatan pendidikan dan latihan kepemimpinan. dan aktivitas kelompok. Krech dan Crutchfield memandang bahwa dengan kebaikan dari posisinya yang khusus dalam kelompok ia berperan sebagai agen primer untuk penentuan struktur kelompok. suasana kelompok. kepemimpinan merupakan kekuatan semangat/moral yang kreatif dan terarah. Dalam hal sama.  Pemimpin adalah individu yang memiliki program/rencana dan bersama anggota kelompok bergerak untuk mencapai tujuan dengan cara yang pasti. tujuan kelompok. Sondang (1994) menyimpulkan bahwa seseorang hanya akan menjadi seorang pemimpin yang efektif apabila :  seseorang secara genetika telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan  bakat-bakat tersebut dipupuk dan dikembangkan melalui kesempatan untuk menduduki jabatan kepemimpinannya  ditopang oleh pengetahuan teoritikal yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan. ideologi kelompok.  Kubu yang menyatakan bahwa “pemimpin dibentuk dan ditempa” berpendapat bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang dapat dibentuk dan ditempa.  Apakah seorang pemimpin dilahirkan atau ditempat?  Apakah efektivitas kepemimpinan seseorang dapat dialihkan dari satu organisasi ke organisasi yang lain oleh seorang pemimpin yang sama? Untuk menjawab pertanyaan pertama tersebut kita lihat beberapa pendapat berikut :  Pihak yang berpendapat bahwa “pemimpin itu dilahirkan” melihat bahwa seseorang hanya akan menjadi pemimpin yang efektif karena dia dilahirkan dengan bakat-bakat kepemimpinannya.

Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”. Tegasnya seorang pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi. Gaya kepemimpinan yang dipergunakan pemimpin yang otokratik antara lain:     menuntut ketaatan penuh dari para bawahannya dalam menegakkan disiplin menunjukkan keakuannya bernada keras dalam pemberian perintah atau instruksi menggunakan pendekatan punitif dalamhal terhadinya penyimpangan oleh bawahan. Tipe Otokratik Semua ilmuan yang berusaha memahami segi kepemimpinan otokratik mengatakan bahwa pemimpin yang tergolong otokratik dipandang sebagai karakteritik yang negatif. sebagai tauladan atau panutan masyarakat. Salah satu ciri utama masuarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggiota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan.  Pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.  Tipe Laissez Faire Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi.  Status quo organisasional tidak terganggu . dan dengan demikian kurang menghargai harkat dan martabat mereka  pengutmaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengkaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya. Karakteristik dan gaya kepemimpinan tipe ini adalah :  pendelegasian wewenang terjadi secara ekstensif  pengambilan keputusan diserahkan kepada para pejabat pimpinan yang lebih rendah dan kepada petugas operasional. Biasanya tiokoh-toko adat. para ulama dan guru. Pemimpin seperti ini kebapakan. Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois. seperti mesin.  Tipe Paternalistik Tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat yang bersifat tradisional. tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi. sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai. kecuali dalam hal-hal tertentu yang nyata-nyata menuntut keterlibatannya langsung. Memang ada karakteristiknya yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. antara lain dalam bentuk :  kecenderungan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat-alat lain dalam organisasi.  Tipe Kharismatik Tidak banyak hal yang dapat disimak dari literatur yang ada tentang kriteria kepemimpinan yang kharismatik. umumnya dimasyarakat agraris. Pemimpin ini sangat mengembangkan sikap kebersamaan.

Menyadari bahwa mau tidak mau organisasi harus disusun sedemikian rupa sehingga menggambarkan secara jelas aneka ragam tugas dan kegiatan yang tidak bisa tidak harus dilakukan demi tercapainya tujuan. akan tetapi juga dalam hubungan organisasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan di luar organisasi tersebut. Daya Ingat yang Kuat. semakin tinggi kedudukan seseorang dalam hirarki kepemimpinan organisasi. salah satu bentuk kemampuan intelektual adalah daya ingat yang kuat. Melihat kecenderungan adanya pembagian peranan sesuai dengan tingkatnya. merupakan suatu sikap yang mencerminkan dua hal: pertama. Cara dan kemampuan berpikir yang diperlukan dalah yang integralistik. pemimpin harus mempunyai kemampuan inteletual yang berada di atas kemampuan rata-rata orang-orang yang dipimpinnya. Keterampilan Berkomunikasi secara Efektif. Keterampilan Mendidik. efektifitas kepemimpinan seseorang tidak lagi pada kemampuannya melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis operasional. strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah. intervensi pimpinan dalam organisasi berada pada tingkat yang minimum. Kemampuan Analitik.  Sepanjang dan selama para anggota organisasi menunjukkan perilaku dan prestasi kerja yang memadai. fungsi penyampaian informasi dan fungsi pengawasan. tidak merasa puas dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki. Rasionalitas. Hasil pemikiran itu akan terasa dampaknya tidak hanya dalam organisasi. Ciri ciri pemimpin dan kepemimpinan yang ideal antara lain : Pengetahuan umum yang luas. mengubah sikap dan perilakunya dan meningkatkan dedikasinya kepada organisasi. semakin tinggi kedudukan manajerial seseorang semakin besar pula tuntutan kepadanya untuk membuktikan kemampuannya untuk berpikir. fungsi ekspresi emosi. melainkan pada kemampuannya untuk berpikir. Memperlakukan manusia dengan cara yang manusiawi dan menjunjung harkat dan martabat manusia Seorang pemimpin demokratik disegani bukannya ditakuti. Kapasitas Integratif. fungsi komunikasi dalam organisasi antara lain : fungsi motivasi.         . kemauan dan keinginan untuk mencari dan menemukan hal-hal baru. memiliki kemampuan menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan. Penumbuhan dan pengembangan kemampuan berpikir dan bertindah yang inovatif diserahkan kepada para anggota organisasi yang bersangkutan sendiri. kedua.         Tipe Demokratik Pemimpin yang demokratik biasanya memandang peranannya selaku koordinator dan integrator dari berbagai unsur dan komponen organisasi. Kemampuan Bertumbuh dan Berkembang Sikap yang Inkuisitif atau rasa ingin tahu. pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai orgainasi. ia semakin dituntut untuk mampu berpikir dan bertindak secara generalis.

tindak-tanduk dan perilaku. kemampuan menentukan tujuan dan sasaran yang berada dalam jangkauan kemampuan untuk mencapainya yang berarti menetapkan tujuan dan sasaran yang realistik tanpa melupakan idealisme. menerima kenyataan apabila dalam perjalanan hidup tidak selalu meraih hasil yang diharapkan.s seseorang yang dinilai pantas dijadikan sebagai panutan dan teladan dalam sikap. kepemimpinan selalu bersifat situasional. Kemampuan Membedakan hal yang Urgen dan yang Penting Naluri yang Tepat. Rasa Relevansi yang tinggi. Tidak adanya pembagian kerja dan juga pembagian keuntungan yang adil. Fleksibilitas. Permasalahan yang tidak kunjung selesai. Keteladanan. keterikan satu sama lain. sehingga tidak muncul kondisi organisasi yang nyaman. Salah satu kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemudikan organisasi terletak pada kemampuannya bertindak secara objektif. Aturan organisasi tidak dipahami dan dihayati pleh anggota organisasi. Rasa Kohesi yang tinggi. temporal dan spatial. :senasib sepenanggungan”. Kurangnya komitmen penuh dalam kerja organisasi.               Objektivitas. Adanya kepentingan pribadi. kondisonal. Kedua. Menjadi Pendengar yang Baik Adaptabilitas. pemimpin diharapkan dan bahkan dituntut berperan sebagai bapak dan penasehat bagi para bawahannya. kekampuannya untuk memilih waktu yang tepat untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. pemimpin tersebut mampu berpikir dan bertindak sehingga hal-hal yang dikerjakannya mempunyai relevansi tinggi dan langsung dengan usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi. Pragmatisme. . cara bertindak. arahan dari pihak atasan langsung ke level paling bawah. dalam kehidupan organisasional. tanpa mengambil peranan pihak tengah (middle level) dalam organisasi. Kemampuan Menentukan Prioritas.      Prosedur hubungan dalam organisasi tidak diikuti dengan benar.. Organisasi dipergunakan untuk memperoleh keuntungan pribadi. Ketegasan Keberanian Orientasi Masa Depan Sikap yang Antisipatif dan Proaktif KERETAKAN DALAM ORGANISASI Salah paham dalam menerima dan menafisrkan pesan. Misalnya. biasanya yang menjadi titik tolak strategik organisasional adalah “SWOT”. sikap dan perilaku agar sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi tertentu yang dihadapi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip hidup yang dianut oleh seseorang. sikap yang pragmatis biasanya terwujud dalam bentuk sebagai berikut : pertama. mampu melakukan perubahan dalam cara berpikir.

2003). and motivation. yang berdasarkan atas kemampuan data untuk mengakses kebutuhan masa depan konsumen. Ini termasuk. Ceruk ini merupakan ssebuah bentuk imajinatif. Perselisihan yang terus berlarut-larut dan suasana organisasi yang muram. Barbara Brown mengajukan 10 kompetensi yang harus dimiliki oleh pemimpin visioner. Ini termasuk kemampuan untuk mengatur sumber daya organisasi guna memperiapkan diri menghadapi kemunculan kebutuhan dan perubahan ini. dan lain sebagainya. dapat “relate skillfully” dengan orang-orang kunci di luar organisasi. Seorang pemimpin dalam hal ini harus terlibat dalam organisasi untuk menghasilkan dan mempertahankan kesempurnaan pelayanan. namun memainkan peran penting terhadap organisasi (investor.” Seorang pemimpin visioner harus memahami lingkungan luar dan memiliki kemampuan bereaksi secara tepat atas segala ancaman dan peluang. encouragement. . Seorang pemimpin harus memegang peran penting dalam membentuk dan mempengaruhi praktek organisasi. Pemimpin visioner mempunyai gambaran yang jelas tentang apa yang hendak dicapai dan mempunyai gambaran yang jelas kapan hal itu akan dapat dicapai. Seorang pemimpin visioner harus memiliki atau mengembangkan “ceruk” untuk mengantisipasi masa depan. dan pelanggan). Kepemimpinan Visioner memerlukan kompetensi tertentu. teknologi. dengan permasalah yang saling terkait. yaitu:     Seorang pemimpin visioner harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan manajer dan karyawan lainnya dalam organisasi. adalah pola kepemimpinan yang ditujukan untuk memberi arti pada kerja dan usaha yang perlu dilakukan bersama-sama oleh para anggota perusahaan dengan cara memberi arahan dan makna pada kerja dan usaha yang dilakukan berdasarkan visi yang jelas (Diana Kartanegara. antara lain :        Keretakan hubungan antara anggota organisasi. Produktivitas organisasi merosot. sejalan dengan mempersiapkan dan memandu jalan organisasi ke masa depan (successfully achieved vision). mementingkan diri sendiri PEMIMPIN VISIONER Kepemimpinan visioner. Penyalahsunaan kekuasaan. Hal ini membutuhkan pemimpin untuk menghasilkan “guidance. yaitu:  Visualizing. Pemimipin visioner setidaknya harus memiliki empat kompetensi kunci sebagaimana dikemukakan oleh Burt Nanus (1992). Wujud sikap mementingkan diri sendiri. produk dan jasa. Ketidakstabilan organisasi akibat dari retaknya hubungan. prosedur.Keretakan dalam organisasi dapat menumbuhkan citra negatif. yang plaing penting.

memberikan tantangan berpikir dan mengembangkan imajinasi. Pemimpin visioner harus mampu dengan teratur mengambil bagian dalam pelatihan dan berbagai jenis pengembanganlainnya. BREAK IT!”. Pemimpin visioner akan berkata “If it ain’t broke. mengungkapkan ada empat peran yang harus dimainkan oleh pemimpin visioner dalam melaksanakan kepemimpinannya. Pemimpin visioner mampu menguji setiap interaksi. Pemimpin visioner mampu mengejar peluang untuk bekerjasama dan mengambil bagian dalam proyek yang dapat memperluas pengetahuan. Pemimpin visioner menetapkan sasaran dan strategi yang spesifik untuk mencapai sasaran tersebut. dan melibatkan orang-orang dari “get-go. Embracing Change. Pemimpin visioner menyadari bahwa dalam rangka mencapai sasara dirinya. dan mendukung partisipasi pada seluruh tingkat dan pada seluruh tahap usaha menuju masa depan. Pemimpin visioner mengetahui bahwa perubahan adalah suatu bagian yang penting bagi pertumbuhan dan pengembangan. guna diraih pada masa depan. mengkomunikasikannya. seorang pemimpin menyampaikan visi. Pemimpin visioner mengetahui bagaimana cara menghubungkan sasaran dirinya dengan sasaran organisasi. serta meyakinkan orang bahwa apa yang dilakukan merupakan hal yang benar. negatif atau positif. tetapi mempertimbangkan teknologi. Continuous Learning.” Hal ini bagi para ahli dalam studi dan praktek kepemimpinan merupakan esensi dari kepemimpinan. dia harus menciptakan hubungan yang harmonis baik ke dalam maupun ke luar organisasi. Dalam membuat rencana tidak hanya mempertimbangkan apa yang ingin dilakukan. Ketika ditemukan perubahan yang tidak diinginkan atau tidak diantisipasi. Ia dapat dengan segera menselaraskan tugas dan pekerjaan setiap departemen pada seluruh organisasi. Process alignment. Peran ini merupakan peran di mana seorang pemimpin menyajikan suatu visi. Pemimpin visioner berani mengambil resiko. Dia aktif mencari peluang untuk bekerjasama dengan berbagai macam individu. Sebagai penentu arah. pemimpin visioner dengan aktif menyelidiki jalan yang dapat memberikan manfaat pada perubahan tersebut. yaitu:  Peran penentu arah (direction setter). Taking Risks. meyakinkan gambaran atau target untuk suatu organisasi. . Pemimpin visioner tidak hanya memikirkan di mana posisi bisnis pada saat ini. dan menganggap kegagalan sebagai peluang bukan kemunduran. Pemimpin visioner adalah perencana yang dapat memperkirakan masa depan. Coalition building. Burt Nanus (1992). baik di dalam maupun di luar organisasi. Showing Foresight. Dalam menghadapi tantangan pemimpin visioner berusaha mencari alternatif jalan keluar yang baru dengan memperhatikan isu. tetapi lebih memikirkan di mana posisi yang diinginkan pada masa yang akan datang. sehingga mampu mempelajari situasi. Pemimpin visioner mampu mengantisipasi atau mempertimbangkan rintangan potensial dan mengembangkan rencana darurat untuk menanggulangi rintangan itu Creative Thinking. memotivasi pekerja dan rekan. prosedur. departemen dan golongan tertentu. peluang dan masalah. Proactive Planning.         Futuristic Thinking. organisasi dan faktor lain yang mungkin dapat mempengaruhi rencana.

hal tersebut dapat dibantah bahwa pemimpin sebagai pelatih. Sebab hanya manusialah yang mempunyai kesadaran diri untuk bisa berpikir seperti ini. menarik. memberi harapan. Pemimpin. dan juga berbicara. Tentu saja. . Seorang pemimpin efektif adalah juga seseorang yang mengetahui dan menghargai segala bentuk komunikasi tersedia. boleh dikatakan merupakan suatu bagian penting dari memimpikan masa depan suatu organisasi. Para pemimpin yang efektif harus secara konstan menyesuaikan terhadap perubahan ini dan berpikir ke depan tentang perubahan potensial dan yang dapat dirubah.   Agen perubahan (agent of change). lebih tepat untuk ditunjuk sebagai “player-coach. dan yang paling penting masa depan.” PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER Pernahkah anda bertanya kepada diri sendiri. pertanyaannya adalah bagaimana proses pembentukan karakter saya ? Bisakah saya mengambil bagian dalam tahapan – tahapan perekembangan karakter saya ? Atau. Dengan ini berarti bahwa seorang pemimpin harus menggunakan kerjasama kelompok untuk mencapai visi yang dinyatakan. dan perubahan politis terjadi secara terus-menerus. mengkoordinir aktivitas atau usaha mereka. Ekonomi. Pemimpin visioner yang efektif harus menjadi pelatih yang baik. beberapa berlangsung secara dramatis dan yang lainnya berlangsung dengan perlahan. sebagai juru bicara untuk visi. jika anda telah menjadi seorang ayah atau ibu. Pemimpin. bisakah kami berperan dalam proses pendidikan karakater anak – anak kami ? Dan bagaimana caranya ? Apa yang harus kami pelajari dan kami ketahui ? Marilah kita simak sama – sama jawaban dari semua pertanyaan tadi. Nah. “Siapakah saya ? Apa karakter saya ? Kepribadianku ? Apa kelebihan dan kekurangan saya ? Mengapa saya bisa seperti ini ? Mengapa saya berbeda ? Dan Bagaimana saya menjadi seperti sekarang ini ?” Kerinduan untuk mengenal bagian terdalam diri anda itu wajar dan alamiah sebagai seorang manusia.” atau menuju pencapaian suatu visi organisasi. Seorang pemimpin mengoptimalkan kemampuan seluruh “pemain” untuk bekerja sama. menjaga pekerja untuk memusatkan pada realisasi visi dengan pengarahan. dan menumbulkan kegairahan tentang masa depan organisasi. ke arah “pencapaian kemenangan. fleksibilitas dan resiko yang dihitung pengambilan adalah juga penting lingkungan yang berubah. Memperoleh “pesan” ke luar. Hal ini menjamin bahwa pemimpin disediakan untuk seluruh situasi atau peristiwa-peristiwa yang dapat mengancam kesuksesan organisasi saat ini. teknologi. Visi yang disampaikan harus “bermanfaat. sosial. Juru bicara (spokesperson). harus mengkomunikasikan suatu pesan yang mengikat semua orang agar melibatkan diri dan menyentuh visi organisasi-secara internal dan secara eksternal. dan membangun kepercayaan di antara pemain yang penting bagi organisasi dan visinya untuk masa depan.” Pelatih (coach). guna menjelaskan dan membangun dukungan untuk suatu visi masa depan. Agen perubahan merupakan peran penting kedua dari seorang pemimpin visioner. Dalam beberapa kasus. Dalam konteks perubahan. kebutuhan pelanggan dan pilihan berubah sebagaimana halnya perubahan keinginan para stakeholders. Akhirnya. lingkungan eksternal adalah pusat. sebagai pelatih.

penolakan. jawaban atas pertanyaan. Sesorang atau sesuatu di lingkungan anda betanggungjawab atas situasi anda. atau kebijakan nasional. Jika anda tertarik untuk menggali lebih dalam teori ini silahkan anda baca dulu resensi buku The Color Code yang sudah saya tulis beberapa tahun yang lalu. 3. Lagipula. atau situasi ekonomi anda. anda orang Irlandia. pada dasarnya orangtua andalah yang berbuat begitu kepada anda. lembek dan berbantung. 2. dari berjuta – juta buku psikologi yang membahas mengenai pembentukan karakter manusia itu. yaitu : 1. Karakter keras kepala anda itu karena anda adalah orang Batak. Phd. Nah. Itulah sebabnya anda takut berdiri di depan banyak orang. Salah satunya adalah teori kode warna manusia yang dicetuskan oleh Taylor Hartman. Itulah sebabnya anda memiliki tabiat seperti ini. anda memiliki DNA ngeyel dan gak mau . “Mengapa karakter saya seperti ini ?” adalah karena anda memang dilahirkan dengan gen seperti itu. pada dasarnya mengatakan bos anda berbuat begitu kepada anda – atau pasangan anda. Pegasuhan anda. Kakek-nenek anda mudah marah dan itu ada pada DNA anda. menyimpulkan bahwa sebenarnya ada tiga teori utama yang mendasarinya. Anda merasa sangat bersalah jika anda membuat kesalahan karena anda “ingat jauh di dalam hati tentang penulsan naskah emosional anda ketika anda sangat rentan. Saya suka dengan teori kepribadiannya karena membagi manusia berdasarkan motif dasarnya. Sifat ini diteruskan dari generasi ke generasi berikutnya dan anda mewarisinya. Menurut teori perkembangan karakter Determinisme Genetis. Stephen Covey melalui bukunya 7 Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif. pengalaman masa anak-anak anda pada dasarnya membentuk kecenderungan pribadi dan susunan karakter anda. pembandingan dengan orang lain ketika anda tidak berprestasi seperti yang diharapkan. Begitulah cara orang tua anda membesarkan anda.TEORI PEMBENTUKAN KARAKTER Ada banyak teori tentang pembentukan karakter yang bisa anda baca. dan itu sifat orang Irlandia. Determinisme Lingkungan. Determinisme Psikis. atau anak remaja yang berandal itu. Determinisme Genetis. pada dasarnya mengatakan kakek-nenek andalah yang bebuat begitu kepada anda. bukankah semua orang batak memang keras kepala ? Sebagai seorang Madura. Anda “ingat” hukuman emosional.

bisa juga disebut sebagai hukum Rangsangan dan Respon. atas petunjuk dari Om Stephen Covey. Itulah faktor yang membentuk jati diri kita. maka salahkan orang tua anda yang kurang pandai mendidik ketika anda masih kecil. Silahkan anda menyalahkan kelahiran anda di negeri Indonesia ini. Demikian pula jika dalil Determinisme Lingkungan yang menjadi jawaban atas hidup anda yang serba kekurangan dan jauh dari cukup. atau salahkan bos anda yang terlalu pelit dan tidak bisa menghargai karyawannya. kesemua teori pembentukan karakter tadi didasari oleh hukum Aksi dan Reaksi atau hukum Stimulus dan Respon. Kekerasan dan Pelecehan seksual dari ayah kandung Billy membuatnya menjadi seorang lelaki dewasa dengan 24 kepribadian yang berbeda.mengalah ! He…he…he… Atau siapa sih yang gak tahu kalo kebanyakan orang cina itu pedagang yang ulet ? Jika teori Determinisme Psikis yang menjadi jawaban atas kelebihan dan kekurangan kepribadian anda. (Silahkan baca tulisan saya sebelumnya mengenai kedua orang ini di Memahami Perkembangan kepribadian dan Karakter Manusia) . Seorang wanita dengan 16 kepribadian yang berbeda. Kita bertindak seperti ini karena ada stimulus atau rangsangan dari luar diri kita. Namun benarkah demikian ? Tidak adakah sesuatu yang dapat kita lakukan pak Wapan ? Please deh…. Kekerasan seksual pada masa kanak-kanak Sybil menjadikannya sebagai manusia berkepribadian ganda. PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER Jika boleh saya simpulkan. Sampai saat ini pengetahuan yang sama – sama kita miliki adalah bahwa karakter kita dibentuk sedemikian rupa sehingga kita tidak memiliki kuasa ataupun kemampuan untuk turut campur dalam proses perkembangannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->